Your SlideShare is downloading. ×
0
PRESENTATION kondiloma akuminata
PRESENTATION kondiloma akuminata
PRESENTATION kondiloma akuminata
PRESENTATION kondiloma akuminata
PRESENTATION kondiloma akuminata
PRESENTATION kondiloma akuminata
PRESENTATION kondiloma akuminata
PRESENTATION kondiloma akuminata
PRESENTATION kondiloma akuminata
PRESENTATION kondiloma akuminata
PRESENTATION kondiloma akuminata
PRESENTATION kondiloma akuminata
PRESENTATION kondiloma akuminata
PRESENTATION kondiloma akuminata
PRESENTATION kondiloma akuminata
PRESENTATION kondiloma akuminata
PRESENTATION kondiloma akuminata
PRESENTATION kondiloma akuminata
PRESENTATION kondiloma akuminata
PRESENTATION kondiloma akuminata
PRESENTATION kondiloma akuminata
PRESENTATION kondiloma akuminata
PRESENTATION kondiloma akuminata
PRESENTATION kondiloma akuminata
PRESENTATION kondiloma akuminata
PRESENTATION kondiloma akuminata
PRESENTATION kondiloma akuminata
PRESENTATION kondiloma akuminata
PRESENTATION kondiloma akuminata
PRESENTATION kondiloma akuminata
PRESENTATION kondiloma akuminata
PRESENTATION kondiloma akuminata
PRESENTATION kondiloma akuminata
PRESENTATION kondiloma akuminata
PRESENTATION kondiloma akuminata
PRESENTATION kondiloma akuminata
PRESENTATION kondiloma akuminata
PRESENTATION kondiloma akuminata
PRESENTATION kondiloma akuminata
PRESENTATION kondiloma akuminata
PRESENTATION kondiloma akuminata
PRESENTATION kondiloma akuminata
PRESENTATION kondiloma akuminata
PRESENTATION kondiloma akuminata
PRESENTATION kondiloma akuminata
PRESENTATION kondiloma akuminata
PRESENTATION kondiloma akuminata
PRESENTATION kondiloma akuminata
PRESENTATION kondiloma akuminata
PRESENTATION kondiloma akuminata
PRESENTATION kondiloma akuminata
PRESENTATION kondiloma akuminata
PRESENTATION kondiloma akuminata
PRESENTATION kondiloma akuminata
PRESENTATION kondiloma akuminata
PRESENTATION kondiloma akuminata
PRESENTATION kondiloma akuminata
PRESENTATION kondiloma akuminata
PRESENTATION kondiloma akuminata
PRESENTATION kondiloma akuminata
PRESENTATION kondiloma akuminata
PRESENTATION kondiloma akuminata
PRESENTATION kondiloma akuminata
PRESENTATION kondiloma akuminata
PRESENTATION kondiloma akuminata
PRESENTATION kondiloma akuminata
PRESENTATION kondiloma akuminata
PRESENTATION kondiloma akuminata
PRESENTATION kondiloma akuminata
PRESENTATION kondiloma akuminata
PRESENTATION kondiloma akuminata
PRESENTATION kondiloma akuminata
PRESENTATION kondiloma akuminata
PRESENTATION kondiloma akuminata
PRESENTATION kondiloma akuminata
PRESENTATION kondiloma akuminata
PRESENTATION kondiloma akuminata
PRESENTATION kondiloma akuminata
PRESENTATION kondiloma akuminata
PRESENTATION kondiloma akuminata
PRESENTATION kondiloma akuminata
PRESENTATION kondiloma akuminata
PRESENTATION kondiloma akuminata
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

PRESENTATION kondiloma akuminata

4,401

Published on

1 Comment
5 Likes
Statistics
Notes
  • congrats mba ningrum...doakan kami menyusul.terima kasih..
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
No Downloads
Views
Total Views
4,401
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
1
Likes
5
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. DIAGNOSIS DAN TATALAKSANA TERKINI KONDILOMATA AKUMINATA SK SulistyaningrumModerator : dr.Farida Zubier, Sp.KK(K)Departemen Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin FKUI-RSCM
  • 2. PendahuluanKondilomata akuminata (KA) tumor epitel jinak infeksi human papilomavirus (HPV) tipe tertentu salah satu infeksi menular seksual (IMS) tersering risiko penularan tinggi infeksi global epidemik
  • 3. Pendahuluan Epidemiologi Insidens kumulatif infeksi HPV 40% Prevalensi mencapai 75-80%.  2/3 individu imunokompeten: infeksi transien  Hanya < 1% bermanifestasi sbg KAMortensen GL. Long-term quality of life effects of genital warts – a follow-up study. Dan Med Bul 2010;57(4):1-4
  • 4. PendahuluanEpidemiologiDi Amerika Serikat Di Inggris thn 2009 Di Eropaprevalensi KA 1% 125.000 kasus baru 10,6% wanita usiapusat penanganan/ 18-45 thn Biaya perkasusklinik IMS 4-13% +£113 Biaya pernah mengalamiPuncak kejadian usia penanganan KA KA20-29 thn setahun +£16.8 juta
  • 5. Pendahuluan Asimpto- matik jinak • Gangguan psikologis morbiditas • Penurunan kualitas hidup Mortalitas (-)
  • 6. Pendahuluan Gangguan Psikologis terkait lesi KA Cemas Malu Percaya diri ↓ Depresi Kualitas hubungan seksual ↓Mortensen GL. Long-term quality of life effects of genital warts – a follow-up study. Dan Med Bul 2010;57(4):1-4
  • 7. Pendahuluan Pemeriksaan fisis Dahulu TatalaksanaDiagnosis Biopsi pd sebagian  provider kecil kasus centered Dermoskopi Terapi topikal KA yg modalitas yang diaplikasikan sendiri makin berkembang o/ pasien penggunaannya  semakin berkembang
  • 8. Etio- KA pdpatogenesis Diagnosis Terapi Kehamilan • berkapsid virus • kecil (d: 55nm), bulat, • tda72 kapsomer DNA pentamer • 800 pasang basa DNA sirkuler • menginfeksi vertebrata • paling tua ditemukan Beragam • >130 tipe HPV telah diidentifikasi • > 40 tipe HPV Infeksi • Tda: RT dan RR HPV • RTmenyebabkan genital neoplasia
  • 9. Etio- KA pd patogenesis Diagnosis Terapi KehamilanDe Villers EM, Fauquet C, Broker TR, Bernard HU, Zur HH. Classification of papillomaviruses. Virology2004;324(1):17-27
  • 10. Etio- KA pd patogenesis Diagnosis Terapi Kehamilan Tipe HPV dan Penyakit terkaitRose RC, Stoler MH. Biology. In: Bonnez W. Guide to genital disease and prevention. New York:Informa Healthcare 2009;1:1-16.
  • 11. Etio- KA pdpatogenesis Diagnosis Terapi Kehamilan Mekanisme Penghindaran HPV Infeksi pd sel epidermal  tidak berinteraksi langsung dg pembuluh darah dan sistem imun humoral Induksi defisiensi imun lokal: limfosit↓ sel Langerhans↓ CD4↓ produksi sitokin setempat↓
  • 12. Etio- KA pdpatogenesis Diagnosis Terapi Kehamilan Eliminasi Virus: Interleukin  meningkatkan respons imun seluler Interferon  menghambat replikasi virus Individu imunokompeten  dpt terjadi regresi spontan. Individu imunokompromais terkait imun seluler angka kejadian penyakit terkait HPV lebih tinggi manifestasi lesi lbh besar, multifokal, & cenderung displastik
  • 13. Etio- KA pdpatogenesis Diagnosis Terapi Kehamilan Target infeksi HPV Sel pd lapisan basal HPV bereplikasi pd sel basal yang aktif membelah menyebabkan gangguan pada kontrol siklus sel. gambaran klinis eksofitik
  • 14. Etio- KA pd patogenesis Diagnosis Terapi KehamilanBonnez W, Reichman RC. Papillomaviruses. In: Mandell GL. eds. Principles and Practice ofInfectious Diseases. 6th ed. Philadelphia, PA: Elsevier/Churchill Livingstone, 2005:1841–56
  • 15. Etio- KA pdpatogenesis Diagnosis Terapi Kehamilan Jalur transmisi utama HPV  kontak seksual penetrasi (vagina, anal,oral) Abrasi epitel dan trauma minor saat aktivitas seksual  mempermudah transmisi dan infeksi HPV ke sel target 65% kontak seksual individu dg lesi KA mengalami infeksi HPV Individu dg infeksi HPV asimptomatik mampu mentransmisikan virus
  • 16. Etio- KA pd patogenesis Diagnosis Terapi KehamilanFaktor risiko dan proteksi infeksi HPV Jumlah pasangan Vaksinasi Faktor proteksi Faktor risiko seksual >1 Sirkumsisi Riwayat IMS lainnya Penggunaan kondom Rokok secara konsisten Penggunaan kontrasepsi oral Individu imunokompromais
  • 17. Etio- KA pd patogenesis Diagnosis Terapi KehamilanMANIFESTASI KLINIS • Tumor menyerupai kembang kol Predileksi • Sewarna kulit atau merah muda Terkait aktivitas seksual • Bentuk: – Kubah • meatus uretra – papul datar • penis, skrotum – lesi bertangkai • serviks, vagina – lesi hiperkeratotik • anus, perianus • Lesi KA dapat: • lipat inguinal – Soliter, • rongga mulut – Multipel tersebar, berkelompok menyerupai mulberry, – Kerkonfluens membentuk plak
  • 18. Etio- KA pd patogenesis Diagnosis Terapi Kehamilan MANIFESTASI KLINISMANIFESTASI KLINIS Gejala Asimptomatik (75%) Dapat pula disertai: • pruritus anogenital • rasa terbakar • nyeri • tenesmus • perdarahan
  • 19. Etio- KA pd patogenesis Diagnosis Terapi KehamilanMANIFESTASI KLINISRose RC, Stoler MH. Biology. In: Bonnez W. Guide to genital disease and prevention. New York: InformaHealthcare 2009; 1:1-16
  • 20. Etio- KA pd patogenesis Diagnosis Terapi KehamilanMANIFESTASI KLINIS a b c Berbagai manifestasi klinis KA. (a) dan (b) KA pada penis. (c) KA pada perianal.O’Mahony C. Genital warts: current and future management options. Am J Clin Dermatol 2005: 6 (4): 239-43j
  • 21. Etio- KA pd patogenesis Diagnosis Terapi KehamilanMANIFESTASI KLINIS Lesi berukuran > 10 cmRose RC, Stoler MH. Biology. In: Bonnez W. Guide to genital disease and prevention. New York: InformaHealthcare 2009; 1:1-16
  • 22. Etio- KA pd patogenesis Diagnosis Terapi KehamilanMANIFESTASI KLINISRose RC, Stoler MH. Biology. In: Bonnez W. Guide to genital disease and prevention. New York: InformaHealthcare 2009; 1:1-16
  • 23. Etio- KA pd patogenesis Diagnosis Terapi Kehamilan Diagnosis KA umumnya dapat ditegakkan melalui: Pemeriksaan fisis dg pencahayaan yg memadai dan kaca pembesar Pemeriksaan sederhana dan cepat asam asetat 3-5% pada lesi  dpt membantu Pada pasien homoseksual, pemeriksaan anuskopi dan/ protosigmoidoskopi penting dilakukan lesi dapat meluas ke arah dalam (75-94%)Rose RC, Stoler MH. Biology. In: Bonnez W. Guide to genital disease and prevention. New York: InformaHealthcare 2009; 1:1-16
  • 24. Etio- KA pd patogenesis Diagnosis Terapi KehamilanDiagnosis BandingBonnez W, Toy EP.Disease. In: Bonnez W. Guide to genital disease and prevention. New York: InformaHealthcare 2009; 3:29-44
  • 25. Etio- KA pd patogenesis Diagnosis Terapi KehamilanDiagnosis BandingBonnez W, Toy EP.Disease. In: Bonnez W. Guide to genital disease and prevention. New York: InformaHealthcare 2009; 3:29-44
  • 26. Etio- KA pd patogenesis Diagnosis Terapi KehamilanDiagnosis BandingO’Mahony C. Genital warts: current and future management options. Am J Clin Dermatol 2005: 6 (4): 239-43j
  • 27. Etio- KA pd patogenesis Diagnosis Terapi KehamilanDiagnosis BandingBonnez W, Toy EP.Disease. In: Bonnez W. Guide to genital disease and prevention. New York: InformaHealthcare 2009; 3:29-44.
  • 28. Etio- KA pd patogenesis Diagnosis Terapi Kehamilan Biopsi tidak direkomendasikan sebagai pemeriksaan rutin pada KATemuanhistopatologi Indikasi biopsi pada KA : tampilan lesi yang atipikal lesi yang resisten terhadap terapiDemoskopi Kecurigaan perubahan neoplastik, ditandai PigmentasiIdentifikasi Pertumbuhan cepatgenom HPV Fiksasi terhadap struktur di bawahnya Perdarahan Ulserasi spontan Pasien imunokompromais Usia lebih dari 40 tahun Lesi KA pada serviks
  • 29. Etio- KA pd patogenesis Diagnosis Terapi Kehamilan Koilosit keratinosit berukuran besar dengan area halo/ vakuolisasi perinuklearTemuan Sel dengan inti hiperkromatik juga dapat ditemukan.histopatologi Pada epidermis terdapat: AkantosisDemoskopi hiperkeratosis tipe parakeratosis rete ridges memanjangIdentifikasi peningkatan/ aktivitas mitosis pada stratum basalisgenom HPV Pada dermis dapat ditemukan papilomatosis dan sebukan sel radang kronik
  • 30. Etio- KA pd patogenesis Diagnosis Terapi KehamilanTemuanhistopatologiDemoskopiIdentifikasigenom HPVChang GJ, Welton ML. Human papillomavirus, condylomata acuminata, and anal neoplasia. Clin in Col Rec Surg2004;17(4):221-30.
  • 31. Etio- KA pd patogenesis Diagnosis Terapi Kehamilan Penggunaan dermoskop pada KA semakin banyak dilaporkanTemuanhistopatologi Dong dkk, meneliti gambaran dermoskopi pada 90 lesi KA (61 pasien)  menemukanDemoskopi gambaran karakteristik pada KA pola mosaik pd lesi awal yang masih datarIdentifikasi pola knoblike dan fingerlikegenom HPV  pd lesi papilomatosa
  • 32. Etio- KA pd patogenesis Diagnosis Terapi KehamilanTemuanhistopatologiDemoskopiIdentifikasigenom HPVDong H, Shu D, Campbell TM, Fruhauf J, Soyer P, Hofmann-Wellenhof R. Dermatoscopy of genital warts. J AmAcad Dermatol 2011;64(5):859-64.
  • 33. Dermatoskopi a Gambar (a) mosaic pattern (panah A) dan glomerular ( panah B)Dong H, Shu D, Campbell TM, Fruhauf J, Soyer P, Hofmann-Wellenhof R. Dermatoscopy of genital warts. J AmAcad Dermatol 2011;64(5):859-64.
  • 34. Dermatoskopi a Gambar knoblike pattern (panah A) dan keratosis (panah B)Dong H, Shu D, Campbell TM, Fruhauf J, Soyer P, Hofmann-Wellenhof R. Dermatoscopy of genital warts. J AmAcad Dermatol 2011;64(5):859-64.
  • 35. Dermatoskopi Gambar fingerlike pattern (panah A) dan knoblike pattern (panah B),Dong H, Shu D, Campbell TM, Fruhauf J, Soyer P, Hofmann-Wellenhof R. Dermatoscopy of genital warts. J AmAcad Dermatol 2011;64(5):859-64.
  • 36. Etio- KA pd patogenesis Diagnosis Terapi Kehamilan Pemeriksaan dermoskopi merupakan pemeriksaan noninvasif yang relatif nyaman bagi pasien.Temuanhistopatologi Keterbatasan penggunaannya pada KA  terkait higiene. Pemeriksaan dilakukan pada area genitalia dan terdapat kemungkinan transmisi virus melalui kontakDemoskopi lensa dermoskopi. Teknik asepis antisepsis yang adekuat diperlukanIdentifikasi untuk mencegah transmisi.genom HPVChang GJ, Welton ML. Human papillomavirus, condylomata acuminata, and anal neoplasia. Clin in Col Rec Surg2004;17(4):221-30.
  • 37. Etio- KA pd patogenesis Diagnosis Terapi Kehamilan Tidak direkomendasikan sbg pemeriksaan rutin pada KA.Temuanhistopatologi Individu dapat mengalami infeksi HPV multipel. Adanya lesi KA tidak menyingkirkan adanya ko-Demoskopi infeksi dg tipe HPV lainnya Pada lesi anogenital, HPV risiko tinggi ditemukanIdentifikasi sebanyak 31%genom HPV Anic dkk. terhadap 112 sampel KA pada laki-laki mengidentifikasi HPV risiko tinggi tipe 16/18 pada 14 sampel (12,5%).Chang GJ, Welton ML. Human papillomavirus, condylomata acuminata, and anal neoplasia. Clin in Col Rec Surg2004;17(4):221-30.
  • 38. Etio- KA pd patogenesis Diagnosis Terapi Kehamilan Faktor risiko infeksi HPV multipel: infeksi HIVTemuan pasangan seksual >1histopatologi laki-laki berhubungan seksual dg laki-laki Uji deteksi terbatas pada HPV tipe risiko rendah sajaDemoskopi tidak memberikan banyak manfaat Pemeriksaan PCR mampu mendeteksi DNA HPV  tingkat sensitivitas dan spesifisitas tinggiIdentifikasi Contoh kit pemeriksaan HPV:genom HPV The hybrid capture II HR® Cervista HPV HR® Inno Lipa® The Linear Array HPV genotyping test®)Chang GJ, Welton ML. Human papillomavirus, condylomata acuminata, and anal neoplasia. Clin in Col Rec Surg2004;17(4):221-30.
  • 39. Etio- KA pdpatogenesis Diagnosis Terapi Kehamilan Efektivitas terapi pd IMS dinilai berdasarkan kemampuan menanggulangi manifestasi klinis pencegahan morbiditas dan komplikasi jangka panjang eradikasi etiologi infeksi pencegahan transmisi Terapi lesi KA  jumlah virus ↓ namun eradikasi infeksi sempurna sulit dicapai.
  • 40. Etio- KA pdpatogenesis Diagnosis Terapi Kehamilan Tanpa terapi, lesi KA dapat menghilang, menetap, maupun tumbuh lebih besar.  bergantung respons imun pejamu Target utama terapi KA: Eradikasi lesi KA Stimulasi sistem imun untuk: • mengenali dan mengeliminasi virus • menghambat replikasi virus • menghambat pertumbuhan lesi
  • 41. Etio- KA pdpatogenesis Diagnosis Terapi Kehamilan Hal-hal yang menjadi pertimbangan pemilihan terapi: manifestasi klinis lesi (jumlah, ukuran, keratinisasi/ nonkeratinisasi) lokasi lesi kondisi pasien (kehamilan, usia, status imunitas) komplikasi terkait terapi preferensi pasien ketersediaan terapi keterampilan/ pengalaman dokter.
  • 42. Etio- KA pd patogenesis Diagnosis Terapi KehamilanRespons Berbagai Terapi KARose RC, Stoler MH. Biology. In: Bonnez W. Guide to genital disease and prevention. New York: InformaHealthcare 2009; 1:1-16
  • 43. Etio- KA pd patogenesis Diagnosis Terapi Kehamilan panduan pilihan terapi berdasarkan lokasi anatomi KACenters for Disease Control and Prevention. Sexually transmitted disease treatment guidelines 2010. Genitalwarts. Morb Mortal Wkly Rep 2010;59(RR-12):70-4.
  • 44. Etio- KA pd patogenesis Diagnosis Terapi KehamilanTerapi topikal Podofilotoksindiaplikasikan Ekstrak bahan aktif podophyllum resin.pasien Cara kerja: Antimitotik hambatan polimerisasi tubulin menjadiTerapi topikal mikrotubuluspembelahan sel terhenti padadiaplikasikan metafaseDokter induksi nekrosis jaringan lokalInterferon Kontraindikasi : area vagina, uretra, serviksBedah kehamilan
  • 45. Etio- KA pd patogenesis Diagnosis Terapi KehamilanTerapi topikal Podofilotoksindiaplikasikan Sediaan: (Condilox®)pasien 0,5% solusio 0,5% gel 0,15% krimTerapi topikal Cara pakai:diaplikasikan 2x/hari slm 3 hari berturut-turut/mingguDokter maksimal luas area 10 cm2/sesi aplikasi Jumlah maksimal 0,5 ml/hari Evaluasi ulang dlm 4 minggu.Interferon Efektivitas terapiBedah Superior dibandingkan plasebo Sebanding dg podofilin
  • 46. Etio- KA pd patogenesis Diagnosis Terapi KehamilanTerapi topikal Podofilotoksindiaplikasikan Efek sampingpasien Inflamasi dan iritasi lokal Erosi NyeriTerapi topikal Rasa terbakardiaplikasikanDokter Gatal lebih Jarang dilaporkan:Interferon Dispareuni Perdarahan,Bedah Skar Insomnia
  • 47. Etio- KA pd patogenesis Diagnosis Terapi Kehamilan PodofilotoxinO’Mahony C. Genital warts: current and future management options. Am J Clin Dermatol 2005: 6 (4): 239-43j
  • 48. Etio- KA pd patogenesis Diagnosis Terapi KehamilanTerapi topikal Imiquimoddiaplikasikan imidazoquilinaminepasien tidak memiliki aktivitas antivirus in vitro Cara kerja: memodifikasi respons imun pejamu peningkatan produksi sitokin, yaitu: interferon α, tumor necrosis factor (TNF), dan interleukin.Terapi topikal peningkakan jumlah dan kinerja sel natural kiler (NK),diaplikasikan poliymorphonuclear neutrofilic leukocyte (PMN), makrofag,Dokter dan sel T efek antitumor dan eradikasi virus in vivo menginduksi memori sistemInterferon mencegah terjadinya rekurensiBedah
  • 49. Etio- KA pd patogenesis Diagnosis Terapi Kehamilan ImiquimodTerapi topikal Kontraindikasi :diaplikasikanpasien area mukosa (vagina, uretra, serviks) kehamilan Sediaan: krimkonsentrasi 1% dan 5% (Aldara®).Terapi topikal Cara Pakai:diaplikasikan 3x/ minggu (selang sehari)  s/d 16 mgg.Dokter Dianjurkan menggosok saat aplikasi krim untuk meningkatkan absorbsi. Sedian juga diaplikasikan pd area sekitar lesi,Interferon tdk terbatas pd lesi KA saja. Setelah 6-10 jam area yang diterapi dibersihkan dengan sabun yang lembutBedah
  • 50. Etio- KA pd patogenesis Diagnosis Terapi KehamilanTerapi topikal Imiquimoddiaplikasikan Efektifitaspasien Superior thd plasebo dalam eradikasi lesi KA selama kurun waktu terapi 12 minggu. Imiquimod 5% lebih efektif dibandingkan imiquimod 1% Efek samping :Terapi topikal eritema ringan-sedangdiaplikasikan ErosiDokter Gatal Sensasi terbakar IritasiInterferon Indurasi, nyeri pada perabaan. lebih jarang ditemukan dibandingkan podofilotoksin  sering dijumpai pada konsentrasi yang lebih tinggiBedah
  • 51. Etio- KA pd patogenesis Diagnosis Terapi Kehamilan ImiquimodO’Mahony C. Genital warts: current and future management options. Am J Clin Dermatol 2005: 6 (4): 239-43j
  • 52. Etio- KA pd patogenesis Diagnosis Terapi Kehamilan Efek samping ImiquimodO’Mahony C. Genital warts: current and future management options. Am J Clin Dermatol 2005: 6 (4): 239-43j
  • 53. Etio- KA pd patogenesis Diagnosis Terapi KehamilanTerapi topikal Sinecatechinsdiaplikasikanpasien polifenon E yang terdiri atas ekstrak 8 catechins dipurifikasi dari teh hijau (Camellia sinensis).Terapi topikaldiaplikasikanDokterInterferonBedah
  • 54. Etio- KA pd patogenesis Diagnosis Terapi KehamilanTerapi topikaldiaplikasikanpasienTerapi topikaldiaplikasikanDokterInterferonBedah
  • 55. Etio- KA pd patogenesis Diagnosis Terapi KehamilanTerapi topikal Sinecatechinsdiaplikasikan Sedian: salap 10% dan 15% (veregen®)pasien tidak direkomendasikan pada: Pasien yang hamil Usia dibawah 18 thnTerapi topikal Imunokompromaisdiaplikasikan Pasien dg herpes genitalis,Dokter belum ada uji klinis keamanan dan efektivitasInterferon Cara Pakai: 3x/hari  s/d maksimal 16mgg 250mg/lesi/kali aplikasiBedah
  • 56. Etio- KA pd patogenesis Diagnosis Terapi Kehamilan SinecatechinsTerapi topikaldiaplikasikan Efektifitaspasien Superior thd plasebo dalam eradikasi lesi KA selama kurun waktu terapi 12 minggu. Superior thd imiquimod dan podofilotoksinTerapi topikaldiaplikasikan Efek samping :Dokter reaksi lokal kulit, yaitu: EritemaInterferon Edema ErosiBedah puncaknya tjd dlm kurun 2-4 minggu terapi
  • 57. Etio- KA pdpatogenesis Diagnosis Terapi Kehamilan
  • 58. Etio- KA pd patogenesis Diagnosis Terapi Kehamilan PodofilinTerapi topikal podofilin resin salah satu terapi tertua KAdiaplikasikanpasien mengandung flavenoid mutagen, quercetin, dan kamferol. Cara kerja: antimitotik yang menginduksi nekrosis jaringan, sebagaimana podofilotoksinTerapi topikaldiaplikasikan Kontraindikasi: KehamilanDokter Sediaan :solusio podofilin 10-25%Interferon Penggunaan maksimal luas area 10 cm2 /jumlah total podofilin < 0,5 ml.Bedah risiko absorpsi dan toksisitas sistemik
  • 59. Etio- KA pd patogenesis Diagnosis Terapi Kehamilan PodofilinTerapi topikaldiaplikasikan Efek samping:pasien Supresi sum-sum tulang Gangguan neurologi halusinasi, psikosis MualTerapi topikal Muntahdiaplikasikan DiareDokter Gangguan fungsi hati nyeri akut abdomenInterferon Efektivitas terapi: Superior thd plaseboBedah Sebanding dg podofilotoksin Konsentrasi 10% sebanding dg 25%
  • 60. Etio- KA pd patogenesis Diagnosis Terapi KehamilanTerapi topikal Bichloracetic acid (BCA) dandiaplikasikanpasien Trichloracetic acid (TCA) Agen yang bersifat korosifTerapi topikal Cepat menjadi inaktif setelah kontak dg kulit/diaplikasikanDokter lesi Konsentrasi mencapai 95%.Interferon Dibuat sesuai pesanan o/ farmasiBedah
  • 61. Etio- KA pd patogenesis Diagnosis Terapi KehamilanTerapi topikal Bichloracetic acid (BCA) dandiaplikasikan Trichloracetic acid (TCA)pasien Cara pakai: diaplikasikan pada lesi KA dg tusuk gigi atau cotton bud. Jadwal terapi umumnya 3x/minggu selama 4 minggu. netralisasi kelebihan aplikasi BCA/TCA:Terapi topikal Bikarbonat, talkum, sabundiaplikasikanDokter Komplikasi : ulserasiInterferon Efektivitas respons terapi dan tk. rekurensi: superior dibandingkan plaseboBedah sebanding dg bedah beku
  • 62. Etio- KA pd patogenesis Diagnosis Terapi KehamilanO’Mahony C. Genital warts: current and future management options. Am J Clin Dermatol 2005: 6 (4): 239-43j
  • 63. Etio- KA pd patogenesis Diagnosis Terapi Kehamilan efek antivirus luasTerapi topikaldiaplikasikanpasien Pada KA: Terapi topikal Injeksi intralesi efektivitas superior dibandingkan plaseboTerapi topikaldiaplikasikanDokter Cara pakai: Sediaan topikal diaplikasikan 1x/hari, selama 4 minggu kerap menjadi terapi tambahan modalitas terapi yangInterferon lain kombinasi dg podofilotoksin meningkatkan efektivitas 60%  90% dlm 4mgg.Bedah
  • 64. Etio- KA pd patogenesis Diagnosis Terapi Kehamilan Cara pakai:Terapi topikaldiaplikasikan Dosis injeksi: 1-2 juta U.pasien Dapat diulang setiap hari dosis maksimal 5 juta U/pasien. Jumlah lesi KA maksimum yang mendapat injeksi pada satu sesi terapi adalah 5 lesi.Terapi topikaldiaplikasikanDokter Efek samping: Demam MialgiaInterferon Nyeri kepala LelahBedah Leukopenia
  • 65. Etio- KA pd patogenesis Diagnosis Terapi Kehamilan pilihan pertama lesi KA yang besar dan lesi yangTerapi topikal menyebabkan obstruksidiaplikasikanpasien Hal yang perlu diperhatikan: anestesi anatomi:Terapi topikal Lesi umumnya hanya sampai ke bagian atas dermis,diaplikasikanDokter  tindakan hendaknya tidak terlalu dalam Waspada fungsi spingter kontrol infeksiInterferonBedah
  • 66. Etio- KA pd patogenesis Diagnosis Terapi KehamilanTerapi topikal Bedah eksisidiaplikasikanpasien Menggunakan skapel, gunting, dan kuretase dapat dikombinasi dg elektrokauter u/ hemostasis dan sbg modalitas terapi penyertaTerapi topikal Bila perlu bertahap  interval 1-3 bulandiaplikasikanDokter Efek samping berupa Nyeri Jaringan parutInterferon PerdarahanBedah
  • 67. Etio- KA pd patogenesis Diagnosis Terapi KehamilanMestrovic T.Reconstruction of Skin Defects After Radical Excision of Anorectal Giant Condyloma Acuminatum:6 cases. JEADV 2003;17:541–5
  • 68. Etio- KA pd patogenesis Diagnosis Terapi KehamilanTerapi topikal Bedah Listrikdiaplikasikan Target: luka bakar derajat 1-2.pasien Luka bakar sirkumferensial pada area perianal, hendaknya dihindari untuk menghindari stenosis aniTerapi topikal Komplikasi :diaplikasikanDokter Nyeri Iritasi lokal Hipopigmentasi pasca-inflamasi,Interferon Infeksi skarBedah
  • 69. Etio- KA pd patogenesis Diagnosis Terapi Kehamilan Bedah bekuTerapi topikaldiaplikasikan Menggunakan: N2 cair, CO2 padat, cryoprobepasien membekukan kandungan air pada jaringan dan menginduksi terjadinya lisis sel Target pada aplikasi terapi : terbentuknya halo beberapa mm di sekitar lesiTerapi topikal Interval terapi: 1-2 minggu.diaplikasikanDokter Efek samping: Nyeri UlserasiInterferon Hipo dan hiper pigmentasi pasca-inflamasi Skar InfeksiBedah
  • 70. Etio- KA pd patogenesis Diagnosis Terapi KehamilanO’Mahony C. Genital warts: current and future management options. Am J Clin Dermatol 2005: 6 (4): 239-43j
  • 71. Etio- KA pd patogenesis Diagnosis Terapi KehamilanTerapi topikal Bedah laser CO2diaplikasikanpasien secara ablatif  vaporisasi lesi KA destruksi jaringan Asap yang timbul pada saat terapi dapat mengandung partikel virusTerapi topikal Operator hendaknya menggunakan masker dandiaplikasikan penghisap asap yang adekuatDokter proteksi diri terhadap infeksi HPV respiratorik. Komplikasi :Interferon Nyeri Gatal EdemaBedah Skar
  • 72. Etio- KA pd patogenesis Diagnosis Terapi Kehamilan•Terapi lain dengan bukti sahih terbatas Injeksi bleomisin intralesi Kantaridin topikal 5-Fluorouracyl (5-FU) topikal (Efudix®) & injeksi intralesi 5-FU Cidofovir topikal Tretinoin oral Terapi topikal 5-aminolaevulinic acid 20%- photodynamic therapy (ALA-PDT) penelitiannya masih sangat terbatas sebagian berupa laporan kasus anekdotal.
  • 73. Etio- KA pd patogenesis Diagnosis Terapi KehamilanEdukasi pasien, persiapan, dan tindak lanjut paska terapi Pasien perlu diberikan edukasi mengenai kekerapan, transmisi, dan perjalanan alami infeksi HPV. Pasien hendaknya mendapat informasi bahwa mereka mampu menularkan virus dan pasangan seksual mereka kemungkinan besar sudah mengalami infeksi. Hubungan setia diharapkan mampu menurunkan penyebaran virus. Keseluruhan informasi terkait terapi, komplikasi, frekuensi dan durasi terapi perlu disampaikan kepada pasien
  • 74. Etio- KA pd patogenesis Diagnosis Terapi KehamilanEdukasi pasien, persiapan, dan tindak lanjut paska terapi Pasien yang akan melakukan terapi di rumah harus diajarkan menggunakan obat terapi topikal dengan benar Dokter hendaknya memastikan pasien dpt melihat/ mengidentifikasi lesi KA Pasien perlu diajarkan: menjaga higiene merawat luka mengamati dan melaporkan gejala serta tanda infeksi:  peningkatan intensitas kemerahan kulit, bengkak, panas, nyeri, pus pada area lesi yang diterapi, maupun demam
  • 75. Etio- KA pd patogenesis Diagnosis Terapi KehamilanEdukasi pasien, persiapan, dan tindak lanjut paska terapi Apabila eradikasi sempurna lesi KA tidak tercapai  perlu dipertimbangkan kombinasi modalitas terapi lain Secara umum  kunjungan dan evaluasi ulang 3 bulan paska terapi Pada pasien imunosupresi kunjungan ulang berkala 6-12 bulan direkomendasikan karena risiko rekurensi lebih besar
  • 76. Etio- KA pdpatogenesis Diagnosis Terapi Kehamilan Lesi KA umumnya mengalami perburukan/ progresivitas pada kehamilan Faktor yang mendasari : efek hormon selama kehamilan peningkatan aliran darah penurunan respons imun secara umum Paska kehamilan umumnya regresi
  • 77. Etio- KA pdpatogenesis Diagnosis Terapi Kehamilan Lesi KA: Menghambat vagina meregang optimal Kerap menyebabkan laserasi pada persalinan Menimbulkan obstruksi Risiko transmisi vertikal melalui jalan lahir  Papilomatosis laring onset juvenilis, namun jarang (<0,04%) Terapi KA dapat dilakukan selama kehamilan: BCA/TCA bedah beku Bedah eksisi Laser
  • 78. Etio- KA pdpatogenesis Diagnosis Terapi Kehamilan Transmisi vertikal HPV perinatal dapat terjadi melalui jalan lahir dan amnion. namun angka kejadiannya kecil Wolf dkk menemukan deteksi HPV DNA pada 10 (4%) dari 223 sampel ASI pada 3 hari pascapartum wanita dg infeksi HPV anogenital 9 dari 10 sampel mengandung HPV tipe 16 (RT) Pada HPV umumnya tidak terjadi viremia, HPV pada ASI transmisi retrograde manner dari jaringan pada nipel dan areola transmisi horizontal HPV dari ibu kpd anak
  • 79. Penutup Infeksi HPV merupakan salah satu bentuk IMS tersering di duniaLesi KA memiliki potensi penularan yg tinggi kerap menimbulkan gangguan psikologis pada pasien. diagnosis umumnya dapat dilakukan dg pemeriksaan fisis namun pada beberapa kasus yang meragukan: permeriksaan dermoskopi biopsi dapat dilakukan
  • 80. PenutupTidak ada terapi yang ideal untuk seluruh lesi.Pemilihan terapi yang tepat bergantung pada: Tampilan lesi Lokasi Ketersediaan modalitas Keterampilan dokter Preferensi pasien.Preferensi pasien berbagai faktor, yaitu: Efektivitas Tingkat rekurensi Kenyamanan Privasi Biaya Efek samping, dan komplikasi terapi.
  • 81. PenutupPasien hendaknya diberikan informasi menyeluruhmengenai penyakit dan tatalaksana untuk menunjangkeberhasilan terapi dan mencegah transmisi
  • 82. Terima Kasih

×