Dari Redaksi                                                                      1     Media Informasi Air Minum dan     ...
DARI REDAKSIP        embaca, Percik kembali menya-                                                                     KAR...
S UARA ANDA                                                 P E R C I K A RT U N                                          ...
L APORAN UTAMA                         Air Minum                      Masih Jadi Impian                                   ...
L APORAN UTAMACakupan Pelayanan PDAM                            Terminologi Air Minum                 gara mengalami defis...
L APORAN UTAMA                                                                                                            ...
L APORAN UTAMA perundang-undangan di bidang air mi- num. Dalam hal ini perlu ada upaya per-                Sungai Besar di...
L APORAN UTAMA  Basah Hernowo, Direktur Permukiman dan Perumahan Bappenas       Filosofi Air Minum Dorong             Perb...
L APORAN UTAMA    Sekilas Kondisi Air Minum       dan Sanitasi IndonesiaL         aporan Pembangunan Manusia              ...
L APORAN UTAMA        PRIORITAS PENANGANAN                          Rumah Tangga yang Mempunyai Akses Sanitasi            ...
L APORAN UTAMA    Menilik MDGs Air MinumMengapa MDGs penting?                         suk air perpipaan, air pompa, air da...
L APORAN UTAMA         Peringkat Cakupan Layanan Air Minum Per Kabupaten/Kota Tahun 2002   No.   Kabupaten/Kota      Cakup...
L APORAN UTAMANo.        Kabupaten/Kota        Cakupan ( % )   No.   Kabupaten/Kota        Cakupan ( % )   No.    Kabupate...
WAWASAN BATAM: Air Mengalir Lewat Kios                                                                                    ...
W AWASAN bekas ini dihubungkan ke jaringan air             Pengadaan kios air ini                   kenyamanan hidup para ...
WAWASAN           Air di Australia dan        Pembangunan Berkelanjutan A          ir merupakan topik pembicaraan         ...
Majalah Air Minum dan Penyehatan Lingkungan 'PERCIK' Vol 6  Oktober 2004
Majalah Air Minum dan Penyehatan Lingkungan 'PERCIK' Vol 6  Oktober 2004
Majalah Air Minum dan Penyehatan Lingkungan 'PERCIK' Vol 6  Oktober 2004
Majalah Air Minum dan Penyehatan Lingkungan 'PERCIK' Vol 6  Oktober 2004
Majalah Air Minum dan Penyehatan Lingkungan 'PERCIK' Vol 6  Oktober 2004
Majalah Air Minum dan Penyehatan Lingkungan 'PERCIK' Vol 6  Oktober 2004
Majalah Air Minum dan Penyehatan Lingkungan 'PERCIK' Vol 6  Oktober 2004
Majalah Air Minum dan Penyehatan Lingkungan 'PERCIK' Vol 6  Oktober 2004
Majalah Air Minum dan Penyehatan Lingkungan 'PERCIK' Vol 6  Oktober 2004
Majalah Air Minum dan Penyehatan Lingkungan 'PERCIK' Vol 6  Oktober 2004
Majalah Air Minum dan Penyehatan Lingkungan 'PERCIK' Vol 6  Oktober 2004
Majalah Air Minum dan Penyehatan Lingkungan 'PERCIK' Vol 6  Oktober 2004
Majalah Air Minum dan Penyehatan Lingkungan 'PERCIK' Vol 6  Oktober 2004
Majalah Air Minum dan Penyehatan Lingkungan 'PERCIK' Vol 6  Oktober 2004
Majalah Air Minum dan Penyehatan Lingkungan 'PERCIK' Vol 6  Oktober 2004
Majalah Air Minum dan Penyehatan Lingkungan 'PERCIK' Vol 6  Oktober 2004
Majalah Air Minum dan Penyehatan Lingkungan 'PERCIK' Vol 6  Oktober 2004
Majalah Air Minum dan Penyehatan Lingkungan 'PERCIK' Vol 6  Oktober 2004
Majalah Air Minum dan Penyehatan Lingkungan 'PERCIK' Vol 6  Oktober 2004
Majalah Air Minum dan Penyehatan Lingkungan 'PERCIK' Vol 6  Oktober 2004
Majalah Air Minum dan Penyehatan Lingkungan 'PERCIK' Vol 6  Oktober 2004
Majalah Air Minum dan Penyehatan Lingkungan 'PERCIK' Vol 6  Oktober 2004
Majalah Air Minum dan Penyehatan Lingkungan 'PERCIK' Vol 6  Oktober 2004
Majalah Air Minum dan Penyehatan Lingkungan 'PERCIK' Vol 6  Oktober 2004
Majalah Air Minum dan Penyehatan Lingkungan 'PERCIK' Vol 6  Oktober 2004
Majalah Air Minum dan Penyehatan Lingkungan 'PERCIK' Vol 6  Oktober 2004
Majalah Air Minum dan Penyehatan Lingkungan 'PERCIK' Vol 6  Oktober 2004
Majalah Air Minum dan Penyehatan Lingkungan 'PERCIK' Vol 6  Oktober 2004
Majalah Air Minum dan Penyehatan Lingkungan 'PERCIK' Vol 6  Oktober 2004
Majalah Air Minum dan Penyehatan Lingkungan 'PERCIK' Vol 6  Oktober 2004
Majalah Air Minum dan Penyehatan Lingkungan 'PERCIK' Vol 6  Oktober 2004
Majalah Air Minum dan Penyehatan Lingkungan 'PERCIK' Vol 6  Oktober 2004
Majalah Air Minum dan Penyehatan Lingkungan 'PERCIK' Vol 6  Oktober 2004
Majalah Air Minum dan Penyehatan Lingkungan 'PERCIK' Vol 6  Oktober 2004
Majalah Air Minum dan Penyehatan Lingkungan 'PERCIK' Vol 6  Oktober 2004
Majalah Air Minum dan Penyehatan Lingkungan 'PERCIK' Vol 6  Oktober 2004
Majalah Air Minum dan Penyehatan Lingkungan 'PERCIK' Vol 6  Oktober 2004
Majalah Air Minum dan Penyehatan Lingkungan 'PERCIK' Vol 6  Oktober 2004
Majalah Air Minum dan Penyehatan Lingkungan 'PERCIK' Vol 6  Oktober 2004
Majalah Air Minum dan Penyehatan Lingkungan 'PERCIK' Vol 6  Oktober 2004
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Majalah Air Minum dan Penyehatan Lingkungan 'PERCIK' Vol 6 Oktober 2004

1,090

Published on

Majalah ini merupakan media komunikasi diantara pemangku kepentingan dan dimaksudkan untuk meningkatkan kepedulian. Diterbitkan oleh Kelompok Kerja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (POKJA AMPL) bekerjasama dengan Ditjen Cipta Karya Kementerian PU. Terdapat dua versi yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.

Published in: Health & Medicine
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
1,090
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
27
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Majalah Air Minum dan Penyehatan Lingkungan 'PERCIK' Vol 6 Oktober 2004

  1. 1. Dari Redaksi 1 Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Suara Anda 2 Laporan Utama Diterbitkan oleh: Air Minum Masih Jadi Impian 3 Kelompok Kerja Air Minum dan Filosofi Air Minum Dorong Perbaikan PDAM 7 Penyehatan Lingkungan Sekilas Kondisi Air Minum dan Sanitasi Indonesia 8 Menilik MDGs Air Minum 10 Penasihat/Pelindung: Direktur Jenderal Tata Perkotaan dan Peringkat Cakupan Layanan Air Minum Per Kabupaten/Kota Tahun 2002 11 Perdesaan, DEPKIMPRASWIL Wawasan Batam: Air Mengalir Lewat Kios 13 Penanggung Jawab: Air di Australia dan Pembangunan Berkelanjutan 15 Direktur Permukiman dan Perumahan, Sekali Lagi tentang Privatisasi 17 BAPPENAS Penanganan Kebocoran di PDAM Makassar 20 Direktur Penyehatan Air dan Sanitasi, Strategi Peningkatan Kesadaran Masyarakat 21 DEPKES Direktur Perkotaan dan Perdesaan Teropong Wilayah Timur, DEPKIMPRASWIL The Real Air Minum 24 Direktur Bina Sumber Daya Alam dan Dirut PDAM Kota Bogor: Bisa Dikembangkan Lebih Luas 25 Teknologi Tepat Guna, DEPDAGRI Reportase Direktur Penataan Ruang dan Pedagang Air, Antara Dibutuhkan dan Disayangkan 26 Lingkungan Hidup, DEPDAGRI Wawancara Ketua Umum Perpamsi: Perlu Badan Pengelola Air 28 Pemimpin Redaksi: Oswar Mungkasa Info Buku 31 Info Situs 32 Dewan Redaksi: Info CD 33 Hartoyo, Johan Susmono, Seputar WASPOLA Indar Parawansa, Poedjastanto Perbaikan Draft Kebijakan Nasional AMPL Berbasis Lembaga 34 Fasilitasi Kebijakan Nasional AMPL Berbasis Masyarakat di Daerah 35 Redaktur Pelaksana: Maraita Listyasari, Rewang Budiyana, Seputar AMPL Rheidda Pramudhy, Joko Wartono, Hari Monitoring Air Sedunia 37 Essy Asiah, Mujiyanto Menangani Kebocoran Perlu Komitmen 38 Seminar Hari Habitat Dunia 2004 39 Desain/Ilustrasi: Lokakarya NAP Air Minum, Air Limbah, dan Persampahan 39 Rudi Kosasih Pemaparan Konsep CLTS 40 Lokakarya Nasional Sumber Air Domestik 41 Produksi: Machrudin Diseminasi Petunjuk Teknis Pembangunan Prasarana dan Sarana Kawasan Agropolitan dan Penyehatan Lingkungan Permukiman di Wilayah Barat 41 Sirkulasi/Distribusi: Konsolidasi Interim Proyek WSLIC 2 42 Anggie Rifki Sosialisai Manual Pengelolaan Sarana AMPL Tingkat Desa 43 Handwashing: Soap Saves Lives! 43 Alamat Redaksi: Kunjungan Monitoring WSLIC 2 ke Kab. Belitung 44Jl. Cianjur No. 4 Menteng, Jakarta Pusat. Seminar Nasional Sosialisasi UU No. 8 Tahun 2004 45 Telp. (021) 31904113 e-mail: redaksipercik@yahoo.com SANIMAS Balong Asri, Mojokerto Terawat 46 redaksi@ampl.or.id Pertemuan Tim Koordinasi Propinsi dan Kabupaten Proyek WSLIC 2 46 oswar@bappenas.go.id Peresmian Proyek WSLIC 2 di Kab. Kediri 47 Pertemuan Perencanaan dan Evaluasi Proyek Pro Air 47 Redaksi menerima kiriman Lokakarya Penyempurnaan Proposal Program Pembangunan Sanitasi Indonesia 48 tulisan/artikel dari luar. Isi berkaitan Lokakarya Penyusunan Rencana Kerja WASPOLA Tahun 2005 48 dengan air minum dan penyehatan lingkungan dan belum pernah Kunjungan dipublikasikan. Panjang naskah tak WSLIC 2 Ubah Desa Pakel Jadi Desa Sehat 49 dibatasi. Sertakan identitas diri. Pustaka AMPL 50 Redaksi berhak mengeditnya. Agenda 51 Silahkan kirim ke alamat di atas. Glossary 52 foto cover: www.firstmilesolution.com
  2. 2. DARI REDAKSIP embaca, Percik kembali menya- KARIKATUR:RUDI KOSASIH pa Anda. Dua bulan rasanya begi- tu lama. Kami berharap edisi iniakan mengobati rasa rindu Anda. Kalau edisi sebelumnya, Percikmengangkat isu sampah, kali ini kamimembahas air minum. Mengapa? Karenaini masalah yang sangat penting. Airminum adalah kebutuhan dasar manusia.Bahkan posisinya tidak bisa digantikandengan yang lain. Apakah kita sudahmenyadari hal ini? Sayangnya perhatianterhadap air minum belum seperti yangdiharapkan. Hampir semua daerah di Indonesiasudah memiliki Perusahaan Daerah AirMinum (PDAM), tapi hampir semua jugatidak memberikan layanan sebagaimananama yang disandangnya yakni perusa-haan yang menghasilkan air minum.Yang terjadi, PDAM baru melayani kon-sumennya dengan air bersih. Segenap Redaksi Majalah Percik mengucapkan Tentu ini sebuah tantangan baru bagi Selamat Idul Fitri 1425 HPDAM. Mengingat sebagian besar PDAMmasih menanggung beban utang. “Mohon Maaf Lahir dan Batin”Jumlahnya pun cukup besar. Sebagianyang lain masih berkutat dengan per-soalan inefisiensi dan mismanajemen. Di dampak yang signifikan tidak hanya bagi terus berkembang saat ini.sisi lain, tuntutan terhadap pelayanan PDAM tetapi juga kepada masyarakat Pembaca, rubrik wawasan kali iniyang optimal tak bisa dibendung lagi pelanggan air minum. mungkin tak seperti biasanya. Ada satuapalagi Indonesia telah menyepakati Lalu bagaimana dengan PDAM tulisan yang cukup panjang mengenaikomitmen yang dicanangkan oleh sendiri untuk memenuhi tuntutan itu, Strategi Peningkatan Kesadaran Masya-pemimpin dunia pada Johannesburg Percik mengadakan wawancara dengan rakat. Isinya cukup menarik berkaitanSummit 2002 sebagai manifestasi dari Ketua Umum Persatuan Perusahaan Air dengan bagaimana menggerakkan kesa-Millennium Development Goals (MDGs). Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi) daran masyarakat dari berbagai sudut Di sana dinyatakan bahwa pada tahun Ridwan Syahputra Musagani. Berbagai pandang dan oleh berbagai kalangan ter-2015, separuh dari penduduk dunia yang hal menyangkut PDAM terungkap hadap konservasi air.saat ini belum mendapatkan akses ter- darinya, termasuk gagasannya agar air Perlu kami informasikan, kegiatanhadap air minum (safe drinking water) minum bisa memperoleh subsidi sebagai- Kelompok Kerja AMPL cukup banyak danharus telah mendapatkan akses tersebut. mana bahan bakar. kami tampung di rubrik Seputar AMPL.Selanjutnya pada tahun 2025, seluruh Tak kalah menariknya, pengalaman Informasi lainnya, lomba penulisan ten-penduduk dunia harus telah menda- PDAM Tirta Pakuan, Kota Bogor, yang tang penyelenggaran air minum danpatkan akses terhadap air minum. telah berhasil mengembangkan layanan penyehatan lingkungan telah memasuki Tentu untuk mencapai hal itu harus air minum dalam arti sebenarnya. Air tahap penilaian. Pada November initerjadi perubahan paradigma dari air produknya telah memenuhi kualitas yang pemenang akan diumumkan.bersih menjadi air minum. Perubahan ditetapkan untuk diminum. Hanya saja Akhirnya kami berharap Percik akanfilosofi inilah, yang menurut Direktur memang masih dalam skala kecil. Ken- terus menjadi salah satu referensi AndaPermukiman dan Perumahan Bappenas, dati begitu, ini adalah cikal bakal untuk di bidang air minum dan penyehatanBasah Hernowo, akan memberikan memenuhi tuntutan masyarakat yang lingkungan. Wassalam. Percik 1 Oktober 2004
  3. 3. S UARA ANDA P E R C I K A RT U N KARIKATUR:RUDI KOSASIH Ingin Dapat Percik Sebelumnya saya memperkenalkandiri, nama saya Kesit Kanigoro. Saya be-kerja di sebuah NGO (World VisionInternational) di Jakarta. Saya mengeta-hui majalah ini dari teman yang meng-ikuti pertemuan dengan beberapa lemba-ga sekitar bulan September lalu. Ketikasaya membaca isinya ternyata bagussekali dan amat membantu saya untukmenambah wawasan saya tentang sani-tasi. Saya kebetulan baru mendapatkantugas untuk menangani hal ini, jadi sayaharus belajar banyak tentang sanitasi danair minum. Untuk itu saya perlu informasi ba-gaimana mendapatkan majalah ini. Sayasudah mencoba akses ke internet me- Proceeding International Conference. Tema yang Aktualmang ada dalam situs AMPL, tapi saya 3. Pedoman Pengelolaan Persampah-kesulitan untuk men-download-nya. Di an Perkotaan bagi Pelaksana, Depar- Terima kasih kami ucapkan atasmanakah saya bisa mendapatkan cetakan temen Permukiman dan Prasarana Wila- kiriman Percik edisi Juni ke kantor kami,majalah ini atau CD-nya. Atas bantuan- yah, Direktorat Jenderal Tata Perkotaan sebagai media pertukaran informasinya kami ucapkan terima kasih. dan Tata Perdesaan, 2003. bidang AMPL. Kami nilai isi media terse- 4. Pedoman Pengelolaan Persam- but sudah cukup variatif, dari laporan Kesit Kanigoro pahan Perkotaan bagi Eksekutif dan utama, wawasan, reportase, dan rubrik- Jakarta Legislatif Pemerintah Kota/Kabupaten, rubrik lain. Untuk penyempurnaan, kami Departemen Permukiman dan Prasarana menyarankan agar pada penerbitan-pe- Percik bisa didapatkan di kantor Wilayah, Direktorat Jenderal Tata Per- nerbitan selanjutnya, tema yang diangkatPokja AMPL atau sekretariat redaksi kotaan dan Tata Perdesaan, 2003 merujuk pada isu-isu yang akan atauPercik di Jl. Cianjur No. 4 Menteng, Ja- 5. Pedoman Penyusunan Standar Pe- sedang menjadi persoalan kita bersamakarta Pusat, setiap hari kerja. Anda bisa layanan Bidang Air Minum, Departemen seperti kekeringan saat ini dan mungkindatang langsung atau menghubungi Permukiman dan Prasarana Wilayah, masalah banjir lagi pada bulan-bulankami melalui telepon.(Redaksi) Direktorat Jenderal Tata Perkotaan dan mendatang, dikaitkan dengan pengelo- Tata Perdesaan, 2003. laan AMPL pada keadaan tersebut. 6. Pedoman Penanggulangan Limbah Ingin Dapat CD dan Buku Cair Domestik, Direktorat Jenderal Tata radi_az@plasa.com Perkotaan dan Tata Perdesaan, 2003. Bapeda Subang Dalam rangka pengembangan Per- Atas bantuan, kerja sama serta perha-pustakaan Jurusan Teknik Lingkungan tian Bapak/Ibu demi kepentingan maha- Terima kasih atas sarannya. KamiFakultas Teknik Universitas Diponegoro siswa kami atas nama jurusan, kami akan berusaha terus memperbaiki isiSemarang untuk peningkatan wawasan mengucapkan banyak terima kasih. majalah Percik. Berbagai masukan da-para mahasiswa bersama ini kami memo- ri para stakeholder, bagi kami sangathon kepada bapak/ibu Ketua Kelompok Ir. Syafrudin CES, MT. berharga demi kemajuan majalah ini.Kerja Air Minum dan Penyehatan Ling- NIP. 131 764 877 Bahkan kami amat senang jika para sta-kungan untuk dapat mengirimkan kepa- Jurusan Teknik Lingkungan keholder di seantero Nusantara bisada kami beberapa CD dan buku sebagai An. Dekan Fakultas Teknik UNDIP menuliskan hal-hal aktual yang terjadiberikut: Semarang di wilayahnya masing-masing, terma- 1. Reducing Energy Cost ini Munici- suk berbagai pengalaman menyangkutpal Water Supplay Operations Kami akan membantu sesuai dengan AMPL, untuk kemudian kami muat 2.Water Supply and Sanitation for kemampuan dan ketersediaan CD atau di Percik. (Redaksi)Small Towns and Multivillage Schemes, buku yang ada. (Redaksi) 2 Percik Oktober 2004
  4. 4. L APORAN UTAMA Air Minum Masih Jadi Impian FOTO: OSWAR MUNGKASAA ir adalah kehidupan. Kali- pelayanan air minum. Untuk itu, mat itu begitu dalam mak- laporan utama kali ini akan ba- nanya, tapi sebagian besar nyak menyoroti kinerja PDAM.orang/pengambil keputusan (pe-merintah) tidak menyadarinya. Latar Belakang PendirianBuktinya, air minum belum masuk PDAMdalam daftar kebutuhan pokok Keberadaan PDAM merupa-manusia. Yang umum disebut kan cerminan pelaksanaan pasalsebagai kebutuhan pokok adalah 5 ayat 4 UU No. 5 tahun 1962makanan, pakaian, dan perumah- tentang Perusahaan Daerahan. Lebih spesifik lagi, khalayak yang berbunyi "Cabang-cabangsering menyebut sembako (sembi- produksi yang penting bagilan bahan pokok) sebagai kebu- daerah dan yang menguasaituhan dasar yang harus dipenuhi. hajat hidup orang banyak diTerus di mana posisi air minum? daerah yang bersangkutan di- Padahal kalau kita mau ber- usahakan oleh perusahaan dae-pikir sejenak, betapa air mi- rah yang modalnya untuk selu-num/bersih peranannya tak bisa ruhnya merupakan kekayaantergantikan. Kalau kita tak mem- daerah yang dipisahkan".punyai beras, kita bisa makansingkong atau jagung atau lainnya. Jumlah PDAMTak punya minyak goreng, kita Berdasar data terakhir yangbisa memasak tanpa minyak go- tertera dalam dokumen Per-reng. Tapi kalau tidak ada air, apa pamsi Direktori 2000, makayang bisa kita lakukan dengan jumlah PDAM telah mencapaisembako yang ada? Jadi barang 290 perusahaan. Selain itu, saatteronggok yang tak berguna. ini tercatat 6 perusahaan swasta Memang saat ini kita bisa men- yang telah beroperasi, yaitu PTjumpai air di mana-mana. Tapi Palyja dan PT. Thames Waterapakah air itu memenuhi syarat secara Bank Dunia (1992) mengungkapkan Jaya yang mendapatkan konsesi darikualitas untuk diminum/dimasak? Nanti bahwa penyakit diare yang berasal dari PAM Jaya; PT. Tirta Artha Mulia di Balidulu. Jika kita sembarangan menggu- air yang tidak layak minum telah menye- yang merupakan patungan swasta de-nakan air, alih-alih bisa sehat, justru babkan kemaitan lebih dari 3 juta pen- ngan PDAM Kabupaten Badung mem-sebaliknya bisa mendatangkan penyakit. duduk per tahun, jumlah terbesarnya berikan pelayanan di kawasan Nusa DuaDr. John Snow, epidemologis, pada tahun anak-anak. Ini semua menunjukkan beta- Bali; PT. Aditia Tirta Batam, perusahaan1855 menemukan bahwa penyakit kolera pa pentingnya air minum bagi kesehatan patungan swasta Indonesia denganmenyebar bersama air yang rusak. Ada dan kehidupan. Air minum adalah kebu- Biwater dari Inggris, mendapatkan kon-keterkaitan erat antara sumber air mi- tuhan dasar manusia. sesi untuk melayani seluruh pulau Batamnum yang tercemar dan berjangkitnya Usaha untuk memenuhi kebutuhan dari PT. Otorita Batam; PT. Dream diwabah kolera di Inggris saat itu. Pada air minum di Indonesia termasuk meme- Ambon, merupakan perusahaan pa-tahun 1880-an, Louis Pasteur mengem- nuhi target MDGs tidak terlepas dari kip- tungan antara PDAM Ambon denganbangkan teori the germ theory of disease rah Perusahaan Daerah Air Minum perusahaan DRENTE dari Belandayang menjelaskan penularan penyakit (PDAM). Bahkan untuk daerah perko- untuk melayani sebagian wilayah kotadari mikroba melalui media air. Studi taan, PDAM merupakan tulang punggung Ambon. Percik 3 Oktober 2004
  5. 5. L APORAN UTAMACakupan Pelayanan PDAM Terminologi Air Minum gara mengalami defisit ketersediaan air Pelayanan air minum di kawasan terutama di musim kemarau.perkotaan umumnya ditangani olehPDAM, berbeda dengan kawasan perde- A ir Minum (drinking water) ada- lah air yang melalui proses peng- olahan atau tanpa proses pengolahan Kecenderungan konsumsi air mening- kat tajam sementara ketersediaan air ba-saan yang lebih banyak ditangani oleh memenuhi syarat kesehatan dan ku yang memadai semakin terbatas.organisasi masyarakat setempat yang dapat langsung diminum. (Keputusan Semakin langkanya air baku salah satu-beragam bentuknya. Tak heran tingkat Menkes No. 907 Tahun 2002) nya disebabkan oleh pengelolaan air lim-pelayanan air minum PDAM di perdesaan Air Bersih (clean water) adalah bah yang tidak terkendali disampinghanya mencapai sekitar 5 persen, semen- air yang digunakan untuk keperluan kurangnya usaha konservasi sumber air. sehari-hari yang kualitasnya meme-tara di perkotaan telah menjangkau 51,7 Berdasar data Departemen Pekerjaan nuhi syarat kesehatan dan dapatpersen (BPS, 2000). Jumlah penduduk diminum apabila telah dimasak Pe- Umum, sekitar 56,15 persen KK mem-yang terlayani sebesar 56,6 juta jiwa, de- ngertian air bersih dalam terminologi buang langsung limbahnya ke sungai.ngan jumlah sambungan rumah sebanyak akademis adalah air yang dihasilkan Sementara sungai merupakan sumber air4,748 juta unit dan hidran umum dari rekayasa terhadap air kotor yang baku PDAM. Lebih dari 60 persen kapa-sebanyak 85.700 unit. berasal dari tubuh manusia dan bi- sitas produksi mempergunakan sungai Walaupun demikian, baru sekitar natang serta berasal dari suatu ke- sebagai air bakunya. Penggunaan sungai giatan ekonomi agar layak disalurkan20,3 persen PDAM yang cakupan sebagai sumber air baku bahkan menca- kembali sebagai air permukaan.pelayanannya di atas 25 persen, semen- pai 95 persen di Kalimantan. Sumber airtara hanya 8,6 persen cakupan pelayanan tanah hanya dipergunakan oleh sekitar 35di atas 50 persen, selebihnya sekitar 79,7 kualitas air yang dihasilkan banyak ter- persen PDAM kecil.persen baru melayani dibawah 25 persen. kendala oleh ketersediaan sumber air Tingkat kehilangan air secara nasional baku, baik kuantitas maupun kualitas. mencapai 32,18 persen, yang sangatMasalah dan Kendala Walaupun ketersediaan air Indonesia bervariasi diantara PDAM yang ada. Kontribusi pelayanan air minum mencakup sekitar 6 persen persediaan air Sebagai misal, PDAM Medan yang hanyaPDAM tidak dapat dipungkiri cukup sig- dunia atau sekitar 21 persen persediaan 20 persen dibanding PAM DKI Jaya yangnifikan, walaupun sebenarnya kualitas air air Asia Pasifik (KLH, 2003), namun dari mencapai 44 persen. Tingkat kehilanganyang dihasilkan masih jauh dari yang tahun ke tahun kelangkaan air makin air yang masih sedemikian besar sangatdiharapkan. Bahkan masih sering PDAM mengemuka. Secara nasional, ketersedi- mengurangi penerimaan dari PDAM.diplesetkan sebagai Perusahaan Daerah aan air masih mencukupi, tetapi jika Akibat selanjutnya kemampuan perusa-Air Mandi. dirinci per wilayah maka akan terlihat haan untuk berkembang menjadi sema- Usaha PDAM untuk meningkatkan bahwa wilayah Jawa-Bali dan Nusa Teng- kin terbatas. Tinjauan PDAM berdasar jumlah pelanggan menunjukkan masih banyak PDAM yang beroperasi dibawah skala ekonomi yang memadai (sekitar 10.000 pelanggan). Hanya 14 PDAM dengan jumlah pelanggan diatas 50.000, semen- tara tercatat sekitar 168 PDAM dengan PDAM dengan air siap minum Berdasar data terakhir, di Indonesia paling tidak terdapat 4 PDAM yang telah memproduksi air siap minum yaitu PDAM Buleleng, PDAM Kota Malang, PDAM Medan, dan PDAM Kota Bogor. Namun cakupan pelayanannya masih sangat terbatas. 4 Percik Oktober 2004
  6. 6. L APORAN UTAMA FOTO: OSWAR MUNGKASA jumlah pelanggan masing-masing di- bawah 10.000 pelanggan. Kondisi jumlah pelanggan yang demikian kecilnya tidak memungkinkan bagi PDAM yang ber- sangkutan untuk beroperasi secara efisien. Dapat dipastikan bahwa pemerin- tah daerah setiap tahun harus memberi subsidi yang besar pada PDAM tersebut. Berdasar kondisi keuangan PDAM, maka (i) hanya 18 persen PDAM memiliki profitabilitas positif; (ii) 22 persen PDAM mempunyai ekuitas negatif; (iii) 44 persen PDAM tarifnya lebih kecil dari biaya operasi dan pemeliharaan; (iv) hanya 10 persen PDAM dengan kondisi keuangan sehat. Hutang PDAM sendiri secara keseluruhan telah menembus angka paling tidak Rp. 5 Triliun, dengan jumlah hutang pokok sebesar Rp. 3 Triliun. Hanya sekitar 89 PDAM yang bebas dari hutang. Prinsip yang mengedepankan air mi- Pada saat ini kebijakan seharusnya; (viii) kemampuan teknis dan num sebagai kebutuhan dasar manusia manajerial yang masih rendah. menjadikan PDAM dibebani tugas sosial nasional Pembangunan Akumulasi kendala dan masalah yang oleh pemerintah daerah. Akibatnya tarif Air Minum Berbasis ada menjadikan usaha PDAM memberi ditetapkan lebih banyak mempertim- Lembaga yang merupakan pelayanan yang baik pada masyarakat bangkan faktor sosial dan politik diban- menjadi terkendala. Jangan lagi ber- ding pertimbangan teknis dan keuangan. payung kebijakan mimpi untuk mendapatkan layanan beru- Pemasukan menjadi negatif karena harga pengelolaan PDAM masih pa produk air siap minum. jual menjadi lebih rendah dari biaya pro- dalam taraf penyelesaian duksi, sehingga tarif yang ada tidak per- Kebijakan ke Depan nah mencerminkan prinsip cost recovery bahkan menjadi salah Menentukan kebijakan air minum (pemulihan biaya). satu bagian dari tidaklah mudah. Mengapa? Karena sektor Di satu pihak tarif yang ditetapkan program 100 hari ini melibatkan banyak pihak dengan tidak dapat menutupi ongkos produksi, berbagai kepentingan. Dan sebagaimana namun usulan kenaikan tarif selalu men- Kabinet Indonesia Bersatu. diketahui, ego sektoral begitu kental da- dapat tantangan baik dari masyarakat lam struktur pemerintahan di Indonesia. maupun legislatif. Sepertinya penolakan Pada saat ini kebijakan nasional ini lebih disebabkan oleh ketidak- birokrasi dan politisi dalam pengelolaan Pembangunan Air Minum Berbasis Lem- mengertian masyarakat maupun legislatif PDAM; (ii) peraturan perundang-un- baga yang merupakan payung kebijakan saja. Hal ini dapat dijelaskan dari (i) rata- dangan yang tidak sesuai lagi; (iii) makin pengelolaan PDAM masih dalam taraf rata pengeluaran masyarakat untuk air sulitnya mendapatkan dan makin mahal- penyelesaian bahkan menjadi salah satu minum masih rendah sekitar 2 persen; nya biaya pengolahan air baku; (iv) jum- bagian dari program 100 hari Kabinet (ii) konsumsi air minum yang merupakan lah pelanggan yang tidak mencapai skala Indonesia Bersatu. kebutuhan dasar menjadikan tidak sensi- usaha yang ekonomis; (v) masih tingginya Namun dalam buku Infrastruktur tif terhadap perubahan tarif. tingkat kebocoran; (vi) tarif air yang tidak Indonesia yang diluncurkan Bappenas Dapat disimpulkan kondisi PDAM dapat menutup biaya produksi; (vii) tahun 2003, dapat ditemui beberapa yang masih memprihatinkan disebabkan kurangnya sosialisasi pada pelanggan dan kebijakan yang relevan yaitu (i) perlu ada oleh beberapa hal yaitu (i) campur tangan legislatif tentang struktur tarif yang penataan kembali (deregulasi) peraturan Percik 5 Oktober 2004
  7. 7. L APORAN UTAMA perundang-undangan di bidang air mi- num. Dalam hal ini perlu ada upaya per- Sungai Besar di Jawa Barat Tidak Layak baikan peraturan perundang-undangan sebagai Bahan Baku Air Minum baik yang terkait dengan aspek teknis, kelembagaan, pembiayaan, kerja sama dengan swasta atau masyarakat, standar kesehatan air minum dan tarif. Selain itu perlu ada peningkatan partisipasi dunia M enurut Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Jawa Barat, sungai mar bakteri coli pada tingkat yang sudah sangatt mengkhawatirkan. Air sungai tersebut sudah tidak layak usaha dan masyarakat dalam pemba- Cisadane, Ciliwung, Cileungsi, lagi jadi sumber air minum. ngunan dan pengelolaan air minum Citarum, dan Cimanuk telah terce- Sumber: Kompas, 8 Juli 2003 melalui penciptaan iklim usaha yang kon- dusif; (ii) tak kalah pentingnya adalah peningkatan perlindungan sumber air yang berbasis pada watershed; (iii) secara penyetaraan sosial (social equity), keber- dan kualitas lingkungan. Perlindungan khusus tentang restrukturisasi pengelo- lanjutan pelayanan air minum, pember- sumber air baku perlu melibatkan lintas laan PDAM maka perlu dilakukan pe- lakuan biaya konservasi sumber air (con- sektoral dan wilayah administrasi de- ngelompokan (regrouping) institusi-ins- servation cost) dan mempertimbangkan ngan membentuk water board authority titusi yang membangun dan mengelola air sebagai benda ekonomi. Di samping yang beranggotakan pihak-pihak berke- air minum dalam satu wadah institusi itu, efisiensi perlu dilakukan terhadap pentingan. Langkah ini harus didukung regional. Fungsi regulator dan operator pengelolaan PDAM melalui penurunan oleh program konservasi alam, lingkung- harus dipisahkan secara tegas agar PDAM kebocoran teknis dan administratif. an hidup, dan sumber daya air agar bisa profesional dalam bekerja dan terbe- Menyangkut investasi, perlu dipikirkan kehandalan ketersediaan air baku bisa bas dari intervensi politik dan birokrasi. untuk mengembangkan alternatif pembi- dipertahankan. Di sisi pemakaian, pe- Mengenai tarif, perlu ada restrukturisasi ayaan bagi pembangunan dan pengelo- ngelolaan dan penggunaan air baku harus berdasarkan prinsip pengembalian biaya laan air minum melalui penerbitan berprinsip pada optimasi dan efisiensi investasi dan operasi (cost recovery), municipal bonds yang dijamin oleh pemerintah daerah atau melalui pen- FOTO: OSWAR MUNGKASA jualan sebagian saham PDAM kepada masyarakat dan swasta; (iv) kebijakan lainnya yakni reformasi dan peningkatan penyediaan dan pembangunan air minum melalui pengembangan pola pembiayaan bersama (cost sharing) antartingkatan pemerintah; (v) yang tak boleh keting- galan adalah penyusunan rencana tindak dan rencana investasi di bidang air minum untuk mencapai sasaran pela- yanan air minum bagi 50 persen pen- duduk Indonesia yang saat ini belum mempunyai akses terhadap air minum sesuai target. MDGs. Melihat kendala yang demikian banyak, maka mampukah PDAM mewu- judkan mimpi kita untuk mendapatkan air minum dalam pengertian yang sebe- narnya. Sepertinya untuk sementara air minum masih jadi impian kita semua. Atau dengan bahasa gaulnya "air siap minum…mimpi kali ye?"….. (OM dan MJ) 6 Percik Oktober 2004
  8. 8. L APORAN UTAMA Basah Hernowo, Direktur Permukiman dan Perumahan Bappenas Filosofi Air Minum Dorong Perbaikan PDAM FOTO: OSWAR MUNGKASAA ir minum termasuk kebutuhan dasar manusia. Dan ini sudah ada sejak jaman Belanda dulu.Namun ketika kita memasuki Pelita I danII, saat kita sedang gencar membangunsarana dan prasarana air minum, pan-dangan terhadap air minum ini bergeserkarena kita terlalu mementingkan fi-siknya. Benar, secara fisik kita mampumencapai target yang diharapkan, tapisecara manajemen kita tidak mampumempertahankan kualitas air sebagai airminum. Saat itulah terjadi switch dari airminum menjadi air bersih. Padahal kalaukita lihat ke belakang, sebenarnya perbe-daan costing-nya antara air bersih dan airminum itu tidak terlalu signifikan. Be-danya mungkin hanya pada manajemen,bagaimana menjaga kualitas air minumhingga sampai ke pengguna (user), misal-nya menjaga tekanan dan tak ada kebo-coran. Sebenarnya dengan filosofi air minumini semua dituntut well performance baikPDAM-nya termasuk penggunanya. Mi- diperbolehkan ada di air untuk tetap Tapi kalau sekarang kita tembak bahwasalnya kalau ada kenaikan tarif, ya me- menjaga manusia aman/sehat. Jadi yang PDAM harus melayani pengguna denganmang harganya harus sebesar itu. Ban- satu masuk ke badan air, yang satu kualitas air minum, pasti semua akandingkan dengan sekarang dengan kondisi masuk ke badan manusia. care (peduli). Dengan seperti ini PDAMbersih, kadang-kadang isinya cacing, Dengan standar yang jelas PDAM akan evaluasi misalnya pipanya banyakkotoran dan sebagainya, maka orang tidak bisa main-main lagi. Kebocoran yang bocor, administrasi tidak beresakan malas untuk menerima kenaikan yang sekarang masih 35 persen mau tidak sehingga akan bekerja sama dengantarif karena mutu airnya rendah. Coba mau harus ditekan karena masyarakat pemerintah pusat untuk melakukan pem-kalau kualitasnya bisa dibandingkan de- akan menuntut. Ini Anda jual kepada binaan. Apakah misalnya pemerintahngan air kemasan yang mahal itu, orang saya air minum, kok tidak bisa diminum. pusat bisa memfasilitasi untuk menda-tak akan sulit menerima kenaikan tarif. Dengan adanya pengawasan dari penggu- patkan budget atau memperbaiki sistem-Oleh karena itu, yang perlu ditekankan na, PDAM akan memiliki kinerja yang nya.bahwa kualitas air itu menjadi tujuan baik. Kalau sekarang kan tidak ada yang Dari situ pemerintah pusat juga bisaakhir dari pelayanan air minum. counter. menuntut PDAM agar memiliki perfor- Kalau kita bandingkan dengan Ame- Jadi perubahan filosofi ini sangat mance dan manajemen yang baik. Peme-rika, yang dimaksud dengan clean water penting. Mengapa? Karena sekarang kita rintah juga akan berbicara dengan pemi-di sana adalah air dari satu produk yang menghadapi masalah dilema manajemen liknya yaitu pemerintah daerah. Olehwajar masuk ke badan air. Jadi air itu tak di PDAM. Menko yang lama sudah me- karena itu, ini sebenarnya salah satuboleh ada polutan lagi. Sedangkan air ngeluarkan strategi penyehatan PDAM, upaya kita untuk memecahkan masalahminum (safe drinking water) adalah tidak jalan karena demikian banyak pelayanan air minum kepada masyarakatkandungan kontaminan maksimum yang kepentingan yang terlibat di dalamnya. yang dilakukan oleh PDAM. (MJ) Percik 7 Oktober 2004
  9. 9. L APORAN UTAMA Sekilas Kondisi Air Minum dan Sanitasi IndonesiaL aporan Pembangunan Manusia PRIORITAS I PRIORITAS III Tahun 2004 yang dikeluarkan Kondisi air minum/ Kondisi air minum/ Tingkat Kemiskinan bersama oleh Bappenas, BPS dan Di atas rata-rataUNDP mengetengahkan beberapa fakta sanitasi di bawah sanitasi di atasmenarik terkait dengan air minum dan rata-rata Indonesia rata-rata Indonesiasanitasi. Dengan mengutip data BPS yang Tingkat kemiskinan Tingkat kemiskinanterdapat dalam buku tersebut, maka kon-disi air minum dan sanitasi di setiap ka- di atas rata-rata di atas rata-ratabupaten/kota dan propinsi dapat diper- Indonesia Indonesiabandingkan. Tujuan yang ditetapkan dalam MDGtelah menjadi kesepakatan bersama. Sa- PRIORITAS II PRIORITAS IVlah satunya menyangkut air minum dan Tingkat Kemiskinan Kondisi air minum/ Kondisi air minum/ Di bawah rata-ratasanitasi dasar yaitu target 10 yang menya-takan bahwa separuh dari proporsi pen- sanitasi di bawah sanitasi di atasduduk yang belum mendapatkan akses rata-rata Indonesia rata-rata Indonesiaterhadap air minum dan sanitasi harus Tingkat kemiskinan Tingkat kemiskinantelah dapat terpenuhi pada tahun 2015. di bawah rata-rata di bawah rata-rataSebagaimana kita maklumi bahwa targetair minum Indonesia pada tahun 2015 se- Indonesia Indonesiasuai dengan MDG adalah 70 persen, se-mentara target sanitasi 63,5 persen. Kondisi air minum/sanitasi Kondisi air minum/sanitasi Namun yang kurang disadari bahwa di bawah rata-rata di atas rata-ratatarget tersebut berskala nasional yang ar-tinya merupakan angka rata-rata nasio-nal, sementara pengelolaan air minum sangat sederhana tapi paling tidak dapat dapat perhatian serius terkait dengandan sanitasi telah menjadi kewenangan menggambarkan kondisi daerah. Metode kondisi air minum dan sanitasi tetapipemerintah kabupaten/kota. Seharusnya yang dipergunakan adalah dengan meng- yang prioritas utama hanya delapan yaituperhatian lebih diarahkan pada kondisi klasifikasikan kondisi kabupaten/kota NAD, Sumsel, Bengkulu, NTB, NTT,air minum dan sanitasi di kabupa- maupun propinsi dalam empat kuadran Sulteng, Gorontalo dan Papua. Sementaraten/kota. Sebagai ilustrasi, walaupun In- seperti yang tertera di atas. terdapat empat propinsi yang kondisi air mi-donesia memenuhi target tersebut tetapi Berdasar pada pengklasifikasian ter- numnya perlu segera dibenahi tetapi prio-jika dilihat lebih rinci lagi maka akan di- sebut, maka dapat ditetapkan urutan pri- ritas utama perlu diberikan pada Propinsitemukan masih banyaknya kabupa- oritas penanganan yaitu prioritas I, pri- Lampung. Kondisi sanitasi yang mempri-ten/kota dengan kondisi air minum dan oritas II, prioritas III, dan prioritas IV. hatinkan terdapat pada 6 propinsi dengansanitasi yang jauh dari memadai. Daerah yang perlu untuk mendapatkan prioritas utama pada empat propinsi yaitu Secara teoritis maupun empiris ter- perhatian serius dalam penanganan air Jateng, Jatim, Sultra, dan Maluku.nyata peningkatan kualitas dan keterse- minum dan sanitasi adalah daerah de- Propinsi yang tidak termasuk dalamdiaan air minum dan sanitasi dapat me- ngan prioritas I. prioritas utama dalam penanganan airningkatkan kesejahteraan penduduk Berdasarkan pada pengklasifikasian minum dan sanitasi mencapai delapanyang berarti juga mengurangi tingkat ke- di atas, maka secara umum dapat di- propinsi. Sementara yang tidak menjadimiskinan. Tulisan ini mencoba memberi hasilkan beberapa prioritas penanganan prioritas utama dalam penanganan airgambaran kondisi pelayanan air minum baik untuk air minum, sanitasi maupun minum adalah Sumbar, Jateng, Jatim.dan sanitasi dikaitkan dengan tingkat ke- gabungan air minum dan sanitasi di pro- Selain itu, penanganan sanitasi dimiskinan di kabupaten/kota. pinsi maupun kabupaten/kota. Lampung, Riau, Jambi dan Jabar belum Tentunya metode yang dipergunakan Terdapat 13 propinsi yang perlu men- perlu menjadi prioritas utama. 8 Percik Oktober 2004
  10. 10. L APORAN UTAMA PRIORITAS PENANGANAN Rumah Tangga yang Mempunyai Akses Sanitasi Rumah Tangga yang Mempunyai Akses Air AIR MINUM PROPINSI per Propinsi Tahun 2002 Minum per Propinsi Tahun 2002 Lampung Jateng, Jatim, Riau, Jambi, Sumbar. Jabar. Bali DKI Jakarta DKI Jakarta Sulawesi Utara DI Yogyakarta Jawa Timur PRIORITAS PENANGANAN Kalimantan Timur Kalimantan Timur Riau SANITASI PROPINSI Lampung DI Yogyakarta Jawa Tengah Sumatera Utara Jateng, Jatim, Lampung Jawa Barat* Sulawesi Tenggara Kalimantan Selatan Sultra, Maluku Sulawesi Utara Sumatera Utara Jambi Sumbar, Malut Riau, Jambi, Bali Sumatera Barat Kalimantan Selatan Maluku Utara** Jabar INDONESIA Maluku* Sumatera Selatan* INDONESIA NTT Bengkulu PRIORITAS PENANGANAN PROPINSI Banten** Sulawesi Selatan AIR MINUM DAN SANITASI PROPINSI PROPINSI Kalimantan Tengah Lampung Jawa Tengah NTT NAD, Sumsel, DIY Jawa Timur Jambi Maluku Utara** Bengkulu, NTB, Bengkulu Nangroe Aceh Bangka Belitung** NTT, Sulteng, Sumatera Barat NTB Gorontalo, Nangroe Aceh Sumatera Selatan* Kalimantan Barat Papua Sulawesi Tenggara Jawa Barat* Sulawesi Selatan Sulawesi Tengah Babel, Banten, Sumut, DKIJakarta, Bangka Belitung** Banten** Maluku Riau Kalbar, Kalteng, Bali, Kalsel, Sulawesi Tengah Papua*** Sulsel Kaltim, Sulut Gorontalo** Gorontalo Papua*** Kalimantan Tengah NTB Kalimantan Barat Lebih rinci lagi, kondisi kabupatendan kota juga dapat diklasifikasikan de-ngan menggunakan metode ini. Hasilnyadapat dilihat pada tabel berikut. PRIORITAS PENANGANAN AIR MINUM Sumber: Indonesia Human Development Report 2004 DAN SANITASI KABUPATEN/KOTA Keterangan: PRIORITAS * = Propinsi yang mengalami pemekaran I II III IV ** = Propinsi baru hasil pemekaran Air Minum dan Sanitasi 87 37 27 79 *** = propinsi berubah nama Air Minum 28 40 31 15 Sanitasi 26 15 18 40 Total 141 92 76 134 dalam penanganan air minum saja sebanyak beri ilustrasi lebih rinci tentang kondisi Berdasar tabel di atas, terlihat bahwa 28 kabupaten/kota, dan penanganan sani- air minum dan sanitasi Indonesia dankabupaten/kota yang perlu mendapat tasi saja sebanyak 26 kabupaten/ kota. tidak hanya pada skala rata-rata nasionalperhatian relatif berimbang dengan kabu- Tentunya pemeringkatan menurut sehingga akan terlihat betapa kondisi kitapaten/kota yang relatif baik kondisi air prioritas seperti yang dilakukan di atas sangat beragam. Diharapkan ini akanminum dan sanitasinya. Secara umum, tidak perlu diterjemahkan secara harfiah memberi masukan bagi langkah penca-kabupaten/kota yang perlu mendapat pri- dalam arti bahwa ketika daerah tidak paian target MDG di masa depan.oritas utama dalam penanganan air masuk dalam prioritas utama maka dae- Hasil selengkapnya dari kondisi airminum dan sanitasi adalah sebanyak 87 rah tersebut tidak perlu melakukan pem- minum dan sanitasi per kabupaten/kotakabupaten/kota. Sementara kabupaten/- bangunan di sektor air minum dan sani- dapat diakses pada situs AMPLkota yang perlu mendapat prioritas utama tasi. Gambaran di atas hanya ingin mem- www.ampl.or.id (OM) Percik 9 Oktober 2004
  11. 11. L APORAN UTAMA Menilik MDGs Air MinumMengapa MDGs penting? suk air perpipaan, air pompa, air dari su- Bagaimana Kondisi kita dalam men- MDGs merupakan kesepakatan pe- mur terlindungi atau sumber air terlin- capai tujuan pembangunan mileni-mimpin dunia untuk bersama-sama me- dungi atau air hujan. um (MDGs) pada tahun 2015?nanggulangi masalah yang dihadapi oleh Secara nasional pada saat ini (2002)sebagian besar negara berkembang di du- Bagaimana Cara menghitung target sekitar 50 persen penduduk mempunyainia seperti kemiskinan, buta huruf, kela- MDG? akses kepada sumber air yang memadai.paran, tingginya angka kematian bayi, ke- Pertama kali perlu disepakati jumlah Masih dibutuhkan tambahan sekitar 20kurangan pendidikan, kekurangan air mi- proporsi penduduk yang mempunyai akses persen penduduk yang perlu disediakannum dan sanitasi, serta degradasi ling- kepada sumber air yang memadai pada akses pada tahun 2015.kungan. tahun 1990, yaitu sekitar 40 persen. Berdasar perkiraan kasar, sebagaima- Masalah tersebut tak dapat terselesai- Kemudian proporsi penduduk selebihnya na tercantum dalam buku Infrastrukturkan tanpa adanya bantuan dan kerjasama yaitu 60 persen merupakan proporsi pen- Indonesia (Bappenas), maka kebutuhandari seluruh negara di dunia. Kesadaran duduk yang belum mempunyai akses ter- investasi per tahun untuk mencapai targetini yang mendasari dideklarasikannya hadap sumber air yang memadai. Sehing- tersebut adalah sekitar 4-5 Triliun. Semen-MDGs yang diharapkan dapat menjadi alat ga pada tahun 2015, proporsi penduduk tara ketersediaan dana setiap tahun hanyapemersatu seluruh negara di dunia dalam yang harus mendapat akses adalah sebesar mencapai sekitar 600 M sampai 1 Triliun.memerangi masalah mendasar manusia. 30 persen (setengah dari 60 persen). Ber- Dibutuhkan sumber dana lain untuk me- arti penduduk yang punya akses 40 persen menuhi kebutuhan tersebut seperti danaTujuan dan Target Air Minum dalam (1990) ditambahkan dengan tambahan kontribusi masyarakat, swasta, hibah danMDGs proporsi penduduk yang harus mempu- pinjaman luar negeri. Dari 8 tujuan dan 18 target MDGs, nyai akses sebesar 30 persen (2015), se- Namun yang perlu lebih mendapatmaka air minum bersama sanitasi terkait hingga keseluruhan proporsi penduduk perhatian adalah bahwa sebenarnya tang-langsung dengan Tujuan 7 yaitu Pengelola- yang harus mempunyai akses pada tahun gungjawab pengelolaan air minum telahan Lingkungan Hidup yang Berkelanjutan 2015 menjadi 70 persen. Sebenarnya cara diserahkan ke pemerintah daerah sesuaidan Target 10 yakni mengurangi separuh, menghitungnya sederhana. dengan amanat undang-undang yang ada.pada tahun 2015, dari proporsi penduduk Sehingga untuk mencapai target MDGs,yang tidak memiliki akses terhadap air mi- keterlibatan pemerintah daerah menjadinum dan sanitasi dasar. Salah Kaprah tentang MDGs keniscayaan.Indikator apa yang dipergunakan T anpa disadari terjadi beberapa kesalahka- prahan dalam menyikapi MDGs, diantara- nya (i) MDGs diterjemahkan hanya sekedar se- Jika menyimak lebih jauh kondisi cakupan pelayanan air minum di masing-dalam menghitung pencapaian ki- kumpulan target yang harus dipenuhi. Sebe- masing kabupaten/kota, maka akan dida-nerja target MDGs? narnya target yang ditetapkan dalam MDGs pati masih banyak daerah yang cakupan Setiap negara diberi keluwesan untuk harus dipandang sebagai suatu cara untuk pelayanannya masih jauh tertinggal. menggalang kesepakatan diantara seluruhmenentukan sendiri indikator yang diper- Misalnya masih terdapat sekitar 45 kabu- pemimpin dunia untuk menyelesaikan per-gunakan dalam mencapai target yang dite- masalahan mendasar negara berkembang. paten/kota dengan cakupan pelayanantapkan. Di Indonesia sesuai dengan yang Disini yang dipentingkan adalah semangatnya. dibawah 35 persen.tercantum dalam dokumen Indonesia: Bagaimana agar permasalahan yang ada men- Ketika secara nasional kita dapat jadi perhatian kita semua. Kebersamaan menja-Progress Report on the ‘Millenium Deve- di kuncinya; (ii) Target air minum dan sanitasi mencapai target 70 persen pada tahunlopment Goals yang diluncurkan Februari dasar dalam MDGs menggunakan proporsi dan 2015, maka bagaimana dengan kemung-2004, maka indikator yang dipergunakan sama sekali tidak mencantumkan angka abso- kinan masih banyaknya kabupaten/kota lut. Hal ini untuk menghindari perdebatan ten-adalah proporsi penduduk yang mempu- yang masih tertinggal. Sebaiknya penca- tang perkiraan penduduk pada tahun 2015; (iii)nyai akses terhadap sumber air yang Tahun yang dipergunakan sebagai tahun dasar paian target 70 persen tersebut sejauhmemadai. adalah tahun 1990. Dokumen National Action mungkin juga memperhatikan kondisi dari Terdapat dua kondisi yang dianggap Plan Air Bersih masih menggunakan tahun da- masing-masing kabupaten/kota. Sehingga sar 2000; (iv) Definisi air minum bukanlah defi-masuk dalam kategori sumber air yang pada tahun 2015, ketika target tersebut nisi sebagaimana yang tercantum dalam Kepu-memadai yaitu (i) air perpipaan; (ii) sum- tusan Menkes No. 907 Tahun 2002, tetapi seti- tercapai secara nasional maka sekaligusber air terlindungi yang berjarak paling ap negara diberi keleluasaan untuk mendefinisi- juga jumlah kabupaten/kota yang masihsedikit 10 meter dari lokasi pengumpulan kan secara lebih luwes. Seperti yang dijelaskan tertinggal sudah jauh berkurang. Ini sesuai sebelumnya, semangat kebersamaan menyele-tinja (cubluk, septic tank dan sejenisnya). saikan masalah lebih dikedepankan. (OM) dengan semangat kebersamaan dariSehingga sumber air yang memadai terma- MDGs. (OM) 10 Percik Oktober 2004
  12. 12. L APORAN UTAMA Peringkat Cakupan Layanan Air Minum Per Kabupaten/Kota Tahun 2002 No. Kabupaten/Kota Cakupan ( % ) No. Kabupaten/Kota Cakupan ( % ) No. Kabupaten/Kota Cakupan ( % ) 1 Kota Surabaya 98,2 61 Karanganyar 68,6 121 Lampung Tengah 59.3 2 Jakarta Utara 97,7 62 Tabanan 68,5 122 Kota Probolinggo 59.3 3 Kota Banjarmasin 95,4 63 Ngawi 68,2 123 Kota Gorontalo 59.3 4 Kota Pematang Siantar 94,6 64 Langkat 68,1 124 Kendal 59.0 5 Kota Solok 94,3 65 Kota Sabang 67,7 125 Madiun 58.9 6 Kota Balikpapan 93,0 66 Nganjuk 67,6 126 Tuban 58.9 7 Kota Sibolga 92,4 67 Kota Bandung 67,3 127 Purworejo 58.6 8 Kota Ujung Pandang 92,0 68 Timur Tengah Utara 66,9 128 Luwu 58.6 9 Kota Banda Aceh 90,7 69 Ponorogo 66,7 129 Kota Mojokerto 58.4 10 Kota Jayapura 90,5 70 Kota Denpasar 66,7 130 Mojokerto 58.2 11 Kota Tegal 89,3 71 Lamongan 66,6 131 Gowa 58.2 12 Kota Salatiga 88,6 72 Kota Bandar Lampung 66,1 132 Nias 58.0 13 Magetan 88,1 73 Gunung Kidul 66,0 133 Pesisir Selatan 58.0 14 Kota Bontang 86,9 74 Kota Padang 65,9 134 Bungo 58.0 15 Kota Buleleng 85,9 75 Lampung Timur 65,8 135 Jombang 57.8 16 Kota Magelang 85,4 76 Muaro Jambi 65,6 136 Bantul 57.7 17 Jakarta Pusat 85,3 77 Karangasem 65,6 137 Sleman 57.6 18 Gianyar 84,7 78 Tabalong 65,6 138 Kota Kediri 57.6 19 Kota Samarinda 84,3 79 Kota Pangkalpinang 65,3 139 Sumedang 57.4 20 Kota Tanjung Balai 84,1 80 Kota Surakarta 65,3 140 Probolinggo 57.1 21 Kota Padang Panjang 83,4 81 Lumajang 65,3 141 Tapin 56.9 22 Jakarta Barat 82,9 82 Kota Sukabumi 65,0 142 Pasir 56.8 23 Kota Pasuruan 82,3 83 Tulungagung 64,8 143 Muna 56.8 24 Kota Bukit Tinggi 81,7 84 Magelang 64,7 144 Kota Yogyakarta 56.7 25 Rembang 80,9 85 Kota Pare-Pare 64,6 145 Banggai 56.5 26 Kota Kupang 80,2 86 Gresik 64,1 146 Tana Toraja 56.5 27 Kota Semarang 79,8 87 Malang 63,6 147 Halmahera Pusat 56.5 28 Kota Medan 79,7 88 Pacitan 63,4 148 Bengkayang 56.4 29 Kota Manado 79,0 89 Kendari 63,4 149 Kota Bekasi 56.1 30 Kota Sorong 79,0 90 Bekasi 63,1 150 Deli Serdang 56.0 31 Kota Bitung 78,2 91 Kupang 63,1 151 Bolaang Mongondow 56.0 32 Kota Payakumbuh 78,1 92 Pamekasan 62,9 152 Pangkajene Kepulauan 55.8 33 Ngada 78,1 93 Kota Cilegon 62,6 153 Bengkulu Utara 55.7 34 Kota Cirebon 77,9 94 Minahasa 62,4 154 Kota Banjar Baru 55.7 35 Kota Ternate 77,9 95 Aceh Tenggara 62,3 155 Jakarta Timur 55.4 36 Kota Kendari 77,7 96 Banggai Kepulauan 62,1 156 Kota Mataram 55.4 37 Pati 76,9 97 Solok 62,0 157 Alor 55.2 38 Sumba Timur 76,4 98 Wonogiri 62,0 158 Kota Binjai 54.9 39 Kulon Progo 76,3 99 Temanggung 61,8 159 Boyolali 54.3 40 Sidoarjo 76,0 100 Kota Malang 61,8 160 Dompu 54.3 41 Kota Ambon 75,5 101 Lima Puluh Kota 61,6 161 Cilacap 54.0 42 Kota Baru 74,6 102 Bangli 61,6 162 Sumbawa 54.0 43 Kota Madiun 74,3 103 Maluku Tengah 61,6 163 Pandeglang 53.9 44 Klungkung 74,1 104 Trenggalek 61,5 164 Kota Depok 53.8 45 Kota Batam 73,4 105 Asahan 61,3 165 Lampung Selatan 53.5 46 Batanghari 73,0 106 Karo 61,3 166 Kota Bogor 53.5 47 Kota Sawah Lunto 72,8 107 Kerinci 61,3 167 Jember 53.5 48 Kota Palembang 72,7 108 Jembrana 60,7 168 Buton 53.5 49 Wonosobo 72,4 109 Pasaman 60,5 169 Enrekang 53.3 50 Bangkalan 72,2 110 Sragen 60,4 170 Pinrang 53.1 51 Semarang 71,6 111 Purwakarta 60,3 171 Ende 53.0 52 Kota Jambi 70,8 112 Bengkulu 60,2 172 Poso 52.9 53 Badung 70,7 113 Rejang Lebong 60,1 173 Tenggamus 52.8 54 Sampang 70,4 114 Blitar 60,1 174 Maluku Tenggara Barat 52.6 55 Grobogan 70,0 115 Sukoharjo 60,0 175 Aceh Tengah 52.4 56 Aceh Utara 69,9 116 Tanah Datar 59,9 176 Sanghite Talaud 52.4 57 Purbalingga 69,9 117 Kediri 59,9 177 Sinjai 52.1 58 Soppeng 69,6 118 Sumenep 59,8 178 Labuhan Batu 52.0 59 Jepara 69,0 119 Banyumas 59,5 179 Maros 52.0 60 Blora 68,8 120 Siak 59,3 180 Simeuleu 51.8 Percik 11 Oktober 2004
  13. 13. L APORAN UTAMANo. Kabupaten/Kota Cakupan ( % ) No. Kabupaten/Kota Cakupan ( % ) No. Kabupaten/Kota Cakupan ( % )181 Demak 51,8 241 Kotawaringin Barat 43,4 301 Kota Dumai 32,6182 Tebo 51,3 242 Bulukumba 43,2 302 Aceh Selatan 32,4183 Kota Metro 51,3 243 Cirebon 43,0 303 Aceh Barat 32,4184 Majalengka 51,2 244 Toli-Toli 43,0 304 Serang 31,7185 Pidie 50,9 245 Paniai 42,9 305 Way Kanan 30,9186 Wajo 50,6 246 Polewali Mamasa 42,8 306 Ketapang 30,7187 Klaten 50,5 247 Indramayu 42,5 307 Bulungan 30,6188 Simalungun 50,3 248 Sorong 42,2 308 Mimika 30,6189 Banjarnegara 50,3 249 Soralangun 42,1 309 Aceh Besar 30,5190 Kolaka 50,3 250 Cianjur 42,1 310 Toba Samosir 30,1191 Bima 50,2 251 Padang Pariaman 42,0 311 Jeneponto 29,6192 Kutai 50,2 252 Bondowoso 42,0 312 Bengkalis 29,2193 Kutai Timur 50,2 253 Mamuju 42,0 313 Aceh Singkil 29,1194 Sindenreng Rappang 50,1 254 Lombok Timur 41,9 314 Puncak Jaya 29,1195 Kampar 49,9 255 Berau 41,9 315 Tapanuli Selatan 28,5196 Tulang Bawang 49,9 256 Jakarta Selatan 41,8 316 Mandailing Natal 28,1197 Sukabumi 49,9 257 Situbondo 41,8 317 Lampung Barat 27,9198 Tanah Laut 49,9 258 Subang 41,7 318 Rokan Hulu 27,8199 Bangka 49,6 259 Sumba Barat 41,3 319 Barito Kuala 27,4200 Pemalang 49,6 260 Lahat 41,1 320 Kapuas 26,9201 Kota Tebing Tinggi 49,4 261 Musi Banyuasin 41,0 321 Tanjung Jabung Barat 26,8202 Lampung Utara 49,3 262 Dairi 40,8 322 Kutai Barat 26,0203 Kudus 49,3 263 Garut 40,8 323 Boalemo 25,9204 Lombok Tengah 49,3 264 Pekalongan 40,8 324 Biak Numfor 25,2205 Merangin 49,0 265 Hulu Sungai Tengah 40,7 325 Sintang 24,7206 Brebes 48,7 266 Natuna 40,4 326 Barito Utara 23,6207 Bojonegoro 48,5 267 Manggarai 40,3 327 Sanggau 22,1208 Tangerang 48,5 268 Buoi 40,3 328 Merauke 21,1209 Hulu Sungai Utara 48,4 269 Batang 40,2 329 Kapuas Hulu 19,6210 Maluku Tenggara 48,4 270 Kota Palangkaraya 40,2 330 Landak 19,4211 Morowali 48,3 271 Tapanuli Tengah 40,1 331 Selayar 19,2212 Kota Pekalongan 47,9 272 Kuningan 40,0 332 Kota Pontianak 14,5213 Tapanuli Utara 47,7 273 Buru 39,8 333 Sambas 13,5214 Pelalawan 47,7 274 Jayapura 39,7 334 Manokwari 13,3215 Luwu Utara 47,7 275 Aceh Timur 39,4 335 Kepulauan Mentawai 11,8216 Hulu Sungai Selatan 47,5 276 Kepulauan Riau 39,4 336 Yapen Maropen 10,4217 Pasuruan 47,3 277 Maluku Utara 39,3 337 Malinau 9,1218 Banyuwangi 47,2 278 Sawah Lunto / Sijunjung 39,0 338 Pontianak 7,7219 Agam 47,0 279 Kuantan Sengingi 38,9 339 Nabire 7,6220 Tegal 46,8 280 Rokan Hilir 38,8 340 Indragiri Hilir 4,3221 Sikka 46,5 281 Bandung 38,8 341 Tanjung Jabung Timur 1,1222 Fak Fak 46,5 282 Banjar 38,8223 Belitung 46,3 283 Muara Enim (Liot) 38,6 INDONESIA 55,2224 Lembata 46,3 284 Barru 38,6225 Flores Timur 46,3 285 Jayawijaya 38,4226 Bone 46,1 Sumber: 286 Indragiri Hulu 38,3227 Kebumen 45,9 287 Timur Tengah Selatan 38,1 Laporan Pembangunan Manusia 2004,228 Bireuen 45,6 288 Ogan Komering Hilir 37,7 Bappenas -- BPS -- UNDP229 Kota Tangerang 45,2 289 Donggala 37,7230 Ciamis 44,9 290 Kota Tarakan 36,5231 Ogan Komering Ulu 44,8 291 Tasikmalaya 36,4232 Kota Blitar 44,8 292 Gorontalo 36,2233 Lombok Barat 44,6 293 Kota Palu 36,0234 Musi Rawas 44,1 294 Bantaeng 35,9235 Bogor 44,1 295 Kotawaringin Timur 35,7236 Majene 44,1 296 Takalar 35,1237 Bengkulu Selatan 43,9 297 Nunukan 35,0238 Kota Pekan Baru 43,8 298 Lebak 34,8239 Karimun 43,6 299 Karawang 34,6240 Belu 43,6 300 Barito Selatan 32,8 12 Percik Oktober 2004
  14. 14. WAWASAN BATAM: Air Mengalir Lewat Kios FOTO: ISTIMEWA *) Oleh: Tri Dewi Virgiyanti D i Batam, urusan air bukan urus- an gampang. Pulau di sebelah timur Sumatera ini tak cukup punya sumber air tawar alami. Tak ada sungai yang bisa dijadikan sumber air ta- war dan air tanah untuk memenuhi kebu- tuhan 600 ribu penduduknya. Kondisi alam seperti itulah yang men- dorong Otorita Batam untuk membuat enam situ buatan untuk menadah air hu- jan. Air hujan itu lalu diolah untuk me- menuhi kebutuhan air warga Batam. Air danau itu diolah PT. Adhya Tirta Batam (ATB) menjadi air baku untuk air minum. Sejak 1995, perusahaan ini memiliki kon- sensi pengelolaan air minum selama 25 tahun. PT. ATB yang merupakan per- kongsian antara perusahaan asing dari Inggris, Cascal, dan perusahaan lokal, gara-gara air yang hilang. Sementara itu, Pendapatan rata-rata penduduk ruli Bangun Cipta Kontraktor serta Syabata aksi pencurian ini juga potensial meru- berkisar antara Rp. 600 ribu rupiah hing- Cemerlang mengalirkan air ke rumah- gikan para pelanggan. Bayangkan kalau ga Rp 1,5 juta. rumah penduduk. seandainya, ongkos produksi yang hilang ATB dan Otorita pun harus memeras Namun tak semua penduduk menda- itu harus dibebankan ke pelanggan. Se- otak. Di satu sisi dia harus bisa melayani pat jatah air. Peraturan setempat mela- lain itu, kualitas dan tekanan air yang kebutuhan air warga ruli -- karena me- rang ATB mengalirkan air ke rumah-ru- sampai ke rumah pelanggan pun menu- mang hanya inilah cara jitu memberantas mah yang ada di kawasan ilegal yang run karena kebocoran pipa. aksi pencurian air-- di sisi lain ada per- dikenal dengan sebutan ruli alias rumah Pengawasan terhadap jaringan pipa aturan yang melarang buat mengalirkan liar. Persoalanpun muncul. Pasalnya tak air bersih pun tak gampang dilakukan. air ke kawasan ruli. Akhirnya, ATB dan kurang dari 80 ribu warga yang menem- Luasnya jaringan pipa yang mencakup Otoritas Batam memutuskan memba- pati ruli sama-sama membutuhkan air seluruh Pulau Batam mempersulit penga- ngun kios-kios air di dekat kawasan ruli. seperti warga yang lain. Sebenarnya pen- wasan. Usaha-usaha pengawasan ternya- Untuk tahap pertama dibuat delapan kios duduk ruli berusaha mendapatkan air ta tak mengurangi jumlah air yang hilang. air. Kios-kios ini diserahkan kepada lewat penampungan air hujan serta mem- Seperti permainan kucing-kucingan. Ke- pihak tertentu untuk dikelola. Tentu saja beli air dari lori (truk penjual air). bocoran pipa di satu titik dapat diatasi, tak sembarangan pihak bisa mengelola. Sayangnya kualitas air yang mereka beli muncul kebocoran di titik lain. Setidaknya ada dua syarat untuk bisa tak bisa digunakan untuk minum. Karena Menyikapi hal ini, ATB bersama de- mengelola kios air. Pertama, institusinya kebanyakan lori mendapatkan air dari ngan Otorita Batam mencoba mencari harus berbadan hukum, seperti koperasi selokan. Akibatnya, munculah aksi-aksi jalan keluar. Kepentingan bisnis untuk atau CV, sehingga institusi itu bisa jadi pencurian air. Warga kawasan ruli, ke- mengurangi NRW bukan satu-satunya pelanggan legal ATB. Kedua, pengelola mudian membuat sambungan-sambung- pertimbangan. Ikut dipertimbangkan ini harus mendapat dukungan dari pen- an liar ataupun merusak pipa untuk men- juga kebutuhan air bersih warga ruli. duduk ruli sekitarnya. Orang-orang yang dapatkan air. Meski mereka tinggal di daerah illegal, mengelolanya pun ditunjuk oleh warga Aksi ini cukup merugikan ATB, kare- mereka juga ikut menyumbang pertum- ruli. Tujuannya untuk mengurangi kon- na jumlah air yang hilang (non revenue buhan ekonomi di Batam. Mereka yang flik di masa datang serta memastikan water/NRW) bisa mencapai lebih dari 30 kebanyakan bekerja sebagai buruh, sat- bahwa penduduk ruli membeli air dari persen. Ongkos produksi air tak bisa pam, tukang ojek ternyata punya penda- kios itu. ditutupi oleh pembayaran langganan air patan dan daya beli yang cukup tinggi. Kios air yang dibuat dari kontainer Percik 13 Oktober 2004
  15. 15. W AWASAN bekas ini dihubungkan ke jaringan air Pengadaan kios air ini kenyamanan hidup para penghuni ruli bersih ATB. Kios ini dilengkapi meteran pun meningkat. Keluhan penyakit kulit air serta keran pengatur. Kios ini juga masih perlu kajian lebih serta penyakit pencernaan kini jauh bersifat portable, mudah dipindahkan ke mendalam, apakah berkurang. tempat lain jika diperlukan. benar-benar mengun- Tentu saja masih banyak hal yang Antara pengelola dan ATB dibuatlah perlu terus dipantau dalam pelaksanaan perjanjian-perjanjian yang mengikat an- tungkan bagi ATB kios air agar di kemudian hari keberadaan tara kedua belah pihak. Isinya antara lain maupun masyarakat, kios air ini secara kontinu dan berkelan- pihak pengelola harus memelihara kios baik masyarakat ruli jutan bisa memberikan akses air bersih air dan melakukan pembayaran ke ATB. yang layak bagi seluruh warga dan peker- Pihak pengelola juga yang mengatur atau masyarakat jaan rumah pihak otorita untuk membe- pendistribusian air ke penduduk setem- pelanggan ATB lainnya. rantas ruli dapat dicapai. pat. Hanya warga sekitar yang mendaftar Mungkin keberadaan kios air dan yang dapat membeli air dari kios. keuntungan yang diperoleh dari pen- Tujuannya untuk menghindari penjualan jualan air ini dapat mulai dipergunakan air ke penjual komersial seperti lori. yang merasa dirugikan dengan adanya untuk memberdayakan masyarakat ruli Berkaitan soal harga, kios-kios air itu kios air ini. Terutama soal tarif terendah untuk tinggal secara legal dan me- dikenakan tarif terendah oleh ATB. yang dikenakan pada kios air. Selain itu ningkatkan kesejahteraan mereka sendiri. Namun, pihak pengelola berhak menjual muncul juga tudingan bahwa keberadaan Jika memang kios air ini nantinya terbuk- air di atas harga dari ATB. Meskipun begi- kios air malah mengukuhkan keberadaan ti sukses, daerah perkotaan lain di In- tu, pihak kios tak bisa memasang tarif ruli di Batam yang selama ini memang donesia yang mengalami hal yang sama semena-mena. Pasalnya harga air yang sulit diberantas. dalam memberikan akses air kepada pen- dijual harus disepakati antara pengelola Meski demikian, warga kawasan ruli duduk ilegalnya atau daerah kumuh dapat dan warga. Sayangnya karena yang men- umumnya menyambut baik keberadaan belajar dari Batam. jadi patokan harga adalah harga air lori kios-kios air itu. Warga senang karena *) Staf Direktorat Permukiman dan yang memang mahal, maka harga air yang bisa dapat air bersih yang mudah dan Perumahan Bappenas, dan dijual dari kios ini cukup tinggi jika lebih murah. Selain itu kesehatan serta anggota Pokja AMPL dibandingkan harga air dari ATB. Kondisi demikian memungkinkan pendistribu- FOTO: ISTIMEWA sian keuntungan yang agak tidak berim- bang, karena pengelola bisa mendapatkan keuntungan yang cukup tinggi dari pen- jualan air ini. Omset penjualan mereka per bulan berkisar antara 9-25 juta rupi- ah. Harga air dari ATB hanya Rp. 3.000 per meter kubik. Setelah dijual kepada penduduk, harga bisa mencapai Rp. 12.500-Rp. 25.000 per meter kubik. Rata- rata pengeluaran rumah tangga untuk air berkisar antara Rp. 150 ribu-Rp. 250 ribu per bulan. Oleh karena itu, pengadaan kios air ini masih perlu kajian lebih mendalam, apakah benar-benar menguntungkan bagi ATB maupun masyarakat, baik masya- rakat ruli atau masyarakat pelanggan ATB lainnya. Karena seiring dengan pemba- ngunan kios air ini juga bermunculan protes dari masyarakat pelanggan air ATB 14 Percik Oktober 2004
  16. 16. WAWASAN Air di Australia dan Pembangunan Berkelanjutan A ir merupakan topik pembicaraan *) penggunaan air. Pembatasan ini sifatnya yang tak pernah lekang dimakan Iwan Juwana mengikat dan ditunjang oleh berbagai waktu. Ini karena air merupakan instrumen pendukung yang dapat dian- kebutuhan vital setiap orang yang tak untuk volume yang sama, harga air dalkan. Instrumen pendukung yang bisa tergantikan. Tiap-tiap negara memi- minum lebih mahal dari bensin. dimaksud salah satunya ialah upaya con- liki pengalaman dalam pengelolaan air. Walaupun demikian, tentu saja tidak trolling dan penegakan hukum. Sebagai Ada yang berhasil, ada yang gagal. Salah dipungkiri bahwa pembangunan instalasi contoh, salah satu bentuk water restric- satu negara yang dianggap cukup berhasil pengolahan air minum, jaringan dis- tion yakni larangan penggunaan air dari dalam pengelolaan air adalah Australia, tribusi dan pemeliharaan untuk terca- kran untuk mencuci mobil dan menyiram negara tetangga kita. painya potable water di Indonesia mem- pekarangan di siang hari. Ketika peratur- Ada sejumlah perbedaan dalam pe- butuhkan dana yang besar. Memang, an ini ditetapkan, pada saat yang ber- ngelolaan air minum antara Australia dan sepertinya bangsa kita masih harus samaan diterjunkan pula petugas yang Indonesia. Pertama dalam distribusi air bermimpi panjang hingga terealisasinya mengontrol penggunaan air di siang hari. minum. Seperti juga di negara-negara air langsung minum dari kran. Dana Jika saja ditemukan ada pelanggaran, maju lain, mendapatkan air minum di terbesar yang harus dialokasikan tentu- petugas tidak segan-segan memberikan Australia sangatlah mudah. Fasilitas air nya pada jaringan distribusi perpipaan denda kepada yang bersangkutan di tem- minum domestik dapat dipastikan beru- dan pemeliharaan, karena sebetulnya pat kejadian sesuai ketentuan yang pa potable water, atau air yang bisa lang- untuk instalasi pengolahan hampir berlaku. Tidak dikenal adanya istilah sung diminum dari kran. Begitu pula semua PDAM dan perusahaan air minum kompromi atau tawar menawar ketika fasilitas-fasilitas umum seperti di taman, di Indonesia telah memenuhi standar pelanggaran terjadi. Begitu pula dengan sekolah, kantor dan tempat-tempat baku mutu air minum yang ditetapkan media, ketika water restriction ditetap- umum lainnya tidak akan lepas dari Depkes maupun WHO. Contoh paling kan, media televisi, radio, surat kabar dan kemudahan untuk mendapatkan air dekat, pernah satu waktu salah satu pro- media-media cetak lainnya memberikan minum. Kran-kran umum yang tersebar, gram televisi Indonesia menampilkan sosialisasi kepada masyarakat luas. Tidak semuanya bisa digunakan untuk minum. profil perusahaan air minum di Pulau ada alasan bagi pelanggar untuk me- Hal inilah yang menjadi sebab utama, Batam, PT. Adhya Tirta Batam. Diperli- ngatakan tidak tahu aturan yang sedang orang-orang di sana termasuk turis dan hatkan dalam acara tersebut, beberapa berlaku. Pada tahap tertentu, kesadaran pelajar internasional selalu membawa karyawan meminum air dari kran hasil akan pentingnya fungsi air di kalangan botol minuman ke manapun pergi. Botol- instalasi pengolahan air minum. Namun, masyarakat, pemerintah dan aktor lain- botol minuman inilah yang kemudian dapat dipastikan tidak ada seorang pun nya di Australia sudah tinggi, terutama bisa diisi ulang dari kran-kran umum yang berani meminum air dari kran ru- jika pembandingnya Indonesia. Lalu apa tersebut. mahnya, terutama rumah yang berlokasi yang menjadi dasar tindak kesadaran ini? Dilihat dari segi lingkungan, tentu ini jauh dari tempat pengolahan air minum. Penulis mengamati, yang menjadi sangat baik karena dengan demikian Sebab, makin jauh lokasi rumah berarti dasar munculnya kesadaran akan pen- makin sedikit botol minuman yang akan pula makin besar kemungkinan air mi- tingnya sumber air ini adalah konsep sus- dibuang ke lingkungan. Ini berarti pula num yang sampai ke kran rumah telah tainable development, pembangunan berkurangnya beban untuk mengolah melalui jaringan pipa yang lebih panjang, berkelanjutan. Pemerintah federal Aus- buangan padat yang biasa dilakukan oleh dimana kualitas pipa banyak berkarat. tralia menjabarkan konsep pembangun- masyarakat ataupun pemerintah daerah Perbedaan signifikan kedua adalah an berkelanjutan ini dalam lima pilar setempat. Sedangkan dilihat dari sudut adanya water restriction, pada saat-saat atau lima prinsip. Prinsip pertama dike- pandang customer, ini berarti adanya tertentu di hampir seluruh wilayah Aus- nal dengan nama precautionary princi- penghematan yang signifikan untuk tralia. Ketika menghadapi musim kema- ple. Prinsip ini menekankan, jika suatu membeli air minum. Seperti yang telah rau yang panjang, ditandai dengan menu- kegiatan diduga akan berdampak ling- dimaklumi bersama, biaya yang harus runnya muka air waduk sebagai sumber kungan, maka harus dilakukan upaya- dikeluarkan untuk membeli air minum utama air bersih, pemerintah nasional upaya segera untuk mencegah timbulnya tidaklah kecil. Bahkan, bisa dikatakan dan daerah memberlakukan pembatasan dampak tersebut tanpa harus menunggu Percik 15 Oktober 2004

×