• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Profesi akuntan publik
 

Profesi akuntan publik

on

  • 6,073 views

 

Statistics

Views

Total Views
6,073
Views on SlideShare
6,072
Embed Views
1

Actions

Likes
0
Downloads
102
Comments
0

1 Embed 1

http://efoldz.blogspot.com 1

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Profesi akuntan publik Profesi akuntan publik Presentation Transcript

    • Profesi AkuntanPublik (Certified Public Accountant) DISUSUN OLEH : Agnes Tri Utami ( 11.1.002) Soetris Salim ( 11.1.403) Lulu Theresia ( 11.1.452) Suryahadi (11.1.453) Selvie Tenggono ( 11.1.631) Theresia ( 11.1.633)
    • Kantor Akuntan Publik (KAP)• Hak legal untuk melakukan audit diberikan kepada kantor akuntan publik oleh Menteri Keuangan atau peraturan di setiap negara bagian.• Empat kategori ukuran digunakan untuk menggambarkan kantor akuntan publik (KAP): – Kantor internasional Empat Besar – Kantor nasional – Kantor regional dan kantor lokal yang besar – Kantor lokal kecil
    • Kegiatan Kantor Akuntan Publik• KAP menyediakan jasa audit serta jasa atestasi dan assurance lainnya.• Jasa-jasa tambahan yang diberikan oleh KAP: – Jasa akuntansi dan pembukuan – Jasa perpajakan – Jasa konsultasi manajemen.• KAP terus mengembangkan produk dan jasa baru, termasuk perencanaan keuangan, penilaian usaha, akuntansi forensik, audit internal yang disubkontrakkan (outsourcing), serta jasa penasihat teknologi informasi.
    • Struktur Kantor Akuntan PublikTiga faktor utama yang mempengaruhi struktur organisasional :• Kebutuhan akan independensi dari klien• Pentingnya struktur untuk memicu kompetensi• Meningkatnya risiko tuntutan hukum yang dihadapi auditor
    • Enam struktur organisasi bagi KAP:• Perusahaan Perorangan ( Proprietorship )• Persekutuan Umum (General Partnership)• Korporasi• Korporasi Profesional ( Professional Corporation , PC)• Limited Liability Company (LLC)• Limited Liability Partnership ( LLP)
    • Hierarki KAP Pengalaman Tingkat Staf Tanggung Jawab Utama Rata-RataAsisten Staf 0-2 tahun Melakukan sebagian besar pekerjaan audit yang terinciAuditor senior 2-5 tahun Mengoordinasikan dan bertanggung jawab atas pekerjaanatau penanggung lapangan audit, termasuk mengawasi dan mereview pekerjaanjawab stafManajer 5-10 tahun Membantu penanggung jawab merencanakan dan mengelola audit, mereview pekerjaan penanggung jawab, serta membina hubungan dengan klien. Seorang manajer mungkin bertanggung jawab atas lebih dari satu penugasan pada saat yang samaPartner 10 tahun ke atas Mereview keseluruhan pekerjaan audit dan terlibat dalam keputusan-keputusan audit yang signifikan. Seorang partner adalah pemilik KAP dan karenanya mengemban tanggung jawab akhir dalam melaksanakan audit dan melayani klien.
    • E-Commerce dan Operasi KAP• KAP memanfaatkan internet untuk memasarkan jasa- jasanya, serta menyoroti hal-hal seperti, lokasi kantor, lini-lini jasa, serta spesialisasi industri, dan menyediakan alat-alat serta bahan acuan bagi klien yang sekarang maupun calon klien.• Web site KAP menampilkan berita dan bahasan mengenai masalah-masalah bisnis, seperti informasi terbaru tentang perubahan peraturan perpajakan.• Dengan berlangganan database online, para akuntan dapat selalu mengetahui informasi tentang perusahaan dan perkembangan industri tertentu serta memperoleh data industri terbaru yang berguna untuk keperluan auditing dan konsultasi.
    • Sarbanes-Oxley Act dan PublicCompany Accounting Oversight Board• Sarbanes-Oxley Act disahkan pada tanggal 30 Juli 2002• Sarbanes-Oxley Act membentuk Public Company Accounting Oversight Board (PCAOB).• PCAOB bertanggung jawab atas standar auditng untuk perusahaan terbuka, sedangkan ASB terus menyediakan standar-standar auditing bagi perusahaan swasta.
    • Securities and Exchange Commission• Securities and Exchange Commission (SEC) adalah badan pemerintah federal yang membantu menyediakan informasi yang andal bagi investor untuk keputusan investasi.• Securities Act tahun 1933 dan 1934 mensyaratkan laporan keuangan yang disertai dengan pendapat akuntan publik independen sebagai bagian dari laporan registrasi dan laporan-laporan berikutnya.
    • Hal terpenting dari laporan-laporan ini, yaitu:• Formulir S-1• Formulir 8-K• Formulir 10-K• Formulir 10-Q Peran SEC yaitu menetapkan prinsip-prinsipakuntansi yang berlaku umum (GAAP) dan persyaratanpengungkapan bagi laporan keuangan karenakewenangannya menetapkan persyaratan pelaporan yangdianggap perlu demi wajarnya pengungkapan kepadainvestor. Kewenangan SEC adalah menetapkan aturan bagisetiap akuntan publik yang terkait dengan laporankeuangan yang telah diaudit yang diserahkan kepadakomisi ini.
    • American Institute of Certified Public Accountants (AICPA)• Institute of Certified Public Accountants (AICPA) adalah organisasi profesi nasional yang memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap para akuntan public (CPA) yang mendapat lisensi dari negara bagian tempat mereka berpraktik.• AICPA memiliki kewenangan untuk menetapkan standar dan pembuat aturan dalam lima bidang utama berikut ini: – Standar auditing – Standar kompilasi dan review – Standar atestasi lainnya – Standar konsultasi – Kode Perilaku Profesional
    • Fungsi-Fungsi AICPA:• menetapakan persyaratan profesional bagi para CPA• melakukan riset• mempublikasikan berbagai bahan• mempromosikan profesi akuntansi• menyusun dan memberi nilai dalam CPA Examination• mengadakan banyak seminar• memberikan berbagai bantuan pendidikan• memberikan bahan-bahan referensi dalam perpustakaan online CPExpress.
    • Standar Auditing Yang Berlaku UmumPedoman paling luas tersedia adalah 10standar auditing yang berlaku umum yangdikembangkan oleh AICPA.Tabel
    • Standar Auditing yang Berlaku UmumStandar Umum1. Audit harus dilakukan oleh orang yang sudah mengikuti pelatihan dan memiliki kecakapan teknis yang memadai sebagai seorang auditor.2. Auditor harus mempertahankan sikap mental yang independen dalam semua hal yang berhubungan dengan audit.3. Auditor harus menerapkan kemahiran profesional dalam melaksanakan audit dan menyusun laporan.Standar Pekerjaan Lapangan1. Auditor harus merencanakan pekerjaan secara memadai dan mengawasi semua asisten sebagaimana mestinya.2. Auditor harus memperoleh pemahaman yang cukup mengenai entitas serta lingkungannya, termasuk pengendalian internal, untuk menilai resiko salah saji yang signifikan dalam laporan keuangan karena kesalahan atau kecurangan, dan untuk merancang sifat, waktu, serta luas prosedur audit selanjutnya.3. Auditor harus memperoleh cukup bukti audit yang tepat dengan melakukan prosedur audit agar memiliki dasar yang layak untuk memberikan pendapat menyangkut laporan keuangan yang diaudit.Standar Pelaporan1. Auditor harus menyatakan dalam laporan auditor apakah laporan keuangan telah disajikan sesuai dengan prinsip-prinsip akutansi yang berlaku umum.2. Auditor harus mengidentifikasikan dalam laporan auditor mengenai keadaan dimana prinsip-prinsip tersebut tidak secara konsisten diikuti selama periode berjalan jika dikaitkan dengan periode sebelumnya.3. Jika Auditor menetapkan bahwa pengungkapan yang informatif belum memadai, auditor harus menyatakannya dalam laporan auditor.4. Auditor harus menyatakan pendapat mengenai laporan keuangan, secara keseluruhan, atau menyatakan bahwa suatu pendapat tidak bisa diberikan, dalam laporan auditor. Jika tidak dapat menyatakan satu pendapat secara keseluruhan, auditor harus menyatakan alasan-alasan yang mendasarinya dalam laporan auditor. Dalam semua kasus, jika nama seorang auditor dikaitkan dengan laporam keuangan, auditor itu harus dengan jelas menunjukkan sifat pekerjaan auditor, jika ada, serta tingkat tanggung jawab yang dipikul auditor, dalam laporan auditor.
    • Ikhtisar Standar Auditing yang Berlaku Umum Standar Auditing yang Berlaku Umum Umum Pekerjaan Lapangan Pelaporan kualifikasi dan perilaku pelaksanaan audit hasil Pelatihan dan Perencanaan dan Apakah laporan disusun kecakapan yang pengawasan yang sesuai dengan prinsip- memadai tepat prinsip akuntansi yang Independensi dalam Pemahaman yang berlaku umum sikap mental mencukupi atas Keadaan bila prinsip- entitas, Kemahiran prinsip akuntansi yang lingkungannya, dan profesional berlaku umum tidak pengendalian internalnya diikuti secara konsisten Bukti yang Memadainya mencukupi dan tepat pengungkapan informatif Pernyataan pendapat mengenai laporan keuangan
    • Statement on Auditing Standard• Standar auditing yang berlaku umum dan SAS dianggap sebagai literatur otoritatif, dan setian anggota yang melakukan audit atas laporan keuangan historis diharuskan mengikuit standar- standar ini menurut Code of Professional Conduct AICPA.• Semua SAS diberi dua nomor klasifikasi: – nomor SAS – nomor AU
    • Standar Auditing Internasional• International Standards on Auditng (ISA) dikeluarkan oleh International Auditing Practices Commitee (IAPC) dari International Federation of Accountants (IFAC).• IAPC berupaya meningkatkan keseragaman praktik auditing dan jasa-jasa terkait di seluruh dunia dengan mengeluarkan persyaratan mengenai berbagai fungsi audit dan atestasi serta dengan mendorong penerimaannya di seluruh dunia
    • Pengendalian Mutu• Pengendalian mutu terdiri atas metode- metode yang digunakan untuk memastikan bahwa kantor itu memenuhi tanggung jawab profesionalnya kepada klien dan pihak-pihak lain.• SAS 25 (AU 161) mengharuskan KAP menetapkan kebijakan dan prosedur pengendalian mutu.
    • Unsur-unsur Pengendalian Mutu Unsur Ikhtisar Persyaratan Contoh ProsedurIndependensi, Seluruh personel yang bertugas harus mempertahankan Setahun sekali setiap partnerintegritas dan independensi dalam fakta dan penampilan, melaksanakan dan pegawai harus menjawabobjektivitas semua tanggung jawab profesional dengan integritas, “kuesioner independensi” yang serta mempertahankan objektivitas dalam melaksanakan menanyakan hal-hal seperti tanggung jawab profesional mereka. kepemilikan saham dan keanggotaan dewan direksi.Manajemen Kebijakan dan prosedur harus ditetapkan untuk memberi Setiap profesional haruskepegawaian KAP kepastian yang wajar bahwa: dievaluasi atas setiap penugasan Semua personel baru memiliki kualifikasi untuk dengan memakai laporan melakukan pekerjaan secara kompeten. penilaian penugasan individu dari Pekerjaan diserahkan kepada personel yang memiliki KAP yang bersangkutan. keahlian dan pelatihan teknis yang memadai. Semua personel ikut serta dalam pendidikan profesi berkelanjutan serta kegiatan pengembangan profesi yang memungkinkan mereka memenuhi tanggung jawab yang diberikan. Personel yang terpilih untuk promosi kenaikan jabatan memiliki kualifikasi yang diperlukan untuk memenuhi tanggung jawab yang diberikan.
    • Unsur Ikhtisar Persyaratan Contoh Prosedur kualifikasi yang diperlukan untuk memenuhi tanggung jawab yang diberikan.Penerimaan dan Kebijakan dan prosedur harus ditetapkan Sebuah formulir penilaian klien,kelanjutan klien serta untuk memutuskan apakah akan yang berkaitan dengan hal-halpenugasan menerima atau melanjutkan hubungan seperti komentar audit dengan klien. Kebijakan dan prosedur ini terdahulu dan evaluasi atas harus meminimalkan risiko yang manajemen, harus disiapkan berkaitan dengan klien yang untuk setiap klien baru sebelum manajemennya tidak memiliki integritas. penerimaan. KAP juga harus hanya menerima penugasan yang dapat diselesaikan dengan kompetensi profesional.Kinerja penugasan Kebijakan dan prosedur harus Direktur akuntansi dan auditingkonsultasi memastikan bahwa pekerjaan yang dilaksanakan oleh personel penugasan KAP siap memberikan konsultasi memenuhi standar profesi yang berlaku, serta harus menyetujui semua persyaratan peraturan, dan standar mutu KAP itu sendiri. penugasan sebelum penugasan itu diakhiri.Pemantauan Prosedur Harus ada kebijakan dan prosedur untuk Partner bagian pengendalian memastikan bahwa keempat unsur mutu harus menguji prosedur pengendalian mutu lainnya diterapkan pengendalian mutu setidaknya secara efektif. setahun sekali untuk mematikan kepatuhan KAP.
    • AICPA Practice Section• AICPA telah membentuk dua seksi praktik (practice sections): – Centre for Public Company Audit Firms (CPCAF) – Private Companies Practice Sections (PCPS), yang juga disebut sebagai AICPA Alliance for CPA Firms.• Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas praktik oleh KAP sesuai dengan standar pengendalian mutu AICPA
    • Peer Review• Pemantauan praktik, yang juga dikenal sebagai peer review, adalah review, oleh akuntan publik, atas ketaatan KAP pada sistem pengendalian mutu kantor itu sendiri.• Tujuan peer review adalah untuk menentukan dan melaporkan apakah KAP yang direview itu telah mengembangkan kebijakan dan prosedur yang memadai bagi kelima unsur pengendalian mutu, dan mengikuti kebijakan serta prosedur itu dalam praktik.• Kedua program pemantauan praktik yang telah disetujui AICPA : – Centre For Public Company Audit Firms Peer Review Program – AICPA Peer Review Program.
    • Hubungan Antara GAAS,Pengendalian Mutu, AICPAPractice Sections dan Peer Review Standar Pengendalian Mutu Standar yang diberlakukan KAP untuk membantu memenuhi standar auditing yang berlaku umum AICPA Practice Sections Center for Public Company Audit Firms & Standar Auditing yang Berlaku Umum Private Companies Practice Sections Standar yang diberlakukan pada setiap Organisasi yang dimaksudkan untuk audit membantu KAP memenuhi standar pengendalian mutu dan GAAS Peer Review Metode untuk menentukan apakah suatu KAP memenuhi standar pengendalian mutu
    • THANK YOU 감사해용 (-3-)/
    • • Sherly (11.1.638) : standar audit berlaku umum, standar pekerjaan lapangan, apa maksud merancang sifat, waktu, serta prosedur audit selanjutnya?• Rinawati (11.1.017) : peer review, apa dampak peer review terhadap profesi auditor?• Vera Muliawan (11.1.454) : apa keuntungan dan kerugian partnership atau persekutuan umum?• Noviyanti (11.1.402) : 3 faktor yang mempengaruhi struktur organisasi, point pertama, jelaskan!• Melianti (11.1.503) : jelaskan hubungan pengendalian mutu dengan KAP!• Sepri (11.1.455) : ISA, tujuan IAPC!