Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Khusus SANIMAS Maret 2010
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Khusus SANIMAS Maret 2010

on

  • 1,513 views

 

Statistics

Views

Total Views
1,513
Views on SlideShare
1,513
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
131
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Adobe PDF

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Khusus SANIMAS Maret 2010 Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Khusus SANIMAS Maret 2010 Document Transcript

  • Pembelajaran Studi Kasus Uji Coba Sanitasi Skala Kecil menjadi Program Nasional Sanimas: Model Sanitasi bagi Pemerintah Daerah Otonom Sebuah Jawaban Inovatif terhadap Perubahan dan Ketidakpastian. Sanimas merupakan program sanitasi berbasis masyarakat skala nasional yang dikerjasamakan dengan pemerintahdaerah untuk menciptakan kondisi kesehatan yang lebih baik, usia lanjut, dan membanggakan kepada lebih dari seratus ribu penduduk di daerah miskin perkotaan Indonesia, yang prototipenya beberapa waktu lalu masih diujicobakan mengimplementasikan kebijakan nasional yang baru saja disepakati. Jim Woodcock*SRingkasan DOK. PRI. yang muncul selama pelaksanaan me- animas, atau Sanitasi oleh munculkan beragam pembelajaran ten- Masyarakat, didesain ketika tang keberlanjutan baik aspek fisik mau- Indonesia bergerak melalui pun pemberdayaan masyarakat. masa ketidakpastian menuju Uji coba Sanimas disusun dan diim- sistem pemerintahan yang plementasikan lewat konsensus berbagailebih pluralistik. Sanimas menjadi pro- instansi, bukan pesanan dari luar. Ujigram nasional hanya dalam tiga tahun. coba merupakan aktifitas pertama di In-Sebagian dimungkinkan karena dide- donesia untuk menguji validitas dari ke-sain memanfaatkan keberadaan Kelom- bijakan pembangunan nasional air mi-pok Kerja Air Minum dan Penyehatan num dan penyehatan lingkungan yangLingkungan (Pokja AMPL) yang pro baru, termasuk juga prototipe kegiatanaktif dan melibatkan berbagai instansi sanitasi yang pertama menjadi programdan LSM berpengalaman untuk men- nasional hanya dalam waktu 3 tahun.jalankan peran baru pemerintah pusat Setelah 6 tahun, lebih dari 90 persensebagai fasilitator atau pembimbing dari sekitar 300 lokasi Sanimas tetapbagi proyek yang didanai pemerintah berfungsi dengan baik. Faktor-faktordaerah otonom. Pendekatan Sanimas yang menyumbang terhadap tercip-diuntungkan dari pembelajaran proyek Pendahuluan tanya keberlanjutan ini mungkin dapatsebelumnya dan memperoleh dukungan Desain dan pelaksanaan prototipe digunakan dalam desain proyek sejenispada setiap tingkatan dari pusat sampai uji coba Sanimas pada tahun 2003- di negara berkembang dengan masalahdaerah. Prosedur tanggap kebutuhan 2004 mendorong terciptanya program yang kurang lebih sama, seperti fasilitasdan partisipatif yang dikembangkan dan nasio­ al Sanimas yang berkelanjutan n yang cepat rusak, degradasi lingkungan,pembelajaran Sanimas akan bermanfaat yang saat ini menjadi jawaban sanitasi dan pemeliharaan fasilitas yang tidakbagi perencana negara lain yang peme­ berbasis masyarakat Indonesia. Uji coba memadai. Catatan lapangan (field note)rintah daerah otonomnya bertanggung- didasarkan pada kebijakan dasar yang ini menggambarkan konsep,jawab terhadap program sanitasi skala disepakati bersama untuk menjamin perencanaan, dan imple-kecil, khususnya masyarakat berpenda- keberlanjutan manfaat bagi masyarakat. mentasi dari prototipepatan rendah. Perencanaan uji coba dan tantangan Sanimas 181
  • ZEN2003 dan proyek Sanimas 2004. Padaakhir catatan ini, beberapa pengukuranpaska 2004 yang telah di mulai terutamauntuk memastikan keberlanjutan jugaikut dijelaskan. Status Program Nasional SanimasTahun 2009 Sanimas merupakan kependekandari Sanitasi oleh Masyarakat. Programnasional ini memungkinkan pemerintahdaerah mengidentifikasi dan menyedia-kan dukungan dana bagi proyek sanitasiberbasis masyarakat untuk masyarakatmiskin yang didanai dari beragamsumber, termasuk penerima an yakmanfaat sendiri. Kebany- n ebakemaasakan skema Sanimasberupa sistem terpusat K s m i temskala kecil/komunal dan San a sis at up s ber terpukecil/an nye­dia­an jenis layan-MCK umum. Pada akhirtahun 2009, sebagai hasil dari sehingga kementerian kurang mempu­ la duji coba, lebih dari 110.000 ska unalmum an jasa lainnya dan nyai rasa kepemilikan terhadap keber­masyarakat miskin di 100 kota m u ko CK menikmati untuk ada­ n program/proyek. Kebijakan nasio­ adan kabupaten pada 25 propinsi M per tamakalinya nal yang tersedia terbatas yang nyatanyamenikmati kondisi kesehatan dan berhubungan dengan pe- hanya diperuntukkan sebagai kerangkakualitas hidup yang lebih baik. Lebih merintah daerah melalui organ- kerja program pinjaman, dan batasandari 1.000 pelaku dilatih dan setiap ta- isasi berbasis masyarakat. tanggungjawab yang tidak jelas sehinggahun sekitar 250 tukang, fasilitator dan terjadi persaingan diantara kementeriantenaga ahli dipekerjakan. Setiap hari le- Ketidakpastian periode 1998-2003 dalam mencapai target lima tahunan.bih dari 8.000 meter kubik air limbah membentuk Waspola dan Sanimas Pada tahun 1990, 31 persen pendu­dari 19.000 rumah daerah padat pendu- Sanimas dikembangkan sebagai uji duk Indonesia bertempat tinggal di dae­duk tidak lagi mencemari lingkungan. coba melalui proyek Water Supply and rah perkotaan, dan menurut perkiraanSetiap bulan, jumlah pembayaran untuk Sanitation Policy Formulation and Ac- terkini proporsi penduduk perkotaanpemeliharaan dan gaji operator Sanimas tion Planning (WASPOLA), diharapkan akan berkembang menjadi 60 persenmencapai USD.17.000. untuk membantu institusi peme­ intahr pada tahun 2025. Sanitasi dipertimbang- Evaluasi mandiri pada tahun 2009 pusat mengembangkan kebijakan air kan sebagai tanggungjawab pemerintahmenemukan bahwa intervensi Sanimas minum dan sanitasi, dan dimulai tahun daerah, sehingga program pembangunanmenghasilkan pengurangan signifikan 1998, dengan sumber dana dari AusAID perkotaan pemerintah pusat cenderungpenyakit berbasis sanitasi, praktek buang dan dilaksanakan oleh the Water and mengabaikan sistem pengolahan air lim-air besar sembarangan, dan peluang per- Sanitation Program-East Asia and Pacific bah terpusat. Cakupan layanan sistembaikan kesempatan kerja. Anak-anak (WSP-EAP), bekerja bersama dengan terpusat di Indonesia merupakan yangdapat bermain di ruang terbuka yang kelompok kerja air minum dan penye- terendah di Asia Timur dan Tenggara.merupakan bagian atas dari tangki pe­ hatan lingkungan lintas departemen. Lebih dari sebagian fasilitas pengolahanngolahan air limbah bawah tanah, dan Sanimas dikembangkan setahun kemu- lumpur tinja telah tidak berfungsi dansebagian wanita merasa untuk pertama dian pada 1999. kurang terpelihara, dan sebagian rumahkali dihargai privasinya ketika mandi di Sampai 1998, praktek pembangun­ tangga perkotaan masih membuang airtoilet umum. Pemberdayaan masyarakat an air minum dan sanitasi di Indone- limbah ke sungai, menyebarkan penya- Sanimas telah memungkinkan masya­ sia dikembangkan dan dikoordinasi- kit berbasis air. rakat miskin bekerjasama kan dalam kondisi top-down dibawah Krisis moneter Asia, devaluasi mata dalam pe­ kepemimpinan presidensial yang kuat, uang Rupiah, dan kemarau kerkepan­Pembelajaran 182
  • jangan bersamaan dengan runtuhnya Prinsip DublinOrde Baru pada tahun 1998, diikuti 1. Pengelolaan sumber daya air yang efektif membutuhkan pendekatan terpadu yangdengan pelaksanaan otonomi daerah menghubungkan pembangunan sosial dan ekonomi dengan perlindungan ekosistem.pada tahun 1999 yang secara resmi 2. Air mempunyai nilai ekonomi dalam semua bentuk pemanfaatannya dan seharusnya dikenali sebagai benda ekonomidimulai pada tahun 2001, menghasil- 3. Pengelolaan dan pembangunan air seharusnya didasari pada pendekatan partisipatifkan pengurangan investasi infrastruk- melibatkan pengguna, perencana, pengambil keputusan di seluruh tingkatan, dengantur publik terlebih sanitasi perkotaan, keputusan diambil pada tingkatan terendah yang paling sesuaidan pemerintah pusat belum mampu 4. Wanita memegang peran penting dalam penyediaan, pengelolaan, dan perlindungan air, sehingga mereka seharusnya berpartisipasi dalam pengambilan keputusan yang berkaitanmenjalankan fungsinya sebagai fasilita- dengan pemanfaatan air.tor terhadap pemerintah daerah yangkurang berpengalaman. Sebuah kelompok kerja air minum dan tur jenderal pada tahun 2003. Sanimas Antara 1996 dan 1999, kemiskinan penyehatan ling­ ung­ n lintas departe- k a merupakan bentuk implementasi perta-absolut meningkat menjadi 40 persen. men dikoordinasikan oleh Bappenas, ma dari butir-butir kebijakan tersebut.Pengurangan program sanitasi perko- yang terdiri dari Departemen Pekerjaan Kebijakan menyerap 4 (empat) prin-taan pada tingkat masyarakat terutama Umum, Departemen Dalam Negeri, sip Konperensi Dublin 1992 tentang Airberdampak pada masyarakat miskin. Kementerian Ling­ ung­ n Hidup, De- k a dan Sanitasi, yaitu keterkaitan pemba-Pada 2006, WSP-EAP menghitung bah- partemen Keuangan dan Departemen ngunan dengan perlindungan ekosistem,wa potensi kerugian ekonomi Indonesia Kesehatan kemudian dibentuk untuk air sebagai benda ekonomi, pendekatansebagai akibat sanitasi yang kurang me- mewadahi proses dialog tersebut. Setelah partisipatif pada tingkatan yang palingmadai mencapai $6,3 juta atau sekitar $ melalui proses diskusi 3 tahun diantara sesuai, dan partisipasi wanita dalam28 per kapita. lembaga donor, pemerin-tah daerah, pengambilan keputusan. pemerintah pusat, proyek, LSM, per- Kebijakan nasional yang baru danDesain Sanimas Berbasis guruan tinggi, dan berbagai pemangku Sanimas didasarkan pada pembelajaranPembelajaran kepentingan lainnya, sebuah konsensus domestik dan mancanegara. WSP-EAP Setelah runtuhnya struktur peme- disepakati tentang butir-butir kebijakan mempunyai banyak pengalaman daririntah terpusat, kebijakan nasional baru yang tertuang dalam Kebijakan Nasio­ al n Pilipina dan Vietnam. Perancang Sani-harus dikembangkan melalui proses dia- Pembangunan Air Minum dan Penye- mas belajar dari proyek di Jawa Timurlog panjang diantara kementerian yang hatan Lingkungan Berbasis Masyarakat, yang berkembang dari pengembanganbelum terbiasa dengan proses tersebut. yang ditandatangani oleh 5 (lima) direk- fasilitas sanitasi spontan di sebuah desa di Malang ketika terjadi epidemik diare Tabel 1. Perbedaan antara Sanitasi bagi Masyarakat dan Sanitasi oleh Masyarakat tahun 1985, dan para wanita memintaSanitasi bagi Masyarakat Hasil Sanitasi Masyarakat sanitasi yang lebih baik. MasyarakatProyek ditentukan oleh Pekerjaan fisik untuk memenuhi Waktu dan biaya dimanfaatkan merencanakan, membiayai dan mem-kebutuhan memenuhi target daripada kebutuhan untuk mencapai kesepakatantarget setempat. yang terbaik untuk memenuhi bangun sebuah tangki septik kecil yang kebutuhan setempat. dapat melayani seluruh desa. TerdapatHibah 100% untuk Masyarakat menerima perencanaan Masyarakat berkontribusi tunai juga pembelajaran dari proyek MCKpekerjaan fisik yang tidak memadai dan pekerjaan dan natura dan terlibat dalam berkualitas rendah pelaksanaan yang dibantu oleh LSM pada dekadeKeterlibatan seminimal Masyarakat hanya mendengarkan Keterlibatan masyarakat dalam 1990-an, termasuk pemahaman bahwamungkin dari masyarakat dan menyetujui rencana dari setiap aspek dan pelatihan sanitasi bagi masyarakat tidak berkelan- institusi pelaksana tetapi jarang pengelolaan pekerjaan fisik memiliki atau menjaga hasil jutan, tetapi sanitasi oleh masyarakat pekerjaan berpeluang besar berkelanjutan. Perbe-Pelibatan masyarakat Masyarakat beranggapan pekerjaan Masyarakat diberi pilihan daan selengkapnya lihat Tabel 1.dalam pemilihan menjadi tanggungjawab institusi teknologiteknologi dipandang pelaksana, bahkan setelah proyek Setiap poin dalam kebijakan airterlalu kompleks selesai sekalipun. minum dan penyehatan lingkunganFokus pada toilet umum Kurangnya kepedulian terhadap Memfasilitasi masyarakat berbasis masyarakat, termasuk prinsip penanganan lumpur tinja menangani dampak efluen yang Dublin, menjadi poin kunci dalam de- tidak tertangani sain dan pelaksanaan uji coba Sanimas,Masyarakat tidak dilatih Pekerjaan fisik dihindari Perhatian diberikan kepadatentang prosedur institusi penanggungjawab operasi membuat Sanimas sebagaipenanganan operasi dan dan pemeliharaan uji coba pertama kemung-pemeliharaan kinan bekerjanya kebijakanInstitusi pemerintah Kurangnya rasa memiliki Masyarakat dibimbing untukpusat memilih teknologi memilih teknologi nasional. 183 Pembelajaran
  • Tabel 2. Poin Kunci dalam Kebijakan Nasional Air Minum dan Penyehatan Lingkungan daerah, dan masyarakat. Berbasis Masyarakat yang menjadi Acuan Pendekatan Sanimas Kebijakan Nasional 2003 Desain/Pelaksanaan Sanimas B. Tingkat Keberlanjutan Tinggi Air merupakan benda Masyarakat mengembalikan air bersih ke lingkungan; tarif ditetapkan Pada tahun 1980-an, hanya sekitar ekonomi dan benda berdasarkan banyaknya pemakaian untuk operasi, dan pemeliharaan sosial 70 persen fasilitas MCK yang dibangun Pilihan yang Fasilitator menjelaskan sepenuhnya kepada masyarakat tentang semua melalui program perbaikan kampung diinformasikan sebagai pilihan teknologi dan finansial berikut implikasinya ditemukan tetap berfungsi. Pada akhir dasar dalam pendekatan tanggap kebutuhan 1990, di Jakarta, pemanfaatan MCK Pembangunan Air buangan memenuhi standar air limbah nasional; masyarakat tidak hanya sekitar 30 persen disebabkan berwawasan lingkungan membuang limbah ke lingkungan; LSM melatih kader dan petugas faktor ketidaksesuaian lokasi, pengelo- pemerintah untuk memantau kualitas laan tidak memadai, biaya konstruksi Pendidikan Perilaku Fasilitator menyediakan modul higinitas seperti cuci tangan pakai sabun Hidup Bersih dan Sehat pada tahap penyiapan Sanimas. tinggi, dan biaya penggunaan tinggi. Keberpihakan pada Daerah pendapatan rendah menjadi target walaupun mungkin tidak Rasio antara kegiatan perangkat keras masyarakat miskin menjangkau daerah termiskin. dan perangkat lunak berbanding 90-10, Peran perempuan dalam Fasilitator membantu masyarakat dalam pengambilan keputusan atau 80-20. Tingkat keberlanjutan ting- pengambilan keputusan bersama (dalam prakteknya, istri memilih jenis teknologi, sementara suami terlibat pelaksanaan). Seringkali wanita bertemu terpisah dengan gi dicapai melalui pekerjaan fisik yang pria, sehingga suara wanita tidak terdominasi oleh pria. efisien dan masyarakat yang bersepakat Akuntabilitas proses Penguatan masyarakat sebagai subyek dan bukan obyek; keputusan me­ gelola dan peduli. n pembangunan dasar dibuat oleh masyarakat. Setiap peran dan kontribusi didiskusikan secara terbuka. Peran pemerintah Pemerintah pusat dan daerah menyediakan bantuan teknis dan insentif c. Memperkuat Keterlibatan sebagai fasilitator dana pendamping, tetapi masyarakat mengambil peran penting dalam Masyarakat perencanaan, administrasi, pengelolaan. Dalam praktek, pemerintah Walaupun partisipasi masyarakat te- dapat mempekerjakan konsultan yang disertifikasi atau LSM yang berkualifikasi mewakili mereka di lapangan. lah menjadi komponen resmi program Peran aktif masyarakat Masyarakat berpartisipasi dalam pemilihan teknologi, bentuk kontribusi, pembangunan perkotaan nasional; sejak implementasi, pengelolaan, pemeliharaan. 1990-an, evaluasi menemukan bahwa Pelayanan optimal dan Pekerjaan fisik memenuhi standar emisi dan target yang ditetapkan sebagian besar partisipasi masyarakat tepat sasaran masyarakat. Pelayanan optimal: terjangkau dan dapat digunakan oleh semua. sangat terbatas dalam proyek skala besar Penerapan prinsip LSM membantu masyarakat membentuk dan memelihara fasilitas, dengan jangka waktu pendek. Sanimas pemulihan biaya setidaknya melalui biaya operasi dan pemeliharaan melalui tarif yang didesain untuk merangsang keterlibatan disepakati. masyarakat melalui fasilitator non pe- merintah. Keuntungan memanfaatkan samaan, yaitu: non pemerintah bahwa LSM secara tra-Pendekatan Sanimas disional membangun jembatan antara Pendekatan Sanimas dimaksud- A. Rasa Memiliki pada Semua masyarakat dan pemerintah daerah. Ke-kan menolong pemerintah daerah Tingkatan Pemerintahan sulitan terbesar bahwa pemerintah pusatmeng­ rusutamakan sanitasi berba- a Evaluasi terhadap program pemba­ dan daerah tidak dipercaya oleh LSM,sis masyarakat sebagai sebuah pilihan ngunan perkotaan nasional sebelumnya sehingga dibutuhkan membangun ke-dalam masyarakat perkotaan miskin. menemukan bahwa setiap kemente- percayaan melalui kerjasama. Dibutuh-Sanitasi masyarakat didefinisikan se- rian mempunyai cara perencanaan, pe­ kan penekanan pada proyek yang lebihbagai pe­ gumpulan, pengolahan dan n mrograman dan pelaksanaan kegiatan mudah dipantau (100-400 keluarga) danpembu-ang­ n air limbah dan tinja. a masing-masing. Menjadi sangat sulit mengembangkan paket informasi, pen-Sanimas mencoba mencari keuntun- pada awalnya untuk memulai kerjasa- didikan, dan komunikasi untuk PHBSgan dari beragam kerjasama perkotaan ma diantara institusi yang mempunyai dan pengelolaan sanitasi berkelanjutan.tradisional untuk menciptakan keter- sedikit pengalaman bekerjasama su- Masyarakat diberikan pilihan. Akhirnya,libatan masyarakat dan perencanaan karela, tetapi jawabannya terletak pada pemilihan masyarakat yang mendapattanggap kebutuhan untuk memastikan semangat pokja, rencana yang dapat proyek ha­ us melalui proses transparan, rtingkat keberlanjutan yang lebih baik. dijalankan, pertemuan berkala untuk terbuka, kompetisi yang adil berdasarPendekat­ n harus memenuhi tiga hasil a penyelesaian masalah. Program Sanimas kriteria jelas dan mudah diverifikasi. yang sa­ing berkaitan yang belum per- l membutuhkan tidak hanya rasa memi- Terdapat tujuh tahapan pendekatan nah dicapai sebelumnya liki diantara institusi pemeriantah pusat, Sanimas 2003-2004, dan juga berlaku secara ber- tetapi juga pada tingkat pemerintah pada tahun setelahnya. Waktu tiap ta-Pembelajaran 184
  • komitmen terhadap sanitasi berbasis masyarakat. Keberadaan rencana sanita- si skala kota merupakan pertimbangan khusus, tetapi bukan merupakan keha- rusan. 3. Seleksi Kota (selesai per Maret) Setelah daftar panjang kota potensial ditetapkan, perwakilan kota, kabupaten dan anggota DPRD bertemu dalam seminar. Road show pertama dilaku- kan ter-hadap 21 kota. Seleksi mandiri terjadi ketika kota-kota memasukkan pernyataan peminatan. Kriteria harus ditetapkan dengan hati-hati dan pro­ ses pemilihan harus transparan sebab ketidakpuasan akan timbul dari kota yang tidak terpilih. Nota Kesepahaman ditandatangani dengan kota yang ber- minat yang kemudian ditetapkan daftar pendek komunitas yang akan dinomi- nasikan. 4. Pemilihan Komunitas (selesai per Mei) PU Pengalaman komunitas dengan kegi­hap ditentukan oleh kendala ketersedia­ rintah memilih instansi yang berhubung­ atan berbasis masyarakat dapat menjadian dana pemerintah daerah. an langsung dengan Sanimas. Ketika pertanda paling utama dari kemung- mereka sepakat dan mengerti tentang kinan keberhasilan. Kelayakan teknis1. Persiapan (selesai per Januari) Sanimas, pejabat pemerintah propinsi dari pilihan sanitasi adalah kriteria lain. Kontrak kerja Sanimas ditawarkan membantu memilih kota/kabupaten Perencana tidak menyasar kelompoksecara kompetitif dan pemenangnya yang menjadi sasaran. Tim menemukan masyarakat paling miskin, tetapi semuaBORDA, the Bremen Overseas Research bahwa presentasi langsung berhasil lebih komunitas miskin. Hal pertama yangand Development Association, bersama baik daripada materi tertulis. Mereka harus diperiksa adalah ketersediaan la-mitra LSM lokalnya. BORDA menyedia­ juga menemukan bahwa beberapa road han dan kepemilikannya. Terdapat ka-kan masukan teknis untuk memastikan show awal kurang berhasil karena staf sus lahan tidak jelas kepemilikannya.desain efisien dan sesuai, dan penyiapan pemerintah tidak menyampaikan infor- Akhirnya terpilih 6 (enam) komunitasmasyarakat diberikan oleh LSM lokal masi ke atasannya. di Jawa Timur dan 1 (satu) di baliyang telah berpengalaman di daerahnya Bersama pejabat pemerintahmasing-masing. BORDA menyetujui propinsi, tim mengunjungi kota yang 5. Penyusunan Rencana Kerjaberkontribusi dari dana sendiri. BOR- paling berpotensi, dan konsep Sanimas Masyarakat (selesai per Agustus)DA dan mitranya bekerjasama dengan dijelaskan sehingga pemerintah setem- Fasilitator harus memahami informa-Pokja AMPL dan WSP-EAP menyiap- pat dapat merencanakan kontribusinya si, pendidikan, dan materi komunikasikan materi presentasi dan road show. (70-80 persen dari biaya konstruksi), untuk digunakan di masyarakat. Mereka dan menetapkan instansi pelaksana. Ber- menjelaskan pilihan teknis, biaya dan2. Road show/Lokakarya beda lokasi berbeda instansi pelaksana hasilnya, memanfaatkan alat visual. Pada ke Kota-kota yang ditunjuk. Beberapa memilih dinas setiap komunitas, sebuah komite diben- Daripada langsung ke masyarakat, lingkungan, lainnya dinas PU. Bebera- tuk untuk menangani aspekLSM dan wakil Pokja AMPL mengun- pa kriteria digunakan untuk memilih tertentu seperti pelaksanaanjungi propinsi dalam rangka memper- kota-kota: keberhasilan program sosial pembangunan, dan operasioleh dukungan dan membantu peme­ di kota tersebut, kepadatan penduduk, dan pemeli- 185 Pembelajaran
  • haraan. Komite merencanakan bersama buangan diperiksa oleh LSM, dan pe­ kontribusi BORDA, baik tunai maupunfasilitator. Biaya keseluruh­ n pemba­ a ngendalian kualitas diserahkan kepada berupa biaya pelatihan.ngunan fisik merupakan faktor kunci kelompok swadaya masyarakat. Uji coba Sanimas (2003) dibantudalam perencanaan dan pemba­ gun­ n Sekitar 20-30 persen dari lokasi oleh AusAID, dan Sanimas (2004)an sebab mempengaruhi jumlah iuran. Sanimas adalah sistem sanitasi gravitasi dibantu oleh pemerintah pusat (Bappe­Rencana termasuk perjanjian ten­ ang t sederhana (Gravity-fed Simplified Sanita- nas). Pada akhir tahun 2004, timbul rasakontribusi masyarakat, pengelola­ n dan a tion Systems/SSS) untuk 200-300 rumah memiliki Sanimas di berbagai tingkatanpemeliharaan, jadwal pelatihan, pem- tangga dengan membayar iuran USD.1 pemerintahan. Kesuksesan telah tercapai,bangunan, dan pembentukan komite. per bulan, sisanya berupa fasilitas MCK dengan seluruh lokasi berfungsi baik,Sebuah tim proyek dibentuk terdiri dari di atas lahan pemerintah yang dipergu- dan ternyata lebih banyak keterlibatanseorang pegawai pemerintah daerah yang nakan oleh 100-400 orang per hari, ber­ masyarakat mengarah pada semakin be-dapat berkomunikasi dengan pemerintah arti setiap orang membayar USD.0,5 sarnya rasa memiliki. Masyarakat pene­daerah dan satu perwakilan LSM yang per hari. rima manfaat menyatakan akan mem-dapat berkomunikasi dengan masyarakat. Sebagian dari lokasi uji coba berada bantu komunitas lain yang akan melak-Sebagai hasil uji coba, Sanimas harus di- di tepi sungai sebab efluen mencemari sanakan program yang sama.masukkan dalam RPJMD dan terdapat air sungai, dan umumnya, permukimankebutuhan pemetaan sanitasi skala kota sepanjang sungai terlalu rendah lokasi­ Sanimas menjadiyang menunjukkan resiko lingkungan nya sehingga sulit dijangkau oleh sistem Program Nasional di Tahun 2005kesehatan dan aliran air limbah domes- sanitasi terpusat. Kedua tipe Sanimas Sanimas Tahun 2005 menjadi pro-tik. membutuhkan sumber air dan lahan gram nasional tahap pertama yang dilak- seluas 120-250 meter persegi. Biasanya sanakan oleh Direktorat Jenderal Cipta6. Pembangunan dan Peningkatan pekerjaan fisik menghabiskan dana seki- Karya, Departemen Pekerjaan Umum. kapasitas (selesai per November) tar 70 persen dan sisanya untuk pelatih­ Program mengikuti pende­ atan dan k Pelatihan dilaksanakan oleh LSM an, fasilitasi, dan supervisi. metodologi awal dengan sasaran yanguntuk pembangunan dan pengelolaan. Proporsi kontribusi beragam sepan­ sama yaitu menawarkan sanitasi berba-Upaya terbesar adalah untuk fasilitasi jang periode 2003-2005, tetapi secara sis masyarakat sebagai sebuah alternatifdan pelatihan bagi pekerja dan mandor umum, kontribusi masyarakat 3 persen sanitasi bagi masyarakat.masyarakat yang kurang terampil. Pem- tenaga dan 2 persen tunai dari keseluruh­ Studi pemantauan dampak dilaksana­bangunan dilaksanakan oleh masyarakat an biaya. Kontribusi pemerintah daerah kan tahun 2006 menegaskan kebenaranatau orang yang terampil dari daerah mencapai 50 persen, dan pemerintah langkah memperluas Sanimas menjadisekitar. Dana pembangunan berasal dari pusat (atau AusAID pada tahun 2003) program nasional. Studi itu menimpul-pemerintah daerah, masyarakat, dan mencapai 30 persen. Sisanya merupakan kan bahwa semua sistem berjalan baik,BORDA. Dana pemerintah harus dise- Tabel 3 Profil Sanimas Tahun 2003 dan Sanimas Tahun 2004rap pada akhir Desember. Biaya rata- Tahun Propinsi Kota/ Pendanaan Jumlah Jumlah Jumlahrata pembangunan adalah USD.200 per Kabupaten Lokasi KK Jiwarumah. Biasanya dikeluarkan sebuah 2003 Jawa Timur, 6 AusAID, BORDA, Pemerintah 7 450 2.558surat keputusan komite tentang penun- Bali Daerah, masyarakatjukan operator dan penetapan iuran, 2004 Jawa Timur, 7 Pemerintah pusat (Bappenas), 8 489 2.369dan kepala desa menetapkannya melalui Bali BORDA, pemerintah daerah, masyarakatkeputusan kepala desa. Informasi dan 2005 Jawa Timur, 13 Departemen PU, pemerintah 15 898 4.010peraturan diumumkan terbuka. Bali, daerah, BORDA, masyarakat Jawa Tengah7. Evaluasi dan Dukungan 2006 22 67 Departemen PU, pemerintah 79 3.481 15.587 daerah, BORDA, masyarakat Pengelolaan dan Pemeliharaan 2007 27 68 Departemen PU, pemerintah 86 6.671 33.021 (mulai Desember) daerah, BORDA, masyarakat Setelah pembangunan selesai, calon 2008 17 61 Departemen PU, pemerintah 96 3.962 28.728operator dilatih untuk mengelola fasili- daerah, BORDA, masyarakattas, termasuk metode akuntansi terbuka. 2009 17* 75* Departemen PU, pemerintah 100* 4.000* 24.000* Selama masa ini, tantangan terbesar daerah, BORDA, masyarakat adalah melatih pemegang Total 391 19.951 110.273 buku. Air *rencana (catatan redaksi: tulisan ini dibuat pada tahun 2009)Pembelajaran 186
  • fasilitas sanitasi yang berfungsi baik meningkatkan kemampuan profesio­ kemudahan pendanaan dari pemerintahmempromosikan rasa aman di kalang­ nalnya, merupakan kampiun pengemba- Jerman. Maka, ketika prototipe uji cobaan wanita dan anak-anak, khususnya ngan Sanimas. Para staf pemerintah ini, Sanimas diselesaikan, BORDA denganmalam hari, dan stop BABS telah terwu- yang suatu waktu nanti menjadi pejabat mitra lokalnya BEST, Balifokus, andjud. Di semua lokasi iuran diterapkan senior, meluangkan waktu dan menun- LPTP, dapat menindaklanjuti dengandan proyek diselesaikan sesuai alokasi jukkan minatnya berdiskusi dan menye- evaluasi, perhatian, dan bantuan penda-anggaran dan standar yang ditetapkan. tujui kesamaan visi lintas institusi dan naan untuk memperkuat program.Efluen bermasalah hanya di satu lokasi. mereka mengendalikan sepenuhnya uji 4. Pembangunan oleh masyarakat Kesadaran pentingnya kesehatan dan coba Sanimas. Mereka pro aktif, mu- Desain Sanimas sederhana se­higinitas yang tinggi ditemukan setelah dah ditemui, dengan cepat mengambil hingga dapat dibangun oleh pekerja daridimulainya Sanimas, yang sebenarnya keputusan dalam mengatasi masalah. masyarakat sendiri dibawah pengawasancukup mengherankan dengan mem- Mereka berkunjung ke lapangan sangat LSM dan tenaga ahli, meskipun banyakpertimbangkan keberadaan Sanimasdi lokasi permukiman kumuh. Wanitaberperan dalam menentukan bentuktoilet yang nyaman bagi wanita hamildan lansia. Masyarakat terhibur denganpemanfaatan bagian atas dari tangkiseptik komunal sebagai tempat bermaindan ruang terbuka, dan sumur dangkalmenjadi terbebas dari kontaminasi. Ke-berhasilan jangka pendek ini dihasilkandari situasi unik Sanimas dan beragamfaktor keberlanjutan tercakup dalam de-sain dan pelaksanaannya.Kunci Utama Keberlanjutan Sanimas Sanimas telah berkelanjutan sampaikini. Berbagai kunci penggerak antusi-asme masyarakat dan keberlanjutan dariprogram nasional sebagai berikut.1. Waktu yang tepat (Timing) PU Waktu yang tepat merupakan sebuahkebetulan untuk pengembangan Sani- sering, dan keterlibatannya sangat kuat juga yang mengambil tenaga terampilmas, terutama dengan alasan pentingnya sehingga mereka memulai baik konsep dari desa tetangga. Kualitas konstruksisolusi pembuangan air limbah di daerah dan pendanaan prototipe kedua uji coba harus memenuhi spesifikasi tertentu danmiskin, kebutuhan alternatif terhadap Sanimas Tahun 2004. tetap sesuai perkiraan biaya untuk me-sistem top-down, peran baru pemerintah mastikan bahwa iuran terjangkau.pusat sebagai fasilitator dan bukannya 3. Komitmen LSM pelaksana Masyarakat Sanimas telah mena-pelaksana, dan lahirnya sebuah konsen- Komite pemilihan pelaksana Sani- namkan dana mereka dengan maksudsus kebijakan air minum dan penyehat­ mas menetapkan BORDA, the Bre- memiliki dan mengelola fasilitas, sehing­an lingkungan berbasis masyarakat. men Overseas Research and Development ga pembangunan oleh masyarakat me- Agency, sebuah LSM terdaftar di Bremen mungkinkan usia ba­ gunan bisa beru- n2. Sekelompok kampiun dan terutama dibiayai oleh Kementerian mur jauh lebih lama daripada biasanya. Keberadaan sekelompok staf peme­ Kerjasama dan Pembangunan Pemerin- Fasilitas prototipe Sanimas sendiri me-rintah yang tergabung dalam Kelom- tah Federal Jerman. Terdapat perbedaan mang dibangun memenuhi stan­ ar dan dpok Kerja Air Minum dan Penyeha- mendasar antara BORDA dan kontrak- dalam biaya yang terjangkau,tan Lingkungan (Pokja AMPL) yang tor/konsultan, sebab BORDA berbagi se­ ingga dapat bertahan hberkeinginan untuk bekerja keras agar kesamaan pandangan visi Sanimas de- sampai 25 tahun.mendapatkan kesempatan belajar dan ngan Pokja AMPL, dan mempunyai 187 Pembelajaran
  • Tabel Sumber Dana Sanimas Tahun 2003-2008 (dalam USD) Kontribusi Masyarakat Pemerintah BORDA Total JumlahTahun Lokasi Tenaga Tunai Lokal Propinsi Pusat Tunai Peningkatan Kapasitas2003 3.952 4.114 98.604 44.836 2.907 154.414 7Persen 3 3 64 29 2 1002004 5.186 3.293 100.888 55.283 35.012 20.000 219.661 8Persen 2 1 45 25 16 9 1002005 9.292 4.380 168.713 85.678 29.918 27.500 325.481 15Persen 3 1 52 26 9 8 1002006 50.291 29.291 833.012 490.000 117.500 180.060 1.700.155 79Persen 3 2 49 29 7 11 1002007 61.066 38.292 1.553.884 25.000 840.000 234.500 2.752.743 86Persen 2 1 56 1 31 9 1002008 26.318 39.476 1.486.617 75.000 904.500 305.000 2.836.911 96Persen 1 1 52 3 32 11 100Total 156.105 118.846 4.241.718 100.000 2.420.297 185.337 767.060 7.989.364 284Faktor Lain Mempenga­ uhi Keber- r lui kontraktor, sementara masyarakat aspek teknis. Masyarakat mengambillanjutan Pro­ ek Prototipe y hanya melihat dan menunggu hasilnya langkah berikutnya menuju komitmen Jika sanitasi berbasis masyarakat saja. dan kepemilikan proyek ketika merekaterletak di antara tangki septik rumah Pemilihan komunitas dengan komit- berpartisipasi dalam persiapan Rencanapribadi yang terawat baik dan fasili- men yang paling besar menjadi sangat Kerja Masyarakat.tas sanitasi publik yang tak terawat, kuat mendorong keberlanjutan di da-idealnya Sanimas dapat menghasilkan lam masyarakat yang berbasis konsen- 3. Sumber dana beragamyang terbaik dari keduanya: biaya lebih sus. Masyarakat Sanimas dipilih ketika Dalam era otonomi, pemerintahmurah per orang dan pekerjaan fisik mereka memperlihatkan komitmen dan pusat tidak lagi sebagai pelaksana, danterke-lola baik. BORDA menghitung, partisipasi yang paling menjanjikan. berubah menjadi fasilitator, sehinggaberda-sar kemanfaatannya, biaya Sani- Setelah masyarakat terpilih, masyarakat dana pemerintah pusat harus dikombi-mas hanya setengah dari sistem pengo­ yang tidak terpilih akan mengawasi ki- nasikan dengan dana pemerintah dae-lahan dan pengumpulan air limbah nerja proyek dan cenderung ‘berteriak’ rah. Masyarakat menunjukkan komit-terdesentralisasi. Melihat pada periode jika ternyata terdapat kesalahan. Peman- men mereka dengan berkontribusi dana2003-2009, pemangku kepentingan te- tauan rutin oleh masyarakat lain menja- tunai dan tenaga. Sumber daya beragamlah mengidentifikasi empat karakteristik di insentif kuat bagi masyarakat terpilih memastikan bahwa tidak satu institusimenonjol Sanimas yang memastikan ke- untuk bekerjasama sepanjang proses un- pun akan memiliki proyek dan semuaberlanjutan sampai sekarang dan dapat tuk memenuhi komitmen bahkan lebih institusi terkait akan mendukung karenadimasukkan dalam desain dari setiap baik lagi. semua berkepentingan terhadap hasil-proyek sanitasi berbasis masyarakat di nya. Telah dipelajari bahwa dana darisetiap negara berkembang dengan pe- 2. Tanggap kebutuhan beragam sumber dapat saling mengisi.merintah daerah yang otonom. (Demand res-ponsive) Pada mulanya pemerintah daerah Masyarakat Sanimas telah mempu- menganggap bahwa sistem perpipaan 1. Pemilihan komunitas yang nyai cukup waktu bersama dengan fasili- Sanimas terlalu mahal. Ternyata peme­ paling peduli tator untuk mengambil langkah pertama rintah dae­ ah membandingkan Sanimas r Daftar panjang yang terbuka dan menuju timbulnya rasa memiliki dengan dengan biaya jamban dan cubluk yangproses seleksi daftar pendek ditemukan menetapkan dan menyetujui kebutuhan kurang efisien. Biaya konstruksi rata-merupakan hal penting di Indonesia mereka. Langkah ini diperkuat dengan rata fasilitas MCK sekitar USD.330-sebab lebih dari 30 tahun pemerintah pilihan teknologi yang diinformasikan 370 per KK, dan sanitasi komunalmembiarkan masyarakat hanya bersifat yang kemudian dipresentasikan oleh USD. 265-330 per KK. Dalam rangka menerima saja. Pelaksanaan kegiat­ n a fasilitator. Di sebagian besar masyarakat, memasukkan biaya Sanimas dalam ang- dilakukan oleh pemerin- wanita terlibat memutuskan pilihan garan pemerintah, biaya harus akurat, tah mela- teknologi, sementara pria terfokus pada dan biasanya dana pemerintah hanyaPembelajaran 188
  • dapat digunakan pada Mei/Juni sam- Perluasan. Departemen PUpai Desember. berharap memadukan “Decen- Institusi pemerintah yang tidak tralized Community Solid Wasteberkomitmen dapat menjadi kendala, Management” dan “Decentralizedsehingga keberagaman sumber dana Wastewater Treatment for Smallmemastikan Sanimas dapat memenuhi and Medium Enterprises” dalammisi dan kebutuhan semua pemangku Sanimas.kepentingan. Keberagaman sumberdana juga membutuhkan keterbu- Kesimpulankaan, definisi yang jelas dari peran Catatan lapangan ini fokusdan tanggungjawab setiap pemangku pada faktor yang mendorongkepentingan, yang berdampak pada keberlanjutan proyek Sanimas,keberlan­utan. j khususnya dalam desain dan pelaksanaan uji coba prototipe 4. Peningkatan kapasitas Sanimas 2003 dan Sanimas 2004. Keberlanjutan tergantung pada Masih terdapat kelemahan dalamkapasitas di berbagai tingkatan, khu­ pendekatan Sanimas yang perlusus­ ya diantara fasilitator yang ha­ n diperkuat melalui pemantauanrus memandirikan pemerintah dan dan perbaikan, tapi kelihatannyamasyarakat. Fasilitator yang baik tak berdampak terhadap keberlan-biasa­ ya memerlukan setidaknya 3-5 n jutan jangka panjang. Dalam satutahun peng­ laman. a atau dua tahun lagi, dimungkin­ si Beberapa ukuran keber- tituntah kan menghitung manfaat Sanimas Ins eri ak PUlanjutan paska 2003 dikem- lebih akurat melalui program pe- dbangkan sebagai alat manaje- pemng ti itmendi dampak kesehat­ mantauan Penilaian Dampak Kese­ atanhmen ketika program dikem- ya kom enja an Sanimas dan (Health Impact Assessment), yang jugabangkan secara luas. Menjadi er at m ala b p dampak kualitas dapat menyediakan indikasi keberlan-nyata bahwa pendampingan dibu- d a kend hidup. jutan. Sampai sekarang, keberlanjut­ n atuhkan, khususnya untuk meng­ Pelatihan Ru- Sanimas patut dicontoh, dan permin­awasi kualitas efluen dan perbaikan tin. Pada 2007, Departe- taan dari pe­ erin­ ah daerah untuk ber- m tskala besar. men PU melaksanakan pelatihan partisipasi masih sangat tinggi. Sebagian di tiga lokasi bagi LSM dan pemerintah terbesar keberhasilan ini ka-rena keta­ Asosiasi Pengguna. Dibentuk ta- daerah, dan BORDA melaksanakan pe­ atan pada standar desain prototipe Sani-hun 2008, AKSANSI, Asosiasi Sanitasi la­­ an internal sistem pengendalian tih­ mas dan proses pelaksanaannya. nIndonesia yang melaksanakan Sanimas kualitas pengelolaan. Catatan lapangan ini didasarkan padaseluruh Indonesia, termasuk fasilita- Penyiapan Strategi Sanitasi Kota. laporan terkait Waspola dan Sanimas Ta-tor LSM dan KSM di lokasi Sanimas. Menjadi nyata bahwa Sanimas harus hun 2003 dan 2004, yang merupakanUntuk memastikan keberlanjutan, AK- dipadukan dengan strategi sanitasi skala bantuan AusAID dan dilaksanakan olehSANSI membantu memantau lokasi, kota berdasar pemetaan sanitasi. Ba- Pokja AMPL Nasional melalui fasilitasidan fasilitator lapangan dan pengawas nyak lembaga donor telah memberikan WSP-EAP. Kami berterima kasih kepa-dilatih dan diberikan sertifikasi profesio­ bantuan bagi pengembangan pemetaan da Risyana Sukarma, Alfred Lambertus,nal. Sejak 2008, penghargaan diberikan sanitasi, dan kota telah dilatih. Sofyan Iskandar dan Surur Wahyudi.oleh asosiasi kepada kota atau kabupa­ Penyederhanaan pemanfaatan Bio-ten yang kinerjanya paling bagus. AK- gas. Sanimas menghasilkan biogas Tulisan ini merupakan terjemahanSANSI melakukan pemantauan lokasi yang dapat digunakan sebagai bahan dari draft versi aslinya dalam bahasayang membutuhkan bantuan. bakar lampu atau panas, tetapi beber- Inggris dengan seijin penulis. (Red.) Penilaian Dampak Kesehatan. BOR- apa masyarakat meng­ adapi kesulitan hDA dan mitra LSM memulai peman- memanfaatkannya. BORDA dan AK- *)Konsultan Air Bersihtauan Penilaian Dampak Kesehatan di SANSI terus be­ erja menyederhanakan k AusAIDtahun 2009, menggunakan wawancara proses dan mendukung pemanfaatansebelum-sesudah untuk mengukur sumber energi ini. 189 Pembelajaran
  • Orang Miskin Juga Bisa Bayar Iuran I Made Yudi Arsana*)S alah satu pembelajaran yang dapat diambil dari Sementara untuk biaya operasional termasuk untuk gaji Sanimas adalah “ternyata orang miskin bisa bayar operator, listrik, penggantian alat-alat, berlangganan koran iuran dan urus sanitasinya sendiri”. Selama ini mencapai 900 ribu – 1 juta rupiah, sehingga saldo bersih ada anggapan, yang terkesan menjadi semacam bisa mencapai Rp 1 juta/bulan. Oleh karena itu, dalam stigma, bahwa orang miskin tidak bisa bayar waktu 2 tahun operasional, KSM Sanimas tersebut mampuiuran untuk sanitasi. Bahkan stigma ini justru sering, sadar membangun balai RW di atas MCK yang cukup megah.atau tidak, semakin dikuatkan oleh berbagai pihak termasuk Kondisi seperti ini juga di alami oleh beberapa KSM Sanimaspemerintah dan juga LSM sendiri, dengan mengatakan seperti di Sidoarjo, Mojokerto, Tegal dan beberapa lainnya.bahwa “masyarakat miskin jangan ditarik iuran, sebab untuk Namun di beberapa tempat, operator Sanimas tidakmakan saja susah, bagaimana harus iuran untuk sanitasi?”. memperoleh bayaran meskipun operator sangat aktif Mungkin maunya baik yaitu membela masyarakat yang melakukan control dan perawatan Sanimas. Bayaranmemang secara ekonomi kekurangan atau sulit. Tetapi yang diterima hanya berupa ucapan terimakasihjika hal ini dilakukan secara terus menerus dan THR “sekadarnya” yang diberikan pada saatmaka semakin lama akan terbentuk n i , lebaran. Ada juga operator “panggilan” , yaknimenjadi semacam mental dan lama-lama ama i Selanggapan kalau ada masalah dengan system pemipaan n kemudian operator dipanggil dan kemudiandianggap sebagai “budaya”. ada g terkesa n enjadi Tetapi pengalaman Sanimas membuktikan ya m am diberikan upah yang besarnya telah disepakati semac ahwa bersama seperti yang dilakukan di Sanimas ma, b kibahwa orang miskin pun bisa dan mampumembayar iuran untuk sanitasinya. Tidak saja stigang missan Kauman Blitar. Meskipun begitu saranauntuk pembangunan infrastruktur tetapi juga or dak bi an ti ar iur asi Sanimas tetap berjalan dengan baik. Namununtuk keperluan operasional dan pemeliharaan bay k sanitsarana sanitasi yang dibangun. Dan harap untudiketahui, bahwa iuran juga merupakan carauntuk membangkitkan rasa memiliki (senseof ownership atau rasa handarbeni) masyarakatterhadap sarana sanitasinya sendiri. Berdasarkan monitoring yang dilakukan, rata-ratatingkat pemasukan KSM Sanimas setiap bulannya memangsangat bervariasi, dari 0 rupiah sampai di atas 2 juta rupiah/bulannya. Begitu pula dengan biaya operasional, dari “ikhlasuntuk beribadah” sampai bayaran professional dalam artiminta dibayar minimal UMR. Dan ternyata semua itu dapatberjalan dengan baik tanpa harus menganggu operasionaldan pemeliharaan/OP Sanimas. Di Semarang umpamanya, MCK Sanimas memperoleh pemasukan rata-rata Rp 2.1 juta/bulan yang bersumber dari iuran pengguna, jasa penyediaan biogas dari tinja manusia untuk masak.Pembelajaran 190
  • BOWO sayangnya, banyak pihak selalu melihat keberlanjutan Sanimas atau model sanitasi yang lain diukur dari berapa besar iurannya. Jika dijumlahkan total uang terkumpul dari semua pengguna Sanimas yang dikelola oleh KSM di Indonesia, yakni sekitar 315 KSM, setiap bulan sebesar Rp 170an juta. Dan rupiah yang dikumpulkan dari para pengguna Sanimas yang notabene mereka adalah warga miskin yang tinggal di kawasan padat penduduk perkotaan di berbagai kota di seluruh Indonesia. Angka ini tentu bukan angka yang kecil, bahkan sangat besar, jika ditinjau dari kondisi rata-rata ekonomi para pengguna Sanimas. Hal ini menunjukkan bahwa jika pendekatannya benar, maka warga miskin pun bisa dan mampu membayar iuran untuk sanitasi mereka sendiri. Iuran tersebut terbukti bukan hanya sekedar pada saat pembangunan saja tetapi juga untuk keperluan operasional dan pemeliharaan saranaBORDA tersebut. Bahkan KSM Sanimas yang sudah terbentuk sejak tahun 2003, hingga sekarang iuran tersebut masih tetap berjalan dengan baik, teradministrasi dengan baik dan dipertanggungjawabkan secara rutin kepada masyarakat pengguna Sanimas setiap bulan. Sebenarnya, iuran pengguna bukanlah satu-satunya ukuran keberlanjutan Sanimas di masyarakat. Memang semakin besar iuran maka pengurus KSM akan semakin senang karena mudah mengelolanya, sebaliknya, semakin besar iuran akan semakin berat beban yang harus ditanggung oleh para penggunanya. Tetapi keberlanjutan Sanimas di masyarakat lebih banyak dipengaruhi oleh factor semangat, kekompakan, keikhlasan dari para pengelola dan penggunanya. Kondisi ini akan bisa berjalan hanya jika memang sanitasi benar-benar menjadi kebutuhan. Dan saya kira, salah satu kewajiban pemerintah juga adalah bagaimana ZEN tetap menjaga semangat para pengelola dan pengguna Sanimas. Kondisi seperti itu sebaiknya juga jangan sampai dilupakan oleh para perencana program sanitasi. Sebab sering sekali orang sering latah,Dalam penetapan besarnya iuran pun, terjebak pada hitung-hitungan keuangan saja tanpa memperhatikan modal social yang dimiliki oleh masyarakat. Padahal itu sangat penting untuyk keberlanjutan program. Contohnya, pernah ketika merembug besarnya iuran untuk OP Sanimas ada seorang janda-tua yang marah gara-gara oleh warga yang lain dia akan dibebaskan dari beban iuran bulanan karena dianggap akan memberatkan keluarganya. Ibu ini marah karena tersinggung dan tidak mau dianggap miskin, dan kalau dibebaskan dari iuran dia merasa tidak diterima sebagai bagian dari masyarakat. *) Koordinator Sanimas untuk BaliFokus pada 2003-2008 191 Pembelajaran
  • Ruang PublikMenyediakan Bagi Warga PakumisP ukul 3 sore anak-anak seumuran SD pada banyak comberan disekelilingnya sehingga orang terpaksa asyik bermain sepak bola plastik, tetapi satu berjingkat agar tidak basah. Lebih parah lagi, dalam jam kemudian mereka “digusur” oleh kakak- comberan tersebut bukan hanya air saja tetapi juga sudah kakaknya seumur pelajar SMP untuk bermain tercampur dengan feces karena tangki septik sudah penuh bola juga. Setelah isya’, beberapa pemuda mulai atau mampat. Jika seperti ini, siapa yang mau menggunakan?datang dan bermain gitar sampai larut malam. Pada hari Banyak sekali kejadian, ketika orang ingin buang hajat tidakminggu pagi ibu-ibu berseragam seadanya dan melakukan jadi masuk MCK karena tempatnya kumuh, bau dan kotor.kegiatan senam dan sebulan sekali pada malam hari tempat Oleh karena itu, agar sarana sanitasi bisa berfungsi sebagaiitu diberi atap terpal untuk pertemuan warga. ruang publik maka lokasi harus bersih, tidak boleh berbau Semua kegiatan itu dilakukan di atas instalasi pengolahan dan sehat. Syukur bisa indah dengan menata lanskap danair limbah, di mana limbah rumah pembuatan taman seperti dilakukantangga dialirkan melalui perpipaan diberbagai MCK Sanimas di berbagaidan diolah sebelum dialirkan ke tempat di Indonesia. Dan itulah yangsungai setelah memenuhi syarat telah dilakukan oleh Sanimas.baku mutu lingkungan. Memang biaya yang harus Di tempat lain, di sebuah dikeluarkan untuk membangun saranaMCK, pada sore hari beberapa sanitasi menjadi lebih mahal, tapiibu muda datang membawa anak pendekatan sanitasi hanya menyediakanbalita. Mereka saling berbincang, infrastuktur fisik saja juga perlu dikajisementara anak-anak mereka ulang. Karena sanitasi yang baik jugabercengkerama sambil sesekali bisa berpengaruh pada “harga diri”minta disuapin makan di taman BORDA dan kebanggaan seseorang, sehinggakecil depan MCK tersebut. Pada kalau MCK kotor si pemilik merasamalam hari, pemuda berkumpul menonton televisi (hadiah malu. Sebaliknya, kalau MCK bersih maka si pemilik merasadari walikota saat peresmian) sambil minum kopi yang bangga. Ini menjadi salah satu alasan kenapa tempat sanitasidiseduh dengan api dari kompor yang menggunakan biogas umum harus dibuat bagus, bersih dan tidak berbau. Namundari limbah tinja manusia yang ada di rumah jaga MCK ada juga yang mengritik kenapa membuat MCK bagustersebut. Kegiatan itu sudah jadi kebiasaan bagi warga sementara rumah-rumah para pengguna jelek dan kotor,masyarakat sekitar lokasi Sanimas. bahkan jauh lebih jelek dan lebih kotor daripada MCK-nya. Dua gambaran di atas menunjukkan sarana sanitasi yang Mungkin orang sedang berpikir bahwa kalau rumah-rumahdibangun melalui program Sanimas telah memberikan ruang penduduk jelek maka MCK-nya cukup yang sederhana saja.bagi warga yang tinggal di perkampungan padat kumuh Pola pikir seperti ini selalu menyulitkan dalam kegiatanuntuk melakukan kegiatan sosial bersama. Mulai dari anak- pengembangan masyarakat.anak bermain bola, pemuda dan kongkow sambil minum Kondisi MCK umum juga harus diubah, dari tempatkopi, ibu-ibu melakukan kegiatan senam seperti di tv, bapak- yang kotor, kumuh dan berbau menjadi tempat yang bersih,bapak melakukan pertemuan RW pada malam hari. sehat, rapi dan indah. Jika sarana sanitasi dibangun bersih Interaksi sosial antar anggota atau warga masyarakat dan indah maka orang akan mau datang dan berkumpul,yang akrab dan baik akan dapat menekan emosi-emosi sosial bukan saja untuk “hanya” sekadar buang hajat tetapi jugayang mungkin bisa muncul kapan saja. Apalagi di dalam memperoleh ruangan yang lega. Dan jika warga mau datangmasyarakat yang memiliki tekanan ekonomi lebih besar di waktu senggang ke MCK maka kebersihan akan lebihbiasanya kemungkinan gesekan social akan lebih sensitif. terjaga karena lebih banyak warga yang bisa ikut mengawasi. Aktifitas ibu-ibu, anak-anak, pemuda seperti itu tidak Jika ini dilakukan secara konsisten maka persepsi ataumungkin dilakukan apabila sarana sanitasinya kotor, kumuh, anggapan orang terhadap sarana sanitasi tentu akan juga berbau. Padahal sudah umum di Indonesia, dan di negara berubah. Hal ini harus benar-benar disadari oleh para berkembang lainnya, MCK umum selalu perencana program perbaikan sanitasi dan lingkungan. kotor, bau, bahkan terdapat Penulis: Surur Wahyudi, CBS Program Coordinator, BORDAPembelajaran 192
  • WawasanPengarusutamaanSanitasi BerbasisMasyarakat: Peluang dan TantanganSofyan Iskandar*) BORDA BORDA OMSekilas Sanitasi Berbasis Masyarakat sistem seperti itu, tercatat hanya pelayanan sanitasi sebagian besar  Apabila melintasi Jalan Rasuna Jakarta, Bandung, Cirebon, Bogor, penduduk Indonesia? Berdasarkan dataSaid menuju kawasan Menteng, Tangerang, Banjarmasin, Medan, BPS 2007, akses sanitasi adalah 77,15akan melewati sebuah jembatan yang Surakarta, dan Denpasar. Kementerian % (90,50% di perkotaan dan 67,00%membelah dua buah kolam besar berisi Pekerjaan Umum merencanakan untuk di perdesaan). Sedangkan jumlahair kotor. Dengan beberapa mesin membangun sistem seperti ini di lima rumah tangga yang menggunakannampak menyembul ke permukaan, kota lain, sehingga dalam lima tahun tangki septik sebesar 49,13% (71% diitulah pengolahan air limbah yang mendatang di Indonesia akan ada 16 perkotaan dan 32% di pedesaan). Risetdimiliki Jakarta. Instalasi yang besar kota. Perkiraan dana yang dibutuhkan Kesehatan Dasar 2007 menunjukkanini hanya melayani kawasan terbatas, untuk membangun sistem tersebut bahwa 24,8% rumah masih buang airbelum melayani seluruh kota. sekitar lima triliun rupiah untuk lima sembarangan, dengan rincian 34,5%Instalasi ini menampung limbah dari kota, atau rata-rata satu triliun rupiah dari rumah tangga di desa dan 9,2%perkantoran dan permukiman yang untuk satu kota. Angka yang sangat dari rumah tangga di kota.disalurkan melalui jaringan perpipaan. besar untuk ukuran daerah. Apabila dibandingkan denganSetelah diolah dan memenuhi syarat Sayangnya walaupun sudah dimiliki pelayanan sistem kota yang hanyabaku mutu, baru kemudian di salurkan beberapa kota, tetapi cakupan sistem 2,3%, porsi pelayanan individu jauhke badan air. Sistem yang besar dan pengolahan air limbah ini belum lebih tinggi. Hal ini bisa dimaklumipadat teknologi ini tentu memerlukan melayani seluruh penduduknya. karena pada dasarnya masyarakat baikpengelolaan yang profesional. Sistem Berdasarkan data tahun 2007, tercatat secara individu maupunini dikelola oleh Perusahaan Daerah Air hanya 2,3% dari penduduk yang bersama-sama akanLimbah. terlayani. membangun sarana Tidak banyak kota yang memiliki Pertanyaannya adalah, bagaimana sanitasi 193
  • sebagai bagian dari rumahnya. pembangunan yang hanya berorientasi Secara sederhana, sistem terpusat pada pembangunan fisik akan berakhiryang dikelola oleh pemerintah atau dengan terbengkalainya saranaorgannya dapat disebut sistem sanitasi yang dibangun. Beberapa hal perluberbasis institusi atau lembaga, dipertimbangkan, terkait keterlibatansedangkan sebagai kontrasnya masyarakat sebagai berikut:adalah sistem yang dibangun secara a. Perilaku hidup bersih sebagaiindividu atau bersama-sama oleh tujuanmasyarakat, yang dapat disebut Sanitasi sangat erat kaitannyasanitasi berbasis masyarakat. Besarnya dengan perilaku hidup bersih. Untukporsi sanitasi berbasis masyarakat itu sasaran utama dalam programini turut mendorong lahirnya sanitasi haruslah perubahan perilakuKebijakan Nasional Pembangunan masyarakat. Hal ini hanya dapatAir Minum dan Penyehatan ditempuh melalui edukasi yangLingkungan Berbasis Masyarakat. Ini cukup, sehingga mereka menyadarimerupakan suatu wujud keprihatinan resiko akibat penanganan sanitasidalam memformulasikan kebijakan yang buruk, dan manfaatnya apabilapengelolaan air minum dan sanitasi mengelola sanitasi dengan benar.berbasis masyarakat. Lokus sanitasi b. Pendekatan tanggap kebutuhanberbasis masyarakat, tidak hanya di Khusus untuk inisiatif yang datangpedesaan, tetapi relevan juga dalam dari luar komunitas masyarakat, perlu pengelolaannya. Segala kesepakatanwilayah perkotaan. dipertimbangkan sebelum melakukan mengenai konsekuensi dari keputusan Dari segi pendanaan, sanitasi intervensi adalah adanya kebutuhan tersebut, khususnya mengenai biayaberbasis masyarakat ini berkembang yang muncul dari masyarakat sendiri. operasi dan pemeliharaan, harusmulai dari seluruhnya dibiayai Hal ini penting karena masyarakat yang dilakukan sebelum konstruksi dimulai.oleh masyarakat, subsidi, maupun tidak merasa butuh akan sarana sanitasi, e. Partisipasi masyarakat dalamsepenuhnya dari pihak luar. apabila dipaksakan akan berakhir seluruh tahapan dengan tidak digunakannya sarana yang Pentingnya partisipasi masyarakat,Konsep Dasar Keterlibatan dibangun tersebut. Pendekatan tanggap bukan hanya setelah bangunan selesaiMasyarakat dalam Sanitasi kebutuhan memerlukan upaya edukasi dikerjakan. Tetapi harus dilakukan sejak Persoalan sanitasi pada dasarnya yang akan melahirkan kesadaran, dalam tahap persiapan. Kesepakatanbukan semata pada pembangunan dan selanjutnya akan melahirkan akan efektif dilakukan sebelum saranafisik, hal ini telah dibuktikan secara kebutuhan. dibangun, daripada dilakukan setelahempiris selama beberapa dekade. Bahwa c. Informasi pilihan teknologi selesai. BORDA Setelah masyarakat merasa f. Dampingan dan pembinaan membutuhkan akan sarana sanitasi, dari pemerintah mereka perlu dikenalkan pada Pilihan teknologi sanitasi beragam berbagai pilihan teknologi yang dapat dari yang sederhana sampai kompleks. digunakan, meliputi konsekuensi Kemampuan masyarakat dalam pembiayaan dan pemeliharaan terkait memahami manfaat dan konsekuensi dengan masing-masing pilihan tersebut. yang harus ditanggung dari pilihan d. Masyarakat memutuskan teknologi, seringkali terbatas. Oleh Sarana sanitasi yang dibangun baik karena itu, perlu pendampingan dari dengan pendanaan masyarakat pihak luar, khususnya pemerintah, sendiri maupun pendanaan dari luar baik langsung maupun melalui mitra masyarakat, pada hakikatnya untuk kerjanya. Dampingan ini tidak terbatas digunakan dan dikelola oleh masyarakat pada pemahaman teknologi, tetapi sendiri. Oleh karena itu masyarakat juga dalam pemberian bantuan teknis harus ditempatkan sebagai pengambil lainnya, seperti kelembagaan pengelola, keputusan menyangkut teknologi yang dan pemeliharaan sarana, serta digunakan, pembangunan, maupun pengembangannya.Wawasan 194
  • BORDA dalam skala besar, melainkan skala yang ini menjadi acuan bagi semua pihak, sesuai dengan kemampuan masyarakat khususnya pemerintah daerah dalam pengelolanya. Hal ini menyebabkan menata dan mengelola pembangunan banyaknya sistem yang harus dibangun sanitasi di daerahnya. dalam satu wilayah yang besar. Di Paling tidak, sampai saat ini ada dua balik itu, ada keunggulan skala kecil pendekatan sanitasi berbasis masyarakat yaitu dapat dibangun secara bertahap. yang tengah dikembangkan di Sehingga beban pemerintah dapat Indonesia, yaitu Sanimas dan STBM.  direntangkan dalam kurun waktu yang Kedua pendekatan ini lebih cenderung relatif lama, untuk mengantisipasi diterapkan pada masyarakat yang kekurangan dana investasi skala besar. belum memiliki akses terhadap sanitasi. Daripada menunggu skala besar tidak Bagi masyarakat yang sudah memiliki pernah terwujud, lebih baik secara akses sanitasi tetapi belum memenuhi bertahap dibangun skala kecil. syarat, diperlukan intervensi khusus c. Pilihan teknologi berupa penyadaran melalui edukasi dan Dalam sistem sanitasi berbasis regulasi. Semua pendekatan ini perlu masyarakat tidak dapat dilakukan diterapkan secara luas untuk mencapai penyeragaman teknologi, yang dapat sasaran nasional. dilakukan adalah b. Pelibatan semua penyediaan panduan pihak g. Sanitasi dan air minum satu pilihan teknologi. Pemerintah Secara perundangan, kesatuan Sehingga masyarakat perlu mengambil pembangunan sarana Seringkali sarana sanitasi yang dapat memahami peran dalam sanitasi termasukdibangun tidak dilengkapi dengan dan memilih memberikan kewajiban pemerintahketersediaan air, hal ini merupakan teknologi sesuai arahan dan daerah. Namun demikiansalah satu penyebab tidak berfungsinya dengan kemampuan kebijakan dalam dalam pelaksanaannya,sarana yang dibangun. Di Indonesia, pendanaannya. pembangunan semua pihak terkaitumumnya air merupakan alat pembilas d. Penggunaan sanitasi di daerah memiliki tanggungutama, sehingga ketersediaannya sarana jawab sesuai denganmerupakan keniscayaan. Penggunaan sarana tingkatannya. yang dibangun dengan partisipasi Pemerintah perlu mengambilKeunggulan dan masyarakat lebih terjamin dalam peran dalam memberikan arahan danKeterbatasan Keterlibatan penggunaannya, karena masyarakat kebijakan dalam pembangunan sanitasiMasyarakat dalam Proses terlibat dalam penentuan segala aspek di daerah. Pemerintah pusat memilikiPembangunan Sanitasi yang dibutuhkan. kewajiban untuk memampukan daerah a. Penyiapan masyarakat dalam pengelolaan pembangunan Persoalan klasik dari pendekatan Pengarusutamaan Sanitasi Berbasis sanitasi. Dengan menyediakan arahan,berbasis masyarakat adalah lamanya Masyarakat dalam Pembangunan pedoman, program peningkatanproses penyiapan masyarakat, sehingga Sanitasi di Indonesia kapasitas, serta bantuan teknis yangdianggap tidak efisien. Keunggulan Beberapa hal perlu diperhatikan diperlukan. Pemerintah daerahdari sisi ini adalah dapat didorongnya dalam upaya pengarusutamaan sanitasi bertanggungjawab dalam perencanaanmasyarakat untuk kontribusi berbasis masyarakat: pengelolaan sanitasi skala daerah, dalampendanaan, sehingga beban pemerintah a. Kebijakan dan strategi bimbingan teknis kepada masyarakat,dapat dikurangi. Kebijakan dan strategi dan investasi untuk sarana skala kota. Penyiapan masyarakat ini pembangunan sanitasi berbasis Masyarakat sebagai kelompokmemerlukan kecakapan khusus yang masyarakat secara khusus perlu memiliki tanggung jawab dalamharus dimiliki oleh pemerintah daerah, dikonsolidasikan ulang, supaya pembangunan dan pemeliharaan saranaatau kemampuan daerah dalam lebih tanggap terhadap kondisi yang sanitasi komunal, baik yangmengadakan fasilitator yang handal. berkembang. Wilayah ini merupakan dibangun atas inisiatif b. Skala kegiatan tanggung jawab pemerintah pusat, masyarakat sendiri, atau Skala pengelolaan sanitasi berbasis yang terdiri dari kementerian terkait inisiatifmasyarakat tidak dapat dilakukan dengan sanitasi. Kebijakan dan strategi 195 Wawasan
  • OMpihak luar. Masyarakat sebagai individumemiliki tanggung jawab dalampembangunan dan pemeliharaansarana sanitasi individu yang berada dilingkungan rumahnya.  LSM, donor, swasta, sertaperguruan tinggi juga perludidorong untuk berpartisipasi dalampembangunan sanitasi berbasismasyarakat. Kelompok eksternal inimemiliki potensi dalam pengembanganteknologi, pendekatan, sumber dayamanusia, bahkan pendanaan. c. Rencana induk pengembangansanitasi daerah Pelayanan sanitasi secara konkritberada di tingkat kota/kabupaten.Pada tingkat inilah ditentukan tercapaitidaknya sasaran pembangunan, yang ini akan dialirkan ke luar rumah, berbasis masyarakat khususnya perlunantinya akan diagregat secara nasional. yang merupakan wilayah publik. dilakukan oleh pemerintah pusat.Oleh karena itu, diperlukan rencana Limbah ini memiliki sifat eksternalitas Penyediaan fasilitator masyarakat yanginduk pengembangan sanitasi secara negatif karena karakteristiknya yang memahami teknis dan aspek sosialmenyeluruh. Di dalamnya harus membahayakan bagi lingkungan.  Oleh dalam sanitasi, perlu menjadi perhatiandapat dipetakan wilayah layanan dan karena itu, diperlukan pengaturan, daerah. Program pelatihan pelatihintervensinya, bagian mana yang akan baik tentang kualitas limbah, standar perlu dilakukan oleh pemerintah pusat,dilayani sistem skala besar yang akan bangunan pengolahan, retribusi sehingga daerah dapat mengembangkandikelola secara lembaga, bagian mana pembuangan lumpur, dan lainnya. pelatihan fasilitator di daerahnya.yang akan dilayani dengan sistem e. Peningkatan kapasitas f. Monitoring dan evaluasiindividu atau komunal yang daerah Upaya yang besar dalam pencapaianakan dibangun an Kemampuan pemerintah target nasional dalam pembangunanberbasis a mpuah daerah dalam pengelolaan sanitasi, khususnya yang berbasismasyarakat. Kem erint lam pembangunan sanitasi masyarakat, perlu diimbangi dengan pemah da an masih perlu ditingkatkan kegiatan monitoring dan evaluasi daerngelola nan secara terus menerus dan d. Edukasi danregulasi yang dilakukan secara berjenjang. Persoalan sanitasi pe bangu i lebih intensif. Selama ini Semua tingkat pemerintahansangat erat kaitannya pemsanitaserlu pandangan terhadap berkepentingan dalam monitoring dan i h p tkandengan perilaku maisngka persoalan sanitasi evaluasi, tetapi substansinya mungkin ditmanusia. Oleh karena semata-mata urusan berbeda. Pemerintah pusat hanyaitu, upaya edukasi tentang individu, sehingga berkepentingan dengan agregat propinsiresiko lingkungan yang perhatian dari pemerintah daerah atau kabupaten/kota dalam pencapaiandiakibatkan oleh limbah terhadap persoalan sanitasi sangat layanan sanitasi. Sedangkan pemerintahperlu dilakukan oleh berbagai pihak. kurang. Hal ini diindikasikan dengan propinsi dan kabupaten/kotaPemerintah daerah perlu didorong kecilnya anggaran untuk program memerlukan informasi yang lebih rinci,dalam melakukan edukasi melalui sanitasi, dan ketidakjelasan lembaga sampai ke tingkat layanan di desa. Halberbagai saluran yang ada. yang mengelolanya, serta kurangnya tersebut terkait erat dengan pengelolaan Menurut lokusnya, sarana sanitasi kapasitas sumber daya manusia dalam data sanitasi secara keseluruhan dirumah tangga yang berada di dalam pengelolaan sanitasi, apalagi sanitasi tingkat kabupaten/kota. nlingkungan rumah merupakan wilayah berbasis masyarakat. individu (privat). Namun demikian, Untuk itu, program peningkatan *)Koordinator Water and Sanitation Policy limbah dari sarana kapasitas pemerintah daerah dalam Formulation and Acting Planning/WASPOLA individu pengelolaan sanitasi umumnya, danWawasan 196
  • Model Kerjasama antaraLSM dan PemerintahYuyun Ismawati*)K DOK.PRI.Pola Hubungan antara Pemerintah dan LSM tanggapannya, lembaga-lembaga swadaya onsep Sanimas lahir para periode masyarakat juga ramai-ramai merubah bentuk 2001-2003, pada masa-masa transisi kelembagaannya untuk beradaptasi dengan pola pemerintahan terpusat ke aturan dan situasi politik yang baru. otonomi daerah. Pada periode Reformasi pada masa itu terjadi tidak hanya tersebut, konsep perencanaan dari di Indonesia tetapi juga di seluruh dunia. Polabawah, bottom up planning, belum begitu hubungan antara LSM dan pemerintah setelahbanyak diakomodasi dan diadaptasi. Sebagian periode reformasi merubah cara pandang keduabesar contoh-contoh proyek atau program di belah pihak. Beberapa kelompok LSM merubahmasyarakat bersifat top-down, berorientasi cara pandang dan pola keterikatan merekapada kepentingan penguasa saat itu dan tidak dengan pemerintah terutama pemerintahberkelanjutan. Kalaupun ada contoh proyek yang diinisiasi daerah, dari pendekatan pressure group menjadi partneroleh masyarakat, bentuknya longgar, melalui proses yang atau mitra. Di sisi lain, pemerintah, terutama pemerintahsangat panjang, tidak mudah direplikasi dan merefleksikan daerah juga belajar menerima keberadaan beberapa LSMkecil itu indah (small is beautiful), unik dan khas sifatnya. dengan kacamata baru, bukan sebagai musuh atau oposan Era otonomi daerah membuka peluang proses belajar tetapi sebagai mitra dengan pertimbangan ada hal-halperencanaan dari bawah. Sanimas lahir pada masa yang semula tidak atau belum diakomodasi pemerintahdimana pemerintah daerah limbung menerima tanggung yang dapat diisi oleh masyarakat terutama LSM.jawab penuh mengelola warga dan daerahnya. Pola BORD A Tidak semua pemerintahhubungan LSM dan pemerintah pada masa-masa itu daerah atau jajaran aparatnyajuga mengalami pergolakan. Pada masa Orde dapat menerima perubahan polaBaru sampai dengan 1998, LSM kekuasaan di era reformasi.seringkali dipandang Beberapa daerah yang masihsebagai public enemy, mengalami euphoria menjadimusuh dan penghambat penguasa baru dalam versiprogram pemerintah, yang kecil dan menerapkanjarang sekali ada LSM yang pola-pola yang merekadipandang sebagai mitra pelajari di masa Orde Baru.pemerintah. Kalaupun ada, Di daerah-daerah luar Pulauitu pasti yayasan milik keluarga Jawa beberapa pemerintahpenguasa saat itu. Akuntabilitas daerah bahkan sangatLSM dan atau yayasan pada alergi pada LSM karenaperiode itu juga mengalami pola hubungan dansorotan yang cukup tajam pandangan lama masihsehingga pemerintah selanjutnya melekat di kedua belahmengeluarkan peraturan yang pihak. Halmengatur bagaimana lembaga ini jugasosial dan swadaya masyarakatharus mempertanggungjawabkankegiatan mereka pada publik. Sebagai 197 Wawasan
  • mempengaruhi bentuk dan pola kerjasama LSM danpemerintah. Pada era otoomi daerah pemerintahan jugamerupakan refleksi dari kepentingan partai politik danpemimpin daerah. Bila pada periode tertentu kerjasamaLSM dan pemerintah bisa membuahkan kerjasama yangbaik, pada periode berikutnya belum tentu kerjasamadapat dilanjutkan karena pemimpin baru dan partaipemenang yang baru tidak memiliki visi yang samadengan rombongan aparat pemerintahan sebelumnya.Meski selalu datang dengan visi dan niat yang lebihbaik dari paket pemerintahan sebelumnya, tidak semuapemerintah daerah dapat secara konsisten melanjutkanpola kerjasama, seringkali selalu harus dimulai lagi ke BORDAgaris awal. Beberapa pemerintah daerah yang awalnya memilikiFungsi LSM sebagai Penyeimbang dan Penyambung pandangan negatif terhadap LSM karena memiliki potret Secara garis besar ada dua pola dan pendekatan yang dan pengalaman buruk sebelumnya dikritik habis ataudilakukan LSM dalam merealisasikan visi dan misinya: didemo LSM, setelah mengalami proses ‘latihan’ bersamaadvokasi dan developmentalis. Dahulu advokasi lebih melalui Sanimas, berubah sikap dan pandangannya.dikenal hanya dilakukan oleh LSM ‘garis keras’ yang Dalam perjalanan, sebagian besar LSM pun belajarmemfokuskan kegiatannya pada perubahan kebijakan menjadi lebih santun dan beretika dalam menyampaikanpemerintah. Mereka ini dibedakan dengan lembaga lain kritik, masukan dan advokasinya sehingga dapat lebihyang memfokuskan pada pemecahan permasalahan diterima oleh pemerintah. Tidak jarang dalam pertemuan-langsung masyarakat (developmentalis). LSM advokasi pertemuan regional atau internasional LSM juga dimintalebih banyak berkiprah dengan menggunakan pendekatan menjadi advisor atau anggota delegasi pemerintah.hukum dan politik. Sedangkan LSM developmentalis Peran LSM sebagai penyeimbang diekspresikan dalamlebih banyak memfokuskan pada kegiatan ‘praktis’ masukan-masukan dan pengingat tentang hal-hal yangseperti pengembangan ekonomi, teknologi tepat guna, berkaitan dengan hak dan manfaat pembangunan bagidan sebagainya. Tidak ada yang salah dengan pola masyarakat terutama kelompok marjinal. LSMpendekatan keduanya. Beberapa LSM menerapkan juga seringkali berperan sebagai penyambungkedua pendekatan ini secara bersama- a informasi isu-isu global, regional dan nasionalsama dalam satu kegiatan. BORDA dan Semu lajar be kepada para pemangku kepentingan dimitra-mitranya melakukan hal ini dalam ihakrsama kan daerah. Isu-isu tren terkait pemanasan p e b emahSanimas di tingkat masyarakat, tingkat kota nterjnsep an me ko na global, perjanjian-perjanjian dandan nasional. ca kesepakatan-kesepakatan internasional Di era otonomi daerah, partisipasi eren bawah p ri perlu disampaikan pada pemangkumasyarakat, perencanaan dari bawah dan da kepentingan di daerah agar konteks inisiatifkemitraan, anggaran yang pro-poor dan peka lokal untuk kepentingan global dapat dihargai danjender serta tata kelola pemerintahan yang baik diperhitungkan. Misalnya dalam isu pencapaian Targetmenjadi prinsip-prinsip utama yang mempengaruhi warna Pembangunan Millenium (Millenium Developmentpembangunan daerah. Dalam ‘latihan’ ini, semua pihak Goals/MDGs) dan perdagangan karbon, pemangkududuk bersama sebagai mitra pembangunan daerah yang kepentingan di daerah perlu tahu dimana perannya danberkelanjutan. Sehingga latihan tarik-ulur sadar maupun apa kontribusinya dalam peta global itu. Bagi kelompoktidak, dilakukan oleh semua pemangku kepentingan. masyarakat sasaran, LSM berperan sebagai penyambung,Pemerintah dan peminpin daerah akan dinilai baik apabila pendamping dan pemandu agar euphoria reformasi danmampu merangkul semua pemangku kepentingan. partisipasi masyarakat tidak disalahgunakan. Sementara itu LSM yang mampu atau dapat bekerjasama dengan pemerintah belum tentu dinilai baik oleh LSM Kemitraan dan Konsekuensi-konsekuensinya lainnya karena kecurigaan dan dugaan Dalam kemitraan, semua pihak belajar bersama kooptasi. menterjemahkan konsep perencanaan dari bawah, multi-Wawasan 198
  • mensinergikannya dengan para pihak untuk mencapai tujuan bersama. Bila salah satu pihak tidak melaksanakan peran dan tanggungjawabnya sesuai komitmen sebelum menyepakati kemitraan, maka dapat dipastikan keberlangsungan dan keberlanjutan program atau kegiatan. Bagi pemerintah maupun LSM ada beberapa kelebihan dan kekurangan dari kemitraan. Beberapa kelebihan bagi keduabelah pihak antara lain: - Bagi pemerintah: l Sinergi semua pemangku kepentingan dapat mempercepat pencapaian tujuan l Hal-hal yang terkait dengan pendekatan kepada masyarakat di lapangan dapat dijembatani oleh LSM sehingga mempermudah komunikasi dan koordinasipihak dan akuntabel secara berkelanjutan. Masyarakat pelaksanaan program/kegiatansipil, dalam hal ini diwakili oleh LSM, juga belajar terus l Mendapat masukan melalui pola konsultasi yangbagaimana dan dimana bisa berperan di dalam sistem. konstruktifBeberapa LSM advokasi memilih bentuk kemitraan critical -Bagi LSM:engagement, beberapa memilih constructive engagement. l Misi advokasi kebijakan dapat lebih mudahBeberapa pejabat pemerintahan menyebut LSM sebagai didiskusikan dan didorongkankawan di satu kesempatan tapi juga menjadi lawan di l Isu keadilan sosial dapat diterjemahkan lebih cepatforum lainnya, hampir serupa dengan hubungan benci ke dalam program arus utama pembangunantapi rindu. Beberapa aparat pemerintah menyadari bahwa l Komunikasi dua arah memungkinkan inisiatif datangperan LSM berbeda atau tidak dapat disamakan dengan dari LSMkonsultan yang bekerja hanya berdasarkan kontrak Sedangkan kekurangan atau kelemahan kemitraan bagiselama periode tertentu. Ada nilai-nilai dan semangat kedua pihak antara lain:LSM yang tidak dapat digantikan oleh konsultan yaitu - Bagi pemerintah:tanggungjawab moral dan passion. l Koordinasi dan komunikasi menjadi agak kompleks Orientasi sebagian besar LSM adalah memperjuangkan karena lebih banyak pertimbangan dan banyak pihakkeadilan sosial (social justice) bagi masyarakat terutama yang terlibatkelompok masyarakat yang terpinggirkan. Pendampingan l Beberapa proses kegiatan dapat memerlukandan advokasi harus dilakukan dengan tujuan untuk penyesuaian dengan tata administrasi danmembuat perubahan sistemik dalam arus utama penganggaran yang adapembangunan dan menunjukkan keberpihakan khususnya - Bagi LSM:pada kelompok masyarakat yang ditelantarkan atau rakyat l Tingkat kekritisan dapat melemah atau berkurangpada umumnya. karena konsentrasi lebih banyak diarahkan pada Kalau ada kekuatiran atau pertanyaan mengenai pemikiran bersama semua pihakperan penyeimbang dan kritikus yang kemungkinan l Pergantian atau rotasi pejabat seringkalidapat melemah bila LSM bermitra dengan pemerintah, memperlambat proses kemitraansebetulnya tidak terlalu signifikan. Dalam kemitraan Dalam kapasitasnya sebagai lembaga pemberdayabiasanya jelas aturan pembagian peran dan masyarakat, LSM memperkenalkan, mendorong dantanggungjawab. Kalaupun LSM dan pemerintah bermitra, memfasilitasi pemikiran-pemikiran kritis di masyarakatporsi masing-masing sudah jelas. Bagi LSM yang terlihat yang terkait dengan pelayanan sanitasi dari, oleh dandalam pembangunan hal ini tidak menjadi masalah untuk masyarakat. Pada tahun 2006, mempertimbangkantetapi mungkin akan sedikit mengganjal bagi LSM yang semakin banyaknya Kelompok Swadaya Masyarakatmurni bergerak di bidang advokasi. Dalam kemitraan, (KSM) Sanimas yang sebetulnya merupakan agen-agenada porsi-porsi kegiatan dan fungsi yang tidak dapat perubahan di komunitasnya masing-masingdilakukan pemerintah dapat diisi oleh LSM. Begitu pula dan perlu didampingi terutama untuksebaliknya. Dengan kemitraan biasanya juga setiap mitra memastikan keberlanjutan sarana prasaranaakan mengusahakan sumber daya masing-masing dan yang dibangun. Beberapa KSM 199 Wawasan
  • yang aktif dari wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa 2003 sangat kental. Namun demikian diskusi intensifTimur dan Bali sepakat membentuk AKSANSI, kependekan hanya dilakukan terbatas antara BORDA network dengandari Asosiasi KSM Sanimas Seluruh Indonesia. AKSANSI WSP dan tim Waspola. Pada tahap diseminasi danberperan sebagai mitra pemerintah daerah dan BORDA replikasi paska asuhan donor dan lembaga internasional,network dalam memantau kinerja dan keberlanjutan BORDA network melakukan pendekatan kepada BappenasSanimas . untuk membicarakan replikasi Sanimas pada tahun AKSANSI juga menjadi inisiator Sanimas Award di selanjutnya. Porsi pemerintah pusat adalah lebih padapropinsi-propinsi Bali, Jawa Tengah dan DIY mulai tahun koordinasi, mengisi peran yang awalnya dipegang donor2008. Idenya adalah untuk memberi penghargaan, apresiasi dan WSP. Dalam perjalanan replikasi ini, periode 2004-dan semangat kepada KSM-KSM yang telah mengelola 2005, banyak diskusi terbangun diantara BORDA networkSanimas lebih dari satu tahun. Pemenang mendapat piala dengan Bappenas dan Departmen Pekerjaan Umum dalambergilir dan piala tetap serta sejumlah uang atau televisi. hal ini Direktorat Pengembangan Penyehatan LingkunganBeberapa tokoh KSM juga sering diundang dalam beberapa Permukiman, kepercayaan diantara kedua pihak mulaiforum untuk menjadi nara sumber atau juru bicara terbangun.kelompok masyarakat miskin perkotaan. Pada tahap pelaksanaan Sanimas sebagai program nasional periode 2006-2009, peran LSM semakinKemitraan LSM dan Pemerintah dalam Sanimas dirasa penting terutama dalam porsi mengisi aspek Kemitraan antara LSM dan pemerintah dalam Sanimas pemberdayaan dan capacity building. Pada beberapatelah terbentuk sejak proses awal tahap pilot Sanimas. kesempatan dan lokasi, peran LSM diisi oleh konsultanWater and Sanitation Program Bank Dunia dan donor yang tentu saja karena keterbatasan waktu dan ikatanAusAID pada awal pengembangan konsep kegiatan kontrak, delivery-nya berbeda dengan LSM.sudah mengarahkan kegiatan Demonstration Project: Dalam berbagai kesempatan, terutama saatCommunity-Based Sanitation for Urban Poor harus mempresentasikan Sanimas di luar negeri dan forum-diimplementasikan oleh LSM. Dalam pelaksanaan forum internasional, seringkali pertanyaantahap demonstrasi tersebut BORDA, BaliFokus, yang diajukan peserta adalah: ‘bagaimanaBEST, LPTP Solo dan LPKP Malang bertindak Porsi ceritanya dan bagaimana pengalaman anda koksebagai konsultan pelaksana kegiatan. Donor peme- bisa bekerjasama dengan pemerintah dalamdan WSP memandang LSM memiliki sensitifitas, rintah melaksanakan program nasional ini? Apakah adafleksibilitas dan kemampuan memfasilitasi pusat MoU atau perjanjian kerjasama?’. Seringkali pulakegiatan yang terkait langsung dengan masyarakat adalahmiskin di perkotaan. lebih pada jawaban saya singkat dan padat: We don’t have koordinasi signed MoU to implement this program but with Dalam perjalanan pelaksanaan tahap our partnership we understand each other well...demonstrasi ini, tahapan-tahapan, prinsip-prinsipserta konsep pelaksanaan program sangat kental dengan Kemitraan LSM dan Pemerintah dalam Sanimas ke Depanwarna LSM dan pemberdayaan masyarakat. Pada awalnya, Dalam waktu 5 tahun ke depan, manakala Sanimaskerangka acuan demonstration project memberi penekan masuk ke dalam DAK Sanitasi Lingkungan Berbasisyang cukup besar pada pola pendanaan 100% harus dari Masyarakat, kemitraan LSM dan pemerintah dalammasyarakat miskin kota dan konstribusi mereka harus melaksanakan Sanimas perlu ditingkatkan lagi terutamamenjadi indikator kebutuhan serta ditunjukkan pada awal dengan pola pembiayaan yang berbeda akan diperlukankegiatan. Pola pembangunan berbasis masyarakat yang perubahan atau penyesuaian-penyesuaian.selama ini dilaksanakan terutama di pedesaan adalah LSM dapat mendorong lebih jauh penyusunan Undang-inisiatif dan konstribusi penuh dari masyarakat sendiri Undang Pengelolaan Limbah Cair Domestik agar kebijakantanpa bantuan atau subsidi pihak luar. Pada kenyataannya dan strategi sanitasi di Indonesia dapat dipayungi dalamdi lapangan, terutama di perkampungan kumuh di kerangka hukum yang berkeadilan sosial yang lebih kuatperkotaan, kita tidak bisa menerapkan pola pendekatan sehingga sehingga pelayanan dasar kebutuhan masyarakatberbasis masyarakat seperti di perdesaan. Harus ada dapat terealisasi dengan benar. LSM juga dapat berperanmodifikasi dan adaptasi pendekatan tanpa menghilangkan aktif mendorong diformulasikannya kebijakan sanitasi semangat partisipatori dan pemberdayaan masyarakat. pro-poor di tingkat kota/kabupaten sesuai dengan strategi Keterlibatan LSM sejak awal penyusunan konsep sanitasi kota yang bersangkutan. sampai dengan pelaksanaan demonstration *) Direktur BALIFOKUS, Bali project pada tahun 2001-Wawasan 200
  • AspekGender DalamSANIMASSri Marpinjun For individuals, for households and for whole societies access to clean water and sanitation is one of the foundations for progress in human development S (UNDP, 2006) ebagai bagian dari perwujudan MDG, kita berharap bahwa program Sanimas benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat setempat, baik laki-laki dan perempuan, dewasa dan anak-anak.Mengapa penting untuk menjamin bahwa programsanitasi memenuhi kebutuhan berdasar jenis kelamin danumur? Tsunami 2004 di Aceh telah membuat pendudukkehilangan tempat tinggal. Tenda-tenda didirikan danbarak dibangun serta makanan disediakan untuk korban, PUnamun sanitasi tidak disediakan sesuai kebutuhan korban, mereka banyak di rumah. Masalahnya adalah perempuanterutama perempuan. Hal ini diketahui ketika banyak sendiri sering sangat sibuk dengan pekerjaan domestiklaporan korban perempuan merasa diintip atau bahkan lain, dan tugas ini menjadi terbengkalai apalagi kalautidak berani ke toilet pada siang hari karena tempatnya sarana air bersih sangat terbatas.tidak tertutup. Di Sri Lanka korban tsunami perempuan Meluasnya akses terhadap air bersih dan sanitasi akanbahkan ada yang diperkosa ketika buang air di tempat mengurangi kemiskinan, kematian anak, meningkatkansepi. kesehatan, menurunkan pembiayaan kesehatan, Di beberapa negara Afrika, sanitasi yang kurang sensitif meningkatkan pendidikan anak perempuan, mengurangigender turut menjadi faktor rendahnya status pendidikan beban kerja dan menambah waktu luang perempuan, dananak perempuan. Masalahnya, sekolah-sekolah yang meningkatkan harga diri pada individu atau masyarakat.dibangun tidak disertai toilet yang aman untuk anak Karena itu perspektif gender menjadi penting diperhatikanperempuan. Akibatnya anak-anak perempuan enggan guna menciptakan program sanitasi yang berkelanjutan.pergi ke sekolah. Sementara itu pembangunan fasilitassanitasi juga kurang memperhatikan dampak higienisitas Arti Gender dan Kebijakan Pengarusutamaan Gender ketika pada saat perencanaan tidak melibatkan aspirasi Gender itu dalam kamus Inggris–Indonesia diartikandan keinginan perempuan. Kaum laki-laki tentu saja sebagai jenis kelamin. Apakah dengan demikian kataberjasa dalam menyediakan fasilitas sanitasi. Di mana- gender sama artinya dengan sex? Manusia itu memilikimana kaum laki-laki terlibat dalam merancang dan ciri biologis dan sosial. Berdasarkan cirimembangun fasilitas sanitasi, namun kaum laki-laki tidak biologisnya, manusia di dunia ini digolongkanterlibat lagi dalam perawatan. Perempuan dianggap menjadi dua yaitu perempuan dan laki-bertanggungjawab terhadap tugas perawatan, karena laki. Namun manusia 201 Wawasan
  • mempunyai konteks geografis dan sosio-ekonomi-kultural Sanimas sendiri, sehingga kita dapat berharap keadilanyang berbeda-beda, dan masing-masing konteks ini gender sejak awal sampai akhir pada setiap pembuatanmembentuk aturan-aturan tentang bagaimana menjadi program Sanimas.perempuan dan laki-laki. Perlu dipahami bahwa aturan-aturan ini tidak lepas dari struktur kekuasaan setempat Perspektif Gender dalam Sanimasyang menyebabkan hubungan antarjenis kelamin tidak Dalam Sanimas pun diharapkan terjadiselalu setara, dan secara umum perempuan sering pengarusutamaan gender, supaya kebutuhan laki-dilemahkan. Kalau diperhatikan dari indeks pembangunan laki, perempuan, dan anak-anak terpenuhi. Beberapamanusia kita masih menunjukkan bahwa status kesehatan, organisasi internasional seperti Bank Dunia, ADB, AusAid,ekonomi, dan pendidikan perempuan masih selalu lebih IRC, dan lain-lain telah menyadari rawannya posisirendah dari laki-laki. perempuan dalam program sanitasi, karena itu masing- Jadi masyarakat itu tidak netral, selalu ada adu masing menciptakan panduan supaya program sanitasikekuasaan antarkelompok berbasis gender, bermanfaat untuk semua, dan tidak meninggalkanras, agama, sosial ekonomi kepentingan salah satu jenis kelamin. Kalau diperhatikandan lain-lain. Agar dari panduan-panduan ini ada beberapa komponen da tidak a yamasyarakat tidak hanya dasar dalam mengukur sebuah program sanitasi yang didominasi sala ektif hn sensitif gender, yaitu akses, kontrol, dan keamanan bagi perspder perempuan dan laki-laki, baik yang masih anak-anak dan dewasa serta lansia, baik yang sehat dan dalam gen akan un kebutuhan khusus. Intinya, ketiga komponen ini dipergmening­ BORD A untuk memberikan kemanfaatan untukan stan­ bagi sebanyak-banyak orang. Ketiga katk animas komponen ini kalau dilakukan juga dar S ndiri akan menciptakan kehidupan yang se lebih higienis sekaligus mendidik. Komponen akses Sanimas merupakan BORD A singkatan dari PUyang kuat,diciptakan kebijakan danaturan-aturan yang melindungikepentingan yang lemah. PBBmelalui Konvensi InternationalPenghapusan Kekerasanterhadap Perempuan (CEDAW) pada 1985 mendesak negara-negara yang meratifikasikonvensi ini untuk menindaklanjuti dengan aksi yangnyata. Pada tahun 2000 Presiden Abdurahman Wahidmembuat Kepres tentang Pengarus-utamaan Genderdalam Pembangunan. Tujuan dari aturan ini tentu untukmengupayakan agar seluruh sektor pembangunan dapatmelibatkan dan dinikmati oleh semua orang, perempuan “sanitasi olehdan laki-laki. masyarakat” meskipun tujuan akhirnya, Tidak diragukan bahwa Sanimas telah menyumbangkan tentu, untuk masyarakat. Kata “oleh” dan “untuk” inilahpencapaian MDG. Sebagian besar Sanimas berhasil yang perlu dijamin selalu dalam keadilan/keseimbangan.menjawab permasalahan sanitasi di tingkat komunitas Oleh siapa? Untuk siapa? Bagaimana diproses sehinggasehingga meningkatkan kualitas kesehatan dan sosial- adil? Komponen akses menjadi sentral. Komponen ini ekonomi warga. Meskipun demikian, tidak ada salahnya selain diukur dari jumlah laki-laki dan perempuan yang perspektif gender dipergunakan untuk dapat mengakses Sanimas, juga diukur dari kualitas sarana meningkatkan standar Sanimas dari kebutuhan praktis dan strategis masing-Wawasan 202
  • masing kelompok jenis kelamin. dan kepala keluarga biasanya adalah kaum laki-laki. Karena dalam masyarakat biasanya ada aturan tentang Tidak kurang pentingnya adalah perlunya masyarakatperan sosial bagi perempuan dan laki-laki, maka setiap ikut mengontrol perilaku diri dengan tujuan meminimalisirperan mempunyai kebutuhan praktis, misalnya, kaum dampak negatif terhadap lingkungan. Karena peranperempuan mempunyai tugas mencuci pakaian dan sosial khasnya, perempuan biasanya melakukanlaki-laki mencuci kendaraan. Penyediaan sarana untuk banyak tugas rumah tangga. Sesungguhnya perempuankemudahan masyarakat menjalankan peran sosialnya akan mempunyai kewajiban mengelola sampah/limbahmemberikan perasaan dihargai bagi perempuan dan laki- rumah tangga supaya tidak mencemari lingkungan. Dilaki. sisi lain, program Sanimas perlu mengadakan sistem Berbeda dengan kebutuhan praktis, kebutuhan yang memudahkan dan mendidik ibu rumah tanggastrategis bersifat menfasilitasi keberagaman potensi untuk mengelola limbah rumah tangganya sendiri. Laki-dan kemampuan setiap PU laki yang tidak banyak berada diindividu untuk berperan tidak rumah, meskipun demikian, jugaseperti biasa. Siapa biasanya memerlukan pendidikan supayaterlibat dalam pembuatan perhatian terhadap perawatanbangunan Sanimas? Mungkin dan pengelolaan limbah rumahjawabnya adalah laki-laki. tangganya.Kenapa laki-laki, biasanyaakan dijelaskan jarang Komponen keamanan genderada tukang perempuan. Setiap jenis kelamin mempunyaiMemang benar jarang ada kebutuhan khas karena faktortukang perempuan, namun biologis. Setiap perempuan danbukan berarti tak ada. Jika laki-laki mempunyai alat reproduksirekrutmen tukang dibatasi yang berbeda satu sama lain,hanya laki-laki maka ini tidak ...kem a sehingga sarana Sanimas, misalnya seseo mpuan toilet (MCK), yang diperlukan juga berbedaadil. Aturan seperti ini menyeragamkanseolah-olah hanya kaum laki-laki yang r itu tid ang satu sama lain. Kebutuhan laki-laki mungkinmampu soal pembangunan, dan tidak berka ak lebih sederhana untuk buang air kecil; bisa denga itanada perempuan yang mampu. Tentu n kelamjenis dilakukan secara cepat dan tidak memerlukansaja aturan ini salah besar, karena air pengguyur dan pembasuh yang banyak.kemampuan seseorang itu tidak in Namun kebutuhan kaum perempuan relatif lebihberkaitan dengan jenis kelamin. rumit. Mereka memerlukan ruang yang aman,Artinya, tidak semua laki-laki ahli di yaitu terpisah, tertutup, ketersediaan air yang lebihbidang pembangungan dan tidak semua perempuan banyak. Bagi perempuan yang sedang mengalamitidak mampu di bidang pembangunan. Apabila menstruasi/nifas, kebutuhan air juga lebih banyak.masyarakat lebih terbuka untuk setiap warganya, baik Selain itu mereka juga memerlukan tempat sampah diperempuan dan laki-laki, berperan dalam pembangunan, dalam toilet supaya toilet tetap bersih dan tidak mampet.maka masyarakat akan mendorong tumbuhnya mediaaktualisasi serta akselerasi terhadap potensi-potensi Penutupyang dimiliki warganya, dan dampak di belakang adalah Sanimas adalah program oleh dan untuk masyarakat,meningkatnya perasaan percaya diri pada warganya. karena itu Sanimas tidak boleh menutup mata bahwa masyarakat itu tidak netral. Masyarakat itu terdiriKomponen kontrol dari berbagai kelompok kepentingan, dan kelompok- Selain akses, masyarakat seharusnya menyadari kelompok ini saling berkompetisi. Yang kuat tidak jarangpentingnya hak mengontrol program sanitasi, dalam hal meninggalkan kepentingan yang lemah. Dengan perspektifini Sanimas. Perspektif keadilan gender akan melihat gender, Sanimas dapat membuat pemetaan bagaimanabagaimana peran laki-laki dan perempuan dalam hubungan antara kelompok laki-laki dan perempuan dimelakukan kontrol sehingga tujuan program dapat daerah setempat. Berbasis pemetaan sepertitercapai dan dinikmati bersama, baik oleh laki-laki dan ini Sanimas akan dapat menjadi programperempuan. Umumnya rapat-rapat pembangunan di yang memberikan manfaat bagi kelompokpemukiman cenderung mengundang kepala keluarga saja, perempuan dan laki-laki. n 203 Wawasan
  • Modul DEWATS untuk Prawesthi Ekasanti *) SanimasS ANIMAS menggunakan teknologi DEWATS 2. Bio-digester. Modul ini mempunyai beberapa fungsi singkatan dari Decentralized Wastewater antara lain sebagai settler untuk memisahkan padatan Treatment System. Teknologi ini telah pada air limbah dan untuk menghasilkan biogas karena diimplementasikan oleh BORDA di Indonesia, dibangun dengan kedap udara dan menggunakan tekanan India, China, Philippina, Kamboja, Laos, Vietnam gas untuk mendorong air limbah menuju ke moduldan Afrika. DEWATS merupakan instalasi pengolahan air pengolahan selanjutnya. Bio-digester ini pada Sanimaslimbah (IPAL), khususnya organik yang terdesentralisasi untuk air limbah rumah tangga biasa digunakan dengansehingga dapat menjangkau wilayah yang tidak dapat lama tinggal 1-2 hari untuk menurunkan polutan sampaidijangkau dengan IPAL secara terpusat atau skala kota. dengan 20-35%, namun harus ada pemisahan air limbah Prinsip dari teknologi ini adalah perawatan dan dimana bio-digester hanyapengoperasian yang mudah dan murah, karena tidak mengolah black watermemerlukan menggunakan peralatan mekanik yang atau air limbah dari klosetmembutuhkan energi listrik dan tidak membutuhkan dengan grey water ataubahan kimia dalam pengoperasiannya. air dari floor drain, dapur DEWATS terdiri atas modul-modul pengolahan dan cucian. Sedangkananaerobik dan aerobik. Pengolahan anaerobik adalah jika dibangun untuk airpengolahan yang tidak memerlukan oksigen dalam limbah tahu maka denganprosesnya, polutan yang bisa dikurangi dengan modul- lama tinggal 5-7 harimodul anaerobik adalah BOD, COD, TSS dan sebagian akan menurunkan sampai Tutup Degester Pipa Gaspathogen. Sedangkan pengolahan aerobik akan terjadi dengan 50%. Sering juga Pelimpahan Inletjika tersedia oksigen bebas, melalui modul-modul aerobik bio-digester dibangun untukpolutan yang bisa dikurangi adalah fosfat, amoniak dan kotoran ternak di pedesaan Gas Bio Scumnutrient lain yang jika terlalu banyak akan mengganggu yang air dan lumpur setelah Liquidlingkungan. pengolahan digunakan Sludge Modul-modul anaerobik DEWATS antara lain: langsung untuk pemupukan, dengan lama tinggal 20-30 Degester hari diharapkan lumpur sudah stabil dan masih mengandung unsur hara untuk tanaman, karena itu jika dibangun untuk ternak seperti ini maka biasanya bio-digester dibangun tanpa lanjutan modul pengolahan lain, namun membutuhkan slurry drying bed atau bak pengering slurry untuk memisahkan padatan yang akan dipakai untuk pupuk dan air. 3. Anaerobic Baffled Reactor (ABR) atau biasa kita 1. Settler, atau biasa disebut tangki septick. Modul sebut tangki septik bersusun. Proses yang terjadi diini diterapkan sebagai pre-treatment untuk memisahkan dalam ABR adalah berbagai ragam kombinasi prosespadatan yang akan terapung atau scum dan mengendap anaerobik hingga hasil akhirnya lebih baik, antara lainsebagai lumpur. Dengan waktu tinggal 1-2 jam, modul sedimentasi padatan, pencernaan anaerobik larutan dan ini akan mengurangi polutan 15-28% saja dan harus padatan melalui kontak dengan lumpur yang mengendap, dilengkapi dengan modul lanjutan. pencernaan anaerobik (fermentasi) lumpur bagian bawah dan sedimentasi bahan mineral (stabilisasi). KarenaWawasan 204
  • Karena adanya kebutuhan lumpur pada modul ABR ini, maka kecepatan aliran sangat mempengaruhi keberadaan lumpur, dengan kecepatan aliran maksimal 1 m/jam maka lumpur akan terhindar dari tergelontor ke modul berikutnya.proses-proses tersebut diatas mengandalkan keberadaan Modul ini sangat mudah pengoperasian danlumpur yang mengendap sebagai media hidup bagi perawatannya, karena hanya membutuhkan pengecekanbakteri methanogen, maka modul pengolahan awal atau adanya bahan terapung pada bak-baknya misalnyasettler yang digunakan dihindari terlalu besar atau terlalu sampah, rambut yang ikut mengalir ke modul ABR, selainlama sehingga masih terdapat kandungan lumpur yang itu juga dibutuhkan pengukuran ketebalan lumpur.mengalir k eke modul ABR ini. Pada pelaksanaannyamodul ini dibangun dengan jumlah 4-8 bak, karena 4. Anaerobic Filter (AF), adalah modul pengolahanberdasarkan pengalaman monitoring ternyata setelah bak lanjutan yang sebelumnya harus terdapat settler atauke 8 lumpur sudah tidak ada sehingga bak selanjutnya modul ABR. Prinsip aliran AF ini sama dengan ABRtidak akan mempunyai cukup bakteri untuk mengolah air yaitu menggunakan aliran dari bagian bawah bak kelimbah. Proses pengolahan yang terjadi pada modul ini atas, perbedaannya adalah disini bakteri yang akanakan lebih sempurna jika pemberian diberi start up untuk menguraikan polutan bukan hidup pada lumpur sepertimempercepat keberadaan bakteri untuk pengolahan, di ABR namun bakteri akan hidup menempel parastart-up bisa berasal dari sludge dari tangki septik atau permukaan filter. Pengurangan polutan pada modul AF inikotoran sapi yang telah disaring dan diberi air dengan bisa mencapai 80%.campuran 1:2. ABR dibangun untuk air limbah dengan Filter yang digunakan bisa batu gunung berapi karenakandungan BOD minimal 150 mg/l, jika kurang dari itu mempunyai porositas yang tinggi dan tahan terhadapmaka makanan bagi bakteri yang tinggal didalamnya akan air limbah organik bahkan dengan konsentrasi yangkurang sehingga pengolahan menjadi kurang efisien. tinggi, porositas yang dibutuhkan paling tidak harus memenuhi void mass atau ruang kosong pada filter 205 Wawasan
  • sebanyak 30-45% per setebal 50 cm dan tanaman air sedangkan ketinggian air m3 filternya, sedangkan adalah 40 cm, sehingga permukaan air lebih rendah 10 luasan permukaan yang cm dari permukaan filter. Ukuran filter bervariasi yaitu diubutuhkan untuk 0.5-1 cm untuk 40 cm dari bawah, 1-2.5 cm untuk 10 cm menempel bakteri adalah di permukaan HGF dan 10-15 cm pada sisi inlet dan sisi 80-120 m2/m3 filter outlet. material. Filter material lain yang bisa digunakan antara lain botol seperti yakult yang mempunyai permukaan Penyusunan gravel Modifikasi penggunaan Penyusunan berlekuk sehingga filter di HGF tumbuhan air tanaman HGF menambah luasan Sedangkan untuk beberapa yang bisa digunakan pada permukaan HGF antara lain:tempat menempel bakteri, bisa juga menggunakan pipaPVC yang fleksilel yang mempunyai tekstur berkerutsehinggn permukaan lebih luas dibandingkan permukaanpipa polos. Karena bakteri menempel pada filter sehingga merekalebih kuat terhadap adanya arus atau aliran dibandingkan Papyrus Phragmites Canna Edulis Thypabakteri pada ABR, sehingga kecepatan aliran pada AFmaksimal adalah 2 m/jam. Pengoperasian dan perawatan pada modul AF juga Dari beberapa jeniscukup mudah, biasanya bahan apungan sudah tidak tanaman diatas, tana-terdapat pada modul ini karena telah melewati settler dan man yang mempunyaiatau ABR. Sedangkan filter material hanya perlu di back akar serabut akanwash atau dicuci menggunakan aliran atau semprotan lebih baik dari padaair dari atas, pada proses pengolahannya biasanya air akar berumbi, karenamengalir dari bawah ke atas, sehingga dengan disemprot dimungkinkan perkembangan tanaman yang cepat akandari atas, maka bakteri-bakteri atau lumpur mati yang berdampak pula pada pertumbuhan akar, jika tanamanmenempel pada filter akan luruh ke bawah, kemudian berumbi yang dipakai maka akan mengurangi volume airdengan pompa bisa disedot keluar. Perlakuan ini dilakukan dalam bak HGF.setelah umur AF kurang lebih 7 tahun. Kebutuhan luas HGF adalah 2-3 m2 per m3 air limbah, Modul-modul Aerobic pada DEWATS antara lain: dan harus dipastikan bahwa air limbah yang masuk ke 1. Horizontal Gravel Filter (HGF) adalah pengolahan HGF sudah melewati pengolahan anaerob, semakin tinggilanjutan setelah sistem anaerobik, modul ini merupakan organic load maka semakin luas kebutuhan daerah yang dibutuhkan. Pengoperasian dan perawatan HGF agak lebih rumit daripada modul-modul yang lain. Di HGF perawatan lebih sering dilakukan dengan rutin, seperti : l menyiangi tanaman lain yang tumbuh, l mengambil atau mencabut tanaman yang mati supaya tidak membusuk,salah satu hasil modifikasi l adakalanya sistem anaerob mengalami fluktuasiwetland constructed. HGF kualitas air efluen yang mempengaruhi kenaikanmerupakan modul aerobik kandungan organic load yang membutuhkan gravel l satu atau 2 tahun sekali mencuci gravel, terutama sebagai filter pada sisi inlet.Wawasan 206
  • 2. Kolam, biasanya merupakan modul pengolahan Berdasarkan kebutuhan untuk menurunkan parameter-akhir yang berfungsi sebagai kolam indikator, di kolam parameter tersebut maka modul-modul yang digunakanjuga bisa ditambahkan pancuran supaya air bisa lebih adalah:mendapat sentuhan oksigen. Kadang-kadang jika kolam inidibangun sebagai salah satu modul DEWATS untuk Rumahsakit, penambahan klorinasi jika air buangan dibuang kesungai yang airnya digunakan sebagai bahan baku air mi-num. Beberapa contoh kolam yang dipakai antara lain: Sedangkan untuk sistem MCK: Luasan kolam tergantung pada kebutuhan dan ke-tersediaan lahan. Penambahan tanaman air seperti melatiair dan apu-apu akan sangat bagus selama luasan ta-naman maksimal 60% menutupi permukaan kolam. Modul-modul DEWATS yang digunakan sebagai sa-lah satu pilihan teknologi, sebagian besar menggunakanmodul-modul dengan sistem anaerobik, yang bisa menu-runkan parameter-parameter yang telah ditentukan dalamKeputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 112 Tahun2003 yaitu: Parameter Satuan Kadar MaksimumpH - 6–9BOD mg/l 100TSS mg/l 100Minyak dan Lemak mg/l 10 *) Ir. Prawisti Ekasanti, Kepala Tim Teknis BORDA Hasil Monitoring DEWATS Berikut hasil monitoring terhadap air limbah setelah diolah menggunakan teknologi DEWATS: Lokasi Tanggal sampling BOD5 (mg/l) COD (mg/l) TSS pHKampung Gondolayu Lor 7 Agustus 2008 Inflow Inflow Settler OutflowRT 56,57 Yogyakarta 1249 4810 4400 6.93SANIMAS 2007 – Sistem Outflow Outflow OutflowKomunal 63 114 < 100 10 Juli 2009 Outflow Outflow Outflow 0.114 Outflow 40 94 7.1Kampung Joyoraharjan, 23 Juli 2008 Outflow Outflow Outflow OutflowKel. Purwodiningratan, 27.3 40 <100 7.16Kec. Jebres, SoloSANIMAS 2007 – SistemMCKKlandasan Ulu Balikpapan 19 Desember 2008 Outflow Outflow Outflow OutflowSANIMAS 2006 – MCK 179 60 <50 6.94 207 Wawasan
  • Pengelolaan Aset Sanitasi Pemikiran dan Pembelajaran HM. Purnomo* ISTIMEWA DOK. PRI.SLatar Belakang ekitar 7 tahun terakhir, pemerintah di Indonesia baik tingkat pusat, provinsi dan kabupaten/kota telah banyak melaksanakan pem-bangunan sarana dan prasarana AirMinum dan Penyehatan Lingkungan(AMPL) dengan melibatkan partisipasipemangku kepentingan yang peduli,yaitu masyarakat, swasta/donor, Pergu-ruan Tinggi dan atau Lembaga Swadaya merintah dalam menanggapi kebutuh­ an regulasi yang mengaturnya?. ApaMasyarakat (LSM), dalam berbagai an pembangunan sarana dan prasarana saja tanggungjawab para pemangku ke-macam model pembangunan, salah AMPL (penyehatan lingkungan disebut pentingan setelah pelaksanaan proyek?.satunya adalah model Sanimas (Sani- juga sanitasi) yang terus meningkat. Apakah ada korelasi positif antara statustasi oleh Masyarakat). Pemba­ gunan n Sanimas prakteknya berbentuk kepemilikan dengan sistem pengelolaanSanimas ini mengacu Kebijakan Na- proyek kemitraan yang sumber pem- asetnya?. Apakah penetapan Kelompoksional Pembangunan AMPL Berbasis biayaannya tidak seluruhnya berasal Swadaya Masyarakat (KSM) sebagaiMasyarakat yang disepakati pada Tahun dari pihak pemerintah, akan tetapi pengelola sudah tepat?. Bagaimana aset2003. Keterlibatan para pemangku sebagian ada juga yang dari partisipasi ini dikelola sehingga minim potensikepentingan yang peduli ini disam­ masyarakat dan atau swasta. Dalam konflik, bisa tepat sasaran, efektif dalamping sebagai bagian dari mandat sinergi konteks kepemilikan/aset, persoalan- penggunaan serta berkelanjutan?.pelaksanaan otonomi di daerah, juga nya adalah bagaimana status aset sarana Diyakini oleh para pegiat pem- merupakan antisipasi dari semakin dan prasarana Sanimas yang telah diba­ bangunan AMPL (sanitasi) bahwa, menurunnya kemam- ngun?. Milik masyarakat, swasta, atau penataan status kepemilikan berkorelasi puan pe- pemerintahkah?, Bagaimana ketersedia­ terhadap sistem pengelolaan aset yangWawasan 208
  • terjadi, muaranya juga terhadap kebu­ Tabel 1. Konsep Kepemilikan Saranatuhan penyediaan institusi pengelola No Konsep Pengertian Kepemilikan Konsekuensi Pengelolaam Kepemilikanyang sesuai. Apa bila status kepemi- 1 Individual Hak untuk menikmati kegunaan Pemilik berkuasa secara penuh, monopolis-likannya, sistem pe­ gelolaannya dan n sesuatu kebendaan dengan le- tik, bisa untuk jaminan hutang, bisa dijual,institusi pengelolanya tidak tepat, akan luasa, dan untuk berbuat bebas mudah dipindahtangankan status kepemi-menurunkan derajat efektifitas peng- terhadap kebendaan itu dengan likannya. kedaulatan sepenuhnya, asalgunaan dan keberlanjut­ n sarana dan a tidak menyalahi aturan yang *komitmen pribadi/pemilik menjadi dasarprasarana pembangunan AMPL (sanita- berlaku (570 KUHPer, Hukum keberlanjutan sarana dan prasarana Islam).si) yang telah dibangun di masyarakat,akan meningkatkan pemborosan pem- 2 Komunal Hak milik yang di miliki secara Kepemilikan atas dasar kelompok, bukan (property of bersama-sama oleh masyarakat perseorangan. Adanya aturan penggunaanbangunan, melahirkan potensi konflik community) atas suatu benda atau atas kepemilikan. Sulit dipindahtangankan statusmasyarakat, dan tidak mendorong suatu barang tertentu, dan kepemilikannya karena harus ada ijin dari penggunaannya berdasarkan anggota kelompok lainnya. Membutuhkanpe­ ingkatan kesejahteraan masyarakat, n kesepakatan masyarakat terse- Pengakuan hukum atas kepemilikan kelom-dan seterusnya. Lalu bagaimana peng­ but. pok.alaman di proyek Sanimas? *komitmen kelompok menjadi dasar keber- lanjutan sarana dan PrasaranaKonsep Kepemilikan dan 3 Kepemilikan Negara menguasai sekaligus Hak kepunyaan perdata, tunduk pada pera-Konsekuensi Pengelolaan Publik memiliki keuangan publik, bah- turan perdata tidak dapat diklasifikasikan kan keuangan privat sekalipun. sebagai kepunyaan atau dikuasai negara. Berdasarkan penelusuran penulis, (Pasal 2, UUkonsep kepemilikan dalam pemba­ No. 17/2003 tentang Proudhon-Kepunyaan publik Kekayaan atau hak kepunyaan publik tidakngunan AMPL (sanitasi) di Indonesia negara adalah benda yang dise- diatur dalam hukum yang mengatur kepu- Keuanganyang berkorelasi positif terhadap sistem Negara) diakan pemerintah untuk diper- nyaan perdatapengelolaannya, setidaknya akan men- gunakan oleh pelayanan publik dan penyelenggaraan fungsi Keadilan Komutatif Kepunyaan publikgacu prinsip-prinsip dasar sebagai beri- pemerintahan negara. negara dimungkinkan mengalami transfor-kut. (Tabel 4) masi menjadi menjadi kepunyaan privat jika para pihak bersepakat dan berdasarkan Berdasarkan uraian matrik tersebut “kontrak.”di atas menunjukkan bahwa konsepkepemilikan berkorelasi positif terhadap *komitmen pemerintah menjadi dasar ke- berlanjutan sarana dan Prasaranakonsep pengelolaan yang dipilih, sekali-gus konsep pengelolaan membutuhkanketersediaan institusi pengelolaan yang Bersama, Badan Usaha Milik Desa, kelompok, asal disepakati.sesuai. LPM, dan lain lain. Aset yang dikelola Konsep kepemilikan yang dianut Dalam konteks kepemilikan in- merupakan aset yang diakui sebagai mi- oleh Sanimas menurut hemat penulisdividual, sepertinya kebutuhan pe­ lik kelompok, misal sistem perpipaan, menganut konsep kepemilikan cam-ngelolaannya secara privat dan pelaku dan sarana Mandi Cuci Kakus. puran (perorangan, donor, pemerintah)pengelolanya adalah pemilik dari aset Dalam kontek kepemilikan publik, yaitu, yang semula berstatus kemilikanitu sendiri secara personal (jamban ke- kebutuhan pengelolaannya memakai privat, dan publik, kemudian bergeser/luarga, tempat sampah rumah tangga, aturan dan tata cara yang dimiliki oleh berubah menjadi kepemilikan kelom-lubang resapan air hujan di halaman, pemerintah dalam mengatur segala pok/komunal/property of community,dan lain lain). Sementara dalam kon- aset publiknya (sanitasi), dan institusi yang kemudian sistem pengelolaanteks kepemilikan komunal, kebutuhan pengelolanya sudah disediakan sede- asetnya diserahkan kepada institusipengelolaannya adalah secara berkelom- mikian rupa secara teratur mengikuti yang disebut sebagai KSM (Kelompokpok, yang didalamnya membutuhkan kebijakan yang disediakan. Aset yang Swadaya Masyarakat). Mekanismeadanya aturan main yang disepakati, dikelola merupakan aset milik pemerin- penyerahan kepemilikan publik dilaku-adanya praktek pemberian penghargaan tah, misal Instalasi Pengolahan Lumpur kan melalui mekanisme penyerahandan sanksi, serta adanya pengakuan Tinja (IPLT), Instalasi Pengolahan Air kepemilikan kelompok dengan “Notaeksistensi kelompok secara hukum Limbah (IPAL). Sesuai dengan ruang Kese­ akatan Kerjasama”(Panduan Sani- ppositif. Sedangkan kebutuhan institusi pengaturan yang tersedia sebagaimana mas)pe­ gelolanya bisa seperti KSM (Ke­ n yang dituangkan dalam matrik tersebut Menarik menyimak ha-lompok Swadaya Masyarakat-sejenis diatas, dimungkinkan aset publik bisa sil Lokakarya Aset AMPLperkumpulan) Koperasi, Yayasan, Usaha berubah menjadi aset privat, juga aset yang dis- 209 Wawasan
  • Tabel 2. Rangkuman Pendapat tentang Kepemilikan Aset No Narasumber Sumber Hukum Status Kepemilikan Aset Kelembagaan Keterangan 1 Persadaan Girsang- Peraturan Pemerintah No- Menjadi Milik Desa a 1. Dikelola Desa; 1.Belum ada penegasan dari DEPDAGRI mor 72 Tahun 2005 tentang 2. Dikelola Masyarakat; desa-kec-kab Desa 3. Dikelola Desa dan dirawat 2. APBD bisa membiayai Masyarakat dalam skala tertentu 2 Dony – Departemen Keputusan Menteri dalam Dipisahkan, antara Milik Pemerintah Desa sebagai Pemerintah Pusat/Prov/Kab, Keuangandan Negeri Nomor 152 Tahun Desa dengan Milik Pe- pengelola, akan tetapi tidak bisa/dapat menghibahkan Arsan-Departemen 2004 tentang Pedoman Pen- merintah di atasnya memiliki secara penuh/ ke pemilikan penuh ke Desa, Dalam Negeri gelolaan Barang Daerah mutlak. atau pinjam pakai 3 Basah Hernowo- Paradigma “Aset Manage- 1.Milik Pengguna 1.Usaha Bersama 1.Legalitasnya kurang kuat. BAPPENAS ment mendukung efisiensi 2.Milik Anggota 2. Koperasi 2. Badan Hukum dan keberlanjutan” 3. Milik Pelanggan 3. Perikatan Perdata 3. Akta Notaris 4. Milik Pemerintah Desa (perkumpulan) 4. Perdes 4. BUMDes Sumber: Lokakarya Aset AMPL, Bali, Indonesia, 2007.elenggarakan oleh Direktorat Jenderal Peran Pemangku Kepentingan agar pemangku kepentingan internalPembangunan Masyarakat dan Desa Paska Proyek dapat menjalankan mandatnya secaraDepartemen Dalam Negeri melalui Setiap pilihan konsep kepemilik­ n, a baik.Kelompok Kerja Air Minum dan Pe- berpengaruh pada sistem pengelolaan, Sebagai salah satu proyek yangnyehatan Lingkung­ n (Pokja AMPL) a institusi pengelolanya, sekaligus ber- mengedepankan pemberdayaanbekerjasama dengan Water and Sanita- pengaruh terhadap peran pemangku masyarakat, konsep pengelolaan Sani-tion Policy Formulation and Action kepentingan. Pemangku kepentingan mas menekankan adanya pengakuanPlan (WASPOLA) pada tahun 2007, dapat dibedakan antara pemangku tentang kekuasaan tertinggi dalamyang para nara sumbernya mempunyai kepentingan internal yang setidaknya pengambilan keputusan atas seluruhpendapat yang beragam mulai dari ben- meliputi pengurus, anggota, pembina, aspek, termasuk dalam soal pengelolaantuk kepemilikan oleh pemerintah desa, pelindung kelompok pengguna. Se­ sarana dan prasarana yang dibangunwalaupun juga terdapat kemungkinan dangkan pemangku kepenting­ n eks­ a berada ditangan anggota masyarakat/dikelola oleh masyarakat pengguna, ternal adalah LSM, pemerintah, swasta kelompok, sementara pihak pemerintahsampai kepemilikan oleh masyarakat. dan lainnya. hanya berperan sebagai fasilitator. Arti- Pokok-pokok pikiran yang dis- Peran pemangku kepentingan nya otoritas pengelolaannya ada padaampaikan oleh para pelaku tersebut tentunya berbeda-beda. Pemangku ke- masyarakat/kelompok, sehingga apapunmemberikan pilihan-pilihan terhadap pentingan internal bertanggungjawab bentuk kelembagaan yang dipilihmodel pemberian status kepemilikan penuh terhadap berfungsinya secara (KSM, UB, Koperasi, Yayasan, LPM)aset, pi­ihan sistem pengelolaannya, serta l efektif dan berkelanjutan penggunaan idealnya pengelolaan aset sarana danpilihan model kelembagaannya yang bisa sarana dan prasarana. Sedangkan pe- prasarana Sanimas akan menjadi tang-diujicobakan dalam pelaksanaan pem- mangku kepentingan eksternal ber- gungan sepenuhnya oleh masyarakat/bangunan AMPL termasuk Sanimas. fungsi mendorong dan memfasilitasi kelompok, termasuk biaya perawat­Masing-masing pilihan memiliki keung- PUgulannya sendiri-sendiri dan pilihanmodel yang tepat dari ketiganya (statuskepemilikan, sistem pengelolaan daninstitusi kelembagaannya) diyakini akanberpengaruh terhadap penggunaan efek-tif dan keberlanjutan sarana dan prasa-rana, sebaliknya pilihan yang tidak tepatakan menambah jumlah nilai in-efisiensipembangunan. Pilihan biasanya ditentu-kan berdasarkan kebutuhan.Wawasan 210
  • Tabel 3. Perbedaan Peran Pemangku Kepentingan No Kondisi Kelompok Pengelola SANIMAS Peran Pemangku Kepentingan Internal Peran Pemangku Kepentingan Eksternal 1 Kemampuan yang baik dalam aspek regulasi, Mengembangkan potensi pendanaan secara kreatif Monitoring dan evaluasi, dan fasilitasi dan administrasi termasuk kerja tim, tetapi baik dari sumber internal maupun eksternal pelatihan pengembangan sumber pembi- kurang dalam aspek pendanaan ayaan alternatif 2 Kemampuan yang baik dalam aspek regulasi dan Mengembangkan kemampuan kerja kelompok/tim Monitoring dan evaluasi dan memfasilitasi pendanaan, tetapi kurang dalam kerja tim yang lebih baik dengan studi banding, pergantian penguatan kerja tim kepengurusan/regenerasi, pelatihan keorganisasian. 3 Kemampuan yang baik dalam kerja tim dan Memperbaiki regulasi/sistem yang belum sesuai, mis- Monitoring dan evaluasi dan memfasilitasi pendanaan, tetapi kurang dalam regulasi dan al dari KSM berubah menjadi Yayasan, atau Koperasi perbaikan regulasi dan administrasi administrasi (lihat rekomendasi lokakarya SOMS-16-17 Mei 2006-WASPOLA)annya. Sementara campur tangan pe- POLA 2003/2004) model-model Sanimas, akan terjadi apabila para ang-merintah menjadi minimal terutama kelembagaan KSM sebagai pengelola gotanya, baik perseorangan maupunmenyangkut biaya perawatan. Namun aset AMPL (sanitasi) yang sudah beberapa orang anggotanya tidak taatapakah kondisi ideal ini bisa diwujud- berkembang dapat dilihat pada Tabel 4. aturan yang ditetapkan, utamanya me-kan?. Tentunya tergantung situasinya. Model legalitas kelembagaan terse- nyangkut ketertiban kebersihan, dan Pilihan-pilihan peran pemangku but dalam konteks area pelayanan ketaatan memanfaatkan sarana dankepentingan internal dan eksternal maupun jangkauan kewenangan dapat prasarana secara baik, dan sebab-sebabpaska proyek Sanimas mungkin bisa dibedakan seperti dalam Tabel 5. lain.digolongkan besarannya seperti dalam Alternatif solusi untuk meminimal-Tabel 3. Penanganan Konflik kan konflik berdasarkan situasinya dari Peran pemangku kepentingan Potensi konflik dalam pengelolaan beberapa pengalaman negara lain seper­tersebut idealnya sudah terumuskan sarana dan prasarana sanitasi model ti pada Tabel 6.dalam kesepakatan awal sebelumpelaksanaan proyek, sehingga se- Tabel 4. Model Kelembagaan Pengelolaan Sarana dan Prasarana AMPLmuanya mengarah kepada tumbuh No Model Kelembagaan Legalitas Keterangandan berkembangnya rasa kepemilikan 1 HIPPAM Surat Keputusan Kepala Desaterhadap sarana dan prasarana, yang 2 BPPL (sebelumnya) Akta Notarismenjamin terjadinya penggunaan LPPLefektif dan berkelanjutan dari sarana 3 LPPL Surat Keputusan Walikotadan prasarana Sanimas. 4 BPAB Surat Keputusan Kepala Desa Layanan air bersih dan sanitasi, 5 BPABS Surat Keputusan Kepala Desa Layanan air bersih dan sanitasiLegalitas Berbagai Model Kelem- 6 UB (Usaha Bersama) Surat Keputusan Kepala Desa Layanan air bersih dan sanitasi, bisabagaan menjadi salah satu unit usaha dari Sebagai perbandingan, berdasarkan sekian unit usaha lainnyahasil studi penulis tentang Kepemilikan 7 Kelompok Tani Penghi- Kelembagaan Koperasi jauan ASSALAMMasyarakat dalam Proyek PemerintahKhususnya Air Bersih dan Sanitasi, 8 BUMDes Peraturan Desa (Perdes) Fokus pada pelayanan air bersih dan sanitasidalam aspek hukum (WSP-EAP-WAS­ Tabel 5. Perbandingan Berbagai Model Legalitas Kelembagaan No Model Legalitas Area Kewenangan Keterangan 1 Surat Keputusan Kepala Terbatas pada desa tersebut Pendekatan administratif Desa dan Perdes 2 Badan Hukum Koperasi Mengikuti Badan Hukum yang ada, tidak terbatas pada wilayah Lembaga privat, bukan lembaga publik administratif desa, dan bisa menjadi institusi independen, terlepas dari lagi? ketergantungan terhadap institusi desa 3 Akta Notaris Mengikuti isi akta notaris yang dituliskan, tidak terbatas pada wilayah administrasi desa, dan bisa menjadi institusi independen, terlepas dari ketergantungan terhadap institusi desa 4 Surat Keputusan Walikota Terbatas pada wilayah hukum kelurahan, wilayah antar kelurahan (Forum Ketegasan pengaturan dalam Antar Kelurahan) dan wilayah kota berkoordinasi antara dinas/instansi terkait dengan LPPL 211 Wawasan
  • Rekomendasi Tabel 6. Penanganan Konflik Model kelembagaan Sanimas No Nama Negara Sumber Konflik Solusi Meminimalkan Konflikberupa Kelompok Swadaya Masyarakat 1 Pakistan Keluarga/anggota tidak berpartisipasi Diberikan sanksi berupa membayar(KSM), dipilih sebagai jawaban atas dalam kerja bakti/tidak tertib aturan sejumlah dendakebutuhan strategis terhadap pengelo- 2 Guatemala Norma lokal/tradisi tidak cukup Menyusun aturan baru yang dis- memberikan jaminan kebutuhan epakatilaan sarana dan prasarana yang diba­ pengaturanngun, agar dapat berfungsi efektif dan 3 Mesir Lemahnya kapasitas pengelola sarana Meninjau dan memperbaiki mandatberkelanjutan. Mempertimbangkan dan prasarana yang diberikan kepada pengelolasumber dana yang beragam mulai dari 4 Benin Rendahnya partisipasi perempuan Penambahan porsi jumlah perem-pemerintah pusat, pemerintah kota/ dalam kepengurusan pengelola puan yang terlibat dalam kepenguru- san pengelolakabupaten, LSM dan masyarakat, ke- 5 Kamerun Banyak pelanggaran aturan, lemah Mendorong keterbukaan dan komu-beradaan KSM sebaiknya dilengkapi penegakan aturan nikasi antarpenggunadengan proses pengalihan/penetapan 6 Uganda Keterbatasan kapasitas pengelola Peningkatan kapasitas pengelolakepemilikan aset secara jelas. Untuk Sumber: Percik, edisi II/Oktober 2003.itu, keberadaan KSM harus diberipengakuan status secara hukum baik Tabel 7. Rekomendasi No Aspek Rekomendasimelalui notaris, keputusan bupati ataukepala desa. 1 Kepemilikan - Memilih konsep kepemilikan komunal/kelompok. - Mekanisme penyerahan kepemilikannya jelas, misal model bantuan langsung Keberadaan KSM perlu dilengkapi PKPS-BBM.dengan aturan yang jelas dan disepakati - Memberikan pengakuan hukum atas status kepemilikan kelompok.dalam forum yang resmi serta dituang- 2 Pengelolaan - Pengelolaan secara kelompok. - Tersedia aturan kelompok dalam pengelolaan.kan dalam suatu ketetapan. Beberapa - Ada pengakuan yang jelas terhadap keberadaan kelompok.hal penting yang wajib terdapat dalam - Ada akuntabilitas kelompok (audit, monev, laporan pertanggungjawaban pengelolaan)pengaturan tersebut diantaranya berupa - Ada sistem pencatatan aset yang baik dan jelas.aturan terkait akuntabilitas yaitu sistem - Tersedianya ruang partisipasi berbagai pihakaudit sederhana, pengawasan, laporan 3 Kelembagaan - Adanya sanksi dan penghargaan.pertanggungjawaban, dan evaluasi. - Memilih model kelembagaan yang sesuai dengan perkembangannya (KSM, Unit Pengelola Sarana/UPS, Yayasan, Koperasi, Lembaga Pemberdayaan Tidak ketinggalan adalah perlunya Masyarakat/LPM).sistem pencatatan aset. Selain itu, - Adanya sistem regenerasi kepengurusan yang baik. - Adanya peningkatan kapasitas pengelola sesuai kebutuhan.menjadi keniscayaan dalam pengaturan - Untuk memperkuat kelembagaan, diperlukan bimbingan teknis danpengelolaan adalah keberadaan sanksi pelatihan dari pemangku kepentingan eksternal - Pengelolaan kepengurusan harus melibatkan unsur perempuan minimal 30dan penghargaan, peluang keterlibatan persen, termasuk posisi pengurus inti.perempuan, serta regenerasi pengelola. - Pendapatan dari pengelolaan sarana digunakan untuk pengembangan. - Pilihan kelembagaan memperoleh pengakuan/perlindungan hukum yang Pengelolaan KSM sebaiknya menja- baik.lin kemitraan dengan berbagai pemang- - Fleksibel dalam menjalin kemitraan dengan pemangku kepentingan.ku kepentingan, tidak hanya peme­rintah. Sehingga upaya pengembangan Dalam perjalanannya, pilihan ke- institusi menjadi kebutuhan mendesak,KSM melalui peningkatan kapasitas butuhan kelembagaan bisa disesuaikan agar seluruh mandat pengelolaan saranapengelola dan masyarakat, kerjasama dengan kondisi daerahnya masing- dan prasarana Sanimas bisa terlaksanapendanaan maupun rencana pengem- masing, yakni bisa tetap KSM atau secara baik.bangan dapat dilaksanakan melalui berubah dalam bentuk yang dianggap Hal penting lain yang perlu dikemitraan tersebut. lebih sesuai, misal LPM, yayasan, atau perhatikan sebelum KSM mengem- koperasi. Artinya jika KSM Sanimas bangkan model pengelolaan dan kelem- ISTIMEWA merasa bentuk kelembagaannya sudah bagaannya, setidaknya dilakukan dulu cukup mampu menjalankan mandat analisis kelembagaan yang di perkira- secara baik, bisa saja tetap tidak perlu kan mampu menjawab kebutuhan, dan merubah pengelolaan dan institusinya. mampu mengemban tuntutan perkem- Namun jika dinilai (melalui alat ukur bangan situasinya. dan monev) perlu melakukan peru­ *Fasilitator Pembangunan AMPL Berbasis bahan, dengan disertai alasan mendasar. Masyarakat, Anggota Jejaring AMPL Indonesia Bisa jadi perubahan pengelolaan dan dan Advokat.Wawasan 212
  • 213
  • Jejaring Sanimas .............. Adopsi SANIMAS dalam Environmental Services Program (ESP), 2005 - 2010 Winarko Hadi*E Sekilas Environmental Services Program (ESP) bawah komponen ini yang terkait sanitasi diantaranya nvironmental Services Program disingkat ESP, adalah: (i) bekerja dengan pemerintah lokal untuk adalah program yang dibiayai oleh United States meningkatkan akses kepada sistem sanitasi yang lebih baik; Agency for Internasional Development (USAID), (ii) mendorong pilihan-pilihan bagi sistem sanitasi berbasis yang dirancang dalam upaya mendorong masyarakat; (iii) mencapai perubahan perilaku kesehatan tercapainya kesehatan masyarakat yang lebih dan sanitasi melalui kampanye penyadaran.baik di Indonesia, melalui perbaikan pengelolaan sumber 2. Manajemen Daerah Aliran Sungai dan Pelestariandaya air dan perluasan akses untuk memperoleh layanan Keanekaragaman Hayati (Watershed Management andsanitasi dan air minum bagi masyarakat. ESP dilaksanakan Biodiversity Conservation)selama lima tahun, dimulai dari bulan Desember 2004, dan Sasaran dasar dari Tim Pengelolaan Daerah Aliran Sungaiakan berakhir pada bulan Maret 2010 mendatang, di bawah adalah untuk menstabilkan dan memperbaiki pasokan airkoordinasi Development Alternatives, Inc (DAI). Kegiatan mentah/belum diolah ke pusat-pusat populasi perkotaan danESP difokuskan pada 7 Provinsi utama di wilayah Indonesia sekitar perkotaan dengan cara mendorong pemakaian lahanbagian barat: Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, yang lestari berkesinambungan sekaligus juga melakukanSumatera Barat (berjalan 2 tahun, 2005-2007), Jawa Barat konservasi pada wilayah-wilayah terlindung yang memilikidan DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Jawa Timur, serta di 4 kota keanekaragaman hayati yang tinggi.di wilayah Indonesia bagian timur (2009-2010) : Manado, 3. Pembiayaan Jasa Lingkungan (Environmental ServiceAmbon, Kota dan Kabupaten Jayapura. Finance) Program ESP dibagi menjadi lima (5) komponen utama Pembiayaan Jasa Lingkungan, mengupayakan perbaikan-dan 4 (empat) sub komponen Program Antar Komponen perbaikan nyata dalam bidang ini dengan membantu untukyang meliputi: memastikan diperolehnya akses terhadap pembiayaan1. Penyediaan Jasa Lingkungan (Environmental Service komersial bagi pemerintah lokal dan perusahaan daerah Delivery) air minum agar dapat memperbaiki dan memperluas Komponen ini bertujuan mengupayakan kesehatan yang ketersediaan pasokan air melalui jaringan pipa dan fasilitas-lebih baik melalui pengelolaan air, akses terhadap air, dan fasilitas sanitasi.sanitasi (pengelolaan air limbah dan sampah) yang lebih 4. Rancangan Berwawasan Lingkungan (environemtnalbaik di wilayah padat penduduk di daerah hilir. Kegiatan Sound Design)komponen ini melibatkan PDAM dan pemerintah daerah Rancangan dan Implementasi yang Berwawasan sebagai mitra kerja, serta menyediakan program bantuan Lingkungan dapat memberikan kontribusi langsung dan teknis yang dirancang khusus sesuai dengan penting bagi upaya-upaya pembangunan kembali di Aceh. kebutuhan mitra ESP. Laju pembangunan kembali yang cepat di Aceh memiliki Tugas utama di potensi menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan.Jejaring Sanimas 214
  • Tingginya permintaan atas bahan-bahan konstruksi, Adopsi Sanimas dalam Program ESPmisalnya, telah mengancam hutan-hutan dan terumbu Sesuai dengan tujuan dari komponen program Pelayanankarang. “Membangun Kembali Lebih Baik,” semboyan dari Jasa Lingkungan–ESP, dalam upaya meningkatkan aksesBRR (Badan Rekonstruksi dan Rehabilitasi untuk Aceh dan kepada sistem sanitasi yang lebih baik dan mendorongNias), harus mengakomodasi kebutuhan-kebutuhan tersebut pilihan-pilihan bagi sistem sanitasi berbasis masyarakat, makadengan rancangan yang tidak hanya memungkinkan ESP melakukan adopsi terhadap program Sanimas yanguntuk menjalani kehidupan tetapi juga menjalani merupakan program perbaikan sanitasi berbasishidup dengan kualitas yang dapat diterima. masyarakat yang diinisiasi5. Program Antar Komponen (Cross Cut Programs) pertama kali Meliputi sub komponen : oleh Pemerintah a. Program Hibah Kecil (Small Grants) Indonesia, serta Program Hibah Skala Kecil ESP mewakili melaksanakansatu komponen kunci dari strategi Program Jasa dengan berbagaiLingkungan untuk meningkatkan advokasi dan penyesuaian sebagaiperubahan perilaku dalam bidang manajemen variasi implementasiDAS (Daerah Aliran Sungai), pelestarian sesuai kondisi daerahkeanekaragaman hayati dan penyedia jasa dan karakter programlingkungan di daerah kerja utama ESP di ESP.Sumatera Utara dan Barat, Jawa Timur, Tengah dan Barat 1. Mitra kerjajuga di DKI Jakarta dan empat wilayah khusus Pemerintah danlain yaitu Balikpapan, Manado, Manokwari dan MasyarakatJayapura. Pelibatan mitra b. Komunikasi Strategis (Strategic kerja ESP dengan Communications) seluruh pemangku Memperkenalkan Komunikasi Strategis untuk kepentingan adalah,Merubah Perilaku sebagai dalam rangkasalah satu komponen memperkuatteknis yang baru. kapasitasKomponen teknis dari pemerintah sertaKomunikasi Strategis komunitas; swasta, institusiini menggabungkan lokal, dan organisasi nonpemerintah untukdua tema baru yaitu melakukan advokasi pada meluasnya cakupan layanan,Perubahan Perilaku serta memperlebar kesempatan seluruh pihak agarSehat dan Bersih dengan berpartisipasi secara lebih efektif dalam percepatanKomunikasi Penyuluhan pembangunan sanitasi di daerah. WINARKO HADIMasyarakat untuk Kerjasama Pemerintah dilakukan melaluimembentuk sistem pendekatan yang lebih terpadu menuju koordinasi teknis dengan pihak Bappenas serta Departemenperubahan perilaku. Pekerjaan Umum. Dengan pihak Bappenas cq. Direktorat c. Kesetaraan Gender Permukiman dan Perumahan, secara berkala dilakukan Mendorong kesetaraan gender antara pria dan wanita koordinasi dalam: konsep pengembangan, perencanaanyang lebih besar dengan memahami budaya-budaya lokal program, pilihan kegiatan, serta penentuan lokasi spesifik,dan wilayah, kepekaan-kepekaan dan sikap-sikap, dan untuk terhadap rencana implementasi uji coba proyek Sanimas.bekerja di dalam sistem untuk mencapai perubahan positif. Sedangkan dengan pihak Departemen PU melalui kerjasama d. Sistem Informasi Geografi (GIS) dengan Direktorat Pengembangan PLP, untuk sinkronisasi Mengumpulkan data-data dengan referensi geografis, dan koordinasi teknis dalam pelaksanaan di lapangan.mengaitkan data-data ini dengan informasi mengenai Dalam pelaksanaan proyek sanimas di daerah, ESPkegiatan-kegiatan proyek ESP dengan mempergunakan bekerjasama dengan Pemerintah Daerah- dalam hal iniperangkat-perangkat GIS untuk mendapatkan dan dengan Tim Pokja Sanitasi, dan lembaga/asosiasimemadukan informasi mengenai lokasi-lokasi ekosistem nonpemerintah serta perguruan tinggi setempatkritis, masyarakat, ancaman-ancaman, karakteristik dan antara lain BORDA Indonesia – sebagai mitrapasar sumber daya, dan menyusun peta-peta kesesuaian utama dalam penyiapan masyarakatpenggunaan lahan dan konstruksi di 215 Jejaring Sanimas
  • 3. Kerangka Dasar Pelaksanaan Sanimas a. Prinsip Dasar Sanimas Secara prinsip, pelaksanaan CBS-ESP tidak berbeda dengan program Sanimas yang merupakan upaya advokasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk ber- sanitasi yang sehat, dengan komponen kegiatan berupa Penyiapan Masyarakat dan Pilihan Teknologi, melalui proses- proses tahapan pelaksanaan berupa : (i) Identifikasi Lokasi (tingkat RW); (ii) Pemilihan Lokasi CBS; (iii) Pembentukan FGD; (iv) Perencanaan sistem CBS; (v) Pembangunan dan Pengawasan CBS; dan (vi) Pengelolaan CBS Skema Konsep Pengembangan Integrasi Proyek Sanimaslapangan, IATPI (Ikatan Ahli Teknik Penyehatan LingkunganIndonesia) – aspek pengembangan teknologi tepat-gunadan advis teknis, serta pelibatan lembaga perguruan tinggidi daerah dalam dukungan kajian dan studi spesifik dalamimplementasi sanimas.2. Konsep Pengembangan Implementasi Sanimas ESP Pengembangan konsep implementasi sanimas, dilakukandalam rangka penyesuaian dengan kondisi dan situasi Skema Prinsip Dasar Sanimasmasing-masing daerah, serta pengintegrasian proyek sanimasdengan komponen program ESP lainnya, yaitu: b. Pengembangan Fungsi CBS sebagai “alat” Advokasia. Istilah yang digunakan dalam program ESP adalah CBS dalam Fasilitasi ESP (Community Base Sanitation) Dalam implementasi di daerah, uji coba proyek CBSb. Merupakan bagian dari Rencana Aksi Sanitasi (Action bukan merupakan program yang berdiri sendiri, namun Plan) perencanaan dan pembangunan sarana dan merupakan bagian tak terpisahkan dalam fasilitasi bantuan prasarana sanitasi perkotaan – bagian tak terpisahkan dari teknis ESP kepada pemerintah dan masyarakat di daerah dokumen Strategi Sanitasi Kota (City Sanitation Strategy) pada sektor sanitasi.c. Uji coba proyek pembelajaran bagi pokja sanitasi kota Fasilitasi ESP untuk penguatan kapasitas kelembagaan untuk dilakukan replikasi dan atau perluasan (scaling up) di daerah berupa bantuan teknis penyusunan rencana bagi pembangunan sanitasi perkotaan Strategi Sanitasi Kota (SSK/CSS) dan Rencana Aksi, yangd. Fokus pada lokasi wilayah kumuh miskin perkotaan, diawali dengan kesepakatan kerjasama fasilitasi bantuan didahului dengan kegiatan survei sampel RDS (Real teknis sanitasi antara ESP dengan Pemerintah Daerah, dan Demands Survey) dan analisis Pemetaan Sanitasi dilanjutkan dengan pembentukan Pokja Sanitasi. Uji cobae. Sinergi dengan program pemberdayaan ESP untuk sub proyek CBS secara langsung akan berada dalam koordinasi sektor persampahan – program 3R (reduce, reuse, recycle), dan tanggung jawab Pokja Sanitasi melalui Tim Teknis sektor kesehatan- program Cuci Tangan Pakai Sabun CBS. Dengan demikian CBS akan mempunyai multi fungsi (CTPS) dan kampanye PHBS dalam rangka perubahan sebagai “alat” advokasi, dalam hal (i) penguatan kapasitas perilaku masyarakat sebagai bagian program Strategi kelembagaan (Pokja Sanitasi) – fungsi pembelajaran; (ii) Komunikasi pemberdayaan masyarakat dan (iii) penerimaan sosial (socialf. Dilakukan evaluasi dan monitoring, dalam menjamin acceptance) perubahan perilaku masyarakat keberlanjutan program CBS Untuk lebih jelasnya lihat skema fasilitasi sektor sanitasi ESP berikut.Jejaring Sanimas 216
  • l 1 orang tenaga fasilitator lapangan dari Lembaga Swadaya Masyarakat (TFL-LSM) yang ditugaskan sebagai LSM Pendamping - Keterkaitan dengan program lain ESP; Dalam pelaksanaannya di lapangan uji coba proyek CBS, dapat secara bersamaan dilakukan intervensi dengan kom- ponen program ESP lainnya, seperti (a) program penyediaan air minum perpipaan komunal–sub komponen Hibah Kecil, contoh CBS Curung Rejo, Kab. Malang; (b) program 3 R- persampahan, contoh CBS Tembung, Medan; (c) Program CTPS dan Kesetaraan Gender, contoh CBS Tamansari, Ban­ dung; (d) Program Manajemen DAS, contoh CBS Wono­ kromo, Surabaya dan CBS Curung Rejo, Kabupaten Malang. Secara fungsi, CBS-ESP dapat merupakan komponen inti dalam program Pemberdayaan Masyarakat, yang meng- integrasikan dengan sub komponen program lainnya, sehingga akan diperoleh suatu “kawasan sanitasi terpadu”. Namun kebutuhan akan keterpaduan ini dasarnya dari minat Skema Fasilitasi Sektor Sanitasi ESP dan keinginan kelompok masyarakat yang bersangkutan. c. Komponen Program CBS/Sanimas d. Mekanisme Proses CBS - Pokja Sanitasi; - Kesepakatan Kerjasama; Dalam pelaksanaan pilot proyek CBS/Sanimas di daerah, Kesepakatan kerjasama ditandatangani antara pemerintahESP melakukan langkah-langkah advokasi1 terlebih dahulu daerah dan ESP-BORDA, sebagai tanda dimulainyakepada Pemerintah Daerah yang terpilih sebagai wilayah kerjasama. Kemudian, masyarakat membentuk KSM sebagai“binaan” ESP, dan sebagai langkah awal adalah membentuk pengelola. Selanjutnya Memorandum of UnderstandingKelompok Kerja Sanitasi kota (Pokja-San), melalui Surat (MOU) ditandatangani antara pemerintah daerah dan KSMKeputusan (SK) Kepala Daerah (Walikota/Bupati). Pelibatan sebelum KSM menerima transfer dana dari pemerintah, ESP-Pokja dalam pelaksanaan pilot proyek CBS sangat penting, BORDA, dan kontribusi masyarakat. Selengkapnya padasebagai salah pelaku utama program CBS dalam fungsinya flow chart berikut.sebagai (a) Pemegang komitmen politik di daerah dalampenentuan kebijakan daerah terkait dengan pengintegrasianCBS ke dalam dokumen perencanaan dan pembangunansanitasi di daerah (Renstra, Rencana Induk); (b) Dukungankebijakan terkait dengan upaya replikasi/perluasan danpenyedia anggaran sanimas ke depan - Tenaga Fasilitator Lapangan; Fasilitator CBS adalah orang yang diberi tugas untukmelakukan fungsi fasilitasi masyarakat dan pemerintah kota/kabupaten agar program sanitasi berbasis masyarakat dapatdiimplementasikan dengan benar. Pelatihan dan penyiapan fasilitator lapangan, dilakukanbersama-sama dengan program Pengembangan PLP-PUpusat dan BORDA, untuk beberapa lokasi di wilayahIndonesia bagian timur, penunjukkan fasilitator dari LSM - Kewajiban PEMDA, setidaknya berupa (i) Membentuklokal. Kelompok Kerja Sanitasi; (ii) Menyediakan semua data infor- Fasilitator CBS terdiri dari 2 orang: masi yang dibutuhkan; (iii) Bersedia menganggarkan biaya l 1 orang tenaga fasilitator dari Pemerintah kota/ (sebagai bagian dari cost sharing) untuk pemetaan sanitasikabupaten (Fasilitator Pemda) yang ditugaskan oleh Pokja- (menyediakan peta dasar dan biaya rapat/diskusi,Sanitasi ruangan, honorarium yang diperlukan) dan1. Menurut Johns Hopkins (1990) advokasi adalah usaha untuk implementasi uji coba Sanimas berupa biayamempengaruhi kebijakan publik melalui bermacam-macam bentuk konstruksi minimal 50 persen.komunikasi persuasif. 217 Jejaring Sanimas
  • Skema Pendanaan Kemudian tim teknis yang terbentuk akan melakukan Sumber pendanaan Sanimas berasal dari berbagai pihak, seleksi lokasi kecamatan/kelurahan untuk pilot CBS,yaitu (i) pemerintah pusat dalam bentuk material(in- berdasarkan hasil Real Demand Survey (RDS) yang sudahkind), besarnya kurang lebih 30 persen dari total biaya diproses memanfaatkan Geographic Information Systempembangunan Sanimas; (ii) sisanya 70 persen harus (GIS), menghasilkan Pemetaan Sanitasi (San-Map).disediakan oleh pemerintah kota/kabupaten, pemerintah Kemudian Tim Teknis bersama-sama Tenaga Fasilitatorpropinsi, bantuan Lapangan (TFL) yang berasal dari LSM yang telahdonor/LSM/Swasta menjalani proses seleksi dan pelatihan fasilitator,dan minimal 4 melakukan pendampingan di masyarakat. Prosespersen secara tunai pendampingan atau penyiapan masyarakatataupun material/ dilakukan melalui pertemuan kelompok (Focustenaga merupakan Group Discussion/FGD) yang secara intensifkontribusi dilakukan dalam kurun waktu 3-4 bulan. Termasukmasyarakat. didalamnya melakukan proses seleksi dan kompetisi Sementara, tingkat Rukun Warga (RW), untuk menentukanskema pendanaan lokasi CBS yang paling diterima secara sosial. Dari Skema Pendanaan Sanimasuji coba CBS-ESP proses FGD akan menghasilkan Rencana Kerjasedikit berbeda Masyarakat (RKM) dan membentuk Kelompokdengan Sanimas dengan mempertimbangkan adanya Swadaya Masyarakat (KSM) yang fungsinya sebagai“hibah” dari lembaga donor (USAID), yang proporsinya pengelola proyek CBS selama tahap konstruksi, maupunditetapkan sebesar 50 persen dari biaya konstruksi (tidaktermasuk pengadaan lahan), dan bantuan teknis penuhuntuk pemberdayaan masyarakat. Pendanaan 50 persendari biaya konstruksi termasuk lahan menjadi tanggungjawab pemerintah daerah serta 4 persen minimal dalambentuk tunai atau natura dari kontribusi masyarakat, sebagaibentuk partisipasi masyarakat. Mitra pelaksanaan CBSdalam prakteknya, tidak selalu pemerintah daerah, seperti dikota Surabaya, CBS-Wonokromo dan CBS-Sawunggaling,dibiayai secara bersama oleh ESP bermitra dengan PerumJasa Tirta I- dalam rangka program perlindungan DASBrantas, namun masih dalam koordinasi teknis denganPokja-San kota Surabaya. paska konstruksi. Evaluasi terhadap hasil akhir implementasi CBS, akan menjadi masukan/input bagi penyusunan program dan kegiatan dokumen Rencana Aksi Tahunan, yang merupakan turunan dari dokumen Strategi Sanitasi Kota (SSK), rencana strategi pembangunan sanitasi 5 (lima) tahunan. Dengan demikian program CBS secara “legal” menjadi bagian dari perencanaan sanitasi perkotaan, dan akan terjamin keberlanjutannya. Bahkan di beberapa lokasi seperti Medan, Padang, Kabupaten Malang pada tahun berikutnya direplikasikan di wilayah lain sebagai bagian Skema Pendanaan CBS-ESP perencanaan dan pembangunan sanitasi perkotaan dengan dukungan penuh pembiayaan dari APBD Tahapan proses kota/kabupaten. Dimulai dari pembentukan Tim Teknis Pokja Sanitasi, Tugas dan Tanggungjawab Tim Teknis Pokja-San, berupa merupakan gugus tugas teknis Pokja-San, yang (i) melakukan monitoring dan evaluasi pekerjaan lapangan; akan bertanggung jawab dalam (ii) terlibat aktif dalam tahapan kegiatan dengan masyarakat pelaksanaan CBS. bersama fasilitator; (iii) membantu proses pencairan danaJejaring Sanimas 218
  • APBD; (iv) melaporkan kemajuan pekerjaan lapangan ke perbedaan siklus penganggaran. Hal ini akan berpengaruhPOKJA kepada jadwal pelaksanaan CBS, yang relatif butuh untuk waktu persiapan antara 6 – 12 bulan, terhitung dari ditandatanganinya nota kesepahaman; (ii) ketersediaan lahan. Komponen lahan menjadi tanggung jawab Pemda atau menjadi kontribusi masyarakat. Jika lahan sudah tersedia sebagai fasum atau milik masyarakat yang dihibahkan, tidak membutuhkan waktu lama dalam memperoleh ijin penggunaannya. Namun akan menjadi persoalan jika lahan tersebut belum dibebaskan. Faktor lahan dalam kasus tertentu bisa menjadi penentu lamanya jadwal pelaksanaan yang tertunda. Contoh tertundanya pelaksanaan CBS oleh karena hambatan proses penganggaran dan kesiapan lahan, adalah CBS Wonokromo dan Sawunggaling, di kota Surabaya. Jadwal pelaksanaan tertunda, selama hampir 3 tahun, dan baru terselesaikan pada akhir tahun 2009. Waktu normal yang dibutuhkan untuk pelaksanaan CBS biasanya antara 6-8 bulan, 3-4Jangka Waktu Pelaksanaan bulan waktu untuk seleksi lokasi dan penyiapan masyarakat, Pelaksanaan CBS sangat tergantung dari beberapa aspek, 3- 4 bulan berikutnya untuk pelaksanaan fisik konstruksi danyaitu (i) kalender APBD tahunan. Berbagi pembiayaan supervisi pengelolaan. n *Koordinator Sanitasi Nasional, ESP-USAIDdilakukan antara ESP dan Pemda, sementara terdapat (Winces.winarko@gmail.com)WINARKO HADI 219 Jejaring Sanimas
  • Replikasi dan AdaptasiSanimas di Negara LainP engenalan dan proyek percontohan Sanimas Masyarakat (Community-Based Sanitation/CBS) yang mulai dikenalkan ke luar Indonesia pada didasarkan pada konsep Sanimas dilaksanakan di Bangalore. pertengahan tahun 2003, yakni di India Pelatihan tersebut difasilitasi oleh konsultan dari Jerman, dimana BORDA (Bremen Overseas Research Meike Zinn-Meinken, dan narasumber dari Indonesia, and Development Association) juga memiliki Yuyun Ismawati dan Surur Wahyudi. Materi mencakupprogram di Asia Selatan bekerjasama dengan LSM (Lembaga keseluruhan modul sanimas. Pelatihan diberikan dalamSwadaya Masyarakat) yang di sana juga jumlahnya cukup bahasa Inggris dan diterjemahkan ke dalam 4 bahasa daerahbanyak dan sangat aktif. mereka di India secara bergiliran. Karena kelima daerah ini Sekarang ini, selain Asia Selatan, Asia Tenggara termasuk memiliki bahasa daerah yang berbeda-beda.Mekong-China dan Negara-negara Afrika bagian Selatan Pelatihan dilakukan selama 6 hari, terdiri dari teori dan(Southern African country). Dalam implementasinya di praktik. Kemudian mereka diharapkan menindak-lanjutinyanegara-negara tersebut, BORDA selalu bermitra dengan di wilayah kerja masing-masing. Yang menarik, lokasi praktikLSM lokal dan melaksanakan program yang dipandang sesuai kemudian ditindaklanjuti dengan program, bahkan sampaidengan kebutuhan setempat menggunakan pendekatan solusi ke pembangunan fisik sarana sanitasi. Ini yang juga penting,desentralisasi. sebagaimana kita selalu sampaikan bahwa “jangan sekali-kali masyarakat dijadikan sebagai kelinci-percobaan”. Sanimas di India Dan ternyata hasilnya beragam: di Bangalore, 2 tahun Pada April 2003, BORDA memperkenalkan konsep kemudian ada 2 MCK plus yang dikelola oleh kelompokdan pendekatan Sanimas kepada mitranya di Asia Selatan, perempuan (self-help group) dampingan GSS, mitra BORDAdi mana BORDA sudah bermitra dengan beberapa di Bangalore. Satu MCK di kelola oleh warga India HinduLSM di India sejak tahun 1980-an. Pendekatan Sanimas dan satunya dikelola oleh warga India Muslim. Tigadiperkenalkan kepada 5 partner LSM yang berbasis di tahun kemudian di Nagpur ada sistem sanitasi denganBangalore, Mysore, Nagpur, dan Chennai. pemipaan sederhana (simplified sewerage system) di salah satu Pada April 2003, pelatihan tentang Sanitasi Berbasis permukiman kumuh. SWJejaring Sanimas 220
  • Saat tsunami terjadi di akhir 2004, India juga menjadi Sanimas di Zambiadaerah yang banyak korbannya, dan korban terparah terjadi Pada tahun 2007 SANIMAS juga telah diperkenalkandi sekitar Chennai (Madras) dan Trichy. Mitra BORDA ke beberapa negara di Afrika Selatan (Southern Africandi sana, Exnora, berkesempatan menguji coba beberapa Country), di mana BORDA juga bekerja dengan beberapaparticipatory tools Sanimas yang mereka terima saat pelatihan, LSM. Negara-negara Afrika Selatan dimaksud adalahdan memodifikasinya sesuai kebutuhan untuk tsunami- seperti Afrika Selatan, Lesotho, Zambia, Tanzania. Trainingrecovery program. Hasilnya ada 2 MCK plus yang dibangun diorganisir oleh WASAZA (water and sanitation Zambiadan dikelola kelompok perempuan. Pada tahun 2008 yang anggotanya adalah seluruh PDAM di Zambia) atasdiresmikan lagi satu MCK plus di Mysore. Keunikan pembiayaan dari GTZ yang dikordinasikan olehMCK di Mysore adalah menyediakan jamban khusus sam kita sel DTF (Devolution Trust Fund). paik aluuntuk anak-anak dengan gambar-gambar kartun “j an b Training diikuti oleh 23 peserta yangdi dinding, pintu samping dan bukaan kaki yang sekangan hwa datang dari Negara-negara yang berasal dari a a masy li-kallebih kecil dibandingkan jamban orang dewasa. d ara i ija k NGO dan CU (PDAM) yang berdasarkan sebdikanat agai Sanimas di Filipina k percelinci- Pada tahun 2005, Sanimas juga mulai obaadikenalkan di Phillippines, terutama kepada n”mitra BORDA di Negara tersebut. Pelatihantersebut diorganisir oleh BORDA-BNS Phillipine.Pelatihan diberikan kepada sekitar 20 orang yang terdiridari staf LSM, tenaga pengajar perguruan tinggi diAteneo University, serta beberapa PEMDA di Manilayang diorganisir oleh Environmetnal Health Institute,semacam lembaga pengembangan masyarakat milikuniversitas tersebut. Pelatihan dilakukan selama 6 YUYUNhari, termasuk teori dan prakteksimulasi untuk proses seleksilokasi/kampong dengan metoderapid participatory appraisal/RPA dan penyusunan RKMatau Rencana Kerja Masyarakat. peraturan memang bertanggungjawab terhadapLokasi praktek dilakukan di sanitasi. Training dilakukan selama 6 hari2 kampung miskin pinggiran termasuk kelas dan lapangan. Praktek lapagankota Manila, sekaligus untuk dilakukan di Kariba, pemukiman miskin dimenseleksi barangay (kampung) pinggiran kota Ndola, ibukota Zambia Utara.untuk implemnetasi CBS/community based sanitation atau Di lokasi tersebut, pemerintah menyediakan perumahanSANIMAS. Sayang setelah pelatihan EHI tidak lagi menjadi (semacam blok, 1 blok terdiri dari 8 rumah, tiap rumahmitra BORDA dan tidak melanjutkan pendekatan kepada berukuran tipe 21). Setiap beberapa blok disediakan 2pemda-pemda yang berminat sehingga sampai saat ini MCK (ablution block) terdiri dari 8 kamar mandi untukbelum ada implementasi Sanimas di Filipina sebagaimana perempuan dan 8 kamar mandi untuk laki-laki. Di antara 2direncanakan pada saat pelatihan. blok terdapat tempat cuci berupa meja semen. Setiap blok Namun demikian, berdasarkan informasi yang diperoleh disambungkan dengan pipa sewerage. Tetapi kondisinyapada tahun 2010 ini beberapa pemda di Filipina mulai sangat parah, pipa sewerage mampet, air bekas mandi danmempertimbangkan untuk adopsi pendekatan Sanimas cucian menjadi comberan disekitar MCK. Kotoran tinjadari Indonesia yang akan difasilitasi juga oleh WSP. Dan bercampur di comberan sehingga kondisinya sangat bau,beberapa kali sudah ada presentasi pengalaman Sanimas dari kumuh. Pada kondisi masyarakat dan lingkungan sepertiIndonesia, termasuk oleh Susmono, Direktur Pengembangan itulah Sanimas diterapkan di Zambia, di wilayahPenyehatan Lingkungan Permukiman, Direktorat Jendral Afrika bagian Selatan.Ciptakarya, Departemen Pekerjaan Umum, untuk bisa Penulis: Yuyun Ismawati, Direktur BalifFkus dan Surur Wahyudi, CBS Program Coordinator, BORDA.diadopsi di Filipina. 221 Jejaring Sanimas
  • RegulasiPeraturan Perundangan TerkaitPengelolaanAir Limbah Domestik Pdi Indonesia engelolaan air limbah do- mestik saat ini belum men- satu faktor yang berpengaruh terhadap kondisi sanitasi adalah ketersediaan per- jadi prioritas utama, hal aturan perundangan. ini dapat terlihat dari jum- Tulisan berikut mencoba merang- lah penduduk yang belum kum peraturan perundangan terkait memiliki akses sanitasi yang baik. Pence- pengelolaan air limbah domestik di In- maran lingkungan akibat dihasilkannya donesia. limbah domestik memberikan dampak yang sangat luas bagi kehidupan umat Undang-Undang Nomor 26 Tahun manusia. Menurut laporan United Na- 2009 tentang Kesehatan tion Development Programme (UNDP), Pembangunan kesehatan bertujuan pembangunan yang terkait dengan ting- untuk meningkatkan kesadaran, ke- kat kesejahteraan manusia yang disebut mauan, dan kemampuan hidup sehat Human Development Index (HDI), salah bagi setiap orang agar terwujud derajat satu kriterianya adalah kesehatan di kesehatan masyarakat yang setinggi- samping pendidikan dan ekonomi, salah tingginya, sebagai investasi bagi pem- bangunan sumber daya manusia yang BOWO produktif secara sosial dan ekonomis. Pemerintah bertanggung jawab me- rencanakan, mengatur, menyelenggara- kan, membina, dan mengawasi penye- lenggaraan upaya kesehatan yang merata dan terjangkau oleh masyarakat. Untuk mewujudkan derajat kese- hatan yang setinggi-tingginya bagi masyarakat, diselenggarakan upaya kese- hatan yang terpadu dan menyeluruh da- lam bentuk upaya kesehatan perseorang- an dan upaya kesehatan masyarakat. Upaya kesehatan lingkungan ditu- jukan untuk mewujudkan kualitas ling- kungan yang sehat, baik fisik, kimia, biologi, maupun sosial yang memung- kinkan setiap orang mencapai derajat 222
  • maran dan/atau perusakan lingkungan Undang-Undang Nomor 7 Tahun Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan hidup wajib melakukan penanggu­ 2004 tentang Sumber Daya Air. Bab I Ketentuan Umum langan pencemaran dan/atau kerusakan Sejalan dengan perkembangan jum- Bab II Asas dan Tujuan lingkungan hidup. Masyarakat memi- lah penduduk dan meningkatnya ke­ Bab III Hak dan Kewajiban : Bab IV Tanggungjawab Pemerintah liki hak dan kesempatan yang sama dan gi­ tan masyarakat, mengakibatkan a Bab V Sumberdaya di Bidang Kesehatan : selu­ s-luasnya untuk berperan aktif da- a per­ ­ ahan fungsi lingkungan yang ub Bab VI Upaya Kesehatan Bab VII Kesehatan Ibu, Bayi, Anak, Remaja, lam perlindungan dan pengelolaan ling- berdampak negatif terhadap kelesta­ Lanjut Usia, dan Penyandang Cacat Bab VIII Gizi kungan hidup. rian sumber daya air dan meningkatnya Bab IX Kesehatan Jiwa daya rusak air. Hal tersebut menuntut Bab X Penyakit Menular dan Tidak Menular Bab XI Kesehatan Lingkungan pengelolaan sumber daya air yang utuh Bab XII Kesehatan Kerja dari hulu sampai ke hilir dengan basis Bab XIII Pengelolaan Kesehatan Bab XIV Informasi Kesehatan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 wilayah sungai dalam satu pola pengelo- Bab XV Pembiayaan Kesehatan tentang Perlindungan dan Pengelolaan Bab XVI Peran Serta Masyarakat Lingkungan Hidup laan sumber daya air tanpa dipengaruhi Bab XVII Badan Pertimbangan Kesehatan oleh batas-batas wilayah administrasi Bab XVIII embinaan dan Pengawasan P Bab I Ketentuan Umum Bab XIX Penyidikan Bab II Asas, Tujuan, dan Ruang Lingkup yang dilaluinya. Bab XX Ketentuan Pidana Bab XXI Ketentuan Peralihan Bab III Perencanaan Bab IV Pemanfaatan Konservasi sumber daya air dilaku- Bab XXII Ketentuan Penutup Bab V Pengendalian kan melalui kegiatan perlindungan dan Bab VI Pemeliharaan Bab VII Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun pelestarian sumber air, pengawetan air,kesehatan yang setinggi-tingginya. Serta Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun serta pengelolaan kualitas air dan pe­ Bab VIII Sistem Informasi Masyarakat berperan serta, baik se- Bab IX Tugas dan Wewenang Pemerintah dan ngendalian pencemaran air dengan Pemerintah Daerahcara perseorangan maupun terorgan- Bab X Hak, Kewajiban, dan Larangan mengacu pada pola pengelolaan sum-isasi dalam segala bentuk dan tahapan Bab XI Peran Masyarakat ber daya air yang ditetapkan pada setiap Bab XII Pengawasan dan Sanksi Administratifpembangunan kesehatan dalam rangka Bab XIII Penyelesaian Sengketa Lingkungan wilayah sungai.membantu mempercepat pencapaian Bab XIV Penyidikan dan Pembuktian Pengelolaan kualitas air dan pengen- Bab XV Ketentuan Pidanaderajat kesehatan masyarakat yang se­ Bab XVI Ketentuan Peralihan dalian pencemaran air ditujukan untuk Bab XVII Ketentuan Penutuptinggi-tingginya. mempertahankan dan memulihkan kualitas air yang masuk dan yang adaUndang-Undang Nomor 32 Tahun2009 tentang Perlindungan dan Peng­ BORDAe­ olaan Lingkungan Hidup. l Pengendalian pencemaran dan/ataukerusakan lingkungan hidup dilaksana-kan oleh Pemerintah, Pemerintah Dae­rah, dan penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan sesuai dengan kewena­ngan, peran, dan tanggung jawab mas-ing-masing. Mengenai pencemaran lingkunganhidup ditentukan melalui baku mutulingkungan hidup, sedangkan untukmenentukan terjadinya kerusakan ling-kungan hidup, ditetapkan kriteria bakukerusakan lingkungan hidup. Setiap orang diperbolehkan untukmembuang limbah ke media lingkung­an hidup dengan persyaratan memenuhibaku mutu lingkungan hidup danmendapatkan izin dari Menteri, Guber-nur, atau Bupati/Walikota sesuai dengankewenangannya. Setiap orang yang melakukan pence- 223 Regulasi
  • Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2004 titas air disusun dan didokumentasikan Setiap orang wajib melestarikan tentang Sumber Daya Air pada instansi teknis yang bertanggung kualitas air dan mengendalikan pence- Bab I Ketentuan Umum jawab, di bidang pengelolaan lingkung- maran air pada sumber air. Pemerintah Bab II Wewenang dan Tanggung Jawab an hidup di daerah. dan Pemerintah Propinsi, Pemerintah Bab III Konservasi Sumber Daya Air Bab IV Pendayagunaan Sumber Daya Air Metode analisa untuk setiap para- Kabupaten/Kota wajib memberikan Bab V Pengendalian Daya Rusak Air Bab VI Perencanaan meter baku mutu air dan baku mutu informasi kepada masyarakat mengenai Bab VII Pelaksanaan Konstruksi, limbah cair ditetapkan oleh Menteri. pengelolaan kualitas air dan pengenda- Operasi dan Pemeliharaan Bab VIII Sistem Informasi Sumber Daya Air Apabila kualitas air lebih rendah dari lian pencemaran air. Bab IX Pemberdayaan dan Pengawasan kualitas air menurut golongan yang te- Bab X Pembiayaan Dalam hal terjadi perbuatan melang- Bab XI Hak, Kewajiban dan Peran Masyarakat lah ditetapkan, Gubernur Kepala Dae­ gar hukum berupa pencemaran dan/ Bab XII Koordinasi Bab XIII Penyelesaian Sengketa rah Tingkat I menetapkan program atau perusakan lingkungan hidup, maka Bab XIV Gugatan Masyarakat dan Organisasi pening­ atan kualitas air. k akan dikenakan sanksi ganti kerugian Bab XV Penyidikan Bab XVI Ketentuan Pidana Setiap orang atau badan yang mem- maupun sanksi administrasi untuk be- Bab XVII Ketentuan Peralihan Bab XVIII Ketentuan Penutup buang limbah cair wajib menaati baku berapa pelanggaran yang ditetapkan ses- mutu limbah cair sebagaimana telah di- uai dengan peraturan perundangan. tentukan dalam izin pembuangan lim-pada sumber-sumber air. Pengendalian bah cair yang telah ditetapkan. Sedang- Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001pencemaran air dilakukan dengan cara kan penanggung jawab kegiatan wajib tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Airmencegah masuknya pencemaran air membuat saluran pembuangan limbahpada sumber air dan prasarana sumber cair sedemikian rupa, sehingga memu- Bab I Ketentuan Umum Bab II Pengelolaan Kualitas Airdaya air. Oleh karena itu, setiap orang dahkan pengambilan contoh dan pe- Bab III Pengendalian Pencemaran Air Bab IV Pelaporanatau badan usaha dilarang melakukan ngukuran debit limbah cair di luar areal Bab V Hak Dan Kewajibankegiatan yang mengakibatkan rusaknya kegiatan. Bab VI Persyaratan Pemanfaatan Dan Bab VII Pembinaan Dan Pengawasansumber air dan prasarananya, meng- Baku mutu limbah cair yang diizin­ Bab VIII Sanksi Bab IX Ketentuan Peralihanganggu upaya pengawetan air dan/atau kan dibuang ke dalam air oleh suatu Bab X Ketentuan Penutupmengakibatkan pencemaran air. kegi-atan ditetapkan oleh Gubernur Pengendalian daya rusak air dilaku- Kepala Daerah Tingkat I berdasarkankan secara menyeluruh yang mencakup baku mutu limbah cair.upaya pencegahan, penanggulangan,dan pemulihan. Hal tersebut merupakan Peraturan Pemerintah Nomer 82 Ta-tanggung jawab Pemerintah, Pemerintah hun 2001 tentang Pengelolaan Kuali-Daerah, serta pengelola sumber daya air tas Air dan Pengendalian Pencemaranwilayah sungai dan masyarakat. Air Penyelenggaraan pengelolaan kuali-Peraturan Pemerintah Nomor 20 tas air dan pengendalian pencemaranTahun 1990 tentang Pengendalian air dapat dilaksanakan oleh pihak ketigaPencemaran Air. berdasarkan peraturan perundangan. Gubernur menunjuk instansi teknis Pengelolaan kualitas air dilakukan untukdi daerah untuk melakukan inventa- menjamin kualitas air yang diinginkanrisasi kualitas dan kuantitas air untuk sesuai peruntukannya agar tetap dalamkepentingan pengendalian pencemaran kondisi alamiahnya. Sedangkan pengen-air. Kemudian data kualitas dan kuan- dalian pencemaran air dilakukan untuk menjamin kualitas air sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 1990 baku mutu air melalui upaya pencega- tentang Pengendalian Pencemaran Air han dan penanggulangan pencemaran Bab I Ketentuan Umum air serta pemulihan kualitas air. Bab II Inventarisasi Kualitas dan Kuantitas Air Bab III Penggolongan Setiap orang yang membuang air Bab IV Upaya Pengendalian Bab V Perizinan limbah ke prasarana dan/atau sarana Bab VI Pengawasan dan Pemantauan pengelolaan air limbah yang disediakan Bab VII Pembiayaan Bab VIII Sanksi oleh Pemerintah Kabupaten/Kota dike- Bab IX Ketentuan Peralihan nakan retribusi. Bab X Ketentuan PenutupRegulasi 224
  • Peraturan Pemerintah Nomor 16 Ta- Dalam hal Prasarana dan Sarana Air terpusat dilakukan secara kolektif mela-hun 2005 tentang Pengembangan Limbah, setiap orang perseorangan atau lui jaringan pengumpul dan diolah sertaSistem Penyediaan Air Minum. kelompok masyarakat dilarang mem- dibuang secara terpusat. Pengaturan pengembangan SPAM buang air limbah secara langsung tanpa Pelayanan minimal sistem pem-diselenggarakan secara terpadu dengan pengolahan ke sumber air baku. PS Air buangan air limbah berupa unit pengo-pengembangan Prasarana dan Sarana Limbah dilakukan melalui sistem pem- lahan kotoran manusia/tinja dilakukanSanitasi yang berkaitan dengan air mi- buangan air limbah setempat dan/atau dengan menggunakan sistem setempatnum. Air minum yang tidak memenuhi terpusat. Untuk sistem pembu­ ngan a atau sistem terpusat agar tidak mence-syarat dilarang didistribusikan kepada air limbah setempat dilakukan secara mari daerah tangkapan air/resapan airmasyarakat. individual melalui pengolahan dan baku. Air minum yang dihasilkan dari pembuangan air limbah setempat. Se- Pemantauan kualitas dan kuantitasSPAM yang digunakan oleh masyarakat dangkan sistem pembuangan air limbah hasil pengolahan air limbah wajib di-pengguna/pelanggan harus memenuhi lakukan secara rutin dan berkala sesuaisyarat kualitas berdasarkan peraturan dengan standar yang ditetapkan Menteri Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2005Menteri yang menyelenggarakan urusan tentang Pengembangan Sistem yang menyelenggarakan urusan peme-pemerintahan di bidang kesehatan. Un- Penyediaan Air Minum rintahan di bidang lingkungan hidup.tuk limbah akhir dari proses pengolahan Bab I Ketentuan Umum Mengenai pemilihan lokasi instalasiair baku menjadi air minum wajib dio- Bab II Sistem Penyediaan Air Minum Bab III Perlindungan Air Baku pengolahan air limbah harus memper-lah terlebih dahulu sebelum dibuang ke Bab IV Penyelenggaraan hatikan aspek teknis, lingkungan, so- Bab V Wewenang dan Tanggung Jawabsumber air baku dan daerah terbuka. Bab VI Badan Pendukung Pengembangan SPAM sial budaya masyarakat setempat, serta Perlindungan air baku dilaku- Bab VII Pembiayaan dan Tarif dilengkapi dengan zona penyangga. Bab VIII Tugas, Tanggung Jawab,kan melalui keterpaduan pengaturan Peran, Hak, dan Kewajiban Untuk lokasi pembuangan akhir hasil Bab IX Pembinaan dan Pengawasanpengembangan SPAM dan Prasarana Bab X Gugatan Masyarakat dan Organisasi pengo­ahan air limbah yang berbentuk ldan Sarana Sanitasi yang meliputi Prasa- Bab XI Sanksi Administratif cairan, wajib memperhatikan faktor Bab XII Ketentuan Peralihanrana dan Sarana Air limbah dan Prasa- Bab XIII Ketentuan Penutup keamanan, pengaliran sumber air bakurana dan Sarana Persampah­ n. a dan daerah terbuka. BOWO Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 16/M/PRT/2008 tentang Ke- bijakan Strategi Nasional Sistem Pe­ ngelolaan Air Limbah Permukiman. Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan Sistem Pengolahan Air Limbah Permukiman dimaksudkan sebagai pedoman dan arahan dalam penyusunan kebijakan teknis, perenca- naan, pemrograman, pelaksanaan dan pengelolaan dalam penyelenggaraan pengembangan sistem pengelolaan air limbah permukiman, baik di lingkung- an Departemen, Lembaga Pemerintah Non Departemen, Pemerintah Daerah, maupun bagi masyarakat dan dunia usaha. Kebijakan pengelolaan air limbah permukiman dirumuskan dengan men- jawab isu strategis dan permasalahan dalam pengembangan pen- golaan air limbah permuki- man. 225 Regulasi
  • Peraturan Menteri Pekerjaan Umum limbah domestik yang telah ditetapkan, melanggar baku mutu air dan menim- Nomor 16/M/PRT/2008 tentang Kebijakan membuat saluran pembuangan air lim- bulkan pencemaran air. Strategi Nasional Sistem Pengelolaan Air Limbah Permukiman bah domestik tertutup dan kedap air Permohonan izin yang diberikan sehingga tidak terjadi perembesan air didasarkan pada hasil kajian analisis Bab I Ketentuan Umum Bab II Ketentuan Teknis dan Pengaturan di Daerah limbah ke lingkungan, serta membuat mengenai dampak lingkungan atau ka- Bab III Ketentuan Peralihan Bab IV Ketentuan Penutup sarana pengambilan sample pada outlet jian upaya pengelolaan lingkungan dan unit pengolahan air limbah. upaya pemantauan lingkungan. Di tingkat daerah adopsi terhadap Baku mutu air limbah domestik Dalam izin pembuangan air limbahkebijakan dan strategi ini memerlukan dae­ ah ditetapkan dengan Peraturan r ke air atau sumber air, Bupati/Walikotapenyesuaian sesuai dengan karakteristik, Daerah Provinsi. Bupati/Walikota wajib wajib mencantumkan seluruh kewajibankondisi serta permasalahan dari masing- men­ antumkan persyaratan dalam izin c dan larangan bagi usaha dan/atau ke­masing daerah yang bersangkutan. pembuangan air limbah domestik bagi giatan sebagaimana yang tercantum da- usaha dan/atau kegiatan permukiman lam PP Nomor 82 Tahun 2001 tentangKeputusan Menteri Lingkungan Hi­ (real estate), rumah makan (restauran), Pengelolaan Kualitas Air dan Pengenda-dup Nomor 112 Tahun 2003 tentang per­ antoran, perniagaan, apartemen k lian Pencemaran Air.Baku Mutu Air Limbah Domestik. dan asrama. Baku mutu air limbah domestik ada- Kebijakan Nasional Air Minum danlah ukuran batas atau kadar unsur pence- Keputusan Menteri Negara Lingkung­ Penyehatan Lingkungan Berbasis Ma-mar dan/atau jumlah unsur pencemar an Hidup Nomor 42 Tahun 2003 ten- syarakat (AMPL-BM).yang ditenggang keberadaannya dalam tang Perubahan atas Keputusan Men- Tujuan pembangunan AMPL adalahair limbah domestik yang akan dibuang teri Negara Lingkungan Hidup Nomor meningkatkan pembangunan, penyedi-atau dilepas ke air permukaan. 111 Tahun 2003 tentang Pedoman aan, pemeliharaan dan meningkatkan Baku mutu air limbah domestik mengenai Syarat dan Tata Cara Peri- kehandalan dan keberlanjutan pelayan­berlaku bagi usaha dan/atau kegiatan zinan Serta Pedoman Kajian Pembu- an prasarana dan sarana air minum danpermukiman (real estate), rumah makan angan Air Limbah ke Air atau Sumber penyehatan lingkungan. Agar tujuan(restauran), perkantoran, perniagaan dan Air tersebut dapat dicapai maka diperlukanapartemen. Untuk setiap penanggung Setiap usaha dan/atau kegiatan yang perubahan paradigma pembangunanjawab usaha dan/atau kegiatan terse- akan membuang air limbah ke air atau yang dimanifestasikan melalui perubah­but diwajibkan melakukan pengolahan sumber air wajib mendapat izin tertulis an kebijakan air minum dan penyehatanair limbah domestik sehingga mutu air dari Bupati/Walikota. Bupati/Walikota lingkungan yang berdasar kepada :limbah domestik yang dibuang ke ling- dilarang menerbitkan izin pembuangan a. Air merupakan benda sosial dan ben-kungan tidak melampaui baku mutu air air limbah ke air atau sumber air yang da ekonomi. PU b. Pilihan yang diinformasikan sebagai dasar dalam pendekatan tanggap ke- butuhan. c. Pembangunan berwawasan lingkung­ an. d. Pendidikan perilaku hidup bersih dan sehat. e. Keberpihakan pada masyarakat mis­ kin. f. Peran perempuan dalam pengambilan keputusan. g. Akuntabilitas proses pembangunan. h. Peran pemerintah sebagai fasilitator. i. Peran aktif masyarakat. j. Pelayanan optimal dan tepat sasaran. k. Penerapan prinsip pemulihan biaya. (DEW)Regulasi 226
  • Contoh Peraturan di Tingkat Pemerintahan DaerahPeraturan Gubernur DKI JakartaNomer 122 Tahun 2005 tentangPengelolaan Air Limbah Domestik diProvinsi DKI Jakarta. Untuk pengelolaan air limbah do-mestik, bangunan rumah tinggal danbangunan non rumah tinggal wajibmengelola air limbah domestik sebe-lum dibuang ke saluran umum/drai-nase kota. Bangunan rumah tinggal dan nonrumah tinggal yang telah dibangun danbelum memiliki instalasi pengelolaan airlimbah domestik yang memenuhi syaratbaku mutu air limbah, wajib memper-baiki dan/atau membangun ins­ alasitpengolahan air limbah domestik. Pengolahan air limbah harus me-menuhi ketentuan tentang Baku MutuAir Limbah Domestik dan mengacupada Pedoman Umum tentang SistemPengolahan Air Limbah Domestik. BORDA karena itu, Pemerintah Daerah perlu memanfaatkan jaringan air limbah do- Peraturan Gubernur Propinsi DKI Jakarta Nomor 122 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Air melakukan pengelolaan air limbah mestik terpusat, diwajibkan membuat Limbah Domestik di Provinsi DKI Jakarta dengan cara membuat sistem pengatu- instalasi pengolahan air limbah setem- Bab I Ketentuan Umum ran terhadap jaringan air limbah baik pat berupa septik tank komunal atau Bab II Asas, Tujuan, dan Sasaran Bab III Ruang Lingkup terpusat maupun setempat. IPAL komunal. Bab IV Penyusunan Rencana Induk Sistem pengolahan air limbah se- Pemerintah Daerah mempunyai ke- Sanitasi Lingkungan Bab V Pengelolaan Air Limbah Domestik tempat merupakan pembuangan air wajiban untuk melakukan pengawasan Bab VI Persyaratan Teknis Pengolahan Air Limbah Domestik limbah domestik ke dalam septik tank terhadap instalasi pengolahan air lim- Bab VII Pembinaan dan Pengawasan individual, tanki septik komunal atau bah setempat yang telah terbangun dan Bab VIII Hak, Kewajiban dan Peran Serta Masyarakat Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) secara berkala melakukan pemantauan Bab IX Sanksi Administrasi Bab X Ketentuan Penutup Komunal. Sedangkan sistem pengo- terhadap kualitas pengolahan air lim- lahan air limbah terpusat merupakan bah setempat.n pembuangan air limbah domestik kePeraturan Daerah Kota Yogyakarta dalam jaringan air limbah domestik Peraturan Daerah Kota Yogyakarta Nomor 6 TahunNomer 6 Tahun 2009 tentang Penge­ yang disediakan oleh Pemerintah. 2009 tentang Pengelolaan Air Limbah Domestiklolaan Air Limbah Domestik. Orang atau badan yang terjangkau Bab I Ketentuan Umum : Permasalahan pengelolaan air lim- sistem pengolahan air limbah terpusat Bab II Pengelolaan Air Limbah Domestikbah domestik di wilayah Kota Yogya- wajib menyalurkan air limbah domes- Bab III Pengembangan dan Pemeliharaan Jaringan Air Limbah Domestikkarta cukup kompleks baik dari segi tiknya ke jaringan air limbah terpusat. Bab IV Penyedotan Air Limbah Domestik Bab V Perizinanpengaturannya maupun pembiayaan- Untuk penyambungan air limbah do- Bab VI Larangannya. Sistem pengelolaan jaringan air mestik ke jaringan air limbah terpusat Bab VII Sanksi Administrasi Bab VIII Ketentuan Pidanalimbah yang belum berjalan secara harus dengan izin Walikota atau Peja- Bab IX Penyidikan Bab X Pengawasan dan Pengendalianoptimal merupakan salah satu kendala bat yang ditunjuk. Orang atau badan Bab XI Ketentuan Penutupbagi Pemerintah Daerah dalam upaya di wilayah-wilayah yang karena kondisipelestarian lingkungan hidup. Oleh dan pertimbangan tertentu tidak dapat 227 Regulasi
  • Info Buku Tengah, Banjarmasin Selatan. Kam-P pung Minomartani, Kecamatan Nga- glik, Kabupaten Sleman, DIY. Kepanjen, ada umumnya kota-kota Kabupaten Malang, Jawa Timur. Kam- di Indonesia masih belum pung Joyoraharjan RT. 01/X, Kota Solo. memiliki sistem pengelo- Komplek Perumahan Penca, Solo. San- laan air limbah secara ter- itren di Kota Blitar. Mojokerto, Jawa pusat. Pada saat ini sistem Timur. Kota Denpasar, Bali. Kelurahanpengelolaan air limbah terpusat hanya Binangan, Kabupaten Mamuju, Su-berada di 11 kota saja dengan cakupan lawesi Barat. Dusun Sawahan Taran-pelayanan yang masih rendah. dam, Kabupaten Kerinci, Jambi. Kota Sanimas merupakan suatu Pengarang Balikpapan, Kalimantan Timur. Pelam-pendekatan dalam penyediaan prasa- Gressiadi & Suhaeniti buan, Banjarmasin Barat. Kampung Tahun Terbit rana dan sarana air limbah permuki- 2009 Sangkrah, Kota Solo. Kota Yogyakarta.man bagi masyarakat berpenghasi- Penerbit Kampung Bustaman, Kota Semarang.lan rendah di lingkungan padat pen- Departemen Pekerjaan Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Umum & BORDA,duduk, kumuh, dan rawan sanitasi di 2009, 152 halaman Beragam kisah sukses dari barbagaiperkotaan. Sanimas mengedepankan lokasi program memberi banyak pem- Sanimas Kisah Suksesproses pemberdayaan masyarakat,yaitu melibatkan masyarakat secarapenuh dalam seti­ p tahapannya den- agan pendekatan tanggap kebutuhan. Program Sanimas dimulai tahun2001 di 6 kota/kabupaten di JawaTimur dan Bali, yang dibiayai AusAIDmelalui WSP bekerjasama denganGOI, di mana BORDA bersama partner melalui Direktorat Pengembangan belajaran yang bisa dipetik dan diap-LPTP, BEST dan BALIFOKUS sebagai ex- Penyehatan Lingkungan Permukiman, likasikan di lokasi lain. Pembelajaranecuting agency. Ditjen Cipta Karya telah melaksanakan tersebut disimpulkan antara lain, sus- BORDA sendiri membuat pilot pro­ replikasi kegiatan Sanimas. Kini Sani- tainable behavioral changes, prosesject di Provinsi Bali, Jawa Tengah, DIY, mas sudah dilaksanakan di lebih dari menuju Zero Open Defecation, solusidan Jawa Timur (sebanyak 25 lokasi) 400 lokasi yang tersebar di hampir se- perbaikan sanitasi, serta dampak so-yang dilaksanakan sejak tahun 2003 luruh provinsi di Indonesia. sial ekonomi Sanimas. Di bab akhir adahingga 2005. Tahun 2004 direplikasi Buku ini diterbitkan atas kerjasama lampiran data Sanimas secara lengkapoleh pemerintah kota/kabupaten Departemen Pekerjaan Umum bersa- dari tahun 2003-2006.deng­ n dukungan dari BAPPENAS a ma BORDA untuk merangkum keber- Buku ini juga dapat digunakan se-melalui Pokja AMPL dan BORDA. hasilan Sanimas di Indonesia. bagai bahan informasi dalam rangka Tahun 2006 menjadi program na- Buku ini cukup sederhana dengan pengembangan sanitasi di perkotaan.sional dan direplikasi pada skala lebih hanya membagi empat bab, yaitu Harapannya, buku ini dapat mendo­luas di 16 provinsi oleh Departeman Sekilas Perjalanan Sanimas, Kisah rong dan mengingatkan kita untukPekerjaan Umum melalui Direktorat Sukses Sanimas, Pembelajaran dari dapat bertindak secara tepat dalamPengembangan Penyehatan Lingku­ g­ n Sanimas dan Lampiran. Soal kisah memperbaiki kondisi tersebut agar da-an Permukiman/PPLP, Direktorat Jen- suk­ es pelaksanaan program Sanimas s pat membawa kehidupan menjadi lebihderal Cipta Karya bekerjasama dengan di berbagai lo­ a­ i program, dibahas k s baik. Di samping harapan untuk dapatBORDA, sampai sekarang. tersendiri dalam satu bab. menggugah seluruh pihak (Pemerintah Keberhasilan program itu ditandai Ada puluhan lokasi yang dinilai Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota,dengan fasilitas yang diba­­ un sampai ng­ sukses dalam menjalankan program DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota,saat ini masih berfungsi dan terpeli- Sanimas yaitu Kampung Nelayan II di LSM/­ wasta, dan ma­ yarakat) untuk S s hara dengan baik, maka sejak 2006 Kelurahan Sungailiat, Kecamatan Sun- turut berpartisipasi aktif dalam pena­ Departemen Pekerjaan gailiat, Kabupaten Bangka, Provinsi nganan sanitasi di Indonesia. nBW Umum Kepulauan Bangka Belitung. Kelayan 228
  • Info Situs CIPTA KARYA PU http://ciptakarya.pu.go.id Situs ini khusus tentang Direktorat Jenderal Cipta Karya sebagai salah satudirektorat pada Departemen Pekerjaan Umum. Ditjen Cipta Karya dibentuk denganpendekatan yang dilaksanakan melalui sektoral, berupa penyediaan infrastrukturkeciptakaryaan. Situs ini menampilkan berbagai kegiatan keciptakaryaan berupapenyediaan infrastruktur air minum, air limbah, persampahan, pengelolaansanitasi dan drainase. Beragam berita dan dokumentasi kegiatan direktorat initerdapat pada situs ini. BORDA http://www.borda-net.org Pada situs ini memuat link terkait LSM BORDA yang ada diberbagai belahandunia seperti, http://www.borda-sa.org/ (untuk south asia), http://www.borda-sea.org (untuk south east asia), http://www.borda-sadc.org (untuk southernafrica). Adapun berita terkait sanitasi ada di masing-masing situs tersebut. Padamenu layanan dari BORDA ada Decentralized Water Supply, DEWATS (DecentralizedWaste Water Treatment System), CBS (Community Based Sanitation), DESWAM(Decentralized Solid Waste Management), Decentralized Energy supply, knowledge& Quality management. Pada menu knowledge/publikasi terdapat newsletter,DEWATS newsletter, handbook & manual, studies & reports, dan sebagainya yangsemuanya bisa diunduh. Ada abbreviation (singkatan-singkatan) dari istilah yangterkait dengan BORDA. Serta menu pencarian untuk mencari data seputar sanitasi. BaliFokus http://balifokus.asia Program yang dijalankan BALIFOKUS adalah pengelolaan lingkungan perkotaanyang berpihak pada masyarakat yaitu pemberdyaan masyarakat untuk pengelolaanlimbah domestik, usaha kecil dan menengah, sampah, air bersih, dan kimiawi yanglebih baik. Disamping itu juga menggarap pariwisata yang berkelanjutan. BaliFokus juga bekerja sama dengan BORDA. Karena itu, BaliFokus jugamelakukan promosi dan melaksanakan program Sanimas, yaitu program Sanitasiuntuk Masyarakat di enam wilayah masyarakat miskin di Jawa Timur dan Bali yangdidanai oleh AusAID dan dikelola oleh WSP/World Bank dengan pelaksana BORDA. Situs ini juga berisi berita dan artikel seputar sanitasi dan kegiatan BaliFokus.Disamping soal sanitasi berbasis masyarakat berupa foto-foto kegiatan yang ada didaerah-daerah binaan dari BaliFokus. BEST (Bina Ekonomi Sosial Terpadu) http://www.best.or.id/ Bina Ekonomi Sosial Terpadu (BEST) adalah LSM di Indonesia yang berdiritahun 1995 di Tangerang, Provinsi Banten dengan bantuan LSM Jerman,BORDA. BEST dengan jelas menyatakan misinya untuk meningkatkan kualitashidup masyarakat dengan prinsip partisipasi. Kegiatan utamanya adalah untukmeningkatkan kesejahteraan keluarga masyarakat miskin di permukiman kumuhperkotaan. Program awalnya terpusat pada pembangunan sumber air bersihuntuk masyarakat tak mampu. Seiring berjalannya waktu, program ini meluas danmencakup semua konsep sanitasi, termasuk pengelolaan sampah. Selain program “Sampah Pro”, BEST juga menerapkan program Sanimas dan 229
  • MCK++ yang terpampang jelas pada situs ini. Kabar-kabar terkait program Sanimas di berbagai wilayah secara khusus tampil pada topik berita lengkap dengan foto- foto kondisi sebelum dan sesudah adanya program Sanimas. C-BETech (Center for Community Based Environmental Technology) http://www.cbtech-lptp.org C-BETech (Center for Community Based Environmental Technology) adalah sebuah LSM yang menerapkan Proyek DEWATS di Indonesia. LSM ini bernaung dibawah Yayasan Lembaga Pengembangan Teknologi Perdesaan (LPTP) yang dibentuk berdasarkan idealism dan partisipasi aktif dalam memecahkan masalah polusi di lingkungan di Indonesia. Sementara Proyek DEWATS merupakan kerjasama antara LPTP Indonesia dengan Bremen Overseas Research and Development Institution (BORDA) Jerman. C-BETech menyediakan jasa layanan, seperti desain dan konstruksi biogas bagi peternakan, industri tahu dan rumah pemotongan hewan, desain dan konstruksi unit pengolahan limbah cair rumah sakit, hotel dan pemukiman penduduk, serta sanitasi berbasis masyarakat. Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL) http://ampl.or.id Situs AMPL merupakan salah satu media komunikasi yang digunakan oleh kelompok kerja AMPL untuk bertukar informasi mengenai air minum dan penyehatan lingkungan. Situs AMPL ini selalu berusaha untuk mengetengahkan informasi baru seputar air minum dan penyehatan lingkungan maupun mempublikasikan kegiatan yang dilakukan Pokja AMPL. Selain itu, situs ini juga menampilkan inovasi, wawasan, kisah sukses, fakta, serta koleksi pustaka terkait bidang AMPL di digital library AMPL sebagai media publikasi produk yang dimiliki Pokja AMPL. Sehingga situs ini diharapkan dapat menjadi sumber referensi para pemangku kepentingan yang terkait maupun tertarik dengan AMPL. WASPOLA http://waspola.org Situs ini cukup lengkap tidak hanya menyediakan informasi tentang Waspola tetapi juga air minum dan sanitasi. Termasuk Program Sanimas yang memang dicetuskan dan didanai oleh AusAID (Waspola) yang bekerja sama dengan World Bank. Tidak hanya dalam bentuk berita dari berbagai daerah di Indonesia tapi juga kegiatan-kegiatan yang sudah dan akan digelar. Lebih menarik lagi, bagi siapa yang berkunjung ke situs ini dan menginginkan informasi dapat mengunduhnya. Situs ini juga menghubungkan kepada situs-situs lain dalam bidang serupa baik dalam maupun luar negeri terkait program air minum dan sanitasi.   ESP http://esp.or.id Situs ini tentang Environmental Services Program (ESP) atau Layanan Jasa Lingkungan berupa penyedia dan pembiayaan jasa lingkungan. Tersedia berbagai artikel terkait air minum dan penyahatan lingkungan dari daerah-daerah binaan ESP. ESP merupakan program lima tahun yang dikembangkan oleh USAID/ Indonesia sebagai tanggapan dari inisiatif Presiden pada 2002 untuk memperbaiki manajemen sumber daya air yang berkelanjutan. Pada situs ini juga tersedia materi publikasi berupa laporan kegiatan ESP di Indonesia. ESP dalam kegiatannya bekerjasama dengan Pemerintah Indonesia, sektor swasta, organisasi non- pemerintah, kelompok masyarakat dan pemangku kepentingan lain.Info Situs 230
  • SANITASI http://sanitasi.or.id Situs yang dikelola Tim Teknis Pembangunan Sanitasi (TTPS) ini tidak hanyamenyediakan informasi-informasi terbaru terkait pembangunan sektor sanitasi diIndonesia, tetapi juga arsip baik berupa berita, dokumen perundang-undangan,laporan, prosiding, dan berbagai publikasi, serta bank foto dan video. Selain jugamemuat berbagai pengalaman dari kota-kota dan best practice terkait praktek-praktek pembangunan sanitasi di seluruh Indonesia. Melalui situs ini diharapkan terjalin interaksi antarpihak yang dapat memberisumbangan positif bagi pembangunan sektor sanitasi. Para pembaca dapatmenjalin diskusi melalui forum online yang ada di situs ini yang diharapkan lahirdan berkembang suatu “kelompok praktisi” atau community of practice. Situs inijuga menyediakan link ke program-program yang ada di Indonesia dan situs-situsterkait sektor sanitasi. Community-Led Total Sanitation (CLTS) http://www.communityledtotalsanitation.org Situs ini menyediakan informasi dan kebutuhan seputar program Community-Led Total Sanitation (CLTS) atau Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM)yang ada di seluruh dunia. Situs ini juga memfasilitasi kita untuk berbagi danmengetahui bagaimana pelaksanaan program CLTS di berbagai Negara. Situs ini memaparkan 23 negara di dunia, termasuk Indonesia, yangmengadopsi program CLTS. Dan masing-masing negara mempunyai penyebaranwilayah masing-masing. Indonesia sendiri menerapkan dengan disesuaikan kondisilingkungan dan menjadi program STBM. Berita-berita terpampang lengkap di situs ini disertai foto-foto dan video dariberbagai negara pengadopsi CLTS. Situs CLTS ini tergolong baru dengan harapanmendapat tanggapan dan kontribusi dari pengunjung terutama yang mempunyaikepentingan terkait sanitasi total. CHA/BW LPTP http://www.lptp.co.id Situs ini nyaris bisa menggambarkan program-program yang dijalankan olehLembaga Pengembangan Teknologi Pedesaan (LPTP). Dengan mendasarkan dirinyapada visi untuk menjadi pelopor inovatif (inovatif leader) keadilan dan kedaulatandalam pengembangan pangan, energi dan pelestarian fungsi lingkungan, LPTPmenyusun banyak sekali program pemberdayaan, dari mulai mengembangkanteknologi DEWATS, mengembangkan program pembangunan perumahan,menginisiasi pendirian koperasi sampai dengan membangun unit usaha PTDEWATS LPTP. Semua program itu diberi tempat dalam situs ini. Kabar-kabar terbaru, sepertikunjungan ke daerah dan studi banding dari pihak luar, tak luput juga diberitakan.Yang juga menarik, situs ini dengan penuh kesadaran sejarah menghadirkan kisahperjalanan LPTP sendiri, dari mulai sejarah pendirian sampai situasi terbaru.Bahkan, alamat kantor yang pernah digunakan LPTP sepanjang sejarahnya jugaditampilkan dengan cukup memadai. Salah satu bagian paling menarik untuk dikunjungi adalah menu galeri foto.Ada puluhan foto yang disusun berdasarkan masing-masing kegiatan yang bisadibuka dan dikunjungi. Ini menunjukkan, seperti halnya menu sejarah LPTP,situs ini menyadari pentingnya pendokumentasian perjalanan sejarah sebuahorganisasi. 231 Info Situs
  • Info Pustaka oleh pemerintah daerah sesuai dengan n BUKU n agenda desentralisasi dan reformasi. Kebijakan ini membawa pesan tentangBUKU PEDOMAN SANIMAS: perlunya perubahan paradigma dalamSANITASI BERBASIS MASYARAKAT pembangunan sektor air minum danPenerbit: Direktorat Pengembangan penyehatan lingkungan terutama penting-Penyehatan Lingkungan Permukiman, nya keberlanjutan pelayanan dan efek-Ditjen Cipta Karya, Departemen Pekerjaan tivitas penggunaan prasarana dan saranaUmum, Jakarta, 2008 yang dibangun. Kebijakan ini dijabarkan dalam beberapa strategi pelaksanaan Buku Pedoman Sanimas ini terdiri dari yang diantaranya meliputi penerapanPanduan Umum Pelaksanaan Sanimas pendekatan tanggap kebutuhan, pening-dan Petunjuk Pelaksanaan Sanimas, katan sumber daya manusia, kampanyeyang berguna sebagai acuan bagi para kesadaran masyarakat, upaya peningkatanpemangku kepentingan (stakeholders) penyehatan lingkungan, pengembangandalam penyelenggaraan program Sanimas. kelembagaan dan penguatan sistem moni- Panduan umum Sanimasberisi penje- toring serta evaluasi pada semua tingkatanlasan ringkas tentang kegiatan Sanimas- proses pelaksanaan.mulai dari tahap persiapan, perencanaan,pelaksanaan, pengawasan, pengendalian, KARAKTERISTIK DAN CARA PENGOLAHANserta pemanfaatan dan pemeliharaannya. AIR LIMBAH SERTA DAMPAKNYASedangkan panduan yang lebih rinci dari TERHADAP LINGKUNGANberbagai tahap pelaksanaan terdapat pada Penerbit : Kementerian Lingkungan Hidup,Petunjuk Pelaksanaan Sanimasyang dileng- Jakarta, 2003kapi berbagai metode yang akan menjadiacuan dalam pelaksanaan Sanimas di la- Sumber daya air kita saat ini sudahpangan. sangat tercemar oleh limbah buangan yang berasal dari industri maupun rumahKEBIJAKAN NASIONAL PEMBANGUNAN tangga. Industri dalam proses produksinyaAIR MINUM DAN PENYEHATAN LINGKUN- telah mengeluarkan air limbah yangGAN BERBASIS MASYARAKAT sangat beragam jenisnya dan sangatPenerbit: Bappenas – Depkimpraswil – potensial memberikan dampak terhadapDepkes – Depdagri - Depkeu, Jakarta, 2003 lingkungan serta kesehatan. Demikian pula dengan limbah rumah tangga, air limbah Penyusunan dokumen kebijakan ini yang berasal dari kamar mandi, toilet,bertujuan untuk menghasilkan kebijakan tempat cuci dan dapur telah memberikannasional AMPL yang merupakan kesepaka- kontribusi yang signifikan terhadaptan seluruh instansi/ sektor pusat dan pencemaran air.daerah, masyarakat, akademisi, LSM, serta Dengan kondisi sumber daya air yanglembaga keuangan bilateral/ multilateral tercemar, banyak masyarakat yang sudahpemberi bantuan dan pinjaman, mengi- merasa kesulitan mendapatkan air bersihdentifikasi strategi dan langkah-langkah untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-pelaksanaan kebijakan dalam sektor hari. Tercemarnya sumber air baku airAMPL, serta sebagai masukan untuk meny- minum telah pula berakibat terhadapusun program jangka panjang, menengah mahalnya biaya pengolahan untuk dan tahunan sektor AMPL, baik yang di- menghasilkan air bersih. laksanakan oleh pemerintah Buku ini disusun dengan dilatar pusat maupun belakangi oleh perlunya informasi yangInfo Pustaka 232
  • dapat diberikan kepada masyarakat agar PEDOMAN PENGELOLAAN AIR LIMBAHmengetahui bagaimana karakteristik- PERKOTAANkarakteristik air limbah dan cara-cara Penerbit : Dirjen Tata Perkotaan Dan Tatapengolahan yang dapat dilakukan, Perdesaan, Departemen Kimpraswil, 2003sehingga mengurangi dampak yangditimbulkan. Pengelolaan air limbah domestik tidak hanya berkaitan dengan derajat kesehatanPENGOLAHAN LIMBAH GOT SEBAGAI masyarakat tetapi juga dengan kelestarianPELUANG USAHA lingkungan air kita, untuk melindungiPenerbit: Penebar Swadaya, Jakarta sumber air baku air minum. Penelitian terhadap sungai - sungai utama di Tidak saja bau kurang sedap yang Indonesia telah banyak dilakukan denganmenguap, tapi genangan got juga memicu hasil yang cukup mengejutkan karenamunculnya nyamuk. Got yang mampet sejumlah besar sungai - sungai tersebutmemang melahirkan banyak masalah. tercemar air limbah domestik.Bagaimana cara menanggulanginya? Pedoman Pengelolaan Air LimbahLewat buku ini, tidak saja ditawarkan cara Perkotaan, berisi pedoman bagaimanamengatasi masalah yang muncul. Lebih merencanakan sistem pengelolaandari itu, limbah got juga bisa dimanfaatkan air limbah domestik perkotaan darimenjadi produk yang berpeluang untuk membuat rancangan induk, melakukandiwirausahakan. Limbah got bisa disulap studi kelayakan, memilih, membangun,menjadi batako, paving blok, konblok, mengoperasikan dan memeliharamedia tanam, kompos, dan pupuk cair. prasarana dan sarana yang dilengkapi dengan gambar - gambar ilustrasi sertaPETUNJUK contoh perhitungan. Pedoman iniMODUL PANDUAN PENYUSUNAN dilengkapi petunjuk - petunjuk praktisRENCANA KERJA MASYARAKAT (RKM) yang diharapkan dapat membantuSANIMAS 2006 pelaksana di lapangan.Penerbit: SANIMAS, 2006 PEDOMAN PENANGGULANGAN LIMBAH Rencana kerja masyarakat merupakan CAIR DOMESTIK DAN TINJAmetode pendekatan yang mengkaji kondisi Penerbit: Kementerian Lingkungan Hidup,sanitasi masyarakat dengan mengadopsi Jakarta, 2005MPA (Methodology of ParticipatoryAssessment) dan PHAST (Participatory Limbah cair domestik di IndonesiaHygiene and Sanitation Transformation). masih menjadi masalah besar yang Penggunaan RKM (Rencana Kerja Masy- dihadapi, khususnya di kota-kota besararakat) ini adalah untuk meningkatkan dan dan di lingkungan yang padat penduduk,sekaligus memperkuat proses perencanaan fasilitas sanitasi yang tersedia masih jauhpartisipatif yang tanggap pada kebutuhan, dari memadai, disamping itu kesadaranMPA mempunyai fokus pada penilaian dan kepedulian masyarakat juga masihkebutuhan terhadap sarana sanitasi, se- sangat rendah.dangkan PHAST mempunyai fokus pada pe- Buku pedoman ini disusun untukrubahan perilaku hidup bersih dan sehat di memberikan informasi terhadap upaya-tingkat rumah tangga dan masyarakat. upaya yang dapat dilakukan untuk Tujuan RKM adalah teridentifikasinya menghindari dampak yang ditimbulkankebutuhan masyarakat laki - laki dan dari limbah cair domestik, selain itu jugaperempuan serta kelompok kaya - miskin bermaksud memberikan pemahaman bagiuntuk memecahkan permasalahan sanitasi petugas di lapangan, masyarakat sertayang ada berdasarkan kemampuan pihak yang terkait dalam pengelolaanmasyarakat itu sendiri. air limbah domestik dan tinja dalam 233 Info Pustaka
  • membangun atau mengembangkan sarana ini bertujuan untuk memberikansanitasi untuk menanggulangi dampak persyaratan dan ketentuan teknis dalampencemaran dari limbah cair domestik pengoperasian dan pemeliharaan instalasidan tinja, khususnya pada permukiman pengolahan air limbah rumah tangga nonpadat penduduk atau kumuh yang ada di kakus sehingga effluen yang dihasilkanperkotaan. sesuai dengan persyaratan yang berlaku.PEDOMAN PENANGGULANGAN BUKU PANDUAN ANJANGKARYALIMBAH CAIR DOMESTIK DAN TINJA DI PROGRAM SISTEM PENGELOLAAN LIMBAHPERMUKIMAN PADAT PENDUDUK PADAT REGIONAL DI JEPANG (UNTUKPenerbit : Asisten Deputi 2/ V MENLH PRAKTISI)Urusan Limbah Domestik Kementerian Penerbit : Japan International CooperationNegara Lingkungan Hidup, Jakarta, 2003 Agency (JICA) – Nippon Koei & Sustainable System Design Institute, 2009 Limbah cair domestik di Indonesia ma-sih menjadi masalah besar yang dihadapi, Pustaka ini merupakan panduankhususnya di kota-kota besar dan di ling- kegiatan anjangkarya program sistemkungan yang padat penduduk, fasilitas pengelolaan limbah padat regional disanitasi yang tersedia masih jauh dari Jepang untuk praktisi.memadai, di samping itu kesadaran dan Berisi contoh cara pengelolaan limbahkepedulian masyarakat juga masih sangat padat di Jepang, seperti Prefektur Saitama,rendah. Sehubungan dengan hal tersebut, Higashi-saitama, Kota Bunkyo, Tobe Shoji,maka buku Pedoman ”Penanggulangan dan Meguro Eco-plaza. Juga dilengkapiLimbah Cair Domestik dan Tinja pada dengan sistem pengelolaan limbah padatPermukiman Padat Penduduk” disusun di Jepang, kerangka perundang-undangan,untuk memberikan informasi terhadap garis besar undang-undang pokok, garisupaya-upaya yang dapat dilakukan untuk besar beberapa undang-undang khususmenghindari dampak yang ditimbulkan menurut produk, kerangka perencanaandari limbah cair domestik. Buku pedoman untuk fasilitas pengelolaan limbah padat,ini dapat bermanfaat bagi semua pihak standar teknis untuk Tempat Pembuanganyang terkait dalam pengelolaan air limbah Sampah (TPS), serta sistem pemerintahandomestik dan tinja. yang ikut berperan mendukung program sistem pengelolaan limbah padat di Jepang.PETUNJUK TEKNIS TATA CARAPENGOPERASIAN DAN PEMELIHARAAN PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN LIMBAHINSTALASI PENGELOLAAN AIR LIMBAH CAIR RUMAH TANGGA BAGI PETUGASRUMAH TANGGA NON KAKUS KESEHATAN LINGKUNGANPenerbit : Pusat Penelitian dan Penerbit: Direktorat Penyehatan Air danPengembangan Permukiman, Departemen Sanitasi, Ditjen Pemberantasan PenyakitPekerjaan Umum, 2001 Menular dan Penyehatan Lingkungan, Jakarta, 2007 Petunjuk Teknis Tata CaraPengoperasian Dan Pemeliharaan Instalasi Pengelolaan limbah cair rumahPengelolaan Air Limbah Rumah Tangga tangga merupakan bagian dari kegiatanNon Kakus ini disusun sebagai acuan / peningkatan sanitasi dasar dengan tujuanpedoman dalam pengoperasian dan memutuskan mata rantai penularanpemeliharaan instalasi pengolahan air penyakit yang ditularkan melalui tinja danlimbah rumah tangga non kakus. Sebagai limbah cairnya. pedoman pelaksanaan operasional dan Indonesia termasuk satu diantaranya pemeliharaan instalasi, negara-negara di dunia yang menyepakati tata cara Millenium Development Goals (MDGs)Info Pustaka 234
  • yang dideklarasikan di Johannesburg. Pengembangan Permukiman, BadanSalah satu tujuan tersebut adalah Penelitian dan Pengembangan Kimpraswil,tercapainya target penduduk untuk Departemen Permukiman dan Prasaranamendapatkan akses terhadap sanitasi Wilayah, Departemen Permukiman dandasar pada tahun 2015 sebanyak Prasarana, Bandung, 2001setengah dari penduduk yang belum Pedoman teknis ini memuatmendapatkan akses sanitasi. Komponen pengertian, persyaratan umum,yang penting  dalam pencapaian target pengoperasian dan pemeliharaanMDGs tersebut adalah tersedianya tenaga instalasi pengolahan air limbah dengankesehatan lingkungan yang menguasai menggunakan tangki biofilter.teknologi tepat guna dalam pengelolaanlimbah cair rumah tangga. Oleh karena TATA CARA PENIMBUNAN TANAH UNTUKitu,Departemen Kesehatan menerbitkan BIDANG RESAPAN PADA PENGOLAHAN AIRPedoman Teknis Pengelolaan Limbah Cair LIMBAH RUMAH TANGGARumah Tangga ini untuk dapat dipakai Penerbit: Pusat Penelitian dansebagai acuan terutama oleh para petugas Pengembangan Permukiman, Badankesehatan lingkungan. Penelitian dan Pengembangan Kimpraswil, Departemen Permukiman dan PrasaranaPEDOMAN TEKNIS PEMBANGUNAN Wilayah, Departemen Permukiman danSARANA AIR BERSIH DAN SANITASI PROYEK Prasarana, Bandung, 2001WSLIC-2, BUKU 19: PEMBUATAN SARANAPEMBUANGAN AIR LIMBAH Buku ini mencakup bidangPenerbit: Proyek Air Bersih Dan Sanitasi perencanaan dan pelaksanaan sistemUntuk Masyarakat Perpenghasilan Rendah, penimbunan tanah untuk bidang resapanJakarta pada pengolahan air limbah rumah tangga, meliputi ruang lingkup, acuan, Sarana pembuangan air limbah pengertian, persyaratan tanah dan lokasi,adalah bangunan yang digunakan untuk disain timbunan, serta teknik penimbunan.membuang dan mengumpulkan airbuangan dari kamar mandi, tempat cucian,dapur dan lain-lain, sehingga air limbah n LAPORAN ntersebut dapat tersimpan atau meresapke dalam tanah dan tidak menjadi PELATIHAN SANIMAS,penyebab penyebaran penyakit serta tidak SURABAYA, 04-14 JULI 2006mengotori lingkungan permukiman. Penerbit: BORDA, Jakarta, 2006 Maksud dari pedoman teknis iniadalah untuk dijadikan pegangan bagi Buku Pelatihan Sanimas, Surabaya,perencanaan dan penyelengaraan 04 - 14 Juli 2006 berisikan bahan - bahanpembangunan sarana pembuangan air pelatihan, antara lain: prinsip-prinsiplimbah untuk perlindungan kesehatan Sanimas, seleksi kampung, Sanimas 2006;masyarakat, serta bertujuan memberikan tahap-tahap implementasi dan kegiatanpersyaratan teknis sarana pembuangan air yang dilakukan, pengantar Rencana Kerjalimbah sebagai sarana pengumpulan air Masyarakat (Community Action Plan)buangan agar tidak mengotori lingkungan untuk implementasi Sanimas, Panduanpermukiman. Self Seleksi Masyarakat, Sanimas 2006; tugas-tugas Fasilitator Sanimas, seraPEDOMAN TEKNIS PENGOPERASIAN DAN teknik-teknik Focus Group DiscussionPEMELIHARAAN INSTALASI PENGOLAHAN (FGD).AIR LIMBAH RUMAH TANGGA DENGANTANGKI BIOFILTERPenerbit: Pusat Penelitian dan 235 Info Pustaka
  • LAPORAN SANIMAS OUTCOME digunakan untuk keperluan mandiMONITORING STUDY (SOMS): LAPORAN dan cuci. Pada umumnya masyarakatFINAL, APRIL 2006 menggunakan air bersih dari sumur galiPenerbit: WASPOLA, Jakarta, 2006 dan PDAM. Proposal Rencana Pembangunan Sani- Laporan ini berisi proses dan hasil tasi oleh Masyarakat/Sanimas Untuk Per-kegiatan studi yang dilakukan Asosiasi mukiman Padat Dengan Sistem KomunalMitra Samya dan YKSSI dalam pelaksan- di Lingkungan masjid, bertujuan agar danaaan ”Outcome Monitoring Studi Proyek yang telah dialokasikan, sebagaimana ter-Sanimas di 9 Lokasi Kota/Kabupaten” cantum dalam nota kesepakatan antara(yang 2 diantaranya merupakan lokasi SANIMAS dengan Pemerintah Kota Blitarkontrol/pembanding yang tersebar di 2 tentang pelaksanaan program SANIMASwilayah Propinsi Bali dan Jawa Timur). untuk pembangunan sarana fisik sanitasiSecara umum laporan ini terdiri atas 10 masyarakat, segera dicairkan.bagian, meliputi; Pendahuluan, Metod-ologi, Pelaksanaan Studi, Deskripsi Umum RENCANA PEMBANGUNAN SANITASItentang Lokasi, Keberlanjutan dan Peng- OLEH MASYARAKAT (SANIMAS) II UNTUKgunaan Sarana, Analisa Keuangan/finan- PERMUKIMAN PADAT DENGAN SISTEMsial, Pengaruh dan Perubahan Perilaku, MCK DI KAMPUNG BALOWERTI KOTAPembelajaran (Lesson Learned), Analisis KEDIRIberbagai temuan untuk implementasi, dan Penerbit: Masyarakat Bersama Timrekomendasi. Laporan ini juga melampir- Konsultan Sanimas, Kediri, 2003kan ”Hasil wawancara dengan pihak yangterkait dengan pembangunan Sanimas”, Permasalahan dan kondisi umumseperti pengurus KSM, Fasilitator, LSM, penduduk di Kampung Balowerti RW V,Pendamping/Pelaksana, Pemerintah Kota/ RT 8, 9, 10, 11 Kel. Balowati Kec. Kota,Kabupaten, dan stakeholder pusat. Kota Kediri pada umumnya telah memiliki kamar mandi tetapi tidak memiliki WC,RENCANA PEMBANGUNAN SANITASI untuk memenuhi kebutuhan sanitasiOLEH MASYARAKAT/SANIMAS UNTUK pada umumnya mereka mengunakanPERMUKIMAN PADAT DENGAN SISTEM kamar mandi dirumah, WC umum tetapiKOMUNAL DI KAMPUNG LINGKUNGAN kondisinya tidak memenuhi syarat hygienisMASJID, KEL. KAUMAN, KEC. KEPANJENG dan mampet.KIDUL, KOTA BLITAR Penyusunan Proposal RencanaPenerbit: Masyarakat Bersama Tim Pembangunan Sanitasi Oleh Masyarakat/Konsultan Sanimas, Blitar, 2003 Sanimas Untuk Permukiman Padat Dengan Sistem MCK Di Kampung Balowerti, RW Permasalahan dan kondisi umum V, RT 8, 9 10, 11 Kel. Balowati Kec. Kota,penduduk di lingkungan Masjid terdapat Kota Kediri. Dengan tujuan agar dana65 KK, 269 jiwa, dari jumlah tersebut yang telah dialokasikan, sebagaimanayang memiliki jamban sendiri hanya 43%, tercantum dalam nota kesepakatan antaraselebihnya untuk keperluan BAB dengan SANIMAS dengan Pemerintah Kota Kedirimenggunakan sungai lahar yang berada tentang pelaksanaan program SANIMASdi sebelah barat kampung. Mereka yang untuk pembangunan sarana fisik sanitasitelah meMiliki jamban sendiri umumnya masyarakat, segera dicairkan.tidak menggunakan tangki septik sehinggalimah air langsung dibuang ke sungai/ LAPORAN PELAKSANAAN REPLIKASIbadan air tanpa pengolahan sehingga SANIMAS 2004: SUMMARY limbahnya mencemari sungai. Sedangkan Penerbit: BORDA Partners Network, sungai oleh masyarakat Jakarta, 2004 masihInfo Pustaka 236
  • Sanimas adalah singkatan dari sanitasi (enam) bab, yaitu; pendahuluan yangoleh masyarakat, sanitation by community. menguraikan latar belakang, maksudProgram ini di implementasikan di 7 kota/ dan tujuan keluaran serta sasaran.kabupaten di 2 provinsi padat penduduk di Dilanjutkan dengan bab 2 yang berisiIndonesia yaitu Jawa Timur dan Bali. opsi-opsi teknologi pengolahan air limbah Sanimas 2004 terlaksana atas skala kecil, skema pembiayaan, skemainisiatif dari Direktorat Permukiman kelembagaan/ pengorganisasian, skemadan Perumahan BAPPENAS dan BORDA, partisipasi masyarakat, serta tata carabekerja sama dengan pemerintah kota/ teknis pembangunan sistem pengolahankabupaten di provinsi Jawa Timur air limbah skala kecil berbasis masyarakat.dan Bali. Sedangkan pelaksanaannyadikoordinasikan melalui Direktorat TataPerkotaan dan Tata Perdesaan Wilayah n PROSIDING nTengah dan di lapangan difasilitasi olehBORDA Partner Network yakni BEST, LPTP SANIMAS OUTCOME MONITORING STUDYdan Bali Fokus. CATATAN LOKAKARYA 17-18 MEI 2006 Sanimas merupakan program baru Penerbit: WASPOLA, Jakarta, 2006yang menggunakan cara pendekatan barubahkan sistem pendanaan yang juga baru. Tujuan lokakarya ini adalahProgram - program seperti ini biasanya membangun kesepahaman tentangakan selesai begitu saja, apalagi sebuah uji hasil SOMS dan menganalisiscoba, ketika proyek berakhir. Hal terpen- kemungkinan (peluang/hambatan) untukting adalah inisiatif dan juga pendanaan mengaplikasikan pendekatan Sanimasagar uji coba dapat terus menerus dilaks- pada skala yang lebih luas.anakan, dan penting merubah dari sekedar Lokakarya ini dilaksanakan padauji coba menjadi program yang lebih ber- tanggal 16 dan 17 Mei 2006 di Hotel Ibisjangka panjang. Tamarin, Jakarta. Pustaka ini berisi ringkasan laporan Output yang dihasilkan dari lokakaryapelaksanaan replikasi Sanimas yang di ini adalah informasi kerangka dasarimplementasikan di 7 kota/kabupaten di pengembangan Sanimas dalam konteks2 provinsi padat penduduk di Indonesia pembangunan sanitasi perkotaan, temuanyaitu Jawa Timur dan Bali. hasil studi Sanimas dan sintesa terhadap kecenderungan keberlanjutan.PEKERJAAN PENYUSUNAN MODUL SISTEMPENGELOLAAN AIR LIMBAH SKALA KECIL, SEMINAR TEKNOLOGI TEPAT GUNA PEN-TAHUN 2004: LAPORAN AKHIR GOLAHAN LIMBAH CAIR: SAATNYA UNTUKPenerbit: Dirjen Tata Perkotaan Dan Tata MELANGKAHPerdesaan, Departemen Kimpraswil, Penerbit: Pusat Teknologi LimbahJakarta, (Pusteklim), Yogyakarta, 20042004 Tujuan dari dari diadakannya semi- Penyusunan modul ini diharapkan nar ini adalah berbagi perkembangansebagai penyiapan produk peraturan teknologi yang berkaitan dengan perkem-dan acuan bagi pelaku pembangunan bangan teknologi pengolahan limbah cairpengolahan air limbah, lebih lanjut untuk memecahkan masalah yang sedangpenyusunan modul ini adalah sebagai dihada­ i negara-negara berkembang, plangkah pembinaan dan bimbingan secara serta berbagi informasi pola kerja antarterarah dan berkesinambungan bagi pemerintahan bilateral maupun multi-pelaku pembangunan khususnya di bidang lateral untuk mendorong kerjasama danpenyehatan lingkungan permukiman. langkah konkret selanjutnya. Laporan akhir ini terdiri atas 6 Seminar ini dipersiapkan oleh 237 Info Pustaka
  • Pusteklim, yaitu program kerjasama antara KSNP-SPALP ini dimaksudkan sebagaiAPEX (Asian People’s Exchange) LSM yang pedoman dan arahan dalam penyusunanada di Jepang dengan LSM yang ada di kebijakan teknis, perencanaan,Indonesia yaitu Yayasan Dian Desa melalui pemrograman, pelaksanaan, danJICA’s Partnership Program. Seminar ini di- pengelolaan dalam penyelenggaraan danhadiri oleh wakil dari berbagai organisasi, pengembangan sistem pengelolaan airseperti LSM, Pemerintah, Perguruan Ting- limbah permukiman, baik bagi Pemerintahgi, Sektor Swasta, dan masyarakat umum. Pusat, maupun Daerah, dunia usaha,Prosiding ini berisi presentasi makalah- swasta, dan masyarakat sesuai denganmakalah dari hasil penelitian, pengalaman, kondisi setempat.maupun temuan dari narasumber, diskusipanel, dan pers conference. n MAJALAH n n PERATURAN DAUR “PENGELOLAAN LIMBAH B3” PERUNDANGAN n Penerbit: PT. Qipra Galang Kualita, Jakarta, 2001HIMPUNAN PERATURAN TENTANGPENGELOLAAN LIMBAH B3 Di edisi kedua volume kedua ini,Penerbit: Kementerian Negara Lingkungan perhatian utama majalah DAUR adalahHidup, Jakarta, 2007 pada masalah pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) dari industri. Buku Himpunan Peraturan tentang Jenis limbah ini telah menyebabkanPengelolaan Limbah B3 ini berisi Lima banyak pembahasan dan perdebatan diKeputusan Badan Pengendalian Dampak kalangan pelaku lingkungan dan industriLingkungan yang merupakan pelaksanaan selama beberapa tahun terakhir. Di edisiPeraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun ini, ulasan lebih banyak ke persoalan usaha1994 tentang Pengelolaan Limbah Bahan di bidang pengelolaan limbah B3, sertaBerbahaya dan Beracun yang telah diubah aspek-aspek yang ada dalam pengelolaandengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 limbah B3.Tahun 1995 tentang Perubahan PeraturanPemerintah Nomor 19 Tahun 1994 tentang BORDA BLITZ DESEMBER 2009 ”KSN 2009”Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Penerbit: Borda Blitz, Yogyakarta, 2009Beracun. Edisi ini mengemukakan mengenaiKEBIJAKAN DAN STRATEGI NASIONAL acara Konferensi Sanitasi Nasional (KSN)PENGEMBANGAN SISTEM PENGELOLAAN 2009, yang merupakan ajang temuAIR LIMBAH PERMUKIMAN pendapat antara pemangku kepentingan diPenerbit: Departemen Pekerjaan Umum, bidang sanitasi di seluruh Indonesia, padaJakarta, 2008 tanggal 8-10 Desember 2009 lalu. Selain itu edisi Borda Blitz yang ke 2 ini juga Dikeluarkannya Peraturan Menteri mengungkap peran BORDA & partnersPekerjaan Umum ini adalah dalam rangka dalam pemulihan sarana sanitasi di daerahpenyehatan lingkungan permukiman yang yang tertimpa bencana alam di kawasanberkelanjutan, dan peningkatan derajat Indonesia yang dapat dilihat dalam artikelkesehatan masyarakat Indonesia sehingga Emergency Sanitation. SANIMAS Awardmasyarakat dapat menjadi lebih produktif diberikan kepada KSM Tunas Harapan sehingga perlu dilakukan pengembangan yang ditetapkan sebagai KSM teladan, sistem pengelolaan air limbah serta langkah Borda Network & Partners permukiman yang ramah untuk memberikan pelayanan publik yang lingkungan. lebih baik dalam Zambia Workshop.Info Pustaka 238
  • BORDA BLITZ AGUSTUS 2009 ”SANITASI I adalah pada treatment limbah cairHEMAT APBN 40 TRILLIUN” industri, maka Pusteklim phase II lebihPenerbit: Borda Blitz, Yogyakarta, 2009 terfokus pada treatment untuk limbah cair rumah tangga secara komunal atau Edisi ini mengemukakan mengenai household waste water on-site treatment.sanitasi hemat APBN 40 triliun, profil Apa dan bagaimana permasalahan limbahmengenai asisten supervisor LPTP, Hanan cair dan treatment  yang tepat gunaIstiyarto yang memiliki nilai tertinggi untuk itu, dapat disimak dalam Buletindiantara lebih dari 30 orang asisten Teknolimbah edisi kali ini dan edisi-edisisupervisor yang tergabung dalam jejaring berikutnya.BORDA, health impact assesment/ Berkaitan dengan bencana gempapengukuran dampak kesehatan, dan bumi yang melanda Yogyakarta dan Klatendigester fiber. pada tanggal 27 Mei 2006 yang lalu, edisi Teknolimbah kali ini juga menghadirkanEKSPRESI EDISI XXII OKTOBER 2009 tulisan tentang penanganan masalah”UNIVERSALITAS TINJA: PROBLEM sanitasi darurat pasca gempa melaluiSANITASI INDONESIA” program temporary water sanitation danPenerbit: Borda Blitz, Yogyakarta, 2009 rehabilitasi sumur oleh Yayasan Dian Desa. Tema yang diusung majalah Ekspresi TEKNO LIMBAH VOLUME 2 TAHUN 2007kali ini cukup unik dan menggelitik, “YOGYAKARTA, KOTA BERHATI NYAMAN”universalitas tinja: problem sanitasi Penerbit: Pusat Pengembangan TeknologiIndonesia. Tema yang mengajak kita Limbah Cair, Yogyakarta, 2007kembali berpijak pada bumi tentangproblem sanitasi. Problem yang muncul Teknolimbah volume 2 ini akanbukan hanya pada persoalan sanitasi saja, mengungkap bagaimana kondisinamun juga kepada salah satu substansi limbah cair di Yogyakarta dulu dan kini,universal yang mencemarinya, yakni tinja berikut treatment yang digunakan,manusia itu sendiri. serta stakeholders yang terlibat dalam Setiap orang membuang tinja rata-rata penanganan limbah cair komunal. Selainseberat 125-250 gram per harinya. Jika itu dalam edisi ini juga diumumkansuatu kawasan tertentu berpenduduk 100 mengenai rencana Pelatihan Teknologijuta jiwa, maka bisa dibayangkan setiap Tepat Guna Pengolahan Limbah Cairharinya kawasan itu akan menampung di Februari 2007. Dalam pelatihan ini,sampah tinja tidak kurang dari 25.000 ton! peserta akan mempelajari permasalahanSudah barang tentu lingkup permasalahan limbah cair industri maupun domestikini bukan lagi masalah pribadi, namun berikut solusi treatment-nya dari pakar-mutlak urusan bersama manusia. pakar yang kompeten di bidangnya.TEKNO LIMBAH VOLUME 1 TAHUN 2006 TEKNO LIMBAH VOLUME 3 TAHUN 2007“PUSTEKLIM II, WHAT’S UP?” “PELATIHAN PENGOLAHAN LIMBAH CAIR”Penerbit: Pusat Pengembangan Teknologi Penerbit: Pusat Pengembangan TeknologiLimbah Cair, Yogyakarta, 2006 Limbah Cair, Yogyakarta, 2007 Buletin Teknolimbah hadir lagi seiring Edisi ketiga majalah Tekno Limbah iniberjalannya proyek Pusteklim yang mengupas tentang problem sanitasi danbaru atau Pusteklim phase II. Masalah pencemaran lingkungan di negara-negaralimbah cair meskipun kurang populer, berkembang. Hal ini sangat menariktetaplah menjadi masalah penting yang karena hampir di masing-masing negara,bila tidak ditangani dengan baik akan bahkan sampai negara maju pun tetapmengakibatkan masalah lingkungan yang belum sepenuhnya mampu mengelolalebih parah. Bila fokus proyek Pusteklim limbahnya sendiri. Selain itu, di 239 Info Pustaka
  • edisi ini juga disampaikan beberapa TEKNO LIMBAH VOLUME 7 TAHUN 2008teknologi untuk pengolahan limbah “LIMBAH LABORATORIUM”cair yang mungkin saja belum banyak Penerbit: Pusat Pengembangan Teknologiditerapkan di negara kita. Limbah Cair, Yogyakarta, 2008TEKNO LIMBAH VOLUME 4 TAHUN 2007 Edisi kali ini akan mengemukakan“LIMBAH CAIR: SEBUAH WACANA” salah satu jenis limbah yang mungkinPenerbit: Pusat Pengembangan Teknologi kurang banyak diekspose bagi kebanyakanLimbah Cair, Yogyakarta, 2007 masyarakat awam; limbah laboratorium, seputar jenis limbah apa saja yang dihasilkan Majalah Tekno Limbah kali ini oleh laboratorium, bahan kimia berbahayamemuat informasi mengenai limbah cair apa saja yang mungkin dihasilkan, sertayang seringkali masih hanya menjadi pengolahan seperti apa yang tepat. Selainwacana, metode FISH (Fluorence In limbah laboratorium, edisi kali ini jugaSitu Hybridization), pengelolaan dan menampilkan tulisan tentang pemanfaatanpengolahan limbah cair domestik, grey water, serta bahasan tentang solusianaerobik system, serta Pusteklim di untuk mengatasi keterbatasan air bersihAmbon. (teknologi tepat guna).TEKNO LIMBAH VOLUME 5 TAHUN 2007 TEKNO LIMBAH VOLUME 8 TAHUN 2008“Mungkinkah Sistem Cluster?” “BERBAGAI PILIHAN DISINFEKSI”Penerbit: Pusat Pengembangan Teknologi Penerbit: Pusat Pengembangan TeknologiLimbah Cair, Yogyakarta, 2007 Limbah Cair, Yogyakarta, 2008 Majalah Tekno Limbah volume 5 ini Majalah Tekno Limbah edisi kali inimemuat informasi mengenai pengelolaan mengemukakan tentang berbagai jenislimbah cair rumah tangga dengan sistem disinfektan. Pengolahan air limbah apalagicluster, kolaborasi prinsip dasar PSAT, LID penyediaan air minum, pengolahandan adopsi alur sesoil demi eksistensi air, pasca (post treatment) seringkali menjadisanitasi dan keamanan pangan tantangan penentuan kelayakan efluen menempatibagi negara-negara berkembang, serta posisi nilai guna mulai yang utama yangliku liku permasalahan limbah tahu dan berguna saja (dapat digunakan untukalternatif penyelesaiannya. mencukupi kebutuhan selain konsumsi manusia). Pada edisi ini juga dapat disimakTEKNO LIMBAH VOLUME 6 TAHUN 2007 mengenai pengolahan apa yang tepat“LIMBAH RUMAH TANGGA” untuk pemilihan disinfektan/ oksidanPenerbit: Pusat Pengembangan Teknologi yang umum digunakan, seperti potassiumLimbah Cair, Yogyakarta, 2007 permanganate, ozone, dan terutama golongan chlorine. Edisi kali ini Tekno Limbah Tidak hanya disinfektan, edisi kalimengetengahkan masalah rambahan ini juga menampilkan tulisan tentanginner-healthy pada sistem on-site, penanganan dan permasalahan dalammengenal limbah cair karet dan pengolahan limbah cair, serta masalahpengolahannya, pemberdayaan aman/tidaknya dan sehat/tidaknya airmasyarakat guna mengatasi permasalahan sumur kita.limbah cair domestik, serta limbah cairsebagai dampak negatif dari aktivitas TEKNO LIMBAH VOLUME 10 TAHUN 2008manusia yang ada di sekitar Kita. “PILOT PLAN PUSTEKLIM” Penerbit: Pusat Pengembangan Teknologi Limbah Cair, Yogyakarta, 2008 Majalah Tekno Limbah edisi kali iniInfo Pustaka 240
  • merupakan edisi spesial yang memuat kondisi sanitasi lingkungan di masyarakatkhusus tentang informasi Pilot Plan Puste- miskin perkotaan di Jawa Timur danklim dan Seminar Roadshow di Banjarma- Bali. Maksud Sanimas adalah membantusin, Bandung, Bali dan Jawa Tengah (Se- masyarakat dan pemerintah daerahmarang). Edisi ini memuat tentang penga- untuk mengarusutamakan (mainstream)laman Pusteklim membuat IPAL Komunal Sanitasi Berbasis Masyarakat (CBS) sebagaiLimbah Cair Rumah Tangga, di dua dusun pilihan yang sesuai bagi masyarakat miskinyaitu dusun Kricak dan dusun Sukunan. perkotaan, memfasilitasi dan membantu 6 – 8 masyarakat miskin perkotaan diPERCIK YUNIOR DESEMBER 2008 Jawa Timur dan Bali untuk merencanakan,”SANITASI SEKOLAH” melaksanakan dan merawat sistemPenerbit: Pokja AMPL & Plan, Jakarta, sanitasi yang mereka pilih.2008 Sistem sanitasi yang dibangun akan menjadi proyek percontohan untuk Kali ini Percik Yunior mengajak teman- mempromosikan Sanitasi Berbasisteman semua untuk memperhatikan Masyarakat Sist(CBS) di daerah miskinlingkungan sekolah. Sekolah yang bersih, perkotaan di Indonesia. CD ini berisi foto-sehat, dan asri akan membuat kita nyaman foto serta materi sanitasi.bisa belajar dengan baik dan berprestasi.Itu semua bisa dicapai kalau kita ikut VCD SEMINAR REGIONAL MULTIKOTAterlibat membersihkan kelas, menjaga DALAM RANGKA PELAKSANAAN SANIMASkebersihan WC, dan juga merawat kebun Penerbit: Departemen Pekerjaan Umum,atau taman sekolah. Kita pasti bisa! Jakarta, 2006Selamat mencoba! CD Seminar Regional Multi KotaPERCIK YUNIOR JULI 2009 ”BUANG AIR Dalam Rangka Pelaksanaan SanimasBESAR PADA TEMPATNYA!” 2006 didalamnya terdapat pengalaman-Penerbit: Pokja AMPL & Plan, Jakarta, pengalaman dalam pembangunan2009 prasarana dan sarana sanimas dari beberapa daerah, seperti: Mojokerto, Hai teman-teman... Kalian biasanya Blitar, Baliatreng, dan Suaradana, besertabuang air besar dimana? Di WC kan? Kali beberapa presentasi dari Pemerintahini Percik Yunior akan mengajak teman- Kediri dan Pemerintah Denpasar.teman semua untuk semakin memahami Tujuan dari seminar ini adalah untuktentang bahayanya buang air besar Peningkatan kualitas lingkungan hidup,sembarangan. Banyak sekali penyakit yang melindungi sumber-sumber air bersih,bisa timbul karena perilaku tidak sehat ini. pilihan yang tepat untuk permasalahanSelain itu di edisi ini, kita diajak berkenalan sanitasi, efisiensi waktu, efisiensi biaya,dengan Suku Talang Mamak, penjaga alam informasi pilihan teknologi dan pelatihandi pedalaman Sumatera, serta dengan si dan pemberdayaan.Kumbang penggulung kotoran manusia.Selamat membaca... CD SUMMARY LAPORAN PELAKSANAAN REPLIKASI SANIMAS 2004 Penerbit: BORDA (Bremen Overseas n CD n Research and Development Association), 2004SANIMAS OUTPUTSPenerbit: BORDA (Bremen Overseas SANIMAS adalah singkatan dari sanitasiResearch and Development Association), oleh masyarakat, sanitation by community.2002 Program ini pada awalnya merupakan Tujuan Sanimas adalah meningkatkan kegiatan pilot proyek tahun 2001-2003 241 Info Pustaka
  • yang dibiayai oleh AusAID melalui WSP- serta bagi  masyarakat dalam mengelolaEAP dengan support dari pemerintah sampah yang terdesentralisasi. SepertiIndonesia. BORDA sebagai pelaksana DEWATS - SME (Decentralized Wastekegiatan pilot proyek tersebut. Program ini water Treatment System for Small anddiimplementasikan di 7 kota/kabupaten Medium Enterprises) untuk Industridi 2 provinsi padat penduduk di Indonesia Kecil dan Menengah, DEWATS-CBSyaitu Jawa Timur dan Bali. Pilot proyek ini ((Decentralized Waste water Treatmentselesai pada tahun 2003. Kemudian pada System-Community Based Sanitation),tahun 2004, program ini direplikasikan lagi serta DESWAM ((Decentralized Wastedi kota/kabupaten yang sama. Management) / Pengelolaan Sampah SANIMAS 2004 terlaksana atas Terdesentralisasi.inisiatif dari Direktorat Perumahan danPermukiman BAPPENAS dan BORDA, DVD PUBLIC CORNER:bekerjasama dengan pemerintah kota/ BERPACU MELAWAN LIMBAHkabupaten di provinsi Jawa Timur Penerbit: Metro TV, Jakarta, 2007dan Bali. Sedangkan pelaksanaannyadikoordinasikan melalui Direktorat Tata DVD ini berisi talkshow tentang sanitasiPerkotaan dan Tata Perdesaan Wilayah dan air limbah dalam acara Public CornerTengah, Departemen KIMPRASWIL dan di di Metro TV dengan narasumber Susmono,lapangan difasilitasi oleh BORDA & Partner direktur P2LP, Ditjen Cipta Karya, Dep.Network yakni BEST, LPTP dan Bali Fokus. PU, dan Ahmad Yudi Wahyuni Usman Tujuan SANIMAS adalah Memperbaiki selaku Walikota Banjarmasin, Kalimantansarana sanitasi masyarakat yang tinggal Selatan. Talkshow ini membahas tentangdi perkampungan kumuh/miskin/ bagaimana upaya pemerintah selakupadat penduduk di perkotaan dengan pembuat kebijakan dalam mencegahpendekatan sanitasi berbasis masyarakat, pencemaran air tanah melalui pengolahanMenjadikan sarana sanitasi berbasis limbah domestik.masyarakat sebagai alternatif pilihanteknologi sanitasi oleh Pemerintah kota/ PENGOLAHAN AIR LIMBAHkabupaten. (UPT PAL BANJARMASIN) CD ini berisi laporan pelaksanaan Penerbit: UPT. PAL Banjarmasin,replikasi Sanimas 2004 dalam format CD. BanjarmasinDVD DEWATS – SME UNTUK INDUSTRI Setiap kegiatan manusia akanKECIL DAN MENENGAH, DEWATS – menghasilkan limbah, bila tidak dikelola,CBS SANITASI BERBASIS MASYARAKAT, air limbah domestik akanmencemariDESWAM PENGELOLAAN SAMPAH lingkungan teramasuk badan air penerimaTERDESENTRALISASI VERSI INDONESIA seperti sungai yang menjadi sumberPenerbit: BORDA (Bremen Overseas air baku air minum suatu kota. SelainResearch and Development Association), itu tujuan dari pengelolaan air limbahJerman domestik adalah untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Video ini menjelaskan tentang sistem UPT PAL Banjarmasin mencobadan teknik pengolahan limbah dan memberikan contoh pengalamansampah yang telah dikembangkan oleh pengelolaan limbah yang tedapat di KotaBORDA (lembaga non profit asal Jerman) Banjarmasin. Dalam pengelolaan limbahyang merupakan salah satu alternatif PAL Banjarmasin melibatkan seluruhsolusi yang tepat bagi masyarakat dan komponen, baik dari pemerintah daerah, industri kecil dan menengah dalam masyarakat dan stakeholder, karena tanpa mengelola limbah secara melibatkan masyarakat pengelolaan efisien, limbah akan mengalami hamabtan yangInfo Pustaka 242
  • sangat serius, karna masyarakat disini merupakan alternatif solusi masalahsebagai mitra pemerintah daerah. sanitasi di perkampungan kumuh, miskin, dan padat perkotaan di Indonesia.PAKET DASAR PENGOLAHAN Di dalam leaflet ini dijelaskan tentangAIR LIMBAH VERSI 1.0 BORDA, prinsip Sanimas, tujuan, kegiatanPenerbit: IATPI (Ikatan Ahli Teknik implementasi, seleksi kota/kabupaten,Penyehatan dan Teknik Lingkungan kriteria kota/kabupaten, seleksi kampung/Indonesia), Jakarta masyarakat, lokasi, dan sumber dana sanimas. CD Belajar Mandiri OperatorProfesional IPAL, Paket Dasar Pengelolaan SANIMAS (SANITASI OLEH MASYARAKAT)Air Limbah ini dibuat untuk digunakan Penerbit: Direktorat Pengembanganoleh mereka yang ingin mengikuti ujian Penyehatan Lingkungan Permukiman,sertifikasi Operator Profesional IPAL dari Ditjen Cipta Karya, Departemen PekerjaanIATPI. Paket Dasar Pengelolaan Air Limbah Umum, Jakartaini merupakan paket pertama dari seriBelajar Mandiri Operator Profesional IPAL. Leaflet ini berisi penjelasan tentang CD ini berisi 9 sesi: 1. Asal Air Limbah, latar belakang program sanimas, maksud,2. Air Limbah, 3. Parameter Karakteristik tujuan, ruang lingkup kegiatan, prinsip,dan Analisanya, 4. Pelaksanaan Sampling, syarat lokasi, pola pendanaan, rangkaian5. Aturan Air Limbah, 6. Pengelolaan Air kegiatan, pilihan teknologi, rencanaLimbah, 7. Fungsi IPAL, 8. Kompleks IPAL, replikasi, serta dokumentasi Sanimas.dan 9. Personil IPAL. Terbagi menjadi 33unit pelajaran dengan total 200 slides SANIMAS: PENGOLAHAN LIMBAHlebih. CAIR DOMESTIK MENGGUNAKAN MEDIA TANAMAN AIR n LEAFLET n Penerbit: Bapedalda Provinsi Bali, BaliBIO-DIGESTER SANIMAS Air limbah domestik yang berasalPenerbit: Direktorat Pengembangan dari buangan manusia dapat mencemariPenyehatan Lingkungan Permukiman, air permukaan dan air tanah, sehinggaDitjen Cipta Karya, Departemen Pekerjaan berbahaya bagi kesehatan. Limbah cairUmum, Jakarta. ini perlu dikelola sebelum dibuang ke lingkungan. Salah satu teknik pengolahan Leaflet ini berisi penjelasan tentang limbah cair domestic sederhana yangbiogas, meliputi pengertian, sumber, ramah lingkungan adalah dengan memakaikomposisi biogas, dan kegunaannya. media tanaman air atau yang disebutSerta bio-digester, meliputi pengertian, dengan waste water garden (WWG).kelebihan, kekurangan, dan lokasi sanimas Dengan WWG, kandungan unsure-unsurdengan bio digester. pencemar dapat dikurangi dan air limbah yang berasal dari WWG dapat dilepas keSANIMAS: SANITASI OLEH MASYARAKAT lingkungan karena telah memenuhi baku(ALTERNATIF SOLUSI MASALAH SANITASI mutu lingkungan.DI PERKAMPUNGAN KUMUH, MISKIN, Leaflet ini berisi penjelasan mengenaiPADAT PERKOTAAN DI INDONESIA) WWG, persyaratan/ komponen yangPenerbit: BORDA (Bremen Overseas dibutuhkan, jenis tanaman air yang dapatResearch and Develompemnt)-BEST- digunakan untuk teknologi WWG ini,BaliFokus-LPTP desain pembuatan WWG, serta contoh bangunan pengolahan limbah cair melalui Leaflet ini berisi tentang program media tanaman air.sanimas (Sanitasi oleh Masyarakat) yang 243 Info Pustaka
  • PERAN SERTA MASYARAKAT DALAM tersebut telah berhasil mengangkat DesaPENGELOLAAN AIR LIMBAH Tlogo Mas Malang menjadi desa yang asriPenerbit: Direktorat Bina Teknik, Ditjen dan bersih setiap rumah telah memilikiTata Perkotaan dan Tata Perdesaan, kamar mandi/kakus, dimana penduduknyaDepkimpraswil, Jakarta tidak ada lagi yang menjadi pengumpul/ pemecah batu, kehidupan menjadi Leaflet ini menjelaskan tentang semakin baik, bisnis rumah kos telahpengertian air limbah, jenis air membuka peluang baru, dan kunjunganlimbah (air kotoran tinja manusia dan tamu dari berbagai negara terus mengalirair buangan rumah tangga), pentingnya misalnya dari; Afrika Selatan, Inggris,mengelola air limbah serta cara Jepang, Amerika, Kanada, Cina, Austria,mengelolanya secara baik dan benar. Australia, Brasil, Korea Selatan, Belgia, Leaflet ini dibuat dengan format cerita Belanda, India, Finlandia, Spanyol, Kenya,kartun sehingga terlihat lebih menarik. Swedia, dan Rusia.PENGOLAHAN AIR LIMBAH RUMAH PUSTEKLIM (PUSAT TEKNOLOGI LIMBAH)TANGGA DENGAN SISTEM SANITA – ESTABLISHMENT OF APPROPRIATEPenerbit: Pusat Penelitian dan TECHNOLOGY CENTER FOR WASTE WATERPengembangan Permukiman, Balitbang TREATMENT IN INDONESIADepartemen Pekerjaan Umum, Bandung Penerbit: Pusteklim – APEX (Asian People’s Exchange) – Dian Desa Sistem Sanitasi adalah sebuah siklusyang mengolah tinja dan urine manusia Leaflet ini berisi penjelasan mengenaisebagai sumber daya, tinja berproses pusat teknologi pengolahan air limbahsampai terbebas dari mikroba patogenik, di Indonesia yang yang digerakkan olehtinja yang telah tersanitasi di siklus ulang kerjasama JICA, LSM, pemerintah lokal,untuk keperluan pertanian (pemulihan dan beberapa instansi terkait.dan penggunaan kembali nutrisi). Leafletini menjelaskan tentang pengertian danmanfaat system sanita, serta model darisanita Puskim.SISTEM PENGOLAHAN AIR LIMBAHRUMAH TANGGA: SEBUAH SUKSES STORYDI DESA TLOGO MAS MALANGPenerbit: Direktorat Perkotaan danPerdesaan Wilayah Barat DitjenTata Perkotaan dan Tata Perdesaan,Depkimpraswil, Jakarta, 2004 Keberhasilan pembangunan sistimpengolahan limbah cair rumah tanggaInfo Pustaka 244
  • Galeri Foto Sanimas itu indah Toilet kayu, jangan tanya limbahnya lari kemana. Gemetar juga ditinjau dari Gotong royong. pusat Oo..gini tho informed choice Cap KSM juga technologynya ada. Berperahu ria demi Sanimas. Beginilah limbah rumah tangga dibuang. Tutup manhole memang harus bisa dibuka semua. Tim lengkap monitoring dari pusat Air buangan limbah Sani- mas. Sudah lumayanKunjungan dinas-dinas terkaitkota Pasuruan, dikira mau 245bikin kolam.
  • Laporan keuangan KSM harus diaudit juga.... MULTICITY SEMINAR Ya Tuhan, mudah-mudahan Sani- mas bisa berjalan dengan baik dan lancar. Amien.Mudah-mudahanmenang biar punyaSanimas. Sewaktu kami masih menjadi TFL Sanimas. In memoriam Ibu Indra, rasanya belum lama diskusi tentang pendekatan partisi- Seneng juga pak patif dalam sanimas. Selamat jalan.... Walikota berkenan mengunjungi dan meresmikan. Kenangan masa muda dengan Kita mau yang mana? penuh semangat mendengarkan. Maunya nanti dibikin taman Sanimas biar bisa Sanimas. Apa untuk tempat Sanamas? bermain Galeri Foto 246
  • Mau dibikin seperti apa sih sanimas ini.... Sanimas masih good practices atau sudah best practices....jalan masih panjang... Harus dicek semua sebelum dipakai.Terpaksa harus menahanhaus, mesti sambutan duluberamah tamah.Mau meeting dulu apa makandulu? Sudah malam tapi gak ada yang mau pulang. Mudah-mudahan cuma diukurMenikmati suguhan makanan dari warga rumahnya, bukanadalah keharusan. Di samping lapar dan haus mau digusur untukmulai menyergap IPAL sanimas Masih menunggu santri-santri lain. Terimakasih Pak Zaini telah berkenan untuk alokasi dana buat pilotting sanimasdi kota Kediri Lihat air sumur 247 Galeri Foto
  • BORDA id an rensKon pe me ran Pa Solusi Pengolahan Air Limbah Terdesentralisasi di Negara Berkembang (Decentralized Wastewater Treatment Solutions/DEWATS in Developing Countries) Surabaya, 23-28 Maret 2010 D isadari sepenuhnya bahwa di daerah pinggiran kota di negara berkem- bang, pendekatan konvensional terpusat dalam penanganan air limbah telah dianggap gagal. Upaya menemukan jalan keluar dari situasi ini kemudian mendorong banyak pihak untuk menemukan jawaban terbaik bagi permasalahan ini. Di Indonesia, kerjasama berbagai pihak, baik pemerintah, LSM, dan masyarakat, telah berhasil membuktikan melalui Sanimas bahwa layanan sanitasi dan pengolahan air limbah terdesentralisasi dapat dibangun sebagai pilih- an inovatif selain layanan terpusat dan layanan setempat. Untuk itu, diselenggarakan Konperensi dan Pameran Solusi Pengolahan Air Limbah BORDA Terdesentralisasi (DEWATS) di Negara Berkembang, sebagai ajang untuk saling berbagi keahlian, pengalaman, pengetahuan, diantara para ahli, wakil pemerintah, dan lembaga internasional tentang sistem pengolahan air limbah terdesentralisasi. Konferensi akan terfokus pada studi kasus dan contoh nyata dari berbagai negara berkembang di seluruh dunia. Praktisi akan belajar banyak dari praktek unggulan dan akan mempraktekkannya di negaranya masing-masing. Materi yang akan banyak ditampilkan dalam konperensi adalah mengenai pilihan teknologi, aspek kemasyarakatan, pilihan pengelolaan dan pengarusutamaan DEWATS untuk pembangunan skala luas. Konperensi diselenggarakan pada tanggal 23-26 Maret 2010 di Surabaya, dan meru- pakan lanjutan dari IWA-SEAWUN Sanitation Options Conference di Hanoi Nopember 2008. Dalam sesi presentasi, ditampilkan beberapa makalah terkait pembelajaran sanitasi berbasis masyarakat termasuk program Sanimas. Selain konperensi, juga diselenggarakan pameran yang akan mempresentasikan pilih- an teknologi. Disediakan juga acara kunjungan lapangan ke lokasi Sanimas di Balongsari, Mojokerto dan Bakalan, Pasuruan. Sebagai penyelenggara adalah International Water Association (IWA) dan Bremen Overseas Research and Research Development (BORDA), dan didukung oleh Kemen- terian Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan Pemerintah Federal Jerman, Kota Bre- men, Program Air dan Sanitasi Bank Dunia (Water and Sanitation Program/WSP World Bank), dan Bank Pembangunan Asia (Asia Development Bank/ADB). Program selengkapnya dapat dilihat pada www.dewats-surabaya.com 248
  • . Fakta Tahu n2 Sanit fasilit 007, prop yang adala as sa ni orsi p masih tasi adala nduduk y mela e h 69. asi ang m h ku 3p em perde sebesar 1 kan Buan ersen. Jum punyai a . saan 8,2 ju g Air lah p kses juta j s t B e te iwa p ebesar 52 a jiwa pen esar Sem nduduk In rhadap Kond endu ,3 jut dudu baran done isi du a jiwa k ga si ribu m ini meng k. pend di perkota n (BABS) a e hasilk uduk an da tanah ter kubik an (i) atau total n , dan u se terce au da rine terb tidaknya sebes ar 70 mar b n pan uang 14 rib ,5 (iii) m erat; tai; d se u asyar (ii) 8 an m tiap harin ton tinja untuk ak 0 pe enga ya k ; (ii) air m at harus m rsen air t kibatkan e badan a 176 . 50 di an inum p emba anah Buru taranya m erpipaan; yar rata-ra rcemar li ersen sun kn e Manu ya sanitas ninggal ak v) dari se (i te ta 25 p (i) 75 p mbah ir, manu i ga tiap 1 ersen leb . sia [H i turu ibat d sia; hany uman t men iare s .000 ih ma a D u e bay ha Berda menempa evelopm runkan nil belum usi i yang lah l s ti entI I ai Ind a 5 ta ir, ekon arkan stud urutan 41 nde ek hu dari 1 x/HDI], se s Pemban n. . omi a i Ban Jumla kibat k Dun 02 ne hingg guna h sa ia g a n Kond ini setara nitasi bur pada tah ara berke Indonesi isi inv deng uk m un 20 mban a Rp.20 es an 2, en 0 g 0,- pe tasi pada 3 per capai Rp 7 potensi di dunia sanit r kap perio sen P .58 tr kerug . roduk iliun tahun asi su dah m ita pe r tahu de ta hun 1 Dom per ta ian . en n. 99 esti hun. baru Namun p ingkat pe Dalam lim 4-2004 ha k Bruto (P 10 ening sat, y a tah nya m DB) sehar persen d ka ai u e usnya ari ke tan terseb tu Rp.5.00 n terakhir ncapai yakni bu ut 0, , in Rp.47 tuhan pe masih jau - per kapi vestasi .000, layan ta pe -per k an sa h dari ide r apita nit al per ta asi dasar karena hun. yang . Fakta SANIM Pada akhir ta hun 2009, Sa AS . 420 lokasi d Lebih dari 1.0 dipekerjakan i 124 kota da 00 pelaku dil nimas telah n kabupaten atih dan seti menjangkau pada 22 pro 37.451 KK ata pinsi u 172.619 jiw a yang terse . Setiap hari ap tahun seki ­ bar pada pendu­ uk ti le­ ih dari 8.0 b tar 250 tuka d dak lagi men 00 meter ku ng, fasilitato .dan gaji ope cemari lingku bik air limba r dan tenaga rator Sanima ngan. Setiap h dari 19.00 ahli s mencapai bulan, jumla 0 rumah dae Sekitar 20-3 sekitar Rp.1 h pembayara rah padat 0 persen dari 60 juta. n untuk pem Simplified Sa lokasi Sanim eliharaan nitation Syst ­ as adalah sist 10 ribu Rupia ems/SSS) un em sanitasi h per bulan, tuk 200-300 gravitasi sed. sisanya beru rumah tangga erhana (Gra oleh 100-40 pa fasilitas M dengan mem vity-fed 0 orang per CK di atas la bayar iuran Pekerjaan fisi hari han pemerin sekitar k menghabis. supervisi. kan dana se tah yang dip kitar 70 pers ­ er­ unakan g Selama perio en dan sisan de uji coba (2 ya untuk pela 2 persen tun 003-2005), se ti­ an, fasilita h ai dari keselu cara umum si, dan pemerintah ru­ an biaya. h kontribusi m pusat (hibah Kontribusi p asyarakat 3 p.kontribusi B AusAID pada emerintah d ersen tenaga ORDA, baik tu tahun 2003) aer­ h menca a danHasil evalua nai maupun mencapai 30 pai 50 perse si pelaksana berupa biaya persen. Sisa n, danSanimas tela an Sanimas pelatihan. nya merupa h membang menunjukka kan un sarana ja n bahwa seb mban sendir anyak 14 pe i dirumahnya rsen dari pe . ngguna 249
  • back cover 250