PLUS-MINUS VAKSIN KOMBINASIVaksin kombinasi sebenarnya bukan hal baru bagi kita. Kita mengenal ada vaksinDPT untuk menangk...
Pemberian vaksinnya pun sesuai dengan jadwal imunisasi yang telahdirekomendasikan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia.Apa be...
Apa saja keuntungan bila menggunakan vaksin kombinasi?1. Mengurangi jumlah suntikan. Suntikan vaksin DPaT dan HiB yang ter...
Bagaimana efektivitas vaksin kombinasi?Penelitian membuktikan, vaksin kombinasi DPaT-HiB menciptakan proteksi optimalterha...
Gejala tetanus adalah kejang-kejang dan kesulitan menelan. Pada bayi baru lahirtampak mulutnya yang mencucu, tidak dapat m...
Kelebihannya :       Praktis, lebih menghemat frekuensi kunjungan ke fasilitas       kesehatan       Ekonomis, biaya berob...
Imunisasi= berasal dar kata "immune" artinya kebal, jadi imunisasi berartimengebalkan,memberi kekebalan pasif (diberi anti...
campak, dan MMR. Vaksin yang berisi bakteri hidup contohnya vaksin BCG,campak dan vaksin tifoid oral (vivotif).Vaksin yang...
Kualitas dan kuantitas vaksin terkait dengan cara pemberian vaksin, dosis, frekuensi,ajuvan (bahan tambahan) vaksin dan je...
Ada anak yang habis dimunisasi lalu demam, apakah ini efek samping vaksin ?Untuk berbagai keadaan yang terjadi setelah ana...
Pada anak dibawah 1 tahun akan sering mendapat imunisasi hampir tiap bulannya,diantara vaksin tersebut ada yang diberikan ...
Vaksin yang dibantu pembiayaan produksinya oleh pemerintah sementara ini adalahvaksin2 untuk mencegah penyakit berat terte...
jaminan air yang kita minum terbebas dari proses yg bersentuhan dgn bendanajis/haram?Kutipan fatwa MUI:MUI sdh memberikan ...
Terakhir, hal-hal lain apa yang sebaiknya orang tua tahu tentang imunisasi ?Beberapa hal yang sebaiknya diketahui para ora...
bicara karena autisme, yang disalahkan adalah vaksin MMR. Anak yang       menderita autisme sudah punya bakat kelainan dal...
bahwa penggunaan vaksin kombo yang telah dikemas oleh pabrik lebih baik daripadamemberikan 2 jenis vaksin yang diberikan s...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Bahan kti

3,109 views

Published on

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
3,109
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
4
Actions
Shares
0
Downloads
21
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Bahan kti

  1. 1. PLUS-MINUS VAKSIN KOMBINASIVaksin kombinasi sebenarnya bukan hal baru bagi kita. Kita mengenal ada vaksinDPT untuk menangkal penyakit difteri, pertusis, dan tetanus. Baru-baru ini, telahmuncul vaksin kombinasi lain bernama Infanrix/HiB. Apakah vaksin kombinasi itu,dan sejauh mana plus-minusnya dijelaskan dalam tanya jawab dengan Prof. DR. dr.Sri Rezeki Hadinegoro, Sp.A(K)., dari RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakartaberikut ini. Beliau adalah Ketua Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia. Apa itu vaksin kombinasi?Vaksin kombinasi merupakan beberapa vaksin (antigen) yang digabung menjadi satu.Negara mana saja yang sudah menerapkan vaksin kombinasi?Di dunia penggunaan vaksin kombinasi sudah menjadi tren global yang tak bisadicegah lagi kehadirannya. Persentasi penggunaan vaksin kombinasi yang palingbanyak yaitu di Eropa dan Amerika. Di Asia, seperti Malaysia juga sudah lamaditerapkan. Sedangkan Singapura telah menggunakan beberapa vaksin kombinasiseperti vaksin kombinasi DPaT/HiB, DpaT/Hepatitis B/Polio. Sedangkan diIndonesia sendiri, penggunaan vaksin kombinasi baru kira-kira 25 persen.Mengapa vaksin-vaksin yang ada perlu dikombinasi?Ketimbang 40 tahun ke belakang, pada era globalisasi ini, jumlah penyakit makinbertambah banyak sehingga kebutuhan akan vaksinasi pun semakin meningkat. Mautak mau, jadwal suntikan dalam program imunisasi jadi lebih banyak. Di Indonesia,pemberian imunisasi wajib adalah BCG 1 kali, DPT-Polio 3 kali, campak 1 kali, danhepatitis B 3 kali. Sedangkan vaksin anjuran antara lain MMR, tifus, cacar air,hepatitis A dan HiB. Berarti bayi hingga usia satu tahun perlu disuntik sebanyak 11kali. Nah, untuk mempermudah atau menyederhanakan pemberian vaksin makadiciptakanlah vaksin kombinasi.Apa saja vaksin kombinasi yang sudah tersedia?Setelah ada vaksin DPT atau DPaT, MMR, DPT/Hepatitis B, vaksin kombinasiterbaru adalah gabungan antara vaksinasi DPaT dengan HiB yang disebutInfanrix/HiB. Vaksin kombinasi ini dapat memberikan perlindungan terhadap 4 jenispenyakit berbahaya pada bayi, yaitu difteri, pertusis, tetanus, dan penyakit-penyakitakibat HiB.Vaksin Infanrix/HiB ini merupakan vaksin kombinasi yang sudah mendapatkan izindari BP-POM sejak Februari tahun 2004 dan telah ada di pasaran sejak April 2004.
  2. 2. Pemberian vaksinnya pun sesuai dengan jadwal imunisasi yang telahdirekomendasikan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia.Apa beda DPT dan DPaT?Sebenarnya penyakit yang ditangkal sama yaitu difteri, pertusis dan tetanus. Hanyasaja, vaksinasi DPT seringkali menimbulkan efek samping demam pada anak.Sedangkan vaksinasi DPaT, berkat kecanggihan teknologi kesehatan, dapatmeminimalisasi risiko demam tersebut. Sampai sekarang, vaksin DPT tetap beredardi pasaran dan masih digunakan di sekolah, puskesmas, posyandu dan klinik praktikdokter. Sementara vaksin DPaT merupakan alternatif bagi bayi atau anak yang pernahmenderita kejang demam, atau yang mempunyai penyakit saraf lainnya.Mengapa vaksin DPaT harus berkombinasi dengan HiB dan bukan vaksinlainnya?Karena vaksin DPaT mempunyai jadwal imunisasi primer yang hampir sama denganjadwal imunisasi primer HiB. Vaksinasi DPaT pertama dilakukan pada bayi usia 2-4bulan. Suntikan ke-2 di usia 3-5 bulan dan ketiga saat 4-6 bulan. Sedangkan jadwalimunisasi primer pertama untuk vaksin HiB adalah saat usia bayi 2 bulan, yang keduadi usia 3-4 bulan dan suntikan ketiga pada 4-6 bulan. Yang dimaksud vaksinasiprimer adalah vaksinasi yang dilakukan di saat usia bayi kurang dari 12 bulan.Bagaimana keamanan vaksin kombinasi?Suatu vaksin dikatakan aman setelah melalui proses penelitian yang panjang. Begitujuga dengan vaksin kombinasi DPaT dan HiB. Penelitian tentang keamanan vaksinkombinasi sudah melalui proses selama 30 tahun lebih dan sudah terbukti amandiberikan kepada anak.Apakah vaksin kombinasi mengandung thimerosal yang dicurigai sebagaipenyebab autisme?Vaksin Infanrix/HiB tidak mengandung thimerosal tapi mengandung zat pengawet 2-phenoksi-etanol agar tak terkontaminasi kuman. Sementara masa kedaluwarsa vaksinadalah dua tahun. Thimerosal sendiri merupakan suatu zat dari bahan merkuri yangdalam vaksin berfungsi mencegah pencemaran. Zat ini tak perlu ada pada vaksin yangdikemas untuk sekali pakai, dan juga tidak digunakan untuk jenis vaksin hidup karenacukup tahan lama. Kalau toh thimerosal digunakan pada suatu vaksin, kandungannyapun sangat kecil. Jadi risiko merkurinya pada manusia sangat jauh lebih kecilketimbang pada makanan misalnya ikan laut yang tercemar. Walaupun demikianprodusen vaksin tetap berupaya meniadakan thimerosal dalam vaksin ataumenggantikan dengan zat lain, sesuai anjuran WHO.
  3. 3. Apa saja keuntungan bila menggunakan vaksin kombinasi?1. Mengurangi jumlah suntikan. Suntikan vaksin DPaT dan HiB yang terpisahmemerlukan 6 kali suntikan untuk imunisasi primer, nah dengan Infanrix/HiB hanyaperlu 3 kali. Suntikan pertama saat usia bayi 2 bulan, suntikan kedua waktu usia 3-4bulan, dan suntikan ketiga pada umur 4-6 bulan. Ini berarti mengurangi traumakesakitan pada bayi.2. Hemat waktu. Tiap kali anak diimunisasi orang tua tentu perlu meluangkan waktuuntuk membawa anak ke dokter. Adanya vaksin kombinasi dapat menghemat waktudan juga tenaga untuk datang ke dokter.3. Hemat biaya. Harga vaksin kombinasi yang sekitar 285.000 rupiah ini mungkinterkesan lebih mahal ketimbang vaksin-vaksin tunggal. Namun kalau dihitung-hitungtotal biaya yang dikeluarkan untuk vaksin kombinasi akan lebih sedikit ketimbangvaksin DPaT dan vaksin HiB secara terpisah. Bukankah setiap kali datang untukimunisasi ada biaya-biaya lain yang dikeluarkan. Misalnya, biaya transportasi,administrasi, dokter, dan biaya vaksin itu sendiri.4. Efek samping lebih kecil. Perlu digarisbawahi penggunaan vaksin kombinasiDPaT-HiB tidak menjamin seratus persen bahwa anak tak akan mengalami demam.Namun kalaupun ada efek samping demam, persentasenya sedikit sekali. Demikianpula halnya dengan reaksi lokal yang terjadi seperti bengkak, kemerahan dan rasanyeri pada bekas suntikan. Jadi secara umum, vaksin kombinasi DPaT-HiB memilikiefek samping yang jauh lebih rendah dibandingkan vaksin DPT dan HiB secaraterpisah.5. Risiko tertular penyakit berkurang. Pemberian imunisasi yang satu-satu akanmempersering membawa anak berkunjung ke rumah sakit atau dokter. Padahal disana terdapat pasien dengan berbagai penyakit yang membuat anak berisiko tertular.Nah, dengan adanya vaksin kombinasi, kemungkinan itu jadi lebih kecil.Andaikata saat usia 2 bulan seorang bayi sudah diimunisasi DPT, lalu di usiaselanjutnya orang tua ingin mengimunisasi anaknya dengan vaksin kombinasi,apakah ini bisa dilakukan?Boleh saja tak masalah. Begitupun sebaliknya. Tentunya orang tua sudah tahu manayang lebih menguntungkan. Namun komunikasikan hal tersebut terlebih dulu dengandokter yang ada.
  4. 4. Bagaimana efektivitas vaksin kombinasi?Penelitian membuktikan, vaksin kombinasi DPaT-HiB menciptakan proteksi optimalterhadap difteri, pertusis, tetanus dan berbagai penyakit akibat bakteri HiB, yangsama baiknya dibandingkan vaksin DPaT dan HiB yang diberikan secara terpisah.Memang, tingkat kekebalan vaksin kombinasi DPaT/HiB lebih rendah daripadavaksin DpaT dan HiB terpisah. Toh, bukan berarti tingkat kekebalan vaksinkombinasi tidak bagus. Vaksin kombinasi tetap memberikan kekebalan atau antibodipada tubuh dalam ambang garis kekebalan tubuh yang sudah ditentukan. Jadi,vaksinasi kombinasi DPaT dan HiB cukup untuk mempertahankan kekebalan tubuhdan melindungi tubuh sampai 5 tahun.4 PENYAKIT YANG DAPAT DITANGKAL VAKSIN KOMBINASI DPaT/HiBDifteriaMerupakan penyakit akibat infeksi bakteri Corynebacterium diphteriae. Kumantersebut masuk lewat hidung ke tenggorokan dan membuat semacam selaput yangmakin lama melebar sehingga menyumbat jalan napas. Bahayanya, bakteri ini jugamemproduksi racun (toksin) yang dapat menyebar ke seluruh organ tubuh sepertijantung dan sistem saraf. Pada kasus berat, kuman ini dapat menyumbat jalan napas.Difteria sangat menular dan menyerang anak-anak berusia di bawah 5 tahun.Penularannya terjadi melalui percikan ludah dari udara pernapasan penderita.Pertusis atau Batuk RejanDisebut juga batuk seratus hari atau whooping cough. Penyebabnya adalah bakteriBordetella pertussis. Bakteri ini menghasilkan racun (toksin) pada selaput lendirsaluran napas yang merangsang pembentukan dahak yang banyak dan kental. Bayisangat sulit mengeluarkan lendir ini sehingga berisiko meninggal karena tak bisabernapas. Gejalanya, bayi kecil tampak biru dan kejang.Pertusis dapat ditemukan pada semua usia. Separuhnya pada anak di bawah usia 2tahun dan terutama pada bayi-bayi di bawah 6 bulan. Ditularkannya melalui percikanair liur atau udara pernapasan penderita. Pada banyak kasus, pertusis anak ditularkanoleh orang tuanya yang ternyata seorang pengidap (karier).TetanusPenyebabnya bakteri Clostridium tetani yang ada di alam bebas terutama di tanah dankotoran binatang. Tetanus sangat berbahaya jika mengenai bayi baru lahir. Biasanyaterjadi saat pemotongan tali pusat dengan alat dan cara yang tidak steril.
  5. 5. Gejala tetanus adalah kejang-kejang dan kesulitan menelan. Pada bayi baru lahirtampak mulutnya yang mencucu, tidak dapat menetek, sehingga dapat mengakibatkankematian. Untuk menekan angka penderita tetanus, ibu hamil perlu diberi vaksinasisuntikan TT dan para ibu juga perlu diajarkan bagaimana merawat tali pusat bayinyayang baru lahir dengan baik.MeningitisPenyebabnya adalah bakteri Haemophilus Influenzae tipe B yang sangat menular.Penularannya terjadi melalui udara dan kontak langsung dengan penderita. Gejalanyatidak spesifik. Penyakitnya hanya dapat diketahui setelah terjadi kerusakan padaselaput saluran pernapasan. Kerusakan tersebut ditandai dengan timbulnya demam,rinitis (peradangan selaput lendir hidung), sakit tenggorokan, batuk, lelah, nyeri ototdan kepala, muntah serta diare.Anak balita terutama bayi paling berisiko tertular penyakit ini. Meski pasien bisadisembuhkan, kemungkinan besar ia akan mengalami gangguan pendengaran,gangguan mental bahkan gangguan otakhttp://dr-anak.com/plus-minus-vaksin-kombinasi.html tgl 09/04/2012 jm 10:08Lazimnya, seorang anak akan mendapatkan imunisasi sebanyak 13kali dengan jadwal terpisah, sebelum usianya menginjak 5 tahun. Tapibelakangan ada alternative pemberian beberapa jenis vaksindigabung jadi satu suntikan. Imunisasi alternative ini dikenal denganvaksin kombinasi atau vaksin kombo. Vaksin kombo adalah gabunganbeberapa jenis virus atau bakteri menjadi satu jenis produk antigenuntuk mencegah penyakit yang berbeda. Praktisnya, pemberianvaksin ini cukup dilakukan dalam satu suntikan saja. Vaksin ini telahmendapat persetujuan dari pemerintah masing-masing Negara.Jenis Vaksin KomboVaksin kombinasi yang tertua adalah DPT. Dari penggabungan vaksinDPT yang terbukti aman ini, kemudian timbul ide menggabungkanbeberapa vaksin lainnya. Maka jadilah penggabungan vaksin DPTdengan vaksin lainnya. Misalnya, DPT + Hepatitis B, DPT + Hib(Haemophilus Influenzae tipe B) dan sebagainya.
  6. 6. Kelebihannya : Praktis, lebih menghemat frekuensi kunjungan ke fasilitas kesehatan Ekonomis, biaya berobat untuk sekali kunjungan saja Mengurangi stress dan rasa sakit akibat tusukan jarum karena si kecil hanya sekali disuntik Lebih banyak jenis penyakit yang dicegah Bisa mengejar imunisasi yang terlambat diberikan Hanya perlu waktu yang singkat bagi petugas kesehatan untuk melaksanakan program imunisasiKekurangannya : Bisa terjadi ketidakserasian kimiawi akibat bercampurnya beberapa jenis vaksin. Tapi jangan khawatir, hal ini tetap aman bagi anak. Bisa saja membingungkan petugas kesehatan dalam menyusun jadwal imunisasi, khususnya kalau anak pindah-pindah dokter. Itu sebabnya minta dokter untuk menuliskan namanya, tanggal imunisasi dan nomor batch (nomor vaksin), serta tanda tangannya dalam buku riwayat kesehatannya. Dengan demikian, dokter yang melanjutkan vaksinasi tidak kebingungan menentukan vaksinasi selanjutnya.http://duniabalita.com/?p=4987112 tgl 09/04/2012 jm 10:18IMUNISASI/VAKSINASI PADA ANAKoleh FergioShop pada 1 Januari 2012 pukul 18:07 ·Apa yang dimaksud dengan imunisasi dan apa bedanya dengan vaksinasi ?
  7. 7. Imunisasi= berasal dar kata "immune" artinya kebal, jadi imunisasi berartimengebalkan,memberi kekebalan pasif (diberi antibodi yang sudah jadi sepertiHepatitis B imunoglobulin pada bayi yang lahir dari ibu dengan hepatitis B),vaksinasi = berasal dari kata "vaccine" yaitu zat yang dapat merangsang timbulnyakekebalan aktif seperti BCG, Polio, DTP, Hepatitis B dllImunisasi arti sesungguhnyaadalah pemindahan atau transfer antibodi (imunoglobulin) secara pasif. Sementaravaksinasi adalah pemberian vaksin atau antigen (kuman atau bagian kuman yangdilemahkan) yang dapat merangsang pembentukan imunitas (antibodi) di dalamtubuh. Vaksinasi diartikan juga sebagai imunisasi aktif. Tapi untuk kepentinganpraktis sehari-hari dipakai istilah imunisasi untuk ke 2 hal tersebut tadi.- Kebanyakan vaksin diberikan dalam bentuk suntikan, yang diminum adalah vaksinpolio tetesan per oral (2 tetes), vaksin demam tifoid oral, dan rotavirus (Rotarix atauRotateq) sebanyak 2 cc tiap dosis.Kenapa anak harus diimunisasi ?Anak harus dimunisasi karena imunisasi bertujuan mencegah terjadinya penyakittertentu pada seorang anak, menghilangkan penyakit tertentu pada sekelompokmasyarakat dan menghilangkan penyakit tertentu dari dunia.. Keberhasilan imunisasimampu menekan angka kejadian penyakit yang berbahaya (fatal) dan banyakmengenai anak seperti Difteri, Tetanus, Hepatisis B, Polio, Campak dsb. Boleh dikatasekarang ini semakin jarang kita mendengar anak dengan penyakit-penyakit tersebut.Salah satu keberhasilan besar imunisasi di dunia adalah mampu mengenyahkanpenyakit cacar dari muka bumi.Ada berapa jenis vaksin yang sering dipakai ?Vaksin yang digunakan dalam program imunisasi wajib atau yang dianjurkan dibagiatas 4 golongan vaksin : vaksin hidup (live attenuated), vaksin yang tidakaktif (inactivated), vaksin toxoid dan vaksin rekombinan.Vaksin hidup : berisi virus atau bakteri yang dilemahkan, dibuat di lab denganmemodifikasi kuman penyebab penyakit. Kuman yang dilemahkan tersebut masihbisa berkembang (bereplikasi) dan menimbulkan kekebalan tapi tidak membuat sakitseseorang. Contoh vaksin yang berisi virus hidup adalah vaksin polio, rotavirus,
  8. 8. campak, dan MMR. Vaksin yang berisi bakteri hidup contohnya vaksin BCG,campak dan vaksin tifoid oral (vivotif).Vaksin yang tidak aktif (inactivated) berisikan virus atau bakteri yang dibuat tidakaktif, dapat terdiri dari seluruh komponen kuman atau sebagian komponen kuman.Contoh vaksin yang mengandung virus „mati‟ : vaksin influenza, rabies, hepatitis A,hepatitis B. Sementara vaksin yang mengandung bakteri „mati‟ ; vaksin pertusis(batuk rejan), HiB, kolera dan meningokokus.Vaksin toksoid adalah vaksin yang dibuat dari racun (toksin) kuman yangdilemahkan, contohnya adalah vaksin untuk tetanus dan difteri.Kemajuan iptek kedokteran memungkinkan vaksin dari hasil rekayasa genetika yangdikenal sebagai vaksin rekombinan seperti vaksin hepatitis B (isinya adalah HBsAg -permukaan virus yang tidak infektif), tifoid dan rotavirus. Selain pembagian golonganvaksin berdasarkan isi vaksin tadi, vaksin yang ada juga bisa dibagi atas vaksintunggal dan vaksin kombinasi. Vaksin tunggal berisi hanya 1 antigen/kuman yangdilemahkan, misal vaksin hepatitis B, vaksin campak dsb. Sementara vaksinkombinasi (combo vaccine) berisi beberapa antigen/kuman yang dilemahkan, misalDPT yang dapat mencegah Difteri, Pertusis dan Tetanus. Bahkan belakangan adakecenderungan untuk membuat vaksin kombinasi yang lebih banyak sampai 4 atau 5antigen/kuman sehingga dengan 1 kali pemberian vaksin dapat mencegah 4 atau 5penyakit sekaligus, contoh vaksin kombinasi seperti ini : vaksin DPT yang digabungdengan hepatitis B atau HiB. Di Puskesmas sudah dikenalkan vaksin kombo yaituvaksin DPT yang digabung dengan hepatitis B.Apa saja yang mempengaruhi keberhasilan imunisasi ?Ada 3 faktor yang mempengaruhi keberhasilan imunisasi : status imun anak, faktorgenetik anak dan kualitas maupun kuantitas vaksin.Yang terkait dengan status imun anak : adanya antibodi yang diperoleh oleh ibu,adanya IgA pada kolustrum ASI yang mempengaruhi keefektifan vaksin polio (hari-hari pertama menyusui), kematangan sistim imun neonatus (bayi < 30 hari) dan anakdengan penyakit keganasan, penyakit defisiensi imun atau anak yang mendapat obatimunosupresan (obat penekan sistem kekebalan tubuh). Pada keaadaan terakhir,semuanya mengakibatkan tubuh tidak mampu membentuk antibodi yang dikehendaki,malah pemberian vaksin bisa memperberat penyakitnya.Yang terkait dengan faktor genetik adalah kenyataan adanya respon seseorang yangbaik, cukup atau rendah terhadap imunisasi yang diberikan.
  9. 9. Kualitas dan kuantitas vaksin terkait dengan cara pemberian vaksin, dosis, frekuensi,ajuvan (bahan tambahan) vaksin dan jenis vaksin itu sendiri (vaksin hidup umumnyalebih baik).Pada jadwal imunisasi 2011, BGG yang awalnya diberikan 0-2 bulan, dimundurkanmenjadi 2-3 bulan karena dari penelitian: lebih efektif diberi pada umur 2-3 bulan.Bagaimana cara pemberian vaksin pada anak ?Pemberian vaksin pada anak umumnya dengan penyuntikan dalam otot atauintramuskular ( spt pada DPT, TT, hepatitis), penyuntikan bawah kulit atau subkutan(spt campak, MMR), penyuntikan dalam kulit atau intrakutan seperti BCG, denganditeteskan langsung ke mulut seperti vaksin polio oral dan terakhir ada vaksin yangditelan seperti vaksin tifoid oral.Tempat suntikan adalah pada bagian atas paha depan sebelah luar (anterolateral)untuk anak dibawah 12 bulan, tapi pada yang lebih besar dapat diberikan di daerahlengan atas (daerah deltoid). Khusus vaksin BCG disuntikkan di daerah lengan ataspd bayi 2-3 bulan.Apa ada kontra indikasi imunisasi pada anak ?Imunisasi merupakan kontra indikasi pada keadaan sebagai berikut : adanya reaksianafilaksis (reaksi alergi yang berlebihan) karena vaksin atau bahan tambahannya,anak yang sakit sedang maupun berat dengan atau tanpa demam, anak dengan HIVpositif dan penyakit penurunan kekebalan lainnya. Imunisasi juga kontra indikasipada anak dengan gangguan imunologik, dalam pengobatan kortikosteroid ataumendapat obat imunosupresan.Jadi pada anak yang hanya batuk pilek ringan dan anak tidak demam serta tidak reweldapat saja diberikan imunisasi.Vaksin hidup BCG, campak, polio oral, MMR sangat dipertimbangkan untuk tidakdiberikan pada anak dengan imunitas menurun baik karena penyakitnya (defisiensiimun kongenital/sejak lahir - didapat misalnya karena sakit berat/sepsis dll) ataukarena anak mendapat obat yang menurunkan sistem imun misal anak sindromanefrotik mendapat prednison, pasien leukemia mendapat sitostatika dan steroid
  10. 10. Ada anak yang habis dimunisasi lalu demam, apakah ini efek samping vaksin ?Untuk berbagai keadaan yang terjadi setelah anak diberi vaksin digunakan isitilahKIPI atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi. Jadi yang paling sering adalah reaksilokal pada bekas tempat suntikan seperti bengkak atau kemerahan, anak yang reweldan demam. Apa yang terjadi itu merupakan evaluasi untuk vaksinasi berikutnya.Selain itu orang tua diberikan penerangan yang secukupnya tentang keadaan tersebut,misal pada anak yang demam sehabis diimunisasi maka anak harus segera diberikanpenurun demam (anti piretik). Pada imunisasi berikutnya, jangan menunggu demam,anak langsung diberi penurun demam sehabis divaksin. Bila demamnya membuatanak sampai kejang deman, maka untuk berikutnya diberikan sediaan vaksin lainyang tidak menimbulkan demam pasca imunisasi.Apa semua vaksin membuat anak demam ?Tidak semua vaksin membuat anak demam. Vaskin yang sering membuat demamadalah vaksin DPT terutama karena komponen P atau pertusisnya. Vaksin yang lainjarang menimbulkan demam atau kalaupun ada demamnya ringan-ringan saja. Vaksincampak agak „lucu‟ karena demamnya dapat timbul justru setelah 2 atau 3 haripenyuntikan. Untuk antispasi mencegah anak rewel karena demam dan meredakankepanikan orang tua, dokter menganjurkan pemberian obat penurun panas segerasesudah anak disuntik. Jangan menunda pemberian obat penurun panas menungguanak demam. Karena umumnya demam sampai 2 hari, maka obat panas diberikanpaling tidak sampai 2 hari.Kembali pada vaksin DPT yang sering menimbulkan demam, bila orang tuamenghendaki anaknya tidak demam sehabis disuntik, maka tersedia pilihan vaksinDPT impor yang tidak atau jarang sekali menimbulkan demam (di Indonesia yangberedar Infanrix dan Tripacel). Sayang harganya realtif mahal karena vaksin tersebutbelum dapat diproduksi di dalam negeri, jadi harus diimpor.Mengapa ada vaksin yang cukup diberikan 1 kali, tapi ada juga yang berkali-kali ? Ada yang diberikan sejak usia kurang 1 bulan, tapi ada juga yang setelahusia 9 bulan bahkan ada yang setelah usia 2 tahun, apa penjelasannya ?Vaksin yang ada memang demikian. Jadi berdasar penelitian para ahli : ada vaksinyang diberikan 1 kali saja sudah cukup memberikan kekebalan, tetapi ada juga yangbutuh beberapa kali baru memberikan perlindungan yang memadai.
  11. 11. Pada anak dibawah 1 tahun akan sering mendapat imunisasi hampir tiap bulannya,diantara vaksin tersebut ada yang diberikan lebih dari 1 kali seperti hepatitis B, DPTdan polio. Hal ini karena untuk penyakit tersebut, vaksinasi 1 atau 2 kali saja tidakcukup antibodi yang terbentuk untuk memberikan perlindungan.Imunisasi pada anak usia < 1 tahun merupakan imunisasi dasar, jadi harus lengkapterpenuhi. Bahkan pada imunisasi DPT, masih memerlukan tambahan atau booster(penguat) pada usia diatas 1 tahun, usia 6 tahun dan usia sekitar 12 tahun. Lagi lagidasarnya adalah penelitian para ahli yang mendapatkan kadar antibodi mulaiberkurang pada usia-usia tersebut.Memang cukup „merepotkan‟ bagi ibu-ibu muda yang baru mempunyai bayi, karenaharus bersiap berulangkali membawa si kecil ke dokter, BKIA atau posyandu. Padasaat sekarang dan ke depan, kerepotan itu nampaknya akan berkurang dengan adanyavaksin kombinasi (vaksin kombo, combined vaccine) karena sekali suntik dapat untukpencegahan 4 sampai 5 penyakit.Mengenai jadwal vaksin yang tidak sama dapat dijelaskan sebagai berikut : padavaksin seperti hepatitis B dan polio diberikan sejak usia kurang dari 1 bulan,dikarenakan untuk vaksin tersebut bayi sudah mampu membentuk antibodinya. Tapiada vaksin yang baru dapat menghasilkan antibodi yang cukup setelah usia yang lebihtua. Selain itu pertimbangan masih adanya antibodi dari ibu seperti pada campak,sehingga vaksin campak diberikan mulai usia 9 bulan karena kadar antibodi dari ibusudah mulai berkurang. Hal lain dengan mempertimbangkan angka kejadian penyakittersering pada kelompok umur anak. Anak usia diatas 2 tahun sudah mengenal jajandan beresiko tinggi terkena demam tiphoid (tifus), maka pemberian vaksin tifoidmulai diberikan setelah usia anak 2 tahun.Mengenai jadwal vaksin dapat dilihat pada postingan lainnya dimana termuat jadwalImunisasi terbaru tahun 2011 beserta penjelasannya, sesuai dengan rekomendasiterbaru Satgas Imunisasi PP IDAI.Apa masih ada vaksin yang diwajibkan dan,yang dianjurkan ?Sudah tidak ada lagi ! Satgas Imunisasi IDAI pada tahun 2011 sudah tidak lagimenggunakan istilah tersebut. Semua imunisasi adalah penting. Hanya saja vaksinyang ada di Indonesia tidak semuanya mendapat bantuan (subsidi) dari pemerintah,vaksin2 yang mendapat bantuan (subsidi) bisa diperoleh di pelayanan kesehatanmasyarakat secara gratis atau dapat juga di tempat praktek dokter dengan harga yangekonomis.
  12. 12. Vaksin yang dibantu pembiayaan produksinya oleh pemerintah sementara ini adalahvaksin2 untuk mencegah penyakit berat tertentu pada anak yang sering terjadi. DiIndonesia vaksin tsb itu antara lain : BCG, DPT/DT/TT, Polio, Hepatitis B danCampak. Program pengembangan imunisasi di Indonesia menitik beratkan padaimunisasi tersebut yang diharapkan menjangkau seluruh anak di wilayah Indonesia,karenanya peran Puskesmas dan Posyandu yang tersebar di seluruh Indonesia sangatpenting.Imunisasi lainnya yang sampai sekarang masih dibaiayai secara mandiri olehkeluarga pasien antara lain : Rotavirus, HiB, MMR (measles, mumps, rubella),Hepatitis A, Tiphoid, Cacar air (varisela), Influenza, Pneumokokus dan HPV danvaksin Rotavirus. Umumnya vaksin yang dianjurkan semuanya produk impor ataulisensi produsen vaksin di luar negeri., karenanya vaksin-vaksin tersebut mempunyaimerek dagang yang bermacam-macam. Untuk MMR namadagangnya Trimovax dan MMR MSD, nama dagang HiB : Act Hib danHiberix, vaksinhepatistis A nama dagangnya Avaxim dan Havrix, nama dagang vaksin tiphoid: Typhi-Vi ,Typheri dan Typhim, nama dagang vaksin cacar air adalah Varilrix atauOkavax, vaksin influenza namanyaVaxigrip dan nama dagang vaksin pneumokokusadalah Prevenar. Belakangan sdh ada vaksin kombinasi 4 sampai 5 macam vaksindalam suntikan, yg gabungan DPaT dan HiB nama dagangnya Infanrix HiB, yggabungan DPaT dengan HiB dan Polio, nama dagangnya Pediacel. Vaksin terbaruyang sudah direkomendaasikan olh satgas imunisasi IDAI adalah vaksin HPV (Human Papiloma Virus) untuk mencegah kanker leher rahim, namadagangnya Cevarix. Karena semuanya produk impor harganya menjadi relatif mahal.Belakangan baru saja diedarkan vaksin Rotavirus untuk mencegah diare yg beratakibat infeksi rotavirus pada bayi (terutama dibawah 6 bulan) dengan namadagang Rotarix dan Rotateq , vaksin yg terkahir ini sudah masuk dalam jadwalImunisasi terbaru IDAI thn 2011.Bagaimana mengenai "isyu" halal-haram vaksin ?Ini memamg masih menjadi hal yg sering dipertanyakan pada sebagian kecil kalangantapi cukup vokal dlm mengkampanyekan gerakan anti imunisasi.Yang harus difahamiadalah substansi yg dikategorikan haram itu adalah enzymnya (tripsin dari babi) yangdipakai dlm awal rangkaian proses produksi untuk menginativasi virus rota dan padaproduk akhir tdk ada kandungan substansi tsb lagi, jg sdh tdk bersentuhan dgnsusbstansi tsb. Waktu Kongres Ilmu Kesehatan Anak Juli 2011 di Manado, Prof DRDr Burhan Hidayat dari Surabaya menyatakan dlm kehidupan sehari hari kitapunterpaksa mengkonsumsi sesuatu yg blm seratus persen terbebas dari bahan yangharam, katakanlah dmkn. Beliau memberi contoh penggunaan air PAM di kota besar,sumber airnya adalah sungai yg mengalir di kota tsb yg sdh tercemar berbagai polutandan kotoran, tdk tertutup kemungkinan ada najis/bahan haram tsb. Tetapi PAMmemproses air sedemikian rupa shg air tsb jadi layak kita konsumsi. Apakah ada
  13. 13. jaminan air yang kita minum terbebas dari proses yg bersentuhan dgn bendanajis/haram?Kutipan fatwa MUI:MUI sdh memberikan fatwa masalah ini thn 2002 dan 2005. Fatwa tsb dikeluarkandgn memperhatikan kaidah agama: 1. Tdk dibolehkan membahayakan diri sendiri dan membahayakan org lain (La dharara wala dhirara). 2. Kaidah fiqhiyah : bahaya hrs dihilangkan (Adh dharar yuzal). 3. Kaidah fiqyah : bahaya harus dicegah sedapat mungkin (Adh-Dharar yudfau biqadril imkan). 4. Kaidah fiqyah : dimana sj terdapat kemaslahatan disana trdpt hukum Allah SWT (Ainama wujudat al mashlahah fatsamma hukmullah), 5. Kaidah fiqyah : keperluan dapat menduduki posisi darurat (al hajh qad tanzilhu manzilah adh dharurah).Isi keputusan fatwa MUI tsb :1. Pemberian vaksin IVP (vaksin polio suntik) kepada anak2 yg sedang menderitaimmunokopromais (gangguan sistim imun tubuh) pada saat ini dibolehkan,sepanjang belum ada IPV jenis lain yang suci dan halal.2. Imunisasi dgn pemberian vaksin OPV (vaksin polio oral) kepada seluruh balitapada saat inidibolehkan sepanjang belum ada OPV jenis lain yg diproduksi dgnmenggunakan media dan proses yang sesuai dgn syariat Islam. Dari fatwa ini jgdirekomendasikan agar pemerintah bersama WHO dan negara2 Islam atauberpenduduk muslim mengupayakan secara maksimal utk memproduksi vaksin ygsesuai dengan syariat Islam (yang halal secara syariat).Sekarang semuanya sdh jelas, agamawan sdh menyatakan dmkn, kita sbg umat sdhdiberikan panduan yg jelas. Kedepan kita berharap dpt solusi yg terbaik dalammenghadapi masalah ini. Semoga para ilmuwan, khususnya ilmuwan muslimmemperoleh kemajuan dlm riset pembuatan vaksin yg terbebas dari bahan ygdikategorikan haram
  14. 14. Terakhir, hal-hal lain apa yang sebaiknya orang tua tahu tentang imunisasi ?Beberapa hal yang sebaiknya diketahui para orang tua. Jadwal vaksin bisa berubah-ubah sesuai rujukan masing-masing negara serta pertimbangan epidemiologi penyakit. Imunisasi yang didapat sewaktu balita, harus diperkuat dengan imunisasi pada usia anak sekolah (terkenal dengan program Bulan Imunisasi Anak Sekolah atau BIAS ). Bayi atau anak yang sedang batuk-pilek boleh diimunisasi asal gejalanya ringan, anak tidak rewel dan tidak demam. Anak yang mendapat pengobatan prednison, imunisasi ditunda setelah 1 bulan pengobatan. Imunisasi bayi prematur ditunda sampai berat badannya mencapai 2 kg. Pada anak yang diberi vaksin tetes polio, bisa langsung diberi ASI kecuali pada bayi usia kurang 1minggu. ASI diberikan 2 jam sebelum atau sesudahnya. Anak yang sudah divaksinasi masih bisa mendapat penyakit tetapi gejalanya lebih ringan dan tanpa komplikasi. Bayi yang memuntahkan vaksin polio tetes, berikan lagi kalau muntah sebelum 10 menit. Tidak ada imunisasi yang „hangus‟, kalau anak tidak teratur jadwal imunisasinya, maka segera harus dilengkapi tanpa perlu mengulang dari awal. Anak dapat diberikan beberapa jenis vaksin sekaligus, asal dilakukan di tempat yang berbeda. Anak yang alergi telur jangan diberikan vaksin influenza, karena pada vaksin tsb ada komponen telur di dalam isi vaksin sebgai ajuvan. Sampai saat sekarang belum ada bukti bahwa imunisasi (khususnya MMR) menyebabkan autisme. Jika melihat jadwal imunisasi 2011, nyata bahwa pada umur 6 bulan misalnya anak mendapat vaksin sekaligus: Hepatitis B, DTP, HIB, Polio Pneumokokus dan mulai diberi Influenza. Wow...dok..kok banyak sekali vaksinnya...apa boleh sekaligus? atau selang waktu? Jawabnya: tidak berbahaya jika memberikan dalam sekali pemberian karena epitop (reseptor antigen dalam sel limfosit) berbeda-beda untuk tiap vaksin. Jadi boleh sekaligus, boleh selang waktu (misal seminggu), dan tak mengganggu respon imun. ASAL diberi saat anak sedang sehat. Vaksin MMR tidak mengandung “thimerosal”. Efek “thimerosal” akan muncul bila seseorang mendapat dosis thimerosal yang tinggi, misalnya melalui suntikan berkali-kali sehingga terjadi akumulasi.Anggapan bahwa MMR memicu terjadinya autism sangatlah tidak rasional. Penelitian mutakhir menunjukkan bahwa tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa MMR ada hubungan dengan autisme. Alasan lain mengapa MMR dihubungkan dengan kejadian autisme adalah saat pemberian MMR pada usia 15 bulan yang pada saat tersebut mulai belajar bicara. Jadi kalau anak terlambat atau tidak dapat
  15. 15. bicara karena autisme, yang disalahkan adalah vaksin MMR. Anak yang menderita autisme sudah punya bakat kelainan dalam susunan sarafnya sejak dalam kandungan. Jauh lebih banyak anak yang mendapat suntikan MMR tanpa menderita autisme dibandingkan dengan anak yang tidak mendapat MMR tapi menderita autisme. Tidak ada vaksin yang efektif 100 % . Efektivitas vaksin bergantung pada beberapa faktor, antara lain dari anak yang menerima vaksin maupun vaksinnya sendiri. Vaksin dari pabrik bagus, tapi penyimpanannya kurang baik akan rusak atau berkurang efektivitasnya. Atau mungkin vaksinnya bagus , tapi daya tahan anak sedang tidak baik untuk dirangsang kekebalannya, maka efektivitasnya juga akan kurang. Oleh karena itu, penyimpanan vaksin harus baik, anak dalam keadaan sehat waktu diimunisasi, perhatikan tanggal kadaluwarsa vaksin untuk menjamin hasil imunisasi yang baik. Tubuh kita dibekali Tuhan sistem kekebalan yang sangat hebat/sempurna yaitu kekebalan nonspesifik dan spesifik. Kekebalan non spesifik sudah siap pakai, artinya menangkal segala zat asing termasuk kuman penyebab infeksi ke dalam tubuh kita.Tapi tidak selamanya hal ini berhasil, tergantung keganasan (virulensi) kuman atau kekebalan tubuh sendiri (misalnya usia dini atau sudah tua). Bila kekebalan ini gagal, maka akan diambil alih oleh kekebalan yang spesifik. Kekebalan spesifik ini tidak siap pakai, harus “belajar/kenal” dulu dengan kuman tersebut, dengan kata lain harus sakit dulu. Seseorang yang sakit bisa kebal atau malah meninggal. Apakah kita mau untuk “belajar” ini harus sakit dulu?Supaya kita kebal tanpa sakit tentunya harus belajar kenal dengan kuman yang dilemahkan alias imunisasi. Seperti juga dalam proses belajar sehari-hari, tentunya harus ada jadual yang tepat yang harus diikuti yang berdasarkan dari banyak penelitian mengenai efektivitas jadual pemberian vaksin.http://www.facebook.com/note.php?note_id=350519598295432 tgl 09/04/2012 jm10:34Vaksin ComboPosted on January 24, 2007 in anakku, imunisasi cegah sakit | 0 Comments dan 0Reactions Vaksin kombo adalah gabungan beberapa vaksin dalam satu sediaan.Gabungan vaksin ini dikemas oleh pabrik. The Advisory Committee on ImmunizationPractices (ACIP) dan the American Academy of Pediatrics(AAP) merekomendasikan
  16. 16. bahwa penggunaan vaksin kombo yang telah dikemas oleh pabrik lebih baik daripadamemberikan 2 jenis vaksin yang diberikan secara terpisah pada saat yang bersamaan.Pemberian vaksin kombo ini memiliki keuntungan karena lebih praktis, mengurangijumlah suntikan, mengurangi jumlah kunjungan ke fasilitas kesehatan, danmengurangi biaya pengobatan sehingga mampu meningkatkan kepatuhan terhadapimunisasi. Secara tidak langsung pemberian vaksin kombo dapat meningkatkancakupan imunisasi.Vaksin kombo yang tersedia saat ini adalah DPwT-Hep B, DPwT-Hib, DPwT-IPV,adalah DPaT-Hep B, DPaT-Hib, DPaT-IPV-Hib.Vaksin kombo memiliki efektifitas, efikasi, daya proteksi yang sama dengan apabilakomponen vaksin itu diberikan secara terpisah. Watemberg dkk dalam penelitiannyamemperlihatkan bahwa respon antibodi yang timbul antara yang diberikan DPwT-Hibdengan yang mendapat DPT terpisah ternyata tidak berbeda bermakna. Penelitian diThailand terhadap vaksin DPT-HepB terbukti memberikan imunogenitas yang samaterhadap semua antigen.Pemberian vaksin kombo aman bagi bayi,. Meskipun dalam satu sediaanmengandung lebih banyak vaksin akan tetapi penelitian yang ada membuktikanbahwa pemberian vaksin kombo tidak meningkatkan terjadinya efek samping padabayi bila dibandingkan bila vaksin diberikan secara terpisah.Referensi: 1. Hadinegoro SRS. Vaksin kombinasi. Dalam: Ranuh IGN, Soeyitno H, Hadinegoro SRS, Kartasasmita CB, penyunting. Buku pedoman imunisasi di Indonesia. Edisi ke-2. Jakarta: Satgas imunisasi-Ikatan Dokter Anak Indonesia; 2005.h. 190-200.

×