Your SlideShare is downloading. ×
Majalah Air Minum dan Penyehatan Lingkungan 'PERCIK' Vol 7  Desember 2004
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×

Saving this for later?

Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime - even offline.

Text the download link to your phone

Standard text messaging rates apply

Majalah Air Minum dan Penyehatan Lingkungan 'PERCIK' Vol 7 Desember 2004

1,386
views

Published on

Majalah ini merupakan media komunikasi diantara pemangku kepentingan dan dimaksudkan untuk meningkatkan kepedulian. Diterbitkan oleh Kelompok Kerja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (POKJA AMPL) …

Majalah ini merupakan media komunikasi diantara pemangku kepentingan dan dimaksudkan untuk meningkatkan kepedulian. Diterbitkan oleh Kelompok Kerja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (POKJA AMPL) bekerjasama dengan Ditjen Cipta Karya Kementerian PU. Terdapat dua versi yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.

Published in: Health & Medicine

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
1,386
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
19
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Dari Redaksi 1 Suara Anda 2 Diterbitkan oleh: Kelompok Kerja Air Minum dan Laporan Utama Penyehatan Lingkungan Kisruh TPA Bantar Gebang Mencuat 3 Banjir Landa Wilayah Indonesia 4 Penasihat/Pelindung: Meminta Pertanggungjawaban Pemerintah 5 Direktur Jenderal Tata Perkotaan dan Masyarakat Kekurangan Air Bersih 6 Perdesaan, DEPKIMPRASWIL Mencari Sumber Air Alternatif 7 Penanggung Jawab: Air Minum Isi Ulang Jadi Sorotan 8 Direktur Permukiman dan Perumahan, Air Comberan dan Kubangan pun Dikonsumsi 9 BAPPENAS Gejolak di TPST Bojong 10 Direktur Penyehatan Air dan Sanitasi, Telur yang akan Menetas 11 DEPKES Direktur Perkotaan dan Perdesaan 2004, Tahun Pelaksanaan Kebijakan Nasional Pembangunan AMPL Wilayah Timur, DEPKIMPRASWIL Berbasis Masyarakat 13 Direktur Bina Sumber Daya Alam dan Sekilas Kegiatan WASPOLA 2004 15 Teknologi Tepat Guna, DEPDAGRI Program Penyediaan Air dan sanitasi Perdesaan (ProAir) di NTT 17 Direktur Penataan Ruang dan WSLIC 2 18 Lingkungan Hidup, DEPDAGRI CWSH 18 Pemimpin Redaksi: Seputar WASPOLA Oswar Mungkasa Pelaksanaan Kebijakan Nasional AMPL Nopember 2004 19 Peningkatan Kapasitas Kelompok Kerja AMPL Daerah 21 Dewan Redaksi: Konsinyasi Penyusunan Kebijakan Nasional Pembangunan AMPL 21 Hartoyo, Johan Susmono, Indar Parawansa, Poedjastanto Lokakarya Kajian Pelaksanaan Diseminassi Kebijakan Nasional Pembangunan AMPL 21 Redaktur Pelaksana: Lokakarya Penyedia Air Skala Kecil 21 Maraita Listyasari, Rewang Budiyana, Seputar AMPL Rheidda Pramudhy, Joko Wartono, Lokakarya Proyek CWSH 22 Essy Asiah, Mujiyanto Penyusunan RPP tentang Pengembangan Sistem Penyediaan Desain/Ilustrasi: Air Minum dan Sanitasi 22 Rudi Kosasih Diseminasi Kebijakan Nasional AMPL Berbasis Masyarakat 23 Presentasi Kandidat Pemenang Lomba Karya Tulis Ilmiah 23 Produksi: Lokakarya Konsolidasi Project Management Report WSLIC 2 24 Machrudin Peresmian Proyek WSLIC 2 di Kabupaten Lumajang 24 Sirkulasi/Distribusi: Reportase Anggie Rifki Bila Dolbun Dipermalukan 25 Wawancara Alamat Redaksi: Infrastruktur Sebagai Pemersatu Bangsa 29Jl. Cianjur No. 4 Menteng, Jakarta Pusat. Telp. (021) 31904113 Wawasan e-mail: redaksipercik@yahoo.com Kualitas Manusia Indonesia dan Pembangunan Prasarana Sanitasi 31 redaksi@ampl.or.id Institusi RT-RW Sebagai Koordinator Pengelolaan AMPL Berbasis Masyarakat 34 oswar@bappenas.go.id Strategi Peningkatan Kesadaran Masyarakat 38 Sekali Lagi tentang Privatisasi 42 Redaksi menerima kiriman tulisan/artikel dari luar. Isi berkaitan Permasalahan AMPL di Kabupaten Lombok Barat 46 dengan air minum dan penyehatan Data lingkungan dan belum pernah Peringkat Cakupan Layanan Sanitasi Per Kabupaten/Kota Tahun 2002 47 dipublikasikan. Panjang naskah tak Info Buku 49 dibatasi. Sertakan identitas diri. Info Situs 50 Redaksi berhak mengeditnya. Silahkan kirim ke alamat di atas. Pustaka AMPL 51 Agenda 52 cover : RUDI KOSASIH
  • 2. DARI REDAKSIP embaca, tanpa terasa waktu terus berlalu. Kini kita memasuki penghujung ta- FOTO:FANY WEDAHUDITAMAhun 2004. Biasanya, banyak orangmenggunakan masa akhir tahunMasehi ini untuk membuat laporantahunan sekaligus membuat evalu-asi sejauh mana berbagai kegiatanpada tahun ini berlangsung. Apa-kah sukses, setengah sukses, ataugagal. Percik kali ini pun tampil agakbeda dari biasanya. Kami inginmengajak para pembaca melihatkembali berbagai peristiwa yangterjadi pada tahun ini menyangkutair minum dan penyehatan ling-kungan (AMPL) secara umum dankegiatan kelompok kerja AMPL Pokja AMPL sedang mengadakan rapat rutinpada khususnya. Kami berharapakan ada perubahan pada tahunmendatang berkaitan dengan hal Segenap Redaksi Majalah Percik mengucapkantersebut. Tentu perubahan yang Selamat Hari Natallebih baik. Jangan sampai setiap dan Tahun Baru 2005peristiwa yang terjadi pada kurunwaktu yang sama pada tahun iniberulang pada tahun mendatang.Kalau seperti ini, kita termasuk Kami juga ingin melihat sekilas adalah reportase. Rubrik tersebutorang-orang yang celaka. sejauh mana proyek-proyek AMPL pada edisi ini berisikan laporan Pembaca, potret peristiwa seta- yakni ProAir, WSLIC 2, dan CWSH kunjungan rombongan Kelompokhun ini kami muat secara khusus berjalan selama setahun. Kerja AMPL ke Bangladesh dan In-dalam laporan utama. Namanya Tak lupa, Percik mengadakan dia. Bahasanya agak lain dari bia-kaleidoskop AMPL 2004. Selain wawancara dengan Suyono Dikun, sanya, termasuk panjangnya. Kamiitu, kami ingin menyajikan sejauh Deputi Sarana dan Prasarana, berharap, dengan membaca repor-mana perjalanan Kebijakan Na- Bappenas, perihal infrastruktur Indo- tase kali ini, pembaca paling tidaksional Pembangunan AMPL berba- nesia. Kita tahu, persoalan AMPL bisa merasakan denyut perjalanansis masyarakat pada tahun ini dan pun terkait dengan kondisi infra- tersebut.bagaimana perkembangan penyu- struktur yang ada. Lebih dari itu, Ja- Kami juga memuat hasil lombasunan Kebijakan Nasional Pem- nuari 2005 Indonesia menyeleng- karya tulis ilmiah mulai edisi ini.bangunan AMPL berbasis lembaga. garakan Infrastructure Summit. Selain itu, tulisan yang layak muatKedua kebijakan ini merupakan hal Tentu kita ingin tahu apa yang bisa dan sangat bermanfaat bagi paravital bagi bidang AMPL karena diperoleh Indonesia dengan adanya pembaca, meskipun tidak menjadiselama kemerdekaan, kita tak me- penyelenggaraan acara tersebut. juara, rencananya akan dimuatmiliki kebijakan nasional soal ini. Yang agak lain dari biasanya pula pada edisi-edisi berikutnya. Percik 1 Desember 2004
  • 3. S UARA ANDA Percik Harus Berlanjut sangat baik dan berguna bagi kami di Desember 2004 terhadap total jumlah Subdin Penyehatan Lingkungan Dinas penduduk mencapai 67,96 persen atau Kami sangat setuju dan mendukung Kesehatan Kota Palembang guna menun- dibulatkan menjadi 68 persen.isi Jurnal Percik, terutama masalah- jang Indonesia Sehat 2010. Untuk itu Perlu kami informasikan bahwamasalah yang berkaitan dengan penge- kami membutuhkan informasi tentang secara de facto, PDAM Kabupaten Luwutahuan dan macam-macam teknologi konsep tersebut secara lengkap dan ala- yang berada di wilayah Palopo telahserta kebijakan di bidang Air Minum mat Bapak Kamal Kar. beralih status menjadi PDAM Kota(Bersih) dan Penyehatan Lingkungan. Palopo sebagai konsekuensi berlakunyaPercik dapat kami gunakan sebagai refe- Dr. Hj. Gema Asiani, M.Kes UU No. 11 Tahun 2002 tanggal 10 April Kasubdin Penyehatan Lingkunganrensi dalam rangka penyediaan, pengem- Kota Palembang 2002 tentang Pembentukan Kabupatenbangan, dan pengelolaan prasarana dan Mamasa dan Kota Palopo di Propinsisarana di bidang AMPL di Kabupaten Konsep CLTS telah diterapkan di Sulawesi Selatan.Malang yang saat ini membutuhkan per- beberapa negara antara lain Bangla-hatian khusus. desh dan India. Kami memiliki salinan Drs. H. Andi Nurlan Basalan, MM Direktur PDAM Kota Palopo Permasalahan AMPL di Kabupaten buku yang menjelaskan mengenai kon-Malang yang perlu mendapat pena- sep CLTS secara detil. Kami segera me- Redaksi Percik mengucapkan teri-nganan lebih serius tersebut adalah ngirimkan salinannya kepada Ibu. Se- ma kasih kepada pihak-pihak yangpemerataan penyediaan air bersih di dangkan Dr. Kamal Krishna Kar dapat telah mengirimkan surat kepada kami.perkotaan dan perdesaan (masih banyak dihubungi melalui Email: Di antaranya: Bappeda Kab. Batangdaerah rawan air bersih), teknis dan kkar@iastate.edu,kamalda@mail- Hari, Jurusan Planologi Universitas Trisakti, Walikota Metro, Jurusanmanajemen pengelolaan persampahan city.com, kamal.kar@vsnl.com, Perencanaan Wilayah & Kota Fakultas(teknologi, terbatasnya prasarana dan kamalkar@yahoo.com Teknik UNDIP, DPRD Nusa Tenggarasarana serta pemberdayaan masyarakat Timur, Pusat Informasi dan Pelayanandi bidang persampahan), penanganan air Cakupan Layanan Masyarakat Dep. Kelautan dan Per-limbah domestik, serta penanganan ikanan, Jurusan Planologi Fakultasdrainase perkotaan, lebih-lebih di Ka- PDAM Kota Palopo Teknik Univ. Tarumanagara, Jurusanbupaten Malang banyak terdapat Aset Kami menyambut baik kehadiran Teknik Lingkungan ITS, Setda Kab. Aceh Barat, DPRD Kab. Pasaman Barat,Nasional seperti Bendungan Sutami dan Majalah Percik sebagai wahana interaksi Bappeda Kota Palembang, DPRD Prop.Selorejo yang harus dijaga kualitasnya antarpelaku di bidang air minum dan Sumatera Selatan, dan DPRD Kab. Acehsebagai reservoar air baku untuk air penyehatan lingkungan sehingga terben- Utara.bersih dari pencemaran akibat pengelo- tuk jaringan informasi yang relevan danlaan sampah dan air limbah domestik up to date.yang kurang baik. Sebagai masukan, kami informasikan R A L AT Pada dasarnya Dinas Permukiman bahwa jumlah pelanggan aktif PDAM Pada Percik edisi Juni 2004,Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Kota Palopo melalui sambungan rumah halaman muka tertulis Sanitation isMalang sangat mengharapkan terbitnya (SR) per 31 Desember 2004 mencapai more importance than independence,Jurnal Percik untuk edisi-edisi selanjut- 11.773 SR dengan rata-rata enam jiwa per seharusnya Sanitation is more impor- tant than independence.nya. Di lain waktu kami akan berpartisi- SR, sehingga total jiwa yang dilayani Pada Percik edisi Oktober 2004,pasi memberikan masukan tulisan yang melalui sambungan tersebut sebesar halaman 45 tertulis Seminar Nasionalberkaitan dengan kondisi pengelolaan 70.638 orang. Sedangkan pelayanan air Sosialisasi UU No. 8 Tahun 2004,AMPL di Kabupaten Malang. minum non-SR terdiri atas 13 MCK, 13 seharusnya Seminar Nasional Sosi- alisasi UU No. 7 Tahun 2004. hidran umum, 7 kran umum, dan 5 termi- Pada Percik edisi Oktober 2004, Ir. Didik Budi Muljono, MT. nal air yang masing-masing melayani halaman 5 (laporan utama) tertulis, Kepala Dinas Permukiman Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Malang rata-rata 50 jiwa sehingga total pela- Pada saat ini kebijakan nasional pem- yanan air melalui SR mencapai 1.950 bangunan air minum berbasis lembaga yang merupakan payung kebijakan pe- orang. Bila dikalkulasikan antara yang SR ngelolaan PDAM masih dalam taraf Informasi CLTS dan non-SR maka total jiwa yang ter- penyelesaian bahkan menjadi salah satu layani sebanyak 72.588 jiwa. bagian dari program 100 hari Kabinet Setelah membaca Percik edisi Okto- Saat ini penduduk Kota Palopo Indonesia Bersatu. Seharusnya tan- pa bahkan menjadi salah satu bagianber 2004 halaman 40 tentang pemaparan berjumlah 106.813 jiwa. Dengan demi- dari program 100 hari Kabinet Indo-konsep Community Led Total Sanitation kian maka persentase cakupan pelayanan nesia Bersatu.(CLTS), kami tertarik dengan isinya yang air minum PDAM Kota Palopo per 31 2 Percik Desember 2004
  • 4. L APORAN UTAMA Kaleidoskop Januari Kisruh TPA Bantar Gebang Mencuat FOTO: MERCYCORPS.OR.IDA wal 2004 menjadi awal per- masalahan TPA Bantar Gebang. Pemerintah Propinsi DKI Ja-karta, yang sejak 1999 mengelola TPA se-luas lebih dari 100 hektar itu, terpaksaharus rela menyerahkan pengelolaan itukepada pemerintah kota Bekasi. Ini terja-di karena secara sepihak Wakil WalikotaBekasi Mochtar Muhamad memintaPemprop. DKI membayar retribusi sebe-sar Rp. 85 ribu per ton sampah yangdibuang ke TPA tersebut setelah kontrakkedua pemerintah daerah berakhirDesember 2003. Permintaan ini jelas takbisa diterima DKI karena telah menyalahinota kesepakatan sebelumnya yangmenyatakan bahwa retribusi sampahuntuk setiap tonnya hanya Rp. 50ribu/ton. Di luar itu, warga di tiga desa di seki- milih pindah mencari lahan sampah ba- PAM Jaya membayar utang ke pemerin-tar TPA yakni Desa Sumur Batu, Cikiwul, ru seperti ke Cilincing. Warga Bekasi tah pusat sebesar Rp. 1,7 trilyun.dan Ciketing menuntut kompensasi atas sendiri menginginkan perang antara Kenaikan itu tentu membuat parakeberadaan TPA tersebut di sekitar desa Pemkot Bekasi dan Pemprop. DKI Jakar- pelanggan PAM keberatan. Mereka meni-mereka. Tuntutan warga ini jelas mere- ta berakhir damai dan mereka meminta lai layanan yang diterima selama ini takpotkan pemkot Bekasi, sekaligus penyelesaian persoalan pokoknya yakni sesuai harapan. Misalnya airnya bau,Pemprop. DKI Jakarta. Warga sempat pencemaran lingkungan yang diatasi. debitnya sangat kecil, dan air tidak lan-memblokir jalan di sekitar TPA. Aki- Perdamaian pun datang. Pemkot car. Sebagian warga menilai kenaikanbatnya, truk-truk sampah tak berani Bekasi melalui walikota Akhmad Zurfaih ini tidak transparan dan tidak masukmasuk TPA. Warga mau membuka jalan mempersialakan DKI Jakarta kembali akal karena untuk menutupi kerugian.jika pemkot Bekasi membayar kompen- mengoperasikan TPA Bantar Gebang. Tapi ya itu, tak pernah kenaikan itu bisasasi. Mau tidak mau pemkot akhirnya Kebijakan walikota ini bertentangan de- dihentikan……. (MJ)setuju. Pemkot menjanjikan kompensasi ngan wakilnya. Tapi bukan berarti niatRp. 50 ribu/bulan kepada 12 ribu keluar- walikota berjalan mulus. Giliran DPRD Indeks Berita AMPLga yang tinggal di sekitar lokasi TPA. Dan Bekasi angkat suara. Mereka menilai Sungai Cisedane Tercemar, PDAM Ta-ini, memang terbukti. Sayangnya hanya Pemkot Bekasi menyimpang soal kebi- ngerang Bisa Berhenti Beroperasi (16/1)sekali. Setelah itu, pemblokiran kembali jakan TPA Bantar Gebang pasca Warga Jakarta Minta Tangki Air Minumterjadi lagi dengan tuntutan agar biaya berakhirnya kontrak kerja sama Bekasi- Diperbanyak (27/1)kompensasi dibayarkan sesuai janji. DKI. Walhasil, persoalan TPA ini tak BPPT dan Pusri Akan Bangun Pengolah Kemelut itu jelas menyulitkan kunjung usai dalam waktu sebulan. Sampah di Jakarta (13/1) Tangerang Jajaki Pembangkit ListrikPemprop. DKI Jakarta. Sementara TPA Tenaga Sampah (24/1)Bantar Gebang ditutup, DKI Jakarta Selain menghadapi masalah sampah, Kondisi Jakarta dalam Tahap Sia-belum memiliki penggantinya. Tak he- warga DKI Jakarta dikejutkan dengan ga Satu (6/1)ran, begitu TPA itu tutup selama bebera- naiknya tarif air minum sebesar 30 Menkimpraswil: DKI agar Siapkanpa hari saja, sampah menggunung di persen tepat pada 1 Januari 2004. Ke- Sistem Peringatan Dini Banjir (2/1)mana-mana. Para pemulung di TPA pun naikan tarif ini dimaksudkan untuk me- Waduk di Gadog untuk Cegah Banjir Jakarta (3/1)mulai mengeluh terhadap pencaharian nutup defisit mitra kerja PAM Jaya sebe- Ciliwung Meluap, Jakarta Banjir (20/1).mereka. Beberapa di antara mereka me- sar Rp. 990 milyar dan kewajiban PD Percik 3 Desember 2004
  • 5. L APORAN UTAMA Kaleidoskop Februari-Maret-April Banjir Landa Wilayah IndonesiaD i awal Februari 2004, Badan wabah nyamuk demam berdarah. ini sejak 1994 mencapai Rp. 33,8 milyar. Meteorologi dan Geofisika Di Kabupaten Banjar, Kalimantan Untuk mengatasi hal itu PDAM Ungaran memperingatkan masyarakat Selatan, ribuan warga terpaksa me- menggandeng PT Sara Tirta UngaranIndonesia akan datangnya badai tropis ngungsi karena sebagian besar wilayah (STU) untuk mengelola sumber air ditingkat III yang terbentuk di selatan Pu- tersebut terendam banjir. Di Kabupaten Ngembar, Kecamatan Jambu. Bentuklau Jawa. Badai itu bisa memicu hujan Manggarai, NTT, tiga orang tewas dan kerja samanya adalah PT STU memba-lebat dan merata di wilayah Indonesia. enam lainnya hilang. Banjir juga terjadi ngun dan mengelola alih milik denganSaat itu BMG memperkirakan Februari di Donggala, Sulawesi Tengah menye- masa konsesi 27 tahun. Apabila masamerupakan puncak musim penghujan. babkan dua orang tewas. Sumatera, konsesi habis maka semua asset kembali Perkiraan itu tepat. Banjir melanda Sulawesi, pun tak luput dilanda banjir. menjadi miliki PDAM Ungaran. Investasihampir seluruh wilayah Indonesia mulai Pemerintah dinilai lemah dalam baru ini besarnya Rp. 29,244 milyar ter-Februari, dan Maret. Banjir bandang mengatasi banjir. Ini terbukti banjir diri atas Rp. 23,4 milyar untuk memba-menerjang sebagian Pulau Jawa. Selain selalu berulang setiap tahun. Langkah- ngun instalasi pengeolahan air minummerusak infrastruktur, banjir di Jawa langkah antisipasi nyaris tidak pernah dan sisanya untuk membangun instalasiTimur menyebabkan tiga orang tewas terdengar, sementara penanganan pasca di sumber air.dan satu orang hilang. Banjir ini melanda banjir terkesan lamban. Padahal telahtujuh wilayah di Jawa Timur. Di banyak pihak yang memberikan masukan Indeks Berita AMPLKabupaten Mojokerto, banjir lumpur kepada pemerintah tentang antisipasimelanda bagian selatan daerah ini. banjir. ·Senyum Pencari Nafkah TPAKetinggian lumpur mencapai 1-1,5 meter. Bantar Gebang (2/2)Banjir lumpur ini merupakan pertama Di tengah melimpahnya air bah, TPA Cipayung Jadi Proyek Per-kali dalam 100 tahun terakhir di daerah Pemkot Batu dan Pemkot Malang, justru contohan TPA se-Jabotabek (3/2) Lahan Pembuangan Akhir Sampahtersebut. Kerugian di Jawa Timur kekurangan air bersih. Kedua pemerintah Cemari Tambak (9/2)diperkirakan sebesar Rp. 300 milyar. daerah terpaksa menyewa puluhan unit TPS Cilincing Terbukti Cemari Sedangkan di Jawa Tengah banjir truk tangki guna mengatasi krisis air Lingkungan (10/2)mengakibatkan jalur yang menghubung- bersih karena distribusi air bersih mereka BPPT Tawarkan Lima Aspekkan Semarang-Purwodadi di Kab. Gro- terganggu banjir. Sebanyak 4.200 Tangani Sampah (16/2) Denda Buang Sampahbogan terputus. Ratusan rumah di enam pelanggan air PAM Batu terpaksa men- Rp. 5 Juta (26/2)desa di Grobogan terendam menim- cari air dalam jerigen, sedangkan di Kota Proyek Optimalisasi Kali Banjirbulkan pengungsian. Malang ada 7.000 pelanggan kesulitan Kanal Barat Selesai April (18/2) Di pantai utara Jawa Barat, banjir mendapatkan pasokan. Jalan Pantura Situbondo Tertutupmenghambat arus lalu lintas utama pulau Sementara itu, pada bulan ini PDAM Lumpur dan Batu (16/2)Jawa tersebut. Banjir terbentang mulai Tasikmalaya menaikkan tarif sebesar 50 31 Kelurahan di Yogya Rawan ban- jir dan Longsor (5/2)dari Pamanukan (Subang) di bagian persen. Kenaikan ini tak hanya me- Suplai Air Baku Anjlokbarat hingga Krangkeng (Indramayu) di nyangkut tarif dasar tapi juga klasifikasi 62 persen (5/4)bagian timur. Di Indramayu kerugian tarif terhadap tarif rumah tangga yang Tercemar SPBU, 5 Tahun Langgan-diperkirakan mencapai Rp. 1,7 milyar telah berubah fungsi. Alasan kenaikan, an Air Mineral (11/4)karena lahan seluas 10.665 hektar teran- biaya operasional dan harga-harga Pemprop. Jabar Serahkan Penge-cam tanam ulang. barang keperluan PDAM meningkat. lolaan dan Aset Air Bersih ke PDAM (13/4) Seperti biasa, Jakarta pun mengalami Kontan kenaikan itu mengundang reaksi Usulan Kenaikan Tarif PDAMnasib serupa. Ratusan penduduk di wakil rakyat. Mereka keberatan dengan (Tegal) sebesar Hampri 100 persensejumlah lokasi harus rela mencari tem- kenaikan itu mengingat PDAM tersebut (20/4)pat berteduh sementara. Kemacetan total masih untung, kendati kecil. Air PAM di Bangka Barat Sudahterjadi di 29 titik. Tangerang dan Bekasi Di Ungaran, PDAM setempat tak Lama Tercemar (27/4) Ratusan Warga Bojong Unjuk Rasapun tak jauh beda kondisinya. Kondisi di mampu lagi menanggung beban biaya ke Mabes Polri (9/3).wilayah ini hampir bersamaan dengan operasi dan utangnya. Tunggakan PDAM 4 Percik Desember 2004
  • 6. L APORAN UTAMA Kaleidoskop Mei Meminta Pertanggungjawaban PemerintahM enyusul banjir di berbagai bekas, dan lainnya. Kondisi ini wilayah di Indonesia, FOTO: DEPKES sangat mengganggu warga sekitar masyarakat mulai menilai waduk. Mereka mengharapkankinerja pemerintah dalam menangani pemerintah bisa memagar wadukkasus ini. Umumnya mereka berpen- tersebut.dapat pemerintah kurang mengantisi-pasi banjir yang terjadi dan akibat Sementara itu warga Kotayang ditimbulkannya. Akibatnya, kor- Bogor dikejutkan dengan naiknyaban baik harta maupun jiwa terus saja tarif air minum PDAM Tirtamuncul dan jumlahnya tak sedikit. Pakuan Kota Bogor sebesar 150 Pemerintah daerah seperti DKI Ja- persen. Kenaikan itu didasarkankarta, misalnya, tak mampu lagi atas naiknya tarif dasar listrikmenangani banjir ini. Pemda DKI (TDL) sebesar 60 persen dan BBMmeminta pemerintah pusat turun sebesar 50 persen serta UMRgunung untuk ikut menyelesaikannya. setempat. Kenaikan yang mulaiIni karena persoalan banjir bukan berlaku pada bulan Juni itu jelassemata-mata persoalan propinsi tapi membuat masyarakat keberatan.lintas daerah. kerusakan lingkungan yang terjadi di Mereka menilai kenaikan itu terlalu ting- Bupati Indramayu Irianto Syafiuddin wilayah tersebut. Beberapa kawasan yang gi dan tidak sesuai dengan pelayananmeminta bantuan pemerintah propinsi dulunya tak pernah banjir, saat itu ikut PDAM kepada para pelanggannya. Tapidan pusat dalam mengatasi sedimentasi merasakan musibah. Warga menilai ya itu…..wus-wus, suara rakyat nyaris takdi wilayah tersebut. Tingkat sedimentasi pemerintah kota kurang peduli terhadap terdengar. (MJ)di Indramayu tertinggi di Jawa Barat banjir dan persoalan lingkungan sertakarena wilayah ini merupakan hulu dari tata ruang kota. Indeks Berita AMPLsungai-sungai yang membawa lumpur Menteri Negara Lingkungan Hidupdari arah Tasikmalaya, Garut, Sumedang, Nabil Makariem menyatakan sembilan Pemkot Bekasi Dinilai Ingkar Janji, Warga Tutup TPA Bantar Gebang (6/5)Subang, Majelengka, dan Kuningan. situ yang telah berubah fungsi dari 198 Sampah TPA Leuwigajah untuk Listrik Di Bekasi, warga Babelan meminta situ (alam dan buatan) yang tersebar di (8/5)Kali Rawasasak segera dinormalisasi oleh Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Kontainer Ganti Fungsi TPS Liar (10/5)pemerintah. Kali tersebut mengalami Bekasi harus dikembalikan kepada kon- Guru Mengancam Mogok Mengajarpendangkalan dan ditumbuhi beragam disi semula. Menurutnya, mengemba- Karena Sampah (31/5)tanaman air sehingga kali tak mampu lagi likan konservasi situ di kawasan ini Warga Konsumsi Air Tak Layak (14/5) PDAM Bogor Naikkan Tarif 150 Persenmenampung air hujan. merupakan upaya mencegah banjir (21/5) Di Kota Bogor, jalan-jalan banyak khususnya di daerah resapan dan kan- Tiap Tahun Penurunan Debit Air diyang rusak karena buruknya drainase. tung-kantung air. Selain itu ia juga pri- NTB Tinggi (26/5)Karena itu, beberapa pihak mengusulkan hatin terhadap kerusakan 134 situ (68 Seminar Budaya Air (19/5)agar jalan-jalan di kota hujan tersebut tak persen). Hanya 42 situ (20 persen) yang Pipa Air Minum pun Digantung di Pohon (13/5)lagi dilapisi aspal tetapi dibeton. Selain dinyatakan baik dan dua situ dinyatakan Perlu Aturan Realokasi Penggunaan Airitu warga meminta drainase perlu ditata hilang. (5/5)dengan baik mengingat curah hujan di Apa yang dikatakan Nabiel memang Pusat Diminta Bantu Atasi Soal Banjirkota tersebut sangat tinggi. Warga juga benar. Waduk Rawa Badung di Jati- (14/5)mengharapkan pemerintah daerah mem- negara, Jakarta Timur misalnya, fung- Debit Air Sungai Citandui Turunbenahi tata laksana sampah dan peda- sinya sebagai penampung air juga sebagai Drastis (8/5) Sungai di Jakarta WC Terpanjang digang kaki lima. Mereka berharap kota penampung sampah. Permukaan waduk Dunia (5/5).wisata itu bisa bersih dan sehat. dipernuhi sampah seperti plastik-plastik, Di Padang, warga menyesalkan dedaunan kering, botol, kaleng-kaleng Percik 5 Desember 2004
  • 7. L APORAN UTAMA Kaleidoskop Juni-Juli Masyarakat Kekurangan Air BersihS etelah dilanda banjir di sejumlah KARIKATUR:RUDI KOSASIH telah menghentikan distribusi air minum daerah, Indonesia kembali mene- ke kamp mereka. rima hukum alam akibat keru- Selain di daerah, krisis air mengan-sakan lingkungan: kekeringan. Kondisi cam ibukota Jakarta. Ini adalah bencanaini tidak hanya menyengsarakan rakyat tahunan bagi ibukota. Krisis ini akibatsebagai individu karena sulitnya mereka curah hujan yang turun di Jakarta tidakmemperoleh air bersih, tapi juga penye- bisa kembali menjadi air tanah karenadia air bersih yakni PDAM. Perusahaan berkurangnya daerah resapan air.milik daerah mulai mengeluh sulitnya Sedangkan kondisi air tanahnya sendirimemperoleh air baku. yang tersisa dalam kualitas yang buruk. Sungai-sungai di Kalimantan Barat Hasil pengamatan terhadap sumur wargamenyusut airnya secara drastis. Keda- di lima wilayah Jakarta menunjukkanlaman air yang semula sekitar 3 meter bahwa 90 persen air tanah telah tercemarberubah menjadi 1 meter. Bahkan di bakteri coli yang berasal dari tinja. Bilabeberapa badan sungai, warga dengan keadaan ini tak segera diubah, menurutleluasa menyeberanginya dengan ber- Taman sari, Kecamatan Baros, ditutup Japan Indonesia Cooperation Agencyjalan kaki. Kondisi itu jelas mengganggu warga karena persoalan ganti rugi yang (JICA), Jakarta akan mengalami keku-pasokan air baku di beberapa PDAM tak kunjung usai. rangan air parah pada tahun 2010.seperti PDAM Sanggau, Landak, dan Di Gunung Kidul, Yogyakarta, pemdaPontianak. Warga setempat terpaksa setempat membagi air bersih kepada Indeks Berita AMPLharus membeli air minum Rp. 70 ribu per warga dengan prioritas warga kurang Tarif PDAM Indramayu Naik 66tangki isi 4 ribu liter. Warga yang lain mampu. Sebanyak 11 kecamatan di kabu- Persen (30/6)membeli eceran seharga Rp. 1.000 per paten ini kesulitan air bersih akibat ke- Sungai Siak Tercemar Limbah,jerigen. Yang menyedihkan, sebagian keringan. Di Kulonprogo, delapan dari 12 PDAM Disarankan Tidak Mengolahwarga lain yang tak mampu membeli air, kecamatan yang ada mengalami keke- Air Baku (3/7)terpaksa mengambil air dari sungai pada ringan. Bahkan empat kecamatan sudah Warga 116 Desa di Demak Kesulitanmalam hari untuk diendapkan dan digu- selama hampir dua bulan tak menikmati Air Bersih (8/7) Dinilai Cacat Hukum, 16 LSM Gugatnakan keesokannya. Bahkan ada yang air bersih sama sekali. UU SDA ke MK (14/7)langsung menggunakannya dari sungai. Kepala Balai Pengelolaan Daerah Resapan Air Laut Sudah ke Tengah Di Banjarmasin, PDAM setempat pun Aliran Sungai (DAS) Pemali Jatrun Prop. Kota (20/7)mengalami kekurangan pasokan. Salah Jateng Sutrisno mengatakan sebanyak Blue Oasis City Dibangun di Kawasansatu intake bahan bakunya yang berkapa- 428.687 hektar lahan hutan di 16 kabu- Resapan Air (28/7)sitas 500 liter per detik tak bisa dipergu- paten/kota di wilayahnya dalam kondisi PK UU SDA Diajukan ke MK (29/7) Proportional Water Sharing, Untuknakan lagi. Selain karena kekeringan, kritis dan harus mendapatkan perhatian Mencegah Absolut Sumber Matakondisi ini akibat intrusi air laut yang serius karena dapat menimbulkan ben- Air (22/7)sudah di atas ambang normal. Sulitnya cana. Dari jumlah tersebut 238.170 di Perpanjangan TPA Bantar Gebangair bersih ini menimbulkan dampak antaranya berada di luar kawasan hutan. Disetujui (10/6)buruk bagi warga. Penyakit diare mulai Sementara itu di Nusa Tenggara Warga Tetap Tolak Bojong sebagai Tempat Pembuangan Sampah Orangmenyerang warga di sekitar sungai. Timur, pemerintah daerah setempat Jakarta (23/7)Mereka yang terserang umumnya masya- menghentikan pasokan air ke barak- TPST Bojong Dijamin Tidak Cemarirakat miskin yang tinggal di permukiman barak penampungan warga eks Timor Lingkungan (29/7)padat. Timur. Pemda beralasan mereka tak Situ di Bekasi Terus Menyusut (8/6) Di Serang, Banten, sekitar 10 ribu memiliki lagi dana operasional untuk itu. Rp. 100 Milyar Bebaskan Lahan BKTpelanggan PDAM setempat tak bisa Warga eks pengungsi menanggapinya (24/6) Sungai Mookervaart Riwayatmu Kinimenikmati air bersih. Direktur PDAM dengan keras. Mereka menyatakan (28/7).setempat menyatakan pasokan itu ter- pemerintah telah memperlakukan mere-henti karena pipa induk air PDAM di ka tidak lagi sebagai manusia karena 6 Percik Desember 2004
  • 8. L APORAN UTAMA Kaleidoskop Agustus Mencari Sumber Air AlternatifK ekeringan yang melanda di 13 kawasan. BKT juga mencakup KARIKATUR:RUDI KOSASIH Indonesia mau tak mau pembangunan tiga lokasi. mendorong semua pi- Di Sumedang, pemerintah akanhak mencari alternatif sumber- mengkaji ulang desain pembangunansumber air atau cara untuk men- bendungan dan waduk Jatigede dijaga agar air yang ada bisa diper- wilayah tersebut. Departemen Per-tahankan. Pemerintah melalui mukiman dan Prasarana Wilayah akanMenteri Riset dan Teknologi menurunkan elevasi permukaan(Menristek) Hatta Rajasa mene- waduk dari desain semula sehinggagaskan tekadnya untuk mencari wilayah genangan waduk dapat diku-sumber air untuk memenuhi rangi. Perubahan ini akan mengurangikebutuhan air bersih. Salah satu volume air yang dapat ditampungcontoh berupa pembuatan wa- waduk sekaligus mengurangi luasduk bawah tanah di Goa Bribin, areal pelayanan waduk tersebut.Gunung Kidul. Pemompaan airbawah tanah dari Goa Bribin itu akan minum dalam delapan jam operasional. Benih-benih ancaman warga untukmampu memenuhi kebutuhan air bersih Warga membeli air olahan itu seharga Rp. menutup Tempat Pengolahan Sampahbagi 175 ribu warga Gunung Kidul. 3.000-5.000 per galon. Terpadu (TPST) mulai muncul. Warga Pengeboran air bawah tanah juga Sementara itu, untuk mencegah pen- dari enam di desa di Kecamatan Kelapa-dilakukan di Dusun Duwet Desa Suci, dangkalan sungai, pencemaran, dan ban- nunggal meminta DPRD Kabupaten Bo-sekitar 40 km selatan ibukota Wonogiri, jir, Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso me- gor mencabut SK Bupati Bogor tentangJawa Tengah. Pengeboran air sedalam minta warganya untuk tidak membuang pemberian izin lokasi TPST Bojong. Per-160 meter ini mampu memenuhi kebu- sampah ke 13 sungai yang melintas di Ja- usahaan pengelola TPTS PT. Wira Gunatuhan air bagi 500 keluarga di desa terse- karta. Selain itu, pemda DKI juga akan Sejahtera meyakinkan bahwa semua per-but. Dengan adanya sumur itu, warga tak memindahkan rumah-rumah yang ada di alatan dan mesin pengolah sampah amanlagi perlu berjalan 7 km ke ibukota keca- bantaran sungai. Pemda menjanjikan bagi lingkungan. (MJ)matan untuk membeli air atau menunggu warganya yang tinggal di areal tersebuttruk tangki air di jalan raya yang jaraknya dan memiliki KTP DKI, rumah susun de- Indeks Berita AMPL1 km dari kampung mereka. ngan harga murah. Semuanya untuk me- Pencarian Sumber Air Terus Dila- Upaya mencari sumber air baru juga nyukseskan program transportasi sungai kukan (3/8)dilakukan melalui lomba. Peneliti dari dan wisata air di Jakarta. Salah satu sun- Tidak Mampu Atasi Keluhan Pe- langgan, Palyja Terancam Terke-Badan Pengkajian dan Penerapan Tek- gai yang kondisinya sudah mulai bagus na Sanksi (3/8)nologi (BPPT), Arie Herlambang, berhasil adalah Kali Angke. Hanya saja, yang men- Sumur Bor Atasi Kesulitan Airmemenangkan lomba Inovasi Teknologi jadi PR pemda DKI yaitu mengubah Bersih (5/8)2004. Ia berhasil mengalahkan tujuh finalis warna air dari hitam menjadi jernih. Empat Kabupaten di Banyumaslainnya dengan temuan berjudul Aplikasi Sedangkan untuk mencegah banjir, Kekeringan (10/8)Teknologi Pengolah Air Asin di Lahan pemerintah bertekad untuk meram- Pengolah Air Lahan Gambut Me- nangkan Lomba Inovasi (20/8)Gambut Menjadi Air Minum. Temuan ini pungkan proyek Banjir Kanal Timur Merdeka Ya Merdeka, Kurang Airtidak sekadar teori tapi telah diterapkan di (BKT) pada 2007. Proyek ini telah men- Ya Kurang Air (23/8)kawasan transmigrasi Kalimantan Tengah galokasikan dana sebesar Rp. 1,938 tri- Debit Air di Tiga Danau Surut,yang mengalami kelangkaan air. Secara liun untuk pembangunan konstruksi. Ribuan Warga Cirebon Terancamumum, pengolah air ini terdiri atas proses Proses yang masih alot adalah pembe- Kekeringan (24/8) Tiga SDN Tercemar Sampah Be-filterisasi yang jauh lebih panjang dari basan lahan, mengingat lahan cukup luas lum Dipindah (2/8)perusahaan air minum di perkotaan, dan yakni 263 hektar dan menjadi milik DKI Tetap Operasikan TPST Bo-dikombinasikan dengan unit desalinasi. masyarakat. Dengan adanya BKT debit air jong (10/8)Sistem pengolah seharga 350 juta ini di Jakarta diharapkan dapat dikendalikan Kelola Sampah Mandiri, Tidakmampu menghasilkan 170 galon air siap dan mengurangi daerah rawan genangan Mustahil (31/8). Percik 7 Desember 2004
  • 9. L APORAN UTAMA Kaleidoskop September Air Minum Isi Ulang Jadi SorotanK etidakmampuan PDAM mela- KARIKATUR:RUDI KOSASIH Di beberapa daerah lain kekeringan yani kebutuhan masyarakat akan masih terjadi. Akibatnya, masyarakat air minum mendorong lahirnya sulit memperoleh air bersih. Kejadian inibisnis air minum isi ulang. Perusahaan bisa dilihat di Kalimantan, sebagian Ja-skala rumah tangga ini berdiri di sudut- wa, dan Nusa Tenggara.sudut jalan di Jakarta. Mereka menjual Sementara itu Kota Medan dan seki-air minum dengan harga terbilang tarnya dilanda banjir besar. Hujan terusmurah. Rp. 2.500 per galon. Harga ini menerus turun selama beberapa hari.jauh lebih murah dibandingkan harga air Ratusan rumah terendam. Banjir besarminum kemasan bermerek yang bisa ini selain karena hujan juga akibat banjirmencapai dua kali lipat. Kemunculan kiriman dari daerah di sekitarnya.depot air minum isi ulang tentumengkhawatirkan perusahaan-perusa- Kasus Bantar Gebang mencuat kem-haan bermerek. Selain itu, sebagian bali setelah perjanjian kerja sama antaramasyarakat pun ada yang kurang yakin Pemda DKI dan Bekasi ditandatanganidengan tingkat higienisitas air isi ulang pada pertengahan Juli lalu. Pasalnya,tersebut. satu prasyarat untuk mendapatkan izin TPA itu seperti ditelantarkan. Air limbah Di media massa muncul pemberitaan operasional dari Depperindag. SK itu dari gunungan sampah meluap ke salur-bahwa sebagian depot air minum isi juga memberikan sanksi kepada peng- an sampai ke permukiman warga. Per-ulang mengandung e-coli dan bisa me- usaha yang melanggar dari mulai usahaan yang ditunjuk sepertinya belumnimbulkan penyakit ginjal bila dikon- peringatan tertulis sampai pencabutan melaksanakan tugasnya. Pemda Bekasisumsi dalam waktu lama. Jelas ini mem- izin operasi. Apdamindo menyambut meminta Pemda DKI membereskanbuat resah para pengusaha kecil tersebut. baik adanya SK tersebut. Mereka menya- pengurusan TPA tersebut. (MJ)Melalui asosiasi pengusaha, pemasok, takan adanya SK itu bisa memberikandan distribusi air minum isi ulang jaminan kepada masyarakat dan peng- Indeks Berita AMPL(Apdamindo), mereka membantah per- usaha. Investasi Mitra PDAM Terbatasnyataan itu yang dianggap terlalu tenden- (1/9)sius dan menimbulkan fitnah. Mereka PDAM Tirta Kerta Raharja Tangerang Tarif PAM Jaya Naik Otomatismeminta pihak-pihak yang mengelu- menjanjikan pasokan air bersih bagi Setiap 6 Bulan (1/9)arkan pernyataan itu melakukan klari- warga di wilayah yang kekurangan air Cekungan Bandung Krisis Airfikasi karena kalau tidak maka bisnis air bersih. Pihaknya telah menyiapkan enam Akibat Perubahan Lahan (3/9) PAM Banjarmasin Andalkanminum isi ulang akan terancam. tangki air berkapasitas 5.000 liter. Ber- Tabuk (21/9) Para pengusaha kecil ini mengakui dasarkan data, ada 25 desa yang meng- Harga Air Bersih Rp. 2.000 perbahwa pengusaha air minum isi ulang alami kesulitan air bersih. Namun tidak Jerigen (24/9)masih harus dibina dan diberikan penyu- ada satupun pengurus RT/RW setempat Warga Tepi Mahakam Kesulitanluhan pentingnya higienitas. Karenanya yang mengajukan permintaan air bersih. Air Bersih (30/9)mereka perlu dibantu, bukan malah Langkah serupa dilakukan PDAM Sumber Air Bulak Sindon Berpotensi Dibisniskan (30/9)dimatikan dengan menggiring opini ma- Indramayu. Untuk mengatasi kesulitan DKI Belum Serahkan Pengelo-syarakat ke arah yang negatif. air, PDAM membagikan air bersih gratis laan TPA (7/9) Pemda DKI Jakarta mengeluarkan SK ke desa-desa atas permintaan kuwu 2005, TPA Cikundul TakGubernur No 13 Tahun 2004 tentang ser- (kepala desa) dengan menggunakan dela- Berfungsi (14/9)tifikat laik sehat bagi depo air minum pan truk tangki. Desa tinggal memba- Penolakan Atas TPST Bojong(DAM). Sertifikat ini mengatur prosedur ngun tempat penampungan air bersih. Ditunggangi LSM dengan Teror (16/9)pemberian, rekomendasi perizinan, dan Tiap desa dipasok air sebanyak empat Banjir Melanda Sumut, Ratusanpengawasan terhadap bisnis air minum truk tangki berkapasitas masing-masing Rumah Terendam (21/9).isi ulang. Sertifikat ini merupakan salah 4 ribu liter. 8 Percik Desember 2004
  • 10. L APORAN UTAMA Kaleidoskop Oktober Air Comberan dan Kubangan pun DikonsumsiK emarau panjang yang melanda air dari Kali Bedeng yang berfungsi seba- Tak jauh dari Cimahi, warga di wilayah Indonesia menyisakan gai MCK (mandi, cuci, kakus) dan tempat kawasan Jl. Braga, Kota Bandung mem- kepedihan bagi warga. Krisis air mandi ternak. protes pembangunan Braga City Walkbersih terjadi di beberapa tempat. Krisis air juga terjadi di Kupang, (BCW). Warga menilai proyek itu telahBahkan masyarakat di Wanareja, Garut ibukota NTT. Sebanyak 550 ribu warga menimbulkan gangguan terhadap ling-terpaksa mengkonsumsi air comberan. tak memperoleh air bersih. Sumur-sumur kungan. Mereka mulai mengeluhkanBelakangan diketahui bahwa air tersebut warga mengering. Sumber air Oepura, sumber air mereka yang berkurang.mengandung bakteri dalam kadar yang salah satu sumber air terbesar di kota itu Sebelumnya perusahaan yang memba-tinggi. Air tak layak minum, kendati yang selama ini dipergunakan oleh ngun proyek itu menjanjikan kompensasidimasak sekalipun. Air hanya cocok PDAM Kota Kupang untuk menyuplai air berupa pembangunan jaringan air keuntuk mencuci tangan. bagi warga juga mengering. Masyarakat warga. Tapi janji tetap janji, tak ada re- Dinas kesehatan setempat pun sudah antre air terlihat di beberapa sudut kota alisasi.memperingatkan warga. Namun apa hen- untuk memperoleh air sebanyak 1 jerigen Di Jakarta, pengelola air bersih PT.dak dikata, pasokan air bersih tak kun- berkapasitas 5 liter. Kondisi ini semakin Palyja mengeluhkan adanya defisit airjung tiba. Satu-satunya jalan, warga di- diperparah dengan rusaknya jaringan baku. Pasokan yang seharusnya 6,2 meterminta untuk melakukan kaporitisasi ter- pipa PDAM setempat. kubik per detik kini hanya ada 5,2 meterlebih dahulu sebelum dikonsumsi. Nasib serupa dialami warga Cirebon. kubik per detik. Padahal rata-rata kebu-Sedangkan Pemda Garut membantu alat Hanya saja kondisinya lebih baik. Warga tuhan air baku 5,4 meter kubik per detik.penyaringan air comberan buatan ITB masih bisa menikmati kucuran air Selain pasokan kurang, perusahaan mitrasenilai 40 juta dengan kontrak selama kendati harus bergiliran. Ini adalah PAM Jaya itu mengeluhkan kualitas airdua bulan. Sebenarnya di wilayah terse- langkah PDAM setempat untuk membagi baku. Air terlalu keruh. (MJ)but ada sumber air Cigaruhguy. Tapi air agar semua warga kebagian.karena ada hukum adat, sumber air itu Pergiliran air juga terjadi di Su- Indeks Berita AMPLhanya boleh dikonsumsi oleh dua kam- medang, Jawa Barat. Sumber air Cipan- Krisis Air di Kupang Belumpung saja. Sembilan kampung lainnya teneun Cimalaka sebagai sumber air baku Teratasi (4/10)hanya gigit jari. PDAM setempat mulai menyusut. Beda- Untuk Mengairi Lahan Pertani- Di Martapura, Kalimantan Selatan, nya dengan Cirebon, tidak semua pelang- an, Pipa PDAM Kuningan Dije-warga di Kecamatan Gambut yang tinggal gan PDAM bisa menikmati kocoran air. bol Masyarakat (7/10)di tepi handil-handil (parit buatan khas Sebagian harus gigit jari karena air tak Empat Bulan Ribuan Warga di Gambut Bergantung Air Ku-Kalsel) telah empat bulan mengkonsumsi menetes kecuali suara angin dari ujung bangan (9/10)air kubangan untuk keperluan sehari- kran. Kondisi seperti ini mengharuskan Hasil Penelitian Sucofindo, Airhari. Kubangan-kubangan itu dibuat PDAM setempat mendrop air dengan PDAM Surabaya Layak Minumwarga di sekitar handil sedalam 2 meter. truk tangki. (11/10)Tiap kubangan menghasilkan air bebera- Di Cimahi, masyarakat Kelurahan Proyek Wisata Terpadu Ancam Konservasi Air (13/10)pa ember. Airnya berwarna kekuningan Cibeber Kecamatan Cimahi Selatan me- Debit Air Baku PDAM Turundan keruh. Beberapa kubangan ada yang nuntut Pemkot Cimahi segera menutup 200 Liter Per Detik (25/10)terletak di tepi kakus dan menimbulkan dan menghentikan eksploitasi air Danau Warga Sukabumi Selatan Menje-bau yang tidak sedap. Air kuning ini dien- Ciseupan yang diperjualbelikan oleh rit Kekurangan Air (25/10)dapkan dan disaring untuk kemudian kelompok tertentu kepada industri- Warga Bekasi Utara Minta Dibu-dipergunakan. industri. Tuntutan ini muncul menyusul atkan Sumur (27/10) Warga Wanaraja Masih Kon- Di Serang, Banten, puluhan warga di terjadinya kekeringan di kawasan Ci- sumsi Air Comberan (27/10)Kelurahan Sukawana dan Trondol ter- beber dan sekitarnya. Air sumur Tercemar, Air Sungai Musi Tidakserang diare. Penyakit ini menyerang menyusut dan permukaan air danau Layak Konsumsi (29/10).warga gara-gara mereka mengkonsumsi turun 2-3 meter. 9 Percik Desember 2004
  • 11. L APORAN UTAMA Kaleidoskop Nopember-Desember Gejolak di TPST BojongA khir Nopember 2004 merupakan menegaskan TPST itu akan tetap ber- menguntungkan, termasuk pula mengun- puncak kasus Tempat Peng- operasi, hanya saja menunggu kondisi tungkan rakyat di sekitar areal yang akan olahan Sampat Terpadu (TPST) yang kondusif. menjadi lokasi pembuangan sampah.Bojong, Kecamatan Kelapanunggal, Ka- Pusat Penelitian Leingkungan Hidup Dan yang lebih penting, analisa mengenaibupaten Bogor. Warga sekitar berunjuk Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan dampak lingkungan tak boleh diabaikan.rasa yang berbuntut bentrokan antara Masyarakat (PPLH-LPPM) IPB melihat Kalau tidak, rakyat yang akan menjadipengunjuk rasa dan aparat kepolisian kasus Bojong sebagai sebuah gunung es korban.dari Polres Bogor. Lima warga tertembak dalam masalah pengelolaan sampah di Akhir tahun 2004 ini juga diwarnaidan lainnya ada yang melarikan diri alias Indonesia. Persoalan itu berakar pada dengan hujan deras yang mengguyurmenghilang. masalah mendasar bahwa pengelolaan beberapa wilayah di Tanah Air. Drainase Aksi warga di sekitar ini sebenarnya sampah di DKI Jakarta, dan kota-kota yang buruk menyebabkan banyak daerahtelah berlangsung berkali-kali. Sempat besar lainnya masih bertumpu pada pa- mulai kebanjiran kendati tidak dalammuncul isu ada yang menunggangi aksi- radigma lama. Paradigma baru dalam pe- jangka waktu lama. Jakarta pun telahaksi mereka. Namun yang jelas di per- ngelolaan sampah yakni membangun bersiap diri untuk menghadapi kondisimukaan, warga beralasan kehadiran kebijakan dan praktek-praktek pengolah- itu termasuk upaya mencegah penyakitTPST akan berdampak buruk terhadap an sampah yang mencerminkan peng- diare yang biasa terjadi pada musimlingkungan dan dianggap pembangunan olahan sampah berbasis komunitas yang hujan. Tapi karena pembangunan drai-TPST itu menyalahi rencana umum tata melibatkan seluruh partisipasi masya- nase yang buruk, beberapa jalan tampakruang (RUTR) di kawasan tersebut yang rakat, pengusaha, dan pemulung. rusak tergerus air hujan.diperuntukkan bagi permukiman. Kasus Bojong ini ini seakan menya- Setiap kali akan ada ujicoba, warga darkan pihak-pihak terkait dengan sam- Indeks Berita AMPLselalu menghadang truk-truk yang akan pah untuk menyuarakan idenya. Bebe-masuk. Bahkan warga sempat mengusir rapa kalangan mengusulkan agar sampah Distamben Jabar MembangunKapolres Bogor yang sedang melakukan Jakarta yang jumlahnya 6 ribu ton per Sumur Artesis di Leulosa (1/11) Sumber Air Minum Jangan darisosialisasi. Mereka juga menebang po- hari dibuat kompos. Ada juga yang Sungai yang Tercemar (5/11)hon di sepanjang jalan menuju ke lokasi berpendapat agar insinerator dibangun Krisis Air Bersih Ancam Jakartatersebut dan memblokir jalan dengan di masing-masing wilayah agar tak terlalu (22/11)material-material berat. Puncak ben- membebani TPA. Ada juga yang bersi- PDAM Harus Beri Kompensasitrokan tanggal 22 Nopember menjelang kukuh dengan penerapan teknologi cang- Selama Air Tidak Mengalirtengah hari. Massa menyerang TPST gih mengingat keterbatasan lahan yang (23/11) Tarif Otomatis Air Bersih akanBojong dan merusak serta membakar ada. Mana yang benar? Masing-masing Dikaji Ulang (29/11)aset milik PT Wira Guna Sejahtera (pen- memiliki argumentasi. Yang pasti untuk Warga Dukung Keberadaangelola TPST). skala Indonesia, ide-idenya belum ada TPST Bojong (1/11) Menteri Negara Lingkungan Hidup yang terbukti 100 persen tepat. Karena- Sampah Untuk Kompos (4/11)yang baru Rachmat Witoelar dapat nya, saat ini perlu pemikiran yang men- Investor Incar Pengelolaan Sam- pah Surabaya (9/11)memahami kekhawatiran masyarakat di dalam untuk mencari pemecahan yang Sampah Bertumpuk di Tepi Ja-sekitar lokasi mengenai dampak negatif tepat. Jangan sampai kasus Bojong itu lan DKI Jakarta dan Tangerangkeberadaan TPST tersebut. Namun ia terulang kembali dan jatuh korban. (18/11)juga menyayangkan tindakan masyarakat Sementara itu wilayah seperti Tange- Rusuh di TPST Bojong, Limayang menyebabkan kerusakan karena rang dengan tegas menolak rencana DKI Pengunjuk Rasa Tertembaksebenarnya masih terbuka peluang untuk untuk membuang sampahnya ke daerah (23/11) Kanal Masih Jadi Tempatbernegosiasi. Menurutnya, seharusnya tersebut. Seperti diketahui, DKI sendiri Sampah (21/11)sosialisasi dilakukan lebih intensif kepa- tak lagi memiliki lahan untuk areal pem- Pemkot Jaktim Takut Pembe-da masyarakat. buangan sampah. Kasus ini pun menya- basan Lahan BKT Diambil Alih Akibat kejadian itu beberapa pihak darkan bahwa persoalan sampah memer- (10/11)meminta TPST Bojong ditutup semen- lukan kerja sama lintas wilayah dengan Waspadai Penyakit di Musimtara. Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso perhitungan yang matang dan saling Hujan (12/11). 10 Percik Desember 2004
  • 12. L APORAN UTAMA Kaleidoskop Kebijakan Nasional Pembangunan Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Berbasis Lembaga, Telur yang akan Menetas FOTO:OSWAR MUNGKASAK ebijakan Nasional Pembangunan Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL) menggu-nakan dua pendekatan yakni berbasismasyarakat dan berbasis lembaga.Kebijakan berbasis masyarakat memasu-ki tahap implementasi pada tahun 2004.Saudara kandungnya, kebijakan berbasislembaga kini masih dalam tahap peng-godogan. Awal tahun 2005, kebijakan itusudah jadi dan siap untuk didisemi-nasikan. Bila menengok proses penyusunannya,kebijakan pembangunan berbasis lembagaini lebih cepat dari proses penyusunankebijakan AMPL berbasis masyarakat.Lokakarya mengenai draft kebijakan iniberlangsung pada September 2004 danproses penulisan diselesaikan pada akhirDesember ini. Keberadaan kebijakan inimerupakan momentum yang penting, Tim Air Minum Action Plan (NAP) sektor air minum, airkarena diharapkan akan memberikan kon- Tim Air Limbah limbah, dan persampahan. Sedangkansistensi dan kepastian bagi pelaksanaan Tim Persampahan dengan KLH berkaitan dengan kebijakanpembangunan AMPL secara menyeluruh. Tim Drainase nasional pengelolaan limbah padat. Proses penyusunan kebijakan dilak- Selain itu dibentuk juga tim lintas Lokakarya I dan II berlangsungsanakan dengan membentuk tim kerja sektor yang bertanggung jawab terhadapyang terdiri dari 4 tim, yaitu: aspek teknis, lingkungan, pembiayaan, kelembagaan, dan sosial. Tim kerja terse- Kebijakan Sektor Air Minum Kebijakan Nasional Pembangunan but merupakan tim inti dalam penyusun- 1. Meningkatkan kualitas dan cakupan pe- AMPL Berbasis Lembaga an kebijakan berbasis lembaga. Tim itu layanan dari air bersih menjadi air mi- 1. Mengutamakan masyarakat miskin da- bertanggung jawab dalam proses per- num secara bertahap. lam peningkatan pelayanan AMPL (pro baikan dokumen serta memperkaya porsi 2. Meningkatkan akses pada prasarana poor) penyehatan lingkungan agar terjadi kese- dan sarana air minum dengan menguta- 2. Menjaga keseimbangan antara kebu- makan masyarakat berpenghasilan ren- tuhan penyelenggaraan AMPL dengan imbangan dalam porsi pembahasan dan dah dan daerah rendah akses daya dukung lingkungan (eko-ling) penulisannya. 3. Memberdayakan masyarakat dalam 3. Meningkatkan keterlibatan semua Sejak lokakarya September 2004 di menentukan memanfaatan air minum pihak dalam penyelenggaraan AMPL Bogor, kelompok kerja nasional secara secara layak (all out) simultan mengadakan diskusi guna me- 4. Pengendalian konsumsi air minum 4. Mengoptimalkan penerapan prinsip kepengusahaan yang benar dan prinsip nyempurnakan draft Kebijakan Lembaga. melalui instrumen peraturan dan tarif pemulihan biaya dalam penyeleng- 5. Meningkatkan peran pemerintah, ma- Diskusi-diskusi dilakukan baik dalam tim garaan AMPL (good coorporate gover- syarakat, dan dunia usaha dalam pena- sektor, maupun secara pleno. nganan air baku nance) 5. Mengefektifkan penegakan hukum Selama masa itu pula terjadi proses 6. Menerapkan prinsip kepengusahaan (law enforcement) sinkronisasi kebijakan dengan produk dan pemulihan biaya dalam pengelola- 6. Mengembangkan mekanisme kerja perencanaan lain yang telah dihasilkan an air minum dengan menjamin kebu- sama antardaerah dan antarsektor tuhan dasar oleh Departemen PU dan Kementerian dalam penyelenggaraan AMPL (re- 7. Meningkatkan peluang investasi dalam gionalisasi) Lingkungan Hidup (KLH). Sinkronisasi penyediaan dan pelayanan air minum dengan Dep. PU menyangkut National Percik 11 Desember 2004
  • 13. L APORAN UTAMA Kaleidoskop FOTO:OSWAR MUNGKASA Kebijakan Sektor Drainase 1. Penangangan Drainase Dilakukan oleh Unsur-unsur Pemerintah, Swasta, dan Masyarakat Berdasarkan Hirarki Sis- tem Drainase 2. Pengembangan Drainase Dilakukan untuk Mendukung Keseimbangan Tata Air 3. Penanganan Drainase dengan Prioritas Daerah Padat Penduduk dan Miskinsecara berseri dan melibatkan semua sek-tor terkait. Draft kebijakan itu terusdiperbaharui oleh konsultan dengansupervisi dari Sekretariat WASPOLA danarahan Pokja hingga akhirnya draft ketigadapat diselesaikan, yang diharapkanmerupakan drat final. Draft inilah yangnantinya akan dibawa ke pertemuanCentral Project Committee (CPC). Kendati sudah menyelesaikan draftketiga, bukan berarti kegiatan terkait de-ngan penyusunan kebijakan tersebut sele- jakan publik yang sedang berjalan. Yang pasti tak lamasai. Terdapat beberapa kegiatan pen- Kegiatan tersebut belum bisa terlak- lagi Telur Kebijakan Nasional Pem-dukung yang sampai saat ini belum ter- sana juga karena padatnya agenda ke- bangunan AMPL Berbasis Lembaga akanlaksana, yaitu: giatan kelompok kerja. Kegiatan pendu- Menetas. Tentu penyempurnaan tak Kajian peraturan dan perundang- kung ini merupakan kegiatan lepas (inde- boleh diabaikan. Kita tunggu. (MJ) undangan yang terkait dengan sektor pendent activities) yang ditujukan untuk AMPL, seperti misalnya UU SDA, RPP memberikan bahan masukan dan refe- Air Minum, UU Desentralisasi, UU rensi bagi tim kerja, sehingga kegiatan Kebijakan Sektor Persampahan BUMN, dan lain-lain tersebut masih relevan diadakan selama 1. Pengurangan sampah semaksimal Pengayaan wawasan dalam hal kebi- proses formulasi Kebijakan Lembaga mungkin dimulai dari sumbernya 2. Mengedepankan peran dan partisipasi Kebijakan Sektor Air limbah aktif masyarakat sebagai mitra dalam pengelolaan sampah 1. Mendorong keterpaduan antara pengaturan sektor air minum dan air limbah 2. Penyelenggaraan air limbah dilakukan untuk keperluan konservasi lingkungan 3. Memperkuat Kapasitas Lembaga Pe- 3. Masyarakat harus mempunyai akses pada prasarana dan sarana air limbah yang ngelola Persampahan memadai 4. Pengembangan Kemitraan dengan 4. Memprioritaskan penyediaan akses pada prasarana dan sarana air limbah untuk Swasta masyarakat miskin 5. Meningkatkan tingkat pelayanan untuk 5. Penyelenggaraan air limbah dilakukan oleh lembaga yang secara khusus ditunjuk untuk mencapai sasaran nasional secara menangani air limbah bertahap 6. Meningkatkan peran pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha dalam penyeleng- 6. Menerapkan prinsip pemulihan biaya garaan air limbah (cost recovery) secara bertahap 7. Penerapan prinsip pemulihan biaya secara bertahap dalam penyelenggaraan air lim- 7. Peningkatan Efektifitas Penegakan bah Hukum 8. Mengektifkan penegakan hukum dalam mencegah pencemaran sumber air 12 Percik Desember 2004
  • 14. L APORAN UTAMA Kaleidoskop 2004, Tahun Pelaksanaan Kebijakan Nasional Pembangunan Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Berbasis MasyarakatJ uni 2003. Kebijakan Nasional strategi pelaksanaan kebijakan nasional KEBIJAKAN NASIONAL PEMBANGUNAN Pembangunan Air Minum dan Pe- pembangunan AMPL berbasis ma- AIR MINUM DAN PENYEHATAN nyehatan Lingkungan Berbasis syarakat. Lokakarya ini menghasilkan LINGKUNGAN BERBASIS MASYARAKATMasyarakat lahir. Kebijakan itu disepa- kriteria pemilihan daerah dan piranti 1. Air merupakan benda sosial dankati oleh enam eselon 1 dari lima departe- yang diperlukan. Selain itu peserta sepa- benda ekonomimen. Mereka yang membubuhkan tanda kat untuk membuat rencana detail 2. Pilihan yang diinformasikan sebagaitangan adalah Ir. E. Suyono Dikun, Ph.D, kegiatan tahun 2004. Kegiatan yang di- dasar dalam pendekatan tanggapIPM (Deputi Menteri Negara PPN/- sepakati diarahkan pada pemasaran/pro- kebutuhan 3. Pembangunan berwawasan ling-Kepala Bappenas Bidang Sarana dan mosi, advokasi, fasilitasi, konsultasi, dan kunganPrasarana), Prof. Dr. Umar Fahmi Ach- operasionalisasi kegiatan. 4. Pendidikan perilaku hidup bersihmadi, MPH, Ph.D (Direktur Jenderal Pada awal 2004, Pokja AMPL menye- dan sehatPemberantasan Penyakit Menular dan barkan surat penawaran kepada peme- 5. Keberpihakan pada masyarakatPenyehatan Lingkungan, Departemen rintah kabupaten/kota dan propinsi. Ada miskinKesehatan), Ir. Budiman Arif (Direktur 14 kabupaten dan 13 propinsi yang ter- 6. Peran perempuan dalam peng-Jenderal Tata Perkotaan dan Tata tarik. Pokja AMPL kemudian menyelek- ambilan keputusanPerdesaan, Departemen Permukiman sinya berdasarkan surat minat dan ko- 7. Akuntabilitas proses pembangunandan Prasarana Wilayah), Drs. Seman mitmen daerah. Terpilihlah tujuh propin- 8. Peran pemerintah sebagai fasilitatorWidjojo, Msi (Direktur Jenderal Bina si yakni Propinsi Sumatera Barat, Bangka 9. Peran aktif masyarakatPembangunan Daerah, Departemen Belitung, Banten, Jawa Tengah, Sulawesi 10. Pelayanan optimal dan tepat sasaranDalam Negeri), Dr. Ardi Partadinata, Msi Selatan, Gorontalo, Nusa Tenggara Barat, 11. Penerapan prinsip pemulihan biaya(Direktur Jenderal Pemberdayaan Ma- dan tujuh kabupaten yakni Kabupatensyarakat dan Desa, Departemen Dalam Sijunjung, Bangka Selatan, Lebak, Ke-Negeri), dan Dr. Machfud Siddik, MSc bumen, Pangkajene, Gorontalo, dan kebijakan nasional tersebut mulai ber-(Direktur Jenderal Perimbangan Ke- Lombok Barat. langsung di daerah. Para fasilitator mulaiuangan Pusat dan Daerah). Sebelum kebijakan nasional ini ditempatkan di daerah. Di setiap propin- Sebelum ditandatangani, kebijakan benar-benar diaplikasikan di daerah si terdapat satu fasilitator yang sekaligusyang disusun oleh Kelompok Kerja Air tersebut berbagai persiapan pun diambil. menjadi fasilitator di kabupaten padaMinum dan Penyehatan Lingkungan Salah satunya adalah menggelar loka- propinsi tersebut. Jumlah fasilitator ada(Pokja AMPL) ini telah melalui beberapa karya pemahaman kebijakan nasional tujuh orang. Mereka didukung dan diko-langkah pengujian di lapangan. Daerah dan proses fasilitasi pelaksanaan kebi- ordinasikan oleh sekretariat WASPOLAyang dipilih untuk uji coba antara lain jakan di daerah pada akhir Mei 2004. dan Kelompok Kerja AMPL di Jakarta.Kabupaten Solok (Sumatera Barat), Lokakarya ini dimaksudkan untuk mem- Sampai dengan Juli 2004, kegiatanKabupaten Musi Banyuasin (Sumatera berikan pemahaman kepada para fasilita- yang dilaksanakan di daerah antara lain:Selatan), Kabupaten Subang (Jawa tor yang akan diterjunkan ke daerah ten- koordinasi persiapan pelaksanaan kebi-Barat), dan Kabupaten Sumba Timur tang kebijakan tersebut sekaligus menyu- jakan di daerah, dan presentasi umum(Nusa Tenggara Timur). Uji coba ini sun rencana kerja rinci kegiatan fasilitasi pemaparan program setiap propinsi danmembuktikan bahwa daerah bisa meneri- penerapan kebijakan nasional tersebut di kabupaten. Kegiatan tersebut difasilitasima dan mengadopsi kebijakan tersebut. daerah. Sebelumnya para fasilitator oleh tujuh fasilitator yang ditempatkan di Saatnya tahun 2004 sebagai tahun tersebut telah pula mengikuti orientasi daerah.operasionalisasi kebijakan tersebut. Methodology of Participatory Assess- Persiapan pelaksanaan kebijakan diNamun dengan keterbatasan pemerintah ment (MPA), sebuah metode pendekatan daerah didahului koordinasi denganpusat, kebijakan itu tak bisa langsung masyarakat berdasarkan prinsip tanggap pimpinan dan instansi terkait di daerah-dilaksanakan di seluruh wilayah Indo- kebutuhan. Metode ini pula yang diadop- Bappeda, Dinas Kesehatan, Dinas Kim-nesia sekaligus. Perlu ada proses dan si dalam kebijakan nasional pembangu- praswil/Kimtaru, Dinas/Badan Pember-tahapan-tahapan. Maka pada Januari nan AMPL berbasis masyarakat. dayaan Masyarakat-- guna memperke-2004 diadakan lokakarya pengembangan Pertengahan Juni 2004, fasilitasi nalkan dan memperjelas rencana pro- Percik 13 Desember 2004
  • 15. L APORAN UTAMA Kaleidoskopgram. Secara umum semua daerah mem- kesulitan transportasi. Pberikan dukungan positif terhadap pro- royek Penyusunan Kebijakan Secara umum, seluruh peserta antu-gram dan menyiapkan prasarana kerja dan Rencana Kegiatan Air sias mengikuti pelatihan. Mereka jugafasilitator. Seluruh fasilitator berkantor di Minum dan Penyehatan Lingkungan telah membuat rencana kerja pelak-Bappeda kabupaten kecuali di Kabupaten (WASPOLA) dilaksanakan di bawah sanaan kebijakan yang akan dibicarakanLombak Barat-berkantor di Dinas Kim- koordinasi Pemerintah Indonesia, lebih lanjut di daerah masing-masing.taru (PU). melalui Kelompok Kerja lintas Selain dukungan di atas, pemerintah departemen (Bappenas, Depdagri, Lokakarya di daerahdaerah juga mengalokasikan dana untuk Depkimpraswil, Depkes, dan Depkeu) Lokakarya demi lokakarya terusmendukung pelaksanaan kegiatan. Hanya yang diketuai oleh Bappenas, berlangsung di tujuh propinsi dan tujuhsaja, bagi sebagian besar daerah, dana dengan mayoritas dana hibah dari kabupaten tersebut. Tujuannya untuktersebut belum tersedia sehingga harus Pemerintah Australia melalui AusAID, membantu daerah dalam pengembangandialokasikan dalam Anggaran Belanja dan dukungan langsung Water and kerangka kebijakan daerah dan rencanaTahunan (ABT). Daerah yang telah meng- Sanitation Program for East Asia and kerja sektor AMPL. Kegiatan yang telahalokasikan dana sejak awal yakni Kabupa- the Pacific (WSP-EAP) atas nama dilaksanakan mencakup:ten Kebumen, Kabupaten Sijunjung, Ka- AusAID dan Bank Dunia. Kaji ulang (review) kebijakan nasionalbupaten Gorontalo, Kabupaten Bangka AMPL berbasis masyarakat di daerahSelatan, dan Kabupaten Lombok Barat. Identifikasi isu dan permasalahan Bersamaan dengan itu fasilitator kegiatan dan memahami keberlanjutan AMPL daerahmengidentifikasi dinas terkait dan pihak AMPL sebagai isu penting yang perlu Kajian terhadap faktor keberlanjutanlain yang peduli terhadap AMPL khusus- mendapatkan penanganan. Agenda jang- pembangunan AMPL di daerahnya dari kalangan LSM. Identifikasi itu ka pendek yang disepakati antara lain Dialog-dialog kebijakan dalam rangkamenghasilkan nama-nama yang diikut- penyiapan kelompok kerja, penetapan menumbuhkan kepedulian berbagaisertakan dalam TOT MPA dan Pelak- calon peserta yang dikirim ke TOT MPA pihak terhadap upaya mengatasi per-sanaan Kebijakan yang diselenggarakan dan Pelaksanaan Kebijakan. masalahan AMPL.oleh Kelompok Kerja AMPL di Cisarua, Hal lain yang perlu ditindaklanjuti Penyusunan rencana daerah sektorBogor, 13-16 Juli 2004. oleh fasilitator antara lain: AMPL Fasilitator dan pemangku kepenting- Adanya kesalahpahaman bahwa pro- Diseminasi kebijakan oleh propinsian (stakeholder) di daerah juga mengum- gram ini dilengkapi dengan proyek kepada semua kabupaten/kotapulkan data sarana air minum dan penye- fisik. Pemahaman ini berdasarkan Sampai saat ini, seluruh propinsihatan lingkungan. Data tersebut menjadi kebiasaan bahwa setiap program yang dan kabupaten, lokasi fasilitasi, telahbahan pembahasan pada lokakarya dae- berasal dari pusat selalu identik de- melakukan kaji ulang pokok-pokok ke-rah dalam pengembangan rencana kerja ngan proyek fisik. bijakan dengan melibatkan stakeholderpembangunan AMPL. Semua daerah Ketidakhadiran unsur DPRD. Padahal luas, melalui forum lokakarya daerah,menyadari permasalahan mengenai ke- mereka memegang peranan penting dan merumuskan kesamaan persepsi,lengkapan data. Oleh karena itu, penyia- dalam mendukung dan menindaklan- tantangan serta upaya yang perlu dilak-pan data memerlukan waktu yang cukup. juti pelaksanaan kegiatan AMPL. sanakan daerah. Alokasi dana yang belum jelas dari Dilakukan juga kunjungan lapanganPaparan Program di daerah beberapa daerah seperti Jawa Tengah, ke lokasi proyek yang dianggap berhasil Agenda pemaparan program meliputi: Sumatera Barat, NTB, Gorontalo, dan maupun gagal, untuk mempelajari fak-(i) gambaran umum program penyu- Sulawesi Selatan. tor penyebabnya dan mengambil pe-sunan kebijakan; (ii) pokok-pokok kebi- lajaran (lesson learned) atasnya sebagaijakan nasional AMPL berbasis masya- Orientasi TOT MPA dan suatu kajian faktor keberlanjutan. Danrakat; (iii) proses fasilitasi pelaksanaan Pelaksanaan Kebijakan yang lebih penting, beberapa daerahkebijakan di daerah; (iv) diskusi dan kla- Semua daerah mengirimkan peserta, sudah mulai memikirkan untuk me-rifikasi; dan (v) kesepakatan rencana bahkan Banten menambah satu orang nyusun program AMPL tahun 2005.kegiatan jangka pendek. dan Gorontalo menambah dua orang. Akankah kebijakan ini benar-benar Secara umum semua daerah mem- Sebanyak dua orang dari Babel dan teraplikasikan? Kita tunggu tahunberikan respon positif terhadap rencana Bangka Selatan tidak hadir karena alasan depan. (MJ) 14 Percik Desember 2004
  • 16. L APORAN UTAMA Kaleidoskop Sekilas Kegiatan WASPOLA 2004 MARET JUNIP ada tahun 2004, WASPOLA mela- kukan berbagai kegiatan sebagai Lokakarya nasional pelaksanaan Kebi- Mobilisasi tim fasilitator ke daerah. penjabaran rencana kerja yang jakan AMPL Berbasis Masyarakat (Pe- Mobilisasi dilakukan secara bertahaptelah disepakati oleh tiga pihak yaitu: Pe- milihan Daerah). Dilaksanakan di Hotel sesuai dengan kesiapan masing-masingmerintah Indonesia, AusAID, dan WSP- Hyatt Yogyakarta tanggal 10-12 Maret daerah. Tujuh orang fasilitator ditempat-World Bank. Kegiatan tersebut dikelom- 2004. Dihadiri oleh 55 peserta daerah (14 kan di Kabupaten Sawahlunto Sijunjung-pokkan ke dalam empat kategori, yaitu kabupaten dan 13 propinsi), 15 peserta dari Sumatera Barat, Bangka Selatan-Bangkaoperasionalisasi kebijakan, perubahan pusat, 8 orang calon fasilitator daerah, serta Belitung, Lebak-Banten, Kebumen-Jawakebijakan, knowledge management, dan sekretariat WASPOLA dan WSP-EAP. Pada Tengah, Lombok Barat-NTB, Pangkep-manajemen proyek. Berikut ini ringkasan lokakarya tersebut dapat disepakati kriteria Sulawesi Selatan, dan Gorontalo-kegiatan WASPOLA selama tahun 2004. pemilihan daerah, serta syarat-syarat yang Gorontalo. Pada bulan ini juga beberapa wajib dipenuhi oleh daerah yang berminat. daerah langsung menyelenggarakan loka- JANUARI karya/pertemuan untuk mensosialisasi- Lokakarya pengembangan strategi APRIL kan kegiatan, yang dihadiri oleh Ke-pelaksanaan kebijakan di daerah. Ber- Konfirmasi minat daerah dalam lompok Kerja WASPOLA.langsung tanggal 14 di Hotel Mariot Ja- pelaksanaan kebijakan. Dilakukan mela-karta. Dihadiri oleh 27 peserta dari Ke- lui komunikasi telepon dan kunjungan ke JULIlompok Kerja (Pokja) WASPOLA, WSP- daerah. Lokakarya review rencana kerjaEAP, AusAID. Lokakarya menyepakati WASPOLA. Diselenggarakan di Hotelstrategi pelaksanaan dan rencana kerja, MEI Novus Puncak tanggal 6-8. Dihadiri olehyang akan memberi peran kepada pro- Orientasi Methodology for Participa- 25 peserta dari Kelompok Kerja danpinsi dalam fasilitasi di kabupaten. tory Assessment (MPA) untuk pemba- Sekretariat WASPOLA. Lokakarya ini ngunan air minum dan penyehatan ling- mengidentifikasi kegiatan yang perlu FEBRUARI kungan. Dilakukan tanggal 10-13 di Lido mendapat prioritas, yang dapat ditunda, Training of trainer untuk lokakarya Resort Sukabumi. Diikuti oleh 32 peser- atau kemungkinan tidak dilakukan, bah-pencapaian Millennium Development ta terdiri atas Kelompok Kerja WASPO- kan adanya usulan kegiatan baru. Ke-Goals. Berlangsung tanggal 10-11 di Hotel LA, Pemerintah Kab. Sukabumi, fasilita- giatan prioritas adalah penyelesaian Ke-Sheraton Bandara Jakarta. Dihadiri oleh tor daerah, dan WSP-EAP. Acara ini me- bijakan Nasional AMPL Berbasis Lem-22 peserta dari Pokja WASPOLA, WSP- rupakan acara rutin yang dilakukan tiap baga, sedangkan yang ditunda adalahEAP, dan Sekretariat WASPOLA. Loka- tahun, yang bertujuan untuk memberi- studi kasus dan ujicoba.karya ini melatih calon fasilitator untuk kan pemahaman tentang MPA bagi Lokakarya sosialisasi Kebijakanpenyelenggaraan lokakarya MDGs. Fasi- anggota Kelompok Kerja WASPOLA yang Nasional AMPL Berbasis Masyarakat dilitator acara ini adalah anggota Pokja ser- baru, dan penyegaran bagi anggota lama. Propinsi dan Kabupaten. Dilakukan dita WSP-EAP yang telah mengikuti Di samping itu juga untuk membekali seluruh propinsi dan kabupaten terpilih.pelatihan serupa di Laos. fasilitator yang akan bertugas di daerah Lokakarya nasional pencapaian tentang metodologi partisipatif yang AGUSTUSMillennium Development Goals melalui menjadi alat dalam fasilitasi kebijakan. Ikut serta dalam pameran Nusan-rencana tindak air minum dan penye- Lokakarya pengembangan ren- tara Water Expo yang diselenggarakanhatan lingkungan. Berlangsung di Hotel cana kerja fasilitasi pelaksanaan tanggal 19-20 di Jakarta Hall Conven-Sheraton Bandara tanggal 17-19. Dihadiri Kebijakan AMPL Berbasis Masyarakat tion Center. Dalam kesempatan inioleh 62 peserta dari pemerintah pusat, di daerah. Diselenggarakan pada tang- Kelompok Kerja WASPOLA didukungpemerintah daerah, asosiasi profesi, per- gal 24-27 di Hotel Plaza Purwakarta. oleh Sekretariat melakukan display se-guruan tinggi, LSM, donor, dan war- Diikuti oleh 25 peserta terdiri atas mua produk baik cetak maupun elektro-tawan. Lokakarya ini menghasilkan ke- fasilitator daerah, sekretariat, serta nik. Dalam pameran tersebut standsamaan pandang para stakeholders ten- Kelompok Kerja WASPOLA. Lokakarya WASPOLA mendapat kunjungan sekitartang perlunya peningkatan pemahaman ini menghasilkan rencana kerja rinci 200 pengunjung.terhadap target MDG, serta upaya sinergi kegiatan pelaksanaan kebijakan di Lokakarya pemahaman Kebijakandari semua stakeholder dalam mencapai daerah, termasuk indikator kinerja Nasional AMPL Berbasis Masyarakat diMDG. bagi fasilitator. Propinsi dan Kabupaten. Merupakan Percik 15 Desember 2004
  • 17. L APORAN UTAMA Kaleidoskopwahana peningkatan kepedulian stake- pemerintah daerah, Perpamsi, asosiasi yah, sedangkan Propinsi Sumatera Barat,holders terhadap permasalahan pemba- DPRD, proyek terkait, media massa, dan Jawa Tengah, Bangka Belitung, dan NTBngunan AMPL yang dihadapi. WSP-EAP. Dalam kesempatan tersebut melakukannya sekaligus di propinsi. Kelompok Kerja WASPOLA mempresen- SEPTEMBER tasikan Kebijakan Nasional AMPL Ber- DESEMBER Lokakarya pengembangan draft 2 basis Masyarakat, serta mendorong untuk Lokakarya pengembangan draft 3 Ke-Kebijakan AMPL Berbasis Lembaga. melakukan kegiatan lanjutan untuk me- bijakan Nasional AMPL Berbasis Lem-Diselenggarakan di Hotel Salak Bogor ningkatkan koordinasi guna efisiensi pem- baga. Diselenggarakan di Hotel Sheratontanggal 1-2. Dihadiri oleh 65 peserta dari bangunan prasarana dan sarana AMPL. Bandara Jakarta tanggal 1-3. dihadiri olehKelompok Kerja, pemerintah daerah, Kegiatan pendalaman kebijakan 35 orang peserta yang terdiri dari pemerin-penyedia jasa (PDAM, PDAL, PD/Dinas AMPL di Daerah melalui serangkaian tah daerah, penyedia jasa (PDAM, PDAL,Kebersihan), swasta, LSM, perguruan kegiatan seperti studi kasus, diskusi best PD/Dinas Kebersihan), swasta, LSM, dantinggi, dan donor. Pertemuan tersebut practices, dan dialog. Kegiatan ini dila- WSP-EAP. Pada lokakarya ini pesertamenyepakati beberapa konsensus dalam kukan di beberapa daerah kabupaten dan diberi pemahaman terhadap tujuan kebi-merestrukturisasi draft yang sudah ada. propinsi yang diselenggarakan sendiri jakan, dan beberapa terminologi yang pen-Di samping itu juga dapat teridentifikasi oleh kelompok kerjanya masing-masing. ting serta pengayaan strategi masing-ma-kebijakan umum dan subsektor, serta sing sub sektorstrategi indikatif. NOVEMBER Lokakarya akhir di kabupaten dan Kegiatan pendalaman kebijakan Kajian pelaksanaan diseminasi kebi- propinsi dalam pelaksanaan KebijakanAMPL di Daerah melalui serangkaian ke- jakan. Selengkapnya lihat Seputar Was- Nasional AMPL Berbasis Masyarakat.giatan seperti studi kasus, diskusi best pola Lokakarya ini mengkaji kegiatan selamapractices, dan dialog. Kegiatan ini di- Diseminasi Kebijakan Nasional AMPL kurun waktu dampingan dari Sekretariatselenggarakan oleh kelompok kerja oleh Propinsi. Propinsi Sulawesi Selatan WASPOLA, dan rencana tindak setelahAMPL daerah di masing-masing kabupa- menyelenggarakan diseminasi di tiga wila- periode dampingan.ten dan propinsi. OKTOBER Kegiatan yang Tertunda Rencana Kegiatan Tahun 2005 Penyusunan rencana kerja WASPOLA Tahun 2004 Kegiatan WASPOLA difokuskan pa-tahun 2005. Diselenggarakan di Hotel Mempertimbangkan padatnya jad- da diseminasi Kebijakan Nasional AMPLMariott Jakarta tanggal 20-21. Dihadiri wal pekerjaan maka terdapat beberapa baik berbasis masyarakat maupun ber-oleh 25 orang anggota Kelompok Kerja kegiatan yang dialihkan pelaksana- basis lembaga. Penyebarluasan KebijakanWASPOLA. Pertemuan tersebut meng- annya, yaitu: Nasional AMPL mengikuti pola yang ada,hasilkan draft rencana kerja WASPOLA 1. Ujicoba dengan proyek KfW/GTZ. dengan menempatkan propinsi sebagaiyang dirinci ke dalam masing-masing Kegiatan ini ditunda sampai batas fasilitator dalam kegiatan di kabupaten.komponen kegiatan. Pada dasarnya ren- waktu yang tidak ditentukan. Ujicoba WASPOLA akan mengembangkancana kerja tahun 2005 merupakan kelan- dengan UNICEF-Jawa Barat diba- strategi komunikasi yang dapat menja-jutan dari kegiatan tahun 2004, akan talkan karena tidak ada lagi proyek di payung seluruh kegiatan komunikasifokus kepada pelaksanaan Kebijakan Na- yang relevan untuk kerjasama. Uji coba yang diselenggarakan dalam kontekssional AMPL Berbasis Masyarakat di dae- dengan proyek WSLIC2 ditunda ke AMPL, khususnya terkait denganrah, diseminasi, serta penyelesaian draft tahun 2005 dan berubah menjadi studi Kebijakan Nasional AMPL.Kebijakan Nasional AMPL Berbasis pendanaan sanitasi. Untuk meningkatkan percepatanLembaga. 2. Studi verifikasi dan manajemen data adopsi kebijakan, kegiatan ujicoba Koordinasi pelaku pembangunan ditunda pelaksanaannya ke tahun akan dilaksanakan dengan melibatkanAMPL di Indonesia. Diselenggarakan di 2005. pihak yang relevan. Sedangkan ke-Hotel Borobudur Jakarta tanggal 21 Ok- 3. Pertemuan tim pengarah atau giatan studi dilaksanakan guna men-tober dilanjutkan dengan buka bersama. Central Project Committee yang dijad- dapatkan pembelajaran dan input bagiDiikuti oleh 62 peserta terdiri dari walkan Desember 2004, ditunda ke perbaikan pembangunan AMPL diBappenas, Departemen PU, Departemen awal tahun 2005 . Indonesia.Kesehatan, LSM International, asosiasi 16 Percik Desember 2004
  • 18. L APORAN UTAMA Kaleidoskop Program Penyediaan Air dan Sanitasi Perdesaan [ProAir] di Nusa Tenggara TimurT ujuan dari program ini adalah an saling percaya diantara mereka -- kare- anggotanya sering berganti sehingga agar masyarakat mampu meng- na kadangkala susunan anggota ma- menyulitkan program. operasikan dan memelihara sis- syarakatnya tidak serba-sama. Oleh kare- 3. Demokrasi dan Transparansitem penyediaan air mereka sendiri. na itu, ProAir memperkenalkan zona- Dalam membentuk kelompok-kelom-ProAir-proyek kerjasama pemerintah zona dalam pra-desain sistem penyedi- pok induk, ProAir menerapkan prinsip-Indonesia dan Jerman--menggunakan aan air. Daerah-daerah yang berukuran prinsip demokrasi dan transparansi. Parapendekatan yang bersifat tanggap ter- lebih kecil ini biasanya terdiri dari satu wakil kelompok induk, termasuk perwa-hadap kebutuhan: kelompok-kelom- FOTO:DOK.PROAIR kilan dari zona-zona, telah dipilihpok masyarakat dapat meminta melalui suatu proses yang demo-dukungan dari program untuk meng- kratis. Selama berlangsungnya pe-atasi masalah-masalah yang ber- milihan, tingkat keikutsertaan tinggihubungan dengan air. Tugas masya- [sering melebihi 75% dari jumlahrakat dan tim ProAir adalah bersama- penduduk]. Sekarang, kelompok-sama menciptakan struktur pengelo- kelompok induk juga sedang mem-laan yang tepat, dan menjamin persiapkan anggaran rumah tangga,pengelolaan yang berkelanjutan dari anggaran dasar, dan peraturan, agarsistem penyediaan air yang mereka kelompok-kelompok tersebut dapatimpikan. Setelah melaksanakan ana- berubah secara hukum menjadilisa bersama terhadap keadaan ma- perkumpulan pemakai air dan men-syarakat, baik secara teknis [sumber dapat kepemilikan serta tanggung-air, daerah pelayanan, dll.] maupun jawab atas sistem jaringan penyedi-sosial-ekonomi, kemudian masyara- aan air mereka.kat dibantu untuk merencanakan dan Salah satu dari tantangan terbe-menjalankan sebuah sistem penyedia- rat dalam pendekatan yang dilaku-an air yang tepat. kan oleh ProAir adalah pengumpul- Masyarakat mendapat penjelasan an kontribusi dana dimuka dari ma-mengenai beberapa pilihan untuk syarakat, sebagai dana untuk opera-tingkat pelayanan sarana air bersih sional dan pemeliharaan mereka.[seperti kran-kran umum, sambung- Selain itu, ProAir telah menyediakanan ke rumah] dan pengaruh dari pilih- sistem pembukuan dan dokumentasian yang mereka ambil, khususnya yang transparan untuk mengumpul-yang berkaitan dengan persyaratan kan dana, serta melatih pemegangdan biaya operasional dari beberapa jabatan dalam tugas khusus ini.tingkat pelayanan yang berbeda.Proyek ini melibatkan masyarakat Tantangan Di Masa Depansecara luas mulai dari persiapan, suatu sampai dua RT yang terletak berdekatan. Diakhir tahun 2004, beberapa kelom-hal yang tidak biasa bagi mereka. Tak Biasanya, setiap zona sudah memiliki pok telah secara nyata mencapai tahap-heran masyarakat merasa tak siap dan tokoh-tokoh masyarakat tersendiri, yang tahap keikutsertaan masyarakat yangakhirnya pelaksanaan pada tahun 2004 telah menciptakan saluran komunikasi tersebut di atas, dan sebentar lagi tahaptertunda. dan akses terhadap para anggota didalam pembangunan/konstruksi akan dimulai. masyarakatnya. Rancangan-rancangan teknis terperinciStrategi yang diterapkan ProAir: telah dibuat dan, sekarang, para kontrak-1. Penetapan unit-unit daerah [zoning] 2. Pendirian Kelompok-kelompok Induk tor sedang mengikuti tender pembangun-pelayanan dan pengelolaan. Setelah masyarakat mengajukan per- an di beberapa desa awal. Meskipun ukuran kebanyakan ma- mohonan kepada ProAir, mereka memilikisyarakat pemohon cukup kecil [500 sam- status sebagai kelompok yang berkepen- Joerg Lieberei, Advisor ProAirpai 1000 orang], jumlah ini masih terlalu tingan. Sayangnya kelompok ini tidak GTZ/AHT di dalam Komponenbesar - dalam kaitannya dengan hubung- memiliki struktur organisasi yang jelas dan Pemberdayaan Masyarakat. Percik 17 Desember 2004
  • 19. L APORAN UTAMA Kaleidoskop Water and Sanitation for Low Income Communities Project (WSLIC) 2P royek ini dilaksanakan di tujuh lain: pada leher angsa dengan tangki septik propinsi yakni Jawa Timur, Nusa 1. Pengumpulan kontribusi tunai ma- yang harganya relatif mahal bagi ma- Tenggara Barat (NTB), Sumatera syarakat (4 persen dari biaya kon- syarakat miskin.Barat, Sumatera Selatan, Bangka-Be- stribusi). 3. Pembuatan informasi pilihan saranalitung, Jawa Barat, dan Sulawesi Selatan. Dana yang harus dikumpulkan rata- AM dan Jaga untuk fasilitator ma-Propinsi ini dipilih berdasarkan kriteria rata mencapai Rp. 8 juta. Pengum- syarakat.tingkat terjangkitnya penyakit diare, pulan ini butuh waktu rata-rata 10 bu- 4. Pelaksanaan PHBS di masyarakattingkat kemiskinan, dan tingkat pela- lan. Malah ada yang sudah dua tahun dan SD.yanan air bersih dan sanitasi. WSLIC 2 belum terkumpul. Ini disebabkan ma- Kegiatan ini sudah terlaksana tapimemiliki empat komponen utama yakni syarakat tidak memahami kewajiban belum optimal. Ini disebabkan peri-peningkatan kapasitas kelembagaan untuk kontribusi, keyakinan masya- laku yang diubah kurang terfokusmasyarakat, peningkatan kesehatan dan rakat pada masa lalu bahwa proyek pada perilaku yang mudah dilak-sanitasi melalui pelayanan kesehatan dan pemerintah selalu gratis, masyarakat sanakan dan mempunyai daya ung-perubahan perilaku, penyediaan sarana merasa terlalu miskin dan tidak layak kit besar pada pencegahan penyakitair minum dan sanitasi, serta pengelola- untuk dibebani kontribusi tunai, dan yang menular melalui air danan/manajemen proyek. Proyek ini mene- ada anggapan air adalah benda publik kurang memanfaatkan anak sekolahrapkan metode pendekatan yang tanggap dan sosial sehingga pemerintahlah sebagai change agent dalam ke-terhadap kebutuhan masyarakat. yang bertanggung jawab memenuhi- luarga. Sampai tahun 2004, 489 desa (21 % nya bagi rakyat miskin. 5. Perbaikan pedoman/manual pelak-dari target) telah menyelesaikan kon- 2. Pembangunan jamban keluarga (Ja- sanaan proyek.struksi (sarana AMPL berfungsi dan telah ga) dengan dana bergulir Pedoman terlalu banyak sehinggadiserahkan kepada masyarakat), dan Kegiatan yang dilaksanakan dengan menjadikan pelaksanaan di lapang-penduduk yang terlayani mencapai model arisan ini sebagian besar macet an kurang luwes/fleksibel. Oleh ka-1.132.089 jiwa (28,3%). (hanya 3-5 putaran dari 10-15 pu- rena itu diharapkan pedoman dari Pada tahun 2005, direncanakan 369 taran). Faktor penyebabnya antara la- pusat hanya memuat hal-hal pokokdesa yang akan menyelesaikan pemba- in masyarakat belum merasa butuh sedangkan pedoman di lapanganngunan, yang berarti terdapat tambahan jamban untuk buang air besar (BAB), bisa dikembangkan sendiri olehsekitar 185.000 jiwa yang akan terlayani. dan pilihan opsi Jaga yang dita- konsultan kabupaten dan fasilitator Kegiatan proyek WSLIC 2 antara warkan kepada masyarakat terbatas masyarakat. Community Water Services and Health Project (CWSH) Memasuki Tahapan Persiapan PelaksanaanP royek ini bertujuan untuk laksanaan kegiatan untuk tahun 2005 perbaiki persiapan pelaksanaan proyek meningkatkan kualitas hidup dan pun telah disusun, termasuk membuat CWSH. Lokakarya ini melibatkan daerah derajat kesehatan masyarakat kesepakatan mengenai komitmen penye- (propinsi:Bappeda, Dinkes; kabupaten:perdesaan dan pinggir perkotaan yang diaan dana pendamping dan kewajiban Bupati, DPRD, Dinkes, dan Bappeda).berpenghasilan rendah melalui per- pemerintah pusat, propinsi, dan daerah CWSH juga telah mengadakan perte-baikan higienitas dan perilaku sehat kelu- dalam pengelolaan dana. muan penyusunan perencanaan proyekarga yang berkaitan dengan air didukung Akhir tahun ini CWSH mengadakan tahun 2005. Pertemuan itu dilangsungkanoleh perbaikan akses terhadap air minum lokakarya. Lokakarya ini untuk menya- untuk memahami pendekatan proyekdan sanitasi. makan pemahaman dan persepsi pihak- CWSH termasuk sistem manajemen, Pada tanggal 15 Desember telah ber- pihak yang terlibat dalam penyusunan organisasi penyaluran keuangan, peng-langsung kegiatan negosiasi antara pe- proposal proyek, menyusun kegiatan adaan dan pelaporan serta menyepakatimerintah Republik Indonesia dengan yang perlu dilakukan dalam proyek, dan sumber dana yang dapat digunakan untukADB. Bersamaan dengan itu jadwal pe- mencari masukan dan saran guna mem- menunjang kegiatan 2005. (MJ) 18 Percik Desember 2004
  • 20. S EPUTAR WASPOLA Pelaksanaan Kebijakan Nasional Pembangunan AMPL Nopember 2004F asilitasi operasionalisasi Kebi- Dialog Kebijakan yang lebih luas, dan akan difasilitasi oleh jakan Nasional Pembangunan Air Dialog kebijakan dimaksudkan untuk Forum NTB bekerjasama dengan sekre- Minum dan Penyehatan Ling- mengembangkan wawasan dan mening- tariat propinsi. Gambaran penyeleng-kungan Berbasis Masyarakat (selanjut- katkan kepedulian stakeholder daerah garaan dialog Kebijakan ditampilkannya disebut KEBIJAKAN), secara umum mengenai masalah pembangunan AMPL pada tabel 1.dimaksudkan untuk membantu daerah dan upaya tindak lanjutnya. Dialog kebi-dalam pengembangan kerangka kebi- jakan telah diselenggarakan di Ka- Diseminasi Kebijakan oleh Propinsijakan daerah dan rencana kerja sektor bupaten Lombok Barat, Kebumen dan Diseminasi KEBIJAKAN dilak-AMPL. Pelaksanaan kegiatan selama Propinsi Jawa Tengah serta Bangka Beli- sanakan di Propinsi Sulawesi SelatanNopember 2004 dipengaruhi oleh kesi- tung. Kegiatan ini dihadiri oleh pe- pada tanggal 23-25 Nopember dan Pro-bukan daerah dalam rangka penyusunan mangku kepentingan di daerah, tokoh pinsi Sumatera Barat tanggal 27 No-rencana pembangunan 2005 dan penye- masyarakat, dan pihak yang berkepen- pember. Tujuannya adalah memperke-suaian waktu bulan puasa menjelang dan tingan dengan AMPL. Pada dialog terse- nalkan KEBIJAKAN kepada seluruhpasca lebaran. but beberapa pelaku proyek AMPL berke- kabupaten dan menggali isu dan per- Kegiatan-kegiatan yang berhasil sempatan untuk menyampaikan dan masalahan AMPL tingkat propinsidilaksanakan di daerah dan propinsi berbagi pengalamannya dan dilanjutkan berdasarkan masukan dari peserta kabu-antara lain; dengan diskusi mengenai permasalahan paten. Masukan ini sebagai tambahan isu Pelaksanaan lokakarya II di Kabu- dan kunci keberhasilan. Hasilnya berupa AMPL di tingkat propinsi yang telah paten Sawalunto Sijunjung, Goronta- rekomendasi dan kesepakatan-kesepa- diperoleh dari "hasil identifikasi" pada lo dan Lombok Barat. katan yang perlu ditindaklanjuti. lokakarya di tingkat propinsi. Penyelenggaraan dialog kebijakan Hasil dialog di Propinsi NTB dan Diseminasi di Propinsi Sulawesi bersama pemegang andil (stake- Kabupaten Lombok Barat, berupa kese- Selatan dihadiri oleh 28 kabupaten yang holder) kunci dan masyarakat. Kegi- pakatan penyelenggaraan dialog secara pelaksanaannya dilakukan di tiga wilayah atan dilaksanakan di Propinsi Nusa periodik dan melibatkan stakeholder (region). Region 1 dilaksanakan di Ka- Tenggara Barat (NTB), Bangka Be- yang lebih luas. Selain itu disepakati bupaten Bulukumba, region 2 di litung dan Jawa Tengah, serta Kabu- bahwa isu AMPL akan diangkat ke level Kabupaten Bone dan region 3 di Kota paten Lombok Barat. Bentuk kegiat- Tabel 1. Pelaksanaan Dialog Kebijakan di Daerah an antara lain: pertemuan koordi- nasi tim kerja Air Minum dan Pe- LOKASI TANGGAL PESERTA HADIR AGENDA DISKUSI NARA SUMBER nyehatan Lingkungan (AMPL) dae- rah untuk mempersiapkan program Propinsi Jawa Tengah 4 Nov 50 orang Realisasi cakupan pelayanan Dinas Kesehatan kerja tahun 2005, dan rencana AMPL Bapermas kegiatan penyusunan hasil/ rencana Pemberdayaan masyarakat Dinas Kimtaru kerja pembangunan AMPL daerah. Diseminasi KEBIJAKAN oleh pro- Kab. Lombok Barat 5 Nov 40 orang Pengalaman WSLIC DPMU WSLIC2 pinsi ke kabupaten, dilakukan di Konservasi Sumber Air Baku Konsepsi Propinsi Sumatera Barat dan Su- lawesi Selatan. Propinsi Nusa 6 Nov 30 orang Pengalaman WSLIC PPMU WSLIC-2 Fasilitasi pertemuan koordinasi tim Tenggara Barat Pengalaman pembangunan PSPSDM kerja AMPL di propinsi dan kabu- paten AMPL berbasis masyarakat YSLPP Kajian faktor keberlanjutan pemba- oleh LSM ngunan AMPL di Kabupaten Sawa- lunto Sijunjung. Propinsi Bangka 6 Nov 32 orang Sosialisasi AMPL Kadis Kimpraswil Penyiapan best practice pelaksanaan- Belitung Koordinasi antar proyek Kabid Fisra pembangunan AMPL di daerah. Pembangunan AMPL Percik 19 Desember 2004
  • 21. S EPUTAR WASPOLAMakasar, yang masing-masing region itu, propinsi berharap agar dapat dili- Pencapaian Kegiatan Bulan No-dihadiri oleh kabupaten sekitarnya. batkan dalam proses seleksi daerah, vember 2004Sedangkan di Propinsi Sumatera Barat khususnya untuk Propinsi Sumatera Kegiatan bulan Nopember 2004 men-diseminasi dilaksanakan di Padang, Barat. cakup:dihadiri oleh perwakilan masing-masing Diseminasi KEBIJAKAN tingkat pro-kabupaten. Pada diseminasi di masing- Pertemuan Koordinasi Kelompok pinsi ke kabupaten telah dilaksanakanmasing propinsi tersebut, disampaikan Kerja AMPL Daerah oleh Propinsi Sulawesi Selatan danjuga proses pelaksanaan fasilitasi KEBI- Seluruh daerah (propinsi dan kabu- Sumatera Barat.JAKAN yang sedang dilaksanakan di paten) telah menyelenggarakan perte- Adanya minat yang tinggi dari stake-Kabupaten Pangkep (Sulawesi Selatan) muan koordinasi khususnya untuk mem- holder untuk pelaksanaan dialog ke-dan Kab. Sijunjung (Sumatera Barat). bahas rencana kegiatan tahun 2005 dan berlanjutan AMPL daerah, dan diha- Beberapa catatan penting dari hasil persiapan keikutsertaan daerah dalam rapkan agar dialog dilaksanakan seca-pelaksanaan diseminasi di propinsi terse- pelatihan penyusunan program AMPL ra berkelanjutan.but adalah sebagai berikut: daerah. Kesediaan beberapa daerah untukSulawesi Selatan: Catatan dari pertemuan koordinasi mengikuti pelatihan penyusunan ren- Peserta mendiskusikan dan mema- tim propinsi adalah adanya keinginan cana strategis AMPL. hami bahwa kegagalan pembangunan untuk menindaklanjuti program pelak- Lokakarya II di beberapa kabupaten prasarana disebabkan oleh pende- sanaan kebijakan pada tahun 2005, belum dapat dilaksanakan sesuai jad- katan yang tidak komprehensif, yang sedangkan di tingkat kabupaten perlu wal disebabkan padatnya agenda ke- hanya mengutamakan output/aspek dirumuskan lebih jelas serta diberi do- lompok kerja daerah dalam proses fisik semata. rongan untuk menindaklanjuti rencana penyusuan rencana kerja di masing- Umumnya peserta sudah menyadari kerja yang telah disusun, baik untuk masing dinas/sektor. dan mengemukakan bahwa seharus- kegiatan fasilitasi maupun kegiatan fisik, nya orientasi pembangunan lebih dengan mengacu pada prinsip-prinsip Beberapa Isu Penting kepada outcome (dampak) kegiatan kebijakan. Pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan dalam jangka waktu tertentu. Pertemuan di Propinsi Gorontalo, KEBIJAKAN tahun 2004, direncanakan Pendekatan partisipasi masyarakat tanggal 24 Nopember 2004, meng- akan berakhir pada tanggal 20 Desember merupakan kebutuhan yang penting hasilkan kesepakatan: 2004. Beberapa hal penting yang perlu dilakukan saat ini. Pentingnya penguatan kapasitas tim ditindak lanjuti adalah: Adanya minat yang tinggi dari daerah propinsi dalam rangka fasilitasi kebi- Formulasi hasil kegiatan tingkat untuk mengembangkan kebijakan di jakan untuk kabupaten lain. kabupaten dan propinsi ke dalam daerahnya. Kerjasama sinergis antara Pokja rencana kerja. Sekretariat WASPOLASumatera Barat: AMPL propinsi dan lembaga CARE telah menyiapkan arahan formulasi Pengalaman dan informasi tindak lan- Internasional dalam pelaksanaan hasil kegiatan dirangkai dengan jut fasilitasi AMPL di Kabupaten proyek AMPL, sekaligus dalam ke- pelatihan penyusunan rencana stra- Solok, pemda setempat akan mela- rangka implementasi kebijakan. tegis AMPL daerah pada tanggal 30 kukan updating data sarana dan pe- Dalam pelaksanaan programnya tim Nopember s/d 3 Desember 2004 di ngelolaan AMPL daerah. Pemda me- kerja proyek CARE adalah tim pokja Jakarta. minta dukungan peningkatan kemam- AMPL sekarang. Formulasi laporan pendampingan puan tim (capacity building) dari Pertemuan Kelompok Kerja Kabupa- fasilitator yang menggambarkan selu- WASPOLA. ten Gorontalo, di Limboto tanggal 24 No- ruh proses, hasil, pembelajaran dan Propinsi akan mengalokasikan dana pember 2004, menghasilkan kesepakatan rekomendasi tindak lanjut. Sekre- untuk penguatan sumber daya manu- sebagai berikut: tariat WASPOLA telah menyiapkan sia sebagai fasilitatior di tingkat Pengelolaan basis data AMPL perlu arahan penyiapan laporan bagi fasili- propinsi dan kabupaten, tetapi masih ditingkatkan dan setiap stakeholders tator. terbatas. perlu melengkapi datanya. Menyepakati strategi pelaksanaan Propinsi akan melakukan fasilitasi Menindaklanjuti hasil fasilitasi ke dalam kebijakan tahun 2005 mencakup lo- pelaksanaan KEBIJAKAN di 2 kabu- rencana kerja sebagai acuan semua dinas kasi, sasaran, target hasil dan kriteria paten/kota pada tahun 2005. Untuk dalam pembangunan AMPL. pemilihannya. 20 Percik Desember 2004
  • 22. S EPUTAR WASPOLA Peningkatan Kapasitas Kelompok Kerja AMPL Daerah dan Lokakarya Penyusunan Renstra AMPLS ekretariat WASPOLA bekerja sa- bantu kelompok kerja AMPL daerah adalah renstra AMPL. Selain itu peserta ma dengan pemerintah daerah dalam meningkatkan kemampuannya diharapkan bisa memahami pentingnya yang menjadi lokasi implementasi dalam Penyusunan Rencana Strategis keberlanjutan program AMPL.kebijakan nasional pembangunan AMPL AMPL. Dari lokakarya ini diketahui bahwaberbasis masyarakat menggelar lokakar- Dengan lokakarya ini diharapkan semua peserta menyatakan komitmennyaya penyusunan rencana strategi AMPL 30 peserta mendapatkan pemahaman bah- untuk finalisasi draft Renstra AMPLNopember-3 Desember lalu di Jakarta. wa salah satu bentuk kongkrit penyelesa- dalam lokakarya akhir mereka di masing- Lokakarya ini bertujuan untuk mem- ian hasil akhir operasionalisasi kebijakan masing daerah asalnya (FW) Lokakarya Penyedia Konsinyasi Penyusunan Kebijakan Nasional Air Skala Kecil Pembangunan AMPL G S una menjelaskan hal-hal me- etelah melalui rangkaian kegi- kebijakan nasional pembangunan ngenai penyediaan air skala ke- atan lokakarya dan rapat pem- AMPL berbasis lembaga di Jakarta. Ke- cil (Small Scale Water Pro- bahasan penyusunan kebijakan giatan ini merupakan pembahasan ter- vider) dan menyerap berbagai pendapat nasional AMPL berbasis lembaga yang akhir draft yang ada sebelum diajukan dan pemikiran pihak-pihak yang terlibat telah berlangsung dalam kurun waktu pada eselon I instansi terkait untuk dan peduli pada masalah AMPL, sekre- sekitar 2 tahun, maka pada tanggal 21- mendapat persetujuan. Ditargetkan pa- tariat WASPOLA menyelenggarakan 22 Desember 2004 dilaksanakan kegi- da akhir tahun 2004, kebijakan nasio- lokakarya di Jakarta, 7 Desember lalu. atan konsinyasi penyelesaian dokumen nal ini telah dapat disepakati. (OM) Lokakarya itu dihadiri 15 peserta berasal dari Pokja AMPL, PDAM, dan LSM. Acara dibuka oleh Nugroho Utomo Lokakarya Kajian Pelaksanaan Diseminasi dari Bappenas. Ia menyatakan saat ini Kebijakan Nasional Pembangunan AMPL cakupan pelayanan AMPL masih sangat G terbatas. Lembaga-lembaga yang ada una mengkaji strategi komu- di daerah. Strategi komunikasi ini, belum mampu memenuhi kebutuhan dan nikasi yang telah dilakukan lanjutnya, membantu kelompok kerja permintaan masyarakat. Oleh karena itu, dan menyusun strategi komu- yang ada untuk menentukan tar- lanjutnya, penyedia air skala kecil bisa nikasi ke depan, sekretariat WASPOLA get/sasaran kebijakan, dan kemudian menjadi alternatif pelayanan mengingat menyelenggarakan Lokakarya Kajian menyampaikan pesan dengan jelas. potensinya cukup besar dan mengun- Pelaksanaan Diseminasi Kebijakan Na- Dari lokakarya ini terungkap, terda- tungkan. Pemahaman yang mendalam sional Pembangunan AMPL di Jakarta, pat beberapa kegiatan di tahun 2004 terhadap hal ini menjadi sangat penting. 30 Nopember lalu. yang belum terlaksanakan dengan Lokakarya diisi pemaparan tentang Lokakarya ini diikuti oleh 20 peser- optimal. Kurang fokusnya strategi penyedia air skala kecil oleh Bernard, ta. Acara dibuka oleh Oswar Mungkasa komunikasi yang diterapkan pada ta- dari Hydrocounseil, sebagai konsultan dari Bappenas. Ia menyampaikan ke- hun 2004 menjadi salah satu penye- pelaksana terpilih untuk penyusunan khawatirannya akan kemungkinan ke- bab kurang optimalnya pelaksanaan studi tersebut. Ia menjelaskan lingkup bijakan nasional pembangunan AMPL kegiatan sosialisasi kebijakan na- studi dan pengalaman di beberapa ne- hanya sekadar menjadi dokumen. Ke- sional pembangunan AMPL berbasis gara mengenai penyedia air skala kecil. bijakan ini, menurutnya, harus dikenal masyarakat. Oleh karena itu pe- Menurutnya, setiap negara memiliki secara luas dan dapat dilaksanakan nyusunan strategi komunikasi ini kekhasan, termasuk di Indonesia. Oleh oleh seluruh pemerintah daerah. perlu dilakukan dengan cermat dan karena itu, dengan studi ini diharapkan Dijelaskannya, selama ini fokus memperhatikan kapasitas kerja yang terbentuk sebuah pemahaman tentang dari WASPOLA dan Pokja AMPL baru dimiliki. penyedia air skala kecil di Indonesia pada proses penyusunan kebijakan. Hasil diskusi ini akan ditindak- serta peluangnya ke depan. Berbagai Oleh karena itu diperlukan suatu lanjuti dalam lokakarya pengem- masukan diberikan oleh para peserta da- strategi komunikasi dalam rangka bangan Strategi Komunikasi pada lam forum diskusi. (FW) mendukung implementasi kebijakan bulan Januari 2005. (FW) Percik 21 Desember 2004
  • 23. S EPUTAR AMPL Lokakarya Proyek PENGUMUMAN Community Water Hasil Lomba Karya Tulis Ilmiah Penyelenggaraan Air Minum dan Supply and Health Penyehatan Lingkungan Berbasis Masyarakat (CWSH) JUARA IP royek CWSH telah me- berasal dari Direktorat Per- lalui proses negosiasi mukiman dan Perumahan Eddy Suntjahjo antara pemerintah dan Bappenas, Direktorat Kese- Institusi RT/RW sebagai koordinatorADB (Asian Development hatan dan Gizi Masyarakat, pengelolaan air minum dan penyehatanBank) pada minggu II De- Bappenas, Direktorat Dana lingkungan berbasis masyarakatsember 2004. Sebagai tindak Luar Negeri, Depkeu, dan Di-lanjutnya maka dilakukan per- rektorat Penyehatan Air dan Sa-temuan yang bertujuan me- nitasi, Depkes. Peserta berasalningkatkan pemahaman ten- dari 20 kabupaten di Propinsi JUARA IItang kebijakan nasional AMPL Jambi, Bengkulu, Kalimantan HarimanBerbasis Masyarakat, dan latar Tengah, dan Kalimantan Barat. Model pemberdayaan masyarakat dalambelakang serta mekanisme pe- Bersamaan dengan acara ini, penyelenggaraan air minum dan penyehatanlaksanaan proyek termasuk me- Pokja AMPL mengumumkan lingkungan permukimankanisme administrasi keuangan pemenang lomba karya tulis ilmi-pinjaman/hibah. ah penyelenggaraan air minum Kegiatan ini diselenggara- dan penyehatan lingkungan se-kan oleh Ditjen Bina Pemba- kaligus menyerahkan hadiah dan JUARA IIIngunan Daerah Depdagri di Be- penghargaan kepada juara I, II, Erick Armunditokasi, Jawa Barat. Nara sumber III, dan juara harapan. (OM) Partisipasi masyarakat dalam mendukung proyek penyediaan sarana air minum dan penyehatan lingkungan permukiman Penyusunan RPP tentang Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum dan Sanitasi JUARA HARAPAN I Gede Arya Sunantara S ebagai kelanjutan dikeluarkannya UU No 7 Tahun 2004 ten- interdep dan konsul- tasi publik, dan diren- canakan paling lambat Air, antara asas kelestarian dan tuntutan masyarakat dan tuntutan kemakmuran tang Pengelolaan Sum- 15 Januari 2005 draft di tengah kelangkaan dan kebutuhan, ber Daya Air maka final telah dapat dise- antara hak monopoli generasi sekarang dan diamanatkan untuk rahkan ke Setneg. Per- warisan untuk generasi mendatang menyusun suatu per- temuan interdep I te- aturan pemerintah lah dilaksanakan pada (PP) tentang Pengem- tanggal 21 Desember bangan Sistem Penye- 2004. Pertemuan inter- diaan Air Minum. dep dihadiri oleh Panitia RPP ini disusun oleh berbagai instansi terka- Lomba Karya Tulis Ilmiah Departemen Pekerjaan it yaitu Bappenas, Dep- Penyelenggaraan Air Minum dan Penyehatan Umum. Langkah selan- dagri, Kantor Meneg Lingkungan jutnya adalah Lingkungan Hidup, Dep- Berbasis Masyarakat melakukan diskusi kes, Depkeu. (OM) 22 Percik Desember 2004
  • 24. S EPUTAR AMPL Diseminasi Kebijakan Nasional Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Berbasis MasyarakatD alam rangka menyebarluaskan tentang kebijakan AMPL dan MDGs oleh laksanaan, pemeliharaan dan pengelola- kebijakan nasional pembangun- Direktur Permukiman dan Perumahan annya. Pemerintah bertindak sebagai fa- an air minum dan penyehatan Bappenas, Basah Hernowo. Menurutnya, silitator. Kebijakan nasional pembangun-lingkungan (AMPL) berbasis masyarakat, berdasarkan data BPS diperkirakan 100 an AMPL berbasis lembaga, jelasnya, saatDirektorat Jenderal Pembangunan Dae- juta lebih penduduk Indonesia belum ini dalam tahap penyusunan dan ren-rah (Bangda) Departemen Dalam Negeri memperoleh akses pelayanan air minum cananya akan selesai pada akhir tahunmenyelenggarakan diseminasi kebijakan dan penyehatan lingkungan yang mema- 2004.nasional pembangunan AMPL berbasis dai, mereka umumnya masyarakat mis- Menyangkut MDGs, Basah mene-masyarakat di Jakarta, 25-26 Nopember kin. Jumlah tersebut cenderung me- rangkan, kebijakan nasional pemban-2004. ningkat setiap tahun. gunan AMPL sejalan dengan tujuan Acara ini dihadiri oleh utusan dari Kondisi ini, lanjutnya, mendorong dan target yang ada dalam MDGs. IaBappeda propinsi, Bappeda kabupa- pemerintah untuk memperbaikinya. menyatakan momentum MDGs initen/kota, dan DPRD. Selain untuk me- Salah satunya melalui penyusunan kebi- dapat menjadi awal dari pembenahanmahamkan para pengambil keputusan di jakan dan rencana kegiatan air minum sektor air minum dan penyehatandaerah, lokakarya ini dimaksudkan untuk dan penyehatan lingkungan (AMPL) atau lingkungan.mendapat masukan dari daerah guna Water Supply and Sanitation Policy For- Diseminasi juga diisi presentasi me-menyempurnakan kebijakan tersebut. mulation and Action Planning (WASPO- ngenai rencana tindak nasional atau Pada hari pertama, diseminasi dikhu- LA). Ada tiga komponen yang ada di NAP yang dibawakan oleh tim darisuskan bagi wilayah barat (Sumatera dan dalamnya, yakni proses pembelajaran, Departemen Pekerjaan Umum.DKI). Hadir 40 peserta dari 268 yang penyusunan kebijakan, dan pelaksanaandiundang. Pada hari kedua, khusus kegiatan. Makassarwilayah tengah (Jawa, Kalimantan, dan Hingga kini pemerintah telah berhasil Diseminasi serupa juga berlangsungNusa Tenggara). Hadir 117 orang dari 374 menyusun kebijakan nasional pemba- di ibukota Sulawesi Selatan, Makassar.yang diundang. ngunan AMPL, yang akan memberi arah- Acara ini dihadiri 60 utusan pemerin- Diseminasi dibuka oleh Dirjen Bang- an terhadap pengelolaan AMPL berbasis tah daerah dan DPRD di wilayah timurda, Drs. Seman Wijoyo, MSi. Dalam sam- masyarakat dan berbasis lembaga. Kebi- Indonesia (Se-Sulawesi, Maluku, Bali,butannya ia menegaskan betapa penting- jakan nasional berbasis masyarakat ini NTB dan Papua). Acara diisi dengannya keberlanjutan prasarana dan sarana menekankan peran serta masyarakat se- penjelasan Kebijakan Nasional Pem-AMPL. Ia berharap pemerintah daerah cara aktif dalam penyelenggaraan pela- bangunan AMPL dan MDG oleh Di-menyadari hal ini. yanan air minum dan penyehatan rektur SDA dan Teknologi Tepat Guna Diseminasi diisi dengan presentasi lingkungan mulai dari perencanaan, pe- Depdagri. (MJ/FW/OM) Presentasi Kandidat Pemenang Lomba Karya Tulis Ilmiah P ara peserta lomba karya ilmiah pe- nyelenggaraan air minum dan penye- hatan lingkungan terpilih, Jumat (10/12) hak monopoli generasi sekarang dan warisan untuk generasi mendatang; Erick Armundi- to dengan judul Partisipasi masyarakat da- Handi Legowo, MSES. Tjahya menjelaskan presentasi ini dimak- sudkan untuk menilai keaslian karya peserta lalu diundang ke Jakarta untuk mempre- lam mendukung proyek penyediaan sarana lomba. Oleh karena itu, tidak ada tanya sentasikan hasil karya mereka. Mereka ada- air minum dan penyehatan lingkungan jawab. Yang ada hanyalah saran dan kritik. lah lima terbaik dari 28 peserta lomba karya permukiman dan Eddy Suntjahjo dengan Setiap peserta berkesempatan menyam- ilmiah yang diadakan oleh Pokja AMPL. makalah Institusi RT/RW sebagai koordina- paikan makalahnya selama 15 menit. Mereka adalah Hariman dengan makalah tor pengelolaan air minum dan penyehatan Setelah presentasi, juri nantinya akan berjudul Model pemberdayaan masyarakat lingkungan berbasis masyarakat. Satu lagi mendiskusikan lagi siapa yang layak menjadi dalam penyelenggaraan air minum dan pe- peserta dari Purwokerto, Jawa Tengah tak juara dalam lomba ini. Juri juga akan mene- nyehatan lingkungan permukiman; I Gede hadir. tapkan nasib peserta yang tidak hadir dalam Arya Sunantara dengan makalah berjudul Presentasi dilakukan di hadapan dewan presentasi apakah akan didiskualifikasi atau Air, antara asas kelestarian dan tuntutan juri dan anggota Pokja AMPL, dipimpin oleh tidak. Keputusan juri akan diumumkan pada masyarakat dan tuntutan kemakmuran di ketua dewan juri Prof. Tjahya Supriatna 20 Desember mendatang di Hotel Horison tengah kelangkaan dan kebutuhan, antara didampingi ketua panitia lomba karya tulis Ir. Bekasi. (MJ) Percik 23 Desember 2004
  • 25. S EPUTAR AMPL Lokakarya Konsolidasi Project Management Report WSLIC 2L FOTO:OSWAR MUNGKASA okakarya konsolidasi pro- kemudian dilanjutkan dengan ject management report pembahasan Juklak dan Juknis WSLIC 2 berlangsung Proyek WSLIC 2.27-30 Desember 2004 di Su- Lokakarya dibuka oleh Kepalarabaya. Lokakarya dihadiri oleh Dinas Kesehatan Jawa Timursekitar 100 orang yang berasal mewakili Dirjen Pemberantasandari tujuh propinsi dan 34 kabu- Penyakit Menular dan Pe-paten penerima bantuan, yang nyehatan Lingkungan (PPM-PL),terdiri atas komponen Project Depkes. Pada kesempatan terse-Management Unit (PMU), sekre- but Arum Atmawikarta (Direkturtariat Proyek WSLIC 2 di propin- Kesehatan dan Gizi Masyarakat)si, konsultan kabupaten dan berkesempatan menjelaskan Ke-propinsi. bijakan Pembangunan Kese- Kegiatan ini bertujuan untuk hatan Jangka Menengah, danmengkonsolidasikan data pencapaian ta dalam mengidentifikasi masalah, dan Oswar Mungkasa (staf Direktorat Per-proyek WSLIC 2 per Desember 2004. menyusun laporan. Salah satu keluaran- mukiman dan Perumahan, Bappenas)Selain itu, lokakarya ini dimaksudkan nya adalah kesepakatan tindak lanjut menjelaskan Pembiayaan Alternatifuntuk meningkatkan kemampuan peser- perbaikan kinerja proyek. Lokakarya Pembangunan Sanitasi. (OM) Peresmian Proyek WSLIC 2 di Kabupaten LumajangP eresmian proyek WSLIC 2 di Ka- Hal lain yang mengemuka dari membangun dua sistem sarana air bupaten Lumajang berlangsung dampak proyek WSLIC 2 adalah pe- minum. 27 Desember lalu. Acara ini dipu- ningkatan keinginan masyarakat untuk Kesadaran pemerintah daerah untuksatkan di Desa Pakel Kecamatan Guci melaksanakan pembangunan secara swa- melakukan promosi melalui media patutAlit, Lumajang, Jawa Timur. Peresmian daya. Sebagai contoh Desa Purworejo dihargai. Salah bentuknya adalah dengandilakukan oleh Dirjen PPM-PL Depkes yang mengembangkan 32 unit Hidran menerbitkan buletin berkala yang diberiUmar Fahmi mewakili Menteri Kese- Umum (HU) dengan nilai sekitar Rp. 32 nama Warta Proyek WSLIC 2 dan leaflethatan. juta, dan Desa Kertosari yang mampu INFO WSLIC 2. Keduanya diterbitkan oleh Proyek WSLIC 2 di Kabupaten FOTO:OSWAR MUNGKASA Dinas Kesehatan KabupatenLumajang dimulai sejak tahun Lumajang. Daerah lain bahkan2001, dan sampai tahun 2004 pusat sendiri perlu belajar darimenjangkau 24 desa. Cakupan Kabupaten Lumajang.pelayanan air minum pada seba- Dengan beragam upayagian besar desa tersebut mencapai dan kerja keras yang dilaku-100 persen. Angka kesakitan diare kan oleh pemerintah dandan penyakit kulit juga menun- masyarakat Kabupaten Luma-jukkan penurunan yang signi- jang yang telah memperli-fikan. Pemilikan jamban keluarga hatkan kinerja yang meng-terlihat masih belum menun- gembirakan, maka tidakjukkan peningkatan yang berarti mengherankan jika kemudiankecuali pada beberapa desa saja Kabupaten Lumajang dapatseperti Desa Pakel, Kertosari, dipertimbangkan sebagai sa-Pagowan. Walaupun demikian, lah satu daerah yang dianggapjumlah sekolah yang melak- berhasil dalam melaksanakansanakan UKS meningkat tajam. proyek WSLIC 2. (OM) 24 Percik Desember 2004
  • 26. R EPORTASE Dari Bangladesh ke India Bila Dolbun DipermalukanP ertanyaan pertama yang muncul peserta melihat pemandangan di sepan- Sepanjang Dhaka-Rangpur peman- dibenak penulis saat menerima jang jalan. Ada becak yang bentuknya dangan cukup menarik. Rombongan kabar mendapat kesempatan kun- seperti sepeda namun di bagian belakang sempat menyaksikan dari jauh ratusanjungan muhibah sanitasi ke Bangladesh dibuat tempat bagi penumpang dan ribu orang (aliran keagaman/sekte ter-dan India adalah ada apa dengan sani- barang. Becak itu ada yang dipakai meng- tentu dari seluruh dunia) yang sedangtasi di sana? dan pertanyaan ini masih angkut sekolah sejumlah 10 orang anak. berkumpul di luar kota Dhaka. Konon initerus berputar di kepala sampai pesawat Untuk melindungi anak sebanyak itu, di adalah upacara kedua terbesar setelahSQ 436 mendarat mulus di Dhaka ibuko- pinggir becak dipasang jeruji besi. ibadah haji di Mekah. Bus terus melajuta Bangladesh di malam hari FOTO:BAMBANG PURWANTO dengan cepat di selingi suara klak-tanggal 29 November yang lalu. sonnya yang nyaring sampai ke Rombongan 19 orang terdiri Jamuna Bridge (jembatan kebang-dari wakil Bappenas, Depdagri, gaan rakyat Bangladesh). Kenda-Depkes, Pemda Lamongan, Bo- raan yang lewat wajib membayargor, Lombok Barat, Muara Enim, 1.000 Taka (sekitar Rp. 150.000).Dep. PU dan Bank Dunia. Dengan Jembatan ini tak hanya dilewatisetengah mengantuk rombongan kendaraan tapi juga kereta api.antre di counter imigrasi untuk Siang hari sampai ke Food Villageproses administrasi. Di luar telah di Bogra. Kota ini terkenal produk-menunggu Fajez Khan dari WSP si yogurtnya yang ditempatkan diBangladesh yang siap memandu semacam tempayan kecil yang ter-rombongan. Layaknya di negeri buat dari tanah liat. Makan siangorang, setiap orang menukar be- pun dimulai. Menunya nasi, rotikal dolarnya dengan Taka (mata (bahasa Bangladesh juga roti) de-uang Bangladesh, kurs resmi 1 US ngan lauk kare ayam, kare sapi,$ = 59,51 Taka). Sebagian ang- goreng ikan salmon, dal (semacamgota rombongan sempat tertawa bubur kacang ijo yang lembutmelihat lembaran Taka yang lu- berair dengan rempahnya), dansuh dan kumal bahkan ada yang salad (berupa irisan mentimun,robek. Namun petugas money bawang merah besar, bawang bom-changer meyakinkan bahwa bai, cabe hijau dan sekerat jeruksemua uang tersebut dijamin ha- nipis). Setelah perut kenyang, per-lal alias laku. jalanan pun dilanjutkan. Perjalanan lancar menuju Di sepanjang jalan banyakWhite Pearl Ltd Hotel di Plot 15, dijumpai embung (semacam ko-Road 42, Gulshan 2, Dhaka 1212. lam) untuk keperluan cuci, mandiSebagian lain menginap di Hotel dan minum ternak. Sesekali terli-Amazon Lily yang letaknya berseberang- Kontan seorang anggota rombongan hat ibu-ibu sedang mencetak kotoranan dengan White Pearl. berujar, Nanti mau saya tunjukkan ke sapi yang dijemur untuk dijadikan bahan Pagi hari setelah sarapan pagi ala anak saya, bagaimana anak sekolah di bakar bagi kebutuhan masak di dapur.American atau Continental, sekitar jam 8 Bangladesh naik jemputannya biar nggak Sore hari rombongan sampai di Rangpurpagi rombongan dibagi 2 ada yang ke manja. Taksi bermerk Santro (di sini langsung menuju Rangpur ParjatanBajitpur, Khisoreganj District dan ke Hyundai Picanto) berseliweran di tengah Motel, R.K. Road, Rangpur, rate kamarKhansama, Dinajpur District. Penulis pejalan kaki yang tak karuan. Yang bikin 1.000 Taka/malam. Berhubung masihmengikuti rombongan kedua. Begitu bus serem, tentara dan polisi mondar-mandir sore, beberapa anggota rombongankeluar dari jalan hotel masuk ke jalan di mana-mana menenteng senjata laras memanfaatkan waktu untuk melihat-raya, mulailah celoteh masing-masing panjang. lihat suasana kota. Kawan dari WSP Percik 25 Desember 2004
  • 27. R EPORTASEBangladesh mencari internet, ada yang Budaya malu dan campuran pasir semen. Pem-mencari wartel dan sandal. Penulis sen- Kebiasaan membuang hajat di kebun bangunan fisik tersebut memakan waktudiri mencari kamera kacangan berhu- alias "dolbun" (modol di kebun/sunda, sekitar 1 bulan lamanya. Bagi warga yangbung kamera digital ngadat kepanasan. open defecation), bagi penduduk Desa masih membuang hajat di sembaranganMalamnya ada brifing oleh Dishari Subarnakholi dan Khamarpara berlang- tempat akan diperolok oleh warga dan(Decentralized Total Sanitation Project) sung turun temurun. Tak heran ada anak-anak. Ada patroli dolbun ramai-Team Bangladesh. Mereka menjelaskan semacam sindiran kalau kita berjalan ramai. Mereka akan meniup peluit bilatentang program "dishari" yang telah sudah mulai mencium bau kotoran manu- melihat warga sedang dolbun.berlangsung sekitar 3 tahun ini. sia berarti kita sudah mendekati perkam- Pagi hari setelah sarapan, rombongan pungan, dan bau ini sudah bisa tercium Lagu Sanitasikami dengan didampingi Umme Farwa pada jarak 300-an m. Dengan latar be- Salah satu upaya warga kedua desaDaisy (project manager dhisari), Swarna lakang kebiasaan ini mulailah babak baru untuk membuat warga tidak lagi mem-Kazi (program asistant WB Bangladesh) bagi masyarakat kedua desa tersebut buang hajat sembarangan adalah mencip-dan Shafiul Azam Ahmed (WSP Bangla- untuk menghilangkan kebiasaan dolbun takan lagu, tarian, dan drama sanitasi.desh) dan Haider W Yaqub (Plan Bangla- tersebut. Salah satu contoh lagu sanitasi untukdesh) dengan bus menuju ke Desa Diperlukan waktu 6 bulan untuk anak-anak yang kalau diterjemahkanSubarnakholi dan Khamarpara di Khan- melakukan mobilisasi tenaga fasilitator. sebagai berikut; Jangan buang hajat disama, Dinajpur District. Sebelumnya ada Azizul Islam-lah yang menjadi fasilita- sembarang tempat, Kalau masih buangpertemuan singkat di kantor Plan tornya. Awalnya ia gencar memberikan hajat sembarangan kita tidak akan mainBangladesh. penyuluhan, memobilisasi masa, dan dengannya, Tidak ada seorangpun yang membuat peta desa yang berisi informasi mau pergi bersamanya, Jika tidak rumah-rumah penduduk mana yang berhenti buang hajat sembarangan kamu Patroli Anti-Dolbun sudah ada WC-nya mana yang belum akan mendapat malu/aib, Dan akhirnya di Desa Subarnakholi dan (komunal). Dari hasil rembug warga di- sholatmu (Namaz) tidak sempurna. Pada Khamarpara, Bangladesh sepakati setiap rumah membangun sen- akhir kunjungan rombongan sempat di-Perubahan perilaku diri WC-nya disesuaikan dengan kemam- suguhi tarian sanitasi oleh anak-anak. Turun dari bus rombongan penulis puan ekonomi yang bersangkutan. Ma- Walaupun sederhana dengan pakaiandisambut penduduk desa Subarnakholi kanya ada yang sangat sederhana dengan seadanya dan tabuhan panci aluminium,baik laki-laki, perempuan, tua, dan bahan seng yang dibentuk, bahan plastik, tarian tersebut cukup terasa sakral, apala-muda. Masing-masing ingin memamer- FOTO:BAMBANG PURWANTOkan WC-nya. Jangan dibayangkan WCseperti di rumah Anda, tapi yangnamanya wc tak lebih adalah "cubluk"sederhana. Ada yang terbuat dari seng.Harganya tak lebih dari 15 Taka (Rp.2.250). Sedangkan yang memakai plas-tik seharga 75 Taka (Rp. 11.250) danyang beton 500 Taka (Rp. 75.000).Jadi terbayang kan bagaimana murahdan sederhananya. Sedangkan dindingpenutup hampir sebagian besar terbuatdari anyaman jerami. Pelajaran pentingyang diperoleh di sini adalah ba-gaimana mengubah perilaku, dari kebi-asaan mereka sebelumnya yang mem-buang hajat di sembarangan tempat;kebun, tanah lapang, sawah menjadimembuang hajat di "wc-nya" masing-masing. 26 Percik Desember 2004
  • 28. R EPORTASE FOTO:BAMBANG PURWANTO gi ditarikan oleh anak-anak warga desa harus meninggalkan Dhaka menuju minoritas namun dicintai oleh warga Mumbay (India) lewat Calcuta. lainnya dan terlihat kehidupannya Esoknya rombongan bersiap ter- yang cukup harmonis bersama mereka. bang. Tapi ternyata pesawat yang ditunggu-Bangladesh Airline-tak no- Desa Idaman ngol-nongol alias telat. Akhirnya pe- Ketika berkumpul dengan warga nerbangan ditukar dengan Air India. desa yang terdiri atas anak sekolah, Tengah malam kami sampai di Mum- kaum lelaki, wanita, kades, fasilitator, bay langsung dijemput bus ke Taj tokoh masyarakat, dan ada voluntaire, Landsend Hotel. Kondisinya jauh lebih kami memperoleh penjelasan bagai- baik dari di Dhaka. Pagi hari setelah mana proses dimulainya gerakan anti urusan barang beres, rombongan dolbun tersebut. Mula-mula masya- harus segera terbang ke Pune karena rakat membahas semua permasalahan C. Ajith Kumar dari WSP India telah yang ada di desa. Setelah disaring ter- menunggu untuk mendampingi kami dapat empat masalah utama yaitu; sa- ke Ahmednagar district. nitasi, kawin muda, pendidikan anak Dari Pune, perjalanan dilanjutkan perempuan, dan air bersih. Melihat dengan bus tanpa AC. Bisa diba- kenyataan bahwa semua warga yangkan. Dengan gaya nyopir Yogya menganggap bahwa sanitasi adalah alon-alon waton kelakon menjelang masalah paling utama maka dimulailah sore rombongan sampai di desa perta- proses pembangunan WC yang melibat- tanyaan kita yang masih mangganjal ma (Borban). Acara kunjungan berlang- kan seluruh wakil masyarakat mulai dari dijawab dengan gamblang oleh Md. sung sampai maghrib. Setelah itu lang- kaum ibu, anak sekolah, lelaki dan Liaquat Ali dkk. Acara ditutup dengan sung menuju ke Ahmednagar dan mengi- diarahkan oleh fasilitator. Pada kesimpul- minum teh dan buah. Setelah itu rom- nap di Yash Palace Hotel. Di sinilah baru an akhir digambarkan "desa idaman" bongan kembali ke Rangpur untuk ber- ketemu makanan yang lebih nikmat warga, yang apabila kita cermati ternyata malam. sehingga membuat rombongan pada idaman mereka cukup sederhana yaitu; Pagi-pagi sekali, waktu sekitar pukul tidur pulas. (1) semua rumah punya WC dan (2) 06.00, rombongan sudah harus be- Paginya kami mengunjungi desa semua anak perempuan bisa sekolah. rangkat lagi. Tak ada sarapan. Untung kedua. Sore hari pulang ke Mumbay. Sekali lagi jangan membayangkan anak- penulis sempat ngopi dan menyeduh mi Berhubung acara ke Taj Mahal gagal rom- anak sekolah seperti di desa kita yang instan yang dibawa dari tanah air. Waktu bongan dibawa ke Taj Mahal tiruan di sudah pakai sepatu, tas berisi buku tulis berangkat dipilih pagi dengan harapan Aurungabad. Pukul 20.00 teng, rom- dan cetak dan berseragam bagus. Di desa sampai di Dhaka siang sehingga bisa bongan menumpang Jet Air kembali ke ini masih dijumpai anak-anak sekolah belanja atau shopping. Betul juga, siang Mumbay. Sampai di sana pukul 23.00. telanjang kaki dengan dandanan yang hari rombongan sampai di Dhaka dan Rombongan menginap di Hotel Taj seadanya membawa buku yang kelihatan- langsung Brunch alias breakfast campur Mahal beralamat di Apollo Bunder nya lusuh. lunch di Food Village di Bogra. Setelah Mumbai 400 001. Dari lapangan kami langsung kembali check in di hotel, bus mengantarkan kami Esoknya ada acara bincang-bincang ke "markas" Plan Bangladesh dan dilan- belanja di Riffle Square (pusat belanja di resmi dengan teman-teman India seperti jutkan makan sore dengan menu kare kawasan tentara). Belanja pun dimulai…. biasa. Mereka mempresentasikan kegiat- ayam, goreng ikan mas, lado terong, sa- Sorenya kami dijamu makan malam annya. Selanjutnya Pak Basah Hernowo yur kol bumbu kuning, tidak ketinggalan di Heritage Bangla Fusion Cuisin di Ro- (Direktur Permukiman dan Perumahan, dhal yang kental dan salad mentimun ad 109, House 10, Guishan-2, Dhaka 1212 Bappenas) mempresentasikan "SANI- plus nasi putih, waduh perut nggak tahan sambil bincang-bincang formal ala diplo- MAS". Setelah itu rombongan kembali lagi untuk segera santap. Setelah kenyang mat. Setelah acara selesai, kami langsung shopping di Mumbay. Selanjutnya rom- makan, ada acara evaluasi hasil kunjung- pulang ke hotel. Sebagian anggota rom- bongan kembali ke Tanah Air via an lapangan yang kita sampaikan semua bongan mulai mengemas pakaian dan Singapura. tanpa basa-basi. Demikian juga per- hasil belanja. Soalnya keesokan harinya Percik 27 Desember 2004
  • 29. R EPORTASE Lomba Desa Bersih diri bagaimana "bau-nya" desa mereka kemudian dinilai oleh tim independen Dolbun di India akibat kebiasaan mereka sendiri yang berdasarkan kriteria yang spesifik misal- Taman Bunga Mawar buang hajat sembarangan. nya kondisi air bersih, jumlah toliet, ino- Desa Borban di Ahmednagar District, vasi, kepemilikan dan sebagainya. Tiga India, desa pertama yang kami kunjungi desa akan ditetapkan sebagai pemenang di India memiliki taman yang mempu- dan berhak mendapatkan hadiah. Namun nyai arti tersendiri bagi warga desa se- bukan hadiah yang menjadi tujuan uta- tempat. Sebelum menjadi taman bunga India mempunyai misi manya, tapi reputasi dan kebanggaan. mawar, lokasi itu adalah tempat buang bahwa tahun 2007 hajatnya warga desa khususnya pada saat Mereka akan memperoleh penghargaan semua district (setingkat dan penghargaan ini bisa dicabut apabila pagi hari maupun sore menjelang gelap. Sekarang setelah desa tersebut terbebas kabupaten) sudah bebas mereka tidak bisa menjaga prestasi dari dolbun. Taman itu sangat harum. Di dari buang hajat mereka. situ dipasang peringatan bahwa desa sembarangan. tersebut telah terbebas dari dolbun dan Semangat mandiri semua rumah di desa telah memiliki WC India mempunyai misi bahwa tahun sendiri. Pada acara kumpul bareng warga, kami diberi tanda mata masing- 2007 semua district (setingkat kabupa- masing setangkai bunga mawar, yang Pelibatan murid ten) sudah bebas dari buang hajat sem- kami balas dengan nyanyian lagu Pembangunan WC komunal dimulai barangan. Ini semua mereka wujudkan Cucakrowo buat memeriahkan suasana dari sekolah secara gotong royong. Para melalui "Hagandari Mukt Gaon" (Desa pertemuan. murid dan orang tua mengangkut batu, Bebas Buang Hajat Sembarangan) mela- pasir dan mencangkul secara bersama. lui Penyuluhan Sanitasi Total dengan Kenali desa sendiri Jadilah WC sekolah. Kemudian dimu- membentuk kelembagaan masyarakat Memasuki Desa Wadgaon kami sedi- lailah pendidikan bersih lingkungan dari berdasarkan organisasi berbasis keber- kit heran. Jalan desa mulus. Konon jalan sekolah. Disediakan sabun dan kran air di lanjutan, memaksimalkan peran semua ini dibangun dengan dana pemerintah 80 dekat WC. Sebelumnya guru sekolah pihak termasuk para jurnalis, yang berke- persen, sisanya dana masyarakat. Ling- tersebut sering mengeluh ketika sedang liling desa membuat tulisan-tulisan ten- kungannya bersih. Rumah-rumah (189 mengajar karena terpaksa menutup tang sanitasi. buah) tertata rapi dan hampir semuanya hidung akibat bau kotoran manusia yang Mereka juga mempunyai pengalaman terbuat dari tembok. Ada balai pertemuan menyengat. Setelah pembangunan WC seperti kita dimana prasarana dan sarana desa, TK (40 murid) dan SD (67 murid). sekolah dan kebiasaan bersih lingkungan (p/s) sanitasi yang dibangun pemerintah Penduduknya berjumlah 1.199 jiwa (665 mulai dirasakan manfaatnya oleh para dimasa lalu banyak yang tidak berfungsi laki-laki dan 544 wanita). Sebagian besar murid. Kenyataannya banyak murid yang (difungsikan oleh masyarakat), sehingga petani. Mereka memiliki sapi (550 ekor) rumahnya tidak memiliki WC kemudian mereka mengubah pola pendekatan pem- dan kambing (250 ekor). meminta orang tua mereka membangun bangunan p/s sanitasi dengan total meli- Kondisi desa ini sebelumnya sama WC di rumah. Terpanggillah para orang batkan seluruh pihak. Hasilnya lebih dengan desa di Bangladesh. Warganya tua untuk membangunnya. menggembirakan. Mereka mencoba me- biasa buang hajat sembarangan. Namun ngajak masyarakat berpikir bahwa mem- kini itu tak ada lagi. Untuk memulai Lomba Sanitasi biayai sanitasi lebih murah daripada membuang hajat dengan benar, warga Ada dua program sanitasi di India biaya berobat kalau sakit akibat sanitasi diajak keliling kampung oleh fasilitator. khususnya di Maharashtra yaitu; The yang buruk, suatu pelajaran semangat Ternyata semua yang diajak menutup Total Sanitation Campaign dan Sant kemandirian yang begitu tinggi di hidung akibat bau kotoran manusia yang Gadge Baba Clean Village Sanitation tingkat masyarakat di sana. Hal inipun menyebar ke mana-mana. Dari situlah (SGBCVS). SGBCVS merupakan kampa- tercermin melalui harga BBM (bensin) fasilitator mulai memberikan penyuluhan nye untuk mendidik dan memotivasi pen- yang per liternya sekitar 30 rupe tentang pola hidup bersih dan sehat (ala duduk perdesaan. Semua desa berkesem- (Rp. 6.000) artinya subsidi BBM tidak PHBS). Suatu pelajaran berharga buat patan untuk mendaftar mengikuti pro- diberlakukan dan masyarakat dapat mereka untuk mengenali kondisi ling- gram ini dengan melakukan kegiatan spe- menerimanya. kungan desa mereka, dan membiarkan sifik yang dapat membuat desa mereka (bambang purwanto, mereka merasakan dan menilainya sen- bersih. Desa yang mengikuti lomba staf ditjen.kotdes, dep.pu). 28 Percik Desember 2004
  • 30. W AWANCARA Deputi Sarana dan Prasarana Bappenas, Suyono Dikun: Infrastruktur Sebagai Pemersatu Bangsa perubahan yang signifikan. Banyak rel yang rusak. Manajemennya juga buruk. Kondisi infrastruktur Indonesia sangat tert- Kemudian jalan. Jalan-jalan banyak yang FOTO:MUJIYANTO inggal dibandingkan dengan negara-negara di rusak. Ini bisa kita lihat di Pantura Jawa Asia Tenggara. Sebuah survei yang diadakan The atau pantai timur Sumatera. Kemudian World Economic Forum (Forum Ekonomi Dunia) listrik. Tahun 2007 baru akan ada per- pada tahun 1996 menunjukkan cakupan layanan infrastruktur Indonesia dan kualitasnya tergo- baikan. Di luar Jawa saat ini kondisinya long rendah. Sebanyak 90 juta orang tak memi- kekurangan daya. Tak heran bila kita liki sambungan listrik, hanya 14 persen yang ter- melihat dan mendengar terjadi pergiliran sambung dengan sarana air minum, dan hanya pemadaman di beberapa daerah. Bahkan 1,3 persen penduduk yang memiliki akses den- di Kalimantan kita mendengar menara gan salurang pembuangan air limbah. Penduduk yang tersambung dengan saluran telepon hanya tegangan tinggi dipotong orang. 4 persen dan itu pun baru menjangkau masyarakat di perkotaan. Sedangkan jaringan Benarkah kita tak punya dana, jalan dalam kondisi 50 persen rusak. Kondisi minimal untuk memperbaiki yang infrastruktur yang ada tidak bisa mendukung sudah buruk? kecepatan pertumbuhan urbanisasi ke kota-kota besar di Indonesia. Padahal daerah urban memi- Dana akibat krisis menjadi cukup liki kontribusi besar dalam bidang ekonomi yakni tidak mau Indonesia harus membangun kembali minim. Yang terpenting tak ada investasi sekitar 70 persen di luar minyak. Sedangkan infrastrukturnya demi kemaslahatan rakyat. baru, terutama dari investor asing. Selain saluran limbah dan penanganan sampah yang Sejauh mana kondisi infrastruktur Indonesia saat itu, permasalahannya terletak pada kua- buruk menimbulkan pencemaran tanah dan air ini, berikut wawancara dengan Deputi Sarana litas pembangunan infrastruktur itu sen- tanah serta merusak ekosistem. Karenanya mau dan Prasaran Bappenas, Suyono Dikun: diri pada masa lalu. Banyak infrastruktur yang tidak dibangun dengan baik sehing- ga tidak mampu bertahan sesuai umur bangunan yang diharapkan. B agaimana kondisi infrastruk- tur Indonesia saat ini? Tidak bagus. Ini akibat krisis ber- Apakah kondisi infrastruktur yang buruk tersebut semata-mata disebabkan karena krisis atau fak- Sejauh mana kondisi tersebut mempengaruhi pertumbuhan eko- kepanjangan yang sudah berlangsung tor lain? nomi? sekitar enam tahun. Jalan-jalan banyak Krisis memperburuk kondisi yang Jelas menghambat. Mana bisa ekono- yang rusak. Kereta api makin terpuruk. ada. Sebelum krisis kita tertolong dengan mi kita tumbuh dengan kondisi infra- Listrik mulai menghadapi krisis. pertumbuhan ekonomi yang mencapai struktur yang buruk seperti ini. Kalau Cadangan yang ada mulai tidak men- tujuh persen. Saat ini seharusnya banyak kita mau memperbaiki kondisi ekonomi cukupi lagi. Housing (perumahan) masih kebijakan yang harus disusun seperti kita harus mulai membangun infrastruk- defisit, masih kurang. PDAM kita juga undang-undang transportasi. Terbukti tur yang baru dan memperbaiki yang jelek. Utangnya sudah mencapai 5,2 trili- m0nopoli pemerintah tidak bisa lagi rusak. Kebutuhan kita meningkat karena un rupiah. Dan macam-macam lah. memberikan pelayanan yang terbaik peningkatan populasi dan masuknya Secara kebijakan dan regulasi pun kita kepada masyarakat. Wajar kemudian bila investasi. perlu banyak pembenahan. Misalnya perlu dicari bentuk-bentuk liberalisasi national monopoly yang ada tidak bisa agar pelayanan menjadi lebih baik. Idealnya infrastruktur Indone- dipertahankan lagi. Tapi kita masuk ke sia itu seperti apa? liberalisasi total juga tak mungkin. Dari semua infrastruktur yang Indonesia itu negara yang begitu Mungkin kita mencoba dengan semi li- ada, mana yang paling tertinggal? besar. Infrastruktur itu sebagai pemer- beral. Tapi apakah itu bentuk yang paling Kereta api. Kita khawatir terhadap satu. Makanya jaringan jalan harus baik. tepat, kita belum tahu. kondisi perusahaan ini karena tidak ada Kereta api harus bagus. Listrik dayanya Percik 29 Desember 2004
  • 31. W AWANCARA FOTO:DOK.ADB cukup. Telekomunikasi harus baik dan bisa menjangkau rakyat di desa dan diu- tamakan menjangkau daerah-daerah yang terpencil dan terbengkalai. Trans- portasi laut di Indonesia Timur harus diu- tamakan karena wilayah ini menggu- nakan transportasi laut. Perumahan untuk rakyat kecil harus dibangun. Pada dasarnya semua kebutuhan dasar rakyat bisa terpenuhi, tentu dengan standar minimal. Lalu adakah prioritas mana yang perlu didahulukan dibangun atau diperbaiki? Yang sangat krusial adalah jalan dan listrik, air minum dan sanitasi. Berapa dana yang dibutuhkan untuk membangun semua itu? Antara 80-100 milyar dolar untuk lima tahun ke depan. Ini untuk men- MCK umum yang terbengkalai karena dibangun dukung pertumbuhan ekonomi 6,6 per- tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat. sen yang telah dicanangkan oleh peme- rintah. Dari mana dana yang Anda se- Mengapa saat ini investor asing Berkaitan dengan pelaksanaan butkan tadi bisa diperoleh? enggan menanamkan modalnya? Infrastruktur Summit yang akan Pemerintah bisa mendapatkannya Investor tidak mau masuk kalau berlangsung di Jakarta, Januari dari APBN sebesar 30-40 persen. Ini undang-undangnya masih undang-un- mendatang, manfaat apa yang bisa sumbernya bisa dari pemerintah sendiri dang yang lama. Isinya misalnya adanya diperoleh Indonesia dari acara itu? atau utang luar negeri. Sisanya dari keharusan investor asing bekerja sama Kita ingin menunjukkan kepada inter- swasta atau domestic capital market ter- dengan BUMN. Makanya harus ada refor- national community seperti donor, masuk investasi dalam negeri. Saat ini masi kebijakan, kelembagaan, tarif, ada swasta, niat pemerintah untuk memba- ada tim yang sedang menjajagi kemung- best practice, dan ada kepastian hukum- ngun kembali infrastruktur ke depan. Kita kinan penggunaan domestic capital mar- nya. berharap mendapatkan respon positif ket untuk membiayai pembangunan dari mereka sehingga memberi dampak infrastruktur Indonesia. Kalau kondisi Indonesia seperti yang baik bagi Indonesia. Pemerintah sekarang, bisakah kondisi ideal itu akan mengumumkan semacam perubah- Apa sebenarnya yang bisa dita- terwujud? an kebijakan, pricing, investasi dan lain- warkan kepada investor untuk me- Susah. Kalau pemerintah yang baru nya. Kita sedang merancang itu semua. nginvestasikan dana di infrastruk- masih berjalan alon-alon (pelan-pelan- Itu juga merupakan forum untuk menun- tur? red) seperti sekarang, tidak ada peruba- jukkan RPJM (Rencana Pembangunan Sebenarnya banyak yang bisa dida- han yang radikal, susah. Perubahan harus Jangka Menengah) dari sisi perencanaan patkan oleh investor. Di bidang trans- signifikan untuk mendongkrak pertum- pembangunan nasional itu seperti apa. portasi, peluang cukup terbuka. Mereka bisa buhan ekonomi. Mudah-mudahan bisa, Pemerintah ingin memberikan sinyal membangun jalan tol, juga investasi di per- sekarang kan baru sekitar 50 hari peme- yang kuat kepada investor untuk berin- keretaapian dan banyak yang lainnya. rintahan baru bekerja. vestasi di Indonesia. (MJ) 30 Percik Desember 2004
  • 32. WA W A S A N Kualitas Manusia Indonesia dan Pembangunan Prasarana Sanitasi H uman Development Index atau Pada dekade 90-an, keberhasilan HDI yang sering diterjemahkan pembangunan tidak bisa hanya diukur menjadi Indeks Pembangunan dari pembangunan fisik, produksi dan Manusia (IPM), akhir-akhir ini muncul distribusi, serta kebutuhan dasar sebagai salah satu isu yang telah men- masyarakat, tetapi keberhasilan pemba- dunia, dan merupakan indikator yang ngunan juga harus dilengkapi dan diukur digunakan secara global dalam menun- dari keberhasilan pembangunan manu- jukkan tingkat keberhasilan (outcome) sia. Istilah pembangunan manusia dipo- pembangunan dan kemakmuran yang pulerkan oleh UNDP setiap tahun sejak dicapai oleh suatu negara. IPM diter- 1990, yang didefinisikan sebagai proses bitkan oleh Program Pembangunan PBB memperbesar pilihan bagi penduduk (a (UNDP) untuk membandingkan tingkat process of enlarging peoples choices). keberhasilan pembangunan di 177 negara Dalam hal ini, masyarakatlah yang di dunia. Indonesia pada tahun 2004 ini menentukan prioritas sesuai dengan berada pada urutan ke-111, satu tingkat di Oleh: Dwityo A. Soeranto *) kebutuhannya serta menetapkan indika- atas Vietman, namun masih di bawah tor keberhasilannya. negara-negara tetangga lainnya seperti (production centered development), yang Dalam konteks pembangunan manu- Singapura, Malaysia, Philipina, maupun menilai hasil pembangunan dari kemaju- sia, pertumbuhan ekonomi memang Thailand. Tabel di bawah ini menggam- an fisik. Pada dekade 70-an, terjadi per- diperlukan karena merupakan dasar bagi barkan peringkat IPM tahun 2000-2004 geseran yang menekankan hasil pemba- pembangunan manusia. Namun demi- di beberapa negara ASEAN. Menyakitkan ngunan pada besarnya pertumbuhan kian, karena secara empiris terbukti bah- memang, tetapi itulah kenyataan yang yang dicapai (distribution growth deve- wa pertumbuhan ekonomi tidak secara harus diterima. Menjadi negeri yang kaya lopment) dengan menggunakan indikator otomatis meningkatkan pembangunan akan sumberdaya alam, berpenduduk makro ekonomi seperti GNP/GDP, dan manusia, maka diperlukan intervensi besar, dan memiliki budaya yang kemudian diikuti oleh paradigma lain untuk memperhatikan juga sektor sosial, beragam tampaknya tidak selalu men- yang berorientasi pada pemenuhan kebu- khususnya yang berkaitan dengan upaya jamin terciptanya kemakmuran dan kese- tuhan dasar masyarakat (basic need de- perbaikan kesejahteraan seperti pen- jahteraan bagi rakyatnya. velopment) pada dekade 80-an. Paradig- didikan, perbaikan infrastruktur kese- Tulisan berikut akan menguraikan ma ini mengukur keberhasilan pemba- hatan, serta pelayanan sosial lainnya. Hal pergeseran paradigma pembangunan ngunan dengan menggunakan indeks ini dianggap penting untuk menghindari selama ini hingga dipilihnya IPM sebagai mutu hidup (Physical Quality Life Index), terjadinya ketimpangan dan kesenjangan indikator keberhasilan pembangunan yang mengacu pada 3 parameter utama, sosial akibat kebijakan yang condong yang memadai, serta pelajaran yang yaitu Angka Kematian Bayi, Angka Harap- pada pertumbuhan ekonomi semata. Kita dapat diambil dari rendahnya peringkat an Hidup, dan Tingkat Melek Huruf. memang sempat berhasil membangun IPM Indonesia saat ini dalam ekonomi, dengan pertumbuhan upaya mendorong pembangun- Laporan UNDP Tentang Peringkat IPM di Beberapa Negara ASEAN rata-rata 7 persen per tahun, an prasarana dasar, terutama namun manusia yang dihasilkan prasarana sanitasi di Indonesia. NEGARA Peringkat IPM adalah manusia-manusia yang 2000 2001 2002 2003 2004 tidak memiliki nilai, egois dan Pergeseran Paradigma Pem- Philipina 77 85 83 85 83 menjadikan harta kekayaan seba- bangunan Singapore 24 28 25 28 25 gai segala-galanya. Akibatnya Perkembangan di empat Malaysia 61 58 59 58 59 bangsa ini manjadi bangsa yang dekade terakhir ini menun- Indonesia 109 102 110 112 111 rakus. Teori trickle-down effect jukkan ada pergeseran pemiki- Vietnam 108 101 112 109 112 yang memperkirakan bahwa kese- ran tentang paradigma pem- Kamboja 136 121 130 130 130 jahteraan akan menetes ke bawah, bangunan di dunia. Pada deka- Thailand 76 66 70 74 76 tidak pernah terjadi. Akibatnya de 60-an, pembangunan lebih Myanmar 125 118 127 131 132 orang yang kaya akan semakin berorientasi pada produksi kaya, sementara yang miskin Sumber: HDI UNDP, 2004 Percik 31 Desember 2004
  • 33. W AWASAN malah semakin miskin. Disparitas kaya- miskinlah yang terjadi. IPM dan Indikatornya Meskipun cukup luas, pembangunan manusia tetap dianggap paling mendasar dan strategis karena menggunakan indikator yang merefleksikan aspek- aspek: a) Peluang hidup yang panjang dan sehat; b) Mempunyai kemampuan pengetahuan dan keterampilan yang memadai; serta c) Memiliki kehidupan yang layak dan mudah dalam memper- oleh akses pada kegiatan ekonomi. IPM merupakan indeks turunan yang mengadopsi indeks komposit HDI yang memiliki variabel-variabel yang sangat esensial dalam pembangunan manusia, Kondisi Sanitasi Dasar Indonesia yaitu: a) Indeks Harapan Hidup (Life hanya lebih baik dari Vietnam, Expectancy at Age) yang merupakan Laos dan Kamboja. gambaran tingkat kesehatan masyarakat Sumber: Bank Dunia yang baik; b) Indeks Pendidikan berupa paduan antara Angka Melek Huruf (Adult kebutuhan hidup yang mendasar lainnya. pembangunan ekonomi dan kesejahtera- Literacy Rate) dan Rata-rata Lama Sanitasi belum menjadi prioritas mereka an, untuk meningkatkan kualitas ma- Sekolah (Mean Years of Schooling) yang yang mendesak. syarakat Indonesia yang terlihat dari dapat mengindikasikan tingkat pen- Pembangunan sanitasi hingga saat ini membaiknya IPM dari peringkat 111 saat didikan atau kemampuan akademik dan selalu diartikan sebagai pembangunan ini menjadi lebih baik dari peringkat 91, ketrampilan; serta c) Indeks Kemampuan bidang persampahan, air limbah dan pada tahun 2009 yang akan datang. Daya Beli yang merupakan ukuran pen- drainase. Pembangunan ketiga bidang ini Oleh karena itu, salah satu upaya untuk dapatan dan telah disesuaikan dengan tidak terlepas dari upaya untuk mening- turut memperbaiki peringkat IPM kita di paritas daya beli (Purchasing Power katkan kesehatan masyarakat dan ling- mata dunia, adalah melalui upaya untuk Parity). Namun demikian, kita sadari kungan, yang indikator keberhasilannya menurunkan Tingkat Kematian Bayi, dan bahwa IPM adalah suatu alat bantu, dan selalu diukur dari indeks Tingkat Harap- menurunkan Tingkat Penyakit yang dise- tidak ada ukuran yang baku yang benar- an Hidup, Tingkat Kematian Bayi, dan babkan oleh Air (Water-Borne Disease), benar dapat mengukur tingkat kese- Angka Penyakit yang Disebabkan oleh Air yang akhirnya akan meningkatkan Tingkat jahteraan suatu negara atau masyarakat. (Water-Borne Disease), seperti Demam Harapan Hidup. Jangan sampai Demam Isu pembangunan manusia cende- Berdarah, Muntaber, Tifus dan Diarea. Berdarah, Muntaber, Tifus dan Diarea rung akan semakin berkembang manjadi Dari angka IPM yang ada dari tahun mewabah dimana-mana, baru semua pihak kebutuhan yang harus diantisipasi seiring ke tahun, masalah penanganan kesehatan seperti "kebakaran jenggot". dengan semakin berkembangnya kesa- masyarakat dan lingkungan kelihatannya daran politik masyarakat dan terbukanya tidak tumbuh secara signifikan, padahal Isu Politik dan Komitmen Dalam komunikasi di era global. Dihubungkan perbaikan kualitas manusia erat kaitan- Pembangunan Sanitasi dengan pembangunan bidang sanitasi di nya dengan akses terhadap kesehatan, di Saat ini sekitar 100 juta orang di Indonesia, sejak awal Water and Sanita- samping tentunya akses-akses lainnya. Indonesia belum memperoleh pelayanan tion Decade tahun 1980-an, kita selalu Bahkan Presiden Susilo Bambang Yudho- sanitasi yang memadai, dan menurut terbentur pada minimnya pendapatan yono dan Wakil Presiden Jusuf Kalla da- penelitian ADB, Indonesia memiliki masyarakat, yang berdampak pada mi- lam Visi, Misi dan Program Pemba- tingkat pelayanan sanitasi yang paling nimnya kesadaran mereka akan sanitasi, ngunan Indonesia 2004-2009, telah buruk di Asia. Setiap rumah tangga di karena prioritas mereka lebih kepada menetapkan satu dari beberapa sasaran Indonesia rata-rata harus mengeluarkan 32 Percik Desember 2004
  • 34. W AWASAN US$ 12.00 setiap bulan untuk dari PDB. Dalam RAPBN membiayai kerugian ekonomi tahun 2005 yang akan da- akibat buruknya sanitasi. Buruk- tang, anggaran untuk mem- nya pelayanan sanitasi tersebut bayar hutang saja (dalam dan merupakan kendala dalam me- luar negeri) dan bunganya ningkatkan kesehatan masya- sebesar Rp. 143 trilyun dari rakat dan kesehatan lingkungan. total anggaran Rp. 378 tri- Hingga saat ini hanya 63 persen liun. Penambahan anggaran penduduk (77 persen di perko- dan penetapan program-pro- taan dan 52 persen di perdesaan) gram investasi yang nyata yang memiliki akses terhadap tidak akan dapat bermanfaat sarana sanitasi dasar. Angka itu bila tidak diikuti oleh inves- pun perlu dicermati lagi meng- tasi terhadap kualitas manu- ingat kualitas sarana yang belum sianya. Manusia dengan ka- dan tidak memenuhi persyaratan Sumber: BPS pabilitas, kemerdekaan, dan teknis yang ditetapkan. akses terhadap hak-hak sosi- Di bidang persampahan, ha- al, ekonomi dan politiklah nya 41 persen penduduk yang Hanya 63 persen penduduk yang dapat melakukan evalu- baru terlayani saat ini, sedangkan asi terhadap pilihan kebi- (77 persen di perkotaan dan 52 persen 51 persen luas wilayah perkotaan jakan dan perubahan politik. masih dipengaruhi genangan, di perdesaan) yang memiliki akses Kualitas manusia yang seperti baik oleh air hujan maupun terhadap sarana sanitasi dasar. inilah yang perlu mendapat pasang air laut/sungai, yang me- perhatian. nyebabkan buruknya kualitas Walaupun IPM bukanlah kesehatan masyarakat dan ling- suatu ukuran yang sempurna kungan, karena umumnya kualitas air berhubungan dengan sanitasi; ketiga, untuk mengukur kualitas pembangunan hujan yang dialirkan juga tercampur oleh mengelola anggaran yang disediakan manusia, tapi setidaknya telah mem- air limbah rumah tangga. Dengan kondisi untuk pembangunan manusia, dan dite- berikan sinyalemen bahwa kita masih seperti ini, sudah saatnya kita men- rapkan dengan prinsip transparansi harus berjuang untuk memperbaiki diri jadikan bidang sanitasi sebagai prasarana pengelolaan anggaran. dalam berbagai hal. Peningkatan per- lingkungan, yang sejajar dengan air Dalam konteks perencanaan pemba- baikan kualitas manusia erat kaitannya bersih, yang merupakan kebutuhan uta- ngunan, isu IPM sudah barang tentu ti- dengan akses terhadap kebutuhan pokok ma masyarakat. Penanganan sanitasi juga dak cukup hanya disajikan dalam bentuk seperti makanan, pekerjaan, kesehatan harus dilakukan secara terpadu dengan pernyataan politik saja, tetapi juga harus dan pendidikan. Kita memiliki pekerjaan bidang air bersih. mampu dijabarkan dalam program-pro- yang berat untuk memacu diri dalam Untuk mencapai hal tersebut, paling gram nyata, seperti dikaitkan dengan meningkatkan peringkat IPM kita agar tidak ada tiga hal yang harus dilakukan, pencapaian target Millennium Develop- menjadi manusia yang memiliki kualitas yaitu pertama, melibatkan kepedulian ment Goals, tahun 2015. Pertanyaannya, yang lebih baik, tidak saja melalui penye- masyarakat untuk mendesak agar sani- apakah mungkin dengan kondisi keuang- diaan dana pembangunan tetapi khusus- tasi manjadi kebutuhan masyarakat yang an negara seperti saat ini, Indonesia nya untuk bidang sanitasi, dengan meng- pokok dan mengangkat sanitasi sebagai mampu menyediakan lebih banyak ubah kebiasaan (habit dan culture) untuk isu politik, serta menjadikannya komit- anggaran untuk kebutuhan pelayanan memanfaatkan prasarana sanitasi dengan men bersama bagi para penyelenggara publik (keamanan, pangan, kesehatan, benar. Dengan kualitas individu yang pembangunan dalam pengambilan kepu- pendidikan) yang mencapai angka 3-6 baik itulah bangsa ini bisa menjadi maju tusan di bidang kesehatan; kedua, berka- persen dari PDB. dan kuat. itan dengan peringkat IPM, ini berarti UNDP melaporkan bahwa sejak awal *) Staf pada Direktorat Perkotaan bahwa pemerintah harus mengeluarkan 1990 hingga tahun 2003, porsi anggaran dan Perdesaan Wilayah Tengah, anggaran yang lebih banyak untuk di bidang kesehatan tidak mengalami Ditjen Tata Perkotaan dan Tata menyediakan pelayanan publik yang perubahan, tetap saja berkisar 0,6 persen Perdesaan, Dep. Pekerjaan Umum Percik 33 Desember 2004
  • 35. W AWASAN Institusi RT-RW Sebagai Koordinator Pengelolaan Air Minum Dan Penyehatan Lingkungan Berbasis Masyarakat Pendahuluan Eddy Soentjahjo *) Fakta S angat menarik bila memperhati- Pada dasarnya, masyarakat bersedia kan pernyataan Gubernur DKI Ja- Juara Pertama Lomba Karya Ilmiah membayar terhadap pelayanan air mi- Penyelenggaraan Air Minum dan Penyehatan karta (th.1998) bahwa setelah 9 Lingkungan Berbasis Masyarakat num dan penyehatan lingkungan yang tahun pelaksanaan program kali bersih mereka dapatkan, terlebih bila kualitas- (PROKASIH), kondisi mutu air sungai- dekatan yang lebih baik, melalui upaya nya baik. Bahkan, pada kasus-kasus ter- sungai di Jakarta belum juga menjadi terus menerus tanpa kenal lelah untuk tentu (contoh : air minum di perkotaan), lebih baik bahkan cenderung menurun. senantiasa menggali, mengevaluasi dan ketika sistem jaringan pelayanan masih Berdasarkan hasil penelitian Univer- mengembangkan, sedemikian rupa hing- buruk, masyarakat lapisan bawah justru sitas Indonesia, penyebab utama bu- ga solusi-solusi alternatif dan kreatif sering terpaksa membayar lebih mahal ruknya mutu air sungai-sungai di dapat tercipta, harus diacungi jempol. dibanding lapisan atas dan/atau menen- Jakarta, Ciliwung misalnya, adalah aku- Bila hanya mengandalkan model pe- gah. Ringkasnya, sepanjang kualitas mulasi limbah domestik (air limbah dan ngembangan konvensional, pemerintah pelayanannya baik dan harganya masuk sampah) yang berasal dari aktivitas kese- akal (reasonable) masyarakat pasti ber- harian rumah-rumah tangga. Pemerintah sedia membayar (willingness to pay), ka- daerah (melalui Dinas Kebersihan dan Sepanjang kualitas rena air minum (kalau boleh diibaratkan) Perusahaan Pengelola Air Limbah, PAL) pelayanannya baik dan adalah kebutuhan pokok nomor urut nol telah berusaha mengatasi dan mengan- harganya masuk akal (paling awal) dari deretan sembilan tisipasi berbagai persoalan pelayanan di (reasonable) masyarakat bahan pokok (sembako) yang sudah dike- lapangan, namun terbentur berbagai nal masyarakat selama ini. pasti bersedia membayar kendala dan keterbatasan, sehingga sam- Sementara itu, kebutuhan pada (willingness to pay), karena pai saat ini baru sebagian kecil yang ter- penyehatan lingkungan dasar (yakni, ke- layani dengan baik. air minum (kalau boleh beradaan jamban rumah tangga), peng- Sementara itu, dalam kaitan peng- diibaratkan) adalah kebu- olahan air limbah septic tank (black adaan air minum, berbagai media masa tuhan pokok nomor urut nol water), air limbah dapur/kamar man- juga mengabarkan, bahwa setelah sekian (paling awal) dari deretan di/cuci (grey water), serta penanganan lama merdeka, negara kita (terutama sembilan bahan pokok sampah, sifatnya variatif. Konon, kevari- melalui jasa Perusahaan Daerah Air (sembako) yang sudah dike- atifan ini disebabkan banyak hal yakni Minum, PDAM) ternyata baru mampu nal masyarakat selama ini. budaya, pendidikan, kondisi sosial, memenuhi kebutuhan air minum sekitar tingkat ekonomi, lemahnya kelembagaan 30 - 45% masyarakatnya (khususnya di (pemerintah, swasta atau masyarakat), perkotaan), itu pun dengan kuantitas dan pada masa depan akan menghadapi tan- dan sebagainya. kualitas produk yang seringkali masih tangan semakin berat untuk secepatnya Betulkah karena itu semua? Untuk fluktuatif. mengejar ketertinggalan penyeleng- menjawab itu semua perlu kita per- Menyadari keterbatasannya, meski- garaan pengelolaan air minum dan/atau hatikan dan renungkan fakta-fakta pun dengan format yang mungkin belum kegiatan sanitasi untuk masyarakat terse- berikut: pas benar pada zamannya, pemerintah but, baik di perkotaan yang relatif ter- 1. Bukti sejarah pada masa-masa sebelumnya juga sudah pusat, apalagi di pedesaan yang menye- Secara tradisional, sejarah partisipasi mengupayakan berbagai penggalangan bar. Munculnya gagasan perlunya kelem- masyarakat Indonesia di bidang pengelo- partisipasi masyarakat. Sehingga peli- bagaan pengelolaan air minum dan pe- laan air (terutama untuk irigasi) dan batan partisipasi masyarakat pada nyehatan lingkungan berbasiskan masya- lingkungan hidup (secara umum), telah kegiatan pengelolaan air minum dan rakat sesuai dengan kenyataan dan ada memiliki catatan panjang. Pada masa penyehatan lingkungan, samasekali bu- argumentasinya. Masyarakat sebenarnya lalu, masyarakat tradisional di kawasan kanlah gagasan baru. Namun, pengga- mampu menyelenggarahkan kedua ke- Pulau Lombok misalnya, telah memiliki gasan kembali dengan format dan pen- giatan tersebut. sistem dan lembaga-lembaga pengelola 34 Percik Desember 2004
  • 36. W AWASAN air irigasi dan pertanahan yang cukup cangkul untuk ditanami ubi. Sadar atau diri berhadapan dengan masya- baik, antara lain : sedahan, pembekel, pe- tidak sadar, disain dan penggunaan alat rakat. kasih dan klian subak. Dengan sistem dan sederhana semacam itu ternyata meru- 4) Kasus penonaktifan Ketua RT oleh kelembagaan ini, terbukti masyarakat pakan solusi yang baik bagi konservasi Walikota, karena melaporkan ada- mampu menghimpun dana secara swa- tanah kebun di lereng-lereng perbukitan nya pencemaran lingkungan sebagai daya, yang bermanfaat untuk memelihara yang sangat sensitif terhadap bahaya ekses keberadaan TPA sampah sarana irigasi, sehingga pemakaian air erosi dan longsor. 5) Pencemaran di Pekayon terhenti, dan pengelolaan tanah bisa dilakukan Dahulu, ketika kawasan Gunung Kidul karena protes masyarakat di kawas- secara optimal. masih sangat gersang dan minus air, an RW 07 Contoh lain yang sangat populer orang malu menyebutkan diri berasal dari adalah keberadaan organisasi pengelola daerah tersebut, tetapi kini, dengan b) Data berasal dari Kementerian Ling- pengairan untuk pertanian di Pulau Bali, semakin baiknya upaya-upaya penghi- kungan Hidup (KLH) yang dikenal sebagai subak, diperkirakan jauan dan pengadaan air minum di dae- Beberapa waktu lalu di KLH/Bapedal sudah ada sejak abad ke-9, sebagaimana rah tersebut, kepercayaan diri masya- terdapat Unit Kasus Jaganusa (dibentuk tersurat dalam prasasti Raja Purana yang rakatnya berangsur-angsur tumbuh. pada tahun 1993 hingga 1999/2000), berangka tahun saka 994 atau 1072 Menurut kesenian/teater rakyat di yang diproyeksikan bekerja cepat dalam Masehi. Bagi masyarakat petani Bali, kawasan Jawa Timur (KENTRUNG dan merespon dan memproses laporan/peng- menjaga kelestarian dan keharmonisan LUDRUK), pada masa lampau, nama aduan masyarakat, menyebar-luaskan lingkungan bukan lagi sebuah beban, daerah atau desa tempat tinggal bahkan informasi dan menerbitkan buletin. Unit tetapi sebuah swadharma, kewajiban sering menjadi bagian tak terpisahkan ini berada di bawah taktis langsung profesi, yang utuh-bulat terangkum dari nama seseorang yang ditokohkan. Deputi II Bapedal, dan diback-up oleh dalam filosofi hidup tri hita karana. Sehingga, menyebut nama tokoh tersebut, tiap direktorat di bawah deputi tersebut. Sementara, masyarakat Kimaam, terasa kurang pas bila tidak menyertakan Tugas yang dilakukan unit ini, antara lain penghuni Pulau Kimaam Selatan, Malu- nama desa/dusun/dukuh asal usul si : inspeksi lapangan, dan membantu ins- ku, yang berawa-rawa, telah mengem- tokoh misalnya Sarip Tambak Oso. Fakta tansi teknis menangani pencemaran air, bangkan sistem pertanian yang sangat tersebut menunjukkan bahwa dalam per- udara dan tanah. unik untuk menghasilkan ubi, makanan gaulan masyarakat Jawa, keberadaan Berikut ini adalah jumlah kasus yang pokok mereka. Penanaman ubi harus lingkungan tempat tinggal yang baik dan dikumpulkan oleh Unit Kasus Jaganusa, dilakukan dengan cara menyiasati kondisi asri menjadi begitu penting, yakni sebagai Bapedal, berdasarkan laporan masya- dataran rendah yang selalu berair atau suatu kebanggaan bersama dan sekaligus rakat tentang telah terjadinya pencemar- lahan kebun yang terbenam air ketika identitas diri. an, perusakan dan pelanggaran ling- pasang air laut datang. kungan hidup di berbagai daerah, selama Masyarakat Desa Haruku di Pulau 2. Kondisi dan peran kelembagaan kurun waktu 1996-1999, yakni : Haruku, Maluku Tengah, memiliki per- masa kini di bidang pengelolaan aturan hukum adat yang dinamakan sasi, lingkungan hidup Media yang bisa diartikan sebagai larangan a) Data berasal dari kliping koran : Periode Tahun Via Surat Cetak & Langsung mengambil hasil alam tertentu, sebagai 1) Kasus pengaduan masyarakat Ran- Anggaran Elektronik upaya pelestarian mutu dan populasi taubais terhadap pencemaran ling- sumber daya alam hayati. Dalam kon- kungan yang diduga dilakukan oleh 1996 - 1997 123 159 6 teks yang lebih luas, sasi menjadi suatu PT. Caltex Pasifik Indonesia ( PT. 1997 - 1998 54 141 2 pengaturan hubungan manusia dengan CPI ) 1998 - 1999 8 - 2 alamnya berupa sasi laut, sasi hutan 2) Kasus pembakaran peternakan (sementara) atau darat, sasi sungai dan juga hubun- ayam, karena pengaduan pence- gan antara manusia di dalam wilayah maran yang kurang ditanggapi oleh Jumlah pelaporan kasus pence- sasi. pihak perusahaan PT. Wira Lucky maran yang menurun, sebagaimana Di Lembah Baliem, Pegunungan Jaya- Sakti ( PT. WLS ) maupun pihak tersaji pada tabel di atas, bisa jadi be- wijaya, Irian Jaya, suku Dani mengolah Muspika Karangploso. lum menggambarkan bahwa jumlah tanah pertanian garapannya dengan 3) Kasus pencemaran Sungai Ciujung, tindak pencemaran/perusakan/pelang- menggunakan tongkat sederhana sebagai Pemda Tingkat II Serang tempatkan garan lingkungan hidup telah menu- Percik 35 Desember 2004
  • 37. W AWASAN run. Situasi politik, kondisi sosial dan ekonomi yang memprihatinkan semen- jak akhir tahun 1997 hingga awal 1999 ini, barangkali menjadikan masyarakat semakin enggan melapor. Keengganan semacam ini, juga bisa dialami Petugas Unit Kasus Jaganusa dalam mengum- pulkan dan memasukkan data ( data entry ). Namun, bila berbagai data kliping koran dan pelaporan Unit Kasus Ja- ganusa tersebut ditelusuri jejak peran kelembagaannya dan kemudian disu- sun menjadi diagram alir berikut, in- formasinya menjadi sangat-sangat me- narik dan berharga : (lihat diagram di samping) Tampak, bahwa masyarakat kita (masa kini) lebih percaya diri untuk berhimpun dalam memperjuangkan isu- isu dan masalah pencemaran/perusakan lingkungan hidup. Dalam beberapa kasus, himpunan tersebut ternyata mirip atau bahkan betul-betul terdiri atas anggota masyarakat dalam satu wilayah institusi RT-RW (rukun tetangga-rukun warga). Pembahasan KETERANGAN : SINGKATAN : Merancang kelembagaan yang ideal Garis utuh tebal, merupakan jalur pelaporan ter- BPLHD = Badan Pengendali Dampak Lingkungan seputar pengelolaan air minum dan pendek, dari masyarakat (individu atau himpunan) ke Hidup Daerah KLH/Bapedal. Saat ini Bapedal telah ditiadakan, penyehatan lingkungan perlu memper- Bapedalda berubah menjadi BPLHD dan beberapa lainnya TKP2LH = Tim Khusus Pemantau dan Peneliti Lingkungan Hidup. hatikan sejarah panjang kegiatan partisi- dengan nama yang berbeda. Garis utuh tipis, merupakan jalur pelaporan yang PPLH = Pusat Penelitian Lingkungan Hidup patif masyarakat Indonesia dan kondisi informasi/laporan awalnya bersumber dari bagian BLH = Biro Lingkungan Hidup nyata pengelolaan lingkungan hidup yang sebelumnya, atau berasal dari inisiatif bagian/institusi itu BKP = Badan Kerjasama Pembangunan sendiri. lebih luas dan nyata terjadi masa kini. Garis putus-putus, menunjukkan bahwa laporan LSM = Lembaga Swadaya Masyarakat PSLU = Pusat Studi Lingkungan Universitas Beberapa contoh kasus pencemaran yang atau informasi yang diperoleh berasal dari media masa ( si- fatnya tidak langsung dari masyarakat ). WALHI = Wahana Lingkungan Hidup disajikan tentu saja tidak menggam- Blok garis putus-putus pada Bapedalwil, dimaksud- ESP = Ecological Studies Programme barkan kondisi keseluruhan kinerja kan bahwa institusi ini sifatnya membantu tugas Bapedal LBH = Lembaga Bantuan Hukum pusat di wilayah, mungkin sampai terbentuknya Bapedalda kelembagaan (pemerintah, swasta dan I/II secara keseluruhan. BUMN = Badan Usaha Milik Negara masyarakat) di Indonesia, bahkan pada contoh kasus no. 5 kita sungguh bisa berharap bahwa koordinasi yang baik terletak di wilayah pemerintahan daerah lingkungan hidup, termasuk pengeloaan antarlembaga (masyarakat RT-RW, yang berbeda, dan itu bukan menjadi air minum dan penyehatan lingkungan. pemda dan swasta) memberikan hasil halangan. Kepedulian itu bahkan tampak muncul solusi penanganan pencemaran yang Beberapa contoh sejarah partisipatif, dari masyarakat-masyarakat pedalaman baik. Padahal, lokasi pabrik pencemar menunjukkan bahwa secara kultural, dan pesisir yang sederhana dengan (berada di Kab. Bogor) dan pemukiman masyarakat Indonesia sebenarnya sangat tingkat ekonomi, pendidikan dan akses penduduk yang tercemar (di DKI Jakarta) peduli dengan kegiatan pengelolaan informasi yang juga masih rendah. Maka, 36 Percik Desember 2004
  • 38. WAWASAN beberapa pertanyaan di depan, tentang Pengelola profesional, bisa merupakan kepastian hubungan antara tingkat pen- Kesuksesan pengelolaan bagian anggota masyarakat tersebut didikan dan ekonomi masyarakat dengan kegiatan (berbiaya) (misal: kelompok pemuda karang ta- kepedulian terhadap lingkungan hidup runa), bisa berasal dari luar masyarakat. berbasis masyarakat ini terjawab sudah. Sepanjang bermanfaat, tidak menu- sangat ditentukan oleh Selanjutnya, kelembagaan seperti apa tup kemungkinan lembaga masya- yang sebaiknya dipakai? Bila mengikuti kemampuan menghimpun rakat tersebut bekerja sama dengan kecenderungan masyarakat untuk lebih dan mengalokasikan dana lembaga pemerintah dan/atau swasta. suka berhimpun di kalangannya sendiri langsung dari dan/atau (masalah representasi dan kepercayaan), ke masyarakat. Institusi Saran organisasi tradisional yang sudah ada se- semacam RT-RW sangat Segala sesuatu menyangkut pilihan macam RT-RW di perkotaan (termasuk di memiliki pengalaman dan teknologi, biaya investasi, harga pro- antaranya : dusun, banjar, nagari, kelom- jam terbang tinggi duk akhir, kewenangan pengelolaan, pok suku, himpunan para petani, nelayan tentang itu. harus diputuskan secara musyawarah atau pengrajin, dsb.), bisa dipercaya se- antara internal masyarakat dan pihak bagai pengelola atau minimal koordinator pemerintah dan/atau swasta. pengelolaan. Sebagai koordinator! Ya, Karena menyangkut kemungkinan ada- karena pada akhirnya keahlian teknis, Kesimpulan nya perbedaan kemampuan daya beli manajemen dan terutama ketersediaan Pengelolaan air minum dan penye- setiap anggota masyarakat, konsep se- waktu, harus tetap dipandang penting, hatan lingkungan berbasis masya- macam subsidi silang bisa diterapkan. sehingga pengelolaannya mungkin harus rakat sangat mungkin bisa dihadirkan Melalui kelembagaan pula, tidak menu- diserahkan kepada pihak lain. di lingkungan perkotaan maupun pe- tup kemungkinan masyarakat bisa men- Kesuksesan pengelolaan kegiatan (ber- desaan. dapatkan dana dari hasil kegiatan unit biaya) berbasis masyarakat ini sangat Kelembagaan pengelolaannya harus usaha bersama lainnya (misal: penge- ditentukan oleh kemampuan menghimpun dikoordinasi oleh himpunan/repre- lolaan air minum/bersih), untuk mem- dan mengalokasikan dana langsung dari sentasi yang berasal dari masyarakat biaya (setidaknya mensubsidi) kegiatan dan/atau ke masyarakat. Institusi semacam itu sendiri (semacam institusi RT-RW pengelolaan air limbah dan penyehatan RT-RW sangat memiliki pengalaman dan saat ini), sifatnya fleksibel dan sesuai lingkungan lainnya. jam terbang tinggi tentang itu (misal: kebutuhan masyarakat setempat. *) Aliansi Studi Pembangunan, ASP-ITB menghimpun iuran sampah dan keaman- Salah satu contoh standar : (Bidang Lingkungan & Pemukiman) an, zakat, dana sosial, dsb.). Tentu saja, kelembagaan dan jaringan organisasinya tidak selalu sederhana dan tunggal, bisa saja karena alasan tertentu (misal : demi mengejar kapasitas skala ekonomi suatu instalasi pengolah air bersih/minum, atau lokasi kawasan pelayanan yang kebetulan berdekatan), terpaksa atau sebaiknya kelembagaannya diperluas menjadi ga- bungan dari beberapa RT-RW dan/atau bekerja sama dengan lembaga lainnya, yakni pemerintah atau swasta. Lembaga baru, menurut hemat kami, tidak selalu perlu dibentuk, kita gunakan dan berda- yakan saja yang ada. Karena ecomanage- ment secara nasional yang kita miliki sebe- narnya sudah berjalan cukup baik, hanya membutuhkan waktu dan juga gagasan- gagasan dan terobosan kreatif. Percik 37 Desember 2004
  • 39. WA W A S A N Strategi Peningkatan Kesadaran Masyarakat (Dengan Rujukan Khusus Terhadap: "Kampanye Kepedulian Masyarakat mengenai Konservasi Air di Kawasan Asia Pasifik" - Di bawah Koordinasi UN-ESCAP) 4. Badan Pemerintahan dan Pemu- Tulisan Kedua dari Dua Tulisan dikan mereka mitra kerja yang berharga ka Masyarakat untuk penyampaian pesan KKA. Tugas pengembangan KKA akan lebih mudah jika dikerjakan bersama-sama 8. Media Massa oleh beberapa badan pemerintah dan Televisi, radio, film, koran, majalah, pa- organisasi masyarakat. Pemerintah Dae- pan reklame, dan di antara masyarakat ter- rah dan pemuka masyarakat, jika diberi tentu-Internet, mempunyai kekuatan besar informasi dan dimotivasi, dapat berperan untuk menyampaikan informasi dan mem- penting dalam penyampaian pesan KKA beri pendidikan. Setelah mempertim- kepada masyarakat setempat. Sebuah bangkan tingkat akses masyarakat setempat contoh adalah negara Thailand, di mana ke setiap media massa ini, maka strategi pe- selama musim kemarau 1998, Otorita pe- ngembangan KKA disusun dengan menge- kerja air propinsi telah melakukan kam- mukakan cara terbaik memanfaatkan media panye untuk meningkatkan kesadaran massa supaya dapat menjangkau pemakai masyarakat akan konservasi air dengan air dengan pesan-pesan mengenai konser- menghubungkan kekurangan air bersih vasi. Harus direncanakan bagaimana dapat dengan penebangan pohon dan pence- terjalin suatu kerjasama antara para pakar maran industri. Unit-unit keliling me- pengairan dan media massa, termasuk ngunjungi daerah-daerah pelayanan sup- pelatihan para pakar dalam hubungan media lai air di seluruh negeri untuk melakukan Oleh: A. Hafied A. Gany, PhD *) massa dan mendidik para pakar dalam perbaikan pipa air, keran-keran yang bo- media tentang konservasi air. cor dan meteran air secara cuma-cuma. jang. Proses ini harus dimulai dengan anak-anak, segera setelah mereka masuk 9. Artis dan Pekerja Seni 5. Lembaga Swadaya Masyarakat sekolah dan masalah air harus dibahas Pada prinsipnya, komunikasi media (LSM) pada kurikulum pendidikan dasar, SLTP adalah komunikasi satu arah akan tetapi LSM biasanya merupakan organisasi dan SMU. Oleh karena itu guru dan pen- pengalaman menunjukkan bahwa sikap yang tidak mengejar keuntungan dengan didik merupakan mitra penting dalam masyarakat cenderung berubah jika terja- tingkat partisipasi sukarela yang tinggi; penyampaian strategi KKA. Para pendidik di komunikasi dua arah atau timbal balik. memberikan sumbangan sangat penting diminta untuk memasukkan topik keairan Untuk kelompok yang lebih kecil, diskusi dalam bidang pengairan di kawasan Asia dalam kurikulum nasional maupun dae- dan umpan balik dapat distimulasikan dan Pasifk dan keikutsertaannya perlu rah. Materi mengajar untuk guru harus melalui drama yang menggambarkan dicatat dalam mensosialisasikan KKA. menekankan pada pentingnya air dalam situasi setempat dengan keterlibatan Dalam kenyataan, banyak LSM yang terli- setiap aspek kehidupan, dalam pelajaran aktor, teater rakyat, wayang, dongeng dan bat dalam proyek air perdesaan yang sains, sastra, seni dan drama. Pelajaran musik. Cara ini akan sangat efektif untuk berskala kecil dan kunci kesuksesan tentang KKA yang menarik dan informatif penonton yang lebih muda dan dapat mereka adalah kemampuan untuk meng- untuk guru maupun murid harus menjadi merupakan bagian dari gerakan pen- ikutsertakan masyarakat setempat untuk prioritas utama dalam strategi pengem- didikan untuk menunjang pembangunan. aktif berpartisipasi dalam program mere- bangan KKA. Kelompok sasaran disini adalah penye- ka. Keikutsertaan LSM cenderung me- lenggara pameran, lomba, festival drama ningkat untuk menjadi mitra kerja dalam 7. Paramedis dan seni dalam masyarakat setempat pelaksanaan proyek pengairan nasional Aktivitas harian paramedis-dokter, yang perlu diinformasikan tentang dan daerah. perawat dan paramedis lainnya ber- masalah air dan distimulasikan agar men- hubungan dengan setiap lapisan masya- jadi kreatif dalam menyampaikan KKA. 6. Guru dan Pendidik rakat. Pengalaman mereka yang luas ten- Untuk menimbulkan kesadaran ma- tang sosialisasi pesan-pesan kesehatan, 10. Para Pemuka Agama syarakat mengenai masalah konservasi khususnya mengenai kebersihan, sanitasi Air secara nyata dijelaskan dalam air merupakan suatu proses yang pan- dan bahaya pemakaian air kotor, menja- ajaran agama sebagai bagian yang penting 38 Percik Desember 2004
  • 40. WAWASAN FOTO: WCA-ESCAP dan badan yang dapat bertindak sebagai mitra kerja adalah mereka yang bertang- gung jawab pada: perencanaan sumber daya air, pengembangan dan pengelo- laan, penyediaan air perkotaan dan pe- desaan maupun sanitasi, kesehatan ma- syarakat, pertanian dan irigasi, ling- kungan, perencanaan dan pengembang- an sosial dan ekonomi, perumahan, dan pendidikan. (b) Pemerintah Propinsi dan Daerah. Jika bentuk tanggung jawab untuk masalah-masalah seperti pelayanan air, kesehatan masyarakat, lingkungan dan pendidikan dipindahkan ke tingkat kabu- paten dan kecamatan, sedangkan un- dang-undang tambahan maupun per- aturan-peraturan mengenai hal tersebut dikeluarkan oleh pemerintah pusat , ma- dalam kehidupan, atau untuk kebersihan adalah: kepada tingkat pemerintahan; di ka lembaga pemerintah propinsi dan kota pribadi dan sebagai pembersih simbolik antara departemen yang bertanggung harus dianggap sebagai mitra. dari perbuatan jahat. Para pemuka aga- jawab terhadap berbagai aspek yang ber- (c) Perusahaan suplai air bersih, ma dijadikan kelompok sasaran untuk beda dalam bidang pengairan, kesehatan dan sanitasi. dua alasan yaitu pesan-pesan mengenai masyarakat, lingkungan, irigasi dan per- (d) Badan multilateral. Kira-kira KKA dapat disisipkan ke dalam penga- tanian, maupun perencanaan kota dan terdapat dua puluh badan dalam Perse- jaran mereka dan mendorong pengikut- pedesaan. rikatan Bangsa-Bangsa yang mengurusi nya untuk berpartisipasi dalam kampa- Di luar pemerintahan, kemitraan sektor pengairan, demikian juga dengan nye tentang air. yang strategis dapat mencakup LSM, Bank Pembangunan Asia. Badan multi- perusahaan air dan listrik swasta, orga- lateral dapat mendukung strategi ke- 11. Menjangkau Pemakai Air nisasi wanita dan kemasyarakatan lain- sadaran konservasi air nasional berupa Jika kelompok sasaran di atas telah nya, perusahaan dagang yang menawar- (i) Pendanaan proyek-proyek KKA, atau memahami dan menjalankan pesan KKA, kan bantuan sebagai sponsor, dan media proyek-proyek suplai air bersih dan sani- maka kelompok tersebut menjadi mitra massa. Sebagai contoh, misalnya, kelom- tasi; (ii) Penyediaan pelatihan dan pe- kerja dalam penyampaian pesan konser- pok kemitraan dan hubungan kerja yang ngembangan; dan (iii) Penyediaan pusat vasi pemakai air. Teknik yang berbeda didirikan di Republik Korea untuk me- sumber pengetahuan dan jaringan kerja diperlukan untuk memperkenalkan kon- mudahkan kampanye tentang konservasi informasi melalui publikasi. servasi sumber daya air dan suplai air, air nasional. (e) Perusahaan pemakai air besar. maupun dalam penyampaian pesan kon- 2. Mitra kerja dan sponsor yang Perusahaan pemakai air besar dalam sek- servasi di daerah pedesaan dan perko- potensial tor pertanian, industri dan komersial da- taan. Pengalaman setiap kelompok Penyampaian ke masyarakat akan pat menjadi mitra yang berpotensi khu- sasaran dapat membantu Komisi efektif jika Komisi Pelaksana memilih susnya pada tingkat daerah/lokal. Pelaksana untuk menentukan cara dan mitra kerja dan sponsor yang bertang- (f) Asosiasi para pakar. Beberapa bentuk aktivitas pengembangan KKA. gung jawab untuk membantu pelaksa- asosiasi para pakar telah memperke- naan pengembangan KKA. Di bawah ini nalkan konservasi air kepada anggotanya. Langkah Keenam: terdapat sembilan contoh kelompok mi- Asosiasi para pakar ini dapat menjadi Identifikasi Mitra Kerja dan Sponsor tra kerja dan beberapa di antaranya telah sumber pengetahuan untuk meningkat- 1. Kemitraan yang Strategis disebut sebagai sasaran awal penyampai- kan kesadaran masyarakat di berbagai bi- Kemitraan yang strategis penting an pesan KKA. dang maupun dapat menjadi kerangka untuk memperkenalkan strategi KKA (a) Pemerintah Pusat. Kementerian kerja yang berharga bagi mitra dari para Percik 39 Desember 2004
  • 41. WA W A S A N FOTO: WCA-ESCAP pakar dalam bidang konservasi air. universitas, dan perkumpulan aga- (g) Penyelenggara kampanye ma. kesehatan masyarakat. (5). Pertemuan umum --rapat, konferen- (h) Penyelenggara kampanye si, pameran, festival, seni dan dra- lingkungan. Juru kampanye untuk ma. masalah lingkungan dengan satu topik, (6). Penyebarluasan informasi -- dengan seperti pencemaran sungai atau dampak buklet, leaflet dan poster. pembangunan bendungan baru akhirnya Suatu kerangka kerja perencanaan menyadari perlunya lingkup permasalah- diperlukan dalam menyusun strategi an yang lebih luas, mencakup pemakaian supaya terbentuk hubungan di antara ke- dan konservasi air. enam bagian utama tersebut untuk pe- ngembangan KKA yang berupa: (i) ma- Langkah Ketujuh: salah; (ii) peserta; (iii) mitra; (iv) tujuan Menyepakati Tujuan dan Pesan dan pesan; dan (v) kegiatan. Kegiatan- Utama kegiatan harus dibagi secara luas ke Komisi Pelaksana pada saat ini telah an dalam perilaku dan sikap. Kampanye dalam kegiatan yang akan dilaksanakan mengidentifikasi stakeholders, masalah untuk mengubah perilaku akan lebih pada tiga tingkatan pemerintahan yakni kebijakan, kelompok sasaran awal dan efektif jika terdapat alasan eksternal yang pusat, propinsi, dan kabupaten/kota. mitra maupun sponsor yang berpotensi. jelas bagi masyarakat untuk memberi Langkah berikut adalah penentuan kam- tanggapan, misalnya kelangkaan sumber Langkah Kesembilan: panye dengan menyetujui tujuan dan air selama bertahun-tahun. Penyusunan Jadwal dan Target pesan utama untuk mengembangkan KKA Komunikasi dengan memperhatikan masalah kebijakan Langkah Kedelapan: 1. Tujuan Strategi dan Target Taktis dan kepentingan stakeholders maupun Identifikasi Kegiatan untuk Pe- Pada tahap perencanaan strategi se- mitra kerja. Dalam hal ini, Komisi Pe- ngembangan KKA perti mengurangi ketidaktahuan, men- laksana harus membuat konsep berisi tu- 1. Identifikasi kegiatan ciptakan kesadaran dan mendorong mi- juan dan pesan untuk dikaji dan dikonsul- Kadang-kadang keinginan berbuat nat dalam penyelesaian, adalah sangat tasikan dengan semua pihak yang berminat. sesuatu mengenai konservasi air dengan sulit untuk mengukur keberhasilan ke- Dengan memakai cara pendekatan cara melakukan kegiatan tersendiri yang giatan komunikasi KKA. Oleh sebab itu, yang biasa digunakan dalam pemasaran murah dan mudah dilaksanakan seperti perlu membuat rencana kerja pemantau- sektor komersial, maka tujuan dan pesan mencetak dan membagikan selebaran an kegiatan terhadap tujuan strategi dan dalam pengembangan KKA mengikuti tentang penghematan air, timbul akibat target taktis yang telah ditentukan se- proses yang terdiri atas dua. Tahap 1, meningkatnya beban/tekanan terhadap belumnya. pemakai air akan menyadari masalah sumber daya air. Akan tetapi, jika 2. Program dan Kampanye: Jangka penyediaan air bersih dengan biaya ren- kegiatan ini tidak menjadi bagian dari Panjang dan Jangka Pendek dah, dampak pengambilan air yang tidak strategi yang telah direncanakan dengan Pelaksanaan strategi KKA secara me- terkendali terhadap lingkungan dan baik, maka sudah pasti bahwa kegiatan nyeluruh harus direncanakan untuk jang- hubungan antara pemakaian air yang tersebut tidak akan efisien dan hanya ka waktu lima tahun. Jangka waktu ini di- efisien, sanitasi dan kesehatan yang baik. membuang waktu dan uang. Kegiatan anggap cukup panjang untuk melakukan Tahap I dapat merupakan proses yang pengenalan KKA yang ditujukan pada perubahan dalam kesadaran tentang kon- panjang dan dapat berlangsung selama masyarakat, umumnya memiliki 6 servasi air yang mencukupi dan juga beberapa tahun dan keuntungannya (enam) bagian utama berikut ini. meliputi beberapa kampanye jangka pen- tidak mudah dihitung. Tahapan ini dapat (1). Pemerintahan -- pimpinan tertinggi, dek. menimbulkan kesadaran dan minat pembuat kebijakan, dan menge- Beberapa program konservasi air secara umum, terhadap masalah yang nalkan undang-undang. yang berubah sesuai keadaan akan ber- dihadapi dan hal ini diperlukan sebagai (2). Sosialisasi -- pemberitaan dan kam- langsung terus menerus selama waktu landasan tahap 2. panye kesadaran. pelaksanaan misalnya pengembangan Tahap 2, biasanya berjangka pendek (3). Media komunikasi -- melalui TV, bahan pengajaran untuk sekolah dan pe- (1-2 tahun), dan menyelenggarakan kam- radio, koran, majalah dan internet. ningkatan program untuk mengurangi panye untuk menggerakan aksi perubah- (4). Pendidikan -- di sekolah, akademi, limbah. Program-program KKA yang 40 Percik Desember 2004
  • 42. WA W A S A N lebih umum oleh pemerintah kota meli- Langkah Kesebelas: siaran; (7) Mengemb situs Internet ten- puti kampanye penghematan air jangka Pembentukan Tim Pelaksana tang konservasi air pendek yang dilaksanakan secara terus Jika dana telah disetujui, Komisi Pada tingkat Pemerintah Propinsi: menerus selama musim kemarau. Pelaksana dapat membentuk tim proyek (1) Membina hubungan dengan pejabat untuk melaksanakan kegiatan khusus pemerintah propinsi untuk memperke- Langkah Kesepuluh: program pengembangan KKA. Pimpinan nalkan aspek regional suatu kampanye; Penyusunan Anggaran dan Pencari- proyek pelaksana harus dipilih atas dasar (2) Membantu merancang undang- an Dana kemampuannya mengelola kampanye di undang tambahan dan peraturan-per- 1. Menghitung Anggaran samping itu juga harus memiliki penge- aturan; (3) Mengadakan perlombaan Komisi Pelaksana harus menghitung tahuan teknik secara rinci tentang kon- untuk pelaksanaan konservasi yang baik; anggaran yang diperlukan untuk membi- servasi air. Tim proyek pelaksana harus dan (4) Memudahkan penyampaian pro- ayai program pengembangan KKA terdiri atas ahli-ahli dalam bidang seperti gram melalui media regional dan iklan. berdasarkan kegiatan yang diusulkan, penyediaan air, pengelolaan lingkungan, Pada tingkat pemerintah Kabupa- personil dan bahan yang diperlukan dan pendidikan, pemasaran dan hubungan ten/Kota: (1) Membentuk tim untuk men- pengeluaran-pengeluaran yang dibu- masyarakat. datangi sekolah-sekolah; (2) Menjadi peng- tuhkan. Kemudian mereka perlu menyi- ajar tamu di sekolah, akademi dan uni- apkan rancangan kegiatan yang jelas dan versitas; (3) Mengatur rapat-rapat umum ringkas untuk mendapatkan dana, me- Beberapa program dan diskusi; (4) Membentuk dan me- nyusun strategi program dan keuntungan konservasi air yang berubah nyelenggarakan kampanye hemat air jang- yang potensil dan rancangan keuangan sesuai keadaan, ka pendek; dan (5) Mengatur penyeleng- dengan menyatakan dari mana sumber akan berlangsung terus menerus garaan peristiwa budaya dan pameran. dana dan pemakaian dana tersebut. selama waktu pelaksanaan Pertimbangan-pertimbangan perlu di- misalnya pengembangan bahan Penutup berikan kepada bentuk pendanaan baik pengajaran untuk sekolah dan Secara keseluruhan, kesuksesan pene- secara tunai atau natura dari "stakehol- peningkatan program rapan dan pelaksanaan strategi peningkatan ders and partners" termasuk sponsor ko- untuk mengurangi limbah. kesadaran masyarakat sangat ditentukan mersial dan LSM. Selanjutnya, Komisi oleh adanya "Komitmen Politis Pemerintah" Pelaksana harus mempertahankan usul- yang selanjutnya diimplementasikan oleh an dan rencana keuangannya dalam Tenaga ahli tersebut dapat diambil semua pihak secara sinergi melalui tiga diskusi dengan Departemen atau Badan dari beberapa lembaga maupun konsul- pemeran utama, khususnya bertanggung- Pemerintah sebagai langkah awal pen- tan ahli eksternal jika diperlukan. Tenaga jawab dalam mengambil prakarsa dan tin- carian dana. pendukung setiap bidang harus dialo- dakan untuk meningkatkan kesadaran 2. Sumber dana kasikan kepada setiap tim untuk pelak- masyarakat akan perlunya konservasi air Pendanaan program KKA dapat sanaan tugas logistik yang tidak memer- yakni: (1) Pemerintah sendiri, di Tingkat berasal dari satu sumber atau lebih seba- lukan keahlian. Jumlah anggota tim yang Pusat, Propinsi, dan Daerah; (2) Organisasi- gai berikut: (i) Alokasi anggaran pemerintah optimum umumnya terdiri atas empat organisasi sumber daya air dan suplai air pusat atau dari sub alokasi kepada departe- sampai delapan orang. bersih; (3) Masyarakat setempat, dibantu men kementerian dan badan; (ii) Pen- Pada tingkat Pemerintah Pusat: (1) oleh LSM. Sementara Kelompok Eksternal, dapatan pemerintah propinsi dan daerah Mengembangkan peraturan perpipaan yakni badan-badan multi lateral juga tetap di- atau anggaran yang dialokasikan dari nasional dan standar-standar untuk alat perlukan dalam memberikan dukungan baik pemerintah pusat; (iii) Pendapatan perusa- dan perabot rumah tangga; (2) Me- berupa komunikasi, bantuan teknik dan haan suplai air; (iv) Sponsor komersial; (v) rancang undang-undang tentang konser- semacamnya mengingat kepentingan KKA LSM; (vi) Badan pendanaan multilateral; vasi air; (3) Memperkenalkan Hari merupakan tuntutan kepedulian semua dan (vii) Donor bilateral. Konservasi Air; (4) Menyiapkan kuriku- pihak secara lokal, regional, nasional maupun Jika pemerintah mencari pendanaan lum tentang air untuk anak-anak sekolah; internasional tanpa kecuali (Kepedulian eksternal melalui kemitraan dengan LSM (5) Menyiapkan buku panduan tentang Konservasi Air buat kepentingan semua). dan sponsor komersial, maka sangat pen- air untuk sekolah; (6) Membina hubung- ting untuk menjaga keterbukaan dan an dengan pimpinan media massa dan Widya Iswara Utama akuntabilitas. menyelenggarakan jumpa pers dan Departemen Pekerjaan Umum Percik 41 Desember 2004
  • 43. WA W A S A N Sekali Lagi tentang Privatisasi Tulisan Kedua dari Dua Tulisan Keunikan Privatisasi Air Minum ningkat (jika pemerintah masih meme- dan Sanitasi Oleh: Oswar Mungkasa*) gang sebagian saham, maka pemerintah Dibandingkan dengan sektor lain se- juga akan menikmati keuntungan dari perti listrik dan telekomunikasi, maka langsung, (b) dampak pada tenaga kerja kenaikan nilai saham). (ii) penjualan sa- pembiayaan swasta dalam sektor air mi- yang berupa dampak langsung yaitu ham melalui pasar modal mengakibatkan num dan sanitasi relatif lebih sedikit yang penambahan/pengurangan pegawai per- berlakunya ketentuan pasar modal terutama berhasil (Haarmeyer, 1998). Hal ini usahaan bersangkutan atau dampak menyangkut transparansi perusahaan ; (iii) mungkin disebabkan oleh sifat dari sek- tidak langsung yaitu penambahan/pe- keterlibatan pegawai yang lebih jauh dalam tor air minum dan sanitasi yang berbeda, ngurangan tenaga kerja pada sektor lain, pengendalian perusahaan yang dimung- yaitu (i) air minum dan sanitasi ditandai (c) dampak pada penghasilan pegawai kinkan oleh pemilikan saham oleh pegawai dengan tingkat monopoli alamiah yang yang berupa dampak langsung terhadap (Gayle, 1990); (iv) Shirley dan Neils (1992) tinggi. Meskipun kompetisi dimungkin- penghasilan pegawai BUMN dan dam- menekankan lebih berperannya mekanisme kan pada kegiatan terbatas seperti pe- pak tidak langsung terhadap penghasil- kontrol pasar, dan berkurangnya tekanan ningkatan kapasitas dan penyediaan an pegawai pemerintah lainnya, (d) dan campur tangan yang bersifat politis (Si- layanan plumbing, tapi sulit untuk juga dampak terhadap surplus sosial yaitu ahaan, 2000); (v) meredam pertumbuhan melakukan hal yang sama untuk dis- berupa dividen, laba ditahan, sum- pembelanjaan pemerintah; (vi) mempromo- tribusi yang merupakan bisnis inti air bangan sosial; (e) dampak pada ang- sikan inisiatif individual untuk melakukan minum dan sanitasi; (ii) air merupakan garan pemerintah berupa penambah- usaha; (vii) memperluas kepemilikan dan kebutuhan dasar manusia dan akses ter- an/pengurangan besar subsidi, pinjam- partisipasi masyarakat dalam perekonomi- hadap air harus diberikan pada semua an, dan pajak; serta (f) dampak pada an nasional (Todaro, 1989) orang; (iii) air minum dan sanitasi lebih tabungan dan konsumsi. cocok dikelola oleh pemerintah daerah. Hambatan Privatisasi Akibatnya, issue antardaerah harus lebih Berg (1987) mengemukakan masalah dahulu diselesaikan sebelum penanam Model privatisasi yang dihadapi khususnya di negara modal masuk; (iv) sebagian terbesar asset sangat beragam berkembang yaitu (i) tujuan utama pri- berada dibawah tanah yang mengaki- dengan kemungkinan vatisasi di negara berkembang berbeda batkan besarnya biaya untuk menilainya sukses/gagal yang sama. dengan negara maju yaitu mengurangi sehingga menambah biaya persiapan par- jumlah BUMN yang merugi. Kondisi ini Walaupun tidak ada tisipasi swasta; (v) penyediaan yang menyulitkan untuk menjual pada swasta; kurang memadai dapat mengakibatkan model yang berlaku (ii) tidak terdapat perusahaan swasta masalah kesehatan dan lingkungan, se- untuk semua nasional yang mempunyai modal yang hingga pemerintah mempunyai minat situasi, tetapi dapat memadai untuk membeli BUMN, semen- yang kuat dalam meningkatkan akses pe- dikatakan bahwa tara perusahaan asing dengan modal layanan tanpa memperhitungkan ke- prospek privatisasi yang cukup masih mendapat hambatan mampuan membayar; (vi) risiko nyata membeli BUMN; (iii) kondisi peraturan terbaik pada negara dari perbedaan kurs sebab konsumen yang kurang mendukung. Misal proteksi membayar dalam mata uang lokal semen- yang mempunyai industri, akses kredit; (iv) parlemen tara pinjaman dalam mata uang asing mekanisme finansial kurang memberi dukungan karena diang- (Penelope, 1997). yang mendukung gap sebagai menjual aset nasional. privatisasi. Termasuk juga banyaknya penolakan Dampak Privatisasi dari militer yang banyak bergantung Secara umum, menurut Andic (1990), pada BUMN. selain perubahan kinerja perusahaan itu Selain itu, beragam manfaat privati- Sementara di Indonesia, beberapa sendiri, maka terdapat beberapa dampak sasi antara lain (i) kultur sektor swasta faktor ditengarai menjadi kendala pro- privatisasi yang dikenali sebagai dampak akan mulai mempengaruhi perusahaan gram privatisasi antaranya (i) ideologis, ekonomi makro antaranya yaitu (a) pe- sehingga diharapkan efisiensi dapat di- yang menyatakan bahwa privatisasi ber- ngaruh privatisasi terhadap nilai tambah tingkatkan. Selanjutnya keuntungan me- tentangan dengan jiwa Undang-undang agregat baik langsung maupun tidak ningkat sehingga harga saham akan me- Dasar 1945 khususnya Pasal 37 ayat 2; (ii) 42 Percik Desember 2004
  • 44. W AWASAN politis, yang berkaitan dengan kemung- jadinya peralihan monopoli ke tangan swas- Dengan cara yang sederhana (tabel 2), kinan berkurangnya secara signifikan ta yang tidak mempunyai kepedulian pada maka hasil analisis dapat mengarahkan peran pemerintah dalam perekonomian kesejahteraan masyarakat (Siahaan, 2000). pemerintah pada pilihan yang optimal. nasional; (iii) penolakan internal, khusus- Sementara Kagami (1999) mengemukakan Misalnya, jika kapasitas regulasi lemah nya dari pihak manajemen dan karyawan kelemahan privatisasi adalah (i) timbulnya dan komitmen politik rendah, maka terkait dengan kemungkinan terjadinya pengangguran dan berkurangnya peran pilihan konsesi akan sulit dilaksanakan. perubahan manajemen dan pemutusan serikat pekerja; (ii) dominasi modal asing hubungan kerja setelah privatisasi; (iv) (disebut juga efek Wimbledon); (iii) per- Kunci Kesuksesan Privatisasi finansial, terkait dengan hilangnya sumber saingan keras (survival of the fittest) men- Kehadiran Undang-Undang Privati- pendapatan pemerintah di masa datang; ciptakan kondisi semakin dominannya sasi penting untuk menjamin privatisasi (v) otonomi daerah, yang berujung pada perusahaan besar dan terciptanya oligopoli. berada pada jalur yang benar. Keber- penolakan pemerintah daerah terhadap adaan UU tersebut paling tidak bisa privatisasi BUMN di daerahnya; (vi) Faktor Kunci dalam Memilih menghadirkan tiga prasyarat keberhasil- persepsi masyarakat bahwa privatisasi Pemerintah mempunyai beberapa sasa- an program privatisasi. Pertama, persya- hanya menjual aset untuk menutup defisit ran dalam melibatkan swasta yaitu (i) mem- ratan kredibilitas dan akuntabilitas. Jika anggaran pemerintah; (vii) kurangnya perkenalkan teknologi dan keahlian mana- ini tidak terjadi, maka privatisasi hanya keterbukaan dan sosialisasi tentang ren- jerial baru; (ii) meningkatkan efisiensi; (iii) menghasilkan pengalihan inefisiensi dari cana privatisasi; (viii) belum adanya bukti membangun proyek skala besar; (iv) mengu- sektor publik ke sektor swasta. Struktur bahwa privatisasi dapat mendatangkan rangi biaya subsidi; (v) menghalangi inter- pasar tak berubah sehingga tak ada per- manfaat bagi masyarakat; (ix) belum vensi politis jangka pendek; (vi) membuat baikan dalam iklim persaingan. Kedua, adanya dasar hukum yang kuat paling tidak perusahaan lebih tanggap terhadap kon- persyaratan kecepatan. Proses yang lama setingkat undang-undang bagi privatisasi sumen. Selain itu pemerintah juga memper- akan mengundang free rider dan pembu- BUMN; timbangkan konsekuensi terhadap pegawai, ru rente. Ketiga, persyaratan organisasi. Prawiro (1989) mengemukakan ma- kendali sektor strategis, peningkatan tarif, Pembentukan komisi privatisasi yang meng- salah yang lebih terkait pada kinerja BUMN dan dampak terhadap masyarakat miskin. awasi jalannya privatisasi, menetapkan dan ideologi yaitu (i) kinerja BUMN yang Dalam mencapai sasaran tersebut maka keputusan strategis seperti harga minimum kurang baik mengakibatkan nilai jual pemerintah harus menentukan pilihan pri- saham jika ditempuh langkah Initial Public BUMN yang relatif rendah; (ii) kinerja yang vatisasi yang optimal melalui serangkaian Offering (IPO) (Basri, 2002). kurang baik juga menjadi hambatan untuk analisis berupa (i) analisis kondisi perusa- Sementara Sumarlin (1996) mene- memenuhi persyaratan masuk pasar mo- haan; (ii) analisis kerangka regulasi saat ini; kankan prinsip persamaan, transparansi dal; (iii) salah satu tugas BUMN adalah (iii) analisis dukungan pemangku ke- dan obyektif yang dituangkan dalam 4 mendidik tenaga Indonesia, dan dengan pentingan; (iv) analisis keberlangsungan (empat) prinsip dasar bagi keberhasilan privatisasi menjadi tidak tertangani; (iv) keuangan. privatisasi yaitu (i) pihak swasta yang BUMN diberi hak monopoli karena membeli saham BUMN tidak beban sosial yang ditanggungnya diberi hak monopoli maupun hak Tabel 1 : Rangkaian Analisis tetapi dengan privatisasi maka privilege lainnya seperti proteksi, beban tersebut tidak ada lagi sehing- ANALISIS PERTANYAAN KUNCI kredit bunga rendah. Mereka Kondisi Perusahaan Standar pelayanan ga seharusnya hak monopoli dihi- Kondisi asset diperlakukan sama dengan pihak langkan. Tetapi hak monopoli inilah Sumber daya manusia swasta lainnya; (ii) privatisasi ti- yang sebenarnya menarik minat Kinerja keuangan dak berarti menomorduakan Kerangka regulasi Dukungan regulasi yang ada swasta membeli BUMN Kemungkinan perubahan kepentingan masyarakat luas; (iii) regulasi kesempatan yang sama bagi ma- Kelemahan regulasi Kritik terhadap Privatisasi Dukungan pemangku Identifikasi kepentingan syarakat berpartisipasi; (iv) pene- Khusus di negara berkembang, kepentingan pemangku kepentingan tapan harga harus yang paling Minimisasi resiko politis Shirley dan Neils (1992) menge- menguntungkan dengan memper- Keberlangsungan keuangan Apakah tarif memadai? mukakan beberapa kelemahan pri- Meningkatkan efisiensi hatikan harga pasar dan dilakukan vatisasi yaitu (i) kurang mampunya tanpa kenaikan tarif dengan transparan. Apakah konsumen tidak pemerintah melakukan proses pri- menolak kenaikan tarif Veljanovsky (1990) menekan- vatisasi secara transparan; (ii) ter- Apakah dimungkinkan subsidi kan beragam hal sebagai per- Percik 43 Desember 2004
  • 45. WA W A S A N syaratan keberhasilan kebijakan privati- harga mencerminkan biaya, dan jasa gara yang kuat dan sehat; (ii) sektor sasi, diantaranya adalah (i) pemerintah tidak di subsidi silang; (vi) peraturan swasta yang dapat diandalkan; (iii) me- harus mempunyai komitmen kuat; (ii) harus efektif dan minimal serta harus tode privatisasi yang tepat; (iv) hukum privatisasi harus dibuat menjadi isu non- ditinjau setiap periode tertentu; (vii) dan perundang-undangan serta ke- politis dengan menekankan efisiensi dan perhatian khusus diberikan pada regu- lembagaan yang menunjang; (v) pasar aspek kebebasan. Berarti juga proses pri- lasi, dan memastikan bahwa intervensi modal dan pasar uang yang efisien. vatisasi harus didepolitisasi; (iii) diper- hanya dilakukan jika menyangkut prak- lukan dukungan dari kelompok tek anti-kompetisi; (viii) pembatasan Bagaimana dengan sektor air mi- berpengaruh/terkait; (iv) harus ada pemilikan saham sebaiknya dihindari. num dan sanitasi? komitmen kuat untuk melaksanakan Sutojo (1995) menyimpulkan bah- Berdasar pengalaman yang disa- peraturan untuk memastikan pihak wa terdapat 5 (lima) faktor yang me- rikan dari 10 studi kasus di negara ketiga mempunyai akses yang sama; (v) nentukan yaitu (i) perekonomian ne- berkembang dan negara maju (Kitano, Tabel 2 : Prasyarat Keberhasilan Beragam Pilihan Privatisasi DUKUNGAN TARIF KETERSEDIAAN KERANGKA PERINGKAT POTENSI PILIHAN PEMANGKU BERDASAR INFORMASI REGULASI KREDIT KEUNTUNGAN KEPENTINGAN DAN PEMULIHAN TERSEDIA BAIK DARI PILIHAN KOMITMEN POLITIK BIAYA Kontrak Tidak Tidak dibu- Dapat terlaksana kapasitas Tidak Perlu RENDAH Jasa Penting tuhkan dalam dengan informasi pemantauan jangka terbatas minimal pendek Kontrak rendah- Sebaiknya ada Informasi kapasitas Tidak perlu Manajemen moderat tetapi tidak memadai pemantauan perlu dalam dibutuhkan moderat jangka pendek Lease moderat- Perlu Informasi Kapasitas kuat Tidak perlu tinggi memadai untuk regulasi dan dibutuhkan koordinasi Build- moderat- Sebaiknya ada Informasi Kapasitas kuat Peringkat tinggi Operate- tinggi memadai untuk regulasi dan mengurangi Transfer dibutuhkan koordinasi biaya (BOT) Konsesi tinggi Perlu Informasi Kapasiatas Peringkat tinggi memadai regulasi mengurangi dibutuhkan kuat biaya Divestiture tinggi Perlu Informasi Kapasitas Peringkat tinggi TINGGI memadai regulasi mengurangi dibutuhkan kuat biaya Sumber: Penelope, 1997. Catatan: gradasi warna menunjukkan tingkat kepentingan Tidak signifikan rendah/moderat tinggi 44 Percik Desember 2004
  • 46. W AWASAN 2000), maka dapat disimpulkan bebe- pemerintah lainnya; (ii) rencana imple- daerah. rapa faktor yang berpengaruh terhadap mentasi yang realistis; (iii) sasaran Faktor yang disebutkan di atas kesuksesan privatisasi yaitu (i) pe- yang jelas; (iv) kemitraan jangka pan- bukan merupakan jaminan sepenuhnya ngembangan basis legal dan dukungan jang antara operator dan pemerintah akan keberhasilan sebuah privatisasi. Namun ketika faktor tersebut tidak ter- Tabel 3 : Kunci Kesuksesan Privatisasi Sektor Air Minum dan Sanitasi penuhi maka kemungkinan masalah yang timbul telah dapat diperkirakan. FAKTOR KESUKSESAN KUNCI CONTOH Penjelasan faktor selengkapnya pada tabel 3. (1) Dukungan Dukungan diharapkan akan menjadi Di Chili, peraturan diimplemen- pemerintah (i) dasar hukum bagi pengaturan tasikan untuk menerapkan tarif keterlibatan swasta; (ii) komitmen Di Buesnos Aires, dibawah Penutup terhadap independensi swasta dari kepemimpinan kuat dari pusat, Dari beberapa pengalaman pelak- intervensi politik; (iii) regulasi yang komite privatisasi melibatkan memadai; (iv) tarif realistik untuk berbagai pihak sanaan privatisasi di manca negara, memastikan pendapatan yang Inggris memiliki badan pengatur maka dapat dikemukakan beberapa memadai yang independen fakta yang penting yaitu: Pertama. Di Jakarta (Timur), kontrak meng- Privatisasi berjalan lebih lancar jika haruskan review tarif untuk memastikan keuntungan bagi pemimpin pemerintahan mempunyai swasta komitmen politis yang kuat terhadap reformasi ekonomi; Kedua. Privatisasi (2) Stabilitas Dibutuhkan untuk menarik modal Di Jakarta, setelah penyerahan dari politik swasta dalam jangka panjang pemerintah, kedua konsesi di- tidak mudah. Tantangan dari berbagai nyatakan batal (null). pihak yang mempunyai vested in- terest, BUMN yang tidak layak jual dan (3) Saran professional Dalam proses persiapan dan imple- Proyek di Buesnos Aires, Manila tidak menarik bagi investor; ketakutan terinformasikan mentasi, pemerintah, masyarakat menerima bantuan dari Bank Dunia dan swasta harus mempunyai akses investor asing terhadap keamanan yang sama terhadap informasi negara merupakan beberapa peng- hambat privatisasi; Ketiga. Model pri- (4) Rencana Penting untuk memastikan bahwa Di Perancis, pemerintah daerah implementasi proses implementasi dapat dicapai dapat memilih jenis kontrak, dan vatisasi tidak hanya satu, tetapi realistis dalam jangka waktu yang realistis, beragam pilihan tersedia beragam dengan kemungkinan suk- serta komitmen penuh pemerintah ses/gagal yang sama. Walaupun tidak ada model yang berlaku untuk semua (5) Sasaran yang jelas Merupakan hal mendasar bagi pen- Sasaran yang jelas ada pada selu- gukuran kinerja swasta oleh badan ruh studi kasus situasi, tetapi dapat dikatakan bahwa regulasi, dan bagi pencapaian kiner- prospek privatisasi terbaik pada negara ja oleh operator yang mempunyai mekanisme finansial (6) Penawaran yang Pelayanan harus dapat dilaksanakan Di Manila Timur, kekhawatiran tim- yang mendukung privatisasi; Keempat. dapat diandalkan sesuai dengan harga penawaran. bul karena rendahnya tingkat Bahkan negara maju tetap ber- Harus dihindari biaya murah dengan penawaran eksperimen dengan privatisasi. Contoh- konsekuensi tingkat pelayanan yang tidak memadai nya Inggris yang telah melakukan pri- vatisasi 40 persen dari BUMN-nya, (7) Kemitraan Keseluruhan proses harus didisain Di Perancis, pemerintah dan swasta namun debat tentang privatisasi tetap jangka panjang sebagai dasar bagi kemitraan jangka telah membangun saling keper- hangat; Kelima. Privatisasi tidak hanya panjang antara operator dan peme- cayaan melalui kesepakatan ker- rintah daerah jasama sekedar menjual aset ke sektor swasta. Di Polandia, kontrak kompleks dan Tetapi juga berarti meningkatkan ke- memancing kekisruhan pada awal- bebasan pasar, dan mengurangi re- nya. Kontrak kemudian direvisi dan hubungan membaik gulasi pemerintah, serta kebijakan makro lainnya. (8) Berbagi resiko Strategi kunci adalah memastikan Di Turki, resiko dialokasikan pada resiko telah teridentifikasi sejak masing-masing pihak dalam kontrak *) Staf Direktorat Permukiman awal, dan dialokasikan pada masing- masing pihak dalam kontrak dan Perumahan Bappenas Anggota Pokja AMPL Sumber: Kitano, 2000 Percik 45 Desember 2004
  • 47. W AWASAN Permasalahan Pembangunan Air Minum dan Penyehatan Lingkungan di Kabupaten Lombok Barat K eberlanjutan pembangunan dan Pemakai Air (Pokmair) belum kuat kapa- pelayanan masyarakat dalam Ir. H. Dahrun, MM. 1) dan Purnomo 2) sitasnya, serta pengelolaan air minum sektor air minum dan penye- oleh desa (BUMDes) belum menjadi pro- hatan lingkungan merupakan isu bersa- gram prioritas. ma dalam upaya peningkatan kesejah- curah hujan serta rendahnya resapan air. teraan masyarakat di Indonesia, tak ter- Kondisi ini bila dibiarkan akan menu- Aspek Teknologi kecuali di Kabupaten Lombok Barat, Pro- runkan debit air/mata air dan mening- Pembangunan prasarana dan sarana pinsi Nusa Tenggara Barat. katkan jumlah sumber mata air yang AMPL tidak sesuai dengan bestek (ren- Salah satu strategi nasional yang telah hilang atau mengering. cana kerja dan syarat-syarat) serta prin- dilaksanakan yakni penyusunan Kebijak- Selain itu, penghargaan atas jasa sip pemulihan biaya yang belum menjadi an Nasional Pembangunan Nasional dan pelestari lingkungan sangat rendah, ter- dasar pertimbangan dalam pemba- Penyehatan Lingkungan Berbasis Masya- batasnya lahan untuk Tempat Pembu- ngunan fisik AMPL, mengakibatkan pela- rakat yang pada tahun ini telah diopera- angan Akhir Sampah (TPA) serta lemah- yanan AMPL menjadi kurang efisien dan sionalisasikan di Propinsi Nusa Tenggara nya penegakan hukum dan aturan terkait efektif. Barat, serta Kabupaten Lombok Barat. aspek lingkungan. Dalam upaya pemantapan pelaksana- Aspek Keuangan an operasionalisasi kebijakan nasional Aspek Sosial Investasi di bidang AMPL masih ren- AMPL berbasis masyarakat pada tahun Keterlibatan masyarakat kurang opti- dah. Selain itu pembiayaan pembangun- 2005 dan seterusnya, pemerintah daerah mal. Ini berdampak pada rendahnya go- an AMPL dalam APBD sangat terbatas, Propinsi Nusa Tenggara Barat serta tong royong, sulitnya mengubah budaya serta sulitnya menggali kontribusi dari Kabupaten Lombok Barat membentuk dalam Buang Air Besar (BAB) di semba- masyarakat pengguna, mengakibatkan Kelompok Kerja AMPL Daerah, yang ber- rang tempat, dan tidak dimanfaatkannya cakupan AMPL perdesaan masih rendah. anggotakan unsur Bappeda, BPM/- fasilitas Jamban Keluarga (JAGA). Di sisi Di sisi lain, kesadaran masyarakat peng- BPMD, PU Kimpraswil-Cipta Karya, Ba- lain, ada persoalan kurangnya konsep guna dalam pemeliharaan prasarana dan pedalda /Lingkungan, Dinkes, serta dinas dan materi penyuluhan serta kemiskinan sarana AMPL masih sangat minim, ter- terkait. masyarakat. masuk dalam pemulihan biaya. Pokja AMPL daerah selama ini telah menyelenggarakan serangkaian perte- Aspek Kelembagaan Penutup muan koordinasi untuk melakukan pe- Peran pemerintah sebagai fasilitator Permasalahan tersebut jika tidak mahaman bersama mengenai pelaksa- belum efektif. Hal ini menyebabkan le- diantisipasi dan dicarikan jalan penyele- naan kebijakan dan penyusunan langkah- mahnya koordinasi antardinas instansi saiannya oleh semua pihak yang peduli, langkah operasionalisasi pelaksanaan terkait, program AMPL menjadi tumpang maka target MDGs pada tahun 2015 tidak kebijakan di daerah. tindih dan belum menjadi prioritas, pe- akan tercapai. Salah satu hasil khusus dari perte- rencanaan belum disusun secara menye- Pokja AMPL Kabupaten Lombok yang muan pokja AMPL Kabupaten Lombok luruh dan terpadu, manajemen data didampingi oleh Pokja AMPL Propinsi Barat adalah catatan permasalahan pem- AMPL belum akurat karena masing-ma- Nusa Tenggara Barat, dalam kegiatan bangunan Air Minum dan Penyehatan sing dinas berbeda, belum disediakannya koordinasi dan pertemuan serial berikut- Lingkungan sebagai berikut : PERDA tentang penguatan kapasitas ke- nya akan mencoba menawarkan berbagai lembagaan AMPL, inkonsistensi dalam alternatif pendekatan guna mengantisi- Aspek Lingkungan menegakkan aturan, serta petugas la- pasi berbagai permasalahan tersebut. Permasalahan lingkungan yang pen- pangan pemberdaya kapasitas kelem- Alternatif itu akan dituangkan dalam ting di Kabupaten Lombok Barat yaitu ti- bagaan masyarakat pengguna sarana dan suatu kerangka kebijakan pembangunan dak dilibatkannya lembaga adat dalam prasarana AMPL belum optimal. AMPL di Kabupaten Lombok Barat, ikut serta menjaga kelestarian hutan se- Implikasinya, partisipasi masyarakat tahun 2005-2015. hingga berdampak banyaknya terjadi pe- utamanya kaum perempuan dalam pe- nebangan hutan secara liar. rencanaan, pelaksanaan dan pengawasan 1) Kabid Fispra Bappeda Kabupaten Penebangan liar ini pada akhirnya program sangat rendah, Unit Pengelola Lombok Barat 2) Konsultan WASPOLA. akan berpengaruh pada menurunnya Sarana (UPS) dan Kelompok Masyarakat 46 Percik Desember 2004
  • 48. DA T A Peringkat Cakupan Layanan Sanitasi Per Kabupaten/Kota Tahun 2002 No. KABUPATEN / KOTA Kondisi ( % ) No. KABUPATEN / KOTA Kondisi ( % ) No. KABUPATEN / KOTA Kondisi ( % ) 1 Jakarta Timur 99.9 61 Tanjung Jabung Barat 93.4 121 Tapin 83.4 2 Kota Batam 99.8 62 Kota Tanjung Balai 93.4 122 Kota Pekalongan 83.3 3 Kota Pekan Baru 99.8 63 Kota Pangkalpinang 93.2 123 Kota Ternate 83.2 4 Rokan Hilir 99.8 64 Deli Serdang 93.2 124 Berau 83.0 5 Kota Kupang 99.7 65 Kota Bandar Lampung 93.1 125 Ngada 83.0 6 Jakarta Selatan 99.6 66 Kotawaringin Barat 93.0 126 Sukoharjo 82.9 7 Jakarta Pusat 99.5 67 Kota Bitung 92.8 127 Jepara 82.6 8 Kota Metro 99.4 68 Kota Sibolga 92.8 128 Blora 82.5 9 Siak 99.3 69 Kota Tegal 92.6 129 Kota Baru 82.4 10 Jakarta Barat 99.2 70 Minahasa 92.5 130 Tangerang 81.8 11 Kota Banjar Baru 99.1 71 Pelalawan 92.3 131 Kampar 81.8 12 Kota Surakarta 99.0 72 Timur Tengah Utara 92.1 132 Wonosobo 81.6 13 Timur Tengah Selatan 98.9 73 Kutai 91.9 133 Kota Palu 81.2 14 Kota Pematang Siantar 98.8 74 Bandung 91.9 134 Tabanan 81.2 15 Kota Manado 98.7 75 Lampung Utara 91.6 135 Kediri 81.1 16 Kota Bukit Tinggi 98.7 76 Kota Kendari 91.3 136 Kota Sawah Lunto 81.0 17 Kota Kediri 98.4 77 Kota Banjarmasin 91.3 137 Banjar 80.8 18 Kota Yogyakarta 98.4 78 Tanah Laut 91.3 138 Kuningan 80.8 19 Kota Denpasar 98.3 79 Tanjung Jabung Timur 91.3 139 Bireuen 80.8 20 Kota Pontianak 98.2 80 Kota Padang 91.0 140 Pontianak 80.7 21 Kota Medan 98.2 81 Tasikmalaya 90.2 141 Ciamis 80.5 22 Tulang Bawang 98.1 82 Labuhan Batu 89.8 142 Pasir 80.3 23 Kota Cirebon 98.0 83 Wonogiri 89.7 143 Kota Mataram 80.2 24 Kota Jambi 98.0 84 Malang 89.6 144 Kota Gorontalo 80.1 25 Bengkalis 98.0 85 Natuna 89.5 145 Blitar 79.2 26 Kota Depok 97.9 86 Aceh Tengah 89.1 146 Temanggung 79.0 27 Kota Bandung 97.9 87 Soppeng 88.8 147 Semarang 78.7 28 Kota Bengkulu 97.8 88 Bekasi 88.8 148 Gowa 78.6 29 Lampung Timur 97.7 89 Gianyar 88.6 149 Merangin 78.5 30 Kota Semarang 97.6 90 Kota Blitar 88.5 150 Kendari 78.0 31 Kota Ujung Pandang 97.4 91 Langkat 88.2 151 Bulungan 77.9 32 Kota Surabaya 97.4 92 Kota Mojokerto 88.0 152 Aceh Utara 77.7 33 Kota Balikpapan 97.3 93 Way Kanan 87.9 153 Karo 77.4 34 Gunung Kidul 97.3 94 Muaro Jambi 87.8 154 Biak Numfor 77.0 35 Kota Palembang 97.3 95 Batanghari 87.5 155 Sidoarjo 77.0 36 Lampung Tengah 97.2 96 Karimun 87.3 156 Sragen 76.9 37 Kota Dumai 97.1 97 Kota Solok 87.3 157 Kutai Timur 76.8 38 Kota Sukabumi 96.9 98 Lima Puluh Kota 87.2 158 Mandailing Natal 76.7 39 Kota Binjai 96.6 99 Kota Bogor 87.1 159 Sindenreng Rappang 76.6 40 Kota Tebing Tinggi 96.6 100 Purwakarta 87.1 160 Cilacap 76.3 41 Kota Tangerang 96.4 101 Kota Cilegon 87.0 161 Nganjuk 76.1 42 Kota Salatiga 96.4 102 Indragiri Hilir 87.0 162 Purworejo 76.1 43 Kota Samarinda 96.2 103 Musi Banyuasin 86.8 163 Sukabumi 75.8 44 Kota Jayapura 96.0 104 Cianjur 86.2 164 Magetan 75.7 45 Kota Padang Panjang 96.0 105 Tulungagung 86.0 165 Grobogan 75.6 46 Kota Madiun 95.6 106 Aceh Timur 85.8 166 Boyolali 75.6 47 Jakarta Utara 95.6 107 Sleman 85.6 167 Ogan Komering Hilir 75.5 48 Kota Palangkaraya 95.5 108 Bangkalan 85.4 168 Kota Buleleng 75.1 49 Badung 95.5 109 Kota Sorong 85.3 169 Lamongan 75.0 50 Pacitan 95.4 110 Kota Pare-Pare 85.1 170 Hulu Sungai Utara 74.5 51 Kota Magelang 95.4 111 Kota Banda Aceh 85.1 171 Ponorogo 74.2 52 Kota Bontang 95.3 112 Garut 84.9 172 Ogan Komering Ulu 74.2 53 Gresik 95.3 113 Pati 84.8 173 Madiun 73.8 54 Tana Toraja 94.8 114 Agam 84.5 174 Jayapura 73.7 55 Kota Malang 94.5 115 Kota Ambon 84.4 175 Banjarnegara 73.7 56 Kota Bekasi 94.4 116 Bogor 84.2 176 Tebo 73.7 57 Kota Payakumbuh 94.4 117 Kepulauan Riau 84.1 177 Alor 73.6 58 Kota Tarakan 94.0 118 Majalengka 84.0 178 Tabalong 73.5 59 Kulon Progo 93.7 119 Bantul 83.9 179 Magelang 73.3 60 Asahan 93.5 120 Sumedang 83.9 180 Pinrang 72.7 Percik 47 Desember 2004
  • 49. D ATA Peringkat Cakupan Layanan Sanitasi Per Kabupaten/Kota Tahun 2002 No. KABUPATEN / KOTA Kondisi ( % ) No. KABUPATEN / KOTA Kondisi ( % ) No. KABUPATEN / KOTA Kondisi ( % ) 181 Hulu Sungai Tengah 72.6 241 Aceh Besar 60.9 301 Barito Utara 47.0 182 Luwu Utara 72.4 242 Maluku Tenggara Barat 60.7 302 Banyuwangi 46.9 183 Kota Pasuruan 72.4 243 Banggai 60.4 303 Bantaeng 46.7 184 Lampung Selatan 72.3 244 Hulu Sungai Selatan 60.4 304 Sumba Barat 46.5 185 Tenggamus 72.1 245 Kapuas Hulu 60.1 305 Pangkajene Kepulauan 46.4 186 Trenggalek 72.0 246 Pasaman 59.7 306 Banggai Kepulauan 46.3 187 Kuantan Sengingi 71.9 247 Dairi 59.7 307 Dompu 46.2 188 Lembata 71.8 248 Demak 59.4 308 Purbalingga 46.1 189 Kutai Barat 71.7 249 Sumba Timur 58.8 309 Sampang 45.6 190 Aceh Singkil 71.2 250 Banyumas 58.8 310 Merauke 45.0 191 Halmahera Pusat 71.1 251 Sikka 58.6 311 Pandeglang 45.0 192 Wajo 71.1 252 Barito Kuala 58.3 312 Rembang 44.9 193 Subang 71.1 253 Bengkayang 57.9 313 Mimika 44.5 194 Kupang 71.0 254 Bangli 57.7 314 Manokwari 44.2 195 Karanganyar 71.0 255 Barru 57.6 315 Tuban 44.1 196 Tapanuli Selatan 70.8 256 Enrekang 57.5 316 Lebak 43.8 197 Tanah Datar 70.6 257 Bangka 57.3 317 Pemalang 43.6 198 Muara Enim (Liot) 70.5 258 Sumbawa 55.9 318 Donggala 42.5 199 Sanghite Talaud 70.4 259 Lumajang 55.9 319 Pekalongan 42.5 200 Aceh Tenggara 70.3 260 Luwu 55.7 320 Brebes 41.8 201 Indragiri Hulu 70.2 261 Sawah Lunto / Sijunjung 55.5 321 Pesisir Selatan 41.8 202 Kotawaringin Timur 70.1 262 Takalar 55.4 322 Karangasem 41.4 203 Kudus 69.7 263 Pasuruan 55.3 323 Landak 40.8 204 Manggarai 69.4 264 Sintang 55.1 324 Nias 40.8 205 Ngawi 69.2 265 Bengkulu Selatan 55.1 325 Lombok Barat 38.7 206 Klungkung 69.1 266 Sorong 54.5 326 Mamuju 36.8 207 Lampung Barat 68.8 267 Serang 54.5 327 Lombok Timur 36.8 208 Kota Probolinggo 68.6 268 Bolaang Mongondow 54.4 328 Probolinggo 35.8 209 Bengkulu Utara 68.6 269 Maluku Utara 54.2 329 Lombok Tengah 35.4 210 Nunukan 68.5 270 Paniai 53.8 330 Boalemo 35.1 211 Ende 67.5 271 Toli-Toli 53.6 331 Jeneponto 34.9 212 Soralangun 67.5 272 Tegal 53.4 332 Polewali Mamasa 33.4 213 Kapuas 67.1 273 Sumenep 53.2 333 Majene 33.1 214 Sinjai 66.5 274 Belitung 53.0 334 Yapen Maropen 32.6 215 Kebumen 66.3 275 Tapanuli Utara 52.8 335 Buru 31.8 216 Musi Rawas 66.3 276 Lahat 52.7 336 Situbondo 30.8 217 Jombang 65.4 277 Maluku Tengah 52.6 337 Bondowoso 29.8 218 Rokan Hulu 65.3 278 Jember 52.2 338 Jayawijaya 28.2 219 Indramayu 65.2 279 Sanggau 51.9 339 Selayar 25.6 220 Simalungun 65.1 280 Maluku Tenggara 51.8 340 Kepulauan Mentawai 23.5 221 Jembrana 64.9 281 Kendal 51.2 341 Simeuleu 19.0 222 Pamekasan 64.8 282 Buton 51.1 223 Cirebon 64.6 283 Bojonegoro 51.1 INDONESIA 75.0 224 Malinau 64.3 284 Tapanuli Tengah 50.9 225 Bungo 64.1 285 Pidie 50.4 226 Kolaka 63.8 286 Fak Fak 50.3 227 Poso 63.2 287 Puncak Jaya 50.3 228 Sambas 63.0 288 Batang 50.3 229 Kerinci 62.9 289 Muna 50.2 230 Klaten 62.8 290 Toba Samosir 49.9 231 Kota Sabang 62.8 291 Aceh Selatan 49.9 232 Flores Timur 62.7 292 Solok 49.1 233 Belu 62.4 293 Bone 49.0 234 Ketapang 62.3 294 Aceh Barat 48.9 235 Mojokerto 62.2 295 Bulukumba 48.8 236 Rejang Lebong 62.2 296 Buoi 48.5 237 Karawang 61.7 297 Bima 48.1 238 Morowali 61.6 298 Nabire 47.8 Sumber: 239 Padang Pariaman 61.1 299 Gorontalo 47.3 Laporan Pembangunan Manusia 2004 240 Barito Selatan 60.9 300 Maros 47.0 Bappenas - BPS - UNDP 48 Percik Desember 2004
  • 50. I NFO BUKU Bumi Makin Panas, Banjir Makin LuasA ir, manusia, dan vegetasi meru- dirusak dan dijarah. Wajar pula bila ban- pakan satu kesatuan, yang satu Judul jir kini melanda hampir semua bagian sama lain membentuk hubungan wilayah Indonesia.timbal balik dalam sistem hidrologi. Bumi Makin Salah satu bab dari buku ini mengajakKegiatan manusia membabat hutan, Panas,Banjir pembaca merenungkan kondisi tersebut.menebangi pohon pelindung, merusak Makin Luas. Sudah bernarkah perilaku kita terhadapdanau, waduk, sempadan sungai, pantai Menyibak alam? Ini memang perenungan yang seriusserta membuang sampah sembarangan, Tragedi mengingat dampaknya menimpa rakyatmenyebabkan berkurangnya daya du- Kehancuran banyak. Dan kuncinya, mau tidak mau, jikakung lahan untuk menyerap air hujan. Hutan kita mau selamat semuanya, tata ruang Potensi air di Indonesia sangat me- Penulis daerah perkotaan harus dievaluasi dengan Prof. Dr. Hadi S. Ali Kodra danlimpah karena posisi geografisnya. Siklus Drs. Syaukani HR, MM memasukkan parameter daerah resapan airhidrologi menghasilkan keanekaragaman Penerbit dan banjir. Manajemen perkotaan haruscurah hujan dari 4.000 mm/tahun di Penerbit Nuansa pula memasukkan pertimbangan satuan Tebalwilayah barat sampai dengan kruang dari 244 halaman daerah aliran sungai.800 mm/tahun di wilayah timur. Jika Buku ini memberikan banyak halpotensi air ini berjalan dengan siklus yang menarik tentang penanganan ban-alamnya yang normal, tanpa ada gang- jadi ancaman yang serius bagi keselamat- jir. Tapi soal banjir ini hanya merupakanguan dan kerusakan, seluruh curah hujan an jiwa manusia jika kapasitas serap la- bagian kecilnya. Bagian terbesarnyapotensial di wilayah Indonesia meng- han sangat terbatas. Dan kenyataannya adalah persoalan hutan dan konservasihasilkan total air 3.085 milyar meter itu terjadi saat ini. Air hujan telah menye- alam. Tak kalah menariknya, pada be-kubik per tahun. Dari jumlah ini, secara babkan banjir di mana-mana. Tingkat berapa bab dibeberkan tentang kaitanpotensial Pulau Jawa mendapat bagian kesadaran kita terhadap fungsi vegetasi, kerusakan hutan dan pengaruh lembaga-195 miliar meter kubik air atau seki- sungai, waduk, danau sangat rendah. lembaga asing di era kapitalisme sepertitar 6,3 persen. Hutan-hutan terus dieksploitasi kayunya. sekarang. Makanya buku ini patut untuk Akan tetapi potensi air ini dapat men- Kawasan konservasi alam banyak yang dibaca. (MJ)Environmental and Economics in Project PreparationP royek pembangunan pada era ini mengharuskan adanya evaluasi yanglebih lengkap mengenai manfaat dan ungkap isu-isu yang berkaitan dengan analisis ekonomi lingkungan. Buku ini juga mencantumkan diskusi-diskusi me- ngenai rasionalitas dalam menerapkan analisis ekonomi lingkungan, metodebiaya proyek. Evaluasi yang menyeluruh Judul alternatif untuk evaluasi ekonomi ling-tersebut tidak cukup hanya berkaitan kungan dan kerangka kerja evaluasi eko-dengan dampak lingkungan, tetapi ter- Environment nomi dampak lingkungan.masuk juga di dalamnya mengenai aspek and Buku ini menerangkan sepuluh kasussosial seperti kemiskinan, permukiman, Economics dimana ekonomi lingkungan dipergu-jender, pemerintahan dan isu-isu lain- in Project nakan untuk mengevaluasi proyek pem-nya. Proyek tradisional seringkali Preparation bangunan. Kesepuluh kasus tersebutmengabaikan isu-isu tersebut, termasuk memberikan pemahaman mengenai pen-implikasi lingkungan. Proyek-proyek ba- dekatan-pendekatan praktis dimanaru kini menawarkan kesempatan untuk Penulis informasi, dan waktu untuk evaluasi ter-mengembangkan kualitas lingkungan P.Abeygunawardena, Bindu N.Lohani, batas dan mahal. Buku ini merupakan Daniel W.Bromley,dan kondisi sosial di perdesaan dan per- Ricardo Carlos V.Barba sumber pustaka yang dapat menolongkotaan negara berkembang. Penerbit dalam mengembangkan peningkatan Buku ini mencoba melengkapi hal-hal Asian Development Bank lingkungan dalam proyek pembangunan Tebalyang sudah diuraikan di dalam buku ker- 394 halaman + xiv dengan memperhatikan hambatan wak-ja (Workbook) dengan mencoba meng- tu, anggaran dan keahlian. (FW) Percik 49 Desember 2004
  • 51. I NFO SITUS Konferensi-konferensi Sedangkan acara ekshibisi akan di- Kuala Lumpur, Malaysia. Konferensi ini Air di dunia ikuti berbagai perusahaan besar dari akan membahas beberapa tema di an- seluruh dunia. Pameran itu menampilkan taranya mengenai strategi pengembang- http://www.conferencealerts.com/water/htm industri perpipaan, air minum, drainase, an manajemen air secara menyeluruh penyaringan, pengolah limbah, desali- untuk meningkatkan keuntungan ekono- nasi, manajemen sumberdaya, software, mi, bagaimana dan di mana solusi kimia sinar ultraviolet, dan lain-lain. bisa digunakan secara sukses, bagaimana meningkatkan kepedulian terhadap ling- kungan, pengendalian perlakuan air se- Pan-African Water hingga efektif mengurangi kebocoran, dan meningkatkan kualitas dan perla- http://www.terrapinn.com/2005/waterza/ kuan terhadap air. K onferensi dan ekshibisi air ke-8 se- Afrika akan berlangsung di Afrika Selatan 15-18 Nopember 2005. Konfe- Konferensi Air Minum dan Sanitasi rensi ini memfokuskan pada sumberdaya Via InternetS itus ini berisikan jadwal acara kon- ferensi air dan bidang-bidang air di Afrika bagi pengembangan ekono- terkait yang berlangsung selama mi kawasan tersebut. http://www.irc.nl/page/15140tahun 2005 di seluruh dunia. Bahkan jad- Kwal tahun 2006 pun ada, kendati cuma onferensi ini agak lain dari biasanyasedikit. Data pelaksanaan di dalamnya yang mempertemukan para pakarcukup lengkap mulai dari tanggal pelak- atau praktisi air minum dan sanitasi padasanaan, tema kegiatan, dan tempat pelak- sebuah tempat. Konferensi yang dise-sanaan. Masing-masing jadwal itu punbisa di-klik untuk mengetahui isinya lenggarakan oleh Water, Engineering &lebih lengkap. Development Centre (WEDC) ini ber- langsung melalui internet, atau e-confer- ence. Acara ini berlangsung 24 Nopem- Konferensi Air ber-17 Desember 2005. Konferensi ini di- maksudkan untuk berbagi pengalaman dan Air Limbah Eropa antar praktisi, pembuat kebijakan dan pi- Hingga kini, lebih dari 300 juta dari http://wwe05.events.pennet.com 700 juta penduduk benua hitam tersebut hak-pihak yang terkait dalam penyediaan tak memiliki akses pelayanan air minum. air minum perkotaan dan sanitasi.S ebuah konferensi mengenai air dan Kekurangan air itu berdampak langsung air limbah (Water and Waswa- pada meningkatnya kemiskinan dan me-ter/WWE 2005) akan diselenggarakan di nimbulkan konflik. Oleh karena itu, para ahli mengatakan Afrika membutuhkanMilan, Italia pada 28-30 Juni 2005. bantuan untuk meningkatkan investasiKonferensi dan ekshibisi ini diharapkan dalam rangka memperbaiki sistem airmenjadi ajang pertemuan pelaku-pelaku dan meminimalisasikan krisis air. Konfe-industri dan para pakar dari seluruh rensi ini dimaksudkan untuk menyedia-dunia. kan informasi dan strategi untuk mem- Topik-topik yang akan dibahas dalam perbaiki penyediaan air di Afrika.konferensi ini antara lain manajemenaset, manajemen sumberdaya air, pro- Manajemen Produksi Air Asia Ada empat topik yang akan dibahasduksi air dan kualitasnya, desalinasi, yakni manajemen (22-26 Nopember),reklamasi air, operasi dan pelaksanaan, http://www.iqpc.com/iowarobot/document.html? desain dan keuangan (29 Nopember-6privatisasi, sistem rehabilitasi, perlakuan topic=229&event=636&document=49671 Desember), dukungan dan kontrak pro-air limbah dan manajemen limbah. Ada fessional (6-10 Desember), rencana bis-sekitar 45 makalah yang siap untuk di-presentasikan dalam konferensi tersebut. K onferensi mengenai produksi air akan berlangsung 17-18 Mei 2005 di nis (13-17 Desember). Peserta bisa men- daftar sebelumnya melalui email. 50 Percik Desember 2004
  • 52. P USTAKA AMPL BUKU PROSIDING THE MILLENNIUM DEVELOPMENT REGULATORY SYSTEMS AND GOALS FOR HEALTH: A REVIEW OF NETWORKING. THE INDICATORS. Water Utilities and World Health Organization, Indonesia Regulatory Bodies. Asian Development Bank PDAM BANGKRUT? AWAS PERANG (ADB). AIR. Gede H. Cahyana. Sahara Golden Press. PA N D U A N POVERTY AND WATER SECURITY. UNDERSTANDING HOW WATER AFFECTS THE POOR. John Soussan and Waouter HANDBOOK FOR INTEGRATING RISK ANALYSIS Linckaen Arriens. IN THE ECONOMIC ANALYSIS OF PROJECT. Asian Development Bank (ADB). Asian Development Bank (ADB). WATER AND POVERTY: THE REALITIES. HANDBOOK FOR EXPERIENCES FROM THE FIELD. INTEGRATING POVERTY INTEGRATING POVERTY Asian Development Bank (ADB). IMPACT ASSESSMENT IN IMPACT THE ECONOMIC WATER AND POVERTY ANALYSIS OF PROJECT. ANALYSIS PROJECT. IN THE 3RD WORLD Asian Development Bank WATER FORUM. (ADB). John Soussan. Asian Development Bank (ADB). MAJALAH HABITAT DEBAT. P E R AT U R A N September 2004 Vol. 10. No.3. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2001 Tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian PROYEK WSLIC II Pencemaran Air. Edisi 3 Sekretariat Tim Koordinasi Pengelolaan Tahun 2004. Sumberdaya Air, Direktorat Pengairan dan Irigasi, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Percik 51 Desember 2004
  • 53. A GENDATanggal Bulan Kegiatan1-3 Desember Lokakarya Penyusunan Kebijakan Nasional Pembangunan AMPL Berbasis Lembaga Lokakarya Penyusunan Renstra (Rencana Strategi) AMPL7 Desember Lokakarya Penyempurnaan Proposal SSIP (Small Scale International Provider)8 Desember Rapat Pokja AMPL10 Desember Presentasi Lomba Karya Tulis Ilmiah13 Desember Diseminasi Kebijakan Nasional Pembangunan AMPL (se-Sulawesi, Maluku, NTB, Bali dan Papua) di Makassar14-17 Desember Pelaksanaan Lokakarya Akhir Pelaksanaan Kebijakan Nasional Pembangunan AMPL Berbasis Masyarakat di Kab. Kebumen15 Desember Negosiasi Proyek CWSH Lokakarya Regulatory Reform and Potential Private Investment in Infrastructure Industry di Bappenas15-16 Desember Pelaksanaan Lokakarya Akhir Pelaksanaan Kebijakan Nasional Pembangunan AMPL Berbasis Masyarakat di Kab. Sijunjung, Kab. Lebak, dan Kab. Gorontalo.16 Desember Pelaksanaan Lokakarya Akhir Pelaksanaan Kebijakan Nasional Pembangunan AMPL Berbasis Masyarakat di Kab. Bangka Selatan17 Desember Presentasi Kebijakan Nasional Pembangunan AMPL Berbasis Lembaga kepada Eselon II18 Desember Pelaksanaan Lokakarya Akhir Pelaksanaan Kebijakan Nasional Pembangunan AMPL Berbasis Masyarakat di Prop. Sumatera Barat dan Prop. Bangka Belitung.20 Desember Lokakarya CWSH-ADB Tingkat Pusat21-23 Desember Pelaksanaan Lokakarya Akhir Pelaksanaan Kebijakan Nasional Pembangunan AMPL Berbasis Masyarakat di Prop. Gorontalo21-22 Desember Konsinyasi Kebijakan Nasional Pembangunan AMPL Berbasis Lembaga22 Desember Lokakarya Scaling Up Infrastructure Private Investment by a Better Framework Risk Management and Prudent Financing di Bappenas23 Desember Pembahasan Rencana Kerja WASPOLA 200523-24 Desember Pelaksanaan Lokakarya Akhir Pelaksanaan Kebijakan Nasional Pembangunan AMPL Berbasis Masyarakat di Kab. Pangkep24 Desember Pembahasan RPP Air Minum27 Desember Pelaksanaan Lokakarya Akhir Pelaksanaan Kebijakan Nasional Pembangunan AMPL Berbasis Masyarakat di Kab. Lombok Barat27-30 Desember Lokakarya proyek WSLIC-2 dan penyusunan Project Management Report Konsolidasi proyek WSLIC-2 tahun 200428-29 Desember Pelaksanaan Lokakarya Akhir Pelaksanaan Kebijakan Nasional Pembangunan AMPL Berbasis Masyarakat di Prop. Banten28 Desember Pelaksanaan Lokakarya Akhir Pelaksanaan Kebijakan Nasional Pembangunan AMPL Berbasis Masyarakat di Prop. NTB Peresmian proyek WSLIC-2 Kab. Lumajang29 Desember Pelaksanaan Lokakarya Akhir Pelaksanaan Kebijakan Nasional Pembangunan AMPL Berbasis Masyarakat di Kab. Lombok Barat dan Prop. Jawa Tengah Peresmian proyek WSLIC-2 Kab. Jember29-30 Desember Pelaksanaan Lokakarya Akhir Pelaksanaan Kebijakan Nasional Pembangunan AMPL Berbasis Masyarakat di Prop. Sulawesi Selatan17-18 Januari Seminar Infrastruktur: Solution to Infrastructure Development in Indonesia: Regulatory Reform & Investment Opportunities 52 Percik Desember 2004