Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Oktober 2006. Tema Habis Kering Datanglah Banjir

1,534
-1

Published on

Published in: Health & Medicine
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
1,534
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
38
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Oktober 2006. Tema Habis Kering Datanglah Banjir

  1. 1. Media Informasi Air Minum Dari Redaksi 1 dan Penyehatan Lingkungan Suara Anda 2 Diterbitkan oleh: Laporan Utama Kelompok Kerja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Habis Kering, Datanglah Banjir 3 (Pokja AMPL) Panen Hujan ala Gunung Kidul 9 Penasihat/Pelindung: Wawancara Direktur Jenderal Cipta Karya DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM Dirjen Bangda: Anggarkan Air Bersih untuk Desa! 10 Teropong Penanggung Jawab: Direktur Permukiman dan Perumahan, Simalakama Bantar Gebang 13 BAPPENAS Review Master Plan Pengelolaan Sampah DKI Jakarta 15 Direktur Penyehatan Air dan Sanitasi, DEPKES Wawasan Direktur Pengembangan Air Minum, Pembangunan Air Minum dan Kemiskinan 18 Dep. Pekerjaan Umum Direktur Pengembangan Penyehatan Strategi Menciptakan Sistem Laporan PDAM 21 Lingkungan Permukiman, Dep. Pekerjaan Umum Dari Plato ke Kebijakan AMPL-BM 23 Direktur Bina Sumber Daya Alam dan Kegagalan HIPAM di Desa Bleberan 29 Teknologi Tepat Guna, DEPDAGRI Direktur Penataan Ruang dan Kisah Lingkungan Hidup, DEPDAGRI Pemulung Anak dari Bantar Gebang 31 Pemimpin Redaksi: Reportase Oswar Mungkasa Pengomposan Komunal, Alternatif Penanganan Sampah Perumahan 33 Dewan Redaksi: Inovasi Supriyanto, Johan Susmono, Indar Parawansa, Bambang Purwanto Tempat Kencing Tanpa Air Penyiram 35 Abstrak Redaktur Pelaksana: Maraita Listyasari, Rewang Budiyana, Dampak Investasi Air Minum terhadap Pertumbuhan Ekonomi Rheidda Pramudhy, Joko Wartono, dan Distribusi Pendapatan di DKI Jakarta 36 Essy Asiah, Mujiyanto Peraturan Desain/Ilustrasi: Rudi Kosasih Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) 37 Pojok ISSDP Produksi: Machrudin Choice Model 38 Seputar PLAN INDONESIA Sirkulasi/Distribusi: Agus Syuhada Plan Indonesia dalam Program Air dan Sanitasi Lingkungan 41 Info Buku 42 Alamat Redaksi:Jl. Cianjur No. 4 Menteng, Jakarta Pusat. Info Situs 43 Telp./Faks.: (021) 31904113 http://www.ampl.or.id Info CD 44 e-mail: redaksipercik@yahoo.com Seputar WASPOLA 45 redaksi@ampl.or.id oswar@bappenas.go.id Seputar AMPL 48 Pustaka AMPL 50 Redaksi menerima kiriman tulisan/artikel dari luar. Isi berkaitan Agenda 51dengan air minum dan penyehatan lingkungan dan belum pernah dipublikasikan. Klinik IATPI 52 Panjang naskah tak dibatasi. Sertakan identitas diri. Redaksi berhak mengeditnya. Silahkan kirim ke alamat di atas. Majalah Percik dapat diakses di situs AMPL: http://www.ampl.or.id
  2. 2. D A R I R E DA K S I KARIKATUR:RUDI KOZ M E N G U C A P K A N Selamat Hari Raya Idul Fitri 1427 H Mohon Maaf Lahir dan BathinW aktu terus berlalu. Alham- gratis lagi, PDAM sibuk memperta- rubrik Teropong, kami mengetengah- dulillah kita masih bertemu hankan diri. kan TPA Bantar Gebang yang pada dengan hari bahagia, Idul Dalam waktu yang tak lama kita akan awal September lalu gunungan sam-Fitri. Di hari kemenangan ini, awak menghadapi musim hujan. Tentu ini pahnya longsor sehingga menimbul-Percik dan seluruh staf sekretariat berkah. Tapi bagi sebagian wilayah, mi- kan korban jiwa. Dan masih terkaitKelompok Kerja Air Minum dan Pe- salnya, kota besar seperti Jakarta, hujan dengan kondisi di sana, di rubrik Ki-nyehatan Lingkungan (AMPL) me- bisa menjadi petaka. Air hujan yang sah, kami muat tentang pemulungnyampaikan Selamat Idul Fitri 1427 diharapkan kedatangannya, akan meng- anak yang menggantungkan hidupnyaH, Mohon Maaf Lahir dan Batin, genangi kota. Lagi-lagi masyarakat tak di TPA terbesar di Indonesia tersebut.Minal Aidin wal Faizin. Semoga kita bisa menghindar. Ungkapan yang sering Tak ketinggalan, di rubrik Repor-semua kembali menjadi orang yang muncul: Ini sudah biasa. tase, kami mengangkat kerja samabersih dari dosa dan menjaga kesu- Akankah kita terus menganggap antara Lembaga Swadaya Masyarakatcian itu pada hari-hari berikutnya. semuanya biasa? Sejatinya kekeringan, (LSM) dan masyarakat pinggiran kota Pembaca, keprihatinan terus me- kebanjiran bisa dihindari kalau kita mau. dalam mengelola sampah secara man-nerpa negeri ini. Kekeringan cukup Keduanya bukan merupakan fenomena diri sehingga tidak membebani TPA.lama kita rasakan terutama di Jawa alam yang datang tiba-tiba. Semuanya Model-model seperti ini bisa dila-dan Nusa Tenggara. Akses masyarakat bisa diprediksikan. Pertanyaan kenapa kukan di mana saja, tentu dengan adaterhadap air minum yang memang itu terus terulang terjadi? Perhatian ke keluwesan pemikiran di dalamnya.masih rendah makin menurun. Me- arah sana masih kurang. Mungkin pro- Pembaca, berbagai masalah AMPLreka mengonsumsi air untuk minum gram yang memihak ke penanggulangan tampaknya terus bergulir silih berganti.apa adanya. Ketersediaan menjadi keduanya kurang populer. Itulah Setiap saat muncul isu baru. Dan kamipersoalan. Mereka tak bisa mencari Indonesia. merasakan permasalahan ini masihalternatif lain. Sementara pemerintah Pembaca, selain membahas topik belum mendapatkan perhatian serius.daerah sendiri tampak tak mampu utama mengenai kekeringan dan Padahal dampak buruk AMPL ber-memenuhi kebutuhan warganya. Per- kebanjiran, Percik mengadakan wa- pengaruh langsung terhadap kondisiusahaan Daerah Air Minum (PDAM) wancara dengan Dirjen Bina Pemba- manusia-manusia Indonesia. Kita ber-yang menjadi tulang punggung penye- ngunan Daerah, Departemen Dalam harap, ada hal baru muncul di masa-diaan air minum di daerah, mengha- Negeri, untuk mengetahui bagaimana masa mendatang yang bisa meng-dapi persoalan sendiri: kurang pa- kondisi pembangunan di daerah dan hasilkan perbaikan. Bersama kita bisa,sokan untuk pelanggannya. Makanya, kaitannya dengan penyediaan air mi- menjadikan AMPL lebih diperhatikan.boro-boro untuk membantu warga num dan penyehatan lingkungan. Di Wassalam. Percik Oktober 2006 1
  3. 3. S U A R A A N DA Pompa Air Tanpa Motor Indonesia Terbelakang Saya berkeinginan untuk menda- Beberapa waktu lalu, Bank Pem-patkan informasi mengenai pompa air bangunan Asia (ADB) bekerja samatanpa motor (PATM) seperti di Goron- dengan Perserikatan Bangsa Bangsatalo, yang saya lihat di situs AMPL. Mo- (PBB) mengeluarkan laporan menge-hon kiranya redaksi dapat membantu nai program pengurangan jumlahsaya mengenai: kemiskinan di beberapa negara Asia 1. Apa saja langkah-langkah yang ha- Pasifik yang diumumkan di Manila. rus saya tempuh untuk mendapat- Laporan itu mengetengahkan kinerja kan pemasangan alat tersebut? beberapa negara dalam program terse- 2. Apakah mungkin daerah saya bisa but. mendapatkan bantuan dana dari Negara yang tergolong paling maju pemerintah dalam pemasangan alat memberantas kemiskinan, yakni Chi- PATM tersebut seperti di Goron- na, Malaysia, Thailand, Palau, Viet- talo? nam, Armenia, Azerbaijan, dan Kir- Saya ingin jika mungkin alat terse- gistan. Selain itu, negara yang ter-but dapat dipasang di daerah saya di b) Artikel masalah penyehatan ling- golong mengalami penurunan niatPropinsi Nusa Tenggara Timur. Hal ini kungan sudah cukup banyak pada pengurangan kemiskinan adalahkarena saya melihat fungsi dan kegu- c) Artikel tentang air minum dira- Fiji, Kazakstan, Samoa, dannaan alat ini mungkin dapat membantu sakan masih kurang padahal na- Uzbekistan. Kelompok berikut tergo-daerah saya yang kesulitan air bersih. manya Media Informasi Air long harus berjuang lebih keras, yakni Minum India, Afganistan, dan Nepal. Ke- Leonardo FoEnale d) Buang ruang/rubrik suara ling- lompok terakhir yaitu negara yang ter- Surabaya kungan, limbah, dan air minum; golong terbelakang dalam pengurang- berisi surat pembaca dan tanggap- an kemiskinan. Negara itu adalah Untuk mengetahui lebih jauh me- an redaksi/pakar Banglades, Indonesia, Laos, Mongolia,ngenai informasi tentang pompa air e) Rubrik lingkungan, limbah, dan Myanmar, Pakistan, Papua Nugini, dantanpa mesin, silakan Anda meng- air minum di negara tetangga Filipina.hubungi PT. Tirta Anugerah Nusanta- yang patut dicontoh. Penilaian ADB itu tampaknya cocokra yang beralamat di Hotel Mahadria Demikian masukan dan saran kami, dengan kondisi yang ada. JumlahLt. 4 Jl. Ki Mas Jong No. 12 Serang terima kasih atas perhatiannya. orang miskin terlihat tak berkurangBanten. Telp. 0254-220270/220268 justru bertambah. Pengemis dan gelan-up. Ade Purnama (Dirut). Sedangkan Ir. Agus Sutyoso, MSi dangan makin banyak. Busung laparsoal bantuan dana, Anda bisa ber- Direktur Utama PDAM Kota Semarang dan penyakit akibat kesulitan ekonomihubungan dengan instansi terkait di Jl. Kelud Raya Semarang tak berkurang. Pertanyaannya seka-pemerintah daerah setempat. (Redak- rang, mana janji-janji pemerintah un-si) Kami sangat berterima kasih atas tuk mengentaskan kemiskinan itu? saran dan masukan Anda. Semua Pertanyaan yang sama patut pula di- Masukan dan Saran masukan dan saran akan kami per- sampaikan kepada partai-partai Menindaklanjuti surat dari Direk- timbangkan. Semoga Percik ke depan politik dan wakil rakyat. Mana janji-tur Permukiman dan Perumahan No. bertambah baik dan sesuai dengan janjimu dulu mau menyejahterakan5411/Dt.6.3/09/2006 tanggal 04 Sep- keinginan para pembacanya. Selain rakyat? Jangan hanya pejabat,tember 2006 perihal Media Informasi itu kami juga mengundang Anda birokrat, dan wakil rakyat saja yangAir Minum dan Penyehatan Lingkung- untuk mengisi/ mengirimkan tulisan sejahtera, sementara rakyat tambahan, maka kami memberikan masukan yang sesuai dengan kapasitas Anda. melarat.dan saran sebagai berikut. Kami berharap sumbangan pemikiran a) Penampilan maupun penataan su- Anda dapat menjadi pelajaran bagi Meddy Chandra dah lumayan bagus pembaca lainnya. (Redaksi) Ciputat, Tangerang2 Percik Oktober 2006
  4. 4. L A P O R A N U TA M A FOTO:MUJIYANTO Sumber Daya Air di Jawa Habis Kering, Datanglah Banjir B Kondisi lingkungan erita kekeringan hampir setiap ga lainnya. Jangan ditanya soal air un- hari menghiasi media massa ce- tuk kebutuhan mandi, cuci, dan kakus, di Indonesia terdegradasi tak dan elektronik akhir-akhir mungkin tak ada. cukup parah. ini. Begitu sulitnya masyarakat me- Kondisi ini hampir terjadi di seluruh Suatu saat kekeringan menuhi kebutuhan air untuk kehidupan wilayah Pulau Jawa. Sejauh mata me- datang, di saat lain banjir mereka sehari-hari, bahkan untuk mi- mandang, wilayah di pinggiran jalur melanda. num sekalipun. Mereka rela berjalan utama Pulau Jawa terlihat kering keron-Padahal kejadian itu seha- berkilo-kilo meter hanya untuk mencari tang. Daun-daun dahan berguguran. seteguk air buat minum dan memasak. Hutan jati bak tiang-tiang pancang.rusnya bisa diprediksikan. Itupun belum tentu kualitasnya meme- Rumput-rumput meranggas. Sebagian Akankah ini terus nuhi syarat. Jumlahnya pun sangat ter- terlihat bekas terbakar. Tanah-tanah terulang? batas karena harus berbagi dengan war- pertanian retak-retak. Lahan-lahan per- Percik Oktober 2006 3
  5. 5. L A P O R A N U TA M Atanian tak bisa dimanfaatkan. Panen Tabel 1.pun tak datang. Kabupaten/Kota di Pulau Jawa yang mengalami Defisit Tinggi Kekeringan tidak hanya melanda wi- No. Kabupaten / Kota Wilayah Sungai Jumlah Bulan Defisit Defisit Maksimum (m³/det)layah di luar kota. Di beberapa kota pun 2003 2005 2010 2015 2020 2025 2003 2005 2010 2015 2020 2025air sulit didapatkan. Bahkan di Jakarta, I. J AWA B A R ATbeberapa saat warga sempat mengeluh. 1 Kuningan Cimanuk 87.3 % 6 6 6 6 6 7 -9.71 -9.81 -10.13 -10.52 -10.96 -11.46 Cintanduy 12.7 %Air bersih tak mengalir. Pasokan air ke 2 Cirebon Cimanuk 100.0 % 6 6 7 7 7 7 -26.75 -27.27 -28.68 -30.23 -31.94 -33.85dua perusahaan swasta di Jakarta ku- 3 Majalengka Cimanuk 93.6 % 7 7 7 7 6 6 -14.47 -14.15 -13.42 -12.77 -12.18 -11.64 Cintanduy 6.4 %rang. Akibatnya, distribusi air ke pe- 4 Indramayu Citarum 37.9 % 7 7 7 7 7 7 -48.99 -48.13 -46.11 -44.33 -42.80 -41.59langgan terganggu. Warga tak bisa ber- Cimanuk 62.1 %buat banyak. Untungnya mereka masih 5 Kota Bandung Citarum 100.0 % 6 6 7 10 11 12 -1.94 -2.16 -2.76 -3.40 -4.09 -4.86 6 Kota Cirebon Cimanuk 100.0 % 5 5 5 5 5 6 -0.61 -0.63 -0.69 -0.74 -0.81 -0.88bisa membeli air isi ulang/kemasan/air II. JAWA TENGAHkeliling untuk kebutuhan vitalnya ken- 1 Magelang Progo-Opak-Oyo 96.9 % 7 7 7 7 7 7 -25.72 -25.85 -26.20 -26.59 -27.05 -27.57 Jratun Seluna 0.4 %dati dengan harga yang lebih mahal. Ta- Serayu 2.6 %pi bagaimana nasib mereka yang miskin 2 Klaten Progo-Opak-Oyo 2.0 % 8 8 8 8 8 8 -32.57 -32.58 -32.63 -32.71 -32.83 -32.99 Bengawan Solo 98.0 %dan jauh dari jangkauan air bersih? 3 Sukoharjo Bengawan Solo 100.0 % 6 6 6 6 6 6 -16.68 -16.66 -16.64 -16.67 -16.75 -16.91 Ibarat peribahasa sudah jatuh ter- 4 Karanganyar Bengawan Solo 100.0 % 7 7 7 7 7 7 -18.52 -18.44 -18.27 -18.14 -18.04 -17.97timpa tangga, kondisi kekeringan itu 5 Sragen Jratun Seluna 25.9 % 7 7 7 7 7 7 -20.64 -20.77 -21.17 -21.66 -22.27 -23.03 Bengawan Solo 74.1 %sebentar lagi akan disambut dengan da- 6 Blora Jratun Seluna 44.7 % 6 6 6 7 7 7 -12.92 -12.94 -13.00 -13.07 -13.14 -13.22tangnya musim hujan. Bagi sebagian Bengawan Solo 55.3 % 7 Pekalongan Pemali-Comal 99.8 % 6 6 6 6 6 6 -11.45 -11.48 -11.56 -11.67 -11.80 -11.94orang, kedatangan berkah dari langit ini Serayu 0.2 %patut disambut gembira karena tanah- 8 Kota Semarang Jratun Seluna 100.0 % 6 6 6 6 6 6 -2.40 -2.58 -3.20 -4.05 -5.20 -6.76tanah akan kembali terairi. Namun bagi 9 Kota Pekalongan Pemali-Comal 100.0 % 6 6 6 6 6 7 -1.07 -1.10 -1.18 -1.27 -1.38 -1.51 10 Temanggung Jratun Seluna 41.0 % 5 5 5 5 5 6 -19.09 -19.13 -19.25 -19.37 -19.51 -19.66sebagian yang lain, hujan adalah ben- III. D I Y O G Y A K A R TAcana. Banjir akan segera tiba. Derita ke- 1 Bantul Progo-Opak-Oyo 100.0 % 7 7 7 7 7 7 -16.33 -16.37 -14.67 -16.63 -16.82 -17.07 2 Gunung Kidul Progo-Opak-Oyo 86.9 % 6 6 6 6 6 6 -5.49 -5.48 -5.47 -5.45 -5.44 -5.42kurangan air akan berganti menjadi de- Bengawan Solo 13.1 %rita karena banjir. 3 Sleman Progo-Opak-Oyo 98.3 % 7 7 7 7 7 7 -21.89 -21.95 -22.13 -22.34 -22.57 -22.84 Ironisme ini pun hampir tiap tahun Bengawan Solo 1.7 % 4 Kota Yogyakarta Progo-Opak-Oyo 100.0 % 6 6 6 5 5 5 -0.85 -0.83 -0.79 -0.75 -0.70 -0.66terjadi. Sayangnya, tindakan untuk IV. JAWA TIMURmengantisipasinya tak terlihat. Belum 1 Ponorogo K. Brantas 2.7 % 6 6 6 6 6 6 -28.93 -28.77 -28.41 -28.07 -27.76 -27.50 Bengawan Solo 97.3 %ada upaya bersama yang signifikan dan 2 Sidoarjo K. Brantas 100.0 % 6 6 6 6 6 6 -15.53 -15.82 -16.78 -18.19 -20.16 -22.89melibatkan semua stakeholder. Wal- 3 Madiun & Kota Madiun K. Brantas 12.6 % 8 8 8 8 8 8 -28.34 -28.25 -28.02 -27.79 -27.57 -27.35 Bengawan Solo 87.4 %hasil, kekeringan dan kebanjiran seolah 4 Magetan Bengawan Solo 100.0 % 7 7 7 7 7 7 -32.62 -32.87 -33.52 -34.19 -34.87 -35.56menjadi sebuah rutinitas yang harus 5 Ngawi Jratun Seluna 0.1 % 7 7 7 7 7 7 -42.28 -43.77 -47.73 -52.03 -56.69 -61.77diterima oleh rakyat jelata. Bengawan Solo 99.9 % 6 Bojonegoro K. Brantas 0.9 % 6 6 6 6 6 6 -25.46 -25.51 -25.68 -25.89 -26.16 -26.51 Bengawan Solo 99.1 %Kekeringan Tahunan 7 Tuban Bengawan Solo 100.0 % 6 6 6 6 6 6 -26.87 -26.46 -25.47 -24.54 -23.65 -22.82 8 Lamongan K. Brantas 2.4 % 7 7 7 7 7 7 -56.23 -55.62 -54.20 -52.95 -51.90 -51.09 Kekeringan yang melanda wilayah Bengawan Solo 97.6 %Jawa sebenarnya bukan sesuatu yang 9 Bangkalan Madura 100.0 % 8 8 8 8 8 8 -12.08 -12.11 -12.23 -12.38 -12.58 -12.81datang dengan tiba-tiba. Artinya, jauh- 10 Pamekasan Madura 100.0 % 6 6 6 6 6 6 -13.07 -13.04 -12.98 -12.94 -12.90 -12.88 11 Sumenep Madura 100.0 % 7 7 7 7 7 7 -16.52 -16.35 -15.95 -15.57 -15.21 -14.88jauh hari keadaan itu bisa diprediksi. 12 Sampang Madura 100.0 % 5 6 7 7 7 7 -10.42 -10.77 -11.81 -13.13 -14.80 -16.90Perhitungan analisa neraca air atau ke- V. J A B O D E TA B E K 1 DKI Jakarta Ciliwung-Cisadane 100.0 % N/A N/A N/A N/A N/A N/A -0.2 -1.5 -4.9 -8.7 -13.1 -18.0seimbangan air yang membandingkan 2 Bogor & Depok & Kota Bogor Ciujung-Climan 2.9 % N/A N/A N/A N/A N/A N/A -2.0 -2.6 -4.5 -7.1 -10.5 -15.0antara kebutuhan dan ketersediaan air Cisadea-Cikuningan 0.2 %yang dilakukan oleh Direktorat Citarum 9.4 % Ciliwung-Cisadane 87.4 %Pengairan dan Irigasi Bappenas pada 3 Tangerang & Kota Tangerang Ciliwung-Cisadane 100.0 % N/A N/A N/A N/A N/A N/A -3.9 -4.5 -6.6 -9.2 -12.7 -17.32005, menunjukkan bahwa berdasar- 4 Bekasi & Kota Bekasi Ciliwung-Cisadane 64.5 % N/A N/A N/A N/A N/A N/A - - - - - -3.2 Citarum 35.5 %kan data tahun 2003, sekitar 77 persen 5 Serang & Kota Cilegon Ciujung-Ciliman 90.2 % N/A N/A N/A N/A N/A N/A - - - -0.9 -4.0 -8.3wilayah di luar Jabodetabek mengalami Ciliwung-Cisadane 9.8 % 6 Karawang & Purwakarta Citarum 100.0 % N/A N/A N/A N/A N/A N/Adefisit air antara satu sampai delapan - - - - - -2.2 N/A: data tidak tersedia Sumber: Hasil Analisis Dit. Pengairan & Irigasi, Bappenas4 Percik Oktober 2006
  6. 6. L A P O R A N U TA M A Gambar 1 bulan. Sedangkan di wilayah Jabodeta- Proyeksi Neraca Air Kabupaten/Kota bek hanya 50 persen yang defisit. di Jawa dan Madura Angka itu didapatkan dengan mem- perhitungkan faktor ketersediaan air dari daerah aliran sungai (yang merupa- kan ketersediaan air permukaan) dan kebutuhan air dari tiap daerah (meliputi kebutuhan air untuk domestik, perkota- an, industri, perikanan, peternakan dan irigasi). Data neraca air tahun 2003 menun- jukkan total kebutuhan air di Pulau Ja- wa dan Bali sebesar 38,4 miliar meter kubik pada musim kemarau. Kebutuhan itu dapat dipenuhi sekitar 25,3 miliar kubik atau sekitar 66 persen. Defisit ini diperkirakan akan semakin tinggi pada tahun 2020 mengingat jumlah pendu- duk bertambah dan aktivitas perekono- mian meningkat. Secara umum kondisi kekeringan ini disebabkan tiga faktor yakni perubahan iklim global seperti hujan dan keke- ringan terjadi di luar bulan-bulan bia- sanya disertai perubahan iklim lainnya, faktor lingkungan, dan manajemen dan infrastruktur sumber daya air. Secara khusus, penyebab kekeringan di luar faktor iklim global antara lain: 1. Kerusakan catchment area sehingga mengancam keberlanjutan daya du- kung sumber daya air; 2. Penurunan kinerja infrastruktur sumber daya air; 3. Eksploitasi air tanah yang berlebi- han mengakibatkan penurunan mu- ka air tanah, land subsidence, dan intrusi air laut; 4. Rendahnya kualitas pengelolaan hidrologi; Kondisi neraca air diklasifikasikan menjadi empat yaitu normal, defisit rendah, defisit sedang, dan defisit ting- gi. Kondisi normal menunjukkan tidak terjadi defisit sepanjang tahun. Jika jumlah bulan defisit mencapai tiga Sumber : Hasil Analisis bulan maka ini diklasifikasikan sebagai defisit rendah. Empat hingga enam= Normal = Defisit Rendah bulan defisit diklasifikasikan menjadi= Tidak Defisit = Defisit Sedang defisit sedang. Dan lebih dari enam Percik Oktober 2006 5
  7. 7. L A P O R A N U TA M A Tabel 2 Kabupaten/Kota di Pulau Jawa yang mengalami Defisit Air Minum tanian. Namun bagi beberapa daerah, No. Kabupaten / Kota Wilayah Sungai Defisit Maksimum (m³/det) hujan dikhawatirkan akan menyebab- 2003 2005 2010 2015 2020 2025 kan banjir. Kekhawatiran ini muncul I. JAWA BARAT 1 Kuningan Cimanuk 87.3 % -0.51 -0.54 -0.64 -0.74 -0.85 -0.96 terutama di daerah yang biasa menga- Cintanduy 12.7 % 2 Cirebon Cimanuk 100.0 % -1.67 -1.75 -1.98 -2.22 -2.49 -2.78 lami banjir secara periodik alias lang- 3 Majalengka Cimanuk 93.6 % -0.47 -0.50 -0.55 -0.61 -0.67 -0.73 Cintanduy 6.4 % ganan. 4 Indramayu Citarum 37.9 % -0.17 -0.23 -0.39 -0.57 -0.75 -0.95 Cimanuk 62.1 % Faktor penyebab terjadinya banjir 5 Kota Bandung Citarum 100.0 % - - - - -0.27 -0.78 6 Kota Cirebon Cimanuk 100.0 % -0.38 -0.40 -0.44 -0.48 -0.53 -0.58 berbeda-beda di setiap wilayah. Be- II. 1 JAWA TENGAH Magelang Progo-Opak-Oyo 96.9 % - - -0.09 -0.35 -0.63 -0.94 berapa penyebab utama terjadinya ban- Jratun Seluna 0.4 % jir antara lain pendangkalan/agradasi Serayu 2.6 % 2 Klaten Progo-Opak-Oyo 2.0 % -1.43 -1.42 -1.39 -1.36 -1.33 -1.30 dasar sungai (sedimentasi), luapan air Bengawan Solo 98.0 % 3 Sragen Jratun Seluna 25.9 % - - - - -0.30 -0.83 sungai melalui tanggul, saluran draina- Bengawan Solo 74.1 % 4 Kota Semarang Jratun Seluna 100.0 % - - -0.11 -0.55 -1.06 -1.63 se kurang baik, efek backwater, dan III. DI YOGYAKARTA 1 Bantul Progo-Opak-Oyo 100.0 % -0.08 -0.11 -0.18 -0.26 -0.34 -0.43 pintu pengendali banjir tak berfungsi. 2 Sleman Progo-Opak-Oyo 98.3 % - - -0.05 -0.19 -0.35 -0.52 Hampir semua aliran sungai di Jawa Bengawan Solo 1.7 % 3 Kota Yogyakarta Progo-Opak-Oyo 100.0 % -0.52 -0.51 -0.47 -0.44 -0.41 -0.38 membawa sedimen dalam jumlah besar IV. JAWA TIMUR 1 Bangkalan Madura 100.0 % -0.54 -0.56 -0.64 -0.72 -0.81 -0.90 dari hulu dan mengikis lahan di sepan- 2 Pamekasan Madura 100.0 % -0.47 -0.50 -0.56 -0.62 -0.69 -0.77 3 Sumenep Madura 100.0 % -0.69 -0.70 -0.75 -0.81 -0.86 -0.92 jang daerah aliran sampai ke muara. 4 Sampang Madura 100.0 % -0.24 -0.28 -0.38 -0.49 -0.61 -0.75 V. JABODETABEK Akibatnya muncul endapat di daerah 1 Bogor & Depok & Kota Bogor Ciujung-Climan 2.9 % - - - - - -2.6 Cisadea-Cikuningan 0.2 % muara. Sedimentasi tersebut menye- Citarum 9.4 % Ciliwung-Cisadane 87.4 % babkan kapasitas tampungan sungai men- 2 Tangerang & Kota Tangerang Ciliwung-Cisadane 100.0 % - - - - -0.2 -3.5 jadi berkurang. Di samping itu, penam- Sumber: Hasil Analisis Dit. Pengairan & Irigasi, Bappenas bangan pasir terjadi di sungai-sangat besarbulan defisit diklasifikasikan sebagai defisit Jawa sebenarnya masih menyimpan sehingga pada beberapa tempat menga-tinggi. Tabel 1 menunjukkan daerah de- potensi air tanah. Ini karena Pulau Jawa lami degradasi dasar sungai.ngan defisit tinggi. memiliki cekungan air tanah. Paling tidak Debit air yang besar akibatnya tak Jika kondisi ini dibiarkan, artinya ada 80 cekungan yang tersebar sepanjang bisa ditampung oleh badan-badan air ditanpa ada intervensi infrastruktur, di- Jawa dan Madura. Air tanah yang ada daerah pantai/muara. Air kemudianperkirakan kondisi neraca air defisit ini belum semuanya termanfaatkan. Kalau mengalir ke samping melewati tanggulakan meningkat. Beberapa kabupa- pun ada yang sudah dimanfaatkan seperti sehingga menggenangi lahan pertanianten/kota pada tahun 2010 diperkirakan di kota-kota besar, cara pemanfaatannya dan daerah-daerah yang relatif datar.akan mengalami defisit yang semakin pun tak terkendali. Akibatnya muncul Tanggul-tanggul sungai di hulu dapatmembesar, antara lain Kabupaten Ngawi masalah baru seperti penurunan muka air mengurangi banjir yang terjadi di dae-di wilayah sungai (WS) Bengawan Solo dan tanah (Bandung, Jakarta, dan Semarang), rah hulu, tetapi justru menyebabkanKota Surabaya di WS Brantas. Proyeksi penurunan kualitas air tanah (Bandung bertambah luasnya area yang terkenakondisi neraca air di Jawa dan Madura dan Semarang), penyebaran air payau/ banjir di daerah hilir. Kondisi ituditunjukkan pada gambar 1. asin (Jakarta dan Semarang), dan pe- bertambah buruk ketika saluran drai- Kondisi neraca air yang defisit akan nurunan muka tanah (Bandung, Jakarta, nase tidak berfungsi dengan baik. Be-berpengaruh terhadap ketersediaan air. dan Semarang). lum lagi ada efek backwater yang terja-Yang paling terkena dampak kekeringan Potensi air tanah yang ada cukup be- di di bagian hulu karena perubahanini yaitu pertanian, industri, perkotaan, air sar. Tabel 3 s/d 8 menunjukkan potensi air arus air di bagian hilir. Arus air yangminum, dan lainnya. Namun dari sektor- tanah berdasarkan wilayah administrasi. berbalik ini -- karena pertemuan antarasektor itu air minum mendapat prioritas anak sungai dan sungai utama, pemben-penanganan karena menyangkut kebu- Banjir Mengancam dungan, dan penyempitan -- akan me-tuhan vital manusia. Tabel 2 menunjukkan Bulan-bulan ini hujan diperkirakan nyebabkan banjir tak dapat dihindari.daerah yang mengalami defisit air minum akan turun. Guyuran hujan akan Banjir juga terjadi karena area tang-dan prediksi hingga tahun 2025. menghidupkan kembali tanah-tanah kapan air (catchment area) lenyap. yang kering. Roda ekonomi akan Penggundulan hutan dan pola tanamKondisi Air Tanah berputar kembali setelah berhenti be- yang salah ikut andil di dalamnya. Kendati mengalami kekeringan, Pulau berapa saat, khususnya di sektor per- Akibat tidak ada catchment area, air 6 Percik Oktober 2006
  8. 8. L A P O R A N U TA M A Tabel 3. Tabel 6. Potensi Air Tanah di Propinsi Banten Potensi Air Tanah di Propinsi Jawa Tengah Potensi Air Tanah Potensi Air Tanah No Kabupaten No Kabupaten (juta m3/tahun) (m3/detik) (juta m3/tahun) (m3/detik) 1 Pandeglang 1.112,34 35,27 1 Cilacap 131,75 4,18 2 Lebak 345,40 10,95 2 Banyumas 242,94 7,70 3 Tangerang 451,23 14,31 3 Purbalingga 160,41 5,09 4 Banjarnegara 302,72 9,60 4 Serang 631,35 20,02 5 Kebumen 124,18 3,94 5 Kota Tangerang 101,09 3,21 6 Purworejo 58,21 1,85 6 Kota Cilegon 54,65 1,73 7 Wonosobo 220,69 7,00Sumber: hasil analisis Tim Dinamaritama. 8 Magelang 560,79 17,78 Tabel 4. 9 Boyolali 245,06 7,77 Potensi Air Tanah di Propinsi DKI Jakarta 10 Klaten 227,35 7,21 Potensi Air Tanah 11 Sukoharjo 163,76 5,19 No Kabupaten (juta m3/tahun) (m3/detik) 12 Wonogiri 348,72 11,06 1 Jakarta Selatan 89,95 2,85 13 Karanganyar 282,55 8,96 2 Jakarta Timur 111,36 3,53 14 Sragen 224,62 7,12 30,75 0,97 15 Grobogan 342,69 10,87 3 Jakarta Pusat 16 Blora 38,67 1,23 4 Jakarta Barat 72,77 2,31 17 Rembang 105,64 3,35 5 Jakarta Utara 79,28 2,51 18 Pati 329,50 10,45Sumber: hasil analisis Tim Dinamaritama. 19 Kudus 144,86 4,59 Tabel 5. Potensi Air Tanah di Propinsi Jawa Barat 20 Jepara 326,67 10,36 21 Demak 380,72 12,07 Potensi Air Tanah No Kabupaten 22 Semarang 242,80 7,70 (juta m3/tahun) (m3/detik) 23 Temanggung 407,06 12,91 1 Bogor 1.122,29 35,59 24 Kendal 288,19 9,14 2 Sukabumi 1.034,35 32,80 25 Batang 337,67 10,71 3 Cianjur 849,96 26,95 26 Pekalongan 352,16 11,17 4 Bandung 1.514,95 48,04 27 Pemalang 301,48 9,56 5 Garut 1.528,81 48,48 28 Tegal 197,20 6,25 6 Tasikmalaya 771,38 24,46 29 Brebes 250,40 7,94 7 Ciamis 907,64 28,78 30 Kota Magelang 5,14 0,16 391,62 12,42 31 Kota Surakarta 29,44 0,93 8 Kuningan 32 Kota Salatiga 12,64 0,40 9 Cirebon 342,94 10,87 33 Kota Semarang 146,23 4,64 10 Majalengka 781,67 24,79 34 Kota Pekalongan 32,95 1,04 11 Sumedang 883,07 28,00 35 Kota Tegal 6,68 0,21 12 Indramayu 731,53 23,20 Sumber: hasil analisis Tim Dinamaritama. 13 Subang 707,25 22,43 14 Purwakarta 253,83 8,05 Tabel 7. 15 Karawang 638,68 20,25 Potensi Air Tanah di Propinsi DIY 16 Bekasi 482,66 15,31 Potensi Air Tanah No Kabupaten 17 Kota Bogor 87,72 2,78 (juta m3/tahun) (m3/detik) 18 Kota Sukabumi 32,82 1,04 1 Kulonprogo 59,75 1,89 19 Kota Bandung 80,76 2,56 2 Bantul 167,08 5,30 20 Kota Cirebon 10,48 0,33 3 Gunungkidul 297,79 9,44 21 Kota Bekasi 119,63 3,79 4 Sleman 311,88 9,89 22 Kota Depok 124,70 3,95 5 Kota Yogyakarta 19,41 0,62Sumber: hasil analisis Tim Dinamaritama. Sumber: hasil analisis Tim Dinamaritama. Percik Oktober 2006 7
  9. 9. L A P O R A N U TA M A Tabel 8 Potensi Air Tanah di Propinsi Jawa Timur Potensi Air Tanah No Kabupaten (juta m3/tahun) (m3/detik) 1 Pacitan 65,71 2,08 2 Ponorogo 421,73 13,37 3 Trenggalek 10,70 0,34 4 Tulungagung 315,34 10,00 5 Blitar 460,27 14,60 6 Kediri 595,20 18,87 7 Malang 1.178,00 37,35 8 Lumajang 1.088,80 34,53 9 Jember Gambar 2. Lokasi Rawan Banjir di Pulau Jawa 1.695,89 53,78 10 Banyuwangi 1.642,60 52,09 11 Bondowoso 1.034,75 32,81 utara dan pantai sela- magnitude (besaran) dan frekuensi 12 Situbondo 1.170,37 37,11 tan, wilayah cekungan, banjir yang terjadi. Musim banjir pun 13 Probolinggo 833,08 26,42 serta kota-kota besar. selalu datang. 14 Pasuruan 615,85 19,53 Pada tahun 2002, ter- 15 Sidoarjo 264,09 8,37 jadi 72 kejadian banjir Tantangan ke Depan 16 Mojokerto 360,32 11,43 yang menggenangi se- Kebutuhan air untuk rumah tangga, 17 Jombang 380,47 12,06 kitar 81,9 ribu hektar perkotaan, industri, dan pertanian se- 18 Nganjuk 454,63 14,42 wilayah permukiman makin hari semakin meningkat seiring 19 Madiun 441,68 14,01 dan pertanian. Jumlah pertambahan penduduk dan peningkat- 20 Magetan 288,28 9,14 ini meningkat menjadi an aktifitas perekonomian. Di sisi lain 21 Ngawi 441,29 13,99 22 Bojonegoro 104 kejadian pada telah terjadi perubahan tata guna lahan 254,97 8,09 23 Tuban 320,71 10,17 tahun 2003 yang me- yang menyebabkan perubahan perilaku 24 Lamongan 319,06 10,12 nggenangi sekitar 91,1 hidrologis sehingga mempengaruhi pola 25 Gresik 233,58 7,41 ribu hektar. Sebaran ketersediaan air. Kondisi ini semakin 26 Bangkalan 191,21 6,06 wilayah rawan banjir di diperparah oleh menurunnya daya du- 27 Sampang 154,55 4,90 Pulau Jawa dapat dili- kung lingkungan akibat kerusakan 28 Pamekasan 115,55 3,66 hat pada Gambar 2. catchment area. Bisa diduga, kekering- 29 Sumenep 193,59 6,14 Sistem pengenda- an dan kebanjiran akan silih berganti 30 Kota Kediri 26,44 0,84 lian bahaya banjir me- datang. Tidak itu saja, beberapa kabu- 31 Kota Blitar 14,20 0,45 lalui pendekatan infra- paten/kota bahkan telah menyalakan 32 Kota Malang 28,52 0,90 struktur telah berlang- lampu merah untuk memenuhi kebu- 33 Kota Probolinggo 23,87 0,76 34 Kota Pasuruan sung lama. Lihat saja tuhan warganya. 16,43 0,52 35 Kota Mojokerto 6,80 0,22 ada North Java Flood Mau tidak mau, penanganan kabu- 36 Kota Madiun 12,23 0,39 Control Project dan paten/kota yang telah mengalami krisis 37 Kota Surabaya 114,39 3,63 South Java Flood Con- penyediaan air minum melalui inter-Sumber: hasil analisis Tim Dinamaritama. trol Project di Jawa vensi infrastruktur dan kegiatan terkait, Tengah, Citarum Flood harus mendapat prioritas. Selain itu,dengan mudah mengalir ke sungai. Control Project di Bandung Selatan, perlu penyesuaian kembali alokasi airKondisi ini makin diperparah dengan Ciliwung Cisadane River Flood Control antarjenis kebutuhan, khususnya untukpenebingan sungai dan karakter sungai Project dan pembangunan Banjir Kanal irigasi di Pulau Jawa. Tentu ini bukanyang curam sehingga air mengalir begi- Timur (BKT) di Jakarta, juga ada pro- hal yang mudah. Perlu ada kajian men-tu deras menuju hilir. Padahal daya yek pengembangan perkotaan seperti dalam. Lebih dari itu, penanganan sum-tampung hilir, seperti Jakarta, Sema- Bandung Urban Development Project ber daya air di Jawa memerlukan siner-rang, dan kota-kota besar tak memadai. (BUDP) dan Surabaya Urban Deve- gi dan integrasi.Banjir tak dapat ditolak. lopment Project (SUDP). Namun, laju Direktorat Pengairan dan Irigasi Berdasarkan data Departemen Pe- pembangunan infrastruktur pengendali Bappenas, mengusulkan program pe-kerjaan Umum, banjir di Pulau Jawa se- banjir yang membutuhkan biaya besar ngelolaan sumber daya air di Pulau Ja-bagian besar terjadi di wilayah pantai tersebut tidak mampu mengantisipasi wa berdasarkan prioritas penanganan 8 Percik Oktober 2006
  10. 10. L A P O R A N U TA M Asegera (jangka pendek), jangka mene- 2. Pengendalian dan penataan penam- 1. Perumusan kebijakan dan strategingah, dan jangka panjang. bangan Galian C di badan sungai; implementasi strategi makro secara Penanganan jangka pendek yang 3. Pengembangan industri hasil hutan terintegrasi yang bersifat lintas sek-perlu segera dilakukan yaitu: dan pertanian di tingkat lokal; tor dan lintas wilayah; 1. Rehabilitasi lahan dan konservasi 4. Pengembangan rencana rehabilitasi 2. Penyusunan skenario pembiayaansumber daya air, antara lain melalui: (a) lahan berbasis teknologi informasi; dari berbagai sumber yang dalamreboisasi lahan kritis yang melibatkan 5. Peningkatan fasilitasi desain infra- jangka panjang menitikberatkanmasyarakat melalui penanaman tana- struktur sederhana tingkat lokal; pada sumber-sumber dana langsungman produktif; (b) penurunan laju sedi- dan dari masyarakat; danmentasi melalui rehabilitasi dan stabili- 6. Penyusunan basis data dan infor- 3. Pengembangan operasi dan pemeli-sasi tebing sungai; (c) mengurangi peri- masi banjir dan kekeringan di Pulau haraan infrastruktur berbasis ma-ode genangan untuk meningkatkan Jawa termasuk konsep pengelolaan syarakat.efisiensi penggunaan air irigasi; dan (d) data yang berkelanjutan. Program itu akan berjalan denganpengelolaan banjir (flood management) Prioritas jangka panjang mencakup baik bila didukung komitmen yang kuatyang terintegrasi dengan rehabilitasi perencanaan penanganan banjir dan dari semua stakeholder. Kalau tidak,lahan. kekeringan secara berkelanjutan, antara kondisi Indonesia akan bertambah 2. Upaya penyadaran masyarakat lain: buruk. Sekarang terserah kita. MJtentang penanggulangan banjir dankekeringan, antara lain melalui: (a)penyadaran masyarakat tentang pe-nanggulangan banjir dan kekeringan; Panen Hujan(b) peningkatan kesiagaan masyarakatmenghadapi banjir dan kekeringan; (c) ala Gunung Kidulkampanye hemat air; (d) pengembang-an sistem peringatan dini banjir; (e)Pengembangan institusi pengelola sum- D esa Bunder, Kecamatan Patok, Kabupaten Gunung Kidul, DIY tergolong daerah kering. Lahan di sehingga persoalan bercocok tanam berbagai jenis tanaman tersele- saikan.ber daya air; (f) peningkatan sumber daerah ini hampir sepanjang tahun Teknik penampungan air ini selaindaya manusia dalam pengelolaan sum- hanya ditanami singkong. Namun se- mengumpulkan air juga berfungsiber daya air; (g) penanganan konflik pe- jak desa itu menjadi lokasi proyek menurunkan kecepatan aliran per-manfaatan air melalui peningkatan ma- percontohan pengembangan teknolo- mukaan, mengurangi volume air yangnajemen sumber daya air; (h) pence- gi panen hujan dan aliran permuka- mengalir, dan menyimpannya untukgahan alih fungsi lahan melalui pembe- an, lahan singkong itu telah menjadi keperluan musim kemarau.rian insentif dan sertifikasi; serta (i) lahan padi. Teknologi penampung air hujanpeningkatan peran lembaga rehabilitasi Teknologi yang diterapkan cu- dan aliran permukaan seperti ini ide-lahan dan konservasi air. kup sederhana yakni menampung al diterapkan di kawasan Puncak mi- 3. Intervensi infrastruktur pada lo- air hujan dan aliran permukaan (air salnya, guna menahan laju aliran dankasi-lokasi mendesak dan prioritas, me- yang mengalir di permukaan tanah) mengurangi volume air yang meng-lalui: (a) Pembangunan waduk, em- pada jaringan hidrologi di sebuah alir. Usaha lahan kering di berbagaibung, dan lumbung air pada daerah de- penampungan dengan ukuran pan- daerah yang memiliki defisit air punfisit air dan rawan banjir; dan (b) Pe- jang 20 meter, lebar 5 meter, dan bisa dibantu dengan model ini. Laginetapan daerah rawan banjir dan penyi- kedalaman sekitar 3 meter. Waduk pula dananya tak sebesar memba-apan fasilitasnya. kecil ini mampu menampung aliran ngun waduk/bendungan. Prioritas menengah diperlukan permukaan kurang lebih 300 meter Waduk kecil ini bisa dibuat ribuanuntuk menjaga kesinambungan pro- kubik. di sepanjang Kali Ciliwung dan kali-gram-program pada prioritas segera, Air ini dipergunakan untuk ber- kali lainnya mulai dari hulu hinggaantara lain: bagai keperluan. Di desa ini, air itu hilir. Bila ini dilakukan, dampaknya 1. Peningkatan efisiensi penggunaan terutama untuk mengairi sawah. Air akan luar biasa. Produksi pertanian air pada daerah yang berpotensi ini tidak hanya tersedia pada musim akan naik. Kekeringan dan kebanjir- defisit air tinggi antara lain melalui hujan, tapi juga di musim kering an sekaligus teratasi. MJ rehabilitasi jaringan irigasi dan alokasi air yang efisien; Percik Oktober 2006 9
  11. 11. WAWA N C A R A Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah, Depdagri, H Syamsul Arief Rivai: Anggarkan Air Bersih untuk Desa! FOTO:MUJIYANTO Itu ada hubungannya dengan ke- Sejak era otonomi daerah, geliat pembangunan seolah berpin- mampuan daerah membaca visi nasio- dah ke daerah. Dengan sumber daya yang dimilikinya, daerah nal dan visi propinsi. Mestinya visi berlomba membangun daerahnya. Terkadang, begitu asyiknya nasional turun menjadi visi propinsi. mereka dengan daerahnya, pemerintah daerah lupa menyesuaikan Visi propinsi kemudian turun menjadi visi dan misi pembangunannya dengan visi dan misi pembangunan visi kabupaten/kota. Sehingga kalau se- nasional. Akibatnya, seolah-olah pembangunan di daerah berjalan luruh visi ini mencapai sasarannya, ma- maunya pemda sendiri. ka kita berharap akan terbangun visi Dampak dari perilaku tersebut yakni pembangunan yang tidak propinsi dan nasional. Nah, sebagian terarah secara nasional. Sektor-sektor yang seharusnya menjadi pri- besar daerah belum bisa mengait-kait- oritas bersama diabaikan hanya gara-gara itu tidak berdampak kan antara propinsi dan nasional. Aki- langsung bagi pendapatan daerah. Kondisi ini tidak menguntungkan masyarakat, sebaliknya hanya menjadi batnya, kadang-kadang sudah banyak ambisi para kepala daerah. Sektor air minum dan penyehatan lingkungan pun jadi korban. Apresiasi pemerin- yang dilakukan oleh daerah itu, tapi tah daerah terhadap bidang ini masih kurang. Bagaimana sebenarnya ini bisa terjadi? Untuk menjawabnya, secara tidak langsung belum mendu- Percik mewawancarai Dirjen Bina Pembangunan Daerah. Berikut petikannya. kung visi propinsi dan nasional. Karena alasan misalnya saya kan otonom. Ya. Kamu otonom dalam bingkai NegaraB agaimana kondisi pembangun- an daerah secara umum? Visi pembangunan daerah sekarang ikuti paradigma ini? Seyogyanya ya. Sebagian besar dae- rah itu sudah bermain sesuai itu. Me- kesatuan. Pencapaian tujuan daerah itu dalam rangka mencapai tujuan nasio- nal. Sistem seperti itu yang harus di-itu merupakan bagian dari paradigma reka sudah mengurus dirinya dengan tumbuhkembangkan.nasional. Paradigma pembangunan na- sangat optimal. Semuanya sudah tahu.sional ini adalah dengan lahirnya UU UU No. 32 ini kan baru tahun 2004. Artinya daerah masih memilikiPemerintahan Daerah No. 32, maka se- Tapi sebenarnya lebih awal UU No 22 egositas tersendiri?bagian besar kewenangan pemerintah tahun 1999 telah memberikan kewe- Ya. Dengan alasan otonom dan sum-pusat sudah diberikan ke daerah. Maka nangan itu. Sejak terjadi perubahan re- ber daya, perkembangan sosial politikdaerah mendapatkan kesempatan ber- formasi pemerintahan dari UU 574 ke kemasyarakatan, dan dengan alasan visiperan lebih besar terutama untuk mela- UU 22 itu sebenarnya penyambungan dan misi daerah sekarang ini amat di-kukan pembangunan yang tujuannya saja. Jadi UU 22 itu sudah berlangsung tentukan oleh visi dan misi bupati se-menyejahterakan rakyat dan membe- tujuh tahun bahwa kewenangan selu- suai dengan hasil pilkada. Karena visirikan pelayanan yang terbaik. Karena ruhnya diberikan kepada daerah kecuali dan misi bupati itulah yang menjadiitu inisiatif, kreasi memang harus tum- kewenangan yang bersifat mutlak dari RPJMD. Tidak semua bupati yang ter-buh di daerah. Makanya istilah pemba- pemerintah pusat. Daerah sudah ber- pilih bisa memahami secara utuh apangunan daerah kita ubah paradigmanya main itu sekarang. Masalahnya adalah yang menjadi sumber daya kabupaten.menjadi daerah membangun. Daerah pencapaian dari daerah ini perlu digi- Pendekatannya lebih banyak padamembangun lebih bersifat mereka sen- ring satu visi dan misi yang membangun bagaimana you memilih saya. Tetapidirilah yang memikirkan apa yang akan visi dan misi kabinet Indonesia Bersatu. pemahaman terhadap kabupaten/kotadirencanakan, dibutuhkan, dan dilaksa- Dia sebenarnya merupakan subsistem secara detil lemah karena mereka lebihnakan sampai dibangun oleh daerah pembangunan nasional. Ini yang menu- banyak outsider, orang dari luar. Na-sendiri dengan caranya sendiri dalam rut hemat saya masih perlu didorong. mun, itu pada saat awal, seperti ini bisaupaya menyejahterakan rakyatnya. Itu dipahami. Pada masa-masa yang akaninti dari paradigma sekarang ini. Apa persoalannya sehingga datang, calon bupati itu harus tahu per- daerah belum berjalan searah de- sis daerahnya sehingga bisa menum- Apakah daerah sudah meng- ngan pusat? buhkembangkan daerah. Bayangkan10 Percik Oktober 2006
  12. 12. WAWA N C A R A FOTO:DPR.GO.IDsekarang orang Jakarta jadi bupati Tu-lungagung, apa yang dia tahu di sanakecuali dari dokumen, angka dan seba-gainya. Itu tidak cukup kalau dia tidaktahu kondisi sosial kemasyarakatan. La-hirlah visinya. Rakyat memilih dan diamemenangkannya. Itulah yang kemudi-an menjadi RPJMD. Apakah itu cocok,belum tahu kita. Apakah dia juga me-neliti visi propinsi sebelumnya? Belumtentu, sehingga tidak nyambung. Seharusnya visi dan misi dae-rah itu seperti apa agar memilikikesinambungan? Pertama haruslah merupakan ba-gian dari visi dan misi nasional. Walau- DPR harus menyesuaikan visi daerah dengan visi nasional.pun ada spesifikasi sesuai kondisi dae-rah masing-masing. Katakanlah kalau menunggu PP lama, maka kita menge- dap hal ini?daerah itu pantai, maka visinya daerah luarkan surat edaran Mendagri tentang Kesadaran rakyat di daerah terha-pantai. Tapi kalau visi ini ditarik pasti penyusunan RPJMP daerah. Jadi visi dap air bersih itu yang perlu diting-mendukung visi nasional mengurangi dan misi bupati itu harus diikat dengan katkan. Kita punya program AMPL yangkemiskinan. Kalau dulu ada yang nama- peraturan daerah supaya jangan dia memberikan perhatian khusus terhadapnya sistem perencanaan pembangunan janji-janji pada kampanye satu atau kebutuhan air bersih. Bahkan tahunnasional. Sebenarnya ini bisa dijadikan dua, tapi setelah jadi lupa janjinya. Ini 2015, 80 persen penduduk di duniamekanisme. Kita kan ada rakorbang. agar rakyat bisa memiliki mekanisme harus mengonsumsi air bersih. Perso-Dimulai dari tingkat desa dulu, bottom kalau bupati melanggar janjinya. Rakyat alannya sekarang, di daerah rakyat asalup, kemudian ke kecamatan, terus ke bisa bilang bupati melanggar Perda. minum. Pokoknya air itu karena keli-kabupaten, propinsi. Mestinya memba- hatan jernih dianggap bersih. Padahalngun visi harus belajar dari mekanisme Jadi selama ini belum ada belum tentu sehat. Nah makanya perluini. Baru bisa nyambung. ikatan yang bersifat hierarki? ditumbuhkan kesadaran akan penting- Belum. Di dalam peraturan pe- nya air yang bersih dan sehat. Yang ke- Bagaimana upaya Bangda merintah itulah kita harapkan. Dan itu dua, yang di kota agak lumayan karenamembina daerah menuju ke arah maunya undang-undang No. 32. ada PDAM. Masalahnya, PDAM ituyang diharapkan? dikelola secara tidak profesional se- Kita sekarang lagi mempersiapkan Apakah itu tidak membatasi hingga 80 persen PDAM itu merugi. Iturancangan peraturan pemerintah ten- ruang gerak dari daerah? bagaimana? Tetapi air bersih itu meru-tang perencanaan pembangunan dae- Tidak. Karena begini, yang dipilih pakan suatu yang sangat vital karena dirah. Kita harapkan secara bottom up daerah berupa visi dan misi itu adalah situlah sumber energi sekaligus bisasemua harus terkait. Mulai dari rencana dasar penyusunan kebijakan. Dia menjadi sumber penyakit kalau kitapembangunan tingkat perdesaan, keca- menyusun visi dan misi berdasarkan tidak jaga. Apalagi musim kering se-matan, kabupaten/kota, propinsi, sam- data, tidak berdasarkan khayalan. Ha- karang ini di mana-mana orang mene-pai ke tingkat nasional. Bolehlah tiap rus hasil penelitian. Jadi tidak akan riakkan kebutuhan air. Bagaimana pe-desa punya visi. Tapi ada kegiatan di mungkin membatasi kalau memiliki da- merintah daerah menyiapkan itu. Sayadesa yang merupakan bagian dari ta dan pengetahuan yang cukup menge- melihat di RAPBD, daerah terlalu per-tujuan kecamatan dan seterusnya. Nah nai daerahnya. caya PDAM. Padahal PDAM kan hanyaitu kita susun. Mendahului itu sudah di ibukota kabupaten. Yang namanyakita membuat surat edaran menteri Kita beralih ke sektor AMPL. kecamatan itu tidak terurus. Makanyadalam negeri. Kebutuhan daerah akan Bagaimana pandangan Anda ter- kita di Bangda ini bekerja sama denganperencanaan itu harus lahir, kalau hadap kepedulian daerah terha- Care dan WASPOLA untuk memenuhi Percik Oktober 2006 11
  13. 13. WAWA N C A R Akebutuhan air bersih itu. Penduduk itu oleh banyak pemda kurang diper- Apakah kita perlu regulasiyang tinggal di luar ibukota kabupaten hatikan. Usaha kita memberi contoh. untuk menjaga lingkungan kita?itu jauh lebih banyak. Mereka memper- WSLIC itu adalah proyek contoh bagai- Itu pasti. Karena air ada hubungan-oleh air dari sungai atau sumur, yang mana mengelola air bersih dan penye- nya lingkungan terutama hutan, maka se-mereka semua tidak memiliki pengeta- hatan lingkungan. karang ini kencang sekali rambu-rambu-huan. Misalnya asin-asin sedikit minum nya. Bukan lagi perlu, sekarang sudah main.aja. Dia tidak tahu dalam jangka pan- Berarti daerah masih memiliki Terutama untuk pembabatan hutan, itujang berbahaya bagi kesehatan. kendala keterbatasan dana? sudah kencang kita larang. Di lain pihak, Iya. kebutuhan akan kayu tinggi sekali. Dan Kalau kesadaran pemerintah kita tidak menyiapkan semacam alternatif,daerahnya sendiri? Bisakah daerah didorong un- kalau bukan kayu apa? Sekarang saya di Umumnya daerah itu sadar kalau air tuk mandiri? Bangda sedang memikirkan menyusunbersih itu perlu. Karena itu mereka gan- Begini. Ini masalah persepsi. Bahwa kebijakan bahwa jangan lagi pakai kayu.tungkan harapannya pada PDAM. air minum seolah-olah mudah dipero- Solusinya adalah kalau untuk kepentinganCuma jangkauan PDAM itu hanya di leh oleh rakyat. Tahu nggak. Daerah itu pembangunan fisik maka dengan bajakota. Mestinya di APBD itu ada anggar- sudah pinter juga lho minum air ke- ringan. Saya gubernur di Sulawesi Barat,an untuk air bersih di kecamatan, air masan. Bahkan ada bupati membuat air dan itu sudah mulai berlaku di sana. Tidakbersih di desa, dan pusat-pusat konsen- kemasan itu karena dia tahu air itu tidak ada lagi bangunan yang menggunakantrasi penduduk. Inilah yang merupakan cukup. Ada istri bupati yang ngurus ini, kayu. Harus pakai baja ringan. Padahal dibagian dari bantuan asing yang masuk bikin pabrik. Tapi bukan itu solusinya. sana banyak kayu. Kalau mau ambil ting-ke kita yang membantu masyarakat Karena rakyat itu daya belinya rendah, gal potong, tapi itu mengganggu ringan.perdesaan. air minum dan air untuk keperluan Harus ada kebijakan. Kalau tidak orang rumah tangga itu jumlah yang dibu- akan tetap butuh kayu meskipun dilarang, Tapi kebanyakan daerah hanya tuhkan terus menerus dan banyak, maka lahirlah illegal logging. Sementaramenganggarkan sangat kecil di sehingga solusinya bukan dengan air kalau baja ringan belum banyak rakyatbidang ini, berarti belum priori- kemasan. Penyelesaiannya harus de- yang familiar dengan itu. Padahal itutas? ngan menemukan sumber air dan se- sekaligus antigempa dan antirayap. Maka Ya, bukan prioritas. Prioritas itu jus- kaligus menjadikan air itu menjadi air dalam rangka penyelamatan air, salah satutru fisik, infrastruktur. Seolah-olah air yang layak pakai. Itu bisa masuk melalui upayanya adalah perlindungan hutan.dapat sendiri lah. Memang mereka program dan harus didukung oleh Hutan memiliki pengaruh yang sangatminum, buktinya tidak ada yang mati APBD. besar dalam siklus hidrologi. MJkehausan, tapi apakah air yang FOTO:DPR.GO.IDdiminum itu layak. Itu yang tidak dike-tahui. Adakah upaya pemerintah pu-sat agar daerah memberi prioritasuntuk sektor ini? Usaha kita adalah menjaring kerjasama dengan negara-negara donorkarena bicara soal air minum ini ong-kosnya mahal, tetapi menyentuh ba-nyak orang. Kita dengan Bappenas, PU,Kesehatan, ada program WASPOLA danWSLIC bersama-sama mendorong me-nyediakan air bersih. Tapi ini terbatassifat dan lokasinya. Kita berharap dae-rah lain yang melihat itu kemudianmengikuti pemikiran itu. Menurut saya,kesadaran akan kepentingan air bersih Penebangan hutan tak terkendali mengganggu kelestarian sumber air.12 Percik Oktober 2006
  14. 14. TEROPONG Simalakama BANTAR GEBANGT ragedi sampah terus menggela- mang telah syarat beban. Berdasarkan ga terjadi karena proses penguraian yuti dunia persampahan Indo- perjanjian sebelumnya, TPA yang mulai sampah dan juga karena pemadatan (50 nesia. Tahun lalu, puluhan beroperasi tahun 1992 itu seharusnya persen) serta direduksi oleh pemulungorang meninggal akibat tertimbun sam- ditutup pada Desember 2003. Namun (10 persen). Berdasarkan ketinggianpah di Tempat Pembuangan Akhir rencana itu tak terjadi. Penggunaan sampah pada tahun 2003 untuk variasi(TPA) Leuawigajah yang longsor. Tepat TPA itu diperpanjang atas kesimpulan ketinggian perencanaan sebesar 12 dan8 September dinihari lalu, giliran trage- dan rekomendasi konsultan indepen- 15 meter, maka TPA Bantar Gebang ma-di itu menimpa para pemulung yang se- den. Evaluasi Pemantauan oleh konsul- sih memiliki kapasitas penampungandang mengais rezeki di TPA Bantar Ge- tan independen-kerja sama Dinas Ke- untuk 417-1.015 hari."bang, Bekasi. Lima orang meninggal du- bersihan DKI Jakarta, Pusat Penelitian Di sisi lain, Dinas Kebersihan DKInia dan beberapa orang terluka. Sumberdaya Manusia dan Lingkungan Jakarta pun tak bisa melepas begitu saja Kedua tragedi itu berbeda modus- Hidup Universitas Indonesia dan Pusat TPA tersebut. Pasalnya DKI belum me-nya. Di Leuwigajah, hamparan sampah Studi Pembangunan dan Lingkungan miliki TPA alternatif. Rencana DKIlongsor dan menimpa permukiman Universitas Islam "45" Bekasi-menyata- membangun Tempat Pembuanganpenduduk yang lokasinya lebih rendah kan, Dengan asumsi volume yang ma- Sampah Terpadu (TPST) Bojong, Keca-dari TPA itu (TPA berada di bukit). Se- suk di TPA Bantar Gebang sesuai de- matan Kalapanunggal, Kabupaten Bo-dangkan di Bantar Gebang, sampah ngan kondisi tahun 2003 (20.000 gor yang menerapkan teknologi tinggimengubur para pemulung yang berada m3/hari) serta berkurang karena diba- pun kandas karena penolakan oleh ma-di gundukan sampah yang tingginya ngunnya TPA di tempat lain serta syarakat. Mau tidak mau, TPA Bantarmencapai hampir 20 meter. mengacu pada data Dinas Kebersihan Gebang masih jadi tumpuan. DKI tentu Beberapa kalangan menuding pe- tahun 2003 (14.000 m3/hari); di mana tak ingin terjadi tragedi sampah sepertingelola TPA Bantar Gebang, PT Patriot pengurangan volume sampah di TPA ju- di Kota Bandung karena ketiadaan TPA.Bangkit Bekasi (PBB). Perusahaan yang FOTO:BAGONG Sdikontrak oleh Pemda DKI itu dianggaptidak profesional dalam menanganisampah di areal seluas 108 hektar terse-but. Perusahaan itu dianggap menga-baikan Prosedur Standar Operasi (SOP)yang telah ditetapkan. Seharusnya sam-pah dikelola dengan sistem sanitarylandfill, tapi fakta di lapangan menun-jukkan perusahaan itu menggunakansistem open dumping. Sedangkan Gu-bernur DKI Jakarta, Sutiyoso, justrumenyalahkan para pemulung yang di-anggap telah memasuki daerah ber-bahaya di zone pembuangan sampahitu. Kecam-mengencam pun terus ber-langsung. Hingga saat ini belum ada so-lusi yang tepat untuk menanganinya. Lepas dari itu, TPA Bantar Gebangyang terbagi dalam lima zone ini me- Pemulung berebut sampah di sekitar alat berat. Percik Oktober 2006 13
  15. 15. TEROPONG Sempat tersiar kabar, TPA itu akan rutnya, perlu ada minning (pengerukan)diperluas. Ada tanah seluas 2,3 hektar Pusat Pengkajian dan di TPA ini yang hasilnya bisa digunakandi TPA tersebut yang bisa digunakan. Pengembangan Teknologi untuk pupuk tanaman keras misalnya.Namun rencana itu terganjal. Banyak Lingkungan BPPT pernah Untuk jangka panjang, ia menya-makelar yang bergentayangan sehingga melakukan penelitian mengenai rankan DKI harus menerapkan prinsipharga tanah menjadi sangat mahal dan 3 R (reduce, reuse, dan recycle) sejak di kemungkinan rehabilitasijauh dari harga NJOP (nilai jual objek sumber sampah. Selain itu pengom-pajak). Kalaupun TPA ini dimekarkan, TPA Bantar Gebang tahun 2004. posan pun bisa dilakukan di sumber-kapasitasnya tetap tidak mencukupi un- Berdasarkan kajian, TPA tersebut sumber sampah. Ini penting mengingattuk menampung sampah yang datang masih dapat direhabilitasi 44,63 persen sampah DKI merupakansetiap hari 6.000 ton ke areal itu. sehingga dapat digunakan sampah organik. Kalau ini berjalan, Pusat Pengkajian dan Pengembang- menjadi TPA yang ramah maka TPA hanya tinggal menerimaan Teknologi Lingkungan BPPT pernah sisanya. Dan itu tinggal sedikit, kata lingkungan.melakukan penelitian mengenai ke- Bagong.mungkinan rehabilitasi TPA Bantar Ge- Pada kesempatan lain Kepala Dinasbang tahun 2004. Berdasarkan kajian, ini sangat sarat dengan premanisme Kebersihan DKI Jakarta, Rama BudiTPA tersebut masih dapat direhabilitasi dan KKN, jelasnya. menyatakan persoalan penanganansehingga dapat digunakan menjadi TPA Menurutnya, penunjukan PT PBB sampah tidak hanya masalah teknis be-yang ramah lingkungan dan dapat digu- pun tak lepas dari unsur itu. Perusa- laka. Justru masalah non teknis yang le-nakan secara berulang atau terus haan ini seharusnya habis masa kon- bih besar. Pihaknya sendiri telah mem-menerus. Sedangkan kandungan bahan traknya Juli 2006. Eh ternyata diper- pertimbangkan umur teknis TPA Bantarorganik yang ada di bawah tumpukan panjang lagi dua kali enam bulan. Gebang yang hampir habis. Maka DKIsampah di TPA dapat ditambang dan Padahal sejauh ini PT PBB kualifikasi- telah mengkaji ulang Master Plan Penge-digunakan untuk reklamasi lahan kritis nya belum diketahui. Modalnya pun tak lolaan Sampah Padat yang disusun olehatau bekas pertambangan. jelas, punya atau tidak. PBB juga tidak JICA tahun 1987. Dari hasil kajian yang Hingga saat ini belum ada tindakan menggunakan teknologi tinggi apapun. selesai tahun 2005 itu diperoleh ren-yang konkret untuk menangani TPA Dan kalau bicara SDM-nya, tak ada cana aksi Pengelolaan Sampah DKIBantar Gebang. Semua berjalan seperti yang tahu, apakah perusahaan itu me- Jakarta 10 tahun ke depan (2005-2015).biasa saja, kendati korban jiwa telah ja- miliki para ahli di bidang persampahan. Action plan itu telah disesuaikantuh. Ini semua terjadi karena TPA Ban- Bagong heran mengapa perusahaan se- dengan berbagai aspek sesuai perkem-tar Gebang menjadi ajang untuk men- perti ini ditunjuk untuk mengelola TPA bangan permasalahan sampah yangcari uang. Semua saling berebut untuk Bantar Gebang. Apakah DKI tidak me- berkembang baik aspek institusi, hu-mencari uang di sini, kata Bagong Su- miliki partner yang lebih baik? katanya kum, dan financial. Pendekatan danyoto, Ketua Koalisi LSM untuk Per- seraya menambahkan telah terjadi KKN strategi itu antara lain mengurangi dansampahan Nasional. Ia menceritakan, dalam penunjukan tersebut. memanfaatkan sampah sebanyakada bau politik di TPA terbesar ini. Par- Selain itu, lanjutnya, sampai seka- mungkin di sumber sebelum dibuang ketai-partai besar yang ikut menentukan rang tidak ada perjanjian tripartit yang TPA; pemilahan; pembangunan fasilitaskeberlangsungannya. Belum lagi, pre- melibatkan Pemda DKI, Pemkot Bekasi, pengolah sampah di berbagai lokasi danmanisme pun tak kalah ganasnya. dan pihak swasta. Yang ada hanya per- zonasi penanganan sampah; aplikasi Bagong yang pernah menjadi Koor- janjian antara DKI dan Kota Bekasi saja. teknologi tinggi; penanganan sampahdinator Pokja Penanganan TPA Bantar Mata rantai yang tidak jelas ini pulalah B3 secara khusus; membuka peluangGebang ini mengungkapkan praktek po- yang menyebabkan pengelolaan sam- kerja sama regional dan swasta; danlitik uang ini pulalah yang menjadikan pah di Bantar Gebang menjadi seperti perubahan paradigma masyarakat bah-pengelolaan TPA tidak beres. Manaje- sekarang. wa sampah bisa menjadi sumber dayamen fee yang kini besarnya 120 ribu Bagong mengusulkan, sudah saat- yang ekonomis. Strategi ini memasuk-rupiah per ton, diperas sana peras sini. nya DKI meminta dukungan pemerin- kan konsep desentralisasi dan penggu-Pokoknya semua minta jatah. Akibat- tah pusat seperti BPPT, Departemen Pe- naan teknologi tinggi serta kerja samanya, uang yang seharusnya digunakan kerjaan Umum, Kementerian Lingkung- regional. Kalau ini berjalan, beban TPAuntuk mengelola persampahan ini habis an Hidup, dan Bappenas untuk ikut Bantar Gebang bisa berkurang. Perta-untuk kegiatan non teknis. Operasi TPA membantu TPA Bantar Gebang. Menu- nyaannya, kapan? MJ14 Percik Oktober 2006

×