Makalah kepemimpian
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Like this? Share it with your network

Share

Makalah kepemimpian

on

  • 21,336 views

 

Statistics

Views

Total Views
21,336
Views on SlideShare
21,336
Embed Views
0

Actions

Likes
3
Downloads
543
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft Word

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Makalah kepemimpian Document Transcript

  • 1. BAB I PENDAHULUAN I. Latar Belakang Kepemimpinan adalah sebuah nilai yang dimiliki oleh semua orang. Apakahkriterianya? Kepemimpinan adalah jika kita dapat membuat sesuatu menjadi sesuatu itusendiri. Kita memimpin diri kita sendiri untuk tumbuh dan berkembang sebagai manusiaseutuhnya; kita memimpin keluarga kita untuk menjadi keluarga yang memperoleh respekdari lingkungan di mana kita berada. Dengan demikian, sebenarnya kepemimpinan mempunyai dua makna. Pertama,makna bahwa yang bersangkutan diterima di lingkungannya sebagai seorang pemimpin, baikformal maupun, informal. Kedua, sebuah karakter yang pasti dimiliki setiap manusia sebagaiciptaan Tuhan. Gifford Pinchot (1996), mengemukakan bahwa beberapa organisasi lebihmaju karena terdapat banyak pemimpin di dalamnya; bahkan setiap pribadi pada hakikatnyaadalah pemimpin. Sebuah fenomena yang kelak akan menjadi dominan tatkala pekerjaan-pekerjaan oleh otot semakin ditinggalkan oleh pekerja yang mengandalkan pengetahuan. Seorang pemimpin yang ―sungguh-sungguh‖ adalah individu yang mengetahui bahwasumber daya yang tidak akan pernah dapat dibelinya adalah ―waktu‖, sehingga waktudikelola sedemikian rupa sehingga optimal. Pemimpin adalah orang yang telah diambil hakwaktunya oleh lembaga tempatnya bekerja. Namun, seorang bukanlah seorang pemimpinsesungguhnya apabila ia tidak efektif, karena pada akhirnya, setiap orang akan diukur darikeberhasilan yang dicapai. Bagi pemimpin, indikator keberhasilannya adalah sejauh mana iasecara efektif menjalankan peran kepemimpinannya.
  • 2. BAB II ISI I. Defenisi I.1 Pemimpin Penasihat Manajemen Dale Carnegie Menulis Buku dengan Judul yang puitis, TheLeader in You (1993). ―Ada kepemimpinan di dalam setiap diri Anda,‖ katanya. Apa yangdikemukakan sama seperti tertulis dalam AI Qur‘an maupun Alkitab, bahwa manusiadiciptakan Tuhan untuk memimpin alam semesta. Kepemimpinan adalah sebuah nilai yangdimiliki oleh semua orang. ―Warren Bennis, seorang pakar kepemimpinan, menulis karya monumental, OnBecomin A Leader (1989,1994). They work out there on the frontier where tomorrow istaking shape, and they serve here as guides-guides to things as they are and as they will be,or scouts reporting back with word from the front. Pemimpin kata Raja Philips II kepadaanaknya, Alexander (kelak menjadi Alexander Agung), seorang pemimpin harus belajaruntuk sendirian. ―Learn how to be alone‖, nasihat Philips. Kepemimpinan, dengan demikian,bukanlah sebuah ―kekuasaan‖, melainkan sebuah tugas, tanggung jawab, dan pengorbanan.Dengan demikian, pada hakikatnya, memimpin adalah amanah, kewajiban, dan bukan hak,pimpinlah, dengan kebersihan nurani! Adalah Peter Drucker (1996) yang membuat karakteristik sederhana dari hasilpengamatannya terhadap pemimpin-pemimpin dunia yang paling efektif yang pernahditemuinya. Ada beberapa karakter dari mereka, namun ada kesamaan dalam hal personalitytrait mereka tidak memiliki atau sangat sedikit memiliki apa yang disebut ―karisma‖Beberapa syarat pemimpin dan kepemimpinan adalah: 1. Dicirikan dari adanya pengikut. 2. Pemimpin efektif bukanlah yang dipuja atau dicintai, namun mereka adalah individu yang menjadikan para pengikutnya berbuat benar. Kepemimpinan berbeda dengan popularitas. Kepemimpinan identik dengan pencapaian hasil.
  • 3. 3. Pemimpin adalah mereka yang sangat tampak. Oleh karena itu mereka harus memberikan contoh. 4. Kepemimpinan bukanlah kedudukan, jabatan atau uang. Kepemimpinan adalah tanggung jawab. I.2 Kepemimpin Salah satunya pepatah Arab yang mengatakan, ‖Laskar domba yang dipimpin olehsinga akan mengalahkan laskar singa yang dipimpin oleh domba‖. Lebih kurang petuah bijakini mengatakan, peran pemimpin sangatlah menentukan dalam keberhasilan pelaksanaanmisi. Tentu pepatah ini tidak untuk ditelan mentah. Alangkah lebih baik jika laskar singa jugadipimpin seekor singa pilihan melalui seleksi alam, yang paling tajam indranya, paling tegaptubuhnya, jarang mengaum, tetapi arif dan waspada. I.3 Menurut Para AhliBeberapa defenisi mengenai kepemimpinan yang dikemukakan oleh para ahli adalah : 1. Koontz & O‘ donnel: proses MEMPENGARUHI sekelompok orang sehingga mau bekerja dengan sungguh-sungguh untuk meraih tujuan kelompoknya. 2. Wexley & Yuki: MEMPENGARUHI orang lain untuk lebih berusaha mengarahkan tenaga, dalam tugasnya atau merubah tingkah laku mereka. 3. Georger R. Terry: kegiatan MEMPENGARUHI ornag-orang untuk bersedia berusaha mencapai tujuan bersama. Dari ketiga defenisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa sudut pandangan yang dilihat oleh para ahli tersebut adalah KEMEMPUAN MEMPENGARUHI ORANG LAIN UNTUK MENCAPAI TUJUAN BERSAMA. Defenisi lain dari kepemimpinan : 1) Fiedler: merupakan POLA HUBUNGAN antara individu-individu yang menggunakan wewenang dan pengaruhnya terhadap kelompok orang agar bekerja bersama-sama mencapai tujuan. 2) Jhon Pfiffner: kemampuan MENGKOORDINASIKAN DAN MEMOTIVASI orang-orang dan kelompok untuk mencapai tujuan yang ingin di kehendaki.
  • 4. 3) Davis: kemampuan untuk MENGAJAK orang lain mencapai orang lain mencapai tujuan yang sudah ditentukan dengan penuh semangat. 4) Ott: proses HUBUNGAN ANTAR PRIBADI yang di dalamnya seseorang mempengaruhi sikap, kepercayaan, dan khususnya prilaku orang lain. 5) Locke: proses MEMBUJUK orang lain untuk mengambil langkah meuju sasaran yang sama. Dari definisi ini, para ahli ada yang meninjau KEPEMIMPINAN dari POLA HUBUNGAN, KEMAMPUAN MENGKOORDINASI, MEMOTIVASI, MENGAJAK, MEMBUJUK DAN MEMPENGARUHI ORANG LAIN. I.4 Semua untuk rakyat ‖Takhta adalah untuk rakyat‖. Inilah adagium dan doktrin demokrasi Pancasilayang harus menyertai gaya kepemimpinan nasional. Dalam suatu krisis, masyarakat terdorong berandai-andai, mencari berbagai ibarat dansimbol-simbol keanggunan paripurna sebagai idealisme kultural. Angan- angan akan tibanyaSatria Piningit atau Ratu Adil adalah ekspresi situasi krusial yang menyertai krisiskepemimpinan. Maka, visi kultural keadiluhungan mengandaikan sang pemimpin haruslah sepertiMatahari (enabling leader). Tidak saja memberikan penerangan, pencerahan, dantransparansi, tetapi juga energi hidup, aksiomatik tegas tanpa ragu untuk terbit atau terbenam.Ia harus seperti Bulan (team building leader), menghadirkan harmoni hidup, kerukunan,ketenteraman batin, dan keindahan paripurna. Ia harus seperti Bintang (visionary, masterleader), memberi kejelasan mata angin, menegaskan arah perjuangan, mampu mengarahkanvisi dan misi. Pemimpin juga harus seperti udara (soulmate leader), menghindari kevakuman,mengisi kekosongan dan kerinduan para kawula. Ia harus seperti air (democratic leader),senantiasa menjaga emansipasi agar tidak miring ke kiri atau ke kanan, tak ada ‖anak tiri‖dan tak ada ‖anak emas‖. Ia pun harus seperti samudra (wise, decisive leader), penuh ketangguhan, tak surutjika ditimba, tak meluap jika diguyur. Tentulah samudra dapat menggemuruh menggelora,
  • 5. teguh menjaga martabat, turun tangan membinasakan perselingkuhan, patriotik tanpa tara,dalam kias ‖sedumuk bathuk senyari bumi, pecahing dhadha wutahing ludiro sun labuhitaker pati‖ (jika dahi dicoreng, sejengkal tanah dinodai, pecahnya dada dan tumpahnya darah,nyawa taruhannya). Ia harus seperti Bumi (prosperity leader, servant leader), simbol ketiadaan dendam,pemaaf, senantiasa menumbuhkan biji-bijian, dan menyediakan kemakmuran penuhkepahlawanan. Ia juga harus seperti api (lawful leader), mampu menghukum yang salahtanpa pandang bulu, sekaligus menghindari bermain api. Kepemimpinan saat ini sedang diuji dengan perombakan kabinet. Langkah ini akansia-sia jika tidak bisa memberikan harapan baru kepada rakyat yang telah capek miskin,capek menganggur, capek antre, capek memikul beban hidup mahal, capek terpinggirkansebagai kuli di negeri sendiri. Rakyat terus termarjinalisasi oleh kesenjangan kaya-miskin,tersiksa kecemburuan aspiratif antara kesengsaraan hidup dan kemewahan melimpah.Transfer pemilikan dari si miskin ke si kaya adalah bagian dari pembangunan. Rakyat akanterlentang dalam proses minderisasi (inferiorization), menjadi inlander di tengah prosesquasi-westernisasi. Berharap Presiden tidak lengah lagi, menghindari kecelakaan momentum, beranitegas menyingkirkan yang lemah karakter, lemah nasionalisme, selingkuh politik, danterindikasi korup. Jika yang dibenci rakyat ini tetap dipertahankan, Presiden akan terkenagetah dari mediokritas kabinet bentukannya sendiri.
  • 6. II. Gaya Kepemimpinan Gaya kepemimpinan seseorang bukanlah semata-mata bergantung pada watak seorang pemimpin saja, tetapi ada kecenderungan dari seorang pemimpin untuk menggunakan gaya kepemimpinan yang berbeda dalam menghadapi bawahan yang beraneka ragam tingkat kedewasaannya. Hal ini sangat berpengaruh pada gaya yang dipilihnya dalam memimpin dan padagilirannya akan mempengaruhi tercapainya tujuan yang dikehendaki. Dari beberapa jenisgaya yang ada, mengikuti John Beck dan Neil Yeager, dipilih untuk dibahas (empat) macamgaya yang sekiranya dapat membantu menambah pengetahuan para pemimpin dalampelaksanaan tugasnya sehari-hari. Ada empat gaya (styles) kepemimpinan yang lazim disebutsebagai kepemimpinan situasional (situational leadership) berdasarkan interaksi antaradirection dengan support dengan deskripsi sebagai berikut1: Secara Universal pola hubungan tersebut dapat di deskripsikan sebagai polahubungan antara tinggi rendahnya perilaku (relationship behavior) manusia dengan tinggirendahnya perilaku pekerjaan (task behavior). Berdasarkan pola hubungan tersebut, makanotasi gaya kepemimpinan didiskripsikan sebagai berikut:S-1. Telling (Directing/Structuring)1 John D. W. Beck & Neil M. Yeager, 1994, The Leader‘s Window, New York: John Willey & Sons
  • 7. Seorang pemimpin yang senang mengambil keputusan sendiri dengan memberikaninstruksi yang jelas dan mengawasinya secara ketat serta memberikan ―penilaian‖ kepadamereka yang tidak melaksanakannya sesuai dengan yang apa Anda harapkan. Kekuatan dari gaya kepemimpinan ini adalah dalam kejelasan tentang apa yang di inginkan, kapan keinginan itu harus dilaksanakan dan bagaimana caranya. Kelemahan dari pemimpin dengan gaya kepemimpinan ini adalah ia selalu ingin mendominasi semua persoalan sehingga ide dan gagasan bawahan Anda tidak berkembang. Semua persoalan akan bermuara kepadanya sehingga mengundang unsur ketergantungan yang tinggi pada pemimpin.Gunakanlah S-1 apabila situasi dan bawahan adalah sebgai berikut: Orang baru yang mempunyai pengalaman terbatas untuk mengerjakan apa yang diminta. Orang yang tidak memiliki motivasi dan kemauan untuk mengerjakan apa yang diharapkan. Orang yang merasa tidak yakin dan kurang percaya diri. Orang yang bekerja di bawah ―standar‖ yang telah ditentukan.S-2.Selling (Coaching) Seorang pemimpin yang mau melibatkan bawahan dalam pembuatan suatu keputusan.Pemimpin bersedia membagi persoalan dengan bawahannya, dan sebaliknya persoalan daribawahan selalu didengarkan serta memberikan pengarahan mengenai apa yang seharusnyadikerjakan. Kekuatan dari gaya kepemimpinan ini adalah adanya keterlibatan bawahan dalam memecahkan suatu masalah sehingga mengurangi unsur ketergantungan kepada pemimpin. Keputusan yang dibuat akan lebih mewakili Tim daripada pribadi. Kelemahan dari gaya kepemimpinan ini adalah tidak tercapainya efisiensi yang tinggi dalam proses pengambilan keputusan.
  • 8. Gunakan S2 apabila situasi dan kondisi bawahan sebagai berikut: Orang yang respek terhadap kemampuan dan posisi pemimpin. Orang yang mau berbagi tanggung jawab dan ―dekat‖ dengan pemimpin. Orang yang belum dapat melaksanakan pekerjaannya sesuai dengan standar yang berlaku. Orang yang mempunyai motivasi untuk meminta semacam pelatihan atau training agar dapat bekerja dengan lebih baik.S-3. Participating (Developing/Encouraging) Salah satu ciri dari kepemimpinan ini adalah adanya kesediaan dari pemimpin untukmemberikan kesempatan bawahan untuk berkembang dan bertanggung jawab sertamemberikan dukungan yang sepenuhnya mengenai apa yang mereka perlukan. Kekuatan dari gaya kepemimpinan ini adalah adanya kemampuan yang tinggi dari pemimpin untuk menciptakan suasana yang menyenangkan sehingga bawahan merasa senang baik dalam menyampaikan masalah maupun hal-hal lain yang tidak dapat mereka putuskan. Pemimpin selalu memberikan kesempatan bawahan untuk bisa berkembang. Kelemahan dari gaya kepemimpinan ini adalah diperlukannya waktu yang lebih banyak dalam proses pengambilan keputusan. Pemimpin harus selalu menyediakan waktu yang banyak untuk melakukan diskusi dengan bawahannya.Gunakan S3 apabila situasi dan kondisi bawahan sebagai berikut: Orang yang dapat bekerja di atas rata-rata kemampuan sebagian besar pekerja. Orang yang mempunyai motivasi yang kuat sekalipun pengalaman dan kemampuannya masih harus ditingkatkan. Orang yang mempunyai keahlian dan pengalaman kerja yang sesuai dengan tugas yang akan diberikan.
  • 9. S-4. Delegating Dalam gaya ini, pemimpin memberikan banyak tanggung jawab kepada bawahannyadan memberikan kesempatan kepada mereka untuk memutuskan persoalan. Kekuatan dari gaya kepernimpinan ini adalah terciptanya sikap memiliki dari bawahan atas semua tugas yang diberikan, Pemimpin lebih ―merasa‖ santai sehingga mempunyai waktu yang cukup untuk memikirkan hal-hal lain yang memerlukan perhatian lebih banyak. Kelemahan dari gaya kepemimpinan ini adalah pada saat bawahan memerlukan keterlibatan pemimpin, maka ada kecenderungan ia akan mengembalikan persoalannya kepada bawahan meskipun sebenarnya itu adalah tugas pimpinan.Gunakan S4 apabila situasi dan kondisi bawahan sebagai berikut: Orang yang mempunyai motivasi, rasa percaya diri yang tinggi dalam mengerjakan tugas-tugasnya. Orang yang punya pengalaman dan keahlian yang memadai untuk mengerjakan tugas- tugas yang sudah jelas dan rutin dilakukan. Orang yang berani menerima tanggung jawab untuk menyelesaikan suatu tugas. Orang yang kinerjanya di atas rata- rata para pekerja pada umumnya. Suggestion Style Berikut ini acuan menggunakan gayakepemimpinan yang efektif berdasrkan deskripsi bawahan berupa Ability dan Motivation.Keterangan:A (ability) meliputi technical skills, interpersonal skills, dan job knowledge.M (motivation)meliputi interest, confidency, dan willingness0= rendah, 1= sedang, 2= tinggi
  • 10. III. TEORI KEPEMIMPINAN Ada tiga teori tentang kemunculan pemimpin: 1. TEORI GENETIS: pemimpin lahir dari pembawaan bakatnya sejak ia lahir,bukan dibentuk menurut perencanaan yang disengaja. Pemimpin demikian lahir dari situasi yang bagaimanapun juga karena IA SUDAH DITETAPKAN. 2. TEORI SOSIAL: Pemimpin tidak muncul akibat bawaannya sejak lahir, melainkan disiapkan dan dibentuk. Sebab itu setiap orang bisa menjadi pemimpin asal DIPERSIAPKAN DAN DIDIDIK secara sistematis. 3. TEORI EKOLOGIS ATAU SINTETIS: Pemimpin muncul melalui BAKAT-BAKAT SEJAK KELAHIRANNYA LALU DIDIPERSIAPKAN MELALUI PENGALAMAN DAN PENDIDIKAN sesuai konteksnya IV. Unsur-Unsur Kepemimpinan 1. Pemimpin / Atasan Mempunyai wewenang unutk memimpin Mendelegasikan tugas 2. Anggota / Subordinate / Bawahan Membantu pemimpin sesuai tugasnya 3. Misi-Tujuan-Target Direalisasi sesuai landasan budaya/filosofi organisasiIV.1 Teori Duo Kontinum Autocratic Democratic Free-rein Pemimpin Authority Participate Anggota
  • 11. Kemauan Manusia a. Kemauan berkuasa ( need of power) b. Kemauan berkawan (need of affiliation) c. Kemauan berprestasi (need of achievement) Kepemimpinan yang baik adalah kepemimpinan Situsional  Flexibel, berubah karena waktu  Adaptif terhadap lingkunganIV.1 Wewenang/ Kekuasaan (Power) Digunkan untuk mengarahkan dan menerangkan peranan/tanggungjawab seseorang.Jenis-jenis wewenang: 1. Wewenang Struktural  Karena jabatan dalam organisasi 2. Wewenang kearifan (Kharismatik)  Karena memiliki sikap dan perilaku positif, pengetahuan, kemampuan, dan pengalaman 3. Wewenang Moral  Karena memiliki integritas, bermoral baik, berada ditengah anggota terutama saat ada masalah. 4. Wewenang Reputasi  Karena prestasi masa lalu 5. Wewenang Jasmaniah  Karena bentuk atau penampilan fisik seseorang baik yang nyata maupun kesan yang terpantul darinya.  Semakin banyak jenis wewenang yang dimiliki dimiliki seorang pemimpin maka semkin BAIK  Pemimpin yang baik menggunkan kewenangan secara CERDAS dan PEKA sehingga menjadi sangat berwenang tanpa sewenang-wenangnya.  Menjadi pemimpin bukan berarti mendapatkan hak untuk MEMERINTAH, tetapi justru kewajiban memberi TELADAN KUALITAS sehingaa orang lain bisa menerima perintahnya tanpa merasa direnadahkan.  Kepemimpinan adalah TINDAKAN, bukan KEDUDUKAN.
  • 12. IV.2 Karekteristik pribadi pemimpin 1) Memiliki kecerdasan cukup tinggi 2) Memiliki kecakapan berkomunikasi 3) Memiliki kecakapan mendidik 4) Emosi tekendali 5) Memiliki motivasi berprestasi 6) Memiliki kepercayaan diri 7) Memiliki ambisiIV.3 Cara memotivasi bawahan a. Tegurlah tapi jangan kasar b. Pekalah terhadap manusia c. Bijaksana terhadap hal-hal sensitif dibawah ini :  Jangan remehkan seorang bawahan  Jangan kritik bawahan didepan orang lain  Sekali-kali beri perhatian penuh bawahan  Jangan mementingkan diri sendiri dan bawahan berpikir demikian  Jangan memunculkan anak emas  Selalu berusahalah mengembangkan bawahan  Mengertilah hal-hal kecil namun sangat menyentuk bawahan  Jangan membanggakan diri di hadapan bawahan  Jangan racuni iklim kerja yang sudah baik karena adanya seorang bawahan yang kurang berprestasi  Jangan terombang-ambing dalam mengambil keputusan.IV.4 PEMIMPIN TRANSFORMASIONAL DAN EFEKTIF - Transformasional, artinya membawa perubahan - Efektif, artinya tetap sasaran, memberikan hasil. Jadi, pemimpin transformasional dan efektif adalah pemimpin yang mampumembawa perubahan terhadap cara pandang dan tingkah laku organisasinya denganmenunjukkan jalan, menginspirasi, mengkomunikasikan, mendorong, memotivasi, danmemberi contoh melalui sikap, pengetahuan, keahlian, wibawa, kekuasaan, atau posisinyasecara tepat sasaran dan memberikan hasil.
  • 13. IV.5 KRITERIA PEMIMPIN YANG TRANSFORMASIOANAL DAN EFEKTIF : 1. Memiliki visi yang SMART 2. Memiliki pengetahuan dan pengalaman yang luas 3. Memiliki kharisma, integritas, kepribadian, dan moral yang baik 4. Memahami kekuatan, kelemahan, kesempatan, tantangan organisasi yang dipimpinnya 5. Mempu menerima dan mengelola perbedaan, konflik, dan perubahan dengan baik 6. Inspirator, komunikator, dan motivator ulung 7. Fokus dan punya strategi untuk mencapai tujuan 8. Mempu membimbing dan mengarahkan anggotanya 9. Adil, berani dan bertanggungjawab terhadap keputusan yang diambil 10. Pekerja keras, punya komitmen, konsisten dan pantang menyerah 11. Mempu membina hubungan yang baik dengan kelompok lain 12. Mampu menciptakan pemimpin-pemimpin baru yang berkualitas tinggi.IV.6 KEPEMIMPINAN SEKULERAda tiga hal penting yang menjadi persyaratan pemimpin sekuler: a. KEKUASAAN: Seorang pemimpin harus memiliki kekuatan, otoritas, dan lehilitas untuk mempengaruhi dan menggerakkan bawahannya. b. KEWIBAWAAN: Pemimpin harus memiliki kelebihan, keunggulan, keutamaan agar ia mampu mengatur orang lain untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang tertentu. c. KEMAMPUAN: Pemimpin harus memiliki daya, kekuatan, keunggukan, kecakapan teknis dan sosial yang melampaui bawahannya
  • 14. IV.7 PERBEDAAN MANAJER DAN PEMIMPNManajer PemimpinMerencanakan Menciptakan visiMengendalikan MengilhamiMengurus MengembangkanMengalokasikan sumber daya Mengkomunikasikan dan menjelaskan visiMemantau hasil dan menyelesaikan masalah Memotivasi dan memberikan inspirasi kepada orang lain untuk mencapai visiFokus pada pekerjaan dan hasil Fokus pada orang dan prosesMengendalikan kekuasaan Memiliki kharisma atau kewibawaanBerpikir teknis dan jangka pendek Berpikir strategis dan jangka panjangDiangkat DipilihBertanggung jawab kepada atasan Bertanggung jawab kepada bawahanMengutamakan efesiensi Mengutamakan efektifitasMelakukan sesuatu dengan benar Melakukan sesuatu yang benarIV.8 PERBEDAAN PEMIMPIN OTORITER DAN PEMIMPIN YANG MELAYANI Pemimpin Otoriter Pemimpin yang MelayaniKomunikasi satu arah Komunikasi dua arahMemerintahS dan memberi komando Mendengarkan, berempati, dan mempengaruhiTidak mau menerima saran/masukan Menerima saran dan pendapat orang lainMenggunakan kekuatan jabatan Menggunakan kekuatan pribadiTidak mau mengaku salah Mengakui kesalahanMenghalalkan segala cara untuk mendapat Rajin, tekun, giat dan jujur untuk mencapaikeuntungan keberhasilanHaus kekuasaan Rela berbagi kuasaMemaksakan kehendak Bijak dalam mengambil keputusanPengikut taat karena takut Pengikut berkomitmen karena sadarPengikut bekerja ala kadarnya sesuai tuntutan Pengikut bekerja penuh semangatPengikut menggunkan waktu seperlunya Pekerja tidak pernah memperhitungkan waktu
  • 15. V. Cara Mengembangkan Kemampuan KepemimpinanBeberapa cara praktis untuk bisa mengembangkan kemampuan kepemimpinan tersebut dapatdijabarkan secara sederhana kedalam enam langkah sederhana yang disingkat menjadiLEADERL-Learner Seorang Leader adalah seorang pembelajar. You stop learning means you stopleading. Jika anda berhenti belajar itu berarti anda berhenti memimpin. Seumur hidupnyaseorang leader terus membina dirinya lewat bacaan, pergaulan dan lingkungannya. Andayang saat ini akan tetap sama lima tahun dari sekarang kecuali anda mengubah apa yang andabaca dan dengan siapa anda bergaul. Anda harus secara sengaja membawa diri anda kedlamlingkungan yang akan membangun anda lewat bacaan dan pergaulan anda. You choose yourown environment.E-ExcellentSuka atau tidak seorang leader akan menjadi patokan, ukuran tindakan, bagi pengikutnya.You are the pace setter. Anda yang menentukan ukuran, benchmark bagi pengikut anda. Jikaanda tidak menetapkan standar yang tinggi, jangan berharap pengikut anda akan punyastandar yang tinggi juga. Apa yang anda buat akan ditiru dan diduplikasi oleh pengikutaanda. Itu sebabnya, sebagai seorang leader anda harus punya excellent spirit, semangat untukmengejar dan menghasilkan yang terbaik.A-AttitudeAttitude determines altitude. Sikap anda di dalam kehidupan ini akan menentukan sejauhmana anda mengalami kemajuan. Banyak hal yang terjadi di luar kehendak anda, tetapi andayang menentukan bagaimana anda harus bersikap. Anda tidak bisa mengendalikan hujan,tetapi anda yang bisa menentukan sikap anda.Apttitude opens the door, but attitude how wide and how long it will be. Talenta atau keahliananda akan membuka peluang baru bagi anda, tetapi sikap andalah yang akanmenentukansejauh mana anda bisa berkembang ditempat tersebut. Seringkali keberhasilan seseorangditentukan oleh sikapnya dalam menghadapi persoalan.
  • 16. D-DreamerSalah satu yang membedakan leader dari para pengikutnya adalah kemampuannya untukmelihat jauh kedepan. Seorang leader adalah seorang dreamer. Leader sees the unseen andtranslates it to his followers. Kemampuan untuk melihat sasaran yang jauh didepan danbelum terlihat oleh mata jasmani dan kemudian mengubahnya menjadi langkah-langkahpraktis untuk mencapainya merupakan keahlian yang perlu terus dikembangkan. Beberapaleader membutuhkan bantuan orang lain. Walaupun demikian, kemampuan untuk bermimpi,untuk melihat hal-hal yang ingin dicapai di masa mendatang harusnya menjadi bagian sangpemimpi.E-EncouragerUntuk mengembangkan kemampuan leadership anda juga harus menjadi seorang encourager,bukan discourager. Ketika anak bauh anda melakukan kesalahan, ia merasa tertuduh, padasaat seperti itu, seringkali yang dibutuhkan adalah dorongan semangat baru agar ia tidakputus asa. Be a person of solitions oriented instead of faults finding oriented. Lebih baikberfokus pada solusi daripada berusaha untuk mencari kambing hitam.R-ResponsibleSeorang leader berani mengambil tanggung jawab. Anda tidak melemparkan tanggung jawabkepada orang lain, apalagi kepada anak buah anda, sebaliknya anda memikul tanggung jawabsekalipun anak buah anda yang membuat kesalahan. Sebagai leader, seharusnya anda tidakmenyalahkan anak buah anda di hadapan orang lain karena itu hanya menunjukkankelemahan anda sebagai leader.Salah seorang pemimpin sunia meletakkan tulisan di meja kerjanya, ―The buck stop here‖-semua tanggung jawab berakhir di meja ini-untuk selalu mengingatkan dirinya bahwa dialahyang bertanggung jawab atas prestasi dan hasil kerja anak buahnya.
  • 17. VI. Apa dan Mengapa Integritas? Kalau kita bicara mengenai integritas, hal pertama yang tergambar adalah kejujuran.Contoh kecil saja, saat kita sekolah/kuliah dan teman-teman nyontek saat ujian apakah kitaikut-ikutan nyontek atau memilih tidak menyontek. Contoh kecil lain, saat kita jajan dikantin dan ditanya berapa banyak bakwa yangsudah kita makan apakan kita kanmenjawab dengan jujur atau tidak. Saat kita sudah menjadi seorang pemimpin, baik dalam rumah tangga, dikeluarga kitabagi anak-anak, didalam organisasi kita, didalam gereja kita, dilingkungan kerja kita apakahkita seorang pemimpin yang berintegritas? Bagi banyak orang integritas terlihat sepele, padahal integritas adalah faktorkepemimpinan yang paling penting (John C. Maxwell ―Mengembangkan Kepemimpinan didalam Diri Anda‖) hal ini dapat kita buktikan bagaimana bobroknya bangsa Indonesia sejakjaman orde baru karena memiliki pemimpin yang walaupun cakap berpolitik dan bernegaratetapi tidak memiliki integritas. Kata integritas sering dikaitkan dengan kejujurab dan kebenaran, bila kita perhatikandalam Alkitab Terjemahan Bebas kata ―Integrity‖ diterjemahkanmenjadi kebenaran,kejujuran, dan ketulusan. Sulit mencari terjemahannya, namun singkatnya integritas berartiutuh/komplit. Integritas berhubungan dengan konsistensi seseorang dalam melihat dan menilaidirinya sendiri berhubungan dengan keintimannya dengan Tuhan-nya sehingga melahirkansatu nilai-nilai mendasar dari setiap orang dalam berkata, bertindak dan mengambil satukeputusan dimanapun sia, saat didepan ornag ataupun tisak didepan orang, dengan komitmen,rasa tanggung jawab dan tanpa kompromi. Integritas bukan suatu keadaan yang didapat dalam sekejap. Integritas adalah suatuproses yang terus menerus terjadi didalam kita. Integritas adalah satu hal yang lebih banyakkita lakukan terhadap diri kita sendiri sehingga kita mampu menciptakan dan menetapkannilai-nilai atau norma-norma bagi diri kita sendiri, dimana orang lain hanya bisa melihatnyamelalui tindakan yang kita buat. Karena integritas merupakan suatu proses yang terusmenerus maka sangat tidak mungkin hal ini bila tidak hidup intim dengan Tuhan(nya), jadiintegritas merupakan paket hidup seorang pemimpin.
  • 18. VII. How To Changing Indonesian’s Future Leader?VII .1 Segarkan Peran kaum mudaYang Muda yang Memimpin Seperti yang sudah diulas, bahwa setiap orang memang dipersiapkan untuk menjadiseorang pemimpin. Namun sayangnya banyak yang tidak menyadari jika dia adalah calonpemimpin. Lebih disayangkan lagi, dengan adanya fakta bahwa ada yang sudah menyadarihal tersebut. Meskipun belum sempurna, namun tidak mau berusaha dan belajar untukmencapai kepemimpinan tersebut. Tentu saja hal ini berdampak pada kehidupannya di masamendatang. Tidak hanya untuk dirinya sendiri, tapi juga untuk lingkungan dan bangsanya. Inilah yang menjadi kebiasaan di masyarakat kita. Kebanyakan dari mereka hanyapaham bahwa untuk menjadi pemimpin diperlukan kekuasaan. Dengan kekuasaan itu, merekadapat melakukan apa saja sesuka hati. Ketakutan masyarakat terhadap kekuasaan itudidukung fakta bahwa bangsa kita adalah bangsa hukum. Bangsa yang penuh dengan segalaaturan-aturan yang dibuat oleh penguasa. Namun sayangnya aturan tersebut terkesan hanyaberlaku kepada rakyat kecil. Itulah hebatnya ―kekuasaan‖ di negeri penuh hukum ini. Tentu saja kita tidak bisa secara instan mengubah apa yang sudah ada. Karenamemang hal tersebut seakan sudah membudaya. Salah satu hal yang bisa dilakukan hanyalahmulai merubah pola pikir masyarakat kita. Seperti kita ketahui bersama, hasil maksimal dapatdiperoleh jika hal tersebut diterapkan kepada anak-anak muda. Karena anak-anak muda inilahyang nantinya menggantikan posisi mereka yang sedang berkuasa saat ini. Anak muda pulayang nantinya akan mengatur dan mengarahkan akan dibentuk seperti apa bangsa ini. Dengan sudah semakin pahamnya setiap anak muda akan jiwa kepemimpinan bagidirinya sendiri, maka mereka akan lebih mudah untuk dipersiapkan menjadi pemimpin bagiorang lain. Setelah setiap anak muda menguasai kepemimpinan tersebut, mulailah kembalidengan memahami menjadi seorang pemimpin yang baik bagi orang lain. Hal ini akan semakin mudah, mengingat di dalam jiwa anak muda, mengalir darahsemangat dan daya saing karena faktor emosi dan keinginan untuk mencoba hal-hal baru.Asalkan dengan arahan dan bimbingan yang tepat. Dengan begitu, mereka akan semakinbanyak mendapat pengalaman untuk menempa dan mempersiapkan diri mengahadapi
  • 19. berbagai tantangan ke depan. Hal ini tidak dapat dipungkiri karena generasi mudalah yangnantinya akan menjadi motor penggerak bangsa. Namun sayangnya, masih banyak juga anakmuda yang ragu-ragu. Mereka kurang percaya dengan kemampuan dan kesiapan merekadalam mengemban tugas tersebut. Kendala lain yang mungkin sering terjadi dalam masyakat kita adalah menunda-nundawaktu. Segala sesuatu pasti mengalami suatu proses. Dan setiap proses membutuhkan waktu.Dan waktu untuk belajar akan semakin tipis, jika terus menunda-nunda waktu. Hal semacamini pula yang harus ditanamkan dalam pola pikir anak muda. Untuk mulai melakukannya saatini juga. Maka dengan sisa waktu yang masih banyak, anak muda akan terus berkarya danmeningkatkan kemampuannya. Untuk sebuah tugas mulia memimpin bangsa yang besar ini.Agar dapat bersaing dengan bangsa lain. Bukankah itu yang kita harapkan?VII.2 Generasi Muda Sebagai Ujung Tombak Inti hal dari perubahan bagi bangsa ini yaitu bagaimana seorang pemimpin bangsaini dapat mengayomi dan menjalankan tanggung jawab dengan tidak menghilangkan jiwanasionalis didalam diri mereka dan memiliki tujuan yang konkret demi tercapainyakesejahteraan bangsa ini. Kita dapat mengambil contoh gaya kepemimpinan dwi tunggal padamasa itu. Dimana Bung Karno berkharismatik, sangat populis, suka keindahan,bertempramen dan meledak-ledak. Sedangkan Bung Hatta sangat menanamkan nilaikedisiplinan, tipe teknokratis dan moralis murni. Dengan memiliki gaya kepemimpinan yangsaling berbeda diantara mereka, kesolidan dapat terjalin dan perlahan dapat membawa bangsaini bebas dari belenggu penjajah. Gaya kepemimpinan yang melekat pada tiap individu biasanya terbentuk dari prosespanjang berdasarkan lingkungan tempat ia dilahirkan dan dibesarkan, latar belakang keluarga,pendidikan, lingkungan teman, lingkungan kampus, lingkungan pekerjaan, nilai-nilai yangdiemban, dan pengaruh lainnya. Adapun menurut Teori Bawaan atau Heredity Theorymengenai teori keturunan atau bawaan. Sifat-sifat kepemimpinan seseorang adalah faktorbawaan sejak lahir, dimana menjadi pemimpin tidaknya seseorang karena takdir semata.Pendiri pokok teori adalah orang-orang yang telah membawa bakat kepemimpinannyalahyang mampu menjadi pemimpin dikemudian hari. Modal dasar, seperti bakat, intuisi ataukecakapan praktis tanpa dibarengi oleh teori-teori atau prinsip-prinsip, dianggap cukup untukseseorang menjadi pimpinan.
  • 20. Apabila kita melihat generasi muda merupakan harapan bangsa ini untuk bangkit,karena pada umumnya mereka memiliki semangat yang bergejolak, ide dan kreativitasmereka yang terus digali, selain itu sebagai penggerak serta pendobrak pula . Bagi kalanganmahasiswa yang pekerjaannya sebagai aktivis kampus biasanya memiliki karakteristik yangdisebutkan pada kalimat sebelumnya. Mereka biasanya mencari wadah untuk menggali bakatdan potensi ataupun mengasah soft skill yang mereka punya, misalnya mengikuti organisasiekstra kampus ataupun internal kampus. Pada wadah tersebut mereka dapat memanfaatkanpeluang sebagai pemimpin. Dan untuk mewujudkan visi dan misi bersama dalam suatuorganisasi, kesolidan dan kedekatan emosional seorang pemimpin dengan bawahannyaharuslah terjalin dengan sebaik mungkin.VII.3 Bangkitkan Budaya Nasionalisme Tanggal 20 Mei selalu diperingati sebagai hari Kebangkitan Nasional. Makna bangkitmemberi arti bahwa bangsa ini sedang berada pada posisi jatuh. Kebangkitan Nasionalmemberi makna bahwa bangsa ini sedang berada dalam keterpurukan secara nasional.Apakah memang seperti itu yang sedang kita alami? Ataukah Kebangkitan Nasional ituhanya sekadar nama atas apresiasi sejarah di masa silam? Disadari atau tidak, bangsa ini sedang berada dalam krisis identitas budaya. Apalagi,generasi muda saat ini – setidaknya di daerah asal saya – sudah banyak yang tidak mengertibahkan tidak mengenal nilai-nilai luhur budaya bangsa. Mereka sudah tidak lagi memilikiidentitas budaya. Kebudayaan Indonesia merupakan budaya-budaya daerah yang bersatu dalamnaungan Ideologi Pancasila yang terintegrasi di bawah panji Bhinneka Tunggal Ika.Kebudayaan Nasional merupakan jati diri bangsa. Keberadaan Budaya Nasional menjadi cirikhas dalam menunjukkan performa kedaulatan bangsa di kancah internasional.
  • 21. VII.4 Peran Generasi Muda“Intelektual Muda” dan Kepemimpinan. Mengapa harus Kaum Intelektual Muda? Dengan kondisi yang ada sekarang, maka tidak heran di perlukan sebuah perubahanyang sangat mendasar, saya menyebutnya dengan istilah ―yang muda yang memimpin‖ untukmerubah semua hal yang mendasar guna membangun kembali sebuah karakterkepemimpinan bangsa yang lebih baik. Seperti kita ketahui bahwa diperlukan sesosokpemimpin yang bisa melakukan semua itu, maka tidak salah jika semua itu tertuju kepadasosok kaum intelektual muda yang di harapkan bisa menggantikan sosok – sosok darigenerasi Tua yang dirasakan sudah kurang mengerti dengan tantangan yang ada sekarang ini. Ethics of Care atau etika kepedulian dari seseorang pemimpin ini sangat penting dandibutuhkan oleh masyarakat kita sekarang ini, tergambar jelas dari segala masalah yangtimbul, para pemimpin generasi Tua sekarang kurang memperdulikan keadaan rakyatnya,kita bisa melihat itu dari semua relaitas yang terjadi akhir – akhir ini. Keadilan yang diperjualbelikan sampai keterancaman kedaulatan Negara karena tidak adanya ketegasan dari seorangpemimpin.VII.5 Apa Tindakan Kaum Intelektual Muda? Kaum intelektual muda adalah generasi yang dilahirkan dalam suatu keadaan dimanamereka harus berfikir global dan dituntut untuk lebih bersaing dalam dunia global, mereka dibesarkan dalam suatu situasi dimana mereka dihadapkan langsung dengan kenyataan yangberbeda jauh dengan yang dirasakan kaum Tua sebelumnya, dengan apa yang terjadisekarang di Negara kita, maka merekalah kaum intelektual muda yang dibutuhkan Para kaum intelektual muda memiliki semua itu, dengan jiwa mereka yang muda,mereka membawa sebuah harapan baru bagi bangsa ini, seharusnya mereka para kaumintelektual muda di berikan kesempatan untuk membuktikan itu. Apa yang menjadi bebanNegara ini haruslah di berikan kepada mereka yang memiliki ketegasan dalam memimpin,dengan segala pengalaman para kaum intelektual muda di kancah politik nasional maupundalam dunia internasional, maka mereka pastilah mengerti apa yang harus mereka lakukanjika mereka menjadi seorang pemimpin.
  • 22. VII.6 Distorsi Regenerasi Kepemimpinan Hambatan terbesar yang terjadi sekarang adalah kurangnya kesempatan yangdiberikan kepada kaum intelektual muda, hal ini di sebabkan karena mereka para kaum Tuayang sudah terstruktur dari mulai jabatan tertinggi di Negara ini sampai tingkat daerah. Parakaum Tua itu tidak menyadari dan cenderung mempertahankan kekuasaan mereka sebagaipemimpin. bahkan tidak jarang dari para pemimpin Tua ini sampai dengan mewariskankepemimpinan mereka terhadap keluarga mereka guna mempertahankan kekuasaan, merekamempersiapkan anak serta sanak saudaranya guna meneruskan kepemimpinan dan memakaisegala cara agar mereka tetap mempertahankan kekuasaan itu. Semua realitas yang menjadi distorsi ini membuat para kaum intelektual muda yangmemiliki kemampuan untuk memimpin terhalang oleh cara – cara seperti ini, kurangnyakesadaran dari para pemimpin tua tidak menyelesaikan masalah yang ada, mereka hanyamenambah masalah dan masalah tersebut di wariskan bagi cucu mereka, strukturalisme yangseperti ini yang harus segera dihentikanVII.7 Young Leader Sekaranglah saatnya kaum intelektual muda yang membuat perubahan terhadapbangsa ini, dengan sebuah istilah ―Yang Muda Yang Memimpin‖ saya yakin bahwa kaumintelektual muda akan membawa perubahan yang lebih baik terhadap bangsa ini. Dengansegala pengalaman dan pengetahuan yang mereka miliki, mereka pantas diberi kesempatanuntuk menunjukan diri mereka bahwa mereka mampu berbuat yang lebih baik untuk bangsaini, ini adalah menjdai tanggung jawab kita semua untuk memberikan kesempataan kepadamereka. Kita juga mengambil peranan besar dalam menghantarkan mereka untuk menjadiseorang pemimpin masa depan, oleh karena itu, dukungan kita bagi mereka sangatlah pentingguna merubah struktur kepemimpinan yang ada sekarang yang dirasakan sudah tidak efektifdan kurang baik.
  • 23. Menjadi IndonesiaLantas apa kaitanya dengan menjadi Indonesia, penulis gambarkan dalam skema ―PerubahanMenjadi Indonesia‖VII.8 Ask “Siapakah yang Sebenarnya Pantas Memimpin?” Melihat fakta dalam masyarakat, kemimpinan di Indonesia, sekarang ini dipandangsangat tidak bagus, sebagian besar masyarakat menunjukan sikap apatis terhadap banyakkebijakan yang dikeluarkan oleh para pemimpin negara, bahkan cenderung berlari ke arahyang berkebalikan alias melawannya, tanpa mau menelaah apa yang sebenarnya dipikirkanuntuk kemajuan negara kita. Fakta ini sangat dipengaruhi oleh pandangan masyarakatterhadap kinerja pemimpin-pemimpin yang menjabat baik di tingkat daerah maupun ditingkat tertinggi kenegaraan, rasa puas masyarakat pun dipengaruhi oleh bagaimana carapemimpin bersosialisasi dengan rakyat yang diwakilinya. Mungkin akan lebih baik bila diadakan pertemuan baik formal maupun non formaluntuk bertukar pikiran mengenai masalah kepemimpinan Indonesia. Hal ini akan membantumelaksanakan program 5 tahun ke depan, meskipun pada akhirnya pemimpin atau presiden
  • 24. yang baru melaksanakan kepemimpinan dengan caranya sendiri. Dengan adanya pertukaranpikiran akan dihasilkan terobosan-terobosan baru dari ide-ide kepemimpinan yang hebat. Mungkin gagasan lain dapat ditinjau dari segi rehabilitatif mental bangsa, saasaranyaadalah kaum muda. Kita dapat kembali memberikan pendidikan dini kepada para kaum mudayang nantinya akan mewarisi kepemimpinan negara Indonesia. Karena penanaman modalpada pendidikan kaum muda bangsa adalah investasi terbesar negara ini. Pendidikan kewarganegaraan lebih ditanamkan pada diri kaum muda, selain itu jugalebih ditanamkan sedikasi tinggi terhadap negara yang akan timbul dari ditanamkannyapemikiran cinta negara. Selain itu pendidikan kepemimpinan juga ada baiknya diberikankepada setiap siswa. Saya sangat memberikan apresiasi positif atas usaha pemerintah untukmemberikan pelayanan dan fasilitas pendidikan di negara ini. Dari sinilah saya lihat banyakusaha dari pemerintah untuk membentuk mental bangsa dengan baik. Dari segi sumber dayanya sendiri dimaksudkan adalah kaum muda, kita juga mestibersikap cerdas menghadapi tantangan zaman sekarang ini. Faktanya, banyak anak-anakmuda justru menghabiskan waktun istirahatnya di malam hari untuk nongkrong danmelakukan kegiatan yang tidak berguna. Hanya mengikuti nalurinya sebagai manusia yaknimelakukan kegiatan-kegiatan yang membuat merasa senang dan nyaman. Padahal melihatkondisi Indonesia, tidak semua masyarakat tergolong masyarakat yang sehat secara ekonomi.Dan tak jarang banyak anak yang memaksakan dirinya hanya untuk mendapat gelar ―gaul‖.Siapakah kembali yang harus dipersalahkan ? Pergeseran kehidupan sosial atau pribadi yangtidak mampu menahan diri kita masing-masing. Setelah mendapatkan banyak dorongan dan semangat, banyak kaum muda yangsemakin menyadari apa fungsinya di masa mendatang sebagai warga negara Indonesia. Kamiakan semakin giat menuntut ilmu, tidak menyerah dalam kondisi apa pun, dan terusmemperkaya diri dengan ilmu pengetahuan. Harusnya juga kami sebagai kaum muda mampuuntuk melihat realita sosial kehidupan masyarakat Indonesia, sehingga kami mampu merasamalu dan berkarya jika menemukan warga negara Indonesia pergi keluar negeri hanya untuksekedar menjadi pembantu yang mendapatkan perlakuan tak layak. Sehingga kami jugamampu menjadi malu saat mengaku memiliki budaya yang diklaim bangsa lain namunpengetahuan kami jauh di bawah mereka yang mengklaimnya. Sehingga juga kami mampuuntuk malu bila ternyata kami tidak hafal dengan Pancasila dan tak bisa berbangga dengan
  • 25. Indonesia Raya. Atau mungkin juga kami bisa malu bila menemukan pejuang-pejuangterdahulu hanya hidup dengan atap rotan. Dan pada akhirnya bila kami mampu bergerak atasrealita pedih bangsa Indonesia, barulah pendidikan yang kami dapatkan sungguh-sungguhberguna. Dan saya pun berbangga menyebut diri sebagai pemimpin Indonesia. Dengan mengetahui realita kehidupan bermasyarakat, pernah merasakan kepedihandengan turut serta di dalam kehidupan masyarakat lemah dan tersingkir, mental dan pikirankaum muda pun mampu tergerak untuk mengubah kehidupan ini. Selain itu, dengan penahmerasakan keprihatinan hidup, manusia lebih cenderung mengusahakan terhindarnyakeprihatinan serupa terjadi pada orang-orang yang diwakilinya. Sehingga kecenderungan iniakan dibawa kelak saat menjadi pemimpin negara ini.
  • 26. VIII. POINT VIII.1 Leader is Talk Less, Do More―Managers are people who do things right, while leaders are people who do the right thing‖. Itulah kutipan dari buku berjudul On Becoming a Leader karya ekonomi WarrenBennis. Seorang pemimpin bukan orang suruhan, yang melakukan sesuatu dengan baik. Takdiminta pun, pemimpin melakukan hal yang baik. Pemimpin melakukan hal-hal yang baik bukan untuk mendapatkan pujian ataumempertahankan citra dirinya. Jika pada akhirnya orang lain mengakuinya, hal itu adalahbuah dari ‖pohon‖ hal baik yang sudah ditanamnya selama ini.‖Seorang pemimpin bukan hanya butuh kecerdasan intelektual, melainkan juga kecerdasanemosional dan spiritual. Ia harus diuji,‖ imbuh anggota DPR dari Partai Demokrasi IndonesiaPerjuangan, Budiman Sudjatmiko Pengujian itu adalah dalam organisasi. Karena yang dibutuhkan negeri ini adalahpemimpin politik atau pemimpin bangsa, organisasi yang digunakan untuk menakarkepemimpinan seseorang adalah partai politik. Ia yakin, pemimpin muda akan lahir dariparpol. Kaum muda setidaknya harus memiliki tiga hal. Pertama, jiwa kepemimpinan. Kedua,jaringan dan pengalaman. Ketiga, sumber dana yang cukup.VIII.2 Revolusi Kepemimpinan Menyikapi kepemimpinan nasional yang tidak tegas dan lambat dalam menyelesaikanpersoalan bangsa, harus ada revolusi kepemimpinan. Kita tidak bisa menyerahkannya kepadaparpol saja, yang terindikasi korup.Menurut Anies Hidayah, kaum muda yang muncul saat ini justru dirusak oleh sistem politiksehingga terseret arus sistem yang korup. ‖Kita susah membangun profil tertentu dalamsistem seperti ini sebab memunculkan sosok muda yang memiliki kualitas pemimpin tak bisatiba-tiba,‖ ujarnya.
  • 27. Rektor Universitas Paramadina, Jakarta, Anies Baswedan (42) di Jakarta punmengakui, Indonesia saat ini membutuhkan pemimpin muda untuk menyegarkan pengelolaannegara, memperkuat demokrasi, sekaligus mempercepat usaha meninggalkan praktik burukpenyelenggaraan pemerintahan masa lalu. Untuk itu, kaum muda diharapkan terusmemperkenalkan diri, mematangkan kinerja untuk rakyat, dan bersiap menerima amanahmemimpin bangsa ini saat diperlukan. Anies Baswedan yang menjadi rektor sejak tahun 2007 juga memelopori GerakanIndonesia Mengajar. Gerakan ini telah mengirimkan 120 pemuda untuk menjadi guru disekolah terpencil di 120 kabupaten.VIII.3 Memimpin Dengan Hati ―Nasionalisme hanyalah sebuah kata-kata kosong yang takkan pernah berartisampai kita sebagai generasi bangsa mau mengisinya dengan gagasan, sikap kritis,pengalaman, dan harapan untuk mewujudkan kata nasionalisme itu lebih bermakna.‖ Tetapi semakin lama rasa nasionalisme yang dulu begitu tinggi tentang sebuahkemerdekaan mulai memudar, entah dikarenakan oleh apa. Sebagai contoh, bendera pusakaMerah Putih yang merupakan lambang dari Republik Indonesia tercinta ini sudah mulaidilupakan oleh sebagian masyarakat kita. Miris sekali rasanya jika melihat bendera merahputih tidak berkibar dengan eloknya dibegitu banyak rumah orang asli Indonesia apalagi disaat perayaan kemerdekaan ke-64. Entah apa yang menyebabkan hal itu, mungkin merekaberpikir ―Apa sih pentingnya ngibarin bendera merah putih, gak juga ada artinya!‖. Salahbesar mereka yang berpendapat demikian, secara tidak sadar mereka telah mengikis rasanasionalisme dalam dirinya. Hal ini dikarenakan bendera pusaka merah putih merupakansimbol atau lambang yang menggambarkan bagaimana awalnya bangsa Indonesiamenunjukkan kemerdekaannya, dengan darah dan semangat yang gigih akhirnya benderamerah putih pun dapat berkibar dan menjadi lambang kebanggaan sejati bangsa Indonesia.Tetapi, coba kita bayangkan bersama jika setengah bahkan lebih dari masyarakat Indonesiaberpendapat dan berpola pikir sama yang menganggap bendera merah putih hanyalah sebagaihiasan semata tanpa ada makna yang berarti , maka hancurlah Indonesia.
  • 28. Mari kita renungkan kembali makna kepemimpinan yang sejati. Kepemimpinansering diartikan oleh banyak orang sebagai sebuah jabatan formal yang justru menuntutseseorang untuk mendapat fasilitas dan pelayanan dari konstituen yang seharusnya dilayanai.Sekarang, banyak di antara pemimpin atau pejabat yang ketika dilantik mengatakan bahwajabatan adalah sebuah amanah namun kenyataannya sedikit sekali bahkan hampir bisadikatakan tidak ada pemimpin yang sungguh-sungguh menerapkan kepemimpinannya darihati, yakni kepemimpinan yang melayani. Pemimpin yang melayani dimulai dari dalam diri sendiri. Kepemimpinan menuntutsuatu transformasi dari dalam hati dan perubahan karakter. Kepemimpinan sejati dimulai daridalam dan kemudian bergerak keluar untuk melayani mereka yang dipimpinnya. Disinilahpentingnya karakter dan integritas seorang pemimpin untuk menjadi pemimpin sejati yangdapat diterima oleh rakyat yang dipimpinnya sehingga hubungan ini akan terus berlanjut danpada akhirnya akan membentuk karakter pemimpin nasionalis yang sejati. Pemimpin yangmelayani harus memiliki kasih dan perhatian kepada mereka yang dipimpinnya. Kasih itudapat diwujudkan dalam bentuk kepedulian akan kebutuhan, kepentingan, impian, danharapan dari mereka yang dipimipinnya. Seorang pemimpin juga harus memiliki sifatakuntabilitas yang berarti seorang pemimpin sejati harus penuh dengan rasa tanggung jawabdan dapat diandalkan. Artinya seluruh perkataan, pikiran, dan tindakannya dapatdipertanggungjawabkan kepada publik atau kepada setiap individu yangg dipimpinnya. Pemimpin yang melayani dengan hati juga harus memiliki metode kepemimpinanyang efektif, yang dapat dimulai dengan menunjukkan visi dan misi yang jelas. Visi inimerupakan daya atau kekuatan untuk melakukan perubahan yang mendorong terjalinnyasuatu proses ledakan kreatifitas yang dahsyat melalui integrasi maupun sinergi dari berbagaikeahlian pribadi-pribadi yang ada di dalam lembaga kepemimpinan tersebut. Timbul suatupertanyaan, apakah kepemimpinan yang melayani dapat diterapkan di Indonesia?. Jawabnyamudah, ‖sangat bisa‖. Bagi bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai suku bangsa danumumnya bersifat patriarkat, maka contoh prilaku yang diberikan oleh pemimpin (orang yangdihormati) akan selalu dicermati kemudian langsung diikuti oleh orang yang dipimpinnya.Sebenarnya kondisi ini memudahkan seorang pemimpin melakukan dorongan untukmenggalakkan budaya melayani namun dalam praktiknya sehari-hari perlu contohpelaksanaan yang nyata terutama dimulai dari kesadaran para pemimpin. Penerapan sikap
  • 29. kepemimpinan yang melayani ini harus selalu dipantau oleh masyarakat sebagai pengawaskebijakan sosial yang netral. Selain sifat melayani, kita rakyat Indonesia juga membutuhkan pemimpin yangmemiliki gaya kepemimpinan yang demokratis yakni pemimpin yang menempatkan manusiasebagai faktor utama dan yang terpenting dalam setiap kelompok masyarakat. Pendominasianoleh perilaku kepemimpinan tersebut, berarti gaya kepemimpinan ini diwarnai dengan usahauntuk mewujudkan dan mengembangkan hubungan manusiawi (relationship) yang lebihefektif berdasarkan prinsip saling menghormati dan saling menghargai antara yang satudengan yang lain. Kepemimpinan dengan gaya yang demokratis dalam mengambil setiapkeputusan sangat mementingkan musyawarah, dengan demikian dalam setiap pengambilankeputusan tidak dirasakan sebagai suatu kegiatan yang dipaksakan, justru sebaliknya semuaakan merasa terdorong untuk menyukseskan keputusan tersebut sebagai sebuah tanggungjawab bersama. Setiap anggota kelompok masyarakat akan merasa perlu aktif bukan untukkepentingan diri sendiri atau beberapa orang tertentu, tetapi untuk kepentingan bersama. Inilah saat yang tepat buat seluruh pemimpin negeri untuk mulai buka mata dan bukahati, melihat saudara-saudara kita yang jauh kurang beruntung dari segi materi. Mulailah darisekarang kita untuk belajar peduli dengan nasib saurdara-saudara kita sebangsa dan setanahair, jangan dibiarkan rasa persatuan dan kesatuan serta rasa nasionalisme kita terkikissehingga merugikan bangsa ini. Sadarilah akan pentingya rasa nasionalisme dalam suatunegara, siapa lagi yang akan meneruskan perjuangan para pahlawan yang telah bersusahpayah memberikan kemerdekaan yang mutlak kepada kita jika bukan kita sendiri paragenerasi penerus bangsa yang nantinya akan menjadi seorang pemimpin masa depan,lakukanlah sesuatu untuk memajukan bangsa ini, jangan terus meremehkan, mengkritikbangsa ini tanpa ada solusi yang jelas. Sudah bukan waktunya lagi buat kita memecah belahpersaudaraan yang telah terjalin begitu erat, jangan lupakan faktor pengikat keutuhannasional bangsa kita yakni Bhinneka Tunggal Ika, tetaplah menjadi masyarakat yang terusberpegang teguh pada prinsip gotong royong. Belajarlah dari pengalaman para pahlawanbahwa saat mengusir penjajah, persatuan dan kesatuan serta semangat nasionalisme yangterus berkobar di dalam diri tiap pahlawan telah membuat bangsa ini bisa menjadi lebih kuatdan akhirnya mampu merdeka.
  • 30. Seperti yang dikatakan Theodore Roosevelt :‖ jangan pernah bertanya apa yang telahnegara berikan untuk kita, melainkan tanyalah pada diri kita sendiri, apa yang telah kitaperbuat untuk kemajuan negara kita.‖ Satu hal yang harus kita ingat bersama, kita semua bangsa Indonesia, kita semuabersaudara, kita semua satu atas dasar Bhinneka Tunggal Ika, semangat dan rasanasionalisme akan dapat kita wujudkan apabila kita mau bekerja sama. Bangkitlahpemimpinku jadilah pemimpin sejati yang memimpin dengan hati.
  • 31. IX. Kepemimpinan Profetik : Alternatif Krisis KepemimpinanIX.1 Kepemimpinan Profetik ? Dalam teori kepemimpinan yang dikeluarkan oleh Collins, seorang pemimpin profetikberada pada level 5 jika tipe-tipe kepemimpinan tersebut diibarkan memiliki jenjang. Level 5merupakan level tertinggi dari level kepemimpinan yang ada. Dalam level tersebut seseorangdikatakan menjadi seorang great leader karena orang-orang yang berada di bawahkepempinannya mengikuti disebabkan siapa sebenarnya pemimpinnya dan apa yang iaberikan bagi orang-orang disekitarnya (people follow because of who you are and what yourepresent). Dalam level ini, pemimpin akan membangun iklim trust and respect di antaraorang-orang di sekitarnya. Dalam level ini pula segala energi dan ―vektor-vektor‖ potensiorang-orang yang berada di bawah kepemimpinannya menghasilakan resultan positif yangtidak saja baik bagi diri si pemimpin tersebut tetapi juga baik bagi semua anggota dalam areakepemimpinannya. Seorang pemimpin profetik bukan lagi bermain pada ranah emosional, tetapi ranahspiritual yang memacu orang-orang yang berada di bawah kepemimpinannya untuksenantiasa memberikan manfaat bagi orang-orang di sekitarnya. Hal itu bukan tanpa alasanmengingat ia sendiri memiliki ―naluri‖ yang sama yakni melayani dan memberikan manfaatsebanyak-banyaknya bagi orang-orang di sekitarnya. Pemimpin profetik dengan tulus ikhlasberkarya dalam kesunyian dan bekerja keras demi mencapai kualitas yang telah ditetapkan. Pelajaran permulaan Dari dua kisah nyata kesuksesan dalam diri seorang pemimpin profetik itu, adabeberapa intisari yang bisa dijadikan renungan bagi calon pemimpin. Seorang pemimpinadalah ―pelayan‖ bagi orang-orang yang berada di bawah kepemimpinannya seperti yangdicontohkan oleh Khalifah Umar bin Khattab. Servant leadership tidak berarti menjadikanharkat dan derajat pemimpin tersebut menjadi lebih rendah dari pemimpinnya. Berdasarkanparadigma kepemimpinan yang dipaparkan di depan, Collins menjelaskan bahwa tipekepemimpinan yang terbaik adalah level 5 yang di antara contohnya adalah servantleadership.
  • 32. Contoh servant leadership menjadi pemimpin tidak berarti harus dilayani dan dipenuhi segalakebutuhannya. Kontradiksi dengan pandangan bahwa menjadi pemimpin akan mudahmendapat segala tunjangan dan berbagai kemudahan seperti akses-akses yang tidakdidapatkan oleh orang biasa. Pada kasus kedua, seorang pemimpin hendaklah menjadi contoh dengan mereformasipribadi dari pemimpin itu sendiri. Seseorang tidak akan membentuk dan mengkader oranglain ketika ia belum selesai dengan dirinya sendiri. Lalu bagaimana mengembangkan tipekepemimpinan profetik yang sudah terbukti menghasilakan pretasi gemilang tidak hanyadipandang dari segi keberhasilan materil tetapi juga keberhasilan sikap dan akhlak pemimpin. Jalan menuju kepemimpinan profetik Di sinilah peran pemuda diuji sebagai objek dan subjek dari tipe kepemimpinan itu.Model-model tipe kepemimpinan profetik pertama kali dibangun dengan membangunkualitas unggul pribadi dari pemimpin itu2. Kualitas soft skill menjadi prasyarat utama dalamtransformasi kepemimpinan profetik. Kualitas soft skill tersebut di antaranya adalahpemahaman yang konfrehensif, moderat, dan inklusif; kepribadian yang matang; sertakepedulian terhadap kehidupan bangsa dan negara. Seorang pemimpin haruslah sehat baik itujasmani, rohani dan fikir. Dalam hal ini, output dari personal mastery adalah mempunyaikepribadian yang matang itu. Dan tentu saja prasyarat terakhir adalah pemimpin harus tahuakar masalah yang sedang dihadapi oleh daerah kepemimpinannya, yang dalam hal ini dapatdiartikan pengetahuan akan masalah-masalah bangsa dan negara. Pada akhirnya menghasilkan keluaran berupa pemimpin yang kredibel dan kompeten.Kredibel di sini maksudnya adalah jujur dan berintegritas serta dapat dipercaya. Hal itu bisadicapai ketika pemimpin mempunyai sifat-sifat ilahiyah. Sementara itu, kompeten di siniberarti memiliki solusi yang cerdas dan komunikatif serta inspiratif. Segala proses tersebutpada akhirnya akan bermuara pada satu keran yakni kemampuan respect dan trust.2 Buku Pedoman dan Sistem Manajemen Pembinanaan Program Pembinaan Sumber Daya Manusia Strategis Nurul Fikri2008-1010
  • 33. IX.2 Kepemimpinan Pribadi Membentuk Kepemimpinan Bangsa Kebanyakan orang masih cenderung mengatakan bahwa pemimipin yang efektifmempunyai sifat atau ciri-ciri tertentu yang sangat penting misalnya, kharisma, pandangan kedepan, daya persuasi, dan intensitas. Dan memang, apabila kita berpikir tentang pemimpinyang heroik seperti Napoleon, Washington, Lincoln, Churcill, Sukarno, Jenderal Sudirman,dan sebagainya kita harus mengakui bahwa sifat-sifat seperti itu melekat pada diri merekadan telah mereka manfaatkan untuk mencapai tujuan yang mereka inginkan. Terdapat nasehattentang siapa yang harus ditiru, apa yang harus diraih, apa yang harus dipelajari, apa yangharus diperjuangkan, perlu tidaknya pendelegasian, perlu tidaknya berkolaborasi, pemimpin-pemimpin rahasia, kualitas-kualitas pribadi dari kepemimpinan, bagaimana meraihkredibilitas, bagaimana menjadi pemimipin yang otentik, dan sembilan hukum alamkepemimpinan. Pondasi dari kepemimpinan yang efektif adalah berpikir berdasar misi,mendefinisikannya dan menegakkannya, secara jelas dan nyata. Salah satu konsep kepemimpinan yang ditawarkan oleh praktisi manajemen diAmerika adalah konsep SERVE yang dalam bahasa Indonesia berarti Melayani. Konseputamanya ialah bahwa, apapun jabatan atau kedudukan formalnya, orang-orang yang inginmenjadi pemimpin besar harus mempunyai sikap melayani orang lain. Melalui buku ―konsep SERVE3 dijelaskan secara singkat tapi lugas. SERVE sendiri merupakan singkatandari lima kata kunci yaitu:S- See the Future (Melihat Masa Depan)E- Engage and Develop Others (Libatkan dan Kembangkan Orang Lain)R- Reinvent Continuously (Temukan Kembali Terus Menerus)V- Value Results and Relationship (Hargai Hasil dan Hubungan)E- Embody The Values (Mewujudkan Nilai) Huruf pertama S- See the Future mempunyai makna bahwa para pemimpin harusbersedia dan sanggup membantu orang-orang yang mereka melihat tujuannya, dan juga3 The Secret – Rahasia Kepemimpinan‖ oleh Ken Blanchard dan Mark Miller
  • 34. keuntungan-keuntungan melangkah kearah sana. Setiap orang perlu melihat dirinya, kemanamereka pergi, dan apa yang akan menuntun perjalanan mereka. Huruf kedua E dalam SERVE menjelaskan bahwa Engange and Develop Others(Libatkan dan Kembangkan Orang Lain) ada dua hal yaitu pertama, merekrut atau memilihorang yang tepat untuk tugas yang tepat. Itu berarti mempunyai pemain-pemain yang tepatdalam suatu tim. Kedua, lakukan apapun yang diperlukan untuk melibatkan hati dan kepalaorang-orang tersebut. Dalam sejarah, banyak pemimpin telah menggunakan tangan dan yanglain tidak sama sekali. Barangkali dari sanalah istilah hired hands (orang upahan) berasal. R singkatan dari Reinvent Continuously. Disinilah nilai kreativitas pemimpin dilihat.Pemimpin harus bersedia menemukan kembali setidaknya ada tiga tahap. Tahap pertama,bersifat pribadi. Beberapa pertanyaan utama yang harus diajukan adalah ―Bagaimana sayabelajar dan tumbuh sebagai seorang pemimpin? ―Apa yang saya lakukan untuk mendorongorang-orang dalam kelompok saya agar terus menerus belajar dan menemukan kembali dirisendiri?. Tingkat penemuan kembali yang kedua adalah sistem dan proses. Pertanyaan untukdiri sendiri dan anak buah kita adalah ―Bagaimana kita melakukan pekerjaan tersebut?‖Bagaimana kita dapat melakukannya dengan lebih baik? Perubahan apa saja yang akanmeningkatkan kemampuan kita untuk melayani pelanggan dan juga satu sama lain? Akhirnyayang ketiga, melibatkan struktur organisasi iu sendiri. Pertanyaan yang baik yang diajukandisini adalah,‖ Perubahan struktur mana saja yang perlu kita tempuh untuk menjadi lebihefisien dan efektif?‖ Huruf V adalah singkatan dari Value Results and Relationship (Hargai Hasil danHubungan) Kita harus menghargai pelanggan kita lebih dahulu, dan nilai itu akan menuntunperilaku kita dan menjamin keberhasilan kita terus menerus. Apa yang tidak dimengertikebanyakan orang ialah bahwa mereka dapat meraup hasil keuangan yang lebih tinggi kalaumereka mempunyai hubungan yang baik. Memimpin pada tingkat yang lebih tinggimencakup hasil maupun hubungan. Huruf E terakhir ialah Embody The Values (Mewujudkan Nilai) Kalau kita kehilangankredibilitas sebagai pemimpin, potensi kepemimpinan kita akan sangat terbatas. Kita harusmelakukan lebih daripada sekedar merumuskan nilai-nilai tersebut, kita tidak boleh hanyamengucapkannya, kita harus memperlihatkannya. Semua kepemimpinan sejati dibangun diatas kepercayaan. Salah satu adalah hidup konsisten dengan nilai-nilai yang kita akui. Kalau
  • 35. dikatakan bahwa pelanggan adalah penting, tindakan-tindakan kita seharusnya lebihmendukung pernyataan tersebut. Jika kita memilih untuk hidup seolah-olah pelanggan tidakpenting, orang-orang akan mempunyai alasan untuk mempertanyakan kelayakan kita untukdipercaya. Maka, bagi para pemimpin yang memimpin dengan tidak didasarkan pada kekuasaanatau jabatan sebaliknya, kepemimpinan yang lahir dari hati yang melayani, maka merekalahilham bagi semua orang dan bagi calon pemimpin masa depan. Dan ini akan memberikanperubahan yang besar. Kepemimpinan sesungguhnya tidak ditentukan oleh pangkat atau pun jabatanseseorang. Kepemimpinan adalah sesuatu yang muncul dari dalam dan merupakan buah darikeputusan seseorang untuk mau menjadi pemimpin, baik bagi dirinya sendiri, bagikeluarganya, bagi lingkungan pekerjaannya, maupun bagi lingkungan sosial dan bahkan baginegerinya. Hal ini dikatakan dengan lugas oleh seorang jenderal dari Angkatan UdaraAmerika Serikat: ‖ I don‗t think you have to be wearing stars on your shoulders or a title to be aleader. Anybody who wants to raise his hand can be a leader any time. ‖ —General RonalFogleman, US Air Force— Setiap orang memiliki kapasitas untuk menjadi pemimpin. Ada sebuah jeniskepemimpinan yang disebut dengan Q Leader. Kepemimpinan Q dalam hal ini memilikiempat makna.  Pertama, Q berarti kecerdasan atau intelligence (seperti dalam IQ – Kecerdasan Intelektual, EQ – Kecerdasan Emosional, dan SQ – Kecerdasan Spiritual). Q Leader berarti seorang pemimpin yang memiliki kecerdasan IQ—EQ—SQ yang cukup tinggi.  Kedua, Q Leader berarti kepemimpinan yang memiliki quality, baik dari aspek visioner maupun aspek manajerial.  Ketiga, Q Leader berarti seorang pemimpin yang memiliki qi (dibaca ‗chi‗ – bahasa Mandarin yang berarti energi kehidupan). Makna Q keempat adalah seperti yang dipopulerkan oleh KH Abdullah Gymnastiar sebagai qolbu atau inner self. Seorang pemimpin sejati adalah seseorang yang sungguh-sungguh mengenali dirinya (qolbu-
  • 36. nya) dan dapat mengelola dan mengendalikannya (self management atau qolbu management). Menjadi seorang pemimpin Q berarti menjadi seorang pemimpin yang selalu belajardan bertumbuh senantiasa untuk mencapai tingkat atau kadar Q (intelligence – quality – qi —qolbu) yang lebih tinggi dalam upaya pencapaian misi dan tujuan maupun pencapaian maknakehidupan setiap pribadi seorang pemimpin.Kepemimpinan Q dalam tiga aspek penting dan singkat menjadi 3C , yaitu:1. Perubahan karakter dari dalam diri (character change)2. Visi yang jelas (clear vision)3. Kemampuan atau kompetensi yang tinggi (competence) Ketiga hal tersebut dilandasi oleh suatu sikap disiplin yang tinggi untuk senantiasabertumbuh, belajar dan berkembang baik secara internal (pengembangan kemampuanintrapersonal, kemampuan teknis, pengetahuan, dll) maupun dalam hubungannya denganorang lain (pengembangan kemampuan interpersonal dan metoda kepemimpinan). Jalan orang yang ditempatkan selaku pemimpin tidaklah mudah. Tetapi mereka harusmelihat dalam setiap kesulitan suatu panggilan untuk bersungguh-sungguh. Para pemimpintidak boleh gagal meminta nasihat yang akan disanggupkan untuk berdiri teguh melawanpengaruh-pengaruh najis dan melihat yang benar dari yang salah, yang baik dari yang jahat.Pemimpin akan menyetujui apa yang hikmat setujui, dan akan berjuang dengan sungguh-sungguh melawan masuknya prinsip-prinsip yang salah ke dalam pekerjaan. Para Pemimpin akan menjadi bijaksana jika memutuskan untuk datang kepadakebijaksanaan. Kepemimpinan dengan sungguh-sungguh merendahkan hati, mengosongkanjiwa dari ketinggian diri, dan membuang kekurangan-kekurangan alami dari karakter sertamengalahkan keinginan terhadap kepentingan diri maka akan membawa suatu arti yangbermakna guna bagi segala sesuatu yang dipimpinnya.
  • 37. Akhirnya, inilah saatnya para pemimpin memiliki kepemimpinan yang benar danjelas. Di Indonesia memiliki hukum yang lemah oleh karena pengaruh pemimpin masih besarsehingga hukum tidak bisa mengatur para pemimpin melainkan pemimpin yang mengaturhukum dan ini menyebabkan masalah besar jikalau ada pemimpin yang tidak memiliki poladan jiwa kepemimpinan yang benar dan jelas. Oleh sebab itu, cobalah para pemimpin belajartentang kepemimpinan yang bisa membentuk kepemimpinan Bangsa Indonesia yang tidakgoyah oleh apa pun dan semakin berdiri teguh atas setiap guncangan yang terjadi. Dalamessai ini telah diuraikan bahwa kepemimpinan jangan dilihat dari sebuah jabatan dan pangkatserta juga bukan seberapa besar kekuasan yang dimiliki untuk menguasai orang lain. Tetapididalam essai ini menjelaskan dasar bahwa kepemimpinan itu dimulai dari diri sendiri dimanamemiliki karakter yang tangguh, pemikiran serta visi yang jelas, dan kompetensi yang tinggi.Tidak hanya itu, kepemimpinan pun hari memiliki jiwa ―serve‖ /‖ melayani‖ yang adalahtiang utama dari kepemimpinan. Tujuan dari kepemimpinan adalah menunjukkan suatukeunggulan dari para pemimpin dan membuktikan kepercayaan yang diberikan untukmemimpin dengan melayani bukan dilayani. Didalam Undang-Undang Tentang Kepemudaan Bab1 Pasal 1 Bagian 7 menyatakan―Pengembangan kepemimpinan pemuda adalah kegiatan mengembangkan potensiketeladanan, keberpengaruhan, serta penggerakan pemuda.‖ Dalam hal ini yang terutamaadalah ―keteladanan‖ dalam kepemimpinan. Oleh sebab itu, keteladanan tidak bersumberdari luar melainkan dari dalam diri pemimpin itu sendiri. Dengan demikian kembali dalampembahasan essai ini bahwa betapa pentingnya menumbuhkan kualitas kepemimpinanpribadi yang akan dapat mempengaruhi akan pergerakan bangsa Indonesia berkualitas yangdisebabkan kepemimpinan pemimpin yang berkualitas pula. Satu hal yang tidak bisa dilupakan bahwa kepemimpinan dari para pemimpin tidakbisa lepas dari apa yang mereka pimpin. Sehingga, bagaimana yang dipimpin itu adalahbagaimana sang pemimpin itu. Dengan ini, harapan kita semua untuk Indonesia adalahmenjadi Indonesia yang memiliki jiwa kepemimpinan bangsa yang berwibawa dan berartiserta berkualitas. Maka, ketika ada pertanyaan apa itu Indonesia?dengan percaya dirimemberitahukan Pemimpin bangsa Indonesia yang mempunyai kepemimpinan pribadimembentuk kepemimpinan Bangsa Indonesia. Dan Indonesia adalah ―Pemimpin.
  • 38. BAB III PENUTUP 1. Kesimpulan Tetapi yang terjadi pada saat ini rakyat Indonesia tengah mengalami krisiskepercayaan kepada pemimpinnya. Hal ini terjadi karena kekecewaan yang dialami rakyatIndonesia. Rakyat Indonesia merindukan sosok pemimpin yang mereka idam-idamkan.Mereka terus mencari pribadi-pribadi yang layak untuk menjadi seorang pemimpin. Tatkalatidak ditemukan satupun yang dinilai memenuhi syarat seperti yang dikonsepsikan, makaoptimisme itu berubah menjadi pesimisme. Keadaan seperti ini menyiratkan fakta bahwa rakyat Indonesia menyadari kondisiburuk ini diakibatkan oleh ulah pemimpinnya sendiri. Mereka menganggap bahwa parapemimpin gagal mengemban kewajiban sebagai seorang pemimpin. Pemimpin adalah seorang yang dikenal oleh dan berusaha mempengaruhi parapengikutnya untuk merealisir visinya. Sedangkan kepemimpinan adalah hubungan yang eratantara seorang dengan sekelompok manusia karena adanya kepentingan bersama; hubunganitu ditandai dengan tingkah laku yang tertuju dan terbimbing dari manusia yang seorang itu.Manusia atau orang ini biasanya disebut yang memimpin atau pemimpin, sedangkan yangmengikutinya disebut yang dipimpin. Ralph Waldo Ericksson, ― Yang membawa martabat bangsa dan membangun tonggakbangsa menjulang tinggi adalah orang-orang yang berani mengambil resiko ketika yang lainmundur, dan mereka yang bekerja keras ketika yang lain sedang tertidur…‖ ―Biarkan dunia merubahmu, Maka engkau akan mampu merubah dunia!‖ -Ernesto“Che” Guevara. Dalam Motorcycle Diaries Menutup tulisan ini penulis tertarik untuk menampilkan pendapat Deddy Mizwaryang menurutnya, ‖Bangkit itu susah, susah melihat orang lain susah dan senang melihatorang lain senang. Bangkit itu mencuri, mencuri perhatian dunia dengan prestasi. Bangkit itu
  • 39. marah, marah jika martabat bangsa dilecehkan. Bangkit itu tidak ada, tidak ada katamenyerah, tidak ada kata putus asa. Bangkit itu aku. Aku untuk Indonesiaku. 2. Kritik Kebangkrutan akan sosok pemimpin yang diharapkan bisa memenuhi semuakehendak masyarakat akan keadilan, kesejahteraan, dan keamanan yang di butuhkan olehbangsa ini menjadi hal yang serius dan sangat mendesak. Semua ini tidak semata – matakarena faktor umur para pemimpin kita yang sudah Tua melainkan kepemimpinan yangsudah tidak efektif dan cenderung tidak mencerminkan sikap seorang pemimpin sebagaimanamestinya. Generasi Tua yang memimpin sekarang cenderung kurang bisa memahamikeinginan masyarakat dan tuntutan zaman di era global ini, para pemimpin Tua sepertiterkurung dalam cara berfikir konvensional. Dengan demkian harus ada yang menggantisebuah dinasti kepemimpinan Tua oleh sebuah sosok kaum intelektual muda yang bisamenjawab atas segala tantangan global dan semaksimal mungkin memenuhi akan semuakeinginan masyarakat. 3. Saran Sekaranglah saatnya kaum intelektual muda yang membuat perubahan terhadapbangsa ini, dengan sebuah istilah ―Yang Muda Yang Memimpin‖. Dengan segalapengalaman dan pengetahuan yang mereka miliki, mereka pantas diberi kesempatan untukmenunjukan diri mereka bahwa mereka mampu berbuat yang lebih baik untuk bangsa ini, iniadalah menjadi tanggung jawab kita semua untuk memberikan kesempataan kepada mereka.Kita juga mengambil peranan besar dalam menghantarkan mereka untuk menjadi seorangpemimpin masa depan, oleh karena itu, dukungan kita bagi mereka sangatlah penting gunamerubah struktur kepemimpinan yang ada sekarang yang dirasakan sudah tidak efektif dankurang baik. Secara keseluruhan dari apa yang dimiliki bangsa kita untuk masa depan yang lebihbaik bukanlah sebuah permainan, dengan demikian, menjadikan para kaum intelektual mudayang kompeten untuk menjadi pemimpin adalah suatu terobosan untuk merubah bangsa ini,dan sebuah istilah ―Yang Muda Yang Memimpin‖ semoga tidak hanya menjadi sebuahjargon dan penyemangat kita saja, tetapi juga kita harus membuat sebuah istilah ini menjadisebuah kenyataan untuk bangsa besar kita, bangsa Indonesia.
  • 40. Daftar PustakaJeremy Pope, Strategi Memberantas Korupsi: Elemen Sistem Integritas Nasional, YayasanObor Indonesia, Jakarta, 2003Jhon Adair, Cara Menumbuhkan Kepemimpinan, 7 prinsip Kunci PenbgembanganKepemimpinan Yang Efekti, Jakarta: Gramedia Pustaka Umum, 2007K Bertens, Etika, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2007Mahmuddin Muslim, Jalan Panjang Menuju KPTPK, Gerakan Rakyat Antkorupsi Indonesia(GeRAK), Jakarta, 2004Mirian Budiardjo, Aneka Pemikiran Tentang Kuasa dan Wibawa, Jakarta: Sinar Harapan,1984Peter Eigen, Pengantar, dalam Jeremy Pope. Strategi Memberantas Korupsi: Elemen SistemIntegritas Nasional, Yayasan Obor Indonesia, Jakarta, 2003Rupert Eales White, The Effective Leader, Empat bakal Sederhana Menjadi PemimpinProfesional, Yogyakarta: Diva Press, 2004Saldi Isra. Antikorupsi: Nasionalisme Baru Indonesia. Media Indonesia, 18 Mei, Jakarta,2005Sarlito Wirawan Sartono, Psikologi Sosial, Individu dan Teori – teori Psikologi Sosial,Jakarta: Balai Pustaka, 2005