Media Informasi Air Minum               Dari Redaksi                                                                   1  ...
D A R I R E DA K S IT        anpa terasa, tiga tahun                                                       tah propinsi da...
S U A R A A N DA                                                                                                          ...
L A P O R A N U TA M AGara-gara sampah, Bandung jadi kota terkotor di Indonesia. Beberapa langkah telah diupayakan untuk m...
L A P O R A N U TA M AEdaran Walikota Nomor : 658.1 / SE         Blok Cikubang, Desa Sumur Bandung,         usai. Pekerjaa...
L A P O R A N U TA M Adan yang bersangkutan tak keberatan.    Rencana Pemkot Bandung ini                           KONDISI...
L A P O R A N U TA M Asekaligus mengurangi jumlahnya secara           TPA Citiis/Legok Nangka; identifikasi ren-          ...
L A P O R A N U TA M A                Pengurangan Sampah di SumberS   elain mencari alternatif TPA, PD Kebersihan Bandung ...
L A P O R A N U TA M A           PILIHAN KONSEP PENANGANAN              SAMPAH KOTA BANDUNGS       ampah Bandung memang su...
L A P O R A N U TA M A            Walikota Bandung, H. Dada Rosada:      Tak Bisa Lagi Cara TradisionalB                  ...
L A P O R A N U TA M A                                                                                                    ...
L A P O R A N U TA M Auntungan dari situ. Selain itu mereka men-                                                gi kota la...
L A P O R A N U TA M APembelajaran Darurat  Sampah BandungK        ondisi persampahan di Indone-                          ...
L A P O R A N U TA M A                                                                                                    ...
L A P O R A N U TA M AKapan Darurat Berakhir?                                                                   Timbulnya ...
WAWA N C A R ADirektur Pengairan dan Irigasi, Bappenas, Ir. M. Dony Azdan, MA, MS, PhD:                        Jawa Butuh ...
WAWA N C A R Apat. Sementara itu kita tidak punya sto-    yang banyak seperti embung-embung.          Ini yang sekarang se...
WAWA N C A R A                                                                                                            ...
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Agustus 2006. Tema Membendung Sampah Bandung
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Agustus 2006. Tema Membendung Sampah Bandung
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Agustus 2006. Tema Membendung Sampah Bandung
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Agustus 2006. Tema Membendung Sampah Bandung
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Agustus 2006. Tema Membendung Sampah Bandung
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Agustus 2006. Tema Membendung Sampah Bandung
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Agustus 2006. Tema Membendung Sampah Bandung
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Agustus 2006. Tema Membendung Sampah Bandung
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Agustus 2006. Tema Membendung Sampah Bandung
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Agustus 2006. Tema Membendung Sampah Bandung
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Agustus 2006. Tema Membendung Sampah Bandung
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Agustus 2006. Tema Membendung Sampah Bandung
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Agustus 2006. Tema Membendung Sampah Bandung
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Agustus 2006. Tema Membendung Sampah Bandung
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Agustus 2006. Tema Membendung Sampah Bandung
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Agustus 2006. Tema Membendung Sampah Bandung
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Agustus 2006. Tema Membendung Sampah Bandung
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Agustus 2006. Tema Membendung Sampah Bandung
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Agustus 2006. Tema Membendung Sampah Bandung
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Agustus 2006. Tema Membendung Sampah Bandung
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Agustus 2006. Tema Membendung Sampah Bandung
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Agustus 2006. Tema Membendung Sampah Bandung
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Agustus 2006. Tema Membendung Sampah Bandung
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Agustus 2006. Tema Membendung Sampah Bandung
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Agustus 2006. Tema Membendung Sampah Bandung
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Agustus 2006. Tema Membendung Sampah Bandung
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Agustus 2006. Tema Membendung Sampah Bandung
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Agustus 2006. Tema Membendung Sampah Bandung
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Agustus 2006. Tema Membendung Sampah Bandung
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Agustus 2006. Tema Membendung Sampah Bandung
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Agustus 2006. Tema Membendung Sampah Bandung
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Agustus 2006. Tema Membendung Sampah Bandung
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Agustus 2006. Tema Membendung Sampah Bandung
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Agustus 2006. Tema Membendung Sampah Bandung
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Agustus 2006. Tema Membendung Sampah Bandung
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Agustus 2006. Tema Membendung Sampah Bandung
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Agustus 2006. Tema Membendung Sampah Bandung
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Agustus 2006. Tema Membendung Sampah Bandung
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Agustus 2006. Tema Membendung Sampah Bandung

1,308 views
1,227 views

Published on

Published in: Health & Medicine
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
1,308
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
22
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Agustus 2006. Tema Membendung Sampah Bandung

  1. 1. Media Informasi Air Minum Dari Redaksi 1 dan Penyehatan Lingkungan Suara Anda 2 Diterbitkan oleh: Kelompok Kerja Air Minum Laporan Utama dan Penyehatan Lingkungan Membendung Sampah Bandung 3 (Pokja AMPL) Pengurangan Sampah di Sumber 7 Penasihat/Pelindung: Direktur Jenderal Cipta Karya Pilihan Konsep Penanganan Sampah Kota Bandung 8 DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM Walikota Bandung: Tak Bisa Lagi Cara Tradisional 9 Penanggung Jawab: Pembelajaran Darurat Sampah Bandung 12 Direktur Permukiman dan Perumahan, BAPPENAS Wawancara Direktur Penyehatan Air dan Sanitasi, Direktur Pengairan dan Irigasi Bappenas: DEPKES Direktur Pengembangan Air Minum, Jawa Butuh Storage-storage Baru 15 Dep. Pekerjaan Umum Direktur Pengembangan Penyehatan Inovasi Lingkungan Permukiman, Filter Penjernih Segala Jenis Air 19 Dep. Pekerjaan Umum Direktur Bina Sumber Daya Alam dan Peraturan Teknologi Tepat Guna, DEPDAGRI Direktur Penataan Ruang dan PP No. 16 Tahun 2005 21 Lingkungan Hidup, DEPDAGRI Teropong Pemimpin Redaksi: PDAM Sragen, Perpaduan Komitmen dan Manajemen 22 Oswar Mungkasa Bupati Sragen: PDAM Harus Profesional 24 Dewan Redaksi: Supriyanto, Johan Susmono, Klinik IATPI 25 Indar Parawansa, Bambang Purwanto Kisah Redaktur Pelaksana: Srikandi-srikandi Jamban 27 Maraita Listyasari, Rewang Budiyana, Rheidda Pramudhy, Joko Wartono, Abstrak 29 Essy Asiah, Mujiyanto Wawasan Desain/Ilustrasi: Makna Kelembagaan AMPL Bagi Keberlanjutan Sarana 30 Rudi Kosasih Misteri Lorong Waktu Peradaban Teknologi Keairan 33 Produksi: Pembangunan dan Pemberdayaan 37 Machrudin Seputar AMPL 41 Sirkulasi/Distribusi: Agus Syuhada Seputar WASPOLA 47 Info Buku 48 Alamat Redaksi:Jl. Cianjur No. 4 Menteng, Jakarta Pusat. Info CD 49 Telp./Faks.: (021) 31904113 http://www.ampl.or.id Info Situs 50 e-mail: redaksipercik@yahoo.com Agenda 51 redaksi@ampl.or.id oswar@bappenas.go.id Pustaka AMPL 52 Redaksi menerima kiriman tulisan/artikel dari luar. Isi berkaitandengan air minum dan penyehatan lingkungan dan belum pernah dipublikasikan. Panjang naskah tak dibatasi. Majalah Percik dapat diakses di situs AMPL: http://www.ampl.or.id Sertakan identitas diri. Redaksi berhak mengeditnya. Silahkan kirim ke alamat di atas.
  2. 2. D A R I R E DA K S IT anpa terasa, tiga tahun tah propinsi dan pusat pun ha- sudah kami hadir di ruang rus turun tangan. Oleh karena baca Anda. Tepat Agustus itu, ini merupakan pelajaran2003, kami terbit perdana. Waktu berharga bagi kota-kota lain diitu Percik hanya 24 halaman hitam Indonesia. Jangan sampai musi-putih. Rubriknya pun sedikit. Tata bah serupa terjadi. Sayang, keti-letak masih sederhana. Peredar- ka tulisan ini disusun, musibahannya pun terbatas. Percik saat sampah terjadi di Bantar Ge-itu hanya dicetak 500 eksemplar. bang, Bekasi.Sangat terbatas. Mungkin Anda Di rubrik Inovasi, kami me-yang ada di daerah tak kenal seper- nampilkan sebuah temuan yangti apa Percik edisi awal. dilakukan oleh seorang kakek di Kini Percik telah 14 kali terbit. Bandung. Filter air ini mampuBerbagai pembenahan terjadi di menjernihkan berbagai jenis air.sana-sini, termasuk pengayaan ru- Bukan tidak mungkin ini bisabrik, penambahan warna halaman, dikembangkan untuk mengatasidan perbaikan tata letak. Percik masalah air di Indonesia. Ditelah menjangkau seluruh kabu- rubrik Teropong, kita akan meli-paten/kota di tanah air, termasuk hat model terobosan baru pena-kalangan LSM, perguruan tinggi, nganan PDAM. Terobosan itudan kedutaan asing, serta sebagian dilakukan oleh Pemda Kab.masyarakat. Di jajaran stakeholder Sragen, pemda yang kita kenalair minum dan penyehatan ling- masih bersifat sementara. Tarik memiliki banyak terobosankungan sepertinya Percik telah men- menarik antar kepentingan ada di dalam administrasi pemerintahan.dapat tempat tersendiri. Tujuan sana. Apalagi semua orang tahu ada Sedangkan di rubrik Kisah, kamipenerbitan Percik sebagai sarana dana sangat besar untuk menyele- menampilkan sosok-sosok pejuanginformasi dan komunikasi stake- saikan masalah ini. Biasanya ada gula jamban dari berbagai daerah. Berkatholder AMPL tampaknya sudah ter- pasti ada semut. peran ibu-ibu inilah, program bebaswujud. Pembelajaran dari kasus sampah buang air besar sembarangan di Kendati begitu, bukan berarti Bandung ini adalah betapa kita masih wilayah mereka masing-masing suk-kami telah puas. Kami akan terus belum memberikan kepedulian yang ses. Kini mereka menjadi contohmengadakan perbaikan. Rencananya cukup terhadap kebersihan, khusus- betapa masyarakat yang berdaya danmulai edisi depan, kami akan mener- nya sampah. Kita masih lebih mem- diberdayakan akan mampu men-bitkan Percik Yunior. Sisipan ini prioritaskan sektor-sektor lain. Pa- dorong dan memicu proses pemba-berisi informasi mengenai AMPL dahal kebersihan memberi dampak ngunan, kendati mereka sendiri punkhusus bagi kalangan anak-anak. yang signifikan bagi kesehatan dan tak mendapat imbalan.Kami berharap anak-anak pun bisa keindahan. Pengabaian terhadap Tak kalah menariknya, kami me-mulai peduli dengan masalah AMPL. TPA, misalnya, terbukti menimbul- wawancarai Direktur Irigasi danSeperti apa Percik Yunior ini, tunggu kan korban jiwa. Sampah yang tak Pengairan Bappenas berkenaan de-kehadirannya. terbuang terbukti meresahkan warga ngan kekeringan yang melanda seba- Di edisi ulang tahun ini, kami dan merusak keindahan kota. Pe- gian wilayah Indonesia saat ini. Ter-menampilkan tema utama mengenai nanganan sampah ternyata bukan hal nyata persoalan manajemen air men-sampah Kota Bandung. Menurut yang mudah. Butuh kerja sama antar- jadi salah satu sebab kejadian terse-kami, ini adalah topik yang masih wilayah atau antardaerah. Musibah but, selain masalah alam dan ling-cukup menarik. Hingga kini per- sampah Bandung menunjukkan kungan. Akhirnya semoga Anda bisasoalan persampahan di kota tersebut pemerintah kota saja tak cukup mam- mengambil banyak manfaat daribelum tuntas. Penyelesaian yang ada pu menanganinya. Bahkan pemerin- Percik edisi ini. Wassalam. Percik Agustus 2006 1
  3. 3. S U A R A A N DA KARIKATUR:RUDI KOSASIH Hadits CLTS PERCIKARTUN Pada tanggal 16-20 Mei 2006 adapelatihan CLTS yang melibatkan tigakabupaten di Pulau Lombok (Lotim,Loteng & Lobar). Masing-masing kabu-paten ada tiga desa yang akan menjaditempat uji coba lapangan. Khusus untuk Kab. Lombok Timur,pelatihan CLTS dilaksanakan pada 16-18 Mei 2006, bertempat Hotel Meliwis,Jl. Labuhan Haji - Lombok Timur. Padasaat RTL di kelas (hari terakhir tanggal18 Mei 2006), hadir beberapa orangdari tiga desa lokasi uji coba, yaitu Desa Ada hal yang cukup menarik juga larut malam. (Saat ini hampir selama 24Sikur, Kerongkong, dan Teros. dari salah seorang peserta perempuan jam). Peserta sangat terkesima/termoti- dari Desa Teros yaitu Ibu Murni (Kader 2. Bau tak sedap tercium dari salahvasi oleh salah seorang peserta dari Posyandu sekaligus berperan sebagai satu atau kedua tempat tersebut.Desa Sikur yaitu Ustadz Mohamad koordinator kesehatan masyarakat/pro-Saleh (Kadus Segire/Binong) yang mosi kesehatan TKM Desa Taros). Dia Sehubungan dengan hal itu, kamimenyampaikan hadits riwayat Muslim memberikan informasi bahwa dirinya mohon kiranya Kelompok Kerja Airdan Abu Daud, yang terkait dengan cukup terpicu untuk segera membuat Minum dan Penyehatan LingkunganCLTS, yaitu sangat dilaknat jika ham- jamban walaupun harus dengan meng- (Pokja AMPL) dapat memeriksa standarbah Allah membuang hajat/kotoran gali sendiri, tanpa menunggu bantuan kelayakan dari pabrik/pengolahan karetdijalan dan di tempat manusia berte- suami, karena dia memiliki prinsip dan peternakan babi tersebut, apakahduh. bahwa jika mau memotivasi orang lain, sudah sesuai dengan aturan yang Adapun arti dari hadits tersebut harus dimulai dari sendiri dan harus berlaku baik dari sisi standar kebisinganyaitu: bisa menjadi contoh bukan hanya bisa dan bau yang dapat diterima oleh 1. "Takutlah akan dua hal yang men- sekedar pemberi contoh bagi orang lain. manusia, maupun dari sisi dampak datangkan laknat", Para sahabat lingkungan (AMDAL). Kami khawatir bertanya : Sugito, kejadian ini akan berdampak kepada "Apakah dua hal yang mendatang- Lombok Timur kesehatan masyarakat khususnya kelu- kan laknat itu, wahai Rasullullah? arga kami baik dalam jangka pendek Bersabdalah Rasullullah SAW : maupun panjang. "Ialah yang buang hajat/kotoran Suara Bising dan Sebelumnya warga telah menyampai- di jalan tempat lewat manusia Bau Tak Sedap kan permasalahan ini kepada pejabat atau buang hajat/kotoran ditem- lingkungan (RT/RW) tetapi sampai saat pat manusia berteduh" Saya mewakili warga di Vila Dago ini tidak ada tindak lanjutnya. Besar ha- (Hadits riwayat Muslim dan Abu Tol, Kelurahan Serua, Kecamatan Cipu- rapan kami Pokja AMPL dapat membantu Daud) tat, Kabupaten Tangerang, Banten ber- kami mencarikan jalan keluar. sama ini menyampaikan bahwa di tem- 2. "Barang siapa yang buang air pat kami, tepatnya di depan blok rumah A. Cholid, SIP hendaknya ditutup/dihalangi, ti- kami yang hanya dibatasi oleh aliran su- (021) 74701362 dak terbuka" ngai yang membatasi Kecamatan Ci- (Hadits riwayat Abu Daud) putat dan Serpong, terdapat pabrik Terima kasih atas perhatiannya. pengolahan karet dan peternakan babi. Surat Anda akan kami lanjutkan ke 3. "Janganlah kamu melakukan ke- Keberadaan itu memunculkan ma- pihak-pihak yang terkait langsung mudharatan terhadap dirimu dan salah yaitu: dengan wilayah di mana Anda berada orang lain" 1. Suara bising dari mesin pengolah yakni Bapedalda Kab. Tangerang. (Hadits riwayat Ibnu Majah dan karet dan mesin air untuk pengolahan Semoga permasalahan ini segera tun- Ad-Daruqutni) karet yang berlangsung dari pagi hingga tas. (Redaksi). 2 Percik Agustus 2006
  4. 4. L A P O R A N U TA M AGara-gara sampah, Bandung jadi kota terkotor di Indonesia. Beberapa langkah telah diupayakan untuk mengatasinya. Mampukah ini bisa bertahan lama? Strategi apa untuk penanganan ke depan? A ndai tidak ada tragedi Leuwigajah, 21 Februari Tanggap Darurat 2005, mungkin perhatian kita terhadap per- Berdasarkan prediksi, setiap hari warga Bandung soalan sampah tetap saja minim. Kejadian itu dan sekitarnya menghasilkan sampah sebanyak 7.500 seolah menyentakkan kita untuk melihat masalah per- meter kubik. Sejak Leuwigajah ditutup, sampah-sam- sampahan ini secara lebih serius. Ternyata kita tak pah itu untuk sementara dibuang ke TPA Jelekong, memiliki sarana pendukung baik fisik maupun non fisik Cicabe, dan Pasir Impun yang difungsikan sebagai TPA (peraturan) yang komprehensif untuk mengatasi darurat. Ini mau tidak mau harus dilakukan karena masalah persampahan baik di tingkat lokal maupun dalam kondisi seperti itu, Kota Bandung harus menjadi nasional. tuan rumah peringatan Hari Ulang Tahun Konferensi Tragedi sampah terbesar di Indonesia itu telah terja- Asia Afrika ke-50. di. Sebanyak 146 jiwa melayang sia-sia. Tak hanya itu, Pengoperasian kembali TPA lama ini tidak mudah. tragedi itu menyisakan persoalan baru khususnya bagi Warga di sekitar TPA, misalnya di Jelekong, tidak mau Kota Bandung dan sekitarnya. Penutupan Tempat menerima kenyataan pemfungsian kembali TPA terse- Pembuangan Akhir (TPA) Leuwigajah menyebabkan but. Selain itu, kapasitas TPA memang terbatas. kota itu sulit membuang sampahnya. TPA Jelekong seluas 10 hektar yang dibuka kembali Selama 41 hari sampah di Kota Bandung parkir di Maret 2005, akhirnya ditutup 31 Desember 2005. tempatnya. Paris van Java ini berubah julukan menjadi Sebagai gantinya sampah dibuang ke TPA Cicabe mulai kota sampah. Bau tak sedap tercium di mana-mana. 9 Januari 2006. Sebagian lainnya dibuang ke TPA Pasir Rombongan lalat berkeliaran ke sana ke mari. Impun, yang sebenarnya telah ditutup tahun 1990, guna Onggokan-onggokan sampah mengganggu arus lalu lin- menghadapi HUT KAA. Akhirnya kedua TPA itu pun tas. Tak heran bila kemudian Bandung mendapat tak mampu lagi menampung sampah Kota Bandung. predikat Kota Terkotor di Indonesia dari Kementerian Sejak 15 April 2006 tak ada lagi TPA sampah. Lingkungan Hidup pada peringatan Hari Lingkungan Sebenarnya, Pemkot Bandung juga telah berupaya Hidup Sedunia. Predikat yang sangat memalukan. mengurangi timbulan sampah dari sumbernya. Surat Percik Agustus 2006 3
  5. 5. L A P O R A N U TA M AEdaran Walikota Nomor : 658.1 / SE Blok Cikubang, Desa Sumur Bandung, usai. Pekerjaan rumah besar kini yang055 - BPOD tanggal, 28 April 2005 ten- Kec. Cipatat, Kab. Bandung (milik TNI menanti yaitu bagaimana mengelolatang langkah-langkah proaktif pena- AD) seluas 1,5 hektar; Blok Cigedig, sampah kota dalam jangka panjang.nganan sampah Kota Bandung melalui Desa Sarimukti, Kec. Cipatat, Kab. Kalau tidak, persoalan ini akan menjadiprogram 3 R, dan Surat Edaran Wali- Bandung (milik Perum Perhutani) selu- bom waktu yang bisa kapan sajakota Bandung Nomor : 658.1 / SE. 135 - as 21,2 hektar; dan Blok Gunung Hejo, meledak dan membawa bencana.PD.KBR tanggal, 27 Desember 2005 Desa Cianting, Kec. Sukatani, Kab. Pemerintah kota sendiri telah me-tentang optimalisasi Surat Edaran No- Bandung (milik PTP VIII). Blok yang rencanakan untuk membangun pabrikmor : 658.1 / SE 055 - BPOD. Berbagai terakhir belum bisa digunakan. Blok pengolah sampah. Rencana ini munculupaya telah dilakukan oleh masyarakat Cikubang digunakan pada 26 Mei hing- setelah Walikota Bandung mengunjungi(Lihat: Kegiatan Persampahan Masya- ga 11 Juni 2006. Sedangkan Blok Shanghai Cina dan Singapura untukrakat di Bandung). Tapi hasilnya kurang Cigedig digunakan mulai 28 Mei hingga melihat dari dekat proses penanganansignifikan. Kegiatan ini maksimum saat ini. sampah di kedua kota tersebut.hanya mampu mengurangi 10 persen Selama 15 April 2006-26 Mei 2006, Ternyata ada pengolah sampah di te-dari total timbunan sampah. sampah menumpuk. Volumenya diper- ngah kota yang menghasilkan energi. Bersamaan dengan itu, Pemkot kirakan mencapai sekitar 400 ribu Prosesnya tidak menyisakan sampahBandung mencari lahan kosong milik meter kubik. Sampah-sampah itu telah sedikitpun. Kota Bandung inginpemerintah kota, masyarakat dan dipindahkan ke Blok Cigedig, Sarimukti menuju ke sana, kata H. Dada Ro-badan usaha untuk digunakan sebagai dengan memaksimalkan armada yang sada beberapa waktu lalu.tempat penimbunan sampah. Lokasi ada-sekitar 140 truk sampah dari PD Untuk kebutuhan itu, Pemkotyang didapat yakni Kecamatan Regol Kebersihan Kota Bandung, sewa truk, telah mencari lahan sebagai lokasi(200 m2), Cibenying Kaler (50 m2), dan bantuan truk TNI. Sementara per- pabrik. Letaknya di dalam kota, diKiaracondong (400 m2), Bandung sampahan tertangani. wilayah Bandung timur. Luasnya 20Kidul (50 m2), Sumur Bandung (60 hektar dengan pembagian 5 hektarm2), Bandung Kulon (264 m2), dan Program Jangka Panjang Pemkot untuk bangunan pabrik, 5 hektar untukArcamanik (1.800 m2). Karena hanya Bandung kini sudah bersih. Predikat lahan cadangan, dan 10 hektar untukuntuk menimbun, lahan-lahan itu pun kota terkotor, mungkin sudah bisa penghijauan. Lokasi ini pun, menurutpenuh. dicabut. Tapi bukan berarti permasa- Walikota, secara prinsip tak masalah Kondisi ini memaksa Pemkot Ban- lahan persampahan di kota ini sudah karena hanya dimiliki oleh satu orangdung mencari alternatif. Tapi itu tidak FOTO:MUJIYANTOmudah. Ada 31 lokasi yang diharapkanbisa menjadi TPA baru atau darurat.Dari jumlah tersebut tiga daerah menja-di nominasi yakni Blok Cimerang, DesaCitatah, Kab. Bandung; Blok LegokNangka, Kec. Nagrek, Kab. Bandung;dan Desa Sumur Bandung, Kec. Cipatat,Kab. Bandung. Namun ada kendala per-izinan. Sebagian ada kendala penolakandari masyarakat sekitar lokasi. Pemerintah Propinsi Jawa Baratturun tangan. Apalagi pemerintah pusatmenaruh perhatian besar terhadap kon-disi Kota Bandung. Pemprop bersamaMuspida, Pemkot Bandung, PemkabBandung, Pemkot Cimahi, PerumPerhutani Unit III Jabar, Kodam IIISiliwangi, dan PTP VIII melalui se-rangkaian pembicaraan menyepakati tiga lokasi untuk dijadikan TPA TPA darurat Sarimukti. sementara. Lokasi itu yaitu 4 Percik Agustus 2006
  6. 6. L A P O R A N U TA M Adan yang bersangkutan tak keberatan. Rencana Pemkot Bandung ini KONDISI FISIK SAMPAH KOTA BANDUNG PER HARIdidasarkan pada konsep strategis peng-olahan sampah yakni (i) mengubah cara NO. KOMPONEN BERAT DAN VOLUMEpandang dan persepsi tentang sampah Berat (ton) % Berat Vol (m3) %Vol(bagi penimbul sampah dan pengelolasampah) dari sesuatu yang harus 1. Sampah basah 1.11 59,5 3.592,5 47,9dibuang dan dimusnahkan, menjadi 2. Kertas 223 11,9 2.235 29,8sesuatu yang masuk memiliki nilai man- 3. Tekstil 10 0,5 112,5 1,5faat dan sebagai sumber daya yang ter-habiskan (sustainable resources), (ii) 4. Plastik 236 12,6 697,5 9,3menjaga keberlanjutan sistem opera- 5. Pecah belah 26 1,4 60 0,8sional pelayanan, karena dengan sistem 6. Logam 28 1,5 292,5 3,9pengolahan akan mengurangi kerentan-an macet atau jenuhnya mata rantai 7. Lain-lain 236 12,8 525 7,0operasional yaitu sistem pembuangan. Jumlah 1.875 100,0 7.500 100.0Bila mata rantai pembuangan macet sumber: Pemkot Bandungatau jenuh maka akan memacetkan Dalam kaitan manajemen, Pemkot merintah pusat pada 23 Juni 2006mata rantai sistem pelayanan lainnya menyiapkan konsep. Pertama, pada membentuk panitia ad hoc.seperti pengumpulan dan pengang- perhitungan kondisi usaha berjalan dan Panitia itu beranggotakan timkutan sehingga sampah akan tertumpuk beroperasi sesuai dengan mekanisme daerah (Pemkot Bandung, Pem-di TPS-TPS dan tempat lainnya. pasar (layak usaha), manajemen pabrik kab Bandung, Pemkot Cimahi, dan Sembari menuju ke arah sana, dapat sepenuhnya diserahkan kepada ITB) dan tim pusat (Bappenas, Dep.Pemkot bekerja sama dengan Institut swasta. Kedua, jika pabrik tidak dapat PU, Kementerian LH, dan BPPT).Teknologi Bandung (ITB) mengem- berjalan dan beroperasi sesuai dengan Panitia ini bertugas menyusun langkah-bangkan pabrik pengolah sampah skala mekanisme pasar (hasil penjualan pro- langkah strategis dalam upaya penang-kecil. Setiap hari pabrik ini mengolah 24 duk tidak mencukupi untuk men- gulangan krisis sampah di Metropolitanton sampah. Energi yang dihasilkan jalankan usaha pabrik) manajemen Bandung, sekaligus melakukan koordi-sebesar 500 kWh. pabrik dikelola bersama antara swasta nasi dan mempererat kerja sama. Energi ini dinilai terlalu kecil dan dan pemerintah kota dengan meka- Melalui serangkaian pertemuan,belum ekonomis. Nantinya pabrik yang nisme subsidi. panitia ad hoc menetapkan prinsipakan dibangun mampu menghasilkan Menurut Walikota rencana pemba- dasar bagi strategi program. Prinsip ituenergi 25-30 Mega Watt. Sementara ngunan pabrik ini tidak akan meng- adalah:asupannya berupa sampah seberat ganggu program Greater Bandung 1. Pengurangan timbulan sampah1.500 ton per hari. Pabrik ini juga Waste Management Corporation dimulai dari sumbernya - gerakan 3 Rmenghasilkan uap air dan abu untuk (GBWMC). Dia menilai sampah Ban- (Reduce, Reuse dan Recycle) sehinggabahan bangunan (batako). Listrik terse- dung itu banyak. Kita akan tetap ikut sampah yang dikumpulkan, diangkut,but nanti akan dijual kepada masyara- program itu, kata Dada. dan dibuang menjadi minim.kat. 2. Azas polluter pays principle, yang Niat Pemkot ini tampaknya akan Kebijakan Hasil Panitia Ad Hoc mewajibkan siapapun yang meng-terwujud. Pemkot telah menggandeng Penanganan sampah di Kota Ban- hasilkan sampah menanggung biayaPT. Bandung Raya Indah Lestari (BRIL) dung memang tak bisa hanya di- penanganan sampah.dan Daarut Tauhid, ITB, dan PLN. bebankan kepada Pemkot. Banyak pi- 3. Penyediaan TPA masih dibu-Pemkot akan bertindak sebagai pemilik hak terkait dalam masalah ini, termasuk tuhkan dalam pengelolaan persam-sampah. PT BRIL dan Daarut Tauhid pemerintah daerah di sekitar ibukota pahan perkotaan.sebagai pengolah sampah, PLN sebagai Propinsi Jawa Barat tersebut. Mau tidak 4. Kerja sama regional untukpembeli dan penjual listrik. ITB bertu- mau penanganannya pun harus terinte- memperoleh lokasi TPA dan mena-gas menangani perencanaan tekno- grasi antarsemua stakeholder baik nganinya secara bersama.loginya. Jika tidak ada aral melintang, dalam jangka pendek (hingga akhir 5. Program pengembangan pabrik akan berdiri tahun 2007), menengah (2-3 tahun), dan pan- lebih lanjut, yaitu memanfaatkan depan. jang (10 tahun). Atas dasar itu, pe- sampah untuk kepentingan lain dan Percik Agustus 2006 5
  7. 7. L A P O R A N U TA M Asekaligus mengurangi jumlahnya secara TPA Citiis/Legok Nangka; identifikasi ren- cost recovery" pada periode perencana-efektif, seperti penerapan Waste to cana aksi sesuai hasil GBWMC; dan penye- an jangka panjang dan pilot proyek com-Energy lesaian status hukum TPA Leuwigajah. posting skala kawasan. Di TPA, program Dalam jangka pendek, penanganan Pada jangka menengah, di tingkat berupa konstruksi teknologi RSL dan SL disampah di sumber akan dilakukan de- sumber, program berupa replikasi pro- TPA Leuwigajah; pembangunan Peng-ngan program pemilahan, 3R, dan com- gram pemilahan, 3R, composting skala olahan Sampah Terpadu (kapasitas 100posting skala rumah tangga. Untuk itu rumah tangga, serta pemberlakuan m3/hari, lahan: 1500 m2, dengan perkira-akan ada sosialisasi, pelatihan dan pem- sanksi denda terhadap pelanggaran an investasi Rp. 2,3 milyar); Waste to Ener-bentukan KSM (Kelompok Swadaya aturan. Di TPS, peningkatan cakupan pe- gy - Pilot Project (konstruksi pilot projectMasyarakat), proyek composting skala layanan pengangkutan, replikasi program Waste to Energy (100 ton/hari), supervisirumah tangga, disertai penegakan atur- composting skala kawasan, serta studi dan pilot project Waste to Energy, dan Evaluasian. Di tingkat TPS, program berupa konstruksi SPA. Di TPA, studi kelayakan, pilot project Waste to Energy).peningkatan cakupan pelayanan peng- Amdal, dan DED TPA Citiis/Legok Nang- Penanganan sampah hasil panitia adangkutan. Caranya dengan penambah- ka; sosialisasi teknologi Reusable Sanitary hoc ini, kalau disimak merupakan hasilan jumlah armada pengangkutan, Landfill (RSL) dan Sanitary landfill (SL) kompilasi dan kompromi dari berbagaiinventarisasi dan revitalisasi TPS, peng- di TPA Leuwigajah; studi kelayakan TPA usulan dari stakeholder. (Lihat: Pilihanaturan rute berbasis GIS (Geographic Regional-Sanitary landfill; peraturan Konsep Penanganan Sampah KotaInformation System) dan jadwalnya, re- kerja sama antar daerah; kerja sama de- Bandung). Secara teori, kebijakan ituplikasi program composting skala ka- ngan swasta; DED pengolahan sampah cukup menjanjikan. Tapi apakahwasan, serta studi dan Konstruksi TPS. terpadu; Pilot Project Waste to : (i) Energi cukup aplikatif? Pertanyaan iniSedangkan di TPA, TPA Sarimukti akan (ii) Pupuk organik; dan pilot Project perlu diajukan mengingat imple-direvitalisasi (landfill 21,2 Ha) melalui Landfill Gas to Energy (LFGTE). mentasi yang melibatkan banyak pihakDetail Engineering Design (DED) dan Sedangkan pada jangka panjang, pe- biasanya justru malah tidak bisa ber-Konstruksi, pembangunan instalasi kom- nanganan sampah di sumber sama de- jalan sesuai harapan. Semoga ini hanyapos, serta operasi dan pemeliharaan. Selain ngan tahap sebelumnya. Di tingkat TPS, sebuah kekhawatiran yang tak terbukti.itu, penetapan Lokasi, Instalasi Pengolahan programnya yakni efisiensi dan pening- Sekarang kita tinggal menunggu, aksiTerpadu (IPT), Pembebasan Lahan, Anali- katan kapasitas manajemen pengelolaan mana yang akan bisa membendungsis Dampak Lingkungan (AMDAL), DED, persampahan, pencapaian target "full sampah Kota Bandung. mujiyanto SEKILAS PROGRAM GBWMC G reater Bandung Waste Management Corporation (GBWMC) adalah sebuah lembaga yang dibentuk untuk menangani sampah Metropolitan Bandung (Bandung dan sekitarnya). Pembentukan kelemba- Nantinya akan ada dua TPA untuk wilayah Metropolitan Bandung. Satu untuk kawasan timur dan satunya untuk kawasan barat. Berdasarkan survei ada dua daerah yang terpilih yakni Citiis (100 ha), dan Legok Selong gaan ini didasarkan atas nota kesepahaman pengelolaan sampah (70 ha). Sementara tahap pengolahan sampah sebagai berikut. Metropolitan Bandung 7 Maret 2005, SK Gubernur Jawa Barat tentang TA H A P P E N G O L A H A N S A M PA H Pembentukan Tim Perumus Pengelolaan Sampah di Metropolitan Bandung, Ta h a p - 1 Ta h a p - 2 Ta h a p - 3 dan SKB Pembentukan Wadah Pengelolaan Sampah Bersama di Metropolitan Bandung 27 Desember 2005. Pemerintah daerah yang terli- Area 1 TPA 100 ha 100 ha 100 ha bat dalam GBWMC ini adalah Kota Bandung, Kota Cimahi, Kab. Bandung, Masa Pakai 20-25 tahun > 25 tahun >>> 25 tahun Kabupaten Garut, dan Kabupaten Sumedang. Dua kabupaten lainnya yakni Purwakarta dan Cianjur belum ada kepastian. Model TPA TPA TPA Storage Strategi pelaksanaan GBWMC menggunakan tiga prinsip yakni: Penanganan Sanitary Sampah Landfill Recovery Storage Waste to Energy 1. Strategi teknis a. Pencegahan sampah dari sumber: permukiman, pertanian, Produksi ---- - gas, kompos - listrik, bhn kimia pertokoan, termasuk kantor dan sekolah (Perlu regulasi dan Pendapatan Rp. 0 Rp. XXX Rp. YYY enforcement) b. TPA masih diperlukan Pelaksanaan GBWMC (TPA Sanitary landfill dan pengurangan sampah 2. Strategi kelembagaan dan SDM di sumber) membutuhkan dana sebesar Rp. 385 milyar. Skenario pendanaan- a. Sampah merupakan masalah public management nya ada empat yaitu (i) sharing pusat-propinsi-kab/kota, (ii) sharing propinsi- b. Peningkatan kapasitas aparatur publik atau out sourcing kab/kota, (iii) sharing propinsi-kab/kota-investor, (iv) dana pinjaman dari 3. Strategi budaya dan spiritual Bank Dunia dengan melibatkan swasta sebagai operator. a. Sampah fisik merupakan resultan sampah non fisik GBWMC merencanakan selambat-lambatnya 27 Desember 2006 wadah b. Pendekatan: budaya/keteladanan dan spiritual pengelolaan sampah bersama di Metropolitan Bandung telah resmi terben- (perlu kampanye/sosialisasi) tuk. Gubernur Jawa Barat juga diharapkan telah mengeluarkan SK untuk penunjukan lokasi TPA. MJ 6 Percik Agustus 2006
  8. 8. L A P O R A N U TA M A Pengurangan Sampah di SumberS elain mencari alternatif TPA, PD Kebersihan Bandung mengadakan kerja sama dengan berbagai pihak untukmengolah sampah di sumber sampah atau TPS. Kemitraan daur ulang plastik jenis PET dan PE (Botol dan Gelas kemasan air minum mineral), dan daur ulang plastik menjadi kon- tainer (bin) sampah.yang terjalin itu yaitu composting di Eks TPA Pasir Impun, Kegiatan-kegiatan itu antara lain :Pengomposan oleh Yayasan Bitari di Eks TPA Kegiatan Melalui Swadaya MasyarakatPasir Impun PT PINDAD Luas Lahan = 2000 m2 Luas Lahan = 600 m2 Volume sampah yang masuk = ± 20 m3/hari Volume sampah yang masuk = 9 - 10 m3/hari Produksi Kompos = 660 Kg/ Hari Produksi Kompos = 500 - 1000 Kg/ Hari Jenis Sampah yang masuk kelokasi 90 % da- un, 10 % hasil kegiatan kantor (kertas+sisa makanan) Residu Non Organik dibakar.Daur Ulang Plastik oleh CV Fajat di eks TPA Pasir Impundan Jl. Holis Luas Lahan = 2000 m2 RW 1 1 C i b a n g k o n g Volume sampah Plastik = ± 0,5 - 1 ton/hari Luas Lahan = ± 400 m2 Jenis Produksi = Chips dan Kontainer (berikut lahan untuk uji coba tanaman) Volume sampah yang masuk = ± 10 m3/hari Produksi Kompos = 1 - 1,5 ton/ Hari Residu Non Organik dipilah dan dijual J h o n Pi e t e r s Lokasi RW 06 dan Jl. Cipamokolan No. 77 Kel.Cipamokolan Kec.Rancasari Luas Lahan = ± 2.500 m2 Volume sampah plastik = ± 6 ton/hariSelain itu ada pula kegiatan melalui bantuan program Volume sampah logam = ± 8 ton/hariWJEMP - CEF. Kegiatan yang sudah dilaksanakan yaitu Produk : Pelet plastikpengomposan di 5 RW Kelurahan Gegerkalong, Keca-matan Sukasari Pengomposan dengan Green Phoskko RW 04 Kelurahan Luas Lahan = ± 300 m2 Cipadung, Kecamatan Cibiru Volume sampah yang masuk = ± 2-3 ton /hari Produksi kompos = ± 1 - 1,5 ton/hari Luas Lahan = ± 100 m2 Residu Non Organik dipilah dan dijual Volume sampah yang masuk = ± 2 m3/hari Produksi kompos = ± 0.35 m3/hari Residu Non Organik dipilah dan dijual Lindi dari pengomposan untuk pupuk cair Pengomposan dengan Green Phoskko RW 14 Kelurah- an Palasari, Kecamatan Cibiru Luas Lahan = ± 100 m2 Volume sampah yang masuk = ± 1,2 m3 /hari Produksi kompos = ± 0,2 m3/hari Residu Non Organik dipilah dan dijual Residu Non Organik dibakar, abu dibuat bata. Percik Agustus 2006 7
  9. 9. L A P O R A N U TA M A PILIHAN KONSEP PENANGANAN SAMPAH KOTA BANDUNGS ampah Bandung memang sudah ITB m3/hari). Untuk jangka panjang pe- terbendung kendati masih se- Pengelolaan sampah terpadu, yakni nerapan konsep 3R dapat mencapai mentara waktu. Musibah sam- Komposter rumah tangga 40-60 persen dari total timbulan sam-pah ini mengundang berbagai pihak un- Pengomposan Skala RT/RW, seki- pah. Total biaya yang dibutuhkan se-tuk ikut urun rembug dalam rangka tar 10 RT: 3 gerobak sampah de- lama tahun 2006 yakni Rp. 2 milyar.memecahkan persoalan tersebut. Seti- ngan volume 4,5-5 m3/haridaknya ada tiga instansi yang memiliki Pengolah sampah terpadu kapasi- BPPTkonsep, selain Pemerintah Kota Ban- tas 100 m3/hari. Butuh lahan Skenario 1dung sendiri. Usulan itu berasal dari 1.500 m2. Butuh hanggar utama, Rehabilitasi dan pemakaian kembaliBadan Pengkajian dan Penerapan Tek- hanggar kompos, rumah kaca, TPA Leuwigajah (jika TPA itu bisanologi (BPPT), Institut Teknologi Ban- conveyor belt, mesin pencacah dimanfaatkan) menjadi reusabledung (ITB), dan Kementerian Ling- sampah organik, sistem suplai sanitary landfill dan pengelo-kungan Hidup. Berikut usulan masing- udara pengomposan aerasi, unit laan sampah terpadu berbasismasing lembaga tersebut. reactor uji coba gasifikasi dan bio- 3 R. Biaya pengolahan per ton gas, penyaring kompos, insinera- sampah adalah Rp. 79.074. PEMKOT BANDUNG tor, mesin batako, pencacah plas- Skenario 2 Jangka Pendek sebelum ada teknologi tic, container stok, timbangan dan Penerapan TPA reusable sanitary pengolahan sebagainya. Biaya operasi pada landfill (jika TPA Leuwigajah Peran serta masyarakat melalui kapasitas minimum (20 m3) yakni tidak dapat dimanfaatkan dan jika konsep 3 R (Reduce, reuse, dan Rp. 27.000/m3 dan pada kapasi- didapatkan TPA baru dengan luasan recycle) tas maksimum kompos cepat (100 yang memadai) dan penerapan pe- Pengomposan, insinerator mikro m3) yakni Rp. 5.400/m3. ngelolaan sampah terpadu berbasis skala RW/pembakaran (hati-hati) 3 R. Butuh dua lokasi RSL dengan Penimbunan setempat KEMENTERIAN LH kapasitas 13.000 m3/hari dan 7.000 Pengolahan sampah dengan basis Penerapan konsep 3 R dengan me- m3/hari. Biaya pengolahan Rp. teknologi modern maksimalkan 6 lokasi TPS potensial 87.079 per ton sampah. Pembangunan pabrik pengolah selama tahun 2006. Metode ini diper- Skenario 3 sampah yang bisa mengubah sam- kirakan dapat mengurangi sampah Penerapan pengolahan sampah men- pah menjadi energi listrik, pupuk sebesar 725 m3 atau sekitar 22,66 jadi energi melalui teknologi insinera- organik, atau produk lain. Kapa- persen (total sampah terangkut 3.200 tor, TPA RSL ukuran kecil, dan pene- sitas pabrik 1.500 rapan pengelolaan sampah terpadu ton/hari, operasi FOTO:MUJIYANTO berbasis gerakan 3 R (jika TPA Leu- 24 jam/hari. Ener- wigajah tidak dapat digunakan dan gi yang dihasilkan didapatkan TPA baru dengan 30 M Watt. luasan yang relatif sempit). Insi- Manajemen sepe- nerator yang akan dibangun mem- nuhnya diserahkan punyai kapasitas 1.000 ton per hari swasta bila perhi- yang dilengkapi sistem peman- tungan usaha sesuai faatan panas pembakaran untuk mekanisme pasar. energi. Butuh lahan 5 hektar dan Jika tidak, pabrik dua lokasi TPA RSL dengan dikelola bersama kapasitas tampung masing- antara swasta dan masing 8.000 m3/hari. Bia- pemerintah kota. ya perkiraan per ton sampah yakni Rp. 124.870. MJ 8 Percik Agustus 2006
  10. 10. L A P O R A N U TA M A Walikota Bandung, H. Dada Rosada: Tak Bisa Lagi Cara TradisionalB FOTO:MUJIYANTO isa digambarkan seperti punya di Pasir Impun, 7 Ha juga ditu- apa pengelolaan sampah di tup. Juga di Cicabe, 14 April ditutup. kota Bandung sebelum ter- Jadi pada 15 April kita tak bisa mem-jadinya darurat sampah? buang sampah ke mana-mana. Sampai Selama ini pengelolaan sampah di- 26 Mei 2006 sampah menumpuk.lakukan secara tradisional yaitu sani- Lamanya 41 hari. Setiap hari ada 7.500tary landfill, paling juga meningkat meter kubik sampah. Kali 41 hari jadipada control landfill. Kalau sanitary sekitar 400 ribu meter kubik. Oleh kare-landfill, sampah dibuang saja kemudian na itu saya katakan Bandung itu musi-diratakan pada satu lokasi tertentu. Se- bah darurat sampah. Dan ini bukandangkan control landfill, sampah dira- hanya isu nasional tapi juga interna-takan kemudian ditumpuk tanah. Baik sional. Saya terus berupaya menyele-sanitary maupun control landfill ter- saikannya. Pada 26 Mei Pak Gubernurnyata keduanya menimbulkan masalah dan Panglima Kodam III Siliwangike depan kalau dibiarkan terus. turun tangan sehingga mendapatkan Sanitary landfill kan membutuhkan tanah di Sarimukti, milik Perhutanitanah yang luas. Kalau tanahnya sempit, seluas 21 hektar. Saat itu juga kitapada suatu saat bisa menimbulkan terseleksi menjadi lima, dan akhirnya memakai tanah Kodam di Cikubangmusibah. Contohnya di Leuwigajah. menjadi tiga. Tiga itu kemudian mem- seluas 2,5 ha, dan itu hanya mampuKalau kita menumpuk tanah akan bentuk konsorsium yang namanya PT dipakai selama 10 hari. Sekarang kitaberakibat yang sama juga karena air BRIL yaitu Bandung Raya Indah menggunakan Sarimukti. Dengan Sari-lindinya dan ambrolnya sampah bisa Lestari. Pada September 2005 kita mukti, 7 Agustus lalu Pak Gubernur me-terjadi. Kalau kita mau membuat ver- mengadakan MoU dengan perusahaan nandatangani perjanjian dengan Perhu-tikal, memangnya mau ditembok ke tersebut. Kewajiban PT BRIL adalah tani sebagai payung hukum penggunaanatas? Dengan terjadinya kasus Leuwi- mencari tanah dan membebaskannya lahan tersebut. Bahwa sampah yang di-gajah kita harus berbuat lebih baik dan untuk pabrik, kemudian membuat pab- buang oleh Kab. Bandung, Cimahi, Kotatidak mengulangi lagi kasus tersebut rik sendiri. Sebelumnya pada Juli- Bandung, nantinya akan dijadikan tem-yang jelas menimbulkan korban dan Agustus kita ke Shanghai, Cina, melihat pat pengolahan menjadi kompos. Ini ju-merugikan masyarakat dan pemerintah pabrik di sana. Apa yang kita lakukan ga atas saran tim yang dibentuk olehkota. mengadopsi dari sana. Walaupun saya Men PPN/Ketua bappenas, Meneg LH, pribadi pernah dapat training dengan Menteri Ristek. Pemerintah menyedia- Apa yang dilakukan Pemda Bupati Bandung dan Walikota Cimahi kan dana Rp. 14 milyar. Pembagiannya,setelah Leuwigajah longsor? dalam bidang sampah. Sehingga saya bi- Kota Bandung Rp. 1,5 milyar untuk Seizin gubernur secara lisan, sekitar sa melengkapi komparasi Jepang dan membangun fasilitas pengolahan kom-bulan Maret 2005 kami mengundang 16 Cina itu. Setelah September, BRIL men- pos menjadi sampah di Sarimukti. Tapipengusaha yang mau bergerak di bidang cari lahan. Ternyata tidak mudah. Yang setelah saya komparasi ke Singapura se-pengolahan sampah baik yang mengha- dicari di Kab. Bandung dan Garut. Bebe- minggu lalu, ternyata ada fasilitas peng-silkan kompos, pupuk, energi, briket, rapa lokasi di Bandung, masyarakat se- olahan sampah di tengah kota menjadibatubata, semen dan sebagainya. Me- tuju, kita setuju, tapi Pemda Kab. Ban- energi, pembersih air. Ada empat lokasi.reka berasal dari dalam dan luar negeri. dung tidak setuju. Ada juga yang kabu- Sehingga untuk energi listrik, Kota Ban-Untuk menyeleksi mereka, kami mem- paten setuju tapi masyarakat tidak se- dung sangat memungkinkan karena ha-bentuk tim perumus yang terdiri dari tuju. Jadi tidak mudah. Yang terakhir ki- nya menggunakan 5 ha untuk pabrik, 15pemerintah kota, pakar lingkungan, dan ta masih membuang sampah di Jelekong, ha untuk green belt-nya. Saya meng-dari Unpad. Tim bekerja dan akhirnya Kab. Bandung. Terus ditutup. Kita juga hendaki 5 ha untuk pabrik, 5 ha untuk Percik Agustus 2006 9
  11. 11. L A P O R A N U TA M A ILLUSTRASI:RUDI KOZ PEMKOTcadangan, dan 10 ha untuk penghijau- Bandung itu. Kabupaten Bandung dan Kita membuat yang baru. Yang lamaan. Dari pengalaman di beberapa ne- Cimahi sampahnya tidak banyak. Kalau kan sanitary landfill. Itu sudah tidakgara, ternyata prosesnya tidak menyisa- kota Bandung per hari 7.500 meter bisa lagi. Sekarang master plan sedangkan sampah sedikitpun karena sampah kubik, sedangkan Cimahi tiga bulan saja dibuat. Jadi master plan baru titikdiolah terus. Kota Bandung ingin menu- 450 meter kubik. Kami yang terbanyak lokasi saja. Bahwa di RTRW danju ke sana. Mudah-mudahan kalau ini menginginkan sampah ini jadi energi RDTRK-nya kita memplot Bandungteralisasi, ini menjadikan yang pertama listrik. Kebetulan PLN juga belum bisa timur sebagai lokasi industri nonpolu-di Indonesia. melayani semua warga. tan dan pergudangan. Apakah Pemkot hanya bekerja Di mana lokasi pabrik yang Apa yang Anda sampaikansama dengan swasta itu saja? direncanakan? menunjukkan bagaimana sampah Pada 31 Juli lalu, kerja sama Pemkot Ada di Bandung timur. Prosesnya akhir itu diolah. Lalu bagaimanaBandung dengan PT BRIL dikembang- sedang berlangsung. Insya Allah tidak dengan pemberdayaan masyara-kan lagi dengan ITB, PLN, dan Darut akan mengalami kesulitan karena yang kat dalam mengurangi sampah?Tauhid. Keputusannya, Pemkot yang mempunyai tanah hanya seorang dan Masyarakat kita imbau untuk memi-mempunyai sampah, PT BRIL dan Da- sudah menyerahkan kepada kita. Kita lah sampah di rumah dulu. Ini sepertirut Tauhid yang mengolah sampah, berharap tidak akan terjadi seperti yang yang dilakukan di negara-negara maju.PLN yang membeli dan menjual, dan di Bojong. Masyarakat sudah kita sosi- Paling tidak dipilah antara yang organikITB yang menangani perencanaan tek- alisasikan dan mau. dan anorganik. Sampah itu kemudiannologinya. Sebelumnya ITB dan PLN kita ambil dan dibawa ke depot. Di situsudah mengadakan kerja sama dengan Soal anggaran bagaimana? juga ada orang yang memilah. Di pabrikskala kecil 1 hari 24 ton menghasilkan Ya anggarannya bertahap. nantinya akan ada tenaga kerja darienergi listrik 500 kWH. Ini dinilai ter- mulai yang kasar sampai yang trampillalu kecil sehingga PLN menyarankan Berapa alokasinya? yang memiliki keahlian khusus.bekerja sama dengan Pemkot karena Kita belum menentukan. Yang pen-punya sampah banyak. Kita ancer- ting sekarang adalah payung hukumnya Bagaimana bentuk kerja samaancer 1500 ton per hari dapat meng- dulu. Business plan-nya belum dibuat. dengan pihak swasta?hasilkan 25 Mega Watt. Kerja kita banyak terganggu, misalnya Semua kita serahkan kepada swasta. mencari lahan saja kan tidak gampang. Nah kita tinggal nyicil, entah seperti apa Kerja sama regional antarpem- bentuknya nanti. Operatornya swasta, kitada sendiri seperti apa? Dengan kasus musibah sampah bayar kepada mereka. Jadi mereka itu me- Kerja sama antar Pemkot, Pemkab ini, apakah Bandung memperta- lakukan investasi dan yang mengoperasi-Bandung, dan Cimahi wujudnya ya hankan master plan yang sudah kannya. Jadi kita menyerahkan sampahpembuangan bersama di Sarimukti, Kab ada atau membuat yang baru? dan kita bayar. Mereka memperoleh ke-10 Percik Agustus 2006
  12. 12. L A P O R A N U TA M Auntungan dari situ. Selain itu mereka men- gi kota lain agar tidak terjadi mu-jual hasil sampah berupa energi ke PLN. Kita dengan seluruh sibah seperti di Bandung, apa potensi masyarakat yang harus dilakukan? Bagaimana dampak adanya Yang pertama, harus mengubah pe-pabrik sampah terhadap kinerja melaksanakan 3 R. rilaku. Tak bisa lagi membuang sampahPD Kebersihan Kota Bandung? Reduce, Reuse, dan seenaknya. Memilah sampah. Dan pe- Ya secara bertahap, mungkin kita Recycle. Tapi itu merintah daerah tidak lagi mengguna-kerja samakan. Yang akan datang kan sangat darurat kan cara-cara yang tradisional, sanitaryakan kembali menjadi milik pemerintah landfill.kota jika BOT atau BTO selesai. sekali. Itupun hasilnya tidak banyak. Apa yang harus dilakukan oleh Berapa jangka waktu kerja sa- pemerintah daerah jika merekama dengan swasta ini? mengalami darurat sampah? Ya, minimal 20 tahun. Berarti harus ada payung hu- Yang harus mengacu pada peng- kum? olahan sampah secara teknologi, apa- Apakah pemda menyiapkan Harus. Apalagi kerja sama itu juga kah bergabung (dengan pihak/pemdaPerda khusus untuk mengawal menyangkut ITB, PLN, dan Darut lain) atau sendiri-sendiri.kerja sama ini? Tauhid. Ya, harus itu. Sekarang sudah ada per- Maksudnya dalam kondisi da-danya. Judulnya yang ada Pengelolaan Berapa sih anggaran untuk pe- rurat?Sampah, dari rumah ke TPS dilakukan ngelolaan sampah selama ini? Ya kita dengan seluruh potensi ma-masyarakat bersama RT/RW, dari TPS Dari Pemda kita membantu sebesar syarakat melaksanakan 3 R itu. Reduce,diangkut ke TPA dan tidak diapa-apain. Rp. 20 milyar. Tapi beban yang dibe- Reuse, dan Recycle. Tapi itu sangatMasyarakat ditarik retribusi karena dari rikan kepada PD Kebersihan untuk re- darurat sekali. Itupun hasilnya tidakTPS ke TPA kita yang mengangkutnya. tribusi kan hanya 53 persen-an dari ke- banyak. Selama 41 hari ada sampah se- butuhan anggaran yang lebih dari 20 kitar 400 ribu meter kubik. Dengan 3 R Belum ada perda khusus dalam milyar. kita bisa mengurangi paling hanya 10kaitan kerja sama ini? ribu meter kubik. Di samping itu proses Baru MoU. Mungkin Anda punya saran ba- itu tidak cepat untuk menimbulkan re- volusi. Model seperti ini untuk jangka FOTO:MUJIYANTO panjang. Membuat pengelolaan sampah di rumah kan juga tidak semua orang sanggup untuk itu. Jadi pengelolaan sampah dari tradisional ke teknologi itu mutlak. Mulai kapan pabrik berope- rasi? Tahun ini kan baru pembangunan pabrik. Butuh waktu 1 tahun. Selama itu sampah kita buang di Sarimukti. Jadi ini sudah bagus sekali. Apakah langkah Anda tidak berbenturan dengan program GBWMC? GBWMC tidak ada masalah. Kita akan tetap ikut dalam program tersebut. Lagipula sampah Bandung itu kan banyak. Jadi tidak perlu ada kekhawa- Sudut Kota Bandung yang sudah mulai bersih. tiran dengan Sarimukti. MJ Percik Agustus 2006 11
  13. 13. L A P O R A N U TA M APembelajaran Darurat Sampah BandungK ondisi persampahan di Indone- bahwa kondisinya memang sudah super sia sudah sedemikian carut Oleh: Endang Setyaningrum* kritis dan harus segera ditangani de- marut yang ditandai dengan ngan segera. Pada akhirnya tidak ku-berbagai kasus pencemaran akibat sam- setelah TPA Leuwigajah longsor, se- rang dari empat menteri (PU, LH,pah. Puncaknya ketika TPA Leuwigajah banyak 300.000 m3 sampah tertahan di Bappenas dan BPPT) dan bahkan ITBlongsor pada bulan Februari lalu yang dalam kota karena tidak ada TPA yang disibukkan oleh kegiatan tanggap daru-memakan korban meninggal 146 orang dapat menerima sampah yang setiap rat sampah tersebut meskipun instruksidan diikuti dengan berbagai perdebatan harinya mencapai 4.000 m3 atau lebih Presiden untuk mengatasi masalahsengit, saling menyalahkan. Namun tepat karena kuatnya penolakan warga sampah Bandung hanya ditujukanseperti hal yang lazim terjadi di yang keberatan dengan keberadaan TPA kepada Menteri Lingkungan Hidup.Republik kita tercinta ini, bencana long- alternatif (TPA Jelekong, TPA Babakan, Dalam kondisi tanggap darurat ini,sornya TPA Leuwigajah pun tidak diiku- dan lain-lain). Dengan kondisi demi- TNI juga turun gunung (tepatnya turunti dengan upaya perbaikan yang me- kian, sudah dapat dipastikan Bandung kota) untuk mengevakuasi sampah darimadai baik secara teknis maupun poli- yang terkenal sejuk dan indah berubah dalam kota (tentunya dibantu oleh apa-tis. Rasanya itulah titik nadir paling menjadi kota lautan sampah yang bau rat pemerintah daerah dan PD Keber-rendah dalam dunia persampahan di dan menjijikkan bahkan kekhawatiran sihan Bandung), dengan mengerahkanIndonesia selama ini. terjadinya penyebaran penyakit sempat personel, kendaraan dan alat berat serta Meskipun tidak ada pernyataan terjadi di beberapa lokasi. menyediakan lokasi milik TNI di Ciku-resmi Pemerintah mengenai "keadaan Namun ada atau tidaknya pernya- bang, Kecamatan Darangdan-Kabu-darurat" sampah di wilayah Bandung, taan darurat sampah Bandung secara paten Purwakarta (luas 4 ha) sebagaikenyataannya sejak bulan Mei 2006 resmi dari Pemerintah, kita mengakui tempat pembuangan sampah. Inilah FOTO:ENDANG SETYANINGRUM barangkali yang dapat digunakan seba- gai indikator sampah Bandung dalam keadaan darurat, yaitu seperti dalam kondisi perang. TNI berada digaris depan. Selain itu juga dibentuknya tim Satgas dan tim Ad Hoc. Selain itu sampah juga dibuang ke lokasi perkebunan milik Perhutani di desa Sarimukti (luas 21 ha), kecamatan Cipatat-Rajamandala, Kabupaten Ban- dung. Sebenarnya ada banyak pilihan lokasi yang dapat digunakan sebagai tempat darurat pembuangan sampah, namun banyaknya penolakan dari pihak masyarakat, akhirnya Gubernur memi- lih 3 lokasi yaitu : - Cikubang (luas 4 ha), jarak dari kota Bandung 28 km, tanah milik TNI yang terletak di Kabupaten Pur- wakarta Sampah menumpuk di TPS. - Sarimukti (21 ha), jarak dari kota12 Percik Agustus 2006
  14. 14. L A P O R A N U TA M A FOTO:ENDANG SETYANINGRUM Bandung 42 km, tanah milik Perhu- tani di wilayah kabupaten Bandung- Gunung Hejo (8 ha), jarak dari kota Bandung 33 km, tanah milik PTP VIII di wilayah Kabupaten Purwakarta Proses pembuangan di lokasi Ciku-bang dilakukan oleh personil TNI de-ngan metode pembuangan "darurat"yang lumayan, yaitu metode gali dantimbun. Saya sempat berpikir, ternyatatentara tidak hanya belajar masalahkemiliteran saja tetapi juga tahu bagai-mana cara membuang sampah dengan"metode kucing" tersebut. Sayangnyasampah yang dapat ditampung di Ci-kubang kurang lebih hanya 50.000 m3(luas lahan yang dapat digunakan hanya1,5 ha dari 4 ha yang ada) selama 30 Antrian Truk Sampah di Jalan Masuk TPA Cikubanghari. Sedangkan proses pembuangan dilokasi Sarimukti lebih darurat lagi kare- masuk menuju lokasi)na hanya mengandalkan open dumping Sekarang hanya - Biaya DED Sarimuktidisertai pemadatan (tanpa penutupan - Biaya penyiapan lokasi Gunung Hejo tersedia danatanah seperti yang dilakukan Cikubang) (DED, penyediaan air bersih)dengan kapasitas pembuangan menca- Rp 15.000,-/ m3, - Tujuh unit alat berat senilai Rp. 11pai 800 m3/hari (saat ini telah menam- masih jauh di bawah Milyarpung 70.000 m3). Sebenarnya izin kewajaran harga suatu - Biaya penyediaan air bersih di lokasipenggunaan lokasi Sarimukti adalah pengelolaan sampah. Gunung Hejountuk pembuatan kompos, namun Pada akhirnya Biaya tersebut belum termasukmengingat kondisi darurat ini, maka ke- biaya yang jumlahnya sulit diperkirakan kita memang hanya dapatgiatan kompos sampai saat ini juga be- seperti biaya lahan baik di Cikubanglum dilakukan. berandai-andai saja. maupun di Sarimukti, biaya koordinasi, Sementara itu untuk pemanfaatan biaya angkutan sampah yang telahlokasi di Gunung Hejo (luas 8 ha, dapat berulang kali ditolak warga, biaya kese-dimanfaatkan 5,5 ha) yang terletak di Harga Tanggap Darurat hatan masyarakat yang sakit akibatsisi jalan tol Cipularang, belum sempat Upaya tanggap darurat yang semula pencemaran sampah di dalam kota,dilakukan. Meskipun telah dilakukan diharapkan dapat selesai dalam 1 bulan biaya akibat menurunnya turissuatu quick detail engineering design sesuai instruksi Presiden, namun domestik yang batal ke Bandung danuntuk menerapkan metode pembuang- akhirnya memakan waktu sampai 3 lain-lain.an akhir sampah yang lebih baik, meng- bulan. Dalam kurun waktu tersebut, Betapa mahalnya harga sebuahingat terdapatnya mata air di sekitar lo- telah banyak dana yang harus dibayar darurat sampah di wilayah Bandungkasi tersebut, namun sayang kemudian oleh berbagai pihak untuk hal-hal seba- tercinta, andai dulu TPA Leuwigajahlokasi tersebut ditolak oleh DPRD gai berikut : tidak longsor, andai TPA LeuwigajahKabupaten Purwakarta meskipun per- - Biaya angkutan (Rp. 750.000 / rit) yang dapat dioperasikan dengan metode sa-syaratan penyediaan air bersih bagi mencapai 180 truk (2 rit/hari) selama 3 nitary landfill yang benar, andai alokasiwarga di sekitar lokasi (Kampung Ci- bulan mencapai Rp. 8,1 milyar. dana untuk mengelola sampah cukupbentar dan Pasirmalaka) sudah dipe- - Biaya pembuangan di Cikubang (alat memadai (sekarang hanya tersedia dananuhi oleh Departemen PU. Bahkan izin berat, personel dan infrastruktur Rp 15.000,-/ m3, masih jauh di bawahjalan masuk melalui jalan TOL saat itu pengamanan lingkungan) kewajaran harga suatu pengelolaansedang diproses oleh Menteri Pekerjaan - Biaya pembuangan di Sarimukti (alat sampah). Pada akhirnya kita memangUmum. berat, personel, perbaikan jalan hanya dapat berandai-andai saja. Percik Agustus 2006 13
  15. 15. L A P O R A N U TA M AKapan Darurat Berakhir? Timbulnya kesadaran warga untuk Setelah 3 bulan berlalu dan dari mengurangi volume sampah yanghitung-hitungan matematik volume Seyogyanya pihak dibuang ke TPA dengan cara membuatsampah yang berhasil dievakuasi dari eksekutif dan legislatif kompos dan daur ulang sedekatkota Bandung dan Cimahi ke lokasi TPA tidak lagi setengah hati mungkin dengan sumbernya, perludarurat, sebenarnya masih ada puluhan diberikan dorongan, seperti pemberian dalam mengalokasikanribu m3 sampah yang masih tertahan di insentif.kota meskipun tidak se-jorok sebelum- dana untuk suatu Seyogyanya pihak eksekutif dan le-nya. Bandung relatif kembali bersih pengelolaan gislatif tidak lagi setengah hati dalambahkan sudah dipenuhi lagi oleh turis persampahan yang mengalokasikan dana untuk suatu pe-Jakarta terutama pada hari libur dan ngelolaan persampahan yang memadai, memadai.akhir pekan. terutama untuk peningkatan kualitas Apakah itu berarti proses tanggap TPA pasca tanggap darurat (TPA Sa-darurat berakhir? Bagaimana dengan rimukti) dan merealisasikan komposkelanjutan peningkatan kualitas TPA di buangan/pemrosesan akhir) sampah terpadu skala besar.Sarimukti yang hanya dilaksanakan perlu dilakukan secara profesional Pada akhirnya master plan sampahsecara open dumping dan kemungkinan dan tidak menimbulkan dampak perlu ada dan menjadi acuan jangkaleachatenya sudah mulai mencemari negatif maupun masalah sosial. Juga panjang bagi semua pihak termasuklingkungan? Bagaimana kelanjutan penanganan pasca longsor TPA alokasi ruang untuk lokasi TPA yangpelaksanaan unit produksi kompos ter- Leuwigajah dan TPA Jelekong. dilengkapi dengan zona penyangga danpadu di Sarimukti (sesuai dengan izin pemberlakuan "garis sempadan TPA".Perhutani)? Masih banyak hal yang Renungan untuk Pembelajaran Alokasi TPA adalah juga investasi jang-perlu ditindaklanjuti agar tidak ada lagi Meskipun badai (sampah) sudah ber- ka panjang karena kita akan menda-"darurat sampah jilid 2". lalu dari Bandung, rasanya penting bagi patkan "lahan baru" pasca TPA, mung- kita semua untuk merenung, meng- kin menjadi ruang terbuka hijau.Skenario Pasca Tanggap Darurat endapkan semua yang terjadi di Bandung * Staf Direktorat Pengembangan Penyehatan Untuk skenario pasca tanggap daru- sebagai titik tolak menuju semangat pe- Lingkungan Permukiman Direktorat Jenderal Cipta Karyarat diusulkan perbaikan infrastruktur di ngelolaan sampah yang lebih baik. Departemen Pekerjaan Umumlokasi Cikubang dan Sarimukti untukmengatasi masalah pencemaran ling- FOTO:ENDANG SETYANINGRUMkungan yang sudah mulai terlihat dilokasi Sarimukti, terutama pencemaranleachate dan penyediaan fasilitas peng-olahan sampah terpadu (kompos dandaur ulang) Sedangkan tahap lanjutannyaadalah selain kembali ke skenario usu-lan WJEMP (GBWMC), yang meliputi :- Pelaksanaan sosialisasi kepada ma- syarakat dan pihak-pihak terkait un- tuk menghindari masalah konflik sosial seperti yang selama ini terjadi- Pembebasan lahan (lokasi Citiis dan Kebon Nangka-Nagrek) dengan ganti rugi yang memadai.- Penyediaan fasilitas landfill dan peng- olahan sampah yang memadai teruta- ma yang berkaitan dengan penyediaan zona penyangga, fasilitas perlindungan lingkungan dan lain-lain.- Pengoperasian TPA (tempat pem- Kondisi Jalan Masuk ke TPA Cikubang.14 Percik Agustus 2006
  16. 16. WAWA N C A R ADirektur Pengairan dan Irigasi, Bappenas, Ir. M. Dony Azdan, MA, MS, PhD: Jawa Butuh Storage-storage Baru FOTO:ISTIMEWA Tapi untuk wilayah-wilayah pengem- Akhir-akhir ini kekeringan melanda bangan seperti daerah irigasi, itu tidak berbagai daerah di Indonesia. Kondisi ini selalu terjadi. Berarti ini masalah kon- menyebabkan kerugian yang tidak sedikit trol. Di daerah-daerah yang artifisial, jumlahnya. Anehnya, di beberapa daerah daerah-daerah irigasi buatan, pada saat tersebut pada musim hujan justru banjir dia bisa melepaskan airnya ke kebanjiran. Ini fenomena yang menarik sungai, dan saat musim kering ditahan. untuk diperbincangkan. Mengapa ini bisa Pola irigasi di Indonesia umumnya iri- terjadi dan apakah ini sekadar masalah gasi gravitasi. Jadi hanya membendung dan menaikkan air saja. Tidak ada kon- alam atau ada campur tangan manusia? trol volume air, kecuali ada waduk. Untuk itu Percik mewawancarai Direktur Itulah fungsi waduk-waduk besar. Ini Pengairan dan Irigasi Bappenas, M Dony Azdan full control. Tapi sebagian besar irigasi di kantornya. Berikut petikannya. kita semi kontrol yaitu irigasi dengan menaikkan airnya.K ekeringan melanda berbagai hampir sebesar 10 milyar dolar sejak Campur tangan terhadap fak-daerah di Indonesia. Apa penye- awal Orde Baru. Yang terbesar irigasi, tor lingkungan seperti apa?babnya? karena saat itu kita didorong untuk swa- Soal lingkungan kita hanya bisa Ada tiga faktor utama. Yang perta- sembada pangan sehingga pembangunan mengimbau. Hutan-hutan jangan dite-ma, mungkin global climate change, irigasi berlangsung besar-besaran. bangi. Para petani di upper catchmentperubahan iklim global. Karena hujan Sampai sekarang kita punya irigasi teknis area yang berpendapatan rendah biasa-dan kekeringan terjadi di luar bulan- sebesar 4,6 juta hektar, full control. Ada nya juga menanam tanaman sepertibulan yang standar. Yang kedua, faktor yang dikatakan semi teknis dan se- singkong, jagung yang sangat buruklingkungan. Yang ketiga, infrastruktur derhana hampir 7,2 juta hektar. Ada lagi untuk aliran sungai karena tanaman itusumber daya air. Sektor lingkungan irigasi tadah hujan. Biasanya di perde- tidak mampu menahan air. Permukim-sudah jelas, ada sektor-sektor di luar saan yang tidak ada irigasi teknisnya. an-permukiman sampai saat ini seringpengairan itu sendiri yang sangat begitu banyaknya developer lupa bahwaberpengaruh misalnya kehutanan, per- Sejauh mana hal itu mempe- daerah itu sebenarnya tempat parkirtanian lahan kering, dan sebagainya ngaruhi kekeringan? air. Misalnya dulu Jakarta punya ba-sehingga membuat kapasitas penyalur- Kalau bicara kekeringan, sering ter- nyak rawa. Rawa itu sebenarnya tempatan air secara natural maupun buatan jadi dua hal, seperti sebuah mata uang. parkir air sebelum mengalir ke laut.menjadi berkurang. Kita melihat wa- Satu sisi kekeringan, tapi sisi lain ke- Sekarang itu dikembangkan, dinaikkanduk-waduk yang dibuat endapannya banjiran. Ini menunjukkan kemampuan dan sebagainya sehingga air tak memi-sangat tinggi. suatu wilayah daerah aliran sungai yang liki tempat parkir. Itu sering menye- berubah sehingga tidak mampu mena- babkan banjir.Kalau soal infrastruktur bagai- han air yang cukup karena catchmentmana? area-nya sudah hancur dan sebagainya. Adakah kaitan antara keke- Soal infrastruktur, kita sendiri Yang sedang kita teliti sekarang, apakah ringan dan karakter sungai-su-sudah punya investasi di sumber daya daerah yang kekeringan itu pada musim ngai kita?air termasuk irigasi, pengendalian su- hujan juga kebanjiran? Ternyata su- Umumnya sungai di Jawa itu curamngai dan juga pengembangan rawa ngai-sungai besar umumnya demikian. tapi pendek sehingga flushing-nya ce- Percik Agustus 2006 15
  17. 17. WAWA N C A R Apat. Sementara itu kita tidak punya sto- yang banyak seperti embung-embung. Ini yang sekarang sedang kita teliti.rage-storage yang relatif cukup untuk Setiap kabupaten misalnya, harus pu-menahan air tersebut untuk musim ke- nya satu. Manajemen yang bagaimanaring. Kita tidak sempat saving. Saat ini agar tak terjadi kekeringan?kita punya 120 dam dengan waduk. Te- Ambil contoh Jatiluhur yang fulltapi kalau kita lihat, khususnya di Jawa, Kalau kita melihat control. Punya saluran yang ke baratair yang bisa kita saving itu hanya 10 untuk suplai Jakarta, ke timur untuk per kepulauan makapersen. 90 persen air tidak pernah digu- daerah sampai Indramayu, ke utaranakan sebelum air itu sampai ke laut. Jawa adalah daerah untuk daerah-daerah pantai. BiasanyaSudah alirannya curam, pendek, flush- kritis defisit air. di akhir musim hujan atau pertengahaning, dan juga tidak punya storage. Perhitungan global kita, musim hujan, bisa dilihat tahun iniSampai tahun 90-an, sebetulnya kita Jawa defisit 5 milyar tahun kering atau tahun basah. Kalaubanyak membangun waduk-waduk. meter kubik per tahun. tahun ini tahun kering berarti ditutupDari awal 80-an sampai akhir 90-an, semua pintunya supaya muka air naik Itu berarti tingkatpertentangan dari teman-teman LH sampai optimal, tidak harus dilepasuntuk membangun dam itu sangat saving harus dinaikkan. setiap saat. Kalau tahun ini agak basah,besar dengan alasan perubahan efek sebagian di lepas. Katakanlah di tahunlingkungan dan sebagainya yang mem- ini kita sudah punya storage, setelah itubuat kita susah betul membuat waduk. Bisa dijelaskan seperti apa maka kita ada pola tanam khususnya diMereka membandingkan dengan Ame- kondisi Pulau Jawa dari studi itu? ujung. Jadi di Kabupaten Karawang,rika atau Eropa. Amerika itu damnya Kita mendapatkan suatu potensi Purwakarta, yang luasan hektarnyaada 25 ribu. Kita cuma ratusan. Me- kabupaten-kabupaten yang defisit sete- nanti akan dapat catuan air sekian me-mang ada dua hal yaitu masalah pembe- lah kita lihat hidrologi dan demand-nya ter kubik untuk luasan sekian. Adabasan tanah dan perubahan lingkungan bagi sektor pertanian dan industri. daerah-daerah yang umumnya airnyatetapi memang kalau saya pribadi Sebanyak 77 persen kabupaten di Jawa itu sudah kecil, maka biasanya kita pa-menganggap storage perlu. Kalau seka- mengalami defisit. Defisit itu ada tiga kai penggolongan. Sampai pada titikrang kita perlu membangun dam, ya kategori yaitu biasa antara 0-3 bulan tertentu, jika air agak susut maka harusharus dibangun. Kebutuhannya besar. per tahun, sedang 3-6 bulan, dan parah ada rencana pola tanam yang ditetap- lebih besar dari 6 bulan. Kalau kondisi kan. Misalnya, kali ini Indramayu ja- Artinya dengan kondisi alam kita biarkan tanpa ada intervensi infra- ngan menamam padilah karena airnyaitu sebenarnya kekeringan bisa struktur maka tahun 2015, 78 persen tidak cukup. Maka ada penggolongandiprediksi? akan mengalami defisit. Tetapi dari misalnya dari padi-padi-palawija men- Dari seluruh Indonesia, ada dua yang biasa ke sedang atau ke parah akan jadi padi-palawija-palawija. Dulu mana-daerah yang mempunyai potensi defisit semakin besar. Lokasi tidak banyak jemen ini, ada ulu-ulu yang memegangair yaitu Jawa dan Nusa Tenggara. Lain- berubah, tapi defisitnya semakin parah. kewenangan sangat kuat. Tapi di zamannya berdasarkan skala water balance Pada 2025 defisit bisa menjadi 80,5 sekarang petani susah diatur. Sudahglobal, tidak defisit. Hanya saja kita persen. Begitu kita coba list dari infor- tahu musim pertengahan kering, diamelihat lokal per lokal. Intinya kalau masi yang ada, ada 26 area yang keke- tanam padi lagi. Pada saatnya tidak da-kita melihat per kepulauan maka Jawa ringan. Misalnya Bandung, terjadi keke- pat air, marah. Sebetulnya sepanjangitu adalah daerah kritis defisit air. ringan. Memang dalam studi daerah saluran, petani tidak boleh mengambilPerhitungan global kita, dari hasil studi tersebut termasuk agak parah. Garut air begitu saja. Sebab ini kan sudah di-strategi penanganan sumber daya air defisit biasa. Indramayu parah. Kebu- atur, untuk yang paling hilir. Kan se-Pulau Jawa, Jawa defisit 5 milyar meter men agak parah. Wonosobo agak aneh, mua dapat jatah. Kadang-kadang, pom-kubik per tahun. Itu berarti tingkat sa- harusnya tidak defisit, tapi kok faktanya pa mudah, ambil aja sehingga yang diving harus dinaikkan. Kita masih butuh defisit. Berarti ini ada masalah manaje- hilir sebenarnya belum waktunya keke-storage-storage yang cukup besar. Stra- men air. Semarang defisit biasa. Pur- ringan jadi kekeringan.teginya sekarang karena banyak perten- balingga harusnya tidak bermasalah ka-tangan dari sisi lingkungan hidup untuk rena dapat air dari Comal dan Serayu Bagaimana dengan enforcement?dam-dam besar, maka kita akan usa- yang cukup besar. Tapi kenapa keke- Sekarang repot. Dulu semua meng-hakan yang medium dan small scale ringan? Ini ada masalah manajemen. ikuti ulu-ulu, sekarang tidak. Mana-16 Percik Agustus 2006
  18. 18. WAWA N C A R A FOTO:MUJIYANTOjemen ini sedikit berubah dengan ada-nya otonomi. Siapa yang bertanggungjawab? Walaupun sudah ada UU, untukirigasi yang di atas 3 ribu hektar itutanggung jawab pemerintah pusat, 1-3ribu propinsi, di bawah seribu tanggungjawab kabupaten, tapi apakah insti-tusinya sudah siap? Misalnya yang diatas 3 ribu, sekarang pusat yang ada disana siapa? Mau tidak mau kan harusada tugas perbantuan ke daerah. Kalaubegitu, daerah terbebani. Propinsi jugabegitu, belum tentu dia punya orang-nya. Akhirnya tugas perbantuan juga.Unit-unit ini sendiri sedang berubah.Dulu kan idealnya, meskipun dia orangpusat, dia kan tetap bisa digunakan oleh Stok air di Situ Cibereum, Bandung, menurun.orang dinas di Kab/prop. Makanya darisisi manajemen masih dalam proses Bagaimana kondisi infrastruk- biasa. Tapi ini hanya untuk saluran ter-improvement. tur keairan kita saat ini? siernya saja, yang primer dan sekunder Dari sisi infrastruktur, kita punya tetap di tangan pemerintah karena itu Berapa kebutuhan storage ki- masalah dengan operasi dan pemeliha- rentan konflik karena penggunanyata? raan. Ternyata kalau kita membangun tidak hanya petani. Tersier ini kita ha- Untuk Jawa saja 5 milyar meter ku- tempat lain, tempat yang pertama lupa rapkan petani dengan membuat kelom-bik. Sebagai ilustrasi, Indramayu itu dipelihara. Operasi dan pemeliharaan pok ikut memelihara infrastruktur ter-daerah yang kering. Dari mana dapat itu telah menjadi masalah sejak tahun sebut. Untuk pendanaannya, pemerin-air? Dia disuplai dari Jatiluhur. Maka- 80-an. Misalnya jaringan irigasi yang tah masih bisa membantu.nya ada desain untuk Cimanuk yaitu sudah kita tetapkan ternyata operasiJatigede. Kalau waduk Jatigede terba- pemeliharaannya sangat terbatas se- Bagaimana komposisi penggu-ngun maka storage-nya itu akan kita hingga baru 5 tahun harus direhabili- naan sumber daya air?gunakan untuk daerah Indramayu dan tasi. Sebetulnya kalau kita punya peren- Biasanya, irigasi 89-94 persen. DMISumedang. Ini berarti akan mengurangi canaan yang baik, mestinya 15 tahun municipal dan industri itu antara 4-11penggunaan air Jatiluhur. Jatiluhur baru direhab. Ini yang menjadi masalah persen. Untuk daerah yang sedangakan kita gunakan lebih banyak ke barat di infrastruktur sumber daya air dan ini berkembang bisa 8-9 persen. Misalnyaatau ke utara. Misalnya kalau Jatigede yang menjadi prioritas kita ke depan. Bekasi dan Karawang. Jadi masihhampir 500 juta meter kubik, maka bu- Memang kita sangat mengerti pemerin- banyak untuk irigasi.tuh 10 waduk sebesar Jatigede. Tapi kita tah sendiri tidak mungkin, operasi danbisa juga bikin waduk yang kecil-kecil. pemeliharaan itu kan butuh ownership. Artinya yang akan banyak me-Bagus jika misalnya ada embung-em- Oleh sebab itu pendekatan kita, yang nanggung beban kekeringan sek-bung kabupaten atau kecamatan. Bah- paling mendapat benefit adalah petani tor pertanian?kan ada satu ide, per hektar ada tempat dan dia yang paling tahu mana yang Kekeringan dampaknya lebih ba-penampung air. Permasalahan di Jawa diperlukan terlebih dahulu dalam me- nyak di pertanian. Tetapi juga tidak se-kepemilihan lahan kecil, rata-rata 0,25 melihara. Lain kalau orang dinas, lalu. Ada daerah-daerah yang dari awalhektar. Juga daerah-daerah subur, mungkin hanya melihat mana penam- kering/defisit, misalnya Pacitan atauhampir 100 persen tidak mempunyai pakan infrastruturnya yang baik kendati Indramayu. Problemnya itu kalau kitamasalah air. Tapi di daerah kering, air belum tentu fungsinya berjalan baik. bicara untuk municipal dan industri,juga sulit. Jadi ini bukan hanya sekadar Oleh karena itu kita introdusir sejak khususnya municipal, kualitas air jadimasalah tempat tapi transformasi air itu tahun 1990-an bahwa untuk operasi pe- masalah. Kalau irigasi, kualitas air taksendiri. Misalnya ada orang cari air meliharaan kita memintakan partisipasi terlalu dipersoalkan. Problem utamasampai 12 km, kalau diberi storage di dari petani. Tadinya malah mau dise- kita berubah dari kawasan pertaniansitu juga belum tentu ada air. rahkan tapi ada komplain yang luar menjadi kawasan urban, tidak serta Percik Agustus 2006 17

×