Media Informasi Air Minum dan       Penyehatan Lingkungan                 Dari Redaksi                                    ...
DARI REDAKSIP        embaca, tanpa terasa waktu        terus berlalu. Kini kita        memasuki penghujung ta-            ...
S UARA ANDA   Percik Harus Berlanjut                         sangat baik dan berguna bagi kami di           Desember 2004 ...
L APORAN UTAMA                                                                                           Kaleidoskop      ...
L APORAN UTAMA                                                                                        Kaleidoskop         ...
L APORAN UTAMA                                                                                           Kaleidoskop      ...
L APORAN UTAMA                                                                                          Kaleidoskop       ...
L APORAN UTAMA                                                                                                 Kaleidoskop...
L APORAN UTAMA                                                                                         Kaleidoskop        ...
L APORAN UTAMA                                                                                          Kaleidoskop       ...
L APORAN UTAMA                                                                                       Kaleidoskop          ...
L APORAN UTAMA                                                                                       Kaleidoskop          ...
L APORAN UTAMA                                                                                            Kaleidoskop     ...
L APORAN UTAMA                                                                                            Kaleidoskop     ...
L APORAN UTAMA                                                                                           Kaleidoskopgram. ...
L APORAN UTAMA                                                                                             Kaleidoskop    ...
Majalah Air Minum dan Penyehatan Lingkungan 'PERCIK' Vol 7  Desember 2004
Majalah Air Minum dan Penyehatan Lingkungan 'PERCIK' Vol 7  Desember 2004
Majalah Air Minum dan Penyehatan Lingkungan 'PERCIK' Vol 7  Desember 2004
Majalah Air Minum dan Penyehatan Lingkungan 'PERCIK' Vol 7  Desember 2004
Majalah Air Minum dan Penyehatan Lingkungan 'PERCIK' Vol 7  Desember 2004
Majalah Air Minum dan Penyehatan Lingkungan 'PERCIK' Vol 7  Desember 2004
Majalah Air Minum dan Penyehatan Lingkungan 'PERCIK' Vol 7  Desember 2004
Majalah Air Minum dan Penyehatan Lingkungan 'PERCIK' Vol 7  Desember 2004
Majalah Air Minum dan Penyehatan Lingkungan 'PERCIK' Vol 7  Desember 2004
Majalah Air Minum dan Penyehatan Lingkungan 'PERCIK' Vol 7  Desember 2004
Majalah Air Minum dan Penyehatan Lingkungan 'PERCIK' Vol 7  Desember 2004
Majalah Air Minum dan Penyehatan Lingkungan 'PERCIK' Vol 7  Desember 2004
Majalah Air Minum dan Penyehatan Lingkungan 'PERCIK' Vol 7  Desember 2004
Majalah Air Minum dan Penyehatan Lingkungan 'PERCIK' Vol 7  Desember 2004
Majalah Air Minum dan Penyehatan Lingkungan 'PERCIK' Vol 7  Desember 2004
Majalah Air Minum dan Penyehatan Lingkungan 'PERCIK' Vol 7  Desember 2004
Majalah Air Minum dan Penyehatan Lingkungan 'PERCIK' Vol 7  Desember 2004
Majalah Air Minum dan Penyehatan Lingkungan 'PERCIK' Vol 7  Desember 2004
Majalah Air Minum dan Penyehatan Lingkungan 'PERCIK' Vol 7  Desember 2004
Majalah Air Minum dan Penyehatan Lingkungan 'PERCIK' Vol 7  Desember 2004
Majalah Air Minum dan Penyehatan Lingkungan 'PERCIK' Vol 7  Desember 2004
Majalah Air Minum dan Penyehatan Lingkungan 'PERCIK' Vol 7  Desember 2004
Majalah Air Minum dan Penyehatan Lingkungan 'PERCIK' Vol 7  Desember 2004
Majalah Air Minum dan Penyehatan Lingkungan 'PERCIK' Vol 7  Desember 2004
Majalah Air Minum dan Penyehatan Lingkungan 'PERCIK' Vol 7  Desember 2004
Majalah Air Minum dan Penyehatan Lingkungan 'PERCIK' Vol 7  Desember 2004
Majalah Air Minum dan Penyehatan Lingkungan 'PERCIK' Vol 7  Desember 2004
Majalah Air Minum dan Penyehatan Lingkungan 'PERCIK' Vol 7  Desember 2004
Majalah Air Minum dan Penyehatan Lingkungan 'PERCIK' Vol 7  Desember 2004
Majalah Air Minum dan Penyehatan Lingkungan 'PERCIK' Vol 7  Desember 2004
Majalah Air Minum dan Penyehatan Lingkungan 'PERCIK' Vol 7  Desember 2004
Majalah Air Minum dan Penyehatan Lingkungan 'PERCIK' Vol 7  Desember 2004
Majalah Air Minum dan Penyehatan Lingkungan 'PERCIK' Vol 7  Desember 2004
Majalah Air Minum dan Penyehatan Lingkungan 'PERCIK' Vol 7  Desember 2004
Majalah Air Minum dan Penyehatan Lingkungan 'PERCIK' Vol 7  Desember 2004
Majalah Air Minum dan Penyehatan Lingkungan 'PERCIK' Vol 7  Desember 2004
Majalah Air Minum dan Penyehatan Lingkungan 'PERCIK' Vol 7  Desember 2004
Majalah Air Minum dan Penyehatan Lingkungan 'PERCIK' Vol 7  Desember 2004
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Majalah Air Minum dan Penyehatan Lingkungan 'PERCIK' Vol 7 Desember 2004

1,555

Published on

Majalah ini merupakan media komunikasi diantara pemangku kepentingan dan dimaksudkan untuk meningkatkan kepedulian. Diterbitkan oleh Kelompok Kerja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (POKJA AMPL) bekerjasama dengan Ditjen Cipta Karya Kementerian PU. Terdapat dua versi yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.

Published in: Health & Medicine
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
1,555
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
19
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Majalah Air Minum dan Penyehatan Lingkungan 'PERCIK' Vol 7 Desember 2004

  1. 1. Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Dari Redaksi 1 Suara Anda 2 Diterbitkan oleh: Kelompok Kerja Air Minum dan Laporan Utama Penyehatan Lingkungan Kisruh TPA Bantar Gebang Mencuat 3 Banjir Landa Wilayah Indonesia 4 Penasihat/Pelindung: Meminta Pertanggungjawaban Pemerintah 5 Direktur Jenderal Tata Perkotaan dan Masyarakat Kekurangan Air Bersih 6 Perdesaan, DEPKIMPRASWIL Mencari Sumber Air Alternatif 7 Penanggung Jawab: Air Minum Isi Ulang Jadi Sorotan 8 Direktur Permukiman dan Perumahan, Air Comberan dan Kubangan pun Dikonsumsi 9 BAPPENAS Gejolak di TPST Bojong 10 Direktur Penyehatan Air dan Sanitasi, Telur yang akan Menetas 11 DEPKES Direktur Perkotaan dan Perdesaan 2004, Tahun Pelaksanaan Kebijakan Nasional Pembangunan AMPL Wilayah Timur, DEPKIMPRASWIL Berbasis Masyarakat 13 Direktur Bina Sumber Daya Alam dan Sekilas Kegiatan WASPOLA 2004 15 Teknologi Tepat Guna, DEPDAGRI Program Penyediaan Air dan sanitasi Perdesaan (ProAir) di NTT 17 Direktur Penataan Ruang dan WSLIC 2 18 Lingkungan Hidup, DEPDAGRI CWSH 18 Pemimpin Redaksi: Seputar WASPOLA Oswar Mungkasa Pelaksanaan Kebijakan Nasional AMPL Nopember 2004 19 Peningkatan Kapasitas Kelompok Kerja AMPL Daerah 21 Dewan Redaksi: Konsinyasi Penyusunan Kebijakan Nasional Pembangunan AMPL 21 Hartoyo, Johan Susmono, Indar Parawansa, Poedjastanto Lokakarya Kajian Pelaksanaan Diseminassi Kebijakan Nasional Pembangunan AMPL 21 Redaktur Pelaksana: Lokakarya Penyedia Air Skala Kecil 21 Maraita Listyasari, Rewang Budiyana, Seputar AMPL Rheidda Pramudhy, Joko Wartono, Lokakarya Proyek CWSH 22 Essy Asiah, Mujiyanto Penyusunan RPP tentang Pengembangan Sistem Penyediaan Desain/Ilustrasi: Air Minum dan Sanitasi 22 Rudi Kosasih Diseminasi Kebijakan Nasional AMPL Berbasis Masyarakat 23 Presentasi Kandidat Pemenang Lomba Karya Tulis Ilmiah 23 Produksi: Lokakarya Konsolidasi Project Management Report WSLIC 2 24 Machrudin Peresmian Proyek WSLIC 2 di Kabupaten Lumajang 24 Sirkulasi/Distribusi: Reportase Anggie Rifki Bila Dolbun Dipermalukan 25 Wawancara Alamat Redaksi: Infrastruktur Sebagai Pemersatu Bangsa 29Jl. Cianjur No. 4 Menteng, Jakarta Pusat. Telp. (021) 31904113 Wawasan e-mail: redaksipercik@yahoo.com Kualitas Manusia Indonesia dan Pembangunan Prasarana Sanitasi 31 redaksi@ampl.or.id Institusi RT-RW Sebagai Koordinator Pengelolaan AMPL Berbasis Masyarakat 34 oswar@bappenas.go.id Strategi Peningkatan Kesadaran Masyarakat 38 Sekali Lagi tentang Privatisasi 42 Redaksi menerima kiriman tulisan/artikel dari luar. Isi berkaitan Permasalahan AMPL di Kabupaten Lombok Barat 46 dengan air minum dan penyehatan Data lingkungan dan belum pernah Peringkat Cakupan Layanan Sanitasi Per Kabupaten/Kota Tahun 2002 47 dipublikasikan. Panjang naskah tak Info Buku 49 dibatasi. Sertakan identitas diri. Info Situs 50 Redaksi berhak mengeditnya. Silahkan kirim ke alamat di atas. Pustaka AMPL 51 Agenda 52 cover : RUDI KOSASIH
  2. 2. DARI REDAKSIP embaca, tanpa terasa waktu terus berlalu. Kini kita memasuki penghujung ta- FOTO:FANY WEDAHUDITAMAhun 2004. Biasanya, banyak orangmenggunakan masa akhir tahunMasehi ini untuk membuat laporantahunan sekaligus membuat evalu-asi sejauh mana berbagai kegiatanpada tahun ini berlangsung. Apa-kah sukses, setengah sukses, ataugagal. Percik kali ini pun tampil agakbeda dari biasanya. Kami inginmengajak para pembaca melihatkembali berbagai peristiwa yangterjadi pada tahun ini menyangkutair minum dan penyehatan ling-kungan (AMPL) secara umum dankegiatan kelompok kerja AMPL Pokja AMPL sedang mengadakan rapat rutinpada khususnya. Kami berharapakan ada perubahan pada tahunmendatang berkaitan dengan hal Segenap Redaksi Majalah Percik mengucapkantersebut. Tentu perubahan yang Selamat Hari Natallebih baik. Jangan sampai setiap dan Tahun Baru 2005peristiwa yang terjadi pada kurunwaktu yang sama pada tahun iniberulang pada tahun mendatang.Kalau seperti ini, kita termasuk Kami juga ingin melihat sekilas adalah reportase. Rubrik tersebutorang-orang yang celaka. sejauh mana proyek-proyek AMPL pada edisi ini berisikan laporan Pembaca, potret peristiwa seta- yakni ProAir, WSLIC 2, dan CWSH kunjungan rombongan Kelompokhun ini kami muat secara khusus berjalan selama setahun. Kerja AMPL ke Bangladesh dan In-dalam laporan utama. Namanya Tak lupa, Percik mengadakan dia. Bahasanya agak lain dari bia-kaleidoskop AMPL 2004. Selain wawancara dengan Suyono Dikun, sanya, termasuk panjangnya. Kamiitu, kami ingin menyajikan sejauh Deputi Sarana dan Prasarana, berharap, dengan membaca repor-mana perjalanan Kebijakan Na- Bappenas, perihal infrastruktur Indo- tase kali ini, pembaca paling tidaksional Pembangunan AMPL berba- nesia. Kita tahu, persoalan AMPL bisa merasakan denyut perjalanansis masyarakat pada tahun ini dan pun terkait dengan kondisi infra- tersebut.bagaimana perkembangan penyu- struktur yang ada. Lebih dari itu, Ja- Kami juga memuat hasil lombasunan Kebijakan Nasional Pem- nuari 2005 Indonesia menyeleng- karya tulis ilmiah mulai edisi ini.bangunan AMPL berbasis lembaga. garakan Infrastructure Summit. Selain itu, tulisan yang layak muatKedua kebijakan ini merupakan hal Tentu kita ingin tahu apa yang bisa dan sangat bermanfaat bagi paravital bagi bidang AMPL karena diperoleh Indonesia dengan adanya pembaca, meskipun tidak menjadiselama kemerdekaan, kita tak me- penyelenggaraan acara tersebut. juara, rencananya akan dimuatmiliki kebijakan nasional soal ini. Yang agak lain dari biasanya pula pada edisi-edisi berikutnya. Percik 1 Desember 2004
  3. 3. S UARA ANDA Percik Harus Berlanjut sangat baik dan berguna bagi kami di Desember 2004 terhadap total jumlah Subdin Penyehatan Lingkungan Dinas penduduk mencapai 67,96 persen atau Kami sangat setuju dan mendukung Kesehatan Kota Palembang guna menun- dibulatkan menjadi 68 persen.isi Jurnal Percik, terutama masalah- jang Indonesia Sehat 2010. Untuk itu Perlu kami informasikan bahwamasalah yang berkaitan dengan penge- kami membutuhkan informasi tentang secara de facto, PDAM Kabupaten Luwutahuan dan macam-macam teknologi konsep tersebut secara lengkap dan ala- yang berada di wilayah Palopo telahserta kebijakan di bidang Air Minum mat Bapak Kamal Kar. beralih status menjadi PDAM Kota(Bersih) dan Penyehatan Lingkungan. Palopo sebagai konsekuensi berlakunyaPercik dapat kami gunakan sebagai refe- Dr. Hj. Gema Asiani, M.Kes UU No. 11 Tahun 2002 tanggal 10 April Kasubdin Penyehatan Lingkunganrensi dalam rangka penyediaan, pengem- Kota Palembang 2002 tentang Pembentukan Kabupatenbangan, dan pengelolaan prasarana dan Mamasa dan Kota Palopo di Propinsisarana di bidang AMPL di Kabupaten Konsep CLTS telah diterapkan di Sulawesi Selatan.Malang yang saat ini membutuhkan per- beberapa negara antara lain Bangla-hatian khusus. desh dan India. Kami memiliki salinan Drs. H. Andi Nurlan Basalan, MM Direktur PDAM Kota Palopo Permasalahan AMPL di Kabupaten buku yang menjelaskan mengenai kon-Malang yang perlu mendapat pena- sep CLTS secara detil. Kami segera me- Redaksi Percik mengucapkan teri-nganan lebih serius tersebut adalah ngirimkan salinannya kepada Ibu. Se- ma kasih kepada pihak-pihak yangpemerataan penyediaan air bersih di dangkan Dr. Kamal Krishna Kar dapat telah mengirimkan surat kepada kami.perkotaan dan perdesaan (masih banyak dihubungi melalui Email: Di antaranya: Bappeda Kab. Batangdaerah rawan air bersih), teknis dan kkar@iastate.edu,kamalda@mail- Hari, Jurusan Planologi Universitas Trisakti, Walikota Metro, Jurusanmanajemen pengelolaan persampahan city.com, kamal.kar@vsnl.com, Perencanaan Wilayah & Kota Fakultas(teknologi, terbatasnya prasarana dan kamalkar@yahoo.com Teknik UNDIP, DPRD Nusa Tenggarasarana serta pemberdayaan masyarakat Timur, Pusat Informasi dan Pelayanandi bidang persampahan), penanganan air Cakupan Layanan Masyarakat Dep. Kelautan dan Per-limbah domestik, serta penanganan ikanan, Jurusan Planologi Fakultasdrainase perkotaan, lebih-lebih di Ka- PDAM Kota Palopo Teknik Univ. Tarumanagara, Jurusanbupaten Malang banyak terdapat Aset Kami menyambut baik kehadiran Teknik Lingkungan ITS, Setda Kab. Aceh Barat, DPRD Kab. Pasaman Barat,Nasional seperti Bendungan Sutami dan Majalah Percik sebagai wahana interaksi Bappeda Kota Palembang, DPRD Prop.Selorejo yang harus dijaga kualitasnya antarpelaku di bidang air minum dan Sumatera Selatan, dan DPRD Kab. Acehsebagai reservoar air baku untuk air penyehatan lingkungan sehingga terben- Utara.bersih dari pencemaran akibat pengelo- tuk jaringan informasi yang relevan danlaan sampah dan air limbah domestik up to date.yang kurang baik. Sebagai masukan, kami informasikan R A L AT Pada dasarnya Dinas Permukiman bahwa jumlah pelanggan aktif PDAM Pada Percik edisi Juni 2004,Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Kota Palopo melalui sambungan rumah halaman muka tertulis Sanitation isMalang sangat mengharapkan terbitnya (SR) per 31 Desember 2004 mencapai more importance than independence,Jurnal Percik untuk edisi-edisi selanjut- 11.773 SR dengan rata-rata enam jiwa per seharusnya Sanitation is more impor- tant than independence.nya. Di lain waktu kami akan berpartisi- SR, sehingga total jiwa yang dilayani Pada Percik edisi Oktober 2004,pasi memberikan masukan tulisan yang melalui sambungan tersebut sebesar halaman 45 tertulis Seminar Nasionalberkaitan dengan kondisi pengelolaan 70.638 orang. Sedangkan pelayanan air Sosialisasi UU No. 8 Tahun 2004,AMPL di Kabupaten Malang. minum non-SR terdiri atas 13 MCK, 13 seharusnya Seminar Nasional Sosi- alisasi UU No. 7 Tahun 2004. hidran umum, 7 kran umum, dan 5 termi- Pada Percik edisi Oktober 2004, Ir. Didik Budi Muljono, MT. nal air yang masing-masing melayani halaman 5 (laporan utama) tertulis, Kepala Dinas Permukiman Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Malang rata-rata 50 jiwa sehingga total pela- Pada saat ini kebijakan nasional pem- yanan air melalui SR mencapai 1.950 bangunan air minum berbasis lembaga yang merupakan payung kebijakan pe- orang. Bila dikalkulasikan antara yang SR ngelolaan PDAM masih dalam taraf Informasi CLTS dan non-SR maka total jiwa yang ter- penyelesaian bahkan menjadi salah satu layani sebanyak 72.588 jiwa. bagian dari program 100 hari Kabinet Setelah membaca Percik edisi Okto- Saat ini penduduk Kota Palopo Indonesia Bersatu. Seharusnya tan- pa bahkan menjadi salah satu bagianber 2004 halaman 40 tentang pemaparan berjumlah 106.813 jiwa. Dengan demi- dari program 100 hari Kabinet Indo-konsep Community Led Total Sanitation kian maka persentase cakupan pelayanan nesia Bersatu.(CLTS), kami tertarik dengan isinya yang air minum PDAM Kota Palopo per 31 2 Percik Desember 2004
  4. 4. L APORAN UTAMA Kaleidoskop Januari Kisruh TPA Bantar Gebang Mencuat FOTO: MERCYCORPS.OR.IDA wal 2004 menjadi awal per- masalahan TPA Bantar Gebang. Pemerintah Propinsi DKI Ja-karta, yang sejak 1999 mengelola TPA se-luas lebih dari 100 hektar itu, terpaksaharus rela menyerahkan pengelolaan itukepada pemerintah kota Bekasi. Ini terja-di karena secara sepihak Wakil WalikotaBekasi Mochtar Muhamad memintaPemprop. DKI membayar retribusi sebe-sar Rp. 85 ribu per ton sampah yangdibuang ke TPA tersebut setelah kontrakkedua pemerintah daerah berakhirDesember 2003. Permintaan ini jelas takbisa diterima DKI karena telah menyalahinota kesepakatan sebelumnya yangmenyatakan bahwa retribusi sampahuntuk setiap tonnya hanya Rp. 50ribu/ton. Di luar itu, warga di tiga desa di seki- milih pindah mencari lahan sampah ba- PAM Jaya membayar utang ke pemerin-tar TPA yakni Desa Sumur Batu, Cikiwul, ru seperti ke Cilincing. Warga Bekasi tah pusat sebesar Rp. 1,7 trilyun.dan Ciketing menuntut kompensasi atas sendiri menginginkan perang antara Kenaikan itu tentu membuat parakeberadaan TPA tersebut di sekitar desa Pemkot Bekasi dan Pemprop. DKI Jakar- pelanggan PAM keberatan. Mereka meni-mereka. Tuntutan warga ini jelas mere- ta berakhir damai dan mereka meminta lai layanan yang diterima selama ini takpotkan pemkot Bekasi, sekaligus penyelesaian persoalan pokoknya yakni sesuai harapan. Misalnya airnya bau,Pemprop. DKI Jakarta. Warga sempat pencemaran lingkungan yang diatasi. debitnya sangat kecil, dan air tidak lan-memblokir jalan di sekitar TPA. Aki- Perdamaian pun datang. Pemkot car. Sebagian warga menilai kenaikanbatnya, truk-truk sampah tak berani Bekasi melalui walikota Akhmad Zurfaih ini tidak transparan dan tidak masukmasuk TPA. Warga mau membuka jalan mempersialakan DKI Jakarta kembali akal karena untuk menutupi kerugian.jika pemkot Bekasi membayar kompen- mengoperasikan TPA Bantar Gebang. Tapi ya itu, tak pernah kenaikan itu bisasasi. Mau tidak mau pemkot akhirnya Kebijakan walikota ini bertentangan de- dihentikan……. (MJ)setuju. Pemkot menjanjikan kompensasi ngan wakilnya. Tapi bukan berarti niatRp. 50 ribu/bulan kepada 12 ribu keluar- walikota berjalan mulus. Giliran DPRD Indeks Berita AMPLga yang tinggal di sekitar lokasi TPA. Dan Bekasi angkat suara. Mereka menilai Sungai Cisedane Tercemar, PDAM Ta-ini, memang terbukti. Sayangnya hanya Pemkot Bekasi menyimpang soal kebi- ngerang Bisa Berhenti Beroperasi (16/1)sekali. Setelah itu, pemblokiran kembali jakan TPA Bantar Gebang pasca Warga Jakarta Minta Tangki Air Minumterjadi lagi dengan tuntutan agar biaya berakhirnya kontrak kerja sama Bekasi- Diperbanyak (27/1)kompensasi dibayarkan sesuai janji. DKI. Walhasil, persoalan TPA ini tak BPPT dan Pusri Akan Bangun Pengolah Kemelut itu jelas menyulitkan kunjung usai dalam waktu sebulan. Sampah di Jakarta (13/1) Tangerang Jajaki Pembangkit ListrikPemprop. DKI Jakarta. Sementara TPA Tenaga Sampah (24/1)Bantar Gebang ditutup, DKI Jakarta Selain menghadapi masalah sampah, Kondisi Jakarta dalam Tahap Sia-belum memiliki penggantinya. Tak he- warga DKI Jakarta dikejutkan dengan ga Satu (6/1)ran, begitu TPA itu tutup selama bebera- naiknya tarif air minum sebesar 30 Menkimpraswil: DKI agar Siapkanpa hari saja, sampah menggunung di persen tepat pada 1 Januari 2004. Ke- Sistem Peringatan Dini Banjir (2/1)mana-mana. Para pemulung di TPA pun naikan tarif ini dimaksudkan untuk me- Waduk di Gadog untuk Cegah Banjir Jakarta (3/1)mulai mengeluh terhadap pencaharian nutup defisit mitra kerja PAM Jaya sebe- Ciliwung Meluap, Jakarta Banjir (20/1).mereka. Beberapa di antara mereka me- sar Rp. 990 milyar dan kewajiban PD Percik 3 Desember 2004
  5. 5. L APORAN UTAMA Kaleidoskop Februari-Maret-April Banjir Landa Wilayah IndonesiaD i awal Februari 2004, Badan wabah nyamuk demam berdarah. ini sejak 1994 mencapai Rp. 33,8 milyar. Meteorologi dan Geofisika Di Kabupaten Banjar, Kalimantan Untuk mengatasi hal itu PDAM Ungaran memperingatkan masyarakat Selatan, ribuan warga terpaksa me- menggandeng PT Sara Tirta UngaranIndonesia akan datangnya badai tropis ngungsi karena sebagian besar wilayah (STU) untuk mengelola sumber air ditingkat III yang terbentuk di selatan Pu- tersebut terendam banjir. Di Kabupaten Ngembar, Kecamatan Jambu. Bentuklau Jawa. Badai itu bisa memicu hujan Manggarai, NTT, tiga orang tewas dan kerja samanya adalah PT STU memba-lebat dan merata di wilayah Indonesia. enam lainnya hilang. Banjir juga terjadi ngun dan mengelola alih milik denganSaat itu BMG memperkirakan Februari di Donggala, Sulawesi Tengah menye- masa konsesi 27 tahun. Apabila masamerupakan puncak musim penghujan. babkan dua orang tewas. Sumatera, konsesi habis maka semua asset kembali Perkiraan itu tepat. Banjir melanda Sulawesi, pun tak luput dilanda banjir. menjadi miliki PDAM Ungaran. Investasihampir seluruh wilayah Indonesia mulai Pemerintah dinilai lemah dalam baru ini besarnya Rp. 29,244 milyar ter-Februari, dan Maret. Banjir bandang mengatasi banjir. Ini terbukti banjir diri atas Rp. 23,4 milyar untuk memba-menerjang sebagian Pulau Jawa. Selain selalu berulang setiap tahun. Langkah- ngun instalasi pengeolahan air minummerusak infrastruktur, banjir di Jawa langkah antisipasi nyaris tidak pernah dan sisanya untuk membangun instalasiTimur menyebabkan tiga orang tewas terdengar, sementara penanganan pasca di sumber air.dan satu orang hilang. Banjir ini melanda banjir terkesan lamban. Padahal telahtujuh wilayah di Jawa Timur. Di banyak pihak yang memberikan masukan Indeks Berita AMPLKabupaten Mojokerto, banjir lumpur kepada pemerintah tentang antisipasimelanda bagian selatan daerah ini. banjir. ·Senyum Pencari Nafkah TPAKetinggian lumpur mencapai 1-1,5 meter. Bantar Gebang (2/2)Banjir lumpur ini merupakan pertama Di tengah melimpahnya air bah, TPA Cipayung Jadi Proyek Per-kali dalam 100 tahun terakhir di daerah Pemkot Batu dan Pemkot Malang, justru contohan TPA se-Jabotabek (3/2) Lahan Pembuangan Akhir Sampahtersebut. Kerugian di Jawa Timur kekurangan air bersih. Kedua pemerintah Cemari Tambak (9/2)diperkirakan sebesar Rp. 300 milyar. daerah terpaksa menyewa puluhan unit TPS Cilincing Terbukti Cemari Sedangkan di Jawa Tengah banjir truk tangki guna mengatasi krisis air Lingkungan (10/2)mengakibatkan jalur yang menghubung- bersih karena distribusi air bersih mereka BPPT Tawarkan Lima Aspekkan Semarang-Purwodadi di Kab. Gro- terganggu banjir. Sebanyak 4.200 Tangani Sampah (16/2) Denda Buang Sampahbogan terputus. Ratusan rumah di enam pelanggan air PAM Batu terpaksa men- Rp. 5 Juta (26/2)desa di Grobogan terendam menim- cari air dalam jerigen, sedangkan di Kota Proyek Optimalisasi Kali Banjirbulkan pengungsian. Malang ada 7.000 pelanggan kesulitan Kanal Barat Selesai April (18/2) Di pantai utara Jawa Barat, banjir mendapatkan pasokan. Jalan Pantura Situbondo Tertutupmenghambat arus lalu lintas utama pulau Sementara itu, pada bulan ini PDAM Lumpur dan Batu (16/2)Jawa tersebut. Banjir terbentang mulai Tasikmalaya menaikkan tarif sebesar 50 31 Kelurahan di Yogya Rawan ban- jir dan Longsor (5/2)dari Pamanukan (Subang) di bagian persen. Kenaikan ini tak hanya me- Suplai Air Baku Anjlokbarat hingga Krangkeng (Indramayu) di nyangkut tarif dasar tapi juga klasifikasi 62 persen (5/4)bagian timur. Di Indramayu kerugian tarif terhadap tarif rumah tangga yang Tercemar SPBU, 5 Tahun Langgan-diperkirakan mencapai Rp. 1,7 milyar telah berubah fungsi. Alasan kenaikan, an Air Mineral (11/4)karena lahan seluas 10.665 hektar teran- biaya operasional dan harga-harga Pemprop. Jabar Serahkan Penge-cam tanam ulang. barang keperluan PDAM meningkat. lolaan dan Aset Air Bersih ke PDAM (13/4) Seperti biasa, Jakarta pun mengalami Kontan kenaikan itu mengundang reaksi Usulan Kenaikan Tarif PDAMnasib serupa. Ratusan penduduk di wakil rakyat. Mereka keberatan dengan (Tegal) sebesar Hampri 100 persensejumlah lokasi harus rela mencari tem- kenaikan itu mengingat PDAM tersebut (20/4)pat berteduh sementara. Kemacetan total masih untung, kendati kecil. Air PAM di Bangka Barat Sudahterjadi di 29 titik. Tangerang dan Bekasi Di Ungaran, PDAM setempat tak Lama Tercemar (27/4) Ratusan Warga Bojong Unjuk Rasapun tak jauh beda kondisinya. Kondisi di mampu lagi menanggung beban biaya ke Mabes Polri (9/3).wilayah ini hampir bersamaan dengan operasi dan utangnya. Tunggakan PDAM 4 Percik Desember 2004
  6. 6. L APORAN UTAMA Kaleidoskop Mei Meminta Pertanggungjawaban PemerintahM enyusul banjir di berbagai bekas, dan lainnya. Kondisi ini wilayah di Indonesia, FOTO: DEPKES sangat mengganggu warga sekitar masyarakat mulai menilai waduk. Mereka mengharapkankinerja pemerintah dalam menangani pemerintah bisa memagar wadukkasus ini. Umumnya mereka berpen- tersebut.dapat pemerintah kurang mengantisi-pasi banjir yang terjadi dan akibat Sementara itu warga Kotayang ditimbulkannya. Akibatnya, kor- Bogor dikejutkan dengan naiknyaban baik harta maupun jiwa terus saja tarif air minum PDAM Tirtamuncul dan jumlahnya tak sedikit. Pakuan Kota Bogor sebesar 150 Pemerintah daerah seperti DKI Ja- persen. Kenaikan itu didasarkankarta, misalnya, tak mampu lagi atas naiknya tarif dasar listrikmenangani banjir ini. Pemda DKI (TDL) sebesar 60 persen dan BBMmeminta pemerintah pusat turun sebesar 50 persen serta UMRgunung untuk ikut menyelesaikannya. setempat. Kenaikan yang mulaiIni karena persoalan banjir bukan berlaku pada bulan Juni itu jelassemata-mata persoalan propinsi tapi membuat masyarakat keberatan.lintas daerah. kerusakan lingkungan yang terjadi di Mereka menilai kenaikan itu terlalu ting- Bupati Indramayu Irianto Syafiuddin wilayah tersebut. Beberapa kawasan yang gi dan tidak sesuai dengan pelayananmeminta bantuan pemerintah propinsi dulunya tak pernah banjir, saat itu ikut PDAM kepada para pelanggannya. Tapidan pusat dalam mengatasi sedimentasi merasakan musibah. Warga menilai ya itu…..wus-wus, suara rakyat nyaris takdi wilayah tersebut. Tingkat sedimentasi pemerintah kota kurang peduli terhadap terdengar. (MJ)di Indramayu tertinggi di Jawa Barat banjir dan persoalan lingkungan sertakarena wilayah ini merupakan hulu dari tata ruang kota. Indeks Berita AMPLsungai-sungai yang membawa lumpur Menteri Negara Lingkungan Hidupdari arah Tasikmalaya, Garut, Sumedang, Nabil Makariem menyatakan sembilan Pemkot Bekasi Dinilai Ingkar Janji, Warga Tutup TPA Bantar Gebang (6/5)Subang, Majelengka, dan Kuningan. situ yang telah berubah fungsi dari 198 Sampah TPA Leuwigajah untuk Listrik Di Bekasi, warga Babelan meminta situ (alam dan buatan) yang tersebar di (8/5)Kali Rawasasak segera dinormalisasi oleh Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Kontainer Ganti Fungsi TPS Liar (10/5)pemerintah. Kali tersebut mengalami Bekasi harus dikembalikan kepada kon- Guru Mengancam Mogok Mengajarpendangkalan dan ditumbuhi beragam disi semula. Menurutnya, mengemba- Karena Sampah (31/5)tanaman air sehingga kali tak mampu lagi likan konservasi situ di kawasan ini Warga Konsumsi Air Tak Layak (14/5) PDAM Bogor Naikkan Tarif 150 Persenmenampung air hujan. merupakan upaya mencegah banjir (21/5) Di Kota Bogor, jalan-jalan banyak khususnya di daerah resapan dan kan- Tiap Tahun Penurunan Debit Air diyang rusak karena buruknya drainase. tung-kantung air. Selain itu ia juga pri- NTB Tinggi (26/5)Karena itu, beberapa pihak mengusulkan hatin terhadap kerusakan 134 situ (68 Seminar Budaya Air (19/5)agar jalan-jalan di kota hujan tersebut tak persen). Hanya 42 situ (20 persen) yang Pipa Air Minum pun Digantung di Pohon (13/5)lagi dilapisi aspal tetapi dibeton. Selain dinyatakan baik dan dua situ dinyatakan Perlu Aturan Realokasi Penggunaan Airitu warga meminta drainase perlu ditata hilang. (5/5)dengan baik mengingat curah hujan di Apa yang dikatakan Nabiel memang Pusat Diminta Bantu Atasi Soal Banjirkota tersebut sangat tinggi. Warga juga benar. Waduk Rawa Badung di Jati- (14/5)mengharapkan pemerintah daerah mem- negara, Jakarta Timur misalnya, fung- Debit Air Sungai Citandui Turunbenahi tata laksana sampah dan peda- sinya sebagai penampung air juga sebagai Drastis (8/5) Sungai di Jakarta WC Terpanjang digang kaki lima. Mereka berharap kota penampung sampah. Permukaan waduk Dunia (5/5).wisata itu bisa bersih dan sehat. dipernuhi sampah seperti plastik-plastik, Di Padang, warga menyesalkan dedaunan kering, botol, kaleng-kaleng Percik 5 Desember 2004
  7. 7. L APORAN UTAMA Kaleidoskop Juni-Juli Masyarakat Kekurangan Air BersihS etelah dilanda banjir di sejumlah KARIKATUR:RUDI KOSASIH telah menghentikan distribusi air minum daerah, Indonesia kembali mene- ke kamp mereka. rima hukum alam akibat keru- Selain di daerah, krisis air mengan-sakan lingkungan: kekeringan. Kondisi cam ibukota Jakarta. Ini adalah bencanaini tidak hanya menyengsarakan rakyat tahunan bagi ibukota. Krisis ini akibatsebagai individu karena sulitnya mereka curah hujan yang turun di Jakarta tidakmemperoleh air bersih, tapi juga penye- bisa kembali menjadi air tanah karenadia air bersih yakni PDAM. Perusahaan berkurangnya daerah resapan air.milik daerah mulai mengeluh sulitnya Sedangkan kondisi air tanahnya sendirimemperoleh air baku. yang tersisa dalam kualitas yang buruk. Sungai-sungai di Kalimantan Barat Hasil pengamatan terhadap sumur wargamenyusut airnya secara drastis. Keda- di lima wilayah Jakarta menunjukkanlaman air yang semula sekitar 3 meter bahwa 90 persen air tanah telah tercemarberubah menjadi 1 meter. Bahkan di bakteri coli yang berasal dari tinja. Bilabeberapa badan sungai, warga dengan keadaan ini tak segera diubah, menurutleluasa menyeberanginya dengan ber- Taman sari, Kecamatan Baros, ditutup Japan Indonesia Cooperation Agencyjalan kaki. Kondisi itu jelas mengganggu warga karena persoalan ganti rugi yang (JICA), Jakarta akan mengalami keku-pasokan air baku di beberapa PDAM tak kunjung usai. rangan air parah pada tahun 2010.seperti PDAM Sanggau, Landak, dan Di Gunung Kidul, Yogyakarta, pemdaPontianak. Warga setempat terpaksa setempat membagi air bersih kepada Indeks Berita AMPLharus membeli air minum Rp. 70 ribu per warga dengan prioritas warga kurang Tarif PDAM Indramayu Naik 66tangki isi 4 ribu liter. Warga yang lain mampu. Sebanyak 11 kecamatan di kabu- Persen (30/6)membeli eceran seharga Rp. 1.000 per paten ini kesulitan air bersih akibat ke- Sungai Siak Tercemar Limbah,jerigen. Yang menyedihkan, sebagian keringan. Di Kulonprogo, delapan dari 12 PDAM Disarankan Tidak Mengolahwarga lain yang tak mampu membeli air, kecamatan yang ada mengalami keke- Air Baku (3/7)terpaksa mengambil air dari sungai pada ringan. Bahkan empat kecamatan sudah Warga 116 Desa di Demak Kesulitanmalam hari untuk diendapkan dan digu- selama hampir dua bulan tak menikmati Air Bersih (8/7) Dinilai Cacat Hukum, 16 LSM Gugatnakan keesokannya. Bahkan ada yang air bersih sama sekali. UU SDA ke MK (14/7)langsung menggunakannya dari sungai. Kepala Balai Pengelolaan Daerah Resapan Air Laut Sudah ke Tengah Di Banjarmasin, PDAM setempat pun Aliran Sungai (DAS) Pemali Jatrun Prop. Kota (20/7)mengalami kekurangan pasokan. Salah Jateng Sutrisno mengatakan sebanyak Blue Oasis City Dibangun di Kawasansatu intake bahan bakunya yang berkapa- 428.687 hektar lahan hutan di 16 kabu- Resapan Air (28/7)sitas 500 liter per detik tak bisa dipergu- paten/kota di wilayahnya dalam kondisi PK UU SDA Diajukan ke MK (29/7) Proportional Water Sharing, Untuknakan lagi. Selain karena kekeringan, kritis dan harus mendapatkan perhatian Mencegah Absolut Sumber Matakondisi ini akibat intrusi air laut yang serius karena dapat menimbulkan ben- Air (22/7)sudah di atas ambang normal. Sulitnya cana. Dari jumlah tersebut 238.170 di Perpanjangan TPA Bantar Gebangair bersih ini menimbulkan dampak antaranya berada di luar kawasan hutan. Disetujui (10/6)buruk bagi warga. Penyakit diare mulai Sementara itu di Nusa Tenggara Warga Tetap Tolak Bojong sebagai Tempat Pembuangan Sampah Orangmenyerang warga di sekitar sungai. Timur, pemerintah daerah setempat Jakarta (23/7)Mereka yang terserang umumnya masya- menghentikan pasokan air ke barak- TPST Bojong Dijamin Tidak Cemarirakat miskin yang tinggal di permukiman barak penampungan warga eks Timor Lingkungan (29/7)padat. Timur. Pemda beralasan mereka tak Situ di Bekasi Terus Menyusut (8/6) Di Serang, Banten, sekitar 10 ribu memiliki lagi dana operasional untuk itu. Rp. 100 Milyar Bebaskan Lahan BKTpelanggan PDAM setempat tak bisa Warga eks pengungsi menanggapinya (24/6) Sungai Mookervaart Riwayatmu Kinimenikmati air bersih. Direktur PDAM dengan keras. Mereka menyatakan (28/7).setempat menyatakan pasokan itu ter- pemerintah telah memperlakukan mere-henti karena pipa induk air PDAM di ka tidak lagi sebagai manusia karena 6 Percik Desember 2004
  8. 8. L APORAN UTAMA Kaleidoskop Agustus Mencari Sumber Air AlternatifK ekeringan yang melanda di 13 kawasan. BKT juga mencakup KARIKATUR:RUDI KOSASIH Indonesia mau tak mau pembangunan tiga lokasi. mendorong semua pi- Di Sumedang, pemerintah akanhak mencari alternatif sumber- mengkaji ulang desain pembangunansumber air atau cara untuk men- bendungan dan waduk Jatigede dijaga agar air yang ada bisa diper- wilayah tersebut. Departemen Per-tahankan. Pemerintah melalui mukiman dan Prasarana Wilayah akanMenteri Riset dan Teknologi menurunkan elevasi permukaan(Menristek) Hatta Rajasa mene- waduk dari desain semula sehinggagaskan tekadnya untuk mencari wilayah genangan waduk dapat diku-sumber air untuk memenuhi rangi. Perubahan ini akan mengurangikebutuhan air bersih. Salah satu volume air yang dapat ditampungcontoh berupa pembuatan wa- waduk sekaligus mengurangi luasduk bawah tanah di Goa Bribin, areal pelayanan waduk tersebut.Gunung Kidul. Pemompaan airbawah tanah dari Goa Bribin itu akan minum dalam delapan jam operasional. Benih-benih ancaman warga untukmampu memenuhi kebutuhan air bersih Warga membeli air olahan itu seharga Rp. menutup Tempat Pengolahan Sampahbagi 175 ribu warga Gunung Kidul. 3.000-5.000 per galon. Terpadu (TPST) mulai muncul. Warga Pengeboran air bawah tanah juga Sementara itu, untuk mencegah pen- dari enam di desa di Kecamatan Kelapa-dilakukan di Dusun Duwet Desa Suci, dangkalan sungai, pencemaran, dan ban- nunggal meminta DPRD Kabupaten Bo-sekitar 40 km selatan ibukota Wonogiri, jir, Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso me- gor mencabut SK Bupati Bogor tentangJawa Tengah. Pengeboran air sedalam minta warganya untuk tidak membuang pemberian izin lokasi TPST Bojong. Per-160 meter ini mampu memenuhi kebu- sampah ke 13 sungai yang melintas di Ja- usahaan pengelola TPTS PT. Wira Gunatuhan air bagi 500 keluarga di desa terse- karta. Selain itu, pemda DKI juga akan Sejahtera meyakinkan bahwa semua per-but. Dengan adanya sumur itu, warga tak memindahkan rumah-rumah yang ada di alatan dan mesin pengolah sampah amanlagi perlu berjalan 7 km ke ibukota keca- bantaran sungai. Pemda menjanjikan bagi lingkungan. (MJ)matan untuk membeli air atau menunggu warganya yang tinggal di areal tersebuttruk tangki air di jalan raya yang jaraknya dan memiliki KTP DKI, rumah susun de- Indeks Berita AMPL1 km dari kampung mereka. ngan harga murah. Semuanya untuk me- Pencarian Sumber Air Terus Dila- Upaya mencari sumber air baru juga nyukseskan program transportasi sungai kukan (3/8)dilakukan melalui lomba. Peneliti dari dan wisata air di Jakarta. Salah satu sun- Tidak Mampu Atasi Keluhan Pe- langgan, Palyja Terancam Terke-Badan Pengkajian dan Penerapan Tek- gai yang kondisinya sudah mulai bagus na Sanksi (3/8)nologi (BPPT), Arie Herlambang, berhasil adalah Kali Angke. Hanya saja, yang men- Sumur Bor Atasi Kesulitan Airmemenangkan lomba Inovasi Teknologi jadi PR pemda DKI yaitu mengubah Bersih (5/8)2004. Ia berhasil mengalahkan tujuh finalis warna air dari hitam menjadi jernih. Empat Kabupaten di Banyumaslainnya dengan temuan berjudul Aplikasi Sedangkan untuk mencegah banjir, Kekeringan (10/8)Teknologi Pengolah Air Asin di Lahan pemerintah bertekad untuk meram- Pengolah Air Lahan Gambut Me- nangkan Lomba Inovasi (20/8)Gambut Menjadi Air Minum. Temuan ini pungkan proyek Banjir Kanal Timur Merdeka Ya Merdeka, Kurang Airtidak sekadar teori tapi telah diterapkan di (BKT) pada 2007. Proyek ini telah men- Ya Kurang Air (23/8)kawasan transmigrasi Kalimantan Tengah galokasikan dana sebesar Rp. 1,938 tri- Debit Air di Tiga Danau Surut,yang mengalami kelangkaan air. Secara liun untuk pembangunan konstruksi. Ribuan Warga Cirebon Terancamumum, pengolah air ini terdiri atas proses Proses yang masih alot adalah pembe- Kekeringan (24/8) Tiga SDN Tercemar Sampah Be-filterisasi yang jauh lebih panjang dari basan lahan, mengingat lahan cukup luas lum Dipindah (2/8)perusahaan air minum di perkotaan, dan yakni 263 hektar dan menjadi milik DKI Tetap Operasikan TPST Bo-dikombinasikan dengan unit desalinasi. masyarakat. Dengan adanya BKT debit air jong (10/8)Sistem pengolah seharga 350 juta ini di Jakarta diharapkan dapat dikendalikan Kelola Sampah Mandiri, Tidakmampu menghasilkan 170 galon air siap dan mengurangi daerah rawan genangan Mustahil (31/8). Percik 7 Desember 2004
  9. 9. L APORAN UTAMA Kaleidoskop September Air Minum Isi Ulang Jadi SorotanK etidakmampuan PDAM mela- KARIKATUR:RUDI KOSASIH Di beberapa daerah lain kekeringan yani kebutuhan masyarakat akan masih terjadi. Akibatnya, masyarakat air minum mendorong lahirnya sulit memperoleh air bersih. Kejadian inibisnis air minum isi ulang. Perusahaan bisa dilihat di Kalimantan, sebagian Ja-skala rumah tangga ini berdiri di sudut- wa, dan Nusa Tenggara.sudut jalan di Jakarta. Mereka menjual Sementara itu Kota Medan dan seki-air minum dengan harga terbilang tarnya dilanda banjir besar. Hujan terusmurah. Rp. 2.500 per galon. Harga ini menerus turun selama beberapa hari.jauh lebih murah dibandingkan harga air Ratusan rumah terendam. Banjir besarminum kemasan bermerek yang bisa ini selain karena hujan juga akibat banjirmencapai dua kali lipat. Kemunculan kiriman dari daerah di sekitarnya.depot air minum isi ulang tentumengkhawatirkan perusahaan-perusa- Kasus Bantar Gebang mencuat kem-haan bermerek. Selain itu, sebagian bali setelah perjanjian kerja sama antaramasyarakat pun ada yang kurang yakin Pemda DKI dan Bekasi ditandatanganidengan tingkat higienisitas air isi ulang pada pertengahan Juli lalu. Pasalnya,tersebut. satu prasyarat untuk mendapatkan izin TPA itu seperti ditelantarkan. Air limbah Di media massa muncul pemberitaan operasional dari Depperindag. SK itu dari gunungan sampah meluap ke salur-bahwa sebagian depot air minum isi juga memberikan sanksi kepada peng- an sampai ke permukiman warga. Per-ulang mengandung e-coli dan bisa me- usaha yang melanggar dari mulai usahaan yang ditunjuk sepertinya belumnimbulkan penyakit ginjal bila dikon- peringatan tertulis sampai pencabutan melaksanakan tugasnya. Pemda Bekasisumsi dalam waktu lama. Jelas ini mem- izin operasi. Apdamindo menyambut meminta Pemda DKI membereskanbuat resah para pengusaha kecil tersebut. baik adanya SK tersebut. Mereka menya- pengurusan TPA tersebut. (MJ)Melalui asosiasi pengusaha, pemasok, takan adanya SK itu bisa memberikandan distribusi air minum isi ulang jaminan kepada masyarakat dan peng- Indeks Berita AMPL(Apdamindo), mereka membantah per- usaha. Investasi Mitra PDAM Terbatasnyataan itu yang dianggap terlalu tenden- (1/9)sius dan menimbulkan fitnah. Mereka PDAM Tirta Kerta Raharja Tangerang Tarif PAM Jaya Naik Otomatismeminta pihak-pihak yang mengelu- menjanjikan pasokan air bersih bagi Setiap 6 Bulan (1/9)arkan pernyataan itu melakukan klari- warga di wilayah yang kekurangan air Cekungan Bandung Krisis Airfikasi karena kalau tidak maka bisnis air bersih. Pihaknya telah menyiapkan enam Akibat Perubahan Lahan (3/9) PAM Banjarmasin Andalkanminum isi ulang akan terancam. tangki air berkapasitas 5.000 liter. Ber- Tabuk (21/9) Para pengusaha kecil ini mengakui dasarkan data, ada 25 desa yang meng- Harga Air Bersih Rp. 2.000 perbahwa pengusaha air minum isi ulang alami kesulitan air bersih. Namun tidak Jerigen (24/9)masih harus dibina dan diberikan penyu- ada satupun pengurus RT/RW setempat Warga Tepi Mahakam Kesulitanluhan pentingnya higienitas. Karenanya yang mengajukan permintaan air bersih. Air Bersih (30/9)mereka perlu dibantu, bukan malah Langkah serupa dilakukan PDAM Sumber Air Bulak Sindon Berpotensi Dibisniskan (30/9)dimatikan dengan menggiring opini ma- Indramayu. Untuk mengatasi kesulitan DKI Belum Serahkan Pengelo-syarakat ke arah yang negatif. air, PDAM membagikan air bersih gratis laan TPA (7/9) Pemda DKI Jakarta mengeluarkan SK ke desa-desa atas permintaan kuwu 2005, TPA Cikundul TakGubernur No 13 Tahun 2004 tentang ser- (kepala desa) dengan menggunakan dela- Berfungsi (14/9)tifikat laik sehat bagi depo air minum pan truk tangki. Desa tinggal memba- Penolakan Atas TPST Bojong(DAM). Sertifikat ini mengatur prosedur ngun tempat penampungan air bersih. Ditunggangi LSM dengan Teror (16/9)pemberian, rekomendasi perizinan, dan Tiap desa dipasok air sebanyak empat Banjir Melanda Sumut, Ratusanpengawasan terhadap bisnis air minum truk tangki berkapasitas masing-masing Rumah Terendam (21/9).isi ulang. Sertifikat ini merupakan salah 4 ribu liter. 8 Percik Desember 2004
  10. 10. L APORAN UTAMA Kaleidoskop Oktober Air Comberan dan Kubangan pun DikonsumsiK emarau panjang yang melanda air dari Kali Bedeng yang berfungsi seba- Tak jauh dari Cimahi, warga di wilayah Indonesia menyisakan gai MCK (mandi, cuci, kakus) dan tempat kawasan Jl. Braga, Kota Bandung mem- kepedihan bagi warga. Krisis air mandi ternak. protes pembangunan Braga City Walkbersih terjadi di beberapa tempat. Krisis air juga terjadi di Kupang, (BCW). Warga menilai proyek itu telahBahkan masyarakat di Wanareja, Garut ibukota NTT. Sebanyak 550 ribu warga menimbulkan gangguan terhadap ling-terpaksa mengkonsumsi air comberan. tak memperoleh air bersih. Sumur-sumur kungan. Mereka mulai mengeluhkanBelakangan diketahui bahwa air tersebut warga mengering. Sumber air Oepura, sumber air mereka yang berkurang.mengandung bakteri dalam kadar yang salah satu sumber air terbesar di kota itu Sebelumnya perusahaan yang memba-tinggi. Air tak layak minum, kendati yang selama ini dipergunakan oleh ngun proyek itu menjanjikan kompensasidimasak sekalipun. Air hanya cocok PDAM Kota Kupang untuk menyuplai air berupa pembangunan jaringan air keuntuk mencuci tangan. bagi warga juga mengering. Masyarakat warga. Tapi janji tetap janji, tak ada re- Dinas kesehatan setempat pun sudah antre air terlihat di beberapa sudut kota alisasi.memperingatkan warga. Namun apa hen- untuk memperoleh air sebanyak 1 jerigen Di Jakarta, pengelola air bersih PT.dak dikata, pasokan air bersih tak kun- berkapasitas 5 liter. Kondisi ini semakin Palyja mengeluhkan adanya defisit airjung tiba. Satu-satunya jalan, warga di- diperparah dengan rusaknya jaringan baku. Pasokan yang seharusnya 6,2 meterminta untuk melakukan kaporitisasi ter- pipa PDAM setempat. kubik per detik kini hanya ada 5,2 meterlebih dahulu sebelum dikonsumsi. Nasib serupa dialami warga Cirebon. kubik per detik. Padahal rata-rata kebu-Sedangkan Pemda Garut membantu alat Hanya saja kondisinya lebih baik. Warga tuhan air baku 5,4 meter kubik per detik.penyaringan air comberan buatan ITB masih bisa menikmati kucuran air Selain pasokan kurang, perusahaan mitrasenilai 40 juta dengan kontrak selama kendati harus bergiliran. Ini adalah PAM Jaya itu mengeluhkan kualitas airdua bulan. Sebenarnya di wilayah terse- langkah PDAM setempat untuk membagi baku. Air terlalu keruh. (MJ)but ada sumber air Cigaruhguy. Tapi air agar semua warga kebagian.karena ada hukum adat, sumber air itu Pergiliran air juga terjadi di Su- Indeks Berita AMPLhanya boleh dikonsumsi oleh dua kam- medang, Jawa Barat. Sumber air Cipan- Krisis Air di Kupang Belumpung saja. Sembilan kampung lainnya teneun Cimalaka sebagai sumber air baku Teratasi (4/10)hanya gigit jari. PDAM setempat mulai menyusut. Beda- Untuk Mengairi Lahan Pertani- Di Martapura, Kalimantan Selatan, nya dengan Cirebon, tidak semua pelang- an, Pipa PDAM Kuningan Dije-warga di Kecamatan Gambut yang tinggal gan PDAM bisa menikmati kocoran air. bol Masyarakat (7/10)di tepi handil-handil (parit buatan khas Sebagian harus gigit jari karena air tak Empat Bulan Ribuan Warga di Gambut Bergantung Air Ku-Kalsel) telah empat bulan mengkonsumsi menetes kecuali suara angin dari ujung bangan (9/10)air kubangan untuk keperluan sehari- kran. Kondisi seperti ini mengharuskan Hasil Penelitian Sucofindo, Airhari. Kubangan-kubangan itu dibuat PDAM setempat mendrop air dengan PDAM Surabaya Layak Minumwarga di sekitar handil sedalam 2 meter. truk tangki. (11/10)Tiap kubangan menghasilkan air bebera- Di Cimahi, masyarakat Kelurahan Proyek Wisata Terpadu Ancam Konservasi Air (13/10)pa ember. Airnya berwarna kekuningan Cibeber Kecamatan Cimahi Selatan me- Debit Air Baku PDAM Turundan keruh. Beberapa kubangan ada yang nuntut Pemkot Cimahi segera menutup 200 Liter Per Detik (25/10)terletak di tepi kakus dan menimbulkan dan menghentikan eksploitasi air Danau Warga Sukabumi Selatan Menje-bau yang tidak sedap. Air kuning ini dien- Ciseupan yang diperjualbelikan oleh rit Kekurangan Air (25/10)dapkan dan disaring untuk kemudian kelompok tertentu kepada industri- Warga Bekasi Utara Minta Dibu-dipergunakan. industri. Tuntutan ini muncul menyusul atkan Sumur (27/10) Warga Wanaraja Masih Kon- Di Serang, Banten, puluhan warga di terjadinya kekeringan di kawasan Ci- sumsi Air Comberan (27/10)Kelurahan Sukawana dan Trondol ter- beber dan sekitarnya. Air sumur Tercemar, Air Sungai Musi Tidakserang diare. Penyakit ini menyerang menyusut dan permukaan air danau Layak Konsumsi (29/10).warga gara-gara mereka mengkonsumsi turun 2-3 meter. 9 Percik Desember 2004
  11. 11. L APORAN UTAMA Kaleidoskop Nopember-Desember Gejolak di TPST BojongA khir Nopember 2004 merupakan menegaskan TPST itu akan tetap ber- menguntungkan, termasuk pula mengun- puncak kasus Tempat Peng- operasi, hanya saja menunggu kondisi tungkan rakyat di sekitar areal yang akan olahan Sampat Terpadu (TPST) yang kondusif. menjadi lokasi pembuangan sampah.Bojong, Kecamatan Kelapanunggal, Ka- Pusat Penelitian Leingkungan Hidup Dan yang lebih penting, analisa mengenaibupaten Bogor. Warga sekitar berunjuk Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan dampak lingkungan tak boleh diabaikan.rasa yang berbuntut bentrokan antara Masyarakat (PPLH-LPPM) IPB melihat Kalau tidak, rakyat yang akan menjadipengunjuk rasa dan aparat kepolisian kasus Bojong sebagai sebuah gunung es korban.dari Polres Bogor. Lima warga tertembak dalam masalah pengelolaan sampah di Akhir tahun 2004 ini juga diwarnaidan lainnya ada yang melarikan diri alias Indonesia. Persoalan itu berakar pada dengan hujan deras yang mengguyurmenghilang. masalah mendasar bahwa pengelolaan beberapa wilayah di Tanah Air. Drainase Aksi warga di sekitar ini sebenarnya sampah di DKI Jakarta, dan kota-kota yang buruk menyebabkan banyak daerahtelah berlangsung berkali-kali. Sempat besar lainnya masih bertumpu pada pa- mulai kebanjiran kendati tidak dalammuncul isu ada yang menunggangi aksi- radigma lama. Paradigma baru dalam pe- jangka waktu lama. Jakarta pun telahaksi mereka. Namun yang jelas di per- ngelolaan sampah yakni membangun bersiap diri untuk menghadapi kondisimukaan, warga beralasan kehadiran kebijakan dan praktek-praktek pengolah- itu termasuk upaya mencegah penyakitTPST akan berdampak buruk terhadap an sampah yang mencerminkan peng- diare yang biasa terjadi pada musimlingkungan dan dianggap pembangunan olahan sampah berbasis komunitas yang hujan. Tapi karena pembangunan drai-TPST itu menyalahi rencana umum tata melibatkan seluruh partisipasi masya- nase yang buruk, beberapa jalan tampakruang (RUTR) di kawasan tersebut yang rakat, pengusaha, dan pemulung. rusak tergerus air hujan.diperuntukkan bagi permukiman. Kasus Bojong ini ini seakan menya- Setiap kali akan ada ujicoba, warga darkan pihak-pihak terkait dengan sam- Indeks Berita AMPLselalu menghadang truk-truk yang akan pah untuk menyuarakan idenya. Bebe-masuk. Bahkan warga sempat mengusir rapa kalangan mengusulkan agar sampah Distamben Jabar MembangunKapolres Bogor yang sedang melakukan Jakarta yang jumlahnya 6 ribu ton per Sumur Artesis di Leulosa (1/11) Sumber Air Minum Jangan darisosialisasi. Mereka juga menebang po- hari dibuat kompos. Ada juga yang Sungai yang Tercemar (5/11)hon di sepanjang jalan menuju ke lokasi berpendapat agar insinerator dibangun Krisis Air Bersih Ancam Jakartatersebut dan memblokir jalan dengan di masing-masing wilayah agar tak terlalu (22/11)material-material berat. Puncak ben- membebani TPA. Ada juga yang bersi- PDAM Harus Beri Kompensasitrokan tanggal 22 Nopember menjelang kukuh dengan penerapan teknologi cang- Selama Air Tidak Mengalirtengah hari. Massa menyerang TPST gih mengingat keterbatasan lahan yang (23/11) Tarif Otomatis Air Bersih akanBojong dan merusak serta membakar ada. Mana yang benar? Masing-masing Dikaji Ulang (29/11)aset milik PT Wira Guna Sejahtera (pen- memiliki argumentasi. Yang pasti untuk Warga Dukung Keberadaangelola TPST). skala Indonesia, ide-idenya belum ada TPST Bojong (1/11) Menteri Negara Lingkungan Hidup yang terbukti 100 persen tepat. Karena- Sampah Untuk Kompos (4/11)yang baru Rachmat Witoelar dapat nya, saat ini perlu pemikiran yang men- Investor Incar Pengelolaan Sam- pah Surabaya (9/11)memahami kekhawatiran masyarakat di dalam untuk mencari pemecahan yang Sampah Bertumpuk di Tepi Ja-sekitar lokasi mengenai dampak negatif tepat. Jangan sampai kasus Bojong itu lan DKI Jakarta dan Tangerangkeberadaan TPST tersebut. Namun ia terulang kembali dan jatuh korban. (18/11)juga menyayangkan tindakan masyarakat Sementara itu wilayah seperti Tange- Rusuh di TPST Bojong, Limayang menyebabkan kerusakan karena rang dengan tegas menolak rencana DKI Pengunjuk Rasa Tertembaksebenarnya masih terbuka peluang untuk untuk membuang sampahnya ke daerah (23/11) Kanal Masih Jadi Tempatbernegosiasi. Menurutnya, seharusnya tersebut. Seperti diketahui, DKI sendiri Sampah (21/11)sosialisasi dilakukan lebih intensif kepa- tak lagi memiliki lahan untuk areal pem- Pemkot Jaktim Takut Pembe-da masyarakat. buangan sampah. Kasus ini pun menya- basan Lahan BKT Diambil Alih Akibat kejadian itu beberapa pihak darkan bahwa persoalan sampah memer- (10/11)meminta TPST Bojong ditutup semen- lukan kerja sama lintas wilayah dengan Waspadai Penyakit di Musimtara. Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso perhitungan yang matang dan saling Hujan (12/11). 10 Percik Desember 2004
  12. 12. L APORAN UTAMA Kaleidoskop Kebijakan Nasional Pembangunan Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Berbasis Lembaga, Telur yang akan Menetas FOTO:OSWAR MUNGKASAK ebijakan Nasional Pembangunan Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL) menggu-nakan dua pendekatan yakni berbasismasyarakat dan berbasis lembaga.Kebijakan berbasis masyarakat memasu-ki tahap implementasi pada tahun 2004.Saudara kandungnya, kebijakan berbasislembaga kini masih dalam tahap peng-godogan. Awal tahun 2005, kebijakan itusudah jadi dan siap untuk didisemi-nasikan. Bila menengok proses penyusunannya,kebijakan pembangunan berbasis lembagaini lebih cepat dari proses penyusunankebijakan AMPL berbasis masyarakat.Lokakarya mengenai draft kebijakan iniberlangsung pada September 2004 danproses penulisan diselesaikan pada akhirDesember ini. Keberadaan kebijakan inimerupakan momentum yang penting, Tim Air Minum Action Plan (NAP) sektor air minum, airkarena diharapkan akan memberikan kon- Tim Air Limbah limbah, dan persampahan. Sedangkansistensi dan kepastian bagi pelaksanaan Tim Persampahan dengan KLH berkaitan dengan kebijakanpembangunan AMPL secara menyeluruh. Tim Drainase nasional pengelolaan limbah padat. Proses penyusunan kebijakan dilak- Selain itu dibentuk juga tim lintas Lokakarya I dan II berlangsungsanakan dengan membentuk tim kerja sektor yang bertanggung jawab terhadapyang terdiri dari 4 tim, yaitu: aspek teknis, lingkungan, pembiayaan, kelembagaan, dan sosial. Tim kerja terse- Kebijakan Sektor Air Minum Kebijakan Nasional Pembangunan but merupakan tim inti dalam penyusun- 1. Meningkatkan kualitas dan cakupan pe- AMPL Berbasis Lembaga an kebijakan berbasis lembaga. Tim itu layanan dari air bersih menjadi air mi- 1. Mengutamakan masyarakat miskin da- bertanggung jawab dalam proses per- num secara bertahap. lam peningkatan pelayanan AMPL (pro baikan dokumen serta memperkaya porsi 2. Meningkatkan akses pada prasarana poor) penyehatan lingkungan agar terjadi kese- dan sarana air minum dengan menguta- 2. Menjaga keseimbangan antara kebu- makan masyarakat berpenghasilan ren- tuhan penyelenggaraan AMPL dengan imbangan dalam porsi pembahasan dan dah dan daerah rendah akses daya dukung lingkungan (eko-ling) penulisannya. 3. Memberdayakan masyarakat dalam 3. Meningkatkan keterlibatan semua Sejak lokakarya September 2004 di menentukan memanfaatan air minum pihak dalam penyelenggaraan AMPL Bogor, kelompok kerja nasional secara secara layak (all out) simultan mengadakan diskusi guna me- 4. Pengendalian konsumsi air minum 4. Mengoptimalkan penerapan prinsip kepengusahaan yang benar dan prinsip nyempurnakan draft Kebijakan Lembaga. melalui instrumen peraturan dan tarif pemulihan biaya dalam penyeleng- 5. Meningkatkan peran pemerintah, ma- Diskusi-diskusi dilakukan baik dalam tim garaan AMPL (good coorporate gover- syarakat, dan dunia usaha dalam pena- sektor, maupun secara pleno. nganan air baku nance) 5. Mengefektifkan penegakan hukum Selama masa itu pula terjadi proses 6. Menerapkan prinsip kepengusahaan (law enforcement) sinkronisasi kebijakan dengan produk dan pemulihan biaya dalam pengelola- 6. Mengembangkan mekanisme kerja perencanaan lain yang telah dihasilkan an air minum dengan menjamin kebu- sama antardaerah dan antarsektor tuhan dasar oleh Departemen PU dan Kementerian dalam penyelenggaraan AMPL (re- 7. Meningkatkan peluang investasi dalam gionalisasi) Lingkungan Hidup (KLH). Sinkronisasi penyediaan dan pelayanan air minum dengan Dep. PU menyangkut National Percik 11 Desember 2004
  13. 13. L APORAN UTAMA Kaleidoskop FOTO:OSWAR MUNGKASA Kebijakan Sektor Drainase 1. Penangangan Drainase Dilakukan oleh Unsur-unsur Pemerintah, Swasta, dan Masyarakat Berdasarkan Hirarki Sis- tem Drainase 2. Pengembangan Drainase Dilakukan untuk Mendukung Keseimbangan Tata Air 3. Penanganan Drainase dengan Prioritas Daerah Padat Penduduk dan Miskinsecara berseri dan melibatkan semua sek-tor terkait. Draft kebijakan itu terusdiperbaharui oleh konsultan dengansupervisi dari Sekretariat WASPOLA danarahan Pokja hingga akhirnya draft ketigadapat diselesaikan, yang diharapkanmerupakan drat final. Draft inilah yangnantinya akan dibawa ke pertemuanCentral Project Committee (CPC). Kendati sudah menyelesaikan draftketiga, bukan berarti kegiatan terkait de-ngan penyusunan kebijakan tersebut sele- jakan publik yang sedang berjalan. Yang pasti tak lamasai. Terdapat beberapa kegiatan pen- Kegiatan tersebut belum bisa terlak- lagi Telur Kebijakan Nasional Pem-dukung yang sampai saat ini belum ter- sana juga karena padatnya agenda ke- bangunan AMPL Berbasis Lembaga akanlaksana, yaitu: giatan kelompok kerja. Kegiatan pendu- Menetas. Tentu penyempurnaan tak Kajian peraturan dan perundang- kung ini merupakan kegiatan lepas (inde- boleh diabaikan. Kita tunggu. (MJ) undangan yang terkait dengan sektor pendent activities) yang ditujukan untuk AMPL, seperti misalnya UU SDA, RPP memberikan bahan masukan dan refe- Air Minum, UU Desentralisasi, UU rensi bagi tim kerja, sehingga kegiatan Kebijakan Sektor Persampahan BUMN, dan lain-lain tersebut masih relevan diadakan selama 1. Pengurangan sampah semaksimal Pengayaan wawasan dalam hal kebi- proses formulasi Kebijakan Lembaga mungkin dimulai dari sumbernya 2. Mengedepankan peran dan partisipasi Kebijakan Sektor Air limbah aktif masyarakat sebagai mitra dalam pengelolaan sampah 1. Mendorong keterpaduan antara pengaturan sektor air minum dan air limbah 2. Penyelenggaraan air limbah dilakukan untuk keperluan konservasi lingkungan 3. Memperkuat Kapasitas Lembaga Pe- 3. Masyarakat harus mempunyai akses pada prasarana dan sarana air limbah yang ngelola Persampahan memadai 4. Pengembangan Kemitraan dengan 4. Memprioritaskan penyediaan akses pada prasarana dan sarana air limbah untuk Swasta masyarakat miskin 5. Meningkatkan tingkat pelayanan untuk 5. Penyelenggaraan air limbah dilakukan oleh lembaga yang secara khusus ditunjuk untuk mencapai sasaran nasional secara menangani air limbah bertahap 6. Meningkatkan peran pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha dalam penyeleng- 6. Menerapkan prinsip pemulihan biaya garaan air limbah (cost recovery) secara bertahap 7. Penerapan prinsip pemulihan biaya secara bertahap dalam penyelenggaraan air lim- 7. Peningkatan Efektifitas Penegakan bah Hukum 8. Mengektifkan penegakan hukum dalam mencegah pencemaran sumber air 12 Percik Desember 2004
  14. 14. L APORAN UTAMA Kaleidoskop 2004, Tahun Pelaksanaan Kebijakan Nasional Pembangunan Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Berbasis MasyarakatJ uni 2003. Kebijakan Nasional strategi pelaksanaan kebijakan nasional KEBIJAKAN NASIONAL PEMBANGUNAN Pembangunan Air Minum dan Pe- pembangunan AMPL berbasis ma- AIR MINUM DAN PENYEHATAN nyehatan Lingkungan Berbasis syarakat. Lokakarya ini menghasilkan LINGKUNGAN BERBASIS MASYARAKATMasyarakat lahir. Kebijakan itu disepa- kriteria pemilihan daerah dan piranti 1. Air merupakan benda sosial dankati oleh enam eselon 1 dari lima departe- yang diperlukan. Selain itu peserta sepa- benda ekonomimen. Mereka yang membubuhkan tanda kat untuk membuat rencana detail 2. Pilihan yang diinformasikan sebagaitangan adalah Ir. E. Suyono Dikun, Ph.D, kegiatan tahun 2004. Kegiatan yang di- dasar dalam pendekatan tanggapIPM (Deputi Menteri Negara PPN/- sepakati diarahkan pada pemasaran/pro- kebutuhan 3. Pembangunan berwawasan ling-Kepala Bappenas Bidang Sarana dan mosi, advokasi, fasilitasi, konsultasi, dan kunganPrasarana), Prof. Dr. Umar Fahmi Ach- operasionalisasi kegiatan. 4. Pendidikan perilaku hidup bersihmadi, MPH, Ph.D (Direktur Jenderal Pada awal 2004, Pokja AMPL menye- dan sehatPemberantasan Penyakit Menular dan barkan surat penawaran kepada peme- 5. Keberpihakan pada masyarakatPenyehatan Lingkungan, Departemen rintah kabupaten/kota dan propinsi. Ada miskinKesehatan), Ir. Budiman Arif (Direktur 14 kabupaten dan 13 propinsi yang ter- 6. Peran perempuan dalam peng-Jenderal Tata Perkotaan dan Tata tarik. Pokja AMPL kemudian menyelek- ambilan keputusanPerdesaan, Departemen Permukiman sinya berdasarkan surat minat dan ko- 7. Akuntabilitas proses pembangunandan Prasarana Wilayah), Drs. Seman mitmen daerah. Terpilihlah tujuh propin- 8. Peran pemerintah sebagai fasilitatorWidjojo, Msi (Direktur Jenderal Bina si yakni Propinsi Sumatera Barat, Bangka 9. Peran aktif masyarakatPembangunan Daerah, Departemen Belitung, Banten, Jawa Tengah, Sulawesi 10. Pelayanan optimal dan tepat sasaranDalam Negeri), Dr. Ardi Partadinata, Msi Selatan, Gorontalo, Nusa Tenggara Barat, 11. Penerapan prinsip pemulihan biaya(Direktur Jenderal Pemberdayaan Ma- dan tujuh kabupaten yakni Kabupatensyarakat dan Desa, Departemen Dalam Sijunjung, Bangka Selatan, Lebak, Ke-Negeri), dan Dr. Machfud Siddik, MSc bumen, Pangkajene, Gorontalo, dan kebijakan nasional tersebut mulai ber-(Direktur Jenderal Perimbangan Ke- Lombok Barat. langsung di daerah. Para fasilitator mulaiuangan Pusat dan Daerah). Sebelum kebijakan nasional ini ditempatkan di daerah. Di setiap propin- Sebelum ditandatangani, kebijakan benar-benar diaplikasikan di daerah si terdapat satu fasilitator yang sekaligusyang disusun oleh Kelompok Kerja Air tersebut berbagai persiapan pun diambil. menjadi fasilitator di kabupaten padaMinum dan Penyehatan Lingkungan Salah satunya adalah menggelar loka- propinsi tersebut. Jumlah fasilitator ada(Pokja AMPL) ini telah melalui beberapa karya pemahaman kebijakan nasional tujuh orang. Mereka didukung dan diko-langkah pengujian di lapangan. Daerah dan proses fasilitasi pelaksanaan kebi- ordinasikan oleh sekretariat WASPOLAyang dipilih untuk uji coba antara lain jakan di daerah pada akhir Mei 2004. dan Kelompok Kerja AMPL di Jakarta.Kabupaten Solok (Sumatera Barat), Lokakarya ini dimaksudkan untuk mem- Sampai dengan Juli 2004, kegiatanKabupaten Musi Banyuasin (Sumatera berikan pemahaman kepada para fasilita- yang dilaksanakan di daerah antara lain:Selatan), Kabupaten Subang (Jawa tor yang akan diterjunkan ke daerah ten- koordinasi persiapan pelaksanaan kebi-Barat), dan Kabupaten Sumba Timur tang kebijakan tersebut sekaligus menyu- jakan di daerah, dan presentasi umum(Nusa Tenggara Timur). Uji coba ini sun rencana kerja rinci kegiatan fasilitasi pemaparan program setiap propinsi danmembuktikan bahwa daerah bisa meneri- penerapan kebijakan nasional tersebut di kabupaten. Kegiatan tersebut difasilitasima dan mengadopsi kebijakan tersebut. daerah. Sebelumnya para fasilitator oleh tujuh fasilitator yang ditempatkan di Saatnya tahun 2004 sebagai tahun tersebut telah pula mengikuti orientasi daerah.operasionalisasi kebijakan tersebut. Methodology of Participatory Assess- Persiapan pelaksanaan kebijakan diNamun dengan keterbatasan pemerintah ment (MPA), sebuah metode pendekatan daerah didahului koordinasi denganpusat, kebijakan itu tak bisa langsung masyarakat berdasarkan prinsip tanggap pimpinan dan instansi terkait di daerah-dilaksanakan di seluruh wilayah Indo- kebutuhan. Metode ini pula yang diadop- Bappeda, Dinas Kesehatan, Dinas Kim-nesia sekaligus. Perlu ada proses dan si dalam kebijakan nasional pembangu- praswil/Kimtaru, Dinas/Badan Pember-tahapan-tahapan. Maka pada Januari nan AMPL berbasis masyarakat. dayaan Masyarakat-- guna memperke-2004 diadakan lokakarya pengembangan Pertengahan Juni 2004, fasilitasi nalkan dan memperjelas rencana pro- Percik 13 Desember 2004
  15. 15. L APORAN UTAMA Kaleidoskopgram. Secara umum semua daerah mem- kesulitan transportasi. Pberikan dukungan positif terhadap pro- royek Penyusunan Kebijakan Secara umum, seluruh peserta antu-gram dan menyiapkan prasarana kerja dan Rencana Kegiatan Air sias mengikuti pelatihan. Mereka jugafasilitator. Seluruh fasilitator berkantor di Minum dan Penyehatan Lingkungan telah membuat rencana kerja pelak-Bappeda kabupaten kecuali di Kabupaten (WASPOLA) dilaksanakan di bawah sanaan kebijakan yang akan dibicarakanLombak Barat-berkantor di Dinas Kim- koordinasi Pemerintah Indonesia, lebih lanjut di daerah masing-masing.taru (PU). melalui Kelompok Kerja lintas Selain dukungan di atas, pemerintah departemen (Bappenas, Depdagri, Lokakarya di daerahdaerah juga mengalokasikan dana untuk Depkimpraswil, Depkes, dan Depkeu) Lokakarya demi lokakarya terusmendukung pelaksanaan kegiatan. Hanya yang diketuai oleh Bappenas, berlangsung di tujuh propinsi dan tujuhsaja, bagi sebagian besar daerah, dana dengan mayoritas dana hibah dari kabupaten tersebut. Tujuannya untuktersebut belum tersedia sehingga harus Pemerintah Australia melalui AusAID, membantu daerah dalam pengembangandialokasikan dalam Anggaran Belanja dan dukungan langsung Water and kerangka kebijakan daerah dan rencanaTahunan (ABT). Daerah yang telah meng- Sanitation Program for East Asia and kerja sektor AMPL. Kegiatan yang telahalokasikan dana sejak awal yakni Kabupa- the Pacific (WSP-EAP) atas nama dilaksanakan mencakup:ten Kebumen, Kabupaten Sijunjung, Ka- AusAID dan Bank Dunia. Kaji ulang (review) kebijakan nasionalbupaten Gorontalo, Kabupaten Bangka AMPL berbasis masyarakat di daerahSelatan, dan Kabupaten Lombok Barat. Identifikasi isu dan permasalahan Bersamaan dengan itu fasilitator kegiatan dan memahami keberlanjutan AMPL daerahmengidentifikasi dinas terkait dan pihak AMPL sebagai isu penting yang perlu Kajian terhadap faktor keberlanjutanlain yang peduli terhadap AMPL khusus- mendapatkan penanganan. Agenda jang- pembangunan AMPL di daerahnya dari kalangan LSM. Identifikasi itu ka pendek yang disepakati antara lain Dialog-dialog kebijakan dalam rangkamenghasilkan nama-nama yang diikut- penyiapan kelompok kerja, penetapan menumbuhkan kepedulian berbagaisertakan dalam TOT MPA dan Pelak- calon peserta yang dikirim ke TOT MPA pihak terhadap upaya mengatasi per-sanaan Kebijakan yang diselenggarakan dan Pelaksanaan Kebijakan. masalahan AMPL.oleh Kelompok Kerja AMPL di Cisarua, Hal lain yang perlu ditindaklanjuti Penyusunan rencana daerah sektorBogor, 13-16 Juli 2004. oleh fasilitator antara lain: AMPL Fasilitator dan pemangku kepenting- Adanya kesalahpahaman bahwa pro- Diseminasi kebijakan oleh propinsian (stakeholder) di daerah juga mengum- gram ini dilengkapi dengan proyek kepada semua kabupaten/kotapulkan data sarana air minum dan penye- fisik. Pemahaman ini berdasarkan Sampai saat ini, seluruh propinsihatan lingkungan. Data tersebut menjadi kebiasaan bahwa setiap program yang dan kabupaten, lokasi fasilitasi, telahbahan pembahasan pada lokakarya dae- berasal dari pusat selalu identik de- melakukan kaji ulang pokok-pokok ke-rah dalam pengembangan rencana kerja ngan proyek fisik. bijakan dengan melibatkan stakeholderpembangunan AMPL. Semua daerah Ketidakhadiran unsur DPRD. Padahal luas, melalui forum lokakarya daerah,menyadari permasalahan mengenai ke- mereka memegang peranan penting dan merumuskan kesamaan persepsi,lengkapan data. Oleh karena itu, penyia- dalam mendukung dan menindaklan- tantangan serta upaya yang perlu dilak-pan data memerlukan waktu yang cukup. juti pelaksanaan kegiatan AMPL. sanakan daerah. Alokasi dana yang belum jelas dari Dilakukan juga kunjungan lapanganPaparan Program di daerah beberapa daerah seperti Jawa Tengah, ke lokasi proyek yang dianggap berhasil Agenda pemaparan program meliputi: Sumatera Barat, NTB, Gorontalo, dan maupun gagal, untuk mempelajari fak-(i) gambaran umum program penyu- Sulawesi Selatan. tor penyebabnya dan mengambil pe-sunan kebijakan; (ii) pokok-pokok kebi- lajaran (lesson learned) atasnya sebagaijakan nasional AMPL berbasis masya- Orientasi TOT MPA dan suatu kajian faktor keberlanjutan. Danrakat; (iii) proses fasilitasi pelaksanaan Pelaksanaan Kebijakan yang lebih penting, beberapa daerahkebijakan di daerah; (iv) diskusi dan kla- Semua daerah mengirimkan peserta, sudah mulai memikirkan untuk me-rifikasi; dan (v) kesepakatan rencana bahkan Banten menambah satu orang nyusun program AMPL tahun 2005.kegiatan jangka pendek. dan Gorontalo menambah dua orang. Akankah kebijakan ini benar-benar Secara umum semua daerah mem- Sebanyak dua orang dari Babel dan teraplikasikan? Kita tunggu tahunberikan respon positif terhadap rencana Bangka Selatan tidak hadir karena alasan depan. (MJ) 14 Percik Desember 2004
  16. 16. L APORAN UTAMA Kaleidoskop Sekilas Kegiatan WASPOLA 2004 MARET JUNIP ada tahun 2004, WASPOLA mela- kukan berbagai kegiatan sebagai Lokakarya nasional pelaksanaan Kebi- Mobilisasi tim fasilitator ke daerah. penjabaran rencana kerja yang jakan AMPL Berbasis Masyarakat (Pe- Mobilisasi dilakukan secara bertahaptelah disepakati oleh tiga pihak yaitu: Pe- milihan Daerah). Dilaksanakan di Hotel sesuai dengan kesiapan masing-masingmerintah Indonesia, AusAID, dan WSP- Hyatt Yogyakarta tanggal 10-12 Maret daerah. Tujuh orang fasilitator ditempat-World Bank. Kegiatan tersebut dikelom- 2004. Dihadiri oleh 55 peserta daerah (14 kan di Kabupaten Sawahlunto Sijunjung-pokkan ke dalam empat kategori, yaitu kabupaten dan 13 propinsi), 15 peserta dari Sumatera Barat, Bangka Selatan-Bangkaoperasionalisasi kebijakan, perubahan pusat, 8 orang calon fasilitator daerah, serta Belitung, Lebak-Banten, Kebumen-Jawakebijakan, knowledge management, dan sekretariat WASPOLA dan WSP-EAP. Pada Tengah, Lombok Barat-NTB, Pangkep-manajemen proyek. Berikut ini ringkasan lokakarya tersebut dapat disepakati kriteria Sulawesi Selatan, dan Gorontalo-kegiatan WASPOLA selama tahun 2004. pemilihan daerah, serta syarat-syarat yang Gorontalo. Pada bulan ini juga beberapa wajib dipenuhi oleh daerah yang berminat. daerah langsung menyelenggarakan loka- JANUARI karya/pertemuan untuk mensosialisasi- Lokakarya pengembangan strategi APRIL kan kegiatan, yang dihadiri oleh Ke-pelaksanaan kebijakan di daerah. Ber- Konfirmasi minat daerah dalam lompok Kerja WASPOLA.langsung tanggal 14 di Hotel Mariot Ja- pelaksanaan kebijakan. Dilakukan mela-karta. Dihadiri oleh 27 peserta dari Ke- lui komunikasi telepon dan kunjungan ke JULIlompok Kerja (Pokja) WASPOLA, WSP- daerah. Lokakarya review rencana kerjaEAP, AusAID. Lokakarya menyepakati WASPOLA. Diselenggarakan di Hotelstrategi pelaksanaan dan rencana kerja, MEI Novus Puncak tanggal 6-8. Dihadiri olehyang akan memberi peran kepada pro- Orientasi Methodology for Participa- 25 peserta dari Kelompok Kerja danpinsi dalam fasilitasi di kabupaten. tory Assessment (MPA) untuk pemba- Sekretariat WASPOLA. Lokakarya ini ngunan air minum dan penyehatan ling- mengidentifikasi kegiatan yang perlu FEBRUARI kungan. Dilakukan tanggal 10-13 di Lido mendapat prioritas, yang dapat ditunda, Training of trainer untuk lokakarya Resort Sukabumi. Diikuti oleh 32 peser- atau kemungkinan tidak dilakukan, bah-pencapaian Millennium Development ta terdiri atas Kelompok Kerja WASPO- kan adanya usulan kegiatan baru. Ke-Goals. Berlangsung tanggal 10-11 di Hotel LA, Pemerintah Kab. Sukabumi, fasilita- giatan prioritas adalah penyelesaian Ke-Sheraton Bandara Jakarta. Dihadiri oleh tor daerah, dan WSP-EAP. Acara ini me- bijakan Nasional AMPL Berbasis Lem-22 peserta dari Pokja WASPOLA, WSP- rupakan acara rutin yang dilakukan tiap baga, sedangkan yang ditunda adalahEAP, dan Sekretariat WASPOLA. Loka- tahun, yang bertujuan untuk memberi- studi kasus dan ujicoba.karya ini melatih calon fasilitator untuk kan pemahaman tentang MPA bagi Lokakarya sosialisasi Kebijakanpenyelenggaraan lokakarya MDGs. Fasi- anggota Kelompok Kerja WASPOLA yang Nasional AMPL Berbasis Masyarakat dilitator acara ini adalah anggota Pokja ser- baru, dan penyegaran bagi anggota lama. Propinsi dan Kabupaten. Dilakukan dita WSP-EAP yang telah mengikuti Di samping itu juga untuk membekali seluruh propinsi dan kabupaten terpilih.pelatihan serupa di Laos. fasilitator yang akan bertugas di daerah Lokakarya nasional pencapaian tentang metodologi partisipatif yang AGUSTUSMillennium Development Goals melalui menjadi alat dalam fasilitasi kebijakan. Ikut serta dalam pameran Nusan-rencana tindak air minum dan penye- Lokakarya pengembangan ren- tara Water Expo yang diselenggarakanhatan lingkungan. Berlangsung di Hotel cana kerja fasilitasi pelaksanaan tanggal 19-20 di Jakarta Hall Conven-Sheraton Bandara tanggal 17-19. Dihadiri Kebijakan AMPL Berbasis Masyarakat tion Center. Dalam kesempatan inioleh 62 peserta dari pemerintah pusat, di daerah. Diselenggarakan pada tang- Kelompok Kerja WASPOLA didukungpemerintah daerah, asosiasi profesi, per- gal 24-27 di Hotel Plaza Purwakarta. oleh Sekretariat melakukan display se-guruan tinggi, LSM, donor, dan war- Diikuti oleh 25 peserta terdiri atas mua produk baik cetak maupun elektro-tawan. Lokakarya ini menghasilkan ke- fasilitator daerah, sekretariat, serta nik. Dalam pameran tersebut standsamaan pandang para stakeholders ten- Kelompok Kerja WASPOLA. Lokakarya WASPOLA mendapat kunjungan sekitartang perlunya peningkatan pemahaman ini menghasilkan rencana kerja rinci 200 pengunjung.terhadap target MDG, serta upaya sinergi kegiatan pelaksanaan kebijakan di Lokakarya pemahaman Kebijakandari semua stakeholder dalam mencapai daerah, termasuk indikator kinerja Nasional AMPL Berbasis Masyarakat diMDG. bagi fasilitator. Propinsi dan Kabupaten. Merupakan Percik 15 Desember 2004

×