Pembangunan Sanitasi Lebih dari Sekadar Pembangunan Fisik    EDISI                                                        ...
Cover   1
Media Informasi Air Minum    dan Penyehatan Lingkungan                                                          Daftar Isi...
Dari RedaksiT           idak terasa kita sudah memasuki tahun 2010.            CLTS), cuci tangan pakai sabun (CTPS), peng...
dan masyarakat. Tentunya yang paling mendasar adalah                Penerbitan edisi khusus kali ini merupakan kerjasamapr...
Suara Anda                                                                   calon  pengguna adalah RT 02–06/RW 6 dan seki...
ton bibit bawang merah untuk ditanam di lahan seluas 20              SANIMAS 3 in 1hektar. Yang lebih menggelikan lagi, Ma...
Bustaman Semarang: Dari Sanimas                                                                   Bisa Bikin Balai RW     ...
Laporan Utama  Potret Pembangunan  Sanitasi IndonesiaS                                                                    ...
juta penduduk melakukan Buang Air Besar Sembarangan              Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Tidak hanya itu,(B...
(CTPS), Pengelolaan Air Minum Rumah Tangga (PAM-                                                              RT), pengelo...
Pemerintah daerah tidak mempunyai rencana dan               sanitasi. Forum antarinstansi pemerintah sendiri telaharah yan...
Program PercepatanPembangunan Sanitasi PermukimanP            embangunan sanitasi harus lengkap, yaitu           pada taha...
Komprehensif, berskala kota (city wide), dan multi                                                           sektor       ...
program Sanimas maka akan dengan mudah pemerintah                 telah mengimpelementasikan kegiatan bersakala kota.daera...
SeputarSanimasS                                                                BORDA    Apa itu Sanimas?          anitasi ...
c. Pilihan Sarana Teknologi Sanitasi                      APBD kota/kabupaten. Berdasarkan pengalaman Sanimas,    Dalam Sa...
f. Partisipasi                                             Perkembangan Sanimas    Partisipasi masyarakat adalah hal krusi...
kat                                                    Masyara arikTahapan Sanimas                                     yan...
Rekapitulasi Sanimas 2003-2009                                                 Jumlah                        Pilihan Tekno...
Fasilitas yang dibangun sesuai preferensi masyarakatadalah sistem terdesentralisasi (decentralized system)yang bisa melaya...
Tujuh Tahun SANIMAS. Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Khusus Maret 2010. Tema SANIMAS. Bag...
Tujuh Tahun SANIMAS. Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Khusus Maret 2010. Tema SANIMAS. Bag...
Tujuh Tahun SANIMAS. Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Khusus Maret 2010. Tema SANIMAS. Bag...
Tujuh Tahun SANIMAS. Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Khusus Maret 2010. Tema SANIMAS. Bag...
Tujuh Tahun SANIMAS. Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Khusus Maret 2010. Tema SANIMAS. Bag...
Tujuh Tahun SANIMAS. Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Khusus Maret 2010. Tema SANIMAS. Bag...
Tujuh Tahun SANIMAS. Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Khusus Maret 2010. Tema SANIMAS. Bag...
Tujuh Tahun SANIMAS. Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Khusus Maret 2010. Tema SANIMAS. Bag...
Tujuh Tahun SANIMAS. Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Khusus Maret 2010. Tema SANIMAS. Bag...
Tujuh Tahun SANIMAS. Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Khusus Maret 2010. Tema SANIMAS. Bag...
Tujuh Tahun SANIMAS. Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Khusus Maret 2010. Tema SANIMAS. Bag...
Tujuh Tahun SANIMAS. Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Khusus Maret 2010. Tema SANIMAS. Bag...
Tujuh Tahun SANIMAS. Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Khusus Maret 2010. Tema SANIMAS. Bag...
Tujuh Tahun SANIMAS. Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Khusus Maret 2010. Tema SANIMAS. Bag...
Tujuh Tahun SANIMAS. Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Khusus Maret 2010. Tema SANIMAS. Bag...
Tujuh Tahun SANIMAS. Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Khusus Maret 2010. Tema SANIMAS. Bag...
Tujuh Tahun SANIMAS. Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Khusus Maret 2010. Tema SANIMAS. Bag...
Tujuh Tahun SANIMAS. Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Khusus Maret 2010. Tema SANIMAS. Bag...
Tujuh Tahun SANIMAS. Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Khusus Maret 2010. Tema SANIMAS. Bag...
Tujuh Tahun SANIMAS. Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Khusus Maret 2010. Tema SANIMAS. Bag...
Tujuh Tahun SANIMAS. Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Khusus Maret 2010. Tema SANIMAS. Bag...
Tujuh Tahun SANIMAS. Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Khusus Maret 2010. Tema SANIMAS. Bag...
Tujuh Tahun SANIMAS. Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Khusus Maret 2010. Tema SANIMAS. Bag...
Tujuh Tahun SANIMAS. Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Khusus Maret 2010. Tema SANIMAS. Bag...
Tujuh Tahun SANIMAS. Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Khusus Maret 2010. Tema SANIMAS. Bag...
Tujuh Tahun SANIMAS. Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Khusus Maret 2010. Tema SANIMAS. Bag...
Tujuh Tahun SANIMAS. Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Khusus Maret 2010. Tema SANIMAS. Bag...
Tujuh Tahun SANIMAS. Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Khusus Maret 2010. Tema SANIMAS. Bag...
Tujuh Tahun SANIMAS. Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Khusus Maret 2010. Tema SANIMAS. Bag...
Tujuh Tahun SANIMAS. Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Khusus Maret 2010. Tema SANIMAS. Bag...
Tujuh Tahun SANIMAS. Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Khusus Maret 2010. Tema SANIMAS. Bag...
Tujuh Tahun SANIMAS. Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Khusus Maret 2010. Tema SANIMAS. Bag...
Tujuh Tahun SANIMAS. Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Khusus Maret 2010. Tema SANIMAS. Bag...
Tujuh Tahun SANIMAS. Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Khusus Maret 2010. Tema SANIMAS. Bag...
Tujuh Tahun SANIMAS. Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Khusus Maret 2010. Tema SANIMAS. Bag...
Tujuh Tahun SANIMAS. Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Khusus Maret 2010. Tema SANIMAS. Bag...
Tujuh Tahun SANIMAS. Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Khusus Maret 2010. Tema SANIMAS. Bag...
Tujuh Tahun SANIMAS. Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Khusus Maret 2010. Tema SANIMAS. Bag...
Tujuh Tahun SANIMAS. Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Khusus Maret 2010. Tema SANIMAS. Bag...
Tujuh Tahun SANIMAS. Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Khusus Maret 2010. Tema SANIMAS. Bag...
Tujuh Tahun SANIMAS. Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Khusus Maret 2010. Tema SANIMAS. Bag...
Tujuh Tahun SANIMAS. Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Khusus Maret 2010. Tema SANIMAS. Bag...
Tujuh Tahun SANIMAS. Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Khusus Maret 2010. Tema SANIMAS. Bag...
Tujuh Tahun SANIMAS. Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Khusus Maret 2010. Tema SANIMAS. Bag...
Tujuh Tahun SANIMAS. Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Khusus Maret 2010. Tema SANIMAS. Bag...
Tujuh Tahun SANIMAS. Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Khusus Maret 2010. Tema SANIMAS. Bag...
Tujuh Tahun SANIMAS. Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Khusus Maret 2010. Tema SANIMAS. Bag...
Tujuh Tahun SANIMAS. Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Khusus Maret 2010. Tema SANIMAS. Bag...
Tujuh Tahun SANIMAS. Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Khusus Maret 2010. Tema SANIMAS. Bag...
Tujuh Tahun SANIMAS. Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Khusus Maret 2010. Tema SANIMAS. Bag...
Tujuh Tahun SANIMAS. Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Khusus Maret 2010. Tema SANIMAS. Bag...
Tujuh Tahun SANIMAS. Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Khusus Maret 2010. Tema SANIMAS. Bag...
Tujuh Tahun SANIMAS. Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Khusus Maret 2010. Tema SANIMAS. Bag...
Tujuh Tahun SANIMAS. Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Khusus Maret 2010. Tema SANIMAS. Bag...
Tujuh Tahun SANIMAS. Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Khusus Maret 2010. Tema SANIMAS. Bag...
Tujuh Tahun SANIMAS. Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Khusus Maret 2010. Tema SANIMAS. Bag...
Tujuh Tahun SANIMAS. Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Khusus Maret 2010. Tema SANIMAS. Bag...
Tujuh Tahun SANIMAS. Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Khusus Maret 2010. Tema SANIMAS. Bag...
Tujuh Tahun SANIMAS. Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Khusus Maret 2010. Tema SANIMAS. Bag...
Tujuh Tahun SANIMAS. Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Khusus Maret 2010. Tema SANIMAS. Bag...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Tujuh Tahun SANIMAS. Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Khusus Maret 2010. Tema SANIMAS. Bagian Pertama (dari Tiga bagian)

5,644 views

Published on

diterbitkan oleh Kelompok Kerja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan sejak tahun 2003. Khusus pada edisi ini bekerjasama dengan BORDA.

Published in: Health & Medicine
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
5,644
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
335
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Tujuh Tahun SANIMAS. Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Khusus Maret 2010. Tema SANIMAS. Bagian Pertama (dari Tiga bagian)

  1. 1. Pembangunan Sanitasi Lebih dari Sekadar Pembangunan Fisik EDISI KHUS US Maret 2010 Edisi Khusus , Maret 2010
  2. 2. Cover 1
  3. 3. Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Daftar Isi Dari Redaksi ............................................................................................................. 3 Suara Anda................................................................................................................ 5 Laporan Utama Potret Pembangunan Sanitasi di Indonesia ................................................ 8 Diterbitkan oleh: Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman....................... 2 1 Kelompok Kerja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Kabar Terbaru ......................................................................................................... 24 (Pokja AMPL) Wawancarara Utama bekerja sama dengan: Aspek Sanitasi Masih Tertinggal Jauh........................................................26 BORDA, BALIFOKUS, LPTP, BEST Pembangunan Sanitasi untuk Lima Tahun Ke Depan ............................... 29 Pelaku Tahap I Penanggung Jawab: Oswar Mungkasa Sanimas Itu Harus Memberdayakan Masyarakat..................................... 35 Frank Fladerer Ujicoba Sanimas jadi Karir Terbaik Saya....................................................41 Pelaku Tahap II Pemimpin Redaksi: Agar Tak Ada Lagi Monumen Cipta Karya..................................................60 Oswar Mungkasa Dukungan BORDA untuk Target MDG’s.....................................................64 Dewan Redaksi: Pelaku Tahap III Surur Wahyudi Saya Ingin Sanimas Lebih Massif................................................................77 Yuyun Ismawati Wawancara Khusus Ibnu Singgih Pranoto Sanimas dan Konsep Pemberdayaan di Pekalongan..................................86 Hamzah Harun Al-Rasyid Pencapaian: Peta Persebaran Sanimas di Indonesia (2003-2009)........................... 90 Redaktur Pelaksana: Praktik Unggulan Z. Rahcmat Sugito Berharap Adipura Berbuah Biogas...........................................................103 Gressiadi Muslim Sanitasi Para Santri..................................................................................106 Sisi Lain: Sanimas Tak Selalu Berhasil.................................................................... 130 Desain dan Produksi: Kabar AKSANSI: AKSANSI dan Keberlanjutan Sanimas ......................................... 134 Agus Sumarno Helmi Satoto Testimoni: Kisah Sanimas dari Balik Layar................................................................. 141 Sirkulasi/Distribusi: Mereka yang Bergelut dengan Tinja........................................................151 Agus Syuhada Tinjauan: Halimatussadiah Tinjauan Konsep Pemberdayaan Masyarakat Dalam Sanimas.................158 Alamat Redaksi: Kajian Teknologi IPAL Sanimas.................................................................175 Jl. RP Suroso 50, Jakarta Pusat. Pembelajaran: Telp./Faks.: (021) 31904113 Sanimas Model Sanitasi bagi Pemda Otonom ........................................181 e-mail: redaksipercik@yahoo.com Orang Miskin Juga Bisa Bayar Iuran.........................................................190 redaksi@ampl.or.id Wawasan: oswar@bappenas.go.id Aspek Gender Dalam Sanimas.................................................................201 Redaksi menerima kiriman Pengelolaan Aset Sanitasi: Pemikiran dan Pembelajaran .......................208 tulisan/artikel dari luar. Jejaring Sanimas: Replikasi dan Adaptasi Sanimas di Luar Negeri........................220 Isi berkaitan dengan air minum Regulasi: Perundangan Terkait Pengelolaan Air Limbah di Indonesia................... 222 dan penyehatan lingkungan Info Buku: Kisah Sukses Sanimas........................................................................... 228 dan belum pernah dipublikasikan. Panjang naskah tak dibatasi. Info Situs ............................................................................................................... 229 Sertakan identitas diri. Info Pustaka........................................................................................................... 232 Redaksi berhak mengeditnya. Galeri Foto............................................................................................................. 244 Silahkan kirim ke alamat di atas. Agenda Konferensi dan Pameran........................................................................... 248 Fakta Sanitasi dan Sanimas......................................................................249Dapat diperbanyak sendiri tanpa merubah isinya dan dapat diakses di Suplemen: situs AMPL: http://ampl.or.id Buku Pintar Sanimas................................................................................A-L dan digilib AMPL: http://digilib.ampl.net HIA: Menakar Dampak Sanimas.............................................................M-0 This Publication was financed through funds allocated by The Ministry for Economic Cooperation and Development of The Federal Republic of Germany 2
  4. 4. Dari RedaksiT idak terasa kita sudah memasuki tahun 2010. CLTS), cuci tangan pakai sabun (CTPS), pengelolaan air Walaupun terlambat kami mengucapkan minum rumah tangga (PAM-RT), pengelolaan sampah, Selamat Tahun Baru. Semoga tahun ini dan pengelolaan air limbah. Sementara di perkotaan, lebih baik dari tahun lalu khususnya kinerja pemerintah mempunyai program Sanitasi oleh Masyarakat pembangunan AMPL di Indonesia. (Sanimas) yang telah menjangkau 37.451 KK atau 172.619 Memasuki tahun 2010, perhatian terhadap AMPL di jiwa yang tersebar pada 420 lokasi di 124 kota danIndonesia terutama sanitasi terasa semakin membaik. kabupaten pada 22 propinsi dalam 7 tahun kiprahnya.Dimulai dengan Konperensi Sanitasi II yang berlangsung Peningkatan perhatian pemerintah ini dipuncaki dengansukses di akhir tahun 2009, yang merupakan kelanjutan tercantumnya target ”tidak ada lagi praktek BABS padadari Konperensi Sanitasi tahun tahun 2014” dalam RPJMN 2010-2007. Konperensi tersebut dibuka 2014.oleh Wakil Presiden yang sekaligus Dalam upaya menangkapmencanangkan program Percepatan momentum inilah kemudianPembangunan Sanitasi Permukiman Percik mencoba menyajikan(PPSP). Berikutnya dalam East Asia pembangunan sanitasi dalamSanitation (EASAN) Conference II Percik edisi khusus kali ini. Programdi Manila Februari 2010, Indonesia STBM telah kami tampilkan padaditunjuk sebagai tuan rumah EASAN edisi Desember 2008. SekarangIII tahun 2012 di Denpasar Bali giliran Sanimas yang kamiberdasar pertimbangan kemajuan tampilkan.pembangunan sanitasi di Indonesia . Salah satu sisi yang menarik Sementara di awal tahun 2010 dari Sanimas adalah kisah panjangjuga, dalam sebuah lokakarya mulai dari proses lahirnya sampairegional Community-led Total tersebar luas seperti saat ini. IdeSanitation (CLTS) di Phnom Penh awalnya adalah upaya menemukanKamboja, delegasi Indonesia solusi masalah sanitasi perkotaanmenjadi nara sumber utama melalui uji coba terhadap Kebijakanterkait pembelajaran pelaksanaan Nasional Pembangunan Air MinumCLTS. Indonesia dianggap sukses dan Penyehatan Lingkungandalam 2 (dua) hal yaitu dalam Berbasis Masyarakat yangwaktu empat tahun telah berhasil disepakati pada tahun 2003. Untuk ZENmerubah perilaku BABS (Buang Air itu, Sanimas dimulai dalam bentukBesar Sembarangan) dari sekitar 4 juta penduduk, dan uji coba pada tahun pertama melalui hibah pemerintahmembebaskan sekitar 2.000 desa/dusun dari praktek Australia pada tahun 2003. Kemudian dilanjutkanBABS. Selain itu, Indonesia satu-satunya negara peserta uji coba tahun kedua dengan dana pemerintah yangdalam lokakarya tersebut yang dipandang keterlibatan dikoordinasikan oleh Bappenas melalui Kelompok Kerjapemerintahnya sangat aktif dalam pembangunan sanitasi. (Pokja) AMPL Nasional. Selanjutnya dijadikan program Semua ini tidak terlepas dari kenyataan bahwa saat ini nasional oleh Departemen Pekerjaan Umum sejak tahunpemerintah sedang gencar meningkatkan akses sanitasi 2006. Tidak sebagaimana biasanya, yaitu hibah luarmelalui program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat negeri berlanjut menjadi pinjaman luar negeri, Sanimas(STBM) dan Sanitasi oleh Masyarakat (Sanimas), sebagai langsung didanai oleh pemerintah pada tahun kedua. Halujung tombak pencapaian target Tujuan Pembangunan ini menunjukkan kuatnya komitmen pemerintah dalamMilenium (Millenium Development Goals/MDGs) dan upaya menjadikan Sanimas sebagai program andalanRencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional sanitasi. Hal menarik lainnya adalah sumber(RPJMN) 2010-2014. STBM merupakan penyempurnaan dana, yang beragam mulai dari pemerintahdari CLTS, yang merupakan program sanitasi skala rumah pusat, pemerintah propinsi, pemerintahtangga yang terdiri dari 5 pilar yaitu Stop BABS (dulunya kabupaten/kota, LSM BORDA, 3
  5. 5. dan masyarakat. Tentunya yang paling mendasar adalah Penerbitan edisi khusus kali ini merupakan kerjasamaprinsip utamanya yang berbasis masyarakat. Pesan kuat keduakalinya dengan BORDA dan mitranya, setelahyang ingin disampaikan dengan keterlibatan masyarakat edisi khusus Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat.adalah ”sanitasi lebih dari sekedar pembangunan fisik”. Awalnya edisi khusus kami tampilkan karena ketiadaan Hal ini kemudian menjadikan Sanimas merupakan dana pada tahun 2009, sehingga mendorong kamisumber pembelajaran yang sangat bermanfaat bagi bekerjasama dengan pihak lain dalam penerbitan Percik.pemangku kepentingan AMPL di Indonesia, bahkan di Tetapi kedepannya Percik akan terbit sekaligus dalammancanegara. Sehingga Sanimas juga telah mulai di adopsi bentuk edisi reguler dan edisi khusus. di beberapa negara Afrika dan dalam waktu dekat juga Proses penyusunan edisi khusus ini tentunya melaluiPilipina. jalan yang cukup panjang, mulai dari penentuan rubrik, Dalam edisi khusus ini, Sanimas kami tampilkan pengumpulan data dan informasi, penulisan artikelmulai dari proses paling awal sampai saat ini, dengan internal dan eksternal, menghubungi nara sumber baikmenampilkan semua pihak yang terlibat mulai dari langsung maupun melalui telpon dan email. Tentu sajapemerintah pusat sampai pemerintah daerah, LSM, dan tidak semua data dan informasi kami dapatkan serta naratentunya masyarakat. Informasi tersebut kami tampilkan sumber berhasil kami jumpai. Walaupun demikian, apadalam berbagai bentuk mulai wawancara, testimoni, yang kami sajikan ini kami harapkan sudah dapat mewakilisuara anda, sampai tulisan para ahli dan pelaku, termasuk keseluruhan gambaran Sanimas. Untuk itu, terima kasihjuga foto-foto proses dan hasil pelaksanaan Sanimas. kepada semua pihak yang telah membantu sehingga edisiKesemuanya diharapkan dapat memberi gambaran kali ini dapat kami tampilkan. Kritik dan saran tetap kamilengkap tentang Sanimas, sebuah program sanitasi nantikan demi perbaikan Percik ke depan. Akhir kata,unggulan. selamat membaca. Semoga bermanfaat. n (OM). BORDADari Redaksi 4
  6. 6. Suara Anda calon pengguna adalah RT 02–06/RW 6 dan sekitar lokasi kampung seperti pasar dan sebagainya. Umumnya penduduk bekerja sebagai buruh pabrik, pedagang dan serabutan. Minimnya pengetahuan dan ke- ingintahuan masyarakat tentang dampak negatif dari per- masalahan sanitasi, disebabkan karena minimnya tingkat pendidikan. Untuk memenuhi kebutuhan buang air besar (BAB) masyarakat biasanya menggunakan saluran sungai, tanah kebun, saluran air, tetapi sarana tersebut tanpa di- BORDA lengkapi sistem pengolahan sehingga kotoran mengalir dan menimbulkan bau kurang sedap se­ ingga berdampak hJalanpun bisa untuk IPAL: pada pencemaran lingkungan, kebiasaan BAB yang tidakPercikan Sanimas memperhatikan kebersihan ini tentu saja memberi dampakdi Pucung, Magelang negatif pada kese­ atan, berbagai penyakit muncul seperti h Di Kabupaten Magelang pertama kali dibangun IPAL per- diare, muntaber, typus, dan lain-lain.pipaan komunal tanpa digester dengan lokasi di jalan, warga Dengan sosialisasi yang diberikan tentang masalahsangat berantusias untuk menyambung ke IPAL se­ ingga h sanitasi, yang sangat erat hubungannya dengan kesehatan,kita sebagai fasilitator sangat kewalahan untuk menentukan adanya program Sanimas sangat membantu menjadi solusimana saja rumah yang akan mengakses. Sangat tidak mung- dalam mengatasi problem sanitasi di wilayah tersebut,kin semua rumah dapat menyambung karena di Dusun masyarakat yang semula tidak peduli lingkungan menjadiKarang Kulon Pucang jumlah total kepala keluarga sebanyak paham bahwa menjaga lingkungan sangat penting, bahkan130 KK dengan jumlah rumah sebanyak 106 rumah, semen- mereka sangat antusias dan bersemangat dalam pemba­tara yang bisa menyambung hanya 50. Dan paling hebatnya ngunan, ini juga tidak lepas dari bantuan KSM Belik Sarisemua warga/KK yang bisa atau tidak bisa menyambung yang membantu dalam sosialisasi.semua mau berkontribusi in kind ataupun in cash, mereka nDodi, TFL Kabupaten Kendal, Jawa Tengahmenganggap walaupun semua tidak bisa menyambungtetapi itu merupakan proyek semua warga. Jadi semua Brebes: Sarana Sanitasimerasa senang susah ditanggung bersama. Mewah Biaya Murah Dalam perjalanan pembangunan IPAL ada beberapawarga yang kecewa dan protes kenapa tidak ada digester Sebagian besar warga yang belum mempunyai WCtapi mungkin warga yang bicara tersebut tidak ikut so- berala­ an tidak mempunyai cukup uang untuk membuat ssialisasi dari awal jadi mereka belum memahami kenapa WC sendiri. “Dari pada hanya untuk membuat lubang ko-tidak dibangun digester di IPAL tersebut. Setelah dijelaskan toran mendingan duit yang ada untuk makan,” ujar salahbahwa lokasi di jalan sehingga tempat/lokasi untuk memba­ satu warga beralasan. Sarana sanitasi ini terbilang sangatngun digester tidak ada akhirnya warga memahami dan murah, karena Kang Idin, Enjat, Wak Dus, Mas Agus, danmereka sudah puas adanya pembangunan perpipaan ko- warga dukuh Pemaron lain yang tidak memiliki WC dapatmunal di Dusun Karang Kulon, Pucang, Secang. Keberadaan menikmati MCK Plus++ milik mereka sendiri tanpa intimi-IPAL sudah mengurangi setengah dari pencemaran pem- dasi atau bahkan ancaman disintegrasi.buangan limbah dari rumah-rumah yang sebelumnya lang- Namun demikian, pembangunan sarana sanitasi inisung di buang ke sungai. memakan biaya yang tidak sedikit. Bagaimana tidak? Ba-n Nur Aisiah Ulfa, TFL Kabupaten Magelang, Jawa Tengah ngunan ini dibuat dengan konstruksi yang sangat kokoh dan arsitektur yang sangat megah untuk ukuran MCK umum.Dari Boja Menuju Kendal Sehat Sehingga wajar jika Wasmun, seorang warga Pemaron, berandai kalau anggaran Sanimas digunakan untuk mem- Kampung Bada’an, Desa Bebengan, adalah salah satu bangun rumah, bisa cukup untuk membangun 2dari kampung padat dan miskin yang ada di Kabupaten Ken- unit rumah. Bahkan Pak Waryono, ketua KSM,dal yang menjadi lokasi Sanimas. Lokasi Sanimas tepatnya membayangkan anggaran tersebut adalahber­ da di wilayah RT 03/RW 06 seluas 100 m3, sedangkan a miliknya, dia akan membeli 40 5
  7. 7. ton bibit bawang merah untuk ditanam di lahan seluas 20 SANIMAS 3 in 1hektar. Yang lebih menggelikan lagi, Mas Yusuf membayang-kan dana tersebut untuk membeli kerupuk, bisa jadi berapa Sanimas rasanya cukup sukses sebagai pionir programratus kantong, ya? penanganan air limbah di perkotaan dalam skala komunalnZaki + Nur, TFL Kabupaten Brebes, Jawa Tengah 50-200 KK. Namun demikian masih tetap diperlukan suatu inovasi dalam implementasinya.Pemalang: Tempat Angon Bebek Sebagai contoh, penanganan sanitasi di satu wilayahjadi MCK Plus dampingan Sanimas akan lebih baik bila tidak hanya terfokus pada aspek air limbah saja, tetapi juga dapat Kampung Gumelem RW I kelurahan Mulyoharjo meru- mengintegrasikannya dengan persampahan dan mungkinpakan salah satu lokasi Sanimas 2009 di Kabupaten Pema- juga drainase dalam satu kawasan yang sama. Dengan itulang. Lokasi yang sekarang dibangun MCK plus tersebut ada- dampak yang diharapkan menjadi lebih terlihat karena lah tempat angon bebek, yang kumuh, kotor, menjijikkan permasalahan di perkotaan terasa makin kompleks.dan juga ditambah sebagian besar warga yang BAB (buang Dengan demikian penerapan "program 3 in 1" sepertiair besar) di sepanjang saluran. itu dapat menjadi program komprehensif dalam persoalan Sungguh, sangat mengharukan melihat kondisi sekarang, sanitasi di kawasan padat permukiman.masyarakat melakukan hal yang sama di tempat yang sama Inovasi dan kreativitas program perlu dikembangkantetapi berbuah sesuatu yang bisa dimanfaatkan yaitu bio- hingga Sanimas tidak menjadi program yang instan dangas. Bila kita melihat pemandangan sekarang dan sebelum- monoton. Pengalaman membuktikan opsi simple seweragenya sudah terjadi perubahan yang luar biasa, dan semoga system yang ditawarkan Sanimas lebih bisa berkelanjutan,sarana MCK plus yang dibangun ditempat angon bebek terutama dalam operasional dan perawatan. Initersebut bisa optimal dalam penggunaan bagi masyarakat. menyebabkan Sanimas layak diprioritaskan, dengan tetap Memang harus diakui, untuk mengubah perilaku membuka opsi kepada pilihan sistem yang telah ada,masyarakat tidaklah seperti membalikkan telapak tangan n I Made Yudi Arsana, Koordinator Sanimas BaliFokustetapi dibutuhkan keteladanan, keseriusan dan perjuangan (2003-2008)yang tiada ternilai, dan nampaknya memang terasa mudahuntuk diucapkan “mengubah tempat angon bebek” menjadi Sanimas: Dari Masyarakat“tempat angon manusia”. untuk MasyarakatnJamroni, TFL Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah Partisipasi masyarakat merupakan hal pokok da-Sirampog, Sanimas lam pengembangan Sanimas. Melalui proses partisipasiTerbesar di Indonesia masyarakat bisa merencanakan, melaksanakan dan melaku- kan evaluasi terhadap setiap aktivitas yang dilakukan. Ini merupakan sebuah prestasi yang membanggakan untuk Setelah masyakat mempunyai kesadaran bersama akankemajuan program Sanimas. Jumlah kamar mandi dan WC se- pentingnya sarana saniatasi, maka tahap kontruksi atau pem-banyak 27 unit yang terbangun, Pondok Pesantren Al-Hikmah bangunan sarana akan sangat mudah, karena masarakat akan2 di Desa Benda, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, terlibat secara aktif dalam pembangunanya. Ini akan melahir-merupakan Sanimas terbesar di Indonesia. Prestasi ini tidak kan rasa memliki yang tinggi terhadapa sarana yang dibangunlepas dari Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Al-Mutho- dan juga akan mau merawatnya dengan baik.haroh yang menjadi panitia pembangunan Sanimas. Semula Tahap yang pasti akan dilalui setelah pelaksanaan pem-dari rencana awal hanya terbangun 10 unit WC, tetapi dengan bangunan sarana Sanimas adalah tahap pemanfaatan dankontribusi tunai mencapai Rp.97.979.000 dan tenaga menca- perawatan oleh masyarakat yang dikoordinir oleh badanpai Rp.10.987.600, maka terwujudlah bangunan Sanimas den- pengelola/KSM. Itu sebabnya KSM dibekali pengetahuangan kapasitas daya tampung pengguna mencapai 1.000 jiwa. mengenai perawatan dan pengelolaan.Untuk 27 unit yang terbangun masing-masing unit terdiri dari 1 Dari proses yang dilakukan dalam program ini jelas SanimasWC duduk dan shower untuk mandi. WC yang digunakan ada- mengarusutamakan perubahan perilaku. Kalau hanya mem-lah WC duduk agar air sabun tidak dapat masuk lubang WC, buat bangunan fisik relatif mudah, tapi tak kalah pentingnyasedangkan penggunaan shower agar air yang digunakan lebih adalah keterlibatan/partisipasi masyarakat agar program ini hemat dari pada menggunakan model bak mandi. benar-benar dari oleh dan untuk masyarakat sendiri. nPandhu, TFL Bumiayu, Jawa Tengah nDanar Pramono, Senior TFL wilayah Provinsi DI YogyakartaSuara Anda 6
  8. 8. Bustaman Semarang: Dari Sanimas Bisa Bikin Balai RW Kami tinggal di perkampungan di tengah Kota Semarang yang luas wilayahnya ± 5 hektar, dengan jumlah penduduk 990 jiwa, yang terdiri dari 330 KK. Di sini, pada umumnya penduduk bekerja sebagai wiraswasta dengan rata-rata penghasilan Rp. 750.000 per-bulan. Warga kami yang memiliki jamban sekitar 55%, selebihnya menggunakan MCK umum. Sebelum Sanimas masuk ke tempat kami, warga kesulitan untuk memenuhi kebutuhan buang air besar, dikarenakan MCK umum tidak dilengkapi dengan sistem pengolahan limbah, karena 45% warga tidak mempunyai jamban sendiri. Kebanyakan masyarakat buang air besar menggunakan Kali Semarang sebagai jamban umum. Kebiasaan anak-anak kecil di kampung kami buang air besar di selokan dan banyak yang ISTIMEWA akhirnya terserang penyakit diare. Setelah Sanimas masuk ke wilayah kami, banyak perubahan yang dirasakan masyarakat, baik dari segi kebiasaan buang hajat sampai kebersihan lingkungan. Anak- anak kecil buang hajat di MCK Plus++. Setelah selesai, cuci tangan. Dan yang menarik, orang dewasa ikut kebiasaan anak kecil (setelah selesai langsung cuci tangan). Inilah perubahan perilaku masyarakat dari yang jorok menjadi yang bersih, karena tempat kami dijuluki PAKUMIS (Padat Kumuh dan Miskin). Proses mendapatkan program Sanimas tidak semudah apa yang kami bayangkan. Semua melalui proses-proses yang kami tempuh, karena kebiasaan masyarakat kami sulitBanjarnegara: Ada Air Siap Minum diajak untuk musyawarah. Itulah tantangan kami untukdi Sanimas mewujudkan kampung yang bersih dan higienis, serta mengubah perilaku masyarakat. Sanimas yang dibangun pada tahun 2009 mendapatkan Alhamdulillah, melalui tahapan-tahapan yang sulit kamijulukan Sanimas termewah di Kabupaten Banjarnegara. lalui, akhirnya Sanimas dapat dirasakan oleh masyarakatFasilitasnya berupa MCK++ yang secara resmi beroperasi dan sangat berguna bagi lingkungan sekitarnya. Dari hasilpada bulan Februari 2010. Sanimas ini merupakan kerja MCK Plus++, kami dapat membangun tempat balai RW yangsama antara BORDA, LPTP, DPU, BAPPEDA, Pemda Ban- terletak di atas MCK Plus dan melaksanakan pavingisasijarnegara dan masyarakat Sokanandi. Sarana terdiri dari (memasang paving block) di lingkungan kampung dan jugakamar mandi, toilet, tempat cuci, dilengkapi dengan biogas. dapat membantu warga yang salah satu anggotanya wafat.Memasak di sini akan lebih ringan biayanya daripada meng- Dan sekarang, Sanimas di kampung kami menjadi Sanimasgunakan gas elpiji atau minyak tanah. Selain itu, dilengkapi percontohan di Jawa Tengah.juga alat air minum kesehatan RO (Reverse Osmosis) yang MCK Plus++ di lingkungan kami merupakan bantuandapat menghasilkan air minum. Air dari sumur langsung dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kotabisa diminum dengan lebih sehat jika dibanding dengan Semarang dan BORDA yang dibangun mulai Desembermemasak air. 2005 hingga Mei 2006. Total telah menghabiskan dana 280 Karena bangunan MCK Plus++ yang mewah dan bersih juta (Pemprov sebesar Rp. 85 juta, Pemkot sebesar Rp. 135sering warga sekitar menggunakan untuk duduk-duduk juta, Borda sebesar Rp. 50 juta dan swadayasambil mengobrol. Anak-anak bermain di kolam air mancur masyarakat sebesar Rp. 10 juta). dan sering sehabis pulang sekolah singgah dulu ke MCK++. n Azhar, Ketua KSM Pangrukti Luhur, Kotan Adi, TFL Kabupaten Banjarnegara Semarang 7 Suara Anda
  9. 9. Laporan Utama Potret Pembangunan Sanitasi IndonesiaS SACHA ecara sederhana sanitasi dapat diartikan sebagai Namun, sejarah panjang ini ternyata tidak menjadikan upaya pencegahan terjadinya kontak langsung negara kita maju di bidang sanitasi. antara manusia dengan kotoran ataupun bahan Meskipun sistem ini kemudian dikembangkan di berbahaya lainnya, melalui penyediaan solusi- berbagai tempat, namun hingga saat ini baru tersedia di solusi teknis, perekayasaan maupun penerapan 10 kota besar dan 2 kota kecil di seluruh Indonesia yangperilaku hidup bersih dan sehat. Pengertian inilah yang hanya melayani sekitar 2,13 persen penduduk secarakemudian menjadi dasar bagi berbagai pihak untuk nasional. Selain proyek Denpasar Sewerage Developmentberlomba-lomba menemukan cara terbaik pencegahan Project (DSDP) di Bali, sepertinya penerapan sistem inikontak langsung tersebut. Sanitasi sendiri saat ini, secara masih belum dikembangkan secara signifikan untukpraktisnya, diartikan sebagai kegiatan penanganan air memenuhi layanan bagi masyarakat. Mengingat bahwalimbah, persampahan dan drainase. satu sambungan dari sistem ini menghabiskan Rp 5-6 juta, mungkin saja sistem ini memang terlalu mahal untuk Fakta Sanitasi diterapkan di Indonesia pada saat ini. Sejarah pembangunan sanitasi kita sebenarnya Lalu bagaimana dengan sistem lain yang diterapkan?amatlah panjang. Misalnya, sistem penanganan air limbah Dengan memasukkan sistem setempat (on-site) dan perpipaan (off site) telah ada sejak jaman penjajahan komunal pun ternyata cakupan layanan air limbah hanya di Bandung, Cirebon, Surakarta, dan mencapai sekitar 69 persen tanpa memperhatikan Yogyakarta pada tahun 1910. kualitasnya. Sehingga bila dihitung secara kasar, masih 70 8
  10. 10. juta penduduk melakukan Buang Air Besar Sembarangan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Tidak hanya itu,(BAB), baik di sungai, kebun dan tempat lainnya. taraf kualitas hidup individu pun menjadi menurun. Selanjutnya pembangunan persampahan, meskipun Pendapat umum bahwa perluasan lapangan kerjahampir setiap pemerintah daerah terlihat begitu adalah solusi terbaik bagi perbaikan tingkat kesejahteraanantusias untuk menangani permasalahan sampah ekonomi yang kelak berujung pada pengentasanmelalui penganggaran setiap tahunnya, namun faktanya kemiskinan bisa jadi benar adanya. Akan tetapi untukcakupan layanan secara nasional baru mencapai 20,63%. memastikan pencapaian tujuan tersebut, kontribusiArtinya baru sekitar 20 persen sampah yang terangkut pembangunan sanitasi dan peningkatan layanan airke Tempat Pengolahan Akhir (TPA). Kemudian kondisi ini minum tetap diperlukan. Sebab keberadaan layanandiperburuk dengan kenyataan bahwa 98 persen TPA masih sanitasi yang baik dapat mencegah berkurangnyamenggunakan sistem open dumping. pendapatan penduduk sehingga membantu memutus Sementara penanganan drainase juga tidak jauh salah satu mata rantai penyebab kemiskinan yang nyata dilebih baik. Mari kita amati lingkungan tempat tinggal hadapan kita.kita. Hampir bisa dipastikan drainase di lingkungan kitabercampur dengan air limbah rumah tangga (grey water), Isu Utamameskipun di perumahan kelas menengah. Bahkan di Uraian sekilas potret sanitasi di atas sepertinya begitubeberapa kawasan kumuh, tidak sulit menemukan limbah mengerikan. Lalu apa penyebabnya? Pada Konferensitinja bercampur dalam aliran drainase. Berdasar data yang Sanitasi Nasional (KSN) II di bulan Desember 2009, Deputiada, hanya 52,83 persen saluran drainase yang berfungsi Bidang Sarana dan Prasarana Bappenas menyampaikan 5dengan baik. Sisanya mungkin memang tidak terawat atau (lima) permasalahan pembangunan sanitasi diyang paling sering kita temui adalah sampah yang begitu Indonesia, yaitu (i) ketersediaan sumber dana h yang minim yang berujung pada investasi lururakus memenuhi ruang drainase ini. Secara sinis,mungkin kondisi ini dapat kita sebut sebagai ir se an i p d kurang memadai. Kepedulian pemerintahsistem terpadu (integrated system) sampah Hamkota aten dlum sudah cukup baik dalam beberapa tahun up bedan air limbah dalam saluran drainase. kabnesia unyai terakhir namun alokasi dana masih o p belum memadai. Di sisi lain, skema Ind memncana an Dampak Buruknya Sanitasi re nga an n g pembiayaan yang bersumber dari Secara sederhananya, apa saja yang dihasilkan na asi y ai pe nit ad non-pemerintah masih belumdari kondisi sanitasi seperti yang digambarkan sa em optimal, baik dalam bentuksebelumnya? Paling mudah, kita mulai saja dari praktik m investasi swasta maupun CorporateBABS, yang ternyata menghasilkan sekitar 14.000 ton Social Responsibility (CSR); (ii) kesadarantinja plus 176.000 m3 urine yang terbuang setiap harinya pelaku yang masih rendah. Masih tingginya jumlahke lingkungan. Akibatnya sekitar 75 persen sungai sebagai penduduk yang melakukan praktik BABS, dan rendahnyasumber utama air baku PDAM tercemar berat dan di utilisasi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) danperkotaan sebagian besar air tanah tercemar oleh bakteri Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) merupakan buktie-coli yang berasal dari tinja manusia. dari kurangnya kesadaran pelaku baik masyarakat maupun Pertanyaan berikutnya yang muncul adalah seberapa pemerintah daerah, serta masih rendahnya kesediaanburuk dampak dari kondisi sanitasi yang kurang memadai membayar dari masyarakat; (iii) perangkat peraturanini? Sebuah studi bertajuk Economic Impact of Sanitation belum memadai. Terkait penanganan air limbah, regulasiin Indonesia, yang dilaksanakan oleh WSP Bank Dunia yang mengatur hanya berupa satu pasal dalam Undang-tahun 2008 menyimpulkan bahwa beragam dampak dari Undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Dayakondisi sanitasi buruk di antaranya adalah (i) kehilangan Air, yaitu pasal 21 ayat 2, yang menyatakan bahwawaktu produktif akibat sakit seperti diare, (ii) kehilangan perlindungan dan pelestarian sumber air salah satunyapendapatan untuk biaya pengobatan; (iii) menurunnya dilakukan melalui pengaturan sarana dan prasaranaproduktifitas sektor tertentu seperti pariwisata, dan sanitasi; (iv) institusi pengelola yang kurang profesional.perikanan; (iv) biaya pengolahan air limbah meningkat. Pengelolaan sanitasi masih belum menerapkan prinsipSemuanya bermuara pada kerugian bagi keseluruhan manajemen yang baik; (v) belum tersedia rencana indukperekonomian. Di Indonesia ancaman kerugian ekonomi pengelolaan sanitasi. Hampir seluruh kota dandan finansial akibat kondisi sanitasi buruk tersebut kabupaten di Indonesia belum mempunyaimencapai Rp.58 triliun per tahunnya atau sekitar Rp.225 rencana penanganan sanitasi yang memadai.ribu per kapita (data tahun 2007) atau setara 2,3 persen 9 Laporan Utama
  11. 11. (CTPS), Pengelolaan Air Minum Rumah Tangga (PAM- RT), pengelolaan sampah, dan pengelolaan sampah (selengkapnya dapat dilihat pada Percik Edisi Desember 2008). Sementara program kedua adalah Sanitasi oleh Masyarakat (Sanimas). STBM mulai diperkenalkan pada tahun 2004, dan setelah melalui uji coba selama 2 tahun kemudian dilakukan replikasi sejak tahun 2006, sehingga akhirnya dicanangkan menjadi program nasional STBM pada tahun 2008 oleh Menteri Kesehatan. Saat ini STBM telah berhasil membebaskan sekitar 2.000 desa/dusun dari praktik BABS, yang menjangkau sekitar 4 juta orang. Ini merupakan perubahan yang cukup berarti dengan memperhatikan hal tersebut berhasil dicapai hanya dalam waktu 6 tahun. Prinsip yang berbeda dari STBM dibanding pendekatan terdahulu adalah PU ditiadakannya subsidi pemerintah bagi pembangunan Upaya Pemerintah jamban, dan fokusnya lebih pada perubahan perilaku. Sebelum era tahun 2000, perhatian pemerintah dalam Di samping itu, pemerintah Indonesia juga dianggappembangunan sanitasi masih jauh dari memadai. Namun, sangat peduli terhadap pembangunan sanitasi. Olehsejak 7-8 tahun terakhir pemerintah mulai menyadari karena itu, Indonesia telah menjadi salah satu negarapentingnya sanitasi. Hal ini terlihat dari disepakatinya yang menjadi kiblat pembelajaran pilar Stop BABS atauKebijakan Nasional Pembangunan Air Minum dan di mancanegara dikenal sebagai Community-Led TotalPenyehatan Lingkungan (AMPL) Berbasis Masyarakat. Sanitation (CLTS). Konsep Kelompok Kerja Air Minum danMengapa berbasis masyarakat? Hal ini sebagai upaya Penyehatan Lingkungan (Pokja AMPL) sebagai focal pointmerubah pendekatan pemerintah yang top down dan pembangunan sanitasi bahkan akan diadopsi beberapatarget oriented. Selama ini, hasil pembangunan diukur negara di Asia.hanya melalui target masif seperti sejuta jamban, dan Sementara Sanimas sendiri mulai diperkenalkan jauhbanyak program sejuta lainnya. Akibatnya keberlanjutan lebih awal dari STBM yaitu pada tahun 2003 melingkupi 7fasilitas yang dibangun menjadi rendah. Tidak sulit kota di Jawa Timur dan Bali. Sanimas awalnya merupakanmenemukan monumen MCK (Mandi, Cuci, Kakus) di bagian dari upaya uji coba terhadap Kebijakan Nasionalseputar kita, yang bahkan diplesetkan menjadi Monumen Pembangunan Air Minum dan Penyehatan LingkunganCipta Karya. Sebenarnya lebih tepatnya adalah Monumen Berbasis Masyarakat. Ciri khasnya masyarakatCiptaan Kita semua. ikut berkontribusi dana dan material serta Sejak 7-8 hir berhasil, kemudian sejak tahun 2006, Kebijakan ini memberi ruang bagi terlibat dalam prosesnya. Setelah dianggapmasyarakat untuk terlibat dalam proses rak tahun teintah Departemen PU telah menjadikan Sanimaspembangunan bahkan diberi tanggungjawabdalam pengelolaan fasilitas. Fokus menjadi pemer i program nasional bekerja sama  dengan mula ilebih pada memenuhi kebutuhan masyarakat menyadnya ar lebih dari 100 pemerintah daerah dengandengan menjadikan masyarakat sebagai subyek didukung oleh LSM BORDA dan mitradan bukan sekedar obyek. penting si kerjanya (selengkapnya tentang Sanimas Langkah selanjutnya adalah mencoba sanita pada tulisan di halaman lain).menerapkan kebijakan ini dengan pendekatan Walaupun tidak ditegaskan pembedaanyang berbeda. Secara umum perbedaan lokasi kedua program ini, tetapi secara umum Sanimasmendasarnya di antaranya adalah ketersediaan lahan cenderung dilaksanakan di daerah perkotaan dengandi perkotaan relatif lebih sulit, kepadatan penduduk ciri ketersediaan lahan yang terbatas dan kepadatanlebih tinggi, dan terdapat peluang mempunyai sistem penduduk tinggi. Sementara STBM lebih fleksibel. terpusat. Untuk itu, dirancang dua program berbeda Belajar dari Sanimas, kemudian dirancang upaya yaitu Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dengan melaksanakan pembangunan sanitasi perkotaan secara 5 (lima) pilarnya yaitu stop BABS (SBABS), lebih baik dan terarah. Salah satu isu yang mengemuka Cuci Tangan Pakai Sabun adalah pembangunan sanitasi yang bersifat sporadis.Laporan Utama 10
  12. 12. Pemerintah daerah tidak mempunyai rencana dan sanitasi. Forum antarinstansi pemerintah sendiri telaharah yang jelas. Untuk itu, sejak tahun 2007 mulai ada sejak lama yang dikenal sebagai Pokja AMPL atau didiperkenalkan konsep Strategi Sanitasi Kota (SSK) di 6 beberapa daerah dengan nama Pokja Sanitasi.kota. SSK ini merupakan panduan pemerintah daerah Kemitraan juga dilakukan melalui pemanfaatan danadalam melaksanakan pembangunan sanitasi sehingga Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaanhasilnya dapat lebih optimal. SSK dibuat bersama oleh swasta. Sehingga saat ini pembangunan sanitasi perkotaanseluruh pemangku kepentingan di daerah. Sebagai bagian telah menjadi perhatian semua, baik pemerintah,dari penerapan SSK, dilakukan kegiatan peningkatan masyarakat dan swastakapasitas bagi pemerintah daerah. Saat ini sudah lebihdari 10 daerah yang melaksanakan konsep SSK. Agenda Berikutnya Untuk lebih meningkatkan kinerja pembangunan Target sanitasi berupa tidak ada lagi praktik BABSsanitasi, sejak tahun 2009 dicanangkan Program di tahun 2014 telah tercantum secara jelas dalamPercepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP). RPJMN 2010-2014. Pencapaian target tersebut menjadiWakil Presiden dalam pembukaan Konperensi Sanitasi agenda utama kita semua paling tidak sampai tahunNasional II di akhir Desember 2009 sekaligus juga 2014. Program nasional PPSP telah dicanangkan sebagaimeresmikan pelaksanaan PPSP. Program STBM dan payung bagi pembangunan sanitasi ke depan. ProgramSanimas merupakan bagian dari PPSP. STBM dan Sanimas telah mulai dilaksanakan secara luas. Puncak dari semua upaya ini tentunya penetapan Walaupun demikian dibutuhkan upaya yang lebih kerassanitasi sebagai salah satu target dalam Rencana agar kemudian pembangunan sanitasi menjadi prioritas,Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010- dan program PPSP dengan ujung tombaknya STBM dan2014. Terkait sanitasi khususnya air limbah, secara jelas Sanimas menjadi arus utama pembangunan sanitasi ditercantum ”Terwujudnya kondisi Stop Buang Air Besar daerah. Dengan demikian, target meniadakan praktikSembarangan (BABS) hingga akhir tahun 2014”. BABS pada tahun 2014 akan tercapai. Pembangunan sanitasi perkotaan juga diwarnai oleh Namun perlu dicamkan juga bahwa dalam pelaksanaankesalahkaprahan berupa pandangan bahwa pembangunan pembangunan sanitasi, masyarakat merupakansanitasi hanya menjadi tanggungjawab pemerintah. subyek dari keseluruhan prosesnya. Keberlanjutan dariUntuk itu, sejak tahun 2007 telah dibentuk suatu forum pembangunan sanitasi akan sangat tergantung padakemitraan diantara pemangku kepentingan yang diberi keterlibatan dari masyarakat secara utuh. Untuk itu,nama Jejaring AMPL. Forum ini dimaksudkan untuk kesiapan pemerintah daerah dan keterlibatan masyarakatmenyinergikan upaya pembangunan AMPL termasuk menjadi suatu keniscayaan. Siapkah kita?n (OM dan Yudhi) BORDA 11 Laporan Utama
  13. 13. Program PercepatanPembangunan Sanitasi PermukimanP embangunan sanitasi harus lengkap, yaitu pada tahap 2 ini. Di antaranya adalah pelibatan secara komprehensif dan terpadu. Untuk secara aktif pemerintah provinsi dan penyederhanaan itu diperlukan suatu strategi pembangunan dokumentasi SSK menjadi lebih kompak sehingga lebih sanitasi yang mencakup aspek pendanaan, mudah dipahami. peraturan, perubahan perilaku, dan Secara paralel pada rentang waktu 2008–2009kelembagaan untuk menjamin keberlanjutannya. sejumlah kabupaten/kota juga mereplikasikan pendekatan Semua pihak harus belajar bahwa permasalahan untuk mendorong pemerintah daerah untuk menyusunsanitasi tidak melulu karena kecilnya anggaran. Namun SSK melalui berbagai program yang diselenggarakan olehlebih pada kurangnya perencanaan yang baik sehingga mitra-mitra pemerintah, seperti Environmental Servicesumber daya yang ada selama ini tidak termanfaatkan Program (ESP). Hingga saat ini, tercatat 24 kabupaten/secara optimal dan hasil pembangunan pun tidak tepat kota telah menyusun Strategi Sanitasi Kota. sasaran bahkan mubazir. Bahasa lugasnya: Danapenting, tapi lebih penting rencana yang baik. It’s Prinsip Strategi Sanitasi Kota Dana p tap entingnot about money, it’s about a good plan. Prinsip utama penyusunan SSK Untuk itu kemudian diperkenalkan konsep pentin i lebih , adalah (i) dari, oleh, dan untuk kota; (ii) grStrategi Sanitasi Kota/Kabupaten (SSK) yang bencana komprehensif, berskala kota (city wide), dansebagai bagian dari upaya melaksanakan It’s no aik. multi sektor; (iii) berdasarkan data empiris mo t aboupembangunan sanitasi secara terencana. t dan; (iv) perpaduan antara pendekatan topPenyusunan SSK ini merupakan bagian dari abouney, it’s tagProgram Percepatan Pembangunan Sanitasi plan oodPermukiman (PPSP). Penyusunan Strategi Sanitasi Kota Menyadari pentingnya strategi pembangunan sanitasi,pemerintah mencoba untuk merumuskannya. Diawalidengan program sanitasi perkotaan di 6 kota percontohanmelalui Indonesia Sanitation Sector Development Program(ISSDP) pada tahun 2006 hingga awal 2008. Ke enam kotalaboratorium sanitasi tersebut, yaitu: Denpasar, Blitar,Surakarta, Banjarmasin, Payakumbuh, dan Jambi didoronguntuk menghasilkan suatu perencanaan strategis jangkamenengah untuk pembangunan sanitasi kotanya melaluifasilitasi dari pemerintah pusat. Perencanaan strategis ini kemudian disebut sebagaiStrategis Sanitasi Kota (SSK). SSK inilah yang akan menjadiacuan bagi pembangunan sanitasi kota (atau kabupaten)selama minimal 5 tahun ke depan bagi pemerintahsetempat dengan target dan sasaran yang jelas. Danyang lebih penting dapat mengikat seluruh pemangkukepentingan untuk bersama-sama melaksanakannya. Menilai capaian hasil yang positif, program ini dilanjutkan menjadi ISSDP tahap 2 yang kembali menyasar 6 kota di 3 provinsi. Berbagai perbaikan dan disempurnakanLaporan Utama 12
  14. 14. Komprehensif, berskala kota (city wide), dan multi sektor Prinsip kedua ini mengharuskan SSK dapat memasukkan ketiga sub-sektor sanitasi dan mencakup seluruh kota. Sehingga tidak bersifat tambal ataupun parsial. Dan tentu saja SSK ini harus disusun oleh seluruh pemangku kepentingan kota, terutama sejumlah SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) yang terkait dalam pelaksanaan pembangunan sanitasi. Seluruh pemangku kepentingan tersebut akan duduk bersama dalam lembaga ad hoc yang biasa disebut sebagai Pokja Sanitasi ataupun Pokja AMPL. Berdasarkan data empiris BORDA Prinsip inilah yang akan mendasari akurasi dari suatudown dan bottom up. perencanaan strategis. Sejumlah data dan informasi Dari, oleh, dan untuk kota tentang kondisi sanitasi suatu wilayah kabupaten/kota Selama proses penyusunan SSK, seluruh tahapan akan dilengkapi data primer dari hasil survei. Data ini akandilakukan oleh pemerintah kabupaten/kota. Pemerintah memperkuat arahan pembangunan ke depan sekaliguspusat, provinsi, bahkan konsultan yang disediakan skala prioritas yang diperlukan dalam pentahapanhanya mendorong dan memfasilitasinya. Proses ini tentu implementasi.saja diharapkan bisa menumbuhkan rasa kepemilikan Perpaduan antara pendekatan top down dan bottom(ownership) yang kuat terhadap produk itu sendiri dan upselanjutnya akan lebih mudah untuk ditindaklanjuti atau Prinsip terakhir ini dimaksudkan untuk menutupdilaksanakan. berbagai kesenjangan yang selama ini terjadi. Seringkali program yang bersifat top down tidak sesuai dengan BORDA kebutuhan masyarakat. Tidak jarang pula program yang mengadopsi pendekatan bottom up tidak dapat berkembang sebagaimana mestinya karena kurang didukung oleh penguasa. Perpaduan kedua pendekatan tersebut merupakan upaya memadukan aspirasi masyarakat dengan visi dan misi kota yang telah ditetapkan pemerintah daerah. Manfaat SSK Sebagai suatu perencanaan strategis yang disusun secara komprehensif dan koordinatif, SSK merupakan cetak biru pembangunan sanitasi kota jangka menengah. Pemerintah daerah dapat memastikan arah pembangunan sanitasi dan target-target yang ingin dicapai dengan memperhatikan keberlanjutannya. Berbagai program sanitasi lainnya yang akan ataupun sedang dilakukan dapat diintegrasikan dalam kerangka SSK. Mengingat era otonomi daerah mengamanatkan pemenuhan layanan dasar menjadi tanggung jawab daerah, maka pemerintah setempat harus mengutamakan implementasi kegiatan pembangunan sanitasi yang dapat dilakukan secara mandiri. Namun, bila ada kegiatan yang memerlukan dukungan eksternal, maka SSK telah siap mengakomodasi pilihan tersebut. Sebagai contoh, bila suatu kabupaten/kota menerima bantuan melalui 13 Laporan Utama
  15. 15. program Sanimas maka akan dengan mudah pemerintah telah mengimpelementasikan kegiatan bersakala kota.daerahnya menentukan lokasi yang paling membutuhkan Secara ringkas 6 komponen program atau tahapandan siap untuk mengelolanya. Begitu pula bila ada PPSP, pentahapan sasaran kabupaten/kota selama rentangbantuan teknis dari luar, maka pemerintah kabupaten/ waktu 5 tahun dan peran masing-masing pemangkukota dapat secara cepat menempelkannya kepada proyek kepentingan dapat dilihat pada tabel berikut.fisik yang akan dilaksanakan sesuai daftar kegiatan yang Berdasar tabel di atas, target Pemerintah pada tahunada dalam SSK. Jumlah Kota Sasaran Peran dan Momentum Sejarah No. Tahapan 2009 2010 2011 2012 2013 2014 tanggung jawabSanitasi Kampanye, edukasi, Pusat, Propinsi, Selama era pembangunan 1. advokasi dan pendampingan 41 49 62 72 82 (100) dan Donorsanitasi yang mendorong 2. Pengembangan 41 49 62 72 82 (100) Pusat, Provinsi Kelembagaan dan Peraturanpenyusunan strategi dan Penyusunan Rencanaberbagai upaya advokasi 3. Strategis (SSK) 24 41 49 62 72 82 Kabupaten/Kotadi tingkat daerah dan Penyusunan Memorandum 4. 3 21 35 45 56 65 Pusatnasional, profil sanitasi Programmengalami peningkatan 5. Implementasi 3 24 59 104 160 Pusat, Propinsi, Kab/Kota, Donorluar biasa. Diawali deklarasi Pemantauan,bertemakan sanitasi di 6. Pembimbingan, Evaluasi, 27 65 108 166 232 307 Pusat, Propinsitingkat kota berupa Deklarasi dan PembinaanBlitar, dan Payakumbuh,Jambi, sanitasi naik ke panggung nasional melalui 2010 adalah mendorong 41 kabupaten/kota untuk dapatberbagai perhelatan besar berupa Konferensi menyusun SSK sesuai komponen tahap 3. Selain itu,Sanitasi Nasional ke-1 pada tahun 2007 dan Pemerintah juga harus melakukan tahapKonvensi Sanitasi Perkotaan pada tahun 2008. Wapre menyiapkan 49 kabupaten/kota lainnya Boedio s Puncaknya, pada pembukaan Konferensi sec no agar dapat menyusun SSK pada tahun 2010Sanitasi Nasional ke-2 tanggal 8 Desember menara eksplisit melalui komponen tahap 1 dan 2. d2009, sejarah mencatat program sanitasi suatuukung agar Untuk tahap 4, Pemerintah harus progradisuarakan seorang Wakil Presiden. Wapres sa i m memfasilitasi dan memberikan bantuanBoediono secara eksplisit mendukung yangndtasi teknis untuk kegiatan pembangunan yangagar suatu program sanitasi yang dapat dilaksa apat memerlukan dokumen pelengkap melalui secara nakandilaksanakan secara nasional, yaitu nasion memorandum program. Sedang tahap 5 seluruhProgram Percepatan Pembangunan al pemangku kepentingan secara bersama-samaSanitasi Permukiman. mulai mengupayakan implementasi dari rencana program/kegiatannya. Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman Tahap terakhir atau ke-6 merupakan proses(PPSP) menyeluruh yang harus terus dilakukan pada seluruh Pada dasarnya, program ini merupakan replikasi secara tahapan sebelumnya di setiap kota. Seluruh tahapannasional penyusunan SSK. Kota sasarannya meliputi tahunan tersebut harus terus berlangsung secara paralel330 kabupaten/kota di seluruh Indonesia selama kurun dan berurutan hingga tahun 2014.2010-2014. Adapun target PPSP sendiri tercantum dalam Penjelasan di atas cukup menunjukkan bahwaRencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional, pembangunan sanitasi 5 tahun ke depan amatlahyaitu (i) Stop BAB Sembarangan (Stop BABS) di wilayah berat dan menantang. Pada kesempatan Konferensiperkotaan dan pedesaan pada 2014; (ii) perbaikan Sanitasi Nasional 2009, Dirjen Cipta Karya Kementerianpengelolaan persampahan, melalui implementasi 3R Pekerjaan Umum, Budi Yuwono, menyampaikan bahwa(Reduce, Reuse, Recycle) dan TPA berwawasan lingkungan kita membutuhkan 55 triliyun untuk memenuhi seluruh(sanitary landfill dan controlled landfill); (iii) pengurangan pelaksanaan PPSP tersebut. Dan diperkirakan kuranggenangan di sejumlah kota/kawasan perkotaan seluas dari setengahnya saja yang dapat dialokasikan oleh 22.500 Ha. Ketiga target itu diharapkan dapat dicapai Pemerintah. Jadi, meskipun anggaran sanitasi kita akan bila 330 kabupaten/kota telah menyusun meningkat secara luar biasa, tetap ada pekerjaan rumah SSK dan 169 di antaranya bersama untuk menutupi kekurangan tersebut. n (Yudhi)Laporan Utama 14
  16. 16. SeputarSanimasS BORDA Apa itu Sanimas? anitasi oleh Masyarakat atau lebih dikenal dengan Sanimas merupakan salah satu pilihan program untuk peningkatan kualitas di bidang sanitasi khususnya pengelolaan air limbah yang diperuntukkan bagi masyarakat yang tinggaldi kawasan padat kumuh miskin perkotaan denganmenerapkan pendekatan berbasis masyarakat.Prinsip Utama Sanimas Penetapan prinsip utama Sanimas didasarkan padaupaya untuk memastikan sarana sanitasi yang dibangundapat berkelanjutan (sustainable), yaitu digunakan dandikelola serta dirawat dengan baik oleh masyarakat. Untuk itu, berdasarkan pembelajaran pembangunansanitasi selama ini ditetapkan 6 prinsip utama Sanimasyaitu (i) pendekatan tanggap kebutuhan (Demand lokasi/masyarakat. Untuk seleksi kota/kabupaten akanResponsive Approach), (ii) seleksi sendiri (self-selection), ditentukan salah satunya berdasarkan berapa besarnya(iii) pilihan sarana teknologi sanitasi (technology informed alokasi dana yang disiapkan oleh APBD; semakin besarchoices), (iv) pendanaan multi sumber (multi-source alokasi dana yang disiapkan oleh APBD maka semakin siapof fund), (v) pemberdayaan (capacity building) dan (vi) kota/kabupaten tersebut untuk melaksanakan programpartisipasi (participative). Sanimas, begitu juga sebaliknya. Sedangkan untuk seleksi lokasi/masyarakat, masyarakat dibantu (difasilitasi) a. Pendekatan Tanggap Kebutuhan untuk melakukan identifikasi potensi dan kekurangan Pendekatan tanggap kebutuhan (Demand Responsive yang dimiliki secara obyektif, berdasarkan kenyataanApproach/DRA) dalam Sanimas ini diartikan sebagai yang ada di lapangan. Kemudian hasil identifikasipemenuhan kebutuhan yang diikuti oleh kemauan untuk tersebut yang informasinya bersifat kualitatif kemudianberkontribusi. dikuantifisir dengan sistem angka yang kemudian dibuat Prinsip DRA ini diterapkan pada semua tahap skor. Kemudian skor tersebut dibawa ke pertemuanpelaksanaan Sanimas. Pertama, pada tahap seleksi kota/ yang disebut pertemuan stakeholders masyarakat untukkabupaten, dimana HANYA kota/kabupaten yang butuh melakukan penentuan lokasi secara bersama-sama dandan ada kemauan untuk mengalokasikan dananya saja terbuka.yang akan difasilitasi. Kedua, dalam tahap seleksi lokasi/ Dalam pertemuan tersebut, skor dari satu lokasimasyarakat, dimana HANYA lokasi/masyarakat yang butuh akan dibandingkan dengan skor yang dimiliki oleh calondan ada kemauan berpartisipasi dan berkontribusi saja lokasi lain. Prinsipnya, semakin besar skor yang diperolehyang akan difasilitasi. Dan prinsip DRA ini juga diterapkan oleh suatu lokasi/masyarakat maka dinilai lebih siappada saat masyarakat harus memiliki sarana teknologi untuk melaksanakan program Sanimas. Seleksi akansanitasinya karena masyarakat harus mempertimbangkan menentukan jumlah lokasi yang terpilih disesuaikanbiaya operasi dan pemeliharaan yang harus ditanggung. dengan ketersediaan dana. Setelah acara penentuan lokasi tersebut selesai, b. Seleksi Sendiri kemudian dibuat berita acara seleksi Seleksi sendiri masyarakat atau community self- masyarakat yang ditandatangani oleh semuaselection adalah satu kegiatan untuk melakukan wakil masyarakat dan pemda serta fasilitator.seleksi, baik seleksi kota/kabupaten maupun seleksi 15 Laporan Utama
  17. 17. c. Pilihan Sarana Teknologi Sanitasi APBD kota/kabupaten. Berdasarkan pengalaman Sanimas, Dalam Sanimas disediakan katalog yang dikenal porsi pembiayaan tersebut adalah sebagai berikut: Pusatsebagai ICC atau Informed Choice Catalogue yang berisi (25%), Propinsi (14%), kota/kabupaten (53%), masyarakatberbagai pilihan sarana teknologi sanitasi sebagai sebuah (4%).menu yang akan bisa dipilih oleh masyarakat untuk Proporsi seperti ini jelas sekali menunjukkan bahwamemecahkan masalah sanitasinya. Alternatif teknologi tanggungjawab terbesar ada pada pemerintah kota/sanitasi beragam mulai dari yang paling sederhana kabupaten. Namun sayangnya, mulai 2010 pendanaansampai ke teknologi yang lebih canggih. Katalog tersebut Sanimas ini justru diubah dimasukkan kedalam DAKjuga dilengkapi dengan informasi tentang kelebihan dan sehingga konsep berbagi (sharing) pendanaan tersebutkekurangan masing-masing teknologi, perkiraan harga kemudian sudah sulit diterapkan. Akibatnya banyaksetiap teknologi sanitasi dan seterusnya. pemerintah kota/kabupaten yang membatalkan alokasi Pilihan sarana teknologi sanitasi tersebut mencakup: kontribusi dananya.sarana sanitasi di tingkat rumah tangga, sistem penyaluran Padahal meyakinkan pemerintah daerah untukair limbah domestik, pengolahan limbah domestik dan berpartisipasi dalam pembiayaan multi sumber ini cukuppembuangan limbah setelah diolah termasuk berat. Pada awal dilaksanakannya Sanimas tahunpenanganan lumpur tinja. Jenis limbah yang harus Pem 2003, bahkan BORDA pernah diusir oleh salah biayaa satu Pemda karena permintaan agar alokasiditangani mencakup limbah rumah tangga (grey sanita n d p si dilaauatwater) dan tinja (black water). dana pemda lebih dari 50 persen. Bagi Pemda Penyediaan informasi dalam bentuk k denga kan sebesar 10itu, dana pendamping biasanya hanya pada saatkatalog pilihan teknologi sanitasi ini belum “gotonn cara persen.pernah dilakukan oleh program-program royon g-sanitasi sebelumnya. Katalog ini penting g” e. Pemberdayaanuntuk membiasakan masyarakat memilih Pemberdayaan adalah satu prinsip dalamdan menentukan sarana teknologi sanitasinya sendiri. Sanimas yang diterapkan pada seluruh tahapanMasyarakat memiliki kesempatan untuk mempelajari, program. Pemberdayaan atau peningkatan kapasitas inimengkaji, menganalisis serta menyimpulkan teknologi diartikan sebagai suatu kegiatan yang bertujuan untuksanitasi mana yang cocok dan sesuai dengan kondisi yang meningkatkan kapasitas berbagai pelaku penangananada di masyarakat. Pada saat memilih, masyarakat juga sanitasi berbasis masyarakat. Pemberdayaan atauharus mempertimbangkan tingkat kemudahan, keahlian peningkatan kapasitas ini dilakukan pada tataranyang diperlukan serta biaya yang yang harus ditanggung penyiapan kapasitas tenaga yang dipersiapkan sebagaiuntuk operasional dan perawatannya. Apabila masyarakat fasilitator, baik pada tingkat pemda maupun lembagakurang jelas akan tentang suatu jenis teknologi sanitasi pemberdayaan masyarakat. Baik staf pemda maupunmaka fasilitator teknis Sanimas akan membantu lembaga swadaya masyarakat dipersiapkan untuk menjadimemberikan informasi. fasilitator pelaksana Sanimas di lapangan. Peningkatan kapasitas berikutnya adalah pada tingkat d. Pendanaan Multi Sumber masyarakat sebagai calon pengguna sarana agar bisa Salah satu pembelajaran yang dapat diambil dari mengelola kegiatan mulai dari persiapan, pembangunanprogram Sanimas adalah sistem pendanaan sanitasi serta operasional dan perawatan. Masyarakat yangyang bersumber dari berbagai sumber, mulai dari APBN, dilatih adalah mereka yang sudah dipilih oleh masyarakatAPBD Propinsi, APBD Kota/Kabupaten, swasta/LSM, dan untuk menjadi pengurus Kelompok Swadaya Masyarakatmasyarakat, atau akrab disebut sebagai sistem pendanaan sebagai pengelola sarana sanitasi. Mereka ditingkatkanmulti sumber. kemampuan dan keterampilannya untuk mengelola Selama pelaksanaan program Sanimas dalam 6 kegiatan, mengelola keuangan, dan mengawasi kualitastahun yang dimulai sejak tahun 2003 sampai 2009, pola bangunan yang nantinya akan dikelola sendiri.pembiayaan seperti ini ternyata dapat dilakukan secara Pelatihan juga diberikan kepada masyarakat yangbaik. Artinya pembiayaan sanitasi dapat dilakukan dengan akan bekerja untuk pembangunan fisik sarana sanitasinyacara “gotong-royong”. Program sanitasi yang selama ini seperti tukang, mandor serta tenaga kerja lainnya.lebih banyak dibebankan kepada APBN, sedikit demi Termasuk pelatihan bagi operator yang akan mengelola sedikit, melalui program Sanimas, beban pembiayaan dan merawat sarana sanitasi masyarakat tersebut sehari- tersebut mulai bergeser menjadi porsinya hari. lebih banyak dibebankan padaLaporan Utama 16
  18. 18. f. Partisipasi Perkembangan Sanimas Partisipasi masyarakat adalah hal krusial dalam Program Sanimas ini telah berlangsung sejak tahunprogram Sanimas, dan juga program-program lain 2003, merupakan inisiatif kerjasama Pemerintahyang berbasis masyarakat, karena sarana sanitasi yang Indonesia dengan Pemerintah Australia melalui Australiandibangun nantinya harus digunakan dan dikelola oleh International Agency for International Developmentmasyarakat secara terus-menerus. Bisa dipastikan bahwa (AusAID) dan dikelola oleh Water and Sanitation Programapabila tidak ada partisipasi maka masyarakat tidak akan (WSP) World Bank. Bremen Overseas Research andmau menggunakan, tidak mau mengelola, apalagi ada Development Association (BORDA), bersama mitrarasa memiliki. LPTP, BEST, BALIFOKUS, YIS dan LPKP, bertindak sebagai Partisipasi diartikan sebagai pelibatan masyarakat pelaksana (executing agency).di dalam seluruh proses, sejak dari perencanaan, Sebagai uji coba (pilot project), pada tahun 2001-2003pelaksanaan pembangunan dan evaluasi. Namun dalam program ini dilaksanakan di 2 propinsi yang termasukimplementasinya, biasanya para pelaku akan terjebak paling padat di Indonesia yakni propinsi Jawa Timur danpada 2 pilihan sulit: pertama, partisipasi penuh dimana Bali. Di dua propinsi tersebut dipilih 7 kota/kabupatenseluruh proses sejak dari gagasan, perencanaan, dengan menggunakan prinsip Demand Responsive BORDA Approach (DRA) atau pendekatan tanggap terhadap kebutuhan. Pemilihan kota/kabupaten berdasarkan kondisi obyektif terkait sanitasi dan adanya minat dari pemerintah kabupaten/kota bersangkutan. Setelah program uji coba ini dianggap berhasil, kemudian pada tahun 2004 atas inisiatif BAPENAS melalui Pokja AMPL Nasional dan BORDA dengan menggunakan pendekatan yang sama, Sanimas berhasil direplikasikan di 7 kota/ kabupaten yang sama di kedua propinsi tersebut. Oleh karena itu, kemudian pada tahun 2005, atas inisiatif dari Departemen KIMPRASWIL dengan pendanaan APBN dan BORDA, program ini diperluas menjadi 4 provinsi yakni Jawa Timur, Bali, Jawa Tengah dan DIY, yang bila ta mencakup 15 kota/kabupaten. partisi k ada Keberhasilan pelaksanaan uji coba dan p maka asi replikasi terbatas Sanimas dianggap berhasil, masya r tidak a akat sehingga pada tahun 2006, Direktorat kan Pengembangan Penyehatan Lingkungan mengmau gunak Permukiman, Direktorat Jenderal Cipta karya, an Departemen Pekerjaan Umum, melakukan evaluasi dan penyempurnaan program.pelaksanaan, evaluasi dilakukan oleh masyarakat. Kedua, Setelah itu kemudian Sanimas direplikasikan dipartisipasi proporsional dimana masyarakat akan terlibat 22 provinsi di seluruh Indonesia dengan target 100 lokasipada bagian pekerjaan yang prinsip. yang kemudian terealisasi 79 lokasi di 67 kota/kabupaten Dalam program Sanimas, dengan sistem pendanaan dengan pendanaan dari pemerintah pusat, pemerintahmulti sumber dan dana pemerintah dibatasi oleh kota/kabupaten, masyarakat dan BORDA. Selanjutnya,waktu per Desember, bentuk partisipasi juga harus pada tahun 2007, diimplementasikan di 132 lokasi dimenyesuaikan. Partisipasi masyarakat dimulai dari proses 29 propinsi dan tahun 2008 di 17 propinsi di 129 kota/seleksi lokasi ketika masyarakat terlibat dalam proses kabupaten. Sedangkan untuk tahun 2009, dilakukan ditersebut, atau yang disebut community self-selection 17 propinsi, 65 kota/kabupaten, 97 titik/lokasi. Programprocess. Proses seleksi dilakukan secara cepat, dilakukan Sanimas akan terus dilanjutkan di tahun-tahun berikutnyadalam waktu sehari dengan cara identifikasi potensi dan agar akses masyarakat yang tinggal di perkampungankekurangan yang dimiliki dilanjutkan dengan pertemuan padat dan berpendapatan rendah di perkotaanpelaku masyarakat untuk penentuan lokasi, dengan sistem terhadap sanitasi yang layak semakinskor. Lokasi yang skornya lebih tinggi akan menjadi lokasi meningkat, sekaligus untuk mendorongyang paling siap untuk melaksanakan program Sanimas. pencapaian target MDGs 2015. 17 Laporan Utama
  19. 19. kat Masyara arikTahapan Sanimas yang tert c. Seleksi kampung rus Secara umum terdapat 6 (enam) tahapan kem udian haan Seleksi kampung atau seleksi masyarakat kSanimas, yaitu (i) road show, berupa seminar mengirim ngan dengan pendekatan seleksi mandiri yang damulti kabupaten/kota; (ii) pelatihan tenaga surat un dinas dimulai dari daftar panjang (long list) dan kepa da jawab daftar pendek (short list) kampung danfasilitator lapangan kabupaten/kota terpilih; pen anggung ilitasi as(iii) seleksi kampung; (iv) penyusunan Rencana untuk dif penjelasan program Sanimas kepadaKerja Masyarakat (RKM); (v) konstruksi dan masyarakat yang masuk dalam daftar pendek.peningkatan kapasitas; (vi) operasional dan Masyarakat yang tertarik kemudian harus mengirimkanpemeliharaan. surat undangan kepada dinas penanggungjawab untuk difasilitasi. Jika peminat dalam satu kota/kabupaten lebih a. Seminar multi-kota/kabupaten. banyak dari ketersediaan dana, dilakukan proses seleksi Dalam seminar tersebut dijelaskan tentang beberapa dengan menggunakan metode RPA (Rapid Participatoryhal diantaranya (i) pentingnya penanganan masalah Appraisal) dengan sistem skor. Masyarakat menilai sendirisanitasi, terutama di lingkungan masyarakat berpenduduk kemampuannya kemudian berdasarkan nilai yang adapadat dan miskin di kawasan perkotaan, dan sanitasi sudah bisa ditentukan sendiri pemenangnya denganmenjadi tanggungjawab semua pihak, (ii) garis besar sistem urutan (ranking). Model seleksi ini dilakukanprogram Sanimas termasuk prinsip dan tahap-tahap dengan cara transparan dan adil dalam sebuah pertemuanpelaksanaan Sanimas dan pendanaannya, peran berbagai dengan para wakil masyarakat. Hasil dari seleksi kemudianpihak dalam pelaksanaan Sanimas, serta jangka waktu disepakati dengan penandatanganan Berita Acara olehimplementasi. Sekembali dari seminar, pemerintah kota/ semua pelaku yang hadir dalam pertemuan tersebut.kabupaten yang berminat harus mengirimkan suratminat ke departemen PU, untuk kemudian dilakukan d. Penyusunan dokumen rencana kerja masyarakatpenandatanganan kesepakatan MoU. atau disingkat RKM Penyusunan RKM dilakukan secara partisipatif. b. Pelatihan Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) Masyarakat diberikan ruang seluas mungkin untuk Pemerintah kota/kabupaten yang telah mengambil keputusan untuk menangani masalahmenandatangani MoU kemudian mengirimkan tenaga sanitasinya sendiri. Kegiatan ini dimulai dari penentuanfasilitator dari dinas penanggungjawab dan wakil calon penerima manfaat program, pemetaan wilayahmasyarakat untuk mengikuti pelatihan Tenaga Fasilitator pelayanan, pemilihan sarana teknologi sanitasi,Lapangan (TFL) selama satu minggu bersama dengan TFL penyusunan detail engineering design (DED),dari kota/kabupaten lain. Selama pelatihan, mereka diberi penyusunan rencana anggaran dan belanja (RAB),pembekalan berupa pengetahuan dan keterampilan untuk penentuan kelompok swadaya masyarakat (KSM)memfasilitasi masyarakat dalam penerapan Sanimas. pengguna, penentuan dan kesepakatan iuran baik untuk Peta Sebaran Sanimas Sumatera Utara Sulawesi Sumatera Barat Utara Riau Kalimantan Bangka Timur Sumatera Selatan Belitung Kalimantan Sulawesi Tengah Barat Bengkulu Kalimantan Sulawesi Lampung Selatan Tenggara Jawa Tengah Sulawesi Banten Jawa Selatan Jawa Barat Timur Yogyakarta Bali BORDA-Network partner NTB Konsultan PULaporan Utama 18
  20. 20. Rekapitulasi Sanimas 2003-2009 Jumlah Pilihan Teknologi Pengguna Tahun Kota/ MCK Komunal Kombinasi MCK Pengelola Provinsi Lokasi KK Jiwa Kab Plus Perpipaan Plus dan Pemipaan AusAID, pemda, 2003 2 6 6 3 3   248 1.239 BORDA, masyarakat Pokja AMPL, pemda, 2004 2 7 8 6 2   615 3.075 BORDA, masyarakat Dep. PU, pemda, 2005 3 10 11 9 2   733 3.665 BORDA, masyarakat 2006 20 53 65 54 8 3 5.700 23.886 2007 22 80 125 100 22 3 11.894 55.753 Dep. PU, pemda, Pemprop, BORDA, 2008 16 69 108 81 17 10 11.061 48.984 masyarakat 2009 17 65 97 74 14 9 7.200 36.017 Total 22 124 420 327 68 25 37.451 172.619pembangunan maupun operasional dan perawatan, serta serta keberadaan dan fungsi KSM sebagai pengelola.legalisasi dokumen RKM. Dukungan juga bisa dilakukan oleh pemerintah kota/ kabupaten dan institusi terkait dalam bentuk pemberian e. Konstruksi dan peningkatan kapasitas insentif kepada masyarakat yang mengelola limbahnya (capacity building) sendiri. Pada tahap ini mulai dilakukan pelatihan-pelatihankepada KSM sebagai penanggungjawab pekerjaan Capaian Programpembangunan, pelatihan tukang dan mandor, persiapan Hingga akhir tahun anggaran 2009, Sanimas telahpekerjaan konstruksi, pengadaan barang, pengawasan dibangun di 22 propinsi, 124 kota/kabupaten, 420 titik/kualitas barang dan kualitas pekerjaan, pengerahan lokasi di seluruh Indonesia, khususnya di lingkungantenaga kerja, sampai komisioning bangunan serta masyarakat yang tinggal di perkampungan padat dankeuangan dan kelembagaan. Setelah semua pekerjaan kumuh serta miskin atau sering disebut PAKUMIS. Bagipembangunan selesai, juga diberikan pelatihan kota-kota yang telah memiliki sistem perpipaan terpusatoperasional dan pemeliharaan kepada KSM, operator dan (sewerage), maka Sanimas adalah komplementer,masyarakat pengguna agar masyarakat tahu cara-cara namun bagi kota/kabupaten yang belum memiliki sistempenggunaan fasilitas sanitasi dengan benar dan operator perpipaan terpusat, Sanimas menjadi solusi denganbisa merawat dengan baik agar bangunan aman dan pembiayaan yang terjangkau.tahan lama, serta KSM tahu tanggungjawab yang harus Gambar Pilihan Teknologi Sanitasidiemban selama masa operasionaldan pemeliharaan sarana sanitasi ini, Septik Tankterutama mengelola iuran masyarakat Bersamapengguna. f. Dukungan operasional dan Sistem Perpipaan pemeliharaan sarana Sanimas. Komunal Agar sarana sanitasi yangteah dibangun tersebut benar-benar berkelanjutan (sustainable)dibutuhkan dukungan terhadapKSM, masyarakat dan operator.Selama masa ini, dilakukan kegiatan MCKPlus ++monitoring kualitas efluen agarkualitas limbah cair rumah tangga yangdibuang ke sungai terpantau sesuaipersyaratan baku mutu lingkungan.Monitoring juga dilakukan terhadapaspek keuangan (iuran pengguna) 19 Laporan Utama
  21. 21. Fasilitas yang dibangun sesuai preferensi masyarakatadalah sistem terdesentralisasi (decentralized system)yang bisa melayani antara 50–150 KK. Secara umum,fasilitas yang dapat dipilih oleh masyarakat adalah (1)pemipaan langsung dari rumah/komunal, (2) MCK plusdan (3) kombinasi keduanya. Sampai tahun 2009, fasilitas yang telah dibangunsebanyak 420 unit terdiri dari 327 unit MCK plus, 68 unitpemipaan komunal, dan 25 unit kombinasi MCK plus danpemipaan komunal. Sanimas sudah berhasil meningkatkanakses terhadap sanitasi yang baik bagi warga masyarakatyang tinggal di perkampungan padat, kumuh dan miskinsebanyak 37.451 KK atau sekitar 172.619 jiwa. Fasilitassanitasi tersebut tidak saja permanen tetapi juga bagusdan indah, bahkan sekaligus telah dimanfaatkan sebagairuang publik dan media komunikasi antar warga. Hal inipenting mengingat di daerah perkotaan semakin sulituntuk mendapatkan ruang-ruang publik. Selain itu, efluen fasilitas Sanimas sudah tidak lagimencemari lingkungan karena air limbah yang merekabuang sudah memenuhi baku mutu pembuangan airlimbah domestik sesuai peraturan yang ada. Total airlimbah domestik yang diolah setiap harinya adalah BORDAsebanyak 6.348 m3/hari yang dibuang ke badan air atau di perkotaan tersebut, sejak tahun 2003 sampai tahunke sungai. Berikut adalah contoh perbandingan kaualitas 2008 telah dikeluarkan dana untuk pembangunan sarana warna air limbah fisik hampir mencapai Rp. 80 miliar, yang bersumber dari sebelum dan sesudah APBN, APBD provinsi, APBD kota/kabupaten, masyarakat, diolah yang siap LSM/donor, dengan porsi pendanaan dari pemerintah dibuang ke badan kota/kabupaten paling besar yakni sekitar 53 persen. sungai. Di samping capaian-capaian tersebut, sampai tahun Untuk penyediaan 2008, Sanimas juga telah berhasil mendidik tenaga sarana sanitasi fasilitator lapangan sekaligus memberikan lapangan bagi masyarakat pekerjaan bagi 180 orang yang memiliki latar belakang yang tinggal di beragam mulai dari latar belakang teknik sipil, teknik perkampungan padat, lingkungan, arsitektur, sosiologi, ekonomi bahkan kumuh dan miskin pendidikan agama. Dari sekian orang TFL juga telah berhasil menjadi senior TFL Tabel Pendanaan Sanimas Tahun 2003-2008 (dalam ribuan Rupiah) (STFL) karena telah memiliki Pemerintah Pemerintah Pemerintah pengalaman lebih dari 5 tahun Kontribusi Masyarakat Kota/ Propinsi Pusat BORDA dengan tanggungjawab yang Tahun Kabupaten TOTAL lebih luas meliputi aspek Tenaga/ Peningkatan Tunai Tunai Tunai Tunai Tunai manajemen. TFL dan STFL ini Material Kapasitas 2003 39.519 41.140. 986.044 - 448.362 29.073 - 1.544.139 telah menjadi salah satu pelaku kunci sanitasi di wilayahnya. 2004 51.862 32.930 1.008.879 - 552.825 350.115 200.000 2.196.613 Di tingkat masyarakat juga 2005 92.920 43.797 1.687.126 - 856.783 299.182 275.000 3.254.809 telah muncul para pelaku 2006 502.912 292.912 8.330.124 - 4.900.000 1.175.000 1.800.600 17.001.548 sanitasi langsung berupa 2007 610.659 382.922 15.538.842 250.000 8.400.000 - 2.345.000 27.527.425 operator sebanyak 292 orang yang setiap hari mengurusi 2008 263.175 394.763 14.866.166 750.000 9.045.000 - 3.050.000 28.369.105 air limbah rumah tangga yang TOTAL 1.561.048 1.188.467 42.417.184 1.000.000 24.202.971 1.853.370 7.670.600 79.893.642 dibuang oleh warga, suatuLaporan Utama 20

×