Bencmarking Sustainable Urban Development untuk Kota Indonesia. Pelayanan Publik dan Pengelolaan Perkotaan

615 views
487 views

Published on

disampaikan oleh Johan Silas pada Seminar nasional Kebijakan dan Strategi Perkotaan Nasional (KSPN). Mewujudkan Kota Masa Depan Indonesia. Jakarta 13 Desember 2012

1 Comment
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
615
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
38
Comments
1
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide
  • 2012 State of the Futureby Jerome C. Glenn, Theodore J. Gordon, and Elizabeth FlorescuStart with the premise that trends affecting cities will remain in place for quite a while., “The dip in the growth rate from1959-1960, was due to the Great Leap Forward in China. During that time, both natural disasters and decreased agricultural output in the wake of massive social reorganization caused China's death rate to rise sharply and its fertility rate to fall by almost half. “ US Census BureauPopulation will grow from present 6.9 billion to 9.5 billion by 2050- almost 40% increaseThat means to hold every per capita measure (e.g. food, education, health expenditures, etc.) at today’s level, food, education and health will have to grow by 40%.Doubling time: about 60 years.Time constant is long: the people who will be 50 years old in 2061 have already been born.Poorer countries are growing faster than richer countriesSome rich countries are now worried about population implosion and are enacting population growth incentives.China has 20% of world population; India will become the country with the highest population in the next decade.Women live longer than men.Urban population is growing by 2%/yearLatin America is currently about 75% urban; by 2030 will be 85%
  • Forbs Magazine recently took a look at the future of cities and found these cities threatened. In the US Detroit is in collapse: 2 million in the 50’s; now 750,000. The talk is about revival but the money to reinvigorate is missing since the tax base is gone. Where are the people? Follow the jobs.War: LedicePlagueFireOut migration of young peopleCredit
  • Imagine a poll: what’s wrong with your city?This slide shows some guesses about the answers we might get.Indeed they are problems but they are opportunities as well, to help people, to create jobs, and to profit.Providing infrastructure as cities grow and old systems ware outSolutions to traffic (taxation, smart cars, moving sidewalks, trucks at night, cars in day)Crime and terrorism: small cameras, video analysis software to find the unusualDesalinationSolar buildingsInstant housing for disasters
  • Imagine a poll: what’s wrong with your city?This slide shows some guesses about the answers we might get.Indeed they are problems but they are opportunities as well, to help people, to create jobs, and to profit.Providing infrastructure as cities grow and old systems ware outSolutions to traffic (taxation, smart cars, moving sidewalks, trucks at night, cars in day)Crime and terrorism: small cameras, video analysis software to find the unusualDesalinationSolar buildingsInstant housing for disasters
  • Bencmarking Sustainable Urban Development untuk Kota Indonesia. Pelayanan Publik dan Pengelolaan Perkotaan

    1. 1. Johan SILAS
    2. 2. Paradoks - pergeseran paradigma• Terpilihnya JOKOWI dan Barrack Obama• Fenomena Walmart Stores dan Air Asia• Negara Maju, Negara Berkembang, Doha, Bank Dunia, dll.• Jembatan Selat Sunda dan Tank Leopard• Hukum Darwin Masa Kini
    3. 3. 5. PopulationTrends World: Percent Urban 80 70 60 50% in 2009 50 40 30 20 1950 2000 2050 Source: World Bank
    4. 4. 10. Ghost Cities 2100 Banjul, Gambia Mexico City, Mexico San Francisco, US, Earthquake Rising sea levels and erosion Lack of water and sinking Naples, Italy, Volcanoes Ivanovo, Russia, Population flight Timbuktu, Mali, Desertification http://www.forbes.com/2007/06/11/ghost-cities-future-biz- cx_21cities_ee_0611ghostcities_slide_7.html?thisSpeed=undefined
    5. 5. Slum Population of the World 2Billion people - 6% 1 - 50% 2000 2005 2010 2015 2020 Year Urban slum population, estimated Urban slum population, original target 11 Urban slum population, modified target 11
    6. 6. Tantangan masa depan Tantangan kota Indonesia ke depan adalah globalisasi dan kompetisi tentang:Ekonomi: pertumbuhan, sumberdaya, small company large network, dsb.Sosial: SDM, pluralitas, urbanisasi, masyarakat berresiko, kemiskinan dsb.Lingkungan: pencemaran, enerji/CO2, air bersih, pembangunan hijau,Politik: bangkitnya pemilih mudah yang menuntut perubahanTeknologi: peran teknologi informasi dan komunikasi, kota virtual, dsb.MP3EI: Pendapatan per kapita $ 3000 (2010) menjadi $ 14.250 - $15.500 (2025)hingga $44.500 – $49.000 (2045)
    7. 7. Kota Masa Depan INDONESIA • VISI PEMBANGUNAN PERKOTAAN INDONESIA KOTA MASA DEPAN versi KSNP 2025, yaitu Kota Berkelanjutan dan Berdaya saing untuk Kesejahteraan Masyarakat: • Smart City • Kota Inovatif, Kreatif, & Berbasis IT • Liveable City • Kota Layak Huni, Berkeadilan, dan mengakui Keragaman • Green Economy City • Kota Produktif, Hijau, & Berketahanan Iklim
    8. 8. Kota Berkelanjutan• ....adalah kawasan perkotaan yang didesain, dibangun,dan dikelola untuk memenuhi kebutuhan warga kota dari aspek lingkungan, sosial, ekonomi, tanpa mengancam keberlanjutan sistem lingkungan alami, lingkungan terbangun, lingkungan sosial (European Sustainable Cities Report, 1996)• Liveable City Kota yang dapat memenuhi berbagai macam kebutuhan hidup warganya sehingga dapat mencapai kesejahteraan dengan lebih mudah, serta tetap mampu manjaga kualitas lingkungan (World Urban Forum 2006)• Smart City Kota yang mampu menggunakan SDM, modal sosial, dan infrastruktur telekomunikasi modern (ICT) untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan kualitas kehidupan ytinggi, dengan manajemen sumber daya yang bijaksana melalui pemerintahan berbasis partisipasi masyarakat (Caragliu et.al, 2011:70)• Green City Kota yang dibangun dengan tidak mengorbankan asetnya, melainkan terus memupuk sumber daya alam, lingkungan, dan kualitas prasarana kota untuk menjawab isu perubahan iklim melalui tindakan mitigasi dan adaptasi (P2KH-Kemen PU, Panduan Pelaksanaan 2011)
    9. 9. Mengapa Pembangunan Berkelanjutan??? Masalah jangka panjang dihadapi kota di Indonesia adalah:• Ekonomi: a nomali pertumbuhan, pemerataan, lapangan kerja, modal, pelaku, sumberdaya, dsb.• Sosial: pendapatan, SDM, pluralitas, urbanisasi, masyarakat berresiko, dsb.• Lingkungan: pencemaran, enerji/CO2, keaneka-ragaman hayati, air bersih, pembangunan hijau,• Politik: bangkitnya pemilih mudah yang neghendaki perubahan• Teknologi: makin besarnya peran teknologi informasi dan komunikasi
    10. 10. 1962, Rachel Carson: Silent Spring1972, United Nations Conference on the Human Environmentin Stockholm, Barbara Ward: Only One Earth1983, the World Commission on Environment andDevelopment was established1987: Our Common Future “Sustainable development is development that meets the needs of the present without compromising the ability of future generations to meet their own needs” (WCED, 1987, p.8). Perkembangan SUSTAINABILITY
    11. 11. 1992: United Nations Conference on Environment andDevelopment in Rio de Janeiro, the First Earth SummitRio Declaration on Environment and Development & Agenda211992: the United Nations Commission on SustainableDevelopment was established1996: Habitat Agenda2000: United Nations Millennium Development Goals (MDGs)2002: Second Earth Summit in Johannesburg—JohannesburgDeclaration & Action 212012: RIO + 20; Green Economy Perkembangan SUSTAINABILITY
    12. 12. Apa itu Liveable?WB Urban Strategy: Liveable• Ketiadaan kemiskinan dan ketidak merataan ekstrim;• Lingkungan yang Sehat• Keamanan pribadi ~ resiko rendah perhadap kejahatan dan kekerasan• inclusiveness dari perlindungan dan kesempatan partisipasi dalam proses politik• Kekayaan budaya dan rekreasi serta decency, human dignity, quality of life dll.Phillips Think Tank:o Resilienceo Inclusivenesso Originality
    13. 13. BENCHMARKING LIVEABLE CITY• Stabilitas: Prevalensi kejahatan kerusuhan sipil / konflik• Kesehatan : Akses pelayanan kesehatan,Kualitas kesehatan• Budaya & Lingkungan: Tingkat korupsi, Pengawasan sosial atau agama, Ketersediaan fasilitas rekreasi,• Ketersediaan penyedia barang & jasa; Pendidikan; Akses terhadap pendidikan (pemerintah & swasta); Kualitas pendidikan; Infrastruktur; Kualitas jaringan jalan; Kualitas angkutan umum; Ketersediaan perumahan berkualitas baik; Kualitas penyediaan energi; Kualitas penyediaan air; Kualitas telekomunikasi
    14. 14. Kota Inovatif• Mengutamakan dan fokus pada human capital – berpendidikan orang yang menhargai human capital mendukung industri high-tech, dan lebih inovatif dan tumbuh lebih cepat serta kuat di masa depan• Guna menekankan pada creative capital, diperlukan keadaan tempat yang mampu menarik orang kreatif datang dan terbuka bagi keragaman, sadar inovasi dan tumbuh cepat
    15. 15. Kriteria Inovatif• Mutu Lingkungan yang BAIK• Sistem pendidikan yang luas dan cutting edge dengan peluang pada sumberdaya manusia dan elemen pendidikan lainnya.• Pemakaian IT yang luas oleh dan bagi pelayanan publik dan interaksi sosial• Fasilitas dan pelatihan bagi pemanfaatan internet• Aktivitas di rumah yang kreatif, guna pengembangan ekonomi, sosial, dan tujuan lingkungan hidup.
    16. 16. BENCHMARKING SMART CITY• Smart Economy: semangat inovasi, kewirausahaan, dsb.• Smart People: pendidikan dan keahlian, keragaman sosial, dsb.• Smart mobility: akses informasi, ketersediaan infrastruktur berbasis ICT, dsb.• Smart Governance: partisipasi memutuskan, pelayanan publik dan sosial, dsb.
    17. 17. Kota Ekologis (MenLH)• Tataruang Ekologis• Air Bersih dan Sanitas• Ruang Terbuka Hijau• Penanganan Sampah• Kawasan Historis dan Bersejarah• Pencegahan – Mitigasi Bencana
    18. 18. BENCHMARKING GREEN CITY• Enerji dan CO2: emisi per kapita, rencana aksi perubahan lingkungan, dsb.• Guna Lahan dan Bangunan: RTH per kapita, kepadatan penduduk, eco-building.• Transportasi: jaringan transportasi masal, dsb.• Sampah: sampah yang diolah, program pengumpulan dan pembuangan, dsb.• Air – Saniras: peningkatan kualitas, pengelolaan sumberdaya air, penduduk yang dilayani sanitasi, dsb.• Kualitas Udara: tingkat polusi udara, kebijakan pengurangan polusi, dsb.• Tata kelola Lingkungan: Pengelolaan lingkingan, partisipasi masyarakat, dsb.
    19. 19. Kota Masa Depan SHE• Sarana menuju sustainable city terdiri dari konsep SMART (innovative), Humane (liveable) and ECOLOGICAL city (bio divercity) yang mengurangi carbon footprint dan ecological footprint melalu pemakaian sumberdaya dan meluaskan kerja terkait dengan biodiversity• Dimensi kota SHE: – CERDAS atau Smart: semua warga punya kesempatan luas jadi pintar, penyelenggaraan kota secara pintar, kehidupan didukung oleh perangkat pintar, dsb. Ini akan menumbuhkan inovasi dan kreativitas – MANUSIAWI atau Humane: semua warga tanpa kecuali berpeluang besar mencapai apa yang dicita-citakan atas usaha di tempat yang layak untuk kehidupan (liveable). – Ekologis: lebih dari sekedar berkelanjutan, melainkan mutu lingkungan berkembang terus makin baik dan melebihi keadaan semula
    20. 20. DATA baseGuna mulai melaksanakan program KS P 2025, perlu disiapkan data dasar guna menentukanlangkah yang diambil dari kriteria benchmarking yang disepakati. Data dapat diambil dari BPSatau melakukan pendataan community mapping. Beberapa langkah berikutnya dapat danperludilakukan:o Data hasil pelaksanaan MDGs dapat dijadikan data awal yang teranalisao Membuat SWOT analisis guna menyiapkan langkah ke depan,o Menentukan terget per kota dalam jangka lima tahunan, misalnya pengurangan 30% dari data awal, dsb.o Melakukan penetapan data base dan target pencapaian lima-tahun berikutnya, dst.
    21. 21. Catatan PenutupKata Kunci KSPN 2025 adalah pada Liveability dan Innovation yang dicapai olehsemua kota dalam lingkungan hidup yang marak. Beberapa langkah perluditekankan seperti :o Penghematan enerji secara luaso Transportasi yang berasas smart mobilityo Menjaga keunikan dan orijinalitas masing-masing kotao Terbuka berbagai layanan masyarakat berbasis interneto Mengusahakan terbentuknya usaha yang berbasis Cultural, Environmental and Creative dengan menekankan pada pelaku ekonomi sedang dengan basis jaringan koneksitas yang luas, didukung warga berbakat, beragam dan kreatif
    22. 22. SEKIAN & Terima Kasih

    ×