Your SlideShare is downloading. ×
0
Pengendalian nyamuk culex sp
Pengendalian nyamuk culex sp
Pengendalian nyamuk culex sp
Pengendalian nyamuk culex sp
Pengendalian nyamuk culex sp
Pengendalian nyamuk culex sp
Pengendalian nyamuk culex sp
Pengendalian nyamuk culex sp
Pengendalian nyamuk culex sp
Pengendalian nyamuk culex sp
Pengendalian nyamuk culex sp
Pengendalian nyamuk culex sp
Pengendalian nyamuk culex sp
Pengendalian nyamuk culex sp
Pengendalian nyamuk culex sp
Pengendalian nyamuk culex sp
Pengendalian nyamuk culex sp
Pengendalian nyamuk culex sp
Pengendalian nyamuk culex sp
Pengendalian nyamuk culex sp
Pengendalian nyamuk culex sp
Pengendalian nyamuk culex sp
Pengendalian nyamuk culex sp
Pengendalian nyamuk culex sp
Pengendalian nyamuk culex sp
Pengendalian nyamuk culex sp
Pengendalian nyamuk culex sp
Pengendalian nyamuk culex sp
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Pengendalian nyamuk culex sp

7,010

Published on

2 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
7,010
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
177
Comments
2
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. PengendalianNyamuk CulexspNuris Fikriana Mauliddah102110101128
  • 2. Nyamuk culex sp Culex sp adalah genus nyamuk yang berperan sebagai vector penyakit. Nyamuk ini biasanya mulai aktif setelah matahari terbenam sampai sebelum matahari terbit. Nyamuk ini meletakkan telur dan berbiak di selokan-selokan yang berisi air bersih ataupun selokan air pembuangan domestic yang kotor (air organik), serta ditempat-tempat penggenangan air domestic atau air hujan diatas permukaan tanah. Nyamuk jenis Culex ini juga terdiri dari banyak spesies, seperti C. pipiens, C. quinquefasciatus, C. tarsalis, C. territans, dan lain-lain.
  • 3. KlasifikasiKingdom : Anim aliaPhylum : ArthropodaClass : InsektaOrdo : DipteraFamily: Tribus culiciniGenus : CulexSpesies :Culex annulus, Culex bitaeniorhynchus Culex cinctellus, Culex fragilis Culex gelidus Culex pallidothorax Culex pseudovishnui Culex quinquefasciatus Culex raptor Culex sitiens Culex tritaeniorhynchus
  • 4. Distribusi Geografi Nyamuk culex ini banyak ditemukan di Jepang, kawasan Asia Tenggara yaitu Filipina, Kamboja, Thailand, Malaysia, Singapura serta Indonesia
  • 5. Morfologi  Telur nyamuk culex berbentuk menyerupai senapan sedangkan larvanya memiliki sifon  pekten dan gigi sisir yang tidak sama dengan ciri khas pelana tertutup  Culex dewasa berukuran kecil kira-kira 4-13 mm dan berwarna coklat. Kepalanya mempunyai proboscis halus dan panjang yang melebihi panjang kepala  Pada culex betina proboscis dipakai sebagai alat untuk menghisap darah dan memiliki palpi yang lebih pendek dari pada probosisnya sedangkan  pada culex jantan probosis berfungsi untuk menghisap bahan-bahan cair seperti cairan tumbuh-tumbuhan atau buah-buahan dan memiliki palpi yang melebihi panjang probosisnya. Pada bagian kiri dan kanan proboscis terdapat palpus yang terdiri atas 5 ruas dan sepasang antena yang terdiri atas 15 ruas.
  • 6.  Antena pada nyamuk jantan berambut lebat (plumose) dan pada nyamuk betina jarang (pilose) Sebagian besar toraks yang tampak (mesonotum) diliputi bulu halus. Bulu ini berwarna putih atau kuning dan membentuk gambaran yang khas Posterior dari mesonotum terdapat skutelum yang membentuk 3 lengkungan atau tribolus Mempunyai 3 pasang kaki atau hexapoda yang melekat pada toraks dan tiap kaki terdiri dari 1 ruas femur, 1 ruas tibia, dan 5 ruas tarsus Bentuk sayapnya panjang dan langsing mempunyai vena yang permukaanya ditumbuhi sisik-sisik sayap (wingscales) yang letaknya mengikuti vena Pada pinggir sayap terdapat sederetan rambut yang disebut fringe. Abdomen berbentuk silinder dan terdiri atas 10 ruas dan 2 ruas yang terakhir berubah menjadi alat kelamin.
  • 7. Siklus hidup
  • 8. Habitat Dalam perkembangbiakannya nyamuk culex selalu memerlukan tiga macam tempat yaitu tempat berkembangbiak (breeding places), tempat untuk mendapatkan umpan/darah (feeding places), dan tempat untuk beristirahat (resting places). Pada umumnya genus culex mempunyai habitat di sembarang tempat dan air kotor namun beberapa spesies culex memiliki habitat yang berbeda-beda.
  • 9. Habitat…  Pada Culex quinquefasciatusberkembang biak di air comberan dengan air keruh yang kotor dan dekat dengan rumah.  culex annlirostris berkembang baik dalam air yang cukup sinar matahari. Sedangkan  Culex britaeniorrhynchus berkembang baik di tempat yang mengandung lumut dalam air tawar atau air payau.  Culex memiliki tempat beristirahat yang sama seperti genus nyamuk lain yaitu di bagian dalam rumah sedangkan di luar rumah seperti gua, lubang lembab, tempa yang berwarna gelap dan lain-lain merupakan tempat yang disenangi nyamuk untuk beristirahat.
  • 10. Jenis Nyamuk Culex sp Spesies Culex tarsialis Spesies Culex pipiens Spesies Culex tritaenorinchus Spesies Culex quinquefasciatus Say.
  • 11. Bionomik Nyamuk Culex spTempat berkembang biakNyamuk Culex sp suka berkembang biak di sembarang tempat misalnya di air yang kotor yaitu genangan air, got terbuka, saluran pipa, dan empang ikan.Perilaku makanNyamuk Culex sp suka menggigit manusia dan hewan terutama pada malam hari. Nyamuk Culex sp suka menggigit binatang peliharaan, unggas, kambing, kerbau dan sapi
  • 12.  Kesukaan beristirahatSetiap spesies nyamuk mempunyai kesukaan beristirahat yang berbeda-beda. Nyamuk Culex sp suka beristirahat dalam rumah. Aktifitas menghisap darahNyamuk Culex sp suka menggigit manusia dan hewan terutama pada malam hari (nocturnal). Nyamuk Culex sp menggigit beberapa jam setelah matahari terbenam sampai sebelum matahari terbit. Dan puncak menggigit nyamuk ini adalah pada pukul 01.00-02.00.
  • 13. Faktor Lingkungan Fisik yang Mempengaruhi Nyamuk Culex sp Suhu suhu yang tinggi akan meningkatkan aktivitas nyamuk dan perkembangannya bisa menjadi lebih cepat tetapi apabila suhu di atas 350C akan membatasi populasi nyamuk. Suhu optimum untuk pertumbuhan nyamuk berkisar antara 200C – 300C. Suhu udara mempengaruhi perkembangan virus dalam tubuh nyamuk.
  • 14. Kelembaban Udara Pada saat kelembaban rendah menyebabkan penguapan air dalam tubuh sehingga menyebabkan keringnya cairan tubuh. Salah satu musuh nyamuk adalah penguapan, kelembaban mempengaruhi umur nyamuk, jarak terbang, kecepatan berkembang biak, kebiasaan menggigit, istirahat dan lain-lain.
  • 15.  Pencahayaan Biladikaitkan antara intensitas cahaya terhadap suhu dan kelembaban, hal ini sangat berpengaruh. Semakin tinggi atau besar intensitas cahaya yang dipancarkan ke permukaan maka keadaan suhu lingkungan juga akan semakin tinggi. Begitu juga dengan kelembaban, semakin tinggi atau besar intensitas cahaya yang dipancarkan ke suatu permukaan maka kelembaban di suatu lingkungan tersebut akan menjadi lebih rendah
  • 16. Penyakit yang DitimbulkanJapanese encephalitisFilariasisWest nile virus
  • 17. Pengendalian Nyamuk Culex sp
  • 18. Pengendalian secara alami (NaturalControl)  Gunung, lautan, danau dan sungai yang luas merupakan rintangan penyebaran serangga,  Ketinggian tertentu menyebabkan serangga tidak tahan hidup,  Musim, cuaca panas, dingin, kering, tanah tandus, angin besar, dan curah hujan tinggi.  Burung, katak, cicak, binatang lain yang memangsa serangga.
  • 19. Pengendalian secara buatan (Artificial / applied control)Dilakukan atas usaha manusia. Macam-macampengendalian buatan yaitu :Pengendalian Lingkungan (Environmental control)Mengelola lingkungan (enviromental management)yaitu mengatur lingkungan sehingga tidak cocok danmembatasi perkembangan vektor.Modifikasi lingkungan (Enviromental Modification)Cara ini paling aman terhadap lingkungan karenatidak merusak keseimbangan alam dan tidakmencemari lingkungan tetapi harus dilakukan terusmenerus
  • 20. Manipulasi Lingkungan (Enviromental Manipulation). Manipulasi Lingkungan (enviromental manipulation)Membersihkan dan memelihara secara fisik tempat perindukan atau tempat istirahat serangga.
  • 21. Pengendalian secara Mekanik Cara ini dapat dilakukan dengan gerakan 3M (mengubur kaleng-kaleng atau tempat-tempat sejenis yang dapat menampung air hujan dan membersihkan lingkungan yang berpotensial dijadikan sebagai sarang nyamuk Culex sp.
  • 22. Pengendalian secara BiologiIntervensi yang didasarkan padapengenalan organism pemangsa, parasit,pesaing untuk menurunkan jumlah Culex sp.Misalnya ikan pemangsa larva (ikan kepalatimah, gambusia ikan mujaer, nila) di bakdan tempat yang tidak bisa ditembus sinarmatahari misalnya tumbuhan bakau. Larvadapat dimakan oleh ikan tersebut
  • 23. Pengendalian secara Kimiawi InsektisidaInsektisida adalah bahan-bahan kimia yang digunakan untuk memberantas serangga. Berdasarkan stadium serangga yang dibunuhnya maka insektisida serta ovisida yang ditujukan untuk membunuh telurnya.PermetrhineMerupakan senyawa insektisida piretroid generasi ketiga pertama yang bersifat fotostabil, dan pada awalnya digunakan dalam pertanian. Daya kontaknya cepat, dan daya residunya sedang hingga baik. Toksisitas iritasi pada mamalia rendah, sehingga banyak diminati pada program pengendalian hama pemukiman. Senyawa ini tidak menyebabkan iritasi pada manusia sehingga tepat digunakan untuk pengendalian vector penyakit.
  • 24.  Payung Perangkap NyamukPayung perangkap adalah alat yang menyerupai payung, dengan atap berupa kain berwarna hitam. Atap payung bagian dalam diberi sirip atau kain yang digantungkan atau dijahit di sela-sela jeruji, dengan ukuran 40 x 40 cm. kain ini sebagai tempat untuk hinggap dan bersembunyi bagi nyamuk Culex sp. Atap payung dan sirip-siripnya merupakan satu kesatuan bangunan paying yang dapat dilepas dari rangkanya untuk dicelup dengan insektisida. Payung perangkap ini dilengkapi dengan tiang penyangga setinggi 80 cm. kain penutup dan sirip-sirip payung dicelup dengan menggunakan insektisida.
  • 25. Pengendalian secara genetikTujuan: mengganti populasi serangga yang berbahaya dengan polulasi baru yang tidak merugikan.Mengubah kemampuan reproduksi serangga : jantandisebut sterile male technic release:bahan kimia (TEPA) dan radiasi (Cobalt 60) merusak DNA kromosom sperma tanpa mengganggu proses pematangan, Radiasi dapat juga mengubah letak susunan kromosom : chromosome translocation, antimitotik, antimetabolit, bazarone (ekstrak tanaman Aeorus calamus). jantan dan betinaJantan dan betina di alam disterilkan menggunakan chemosterilants dicampur makanan kesukaan serangga. Telah dicoba pada lalat rumah (Musca domestica) yang diberi TEPA dicampur 67% tepung jagung, 15% gula, 15% susu bubuk dan 2,5% tepung telur.
  • 26.  Keuntungan pengendalian secara genetik : Tak perlu memelihara serangga dalam jumlah banyak dalam laboratorium. Perkawinan antar strain menyebabkan sitoplasma telur tidak dapat ditembus oleh sperma sehingga tidak terjadi pembuahan, disebut : cytoplasmic incompatibility. Perkawinan antar spesies terdekat menghasilkan jantan steril, disebut hybrid sterility. 
  • 27. Terima kasih. . .

×