Your SlideShare is downloading. ×
Gani digest june 2014
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Gani digest june 2014

2,191
views

Published on

Gani digest june 2014

Gani digest june 2014

Published in: Lifestyle

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
2,191
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
1
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. Gani Digest June 2014 Babygani (づ。◕‿‿◕。)づ Edisi Bahasa Indonesia By
  • 2. Angkutan Umum Budaya bertransportasi umum di Indonesia sudah sejak dulu ada. Namun anehnya budaya itu seakan-akan tidak ada bekasnya, melihat tidak adanya komitmen untuk angkutan umum, penghormatan dari pengguna kendaraan pribadi, dan tren penggunanya yang terus menurun. Tepatnya, marjinalisasi untuk angkutan umum berjalan dengan mantap sehingga angkutan umum seakan dipaksa menjadi berandal jalanan, sebagai klandestin yang berjuang melawan peminggiran tersebut. 1. Bemo Bemo punya singkatan yaitu “becak motor”, dan merupakan kendaraan bermotor roda tiga yang biasanya digunakan sebagai angkutan umum di Indonesia. Meskipun nama Bemo dikaitkan dengan becak, namun bemo sebenarnya adalah model bis ukuran supermini, karena mempunyai trayek dan tarif tetap, beda dengan becak yang lebih mirip taksi bertenaga nasi. Memang Bemo mulanya beroperasi seperti taksi, namun kemudian dibentuk trayek tertentu dan akhirnya dikhususkan ke trayek pinggiran yang tak disentuh oleh bus kota. Bemo mulai dipergunakan di Indonesia pada awal tahun 1962, pertama-tama di Jakarta, kemudian Bogor, Bandung, Surabaya, Surakarta, Malang, Padang, dan Denpasar, dimaksudkan untuk menggantikan becak. Namun rencana ini tidak berhasil karena kehadiran bemo tidak didukung oleh rencana yang matang. Bemo cepat populer karena kendaraan ini lebih murah, berdaya angkut besar (bisa menampung 7 orang), mampu menjangkau jalan-jalan yang sempit, bisa menempuh jarak jauh dan lebih cepat daripada becak yang lebih mahal karena daya angkutnya cuma 2 orang, pelan, dan tidak bisa jauh. Di Jakarta, bemo mulai dipinggirkan pada 1971, disusul oleh Surabaya dan Malang pada tahun yang sama. Pada1979, Pemerintah Daerah Surakarta mengambil langkah yang sama. Bemo diproduksi oleh Daihatsu, sebagai Daihatsu Midget, kendaraan beroda tiga (satu di depan, dua di belakang). Kendaraan ini saking kecilnya sehingga diberi nama “midget” (kerdil). Daihatsu Midget ini sebenarnya didesain sebagai angkutan barang. Ini menjelaskan kenapa Bemo sangat sempit, sampai penumpangnya harus beradu lutut. Karena lama sudah tidak diproduksi lagi, sparepartnya pun sudah tidak didukung, namun masih bisa survive karena sparepartnya masih diproduksi lokal secara imitasi. kita masih bisa menaiki Bemo di jaman modern ini yaitu di Malang (sopirnya curhat bahwa Bemo ini operasionalnya sehari jalan, dua hari masuk bengkel, maklum sudah sepuh) dan di kawasan Grogol, dimana secara statistik
  • 3. menunjukkan dalam 6 kali naik bemo 2 kali mengalami trouble. Sampai kapan Bemo masih beroperasi di Indonesia? Mungkin sampai tidak mempunyai keekonomisan operasional lagi atau ada penggantinya yang efektif. 2. Helicak Helicak juga punya singkatan dan lagi-lagi berhubungan dengan Becak, yaitu “Helikopter Becak” karena bentuknya mirip dengan helikopter dan becak. Helicak adalah kendaraan angkutan masyarakat seperti Taksi yang banyak ditemukan di Jakarta, Surabaya, Salatiga, dan Yogyakarta pada tahun 1970-an. Helicak pertama muncul tahun 1971. Diadopsi dari skuter Lambretta yang didatangkan dari Italia oleh Gubernur Jakarta waktu itu, Ali Sadikin, mencanangkannya sebagai pengganti becak yang dianggap tidak manusiawi. Seperti halnya becak, pengemudi helicak duduk di belakang sementara penumpangnya duduk di depan dalam sebuah kabin dengan kerangka besi dan dinding dari serat kaca sehingga terlindung dari panas, hujan, ataupun debu sementara pengemudinya tidak (masih tetap gak manusiawi ya). Karena (seperti biasa) Kebijakan pemerintah dalam menyediakan angkutan rakyat yang tidak konsisten, berdampak pada kelangsungan hidup Helicak yang kalah populer dengan Bajaj, lambat laun Helicak punah. 3. Bajaj Bajaj awalnya sama dengan Helicak, untuk menggantikan Becak. Jika Helicak produk Italia, Bajaj adalah produk India dibawah lisensi Vespa Italia. Desain Bajaj masih lebih manusiawi daripada Helicak, dengan nilai ekonomis yang lebih baik, menjadikan Bajaj cepat populer. Bajaj masih eksis sampai kini dan upaya membuat punah angkutan ini susah, sehingga kemudian lebih mudah mengalihkannya ke generasi Bajaj baru, Bajaj type RE 4 Stroke yang menggunakan mesin 4 tak, dengan sistem 2 bahan bakar, premium dan Bahan Bakar Gas, berwarna biru, berbeda dengan Bajaj legendaris dua tak yang berwarna oranye. Saat ini Bajaj masih eksis di Jakarta, Banjarmasin, Pekanbaru, serta beberapa ibukota kabupaten di Indonesia. Bajaj beroda tiga, satu di depan dan dua di belakang, dengan bentuk kemudi mirip seperti kemudi sepeda motor daripada kemudi mobil. Di Jakarta, operasional Bajaj dibatasi. Di pintu depan bajaj, biasanya tertulis daerah operasi bajaj, yang biasanya terbatas pada satu kotamadya saja dan tidak bisa masuk semua jalan (biasanya tidak boleh ke jalan protokol). Bajaj masih bisa diandalkan mengingat kemampuannya bermanuver dan dapat masuk ke gang kecil, serta berdaya angkut lebih besar (dan tertutup) dibandingkan dengan ojek. 4. Becak Becak (dari bahasa Hokkien: be chia “kereta kuda”) adalah suatu moda transportasi beroda tiga yang umum ditemukan di Indonesia dan juga di sebagian Asia. Kapasitas normal becak
  • 4. adalah dua orang penumpang dan seorang pengemudi. Tidak jelas kapan becak mulai dikenal di Indonesia, namun diperkirakan legenda becak di Indonesia dimulai sekitar tahun 1930-an. Di Indonesia ada dua jenis becak yang lazim digunakan: A. Becak dengan pengemudi di belakang. Jenis ini biasanya ada di Jawa. B. Becak dengan pengemudi di samping. Jenis ini biasanya ditemukan di Sumatra. Untuk becak jenis ini dapat dibagi lagi ke dalam dua sub-jenis, yaitu: 1. Becak kayuh – Becak yang menggunakan sepeda sebagai kemudi. Becak kayuh merupakan alat angkutan yang ramah lingkungan, karena tak menimbulkan polusi udara dan suara, selain suara pengayuhnya. 2. Becak bermotor/Becak mesin – Becak yang menggunakan sepeda motor sebagai penggerak. Namun, keberadaan becak di kota-kota besar yang sangat agresif dan dinamis, bisa sangat mengganggu lalu lintas karena lamban dan bodinya yang lebar. Becak ada di hampir semua kota di Indonesia, kecuali Jakarta. Becak dilarang di Jakarta sekitar akhir dasawarsa 1980-an, dengan alasan becak adalah “eksploitasi manusia atas manusia”. Penggantinya adalah, ojek, bajaj dan Kancil. Di Kota-kota besar seperti Surabaya, meskipun Becak tidak dilarang, namun keberadaannya dibatasi dengan adanya kawasan bebas Becak. 5. Delman Delman adalah kendaraan transportasi tradisional yang beroda dua atau empat yang menggunakan kuda sebagai penggantinya. Nama kendaraan ini berasal dari nama penemunya, yaitu Charles Theodore Deeleman, seorang litografer dan insinyur di masa Hindia Belanda. Orang Belanda sendiri menyebut kendaraan ini dengan nama dos-à-dos (punggung pada punggung, arti harfiah bahasa Perancis), yaitu sejenis kereta yang posisi duduk penumpangnya saling memunggungi. Istilah dos-à-dos ini kemudian oleh penduduk pribumi Batavia disingkat lagi menjadi ‘sado’ (bukan sado-masochis lho!). Sedangkan Dokar atau bendi merupakan jenis delman, yang lebih populer sebagai angkutan di pedesaan dan kota-kota kecil di Jawa. Berbeda dengan andong, dokar hanya mempunyai dua roda dan ditarik oleh satu kuda saja, sedangkan andong mempunyai roda empat yang bisa ditarik satu atau dua kuda. 6. Oplet Nama oplet berasal dari nama Chevrolet atau Opel, meskipun sebenarnya kebanyakan oplet bermerk Morris dan Austin. Namun beberapa menafsirkan oplet dari kata auto let. Pada 1960- an dan 1970-an oplet menjadi kendaraan umum paling populer di Jakarta. Oplet adalah kendaraan umum yang memiliki satu pintu di bagian belakang. Pintu itu menjadi tempat masuk dan keluar penumpang. Desain pintu ini menjadi inspirasi Bemo dan angkutan kota sebelum era mikrolet pintu samping. Di bagian depan juga ada pintu, yakni di bagian kanan
  • 5. dan kiri. Satu penumpang boleh duduk di samping sopir. Oplet berdaya angkut sekitar 10 penumpang, dengan jumlah itu duduk penumpang masih relatif longgar karena dimensi oplet lumayan besar. Hampir seluruh badan oplet terbuat dari kayu. Begitu pun jendela. Untuk menutup dan membuka jendela, penumpang tinggal mengangkat atau menurunkannya. Jendela juga terbuat dari kayu dan semacam kulit sehingga tidak transparan. Tangki bensin ada di bagian dalam, persis di antara kaki-kaki penumpang. Oplet memiliki lampu sen yang berada di luar sisi kanan dan kiri. Kalau akan berbelok ke kanan, maka tongkat kecil berwarna kuning akan naik seperti portal. Begitu juga yang sebelah kiri. Klakson oplet juga unik karena merupakan klakson karet yang tidak berhubungan dengan mekanisme mobil. Tapi di samping sisi praktis di atas, tentu saja naek angkutan umum, apalagi yang roda empat itu banyak juga kurangnya, seperti misalnya kita bisa saja telat dateng ke TKP gara-gara macet, gara-gara tuh angkot ato apapun ngetem, trus suka didedet lagi bikin ngga nyaman, juga faktor keselamatan kadang ada supir ugal-ugalan. Bahaya yang lagi ngetrend di zaman globalisasi ini adalah kejahatan yang marak terjadi di atas angkutan umum, umumnya angkot dan damri yang sering aku temui. mulai dari kasus pencurian, kasus pelecehan seksual, sampai pencurian disertai kekerasan dan pembunuhan. Modusnya beragam, diantaranya: 1. hipnotis. Berita-berita di tipi banyak kasus hipnotis yang bikin korbannya hilang ingatan, barang hilang, ,dan dibuang di berbagai tempat. 2. dikasi obat tidur dan obat-obatan berbahaya lainnya. Korban biasanya dikasih makanan/minuman, begitu obatnya bereaksi, aksi pencurian berlangsung. Begitu sadar, tidak sedikit korban yang lupa. 3. dipeped-peped alias disedekin alias dirempet sama yang mau maling. Modusnya bisa pura-pura kram atau ngajak ngobrol atau bahkan pura-pura rokok jatuh terus goyang-goyangin jeans korban lalu ada teman pelaku yang mengambil dompet. Bahkan mungkin setelah dipeped-peped ditodong senjata tajam. 4. yang terbaru…kebanyakan korbannya cewek. Kalau naik angkutan umum sendirian dibawa kabur sama supirnya dan rekan-rekannya yang emang sudah kongkalingkong. Kalau ini lebih bahaya, karena selain dirampok, korban juga biasanya dicabuli dan bahkan dibunuh seperti kasus mahasiswi BINUS. Bebarapa tips untuk mengatasinya:
  • 6. 1. Naiklah angkutan umum yang sudah ada isinya dan ada rekan sejenis kita. Penting bagi kita, mesti naek angkot dll (buat angkutan umum masal) yang sudah ada penumpangnya, terutama penumpang cewek. Why? buat jaga-jaga dan ngeyakinin kita kalo angkot dll tersebut aman buat kita naiki. Kalau angkot dll sudah ada isinya, terus ada penumpang ceweknya, pasti tuh trayek angkot bener nganterin penumpag dan setidaknya kalaupun ada kemungkinan terburuk bisa teriak rame-rame. Sebelumnya kalau masih waswas, ajak ngobrol salah satu penumpang, tanyain tujuannya, agar sama-sama merasa aman. 2. Jangan menerima makanan/minuman dari orang asing tidak cuma anak kecil yang dinasehati dan diingetin agar tidak menerima pemberian dari orang yang tidak mereka kenal, kita juga mesti jaga jarak dan jaga imej buat nerima makanan ato minuman dari sesama penumpang yang tidak kita kenal. Kenapa? khawatirnya dikasih racun, terus kita pingsan, raib deh barang-barang kita. Meski niat orang itu tidak selamanya jahat, tapi jaga-jaga itu perlu. Sarannya, kita bawa bekal minum dan permen buat di jalan dan jadi alasan pas ditawarin orang tidak dikenal. Tolak secara halus untuk menjaga tindakan yang tidak diinginkan. Kalaupun mau diterima, lihat juga orang yang ngasihnya. Kalau misalnya baru beli, kita lihat belinya dan pas dia nawarin kita pengen ya itu lumayan aman, dan dia makan tidak, kalo dimakan juga, lebih aman. 3. jangan nonjolin barang berharga kita Tidak ada asap kalo tidak ada api. Perampok pasti nyiriin orang-orang yang bakal dia rampok lewat pandangan mereka pada gadget si korban. Meski pemilihan korban itu acak, tapi sangat penting untuk menjaga barang berharga kamu, jangan sering-sering dikeluarkan (selama dijalan usahakan jangan ditenteng), sembunyikan di tempat-tempat rahasia kita, misal tas yang paling dalam. Cek dengan cara diraba sekali-sekali, takut jatuh atau keburu dirampok, biar kita lega. 4. cek-cek angkutan umum non masal kalo naik semacam taksi, harus yang terpercaya dan ada papan nama pengenal sopirnya. khawatir di bagasi dll, bawa rekanan rampok yang memang dari awal bermaksud tidak baik. kalau bisa, sebelum naik cek bagasi, nametag sopir, nomor plat taksi agar kita aman. 5. bawa alat pertahanan diri. lagi marak tuh, seperti alat penyetrum berbentuk handphone, korek, senter, dll. Apalagi buat cewek minimal siapin apa kek, muka sangar seenggaknya.
  • 7. 6. inget nomor orang-orang terdekat atau polisi Kalau memang terlanjur jadi korban perampokan di angkutan umum, segera pinjem hp orang untuk menghubungi polisi, teman-teman, dan keluarga. agar cepat proses informasi menyebar dan ditangkap perampoknya. Kita juga bisa memasang alat pendeteksi di smartphone kalau hp kita hilang, kalau BB mungkin bisa dilacak dari PIN, dll. 7. Apapun agama anda sempatkanlah bahwa alkitab dalam tas, karena 5 wilayah Jakarta tukang copetnya mayoritas orang batak. Ketika orang batak nyopet dan melihat ada alkitab, dia akan ketakutan, karena orang batak tidak pernah takut dengan preman, orang batak cuma takut sama Bible. Titik berat angkutan umum adalah pada keselamatan. Sopir sebenarnya hanya boleh menyetir selama 4 jam wajib istirahat setengah jam, kalau 8 jam wajib ganti sopir, tapi tidak pernah dipatuhi. Sementara pengemudi kita sering melakukan pelanggaran, naik motor saja selfie, main twitter, main BBM, dan di pesawatpun tetap main gadget padahal sudah dilarang. Intinya hidup sebenarnya merupakan perjalanan panjang menuju pulang, dari debu kembali ke debu, tapi harus dengan cara yang bahagia, menikmati hidup tanpa menyesalinya, karenanya sarana dan prasarana transportasi dibuat untuk memudahkan pergerakan instan bukan untuk mencelakakan apalagi untuk membuat kematian. Pengemudi yang jelek mengendarai dengan ugal-ugalan, pengemudi yang hebat mengendarai kuda supaya baik jalannya.
  • 8. Beda Cowok Tulen & Cowok KW Di kamar mandi: Cowok tulen: Masuk buat pipis Cowok kw: Masuk buat liat yang pipis Cowok tulen: Nyari tempat pipis yang sepi Cowok kw: Nyari tempat pipis yang rame Cowok tulen: Waktu pipis mata ke depan Cowok kw: Waktu pipis mata nengok kiri kanan Sepakbola: Cowok tulen: Bikin gol biar timnya menang Cowok kw: Bikin gol biar bisa pelukan dan cipika-cipiki sama anggota tim yang lain Cowok tulen: Wih seru banget Cowok kw: Wih gede banget Cowok tulen: Kalo ditarik celananya marah Cowok kw: “Bang, celana saya tarik dong”
  • 9. Cowok Tulen: Nonton Bola, siapin kacang Cowok KW: Nonton Drama Korea, siapin tisu. Naik ojek: Cowok tulen: Duduk di belakang Cowok kw: Duduk depan, tp menghadap blakang Cowok tulen: Depan kiri bang Cowok kw: Ayo mampir bang Cowok tulen: Kalo rem jangan tiba-tiba dong Cowok kw: Ayo bang direm, udah siap nih Di deket cewek: Cowok tulen: Itu cewek cantik banget Cowok kw: Jangan sok cantik ya di depan gue Cowok tulen: Bibir kamu bagus Cowok kw: Bibir loe kurang silikon tuh Cowok tulen: Aku ingin wanita berdiri di sampingku Cowok kw: Aku ingin pria berdiri di belakangku Di facebook* Cowok Tulen: "apih apoy" Cowok KW: "apihApoyscreamocoredeath Selaludihati Cowok Tulen: Update Status Fesbuk "aku lagi sedih" Cowok KW: Update Status Fesbuk "aq cewdwih beud"
  • 10. Di hair style Cowok Tulen: Gondrong Berantakan Cowok KW: Gondrong Rebondingan lain-lain : Cowok Tulen: Nonton Langsung “ Radio Show “ TV O*e Cowok KW: Nonton Langsung “ DAHSYAT “ R*TI Cowok Tulen: Angkat barbel Cowok KW: Kibas poni Cowok Tulen: Bertatto Cowok KW: Berbehel Cowok Tulen: Rambut di Mohawk Cowok KW: Rambut di Bonding Cowok Tulen: Begadang Cowok KW: Begalau Cowok Tulen: Nonton TINJU Cowok KW: Nonton SUJU Cowok Tulen: Nongkrong ngomongin cewek-cewek Cowok KW: Nongkrong bareng cewek-cewek Cowok Tulen: Push Up & Sit Up biar body Six Pack Terjaga Cowok KW: Lagi nglihatin Cowok Tulen yang sedang Push Up ama Sit Up.
  • 11. Cowok Tulen: "aqu sedih" Cowok KW: "akooh cewdwih beud" Cowok Tulen: Renang biar sehat Cowok KW: Lagi nglihatin Cowok Tulen yang sedang berenang itu Cowo Tulen: Lari-lari pagi (di kejar anjing) Cowo KW: Lari-lari malam (di kejar satpol PP)
  • 12. Setan di Indonesia Komisi III Bidang Hukum DPR melakukan kunjungan ke empat negara untuk membahas RUU KUHP dan KUHAP. Empat negara yang dituju adalah Belanda, Inggris, Perancis, dan Rusia. Adapun RUU yang dimaksud adalah untuk mendalami Pasal Santet. Padahal untuk apa jauh- jauh, di indonesia, mulai dari kecil kita sudah ada tuyul, anak kecil usia 7 tahun sudah rajin cari duit, tuyul tidak pernah pakai baju tapi tidak pernah sakit flu, tuyul juga tidak pernah kerokan, tuyul dari kecil sudah diajarin mandiri, diajarin "nak jangan mencuri, nyopet boleh", tuyul tidak bisa melihat dompet karena tuyul tahu mencuri itu dosa, nyopet enggak. Setan sarjana, Indonesia punya juga, suster ngesot, kuliah di akademi perawatan entah kampus mana kagak tau. Yang hidupnya selalu dengan senyum ada wewe gombel, dia gak pernah nyalon tapi tetap tersenyum, karena dia tahu hidup ini indah. Setan yang tua juga ada, nenek gayung, konon kabarnya usia 71 tahun, kemana-mana dia selalu bawa gayung dan tiker, karena dia mau mandi kagak ada yang ngasi sabun. Akar Mimang-Jawa, Wujudnya tidak banyak yang tahu, kalau ada orang jalan di hutan terus kerasa muter-muter katanya ngelewatin akar mimang. Banyu-Samarinda, Hantu sungai, wujudnya bisa apa aja, biasanya mengganggu atau menakuti orang yg mandi di sungai. Dan masih banyak hantu-hantu yang lain. Ini Batu apa Tai ada seorang pemuda setelah minum minuman keras, di tengah jalan ia melihat gundukan batu / gundukan kotoran, ia akhirnya penasaran. itu batu apa tai, itu batu apa tai, terus seperti itu, lalu dia jalan terus, dan melewati kotoran itu, tiba-tiba penasarannyapun muncul kembali. ia menghampiri lagi, lalu dia duduk di dekat kotoran tersebut dan berbicara "ini batu, apa tai, batu, apa tai" tai tu.. masih penasaran ia akhirnya mencoleknya ketika di colek ternyata KOTORAN... "sudah ku bilang ini tai....."
  • 13. RENUNGAN MALAM Seorang Ibu terduduk di kursi rodanya suatu sore di tepi danau ditemani Anaknya yang sudah mapan dan berkeluarga. Si ibu bertanya” itu burung apa yg berdiri disana??” “Bangau mama” anaknya menjawab dengan sopan. Tak lama kemudian si mama bertanya lagi..“Itu yang warna putih burung apa?” sedikit kesal anaknya menjawab ” ya bangau mama?…” Kemudian ibunya kembali bertanya ”Lantas itu burung apa ?” Ibunya menunjuk burung bangau tadi yg sedang terbang… Dengan nada kesal si anak menjawab “ya bangau mama. kan sama saja!..emanknya mama gak liat dia terbang!” Air menetes dari sudut mata si mama sambil berkata pelan..”Dulu 26 tahun yang lalu aku memangkumu dan menjawab pertanyaan yang sama untukmu sebanyak 10 kali, sedang saat ini aku hanya bertanya 3 kali, tapi kau membentakku 2 kali.” Si anak terdiam dan memeluk mamanya. Pernahkah kita memikirkan apa yang telah diajarkan oleh seorang mama kepada kita? Sayangilah Mama/Ibu-mu dengan sungguh-sungguh karena sorga berada di telapak kaki Ibu. Mohon ampunan jika kamu pernah menyakiti hati Ibumu. *Pernah kita ngomelin dia ? ‘Pernah!’:s *pernah kita cuekin dia ? ‘Pernah!’>:/ *pernah kita berpikir apa yang dia pikirkan? tidak!’:/ * sebenernya apa yang dia pikirkan ? ‘Takut’:( - takut tidak bisa lihat kita senyum, nangis atau ketawa lagi. - takut tidak bisa mengajar kita lagi Semua itu karena waktu dia singkat. Saat mama/papa menutup mata. Tidak akan lagi yang cerewet. :( Saat kita nangis memanggil dia , apa yang dia balas? ‘Dia cuma diam’:( Tapi bayangannya tetap ada di samping kita dan berkata : “anakku jangan menangis, mama/papa masih di sini. Mama/papa masih sayang kamu.”:(
  • 14. Calo Angkutan Kota (Angkot) yang menaikan tarif angkot sangat merugikan pengguna angkot, namun menurut Gatot salah satu sopir angkot jurusan Soreang-Leuwi panjang tarif angkot dinaikan akibat sopir angkot selalu diminta uang oleh calo. Kasus penipuan pelanggan lokalisasi Dolly, Surabaya. Dalam berita itu si pelanggan bertutur ‘…tadi calonya bilang, servis selama satu jam, plus karaoke’. Namun, setelah dia membayar Rp. 125 ribu, pelanggan itu tak mendapat apa yang diinginkan. Meskipun kecewa dan berusaha mencari, namun si calo entah kemana. Kejadian seperti ini bukanlah cerita milik kaum jelata, dalam tataran kaum elit pun wajar adanya. Di layar kaca misalnya, calo politik yang digiring ke KPK pun telah menjadi pemberitaan yang biasa. Ahmad Fathanah salah satunya, terdakwa kasus korupsi impor daging sapi itu menurut berbagai pemberitaan media diklaim Presiden PKS, Anis Matta, sebagai calo politik antara Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin dalam Pemilukada Sulawesi Selatan 2012 dengan mantan presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq. Kasus lain, aktor-aktor Mahkamah Konstitusi diklaim memelihara para calo-calo mereka untuk menggaet kandidat pimpinan daerah yang bersengketa. Ambil satu contoh misalnya, Walikota Bogor terpilih, Bima Arya Sugiarto mengaku pernah dimintai uang Rp 3-5 Milliar oleh orang yang mengaku dekat dengan para hakim MK, guna menjaga kemenanganya tak tergugat. Dan masih banyak calo-calo lainya. Jika ditarik kedalam tataran fungsi, calo itu tidak lain sebagai pihak penguhubung. Calo tiket kereta api merupakan sebuah jalan pintas untuk mendapat tiket. Meskipun harga yang dipatok lebih mahal, itu soal lain. Di sini tergantung kesepakatan saling menguntungkan. Calo tiket untung selisih harga, sedangkan pembeli tiket dari calo untung waktu dan ketersediaan tiket yang ada. Begitu juga dengan beberapa kasus yang terjadi di atas, secara prinsip tak jauh berbeda. Sifat dari fungsi ‘penghubung’ yang ada pada calo seringkali berdampak buruk. Mengingat bahwa calo dalam kasus ini seringkali mementingkan keuntungan sendiri, sedangkan ranah yang dihubungkan bersifat pelayanan publik. Hal yang paling rentan untuk dilanggar dalam hal ini adalah ‘penyelewengan kekuasaan’, di mana umumnya calo memiliki informasi yang lebih. Informasi ini kemudian dimonopli oleh si calo. Yang paling mengkawatrikan adalah calo ini dimunculkan oleh pemegang kewenangan. Dengan kata lain, para calo ini senga dibiarkan, dengan catatan mereka harus berbagi keuntungan dengan pemegang kewenangan tadi. Dampaknya, calo akan selalu mengurangi jatah dari mereka yang berhak. Gejala munculnya calo itu menunjukan adanya sebuah sistem yang belum sempurna. Fungsi penghubung tadi
  • 15. menjelaskan bahwa ada sebuah tatanan yang terputus. A dan B yang kemudian dihubungkan dengan C. Dalam sebuah pelayanan publik, penguhubung seharusnya diatur dengan tata aturan yang jelas. Karena hal ini menyangkut kewenangan. Calo, sebagai penghubung informal, tidak bisa dibiarkan melengkapi sebuah pelayanan publik karena sifatnya yang jahat. Putut Ea menggambarkan dalam buku Makelar Politik (kumpulan Bola-bola Liar), bahwa calo itu seperti ular, ada yang berbisa dan mematikan demokrasi, ada yang tidak berbisa karena sekedar meraih uang recehan, calo memiliki gradasi sifat dari yang barbar tanpa tebeng mengaku makelar politik, ada yang tenang dan tengil, sikap dan kelakuannya menyebalkan, ada yang disegani, ada yang menjijikkan, bahkan ada yang mencari pembenaran, mereka mengatakan sejarah bangsa ini adalah sejarah para makelar , makelar ada di mana-mana jadi jangan pernah takut untuk menjadi makelar. makelar ada di mana-mana, mengeruk keuntungan di atas keresahan, kebutuhan, dan derita orang lain di berbagai ranah, dari calo KTP, calo SIM, calo tanah yang penuh ancaman, kalau orang tidak mau jual tanah, calo tenaga kerja yang memotong upah di luar kemanusiaan, calo peradilan yang mengubah KUHP dari Kitab Undang-Undang Hukum Pidana menjadi Kasih Uang Habis Perkara sampai yang berkeliaran di rumah megah wakil rakyat yang menciptakan demokrasi prabayar, bukan bertransaksi ide dan gagasan, tapi menebar uang dan kelak mengharap kembali dengan tindak koruptif. Karena itu, selama tidak ada kepastian dan standar yang jelas dalam pelayanan di sektor publik, selama rimba birokrasi masih berprinsip kalau bisa dibuat sulit kenapa dipermudah, selama semua bisa dibeli dengan uang, selama masyarakat masih bermental suka terabas lebih suka memilih jalan pintas daripada jalan pintar, selama itu calo akan masih merajarela, dan jika kita tidak bertindak say no to calo, NKRI bisa berubah menjadi negara republik kumpulan calo yang kita bisa singkat neraka. Seorang filsuf bernama Plato berkata, orang baik tidak memerlukan hukum untuk memerintahkan mereka bertindak bertanggung jawab, sementara orang jahat akan selalu menemukan celah di sekitar hukum.
  • 16. Sebuah kesaksian Saat itu sekitar tahun 1998 (saat Situbondo bergolak) saya pindah ke Jakarta dan saya berangkat dengan satu teman perempuan namanya Gaby Kaweingian. Kami berdua naik KM Umsini dan ambil tiket kelas ekonomi saja, karena kelas I dan II sudah penuh. Waktu pindah, koper saya cukup banyak ada 6 item, maklum pindah kota. Kemudian kapal bergerak meninggalkan pelabuhan Bitung dan suasana di atas kapal sangatlah ramai. Waktu agak sore terdengar pengumuman dari kapten kapal bahwa di ruangan makan ada kebaktian untuk umat nasrani. Kebetulan saya dan Gabby tidak ikut, kami memilih tetap beristirahat di tempat kami. Saat saya lagi asik mengatur barang-barang bawaan saya, tiba-tiba ada satu pemuda mendekati saya dan bertanya “non, kok ngga ikut kebaktian? emangnya non bukan nasrani ya..?” Saya menoleh dan melihat pemuda itu. Saya bilang,”saya orang kristen, tapi saya nda ikut kebaktian. mau istirahat aja di sini” Lalu kami berkenalan dan dia bilang namanya Suhardi dan dia beragama Islam (dia belum bilang ke saya kalau dia salah satu ketua laskar jihad). Dia mengajak saya bercakap-cakap hampir tiga jam lamanya. Teman saya Gabby tetap disamping saya sambil berbaring. Suhardi bersama teman-temannya ikut mendengar percakapan kita berdua. Dia bilang, dia sering lihat di dinding-dinding rumah orang Kristen banyak gambar-gambar nabi Isa. Lalu Suhardi bertanya sama saya “non Vero, kenapa ada istilah Tritunggal? Kenapa Tuhan orang Kristen ada 3 (Allah, Bapa dan Yesus). Dan saya jelaskan bahwa Allah itu siapa, Bapa itu siapa, dan Yesus itu siapa. Dia mulai bertanya agak banyak dan saya mulai merasakan bahwa dia mau menguji saya. Dalam hati saya berdoa, “Tuhan berikan hikmat kepada saya untuk menjawab pertanyaan- pertanyaannya”. Suhardi bertanya lagi,” kenapa orang Kristen yakin mereka selamat?”. Saya bilang “orang kristenpun belum pasti selamat, karena tidak ada agama yang menyelamatkan. Semua agama baik, tapi yang menyelamatkan kita adalah Yesus Tuhan” Suhardi penasaran, ”jadi saya tidak selamat?”. Saya jawab, jika kamu tidak percaya Yesus sebagai Tuhan dan Juru selamatmu, kamupun tidak selamat”. Dia tanya, ”kenapa non vero yakin aku tidak selamat?”. Saya jawab, ”karena di bawah kolong langit tidak ada nama lain
  • 17. yang di dalamnya kita beroleh keselamatan, kecuali hanya di dalam nama Yesus, jadi jika kamu Suhardi tidak percaya sama Tuhan Yesus, kamu tidak masuk surga.” Dan banyak lagi dia kasih pertanyaan sama saya, dan puji Tuhan hikmatNya mengalir terus tiap dia selesai bertanya. Kemudian sejam kemudian, saya bertanya sama dia dengan hati- hati “Suhardi, kamu dengan siapa di kapal ini?”. Dia menunjukkan beberapa temannya yang semua laki-laki bahkan ada satu bapak yang agak serem kumisnya lebat kayak pak Raden menatap tajam sama saya tanpa senyum. Saya hanya melihat sekilas saja, tidak berani melihat lama-lama. Saya tanya lagi sama Suhardi, ”kamu dan kawan-kawan islammu dari golongan mana? NU atau Muhamadiyah?” Dan Suhardi menjawab “kami laskar jihad”. Saya tercekat dan tertegun lama sekali.. “kamu laskar jihaad??” Suhardi bilang “iya, kami sedang menuju satu tempat untuk berjihad”. Saya terdiam lama, dan mulai agak tegang. Saya genggam tangan Gabby dan berbisik sama Gabby,”Gab, jangan tinggalin saya disini. Pokoknya jangan kemana2 yah”. Kita berdua saling genggam tangan dan dalam hati mulai terus berdoa. Tuhan Yesus, apakah malam nanti saya akan jadi almarhumah? Tuhan lindungilah saya dan Gabby.” Saya bilang ama Gabby, ”Gab, kita terlanjur cerita tentang Yesus , kita harus terus cerita semua tentang Tuhan Yesus. Yang penting orang tahu hanya Yesus satu-satunya Juruselamat!”, Dan Gabby mengiayakan. Lalu saya bilang sama Suhardi, ”oya, tapi kita berteman kaan? Kita bersahabat kan?”. Dan Suhardi bilang, ”iya, kamu dan temanmu baik, dan saya suka berteman dengan kamu”. Saya menghela nafas lega, walaupun dalam hati masih cekat cekot, sport jantung.. Lalu Suhardi bertanya, ”non Vero, kenapa yah orang Kristen itu kok yah tetap sabar, diam saja walaupun sudah dibakar gerejanya, sudah dianiaya, ditekan, dll?”. Saya bilang, ”karena Tuhan Yesus mengajarkan kita tentang Kasih, kita harus mengampuni org yang menyakiti kita, dan jangan membalas yang jahat dengan yang jahat. Kalau pipi kiri ditampar, ngasih pipi kanan”. Dan saya bertanya, ”kenapa kalian berjihad? bukankah membunuh itu dosa?”. Suhardi menjawab, ”mereka diajarkan berjihad karena bakal dapat pahala masuk surga. Apalagi kalau mereka jihad ama orang Kristen. Jika mereka dapat kepala pendeta mereka dibayar seharga 50 juta, dan kepala orang kristen biasa 25 juta.” Saya terkejut setengah mati, dan saya tanya, ”jadi kepala saya ini harganya 25 juta?”. Suhardi bilang, ”iya, dan mereka berjihad juga kepada sesama mereka sekalipun sesama muslim. Pokoknya jika ada yang menentang mereka, mereka siap berjihad sampai mati”. Saya sangat ngeri mendengar penjelasannya yang begitu santai. Lalu Suhardi bertanya, ”menurut non Vero, apakah kami selamat?”. Saya bilang, ”tidak, jka kamu dkk tidak percaya sama Yesus sebagai Tuhan dan juru selamat, kalian tidak selamat.” Suhardi penasaran lagi,” kenapa non Vero blg begitu?”. (Dalam hati saya berdoa sama Tuhan Yesus, ”BAPA, aku harus sampaikan semuanya tentang kebenaranMu, inilah waktunya. Lindungilah saya ya BAPA.”)
  • 18. Lalu saya menjawab, ”Suhardi, kamu harus tahu bahwa di dalam Alkitabnya orang Krsiten dituliskan di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang menyelamatkan selain di dalam nama Yesus”. Suhardi manggut-manggut, suasana di sekitar tempat kami duduk sudah hening, semua teman-teman laskar jihadnya ikut mendengar dan muka mereka seram sekali. Aku sudah nekat, sudah kepalang tanggung untuk berhenti cerita tentang Yesus. Aku sudah pasrahkan hidupku sama Tuhan Yesus saat itu. Dan Suhardi bertanya tentang siapa Roh Kudus, dan siapa Anak? dan siapa nabi Isa itu?. Saya bilang Nabi Isa itu adalah Tuhan Yesus yang kalian aniaya itu, Dialah Juruselamat dunia,” Dan Tuhan kasih saya hikmat untuk menjelaskan semua, tapi badan saya sudah berkeringat dingin, membayangkan mau istirahat malam nanti apakah kepala saya masih utuh atau tidak nantinya, Oh my Lord. Usai bercakap-cakap selama 3 jam, saya berbaring dengan Gabby di kasur busa kami, dan koper-koper saya bikin jadi pembatas dan pagar dengan penumpang yang ada di sebelah kami. Saya melamun memikirkan nasib kami berdua, karena saya sadar di sekeliling tempat kami rupanya kelompok jihad yang diketuai Suhardi. Saya sudah bilang kebenaran tentang Tuhan Yesus dan saya lega bisa cerita semuanya pada dia. Selanjutnya mujizat terjadi, Tuhan melindungi saya dan Gabby dengan kasihNya. Saat pengumuman makan malam tiba, tiba-tiba Suhardi menghampiri tempat saya dan memanggil nama saya, ”non Vero, sudah lapar belom?” Saya terkejut dengan suaranya, seperti mendengar suara petir. Saya duduk di atas kasur dan saya bilang, ”sebentar lagi, soalnya masih antri banyak penumpang”. Dan Suhardi bilang, ”mari non ticketnya, biar saya saja yang ambilin makanannya non Vero ama non Gabby”. Saya kaget dan natap dia lama-lama, beneran nih pendengaran saya? Tumben dia baik sama kami berdua? Dan dia tersenyum, ”kan kita bersahabat.” Saya ikutan tersenyum, “o iya yaaa, ini tiket kami. Makasih yah Suhardi mau bantuin ambil makanan kami”. Dan setengah jam kemudian, Suhardi datang membawa dua piring makanan kami dan tiket kami dikembalikannya. Saya ucapkan terima kasih dan saya dengan Gabby makan dengan lahap. Lalu mujizat berikut Tuhan nyatakan lagi saat mau istirahat malam. Lampu di atas kepala kami cukup silau walaupun kami sudah memejamkan mata. Tiba-tiba Suhardi datang mendekati tempat kami membawa sobekan kertas kardus dan dia bilang, ”permisi non Vero, saya mau nutupin lampunya supaya non Vero dan non Gabby tidak silau kalau mau istirahat.” Saya terkaget-kaget dengan kebaikan si Suhardi. Saya hanya mampu bilang makasih yah Suhardi. Lalu saya dan Gabby berdoa pelan-pelan sebelum tidur, ”Tuhan Yesus, Engkau tahu kalau Suhardi dkk sudah mendengar tentang Engkau sebagai Tuhan dan Juruselamat. Sekarang kami mau bobo, lindungilah kami, bungkus kami dengan Kuasa DarahMu Yesus sepanjang istirahat kami, dan selama kami diatas kapal laut ini. AMIN.” Dan selama 4 hari di atas kapal Suhardi yang selalu mengambilkan makanan buat kami makan. Saya percaya hatinya sudah mulai dijamah oleh Tuhan Yesus.. Haleluyah. Sebentar lagi akan
  • 19. tiba di Pelabuhan Tanjung Priok. Kami mulai berkemas-kemas dengan barang-barang bawaan kami. Saya tidak melihat lagi Suhardi dkk laskar jihad, karena mereka duluan turun. Lalu si Gabby bilang bahwa dia mau duluan turun untuk mencari kakak saya di dermaga dan nanti mereka naik lagi untuk menjemput saya dan barang-barang bawaan saya yang cukup banyak. Makanya tiket saya dibawa Gabby agar supaya kakak saya punya tiket untuk naik ke kapal. Saya duduk sendirian di pinggiran kasur, sambil meliat penumpang lain mulai berkurang dan berkurang, dan akhirnya sepi, semua sudah pada turun. Pluit pertama berbunyi ttooooooottttt…, tanda dua jam lagi kapal akan siap-siap ke Surabaya. Saya mulai gelisah, kenapa Gabby belum muncul-muncul juga? kenapa kakak saya belum muncul juga? Pluit kedua berbunyi………. ttoooootttttt..ttoooootttttt…. tanda sejam lagi kapal akan berangkat lanjut ke Surabaya. Saya mulai berkeringat dingin, wah apa saya harus berangkat ke Surabaya tanpa tiket? aduh kenapa tidak ada kabar? Saat saya lagi gelisah dan mulai berkeringat dingin, tiba-tiba terdengar suara yang keras berteriak, ”Non Verooo”. Saya terperanjat kaget, saya menoleh ke pintu dan saya melihat Suhardi muncul dengan pakai topi. Saya terngangaa kaget, saya cepat-cepat berdoa, ”Oh Tuhan Yesus lindungi saya, jauhkan dari niat jahatnya kepada saya”. Saya panik melihat dia, ada apa dia balik menyusul saya? Apakah dia akan bunuh saya setelah semua penumpang turun?” Suhardi mendekat kepada saya, ”Non Vero kenapa masih disini? kenapa belum turun? Kapal sudah mau berangkat ke Surabaya sejam lagi.” Saya jawab, ”saya lagi tunggu kakak saya mau naik ambil barang-barang saya”. Suhardi langsung menjawab, ”saya tadi di dermaga sudah mau ke Merak dengan teman- teman saya yang lain, tapi tidak tahu kenapa saya cari-cari kamu, kenapa temanku yang orang Kristen itu belum turun-turun juga dari kapal yah? Lalu tiba-tiba saya tinggalin rombongan saya dan saya langsung naik ke sini, ternyata betul non Vero masih disini.” Saya spontan menjawab, ”Puji Tuhan, alhamdulilah, itu Roh Kudus yang bawa kamu naik kesini Suhardi“.Suhardi bilang, ”siapa itu Roh Kudus?”. Saya jawab,” Roh Kudus itukan yang menolong dan menghibur kita selalu”. Lalu Suhardi langsung mengambil 4 koper saya, tangan kanannya memegang dua, tangan kirinya memegang dua, dan dia bilang, ”sini kamu ikut di belakang saya, jangan jauh-jauh. Kita harus segera turun karena kapal sudah akan berangkat ke Surabaya”. Saya cepat angkat dua koper saya yang lain dan menguntit dia dari belakang. Suhardi menerobos kerumunan penumpang-penumpang yang mau naik. Suaranya menggelegar keras sekali menghardik orang-orang yang menghalangi jalannya, “minggirrrrr.. minggiiirrr… ayo jangan halangi jalanku”. Dan aku ngeri dengar suaranya yang begitu kasar dan keras sekali, tapi disitu saya tahu hatinya baik sebenarnya, karena kasih Tuhan sudah ada dalam hatinya. Begitu sampai di
  • 20. dermaga, kami bertemu dengan kakak saya dan Gabby. Rupanya kakak saya tidak bisa naik karena pemeriksaan ketat, maklum sejak peristiwa Situbondo semua tiket penumpang yang sudah turun tidak bisa dipakai naik oleh penjemput. Saya tanya sama Suhardi, ”mana teman-temanmu? kamu tidak ikut mereka?”. Dia menggelengkan kepala, ”saya tidak mau ikut dengan mereka. Saya mau ke Senen aja.” Maka Suhardipun saya ajak menumpang di mobil kami dan kami drop dia di Terminal Senen. Setelah dia turun, barulah saya cerita sama kakak saya Faby, bahwa yang menumpang tadi itu salah satu ketua Laskar Jihad. Kakakku sangat kaget dan agak pucat, ”aduuh kamu ini Laaa, kamu tidak bilang alamat rumah kita yang di bintaro kan?” Saya bilang enggak dong. Dan saya bilang sama kakak bahwa Suhardi yang bantuin saya turun dari atas kapal laut. Dia bilang dia gelisah kok temannya yang orang Kristen belum turun-turun dari kapal. setibanya di rumah Bintaro, saya ceritakan sama papi saya tentang pengalaman saya diatas kapal laut saat ketemu Suhardi si ketua laskar jihad. Saya bilang sama papi, kalau Suhardi bertanya-tanya tentang Tuhan Yesus, dan saya cerita semuanya. Papi saya menangis terharu karena Tuhan melindungi saya, anaknya papi dari kelompok Laskar Jihad. Dan seminggu kemudian Suhardi telepon saya, dia bilang bahwa sesudah ngobrol dengan saya dia sulit tidur nyenyak. Dia sudah bilang sama teman-temannya yang laskar jihad bahwa di kapal laut dia bertemu dengan perempuan pendeta (maksudnya saya) yang bilang bahwa mereka sekalipun berjihad tetap tidak akan selamat karena tidak percaya sama Tuhan Yesus sebagai Juru selamat. Dan Suhardi tanya, ”apa yang harus dia lakukan?“. Saya bilang, ”berhenti berjihad dan cari pendeta agar kamu bisa dibimbing mengenal nama Yesus”. Suhardi bilang ok dan sejak saat itu saya tidak pernah lagi berjumpa dengan Suhardi dan hilang komunikasi, karena saya sudah bekerja di Jakarta dan pelayanan di Gereja Bethel selama 6 tahun saat itu. Kesaksian hidup saya ini sungguh tidak akan saya lupakan, karena saya tahu bahwa Laskar Jihadpun butuh kasih, yakni Kasih BAPA. Saya percaya selama percakapan kami, Roh Kudus sedang menjamah dia, dan saya dengan Gabby dalam perlindungan Kuasa Darah Yesus. Di manapun kita berada teman-temanku, jangan malu menceritakan tentang siapa Yesus Tuhan itu. Karena perlindungan Tuhan yang luar biasa pasti menjadi bagian hidup kita. TERPUJILAH NAMA TUHAN YESUS NAMA YANG HEBAT DAN BERKUASA SEGALA KEMULIAAN HANYA BAGI DIA SAJA.. AMIN
  • 21. Diaspora Indonesia Diaspora Indonesia meliputi WNI yang bekerja di luar negeri, orang Indonesia keturunan atau yang bukan lagi warga negara Indonesia dan orang-orang yang mencintai Indonesia walaupun bukan WNI dan tidak punya keturunan Indonesia. Mereka berasal dari berbagai macam profesi mulai dari pengusaha, peneliti, mahasiswa, pekerja profesional hingga Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Sejumlah orang terkenal yang termasuk kaum diaspora Indonesia antara lain BJ Habibie, Sri Mulyani, Rudy Hartono, Daniel Sahuleka, Prakash Lohia, dan Ananda Sukarlan. Bahkan Ranomi Kromowidjojo, perenang Belanda perebut emas olimpiade juga digolongkan sebagai kaum diaspora Indonesia. Menurut Menlu, Pemerintah Indonesia berkomitmen menerapkan sejumlah kebijakakan dalam rangka mendayagunakan kekuatan Diaspora Indonesia di seluruh dunia. Menlu mengharapkan kepada seluruh diaspora untuk tidak melupakan Indonesia, dan untuk siap pulang kapanpun diperlukan. Mereka siap menjawab tantangan Presiden SBY untuk memajukan Indonesia dari seluruh penjuru dunia. Kita mesti apresiasi artis-artis kita yang Go Internasional seperti Agnes Monica dan JFlow yang dikenal di luar negeri. Tapi tidak cuma penyanyi, orang Minang sudah merantau sejak abad ke 15, dan sekarang 1 juta orang Minang dan keturunannya ada di Malaysia dan Singapura. 40 ribu dari 460 ribu penduduk Brunnei berdarah Indonesia dan mereka tidak menulis di kepalanya Go Internasional. Kita kenal Rudi Hartono, orang Indonesia pertama yang tecatat di Guiness Book of World Record 7 kali berturut-turut juara All England, di kepalanya tidak tertulis Go Internasional tapi belum ada yang memecahkan rekornya. Kita mungkin kenal Habbibie, Sri Mulyani, Ananda Sukarlan, Giovanni van Bronckhorst, Roy Makaay, kemudian Ranomi Kromowidjojo orang Belanda yang meraih emas kemarin. Namun bagaimana dengan Sehat Sutardja- CEO Marvel Group di AS, Paul Slamet Somohardjo- jubir majelis nasional Suriname, Firdaus Bastaman- Pioneer warung pojok di kota London, Mahmudi Fukumoto- pengusaha Indonesia di Jepang yang mempromosikan Indonesia, Ibu Onny Barber- penjual makanan Indonesia di Chicago.
  • 22. Diaspora Indonesia, orang-orang Indonesia yang di luar negeri tanpa tulisan Go International jumlahnya 8 juta, dan mereka mengirim uang setiap tahun ke Indonesia hampir 100 trilyun rupiah. Makanan terkenal di timur tengah adalah mie instant asal Indonesia karena TKW kita, mereka pintu gerbang Indonesia di luar negeri. Kalau kita sekarang mengenal little India dan China town, suatu saat Indonesia juga punya Indonesia town dan Little Indonesia di berbagai negeri. Sekarang dapat dilihat lobby Yahudi, suatu saat juga ada lobby Indonesia di berbagai negeri. Baik di dalam maupun di luar negeri apa yang utama adalah apa yang telah engkau beri untuk negeri, bukan cuma untuk diri sendiri, dan jangan pernah lupa kearifan lokal Indonesia.
  • 23. Cinta di balik tragedi Sukhoi “Pada akhirnya kepergian seseorang mungkin menyakitkan, tetapi akan selalu menjadi pelajaran bahwa kehilangan adalah jalan terakhir untuk membuat kita mengerti betapa berartinya seseorang dalam hidup kita.” Namaku Arnhenzky Arzhanka, panggil saja Anes. Nama itu dikasih bokapku karena nyokapku mengandung pada saat dia sedang jalan-jalan di Rusia sehingga namaku ala-ala Rusia gitu. Umurku sekarang 25 tahun, pekerjaanku saat ini kuli seni atau kerennya disebut telent. Aku menjalani kehidupan sebagai kuli seni ini untuk menabung modal di masa depan menjadi wiraswasta, seperti bokapku yang cukup sukses sebagai penjahit baju (tailor). So, demi masa depan, aku kerja tanpa kenal batas waktu sampai tidur pun terkadang suka lupa. Gara-gara lupa waktu ini, aku jadi mengenal seseorang, seseorang yang memiliki senyum terindah yang pernah aku lihat seumur hidupku. Kisahnya dimulai saat ketika suatu hari aku tidak sadar ketiduran dan tiba-tiba teleponku berbunyi, dengan setengah mengantuk aku angkat. “anes, loe dimana? “ teriak managerku kencang dibalik telepon. “dikamar.. kenapa? Teriak-teriak seperti kebakaran aja” Tanyaku. “buruan loe ke Bali. Itu ada jadwal syuting iklan. Itu tim produksi uda di Bandara nunggui loe..” “lah.. emang jam berapa?” Tanyaku memperhatikan jam di kamar. “jam 10 pesawat.. ini uda jam 8.30. Loe belum juga boarding..” Sumpah mampus!! aku kaget setengah mati, karena keasyikan tidur sampai lupa kalau hari ini aku harus pergi ke Bali buat syuting. Akhirnya, dengan langkah 1000 menembus kemacetan Jakarta dengan penuh perjuangan menuju bandara. Setiba di sana, aku sudah telat, dengan terburu-buruku menuju pesawat. Untungnya namaku masih dipanggil-panggil walau tersisa 10 menit lagi. Pesawat yang aku gunakan saat itu adam air. Dengan kebingungan aku menuju kabin pesawat. Seorang perempuan cantik menyapaku di depan pintu kabin, “ini mas Ar..nhen.. zky Arz..hanka?” kata dia dengan kesulitan menyebut namaku. “iya iya.. aku duduk mana ya?” Tanyaku. “aduh hampir saja di tinggal pesawat.. buruan mas ikuti aku, penumpang uda ngamuk-gamuk neh nunggu mas.. ”kata perempuan itu. Akhirnya dia mengantarku ke kursi dan sialnya karena
  • 24. terburu-buru kakiku tersandung kursi dan menimpa tubuh pramugari itu yang ikut terjatuh. Melihat kejadian itu pramugari-pramugari dan penumpang di dekat kita membantu dengan cepat. Tentu saja kejadian itu membuatku malu setengah mati. Lebih tidak enak hati karena membuat sang pramugari jadi pusat perhatian. Aku mengucapkan kata maaf, dia hanya tersenyum dan pergi. Padahal aku tahu dia pasti marah banget karena dibuat malu sama aku. Akhirnya dia ke belakang kabin dan ketua pramugari yang bertugas mengantarku ke kursi. “aduh mbak sorry jadi tidak enak.. mata masih 5 watt neh..” kataku. “makanya lain kali kalau tidur pakai pakai alarm supaya tidak telat..” kata pramugari itu dengan sabar. Akhirnya dia mengantarku ke kursi, Teman-teman tim produksi bernafas lega menemukanku di pesawat. Setelah menghela nafas aku tetap merasa tidak enak hati karena kejadian tadi, sepanjang perjalanan menuju balik aku terus memperhatikan pramugari tadi dan memperhatikan nama di name tag miliknya dengan sembunyi-sembunyi. Namanya Nur Ilmawati. Setiap dia berjalan aku melempar senyum dan merasa tidak enak hati karena membuatnya malu, tapi dia hanya diam tak merespon. Sampai akhirnya, pesawat mendarat dan saat itulah terakhir aku harus pergi. Rasanya ingin mengucapkan maaf untuk terakhir kali, tetapi percuma juga karena dia pasti sibuk pikirku. Ketika aku turun dari kabin pesawat dan bertemu dengan ketua pramugari yang menyambut kepergian tamu. Aku mengucapkan salam dan tiba-tiba dia memberikanku sehelai tissue. “apaan ini?” “kalau mau minta maaf, itu nomornya..” “oh.. makasih mbak.. “ kataku. Sepertinya semua petugas di dalam pesawat sudah tahu rasa bersalahku dan mereka memberikan kesempatanku untuk meminta maaf dengan cara yang lucu. Setelah tiba di hotel di Bali. Aku kemudian mengirim sms kepada pramugari yang di kertas itu ditulis namanya ”Ilma“. “Ilma ya.. maaf ya tadi dipesawat bikin kejadian memalukan.. merepotkan. Anes..” Dengan kebingungan dia membalas. “kok bisa tau nomor aku?” “dari senior kamu gapapa kan, dimaafin gak?” “dimaafkan kok. Kan dalam ajaran agama, memaafkan itu amal ibadah..” Mendengar kalimat itu akupun merasa lega. Kami jadi sering smsan selama beberapa hari , namun kesibukan dia sebagai pramugari dan aku sebagai kuli seni membuat takdir kami berjalan. Sampai suatu ketika, tanpa sengaja aku menerima sms dari Ilma yang salah sms bahwa dia sedang di semanggi. Karena kebetulan aku juga sedang menuju semanggi, SMS nyasar itu akhirnya menjadi takdir kedua yang menjadi pertemuan kita. Ilma yang aku lihat saat menjadi pramugari terkesan dewasa dan serius, ternyata saat bertemu bisa juga terlihat lucu. Pada saat itu dia bercerita kalau dia sudah tidak lagi bekerja karena maskapai tempat dia lagi kerja bangkrut dan sedang melamar pekerjaan. Akhirnya dari pertemuan itu kita menjadi saling dekat dan berjanji untuk sering bertemu dalam beberapa kesempatan.
  • 25. Suatu ketika, kita lagi jalan dan duduk di pantai Ancol sambil menikmati matahari sore. Ilma yang terlihat bahagia dengan senyum indahnya ternyata tidak sebahagia senyumnya. Semakin kita mengenal, semakin aku tahu betapa rapuh dia. Saat itu dia bertanya, kenapa aku mau jadi kuli seni? Lalu aku menjawab, “abis aku tidak suka kerja kantoran.. kalau mau cari duit gampang ya coba disini dulu. Kebetulan muka aku katanya lumayan buat iklan.. lagian aku males kuliah, jadi bokap Cuma kasih dua pilihan fokus kerja atau kuliah.. ya aku fokus kerja dong..” “kamu enak ya, tidak usah pusingi harus bagaimana dalam hidup kamu.. dibandingin aku.. mau kuliah saja tidak bisa. Syukur-syukur bisa lulus SMA tapi sekarang nasib cari kerja saja susah..” “memangnya kenapa?” “aku tidak seperti kamu, punya keluarga yang bisa bantu selalu untuk bertahan hidup. Sebaliknya, aku harus bekerja untuk bertahan hidup untuk aku dan keluargaku..” Gua jadi bingung mengapa dia berkata demikian dan ia pun bercerita tentang masa lalunya. Ilma kecil lahir dari empat bersaudara, ia paling kecil diantara ketiga kakaknya. Ibu dan ayahnya bercerai, keduanya sudah menikah, Ilma kemudian diasuh oleh kakak perempuan tertuanya dibantu oleh neneknya. Jadi masa kecilnya dihabiskan dengan didikan nenek dan kakaknya. Kakaknya sendiri bukan orang yang mampu tapi dengan sekuat tenaga ia membantu Ilma sampai lulus sekolah. Karena ilma merasa sudah dewasa, akhirnya ia memutuskan mencari pekerjaan. Apapun pernah ia lakukan dari menjadi SPG sampai menjadi penjual tiket di XXI. Impiannya hanya satu, yaitu mengubah kehidupannya lebih baik dan membalas kebaikan mereka yang merawatnya. Dia bercerita dengan tangis bagaimana kehidupan keluarganya. Aku merasa tidak enak hati membuat dia menangis, tapi akhirnya aku membuat satu pertanyaan terakhir. “kok kamu mau jadi pramugari?” “sejak kecil, aku tuh tidak pernah naik pesawat. Mimpi naik pun tidak berani.. Itu kan hanya untuk orang mampu.. sedangkan aku orang miskin. Jadi impian kecilku ya pengen naik pesawat. Kebetulan suatu ketika aku denger dari teman kalau ada buka lowongan jadi pramugari.. akhirnya aku coba ngelamar.. dan yang paling membuatku optimis, perusahaan itu membuka lowongan untuk lulusan SMA. Akhirnya aku ngelamar dan diterima..”” “kamu emang tidak takut diatas ketinggian..?”Tanyaku. “Takut sih, tapi mau gimana lagi.. kalau aku kerja jadi kasir penjual tiket seumur hidup juga tidak akan bisa mengubah kehidupan aku. Yauda aku hilangin rasa takut aku jadi pramugari, gajinya kan lumayan besar..” “begitu ya?” “kenapa kamu takut naik pasawat?” “hehehe. Abis serem banget kalau naik pasawat apalagi pas goyang-goyang, jantung seperti mau copot”
  • 26. “kalau gitu jantungnya di rem saja pake lakban supaya tidak hilang..”katanya yang membuat kami tertawa. Akhirnya lelucon tadi bisa membuat dia yang tadi menangis bercerita tentang kehidupan masa lalunya tersenyum kembali. Tapi aku jadi paham satu hal tentang dia. Kalau dia bekerja bukan hanya untuk dia sendiri, makanya selama masa pengangguran gini dia sedikit sedih karena banyak orang yang harus dia bantu dalam kehidupan. Dia harus bantu orang tuanya, dia harus bantu keponakannya agar tetap bisa sekolah, dia harus membalas jasa kakaknya dan hal yang paling menyedihkan dia melakukan segalanya tanpa pernah berpikir tentang dirinya sendiri. Bukannya itu semua tugas orang tua Ilma? Keduanya telah memiliki keluarga dan anak-anak yang harus dibiayain. Hal yang paling dia sesali adalah tidak pernah melihat yang namanya keluarga utuh seperti di sinetron-sinetron, walaupun dia sendiri bermimpi kelak semua keluarganya berkumpul bersama dalam sebuah kebahagiaan dan menghapus semua jarak serta hal yang memisahkan mereka. Kemandirian dan dedikasinya dalam keluarga membuatku jatuh cinta dan akhirnya menyatakan cinta sama dia. Dia menerimaku dan akhirnya kami jadian setelah hari itu sebagai pasangan kekasih, dan aku menyebutnya sebagai takdir ketiga. Ilma mendapat kabar gembira kalau dia diterima kerja di maskapai Riau Airlines dengan gaji yang memuaskan walau harus diluar kota. Aku mengucapkan selamat untuk pekerjaan barunya walau aku tahu pekerjaan itu akan membuat dia semakin jarang bertemu denganku, karena dia selalu pergi dari satu kota ke kota lain. Tapi aku menjalani semua ini dengan suka cita, sebagai kekasih. Kami sama-sama menjalani kehidupan cinta yang indah, walau hanya bisa bertemu sebulan sekali atau dua kali. Ilma dengan pekerjaan barunya benar-benar memanfaatkan apa yang ia dapat untuk masa depannya. Dia bekerja mati-matian untuk mengambil setiap kesempatan terbang agar bisa mengubah hidupnya. Dia menabung untuk satu hal yang selalu dia katakana, karena sejak kecil dia selalu hidup menumpang dari kakaknya yang mengontrak rumah dengan berpindah- pindah, dia ingin sekali punya satu tempat untuk selamanya yaitu sebuah rumah untuk dirinya. Seperti sebuah kisah cinta, tidak selalu indah dan baik-baik saja. Kita juga terkadang mengalami keributan kecil dan semua baik-baik saja sampai akhirnya suatu ketika kami terlalu jauh dalam keributan dan putus nyambung akhirnya putus untuk waktu yang lama. Tapi kita sama-sama sadar bahwa kita saling mencintai dan akhirnya berpisah untuk mencoba intropeksi agar mengerti arti kita di hati masing-masing. Aku fokus pada karirku yang sedang naik, begitu pula dengan Ilma, dan tanpa sadar kami berpisah oleh waktu. Dalam kesendirian itu, aku jatuh cinta sama seseorang dan menjalin hubungan. Ilma mendengar hubungan baruku dan mengucapkan selamat. Aku tahu hatinya pedih dan aku merasa tidak enak hati karena membuat dia terluka. Akhirnya aku memutuskan untuk tidak menghubungi dia sementara waktu agar dia tidak lebih menderita karena hubungan baruku. Di hari-hari berikutnya, akupun mendapat kabar kalau Ilma sudah memiliki kekasih
  • 27. lain. Apa yang aku rasakan adalah rasa perih dan aku baru menyadari betapa bodohnya aku melewatkan dia dalam hidupku, tapi aku tidak bisa egois dan akhinya menerima takdir kami masing-masing. Ilma sepertinya sedang dicoba oleh takdir. Riau Airlines kembali mengalami kebangkrutan dan akhirnya dia tidak bekerja. Tapi tidak begitu lama dari kejadian itu, ia pindah bekerja ke Mandala Airlines. Artinya dia akan pindah kembali ke Jakarta. Diam-diam pada saat itu, kami berjanji untuk bertemu sebagai sahabat karena masing-masing dari kami punya kekasih. Kami bertemu di sebuah tempat yang pernah jadi tempat terindah kami dulu, di sebuah pantai. Saat itulah kami mencoba untuk mengerti mengapa kami menjadi seperti ini dan satu hal yang akan aku ingat selalu tentang kata-kata terakhirnya. “kalau kita berjodoh kita tidak akan pernah dipisahkan takdir. Dengan siapa pun kamu pacaran kalau jodohnya kamu adalah aku, maka aku akan jadi takdir kamu.” “jadi aku harus gimana?” “kita tidak harus gimana-gimana. Kita percaya ssaja takdir. Untuk sementara, kita tidak usah berhubungan.. kamu hapus aku dari bb kamu. Aku juga hapus. Kita berdoa saja.. kalau memang takdir semoga kita kembali bersatu..”” Aku hanya tersenyum, walau hati ini berharap demikian tapi aku tidak akan pernah menolak bilamana itu terjadi. Akhirnya kami memutuskan hal terakhir yang bisa membuat kami saling kontak, selanjutnya aku serahkan kepada Tuhan. Karena sebenarnya aku dan dia masih saling sayang akan tetapi keadaan membuat kita tidak bisa bersama lagi, kami sama-sama punya kekasih dan tidak ingin menyakiti siapapun. Setelah itu Ilma fokus pada pekerjaan dan impiannya untuk waktu yang tak pernah terjawab. Setahun kemudian aku menjalani hidupku seperti biasanya. Suatu ketika aku kembali bertemu dengan ilma tidak sengaja di bandara. Pada saat itu dia sudah tidak lagi bekerja di Mandala Airlines karena hal yang sama terjadi kembali, maskapai perusahaan dia bangkrut. Sayangnya dia masih bersama kekasihnya, tapi kita menjalin hubungan kembali dan melupakan janji kita untuk tidak saling kontak karena ia sudah bekerja di Jakarta kembali di Sky Aviation. Ilma dan aku sering kontak walau hanya sekedar bertanya kabar. Tapi aku tahu tidak baik untuk menganggu hubungan dia sama kekasihnya saat itu, jadi dari hari ke hari ia selalu bercerita banyak hal tentang apa yang terjadi dalam hidupnya dan aku menjadi pendengar yang baik bagaikan seorang saudara. Dia menganggapku sebagai orang yang paling layak tau apa-apa saja yang telah ia miliki dengan apa yang ia kerjakan dengan penuh keringat. Aku senang dia bisa mulai mencicil rumah kontrakan yang dia beli dengan susah payah, bahkan dia sudah bisa lebih baik dalam hidup karena pengalamannya sebagai pramugari senior membuat hidup dia lebih baik, artinya kehidupan keluarganya pun jadi lebih baik. Sampai suatu malam entah mengapa dia bertanya, “bisa tidak sih kita kembali seperti dulu, sebagai kekasih, bukan seperti saat ini. Seperti ada jarak diantara kita yang bikin kita tidak bisa seperti dulu.”
  • 28. “keadaan kita beda.. kamu sudah ada yang punya.. aku tidak bisa.. seperti saat ini ssaja aku sudah bahagia kok.. “ “aku enggak.. aku tidak bahagia.. “ “kamu harus coba bahagia.. kamu pasti bisa..” Karena tidak ingin merusak hubungan dia sama kekasihnya, akhirnya aku menghilang sesaat dari hidup Ilma. Walau dalam hati aku merasa sedih untuk pergi dari hidupnya, tapi aku harus lakukan semua yang menyakiti hati, aku selalu menghindar dan tidak membalas semua pesan yang dia kirimkan, walau aku selalu memperhatikan status yang dia buat di Blackberry. Aku juga bilang kalau aku sudah balikan sama mantan supaya dia bisa mengerti walau itu bohong semata. Suatu malam aku mengucapkan selamat ulang tahun lewat telepon ke Ilma untuk hari ulang tahunya. Aku senang menjadi orang pertama yang mengucapkan hal itu ke dia. Tapi di telepon terdengar suara tangis darinya. “kamu nangis ya?” “tidak kok.. Cuma senang saja dikasih Tuhan umur yang panjang sampai bisa ngerayain ulang tahun ke 25..” “ kalau gitu make a wish dong..?” kataku. Entah mengapa dia berkata sesuatu yang membuatku terdiam. “Aku mau make a wish sama kamu boleh?” “kok sama aku, sama Tuhan dong? Tapi ya uda gapapa.. ngomong aja..” “kalau ini uda jadi saat terakhir aku merayakan ulang tahun aku, aku mau kamu tau. Kalau aku bahagia mengenal kamu dan aku titip semua yang aku miliki sama kamu ya.. ” katanya yang membuat aku tersentuh. “kok kamu ngomong gitu?” “karena Cuma kamu yang benar-benar tau bagaimana kehidupan aku, keluarga aku dan semua impian aku.. makanya aku bahagia.. soalnya teman-teman aku bahkan tidak ada yang pernah tau semua tentang hidup aku.. karena aku harus jujur, aku malu kalau mereka tau keadaan keluarga aku, Cuma sama kamu aja.. aku jadi berani dan sadar.. bagaimanapun keadaan keluarga aku, mereka itu tetap bagian hidup aku.. ” ceritanya padaku “aku juga bahagia kok..kamu jangan bikin aku bingung ah.. make a wish kok jadi sedih gini.. ayo dong senyum.. kan senyum kamu itu hadiah terindah dari Tuhan.. nah sekarang kamu mau kado apa dari aku?” Tanya gua.. “aku tidak mau apa-apa aku Cuma mau kamu jangan pernah lupain aku dalam hidup kamu.. bisa?” “pasti..”kataku pendek. Dan setelah hari itu, kata-kata itulah kata-kata yang terakhir aku dengar darinya, suara terakhir yang aku dengar darinya. Aku belum sempat memberinya kado ulang tahun dan
  • 29. berjanji setelah aku tidak sibuk, aku pasti membawakan kado itu untuknya. Jadwal kami yang sama-sama sibuk membuat kami tidak sempat bertemu. Akhirnya aku memutuskan untuk mengantarkan kado itu ke rumahnya. Sebuah parfum yang aku miliki satu dan dia satu, jadi parfum itu edisi khusus yang aku beli pada saat pergi ke Singapura. Ilma menerima kado itu dan mengucapkan terima kasih, dan dia memberitahu kalau dia sudah sendiri. Sebenarnya pada saat itu aku bisa juga memutuskan untuk menjalin hubungan kembali, tapi aku sibuk dengan pekerjaan. Sampai akhirnya dua hari sebelum hari terakhir takdir memisahkan kami, ilma mengatakan, “jadi setelah kita sama-sama sendiri.. menurut kamu kalau kita balikan gimana ?” “kasih aku waktu untuk berpikir.. aku pengen banget kita seperti dulu.. tapi saat ini aku sibuk, aku takut tidak bisa membuat kamu bahagia.. kamu mau nunggu aku kan?” “aku tau kok.. aku akan selalu nunggu kamu.. kapan pun itu.. aku akan selalu nunggu kamu.. kamu kalau kerja ingat kesehatan kamu ya….” Kata kata itulah hal yang terakhir aku dapatkan darinya sebelum dua hari kemudian disaat aku terbangun dari tidur dan mendapatkan kabar kalau Ilma telah menghilang bersama pesawat sukhoi dimana ia sedang bekerja. Sebelumnya aku sudah punya firasat yang aneh sekali, entah mengapa tiba-tiba blackberryku mati dan kehilangan semua data. Saat aku coba back up, hampir semua foto-foto Ilma dan kontaknya hilang. Aku pun berpikir untuk hubungin dia untuk minta no pin dia akan tetapi nomor dia tidak aktif. Sampai akhirnya aku baru sadar kenapa dia tidak bisa dihubungi, yaitu ketika tahu dari teman-teman kalau Ilma adalah salah satu penumpang di pesawat sukhoi naas itu. Hatiku hancur, perih, dan sedih. Segera aku mencari tau keberadaan Ilma di bandara halim dimana sudah ratusan orang keluarga yang hilang bersamaan dengan pesawat sukhoi berkumpul. Pertama dalam hidupku, akhirnya aku benar-benar melihat keluarga Ilma berkumpul disana, Ayah, ibu, nenek kakak dan keponakan-keponakannya menunggu dengan cemas. Kita berharap Ilma masih hidup dan berdoa kepada Tuhan, karena seumur hidup hanya saat inilah dia bisa melihat semuanya berkumpul dan tentu dia akan bahagia ketika ia selamat nanti melihat senyum kebahagiaan mereka menyambut Ilma. Akan tetapi harapan dan cahaya bahwa tidak terjadi apa-apa dengan pesawat sirna seketika, Tuhan berkehendak lain, pesawat sukhoi ditemukan dan semua penumpang dinyatakan meninggal. Saat itulah aku menangis, menangis karena kehilangan orang yang pernah ada dan mencintaiku dengan tulus. Penyesalan terberat yang tak bias aku bayangkan adalah mengapa pada saat terakhir dia memberikan sinyal untuk bersatu tetapi aku malah menunda itu terjadi. Ilma sepanjang hidupnya ingin sekali keluarganya yang tercerai berai bersatu. Akhirnya pada hari dimana dia telah tiada seluruh keluarganya berkumpul, tetapi sayangnya mereka berkumpul untuk hal yang tidak diharapkan, yaitu saat mereka harus menangis untuk kepergiaannya. Aku harus mengucapkan rasa bangga atas apa yang dia harapkan dalam hidup benar-benar terjadi. Dia selalu berkata, impiannya pada suatu ketika hanya ingin membuat keluarganya bahagia, memberikan tempat yang layak untuk kakaknya, membuat orang tuanya bahagia, untuk itulah dia mengambil pekerjaan yang paling beresiko sekalipun.
  • 30. Sebagai tulang punggung keluarga yang bekerja mati-matian tentu keluarga akan kesulitan ketika ia pergi. Berkat adanya hibah dari Pemerintah Rusia atas bantuan kepada keluarga yang ditinggalkan, Ilma masih bisa melakukan sesuatu yang besar di akhir hidupnya, itulah hal terakhir yang bisa ia lakukan untuk membahagian kelurganya walau harus dengan sebuah hal yang tidak diharapkan oleh siapapun. Ilma kini telah pergi dengan senyum terakhirnya, mungkin sejak kecil ia emang tidak pernah mengerti mengapa dia harus terlahir ke dunia ini bilamana ia harus berjuang dari kehidupan yang ia jalanin dengan susah payah hanya untuk membahagiakan orang lain sampai akhir hidupnya. Keluarganya mungkin tidak seindah yang ia harapkan seperti dalam sinetron- sinetron tapi janjinya untuk membuat keluarga bahagianya sampai titik darah penghabisan masih bisa ia lakukan walau kini ia telah pergi untuk selamanya. Seperti yang ia minta, jangan pernah ngelupain dia.. hal yang tidak akan aku lupakan dengan cara menulis kisah ini agar semua orang tahu bahwa ada senyum terakhir yang begitu indah dibalik kepergiannya kepada mereka yang ia tinggalkan. Suatu malam, seminggu setelah dia meninggal, aku bermimpi bertemu dengan Ilma, dia membicarakan satu hal yangaku tidak pahami lewat pesan yang aneh, “ semua kontrakan aku tolong kasih ke kakak aku, tapi rumah aku yang diatas langit jangan dijual ya.. karena itu tempat impian aku.. tepat di tempat pertama kita bertemu.. disana kamu jaga ya.. terima kasih Anes.. “ Ilma emang punya rumah kontrakan yang dia beli dengan susah payah tanpa diketahui oleh saudaranya, akhirnya aku memberi tahu keluarga tentang kontrakan itu untuk diserahkan. Tapi rumah diatas langit, itulah yang membuatku bingung sampai akhirnya aku memandang langit di sekitar semanggi tempat pertama kali bertemu. Dari situlahaku paham, rumah diatas langit yang dia maksud adalah sebuah apartement. Beberapa bulan sebelum dia meninggal, dia sempat mencicil apartement itu. Aku pun menghubungi pihak pengembang apartement, memang benar Ilma memiliki unit disana. Aku memutuskan untuk melanjutkan cicilan apartemen itu. Sisa daripada cicilan sebelumnya aku berikan kepada kakaknya, aku berharap tempat itu menjadi tempat dimana kelak aku bisa mengenang dia sebagai bagian hidup, melihat senyum dia seperti pertama kaliku mengenalnya di atas langit-langit bumi. Selamat Tinggal Ilma. Beristirahatlah dengan Tenang. Terima kasih atas senyum terindahmu karena dengan itulah aku mengerti bahwa tak ada yang lebih baik dari hidup selain saat-saat aku mengenal dan mencintaimu.
  • 31. Pernikahan Mewah atau Sederhana Kita yang hidup dalam budaya Indonesia tentu tahu kalau meyelenggarakan resepsi pernikahan itu mahal. Pernikahan adalah dambaan setiap insan, namun sudah menjadi tradisi bahwa pernikahan bisanya diakhiri dengan pesta. Yang diinginkan setiap pasangan tentunya pesta yang meriah untuk menyenangkan bagi para tamu dengan biaya yang tidak sedikit. Mengingat di jaman sekarang ini, biaya untuk menggelar pesta perkawinan sangatlah besar, mungkin pernikahan sederhana banyak yang dipilih oleh sebagian besar masyarakat. Selain menghemat biaya kita juga harus merencanakan untuk kedepannya setelah menikah. Pernikahan termewah terjadi pada tahun 1979, Sheikh Mohammed Bin Rashid al Maktoum dan Sheikha Hind Bint Maktoum ($137 million). 5 hari dideklarasikan sebagai hari libur nasional di Dubai untuk merayakannya dan untuk mentidakomodasi 20 ribu tamu undangan dibangun sebuah gedung baru sebesar stadium. Pernikahan termahal kedua adalah pernikahan Seemanto Roy dan Chnadano Toor serta Sushanto Roy & Richa Roy ($123 million), pernikahan dari anak-anak pemilik Sahara, Subrata Roy. Pernikahan terjadi di Lucknow pada 10 Februari 2004. Lebih dari 110 hidangan disiapkan untuk 11 ribu tamu undangan. Pernikahan termurah terjadi bukan di Indonesia, tetapi di Skotlandia. Pernikahannya cuma 1 Poundsterling, 17 ribu rupiah. Tamu bawa makan sendiri, pernikahan di halaman, yang main piano adalah bapak pengantin perempuan. Dia bilang untuk apa harus mahal, essensi pernikahan adalah untuk mengucap janji bersama. Berikut beberapa tips menghemat biaya pernikahan : 1. Perhitungkan dengan baik berapa orang yang akan diundang, karena jumlah undangan menentukan budged terbesar seperti menentukan menu makanan dan souvenir. Bikin aturan hanya undang teman yang benar-benar teman BUKAN tipe teman sekedar basa basi ‘ hi apa kabar’. 2. Rumah adalah pilihan pertama dimana rumah lebih terkesan bersahabat dalam menerima tamu. Jika rumah tidak memungkinkan pilihan berikutnya adalah gedung, carilah gedung yang tidak mewah, terkadang gedung memakan hampir setengah biaya, yang terpenting gedung
  • 32. bisa menampung cukup banyak jumlah undangan yang menyediakan lahan parkir dan bisa dilalui kendaraan. 3. Lebih hemat memasak sendiri dengan menyewa jasa tukang masak. 4. Pilihlah dekorasi minimalis dengan mengurangi pemakaian bunga hidup. Tidak perlu kuatir hal-hal kecil yang orang tidak peduli dan perhatikan. Cakupannya luas dari pilihan musik, foto- foto pesta pranikah yang ditampilkan/video, dekorasi dan lain-lain. Bukannya saya menyuruh anda untuk cuek ssaja, hal-hal kecil diatas tetap perlu memenuhi standar. 5. Memang kita sadari bahwa pernikahan adalah seumur hidup, namun untuk menghemat biaya baju pengantin tidak harus membuat baru, cukup dengan menyewa di salon. 6. Pemilihan musik cukup orang tunggal yang disertai musik player karena biaya lebih hemat dan bisa mengsajak tamu bernyanyi atau sekedar menemani tamu yang sedang menyantap hidangan. 7. Percaya bahwa esensi pernikahan terletak dari janji sumpah setia berdua kepada satu sama lain dihadapan Tuhan. Yang lain-lain hanya buatan manusia yang sensitif terhadap ‘budaya’ dan tekanan sosial (Baca: gengsi). 8. Kalau anda sampai perlu pinjam uang lebih baik pestanya ditunda sampai tabungan anda cukup atau babat habis pengeluaran nikah yang tidak perlu. Pernikahan harusnya menjadi sumber kebahagiaan bukan stress. Mewah atau tidak mewah bukan jaminan untuk mendapatkan rumah tangga yang sakinah mawaddah warahmah, tentram penuh cinta dan kasih sayang. Dalam bahasa latin yang sangat indah, Ubi caritas et amor, Deus ibi est, dimana ada cinta dan kasih, di sana Tuhan berada, bukan dimana harta berada baru Tuhan datang. Pernikahan itu bukan akhir justru awal, sehingga perbanyaklah bekalmu sebab perjalanan teramat panjang, dan jangan pernah menceritakan kebaikanmu, biar Tuhan dan sang pencatat yang mencatatnya. Kata kuncinya adalah cinta menciptakan "kita", tetapi tidak memusnahkan "saya".
  • 33. Pakai Baju Apa Ya Berbicara soal wanita, rasanya tidak pernah ada habisnya. Makhluk yang sering disebut berasal dari planet Venus ini mempunyai sikap dan perilaku yang unik serta mengejutkan. Pada kesempatan kali ini saya mengambil topik kenapa wanita punya banyak sekali baju. Jika dibandingkan dengan lemari pria, wanita memiliki lebih banyak pakaian. Anehnya, mereka masih selalu bingung dan merasa hampir tidak memiliki pakaian untuk dipakai! Setelah membuka isi lemari dengan setumpuk pakaian, biasanya wanita berpikir selama 10 menit akan mengenakan baju apa hari ini. Di antara jutaan wanita di dunia, ketika memilih baju di lemari, pasti banyak yang mengatakan "Aku tidak punya baju yang cocok untuk hari ini". Wanita dalam bersikap feminim tidak dapat menggunakan satu aturan saja, tetapi mereka hidup dalam suatu "zona". Wanita harus secara konstan menentukan di zona mana mereka saat ini. Terlalu menggoda di tempat kerja membuat tidak ditanggapi secara serius; terlalu rapi dalam tempat sosial, tidak ada yang tertarik. Pada kondisi khusus seperti Natal atau pada waktu berduka cita, salah baju dapat berakibat dianggap congkak atau mungkin juga kuno. Faux pas yang berarti kesalahan yang sangat memalukan dalam dunia sosial adalah harga yang harus dibayar oleh wanita yang salah memakai baju. Wanita tersebut dapat menjadi target dan dapat menjadi bulan-bulanan. Tapi tentu saja, semua wanita pasti pernah megalami hal tersebut, hal ini dikarenakan zona yang saya sebutkan di atas adalah hal yang terus bergerak dan sangat bergantung pada mata yang menyaksikan. Apa yang oleh orang dianggap biasa, bisa saja dianggap orang yang satu menggoda, begitu pula orang yang lain akan memikirkan hal yang berbeda pula. Jadi wanita memang selalu memiliki resiko salah kostum, sehingga mereka akan khawatir, akhirnya pergilah mereka ke mall. Itulah alasan kenapa wanita memiliki banyak sekali baju, mereka butuh skirt hitam yang berbeda model untuk acara resmi, untuk bisnis, dan kasual. Belum sepatunya, ada stilettos yang berarti provokatif, high heels yang sangat menggoda, low heels yang dapat dipakai untuk acara resmi dan bisnis, selain itu juga perlu yang flat untuk piknik dan acara pantai. Selanjutnya masalah celana yang sangat berkaitan dengan sepatu, panjang celana harus sesuai dengan sepatu apa yang dipakai. Bukan pendek ama panjang doank kayak pria ya, kalau wanita dari paha ke lutut aja bisa dibagi 3 panjangnya, dekat selangkangan, pertengahan paha, dan mendekati lutut. Pria tidak ada yang pendeknya seekstrim celana pendeknya
  • 34. wanita, kalaupun ada, najis! anda gagal sebagai pria bahkan mungkin juga gagal sebagai manusia. Salah satu contohnya, sepatu hitam tidak dapat dipakai bersamaan dengan celana Navy, sehingga wanita menyiapkan berbagai variasi celana dan sepatu untuk mengatasi hal ini. Belum lagi bicara mengenai warna, yang dari pengalaman saya biasanya disesuaikan warna kulit serta kombinasi atasan dan bawahan. Tapi hal ini saya rasa agak longgar aturannya, karena ada wanita yang maunya ungu saja, sehingga koleksi lemarinya banyak ungunya. Akibat penuhnya lemari wanita, mereka sering diledek tidak disiplin, Shopaholik, Narsis. Tapi sebenarnya hal ini tidak adil, bahkan jika wanita itu memang memiliki kelas, mereka akan merefleksi diri dan sadar akan pentingnya dan rumitnya aturan ini. Jika mereka tidak mengikuti aturan tersebut, tentu saja mereka akan seenaknya dan pada akhirnya akan dicap Trashy atau tidak profesional. Pekerjaan yang sulit bagi wanita karena seringnya mengalami begini salah begitu salah haha.
  • 35. Ruang Publik Sebuah screenshot yang menunjukkan sikap tidak simpati terhadap ibu hamil pernah beredar di media sosial. Screenshot, yang tertulis dengan nama akun Dinda, itu dikecam di media sosial. Dalam akun itu, ia mengaku benci dengan ibu hamil di kereta api yang tiba-tiba meminta tempat duduk. "Benci sama ibu-ibu hamil yang tiba-tiba minta duduk. Ya gue tahu lw hamil tapi plis dong berangkat pagi. Ke stasiun yang jauh sekalian biar dapat duduk, gue aja enggak hamil bela-belain berangkat pagi demi dapat tempat duduk. Dasar emang enggak mau susah.. ckckck.. nyusahin orang. kalau enggak mau susah enggak usah kerja bu di rumah saja. mentang-mentang hamil maunya dingertiin terus. Tapi sendirinya enggak mau usaha.. cape dehh," tulis wanita itu yang bertagar #notetomyselfjgnnyusahinorg!! Tak cukup sampai di situ, perempuan muda ini pun masih terus melampiaskan kekesalannya. Ia menilai ibu hamil yang meminta kursi di angkutan umum sebagai seseorang yang seenaknya dan menyusahkan. "Mbok ya naik bis atau berangkat subuh ya. dasar pemalas. resign aja dari kantor biar bisa leha-leha di rumah," celotehnya. Pembicaraan ini pun akhirnya menjadi lintas media sosial. Di Facebook dan Twitter, beberapa orang pun menyesalkan pernyataan perempuan muda itu. "Astaghfirullah tuh perempuan!!!! dia ga ada empati2nya banget yak.. dia ga pernah diceritain kali ya sama ibunya waktu ibunya hamil dia gimana beratnya tuh perut bawa dia, gimana pegelnya tuh kaki nahan berat badannya, gimana pegelnya tuh pinggang ngegendong dia dalam perut, gimana mudahnya haus dan lapar karena cairan dan asupan makanan diserap dia dalam perut jadi perlu simpan tenaga, gimana mudahnya kleyengan dan pusing karena kekurangan darah, dll!!! emosi gw," ujar Aprilia melalui akun Facebook-nya. "Mungkin dia bkn perempuan. Tega bgt sama ibu hamil kayak gitu," ujar Gloria Anastasia melalui akun Twitter-nya, @glosiegers. "Menurut saya, kehamilan itu satu hal yang mulia. Jadi kalo para ibu hamil minta perlakuan khusus-selama masih masuk akal, ya kasih aja sih," kata Ryu Deka melalui akun Twitter-nya, @RyuDeka. Miko, seorang pengguna KRL Jakarta-Depok, mengatakan, fenomena seperti ini kerap terjadi. Ia bahkan mengatakan, penumpang yang berada di gerbong perempuan terkadang cenderung lebih tidak toleran. "Sering ketika ada ibu hamil atau membawa anak, ketika masuk
  • 36. gerbong perempuan, mereka tidak mau memberi tempat duduk. Mereka merasa paling berhak untuk duduk," katanya. Sementara itu, Dhika, yang juga seorang pengguna KRL Jakarta-Depok, mengaku pernah mendapat perlakuan serupa. "Masalah memberi kursi adalah masalah hati nurani. Kalau memang tidak sakit, mengapa tidak langsung berdiri dan memberi tempat duduk?" kata Dhika. Dhika juga menyayangkan adanya penumpang yang kerap menempati kursi yang diperuntukkan untuk wanita hamil, orang lanjut usia, dan kaum difabel. Dinda menyampaikan pembelaan terhadap sikapnya yang dinilai tidak simpatik terhadap ibu hamil di kereta api. "Path gw nyebar gara2 statemen ibu hamil yaa.. ayo monggo yang judge gw ngerasain dulu tiap hari naik kereta trs tiap hari berangkat abis subuh cuma biar dapet tempat duduk.. emg lw smuaa pada ngertiii kaki gw pincang2 gara2 geser tulangnya.. gak kan.. makanyaa gw bela2in berangkat jam 5 pagi buat dapet tmpat duduk..eh tiba2 ada ibu2 hamil baru masuk kereta jam 7 pagi.. gw udh lari2an jam 5 pagi jgn pada maunya cuma dingertiin doag para ibu.. emg gw belum hamil tapi kaki gw sakit aja gw ngerti ga mau nyusain org ko.. pliss sama2 dong kita saling ngerti jgn cuma maunyua enaknyaa doang yaa ibu2.. ayoo sinii yg ngejudge ikut sayaa yaa berangkat dari rumah saya jam 5 naik kereta tiap hari dari rumah saya 1 kali naik ojek trs 2 kali naik angkot lho ke stasiun.. ikutin aja rutinitas saya tiap hari kalo ga ada komen apa2 berarti saya yang berlebihan.. hehe..," tulis Dinda. Pernyataan ini mengundang keprihatinan. Dwi, seorang ibu beranak satu, yang merupakan pengguna KRL Jakarta-Depok, menyebutnya sebagai anak muda yang miskin empati. "Andai dia juga paham dan sadar bahwa bersama ibu hamil ada kelangsungan satu nyawa yang harus dijaga. Sebagai yang pernah diberi anugerah mengandung, kondisi fisik ibu hamil ga bisa dilihat sebagai kondisi normal. Gampang lelah, dan itu berbahaya buat janin," tulis Dwi. "Tapi mbok ya dijaga komennya, ga sarkas banget gitu. Dr komennya, dia cuma melihat ibu hamil sebagai sosok yang minta diistimewakan tanpa memahami kondisi fisik dan satu nyawa yang dikandung. Semoga dicerahkan, atau minimal menyadari mungkin suatu saat dia akan menjalani fase yang sama. Saat itu, dia akan sadar bahwa semua ga semudah yang diucapkan: disuruh naik bis atau brkt subuh2 seperti dia. Kasihan banget kamu mbak," tambah Dwi. Ranny yang mengkritik posting-an sebelumnya dari Dinda mendapat komentar dari Dinda.Dinda mengaku khilaf dan meminta maaf kepada Ranny dan pria lain bernama Yoga yang juga berkomentar di posting-an tersebut. Tidak hanya itu, Dinda juga meminta maaf kepada seluruh masyarakat. "maaf mas yogi dan mbak rani saya ingin minta maaf sekali lagi atas perkataan yang tidak berkenan.. memang saya khilaf sekali.. dan ini semua menjadi pelajaran dari hidup saya.. saya berharap mbak dan mas bias memafkan saya begitu juga dengan org diluar sanaa.. sekali lg saya minta maaff yaa mbak dan mas." Melihat komentar Dinda, si pembuat posting-an, Ranny, kembali menasihati Dinda untuk lebih berhati-hati dalam berbuat. Kepada Dinda yang telah mencurahkan kebenciannya kepada wanita hamil yang meminta duduknya saat naik kereta api kepada media sosial, kita patut mengucapkan terima kasih. Karena tanpa sadar, Dinda telah menyodorkan cermin retak tentang dirinya yang menohok kepedulian kita semua, kita jadi marah dan peduli terhadap kondisi itu. Pertanyaannya,
  • 37. apakah kita tidak juga seperti Dinda?, kita mungkin juga melakukan hal tersebut, pura-pura tidur, pura-pura membaca, ketika di depan kita ada ibu hamil, ada manula, ada penyandang disabilitas, atau kita punya mobil kita tidak mau antri kita pake strobo, dengan nguing- nguingnya kita pakai untuk menerabas semua jalan padahal itu melanggar undang-undang. Dinda sendiri secara terbuka di media sosial sudah menyatakan permintaan maafnya, kita secara terbuka belum tentu mau mengakui dan meminta maaf. Apa ada yang tahu mengapa Jepang maju? karena masyarakatnya mempunyai filosofi memposisikan dirinya berada di posisi orang lain, sehingga di Jepang kalau dompet jatuh di keretapun kemungkinan akan balik ke pemiliknya, karena orang yang menemukan selalu berpikir jangan-jangan yang punya tidak punya uang lagi, gajian berikutnya sebulan lagi, dan dia pasti bingung bayar utang, bingung bayar listrik, bingung beli makan, nanti akan dimarahi anak dan keluarganya, dan dia akan mati karena perbuatan itu. Yang menarik, sikap itu membuat orang-orang yang ketahuan korupsi di Jepang berani mengambil sikap bunuh diri, bandingkan dengan di Indonesia, yang korupsi tertawa-tawa di layar kaca. Di Jepang pejabat yang merasa gagal akan mundur, karena dia memakai kacamata rakyatnya, bukan kacamata dirinya, dan wanita yang pulang kerja malam hari terjamin keamanannya, karena para prianya berpikir gimana kalau itu adik, istri, atau ibunya. Jadi sangat penting memposisikan diri di posisi orang lain, dalam bahasa kita disebut empati. Di dalam kata empati ada penggalan kata "hati", seorang pecundang akan mengambil filosofi lakukan terhadap orang lain sebelum orang lain melakukannya kepada anda, tetapi seorang pemenang akan mengambil filosofi jangan lakukan kepada orang lain apa yang tidak ingin mereka lakukan kepada kita. Ruang publik adalah tempat dimana kita melihat miniatur sebuah negeri, apabila ruang publiknya resik berarti negaranya pasti asik.
  • 38. Mandikan Aku Mama Aku punya sahabat sebut saja namanya Pita. Ketika masih kuliah aku mengenalnya sebagai seorang yang berotak cemerlang. Universitas mengirimnya ke negeri bunga Tulip untuk mempelajari hukum internasional di Universitas Utrecht, sedangkan aku memilih menyelesaikan pendidikanku di bidang kedokteran. Pita terus mengejar impiannya hingga suatu saat ia mendapatkan seorang suami yang sama-sama berprestasi. Bertepatan dengan diangkatnya Pita menjadi staf diplomat dan selesainya suaminya meraih gelar doktor, lahirlah seorang anak laki-laki buah cinta mereka, Eka namanya. Pita semakin sibuk dengan pekerjaannya sedangkan Eka baru berumur 6 bulan. Pita sangat sering meninggalkan Eka pergi dari satu kota ke kota lain, bahkan dari satu negara ke negara lain. Aku pernah bertanya kepadanya, “Bukankah Eka masih terlalu kecil untuk ditinggalkan?” “Tidak, aku sudah mempersiapkan segalanya dan semua pasti berjalan baik”, jawab Pita. Di bawah perawatan baby-sitter dan pengawasan kakek-neneknya, Eka tumbuh menjadi anak yang cerdas dan lincah. Kakek neneknya tidak pernah lupa menceritakan kepada Eka akan kehebatan kedua orang tuanya yang telah menjadi kebanggaan mereka semua. Meskipun kedua orang tuanya begitu sibuk, namun Eka bisa memahami kesibukan mereka. Suatu hari, Eka pernah meminta seorang adik kepada kedua orang tuanya. Kedua orang tuanya menjelaskan tentang kesibukan mereka yang belum memungkinkan untuk memberikan Eka seorang adik. Kali ini, Eka lagi-lagi mengerti kondisi orang tuanya. Karena sikap Eka yang begitu pengertian dan dewasa, Pita menyebutnya “malaikat kecil”. Meskipun kedua orang tuanya sering pulang larut malam, namun Eka tetap bersikap manis dan tidak ngambek. Karena kemanisan sikap Eka, aku pernah mengimpikan seorang anak sepertinya. Pagi yang cerah di hari itu, entah kenapa Eka tidak mau dimandikan oleh baby sitternya. “Eka ingin mama yang memandikan”, katanya. Pita yang setiap hari berpacu dengan waktu tentu saja menjadi gusar. Eka mengajukan permohonan yang sama selama kurang lebih seminggu, tetapi Pita dan suaminya tidak begitu peduli. “Mungkin ia sedang dalam masa peralihan sehingga ia minta perhatian yang lebih”, pikir mereka.
  • 39. Sampai suatu sore, aku dikejutkan oleh telepon Ida, sang baby sitter. Ada kepanikan di dalam suaranya, “Bu dokter, Eka sakit demam dan kejang-kejang. Sekarang ia di UGD”. Tanpa pikir panjang aku langsung menuju UGD, tetapi semua sudah terlambat. Tuhan telah memanggil Eka, malaikat kecil yang lincah, pintar dan pengertian. Saat kejadian, mamanya sedang meresmikan kantor barunya. Dalam keadaan terpukul, Pita pulang ke rumah dan satu-satunya yang ingin ia lakukan adalah memandikan malaikat kecilnya Eka. Keinginan untuk memandikan Eka memang tercapai, walau dalam keadaan tubuh yang terbujur kaku. Ia memandikan Eka diiringi deraian air mata dan rintihan pedih, “Ini mama sayang … mama yang memandikan Eka”. Tubuh kecil Eka telah tertimbun tanah, tetapi kami masih berdiri membisu disana. Aku membiarkan Pita mengucapkan kata-kata yang bisa menghibur dirinya sendiri atas kepergian Eka-nya. Hening sejenak, sebelum Pita akhirnya tertunduk, “Bangun Eka, mama mau mandikan Eka, berikan mama kesempatan sekali lagi, Ka …” Rintihan itu begitu menyayat kalbu, tapi semua sudah terlanjur. Penyesalan selalu datang terlambat dan kesempatan yang sama tidak akan pernah terulang. Nyatakanlah perhatian dan kasih kepada orang-orang yang kita kasihi, selama masih ada kesempatan. Kita bisa mencari waktu lain untuk berkarier dan berusaha, tetapi orang-orang yang kita kasihi tidak selamanya bisa bersama kita. Siapa yang tahu berapa lama seseorang hidup di dunia ini? Itu adalah misteri ilahi. Berbuat baik dan nyatakanlah kasih selama masih ada kesempatan, itulah perintah Tuhan.
  • 40. Perempuan, di dalam atau di luar? Anda para wanita karier, pasti pernah ada perasaan iri, ketika mengintip status twitter atau facebook teman yang seorang ibu rumah tangga. Pukul 10 pagi, sedang nonton teve. Pukul 13.00, ada yang statusnya sedang pillow fighting dengan anak balitanya. Sore hari, ngopi- ngopi di kafe, atau hangout dengan grup arisan. Setelah itu, hari ditutup dengan meninabobokan anak di tempat tidur. Ah, indahnya hidup. Jangan iri dulu, ada memang ibu rumah tangga yang uangnya sangat banyak dan semua serba ada, seperti di reality show ibu- ibu muda kaya raya di Amerika Serikat, Real Housewife. Ada pula ibu rumah tangga yang mengerjakan segalanya, dari mengepel sampai mengurus anak. Tak sedikit pula, ibu rumah tangga yang mendedikasikan sebagian waktunya untuk aktif di komunitas dan bersosialisasi. Kesamaan mereka hanya satu, sama-sama supersibuk. Ada seorang perempuan yang meninggal pada tanggal 6 November 1908 dan dimakamkan di Sumedang, perempuan itu bernama Cut Nyak Dhien. Ketika suaminya, Teuku Umar meninggal, anak perempuannya Cut Gambang mau menangis, sebagai ibu dia cuma mengatakan satu, "perempuan Aceh pantang meneteskan air mata untuk seseorang yang mati sahid". Sebagai perempuan, di medan pertempuran dia mengatakan, "kami memang hancur, tapi tidak pernah ada kata menyerah". Perjuangannya digambarkan oleh penulis laki- laki dari Belanda yang menggambarkan, "kekuatan perempuan Indonesia sebagai wanita Aceh gagah dan berani, serta merupakan perwujudan lahiriah yang tak kenal menyerah, dan apabila mereka ikut bertempur, maka akan dilakukannya dengan energi serta semangat berani mati yang kebanyakan lebih dari kaum lelaki. Bahwa tidak ada bangsa yang lebih pemberani dan fanatik seperti bangsa Aceh, dan kaum wanita Aceh melebihi kaum wanita bangsa manapun, tidak ada sebuah romanpun yang bisa menggambarkan kekuatan dan keberanian kaum perempuan Indonesia". Para ibu rumah tangga masa kini tentu berbeda dengan ibu rumah tangga dua atau tiga generasi sebelumnya. Ketika itu, wanita belum memiliki kesempatan yang setara dengan pria seperti sekarang. Lantas, apakah ketika wanita memilih di rumah, ia mengkhianati semangat emansipasi? Prinsip dasar dari emansipasi adalah mendudukkan wanita sebagai manusia dengan lawan gendernya. Karena konsep patriarkat, wanita jadi subordinat. Seolah-olah, wanita kodratnya adalah di rumah. Ada ketidakadilan pada wanita menyangkut pilihan hidupnya. Begitu seorang wanita menikah, identitasnya ditempelkan ke suami. Begitu punya anak, hidupnya adalah mengurus anak. Urusan pendidikan, pengembangan dan aktualisasi diri lantas dianggap tidak penting.
  • 41. R.A. Kartini pernah menuangkan cita-citanya dalam surat kepada Prof. Anton dan Nyonya pada tanggal 4 Oktober 1902 "Kami di sini memohon diusahakan pengajaran dan pendidikan anak-anak perempuan, BUKAN SEKALI-SEKALI KARENA KAMI MENGINGINKAN ANAK-ANAK PEREMPUAN ITU MENJADI SAINGAN LAKI-LAKI DALAM PERJUANGAN HIDUPNYA. Tapi karena kami yakin akan pengaruhnya yang besar sekali bagi kaum wanita, agar wanita lebih cakap melakukan kewajibannya, kewajiban yang diserahkan alam (sunatullah) sendiri ke dalam tangannya: menjadi ibu, pendidik manusia yang pertama-tama." Kini, zaman sudah berubah. Akses wanita untuk meraih pendidikan tinggi terbuka lebar. Begitu juga untuk aktualisasi dan karier, tak ada lagi pembedaan gender. Menjadi ibu rumah tangga adalah pilihan. Lantas, masalahnya, apakah wanita hebat tidak boleh memilih menjadi ibu rumah tangga? Fenomena banyaknya wanita hebat yang menjadi ibu rumah tangga, tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi juga di dunia. Ada value yang mereka yakini, sebuah tanggung jawab untuk stay di rumah, hidupnya didedikasikan untuk merawat rumah, anak, dan suami. Semua kembali pada pilihan pribadi, sebab tidak ada kondisi atau suami mana pun yang bisa memaksakan wanita. Menjadi ibu rumah tangga adalah sebuah kemewahan tersendiri, banyak wanita harus bekerja supaya ada dua sumber penghasilan. Jika memilih di rumah, tentunya hanya ada satu sumber pemasukan keluarga. Konsekuensi lain, ia harus siap kehilangan penghasilan sendiri. Bukan hanya itu, ia juga harus rela melepaskan peluang karir dan aktualisasi diri. Kompleksitas peran ibu rumah tangga itu tidak berbeda dengan peran CEO, makin rendah posisi dalam sebuah struktur organisasi, makin mudah dibuat daftar tugasnya. Sebaliknya, makin tinggi posisinya dalam struktur, maka makin abstrak job description-nya. Ukuran kinerjanya jelas, tapi deskripsi tugasnya tidak simpel. Jika ditanya kenapa memilih jadi ibu rumah tangga, jangan jadikan ‘karir’ ibu rumah tangga sebagai pengorbanan, karena itu tidak membuat Anda Happy. Kalau Anda tidak happy, seluruh hidup Anda akan menjadi pusaran negatif. Anda membiarkan hidup Anda jatuh dalam kegetiran, siapa suruh jadi martir? Kalau Anda beralasan ada kondisi khusus, karena kena PHK misalnya, itu kan pilihan Anda. Atau karena anak ternyata punya kebutuhan khusus yang menuntut orang tua harus di rumah, itu juga Anda yang memilih. Kadang-kadang di balik kesuksesan orang-orang ada cerita sedihnya juga. Dari luar keluarga mereka terlihat sempurna, tapi setelah melihat ke dalam, ada banyak hal yang tidak sempurna. Pada akhirnya, semua impas saja, semua pilihan hidup ada konsekuensinya. Bukan tidak mungkin setelah jadi ibu rumah tangga muncul banyak peluang lain yang tak pernah terbayangkan sebelumnya, seperti memutuskan membuka kantor sendiri setelah tiga tahun menjadi ibu rumah tangga. Tak hanya dalam pekerjaan, anda menghayati peran ibu rumah tangga itu sebagai apa? Kalau atas pilihan sendiri, yang bersangkutan tentu akan menjalaninya dengan senang-senang saja. Ketika seseorang yang tadinya sibuk berkarier lantas memutuskan menjadi ibu rumah tangga, ia harus siap dengan masalah-masalah yang akan muncul. Bayangkan, dari yang sebelumnya dia the woman of the world, lalu masuk ‘kotak’.
  • 42. Pertama, mudah merasa jenuh di rumah, variasinya sedikit, rutin, dan monoton, belum lagi lingkup pergaulan jadi lebih terbatas. Kedua, berkurangnya rasa percaya diri, jika sebelumnya seseorang punya posisi, punya penghasilan sendiri, lalu sekarang tidak, wajar saja jika kepercayaan dirinya bisa berkurang. Pada saat masuk ke sebuah lingkungan sosial ia tidak lagi menjadi ‘seseorang’, tapi menjadi nyonya A, mama A. Jika tidak diatasi, rasa jenuh dan kurangnya rasa percaya diri bisa saja menimbulkan obsesi kepada suami, dengan mencemburui semua wanita di sekeliling suami. Obsesi pada rumah seperti karakter Bree Van de Kamp, di serial Desperate Housewives. Bisa juga berefek pada rasa cemas seperti anak- anak sudah besar, mulai pergi, rumah jadi kosong, terus, saya ngapain? Atau obsesi ke anak, jadi marah-marah pada anak. Di dalam rumah tangga, siapa bilang perempuan tidak punya nilai? Ada satu puisi yang sangat menarik dari Widji Tukul. SAJAK IBU ibu pernah mengusirku minggat dari rumah tetapi menangis ketika aku susah ibu tak bisa memejamkan mata bila adikku tak bisa tidur karena lapar ibu akan marah besar bila kami merebut jatah makan yang bukan hak kami ibuku memberi pelajaran keadilan dengan kasih sayang ketabahan ibuku mengubah rasa sayur murah jadi sedap ibu menangis ketika aku mendapat susah ibu menangis ketika aku bahagia ibu menangis ketika adikku mencuri sepeda ibu menangis ketika adikku keluar penjara ibu adalah hati yang rela menerima selalu disakiti oleh anak-anaknya penuh maaf dan ampun kasih sayang ibu adalah kilau sinar kegaiban tuhan membangkitkan haru insan dengan kebajikan ibu mengenalkan aku kepada tuhan (Solo, 1986)
  • 43. Di balik semua kerepotan itu, sebetulnya kita beruntung tinggal di Indonesia, bisa punya pembantu dan babysitter. Bandingkan dengan di negara yang support system-nya mahal. Makanya, jika memang mampu memiliki support system seperti pembantu dan babysitter lebih baik, sehingga Anda bisa mengatur mood agar tetap bagus. Perempuan di dalam maupun di luar rumah, bukan objek limpahan keputusan laki-laki, tapi perempuan juga subjek pembuat keputusan.
  • 44. Bai Fang Li: Memberi dalam Kekurangan Namanya BAI FANG LI. Pekerjaannya adalah seorang tukang becak. Seluruh hidupnya dihabiskankan di atas sadel becaknya, mengayuh dan mengayuh untuk memberi jasanya kepada orang yang naik becaknya. Mengantarkan kemana saja pelanggannya menginginkannya, dengan imbalan uang sekedarnya. Tubuhnya tidaklah perkasa. Perawakannya malah tergolong kecil untuk ukuran becaknya atau orang-orang yang menggunakan jasanya. Tetapi semangatnya luar biasa untuk bekerja. Mulai jam enam pagi setelah melakukan rutinitasnya untuk bersekutu dengan Tuhan. Dia melalang dijalanan, di atas becaknya untuk mengantar para pelanggannya, dan ia akan mengakhiri kerja kerasnya setelah jam delapan malam. Para pelanggannya sangat menyukai Bai Fang Li, karena ia pribadi yang ramah dan senyum tak pernah lekang dari wajahnya. Dan ia tak pernah mematok berapa orang harus membayar jasanya. Namun karena kebaikan hatinya itu, banyak orang yang menggunakan jasanya membayar lebih. Mungkin karena tidak tega, melihat bagaimana tubuh yang kecil malah tergolong ringkih itu dengan nafas yang ngos-ngosan (apalagi kalau jalanan mulai menanjak) dan keringat bercucuran berusaha mengayuh becak tuanya. Bai Fang Li tinggal disebuah gubuk reot yang nyaris sudah mau rubuh, di daerah yang tergolong kumuh, bersama dengan banyak tukang becak, para penjual asongan dan pemulung lainnya. Gubuk itupun bukan miliknya, karena ia menyewanya secara harian. Perlengkapan di gubuk itu sangat sederhana. Hanya ada sebuah tikar tua yang telah robek- robek dipojok-pojoknya, tempat dimana ia biasa merebahkan tubuh penatnya setelah sepanjang hari mengayuh becak. Gubuk itu hanya merupakan satu ruang kecil dimana ia biasa merebahkan tubuhnya beristirahat, diruang itu juga ia menerima tamu yang butuh bantuannya, diruang itu juga ada sebuah kotak dari kardus yang berisi beberapa baju tua miliknya dan sebuah selimut tipis tua yang telah bertambal-tambal. Ada sebuah piring seng comel yang mungkin diambilnya dari tempat sampah dimana biasa ia makan, ada sebuah tempat minum dari kaleng. Dipojok
  • 45. ruangan tergantung sebuah lampu templok minyak tanah, lampu yang biasa dinyalakan untuk menerangi kegelapan di gubuk tua itu bila malam telah menjelang. Bai Fang Li tinggal sendirian digubuknya. Dan orang hanya tahu bahwa ia seorang pendatang. Tak ada yang tahu apakah ia mempunyai sanak saudara sedarah. Tapi nampaknya ia tak pernah merasa sendirian, banyak orang yang suka padanya, karena sifatnya yang murah hati dan suka menolong. Tangannya sangat ringan menolong orang yang membutuhkan bantuannya, dan itu dilakukannya dengan sukacita tanpa mengharapkan pujian atau balasan. Dari penghasilan yang diperolehnya selama seharian mengayuh becaknya, sebenarnya ia mampu untuk mendapatkan makanan dan minuman yang layak untuk dirinya dan membeli pakaian yang cukup bagus untuk menggantikan baju tuanya yang hanya sepasang dan sepatu bututnya yang sudah tak layak dipakai karena telah robek. Namun dia tidak melakukannya, karena semua uang hasil penghasilannya disumbangkannya kepada sebuah Yayasan sederhana yang biasa mengurusi dan menyantuni sekitar 300 anak-anak yatim piatu miskin di Tianjin. Yayasan yang juga mendidik anak-anak yatim piatu melalui sekolah yang ada. Hatinya sangat tersentuh ketika suatu ketika ia baru beristirahat setelah mengantar seorang pelanggannya. Ia menyaksikan seorang anak lelaki kurus berusia sekitar 6 tahun yang yang tengah menawarkan jasa untuk mengangkat barang seorang ibu yang baru berbelanja. Tubuh kecil itu nampak sempoyongan mengendong beban berat di pundaknya, namun terus dengan semangat melakukan tugasnya. Dan dengan kegembiraan yang sangat jelas terpancar dimukanya, ia menyambut upah beberapa uang recehan yang diberikan oleh ibu itu, dan dengan wajah menengadah ke langit bocah itu berguman, mungkin ia mengucapkan syukur pada Tuhan untuk rezeki yang diperolehnya hari itu. Beberapa kali ia perhatikan anak lelaki kecil itu menolong ibu-ibu yang berbelanja, dan menerima upah uang recehan. Kemudian ia lihat anak itu beranjak ketempat sampah, mengais-ngais sampah, dan waktu menemukan sepotong roti kecil yang kotor, ia bersihkan kotoran itu, dan memasukkan roti itu kemulutnya, menikmatinya dengan nikmat seolah itu makanan dari surga. Hati Bai Fang Li tercekat melihat itu, ia hampiri anak lelaki itu, dan berbagi makanannya dengan anak lelaki itu. Ia heran, mengapa anak itu tak membeli makanan untuk dirinya, padahal uang yang diperolehnya cukup banyak, dan tak akan habis bila hanya untuk sekedar membeli makanan sederhana. “Uang yang saya dapat untuk makan adik-adik saya” jawab anak itu. “Orang tuamu dimana?” tanya Bai Fang Li. “Saya tidak tahu, ayah ibu saya pemulung. Tapi sejak sebulan lalu setelah mereka pergi memulung, mereka tidak pernah pulang lagi. Saya harus bekerja untuk mencari makan untuk saya dan dua adik saya yang masih kecil” sahut anak itu. Bai Fang Li minta anak itu mengantarnya melihat ke dua adik anak lelaki bernama Wang Ming itu. Hati Bai Fang Li semakin merintih melihat kedua adik Wang Fing, dua anak perempuan kurus berumur 5 tahun dan 4 tahun. Kedua anak perempuan itu nampak menyedihkan sekali, kurus, kotor dengan pakaian yang compang camping.
  • 46. Bai Fang Li tidak menyalahkan kalau tetangga ketiga anak itu tidak terlalu perduli dengan situasi dan keadaan ketiga anak kecil yang tidak berdaya itu, karena memang mereka juga terbelit dalam kemiskinan yang sangat parah, jangankan untuk mengurus orang lain, mengurus diri mereka sendiri dan keluarga mereka saja mereka kesulitan. Bai Fang Li kemudian membawa ke tiga anak itu ke Yayasan yang biasa menampung anak yatim piatu miskin di Tianjin. Pada pengurus yayasan itu Bai Fang Li mengatakan bahwa ia setiap hari akan mengantarkan semua penghasilannya untuk membantu anak-anak miskin itu agar mereka mendapatkan makanan dan minuman yang layak dan mendapatkan perawatan dan pendidikan yang layak. Sejak saat itulah Bai Fang Li menghabiskan waktunya dengan mengayuh becaknya mulai jam 6 pagi sampai jam delapan malam dengan penuh semangat untuk mendapatkan uang. Seluruh uang penghasilannya setelah dipotong sewa gubuknya dan pembeli dua potong kue kismis untuk makan siangnya dan sepotong kecil daging dan sebutir telur untuk makan malamnya, seluruhnya ia sumbangkan ke Yayasan yatim piatu itu. Untuk sahabat-sahabat kecilnya yang kekurangan. Ia merasa sangat bahagia sekali melakukan semua itu, ditengah kesederhanaan dan keterbatasan dirinya. Merupakan kemewahan luar biasa bila ia beruntung mendapatkan pakaian rombeng yang masih cukup layak untuk dikenakan di tempat pembuangan sampah. Hanya perlu menjahit sedikit yang tergoyak dengan kain yang berbeda warna. Mhmmm… tapi masih cukup bagus… gumannya senang. Bai Fang Li mengayuh becak tuanya selama 365 hari setahun, tanpa perduli dengan cuaca yang silih berganti, ditengah badai salju turun yang membekukan tubuhnya atau dalam panas matahari yang sangat menyengat membakar tubuh kurusnya.“Tidak apa-apa saya menderita, yang penting biarlah anak-anak yang miskin itu dapat makanan yang layak dan dapat bersekolah. Dan saya bahagia melakukan semua ini,” katanya bila orang-orang menanyakan mengapa ia mau berkorban demikian besar untuk orang lain tanpa perduli dengan dirinya sendiri. Hari demi hari, bulan demi bulan dan tahun demi tahun, sehingga hampir 20 tahun Bai Fang Li menggenjot becaknya demi memperoleh uang untuk menambah donasinya pada yayasan yatim piatu di Tianjin itu. Saat berusia 90 tahun, dia mengantarkan tabungan terakhirnya sebesar RMB 500 (sekitar 650 ribu Rupiah) yang disimpannya dengan rapih dalam suatu kotak dan menyerahkannnya ke sekolah Yao Hua. Bai Fang Li berkata “Saya sudah tidak dapat mengayuh becak lagi. Saya tidak dapat menyumbang lagi. Ini mungkin uang terakhir yang dapat saya sumbangkan” katanya dengan sendu. Semua guru di sekolah itu menangis. Bai Fang Li wafat pada usia 93 tahun, ia meninggal dalam kemiskinan. Sekalipun begitu, dia telah menyumbangkan disepanjang hidupnya uang sebesarRMB 350.000 (kurs 1300, setara 455 juta Rupiah jika tidak salah) yang dia berikan kepada Yayasan yatim piatu dan sekolah-sekolah di Tianjin untuk menolong kurang lebih 300 anak-anak miskin.
  • 47. Foto terakhir yang orang punya mengenai dirinya adalah sebuah foto dirinya yang bertuliskan “Sebuah Cinta yang istimewa untuk seseorang yang luar biasa.”
  • 48. Jangan Terlalu sayang kepada benda Sepasang suami isteri seperti pasangan lain di kota-kota besar meninggalkan anak-anak diasuh pembantu rumah sewaktu bekerja. Anak tunggal pasangan ini perempuan cantik berusia tiga setengah tahun. Ia di rumah sendirian dan kerap kali dibiarkan pembantunya karena sibuk bekerja di dapur. Dia bermain bersama ayunan di atas buaian yang dibeli ayahnya, ataupun memetik bunga dan lain-lain di halaman rumahnya. Suatu hari dia melihat sebatang paku karat, dan ia pun mencoret lantai tempat mobil ayahnya diparkirkan, tetapi karena lantainya terbuat dari marmer maka coretan tidak kelihatan. Dicobanya lagi pada mobil baru ayahnya. Ya, karena mobil itu bewarna gelap, maka coretannya tampak jelas. Apalagi anak-anak ini pun membuat coretan sesuai dengan kreativitasnya. Hari itu ayah dan ibunya bermotor ke tempat kerja karena ingin menghindari macet. Setelah sebelah kanan mobil sudah penuh coretan maka ia beralih ke sebelah kiri mobil, dibuatnya gambar ibu dan ayahnya, gambarnya sendiri, lukisan ayam, kucing, dan lain sebagainya mengikuti imaginasinya. Kejadian itu berlangsung tanpa disadari oleh si pembantu rumah. Saat pulang petang, terkejutlah pasangan suami istri itu melihat mobil yang baru setahun dibeli dengan bayaran angsuran yang masih lama lunasnya. Si bapak yang belum lagi masuk ke rumah ini pun terus menjerit, “Kerjaan siapa ini !!!” …. Pembantu rumah yang tersentak dengan jeritan itu berlari keluar. Dia juga beristighfar. Mukanya merah padam ketakutan melihat wajah bengis tuannya. Sekali lagi diajukan pertanyaan keras kepadanya, dia terus mengatakan ‘ Saya tidak tahu tuan …” “Kamu dirumah sepanjang hari, apa saja yang kau lakukan?” hardik si isteri lagi. Si anak yang mendengar suara ayahnya, tiba-tiba berlari keluar dari kamarnya. Dengan penuh manja dia berkata “Dita yang membuat gambar itu ayahhh.. cantik kan!” katanya sambil memeluk ayahnya sambil bermanja seperti biasa. Si ayah yang sudah hilang kesabaran mengambil sebatang ranting kecil dari pohon di depan rumahnya, terus dipukulkannya berkali-kali ke telapak tangan anaknya. Si anak yang tak mengerti apa-apa menangis kesakitan, pedih sekaligus ketakutan. Puas memukul telapak tangan, si ayah memukul pula belakang tangan anaknya. Sedangkan Si ibu cuma mendiamkan saja, seolah merestui dan merasa puas dengan hukuman yang dikenakan. Pembantu rumah terbengong, tidak tahu harus berbuat apa… Si ayah cukup
  • 49. lama memukul-mukul tangan kanan dan kemudian ganti tangan kiri anaknya. Setelah si ayah masuk ke rumah diikuti si ibu, pembantu rumah tersebut menggendong anak kecil itu, membawanya ke kamar. Dia terperanjat melihat telapak tangan dan belakang tangan si anak kecil luka2 dan berdarah. Pembantu rumah memandikan anak kecil itu. Sambil menyiramnya dengan air, dia ikut menangis. Anak kecil itu juga menjerit-jerit menahan pedih saat luka- lukanya itu terkena air. Lalu si pembantu rumah menidurkan anak kecil itu. Si ayah sengaja membiarkan anak itu tidur bersama pembantu rumah. Keesokkan harinya, kedua belah tangan si anak bengkak. Pembantu rumah mengadu ke majikannya. “Oleskan obat saja!” jawab bapak si anak. Pulang dari kerja, dia tidak memperhatikan anak kecil itu yang menghabiskan waktu di kamar pembantu. Si ayah konon mau memberi pelajaran pada anaknya. Tiga hari berlalu, si ayah tidak pernah menjenguk anaknya sementara si ibu juga begitu, meski setiap hari bertanya kepada pembantu rumah. “Dita demam, Bu”…jawab pembantunya ringkas. “Kasih minum panadol aja ,” jawab si ibu. Sebelum si ibu masuk kamar tidur dia menjenguk kamar pembantunya. Saat dilihat anaknya Dita dalam pelukan pembantu rumah, dia menutup lagi pintu kamar pembantunya. Masuk hari keempat, pembantu rumah memberitahukan tuannya bahwa suhu badan Dita terlalu panas. “Sore nanti kita bawa ke klinik.. Pukul 5.00 sudah siap” kata majikannya itu. Sampai saatnya si anak yang sudah lemah dibawa ke klinik. Dokter mengarahkan agar ia dibawa ke rumah sakit karena keadaannya sudah serius. Setelah beberapa hari di rawat inap dokter memanggil bapak dan ibu anak itu. “Tidak ada pilihan..” kata dokter tersebut yang mengusulkan agar kedua tangan anak itu dipotong karena sakitnya sudah terlalu parah dan infeksi akut… “Ini sudah bernanah, demi menyelamatkan nyawanya maka kedua tangannya harus dipotong dari siku ke bawah” kata dokter itu. Si bapak dan ibu bagaikan terkena halilintar mendengar kata-kata itu. Terasa dunia berhenti berputar, tapi apa yang dapat dikatakan lagi. Si ibu meraung merangkul si anak. Dengan berat hati dan lelehan air mata isterinya, si ayah bergetar tangannya menandatangani surat persetujuan pembedahan. Keluar dari ruang bedah, selepas obat bius yang disuntikkan habis, si anak menangis kesakitan. Dia juga keheranan melihat kedua tangannya berbalut kasa putih. Ditatapnya muka ayah dan ibunya, kemudian ke wajah pembantu rumah. Dia mengerutkan dahi melihat mereka semua menangis. Dalam siksaan menahan sakit, si anak bersuara dalam linangan air mata. “Ayah.. ibu… Dita tidak akan melakukannya lagi…. Dita tak mau lagi ayah pukul. Dita tak mau jahat lagi… Dita sayang ayah..sayang ibu.”, katanya berulang kali membuatkan si ibu gagal menahan rasa sedihnya. “Dita juga sayang Mbok Narti..” katanya memandang wajah pembantu rumah, sekaligus membuat wanita itu meraung histeris.
  • 50. “Ayah.. kembalikan tangan Dita. Untuk apa diambil.. Dita janji tidak akan mengulanginya lagi! Bagaimana caranya Dita mau makan nanti?…Bagaimana Dita mau bermain nanti?… Dita janji tidak akan mencoret2 mobil lagi, ” katanya berulang-ulang. Serasa hancur hati si ibu mendengar kata-kata anaknya. Meraung-raung dia sekuat hati namun takdir yang sudah terjadi tiada manusia dapat menahannya, nasi sudah jadi bubur. Pada akhirnya si anak cantik itu meneruskan hidupnya tanpa kedua tangan dan ia masih belum mengerti mengapa tangannya tetap harus dipotong meski sudah minta maaf… Tahun demi tahun kedua orang tua tersebut menahan kepedihan dan kehancuran batin, sampai suatu saat sang ayah tak kuat lagi menahan kepedihannya dan wafat diiringi tangis penyesalannya yang tak bertepi. Namun si Anak dengan segala keterbatasan dan kekurangannya tersebut tetap hidup tegar bahkan sangat sayang dan selalu merindukan ayahnya.. Terkadang kita terlalu membanggakan, terlalu sayang akan barang-barang yang kita miliki melebihi kasih sayang kita terhadap anak maupun keluarga kita sendiri.
  • 51. Menikah dengan Orang Asing Tidak adil kalau bilang pria Indonesia tidak menghormati wanita, sedangkan bule tahu gimana mengambil hati wanita. Tapi secara umum fakta ini benar. Contohnya pada beberapa kasus cewek seperti berikut : Karena berat badan saya terus turun, saya minta pendapat: Gimana ya naikkin berat badan? Kok gue tambah kurus saban hari? Komentar pria Indonesia: Iya, lo makin kurus aja. Hati-hati loh, ntar tinggal tulang, mesti pake kasur dobel! Komentar pria bule: But you look sexy! Meski saya tahu si bule bohong besar, tapi paling ga dia menenangkan saya. Saya penyuka musik rock. Komentar pria Indonesia: Lo kayak ABG aja. Gue lebih suka klasik. Berkelas! Komentar pria bule: That’s fine, babe. I love it also. But I like classic too. I listen to all kinds. Waktu mengantar saya ke bandara dan saya membawa bagasi. Komentar pria Indonesia: Banyak banget, Wyd? Lo ngeborong ya kemaren? Sori nih, ga bisa bantu, gue juga bawa barang. Lo bisa kan narik koper lo sendiri? Ga berat, kan? Komentar pria bule: Let me take yours, honey. Seems you’re too small for that heavy luggage!
  • 52. Seorang klien dari Kanada menawari saya ‘lebih dekat’ dengannya dalam arti sebenarnya. Saya bilang: no way! Dia hanya tersenyum, meski sempat berusaha di lain waktu dengan hasil yang sama, tapi pekerjaan kami selesai sesuai jadwal. Seorang pria Indonesia yang bernegosiasi mewakili perusahaan tempatnya bekerja, menawari saya hal yang sama. Saya jawab: no way! Reaksinya: membatalkan kata sepakat yang telah terlontar meski baru lewat telpon. Alasannya: masih banyak relasi lain yang mau membeli barangnya dan ga keberatan diajak tidur! Waktu saya laporkan pada boss saya yang orang Amerika, dia ketawa kencang. Katanya: You know much better about your people. Seorang klien dari Amerika bertemu saya di suatu restoran. Dia datang dengan wajah ceria sambil membawa sebatang coklat karena tahu saya penggila coklat. Dia tampak amat tampan di mata saya malam itu. Seorang wakil perusahaan Indonesia mengajak saya bertemu di restoran untuk membahas spesifikasi barang. Setelah makan, dia nanya: Lo punya budget untuk ini semua, kan? Artinya, saya harus membayar semua tagihan malam itu! Saya lebih mudah bekerja dengan tangan kiri. Komentar pria Indonesia: Ihhh, lo kok makan pake tangan cebok, sih? Pria bule ga berkomentar apa-apa. Tapi seringkali juga kita mendengar Ada yang bilang suami bulenya tidak pernah membantu mengerjakan pekerjaan rumah tangga, sekalipun dia sangat "gallant" dalam hal membukakan pintu mobil atau memberi bunga dan hadiah-hadiah kecil lainnya. Yang menjadi persoalan juga, sering menyeleweng dan juga sering kali mabuk-mabukan. Bila sudah mabuk, wah keluar deh segala sumpah serapah yang tidak patut. Jika saya boleh menasehati, menikahlah dengan orang yang mencintai kita, yang hatinya baik dan pekerja keras, bukan pemalas. Soal gallant cukup masukkan dalam urutan yang kesekian saja, gallant atau tidaknya seseorang tergantung upbringing tetapi bisa diajarkan. Menikahi pria dari negara lain memang menuntut persyaratan dan ketentuan yang lebih rumit dibandingkan menikahi pria satu bangsa. Belum lagi urusan hukum dan status kewarganegaraan yang kerap kali menjadi kendala. Merasa senasib dan sepenanggungan,
  • 53. beberapa wanita pelaku kawin campur pun tergerak untuk membentuk sebuah komunitas yang anggotanya terdiri dari WNI yang menikah dengan WNA. Di Indonesia, ada beberapa komunitas sampai organisasi yang bisa menjadi wadah informasi dan silaturahmi sesama pelaku kawin campur, seperti Perca Indonesia, Srikandi, dan KPC. Pernikahan antar bangsa di Indonesia adalah sebuah keniscayaan, cuma harus memperhatikan undang-undang perkawinan no 1 tahun 74, karena kalo lihat pasal 58, bisa terancam kehilangan kewarganegaraan, dan anak kalau di Indonesia, hanya mengikuti kewarganegaraan ayah. Hanya dengan paduan 7 warna, lengkung pelangi sungguh teramat indah, apalagi karya agung Ilahi yang lain. Indonesia saja punya 1128 suku bangsa dan di dunia Tuhan menciptakan 196 negara, 193 anggota PBB, 3 belum jadi anggota PBB, Kosovo, Vatikan, dan Taiwan. Indahnya keberagaman adalah anugerahNya, dan dengan kasihNya dia mengikat semua dengan hanya satu hal, cahaya magis yang bersinar dari kedalaman hati, yaitu cinta.
  • 54. Luangkan waktu untuk keluargamu Setelah 21 tahun pernikahan kami, Istri saya ingin saya untuk membawa perempuan lain pergi makan malam dan menonton sebuah film. Dia mengatakan, “Aku mencintaimu, tapi aku tahu Perempuan lain ini mengasihimu dan dengan penuh cinta menghabiskan banyak waktunya untukmu”. Perempuan lain yang Istri sebutkan untuk saya kunjungi adalah IBU saya sendiri, yang telah menjadi janda selama 19 tahun, tetapi karena tuntutan kerja saya dan tiga Anak-anak telah membuat saya hanya mungkin untuk mengunjunginya sesekali saja. Malam itu aku menelepon untuk mengajak Ibu pergi keluar untuk makan malam dan menonton sebuah film. “Apa ada yang salah, apa kau baik-baik saja”, dia bertanya ? Ibu saya adalah tipe Wanita yang akan curiga bila ada sebuah panggilan di tengah malam ataupun ajakan yang tiba-tiba, adalah sebuah pertanda adanya berita yang tidak baik. “Saya berpikir bahwa akan menyenangkan bila kita bisa pergi keluar makan-malam bersama- sama”, jawab saya. “Hanya kita berdua”. Dia memikirkan hal itu sejenak, dan kemudian berkata, “Aku akan sangat senang sekali”. Hari Jumat itu sepulang kerja, saat aku berkendaraan untuk menjemputnya Saya sedikit Gugup. Ketika saya tiba di rumah, aku menyadari bahwa dia juga tampaknya Gugup .Dia menunggu di depan Pintu. Dia telah menata rambutnya dan memakai pakaian yang juga telah dipakainya untuk merayakan ulang-tahun pernikahannya yang terakhir kali. Dia tersenyum dengan wajah bersinar-sinar seakan-akan seperti wajah dari seorang malaikat. “Saya mengatakan kepada teman-teman bahwa aku akan pergi dengan anak-ku, dan mereka semua terkesan”, Dia mengatakan itu, saat ia masuk ke Mobil. “Mereka tidak sabar untuk mendengar cerita tentang pertemuan kita”. Kami pergi ke sebuah restoran yang, meskipun tidak mewah, sangat bagus dan nyaman. Ibu saya mengandeng lengan saya dan berjalan seolah-olah Dia adalah seorang ‘First Lady’. Setelah kami duduk, aku memilih Menu yang terdapat pada sebuah papan menu dengan tulisan-tulisan yang besar yang terdapat di dekat pintu masuk, aku mengangkat mataku dan melihat Ibu duduk di sana menatapku. Sambil tersenyum mengenang nostaligia kejadian dulu. “Dulu, aku yang harus memilihkan Menu ketika kamu masih kecil”, Katanya.
  • 55. ‘Kalau begitu, sekarang waktunya anda boleh bersantai dan membiarkan aku untuk memilihkan menunya untukmu”, Aku menjawab. Selama makan malam, kami melakukan percakapan yang menyenangkan, tidak ada yang Luar Biasa, hanya membicarakan kejadian yang dialami baru-baru ini satu sama lain dalam hidup kami. Kami berbicara begitu banyak sehingga kami ketinggalan untuk menonton film. Ketika kami tiba di rumahnya, Dia berkata, “Aku ingin pergi berjalan-jalan bersamamu lagi, tetapi hanya jika kamu membiarkan saya yang mengajakmu”. Aku setuju. ‘Bagaimana dengan acara makan malamnya ?”, tanya istriku begitu aku sampai di rumah. “Sangat menyenangkan. Jauh lebih menyenangkan dari yang aku bisa bayangkan”, jawabku. Beberapa hari kemudian, Ibu saya meninggal karena serangan jantung mendadak. Itu terjadi begitu tiba-tiba, sehingga aku tidak punya Waktu untuk melakukan apapun untuknya. Beberapa waktu kemudian, saya menerima surat dengan bukti pemesanan di sebuah restoran, dari restoran, tempat yang sama Ibu dan aku makan. Sebuah Catatan Terlampir: “Saya membayar pesanan ini di depan. Saya tidak yakin bahwa saya bisa berada di sana; Namun demikian, saya bayar untuk Dua porsi — Satu untukmu dan yang satunya lagi untuk istrimu. Kamu tidak akan pernah tahu betapa berartinya Malam itu bagiku. Aku mencintamu Anakku.” Pada saat itu, aku memahami betapa Pentingnya mengatakan padanya “I LOVE YOU!”, dan untuk memberikan cinta kita kepada mereka yang pantas menerimanya. Tidak ada hal lain dalam Hidup ini yang lebih penting daripada Tuhan dan keluarga Anda. Beri mereka waktu anda selagi ada.
  • 56. Ujian Nasional Kementerian pendidikan dan kebudayaan adalah kementerian yang menerima anggaran terbesar ketiga setelah kementerian pertahanan, kementerian agama, dan kesehatan. Anggaran pendidikan mencapai 80 trilyun pertahun, dan untuk UN saja 560 Milyar untuk ujian 7 setengah juta siswa. Pemerhati anak dan perempuan, Sri Woerjaningsih mengatakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) perlu melakukan kaji ulang Ujian Nasional (UN). Ini karena dampak yang tidak baik bagi anak."UN akan menimbulkan pemahaman yang keliru terhadap makna belajar di sekolah atau madrasah," ujar mantan Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Sri Woerjaningsih di Jakarta, Senin (7/4). Tujuan belajar semestinya mencari dalam rangka mencari ilmu, mengembangkan kecerdasan, dan akhlak mulia berubah menjadi sekedar meraih kelulusan UN melalui mata pelajaran UN."Akibatnya mata pelajaran yang tidak ada di UN, menjadi nomor dua. Termasuk gurunya," ujar dia. Kondisi itu diperparah oleh sistem pelaksanaan UN yang tidak jujur. Setiap kali ada pelaksanaan UN hampir pasti muncul aroma yang cukup tajam bahwa ada beberapa sekolah yang tidak jujur. Artinya, sekolah membantu siswa dalam mengerjakan soal UN. "UN telah berlaku tidak adil terhadap siswa yang menjalani proses pendidikan di sekolah yang masih tertinggal, miskin sarana prasarana, ketiadaan guru yang profesional, proses belajar-mengajar seadanya, dan keterbatasan akses terhadap sumber belajar," ujar perempuan yang akrab disapa Giwo Rubianto. Mereka dipaksa untuk bisa menghasilkan nilai yang sama dengan siswa dari sekolah yang sudah maju, fasilitas lengkap, guru memadai, dan punya akses yang luas. Masukan dan proses yang berbeda akan menghasilkan output yang berbeda pula. Siswa dengan latar belakang ekonomi keluarga kuat akan mampu membayar bimbingan belajar di luar sekolah dan mampu menyediakan buku serta bahan ajar yang memadai sehingga kemungkinan untuk lulus UN menjadi lebih besar. Sementara itu, siswa dari keluarga miskin akan mengalami kesulitan membayar. Anggaran ekstra untuk bimbingan belajar di luar sekolah dan tidak mampu menyediakan buku dan bahan ajar lainnya. Karena itu, kemungkinan lulus menjadi lebih kecil. "Hasil UN telah mendiskriminasi siswa yang tidak lulus untuk masuk pada pendidikan yang bagus pada jenjang berikutnya." Dia mengharapkan Kemdikbud melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan UN di Tanah Air agar tidak menjadi pintu masuk ketidakadilan pada anak.
  • 57. Ujian dilaksanakan, tetapi apa yang terjadi. 20 paket soal banyak bocoran soal jawabannya, ada yang dijual 300 ribu dan pengawas melihat, tetapi tidak berani melaporkan karena takut siswanya diancam oleh sekolah lain. Ada kunci jawaban yang ditawarkan 12 juta rupiah sehingga anak-anak satu sekolah iuran masing-masing supaya bisa mendapatkan jawaban tersebut, terjadilah curang berjamaah. Dasar pendidikan itu bertukar pikiran, bukan paksaan dan semata-mata kepatuhan. Sekolah adalah tempat belajar ilmu menguraikan bukan semata-mata ilmu menghapalkan, pendidikan memberikan pencerahan dan memerdekakan bukan membawa ke kegelapan dan menjadikan anak stress dalam tekanan. Tetapi apa daya 7 juta siswa tetap harus ikut UN, padahal kita tahu anak bukan batu bata yang harus diukur dibandingkan distandarisasikan sama rata karena oleh sang pencipta mereka masing-masing diberi keistimewaan, mereka hidup di zaman kreatif yang bentuk ekspresi keunikan potensi, bukan di era Industri yang menuntut efisiensi dan standarisasi semata. W.S. Rendra pada tahun 1977 menulis di puisinya tentang sajak anak muda, jika Daya hidup telah diganti oleh nafsu, sekedar lulus dengan berbagai cara, Pencerahan telah diganti oleh pembatasan, anak diperlakukan seragam, maka kita hanya akan menghasilkan angkatan yang gagap dan berbahaya yang menghalalkan cara-cara curang secara berjamaah. SAJAK ANAK MUDA Oleh W.S. Rendra Kita adalah angkatan gagap yang diperanakkan oleh angkatan takabur. Kita kurang pendidikan resmi di dalam hal keadilan, karena tidak diajarkan berpolitik, dan tidak diajar dasar ilmu hukum Kita melihat kabur pribadi orang, karena tidak diajarkan kebatinan atau ilmu jiwa. Kita tidak mengerti uraian pikiran lurus, karena tidak diajar filsafat atau logika. Apakah kita tidak dimaksud untuk mengerti itu semua ? Apakah kita hanya dipersiapkan untuk menjadi alat saja ? inilah gambaran rata-rata pemuda tamatan SLA, pemuda menjelang dewasa. Dasar pendidikan kita adalah kepatuhan. Bukan pertukaran pikiran. Ilmu sekolah adalah ilmu hafalan, dan bukan ilmu latihan menguraikan. Dasar keadilan di dalam pergaulan, serta pengetahuan akan kelakuan manusia, sebagai kelompok atau sebagai pribadi, tidak dianggap sebagai ilmu yang perlu dikaji dan diuji. Kenyataan di dunia menjadi remang-remang. Gejala-gejala yang muncul lalu lalang, tidak bisa kita hubung-hubungkan. Kita marah pada diri sendiri Kita sebal terhadap masa depan. Lalu akhirnya, menikmati masa bodoh dan santai. Di dalam kegagapan, kita hanya bisa membeli dan memakai tanpa bisa mencipta.
  • 58. Kita tidak bisa memimpin, tetapi hanya bisa berkuasa, persis seperti bapak-bapak kita. Pendidikan negeri ini berkiblat ke Barat. Di sana anak-anak memang disiapkan Untuk menjadi alat dari industri. Dan industri mereka berjalan tanpa berhenti. Tetapi kita dipersiapkan menjadi alat apa? Kita hanya menjadi alat birokrasi ! Dan birokrasi menjadi berlebihan tanpa kegunaan menjadi benalu di dahan. Gelap. Pandanganku gelap. Pendidikan tidak memberi pencerahan. Latihan-latihan tidak memberi pekerjaan Gelap. Keluh kesahku gelap. Orang yang hidup di dalam pengangguran. Apakah yang terjadi di sekitarku ini ? Karena tidak bisa kita tafsirkan, lebih enak kita lari ke dalam puisi ganja. Apakah artinya tanda-tanda yang rumit ini ? Apakah ini ? Apakah ini ? Ah, di dalam kemabukan, wajah berdarah akan terlihat sebagai bulan. Mengapa harus kita terima hidup begini ? Seseorang berhak diberi ijazah dokter, dianggap sebagai orang terpelajar, tanpa diuji pengetahuannya akan keadilan. Dan bila ada ada tirani merajalela, ia diam tidak bicara, kerjanya cuma menyuntik saja. Bagaimana ? Apakah kita akan terus diam saja. Mahasiswa-mahasiswa ilmu hokum dianggap sebagi bendera-bendera upacara, sementara hukum dikhianati berulang kali. Mahasiswa-mahasiswa ilmu ekonomi dianggap bunga plastik, sementara ada kebangkrutan dan banyak korupsi. Kita berada di dalam pusaran tatawarna yang ajaib dan tidak terbaca. Kita berada di dalam penjara kabut yang memabukkan. Tangan kita menggapai untuk mencari pegangan. Dan bila luput, kita memukul dan mencakar ke arah udara Kita adalah angkatan gagap. Yang diperankan oleh angkatan kurang ajar. Daya hidup telah diganti oleh nafsu.
  • 59. Pencerahan telah diganti oleh pembatasan. Kita adalah angkatan yang berbahaya. Pejambon, Jakarta, 23 Juni 1977
  • 60. Bermain piano untuk Ibu Saya seorang mantan guru sekolah musik dari Desa Moines, Iowa. Saya mendapat nafkah dengan mengajar piano-selama lebih dari 30 tahun. Selama itu, saya menyadari tiap anak punya kemampuan musik yang berbeda. Tapi saya tidak pernah merasa telah menolong walaupun saya telah mengajar beberapa murid berbakat. Walaupun begitu, saya ingin bercerita tentang murid yang “tertantang secara musik”. Contohnya adalah Robby. Robby berumur 11 tahun, ketika ibunya memasukkan dia dalam les untuk pertama kalinya. Saya lebih senang kalau murid (khususnya laki-laki) mulai ketika lebih muda, saya jelaskan itu pada Robby. Tapi Robby berkata, ibunya selalu ingin mendengar dia bermain piano. Jadi saya jadikan dia murid. Robby memulai les pianonya dan dari awal saya pikir dia tidak ada harapan.Robby mencoba, tapi dia tak mempunyai perasaan nada maupun irama dasar yang perlu dipelajari. Tapi dia mempelajari benar-benar tangga nada dan beberapa pelajaran awal yang saya wajibkan untuk dipelajari semua murid. Selama beberapa bulan, dia mencoba terus dan saya mendengarnya dengan ngeri dan terus mencoba menyemangatinya. Setiap akhir pelajaran mingguannya, dia berkata, “Ibu saya akan mendengar saya bermain pada suatu hari.” Tapi rasanya sia-sia saja. Dia memang tak berkemampuan sejak lahir. Saya hanya mengetahui ibunya dari jauh ketika menurunkan Robby atau menjemput Robby. Dia hanya tersenyum dan melambaikan tangan tapi tidak pernah turun. Pada suatu hari, Robby tidak datang lagi ke les kami. Saya berpikir untuk menghubunginya, tapi karena ketidakmampuannya, mungkin dia mau les yang lain saja. Saya juga senang dia tidak datang lagi. Dia menjadi iklan yang buruk untuk pengajaran saya! Beberapa minggu sesudahnya, saya mengirimkan brosur ke tiap murid, mengenai pertunjukan yang akan dilaksanakan. Yang mengagetkan saya, Robby (yang juga menerima brosur) menanyakan saya apakah dia bisa ikut pertunjukan itu.
  • 61. Saya katakan kepadanya, pertunjukan itu untuk murid yang ada sekarang dan karena dia telah keluar, tentu dia tak bisa ikut. Dia katakan bahwa ibunya sakit sehingga tak bisa mengantarnya ke les, tapi dia tetap terus berlatih. “Bu Hondrof… saya mau main!” dia memaksa. Saya tidak tahu apa yang membuat saya akhirnya membolehkan dia main di pertunjukan itu. Mungkin karena kegigihannya atau mungkin ada sesuatu yang berkata dalam hati saya bahwa dia akan baik-baik saja. Malam pertunjukan datang. Aula itu dipenuhi dengan orang tua, teman, dan relasi. Saya menaruh Robby pada urutan terakhir sebelum saya ke depan untuk berterima kasih dan memainkan bagian terakhir. Saya rasa kesalahan yang dia buat akan terjadi pada akhir acaradan saya bisa menutupinya dengan permainan dari saya. Pertunjukan itu berlangsung tanpa masalah. Murid-murid telah berlatih dan hasilnya bagus, lalu Robby naik ke panggung, bajunya kusut dan rambutnya bagaikan baru dikocok. “Kenapa dia tak berpakaian seperti murid lainnya?” pikir saya. “Kenapa ibunya tidak menyisir rambutnya setidaknya untuk malam ini?” Robby menarik kursi piano dan mulai. Saya terkejut ketika dia menyatakan bahwa dia telah memilih Mozart’s Concerto#21 in C Major. Saya tidak dapat bersiap untuk mendengarnya.Jarinya ringan di tuts nada, bahkan menari dengan gesit. Dia berpindah dari pianossimo ke fortissimo... dari allegro ke virtuoso. Akord tergantungnya yang diinginkan Mozart sangat mengagumkan! Saya tak pernah mendengar lagu Mozart dimainkan orang seumur dia sebagus itu! Setelah enam setengah menit, dia mengakhirinya dengan crescendo besar dan semua terpaku disana dengan tepuk tangan yang meriah. Dalam air mata, saya naik ke panggung dan memeluk Robby dengan sukacita. “Saya belum pernah mendengar kau bermain seperti itu, Robby! Bagaimana kau melakukannya?“ Melalui pengeras suara Robby menjawab, “Bu Hondorf…ingat saya berkata bahwa ibu saya sakit? Ya, sebenarnya dia sakit kanker dan dia telah berlalu pagi ini. Dan sebenarnya... dia tuli sejak lahir jadi hari inilah dia pertama kali mendengar saya bermain. Saya ingin bermain secara khusus.” Tidak ada satu pun mata yang kering malam itu. Ketika orang-orang dari Layanan sosial membawa Robby dari panggung ke ruang pemeliharaan, saya menyadari meskipun mata mereka merah dan bengkak, betapa hidup saya jauh lebih berarti karena mengambil Robby sebagai murid saya. Tidak, saya tidak pernah menjadi penolong, tapi malam itu saya menjadi orang yang ditolong Robby. Dialah gurunya dan sayalah muridnya. Karena dialah yang mengajarkan saya arti ketekunan, kasih, percaya pada dirimu sendiri, dan bahkan mau memberi kesempatan pada seseorang yang tak anda ketahui mengapa. Peristiwa ini semakin berarti ketika, setelah bermain di Desert Storm, Robby terbunuh oleh pengeboman yang tak masuk akal oleh Alfred P. Murrah Federal Building di Oklahoma pada April 1995, ketika dilaporkan... dia sedang main piano.
  • 62. Kekerasan pada Anak Yang dimaksud kekerasan seksual pada anak adalah apabila seseorang menggunakan anak untuk mendapatkan kenikmatan atau kepuasan seksual, tidak terbatas pada hubungan seks saja. Tindakan-tindakan yang juga termasuk kekerasan seksual pada anak seperti menyentuh tubuh anak secara seksual, baik si anak memakai pakaian atau tidak, segala bentuk penetrasi seks, termasuk penetrasi ke mulut anak menggunakan benda atau anggota tubuh, membuat / memaksa anak terlibat dalam aktivitas seksual, secara sengaja melakukan aktivitas seksual di hadapan anak, atau tidak melindungi dan mencegah anak menyaksikan aktivitas seksual yang dilakukan orang lain, membuat, mendistribusikan dan menampilkan gambar atau film yang mengandung adegan anak-anak dalam pose atau tindakan tidak senonoh, dan memperlihatkan kepada anak, gambar, foto atau film yang menampilkan aktivitas seksual. Kenapa korban penganiayaan seksual menutup rapat kejadian yang menimpanya? Karena sebagian besar pelaku adalah orang yang dikenal dekat, anak-anak biasanya merasa bingung dan tidak tahu harus mengadu pada siapa serta bagaimana menceritakan kejadiannya. Selain itu, pelaku juga sering memanfaatkan rasa takut anak, rasa malu dan rasa bersalah anak atas kekerasan yang menimpa. Bahkan mungkin juga si pelaku mengancam untuk menyakiti si anak, orang tuanya, atau adik dan kakaknya bila anak mengadu. Kita harus mengajarkan anak sejak kecil underwear rule, kalau ada anak kecil dicolek di area baju renangnya, ajarkan dia untuk teriak siapapun yang menyentuhnya. Sejak tahun 1998, data komnas perempuan mengatakan ada 20 perempuan mengalami kekerasan seksual, 12 orang setiap hari diperkosa di Indonesia, korban termuda adalah nv berusia 8 bulan, dan data komnas anak-anak mengatakan di tahun 2013 ada 3023 kasus kekerasan, artinya 8 anak per hari menjadi korban kekerasan, 60% pelakunya orang tuanya sendiri, dan 58% itu adalah kekerasan seksual. Hal ini seharusnya menjadi lampu merah yang semoga presiden kita atau anggota dewan kita yang baru mau memikirkan hal ini, bukan cuma soal ekonomi. Belum habis kekagetan kita melihat dugaan kejahatan seksual atas seorang anak di sekolah di suatu sekolah internasional ternama di Jakarta, muncul lagi berita tentang adanya kemungkinan korban-korban lain. Ada dua kasus di Amerika Serikat yang cukup menghentak
  • 63. kesadaran masyarakat, karena kekejian seksual justru dilakukan oleh orang-orang yang sepertinya tidak akan mungkin berbuat demikian. Dalam pengumuman Jaksa David J Hickton dari Kantor Kejaksaan Amerika Serikat, Distrik Pennsylvania Barat pada 25 April 2014 disebutkan, seorang pemuka agama, David Dzermejko (65) diganjar hukuman penjara. Vonis 36 bulan penjara yang dilanjutkan dengan pembebasan bersyarat selama 12 tahun itu terkait dengan kepemilikan bahan-bahan bacaan yang berkaitan dengan eksploitasi seksual terhadap anak di bawah umur. Pada 11 Januari 2013, terpidana itu terbukti memiliki lebih dari 100 foto dalam bentuk file gambar computer yang menampilkan penistaan bocah-bocah lelaki, remaja dan pra-remaja. File-file itu ditemukan di dalam beberapa komputer dan peralatan peralatan lain yang terkait dengan komputer yang disita dari bekas tempat tinggal Dzermejko di Pittsburgh, Pennsylvania. Di negara bagian lain, Kantor Kejaksaan Amerika Serikat, Distrik Maryland, pada 21 April 2014 mengumumkan perihal hukuman pidana terkait dengan penyimpangan syahwat oleh seorang perwira Angkatan Udara, yaitu William S Gazafi (44). Terpidana mengaku bersalah atas 6 gugatan pelecehan anak di bawah umur, termasuk seorang bayi. Pada 15 Agustus 2013, terpidana mengobrol secara daring di suatu situs yang membahas perilaku hubungan sedarah dengan seorang petugas yang menyamar. Terpidana memperbincangkan ketertarikan syahwat terhadap anak-anak kecil dan menyombongkan diri telah membuat teler dan menistakan beberapa anak kecil, termasuk seorang bayi. Iwan Fals membuat lirik yang sangat menarik karena menyindir orang tua yang cuma menitipkan anak ke sekolah atas dasar kebendaaan dan gengsi semata, dan tidak mengajarkan watak. Sekolahlah biasa saja nak, jangan pintar pintar sebab percuma. Latihlah bibirmu agar pandai berkicau sebab mereka sangat perlu kicau yang merdu. Sekolah buatmu hanya perlu untuk titel Entah itu titel didapat atau titel mukjizat. Sekolah buatmu hanya perlu untuk gengsi agar mudah bergaul tentu banyak relasi. Jadilah penjilat yang paling tepat, karirmu cepat uang tentu dapat. Jadilah Dorna jangan jadi Bima, sebab seorang Dorna punya lidah sejuta. Hidup sudah susah jangan dibikin susah, cari saja senang walau banyak hutang. Munafik sedikit jangan terlalu jujur, sebab orang jujur hanya ada di komik. Jadilah kancil jangan buaya, sebab seekor kancil sadar akan bahaya. Jadilah bandit berkedok jagoan agar semua sangka engkau seorang pahlawan. Jadilah bunglon jangan sapi, sebab seekor bunglon pandai baca situasi. Jadilah karet jangan besi, sebab yang namanya karet paham kondisi. Sindiran yang sangat menarik untuk sekolah yang dijadikan sebagai institusi bisnis bukan institusi pendidikan. Padahal suara anak kepada orang tua hanya satu, “Ibu bapak, kami bukan robot tanpa hati. Kami bukan cita-cita masa lalumu yang tak bisa kamu capai lalu kamu paksakan lewat diri kami. Kami bukan etalase ibu bapak untuk memamerkan gengsi bapak. Percayalah ibu bapak, kami akan selalu cinta kamu, dan cita-cita kami semua sederhana. Kami hanya ingin menjadi anak yang bisa melantunkan doa dengan fasih, yang tak pernah putus untukmu hingga akhir masa”. Kejahatan seksual kepada anak di bawah umur adalah
  • 64. perbuatan keji dan kejam, karena dari setiap anak selalu membawa harapan untuk memperbaiki kehidupan.
  • 65. Hubungan Suami istri setelah bertahun-tahun Priya menikah dengan Hitesh. Pada pesta pernikahan, ibu Priya memberinya sebuah buku tabungan. Di dalamnya berisi tabungan sejumlah Rs.1000 (Rp 246.000). Dia berkata, “Priya, terimalah buku tabungan ini. Gunakan sebagai buku catatan dari kehidupan pernikahanmu. Jika ada satu peristiwa bahagia atau yang bisa dikenang, masukkan sejumlah uang tabungan di dalamnya. Tulis kejadian yang kamu alami di baris catatan yang ada di sampingnya. Semakin besar kenangan terhadap peristiwa itu, masukkan uang tabungan yang lebih besar. Ibu sudah melakukan di awal pernikahanmu ini. Lakukan selanjutnya bersama Hitesh. Saat kamu melihat kembali tahun-tahun yang telah berlalu, kamu akan mengetahui betapa bahagianya kehidupan pernikahan yang kamu miliki.” Priya memberitahukan hal ini kepada Hitesh setelah pesta usai. Mereka berdua setuju bahwa ini adalah ide yang sangat bagus dan mereka tidak sabar menanti saatnya untuk memasukkan tambahan uang tabungan ke dalam buku itu. Ini yang mereka lakukan setelah beberapa waktu : - 7 Feb : Rs 100 (Rp 24.600), perayaan ultah pertama untuk Hitesh setelah menikah. - 1 Maret : Rs 300 (Rp 73.800), gaji Priya naik - 20 Maret : Rs 200 (Rp 49.200), berlibur ke Bali - 15 April : Rs 2.000 (Rp 492.000), Priya hamil - 1 Juni ; Rs 1,000 (Rp 246.000), Hitesh dipromosikan … dan seterusnya … Akan tetapi setelah beberapa tahun berlalu, mereka mulai beradu pendapat dan bertengkar untuk hal-hal yang sepele. Mereka saling diam. Mereka menyesal telah menikahi orang yang paling buruk di dunia … tidak ada lagi cinta … sesuatu yang sangat tipikal di masa ini. Suatu hari Priya berkata pada ibunya, “Ibu, kami tidak bisa bertahan lagi. Kami setuju untuk bercerai. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana saya telah memutuskan menikah dengan orang ini!” Ibunya menjawab, “Baiklah, apa pun yang kamu ingin kerjakan kalau sudah tidak bisa bertahan. Tetapi sebelum kamu melangkah lebih jauh, tolong lakukan hal ini. Ingat buku
  • 66. tabungan yang ibu berikan saat pesta pernikahan kalian? Ambil semua uangnya dan belanjakan sampai habis. Kamu tidak bisa terus menyimpan catatan di buku tabungan itu untuk sebuah pernikahan yang buruk.” Priya berpikir bahwa itu benar. Jadi dia pergi ke bank, menunggu di antrian dan berencana menutup buku tabungan itu. Ketika menunggu, dia melihat catatan yang ada di buku tabungan di tangannya. Dia melihat, melihat, dan melihat. Kemudian ingatan akan semua kebahagiaan dan sukacita di masa-masa yang telah lewat muncul kembali di pikirannya. Air mata menggenang dan berurai di pipinya. Kemudian dia bergegas meninggalkan bank dan pulang. Ketika sampai di rumah, Priya memberikan buku tabungan itu pada Hitesh, dan memintanya untuk memasukkan sejumlah uang ke tabungan itu sebelum mereka bercerai. Hari esoknya, Hitesh mengembalikan buku tabungan itu pada Priya. Dia menemukan tambahan tabungan sebesar Rs 5000 (Rp 1.230.000) dengan catatan di dalam buku tabungan: ‘Ini adalah hari dimana saya menyadari betapa saya mencintaimu sepanjang tahun-tahun yang telah kita lewati. Betapa besar kebahagiaan telah kamu bawa untukku.” Mereka berdua berpelukan dan menangis, dan meletakkan buku tabungan itu kembali di tempat semula. Anda tahu berapa uang yang terkumpul saat mereka pensiun? Saya tidak bertanya pada mereka. Saya percaya uang bukan masalah lagi setelah mereka berhasil melalui tahun-tahun yang indah di sepanjang kehidupan pernikahan mereka. * * * * * “Saat engkau jatuh, jangan melihat tempat di mana kamu jatuh, tetapi lihatlah tempat di mana kamu mulanya tergelincir. “ = Hidup adalah memperbaiki kesalahan-kesalahan =
  • 67. Cintai produk Indonesia Siapa bilang orang Indonesia miskin?. Jakarta dengan penduduk 10 juta lebih, punya 173 mall, berarti 1 mall untuk 58 ribu orang dan targetnya 1 mall harus 50 ribu orang, sehingga nanti kalau penduduk kita 250 juta akan dibangun nanti 5 ribu mall di Indonesia, sementara jumlah rumah sakit di Indonesia cuma 1959 dan mereka bilang Singapura itu 5,2 juta mallnya, padahal 20% yang belanja ke Singapura orang Indonesia, dengan belanja 2,3 juta dolar pertahun. Kalimat ‘cintai produk dalam negeri’, ‘gunakan produk Indonesia’ atau kalimat lain sejenis acap kita dengar. ‘Mantra’ tersebut bukan saja didengungkan oleh pemerintah semata, tetapi juga oleh pelaku usaha swasta, bahkan masyarakat konsumen. Tentu tak ada yang salah dengan kalimat itu. Bahkan, di negara maju pun, seperti di Australia, hal semacam itu masih lazim didengungkan. Untuk memperkuat hal tersebut, Pemerintah Indonesia kemudian membuat suatu jargon bertajuk “100% cinta produk Indonesia”. Jargon itu diluncurkan tentu bukan karena tak ada sebab musabab. Semenjak meratifikasi WTO dan ditandatanganinya perjanjian perdagangan bebas antara negara-negara ASEAN (termasuk Indonesia) dengan negara lain seperti Korea (ASEAN Korea Free Trade Agreement/AKFTA), Australia (ASEAN Australia New Zeland FTA), ASEAN China (ACFTA) serta negara Uni Eropa dan Amerika Serikat, kini pasar Indonesia telah terkepung oleh berbagai produk impor. Baik berupa barang dan atau bahkan sektor jasa. Apalagi produk barang yang berasal dari negeri tirai bambu, sedemikian melimpah ruah. Atas dasar itu, kampanye “ayo cintai produk Indonesia” menjadi sangat relevan dilakukan. Tetapi, beberapa pertanyaan sederhana dan mendasar patut direnungkan. Misalnya, apakah kebijakan dan regulasi yang ditelorkan pemerintah juga kondusif untuk pelaksanaan kampanye tersebut, atau malah sebaliknya? Selain itu, apakah sejatinya yang disebut dengan produk asli Indonesia, apakah hanya karena barang (dan atau jasa) tersebut diolah dan didistribusikan di pasar Indonesia?. Lantas, bagaimana suatu barang/jasa dapat dikatakan produk Indonesia? Untuk itu, kita perlu mendefinisi ulang tentang produk Indoensia. Boleh saja suatu barang dibuat di negeri Indonesia. Pasarnya pun juga di Indonesia. Tetapi sangat boleh jadi barang/jasa tersebut
  • 68. bukan produk asli Indonesia. Mengapa demikian? Ada dua hal mendasar yang patut dikemukakan. Pertama, seberapa tinggikah kandungan impor barang tersebut, dan sebaliknya, berapa persen pula kandungan lokalnya. Ambil contoh produk yang bernama tempe, sebuah makanan tradisional kegemaran masyarakat Indonesia. Sangat boleh jadi tempe yang kita konsumsi saat ini bukan merupakan produk (asli) Indonesia, karena bahan baku utama tempe (yaitu kedelai) 70 persen masih dimpor dari Amerika, dan negara lainnya. Juga dengan komoditas lainnya. Jadi, jika kandungan impornya sangat dominan, terhadap barang apapun, masih layakkah disebut sebagai produk Indonesia?. Kedua, siapakah gerangan pemilik saham perusahaan pembuat barang/jasa tersebut? Sangat boleh jadi bahan baku utama, proses pembuatannya, dan pendistribusian barang tersebut di Indonesia. Tetapi, faktanya perusahaan tersebut dimiliki oleh pihak asing. Misalnya, kita tentu amat lazim dengan air mineral Aqua. Bahan baku utama Aqua adalah mata air pegunungan di Indonesia. Tetapi 100 persen kepemilikan saham perusahaan yang memproduksi Aqua adalah pihak asing (Danone). Demikian juga dengan merek rokok yang bernama Djisamsoe. Benar rokok tersebut dibuat oleh PT HM Sampoerna, yang berlokasi di Sidoarjo, Jawa Timur. Tapi kini, PT HM Sampoerna 100 persen sahamnya telah dimiliki oleh PT Philip Morris Internasional (Amerika Serikat). Dan seabrek contoh lainnya, termasuk komoditas yang bernama garam. Lagi-lagi, sebuah produk yang berkarakter demikian, sejatinya tak layak menyandang predikat sebagai produk (asli) Indonesia. Telah disinggung sebelumnya, bahwa sudah lama Pemerintah Indonesia meratifikasi WTO (World Trade Organisation). Demikian juga untuk level ASEAN, Indonesia juga sudah terikat kontrak dengan suatu perjanjian perdagangan yang bernama AFTA, ASEAN Free Trade Agreement. Dengan dengan demikian, praktis pasar Indonesia adalah ruang bebas yang siapa pun boleh menjamahnya, tanpa kecuali. Benar, sepertinya fenomena pasar bebas, nyaris tak bisa dihindarkan oleh negara manapun, termasuk Indonesia. Namun persoalannya, inilah perbedaan diametral antara Pemerintah Indonesia dengan pemerintah negara lain. Negara lain, termasuk China, sebelum meratifikasi WTO, mereka telah terlebih dahulu membuat regulasi dan kebijakan yang berfungsi untuk melindungi kepentingan nasional, baik pada sektor pelaku usaha, atau bahkan untuk konsumennya. Namun, tidak demikian halnya dengan pemerintah Indonesia. Tidak kurang dari 70 persen, baik produk barang dan atau sektor jasa, praktis telah “dihibahkan” secara penuh demi kepentingan dan kepemilikan asing. Usaha mendorong konsumen dan masyarakat Indonesia untuk mencintai dan menggunakan produk dalam negeri, patut didukung. Dan seyogyanya masyarakat konsumen di Indonesia juga harus mulai mereposisi “ideologi” dan politik belanjanya. Kalau masih bisa berbelanja di pasar tradisional, mengapa harus pergi ke hipermarket yang dimiliki oleh asing? Lagi pula, iming-iming harga murah yang oleh promosi hipermarket (dan juga minimarket asing), hanyalah lips service saja. Perubahan perilaku dan politik belanja konsumen, bukan persoalan “nasionalisme” semata, tapi juga untuk menjaga kontinyuitas perekonomian Indonesia secara umum. Sebab, ketika
  • 69. kita mengonsumsi jeruk santang misalnya, maka yang akan diuntungkan adalah petani di China. Bukan petani jeruk di Medan atau di Pontianak. Malah yang terjadi sebaliknya, petani jeruk di kedua daerah tersebut, akan sekarat, karena jeruknya kalah bersaing dan tidak laku di pasaran. “Mata” seorang konsumen, dalam menggunakan suatu barang dan atau jasa, tidak hanya bersifat tunggal. Tidak hanya memperhatikan aspek kualitasnya saja. Perspektif konsumen musti meluas, dan komprehensif. Aspek lingkungan global, ekonomi makro, bahkan aspek hak asasi manusia juga musti menjadi perhatian konsumen. Oleh karenanya, pemerintah harus konsisten. Janganlah masyarakat dan konsumen Indonesia didorong untuk menggunakan produk barang dan jasa dalam negeri, tetapi kebijakan dan regulasi pemerintah malah sebaliknya; mereduksi pasar dalam negeri secara sistematis. Pemerintah membuka keran pasar impor seluas mungkin, sehingga pasar Indonesia digerojok habis dengan produk impor. Sehingga, konsumen sangat kesulitan untuk memilih dan menentukan barang/jasa mana yang benar-benar produk (asli) Indonesia. Tanpa adanya kebijakan dan regulasi yang berpihak pada kepentingan pasar dan masyarakat Indonesia, maka kampanye untuk mencintai dan menggunakan produk dalam negeri, adalah bentuk kamuflase dan omong kosong belaka. Bahkan merupakan bentuk pengelabuhan dan pengalihan tanggung jawab yang dilakukan oleh negara. Bicara mengenai uang, Indonesia tidak miskin, cuma kita lihat pemilik mobil termahal di dunia Hassanal Bolkiah punya 2567 mobil, tidak pernah disita oleh KPK, tapi yang punya 46 disita KPK, jadi permasalahannya bukan apa merknya tapi bagaimana mendapatkannya, janganlah menjadi kaya kalau sendiri, tapi mengaku kere kalau berteman.
  • 70. Jangan “Ngambek” Berkepanjangan Sebuah salah pengertian yang mengakibatkan kehancuran sebuah rumah tangga. Tatkala nilai akhir sebuah kehidupan sudah terbuka, tetapi segalanya sudah terlambat. Membawa nenek untuk tinggal bersama menghabiskan masa tuanya bersama kami, malah telah menghianati ikrar cinta yg telah kami buat selama ini. Setelah 2 tahun menikah, saya dan suami setuju menjemput nenek di kampung untuk tinggal bersama. Sejak kecil suami saya telah kehilangan ayahnya, dia adalah satu-satunya harapan nenek, nenek pula yang membesarkannya dan menyekolahkan dia hingga tamat kuliah. Saya terus mengangguk tanda setuju, kami segera menyiapkan sebuah kamar yang menghadap taman untuk nenek, agar dia dapat berjemur, menanam bunga dan sebagainya. Suami berdiri di depan kamar yang sangat kaya dengan sinar matahari, tidak sepatah katapun yang terucap, tiba-tiba saja dia mengangkat saya dan memutar-mutar saya seperti adegan dalam film India dan berkata : “Mari,kita jemput nenek di kampung”. Suami berbadan tinggi besar, aku suka sekali menyandarkan kepalaku ke dadanya yang bidang, ada suatu perasaan nyaman dan aman disana. Aku seperti sebuah boneka kecil yang kapan saja bisa diangkat dan dimasukan kedalam kantongnya. Kalau terjadi selisih paham diantara kami, dia suka tiba-tiba mengangkatku tinggi-tinggi diatas kepalanya dan diputar- putar sampai aku berteriak ketakutan baru diturunkan. Aku sungguh menikmati saat-saat seperti itu. Kebiasaan nenek di kampung tidak berubah. Aku suka sekali menghias rumah dengan bunga segar, sampai akhirnya nenek tidak tahan lagi dan berkata kepada suami : “Istri kamu hidup foya-foya, buat apa beli bunga? Kan bunga tidak bisa dimakan?” Aku menjelaskannya kepada nenek : “Ibu, rumah dengan bunga segar membuat rumah terasa lebih nyaman dan suasana hati lebih gembira. “Nenek berlalu sambil mendumel, suamiku berkata sambil tertawa : “Ibu, ini kebiasaan orang kota, lambat laun ibu akan terbiasa juga.” Nenek tidak protes lagi, tetapi setiap kali melihatku pulang sambil membawa bunga, dia tidak bisa menahan diri untuk bertanya berapa harga bunga itu, setiap mendengar jawabanku dia selalu mencibir sambil menggeleng-gelengkan kepala. Setiap membawa pulang barang belanjaan, dia selalu tanya itu berapa harganya, ini berapa. Setiap aku jawab, dia selalu berdecak dengan suara keras. Suamiku memencet hidungku sambil berkata : “Putriku, kan kamu bisa berbohong. Jangan katakan harga yang sebenarnya.” Lambat laun, keharmonisan dalam rumah tanggaku mulai terusik.
  • 71. Nenek sangat tidak bisa menerima melihat suamiku bangun pagi menyiapkan sarapan pagi untuk dia sendiri, di mata nenek seorang anak laki-laki masuk ke dapur adalah hal yang sangat memalukan. Di meja makan, wajah nenek selalu cemberut dan aku sengaja seperti tidak mengetahuinya. Nenek selalu membuat bunyi-bunyian dengan alat makan seperti sumpit dan sendok, itulah cara dia protes. Aku adalah instrukstur tari, seharian terus menari membuat badanku sangat letih, aku tidak ingin membuang waktu istirahatku dengan bangun pagi apalagi disaat musim dingin. Nenek kadang juga suka membantuku di dapur, tetapi makin dibantu aku menjadi semakin repot, misalnya ; dia suka menyimpan semua kantong-kantong bekas belanjaan, dikumpulkan bisa untuk dijual katanya. Jadilah rumahku seperti tempat pemulungan kantong plastik, dimana- mana terlihat kantong plastik besar tempat semua kumpulan kantong plastik. Kebiasaan nenek mencuci piring bekas makan tidak menggunakan cairan pencuci, agar supaya dia tidak tersinggung, aku selalu mencucinya sekali lagi pada saat dia sudah tidur. Suatu hari, nenek mendapati aku sedang mencuci piring malam harinya, dia segera masuk ke kamar sambil membanting pintu dan menangis. Suamiku jadi serba salah, malam itu kami tidur seperti orang bisu, aku coba bermanja-manja dengan dia, tetapi dia tidak perduli. Aku menjadi kecewa dan marah. “Apa salahku?” Dia melotot sambil berkata : “Kenapa tidak kamu biarkan saja? Apakah memakan dengan pring itu bisa membuatmu mati?” Aku dan nenek tidak bertegur sapa untuk waktu yang cukup lama, suasana mejadi kaku. Suamiku menjadi sangat kikuk, tidak tahu harus berpihak pada siapa? Nenek tidak lagi membiarkan suamiku masuk ke dapur, setiap pagi dia selalu bangun lebih pagi dan menyiapkan sarapan untuknya, suatu kebahagiaan terpancar di wajahnya jika melihat suamiku makan dengan lahap, dengan sinar mata yang seakan mencemohku sewaktu melihat padaku, seakan berkata dimana tanggung jawabmu sebagai seorang istri? Demi menjaga suasana pagi hari tidak terganggu, aku selalu membeli makanan diluar pada saat berangkat kerja. Saat tidur, suami berkata : “Lu di, apakah kamu merasa masakan ibu tidak enak dan tidak bersih sehingga kamu tidak pernah makan di rumah?” sambil memunggungiku dia berkata tanpa menghiraukan air mata yang mengalir di kedua belah pipiku. Dan dia akhirnya berkata : “Anggaplah ini sebuah permintaanku, makanlah bersama kami setiap pagi. “Aku mengiyakannya dan kembali ke meja makan yang serba canggung itu. Pagi itu nenek memasak bubur, kami sedang makan dan tiba-tiba ada suatu perasaan yang sangat mual menimpaku, seakan-akan isi perut mau keluar semua. Aku menahannya sambil berlari ke kamar mandi, sampai disana aku segera mengeluarkan semua isi perut. Setelah agak reda, aku melihat suamiku berdiri didepan pintu kamar mandi dan memandangku dengan sinar mata yg tajam, diluar sana terdengar suara tangisan nenek dan berkata-kata dengan bahasa daerahnya. Aku terdiam dan terbengong tanpa bisa berkata-kata. Sungguh bukan sengaja aku berbuat demikian! Pertama kali dalam perkawinanku, aku bertengkar hebat dengan suamiku, nenek melihat kami dengan mata merah dan berjalan menjauh. Suamiku segera mengejarnya keluar rumah. Selama 3 hari suamiku tidak pulang ke rumah dan tidak juga meneleponku. Aku sangat kecewa, semenjak kedatangan nenek di rumah ini, aku sudah banyak mengalah, mau
  • 72. bagaimana lagi? Entah kenapa aku selalu merasa mual dan kehilangan nafsu makan ditambah lagi dengan keadaan rumahku yang kacau, sungguh sangat menyebalkan. Akhirnya teman sekerjaku berkata : “Lu Di, sebaiknya kamu periksa ke dokter. “Hasil pemeriksaan menyatakan aku sedang hamil. Aku baru sadar mengapa aku mual-mual pagi itu. Sebuah berita gembira yang terselip juga kesedihan. Mengapa suami dan nenek sebagai orang yg berpengalaman tidak berpikir sampai sejauh itu? Di pintu masuk rumah sakit aku melihat suamiku, 3 hari tidak bertemu dia berubah drastis, muka kusut kurang tidur, aku ingin segera berlalu tetapi rasa iba membuatku tertegun dan memanggilnya. Dia melihat ke arahku tetapi seakan akan tidak mengenaliku lagi, pandangan matanya penuh dengan kebencian dan itu melukaiku. Aku berkata pada diriku sendiri, jangan lagi melihatnya dan segera memanggil taksi. Padahal aku ingin memberitahunya bahwa kami akan segera memiliki seorang anak. Dan berharap aku akan diangkatnya tinggi-tinggi dan diputar-putar sampai aku minta ampun, tetapi mimpiku tidak menjadi kenyataan. Didalam taksi air mataku mengalir dengan deras. Mengapa kesalahpahaman ini berakibat sangat buruk? Sampai di rumah aku berbaring di ranjang memikirkan peristiwa tadi, memikirkan sinar matanya yang penuh dengan kebencian, aku menangis dengan sedihnya. Tengah malam, aku mendengar suara orang membuka laci, aku menyalakan lampu dan melihat dia dengan wajah berlinang air mata sedang mengambil uang dan buku tabungannya. Aku menatapnya dengan dingin tanpa berkata-kata. Dia seperti tidak melihatku saja dan segera berlalu. Sepertinya dia sudah memutuskan untuk meninggalkan aku. Sungguh lelaki yang sangat picik, dalam saat begini dia masih bisa membedakan antara cinta dengan uang. Aku tersenyum sambil menitikan air mata. Aku tidak masuk kerja keesokan harinya, aku ingin secepatnya membereskan masalah ini, aku akan membicarakan semua masalah ini dan pergi mencarinya di kantornya. Di kantornya aku bertemu dengan seketarisnya yg melihatku dengan wajah bingung. “Ibunya pak direktur baru saja mengalami kecelakaan lalu lintas dan sedang berada di rumah sakit. Mulutku terbuka lebar. Aku segera menuju rumah sakit dan saat menemukannya, nenek sudah meninggal. Suamiku tidak pernah menatapku, wajahnya kaku. Aku memandang jasad nenek yang terbujur kaku. Sambil menangis aku menjerit dalam hati : “Tuhan, mengapa ini bisa terjadi?” Sampai selesai upacara pemakaman, suamiku tidak pernah bertegur sapa denganku, jika memandangku selalu dengan pandangan penuh dengan kebencian. Peristiwa kecelakaan itu aku juga tahu dari orang lain, pagi itu nenek berjalan ke arah terminal, rupanya dia mau kembali ke kampung. Suamiku mengejar sambil berlari, nenek juga berlari makin cepat sampai tidak melihat sebuah bus yang datang ke arahnya dengan kencang. Aku baru mengerti mengapa pandangan suamiku penuh dengan kebencian. Jika aku tidak muntah pagi itu, jika kami tidak bertengkar, jika di matanya, akulah penyebab kematian nenek. Suamiku pindah ke kamar nenek, setiap malam pulang kerja dengan badan penuh dengan bau asap rokok dan alkohol. Aku merasa bersalah tetapi juga merasa harga diriku terinjak-injak. Aku ingin menjelaskan bahwa semua ini bukan salahku dan juga memberitahunya bahwa kami akan segera mempunyai anak. Tetapi melihat sinar matanya, aku tidak pernah
  • 73. menjelaskan masalah ini. Aku rela dipukul atau dimaki-maki olehnya walaupun ini bukan salahku. Waktu berlalu dengan sangat lambat. Kami hidup serumah tetapi seperti tidak mengenal satu sama lain. Dia pulang makin larut malam. Suasana tegang didalam rumah. Suatu hari, aku berjalan melewati sebuah café, melalui keremangan lampu dan kisi-kisi jendela, aku melihat suamiku dengan seorang wanita didalam. Dia sedang menyibak rambut sang gadis dengan mesra. Aku tertegun dan mengerti apa yg telah terjadi. Aku masuk kedalam dan berdiri di depan mereka sambil menatap tajam kearahnya. Aku tidak menangis juga tidak berkata apapun karena aku juga tidak tahu harus berkata apa. Sang gadis melihatku dan ke arah suamiku dan segera hendak berlalu. Tetapi dicegah oleh suamiku dan menatap kembali ke arahku dengan sinar mata yg tidak kalah tajam dariku. Suara detak jangtungku terasa sangat keras, setiap detak suara seperti suara menuju kematian. Akhirnya aku mengalah dan berlalu dari hadapan mereka, jika tidak mungkin aku akan jatuh bersama bayiku dihadapan mereka. Malam itu dia tidak pulang ke rumah. Seakan menjelaskan padaku apa yang telah terjadi. Sepeninggal nenek, rajutan cinta kasih kami juga sepertinya telah berakhir. Dia tidak kembali lagi ke rumah, kadang sewaktu pulang ke rumah, aku mendapati lemari seperti bekas dibongkar. Aku tahu dia kembali mengambil barang-barang keperluannya. Aku tidak ingin menelepon dia walaupun kadang terbersit suatu keinginan untuk menjelaskan semua ini. Tetapi itu tidak terjadi, semua berlalu begitu saja. Aku mulai hidup seorang diri, pergi check kandungan seorang diri. Setiap kali melihat sepasang suami istri sedang cek kandungan bersama, hati ini serasa hancur. Teman-teman menyarankan agar aku membuang saja bayi ini, tetapi aku seperti orang yang sedang histeris mempertahankan miliknya. Hitung-hitung sebagai pembuktian kepada nenek bahwa aku tidak bersalah. Suatu hari pulang kerja, aku melihat dia duduk didepan ruang tamu. Ruangan penuh dengan asap rokok dan ada selembar kertas diatas meja, tidak perlu tanya aku juga tahu surat apa itu. 2 bulan hidup sendiri, aku sudah bisa mengontrol emosi. Sambil membuka mantel dan topi aku berkata kepadanya: “Tunggu sebentar, aku akan segera menanda tanganinya”. Dia melihatku dengan pandangan awut-awutan demikian juga aku. Aku berkata pada diri sendiri, jangan menangis, jangan menangis. Mata ini terasa sakit sekali tetapi aku terus bertahan agar air mata ini tidak keluar. Selesai membuka mantel, aku berjalan ke arahnya dan ternyata dia memperhatikan perutku yang agak membuncit. Sambil duduk di kursi, aku menanda tangani surat itu dan menyodorkan kepadanya. “Lu di, kamu hamil?” Semenjak nenek meninggal, itulah pertama kali dia berbicara kepadaku. Aku tidak bisa lagi membendung air mataku yang mengalir keluar dengan derasnya. Aku menjawab: “Iya, tetapi tidak apa-apa. Kamu sudah boleh pergi”. Dia tidak pergi, dalam keremangan ruangan kami saling berpandangan. Perlahan-lahan dia membungkukan badannya ke tanganku, air matanya terasa menembus lengan bajuku. Tetapi di lubuk hatiku, semua sudah berlalu, banyak hal yg sudah pergi dan tidak bisa diambil kembali. Entah sudah berapa kali aku mendengar dia mengucapkan kata : “Maafkan aku, maafkan aku”. Aku pernah berpikir untuk memaafkannya tetapi tidak bisa. Tatapan matanya di cafe itu
  • 74. tidak akan pernah aku lupakan. Cinta diantara kami telah ada sebuah luka yg menganga. Semua ini adalah sebuah akibat kesengajaan darinya. Berharap dinding es itu akan mencair, tetapi yang telah berlalu tidak akan pernah kembali. Hanya sewaktu memikirkan bayiku, aku bisa bertahan untuk terus hidup. Terhadapnya, hatiku dingin bagaikan es, tidak pernah menyentuh semua makanan pembelian dia, tidak menerima semua hadiah pemberiannya tidak juga berbicara lagi dengannya. Sejak menandatangani surat itu, semua cintaku padanya sudah berlalu, harapanku telah lenyap tidak berbekas. Kadang dia mencoba masuk ke kamar untuk tidur bersamaku, aku segera berlalu ke ruang tamu, dia terpaksa kembali ke kamar nenek. Malam hari, terdengar suara orang mengerang dari kamar nenek tetapi aku tidak perduli. Itu adalah permainan dia dari dulu. Jika aku tidak perduli padanya, dia akan berpura-pura sakit sampai aku menghampirinya dan bertanya apa yang sakit. Dia lalu akan memelukku sambil tertawa terbahak-bahak. Dia lupa, itu adalah dulu, saat cintaku masih membara, sekarang apa lagi yang aku miliki? Begitu seterusnya, setiap malam aku mendengar suara orang mengerang sampai anakku lahir. Hampir setiap hari dia selalu membeli barang-barang perlengkapan bayi, perlengkapan anak- anak dan buku-buku bacaan untuk anak-anak. Setumpuk demi setumpuk sampai kamarnya penuh sesak dengan barang-barang. Aku tahu dia mencoba menarik simpatiku tetapi aku tidak bergeming. Terpaksa dia mengurung diri dalam kamar, malam hari dari kamarnya selalu terdengar suara pencetan keyboard komputer. Mungkin dia lagi tergila-gila chatting dan berpacaran di dunia maya pikirku. Bagiku itu bukan lagi suatu masalah. Suatu malam di musim semi, perutku tiba-tiba terasa sangat sakit dan aku berteriak dengan suara yang keras. Dia segera berlari masuk ke kamar, sepertinya dia tidak pernah tidur. Saat inilah yang ditunggu-tunggu olehnya. Aku digendongnya dan berlari mencari taksi ke rumah sakit. Sepanjang jalan, dia mengenggam dengan erat tanganku, menghapus keringat dingin yg mengalir di dahiku. Sampai di rumah sakit, aku segera digendongnya menuju ruang bersalin. Di punggungnya yang kurus kering, aku terbaring dengan hangat dalam dekapannya. Sepanjang hidupku, siapa lagi yang mencintaiku sedemikian rupa jika bukan dia? Sampai dipintu ruang bersalin, dia memandangku dengan tatapan penuh kasih sayang saat aku didorong menuju persalinan, sambil menahan sakit aku masih sempat tersenyum padanya. Keluar dari ruang bersalin, dia memandang aku dan anakku dengan wajah penuh dengan air mata sambil tersenyum bahagia. Aku memegang tanganya, dia membalas memandangku dengan bahagia, tersenyum dan menangis lalu terjerambab ke lantai. Aku berteriak histeris memanggil namanya. Setelah sadar, dia tersenyum tetapi tidak bisa membuka matanya, aku pernah berpikir tidak akan lagi meneteskan sebutir air matapun untuknya, tetapi kenyataannya tidak demikian, aku tidak pernah merasakan sesakit saat ini. Kata dokter, kanker hatinya sudah sampai pada stadium mematikan, bisa bertahan sampai hari ini sudah merupakan sebuah mukjijat. Aku tanya kapankah kanker itu terdeteksi? 5 bulan yg lalu kata dokter, bersiap-siaplah menghadapi kemungkinan terburuk. Aku tidak lagi perduli dengan nasehat perawat, aku segera pulang ke rumah dan ke kamar nenek lalu menyalakan komputer.
  • 75. Ternyata selama ini suara orang mengerang adalah benar apa adanya, aku masih berpikir dia sedang bersandiwara. Sebuah surat yang sangat panjang ada di dalam komputer yg ditujukan kepada anak kami. “Anakku, demi dirimu aku terus bertahan, sampai aku bisa melihatmu. Itu adalah harapanku. Aku tahu dalam hidup ini, kita akan menghadapi semua bentuk kebahagiaan dan kekecewaan, sungguh bahagia jika aku bisa melaluinya bersamamu tetapi ayah tidak mempunyai kesempatan untuk itu. Di dalam komputer ini, ayah mencoba memberikan saran dan nasehat terhadap segala kemungkinan hidup yang akan kamu hadapi. Kamu boleh mempertimbangkan saran ayah. “Anakku, selesai menulis surat ini, ayah merasa telah menemanimu hidup selama bertahun - tahun. Ayah sungguh bahagia. Cintailah ibumu, dia sungguh menderita, dia adalah orang yang paling mencintaimu dan adalah orang yang paling ayah cintai”. Mulai dari kejadian yang mungkin akan terjadi sejak TK, SD, SMP, SMA sampai kuliah, semua tertulis dengan lengkap didalamnya. Dia juga menulis sebuah surat untukku. “Kasihku, dapat menikahimu adalah hal yang paling bahagia aku rasakan dalam hidup ini. Maafkan salahku, maafkan aku tidak pernah memberitahumu tentang penyakitku. Aku tidak mau kesehatan bayi kita terganggu oleh karenanya. Kasihku, jika engkau menangis sewaktu membaca surat ini, berarti kau telah memaafkan aku. Terima kasih atas cintamu padaku selama ini. Hadiah- hadiah ini aku tidak punya kesempatan untuk memberikannya pada anak kita. Pada bungkusan hadiah tertulis semua tahun pemberian padanya”. Kembali ke rumah sakit, suamiku masih terbaring lemah. Aku menggendong anak kami dan membaringkannya diatas dadanya sambil berkata : “Sayang, bukalah matamu sebentar saja, lihatlah anak kita. Aku mau dia merasakan kasih sayang dan hangatnya pelukan ayahnya”. Dengan susah payah dia membuka matanya, tersenyum, anak itu tetap dalam dekapannya, dengan tangannya yang mungil memegangi tangan ayahnya yang kurus dan lemah. Tidak tahu aku sudah menjepret berapa kali momen itu dengan kamera di tangan sambil berurai air mata. Mungkin saat ini air mata kalian sedang jatuh mengalir atau mata masih sembab sehabis menangis, ingatlah pesan dari cerita ini : “Jika ada sesuatu yg mengganjal di hati diantara kalian yang saling mengasihi, sebaiknya utarakanlah jangan simpan didalam hati. Siapa tahu apa yang akan terjadi besok? Ada sebuah pertanyaan : Jika kita tahu besok adalah hari kiamat, apakah kita akan menyesali semua hal yang telah kita perbuat? atau apa yang telah kita ucapkan? Sebelum segalanya menjadi terlambat, pikirlah matang-matang semua yang akan kita lakukan sebelum kita menyesalinya seumur hidup.

×