Psikologi Pendidikan

  • 16,560 views
Uploaded on

 

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
  • ???????????
    Are you sure you want to
    Your message goes here
  • Herbal Ladyfem merupakan herbal khusus wanita, yang mana bisa untuk mengobati penyakit Kista.

    ingin tahu detail produknya, baca di : http://tokoforedigasa.com/ladyfem

    Baca juga di sin : http://ilmu-psikologi.blogspot.com/2013/01/toko-obat-herbal-halal-resmi-bpom.html
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to like this
No Downloads

Views

Total Views
16,560
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
236
Comments
2
Likes
0

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. TugasResensiBuku
    Disusunoleh :
    NONO TARSONO
    NIM : 2009031113
    KLS 1 D
    FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN PROGRAM STUDI BIOLOGI UNIVERSITAS KUNINGAN
  • 2. PSIKOLOGI PENDIDIKAN
    PENGARANG : Drs. Ahmad Thantowi
    TAHUN : 1991
    JMLH HALAMAN : 144
    PENERBIT : ANGKASA BANDUNG
  • 3. BAB I
    Esensi
    Istilah psikologi adalah istilah sebagai hasil mengindonesiakan istilah bahasa asing, misalnya bahasa inggris “Psychology”. Psychology berasaldari kata Yunani “psyche”, yang dapat diartikan sebagai roh, jiwa atau daya hidup dan “logos”, yang artinya ilmu. Jadi secara harfiah psikologi berarti Ilmu Jiwa.
    Didalamnya psikologi sebagai ilmu pengetahuan, untuk menjadi ilmu pengetahuan yang otonom, pengetahuan itu harus memenuhi syarat sekurang – kurangnya lima syarat, yaitu:
    1. Mempunyai objek dan pembahasan objek
    2. Mempunyai metode
    3. Mempunyai sistem
    4. Mempunyai sifat universal
    5. Dapat dibuktikan
  • 4. Repleksi
    Tinjauan saya setelah mengamati hal diatas adalah, secara harfiah psikologi adalah ilmu jiwa, karna jiwa itu abstrak sehingga tidak mungkin dipelajari secara langsung.
    Penilaian saya terhadap psikologi sebagai ilmu pengetahuan, itu sudah sangat cukup jelas dan dimengerti karna didalamnya mempunyai objek – obkek, metode, sistem – sistem dan sebagainya. Maka dengan sysrat – syarat ilmu pengetahuan tersebut, psikologi adalah merupakan ilmu pengetahuan.
    Karena psikologi sebagai ilmu pengetahuan, maka perencanaan pada masa yang akan datang. Dalam penyampaiyan ilmu pengetahuan harus mempunyai objek, metode, sistem, sifat universal, dan bukti.
    Ungkapan perasaan terakhir “ setiap ilmu pengetahuan bermula dari pertanyaan – pertanyaan manusia tentang apa, mengapa dan bagaimana.
  • 5. BAB II
    Esensi
    PSIKOLOGI PENDIDIKAN DAN BEBERAPA IMPLIKASINYA
    • Psikologi pendidikan sebagai cabang psikologi
    Adapun cabang –cabang psikologi misalnya psikologiumum, psikologi perkembangan, psikologi pendidikan, psikologi kepribadian, psikologi agama dan sebagainya. Dengan cabang – cabang psikologi maka menunjukan perbedaan – perbedaan lapangan yang dipelajari. Disebut psikologi pendidikan, adalah suatu cabang psikologi yang mempelajari tingkah laku manusia atau anak didik dalam situasi pendidikan.
    • Objek, tujuan dan fungsi psikologi pendidikan
    Objek psikologi pendidikan adalah tingkah laku anak didik dalam situasi pendidikan. Sedangkan tujuan psikologi pendidikan adalah mengkaji asas – asas, poko – poko dalam prinsif – prinsif tingkah laku anak didik, untuk dapat diterapkan dalam lapangan pendidikan.
    pungsi psikologi pendidikan membantu proses pendidikan, membantu para pendidik agar dalam menentukan tugas mendidiknya dapatdilakukan dengan cara yang lebih baik karna dibantu dengan pengetahuan tentang tingkah laku anak didik, yaitu psikologi pendidikan.
  • 6. Repleksi
    •Tinjauan saya setelah mempelajari hal diatas, betapa pentingnya mempelajari pesikologi pendidikan, karna membantu para pendidik untuk dapat menentukan tugas mendidiknya dengan lebih baik.
    • Penilaian saya terhadap psikologi pendidikan, bahwa psikologi pendidikan dalam mempelajari objeknya secara ilmiah, yaitu memenuhi prosedur dan syarat ilmu pengetahuan, maka dapat dikatakan bahwa psikologi pendidikan merupakan suatu studi ilmiah.
    •Perencanaan masa mendatang , ketika saya mendidik saya harus menguasai ilmu psikologi pendidikan.
    •Ungkapan perasaan terakhir, setelah mempelajari ilmu psikologi pendidikan, asas – asas, poko – poko dan prinsip – prinsip tingkah laku anak didik untuk dapat diterapkan dalam lapangan pendidika.
  • 7. BAB III
    Esensi
    PERTUMBUHAN, PERKEMBANGAN DAN KEMATANGAN
    Ketiga istilah ini banyak dipakai dalam psikologi terutama psikologi perkembangan dan psikologi pendidikan. Perkembangan fungsi – fungsi jasmaniah dan funsi – fungsi rohaniah berlangsung dalam proses satu kesatuan yang menyeluruh, karna setiap individu kecepatan sendiri – sendiri perkembangannya, perkembangan seorang individu baik kesluruhan maupun setiap aspeknya, kelangsungannya tidak konstan melainkan berirama. Proses perkembangannya mengikuti pola tertentu proses perkembangan berlangsung secara bersambungan atau kontinyu, antara aspek perkembangan yang satu dengan aspek perkembangan yang lain saling berkaitan atau saling berkolerasi secara bermakna. Perkembangan berlangsung dari pola – pola yang bersifat umum menuju ke polo – pola yang bersifat khusus.
  • 8. Repleksi
    • Tujuan saya setelah mempelajari hal diatas, sehingga pertumbuhanm, perkembangan dan kematangan itu antara ketiganya hurus saling berhubungan erat.
    • Penilaianterhadap proses – proses diatas, ketika dikatakan sebelumnya bahwa psikologi pendidikan suatu studi yang ilmia, dan disinilah letak keilmiahhannya
    •Perencanaan masa yang akan datang, bahwa harus dikembangkan prinsip –prinsip perkembangan tersebut, karna masih banyak anal – anak didik yang masih belum memahami hal – hal tersebut.
    • Ungkapan perasaan, proses perkembangan itu harus mengikuti pola tertentu, dan harus saling berkaitan antara aspek perkembangan yang satu dengan aspek perkembangan yang lain.
  • 9. BAB IV
    Esensi
    HEREDITAS DAN LINGKUNGAN PENDIDIKAN
    Setelah dibahas hubungan faktor – faktor hereditas dan lingkungan pendidikan dan jelas bahwa hasil perkembangn merupakan hasil pengaruh interaksi antara kedua faktor itu pendidikan merupakan usaha dalam membantu proses perkembangan itu menuju kesuatu tujuan tertentu, sehingga hubungan dengan proses interaksi itu pendidikam dipandang identik dengan perkembangan.
    Faktor hereditas adalah faktor internal, tingkahlaku – tingkahlaku anak didik senantiasa berdasarkan pada hereditas itu. Maka hasil pendidikan selain bergantung pada bagaimana situasi pendidikan yang ada, yang merupakan paktor eksternal masih tergantung pula pada tingkahlaku anak didik yang dilandasi hereditas bagaima anak didik bertingkahlaku didalam menghadapi lingkungan pendidikan itu.
  • 10. Repleksi
    • Tinjauan saya setelah mempelajari hal diatas, bahwa pendidikan merupak usaha dalam membantu proses perkembangan itu menuju kesuatu tujuan tertentu.
    • Penilaian terhadap hereditas dan lingkungan pendidikan tersebut adalah, prinsip dan polo – polanya sangat menunjukan keteraturannya.
    • Perencanaan yang akan mendatang terhadap hereditas dan lingkungan pendidikan dalam mempelajarinya harus lebih serius, dapat dibuktikan di dunia pendidikan dan umum.
    • Ungkapan terakhir, anak didik tidak bisa ditentukan bahwa dalam jangka waktu tertentu harus mencapai tujuan. Dikarnakan pendidikan tergantung pada kondisi timgkah laku anak didik, bertingkah laku didalam menghadapi lingkungan pendidikan.
  • 11. BAB V
    Esensi
    BEBERAPA TINGKAH LAKU ANAK DIDIK
    Motif merupakan suatu paktor yang amat penting didalam pendidikan, sering dikatakan sebagai tindakan yang sadar, yang dilakukan anak didik adalah tindakan yang bermotif, yang didorong oleh kebutuha yang dirasakannya sehingga tindakan tujuan itu tertuju kearah yang diinginkan ( yang dicita – citakan ). Tindakan seperti itu karna adanya dorongan nafsu, minat, hasrat, keinginan dan sebagainya.
    Lalu adanya kebutuhan sebagai latarbelakang tindakan, dalam artian adanya kebutuhan tersebut seperti, anak didik tersebut menginginkan suatu nilai atau suatu prestasi yang memuaskan maka hal ini merupakan tindakan atau kemauan yang sadar. Maka disi munculah motif, telah diketahui latar belakang motif terutama adalah adanya kebutuhan yang dirasakan oleh anak didik.
    Adanya kondisioning dan motivasi cara mendidik untuk mencapai tujuan tertentu untuk karna itu harus ada peningkatan aktivitas belajar untuk memotivasi anak didik / peserta didik.
  • 12. Repleksi
    ♠ Tinjauan, untuk mencapai prestasi atau tujuan sesuai yang diharapkan maka diperlukan kondisioning dan motivasi.
    ♠ Penilaian, sudah sangat cukup dan bagus motif – motif tersebut untuk memotifasi anak didik.
    ♠ Perencanaan masa yng akan mendatang, karna motif – motif seperti ini sudah sangat berjalan di studi – studi pembelajaran, maka hal tersebut harus tetap dipertahankan.
    ♠ Ungkapan, “ Motivasi yang kuat dapat membuahkan hasil yang memuaskan”
  • 13. BAB VI
    Esensi
    BELAJAR
    Didalamnya ada pendidikan dan pengajaran sebagai dua pengertian sering disebutkan secara bergantian sehingga seolah – olah dua pengertian yang berbeda, padahal pngajaran sebenarnya merupakan satu aspek dalam proses pendidikan yang bulat, dengan disebutnya secara bersamaan pendidikan da pengajaran hanya dimaksudkan, bahwa pengajaran merupakan sapek yang sangat penting dalam proses pendidikan itu, bahkan dalam banyak hal merupakan asfek yang bersifat operasional didalamnya karna tujuan dan dasar pengajaran harus sejajar dengan dasar pendidikan. Selanjutnya dalam pengajaran harus ada dua sapek yang tidak mungkin ditinggalkan karna dengan ditinggalkannya, berarti pengajaran tidak ada, yaitu belajar dan mengajar.
  • 14. Repleksi
    ♠ Tinjauan, bahwa tidak akan ada pendidikan , kalau tidak ada pendidik dan peserta didik.
    ♠ Penilaian terhadap pendidikan, sangatlah bagus karna didalamnya terdapat pengetahuan belajar, faktor – faktor yang mempengaruhi suksesnya belajar.
    ♠ Perencanaan masa yang akan mendatang, karna tidaklah mudah bagi para peserta didik muda untuk menerapkan teori – teori tersebut dalam pendidikan, salah satu cara untuk mencapai tujuan yaitu dengan cara memadatkan jadwal pembelajaran bagi peserta didik.
    ♠ Ungkapan terakhir, untuk mencapai hasil pendidikan yang memuaskan dan sesuai tujuan, selain kemampuan yang dimiliki, juga harus dengan niat yang kuat, kemauan yang tinggi dan semangat belajar,