MAKALAH TUGAS TERSTRUKTUR   TEKNIK PENGAWETAN TANAH DAN AIR   METODE KONSERVASI TANAH DAN AIR                Oleh :       ...
I.    PENDAHULUAN                               A.   Latar Belakang        Sumber daya alam utama yaitu tanah dan air muda...
Konservasi air pada prinsipnya adalah penggunaan air yang jatuh ketanah seefisien mungkin, dan pengaturan waktu sehingga t...
II.   TINJAUAN PUSTAKA          Tanah menurut pengertian sehari-hari ialah tempat berpijak makhlukhidup di darat, fondasi ...
saling memiskinkan. Tindakan konservasi tanah merupakan cara untukmelestarikan sumberdaya alam.         Konservasi tanah d...
III.   PEMBAHASANA.           Pengertian Konservasi Tanah dan Air              Konservasi tanah dapat diartikan sebagai pe...
•     Penanaman          dengan          tanaman        berakar        serabut            seperti: bambu yang sangat dianj...
a.         Metode Vegetatif        Metode vegetatif adalah suatu cara pengelolaan lahan miring denganmenggunakan tanaman s...
• Jarak antara barisan tanaman pagar ditentukan oleh kemiringan lahan dan     kemampuan tanaman pagar menyediakan bahan or...
♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣                      ♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣                      ♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣            ...
dari sistem pertanaman lorong, hasil pangkasan tanaman penutup tanah ataudidatangkan dari luar lahan pertanian.        Fun...
bahan organik tanah, mencegah proses pencucian unsur hara dan mengurangifluktuasi temperatur tanah.           Syarat-syara...
terhadap tanah yang diperlukan untuk menciptakan keadaan tanah yang baik bagipertumbuhan tanaman. Tujuan pokok pengolahan ...
• Dapat dibuat pada tanah-tanah agak dangkal (> 20 cm). Tetapi mampu     meresapkan air dengan cepat.b. Pembuatan dan peme...
3. Teras bangku miring ke dalam (gulir kampak) adalah teras bangku yang   bidang olahnya miring ke arah yang berlawanan de...
a. Persyaratan  • Tanah mempunyai solum dalam dan kemiringan 10-60%. Solum tanah > 90    cm untuk lereng 60% dan >40 cm ka...
legum pohon adalah Gliricidia, Lamtoro (untuk tanah yang pH-nya >6), turi,    stylo, dll.  • Sebagai kelengkapan teras per...
·        Lahan-lahan bukaan baru kebanyakan masih merupakan tanah-tanah virgin         yang memerlukan banyak perlakuan ag...
peningkatan kekasaran permukaan tanah, saluran peresapan, pembuatan         rorak, kadung situ dll     b. Memeperlambat ke...
sebagai tehnik yang melindungi atau memperbaiki tanah pertanian secarakeseluruhan, akan tetapi perlu ditekankan bahwa tekn...
IV.     KESIMPULAN1.   Konservasi tanah dapat diartikan sebagai penempatan setiap bidang tanah     pada cara penggunaan ya...
DAFTAR PUSTAKAAnonim.     2011.      Metode    Konservasi     Tanah         dan    Air.     Diakses          melaluihttp:/...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Makalah eca

5,306 views
5,233 views

Published on

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
5,306
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
19
Actions
Shares
0
Downloads
66
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Makalah eca

  1. 1. MAKALAH TUGAS TERSTRUKTUR TEKNIK PENGAWETAN TANAH DAN AIR METODE KONSERVASI TANAH DAN AIR Oleh : Mahesa Dwi Nuroni NIM A1H009053KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN FAKULTAS PERTANIAN PURWOKERTO 201
  2. 2. I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sumber daya alam utama yaitu tanah dan air mudah mengalamikerusakan atau degradasi. Tanah mempunyai dua fungsi utama yaitu sebagaisumber unsur hara bagi tumbuhan, dan sebagai matriks tempat akar tumbuhanberjangkar dan air tanah tersimpan (Arsyad S., 1989). Kedua fungsi tersebut dapatmenurun atau hilang, hilang atau menurunnya fungsi tanah ini yang biasa disebutkerusakan tanah atau degradasi tanah. Hilangnya fungsi tanah sebagai sumberunsur hara bagi tumbuhan dapat terus menerus diperbaharui dengan pemupukan.Tetapi hilangnya fungsi tanah sebagai tempat berjangkarnya perakaran danmenyimpan air tanah tidak mudah diperbaharui karena diperlukan waktu yanglama untuk pembentukan tanah. Kerusakan air berupa hilangnya atau mengeringnya sumber air danmenurunnya kualitas air. Hilang atau mengeringnya sumber air berkaitan eratdengan erosi, sedangkan menurunnya kualitas air dapat dikarenakan kandungansedimen yang bersumber dari erosi atau kandungan bahanbahan dari limbahindustri/pertanian.Dengan demikian kedua sumber daya tersebut (tanah dan air)harus dijaga kelestarian fungsinya dengan upaya-upaya konservasi tanah dan air. Konservasi tanah dapat diartikan sebagai penempatan setiap bidang tanahpada cara penggunaan yang sesuai dengan kemampuan tanah tersebut danmemperlakukannya sesuai dengan syarat-syarat yang diperlukan agar tidak terjadikerusakan. Konservasi tanah tidak berarti penundaan penggunaan tanah ataupelarangan penggunaan tanah, tetapi menyesuaikan macam penggunaannyadengan kemampuan tanah dan memberikan perlakuan sesuai syarat-syarat yangdiperlukan agar tanah dapat berfungsi secara lestari. Konservasi tanah berkaitanerat dengan konservasi air.
  3. 3. Konservasi air pada prinsipnya adalah penggunaan air yang jatuh ketanah seefisien mungkin, dan pengaturan waktu sehingga tidak terjadi banjir yangmerusak dan terdapat cukup air pada waktu musim kemarau. Setiap perlakuanyang diberikan pada sebidang tanah akan mempengaruhi tata air pada tempat itudan tempat-tempat hilirnya. Oleh karena itu maka konservasi tanah dankonservasi air merupakan dua hal yang berhubungan erat, berbagai tindakankonservasi tanah merupakan juga tindakan konservasi air. B .Tujuan 1. Mengetahui pengertian konservasi tanah dan air 2. Mengetahui metode- metode yang digunakan dalam konservasi tanah dan air
  4. 4. II. TINJAUAN PUSTAKA Tanah menurut pengertian sehari-hari ialah tempat berpijak makhlukhidup di darat, fondasi tempat tinggal, dan sebagainya. Secara ilmiah, tanahmerupakan media tempat tumbuh tanaman. Menurut Simmonson (1957), tanah adalah permukaan lahan yangkontiniu menutpi kerak bumi kecuali di tempat-tempat berlereng terjal, puncak-puncak pegunungan, daerah salju abadi. Sedangkan menurut Soil Survey Staff(1973), tanah adalah kumpulan tubuh alami pada permukaan bumi yang dapatberubah atau dibuat oleh manusia dari penyusun-penyusunnya, yang meliputibahan organik yang sesuai bagi perkembangan akar tanaman. Menurut Sitanala Arsyad (1989), konservasi tanah adalah penempatansetiap bidang tanah pada cara penggunaan yang sesuai dengan kemampuan tanahtersebut dan memperlakukkannya sesuai dengan syarat-syarat yang diperlukanagar tidak terjadi kerusakan tanah. Konservasi tanah mempunyai hubungan yangerat dengan konservasi air. Tanah sebagai komponen utama usaha tani yang harus dipelihara,dimodifikasi bila perlu, sangat mempengaruhi produksi dan penampilan tanaman.Usaha konservasi tanah dan air dapat dilakukan dengan menggunakan tiga metodeyaitu : 1. Metode vegetatif, menggunakan tanaman sebagai sarana 2. Metode mekanik, menggunakan tanah, batu dan lain-lain sebagai sarana. 3. Metode Kimia, menggunakan tambahan bahan kimia Konservasi tanah berhubungan erat dengan konservasi air. Setiapperlakuan yang diberikan pada sebidang tanah akan mempengaruhi tata air, danusaha untuk mengkonservasi tanah juga merupakan konservasi air. Salah satutujuan konservasi tanah adalah meminimumkan erosi pada suatu lahan. Laju erosiyang masih lebih besar dari erosi yang dapat ditoleransikan merupakan masalahyang bila tidak ditanggulangi akan menjebak petani kembali ke dalam siklus yang
  5. 5. saling memiskinkan. Tindakan konservasi tanah merupakan cara untukmelestarikan sumberdaya alam. Konservasi tanah dan air atau yang sering disebut pengawetan tanahmerupakan usaha-usaha yang dilakukan untuk menjaga dan meningkatkanproduktifitas tanah, kuantitas dan kualitas air. Apabila tingkat produktifitas tanahmenurun, terutama karena erosi maka kualitas air terutama air sungai untuk irigasidan keperluan manusia lain menjadi tercemar sehingga jumlah air bersih semakinberkurang. Konservasi tanah pada umumnya terdapat di berbagai tempat yang secaranyata berdampak pada perbandingan panjang kemiringan tanah yang diakibatkanoleh air hingga tanah menyusut. Lalu terdapat beberapa hal yang perludiperhatikan pada konservasi air dalam rangka pengontrolan erosi dimanakemiringan tanah yang telah ditentukan dalam persen dan panjang kemiringantanah yang disebut dengan s ystem cropping. Tantangan yang berat di Indonesia adalah luas wilayah Indonesiea yangtidak kurang dari 195 juta hektar, dan diperkirakan 147 juta hektar atau 76 persenmerupakan hutan dalam program penghutanan kembali dan rehabilitasi lahan,terdapat tidak kurang dari 80 area watershed, dimana 36 buah diantaranyamendapat prioritas.
  6. 6. III. PEMBAHASANA. Pengertian Konservasi Tanah dan Air Konservasi tanah dapat diartikan sebagai penempatan setiap bidang tanahpada cara penggunaan yang sesuai dengan kemampuan tanah tersebut danmemperlakukannya sesuai dengan syarat-syarat yang diperlukan agar tidak terjadikerusakan. Konservasi air pada prinsipnya adalah penggunaan air yang jatuh ketanah seefisien mungkin, dan pengaturan waktu sehingga tidak terjadi banjir yangmerusak dan terdapat cukup air pada waktu musim kemarau. Setiap perlakuanyang diberikan pada sebidang tanah akan mempengaruhi tata air pada tempat itudan tempat-tempat hilirnya. Usaha pokok dalam pengawetan tanah dan air meliputi (Zulrasdi et, al.2005):1. Pengelolaan lahan • Sesuai kemampuan lahan • Mengembalikan sisa-sisa tanaman ke dalam tanah • Melindungi lahan dari ancaman erosi dengan menanam tanaman penutup tanah • Penggunaan mulsa.2. Pengelolaan Air Pengelolaan air adalah usaha-usaha pengembangan sumberdaya air dalam hal : • Jumlah air yang memadai • Kwalitas air • Tersedia air sepanjang tahun3. Pengelolaan Vegetasi Pengelolaan vegetasi pada hutan tangkapan air maupun pemeliharaan vegetasi sepanjang aliran sungai, dapat ditempuh dengan cara:
  7. 7. • Penanaman dengan tanaman berakar serabut seperti: bambu yang sangat dianjurkan di pinggiran sungai, rumput makanan ternak seperti rumput gajah, rumput raja dll. Penanaman ini dimaksudkan untuk penghalang terjadinya erosi pada tanah. • Penanaman tanaman semusim untuk lahan semusim untuk lahan yang tidak memiliki kemiringan • Pembuatan teras, bila pada lahan terdapat kemiringanB. Metode Konservasi Tanah dan Air 1. Metode Konservasi Tanah Salah satu kegiatan dalam menyelamatkan lahan dari tingkat erosi yangtinggi adalah penerapan teknik konservasi tanah dan air disamping kegiatanreboisasi, penghijauan, pemeliharan dan pengayaan tanaman. Konservasi tanahdan air merupakan upaya untuk penggunaan lahan sesuai dengan syarat–syaratyang diperlukan agar tidak terjadi kerusakan tanah. Konservasi tanah dan airmempunyai tujuan utama untuk mempertahankan tanah dan air dari kehilangandan kerusakannya melalui pengendalian erosi, sedimentasi dan banjir sehinggalahan dan air dapat dimanfaatkan secara optimal dan lestari untuk sebesar-besarkemakmuran rakyat. Penerapan teknik konservasi tanah dan air meliputi teknik vegetatif, sipilteknis dan kimiawi. Penerapan teknik vegetaif berupa penanaman vegetasi tetap,budidaya tanaman lorong, strip rumput dan lain–lain, penerapan sipil teknisberupa pembuatan bangunan dam pengendali, dam penahan, teras, saluranpembuagan air, sumur resapan, embung, parit buntu (rorak), perlindungan kanankiri tebing sungai dan lain–lain, serta penerapan teknik kimiawi berupa pemberianmulsa, bitumen zat kimia (soil conditioner). Teknologi yang diterapkan pada setiap macam penggunaan tanah akamenentukan apakah akan didapat penggunaan dan produksi yang lestari padasebidang tanah. Metode konservasi tanah dan air dapat dibagi dalam tigagolongan, yaitu:
  8. 8. a. Metode Vegetatif Metode vegetatif adalah suatu cara pengelolaan lahan miring denganmenggunakan tanaman sebagai sarana konservasi tanah (Seloliman, 1997). Beberapa teknik konservasi tanah dan air yang mampu mengendalikanerosi dapat ditempuh melalui cara vegetatif seperti pertanaman lorong (alleycropping), silvipastura, dan pemberian mulsa. 1. Pertanaman lorong Pertanaman lorong (alley cropping) adalah sistem bercocok tanam dankonservasi tanah dimana barisan tanaman perdu leguminosa ditanam rapat (jarak10-25 cm) menurut garis kontur (nyabuk gunung) sebagai tanaman pagar dantanaman semusim ditanam pada lorong di antara tanaman pagar. Menerapkanpertanaman lorong pada lahan miring biayanya jauh lebih murah dibandingkanmembuat teras bangku, tapi efektif menahan erosi. Setelah 3-4 tahun sejaktanaman pagar tumbuh akan terbentuk teras. Terbentukannya teras secara alamidan berangsur sehingga sering disebut teras kredit. Gambar pertanaman Loronga. Persyaratan• Kelerengan 3-40% dan kedalaman tanah > 20 cm.• Cocok untuk tanah dengan tingkat kesuburan rendah sampai sedang.b. Pembuatan dan pemeliharaan
  9. 9. • Jarak antara barisan tanaman pagar ditentukan oleh kemiringan lahan dan kemampuan tanaman pagar menyediakan bahan organik. Aturan yang umum digunakan adalah dengan memilih sekitar 1-1,5 m tetapi untuk kemiringan lahan 3-10%, diatur dengan jarak antara 0,3-1,0 m (jarak antar baris tanaman pagar tidak lebih dari 10 m). Hal ini dimaksudkan agar bahan organik yang disumbangkan tanaman pagar cukup banyak jumlahnya.• Biasanya pada lereng bawah dari tanaman pagar yang berbentuk perdu, ditanami rumput yang tahan naungan. Penanaman rumput sejajar dengan barisan tanaman perdu dimaksudkan untuk meningkatkan efektivitas menahan erosi karena jika hanya perdu, masih sering terjadi erosi.• Tanaman pagar dipangkas secara berkala (terutama bila tanaman pagar mulai menaungi tanaman pokok) dan bahan hijauannya digunakan sebagai mulsa atau pakan ternak. Apabila bahan hijauan digunakan untuk pakan ternak maka pupuk kandang yang dihasilkan dikembalikan untuk memupuk tanaman pokok agar kesuburan lahan dapat dipertahankan. 2. Silvipastura Sistem silvipastura sebenarnya bentuk lain dari tumpangsari, tetapi yangditanam di sela-sela tanaman hutan bukan tanaman pangan melainkan tanamanpakan ternak, seperti rumput gajah, setaria, dll. Ada beberapa bentuk silvipasturayang dikenal di Indonesia antara lain (a) tanaman pakan di hutan tanamanindustri, (b) tanaman pakan di hutan sekunder, (c) tanaman pohon-pohonansebagai tanaman penghasil pakan dan (d) tanaman pakan sebagai pagar hidup.a. Persyaratan• Terutama untuk lereng agak curam dan curam.• Pemilihan jenis tanaman disesuaikan dengan keinginan petani. Jika tidak, akan mematikan motivasi petani menanam dan memelihara tanaman sampai menghasilkan. � � � � � � � � � � � � � � � � � ♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣ ♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣ ♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣ ♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣ � � � � � � � � � � � � � � � � �
  10. 10. ♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣ ♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣ ♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣ ♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣ � � � � � � � � � � � � � � � � � ♣ tanaman pangan�Albizia �rumput pakan ternak Gambarpenanaman secara silvipastura 3. Strip rumput Strip rumput, hampir sama dengan sistem pertanaman lorong, dibuatmengikuti kontur (sabuk gunung) dan lebar strip 0,5 m atau lebih, dimaksudkanuntuk mengurangi erosi dan penyedia pakan ternak.a. Persyaratan• Terutama bagi rumah tangga yang memiliki ternak ruminansia.• Cocok untuk daerah beriklim kering maupun daerah beriklim basah.• Jenis rumput yang digunakan mempunyai penyebaran perakaran vertikal yang dalam sehingga daya saingnya terhadap tanaman utama menjadi rendah.• Jenis rumput yang tahan naungan dan kekeringan.• Mempunyai daya adaptasi yang tinggi pada tanah yang tidak subur.• Sangat baik jika memberikan efek alelopati terhadap hama. Contohnya, aroma yang dihasilkan vetiver dapat mengusir tikus.b. Penanaman dan pemeliharaan• Rumput ditanam menurut kontur terdiri dari 3 barisan rumput atau lebih dengan jarak antara barisan 20 cm.• Lebar strip rumput 0,5 m atau lebih.• Jarak antara strip rumput tergantung yang diinginkan dan bervariasi dari 2,5 m untuk kemiringan 60% sampai 40 m untuk kemiringan 5%.• Jika ditanam dari biji memerlukan tenaga kerja lebih sedikit dibandingkan dengan dari stek/tunas hidup/bonggol. 4. Pemberian bahan mulsa Pemberian mulsa dimaksudkan untuk menutupi permukaan tanah agarterhindar dari pukulan butir hujan. Mulsa merupakan teknik pencegahan erosiyang cukup efektif. Jika bahan mulsa berasal dari bahan organik, maka mulsa jugaberfungsi dalam pemeliharaan bahan organik tanah. Bahan organik yang dapatdijadikan mulsa dapat berasal dari sisa tanaman, hasil pangkasan tanaman pagar
  11. 11. dari sistem pertanaman lorong, hasil pangkasan tanaman penutup tanah ataudidatangkan dari luar lahan pertanian. Fungsi lain mulsa adalah :• Jika sudah melapuk dapat meningkatkan kemampuan tanah menahan air sehingga air lebih tersedia untuk pertumbuhan tanaman, dan memperkuat agregat tanah.• Mengurangi kecepatan serta daya kikis aliran permukaan.• Mengurangi evaporasi, memperkecil fluktuasi suhu tanah, meningkatkan jumlah pori aerasi sebagai akibat meningkatnya kegiatan jasad hidup di dalam tanah dan meningkatkan kapasitas infiltrasi tanah.• Menyediakan sebagian zat hara bagi tanaman.• Dianjurkan menggunakan 6 ton mulsa/ha/tahun atau lebih. Bahan mulsa yang paling mudah didapatkan adalah sisa tanaman.• Mulsa diberikan dengan jalan menyebarkan bahan organik secara merata di permukaan tanah.• Bahan mulsa yang baik adalah bahan yang sukar melapuk seperti jerami padi dan batang jagung.• Mulsa dapat juga diberikan ke dalam lubang yang dibuat khusus dan disebut sebagai mulsa vertikal. Gambar Mulsa Tanaman penutup tanah ini selain untuk mencegah atau mengendalikanbahaya erosi juga dapat berfungsi memperbaiki struktur tanah, menambahkan
  12. 12. bahan organik tanah, mencegah proses pencucian unsur hara dan mengurangifluktuasi temperatur tanah. Syarat-syarat dari tanaman penutup tanah, antara lain:1. Dapat berkembang dan daunnya banyak.2. Tahan terhadap pangkasan.3. Mudah diperbanyak dengan menggunakan biji.4. Mampu menekan tanaman pengganggu.5. Akarnya dapat mengikat tanah, bukan merupakan saingan tanaman pokok.6. Tahan terhadap penyakit dan kekeringan.7. Tidak berduri dan bersulur yang membelit. Selain dengan penanaman tanaman penutup tanah (cover crop), caravegetatif lainnya adalah:1. Tanaman dengan lajur berselang-seling, pada kelerengan 6 – 10 % dengan tujuan: · Membagi lereng agar menjadi lebih pendek. · Dapat menghambat atau mengurangi laju aliran permukaan. · Menahan partikel-partikel tanah yang terbawa oleh aliran permukaan.2. Menanam secara kontur (Countur planting), dilakukan pada kelerengan 15 – 18 % dengan tujuan untuk memperbesar kesempatan meresapnya air sehingga run off berkurang.3. Pergiliran tanaman (crop rotation).4. Reboisasi atau penghijauan.5. Penanaman saluran pembuang dengan rumput dengan tujuan untuk melindungi saluran pembuang agar tidak rusak. b. Metode Mekanik Cara mekanik adalah cara pengelolaan lahan tegalan (tanah darat) denganmenggunakan sarana fisik seperti tanah dan batu sebagai sarana konservasitanahnya. Tujuannya untuk memperlambat aliran air di permukaan, mengurangierosi serta menampung dan mengalirkan aliran air permukaan (Seloliman, 1997). Termasuk dalam metode mekanik untuk konservasi tanah dan air diantaranya pengolahan tanah. Pengolahan tanah adalah setiap manipulasi mekanik
  13. 13. terhadap tanah yang diperlukan untuk menciptakan keadaan tanah yang baik bagipertumbuhan tanaman. Tujuan pokok pengolahan tanah adalah menyiapkantempat tumbuh bibit, menciptakan daerah perakaran yang baik, membenamkansisa-sisa tanaman dan memberantas gulma (Arsyad, 1989). Pengendalian erosi secara teknis-mekanis merupakan usaha-usahapengawetan tanah untuk mengurangi banyaknya tanah yang hilang di daerah lahanpertanian dengan cara mekanis tertentu. Sehubungan dengan usaha-usahaperbaikan tanah secara mekanik yang ditempuh bertujuan untuk memperlambataliran permukaan dan menampung serta melanjutkan penyaluran aliranpermukaan dengan daya pengikisan tanah yang tidak merusak. Pengolahan tanah menurut kontur adalah setiap jenis pengolahan tanah(pembajakan, pencangkulan, pemerataan) mengikuti garis kontur sehinggaterbentuk alur-alur dan jalur tumpukan tanah yang searah kontur dan memotonglereng. Alur-alur tanah ini akan menghambat aliran air di permukaan danmencegah erosi sehingga dapat menunjang konservasi di daerah kering. Keuntungan utama pengolahan tanah menurut kontur adalahterbentuknya penghambat aliran permukaan yang memungkinkan penyerapan airdan menghindari pengangkutan tanah. Oleh sebab itu, pada daerah beriklim keringpengolahan tanah menurut kontur juga sangat efektif untuk konservasi ini. Banyak cara konservasi tanah dan air yang tergolong ke dalampengendalian erosi secara sipil teknis, tetapi yang sering dilakukan oleh petanihanya beberapa saja, yaitu teras gulud dan teras bangku. 1. Teras gulud Teras gulud adalah guludan yang dilengkapi dengan rumput penguat dansaluran air pada bagian lereng atasnya. Teras gulud dapat difungsikan sebagaipengendali erosi dan penangkap aliran permukaan dari permukaan bidang olah.Aliran permukaan diresapkan ke dalam tanah di dalam saluran air sedangkan airyang tidak meresap dialirkan ke Saluran Pembuangan Air (SPA).a. Persyaratan • Cocok untuk kemiringan lahan antara 10-40%, dapat juga digunakan pada kemiringan 40-60%, namun kurang efektif.
  14. 14. • Dapat dibuat pada tanah-tanah agak dangkal (> 20 cm). Tetapi mampu meresapkan air dengan cepat.b. Pembuatan dan pemeliharaan • Buat garis kontur sesuai dengan interval tegak (IV = interval vertical) yang diinginkan. • Pembuatan guludan dimulai dari lereng atas dan berlanjut ke bagian bawahnya. • Teras gulud dan saluran airnya dibuat membentuk sudut 0,1- 0,5% dengan garis kontur menuju ke arah saluran pembuangan air. • Saluran air digali dan tanah hasil galian ditimbun di bagian bawah lereng dijadikan guludan. • Tanami guludan dengan rumput penguat seperti Paspalum notatum, bebe (Brachiaria brizanta), bede (Brachiaria decumbens), atau akarwang (Vetiveria zizanioides) agar guludan tidak mudah rusak. • Diperlukan SPA yang diperkuat rumput Paspalum notatum agar aman. 2. Teras bangku Teras bangku atau teras tangga dibuat dengan jalan memotong lereng danmeratakan tanah di bidang olah sehingga terjadi suatu deretan berbentuk tangga.Ada 4 jenis teras bangku : 1.Teras bangku datar adalah teras bangku yang bidang olahnya datar (membentuk sudut 0o dengan bidang horizontal). 2. Teras bangku miring ke luar adalah teras bangku yang bidang olahnya miring ke arah lereng asli, namun kemiringannya sudah berkurang dari kemiringan lereng asli.
  15. 15. 3. Teras bangku miring ke dalam (gulir kampak) adalah teras bangku yang bidang olahnya miring ke arah yang berlawanan dengan lereng asli. Air aliran permukaan dari setiap bidang olah mengalir dari bibir teras ke saluran teras dan terus ke SPA sehingga hampir tidak pernah terjadi pengiriman air aliran permukaan dari satu teras ke teras yang di bawahnya. Teras bangku gulir kampak memerlukan biaya yang mahal karena lebih banyak penggalian bidang olah. Selain itu bagian bidang olah di sekitar saluran teras merupakan bagian yang kurang/tidak subur karena merupakan bagian lapisan tanah bawah (subsoil) yang tersingkap di permukaan tanah. Namun jika dibuat dengan benar, teras bangku gulir kampak sangat efektif mengurangi erosi.4. Teras irigasi biasanya diterapkan pada lahan sawah, karena terdapat tanggul penahan air.
  16. 16. a. Persyaratan • Tanah mempunyai solum dalam dan kemiringan 10-60%. Solum tanah > 90 cm untuk lereng 60% dan >40 cm kalau lereng 10%. • Tanah stabil, tidak mudah longsor. • Tanah tidak mengandung bahan beracun seperti aluminium dan besi dengan konsentrasi tinggi. Tanah Oxisols, Ultisols, dan sebagian Inceptisols yang berwarna merah atau kuning (podsolik merah kuning) biasanya mengandung aluminium dan atau besi tinggi. • Ketersediaan tenaga kerja cukup untuk pembuatan dan pemeliharaan teras. • Memerlukan kerjasama antar petani yang memiliki lahan di sepanjang SPA.b. Cara pembuatan teras bangku • Pembuatan teras dimulai dari bagian atas dan terus ke bagian bawah lahan untuk menghindarkan kerusakan teras yang sedang dibuat oleh air aliran permukaan bila terjadi hujan. • Tanah bagian atas digali dan ditimbun ke bagian lereng bawah sehingga terbentuk bidang olah baru. Tampingan teras dibuat miring; membentuk sudut 200% dengan bidang horizontal. Kalau tanah stabil tampingan teras bisa dibuat lebih curam (sampai 300%). • Kemiringan bidang olah berkisar antara 0% sampai 3% mengarah ke saluran teras. • Bibir teras dan bidang tampingan teras ditanami rumput atau legum pakan ternak. Contohnya adalah rumput Paspalum notatum, Brachiaria brizanta, Brachiaria decumbens, atau Vetiveria zizanioides dll. Sedangkan contoh
  17. 17. legum pohon adalah Gliricidia, Lamtoro (untuk tanah yang pH-nya >6), turi, stylo, dll. • Sebagai kelengkapan teras perlu dibuat saluran teras, saluran pengelak, saluran pembuangan air serta terjunan. Ukuran saluran teras : lebar 15-25 cm, dalam 20-25 cm. • Untuk mengurangi erosi dan meningkatkan infiltrasi, pembuatan rorak bisa dilakukan dalam saluran teras atau saluran pengelak. • Kalau tidak ada tempat untuk membuat SPA, bisa dibuat teras bangku miring ke dalam • Perlu mengarahkan air aliran permukaan ke SPA yang ditanami rumput Paspalum notatum dan bangunan terjunan air.c. Pemeliharaan Pemeliharaan saluran teras meliputi, memindahkan/mengeluarkansedimen dari dalam saluran dan dari rorak ke bidang olah, menyulam tanamantampingan dan bibir teras yang mati, memangkas rumput yang tumbuh padasaluran, tampingan dan bibir teras untuk dijadikan pakan ternak. c. Metode Kimia Kemantapan struktur tanah merupakan salah satu sifat tanah yangmenentukan tingkat kepekaan tanah terhadap erosi. Yang dimaksud dengan carakimia dalam usaha pencegahan erosi, yaitu dengan pemanfaatan soil conditioneratau bahan-bahan pemantap tanah dalam hal memperbaiki struktur tanah sehinggatanah akan tetap resisten terhadap erosi (Kartasapoetra dan Sutedjo, 1985). Bahan kimia sebagai soil conditioner mempunyai pengaruh yang besarsekali terhadap stabilitas agregat tanah. Pengaruhnya berjangka panjang karenasenyawa tersebut tahan terhadap mikroba tanah. Permeabilitas tanah dipertinggidan erosi berkurang. Bahan tersebut juga memperbaiki pertumbuhan tanamansemusim pada tanah liat yang berat (Arsyad, 1989).Penggunaan bahan-bahanpemantap tanah bagi lahan-lahan pertanian dan perkebunan yang baru dibukasesunggunya sangat diperlukan mengingat:
  18. 18. · Lahan-lahan bukaan baru kebanyakan masih merupakan tanah-tanah virgin yang memerlukan banyak perlakuan agar dapat didayagunakan dengan efektif.· Pada waktu penyiapan lahan tersebut telah banyak unsur-unsur hara yang terangkat.· Pengerjaan lahan tersebut menjadi lahan yang siap untuk kepentingan perkebunan, menyebabkan banyak terangkut atau rusaknya bagian top soil, mengingat pekerjaannya menggunakan peralatan-peralatan berat seperti traktor, bulldozer dan alat-alat berat lainnya. Gambar Soil Conditioner 2. Metode Konservasi Air Strategi konservasi air mencakup metode pengelolaan untuk : 1. Menurunkan aliran permukan 2. Mengurang evaporasi 3. Mengurangi perkolasi (deep percolation) 4. Mencegah kehilangan air yg tidak penting dari daerah penyimpanan (storage ) Dengan demikian tindakan konservasi air dapat diarahkan untuk : a. Mengurangi jumlah air aliran permukaan melalui peningkatan infiltrasi, peningkatan kandungan bahan organik atau dengan meningkatkan simpanan air dipermukaan tanah dan didalam tanah misalnya melalui
  19. 19. peningkatan kekasaran permukaan tanah, saluran peresapan, pembuatan rorak, kadung situ dll b. Memeperlambat kecepatan aliran permukaan dengan cara vegetatif, mengurangi kemiringan lahan dan memperpendek lereng. c. Pemeliharaan sumber daya ( konservasi sumber daya air) d. Panen hujan Pada dasarnya usahatani konservasi merupakan suatu paket teknologiusahatani yang bertujuan meningkatkan produksi dan pendapatan petani, sertamelestarikan sumberdaya tanah dan air pada DAS-DAS kritis (Saragih, 1996),akan tetapi penyerapan teknologi tersebut masih relatif lambat disebabkan antaralain :1. Besarnya modal yang diperlukan untuk penerapannya (khususnya untuk investasi bangunan konservasi2. Kurangnya tenaga penyuluh untuk mengkomunikasikan teknologi tersebut kepada petani3. Masih lemahnya kemampuan pemahaman petani untuk menerapkan teknologi usahatani kon-servasi sesuai yang diintroduksikan4. Keragaman komoditas yang diusahakan di DAS-DAS kritis5. Terbatasnya sarana/prasarana pendukung penerapan teknologi usaha tani konservasi Hal-hal tersebut diatas menunjukkan bahwa teknologi usahatanikonservasi yang ada sekarang ini masih belum memadai sehingga perlu dicariteknologi yang lebih sesuai melalui kegiatan :1. Penelitian komponen-komponen teknologi yang dapat mendukung paket teknologi usahatani konservasi2. Penelitian pengembangan teknologi yang sudah ada guna memodifikasi teknologi tersebut sesuai dengan kondisi agrofisik dan sosial ekonomi wilayah setempat Teknik konservasi tanah seperti pembuatan kontur, teras, penanamandalam strip, penanaman penutup tanah, pemilihan pergiliran tanah yang cocok,penggunaan pupuk yang tepat, dan drainase dalam literatur sering dijabarkan
  20. 20. sebagai tehnik yang melindungi atau memperbaiki tanah pertanian secarakeseluruhan, akan tetapi perlu ditekankan bahwa teknik-teknik tersebut dapatefektif apabila penggunaan lahannya sudah cocok. Tidak ada agroteknologi yangmemungkinkan tanaman dapat tumbuh dengan baik dan tidak ada tehnikkonservasi yang dapat mencegah erosi kalau kondisi tanahnya tidak cocok untukpertanian (Sinukaban, 1989).
  21. 21. IV. KESIMPULAN1. Konservasi tanah dapat diartikan sebagai penempatan setiap bidang tanah pada cara penggunaan yang sesuai dengan kemampuan tanah tersebut dan memperlakukannya sesuai dengan syarat-syarat yang diperlukan agar tidak terjadi kerusakan. Konservasi air pada prinsipnya adalah penggunaan air yang jatuh ke tanah seefisien mungkin, dan pengaturan waktu sehingga tidak terjadi banjir yang merusak dan terdapat cukup air pada waktu musim kemarau. Konservasi tanah dan air atau yang sering disebut pengawetan tanah merupakan usaha-usaha yang dilakukan untuk menjaga dan meningkatkan produktifitas tanah, kuantitas dan kualitas air.2. Usaha konservasi tanah dan air dapat dilakukan dengan menggunakan tiga metode yaitu : 1. Metode vegetatif, menggunakan tanaman sebagai sarana 2. Metode mekanik, menggunakan tanah, batu dan lain-lain sebagai sarana. 3. Metode kimia, menggunakan tambahan bahan kimia3. Usaha konservasi Air dapat dilakukan a. Mengurangi jumlah air aliran permukaan melalui peningkatan infiltrasi, peningkatan kandungan bahan organik atau dengan meningkatkan simpanan air dipermukaan tanah dan didalam tanah misalnya melalui peningkatan kekasaran permukaan tanah, saluran peresapan, pembuatan rorak, kadung situ dll b. Memeperlambat kecepatan aliran permukaan dengan cara vegetatif, mengurangi kemiringan lahan dan memperpendek lereng. c. Pemeliharaan sumber daya ( konservasi sumber daya air) d. Panen hujan
  22. 22. DAFTAR PUSTAKAAnonim. 2011. Metode Konservasi Tanah dan Air. Diakses melaluihttp://kuliahitukeren.blogspot.com/2011/03/metode-konservasi- tanah-dan-air.html pada 30 Maret pukul 11.00 WIB.Anonim. 2011. Teknik Konservasi Tanah dan Air. Diakses melalui http://infront.web.id/394/teknik-konservasi-tanah-dan-air/ pada 30 Maret pukul 11.00 WIBAnonim. 2011. Konservasi Tanah dan Air. Diakses melaluihttp://4antum.wordpress.com/2009/12/16/konservasi-tanah-dan- air/ pada 30 Maret pukul 11.00 WIB.Arsyad, Soemitro. 1989. Konservasi Tanah dan Air, Presentasi Workshop Agroforestry 2004, Fakultas Kehutanan, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta

×