AKHLAK ISLAMMAHMUDAH DAN MADZMUMAH        Disusun oleh:       Nur Rachmaniar        JAKARTA            2009              1
DAFTAR ISIDaftar Isi………………………………………………………………………...……...… 2Latar Belakang…………………………………………………………………...………. 3Pokok Masalah………...
I.    Latar Belakang         Sasaran pertama yang dituju oleh Islam adalah membangun “manusia yang      shalih” yang panta...
III.   Pendahuluan          Pembinaan akhlak merupakan tumpuan perhatian pertama dalam Islam. Hal ini       dapat dilihat ...
a. Dunia dan isinya, yaitu berbagai hal yang bersifat material (harta, kedudukan)   yang ingin dimiliki manusia sebagai ke...
2. Maksiat Batin            Maksiat batin berasal dari dalam hati manusia atau digerakan oleh      tabiat hati. Maksiat ba...
Hukum ini pada akhirnya bertujuan untuk mencegah melakukan yang         berikutnya, serta berusaha keras memperbaiki akhla...
c. Syukur, berterima kasih terhadap nikmat yang telah dianugrahkan          Allah kepada manusia dan seluruh makhluknya.  ...
b. Mu’aqobah, memberikan hukuman terhadap berbagai perbuatan dan   tindakan yang telah dilakukannya. Hukuman tersebut tent...
V.   Kesimpulan            Akhlak madzmumah (Akhlak Tercela) adalah suatu tingkah laku yang dapat     membawa manusia kepa...
DAFTAR PUSTAKAZahruddin AR, Pengantar Studi Akhlak, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2004.Mahjudin, Kuliah Akhlaq Tasawu...
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Mahmudah dan madzmumah (nur rachmaniar)

12,880

Published on

Akhlak Tasawuf

Published in: Spiritual
1 Comment
1 Like
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total Views
12,880
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
161
Comments
1
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Mahmudah dan madzmumah (nur rachmaniar)

  1. 1. AKHLAK ISLAMMAHMUDAH DAN MADZMUMAH Disusun oleh: Nur Rachmaniar JAKARTA 2009 1
  2. 2. DAFTAR ISIDaftar Isi………………………………………………………………………...……...… 2Latar Belakang…………………………………………………………………...………. 3Pokok Masalah…………………………………………………………………...…….… 3Pendahuluan……………………………………………………………………...………. 4Pembahasan…………….………………………………………………………...………. 5 Akhlak Tercela (Madzmumah)………………………………………….………. 5 Akhlak Terpuji (Mahmudah)……...………….…….…………………...……… 6Kesimpulan…….………………………………………………………………...……...... 9Daftar Pustaka….………………………………………………………………………... 10 2
  3. 3. I. Latar Belakang Sasaran pertama yang dituju oleh Islam adalah membangun “manusia yang shalih” yang pantas menjadi khalifah di bumi, yang telah dimuliakan oleh Allah dengan semulia-mulianya, yang telah diciptakan-Nya dalam penciptaan yang paling baik dan yang ditaklukan untuknya semua apa yang ada dilangit dan apa yang ada di bumi. Ia adalah Manusia yang lengkap padanya karakteristik kemanusiaan dan terangkat dari karakter binatang ternak ataupun binatang buas. Manusia yang shalih inilah yang merupakan dasar keluarga yang shalih, masyarakat yang shalih dan umat yang shalih. Untuk menjadi manusia yang shalih tentu kita perlu mempelajari apa yang harus dilakukan dan apa yang harus dihindari atau ditinggalkan, karena hidup manusia tidak hanya mengarah kepada kesempurnaan jiwa dan kesuciannya, tapi kadang pula mengarah kepada keburukan. Hal tersebut bergantung kepada beberapa hal yang mempengaruhinya, yang akan di jelaskan dalam pembahasan ini. Dan dalam pembahasan ini Akhlak tercela didahulukan terlebih dahulu dibandingkan dengan akhlak yang terpuji agar kita melakukan terlebih dahulu usaha takhliyah, yaitu mengosongkan atau membersihkan diri/jiwa dari sifat-sifat tercela sambil mengisinya (takhliyah) dengan sifat-sifat terpuji. Kemudian kita melakukan tajalli, yaitu mendekatkan diri kepada Allah.II. Pokok Masalah Pada dasarnya setiap manusia menyukai kebaikan, dan pada manusia dewasa dan berakal tentu dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Namun didalam diri manusia terdapat sifat yang baik dan yang buruk, sehingga dari sifa-sifat tersebut akan menghasilkan akhlak terpuji dan akhlak tercela. Tetapi untuk dapat menghindari terjadinya akhlak tercela dan terciptanya akhlak terpuji, maka kita perlu mempelajarinya. Dengan kita mengetahui apa itu akhlak tercela dan terpuji, faktor pendorongnya, macam-macamnya, cara mencegah akhlak tercela dan cara meningkatkan akhlak terpuji, Insya Allah kita akan dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu untuk dapat kita mengetahui mengenai akhlak tercela dan akhlak terpuji, maka akan dijelaskan dalam makalah kami ini. 3
  4. 4. III. Pendahuluan Pembinaan akhlak merupakan tumpuan perhatian pertama dalam Islam. Hal ini dapat dilihat dari salah satu misi kerasulan Nabi Muhammad SAW, yang utama adalah untuk menyempurnakan akhlak yang mulia. Dalam salah satu hadisnya beliau menegaskan innama buitstuli utammima makarim al-akhlaq (HR. Ahmad). Yang artinya yaitu “Hanya saja aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia”. Perhatian Islam yang demikian terhadap pembinaan akhlak ini dapat pula dilihat dari perhatian Islam terhadap pembinaan jiwa yang harus didahulukan dari pada pembinaan fisik, karena dari jiwa yang baik inilah akan lahir perbuatan-perbuatan yang baik yang pada tahap selanjutnya akan mempermudah menghasilkan kebaikan dan kebahagiaan pada seluruh kehidupan manusia, lahir dan batin. Perhatian Islam dalam pembinaan akhlak selanjutnya dapat dianalisis pada muatan akhlak yang terdapat pada seluruh aspek ajaran Islam. Ajaran Islam tentang keimanan sangat berkaitan erat dengan mengerjakan serangkaian amal salih dan perbuatan terpuji. Iman yang tidak disertai dengan amal salih (akhlak tercela) dinilai sebagai iman yang palsu, bahkan dianggap sebagai kemunafikan.IV. Pembahasan A. Akhlak-Akhlak Tercela (Al-Akhlak Al-Madzmumah) 1. Pengertian Menurut Imam Ghazali, akhlak yang tercela ini di kenal dengan sifat- sifat muhlikat, yakni segala tingkah laku manusia yang dapat membawanya kepada kebinasaan dan kehancuran diri, yang tentu saja bertentangan dengan fitrahnya untuk selalu mengarah kepada kebaikan. 2. Pendorong Akhlak Tercela Al-Ghazali menerangkan 4 hal yang mendorong manusia melakukan perbuatan tercela (maksiat), di antaranya: 4
  5. 5. a. Dunia dan isinya, yaitu berbagai hal yang bersifat material (harta, kedudukan) yang ingin dimiliki manusia sebagai kebutuhan dalam melangsungkan hidupnya (agar bahagia).b. Manusia. Selain mendatangkan kebaikan, manusia dapat mengakibatkan keburukan, seperti istri, anak. Karena kecintaan kepada mereka, misalnya dapat melalaikan manusia dari kewajibannya terhadap Allah dan terhadap sesama.c. Setan (iblis). Setan adalah musuh manusia yang paling nyata, ia menggoda manusia melalui batinnya untuk berbuat jahat dan menjauhi Tuhan.d. Nafsu. Nafsu ada kalanya baik (muthmainah) dan ada kalanya buruk (amarah), akan tetapi nafsu cenderung mengarah kepada keburukan.3. Pembagian Akhlak tercela Pada dasarnya sifat dan perbuatan yang tercela dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu: 1. Maksiat Lahir Maksiat berasal dari bahasa Arab, ma’siyah, artinya “pelanggaran oleh orang yang berakal balig (mukallaf), karena melakukan perbuatan yang dilarang, dan meninggalkan pekerjaan yang diwajibkan oleh syariat islam. Maksiat lahir dibagi menjadi beberapa bagian yaitu: a. Maksiat lisan, seperti berkata-kata yang tidak memberikan manfaat, berlebih-lebihan dalam percakapan, berbicara hal yang batil, berdebat dan berbantah hanya mencari menangnya sendiri tanpa menghormati orang lain, berkata kotor, mencaci-maki atau melaknat, menghina, menertawakan, atau merendahkan orang lain, berkata dusta, dan lain sebagainya. b. Maksiat telinga, seperti mendengarkan pembicaran orang lain, mendengarkan nyanyian-nyanyian atau bunyi-bunyi yang dapat melalaikan ibadah kepada Allah Swt. c. Maksiat mata, seperti melihat aurat wanita ataupun laki-laki yang bukan muhrimnya, melihat kemungkaran tanpa beramar makruf nahi mungkar. d. Maksiat tangan, seperti menggunakan tangan untuk mencuri, dan menggunakan tangan untuk mengurangi timbangan. 5
  6. 6. 2. Maksiat Batin Maksiat batin berasal dari dalam hati manusia atau digerakan oleh tabiat hati. Maksiat batin ini lebih berbahaya dibandingkan dengan maksiat lahir, karena terkadang tidak terlihat, dan lebih sukar dihilangkan. Selama maksiat batin belum dilenyapkan, maksiat lahir tidak bisa dihindarkan dari manusia. Beberapa contoh penyakit batin (akhlak tercela) adalah: a. Marah (ghadab). Islam menganjurkan orang yang marah agar berwudhu (menyiram api kemarahan dengan air). b. Dongkol (hiqd). Rasulullah bersabda, “orang mukmin itu bukanlah orang yang suka dongkol”. c. Dengki (hasad). Islam melarang bersikap dengki, sebagaimana sabda Nabi, “Jauhilah olehmu akan dengki, karena sesungguhnya dengki dapat memakan kebaikan seperti api memakan kayu bakar”. d. Sombong (takabur). Allah Swt berfirman, ôtã tβρçŽÉ9õ3tGó¡o„ šÏ%©!$# ¨βÎ) 4 ö/ä3s9 ó=ÉftGó™r& þ’ÎΤθãã÷Š$# ãΝà6š/u‘ tΑ$s%uρ ∩∉⊃∪ š̍Åz#yŠ tΛ©yγy_ tβθè=äzô‰u‹y™ ’ÎAyŠ$t6Ïã Artinya: Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina"4. Cara Mengatasi Akhlak Tercela Menurut Ahmad Amin ada 2 cara untuk mengatasi Ahlak tercela, yaitu: a. Perbaikan pergaulan, seperti pendirian pusat pendidikan anak nakal, mencegah perzinahan, mabuk, dan peredaran obat-obat terlarang. b. Memberikan hukuman. Dengan adanya hukuman, akan muncul suatu ketakutan pada diri sendiri karena perbuatannya akan dibalas (dihukum). 6
  7. 7. Hukum ini pada akhirnya bertujuan untuk mencegah melakukan yang berikutnya, serta berusaha keras memperbaiki akhlaknya.B. Akhlak-Akhlak Terpuji (Al-Akhlak Al-Mahmudah) 1. Pengertian Menurut Al-Ghazali, berakhlak mulia atau terpuji artinya “menghilangkan semua adat kebiasaan yang tercela yang sudah digariskan dalam agama Islam serta menjauhkan diri dari perbuatan tercela tersebut, kemudian membiasakan adat kebiasaan yang baik, melakukannya dan mencintainya”. Menurut Hamka, ada beberapa hal yang mendoorng seseorang untuk berbuat baik, di antaranya: a. Karena bujukan atau ancaman dari manusia lain b. Mengharap pujian, atau karena takut mendapat cela c. Karena kebaikan dirinya (dorongan hati nurani) d. Mengharap pahala dan surga e. Mengharap pujian dan takut azab Allah f. Mengharap keridhaan Allah semata 2. Pembagian Akhlak Terpuji Akhlak yang terpuji berarti sifat-sifat atau tingkah laku yang sesuai dengan norma-norma atau ajaran Islam. Akhlak yang terpuji dibagi menjadi 2 bagian, yaitu: 1. Taat Lahir Taat lahir berarti melakukan seluruh amal ibadah yang diwajibkan Tuhan, termasuk berbuat baik kepada sesama manusia dan lingkungan, dan dikerjakan oleh anggota lahir. Beberap perbuatan yang dikategorikan taat lahir adalah: a. Tobat, dikategorikan kepada taat lahir dilihat dari sikap dan tingkah laku seseorang. Namun sifat penyesalannya merupakan taat batin. b. Amar makruf dan nahi munkar, perbuatan yang dilakukan kepada manusia untuk menjalankan kebaikan dan meninggalkan kemaksiatan dan kemungkaran. 7
  8. 8. c. Syukur, berterima kasih terhadap nikmat yang telah dianugrahkan Allah kepada manusia dan seluruh makhluknya. 2. Taat Batin Taat Batin adalah segala sifat yang baik, yang terpuji yang dilakukan oleh anggota batin (hati). a. Tawakal, yaitu berserah diri sepenuhnya kepada Allah dalam menghadapi, menanti, atau menunggu hasil pekerjaan. b. Sabar, dasarnya adalah keyakinan bahwa semua yang dihadapi adalah ujian dan cobaan dari Allah Swt. c. Qana’ah, yaitu merasa cukup dan rela dengan pemberian yang dianugrahkan oleh Allah.3. Cara Meningkatkan Akhlak Terpuji Ada banyak cara yang ditempuh untuk meningkatkan akhlak yang terpuji secara lahiriah, diantaranya: a. Pendidikan, dengan pendidikan cara pandang seseorang akan bertambah luas, tentunya dengan mengenal lebih jauh akibat dari masing-masing (akhlak terpuji dan tercela). b. Menaati dan mengikuti peraturan dan UU yang ada di masyarakat dan negara. Bagi seorang muslim tentunya mengikuti aturan yang digariskan Allah dalam Al-Qur’an dan Sunah Nabi Muhammad SAW. c. Kebiasaan, akhlak terpuji dapat ditingkatkan melalui kehendak atau kegiatan baik yang dibiasakan. d. Memilih pergaulan yang baik, sebaik-baik pergaulan adalah berteman dengan para ulama (orang beriman) dan ilmuwan (intelektual). e. Melalui perjuangan dan usaha. Menurut Hamka, bahwa akhlak terpuji tidak timbul kalau tidak dari keutamaan, sedangkan keutamaan tercapai melalui perjuangan. Sedangkan akhlak yang terpuji batiniah, dapat ditingkatkan melalui beberapa cara, yaitu: a. Muhasabah, yaitu selalu menghitung perbuatan-perbuatan yang telah dilakukannya selama ini, baik perbuatan buruk beserta akibat yang dilakukannya, ataupun perbuatan baik beserta akibat yang ditimbulkannya. 8
  9. 9. b. Mu’aqobah, memberikan hukuman terhadap berbagai perbuatan dan tindakan yang telah dilakukannya. Hukuman tersebut tentu bersifat ruhiyah dan berorientasi pada kebajikan, seperti melakukan shalat sunah yang lebih banyak dibandingkan biasanya, berzikir dan sebagainya.c. Mu’ahadah, perjanjian dengan hati nurani (batin), untuk tidak mengulangi kesalahan dan keburukan tindakan yang dilakukan, serta menggantinya dengan perbuatan-perbuatan baik.d. Mujahadah, berusaha maksimal untuk melakukan perbuatan yang baik untuk mencapai derajat ihsan, sehingga mampu mendekatkan diri pada Allah SWT (muraqabah). 9
  10. 10. V. Kesimpulan Akhlak madzmumah (Akhlak Tercela) adalah suatu tingkah laku yang dapat membawa manusia kepada kebinasaan dan kehancuran yang didorong oleh beberapa factor yaitu dunia (harta), manusia, setan, dan nafsu. Akhlak tercela ini dapat dibedakan menjadi dua bagian yaitu maksiat lahir seperti berbicara hal-hal batil, menguping pembicaraan orang lain, melihat aurat orang yang bukan muhrimnya, dan lain-lain. Kemudian maksiat batin yaitu seperti marah, dongkol, dengki, dan sombong. Dan untuk akhlak tercela tersebut diperlukan 2 cara yaitu perbaikan pergaulan dan member hukuman bagi yang melakukan perbuatan buruk. Adapun akhlak mahmudah (Akhlak Terpuji) yaitu menghilangkan semua kebiasaan yang tercela sebagaimana yang telah digariskan dalam ajaran Islam serta menjauhkan diri dari perbuatan tercela tersebut, kemudian membiasakan kebiasaan yang baik, melakukannya dan mencintainya. Akhlak terpuji ini dibagi menjadi 2 bagian yaitu taat lahir seperti tobat, amar makruf dan nahi munkar, dan syukur. Kemudian taat batin yaitu seperti tawakal, sabar, dan qana’ah. Dan untuk meningkatkan akhlak terpuji dapat dilakukan dalam beberapa cara yaitu apabila secara lahiriah, seperti memilih pergaulan yang baik, membiasakan kegiatan yang baik, dan menaati peraturan yang berlaku baik yang ada di Negara maupun di masyarakat. Dan apabila secara batiniah yaitu dengan cara muhasabah, mu’aqobah, mu’ahadah, mujahadah. 10
  11. 11. DAFTAR PUSTAKAZahruddin AR, Pengantar Studi Akhlak, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2004.Mahjudin, Kuliah Akhlaq Tasawuf, Jakarta: Kalam Mulia, 2003.Al-Qardhawy, Yusuf, Pengantar Kajian Islam, Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 1997.Nata, Abuddin, Akhlak Tasawuf, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2006. 11

×