Desember 2008
PENGANTAR                       Sudah menjadi rahasia umum bahwa pemerintah kota tidak selalu sanggup menangani sampah yan...
TENTANG BUKU INI                                         DAFTAR ISIBuku ini menjabarkan tentang sistem PengelolaanSampah  ...
0vi
BAGIAN         1                       Pengelolaan Sampah                                  Berbasis                       ...
KLASIFIKASI     SAMPAH PERMUKIMAN       Ada berbagai definisi sampah. Menurut Undang-Undang     tentang Pengelolaan Sampah ...
KERTAS                                          SAMPAH BASAH                                          Atau jenis sampah ya...
PRINSIP PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS MASYARAKAT                           Sistem Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat    ...
pemerintah kota.     Walau                   demikian,      masyarakat        harus terus dipantau dan dievaluasi oleh mas...
KOMPONEN TEKNIS       PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS MASYARAKAT TERPADU          Sistem PSBM tidak didefinisikan berdasarkan k...
4                                       5                                     6   Pengolahan sampah; untuk                ...
POLA PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS MASYARAKAT       PSBM dapat dijumpai di beberapa tempat di kota-                         ...
Ada beberapa aspek yang dapat digunakan sebagai                                         dukungan pihak lainnya. Keempat co...
BAGIAN         2             Menyiapkan     Masyarakat       Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat (PSBM)     dicirikan s...
11
MEMBENTUK KELOMPOK                                PENGGERAK                                  Sistem Pengelolaan Sampah Ber...
penggerak dapat dilakukan dengan memperhatikan                   keagamaan. Lebih baik lagi jika pernah ada kegiat-hal-hal...
MEMBANGKITKAN KESADARAN                    DAN MINAT MASYARAKAT                      Pengembangan PSBM harus didasari oleh...
6 Metode pembangkitan kesadaran masyarakat2Simulasi dan Peragaan;sebaiknya diselenggarakan di sela-sela acara kemasyarakat...
MENINGKATKAN                   PENGETAHUAN MASYARAKAT                     Dengan bekal pengetahuan yang baik, keterlibatan...
Berbagai peran masyarakat dalam PSBM                                                                                      ...
18
BAGIAN        3                           MENAKSIR                                                   Potensi              ...
POTENSI FISIK       Ada beberapa karakteristik fisik kawasan permukiman yang     perlu diperhatikan dalam merencanakan sist...
Infografik : M. Taufik.Peta kawasan permukiman akan memudahkan pro-ses identifikasi hal-hal fisik yang dapat dimanfaatkansebag...
POTENSI SAMPAH                          Siapapun yang ingin mengembangkan sistem PSBM perlu melihat sampah              se...
Karakteristik Timbulan Sampah Permukiman                                                                                  ...
POTENSI MASYARAKAT       Masyarakat perlu dilihat sebagai potensi sumber              jumlah masyarakat yang tertarik untu...
kelompok penggerak adalah:                                    pembayaran layanan PSBM. Informasi ini berguna • Latar belak...
POTENSI KEMITRAAN                      Untuk menjaga keberlanjutannya, suatu PSBM perlu bermitra dengan pihak-            ...
Kemitraan juga perlu dibina dengan pihak-pihakyang siap mendampingi masyarakat dalampengembangan dan pengoperasian sistem ...
BAGIAN        4     MERENCANAKAN                                   SISTEM                 Pengelolaan     Sampah       Ada...
29
STRATEGI PENGELOLAAN SAMPAH       Perencanaan PSBM di suatu kawasan permukiman harus diawali     dengan penentuan strategi...
Photo : E. Sunandar.Strategi pengelolaan sampah pada dasarnya menguraikantindakan yang akan dilakukan terhadap berbagai je...
PENGOLAHAN SAMPAH       PSBM umumnya memiliki unit pengolahan sampah dimana sampah                                        ...
Kelengkapan unit pengolahan sampah sangat                                                        dipengaruhi oleh strategi...
PENGUMPULAN SAMPAH       Sampah harus dikumpulkan di unit pengolahan sampah                                               ...
AAda beberapa jenis kendaraan pengumpul sampah yang patutdipertimbangkan pemanfaatannya di suatu PSBM. Gerobak tangan lebi...
PEMBIAYAAN                           Rencana pembiayaan operasi PSBM terdiri dari rencana                        pengeluar...
PSBM dapat memperoleh pendapatan dari penjualan komposdan berbagai jenis sampah Layak Daur Ulang. Walau demikian,pendapata...
BAGIAN        5     Penutup       Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat (PSBM) akan ba-                                is...
Secara internal, rencana PSBM yang dibuat harus realistis dan sesuaidengan keinginan dan kesanggupan masyarakat. Artinya, ...
Tamat
Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat. Saatnya Masyarakat Berkawan.
Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat. Saatnya Masyarakat Berkawan.
Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat. Saatnya Masyarakat Berkawan.
Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat. Saatnya Masyarakat Berkawan.
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat. Saatnya Masyarakat Berkawan.

3,982 views

Published on

Buku ini dimaksudkan sebagai panduan ringkas dan padat tentang pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Diterbitkan oleh Kelompok Kerja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan bekerjasama dengan Ditjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum. Tim penyusun dan tata letak ditangani oleh Qipra. Tahun terbit 2008.

Published in: Health & Medicine
0 Comments
6 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
3,982
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
8
Actions
Shares
0
Downloads
724
Comments
0
Likes
6
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat. Saatnya Masyarakat Berkawan.

  1. 1. Desember 2008
  2. 2. PENGANTAR Sudah menjadi rahasia umum bahwa pemerintah kota tidak selalu sanggup menangani sampah yang ada di kawasannya. Mereka masih membutuhkan dukungan keterlibatan dari banyak pihak. Termasuk juga keterlibatan masyarakat penghuni dari kawasan-kawasan permukiman di wilayahnya. Suatu sistem Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat (PSBM) dicirikan oleh adanya keterlibatan masyarakat penggunanya dalam perencanaan dan pengoperasiannya. Suatu sistem PSBM akan memiliki pola operasi yang sesuai dengan kemampuan dan kemauan masyarakat penggunanya. Kesesuaian ini tentu akan membuat keberlanjutan dari suatu PSBM dapat lebih terjaga. Contoh-contoh selama ini membuktikan bahwa keberadaan PSBM dapat mengurangi beban pemerintah dalam mengelola sampah di wilayahnya. Oleh karena itu, sudah sewajarnya pemerintah kota memfasilitasi pengembangan PSBM. Keterlibatan pemerintah kota diharapkan dapat memastikan bahwa pola operasi dari sistem-sistem PSBM yang ada nantinya akan tetap berkesinambungan dengan sistem pengelolaan sampah perkotaan. Semoga keberadaan buku ini dapat memberikan pemahaman lebih baik bagi pihak-pihak yang terlibat dalam pengembangan PSBM. Termasuk juga para aparat pemerintah kota yang sedang memfasilitasi pengembangan PSBM di wilayahnya. Selamat membaca. Budi Hidayat Direktur Permukiman dan Perumahan Bappenas Selaku Ketua Kelompok Kerja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PENERBIT: Kelompok Kerja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL) yang beranggotakan wakil- wakil Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS), Departemen Pekerjaan Umum, Departemen Dalam Negeri, Departemen Kesehatan, dan Kementerian Negara Lingkungan Hidup. Penerbitan buku ini didanai oleh Direktorat Jenderal Cipta Karya, Departemen Pekerjaan Umum. PENGARAH: Oswar Mungkasa dan Nugroho Tri Utomo (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional); Raymond Marpaung (Ditjen Cipta Karya, Departemen Pekerjaan Umum); Anggota Kelompok Kerja AMPL. PENYUSUN: Rudy Yuwono (Konsep dan Tulisan), Laksmi Wardhani, Utari Ninghadiyati, Endro Adinugroho (Dukungan Penulisan), E. Sunandar, Muhammad Taufik (Desain Grafis dan Tata Letak). DUKUNGAN SUBSTANSI: Jajat Sudrajat, Ujang Suwardi (Gunung Batu, Bogor), Iswanto (Sukunan, Jogyakarta), Isroi, dan pihak lain yang tidak dapat disebutkan satu persatu.Photo : John Pieter. KONTRIBUSI FOTO: Muhammad Taufik, Utari Ninghadiyati, Deasy Sekar Tanjung, Sahlan, Mistur (Qipra Galang Kualita, PT). 0iv iv
  3. 3. TENTANG BUKU INI DAFTAR ISIBuku ini menjabarkan tentang sistem PengelolaanSampah Berbasis Masyarakat (PSBM) berikut BAGIAN 1. PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS MASYARAKAT 1tahap-tahap pengembangannya. Buku ini ditujukan Klasifikasi Sampah Permukiman 2untuk para pemangku kepentingan (stakeholders) Prinsip Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat 4urusan persampahan kota. Termasuk di dalamnyaadalah kelompok-kelompok masyarakat yang ingin Komponen Teknis PSBM Terpadu 6mengembangkan PSBM dan pihak-pihak yang ingin Pola Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat 8membantu masyarakat. BAGIAN 2. MENYIAPKAN MASYARAKAT 10Buku ini dibagi menjadi 4 bagian. • Bagian pertama, berisikan beragam informasi Membentuk Kelompok Penggerak 12 seputar klasifikasi sampah permukiman, prinsip Membangkitkan Kesadaran Masyarakat 14 Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat, Meningkatkan Pengetahuan Masyarakat 16 komponen teknis PSBM terpadu, dan pola Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat. BAGIAN 3. MENAKSIR POTENSI WILAYAH 19 • Bagian kedua, menjelaskan tentang tahap-tahap Potensi Fisik 20 awal yang harus dilakukan untuk menyiapkan Potensi Sampah 22 masyarakat dalam pengembangan dan peng- operasian PSBM. Potensi Masyarakat 24 • Bagian ketiga, menjelaskan beberapa potensi Potensi Kemitraan 26 kawasan permukiman yang harus diketahui BAGIAN 4. MENYUSUN RENCANA PENGELOLAAN SAMPAH 28 sebelum perencanaan PSBM dapat dilakukan. • Bagian keempat, berisikan tentang proses Strategi Pengelolaan Sampah 30 Menyusun Rencana Pengelolaan Sampah Pengolahan Sampah 32 Berbasis Masyarakat. Kelompok penggerak Pengumpulan Sampah 34 bersama-sama dengan warga menyusun suatu rencana pengelolaan sampah. Menentukan jenis Pembiayaan 36 pewadahan sampah terpilah, pola pengumpulan BAGIAN 5. PENUTUP 38 sampah, teknik pengolahan sampah, dan pengomposan. Termasuk menentukan sumber dana untuk membiayai Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat dan administrasi pengelolaan sistem ini.“Saatnya Masyarakat Berkawan” merupakan lanjutandari buku “Kalau Sulit Dilawan Jadikan Kawan” yangsudah lebih dulu diterbitkan. v
  4. 4. 0vi
  5. 5. BAGIAN 1 Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat Banyak kawasan permukiman yang belum terjangkau layanan persampahan dari instansi kebersihan setempat. Para penghuninya kemudian terpaksa mengatasi sendiri permasalahan sampahnya. Caranya macam-macam. Ada yang membuang sampahnya ke sungai atau lahan kosong. Ada juga yang membakar sampahnya. Namun, ada juga yang kemudian berinisiatif untuk menangani sampahnya dengan baik dan benar. Mereka merencanakan dan menciptakan sistem pewadahan, pengumpulan, pemindahan, dan bahkan pemanfaatan sampah yang sesuai dengan kondisi, kemauan, dan kemampuannya. Bagian ini menguraikan berbagai pemahaman mendasar me- ngenai Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat. Termasuk di da- lamnya adalah uraian mengenai sampah dan pengklasifikasiannya. Keseluruhan bagian ini perlu dipahami guna mempermudah pem- baca untuk mengikuti isi bagian-bagian lain dari buku ini.Photo : John Pieter. 01
  6. 6. KLASIFIKASI SAMPAH PERMUKIMAN Ada berbagai definisi sampah. Menurut Undang-Undang tentang Pengelolaan Sampah (UU No. 18/2008), sampah didefinisikan sebagai sisa kegiatan sehari-hari manusia dan/atau dari proses alam yang berbentuk padat. Definisi lain menyebutkan sampah sebagai bahan yang sudah di- anggap tidak mempunyai nilai untuk pemanfaatan semula sehingga layak untuk dibuang. Atau, sebagai sumber daya KALENG yang tidak terpakai atau sebagai bahan yang tidak bergu- na lagi dan dibuang oleh pemiliknya atau pemakai semula. Perbedaan definisi ini sebenarnya tidak perlu terlalu diper- masalahkan. Yang jelas, sampah perlu dikelola dengan baik agar tidak menimbulkan dampak buruk bagi kita dan ling- kungan. Bahkan, jika mungkin, sampah perlu dikelola agar memberikan manfaat tambahan. Sampah dapat diklasifikasikan dengan berbagai cara. KACA Ada yang mengklasifikasikannya berdasarkan jenis materi pembentuknya. Atau, berdasarkan wujudnya, yaitu sampah basah dan sampah kering. Walau tidak selalu tepat, sampah basah seringkali juga disebut sampah organik sedangkan sampah kering seringkali juga disebut sampah anorganik. Cara lainnya adalah berdasarkan opsi tindakan pengelolaannya. Diagram berikut menunjukkan pengklasifikasian sampah berdasarkan ketiga cara di atas. PLASTIK KERAS SAMPAH KERING Atau jenis sampah yang dalam kondisi normalnya memiliki kandungan air rendah sehingga tampak kering. Sering juga disebut Sampah Anorganik karena mengandung logam atau mineral yang sulit diuraikan mikroba. Sebagian Sampah Kering dapat dikategorikan sebagai Sampah Layak Daur Ulang (recyclable) karena dapat diolah kembali untuk dijadikan bahan dasar pembuatan produk baru. Sampah Layak Daur Ulang sering juga disebut Sampah Layak Jual karena jenis sampah ini memang laku dijual ke pengepul. Sebagian Sampah Kering lainnya akan masuk ke dalam kategori sebagai Sampah Layak Buang atau sebagai Sampah Layak Bakar. infografik: Endang Sunandar02
  7. 7. KERTAS SAMPAH BASAH Atau jenis sampah yang dalam kondisi normalnya memiliki kandungan air yang tinggi sehingga terlihat basah. DAUN Sering juga disebut Sampah Organik karena mengandung berbagai materi organik alamiah yang berasal dari tumbuhan atau hewan dan dapat diuraikan oleh mikroba. Sebagian Sampah Basah dapat dikategorikan sebagai Sampah Layak Kompos (compostable) karena dapat SISA diubah mikroba menjadi kompos. Jika MAKANAN didiamkan, sampah ini akan membusuk dan berbau. Sebagian Sampah Basah lainnya akan masuk ke dalam kategori sebagai Sampah Layak Buang atau sebagai Sampah Layak Bakar. KAYU CATATAN:PLASTIK Sampah Layak Buang; merupakan jenis sampahBUNGKUS yang sudah tidak layak untuk dimanfaatkan kembali. Sebagian terdiri dari sampah organik yang tidak dapat dijadikan kompos atau sampah anorganik yang tidak dapat didaur ulang. Sampah Layak Bakar; merupakan jenis sampah yang mudah terbakar namun tidak menimbulkan gas dan abu beracun dan berbahaya. Sebagian besar sampah layak bakar terdiri dari sampah anorganik. Larangan khusus diberikan kepada plastik, busa, dan gabus yang dianggap dapat menimbulkan gas dan abu beracun. 03
  8. 8. PRINSIP PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS MASYARAKAT Sistem Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat atau insinerator. Walau demikian, sudah sewajarnya (PSBM) dicirikan oleh adanya keterlibatan masyarakat suatu PSBM memiliki beberapa fasilitas mendasar penggunanya dalam kegiatan perencanaan dan untuk mengumpulkan sampah dan menanganinya pengoperasian sistem tersebut. Suatu PSBM tidak selalu lebih lanjut. dicirikan dari kelengkapan komponen teknis yang Dalam segi pendanaan, pengembangan PSBM dimiliki oleh masyarakat di kawasan tersebut. Tidak tidak harus didanai oleh masyarakat. Banyak PSBM semua PSBM perlu memiliki fasilitas pengomposan dikembangkan atas biaya lembaga donor atau Photo : John pieter. Photo : Koleksi. Photo : Koleksi.Photo : ESP. 1 Keterlibatan 2 Kejelasan batasan 3 Strategi pengelolaan 4 Pemanfaatan sampah masyarakat yang wilayah; yang ditentukan sampah yang terpadu; yang optimal; khususnya menyeluruh; termasuk oleh masyarakat pengguna yang disesuaikan dengan sasaran guna a) mengurangi beban dalam proses perencanaan, PSBM sesuai keinginan dan akhir dari pengelolaan sampah pembuangan atau pemusnahan pengoperasian, penentuan kesanggupannya. Wilayah yang disepakati oleh seluruh sampah, b) memaksimalkan anggaran, pengadaan dana layanan dari suatu PSBM masyarakat pengguna PSBM. penggunaan sumber daya, dan operasional, penilaian kinerja, sebaiknya disesuaikan dengan Cakupan dari suatu strategi c) mendapatkan pemasukan dan penentuan pengelolaan batasan wilayah yang umum pengelolaan sampah perlu finansial. Suatu PSBM sebaiknya PSBM. Mekanisme pengambilan dikenal. Misalnya RT, RW, meliputi a) berbagai tindakan perlu mempertimbangkan keputusan harus disepakati kelurahan maupun desa. Ada terhadap tiap jenis sampah, adanya pengomposan dan daur bersama dan dipahami baiknya wilayah layanan dari dan b) keterkaitan dengan ulang. Atau setidaknya penjualan secara jelas oleh seluruh suatu PSBM diketahui oleh pola penanganan sampah di sampah yang tergolong sebagai masyarakat penggunanya. instansi kebersihan setempat. luar PSBM (off-site system). sampah Layak Daur Ulang. 04
  9. 9. pemerintah kota. Walau demikian, masyarakat harus terus dipantau dan dievaluasi oleh masyarakat pengguna PSBM harus membiayai seluruh ongkos penguna PSBM tersebut. operasinya. Sangat disarankan agar PSBM dapat Pengalaman menunjukkan banyak PSBM yang tidak menutup sebagian ongkos operasi dan perawatannya berhasil menjaga keberlanjutannya. Penyebabnya, dari hasil pemanfaatan sampah. macam-macam. Mulai dari masalah teknis, sosial, sam- Selaku pengguna masyarakat tidak harus men- pai finansial. Agar mampu memelihara keberlanjutan- jalankan sendiri PSBM-nya. Banyak PSBM dioperasikan nya, suatu PSBM harus memenuhi beberapa syarat ber- oleh pihak lain yang dikontrak oleh masyarakat peng- ikut ini; gunanya. Yang penting kinerja pihak pelaksana operasi 8 Syarat Keberlanjutan PSBM Photo : Koleksi. Photo :Deasy.Photo :Utari . Photo :Utari. infografik : Endang Sunandar 5 Fasilitas persampahan 6 Kelompok penggerak 7 Optimasi pendanaan 8 Pola kemitraan yang yang memadai; yang mumpuni; sendiri; menguntungkan; guna mendukung implementasi guna mengoperasikan PSBM sehingga setidaknya mampu baik itu kemitraan untuk dari strategi pengelolaan sesuai strategi dan rencananya. memenuhi biaya operasi pengembangan PSBM, sampah yang disepakati. Kelompok penggerak perlu dan perawatan PSBM. pemanfaatan sampah, maupun Fasilitas persampahan memiliki struktur organisasi Beberapa sumber dana yang untuk penanganan sampah setidaknya harus mampu dan pengurus yang disepakati patut dioptimalkan antara di luar PSBM (off-site system). menampung seluruh buangan masyarakat. Tiap anggotanya lain adalah iuran warga, Kemitraan perlu dijalin sampah di dalam wilayah harus memiliki pengetahuan pemasukan dari penjualan dengan pihak swasta, pihak layanan PSBM. Dan mampu dan keterampilan yang sampah Layak Daur Ulang, pemerintah, maupun pihak- menangani sampah terkumpul memadai. Secara periodik, dan penjualan kompos. Selain pihak lainnya. PSBM tidak akan itu dengan baik guna mencegah kelompok penggerak perlu mengoptimalkan perolehan mampu mempertahankan timbulnya dampak lingkungan, mempertanggungjawabkan dana, kelompok penggerak keberlanjutannya tanpa baik di dalam wilayah PSBM kinerjanya sesuai dengan perlu memastikan agar PSBM adanya kemitraan yang maupun di daerah sekitarnya. mekanisme yang disepakati. dapat beroperasi dengan biaya saling menguntungkan. yang serendah-rendahnya. 05
  10. 10. KOMPONEN TEKNIS PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS MASYARAKAT TERPADU Sistem PSBM tidak didefinisikan berdasarkan keleng- suatu sistem pengelolaan sampah terpadu (integrated kapan komponen teknisnya. Artinya, mungkin saja suatu solid waste management). PSBM hanya memiliki satu atau dua komponen teknis. Keterpaduan PSBM dapat saja tercipta dengan meng- Yang penting, sistem awalnya memang ditentukan oleh gabungkan komponen pengelolaan sampah yang dimi- masyarakat penghuni kawasan tersebut. liki pihak lain. Misalnya dengan komponen pengolahan Suatu PSBM yang lengkap dapat memiliki enam sampah yang dimiliki perusahaan swasta. Atau, dengan komponen teknis sebagaimana terlihat dalam diagram komponen fasilitas pengangkutan sampah yang dimi- berikut. Kelengkapan komponen teknis demikian liki instansi kebersihan pemerintah kota. membuat suatu PSBM lebih mudah dijadikan sebagai 1 2 3 Penanganan sumber; Pewadahan sampah; baik Pengumpulan sampah; yang dengan meminta masyarakat untuk pewadahan di rumah, maupun berfungsi untuk mengumpulkan sampah mempraktekkan 3R (reduce, reuse, pewadahan komunal di permukiman dari tiap wadah dan membawanya dan recycle) di rumahnya masing- padat. Untuk mengoptimalkan ke tempat pengolahan sampah. masing guna mengurangi jumlah upaya pemanfaatan sampah, Pengumpulan sampah umumnya timbulan sampah. Salah satu caranya suatu PSBM sebaiknya menerapkan dilakukan dengan menggunakan gerobak adalah pengomposan di rumah sistem pewadahan terpisah antara sampah yang ditarik tenaga manusia. (home composting). Untuk itu, tiap sampah basah dengan sampah Walau demikian, ada juga PSBM yang rumah perlu dilengkapi dengan alat kering. Pewadahan khusus juga perlu menggunakan motor bak atau mobil bak pengompos (composter), baik buatan disediakan untuk sampah bahan sebagai sarana pengumpulan sampahnya. sendiri maupun buatan pabrik. beracun dan berbahaya (B3). ruang komponen teknis PSBM06
  11. 11. 4 5 6 Pengolahan sampah; untuk Pengangkutan sampah; Pemusnahan sampah; membuat kompos dari sampah yang dilakukan oleh truk pengangkut yang banyak dilakukan jika suatu Layak Kompos atau membuat produk sampah ke suatu tempat pengolahan PSBM memang tidak mungkin berguna dari sampah Layak Daur akhir (TPA) sampah atau tempat melakukan pembuangan sampah Ulang. Jika tidak membuat produk pemusnahan sampah lainnya. ke TPA sampah. Salah satu cara daur ulang sendiri, sampah Layak Pengangkutan sampah dilakukan pemusnahan sampah yang dapat Daur Ulang hanya akan dibersihkan, terhadap sisa-sisa sampah yang dilakukan adalah insinerasi dengan dikemas, dan dijual ke pihak lain. sudah tidak dapat dimanfaatkan lagi menggunakan peralatan yang benar. Pengolahan sampah biasanya (sampah Layak Buang) dari fasilitas Upaya ini hanya dapat dilakukan dilakukan di suatu fasilitas terpadu pengolahan sampah atau dari tempat terhadap sampah yang tergolong yang juga berperan sebagai tempat penampungan sampah sementara. sebagai sampah Layak Bakar. penampungan sampah sementara. Khusus sampah B3 ditempatkan dalam kompartemen terpisah. Infografik : E. Sunandar & M. Taufik.ruang komponen teknis pihak swasta 07ruang komponen teknis instansi kebersihan pemerintah kota
  12. 12. POLA PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS MASYARAKAT PSBM dapat dijumpai di beberapa tempat di kota- Sebagian dikembangkan atas inisiatif masyarakatnya kota Indonesia, baik itu di kawasan urban maupun di sendiri, sebagian lagi dikembangkan atas dorongan kawasan sub-urban. PSBM yang ada saat ini memiliki pihak luar. Sebagian memiliki fasilitas yang lengkap, pola pengembangan dan operasi yang berbeda-beda. sebagian lagi sederhana. PSBM di RW04, Photo : Sahlan. Photo : Koleksi. Kelurahan Gunung Batu, PSBM di Perumahan Kecamatan Bogor Barat, Mustika Tigaraksa, Kota Bogor Kabupaten Tangerang Insiator Insiator Warga setempat. Lembaga Swadaya Masyarakat. Keterlibatan masyarakat Keterlibatan masyarakat Menentukan pola pengelolaan sampah dan pembentukan kelompok penggerak. Warga menentukan jenis pelayanan sampah. Membayar iuran pengelolaan sampah. Membayar iuran pengelolaan sampah. Memilah sampah basah dan sampah kering. Batasan layanan Batasan layanan 5 RT di dalam wilayah RW 04. Perumahan Mustika Tigaraksa Penanganan sampah Penanganan sampah Pengumpulan sampah 2 hari sekali dengan gerobak sampah. Pengumpulan sampah dilakukan dari rumah warga dengan menggunakan ge- Pemilahan sampah di saung pengolahan sampah. robak sampah. Sampah Layak Kompos dijadikan kompos untuk digunakan sendiri dan dijual. Pemilahan sampah dilakukan di tempat pengolahan sampah. Sampah Layak Daur Ulang dijual ke pengepul setempat. Sampah layak kompos dijadikan kompos untuk digunakan sendiri dan dijual. Sampah tersisa dibakar. Sampah layak daur ulang dijual ke pengepul. Fasilitas teknis Fasilitas teknis Gerobak sampah pengumpul. Motor sampah pengumpul. Saung pengolahan sampah sebagai lokasi pemilahan sampah. Lahan untuk mengolah sampah yang sudah disortir. Kotak-kotak pengomposan. Peralatan untuk membuat kompos. Kelompok penggerak Kelompok penggerak Kelompok yang diketuai Ketua RW dengan anggota seorang bendahara dan 4 orang LSM B.E.S.T dan 5 orang warga. pekerja (warga setempat). Sumber dana Sumber dana Penjualan kompos. Penjualan Kompos Penjualan sampah Layak Daur Ulang. Penjualan sampah Layak Daur UIang. Iuran warga. Iuran Warga. Dukungan pihak lain Dukungan pihak lain Bimbingan pengomposan dari pemerhati sampah setempat. Pemerintah Kabupaten Tangerang dan pengembang perumahan.08
  13. 13. Ada beberapa aspek yang dapat digunakan sebagai dukungan pihak lainnya. Keempat contoh berikut dapat acuan untuk mengenali karakteristik dari suatu sistem menunjukkan perbedaan dari sistem-sistem PSBM PSBM. Misalnya, inisiatornya, ruang keterlibatan yang ada. Perlu diingat bahwa sistem tersebut dapat masyarakatnya, batasan layanannya, sampai ke disesuaikan dengan kondisi suatu kawasan. Photo : Departemen PU PSBM PSBM di di desa Sukunan, Photo : Utari.Daerah Bantaran Kelurahan Banyuraden, Sungai Percut, Kecamatan Gamping, Kota Medan Kabupaten SlemanInsiator InsiatorDepartemen Pekerjaan Umum Warga setempat.Keterlibatan masyarakat Keterlibatan masyarakat Masyarakat diajak untuk membuang sampah ke TPS Menentukan pola pengelolaan sampah dan pembentukan kelompok penggerak. Warga melakukan pemilahan sampah Membayar iuran pengelolaan sampah. Memilah sampah basah dan sampah kering.Batasan layanan Batasan layananBantaran sungai Percut Medan Desa Sukunan, Sleman.Penanganan sampah Penanganan sampah Warga memilah sampah di rumah masing-masing. Pengumpulan sampah dilakukan 1 minggu sekali dari tong sampah yang ada di Sampah lalu dibuang ke TPS. tiap titik yang sudah ditentukan dengan menggunakan gerobak sampah. Secara berkala sampah di TPS diangkut ke TPA. Sampah Layak Kompos dijadikan kompos untuk digunakan sendiri dan dijual. Sampah layak jual dikumpulkan di bank sampah untuk dijual. Sampah Layak Daur Ulang dijual ke pengepul setempat. Sampah tersisa dibuang ke TPA.Fasilitas teknis Fasilitas teknis Bak penampungan sampah (TPS). Gerobak sampah pengumpul. Becak sampah. Kotak penampung sampah organik. Truk pengangkut sampah dari TPS ke TPA. Kotak-kotak untuk membuat kompos skala kawasan. TPS untuk menyimpan sampah yang sudah dipilah warga.Kelompok penggerak Kelompok penggerakDepartemen Pekerjaan Umum membentuk forum diskusi masyarakat untuk men- Tim Pengelola Sampah Kampung yang dipimpin oleh seorang ketua dan beranggo-ciptakan kader-kader lingkungan. takan beberapa unit kerja.Sumber dana Sumber dana Departemen Pekerjaan Umum Penjualan kompos. Penjualan sampah Layak Daur Ulang . Dukungan pihak lain Bantuan dari LSM asing (ACICIS, Australian Consortium for In Country Indonesian Study) untuk membuat tempat sampah dan pendampingan ke masyarakat. 09
  14. 14. BAGIAN 2 Menyiapkan Masyarakat Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat (PSBM) dicirikan sebagai suatu sistem pengelolaan sampah kawasan permukiman yang dikembangkan dan di- operasikan sesuai dengan keputusan-keputusan yang diambil oleh masyarakat penggunanya sendiri. Dalam suatu PSBM, masyarakat perlu memiliki tingkat ke- sadaran, komitmen, kemauan, dan kemampuan yang memadai agar dapat mengambil keputusan dengan benar. Upaya penyiapan masyarakat merupakan ta- hap paling penting dalam pengembangan PSBM. Bagian ini akan menguraikan berbagai langkah yang perlu dilakukan sebelum masyarakat diajak bersama-sama merencanakan pengembangan PSBM di kawasan permukimannya. Termasuk dalam langkah-langkah penyiapan masyarakat itu adalah pembentukan kelompok penggerak, peningkatan kesadaran dan minat masyarakat, dan peningkatan pengetahuan masyarakat. Photo : Koleksi.10
  15. 15. 11
  16. 16. MEMBENTUK KELOMPOK PENGGERAK Sistem Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat kepentingan bahasan, kelompok ini disebut sebagai (PSBM) di suatu kawasan permukiman tidak akan kelompok penggerak. Selain memotori masyarakat berkembang jika tidak ada pihak-pihak yang mau calon pengguna agar mau dan mampu terlibat dalam menggerakkan masyarakat. Inisiasi memang bisa datang perencanaan PSBM, kelompok ini akan mengkoordinir dari siapa saja, baik dari masyarakatnya sendiri maupun keterlibatan masyarakat dalam pembangunan dan dari pihak luar. Walau demikian, pengembangan pengoperasian seluruh fasilitas PSBM. PSBM tetap harus melibatkan sekelompok anggota Anggota kelompok penggerak sebaiknya diambil masyarakat yang mau bekerja keras untuk melakukan dari masyarakat penghuni kawasan permukiman itu perubahan di kawasan permukimannya sendiri. Untuk sendiri. Proses pencarian para calon anggota kelompok Infografik : E. Sunandar.12
  17. 17. penggerak dapat dilakukan dengan memperhatikan keagamaan. Lebih baik lagi jika pernah ada kegiat-hal-hal berikut ini: an yang terkait dengan peningkatan kondisi sani- • Berbagai kelompok masyarakat yang aktif tasi kawasan permukiman itu. melakukan kegiatan kemasyarakatan. Seperti, • Saran dan masukan dari tokoh masyarakat kelompok keagamaan, karang taruna, kader pos- setempat. Individu yang disarankan oleh tokoh yandu, kelompok pemuda, dan arisan. Umumnya masyarakat sebaiknya merupakan individu yang anggota kelompok-kelompok ini sudah dikenal dan reputasinya sudah dikenal baik oleh masyarakat terbiasa bekerjasama dengan masyarakat. penghuni kawasan tersebut. • Riwayat kegiatan kolektif yang pernah dilaku- Sebelum menjalankan tugasnya, tiap anggota kelompok kan masyarakat. Seperti, kegiatan pemberdayaan penggerak harus sudah memahami prinsip dasar PSBM masyarakat, kegiatan kerja bakti bersama, perayaan dan tahapan pengembangannya. hari kemerdekaan Republik Indonesia, dan kegiatan Photo: Sahlan Kelompok penggerak sebaiknya dipimpin oleh seorang ketua dan dapat didampingi oleh seorang penanggung jawab serta penasihat. Keberadaan mereka diyakini mampu membantu kelompok penggerak dalam menjalankan tugas dan kewajibannya. Termasuk mencari bantuan dari lembaga lain untuk mengembangkan PSBM di kawasan tersebut. 13
  18. 18. MEMBANGKITKAN KESADARAN DAN MINAT MASYARAKAT Pengembangan PSBM harus didasari oleh kebutuhan (demand) masyarakat untuk meningkatkan kebersihan permukimannya. Sebelum kebutuhan itu tumbuh, masyarakat perlu menyadari bahwa: • Kawasan permukimannya memiliki masalah kebersihan akibat sampah yang tidak terkelola dengan baik. • Kawasan permukiman yang sehat dan bersih akan memberi banyak manfaat kepada para penghuninya. 1 Diskusi Informal; • Masyarakat harus berupaya sendiri mengatasi sampahnya di saat yang dapat diselenggarakan instansi kebersihan setempat tidak mampu menangani sampah di secara umum maupun secara terbatas dengan kelompok- kawasan permukimannya. kelompok tertentu saja. Acara • Keterlibatan masyarakat sangat dibutuhkan dalam mengembangkan dapat dilakukan dimana PSBM yang sesuai dengan kebutuhan permukiman tersebut. saja termasuk di rumah- Kelompok penggerak perlu membangkitkan kesadaran dari seluruh rumah warga atau disela- masyarakat penghuni kawasan permukiman. Keberadaan PSBM di sela kegiatan warga lainnya. Sebelum tanya-jawab dimulai, suatu kawasan permukiman perlu didukung oleh seluruh masyarakat sebaiknya masyarakat diberi penghuninya. Dari kesadaran yang baik nantinya akan timbul minat penjelasan secukupnya tentang masyarakat untuk bersama-sama mengembangkan PSBM. permasalahan sampah di Pemilihan teknik pembangkitan kesadaran dan minat masyarakat lingkungan permukimannya. sangat dipengaruhi oleh kebiasaan dan ketersediaan waktu masyarakat, tingkat pendidikan, sumber daya manusia yang ada, pengetahuan masyarakat tentang isu-isu sanitasi lingkungan, dan anggaran biaya yang tersedia. Diagram berikut menunjukkan teknik-teknik yang biasa dilakukan untuk membangkitkan kesadaran dan minat masyarakat. 6 Wisata Banding; yang merupakan kegiatan yang umumnya disenangi masyarakat. Daerah yang dikunjungi tentunya merupakan daerah yang telah berhasil mengembangkan PSBM. Photo : Koleksi. Koordinasi dengan pengelola permukiman percontohan sangat penting dilakukan agar makna kunjungan dapat optimal.14
  19. 19. 6 Metode pembangkitan kesadaran masyarakat2Simulasi dan Peragaan;sebaiknya diselenggarakan di sela-sela acara kemasyarakatanatau di lokasi-lokasi yang sering mereka kunjungi. Beberapa contohsimulasi dan peragaan ini antara lain adalah pemilahan sampah,pembuatan kompos, dan pembuatan kertas daur ulang. Simulasidapat mengundang praktisi persampahan yang bersedia membantu. 3 Poster dan Pamflet; sebaiknya berisi pesan-pesan pendek yang ditampilkan bersama foto atau ilustrasi menarik. Poster sebaiknya dipasang di tempat-tempat umum, sedangkan pamflet dapat dibagikan langsung ke tiap anggota masyarakat. 4 Lomba Tematik; yang umumnya juga merupakan kegiatan yang disenangi masyarakat apapun bentuk lombanya. Beberapa contoh lomba tematik ini antara lain adalah lomba melukis antar anak, lomba disain poster atau pamflet, lomba pemilahan sampah, lomba kebersihan halaman, dan lain sebagainya. 5 Infografik : E. Sunandar. Jajak-Pendapat; yang biasanya dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang berisi sejumlah pertanyaan mengenai isu-isu kebersihan dan persampahan di kawasan permukimannya. Dengan mengisi kuesioner, masyarakat secara tidak langsung sudah diajak memperhatikan permasalahan sampah di kawasannya. 15
  20. 20. MENINGKATKAN PENGETAHUAN MASYARAKAT Dengan bekal pengetahuan yang baik, keterlibatan masyarakat dalam perencanaan PSBM nantinya akan berlangsung lebih efektif. Tanggapan dan saran yang mereka berikan akan lebih terarah dan tepat. Komitmen mereka juga umumnya akan lebih kuat. Kegiatan peningkatan pengetahuan masyarakat berbeda dengan kegiatan pembangkitan kesadaran dan minat masyarakat. Di tahap ini, masyarakat akan Photo : ISSDP. diberikan pengetahuan yang terkait dengan sistem PSBM dan peran-peran yang dapat mereka jalankan (lihat diagram berikut). Serangkaian kegiatan pelatihan dan penyuluhan dibutuhkan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat. Materi kegiatan-kegiatan tersebut disusun dengan memperhatikan hal-hal berikut: • Tingkat pengetahuan masyarakat tentang pengelolaan sampah. • Tingkat pendidikan rata-rata masyarakat. • Kegiatan pelatihan yang pernah dilakukan. • Kebiasaan masyarakat dalam bersosialisasi dan berkomunikasi. • Waktu luang yang umumnya dimiliki masyarakat. Guna mempermudah penyerapan informasi, kegiatan peningkatan pengetahuan masyarakat sebaiknya dilengkapi dengan peragaan, simulasi, dan diskusi interaktif. Lebih baik lagi jika dilengkapi dengan kunjungan ke Photo : E. Sunandar. suatu PSBM yang sudah berjalan baik. Masyarakat sebagai Pelanggan; yang menerima layanan PSBM dan membayar iuran sebagai kompensasi terhadap layanan yang diterimanya. Photo : Sahlan. Melakukan praktek langsung jauh lebih efektif ketimbang hanya memberikan pelatihan secara lisan atau tertulis. Warga bisa langsung mengetahui proses pembuatan kompos dan mencobanya sendiri di tempat pelatihan. Ada baiknya pelatihan dilakukan dengan didampingi oleh pihak lain yang benar-benar menguasai proses pembuatan kompos.16
  21. 21. Berbagai peran masyarakat dalam PSBM Photo : Koleksi. Masyarakat sebagai Pengembang; yang terlibat dalam perencanaan dan pembangunan PSBM. Masyarakat sebagai Pengawas; yang akan melakukan pengawasan dan penilaian kinerja dari PSBM dan tenaga pelaksananya. Photo : Sahlan. Masyarakat sebagai Operator PSBM; yang nantinya akan terlibat langsung dalam pengoperasian, pemeliharaan, dan pengaturanPhoto : Utari. administrasi PSBM. Masyarakat sebagai bagian Pelaksana Operasi PSBM; yang akan terlibat dalam a) minimisasi, pengolahan, dan pemilahan sampah di rumahnya masing-masing, b) pewadahan dan pengumpulan sampah, dan c) pemeliharaan fungsi fasilitas komunal. 17
  22. 22. 18
  23. 23. BAGIAN 3 MENAKSIR Potensi Wilayah Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat (PSBM) perlu dikembangkan sesuai dengan potensi yang dimiliki suatu kawasan permukiman. Potensi kawasan permukiman dapat dikelompokkan secara sederhana sebagai potensi fisik kawasan, potensi sampah, potensi masyarakat penghuninya, dan potensi dukungan dari pihak luar. Kelompok penggerak harus mampu mengidentifikasi semua potensi tersebut. Sedapat mungkin proses identifikasi ini juga sudah melibatkan masyarakat penghuni kawasan tersebut. Bagian ini akan menguraikan hal-hal yang perlu diperhatikan kelompok penggerak dalam mengidentifikasi potensi dari suatu kawasan permukiman dimana PSBM akan dikembangkan.Photo : Koleksi. 19
  24. 24. POTENSI FISIK Ada beberapa karakteristik fisik kawasan permukiman yang perlu diperhatikan dalam merencanakan sistem PSBM. Beberapa di antaranya adalah: • Fasilitas persampahan; seperti bak-bak sampah (individu- al dan komunal), gerobak sampah, tempat penampungan sampah sementara, dan unit-unit pengomposan. Perencana- an sistem PSBM sebaiknya mempertimbangkan pemanfaatan fasilitas-fasilitas tersebut seoptimal mungkin. • Lahan kosong; yang nantinya dapat dimanfaatkan sebagai lahan dimana pusat pengelolaan sampah akan dibangun. Identifikasi lahan kosong perlu dilengkapi dengan peta lokasi lahan, dimensi lahan, dan pemilik lahan. • Ruas jalan akses; yang akan dimanfaatkan sebagai jalur perlintasan kendaraan pengumpul sampah. Identifikasi ruas jalan perlu dilengkapi dengan peta lokasi jalan, dimensi jalan, dan kondisi permukaan jalan. Perhatian khusus tentu perlu diberikan pada ruas jalan yang dapat dilalui oleh kendaraan pengumpul sampah. Keberadaan fasilitas dan kegiatan persampahan di sekitar kawasan permukiman juga perlu diidentifikasi. Termasuk di antaranya adalah keberadaan fasilitas tempat penampungan sementara (TPS) sampah, tempat pengolahan akhir (TPA) sampah, kegiatan daur ulang, dan pengomposan. Ada kemungkinan suatu PSBM nantinya akan memanfaatkan fasilitas dan kegiatan persampahan tersebut. Karakteristik fisik lain yang perlu diidentifikasi adalah jumlah rumah dan bangunan lainnya yang dapat digolongkan sebagai penghasil sampah (lihat Potensi Sampah di halaman 22). Informasi ini perlu dilengkapi dengan peta lokasi, komposisi dan kepadatan bangunan, kondisi umum tiap bangunan, dan pemilik bangunan.20
  25. 25. Infografik : M. Taufik.Peta kawasan permukiman akan memudahkan pro-ses identifikasi hal-hal fisik yang dapat dimanfaatkansebagai modal dasar fasilitas sistem PSBM. 21
  26. 26. POTENSI SAMPAH Siapapun yang ingin mengembangkan sistem PSBM perlu melihat sampah sebagai potensi sumber daya. Khususnya bagi sampah-sampah yang tergolong sampah Layak Kompos dan Layak Daur Ulang (lihat Klasifikasi Sampah Permukiman di halaman 2). Dengan penanganan yang baik, sampah-sampah itu dapat memberikan pemasukan untuk suatu PSBM. Potensi sampah dari suatu kawasan permukiman dapat diperkirakan, asalkan komposisi dan berat sampah rata-rata dari rumah-rumah di kawasan tersebut diketahui. Untuk mendapatkan data itu, kelompok penggerak perlu melakukan pengukuran langsung terhadap karakteristik sampah dari beberapa rumah sampel di kawasan tersebut. Informasi mengenai Potensi Sampah dari suatu kawasan permukiman yang perlu diketahui antara lain meliputi (lihat tabel): o Berat dan komposisi timbulan sampah total dari seluruh rumah. o Berat dan volume sampah total sesuai klasifikasi: • sampah basah dan sampah kering, • sampah Layak Kompos, Layak Daur, dan Layak Buang. Untuk suatu kawasan permukiman yang luas, informasi di atas sebaiknya dipilah untuk tiap blok perumahan. Informasi tersebut nantinya akan sangat berguna dalam perencanaan komponen pengumpulan sampah. Photo : Koleksi. M Masyarakat perlu dilibatkan d l k l dilib k dalam pengukuran komposisi dan berat sampah. Mereka di j k k k i id b h M k diajak mengelompokkan sampah rumahnya masing-masing sesuai pembagian sampah basah dan sampah kering selama 2 hari. Setelah dipilah lebih lanjut, tiap jenis sampah kemudian ditimbang dan dirata-ratakan. Keterlibatan masyarakat dalam pengukuran ini sekaligus akan melatih mereka untuk mengelompokkan sampah dengan benar.22
  27. 27. Karakteristik Timbulan Sampah Permukiman Timbulan Sampah Komposisi Sampah (kg/orang/hari) % Layak Plastik keras 0.009 3.644 15.789 Daur Ulang Kertas, karton, kardus 0.024 9.717 atau Kaleng, besi, seng 0.003 1.215 Layak Jual Botol, kaca 0.003 1.215 Layak Kompos Sisa makanan, daun-daun 0.123 49.8 49.798 Layak Buang Plastik bungkus 0.018 7.287 Potongan kayu 0.006 2.429 Sampah organik lainnya 0.061 24.7 34.413 Timbulan Sampah Total 0.247 100 100 Sumber: Studi SWIMFIN Kabupaten Bandung, 2003 50% 34% Sampah Layak Kompos Sampah Layak Buang (Compostable) (Disposable) 16% Sampah Layak Jual Hasil pengukuran sampah di suatu kawasan permukiman sub-urban menunjukkan bahwa sebagian besar sampahnya merupakan sampahPhoto : E. Sunandar. Layak Kompos. Sampah Layak Daur Ulang atau sampah yang layak dijual umumnya hanya berkisar 15% – 20%. 23
  28. 28. POTENSI MASYARAKAT Masyarakat perlu dilihat sebagai potensi sumber jumlah masyarakat yang tertarik untuk menerima daya yang dapat mendukung pengembangan dan pen- layanan PSBM. Perlu diingat bahwa belum tentu semua goperasian PSBM. Masyarakat dapat dilibatkan dalam penghuni kawasan mau menerima keberadaan PSBM. upaya 3R di rumahnya masing-masing. Masyarakat dap- Informasi ini dibutuhkan untuk memperkirakan jumlah at dilibatkan dalam pendanaan operasi PSBM dan pen- rumah tangga yang berpotensi menjadi pelanggan gawasannya. Dengan cara meminta kesediaannya un- PSBM. Data-data ini tentunya juga dibutuhkan untuk tuk memanfaatkan produk sampah, misalnya kompos. merancang program peningkatan kesadaran dari Kelompok penggerak perlu mengidentifikasi berbagai para penghuni kawasan yang belum mau menerima potensi masyarakat tersebut. keberadaan PSBM tersebut. Informasi pertama yang perlu diperoleh adalah Informasi potensi masyarakat yang perlu diperoleh Masyarakat yang memiliki pengetahuan dan keterampilan khusus perlu dilibatkan sebagai bagian dari sistem PSBM. Misalnya, mereka yang berprofesi sebagai tenaga pengajar dapat dilibatkan dalam pembinaan dan pendampingan masyarakat. Mereka yang kreatif dapat dilibatkan dalam pembuatan barang kerajinan seni dari sampah. Mereka yang terampil berkebun dapat dilibatkan dalam penyuluhan pemanfaatan kompos yang benar. Sementara itu, mereka yang terampil dalam pertukangan dapat dilibatkan dalam konstruksi fasilitas-fasilitas PSBM.24
  29. 29. kelompok penggerak adalah: pembayaran layanan PSBM. Informasi ini berguna • Latar belakang pendidikan; menyangkut tingkat untuk memperkirakan iuran warga dan pemasukan dan jenis pendidikan masyarakat penghuni. yang dapat diterima PSBM. Informasi ini berguna untuk mengusulkan peran • Peran yang diinginkan; agar disesuaikan dengan seseorang dalam sistem PSBM. latar belakang pendidikan dan profesi mereka. • Profesi; baik itu profesinya saat ini maupun Perolehan informasi Potensi Masyarakat umumnya profesinya terdahulu. Informasi ini juga berguna dilakukan melalui survei langsung ke tiap kepala rumah nantinya untuk mengusulkan peran seseorang tangga. Jika jumlah rumah dirasakan terlalu banyak, dalam sistem PSBM. survei ini dapat dilakukan hanya ke sebagian rumah • Tingkat kesediaan membayar; yang menyangkut tangga saja. kesanggupan terhadap besaran dan pola Photo : Koleksi. 25
  30. 30. POTENSI KEMITRAAN Untuk menjaga keberlanjutannya, suatu PSBM perlu bermitra dengan pihak- pihak lain. Misalnya, kemitraan dengan instansi kebersihan, pengusaha daur ulang, pedagang kompos, maupun dengan perusahaan-perusahaan swasta. Kelompok penggerak perlu mengidentifikasi semua potensi kemitraan ini. Kemitraan perlu didasari oleh prinsip saling membutuhkan. Sebagai contoh, kemitraan dengan instansi kebersihan sebaiknya didasari kesanggupan PSBM untuk mengurangi timbulan sampah di wilayah layanannya. Kemitraan dengan pengusaha daur ulang sebaiknya didasari kesanggupan PSBM untuk menyediakan sampah dengan jumlah dan jenis yang dibutuhkan pengusaha tersebut. Masyarakat biasanya masih membutuhkan bantuan pendanaan dari pihak luar, khususnya dalam masa pengembangan PSBM. Beberapa perusahaan swasta, di bawah program Corporate Social Responsibility (CSR) atau program sosial lainnya, dapat membantu pendanaan ini. Khususnya untuk PSBM di kawasan-kawasan permukiman di sekitar perusahaan tersebut. Beberapa program pemerintah, baik pemerintah pusat, provinsi, maupun kabupaten/kota, juga ada yang ditujukan untuk membantu pendanaan kegiatan-kegiatan berbasis masyarakat. Kemitraan PSBM dengan pihak lain perlu diperkuat dengan suatu kesepakatan tertulis. Tugas dan tanggung jawab masing-masing pihak perlu dituangkan dengan jelas dalam dokumen tersebut. Demikian juga dengan masa berlakunya kesepakatan. Lebih baik lagi jika penandatanganan kesepakatan itu juga disaksikan pihak ketiga. Photo : Koleksi. Sistem PSBM di suatu kawasan permukiman seringkali perlu membina kemitraan dengan kawasan tetangganya. Khususnya jika PSBM itu tidak mendapatkan sampah Layak Kompos atau Layak Daur Ulang dalam jumlah yang memadai.26
  31. 31. Kemitraan juga perlu dibina dengan pihak-pihakyang siap mendampingi masyarakat dalampengembangan dan pengoperasian sistem PSBM.Beberapa lembaga swadaya masyarakat (LSM) sudahberpengalaman dalam mengembangkan kegiatanberbasis masyarakat, termasuk kegiatan pengelolaansampah. LSM-LSM tersebut dapat menyediakansumber daya manusia yang sehari-hari akan tinggalbersama masyarakat. Photo : E. Sunandar. 27
  32. 32. BAGIAN 4 MERENCANAKAN SISTEM Pengelolaan Sampah Ada beberapa langkah yang perlu dilakukan dalam perenca- naan PSBM. Pada awalnya adalah penentuan strategi pengelolaan sampah yang kemudian akan mendasari perencanaan komponen teknis PSBM. Lalu, perencanaan komponen pengolahan sampah yang merupakan jantung dari suatu PSBM terpadu. Langkah itu kemudian diikuti oleh perencanaan dari komponen teknis lain- nya seperti komponen pengumpulan, pewadahan, dan pengang- kutan sampah. Bagian ini akan menguraikan beberapa hal mendasar dari aspek perencanaan sistem PSBM. Mulai dari komponen teknis PSBM sampai pada aspek pembiayaannya. Uraian berikut akan banyak menekankan pentingnya suatu PSBM direncanakan dengan memperhatikan keberadaan pola-pola penanganan sampah yang berjalan di luar wilayah PSBM (off-site system). Photo : Koleksi.28
  33. 33. 29
  34. 34. STRATEGI PENGELOLAAN SAMPAH Perencanaan PSBM di suatu kawasan permukiman harus diawali dengan penentuan strategi pengelolaan sampahnya. Masyarakat perlu menentukan tindakan yang akan dilakukan terhadap berbagai jenis sampah yang timbul di kawasannya. Baik itu menyangkut pemanfaatan sampah maupun pengangkutan sampah sisa (layak buang) ke luar kawasan permukiman. Strategi pengelolaan sampah sudah tentu dipengaruhi oleh potensi wilayah suatu kawasan permukiman (lihat bahasan di Bagian 3). Baik itu potensi fisik wilayah, potensi sampah, potensi masyarakat, maupun potensi kemitraannya. Hanya PSBM yang dikembangkan sesuai dengan keempat potensi tersebut yang mampu mempertahankan keberlanjutannya Penentuan tindakan pengelolaan sampah juga sangat dipengaruhi oleh pola penanganan sampah yang ada di luar kawasan permukiman. Misalnya, dengan pengangkutan sampah instansi kebersihan, kegiatan daur ulang, dan perdagang- an kompos di sekitar kawasan permukiman. Perlu tidaknya suatu PSBM melakukan pengomposan sangat dipengaruhi oleh ada tidaknya pihak yang akan memanfaatkan kompos itu. Demikian juga dengan kegiatan pemilahan sampah Layak Daur Ulang. PSBM hanya perlu melakukan pemilahan Photo : John Pieter. sampah Layak Daur Ulang jika memang ada pihak yang akan memanfaatkan sampah tersebut. Strategi pengelolaan sampah tidak perlu memaksakan adanya pemilahan untuk seluruh jenis sampah Layak Daur Ulang jika memang sebagian sampah itu tidak akan ada pembelinya.30
  35. 35. Photo : E. Sunandar.Strategi pengelolaan sampah pada dasarnya menguraikantindakan yang akan dilakukan terhadap berbagai jenissampah yang timbul. Tiap tindakan sebaiknya dilengkapidengan sasaran kuantitatif dari tindakan tersebut. 31
  36. 36. PENGOLAHAN SAMPAH PSBM umumnya memiliki unit pengolahan sampah dimana sampah Bagian pengolahan terkumpul akan dipilah dan diolah sesuai strategi pengelolaan yang Tempat dimana sampah akan disepakati masyarakat. Unit pengolahan sampah merupakan jantung dari diolah sesuai rencana tindakannya. suatu PSBM. Oleh karena itu, sebaiknya perencanaan unit pengolahan Di tempat ini pengomposan akan sampah lebih baik didahulukan sebelum perencanaan komponen dilakukan. Selain itu sampah Layak Daur Ulang akan diolah menjadi pengumpulan dan pengangkutan sampah. bentukan yang dibutuhkan pembeli. Unit pengolahan sampah harus dirancang sesuai dengan berbagai tin- dakan pengelolaan sampah yang akan dilakukan dan jumlah sampahnya. Bagian dari suatu unit pengolahan sampah setidaknya harus terdiri dari Bagian pengangkutan bagian penerimaan, penyiapan, pengolahan, dan pengangkutan (lihat Lokasi penampungan sampah gambar). Rincian dari tiap-tiap bagian itu, khususnya bagian pengolahan sisa atau sampah Layak Buang harus disesuaikan dengan teknologi yang akan digunakan. yang akan diangkut ke luar oleh Penentuan lahan unit pengolahan sampah perlu mempertimbangkan: kendaraan pengangkut sampah. a) Luas lahan tersedia; harus memadai untuk menampung seluruh Letaknya sebaiknya di bagian depan unit pengolahan sampah sampah terkumpul, sarana pengolahan sampah, gerobak sampah, dan sehingga memudahkan akses seluruh pekerja. kendaraan pengangkut sampah. b) Kondisi sekeliling; sebaiknya tidak diletakkan bersebelahan dengan rumah hunian, sekolah, warung makan, dan tempat ibadah. c) Status lahan; khususnya terkait dengan status kepemilikan lahan agar nanti jelas pemanfaatan lahannya. d) Peruntukan wilayah; misalnya tidak membangun sarana di bantaran sungai atau sumber air. d) Kemudahan akses; mudah terjangkau oleh pekerja dan kendaraan pengangkut sampah. e) Ketersediaan air dan listrik. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah faktor risiko keselamatan dari penggunaan lahan tersebut. Baik itu risiko longsor dan banjir maupun risiko dari lalu lintas di sekitar lahan. Infografik : M. Taufik.32
  37. 37. Kelengkapan unit pengolahan sampah sangat dipengaruhi oleh strategi pengelolaan sampah yang disepakati. Walau demikian, secara umum bagian-bagian dari suatu unit pengolahan sampah dapat dikelompokkan sebagai berikut:Bagian penyiapanTempat pemisahan sampah lebih lanjut dan disiapkan untuk menjalaniproses selanjutnya. Jika suatu jenis sampah Layak Daur Ulang akan dijualmaka di tempat ini sampah itu akan dipisahkan, dibersihkan, dan dikemas.Jika sampah itu akan menjalani pengomposan maka di bagian ini sampahLayak Kompos akan dipisahkan dan dikumpulkan. Bagian penerimaan Tempat pembongkaran sampah dari gerobak pengumpul sampah. Bagian ini harus mudah dijangkau oleh gerobak sampah. Ukurannya harus cukup luas untuk memungkinkan adanya pemisahan sampah basah dengan sampah kering. 33
  38. 38. PENGUMPULAN SAMPAH Sampah harus dikumpulkan di unit pengolahan sampah ah h dengan cara yang paling efisien dan efektif. Untuk itu, u, u pengumpulan sampah perlu memanfaatkan kendaraan yang ng g an n sesuai dengan karakteristik sampah, kondisi fisik kawasan Photo : E. Sunandar. permukiman, dan kemampuan keuangan at t. masyarakat. an n Pengumpulan sampah juga perlu dilakukan dengan jadwal dan rute pengumpulan yang tepat. ah h Kendaraan pengumpul harus dilengkapi dengan bak sampah ka a yang sesuai dengan rencana pemilahan di suatu PSBM. Jika an n masyarakat melakukan pemilahan sampah basah dengan ua a sampah kering maka bak kendaraan harus memiliki dua ga a kompartemen terpisah. Selain itu, bak kendaraan sebaiknya juga un n memiliki kompartemen tersendiri untuk sampah bahan beracun dan berbahaya. ng g Pengumpulan sampah harus dilakukan di rute yang p pah h, tersingkat dan termudah. Dalam penentuan rute sampah, kelompok penggerak perlu melakukan simulasi langsung rak langsung ng untuk membandingkan alternatif-alternatif yang ada. Waktu gkan Wak u ktu k tempuh terpendek bukan merupakan satu- satunya pertimbangan dalam penentuan rute. gan Kemudahan perlintasan juga sangat perlu tasan dipertimbangkan. Jadwal pengumpulan sampah harus disesuaikan an dengan kebiasaan yarakat masyarakat meletakkan sampah di wadah h rumahnya masing-masing dan jadwal masing kedatangan truk pengangkut sampah. Sebaiknya sampah dikumpulkan di pagi hari sehingga pekerja di unit pengolahan sampah i memiliki waktu kerja yang cukup. a Infografik :M. Taufik.34
  39. 39. AAda beberapa jenis kendaraan pengumpul sampah yang patutdipertimbangkan pemanfaatannya di suatu PSBM. Gerobak tangan lebihdtepat digunakan untuk kawasan permukiman yang ruas jalannya sempit.tGerobak motor atau gerobak mobil sebaiknya digunakan untuk kawasanGpermukiman yang luas, Walau demikian, jenis gerobak bermotor tersebutppastinya membutuhkan biaya investasi dan operasi yang lebih mahalpketimbang gerobak tangan maupun gerobak sepeda.k 35
  40. 40. PEMBIAYAAN Rencana pembiayaan operasi PSBM terdiri dari rencana pengeluaran dan rencana pendapatan. PSBM baru dapat beroperasi secara berkelanjutan jika pendapatan operasionalnya masih lebih besar dari pengeluarannya. Pengeluaran operasi PSBM terdiri dari 1) pengeluaran gaji petugas, 2) pengeluaran perawatan, 3) pengeluaran alat dan bahan, 4) pengeluaran pembuangan sampah sisa, 5) pengeluaran administratif, 6) pengeluaran usaha (untuk kepentingan perdagangan sampah). Jika menggunakan gerobak bermotor, suatu PSBM tentu juga perlu mengalokasikan dana untuk pengeluaran perpanjangan surat dari kendaraan bermotor tersebut. Rencana pendapatan operasi PSBM terbesar umumnya berasal dari iuran masyarakat pelanggannya. Semakin banyak pelanggan, semakin besar pemasukan PSBM, namun pengeluarannya juga ikut bertambah. Pendapatan operasi lainnya dapat diperoleh dari hasil penjualan kompos dan berbagai jenis sampah Layak Daur Ulang. PSBM dapat mengupayakan pendapatan dari sumber-sumber lain, seperti bantuan perusahaan swasta, LSM internasional, atau pemerintah setempat. Walau demikian, bantuan dari sumber- sumber ini biasanya lebih banyak dalam bentuk alat dan bahan. Photo : Koleksi. Penjualan kompos dalam jumlah besar dapat menutupi sebagian biaya operasional. Sisanya berasal dari iuran masyarakat dan penjualan sampah Photo : E. Sunandar. layak daur ulang, barang kerajinan atau kegiatan pelatihan untuk PSBM lain.36
  41. 41. PSBM dapat memperoleh pendapatan dari penjualan komposdan berbagai jenis sampah Layak Daur Ulang. Walau demikian,pendapatan dari sumber ini biasanya tidak akan cukup untukmembiayai seluruh pengeluaran operasi PSBM.Pengeluaran gaji petugas biasanya dapat mencapai 60% dariseluruh pengeluaran operasional PSBM. 37
  42. 42. BAGIAN 5 Penutup Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat (PSBM) akan ba- is nyak manfaatnya bagi pengelolaan lingkungan. Namun, olaan untuk mencapai PSBM yang tepat sasaran dan epat berkelanjutan, banyak persyaratan yang atan ang- harus dipenuhi, dan banyak tantang- an yang harus dihadapi. Dua per- a- syaratan yang sangat penting da- M lam tahap perencanaan PSBM - berhubungan dengan faktor in- ternal dan eksternal. Photo : Koleksi.38
  43. 43. Secara internal, rencana PSBM yang dibuat harus realistis dan sesuaidengan keinginan dan kesanggupan masyarakat. Artinya, warga setempatharus terlibat penuh dalam proses pengembangan rencana tersebut. Merekayang harus menentukan bentuk, cara kerja, lingkup wilayah dan opsi teknis,dan unsur keuangan untuk PSBM tersebut. Tidak ada gunanya memilih sistemyang canggih, dilengkapi peralatan mahal dan berteknologi tinggi, jika wargatidak akan sanggup mengelola dan meng mengoperasikan sistem tersebut. h Secara eksternal, rencana PSBM juga harus berlandaskan kemitraan denganpihak luar. PSBM harus mengkaitkan diri dengan pihak luar yang sudah mem-beri jasa atau menjalankan kegiatan daur u ulang, pembuatan kompos, lapak pen-gumpul sampah, dan juga layanan persa persampahan pemerintah kota. Kemitraandengan pihak-pihak ini sangat penting, karena akan membantu memastikanbahwa PSBM bisa berjalan secara berkela berkelanjutan. Intinya, PSBM tidak mungkin lammampu berdiri sendiri dan bertahan lama tanpa kerjasama dengan pihak luar.Bahkan, ada kalanya, kemitraan demikian dapat mendatangkan pemasukan demikiadana untuk PSBM, seperti dari hasil penjualan bahan layak daur ulang. penju Pemerintah kota mempunyai andil da dalam memfasilitasi penciptaan PSBMyang memenuhi syarat internal maupun eksternal. Pemerintah kota seharus- nya juga merasa terbantu dengan adanya PSBM, ka- rena beban pengumpulan dan pembuangan sampah peng oleh kota menja lebih ringan. Oleh karena itu, pe- menjadi merintah kota pe berperan aktif dalam mendorong perlu P pengembangan PSBM. Bantuan teknis berupa pembi- naan, pelatihan, dan sosialisasi dapat diberikan oleh pe- merintah kota ke warga yang be berminat mengembangkan PSBM. Ban- tuan teknis ini dapat menjamin bahwa PSBM memilih pola operasi yang kompatibel dengan pola o operasi instansi kebersihannya. Hanya anta dengan demikian, sinergi antara masyarakat dan pemerintah dapat tercipta dan terpelihara dengan baik. denga PSBM bukan obat mujarab yang dapat menyelesaikan seluruh Melain masalah persampahan. Melainkan, PSBM merupakan satu unsur sampa dalam peta pengelolaan sampah terpadu yang berkelanjutan. Upaya mengembangkan dan meme memelihara PSBM masih panjang dan perlu dukungan berbagai pihak. Dengan keterpaduan dan upaya seluruh De stakeholder, masalah persampa persampahan di Indonesia dapat diselesaikan. 39
  44. 44. Tamat

×