Analisa Isu-Isu Strategis RPJMD Propinsi Maluku Utara

6,725 views

Published on

disampaikan oleh Bappeda Maluku Utara pada Lokakarya Regional Penyusunan Background Study Buku III RPJMN 2015-2019 Pembangunan Berdimensi Kewilayahan: Nusa Tenggara- Maluku- Papua di Kuta, Bali 23 September 2013

1 Comment
2 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
6,725
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
507
Comments
1
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Analisa Isu-Isu Strategis RPJMD Propinsi Maluku Utara

  1. 1. KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/ BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONALBADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH (BAPPEDA) PROVINSI MALUKU UTARA PAPARAN ANALISA ISU-ISU STRATEGIS RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH (RPJMD) PROVINSI MALUKU UTARA 2014-2018 disampaikan pada : lokakarya penyusunan Buku III RPJMN 2015-2019 Bali, 23 September 2013
  2. 2. KEMENTERIAN PPN/KEMENTERIAN PPN/ BAPPENASBAPPENAS PENDAHULUAN  KONDISI UMUM GEOGRAFIS ANALISA ISU-ISU STRATEGIS : BASIS RPJMD PROVINSI MALUKU UTARA 2014 – 2018 VISI-MISI dan PENTAHAPAN PEMBANGUNAN DALAM RPJPD 2005-2025 ISU STRATEGIS DALAM RPJMD 2014-2018 MALUKU UTARA (draf) EMPAT PENDEKATAN DALAM MERUMUSKAN STRATEGI PEMBANGUNAN MALUT SINERGI PUSAT DAN DAERAH CAPAIAN INDIKATOR MAKRO PEMBANGUNAN  PDRB  PENGANGGURAN  JUMLAH DAN PRESENTASE PENDUDUK MISKIN  IPM  IPG
  3. 3. KEMENTERIAN PPN/KEMENTERIAN PPN/ BAPPENASBAPPENAS PENDAHULUAN : - KONDISI UMUM GEOGRAFIS
  4. 4. Dasar Pembentukan Provinsi UU No. 46 th 1999 tgl 12 Oktober 1999 Ibukota Sofifi Jumlah Penduduk Tahun 2012 1.086,655 Luas Wilayah - Daratan - Lautan 145.801,10 Km2 45.069,66 100.731,44 Pembagian Wilayah 8 Kabupaten 2 Kota 112 Kecamatan 1.071 Desa/Kel Letak Wilayah 1240 - 1290 BT dan 30 LU - 30 LS Pulau 805 buah : (82 dihuni & 723 tidak dihuni Batas Wilayah U : Samudra Pasifik T : Laut Halmahera S : Laut Maluku B : Selat Seram KONDISI UMUM PROVINSI MALUKU UTARA 19 % 7 % 5 % 12 % 17 % 9 % 18 % 9 % 4 % % penduduk menurut Kab/Kota
  5. 5. Pertumbuhan Ekonomi (PDRB) Maluku Utara * Data masih diolah 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 Pertumb. PDRB Malut 4,7 5,1 5,5 6,0 6,0 6,1 8,0 6,4 6,7 * Data Sementara (masih diolah) Tumbuh & Berkemban g
  6. 6. Perkembangan Tingkat Inflasi (%) Provinsi Maluku Utara Tahun 2008 - 2012 *
  7. 7. KEMENTERIAN PPN/KEMENTERIAN PPN/ BAPPENASBAPPENAS PERKEMBANGANPERKEMBANGAN KEMISKINANKEMISKINAN o Dalam kurun waktu 10 tahun (2002- 2012) jumlah penduduk miskin di Maluku Utara turun sebanyak 18,31 ribu orang yakni dari 110,10 ribu orang (2002) menjadi 91,79 ribu orang (2012). o Daerah perkotaan turun dari 34,80 ribu orang (2002) menjadi 7,56 ribu orang (Maret 2012). Sedangkan perdesaan, naik dari 75,30 ribu orang (2002) menjadi 84,23 ribu orang (Maret 2012) o Secara persentase jumlah penduduk miskin di daerah ini turun dari 14,03 persen (2002) menjadi 8,47 persen (Maret 2012). Di perkotaan, turun dari 13,17 persen (2002) menjadi 2,55 persen (Maret 2012), dan di perdesaan turun dari 14,25 persen (2002) menjadi 10,69 persen (Maret 2012) Jumlah (000) Persentase (%)
  8. 8. KESENJANGAN PERSENTASE PENDUDUK MISKIN ANTARWILAYAH Sumber: BPS – Susenas (Maret 2012) DKI Jakarta 3,69% Papua 31,11% 8
  9. 9. KETIDAKMERATAAN SEBARAN PENDUDUK MISKIN ANTARWILAYAH Kep. Babel 71.360 Jiwa Jawa Timur 5.070.980 Jiwa Sumber: BPS (2012) 9
  10. 10. KEMENTERIAN PPN/KEMENTERIAN PPN/ BAPPENASBAPPENAS PERKEMBANGANPERKEMBANGAN KEMISKINANKEMISKINAN
  11. 11. Perkembangan Tingkat Pengangguran Terbuka (%) Provinsi Maluku Utara, Tahun 2005 - 2011
  12. 12. Sasaran Pembangunan Ekonomi dalam RPJMN 2010-2014 dan CAPAIAN PROVINSI 2012 No INDIKATOR NASIONAL DAERAH a. Pertumbuhan ekonomi Rata-rata 6,3-6,8 % per tahun 6,70 % Sebelum 2014 tumbuh 7 % b. Inflasi Rata-rata 4-6 % per tahun 3,29 % c. Tingkat Pengangguran 5-6 % pada akhir tahun 2014 5,55 % d. Tingkat Kemiskinan 8-10 % pada akhir tahun 2014 8,06 %
  13. 13. Pergerakan Linier IPM Provinsi Maluku Utara Tahun 2006 – 2011 IPM dan Komponen 2006 2007 2008 2009 2010 2011 Angka Harapan Hidup (thn) 64,80 65,10 65,40 65,70 66,01 66,31 Angka Melek Huruf (persen) 95,20 95,20 95,44 95,74 96,08 96,19 Rata-rata Lama Sekolah (thn) 8,60 8,60 8,60 8,61 8,63 8,66 Konsumsi rata2 /kapita (Rp.) 592.080 593.880 595.690 598.450 600.200 603.204 IPM 67,51 67,82 68,18 68,63 69,03 69,47 Perbandingan menurut Provinsi
  14. 14. INDEKS PEMBANGUNAN GENDER (GDI) Provinsi Maluku Utara Tahun 2004 – 2011 • INPRES Nomor 9/2000 tentang PUG •Peraturan Presiden Nomor 5 tahun 2010 tentang RPJMN 2010-2014 menempatkan gender sebagai salah satu isu lintas bidang yang harus diintegrasikan dalam semua bidang pembangunan
  15. 15. KEMENTERIAN PPN/KEMENTERIAN PPN/ BAPPENASBAPPENAS Daya SaingDaya Saing ProvinsiProvinsi Maluku UtaraMaluku Utara ddengan Nasional,engan Nasional, TahunTahun 20201010 dan 201dan 20122 Uraian Tahun 2010 2012 PROVINSI MALUKU UTARA   • Tingkat Pengangguran Terbuka (%)  6,03 5,50* • Inflasi (%) 5,32 3,29 • Pertumbuhan Ekonomi (%) 7,96 6,70 • Tingkat Kemiskinan (%) 9,42 8,47* NASIONAL   • Tingkat Pengangguran Terbuka (%) 7,14 6,14 • Inflasi 6,96 4,30 • Pertumbuhan Ekonomi (%) 6,50 6,23 • Tingkat Kemiskinan (%)  13,33 11,66*) Angka Sementara Sumber: Kemenko Perekonomian (2013), BPS Provinsi Maluku Utara (2013) 15 Daya saing Provinsi Maluku Utara menunjukkan tren positif.Jika dilihat dari rata-rata provinsi di Indonesia, kondisi Maluku Utara relatif lebih baik. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Provinsi Maluku Utara pada tahun 2012 mencapai 5,50% lebih rendah dari TPT rata-rata nasional sebesar 6,14%. Begitu pula, untuk indikator lain seperti inflasi, pertumbuhan ekonomi dan tingkat kemiskinan, masing-masing relatif lebih tinggi dan/atau lebih rendah daripada rata-rata nasional.
  16. 16. KEMENTERIAN PPN/KEMENTERIAN PPN/ BAPPENASBAPPENAS ANALISA ISU-ISU STRATEGIS : BASIS RPJMD PROVINSI MALUKU UTARA TAHUN 2014 – 2018
  17. 17. PRIORITAS NASIONAL DAN PENTAHAPAN PELAKSANAAN TAHUNAN RKP 2010 RKP 2011 PERCEPATAN PERTUMBUHAN EKONOMI YANG BERKEADILAN DIDUKUNG PEMANTAPAN TATA KELOLA DAN SINERGI PUSAT DAERAH RKP 2012 RKP 2013 RKP 2014 RPJMN 2010-2014 1 Reformasi Birokrasi dan Tata Kelola 2 Pendidikan 3 Kesehatan 4 Penanggulangan Kemiskinan 5 6 Infrastruktur 7 Iklim Investasi dan Iklim Usaha 8 Energi 9 Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Bencana 10 Daerah Tertinggal, Terdepan, Terluar, & Pasca- konflik 11 Kebudayaan, Kreativitas dan Inovasi Teknologi 12 13 14 Ketahanan Pangan PEMULIHAN PEREKONOMIAN NASIONAL DAN PEMELIHARAAN KESEJAHTERAAN RAKYAT “PERCEPATAN DAN PERLUASAN PERTUMBUHAN EKONOMI YANG BERKUALITAS, INKLUSIF DAN BERKEADILAN BAGI PENINGKATAN KESEJAHTERAAN RAKYAT “ “MEMPERKUAT PEREKONOMIAN DOMESTIK BAGI PENINGKATAN DAN PERLUASAN KESEJAHTERAAN RAKYAT MEMANTAPKAN PEREKONOMIAN NASIONAL BAGI PENINGKATAN KESEJAHTERAAN RAKYAT YANG BERKEADILAN Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Bidang Perekonomian Bidang Kesejahteraan Rakyat
  18. 18. KEMENTERIAN PPN/KEMENTERIAN PPN/ BAPPENASBAPPENAS VISI-MISI dan PENTAHAPAN PEMBANGUNANVISI-MISI dan PENTAHAPAN PEMBANGUNAN DALAM RPJPD 2005-2025DALAM RPJPD 2005-2025 Tahap Pertama (2005–2009) Tahap Penciptaan Iklim Yang Kondusif Tahap Kedua (2010-2014) Tahap Pemantapan Tahap Ketiga (2015-2019) Tahap Pengembangan Tahap Keempat (2020-2024) Penciptaan Daya Saing Yang Berkelanjutan 1.Pemantapan Pembangunan Ekonomi dan Kerjasama antar daerah/negara; 2. Pemantapan Stabilitas Sosial, agama, Politik, hukum dan keamanan; 3.Pemantapan Berbagai Infrastruktur dan Sarana Prasarana; 4. Pemantapan Kerjasama Antar Daerah; 5. Pemantapan Sumberdaya manusia berbasis Iptek; 6. Pemanatapan Pemberdayaan Masyarakat, UMKM dan Koperasi; 7. Pemantapan Partisipasi Masyarakat dan Pemberdayaan Perempuan “MEWUJUDKAN MASYARAKAT MALUKU UTARA YANG DAMAI, MAJU, MANDIRI, ADIL DAN SEJAHTERA YANG BERORIENTASI SUMBERDAYA LAUT DAN KEPULAUAN” PENTAHAPAN PEMBANGUNAN VISI PEMBANGUNAN
  19. 19. KEMENTERIAN PPN/KEMENTERIAN PPN/ BAPPENASBAPPENAS KRITERIA ISU STRATEGISKRITERIA ISU STRATEGIS 19 DIUTAMAKAN SELESAI SELAMBATNYA 2014- 2018 DIUTAMAKAN SELESAI SELAMBATNYA 2014- 2018 KELUARAN QUICK WINSKELUARAN QUICK WINS BERDAMPAK SIGNIFIKAN PADA PENCAPAIAN TARGET PEMBANGUNAN BERDAMPAK SIGNIFIKAN PADA PENCAPAIAN TARGET PEMBANGUNAN DAPAT DIRASAKAN LANGSUNG OLEH MASYARAKAT DAPAT DIRASAKAN LANGSUNG OLEH MASYARAKAT ISU STRATEGISISU STRATEGIS ARAH KEBIJAKAN DAN PRIORITAS PEMBANGUNAN NASIONAL DAN DAERAHARAH KEBIJAKAN DAN PRIORITAS PEMBANGUNAN NASIONAL DAN DAERAH
  20. 20. KEMENTERIAN PPN/KEMENTERIAN PPN/ BAPPENASBAPPENAS IISU-ISUSU-ISU SSTRATEGIS : BASIS RPJMD PROVINSITRATEGIS : BASIS RPJMD PROVINSI MALUKU UTARAMALUKU UTARA 2014-20182014-2018 ANALISAS PERMASALAHAN DAERAH PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR
  21. 21. Penanganan Jalan dan Jembatan diwilayah Provinsi Maluku Utara ditanganiPenanganan Jalan dan Jembatan diwilayah Provinsi Maluku Utara ditangani berdasarkan status yang telah diatur dengan Panjang Ruas Sbb:berdasarkan status yang telah diatur dengan Panjang Ruas Sbb: No STATUS PANJANG RUAS (Km) 1 Ruas Jalan Nasional 511,889 2 Ruas Jalan Strategis Nasional 486,805 3 Ruas Jalan Provinsi 1.382,23 4 Ruas Jalan Kabupaten/kota 4.823,82  Total 7.204,744
  22. 22. KONDISI RUAS JALAN DAN TINGKAT PERKERASANKONDISI RUAS JALAN DAN TINGKAT PERKERASAN No STATUS Panjang Ruas Jenis Perkerasan Kondisi Aspal Sirtu Tanah Baik Sedang Rusak 1 Jalan Nasional 511,889 467 105,889 0,00 442 45 105,889 2 Jalan Strategis Nasional 486,805 248,505 192 39,145 201 47 231,145 3 Jalan Provinsi 1382,23 217,28 408 756.95 197 402 783,23 4 Jalan Kabupaten/ Kota 4823,82 822 1983,822 2018 621 891 3311,82 Total 7204,744 1754,785 2689,711 2814,095 1461 1385 4432.084
  23. 23. Mengelompokkan sebagian Ruas-Ruas JalanMengelompokkan sebagian Ruas-Ruas Jalan dimaksud dalam Kelompok Jalan Ring Roaddimaksud dalam Kelompok Jalan Ring Road Halmahera dan Trans Maluku UtaraHalmahera dan Trans Maluku Utara berlokasi didaerah Strategis Pengembanganberlokasi didaerah Strategis Pengembangan Ekonomi seperti berikut ini :Ekonomi seperti berikut ini :
  24. 24. RUAS JALAN STRATEGISRUAS JALAN STRATEGIS PENGEMBANGAN EKONOMI & KEBUTUHAN BIAYA :PENGEMBANGAN EKONOMI & KEBUTUHAN BIAYA : NO. RUAS PANJANG (KM) BAIK (KM) SEDANG/ RUSAK (KM) RUSAK BERAT/ JALAN TANAH (KM) 1 Ringroad Morotai 283,60 34,62 31,85 173,12 2 Ringroad Halmahera Bagian Utara 412,85 334,58 102,38 245,6 3 Ringroad Halmahera Bagian Tengah 558,79 390,95 197,46 246,75 4 Ringroad Halmahera Bagian Selatan 237 - - 237 5 Trans Bacan - Obi 349,654 40 100,76 36 6 Trans Sula 539,03 39,85 61,55 181,79 TOTAL 2380,924 840 494 1120,26 TOTAL PEMBIAYAAN 6.144 T
  25. 25. AIR MINUM DAN SANITASI INDIKATOR Capaian di Tahun 2007 2009 2010 2011 Proporsi rumah tangga dengan akses berkelanjutan terhadap air minum layak (%) 43.57 43,75 59.15 46.18 Perkotaan 69.93 66,56 83.26 61.33 Perdesaan 34.92 34,16 49.85 40.80 Kabupaten / Kota Proporsi rumah tangga dengan akses berkelanjutan terhadap sanitasi layak Perdesaan Perkotaan Perkotaan + Perdesaan 2009 2010 2011 2009 2010 2011 2009 2010 2011 Halmahera Barat 33.96 40.91 89.81 78.16 61.68 42.42 38.97 42.52 46.07 Halmahera Tengah 17.10 41.64 73.72 97.91 93.24 38.58 27.63 45.05 40.62 Kepulauan Sula 25.54 44.48 95.07 70.02 85.32 39.01 35.34 49.00 44.41 Halmahera Selatan 16.60 28.73 73.72 59.36 77.42 25.27 19.93 31.57 27.92 Halmahera Utara 27.52 47.46 84.89 33.32 48.45 43.49 28.14 47.69 52.83 Halmahera Timur 14.56 33.91 48.04 * 69.33 36.14 14.56 37.67 37.29 Pulau Morotai ** 23.89 56.23 ** 64.75 18.81 ** 28.90 22.82 Ternate 48.39 80.31 95.12 94.83 90.07 90.04 94.15 88.70 94.31 Tidore Kepulauan 55.28 75.29 86.99 96.44 90.65 65.01 74.55 81.12 73.24 Prov. Maluku Utara 25.39 42.19 89.47 85.50 81.98 39.42 43.18 53.26 52.53
  26. 26. PROFIL IRIGASIPROFIL IRIGASI
  27. 27.  Jumlah Daerah Irigasi (DI) yang tersebar di Provinsi Maluku Utara sekitar 55 DI dengan perincian: 1. Luas Daerah Irigasi Potensial 59.729 ha. 2. Luas Daerah Irigasi Fungsional 15.062 ha. KEBUTUHAN AGGARAN UNTUK MENCAPAI SISTEM IRIGASI YANG MANDIRI DAN MAMPU MENDORONG PENCAPAIAN SWASEMBADA PANGAN DI PROVINSI MALUKU UTARA RP. 3.661.053.000.000
  28. 28. Kondisi Transportasi Penyeberangan (ferry)Kondisi Transportasi Penyeberangan (ferry) (Total 8 pelabuhan penyeberangan yang sudah beroperasi(Total 8 pelabuhan penyeberangan yang sudah beroperasi Dan 8 pelabuhan penyeberangan masih tahap pembangunan)Dan 8 pelabuhan penyeberangan masih tahap pembangunan) NO PELABUHAN PENYEBERANGAN LOKASI KETERANGAN 1. Bastiong P. Ternate – - 2. Batang Dua P. Mayau – Pembangunan Tahap IV 3. Sidangoli P. Halmahera – Kab. Barat - 4. Rum P. Tidore – Tidore Kepulauan - 5. Goto P. Tidore – Tidore Kepulauan Pembangunan Tahap II 6. Sofifi P. Halmahera – Kota Tidore Kepulauan - 7. Tobelo P. Halmahera – Kab. Utara - 8. Daruba P. Morotai - Kab. Halmahera Utara - 9. Subaim P. Halmahera – Kab. Halmahera Timur - 10. Makian P. Makian – Kab. Halmahera Selatan Pembangunan Tahap I 11. Babang P. Bacan – Kab. Halmahera Selatan Pembangunan Tahap II 12. Saketa P. Halmahera – Kab. Halmahera Selatan Tahap SID 13. Leuwei P. Obi – Kab. Halmahera Selatan Pembangunan Tahap I 14. Sanana P. Sulabesi – Kab. Kepulauan Sula Pembangunan Tahap I 15. Desa Kramat P. Mangoli – Kab. Kepulauan Sula Pembangunan Tahap I 16. Bobong P. Taliabu – Kab. Kepulauan Sula Pembangunan Tahap II = lintasan eksisting = lintasan rencana Lintas Weda-Patani - Gebe Lintas Bacan - Obi Lintas Bacan - Saketa Lintas Obi-Sanana Lintas Sanana-Taliabu Lintas Sanana- Mangoli Lintas Ternate-Bacan Lintas Ternate-Makian Lintas Ternate-Batang Dua Lintas Tobelo-Subaim Lintas Tobelo-Morotai Lintas Ternate-Tidore Lintas Ternate-Sofifi Lintas Ternate-Sidangoli
  29. 29. KAB. HALMAHERA UTARA 1.Dermaga Beton : 6 buah 2.Dermaga Kayu : 5 buah KAB. HALMAHERA BARAT 1.Dermaga Beton : 1 buah 2.Dermaga Kayu : 7 buah KOTA TERNATE 1.Dermaga Beton : 5 buah 2.Dermaga Kayu : 7 buah 3.Pantai : 1 buah KOTA TIDORE KEPULAUAN 1.Dermaga Beton : 6 buah 2.Dermaga Kayu : 1 buah KAB. PULAU MOROTAI 1.Dermaga Beton : 1 buah 2.Dermaga Kayu : 2 buah KAB. HALMAHERA TIMUR 1.Dermaga Beton : 2 buah 2.Dermaga Kayu : 4 buah KAB. HALMAHERA TENGAH 1.Dermaga Beton : 2 buah 2.Dermaga Kayu : 10 buah KAB. HALMAHERA SELATAN 1.Dermaga Beton : 10 buah 2.Semi Permanen : 5 buah 3.Dermaga Kayu : 17 buah KAB. KEPULAUAN SULA 1.Dermaga Beton : 7 buah 2.Semi Permanen : 10 buah Kondisi Transportasi LautKondisi Transportasi Laut (Total Dermaga Beton = 40 buah; Dermaga Semi Permanen = 15 buah;(Total Dermaga Beton = 40 buah; Dermaga Semi Permanen = 15 buah; Dermaga Kayu = 53 buah dan Pantai = 1 Buah)Dermaga Kayu = 53 buah dan Pantai = 1 Buah)
  30. 30. S O F I F I (Ibukota Provinsi) 1.Pengembangan Pelabuhan Laut Nasional KAB. PULAU MOROTAI 1.Pengembangan Pelabuhan Laut untuk mendukung Konsep MEGAMINAPOLITAN sebagai KEK Morotai Rencana Pengembangan Pelabuhan Laut InternasionalRencana Pengembangan Pelabuhan Laut Internasional ( Rencana 1 Pelabuhan Laut Nasional di Sofifi( Rencana 1 Pelabuhan Laut Nasional di Sofifi dan 1 Pelabuhan Laut Internasional di Morotai)dan 1 Pelabuhan Laut Internasional di Morotai)
  31. 31. Kondisi Transportasi UdaraKondisi Transportasi Udara (Total 11 Bandara di 7 Kabupaten / Kota)(Total 11 Bandara di 7 Kabupaten / Kota) KAB. HALMAHERA UTARA 1.Bandara GAMALAMO di GALELA; Kelas Bandara : IV – Perintis Landasan : 750 x 23 m 2.Bandara KUABANG di KAO Kelas Bandara : IV – Perintis Landasan : 900 x 23 m KOTA TERNATE 1.Bandara Sultan Baabullah Kelas Bandara : II Landasan : 2100 x 30 m KAB. PULAU MOROTAI 1.Bandara PITU STREEP di Daruba Kelas Bandara : IV Landasan : 3000 x 40 m KAB. HALMAHERA TIMUR 1.Bandara Buli di Buli Kelas Bandara : Perintis Landasan : 900 x 23 m KAB. HALMAHERA TENGAH 1.Bandara GEBE di P. GEBE Kelas Bandara : Perintis Landasan : 900 x 23 m 2.Bandara Tambang Nikel di WEDAKAB. KEPULAUAN SULA 1.Bandara EMALAMO di SANANA; Kelas Bandara : IV – Perintis Landasan : 1.050 x 23 m 2.Bandara FALABISAHAYA Kelas Bandara : Perintis Landasan : 1.100 x 23 m 3.Bandara BOBONG di P. TALIABU Kelas Bandara : Perintis Landasan : 900 x 23 m KAB. HALMAHERA SELATAN 1.Bandara USMAN SADIK di LABUHA Kelas Bandara : IV Landasan : 825 x 23 m
  32. 32. KAB. HALMAHERA SELATAN 1.Bandar Udara di PULAU OBI Rencana Pengembangan Bandar Udara BaruRencana Pengembangan Bandar Udara Baru ( Rencana( Rencana 33 Bandar Udara Baru diBandar Udara Baru di 33 Kabupaten)Kabupaten) KAB. PULAU MOROTAI 1.Pengembangan Bandar Udara Internasional PITU STREEP yang merupakan peninggalan Perang Dunia dengan 7 runway masing-masing sepanjang 3000 m di DARUBAKAB. HALMAHERA BARAT 1.Bandar Udara Domato - Sofifi KAB. HALMAHERA TENGAH 1.Bandar Udara Weda
  33. 33. Sistem dan Kondisi Pengusahaan KelistrikanSistem dan Kondisi Pengusahaan Kelistrikan (Total 29 Sistem; Kapasitas Terpasang = 82,54 MW; Daya Mampu = 45,37 MW;(Total 29 Sistem; Kapasitas Terpasang = 82,54 MW; Daya Mampu = 45,37 MW; Beban Puncak 35,094 MW dan Jumlah Energi terjual 154,449 GWh)Beban Puncak 35,094 MW dan Jumlah Energi terjual 154,449 GWh) KAB. HALMAHERA UTARA (2 Sist.) •Kapasitas terpasang : 9,51 MW •Daya Mampu : 5,73 MW •Beban Puncak : 5,2 MW KAB. HALMAHERA BARAT (4 Sist.) •Kapasitas terpasang : 5,37 MW •Daya Mampu : 3,69 MW •Beban Puncak : 3 MW KOTA TERNATE (1 Sistem) •Kapasitas terpasang : 34,84 MW •Daya Mampu : 16,50 MW •Beban Puncak : 15,56 MW KOTA TIDORE KEPULAUAN (3 Sist.) •Kapasitas terpasang : 11,72 MW •Daya Mampu : 6,29 MW •Beban Puncak : 4,63 MW KAB. PULAU MOROTAI (2 Sistem) •Kapasitas terpasang : 2,36 MW •Daya Mampu : 1.53 MW •Beban Puncak : 1.05 MW KAB. HALMAHERA TIMUR (4 Sistem) •Kapasitas terpasang : 2,92 MW •Daya Mampu : 1,92 MW •Beban Puncak : 1,3 MW KAB. HALMAHERA TENGAH (2 Sistem) •Kapasitas terpasang : 1,53 MW •Daya Mampu : 1,28 MW •Beban Puncak : 0,64 MW KAB. HALMAHERA SELATAN (7 Sistem) •Kapasitas terpasang : 7,04 MW •Daya Mampu : 4,87 MW •Beban Puncak : 3,75 MW KAB. KEPULAUAN SULA (4 Sistem) •Kapasitas terpasang : 6,47 MW •Daya Mampu : 3,78 MW •Beban Puncak : 2,93 MW
  34. 34. Kondisi Bangunan SD Tahun 2011Kondisi Bangunan SD Tahun 2011 Freq % Freq % Freq % 1 Kota Ternate 105 784 468 6,02 188 2,42 128 1,65 2 Tidore Kepulauan 98 735 325 4,18 235 3,02 175 2,25 3 Halmahera Barat 173 1.092 542 6,97 336 4,32 214 2,75 4 Halmahera Tengah 61 392 102 1,31 193 2,48 97 1,25 5 Kepulauan Sula 174 1.127 386 4,97 397 5,11 344 4,43 6 Halmahera Selatan 279 1.883 687 8,84 694 8,93 502 6,46 7 Halmahera Utara 197 1.215 762 9,80 684 8,80 444 5,71 8 Halmahera Timur 86 546 187 2,41 223 2,87 136 1,75 9 Pulau Morotai 73 461 201 2,59 172 2,21 88 1,13 1.246 7.774 3.660 44,49 3.122 37,95 2.128 26,24 Jumlah Ruangan Rusak Ringan Kondisi Ruangan Rusak BeratBaik Jumlah Kab/KotaNo Jumlah Sekolah
  35. 35. Kondisi Bangunan SMPKondisi Bangunan SMP Freq % Freq % Freq % 1 Kota Ternate 29 319 210 5,78 62 1,71 47 1,29 2 Tidore Kepulauan 42 386 221 6,08 97 2,67 68 1,87 3 Halmahera Barat 61 549 362 9,96 101 2,78 86 2,37 4 Halmahera Tengah 26 390 211 5,81 99 2,72 80 2,20 5 Kepulauan Sula 68 612 423 11,64 105 2,89 84 2,31 6 Halmahera Selatan 87 696 402 11,06 182 5,01 112 3,08 7 Halmahera Utara 47 376 211 5,81 98 2,70 67 1,84 8 Halmahera Timur 34 306 197 5,42 72 1,98 37 1,02 9 Pulau Morotai 17 102 43 0,55 22 0,28 37 0,48 394 3.634 2.237 61,55 838 22,45 618 15,99 Kondisi Ruangan Baik Rusak Ringan Rusak BeratNo Kab/Kota Jumlah Sekolah Jumlah Ruangan Jumlah
  36. 36. Kondisi Bangunan SMA/SMKKondisi Bangunan SMA/SMK Freq % Freq % Freq % 1 Kota Ternate 27 243 161 9,65 52 3,12 30 1,80 2 Tidore Kepulauan 22 198 92 5,52 67 4,02 39 2,34 3 Halmahera Barat 23 184 64 3,84 86 5,16 34 2,04 4 Halmahera Tengah 15 120 61 3,66 34 2,04 25 1,50 5 Kepulauan Sula 31 248 102 6,12 92 5,52 54 3,24 6 Halmahera Selatan 40 320 112 6,71 103 6,18 105 6,29 7 Halmahera Utara 30 210 91 5,46 74 4,44 45 2,70 8 Halmahera Timur 13 91 42 2,52 21 1,26 28 1,68 9 Pulau Morotai 9 54 25 1,50 11 0,66 18 1,08 210 1.668 750 44,96 540 32,37 378 22,66 Kondisi Ruangan Baik Rusak Ringan Rusak BeratNo Kab/Kota Jumlah Sekolah Jumlah Jumlah Ruangan
  37. 37. Data Guru Yang Belum dan Sudah TerkualifikasiData Guru Yang Belum dan Sudah Terkualifikasi S1/D4 Perkabupaten/KotaS1/D4 Perkabupaten/Kota Tahun 2011Tahun 2011 No. Kab/Kota Guru Yang Belum Terkualifikasi Guru Yang Sudah Terkualifikasi Jumlah Guru 1 Halmahera Barat 1,818 678 2,496 2 Halmahera Tengah 832 270 1,102 3 Halmahera Utara 1,811 975 2,786 4 Halmahera Selatan 1,991 883 2,874 5 Kepulauan Sula 1,390 548 1,938 6 Halmahera Timur 722 315 1,037 7 Kota Ternate 2,111 2,072 4,183 8 Kota Tidore Kepulauan 1,589 1,280 2,869 9 Pulau Morotai 372 309 681 12,636 7,330 19,966Jumlah Guru
  38. 38. JUMLAH GURU YANG SUDAJUMLAH GURU YANG SUDAHH DAN BELUMDAN BELUM TERSERTIFIKASITERSERTIFIKASI No. Kab/Kota Sudah Tersertifikasi Belum Tersertifikasi Jumlah 1 Halmahera Tengah 241 861 1.102 2 Halmahera Barat 692 1.804 2.496 3 Halmahera Utara 789 1.997 2.786 4 Halmahera Selatan 797 2.077 2.874 5 Halmahera Timur 261 776 1.037 6 Kepulauan Sula 418 1.520 1.938 7 Kota Ternate 1821 2.362 4.183 8 Kota Tidore Kepulauan 1160 1.709 2.869 9 Pulau Morotai 104 577 681 6.283 13.683 19.966Jumlah
  39. 39. 1. Angka Partisipasi Murni (APM) sekolah dasar1. Angka Partisipasi Murni (APM) sekolah dasar Analisis Cross Section (Menurut Kab/Kota se- prov. Malut) No Kabupaten / Kota APM SD/MI 2009 2010 2011 1 Halmahera Barat 95,45 94,76 90,39 2 Halmahera Tengah 94,24 94,38 92,17 3 Kepulauan Sula 95,43 92,80 88,32 4 Halmahera Selatan 93,24 95,40 93,32 5 Halmahera Utara 95,88 93,80 89,06 6 Halmahera Timur 92,11 94,81 87,74 7 Pulau Morotai * 93,74 88,83 8 Ternate 89,68 91,15 87,23 9 Tidore Kepulauan 88,05 95,74 91,51 Provinsi Maluku Utara 93,39 93,97 89,95
  40. 40. Indikator Acuan Dasar Maluku Utara Saat Ini Maluku Utara (2011) Target MDG 2015 Status 1. Prevalensi balita dengan berat badan rendah/ kekurangan gizi 22,8% (2007) 23,6% (2010) 23,6% (2010) 15,50% 1.a Prevalensi balita gizi buruk 6,7% (2007) 5,7 % (2010) 5,7 % (2010) 3,60% 1.b Prevalensi balita gizi kurang 16,1% (2007) 17,9 % (2010) 17,9 % (2010) 11,90% 2. Proporsi penduduk dengan asupan kalori di bawah angka konsumsi minimum: - 1400 Kkal/kapita/hari 14,93% (2008) 28,16% (2010) 35,74% 8,50%   - 2000 Kkal/kapita/hari 58,94% (2008) 66,39% (2010) 70,48% 35,32%  
  41. 41. 1-2-3. Angka Kematian Bayi, Balita dan Neonatal per 1000 kelahiran hidup1-2-3. Angka Kematian Bayi, Balita dan Neonatal per 1000 kelahiran hidup NO KABUPATEN/KOTA Angka Kematian bayi balita Neonatal 2009 2011 2009 2011 2009 2011 1 Halmahera Barat 4 6 0 8 25 34 2 Halmahera Utara 6 50 30 79 46 79 3 Halmahera Selatan 0 55 0 55 74 86 4 Halmahera Timur 0 15 0 21 1 27 5 Halmahera Tengah 4 18 10 24 15 23 6 Ternate 0 12 0 12 18 13 7 Tidore Kepulauan 1 37 0 45 5 37 8 Kepulauan Sula 8 8 9 9 6 32 9 Pulau Morotai * 19 * 26 * 15 JUMLAH 23 220 49 279 190 346 angka kematian (dilaporkan) 1,08 11,5 2,31 14,6 8,9 17,8
  42. 42. Persentase anak usia 1 tahun yang diimunisasi campakPersentase anak usia 1 tahun yang diimunisasi campak No Kabupaten / Kota Persentase Anak Usia 1 tahun yang diimunisasi campak 2009 2010 2011 1 Halmahera Barat 76,71 88,29 94,17 2 Halmahera Tengah 90,47 89,76 96,68 3 Kepulauan Sula 53,30 85,24 61,05 4 Halmahera Selatan 58,94 82,19 90,48 5 Halmahera Utara 74,62 85,38 88,94 6 Halmahera Timur 85,78 90,34 90,90 7 Pulau Morotai * 82,97 82,24 8 Ternate 92,18 96,87 92,14 9 Tidore Kepulauan 89,39 100,00 95,19 Provinsi Maluku Utara 73,09 88,77 86,76
  43. 43. Angka Kematian Ibu per 100.000 kelahiran HidupAngka Kematian Ibu per 100.000 kelahiran Hidup No KABUPATEN/KOTA jumlah lahir hidup KEMATIAN IBU kematian ibu hamil kematian ibu bersalin kematian ibu nifas JUMLAH 1 Halmahera Barat 2.225 0 9 0 9 2 Halmahera Utara 2.881 2 8 0 10 3 Halmahera Selatan 3.650 0 0 0 29 4 Halmahera Timur 1.287 0 0 0 18 5 Halmahera Tengah 907 0 3 1 4 6 Ternate 3.856 1 4 0 5 7 Tidore Kepulauan 1.777 7 0 0 7 8 Kepulauan Sula 1.370 0 1 1 2 9 Pulau Morotai 1.193 0 2 0 2 JUMLAH 19.146 10 27 2 86 ANGKA KEMATIAN IBU (DILAPORKAN) 449,2
  44. 44. Proporsi kelahiran yang ditolong tenaga kesehatan terlatihProporsi kelahiran yang ditolong tenaga kesehatan terlatih No Kabupaten / Kota Proporsi kelahiran yang ditolong tenaga kesehatan 2009 2010 2011 1 Halmahera Barat 43,25 52,21 52,10 2 Halmahera Tengah 29,69 33,74 50,41 3 Kepulauan Sula 33,33 28,58 18,10 4 Halmahera Selatan 34,51 35,05 35,77 5 Halmahera Utara 37,89 62,67 43,04 6 Halmahera Timur 40,81 67,40 63,83 7 Pulau Morotai * 19,22 29,95 8 Ternate 91,59 84,93 93,89 9 Tidore Kepulauan 63,67 64,08 54,30 Provinsi Maluku Utara 47,21 52,61 50,37
  45. 45. Angka pemakaian kontrasepsi/CPR bagi perempuan menikah usia 15-49 tahun saat ini, semua cara dan cara modern Angka pemakaian kontrasepsi/CPR bagi perempuan menikah usia 15-49 tahun saat ini, semua cara dan cara modern No Kabupaten / Kota Angka pemakaian kontrasepsi/CPR bagi perempuan menikah 15-49, semua cara Angka pemakaian kontrasepsi/CPR pada perempuan menikah 15-49, cara moderen 2009 2010 2011 2009 2010 2011 1 Halmahera Barat 55,82 63,49 60,69 55,16 63,23 60,26 2 Halmahera Tengah 35,68 39,58 36,64 34,67 38,75 36,28 3 Kepulauan Sula 35,42 43,50 33,84 29,50 38,48 31,77 4 Halmahera Selatan 41,60 47,24 46,86 41,37 47,24 46,86 5 Halmahera Utara 48,81 55,68 55,51 48,32 55,40 55,32 6 Halmahera Timur 52,13 63,86 57,57 52,13 62,01 57,57 7 Pulau Morotai * 45,66 41,63 * 45,05 41,63 8 Ternate 49,39 47,96 56,89 48,37 46,59 54,91 9 Tidore Kepulauan 39,80 37,21 38,15 39,48 36,29 38,15 Provinsi Maluku Utara 45,43 49,98 49,00 44,19 48,80 48,30
  46. 46. Cakupan pelayanan Antenatal (sedikitnya satu kali kunjungan dan empat kali kunjungan) Cakupan pelayanan Antenatal (sedikitnya satu kali kunjungan dan empat kali kunjungan) Profil Kesehatan, 2012. Dinkes Prov. Malut Menurut SDKI 2007, cakupan antenatal care (K1) Maluku Utara Tahun 2007 sebesar 88%, yang berarti menurun jika mengacu dengan capaian tahun 2010 seperti dilaporkan oleh Riskesdas 2010 yang hanya sebesar 81%. Sedangkan Cakupan antenatal care (K4) Maluku Utara Tahun 2007 menurut SDKI 2007 sebesar 80%, yang juga mengalami penurunan hingga berada pada kisaran angka sebesar 32,60% pada tahun 2010 jika berdasarkan pada Riskesdas 2010./AID Menurut SDKI 2007, cakupan antenatal care (K1) Maluku Utara Tahun 2007 sebesar 88%, yang berarti menurun jika mengacu dengan capaian tahun 2010 seperti dilaporkan oleh Riskesdas 2010 yang hanya sebesar 81%. Sedangkan Cakupan antenatal care (K4) Maluku Utara Tahun 2007 menurut SDKI 2007 sebesar 80%, yang juga mengalami penurunan hingga berada pada kisaran angka sebesar 32,60% pada tahun 2010 jika berdasarkan pada Riskesdas 2010./AID NO KABUPATEN/KOTA IBU HAMIL JUMLAH K1 % K4 % 1 Halmahera Barat 2.739 2.482 90,6 2.249 82,1 2 Halmahera Utara 3.867 3.683 95,2 3.244 83,9 3 Halmahera Selatan 4.753 4.172 87,8 3.729 78,5 4 Halmahera Timur 1.864 1.554 83,4 1.198 64,3 5 Halmahera Tengah 1.044 1.002 96,0 865 82,9 6 Kota Ternate 4.496 4.501 100,1 4.215 93,8 7 Kota Tidore Kepulauan 2.429 2.318 95,4 1.962 80,8 8 Kepulauan Sula 3.219 2.618 81,3 1.844 57,3 9 Pulau Morotai 1.393 1.113 79,9 822 59,0 JUMLAH 25.804 23.443 90,9 20.128 78,0
  47. 47. Peta Klaster Komoditi PertanianPeta Klaster Komoditi Pertanian (terdapat 4 klaster komoditi unggulan)(terdapat 4 klaster komoditi unggulan) Klaster HALMAHERA Komoditi Unggulan : •Kakao, Kelapa, Pala, Cengkeh, Padi, Jagung, Kedele, Kc.Tanah, Umbi-umbian dan Pisang Klaster PULAU MOROTAI Komoditi Unggulan : Kelapa, Pala, Cengkeh, Kakao, Padi dan Jagung Klaster BACAN Komoditi Unggulan : •Kakao, Kelapa, Pala, Cengkeh,Padi, Jagung, Kedele, Kacang Tanah, Umbi- umbian Klaster Kep.SULA Komoditi Unggulan : •Kelapa, Kakao, Pala, Cengkeh, Jambu Mete
  48. 48. KEMENTERIAN PPN/KEMENTERIAN PPN/ BAPPENASBAPPENAS 1. Kebutuhan 2010 1,038,087 86.70 90,002,143 90,002.14 150,004 40,542 20,271 2011 1,063,117 86.53 91,987,899 91,987.90 153,313 41,436 20,718 2012 1,089,376 86.35 94,071,481 94,071.48 156,786 42,375 21,187 2013 1,116,284 86.18 96,202,256 96,202.26 160,337 43,334 21,667 2014 1,143,856 86.01 98,381,295 98,381.29 163,969 43,150 21,575 Kebutuhan Luas Panen (Ha) Kebutuhan Luas Lahan Sawah (Ha) Tahun Pertumbuhan Jumlah Penduduk Kebutuhan Pangan Utama (beras) Konsumsi Beras Kg/Kapita/ Tahun Kebutuhan Konsumsi Beras Kg/Kapita/Tah un Kebutuhan Konsumsi Beras Ton/Kapita/T ahun Kebutuhan Produksi Padi (GKG) Ton/Tahun Ket ; - 2010-2011 berdasarkan ATAP, - 2012-2014 data estimasi Kebutuhan Beras Keragaan Kebutuhan dan Ketersediaan Beras Maluku Utara 1I. Ketersediaan
  49. 49. Ket ; - 2010 berdasarkan ATAP, 2011 angka sementara - 2012-2014 data estimasi Kekurangan Beras Dari data Tabel di atas menunjukan bahwa produksi beras di Maluku Utara baru mencapai 36,857 Ton atau masih terpenuhi 40 % dari kebutuhan 90 Ton beras sehingga dibutuhkan impor sebesar 55 Ton beras, namun situasi Ketahanan Pangan Maluku Utara masih Stabil, ini didukung oleh konsumsi masyarakat terhadap Pangan Lokal seperti Sagu, Umbi-Umbian dan Pisang Tahun Devisit Produksi Beras (Ton) Produksi Padi (GKG) Ton Luas Panen (Ha) Luas Lahan (Ha) 2010 56,761.54 94,602.57 25,568 25,568 2011 55,183.35 91,972.24 24,857 24,857 2012 50,510.92 84,184.87 22,753 22,753 2013 52,193.52 86,989.21 23,511 23,511 2014 53,492.41 89,154.02 23,462 23,462 III. Kekurangan Beras (Ton)III. Kekurangan Beras (Ton)
  50. 50. No Komoditas Ketersediaan Kebutuhan Kekurangan 2012 2013 2014 2012 2013 2014 2012 2013 2014 1. Produksi Daging (Kg) 1,022,270 1,068,046 1,116,901 1,203,686 1,245,652 1,307,775 181,416 186,606 190,874 2. Jumlah Pemotongan (Ekor) 5,978 6,246 6,532 7,329 7,640 7,963 1,351 1,394 1,432 3. Populasi (Ekor) 66,595 70,019 72,984 65,962 71,515 77,537 2,028 4,270 7,444 Produksi Daging Sapi Potong (Kg) No Produksi Ketersediaan Kebutuhan Kekurangan 2012 2013 2014 2012 2013 2014 2012 2013 2014 1 Ayam Pedaging 1,088,174 1,847,400 3,628,814 2,504,317 3,168,831 4,970,935 1,416,143 1,321,431 1,342,121 2 Telur Ayam 281,964 313,023 351,566 805,667 1,041,143 1,149,826 523,703 728,120 798,260 Produksi Ayam Pedaging dan Telur Ayam (Kg) Ketersediaan, Kebutuhan dan Kekurangan Produksi Pangan Hewani (Daging dan Telur)
  51. 51. ANGKA KONSUMSI PANGAN MALUKU UTARA A. Angka Persentase Konsumsi Energi terhadap Angka Kecukupan Gizi (AKG) dan Skor Pola Pangan Harapan (PPH) tahun 2011- 2013 *) Data Estimasi
  52. 52. KAB. HALMAHERA BARAT : Perikanan Budidaya : 10.191,50 Ha PerikananTangkap : 8.598,67 Ton KOTA TERNATE : Perikanan Budidaya : 1.017 Ha Perikanan Tangkap : 24.311 Ton KOTA TIDORE KEPULAUAN Perikanan Budidaya : 2.942,34 Ha Perikanan Tangkap : 15.990 Ton KAB. PULAU MOROTAI Perikanan Budidaya : 7.332,00 Ha Prikianan Tangkap : 2.007,76 Ton KAB. HALMAHERA TIMUR Perikanan Budidaya : 15.956,81 Ha Perikanan Tangkap : 4.142,71 Ton KAB. HALMAHERA TENGAH Perikanan Budidaya : 4.566,56 Ha Perikanan Tangkap : 2.569,24 Ton KAB. HALMAHERA SELATAN Perikanan Budidaya : 20.734 Ha Perikanan Tangkap : 55.524 Ton KAB. KEPULAUAN SULA Perikanan Budidaya : 7,710,00 Ha Perikanan Tangkap : 8,963,71 Ton KOMODITI UNGGULAN PERIKANAN KABUPATEN/KOTA KAB. HALMAHERA UTARA : Perikanan Budidaya :10.864,8 Ha Perikanan Tangkap : 23.372 Ton Potensi Sumberdaya (Potensi Sumberdaya (Standing StockStanding Stock)) Perikanan TangkapPerikanan Tangkap == 1.035.2301.035.230 ton / tahunton / tahun Potensi Luas Lahan Budidaya =Potensi Luas Lahan Budidaya = 881.315,01 Ha1.315,01 Ha (( 86 % atau 70.577,29 Ha belum termanfaatkan86 % atau 70.577,29 Ha belum termanfaatkan))
  53. 53. KEMENTERIAN PPN/KEMENTERIAN PPN/ BAPPENASBAPPENAS Potensi Sumber Daya Ikan : 1.035.230 Ton/Tahun Jumlah Yg Bisa Ditangkap (JTB) : 414.092 Ton/Tahun NO KELOMPOK SDI JUMLAH POTENSI (Ton/Thn) KAPASITAS MSY 1. Pelagis Besar 517,149.44 258,574.72 2. Pelagis Kecil 223,942.57 111,971.29 3. Demersal 124,579.77 62,289.89 4. Ikan Karang 87,793.86 43,896.93 5. Lobster 19,187.14 9,593.57 6. Cumi-Cumi 26,142.59 13,071.30 7. Udang Peneid 36,434.63 18,217.32 JUMLAH 1,035,230.00 517,615.00 s/d Thn 2012 Total Tingkat Pemanfataan SDI Baru Mencapai 151.609,80 ton atau 29,13 % dari Potensi MSY Potensi Lestari (MSY) : 517.000 Ton/Tahun
  54. 54. KEMENTERIAN PPN/KEMENTERIAN PPN/ BAPPENASBAPPENAS 55 Kab. P. Morotai 9.585,7 Ton Kab. Halut 14.662,9 Ton Kab. Haltim 11.639,9 Ton Kab. Halbar 12.576,3 Ton Kota Ternate 19.234 Ton Kota TIKEP 16.265,2 Ton Kab. Halsel 45.487,7 Ton Kab. K.Sula 10.265,4 Ton Kab. Halteng 11.892,7 Ton Sumber: Data Sementara Statistik Perikanan Tangkap Thn 2012
  55. 55. KEMENTERIAN PPN/KEMENTERIAN PPN/ BAPPENASBAPPENAS PRODUKSIPRODUKSI SESUAI JENIS IKANSESUAI JENIS IKAN JENIS IKAN VOLUME PRODUKSI LOKASI TUNA, TONGKO, CAKALANG 84.236 ton Halsel, Halut, Ternate, Tidore, Halbar, Halteng, Haltim, Sula, Morotai KERAPU 1.405,1 ton Halsel, Halut, Ternate, Tidore, Halbar, Halteng, Haltim, Sula, Morotai EKOR KUNING, LOL0SI, SELAR 41.306 ton Halsel, Halut, Ternate, Tidore, Halbar, Halteng, Haltim, Sula, Morotai IKAN EKONOMIS LAINNYA 24.662,30 ton Halsel, Halut, Ternate, Tidore,Halbar, Halteng, Haltim, Sula, Morotai
  56. 56. KEMENTERIAN PPN/KEMENTERIAN PPN/ BAPPENASBAPPENAS
  57. 57. KEMENTERIAN PPN/KEMENTERIAN PPN/ BAPPENASBAPPENAS PENGEMBANGAN KAWASAN DENGAN FOKUS KOMODITI : PRIORITAS PERTAMA KAB. HALMAHERA SELATAN KAB. KEPULAUAN SULA KAB. PULAU MOROTAI PRIORITAS KEDUA KAB. HALMAHERA TENGAH KAB. HALMAHERA BARAT KAB. HALMAHERA UTARA PRIORITAS KETIGA KAB. HALMAHERA TIMUR KOTA TIDORE KEPULAUAN KOTA TERNATE
  58. 58. Potensi Luas Lahan dan ProduksiPotensi Luas Lahan dan Produksi Perikanan BudidayaPerikanan Budidaya (Potensi Luas Lahan Budidaya =(Potensi Luas Lahan Budidaya = 881.315,01 Ha,1.315,01 Ha, sekitarsekitar 86 %86 % atau 70.577,29 Ha belumatau 70.577,29 Ha belum termanfaatkan)termanfaatkan) No Berdasarkan Ekosistem Budidaya Potensi Kesesuaian Lahan (Ha) Pemanfataan Lahan 2012 ( Ha) Prosentase Pemanfaatan % 1. Ekosistem Air Laut 50.047,49 7,174.84 14.34 2. Ekosistem Air Tawar 18.741,00 3,232.29 17,25 3. Ekosistem Air Payau 12.528,50 1.586,68 12,66 JUMLAH 81.316,99 11.933,81 14,75 ProduksiProduksi Perikanan BudidayaPerikanan Budidaya Pemanfaatan15 % Belum Dimanfaatkan 85 % ProduksiProduksi Komoditi UnggulanKomoditi Unggulan Rumput LautRumput Laut == 120.430,43 ton KerapuKerapu == 943,30 ton 42.639 ton 67.309,61 ton 88.903,08 ton 122.738,17 ton
  59. 59. KEMENTERIAN PPN/KEMENTERIAN PPN/ BAPPENASBAPPENAS 60 Kab. P. Morotai Luas Areal B.= 202,53 Ha R.Laut = 11.880 ton Kerapu = 25,67 ton Kab. Halut Luas Areal B= 151 Ha Kerapu= 228 ton, R.Laut= 7.264 ton, Kab. Haltim Luas Areal B= 68,10 Ha R. Laut=455 ton kerapu= 9,20 ton Kab. Haltim Luas Areal B= 68,10 Ha R. Laut=455 ton kerapu= 9,20 ton Kab. Halbar Luas Areal B= 180,20 Ha R.Laut = 6,270 ton Kerapu=6,32 ton Kota Ternate Luas Areal B=13 Ha R.Laut =75 ton Kota Ternate Luas Areal B=13 Ha R.Laut =75 ton Kota TIKEP Luas Areal B= 12,01 Ha R. Laut 109 ton, Kerapu 0,25 ton Kota TIKEP Luas Areal B= 12,01 Ha R. Laut 109 ton, Kerapu 0,25 ton Kab. Halsel Luas Areal B=406,04 Ha R.Laut 11.750,50 ton kerapu 675,56 ton kakap 29,30 ton & Kab. Halsel Luas Areal B=406,04 Ha R.Laut 11.750,50 ton kerapu 675,56 ton kakap 29,30 ton & mutiara 2 Ton Kab. K.Sula Luas Areal B=996,78 Ha R.Laut 81.976,78 ton Kab. K.Sula Luas Areal B=996,78 Ha R.Laut 81.976,78 ton Kab. Halteng Luar Areal B= 76,03 Ha R. Laut 650,15 ton, Lobster=0.30 ton Kerapu= 2,50 ton Kab. Halteng Luar Areal B= 76,03 Ha R. Laut 650,15 ton, Lobster=0.30 ton Kerapu= 2,50 ton
  60. 60. NO PRODUKSI PRODUKSI PER TAHUN (TON) KENAIKAN 2011 2012 2013 2014 (%) 1. PERIKANAN TANGKAP 149,350 151,140 152,950 154,790 1.20 2. PERIKANAN BUDIDAYA 82,661 153,198 203,995 255,077 47.84 NO KOMODITAS UNGGULAN PRODUKSI PER TAHUN (TON) KENAIKAN 2011 2012 2013 2014 (%) 1 TUNA 10,090 10,210 10,330 10,450 1.18 2 RUMPUT LAUT 80,000 150,000 200,000 250,000 48.61 3 KERAPU 1,050 1,230 1,610 2,400 32.37 PROYEKSI PRODUKSI KOMODITAS UNGGULAN PROYEKSI PRODUKSI PERIKANAN
  61. 61. 63 Kab. P. Morotai 179 Unit Kab. Halut 398 Unit Kab. Haltim 212 Unit Kab. Halbar 280 Unit Kota Ternate 405 Unit Kota TIKEP 395 Unit Kab. Halsel 504 Unit Kab. K.Sula 353 Unit Kab. Halteng 205 Unit Sumber: Data Sementara Statistik Perikanan Tangkap Thn 2012 Jenis Armada Jumlah Armada (unit) Tahun KET 2011 **2012 PTM 918 821 Menurun MT 835 826 Menurun KM < 30 GT 1.198 1.232 Meningkat KM > 30 GT 38 52 Meningkat JUMLAH 2.984 2.931
  62. 62. KEMENTERIAN PPN/KEMENTERIAN PPN/ BAPPENASBAPPENAS PELABUHAN PERIKANAN & FASILITAS PENDUKUNG PP/PPI/PPN PP/PPI PPN Ternate (Bastiong) (L=10,6Ha) F= Dermaga, ABF= 5 ton, pabrik es 5 ton, coldstorage 20 ton listrik 89,100 Va PPP Bacan (Panamboang) (L=2 Ha) F= Dermaga, R.Sinpan Es 5 ton, Es Curah 2 ton, ABF 2 ton, Pabrik Es 10 ton, Colstorage 15 ton, listri 150 Kva PPP Tobelo (L=2 Ha) F= Dermaga, R.Sinpan Es 5 ton, Es Curah 2 ton, ABF 2 ton, Pabrik Es 10 ton, Colstorage 10 ton, listri 6600 Kwh PPI Goto Tidore (L.1 Ha) F= Dermaga,, Pabrik Es 5 ton, Colstoage 5 ton, listrik 7,900 watt PPI Maba (L= 3 ha) F= Dermaga, Pabrik Es 5 ton, Colstorage 5 ton, listrik 100 kva, PPI Weda (L. Ha) F= Dermaga, Pabrik es 5 ton, listrik 100Kva PPI Sanana (L.3Ha) F= Dermaga, Pabrik Es 5 ton PPI Gebe (L 2,5Ha ) F= Dermaga, Pabrik Es 5 ton PPI Dufa-dufa Ternate (L=1 Ha) F= Dermaga, R.Simpan Es 3 ton, ABF 6 ton, Pabrik es 10 ton, coldtorage 150 ton, listrik 82,5 kva PPI Kedi Jailolo (L= 3ha) F= R.simpan Es 50 ton, ABF 10 ton, Pabrik Es 10 ton, Colstorage 100 ton, listrik 360.000 Kva PPI Bacan (Sayoang) (L= 1,8Ha) F= Dermaga, Pabrik es 5 ton, colstorage 5 ton lsitrik 100 kva PP Morotai (L=2 Ha) F= Dermaga, Pabrik Es 10 Ton, ColdStorage 200 ton, listrik 100 Kva PPI Tuada Jailolo (L=1 Ha) fasilitas Dermaga, TPI, Pabrik Es 5 ton, Colstorage 5 ton, listrik
  63. 63. KEMENTERIAN PPN/KEMENTERIAN PPN/ BAPPENASBAPPENAS 65 Kab. Halut BBIP Gimilamo 3 Ha Kab. Haltim BBAT Subaim 3 Ha Kab. Haltim BBAT Subaim 3 Ha Kab. Halbar BBAT Goal 1 Unit Luas 2 Ha BBAP Jailol 1 Unit Luas 2 Ha Kota Ternate BBAT Gambesi 2 Ha Kota Ternate BBAT Gambesi 2 Ha Kab. Halsel BBIP Panamboang 8 Ha Kab. Halsel BBIP Panamboang 8 Ha
  64. 64. KAB/ KOTA LOKASI CS/IS MOROTAI PT. Prima Reva Indo CS : 5 Ton HALUT PPP Tobelo CS : 10 Ton IS : 10 Ton HALBAR PPI Loloda CS : 100 Ton IS : 10Ton HALTIM PPI Manitinting IS : 5 Ton HALTENG PPI Weda IS : 5 Ton PPI Gebe IS : 5 Ton TERNATE PPN Bastiong CS : 70 Ton IS : 20T, 10 T PPI Dufa-dufa CS : 10 Ton IS : 10 Ton TIDORE PPI Goto IS : 5 Ton HALSEL PPP Bacan CS : 10T, 10T IS : 5T, 5T PPI Sayoang CS : 40T, 40T IS : 5 Ton PT. Bayatri CS : 60 Ton IS : 20 Ton PT. MU Fisheries CS : 100 Ton Gafi,Saketa,Jktamo IS : 2 Ton SULA PPI Wainin IS : 5 Ton SEBARAN SARANA RANTAI DINGIN : Ice Storage/Pabrik Es : Coldstorage
  65. 65. KEMENTERIAN PPN/KEMENTERIAN PPN/ BAPPENASBAPPENAS Sebaran Jenis Produk PHPSebaran Jenis Produk PHP Kota Ternate : 7 Produk PHP Ikan Beku, Ikan Asap, Tuna Loin, Ikan Pindang, Tepung Ikan, Kecap Ikan, Abon Ikan Kota Tikep : 4 Produk PHP Ikan Asap, Ikan Pindang, Kecap Ikan, Abon Ikan Kab Halbar : 7 Produk PHP Ikan Beku, Ikan Asap, Cumi Kering, Teri Kering, Ubur-ubur, Kecap Ikan, Terasi Ikan Kab Halteng : 5 Produk PHP Ikan Asap, Julung Asap, Teri Kering, Abon Ikan, RL Kering Kab Halsel : 12 Produk PHP Ikan Beku, Ikan Asap, Julung Asap, Ikan Asin, Teri Kering, Cumi Kering, Tuna Loin, Ubur-ubur, Kamplang, RL Kering, Abon Ikan, Abon Kerang Kab Haltim : 7 Produk PHP Ikan Asap, Julung Asap, Ikan Asin, Teri Kering, Cumi Kering, RL Kering, Abon Ikan Kab Halut : 6 Produk PHP Ikan Asap, Ikan Asin, Teri Kering, Ebi, Terasi Udang, RL Kering Kab P. Morotai : 8 Produk PHP Ikan Beku, Ikan Asap, Julung Asap, Ikan Asin, Teri Kering, RL Kering, Abon Ikan, Kecap Ikan Kab. Kep. Sula : 6 Produk PHP Tuna Loin, Ikan Asap, Ikan Asin, Julung Asap, Teri Kering, RL Kering
  66. 66. Data Produk Unggulan Pengolahan dan Pemasaran HasilData Produk Unggulan Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan yang dikembangkan di Maluku UtaraPerikanan yang dikembangkan di Maluku Utara No Jenis Komoditi Olahan Modern Olahan Tradisional Produksi (Ton) Lokasi 1. Tuna - Tuna Loin - Ikan Beku --- 8.533 Ternate, Halsel, Sula, Morotai, 2. Cakalang - Ikan Beku - Abon Ikan - Kecap Ikan - Ikan Asap - Kerupuk Ikan 43.871 Ternate, Halsel, Sula, Morotai, Tikep, Halut, Halbar, Halteng 3. Pelagis Kecil/demersal - Ikan Beku - Ikan Asin - Ikan Asap 95.356 Halsel, Morotai, Sula, Halut, Halbar, Halteng, Tikep, Ternate 4. Rumput Laut --- - Bahan Baku Kering 9.317 Sula, Halsel, Morotai, Halut, Halbar, Halteng, Haltim, 5. Kerapu - Ikan Beku - Ikan Asin 198.86 Halsel, Morotai, Ternate. 6. Mutiara - Bahan Baku 0.095 Halsel, Morotai 7. Teripang --- - Olahan Kering 0.25 Morotai, Halsel, Halteng
  67. 67. PERKEMBANGAN PEMBANGUNAN PARIWISATA
  68. 68. KAB. HALMAHERA BARAT : Wisata Alam , Sejarah & Budaya KOTA TERNATE : Wisata Bahari, Sejarah & Budaya KOTA TIDORE KEPULAUAN Wisata Bahari, Sejarah & Budaya KAB. PULAU MOROTAI Wisata Bahari, Sejarah & Budaya KAB. HALMAHERA TIMUR Wisata Alam, Sejarah & Budaya KAB. HALMAHERA TENGAH Wisata Alam, Sejarah & Budaya KAB. HALMAHERA SELATAN Wisata Alam, Sejarah & Budaya KAB. KEPULAUAN SULA Wisata Bahari, Sejarah & Budaya KOMODITI UNGGULAN PARIWISATA KABUPATEN/KOTAKAB. HALMAHERA UTARA : Wisata Alam , Sejarah & Budaya
  69. 69. KEMENTERIAN PPN/KEMENTERIAN PPN/ BAPPENASBAPPENAS C A B KONSEP & RENCANA PEMBANGUNAN DESTINASI PARIWISATA 71 No Klaster Pengembangan Kawasan Pengembangan Sub Kawasan Pengembangan A. KLASTER A TERNATE – TIDORE “Pengembangan Culture and Urban Tourism” Pulau Ternate “Revitalisasi dan Pengembangan Urban Tourism Kawasan Ternate” a. Kws Swering b. Kws Danau Tolire c. Kws Benteng Tolukko d. Kws Batu Angus e. Kws Pantai Sulamadaha f. Kws Kraton Ternate g. Kws Danau Laguna B. KLASTER B MOROTAI - TOBELO ”Pengembangan Marine Heritage Tourism” Kepulauan Morotai “Pengembangan Pulau Morotai Dengan Konsep Marine and Heritage Discovery“ a. Kws Morotai b. Kws Dodola c. Kws Sumsum C. KLASTER D GURAICI ”Pengembangan Marine Resort Tourism” Kepulauan Guraici “Pengembangan Kawasan Guraici Sebagai Kawasan Second Home Islands Tourism – Marine Village Resort Chain“ a. Kws Pulau Lelei b. Kws Pulau Guraici c. Kws Pulau Makian d. Kws Bacan
  70. 70. PERKEMBANGAN PEMBANGUNAN PERTAMBANGAN
  71. 71. KEMENTERIAN PPN/KEMENTERIAN PPN/ BAPPENASBAPPENAS KAB. HALMAHERA BARAT : Kaolin : 5.100.000 M³, Panas Bumi : 139 MW, dan Diatomit : 10 Ha, KOTA TIDORE KEPULAUAN Panas Bumi : 15 MW, dan Tembaga, Kaolin KAB. PULAU MOROTAI Emas, Pasir Besi, Batu Gamping (indikasi), KAB. HALMAHERA TIMUR Nikel: 42.763.460 Ton, Minyak Bumi : 0.0430 Juta Barel, Gas Bumi : 0.0108 TSCF, Pasir Besi, Batu Bara, KAB. HALMAHERA TENGAH Nikel, Pasir Besi: 1.140, Minyak Bumi, Kromit, Perlit KAB. HALMAHERA SELATAN Emas : 0,36-62 gr/ton, Nikel : 47.898 Ha,Tembaga : 6 juta host rock, Pasir Besi: 88 juta ton, Minyak Bumi : 0.1224 Juta Barel, Gas Bumi : 0.189 TSCF, Panas Bumi : 185 MW, Batu Bara : KAB. KEPULAUAN SULA Emas (Cadangan 72 Juta Ton), Pasir Kuarsa, Talk, Batu Bara, Minyak Bumi KOMODITI UNGGULAN PERTAMBANGAN KABUPATEN/KOTA KAB. HALMAHERA UTARA : Emas : 87.7 gr/ton, Mangan : 221.553 Ton, Pasir Besi : 10 juta Ton, Panas Bumi : 30 MW, Minyak Bumi : 0.0072 juta barel, Gas Bumi : 0.0018 TSCF Potensi Emas : 1.050 Ton, Nikel : 4.610.322.800 Ton, Mangan : 374.047 Ton, Biji Besi : 72.979.066 Ton, Pasir Besi : 477.139.898 Ton, Minyak Bumi: 0.1780 Juta Barel, Gas Bumi : 0.2016 TSCF
  72. 72. Potensi dan Produksi Sumberdaya MineralPotensi dan Produksi Sumberdaya Mineral ( Sumber : Kementerian ESDM )( Sumber : Kementerian ESDM ) Mineral Potensi (ton) Lokasi Emas 1.050 Halmahera Utara dan Halmahera Barat Nikel 3.610.332.800 Halmahera Timur, Halmahera Tengah dan Pulau Obi Pasir besi 479.083.898 Kep. Sula, Morotai, Halmahera Utara dan Halmahera Barat Mangan 347.974 Halmahera Utara
  73. 73. Posisi GeologiPosisi Geologi dikepung oleh Lempeng Tektonik Dunia dan Lokal bagian dari jalur The Pasicif Ring of Fire (Cincin Api Pasifik), atau jalur rangkaian gunung api aktif di dunia dan disebut sebagai Sabuk Gempa Pasifik. ancaman bencana (gempa & tsunami) berkah (kesuburan & potensi
  74. 74. “Locally Integrated, Globally Connected” LOKASI KEGIATAN PRIORITAS MP3EI BESERTA KPI KORIDOR EKONOMI PAPUA-KEP.MALUKU KPI MERAUKE (MIFEE) Rp. 57,68 T Sektor Pertanian Pangan Infrastruktur Rp. 35,55 T Jenis Infrastruktur Bandara, Pelabuhan, Jalan, Energi, Lainnya KPI AMBON Rp. 2,20 T Sektor Perikanan, Tembaga Infrastruktu r Rp. 4,24 T Jenis Infrastruktu r Pelabuhan, Energi KPI HALMAHERA Rp. 125,46 T Sektor Nikel, Emas Infrastruktur Rp. 5,17 T Jenis nfrastruktur Bandara, Pelabuhan, Jalan, Energi, Lainnya KPI MOROTAI Rp. 30,36 T Sektor Perikanan Infrastruktur Rp. 1 T Jenis Infrastruktur Bandara, Pelabuhan, Jalan, Energi KPI TELUK BINTUNI Rp. 50 T Sektor Migas Infrastruktur Rp. 2,86 T Jenis Infrastruktur Pelabuhan, Jalan KPI MANOKWARI Rp. 0,78 M Sektor Peternakan Infrastruktur Rp. 6,05 T Jenis Infrastruktur Pelabuhan, Jalan, Lainnya KPI TIMIKA Rp. 160,85 T Sektor Migas Infrastrukt ur Rp. 7,53 T Jenis Infrastrukt ur Pelabuhan, Jalan, Energi
  75. 75. Rencana Umum Pengembangan • Simpul Ekonomi Indonesia di Pacific Rim • Pengembangan Kawasan MEGAMINAPOLITAN (MegaMinapolis) • Bandara Internasional & Pelabuhan Ekspor – Impor (mendukung Megaminapolitan) • Pengembangan Kawasan Industri • Pengembangan Kawasan Perdagangan • Pengembangan Kawasan Pelayanan Jasa KKAWASAN EKONOMI KHUSUS MOROTAIAWASAN EKONOMI KHUSUS MOROTAI POTENSI PENGEMBANGAN •Perikanan terutama untuk ikan pelagis besar dan budidaya laut •Wisata bahari dan Peninggalan perang dunia II (pangkalan udara dengan 7 runway, persembunyian Nakamura dll) •Docking/Shipping (Industri Maritim)  ribuan kapal di Samudera Pasifik
  76. 76. TINDAK LANJUTTINDAK LANJUT KEK MKEK MOROTAIOROTAI  PADA TANGGAL 4 DESEMBER 2012 TELAH DILAKUKAN PENANDATANGANAN MoU ON THE MOROTAI DEVELOPMENT PROJECT ANTARA TAIWAN DAN INDONESIA (JABABEKA);  PADA TANGGAL 44 DESEMEBER 2012 PERTEMUAN DI BANDUNG DENGAN AGENDA ACARA FGD PEMBENTUKAN STEERING COMMITEE SEBAGAI TINDAK LANJUT DENGAN PENANDATANGANAN MoU ON THE MOROTAI DEVELOPMENT PROJECT.  PADA TRIWULAN IV TAHUN 2012 BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DAERAH KAJIAN SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT MOROTAI DALAM RANGKA PENGEMBANGAN KAWASAN EKONOMI KHUSUS;  PADA TRIWULAN IV TAHUN 2012 BALITBANGDA MELAKUKAN KAJIAN INDUSTRIALISASI KOMODITAS UNGGULAN DI PROVINSI MALUKU UTARA DALAM RANGKA MENUNJANG PENGEMBANGAN KEK PULAU MOROTAI.  PADA TAHUN 2013 BAPPEDA PROVINSI MALUKU UTARA BEKERJASAMA DENGAN PUSAT STUDI ASIA PASIC (PSAP) UNIVERSITAS GADJAHMADA (UGM) UNTUK PENYUSUNAN MASTERPLAN KEK MOROTAI;  PADA TAHUN 2013 DINAS PEKERJAAN UMUM PROVINSI MALUKU UTARA MEMBUAT PENYUSUNAN RENCANA KAWASAN STRATEGIS KABUPATEN PULAU MOROTAI (MENGHASILKAN ARAHAN PEMANFATAN PENGENDALIAN RUANG KAWASAN STRATEGIS DAN EKONOMI KHUSUS).
  77. 77. RANCANGAN KAWASAN MEGAMINAPOLITAN MOROTAI 1. MARINE & ENERGY INDUSTRY INTEGRATED ZONE (1.802 HA ) 2. BERE BERE FISHERIES TECHNOPARK INDUSTRIES (3.008 HA) 3. ECO TOURISM VILLAGE (631,5 HA) 4. ECO CITY (710,6 HA) 5. INSTALLATION MILITARY ZONE (657,0 HA) 6. NAVY BASE ZONE (852,0 HA) 7. AIRFORCE ZONE (2.500 HA) 8. MARINE ECO TOURISM PARK ( 779,4 HA) 9. DARUBA GREEN WATERFRONT CITY (275,6 HA) 10. BUSSINESS & INDUSTRIAL INTEGRATED ZONE (3.638 HA) 11. MINAPOLITAN INTEGRATED ZONE (2.471,3 HA) 12. WAYABULA MARINE BIOTECHNOLOGY PARK(1.792,0 HA)
  78. 78. KEMENTERIAN PPN/KEMENTERIAN PPN/ BAPPENASBAPPENAS IISU-ISUSU-ISU SSTRATEGIS : BASIS RPJMD PROVINSITRATEGIS : BASIS RPJMD PROVINSI MALUKU UTARAMALUKU UTARA 2014-20182014-2018 N0. ISU STRATEGIS ANALISAS PERMASALAHAN DAERAH 1. Infrastruktur  Terbatasnya aksesibilitas dan konektivitas antar kab/kota meliputi infrastruktur jalan, jembatan, terminal dan pelabuhan (darat, laut dan udara); KEK; MP3EI  Infrastruktur pemerintahan;  Infrastruktur dasar meliputi fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan (termasuk kesehatan lingkungan), fasilitas ekonomi (pasar dan lembaga permodalan); 2. Sumber Daya Manusia  Pemenuhan kebutuhan pangan, pendidikan dan kesehatan;  Peningkatan SDM berkualitas  Pengelolaan dan pemerataan Kesempatan bekerja, berpendidikan dan berobat. 3. Penanggulangan Kemiskinan  Pengangguran terbuka dan kesempatan kerja;  Pengendalian penduduk; Membuka isolasi daerah terpencil; Pemberdayaan Masyarakat. 4. Ketahanan Pangan  Penguatan sistem ketahanan pangan provinsi yang meliputi aspek ketersediaan, akses dan konsumsi pangan dan gizi  Penguatan kelembagaan pangan  Diversifikasi komoditas pangan  Industri PHP
  79. 79. KEMENTERIAN PPN/KEMENTERIAN PPN/ BAPPENASBAPPENAS Lanjutan …Lanjutan … N0. ISU STRATEGIS ANALISAS PERMASALAHAN DAERAH 5. Reformasi Birokrasi dan Tata Kelola Pemerintahan  Akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan yang belum optimal  Kualitas pengelolaan anggaran  Belum sepenuhnya penerapan E-Procurement  Minimnya penguasaan IT 6. Iklim Investasi dan Iklim Usaha  Belum baiknya infrastruktur pendukung investasi termasuk kelembagaan perizinan  Peningkatan investasi PMA dan PMDN  Minimnya promosi potensi daerah 7. Sumberdaya Energi, Air dan Mineral, Lingkungan Hidup serta Mitigasi Bencana  Rendahnya rasio elektrifikasi Pengelolaan sumberdaya energi, air dan Mineral, sanitasi Pengelolaan kebencanaan daerah 8. Daerah perbatasan. Tertinggal, terluar dan terpencil  Masih ada daerah tertinggal;  Pemberdayaan masyarakat perbatasan; Infrastruktur dasar yang masih minim di daerah perbatasan, terluar, terpencil dan tertinggal. 9. Pariwisata, Kebudayaan, Kreatifitas, Inovasi dan Teknologi  Pengelolaan pariwisata daerah  Budaya sebagai sumber nilai dan berorientasi ekonomi  Sinergitas dan pengembangan penelitian  Manajemen perpustakaan
  80. 80. PRIORITAS PROVINSI MALUKU UTARA DAN PENTAHAPAN PELAKSANAAN TAHUNAN RKPD 2014 RKP 2015 RKP 2016 RKP 2017 RKP 2018 RPJMD 2014-2018 (DRAF) 1 Reformasi Birokrasi dan Tata Kelola 2 Pendidikan 3 Kesehatan 4 Penanggulangan Kemiskinan, Pengangguran , Pemberdayaan dan Perlindungan Sosial 5 6 Infrastruktur 7 Iklim Investasi dan Iklim Usaha 8 Sumberdaya Energi, Air, Mineral , Lingkungan Hidup dan Mitigasi Bencana Daerah Perbatasan, Tertinggal, Terluar & Terpencil Pemantapan pertumbuhan ekonomi dan kemandirian lokal untuk kesejahteraan masyarakat berkelanjutan Pariwisata, Kebudayaan, Kreativitas dan Inovasi Teknologi 9
  81. 81. Sasaran Pembangunan Ekonomi dalam RPJMD 2014-2018 (draf) No INDIKATOR DAERAH a. Pertumbuhan ekonomi Rata-rata 6,7-8,0 % per tahun Sebelum 2018 tumbuh >8,0 % b. Inflasi Rata-rata 2-4 % per tahun c. Tingkat Pengangguran 4-5 % pada akhir tahun 2018 d. Tingkat Kemiskinan 6-7 % pada akhir tahun 2018
  82. 82. KEMENTERIAN PPN/KEMENTERIAN PPN/ BAPPENASBAPPENAS SEKTORAL SPASIAL MANUSIA PEMBIAYAAN PENDEKATAN • Meningkatkan sektor unggulan daerah • Meningkatkan pelayanan sarana dan prasarana daerah • Mewujudkan keamanan, ketertiban, dan perdamaian •Meningkatkan pemerataan pembangunan •Percepatan pembangunan perdesaan dan daerah tertinggal •Meningkatkan interkonektivitas antar kota dan pusat ekonomi daerah •Memprioritaskan kecamatan sebagai pusat pertumbuhan • Meningkatkan keimanan, ketaqwaan, dan kerukunan antar umat beragama • Meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan, dan etos kerja • Meningkatkan kapasitas kelembagaan pemerintahan dan profesionalitas aparatur •Mencari alternatif sumber pembiayaan daerah dengan: pinjaman daerah, obligasi daerah, dan peningkatan PAD •Menarik Investasi dan Orang ke daerah Maluku Utara Bangkit 2025 Empat Pendekatan dalam MerumuskanEmpat Pendekatan dalam Merumuskan Strategi Pembangunan MalutStrategi Pembangunan Malut
  83. 83. KEMENTERIAN PPN/KEMENTERIAN PPN/ BAPPENASBAPPENAS TERIMA KASIHTERIMA KASIH 85

×