MAKALAH       TEKNIK PENGAWETAN TANAH DAN AIR                 SEDIMENTASI                     Oleh:                    VIG...
KATA PENGANTAR       Puja dan puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWTyang telahmelimpahkan rahmat dan hidayah-N...
I.      PENDAHULUAN                                   A. Latar Belakang       Indonesia sebagai daerah tropis, erosi tanah...
lahan kering. Memang perlu kesabaran dalam pengelolaan daerah lahan kering,karena meningkatkan produktivitas lahan di daer...
B. Tujuan1. Mengetahui pengertian sedimentasi.2. Mengetahui macam-macamsedimentasi.3. Mengetahuifaktor-faktor yang mempeng...
II.    ISI       Erosi dan sedimentasi merupakan proses terlepasnya butiran tanah dariinduknya di suatu tempat dan terangk...
diantaranya air hujan misalnya seperti besi yang berkarat karena air hujan.Pelapukan biologis, melalui bantuan organisme m...
Arusturbiditdipengaruhiolehaliran airdanjugagravitasi.Ciriutamapengendapanoleharusiniadalahbutiranlebihkasarakanberada di ...
Gambar 2.ContohBatuansedimen        Perbedaan relief akan menyebabkan perbedaan waktu dalam prosespembentukan tanah. Bahan...
a. Sedimentasisungai   Pengendapan yang terjadi di sungaidisebutsedimenfluvial.Hasilpengendapaninibiasanya berupabatugilin...
a. Sumber material batuan sedimen: sifat dan komposisi batuan sedimen sangat  dipengaruhi oleh material-material asalnya. ...
f. Diagenesis adalah perubahan yang terjadi setelah pengendapan berlangsung,   baik tekstur maupun komposisi mineral sedim...
Padagayaini,                         bertajenislarutanlebihkecildariberatjenispartikel,sehinggapartikellebihcepatmengendap...
rotasi tanaman       penggunaan pupuk alami       mengistirahatkan lahan       Secara garis besar, teknik pengendalian ero...
III.   PENUTUP       Sedimentasi adalah suatu proses pengendapan material yang ditransportoleh media air, angin, es atau g...
- Kemiringantanahdansungai       - Tata gunalahan                            DAFTAR PUSTAKAAnonim. Teknologi Budidaya pada...
Sinukaban, N. 1994. Membangun pertanian menjadi lestari dengan konservasi.         Faperta IPB. Bogor.
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Makalah vigita

1,491 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
1,491
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
15
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Makalah vigita

  1. 1. MAKALAH TEKNIK PENGAWETAN TANAH DAN AIR SEDIMENTASI Oleh: VIGITA NIM A1H007032KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN NASIONAL UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN FAKULTAS PERTANIAN PURWOKERTO 2012
  2. 2. KATA PENGANTAR Puja dan puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWTyang telahmelimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikantugas terstruktur Teknik Pengawetan Tanah dan Airyang berjudul ”Sedimentasi”. Tanpa adanya bantuan dan dorongan serta petunjuk dari berbagai pihak,makalah ini tidak akan terselesaikan dengan baik. Oleh karena itu, penulismengucapakan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalampenyelesaian makalah ini. Penulis menyadarimakalah ini masih memiliki banyak kekurangan.Untuk itu, kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan demiperbaikan dimasa yang akan datang. Harapan penulis semoga makalah ini dapatbermanfaat bagi kita semua terutama bagi pembaca. Purwokerto, 06 Juni 2012 Penyusun
  3. 3. I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Indonesia sebagai daerah tropis, erosi tanah oleh air merupakan bentukdegradasi tanah yang sangat dominan. Praktik deforestarisasi merupakanpenyebab utamanya baik di hutan produksi ataupun di hutan rakyat, yangmenyebabkan terjadinya kerusakan hutan dan lahan. Di samping itu, praktekusaha tani yang keliru di daerah hulu yang tidak memperhatikan kaidah-kaidahkonservasi akan menyebabkan terjadinya kemerosotan sumberdaya lahan yangakan berakibat semakin luasnya lahan kritis. Hal ini terbukti pada tahun 1990-anluas lahan kritis di Indonesia 13,18 juta hektar, namun sekarang diperkirakanmencapai 23,24 juta hektar, sebagian besar berada di luar kawasan hutan (65%)yaitu di lahan milik rakyat dengan pemanfaatan yang sekedarnya atau bahkancenderung diterlantarkan. Keadaan ini justru akan membawa dampak lahansemakin kritis dan kekeringan panjang terjadi dimusim kemarau. Arti tanah dan air bagi semua makluk hidup mempunyai peranan pentingdalam kehidupannya sejak diciptakan di planet bumi ini. Sejarah mencatat bahwaperjalanan peradaban manusia yang dimulai sejak manusia purba sampai saat iniselalu berada dekat dengan air atau sumber air. Essensi tanah dan air bagi manusiamenyebabkan munculnya adaptasi dan budaya yang berkaitan dengan hal tersebut.Di negara kita dan juga beberapa negara lain, air mempunyai nilai agama, budaya,sosial, ekonomi dan bahkan politik. Begitu eratnya ikatan masyarakat dengantanah dan air, sehingga perlu dilakukan upaya konservasi untuk mempertahankeberadaannya sehingga tetap terpeliharanya komponen utama bagi kehidupanmanusia tersebut tetap terpelihara. Erosi, kekurangan air dan unsur hara adalah masalah yg paling serius didaerah lahan kering. Paket-paket teknologi untuk mananggulangi masalah-masalah tersebut juga sudah banyak, akan tetapi kurang optimal dimanfaatkankarena tidak begitu signifikan dalam meningkatkan kesejahteraan petani daerah
  4. 4. lahan kering. Memang perlu kesabaran dalam pengelolaan daerah lahan kering,karena meningkatkan produktivitas lahan di daerah lahan kering yang kondisilahannya sebagian besar kritis dan potensial kritis tidaklah mudah. Produksi pertanian, perikanan dan penggunaan sumberdaya alam yangberkaitan dengan air akan menurun. Upaya pencegahan erosi dan sedimentasidapat dilakukan dengan perbaikan pola penggunaan lahan dan melakukan usahakonservasi tanah dan air. Upaya ini umumnya masih dilakukan parsial terutamakarena aktivitas ini masih dihitung sebagai biaya sosial dan bukan sebagaiaktivitas ekonomi yang menguntungkan. Untuk itu perlu dikembangkanpendekatan tindakan pengendalian erosi dalam rangka konservasi tanah dan airuntuk pertanian berkelanjutan (Agus, 2002). Kegiatan yang secara siginifikan menyebabkan meningkatnya laju erositanah adalah pembukaan lahan, pembangunan sarana dan prasarana perkebunandan penanaman. Kegiatan pembukaan lahan akan menyebabkan terjadinyapeningkatan laju erosi maksimal sebesar 1014,28 % dari kondisi sebelumnya,kegiatan sarana dan prasarana akan meningkatkan laju erosi maksimal sebesar66,88 % dan penanaman akan meningkatkan laju erosi maksimal sebesar 50,59 %.Dalam rangka menurunkan laju erosi maka perlu melaksanakan tindakankonservasi tanah dan air. Salah satu yang dapat dilakukan adalah pembuatan terassederhana atau teras berdasar lebar. Tindakan konservasi tanah ini akan dapatmenurunkan laju erosi minimal 125.255 kali lebih kecil dari laju erosisebelumnya. Konservasi tanah dan air merupakan cara konvensional yang cukupmampu menanggulangi masalah diatas. Dengan menerapkan sisitem konservasitanah dan air diharapkan bisa menanggulangi erosi, menyediakan air danmeningkatkan kandungan hara dalam tanah serta menjadikan lahan tidak kritislagi. Ada 3 metode dalam dalam melakukan konservasi tanah dan air yaitu metodefisik dengan pegolahan tanahnya, metode vegetatif dengan memanfaatkanvegetasi dan tanaman untuk mengurangi erosi dan penyediaan air serta metodekimia yaitu memanfaatkan bahan-bahan kimia untuk mengawetkan tanah.
  5. 5. B. Tujuan1. Mengetahui pengertian sedimentasi.2. Mengetahui macam-macamsedimentasi.3. Mengetahuifaktor-faktor yang mempengaruhisedimentasi.
  6. 6. II. ISI Erosi dan sedimentasi merupakan proses terlepasnya butiran tanah dariinduknya di suatu tempat dan terangkutnya material tersebut oleh gerakan air atauangin, kemudian diikuti dengan pengendapan material yang terdapat ditempatlain. Terjadinya erosi dan sedimentasi tergantung dari beberapa faktor yaitukarakteristik hujan, kemiringan lereng, tanaman penutup dan kemampuan tanahuntuk menyerap dan melepas air ke dalam lapisan tanah dangkal, dampak darierosi tanah dapat menyebabkan sedimentasi disungai sehingga dapat mengurangidaya tampung sungai. Sejumlah bahan erosi yang dapat mengalami secara penuh dari sumbernyahingga mencapai titik kontrol dinamakan hasil sedimen (sediment yield). Hasilsedimen tersebut dinyatakan dalam satuan berat (ton) atau satuan volume (m3) danjuga merupakan fungsi luas daerah pengaliran. Dapat juga dikatakan hasilsedimen adalah besarnya sedimen yang berasal dari erosi yang terjadi di daerahtangkapan air yang diukur pada periode waktu dan tempat tertentu. Dalam rangka pembangunan pertanian berkelanjutan, maka pengelolaanlahan harus menerapkan suatu teknologi yang berwawasan konservasi. Suatuteknologi pengelolaan lahan yang dapat mewujudkan pembangunan pertanianberkelanjutan bilamana memiliki ciri seperti dapat meningkatkan pendapatanpetani, komoditi yang diusahakan sesuai dengan kondisi biofisik lahan dan dapatditerima oleh pasar, tidak mengakibatkan degradasi lahan karena laju erosi kecil,dan teknologi tersebut dapat diterapkan oleh masyarakat (Sinukaban, 1994). Sedimentasi adalah suatu proses pengendapan material yang ditransportoleh media air, angin, es atau gletser di suatu cekungan. Pelapukan mekanik dankimiawi batuan, pelapukan fisik atau kimia biasanya disebabkan oleh terjadinyafluktuasi suhu. Pada saat dingin batuan akan mengkerut sedangkan ketika panasakan mengembang, apabila hal ini terjadi berulang kali lama kelamaan batuan iniakan mengalami lapuk sedikit demi sedikit. Pelapukan kimiawi terjadi karenaadanya perubahan struktur kimiawi batuan yang disebabkan oleh beberapa faktor
  7. 7. diantaranya air hujan misalnya seperti besi yang berkarat karena air hujan.Pelapukan biologis, melalui bantuan organisme misalnya akar tanaman yangmampu memecah batuan atau hewan yang mampu melubangi batuan. Batuan yangberasaldarihasilrombakanberbagaijenisbatuanadalahbatuansedimen.Batuansedimeniniterbentukdengan prosespertamatentunyaadalahpecahnyaatauterabrasinyabatuansumberyangkemudianhasilpecahannyatertransportasidanmengendap di suatu areatertentu. proses-prosestersebuttelahlazimdisebutsebagai proses-prosessedimentasi. Proses sedimentasipadabatuansedimenklastikterdiridari 2 proses, yakniproses sedimentasisecaramekanikdan proses sedimentasisecarakimiawi. Prosessedimentasisecaramekanikmerupakan proses dimanabutir-butirsedimentertransportasihinggadiendapkan di suatutempat. Gambar 1.GambarSedimentasi Proses inidipengaruhiolehbanyakhaldariluar. Transportasibutir-butirsedimendapatdipengaruhioleh air, gravitasi, angin, danes.Dalamcairan,terdapatduamacamaliran,yakni laminar (yang tidakmenghasilkantransportasibutir-butirsedimen) dan turbulent (yangmenghasilkantransportasidanpengendapanbutir-butirsedimen).Arusturbuleninimembuatpartikelataubutiran-butiransedimenmengendapsecarasuspensi, sehinggabutiran-butiran yangdiendapkanmerupakanbutiransedimenberbutirhalus (pasirhinggalempung). Prosessedimentasi yang dipengaruhiolehgravitasidibagimenjadi 4, yakni yangdipengaruhioleharusturbidit, grain flows, aliransedimencair, dandebris flows.
  8. 8. Arusturbiditdipengaruhiolehaliran airdanjugagravitasi.Ciriutamapengendapanoleharusiniadalahbutiranlebihkasarakanberada di bagianbawahpengendapandansemakinhaluskebagianataspengendapan.Grain flowsbiasanyaterjadisaatsedimen yang memilikikemasdan sorting yangsangat baikjatuhpada slope di bawahgravitasi. Biasanyasedimennyamembentukreverse grading. Liquified sediment flowsmerupakanhasildari proses liquefaction.Sedangkandebris flows, volume sedimenmelebihi volume ar,danmenyebabkanalirandenganviskositastinggi. Dengansedikitturbulens,sortingdaripartikelmengecildanakhirnyamenghasilkanendapandengan sortingburuk. Proses sedimentasisecarakimiawiterjadisaatpori-pori yangberisifluidamenembusataumengisipori-poribatuan. Halinijugaberhubungandenganreaksi mineral padabatuantersebutterhadapcairanyangmasuktersebut.Berikutinimerupakanbeberapa proseskimiawidaridiagenesisbatuansedimenklastik, Dissolution (pelarutan), mineralmelarutdanmembentukporositassekunder. Cementation (Sementasi), pengendapan mineral yang merupakan semendaribatuan, semen tersebut diendapkanpadasaat proses primer maupunsekunder.Authigenesis, munculnya mineral baru yang tumbuhpadapori-poribatuan.Recrystallization, perubahanstruktur Kristal,namunkompsisimineralnyatetapsama. Mineral yangbiasaterkristalisasiadalahkalsit.Replacement, melarutnyasatu mineral yangkemudianterdapat mineral lain yang terbentukdanmenggantikan mineraltersebut.Compaction (kompaksi), bioturbation (bioturbasi), prosessedimentasiolehhewan (makhlukhidup).
  9. 9. Gambar 2.ContohBatuansedimen Perbedaan relief akan menyebabkan perbedaan waktu dalam prosespembentukan tanah. Bahan induk batuan residual adalah batuan sisa pelapukanyang masih ditempat yang mengalami pelapukan lagi dan menjadi tanah ditempatitu juga. Bahan induk angkutan adalah hasil pelapukan batuan yang tersedimentasiditempat lain kemudian menjadi batuan sedimentasi setelah itu.Jenis-jenisSedimentasi:a. LithougenusSedimen Sedimen yang berasaldarierosipantaidan material hasilerosidaerah up land. Materialinidapatsampaikedasarlautmelalui proses mekanik,yaitutertransportoleharussungaidanatauaruslautdanakanterendapkanjikaenergitertransforkantelahmelemah.b. BiogeneuosSedimen Sedimen yang bersumberdarisisa-sisaorganisme yang hidupseperticangkangdanrangkabiotalautsertabahan-bahanorganik yang mengalamidekomposisi.c. HidreogenousSedimen Sedimen yang terbentukkarenaadanyareaksikimia di dalam air lautdanmembentuk partikelyang tidaklarutdalam air lautsehinggaakantenggelamkedasarlaut,sebagaicontohdansedimenjenisiniadalahmagnetit, phosphoritdanglaukonit.d. CosmogerousSedimen Sedimen yang berasaldariberbagaisumberdanmasukkelautmelaluijalur mediaudaraatauangin.Sedimenjenisinidapatbersumberdariluarangkasa,aktifitasgunungapiatau berbagaipartikeldarat yang terbawaangin.Sedangkanuntuktempat-tempatterjadinyasedimentasiadalah :
  10. 10. a. Sedimentasisungai Pengendapan yang terjadi di sungaidisebutsedimenfluvial.Hasilpengendapaninibiasanya berupabatugiling, batugeser, pasir, kerikil, danlumpur yangmenutupidasarsungai.Bahkanendapansungaiinisangatbaikdimanfaatkanuntukbahanbangunanataupengaspalanjalan.Olehkarenaitutidaksedikit orang yang bermatapencaharianmencaripasir,kerikil, ataubatuhasilendapanituuntukdijual.b. SedimentasiDanau Di danaujugabisaterjadiendapanbatuan.Hasilendapaninibiasanyadalambentuk deltalapisanbatukerikil, pasir, danlumpur. Proses pengendapan di danauinidisebutsedimenlimnis.c. SedimentasiDarat gugukpasir di pantaiberasaldaripasir yang terangkatkeudarapadawaktuombakmemecahdipantailandai, laluditiupanginlautkearahdarat,sehinggamembentuktimbunanpasir yang tinggi. Contohnya, gugukpasirsepanjangpantaiBarat Belanda yang menjaditanggullautnegaraitu.Di Indonesia gugukpasir yang menyerupai diBelandabisaditemukan di pantaiParangTritis Yogyakarta.d. SedimentasiLaut Sungai yang mengalirdenganmembawaberbagaijenisbatuanakhirnyabermuara dilaut,sehingga di lautterjadi proses pengendapanbatuan yang paling besar.Hasilpengendapandilautinidisebutsedimenmarin.JenisSedimenLaut: SedimenTerigenPelagis HampirsemuasedimenTerigen di lingkunganpelagisterdiriatasmateri-materiyang berukuransangatkecil. Ada duacaramateritersebutsampaikelingkunganpelagis.Pertamadenganbantuanarusturbiditasdanalirangrafitasi.Keduamelaluigerakanesyaitumateriglasialyangdibawaolehbongkahaneskelautlepasdanmencair.SedimenBiogenikPelagisDenganmenggunakanmikroskopterlihatbahwasedimenbiogenikterdiriatasberbagaistrukturhalusdankompleks.Kebanyakansedimenituberupasisa-sisafitoplanktondanzooplankton laut. Batuan sedimen merupakan suatu batuan yang terbentuk dari hasil prosessedimentasi, baik secara mekanik maupun secara kimia dan organik. Prosesmekanik atau fisik terbentuk dari akumulasi mineral-mineral dan fragmen-fragmen batuan. Faktor-faktor yang penting antara lain:
  11. 11. a. Sumber material batuan sedimen: sifat dan komposisi batuan sedimen sangat dipengaruhi oleh material-material asalnya. Komposisi mineral-mineral batuan sedimen dapat menentukan waktu dan jarak transportasi, tergantung dari persentase mineral-mineral stabil dan nonstabil.b. Lingkungan pengendapan, secara umum lingkungan pengendapan dibagi menjadi tiga bagian, yaitu: Lingkungan pengendapan darat, transisi, dan laut. Gambar 3. Gambar Lingkungan Pengendapan Lautc. Pengangkutan (transportasi), media transportasi dapat berupa air, angin dan es. Selama transportasi berlangsung, terjadi perubahan terutama sifat fisik material-material sedimen seperti ukuran bentuk dan roundness.d. Pengendapan, terjadi bilamana arus atau gaya mulai menurun hingga berada dibawah titik daya angkutnya.e. Replacement dan Rekristalisasi Proses Replacement proses penggantian mineral oleh pelarutan-pelarutan kimia hingga terjadi mineral baru. Rekristalisasi adalah perubahan tau pengkristalan kembali mineral-mineral dalam batuan sedimen, akibat pengaruh temperatur dan tekanan yang relatif rendah.
  12. 12. f. Diagenesis adalah perubahan yang terjadi setelah pengendapan berlangsung, baik tekstur maupun komposisi mineral sedimen yang disebabkan oleh kimia dan fisika.g. Kompaksi terjadi karena adanya gaya berat atau gravitasi dari material-material sedimen sendiri, sehingga volume menjadi berkurang dan cairan yang mengisi pori-pori akan bermigrasi ke atas.h. Lithifikasi dan Sementasi, bila kompaksi meningkat terus menrus akan terjadi pengerasan terhadap material-material sedimen. Secara kimia dan organik terbentuk oleh proses-proses kimia dan kegiatanorganisme. Sedimen kimia dan organik dapat terjadi pada kondisi darat, transisidan lautan, seperti halnya dengan sedimen mekanik. Gambar 4. Zone Pengendapan Sedimentasimerupakanperistiwaturunnyapartikel-partikelpadat yangsemulatersebarmeratadalamcairankarenaadanyagayaberatsetelahterjadipengendapancairanjernihdapatdipisahkandanzatpadat yang menumpuk didasarataubisadisebutdenganpengendapan. Selama proses sedimentasiberlangsungterdapattigagaya yang bekerja,yaitu:a. Gaya gravitasi
  13. 13. Padagayaini, bertajenislarutanlebihkecildariberatjenispartikel,sehinggapartikellebihcepatmengendap. Fg = m. gb. Gaya dorong Gaya dorongterjadipadasaatlarutandipompakankedalamtabungklarifier. Gayadorongdapatjugadilihatpadasaatmulaiturunnyapartikelpadatankarenaadanyagayagravitasi, makafluidaakanmemberikangaya yangbesarnyasamadenganberatpadatanitusendiri. Ap.V 2 .Cd. Fd 2c. Gaya apungataumelayang Gaya apungterjadijikamassajenispartikellebihkecildarimassajenisfluida.Sehinggapartikelpadatanberadapadapermukaancairan. m. . g Fa p Sementaraitu, tindakanupayamenghentikanataumengurangisedimentasi disuatukawasantelukmisalnya, dapatdilakukandenganpengalihanalursungai yangdiketahuisuplaimuatansedimendarisungaiitumengerahketeluktersebut.Dalamskalayang lebihluas,mitigasibencanakarenasedimentasidapatdilakukandenganpengelolaan DAS(Daerah Aliran Sungai) yang merupakansumberutamamuatansedimen yangmasukkeperairan. Faktor-faktor yang mempengaruhisedimentasiyaitu: musim, curahhujan,run off, tumbuh-tumbuhan, geologidansifattanahpermukaan,kemiringantanahdansungai, tatagunalahan. Strategi lainnya yang biasa dipergunakan dalam bidang pertanian yaitu: pertanian tanpa pengolahan tanah pengolahan tanah berkontur alur penahan angin (windbreak)
  14. 14. rotasi tanaman penggunaan pupuk alami mengistirahatkan lahan Secara garis besar, teknik pengendalian erosi dibedakan menjadi dua, yaituteknik konservasi mekanik dan vegetatif. Konservasi tanah secara mekanik adalahsemua perlakuan fisik mekanis dan pembuatan bangunan yang ditujukan untukmengurangi aliran permukaan guna menekan erosi dan meningkatkan kemampuantanah mendukung usahatani secara berkelanjutan. Pada prinsipnya konservasimekanik dalam pengendalian erosi harus selalu diikuti oleh cara vegetatif, yaitupenggunaan tumbuhan/tanaman dan sisa-sisa tanaman/tumbuhan (misalnya mulsadan pupuk hijau), serta penerapan pola tanam yang dapat menutup permukaantanah sepanjang tahun. Pengendalian erosi secara teknis-mekanis merupakan usaha-usahapengawetan tanah untuk mengurangi banyaknya tanah yang hilang di daerah lahanpertanian dengan cara mekanis tertentu. Sehubungan dengan usaha-usahaperbaikan tanah secara mekanik yang ditempuh bertujuan untuk memperlambataliran permukaan dan menampung serta melanjutkan penyaluran aliranpermukaan dengan daya pengikisan tanah yang tidak merusak.
  15. 15. III. PENUTUP Sedimentasi adalah suatu proses pengendapan material yang ditransportoleh media air, angin, es atau gletser di suatu cekungan. Pelapukan mekanik dankimiawi batuan, pelapukan fisik atau kimia biasanya disebabkan oleh terjadinyafluktuasi suhu. Pada saat dingin batuan akan mengkerut sedangkan ketika panasakan mengembang, apabila hal ini terjadi berulang kali lama kelamaan batuan iniakan mengalami lapuk sedikit demi sedikit. Pelapukan kimiawi terjadi karena adanya perubahan struktur kimiawibatuan yang disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya air hujan misalnyaseperti besi yang berkarat karena air hujan. Pelapukan biologis, melalui bantuanorganisme misalnya akar tanaman yang mampu memecah batuan atau hewan yangmampu melubangi batuan. Dari uraian sebelumnya, maka dapat diambil beberapa kesimpulan yangdapat dirangkum dibawah ini : 1. Ada tigamacamgayadalam proses sedimentasi : - Gaya gravitasi - Gaya dorong - Gaya apungataumelayang 2. Faktor-faktor yang mempengaruhisedimentasi : - Musim :curahhujan, run off - Tumbuh-tumbuhan :rimbun, gersang - Geologidansifattanahpermukaan
  16. 16. - Kemiringantanahdansungai - Tata gunalahan DAFTAR PUSTAKAAnonim. Teknologi Budidaya pada Sistem Usaha Tani Konservasi. Pedoman Umum Budidaya Pertanian di Lahan Pertanian.Agus, F., E. Surmaini, dan N. Sutrisno. 2002. Teknologi Hemat air dan Irigasi Suplemen Teknologi Pengelolaan Lahan Kering. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanah dan Agroklimat Balitbang Pertanian Departemen Pertanian. BogorArsyad, Sitanala. 1989. Sedimentasi. IPB Press. BogorArsyad, S. 2000. Sedimentasi. IPB Press. Bogor.Critchley, W. and K. Siegert. 1991. Water Harvesting. A Manual for Design and Construction of Water Harvesting Schemes for Plant Production. FAO. Rome.Fahmuddin Agus dan Widianto (2004). Petunjuk Praktis Konservasi Tanah Pertanian Lahan Kering. Bogor: WORLD AGROFORESTRY CENTRE ICRAF Southeast Asia. Hal 59-60Riri Fithriadi dkk (1997). Pengelolaan Sumberdaya Lahan Kering di Indonesia; Kumpulan Informasi. Bogor: Pusat Penyuluhan Kehutanan.Sudirja, R. 2008. Pengolahantanahdansedimentasi. Jurusan Ilmu Tanah dan Manajemen Sumberdaya Lahan. Fakultas Pertanian. Universitas Padjajaran. Bandung.
  17. 17. Sinukaban, N. 1994. Membangun pertanian menjadi lestari dengan konservasi. Faperta IPB. Bogor.

×