Bentuk-Bentuk Pengajaran Individual

4,051 views

Published on

Published in: Education
0 Comments
4 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
4,051
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
74
Comments
0
Likes
4
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Bentuk-Bentuk Pengajaran Individual

  1. 1. BENTUK-BENTUK PENGAJARAN INDIVIDUAL <ul><li>Riska Yuni P </li></ul><ul><li>Kardiana Metha </li></ul><ul><li>Dwika Anggraeni </li></ul><ul><li>Lukman Nur Hidayat </li></ul>
  2. 2. Pengajaran Berprograma <ul><li>Pengajaran berprograma merupakan suatu pola pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk mempelajari bahan pelajaran tertentu. </li></ul><ul><li>Setiap bagian merupakan suatu mata rantai </li></ul>
  3. 3. Ciri- ciri <ul><li>Bahan dipecah-pecah menjadi bagian-bagian kecil </li></ul><ul><li>Terdapat soal pada setiap bingkai </li></ul><ul><li>Terdapat ketentuan langsung apakah murid merespon dengan benar ataukah salah </li></ul><ul><li>Bingkai disusun dari sederhana ke yang lebih kompleks, atau dari yang mudah ke yang sukar. </li></ul>
  4. 4. <ul><li>Pelaksanaan pengajaran berprograma ini dapat mengikuti tiga pola yaitu: </li></ul><ul><ul><li>Pola program linear </li></ul></ul><ul><ul><li>Pola program bercabang, dan </li></ul></ul><ul><ul><li>Pola klasikal. </li></ul></ul><ul><ul><li>Pembagian pengajaran berprograma menjadi 3 pola ini berdasarkan atau sesuai dengan garis kemajuan setiap para murid dalam menyelesaikan setiap progamnya. </li></ul></ul>
  5. 5. Pola Program Linear <ul><li>Dikatakan linear karena cara murid menyelesaikan program adalah berturut turut dari bingkai satu – ke bingkai dua- ke bingkai tiga- dan seterusnya. </li></ul><ul><li>Setiap bidang atau bingkai berisikan pertanyaan yang harus dijawab oleh siswa. </li></ul>
  6. 6. Alasan Skinner Tentang Pola Liniear <ul><li>Skinner berpendapat bahwa kesalahan atau kegagalan murid harus dihindari sejauh mungkin </li></ul><ul><li>Skinner berpendapat bahwa murid akan benar-benar belajar jika ia terlibat secara aktif didalam proses belajar </li></ul><ul><li>Dalam setipa langkah belajar murid harus merasakan bahwa aktifitas yang dilakukannya memperoleh sukses </li></ul>
  7. 7. <ul><li>Langkah- langkah pembelajaran </li></ul><ul><li>Murid mempelajari bahan pelajaran yang tercantum pada unit informasi </li></ul><ul><li>setelah mempelajari materi pada unit informasi tersebut diatas murid dihadapkan dengan tugas atau pertanyaan yang harus dikerjakan sebagai bahan latihan </li></ul><ul><li>murid mencocokkan jawaban atau hasil pekerjaan dengan kunci jawaban . </li></ul>
  8. 8. Skema Pembelajaran Pola Linear 1 2 5 4 3
  9. 9. Pola Program Bercabang <ul><li>Dikemukakan oleh ahli bernama Crowder. Perbedaan pendapat antara Skinner dan Crowder antara lain: </li></ul><ul><li>Crowder berpendapat bahwa murid tidak harus merespon dengan benar. </li></ul><ul><li>Bahan pelajaran tidak perlu dipenggal-penggal menjadi unit bahan yang kecil sekali </li></ul>
  10. 10. <ul><li>Informasi </li></ul><ul><li>Informasi pada tipe ini lebih luas dan banyak apabila dibandingkan dengan tipe Skinner </li></ul><ul><li>Pertanyaan </li></ul><ul><li>Tiap pertanyaan disertai dengan kemungkinan jawaban yang dapat dipilih oleh murid seperi bentuk pilihan ganda. Oleh karena itu, tipe ini disebut tipe Multiple Choice </li></ul><ul><li>Pengecekan </li></ul><ul><li>Pengecekan kadang-kadang hanya berupa kata-kata yang membenarkan dan menyalahkan respon murid. </li></ul>
  11. 11. Langkah-langkah pembelajaran <ul><li>mempelajari petunjuk yang ditulis pada halaman pertama </li></ul><ul><li>Murid mempelajari informasi yang disajikan didalam bingkai pertama, kemudian memberi respon atas pertanyaan yang dicantumkan </li></ul><ul><li>Murid mengecek respon tersebut pada bingkai yang telah ditunjukkan dengan pilihannya tadi. </li></ul>
  12. 12. Pola Klasikal <ul><li>Pelaksanaan pola ini semua murid dalam satu kelas mempelajari terlebih dahulu suatu langkah atau mata rantai dalam buku teks program dan menjawab pertanyaan yang disajikan dalam buku kerja siswa. </li></ul><ul><li>Selanjutnya guru bersama-sama murid membicarakan jawaban yang tepat dan jawaban yang salah serta mengoreksi sesuai dengan jenis kesalahan yang dijawab murid. </li></ul>
  13. 13. PENGAJARAN BERBANTUAN KOMPUTER <ul><li>Pengajaran yang menggunakan komputer sebagai alat bantu dapat dilengkapi dengan media lainnya seperti tape recorder, earphones, proyector untuk slide dan film </li></ul>
  14. 14. <ul><li>Komputer dapat memberikan bermacam-macam bantuan seperti: </li></ul><ul><li>Menyimpan bahan pelajaran yang dapat dimanfaatkan kapan saja diperlukan </li></ul><ul><li>Memberikan informasi tentang berbagai referensi </li></ul><ul><li>Memberikan informasi tentang ruang belajar, siswa, dan tenaga pengajar </li></ul><ul><li>Memberikan informasi tentang hasil belajar siswa </li></ul><ul><li>Menyarankan kegiatan-kegiatan belajar yang diperlukan oleh seorang siswa </li></ul><ul><li>menilai kembali pekerjaan </li></ul><ul><li>memberikan tugas-tugas baru untk dikerjakan selanjutnya </li></ul>
  15. 15. <ul><li>Peranan komputer dalam pendidikan </li></ul><ul><li>Komputer memiliki kemampuan untuk mengontrol dan menata berbagai materi pembelajaran (film, autio tape). Dalam pembelajaran, ada dua macam komputer dilihat dari fungsinya yaitu </li></ul><ul><li>1. computer assisted instruction </li></ul><ul><li>2. computer managed instruction </li></ul>
  16. 16. <ul><li>Komputer untuk manajemen pengajaran </li></ul><ul><li>Komputer yang digunakan untuk tujuan pendidikan, baik yang dipergunakan untuk belajar dalam kelompok kecil maupun belajar individual disebut Computer Assisted Learning (CAL). Tugas utama komputer ini adalah </li></ul><ul><ul><li>Menskor tes </li></ul></ul><ul><ul><li>Mendiagnosis kelemahan-kelemahan siswa </li></ul></ul><ul><ul><li>Menyarankan kegiatan-kegiatan yang perlu dilakukan </li></ul></ul><ul><ul><li>Menulis laporan tentang hasil belajar siswa </li></ul></ul>
  17. 17. <ul><li>CBIMS dapat memberi laporan tertulis kepada tenaga pengajar tentang nama siswa, tugas yang sedang dikerjakan siswa, tujuan yang harus dicapai dengan tugas tersebut, dan hasil belajar siswa yaitu skor tes yang telah ditempuhnya </li></ul>
  18. 18. <ul><li>Kelebihan pengajaran berbantuan komputer antara lain: </li></ul><ul><li>Pengajaran dapat diulang-ulang dengan mutu yang konsisten </li></ul><ul><li>Komputer tidak mungkin lelah, kesal, sentimen, dan sebagainya </li></ul><ul><li>Pelajaran dap dilakukan di mana saja dan kapan saja </li></ul><ul><li>Komputersecara intrinsik menarik, sehingga mningkatkan perhatian dan daya serap siswa </li></ul>
  19. 19. <ul><li>Potensi kemanfaatan </li></ul><ul><li>Mengatasi kekurngan guru dengan melengkapi keterampilan guru </li></ul><ul><li>Meningkatkan mutu pengajaran </li></ul><ul><li>Melengkapi kebutuhan laboratorium </li></ul><ul><li>Meningkatkan perluasan kesempatan belajar </li></ul><ul><li>Kendala yang dihadapi </li></ul><ul><li>Pengadaan perangkat komputer </li></ul><ul><li>Apresiasi komputer yang masih terbatas </li></ul><ul><li>Sikap lingkungan pendidikan </li></ul><ul><li>Keterbatasan perangkat ajar </li></ul><ul><li>Masyarakat PBK masih terbatas sekarang </li></ul>
  20. 20. PENGAJARAN AUDIO-TUTORIAL <ul><li>siswa belajar sendiri dalam booth semacam bilik kecil yang dilengkapi dengan audio tape </li></ul><ul><li>siswa diarahkan kepada berbagai kegiatan belajar berupa mendengarkan pelajaran yang direkam, bacaan, melihat slide dan film </li></ul>
  21. 21. <ul><li>Mempersiapkan Pengajaran melalui Audio-Tutorial </li></ul><ul><li>Merumuskan tujuan pengajaran menurut unit-unit tertentu. </li></ul><ul><li>Menentukan media pengajaran yang mudah diperoleh dan alat-alat bantu pengajaran yang relevan dengan tujuan </li></ul><ul><li>Guru segera memilih media dan metode pengajaran yang sesuai dengan tujuan. </li></ul>
  22. 22. <ul><li>Menyusun kegiatan belajar menurut urutan bahan pelajaran yang telah ditentukan </li></ul><ul><li>Mempersiapkan alat-alat audio-tape, cassette dan alat-alat lainnya sebagai bahan rekaman </li></ul><ul><li>Merekam script dan mengedisinya secara cermat dan teliti. </li></ul><ul><li>Rekaman terakhir sebagai uji coba langkah ke-6. Guru memilih yang siap untuk disajikan dalam pengajaran. Edisi film, gambar dan alat-alat nyata merupakan alat pembantu yang khas dalam audio tutorial. </li></ul>
  23. 23. <ul><li>Contoh audio tutorial </li></ul><ul><li>video tutorial corel draw X4 </li></ul><ul><li>video tutorial photoshop </li></ul><ul><li>video tutorial kesalahan dalam sholat </li></ul>
  24. 24. PENGAJARAN MODUL <ul><li>Modul ialah suatu kesatuan yang bulat dan lengkap, yang terdiri dari serangkaian kegiatan belajar yang secara empiris telah terbukti memberi hasil belajar yang efektif untuk mencapai tujuan yang dirumuskan secara jelas dan spesifik </li></ul><ul><li>Pengajaran modul adalah pengajaran yang sebagian atau seluruhnya terdiri atas modul. </li></ul>
  25. 25. Tujuan Modul <ul><li>Memberi kesempatan untuk memilih suatu mata pelajaran, </li></ul><ul><li>Membuka kesempatan bagi siswa untuk belajar menurut kecepatannya masing-masing dan, belajar menurut caranya masing-masing, </li></ul><ul><li>Memberikan aneka ragam kegiatan instruksional, </li></ul><ul><li>Mengadakan penilaian yang sering tentang kemajuan dan kelemahan siswa, </li></ul><ul><li>Menyelidiki atau memeberikan modul remedial untuk mengolah kembali seluruh bahan yang telah diberikan guna pemantapan dan perbaikan, </li></ul><ul><li>Memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengenal kelebihan dan kelemahannya serta memperbaiki kelemahannya melalui modul remedial ulangan atau variasi dalam cara belajar. </li></ul>
  26. 26. Keuntungan pengajaran modul
  27. 27. <ul><li>Bagi siswa </li></ul><ul><li>Memberikan balikan (feedback) , </li></ul><ul><li>Penugasan Tuntas (mastery ), </li></ul><ul><li>Tujuan yang disusun jelas, spesifik dan dapat dicapai oleh siswa , </li></ul><ul><li>Membimbing siswa untuk mencapai sukses, </li></ul><ul><li>Menyesuaikan dengan perbedaan individual siswa, </li></ul><ul><li>Mengurangi rasa persaingan dikalangan siswa, </li></ul><ul><li>Memberikan kesempatan untuk pelajaran remedial. </li></ul>
  28. 28. <ul><li>Bagi guru </li></ul><ul><li>Rasa kepuasan </li></ul><ul><li>Memberikan kesempatan yang lebih besar dan waktu yang lebih banyak kepada guru untuk memberikan bantuan dan perhatian individual, </li></ul><ul><li>Guru mendapat waktu yang lebih banyak untuk memberikan pelajaran, </li></ul><ul><li>Guru bebas dari persiapan mengajar karena telah tersedia dalam modul, </li></ul><ul><li>Modul dapat digunakan oleh berbagai sekolah, </li></ul><ul><li>Meningkatkan profesi keguruan, </li></ul><ul><li>Modul meliputi bahan pelajaran yang terbatas dan dapat dicobakan pada siswa yang kecil jumlahnya. </li></ul>
  29. 29. Langkah-langkah yang harus ditempuh dalam pengajaran modul <ul><li>Para siswa mengerjakan pre tes, </li></ul><ul><li>Bila telah menyelesaikan suatu modul siswa diberikan pos tes </li></ul>
  30. 30. Keuntungan Pengajaran Modu l <ul><li>Memberi feedback </li></ul><ul><li>Dapat disesuaikan dengan kemampuan siswa secara individual, </li></ul><ul><li>Memberikan secara khusus pengajaran, dan </li></ul><ul><li>Membuka kemungkinan untuk melakukan tes formatif. </li></ul>
  31. 31. Penyusunan Program Pengajaran Modul <ul><li>Merumuskan sejumlah tujuan secara jelas dan spesifik </li></ul><ul><li>Urutan-urutan tujuan tersebut yang menentukan langkah-langkah yang harus diikuti dalam modul, </li></ul><ul><li>Menyusun tes diagnostik, </li></ul><ul><li>Menyusun alasan atau rasional pentingnya modul itu bagi siswa, </li></ul><ul><li>Kegiatan-kegiatan belajar direncanakan untuk membantu dan membimbing siswa, </li></ul><ul><li>Menyusun soal pos tes untuk mengukur hasil belajar siswa, </li></ul><ul><li>Menyiapkan pusat sumber belajar. </li></ul>
  32. 32. Sifat-sifat Umum Modul Harus Mengandung Kompenen-kompenen, y aitu : <ul><li>Rasional </li></ul><ul><li>Objektif (tujuan) </li></ul><ul><li>Entry-test </li></ul><ul><li>Kegiatan belajar </li></ul><ul><li>Self-test </li></ul><ul><li>Pos tes. </li></ul>
  33. 33. Masalah-Masalah yang Dihadapi Dalam Pembelajaran Modul
  34. 34. Kesulitan bagi siswa Siswa harus sanggup mengatur waktu, memaksa diri untuk belajar dan menahan diri terhadap godaan-godaan teman untuk bermain atau bermalas-malasan. Kesulitan bagi guru Menyiapkan dan menyusun modul yang baik memakan waktu, memerlukan keahlian, dan keterampilan yang cukup memadai. Kesuliatn bagi administrator Pengajaran dengan modul menurut hakikatnya memerlukan banyak fasilitas yang akan mengeluarkan banyak biaya.
  35. 35. SISTEM KONTRAK <ul><li>Sistem kontrak adalah angka-angka merupakan motivasi utama bagi siswa untuk belajar </li></ul>
  36. 36. Sistem Kontrak Mencakup: <ul><li>Apa yang harus dipelajari oleh siswa, </li></ul><ul><li>Bagaimana cara yang digunakan siswa untuk mendemonstrasikan taraf pencapainannya, </li></ul><ul><li>Sumber-sumber apa saja yang digunakan siswa dalam melaksankan kontrak, </li></ul><ul><li>Langkah-langkah dan tugas yang harus dilaksanakan, </li></ul><ul><li>Bagian-bagian lanjutan dari kemajuan yang dapat dipertimbangkan, dan </li></ul><ul><li>Jadwal waktu untuk mengadakan pertemuan. </li></ul>
  37. 37. Bentuk tugas dalam sistem kontrak antara lain: <ul><li>Membaca satu buku atau lebih dari sejumlah buku pelajaran yang dianjurkan, </li></ul><ul><li>Membuat atau menyusun 1-2 karangan tentang topik-topik tertentu, </li></ul><ul><li>Mengikuti sepuluh kali pertemuan dari dua puluh lima kali pertemuan yang akan disediakan dan sebagainya bergantung kepada tujuan yang ingin dicapai </li></ul>
  38. 38. Petunjuk Sistem Kontrak Agar Efektif <ul><li>Setiap tugas yang dikerjakan diberi penghargaan berupa kredit, </li></ul><ul><li>Kredit hendaknya diberikan sesering mungkin, </li></ul><ul><li>Dalam perjanjian kontrak, yang diutamakan prestasi bukan kepatuhan siswa, </li></ul><ul><li>Pekerjaan harus diberikan selekas mungkin segera setelah diselesaikan, </li></ul><ul><li>Kontrak itu harus layak, </li></ul><ul><li>Kontrak itu harus jujur, </li></ul><ul><li>Kontrak itu harus positif, </li></ul><ul><li>Kontrak itu sebgai metode belajar yang disusun secara sistematis, </li></ul><ul><li>Syarat-syarat kontrak itu harus jelas. </li></ul>
  39. 39. SISTEM KELLER <ul><li>GAMBARAN UMUM </li></ul><ul><li>Sistem ini terutama dipakai perguruan tinggi. </li></ul><ul><li>Bersifat individual progresif </li></ul><ul><li>Pengajar sebagai Instructional Manager </li></ul><ul><li>Materi pelajaran dibagi menjadi beberapa unit </li></ul>
  40. 40. <ul><li>Sehingga pembelajarannya </li></ul><ul><li>Belajar secara individual </li></ul><ul><li>Belajar Mandiri </li></ul><ul><li>Belajar dengan kecepatan sendiri </li></ul>
  41. 41. SISTEM PAKET BELAJAR <ul><li>Pengajarannya dilakukan secara klasikal </li></ul><ul><li>Memiliki kesamaan dengan sistem belajar tuntas </li></ul><ul><li>Setiap paket terdiri atas sejumlah komponen </li></ul><ul><li>Dapat disusun oleh individu maupun tim. </li></ul>
  42. 42. KOMPONEN <ul><li>Lembaran Petunjuk Guru </li></ul><ul><li>Lembaran Petunjuk Belajar </li></ul><ul><li>Lembar Kunci Jawaban </li></ul><ul><li>Lembar Tes Formatif </li></ul><ul><li>Lembar Kunci Jawaban Tes Formatif </li></ul><ul><li>Lembar Remidi dan Pengayaan </li></ul>
  43. 43. <ul><li>TERIMA KASIH </li></ul>

×