Bab 10   penyertaan
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Bab 10 penyertaan

on

  • 880 views

 

Statistics

Views

Total Views
880
Views on SlideShare
870
Embed Views
10

Actions

Likes
0
Downloads
12
Comments
0

1 Embed 10

http://nuelimmanuel22.blogspot.com 10

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Bab 10   penyertaan Bab 10 penyertaan Presentation Transcript

    • PENYERTAANARDI FERDIAN. SH.,MKn
    • ANALISA KASUS KASUS PEMBUNUHAN KEPALA RETAK KARENA DI PUKUL BENDA TUMPUL,JANTUNG A BERLUBANG KARENA BENDA TAJAM,MAKA MENGHASILKAN FAKTA-FAKTA SEBAGAIBERIKUT B MEMUKUL KEPALA A C MENUSUK JANTUNG A DENGAN PISAU BELATI D MENGIKAT TANGAN DAN KAKI A, AGAR B DAN CMUDAH MELAKSANAKAN PERBUATANNYA E BERJAGA-JAGA TERNYATA PEMBUNUHAN TERHADAP A DIDALANGIOLEH F, DENGAN CARA F MEMBERIKAN SEJUMLAHUANG KEPADA B,C,D, DAN E1. ORANG YANG MELAKUKAN TINDAKAN YANGBAGAIMANA AGAR DIA DAPAT DIPANDANG PESERTADAN PATUT DIBEBANI PERTANGGUNG JAWABAN2. BAGAIMANA PERTANGGUNG JAWABAN MASING-MASING PETINDAK
    • AJARAN DALAM PENYERTAANDI DALAM KUHP (UU NO1 TAHUN 1946) PERUMUSANDELIK DIRUMUSKAN SECARA TUNGGAL, ARTINYAPERTANGGUNG JAWABAN ORANG PER-ORANGPENYERTAAN TERJADI APABILA DALAM SATUTINDAK PIDANA TERSANGKUT BEBERAPA ORANG SISTEM PERTANGGUNGJAWABAN DALAMPENYERTAAN SISTEM ROMAWI : TIAP-TIAP PESERTA DELICTDIANGGAP SAMA JAHATNYA DENGAN ORANG YANGMELAKUKAN DELICT SENDIRIAN --- PERTANGGUNGJAWABANNYA SAMA DENGAN PELAKU SISTEM ITALIA : TIAP-TIAP PESERTA DIBEDAKANMENURUT PERBUATAN YANG DILAKUKAN --PERTANGGUNG JAWABANNYA BEDA SATU SAMA LAIN BENTUK PENYERTAAN AJARAN SUBYEKTIF : DITENTUKAN DARI SIKAP BATINPELAKU PENYERTAAN AJARAN OBYEKTIF : DITENTUKAN DARI WUJUD DANLUASNYA PERBUATAN YANG DILAKUKAN MASING-MASING PELAKU PENYERTAAN
    • BENTUK-BENTUK PENYERTAAN (PASAL 55-56 KUHP)PASAL 55 KUHP1. DIPIDANA SEBAGAI PELAKU TINDAK PIDANA1. MEREKA YANG MELAKUKAN, YANG MENYURUH MELAKUKAN, DANYANG TURUT SERTA MELAKUKAN PERBUATAN2. MEREKA YANG DENGAN MEMBERI ATAU MENJANJIKAN SESUATUDENGAN MENYALAHGUNAKAN KEKUASAAN ATAU MARTABAT,DENGAN KEKERASAN, ANCAMAN ATAU PENYESATAN, ATAUDENGAN MEMBERI KESEMPATAN, SARANA ATAU KETERANGAN,SENGAJA MENGANJURKAN ORANG LAIN SUPAYA MELAKUKANPERBUATAN2. TERHADAP PENGANJUR, HANYA PERBUATAN YANG SENGAJADIANJURKAN SAJALAH YANG DIPERHITUNGKAN, BESERTA AKIBAT-AKIBATNYA.PASAL 56 KUHPDIPIDANA SEBAGAI PEMBANTU KEJAHATAN:1. MEREKA YANG SENGAJA MEMBERI BANTUAN PADA WAKTUKEJAHATAN DILAKUKAN;2. MEREKA YANG SENGAJA MEMBERI KESEMPATAN, SARANA ATAU KE-TERANGAN UNTUK MELAKUKAN KEJAHATAN.
    • Dari psl 55 dan 56 KUHP maka dapat dibedakanmenjadi 2 kelompok:1.Psl 55 ayat 1 disebut dengan para pembuat (mededer):a. yang melakukan (plegen), orangnya disebut dgnpembuat pelaksana (pleger)b. yang menyuruh melakukan (doen plegen),pembuat penyuruh (doen pleger)c. yang turut serta melakukan (mede plegen),pembuat peserta (mede pleger)d. yang sengaja menganjurkan (uitlokken), pembuatpenganjur (uitlokker)2.Psl 56 disebut dgn pembuat pembantu (medeplichtige)a. pemberian bantuan pd saat pelaksanaankejahatanb. pemberian bantuan sebelum pelaksanaankejahatan
    • 1. Mereka yang melakukan (plegen)PASAL 55 AYAT 1 ANGKA 1 KUHP PETINDAK YANG MEMENUHI SEMUA UNSURTINDAK PIDANA DAN MELAKUKAN TINDAKPIDANA DENGAN PETINDAK LAIN DIMASUKKAN DALAM KELOMPOK PENYERTAAN :DILAKUKANNYA TINDAK PIDANA DENGANMELIBATKAN PETINDAK LAINKALAU TINDAK PIDANA DILAKUKANSENDIRIAN MAKA PLEGEN/DADER TIDAKTERMASUK
    • 2. Mereka yang MENYURUH MELAKUKAN (DOEN PLEGEN)PASAL 55 AYAT 1 ANGKA 1 KUHPUNSUR-UNSUR DOEN PLEGEN : Pelaku hanya menjadi alat (instrumen) yg dikendalikanpenyuruh Pelaku = manus ministra / tangan yg dikuasaiPenyuruh = manus domina / tangan yg menguasaiPetindak yang tidak melakukan sendiri melainkanmenyuruh orang lain dan orang yang disuruh tidakdapat dipertanggung jawabkan secara pidana.
    • Menurut “Adami Chazawi” yang disuruh tidak dapatdipertanggung jawabkan menurut hukum pidana:a. Tanpa Kesengajaan Atau Tanpa Kealpaanex: seorang majikan pemilik uang palsu (manus domina) menyuruh pembantunyaberbelanja di pasar dengan menyerahkan 10 lembar uang yang diketahuinya palsu.Telah terjadi kejahatan mengedarkan uang palsu (psl 245 KUHP). Tidak dpt dipidanakarena tidak ada kesengajaan dalam hal ini ia tidak mengetahui tentang keadaanpalsunya uang yang dibelanjakannya.b. Karena Tersesatkanex: seorang berkehendak untuk mencuri sebuah koper milik seorang penumpangkereta api. Seolah2 sebagai pemilik koper, pelaku menyuruh seorang kuli untukmenurunkan koper tersebut pada saat KA berhenti dimana si pemilik terlelap tidur.c. Karena ancaman kekerasan/kekerasanex: dengan ancaman kekerasan A (manus domina) menyuruh B (manus ministra)untuk mencuri. Sehingga B malakukan pencurian karena takut dengan ancaman AMenurut “VOS” yang disuruh tidak dapat dipertanggungjawabkan menurut hukum pidana:a. Tidak mampu bertanggung jawab atas perbuatannya oleh karena jiwanya cacaddalam pertumbuhannya dan terganggu jiwanya karena penyakit (Psl 44 KUHP);b. Karena pengaruh daya paksa (overmacht) (Psl 48 KUHP);c. Oleh sebab menjalankan perintah jabatan yang tidak sah dengan i’tikad baik,sebagaimana yang dimaksud Psl 51 ayat (2) KUHP;d. Tidak terdapat kesalahan, baik berupa kesengajaan maupun kealpaan;
    • 3. TURUT MELAKUKAN PERBUATAN (MEDEPLEGEN)PASAL 55 AYAT 1 ANGKA 1 KUHPSYARAT MEDEPLEGEN : BEBERAPA PETINDAK MELAKUKAN TINDAK PIDANAYANG MASING-MASING SECARA FISIK BERBUATLANGSUNG PETINDAK MEMPUNYAI KESADARAN BAHWA MEREKABEKERJA SAMAKEMUNGKINAN DALAM MEDEPLEGEN : MASING-MASING PESERTA MEMENUHI UNSUR DALAMDELIK SEBAGIAN PESERTA MEMENUHI DAN SEBAGIAN YANGLAIN TIDAK MEMENUHI UNSUR DALAM DELIK SEMUA PESERTA TIDAK MEMENUHI UNSUR DALAM DELIKTUJUAN PETINDAK HARUS SAMA DAN MENYADARI KERJASAMA MEREKA DALAM MELAKUKAN TINDAK PIDANA
    • 4. MEMBUJUK MELAKUKAN/PENGANJUR (UITLOKKEN,UITLOKKER) psl 55 AYAT 1 ANGKA 2 KUHPUNSUR-UNSUR UITLOKKEN :1. PEMBUJUK SENGAJA MEMBUJUK ORANG LAIN DENGANMENGGUNAKAN CARA-CARA YANG LIMITATIF, YAITU :1. MEMBERI ATAU MENJANJIKAN SESUATU : KEUNTUNGAN BISABERUPA BARANG ATAU JASA2. MENYALAHGUNAKAN KEKUASAAN ATAU MARTABAT : PEJABATATAU TOKOH MASYARAKAT3. KEKERASAN : HARUS YANG MASIH DAPAT DIELAKKAN4. ANCAMAN : PAKSAAN PSIKIS5. PENYESATAN/TIPU DAYA :EX. PROVOKASI6. MEMBERI KESEMPATAN, SARANA ATAU KETERANGAN : EXPEMBANTU RUMAH TANGGA MEBUKAKAN PINTU PADA PENCURI2. ADA HUBUNGAN KAUSAL ANTARA UPAYA/CARA YANGDIGUNAKAN PENGANJUR DENGAN TINDAK PIDANA YANGDILAKUKAN OLEH ORANG YANG DIBUJUK3. YANG DIBUJUK TELAH MELAKUKAN ATAU MENCOBA MELAKUKANTINDAK PIDANA YANG DIANJURKAN4. YANG DIBUJUK DAPAT DIPERTANGGUNG JAWABKAN SECARAPIDANA
    • PERBEDAAN MENYURUH/DOENPLEGGEN &MEMBUJUK MELAKUKAN/UITLOKKEN MEMBUJUK/ UITLOKKEN : ORANG YG MEMBUJUK :DAPAT DIPIDANA ORANG YG DIBUJUK : DAPAT DIPIDANA UPAYA YANG DILAKUKAN DITENTUKANSECARA LIMITATIF MENYURUH /DOENPLEGGEN : ORANG YG MENYURUH :DAPAT DIPIDANA ORANG YG DISURUH : TIDAK DAPATDIPIDANA
    • 5. MEMBANTU MELAKUKAN (MEDEPLICHTIGE)psl 56 KUHPADA DUA JENIS PERBANTUAN :1. MEMBANTU MELAKUKAN TINDAK PIDANA PADA SAAT TINDAK PIDANA DILAKUKAN SARANA BISA BERUPA APAPUN BAIKMATERIIL MAUPUN IDIIL1. MEMBANTU UNTUK MELAKUKAN TINDAKPIDANA SEBELUM TINDAK PIDANA DILAKUKAN SARANA DITENTUKAN SECARA LIMITATIFDALAM UU BERUPA MEMBERIKESEMPATAN, SARANA KETERANGAN
    • PERBEDAAN ANTARA MENGANJURKAN (UITLOKEN)&MEMBANTU MELAKUKAN (MEDEPLICHTIHEID) NIAT PADA UITLOKEN TERLETAK PADA YANGMENGANJURKAN, SEDANG NIAT PADAMEDEPLICHTIHEID TERLETAK PADA YANG DIBANTU MEDEPLICHTIHEID HANYA TERJADI DALAM TINDAKPIDANA KEJAHATAN, SEDANG PADA UITLOKENTERJADI DALAM TINDAK PIDANA KEJAHATAN DANPELANGGARAN UNSUR KESENGAJAAN DALAM MEDEPLICHTIHEIDHANYA TERBATAS MENGGUNAKAN TIGA MACAMSARANA, SEDANG PADA UITLOKEN DITUJUKANPADA TERJADINYA TINDAK PIDANA
    • PERBEDAAN ANTARA TURUT MELAKUKAN (MEDEPLEGEN)& MEMBANTU MELAKUKAN (MEDEPLICHTIHEID) PANDANGAN OBYEKTIF: MEDEPLEGEN : TURUT MELAKUKANPERBUATAN PELAKSANAAN SEBAGAIMANADIATUR DALAM UU MEDEPLICHTIHEID : HANYA UNTUK MEMBERIBANTUAN PANDANGAN SUBYEKTIF : MEDEPLEGEN : BERTINDAK UNTUKKEPENTINGANNYA SENDIRI MEDEPLICHTIHEID : TIDAK BERTINDAK UNTUKKEPENTINGANNYA SENDIRI MELAINKANHANYA MEMBANTU
    • ANCAMAN PIDANA MEMBANTUMELAKUKAN (MEDEPLICHTIHEID) MEMBANTU MELAKUKAN TINDAK PIDANAPELANGGARAN TIDAK DIPIDANA (PASAL 160KUHP) BAGI YANG MEMBANTU MELAKUKAN TINDAKPIDANA ANCAMAN PIDANA DIKURANGISEPERTIGA (PASAL 57 AYAT 1 KUHP) UNTUK TINDAK PIDANA YANG DIANCAM PIDANAMATI ATAU SEUMUR HIDUP ADALAH PIDANAPENJARA PALING LAMA 15 TAHUN
    • PERTANGGUNG JAWABAN PIDANAMEMBANTU MELAKUKAN (MEDEPLICHTIHEID) Pertanggung jawaban dibatasi: yang membantumelakukan hanya bertanggung jawab atas TP yg sengaja iabantu.Ex: A memberikan bantuan B dgn meminjamkan linggisutk mencongkel pintu. Ternyata linggis digunakan B untukmembunuh pemilik rumah, maka A tdk dpt dipertanggungjwbkan atas pembunuhan yang dilakukan B Pertanggung jawaban diperluas: pembantubertanggung jwb atas segala akibat yang timbul akibat TPyang ia bantu.Ex: A memberikan bantuan utk menganiaya C denganmeminjami B sebuah tongkat golf. Ternyata penganiayaantsb menakibatkan C meninggal dunia, maka A ikutbertanggung jwb