flyback tv

3,749 views

Published on

Published in: Education, Business, Technology
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
3,749
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
78
Actions
Shares
0
Downloads
40
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

flyback tv

  1. 1. Flyback
  2. 2. Flyback • Flyback adalah komponen monitor yg berfungsi untuk menghasilkan tegangan tinggi dan tegangan lainnya yg dibutuhkan monitor. Flyback sebenarnya adalah trafo tapi trafo untuk tegangan tinggi agar tabung bekerja mengeluarkan gambar.
  3. 3. Bagian-bagian flyback • Bagian-bagian flyback adalah sbb: A. Bagian primer B. Bagian sekunder C. Bagian yg terpisah antara primer dan sekunder yaitu : ABL, Screen dan Fokus dan KOP flyback.
  4. 4. Bagian primer flyback antara lain:
  5. 5. Bagian primer flyback • 1. colector : terhubung dg colector transistor horisontal. jika flyback kerja maka pin ini akan menghasilkan tegangan tinggi. Jangan di ukur dg multitester. • 2. dioda dumper : terhubung dg dioda dumper. Tidak semua flyback memiliki kaki ini. • 3. B+ : terhubung dg tegangan B+ 55v dan FET IRF630. Ini adalah kaki untuk tegangan kerja flyback. Jika teg B+ tdk masuk maka flyback tidak kerja dan monitor tidak nyala. • Jadi ketiga kaki ini jika diukur dengan ohm meter x1 terhubung.
  6. 6. Bagian sekunder flyback • 1. Gruond : terhubung dg ground monitor. • 2. AFC : Automatic Frequency Control. tegangan 30-40 dcv Fungsinya untuk mengatur kerja IRF630, kalau tegangan terlalu tinggi, misal butuhnya 30 vdc dikasih 40 vdc maka IRF tidak bekerja, akibatnya tegangan B+ akan tetap 55v dan gambar monitor akan sempit kanan kirinya. Kalau IRF kerja, maka tegangan 55v akan menjadi tegangan 90-125v tergantung resolusi monitornya.
  7. 7. • 3. G1 : terhubung dg dioda dg posisi terbalik sehingga keluarannya adalah tegangan minus antara - 100-175 dcv. Dan setelah dioda akan ada elco regulator yg juga terbalik, jadi kaki positif dapat ground monitor dan kaki negatif dapat katoda dioda terbalik itu.
  8. 8. Bagian ABL • ABL : Automatic Brightness Limiter. tegangan tak terukur. Pin ini harus terhubung ke jalurnya jika tidak maka akan keluar percikan/ loncatan api listrik. Fungsinya untuk membatasi brightness yg menuju ke blok RGB secara otomatis.
  9. 9. Bagian Screen (G2): • Adalah bagian yg berfungsi untuk mengatur terang gelap gambar.
  10. 10. Bagian Fokus (G3/G4): • Adalah bagian yg berfungsi untuk mengatur fokus gambar (kabur tidaknya gambar)
  11. 11. Bagian KOP FLyback : • Adalah bagian yg menghasilkan tegangan tinggi 26kV yang menuju atas tabung.
  12. 12. Berikut ini Kerusakan - Kerusakan Pada Flyback :
  13. 13. Ada 9 masalah yang biasa ditemukan pada FBT problem : • 1. Konslet atau Shortnya kumparan Primer • 2. Open atau Short pada capasitor internal di bagian sekunder FBT • 3. FBT menjadi membengkak atau hampir pecah, atau bahkan sudah pecah. • 4. Bagian Luar FBT memercikkan atau memancakan bunga api (bocor) ke Ground • 5. Bagian Dalam memercikan atau memancarkan (bocor) diantara Lilitan primer dan sekunder • 6. Short di bag dalam Dioda High Voltage pada Lilitan sekunder • 7. Kerusakan pada Pembagi Tegangan Focus / Screen yang mengakibatkan Tampilan menjadi Kabur ( Blur ) • 8. FBT mengalami kerusakan pada saat full operating voltage ( Kondisi Under load ) • 9. Short di diantara Lilitan primer dan sekunder
  14. 14. Gejala atau tanda apa sajakah yang terlihat Jika terjadi short pada Lilitan Primer ? • Tidak ada Tampilan ( No High Voltage ) * Power Blink * Tegangan B+ drop * Transistor Horz output akan menjadi Panas • sekali dan lama kelamaan menjadi short * Disekiotar Jalur B+ beberapa Komponen akan • mengalami kerusakan, seperti diode di sekunder UF5404 dan FET B+ IRF 630, short. * Terkadang menyebabkan bagian Power menjadi Jebol.
  15. 15. Gejala atau tanda apa sajakah yang terlihat Jika terjadi internal Capasitor Open atau short di bagian dalam FBT ? • Jika Internall Capasitornya Short : Power Blink * Tegangan B+ drop * Transistor Horz output akan menjadi Panas sekali dan lama kelamaan menjadi short * Disekitar Jalur B+ beberapa Komponen akan mengalami kerusakan, seperti diode di sekunder UF5404 dan FET B+ IRF 630, short. * Terkadang menyebabkan bagian Power menjadi Jebol. Contoh Merk Raffles 15’ * Bagian Power mengalami shut down, seperti contoh Merk Compaq V55,Samtron 4bi,dll * Terkadang Komponen pada Bagian ABL (Automatic Brightness Limiter) terbakar, Bagian ini biasanya terdapat disebelah FBT , contoh Merk LG 520 Si
  16. 16. Jika Internal Capasitornya Open : • High Voltage shutdown * Monitor akan terdengar Tik-Tik-Tik, Kadang Jika capasitor kita ukur hasilnya Baik baik saja, Namun akan mengalami Breakdown ketika pada kondisi Full operating Voltage * Transistor Horz output akan Jebol/Putus dalam beberapa jam atau hitungan hari setelah anda menggantinya. * Kadang kadang menyebabkan tampilan “No display” * Gambar yang terdistorsi * Dapat menyebabkan Transistor Horz output short dan merusak bagian Power
  17. 17. Anda mempunyai 3 Pilihan Jika sebuah Internal Capasitor pada FBT mengalami open atau short : • * Menggantinya dengan FBT yang baru jika anda mendapatkannya di pasaran * Berusaha mencari FBT refurbish Jika sangat sulit sekali mendapatkan part originalnya.. * Melakukan Modifikasi atau istilah para praktisi Teknik adalah Mencangkoknya * Pilihan terakhir Kembalikan Monitor kepada konsumen Jika tidak dapat menemukan komparasi dari FBT tersebut.
  18. 18. BLOK VERTIKAL
  19. 19. BLOK VERTIKAL • Rangkaian vertikal adalah rangkaian yang berfungsi untuk menarik gambar ke atas dan ke bawah.
  20. 20. Cara Kerja Rangkaian Vertikal : • Sumber tegangan rangkaian vertikal ini adalah power suply terutama tegangan 12v dan -12v. Tapi ini tidak mesti , karena tiap monitor punya karakteristik tegangan yg berbeda-beda. • Input vertikal diperoleh dari kabel VGA yaitu vertikal syncrone yang masuk ke rangkaian syncronisasi dan diteruskan ke IC vertikal. Didalam IC inilah semua pengaturan dan penguatan sinyal dilakukan dengan bantuan ELCO sebagai filter tegangan. Jika ELCO ada yang rusak maka vertikal tidak akan bekerja sempurna, misal gambar menggulung, dll. • Output blok vertikal ini juga dihasilkan oleh IC vertikal yang kemudian di umpankan ke YOKE VERTIKAL. Output rangkaian vertikal ini kalau diukur tegangannya berkisar 4-10 VAC. Jadi tegangannya AC.
  21. 21. Berikut ini Wujud dan bagian- bagian Blok VERTIKAL ( Monitor Advance Hitam 15" ) :
  22. 22. Di bawah ini adalah bagan PCB Blok VERTIKAL (Monitor Advance 15 hitam)
  23. 23. HORISONTAL.
  24. 24. HORISONTAL • Horisontal adalah bagian monitor yang sangat penting, karena rangkaian ini berfungsi untuk membuka layar ke samping kanan dan kiri dan menyalakan fungsi flyback untuk menghasilkan tegangan tinggi yg menyuplai tabung.
  25. 25. Apa saja bagian komponen dari BLOK HORISONTAL ini ...? • Komponen utamanya adalah : 1. Transistor Horizontal 2. Trafo Oscilator 3. Transistor Oscilator 4. Flyback
  26. 26. Cara kerja rangkaian HORISONTAL • Tegangan kerja rangkaian ini adalah 60-90V yang disebut juga dengan tegangan B+ yang terhubung dengan kaki kolektor dari transistor Horizontal. Sinyal input masuk melewati IC Syncron yang kemudian diteruskan ke transistor penguat sinyal. Sinyal ini kemudian diteruskan ke trafo sinkron untuk diturunkan tegangannya dan menghasilkan output sinyal dan tegangan sekitar –0,01V yang diteruskan ke kaki basis Tr Horizontal sebagai input. Dengan adanya tegangan kerja B+ maka transistor horizontal yang mendapatkan input akan bekerja dan dengan defleksi yoke horizontal. Output transistor horizontal juga akan membuat Fly Back bekerja dan akan menghasilkan tegangan Anoda yang sangat tinggi. Adanya tegangan tinggi ini membuat elekron dari katoda tabung tertarik ke anoda dan terjadilah gambar melebar kesamping kanan dan kiri pada tabung.
  27. 27. Berikut ini Wujud dan bagian- bagian Blok HORISONTAL ( Monitor Advance Hitam 15" ) : • 1. Transistor horisontal : berfungsi untuk menaikkan tegangan 80-125v menjadi tegangan tinggi AC sebagai tegangan kerja flyback. Macam type transistor horisontal : C5149, BU2508, BU2527AX, C5148, dll. • 2. FLYBACK : berfungsi untuk menghasilkan tegangan tinggi anoda tabung 26 kilo volt. tiap monitor memiliki type flyback yang berbeda.
  28. 28. • 3. YOKE Horisontal : untuk membuka layar ke kanan dan ke kiri. • 4. Trafo Oscilator : berfungsi untuk menghasilkan sinyal input BASIS Transistor horisontal. • 5. Kondensator Mylar : berfungsi untuk mengatur lebar gambar, biasanya ukurannya 392-602 2000v • 6. FET IRF 630 : berfungsi untuk mengubah tegangan 50v ke 75-125 volt yang dibutuhkan untuk tegangan kerja transistor horisontal.
  29. 29. Di bawah ini adalah bagan PCB Blok Horisontal (Monitor Advance 15 hitam
  30. 30. Keterangan gambar • • • • • 1. Transistor Horisontal. 2. Flyback. 3. Port Yoke Horisontal 4. Trafo dan transistor oscilator 5. Transistor Horisontal Size (untuk mengatur lebar gambar ) • 6. Bagian Power Supply Horisontal. • 7. FET IRF 630
  31. 31. troubleshooting seputar permasalahan blok rangkaian HORISONTAL.
  32. 32. Kerusakan yang sering terjadi di rangkaian horisontal : • 1. Transistor horisontal konslet / rusak : ini akan menyebabkan monitor mati. Di beberapa monitor kerusakan transistor horisontal akan menimbulkan bunyi tik..tik..tik..dst ketika monitor dinyalakan dan layar gelap alias mati dan lampu power akan berkedip, tapi kadang tidak ada bunyi sama sekali dan lampu power mati total atau kadang stanby. Solusi : Ganti Transistor Horisontal. • Persamaan Type Transistor horisontal : C5149, C5148, BU2508, BU2527AX, dan semua type transistor horisontal di sebagian besar monitor hampir sama dan setype.. Transistor horisontal konslet / rusak : ini akan menyebabkan monitor mati. Di beberapa monitor kerusakan transistor horisontal akan menimbulkan bunyi tik..tik..tik..dst ketika monitor dinyalakan dan layar gelap alias mati dan lampu power akan berkedip, tapi kadang tidak ada bunyi sama sekali dan lampu power mati total atau kadang stanby. Solusi : Ganti Transistor Horisontal.
  33. 33. • 2. Flyback Rusak / mati : akan menyebabkan monitor mati total dengan ciri hampir sama dengan kerusakan transistor horisontal. Solusi : ganti flyback dengan yang setype. • 3. Flyback Bocor dan mengeluarkan desis serta loncatan bunga api ungu tapi monitor masih nyala. Solusi : tambal kebocoran dengan menggunakan autosealer (dapat dibeli di bengkel sepeda motor).
  34. 34. • 4. Transistor Horisontal Size Rusak : akan menyebabkan lebar gambar tidak bisa diatur. Solusi : Ganti transistor horisontal sizenya, biasanya TIP122, TIP31A, TIP41, dll • 5. Dioda Horisontal Size rusak : ini juga akan menyebabkan lebar gambar tidak bisa di atur. Solusi : ganti dengan dioda yg sejenis
  35. 35. • 6. ELCO B+ (B+ adalah tegangan kerja Tr Horisontal terutama pin kolektor) rusak / kering / melembung : ini akan menyebabkan tegangan B+ naik diatas normal dan bisa menyebabkan transistor horisontal konslet / rusak. Dan akibatnya monitor akan mati. Solusi : Ganti dengan ELCO yang sejenis.
  36. 36. • 7. FET rusak : biasanya berseri IRF630, : ini akan menyebabkan monitor mati dan indikasinya seperti kerusakan transistor horisontal. FET ini rusak biasanya disebabkan oleh ELCO yg rusak. Solusi : ganti dengan FET yg sejenis , IRF 630, IRF 740, FS12KM, dll
  37. 37. • 8. Dioda Output power suply untuk tegangan B+ rusak / short, ini juga menyebabkan monitor mati dengan ciri kerusakan hampir sama dengan kerusakan transistor horisontal. Solusi : ganti dengan dioda yang sejenis. • kalau transistor horisontal sering putus / rusak, biasanya ada elco yang kering atau flybacknya rusak.

×