Newscetak Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Edisi Juni 2012

703 views
586 views

Published on

Diterbitkan oleh Kelompok Kerja aIR mINUM DAN pENYEHATAN lINGKUNGAN (Pokja AMPL) Nasional

Published in: News & Politics
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
703
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
18
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Newscetak Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Edisi Juni 2012

  1. 1. Juni 2012 Deklarasi SBS : Newsletter “Jangan Hanya Seremonial Belaka” ... hal 3-4 AMPL Jambore Sanitasi 2012 : Anak Sebagai Agen Sanitasi ... hal 5-6 Kerja Keras ala Koen Irianto ... hal 7 Rencana Pengamanan Air Sungai Cikapundung [BANDUNG] Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyambut baik penyusunan dan pelaksanaan Rencana Pengamanan Air (RPA) di kawasan Sungai Cikapundung, Bandung. Rencana tersebut merupakan upaya sejumlah kementerian yang tergabung dalam Kelompok Kerja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (Pokja AMPL) yang didukung oleh Waspola Facility. RPA merupakan agenda nasional dalam peningkatan air minum yang memenuhi persyaratan kuantitas, kualitas, kontinuitas dan keterjangkauan (4K). “Program RPA di Jawa Barat akan dimulai dengan uji coba pada skala kecil di kawasan sungai Cikapundung. Di daerah mana lokasi tepatnya, dalam lokakarya yang sedang kami lakukan di Bandung segera diketahui titiknya. Diharapkan akhir tahun ini Foto : http://robiahadawiyah.wordpress.com atau awal tahun depan sudah dilakukan,” ujar Direktur Pemukiman dan Perumahan Bappenas, Nugroho Tri Utomo ketika melakukanAntusiasme pertemuan dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Lex Laksamana di Gedung Sate Bandung, Rabu (13/6).Daerah di Selaku Ketua Pokja AMPL yang anggotanya berasal dari lintas kementerian seperti Kementerian Perencanaan PembangunanPPSP 2013 Nasional /Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Lingkungan Hidup, Tiga tahun berjalan sejak peluncuran Nugroho menegaskan komitmen kuat pemerintah dan WaspolaProgram Percepatan Pembangunan Facility untuk melaksanakan RPA di Jawa Barat.Sanitasi Permukiman (PPSP) oleh Dikatakan Nugroho, diperlukan sebuah sinergi, komitmen danWakil Presiden Republik Indonesia, agenda aksi lebih nyata dari seluruh pihak untuk mengamankan pasokan air minum melalui program RPA Indonesia yangsaat ini kurang lebih 223 kab/kota telah mengadopsi dari konsep Badan Kesehatan Dunia (World Healthmenyusun Strategi Sanitasi Kabupaten/ Organization/WHO) yang dikenal dengan Water Safety PlanKota (SSK). Tercatat peningkatan (WSP).jumlahnya sebagai berikut: Sekda Jawa Barat, Lex Laksamana dalam pertemuan 22 peserta pioneer sebelum 2010 tersebut mengatakan menyambut gembira rencana pemerintah (melalui ISSDP, MSMHP, ESP USAID, tersebut. Pihaknya mendukung sepenuhnya pelaksanaan dsb) program pengamanan air minum di daerahnya. “Program RPA akan mendukung target Rencana Pembangunan Berlanjut ke halaman 4 .... Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jawa Barat tahun
  2. 2. Laporan Terkini2008 – 2013 untuk capaian target air minum dan sanitasi,” 13 hingga 14 Juni 2012. Lokakarya ini ditujukan untukkatanya. Menurut Lex Laksamana, kualitas air sungai di Jawa di kawasan Sungai Cikapundung, rencana aksi serta titikBarat telah banyak mengalami penurunan. Data Badan mana yang akan digarap.Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLHD) Jawa Barat Pelaksana Harian Kepala BPLHD Jawa Barat,Tahun 2011 menyebutkan kualitas air Sungai Cikapundung Aip Rivai, dalam lokakarya tersebut menyebutkansudah tercemar berat. Sungai ini bagian dari Citarum yang sesungguhnya pemerintah daerah Jawa Barat telah berusahaberada di tiga kabupaten/kota yaitu bagian hulu berada mengendalikan berbagai kerusakan dan pencemaran yangdi Kabupaten BandungBarat, bagian tengah diKota Bandung dan bagianhilir di Kabupaten Bandungdengan kondisi sudahsangat tercemar. “Atas nama PemerintahJawa Barat dan masyarakatBandung, kamimengucapkan terimakasihkepada Bappenas,Kementerian PU dan semuapihak terkait lainnya untukmembantu kami mengatasimasalah lingkungan diJawa Barat,” ujar LexLaksamana. Menurut Nugroho,RPA merupakan sebuahupaya untuk menjaminkeamanan air minum Ketua 1 Pokja AMPL Nasional , Nugroho Tri Utomo, saat beraudiensi dengan pemerintah Provinsi jawa Baratmelalui pendekatan penilaiandan manajemen risiko yang komprehensif, mencakup ada. Sayangnya, upaya-upaya tersebut belum terlihat nyatasemua langkah untuk mengamankan pasokan air baku, untuk mengatasi masalah kerusakan lingkungan di seputarpengolahan air, distribusi dan pelayanan air minum, Sungai Cikapundung.sampai pada pemanfaatannya oleh masyarakat konsumen. “Kami sudah melakukan program rehabilitasi lahan,Dalam hal ini, permasalahan sanitasi menjadi salah satu Proper, Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) danrisiko utama yang harus ditangani. Percepatan Pembangunan Sanitasi Pemukiman. Kami Dijelaskan urgensi pengembangan konsep RPA di akui banyak hambatan dan keterbatasan kemampuanIndonesia diawali dengan keikutsertaan Indonesia untuk pemerintah daerah. Kami akan sukseskan upaya RPA dimenghadiri lokakarya RPA di Manila. Pada kesempatan Sungai Cikapundung ini,” paparnya.tersebut, Bappenas coba mengantarkan konsep RPA Dalam acara tersebut, Nugroho kembali mengingatkandengan konteks Indonesia yang tidak hanya fokus pada layanan air minum yang berkualitas dan berkesinambunganoperator air minum saja, tetapi mencakup juga penanganan merupakan syarat mutlak untuk mewujudkan kesejahteraan.sumber air baku, operator, konsumen, dan masyarakat. Saat “Kita punya target untuk memenuhi 70 persen kebutuhanini juga telah mulai disusun Road Map sebagai referensi air minum bagi masyarakat sampai 2015. Selama iniimplementasi RPA secara luas di Indonesia. pertumbuhan layanan air minum per tahun hanya satu Memetakan Aksi persen per tahun, sedangkan untuk mencapai target MDGs Pertemuan Pokja AMPL Nasional dan Pemerintah diperlukan pertumbuhan, paling sedikit tiga persen perProvinsi Jawa Barat tersebut dilanjutkan dengan tahun,” pungkasnya. Eko Budi Harsono, Pokja AMPLLokakarya dan Sosialisasi RPA Kawasan Cikapundung diHotel Papandayan Bandung yang berlangsung dari tanggal2 Newsletter AMPL Juni 2012
  3. 3. Laporan Terkini Program PamsimasDeklarasi SBS :“Jangan HanyaSeremonial Belaka”“Kegiatan Deklarasi SBS ini harus ditularkan kepada desa-desa yang lain, acara ini diharapkan bukanseremonial belaka, tapi merupakan cerminan apa yang terjadi di masyarakat” tegas Bupati MorowaliH. Anwar Hafid pada acara deklarasi SBS oleh 11 Desa di Kabupaten Morowali. [Morowali], Kementrian Kesehatan di tahun 2012 Pamsimas Komponen B (Kesehatan) di Kabupatenmelakukan berbagai aksi akselerasi untuk mencapai Morowali Provinsi Sulawesi Tenggah. 11 daerah tersebuttarget Indonesia SBS di tahun 2014. Salah satu yang adalah: Desa Lalampu (2008) Kecamatan Bahodopi, Desadilakukan adalah mendorong gerakan deklarasi SBS di Solonsa (2009) Kecamatan Witaponda, Desa Pontangoalokasi Program Pamsimas. Kabupaten yang baru-baru ini (2008), Korobonde (2009) dan Lembobelala (2009)melakukan deklarasi SBS adalah Kabupaten Morowali Kecamatan Lembo, Desa Lembontonara (2009), TabaranoProvinsi Sulawesi (2011), WawondulaTengah. (2011) dan Tiwaa (2011) Acara Deklarasi Kecamatan Mori Utara,ini diselenggarakan serta Desa Gontaraatas kerjasama Dinas (2011) dan KasingoliKesehatan Morowali, (2011) Kecamatan Moripihak Kecamatan AtasMori Utara dan Desa Pada acara ini StanleyTiwaa sebagai pihak Bintan, SKM, M.Kespenyelenggara kegiatan selaku Ketua Tim(11/06), dan dibukasecara resmi oleh Morowali melaporkanBupati Morowali, H. bahwa setelah dilakukan penilaian dan peninjauanmembuka acara, Bupati lapangan, dinyatakanmelakukan kunjungan 11 desa tersebut layakke beberapa rumah Foto : PAMSIMAS mendapatkan predikatwarga untuk mengecek keberadaan jamban yang dibangun desa SBS. 11 desa tersebut serentak mendeklarasikansecara swadaya oleh masyarakat. Deklarasi ini dilakukan diri sudah Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS)secara simbolis oleh 11 Kepala desa dengan pembacaan dengan BAB terpusat di jamban sehat. Acara deklarasiikrar SBS di hadapan undangan yang hadir, dilanjutkan tersebut diselenggarakan atas kerjasama Dinas Kesehatan Morowali, pihak Kecamatan Mori Utara dan Desa Tiwaaoleh Bupati Morowali. Kegiatan deklarasi tersebut juga sebagai pihak penyelenggara kegiatan tersebut.dirangkaikan dengan demo Cuci Tangan Pakai Sabun Pada akhir sambutannya, Bupati berharap agar semuaoleh siswa SDN Tiwaa sebagai bagian dari keberhasilan desa di Kabupaten Morowali, baik desa-desa sasaranPAMSIMAS dalam peningkatan PHBS di sekolah. PAMSIMAS 2008-2012 maupun desa-desa lain yang tidak Diselenggarakannya deklarasi SBS oleh 11 desa dimasuki oleh PAMSIMAS harus memperoleh predikatsasaran PAMSIMAS 2008-2011 Kabupaten Morowali SBS melalui kerjasama dan kolaborasi seluruh pihak,merupakan salah satu cermin keberhasilan Program terutama Pemerintah Daerah selaku panutan masyarakat. Newsletter AMPL Juni 2012 3
  4. 4. Laporan Terkini“Deklarasi adalah tugas pemerintah, jangan harap desaSBS kalau pemerintahnya saja tidak SBS”, pungkas masyarakat serta perubahan dan peningkatan perilaku sehat masyarakat, mengingat program ini sangat pro-rakyatmenyaksikan deklarasi. dan dirasakan oleh seluruh lapisan terutama masyarakat Senada dengan Bupati, miskin,“ pungkas FatmawatiKepala Dinas Kesehatan menutup sambutannya.Kabupaten Morowali Acara deklarasi inidrg. Fatmawati A. Halid, disaksikan oleh perwakilanMMR menyatakan acara masyarakat ke-11 desadeklarasi ini adalah cerminan deklarator, pihak Kecamatankeberhasilan semua pihak terkait, kepala puskesmasdalam pembangunan yang dan sanitarian wilayahdilakukan oleh pemerintah PAMSIMAS 2008-2011,daerah Kabupaten Morowali. Kepala Dinas/Kepala BadanKeberhasilan ini merupakan SKPD terkait, DPRDwujud aktif peran serta dan Morowali, Dinas Kesehatandukungan pemerintah daerah Provinsi Sulawesi Tengah,terhadap pencapaian target Foto : PAMSIMAS Konsultan Provinsi/PMACMillenium Development Goals (MDGs) khususnya goal SULTENG dan Konsultan Kabupaten/DMAC Morowali.ketujuh, yaitu Pelestarian Lingkungan Hidup. Dalam hal (Muh. Iqsan/DMAC-HHS Morowali, Endang-Sekberini upaya penyediaan air minum dan sanitasi dasar. Pamsimas “ Kita semua berharap agar program PAMSIMAS kiranyadapat dilanjutkan dan diperluas ke desa-desa lainnya, baik Antusiasme Daerah ....... dari hal 1 41 peserta PPSP di tahun 2010 sanitasi sebanyak 17 kab/kota 58 peserta PPSP di tahun 2011 Berkas peminatan tidak lengkap dan tidak termasuk 104 peserta PPSP di tahun 2012 rawan sanitasi sebanyak 5 kab/kota Pada tahun 2013, peningkatan minat dan antusiasme Berdasarkan hasil kesepakatan antara Projectpublik untuk ikut serta dalam penyelenggaraan PPSP Management Unit (PMU) dan Project Implementationmencapai puncaknya. Hingga batas akhir penetapan calon Unit (PIU), dari 203 kabupaten/kota yang menyatakanpeserta PPSP 2013, terdapat 203 berkas peminatan kab/ minatnya hanya 181 kabupaten/kota yang dinyatakankota yang diterima oleh Kelompok Kerja Air Minum danPenyehatan Lingkungan (Pokja AMPL) Nasional. mekanisme penjaringan minat kab/kota. Berkas tersebutadministrasi kabupaten/kota peminat dengan kabupaten/ pendanaannya sebelum ditetapkan sebagai peserta PPSPkota rawan sanitasi sebagai berikut: 2013. PIU Kelembagaan dan Pendanaan selanjutnya akan Berkas peminatan lengkap dan termasuk rawan mengundang Pokja Provinsi dan Pokja Kabupaten/Kota di sanitasi sebanyak 118 kab/kota 181 kab/kota calon peserta PPSP 2013 pada acara sosialisasi Berkas peminatan lengkap dan tidak termasuk rawan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri perihal Kepesertaan sanitasi sebanyak 63 kab/kota PPSP 2013 yang rencananya akan diselenggarakan di Berkas peminatan tidak lengkap dan termasuk rawan bulan Juli 2012. Aldy Mardikanto, BAPPENAS4 Newsletter AMPL Juni 2012
  5. 5. Laporan TerkiniJAMBORE SANITASI 2012A n a k s e b a g a i A g e n P e r u b a h a n Jambore Sanitasi IV kembali mengkampanyekan perilaku pedulidigelar. Sebanyak 198 peserta siswa- s sanitasi dalam skala yang lebihsiswi SLTP dari 33 provinsi di lu luas dan massal. “Seperti halnyaIndonesia mengikuti kegiatan yang J Jambore Sanitasi, Gema Indonesiaberlangsung di Hotel Mercure Ancol P Peduli Sanitasi kami harapkan dapatJakarta, 24 Juni – 1 Juli 2012. Jambore m menjadi representasi dari kampanyebertema “Peduli Sanitasi, Peduli p perilaku peduli sanitasi sejak usiaMasa Depan Air” dimaksudkan d dini, sehingga lebih banyak lagi anak-agar sejak dini anak-anak Indonesia a anak Indonesia yang peduli sanitasi,”menyadari pentingnya sanitasi dan ta tambah Budi.perlakuan air saat ini. Penyelenggaraan Jambore “Jadi kita mengkampanyekan S Sanitasi 2012 didukung oleh Pokjaperilaku peduli sanitasi melalui peran A AMPL Nasional, Kementeriananak-anak sebagai agen perubahan. K Kesehatan, Kementerian PendidikanApalagi masa depan air akan sangat d dan Kebudayaan, Kementerianbergantung terhadap bagaimana kita P Pariwisata dan Ekonomi Kreatifmemperlakukan air saat ini,” papar K Kementerian Lingkungan Hidup,Direktur Jenderal Cipta Karya, Budi B Bappenas, Solidaritas Istri KabinetYuwono P saat pembukaan acara, I Indonesia Bersatu (SIKIB), dan PTSenin (25/6). Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia bersama Direktur P Pembangunan Jaya Ancol. Ciptra Karya saat membuka Jambore Sanitasi Selama jambore, para Duta Di sela-sela jambore, ada PameranSanitasi dibekali dengan pengetahuan P Perilaku Peduli Sanitasi 25-27 Juniumum mengenai sanitasi dan pengetahuan teknis tentang 2012. Pameran ini dibuka oleh Lies Djoko Kirmanto danair limbah, drainase, dan persampahan. Mereka juga Ibu Djoko Suyanto yang didampingi Menteri PU Djokomendapatkan pembekalan mengenai public speaking atau Kirmanto dan Dirjen Cipta Karya Budi Yuwono. Pameran tersebut memamerkan fakta-fakta mengenai pembangunanserta pengembangan kepribadian. sanitasi, peran duta sanitasi selama ini dan juga program- Mereka juga belajar praktek pengelolaan sanitasi program sanitasi yang dilakukan oleh Ditjen Cipta Karya.berbasis komunitas dengan narasumber individu dan Mujiyanto, USDPorganisasi pemerhati lingkungan. Pembekalan juga akanmelalui kegiatan kunjungan ke Kementerian Pendidikandan Kebudayaan dan ke sekolah contoh penerapan sanitasiyang baik. Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto saatmembuka acara menyatakan, perilaku yang mencemariair harus segera ditinggalkan seluruh masyarakat.“Pengelolaan sanitasi yaitu sampah, air limbah, dandrainase yang baik harus dimulai sekarang juga untukmenyelamatkan air di masa depan. Kita harus semakinpeduli terhadap sanitasi,” paparnya. Acara puncak jambore adalah pemilihan Duta SanitasiNasional 2012 yang akan dinobatkan oleh Ibu HerawatiBoediono. Berbeda dengan penyelenggaraan tahun-tahunsebelumnya, dalam Jambore Sanitasi 2012 ini 1000 anakSD di DKI Jakarta juga akan menggemakan peduli sanitasi Area Pameran Jambore Sanitasi 2012dalam GIPS “Gema Indonesia Peduli Sanitasi” bersamadengan 198 Duta Sanitasi dari 33 provinsi. Kegiatan yang berpusat di Ecopark Taman ImpianJaya Ancol pada 30 Juni 2012 ini, bertujuan untuk Newsletter AMPL Juni 2012 5
  6. 6. Laporan TerkiniSekolah, Sasaran Potensial Promosi Sanitasi Sekolah belum banyak dilirik dalam promosi kesehatan, perubahan ke arah perubahan perilaku hidup bersih dantermasuk sanitasi. Padahal potensi sekolah sangat besar. sehat (PHBS). “Kesadaran dan perubahan menjadi halSaat ini jumlah siswa sekolah dasar (SD) di Indonesia yang penting dalam proses perubahan,” paparnya dalamlebih dari 25 juta orang. Itu belum termasuk siswa SMP diskusi tersebut.dan SMA. Kasubdit Pembinaan Sekolah Dasar Kemendikbud “Sekolah menjadi sarana strategis bagi promosikesehatan,” kata Deputi Meneg PPN/Kepala Bappenas bersih dan sehat harus ditumbuhkan sejak dini. Makanya,Bidang Sumber Daya Manusia dan Kebudayaan Nina Kemendikbud dalam waktu dekat akan meluncurkanSardjunani di hadapan peserta Lokakarya dan Diskusi program Gerakan Nasional Penguatan PelaksanaanSanitasi Sekolah ”Bersama Membangun Sanitasi Indonesia Pendidikan Karakter yang di dalamnya ada Gerakanmelalui Sanitasi Sekolah”, di Jakarta, Kamis (28/6) dalam Nasional Bersih Negeriku (Sekolah Bersih). Selain itu,rangkaian Jambore Sanitasi 2012. Kemendikbud akan terus menggalakkan program Usaha Dalam sambutan yang dibacakan Direktur Pendidikan Kesehatan Sekolah (UKS).dan Agama Bappenas Subandi, Nina menyebut sasaran Menurutnya, kementerian berharap sampai 2014 terdapat 5.280 sekolah yang bersih dan sehat, “Kita harapkan setiap kabupaten/kota sudah memulai sekolah - sekolah sebagai pilotnya,” tandasnya. Sekolah bersih dan sehat, lanjutnya, harus memiliki sarana sanitasi yang memadai. Ketersediaan toilet untuk laki-laki harus memenuhi rasio 1:40, sedangkan perempuan 1:25. Direktur Penyehatan Lingkunan Kementerian Kesehatan Wilfred Purba menegaskan, murid sekolah menjadi sarana pemicuan yang baik bagi keluarga dan lingkungannya dalam hal sanitasi. Makanya, sanitasi sekolah bisa menjadi bagian dari program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat Para Duta Sanitasi beraksi saat acara Gema indonesia Peduli Sanitasi, Sabtu 30 Juni 2012 (STBM). Mujiyanto, USDPpromosi k h i kesehatan ada d yakni populasi anak sekolah d dua k i l i k k l hdan keluarganya. Sehingga dari lingkungan ini saja ada100 juta orang lebih yang bisa tersasar. “Program promosikesehatan di sekolah akan lebih berhasil bila didukungoleh keluarga,” katanya menegaskan. Berbagai pihak menyadari pentingnya hal itu. Takheran, instansi terkait mulai melirik komunitas sekolahini guna menyukseskan program pemerintah. DirekturPengembangan Penyehatan Lingkungan PermukimanKementerian Pekerjaan Umum Syukrul Amienmenegaskan, adanya jambore sanitasi nasional merupakan Booth foto Pokja AMPL Nasional memeriahkan acara Gema Indonesia Peduli Sanitasiwujud dari upaya menjadikan anak sekolah sebagai agen Lokakarya Sanitasi Sekolah yang diselenggarakan dalam acara Jambore Sanitasi6 Newsletter AMPL Juni 2012
  7. 7. Profil KOEN Kerja keras ala IRIANTO“Yes, Aku Bisa!” Demikian kata-kata yang selalu didengungkan oleh Koen Irianto dalam setiappelatihan wirausaha sanitasi untuk memotivasi para peserta calon pengusaha sanitasi. Koen Irianto merupakan sosokindividu yang selalu penuh dengan semangat, inspiratif dan sangat dihormati oleh wirausahawan sanitasi, terutama diJawa Timur dimana Asosiasi Pengelola dan Pemberdayaan Sanitasi Indonesia (APPSANI) pertama terbentuk. Meskipundemikian, perjalanannya menjadi seorang pengusaha sukses dan motivator andal tidak selamanya berlangsung denganmulus. Kisah seorang Koen Irianto, layak untuk disimak sebagai sumber inspirasi dan motivasi.Masa kecil yang penuh dengan keprihatinan adalah dengan metode cicilan. Kini, usaha sanitasi IriantoKerja keras dan hidup berpindah-pindah menghiasi masa telah berkembang pesat dengan omset penjualan mencapaimuda Koen. Lahir di tengah keluarga kurang berkecukupan 50 juta rupiah perbulan, atau sebanyak 30-40 unit perdi Malang pada tahun 1962, Koen Irianto, anak bulan. Saat ini, Irianto pun bekerjasama denganke 4 dari 6 bersaudara ini berhasil menamatkan nam a menamatkan Sim Koperasi Simpan Pinjam (Credit Union) di mana angsekolahnya di STM Negeri 1 Malang jurusan pelanggan usaha Irianto akan diberikan kreditjurnalistik. Seusai menamatkan sekolah, Irianto lah, melalui koperasi tersebut.mendapat pekerjaan sebagai pegawai honorer idi Dinas Perhubungan, Kota Ambon, Maluku. Me Menjadi Ketua APPSANI Pertama kulu,Sempat ikut transmigrasi ke Bengkulu, Par Para pengusaha sanitasi yang dilatih Iriantokemudian kembali ke Surabaya untuk uk de dengan difasilitasi WSP-TSSM saat inibekerja di sebuah pabrik sebagai i be berkembang cukup pesat. Pada awal tahunpengatur generator listrik. 2 20 2012, asosiasi para pengusaha sanitasi iniKerja keras Irianto tidak berhenti i ter terbentuk dengan nama Asosiasi Pengelola gaisampai disitu. Saat bergabung sebagai dan Pemberdayaan Sanitasi Indonesiasalesman produk peralatan rumah tangga t tangga (A (APPSANI). Irianto yang selama ini terusdi tahun 1986, ia memperoleh promosi dan osi me mendampingi para pengusaha tersebut padameningkatkan penghasilannya. Di tahun akh akhirnya dipilih menjadi Ketua APPSANI arjana1997, ia berhasil mencapai gelar sarjana per pertama kali dengan masa jabatan 3 tahun.hukum, mengenyam pendidikan khusus Vis Visi yang dimiliki APPSANI selama masa 4profesi Advokat, dan pada tahun 2004 lulus kep kepengurusannya adalah untuk menjadidari pendidikan magister manajemen. . mit mitra pemerintah dalam menyukseskan Fo to :W MD MDGs 2015. AS POMengenal Dunia Sanitasi Iria Irianto sendiri berpendapat bahwa MDGs ALKeahlian Irianto sebagai seorang marketer handal rketer me merupakan target yang sulit untuk diraih,membawanya mengenal Lantip Trisunarno. ter terutama diakibatkan oleh kendalaSelama beberapa tahun, keduanya bekerjasamahingga akhirnya pada tahun 2008, Lantip yang saat ntip ak akan turut berkontribusi untuk mendukung ationitu bergabung dengan tim Water Sanitation Program u upaya pemerintah. Salah satunya dengan rketingg- Total Sanitation and Sanitation Marketing (WSP- t terus membina para pengusaha sanitasiTSSM) mengajak Irianto untuk melatih mengenai latih y yang serius dan berkomitmen untukpemasaran sanitasi. Saat itu, Irianto sama sekali to sama a m menjalankan usahanya. Irianto mengakuibuta mengenai sanitasi, sehingga i pun h ia harus b bahwa dirinya merupakan seorangmempelajarinya dalam waktu yang cukup singkat. yang fokus pada uang, artinya, dimanaHal yang menarik pada saat pertama kali ia melatih ada kesempatan untuk menghasilkan uang maka ia akanmengenai pemasaran sanitasi adalah bahwa tak sekalipun mengambil kesempatan tersebut.ia menyebut jamban/WC pada saat menerangkan kepada Pengusaha yang beristri Wiwik Wijiastuti dan dikaruniaipeserta pelatihan. Namun dengan seiring waktu dan seorang putra dan putri ini percaya bahwa bisnis sanitasibeberapa kali melatih, Irianto pun mulai terbiasa dan tak merupakan bisnis yang menguntungkan. Ia mengatakancanggung lagi dengan istilah WC, jamban, septic tank dan bahwa bisnis sanitasi ini bernilai paling tidak 3 trilyunlain sebagainya. rupiah. “Kesempatannya besar, kesempatan ini semestinyaTidak hanya melatih wirausaha sanitasi, Irianto pun ikut bisa dimanfaatkan dengan baik, sehingga tidak hanyamengambil kesempatan menjadi seorang pengusaha menyelamatkan lingkungan, tapi kesejahteraan hidup punsanitasi. Tahun 2008 ia memulai usahanya dengan modal turut meningkat,” imbuhnya. Dyota Condrorini, Waspolasebesar Rp 10 juta. Sistem penjualan yang digunakan Facility Newsletter AMPL Juni 2012 7
  8. 8. Publikasi tensi tik Ponesia Statis Indo Desa itarum disi C stik Ekspe Jurnali n a Lapor S KOMPA sunan Penyu arya is Lokak na Strateg Minum Re nca an Air angun Pemb nyehatan si e in dan P ngan Prov Lingku Tengah A esi SPOL sulaw silitator WA a Tim F Y FACILIT uatan Peng MPL arya A Lokak itas Pokja usunan Kapa s Peny inum M dalam sektor Air ungan MD n Lingk RPJ hata talo Penye insi Goron v di Pro FACIL ITY OLA WASP Kelompok Kerja Air Minum dan MPL Penyehatan Lingkungan C etak A letter News Mei 2012 Edisi Agenda AMPL Juli 2012 - Pertemuan Perencanaan Pembangunan AMPL (Pokja AMPL Nasi- - Lokalatih Gender dalam Pembangunan AMPL (WASPOLA Facility) onal) - Konsultasi Publik Buku Putih Sanitasi Daerah (PPSP) - Rapat Koordinasi Reguler Pokja AMPL – Eselon 2 (Pokja AMPL - Rapat Persiapan Implementasi Kegiatan Advokasi dan Sosialisasi Nasional) STBM di Provinsi dan Kabupaten/Kota Peserta PPSP (PPSP – - Konsinyasi Penyusunan Buku Pembangunan AMPL (Bappenas) Kemenkes) - Konsinyasi Kajian Kebutuhan Penguatan Kapasitas pengelolaan - Sosialisasi Pemantapan Pelaksanaan PPSP 2012 dan Penetapan Keberlanjutan SLBM – workshop (Kemen PU) Kabupaten/Kota Peserta PPSP 2013 (PPSP – Kemendagri) Untuk informasi lebih lengkap dapat langsung dilihat di http://www.ampl.or.id atau http://digilib-ampl.net Anda juga dapat bergabung dalam milis AMPL [milis_ampl@yahoogroups.com] Kami juga menerima tulisan berita yang terkait AMPL, kirimkan tulisan Anda ke pokja@ampl.or.id atau redaksi@digilib-ampl.net Tulisan yang terpilih akan di muat dalam newsletter cetak tiap bulannya.Diterbitkan oleh: Kelompok Kerja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (Pokja AMPL) Nasional sebagai media informasipembangunan air minum dan sanitasi di Indonesia | Pengarah: Nugroho Tri Utomo | Pimpinan Redaksi: Maraita Listyasari | Didukung oleh:Staf Redaksi: Aldy Mardikanto, Nur Aisyah Nasution, Nissa Cita, Rozi Kurnia, Lisa Imrani, Kelly A. Ramadhanti | Desain: AsepMuhaemin, Meddy CH | Alamat redaksi: Sekretariat Pokja AMPL, Jl. RP Soeroso No.50, Gondangdia Lama, Menteng - Jakarta810350 | Telp/Fax: (6221) 31904113, 2012 Newsletter AMPL Juni 31903909 | Email: pokja@ampl.or.id | Website: http://www.ampl.or.id

×