0
Gani Digest
First Edition
May 2014
Babygani
Diane dan Jack
Mereka telah saling mengenal sejak bersekolah dan telah menjadi sahabat baik.
Mereka berbagi semua dan apap...
Diane berbunga-bunga. Cinta dan cium, berarti banyak bagi seorang wanita yang
belum merasakan cinta sebelumnya. Dia begitu...
Menjual Keperawanan
Wanita itu berjalan agak ragu memasuki hotel berbintang lima . Sang petugas satpam yang
berdiri di sam...
Petugas satpam itu memperhatikan wanita itu. Tak nampak ada barang yang akan dijual.
Mungkin wanita ini adalah pramuniaga ...
” Baiklah. Saya akan tawarkan kepada tamu hotel ini. Tunggu sebentar ya. ”
Petugas satpam itu berlalu dari hadapan wanita ...
Wanita itu terdiam. Petugas satpam itu memandang ke arah wanita itu dan berharap ada
jawaban bagus dari wanita itu.
” Baga...
” Benar, pak. ”
” Kalau begitu kenalkan saya dengan wanita itu … ”
” Dengan senang hati. Tapi, pak …Wanita itu minta harga...
… ” Kata pria itu sambil menyerahkan uang dari dalam tas kerjanya.
” Saya tidak mengerti …”
” Selama ini saya selalu meman...
dan menjual adalah keseharian yang tak bias dielakan. Tapi Tuhan selalu memberi tanpa
pamrih, tanpa perhitungan ….
”Kini s...
Harta dalam rumah tangga
Semuanya berawal dari sebuah rumah mewah di pinggiran desa, yang mana hiduplah disana
sepasang su...
Setelah berkata demikian, tak lama kemudian ia semakin mabuk dan akhirnya tak sadarkan
diri. Keesokan harinya, seusai pest...
Perjuangan seorang ibu
Kisah ini adalah kisah nyata sebuah keluarga yang sangat miskin, yang memiliki seorang anak
laki-la...
jangan dicampur bers ama, kalau tidak maka beras yang dimasak tidak bias matang sempurna.
Selanjutnya kalau begini lagi, m...
Pandangan mama yang hangat dan lembut kepada anaknya. Akhirnya sang anak pun
memeluk dan merangkul erat mamanya dan berkat...
Sahabat Terbaik
“Key… sini dech cepetan, aku ada sesuatu buat kamu”, panggil Nayra suatu sore.
“Iya, sebentar, sabar dikit...
Berbeda secara fisik, tidak pernah menjadi halangan di dalam jalinan persahabatan Antara
Nayra dan Keynaya, kemana pun Nay...
Ternyata sakit yang dirasakan Nayra sore itu adalah pertanda dia akan segera di panggil
menghadap Tuhan, saat minta ijin u...
“Tidaaaaaaaaaaaaaaaaaakkk”, teriak ibu Rita isteris,“ Nayra tidak mungkin meninggal, Nayra
masih hidup,” seluruh pengunjun...
“belum sayang, Nayra masih diluar kota” pedih rasanya hati ibu Rasti saat berujar.
Perban akhirnya di buka, samar-samar pe...
Kiss and big hug my lovely friend, my best friend in my life….muaaachh… Dariku yang selalu
menyayangimu Nayra Amrita
Air m...
Cowok yang mengabaikan Ceweknya
Percakapan ditelepon Jam 19:15
Cewe : sayang , aku udah pulang. kamu jemput aku ya?
Cowo :...
20:50 ya uda aku pulang sendiri,sebenernya aku cuma mau ngucapin happy anniversary buat
hubungan kita,makanya gak mau dije...
Cinta Jangan Karena Harta
”Selamat ulang tahun sayang…!” ujar seorang pria pada pacarnya sambil memberikan kado
berupa kot...
tahun yang ke 17 untukmu cinta. Semoga kamu di berkahi rezeki dan kemudahan oleh yang
maha kuasa dan semakin dewasa dalam ...
Lisa Marie
Beberapa tahun yang lalu, seorang gadis 15 tahun bernama Lisa Marie meninggal gantung diri
di rumahnya. Dia seo...
Hari ini Sabtu, nenek dan saya di rumah sakit sepanjang malam. Papa meninggal pagi ini.
Mama lumpuh seumur hidup. Sewaktu ...
Golput adalah gerakan protes dari para mahasiswa dan pemuda untuk memprotes
pelaksanaan Pemilu 1971.Ini adalah Pemilu pert...
Seperti kata Napoleon Bonaparte
"Negara ini rusak bukan karena jahatnya orang jahat, tapi karena diamnya orang baik, orang...
DI TOILET
Seseorang yang sedang berada dalam toilet tiba-tiba merasa risih karena seorang yang sedang
memakai toilet di se...
KETIKA TUHAN MENCIPTA INDONESIA
Suatu hari Tuhan tersenyum puas melihat sebuah planet yang baru saja diciptakan-Nya.
Malai...
Kelas Akselerasi, Budaya Instan Pendidikan Kita
KETERTINGGALAN sumber daya manusia dan dunia pendidikan yang menjadi sorot...
Mandy, yang didorong orangtuanya ikut program kelas akselerasi di SMA Labschool Jakarta,
misalnya, belajar dalam sebuah ru...
terlepas dari perkembangan mental sesuai dengan usianya. Masa SD, umpamanya,
merupakan school age, yakni masa bermain dan ...
1000 kertas bangau
Sekali waktu, pernah ada seorang pria yang sangat mencintai seorang gadis. Pria ini sangat
romantis, me...
Kertas Bangau tersebut kembali dengannya. Pria itu akhirnya hanya bisa menangis tersedu-
sedu… :( “Cara terburuk untuk mer...
Susahnya jadi cowok jelek ...
Kalau cowok ganteng pendiam, cewek-cewek bilang: Woow, cool banget… Kalau cowok jelek
pendia...
Kalau cowok ganteng bersedih hati, cewek-cewek bilang: Let me be your shoulder to cry on
Kalau cowok jelek bersedih hati, ...
PEDAGANG KAKI LIMA (PKL)
Pedagang kaki lima atau yang sering disebut PKL merupakan sebuah komunitas yang
kebanyakan berjua...
pedagang telah memakan ruas jalan dalam menggelar dagangannya. Namun bila kita
menengok kembali pada masa penjajahan belan...
CARA TUHAN MENDIDIK KITA
Seorang Tukang Kebun mencoba mengadakan penelitian sederhana. Ia menanam 2 tanaman
yangg sama pad...
Bohong kepada ayah
Pagi itu Ayah menyuruhku membawa mobil ke bengkel untuk check up rutin, kemudian
menjemputnya di kantor...
“Ayah sudah tahu ….” Sambil tersenyum Ayah mengelus kepalaku.
Aku yang bingung segera dibimbingnya menuju mobil. “Sebenarn...
Jam Karet
Pasti pernah diantara kita membuat janji untuk bertemu. Oke, andaikan disepakati janji jam
9 untuk berkumpul, to...
Itulah, seolah struktur jam karet memang telah mengendap dalam darah daging kita. Dan ini
orang tidak merasa menyalahi huk...
Cabe-cabean
Fenomena cabe-cabean booming pada akhir 2013 dan awal 2014 ini. Mungkin sebagian dari
kita sudah tidak asing l...
Mereka akan banyak “bertebaran” di keramaian, kadang bersembunyi di tempat-tempat
gelap. Mereka dengan santai memarkir mot...
Kedua, lingkungan. Masyarakat perlu ikut andil dalam menjaga lingkungan sekitarnya dari hal-
hal semacam ini. Sikap indivi...
DIBALIK KISAH SEORANG PAPA
Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja
diperantauan, yang...
Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk
menemuimu, Papa akan memasang wajah p...
suaminya…” Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya
yang sesekali datang untuk menjenguk.
De...
Klenikisasi
Dalam sejarah dunia perklenikan, Indonesia pernah mengalami masa-masa ‘keemasannya,’
yaitu pada zaman bangsa i...
Gani digest may 2014
Gani digest may 2014
Gani digest may 2014
Gani digest may 2014
Gani digest may 2014
Gani digest may 2014
Gani digest may 2014
Gani digest may 2014
Gani digest may 2014
Gani digest may 2014
Gani digest may 2014
Gani digest may 2014
Gani digest may 2014
Gani digest may 2014
Gani digest may 2014
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Gani digest may 2014

2,070

Published on

Gani digest may 2014
It is Stories, it is Gani. what else do you need?

Published in: Lifestyle
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
2,070
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
2
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "Gani digest may 2014"

  1. 1. Gani Digest First Edition May 2014 Babygani
  2. 2. Diane dan Jack Mereka telah saling mengenal sejak bersekolah dan telah menjadi sahabat baik. Mereka berbagi semua dan apapun juga dan menghabiskan banyak waktu bersama dalam dan setelah sekolah. Tetapi hubungan mereka tidak berkembang namun hanyalah sebatas teman. Diane menyimpan rahasia, kekagumannya dan cintanya kepada Jack. Dia memiliki alasan tersendiri untuk menyimpan hal itu sendiri. TAKUT! Takut akan penolakan, takut jika Jack tidak merasakan hal yang sama, takut kalau Jack tidak menerimanya sebagai temannya lagi, takut kehilangan seseorang yang dia merasa nyaman bersamanya. Setidaknya jika dia tetap menjaga perasaannya, dia mungkin masih bisa bersama Jack dan dengan harapan, bahwa Jack lah yang akan mengatakan bagaimana perasaannya kepada Diane. Waktu terus berjalan dan sekolah telah bubar. Jack dan Diane pergi ke arah yang berlainan. Jack melanjutkan studinya di luar negeri, sedangkan Diane mendapatkan pekerjaan. Mereka tetap saling berhubungan, dengan surat, saling mengirimkan foto masing-masing dan saling mengirimkan hadiah. Diane merindukan Jack akan kembali.Dia telah memutuskan bahwa dia memiliki kekuatan untuk mengatakan kepada Jack, bagaimana perasaan cintanya jika Jack kembali. Dan tiba-tiba, surat dari Jack terhenti. Diane menuliskepadanya, tetapi tidak ada jawaban. Dimana dia? Apa yang terjadi? Banyak pertanyaan yang ada di kepalanya. Dua tahun berlalu dan Diane tetap berharap bahwa Jack akan kembali atau setidaknya mengiriminya surat. Dan doanya terkabul. Dia menerima surat dari Jack yang mengatakan :”Diane, aku punya kejutan untukmu… temui aku di bandara pukul 7 malam. Aku tidak kuat menunggu untuk menemuimu lagi. Cinta dan cium, Jack”.
  3. 3. Diane berbunga-bunga. Cinta dan cium, berarti banyak bagi seorang wanita yang belum merasakan cinta sebelumnya. Dia begitu gembira atas kata-kata itu. Ketika harinya telah tiba, Diane menunggu dengan cemas. Dia memakai pakaian terbaiknya dan berusaha terlihat secantik mungkin. Dia mencari Jack kesana kemari. Tetapi tidak dilihatnya Jack. Kemudian datang seorang wanita dengan pakaian ketat berwarna biru yang seksi. Dia begitu perhatian melihat Diane, lalu katanya : “Hai! Aku Jacelyn, temannya Jack. Kamu Diane?” tanyanya.Diane menganggukkan kepala.“Maaf, aku punya kabar buruk bagimu. Jack tidak akan datang. Dia tidak akan datang lagi,” kata wanita itu, sambil meletakkan tangannya di pundaknya Diane.Diane tidak dapat mempercayai hal yang dia dengar !!! Apa yang telah terjadi?? Diane bingung, dia amat sangat khawatir sekali dan wajahnya menjadi pucat.“Dimana Jack? Apa yang terjadi padanya??? Katakan padaku…” Diane memohon kepada si wanita. Si wanita melihat dengan cermat ke Diane dan dia menepuk pundak Diane dan mengatakan : ALAMAK DIANE… INI IKE JACK…APAKAH IKE TERLIHAT CANTIK SEKARANG? AIH….AIH……YEY NGGAK BISA NGENALIN IKE LAGI YAH??? IHHH…SEBEL DEH…..!!!” ………dan kemudian Diane langsung pingsan…..
  4. 4. Menjual Keperawanan Wanita itu berjalan agak ragu memasuki hotel berbintang lima . Sang petugas satpam yang berdiri di samping pintu hotel menangkap kecurigaan pada wanita itu. Tapi dia hanya memandang saja dengan awas ke arah langkah wanita itu yang kemudian mengambil tempat duduk di lounge yang agak di pojok. Petugas satpam itu memperhatikan sekian lama, ada sesuatu yang harus dicurigainya terhadap wanita itu. Karena dua kali waiter mendatanginya tapi, wanita itu hanya menggelengkan kepala. Mejanya masih kosong. Tak ada yang dipesan. Lantas untuk apa wanita itu duduk seorang diri. Adakah seseorang yang sedang ditunggunya. Petugas satpam itu mulai berpikir bahwa wanita itu bukanlah tipe wanita nakal yang biasa mencari mangsa di hotel ini. Usianya nampak belum terlalu dewasa. Tapi tak bias dibilang anak-anak. Sekitar usia remaja yang tengah beranjak dewasa. Setelah sekian lama, akhirnya memaksa petugas satpam itu untuk mendekati meja wanita itu dan bertanya: ” Maaf, nona … Apakah anda sedang menunggu seseorang? “ ” Tidak! ” Jawab wanita itu sambil mengalihkan wajahnya ke tempat lain. ” Lantas untuk apa anda duduk di sini?” ” Apakah tidak boleh? ” Wanita itu mulai memandang ke arah sang petugas satpam.. ” Maaf, Nona. Ini tempat berkelas dan hanya diperuntukan bagi orang yang ingin menikmati layanan kami.” ” Maksud, bapak? “ ” Anda harus memesan sesuatu untuk bias duduk disini ” ” Nanti saya akan pesan setelah saya ada uang. Tapi sekarang, izinkanlah saya duduk di sini untuk sesuatu yang akan saya jual ” Kata wanita itu dengan suara lambat. ” Jual? Apakah anda menjual sesuatu di sini? ”
  5. 5. Petugas satpam itu memperhatikan wanita itu. Tak nampak ada barang yang akan dijual. Mungkin wanita ini adalah pramuniaga yang hanya membawa brosur. ” Ok, lah. Apapun yang akan anda jual, ini bukanlah tempat untuk berjualan. Mohon mengerti.” ” Saya ingin menjual diri saya, ” Kata wanita itu dengan tegas sambil menatap dalam-dalam ke arah petugas satpam itu. Petugas satpam itu terkesima sambil melihat ke kiri dan ke kanan. ” Mari ikut saya, ” Kata petugas satpam itu memberikan isyarat dengan tangannya. Wanita itu menangkap sesuatu tindakan kooperativ karena ada secuil senyum di wajah petugas satpam itu. Tanpa ragu wanita itu melangkah mengikuti petugas satpam itu. Di koridor hotel itu terdapat kursi yang hanya untuk satu orang. Di sebelahnya ada telepon antar ruangan yang tersedia khusus bagi pengunjung yang ingin menghubungi penghuni kamar di hotel ini. Di tempat inilah deal berlangsung. ” Apakah anda serius? ” ” Saya serius ” Jawab wanita itu tegas. ” Berapa tarif yang anda minta? ” ” Setinggi-tingginya. .” ” Mengapa?” Petugas satpam itu terkejut sambil menatap wanita itu. ” Saya masih perawan ” ” Perawan? ” Sekarang petugas satpam itu benar-benar terperanjat. Tapi wajahnya berseri. Peluang emas untuk mendapatkan rezeki berlebih hari ini.. Pikirnya ” Bagaimana saya tahu anda masih perawan?” ” Gampang sekali. Semua pria dewasa tahu membedakan mana perawan dan mana bukan.. Ya kan?” ” Kalau tidak terbukti? “ ” Tidak usah bayar …” ” Baiklah …” Petugas satpam itu menghela napas. Kemudian melirik ke kiri dan ke kanan. ” Saya akan membantu mendapatkan pria kaya yang ingin membeli keperawanan anda. ” ” Cobalah. ” ” Berapa tarif yang diminta? ” ” Setinggi-tingginya. ” ” Berapa? ” ” Setinggi-tingginya. Saya tidak tahu berapa? ”
  6. 6. ” Baiklah. Saya akan tawarkan kepada tamu hotel ini. Tunggu sebentar ya. ” Petugas satpam itu berlalu dari hadapan wanita itu. Tak berapa lama kemudian, petugas satpam itu datang lagi dengan wajah cerah. ” Saya sudah dapatkan seorang penawar. Dia minta Rp. 5 juta. Bagaimana?” ” Tidak adakah yang lebih tinggi? ” ” Ini termasuk yang tertinggi, ” Petugas satpam itu mencoba meyakinkan. ” Saya ingin yang lebih tinggi…” ” Baiklah. Tunggu disini …” Petugas satpam itu berlalu. Tak berapa lama petugas satpam itu dating lagi dengan wajah lebih berseri. ” Saya dapatkan harga yang lebih tinggi. Rp. 6 juta rupiah. Bagaimana?” ” Tidak adakah yang lebih tinggi?” ” Nona, ini harga sangat pantas untuk anda. Cobalah bayangkan, bila anda diperkosa oleh pria, anda tidak akan mendapatkan apa apa. Atau andai perawan anda diambil oleh pacar anda, andapun tidak akan mendapatkan apa apa, kecuali janji. Dengan uang Rp. 6 juta anda akan menikmati layanan hotel berbintang untuk semalam dan keesokan paginya anda bisa melupakan semuanya dengan membawa uang banyak. Dan lagi, anda juga telah berbuat baik terhadap saya. Karena saya akan mendapatkan komisi dari transaksi ini dari tamu hotel. Adilkan. Kita sama-sama butuh…” ” Saya ingin tawaran tertinggi … ” Jawab wanita itu, tanpa peduli dengan celoteh petugas satpam itu. Petugas satpam itu terdiam. Namun tidak kehilangan semangat. ” Baiklah, saya akan carikan tamu lainnya. Tapi sebaiknya anda ikut saya. Tolong kancing baju anda disingkapkan sedikit. Agar ada sesuatu yang memancing mata orang untuk membeli. ” Kata petugas satpam itu dengan agak kesal. Wanita itu tak peduli dengan saran petugas satpam itu tapi tetap mengikuti langkah petugas satpam itu memasuki lift. Pintu kamar hotel itu terbuka. Dari dalam nampak pria bermata sipit agak berumur tersenyum menatap mereka berdua. ” Ini yang saya maksud, tuan. Apakah tuan berminat? ” Kata petugas satpam itu dengan sopan. Pria bermata sipit itu menatap dengan seksama ke sekujur tubuh wanita itu … ” Berapa? ” Tanya pria itu kepada Wanita itu. ” Setinggi-tingginya ” Jawab wanita itu dengan tegas. ” Berapa harga tertinggi yang sudah ditawar orang? ” Kata pria itu kepada sang petugas satpam. ” Rp.. 6 juta, tuan ” ” Kalau begitu saya berani dengan harga Rp. 7 juta untuk semalam. ”
  7. 7. Wanita itu terdiam. Petugas satpam itu memandang ke arah wanita itu dan berharap ada jawaban bagus dari wanita itu. ” Bagaimana? ” tanya pria itu. ”Saya ingin lebih tinggi lagi …” Kata wanita itu. Petugas satpam itu tersenyum kecut. ” Bawa pergi wanita ini. ” Kata pria itu kepada petugas satpam sambil menutup pintu kamar dengan keras. ” Nona, anda telah membuat saya kesal. Apakah anda benar benar ingin menjual? ” ” Tentu! ” ” Kalau begitu mengapa anda menolak harga tertinggi itu … ” ” Saya minta yang lebih tinggi lagi …” Petugas satpam itu menghela napas panjang. Seakan menahan emosi. Dia pun tak ingin kesempatan ini hilang. Dicobanya untuk tetap membuat wanita itu merasa nyaman bersamanya. ” Kalau begitu, kamu tunggu di tempat tadi saja, ya. Saya akan mencoba mencari penawar yang lainnya. ” Di lobi hotel, petugas satpam itu berusaha memandang satu per satu pria yang ada. Berusaha mencari langganan yang biasa memesan wanita melaluinya. Sudah sekian lama, tak ada yang nampak dikenalnya. Namun, tak begitu jauh dari hadapannya ada seorang pria yang sedang berbicara lewat telepon genggamnya. ” Bukankah kemarin saya sudah kasih kamu uang 25 juta Rupiah. Apakah itu tidak cukup? ” Terdengar suara pria itu berbicara. Wajah pria itu nampak masam seketika ” Datanglah kemari. Saya tunggu. Saya kangen kamu. Kan sudah seminggu lebih kita engga ketemu, ya sayang?! ” Kini petugas satpam itu tahu, bahwa pria itu sedang berbicara dengan wanita. Kemudian, dilihatnya, pria itu menutup teleponnya. Ada kekesalan di wajah pria itu. Dengan tenang, petugas satpam itu berkata kepada Pria itu: ” Pak, apakah anda butuh wanita … ??? ” Pria itu menatap sekilas kearah petugas satpam dan kemudian memalingkan wajahnya. ” Ada wanita yang duduk disana, ” Petugas satpam itu menujuk kearah wanita tadi. Petugas satpam itu tak kehilangan akal untuk memanfaatkan peluang ini. “Dia masih perawan..” Pria itu mendekati petugas satpam itu. Wajah mereka hanya berjarak setengah meter. ” Benarkah itu? ”
  8. 8. ” Benar, pak. ” ” Kalau begitu kenalkan saya dengan wanita itu … ” ” Dengan senang hati. Tapi, pak …Wanita itu minta harga setinggi tingginya.” ” Saya tidak peduli … ” Pria itu menjawab dengan tegas. Pria itu menyalami hangat wanita itu. ” Bapak ini siap membayar berapapun yang kamu minta. Nah, sekarang seriuslah ….” Kata petugas satpam itu dengan nada kesal. ” Mari kita bicara di kamar saja.” Kata pria itu sambil menyisipkan uang kepada petugas satpam itu. Wanita itu mengikuti pria itu menuju kamarnya. Di dalam kamar … ” Beritahu berapa harga yang kamu minta? ” ” Seharga untuk kesembuhan ibu saya dari penyakit ” ” Maksud kamu? ” ” Saya ingin menjual satu satunya harta dan kehormatan saya untuk kesembuhan ibu saya. Itulah cara saya berterima kasih …. ” ” Hanya itu …” ” Ya …! ” Pria itu memperhatikan wajah wanita itu. Nampak terlalu muda untuk menjual kehormatannya. Wanita ini tidak menjual cintanya. Tidak pula menjual penderitaannya. Tidak! Dia hanya ingin tampil sebagai petarung gagah berani di tengah kehidupan sosial yang tak lagi gratis. Pria ini sadar, bahwa di hadapannya ada sesuatu kehormatan yang tak ternilai. Melebihi dari kehormatan sebuah perawan bagi wanita. Yaitu keteguhan untuk sebuah pengorbanan tanpa ada rasa sesal. Wanita ini tidak melawan gelombang laut melainkan ikut kemana gelombang membawa dia pergi. Ada kepasrahan diatas keyakinan tak tertandingi. Bahwa kehormatan akan selalu bernilai dan dibeli oleh orang terhormat pula dengan cara- cara terhormat. ” Siapa nama kamu? ” ” Itu tidak penting. Sebutkanlah harga yang bisa bapak bayar … ” Kata wanita itu ” Saya tak bisa menyebutkan harganya. Karena kamu bukanlah sesuatu yang pantas ditawar.” ”Kalau begitu, tidak ada kesepakatan! ” ” Ada ! ” Kata pria itu seketika. ” Sebutkan! ” ” Saya membayar keberanianmu. Itulah yang dapat saya beli dari kamu. Terimalah uang ini. Jumlahnya lebih dari cukup untuk membawa ibumu ke rumah sakit. Dan sekarang pulanglah
  9. 9. … ” Kata pria itu sambil menyerahkan uang dari dalam tas kerjanya. ” Saya tidak mengerti …” ” Selama ini saya selalu memanjakan istri simpanan saya. Dia menikmati semua pemberian saya tapi dia tak pernah berterima kasih. Selalu memeras. Sekali saya memberi maka selamanya dia selalu meminta. Tapi hari ini, saya bisa membeli rasa terima kasih dari seorang wanita yang gagah berani untuk berkorban bagi orang tuanya. Ini suatu kehormatan yang tak ada nilainya bila saya bisa membayar …” ” Dan, apakah bapak ikhlas…? ” ” Apakah uang itu kurang? ” ” Lebih dari cukup, pak … ” ” Sebelum kamu pergi, boleh saya bertanya satu hal? ” ” Silahkan …” ” Mengapa kamu begitu beraninya … ” ” Siapa bilang saya berani. Saya takut pak … Tapi lebih dari seminggu saya berupaya mendapatkan cara untuk membawa ibu saya ke rumah sakit dan semuanya gagal. Ketika saya mengambil keputusan untuk menjual kehormatan saya maka itu bukanlah karena dorongan nafsu. Bukan pula pertimbangan akal saya yang `bodoh`… Saya hanya bersikap dan berbuat untuk sebuah keyakinan … ” ” Keyakinan apa? ” ” Jika kita ikhlas berkorban untuk ibu atau siapa saja, maka Tuhan lah yang akan menjaga kehormatan kita … ” Wanita itu kemudian melangkah keluar kamar. Sebelum sampai di pintu wanita itu berkata: ” Lantas apa yang bapak dapat dari membeli ini … ” ” Kesadaran… ”… Di sebuah rumah di pemukiman kumuh. Seorang ibu yang sedang terbaring sakit dikejutkan oleh dekapan hangat anaknya.”Kamu sudah pulang, nak ” ” Ya, bu … ” ” Kemana saja kamu, nak … ???” ” Menjual sesuatu, bu … ” ” Apa yang kamu jual?” Ibu itu menampakkan wajah keheranan. Tapi wanita muda itu hanya tersenyum … Hidup sebagai yatim lagi miskin terlalu sia-sia untuk diratapi di tengah kehidupan yang serba pongah ini. Di tengah situasi yang tak ada lagi yang gratis. Semua orang berdagang. Membeli
  10. 10. dan menjual adalah keseharian yang tak bias dielakan. Tapi Tuhan selalu memberi tanpa pamrih, tanpa perhitungan …. ”Kini saatnya ibu untuk berobat … ” Digendongnya ibunya dari pembaringan, sambil berkata: ”Tuhan telah membeli yang saya jual… ”. Taksi yang tadi ditumpanginya dari hotel masih setia menunggu di depan rumahnya. Dimasukannya ibunya ke dalam taksi dengan hati-hati dan berkata kepada supir taksi: ”Antar kami ke rumah sakit”
  11. 11. Harta dalam rumah tangga Semuanya berawal dari sebuah rumah mewah di pinggiran desa, yang mana hiduplah disana sepasang suami istri, sebut saja Pak Andre dan Bu Rina. Pak Andre adalah anak tunggal keturunan orang terpandang di desa itu, sedangkan Bu Rina adalah anak orang biasa. Namun demikian kedua orang tua Pak Andre, sangat menyayangi menantu satu-satunya itu. Karena selain rajin, patuh dan taat beribadah, Bu Rina juga sudah tidak punya saudara dan orang tua lagi. Mereka semua menjadi salah satu korban gempa beberapa tahun yang lalu. Sekilas orang memandang, mereka adalah pasangan yang sangat harmonis. Para tetangganya pun tahu bagaimana mereka dulu merintis usaha dari kecil untuk mencapai kehidupan mapan seperti sekarang ini. Sayangnya, pasangan itu belum lengkap. Dalam kurun waktu sepuluh tahun usia pernikahannya, mereka belum juga dikaruniai seorang anak pun. Akibatnya Pak Andre putus asa hingga walau masih sangat cinta, dia berniat untuk menceraikan sang istri, yang dianggapnya tidak mampu memberikan keturunan sebagai penerus generasi. Setelah melalui perdebatan sengit, dengan sangat sedih dan duka yang mendalam, akhirnya Bu Rina pun menyerah pada keputusan suaminya untuk tetap bercerai. Sambil menahan perasaan yang tidak menentu, suami istri itupun menyampaikan rencana perceraian tersebut kepada orang tuanya. Orang tuanya pun menentang keras, sangat tidak setuju, tapi tampaknya keputusan Pak Andre sudah bulat. Dia tetap akan menceraikan Bu Rina. Setelah berdebat cukup lama dan alot, akhirnya dengan berat hati kedua orang tua itu menyetujui perceraian tersebut deng an satu syarat, yaitu agar perceraian itu juga diselenggarakan dalam sebuah pesta yang sama besar seperti besarnya pesta saat mereka menikah dulu. Karena tak ingin mengecewakan kedua orang tuanya, maka persyaratan itu pun disetujui. Beberapa hari kemudian, pesta diselenggarakan. Itu adalah sebuah pesta yang sangat tidak membahagiakan bagi siapapun yang hadir. Pak Andre nampak tertekan, stres dan terus menenggak minuman beralkohol sampai mabuk dan sempoyongan. Sementara Bu Rina tampak terus melamun dan sesekali mengusap air mata nelangsa di pipinya. Di sela mabuknya itu tiba-tiba Pak Andre berdiri tegap dan berkata lantang, “Istriku, saat kamu pergi nanti… ambil saja dan bawalah serta semua barang berharga atau apapun itu yang kamu suka dan kamu sayangi selama ini..!”
  12. 12. Setelah berkata demikian, tak lama kemudian ia semakin mabuk dan akhirnya tak sadarkan diri. Keesokan harinya, seusai pesta, Pak Andre terbangun dengan kepala yang masih berdenyut-denyut berat. Dia merasa asing dengan keadaan disekelilingnya, tak banyak yang dikenalnya kecuali satu. Rina istrinya, yang masih sangat ia cintai, sosok yang selama bertahun-tahun ini menemani hidupnya. Maka, dia pun lalu bertanya, “Ada dimakah aku..? Sepertinya ini bukan kamar kita..? Apakah aku masih mabuk dan bermimpi..? Tolong jelaskan…” Bu Rina pun lalu menatap suaminya penuh cinta, dan dengan mata berkaca dia menjawab, “Suamiku… ini di rumah peninggalan orang tuaku, dan mereka itu para tetangga. Kemaren kamu bilang di depan semua orang bahwa aku boleh membawa apa saja yang aku mau dan aku sayangi. Dan perlu kamu tahu, di dunia ini tidak ada satu barang pun yang berharga dan aku cintai dengan sepenuh hati k ecuali kamu. Karena itulah kamu sekarang kubawa serta kemanapun aku pergi. Ingat, kamu sudah berjanji dalam pesta itu..!” Dengan perasaan terkejut setelah tertegun sejenak dan sesaat tersadar, Pak Andre pun lalu bangun dan kemudian memeluk istrinya erat dan cukup lama sambil terdiam. Bu Rina pun hanya bisa pasrah tanpa mampu membalas pelukannya. Ia biarkan kedua tangannya tetap lemas, lurus sejajar dengan tubuh kurusnya. “Maafkan aku istriku, aku sungguh bodoh dan tidak menyadari bahwa ternyata sebegitu dalamnya cintamu buat aku. Sehingga walau aku telah menyakitimu dan berniat menceraikanmu sekalipun, kamu masih tetap mau membawa serta diriku bersamamu dalam keadaan apapun…” Kedua suami istri itupun akhirnya ikhlas berpelukan dan saling bertangisan melampiaskan penyesalannya masing-masing. Mereka akhirnya mengikat janji (lagi) berdua untuk tetap saling mencintai hingga ajal memisahkannya. Tujuan utama dari sebuah pernikahan itu bukan hanya untuk menghasilkan keturunan, meski diakui mendapatkan buah hati itu adalah dambaan setiap pasangan suami istri, tapi sebenarnya masih banyak hal-hal lain yang juga perlu diselami dalam hidup berumah-tangga. Untuk itu rasanya kita perlu menyegarkan kembali tujuan kita dalam menikah yaitu peneguhan janji sepasang suami istri untuk saling mencintai, saling menjaga baik dalam keadaan suka maupun duka. Melalui kesadaran tersebut, apapun kondisi rumah tangga yang kita jalani akan menemukan suatu solusi. Sebab proses menemukan solusi dengan berlandaskan kasih sayang ketika menghadapi sebuah masalah, sebenarnya merupakan salah satu kunci keharmonisan rumah tangga kita. “Harta dalam rumah tangga itu bukanlah terletak dari banyaknya tumpukan materi yang dimiliki, namun dari rasa kasih sayang dan cinta pasangan suami istri yang terdapat dalam keluarga tersebut. Maka jagalah harta keluarga yg sangat berharga itu..!”
  13. 13. Perjuangan seorang ibu Kisah ini adalah kisah nyata sebuah keluarga yang sangat miskin, yang memiliki seorang anak laki-laki. Ayahnya sudah meninggal dunia, tinggalah ibu dan anak laki-lakinya untuk saling menopang. Ibunya bersusah payah seorang membesarkan anaknya, saat itu kampung tersebut belum memiliki listrik. Saat membaca buku, sang anak tersebut diterangi sinar lampu minyak, sedangkan ibunya dengan penuh kasih menjahitkan baju untuk sang anak. Saat memasuki mus im gugur, sang anak memasuki sekolah menengah atas. Tetapi justru saat itulah ibunya menderita penyakit rematik yang parah sehingga tidak bisa lagi bekerja di sawah. Saat itu setiap bulannya murid-murid diharuskan membawa tiga puluh kg beras untuk dibawa kekantin sekolah. Sang anak mengerti bahwa ibuya tidak mungkin bias memberikan tiga puluh kg beras tersebut. Dan kemudian berkata kepada ibunya: "Ma, saya mau berhenti sekolah dan membantu mama bekerja di sawah". Ibunya mengelus kepala anaknya dan berkata : "Kamu memiliki niat seperti itu mama sudah senang sekali tetapi kamu harus tetap sekolah. Jangan khawatir, kalau mama sudah melahirkan kamu, pasti bisa merawat dan menjaga kamu. Cepatlah pergi daftarkan ke sekolah nanti berasnya mama yang akan bawa kesana". Karena sang anak tetap bersikeras tidak mau mendaftarkan ke sekolah, mamanya menampar sang anak tersebut. Dan ini adalah pertama kalinya sang anak ini dipukul oleh mamanya. Sang anak akhirnya pergi juga ke sekolah. Sang ibunya terus berpikir dan merenung dalam hati sambil melihat bayangan anaknya yang pergi menjauh. Tak berapa lama, dengan terpincang- pincang dan nafas tergesa-gesa Ibunya datang kekantin sekolah dan menurunkan sekantong beras dari bahunya. pengawas yang bertanggung jawab menimbang beras dan membuka kantongnya dan mengambil segenggam beras lalu menimbangnya dan berkata : " Kalian para wali murid selalu suka mengambil keuntungan kecil, kalian lihat, di sini isinya campuran beras dan gabah. Jadi kalian kira kantin saya ini tempat penampungan beras campuran". Sang ibu ini pun malu dan berkali-kali meminta maaf kepada ibu pengawas tersebut. Awal Bulan berikutnya ibu memikul sekantong beras dan masuk kedalam kantin. Ibu pengawas seperti biasanya mengambil sekantong beras dari kantong tersebut dan melihat. Masih dengan alis yang mengerut dan berkata: "Masih dengan beras yang sama". Pengawas itupun berpikir, apakah kemarin itu dia belum berpesan dengan Ibu ini dan kemudian berkata : "Tak perduli beras apapun yang Ibu berikan kami akan terima tapi jenis nya harus dipisah
  14. 14. jangan dicampur bers ama, kalau tidak maka beras yang dimasak tidak bias matang sempurna. Selanjutnya kalau begini lagi, maka saya tidak bisa menerimanya" . Sang ibu sedikit takut dan berkata : "Ibu pengawas , beras dirumah kami semuanya s eperti ini jadi bagaimana? Pengawas itu pun tidak mau tahu dan berkata : "Ibu punya berapa hektar tanah sehingga bisa menanam bermacam- macam jenis beras ". Menerima pertanyaan seperti itu sang ibu tersebut akhirnya tidak berani berkata apa-apa lagi. Awal bulan ketiga, sang ibu dating kembali ke sekolah. Sang pengawas kembali marah besar dengan kata-kata kasar dan berkata: "Kamu sebagai mama kenapa begitu keras kepala, kenapa masih tetap membawa beras yang sama. Bawa pulang saja berasmu itu !". Dengan berlinang air mata sang ibu pun berlutut di depan pengawas tersebut dan berkata: "Maafkan saya bu, sebenarnya beras ini saya dapat dari mengemis ". Setelah mendengar kata sang ibu, pengawas itu kaget dan tidak bisa berkata apa-apa lagi. Sang ibu tersebut akhirnya duduk diatas lantai, menggulung celananya dan memperlihatkan kakinya yang sudah mengeras dan membengkak. Sang ibu ters ebut menghapus air mata dan berkata: "Saya menderita rematik stadium terakhir, bahkan untuk berjalan pun susah, apalagi untuk bercocok tanam. Anakku sangat mengerti kondis iku dan mau berhenti sekolah untuk membantuku bekerja di sawah. Tapi saya melarang dan menyuruhnya bersekolah lagi." Selama ini dia tidak memberi tahu sanak saudaranya yang ada dikampung sebelah. Lebih- lebih takut melukai harga diri anaknya. Setiap hari pagi-pagi buta dengan kantong kosong dan bantuan tongkat pergi kekampung sebelah untuk mengemis . Sampai hari sudah gelap pelan- pelan kembali kekampung sendiri. Sampai pada awal bulan semua beras yang terkumpul diserahkan ke sekolah. Pada saat sang ibu bercerita, secara tidak sadar air mata Pengawas itupun mulai mengalir, kemudian mengangkat ibu tersebut dari lantai dan berkata: "Bu sekarang saya akan melapor kepada kepala sekolah, supaya bias diberikan sumbangan untuk keluarga ibu." Sang ibu buru- buru menolak dan berkata: "Jangan, kalau anakku tahu ibunya pergi mengemis untuk sekolah anaknya, maka itu akan menghancurkan harga dirinya. Dan itu akan mengganggu sekolahnya. Saya sangat terharu dengan kebaikan hati ibu pengawas , tetapi tolong ibu bias menjaga rahasia ini." Akhirnya masalah ini diketahui juga oleh kepala sekolah. Secara diam-diam kepala sekolah membebaskan biaya sekolah dan biaya hidup anak tersebut selama tiga tahun. Setelah Tiga tahun kemudian, sang anak tersebut lulus masuk ke perguruan tinggi. Di hari perpisahan sekolah, kepala sekolah sengaja mengundang ibu dari anak ini duduk diatas tempat duduk utama. Ibu ini merasa aneh, begitu banyak murid yang mendapat nilai tinggi, tetapi mengapa hanya ibu ini yang diundang. Yang lebih aneh lagi di sana masih terdapat tiga kantong beras . Pengawas sekolah tersebut akhirnya maju ke depan dan menceritakan kisah sang ibu ini yang mengemis beras demi anaknya bersekolah. Kepala sekolah pun menunjukkan tiga kantong beras itu dengan penuh haru dan berkata : "Inilah sang ibu dalam cerita tadi." Dan mempersilakan sang ibu tersebut yang sangat luar biasa untuk naik ke atas mimbar. Anak dari sang ibu tersebut dengan ragu-ragu melihat kebelakang dan melihat gurunya menuntun mamanya berjalan keatas mimbar. Sang ibu dan sang anakpun saling bertatapan.
  15. 15. Pandangan mama yang hangat dan lembut kepada anaknya. Akhirnya sang anak pun memeluk dan merangkul erat mamanya dan berkata: "Oh Mamaku...... ......... ... Pepatah mengatakan: "Kasih ibu sepanjang masa, sepanjang jaman dan sepanjang kenangan" Inilah kasih seorang mama yang terus dan terus memberi kepada anaknya tak mengharapkan kembali dari sang anak. Hati mulia seorang mama demi menghidupi s ang anak berkerja tak kenal lelah dengan satu harapan sang anak mendapatkan kebahagian serta sukses dimasa depannya. Mulai sekarang, katakanlah kepada mama dimanapun mama kita berada dengan satu kalimat: " Terima kasih Mama.. Aku Mencintaimu, Aku Mengasihimu. .. selamanya".
  16. 16. Sahabat Terbaik “Key… sini dech cepetan, aku ada sesuatu buat kamu”, panggil Nayra suatu sore. “Iya, sebentar, sabar dikit kenapa sich?, kamu kan tau aku gak bisa melihat”, jawab seorang gadis yang dipanggil Key dari balik pintu. Keynaya Wulandari, begitulah nama gadis tadi, meskipun lahir dengan keterbatasan fisik, dia tidak pernah mengeluh, semangatnya menjalani bahtera hidup tak pernah padam. Lahir dengan kondisi buta, tidak membuatnya berkecil hati, secara fisik matanya tidak bias melihat warna-warni dunia, tapi mata hatinya bisa melihat jauh ke dalam kehidupan seseorang. Mempunyai hoby melukis sejak kecil, dengan keterbatasannya, Key selalu mengasah bakatnya. Tak pernah sedikitpun dia menyerah. Duduk di bangku kelas XII di sebuah Sekolah Luar Biasa di kotanya, Keynaya tidak pernah absen meraih peringkat dikelas, bahkan guru-gurunya termotivasi dengan sifat pantang menyerah Key. Sejak baru berusia 3 tahun, Keynaya sudah bersahabat dengan anak tetangganya yang bernama Nayra Amrita, Nayra anak seorang direktur bank swasta di kota mereka. Nayra cantik, pinter dan secara fisik Nayra kelihatan sempurna. *** Seperti sore ini, Nayra sudah nangkring di rumah Key. Dia berbincang-bincang dengan Key, sambil menemani sahabatnya itu melukis. “Key, lukisan kamu bagus banget, nanti kamu ngadain pameran tunggal ya, biar semua orang tahu bakat kamu”, kata Nayra membuka pembicaraan. “Hah”, Key mendesah pelan lalu mulai bicara, “Seandainya aku bisa Nay, pasti sudah aku lakukan, tapi apa daya, aku ini gak sempurna, seandainya aku mendapat donor kornea, dan aku bisa melihat, mungkin aku bahagia dan akan mengadakan pameran lukisan-lukisanku ini” ucap Keynaya dengan kepedihan. “Suatu hari nanti Tuhan akan memberikan anugrahnya kepadamu, sahabat, pasti akan ada yang mendonorkan korneanya untuk seorang anak sebaik kamu,” timpal Nayra akhirnya.
  17. 17. Berbeda secara fisik, tidak pernah menjadi halangan di dalam jalinan persahabatan Antara Nayra dan Keynaya, kemana pun Nayra pergi, dia selalu mengajak Key, kecuali sekolah tentunya, karena sekolah mereka berdua kan berbeda. Sedang asik-asiknya dua sahabat ini bersenda gurau, tiba-tiba saja Nayra mengeluh, “aduuh, kepala ku” “Kamu kenapa Nay, sakit??” tanya Keynaya. “Oh, ngga aku gak apa-apa Key, Cuma sedikit pusing saja”, ucap Nayra sambil tersenyum. “Minum obat ya Nay, aku gak mau kamu kenapa-napa, nada bicara Key terdengar begitu khawatir. “aku ijin pulang dulu ya Key, mau minum obat” ujar Nayra sambil berpamitan pulang. Di kamarnya yang terkesan sangat elegan, nuansa coklat mendominasi di setiap sudut ruangan, Nayra terduduk lemas di atas ranjangnya, “Ya Tuhan, berapa lama lagi usiaku di dunia ini?? Berapa lama lagi malaikatmu akan menjemputku untuk menghadapmu?” erang hati Nayra. Di vonis menderita leukimia sejak 7 bulan lalu dan tidak akan berumur lama lagi sungguh menyakitkan bagi Nayra, usianya yang baru 18 tahun, dengan segudang cita-cita yang dia inginkan, sudah pasti tak satupun akan terwujud. *** Pintu kamar Nayra tiba-tiba terbuka, seorang wanita cantik paruh baya masuk lalu duduk disampingnya. “Gimana rasanya sayang? Masih gak enak?? Kita ke dokter sekarang yuk!!!” ujar wanita itu dengan lembutnya. “ngga usah, ma, aku sudah enakan kok, aku cuma mau beristirahat saja”, jawab Nayra dengan sopan. “ya sudah kalau begitu, mama tinggal dulu ya, istirahat ya, Nak,” ujar sang mama sambil mencium kening putri semata wayangnya. “Makasih ma, aku selalu sayang mama,” lirih Nayra berujar. Terus terang Nayra sudah tidak kuat menahan rasa sakitnya, tapi dia berusaha menyembunyikan itu dari orang tuanya. Di ruang keluarga, ibu Rita, duduk sambil menemani sang suami sepulangnya dari kantor, “Ma, Nayra kemana?? Kok papa gak melihatnya dari tadi?” tanya sang suami. “Nayra lagi istirahat pa, dia pusing dan mengeluh sakit dari tadi”, jawab Rita. “Sakit apa sebenarnya anak kita ma?? Kalau kita ajak ke dokter dia selalu menolak, papa rasa ada yang dia sembunyikan dari kita, aku takut penyakitnya parah,” dengan nada khawatir pak Artawan bicara dengan istrinya. “entahlah pa, mama juga bingung” ujar istrinya lagi. ***
  18. 18. Ternyata sakit yang dirasakan Nayra sore itu adalah pertanda dia akan segera di panggil menghadap Tuhan, saat minta ijin untuk istirahat pada mamanya, kesehatan Nayra benar- benar drop, dengan panik kedua orang tua Nayra melarikan putrinya ke rumah sakit, setelah mendapat penanganan oleh tim dokter, Nayra sedikit terlihat tenang, namun mukanya terlihat pucat, sinar matanya terlihat begitu redup. “Pak Artawan, bisa kita bicara sebentar di ruangan saya”, kata dokter Gunawan, yang juga merupakan dokter pribadi keluarga Artawan. “Baiklah dok, “ sambut pa Artawan. Setelah pak Artawan dan ibu Rita duduk di ruangan dokter Gunawan, mereka akhirnya mulai bicara, “Maafkan saya sebelumnya pak, sebenarnya saya sudah tau penyakit yang diderita putri bapak sejak 7 bulan lalu, tapi karena putri bapak menyuruh saya merahasiakan penyakitnya kepada bapak dan ibu, saya gak bisa berbuat apa-apa. Putri bapak terkena leukimia,” ujar dokter Gunawan lirih. Cukup lirih memang kata-kata dokter Gunawan, tapi mampu membuat jantung pak Artawan dan istrinya berdetak lebih cepat dari biasanya, “Apa?? Leukemia? Separah apa dok??” keras nada suara pak Artawan. “sudah parah pak, umur Nayra tidak akan lama” sambung dokter kembali. Setelah berbicara lama dengan dokter, air mata tak pernah berhenti mengalir di pipi Rita. Dia begitu terpukul mendengar putrinya menderita penyakit itu. “udah, ma, jangan nangis terus, pengobatan Nayra akan diusahakan, kita akan mengusahakan kesembuhannya, lebih baik kita berdoa, semoga Tuhan memberikan jalan terbaik buat keluarga kita”, hibur pak Artawan. “mari kita tengok Nayra!!” ajaknya lagi. Memasuki ruangan perawatan, ibu Rita berusaha menyembunyikan air matanya, dia tersenyum penuh kepedihan di samping ranjang putrinya, “Mama, kenapa? Kok sedih begitu?” ujar Nayra lirih. “Gak apa-apa sayang”, berbisik ibu Rita tak kuasa menahan air matanya. “Maafkan Nayra, Ma, Pa, Nayra tak bermaksud membuat Mama dan Papa terluka seperti ini, Nayra hanya tak ingin menyusahkan kalian” Nayra berkata dengan terbata-bata. Belum ada beberapa menit pak Artawan dan ibu Rita di kamar putrinya, tiba-tiba Nayra kejang-kejang. Dengan panik pak Artawan memanggil dokter Gunawan. Dokter Gunawan menangani Nayra lumayan lama, hingga akhirnya dokter Gunawan keluar, muka beliau kelihatan sangat sedih. “Bagaimana anak saya, dok?” tanya pak Artawan. “Maaf pak, kami disini sudah berusaha yang terbaik, tapi Tuhan berkehendak lain, Nayra sudah dipanggil menghadapNya” ucap dokter.
  19. 19. “Tidaaaaaaaaaaaaaaaaaakkk”, teriak ibu Rita isteris,“ Nayra tidak mungkin meninggal, Nayra masih hidup,” seluruh pengunjung rumah sakit menoleh ke arah mereka. “Pak, sebelum meninggal, Nayra menitipkan ini ke saya, ini buat bapak dan ibu” imbuh dokter Gunawan sebelum mohon diri. Sepeninggal Dokter Gunawan, pak Artawan dan istrinya membuka amplop kecil dari Nayra, isinya ternyata surat. “Mama, papa, maafin Nayra sudah membuat mama dan papa jadi sedih, Nayra mohon sama mama dan papa, setelah Nayra meninggal, tolong berikan kornea mata Nay untuk Keynaya, tapi jangan bilang itu dari Nayra sebelum Keynaya benar-benar operasi dan bisa melihat lagi, dan satu lagi, mama tolong kasih Keynaya surat yang Nayra simpan di laci meja belajar Nayra yang amplopnya berwarna pink setelah Keynaya melihat nanti, dan surat buat mama dan papa ada di dalam amplop biru di laci yang sama. Sekian dulu Mama, papa, maaf kalau Nayra selalu ngerepotin kalian, Nayra sayang kalian, big kis & hug.. muacch”.. Selain sepucuk surat itu, ada lagi sebuah surat pernyataan pendonoran kornea mata yang telah lengkap dengan tanda tangan Nayra. Hati orang tua Nayra tersayat, tapi tak ada yang bisa mereka lakukan selain memenuhi permintaan terakhir sang anak. *** Sementara itu, di rumah Keynaya, tampak gadis cantik itu tengah duduk seorang diri di teras rumahnya. Wajahnya tampak sedikit murung, “kemana si Nayra, sudah lebih dari 5 hari dia gak main ke sini, apa dia baik-baik saja?” gumamnya. “Ma, Nayra pernah kesini gak dalam beberapa hari ini?” tanya Keynaya ke pada mamanya. “Gak ada, Key, memang kenapa?” tanya sang mama. “Gak apa-apa ma, aku ke rumah Nayra sebentar ya!!” Key meminta ijin ke mamanya. Tapi diluar dugaan, mama Keynaya melarangnya pergi. “Jangan Key, kita harus ke rumah sakit sekarang juga, tadi mama ditelepon sama pihak rumah sakit, katanya ada yang menyumbangkan korneanya khusus untuk kamu,” dengan tutur kata yang lembut mamanya menjelaskan. “Yang bener, Ma? Key sudah dapat donor kornea?? Asik-asik, Key akan segera bias melihat wajah Nayra, Key bisa segera menggelar pameran lukisan,” ucap Key berapi-api. “Iya nak” jawab mamanya penuh kepedihan. “seandainya kamu tahu sayang, Nayra tak mungkin ada disamping kamu lagi, Nayra sudah tenang dialam sana, dan seandainya kamu tahu siapa orang yang mendonorkan korneanya untuk kamu” kata ibu Rasti dalam hati. Waktu berjalan begitu cepat, operasi cangkok kornea sudah dilaksanakan dan sekarang adalah hari yang paling ditunggu-tunggu Keynaya, perban di matanya akan di buka, tim dokter beserta kedua orang tua Key sudah ada di ruangan Key. Sebelum perbannya di buka, Keynaya berujar, “Ma, Pa, Nayra sudah datang?? Ku ingin sekali ada Nayra di sini pas aku bisa melihat”
  20. 20. “belum sayang, Nayra masih diluar kota” pedih rasanya hati ibu Rasti saat berujar. Perban akhirnya di buka, samar-samar penglihatan Keynaya mulai melihat warna, melihat sosok kedua orang tuanya, dia tersenyum, semakin lama semakin jelas, “Mama, papa aku bisa melihat kalian,” gembira sekali suara Keynaya. *** Sudah 1 minggu semenjak Keynaya bias melihat, hari ini dia memaksa ibunya agar diperbolehkan melihat Nayra, mengujungi Nayra, “Kata mama Nayra sudah ada di rumah, berarti Key boleh main donk Ma, Key pingin ngajak Nayra jalan-jalan buat merayakan kesembuhan Key,” “Iya, nak, mama sama papa temenin kamu ya!!” Berbeda beberapa rumah antara Nayra dan Keynaya merupakan hal yang membahagiakan, tidak perlu capek-capek bermacet-macet ria di jalanan untuk mengunjunginya. Sesampai di rumah Nayra mereka disambut ramah oleh keluarga Nayra yang kebetulan lagi ada di rumah. “Selamat sore tante Rita’” sapa Keynaya dengan senyum sumringah. Setelah di persilahkan duduk dan menikmati hidangan ala kadarnya, Keynaya menanyakan keberadaan sahabat karibnya, “mana Nayranya tante?? Kok gak kelihatan ada di rumah?” “Nayranya… Nayra.. Nayra..” dengan terbatabata ibu Rita menjawab. “Nayra kenapa tante, kemana?? Nayra tidak apa-apa kan?” bertubi-tubi Keynaya bertanya. Ibu Rita tak kuasa menjawab, beliau meninggalkan tamunya di ruang tamu dan berlari naik ke kamar Nayra, mengambil sepucuk surat yang dititipkan Nayra untuk Keynaya. Ibu Rita kembali ke ruang tamu dengan sepucuk surat di tangan, “ini dari Nayra untuk kamu” ujarnya berlinang air mata kepada Keynaya. Dengan tangan gemetar Keynaya membuka amplop berwarna pink yang cantik itu, ada pita pink juga di sudut amplonya. Dear Keynaya “Keynaya sayang, sahabatku yang paling baik, apa kabar hari ini?? Baik-baik sajakah?? Sehat- sehat?? Semoga sehat ya!! Key, saat kau membaca surat dari aku ini, mungkin aku sudah tak ada lagi di dunia ini, tak ada di samping kamu, tak bisa menemani kamu bermain, bercanda dan tertawa, maafkan aku ya Key. Key sayang, sebenarnya aku ingin sekali cerita ke kamu tentang penyakitku, tapi aku takut membuat kamu kepikiran terus, takut buat kamu gelisah. Sebenarnya aku terkena penyakit leukemia, Key dan umurku tidak akan lama lagi. Key sayang, meskipun aku telah pergi dari sisi kamu, tapi rasa sayang aku ke kamu tak akan pernah berubah, kamu sahabat terbaik di hidupku, kamu tempatku berkeluh kesah, tempatku menumpahkan suka dan duka. Key, ku tahu saat kau membaca ini, kau sudah bias melihat indahnya dunia, sengaja ku berikan mataku untuk kamu Key, hanya itu yang bias aku berikan, jaga mata itu seperti kau menjaga persahabatan kita. Segitu dulu Key, maafkan aku karena harus pergi meninggalkanmu, terima kasih karena sudah memberikan aku arti selama hidup di dunia. Sampai ketemu suatu saat nanti Key, aku sayang kamu sahabatku.
  21. 21. Kiss and big hug my lovely friend, my best friend in my life….muaaachh… Dariku yang selalu menyayangimu Nayra Amrita Air mata mengalir deras di pipi Keynaya, “ini tidak mungkin” katanya lirih. Dia menangis sejadi-jadinya. Dia benar-benar tak percaya, sahabatnya sudah kembali ke pangkuan Tuhan, Keynaya menatap selembar foto yang juga ada di dalam amplop surat tadi, foto Nayra tersenyum manis ke arahnya, mata Nayra yang teduh, sekarang ada padanya. Keynaya meminta agar kedua orang tua Nayra mengantarnya ke kuburan. Lumayan jauh dari rumah Nayra, kaki Keynaya lemah, tapi dia berusaha mengikuti langkah kaki orang tuanya dan orang tua Nayra ke sebuah makan yang begitu tertata rapi, taburan bunga masih segar, tanah pekuburannya juga masih basah. Sebuah Nisan yang begitu cantik dihadapan Keynaya, membuatnya semakin terluka, jelas tersurat di batu nisan berwarna putih itu nama sahabat karibnya. “Nayra Amrita Artawan” Lahir 8 Januari 1994 Wafat 14 April 2011 Berjongkok Keynaya membelai nisan itu, gerimis turun membasahi nisan, semakin lama semakin deras, sederas airmata yang jatuh di pipi Keynaya, “kenapa secepat ini kau tinggalkan aku, Nay?? Tega kamu?? Meninggalkan aku seorang diri disini.” Nayra, terima kasih sayang, kau telah memberikan aku sepasang mata untuk melihat dunia ini, terima kasih karena telah mengajariku tentang ketulusan sebuah persahabatan, terima kasih atas senyum termanis yang pernah kau hadirkan di hidupku” ucap Keynaya sambil terisak lirih di atas nisan. Tangan lembut ibu Rasti terulur ke arah putrinya, “Bangun Key, sudah, ikhlaskan saja Nayra, dia sudah tenang di sana, dia sudah berada di pangkuan Tuhan, yang harus kamu tahu, Nayra tak pernah ingin kamu cengeng, kamu harus tetap semangat menjalani hidup kamu,” bimbing ibu Rasti. “iya ma, terima kasih, aku hanya sedih saja, tapi aku janji gak akan cengeng lagi setelah hari ini”, kata keynaya. "Persahabatan bukan hanya sekedar kata, yang ditulis pada sehelai kertas tak bermakna, tapi persahabatan merupakan sebuah ikatan suci, yang ditoreh diatas dua hati, ditulis dengan tinta kasih sayang, dan suatu saat akan dihapus dengan tetesan darah dan mungkin nyawa".. **
  22. 22. Cowok yang mengabaikan Ceweknya Percakapan ditelepon Jam 19:15 Cewe : sayang , aku udah pulang. kamu jemput aku ya? Cowo : km uda plg? Ko ga ngabarin sih? Aku ada acara sm temen sejam lagi ya. Cewe : iya gapapa sayang ,aku tungguin. Cowo : lagian km plg kok ndadak sih, ga ngasi tau lg. Cewe : maaf syg kakak lagi di kantor, mama lg sakit, , maaf kalo nyusahin km :( Cowo : iya gpapa, tunggu 45menit lg ya. Cewe : hallo sayang, yah kok mati sih hapenya. (Ngeliat hp nya terus bunyi , si cowo pun matiin hpnya) Jam 22:00 setelah acara teman nya selesai si cowo pun langsung jmpt cewenya. Tp ga ketemu . Dia mengaktifkan hpnya ada 5 sms yg diabaikan Si cowo menelfon cewenya dan hp nya sdh ga aktif lg. "Kalo soal ga dijemput knp pake matiin hp sih" Si cowo pun menuju kerumah cewenya namun tak ada org, dia pun ingin pulang namun,terhenti ketika ambulance dtg.. Kakak si cewe : kmn aja km *******!! Adik ku di rampok dan terbunuh, dia nungguin km , bukan nunggu kematiannya! Berkali kali aku sms dia pulang , tp dia tetep bersikeras nungguin km! Kalo gini jadinya siapa yg kehilangan dia, bukan km!! Tp kita semua! Si cowo pun hanya diam mematung tnp suara , dia buka sms dari si cewe. Inilah 5 SMS yang diterima : 20:25 sayang kok hp nya dimatiin? 20:30 sayang udah blm acaranya? 20:40 sayang ada yg merhatiin aku. 20:45 aku takut,km dmn syg?
  23. 23. 20:50 ya uda aku pulang sendiri,sebenernya aku cuma mau ngucapin happy anniversary buat hubungan kita,makanya gak mau dijemput siapapun. Makasih sayang buat waktu 2 tahun nya. I Love You.maafin aku sayang. Renungan : Selalu hargailah apa yang kita punya karena tanpa sadar mungkin kita akan kehilangan untuk selamanya..
  24. 24. Cinta Jangan Karena Harta ”Selamat ulang tahun sayang…!” ujar seorang pria pada pacarnya sambil memberikan kado berupa kotak cincin yang terbuat dari kertas berwarna PINK yang di hiasi dengan pita warna MERAH serta sebuah amplop surat yang menebarkan wangi parfum kesukaan si cewek. Setelah pacarnya pulang… Dengan hati berbunga-bunga, si cewek buru-buru lari kedalam kamarnya dan membuka kotak cincin itu. Tapi tak lama kemudian hatinya kecewa. Berharap itu adalah sebuah cincin emas… Ternyata yang di dapatkannya hanyalah sebuah cincin berbahan almunium yang berukiran gambar sebuah hati. Dengan wajah lesu, si cewek kembali menutup kotak cincin itu dan melemparkannya kebawah Kasur berserta amplop berisikan surat tanpa membacanya terlebih dahulu. keesokan harinya.. Si cewek kembali mendapatkan sebuah kado ulang tahun. Tapi kali ini dari teman pria nya berupa handphone BlackBerry yang sudah lama di idam-idamkannya . Sejak saat itu, si cewek mulai dekat dengan teman pria yang telah memberikan hadiah henpon di hari ulang tahunnya yang ke 17 tahun. Dan lama-kelamaan, akhirnya terjalinlah sebuah hubungan erat layaknya orang berpacaran. Tentu saja setelah si cewek putus dengan pacar lamanya. Satu bulan kemudian. Hubungan mereka semakin lengket seperti susah untuk di pisahkan dengan orang yang tadinya hanyalah sebatas teman pria nya saja. Bahkan si cewek rela memberikan apa yang dia miliki demi menunjukkan besarnya cintanya pada pacar barunya. Hingga suatu hari… Terjadilah pertengkaran antara kedua pasangan kekasih ini karna sebuah hal kecil. Perlakuan pacar barunya berubah drastis. Tadinya sikap si cowok yang lembut, romantis dan penuh kasih sayang. Kini telah berubah dengan sikap aslinya yang kasar, arogan dan suka main tangan. Tak jarang sebuah tamparan sering kali mendarat di pipi si cewek di saat mereka sedang bertengkar. Hingga akhirnya si cowok pun meninggalkannya dengan cewek lain. Tak di sangka… Kini si cewek hanya bisa menangis di dalam kamarnya. Alangkah menyesalnya dia setelah memberikan apa yang dimilikinya pada cowok yang telah menghianati cintanya. Di saat sedang menangis, si cewek tak sengaja melihat sebuah kotak cincin dan sebuah amplop di bawah tempat tidurnya. Dia teringat kembali dengan mantan pacarnya yang dulu pernah ia tinggalkan karna pria lain. Di saat itulah ia penasaran dengan isi surat yang ada di dalam amplop itu. ” For my love Sebelumnya aku ucapkan selamat ulang
  25. 25. tahun yang ke 17 untukmu cinta. Semoga kamu di berkahi rezeki dan kemudahan oleh yang maha kuasa dan semakin dewasa dalam semua sikap. Maaf ya sayang.. Aku cuman bisa memberimu hadiah cincin seperti ini. Tapi suatu saat aku akan berjanji memberikanmu cincin emas sebagai tanda kemurnian cinta kita berdua dalam ikatan yang lebih resmi nanti. Doakan aku ya sayang,, agar aku di terima kerja.. nanti gaji pertamaku, akan aku belikan cincin emas buatmu agar aku bisa meminangmu. I Love You…!!!” Hatinya pun berguncang setelah membaca isi surat itu. Si cewek langsung menangis setelah menyadari bahwa cowok yang pernah dia hianati ternyata sangat tulus mencintainya. Detik itu juga si cewek langsung menelpon mantan pacarnya itu untuk meminta maaf karna telah menghianati cintanya. Tapi setelah tersambung dan telpon pun di jawab, si cewek langsung pingsan. Ternyata yang menjawab adalah ibu si cowok yang mengabarkan anaknya sudah meninggal dunia akibat kecelakaan waktu dia berangkat kerja. Penyesalan selalu datang belakangan. Tapi inti dari cerita di atas dapat kita rasakan. Bahwa… Ketulusan sebuah Cinta tidak dapat di nilai dari harta benda. Tapi nilailah cinta seseorang dari hati dan keiklasan, dan cinta yang tulus akan dapat kamu raih.
  26. 26. Lisa Marie Beberapa tahun yang lalu, seorang gadis 15 tahun bernama Lisa Marie meninggal gantung diri di rumahnya. Dia seorang gadis manis dan tinggal di Michigan. Lima hari setelah kematiannya, ibunya menemukan buku hariannya di kamarnya. Ibunya ingin mengetahui sebab kematiannya. Berikut adalah isi buku harian tsb > > November 7,1999 Dear Diary, hari ini hari pertama sekolah di Michigan. Pada saat saya masuk kelas, saya diejek murid-murid cowok yang menyebut saya orang aneh. Inilah awal hari yg buruk. Kemudian beberapa murid cewek cantik dan populer mendatangi saya dan memperkenalkan diri mereka. Mereka mengatakan saya orang terjelek yang pernah mereka temui. Saya pun menangis. Saya lalu pulang ke rumah dan menelepon Jake. Saya pikir hari ini akan menjadi lebih baik. Namun dia katakan bahwa hubungan jarak jauh tidak bisa bertahan; sekarang dia tinggal di California. Lalu saya katakan bahwa saya mencintainya dan rindu padanya. Tetapi dia mengakui bahwa alasan dia pacaran dengan saya adalah karena dia ditantang teman2nya. Dia lalu memutuskan hubungan padahal kami sudah berpacaran selama 2,5 tahun. Saya sungguh rindu pada Jake. Tapi dia merubah nomor teleponnya sehingga saya tidak bisa menghubunginya. Hari ini seorang cowok populer mengajak saya ke pesta dansa. Kemudian cewek2 cantik kemarin mengajak saya makan siang bersama. Wow, sungguh menyenangkan! November 10, 1999 Saya sedang menangis sekarang. Ternyata cowok itu brengsek. Dia menumpahkan minumannya pada baju saya lalu cewek2 itu mengoyak baju saya. Semua orang menertawakan saya. Lalu nenek memberitakan bahwa papa dan mama tabrakan pagi ini dan mereka dalam keadaan kritis. Saya tdk sanggup menulis lagi. November 11,1999
  27. 27. Hari ini Sabtu, nenek dan saya di rumah sakit sepanjang malam. Papa meninggal pagi ini. Mama lumpuh seumur hidup. Sewaktu di RS , nenek baru tahu dia diserang kanker perut dan harus dikemoterapi. Saya masih tidak percaya papa sudah meninggal. Saya sudah capek menangis. Saya letih. Saya harus tidur. November 12 Papa tdk meninggal! Tidak mungkin! Ini semua hanya mimpi. Hidup saya sempurna. Jake masih mencintai saya. Saya tidak bisa menulis lagi. Saya sudah menangis terlalu lama. Saya ingin mati. Bawalah saya. Keesokan harinya Lisa ditemukan tewas gantung dengan tali berwarna kuning. Saya ibunya. Nama saya Miranda Gonzalez. Saya menulis email ini agar org lain tidak mengalami apa yg dialami anak saya. Ingatlah semua orang ingin dicintai dan dipeluk setiap hari. Tidak ada seorang pun yang pantas diejek dan dihina. Tak seorangpun yang ingin meninggal seperti anak saya Lisa. Janganlah menjadi orang yang merasa sok popular dan suka merendahkan orang lain hanya karena kita merasa lebih dari mereka.
  28. 28. Golput adalah gerakan protes dari para mahasiswa dan pemuda untuk memprotes pelaksanaan Pemilu 1971.Ini adalah Pemilu pertama di era Orde Baru. Pesertanya 10 partai politik, jauh lebih sedikit daripada Pemilu 1955 yang diikuti 172 partai politik. Tokoh yang terkenal memimpin gerakan ini adalah Arief Budiman.Sepanjang Orde Baru,ia dianggap pembangkang & sulit mendapatkan pekerjaan walau ia doktor lulusan Harvard dan dosen di Univ. Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga serta Univ. Melbourne. Namun, pencetus istilah “Golput” ini sendiri adalah Imam Waluyo. Dipakai istilah “putih” karena gerakan ini menganjurkan agar mencoblos bagian putih di kertas atau surat suara. Di luar gambar parpol peserta Pemilu bagi yang datang ke bilik suara. Namun, kala itu, jarang ada yang berani tidak datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) karena akan ditandai. Maklum,baru saja Orba selesai melakukan konsolidasi dg melibas habis bukan saja pendukung PKI tapi rezim Orde Lama & Soekarnois. Pemilu 1971 adalah sarana bagi rezim Orde Baru untuk memantapkan kekuasaannya. Berbeda dengan golput saat ini, pada tahun 70-an mahasiswa aktivis tersebut menggunakan dasar2 etika moral politik untuk memperbaiki sistem politik yang menurut mereka kurang benar. Sementara golongan putih saat ini sesungguhnya tumbuh dan berkembang dari kalangan masyarakat yang memiliki apatisme politik. yang berarti golongan bagi mereka yang memiliki sikap ketidakpedulian politik. Sedangkan sikap ketidakpedulian politik ini sangat berbahaya karena akan berujung pada ketidakperdulian trhadap keberadaan NKRI. Secara ekstrem, dalam prosesnya ketidakpedulian ini adalah cikal bakal perlawanan terhadap eksistensi negara. Jadi sekali lagi, tidak ada alasan bagi kita untuk menggunakan hak memilih kita untuk "tidak memilih" dalam pemilu mendatang. Marilah kita berusaha bertanggung jawab terhadap kehidupan sosial politik kita sendiri, ikut serta memperjuangkan keadilan dan kebenaran melalui jalur politik. Bukan sebagai golongan putih yang tidak peduli dengan Indonesia, yang lebih layak disebut golongan hitam yang berbaju putih. Memilih itu hak, tapi di dalam hak ada juga kewajiban untuk tetap menjaga nasib bangsa. Karena cukup 5 menit memilih, kita mempengaruhi nasib bangsa untuk 5 tahun ke depan. jadi memililah dengan benar, pakai hati nurani jangan mau dijual. Dan buat yang terpilih, ada 1 titipan, 2009 ada 115 caleg yang jadi tersangka koruptor. Kita tidak mau itu terulang, satu pesannya, jangan anemsia janji, kalau diberi amanat jangan khianat.
  29. 29. Seperti kata Napoleon Bonaparte "Negara ini rusak bukan karena jahatnya orang jahat, tapi karena diamnya orang baik, orang baik minum air putih, orang jahat minum air comberan"
  30. 30. DI TOILET Seseorang yang sedang berada dalam toilet tiba-tiba merasa risih karena seorang yang sedang memakai toilet di sebelahnya bertanya, " Hai kamu lagi ngapain?" Sebenarnya dia merasa sangat tidak enak diajak ngobrol ketika sedang membuang hajat, tetapi demi kesopanan dia menjawab, " Saya lagi sibuk nih." Tapi rupanya orang yang di sebelahnya itu masih betah ngobrol, " Saya boleh datang ke tempatmu ga?" Dia merasa sangat risih, tapi tetap dengan alasan demi kesopanan dia menjawab, " Wah kayaknya tidak bisa ya, saya benar-benar sedang sibuk nih." Lalu dia mendengar tetangganya berkata lagi, " Saya akan menelponmu lagi nanti ya, ada orang idiot di toilet sebelah yang terus menjawab setiap pertanyaanku." BIS KOTA Di suatu bis kota yang sudah penuh, naiklah seorang ibu muda yang cantik ke dalam bis. Karena tidak ada tempat duduk lagi maka ibu tersebut berdiri disamping tempat duduk seorang lelaki. Tak berapa lama kemudian lelaki tersebut berdiri, tetapi dicegah oleh si ibu sambil berkata, "Tidak usah, tidak apa2 kok, biar saya berdiri saja!". Kemudian lelaki tersebut pun duduk kembali. Tidak lama kemudian lelaki tersebut berdiri kembali, tetapi si ibu berkata kembali, "Tidak usah, saya berdiri saja!", dan lelaki tersebut duduk lagi. Lima menit kemudian lelaki tersebut berdiri lagi, dengan nada yang agak tinggi si ibu pun berkata, "Tidak usah pak! Saya berdiri aja!!!". Dengan kesal si lelaki pun menjawab, "Siapa yang mau ngasih ibu duduk, saya mau turun karena halte saya sudah jauh lewat!!!" TENTANG RAMPOK Mengira rumah sedang kosong, seorang pencuri masuk ke dalam. Ternyata di dalam kamar ada pasangan suami istri pemilik rumah itu. "Siapa namamu?" ujar pencuri sambil mengancam si wanita. "E-E-Elizabeth," ujarnya. "Ini hari keberuntunganmu," katanya. "Saya tidak bisa menembak orang yang bernama Elizabeth karena itu adalah nama ibu saya tersayang." Dia menoleh ke arah sang suami, " Siapa namamu?" "Nama saya Harry," ujar si pria. "Tapi orang memanggil saya Elizabeth."
  31. 31. KETIKA TUHAN MENCIPTA INDONESIA Suatu hari Tuhan tersenyum puas melihat sebuah planet yang baru saja diciptakan-Nya. Malaikat pun bertanya, "Apa yang baru saja Engkau ciptakan, Tuhan?" "Lihatlah, Aku baru saja menciptakan sebuah planet biru yang bernama Bumi," kata Tuhan sambil menambahkan beberapa awan di atas daerah hutan hujan Amazon. Tuhan melanjutkan, "Ini akan menjadi planet yang luar biasa dari yang pernah Aku ciptakan. Di planet baru ini, segalanya akan terjadi secara seimbang". Lalu Tuhan menjelaskan kepada malaikat tentang Benua Eropa. Di Eropa sebelah utara, Tuhan menciptakan tanah yang penuh peluang dan menyenangkan seperti Inggris, Skotlandia dan Perancis. Tetapi di daerah itu, Tuhan juga menciptakan hawa dingin yang menusuk tulang. Di Eropa bagian selatan, Tuhan menciptakan masyarakat yang agak miskin, seperti Spanyol dan Portugal, tetapi banyak sinar matahari dan hangat serta pemandangan eksotis di Selat Gibraltar. Lalu malaikat menunjuk sebuah kepulauan sambil berseru, "Lalu daerah apakah itu Tuhan?" "O, itu," kata Tuhan, "itu Indonesia. Negara yang sangat kaya dan sangat cantik di planet bumi. Ada jutaan flora dan fauna yang telah Aku ciptakan di sana. Ada jutaan ikan segar di laut yang siap panen. Banyak sinar matahari dan hujan. Penduduknya Ku ciptakan ramah tamah,suka menolong dan berkebudayaan yang beraneka warna. Mereka pekerja keras, siap hidup sederhana dan bersahaja serta mencintai seni." Dengan terheran-heran, malaikat pun protes, "Lho, katanya tadi setiap Negara akan diciptakan dengan keseimbangan. Kok Indonesia baik-baik semua. Lalu dimana letak keseimbangannya?" Tuhan pun menjawab dalam bahasa Inggris, "Wait, until you see the idiots I put in the government."
  32. 32. Kelas Akselerasi, Budaya Instan Pendidikan Kita KETERTINGGALAN sumber daya manusia dan dunia pendidikan yang menjadi sorotan dijawab dengan berbagai jurus. Salah satunya adalah percepatan belajar melalui kelas khusus akselerasi dengan awal uji cobanya di sebelas sekolah perintis di Jakarta. Bahkan, belakangan muncul puluhan kelas serupa di mana-mana. MURID dengan hasil tes intelektual di atas 125 dan lolos rangkaian seleksi "dikarantina" dalam sebuah kelas khusus. Proses belajar dipercepat dan materi dipadatkan, lebih cepat satu tahun dari semestinya. Tahun ajaran baru ini, misalnya, Ny Ning dilanda kebingungan. Ketika remaja lain bersuka ria diterima di sekolah menengah atas (SMA), putrinya, Tasya, justru berkali-kali menangis ketakutan. Terpaksalah ibu muda itu bersama suaminya bekerja keras membujuk putri kesayangan mereka agar tetap bersemangat masuk sekolah barunya di bilangan Jakarta Timur. Bagi Tasya yang berusia baru dua belas tahun-umur umumnya anak lulus sekolah dasar (SD)-jenjang sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA) itu bisa jadi seperti rimba menakutkan. "Urusan memanggil teman-temannya nanti hanya dengan nama atau pakai embel-embel embak dan mas saja dia sudah bingung. Belum lagi kepikiran nanti ngobrol- nya nyambung atau enggak," kata ibu muda yang ditemui saat menunggui anaknya di sebuah sekolah swasta. Intelegensi Tasya memang di atas 125. Kelebihan itu pula yang mengantarkan gadis kecil itu menjadi peserta kelas akselerasi. SD yang seharusnya dia tempuh enam tahun, dihemat hanya lima tahun. Sekolah lanjutan tingkat pertama (SLTP) cukup dijalaninya dua tahun. Bahkan, Tasya masuk SD dalam usia muda, lima setengah tahun. Ny Ning mengatakan, sulit bagi Taysa menemukan teman yang benar-benar sesuai. Sekarang putrinya itu tampak tidak berminat melanjutkan kembali program kelas akselerasi di sekolah barunya. Ny Ning juga tidak berniat memaksakan. PENGALAMAN di kelas akselerasi memang belum tentu menyenangkan. Terlebih lagi jika perlakuan sekolah terhadap program akselerasi berbeda dari kelas umumnya.
  33. 33. Mandy, yang didorong orangtuanya ikut program kelas akselerasi di SMA Labschool Jakarta, misalnya, belajar dalam sebuah ruangan di salah satu pojok sekolah bersama 19-an murid lainnya. Koridornya terpisah dari kelas lain. Ruang yang berdekatan dengan kelas tersebut hanya perpustakaan dan mushala. Papan bertulisan "Kelas Aksel" menjadi petunjuk yang membedakan dari ruang belajar lainnya. Dengan kondisi itu, interaksi mereka dengan rekan di kelas lain menjadi lebih terbatas. Mutiara, meskipun dengan mudah mengikuti pelajaran di kelas akselerasi SMA Negeri 8 Jakarta, juga mengaku tidak terlalu menikmati hal itu. Senin hingga Jumat dia belajar sekitar pukul tujuh pagi hingga pukul empat sore. Pada hari Sabtu, ketika pelajar lain libur dari kegiatan akademis dan menjalani aktivitas ekstrakurikuler, Mutiara dan 19 teman sekelasnya justru disibukkan dengan berbagai praktikum. Dia sebenarnya enggan mengikuti akselerasi, apalagi pernah mencobanya saat di SLTP. Namun, kabar bahwa kelas akselerasi menjadi incaran berbagai perguruan tinggi favorit dalam dan luar negeri, dan sarat tawaran beasiswa, membuat dia kembali ke kelas akselerasi. Ketika pemerintah merestui Program Kelas Khusus Akselerasi, yang selalu dikemukakan adalah pemenuhan hak asasi peserta didik sesuai dengan kebutuhan pendidikan bagi dirinya sendiri. Landasan filosofis lainnya, dalam pembangunan nasional, manusia merupakan sentral atau subyek pembangunan. Karena itu, manusia Indonesia harus dikembangkan menjadi manusia utuh secara wajar sebagaimana mestinya. Namun, kenyataannya tidak selalu demikian. Kelas khusus akselerasi, meskipun memacu perkembangan kognitif, belum tentu menjadikan peserta didik sebagai manusia yang utuh. Pengamat pendidikan sekaligus anggota dewan penasihat Centre for the Betterment of Education, Darmaningtyas, tidak sepenuhnya setuju dengan kelas khusus akselerasi. Baginya, kelas tersebut hanya mempercepat perkembangan kognitif peserta didik, tetapi tidak mempercepat sisi afektif dan psikomotorik. "Pendidikan tidak dapat dimaknai sekadar penguasaan ilmu pengetahuan. Proses membangun relasi dengan sesama, misalnya, merupakan hal lain yang mendasar," katanya. Kecenderungan memperbanyak kelas khusus akselerasi tersebut ibarat mesin yang terpengaruh budaya instan. Semua ingin serba cepat selesai dan tidak memedulikan proses. Padahal, pendidikan itu proses, sedangkan akselerasi lebih mengacu kepada produk. Kelas yang dikhususkan akselerasi juga mempertajam kesenjangan sosial. Ketika anak-anak berbakat itu difasilitasi dan tumbuh dalam kelas tersendiri, mereka terbiasa menjalin hubungan dalam lingkungan kelas homogen. Padahal, tidak demikian kenyataannya di masyarakat. Peserta didik bisa jadi egois dan elitis. "Kesempatan naik satu jenjang lebih cepat, lebih baik bagi peserta didik yang memiliki kecepatan belajar luar biasa karena lingkungan mereka tetap heterogen," katanya. LAIN lagi pendapat psikolog pendidikan dari Universitas Indonesia, Lucia RM Royanto. Kesediaan mengikuti kelas khusus akselerasi harus disertai minat dan kesadaran akan segala konsekuensinya. Sisi sosial emosional anak, seperti kematangan pribadi, antara lain ditentukan oleh usia dan lingkungan pergaulan. Setiap durasi jenjang pendidikan tidak
  34. 34. terlepas dari perkembangan mental sesuai dengan usianya. Masa SD, umpamanya, merupakan school age, yakni masa bermain dan belajar dasar. Di SLTP terjadi peralihan masuk ke masa remaja. Sementara di SLTA anak belajar untuk memasuki dunia orang dewasa. Ketika seorang anak sebelum waktunya masuk ke jenjang tersebut, dia masuk ke lingkungan yang belum sesuai dengan tumbuh kembangnya. Karena itu, peserta akselerasi perlu mendapatkan dampingan konseling dan tergabung dalam berbagai kegiatan yang intrapersonal. "Sulit diingkari adanya kebutuhan mengoptimalkan potensi anak berbakat. Guru sering mengeluh saat anak berbakat itu sudah menguasai pelajaran dan jadi bosan di kelas sehingga malah mengganggu rekan-rekannya," katanya. Namun, kelas akselerasi bukan satu-satunya jawaban. Ada berbagai alternatif mengoptimalkan potensi anak berbakat. Contohnya, program pengayaan materi khusus di luar jam pelajaran sesuai dengan bakat anak. Tidak selalu bidang eksakta, bisa juga kesenian atau ilmu sosial. Selain itu, dapat pula dengan program di saat hari libur sekolah, seperti magang atau belajar pada pakar atau ahli di bidang tertentu sesuai dengan minat dan bakat anak. Kegiatan demikian banyak dilakukan di negara maju, seperti Amerika Serikat. Program lainnya adalah riset kepustakaan berupa pemberian tugas atau proyek yang menggiring anak menggali dari berbagai pustaka atau internet. Konsekuensinya, fasilitas pendukung harus memadai. Apa pun, jangan sampai pelajar brilian menjadi produk instan yang diproduksi massal. Belajar itu penting untuk menjalani hidup yang lebih baik. Pada tahun 1930 ada seorang anak kecil yang diakselerasi karena dianggap pintar namanya William James Sidis yang pada umur 11 tahun karena pintarnya dipaksa masuk ke Harvard. Tapi apa yang terjadi, dalam beberapa tahun ke depan, kemudian seorang wartawan menemukan dia menjadi pemulung mobil tua dan namanya hilang. Sementara ada seorang anak kecil yang sampai umur 3 tahun tidak bisa belajar, tidak dikarbit, dibiarkan normal, kita mengenal anak itu sebagai Albert Einstein. Karena itu ini yang dapat menjadi pelajaran bagi orang tua sekarang yang bangga betul mengakselerasi anaknya yang masih bayi, masih kecil sudah disuruh sekolah dengan biaya setinggi mungkin. Mungkin anak itu bisa belajar bahasa, berpikir, dan berperilaku dengan cepat, tapi dia lupa emosi dan perasaan anak tidak bisa dikarbit. Neil Postman mengingatkan kita bahwa kalau anak dibuat dengan cepat menjadi dewasa, kalau nanti dia dewasa, dia akan menjadi dewasa yang kekanak-kanakan, karena kita akan kehilangan apa yang disebut teachable moment. Teachable moment yaitu di saat sang murid siap sang guru akan hadir, jangan dibalik saat sang guru siap sang murid dihadirkan. Hal itu tidak boleh terjadi karena anak bukan miniatur orang dewasa. Pendidikan bukan untuk mengarbit, menjerat, apalagi memenjarakan. Pendidikan itu membebaskan dan memerdekakan. Knowledge is power but character is more.
  35. 35. 1000 kertas bangau Sekali waktu, pernah ada seorang pria yang sangat mencintai seorang gadis. Pria ini sangat romantis, melipat 1000 kertas bangau sebagai hadiah kepada gadis itu. Meskipun, pada saat itu ia hanya seorang eksekutif di perusahaan kecil, masa depannya tampak tidak terlalu cerah, walaupun begitu mereka sangat bahagia bersama. Hingga suatu hari, gadis itu mengatakan kepadanya ia akan pergi ke Paris dan tidak akan pernah kembali. Dia juga mengatakan bahwa, dia tidak bisa membayangkan masa depan apapun untuk mereka berdua, lalu gadis itu mengatakan “Mari kita jalani kehidupan masing-masing dan berpisah, pria pun itu setuju. Ketika kepercayaan dirinya kembali, ia bekerja keras siang dan malam hari. Akhirnya dengan semua kerja keras dan dengan bantuan teman-teman, orang ini telah mendirikan perusahaannya sendiri. “Kamu tidak pernah gagal sampai Kamu berhenti berusaha.” dia selalu berkata pada dirinya sendiri. “Aku harus berhasil dalam hidup!”. Suatu hari sedang hujan, sedangkan pria ini mengemudi, ia melihat sepasang orangtua berbagi payung dalam hujan berjalan Bahkan dengan berpayungpun, orang tua itu masih basah kuyup. Tidak butuh waktu lama, dia menyadari mereka adalah orang tua mantan pacarnya yang pergi ke Perancis. Dalam hatinya pria itu ingin mereka untuk melihat dia dalam sedan mewah itu. Dia ingin mereka tahu bahwa ia tidak sama lagi. Dia telah memiliki perusahaan sendiri, mobil, kondominium, dll. Dia telah berhasil dalam hidup! Sebelum pria itu menyadari, pasangan itu berjalan ke arah kuburan, dan ia keluar dari mobilnya dan mengikuti mereka dan dia melihat mantan pacarnya, foto-nya tersenyum manis seperti biasa kepadanya dari batu nisannya dan ia melihat kertas bangau yang pernah dibuatnya dalam botol ditempatkan di samping makam sang gadis. Orang tuanya melihat kepada pria itu. Pria itu berjalan mendekat dan bertanya mengapa ini bisa terjadi. Mereka menjelaskan, gadis itu tidak meninggalkan Perancis sama sekali, dia terserang kanker. Di dalam hatinya, ia percaya bahwa ia akan berhasil suatu hari nanti, tapi dia tidak ingin sakitnya menjadi penghalangnya. Karena itu dia memilih untuk meninggalkan dia. Dia ingin orang tuanya untuk menempatkan kertas bangau itu di sampingnya, karena jika dating hari ketika nasib membawa pria itu kembali padanya, maka dia bisa mengambil beberapa dari
  36. 36. Kertas Bangau tersebut kembali dengannya. Pria itu akhirnya hanya bisa menangis tersedu- sedu… :( “Cara terburuk untuk merindukan seseorang adalah duduk tepat di samping mereka, tapi mengetahui bahwa Anda tidak dapat memiliki mereka dan tidak akan pernah melihat mereka lagi.” Kita sadar, Cinta, Jodoh, Rejeki berikut Kematian hanyalah Tuhan yang tahu, jadi kita sebagai manusia hanyalah dapat berdoa dan berusaha sedapat mungkin demi Cinta Sejati yang membuat Anda paling berarti di kehidupan ini.
  37. 37. Susahnya jadi cowok jelek ... Kalau cowok ganteng pendiam, cewek-cewek bilang: Woow, cool banget… Kalau cowok jelek pendiam, cewek-cewek bilang: Ih kuper… Kalau cowok ganteng jomblo, cewek-cewek bilang: Pasti dia perfeksionis Kalau cowok jelek jomblo, cewek-cewek bilang: Sudah jelas…kagak laku… Kalau cowok ganteng berbuat jahat, cewek-cewek bilang: Nobody’s perfect Kalau cowok jelek berbuat jahat, cewek-cewek bilang: tampangnya aja udah kriminal ... Kalau cowok ganteng nolongin cewe yang diganggu preman, cewek-cewek bilang: Wuih, jantan…kayak di filem-filem Kalau cowok jelek nolongin cewe yang diganggu preman, cewek- cewek bilang: Pasti premannya temennya dia… Kalau cowok ganteng dapet cewek cantik, cewek-cewek bilang: Klop….serasi banget… Kalau cowok jelek dapet cewek cantik, cewek-cewek bilang: Pasti main dukun… Kalau cowok ganteng diputusin cewek, cewek-cewek bilang: Jangan sedih, khan masih ada aku… Kalau cowok jelek diputusin cewek, cewek-cewek bilang: …(Terdiam, tapi telunjuknya meliuk-liuk dari atas ke bawah) Kalau cowok ganteng ngaku indo, cewek-cewek bilang: Emang mirip-mirip bule sih… Kalau cowok jelek ngaku indo, cewek-cewek bilang: Pasti ibunya Jawa, bapaknya robot… Kalau cowok ganteng penyayang binatang, cewek-cewek bilang: Perasaannya halus…penuh cinta kasih Kalau cowok jelek penyayang binatang, cewek-cewek bilang: Sesama keluarga emang harus menyayangi… Kalau cowok ganteng bawa BMW, cewek-cewek bilang: Matching…keren luar dalem Kalau cowok jelek bawa BMW, cewek-cewek bilang: Mas, majikannya mana?… Kalau cowok ganteng males difoto, cewek-cewek bilang: Pasti takut fotonya kesebar-sebar Kalau cowok jelek males difoto, cewek-cewek bilang: Nggak tega ngeliat hasil cetakannya ya?… Kalau cowok ganteng naek motor gede, cewek-cewek bilang: Wah, kayak lorenzo lamas…bikin lemas… Kalau cowok jelek naek motor gede, cewek-cewek bilang: Awas!! mandragade lewat… Kalau cowok ganteng nuangin air ke gelas cewek, cewek-cewek bilang: Ini baru cowok gentlemen Kalau cowok jelek nuangin air ke gelas cewek, cewek-cewek bilang: Naluri pembantu emang gitu…
  38. 38. Kalau cowok ganteng bersedih hati, cewek-cewek bilang: Let me be your shoulder to cry on Kalau cowok jelek bersedih hati, cewek-cewek bilang: Cengeng amat!!!…ini laki-laki apa bukan sih?!! Susah ya jadi orang jelek, nyetir mobil di kira sopir, duduk di belakang dikira joki 3 in 1
  39. 39. PEDAGANG KAKI LIMA (PKL) Pedagang kaki lima atau yang sering disebut PKL merupakan sebuah komunitas yang kebanyakan berjualan dengan memanfaatkan area pinggir jalan raya untuk mengais rezeki dengan menggelar dagangannya atau gerobaknya di pinggir-pinggir perlintasan jalan raya. Bila melihat sejarah, Pedagang Kaki Lima sudah ada sejak masa penjajahan Kolonial Belanda. Pada masa penjajahan colonial, peraturan pemerintahan waktu itu menetapkan bahwa setiap jalan raya yang dibangun hendaknya menyediakan sarana untuk para pedestrian atau pejalan kaki yang sekarang ini disebut dengan trotoar. Lebar ruas untuk sarana bagi para pejalan kaki atau trotoar ini adalah 5 kaki atau 5 feet (feet = satuan panjang yang umum digunakan di Britania Raya dan Amerika Serikat). 1 kaki adalah sekitar sepertiga meter atau tepatnya 0,3048 m. Maka 5 feet atau 5 kaki adalah sekitar satu setengah meter. Selain itu juga pemerintahan pada waktu itu menghimbau agar sebelah luar dari trotoar diberi ruang yang agak lebar atau agak jauh dari pemukiman penduduk untuk dijadikan taman sebagai penghijauan dan resapan air. Dengan adanya tempat atau ruang yang agak lebar itu kemudian para pedagang mulai banyak menempatkan gerobaknya untuk sekedar beristirahat sambil menunggu adanya para pembeli yang membeli dagangannya. Seiring perjalanan waktu banyak pedagang yang memanfaatkan lokasi tersebut sebagai tempat untuk berjualan sehingga mengundang para pejalan kaki yang kebetulan lewat untuk membeli makanan, minuman, sekaligus beristirahat. Berawal dari situ maka Pemerintahan Kolonial Belanda menyebut mereka sebagai Pedagang Lima Kaki, buah pikiran dari pedagang yang berjualan di area pinggir perlintasan para pejalan kaki atau trotoar yang mempunyai lebar Lima Kaki. Seiring perjalanan waktu para pedagang lima kaki ini tetap ada hingga sekarang, namun ironisnya para pedagang ini telah diangggap mengganggu para pengguna jalan karena para
  40. 40. pedagang telah memakan ruas jalan dalam menggelar dagangannya. Namun bila kita menengok kembali pada masa penjajahan belanda dahulu, antara ruas jalan raya-trotoar dengan jarak dari pemukiman selalu memberikan ruang yang agak lebar sebagai taman maupun untuk resapan air. Hal ini bisa kita lihat pada wilayah-wilayah yang masih bertahan dan terawat sejak pemerintahan kolonial hingga sekarang seperti di daerah Malang terutama di daerah Jalan Besar Ijen, dan lain sebagainya. Hal ini sangat berbeda dengan sekarang, dimana antara trotoar dengan pemukiman tidak ada jarak sama sekali, pembuatan taman-taman yang ada di sisi pinggir jalan terkesan seadanya sehingga tidak mampu untuk meresap air apa bila hujan. Ini fakta bukan fenomena, ini kenyataan dan bukan rekaan. Lantas tidak sepenuhnya kesalahan itu teralamatkan pada Pedagang Kaki Lima (PKL) yang notabone memang dirasakan sangat mengganggu para pengguna jalan. Sungguh ironis memang, disatu sisi mereka mencari nafkah, satu sisi mereka juga mengganggu kenyamanan para pengguna jalan. Dalam hal ini pemerintah harus lebih jeli dalam mengambil tindakan dan juga menegakkan peraturan. Lapangan pekerjaan yang sulit juga mendukung maraknya Pedagang Kaki Lima (PKL) yang merupakan alih profesi akibat PHK dan lain sebagainya. Ketika pemerintah dan sektor informan tak mampu sediakan lapangan kerja dan menyerap tenaga kerja, sektor informal jadi katup pengaman. Tahun 98, PKL jadi penampungan limpahan jutaan buruh korban PHK saat perusahaan-perusahaan besar kolaps dan meniggalkan hutang besar. PKL menampung tenaga-tenaga kerja dan membuat pemerintah tidak harus ketakutan dengan dasyhatnya ledakan tenaga kerja. Hari ini jumlah PKL 25 juta orang. Seperti kata Wiji Thukul, "kami PKL tidak tergantung kepada departemen tenaga kerja, semakin hari semakin nyata nasib hanya di tangan kami, tidak diubah oleh siapapun. Dan kami tidak pernah menyumpahi rahim ibuku lagi sebab pasti malam tidak akan berubah menjadi pagi hanya dengan memaki-maki. Waktu yang diisi keluh akan berisi keluh, waktu yang berkeringat karena kerja akan melahirkan serdadu-serdadu kebijaksanaan, biar perang meletus kapan saja itu bukan apa-apa buat kami. Masalah nomor 1 adalah hari ini, jangan mati sebelum dimampus takdir, sebelum malam mengucap selamat malam, sebelum kubur mengucap selamat datang, kami mengucap kepada hidup yang jelata, pedagang kaki lima merdeka. Kami kecil, kami 25 juta orang, tapi kami memerdekakan pedagang kaki lima, daripada besar tapi koruptif, lebih baik kecil tapi arif dan tidak manipulatif. Penganten baru betah di kasur Seminggu kemudian minta cerai PKL jangan sembarang digusur Carikan dulu tempat yang sesuai
  41. 41. CARA TUHAN MENDIDIK KITA Seorang Tukang Kebun mencoba mengadakan penelitian sederhana. Ia menanam 2 tanaman yangg sama pada lahan yang sama. Yang membedakan hanya bagaimana cara dia merawat tanaman tersebut. Tanaman yang pertama disirami secara rutin tiap pagi sore, sedangkan Tanaman yang kedua disirami 2 hari sekali. Ketika Tanaman itu bertumbuh cukup besar, tiba waktunya untuk menguji kekuatan akar tersebut. Perbedaannya cukup mencolok : Dibutuhkan waktu kurang dari 2 menit untuk mencabut akar dari Tanaman yang Pertama. Untuk Tanaman yang kedua dibutuhkan waktu lebih lama yaitu empat menit untuk bisa mencabutnya! Mengapa hal itu bisa terjadi? Tanaman yang Pertama cukup dimanjakan dengan air yang ia dapat dengan mudah sehingga akarnya tidak berusaha mencari ke tanah yang lebih dalam. Sedangkan Tanaman yang Kedua karena mendapat suplai air yang lebih sedikit maka mau tidak mau akarnya mencari ke Sumber Air, sehingga akarnya jauh lebih kuat karena masuk lebih dalam ke tanah. Cara TUHAN mendidik kita tak jauh beda dengan Ilustrasi tersebut. Bayangkan saja jika TUHAN memanjakan kita dengan mengabulkan semua Doa yang kita minta atau tidak pernah mengijinkan Penderitaan dan Masalah Hidup. Tentu ini akan membuat kita jadi orang yang Manja. Tak hanya itu, kita akan menjadi orang yang Cengeng. Akibatnya Akar Iman kita tidak Kuat dan ketika permasalahan terjadi, dengan mudahnya Kehidupan kita tumbang! TUHAN sangat mengasihi kita, itu sebabnya DIA selalu mendewasakan dan melatih Akar Iman kita. Mengijinkan penderitaan, masalah, tekanan hidup, atau keadaan yang tidak menyenangkan, dengan harapan bahwa Akar Iman kita terus mencari “SUMBER” yang Sejati. Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda memilih untuk menjadi orang yang Manja dengan akar yang rapuh? atau menjadi Orang yang didewasakan oleh TUHAN? “TANPA MASALAH, KITA HANYA AKAN MENJADI ORANG YANG MANJA & MEMILIKI AKAR IMAN YANG RAPUH!!”
  42. 42. Bohong kepada ayah Pagi itu Ayah menyuruhku membawa mobil ke bengkel untuk check up rutin, kemudian menjemputnya di kantor jika mobil sudah selesai. Dalam perjalanan ke bengkel, temanku Heni menelpon mengajak nonton film. Kebetulan film tersebut dibintangi oleh idolaku. Di antara kebimbangan jadilah kuputuskan nonton dulu baru ke bengkel. Apa mau dikata, sehabis nonton kami bertemu temanteman yang lain lalu asyik ngobrol di cafe. Hari sudah sore waktu aku mulai sadar bahwa bengkel pasti sudah tutup. Sepanjang jalan aku sibuk menyusun argumen berbagai alasan yang nanti akan kukatakan pada ayah. Setibanya di kantor ayah, dengan bimbang aku segera melangkah ke ruangannya. “Bagaimana mobilnya San, sudah Ok.. ?”. Sambil menghindari tatapan ayah, aku menjawab. “Ayah, kata orang bengkel, besok harus dibawa lagi karena masih ada yang belum beres. Sebenarnya sih tadi harus ditinggal tapi aku maksa bawa pulang karena harus jemput ayah”. Sambil melirik pelan-pelan aku menatap ayah. “Hmm…. mungkin ada yang salah pada Ayah dalam mendidikmu selama ini. Karena ternyata kamu tidak mau berkata yang sebenarnya...”. “Mak…maksud ayah apa……..” Dengan panik aku jadi salah tingkah. “Baiklah, karena ayah merasa salah dalam mendidikmu maka ayah akan pulang berjalan kaki sambil merenungi kesalahan apa yang telah ayah perbuat!” Ayah segera melangkahkan kakinya keluar kantor. “Ayah…… ayah…. jangan begitu”. Aku makin gelisah. Namun ayah hanya tersenyum. Hari sudah mulai gelap ketika aku mengikuti ayah dari belakang dengan mobil. Kulihat ayah berjalan sambil tertunduk, hatiku makin galau. Jarak 35 km harus ditempuh ayahku yang sudah berumur 52 tahun itu membuat air mataku mulai mengaburkan pandanganku. 1 jam 45 menit sudah ayahku berjalan, batinku berperang dan ada sesuatu di dalam yang terasa menyesakkan dadaku. Segera kuhentikan mobil dan berlari mengejar ayah, kupeluk ayah dari belakang, “Ayah…. Maafkan Santi. Tadi Santi memang tidak ke bengkel tapi pergi nonton bersama Heni lalu …” Aku tak sempat menyelesaikan kalimatku karena tangan Ayah menutup mulutku.
  43. 43. “Ayah sudah tahu ….” Sambil tersenyum Ayah mengelus kepalaku. Aku yang bingung segera dibimbingnya menuju mobil. “Sebenarnya tadi siang ayah menelpon ke bengkel, tapi mereka mengatakan mobil belum datang sejak pagi. Nah, ayah hanya ingin kamu mengatakan yang sebenarnya tanpa perlu menceritakan detailnya” Hingga aku sudah berkeluarga kini, peristiwa itu terus membekas pada diriku. Karena aku tidak pernah lagi membohongi orangtuaku sejak itu. Tak pernah lagi, aku bersumpah tidak ingin melihat ayahku menghukum dirinya lagi karena perbuatanku. “Teguran Batin” begitulah aku menyebutnya. Ternyata cara tersebut lebih dalam bekasnya daripada teguran fisik. Aku membayangkan, jika saja saat itu Ayahku memarahiku dan mendesak darimana saja aku seharian, mungkin hingga kini aku sudah melakukan sekian puluh kebohongan. Demikian pula dengan anakku.
  44. 44. Jam Karet Pasti pernah diantara kita membuat janji untuk bertemu. Oke, andaikan disepakati janji jam 9 untuk berkumpul, toh nyatanya saat jam 9 tersebut ruang masih hampa. Setengah jam kemudian baru mulai berdatangan, dan jam 10 baru semua berkumpul. Bukankah itu sesuatu hal yang mengesalkan bagi kita yang diburu waktu. Begitu populerkah jam karet yang ada di Indonesia. Tapi kenapa masih sulit sekali untuk diberantas? Pertanyaan muncul kemudian adalah apakah kita benar-benar tidak dapat menghargai waktu? Jika bukan kenapa masih selalu ada jam karet? Di sini masalahnya adalah kebudayaan. Tepat waktu barangkali adalah sesuatu hal yang baru dalam sejarah bangsa Indonesia. Untuk itu mungkin tepat waktu barangkali amat penting dalam urusan dagang dan industri. Kita mengenal semboyan “waktu adalah uang”, tapi itu merupakan semboyan orang Barat sebagai semboyan untuk kaum dagang dan industry ini. Waktu bekerja untuk produksi emang sangat menentukan untung tidaknya suatu industry. Bangsa di Eropa dan Amerika sejak abad ke-18 telah memasuki era industri. Semuanya jelas harus terukur. Kalau kerja 10 jam dalam sehari, maka harus benar-benar 10 dikali 60 menti. Jika tidak, maka kacau balaulah industry tersebut. Selain itu, mereka juga telah memerlukan pula pembakuan, pengukuran, ketepatan, definisi, dan lain-lain. Jika demikian, bagaimana dengan bangsa Indonesia ini. Di Indonesia kita mengetahui bahwa baru Dallam dasawarsa terakhir ini kita memasuki era perdagangan dan industri. Dengan demikian bahwa cara hidup seperti itu baru saja tumbuh. Sejarah mencatat bahwa ‘gaya hidup’ asli bangsa Indonesia adalah pertanian, Negara AGRARIS. Dan dalam pertanian, kita lebih menekankan ‘rasa’ daripada ‘perhitungan yang memusingkan’. Untuk masalah waktu, waktu bergulir bersama kosmos, alam raya, alam semesta. Contohnya, kapan jam kerjanya? Shubuh. Kapan istirahatnya? Tengah hari. Kapan selesainya? Sore hari. Waktu melekat pada alam, pada matahari, pada rotasi bumi yang selalu berubah terhadap sudut pandang kemiringan pada matahari. Oleh karenanya waktu bersifat relatif. Jam kerja ‘ketika matahari terbit’, dan tahu sendiri bahwa terkadang matahari terbit jam 05.30, kadang jam 06.00, atau kadang tertutup awan. Dasar hidup agraris ini telah membentuk sikap dan kebiasaan nenek moyang kita. Ini juga tercermin dalam kebudayaan. Kalau didesa ada undangan dari lurah agar semua kepala keluarga rumah tangga hadir untuk rapat, waktunya setelah magrib atau saat lain. Toh, kemudian kedatangan para undangan juga tidak serempak karena waktu yang belum terukur. Mereka datang satu per satu, menunggu, datang lagi, barulah setelah lengkap acara dimulai.
  45. 45. Itulah, seolah struktur jam karet memang telah mengendap dalam darah daging kita. Dan ini orang tidak merasa menyalahi hukum atau merasa malu jika datang terlambat. Beda sekali dengan budaya barat yang selalu harus tepat waktu dan akan malu jika terlambat. Perkembangannya budaya dagang dan industri telah berkembang di Indonesia. Pada akhirnya tentu akan menggilas budaya jam karet di Indonesia ini. Kalau semua orang telah terlibat dalam kesibukan produksi dan dagang, maka waktu memang menjadi waktu faktor penting. Jika tidak, mungkin butuh satu generasi untuk mengolah semboyan ‘waktu adalah uang’. Kita sering bercanda soal waktu. Tetapi menurut presentisme Budhis, segala sesuatu yang ada di masa lampau adalah tidak nyata, segala sesuatu yang ada di masa depan juga tidak nyata, segala sesuatu yang ada dalam khayalan juga tidak nyata. Pada dasarnya yang nyata cuma momen kekinian, persoalannya Indonesia sering mengkhianati momen kekinian dengan menerapkan sifat toleran yang salah langkah. Kita mentoleransi orang yang 5 menit telat, setengah jam telat, 1 jam telat, akibatnya jam karet indonesia masuk dalam wikipedia dunia sebagai budaya Indonesia yang dianggap seluruh dunia tahu bahkan sampai dibuat lagu “Jam Karet by Vonda Shepard”. Santo agustinus mengatakan, “waktu datang dari masa depan yang belum terjadi, singgah di masa kini yang tidak punya durasi sebenarnya, tetapi dia pergi ke masa lampau yang sangat cepat karena lagi-lagi dikhianati oleh jam karet, padahal waktu itu seharusnya membahagiakan, ingat demi waktu sesungguhnya manusia berada dalam kerugian, tetapi lagi-lagi dikhianati”. Jam karet berakibat yang menunggu jadi bermuka kusut, yang ditunggu selalu datang dengan penuh dalih dan muka yang kalut. Kekusutan bertemu dengan kekalutan akibatnya akan mendapatkan hasil yang acak adut dan semrawut.
  46. 46. Cabe-cabean Fenomena cabe-cabean booming pada akhir 2013 dan awal 2014 ini. Mungkin sebagian dari kita sudah tidak asing lagi dengan fenomena Anak alay dan segala isitilah-istilahnya, mulai dari cara berpakaian hingga cara berbicara. Walaupun sempat surut ditahun 2013 kini muncul lagi istilah baru Di tahun 2014 yakni gadis Cabe-cabean. Kini “spesies baru” gadis cabe-cabean diperkenalkan sebagai tren mutakhir. Tidak jelas siapa yang mulai mempopulerkannya. Istilah ini menyebar secara viral dan dikenal luas karena dianggap mencerminkan sejumlah remaja zaman sekarang. Cabe-cabean adalah sebutan bagi remaja putri yang senang keluyuran malam dan nongkrong di balapan liar. Usia mereka umumnya sama, kisaran SMP dan SMA. Ciri untuk mengenali Gadis Cabe-cabean dan Terong-terongan adalah 3B, Behel, Blackberry dan Berponi. Behel yang asalnya digunakan untuk merapikan gigi bagi mereka behel hanya sekedar gaya. Nekatnya lagi mereka memakai behel ala kadaranya saja tidak melalui konsultasi dokter gigi, maklum konsultasi ke dokter gigi cukup mahal. B yang kedua adalah Blackberry bagi mereka Blackberry dipakai untuk gaya dan sekedar update status BBM tanpa memahami apa kegunaan asli Blackberry. Make up salah waktu, kadang muka lebih putih dari leher Model make up gadis cabe- cabean terkesan dipaksakan. Saking ngebetnya pengen makeup berlebih dan tidak jarang kulit muka berbeda dengan warna kutil leher dan badan. Boncengan bertiga, sambil main HP, ngebut buat cari perhatian Diantara sekian ciri yang disebutkan diatas, ciri yang satu ini terbilang cukup berbahaya, mereka suka berkendara sepeda motor dengan membonceng lebih dari dua orang, misalnya tiga orang, bisa juga sampai empat orang, jangan ditiru!. Alih-alih membawa motor dengan hati-hati, mereka justru doyan ngebut dengan harapan dianggap keren oleh orang yang melihatnya. Lucunya lagi, gadis cabe-cabean kerap kali melewati segerombolan pria nongkrong dengan memacu kencang motornya demi menarik perhatian. Gadis/ cewek cabe-cabean tidak pernah mengakui dirinya sendiri. Kegiatan wajib yang tidak boleh terlewat dari gadis cabe-cabean adalah update status di media sosial dan instant messaging. Bahkan biasanya memberi kabar yang penting seakan banyak orang yang peduli. Belum lagi pemakaian kata-kata yang berlebihan dengan susunan huruf angka dicampur.
  47. 47. Mereka akan banyak “bertebaran” di keramaian, kadang bersembunyi di tempat-tempat gelap. Mereka dengan santai memarkir motor Di pinggiran jembatan layang dan duduk berdempet dengan sang kekasih sambil menikmati lampu malam kota. Di foto profil Facebook atau Avatar Twitter akan terlihat cantik, saat ditemui akan jauh berbeda. Mereka seringkali mengedit foto diri menjadi lebih putih, lebih mulus dan lebih imut demi menarik perhatian lawan jenis dan agar bisa bertemu. Berbaju Minim di Banyak Tempat, baju ketat dan celana pendek adalah ciri khas gadis cabe-cabean terutama jika naik sepeda motor. Memamerkan paha mereka adalah hal yang biasa. Kerap kali gadis cabe-cabean begitu percaya diri memakai baju serba minim dan ketat meskipun tidak cocok. Kak Seto menegaskan cabe cabean adalah fenomena yang umum terjadi. “Usia muda sekitar SMP SMA itu karena hasrat seksual libidonya itu tinggi. Karena banyak ditahan perasaannya sehingga mereka menyalurkannya ke perilaku berisiko seperti cabe-cabean.” Untuk menghindari hal tersebut Kak Seto menyarankan orangtua perlu menyalurkan perasaan terpendam lewat hal-hal positif. “Seharusnya orang tua cabe-cabean itu menyalurkan emosi anaknya dengan melibatkan anak ke hal-hal positif misalnya ikut les. Libatkan mereka ke dalam kegiatan positif selain itu kasih sayang dan perhatian jangan sampai berkurang. Sesibuk-sibuknya orangtua harus tetap memperhatikan dan mencurahkan kasih sayang,” ujarnya. Banyak faktor yang menyebabkan fenomena ini muncul. Setidaknya ada tiga faktor utama yang memiliki andil khusus. Pertama, faktor media. Tak dapat dipungkiri, tayangan di televisi tidak banyak memberikan tuntunan yang mendidik dan membangun khususnya pada segmen remaja. Gaya hidup yang diperlihatkan dalam sinetron-sinetron atau drama-drama impor sedikit banyak mempengaruhi remaja kita untuk menirunya. Lihat saja bagaimana cara berpakaian dan gaya hidup mereka dijiplak habis oleh remaja putri dalam komunitas cabe- cabean ini. Kedua adalah faktor keluarga, dalam hal ini adalah orang tua. Pengawasan orang tua terhadap aktivitas anak tidak boleh lepas begitu saja. Kebutuhan seorang anak tidak hanya sekedar materi namun juga kasih sayang dan perhatian. Salah satu mengapa fenomena ini muncul adalah banyaknya remaja-remaja broken home yang mencari pelampiasan dengan cara-cara negatif. Ketiga, faktor lingkungan. Lingkungan terdekat dari remaja adalah sekolah dan teman-teman bergaulnya. Kita semua sepakat bahwa fenomena ini perlu mendapatkan perhatian. Tak ada yang menginginkan generasi muda Indonesia menjadi generasi yang hidupnya sia-sia. Di sisi lain masa remaja menyimpan potensi yang sangat besar untuk pembentukkan karakter di usia dewasa. Banyak peran yang bisa kita lakukan dan kita bisa mulai bergerak dari sekarang. Pertama, peran keluarga. Dari keluargalah penanaman nilai-nilai agama dimulai. Anak-anak disadarkan bahwa dia diciptakan di dunia ini dengan tujuan khusus, yakni taqwa. Orang tua menjadi teladan yang baik bagi anak-anaknya.
  48. 48. Kedua, lingkungan. Masyarakat perlu ikut andil dalam menjaga lingkungan sekitarnya dari hal- hal semacam ini. Sikap individualis dan apatis harus dibuang jauh. Ketiga, peran negara. Perlu ada regulasi atau kebijakan yang menjaga remaja kita. Dari mulai siaran media, lingkungan, pendidikan, dsb. Jangan sampai kondisi seperti ini dibiarkan berlarut-larut. Kita pun harus menyadari bahwa masalah ini adalah efek domino dari sistem kapitalisme yang diterapkan. Persoalan ekonomi, politik, hukum, pendidikan, sosial, semuanya adalah mata rantai yang saling berkaitan. Karena itu upaya jangka panjang yang tak boleh terlupakan adalah mengganti sistem yang ada dengan sistem yang lebih baik.
  49. 49. DIBALIK KISAH SEORANG PAPA Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya. Lalu bagaimana dengan Papa? Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu. Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian. Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil. Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda. Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu. Kemudian Mama bilang : “Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya”, Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka. Tapi sadarkah kamu? Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA. Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba. Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : “Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang”. Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi? Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata : “Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!”. Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut. Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu. Ketika kamu sudah beranjak remaja. Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: “Tidak boleh!”. Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu? Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat – sangat luar biasa berharga. Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu. Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama. Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya, Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu.
  50. 50. Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia…. :’) Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu. Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu? Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya. Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir. Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut – larut. Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu. Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang? “Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa” Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur. Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata – mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti. Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa. Ketika kamu menjadi gadis dewasa dan kamu harus pergi kuliah dikota lain. Papa harus melepasmu di bandara. Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu? Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini – itu, dan menyuruhmu untuk berhati- hati. Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat. Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata “Jaga dirimu baik-baik ya sayang”. Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT…kuat untuk pergi dan menjadi dewasa. Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa. Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain. Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan. Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : “Tidak…. Tidak bisa!” Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan “Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu”. Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum? Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana. Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu. Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat “putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang” Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya. Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin. Karena Papa tahu, Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti. Dan akhirnya, Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia. Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis? Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa. Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: “Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik. Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik. Bahagiakanlah ia bersama
  51. 51. suaminya…” Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk. Dengan rambut yang telah dan semakin memutih dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya. Papa telah menyelesaikan tugasnya. Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat. Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis, dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa “KAMU BISA” dalam segala hal.
  52. 52. Klenikisasi Dalam sejarah dunia perklenikan, Indonesia pernah mengalami masa-masa ‘keemasannya,’ yaitu pada zaman bangsa ini masih dikuasai oleh kerajaan-kerajaan yang terdapat hampir di seluruh pelosok tanah air. Ketika itu, banyak sekali orang-orang sakti mandraguna dengan berbagai ilmu kedigdayaan, ajian-ajian, dan senjata-senjata andalan yang dimiliki. Namun ternyata, segala macam ilmu klenik itu tidak berkutik ketika berhadapan dengan Belanda. Ilmu-ilmu yang konon sangat ampuh itu sama sekali tidak ada manfaatnya bagi penjajah Belanda. Mereka tidak mempan oleh ilmu-ilmu klenik. Bahkan kemudian, bangsa ini takluk di bawah penjajahan Belanda hingga 350 tahun lamanya. Sungguh ironis, karena tatkala Belanda menjajah, Indonesia masih berada dalam masa-masa ‘keemasan’ di dunia perklenikannya! Selanjutnya, lebih ironis lagi. Sudah tahu ilmu-ilmu klenik tidak mempan melawan Belanda, anak bangsa ini masih saja banyak yang mempelajari dan percaya pada hal-hal yang berbau klenik. Dan itu berlangsung terus hingga masa kita sekarang ini. Masa dimana kita sudah merdeka dan modern. SETIAP menjelang pemilihan kepala pemerintahan, bisnis klenik atau perdukunan dan ziarah kuburan keramat meningkat tajam. Apa yang sebenarnya terjadi? Gejala ini jadi bahan tertawaan kaum terpelajar yang rasional. Zamannya sudah lama lewat untuk memercayai sejenis kesaktian-kesaktian semacam itu. Namun, kenyataannya banyak yang tak peduli. Mereka butuh dukun dan berkah kuburan untuk memperoleh kekuasaan sosial. Karena pasar permintaan tetap tinggi, maka penawaran dukun-dukun palsu juga semakin banyak. Praktik klenik juga sudah lama tidak disukai oleh kaum pemeluk teguh agama-agama besar. Meski demikian, praktik ini tak kunjung lenyap. Tentu ada alasan lebih mendasar dari bangsa ini, sesuatu yang arketipe, yang membuat klenik tetap hidup dalam hubungannya dengan kekuasaan manusia. Dalam kitab Negarakertagama dikisahkan bagaimana raja besar Majapahit, Hayam Wuruk, mengelilingi negaranya dengan tiap kali ziarah ke candi-candi nenek moyangnya (yang titisan dewa-dewa). Di sini kekuasaan raja besar itu dihubungkan dengan kekuatan transenden yang sedikit banyak mutlak. Kekuatan manusia yang terbatas perlu kekuatan lain yang tidak terbatas. Kekuasaan adalah kekuatan untuk memerintah banyak orang yang jadi tanggung jawabnya. Kekuasaan semacam itu bukan berasal dari dirinya sendiri atau dari rakyat seperti dipahami
  1. A particular slide catching your eye?

    Clipping is a handy way to collect important slides you want to go back to later.

×