• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
laporan produksi ternak unggas
 

laporan produksi ternak unggas

on

  • 17,672 views

 

Statistics

Views

Total Views
17,672
Views on SlideShare
17,672
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
209
Comments
1

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft Word

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel

11 of 1 previous next

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    laporan produksi ternak unggas laporan produksi ternak unggas Document Transcript

    • 1 BAB I PENDAHULUAN Ternak unggas merupakan jenis - jenis yang dibudidayakan untuk tujuanproduksi sebagai penghasil pangan sumber protein hewani bagi masyarakat danmemiliki nilai ekonomis bagi manusia yang memeliharanya. Beberapa jenisunggas memberikan keuntungan antara lain adalah ayam, itik, kalkun, merpati danpuyuh. Ilmu ternak unggas adalah ilmu yang mempelajari prinsip–prinsipproduksi (pembibitan, pembesaran, produksi telur) penaganan produk danpemasaran produk ternak unggas. Produk ternak unggas berupa daging dan telur. Tujuan praktikum produksi ternak unggas untuk mengenal berbagai jenisunggas sesuai dengan dan karakteristiknya termasuk di dalamnya unggas air,unggas darat, jantan dan betina, mengetahui jenis dan bentuk bahan pakan,metode dan cara dalam penyusunan atau formulasi ransum unggas serta aspek -aspek yang harus dipertimbangkan dalam formulasi ransum unggas,mengidentifikasi karakteristik unggas, dan membedakan anatara unggas darat danunggas air. Manfaat praktikum produksi ternak unggas adalah praktikan dapatmengetahui secara langsung materi yang diajarkan dalam perkuliahan yaitu materitentang pengenalan jenis pada ternak unggas serta praktikan mampu membuatformulasi ransum ternak unggas dengan mempertimbangkan aspek-aspek yangharus dipertimbangkan dalam penyusunan atau formulasi ransum unggas. BAB II
    • 2 TINJAUAN PUSTAKA2.1. Pengenalan Jenis dan Klasifikasi Ternak Unggas Ternak unggas adalah bangsa-bangsa burung yang mempunyai nilaiekonomis dan dapat diproduksi secara masal. Unggas mempunyai keistimewaandibandingkan dengan ternak ruminansia, yaitu unggas dapat diproduksi secaramasal dalam waktu yang singkat (Yuwanta, 2004). Ayam juga memiliki ciri-cirieksterior antara lain, memiliki paruh yang runcing, memiliki jengger yangberwarna merah, berbulu halus, dan kaki ayam terdapat sisik, yang merupakanpenjuluran dari corium yang padat, serta dibungkus oleh epidermis yang sangattebal (Suprijatna et al., 2008).2.1.1. Klasifikasi secara internasional. Berdasarkan buku standar The Americanstandart of perfection terdapat sebelas kelas ayam, tetapi yang dianggap pentingdiketahui hanya empat kelas, yaitu kelas Inggris, kelas Amerika, kelasMediterania, dan kelas Asia.2.1.1.1. Kelas Inggris. Ayam kelas Inggris mempunyai karakteristik sepertibentuk tubuh besar, cuping berwarna merah, kulit putih, kerabang telur berwarnacoklat kekuningan, bulu merapat ke tubuh, dan termasuk tipe pedaging. Bangsabangsa ayam yang termasuk kelas inggris antara lain Sussex, Cornish,Orington, Australorp dan Dorking (Suprijatna et al., 2008). Tanda spesifik ayaminggris adalah badan besar, bentuk daging baik, kulit berwarna putih, kecualiCornish mempunyai kulit kuning, cuping telingan merah, kerabang telur coklat
    • 3kecuali Dorking dan Red cup berkerabang putih, dan mempunyai sifatmengeram (Yuwanta, 2004).2.1.1.2. Kelas Amerika. Karakteristik ayam kelas Amerika adalah bentuk tubuhsedang, cuping telinga berwarna merah, bulu mengembang, kulit berwarna putih,telur berwarna coklat kekuningan, cakar tidak berbulu, dan terkenal sebagai tipedwiguna. Bangsa bangsa ayam yang termasuk kelas Amarika antara lainPlaymouth rock, Wyandotte, Rhode Island red (RIR), New Hampshire, dan jersey(Suprijatna et al., 2008). menambahkan ayam kelas Amerika dikembangkan untuktujuan dwiguna, yaitu memproduksi telur dan daging dengan tanda - tandaumumnya adalah warna kulit terang, kerabang telur coklat kecuali telur ayamLamnona berwarna putih, cuping telinga merah, shank berwarna kuning, dan tidakberbulu (Yuwanta, 2004).2.1.1.1.3. Kelas Asia. Karakteristik ayam kelas asia yaitu bentuk tubuh besar,bulu merapat ke tubuh, cuping merah, dan kerabang telur beragam cokelatkekuningan sampai putih. Ciri khas lain cakar berbulu, kulit warna putih sampaigelap, dan merupakan tipe pedaging. Bangsa bangsa ayam yang termasuk kelasAsia antara lain Brahma, Langshan, dan Cochin China (Suprijatna et al., 2008).Ayam Asia adalah mempunyai bentuk badan besar, mempunyai sifat mengeram,cakar (shank) berbulu, tulang besar dan kuat, cuping telinga merah, dan kerabangtelur coklat Yuwanta (2004).2.1.1.4. Kelas Mediterania. Tanda spesifik ayam mediterania bentuk badannyalebih kecil di bandingkan dengan ayam Asia, Inggris atau Amerika, cuping telinga
    • 4putih, cepat mencapai dewasa kelamin (4-6 bulan), produksi telur tinggi, tidakmengeram, kerabang telur berwarna putih, kaki tidak berbulu, penampilannerveous, serta jengger tunggal dan lebar (Yuwanta, 2004). Karakteristik ayamkelas Mediterania adalah bulu mengembang, cuping telinga berwarna putih,bentuk tubuh ramping, warna kulit putih, kerabang telur berwarna putih danmerupakan tipe petelur. Bangsa – bangsa yang termasuk kelas ini antara lainLeghorn, Ancona, Spanish, Minorca dan Andaluisa (Suprijatna et al.,2008).2.1.2. Klasifikasi berdasarkan tujuan pemeliharaan Berdasarkan tujuan pemeliharaan, ayam dapat dikelompokkan menjaditipe petelur, tipe pedaging, dan tipe dwiguna (dual purpose). Tipe petelurmemiliki karakteristik yaitu bersifat mudah terkejut, bentuk tubuh ramping,cuping berwarna putih, dan kerabang berwarna putih (Suprijatna et al., 2008).Tipe ayam petelur memiliki ciri-ciri yaitu: cepat mencapai dewasa kelamin;ukuran telurnya normal (60-65 gram) kualitas telur bagus, kuat dan seragam;produksi telur per tahun tinggi (250-300 butir), bebas dari sifat kanibalisme;mudah beradaptasi dengan lingkungan konversi pakan rendah, pertumbuhan anakayam relatif rendah, tidak memiliki sifat mengeram, daya tahan hidup tinggi(90%), serta nilai apkir ayam tinggi (Yuwanta, 2004). Tipe pedaging mempunyai karakteristik bersifat tenang, bentuk tubuhbesar, pertumbuhan cepat, bulu merapat ke tubuh, kulit putih dan produksi telurrendah (Suprijatna et al., 2008). Tipe ayam pedaging memiliki sifat dan kualitasdaging yang baik, laju pertumbuhan, bobot badan tinggi, serta warna kulit kuning.
    • 5Selain itu, tipe ini memiliki ciri warna bulu putih, konversi pakan rendah, bebasdari kanibalisme, sehat, kuat, kaki tidak mudah membengkok, tidaktemperamental atau cenderung malas dengan gerakan tubuh, serta kemampuanmembentuk karkas tinggi (Yuwanta, 2004). Tipe dwiguna memiliki karakteristik bersifat tenang, bentuk tubuh sedang,produksi telur sedang, pertumbuhan sedang dan kulit telur atau kerabangberwarna coklat (Suprijatna et al., 2008). Tipe dwiguna (dual purpose) yaitu ayamyang dipelihara untuk diambil daging dan telurnya. Ayam ini memiliki sifattengah-tengah, yaitu mampu memproduksi telur dan daging, namun produksi telurlebih rendah dibandingkan dengan tipe ayam petelur dan produksi daging lebihrendah dibandingkan dengan tipe ayam pedaging (Yuwanta, 2004).2.1.3. Unggas darat Unggas darat merupakan unggas yang menghabiskan kebanyakan hidupnyalebih banyak di darat. Unggas darat mempunyai ciri-ciri tidak mempunyaikelenjar minyak, tidak mempunyai selaput di kakinya, dan hidup di darat. Unggasdarat contohnya adalah ayam dan puyuh. Ayam-ayam kampung di daerah-daerahtropis berbobot kira-kira 0,9-1,8 kg dan mempunyai pedagingan yang baik(Yuwanta, 2004). Bagian organ ayam yang tampak dari luar terdiri dari bagiankepala, leher, tubuh bagian depan, dan tubuh bagian belakang. Di bagian kepala,terdapat paruh, jengger, cuping dan pial. Jengger ayam jantan lebih besar daripada ayam betina, karena hormon sex jantan yang mengakibatkan jengger dan pialmembesar dan tebal serta berwarna merah, terdapat bulu yang khas berbentuk
    • 6memanjang, dengan lebar bulu yang menyempit, sebagai secundary sex featheryaitu bulu leher (hackle feather), bulu pinggul dan bulu sabit pada ekor.sedangkan jengger pada ayam betina menunjukkan jengger yang tipis, kering, dankasar. Jengger yang tumbuh dan berkembang dengan baik menunjukan kinerjaproduksi dan reproduksi yang lebih baik dibandingkan dengan ayam yangmemiliki jengger kecil. (Suprijatna et al., 2008).2.1.4. Unggas air Unggas air ialah semua spesies hewan bersayap (kelas aves) yang dapathidup di air, menghasilkan produk atau jasa yang bermanfaat bagi manusia.Spesies yang termasuk unggas air ialah itik (duck), angsa (goose), dan undan(swan). Ciri-ciri unggas air tidak jauh berbeda dengan unggas darat akan tetapimemiliki beberapa kekhususan antara lain pada kakinya memiliki selaput yangberfungsi untuk berenang dan memiliki kelenjar minyak yang jauh lebih banyakjika dibandingkan dengan unggas darat, jari-jari kaki satu sama lain dihubungkanoleh selaput renang, paruh melebar dan dilapisi oleh selaput halus yang peka,tubuh ditutupi oleh bulu, tidak mudah kedinginan kecuali yang masih kecil karenadi bawah kulitnya dilapisi oleh lemak yang bersifat isolator, dan dagingnya agakgelap dibandingkan daging ayam (Susilorini et al., 2009). Dalam keadaan liar,ternak itik bersifat monogamous, yaitu hidup berpasangan. Setelah dijinakkanakan mengalami perubahan menjadi bersifat polygamous, yaitu hidup bersama-sama dalam satu kelompok. Para ahli berpendapat bahwa jenis ternak itik
    • 7domestik yang sekarang kita kenal (kecuali muskovi = entok) merupakanketurunan langsung dari itik liar (Yuwanta, 2004). Bentuk badan itik relatif lebih kecil. Ciri spesifik dari itik jantan dan itikbetina adalah ada tidaknya feather sex pada bulu ekornya. Unggas air mempunyaiciri-ciri memiliki selaput di kakinya, mempunyai kelenjar minyak. Bentuk badanitik betina lebih kecil dibandingkan itik jantan (Yuwanta, 2008). Itikdiklasifikasikan menjadi tiga tipe, yaitu tipe petelur, tipe pedaging dan tipeornamental. Tipe pedaging meliputi indian runner, khaki campel. Tipe pedaging,meliputi: peking, rouen, dan muscovy. Tipe ornamental, meliputi: East India, Calldan Mandarin. Itik mempunyai kaki yang relatif pendek untuk ukuran badannya.Jari atau toes yang terletak di bagian interior dihubungkan oleh selaput (foot web)yang memungkinkan itik dapat bergerak cepat saat berada dalam air. Foot web inimenghubungkan keempat jari-jari itik (Sudarmono, 2003). Pada unggas air,seperti itik, mentok,, dan angsa. Umumnya memiliki paruh yang lebih lunak dankenyal dibandingkan ayam, disebut ceroma. Pada bangsa ayam, kaki bagianbawah (shank) atau cakar umumnya tertutup oleh sisik, tetapi pada bangsatertentu, terutama yang berbulu total (seluruh tubuh), bagian cakar tertutup olehbulu (Suprijatna et al., 2008).2.2. Anatomi dan Identifikasi Ternak Unggas
    • 82.2.1 Sistem pencernaan Alat pencernaan terdiri atas saluran yang memanjang mulai dari mulutmelanjut ke usus dan berakhir di lubang pelepasan atau anus (Yaman, 2010).Saluran pencernaan merupakan organ yang menghubungkan dunia luar dengandunia dalam tubuh hewan, yaitu proses metabolik dalam tubuh. Saluranpencernaan terdiri dari mulut, esophagus, crop, proventikulus, gizzard,duodenum, usu halus, seka, rectum, kloaka dan vent (Suprijatna et al., 2008). Mulut ayam tidak memliki bibir dan gigi. Peranan gigi dan bibir padaayam digantikan oleh rahang yang menanduk dan membentuk paruh. Fungsiparuh pada unggas darat dan air berbeda. Pada unggas darat paruh terdapat lidahyang runcing yang digunakan untuk mendorong pakan menuju esophagus.Sedangkan pada unggas air paruh berfungsi untuk menyaring makanan yangterapung pada air (Rasyaf, 2008). Makanan yang telah masuk oleh pergerakanlidah itik didorong masuk ke dalam faring yang kemudiian ditelan. Makanan yangterapung – apung di air ditelan dengan bantuan alat penyaringan yang berupalamella paralel (Suprijatna et al., 2005) Esophagus atau kerongkongan berupa pipa tempat pakan melalui saluranini dari bagian belakang mulut ke proventrikulus (Suprijatana et al,. 2008).Esophagus merupakan saluran lunak dan elastis yang mudah mengalamipemekaran apabila ada bolus yang masuk. Esophagus memanjang dari faringhingga proventrikulus melewati tembolok (Yuwanta, 2004). Tembolok adalah organ yang bebentuk kantung dan merupakan daerahpelebaran dari esophagus. Proses pencernaan di dalam tembolok sangat kecil
    • 9terjadi. Fungsi utama dari tembolok adalah sebagai organ penyimpan pakan.Sedangkan pada itik memliki crop yang sedikit berbeda dibandingkan denganayam (Yaman, 2010). Pada itik dan unggas air pada umumnya, crop tidakberkembang secara sempurna, tidak seperti pada ayam atau burung – burungpemakan rumput. Crop semata – mata berfungsi sebagai penampung sementarabagi makanan (Yuwanta, 2008). Proventrikulus disebut juga perut kelenjar atau glandular stomach yangmensekresikan pepsinogen dan HCl untuk mencerna protein dan lemak. Sekresipepsinogen dan HCl tergantung pada stimulasi saraf vagus, sekresi glandula perutini 5 – 20 ml/jam dan mampu mencapai 40 ml ketika ada pakan (Yuwanta, 2004).suatu enzim untuk membantu pencernaan protein, dan hidrokloric acid disekresioleh glandular cell (Suprijatna et al., 2008). Fungsi utama empedal adalah menggiling dan meremas pakan yang keras.Proses mencerna makanan secara normal dapat dibantu oleh adanya kerikil yangbiasa diambil dan ditelan melalui mulut (Hardjosworo, 2006). Gizzard memilikidua pasang otot yang sangat kuat sehingga ayam mampu menggunakan tenagayang kuat (Suprijatna et al., 2005). Usus terdiri atas saluran makanan yang dimulai dari duodenum yaitu usushalus bagian depan dan hingga berakhir di rectum atau usus besar di bagianbelakang. Pencernaan pakan utama terjadi di usus halus (Sudarmono, 2003).Panjang duodenum unggas dewasa 22 – 38 cm, jejunum 105 cm, dan ileum 15 cm(Fadilah dan Polana, 2004).
    • 10 Sekum terdiri atas dua seka atau saluran buntu yang berukuran panjang 20cm. Bagian seka juga terjadi digesti serat kasar yang dilakukan oleh bakteri seratkasar. Kemampuan mencerna serat kasar pada bangsa itik lebih besar daripadaayam sehingga sekum litik lebih berkembang daripada ayam (Yuwanta, 2004).diantara usus halus dan usus besar, terdapat dua kantung yang disebut sebagaiceca (Suprijatna et al., 2008). Usus besar (rectum) dinamakan juga intestinum crasum yang panjangnya 7cm, hal ini dikarenakan bahwa unggas yang kita gunakan dalam pratikum masihmuda (Yuwanta, 2004). Usus besar merupakan rectum. Pada ayam dewasa,panjangnya hanya sekitar 10 cm dengan diameter sekitar dua kali usus halus.Bentuknya melebar dan terdapat pada bagian akhir usus halus ke kloaka(Suprijatna et al., 2008). Kloaka merupakan tempat keluarnya ekskreta karena urodeum dankoprodeum terletak berhimpitan (Yuwanta, 2004). Kloaka merupakan suatutabung yang berhubungan dengan saluran pencernaan, saluran kencing danreproduksi yang membuka keluar menuju anus (Sudarmono, 2003). Organ-organ tertentu berkaitan erat dengan pencernaan sebagai saluran sekresi kedalamsaluran pencernaan itik. Fungsinya membantu dalam pemprosesan pakan. Organtersebut yaitu pankreas, hati, dan kantung empedu. Organ tambahan, namunfungsi organ ini sangat penting karena mengsekresikan enzim pencernaan(Suprijtna et al., 2008).2.2.2 Sistem Respirasi Unggas
    • 11 Sistem respirasi pada ayam terdiri dari nasal cavities , larynx, trachea,syrinx, bronchi, paru-paru , kantung udara dan udara tertentu pada tulang. Olehkarena memerlukan energi yang sangat banyak untuk terbang, unggas memilikisistem respirasi yang sangat memungkinkan untuk berlangsungnya oksigen(Suprijatna et al., 2008). Pada sistem respirasi itik terdapat syrinx yang besar,yang memilki fungsi sebagai alat pembantu untuk menghasilkan suara yang khas(Sudarmono, 2003). Saluran pernapasan dari luar kedalam adalah lubang hidungluar dan dalam, glotis, trachea, syrinx (rongga suara) , bronkhi, dan paru-paru. Paru-paru maupun kantung udara berfungsi sebagai sebagai coolingmechanism (mekanisme pendingin) bagi tubuh bila kelembaban dikeluarkanlewat pernafasan dalam bentuk uap air. Laju respirasi diatur oleh kandungankarbondioksida dalam darah. apabila kandungan karbondioksida meningkatlevelnya, meningkat pula lajunya, bevariasi antara 15-25 siklus/menit pada ayamyang sedang istirahat (Suprijatna et al., 2008). Fungsi utama dari paru-paru yaituuntuk mencukupi kebutuhan oksigen yang diperlukan oleh tubuh untukpembakaran dan untuk pembentukan tenaga (Fadilah dan Polana, 2004). Sistem respirasi terdiri dari paru, yang secara relative bersifat immobiledan empat pasang kantung udara dan satu kantung udara median yang denganfungsinya tersusun dari leher ke abdomen (Hardjosworo, 2006). Unggas memilikiempat pasang kantung udara letaknya diantara leher sampai dengan perut dengansatu kantung median dalam rongga dada (Rasyaf, 2008).2.2.3 Sistem reproduksi unggas
    • 12 Sistem reproduksi pada ayam dibedakan menjadi sistem reproduksi jantandan sistem reproduksi betina.2.2.3.1.Sistem Reproduksi Unggas Jantan Sistem reproduksi jantan terdiri dari dua testis yang terletak pada dorsalarea rongga tubuh, dekat bagian akhir anterior ginjal. Testis tidak pernah turunkedalam skrotum eksternal seperti pada mamalia. Bentuknya elipsoid danberwarna kuning terang, sering pula berwarna kemerahan karena banyaknyacabang-cabang dan pembuluh darah pada permukaanya (Suprijatna et al., 2005).Organ reproduksi jantan adalah testis, ductus deferens, dan organ kopulasi yangbersifat rudimenter yang terletak dalam kloaka. Testis menghasilkan sperma untukmembuahi telur yang berasal dari hewan betina dan hormon jantan androgen,yang bertanggung jawab terhadap munculnya karakteristik kelamin sekunderunggas jantan, seperti jengger yang berwarna merah cerah, bulu, dan responberkokok (Hardjosworo, 2006). Organ reproduksi jantan, yang primer ialahberbentuk bulat kacang (Yaman, 2010). Alat reproduksi jantan dibagi dalam tigabagian utama, yaitu sepasang testis, sepasang saluran deferens, dan kloaka( Yuwanta, 2004). Vasdeferns adalah saluran kecil yang menyalurkan sperma ke kloaka(Yuwanta, 2008). Vasdeferns yaitu sebuah saluran yang berfungsi mengalirkansperma ke luar dari tubuh (Suprijatna et al. ,2008). Vasdeferens tidak bermuarakedalam organ kopulasi seperti pada spesies lainnya, tetapi kedalam papilla kecil(tonjolan seperti jari-jari tangan). Tonjolan-tonjolan ini terletak pada dinding
    • 13dorsal kloaka dan berperan sebagai organ yang berfungsi untuk mengangkutsemen (Fadilah dan Polana, 2004). Kloaka merupakan suatu tabung yangberhubungan dengan saluran pencernaan, saluran kencing dan reproduksi yangmembuka keluar menuju ke dalam anus (Yaman, 2010).2.2.3.2.Sistem Reproduksi Unggas Betina Anatomi alat reproduksi ayam betina terdiri atas dua bagian utama yakniovarium dan oviduk. ovarium berfungsi sebagai tempat pembentukan kuning telur(Suprijatna et al., 2008). Ovarium adalah tempat sintesis hormon steroid seksual,gametogenesis, dan perkembangan serta pemasakan kuning telur. Oviduk adalahtempat menerima kuning telur masak, sekresi putih telur, dan pembentukankerabang telur. Ovarium adalah tempat sintesis hormon steroid seksualgametogenesis dan perkembangan serta pemasakan kuning telur. Fungsi utamaInfundibulum adalah menangkap ovum yang masak. Magnum merupakan temapatuntuk mensintesis dan mensekresi putih telur. Isthmus adalah tempat untukmensekresikan membran atau selaput telur. uterus temapat terbentuknyacangkang. vagina adalah tempat penyimpanan sementara telur. Kloaka merupakanbagian ujung luar dari oviduck tempat dikeluarkannya telur (Yuwanta, 2004).Infundibulum berperan dalam penangkapan kuning telur. Fungsi utama magnumadalah mensekresikan albumen. Isthmus berfungsi sebagai tempat untukmensekresikan membran cangkang. Uterus adalah mensekresikan cangkang.vagina dalah tempat dimana telur untuk sementara ditahan dan dikeluarkan bilatelah tercapai bentuk yang sempurna. fungsi utama magnum adalah
    • 14mensekresikan albumen. Fungsi uterus adalah mensekresikan cangkang. Vaginadalah tempat dimana telur untuk sementara ditahan dan dikeluarkan bila telahtercapai bentuk yang sempurna. Kloaka merupakan tempat untuk mengeluarkantelur (Hardjosworo, 2006).2.2.4 Sistem Urinari Ekskresi air dan sisa metabolik sebagian besar terjadi melalui ginjal.Sistem ekskresi pada unggas terdiri dari dua buah ginjal yang bentuknya relatifsama memanjang, berlokasi dibelakang paru-paru, dan menempel pada tulangpunggung. Masing-masing ginjal terdiri dari tiga lobus yang tampak dan jelas.Ginjal terdiri dari banyak tubulus kecil atau nephron yang menjadi unit fungsionalutama dari ginjal (Suprijatna et al., 2004). Sistem urinaria ayam maupun itikterdiri atas sepasang ginjal yang berbentuk panjang yang menempel rapat padatulang punggung dan tulang rusuk serta melekat pada selaput rongga perut(peritonium). Air kencing keluar dari tubuh melalui cloaca bersama-sama fesesdan kelihatan sebagai masa putih diatas feses tersebut (Yuwanta, 2004). Ureteradalah saluran muscular yang mengalirkan urine dari dinding ginjal menuju keblader (kantong kencing). Kloaka merupakan suatu tabung yang berhubungandengan saluran pencernaan, saluran kencing dan reproduksi (Rasyaf, 2008).2.2.5. Identifikasi penyakit ternak unggas
    • 15 Ilmu yang mempelajari penyebab penyakit disebut Etiologi. Berdasarkanpenyebabnya penyakit dapat dibedakan menjadi indirect factor atau predisposingdan direct factor. Predisposing penyebab penyakit biasanya berkaitan denganstress atau cekaman. Penyebabnya antara lain kedinginan, ventilasi yang buruk,populasi tinggi (over crowding), tidak cukup tempat pakan dan minum sertaovermedikasi (pengobatan yang berlebihan. Penyebab langsung penyakit bersifatinfeksius non infeksius. Penyakit infeksius ada yang kontagius dan non kontagius.Penyakit kontagius adalah penyakit yang langsung ditransmisi dari individu atauflock kepada individu yang lain. Penyakit infeksius adalah penyakit yangdisebabkan oleh organisme hidup. Sebagian beasr penyakit infeksi pada unggasadalah kontagius, seperti penyakit karena virus, bakteri, riketsia, dan fungi.Sementara beberapa penyakit infeksi tidak kontagius, seperti aspergilosis(Suprijatna et al., 2008). Secara alamiah, kemungkinan munculnya penyakit disebuah peternakan ayam secara mendadak atau revolutif dapat dikatakan relatifkecil. Umunya, terjadi secara bertahap sesuai interaksi antara bibit penyakitdengan ayam dan dipelihara (Rahardjo et al., 2006).2.3 Formulasi Ransum Ternak Unggas Ransum merupakan kumpulan kumpulan bahan makanan yang layakdimakan oleh ayam dan telah disusun mengikuti aturan tertentu. Aturan inimeliputi nilai kandungan gizi dari bahan makanan yang digunakan. Penyamaannilai gizi yang ada di dalam bahan makanan yang digunakan dengan nilai giziyang dibutuhkan ayam dinamakan teknik penyusunan ransum (Rasyaf, 2007).
    • 16Ransum sangat dibutuhkan oleh ternak karena mengandung campuran bahanpakan yang di dalamnya terdapat nutrisi yang dibutuhkan oleh ternak dankomposisinya sesuai dengan kebutuhan pertumbuhannya (Suprijatna et al., 2005).2.3.1. Pengertian ransum Ransum merupakan campuran bahan pakan yang mengandung nutrisi bagiternak, bahan pakan ini diberikan kepada ternak untuk kebutuhan selama 24 jam(Suprijatna et al., 2005). Kombinasi bahan makanan tersebut yang biladikonsumsi secara normal akan mensuplai zat-zat makanan yang dibutuhkanternak (Yuwanta, 2004).2.3.2. Kebutuhan nutrisi ternak unggas Protein adalah komponen yang komplek, makromolekul atau polymerasam–asam amino yang diikat dengan rangkaian peptida. Protein ini kurang lebihmengandung 16% nitrogen dan kadangkala terdapat sulfur, besi, atau phospor.Hampir separuh sel-sel dari bobot hidup unggas adalah protein. Sel-sel itu tidakakan bertumbuh dan memberikan bobot hidup yang memuaskan bila unggas tidakmemperoleh protein yang cukup untuk hidup dan produksinya (Rasyaf, 2008).Kebutuhan protein untuk finisher adalah 18%-20% (Sudarmono, 2003). Energi metabolisme (EM) adalah energi yang terhimpun dalam nutrienyang dapat dicerna (Rahardjo et al., 2006). Secara garis besar dianjurkan bahwapada itik periode finisher hendaknya ransum mengandung protein 18 sampai 20%
    • 17dengan energi metabolis 2800 sampai 3000 kkal, setelah umur 2 minggu sampaisaat dipotong protein menjadi 17–16% dan energi 3000 kkal (Yaman, 2010).2.3.3. Jenis-jenis bahan pakan2.2.3.1. Jagung giling. Jagung kuning merupakan bahan utama pakan ayam.Penggunaannya mencapai 15-70% dari total pakan. Jagung kuning lebih baikdaripada jagung putih karena mengandung provitamin A untuk meningkatkankualitas daging dan telur. Vitamin A memberi warana kuning pada kulit dankuning telur (Suprijatna et al,. 2008). Jagung memiliki tekstur yang kasar,berwarna kuning dan mempunyai kandungan energi yang tinggi serta merupakanasam essensial dalam ransum unggas (Yuwanta, 2008).2.2.3.2. Bekatul. Bekatul memiliki tekstur yang halus, memiliki warna coklatmuda, berbau apek, dan berbentuk tepung (Yaman, 2010). Bekatul mendekatianalisa dedak, tetapi sedikit mengandung selaput putih dan bahan kulit, susunanzat makanannya sebagai berikut: 15% berupa air; 14,5% protein; 48,7% BETN;7,4% serat kasar; 7,4% lemak dan 7% abu, kadar protein yang dapat dicerna10,8% dan MP 70%. Energi metabolisme (EM) dalam bekatul adalah 1890kcal/kg dan batasan penggunaan bekatul di dalam ransum itik sebesar 107,7-30,5% (Rasyaf, 2008).2.3.3.3. Tepung ikan. Tepung ikan berbentuk tepung halus dengan warna coklattua dan berbau amis. Tepung ikan tidak hanya menjadi sumber protein dan asamamino yang baik, tetapi juga sumber mineral yang baik dan vitamin yang
    • 18sempurna, karena kandungan nutrisinya yang sangat baik inilah maka hargapasarnya pun ikut tinggi (Suprijatna et al., 2005). Tepung ikan terbuat dari ikandan sisa-sisa ikan, setelah dikeringkan dan digiling halus. Kandungan proteinikan sangat beragam, tergantung pada jenis ikan dan cara pengolahannya.Tepung dari ikan besar selalu mengandung protein lebih tinggi dibandingkan ikankecil, namun bukan berarti tepung asal ikan kecil tidak mempunyai kelebihan.Tepung ikan yang baik mengandung protein sekitar 60-70% dengankeseimbangan asam amino yang sangat baik dan kandungan Energi Metabolis2640-3190 Kkal/kg (Rasyaf, 2008).2.3.3.4. Premix. Premix merupakan feed suplement atau bahan pakan tambahanyang digunakan untuk pemenuhi atau menyediakan sumber vitamin, mineral danatau juga antibiotik. Premix memiliki campuran bahan pakan yang telahdiencerkan yang dalam pemakaiannya harus dicampurkan kedalam pakan(Hardjosworo, 2006). Dosis penggunaan premix pada unggas tergantung padajenis unggas dan umurnya. Pada ayam pedaging periode starter dan finisher sertaayam petelur masing-masing menggunkan 500g premix yang dicampurkankedalam pakan. Penggunaan premix ini harus disesuaikan dengan aturan pakaiseperti yang tercantum pada kemasan (Fadilah dan Polana, 2004).2.3.4. Metode penyusunan ransum Prinsip dalam menyusun ransum adalah menyesuaikan kandungan nutrisiyang ada didalam bahan makanan dengan kebutuhan nutrisi unggas. Ada beberapametode matematika yang dipakai untuk mrnyusun ransum mulai dari yang paling
    • 19sederhana sampai yang paling rumit. Pada metode pendugaan sederhana,penyusun ransum mencoba sesuatu persentase atau jumlah tertentu bahanmakanan yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi unggas. Bila masihkurang di tambah dan bila lebih dikurangi (Rasyaf,2008). Cara penyusunanransum seharusnya memperhatikan tujuan penyusunan ransum, bahan pakan yangtersedia dan tabel kandungan bahan pakan dari bahan-bahan pakan yang tersediayang direkomendasikan untuk setiap periode pertumbuhan produksi pada unggas(Sudarmono, 2003).
    • 20 BAB III MATERI DAN METODE Praktikum Produksi Ternak Unggas mengenai Pengenalan Jenis danKlasifikasi serta Formulasi Ransum Ternak Unggas dilaksanakan pada hari Selasatanggal 16 Oktober 2012 dan materi anatomi ternak unggas pada hari senintanggal 8 Oktober 2012 di Laboratorium Ilmu Ternak Unggas FakultasPeternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, Semarang.3.1. Materi3.1.1. Pengenalan jenis dan klasifikasi ternak unggas Alat yang digunakan dalam praktikum pengenalan jenis ternak unggasadalah laptop sebagai media powerpoint untuk menjelaskan materi pratikum, LCDsebagai media untuk megilustrasikan sebuah gambar dari laptop, alat tulis untukmenggambar ayam dan itik dan mencatat hasil yang didapat.3.1.2 Anatomi dan identifikasi ternak unggas Bahan yang digunakan dalam praktikum anatomi dan identifikasi ternakunggas antara lain yaitu 2 ekor ayam jantan, 1 ekor itik jantan, 1 ekor itik betina.Sedangkan peralatan yang digunakan dalam kegiatan praktikum ini adalahnampan sebagai tempat untuk meletakkan bahan percobaan, gunting bedah untukmenggunting kulit unggas, pisau bedah untuk membedah organ unggas, plastiksebagai tempat sisa-sisa bahan percobaan, timbangan kitchen scale digital
    • 21digunakan untuk menimbang ternak unggas, alat pengukur panjang (meteran)untuk mengukur panjang organ ternak unggas, alat tulis untuk mencatat hasilpengamatan dan pengukuran, dan kain untuk membersihkan noda.3.1.3. Formulasi ransum ternak unggas Alat yang digunakan dalam praktikum formulasi ransum ternak unggasadalah kalkulator untuk menghitung data, nampan untuk meletakkan bahan pakanyang sudah ditimbang dan timbangan untuk menimbang bahan pakan yangdigunakan. Menghitung jumlah masing-masing komposisi bahan pakan sesuaidengan ransum yang diinginkan, untuk membuat ransum sebanyak kebutuhanayam petelur finisher dengan menggunakan bantuan tabel komposisi bahan pakan.Menghitung formulasi ransum yang akan digunakan untuk ayam petelur periodestarter. Bahan yang digunakan dalam praktikum adalah jagung giling tepung ikan,bungkil kedelai, bekatul dan premix.3.2. Metode3.2.1. Pengenalan Jenis dan Klasifikasi Ternak unggas Metode yang digunakan dalam pengenalan jenis dan klasifikasi ternakadalah mengamati degan melihat powerpoint yang telah disediakan oleh asistenmelalui LCD. Selanjutnya mengklasifikasikan unggas yang telah diamati tersebutberdasarkan sistem klasifikasi standar dan tujuan pemeliharaannya. Melakukandeskripsi dan mencermati perbedaan-perbedaan karakteristiknya.3.2.2 Anatomi dan Indentifikasi Unggas
    • 22 Metode yang digunakan dalam anatomi dan identifikasi ternak unggasadalah menyiapkan unggas yang akan diidentifikasi anatominya. Menimbangbobot hidup ternak unggas kemudian melakukan pengamatan terhadapkarakteristik eksterior masing-masing jenis unggas darat dan air, selanjutnyamenyembelih ternak unggas tersebut. Menimbang bobot mati dan bobot darah lalumembasahi dan membersihkan bulu-bulu di daerah yang akan disayat. Menyayatdengan cara menggunting secara horizontal otot perut didekat tulang rusuk hinggapertautan antara tulang dada dengan sayap. Memotong bagian dada daripersendian scapulanya hingga bagian tersebut dapat dibuka. Mengamati danmenggambar preparasi utuh sebelum dilakukan pemisahan organ. Memisahkanmasing-masing saluran dan organ yang akan diamati kemudian menggambarnya.Melakukan penimbangan dan pengukuran panjang dari masing-masing salurandan organ yang diamati termasuk juga bobot cakar, kepala dan leher.3.2.3. Formulasi Ransum Ternak Unggas Metode yang digunakan dalam menentukan formulasi ransum ternakunggas adalah menentukan standar kebutuhan ransum yang akan disusunberdasarkan kebutuhan rasio energi-protein dengan menggunakan metodemenentukan standar kebutuhan ransum yang akan disusun, misalnya ransum ayambroiler periode starter. Menimbang bekatul sesuai sebanyak 56 gram, kemudianmembagi menjadi empat bagian sama rata pada loyang. Menimbang jagung gilingsebanyak 27 gram, kemudian mencampurkan ke dalam empat bagian ke dalamLoyang bekatul masing – masing sebanyak 6,75 gram. Menimbang konsentrat jadi
    • 23sebanyak 16 gram, kemudian mencampurkan ke dalam empat bagian ke dalamLoyang bekatul masing – masing sebanyak 4 gram kemudian catat formulasibahan pakan yang diperoleh.
    • 24 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN4.1. Pengenalan Jenis dan Klasifikasi Ternak Unggas4.1.1. Klasifikasi Unggas Berdasarkan hasil praktikum didapatkan gambar seperti berikut ini: Ayam Orpington Ayam Australorp Ayam Orpington Ayam AustralorpSumber: Data Primer Praktikum Produksi Ternak Unggas, 2012. Ilustrasi 1. Gambar Ayam Kelas Inggris Berdasarkan hasil praktikum menunjukan bahwa Kelas inggris adalahsekelompok ayam yang dibentuk dan dikembangkan di negara Inggris.Ayaminggris memiliki ciri cuping merah, tubuh besar, cangkang telur berwarna coklat.Hal ini seperti pendapat Suprijatna et al,. (2005) yang menyatakan bahwa ayamkelas ini memiliki karakteristik ayam kelas Inggris adalah dengan bentuk tubuhyang besar, cuping berwarna merah, kulit berwarna putih, cangkang telutberwarna cokelat ke kuning-kuningan, bulu merapat dan ayam yang masukkedalam kelas Inggris merupakan tipe pedaging. Contoh bangsa-bangsa ayamadalah sussex, cornish, orpington, australorp dan dorking. Pada ayam australop
    • 25memiliki ciri-ciri bulu warna hitam, jengger besar dan tunggal. Hal ini sesuaidengan pendapat Yuwanta (2008) yang menyatakan bahwa ayam Australorpmemiliki karakteristik warna bulu hitam dan rapat, jengger tunggal, punggungpanjang dan tegak, kerabang berwarna coklat. Ayam Rhode island red Ayam Plymouth rock Ayam Rhode island red Ayam Plymouth rockSumber: Data Primer Praktikum Produksi Ternak Unggas, 2012. Ilustrasi 2. Gambar Kelas Amerika Berdasarkan hasil praktikum menunjukan bahwa Ayam kelas Amerikaadalah kelompok ayam yang dibentuk dan dikembangkan di negara AmerikaSerikat. Ayam kelas Amerika memiliki badan yang lebih kecil dari ayam kelasInggris, cuping merah, bulu mengembang. Suprijatna et al., (2005) menyatakanbahwa ayam kelas ini memiliki karakteristik dengan bentuk tubuh yang sedang,cuping telinga berwarna merah, bulu mengembang, kulit ayam berwarna putih,cangkang telur berwarna cokelat ke kunig-kuningan dan memiliki ciri khas yaitucakar tidak berbulu. Ayam jenis ini termasuk kedalam tipe dwiguna. Hal yangsama dikatakan oleh Yuwanta (2008) yaitu tanda-tanda ayam kelas Amerikaadalah warna kulit terang, shank berwarna kuning, kerabang telur cokelat kecuali
    • 26telur ayam Lamona berwarna putih. Hal ini sesuai pendapat Suprijatna et al.,(2008) yang menyatakan bahwa karakteristik ayam kelas Amerika adalah bentuktubuh sedang, cuping telinga berwarna merah, bulu mengembang, kulit berwarnaputih, telur berwarna coklat kekuningan, cakar tidak berbulu, dan terkenal sebagaitipe dwiguna. Bangsa bangsa ayam yang termasuk kelas Amarika antara lainPlaymouth rock, Wyandotte, Rhode Island red (RIR), New Hampshire, dan jersey.Yuwanta (2004) menambahkan ayam kelas Amerika dikembangkan untuk tujuandwiguna, yaitu memproduksi telur dan daging dengan tanda - tanda umumnyaadalah warna kulit terang, kerabang telur coklat kecuali telur ayam Lamnonaberwarna putih, cuping telinga merah, shank berwarna kuning, dan tidak berbulu. Ayam Langshan Ayam Cochin china Ayam Langshan Ayam Cochin china Sumber : Data Primer Praktikum Produksi Ternak Unggas, 2012. Ilustrasi 3. Gambar Kelas Asia Bedasarkan hasil praktikum menunjukan bahwa ayam Asia memilikibentuk tubuh yang besar, bulunya merapat pada tubuh, cakar terdapat bulu danmerupakan tipe jenis pedaging. Hal ini sesuai dengan pendapatSuprijatna et al. (2008) yang menyatakan bahwa karakteristik ayam kelas asia
    • 27yaitu bentuk tubuh besar, bulu merapat ke tubuh, cuping merah, dan kerabangtelur beragam cokelat kekuningan sampai putih. Ciri khas lain cakar berbulu, kulitwarna putih samapi gelap, dan merupakan tipe pedaging. Bangsa bangsa ayamyang termasuk kelas Asia antara lain Brahma, Langshan, dan Cochin China.Yuwanta (2004) menambahkan bahwa tanda spesifik Ayam Asia adalah bentukbadan besar, mempunyai sifat mengeram, cakar (shank) berbulu, tulang besar dankuat, cuping telinga merah, dan kerabang telur coklat. Ayam Ancona Ayam Spanish Ayam Ancona Ayam Spanish Sumber : Data Primer Praktikum Produksi Ternak Unggas, 2012. Ilustrasi 4. Gambar Kelas Mediterania Berdasarkan hasil praktikum menunjukan bahwa Ayam kelas Mediteraniaadalah kelompok ayam yang dibentuk dan dikembangkan di sekitar negara danpulau di Laut Tengah.Ayam ini memiliki badan kecil dan ramping, warna cupingputih, produksi telurnya yang tinggi dan mudah beradaptasi.Hal ini sepertipendapat Suprijatna et al (2005) yang menyatakan bahwa ayam kelas ini memilikikarakteristik ayam kelas Mediterania adalah bulu mengembang, cuping telingaberwarna putih, bentuk tubuh ramping, kulit berwarna putih, cangkang telurberwarna putih dan merupakan tipe petelur. Bangsa-bangsa yang termasuk kelas
    • 28ini antara lain leghorn, ancona, spanish, minorca dan Andalusia.Leghorn singlecomb white merupakan bangsa ayam yang popular sebagai jenis ayam petelur.Hal yang sama dikatakan oleh Yuwanta (2008) yaitu tanda-tanda ayam kelastanda-tanda spesifik ayam kelas Mediteran adalah cepat mencapai dewasa kelamin(4-6 bulan), produksi telur tinggi (284-300 butir/tahun), tidak mengeram,penampilan nervus, jengger tunggal dan lebar kecuali ayam yang mempunyaijengger buttercup. Sumber : Data Primer Praktikum Produksi Ternak Unggas, 2012. Ilustrasi 5. Ekasterior Itik Berdasarkan hasil praktikum, menunjukan bahwa karakteristik itik hampirsama dengan jenis unggas yang lain, tetapi terdapat tanda – tanda khusus padaternak itu. Perbedaan tersebut terdapat pada kaki yaitu ukurannya lebih pendek,terdapat selaput dan mempunyai kelenjar minyak yang terletak pada kulit. Hal inisesuai dengan pendapat Yaman (2010) yang menyatakan bahwa ternak itikmemiliki tanda – tanda khusus sehingga disebut sebagai unggas air di antaranyaadalah itik mempunyai kaki (tarsus) yang relatif pendek untuk ukuran badanya.Ketiga jari (Toes) yang terletak di bagian anterior, yang dihubungkan oleh selaput(Foot web) yang memungkinkan dia dapat bergerak degan cepat di dalam air.
    • 29Rasyaf (2008) menambahkan bahwa karakteristik utama yang membedakannyadari itik biasa adalah adanya cakar yang tajam pada kakinya yang berselaputrenang, dapat bertengger di pepohonan serta disposisinya yang mendatar(horisontal).4.1.2. Unggas Darat
    • 30 Berdasarkan hasil pratikum didapatkan gambar seperti ilustrasi berikut: 4 3 1 9 3 5 5 4 6 6 19 10 10 2 7 8 7 2 8 Ayam Betina Ayam Jantan Sumber : Data Primer Praktikum Produksi Ternak Unggas, 2012. Ilustrasi 6. Eksterior Unggas DaratKeterangan:1. Paruh 4.Leher 7. Dada2. Jengger 5. Sayap 8.Paha3. Mata 6. Ekor 9. Cuping10. Pial Berdasarkan hasil praktikum menunjukkan bahwa ayam jantan dan ayambetina secara umum bentuknya sama namun terdapat perbedaan diantarakeduanya. Pada ayam betina pial dan jengger di bagian kepala ukuranya relatiflebih kecil dari pada ayam jantan, pial dan jengger ayam jantan merah, besar, dantebal. Bulu pada ayam jantan, bersifat memanjang dengan bulu yang sedikit. Halini sesuai dengan pernyataan Suprijatna et al., (2008) yang menyatakan bahwaJengger ayam jantan lebih besar dari pada ayam betina, karena hormon sex jantan
    • 31yang mengakibatkan jengger dan pial membesar dan tebal serta berwarna merah,terdapat bulu yang khas berbentuk memanjang, dengan lebar bulu yangmenyempit, sebagai secundary sex feather yaitu bulu leher (hackle feather), bulupinggul dan bulu sabit pada ekor sedangkan jengger pada ayam betinamenunjukkan jengger yang tipis, kering, dan kasar. Jengger yang tumbuh danberkembang dengan baik menunjukan kinerja produksi dan reproduksi yang lebihbaik dibandingkan dengan ayam yang memiliki jengger kecil. Jengger ayamjantan lebih besar dari pada ayam betina. Sepasang pial terdapat pada bagiankedua sisi rahang bawah dibagian basal paruh. Cuping telinga bersifat berdagingtebal yang terletak dibagian bawah telinga. Cakar pada ayam umumnya tertutupsisik yang merupakan penjuluran dari corium yang padat dan terbungkus olehepidermis yang sangat tebal. Kelenjar minyak (glandula uropygal) yang terdapatdibagian atas ekor ayam berukuran sebesar kacang kapri, sedangkan pada unggasair tumbuh lebih besar. Pendapat yang sama dikemukakan oleh Rasyaf (2008)yang menyatakan bahwa ayam memiliki bentuk paruh lancip, berwarna kuning,warna jengger merah serta kaki berwarna kuning bulu pada ayam jantan dijadikansebagai daya tarik dalam menarik lawan jenisnya. Bagian kaki pada ayam jantanterdapat taji sedangkan pada ayam betina tidak terlalu berkembang dengan baikminorca .4.1.3. Unggas Air
    • 32 Berdasarkan pengamatan yang telah dilaksanakan didapatkan hasil yangsebagai berikut : 9 1 2 3 4 5 6 7 8 Itik jantan Itik betinaSumber : Data Primer Praktikum Produksi Ternak Unggas, 2012. Ilustrasi 7. Eksterior ItikKeterangan :1. Mata 4. Leher 7. Dada2. Lubang hidung 5. Punggung 8. Ekor3. Paruh 6. Bulu kelamin 9. Selaput renang Berdasarkan hasil pengamatan bahwa itik mempunyai karakteristik utamayaitu mempunyai kaki yang relatif pendek, antara jarinya terdapat selaput renangserta bulu-bulunya tebal dan berminyak sehingga air tidak masuk dalam tubuhnya.Hal ini sesuai dengan pendapat Yuwanta (2008) bahwa itik mempunyai kaki(tarsus) yang relatif pendek untuk ukuran badannya. Ketiga jari (toes) yangterletak di bagian anterior dihubungkan oleh selaput (foot web) yangmemungkinkan ia dapat bergerak cepat di dalam air. Foot web inimenghubungkan jari kedua, ketiga dan keempat. Bulu itik berbentuk konkaf yangmerapat erat ke permukaan badan, dengan permukaan bagian dalam yang lembut
    • 33dan tebal. Karena itik mempunyai kelenjar minyak (preen gland) yang relativebesar, bulu itik senantiasa berminyak (greased). Dalam keadaan liar, ternak itikbersifat monogamous, yaitu hidup berpasangan. Setelah jinak akan mengalamiperubahan menjadi bersifat polygamous, yaitu hidup bersama – sama dalam suatukelompok. Para ahli berpendapat bahwa jenis ternak itik domestik yang kita kenalsekarang ini (kecuali Muskovi = Entok) merupakan keturunan langsung dari itikliar (Hardjosworo, 2006). Sifat khas itik yang lainnya adalah sifat omnivorous,yaitu hewan pemakan biji–bijian, rumput–rumputan, umbi-umbian dan makananyang berasal dari hewan (Rasyaf, 2008). Bulu itik berbentuk konkaf yang merapaterat ke permukaan badan dengan permukaan bagian dalam yang lembut dan tebalserta senantiasa berminyak. Fungsi bulu adalah untuk mencegah masuknya airsehingga air tidak dapat mencapai permukaan kulit. Timbunan lemak yangterdapat dibagian bawah kulit berfungsi sebagai insulator sehingga itik tahandingin walaupun berada dalam air untuk jangka waktu yang cukup lama. Bulu itikjuga mengandung banyak udara sehingga itik dapat mengapung dalam air. Cirispesifik dari itik jantan dengan betina adalah ada tidaknya feather sex pada buluekornya (Suprijatna et al., 2008)4.1.3. Perbedaan Unggas Darat Dan Air Berdasarkan hasil praktikum menunjukkan adanya perbedaan antaraunggas darat dengan unggas air yaitu terletak pada paruh, jengger di kepala,selaput pada kakinya, kelenjar minyak dan kaki. Pada ayam bentuk paruhnyaruncing, mempunyai jengger, pial, cuping, dan taji sedangkan itik paruhnya lebih
    • 34lunak, tidak memiliki jengger, pial, dan cuping. Hal tersebut sesuai denganpendapat Suprijatna et al. (2008) yang menyatakan bahwa bagian organ ayamyang tampak dari luar terdiri dari bagian kepala, leher, tubuh bagian depan, dantubuh bagian belakang. Di bagian kepala, terdapat paruh, jengger, cuping dan pial.Pada unggas air, seperti itik, mentok, dan angsa. Umumnya memiliki paruh yanglebih lunak dan kenyal dibandingkan ayam, disebut ceroma. Pada bangsa ayam,kaki bagian bawah (shank) atau cakar umumnya tertutup oleh sisik, tetapi padabangsa tertentu, terutama yang berbulu total (seluruh tubuh), bagian cakar tertutupoleh bulu. Perbedaan lainnya yang tampak adalah ayam memiliki kelenjar minyakpada kulitnya yang lebih kecil dibandingkan itik. Selain itu, ayam tidak memilikiselaput kaki sedangkan kaki itik memiliki selaput kaki. Hal ini sesuai denganpendapat Suprijatna et al. (2005) bahwa karakteristik kulit pada unggas ditandaidengan tidak adanya kelenjar keringat (glandula sebacea), kecuali pada bagianatas ekor, terdapat kelenjar minyak yang disebut pygostyle atau preen gland.Kelenjar tersebut pada ayam berukuran sebesar kacang kapri, sedangkan padaunggas air tumbuh lebih besar. Yaman (2010) menambahkan bahwa itikmempunyai kaki (tarsus) yang relatif pendek untuk ukuran badannya. Ketiga jari(toes) yang terletak di bagian anterior dihubungkan oleh selaput (foot web) yangmemungkinkan ia dapat bergerak cepat di dalam air. Foot web inimenghubungkan jari kedua, ketiga dan keempat.
    • 354.2. Anatomi dan Identifikasi Penyakit Ternak Unggas4.2.1. Sistem pencernaan Berdasarkan hasil pengamatan pada organ pencernaan unggas diperolehdata sebagai berikut : 1 4 3 2 3 5 5 1 2 6 6 7 7 9 10 9 8 10 11 12 11 1 2 Pencernaan Itik Pencernaan AyamSumber : Data Primer Praktikum Produksi Ternak Unggas, 2012. Ilustrasi 8. Sistem pencernaan UnggasKeterangan: 1. Esophagus 5. Hati 9. Micel difentriculum 2. Tembolok 6. Pancreas 10. Usus buntu 3. Proventiculus 7. Duodenum 11. Usus besar 4. Empedal 8. Jejunum dan ileum 12. Cloaca Berdasarkan hasil pengamatan menunjukkan bahwa sistem pencernaanpada unggas baik darat maupun air pada umunya sama terdiri dari paruh,esophagus, crop (tembolok), proventikulus, gizzard (empedal), usus halus, ususbuntu, usus besar dan cloaca. Makanan masuk melalui mulut dan terjadi proses
    • 36pencernaan selama di dalam organ pencernaan dan keluar melalui kloaka. Hal inisesuai dengan pendapat Suprijatna et al. (2008) yang menyatakan bahwa saluranpencernaan terdiri dari mulut, esophagus, tembolok, proventikulus, gizzard,duodenum, usus halus, seka, rectum, dan kloaka. Hal ini ditambahkan denganpernyataan Rasyaf (2008) yang menyatakan bahwa alat pencernaan terdiri atassaluran yang memanjang mulai dari mulut melanjut ke usus dan berakhir dilubang pelepasan atau anus. Berdasarkan hasil pengamatan baik unggas darat maupun unggas airmemliki mulut yang berupa paruh, sedangkan pada unggas air paruh berfungsiuntuk menyaring makanan yang terapung pada air. Hal ini sesuai dengan pendapatHardjosworo (2006) paruh ayam tidak memliki bibir dan gigi. Peranan gigi danbibir pada ayam digantikan oleh rahang yang menanduk dan membentuk paruh.Fungsi paruh pada unggas darat dan air berbeda. Pada unggas darat paruh terdapatlidah yang runcing yang digunakan untuk mendorong pakan menuju esophagus.Lidah pada ayam runcing dan keras seperti kail pada bagian belakang lidah yangberfungsi untuk mendorong pakan menuju esophagus sewaktu lidah digerakkandari depan ke belakang. Ditambahakan oleh Yuwanta (2004) yang menyatakanbahwa makanan yang masuk oleh pergerakan lidah itik didorong masuk ke dalamfaring yang kemudiian ditelan. Makanan yang terapung – apung di air ditelandengan bantuan alat penyaringan yang berupa lamella paralel. Berdasarkan dari hasil pengamatan baik unggas darat maupun unggas airmemliki esopahagus yang merupakan saluran penghubung antara mulut danproventrikulus,yang panjangnya pada unggas betina 7 cm dan pada unggas jantan
    • 374 cm. Hal ini sesuai dengan pendapat Suprijatana et al. (2008) yang menyatakanbahwa esophagus atau kerongkongan berupa pipa tempat pakan melalui saluranini dari bagian belakang mulut (faring) ke proventrikulus. Hal ini ditambahakanoleh Yuwanta (2008) yang menyatakan bahwa esophagus merupakan saluranlunak dan elastis yang mudah mengalami pemekaran apabila ada bolus yangmasuk. Esophagus memanjang dari faring hingga proventrikulus melewatitembolok (crop). Berdasarkan dari hasil pengamatan baik unggas darat maupun unggas airmemliki crop yang memiliki fungsi yang sama tetapi mempunyai panjang yangberbeda. Pada unggas betina memiliki panjang 4 cm dan panjang unggas jantanmemiliki panjang 13 cm. Tembolok memiliki fungsi sebagai organ penyimpanmakanan sementara. Hal ini sesuai dengan pendapat Yaman (2010) yangmenyatakan bahwa tembolok adalah organ yang berbentuk kantung danmerupakan daerah pelebaran dari esophagus dan berfungsi sebagai organpenyimpanan pakan. Fadilah dan Polana (2004) menambahkan bahwa pada itikdan unggas air pada umumnya, crop tidak berkembang secara sempurna. Cropberfungsi sebagai penampung sementara bagi makanan. Berdasarkan dari hasil pengamatan baik unggas darat maupun unggas airmemliki proventrikulus yang sama dan memiliki fungsi yang sama yaitumelakukan proses pencernaan secara kimiawi yang panjangnya pada unggasbetina 5 cm dan pada unggas jantan 3,5 cm. Hal ini sesuai dengan pernyataanYuwanta (2004) proventrikulus disebut juga perut kelenjar atau glandularstomach yang mensekresikan pepsinogen dan HCl untuk mencerna protein dan
    • 38lemak. Ditambahakan oleh Suprijatna et al., (2008) pepsin merupakan suatuenzim untuk membantu pencernaan protein, dan hidrokloric acid disekresi olehglandular cell. Berdasarkan dari hasil pengamatan baik unggas darat maupun unggas airmemliki Empedal atau gizzard memiliki otot-otot kuat yang digunakan untukmenggiling pakan yang masuk yang panjangnya pda unggas betina 8 cm dan padaunggas jantan 4 cm. Batu kerikil terdapat pada empedal yang berfungsi untukmembantu proses pemecahan atau penghancuran pakan yang masuk. Itikmempunyai gizzard yang lebih kecil dibanding ayam. Hal ini sesuai denganpendapat Yaman (2010) yang menyatakan bahwa fungsi utama empedal adalahmenggiling dan meremas pakan yang keras. Proses mencerna makanan secaranormal dapat dibantu oleh adanya kerikil yang biasa diambil dan ditelan melaluimulut. Hal ini ditambahkan oleh Suprijatna et al. (2008) yang menyatakan bahwaGizzard memiliki dua pasang otot yang sangat kuat sehingga ayam mampumenggunakan tenaga yang kuat. Berdasarkan dari hasil pengamatan baik unggas darat maupun unggas airmemiliki usus halus yang sama. Usus halus terdiri dari duodenum, jejenum danilleum, di usus halus terjadi pencernaan dan penyerapan sari-sari makanan. yangpanjangnya pada unggas betina masing – masing 32 cm, 66 cm , 62 cm sedangkanpada jantan masing – masing 17 cm,23 cm dan 25cm. Hal ini sesuai denganpendapat Yuwanta (2008) yang menyatakan bahwa usus terdiri atas saluranmakanan yang dimulai dari duodenum yaitu usus halus bagian depan dan berakhirdi rectum atau usus besar di bagian belakang. Pencernaan dan penyerapan pakan
    • 39utamanya terjadi di usus halus. Panjang saluran, organ pencernaan ayam betinaseperti duodenum sepanjang 32 cm, jejunum 66 cm, ileum 62 cm. Hal iniditambahkan oleh Yaman (2010) usus halus terdiri atas duodenum, jejunum, danileum. Berdasarkan dari hasil pengamatan baik unggas darat maupun unggas airmemliki ceca yang terletak diantara usus besar dan usus halus dan terdiri atas duakantung yang panjangnya masing - masing 19 dan 18 cm. Fungsi kemampuanmencerna serat kasar antara unggas air dan unggas darat berbeda Hal ini sesuaidengan pendapat Yuwanta (2004) yang menyatakan bahwa sekum terdiri atas duaseka atau saluran buntu yang berukuran panjang 20 cm. Pada bagian seka jugaterjadi digesti serat kasar yang dilakukan oleh bakteri serat kasar. Kemampuanmencerna serat kasar pada bangsa itik lebih besar daripada ayam sehingga sekumlitik lebih berkembang daripada ayam. Ditambahkan oleh Suprijatna et al. (2008)yang menyatakan bahwa diantara usus halus dan usus besar, terdapat dua kantungyang disebut sebagai ceca (usus buntu). Berdasarkan dari hasil pengamatan baik unggas darat maupun unggas airmemiliki usus besar yang merupakan lanjutan dari usus kecil dan berakhir padakloaka. Panjang usus besar pada betina adalah 5 cm sedangkan pada jantanpanjangnya 4 cm. Hal ini tidak sesuai dengan Yuwanta (2004) yang menyatakanbahawa usus besar (rectum) dinamakan juga intestinum crasum yang panjangnya7 cm, hal ini dikarenakan bahwa unggas yang kita gunakan dalam pratikum masihmuda. Ditmbahkan oleh Suprijatna et al,. (2008) yang menyatakan bahwa ususbesar merupakan rectum. Pada ayam dewasa, panjangnya hanya sekitar 10 cm
    • 40dengan diameter sekitar dua kali usus halus. Bentuknya melebar dan terdapat padabagian akhir usus halus ke kloaka. Berdasarkan dari hasil pengamatan baik unggas darat maupun unggas airmemliki kloaka. Kloaka pada ayam berfungsi sebagai saluran untuk mengeluarkanekskreta. Saluran kloaka ini merupakan dari tiga saluran yaitu saluran pencernaan,saluran reproduksi dan saluran urinari. Yang memiliki panjang pada unggas betina15 cm dan ungga jantan 3 cm. Hal ini sesuai dengan Yuwanta (2004) yangmenyatakan bahwa kloaka merupakan tempat keluarnya ekskreta karena urodeumdan koprodeum terletak berhimpitan. Ditambahakan oleh Suprijatna et al., (2005)yang menyatakan bahwa kloaka meruapakan suatu tabung yang berhubungandengan saluran pencernaan, saluran kencing dan reproduksi yang membuka keluarmenuju anus. Berdasarkan dari hasil pengamatan baik unggas darat maupun unggas airmemliki kelenjar pencernaan yang berupa pankreas, hati dan kantung empedu.Yang tidak terdapat perbedaan fungsi, baik unggas darat maupun unggas air yaitusebagai mensekresikan enzim pencernaan. Hal ini sesuai dengan pendapatSuprijatna et al., (2008) yang menyatakan bahwa organ-organ tertentu berkaitanerat dengan pencernaan sebagai saluran sekresi kedalam saluran pencernaan itik.Fungsinya membantu dalam pemprosesan pakan. Organ tersebut yaitu pankreas,hati, dan kantung empedu. Di tambahkan oleh Yuwanta (2008) meskipundinamakan organ tambahan, namun fungsi organ ini sangat penting karenamengsekresikan enzim pencernaan.
    • 414.2.2. Anatomi Sistem respirasi unggas Hasil pengamatan organ respirasi pada unggas dapat diperoleh sebagaiberikut yaitu : 1 1 2 2 3 3 4 4 Respirasi Itik Respirasi Ayam Sumber : Data Primer Praktikum Produksi Ternak Unggas, 2012. Ilustrasi 9. Anatomi Sistem Respirasi UnggasKeterangan:1. Larynx 3. Trachea2. Syrinx 4. Paru-paru Berdasarkan hasil praktikum diperoleh hasil sistem respirasi pada unggasair dan unggas darat hampir sama terdiri dari larynx, syrinx, trachea, paru-parudan kantong udara. Hal ini sesuai dengan pendapat Suprijatna et al., (2008) yangmenyatakan bahwa sistem respirasi pada ayam terdiri dari nasal cavities , larynx,
    • 42trachea, syrinx, bronchi, paru-paru , kantung udara dan udara tertentu pada tulang.Yuwanta (2004) menambahkan bahwa saluran pernapasan dari luar kedalamadalah lubang hidung luar dan dalam, glotis, trachea, syrinx (rongga suara),bronkhi, dan paru-paru. Syrinx pada ayam dan itik terdapat diantara larynx dan trachea.Perbedaan syrinx antara ayam dan itik adalah pada ayam ukuran syrinx lebih kecildibandingkan dengan syrinx pada itik,karena syrinx pada itik berfungsi untukmengeluarkan suara yang khas pada itik. Hal ini sesuai pendapat Rasyaf (2008)bahwa Syrinx pada itik berfungsi sebagai alat untuk membantu menghasilkansuara yang khas. Trakea meupakan saluran penghubung antara larynx dengan paru-paru.Paru-paru meruapakan organ yang berfungsi sebagai pengatur sirkulasi udara. Halini sesuai dengan pendapat Suprijatna et al., (2008) bahwa paru-paru pada unggasberfungsi sebagai tempat berlangsungnya pertukaran gas dalam darah dan sebagaicooling mechanism (mekanisme pendingin) bagi tubuh bila kelembabandikeluarkan lewat pernafasan. Hardjosworo (2006) menambahkan bahawa paru-paru berfungsi untuk mencukupi kebutuhan oksigen yang diperlukan oleh tubuh.
    • 434.2.3. Sistem reproduksi unggas4.2.3.1. Sistem reproduksi unggas jantan Hasil pengamatan organ reproduksi pada ayam dan itik di peroleh gambarsebagai berikut: 1 2 3 2 4 1 4 3 Sumber : Data Primer Praktikum Produksi Ternak Unggas, 2012. Ilustrasi 10. Hasil pengamatan organ reproduksi unggas jantanKeterangan:1. Testis 3. Cloaca2. Vas defferens 4.Epidermis Organ reproduksi ayam jantan dan itik jantan memiliki beberapa kesamaanantara lain sepasang testis, sepasang vasdeferens, dan kloaka, yang berbeda hanyabentuk dan ukurannya. Hal ini sesuai dengan pendapat Yuwanta ( 2004) yangmenyatakan bahwa alat reproduksi jantan dibagi dalam tiga bagian utama, yaitusepasang testis, sepasang saluran deferens, dan kloaka. Yuwanta (2008)menambahkan bahwa organ reproduksi jantan adalah testes, ductus deferens, danorgan kopulasi yang bersifat rudimenter yang terletak dalam kloaka.
    • 44 Ayam jantan memiliki dua buah testis dalam rongga perut bagian atasterletak memanjang di punggung di dekat ujung ginjal sebelah depan dan dibawahnya. Hal ini sesuai dengan pendapat Suprijatna et al. (2008) yangmenyatakan bahwa sistem reproduksi jantan terdiri dari dua testis yang terletakpada dorsal area rongga tubuh, dekat bagian akhir anterior ginjal. Sedangkan padaitik jantan testis berbentuk bulat kacang. Hal ini sesuai pendapat Rasyaf (2008)yang menyatakan bahwa organ reproduksi jantan yang primer ialah berbentukbulat kacang. Ayam jantan dan itik jantan memiliki sepasang vas defferens yang sama.Vas defferens memiliki fungsi untuk menyalurkan sperma ke kloaka, hal ini sesuaidengan pendapat Fadilah dan Polana (2004) menyatakan bahwa vas defferensadalah saluran kecil menyalurkan sperma ke kloaka. Suprijatna et al., (2005)menambahkan Vas defferens yaitu sebuah saluran yang berfungsi mengalirkansperma ke luar dari tubuh. Kloaka baik pada ayam jantan maupun itik jantan merupakan muara daritiga saluran, yaitu urinari, pencernaan dan reproduksi. Fungsi kloaka pada sistemreproduksi ayam jantan dan itik jantan yaitu sebagai organ pengangkut semenyang membentuk tonjolan-tonjolan pada dinding dorsal kloaka. Hal ini sesuaidengan pendapat Yaman (2010) yang menyatakan bahwa Vas defferens tidakbermuara kedalam organ kopulasi seperti pada spesies lainnya, tetapi kedalampapilla kecil (tonjolan seperti jari-jari tangan). Tonjolan-tonjolan ini terletak padadinding dorsal kloaka dan berperan sebagai organ pengangkut semen.Ditambahakan oleh Rasyaf (2008) yang menyatakan bahwa kloaka merupakan
    • 45suatu tabung yang berhubungan dengan saluran pencernaan, saluran kencing danreproduksi yang membuka keluar menuju anus.4.2.3.2.Sistem reproduksi unggas betina Berdasarkan hasil pengamatan pada sistem reproduksi dapat diperolehgambar sebagai berikut: Ayam Itik 1 1 2 2 3 4 3 4 5 5 6 6 7 7 Sumber: Data Primer Praktikum Produksi Ternak Unggas, 2012. Ilustrasi 11. Hasil pengamatan organ reproduksi unggas betinaKeterangan: 1. Ovarium 5. Uterus 2. Infundibulum 6. Vagina 3. Magnum 7. Kloaka 4. Isthmus Berdasarkan praktikum diperoleh hasil bahwa organ reproduksi betinapada unggas dan itik hampir sama, yaitu terdiri dari ovarium, infundibulum,magnum, isthmus, uterus, vagina dan kloaka. Hal ini sesuai dengan pendapat
    • 46Suprijatna et al. (2008), bahwa anatomi alat reproduksi ayam betina terdiri atasdua bagian utama yakni ovarium dan oviduk. Yuwanta (2004) menambahkanovarium adalah tempat sintesis hormon steroid seksual, gametogenesis, danperkembangan serta pemasakan kuning telur. Oviduk adalah tempat menerimakuning telur masak, sekresi putih telur, dan pembentukan kerabang telur. Ovarium pada ayam betina dan itik betina memiliki fungsi yang samayaitu untuk membentuk yolk atau kuning telur. Hal ini sesuai dengan pendapatSuprijatna et al., (2005) yang menyatakan bahwa ovarium berfungsi sebagaitempat pembentukan kuning telur. Yuwanta (2008) menambahkan bahwa ovariumadalah tempat sintesis hormon steroid seksual gametogenesis dan perkembanganserta pemasakan kuning telur. Infundibulum pada ayam betina dan itik betina memiliki peran yang samayaitu berperan dalam penangkapan kuning telur. Hal ini sesuai dengan pendapatYaman (2010) yang menyatakan bahwa Infundibulum berperan dalampenangkapan kuning telur. Rasyaf (2008) menambahkan fungsi utamaInfundibulum adalah menangkap ovum yang masak. Magnum pada ayam betina dan itik betina befungsi untuk mengsekresikanalbumen atau putih telur. Hal ini sesuai dengan pendapat Blakely and Bade (1994)yang menyatakan bahwa fungsi utama magnum adalah mensekresikan albumen.Yuwanta (2004) menambahkan magnum merupakan temapat untuk mensintesisdan mensekresi putih telur. Isthmus pada ayam betina dan itik betina berfungsi untuk mensekresikanmembran cangkakang. Hal ini sesuai dengan pendapat Sudarmono (2003) yang
    • 47menyatakan bahwa Isthmus berfungsi sebagai tempat untuk mensekresikanmembran cangkang. Yuwanta (2004) menambahkan Isthmus adalah tempat untukmensekresikan membran atau selaput telur. Uterus pada ayam betina dan itik betina berfungsi mensekresikancangkang. Hal ini sesuai dengan Yuwanta (2008) yang menyatakan bahwa fungsiuterus adalah mensekresikan cangkang. Yuwanta (2004) menambahkan bahwauterus temapat terbentuknya cangkang. Vagina pada ayam betina dan itik betina berfungsi sebagai tempatpenyimapanan telur ntuk sementara waktu. Hal ini sesuai dengan pendapatFadilah dan Polana (2004) bahwa vagina dalah tempat dimana telur untuksementara ditahan dan dikeluarkan bila telah tercapai bentuk yang sempurna.Yuwanta (2004) menambahkn bahwa vagina adalah tempat penyimpanansementara telur. Kloaka pada ayam betina dan itik betina berfungsi sebaga tempatdikeluarkannya telur. Hal ini sesuai dengan pendapat Rahardjo et al., (2002) yangmenyatakan bahwa kloaka merupakan tempat untuk mengeluarkan telur. Yuwanta(2004) menambahkan bahwa kloaka merupakan bagian ujung luar dari oviducktempat dikeluarkannya telur.4.2.4. Sistem urinari unggas
    • 48 Berdasarkan hasil pengamatan sistem urinari pada ayam dan itik dapatdiperoleh gambar sebagai berikut: 1 2 3 1 3 2 Sumber : Data Primer Praktikum Produksi Ternak Unggas, 2012. Ilustrasi 12. Hasil pengamatan sistem urinari unggasKeterangan:1. Ginjal2. Ureter3. Cloaca Berdasarkan hasil pengamatan, sistem urinari pada ayam dan itik tidakterdapat perbedaan yang signifikan. Sistem urinari terdiri dari sepasang ginjalyang diteruskan oleh sepasang saluran menuju cloaca pada akhir saluran. Hal inisesuai dengan pendapat Yuwanta (2004), bahwa sistem urinaria ayam maupun itikterdiri atas sepasang ginjal yang berbentuk panjang yang menempel rapat padatulang punggung dan tulang rusuk serta melekat pada selaput rongga perut(peritonium). Air kencing keluar dari tubuh melalui cloaca bersama-sama fesesdan kelihatan sebagai masa putih diatas feses tersebut. Ditambahkan pula olehYaman (2010) bahwa ureter adalah saluran muscular yang mengalirkan urine daridinding ginjal menuju ke blader (kantong kencing).
    • 49 Ginjal berfungsi reabsorpsi zat masih digunakan kembali dan pengeluranurin sehingga terjadi keseimbangan osmosis cairan tubuh. Hal ini sesuai denganpendapat Yuwanta (2008) yang menyatakan ginjal berfungsi sebagai sistempembuangan air dan menjaga keseimbangan osmosis bagi cairan tubuh. Padaunggas terdapat dua buah ginjal yang terletak di belakang paru-paru. Hal inisesuai dengan pendapat Suprijatna et al., (2008) yang menyatakan sistemekskresi pada ungggas terdiri dari dua buah ginjal yang bentuknya relatif besarmemanjang, berlokasi dibelakang paru-paru dan menempel pada tulangpunggung. Ureter berfungsi mengalirkan urin yang bercampur dengan feses dariginjal ke kloaka. Hal ini sesuai dengan pendapat Yuwanta (2004) yangmenyatakan ureter mengalirkan urin ke kloaka. Ureter terletak diantara ginjal dankloaka. Hal ini sesuai dengan pendapat Suprijatn et al., (2005) yang menyatakanbahwa ureter merupakan saluran yang menghubungkan masing – masing ginjaldengan kloaka. Kloaka merupakan muara tiga saluran yaitu pencernaan, reproduksi danurinasi. Sesuai dengan pendapat Rasyaf (2008) yang menyatakan kloakamerupakan suatu tabung yang berhubungan dengan saluran pencernaan, salurankencing dan reproduksi. Feses dan urin secara bersama – sama dikeluarkanmelalui kloaka. Hal ini sesuai dengan pendapat Rahardjo et al., (2002) hasilmetabolik dan urin yang bercampur feses yang disebut ekskreta dikeluarkanmelalui kloaka.4.3. Formulasi Ransum Ternak unggas
    • 50 Praktikum formulasi ransum ternak unggas menggunakan bahan pakanjagung giling, bekatul, tepung ikan, bungkil kedelai dan premix denganmenggunakan metode trial and error. Ransum yang dibuat adalah untuk itikperiode finisher. Hasil penyusunan ransum dengan metode trial and error sebagaiberikut:Tabel 1. Hasil Perhitungan Ransum Metode Trial and Error Pakan Hasil Bahan Komposisi PK EM Harga PK EM Harga Pakan (%) (%) (kkal/kg) (Rp) (%) (kkal/kg) (Rp) Bungkil 48 2240 7500 15 7,2 336 562,5 Kedelai Jagung 8,6 3370 3500 50 4,3 1685 1062,5 giling Tepung 63, 6 2830 8500 5 3,15 141,5 212,5 Ikan Bekatul 12 2860 3750 29 3,48 829,4 543,75 Premix - - - 1 - 5 150 Total 100 18,13 2991,9 2381,2Sumber: Data Primer Praktikum Produksi Ternak Unggas, 2012. Hasil yang diperoleh dari praktikum penyusunan ransum denganPK= 18,13. Hal ini menunjukkan bahwa ransum yang disusun telah memenuhistandar yaitu sebesar 18-19 %. Hal ini sesuai dengan pendapat (Rasyaf, 2008)yang menyatakan bahwa kebutuhan protein untuk itik finisher adalah antara 18-20%. Untuk komposisi energi metabolis (EM) pada ransum itik pedaging finisherdiperoleh 2991,9 kkal/kg, hal ini berarti kebutuhan energi metabolis ternak itikpedaging finisher terpenuhi. Hal ini sesuai dengan pendapat Yaman (2010) yangmenyatakan bahwa ransum itik finisher mengandung energi 3000 kkal. Dari hasilpraktikum penyusunan ransum di peroleh data mengenai harga ransum sebesarRp.2381,25,-. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa bahan penyusunnya
    • 51mudah didapat dan kegunaannya tidak bersaing dengan manusia. Hal ini sesuaidengan pendapat Rahardjo et al., (2002) yang menyatakan bahwa pakan unggasyang tidak bersaing dengan manusia adalah bungkil kelapa, jagung giling,bekatul, dedak, dan konsentrat.Tabel 2. Hasil Organoleptik Bahan Pakan No Bahan Pakan Tekstur Tekstur Warna Bau 1. Jagung Giling Crumble Kasar Kuning Khas 2. Bekatul Mesh Halus Kuning Khas kecoklatan 3. Bungkil Crumble Kasar Kuning Khas Kedelai kecoklatan 4. Tepung Ikan Mesh Halus Coklat Khas 5. Premix Mesh Halus Krem KhasSumber: Data Primer Praktikum Ternak Unggas, 2012. Berdasarkan hasil praktikum organoleptik ransum didapatkan hasil bahwaJagung giling memiliki tekstur butiran kasar, warna kuning, bau beraroma khasjagung, bentuk tepung. Hasil ini menunjukkan bahwa jagung kuning telahdilakukan penggilingan. Menurut Suprijatna et al., (2008) yang menyatakanbahwa warna kuning pada jagung giling berasal dari provitamin A yangterkandung di dalamnya. Pada Bekatul didapatkan hasil tekstur halus, warnacoklat muda, bau apek dan bentuk tepung. Hal ini sesuai pendapat Rasyaf (2008)yang menyatakan bahwa pemakaian bekatul dalam jumlah banyak dan dapatmenyebabkan ketengikan autooksidatif. Pada konsentrat didapatkan hasil teksturkasar, warna coklat tua, bau menyengat dan bentuk tepung. Menurut pendapatYaman (2010) yang menyatakan bahwa bentuk tepung pada konsentrat itu didapat
    • 52dari campuran bahan pakan utama sumber protein yang dijual di pasaran dandibuat oleh pabrik. Formulasi ransum degan menggunakan metode trial and error yangmerupakan penyusunan ransum secara coba-coba. Hal ini sesuai denganpernyataan Rasyaf (2008) yang menyatakan bahwa ada beberapa mitodematematika yang dipakai untuk menyusun ransum mulai dari yang sederhanahingga yang paling rumit. Dalam mitode pendugaan sederhana penyusunanransum mencoba suatu presentase atau jumlah tertentu bahan makanan yangdigunakan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi unggas. Bila masih kurangditambah dan bila lebih dikurangi. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN5.1. Kesimpulan
    • 53 Perbedaan eksterior antara unggas darat dan unggas air yaitu pada ayamtidak terdapat selaput kaki dan tidak terdapat kelenjar minyak pada bulunya. Padakaki itik terdapat selaput kaki, bulu itik lembut dan tebal karena memiliki kelenjarminyak. Dari segi interiornya, pada ayam terdapat tembolok yang mengembangdan tidak terdapat syrink. Pada itik tembolok tidak mengembang dan terdapatsyrink. Kondisi hewan yang digunakan dalam praktikum termasuk dalam kondisisehat. Kandungan PK dan EM pada ransum yang disusun telah sesuai denganstandar PK dan EM yang harus terkandung di dalam ransum ternak itik pedagingperiode finisher sehingga layak untuk diberikan.5.2. Saran Sebaiknya semua bahan atau materi yang digunakan pada saat praktikumdisediakan oleh laboratorium. Pengamatan bagian eksterior unggas, anatomi danpenyusunan ransum perlu ketelitian supaya didapatkan hasil yang maksimal. DAFTAR PUSTAKAFadilah, R., dan Polana , A. 2004. Aneka PenyakitPadaAyam Dan Cara Mengatasinya. AgroMediaPustaka. Tangerang.Hardjosworo, Peni S. 2006. Meningkatkan Produksi Daging Unggas. Penebar Swadya, Jakarta.
    • 54Martawijaya. 2004. Panduan Beternak Itik secara Intensif. Agromedia Pustaka, Jakarta.Rasyaf, M. 2008. Panduan beternak Ayam Pedaging. Penebar Swadaya, Jakarta.Sudarmono. 2003. Pedoman Pemeliharaan Ayam Ras Petelur. Kanisius, Yogyakarta.Suprijatna, E., Atmomarsono, U., danKartasudjana, R. 2005. Ilmu Dasar Ternak Unggas. Penebar Swadaya, Jakarta.Suprijatna, E., Atmomarsono, U., danKartasudjana, R. 2008. Ilmu Dasar Ternak Unggas.PenebarSwadaya, Jakarta.Susilorini, T. E., M. E. Sawitri dan Muharlien. 2009. Budidaya 22 Ternak Potensial. Penebar Swadaya, JakartaYaman, M. Aman. 2010. Ayam Kampung Unggul 6 Minggu Panen. Penebar Swadaya, Jakarta.Yuwanta, T. 2004. Dasar beternakUnggas. Kanisius, Yogyakarta.Yuwanta, T. 2008. Dasar Ternak Unggas. Kanisius, Yogyakarta. LAPORAN PRATIKUM PRODUKSI TERNAK UNGGAS Disusun oleh : Kelompok IIB
    • 55Nurul Ayu Andini 23010111120054Chandra Prabawa 23010111130078Lina Rahmawati 23010111130081Ardiyanto Setiawan 23010111130082Susana 23010111130086Nurul Afriyanti 23010111130089Galuh Nanda J. 23010111130102Eko Prasetyo H2A 009 170Budi Eko H2A 009 206Argandhina Purbasari H2A 009 168 JURUSAN PETERNAKANFAKULTAS PETERNAKAN DAN PERTANIAN UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2012