Your SlideShare is downloading. ×
Majalah Air Minum dan Penyehatan Lingkungan 'PERCIK' Vol 8  Mei 2005
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Majalah Air Minum dan Penyehatan Lingkungan 'PERCIK' Vol 8 Mei 2005

1,309

Published on

Majalah ini merupakan media komunikasi diantara pemangku kepentingan dan dimaksudkan untuk meningkatkan kepedulian. Diterbitkan oleh Kelompok Kerja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (POKJA AMPL) …

Majalah ini merupakan media komunikasi diantara pemangku kepentingan dan dimaksudkan untuk meningkatkan kepedulian. Diterbitkan oleh Kelompok Kerja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (POKJA AMPL) bekerjasama dengan Ditjen Cipta Karya Kementerian PU. Terdapat dua versi yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.

Published in: Health & Medicine
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
1,309
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
32
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Diterbitkan oleh: Kelompok Kerja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Dari Redaksi 1 Suara Anda 2 Penasihat/Pelindung: Direktur Jenderal Tata Perkotaan dan Laporan UtamaPerdesaan, Departemen Pekerjaan Umum Darurat Aceh, Darurat Bencana 3 Penanggung Jawab: Prosedur Standar Operasi Darurat Bencana 7 Direktur Permukiman dan Perumahan, BAPPENAS Tsunami 8 Direktur Penyehatan Air dan Sanitasi, Mereka-reka Wajah Serambi Mekah 9 DEPKES Direktur Perkotaan dan Perdesaan Wawancara Wilayah Timur, Dep. Pekerjaan Umum "Masyarakat Harus Dimukimkan Kembali" 13 Direktur Bina Sumber Daya Alam dan Teknologi Tepat Guna, DEPDAGRI "Surveilance Kita Jalan" 14Direktur Penataan Ruang dan Lingkungan Hidup, DEPDAGRI "TPA Perlu Perluasan" 16 "Memenuhi Prasarana Kebutuhan Dasar dan Membuka Akses" 17 Pemimpin Redaksi: Oswar Mungkasa "Memenuhi Layanan Minimum" 20 Teropong Dewan Redaksi: Ismail, Johan Susmono, PDAM Banda Aceh, Riwayatmu Kini 21 Indar Parawansa, Poedjastanto "Menjaga yang Masih Hidup" 22 Redaktur Pelaksana: Info Buku 23 Maraita Listyasari, Rewang Budiyana, Rheidda Pramudhy, Joko Wartono, Info Situs 24 Essy Asiah, Mujiyanto Klinik IATPI 25 Desain/Ilustrasi: Reportase Rudi Kosasih Di Titik Nol 26 Produksi: Wawasan Machrudin Kisah Tragis TPA Leuwigajah Akankah Menjadi Pembelajaran? 30 Sirkulasi/Distribusi: Pengelolaan Persampahan di Kota Luwuk 33 Meiza Aprizya, Agus Syuhada Model Pemberdayaan Masyarakat dalam Penyelenggaraan Alamat Redaksi:Jl. Cianjur No. 4 Menteng, Jakarta Pusat. AMPL Permukiman 35 Telp. (021) 31904113 Mewujudkan Pantai dan Laut Bersih Melalui GPBL 38 http://www.ampl.or.id e-mail: redaksipercik@yahoo.com Seputar WASPOLA 39 redaksi@ampl.or.id Seputar AMPL 45 oswar@bappenas.go.id Agenda 52 Redaksi menerima kiriman tulisan/artikel dari luar. Isi berkaitan Glossary 53 dengan air minum dan penyehatan lingkungan dan belum pernah dipublikasikan. Panjang naskah tak dibatasi. Sertakan identitas diri. Redaksi berhak mengeditnya. Silahkan kirim ke alamat di atas. cover : RUDI KOSASIH
  • 2. DARI REDAKSIP FOTO: FANY WEDAHUDITAMA embaca, tanpa terasa lebih empat bulan lamanya kami tak bersua dengan Anda. Tentu ada perasaankangen untuk bisa menyapa Anda kem-bali. Alhamdulillah, pada kesempatan inikami bisa mengunjungi ruang baca Anda. Harap dimaklumi, keberadaan Perciktak lepas dari dukungan dana pemerin-tah. Oleh karena itu, hidup Percik ter-gantung kelancaran likuiditas pembi-ayaan. Seperti Anda tahu, dana APBNbaru cair pada bulan April sehinggaPercik pun menyesuaikan diri. Sekali lagimohon dimaklumi, kecuali kalau nantiPercik bisa mandiri. Pembaca, kali ini kami mengangkatlaporan utama mengenai gempa bumidan tsunami yang melanda sebagianbesar wilayah Nanggroe Aceh Darus-salam dan sebagian kecil Sumatera Utara.Meski mungkin agak terlambat kiranyabanyak data baru yang bermanfaatterutama yang menyangkut persoalan air Pokja WASPOLA menerima kunjungan Ede Jorge Ijjasz-Vasquez, Manager of Water andminum dan penyehatan lingkungan. Ini Sanitation Program (kedua dari kanan) untuk mengetahui kegiatan pokja.juga merupakan kepedulian kami untukikut serta berperan dalam proses yangsedang terjadi di sana. Seperti biasa, kami masih tetap tahui, selain dalam bahasa Indonesia, Dibandingkan edisi sebelumnya, la- menampilkan rubrik-rubrik lama. Ada Percik juga hadir dalam edisi bahasaporan utama Percik kali ini lebih panjang. wawasan, teropong, reportase, info, pus- Inggris. Ketika anggota Pokja menghadiriIni terkait dengan bencana itu sendiri taka, seputar AMPL, seputar WASPOLA, acara Water Week 2005 di Amerikayang demikian besar dengan korban agenda, dan sebagainya. Hanya saja, Serikat, Februari lalu, Percik coba dike-harta, benda, dan jiwa yang tak terhitung memang isi rubrik-rubrik itu sengaja nalkan kepada peserta Water Week. Ha-nilainya. Saking besar dan luasnya ben- kami tekankan pada hal-hal yang terkait silnya, laris manis. Beberapa ratuscana, kami pun tak bisa lagi menyuguh- langsung dengan tsunami dan dam- eksemplar habis. Tanggapan positif punkan semua sektor yang hancur serta paknya. Tak lupa, kami selipkan sebuah berdatangan. Ini tentu memiliki arti ter-bagaimana merehabilitasinya. Padahal tulisan tentang kasus Leuwigajah di sendiri bagi kami.ini sebenarnya suatu hal yang penting Bandung. Ini penting mengingat peristi- Kendati mulai dikenal, kami tak akanpula untuk diketahui oleh semua pihak. wa itu termasuk besar dalam dinamika berhenti untuk terus mempromosikan Pembahasan kami batasi hanya pada persampahan di Indonesia sehingga bisa Percik. Salah satunya melalui pameransektor AMPL meliputi air minum, per- menjadi cermin bagi pengelola Tempat Teknologi Tepat Guna dalam rangkasampahan, air limbah, dan drainase. Pembuangan Akhir (TPA) bagaimana peringatan Hari Air Sedunia pada akhirPembaca kami ajak untuk memahami ba- semua persyaratan dasar sebuah TPA April 2005. Percik juga selalu kamigaimana sektor ini pada masa tanggap bisa dipenuhi. hadirkan dalam acara-acara yang terkaitdarurat dan bayangannya nanti pada ma- Pembaca, ada informasi menggembi- langsung dengan AMPL baik di tingkatsa rehabilitasi dan rekonstruksi. Untuk rakan bagi kami. Percik makin hari nasional maupun daerah.mendukung tulisan tersebut, kami saji- makin mendapat tempat di hati pembaca Paling tidak dengan adanya Percik,kan wawancara dengan orang-orang yang bahkan orang-orang yang baru menge- persoalan AMPL terus menjadi perhatianterkait dengan penanganan baik pada nalnya. Ini tidak hanya di dalam negeri kita semua. Semoga.masa tanggap darurat atau setelahnya. tetapi juga di luar negeri. Untuk dike- Wassalam. Percik 1 Mei 2005
  • 3. S UARA ANDA Peringkat Sanitasi masyarakat mengenai pentingnya air dan berapa biaya yang harus saya kelu- minum dan sanitasi. arkan? Saya juga ingin memiliki CD yang Telah lama saya mengamati Percik pernah dimuat di majalah ini. Terimadari hari ke hari. Percik selalu menya- Arivanda Jaya AR kasihjikan masalah yang berkaitan dengan air Staf Seksi Penyehatan Lingkunganminum dan sanitasi. Dinas Kesehatan Kota Metro, Lampung. Wisnu H Wibowo Hal ini selalu menjadi permasa- Staf Pengajarlahan yang cukup pelik dihadapi di Terima kasih atas tanggapannya. Departemen Teknik Lingkungan,masa datang, mengingat semakin tu- Usulan Anda agar kami bisa menam- Universitas Diponegoro, Semarangrunnya kualitas lingkungan di Indone- pilkan data kuantitas cakupan saranasia akibat ulah manusia yang tidak ber- air bersih dan sanitasi berdasarkan Majalah Percik diterbitkan dengantanggung jawab. jenisnya tiap daerah cukup bagus. Kami dana APBN. Oleh karena itu, sampai sa- Saya membaca edisi Percik bulan akan berusaha untuk bisa memenuhi at ini Percik dibagikan secara cuma-cu-Desember 2004 mengenai Data Pe- usulan tersebut. Tentu kita berharap ma. Bagi yang ingin berlangganan,ringkat Cakupan Layanan Sanitasi Per pihak-pihak yang berkompeten memiliki sampaikan nama beserta alamat AndaKabupaten/Kota tahun 2002. Dari data datanya. (Redaksi) ke kantor redaksi kami melalui surattersebut saya hendak mengkomentari be- atau e-mail. Sedangkan mengenaiberapa hal : permintaan CD, jumlah yang ada sa- Pertama, saya melihat kita cenderung Minta Kiriman Percik ngat terbatas. Jika persediaan ada, ka-lebih mengutamakan kuantitas diban- mi bisa bagikan. Semoga tanggap-dingkan kualitas dari sarana sanitasi. Setelah membaca Majalah Percik an ini bisa menjawab pertanyaan dariPadahal semakin baik kuantitas belum yang kami terima secara rutin, kami dari pembaca lainnya yang ingin mem-menjamin akan semakin baik pula kuali- UPTD Laboratorium Kesehatan Daerah peroleh Percik. (Redaksi)tasnya. Contoh di Kota Metro, pen- yang berperan dalam pemantauan kuali-duduknya lebih dari 90 persen meng- tas air dan lingkungan secara internal dikomsumsi air yang berasal dari sumur Kabupaten Sawahlunto/Sijunjung ber- Terima Kasihgali. Namun berdasarkan hasil kegiatan harap agar redaksi Percik bisa mengirim-yang kami lakukan dalam program kan majalah tersebut secara berkelanjut- Bersama ini kami ucapkan terimapenyehatan air di Kota Metro dengan an karena isinya relevan dengan tugas kasih atas kiriman Media Informasi Airmengambil sampel air tersebut, kami pokok kami sehari-hari. Minum dan Penyehatan Lingkunganmenemukan bahwa banyak sumur gali Percik edisi VII. Semoga jurnal Percikyang telah terkontaminasi oleh E. Colli Asrul, SKM semakin berkembang, berkualitas, dantinja. Plh. Kepala UPTD Labkesda terbit secara berkesinambungan. Kedua, adanya ketidakjelasan per Kabupaten Sawahlunto/Sijunjungjenis kondisi cakupan sarana sanitasi Ir. Agus Slamet MSc.yang mana? Mengingat banyak jenis Redaksi juga menerima permintaan Ketua Jurusan Teknik Lingkungansarana sanitasi, misalnya Sarana Air langganan antara lain dari Sujoto SH, Institut Teknologi Sepuluh NopemberBersih, SPAL, jamban, dan tempat pem- MM (Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Surabayabuangan sampah. Mungkin di suatu dae- Kabupaten Sragen), dan Sekretariatrah untuk cakupan sarana air bersih Dewan Perwakilan Rakyat Propinsi Terima kasih kami sampaikan kepa-lebih tinggi sementara untuk itu cakupan Riau. (Redaksi) da pihak-pihak yang telah mengirimkanjamban lebih rendah. Untuk itu sebaik- surat pemberitahuan mengenai peneri-nya perlu dipertajam mengenai kondisi maan Percik.per jenis sarana sanitasi agar kita dapat Cara Berlangganan Surat sejenis datang antara lain darimengetahui permasalahan per daerah Kepala Biro Umum dan Kepegawaian,tersebut. Saya pernah mendapatkan Majalah Kementerian Lingkungan Hidup, dan Akhir kata saya ucapkan selamat Percik pada suatu seminar di Yogyakarta. Program Studi Perencanaan Wilayahkepada redaksi Percik, dan terus berusa- Saya sangat tertarik dengan isinya. Saya dan Kota, Jurusan Planologi Universitasha memberikan wahana berpikir kepada ingin sekali berlangganan majalah ini, Trisakti. (Redaksi) 2 Percik Mei 2005
  • 4. L APORAN UTAMAFOTO: BAMBANG PURWANTO/TANWIR A had. Waktu menunjukkan pukul Beberapa menit kemudian kejutan gempa yang berpusat di Samudera 07.58 WIB. Ketika, warga berikutnya datang. Gunungan air India, tepat di sebelah barat Sumatera. sedang menikmati liburan, de- melabrak wilayah pantai. Tingginya se- Kebetulan gempa tepat berada di patah- ngan olah raga pagi, menikmati kopi di pohon kelapa. Kecepatannya bahkan lebih an Indo-Australia sehingga menye- kedai, bermain-main di pantai, dan ber- dari 900 km/jam. Itulah yang orang babkan pergeseran lempeng bumi di kumpul bersama anak dan istri, tiba-tiba kemudian diketahui sebagai tsunami. Se- dasar laut sejauh 10 meter. Inilah yang bumi Aceh dan Kepulauan di Barat Su- rangan mendadak ini meluluhlantakkan memicu munculnya tsunami. Berdasar- matera diguncang gempa berkekuatan apa saja yang dilalui. Tak pilih-pilih. Ba- kan data yang ada, tsunami ini me- 9.0 skala Richter. Bangunan-bangunan ngunan, kendaraan, orang, binatang, tak rupakan yang terbesar ke-4 di dunia se- roboh. Warga berlarian keluar rumah. berdaya menghadapinya. Semua seperti jak tahun 1900 dan terbesar sejak 40 Sebagian tak bisa lagi menyelamatkan tak ada arti. tahun terakhir. Tak hanya Sumate- diri. Terjebak di tengah reruntuhan. Bencana tsunami ini terjadi akibat ra, gelombang besar ini pun menghantam Percik 3 Mei 2005
  • 5. L APORAN UTAMAThailand, Srilanka, India, dan negara-ne- nyebabkan terjadinya korban meninggal lombang tsunamigara di pantai Afrika. dan cedera adalah : 5. Bangunan runtuh karena tidak tahan Tidak diketahui secara pasti berapa 1. Tidak ada tempat yang tinggi sebagai gempa dan gelombang tsunamijumlah orang yang meninggal dalam ben- ruang untuk menyelamatkan diricana itu. Jumlah perkiraan 200 ribu jiwa 2. Tidak terdapat akses yang cepat dan lan- Kerusakan Infrastrukturdan 1,5 juta jiwa lainnya terpaksa meng- car untuk menuju tempat yang tinggi Kerusakan secara masif terjadi di wi-ungsi. Korban terbesar ada di Indonesia. 3. Terjebak dalam bottle-neck karena layah pantai. Daerah itu terkena dua ben-Data terakhir menunjukkan korban pola dan lebar jaringan jalan tidak cana sekaligus yakni gempa bumi danmeninggal 115 ribu orang lebih, dengan direncanakan untuk fungsi evakuasi tsunami, sedangkan wilayah lainnyakorban luka lebih dari 100 ribu. 4. Terhantam/terbentur bongkahan ba- mengalami kerusakan infrastruktur yangPengungsi tersebar di 21 kabupaten/kota ngunan, peralatan, kendaraan, po- diakibatkan oleh gempa bumi saja. Keru-di Nanggroe Aceh Darussalam, dan hon, dan sebagainya yang di bawa ge- sakan infrastruktur itu menyebabkan kapa-beberapa wilayah di Suma- sitas pelayanan infrastrukturtera Utara. Tabel 1 menurun drastis baik di pro- Kerugian ekonomi secara Jumlah Bangunan pinsi NAD dan pulau Nias. Ke-total, menurut versi Bank Berdasarkan Jenis Pebaikan dan Pembangunan rusakan itu mencakup sektorDunia, diperkirakan pada ki- transportasi, energi dan teleko-saran 4-5 milyar dolar AS Jumlah Rumah munikasi, sumber daya air, air(Rp. 40-50 trilyun). Bahkan NO WILAYAH bersih, sanitasi dan drainase, Bangunanada yang menyebut angka 7 Perbaikan perumahan, dan prasarana Barumilyar dolar AS. Kondisi ini dan sarana lainnya. Tulisan iniakan menurunkan tingkat khusus membahas permasa- I Propinsi NADpertumbuhan ekonomi Indo- lahan air minum dan sanitasi. 1 Kabupaten Simeuleu 1.863 4.968nesia 0,1-04 persen secara 2 Kabupaten Aceh Selatan 3.005 1.440nasional. Angka-angka terse- Air Minum 3 Kabupaten Aceh Timur 2.426 5.077but belum termasuk kerugian Bencana dahsyat itu tak 4 Kabupaten Aceh Barat 3.191 9.835jiwa dan penderitaan warga hanya memporak-porandakan 5 Kabupaten Aceh Besar 6.780 30.344yang tak ternilai harganya. rumah dan bangunan lainnya, 6 Kabupaten Pidie 7.368 15.217 Berdasarkan data yang tapi juga prasarana dan sarana 7 Kabupaten Bireuen 5.319 5.319tertuang dalam "Indonesia: air minum baik milik PDAM 8 Kabupaten Aceh Utara 8.414 17.340Preliminary Damage and maupun milik warga. Secara 9 Kabupaten Nagan Raya 2.500 3.994Loss Assessment-the Decem- umum, kerusakan PDAM terja- 10 Kabupaten Aceh Jaya 2.642 8.714ber 26, 2004 Natural Disas- di pada bangunan intake, insta- 11 Kabupaten Aceh Singkil 2.804 1.384ter, Jakarta, 19 January" lasi (unit IPA), serta jaringan 12 Kota Banda Aceh 20.448 3.934dan "Indonesia: Notes on pipa distribusi. Tingkat keru- 13 Kota Sabang 947 3.099Reconstruction-the Decem- sakan bervariasi 10-90 persen. 14 Kota Lhokseumawe 2.147 1.058ber 26, 2004 Natural Disas- PDAM juga mengalami perma- 15 Kabupaten Aceh Barat Daya 2.849 2.849ter, Jakarta, 19 January", salahan manajemen keuangan, 16 Kota Langsa 700 1.000lebih dari 1,000 desa dan ko- khususnya dalam memenuhi Sub Total 77.903 119.072ta telah terkena dampak ben- kebutuhan biaya operasi pasca-cana dan sekitar 100.000 ru- bencana. Kerugian akibat tidak II Propinsi Sumatera Utaramah hancur total. Diperkira- beroperasinya sarana mencapai 1 Kabupaten Nias 7.890 23.670kan total kerusakan dan ke- Rp. 29 milyar. 2 Kabupaten Nias Selatan 4.365 13.096rugian di Aceh dan Sumatera Sebelum bencana, secara Sub Total 12.255 36.766Utara mencapai Rp. 13.4 umum produksi air minumtrilyun (US $ 1.4 billion). PDAM di Propinsi Aceh ber- TOTAL 90.158 155.838 Berdasarkan identifikasi variasi antara 20 l/detik sam-dan pengamatan lapangan, Sumber : pai 425 l/detik. Produksi terbe-beberapa faktor yang me- Direktorat Permukiman dan Perumahan Kementerian PPN/Bappenas, 2005 sar pada PDAM Banda Aceh, 4 Percik Mei 2005
  • 6. L APORAN UTAMAPDAM Sabang, dan Lhokseumawe. PDAM Kota Pidie, Kota Pantai Raya, dan Kota susnya di tempat pengungsian denganlain produksinya relatif kecil berkisar antara Peudada. Kodam III Siliwangi meng- melakukan pelayanan menggunakan20-60 l/detik. Di Propinsi Sumatera Utara, operasikan IPA Paket Mobile kapasitas mobil tangki air. Selain itu, upaya per-hanya PDAM Sibolga dengan produksi yang 2,3 liter/detik pinjaman LAPI-ITB. Selain baikan darurat pada saluran distribusirelatif besar. bantuan IPA bantuan lainnya berbentuk utama untuk daerah-daerah dengan sis- Pada awal bencana, penanganan air bahan-bahan kimia yang dibutuhkan tem perpipaan telah dilakukan denganminum bisa disebut kacau. Pasalnya kar- untuk penjernihan air seperti alum dan mengganti pipa-pipa yang patah danyawan PDAM ikut menjadi korban secara kaporit, serta biaya operasi. menutup area distribusi yang rusak parahlangsung maupun tidak langsung dalam Perwakilan UNICEF di Banda Aceh untuk mengamankan tekanan air padaarti keluarganya ikut menjadi korban. telah mengambil inisiatif untuk memben- pipa-pipa distribusi utama.Sulit menggerakkan mereka untuk me- tuk tim Watsan (Water and Sanitation)layani masyarakat. Sebagai jalan keluar, yaitu sekumpulan badan/instansi/NGO PersampahanPerpamsi (Persatuan Perusahaan Air Mi- dalam dan luar negeri yang peduli untuk Bencana tsunami memunculkan sam-num seluruh Indonesia) mengerahkan membantu masyarakat NAD khususnya pah kota yang luar biasa banyaknya. Puing-tenaga dari luar Aceh baik itu dari Me- sektor air bersih dan sanitasi. Tim Wat- puing bangunan bercampur dengan bekas-dan, bahkan sampai dari FOTO: BAMBANG PURWANTO bekas tanaman dan manusia.Jakarta. Begitu besarnya sampah yang Kita mendata apa yang ada, tak mungkin penangan-diperlukan sangat mendesak annya diserahkan kepadaoleh para pengungsi dan yang instansi yang biasa mena-kedua kita segera meng- ngani seperti dinas keber-koordinasikan dengan ang- sihan. Mau tidak mau, perlugota luar biasa kita. Dan bebe- ada pihak lain yang ikut ambilrapa alat penjernih air kapa- bagian. Lagi pula, memangsitas 1 liter segera kita tem- sampah itu tak bisa ditanganipatkan di beberapa kamp pe- biasa tapi butuh peralatanngungsian. Kita segera me- berat.ngirim teknisi ke Banda Kepala Dinas Kebersih-Aceh karena pasti ada keru- an Banda Aceh, Saefuddin,sakan instalasi, kata Direk- mengungkapkan pihaknyatur Eksekutif Perpamsi Drs. hanya bisa menangani sam-Godman Ambarita, MSi. pah rumah tangga seperti Selain itu Perpamsi se- biasa. Itu pun dalam kondisigera mencari bantuan Ins- terbatas karena truk-truktalasi Pengolah Air sederhana untuk san berfungsi membahas, mengevaluasi, sampah rusak. Tak ada masalah denganmengolah air bagi pengungsi. Bersamaan serta bertukar informasi berkaitan de- tenaga kerjanya, katanya.dengan itu, relawan asing maupun re- ngan bantuan air bersih dan sanitasi. Penanganan sampah puing dilakukanlawan lokal tanpa dikomando berusaha Banyaknya pihak yang membantu air oleh TNI bersama lembaga-lembaga lain.menyediakan air bersih bagi para peng- minum dan air bersih bagi para pengungsi Mereka membersihkan puing sekaligusungsi. Satu kelompok relawan dari Solo ini memungkinkan kondisi kesehatan para mencari mayat yang tertimbun di rerun-misalnya, mereka membangun sumur- pengungsi cukup baik. Selama masa tang- tuhan, jelasnya. Cara ini terbukti cukupsumur bor di kamp pengungsian. Semen- gap darurat tidak pernah terdengar ada efektif karena ada pembagian zona-zonatara tentara Australia, membawa IPA kejadian luar biasa (KLB). Ini salah satunya pembersihan. Hanya saja pekerjaan inimobile berkapasitas 20 ribu/jam yang akibat kondisi air minum yang bagus. membutuhkan waktu yang cukup lamamemproduksi air siap minum di kota Secara umum, penanggulangan daru- dengan luasnya daerah bencana. Satu bu-Banda Aceh. Unicef menyerahkan enam rat yang dilakukan mencakup upaya lan setelah kejadian pun, persoalan sam-unit IPA paket kapasitas 15 m3/jam mengoperasikan kembali instalasi yang pah puing ini tak terselesaikan mengingat(4 liter/detik) untuk membantu wilayah ada dan melakukan perbaikan-perbaikan luasnya areal bencana.pantai barat yakni Kota Calang, Kota Te- terbatas. Ini untuk pemenuhan kebutuh- Puing-puing sampah ini di beberapanoum, Kota Kuala; wilayah pantai timur: an darurat kepada korban bencana khu- kota terpaksa dibuang ke Tempat Pembu- Percik 5 Maret 2005
  • 7. L APORAN UTAMA Ilustrasi Kondisi Pengolahan Persampahanangan Akhir (TPA). Sudah pasti volume-nya besar dan menyita banyak tempat. Lokasi TPA Kampung Jawa (3 km dari pusat kota Banda Aceh) Luas lahan 12 ha (bersatu dengan IPLT)TPA yang menggunakan sistem open Sistem Pengolahan Controll Landfilldumping itu tak lagi mampu untuk me- Jumlah personil 353 orang, terdiri dari :nerima kiriman sampah. Ini seperti yang 1) 300 orang tenaga lapanganterjadi di TPA Kampong Jawa, Banda 2) 45 orang pegawai honorerAceh. Selain mulai sempit, TPA itu sebe- 3) 8 orang PNS 4) Jumlah korban/hilang 40 orangnarnya terkena dampak bencana. Work- Retribusi Rumah Tangga tidak dipungut bayaran, komersialshop dan peralatan berat pendukung TPA pertokoan Rp. 75.000,- per tahunrusak berat. Kami perkirakan kebutuhan Jumlah Peralatan Tranportasilahan baru untuk TPA ini seluas 10-20 Bulldozer 3 unit, kondisi rusak berat- tidak jalanhektar, kata Saefuddin. Dump Truck 14 unit- rusak beart, 3 unit rusak ringan Pick up 16 unit - 13 unit hilang, 3 unit rusak ringan Selama masa tanggap darurat, Dinas Armroll Truck 6 unit - rusak berat seluruhnyaKebersihan Banda Aceh memiliki tiga Container 40 buah - rusakprioritas penanganan sampah. Pertama, Cakupan pelayanan Seluruh kotatempat pengungsian mengingat di situlah Sumber: Laporan Progres Penanggulanan Bencana Alam Aceh,warga tinggal untuk sementara. Kedua, Ditjen Kotdes Dept. PU, 23 Februari 2005pasar. Ketiga, rumah warga asing. Iniuntuk memberikan rasa nyaman kepada Kerusakan yang terjadi pada kota/ kamp pengungsian. Bantuan yang mun-para pendatang tersebut. Untuk mena- kabupaten yang tidak memiliki fasilitas cul misalnya WC knock down dan bantu-ngani sampah-sampah ini, para karya- unit IPLT pada umumnya, adalah hi- an berupa truk tinja untuk dapat mem-wan Dinas Kebersihan Banda Aceh be- langnya akses masyarakat terhadap pela- berikan pelayanan kepada masyarakat.kerja secara bergilir (shift). yanan sanitasi akibat rumah mereka han- Sarana ini berasal dari pemerintah dan Selama tanggap darurat, masalah cur, termasuk jamban dan tangki septik. para relawan/donor yang ada di sana.keuangan bisa dibilang lancar karena Sedangkan bagi kota/kabupaten yang Keberadaan jamban-jamban darurat itubantuan asing mengalir. Bantuan untuk memiliki fasilitas unit IPLT, umumnya terbukti mampu mencegah datangnyapersampahan ini misalnya dari Unicef unit IPLT tidak dapat lagi dioperasikan. penyakit yang biasa muncul saat bencanadan UNDP. Tapi tentu ini hanya berlang- Kondisi ini mengharuskan pemba- seperti diare dan kolera.sung selama masa tanggap darurat. ngunan jamban-jamban darurat di kamp-Persoalannya bagaimana setelahnya. Drainase KotaYang jelas beban kami sebenarnya Bencana tsunami ini menyebabkanbertambah dengan tugas baru untuk luasan wilayah kota yang masih terge-membersihkan saluran-saluran di daerah nang air (khususnya dataran rendah) ber-permukiman, tandas Saefuddin. Selama tanggap darurat, tambah. Saluran-saluran drainase kota hampir seluruhnya tidak berfungsi yang masalah keuangan bisa Air Limbah disebabkan oleh tertutup pasir, lumpur, Sebelum bencana, akses terhadap dibilang lancar karena dan puing-puing bangunan. Selain itu,jamban dan tangki septik tergolong cu- bantuan asing mengalir. struktur jaringan drainase kota tidak da-kup baik. Berdasarkan data propinsi, Bantuan untuk pat difungsikan kembali. Kondisi terse-akses penduduk perkotaan terhadap jam- persampahan ini but menyebabkan kurang lebih 90 persenban sebesar 75,68 persen. Sementara un- misalnya dari Unicef dan drainase di Kota Banda Aceh dan Meu-tuk Kota Banda Aceh, dari 89 desa/kelu- laboh tidak dapat berfungsi dengan baik. UNDP. Tapi tentu inirahan 95,50 persen dari seluruh de- Untuk mencegah kerusakan lahan dansa/kelurahan penduduknya mempunyai hanya berlangsung munculnya penyakit, pemerintah dan parafasilitas sanitasi berupa jamban pribadi, selama masa relawan mengeringkan daerah genangan2 desa/kelurahan yang teridentifikasi tanggap darurat. dan membersihkan puing-puing dan muaramempunyai fasilitas berupa jamban Persoalannya sungai. Kegiatan tersebut termasuk eva-umum dan hanya 2 desa/kelurahan pen- bagaimana setelahnya. kuasi korban yang berada di badan sungai,duduknya yang tidak mempunyai fasilitas serta pembersihan lumpur yang terbawajamban. oleh tsunami. (mujiyanto) 6 Percik Mei 2005
  • 8. L APORAN UTAMA Prosedur Standar Operasi Darurat Bencana Standar Pokok Pengelolaan Sampah Air Bersih : Alokasi Minimum untuk Bertahan Hidup 7 liter/orang/hari dalam Kondisi Darurat Alokasi Minimum Pemeliharaan 15-20 liter/orang/hari Ada empat tahap penanganan sampah: Makanan : Energi Minimum yang Dibutuhkan 2.100 kkal/orang/hari 1. Penilaian Awal. Pada tahap ini perlu dipetakan jenis Pembersihan dan Disinfeksi Sumur Perlakuan Darurat Air Minum sampah dan pengaruhnya bagi pada kondisi Darurat skala Rumah Tangga masyarakat termasuk sistemnya. Ada lima langkah untuk member- 1. Penyaringan kasar. sihkan dan disinfeksi sumur gali Bisa menggunakan kain yang bersih. setelah bencana alam. Langkah itu Di dalamnya termasuk proses aerasi. 2. Tanggap Cepat (1 Bulan). digambarkan dalam sketsa berikut: Pembersihan sampah yang berse- rakan/terpencar dan mengelola sam- pah rumah tangga dan pasar. 1. Inventarisasi sumur-sumur yang Pembuatan liang sampah rumah tang- mungkin diperbaiki 2. Penyimpanan dan Pengendapan. ga bagi rumah tangga yang memiliki lahan yang cukup, atau membuat tem- Proses ini selama sehari pat pembuangan sampah bersama bisa membunuh 50 persen bakteri untuk satu komunitas yang bersifat sementara. 2. Membersihkan sumur dari puing- puing atau polutan lainnya menggu- nakan pompa atau alat lainnya. Pada tahap ini perlu pemeriksaan 3. Filtrasi yakni melewatkan air kekeruhannya. Apakah mencapai 5NTU melalui medium yang berpori 3. Tanggap Menengah (6 Bulan). seperti pasir, arang, dan keramik Pengumpulan dan pembangunan tem- (normal turbidity unit/unit kekeruhan pat pembuangan akhir disertai sistem normal). Kalau belum maka pember- pengelolaannya. Termasuk di dalam- sihan ulang perlu dilakukan. Kalau nya bagaimana transportasi, SDM, dan sudah standar maka mulai masuk ke 4. Disinfeksi. luasan lahan TPA serta pembelajaran langkah berikutnya. Berfungsi untuk membunuh patogen kepada masyarakat untuk mengelola sampah mulai dari rumah tangga. seperti virus, spora, dan jamur. Ini bisa dilakukan dengan menambahkan chlor atau menyinari air dengan sinar ultraviolet matahari (Sodis), atau per- 4. Solusi jangka panjang. 3. Disinfeksi sumur dengan menam- lakuan dengan bahan kimia lainnya. bahkan chlor, banyaknya 1 liter chlor (0,02 persen) per 100 liter air sumur. Bentuk Pelayanan dan Infrastruktur Tenaga kesehatan dan sanitasi untuk Kamp Pengungsian untuk 10-20 ribu pengungsi: 1 jamban untuk satu keluarga Petugas Kesehatan Masyarakat: 4. Pengurasan (6-10 orang) 10-20 orang 1 kran untuk satu komunitas Perawat: 1 orang (80-100 orang) Dokter/Asisten Medis: 1-3 orang 1 pusat kesehatan untuk 1 kamp Teknisi laboratorium: 1 orang 5. Pengawasan kandungan chlor. Jika kandungannya masih di atas 0,5 (20 ribu orang) Sanitarian: 2-4 orang mg/liter air maka sumur harus 1 rumah sakit untuk lebih dari Dukun Bayi: 6-10 orang dikuras ulang. Jika kurang, 200 ribu orang Bidan: 3-4 orang maka air siap digunakan. 1 sekolah untuk 5 ribu orang Tenaga Farmasi: 1 orang 2 tong sampah untuk 1 komunitas Asisten Sanitasi: 20 orang. Sumber: WHO (80-100 orang) Percik 7 Maret 2005
  • 9. L APORAN UTAMA TsunamiK FOTO: WIKIPEDIA.COM ata tsunami berasal da- tengah lautan tidak merasakan kare- ri bahasa Jepang. Tsu na tingginya kurang dari 1 meter. berarti pelabuhan dan Gelombang tersebut berada di ba-nami yang berarti gelombang. wah permukaan dengan kekuatanUngkapan ini diciptakan oleh besar yang akan muncul ketikapara nelayan yang kembali ke menghantam pantai.pelabuhan dan menemukan Kecepatan gelombang itu berkisarareal di sekitar pelabuhan telah 500-1.000 km/jam. Gelombang ituhancur, sementara mereka ti- akan bertumpuk-tumpuk ketika men-dak merasakan gelombang ter- capai laut dangkal/bibir pantai se-sebut ketika masih berada di hingga memunculkan gelombang be-lautan terbuka. sar dengan ketinggian tertentu dan Tsunami adalah gejala alam energi yang sangat besar. Inilah yangyang terdiri atas beberapa seri bisa menjelaskan kenapa kerusakangelombang laut yang dise- yang ditimbulkan begitu besar.babkan saat air di danau atau di Tsunami tidak bisa diatasi. Yanglaut bergerak dengan cepat pa- bisa dilakukan adalah bagaimanada skala yang merusak. Gempa mengurangi kerusakan yang ditim-bumi, pergeseran lempeng bu- bulkan. Di Jepang, pemerintah mem-mi, letusan gunung berapi, dan bangun tembok pelindung setinggimeteor jatuh berpotensi menye- 4,5 meter di kawasan berpendudukbabkan tsunami. Pengaruh tsu- padat di pinggir pantai. Di depannyanami bisa tidak nyata hingga juga dibangun pemecah ombak. Ha-kehancuran/kerusakan parah. nya saja, ini tidak jaminan karena bi- Tsunami paling banyak di- sa jadi gelombang tsunami jauh le-sebabkan oleh gempa bumi di Tembok pelindung dari tsunami di Jepang bih tinggi seperti yang pernah terja-bawah dasar laut. Namun gem- di di Hokkaido yang tingginya men-pa ini terlalu kecil untuk menimbulkan dan letusan gunung di bawah laut. capai 30 meter. Sedangkan untuk menja-efek ke permukaan, kecuali disertai per- Di lautan terbuka, tsunami berlang- ga korban manusia, perlu ada sistemgeseran lempeng bumi. Ketika lempeng sung dalam jangka waktu yang ekstrim, peringatan dini. Di Pantai Barat Amerika,bergeser maka muncullah gelombang bisa beberapa menit sampai berjam-jam, misalnya, ada tanda peringatan yangtsunami. Sebenarnya, melalui mekanis- dan panjang gelombangnya bisa menca- memberikan panduan kepada pendudukme pergeseran lempeng inilah tsunami pai beberapa ratus kilometer. Hanya saja, untuk melarikan diri ketika tsunami da-itu terjadi dengan penyebab bisa gempa, terkadang para nelayan yang berada di tang. Sumber: Wikipedia.com Situasi Normal Gangguan Banjir Pantai Tumpukan gelombang utama Gelombang Turun Pengurangan kecepatan Patahan 1 Turun 3 5 Pusat Gempa Gangguan Propagasi Gelombang Naik Keterangan Gambar: Proses terjadinya gelombang tsunami akibat gempa di dasar laut. Naik Gelombang Ganda Pusat Gempa 2 4 Sumber: Wikipedia.com 8 Percik Mei 2005
  • 10. L APORAN UTAMA Mereka-reka Wajah Serambi Mekah FOTO: ISTIMEWAY unus berencana membangun kembali rumahnya yang hancur dihantam tsunami. Pria berusia50 tahunan itu tak terlalu peduli denganrencana induk (master plan) rehabilitasidan rekonstruksi Aceh. Bagaimanapunsaya harus kembali, di situlah kami biasahidup, katanya. Ia pun tak takut dengankemungkinan bencana serupa datang.Mati hidup kita kan dari Allah, kenapaharus takut. Kalau memang ajal tiba, dimana pun kita bisa mati, kata Yunusdengan logat Acehnya yang kental. Jauh dari tempat pengungsian Yunusdi Darussalam, Aceh Besar, orang-orangsibuk menyusun master plan. Di Jakartaada Tim Rencana Rehabilitasi dan Re- WC darurat: Untuk menjaga lingkungan pemerintah membangun WC daruratkonstruksi Nanggroe Aceh Darussalamdan Sumatera Utara (R3MAS). Di Acehsendiri pokja serupa juga dibentuk. tur dan perumahan yang secara se- b. Membantu dan menyiapkan rehabi-Mereka bekerja keras untuk mengejar gera mampu mendukung proses "re- litasi dan rekonstruksi perumahantarget waktu penyelesaian tiga bulan covery" kehidupan masyarakat Aceh beserta prasarana dan sarana dasarpasca bencana. Dan benar, akhir Maret dan Nias menuju kembali ke kehi- pendukungnya bagi para korbanlalu, master plan rehabilitasi dan rekon- dupan normal bencana.struksi Aceh ditandatangani kendati 2. Menyediakan basis infrastruktur Sekjen Ikatan Ahli Teknik Penyehatanbanyak pihak yang tidak setuju dengan yang secara efisien dan efektif dan Teknik Lingkungan Indonesiasubstansi master plan itu. mampu mendukung perkembangan (IATPI), Nugroho Tri Utomo, menilai Master plan ini merupakan hasil tim kehidupan sosial-kemasyarakatan daerah yang hancur rata-rata berjarak 2yang dikoordinasikan oleh Bappenas. dan pertumbuhan ekonomi serta km dari pantai. Kehancurannya memilikiTim beranggotakan instansi-instansi mampu menimbulkan rasa aman gradasi. Ada yang tidak bisa sama sekali,yang terkait langsung dan yang tidak masyarakat dari ancaman bencana tapi ada yang masih bisa dijadikan per-langsung tapi memiliki kompetensi di alam. mukiman kembali, tentu dengan per-dalamnya seperti BPPT dan LIPI. Tahap Sedangkan kebijakan yang akan syaratan. Misalnya harus ada pember-rekonstruksi dijadwalkan tahun ini begi- diambil di antaranya: sihan terlebih dahulu termasuk daerah ditu masa tanggap darurat (3 bulan) usai a. Mendahulukan penyediaan prasa- sekelilingnya, dan harus dibangun saranahingga akhir tahun 2006. Setelah itu rana dan sarana untuk memenuhi air minum dan sanitasi karena jaringantahapan berikutnya yaitu rekonstruksi. kebutuhan dasar serta prasarana pipa tersier sudah hancur sementaraTahap ini diperkirakan sampai akhir untuk memperlancar logistik. Oleh sumur-sumur yang ada juga rusak,tahun 2009. Segmen kegiatannya sendiri karena itu akan diprioritaskan pem- katanya.dilaksanakan secara simultan tergantung bangunan perumahan, air minum, Oleh karena itu, menurutnya, pem-tingkat urgensi (urgency) dan kesiapan- air limbah, persampahan, dan bangunan kembali Aceh perlu sebuahnya (readiness). drainase, serta rehabilitasi prasa- strategi besar. Dengan adanya grand Berdasarkan master plan tersebut, rana akses masuk (entry point), strategi ini memungkinkan masyarakattujuan rehabilitasi dan rekonstruksi in- antara lain pelabuhan laut dan ban- bisa membuat site plan sendiri. Prinsip-frastruktur dan perumahan yaitu : dara udara strategis beserta jaringan nya pembangunan prasarana dan sarana 1. Menyediakan pelayanan infrastruk- jalan pendukungnya. harus mengikutsertakan masyarakat. Percik 9 Maret 2005
  • 11. L APORAN UTAMA FOTO: MUJIYANTO Selama keinginan masyarakat masih sesuai dengan strategi besar maka tidak masalah mikronya disesuaikan dengan kemauan masyarakat. Ini akan unggul dan minim konflik. Hanya saja memang perlu waktu, paparnya. Strategi Bidang AMPL Bidang air minum dan penyehatan lingkungan memang tidak berdiri sendiri. Bidang ini menjadi bagian dari pem- bangunan infrastruktur secara umum. Sistem tata ruang menjadi penting dalam menata kembali sarana dan prasarana AMPL di NAD. Air Minum Strategi pembangunan kembali prasa- Ambil air: Pengungsi di kamp TVRI Mata Ie mengambil air yang disediakan DPU rana dan sarana air minum tak bisa di- lepaskan dari perencanaan perumahan dekatan. Pertama, sistem kontrak untuk bangkit dan memberikan pelayanan yang dan perencanaan makro seperti tertuang di kota mengingat skala pekerjaan yang baik kepada masyarakat. dalam rencana tata ruang yang disepa- relatif besar. Kedua, sistem terpisah kati. Untuk lokasi-lokasi permukiman (scattered) untuk perdesaan karena skala Persampahan kembali dengan relokasi, penyediaan pekerjaannya lebih kecil dengan menggu- Kondisi persampahan wilayah NAD pelayanan air minum dilakukan terlebih nakan pendekatan masyarakat. tak berbeda jauh dengan wilayah lainnya dahulu sebelum pembangunan perumah- Pertanyaan kemudian adalah bagai- di Indonesia. Selain menghadapi masalah an dilakukan. Hal ini dimaksudkan anta- mana pembangunan prasarana dan sa- banyaknya sampah rumah tangga, ben- ra lain untuk meningkatkan minat pen- rana air minum itu dibiayai. Hingga saat cana tsunami memunculkan sampah pu- duduk yang perlu direlokasi. ini belum bisa dipastikan sumber ing-puing dalam jumlah yang sangat be- Untuk daerah perkotaan, prioritas dananya. Ada pertimbangan untuk mem- sar. Oleh karena itu strategi penanganan- awal pada rehabilitasi dan fungsionalitas berikan subsidi biaya operasi dan pemeli- nya pun sebenarnya tak jauh beda dengan instalasi pengolahan air dan jaringan dis- haraan pada tahun pertama mengingat sampah pada umumnya. tribusi utama, terpenuhinya kebutuhan kebutuhan untuk biaya tersebut belum Penanganan persampahan menekan- air minum minimal untuk lokasi-lokasi dapat dibebankan dalam struktur tarif. kan pada pendekatan partisipasi masya- pengungsian, dan menjamin tetap dilaya- Direktur eksekutif Perpamsi Drs. rakat, berupa upaya penanganan sampah ninya wilayah-wilayah yang tidak terkena Godman Ambarita, MSi menyatakan pi- mulai dari sumbernya melalui program dampak bencana secara langsung. haknya akan terus menghimpun semua 3R (reduce, reuse, dan recycle). Masya- Selain itu, pembangunannya akan donor baik lokal maupun luar untuk rakat diarahkan untuk bisa melakukan mempergunakan pendekatan tanggap ke- menghidupkan kembali PDAM di NAD. kegiatan pemilahan, pengolahan, peman- butuhan masyarakat (community dri- Saya pikir NAD ini waktunya bangkit faatan kembali, dan pengumpulan. Proses ven), kecuali pada lokasi-lokasi permuki- kembali. Anda tahu pelayanan air minum ini diharapkan dapat meningkatan pen- man baru/permukiman kembali (resettle- di NAD itu sangat rendah sekali karena dapatan maupun perluasan kesempatan ment) dimana pembangunan infrastruk- krisis internal. Menurut saya kita petik kerja. Sedangkan untuk kegiatan peng- tur dapat dilakukan mendahului pemba- hikmahnya., katanya. Menurut Godman, angkutan dan pengolahan akhir, pe- ngunan perumahan mengikuti rencana beberapa negara donor telah siap mem- laksanaan kegiatan akan dilakukan secara denah tapak permukiman baru tersebut. bantu untuk membiayai operasi beberapa kontraktual ataupun ditangani oleh Dinas Mengenai pelaksanaan kegiatan per- PDAM. Hanya saja sifatnya sementara. terkait mengingat skala pekerjaannya baikan atau pembangunan, ada dua pen- Kita akan mendampingi mereka supaya yang relatif besar. 10 Percik Mei 2005
  • 12. L APORAN UTAMA Khusus pengadaan barang, perlu ada giatan rehabilitasi tidak menghadapi per-kebijakan khusus terkait dengan peng- Diperkirakan biaya yang masalahan tanah dan lingkungan, meng-adaan, penyaluran, konstruksi, dan pe- diperlukan untuk rehabili- ingat lokasi kegiatan dan pekerjaan bera-manfaatan sebagian besar material dan da di lokasi yang sama dengan lokasi se- tasi prasarana dan sarana airperalatan (alat berat, geo-textile, insine- belumnya.rator, dan sebagainya) yang harus di- minum dan sanitasi Dari segi sasaran, program rehabili-datangkan dari luar negeri. mencapai Rp. 1,53 triliun tasi dan rekonstruksi air minum dan sa- Berdasarkan data di lapangan, pena- yang meliputi pemenuhan nitasi dibagi dua kegiatan. Pertama, ke-nganan sampah akan memakan biaya air minum, sanitasi, giatan-kegiatan yang ditujukan untukyang bertambah di banding sebelum ben- persampahan dan drainase mengembalikan kapasitas pelayanan in-cana. Misalnya di Kota Banda Aceh, dinas frastruktur ke tingkat pelayanan awal mikro. Sasaran kegiatan inikebersihan setempat telah bersiap-siap (kapasitas pelayanan sebelum kejadianmembebaskan lahan di TPA Kampong adalah 366.323 kepala bencana Tsunami). Kedua, kegiatan-ke-Jawa mengingat volume sampah yang keluarga (KK) di perdesaan giatan yang ditujukan untuk meningkat-diterima terlalu besar. Pada tahap awal, dan perkotaan. kan atau menambah kapasitas pelayananbiaya-biaya ini tentu akan dibebankan infrastruktur melalui upgrading/perlu-kepada subsidi dari pemerintah. Se- asan fasilitas yang sudah dibangun ataudangkan pada tahap berikutnya, masya- rangka reahabilitasi dan rekonstruksi an- membangun fasilitas baru.rakat diharapkan bisa ambil bagian de- tara lain memfungsikan saluran primerngan ikut serta menanggung beban me- maupun saluran sekunder melalui kegi- Kendalalalui tarif sampah yang layak dan wajar. atan perbaikan saluran yang mengalami Master plan yang ada ini disusun kerusakan ringan serta pembangunan dalam waktu yang sangat singkat. KurangAir Limbah kembali jaringan drainase yang hilang. dari tiga bulan. Diakui atau tidak, data Penanganan air limbah untuk daerah- Juga, menjaga keterpaduan antara pem- dan informasi yang digunakan sebagaidaerah permukiman kembali (dengan bangunan prasarana drainase kota de- bahan untuk penyusunan masih belumatau tanpa relokasi) dilakukan dengan ngan prasarana pengendali banjr lainnya memadai sebagai syarat untuk mengha-pendekatan best practice, seperti sistem silkan produk perencanaan yang secaraperpipaan air limbah baik skala kota ma- Pendanaan utuh dapat dipertanggungjawabkan baikupun komunal. Menurut Nugroho, kini Diperkirakan biaya yang diperlukan dari sisi akademis maupun pertanggung-adalah waktu yang baik untuk memba- untuk rehabilitasi prasarana dan sarana jawaban publik. Kaidah perencaanan bi-ngun sistem sanitasi dengan sistem of air minum dan sanitasi mencapai Rp. dang infrastruktur mensyaratkan perlu-side. 1,53 triliun yang meliputi pemenuhan air nya dilakukan terlebih dahulu suatu Sama dengan air minum, pendekatan minum, sanitasi, persampahan dan survei lapangan yang akurat sebagaipembangunannya sebisa mungkin dida- drainase mikro. Sasaran kegiatan ini dasar untuk pengambilan keputusan, be-sarkan pada kebutuhan masyarakat (co- adalah 366.323 kepala keluarga (KK) di lum dipenuhi.mmunity driven), kecuali pada lokasi-lo- perdesaan dan perkotaan. Sumber dana Maka tak aneh, para perencana mas-kasi baru permukiman kembali dimana direncanakan berasal dari APBN, APBD ter plan ini pun perlu menyebutnya seba-pembangunan infrastruktur dapat dila- Propinsi, APBD Kabupaten/Kota, hibah gai Rencana Indikatif (Indicativekukan mendahului pembangunan peru- dan pinjaman lunak dari lembaga ke- Planning). Karena itu, pengambilanmahan. Pendekatan tanggap kebutuhan uangan internasional maupun negara sa- keputusan harus tetap didasarkan padamasyarakat ini bisa diterapkan di desa. habat, BUMN, BUMD, swasta dan ma- data dan informasi lapangan yang lebihSedangkan untuk perkotaan, pemba- syarakat. rinci dengan cakupan yang memadai danngunannya sistem kontrak. Pembiayaan Secara umum, kebijakan alokasi pen- dengan mempertimbangkan dinamikadengan subsidi pada tahap awal dan tarif danaan diprioritaskan pada kegiatan kebutuhan dan ketersediaan sumberpada tahap berikutnya bagi masyarakat rehabilitasi. Hal tersebut didasarkan pa- daya. Jangan sampai mentang-mentangyang ikut menikmati layanan tersebut. da pertimbangan bahwa kemanfaatannya namanya Master Plan harus diikuti sudah diketahui secara baik dan secara dengan mutlak, membabi buta tanpaDrainase Kota teknis tidak memerlukan langkah per- mengikuti logika. Rakyat Aceh tak butuh Strategi yang akan ditempuh dalam siapan yang rumit. Asumsinya bahwa ke- fatamorgana! (mujiyanto) Percik 11 Mei 2005
  • 13. P ERKIRAAN K EBUTUHAN D ANA R EHABILITASI & R EKONSTRUKSI B ENCANA A LAM NAD DAN N IAS Air Bersih : Rp 16.929.696.000 Air Bersih : Rp 192.128.911.000 Air Bersih : Rp 77.027.568.000 Sanitasi : Rp 29.244.376.000 12 Sanitasi : Rp 37.742.620.000 Sanitasi : Rp 133.057.508.000 Sampah : Rp 4.453.610.000 Sampah : Rp 12.572.767.000 Sampah : Rp 20.263.255.000 Drainase : Rp 4.777.418.000 Drainase : Rp 14.277.508.000 Drainase : Rp 21.736.534.000 Sabang Total : Rp 55.405.100.000 Total : Rp 256.721.806.000 Total : Rp 252.084.865.000 Air Bersih : Rp 127.561.301.000 Air Bersih : Rp 108.261.696.000 Air Bersih : Rp 155.857.611.000 Sanitasi : Rp 37.742.620.000 Sanitasi : Rp 187.011.376.000 Sanitasi : Rp 46.114.884.000 Banda Aceh Sampah : Rp 12.572.767.000 Sampah : Rp 28.479.860.000 Sampah : Rp 15.361.724.000 Drainase : Rp 14.277.508.000 Air Bersih : Rp 187.603.022.000Mei 2005 Drainase : Rp 30.550.543.000 Drainase : Rp 17.444.619.000 Aceh Besar Total : Rp 192.154.196.000 Sanitasi : Rp 55.507.662.000 Total : Rp 354.303.475.000 Total : Rp 234.778.838.000Percik Sampah : Rp 18.490.632.000 Drainase : Rp 20.997.776.000 Kota Total : Rp 282.599.092.000 Pidie Bireuen Lhokseumawe Air Bersih : Rp 13.112.072.000 Aceh Utara Air Bersih : Rp 147.116.152.000 Sanitasi : Rp 4.367.875.000 L APORAN UTAMA Sanitasi : Rp 43.528.476.000 Sampah : Rp 4.960.114.000 Aceh Jaya Sampah : Rp 14.500.143.000 Drainase : Rp 66.755.823.000 Drainase : Rp 16.466.217.000 Total : Rp 89.195.884.000 Hener Meriah Aceh Total : Rp 221.610.988.000 Timur Air Bersih : Rp 69.531.176.000 Air Bersih : Rp 21.490.544.000 Aceh Barat Sanitasi : Rp 120.108.233.000 Sanitasi : Rp 7.158.899.000 Sampah : Rp 18.291.217.000 Kodya Langsa Sampah : Rp 8.129.574.000 Aceh Tengah Drainase : Rp 19.621.115.000 Drainase : Rp 109.412.071.000 Total : Rp 227.551.741.000 Total : Rp 146.191.087.000 Nagan Aceh Aceh Tambang Air Bersih : Rp 67.120.138.000 Sanitasi : Rp 19.859.392.000 Sampah : Rp 6.615.532.000 Gayo Laues Drainase : Rp 7.512.532.000 Aceh Total : Rp 101.107.594.000 Barat Daya Air Bersih : Rp 59.725.948.000 Sanitasi : Rp 17.411.112.000 Sampah : Rp 5.799.965.000 Drainase : Rp 6.586.381.000 Total : Rp 89.523.406.000 Aceh Aceh Tenggara Air Bersih : Rp 32.576.557.000 Selatan Sanitasi : Rp 9.638.696.000 Sampah : Rp 3.210.829.000 Drainase : Rp 3.646.185.000 Air Bersih : Rp 86.098.096.000 Total : Rp 49.072.266.000 Sanitasi : Rp 25.474.558.000 Air Bersih : Rp 72.260.630.000 Sampah : Rp 8.486.048.000 Sanitasi : Rp 21.380.352.000 Drainase : Rp 9.636.671.000 Sampah : Rp 7.122.192.000 Total : Rp 129.695.372.000 Drainase : Rp 8.087.890.000 Simeulue Total : Rp 108.851.064.000 Nias Air Bersih : Rp 199.713.360.000 Aceh Sanitasi : Rp 67.703.672.000 Singkil Sampah : Rp 22.553.350.000 Drainase : Rp 25.611.357.000 Total : Rp 315.581.738.000 Air Bersih : Rp 134.347.808.000 Sanitasi : Rp 41.375.078.000 Sumber: BAPPENAS Nias Selatan Sampah : Rp 13.782.806.000 Drainase : Rp 15.651.616.000 Total : Rp 205.157.309.000
  • 14. W AWANCARA Dirjen Tata Perkotaan dan Tata Perdesaan, Departemen Pekerjaan Umum, Dr. Ir. Patana Rantetoding, MSc., FIHT Masyarakat Harus Dimukimkan Kembali B agaimana antisipasi pemerin- tah terhadap terjadinya berba- gai bencana yang muncul akhir- Saya kira pemerintah sudah komit- men untuk merehabiltiasi dan merekon- struksi kembali Aceh itu. Tentu di dalam- akhir ini? nya termasuk pembiayaannya. Saya kira di institusi pemerintah Bisa disebutkan berapa kebu- sudah ada lembaga yang mengkoordinir tuhan dana bagi pembangunan sa- penanganan pascabencana. Departemen rana air minum dan sanitasi? PU khususnya Direktorat TPTP, selalu Kalau saya katakan sekarang, saya kira dan akan aktif berpartisipasi. Yang paling terlalu dini. Tetapi hasil dari survei, inves- menonjol biasanya adalah kerusakan tigasi, desain, dari konsultan itulah nanti Dr. Ir. Patana Rantetonding, MSc., FIHT sarana dan prasarana air bersih. Padahal yang akan menjelaskan berapa kebutuhan air bersih ini sangat dibutuhkan oleh riil bagi pembangunan tersebut. rakyat pada saat-saat permulaan ter- Apa kendala pembangunan sa- Terobosan apa yang dilakukan jadinya bencana. Itu yang ditangani ter- rana air minum dan sanitasi di untuk mengatasi berbagai keter- lebih dahulu. Selain itu adalah bagai- lapangan? batasan di lapangan? mana menampung para pengungsi, sani- Kesulitannya hanya pada perbaikan. Khusus untuk air minum ada bebera- tasi, air limbah, dan persampahannya. Mungkin karena kurangnya tenaga dari pa negara-negara donor atau institusi Itu peranan PU. mereka yang bisa dimobilisasi. Terpaksa internasional yang mau membantu kita. Apakah PU sudah memiliki buku kita datangkan dari daerah lain. Yang Contoh dari Belanda, Jerman. Saya kira panduan untuk mengatasi bencana akan datang tentu lebih tenang. pemerintah Indonesia bersama rakyat secara darurat? Rencana ke depan seperti apa? dan negara-negara lain sangat menaruh Pemerintah kan sudah membagi Atau ada kebijakan khusus? perhatian untuk membangun Aceh kem- tugas-tugas itu. Ada yang namanya tang- Kebijakannya adalah bahwa masya- bali. Inilah faktor yang mendorong gap darurat. Siapa yang paling depan rakat harus dimukimkan kembali dan pemulihan Aceh. dalam tahap tanggap darurat, siapa yang bersamaan dengan itu mereka akan kita Kalau nanti ada kendala misal- bertugas dalam tahap rehabilitasi dan berikan air minum. Artinya di permuki- nya dana, apakah sudah ada antisi- sebagainya. Saya kira standar itu sudah man mereka yang baru harus disediakan pasi? ada sejak beberapa tahun yang lalu. instalasi air minum. Saya masih optimis bahwa pemerin- Apa yang sudah dilakukan di Apakah ini sudah masuk dalam tah akan bisa memenuhi kebutuhan- Aceh selama masa tanggap darurat master plan yang ada? kebutuhan itu. Apalagi masyarakat inter- ini? Ya. Itu termasuk. Master plan antara nasional banyak membantu. Persoalan- Pada waktu tanggap darurat, dalam lain menetapkan di mana lokasi-lokasi nya adalah bagaimana kita melaksanakan menangani pengungsi, kita sudah me- permukiman dan dilengkapi sarana air kegiatan di Aceh dengan transparan dan ngirim tangki-tangki air ke penam- minum. baik. Itu yang penting. pungan pengungsi, kita juga mengirim- Berarti sudah ada masukan Selain memberikan bantuan fi- kan truk-truk tinja. Itu dari air minum bagaimana mengatur air minum di sik, apakah pemerintah juga mem- dan sanitasi. Sementara ini kita mereha- sana? berikan bantuan lain guna meman- bilitasi kembali instalasi air minum yang Artinya, hasil master plan akan kita dirikan masyarakat seperti mengo- rusak di Banda Aceh dan Meulaboh. Kita jadikan dasar bagi pembangunan sarana lah air bersih sendiri? sekarang lagi membangun barak-barak, air minum. Kita sudah mengirimkan kon- Ya. Kami sangat komit bahwa pem- dan kita lengkapi dengan air minum dan sultan ke sana. Meskipun kini masih bangunan sarana air minum yang di luar sanitasi. Barak kita itu harapkan bisa tanggap darurat, kita sudah siapkan ren- jaringan PDAM itu akan dibangun dan berfungsi selama dua tahun. Air minum- cana-rencana untuk rehabilitasi. dikelola dengan memberdayakan masya- nya asalnya bisa macam-macam. Kalau Apakah pembangunan sarana rakat. Persis sama dengan yang kita dekat dengan PDAM kita sambung, kalau air minum dan sanitasi bisa kita lakukan sekarang ini. Semuanya mem- tidak kita bangun sumur pompa. cukupi sendiri pembiayaannya? berdayakan masyarakat. (MJ) Percik 13 Mei 2005
  • 15. W AWANCARA Direktur Penyehatan Air dan Sanitasi, Ditjen PPMPL, Departemen Kesehatan DR. R. Hening Darpito, SKM, Dipl. SE. Surveilance Kita Jalan A Aceh? pa yang dilakukan Depkes dalam masa tanggap darurat di Kalau amonia itu bisa dihi- langkan dengan nitrifikasi. Apa lagi yang sudah Menurunkan resiko terjadinya KLB dikerjakan? penyakit menular, dengan menyediakan Dinas kesehatan sudah air minum dan perbaikan kualitas air. melakukan pelatihan kepada Pertama kali kita melakukan penilaian 30 sanitarian untuk Banda cepat. Kemudian penyediaan air minum Aceh dan Aceh Besar, dan dan pemberian desinfektan. Juga pro- melatih 75 kader di 15 mosi dan penyuluhan hygienesanitasi, titik bentara. Seka- serta pemeriksaan dan pengawasan kua- rang mereka sedang litas air. Monitoring kualitas air dilaku- melakukan penyu- kan oleh Dinas Kesehatan, Depkes, luhan kepada bersama dengan CARE. Di sana per- masyarakat. masalahannya itu adalah adanya nitrat, M e r e k a meski masih di bawah baku mutu. Rata- a k a n rata 14-15, sedangkan baku mutunya 50. Kemudian nitrit, di bawah baku mutu. Angkanya 0,03-0.04 dengan baku mutu 3 FOTO: MUJIYANTO mg/liter. Yang agak mengherankan adalah amonia. Angkanya tertinggi. Amo- nia itu sebenarnya merupakan hasil pro- ses metabolisme dari cemaran pertanian dan industri. Di air tanah itu biasanya 0.2 mg/liter. Bisa mencapai 3 mg/lt pada air tanah anaerob. Di sana, di daerah yang mengajak masyarakat untuk membantu dikuras lagi untuk mengembalikan kuali- kena bencana angkanya sampai 4 mg/lt. kebersihan. Penyuluhan dilakukan oleh tas seperti semula. Sedangkan di daerah yang tidak terkena kader dibantu sanitarian dari puskesmas Selama tanggap darurat tidak bencana 1,2 mg/lt. Memang belum ada dan dinkes. Sebentar lagi sedang dipersi- terdengar ada KLB, mengapa? efek toksikologinya. Hanya, untuk daerah apkan untuk memperluas kegiatan terse- Sistem surveilance kita jalan. Sekali bencana angkanya melebihi nilai ambang but di 21 kabupaten. Ini masih ditujukan diberitakan ada peristiwa diare, langsung batas 1,5 mg/ltr. ke tempat pengungsi, yang akan meli- ditangani dan dilokalisasi, disinfeksi Dari mana amonia itu? batkan kira-kira setiap angkatan 10 sani- sumber-sumber pencemaran, disinfeksi Ini bisa dari laut. Di bawah air laut itu tarian/kabupaten dan lebih dari 1.000 pada lingkungan itu. Awalnya kita sempat kan banyak anaerobiknya. kader. khawatir segala macam penyakit seperti Apakah ini akan hilang dengan Pelajaran apa yang diambil da- kolera, malaria, diare akan muncul. sendirinya atau seperti apa? lam masa tanggap darurat ini khu- Ternyata tidak. Kalau hilang kayaknya tidak, karena susnya terhadap hal-hal yang dita- Apa saja kendala penanganan daerah yang tidak tercemar pun kandung- ngani? kesehatan pada masa tanggap daru- an amonia juga ada, tapi masih di bawah Sumber air kan disapu semua, sehing- rat? nilai ambang batas. Untuk kesehatan ga sumber air tercemar dalam waktu yang Pada waktu awalnya tenaga sangat sebenarnya tidak masalah. Hanya ma- singkat. Kebutuhan air minum disediakan terbatas. Kawan-kawan dari daerah syarakat sendiri yang memperma- oleh LSM, kawan-kawan Kimpraswil, dalam dua minggu pertama belum opti- salahkan sedangkan kita menyediakan desinfektan, mal karena mereka masih trauma. Secara Bagaimana amonia itu bisa di- itu sangat membantu. Juga bantuan dari pelan-pelan sudah mulai berperan. atasi? pihak asing. Tentu air yang ada harus Soal dana dalam masa tanggap 14 Percik Mei 2005
  • 16. W AWANCARA darurat bagaimana? Setelah itu 3 tahun tahap rekonstruksi. nyemprot dan sebagainya. Sekarang su- Bulan-bulan ini adalah bulan-bulan Pada rehabilitasi terfokus pada desa-desa dah selektif, mendampingi petugas yang tidak ada dana. Bulan Desember yang kerusakan infrastrukturnya masih propinsi agar mampu membuat peren- tutup tahun, uang sudah dipertanggung- mungkin untuk diperbaiki. Tempat canaan dan mengimplementasikannya. jawabkan semua. Januari, Februari, penampungan pengungsi sementara. Mereka kita angkat kepercayaan dirinya. Maret, belum ada anggaran baru. Dana Kalau di kota harus menunggu tata Kemudian kita bersama-sama membuat ya ditalangi departemen kesehatan. Yang ruang. Kalau ini saya sudah minta izin ke perencanaan. Kita siapkan angka-ang- sangat membantu adalah kita mempu- Bappeda untuk tidak terpengaruh itu. kanya. Rencana itu yang dikirim ke donor nyai BUMN seperti Bio Farma, In- Targetnya di desa, masyarakat yang dan pemerintah pusat. Lalu perencanaan dofarma, Kimia Farma yang membantu terkena imbasnya tak terlalu besar. Atau itu bersama-sama lagi kita laksanakan. penyediaan bahan-bahan kimia dan obat- pun ke depan masyarakat yang tidak Kita sifatnya memfasilitasi. Memang obatan. terkena tsunami tapi menerima imbas. harus bertahap. Termasuk nanti dalam Sejauh mana kesadaran masya- Kita bisa mulai tanpa menunggu sele- CWSH. Tentunya tahapan yang kita rakat di NAD terhadap sanitasi sainya tata ruang. Kegiatannya kita uta- lakukan tidak seketat pada proyek secara umum? makan sesuai dengan filosofi WASPOLA WSLIC. Kita persingkat prosesnya karena Pemahaman mereka terhadap kuali- yakni community based, penguatan ka- ini kan grant dan tidak terlalu membu- tas air, seperti air tercemar, tidak terlalu pasitas infrastruktur dinas kesehatan tuhkan counter budget. tinggi. Mereka mempergunakan air apa propinsi dan kabupaten, juga puskesmas. Bagaimana anggaran untuk adanya untuk keperluan sehari-hari, Dalam implementasinya nanti juga me- rehabilitasi dan rekonstruksi? kecuali untuk masak mereka merebus- rekrut fasilitator, melakukan roadshow Grant itu akan digunakan sepenuh- nya. Kalau kebersihan, comberan, ge- ke desa-desa, kita melakukan evaluasi nya. Saya belum tahu desainnya, apakah nangan belum menjadi perhatian mere- cepat dengan metode partisipatory, mereka bisa kontribusi cash. Kalau ka. Inilah yang menjadi target kita. mengadakan perbaikan/rehabilitasi sum- menurut WSLIC dan WASPOLA itu dana Apa rencana ke depan? ber air, kemudian promosi dan penyu- cashnya kan hanya 4 persen. Tapi inkind Ke depan kita sedang mempersiapkan luhan dalam rangka perubahan perilaku. harus berasal dari masyarakat seperti pengawasan kualitas air karena sebelum- Untuk fase rekonstruksi mulai tahun tenaga. Mereka bisa melaksanakan sen- nya baru di Banda Aceh dan Aceh Besar. kedua, yakni membangun sarana AMPL diri. Sekarang kita kerja sama dengan di desa-desa, baik di desa-desa yang Kalau melihat bencana ini, per- UNICEF untuk memperluas jangkauan terkena dampak tsunami maupun desa- lukah kita punya SOP? pengawasan kualitas air. Sudah dicek 60 desa baru. Semua menggunakan pen- Bencana ini melebihi dari kemam- titik. dekatan community based. Untuk lokasi puan kita. Atitude-nya memang besar Untuk masa rehabilitasi dan kita bisa katakan, ancar-ancar, Aceh sekali sehingga bikin shock. Setelah itu rekonstruksi? Jaya, Pidie, Bireun, Aceh Utara, Nagan bantuan lokal dan asing masuk. Kendali Untuk fase rehabilitasi dan rekon- Raya, dan Nias. Mencakup 500 desa. baru diperbaiki. Sempat kacau juga. struksi, tentunya kesehatan, Bappenas, Sekarang masalahnya yang dihadapi, Kalau ditinjau dari sudut pandang PU, Depdagri, dan pemda akan melak- kapasitas pemerintah kabupaten. Ini masyarakat yang menderita, di situ tidak sanakan community-based water supply akan menjadi peran kunci dalam proyek ada birokrasi. Cepat. Mungkin itu yang and sanitation. Ada bantuan grant dari community based ini. Terus, fasilitator dikatakan dunia bahwa Indonesia ber- pemerintah Inggris, Kanada, dan Belan- masyarakat. Kemudian kekuatan institusi hasil dalam mengatasi korban tsunami. da. Grant ini akan dicantolkan di proyek masyarakat itu sendiri. Kalau desa yang ter- Mungkin yang dimaksud mereka tidak CWSH. Dengan biaya 16,5 juta dolar AS. kena bencana, orang-orangnya kan tidak ada birokrasi sehingga penanganan kepa- Waktu pelaksanaan 4 tahun. Tujuannya tertata. Ada yang baru dan sebagainya. da masyarakat betul-betul terasa. Tapi mencegah penyebaran penyakit melalui Bagaimana mengantisipasi ke- dari sisi pemerintahan, itu kacau. Dari air atau penyakit yang berhubungan de- terbatasan kapasitas pemerintah sisi harga diri bangsa, terluka karena ngan air dan meningkatkan derajat kese- daerah? mereka masuk tanpa izin yang se- hatan masyarakat perdesaan melalui Kita sejak sebulan terakhir, petugas- mestinya. Tentu ini harus diantisipasi di akses penyediaan air minum. Nanti pada pusat yang datang ke Banda Aceh hanya masa mendatang. SOP tentu harus ada. tahap awal kita akan merehabilitasi sela- sebagai pendamping. Pada awalnya, Kita sudah punya untuk skala kecil seper- ma 12 bulan mulai pertengahan 2005. tugas pusat semuanya dari mulai me- ti kekeringan. (mujiyanto) Percik 15 Mei 2005
  • 17. W AWANCARA Saefuddin, Kepala Dinas Kebersihan Kota Banda Aceh TPA Perlu Perluasan B agaimana kondisi persampahan di Banda Aceh pascatsunami? Pascatsunami kita menghadapi sam- TPA kami di Kampong Jawa kini menjadi tempat pembuangan sampah tsunami (tsunami waste). Akibatnya Apakah Dinas Kebersihan bisa menangani sampah yang ada de- ngan areal penanganan yang ber- pah dalam volume yang besar. Ada dua kami mengalami kesulitan penanganan tambah? jenis sampah yakni sampah tsunami karena volumenya yang demikian besar. Kita sebenarnya memiliki ketersediaan yaitu berupa lumpur dan puing-puing Mau tidak mau TPA tersebut harus diper- tenaga kerja yang banyak. Kini banyak orang bangunan. Khusus untuk sampah ini, luas dan dilengkapi fasilitas penunjang bersedia bekerja. Tapi persoalannya adalah penanganannya dilakukan oleh Waskita karena sarana dan prasarana yang ada adanya keterbatasan sarana dan peng- Karya, Nindya Karya, dan perusahaan telah hancur. Banyak negara atau donor awasan. Tidak sulit mencari tenaga kasar di pemerintah lainnya di bawah koordinasi yang sudah siap membantu perluasan sini. Hanya memang itulah, SDM yang bisa Kodam Iskandar Muda. Pelaksanaan di TPA ini. Hanya saja persoalannya pada mengawasinya kan terbatas sekali. lapangan dibagi atas beberapa zone. pembebasan tanah. Kami memperki- Bagaimana Dinas Kebersihan be- Prioritas mereka adalah evakuasi jena- rakan kebutuhan lahan baru untuk TPA kerja dengan keterbatasan yang ada? zah. Kendati begitu, mereka otomatis ini seluas 10-20 hektar. Sekarang kami terpaksa bekerja dengan melakukan pembersihan karena FOTO:ISTIMEWA sistem shift. Untuk itu kami telah mela- banyak jenazah yang berada di bawah kukan survei ke lokasi-lokasi mana yang puing-puing reruntuhan bangunan. menjadi daerah rawan sampah. Di situ- Untuk itu mau tidak mau harus meng- lah kita beroperasi dengan SDM yang gunakan alat-alat berat. Saat ini pem- ada. bersihan sampah-sampah tsunami itu Apakah ada prioritas penangan- sudah mendekati 100 persen. an? Sedangkan kami dari dinas kebersi- Ya. Kami telah menentukan tiga han kota Banda Aceh tetap melak- prioritas daerah penanganan yakni sanakan tugas semula yaitu member- pertama, tempat pengungsian. Yang sihkan sampah rumah tangga. Saat ini kedua adalah pasar. Yang ketiga kami dibantu oleh UNICEF dan adalah kediaman orang asing. UNDP. Lembaga itu meminjamkan Bagaimana dengan kondisi beberapa truk pengangkut sampah keuangan? mengingat armada kami rusak dan Alhamdulillah tak begitu bermasalah hilang terbawa tsunami. Dari 40 karena ada bantuan dari UNICEF dan armada yang kami miliki, kini tinggal ada Bagaimana dengan sampah UNDP. Yang sedang kami pikirkan adalah tiga truk. rumah tangga? Apakah jumlahnya bagaimana jika terjadi peralihan. Karena Apakah armada yang ada itu berkurang karena banyak rumah bantuan yang ada saat ini tentu tidak akan telah cukup untuk menangani sam- tangga yang hilang? ada lagi. pah yang ada? Jumlahnya tak terlalu signifikan. Untuk perluasan TPA bagaimana? Belum. Yang terjadi saat ini justru pe- Dengan adanya kamp-kamp pengung- Kami juga sudah mengusulkan tam- nyebaran sampah ke pinggiran kota seperti sian, kami memiliki tugas baru untuk bahan anggaran di luar anggaran rutin. di Ulee Kareng. Nah ini kan membutuhkan menangani sampah di lokasi tersebut. Besarnya 20 milyar. Tapi kami pesimis armada pengangkut yang lebih banyak. Un- Jumlahnya ada 22 titik baru yang terse- itu bisa dipenuhi oleh daerah. Harapan tungnya ada perhatian dari pemerintah Kota bar di Kota Banda Aceh dan Aceh Besar. kita sekarang tinggal ke pemerintah Metropolitan Istambul, Turki, yang ikut ter- Apakah ada kerja sama dengan di- pusat. Sebenarnya tanah sudah tersedia. jun langsung menangani sampah-sampah di nas kebersihan Kabupaten Aceh Be- Bahkan pemilik tanah sudah mena- jalan-jalan di pinggiran kota. Bahkan ke sar untuk menangani sampah itu? warkan tanahnya. Tapi karena dana tidak depan mereka akan menghibahkan armada Belum. Semua ditangani oleh Dinas ada, terpaksa kita tunda dulu. Dan saya pengangkutnya untuk kami. Kebersihan Kota Banda Aceh. Lagi pula kira kini adalah waktu yang baik bagi per- Bagaimana dengan kondisi Tem- memang di Aceh Besar, Dinas Keber- baikan pengelolaan persampahan di pat Pembuangan Akhir (TPA) sendiri? sihannya belum terbentuk secara mantap. Banda Aceh. (MJ) 16 Percik Mei 2005
  • 18. W AWANCARA Ketua Pokja Infrastruktur, Dr. Ir. Basuki Yusuf Iskandar, MA Memenuhi Prasarana Kebutuhan Dasar dan Membuka Akses A pa latar belakang pembentuk- an Kelompok Kerja (Pokja) Aceh ini? sasi kita ajak pokja daerah untuk bekerja bersama. Yang lebih pada publik infrastruktur seperti listrik, telekomunikasi, pelabuhan udara, dan laut, jalan, perumahan, air Berangkat dari kerusakan Aceh dan Instansi mana saja yang terlibat minum, drainase. Termasuk pula ja- Nias yang masif, yang luar biasa, sehing- dalam pokja infrastruktur? ringan irigasi tambak terutama jaringan ga untuk membangun kembali itu butuh Yang pasti semua instansi yang primer dan sekundernya. Juga fasilitas suatu blue print untuk menggambarkan terkait dengan infrastruktur ditambah early warning system, fasilitas peng- kepada masyarakat, Aceh itu akan seper- beberapa instansi lain seperti BPPT, LIPI, amanan. ti apa. Kerusakan yang terjadi kan tidak BMG. hanya dari segi fisik tapi juga non fisik Bagaimana kesesuaian hasil seperti psikologi, emosi, sosial, dan Khusus pokja infrastruktur, rancangan pokja infrastruktur pu- budaya. Makanya di dalam Pokja sendiri mandatnya apa saja? Apakah se- sat dan daerah? ada 10 Pokja yang merancang blue print mua infrastruktur? Menurut saya klop, karena dikerjakan dari semua aspek kehidupan. Pokja ini Tidak semua infrastruktur. Prinsip- bersama. Kita sangat akomodatif dengan sendiri pembentukannya melalui kepu- nya semua dikurangi infrastruktur ba- aspirasi daerah. Hanya kita tetap berpe- tusan presiden. Kita sadar blue print ini ngunan perko- gang pada prinsip perencanaan yang harus memberikan proporsi yang sama taan. benar untuk menjaga spirit good gover- kepada rakyat Aceh sehingga dibentuk nance. Misalnya untuk membangun fasi- pokja yang sama di daerah. Spiritnya litas baru kita harus menempuh prose- adalah kerja bareng. Karenanya di pokja dur-prosedur yang benar dengan mela- infrastruktur sendiri self ownership-nya kukan studi kelayakan terlebih dahulu. sangat penting bagi rakyat Aceh. Kita ke Contohnya untuk membangun jalur te- sana, dan untuk finali- ngah di Aceh, ada kemungkinan melewati Leuser. Itu harus ada studi kelayakan dari berbagai macam aspek sperti ekonomi, teknis, lingkungan, budaya, bahkan agama. Contohnya untuk mem- bangun permukiman yang religius Islami itu seperti apa sih. Ini kan harus dikaji supaya infrastruktur fisik ini men- cerminkan nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Aceh. Tidak sekadarFOTO: MUJIYANTO asal bangun agar dalam jangka panjang tidak mengundang masalah. Percik 17 Mei 2005
  • 19. WA W A N C A R A Beberapa waktu lalu terdengar sasaran itulah yang harus kita wujud- syarakat, kemungkinan dari BUMN/ beberapa negara siap dengan blue kan. BUMD, APBN, APBD propinsi dan kabu- print-nya untuk Aceh. Apakah ada paten, bantuan luar negeri baik berupa hubungan dengan buatan pokja? Dari berbagai bidang, mana hibah maupun soft loan. Semua sumber Saya merasa blue print ini adalah pro- yang akan dijadikan prioritas? pendanaan kita gali untuk bisa mereali- duk kita sendiri. Artinya produk Indo- Prasarana kebutuhan dasar. Ini ter- sasikan tujuan itu. nesia yang dihasilkan oleh pokja pusat masuk perumahan, air bersih, dan sani- dan daerah. Saya tidak merasakan tasi. Ini nggak bisa nunggu, harus cepat. Apakah ada dana lain, misalnya adanya intervensi, tapi saya merasa inde- Kemudian membuka akses-akses masuk pengalihan dari program di luar penden. (entry point) ke Aceh ini kita dahulukan Aceh? supaya semuanya bisa lancar. Bagaimana Saya belum mendengar itu. Saya kira Apa kaitan pembangunan infra- kita mau melakukan rehabilitasi dan tidak demikian. Paling banter dengan struktur dengan pertumbuhan eko- rekonstruksi kalau akses masuknya merevisi APBN. Tapi saya yakin sekali ti- nomi? susah. Pelabuhan yang strategis harus dak akan mengurangi dana bagi propinsi Paling tidak ada 4 goal dari pemba- diperbaiki dulu termasuk bandara dan lain. ngunan infrastruktur. Tujuan utamanya telekomunikasi. Dua hal ini yang kita mendukung proses menuju kembali ke dahulukan. Sejauh mana pemerintah meng- kehidupan normal. Dalam dua tahun akomodasi kepentingan asing? awal mudah-mudahan itu bisa terwujud. Semua pembangunan tersebut Saya pribadi, secara profesional Selain itu, menyiapkan basis infrastruk- butuh dana. Apakah ada dana khu- saja. Artinya tidak ada agenda-agenda tur untuk tumbuh dan berkembangnya sus untuk itu? yang bertentangan dengan kepentingan Aceh dalam konteks NKRI. Artinya bagi- Indikasi kebutuhan dana memang nasional. Selama visinya sama untuk mana kita membangun sistem komu- cukup besar yakni Rp. 25 trilyun. Sumber membangun kembali Aceh dalam nikasi dan trasportasi yang lancar baik pendanaan juga macam-macam. Kita merehabilitasi dan merekonstruksi, antarwilayah dalam propinsi, antar- sudah hitung mulai dari swasta, ma- saya kira OK. propinsi dengan Sumatera Utara misal- nya ada kemungkinan membangun jalan FOTO: MUJIYANTO kereta api supaya terjadi integrasi yang bagus tidak hanya dari sisi ekonomi tapi sosial dan lainnya. Sasaran yang kita ran- cang adalah pertama untuk menjamin kehidupan sosial kemasyarakatan yang memadai. Ini melalui perumahan, per- sampahan, air minum, jalan, pasar. Kedua adalah menumbuhkembangkan perekonomian. Energi, listrik, pelabuhan utama, bandara kita bangun supaya logistik lancar sehingga transaction cost dari pembangunan itu menjadi mu- rah. Tujuan ekonominya adalah trans- action cost of economic activities. Satu lagi, infrastruktur harus bisa menum- buhkan rasa aman bagi masyarakat dari ancaman bencana. Fasilitas banjir kita bangun, early warning system akan kita bangun. Yang keempat mengembang- kan wilayah Aceh karena beberapa daerah masih terisolasi. Kita akan buka supaya daerah itu bisa tumbuh. Empat Infrastruktur rusak: Sarana telekomunikasi ikut hancur diterjang gelombang tsunami. 18 Percik Mei 2005
  • 20. WA W A N C A R A Apakah pembangunan infra- masyarakat? dan TVRI. Problem kita saat ini, perala- struktur ini menggunakan asumsi Tidak ada. Nilai-nilai yang ada harus tan boleh canggih dalam mendeteksi ben- keamanan? dihargai, tak sekadar nilai fisik. cana seperti gempa, banjir, tapi Yang pasti kita asumsikan aman. Saya bagaimana transformasi/jalannya infor- kira ada pokja tersendiri yang menangani Apakah masyarakat nanti lang- masi dari peralatan tadi ke masyarakat. masalah itu. Harapan saya, semuanya sung dikasih uang untuk memba- Makanya ini kita hubungkan dengan aman. Kan semua tahu maksudnya kan ngun rumahnya? TVRI. Jadi kalau ada informasi dari baik. Kan ada in cash dan inkind. Jadi ada BMG, langsung bloking ke TVRI dan mekanisme tertentu, tidak dalam bentuk disiarkan kepada masyarakat. Ini yang Sejauh mana pelibatan masya- uang. Nah mekanisme itu menjamin akan kita bangun. Ini kelemahan kita rakat Aceh dalam proses? uang itu akan menjadi rumah. Nanti ada selama ini. Fundamental, terutama yang sangat pendampingan dari beberapa pihak ter- diperlukan dalam bidang perumahan. masuk NGO. Di sana ditegakkan prinsip Apakah akan ada pembangunan Pada saat ini memang tidak dimung- good governance bahwa uang itu akan tembok pelindung (escape hill)? kinkan bagi mereka untuk membangun jadi rumah betulan. Itu kan hanya salah satu fasilitas rumahnya sendiri. Tugas pemerintah penyelamatan. Kalau tsunami seperti untuk membantu mereka agar menda- itu, sebenarnya apa sih yang bisa kita patkan rumah. Kita akan berikan fasilitas Problem kita saat ini, lakukan? Penyelamatan dengan sistem setara tipe 36. Kalau rumahnya rusak early warning yang bagus. Pada waktu total, kita akan ganti senilai Rp. 28 juta. peralatan boleh canggih informasi sampai ke masyarakat, ada Kalau rusak ringan Rp. 10 juta. Ini untuk dalam mendeteksi ben- kesempatan bagi masyarakat untuk lari. menjamin mereka dapat rumah. Terkait Jadi untuk tsunami, kita hanya bisa dengan ini, sangat fundamental partisi- cana seperti gempa, memberikan fasilitas penyelamatan dan pasi mereka. Apakah mereka akan kem- banjir, tapi bagaimana informasi secepatnya kepada ma- bali ke daerah semula atau tidak, kita syarakat sehingga bisa menyelamatkan transformasi/jalannya berikan kebebasan. Tapi dengan kondisi diri. pemerintah telah memberi tahu infor- informasi dari peralatan masi tentang konsekuensi-konsekuensi tadi ke masyarakat. Bisa digambarkan tahapan pem- yang mungkin ditanggung oleh ma- bangunan infrastruktur dari mulai syarakat bila ingin kembali. Adalah hak Makanya ini kita tanggap darurat hingga rekon- mereka untuk kembali. Pemerintah hubungkan dengan TVRI. struksi nanti? wajib memberikan dukungan. Sebab Infrastruktur pada tahap darurat kalau bicara soal kembali ke daerah sifatnya betul-betul hanya pember- semula, namanya rumah itu tidak hanya Bagaimana terhadap daerah- sihan dan ada yang sangat darurat nilai fisik tapi ada nilai psikologis, daerah yang tidak layak huni? seperti membuat jembatan bailing, sosial, histori yang panjang. Kita tidak Yang disebut layak itu seperti apa? Ini membersihkan jalan. Itu sangat mini- bisa mencabut nilai-nilai tersebut. Kita yang harus dibicarakan bersama. Ka- mum level, sangat tidak cukup, sangat harus menghargai. Mungkin ada nilai dang-kadang layak itu kan intepretasi tidak memadai. Pada tahap akhir reha- historis yang tidak bisa disetarakan intelektual yang belum tentu benar. bilitasi, kita harapkan kita bisa pada dengan uang. Di daerah-daerah terten- Jangan-jangan kita itu terlalu over reak- tahap layanan minimum yang benar. tu kita akan berikan fasilitas-fasilitas tif sehingga kita lebih traumatik daripada Ini sudah dicapai. Saya bisa katakan 80 penyelamatan yang disebut escape korban itu sendiri dan mereka lebih real- persen sudah kembali seperti semula. facilities. Yang mau pindah, kita sedi- istis. Ada yang mengatakan bisul itu tidak Tahapan berikutnya, hasilnya harus lebih akan tempat untuk pindah. Jadi ini tumbuh di tempat yang sama untuk yang baik. Artinya tercapai basis recovery bukan kompensasi tapi semacam pang- kedua kali. yang memadai dan bisa tumbuh lebih gilan tugas negara untuk memberikan baik pada periode berikutnya. Ini kan hunian bagi para korban. Bagaimana early warning sys- proses 2005-2009. Kalau 2009 layanan tem yang akan diterapkan? masih sama dengan sekarang berarti Jadi tidak ada paksaan kepada Kita sudah bekerja sama dengan BMG stagnan. (mujiyanto) Percik 19 Mei 2005
  • 21. W AWANCARA Wakil Ketua Pokja Infrastruktur, Ir. Basah Hernowo, MA. Memenuhi Layanan Minimum B FOTO: ISTIMEWA isa digambarkan bagaimana harus hati-hati. Kalau memungkinkan tahap rehabilitasi dan rekon- kita bisa membuat sistem baru misalnya struksi AMPL (air minum dan pe- dengan menerapkan 3 R(reduce, reuse, nyehatan lingkungan) di NAD? dan recycle) sehingga sampah yang sam- Sebenarnya yang ingin kita capai da- pai di TPA relatif bersih. Dengan lam jangka pendek sekarang adalah demikian kita bisa menerapkan sistem kembalinya pelayanan minimum bagi sanitary landfill. Masalahnya desain kita masyarakat khususnya air minum, air selalu sanitary landfill tapi kenyataan di limbah, dan sampah. Kalau drainase itu lapangan selalu open dumping. Ini terkait dengan masalah yang besar seper- Ir. Basah Hernowo, MA semua kan butuh dana besar. Kira-kira ti penanggulangan banjir dan drainase masyarakat punya kemampuan nggak makro. Pada tahap berikutnya, kira-kira rima kasih sekali kalau itu dalam bentuk untuk membiayai ini. Kalau disubsidi, setahun dua tahun ini, kita mencoba grant. Paling tidak ini bisa menjadi pilot siapa yang menyubsidi. Masalahnya meningkatkan capaian. Kalau mungkin bagi kota-kota yang lain. Walaupun sekarang ini kan daerah tersebut kena jangkauan masyarakat 100 persen ter- mungkin ini relatif lebih high technology. musibah. Kemampuan pemerintah daer- layani. Tapi keuangannya tidak memung- Tapi mau tidak mau Indonesia akan ah turun juga. Kalau misalnya subsidi, kinkan maka harus lebih baik daripada menuju ke sana. Untuk Meulaboh kita sampai berapa lama. Kalau saya, selama sebelum bencana. Itu target kita untuk belum menentukan siapa yang akan ada subsidi, daerah itu dipersiapkan un- semua kota yang terkena bencana. masuk ke sana. Karena ini tidak murah. tuk membentuk PT atau PD Kebersihan. Bagaimana dengan daerah yang tidak Sehingga nantinya kalau subsidi dilepas, Bagaimana dengan kota yang memungkinkan, kita masih bisa menggu- dia bisa bergerak secara korporasi. tidak terkena bencana? nakan interim misalnya dengan sistem Kita juga memperhatikan mereka. Ini komunal. Soal pendanaan seperti apa? merupakan komitmen pemerintah untuk Tidak mungkin itu dibiayai APBN meningkatkan pembangunan di NAD. Bagaimana pendekatan pemba- semuanya. Anggarannya kecil sekali. Kita ngunan AMPL di sana? mencoba mengusulkan kepada beberapa Bisakah digambarkan bagaima- Pembangunan air minum tidak bisa negara donor untuk membantu. Alham- na porsi pembangunan air minum? seperti perumahan yang bersifat pribadi dulillah mereka sudah berjanji untuk Sampai sekarang sebetulnya angka dan bisa dikerjakan sendiri oleh ma- membantu. Tapi baru janji. Belum sam- pastinya belum ada. Berapa sih yang syarakat melalui pemberdayaan masya- pai formal agreement. rusak di Banda Aceh? Memang yang keli- rakat. Air minum jairngan pipa kan tidak hatan nyata adalah jaringan. Tapi masya- mungkin seperti itu. Makanya kita kerja Bentuk dana asing itu grant atau rakat yang akan dilayani kan berkurang sama dengan PDAM yang akan bertindak utang? dengan adanya korban tewas. Nah apa- sebagai operatornya. Kalau PDAM keku- Sebagian besar dana untuk rehabili- kah kita akan memperbaiki semua sistem rangan biaya, kita akan membantu men- tasi dan rekonstruksi ini adalah grant. yang ada atau membuat desain baru. Kita coba mencarikan alternatif pembiayaan Kami di Bappenas juga menginginkan belum sampai pada satu pemecahan atau tersebut. Misalnya dari Unicef yang sela- supaya grant saja. Utang jangan dulu solusi engineering yang terbaik. Tapi kita ma ini sudah membantu banyak, atau sebab daya serap utang itu juga berat. akan berkoordinasi dengan teman-teman bilateral seperti Swiss, Jerman, Spanyol, Memang ada juga yang menawarkan pin- di Banda Aceh, Meulaboh dan seba- dan Jepang. Dana itu akan kita alokasi- jaman lunak. Itu prioritas kedua. gainya. Karena di Meulaboh ini ada kan supaya tidak tumpang tindih. Jelas intake-intake yang rusak. Desainnya se- ini tidak bisa dengan pendekatan berba- Apakah kebutuhan minimum perti apa. Syukur kalau nanti ada desain sis komunitas kecuali di daerah perde- masyarakat untuk air minum telah yang baru yang lebih optimal. saan. Di perdesaan tetap community terpenuhi? based dan menyatu dengan perumahan. Belum. Contoh kita belum bisa membe- Bagaimana dengan air limbah? rikan jaminan bahwa air di sana layak di- Untuk air limbah, AusAID ada ke- Sampah bagaimana pemba- konsumsi karena terkena limbah yang ter- inginan untuk membangun sewerage ngunannya? bawa tsunami dari dasar laut. Kita perlu system di Banda Aceh. Kita sangat berte- Menangani persoalan sampah ini ada penelitian terlebih dahulu. (MJ) 20 Percik Mei 2005
  • 22. T EROPONG PDAM Banda Aceh Riwayatmu Kini……………….H ampir tak ada yang tak terpe- dam lima mobil tangki, satu minibus, dan pasitas pompa produksi yang dapat ngaruh oleh gempa bumi dan 2 pick up. Akibatnya kendaraan opera- dijalankan sekitar 250 liter/detik. Air bi- tsunami yang terjadi 26 De- sional PDAM ini tak bisa dipergunakan sa disalurkan ke daerah yang jaringan pi-sember 2004 lalu. Tak terkecuali infra- lagi. Selain itu tak ada lagi sopir yang bisa pa distribusinya masih baik.struktur. Dampaknya dari mulai ke- stand by untuk bisa dipekerjakan. Bagi masyarakat Kota Banda Acehrusakan ringan sampai kerusakan berat. Kini perusahaan itu menghadapi lainnya, pemerintah mengoperasikan 11Demikian pula yang dialami Perusahaan berbagai persoalan. Paling tidak PDAM unit mobil tangki yang terdiri atas tigaDaerah Air Minum (PDAM) Kota Banda tersebut butuh lima truk tangki serta ba- unit bantuan Departemen PekerjaanAceh. Saat gempa dan tsunami terjadi, han kimia dan peralatan tes sederhana Umum, dua unit bantuan pinjamanpraktis perusahaan itu berhenti bero- sisa khlor. Berdasarkan hasil pengujian PDAM Tirtanadi Medan, dua unit dariperasi. Kantor perusahaan itu rusak pa- Tim Relawan Swiss (SDC) hampir di selu- Palyja, dan empat unit menyewa dari PTrah dan tak bisa dipakai. Sementara kar- ruh jaringan distribusi kandungan sisa Nindya Karya-kini sudah tak beroperasi.yawan pergi menyelamatkan diri. Se- khlornya tinggal 0 ppm. Sedangkan pada Air yang didistribusikan itu salah satunyabanyak 28 orang dari 173 karyawan saat keluar dari reservoir di Instalasi dari IPA Mobile bantuan dari LAPI ITBperusahaan itu tak diketahui hingga kini. Lambaro kandungan sisa khlor = 0,6 kerjasama dengan Kodam III Siliwangi Untungnya, instalasi pengolahan air ppm. Lebih dari itu, PDAM kini tidak yang berkapasitas 200 m3/hari atau 2,3PDAM tersebut hanya mengalami keru- memiliki uang kas untuk biaya opera- liter/detik yang dioperasikan oleh enamsakan ringan yakni pada saluran filter- sionalnya. anggota Kodam III Siliwangi. Instalasiflokulator dan keretakan pada pulsator mobile ini ditempatkan di lokasi intakeserta pembuangan lumpurnya. Kondisi Tanggap Darurat Lambaro, Banda Aceh. Air ini langsungtersebut mengharuskan pencucian (back- Kenyataan itu tentu tak bisa dibiar- bisa diminum (potable water).wash) menjadi lebih sering, setiap 6 jam. kan karena air merupakan kebutuhan Selain itu, masyarakat setempat jugaSelain itu, pompa intake nomor 2 berka- dasar yang harus dipenuhi. Berbagai bisa mendapatkan air siap minum lain-pasitas 208 liter/detik rusak dan pompa langkah pun diambil. Salah satunya de- nya dari IPA Mobile bantuan pemerintahcadangan tiga buah juga rusak. Khusus ngan memperbaiki kerusakan yang ada. Australia yang berkapasitas 20 ribumengenai jaringan, 75 persen jaringan Hingga saat ini instalasi pengolahan air liter/jam. Instalasi ini dioperasikan olehyang ada di daerah bencana tak bisa telah beroperasi kembali dengan kemam- 10 teknisi dan lima tenaga kesehatan dariberfungsi. Ombak tsunami juga meren- puan sebesar 435 liter/detik namun ka- Angkatan Bersenjata Australia. IPA ini berada di Jembatan Pantai Pira (depan KONDISI PRASARANA DAN SARANA AIR BERSIH DI BANDA ACEH Kodam). Tiap warga Aceh bisa menda- patkan jatah 5 liter. IPA sejenis juga ber- Kapasitas terpasang IPA beton = 450 liter/detik = 38,9 juta liter/hari operasi di kamp pengungsian TVRI di Kapasitas produksi IPA beton = 435 liter/detik = 37,6 juta liter/hari Mata Ie. IPA ini bantuan PSF Perancis Kapasitas distribusi IPA beton = 250 liter/detik = 21,6 juta liter/hari Kapasitas IPA Paket = 20 liter/detik = 1,7 juta liter/hari dengan kapasitas 10.000 liter/jam atau Jam Operasi = 24 jam/hari 240.000 liter/hari atau 0,3 liter/detik Tingkat Kebocoran = 50 % untuk memenuhi kebutuhan pengungsi Kondisi jaringan distribusi = 25 % berfungsi Jumlah pegawai = 172 orang (142 orang setelah tsunami) di lokasi tersebut dan penduduk sekitar- Tarif Air rata-rata = Rp. 1.000/m3 nya. Jumlah pelanggan terpasang = 25.000 unit Di luar kondisi itu, banyak hal yang Jumlah pelanggan berfungsi = 8.000 unit (setelah tsunami) Jumlah Hidran umum berfungsi = 46 unit masih dibutuhkan oleh PDAM Kota Ban- Jumlah mobil tangki berfungsi = 9 unit (3 unit bantuan Departemen PU, 2 unit pinjaman da Aceh untuk bisa beroperasi secara nor- PDAM Tirtanadi Medan, 4 unit sewa PT Nindya Karya) mal. Di lain pihak, kebutuhan masya- Biaya operasi dan pemeliharaan per bulan i. Rekening PLN = Rp.200 juta rakat akan air bersih tak bisa ditunda- ii. Bahan kimia = Rp.150 juta tunda lagi. Tak bisa hanya mengandalkan iii. Gaji upah = Rp. 218 juta operasionalisasi PDAM. Makanya, semua iv. Administrasi umum = Rp. 100 juta Total = Rp. 668 juta pihak terkait harus abai. (mujiyanto, Penerimaan air kondisi normal = Rp. 800 juta (dengan pelanggan 25.000 pelanggan/ SR) berdasarkan laporan Dep. PU). Percik 21 Mei 2005
  • 23. T EROPONG Ir. Syamsul Bahri, Direktur Utama PDAM Kota Banda Aceh Menjaga Yang Masih HidupB agaimana kondisi PDAM Banda Aceh pasca bencana tsunami? Sekitar 75 persen jaringan pipa kami Berapa dana yang dibutuhkan untuk recovery FOTO: TANWIR yang ada? Kami sudah mengajukan dana ke pemerintah daerah,hancur. Pelanggan yang semula 25 ribu, kini PDAM Banda semacam dana tanggap daru-tinggal delapan ribu pelanggan. Dari jumlah Aceh? rat. Pemda pun telah mene-tersebut, semuanya belum bisa ditagih. Secara keseluruh- ruskan ke Bakornas. TapiKaryawan kami yang semula 173 orang, kini an lebih dari 25 miliar hingga kini belum ada ja-tinggal 145 orang karena 28 orang di rupiah. Dana itu un- waban.antaranya hilang dan meninggal dunia. tuk, pertama, mem-Patut diketahui sampai saat ini mereka perbaiki jaringan. Minimal kapan danabelum digaji karena gaji mereka selama ini Melihat kondisi di harus sudah tersedia? Ir. Syamsul Bahrimengandalkan tagihan pelanggan. Kendati lapangan ternyata ba- Kami berharap Maret su-demikian mereka semua tetap bekerja nyak pengungsi yang dah ada dana yang turun. Iniuntuk menyediakan air bagi kebutuhan pen- tadinya sudah direlokasi ingin kembali ke untuk opersional di lapangan.duduk dan para pengungsi. Kami saat ini tempat asalnya. Kalau demikian makamenyalurkan air ke titik-titik pengungsian. jaringan PDAM harus diganti secara total. Beralih ke karyawan Anda yang Yang kedua untuk kebutuhan kantor. Saat menjadi korban, apakah PDAM mem- Dari mana air diperoleh? ini kami mengendalikan operasional PDAM berikan sejenis santunan kepada ahli Syukur alhamdulillah, instalasi peng- dari tenda. warisnya?olahan air (IPA) kami di Lambaro masih Terus terang kalau sekarang kami belumbisa digunakan untuk memenuhi kebu- Apa tidak mungkin tagihan ditarik mampu memberikan santunan. Yang adatuhan masyarakat di Banda Aceh dan Aceh dari yang tidak terkena musibah? adalah dana bantuan dari yayasan danaBesar. Jadi areal pelayanan kami sekarang Kalau dalam waktu dekat tampaknya pensiun bersama PDAM di Jakarta. Merekabertambah luas karena harus menyuplai air sangat sulit karena yang tidak terkena musi- telah dibantu ala kadarnya. Tapi kamike Aceh Besar. bah pun mendapatkan imbasnya seperti memang berpikir ke arah itu (untuk mem- keluarganya hilang dan sebagainya sehingga berikan santunan). Apakah stok air yang ada cukup? mereka saat ini masih belum bisa bekerja IPA kami sudah direhabilitasi secara secara maksimal. Bisa Anda ceritakan, kondisi Andadarurat. Awalnya memang banyak yang dan keluarganya pada saat kejadianrusak. Saat ini kapasitasnya mencapai 90 Tapi data pelanggan masih ada? 26 Desember itu?persen operasi. Kami juga dibantu oleh Data-data masih ada di data base kami. Waktu itu kami ada di rumah karenageneral electric yang menyediakan air 40 Kebetulan komputer kami yang ada di lantai memang hari Minggu. Tiba-tiba ada tsu-liter/detik. Juga ada bantuan dari LAPI ITB dua tidak ikut rusak. Tapi kami tetap harus nami. Saya menyelamatkan diri denganyang bekerja sama dengan Kodam III melakukan pendataan ulang untuk menen- menggunakan spring bed. Istri dan duaSiliwangi membantu IPA mobile dengan tukan pelanggan riil yang ada pada saat ini. anak kami- satu berumur 9 bulan-selamat.produksi 15 meter kubik/jam. Dan inilah salah satu prioritas kami Tapi dua anak saya lainnya hilang. Saat itu, sekarang untuk mendata pelanggan. keduanya sedang berada di tangga yang Apa saja yang dilakukan PDAM se- naik ke lantai dua. Mereka tersapu air danlain menyalurkan air kepada warga? Apakah air yang dihasilkan PDAM tidak ketahuan lagi. Kami sedang mengisolasi daerah-dae- Banda Aceh telah memenuhi semuarah yang tidak ada lagi pelanggannya. Di kebutuhan masyarakat? Apakah kondisi ini tidak mempe-sana banyak pipa yang rusak. Namun kami Kebutuhan masyarakat belum terpenu- ngaruhi psikologis Anda dalam beker-menghadapi kendala besar yakni tidak ada hi. Mengingat kerusakan jaringan yang de- ja?dana yang cukup, termasuk peralatan yang mikian parah maka banyak air yang meng- Sangat mempengaruhi. Namun sayaminim di Banda Aceh. Peralatan yang ada di alir ke daerah-daerah yang tidak terisolasi. punya semacam filosofi: kita harus menjagagudang tidak bisa lagi digunakan karena orang yang masih hidup agar tetap hidup.gudang juga hancur. Jadi kami sekarang Langkah apa yang Anda ambil Karena kalau tidak ada air maka akanbekerja dengan peralatan apa adanya. untuk mencukupi kebutuhan dana banyak orang yang mati. (mujiyanto) 22 Percik Mei 2005
  • 24. I NFO BUKU Mengurangi Dampak Bahaya TsunamiG elombang tsunami yang terjadi mi; keempat, mendesain dan mengkon- akhir tahun lalu di Nanggroe struksi bangunan baru yang bisa memini- Aceh Darussalam dan sebagian malisasi dampak tsunami; kelima, melin-Sumatera Utara seharusnya menjadi dungi pembangunan yang sudah ada daritonggak baru dalam memandang wilayah kerugian dengan membangun kembali,pesisir mengingat Indonesia memiliki dan merencanakan penggunaan kembalipesisir pantai yang terpanjang di dunia. lahan; keenam, mengambil perhatianTak boleh lagi, korban dibiarkan ber- khusus dalam penempatan dan penataanjatuhan karena tidak adanya upaya infrastruktur dan fasilitas kritis; danpencegahan sejak dini. Judul: ketujuh, rencana evakuasi. Prinsip-prin- Buku ini bisa menjadi salah satu Designing for Tsunamis sip tersebut dijelaskan dengan dasar-da-acuan bagaimana mengelola pesisir pan- Penulis: - sar pemikiran yang mudah dipahami Penerbit:tai untuk melindungi warga yang tinggal serta langkah apa yang harus diambil. Be- National Tsunami Hazarddi sana. Memang buku ini sebenarnya Mitigation Program berapa di antaranya ditambahkan gam-khusus ditujukan untuk mitigasi bencana Tebal: bar-gambar sederhana.tsunami di wilayah Amerika Serikat. Tapi 60 halaman Yang penting dalam pengelolaandilihat dari karakter wilayah lautan, tidak komunitas pesisir, menurut buku ini,salah kalau isinya bisa diambil dan dite- bahaya tsunami. Pertama, pengetahuan adalah adanya kebijakan yang jelas darirapkan di Indonesia apalagi buku ini di- tentang risiko tsunami bagi komunitas di pemerintah baik di pusat maupun disusun oleh para ahli dari berbagai lemba- pesisir; kedua, menghindari pembangun- daerah. Kebijakan itu juga harus kom-ga seperti kelautan, geologi, keselamatan, an baru di wilayah area tsunami untuk prehensif dan melibatkan pihak-pihakdan ilmu pengetahuan. meminimalisasi dampak tsunami di masa yang berkepentingan. Tujuan akhirnya Ada tujuh prinsip untuk perencanaan depan; ketiga, melokalisasi dan me- agar korban tak lagi jatuh karena tsuna-(planning) dan penataan (designing) nyusun pembangunan baru di area tsuna- mi. (MJ) Menghindari Malapetaka SampahP ersoalan sampah menjadi per- Judul: soalan ditanggapi secara reaktif, spontan, soalan yang pelik akhir-akhir ini Malapetaka tambal sulam (parsial), dan sekadar bagi kota-kota di Indonesia. Jum- Sampah proyek lips services.lah timbunan sampah senantiasa naik Penulis: Penulis buku ini mengutip pendapattiap tahun, tapi kenaikan itu tidak di- Bagong Suyoto Prof. George Tchohanoglous, Prof. Frank Penerbit:barengi dengan peningkatan kapasitas Pusat Industri Kreith, dan Marcia E. William bahwapengelolaan sampah. Akibatnya, persoal- Daur Ulang kunci sukses pengelolaan sampah me-an sampah ini meluas dan menimbulkan Sampah (PIDUS), liputi: 1). Kredibilitas para pengambildampak yang tak diduga sebelumnya. Aliansi Masyarakat kebijakan; 2). Mekanisme implementasiKasus terbaru adalah longsornya tim- Sipil untuk yang efisien termasuk insentif terhadap Demokrasi (YAPPIKA)bunan sampah di Tempat Pembuangan Tebal: pasar; 3). Perhatian yang signifikan ter-Akhir (TPA) Leuwigajah, Cimahi, Jawa 182 halaman hadap pasar daur ulang; 4). KeterlibatanBarat yang menewaskan lebih dari 100 masyarakat; 5). Komitmen yang berke-orang. lanjutan terhadap kualitas yang tinggi Buku ini memang khusus membahas Menurut buku ini, pengelolaan men- terhadap semua operasi fasilitas pengelo-persoalan sampah dengan mengambil jadi kunci utama. Pengelolaan yang laan sampah; 6). Evaluasi yang efektifstudi kasus di TPA Bantar Gebang, buruk mengakibatkan pencemaran baik terhadap strategi atau opsi yang dipilih.TPA/IPLT Sumur Batu, dan kasus TPST pencemaran udara, air di dalam dan atas Yang tak kalah pentingnya, pengelo-Bojong. Namun pembahasan di dalam- permukaan, tanah, serta munculnya laan sampah memerlukan payung hukumnya bisa dijadikan acuan bagi penangan- berbagai macam penyakit yang meng- yang jelas. Kalau tidak, pengelolaan sam-an sampah dengan segala dinamikanya ancam kesehatan warga. Dan kenyataan pah akan tetap buruk. Dan ini bisa men-untuk TPA-TPA lainnya. di lapangan menunjukkan, setiap per- jadi petaka yang menyeramkan. (MJ) Percik 23 Mei 2005
  • 25. I NFO SITUS Pusat Informasi Tsunami termasuk program UN-Habitat sendiri di Persiapan Menghadapi Bencana negara-negara yang terlanda tsunami http:// www.prh.noaa.gov/itic/ baik sebagai tanggap darurat maupun http://www.fema.gov/pdf/arey- pemulihan kondisi. ouready/areyouready_full.pdf Situs ini juga memberikan gambaran apa yang akan dilaksanakan oleh UN- Habitat ke depan dalam rangka mengu- rangi risiko bencana serupa. Selain itu ada juga menu untuk para donasi yang mau menyumbangkan dananya bagi upaya pemulihan para korban tsunami. Secara umum, dalam tanggap darurat ini, UN-Habitat memfokuskan pada peng- adaan pemukiman sementara, memper- baiki infrastruktur vital terutama airS itus ini milik The International minum dan sanitasi, pembersihan, dan Tsunami Information Center penataan kembali permukiman. (ITIC). Lembaga ini didirikanpada tahun 1965 oleh Intergovernmental Perlindungan KesehatanOceanographic Commission, sebuah lem-baga bagian dari UNESCO. ITIC senanti-asa membangun hubungan dengan lem- http://www.hpa.org.uk/infections/topics_ az/travel/current_items/tsunami_QAs.htm K ebanyakan orang Indonesia tak tanggap terhadap lingkungan di se- kitarnya. Ini terbukti tidak adanya persi-baga penelitian dan organisasi pen- apan dalam menghadapi berbagai ke-didikan, biro pertahanan sipil, dan ma- mungkinan bencana yang akan menimpasyarakat pada umumnya dalam rangka diri, keluarga, dan lingkungannya. Pe-mencegah bahaya tsunami secara ber- merintah sendiri tampaknya juga belumsama-sama dengan jalan selalu me- banyak memberikan andil dalam upayaningkatkan kewaspadaan negara-negara mewaspadai setiap bencana.yang berada di Samudera Pasifik. Melalui situs ini, pengunjung bisa Sebagai situs informasi, data yang ada membaca sebuah buku dengan judul Arecukup bagus. Situs ini menyediakan You Ready? yang dikeluarkan oleh Fe-buletin mengenai tsunami secara real deral Emergency Agency, Amerika Se-time, termasuk mengenai gempa bumi rikat. Isinya mengenai persiapan apayang selalu diperbaharui begitu ada keja- yang harus dilakukan oleh manusia didian. Pengunjung bisa memperoleh data suatu lingkungan tertentu terhadap ben-mengenai kekuatan, kedalaman, dan po- cana yang terjadi di sekitarnya dansisi gempa. Beberapa di antaranya di-lengkapi dengan informasi mengenai tsu-nami pasca gempa. S atu hal terpenting dalam kondisi darurat bencana adalah penanganan kesehatan, terutama yang disebabkan bagaimana melakukan tindakan darurat bila bencana itu benar-benar terjadi. Di dalam tulisan tersebut ada berbagai oleh perubahan kondisi alam. Situs milik macam bencana seperti banjir, tornado, Program UN-Habitat Health Protection Agency ini mema- badai, gempa bumi, tanah longsor, tsuna- parkan hal-hal berkenaan dengan pe- mi, kebakaran, kebakaran hutan dan ben- http://www.unhabitat.org/Tsunami nyakit-penyakit pasca tsunami dan tin- cana alam lainnya. dakan medis apa yang harus dilakukan. Kesiapan menghadapi bencana harusS itus milik PBB program permukiman ini ditujukan untuk menanggapi ben-cana gempa bumi dan tsunami yang ter- Topik pembahasannya diuraikan berdasarkan urutan abjad dari A sampai Z. Memahami isinya pun mudah karena datang dari tiga pihak yakni negara, pemerintah daerah, dan masyarakat. Masing-masing memiliki tugas dan tang-jadi pada 26 Desember lalu yang melanda ditampilkan dalam format tanya jawab gung jawab tersendiri. Karena itu, situsnegara-negara di pesisir Samudera Hin- yang menarik. Pengunjung bisa pula ini sangat layak dikunjungi oleh merekadia. Situs ini juga menyiarkan program mengetahui karakteristik berbagai pe- yang peduli terhadap bencana, dan ten-bantuan dari berbagai negara dalam nyakit. Situs ini sangat tepat bagi mereka tunya para pengambil kebijakan. Are yourangka membantu para korban tsunami, yang bergerak di bidang kesehatan. ready? (MJ) 24 Percik Mei 2005
  • 26. K LINIK Pertanyaan dapat disampaikan melalui redaksi Majalah Percik. Kontributor: Ir. Winarko Hadi, Ir. Iwan Wangsaatmaja, Ir. Nugroho T Utomo Mulai edisi ini Percik bekerjasama dengan Ikatan Ahli Teknik Penyehatan dan Teknik Lingkungan Indonesia, membuka rubrik Klinik. Rubrik ini berisi tanya jawab tentang air minum dan penyehatan lingkungan. SUMUR DI DAERAH BENCANA 2. Bila sudah bersih dari sampah dan benda-benda yang mengganggu, kuraslah sumur dengan dengan menimba Tanya: air hingga seluruh air yang tergenang dalam lubang su- Melihat kondisi sumur-sumur penduduk di wilayah bencana mur habis, atau gunakan pompa drain centrifugal Aceh sudah sangat tercemar oleh genangan air akibat tsunami yang (yang biasa digunakan untuk irigasi) atau pompa drain lalu, apakah sumur-sumur tersebut masih bisa digunakan kembali? celup kalau tersedia--selama 24 jam--hingga air jernih Bagaimana cara yang mudah dan praktis untuk melakukan pember- 3. Lakukan langkah No. 2 dan seterusnya seperti untuk sihan sumur sehingga dapat digunakan kembali secara sehat? sumur pompa dragon/ mesin sanyo di atas P. Sembiring di Medan Bila sumur tertutup lumpur/tanah, lebih baik buatlah Jawab: sumur baru di halaman rumah Anda. Jaga jarak dari Tentu saja bisa digunakan kembali, hanya saja perlu tangki septik ke rumah 10-25 meter. Lakukan langkah- langkah praktis sebagai berikut : langkah seperti di atas. Sumur pompa tangan (dragon)/mesin : Bila anda tidak dapat melakukan sendiri, mintalah ban- 1. Kuraslah sumur dengan memompa air secara terus tuan sukarelawan, dan tenaga ahli yang tersedia khususnya menerus (buang airnya), sampai air berwarna jernih. yang ahli di bidang air. Untuk pompa sanyo hidupkan mesin pompa buang Wassalam. airnya hingga berwarna jernih (12 jam- berhentikan pompa jika panas, setiap 2-3 jam, tunggu pompa dingin hidupkan lagi) MODUL LINGKUNGAN UNTUK ANAK 2 Diamkan satu hari setelah air jernih. Esoknya pompa lagi. Bila air masih keruh lakukan pengurasan lagi. Bila Tanya: masih saja keruh, harus dilakukan pengolahan/pe- Saya seorang guru TK di Yogya, bagaimana caranya saya mena- nyaringan lebih lanjut. Untuk air yang sudah jernih, namkan pendidikan lingkungan pada anak didik saya? Apakah IATPI periksa sebelum digunakan untuk air minum sbb: punya modul ataupun materi-materi pendidikan lingkungan untuk a. Warna : jernih, tidak keruh atau berwarna (kuning, se- anak-anak TK? Atau bisa kami diberitahu bila ada sumber lain yang perti air teh, coklat dsb.) bisa kami hubungi? Terima kasih b. Bau : tidak berbau Sri di Yogya c. Rasa ; tidak ada rasa asin, pahit, atau payau Jawab: d. Tidak ada lapisan minyak atau lapisan tipis berwarna Kita pernah menfasilitasi pengenalan masalah air keruh di atasnya - untuk mengetahui hal itu ambil sege- minum (PDAM) kepada anak-anak sekolah. Mungkin model las air diamkan selama satu hari satu malam, amati ini bisa digunakan untuk masalah lingkungan, sampah, dan esok harinya sebagainya yang berhubungan dengan lingkungan. e. Bila ragu-ragu, ambil contoh air dan periksakan ke labo- PDAM Kota Bogor pernah punya program itu dengan ratorium air di kota Anda (hub. Laboratorium PDAM, menyediakan brosur/leaflet tentang air, tentunya lebih Laboratorium POM Depkes, laboratorium air milik uni- banyak gambar ilustrasinya. Teknisnya, silakan sekolah versitas, atau lab. Sucofindo) - harga bervariasi antara Anda menghubungi PR PDAM untuk menjadwalkan acara Rp. 50.000 hingga Rp.100.000 per sampel air. tour study anak-anak ke perusahaan tersebut. 3. Untuk air yang sudah jernih, perlu diberikan bubuk kaporit Bisa juga anak-anak diajak melakukan penghijauan di untuk membunuh bakteri sebelum digunakan. Tampung air sekitar halaman sekolah. Di setiap pohon ditempeli papan di tempat penampungan/bak ukuran 1-2 m3, taburkan satu nama dari murid/kelompok murid yang menanamnya. sendok teh kaporit ke dalam bak. Aduk hingga merata. Mereka diminta memelihara pohon tersebut sampai periode Diamkan 1-2 jam sebelum digunakan waktu tertentu (di luar negeri terkenal dengan istilah "adopt 4. Masak air hingga mendidih untuk air minum a tree" program). Anak-anak biasanya akan sangat merasa memiliki dan bangga dengan pohonnya masing-masing, Sumur gali : sehingga akan bersemangat untuk memeliharanya. 1. Bersihkan sumur gali di sekitarnya dari sampah, puing, Kantor BPLHD Prop. Jawa Barat telah menyusun bangkai dsb. Bersihkan pula lubang sumur dari sampah- modul-modul sosialisasi lingkungan dari TK, SD, SMP, sampah yang ada. Bila menemukan jenazah, hubungi SMU, PT, LSM & PNS. Apabila berminat silakan kirim surat sukarelawan/TNI/PMI untuk mengangkatnya. Jangan saja ke Jl. Naripan No. 25 Bandung 40111. membersihkan jenazah dengan tangan telanjang. Wassalam . Percik 25 Mei 2005
  • 27. R EPORTASE M ATANYA BERKACA-KACA.TAK TERASA meneruskan perja- AIR MATA MENETES PIPI . I A KE lanan ke lokasi terse- HANYA BERDIRI TERMANGU. DI DE- but. Kita di pengina- PANNYA HAMPARAN PUING-PUING BANGUNAN pan selalu berantem, HANCUR TERSAPU TSUNAMI. SUNGGUH ALLAH berangkat atau tidak. MAHA BESAR, BEGITU PIKIRAN HANDY Akhirnya diputuskan LEGOWO BERBICARA DI DEKAT PANTAI LAMNO. berangkat. Kami semua sepakat harus dicoba Di benaknya berkecamuk pertanyaan mengapa dulu, jelasnya. peristiwa ini menimpa Aceh? Pesan apa di balik Perjalanan ke Lamno semua ini? gumamnya di dalam hati. Staf pun dimulai. Bukan pakai Departemen Pekerjaan Umum (DPU) tak habis helikopter, tapi menggu- mengerti dengan kejadian tersebut dan belum me- nakan kapal rakyat. Kapal nemukan jawaban hingga kini. Nyawa manusia tak direncanakan berangkat ada artinya sama sekali, sama dengan ayam dan pukul 14.00. Ternyata diun- kambing, jelasnya mengenang. dur hingga pukul 17.00. Yang pasti apa yang dilihatnya membuat per- Pengunduran ini membuat ubahan berarti di dalam dirinya. Seumur-umur tim was-was lagi. Muncul lagi saya belum pernah ada rasa takut. Di situlah saya perdebatan untuk berangkat mulai merasa takut. Dan ini mendorong saya untuk atau tidak. Akhirnya nahkoda semakin dekat kepada Allah SWT, paparnya. memutuskan berangkat. Perjalan- Handy merupakan bagian dari tim satgas DPU an memakan waktu tujuh jam. yang berjumlah 35 orang. Tim ini ditugaskan untuk Pukul 24.00 kapal rakyat merapat. Kami heran membangun barak-barak pengungsi di delapan kenapa para awak kapal lainnya yang ada di kabupaten di Nanggroe Aceh Darussalam. Satu di pelabuhan itu pada membicarakan kedatangan FOTO-FOTO: BAMBANG PURWANTO/TANWIR/ISTIMEWA antara lokasi yang akan dibangun barak itu terma- kami. Tapi kami tak mengerti bahasanya karena suk daerah terisolasi. Begitu atasan saya bilang menggunakan bahasa Aceh, kata Handy. bahwa satu daerah terisolasi dan dia menyatakan Sesampai di penginapan, tim ini baru menge- sudah memilih orang-orang yang akan ke sana, tahui bahwa ada pemberlakuan jam malam di dae- langsung pikiran saya menyatakan pasti saya nih rah itu. Alhamdulillah kami selamat, ketika berte- yang ditunjuk, kenang Handy. mu dengan tentara di jalan kami bilang dari Peker- Benar saja, ia yang terpilih untuk ke Lamno jaan Umum dan tak ada masalah. bersama tiga orang lainnya. Mereka pun berangkat Sesampai di penginapan tim disambut long- ke Banda Aceh untuk selanjut- longan anjing yang lama sekali. Ini gak biasa, nya papar Handy. Begitu akan tidur, gempa susulan pun mengguncang. Praktis mereka tak bisa tidur nyenyak malam itu. Pagi harinya mereka bertemu dengan aparat keamanan. Dari pertemuan itu, mereka akan dika- wal oleh 10-15 tentara selama menjalankan tugas. Dari situ saya tahu bahwa daerah ini adalah wilayah GAM, tutur Handy. Pekerjaan dimulai. Tim bersama 150 tukang kayu dan keneknya mulai membangun barak. Lokasi barak itu di lembah yang dikelilingi bukit dan hanya berjarak 1,5 km dari batas aman. Sepanjang waktu itulah saya selalu waspada dan selalu melihat ke sana kemari untuk mencari tempat berlari kalau- 26 Percik Mei 2005
  • 28. kalau ada serangan dari GAM. Akhirnya 17 Februari tiba. Ini adalah waktu bagi tim untuk kembali setelah berada di NAD sejak 26 Januari. Mereka tak lagi kembali dengan kapal rakyat. Tapi naik heli- kopter milik Malaysia. Begitu helikopter take off, rasanya kayak lahir kembali, ungkap Han- dy. Dan tugas ke Aceh memang sangat mem- tidak bisa dipakai. Aparat daerah pun kita ajak masuk bekas di diri Handy. dengan kondisi seadanya. Ada yang datang sekadar Perjalanan itu mem- duduk-duduk, ngobrol-ngobrol. Setelah itu kita sepakat buat tensi darahnya untuk membuat posko dan dapur umum, jelas Johan. naik. Makanya ketika ditanya Proses ini menjadi titik tolak hidupnya kembali akankah ia mau kembali ke Serambi Mekah lingkungan pendopo gubernur NAD yang sejak beberapadalam waktu dekat ia mengatakan, Mendingan nggak waktu sebelumnya ditinggalkan Gubernur Abdullahdulu. Puteh ke Jakarta untuk menjalani proses hukum. Sejak itu pula kita mulai mengadakan apel. Ada yang nggak pakai sepatu, atau pakaian seadanya. Nggak masalah, Kisah serupa dialami Johan Susmono. Staf di Dirjen paparnya.Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Departemen Ia bersama tim terus mempersiapkan segala keperlu-Dalam Negeri ini pun dihinggapi rasa takut ketika ber- an guna menjalankan roda pemerintahan hingga keada di NAD. Kita khawatir diculik. Bukan takut karena tingkat kecamatan. Untuk itu tim juga dibantu maha-gempa, tapi takut karena ulah orang-orang yang tak siswa STPDN yang dikirim dari Bandung. Bersama parabertanggung jawab, jelasnya. Rasa was-was itu selalu pejabat yang masih ada tim melakukan pendataan baikmenghantuinya selama berada di sana. warga maupun aset yang masih ada dan memfasilitasi Johan berada di Banda Aceh selama sembilan hari. Ia berjalannya roda pemerintahan. Kita bergerak ber-bersama tim dari Depdagri memegang amanat untuk dasarkan SK Mendagri. Kita juga membantu membu-menghidupkan roda pemerintahan. Awalnya memang atkan perencanaan keuangan--karena APBD belum di-untuk propinsi, tapi begitu pemerintahan kota Banda sahkan-singkat untuk enam bulan, kata Johan me-Aceh pun tak bergerak, maka tugasnya pun bertambah. nerangkan.Titik tolak pertama kita adalah melaksanakan apel pagi Johan mengaku menemukan hal-hal yang tidak patutpertama setelah bencana, katanya. di sana. Tapi ia enggan menyebutkan. Yang pasti, menu- Upaya itu dilakukan dengan mendekati Sekretaris rutnya, rakyat Aceh harus dibantu. Siapa lagi yangDaerah Kota Banda Aceh, sebab sang walikota ikut men- menolong kalau bukan kita, katanya meyakinkan.jadi korban ganasnya alam. Ternyata proses itu takmudah. Johan menceritakan awalnya pemerintah dae-rah ragu melihat aktivitas orang-orang pusat ini. Lain lagi dengan cerita Bambang Purwanto. Staf diMereka menyangka orang-orang baru ini akan menggan- Departemen Pekerjaan Umum ini tak menyangka akantikan posisi mereka. Namun suasana itu akhirnya bisa dikirim ke Aceh. Ketika asyik makan bersama keluarnyacair setelah ada penjelasan. tiba-tiba SMS-nya berbunyi yang berisi perintah Akhirnya, rapat pertama pun berlangsung. Kita berangkat ke Aceh. Dan ia pun berangkat ke Aceh 2lakukan di luar gedung karena dalam gedung rusak dan Januari 2005. Bayangan tak akan menemukan apa-apa Percik 27 Mei 2005
  • 29. R EPORTASE di sana, membuatnya harus menyi- disinya parah sekali, hampir seluruh apkan bekal yang cukup di Jakarta. kompleks penuh lumpur, kamar Memang tak mudah menuju mandi dan WC mampet, air meng- HAMPIR SELURUH KOMPLEKS Aceh. Ia bersama beberapa staf DPU genang di mana-mana dan satu-sat- PENUH LUMPUR, KAMAR MANDI berangkat menuju Medan terlebih unya reservoir RSJ hampir kosong, dahulu. Setelah itu perjalanan dilan- DAN WC MAMPET, DAN SATU- lalu dilakukan pengecekan lebih tek- jutkan melalui darat dengan tiga SATUNYA RESERVOIR RSJ HAMPIR nis, dan untuk menanggulanginya buah mobil. Di Medan kita sempat KOSONG, LALU SEGERA DIKIRIM segera dikirim dua unit Hidran mampir di restoran. Kami berpikir DUA UNIT HIDRAN UMUM (HU) Umum (HU) kapasitas 3.000 liter waktu itu, ini mungkin makan enak KAPASITAS 3.000 LITER DAN dan besoknya ada perbaikan sistim terakhir. Ini membuat perasaan BESOKNYA ADA PERBAIKAN SISTIM perpipaannya dan pompa serta hi- kami nggak enak, kata Bambang PERPIPAANNYA DAN POMPA drofornya. mengisahkan. SERTA HIDROFORNYA. Selesai perbaikan awal Bambang Di sepanjang perjalanan, mereka diajak keliling oleh petugas RSJ. bertemu dengan pos-pos pemerik- Tiba-tiba, Oom I love you, Oom aku saan. Jumlahnya sekitar 80-an cinta padamu, kata beberapa antara perbatasan Medan hingga bih mahal dari Jakarta yang hanya pasien RSJ. Selain itu, Bambang Banda Aceh. Semua anggota rom- Rp. 400.000 per hari. menceritakan banyak cerita lucu di bongan harus memperlihatkan KTP Di Banda Aceh tim mendata ins- rumah sakit tersebut yang bisa men- atau identitas resmi lainnya kalau talasi air dan prasarana pendukung jadi hiburan. Ada juga yang me- mau lancar. Syukur kami bisa me- sanitasi lainnya. manggil Pak Radinal Muchtar (man- lalui rintangan ini. Suatu siang dalam perjalanan tan Menteri PU) begitu mereka Menjelang malam rombongan pulang dari lapangan Instalasi Peng- melihat di topi kami ada tulisan sampai di Lhok Seumawe. Tidak olahan Air Minum Lambaro, Bam- PU, kisahnya. banyak yang bisa kami lakukan di bang menerima SMS yang isinya Bambang mengaku selalu was- sini. Kami sempat mengunjungi untuk mengecek air minum di pada selama berada di sana. Me- tenda-tenda pengungsi di lapangan Rumah Sakit Jiwa. Kabarnya lima nurutnya, rumor penculikan selalu Hiraq yang cukup bagus kondisinya, hari tidak ada air. Memang kon- ditemuinya. Hal inilah yang men- sarana WC pun cukup memadai, dan mereka tidak kekurangan pa- ngan maupun sandang, hal ini mungkin disebabkan hampir selu- ruh kawasan pantai timur Aceh., Kab. Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Bireun, dan Kota Lhok Seumawe tidak terlalu parah ke- rusakannya. Semua roda pemerin- tahan juga berjalan normal, namun di Kab. Aceh Besar dan Kota Banda Aceh yang parah mengalami dam- pak bencana gempa dan tsunami, tuturnya. Bambang dan tim sempat ber- istirahat beberapa waktu di Banda Aceh. Menginap di sebuah mess BUMN. Beralaskan kasur lipat. Di kota ini ia dan timnya pergi dengan mengendarai mobil sewaan yang harganya Rp. 1 juta per hari-jauh le- 28 Percik Mei 2005
  • 30. R EPORTASE heli membumbung tinggi ke atas awan di ketinggian maksimum kemu- dian menuju lautan luas dan belok menyusuri pantai menuju Banda Aceh. Terus terang ini sangat men- gerikan. Untung pilot sangat piawai, cerita Bambang. Selama di Aceh Bambang ba- nyak berhubungan dengan relawan asing. Setiap hari ada pertemuan dengan mereka. Komunitas itu di- beri nama WATSAN (water and sanitation). Pertemuan itu mem- bahas berbagai hal yang berkaitan dengan air minum dan penyehatan lingkungan baik masalah rencana bantuan, mobilisasi bantuan, mau- pun hal-hal penting dan mendesak lainnya. Di samping WATSAN kami juga diawal keadaan darurat membentuk Water Tanker Group yang mengurus dropping air dan jadikan kita semua harus tetap was- urusan manajemennya. Pertemu- pada kalau menerima teguran sapa an serupa, kata Bambang, frekuen- dari orang yang tidak dikenal di sinya makin berkurang seiring sana, katanya. Namun demikian MUNGKIN SELAMA INI HANYA adanya perbaikan sarana dan pra- itu tidak menghalanginya untuk RELAWAN ASING YANG SERING sarana serta berfungsinya pemerin- pergi ke penjuru kota. Ya bukan- MENJADI BERITA UTAMA DI MEDIA tah daerah. nya berani atau nekat, tapi memang MASSA. RELAWAN LOKAL, kita nggak tahu situasi, paparnya. TERMASUK APARAT PEMERINTAH, Bambang dan tim juga mengun- JARANG MENJADI BERITA. Berbagai pengalaman menarik jungi Meulaboh, Kabupaten Aceh PADAHAL KERJA MEREKA PUN lainnya terjadi di Serambi Mekah. Barat, dengan helikopter. Dari SUNGGUH LUAR BIASA MESKI Banyak sekali relawan yang masuk udara terlihat kota Lhok Nga. DENGAN KETERBATASAN ke sana, ke Titik Nol. Baik itu dari Kondisinya sangat memilukan, YANG ADA. relawan lokal maupun internasio- daratan pantai yang hancur lebur nal. Peran mereka di sana tak bisa sepanjang pantai, jalan-jalan yang dianggap sebelah mata. Mungkin terkupas dan jembatan-jembatan selama ini hanya relawan asing yang putus diterjang tsunami, buruk, maka heli mendarat darurat dengan perlengkapan mereka yang namun ada pemandangan yang di pinggir pantai perbukitan hutan memadai yang sering disorot TV aneh beberapa tempat ibadah dekat Lamno. Begitu mendarat atau menjadi berita utama di media (masjid) masih nampak utuh bagai- segera semua mengambil tempat massa. Relawan lokal, termasuk kan ada yang melindunginya, untuk berjaga, siap dengan senjata aparat pemerintah, jarang menjadi jelasnya. di tangan dan patroli di sekeliling berita. Padahal kerja mereka pun Satu hal yang tak akan dilu- heli. Namun selang tidak berapa sungguh luar biasa meski dengan pakan Bambang terjadi pada waktu lama mulai terlihat pergerakan ma- keterbatasan yang ada. Oleh karena perjalanan pulang dari Calang, Ka- nusia menuju lokasi heli, setelah itu, sebenarnya kita bisa, kalau kita bupaten Aceh Jaya ke Banda Aceh mempertimbangkan dengan cermat mau bekerja bersama-sama! dengan helikopter. Karena cuaca diputuskan untuk segera terbang, dan (mujiyanto) Percik 29 Mei 2005
  • 31. W AWASAN Kisah Tragis TPA Leuwigajah Akankah Menjadi Pembelajaran? B elum lagi reda rasa terkejut akibat TPA). Standar itu mensyaratkan an- Oleh: Endang Setyaningrum*) bencana tsunami yang memporak- tara lain jarak minimal dengan sungai porandakan Aceh, kita kembali di- 100 m, jarak dengan permukiman ter- kejutkan dengan tragedi longsornya TPA namun sebagai bahan renungan untuk dekat 500 m, lokasi bukan lahan pro- Leuwigajah, Bandung yang memakan kor- pembelajaran kita semua agar hal serupa duktif, dan lain-lain. ban meninggal lebih dari 140 jiwa. Mung- tidak terjadi lagi ditempat lain. Dan perlu - TPA tidak didukung dengan masukan kin ini tragedi terbesar sepanjang sejarah diingat bahwa pembangunan bidang per- teknologi sanitary landfill yang me- pengelolaan sampah di dunia. Akankah sampahan bukan hal "sepele" dan saat- madai, seperti tidak adanya sistem kita belajar dari kejadian ini? nya mendapatkan prioritas sama dengan sel, saluran drainase, jaringan pe- Peristiwa yang menyedihkan sekali- sektor lain seperti air minum, jalan dan ngumpul dan pengolahan leachate gus memalukan bagi dunia perteknikling- sebagainya. (pada awalnya ada, namun telah ter- kunganan dan persampahan ini bisa jadi timbun longsor yang pertama), ja- tidak hanya di TPA Leuwigajah tapi Akar Masalah ringan pengumpul/ventilasi gas, mungkin akan terjadi pada TPA-TPA lain Permasalahan di TPA tersebut bisa tanggul penahan (retaining wall) pe- terutama di kota-kota besar yang sistem dilihat dari beberapa aspek yaitu: nutupan tanah dan lan-lain. pengelolaan TPA-nya dilakukan secara - Pengoperasian landfill dilakukan de- amburadul. Aspek Teknis ngan cara open dumping tanpa pros- Proses longsor TPA Leuwigajah sebe- - Lokasi TPA di Leuwigajah yang ter- es pemadatan, penutupan tanah, dan narnya merupakan akumulasi berbagai lalu dekat dengan permukiman, dekat diperparah dengan kehadiran para kesalahan yang berlangsung selama dengan sumber air (mata air, sungai) pemulung yang merupakan masalah bertahun-tahun. Saat ini ketinggian TPA dan bersebelahan dengan sawah, pelik dan dilematis. Selain itu keting- sudah mencapai 40-60 m, tanpa fasilitas menyalahi ketentuan persyaratan lo- gian timbunan yang mencapai 40-60 m pengamanan yang memadai. Bahkan kasi TPA (SNI No 03-3241-1994 ten- dengan kemiringan yang sangat cu- beberapa waktu yang lalu TPA tersebut tang Tata Cara Pemilihan Lokasi ram (kemiringan ideal adalah 30 de- pernah longsor tapi tidak memakan kor- ban jiwa. TPA Leuwigajah yang luasnya FOTO: LIPUTAN6.COM kurang lebih 15 ha itu dibangun melalui proyek BUDP sejak tahun 1982/1983 dan mulai dioperasikan tahun 1987. TPA tersebut merupakan TPA regional karena digunakan oleh tiga kota yaitu Kota Bandung, Kota Cimahi, dan Kabupaten Bandung. Upaya darurat (emergency) yang di- ambil oleh Pemda Jawa Barat adalah me- nutup TPA Leuwigajah dan menerapkan teknologi tinggi untuk mengolah sampah. Namun akankah itu menyelesaikan ma- salah dan apakah memang TPA tidak di- perlukan lagi? Pertanyaan paling menda- sar lainnya adalah apakah kejadian ini se- mata-mata hanya karena kesalahan tek- nis atau juga dibarengi dengan buruknya manajeman pengelolaan sampah? Uraian di bawah ini bukan untuk mencari kambing hitam atau kesalahan, Cari jenazah: Escavator ikut menggali timbunan sampah yang mengubur warga. 30 Percik Mei 2005
  • 32. WA W A S A N FOTO: LIPUTAN6.COM lemahnya kordinasi antarinstansi maupun antardaerah. Selain itu juga mekanisme pengawasan dan sanksi atas penyimpangan pelaksanaan pe- ngelolaan sampah atau pengelolaan TPA tidak pernah ada. - Masyarakat sebagai penghasil utama sampah kurang berperan dalam upaya-upaya pengurangan volume sampah maupun pembayaran ret- ribusi secara cost recovery sehingga semua sampah hanya dibuang ke TPA yang berujung pada masalah pence- maran lingkungan Rekomendasi Belajar dari berbagai pengalaman buruk pengelolaan sampah selama ini Mengungsi: Warga yang selamat mengungsi ke tempat aman. dan mengantisipasi terulangnya tragedi TPA Leuwigajah, diperlukan kesung- rajat) berpotensi menyebabkan le- TPA tidak dilakukan secara profesio- guhan semua stakeholders dalam me- dakan dan longsor nal dan hanya mengandalkan petu- ningkatkan sistem pengelolaan sampah - Ledakan yang kemudian diikuti long- gas, bukan ahli, bahkan ada kalanya secara profesional sebagai berikut : - sor, kemungkinan disebabkan ting- sopir truk dapat menentukan sendiri Jangka pendek ginya akumulasi gas dalam timbunan lokasi penimbunan setiap harinya. 1. Melaksanakan rehabilitasi TPA ber- sampah yang tidak dilengkapi venti- - Keterbatasan biaya. Alokasi biaya pe- masalah seperti TPA Leuwigajah, TPA lasi gas (produksi minimal gas rata- ngelolaan TPA Leuwigajah kurang le- Lembang dan TPA lainnya dengan rata 2 -5 m3/ton sampah/tahun atau bih Rp 5.000 per m3 sedangkan mengacu pada hasil kajian para ahli di TPA Bantar Gebang 25.000m3/ha- untuk menerapkan operasi landfill (saat ini telah ada tim peduli TPA Le- /tahun), beratnya beban sampah tan- secara benar sedikitnya dibutuhkan uwigajah dari ITB , Prof. Dr. Ir. Enri pa tanggul penahan, dan tingginya biaya Rp. 10.000 per m3 Damanhuri) volume air hujan dalam timbunan - Retribusi sampah tak mencukupi 2. Mempersiapkan lokasi TPA baru de- sampah (tidak ada saluran drainase biaya pengelolaan. Rendahnya pene- ngan mengacu pada proses pemilihan yang dapat mengalirkan air hujan rimaan retribusi biasanya karena ti- yang memenuhi kriteria teknis (SNI keluar timbunan). dak jelasnya sistem perhitungan retri- No 03-3241-1994 tentang Tata Cara - Leachate dengan BOD yang tinggi busi. Sebagai contoh di Jakarta, ma- Pemilihan Lokasi TPA) (umumnya > 5.000 ppm) mengalir syarakat sudah membayar mahal 3. Mempersiapkan DED TPA baru seca- begitu saja ke saluran/sungai tanpa iuran pengumpulan sampah sampai ra akurat dilengkapi dengan gambar proses pengolahan dan mencemari TPS (dikelola oleh RT/RW, besarnya detail, spesifikasi teknis dan SOP lingkungan. iuran bervariasi antara Rp.5000- yang memadai. Sebaiknya juga diren- - Tidak adanya zona penyangga (buffer Rp.20.000) sedangkan untuk peng- canakan ekstraksi landfill gas, selain zone) menyebabkan dampak negatif angkutan dan pembuangan akhir untuk menghindari terjadinya le- aktifitas TPA akan langsung menge- sampah hanya Rp.1.000-Rp. 2.000. dakan atau efek gas rumah kaca juga nai lingkungan atau permukiman ter- Padahal komponen pembiayaan yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber dekat proporsional antara pengumpulan : energi listrik. pengangkutan : pembuangan akhir 4. Mempersiapkan kelayakan teknologi Aspek Manajemen adalah 30%: 40% : 30 % tinggi pengolahan sampah sebagai - Sebagaimana TPA-TPA lain di Indo- - Lemahnya penerapan peraturan yang alternatif mengurangi volume sam- nesia, pada umumnya pengelolaan ada (perda, SNI dan NSPM) serta pah yang dibuang ke TPA Percik 31 Mei 2005
  • 33. WA W A S A N Jangka panjang SDM yang profesional di bidang pe- 1. Menerapkan perubahan paradigma ngelolaan sampah pembangunan persampahan yang ti- Untuk kota-kota besar/ 9. Adanya dukungan prioritas pembi- dak lagi bertumpu pada end of pipe metropolitan yang meng- ayaan baik untuk investasi maupun system, di mana TPA menjadi muara pengelolaan yang memadai dan pene- pembuangan sampah, tetapi harus si- hadapi masalah keter- rapan sistem tarif yang mengarah pa- multan dengan upaya penanganan batasan lahan, perlu ada da full cost recovery secara bertahap dengan pendekatan lain yang lebih ra- upaya mencari alternatif 10. Adanya pengaturan kejelasan meka- mah lingkungan seperti menjadikan lain seperti pengolahan nisme maupun besaran iuran (dikelo- sampah sebagai sumber daya, pena- la oleh masyarakat untuk jasa pe- nganan sampah sedekat mungkin de- sampah dengan teknologi ngumpulan sampah) dan retribusi ngan sumbernya, dan menerapkan tinggi yang sesuai dengan sampah (dikelola oleh pihak pengelo- sistem sanitary landfill sebagai peng- karakteristik sampahnya la untuk jasa pengangkutan dan pem- olahan akhir sampah dengan benar (harus didahului dengan buangan akhir), untuk menghindari 2. Lokasi TPA yang telah memenuhi kri- terjadinya kesan "double tariff" teria teknis (SNI No 03-3241-1994) studi kelayakan). 11. Adanya dukungan regulasi dan pene- sebaiknya dilengkapi dengan zona pe- rapan sanksi hukum yang memadai nyangga dan diterapkan larangan izin termasuk dalam pengaturan mekanis- tinggal di sekitar lokasi TPA minimal me pengawasan atas penyimpangan dalam radius 500 m (perlu diatur de- 7. Mempromosikan metode 3 R secara pelaksanaan pengelolaan sampah ngan Perda) bertahap melalui proses pemilahan khususnya TPA 3. Fasilitas TPA harus disesuaikan de- dan pengolahan sampah di sumber 12. Peningkatan kesadaran masyarakat ngan kondisi topografi lahan, mini- dengan mengembangkan forum-fo- dalam perilaku pengelolaan sampah mal tersedia retaining wall/tanggul rum lingkungan (serupa dengan Kel. sejak usia dini melalui program pe- (jika diperlukan), saluran drainase Banjar Sari-Jakarta Selatan binaan nyuluhan yang memadai dan masuk- (keliling TPA), jaringan pengumpul Ibu Bambang) yang harus terintegrasi nya persampahan dalam kurikulum leachate, pengumpul gas/ventilasi dengan metode pengumpulan dan pendidikan formal sejak dini. gas, pengolahan leachate, alat berat pengangkutannya dan tanah penutup (harian/ berkala) 8. Adanya dukungan institusi yang me- Penutup 4. Pengoperasian TPA (sanitary land- miliki kewenangan memadai dan Pembenahan masalah persampahan fill/controlled landfill) de- bukanlah hal yang terlalu ngan basis sistem sel harus FOTO: LIPUTAN6.COM sulit dan mustahil, tetapi sesuai dengan Sistem Ope- sangat ditentukan oleh rasi dan Prosedur kemauan semua pihak 5. Untuk kota-kota besar/me- termasuk kesadaran ma- tropolitan yang menghadapi syarakat sebagai peng- masalah keterbatasan lahan, hasil sampah dan du- perlu ada upaya mencari kungan politis kepala dae- alternatif lain seperti pengo- rah. Dengan segala ke- lahan sampah dengan tek- mauan yang sungguh- nologi tinggi yang sesuai sungguh dari setiap stake- dengan karakteristik sam- holders dan belajar dari pahnya (harus didahului pengalaman baik dan bu- dengan studi kelayakan) ruk yang ada selama ini, 6. Perlu ditetapkannya ske- biarlah semua yang buruk nario TPA regional secara diakhiri hanya oleh trage- nasional untuk menghin- di TPA Leuwigajah saja. dari terjadinya konflik an- *) Staff Ditjen TPTP Dep. PU tardaerah Anggota Pokja AMPL Telantar: Akibat tragedi Leuwigajah, sampah di Bandung telantar. 32 Percik Mei 2005
  • 34. W AWASAN Pengelolaan Persampahan Kota Luwuk Oleh: Ir. I Wayan Sugita, M.Si.1 ) Suranto Saida, ST, MT.2) terlalu besar. ABSTRAK Untuk itu Dinas Pemukiman dan Tata Kebijaksanaan pengelolaan persampahan Kota Luwuk saat ini dan tahun mendatang Kota Kabupaten Banggai perlu melaku- memerlukan perubahan, mengingat perkembangan lingkungan fisik dan nonfisik yaitu kan beberapa aksi seperti : jumlah penduduk, karakteristik polutan, dan peningkatan derajat sosial ekonomi - Peningkatan koordinasi dengan in- masyarakat. Ini sesuai dengan Rencana Strategi Kabupaten Banggai Tahun 2001-2005 stansi terkait seperti Dinas Praswil, menekankan perlunya program pengelolaan lingkungan hidup yang berkualitas dan PLN/PDAM, LKMD dan swasta, se- berkelanjutan. suai dengan kebutuhan. Dalam mengantisipasi perubahan-perubahan tersebut dan dengan adanya otonomi - Peningkatan kualitas pegawai sesuai daerah dan pengembangan kawasan industri Kabupaten Banggai, perubahan arah kebi- disiplin ilmu dan profesionalismenya. jaksanaan pengelolaan persampahan Kota Luwuk terletak pada aspek organisasi dan Mengikutsertakan pegawai dalam manajemen, aspek teknis operasional, aspek pembiayaan, aspek hukum dan peraturan pelatihan/ kursus yang berhubungan dan aspek peran serta masyarakat. dengan tugas pokok dan fungsinya. - Melakukan pembinaan termasuk pelatihan kepada masyarakat menge- Pendahuluan bersihan. Upaya ini membuahkan hasil nai pengelolaan sampah. penghargaan Adipura pada tahun 1997. K ota Luwuk merupakan ibu kota Namun kondisi itu tidak bertahan, Aspek Teknis Operasional Kabupaten Banggai, Propinsi perubahan kebijakan prioritas pemba- Pewadahan sampah secara mandiri Sulawesi Tengah yang secara ngunan menyebabkan program pengelo- oleh masyarakat yang jumlahnya relatif geografis terletak antara 122023- laan persampahan terbengkalai. Kini mu- terbatas, kurangnya armada pengangkut 125030 Bujur Timur dan 0030-30020 dah dijumpai sampah yang tidak terang- sampah, terbatasnya TPS dan daerah Lintang Selatan. Morfologi kota ini terdiri kut. layanan. Sampai saat ini dari 18 kelurah- atas dataran sempit dan dekat dengan Permasalahan pengelolaan persam- an di Kota Luwuk hanya 9 kelurahan laut sehingga Kota Luwuk tampak indah, pahan Kota Luwuk hampir sama dengan yang terlayani. apalagi pada waktu malam hari. kota lain di Indonesia, di antaranya me- Kondisi itu mengharuskan pembaru- Secara administrasi Kota Luwuk ter- ningkatnya jumlah timbulan sampah, ku- an dalam teknis operasional, seperti: diri atas 18 kelurahan dengan luas 399,60 rangnya armada sampah, jumlah TPS 1. Pewadahan Km2. Jumlah penduduk tahun 2004 yang terbatas, sulitnya mengambil sam- - wadah sampah terbuat dari material sebanyak 70.144 jiwa dengan laju per- pah yang terletak di lorong/gang, dan ku- yang tahan terhadap hujan dan panas tumbuhan 1,84 persen. Pada tahun 2010 rangnya kesadaran masyarakat untuk seperti karet ban bekas diperkirakan penduduknya berjumlah membayar retribusi sampah dan terba- - desain wadah yang menunjang esteti- 77.356,64 jiwa. Dari data statistik terse- tasnya daerah layanan. Untuk itu penge- ka but bila diasumsikan 5 jiwa/KK dan tim- lolaan persampahan Kota Luwuk meni- - wadah sebaiknya bertutup untuk bulan sampah/KK 2,5 lt/hari/orang tikberatkan pada aspek organisasi dan menghindari sumber penyakit. maka jumlah timbulan sampah pemu- manajemen, aspek teknis operasional, - untuk memudahkan pengangkutan kiman tahun 2004 adalah 175,36 m3/- aspek pembiayaan, aspek hukum dan timbulan sampah dibagi atas sampah hari, secara keseluruhan jumlah timbulan peraturan, dan aspek peran serta ma- basah dan sampah kering, hal ini juga sampah Kota Luwuk tahun 2004 syarakat. memudahkan pengguna timbulan sebanyak 240,43 m3/hari. Dari jumlah untuk pengomposan sampah di TPA. timbulan tersebut yang dapat terangkut Aspek Organisasi dan Manajemen 2. Pengumpulan dan Pengangkutan hingga ke TPA hanya 42,28 persen. Dinas Pemukiman dan Tata Kota Ka- Jumlah tenaga kerja 93 orang cukup. Kondisi ini mengharuskan pemerin- bupaten Banggai yang bertanggung ja- Tapi armada yang terdiri atas 1 unit mo- tah daerah melakukan upaya-upaya anti- wab terhadap pengelolaan sampah ha- bil Pick Up, 7 unit mobil Dump Truck dan sipatif antara lain memaksimalkan pela- nya mempercayakan pengelolaan sam- 6 unit Kontainer tak cukup. Seharusnya yanan kepada masyarakat dengan me- pah kepada satu seksi. Ini terlalu berat armada yang dibutuhkan tertera pada nambah jumlah armada dan tenaga ke- mengingat beban pekerjaan yang ada tabel 1. Percik 33 Mei 2005
  • 35. WAWASAN Tabel 1 lagi mengingat peningkatan biaya BBM yang telah disiapkan, bukan pada Kebutuhan Sarana dan Prasarana dan biaya operasi kendaraan. saluran/drainase. Persampahan Tahun 2004 - pemberian peran institusi RT/RW Aspek Hukum dan Peraturan. dalam perencanaan, pelaksanaan dan Jenis Alat Kapasitas (M3) Jumlah Keputusan Bupati Banggai nomor 54 pengawasan pengelolaan persampah- Tong Sampah 0,04 10.220 Buah tahun 2000 tentang retribusi pelayanan an di wilayahnya. Gerobak 1 240 Buah persampahan dan kebersihan belum - peningkatkan kesadaran masyarakat TPS Tipe A 3 48 Buah dilaksanakan secara benar. Tarif retribusi bahwa retribusi sampah yang di- TPS Tipe B 2 32 Buah sampah kepada masyarakat tak sesuai pungut dari mereka akan kembali ke- Kontainer 6 7 Unit dengan tarif yang diatur Perda No 5 tahun pada mereka berupa kelancaran ope- Dump Truck 6 6 Unit 2000 dan RAPBD 2004. rasional pengelolaan sampah. Pick Up 3 6 Unit Penentuan tarif dan sanksi yang Am Roll Truck 6 1 Unit belum sesuai dengan ketentuan dalam Penutup Perda diantisipasi dengan merevisi pasal- Upaya peningkatan kinerja pengelo- Kebutuhan ini belum termasuk buldozzer pasal tentang hal tersebut. Untuk jangka laan persampahan Kota Luwuk ditempuh untuk keperluan TPA. pendek dapat diantisipasi melalui Surat dengan langkah-langkah berikut : Keputusan Bupati. 1. Meningkatkan keterpaduan program 3. Pembuangan Akhir pengelolaan sampah pada Dinas Pe- Kota Luwuk mempunyai satu tempat Aspek Peran Serta Masyarakat mukiman dan Tata Kota, dan antar pembuangan akhir (TPA) di Desa Bubung Masih dijumpai sebagian anggota instansi terkait; dengan sistem Control Landfill. Telah di- masyarakat yang membuang sampah 2. Melakukan revisi Perda nomor 5 lakukan pembuatan saluran Leachate bukan pada tempatnya, seperti mem- Tahun 2000. Penentuan besaran tarif (lindi), mengingat litologi tanah TPA buang sampah di tanah kosong, sungai, retribusi sampah disesuaikan dengan berbatu gamping yang porous sehingga drainase, atau ke pantai/laut. Di samping kondisi rill biaya operasional saat ini. lindi mudah masuk dan mencemari air itu kesadaran masyarakat dalam memba- Dilakukan penerapan denda atas tanah, apalagi diwaktu musim hujan. yar retribusi kebersihan/persampahan keterlambatan pembayaran retri- Untuk pengontrolan digunakan sumur uji masih rendah. busi; (Pit Controll) dengan pengambilan sam- Partisipasi masyarakat dalam penge- 3. Alokasi dana untuk pembiayaan ope- pel rutin 3 bulan sekali. lolaan persampahan kota perlu diting- rasional pengelolaan sampah Kota Lu- katkan melalui kegiatan sebagai berikut : wuk perlu ditingkatkan hingga men- Aspek Pembiayaan - penyuluhan agar membiasakan mem- capai kondisi ideal. Kondisi ini dapat Pembiayaan pengelolaan sampah buang sampah pada tempat-tempat dicapai dengan alternatif : didapat dari subsidi pemerin- - menambah armada sampah tah sebesar 5-10 persen dari FOTO: INDOMEDIA.COM - menambah rit pengangkutan Anggaran Pendapatan dan dan tenaga kerja. Belanja Daerah (APBD). 4. Peletakan TPS dan TPA perlu Kenyataannya alokasi dana mempertimbangkan efisiensi untuk pengelolaan sampah dan radius daerah layanan; hanya 1 persen dari APBD. 5. Partisipasi masyarakat dalam Dampaknya target retribusi pengelolaan persampahan di- belum tercapai dan pelayanan tingkatkan dengan melibatkan yang belum maksimal. institusi RT/RW dalam proses Sementara itu pemanfaatan perencanaan, pelaksanaan mau- sumber dana lain belum ada. pun pengawasannya. Oleh karena itu penentuan tarif retribusi harus sesuai 1. Kabid Fisik dan Prasarana Bappeda dengan peraturan daerah. Kabupaten Banggai, Sulteng Tarif yang telah ditetapkan ini 2. Staf Bappeda Kabupaten Banggai, pun perlu dipertimbangkan Sulteng Sampah kota: Sampah kota terus menjadi persoalan hingga sekarang. 34 Percik Mei 2005
  • 36. W AWASAN Model Pemberdayaan Masyarakat dalam Penyelenggaraan Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Permukiman A ir minum dan lingkungan yang Oleh: Hariman untuk digunakan sebagai sarana mema- sehat merupakan kebutuhan hami dan menyederhanakan melalui Juara II lomba karya tulis Penyelenggaraan dasar manusia guna memperta- suatu sistematika tertentu. Mengingat Air Minum dan Penyehatan Lingkungan hankan kehidupannya. Tanpa air minum luas dan peliknya persoalan penyeleng- mustahil manusia dapat hidup dan masyarakat harus diberdayakan dan di- garaan air minum dan penyehatan ling- melaksanakan aktivitasnya sehari-hari. gugah kesadarannya. kungan permukiman, terutama di kota Air minum merupakan sumber energi Strategi pemberdayaan penyeleng- dan juga di desa, beberapa model yang bagi manusia maupun makhluk hidup garaan air minum dan penyehatan ling- ditawarkan yaitu: lainnya. Di samping itu, manusia juga kungan antara masyarakat kota dan desa memerlukan kondisi lingkungan yang dapat dilakukan dengan pendekatan A. Model Partisipatif sehat. Tanpa lingkungan yang bersih, yang berbeda, bergantung dari akar ma- Model ini dikembangkan atas dasar sa- nyaman dan memenuhi syarat-syarat salahnya. Pemberdayaan masyarakat tu filosofi bahwa tanpa keterlibatan semua kesehatan, maka manusia akan mengala- dalam mewujudkan lingkungan permu- pihak, maka persoalan apapun yang diha- mi gangguan kesehatan jasmani, bahkan kiman yang sehat adalah upaya terbaik dapi bersama oleh masyarakat akan me- rohani, misalnya stress akibat sampah yang harus dilakukan agar tumbuh dan nemui kendala dalam penanganannya. Mo- dan pencemaran air. berkembang masyarakat sadar lingkung- del ini sangat membantu penyelesaian per- Mengingat demikian strategisnya an. Penyadaran akan pentingnya ling- soalan bersama karena sangat demokratis, manfaat air minum dan lingkungan yang kungan merupakan tahapan strategis mempertimbangkan kemampuan dan sehat bagi kelangsungan hidup manusia, yang mesti dilakukan secara terencana, kepentingan individu yang berbeda, se- maka berbagai upaya telah dilakukan terarah, sistematis, berkelanjutan dan hingga ada proses saling mengisi satu sama oleh masyarakat dan pemerintah untuk komprehensif. lain. Penyatuan visi dan misi dengan model menjaga kualitas dan kuantitasnya. Se- Penyadaran harus dimulai dari ling- ini dapat dicapai melalui proses musya- mentara itu, lingkungan yang nyaman kungan yang terkecil. Membangun pema- warah dan mufakat terhadap persoalan dan lestari akan memberikan dampak haman bersama bahwa lingkungan adalah yang dihadapi. Dengan demikian, tindakan positif bagi terpeliharanya air minum. milik dan kebutuhan bersama. Kebutuhan yang merusak dari kalangan warga akan Untuk menjamin penyelenggaraan air tersebut harus diupayakan pemenuhannya bisa ditangani melalui upaya membangun minum dan lingkungan yang sehat me- melalui upaya bersama pula. kesepakatan terhadap kasus tertentu se- merlukan peran serta masyarakat secara Berdasarkan uraian di atas, penulis hingga sebelum pelaksanaan suatu kegiatan luas. Masyarakat sebagai konsumen me- mencoba mengajukan Model Pember- dapat terantisipasi lebih dahulu. Bagaimana miliki tanggung jawab moral untuk terus dayaan Masyarakat dalam Penyeleng- menerapkan model ini dalam penanganan memelihara ketersediaan air minum garaan Air Minum dan Penyehatan persoalan air minum dan lingkungan per- yang didukung oleh lingkungan yang se- Lingkungan Permukiman. Karya tulis ini mukiman yang buruk ? hat. Masyarakat memiliki hak menda- disusun berdasarkan observasi lapangan Pertama, kita harus melibatkan semua patkan air minum sehingga ia wajib men- dan pemikiran pribadi penulis me- pihak dalam membahas dan memaparkan jaga dan memeliharanya dengan sebaik- nyangkut berbagai persoalan penyeleng- persoalan air minum maupun lingkungan baiknya. Demikian juga halnya dengan garaan air minum dan penyehatan ling- permukiman yang buruk. Dimulai dari lingkungan yang sehat, masyarakat ber- kungan permukiman. lingkungan terkecil, seperti RT/RW dalam hak menghirup udara yang segar dan satu kelurahan/desa. Pemerintah di tingkat mendapatkan air bersih. Model Pemberdayaan Masyarakat bawah mengambil inisiatif mengundang Meskipun masyarakat mengetahui Penanganan persoalan penyeleng- pihak yang berkompeten. Dalam rapat dengan pasti bahwa air minum dan garaan air minum dan penyehatan ling- tersebut perlu dibahas persoalan-persoal- lingkungan yang sehat adalah kebu- kungan permukiman memerlukan suatu an air minum dan lingkungan yang mende- tuhan, mereka tidak secara langsung pendekatan pemberdayaan atau yang sak diselesaikan dan selanjutnya meru- mengambil inisiatif melakukan langkah- disebut Model Pemberdayaan. Model muskan persoalan. langkah terbaik guna mencegah pence- dipahami sebagai tiruan atau abstraksi Kedua, menyelesaikan persoalan se- maran sumber daya air. Oleh karena itu, dari suatu realitas yang sangat kompleks cara bersama. Apabila dalam suatu kom- Percik 35 Mei 2005
  • 37. WA W A S A N pleks permukiman penduduk masyarakat perlu disadarkan pentingnya air minum permukiman dan prasarana wilayah dan ta- tidak memiliki sarana air minum, maka dan penyehatan lingkungan dengan ta ruang wilayah. Munculnya masalah per- semua harus bergotong-royong untuk memberikan penyuluhan langsung dan mukiman biasanya tidak terlepas dari pe- membuat sarana tersebut. Menyumbang- penyebaran informasi baik secara lisan, ngaruh adanya kebijakan yang tidak konsis- kan bahan dan tenaga serta mengum- tertulis maupun media audio visual. Kegi- ten antara pedoman dan pelaksanaan di la- pulkan dana secara bersama-sama un- atan penyuluhan dapat dilakukan secara ter- pangan. Karena itu, setiap adanya pengem- tuk membangun bak penampungan (re- padu oleh dinas kesehatan, puskesmas, bangan permukiman dan penataan kembali servoir). Pengelolaan bak penampungan camat, lurah dan pihak lain terkait. permukiman tersebut perlu diterapkan stan- tersebut dilakukan secara bergilir untuk Kedua, melatih dan mendidik masya- dar kelayakan lingkungan dan dipadukan merawatnya. Apabila dana tidak men- rakat tentang air minum dan penyehatan dengan tata ruang wilayah yang harus dilak- cukupi, maka warga setempat dapat be- lingkungan. Pelatihan dan pendidikan sanakan secara konsisten kerja sama dengan warga permukiman secara informal bertujuan untuk mening- Kedua, memadukan program pember- lainnya, atau kalau perlu ke pemerintah katkan kemampuan masyarakat untuk dayaan ekonomi dan penyehatan ling- sebagai jalan terakhir. Hal ini dimaksud- menyediakan, mengelola dan mengu- kungan. Ada hubungan yang erat antara pe- kan untuk mengesankan bahwa masya- payakan air minum dan lingkungan yang rilaku hidup sehat dengan kondisi ekonomi. rakat harus berupaya maksimal dalam sehat. Pelatihan dapat dilakukan secara Masyarakat yang miskin akan lebih banyak memenuhi kebutuhannya tanpa meng- bertahap dan berkelompok yang dilanjut- meluangkan waktunya untuk mencari naf- gantungkan diri kepada pemerintah. kan dengan penerapan lapangan. kah daripada memperbaiki lingkungan ru- Ketiga, memelihara kebiasaan yang Ketiga, melakukan peninjauan (mo- mah di sekitarnya. Kemiskinan bisa mela- baik dan membangun inisiatif. Kebiasaan nitoring), evaluasi dan menggalakkan laikan orang dari hidup bersih dan sehat. menyelesaikan persoalan seperti air mi- budaya bersih. Kegiatan pengawasan dan Ketiga, memadukan dan menyelaraskan num dan lingkungan permukiman yang penilaian adalah tindak lanjut untuk me- program pembangunan sosial dan budaya. buruk perlu dipelihara sehinggga menum- ngetahui seberapa besar pengaruh penyu- Setiap kegiatan yang bernuansa budaya da- buhkan inisiatif yang kuat dalam diri ma- luhan, penyebaran informasi, pendidikan pat dijadikan sarana mengkomunikasikan sing-masing warga terhadap kedua per- dan pelatihan masyarakat terhadap peri- perlunya lingkungan permukiman yang sehat. soalan tersebut. Caranya adalah saling lakunya dalam memaknai dan mengatasi Misalnya, kegiatan lomba perahu di sekitar memberi contoh dan memberikan peng- persoalan air minum maupun mewujudkan permukiman yang terletak di tepi sungai. hargaan kepada warga yang memiliki ru- permukiman yang sehat. Kegiatan ini meru- Keempat, memadukan program kese- mah, halaman dan lingkungan yang tetap pakan bentuk penyadaran yang bersifat hatan masyarakat dan penyehatan ling- bersih. Komunikasi dan penyuluhan oleh agak memaksa (coercive) sehingga ma- kungan permukiman. Program kesehatan kepala lingkungan, tokoh masyarakat, ke- syarakat diharapkan akan semakin berdaya. dan pemberantasan penyakit akibat ling- tua RT/RW, lurah maupun camat kepada Keempat, memperkuat kelembagaan kungan yang buruk seperti: malaria, diare, warganya harus dilakukan. pengelolaan air minum dan penyehatan muntaber, ISPA, TBC dan sejenisnya dapat lingkungan. Langkah ini untuk meleng- dilakukan secara terpadu dengan perbaikan B. Model Penyadaran dan kapi upaya penyadaran lainnya. Lembaga lingkungan permukiman, dengan cara Peningkatan Kemampuan tersebut dapat dibentuk yang anggotanya menganjurkan/mengkampanyekan kepada Model penyadaran adalah langkah stra- terdiri atas berbagai tokoh masyarakat, masyarakat untuk menguras, mengubur, tegis lainnya di samping model partisipatif. kelompok yang kompeten setempat yang menutup, dan membersihkan sampah. Tumbuhnya kesadaran akan menggerakkan diberikan tugas, tanggung jawab dan we- Kelima, peningkatan peranan wanita. warga melakukan tindakan tertentu dalam wenang untuk menangani persoalan air Pemberdayaan wanita adalah bagian yang menangani persoalan yang dihadapinya. minum dan kesehatan lingkungan. tidak terpisahkan dalam rangka menga- Adanya persoalan lingkungan yang buruk, tasi persoalan air minum dan penyehatan air minum yang tidak sehat dan kebiasaan C. Model Sistemik lingkungan. Wanita perlu dilibatkan se- meremehkan penyakit lingkungan adalah Persoalan air minum dan penyehatan cara aktif karena merekalah yang sering- berawal dari rendahnya kesadaran akan hal lingkungan bukanlah semata-mata dapat kali berhubungan dengan masalah air tersebut. Untuk menyadarkan dan memam- diselesaikan oleh warga pemukim sen- minum dan lingkungan rumahnya. pukan masyarakat perlu dilakukan upaya- diri. Hal itu memerlukan keterlibatan se- upaya sebagai berikut : mua pihak. Adapun hal-hal yang perlu Tahapan dan Langkah-langkah Pertama, menggiatkan penyuluhan dicermati ulang antara lain: Pemberdayaan Masyarakat dan penyebaran informasi. Masyarakat Pertama, kebijakan pembangunan Kegiatan pemberdayaan masyarakat 36 Percik Mei 2005
  • 38. W AWASAN dapat dilakukan secara bertahap, terenca- nerapkan pengetahuan/keterampilan yang 5. Pembiasaan na, sistematis dan berkelanjutan, meng- diberikan selama tahapan persiapan se- Pembiasaan adalah upaya yang dila- ingat masyarakat mengalami dinamika hingga rencana aksi pemberdayaan dapat kukan guna menjadikan kondisi dan situ- yang cepat sehingga mempengaruhi pola diwujudkan sesuai dengan rencana pelaksa- asi berjalan secara mandiri, tanpa adanya hubungan antar sesamanya. Kebersama- naan. Adapun kegiatan dalam pelaksanaan paksaan, bujukan, teguran atau perintah. an adalah modal dasar yang harus ditum- antara lain: gotong-royong membersihkan Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan buhkan dalam rangka pemberdayaan. lingkungan, pembangunan TPA dan lomba dalam tahap pembiasaan ini antara lain: Dalam suatu lingkungan permukiman kali/sungai bersih. - program/kegiatan rutin penyehatan kota yang terdiri atas masyarakat yang me- lingkungan permukiman prioritas miliki perbedaan latar belakang, status so- 3. Penilaian, Pengawasan dan - pendanaan secara swadaya sial, tingkat ekonomi, pendidikan, suku, Pengendalian - pelarangan membuang sampah sem- agama dan sebagainya, langkah pember- Tahap ini merupakan tahapan yang barangan dayaan masyarakat dapat dilakukan dengan sangat penting untuk menilai, mengawasi - pemasangan papan pelarangan/an- melihat dan menganalisa konteks dan situ- dan mengendalikan pelaksanaan pember- juran memelihara lingkungan. asi sosial. Pemantapan hubungan sosial me- dayaan sehingga sesuai dengan yang di- lalui berbagai kegiatan informal dan formal tetapkan sebelumnya. Pada tahap ini B. Langkah Pemberdayaan akan dapat membantu menyatukan pikiran dapat diketahui kelemahan dan kelebih- Masyarakat dan tindakan dalam memenuhi kebutuhan an proses pemberdayaan sehingga dapat Langkah pemberdayaan masyarakat bersama mereka. diperbaiki kekurangan pada masing-ma- dalam penyelenggaraan air minum dan pe- Sementara bagi masyarakat desa yang sing tahapan. nyehatan lingkungan permukiman yakni: relatif seragam karakteristik warganya, - Melakukan aksi bersama untuk ber- biasanya penyelenggaraan air minum dan 4. Pemantapan gotong-royong menangani persoalan air penyehatan lingkungan permukiman relatif Tahap ini merupakan upaya perbaik- minum dan lingkungan permukiman; mudah dilakukan. Hal tersebut didukung an terhadap kondisi yang sudah cukup - Menggerakkan seluruh sumber daya oleh adanya kebersamaan yang tinggi di baik menjadi lebih baik. Masyarakat telah baik dana, material, lahan, tenaga dan kalangan warga karena budaya gotong- ro- sadar akan pentingnya mengkonsumsi air pikiran dalam mengatasi lingkungan yong masih melekat dalam diri mereka. minum yang sehat dan mulai menyadari tidak sehat ; menata lingkungannya sehingga perlu - Memelihara kebersamaan melalui A. Tahapan Pemberdayaan ditopang dengan berbagai hal lainnya gu- pemantapan fungsi dan peranan lem- 1. Persiapan na tercapainya perilaku yang semakin ba- baga sosial; Langkah-langkah dalam persiapan ik. Adapun hal- hal yang diperlukan da- - Membiasakan musyawarah dan mufa- sebagai berikut : lam tahap ini antara lain : kat dalam menangani persoalan air mi- - Penyuluhan melalui RT, RW dan ling- - Penyusunan norma/aturan yang ber- num dan lingkungan permukiman ; kungan laku sesama penghuni lingkungan - Meningkatkan rasa tanggung jawab dan - Pendidikan kesehatan lingkungan di permukiman . kesadaran akan pentingnya air minum tingkat keluarga - Adanya kebijakan pemerintah untuk dan kesehatan lingkungan permukiman; - Penyebarluasan informasi oleh berba- mengalokasikan anggaran bagi penye- - Mempebaiki manajemen penyeleng- gai pihak terkait seperti : Puskesmas, lenggaraan air minum dan penyehat- garaan air minum dan penyehatan ling- - Dinas Kesehatan, Dinas Kebersihan, an lingkungan kungan secara terarah, sistematis, te- - Dinas Permukiman, Developer dan - Pemantapan dan pemeliharaan sara- rencana , terpadu dan berkelanjutan. PDAM na-sarana pendukung - Pelatihan dan pendidikan lingkungan - Bantuan tenaga teknis Saran- saran secara swadaya - Adanya lembaga yang khusus mengu- Pemberdayaan masyarakat dalam pe- - Musyawarah di tingkat lingkungan rus misal karang taruna nyelenggaraan air minum dan penyehat- Pemutaran film, dan lain-lain. - Agenda rutin seperti: Jumat bersih an lingkungan harus menggunakan mo- atau Minggu bersih del partisipatif yang didukung dengan 2. Pelaksanaan - Menjaga dan memelihara fasilitas model penyadaran dan peningkatan ke- Tahapan ini merupakan tindakan me- yang telah ada. mampuan dan model sistemik. Percik 37 Mei 2005
  • 39. WA W A S A N Mewujudkan Pantai dan Laut Bersih Melalui GPBL P encemaran laut merupakan jenis sampah organik dan non-organik sejak kerusakan yang paling banyak Oleh: Rennisca Ray Damanti*) dari sumber dan kegiatan lainnya yang terjadi, cepat berkembang, dan mendukung, terutama yang terkait de- membahayakan. Pencemaran laut up" atau bersih pantai. Program ini pada ngan pengelolaan limbah baik limbah (perairan pesisir) didefinisikan sebagai awalnya diarahkan untuk menggugah cair maupun padat; keempat adalah "dampak negatif" (pengaruh memba- kepedulian seluruh masyarakat In- memadukan dan mengintegrasikan selu- hayakan) terhadap kehidupan biota, donesia, khususnya kelembagaan terkait, ruh kegiatan/program dari berbagai sumberdaya, dan kenyamanan ekosistem baik pemerintah, swasta, LSM dan lain- institusi/lembaga terkait, dalam upaya laut serta kesehatan manusia dan nilai lain untuk bekerja sama dengan DKP pengendalian pencemaran laut, terutama guna lainnya dari ekosistem laut yang melakukan program kemitraan dalam dalam rangka penataan lingkungan, baik disebabkan secara langsung maupun upaya pengendalian pencemaran laut di infrastruktur dan aturan hukumnya tidak langsung oleh pembuangan bahan- seluruh Indonesia. untuk mendukung upaya pengendalian bahan atau limbah, termasuk energi, ke pencemaran laut. dalam laut yang berasal dari kegiatan Pencemaran laut Indonesia GBPL dicanangkan secara nasional manusia. sudah berada pada tingkat yang pada 21 September 2003 oleh Menteri Dewasa ini pencemaran laut di mengkhawatirkan. Seperti Kelautan dan Perikanan, Rokhmin Indonesia sudah berada pada tingkat diketahui lebih dari 60 persen Dahuri, di Pantai Kanjeran, Surabaya, yang mengkhawatirkan. Seperti dike- penduduk Indonesia mendiami Propinsi Jawa Timur. Kegiatan di Pantai tahui lebih dari 60 persen penduduk daerah pesisir. Keadaan demikian Kanjeran melibatkan lebih dari 8.000 Indonesia mendiami daerah pesisir. sangat mempengaruhi kualitas orang yang terdiri atas perwakilan pela- Keadaan demikian sangat mempengaruhi sumberdaya pesisir jar, mahasiswa, karang taruna, pramuka, kualitas sumberdaya pesisir dan laut. masyarakat pesisir, organisasi profesi, dan laut. Belum lagi berbagai aktifitas di darat partai politik, instansi pemerintah, yang banyak menghasilkan limbah, baik swasta, Lembaga Swadaya Masyarakat limbah organik maupun anorganik yang Tujuan GBPL (LSM), media massa dan masyarakat akhirnya terintroduksi ke pesisir dan GBPL yang dimotori Departemen umum lainnya. laut. Bila keadaan ini terus dibiarkan, Kelautan dan Perikanan mempunyai Beberapa bulan kemudian GPBL pencemaran tersebut akan mempe- tujuan jangka pendek dan panjang. dilaksanakan di Pantai Tanjung Pasir, ngaruhi keberlangsungan dan kelestarian Tujuan jangka panjangnya yaitu men- Kabupaten Tangerang, Propinsi Banten sumberdaya pesisir dan laut. dorong seluruh lapisan masyarakat untuk pada tanggal 18 April 2004. Kegiatannya Sebagai upaya untuk mengendalikan mewujudkan "laut biru dan pantai bersih antara lain pembersihan sampah di pencemaran laut, diperlukan program lestari". Adapun tujuan jangka pen- Tempat Pelelangan Ikan (TPI), pelatihan dan kegiatan yang komprehensif, antara deknya ada empat yakni: pertama, mem- pengelolaan sampah terpadu, penanam- lain melalui tindakan-tindakan dan berikan penyadaran dan pemahaman ter- an mangrove, penebaran benih bandeng, teknologi yang tepat guna, seperti upaya hadap seluruh lapisan masyarakat ten- dialog interaktif, kuis lingkungan hidup, penyadaran masyarakat terhadap bahaya tang bahaya pencemaran laut; kedua, perpustakaan keliling, "birdwatching" pencemaran, melatih masyarakat mendorong masyarakat untuk hidup untuk anak-anak sekolah dan pameran. memanfaatkan limbah, membangun bersih guna menjaga kelestarian fungsi Selanjutnya pada tanggal 12 De- sarana pembuangan dan pengolahan lim- lingkungan hidup, dimulai dari pen- sember 2004 Menteri Kelautan dan bah baik untuk limbah padat maupun didikan di tingkat dasar dan lingkungan Perikanan, Freddy Numberi, men- limbah cair, dan lain sebagainya. keluarga; ketiga mendorong masyarakat canangkan Gerakan Nasional Bersih Departemen Kelautan dan Perikanan untuk berperan serta dalam pengen- Pantai dan Laut di Kampung Nelayan (DKP), melalui Direktorat Jenderal dalian pencemaran laut, terutama Kalibaru Cilincing, Jakarta. Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (Ditjen melalui penerapan pola hidup efisien Pusat Informasi Pelayanan *) P3K), mulai tahun 2003, berupaya dengan penerapan metode 4R (Reduce, Masyarakat Departemen Kelautan mengembangkan program "beach clean Reuse, Recycle dan Replant), memilah dan Perikanan 38 Percik Mei 2005
  • 40. S EPUTAR WASPOLA Belanda Menyediakan Hibah US$ 22 Juta Guna Mendukung Program Air Bersih dan Sanitasi di Indonesia. FOTO: OSWAR MUNGKASAB elanda menyediakan hibah US$ 22 Juta guna mendukung pro- gram air bersih dan sanitasi di In-donesia. Hibah ini akan dikelola olehBank Dunia. Berkaitan dengan itu, padatanggal 23 Maret 2005 bertempat diBank Dunia Jakarta telah berlangsungpenandatanganan kerjasama antaraRuud Treffers ( Dubes Belanda untuk In-donesia) dan Andrew Steer ( Kepala Per-wakilan Bank Dunia di Indonesia) dandisaksikan oleh Suyono Dikun ( DeputiBidang Sarana & Prasarana Bappenas). Hibah akan dialokasikan untuk pem-bangunan sanitasi, penguatan PDAM,penguatan kelembagaan pengelolaansumber daya, dan bantuan teknis men-dukung rekonstruksi pelayanan air ber-sih & sanitasi di Aceh & Nias. (OM) Lokakarya Pengembangan Strategi KomunikasiG una menghadapi tantangan ke masyarakat maupun berbasis lembaga. atas eksekutif dan legislatif atau depan, WASPOLA bersama de- Lokakarya ini diisi dengan diskusi dibedakan atas pengambil keputusan dan ngan Pokja AMPL menyelengga- kelompok. Peserta dibagi dalam dua ke- pelaksana. Secara lebih spesifik, targetrakan Lokakarya Pengembangan Strategi lompok. Dengan membandingkan de- komunikasi kebijakan ini yaitu menteriKomunikasi di Surabaya pada 17 Februari ngan produk komersial, peserta mendis- yang terkait AMPL, gubernur, bupati,2005. Lokakarya ini merupakan rangka- kusikan "Komunikasi Kebijakan" untuk DPRD, BPD, LSM, dan perguruan tinggi.ian kegiatan lokakarya "Pelaksanaan menentukan target audiens, tujuan ko- Komunikasi ini bertujuan untukKebijakan Nasional Pembangunan Air munikasi dan tanggapan yang diharap- memberikan informasi, pengetahuan danMinum dan Penyehatan Lingkungan FOTO: OSWAR MUNGKASA pemahaman kepada pihak-pihak terse-Berbasis Masyarakat", yang dilak- but tentang Kebijakan Nasional AMPL,sanakan pada hari sebelumnya di tem- peningkatan kepedulian terhadappat yang sama. AMPL dan keberlanjutan pembangun- Lokakarya ini dihadiri 30 orang yang an, perubahan perilaku dan penye-berasal dari anggota Pokja AMPL Pusat, barluasan prinsip-prinsip kebijakan.anggota AMPL provinsi, anggota AMPL Tanggapan yang diharapkan darikabupaten, Bappeda Kota Surabaya, kelompok sasaran itu antara lain komit-Bappeda Propinsi Jatim, PDAM Kota men untuk menerapkan kebijakanSurabaya, WSP-EAP, dan WASPOLA. Lo- nasional, kepedulian terhadap sektorkakarya ini sekaligus merupakan kelan- AMPL sebagai prioritas pembangunan,jutan pertemuan yang sama di Jakarta alokasi penganggaran sektor AMPL danNopember 2004 dan Januari 2005. adopsi kebijakan di tingkat daerah. Acara ini dibuka oleh Oswar Mungkasa kan audiens. Hasilnya, target yang Hasil lokakarya ini akan digunakan seba-dari Bappenas. Ia menekankan pentingnya diharapkan mencakup level pemerintah gai bahan penyusunan rencana komu-strategi komunikasi pada kegiatan disemini- pusat, propinsi, kabupaten dan masya- nikasi (communication plan) dan pemi-nasi kebijakan nasional, baik yang berbasis rakat. Masing-masing perlu dibedakan lihan media. (Lina) Percik 39 Mei 2005
  • 41. S EPUTAR WASPOLA Lokakarya Pelaksanaan Kebijakan Nasional Pembangunan AMPL Berbasis Masyarakat di DaerahU ntuk memperoleh pembelajaran membawa dana untuk proyek fisik. Selain dalamnya disepakati beberapa hal yaitu dari pelaksanaan Kebijakan Na- itu, Pokja propinsi menjadi pelaku (i) daerah yang berminat perlu menga- sional Pembangunan AMPL utama, oleh karenanya perlu didukung jukan surat peminatan keikutsertaanBerbasis Masyarakat yang dilaksanakan sumber daya yang memadai. Propinsi dalam kegiatan ini; (ii) pokja AMPLselama tahun 2004, WASPOLA menye- melakukan koordinasi dengan Pokja propinsi memegang peran utama dalamlenggarakan lokakarya di Surabaya, 15-17 AMPL Pusat dan Sekretariat WASPOLA. fasilitasi pelaksanaan kebijakan AMPL diFebruari 2005. Lokakarya ini dihadiri Kenyataan ini membutuhkan komitmen kabupaten; (iii) bantuan teknis akanoleh utusan dari Pokja AMPL propinsi, Bappeda untuk mengkoordinasikan pe- diberikan sesuai dengan kebutuhan dae-Pokja AMPL kabupaten, Pokja AMPL laksanaan kegiatan dan menerapkan rah.pusat, AusAID, Sekretariat WASPOLA, prinsip-prinsip dasar Kebijakan Nasional Pada lokakarya tersebut jugaWSP-EAP, dan Propinsi NTT dan Su- Pembangunan AMPL dalam planning dipresentasikan draft Kebijakan Nasionallawesi Tenggara sebagai propinsi baru. and programing pembangunan AMPL di Pembangunan AMPL Berbasis Lembaga,Selain berbagi pengalaman, lokakarya ini daerah. Pembagian peran itu digam- yang sedang dalam taraf pengajuan kedimaksudkan untuk memperoleh inven- barkan dalam gambar berikut: eselon I departemen terkait untuk dise-tarisasi kebutuhan untuk penyiapanPelaksanaan Kebijakan Nasional Pem-bangunan AMPL Berbasis Masyarakat di WASPOLA POKJA AMPLdaerah tahun 2005 dan menyepakati kri- Penyiapan konsultan. Koordinasi pelaksanaan kebijakanteria pemilihan lokasi. Lokakarya ini dibuka oleh Direktur Fasilitasi penguatan kapasitas pokja (kabupaten, propinsi dan pusat )Perumahan dan Permukiman, Bappenas, Dukungan pembiayaan kegiatan TA Sebagai nara sumberBasah Hernowo. Ia mengungkapkan ca- dalam pelaksanaan diseminasi Melakukan monitoring dan supervisikupan pelayanan air minum di Indonesia Penyiapan panduan fasilitasi Dukungan pembiayaan terbatasbaru mencapai 55,2 persen dan sanitasi Pendukumentasian dan pelaporan pada kabupatendasar sebesar 63,5 persen. Dalam rangka pelaksanaan kebijakan Pelayanan informasimeningkatkan capaian kedua hal tersebut Nara sumberdisusun kebijakan nasional AMPL berba-sis masyarakat. Kebijakan ini telah diim-plementasikan di empat kabupaten tahun PROPINSI KABUPATEN2002/2003, dan tujuh kabupaten di Penyiapan tim kerja Penyiapan tim kerjatujuh propinsi tahun 2004. Koordinasi pelaksanaan kebijakan Koordinasi pelaksanaan kebijakan Berdasarkan pelaksanaan itu, kataBasah, strategi pelaksanaan tahun 2005 dengan berbagai pihak termasuk dengan berbagai pihak termasukmeliputi a). Penguatan kapasitas pokja legislatif, Perguruan Tinggi, LSM dan legislatif, Perguruan Tinggi, LSMAMPL melalui serangkaian pelatihan/lo- unsur lain yang terkait. dan unsur lain yang terkait.kakarya; b). Pengembangan jumlah fasili- Menyiapkan alokasi dana Menyiapkan alokasi danatator; c). Perluasan cakupan pelaksanaan Fasilitator tingkat propinsi Fasilitator tingkat kabupatenkebijakan melalui kemitraan dengan ber-bagai pihak; dan d). Pelaksanaan fasili-tasi dengan beberapa tipe sesuai denganoutput dan kegiatan yang dijadikan pilih- Lokakarya ini diisi tukar menukar pakati.an oleh daerah. pengalaman daerah-daerah yang telah Diharapkan kebijakan tersebut akan Ia mengingatkan bahwa kegiatan ini melaksanakan kebijakan nasional AMPL ditandatangani pada Maret-April 2005.terbatas pada bantuan teknis, tidak berbasis masyarakat. Dari diskusi di (MJ) 40 Percik Mei 2005
  • 42. S EPUTAR WASPOLA Berbagi Pengalaman Pelaksanaan Kebijakan Nasional Pembangunan AMPL Berbasis Masyarakat Tahun 2004 di Daerah Disarikan dari Hasil Lokakarya Nasional Pelaksanaan Kebijakan AMPL Berbasis Masyarakat di Daerah, Surabaya 15-17 Februari 2005 FOTO: OSWAR MUNGKASAP elaksanaan Kebijakan Nasional AMPL di daerah pada tahun 2004 dilaksanakan di 7 kabupaten di 7propinsi dimulai pada bulan Juni-De-sember 2004. Untuk mengetahui tang-gapan daerah terhadap fasilitasi pelaksa-naan kebijakan selama ini, baik berupahasil yang diperoleh, permasalahan sertarencana tindak lanjut tahun 2005,WASPOLA menyelenggarakan LokakaryaNasional Pelaksanaan Kebijakan diSurabaya tanggal 15-17 Februari 2005.Acara ini dihadiri oleh seluruh propinsidan kabupaten yang mendapatkan fasili-tasi tahun 2004 dan 2 kabupaten yangtelah mendapatkan fasilitasi tahun2002/2003. Hasil lokakarya nantinya akan diper-gunakan sebagai masukan bagi WASPO-LA dan kelompok kerja AMPL dalam kepada pimpinan daerah dan kepala isu AMPL; NTB, Lombok Barat, Ke-pengembangan rencana kerja pelak- dinas terkait bumen (TV lokal), Gorontalo (radio)sanaan kebijakan tahun 2005. Lokakarya pemahaman pokok-pokok Pertemuan kesaksian (testimonial)Berdasarkan hasil diskusi dalam kebijakan pengalaman sukses dan gagal dalamlokakarya ini diperoleh gambaran hasil Lokakarya identifikasi isu dan perma- pengelolaan AMPL di Kebumenpelaksanaan kebijakan di daerah sebagai salahan AMPL di daerah Kemitraan dengan Forum Pemba-berikut: Lokakarya penyusunan strategi pem- ngunan tingkat Propinsi di NTB da- PROPINSI KABUPATEN bangunan AMPL daerah lam penyelenggaraan dialog isu kon- Sumatera Barat SL Sijunjung Selain itu beberapa kegiatan yang terjadi servasi dalam pembangunan AMPL Babel Bangka Selatan di kabupaten dan di sebagian propinsi Pembentukan desa percontohan sani- Banten Lebak antara lain: tasi dikaitkan dengan pelaksanaan Jawa Tengah Kebumen Kajian faktor keberlanjutan pemba- SANIMAS di Subang NTB Lombok Barat ngunan AMPL di desa Pelaksanaan pertemuan diseminasi Sulawesi Selatan Pangkep Dialog mengenaii isu strategis AMPL untuk mengenalkan kebijakan ke- Gorontalo Gorontalo dalam rangka menggali aspirasi ma- pada semua kabupaten (Sumatera Subang syarakat Barat, Jawa Tengah dan Sulawesi Solok Di samping kegiatan umum di atas Selatan) beberapa kegiatan spesifik yang meng-Kegiatan gambarkan keragaman dalam dalam me- Hasil Secara umum kegiatan yang telah di- nanggapi fasilitasi pelaksanaan kebijakan Dari serangkaian kegiatan operasio-lakukan di kabupaten dan propinsi men- antara lain: nalisasi kebijakan beberapa hasil yangcakup: Kerjasama dengan media dalam pe- diperoleh dan dirasakan oleh daerah dari Paparan umum kebijakan nasional laksanaan dialog interaktif mengenai berbagi pengalaman ini antara lain: Percik 41 Mei 2005
  • 43. S EPUTAR WASPOLA Adanya dukungan positif dari pimpin- awal pada saat lokakarya nasional. lembagaan nagari di Sumbar, naskah an daerah Kesulitan penyiapan alokasi dana akademis Raperda di Bangka Selatan, Terbentuknya Kelompok Kerja (pok- pendamping khususnya di propinsi inovasi layanan air minum di Pang- ja) AMPL kabupaten dengan SK sehingga pelaksanaan kegiatan dira- kep, pengembangan kerjasama de- Bupati sakan belum optimal. Hal ini disebab- ngan departemen agama untuk pen- Dukungan dana operasional pokja ka- kan pelaksanaan kebijakan dilaksa- didikan sanitasi di Gorontalo bupaten dan penyiapan alokasi dana naan pada saat daerah telah selesai Di tingkat Propinsi telah dipahami untuk tahun 2005 proses penyiapan APBD tahun 2004. bahwa mereka akan memegang peran Tersusunnya dokumen rencana ker- penting dalam diseminasi kebijakan ja/kerangka kebijakan Pelajaran Penting di tingkat kabupaten seiring dengan Antusiasme stakeholders dalam pro- Dari hasil hasil berbagi pengalaman di posisinya dalam kerangka pemba- ses partisipatif atas dapat ditarik beberapa hal penting ngunan nasional. Stakeholders daerah mulai mema- sebagai berikut: Untuk pelaksanaan kebijakan Kelom- hami pokok-pokok kebijakan serta Dengan proses fasilitasi partisipatif pok Kerja Propinsi dan Kabupaten terumuskannya konsep keberlanjutan secara umum daerah telah mulai me- masih memerlukan penguatan kapasi- berdasarkan hasil kajian faktor keber- nangkap esensi dari operasionalisasi tas mengenai pengetahuan, pemaha- hasilan dan kegagalan pembangunan kebijakan untuk keberlanjutan pem- man dan ketrampilan teknis dalam AMPL bangunan AMPL di daerahnya. proses fasilitasi operasionalisasi kebi- Keberlanjutan pembangunan AMPL jakan.Rencana Tindak Lanjut Daerah telah dijadikan perhatian penting dan Baik propinsi maupun kabupaten Rencana tindak lanjut kabupaten dituangkan dalam bentuk rencana tin- memandang penting dukungan poli- tahun 2005 secara umum masih akan dak lanjut tis (eksekutif dan legislatif), ker- menyelesaikan rancangan rencana Inovasi masing-masing kabupaten jasama antar dinas terkait dan strategis pembangunan AMPL untuk juga menghasilkan keluaran spesifik dukungan pihak-pihak lain untuk dijadikan produk hukum di daerah yang menggambarkan kebutuhan pelaksanaan kebijakan AMPL berba- dan penerapan pendekatan berbasis daerah antara lain; pemanfaatan ke- sis masyarakat. (SBR) masyarakat dalam pembangunan AMPL. Untuk itu semua kabupaten telah menyiapkan alokasi dana ke- giatan dai APBD. Di tingkat propinsi tindak lanjut kegiatan di tahun 2005 berupa lanjut- an operasionalisasi kebijakan di ting- kat propinsi dan melakukan disemi- nasi melalui fasilitasi pelaksanaan ke- bijakan di kabupaten. Untuk itu se- mua propinsi telah menyiapkan alo- kasi dana pendamping dalam pelak- sanaan kebijakan tahun 2005.Permasalahan Dengan keterbatasan pemahaman terhadap kebijakan pada awal fasili- tasi sebagian besar daerah memiliki persepsi yang salah, pelaksanaan ke- bijakan ditangkap sebagai rencana Pe- merintah Pusat untuk melaksanakan proyek fisik, walaupun esensi pelaksa- naan kebijakan telah dijelaskan sejak 42 Percik Mei 2005
  • 44. S EPUTAR WASPOLA Pelaksanaan Kebijakan Nasional Pembangunan AMPL Desember 2004S ecara umum, kesibukan daerah PROPINSI KEGIATAN TANGGAL dalam rangka menyusun rencana pembangunan 2005, liburan Natal Sumatera Barat Lokakarya “Penyusunan Program AMPL Propinsi” 18 Desemberdan Tahun Baru 2005 mempengaruhi Sulawesi Selatan Lokakarya “Diseminasi Kebijakan” 13 Desemberproses fasilitasi operasionalisasi pelaksa- Diskusi pengumpulan data AMPL 17-22 Desembernaan Kebijakan Nasional Air Minum dan Lokakarya penyusunan renstra 30 Desember Jawa Tengah Lokakarya “Diseminasi Kebijakan” 7-9 DesemberPenyehatan Lingkungan Berbasis Masya- Lokakarya “Penyusunan Rencana Kegiatan Bidang AMPL” 29 Desemberrakat selama Desember 2004. Bangka Belitung Lokakarya “Penyusunan Rencana Adopsi Operasionalisasi Fasilitasi kebijakan difokuskan pada Kebijakan” 18 Desemberpeningkatan kapasitas. Hal ini dimaksud- Gorontalo Lokakarya “Penyusunan Program Strategis AMPL Berbasiskan untuk meningkatkan kemampuan Ke- Masyarakat” 18 Desember Diskusi penajaman rencana kerja tahun 2005 Pokjalompok Kerja Air Minum dan Penyehatan Propinsi 30 DesemberLingkungan di Daerah (Pokja Daerah) Nusa Tenggara Barat Lokakarya pengkajian kebijakan lintas sektor dan propin-dalam penyusunan rencana kegiatan Air si, dalam rangka pengelolaan sumber daya air 28 DesemberMinum dan Penyehatan Lingkungan Banten Pertemuan rutin Pokja AMPL propinsi 7 dan 30 Desember(AMPL), sehingga memenuhi standar atau Lokakarya 7 Desemberketentuan penyusunan rencana strategis. Bentuk kegiatan berupa lokakarya bupaten, yang direncanakan selesai pada lah menyusun rencana kerja untuk"Penyusunan Rencana Strategis AMPL Januari 2004. pelatihan kelompok pengelolaankepada Pokja Daerah" pada tanggal 30 AMPL, dan akan melakukan disemi-Nopember-3 Desember 2004, bertempat Isu Penting nasi kebijakan di lingkungan instansidi Hotel Sheraton Bandara Jakarta. Acara Di Propinsi Nusa Tenggara Barat, ter- dan terlibat dalam pemilihan kabu-diikuti oleh 18 peserta dan difasilitasi dapat keinginan untuk memasukkan paten pada pelaksanaan kebijakan dioleh Sekretariat WASPOLA. Hasilnya isu kampanye "Bersih Diri dan Bersih tahun 2005.berupa draft rencana strategis (Renstra) Lingkungan" dalam masterplan Sum- Sektor AMPL menjadi prioritas ke-AMPL yang akan menjadi bahan dasar lo- ber Daya Air (SDA) yang sedang disu- sembilan dari sepuluh prioritas pem-kakarya akhir di masing masing daerah. sun oleh proyek Participation Action bangunan di Propinsi Sulawesi Se- Bersamaan dengan kegiatan di pro- Research Rinjani (PAR Rinjani). latan. Tindak lanjut implementasi ke-pinsi, kabupaten yang menjadi lokasi Isu pencemaran SDA akibat kegiatan bijakan pada tahun 2005 masihoperasionalisasi kebijakan nasional pem- masyarakat melalui penambangan li- menunggu kepastian dukunganbangunan AMPL juga mengadakan ke- ar dan rendahnya PHBS, merupakan WASPOLA dan Pokja.giatan sejenis mulai dari diskusi, loka- dua hal penting yang mendapat per- Penyusunan anggaran AMPL pada ta-karya, sampai penyusunan draft kebijak- hatian di Propinsi Bangka Belitung. hun 2005 melibatkan seluruh anggotaan di daerah masing-masing dan rencana Peran Dinas Kesehatan dan Bapedal- Pokja Propinsi dengan mempertim-strategis ke depan. Kabupaten tersebut da di Propinsi Banten sangat tinggi bangkan rencana intervensi proyekyaitu Lebak, Gorontalo, Bangka Selatan, dalam fasilitasi kebijakan di propinsi. SWASH di Kabupaten Bolemo danPangkep, Kebumen, Lombok Barat, dan Di Kabupaten Lebak, melalui fasilitasi Bonebolango. Terdapat komitmenSawahlunto Sijunjung. WASPOLA telah berhasil disusun Pokja Kabupaten bahwa penyusunan Secara umum, seluruh daerah telah renstra AMPL dengan memperha- anggaran AMPL tahun 2005 dilaku-menyelesaikan kegiatan operasionalisasi tikan pendekatan geografis yang ter- kan secara transparan.kebijakan sesuai dengan karakteristik da- bagi dalam 4 wilayah dengan ciri khas Peran Pokja Propinsi dalam implemen-erahnya dan telah memiliki (draft) renca- tersendiri. tasi KEBIJAKAN di Propinsi Jawa Te-na kerja untuk mengadopsi kebijakan Kedudukan struktural (Kabid dan Ka- ngah, cukup penting terutama dalamdan program AMPL serta profil pencapai- sie) pada keanggotaan Pokja Propinsi kemampuan fasilitasi. Kabupaten Ba-an hasil fasilitasi di setiap daerah. La- Sumatera Barat, memiliki peran dan nyumas dan Wonogiri dikatakan seba-poran tentang pencapaian ini akan disu- pengaruh kuat dalam proses imple- gai lokasi yang bagus (sesuai) untuksun dalam laporan akhir propinsi dan ka- mentasi kebijakan. Pokja Propinsi te- implementasi fisik AMPL. (MJ) Percik 43 Mei 2005
  • 45. S EPUTAR WASPOLA Pelaksanaan Kebijakan Nasional Pembangunan AMPL Januari 2005K egiatan pada bulan Januari 2005 yang diperlukan baik dari WASPOLA Kalimantan Tengah). Kerja sama ini di- difokuskan pada penyelesaian la- maupun Pokja AMPL. maksudkan dalam rangka percepatan pe- poran lapangan dan pendoku- Kesepakatan dan kesimpulan dari nerapan kebijakan melalui kegiatan pro-mentasian hasil kegiatan tahun 2004 dan diskusi ini antara lain menyepakati alter- yek, yang selanjutnya akan dikembang-persiapan pelaksanaan fasilitasi Kebijak- natif (tipe) pendekatan fasilitasi Kebijak- kan oleh pemerintah daerah. WASPOLA,an Nasional Pembangunan Air Minum an Berbasis Masyakat, sebagaimana Pokja AMPL dan proyek CWSH telahdan Penyehatan Lingkungan Berbasis dijelaskan pada tabel 1. Pada alternatif fa- melakukan pertemuan untuk menyama-Masyarakat pada tahun 2005. Beberapa silitasi ini, terdapat situasi di mana fasili- kan persepsi dan kejelesan tentang perankegiatan yang dilakukan antara lain koor- tator WASPOLA tidak terlibat penuh di masing-masing pihak dalam rangka pe-dinasi dengan Kelompok Kerja (Pokja) lapangan tetapi hanya dalam kegiatan lo- laksanaan Kebijakan Berbasis Masyara-Air Minum dan Penyehatan Lingkungan kakarya atau pertemuan tertentu, dan ini kat tersebut.(AMPL), pertemuan/diskusi dengan pro- disebut sebagai pendampingan terbatas. Secara umum disepakati bahwa stra-yek CWSHP dan WSLIC-2 dalam rangka Penentuan propinsi (lokasi tahun 2004) tegi pelaksanaan kebijakan mencakup pe-penyiapan kerangka kerja sama pelak- sebagai lokasi pendampingan pada tahun nguatan kapasitas dan pendampingansanaan kebijakan dan persiapan loka- 2005 dan tipe fasilitasinya (tipe A atau B, untuk proses penyusunan rencana kerjakarya nasional di Surabaya. dari tabel 1) dilakukan berdasarkan kriteria daerah bidang AMPL. Peran WASPOLA yang disepakati pada lokakarya nasional, adalah memberikan fasilitasi dalam pe-Penyiapan Kerangka Kerja tanggal 15-17 Februari 2005 di Surabaya. nyelenggaraan lokakarya di tingkat na- Penyiapan kerangka pelaksanaan ke- sional, propinsi dan kabupaten yang dise-bijakan nasional AMPL Berbasis Masya- Penyusunan Rencana Pelaksanaan pakati.rakat pada 2005 dilakukan melalui se- Kebijakan pada Proyek CWSHrangkaian pertemuan dan koordinasi de- WASPOLA dan Pokja AMPL akan be- Penyusunan Rencana Pelaksanaanngan Pokja AMPL di tingkat pusat (Pokja kerja sama dengan proyek CWSH untuk Kebijakan pada Proyek WSLIC-2AMPL). Beberapa hal penting yang diba- implementasi dan penerapan kebijakan Sebagaimana pada proyek CWSH,has mencakup keluaran dan jenis kegiat- di empat propinsi lokasi proyek (Propinsi proyek WSCLIC-2 juga akan bekerjaan, strategi pendampingan dan dukungan Jambi, Bengkulu, Kalimantan Barat dan sama dengan Pokja AMPL dalam per- cepatan penerapan kebijakan. WSLIC-2 Tabel 1 - Alternatif Disain Fasilitasi akan mengembangkan kegiatan untukTIPE FASILITATOR FOKUS KEGIATAN FASILITASI LOKASI/SASARAN penerapan kebijakan dalam kerangka proses pengakhiran proyek. Pokja AMPL A Dari WASPOLA dan berada Penguatan kemampuan tim propinsi dan kabu- Dipilih dari 7 propinsi yang telah menda- di lokasi proyek selama paten patkan fasilitasi kebijakan tahun 2004. akan berperan lebih besar dibanding proses fasilitasi Pendampingan operasionalisasi kebijakan Propinsi yang memilih pendampingan ter- WASPOLA. Peran WASPOLA akan ter- (menindaklanjuti rencana kerja) yang telah batas akan diberlakukan dengan tipe B dihasilkan pada fasilitasi sebelumnya batas pada dukungan proses fasilitasi Mendukung propinsi dalam pelaksanaan fasili- melalui peran fasilitator propinsi di tasi ke tingkat kabupaten Sumatera Barat, Bangka Belitung, NTB B Berada di lokasi (lokakarya Penguatan kapasitas tim propinsi/kabupaten Proyek CWSH, WSLIC dan propinsi lama dan Sulawesi Selatan. atau pertemuan koordinasi) tentang kebijakan dan operasionalisasinya yang memilih pendampingan terbatas berdasarkan jadual yang Monitoring dan supervisi proses operasionalisasi disepakati kebijakan Persiapan Lokakarya Nasional C Langsung dari sekretariat Pengembangan jaringan komunikasi melalui CARE International, Plan Interna di Surabaya WASPOLA agenda pertemuan-pertemuan yang disepakati tional, Islamic Relief International Setelah berakhirnya proses fasilitasi di Pengenalan kebijakan dan proses operasio- nalisasinya daerah, disepakati untuk mengadakan per- Pengembangan konsep kemitraan dalam pelak- temuan nasional dalam rangka konsolidasi sanaan kebijakan untuk dapat dilakukan pada tahun berikutnya hasil fasilitasi tahun 2004 dan penyusunan kerangka kerja fasilitasi untuk tahun 2005. D Langsung dari sekretariat Pengenalan kebijakan AMPL berbasis Prop. Sulawesi Tenggara WASPOLA masyarakat melalui lokakarya nasional Prop. NTT Dan untuk itu, berdasarkan kesepakatan Penyertakan staf teknis terkait pada acara Solok, Musi Banyuasin, Subang dan bersama Pokja AMPL akan diadakan pelatihan bersama daerah lain Sumba Timur Analisa kebutuhan untuk pelaksanaan kebijakan lokakarya di Surabaya pada tanggal 15-17 untuk tahun berikutnya Februari 2004. (MJ) 44 Percik Mei 2005
  • 46. S EPUTAR AMPL Pertemuan Puncak Infrastruktur (Infrastructure Summit)I FOTO: OSWAR MUNGKASA nfrastructure Summit berlangsung 18-19 Januari 2005, di Balai Sidang Senayan, Jakarta. Pertemuan inidifasilitasi oleh Kamar Dagang danIndustri (KADIN) untuk memperte-mukan pemerintah, negara donor, lem-baga multilateral, pihak swasta gunamembicarakan kemungkinan kerjasamadalam investasi infrastruktur di In-donesia. Presiden Susilo Bambang Yudhoyonoketika membuka Pertemuan Infra-struktur mengajak kalangan investoryang hadir untuk ikut serta mengambilkesempatan berinvestasi di bidang infra-struktur yang ditawarkan pemerintah.Presiden juga menekankan pentingnyakerja sama, baik dunia usaha domestikmaupun asing, untuk membantu pem-bangunan dan pertumbuhan ekonomi diIndonesia. Sebagai daya tarik, Presiden me- Fakta dan Issue investor:ngatakan pemerintah telah membuat ke- Penduduk perkotaan yang terlayani Tarif yang ditetapkan tidak meme-bijakan khusus, terutama di bidang per- air perpipaan sebesar 40% (sekitar 33 nuhi prinsip full cost recovery se-pajakan dan administrasi. juta penduduk), dan perdesaan sebe- hingga financial sustainability Menko Perekonomian Aburizal Ba- sar 8% (sekitar 10 juta penduduk). tidak tercapaikrie mengakui, Indonesia memang dike- Kapasitas produksi 95.540 liter per Kurangnya kemandirian keuangannal sebagai negara yang birokrasinya ter- detik (berdasar standar: dapat mela- yang disebabkan oleh masih kuat-lalu panjang dan sarat praktik korupsi. yani sekitar 95 juta penduduk). Ting- nya pengaruh pemerintah daerahNamun, pemerintah saat ini akan beru- kat kebocoran rata-rata nasional terutama sejak era otonomi daerahpaya keras untuk mengurangi praktik mencapai 40%. Regulasi yang belum memadai.tersebut. Ia juga mengatakan, pemerin- Kemitraan pemerintah-swasta (PPP) Sebagai contoh UU No 5 Tahuntah akan menyederhanakan birokrasi yang sedang berjalan di Indonesia 1962 tentang BUMD yang sudahsehingga berbagai perizinan yang terkait mencapai 20 lokasi dalam bentuk out of datedengan birokrasi bisa lebih dipercepat BOT 10 lokasi, BOO 6 lokasi, konsesi Skala ekonomi yang tidak men-penyelesaiannya. 3 lokasi, kerjasama operasi 1 lokasi. cukupi. Pada era otonomi, setiap Dalam diskusi yang di antaranya Sekitar 90 % PDAM dalam kondisi daerah membentuk PDAM sendirimembahas secara khusus Air Minum dan tidak layak operasi dikarenakan yang sebagian besar hanya mela-Sanitasi, Menteri PU dan Dirjen TPTP, Kerugian yang besar (total yani di bawah 10.000 pelanggan.Departemen PU berkesempatan mem- utang PDAM mencapai Rp. 5,2 Tidak diterapkannya prinsip goodberikan presentasi terkait kondisi air Trilyun) corporate governance. Proses pe-minum dan sanitasi di Indonesia, terkait Tidak tersedia cukup dana untuk lelangan tidak transparan.dengan peluang kemitraan antara pemer- investasi bahkan dana operasi dan Tidak tersedia badan regulasi inde-intah dan swasta. pemeliharaan penden Beberapa hal penting yang mengemu- Kemampuan SDM rendah Ketersediaan air baku kurang ter-ka dalam diskusi tersebut yaitu: Kondisi yang kurang menarik bagi jamin Percik 45 Mei 2005
  • 47. S EPUTAR AMPL Penanganan sanitasi kurang optimal Peningkatan kesetaraan pelayanan. karena tidak dipadukan dengan Memformulasikan dan melak- penanganan air minum. sanakan standar pelayanan mini- Ketersediaan dana pemerintah tidak Kebijakan Air Minum mum. memadai (diperkirakan kebutuhan dan Air Limbah Mobilisasi sumber dana alternatif dana sampai tahun 2015 adalah USD 5 dalam Rencana baik domestik maupun luar negeri Milyar) sehingga dibutuhkan skema termasuk pengenalan skema pem- Pembangunan Jangka pembiayaan lain seperti partisipasi biayaan alternatif. swasta, kemitraan publik dan swasta, Menengah (2005-2009) Reformasi regulasi berupa (i) Penyu- termasuk juga dukungan pinjaman lu- adalah penyediaan sunan UU tentang BUMD mengganti- ar negeri. layanan air minum dan kan UU No. 5 Tahun 1962 tentang BUMD; (ii) Penyelesaian PP tentang air limbah yangUsulan Swasta Air Minum dan Sanitasi; (iii) penyu- Peningkatan kapasitas SDM. berkualitas, efisien, sunan National Strategy and Action Pembenahan pengelolaan dan strategi harga terjangkau dan Plan; (iv) pelaksanaan prinsip trans- investasi berkelanjutan. paransi, demokrasi dan desentralisa- Pembenahan otonomi keuangan (fi- si; (v) pembentukan Badan Pengatur nancial autonomy) Air Minum dan Sanitasi (BPAMSI); Jaminan akuntabilitas, dengan fokus (vi) pengenalan prinsip One River utama pada proses pelelangan yang One Plan One Management dan transparan mencakup seluruh aspek stakeholders; (ii) penciptaan iklim Poluters Pay.; (vii) peningkatan ka- (administrasi dan pengelolaan) kondusif bagi swasta; (iii) mendorong pasitas pemda. Swasta membutuhkan regulasi yang regionalisasi pelayanan; (iv) pe- Departemen PU menawarkan proyek konsisten, tidak berpihak, dan jelas. ningkatan kinerja pengelola; (v) pe- pada 20 lokasi senilai USD 385,5 juta Termasuk kejelasan tentang kebijakan ningkatan kualitas SDM; (vi) pengu- dalam bentuk konsesi dan BOT. subsidi. rangan tingkat kebocoran air minum. Arah kemitraan untuk air minum da- Menjamin ketersediaan air baku saat lam bentuk (i) pembangunan daerah ini dan masa depan Kebijakan Departemen Teknis (Departe- layanan baru; (ii) pengoperasian dan Pembenahan monitoring men PU) pengembangan yang ada; (iii) konsesi Pembenahan hubungan dengan pe- Pemerintah menjamin hak masya- penuh. Untuk sanitasi berupa (i) pem- langgan rakat terhadap akses air sebagai kebu- bangunan; (ii) pengoperasian dan Investasi swasta harus dalam skala tuhan dasar. pemeliharaan; (iii) service contracts. besar sehingga PDAM yang kecil Kebutuhan investasi sampai tahun sebaiknya digabung saja. 2009 adalah Rp. 19,2 Trilyun. Inves- Kesimpulan Diskusi Penanganan sanitasi sebaiknya tasi tahun 2009-2015 (terkait dengan Penggabungan PDAM dipadukan dengan pengelolaan air MDG) adalah Rp. 26,1 Trilyun. Pembenahan kinerja operasional dan minum. PDAM perlu dipersiapkan Strategi Pembangunan Air Minum keuangan PDAM agar dapat menangani pengelolaan 2005-2015 Penerapan tarif full cost recovery sanitasi. Reformasi institusi dan regulasi Pembentukan badan regulasi (penerapan prinsip good gover- Dibutuhkan instrumen keuanganKebijakan dan Langkah Pemerintah nance) jangka panjang Rencana Pembangunan Jangka Me- Peningkatan pelayanan baik kuanti- Ukuran proyek disesuaikan dengannengah (2005-2009) tas maupun kualitas dengan meli- skala ekonomi untuk menarik minat Kebijakan Air Minum dan Air Limbah batkan pihak lain seperti swasta, investor dalam RPJM adalah penyediaan la- koperasi, dan masyarakat. Pelaksanaan tender (procurement) yanan air minum dan air limbah yang Konservasi sumber daya air. yang transparan berkualitas, efisien, harga terjangkau Penggunaan air secara efisien, serta Memperkenalkan konsep kemitra- dan berkelanjutan melalui (i) pe- pembenahan pengelolaan air lim- an publik-swasta ke pemerintah dae- ningkatan kesadaran dan peran serta bah dan sampah. rah. (OM) 46 Percik Mei 2005
  • 48. S EPUTAR AMPL Peringatan Hari Air Sedunia Water for Life K ondisi air dunia makin hari melaksanakan metode PHAST dalam pendekatan PHAST, sekolahnya dan dua makin memburuk. Oleh karena pembangunan jamban keluarga dan tem- sekolah lainnya (SD Kertasari 02 dan 03) itu, masyarakat dunia perlu pat cuci tangan. bisa membangun sarana cuci tangan. memperlakukan air secara baik. Kita Suhendi, wakil masyarakat Kp. Awalnya kita berkumpul. Ada guru, harus hemat, efisien, dan efektif dalam Tambun, Desa Kertasari, mengungkap- komite sekolah, wakil orang tua siswa, memanfaatkan air, kata Ketua Pelaksana kan kegembiraannya karena jumlah jam- dan beberapa siswa membahas per- Hari Air Sedunia (HAS) Ir. Kusnaeni ban keluarga di kampungnya bertambah masalahan yang terjadi dengan dipandu dalam peringatan Hari Air Sedunia 22 setelah ada stimulan serta bimbingan fasilitator. Kita sepakat membangun kran Maret di Aula Kecamatan Pebayuran, metode PHAST dari Depkes. Dana stimu- air untuk cuci tangan, jelasnya. Kabupaten Bekasi. lan sebesar Rp. 13,5 juta mampu untuk Untuk keperluan itu, lanjut Wasmiati, Peringatan HAS XIII mengambil tema membangun sebanyak 74 jamban yang pihaknya menyusun proposal dana ke Water for Life (Air untuk Kehidupan). nilainya sekitar Rp. 48 juta. Sekitar Rp. departemen kesehatan. Anggaran yang Panitia bekerja sama dengan Direktorat 35 juta adalah swadaya masyarakat, tan- dibutuhkan Rp. 2 juta. Dan itu disetujui. Penyehatan Air dan Sanitasi (PAS), dasnya. Ternyata dalam pelaksanaan dana mem- Depkes, melaksanakan kegiatan perlin- Ia menceritakan pembangunan jam- bengkak menjadi Rp. 2,8 juta. Sisanya dungan sumber air minum dari pence- ban tersebut menggunakan metode kita tanggung sendiri dari komite seko- maran rumah tangga di masyarakat de- PHAST. Menurutnya, awalnya masya- lah, ungkapnya. ngan menggunakan metode Participato- rakat bermusyawarah terlebih dahulu. Murid SD penerima stimulan pun ry Hygiene and Sanitation Transfor- Dalam pertemuan itu usulan masyarakat gembira dengan sarana cuci tangan itu. mation (PHAST). Pilot proyeknya adalah bermacam-macam, ada yang minta tong Tak hanya untuk cuci tangan, air itu digu- pembangunan jamban keluarga dan sampah, saluran air, dan jamban keluar- nakannya untuk cuci rambut dan kaki. sarana cuci tangan di Desa Kertasari, Ke- ga. Akhirnya kita sepakati, jamban kelu- Kalau hujan, banyak yang meman- camatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi. arga yang kita bangun bersama, faatkan untuk mencuci kaki karena tanah Direktur PAS Hening Darpito, pada paparnya. Ia berharap warga mulai me- di sini sangat becek. Seorang murid SD kesempatan itu, mengatakan pentingnya ngerti arti pentingnya kesehatan sehingga menyatakan dirinya tiap hari selalu air dalam melindungi kesehatan masya- tak membuang air sembarangan. memanfaatkan sarana itu. Kenapa? Kata rakat. Ia menjelaskan 70 persen tubuh Wasmiati, guru SD Kertasari 04 pun Bu Guru, cuci tangan bisa menjaga kese- terdiri atas air, sehingga kalau air buruk mempunyai cerita lain. Berkat adanya hatan, katanya sambil tersipu. (MJ) maka metabolisme tubuh akan tergang- FOTO: MUJIYANTO gu. Oleh karena itu, melindungi sumber air merupakan hal yang tak dapat dielakkan. Ia juga menjelaskan pola pendekatan pemerintah dalam membantu masyara- kat menyediakan air dan sanitasi. Pe- merintah tak lagi melakukan pendekatan proyek tapi pendekatan pemberdayaan. Spiritnya, kita memberikan kepercayaan kepada masyarakat untuk melaksanakan sendiri kegiatan-kegiatan pembangun- an, katanya seraya menjelaskan bahwa dana stimulan akan langsung ditranfer kepada masyarakat. Peringatan yang dihadiri oleh sekitar 20 kepala desa itu menghadirkan perwa- kilan masyarakat yang telah berhasil Penjelasan: Suhendi, warga Kp. Tambun menjelaskan seputar proyek yang didapatkannya. Percik 47 Mei 2005
  • 49. S EPUTAR AMPL Water Week, Maret 2005 Water Security: Policies and InvestmentW ater Week, sebagaimana perte- berkisar 9%. (WER), dua di antara poin penting pada muan global, misalnya Agenda Selama tiga hari, peserta eksternal UU No 7 tahun 2004. Beberapa persoalan 21, World Summit for Sustaina- mengikuti 40 sesi di lima ruang perte- dalam water use yang masih krusial dible Development (WSSD), Water Forum muan, untuk mendiskusikan kurang le- Indonesia antara lain ketidakjelasan hakdan lain-lain; merupakan media berbagi bih 95 makalah. Bila dihitung, rata-rata petani, ketidakjelasan aturan dan sistempengalaman pembangunan sektor air dan setiap sesi dihadiri 21 orang, dan setiap administrasi, lemahnya mekanismelingkungan hidup. Yang berbeda adalah makalah akan dibahas oleh sembilan kelembagaan untuk menghadapi konflikWater Week (WW)--diselenggarakan oleh orang. dan lemahnya mekanisme formal untukBank Dunia--lebih menekankan sharing pengalokasian air. Azumi mencatat seti-experiences peran Bank Dunia (donor) di Ada apa dengan Indonesia? daknya enam hal yang perlu dipikirkannegara kreditor (client) dan sekaligus Informasi mengenai kondisi air dan yaitu: mengembangkan aspek legal, pros-ajang berbagi pengalaman sesama klien. sanitasi Indonesia, sepertinya menjadi es pengaturan air yang transparan danAda kesetaraan dan keterbukaan merata, meningkatkan peran FOTO-FOTO: DORMARINGANdalam proses dialog antara donor masyarakat, penegakan dandan klien. Misalnya donor meng- mekanisme pengelolaan konflik,inginkan klien agar lebih trans- penanganan pencemaran sungaiparan, akuntabel, punya kebijakan dan mengatur pemanfaatan airyang jelas, kesetaraan jender, tanah untuk menjamin keterse-keberpihakan kepada mayarakat diaan air tanah.miskin, pelibatan masyarakat, dansebagainya maka klien pun me- Reduksi utang dengan pe-nuntut komitmen pendanaan dari gawai handaldonor, konsistensi dukungan, Kira-kira itulah kata yang pasadaptasi lokal, penyelarasan de- untuk menggambarkan kondisingan kebijakan klien, dan seba- lembaga pelayanan air minum digainya. Indonesia. Ian Drozdh dan Aldo Baietti, konsultan Bank Dunia,Water Week 2005. Ki-Ka: Bambang Guritno (PU), Salusra Widya (Bappenas) menjelaskan kondisi kesehatan dan penulis Water Week 2005 (WW-05), para institusi air minum Indo-yang berlangsung 1-3 Maret, ini nesia, dan keterangan obat yangmenetapkan tema Water Securities: Poli- perbincangan menarik di tingkat global. telah diminum pada dua makalah yangcy and Investment, yang menyeimbang- Setidaknya ada tujuh sesi yang memba- berbeda. Pada sesi managing water uti-kan antara isu kebijakan dan isu penda- has tentang Indonesia, terutama dari isu lities under economic stress, keduanyanaan dalam penyelamatan air. Isu terse- hak penggunaan air, kapasitas lembaga menjelaskan langkah perbaikan yang te-but selama ini terkesan pincang. Perte- pengelola air minum dan peran lah terjadi di PDAM. Ian, yang mempre-muan tiga hari itu, dihadiri tak kurang masyarakat dalam monitoring proyek. sentasikan Case Study of Indonesia Wa-dari 850 peserta dari 5 benua, yang terba- ter Utilities: PDAM Jambi and PDAM Su-gi atas peserta internal, yaitu dari Bank Hak Air siapa punya? rakarta, meyakini bahwa program Finan-Dunia, dan peserta eksternal (yang diun- Hatsuya Azumi, seorang Jepang, me- cial Recovery and Action Plan (FRAP),dang, mewakili negara, lembaga dan se- nangkap isu ini sangat krusial terhadap bisa menjadi obat mujarab bagi PDAM.bagainya). Dari snapshot peserta ekster- pengelolaan hak air di Indonesia, teruta- Sedangkan Aldo, melalui presentasinyanal, peserta terbesar (masih) berasal dari ma setelah diundangkannya UU No Turning Around Public Water Utilities inAmerika Utara (AS dan Kanada) 22%, ke- 7/2004. Pada sesi implementing water Financial Stress, menjelaskan melaluimudian Afrika (19%), Asia-Pasifik (17%), use rights Azumi mendiskusikan hal ini PDAM Rescue Program telah ada per-Eropa (13%), dan Amerika Selatan (13%), melalui makalahnya water use in Indone- ubahan paradigma di tingkat daerah, na-sisanya dari Lembaga Internasional (mis- sia. Dia mengangkat isu water use right mun PDAM tidak mampu menyelesaikanalnya CARE, CIDA, DANIDA, USAID, dll) (WUR) dan water exploitation right persoalan sektor sendirian, penjadwalan 48 Percik Mei 2005
  • 50. S EPUTAR AMPLutang saja tidak cukup tapi perlu pengha- paikan oleh Unicef pada presentasinyapusan utang PDAM dan perlu pada water and environmental sanitation,tingkat pusat sendiri perlu peningkatan Indian ocean emergency response. Padakapasitas. WW-05 juga digunakan kesempatan Persoalan rendahnya kemampuan mencari dana melalui pelelangan foto-aparat PDAM juga menjadi perhatian foto koleksi Bank Dunia, yang hasilnyaPerpamsi, agar tidak sekedar bisa mem- diserahkan untuk membantu korbanbangun sarana, tapi juga menjual air. Sesi tsunami.building is easy, maintaining is not,menjadi pas menggambarkan keadaan Pembelajaranini. Digagaslah kerja sama dengan World Sebagai suatu kegiatan, WW-05 bolehBank Institute (WBI) untuk implemen- jadi masih sarat dengan berbagai ke-tasi April 2005. "Karena Perpamsi dapat pentingan atau mungkin kekeliruan. Se-menyebarkan hasil dari kapasitas gera setelah di Jakarta, dilakukan diskusipegawai yang meningkat ke seluruh tentang WW-05 ini, khususnya topik ten-PDAM. Juga memfasilitasi pertemuan tang Indonesia, oleh kelompok AMPL. Peserta Water Week sedang membacapemda dan PDAM dengan stakeholder Percik edisi Inggris. Berbagai tanggapanpun bermunculan.lebih luas untuk meningkatkan dialog," Pada presentasi Hatsuya Azumi misal-kata Godman Ambarita, Direktur kalaupun dilibatkan terus ngapain? nya, pelaku AMPL melihat bahwa isuEksekutif Perpamsi, dalam makalah Itulah kira-kira yang didiskusikan pada WUR masih tidak diangkat, padahal isutwinning program capacity building sesi so what did we get out of this: M&E ini sangat krusial dan mendapat tanggap-component for NRW reduction untuk in WSS. Faktanya masyarakat bisa, dan an dari banyak kalangan. Pada programmenjelaskan latar belakang kerja kemampuan itulah yang disampaikan FRAP juga, dipandang bahwa yang di-samanya dengan WBI. Hasilnya, agar Hening Darpito dan Nila Mukherjee, sampaikan masih berkisar tentang yangPDAM mampu meningkatkan perfor- pada presentasinya monitoring for quali- sukses dilaksanakan.manya dan terutama bisa menolong ty in implementation, the wslic approach Namun apapun itu, faktanya Indone-dirinya sendiri, kata Werner Bremen, Indonesia. Hasilnya, masyarakat punya sia telah memberikan informasi pentingpada presentasinya capacity Building in data sendiri tentang AMPL di wilayah- kepada pihak lain, negara lain bagaimanaNRW Reduction, Benchmarking to nya, proses pelaksanaan dan monitoring mengelola perusahaan air minum milikimprove performance. yang lebih transparan untuk semua daerah. Indonesia dikenal sebagai negara kalangan, sarana dibangun berdasarkan yang berwilayah luas, birokrasi yang Masyarakat juga tahu kok permintaan sehingga menjamin keber- serba kompleks, aturan yang serba tidak Banyak pihak masih mengkhawatir- lanjutan dan efektifitas layanan. Dan jelas sehingga keberhasilan suatu pro-kan kemampuan masyarakat dalam me- sepertinya WSLIC dapat membuktikan gram patut mendapat perhatian, danmonitor pembangunan sarana AMPL dan itu. mungkin ini jugalah yang dipikirkan para peserta WW-05 dari luar Indonesia. Lembaga Bencana dan semua prihatin Sebaliknya, sebagai negara berwi- 10% Asia- Bencana tsunami, Desember 2004, layah luas, dan karakter geografis bera-Am.Latin Pasifik juga menjadi salah satu alasan Indonesia gam pelajaran dari negara lain dalam 14% 18% menjadi dikenal di WW-05 ini dan semua mengelola sumber daya air, pengelolaan orang tahu dampaknya dan penderitaan banjir, sinergi pengelolaan energi air dan masyarakat. Wajarlah secara khusus sebagainya dapat mengilhami Indonesia, Afrika topik ini dibahas pada sesi relief and khususnya para pengambil keputusan. Amerika reconstruction in tsunami effected areas. Itulah mungkin salah satu keberhasil- 20% Utara Persoalan penyediaan air dan sanitasi an WW-05, sharing experience ini mem- 24% merupakan hal mendasar yang utama buka peluang dialog langsung antar Eropa 14% diselesaikan, bersama-sama dengan negara dalam penanganan masalah dan perumahaan dan perlindungan. Bebe- belajar bersama. Komposisi Peserta Water Week rapa hal yang telah dikerjakan, disam- (dormaringan hs/waspola) Percik 49 Mei 2005
  • 51. S EPUTAR AMPL Pertemuan Awal CLTSD alam rangka mempersiapkan FOTO: OSWAR MUNGKASA dalam waktu yang cukup singkat uji coba penerapan Commu- dibandingkan dengan konsep lainnya. nity Led Total Sanitation Proses awal didahului dengan iden-(CLTS) di Indonesia, sebuah lokakarya tifikasi kondisi dan fakta mengenaidiselenggarakan di Jakarta pada 24 tingkat kesehatan (terutama pola BABFebruari lalu. Lokakarya ini dimaksud- di daerah terbuka) yang ada di desakan untuk mempersiapkan bagaimana bersangkutan. Kemudian masyarakatIndonesia mengadopsi konsep tersebut. diajak untuk berdiskusi mengenai kon-Lokakarya ini menghasilkan kesepa- disi dan fakta tersebut. Saat itulahkatan langkah-langkah yang akan diam- masyarakat dihadapkan secara lang-bil dalam penerapan CLTS di lokasi sung dengan persoalan. Proses iniproyek WSLIC 2. mempunyai sasaran agar masyarakat Lokakarya ini diikuti oleh perwakilan Sebelum lokakarya, perwakilan Indo- mulai sadar bahwa ternyata selama inidari instansi terkait di pusat ditambah nesia berkunjung ke Bangladesh dan mereka tidak hidup bersih dan sehat.peserta dari CPMU WSLIC 2, DPMU India-dua negara yang dinilai berhasil Sasaran selanjutnya adalah masyarakatWSLIC 2, lembaga donor, LSM, WASPO- menerapkan konsep tersebut-pada akhir mulai menanyakan mengenai bagaimanaLA, dan WSP-EAP Bank Dunia. Acara tahun 2004 lalu. Presentasi juga sudah agar kondisi yang ada dapat diubah.dibuka oleh Basah Hernowo, Direktur disampaikan oleh Kamal Kar, pakar Berarti pada proses awal CLTS, prosesPermukiman dan Perumahan Bappenas. CLTS, di Bappenas. perubahan perilaku dan peningkatan ke-Pada sambutannya ia menyatakan bahwa Konsep CLTS memiliki tiga tujuan sadaran benar-benar datang dari bawahCLTS merupakan salah satu pilihan yakni (i) mengubah perilaku dan me- dan dalam waktu yang cukup singkat.dalam pelaksanaan pembangunan sani- ningkatkan kesadaran masyarakat men- Kesadaran masyarakat tersebut selan-tasi di Indonesia. Sebagai hal baru, menu- genai kesehatan; (ii) memberdayakan jutnya ditindaklanjuti dengan membe-rutnya, konsep itu memerlukan penye- masyarakat; (iii) mengurangi tingkat rikan informasi sederhana mengenai hal-suaian dengan kondisi yang ada di buang air besar (BAB) di daerah terbuka. hal yang dapat dilakukan masyarakat un-Indonesia. Ia juga berharap program ini CLTS mampu mengubah perilaku dan tuk mengatasi kondisi kesehatan di dae-tidak hanya berhenti pada tahap uji coba. meningkatkan kesadaran masyarakat rahnya. (FW/MJ) Sosialisasi WSLIC 2 di Kabupaten BojonegoroS osialisasi proyek WSLIC (Water tularkan oleh air seperti diare, kolera, pe- awal dari proses pemilihan desa untuk lo- Sanitation for Low Income Com- nyakit kulit maupun penyakit lainnya," je- kasi proyek WSLIC. Proses pemilihan de- munities) 2 berlangsung di ruang las Santoso. sa dilakukan melaluli pendekatan yangAngling Dharmo, Pemkab Bojonegoro, 22 Ia menilai sosialisasi WSLIC II mem- berorientasi kepada kebutuhan masyara-Februari lalu. Acara itu dibuka oleh Bu- punyai arti penting sebagai upaya me- kat. "Untuk itu masyarakat harus tahupati Bojonegoro HM Santoso dan dihadiri ningkatkan kesadaran masyarakat akan terlebih dahulu apa dan bagaimana pro-para camat, kepala Puskesmas, kepala pentingnya proyek WSLIC, sehingga ma- yek WSLIC tersebut, " ujarnya. Oleh kare-cabang Dinas Pendidikan, Kasi PMD, syarakat perlu mendapatkan informasi na itu, lanjutnya, pemerintah wajib me-Kepala KUA, ketua tim penggerak PKK, yang jelas agar dapat menentukan lang- laksanakan penyebarluasan informasidan dinas terkait se-Kabupaten Bojone- kah untuk memperoleh dan menunjang tentang proyek WSLIC ke semua desa me-goro. keberhasilan proyek tersebut. Karenanya lalui kegiatan sosialisasi di tingkat kabu- Bupati Bojonegoro dalam sambutan- ia meminta peserta sosialisasi agar meng-nya mengatakan, saat ini air bersih meru- ikuti dengan seksama sehingga informasi paten, kecamatan dan desa.pakan kebutuhan pokok manusia. Air ber- yang diperoleh dapat diteruskan kepada Ia juga menjelaskan tujuan proyeksih memiliki peran penting dalam kehi- masyarakat. WSLIC, yakni meningkatkan derajat kese-dupan. Penggunaan air bersih dapat me- Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten hatan, produktivitas dan kualitas hidupnekan atau menurunkan angka kesakitan Bojonegoro dr. Setyobudi, dalam laporan- masyarakat berpenghasilan rendah yangdan kematian yang disebabkan oleh Wa- nya mengatakan, penyelenggaraan so- tinggal di perdesaan.ter Borne Disease atau penyakit yang di- sialisasi tersebut merupakan langkah (sukohadiwidodo) 50 Percik Mei 2005
  • 52. S EPUTAR AMPL Kelompok Kerja AMPL dari 2004 ke 2005K FOTO: ISTIMEWA elompok Kerja Air Mi- rakat dengan Mitra Pro- num dan Penyehatan gram. Tujuan kegiatan ini Lingkungan (Pokja adalah untuk menjalin ker-AMPL) menapaki tahun 2004 jasama dengan proyekdengan fokus mendukung im- AMPL dan LSM dalam pe-plementasi Kebijakan Nasional nerapan Kebijakan NasionalPembangunan AMPL Berbasis AMPL Berbasis Masyarakat.Masyarakat yang ditandata- (2) Dukungan Pembiayaan Ter-ngani tahun sebelumnya. Da- batas dalam Pelaksanaanlam rangka itu, program kerja Kebijakan AMPL BerbasisPokja AMPL 2004 dikelom- Masyarakat di Kabupaten.pokkan menjadi tiga, yaitu (i) Kegiatan ini bertujuan un-Uji coba dan bantuan stimulan; tuk meningkatkan kemam-(ii) Studi dan penyusunan pe- puan kelompok kerja AMPLdoman; (iii) Kampanye publik. di 21 kabupaten melalui du- Uji coba dan bantuan stimu- kungan pembiayaan ter-lan berupa penyediaan bantuan bagi sektor AMPL. Beberapa kegiatan kampa- batas sebagai kontribusi pemerintahpembangunan sarana sanitasi Proyek SA- nye publik yang berhasil dilaksanakan pusat dalam proses operasionalisasiNIMAS (Sanitasi oleh Masyarakat) di 7 adalah Promosi Pembangunan AMPL kebijakan AMPL berbasis masyara-kota/kabupaten di Propinsi Jawa Timur melalui media cetak (iklan layanan ma- kat.dan Bali; dan Pengadaan Alat Labo- syarakat), Talkshow di televisi dan radio, (3) Lokakaryaratorium Kabupaten Sumba Barat (Pro Lomba Karya Tulis Kebijakan Nasional Secara umum kegiatan ini bertujuanAir). Pembangunan AMPL Berbasis Masya- untuk meningkatkan pemahaman Studi dan Penyusunan Pedoman ter- rakat, dan konferensi pers dalam upaya seluruh stakeholder sektor AMPLdiri dari kegiatan antara lain: (1) Pe- penyebarluasan kebijakan nasional pem- mengenai Kebijakan Nasional Pem-nyusunan Konsep Pengembangan Lem- bangunan AMPL berbasis masyarakat, bangunan AMPL Berbasis Masya-baga Keuangan Masyarakat dalam Bi- diseminasi kebijakan, pameran, pence- rakat dan proses operasionalisasi-dang AMPL; (2) Penyusunan Petunjuk takan brosur, pembuatan poster, pener- nya di daerah.Pelaksanaan Manajemen Proyek CWSH bitan majalah Percik, pengelolaan situs (4) Pelatihandan Petunjuk Operasional Tingkat Desa; dan newsletter AMPL, dan pembuatan Kegiatan pelatihan dilakukan untuk(3) Penyusunan Pedoman Monitoring kliping. meningkatkan kapasitas teknisPro Air; (4) Studi Penyusunan Data Base maupun manajerial para pelakuAMPL; (5) Studi Penyusunan Program Rencana 2005 pembangunan bidang AMPL di pu-Jangka Menengah AMPL 2005 -2010; (6) Rencana kerja Pokja AMPL tahun sat maupun di daerah untuk men-Studi Penyusunan Modul Sistem Pe- 2005 mengalami perubahan fokus ke- dukung operasionalisasi Kebijakanngelolaan Air Limbah Skala Kecil; (7) giatan. Pada tahun ini, kegiatan Pokja Nasional AMPL Berbasis Masya-Survei Profil Gender WSLIC-2; (8) Eva- AMPL difokuskan pada kegiatan kampa- rakat .luasi Pelaksanaan Pedoman Audit UPS- nye publik, operasionalisasi Kebijakan Kegiatan operasionalisasi kebijakanKPS AMPL; (9) Penyusunan Naskah Aka- Nasional AMPL Berbasis Masyarakat di dilakukan bersama dengan WASPOLA.demis Kebijakan Nasional Pembangunan daerah dan penyelesaian Kebijakan Kegiatan bersama lainnya adalah penye-AMPL Berbasis Masyarakat. Nasional AMPL Berbasis Lembaga. lesaian Kebijakan Nasional Pembangun- Secara garis besar tujuan Kampanye Operasionalisasi Kebijakan nasional an AMPL Berbasis Lembaga, uji cobaPublik, adalah untuk meningkatkan pe- AMPL Berbasis Masyarakat diren- penerapan Community Led Total Sani-mahaman, kepedulian dan keterlibatan canakan melalui beberapa kegiatan. tation (CLTS). Sementara kegiatan kam-seluruh stakeholder pembangunan terha- (1) Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan panye publik meneruskan kegiatan tahundap upaya-upaya peningkatan kinerja Nasional AMPL Berbasis Masya- sebelumnya. (Andre) Percik 51 Mei 2005
  • 53. A GENDATanggal Bulan Kegiatan7 Januari Workshop Draft Final Report WSS Technical Audit Proyek WSLIC 210 Januari Rapat di World Bank tentang Bencana Tsunami di NAD11 Januari Rapat Pokja AMPL: Evaluasi kegiatan dan Persiapan Penyusunan Rencana Kegiatan Tahun 200512 Januari Rapat Persiapan Studi Analisis AMPL di Kabupaten dalam Era Desentralisasi14 Januari Rapat Pokja AMPL: Persiapan Penyusunan Rencana Kegiatan 200517-18 Januari Seminar Infrastruktur Solution to Infrastructure Development in Indonesia Regulatory Reform and Investment Opportunities19 Januari Pertemuan Mengenai Sampah20 Januari Rapat Pembahasan tentang Jaringan Komunikasi24 Januari Presentasi Hasil Survei Hydroconseil Consultant tentang Small Scale Water Providers Study Rapat Anggaran Pokja AMPL 200525 Januari Rapat Lanjutan Strategi Komunikasi Rapat Pokja AMPL tentang Penerapan CLTS di Indonesia26 Januari Rapat Draft Final Penyusunan PJM AMPL 2005-2010 dan Draft Final Penyusunan Data Base Air Bersih Rapat Pengendalian Teknis Program ABPL 200527 Januari Rapat Rencana Kerja WASPOLA 200528 Januari Pembahasan Usulan PKPS BBM Infrastruktur Perdesaan31 Januari Koordinasi Perencanaan Rehabilitasi dan Rekonstruksi NAD/Sumut bidang Infrastruktur2 Februari Pembahasan Studi Penyusunan Konsep Lembaga Keuangan Masyarakat Desa di Bidang AMPL3 Februari Persiapan Semiloka7 Februari Semiloka Hasil Kunjungan Studi dan Assesment Pelaksanaan Uji Coba CLTS di Indonesia8 Februari Pertemuan Konsultasi Pelaksanaan Studi Analisis AMPL di Kabupaten dalam Era Desentralisasi15-17 Februari Lokakarya Nasional Pelaksanaan Kebijakan Nasional Pembangunan AMPL Berbasis Masyarakat17-18 Februari Lokakarya Pengembangan Strategi Komunikasi21 Februari Rapat Pokja AMPL: Persiapan Lokakarya Kick Off CLTS22 Februari Evaluasi Kegiatan dan Pembahasan Kegiatan 200524 Februari Kick Off Meeting CLTS1-3 Maret World Water Week: Water Security: Policies and Investment1 Maret Rapat Persiapan Asesmen Daerah dan Persiapan TOT Operasionalisasi Kebijakan Nasional Pembangunan AMPL3 Maret Pertemuan Tindak lanjut Pascalokakarya Kick Off CLTS dan Pertemuan dengan Program ILGR.7 Maret Rapat Pembahasan Detail Persiapan Pelaksanaan Penilaian Daerah dan Pelaksanaan TOT Operasionalisasi Kebijakan di Daerah9-11 Maret Konsinyasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi NAD & Sumut bidang Prasarana21 Maret Rapat Pokja AMPL: Persiapan 200522 Maret Hari Air Sedunia (World Water Day)23 Maret Peresmian Sanimas Mojokerto Seminar Nasional: Peran Pengomposan dalam Pengolahan Sampah dan Pameran Produk Daur Ulang24 Maret Peresmian Sistem Sanitasi Komunal Sanimas II Bali28 Maret Rapat Pokja AMPL29-31 Maret Indowater 2005-Expo and Forum29 Maret Rapat Pembahasan Draft Kebijakan Nasional AMPL Berbasis Lembaga30 Maret Rapat Pokja: Evaluasi dan Pembahasan Hasil Asesmen Pemilihan Daerah4-6 April WSP-EAP Conference di Guilin, Guanxi, Cina5 April Peresmian Sistem Sanitasi Komunal Sanimas II Pasuruan11-14 April Seminar Desiminasi MDGs AMPL13 April Peresmian Sanimas II Blitar14 April Rapat Pokja: Persiapan Pelaksanaan Uji Coba CLTS22 April Hari Bumi (Earth Day)27-28 April Konperensi Nasional Penanggulangan Kemiskinan dan Pencapaian Tujuan Pembangunan Millenium “Meningkatkan pelayanan yang lebih baik bagi penduduk miskin”27-29 April Pameran Teknologi Tepat Guna28-29 April Sanitation Workshop Framework for Municipal Sanitation Services 52 Percik Mei 2005
  • 54. GLOSSARYEkology (Ekologi)Ilmu mengenai hubungan saling ketergantungan antara organisme hidup dan lingkungannya.Ecosystem (Ekosistem)Sistem yang terdiri atas tumbuhan, hewan, dan organisme lain serta semua komponen lingkungan yang tidak hidupEffluent (Keluaran)Keluaran/hasil/aliran yang keluar setelah mengalami/menjalani suatu proses. Disebut juga aliran yang keluar dari suatu outlet.Elevated Reservoir (Menara Air)Salah satu jenis reservoar yang mempunyai elevasi/ketinggian perletakan tertentu terhadap tanah agar bisa menghasilkan/mendapatkan potensitekanan hidrolis (head) air yang cukup untuk air bisa mengalir secara gravitasi ke daerah pelayanannya.Environment (Lingkungan)Kesatuan ruang dengan semua benda -baik benda mati dan makhluk hidup, daya, keadaan, perilaku yang mempengaruhi dan dipengaruhi olehperikehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya.Equalization Tank (Tangki ekualisasi)Unit pengolahan pendahuluan air limbah, berupa tangki (biasanya dilengkapi alat pengaduk) untuk mencampur berbagai jenis aliran (kualitas) airlimbah yang masuk agar jadi seragam sebelum diolah di pengolahan utama.Facultative Pond (Kolam Fakultatif)Disebut juga Aerobic-Anaerobic stabilization pond yaitu kolam stabilisasi air limbah yang memanfaatkan keberadaan bakteri aerob dan anaerob.FaucetKran air yang ditempatkan/diposisikan di ujung perpipaan plumbing, sebagai alat kontrol pembuangan/pengurasan air.Filtration (Filtrasi)Proses penyaringan (air) untuk memisahkan sisa-sisa flok atau padatan lain yang terbawa air, dengan cara melewatkan air baik secara horizontal(lambat) atau vertikal (cepat) atau juga dengan tekanan (lebih cepat) melalui lapisan media filter (misalnya pasir). Dalam instalasi pengolahan air,proses ini dilakukan setelah proses sedimentasi agar beban unit filtrasi lebih ringan.Flushing (Pembilasan)Kegiatan pembilasan/penyiraman untuk menyingkirkan kotoran dari suatu tempat.Garbage (Sampah)Jenis sampah yang berasal dari bahan organic (misalnya tumbuhan, kertas bekas) yang mempunyai sifat cepat membusuk jika dibiarkan dalamkeadaan basah dalam temperatur optimumnya (20-65 derajat Celcius)Gate ValveKatup yang berfungsi mengatur besarnya debit aliran atau menutup aliran agar memudahkan kegiatan perbaikan dan pemeliharaan jaringandi hilirnya. Dipasang di percabangan, awal dan akhir jaringan serta di setiap jarak 1 km jaringan yang menerus.Gravity System Distribution (Sistem Distribusi Gravitasi)Sistem distribusi air bersih yang pengalirannya hanya mengandalkan potensi beda elevasi antara daerah sumber air bersih dengan daerah pelayanan-nya atau hanya dengan mengandalkan gaya gravitasi.Grey Water/Sullage (Air Bekas)Air limbah yang berasal dari kamar mandi, dapur, tempat cuci, dan lain-lain tetapi tidak termasuk air limbah dari rumah sakit, rumah potong hewan,atau air limbah yang mengandung zat organik tinggi.Groundwater (Air Tanah)Air yang terdapat di bawah permukaan tanah di antara ruangan di dalam batuan dan partikel-partikel tanah (lapisan lolos air) baik dalam keadaantertekan (artesis) maupun yang bebas (air tanah bebas).Head (Tekanan)Besaran tekanan air untuk menyatakan penambahan energi persatuan massa air yang mengalir. Dikutip dari Kamus Istilah & Singkatan Asing Teknik Penyehatan dan Lingkungan. Penerbit: Universitas Trisakti. Percik 53 Mei 2005

×