Media Informasi Air Minum                                               Dari Redaksi                                      ...
D A R I R E DA K S IT        anpa terasa kita sampai pada                                                      Di tengah k...
S U A R A A N DA     Pengalaman Pokmair                      pemakaian air dapat dihemat sehingga        kontrak tahun 199...
L A P O R A N U TA M A                 Oktober lalu genap dua tahun umur pemerintahan Presiden            Susilo Bambang Y...
L A P O R A N U TA M A    Intervensi WASPOLA tahun ini                                                                    ...
L A P O R A N U TA M Aminum yang disebabkan oleh menurun-               dan Kepulauan Sangihe Talaud.         pada sektor-...
L A P O R A N U TA M A                                                                                                    ...
L A P O R A N U TA M Asaluran primer sepanjang 34.161 meter              Filosofi dasar dari MDG adalah kerja-      Tahun ...
L A P O R A N U TA M A             Potret Pokja AMPL 2006P         ada tahun 2006, kegiatan Ke-                           ...
WAWA N C A R A    Mohammad Hilmi, Asisten Deputi Urusan Pengendalian Pencemaran Limbah       Domestik dan Usaha Kecil, Kem...
WAWA N C A R Akan masih ada sindrom NIMBY (not in      sangat penting sekali karena sangat sig-      an. Ini bisa dilakuka...
WAWA N C A R A                                                                                    FOTO: MUJIYANTOterjadi d...
STUDI  Kajian Mengenai Pendanaan Publik Untuk     Air Minum dan Sanitasi di IndonesiaS        tudi pendanaan publik dalam ...
STUDI                                                                                       Tabel 2.perbandingan ini berva...
STUDI     yang diinvestasikan untuk AMPL             AMPL pada saat ini memiliki jang-         Langkah Selanjutnya dalam S...
R E P O RTA S E    Proyek ProAir di Praibakul-Taramanu NTT                Jaga Keberlangsungan                 dengan Atur...
R E P O RTA S Euntuk mengancam wakil ketua RT.               berpartisipasi, tidak boleh memanfaat-      paknya sudah berh...
P E R AT U R A N   Peraturan Dirjen Perbendaharaan No. Per-53/PB/2006         Penyelesaian Piutang Negara                 ...
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Desember 2006. Tema AMPL di Tangan SBY-JK
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Desember 2006. Tema AMPL di Tangan SBY-JK
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Desember 2006. Tema AMPL di Tangan SBY-JK
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Desember 2006. Tema AMPL di Tangan SBY-JK
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Desember 2006. Tema AMPL di Tangan SBY-JK
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Desember 2006. Tema AMPL di Tangan SBY-JK
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Desember 2006. Tema AMPL di Tangan SBY-JK
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Desember 2006. Tema AMPL di Tangan SBY-JK
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Desember 2006. Tema AMPL di Tangan SBY-JK
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Desember 2006. Tema AMPL di Tangan SBY-JK
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Desember 2006. Tema AMPL di Tangan SBY-JK
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Desember 2006. Tema AMPL di Tangan SBY-JK
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Desember 2006. Tema AMPL di Tangan SBY-JK
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Desember 2006. Tema AMPL di Tangan SBY-JK
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Desember 2006. Tema AMPL di Tangan SBY-JK
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Desember 2006. Tema AMPL di Tangan SBY-JK
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Desember 2006. Tema AMPL di Tangan SBY-JK
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Desember 2006. Tema AMPL di Tangan SBY-JK
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Desember 2006. Tema AMPL di Tangan SBY-JK
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Desember 2006. Tema AMPL di Tangan SBY-JK
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Desember 2006. Tema AMPL di Tangan SBY-JK
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Desember 2006. Tema AMPL di Tangan SBY-JK
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Desember 2006. Tema AMPL di Tangan SBY-JK
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Desember 2006. Tema AMPL di Tangan SBY-JK
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Desember 2006. Tema AMPL di Tangan SBY-JK
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Desember 2006. Tema AMPL di Tangan SBY-JK
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Desember 2006. Tema AMPL di Tangan SBY-JK
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Desember 2006. Tema AMPL di Tangan SBY-JK
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Desember 2006. Tema AMPL di Tangan SBY-JK
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Desember 2006. Tema AMPL di Tangan SBY-JK
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Desember 2006. Tema AMPL di Tangan SBY-JK
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Desember 2006. Tema AMPL di Tangan SBY-JK
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Desember 2006. Tema AMPL di Tangan SBY-JK
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Desember 2006. Tema AMPL di Tangan SBY-JK
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Desember 2006. Tema AMPL di Tangan SBY-JK
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Desember 2006. Tema AMPL di Tangan SBY-JK
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Desember 2006. Tema AMPL di Tangan SBY-JK
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Desember 2006. Tema AMPL di Tangan SBY-JK
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Desember 2006. Tema AMPL di Tangan SBY-JK

828

Published on

Published in: Health & Medicine
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
828
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
10
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Desember 2006. Tema AMPL di Tangan SBY-JK"

  1. 1. Media Informasi Air Minum Dari Redaksi 1 dan Penyehatan Lingkungan Suara Anda 2 Diterbitkan oleh: Kelompok Kerja Air Minum Laporan Utama dan Penyehatan Lingkungan AMPL di Tangan SBY-JK 3 (Pokja AMPL) Potret Pokja AMPL 2006 8 Penasihat/Pelindung: Wawancara Direktur Jenderal Cipta Karya DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM Asisten Deputi Urusan Pengendalian Pencemaran Limbah Domestik dan Usaha Kecil, Kementerian Negara Lingkungan Hidup 9 Penanggung Jawab: Direktur Permukiman dan Perumahan, Studi BAPPENAS Direktur Penyehatan Lingkungan, Kajian Mengenai Pendanaan Publik Untuk Air Minum dan DEPKES Sanitasi di Indonesia 12 Direktur Pengembangan Air Minum, Dep. Pekerjaan Umum Reportase Direktur Pengembangan Penyehatan Jaga Keberlangsungan dengan Aturan Keras 15 Lingkungan Permukiman, Dep. Pekerjaan Umum Peraturan Direktur Bina Sumber Daya Alam dan Teknologi Tepat Guna, DEPDAGRI Penyelesaian Piutang Negara Pada PDAM 17 Direktur Penataan Ruang dan Wawasan Lingkungan Hidup, DEPDAGRI Review Pengelolaan Sampah di Indonesia Sepanjang 2006 19 Pemimpin Redaksi: Teropong Oswar Mungkasa Air ProAir Mulai Mengalir 23 Dewan Redaksi: Kepala Bappeda Sumba Barat 25 Supriyanto, Johan Susmono, Indar Parawansa, Bambang Purwanto Tamu Kita Redaktur Pelaksana: Lula Kamal: Tanggung Jawab Sosial 26 Maraita Listyasari, Rewang Budiyana, Inovasi Rheidda Pramudhy, Joko Wartono, Essy Asiah, Mujiyanto Bio-Toilet, WC Kering Berwawasan Lingkungan 28 Kisah Desain/Ilustrasi: Rudi Kosasih Sampah Membawa Berkah 30 Seputar Plan Produksi: Machrudin Menuju Sekolah Ramah Anak 32 Sirkulasi/Distribusi: Pojok ISSDP Agus Syuhada Studi Kondisi Sanitasi di Indonesia 35 Alamat Redaksi: Seputar WASPOLA 37Jl. Cianjur No. 4 Menteng, Jakarta Pusat. Seputar AMPL 40 Telp./Faks.: (021) 31904113 http://www.ampl.or.id Klinik IATPI 47 e-mail: redaksipercik@yahoo.com redaksi@ampl.or.id Info CD 48 oswar@bappenas.go.id Info Buku 49 Redaksi menerima kiriman Info Situs 50 tulisan/artikel dari luar. Isi berkaitan Agenda 51dengan air minum dan penyehatan lingkungan dan belum pernah dipublikasikan. Pustaka AMPL 52 Panjang naskah tak dibatasi. Sertakan identitas diri. Redaksi berhak mengeditnya. Majalah Percik dapat diakses di situs AMPL: http://www.ampl.or.id Silahkan kirim ke alamat di atas. Majalah Percik edisi Desember diterbitkan atas kerja sama antara POKJA AMPL dan Plan Indonesia
  2. 2. D A R I R E DA K S IT anpa terasa kita sampai pada Di tengah kesuraman itu, diakui penghujung tahun 2006. Berba- atau tidak ada setitik harapan. Berbagai gai peristiwa berlangsung sela- kegiatan terkait AMPL tetap berjalanma tahun ini. Ada yang sukses, ada meskipun dalam kondisi keterba-yang gagal, dan ada yang setengah tasan. Proyek-proyek AMPLgagal. Sudahkah kita membe- mulai bergerak kendatirikan pelayanan yang terbaik mungkin dianggap pelan.kepada masyarakat? Jangan- Tengok saja ada ProAirjangan kita lupa akan tugas di Nusa Tenggara yangkita dan hanya ingat akan mulai menggeliat,hak kita. Kita hanya me- WSLIC 2 yang ham-mikirkan nasib, posisi, pir menyelesaikanstatus, kepentingan, diri seluruh tahapan,kita sendiri dan tak pe- CWSH yang mulaiduli dengan masyarakat merambah berba-yang selama hampir de- gai daerah, SANI-lapan tahun berada da- MAS yang telah di-lam lembah krisis berke- replikasikan di be-panjangan. Jangan-ja- berapa kota/kabupa-ngan kita lupa bahwa kita ten, dan CLTS. Kebi-adalah abdi negara yang di- jakan nasional pemba-bayar dari keringat rakyat ta- ngunan AMPL berbasispi kita tega mengabaikan me- masyarakat pun terus di-reka dengan ketidakbecusan ki- sosialiasikan di berbagai wi-ta? Mari kita instrospeksi diri. layah kendati belum mencakup Pembaca, waktu pun terus ber- seluruh wilayah Indonesia. Jelas iniputar. Tidak mungkin berbalik arah. tak bisa dinafikan begitu saja.Menatap ke depan merupakan kenisca- Staf Sekretariat Pokja AMPL Pembaca, di edisi akhir tahun ini,yaan. Menyongsong waktu yang akan Percik menghadirkan Percik Yunior,datang menjadi hal yang tak terelakkan. Secara umum, perjalanan sektor air hasil kerja sama dengan Plan Indonesia.Fajar 2007 mampukah kita sambut de- minum dan penyehatan lingkungan be- Rencananya suplemen ini akan terbitngan kejayaan? Ataukah kita mengu- lum menunjukkan lompatan pemba- rutin. Di rubrikasi, ada rubrik barulang berbagai kesalahan dan tak mampu ngunan yang signifikan. Ini suatu kewa- yakni Tamu Kita. Kami belum pernahmengambil pelajaran dari masa yang te- jaran sebab tingkat kepedulian belum menampilkan sebelumnya. Tamu kitalah kita tinggalkan? Semoga masa ke meningkat di seluruh jenjang birokrasi Lula Kamal, dokter yang selebritis.depan semakin cerah. dan masyarakat. Kalaupun ada pening- Tentu kami berharap dengan adanya Di akhir tahun ini, Percik ingin katan kesadaran, jumlahnya belum me- sosok tertentu, nilai human interestmengulas berbagai hal menyangkut sek- wakili entitas yang luas. Hanya bersifat Percik bisa bertambah. Yah, agar Per-tor air minum dan penyehatan ling- lokal dan parsial. Kasus-kasus yang ter- cik tidak terlalu berat tapi tetap terkaitkungan (AMPL). Kami berharap apa jadi tahun-tahun sebelumnya seakan dengan AMPL.yang terjadi di sektor ini menjadi pem- berulang pada tahun ini. Dulu Leuwiga- Akhirnya, kami berharap sajian Per-belajaran kita semua. Bukankah kita bi- jah longsor dan menewaskan puluhan cik di penghujung tahun 2006 ini bisasa belajar dari kesuksesan dan juga ke- orang, tahun ini giliran tumpukan sam- menjadi pemicu-kalau pinjam bahasagagalan? Kesuksesan bisa kita replika- pah Bantar Gebang yang longsor dan CLTS-bagi kita untuk bisa berbuat lebihsikan di tahun 2007, kalau perlu diting- menimbun beberapa pemulung. Keku- baik lagi khususnya dalam memacu pem-katkan lebih baik lagi. Sedangkan jika rangan air bersih pun terjadi lagi tahun bangunan AMPL. Kritik dan saran Andagagal, kita bisa melangkah menuju ke- ini. Demikian pula masalah banjir, pen- kami tunggu demi perbaikan majalah iniberhasilan dengan mempelajari penye- cemaran, dan sebagainya seolah menja- pada tahun 2007. Selamat membaca.bab kegagalan dan kesalahan serupa. di rutinitas tahunan. Wassalam. Percik Desember 2006 1
  3. 3. S U A R A A N DA Pengalaman Pokmair pemakaian air dapat dihemat sehingga kontrak tahun 1998, kedua perusahaan di Lombok Timur lebih merata ke seluruh anggota, me- air dunia ini tidak mampu memenuhi ningkatkan pendapatan desa dan kese- target dari PAM DKI untuk menurun- Pengelolaan sarana air minum dan jahteraan masyarakat. kan angka kebocoran. Rata-rata keboco-penyehatan lingkungan di Kabupaten ran masih mencapai 50 persen.Lombok Timur (NTB) biasanya dila- Lalu Maksum, S.Sos Bayangkan beban ini harus ditanggungkukan oleh kelompok-kelompok masya- Kepala Subdin Bina Kesejahteraan oleh konsumen. Jelas sangat membe-rakat. Cara ini memungkinkan ma- Lingkungan Dinkes ratkan.syarakat ikut bertanggung jawab atas Kabupaten Lombok Timur NTB Ternyata, privatisasi tidak mem-sarana tersebut. Di Lombok Timur, berikan kebaikan seperti yang diharap-pengelola sarana ini disebut Kelompok kan. Apalagi ini menyangkut sektorPemakai Air (Pokmair). Pokmair ini Kinerja Buruk, publik dan vital. Konsumen tidak ber-diperkenalkan sekitar tahun 1980-an Tarif Koq Mau Naik daya, kalau pun toh tarif dinaikkan.dengan nama Pengurus, Pengawas, dan Soalnya tidak ada alternatif lain.Pemelihara Sarana Air Bersih (P3SAB). Januari nanti Pemda DKI meren- Apakah masyarakat disuruh minum airSaat ini jumlah yang aktif tinggal sekitar canakan menaikkan tarif air minum. kali Ciliwung? Kan tidak mungkin.200 lebih (25 persen dari yang ada Seperti dikemukakan Badan Regulator Ini sebuah pembelajaran karenasebelumnya 830 Pokmair). Kelompok air minum DKI, tarif itu perlu dise- swasta tidak akan memperhatikan fak-ini mendapatkan pelatihan dari Pemda suaikan karena kontrak menuntut hal tor sosial, tapi bisnis semata. Walhasil,mengenai peningkatan kemampuan itu. Angkanya 13-25 persen. rakyat tak bisa berbuat banyak. Inipengurus dalam bidang administrasi Dari sisi pengusaha, yakni dua adalah kesalahan yang harus dikoreksi.dan teknis serta cara menggali sumber perusahaan asing PT Palyja dan PT TPJ, Privatisasi barang publik merugikandaya masyarakat. jelas ini sangat menggembirakan. rakyat. Sudahkah ini disadari? Beberapa Pokmair telah menggu- Pendapatan mereka pasti akan terkatrol Ke depan, barang publik harusnakan meteran air (water meter) untuk naik. Namun dari sisi masyarakat, jelas dikelola oleh negara. Bukan berartimenghitung penggunaan air oleh ma- rencana ini sangat memberatkan. barang itu tidak boleh dijual. Boleh saja.syarakat. Pokmair itu antara lain Desa Secara fakta, sampai saat ini perusa- Kalau menguntungkan, keuntungan ituLendang Nangka Kec. Masbagik, Desa haan itu belum bisa melayani akan jatuh kembali kepada publik.Wanasaba Kec. Wanasaba, Desa Mon- masyarakat dengan baik. Keluhan Jangan seperti sekarang, negara hanyatong Kec. Montong Gading, Pokmair masih banyak di sana-sini. Lho, koq bengong, rakyat diperas, sementaraLayar Berkembang Desa Pijot Kec. mau menaikkan tarif? swasta menikmati hasilnya.Keruak. Berdasarkan berita yang dimuat di Untuk meningkatkan motivasi pe- media massa, kinerja perusahaan itu Puputngurus Pokmair, Pemda mengembang- pun tidak bisa dikatakan baik. Sejak Bekasikan metode pembinaan yang bersifatkompetitif yaitu dengan memberikan KARIKATUR: RUDIKOZ Percikartunhadiah dan penghargaan bagi Pokmairberprestasi. Selanjutnya, Pokmair itudirekomendasikan untuk mengikutikegiatan serupa tingkat Propinsi NTB.Selama ini Pokmair Kab. Lombok Timurtelah beberapa kali menerima predikatterbaik yaitu terbaik pertama sebanyakempat kali, kedua sebanyak empat kali,dan ketiga sekali. Beberapa manfaat Pokmair yangdirasakan yaitu rasa memiliki ma-syarakat terhadap sarana cukup tinggisehingga sarana air minum lebih ter-pelihara, kualitas air lebih terjamin, 2 Percik Desember 2006
  4. 4. L A P O R A N U TA M A Oktober lalu genap dua tahun umur pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Bagaimana peran pemerintah dalam bidang air minum dan penyehatan lingkungan (AMPL)? Sudahkah memenuhi harapan Apa pula yang akan dilaksanakan ke depan?S ebuah buku biru, akhir dalam melaksanakan pembangunan diban- Berbasis Masyarakat (AMPL-BM) di- tahun ini keluar. Buku dingkan sebelumnya. Artinya, selama dua implementasikan di sembilan propinsi berjudul Berjuang Mem- tahun pemerintahan SBY-JK lebih men- yakni Sumatera Barat, Bangka Belitung, bangun Kembali Indonesia gonsentrasikan pada peletakan dasar-dasar Banten, Jawa Tengah, Nusa Tenggara ini merupakan laporan ki- pembangunan alias belum konkret. Barat, Sulawesi Selatan, Gorontalo, Su-nerja dua tahun pemerintahan SBY-JK. lawesi Tenggara, dan Nusa Tenggara Ti-Isinya, pasti Anda sudah tahu. Tidak Kebijakan Nasional mur. Dua propinsi terakhir adalah pro-ada hal yang spektakuler dalam masa Tahun 2006 adalah tahun ketiga pe- pinsi yang baru. Sedangkan kabu-pemerintahan ini. Alasannya, komplek- laksanaan WASPOLA II (Indonesia Water paten/kota yang ikut program im-sitas permasalahan dan tantangan. Supply and Sanitation Policy Formu- plementasi WASPOLA ini berjumlah 49 Kenyataan ini makin dibenarkan oleh lation and Action Planning Project). Ta- kabupaten/kota. Bandingkan denganpernyataan SBY bahwa pada masa sisa pe- hun ini Kebijakan Nasional Pembangunan tahun sebelumnya yang hanya 28 kabu-merintahannya, ia akan lebih konkret Air Minum dan Penyehatan Lingkungan paten/kota. Percik Desember 2006 3
  5. 5. L A P O R A N U TA M A Intervensi WASPOLA tahun ini FOTO: MAWARDIcukup sukses. Ini terbukti dari kabupa-ten/kota yang ikut program, semuanyatelah membentuk kelompok kerja(pokja). Bahkan beberapa kabupatentelah berhasil menyusun rencana strate-gis AMPL bagi daerahnya. Partisipasikabupaten juga sangat baik dalammengikuti pelatihan yang difasilitasiWASPOLA. Semua kabupaten terlibat.Komitmen anggaran untuk tahun 2007pun mulai muncul. Bisa jadi ini meru-pakan efek keiikutsertaan pimpinandaerah, baik itu bupati, ketua Bappeda,DPRD, yang jauh lebih baik diban-dingkan tahun-tahun sebelumnya. Ma-lahan kini ada daerah yang mengimple-mentasikan kebijakan ini hingga keproyek fisik seperti Kabupaten Peka-longan, Kebumen, dan Lebak. PropinsiBanten akan berkomitmen mengimple-mentasikan kebijakan ini pada tahun semua. Seandainya ini menjadi komit-2007. Semua itu menunjukkan inter- men pemerintah secara keseluruhanvensi WASPOLA mampu mengubah Secara umum, peningkatan dari semua jenjang maka laju pemba-paradigma di daerah untuk memba- hasil pembangunan air ngunan AMPL akan berlari kencang. Iningun daerahnya dengan kemampuan minum belum terlihat tantangan yang kini belum tersele-dan potensi yang dimilikinya. Sayang- signifikan. Perusahaan saikan.nya implementasi kebijakan ini belum Daerah Air Minum (PDAM)mencakup semua propinsi di Indonesia. Air Minum sebagai lembaga pengelolaYang terjangkau kurang dari seperti- Secara umum, peningkatan hasilganya. Angkanya akan jauh lebih kecil air minum di daerah pembangunan air minum belum terlihatjika yang dihitung kabupatennya. belum menunjukkan signifikan. Perusahaan Daerah Air Sementara itu, Kebijakan Nasional kinerja yang Minum (PDAM) sebagai lembaga pe-Pembangunan AMPL Berbasis Lem- diharapkan. ngelola air minum di daerah belumbaga, tahun ini mangkrak. Draft yang menunjukkan kinerja yang diharapkan.telah jadi pada tahun 2005, seolah tak Kualitas air minum sebagaimana dia-tersentuh sama sekali. Tidak ada belum jadi, kelompok kerja AMPL pusat manatkan oleh Keputusan Menteriperkembangan menyangkut penge- telah mengajak daerah untuk memba- Kesehatan No. 907/Menkes/SK/VII/-sahannya. Memang tak mudah mene- has tentang kelembagaan AMPL ini di 2002 belum bisa dipenuhi oleh PDAM.lorkan kebijakan berbasis lembaga ini tingkat daerah. Di daerah misalnya Kualitas pelayanan air minum yangkarena kebijakan itu lahir setelah muncul ide pengelolaan air baku lintas rendah itu ditandai dengan rendahnyasemuanya berjalan. wilayah. Bahkan di Semarang telah lahir cakupan pelayanan air minum (hanya Sebuah sumber menyebutkan pe- pengelola air baku model tersebut. mencapai 53,4 persen pada tahunngesahan kebijakan nasional AMPL Lepas dari itu, perjalanan kebijakan 2004), tingginya angka kebocoran sebe-berbasis lembaga ini menunggu keluar- nasional AMPL ini tidak mulus. Ini ter- sar 37 persen, serta tingginya inefisiensinya regulasi tentang strukturisasi jadi karena kebijakan itu belum ter- pada manajemen pelayanan air minum.hutang PDAM. Regulasi itu nantinya sosialisasi di tingkat menteri atau presi- Inefisiensi ini antara lain disebabkanakan dijadikan kajian apakah draft kebi- den, termasuk kalangan wakil rakyat. oleh pemekaran badan pengelola dijakan sejalan atau tidak. Paling tinggi kebijakan itu dikenal di daerah kabupaten/kota. Selain itu, ter- Kendati kebijakan berbasis lembaga tingkat eselon satu. Itupun belum jadi peningkatan biaya produksi air 4 Percik Desember 2006
  6. 6. L A P O R A N U TA M Aminum yang disebabkan oleh menurun- dan Kepulauan Sangihe Talaud. pada sektor-sektor terkait dengan lea-nya kualitas air baku akibat kerusakan Pemerintah juga memberikan kado ding sektor bukan lagi Depkes tapi Dep.lingkungan. kepada PDAM. Akhir Oktober pemerin- PU. Dalam kondisi PDAM seperti ini tah mengeluarkan peraturan baru me- Sementara itu proyek WSLIC IIberbagai daerah, terutama di Jawa, ngenai petunjuk pelaksanaan penyele- sendiri tahun ini menyelesaikanmengalami kekeringan yang panjang. saian piutang negara yang bersumber kegiatan di Propinsi Bangka Belitung.Hampir 70 persen daerah di Jawa dari penerusan pinjaman luar negeri, Empat propinsi lainnya yakni NTB,mengalami kondisi ini. Untuk menang- rekening dana investasi, dan rekening Jawa Timur, Sumatera Selatan, dangulangi kekeringan dan memenuhi pembangunan daerah pada Perusahaan Sumatera Barat, akan menyelesaikankebutuhan air baku bagi masyarakat, Daerah Air Minum (PDAM). Peraturan kegiatan fisik pada tahun 2007. Tigapemerintah melakukan berbagai kegiat- ini merupakan penyempurnaan Per- propinsi lainnya akan menyelesaikanan yaitu: aturan Direktur Jenderal Perben- proyek tersebut pada tahun 2008. 1. Pembangunan 17 unit prasarana air daharaan Nomor 43/PB/2006. Diha- Hingga tahun 2006, proyek ini telah baku berupa sumur bor. rapkan peraturan baru itu akan me- menjangkau sekitar 2,5 juta pengguna 2. Pemantapan saluran air baku ningkatkan efektivitas pelaksanaan op- yang tersebar di 35 kabupaten pada antara lain Klambu Kudu untuk timalisasi penyelesaian piutang negara delapan propinsi. Tahun 2008, saat Kota Semarang dan Saluran kepada PDAM. Ini adalah langkah un- proyek ini berakhir, cakupan telah Pelayanan untuk Kota Surabaya. tuk merestrukturisasi utang PDAM. mencapai 3,5 juta pengguna. Saat ini 3. Pembangunan tujuh buah bendung Di tengah kondisi itu, pemerintah proyek ini melakukan berbagai ke- untuk menyediakan air baku di meluncurkan program Pamsimas (Pe- giatan antara lain menyelesaikan Propinsi Banten, Jawa Barat, dan nyediaan Air Minum Berbasis Masya- tahapan sebelumnya, meningkatkan Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). rakat) untuk sekitar 100 kabupa- perubahan perilaku, memperluas 4. Pembangunan 18 embung untuk air ten/kota. Dengan program ini diharap- pendekatan CLTS dari 10 kabupaten baku di Propinsi Jawa Barat, Jawa kan cakupan pelayanan air minum ke seluruh kabupaten WSLIC II, serta Tengah, Jawa Timur, Kalimantan akan meningkat sekaligus ada partisi- memperbaiki kualitas proyek yang Tengah, Kalimantan Timur, Sula- pasi/kontribusi aktif masyarakat. Pro- telah dibangun. Secara kuantitas per- wesi Selatan, dan NAD. Pemba- gram ini mempersyaratkan adanya da- tambahan cakupan layanan memang ngunan sumur-sumur air tanah na pendamping dari daerah. Sekilas belum signifikan. Namun demikian, dengan memperhatikan prinsip- program ini serupa dengan WSLIC II paling tidak ada upaya yang bisa prinsif conjuctive use pada daerah atau bisa dikatakan WSLIC III dengan dipertanggungjawabkan. terisolasi dan pulau-pulau kecil ter- penambahan komponen income gene- pencil di Propinsi Riau Kepulauan rating dan pembagian tanggung jawab Persampahan FOTO: MUJIYANTO Tahun ini menjadi tahun tragedi sampah. Setelah tahun sebelumnya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Leuwigajah longsor, giliran tumpukan sampah di TPA Bantar Gebang longsor pada September lalu. Lagi-lagi korban manusia jatuh. Kendati jumlah korban jiwa tak sebanyak di Leuwigajah, peris- tiwa itu menunjukkan betapa buruknya pengelolaan sampah di Indonesia. Secara umum sampah ditumpuk begitu saja tanpa perlakuan yang berarti. Persyaratan sanitary landfill tak di- penuhi. Hampir semua TPA di Indo- nesia open dumping. Begitu ada masalah di TPA, pemda kelabakan. Ini yang terlihat di Kota Bandung. Sampah menumpuk di selu- ruh penjuru kota karena tidak ada TPA Percik Desember 2006 5
  7. 7. L A P O R A N U TA M A FOTO: MUJIYANTOalternatif. Sementara untuk mencariTPA pengganti bukan hal yang mudah.Akhirnya, setelah aparat pusat turuntangan, masalah itu teratasi sementarakarena hingga kini TPA yang memenuhipersyaratan belum ada. Upaya mengurangi sampah darisumbernya belum berjalan sesuai ha-rapan. Masyarakat belum melak-sanakan 3 R (reuse, reduce, dan recy-cle). Ini bisa jadi karena masyarakattidak tahu atau karena telah lama dibu-dayakan sistem kumpul angkut buangtanpa perlu ada peran serta masyarakat.Kampanye ke arah itu tak begitu terde-ngar. kecil populasi di perkotaan, yaitu seki- sesan program ini, pemerintah mulai Selama pemerintahan SBY-JK hasil tar 14,8 persen. mereplikasikannya di 100 kabupa-nyata yang dicapai yaitu pengadaan Tak mengherankan, akibat kondisi ten/kota.dump truck sebanyak 131 unit, arm roll seperti itu prevalensi penyakit diare di Bersamaan dengan itu pemerintah111 unit, container 267 unit, bulldozer 8 Indonsia sangat tinggi. Diare menye- juga membangun prasarana dan saranaunit, excavator 4 unit, dan truk sampah babkan kematian balita kedua tertinggi air limbah bagi 710.931 jiwa. Hal serupa20 unit. Khusus TPA, pemerintah mem- di Indonesia, 46 per 1000 kelahiran, dibangun di daerah pasca konflik/ben-bangun 15 unit TPA baru, dan mengem- dan menjadi penyebab teratas kematian cana bagi 904.260 jiwa. Selain itubangkan 2 TPA. Selain itu ada optimali- bayi, yaitu 32 per 1000 kelahiran. Ini pemerintah memberikan bantuan tek-sasi 3 unit TPA sehingga mampu menunjukkan kepedulian pemerintah nis serta diseminasi/sosialisasi bidangmelayani 3,61 juta jiwa. di sektor ini masih rendah, apalagi pengembangan air limbah. Kini masyarakat menunggu hadir- untuk investasinya. Padahal, investasinya UU Persampahan. Draft RUU itu di sektor ini sesungguhnya mampu Drainasetelah diajukan ke DPR. Namun hingga mendatangkan keuntungan ekonomi Perhatian terhadap sektor inisaat ini belum ada tanda-tanda kapan secara tidak langsung. Kerugian ekono- mungkin yang paling kecil. Data ten-draft itu akan dibahas. Keberadaan UU mis akibat pencemaran air diperkirakan tang drainase secara statistik sulit dida-itu sangat penting dalam pengelolaan mencapai 4,7 milyar dolar per tahun patkan. Terlebih lagi bagaimana sistemsampah secara nasional agar masalah atau sekitar 2 persen dari GDP Indo- drainase secara komprehensif. Pem-ini menjadi jelas posisinya dan ada nesia. Maka tahun lalu pemerintah bangunan jaringan drainase masih bersifatpayung hukum bagi penindakan. meluncurkan program Indonesia Sani- parsial, lokal atau kasuistis. Belum terinte- tation Sector Development Program grasi. Selama ini tidak jelas apakah sistemAir Limbah (ISSDP). Program ini didanai secara drainase di Indonesia diperuntukkan bagi Persoalan air limbah tak kalah hibah oleh Pemerintah Belanda dan pemutusan genangan air hujan atau ter-peliknya dengan masalah sampah. Ini secara administratif dikelola oleh Water masuk untuk penyaluran air limbah.tidak hanya menyangkut air limbah and Sanitation Program (WSP). Saat Nyatanya drainase yang ada digunakanindustri tapi juga air limbah manusia. ini program itu dalam tahap persiapan. untuk apa saja.Berbagai regulasi yang ada belum mam- Sebelumnya pemerintah memiliki Tak heran, bicara pembangunanpu menekan pencemaran lingkungan program SANIMAS (Sanitasi oleh Ma- drainase hanya bisa dijelaskan denganakibat air limbah ini. Khusus soal sani- syarakat). Program ini berlangsung di drainase yang agak besar seperti salur-tasi, sebagian besar penduduk Indo- 86 lokasi dengan mengikutsertakan se- an primer. Selama pemerintahan SBY-nesia, sekitar 67,1 persen, telah memili- cara aktif masyarakat dari perencanaan, JK, pemerintah berhasil membangunki akses terhadap infrastruktur sanitasi pembangunan, hingga pemeliharaan. saluran primer sepanjang 347.879dasar. Namun hanya 11 kota di Indo- Melalui program yang khusus di- meter untuk menggulangi genangan dinesia memiliki sistem sanitasi perpi- arahkan bagi daerah berpenduduk kawasan perkotaan dan strategis yangpaan (conventional sewerage dan shal- padat ini, masyarakat yang terlayani melayani 595.996 jiwa pada 2.690 hek-low sewer) yang melayani sebagian mencapai 48 ribu jiwa. Melihat kesuk- tar. Selain itu pemerintah membangun 6 Percik Desember 2006
  8. 8. L A P O R A N U TA M Asaluran primer sepanjang 34.161 meter Filosofi dasar dari MDG adalah kerja- Tahun 2005 tentang Pengembanganuntuk menanggulangi genangan pada sama negara maju dan negara berkembang Sistem Penyediaan Air Minum tercantumperumahan RSH bagi PNS, TNI/Polri di dalam memerangi kemiskinan melalui sa- secara jelas target lain yang harus dipenuhi22 kabupaten/kota bagi 59.837 jiwa. lah satunya peningkatan cakupan layanan berupa kualitas air yang dihasilkan oleh Secara umum, drainase menghadapi air minum dan sanitasi dasar. Berjalannya PDAM pada tahun 2008 harus sudahkendala pendanaan, penegakan hukum, waktu, MDG kemudian diterjemahkan ha- memenuhi kualifikasi air minum, bukandan kelembagaan. Perhatian pemerin- nya sebagai angka-angka target yang harus lagi air bersih. Rencana aksi yang jelastah baru besar jika ada akibat. dicapai. Bahkan peningkatan cakupan pe- menuju tersedianya air berkualitas air layanan tidak dikaitkan lagi dengan ide pe- minum tidak dapat ditawar lagi.Tantangan dan Agenda ke Depan nanggulangan kemiskinan. Peningkatan Kebijakan nasional Air Minum dan Indonesia merupakan salah satu ne- cakupan pelayanan khususnya bagi pen- Penyehatan Lingkungan Berbasis Ma-gara yang menandatangani kesepakatan duduk miskin sebenarnya merupakan na- syarakat telah diimplementasikan di 49MDG. Didalam kesepakatan tersebut, fas dari MDG. Bagaimana menjadikan kabupaten/kota di 9 propinsi. Pelibatankhususnya yang menyangkut air minum pencapaian target MDG juga sekaligus pin- pemerintah daerah secara aktif dalamdan sanitasi, semua negara harus dapat tu menuju pengurangan penduduk miskin proses implementasi kebijakan ternyatamengurangi separuh, pada tahun 2015, da- menjadi agenda kita. mulai memperlihatkan hasil yang positif.ri proporsi penduduk yang tidak memiliki Kerjasama negara maju dan negara Beberapa dampak yang terlihat dian-akses terhadap air minum dan sanitasi da- berkembang menjadi salah satu kunci taranya peningkatan jumlah dan danasar. Untuk itu, semua pihak tidak hanya keberhasilan pencapaian target MDG. Jika kegiatan AMPL bebasis masyarakat. Di-pemerintah harus berkontribusi dalam ini disadari maka road map pencapaian butuhkan waktu yang lama, sekitar 50pencapaian target ini. target MDG dapat menjadi alat pengikat tahun, agar semua kabupaten/kota meng- Kewenangan penyediaan air minum kerjasama negara maju dan negara adopsi kebijakan ini. Dibutuhkan tero-dan sanitasi sudah diserahkan pada pe- berkembang. Ketidaktersediaan road map bosan baru dan komitmen dari pemerin-merintah daerah. Sementara rencana aksi ini yang kemudian menjadikan kita seperti tah nasional untuk menjadikan AMPLpencapaian MDG lebih bergaung di tingkat berjuang sendiri tanpa adanya bantuan sebagai prioritas utama. Ketika diakuinasional. Belum terlihat adanya gerakan dari negara maju. MDGs bukannya menja- bahwa air minum dan sanitasi merupakandari setiap pemerintah daerah untuk me- di alat pemicu tapi bahkan menjadi beban kebutuhan dasar manusia, menjadi suatunyikapi target MDG ini. Pencapaian target baru ditengah beban yang sudah demikian kewajaran jika presiden menjadikanMDG masih terlihat sebagai tugas peme- banyak. AMPL sebagai prioritas utama.rintah nasional. Jika ini yang terjadi maka PDAM merupakan salah satu penyedia Penanganan sampah masih berkutattarget MDG tidak akan pernah tercapai. air minum, sekaligus juga merupakan pada penyediaan TPA. Terlepas dari keber-Pencapaian target MDG secara bersama ujung tombak pencapaian target MDG. hasilan beberapa usaha penerapan 3 R da-menjadi suatu keniscayaan. Disamping itu, berdasarkan PP Nomor 16 lam penanganan sampah di beberapa lo- kasi, pada kenyataannya 3 R masih lebih FOTO: MUJIYANTO kental sebagai wacana. Perubahan pola pi- kir penanganan sampah semestinya sudah beralih dari pendekatan end pipe menjadi pendekatan pengurangan timbulan. Seha- rusnya pengurangan timbulan menjadi agenda ketika berbicara sampah. Pemerin- tah dan masyarakat bahu membahu me- ngurangi timbulan sampah merupakan sya- rat utama mengatasi problema sampah. Tantangan demikian berat dan agenda demikian banyak. Mungkin nasehat dari salah seorang tokoh terkenal Indonesia bisa menjadi acuan agar kita tidak menjadi putus asa, yaitu formula 3 M, Mulai dari yang kecil, Mulai dari diri sendiri dan Mulai dari sekarang. Mari kita mulai. Kenapa tidak? OM dan MJ. Percik Desember 2006 7
  9. 9. L A P O R A N U TA M A Potret Pokja AMPL 2006P ada tahun 2006, kegiatan Ke- Nasional AMPL-BM, diejawantahkan ke lompok Kerja Air Minum dan Kampanye publik bertujuan dalam beberapa kegiatan, antara lain Penyehatan Lingkungan (Pokja Koordinasi Strategi Pengembangan agar pemahaman, kepedulianAMPL) difokuskan pada operasionali- Community Led Total Sanitationsasi kebijakan nasional pembangunan dan keterlibatan seluruh stake- (CLTS), Sosialisasi Hukum dan Per-Air Minum dan Penyehatan Lingkungan holder pembangunan terhadap undang-undangan terkait KebijakanBerbasis Masyarakat (AMPL-BM) yang upaya peningkatan kinerja sek- Nasional AMPL di Indonesia dan lain-meliputi koordinasi pelaksanaan kebija- lain. tor AMPL semakin meningkat.kan nasional AMPL, kampanye publik Sebagaimana halnya tahun 2006,dan peningkatan kapasitas para pelaku kampanye publik menjadi peran yangpembangunan bidang AMPL. kemampuan Pokja AMPL, baik yang penting untuk mencapai keberhasilan Dalam rangkaian kegiatan koor- bersifat teknis maupun manajerial, pembangunan AMPL. Kampanye inidinasi pelaksanaan kebijakan nasional lebih meningkat sehingga mampu me- merupakan pengejawantahan dari stra-AMPL-BM, yang dilaksanakan untuk ngatasi semua tantangan yang dihadapi. tegi komunikasi yang dikembangkanmeningkatkan efektifitas kerjasama Beberapa kegiatan pelatihanpun dise- oleh Pokja AMPL sehingga stakeholderantar stakeholder pembangunan AMPL, lenggarakan guna memenuhi tuntutan AMPL di Indonesia memiliki perhatianbeberapa pembangunan AMPL-BM te- pengembangan diri tersebut, antara lain lebih terhadap pembangunan AMPL.lah dikoordinasikan dengan baik, seper- Pelatihan Promosi Kesehatan, Pelatihan Dikarenakan peranannya yang penting,ti proyek-proyek CWSHP, WSLIC 2, CLTS, Orientasi MPA/PHAST, Pelatihan kampanye publik akan berkembangProAir dan CLTS, sehingga setiap pro- Teknis AMPL dan lain-lain. sangat signifikan di tahun 2007 nanti.yek tidak saling tumpang tindih dan Seiring dengan semakin meningkat- Selain kegiatan-kegiatan dan produk-memiliki paradigma yang sama, yaitu nya kapasitas dan kapabilitas Pokja produk komunikasi yang telah dilak-paradigma pembangunan AMPL yang AMPL, saat ini Pokja AMPL telah mele- sanakan pada tahun 2006 tetapberbasis masyarakat. barkan "sayapnya" melalui kerja sama dijalankan, beberapa inovasi yang Fokus kegiatan Pokja AMPL yang dengan pihak lain, antara lain Plan dikembangkan pada tahun 2007 nanti,lainnya adalah kampanye publik. Ke- Indonesia. Berbagai program kerja antara lain pembentukan jaringangiatan ini bertujuan agar pemahaman, sama pun telah disusun antara lain, pe- komunikasi dengan komunitas jurnaliskepedulian dan keterlibatan seluruh nerbitan majalah Percik Yunior, pe- di sektor AMPL, penyelenggaraanstakeholder pembangunan terhadap nyusunan Modul Teknologi Tepat Guna Media Gathering, Lunch Media denganupaya-upaya peningkatan kinerja sektor untuk Penyediaan Air Minum Berbasis mengundang berbagai komunitas jur-AMPL semakin meningkat. Untuk men- Masyarakat, Pengembangan Modul nalistik dan stakeholder AMPL dancapai tujuan tersebut, Pokja AMPL telah Promosi Kesehatan Anak Sekolah Bi- melaksanakan Pers Tour.berusaha mengampanyekan pembangun- dang Hygiene dan Sanitasi, Pelatihan Pada tahun 2007 ini Pokja AMPLan AMPL ini melalui beberapa media Fasilitator Sanitasi Berbasis Masyara- akan menjalin kerja sama dengan lem-antara lain Pameran Lingkungan Hi- kat, Resource Centre, Penyusunan Buku baga-lembaga donor lainnya sehinggadup, seperti yang dilaksanakan di Ja- "Pembangunan Air Minum dan Sanitasi aktifitas Pokja AMPL di tahun 2007karta Convention Centre, Acara Talk Indonesia: Pembelajaran dari Kegagal- akan semakin kompleks. Aktifitas terse-Show distasiun televisi TPI, Radio FM an dan Keberhasilan", Media Komuni- but antara lain, pengembangan jaringan68H, Situs www.ampl.or.id, dan berba- kasi Pelaksanaan MDGs di Tingkat stakeholder di sektor air minum dan pe-gai media publikasi, berupa poster, Pemerintahan Daerah dan Pengawasan nyehatan lingkungan, yang merupakanleaflet, dan e-newsletter. Kualitas Air. hasil kerja sama antara Pokja AMPL de- Dengan berbagai tantangan yang ngan Jaringan Air Minum dan Sanitasidihadapi Pokja AMPL, baik di pusat Rencana 2007 (JAS). Kemudian pengelolaan data airmaupun di daerah, Pokja AMPL merasa Rencana kerja Pokja AMPL pada minum dan penyehatan lingkungan diperlu untuk mengembangkan diri tahun 2007, secara garis besar menca- Indonesia, hasil kerja sama antaramelalui berbagai pelatihan sehingga kup Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan Pokja AMPL dengan Unicef. (RSD) 8 Percik Desember 2006
  10. 10. WAWA N C A R A Mohammad Hilmi, Asisten Deputi Urusan Pengendalian Pencemaran Limbah Domestik dan Usaha Kecil, Kementerian Negara Lingkungan Hidup. Harus Ada Perubahan Paradigma FOTO: MUJIYANTO sudah terjadi di negara lain. Misalnya Mek- Persoalan sampah hingga ini belum tersele- siko tahun 2008, ditargetkan 75 persen ma- saikan secara tuntas. Sejak Indonesia merdeka, syarakatnya di wilayah perkotaan sudah ternyata masalah ini belum mendapat perhatian memilah. Kita belum punya target. Nan- yang serius. Padahal baik buruknya pengelolaan ti kita dorong pemda melaksanakan 3 R. sampah akan menentukan kualitas lingkungan. Kesadaran itu sudah mulai ada. Tahun Penanganan sampah yang asal-asalan akan depan kita membuat pilot-pilot proyek mengakibatkan bencana. Kasus di Bandung dan di kota-kota tertentu yang walikotanya Leuwigajah menjadi contoh buruknya penanganan sampah di Indonesia. Bagaimana sebenarnya ada minat untuk menerapkan 3 R. Seti- pemerintah memandang masalah sampah ini, ap kota jangan hanya menerapkan satu Percik mewawancarai Asisten Deputi Urusan Pengendalian Pencemaran metode saja. Misalnya Bandung, hanya Limbah Domestik dan Usaha Kecil, Kementerian Negara Lingkungan kumpul angkut buang ke TPA. Begitu Hidup, yang akhir Desember ini menempati posisi baru sebagai Asisten TPA bermasalah, masyarakat marah. Deputi Urusan Pengendalian Pencemaran Manufaktur. Berikut petikannya. Maka harus ada komposting. Kalau 20- 30 persen bisa dikomposkan, bagus se- kali. Sisanya misalnya untuk energi.S ejauh mana kontribusi rumah tangga mencemari lingkung-an kita? kemudian didorong, selesai. Dampak yang sering timbul, misalnya air lindi yakni cairan yang keluar dari sampah, Pengalaman di Indonesia kayaknya ma- sih jauh ke sana karena banyak faktor. Yang paling murah ya kompos, karena Limbah rumah tangga itu dikate- juga karena tidak dikelola dengan sekaligus mengurangi emisi methan. Inigorikan menjadi dua yakni limbah cair baik maka timbul asap, lainnya bau, yang sedang kita kampanyekan. Dan itu(waste water) dan limbah padat (solid lalat dan yang paling parah adalah sejalan dengan RUU sampah yang se-waste). Dua-duanya di Indonesia belum menimbulkan korban jiwa karena pe- dang digodog di DPR.terkelola dengan baik. Orang masih ngelolaannya yang kurang baik sehing-memandang sampah sebagai barang ga longsor. Intinya belum dikelola de- Kampanye yang Anda maksudbuangan, yang hanya sekadar kumpul ngan baik. Padahal pengenalan penge- itu sebenarnya ke arah mana?angkut buang. Belum ada sentuhan lolaan dengan baik sudah lama. Yang Sumbernya atau bagaimana?pengolahan. Kalau ada, kecil. Sebagian agak ringan misalnya control landfill. Sebetulnya kampanye itu ditujukanbesar menimbulkan pencemaran ling- Tapi itu juga tidak dilakukan. Khusus ke dua hal. Artinya pemda yang selamakungan. Pemerintahan daerah memiliki mengenai limbah padat ini, kita mem- ini hanya semacam kumpul-angkut-bu-kemampuan mengangkut yang terbatas. peroleh pelajaran dari terjadinya peta- ang supaya menyadari ini tidak tepatKalau BPS mengatakan baru 40 persen ka-petaka itu yakni ada upaya untuk dan menerapkan pendekatan-pendekat-yang terangkut pemda dibawa ke TPA. remind set, mengubah pola pikir. an lain. Katakanlah 3 R. DiharapkanBerarti lebih dari separuhnya macam- Jangan sekadar kumpul, angkut, buang, pemda menyusun entah namanya SK,macam. Data statistik 2001, sebanyak tapi sejak dari sumbernya itu sudah ada atau Perda. Jadi skema operasionalnya30 persen lebih dibakar. Dari sudut perlakuan minimal dipilah, kemudian diubah jangan sekadar kumpul-angkut-lingkungan, jelas sangat mencemari. Ini proses berikutnya. Yang hijau dikom- buang. Betapapun ini tanggung jawabcukup besar. Kalau setahun 15 juta ton, poskan. Logam/gelas dan lainnya di- pemda terhadap publik. Makanyamaka besar sekali yang dibakar. Banyak proses lagi. Selama ini benda-benda itu remind setting, reparadigm penting.pencemaran di udara. Yang terangkut, nilainya agak kurang karena kotor. Ka- Nah, yang kedua tentunya kepada ma-umumnya masih sekadar open dum- lau sejak awal benda-benda itu bersih, syarakat sebagai produser sampah. Nah,ping. Hanya ditumpahkan dari truk, maka nilai tambahnya meningkat. Ini tolong berpartisipasi juga. Selama ini Percik Desember 2006 9
  11. 11. WAWA N C A R Akan masih ada sindrom NIMBY (not in sangat penting sekali karena sangat sig- an. Ini bisa dilakukan dengan berbagaimy back yard), asal tidak di halaman nifikan menaikkan kesadaran masya- cara seperti teknologi kemasannya atausaya. Mindsetnya masih begitu. Ada rakat dalam dua tahun terakhir. Jadi dengan bertanggung jawab terhadapmobil mewah, yang logikanya milik ada dua kampanye, satu untuk Pemda, kemasan yang beredar. Misalnya mere-orang terdidik, tiba-tiba buang sampah satu untuk masyarakat. ka harus bertanggung jawab untukdari mobilnya. merecycle atau menggunakan kembali Bagaimana dengan perusa- kemasannya itu. Itu ada di RUU Sam- Bagaimana model kampanye itu? haan? Bukankah sebenarnya me- pah. Pelaksanaannya tentu tidak bisa Kampanye bisa dengan social cam- reka juga memiliki andil mempro- langsung menyuruh. Dalam ecolabelpaign. Di RUU sampah itu diako- duksi sampah? contohnya, hanya lima produk yang di-modasi. Dalam pelaksanaannya kampa- Pertanyaan bagus. Di RUU Sampah, rancang awal. Kalau RUU jadi, ini bisanye itu juga akan ada tim kalau kita ada yang disebut sebagai EPR (extended mendorong karena bersifat mandatory.mempunyai semacam pilot proyek yang producer responsibility). Kalau di luarnyata. Sekarang untuk skala-skala negeri, perusahaan-perusahaan punya Saat ini RUU belum jadi. Bagai-rumah tangga, kita pertemukan perusa- target dan mengklaim sampah yang mana mendorong upaya itu?haan yang memiliki program CSR dan keluar dari kawasan saya kurang dari 10 Mudah-mudahan yang voluntarymasyarakat. Ini di Surabaya, Jakarta, persen, misalnya. Itu sampah yang melalui ecolabel berjalan. Yang kedua,sudah berjalan. Lumayan. Ada ratusan dihasilkan dari unit usahanya. Tapi ada melalui CSR kita mengajak industrikelurahan yang melaksanakan hal itu juga sampah yang dihasilkan dari untuk berbuat. Beberapa industri sudahsecara nyata. Jadi kampanye di sini packagingnya. Misalnya memproduksi mulai ikut. Selain itu dari pemdanyatidak hanya membuat bahan-bahan air mineral sekaligus kemasannya. Hal- sendiri. Pemda bisa mengajak misalnyauntuk dikomunikasikan, tapi ada bukti hal seperti itu secara volunteri ap- mengurangi penggunaan tas plastik.nyata. Contoh nyata ini sangat mujarab proach, tanggal 4 Juni 2004 ada ecola- Berbagai upaya kita lakukan sambiluntuk kampanye. Ini akan terus kita bel. Intinya mendorong pengusaha menunggu undang-undang. Kita men-gerakkan dan kita cari plus minusnya. untuk berlomba-lomba membuat pro- dorong pemda untuk mengurangi sejakTidak bisa masyarakat itu hanya disum- duknya ramah lingkungan. Itu pen- awal. Sekali lagi, tidak gampang meng-bang alat, dikasih tong sampah. Harus dekatan voluntary. Memang diakui ber- ubah mindset, habit, life style, kebi-ada hardware dan software serta pen- jalannya agak lambat. Yang kedua, yang asaan masyarakat. Saya kira dalam pro-dampingan. Tiga hal ini harus ada. menghasilkan produk X dengan gram Adipura, ada penilaian ke arahMotivator dan kader-kader lapangan kemasan maka harus ramah lingkung- pengurangan sampah. FOTO: MUJIYANTO Bicara perubahan mindset ma- syarakat, itu kan butuh waktu. Se- mentara laju pertumbuhan sam- pah kan tidak bisa mengikuti laju kesadaran itu. Bagaimana mem- percepat penanganan sampah? Dari pengalaman setengah tahun terakhir, para kepala daerah sudah me- miliki respon yang positif. Bahkan ada yang sudah melangkah nyata. Tinggal mendampingi secara teknis saja. Sudah 91 walikota berhubungan dengan kami. Dari sudut itu kita optimis. Dengan langkah positif pemda, kita berharap kebijakan di daerah sudah terwarnai oleh koreksi-koreksi yang dilakukan oleh pemda itu sendiri. Masyarakatnya melalui LSM dan sekolah, responnya juga cukup tinggi. Manuver-manuver10 Percik Desember 2006
  12. 12. WAWA N C A R A FOTO: MUJIYANTOterjadi di kampus dan sekolah. narnya pencemaran limbahada juga yang namanya Clean cair ini?Development Mechanism Ada kajian bahwa ternyata(CDM). Banyak NGO yang ongkos yang dipikul oleh ma-membantu pemda mengelola syarakat secara luas akibat bu-sampah dengan baik sehingga ruknya pengelolaan limbah cair itunantinya hasil karbonnya bisa kan cukup besar. Per tahun 40 tril-dijual. Ini sekaligus penjabaran yun rupiah lebih. Ada ISPA, diare,dari Kyoto Protocol yaitu me- kolera, dan macam-macam gara-ngurangi gas rumah kaca de- gara limbah cair. Ini sudah kitangan mengelola sampah secara kampanyekan kepada Pemda agarbaik. Kalau bupati/walikota menjadi perhatian. Saat ini Adipuratidak punya uang, sebenarnya baru menilai soal sampah. Limbahbisa memperoleh uang dengan cair, limbah usaha kecil, belum.mekanisme CDM. Saya rasa ku- Saya mendorong betul untuk men-rang dari lima tahun masyara- capai environmentally sustainabil-kat bisa sadar. ity city. Langkah masih jauh. Yang awal Umumnya industri kecil itu baru sampah. Mari kita melangkah ke Bagaimana pembinaan terha- boros air, boros energi. Kalau depan. Lama-lama kita sampai ke limbahdap pemda dalam mengelola TPA? itu dihemat 20 persen saja, cair dan udaranya. Terakhir ke limbah Kita mendorong TPA regional, dampaknya luas sekali. usaha kecil.selain menerapkan sanitary landfillyang benar. Ini lebih efisien sehingga ke Bicara soal limbah usaha kecil,depan jumlah TPA makin berkurang Tampaknya tidak ada pola pena- seberapa berbahaya?tapi pengelolaannya makin baik. Seperti nganan? Kalau limbah usaha kecil, tidakBandung, yang terlibat Kota Bandung, Waste water sebenarnya sudah ada semuanya berbahaya sekali. YangKabupaten Bandung, dan Kota Cimahi. penanganan oleh teman-teman di Cipta berbahaya misalnya industri kulit, elec-Juga di Yogyakarta. Karya lama. Tapi diakui skala prioritas dan tro platting. Umumnya industri kecil itu pandangan-pandangan pemda atau le- boros air, boros energi. Itu yang utama. Bagaimana caranya mendorong gislatif pusat maupun daerah terhadap Kalau itu dihemat 20 persen saja, dam-agar TPA itu mau berubah dari open limbah cair ini masih kurang. Sekarang paknya luas sekali di Indonesia. Yangdumping ke sanitary landfill? teman-teman di Bappenas dan PU sudah kedua, ada limbah cair dan padat yang Kami mengenalkan dengan meka- ada program, malah kami belum lahir. dibuang begitu saja. Padahal itu bisa di-nisme CDM tadi. Jadi kalau pemda kebe- Kami sendiri lebih kepada set up stan- reuse dan direcycle sehingga memilikiratan dana, ada kompensasinya. Kita bisa darisasinya. Operasionalnya tetap di PU nilai ekonomi yang signifikan. Dam-bantu. Juga di RUU sampah disebutkan dan kebijakan umum di Bappenas. Ya, kita paknya terus terang kami belum bisatentang tanggung jawab masing-masing bertiga sudah bagus kerja samanya. Secara memberikan karena belum ada kajian.strata, dari mulai nasional, propinsi, hingga umum penanganan limbah cair masihke kabupaten/kota. Sekarang juga ada kecil apalagi Jakarta. Beberapa daerah Bagaimana nasib RUU Sampah?Dana Alokasi Khusus yang dulu untuk ling- sudah baik seperti Solo. Bersamaan de- Dari segi substansi teknis, kita sudahkungan, saat ini untuk sampah. ngan pengelolaan limbah padat, kita men- selesai. Materinya sudah disampaikan ke dorong pengelolaan limbah cair tapi DPR. Surat dari setneg juga sudah disam- Jumlahnya berapa? kecepatannya belum secepat penanganan paikan ke DPR. Mari kita berdoa bersama Jumlahnya tidak besar, tapi bagi limbah padat. Jadi saya kira kalau dibilang dan mendorong DPR untuk peduli ter-daerah ternyata cukup besar nilai. Ada belum ada penanganan sama sekali, tidak hadap RUU itu. Tapi bersama dengan ituyang 300-500 juta rupiah. Ini meru- benar karena sudah ada perangkat kami pun melakukan manuver-manuverpakan sentuhan nyata kepada daerah undang-undang untuk melindungi ling- yang mengarah ke sana. Bukan berartiuntuk mengubah paradigmanya. kungan dari pencemaran. kita tidak mendorong, tapi nilai-nilai yang ada di dalam RUU sudah mulai kita Kita beralih ke sampah cair. Seberapa berbahaya sih sebe- lakukan. mujiyanto Percik Desember 2006 11
  13. 13. STUDI Kajian Mengenai Pendanaan Publik Untuk Air Minum dan Sanitasi di IndonesiaS tudi pendanaan publik dalam penyediaan AMPL. Kota-kota yang ber- Sekitar 50 persen dari alokasi ang- pengoperasian dan investasi pa- partisipasi dalam WASPOLA mengin- garan AMPL propinsi dan kabupaten di- da sektor AMPL pasca desentrali- vestasikan jumlah dana tertinggi per ka- peruntukkan bagi penyediaan air. Namun,sasi, yaitu 2003-2005 bertujuan untuk pita, sementara propinsi-propinsi pada anggaran kota, penyediaan air men-memperoleh gambaran dasar yang lebih menginvestasikan jumlah per kapita dapatkan bagian yang lebih kecil; alokasibaik bagi pengembangan strategi penda- yang jauh lebih sedikit dibanding kabu- anggaran AMPL kota yang terbesar adalahnaan di sektor ini. Kajian ini menganalisis paten atau kota. untuk saluran air. Alokasi anggaran AMPLalokasi dana yang dilakukan oleh Depar- Kebanyakan alokasi anggaran AMPL untuk limbah padat mendapatkan bagiantemen Kesehatan dan Departemen Pe- daerah, sekitar 90 persen, diperuntukkan kecil pada semua tingkat pemerintahan,kerjaan Umum pada tingkat pusat, dan bagi investasi kapital (fisik). Hanya sejum- yang terbesar hanya mencapai 5 persenpada tujuh propinsi, dua kota dan 19 lah kecil yang dialokasikan untuk bantuan dari anggaran kota. Sanitasi mendapatkankabupaten yang berpartisipasi pada pro- teknis, sosialisasi, dan pembangunan ka- sekitar seperlima dari total alokasiyek Water Supply and Sanitation Policy pasitas (lihat Gambar 1) anggaran untuk penyediaan air, namunAction Planning (WASPOLA). Tabel 1. Studi ini hanya memfokuskan pada Rata-Rata Alokasi Anggaran AMPL dan Rata-Rata Pendapatan Daerah pada Wilayah WASPOLAalokasi anggaran, tidak soal pengeluar-an karena data tidak mencukupi. Kom- Rata-rata anggaran AMPL Rata-Rata Total Pendapatan Daerahposisi alokasi sektor dianalisa dengan Dalam Rupiah Dalam Rupiahmemverifikasi butir-butir anggaran ter- juta Rupiah per kapita juta Rupiah per kapitahadap dokumen-dokumen pendukunguntuk menentukan validitas kegiat- Kabupaten 1.689 6.162 748.804 475.790an/keluaran. Alokasi-alokasi tersebutkemudian diklasifikasikan berdasarkan Propinsi 3.071 661 2,669.782 1.619.314sub-sektor berdasarkan jenis kegiat-an/keluaran: i) Fisik, ii) Bantuan teknis, Kota 4.611 30.251 469.379 3.825.743iii) Dukungan dan pemeliharaan proyekdan iv) Sosialisasi kebijakan atau pem-bangunan kapasitas serta perbanding-an dan korelasi alokasi anggaran di da- Gambar 1.lam dan antar tingkatan pemerintah Alokasi Anggaran Daerahdan jenis kegiatan. 8% 0% untuk Pengeluaran AMPLTren Anggaran untuk Penyediaan 2%AMPL 2003-2005 Capital Modal 1.1. Investasi Daerah untuk AMPL Rata-rata investasi daerah dalamsektor AMPL di Indonesia (penyediaan Technical Assistance Bantuan Teknisair, sanitasi, limbah padat dan saluranair) di lokasi WASPOLA tercatat paling Project Support and Pemeliharaan dantinggi untuk sektor perkotaan dan pa- Dukungan Proyek Maintenanceling rendah untuk level propinsi, dilihatdari jumlah dananya. Walaupun pro- Sosialisasi dan Socialization andpinsi-propinsi memiliki pendapatan per Peningkatan Kapasitas Capacity Buildingkapita yang relatif tinggi, sepertinya ti- 90%dak merasa bertanggung jawab dalam12 Percik Desember 2006
  14. 14. STUDI Tabel 2.perbandingan ini bervariasi pada setiap Alokasi Sub-Sektor di Lokasi WASPOLA untuk Tahun 2003-2004 (dalam rupiah)tingkat pemerintahan. Sementara itu, hubungan antara pe- Departemen Daerah Pekerjaan Pemerintah sebagai Persentaseningkatan pendapatan daerah, produk Umum Daerah dari Totaldomestik bruto daerah (PDRB) terha-dap alokasi anggaran AMPL menunjuk- Penyediaan air 49.292.425.000 91.008.643.356 65 persenkan korelasi yang lemah (0,14). Hampir Sanitasi 925.000.000 20.697.563.605 96 persentidak ada korelasi (0,05) antara alokasiAMPL dan PDRB. Kotoran Padat 4.379.282.000 3.660.089.006 46 persen Saluran air 1.861.903.000 73.102.575.664 98 persen1.2. Investasi Nasional AMPL Total 56.458.610.000 188.468.871.631 77 persen1.2.1. Alokasi AMPL Departemen Pekerjaan Umum Alokasi dari Departemen Pekerjaan dibandingkan Departemen Pekerjaan Kesimpulan dan RekomendasiUmum ke pemerintah daerah, baik se- Umum. Dalam jangka waktu tiga tahun, 1. Investasi pada saat ini berada di ba-cara nasional maupun bagi lokasi alokasi anggaran umum Depkes untuk wah tingkat yang dibutuhkan untukWASPOLA, kebanyakan untuk sektor penyediaan air dan sanitasi hanya sebe- mencapai target pemerintah di sek-air. Secara nasional, sanitasi hanya sar kurang dari satu persen dari jumlah tor ini. Alokasi daerah untukmendapat sekitar 15 persen dari total yang dialokasikan oleh PU, dan alokasi AMPL, rata-rata, hanya sebesaralokasi Departemen Pekerjaan Umum dari Depkes terus menurun sepanjang kurang dari 1 persen dari total pen-untuk penyediaan air, dan untuk loka- jangka waktu studi. Di sisi lain, pen- dapatan daerah dan alokasi tahun-si WASPOLA. Dua per tiga dari alokasi danaan Depkes untuk sanitasi melebihi an untuk sektor ini adalah sebesarDepartemen Pekerjaan Umum diang- kontribusi PU. Namun, bagian yang rata-rata 0,40 dolar AS - sekitargarkan untuk investasi fisik dan hampir lebih besar dari dukungan Depkes ter- 0,03 persen dari PDB per kapita.keseluruhan sisanya untuk bantuan tek- hadap penyediaan air dan sanitasi, 2. Komposisi dan tren alokasi sektornis, meliputi investigasi optimalisasi dilakukan melalui Proyek Water Supply menunjukkan peningkatan alokasisektor, rancangan teknik detil dan studi for Low-Income Communities (WS- oleh pemerintah daerah, namunkelayakan yang terkait dengan investasi LIC). Alokasi Depkes yang terkait de- terdapat potensi untuk peningkatanfisik. ngan WSLIC mengerdilkan alokasi alokasi pusat. Pergeseran sumber Studi ini juga menguji korelasi mereka secara umum, karena besar alo- investasi sektor dari pemerintahantara alokasi AMPL Departemen Pe- kasi yang terkait dengan WSLIC adalah pusat ke pemerintah daerah telahkerjaan Umum dengan alokasi AMPL 98 persen dari total dukungan Depkes terlihat dalam wilayah studi, di-pemerintah daerah. Hubungan yang di- pada bidang AMPL. mana pemerintah daerah mendanaitemukan bersifat positif walaupun le- sekitar 46 persen sampai 90 persenmah (0,21). Dibanding dengan alokasi 1.3. Dukungan Pemerintah Pusat dari total kegiatan sub-sektor. Halnasional di lokasi WASPOLA, sebagian dan Daerah kepada PDAM ini menunjukkan keinginan peme-besar dana untuk sektor ini, kecuali Dari seluruh pemerintah daerah rintah daerah untuk melakukanuntuk penanganan limbah padat, telah yang berpartisipasi dalam WASPO- investasi pada bidang AMPL.dialokasikan oleh pemerintah daerah. LA, hanya propinsi Sumatra Barat Namun, studi ini juga menemukanKombinasi dari kedua pengamatan ini dan kabupaten Gorontalo yang korelasi yang lemah antara pendap-menunjukkan bahwa ada kesempatan mengalokasikan dana untuk men- atan daerah dan PDRB denganbagi lembaga-lembaga tingkat pusat dukung dan mengawasi PDAM. Di alokasi AMPL.untuk lebih memanfaatkan dana dari sisi lain, dukungan dari pemerintah 3. Pemerintah daerah memainkanpemerintah daerah. pusat, melalui Departemen Pekerjaan peranan yang semakin penting Umum, mencapai rata-rata sebesar dalam pendanaan sektor, namun1.2.2. Alokasi AMPL dari Departemen 30 persen selama periode tiga tahun dana dan kapasitas yang ada ter- Kesehatan tersebut. Kebanyakan dukungan batas. Walaupun pemerintah dae- Departemen Kesehatan menyalur- kepada PDAM berbentuk bantuan rah semakin memperbesar tang-kan dana terbesar nomor dua untuk air teknis -- optimalisasi dan kegiatan gung-jawab mereka dalam sektor,dan sanitasi, namun jauh lebih sedikit perancangan. masih sedikit sekali sumberdaya Percik Oktober 2006 13
  15. 15. STUDI yang diinvestasikan untuk AMPL AMPL pada saat ini memiliki jang- Langkah Selanjutnya dalam Stra- dan pendanaan sektor ini seper- ka waktu pelaksanaan yang pendek tegi Keuangan tinya akan terus dibatasi oleh (tahunan) dan tidak bisa dipastikan Langkah-langkah di bawah ini di- berbagai kepentingan lain. dari tahun ke tahun. Terlebih lagi, perlukan untuk menggerakkan proses4. Kapasitas institusi-institusi sektor terkecuali untuk DAK dan dana strategi keuangan sektor ini. Kegiatan- untuk mengembangkan rencana hibah, dari sudut pandang peme- kegiatan kunci ini perlu dibahas dan investasi yang realistis dapat di- rintah daerah, Dana Dekon- disepakati dengan GoI, dan jadwal kerja perkuat dengan cara-cara yang se- sentrasi bersifat "off budget." akan ditetapkan berdasarkan hasil derhana. Berdasarkan kajian ini, Faktor-faktor ini berpotensi un- diskusi tersebut. maupun dari umpan balik pemerin- tuk menurunkan kapasitas lokal tah daerah, cukup jelas bahwa pa- dalam memelihara dan men- Tahap 1 rameter dasar dari perencanaan ke- dukung program selama pelak- Konsultasi antara Bappenas, De- uangan sektor tidak tersedia, atau sanaan. partemen Keuangan, Departemen parameter tersebut tidak diketahui 9. Perlu dialokasikan lebih banyak lagi Pekerjaan Umum, dan Departe- oleh pemerintah daerah. sumberdaya nasional untuk pengu- men Kesehatan mengenai temuan5. Pada tingkat pusat, GoI perlu me- atan institusi dan pengembangan studi. nyelesaikan proses pengembangan kapasitas daerah untuk perencana- Pembahasan pembuatan nota ke- strategi melalui kesepakatan yang an dan pemrograman sektor. sepahaman sektor layanan mini- lebih luas (antardepartemen) me- 10. Pengeluaran daerah untuk pemeli- mum dan paket reformasi yang ngenai layanan mendasar dan paket haraan dan piranti lunak perlu di- akan berada di bawah koordinasi reformasi prioritas dengan tujuan tingkatkan secara proporsional un- Bappenas. untuk meningkatkan anggaran ke- tuk memastikan ketahanan dan Berbagi hasil studi dengan, dan seluruhan sektor dan memperbaiki efektifitas investasi modal yang meminta masukan dari, pemerin- efektifitas. telah dilakukan. tah daerah mengenai pandangan6. Dibutuhkan kejelasan mengenai 11. Berbagai jenis pendanaan jangka mereka tentang jenis dukungan pembagian tanggung jawab berba- panjang perlu disediakan bagi yang mereka harapkan dari peme- gai tingkat pemerintahan, teruta- pemerintah daerah, dan bagi rintah pusat; berbagi good practices ma antara propinsi dengan kabu- perusahaan daerah yang menun- dari pemerintah daerah dalam in- paten/kota. Walaupun memiliki jukkan berbagai tingkat kesiapan vestasi sektor dan pengembangan pendapatan yang relatif tinggi, dan tanggung jawab. strategi sektor. propinsi ternyata tertinggal dalam Pengembangan situation self-as- hal alokasi di sektor ini. Pola ini sessment dan catatan arahan strate- mencerminkan ke- gi dan proses untuk FOTO: MUJIYANTO rancuan peran pro- pemerintah daerah seba- pinsi dalam AMPL. gai masukan bagi pe-7. Institusi-institusi ngembangan program terkait perlu diberi AMPL nasional. tanggung jawab un- Pengembangan rencana tuk melaporkan, me- investasi sektor dengan ngumpulkan dan unit pembiayaan per pa- menganalisa ke- ket kebijakan. uangan dan kinerja sektor secara ber- Tahap 2 kala, dan perlu ada Bersamaan dengan hal- sumberdaya yang hal di atas, mulai pelak- m e n d u k u n g sanaan tahap kedua dari kegiatan ini terma- tinjauan pendanaan sek- suk audit secara tor melalui perusahaan acak. daerah dan tarif penggu-8. Penyaluran dana na. MJ nasional untuk14 Percik Desember 2006
  16. 16. R E P O RTA S E Proyek ProAir di Praibakul-Taramanu NTT Jaga Keberlangsungan dengan Aturan Keras FOTO: MUJIYANTOM impi 40 tahun itu akhirnya ter- wujud. Masyarakat Desa Prai- bakul dan Desa Taramanu diKecamatan Wanokaka, KabupatenSumba Barat, Propinsi Nusa TenggaraTimur (NTT) tersenyum lega. Jerih pa-yah selama ini, naik turun bukit hanyauntuk mengambil seember air dari sum-ber air atau sungai, seperti terobati. Au-ra sumringah memancar dari wajahwarga. Kita senang sekali, kata Kaledi Di-mo, warga Taramanu. Sebelumnya diadan keluarganya memanfaatkan air su-ngai untuk kebutuhan sehari-hari. De-ngan adanya tugu kran air yang beradatepat di depan rumahnya, pria separuhbaya ini merencanakan akan memba-ngun kamar mandi dan WC. Pembangunan sistem air minum siapkan masyarakat. Tujuannya untuk menganggap tabungan ini akan dipakaiperpipaan gravitasi ini bukan hal yang mengubah pola pikir agar mereka pun pengurus, kata Soleman. Dengan ke-mudah. Kita butuh waktu dan kesa- bisa memikirkan bagaimana menjaga sabaran dan kerendahhatian, akhirnyabaran, kata Soleman Djowa Rega, Ke- keberlanjutan sarana setelah proyek itu masyarakat mau berpartisipasi dalamtua Badan Pengelola Sarana Air Bersih selesai. Sosialisasi juga dimaksudkan proyek. Butuh waktu hampir setahunBebong Maradang. Bayangkan, per- untuk menumbuhkan rasa memiliki se- untuk ini.nyiapan masyarakat membutuhkan hingga sarana yang terbangun bisa ber- Akhir tahun 2004, warga mulai mauwaktu hampir 2,5 tahun. Begitu sulit- tahan lama di tangan masyarakat sen- menyetorkan uangnya setelah sebelum-nya masyarakat diajak berpartisipasi diri. nya dibentuk kelompok pengelola sa-dengan memberikan kontribusi berupa Martalanda, motivator yang tinggal rana yang diketuai oleh Soleman Djowadana incash dan inkind. Ini terjadi kare- bersama warga, mengungkapkan ken- Rega, penginjil di Desa Praibakul. Ber-na sebelumnya desa tersebut pernah dala yang dialaminya dalam memotivasi dasarkan musyawarah, masyarakatmendapatkan proyek sarana air bersih warga. Yang paling sulit adalah bagai- membayarnya secara mencicil hinggatanpa ada partisipasi. Menurut Petrus mana meyakinkan warga bahwa dana waktu satu tahun, jumlahnya Rp.Kanaf, Koordinator ProAir Sumba Ba- kontribusi yang besarnya empat persen 70.000 per kepala keluarga (KK). Pena-rat, masyarakat masih menggunakan itu akan digunakan untuk biaya operasi gihan yang dilakukan oleh pengurus ke-pola pikir lama bahwa tanpa kontribusi dan pemeliharaan, kata wanita asli lompok dibantu aparat desa pun tak se-warga pun sarana bisa terbangun. Pulau Sumba ini. Alasannya, ma- perti yang diharapkan. Bahkan suatu Selama hampir 2,5 tahun, waktu syarakat tidak pernah melakukan itu se- ketika hampir terjadi pertumpahan da-dihabiskan untuk melakukan sosialisasi belumnya dan tidak ada pengalaman se- rah karena ada keluarga yang salah pa-proyek ProAir dalam rangka memper- jenis di wilayah tersebut. Masyarakat ham dan mengeluarkan parang Sumba Percik Desember 2006 15
  17. 17. R E P O RTA S Euntuk mengancam wakil ketua RT. berpartisipasi, tidak boleh memanfaat- paknya sudah berhasil. Masyarakat me- Selama 11 bulan dari 12 bulan yang kannya. Siapa yang bukan anggota ke- rasa memiliki sarana air bersih. Per-direncanakan, dana sebesar Rp. 18,3 ju- lompok, ketahuan mengambil air akan aturan telah tersusun guna menjaga ke-ta terkumpul dari 264 KK. Sesuai de- kena denda Rp. 500 ribu, kata Mar- langsungan sarana yang dibangun de-ngan persyaratan ProAir, yakni pemba- tinus. Dalam rangka ini, masyarakat di ngan dana sebesar 1,6 milyar rupiah ter-ngunan sarana akan dimulai jika dana sekitar tugu kranlah yang menjaga. sebut. Sosialisasi pun dilakukan kepadaincash terkumpul, awal tahun 2006 ta- Untuk biaya pemeliharaan ringan, seluruh warga baik yang menjadi ang-hapan pembangunan sarana pun dimu- warga dikenakan iuran Rp. 6.000 per gota kelompok maupun yang tidak.lai. Pengadaan material sarana dila- KK/bulan. Pembayaran dilakukan Peraturan itu antara lain menyang-kukan secara tender, sedangkan sarana sebelum tanggal 3 tiap bulannya. Jika kut denda. Siapa yang mandi di tugupendukung dan tenaga kerja berasal da- terlambat, mereka akan dikenakan kran akan didenda Rp. 100 ribu. Siapari warga desa. denda sebesar Rp. 1.000. Pembayaran yang merusak pipa akan didenda sebe- Kerja bakti pun dilakukan baik un- iuran akan dimulai pada bulan Januari sar Rp. 250 ribu dan diadili sesuai pro-tuk tingkat desa, dusun, dan zone. Se- 2007. Iuran bulanan ini akan digunakan ses hukum yang berlaku. Perusak pipamua warga yang berumur di atas 17 ta- untuk pemeliharaan ringan dan honor akan dikenai pula hukum adat yaknihun, baik laki-laki maupun wanita, wa- pengurus. Sedangkan uang tabungan menyerahkan seekor babi, delapan ba-jib ikut kerja bakti. Kecuali yang sedang (incash) akan digunakan untuk perbaik- kul nasi, kopi 5 kg, gula 10 kg, sirih dansekolah atau bekerja, kata Martinus an bilamana terjadi kerusakan besar. pinang masing-masing satu karung.Gali (45) warga Praibakul. Mereka me- Kondisi air yang mengalir lancar itu Kalau diuangkan sekitar Rp. 10 juta-ngumpulkan dan mengangkat batu, membuat warga yang dulunya tak mau an, kata Martinus. Ini tentu jumlahmenggali tanah, mengangkat pipa, dan ikut berperan serta menjadi tertarik. yang sangat besar bagi warga yang se-membangun reservoir dan broncaptu- Sekarang banyak yang mau ikut, kata hari-harinya bertani pada musim hujanring. Soleman mengisahkan, demi swa- Martinus. Tapi kini persyaratannya dan berkebun serta mencari batu padadaya, ProAir melarang pengangkutan agak berat. Pengurus telah menetapkan musim kering ini.material dengan kendaraan. Akhirnya biaya pendaftaran anggota baru sebesar Warga berharap dengan aturan yangkita estafet mengangkat batu, katanya. Rp. 250 ribu ditambah biaya pemeliha- keras itu, sarana yang telah dibangunTak hanya itu, saking semangatnya, raan Rp. 70 ribu, serta iuran bulanan se- akan bisa dinikmati terus menerus. Me-warga yang bekerja pun melebihi yang besar Rp. 6.000. Menurut Edy, hingga reka tidak ingin sarana itu rusak sepertidiminta. Kalau proyek minta 10 orang, saat ini sudah ada 16 KK yang mau men- yang sudah pernah dibangun sebelum-kita siap 40 orang, kata Edy Bili, sekre- jadi anggota. nya. Masyarakat sekarang sudah pa-taris Bebong Maradang menambahkan. ham bahwa sarana ini harus dijaga ka- Dengan kerja keras, warga berhasil Menjaga Keberlangsungan rena ini milik kita bersama dan untukmenyelesaikan pembangunan saluran Proses penyiapan masyarakat tam- kita, kata Edi. mujiyantoperpipaan sepanjang 11,5 kilometer. Air FOTO: MUJIYANTOitu disalurkan ke tugu-tugu kran seting-gi satu meter. Jumlah tugu kran ada 28buah yang tersebar di lima zone. Tiaptugu ada dua kran. Mereka juga melin-dungi mata air Wei Bakul (4 liter/detik)dengan memagar kawat berduri danmenanam tanaman keras di sekeliling-nya. Peresmian sarana air bersih ini di-lakukan Wakil Bupati Sumba Barat Cor-nelis Kodimete, 25 Nopember lalu. Sejak Nopember lalu, air kran sudahmengalir. Warga memanfaatkannya, ti-dak hanya untuk kebutuhan minum danMCK tapi juga untuk menyiram tanam-an. Bahkan ternak pun ikut minum airkran. Sementara warga yang tidak mau16 Percik Desember 2006
  18. 18. P E R AT U R A N Peraturan Dirjen Perbendaharaan No. Per-53/PB/2006 Penyelesaian Piutang Negara Pada PDAMA khir Oktober lalu pemerintah yaran piutang negara kurang dari 5 menggunakan discount rate minimal mengeluarkan peraturan baru persen dari kewajiban jatuh tempo sam- sama dengan imbal hasil Surat Utang mengenai petunjuk pelaksa- pai dengan cut-off date, di luar biaya Negara (SUN) dalam mata uang rupiahnaan penyelesaian piutang negara yang komitmen, hanya dapat diberikan pen- yang mempunyai sisa jangka waktubersumber dari penerusan pinjaman lu- jadwalan kembali atas pembayaran sama dengan jangka waktu restrukturi-ar negeri, rekening dana investasi, dan utang pokok, tunggakan bunga/biaya sasi pinjaman. RPKP ini harus pularekening pembangunan daerah pada administrasi, tunggakan denda, dan mencantumkan rencana tindak empatPerusahaan Daerah Air Minum tunggakan biaya komitmen. Namun tahunan serta rencana empat tahunan(PDAM). Peraturan ini merupakan pe- ketentuan ini tidak berlaku bagi PDAM berikutnya secara periodik sampai de-nyempurnaan Peraturan Direktur Jen- yang dapat membuktikan secara ter- ngan jangka waktu pinjaman berakhir.deral Perbendaharaan Nomor 43/PB/ tulis bahwa Piutang Negara pada PDAM Secara lebih rinci, RPKP ini harus2006. Diharapkan peraturan baru itu digunakan untuk membiayai: (a) suatu berisi rencana tindak perbaikan berupaakan meningkatkan efektivitas pelak- proyek yang bukan kehendak PDAM optimalisasi kegiatan operasional per-sanaan optimalisasi penyelesaian piu- dan proyek tersebut sama sekali tidak usahaan yang mempunyai keterkaitantang negara kepada PDAM. menghasilkan penerimaan; atau (b) langsung dengan kondisi saat ini, per- Optimalisasi penyelesaian utang suatu proyek yang tidak berfungsi kare- masalahan, penyebab masalah, rencanadilakukan melalui tahapan restrukturi- na kerusuhan massa atau kejadian alam investasi, dan rencana sumber penda-sasi sebagai berikut: di luar kontrol manajemen PDAM naan investasi pada PDAM yang meli- a. penjadwalan kembali pembayaran sehingga proyek tersebut sama sekali puti aspek teknik/operasional, manaje- utang pokok, tunggakan bunga/bi- tidak menghasilkan penerimaan. men, dan keuangan. Selain itu rencana aya administrasi, tunggakan denda, Khusus mengenai cut-off date dalam itu harus mencantumkan rencana dan tunggakan biaya komitmen; memperhitungkan kewajiban yang restrukturisasi pinjaman yang diminta b. perubahan persyaratan utang; terkait dengan restrukturisasi, tidak PDAM, meliputi perlakuan terhadap (i) c. penghapusan. boleh lebih dari 6 (enam) bulan sebelum Tunggakan secara keseluruhan sampai Tidak semua PDAM diperkenankan tanggal pengajuan permohonan re- dengan cut-off date; (ii) Utang pokokmengikuti program ini. Program ini strukturisasi. Dalam hal PDAM memili- dan bunga/biaya administrasi masahanya diperuntukkan bagi PDAM yang ki lebih dari satu pinjaman, cut-off date tenggang yang belum jatuh tempo; (iii)memiliki tingkat keberhasilan (i) cukup, untuk semua pinjaman ditetapkan da- upaya perbaikan keseluruhan kinerja(ii) kurang, (iii) baik, dan tidak bagi lam satu tanggal. PDAM terkait dua hal tersebut.PDAM yang tingkat keberhasilannya Pemrosesan upaya pengurangan Termasuk yang harus dimuat dalambaik dan baik sekali. Kriteria keberhasil- beban pembayaran kewajiban PDAM RPKP yakni proyeksi keuangan, yangan ditentukan berdasarkan laporan didasarkan atas rencana perbaikan ki- terdiri dari Proyeksi Laba Rugi,hasil evaluasi kinerja PDAM satu tahun nerja perusahaan (RPKP). RPKP ini ber- Proyeksi Arus Kas, dan Proyeksi Neraca.terakhir dengan mempergunakan krite- isi rencana ekspansi dalam meningkat- Proyeksi keuangan harus bisa me-ria sesuai Keputusan Menteri Dalam kan kinerja operasional perusahaan, nunjukkan (a) Saldo kas minimum; (b)Negeri Nomor 47 Tahun 1999 tentang yang akan dilaksanakan sejak tanggal Saldo persediaan paling banyak 2,25Pedoman Penilaian Kinerja Perusahaan cut-off date pinjaman sampai dengan (dua koma dua lima) kali kebutuhanDaerah Air Minum sebagaimana ditam- jangka waktu pinjaman berakhir. RPKP operasional per bulan; (c) Rasiobah atau diubah dari waktu ke waktu. harus disetujui terlebih dahulu oleh kemampuan membayar pinjamanPenilai kinerja adalah lembaga indepen- Pemprop/Pemkab/Pemkot dan DPRD (DCR) minimal 1,0 (satu koma nol) kaliden. dan didasarkan pada Perhitungan dan tiap tahun selama masa restrukturisasi; PDAM yang melaksanakan pemba- Analisis Kelayakan Investasi dengan (d) Tingkat kehilangan air sampai de- Percik Desember 2006 17

×