• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
0
 

0

on

  • 535 views

 

Statistics

Views

Total Views
535
Views on SlideShare
535
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
11
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Adobe PDF

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    0 0 Document Transcript

    • Jurnal Rekayasa Elektrika Vol. 9, No. 1, April 2010 1 Analisa Kegagalan Call pada BTS Flexi di PT TELKOM Kandatel Banda Aceh Hubbul Walidainy dan Teuku Yuliar Arif Laboratorium Jaringan, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala Jl. T. Syech Abdurrauf No. 7 Darussalam, Banda Aceh, NAD, IndonesiaAbstrak—Telkom Flexi merupakan telepon seluler berbasisCDMA (Code Division Multiple Access), produk ini dirancang II. TINJAUAN KEPUSTAKAANmampu menghindari gangguan suara dan lemahnya sinyal. A. CDMA 2000 1XNamun sebagai seluler berbasis CDMA pertama di BandaAceh, Telkom Flexi masih harus dihadapi oleh masalah Teknik CDMA disebut juga teknik spread spectrum,kegagalan komunikasi (call failure). Kegagalan komunikasi karena CDMA menggunakan spektrum frekuensi yangini disebabkan oleh beberapa faktor seperti terjadinya lebih lebar dibandingkan dengan laju informasi yangblocked call, drop call dan signalling failure. Dari hasil analisa dikirimkan. Tidak seperti pada FDMA dan TDMA, linkdidapat bahwa rata-rata drop call dari bulan Januari hingga komunikasi dikendalikan dengan memilah-milah frekuensiMaret untuk BTS BNAC sebesar 0,95 %, Darussalam 1,62 atau slot waktunya, pada CDMA seluruh remote stasiun%, Lambaro 1,50 % dan Keutapang 1,34 %. Blocked call yang ada mengirimkan dan menerima informasi ke sentralrates tertinggi terjadi pada bulan Februari sebesar 0,13 % stasiun pada bandwidth frekuensi slot yang sama.pada BTS Lambaro. Access failure, drop call, dan signalling CDMA berkembang dari CDMA one sampai yang sudahfailure terjadi karena kondisi RF yang buruk, hal ini diuji coba CDMA 2000-1X yang lebih dimanfaatkan untukdisebabkan antara lain daya terima MS yang rendah hanya telepon tetap. CDMA juga mampu bekerja pada frekuensimencapai -108 hingga -95 dBm dan FER yang lebih besar 1900 MHz, 1800 MHz, 900 MHz, 800 MHz, bahkan padadari 1 %. Kegagalan call pada BTS Flexi juga disebabkan frekuensi 450 MHz. Tanpa kendala dalam mutunya,karena adanya handover failure dan Link failure pada semakin rendah frekuensinya, maka makin jauh jangkauanhubungan BTS dan BSC. antena BTS (Base Tranceiver Station).Kata kunci : Call Failure, Drop Call, FER, 1) Arsitektur CDMA 2000 1x Standarisasi CDMA2000 1x dilakukan berdasarkan spesifikasi IS2000 yang kompatibel dengan sistem IS-95 A/B (CDMAone). Dibandingkan dengan IS-95, jaringan I. PENDAHULUAN CDMA2000 1x mengalami beberapa pengembangan seperti kontrol daya yang lebih baik, uplink pilot channel, Kehadiran teknologi CDMA dalam dunia teknik vocoder baru, pengembangan kode Walsh sertatelekomunikasi mulai diperhitungkan oleh masyarakat dan perubahan skema modulasi. Sedangkan pada sisi arsitekturpara operator GSM yang selama ini menguasai pasar jaringan terdapat Base Station Controller (BSC) dengantelekomunikasi. Salah satu telepon seluler berbasis CDMA kemampuan IP Routing, BTS multimode serta PDSNadalah Flexi, diluncurkan oleh PT. Telkom untuk (Packet Data Serving Network). Arsitektur jaringan CDMAmenandingi operator GSM. Telkom-Flexi menggunakan diperlihatkan pada Gambar 1 [1].teknologi CDMA 2000-1X yang memberikan layanansuara dan data berbasis akses tanpa. Secara umum struktur jaringan CDMA2000 1x terdiri atas : Ada beberapa fitur yang ditawarkan oleh Telkom-Flexidiantaranya adalah kecepatan data 14,4 kbps hingga 2 1. User terminal, terdiri atas komponen-komponenMbps, kualitas suara yang jernih, anti jamming dan sebagai berikut :sebagainya. Disamping itu, terdapat juga hal yang kurang  Fixed terminalmenyenangkan seperti kegagalan komunikasi (call).  Portable / handheld Terjadinya kegagalan komunikasi disebabkan oleh faktor 2. Radio Access Network (RAN), terdiri atas beberapajaringan Flexi maupun perilaku masing-masing user yang komponen berikut :sedang berkomunikasi. Sebagai sistem yang masih baru  Base Transceiver Station (BTS)dan perencanaan jaringan yang belum sempurna  Base Station Controller (BSC)mengakibatkan masih ada daerah yang belum ter-cover  Packet Data Serving network (PDSN)dengan baik (blank spot) serta overlapping antar sel. Untuk mengatasi dan memperkecil terjadinya kegagalan 3. Circuit Core Network (CCN), terdiri atas beberapacall pada BTS Flexi, perlu dilakukan suatu analisa komponen berikut :berdasarkan data-data lapangan seperti data kondisi RF dan  Mobile Switching Center (MSC)data trafik.  Home Location Register (HLR)  Visitor Location Register (VLR)
    • 2 Jurnal Rekayasa Elektrika Vol. 9, No. 1, April 2010 1 2 3 4 5 6 3 Com 7 8 9 * 8 # 1 2 3 4 5 6 7 8 9 * 8 # 1 2 3 4 5 6 7 8 9 * 8 # 1 2 3 4 5 6 7 8 9 * 8 # Gambar 1. Arsitektur CDMA 2000 1X  Short Message Service Center ( SMSC)  Intelligent Short Message Service(ISMSC) E b  Pm  W 4. Packet Core Network (PCN)   x  (2) I 0  I TOT   R  Konfigurasi layanan Telkom Flexi diperlihatkan olehGambar 2 [2]. Eb W   CIR x   (3) 2) Aspek Sistem CDMA I0 R Dalam perancangannya terdapat beberapa hal yang harusdiperhatikan untuk mendapatkan kinerja sistem CDMA Besarnya nilai Eb/Io pada sistem ini berkisar 3 dByang diinginkan. sampai 8 dB. Nilai Eb/Io yang memadai untuk sistem ini1. Perhitungan Eb/I0. tergantung pada beberapa faktor, diantaranya nilai Bit Untuk keperluan perhitungan pada sistem dapat Error Rate (BER) dan Frame Error Rate (FER) yangdilihat persamaan 1,2 dan 3 seperti berikut [1]: diizinkan. Frame disini dapat merupakan suara ataupun data (paket). Pm 2. Tingkat daya terima. Eb Tingkat daya terima atau yang sering disebut sebagai  R (1) Receiver Signal Level (RSL) dari suatu sistem didefinisikan I0 I TOT sebagai tingkat sinyal penerimaan suatu saat di input pada W tingkat penerimaan aktif pertama dari penerima baik pada Low-Noise Amplifier(LNA) atau pada mixer.keterangan : Persamaan 4 adalah untuk mencari nilai RSL : Eb = Energi yang diterima Io = Kerapatan daya interferensi RSL = Eb/I0 – 228,6 + 10 log Tsis + 10 log BR (4) Pm = Energi / Sec R = Bit / Sec keterangan : ITot = Daya Interferensi total RSL : Receiver Signal Level (dBm) W = Bandwidth carrier Tsis : Temperatur Sistem (K) BR : Bit Rata (1,25 Mbps) 3. Perhitungan beban sel.
    • Hubbul Walidainy dan Teuku Yuliar Arif: ANALISA KEGAGALAN CALL PADA BTS FLEXI DI PT TELKOM KANDATEL 3ACEH 1 2 3 4 5 6 7 8 9 * 8 # Modem Bank Gambar 2. Konfigurasi Jaringan Fixed Wireless Telkom Flexi Beban sel adalah bagian dari jumlah aktual pelanggan Berdasarkan persamaan di atas dapat dihitung nilai Pmyang menduduki kanal pada sel dibandingkan dengan berdasarkan beban sel (X). Disamping itu, dapat pulajumlah maksimum pelanggan yang dapat ditampung secara diketahui, apabila M sama dengan n, maka daya pancarteori. Secara persamaan dapat ditulis sebagai persamaan 5 terminal station menjadi tak hingga, sehinggaberikut [1]: menyebabkan terminal station mengalami peningkatan daya yang berlebihan. Untuk menghindari hal tersebut, X=n/M (5) maka nilai beban sel ( X ) dibatasi dari 50 % - 90 % [1]. B. Coverage Cell Dengan demikian, bila beban sel ( X = n / M ) bertambahmaka nilai n juga akan bertambah mendekati nilai M, Pada keadaan normal, trafik yang terdapat di dalam cellsehingga Itot juga aka bertambah. sesuai dengan rancangan pada saat perencanaan cell, maka permintaan jumlah kanal tidak lebih dari kapasitas Bila Itot bertambah, maka Pm juga akan bertambah untuk maksimum cell. Namun pada saat trafik yang terdapat dimenjaga kestabilan nilai CIR. dalam cell maupun pada cell yang berdekatan meningkat,Nilai Pm ditentukan dengan persamaan berikut: maka permintaan jumlah kanal juga akan meningkat. Pm = CIR × Itot Apabila permintaan jumlah kanal lebih dari kapasitas Pm ≈ CIR × [ n Pm (F / GA GV ) + NoW] maksimum cell, maka cakupan trafik suatu cell akanketerangan : menyusut. Agar trafik yang ditangani tidak melebihiPm = Daya terminal station yang diterima pada kapasitas maksimumnya, namun ketika permintaan jumlah base station. kanal kembali normal seperti keadaan semula, makan = Jumlah pelanggan aktif dalam sel. cakupan cell akan mengembang kembali, sehinggaTtot = Daya interferensi total. pelanggan dapat dilayani walaupun berada pada radius maksimum cell.CIR = Perbandingan carrier terhadap interferensi.No = Daya noise background per Hz. Untuk mengetahui berapa jangkauan atau coverage areaF = Faktor interferensi sel lain. dapat dihitung dengan menggunakan persamaan sebagai berikut :GA = Gain antena.GV = Gain aktifitas suara. P 69552616logfc 1382loghb  ahm  , , ,W = Bandwidth LogD  L (8) Dengan penyederhanaan maka akan diperoleh: 4496,55loghb ,Pm ≈ ( n / M ) Pm + CIR ( NoW ) = X Pm + CIR ( NoW ) PL = Base power + Ms Tx power + 73 dBm 1 G G a(hm)= (1,11 log fc – 0,7)hr – (1,56 log fc – 0,8) (9) M x A V (6) CIR F keterangan : Pm ( 1-X ) ≈ CIR ( NoW ) PL : Path Loss fc : Frekuensi kerja Pm ≈ CIR (NoW) / ( 1 - X ) (7) hb : Tinggi antena base station Po ≈ CIR ( NoW) hm : Tinggi antena mobile a(hm) :Faktor koreksi untuk ketinggian antena mobile Pm ≈ Po Sedangkan perhitungan luas cell coverage area menggunakan :
    • 4 Jurnal Rekayasa Elektrika Vol. 9, No. 1, April 2010 S = 2,6598 x D2 (10) Sehingga user yang lain juga akan meningkatkan daya pancarnya.keterangan: 5. FER (Frame Error Rate)S = Luasnya cell coverage area (km2) FER didefinisikan sebagai rata-rata kesalahanD = Radius (jari-jari) suatu cell (km) frame.C. Jenis-jenis Kegagalan Panggilan D. Parameter Unjuk Kerja Trafik Adapun yang termasuk kegagalan call, antara lain Parameter tingkat layanan atau parameter kinerjaadalah: layanan ditinjau dari sisi trafik telekomunikasi dapat 1) Access Failure dikategorikan atas: Access Failure adalah kegagalan panggilan akibat 1) Dial Tone Delaygagal mengakses kanal. Yang termasuk dalam access Dial tone delay adalah jumlah waktu maksimumfailure adalah setup failure dan blocked call. Setup failure pelanggan harus menunggu sebelum panggilannyaadalah kegagalan akses yang terjadi setelah kanal yang diputuskan/ditolak. Dial tone delay memiliki karakteristikdiminta berhasil teralokasi tetapi gagal sebelum panggilan sebagai berikut :tersambung. Sedangkan blocked call adalah kegagalan a. Sejumlah besar call user bersaing untukakses karena gagal mendapatkan kanal yang diminta. mendapatkan sejumlah kecil server (dial tonePenyebab terjadinya setup failure adalah faktor RF dannon-RF. Faktor RF misalnya daya terima MS rendah, daya connection, dial tone generator)transmit MS tinggi, FFER tinggi dan Ec/Io tinggi. b. Diasumsikan bahwa pelanggan akan menungguSedangkan faktor non-RF antara lain kanal trafik yang selama kanal masih tersedia.diminta MS penuh sehingga panggilan yang diminta tidak 2) Probabilitas Blockingdapat dipenuhi. Probabilitas penolakan layanan, atau kemungkinan Blocked call yang tinggi ditemukan di daerah yang bahwa layanan trunk tidak tersedia, memiliki karakteristikmemiliki masalah dengan daya transmit RBS (Radio Base yang hampir sama dengan dial tone delay, yaitu :Station) yang rendah. Hal ini disebabkan adanya a. Sejumlah besar pelanggan bersaing untukpengurangan daya akibat padatnya trafik yang masuk ke mendapatkan sejumlah trunk terbatas.sistem. b. Diasumsikan bahwa tidak ada delay yang diberikan 2) Drop Call untuk menunggu. Pelanggan diberikan akses ke trunk Drop call adalah kegagalan panggilan yang terjadi atau diberikan nada sibuk.setelah panggilan berhasil dilakukan namun berakhir tanpa c. Pelanggan dapat memulai usaha panggilan kembalipemutusan secara normal. Drop call ini terjadi setelah bisa setelah menerima nada sibuk dan diberikan perlakuanakses ke BTS, sudah dapat kanal dan sudah berhasil yang sama seperti sebelumnya.melakukan hubungan tapi putus secara tiba-tiba tanpa ada Dapat disimpulkan bahwa ukuran dasar dari kinerjapemutusan secara normal dari user (abnormal terminating). trafik adalah probabilitas, bahwa waktu menunggu layananDrop call terjadi pada daerah yang memiliki daya transmit (service delay) melebihi dari waktu yang dispesifikasikan,MS tinggi, FFER tinggi dan pilot polution. disebut juga sebagai probabilitas blocking. 3) Signalling Failure Pada sistem dengan panggilan dibuang ketika trunk tidak Signalling failure atau kegagalan pensinyalan terjadi tersedia (system loss), maka probabilitas blocking iniakibat kesalahan saat interkoneksi dengan jaringan lain, adalah sebagai ukuran kinerja yang utama.misal GSM. Grade of Service (GOS) adalah probabilitas panggilan Adapun parameter untuk mengetahui kualitas sinyal, ditolak (diblok) selama jam sibuk. Secara sederhanalevel daya terima MS, dan interferensi adalah sebagai pengertiannya adalah sebagai berikut, untuk GOS sebesarberikut [3]: 2% berarti dalam 100 panggilan akan terdapat 2 panggilan 1. Ec/Io yang tidak mendapatkan saluran atau diblok oleh sistem. Menunjukkan level daya minimum (threshold), Dalam lingkungan wireless, target desain GOS adalah 2% MS masih bisa melakukan suatu panggilan. atau 5%. Tabel GOS diperlukan untuk mengetahui berapa kanal yang dibutuhkan untuk minimum GOS yang Biasanya nilai Ec/Io menentukan kapan MS harus disyaratkan. melakukan handoff. 2. Jarak BTS dan MS (near far effect) Blocking probability, GOS berdasarkan Erlang-B adalah [3]: Jarak BTS dan MS saat pengukuran juga memiliki pengaruh, pada jarak yang cukup dekat kualitas sinyal lebih bagus dan sangat A N / N! memungkinkan melakukan panggilan. Tetapi P(blocking) = N (11) dalam CDMA perbedaan jauh dekat jarak BTS- MS sudah diatasi dengan kontrol daya. A i 0 i / i! 3. RSSI (Received Signal Strength Interference) Hampir sama dengan Ec/Io tetapi RSSI keterangan: digunakan dalam hal coverage. Pb = probabilitas blocking yang terjadi 4. MS Tx power A = besar intensitas trafik Kenaikan daya pancar pada MS akan N = jumlah saluran menyebabkan interferensi terhadap user lain. 3) Dropped Call
    • Hubbul Walidainy dan Teuku Yuliar Arif: ANALISA KEGAGALAN CALL PADA BTS FLEXI DI PT TELKOM KANDATEL 5ACEH Dropped Call adalah suatu kondisi pembicaraan yang D. Metode Pengumpulan Datasedang berlangsung terputus sebelum pembicaraan tersebut Data diambil pada PT. Telkom Kandatel NADselesai (panggilan yang jatuh setelah kanal bicara berdasarkan rekaman trafik pada setiap bulan selama kurundigunakan). Akibat dari dropped call ini menyebabkan waktu tiga bulan pengukuran, yaitu periode Januari hinggaketidaknyamanan dalam berkomunikasi seluler. Maret 2008. Dropped Call dapat terjadi oleh berbagai hal yaitu : 1. Rugi-rugi radio frekuensi (RF loss), lemahnya IV. ANALISA DATA sinyal yang diterima A. Analisa Kegagalan Call Pada BTS Flexi di PT. 2. Interferensi co-channel dan adjacent Telkom Kandatel Aceh 3. Handover failure (kegagalan handover) Pada implementasi Telkom Flexi di Banda Aceh, 4. Blank spot diperoleh tingkat kegagalan panggilan dari CDMA ke GSM masih tinggi baik kegagalan karena access failure, drop call, maupun karena proses hand off yang tidak baik. III. METODOLOGI PENELITIAN Semua kegagalan tersebut dapat terjadi karena kondisiA. Tempat dan Waktu Penelitian jaringan dan perilaku masing-masing user. Penelitian ini dilaksanakan pada PT. Telkom Kandatel Ketidaksempurnaan pemetaan jaringan misalnyaBanda Aceh dengan pengambilan data penelitian pada mengakibatkan terjadinya blank spot dan overlapping selbulan Januari hingga Maret 2008. sehingga kegagalan call terjadi. Sistem pensinyalan yang digunakan pada sisi terminating juga bisa menjadi salahB. Prosedur Penelitian satu penyebabnya. Pada saat sekarang ini PT. Telkom Prosedur dan tahapan yang dilakukan dalam penelitian Kandatel Aceh telah membangun 5 BTS CDMA yangini adalah sebagai berikut. tersebar di 5 lokasi yaitu Banda Aceh Centrum, Darussalam, Ketapang, Lambaro dan Lhoknga.1. Mempelajari literatur-literatur yang berhubungan dengan sistem komunikasi seluler berbasis CDMA. Pada bagian ini akan dibahas parameter-parameter yang2. Mengumpulkan teori-teori yang berkenaan dengan mempengaruhi kerja sistem dan evaluasi kegagalan call di BTS CDMA tersebut. Adapun beberapa perhitungan dibuat sistem komunikasi seluler CDMA baik yang berasal berdasarkan data yang diperoleh dari PT Telkom Kandatel dari buku, jurnal maupun data dari internet maupun Banda Aceh. sumber lainnya.3. Menentukan parameter-parameter jaringan yang B. Spesifikasi Sistem Pada Base Station berhubungan dengan penyebab kegagalan call atau Spesifikasi perangkat yang mencakup EIRP, suhu panggilan pada BTS Flexi. sistem, gain antena pemancar, frekuensi carrier dan ketinggian antena pada BTS Flexi diperlihatkan pada TabelC. Tahap Pengumpulan Data 1. Dilakukan pengumpulan data yang berhubungan dengan: C. Analisa Kegagalan Call1. Spesifikasi Sistem pada BTS Parameter ini digunakan untuk mengetahui spesifikasi Pada bulan Januari 2008 block rates terjadi pada tanggal 2 – 27 Januari dengan rata-rata block rates sebesar 0.08 % dari sebuah BTS (daya pancar maksimum dari BTS, yang terjadi pada BTS Lambaro dan pada bulan Februari daya pancar maksimum terminal station, suhu block rates sebesar 0,13 % juga terjadi pada BTS Lambaro, operasional yang ditetapkan, gain antenna, power sedangkan block rates tertinggi pada bulan Maret terjadi supply, kapasitas kanal yang telah ditentukan) pada BTS BNAC yaitu sebesar 0,12 %.2. Data kondisi BTS, seperti daya yang diterima MS, Akan tetapi nilai block rates yang terjadi tidak melebihi daya pancar MS, Power Tx, FER, dan RSSI. nilai block retes maksimal yang diperbolehkan sebesar 23. Data trafik yang diperoleh dari PT.Telkom sebagai %. Sebagai contoh, tingginya block rates pada bulan operator Flexi. Februari yang terjadi pada BTS Lambaro disebabkan oleh bloking Abis, yaitu bloking interface antara BTS dan BSC. 1) Analisa Blocked Call TABEL 1 Blocked call terjadi akibat jaringan tidak mampu SPESIFIKASI BTS FLEXI mendukung berhasilnya suatu panggilan. Blocked call yang Spesifikasi BTS Flexi Keterangan tinggi ditemukan di daerah yang memiliki masalah dengan Daya pancar maksimal daya transmit RBS (Radio Base Station) yang rendah. Hal EIRP 40 dBm BTS ini disebabkan adanya pengurangan daya akibat padatnya Tsis 290 C – 540 C Suhu operasional yang trafik yang masuk ke sistem. Pada Tabel 2 diperlihatkan diterapkan rata-rata blocked rates dari bulan Januari hingga Maret GTX 18 dB Gain antenna 2008 [5]. Directional tiga 2) Drop Call - Antena sektor Dropped Call adalah suatu kondisi pembicaraan yang - Huawei 3606 Type of BTS sedang berlangsung terputus sebelum pembicaraan tersebut fc 873,57 MHz Frekuensi carrier selesai. Dropped Call dapat terjadi oleh berbagai hal yaitu : 53 m 1. Rugi-rugi radio frekuensi (RF loss), lemahnya hb Tinggi antena BNAC sinyal yang diterima hb 60 m Tinggi antena Darussalam, 2. Interferensi co-channel dan adjacent Lambaro 3. Handover failure (kegagalan handover)
    • 6 Jurnal Rekayasa Elektrika Vol. 9, No. 1, April 2010 TABEL 2 RATA- RATA BLOCKED RATES BTS BNAC, DARUSSALAM, LAMBARO DAN KEUTAPANG Parameter BNAC Darussalam Lambaro Keutapang Jan Feb Mar Jan Feb Mar Jan Feb Mar Jan Feb Mar No_Res 20 29 245 55 16 134 34 65 35 10 73 63 Orig_Attemp 75648 85634 124589 64855 48569 85697 35468 25468 45681 99850 75498 69175 Term_Attemp 18759 22568 78945 21430 12468 52981 5488 9542 22457 28457 26458 45877 TCH Block (%) 0,02 0,03 0,12 0,06 0,03 0,10 0,08 0,13 0,05 0,01 0,07 0,08 Average TCH Block (%) 0,05 0,06 0,08 0,05 TABEL 3 RATA- RATA DROP CALL BTS BNAC, DARUSSALAM, LAMBARO DAN KEUTAPANG [5] Parameter BNAC Darussalam Lambaro Keutapang Jan Feb Mar Jan Feb Mar Jan Feb Mar Jan Feb Mar Call Drop 566 1456 3542 1485 1281 2679 1257 558 1456 1548 2412 1154 Orig_Succ 74985 84269 123755 63984 47689 84697 34895 25218 44987 98955 75124 73984 Term_Succ 10845 21658 76894 17880 11498 51299 25448 9469 21489 27785 25469 13982 DC_Ratio (%) 0,66 1,37 0,83 1,81 2,16 0,89 2,08 1,61 0,81 1,22 2,40 0,14 Average Drop Call (%) 0,95 1,62 1,50 1,34 4. Blank spot Penyebab gagal handover diantaranya adalah adanya penolakan (blocked) permintaan alokasi kanal oleh BTS Drop Call dapat dihitung dengan persamaan sebagai yang menjadi calon handover. Adapun tingkat kegagalanberikut : rata-rata handoff dari bulan Januari hingga Maret diperlihatkan pada Tabel 5 [5]. called drop Rata-rata kegagalan handover pada keempat sel drop call  x 100 % (12) khususnya untuk sel BNAC pada bulan Januari 2,94 % answered call turun 0,20 % pada bulan Februari serta naik 1,85 % pada bulan Maret. Sel BNAC mengalami rata-rata kegagalan Drop Call terjadi karena kegagalan proses Handover, handover yang tertinggi dari ketiga sel yang lain yaitu 1,66sinyal yang diterima Mobile Station lemah atau MS yang %. Untuk bulan Januari sel Darussalam mempunyaidigunakan rusak. Adapun penyebab tingginya drop call persentase Handover failure tertinggi yaitu 3,25 %.pada BTS Darussalam diantaranya disebabkan oleh daya 5) Analisa dan Perhitungan Luas Cell Coverageterima MS yang rendah hanya mencapai -108 sampai -95 Adapun parameter-parameter untuk menghitung luas celldBm, FER yang lebih besar dari 1 %. coverage pada cell BNAC, Lambaro, Darussalam, dan cell Keutapang ditunjukkan pada Tabel 6 [4]. 3) Pengukuran Frame Error Rate (FER) Berikut ini adalah perhitungan luas cell coverage pada FER merupakan rata-rata kesalahan frame dalam satu BTS BNAC:detik. Nilai FER maksimum yang disyaratkan adalah 1 %,  Faktor koreksi antena mobile a(hm)jika suatu coverage memiliki FER lebih dari 1 % akan a(hm) = (1,11 log fc – 0,7)hm – (1,56 log fc – 0,8)mengakibatkan terjadinya drop call [2]. = (1,11 log 873,57– 0,7)1,5 – (1,56 log Kualitas sinyal yang masih dapat diterima adalah apabila 873,57 –0,8)FER < 2 %, akan lebih baik bila sistem mampumemberikan sinyal dengan kualitas FER berada dibawah 1 = 3,8473 – 3,7884%. Hasil pengukuran FER pada keempat BTS dapat dilihat = 0,0589pada Tabel 4.  Diameter Sel (D) 4) Handoff Failure Kegagalan call pada BTS Flexi juga bisa disebabkankarena proses handoff. Daerah-daerah yang mengalami PL  69,55  26,16 log f c  13,82 log h b  ahm  Log D drop call karena handoff adalah BTS BNAC dan 44,9  6,55 log hbDarussalam.
    • Hubbul Walidainy dan Teuku Yuliar Arif: ANALISA KEGAGALAN CALL PADA BTS FLEXI DI PT TELKOM KANDATEL 7ACEH Darussalam dan Keutapang diperoleh sebesar 2,66 km dan TABEL 4 luas cell coverage (S) sebesar 18,38 km2. Pada kenyataanya PENGUKURAN FER PADA KEEMPAT BTS luas coverage cell tersebut bisa bertambah kecil atau Sek membesar sesuai dengan tinggi atau rendahnya tingkatNama BTS Kanal Carrier tor Result FER Kanal beban sel. Pada suatu kondisi trafik yang tinggi dan user BNAC 37 3 1 98.35% 1,65% 37 berada pada jangkauan maksimum BTS ada kemungkinan user akan mengalami drop call karena berada padaDarussalam 37 3 3 98.30% 1,7% 37 blankspot area. Lambaro 78 2 3 99.8% 0,20% 78 6) Analisa dan Perhitungan Tingkat Daya Terima Tingkat daya terima pada base station dapat dihitung Keutapang 78 2 1 98.35% 1,65% 78 dengan : RSL dBW = Eb/No – 228,6 + 10 log Tsis + 10 log (BR) Dengan nilai Bit Rate (BR) sebesar 1,25 Mbps, dan TABEL 5 temperatur sistem sebesar 500C atau 323K, maka diperoleh RATA- RATA HANDOVER FAILURE : Handover Failure (%) Avarage  Untuk beban sel 50%, dengan Eb/No = 8,6 dB No Name Cell RSL dBm = 8,6 dB - 228,6 dB + 10 log (323) + Jan Feb Mar (%) 10 log (1,25.106) 1 BNAC 2,94 0,20 1,85 1,66 = 8,6 dB – 228,6 dB + 25,09 dB + 60,96 2 Darussalam 3,25 0,21 0,90 1,45 = -133,95 dBm  Untuk beban sel 75%, dengan Eb/No = 11,7 dB 3 Lambaro 0,92 0,32 0,78 0,67 RSL dBm = 11,7 dB – 228,6 dB + 25,09 dB + 60,96 4 Keutapang 0,18 0,30 0,57 0,35 = - 130,85 dBm  Untuk beban sel 90%, dengan Eb/No = 15,6 dB RSL dBm= 15,6 dB – 228,6 dB + 25,09 dB + 60,96 = -126,95 dBm TABEL 6 Berdasarkan ketiga hasil tersebut dapat diketahui bahwa PARAMETER INPUT UNTUK PERHITUNGAN CELL COVERAGE tingkat daya terima akan naik jika beban bertambah dan Nama BTS Eb/No dinaikkan, kualitas sinyal akan menjadi tidak baik Paramater jika tingkat daya terima berada diatas -126,95 dBm yang Input BNAC Lambaro Darussalam Keutapang dapat menyebabkan terjadinya drop call. fc (MHz) 873,57 873,57 873,57 873,57 7) Link Failure Pada Hubungan Antara BTS dan BSC Hasil analisa drop call yang telah dilakukan di atas hb 53 m 60 m 60 m 60 m adalah analisa blocked call yang terjadi antara BTS dengan hm 1,3-1,5 m 1,3-1,5 m 1,3-1,5 m 1,3-1,5 m MS atau yang terjadi pada air interface. Selain analisa yang Base telah disebutkan di atas juga dilakukan analisa terhadap Power 40 dBm 40 dBm 40 dBm 40 dBm hubungan antara BTS dengan BSC. Hubungan ini menggunakan koneksi dedicated line via A-bis interface. Tx Power 23 dBm 23 dBm 23 dBm 23 dBm Dalam hal ini, untuk koneksi dedicated line pihak Flexi PL 136 dB 136 dB 136 dB 136 dB menggunakan microwave link sebagai media transmisi. a(hM) 0,0589 0,0589 0,0589 0,0589 Berdasarkan hasil pengamatan diketahui penyebab drop call yang terjadi pada A-bis interface adalah adanya link failure. Link failure tersebut umumnya disebabkan oleh adanya interferensi dari antena pemancar microwave yang lain. Hal ini disebabkan tidak adanya koordinasi dari pihak provider lain ketika hendak melakukan pembangunan BTS 136  69,55  26,16 log 873,57  13,82 log 53  0,0589 baru yang berdekatan dengan BTS Flexi yang telah ada.log D  44,6  6.55 log 53 66,45  76,944  23,829  0,0589 D. Solusi Kegagalan Call Pada BTS FLEXIlog D  33,606 Untuk mengatasi dan memperkecil terjadinya kegagalan call pada BTS Flexi, maka berdasarkan data dan analisaLog D = 0,398 kondisi RF maka solusi yang bisa diberikan antara lain : D = 2,50 km A. Solusi untuk mengatasi blankspot area Luas Cell Coverage (S) Blankspot area timbul karena daya pancar BTS S = 2,598 x D2 rendah, radius sel kecil, adanya obctacle. Solusi yang = 2,598 x (2,50)2 dapat diberikan antara lain yaitu : = 16,24 km2 1. Melakukan uptilting antena Dengan menggunakan parameter masukan pada Tabel 5 Uptilting dilakukan untuk memperlebar radius selserta dengan cara perhitungan yang sama maka diperoleh sehingga blankspot area bisa terlingkupi.diameter cell coverage (D) untuk BTS Lambaro, 2. Menaikkan daya pancar BTS
    • 8 Jurnal Rekayasa Elektrika Vol. 9, No. 1, April 2010 Dengan menaikkan daya pancar berarti akan 3. Persentase drop call tertinggi terjadi pada BTS memperluas daerah yang bisa dicakup, sehingga Darussalam sebesar 2,16 %, dan rata-rata drop call RF loss tidak terjadi. selama bulan Januari-Maret 2008 berturut-turut 0,95 3. Melakukan relokasi BTS % pada BTS BNAC, 1,34 % pada BTS Keutapang, Relokasi bisa dilakukan jika daerah yang 1,50 % pada BTS Lambaro dan 1,62 % pada BTS mengalami blankspot belum bisa di-cover dengan Darussalam. melakukan uptilting, dan menaikkan daya pancar 4. Access failure, drop call, dan signalling failure terjadi atau karena banyaknya obstacle yang karena kondisi RF yang buruk dari MS, BTS, BSC menghalangi penerimaan daya MS. dan MSC antara lain daya terima MS yang rendahB. Solusi untuk mengatasi handover failure (kurang dari -75 dBm), daya pancar MS yang tinggi Tindakan-tindakan yang dapat dilakukan untuk (lebih dari 20 dBm) dan FER yang buruk (lebih dari 1 mengurangi terjadinya drop call yang disebabkan %). handover failure adalah dengan menyediakan suatu 5. Kondisi RF yang buruk timbul akibat daya pancar kanal khusus yang digunakan untuk menangani BTS yang sampai ke MS bervariasi tergantung dari handover pada setiap BTS dengan keadaan trafik kondisi lingkungan dan letak MS. padat. Langkah ini dikenal dengan guard channel 6. Kegagalan call pada BTS Flexi juga disebabkan concept. Dan untuk pengalokasian kanal cadangan karena terjadinya kegagalan handover (handover hendaknya dilakukan secara dinamis, sehingga failure) dan Link failure pada hubungan BTS dan penggunaan kanal menjadi efisien, dan tidak BSC. mengganggu alokasi kanal untuk komunikasi di wilayah kerja BTS tersebut. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada saudara Adi V. KESIMPULAN Saska Jalil yang telah membantu penulis dalam Berdasarkan hasil analisis terhadap faktor-faktor mengumpulkan data-data dalam penelitian ini.penyebab kegagalan call pada BTS flexi, maka dapatdisimpulkan sebagai berikut: DAFTAR PUSTAKA1. Blocked call rates tertinggi terjadi pada BTS Lambaro [1] Andrew S. Viterbi. CDMA Principle Of Spread Spectrum Communication Canada. Addition Wesley Publishing Company, pada bulan Februari sebesar 0,13 %, sedangkan rata- 1995. rata blocked call rates berdasarkan hasil pangamatan [2] Anonymous. Teknologi Wireless CDMA. Diktat Pelatihan PT. dari bulan Januari hingga Maret 2008 diperoleh Telkom. Medan, 2003. sebesar 0,05 % untuk BTS BNAC dan Keutapang, [3] Anonymous. “Planning and Design CDMA 2000-1x”.[Online] 0,06 % untuk BTS Darussalam dan 0,08 % untuk BTS www.Telkomflexi.com, 2008. Lambaro. [4] Anonymous. PT Telkom CDMA 2000 1X. Diktat pelatihan PT.Telkom. Bandung 2003.2. Tingginya persentase blocked call rates pada BTS [5] Anonymous. “Report Huawei bulan Januari hingga Maret 2008” Lambaro disebabkan karena daya transmit RBS PT Telkom Banda Aceh, 2008. (Radio Base Station) yang rendah. Hal ini disebabkan [6] Roger L. Freeman. Telecomunication Tranmission Handbook. New terjadinya pengurangan daya akibat padatnya trafik York : John Wiley & Sonc, 1993. yang masuk ke sistem. [7] Santoso, G. Sistem Celular CDMA (Code Division Multiple Acces). Yogyakarta: PT Graha Ilmu, 2004