Your SlideShare is downloading. ×
Artikel Skripsi Nastiti Rahajeng
Artikel Skripsi Nastiti Rahajeng
Artikel Skripsi Nastiti Rahajeng
Artikel Skripsi Nastiti Rahajeng
Artikel Skripsi Nastiti Rahajeng
Artikel Skripsi Nastiti Rahajeng
Artikel Skripsi Nastiti Rahajeng
Artikel Skripsi Nastiti Rahajeng
Artikel Skripsi Nastiti Rahajeng
Artikel Skripsi Nastiti Rahajeng
Artikel Skripsi Nastiti Rahajeng
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Artikel Skripsi Nastiti Rahajeng

4,805

Published on

Published in: Education
0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
4,805
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. 1 | A r t i k e l S k r i p s i8/5/13PENGEMBANGAN MEDIA CD INTERAKTIF IPA MATERI SISTEM PEREDARANDARAH MANUSIA UNTUK SISWA KELAS V SDN JATIMULYO 5 MALANG(DEVELOPING INTERACTIVE SCIENCE COMPACT DISC MEDIA HUMANBLOOD CIRCULATORY SYSTEM MATERIAL FOR FIFTH GRADER OFELEMENTARY SCHOOL FIVE JATIMULYO MALANG)Nastiti Rahajeng*I Made Suardana**Sukamti***Prodi S1 PGSD Jurusan KSDP FIP Universitas Negeri Malang,E-mail: jengz_nara@yahoo.com; nastitichan@smartfren.blackberry.com**Pembimbing, Prodi S1 PGSD Jurusan KSDP FIP Universitas Negeri Malang,Jl. Semarang 5 Malang 65145, E-mail: jurusan_ksdp@fip.um.ac.idAbstrak : Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan media CD interaktif IPA yang layakmenurut (1) ahli materi, (2) ahli media, (3) ahli lapangan (guru), (4) uji coba kelompok kecil(siswa). Model yang digunakan merupakan adaptasi dari model penelitian pengembangan Borgdan Gall. Validasi media dilakukan oleh 1 orang dosen IPA KSDP, 1 orang dosen TEP, 2orang guru SD serta uji coba kelompok kecil pada 10 siswa kelas V SDN Jatimulyo 5 Malang.Keseluruhan rata-rata hasil uji kelayakan sebesar 92,49% yang didukung dengan kenaikan hasilhasil belajar siswa dari 37,3% menjadi 75,6%. Berdasarkan hal tersebut, maka media CDinteraktif IPA yang dikembangkan termasuk dalam kualifikasi sangat layak dan siapdiimplementasikan.Kata Kunci: Pengembangan, Media CD Interaktif, Materi Sistem Peredaran Darah Manusia,Siswa Kelas V SD.Abstract: The purpose of this research is to produce an interactive science CD media which isfeasible according to (1) subject matter experts, (2) media specialists, (3) field experts(teachers), (4) student testing. The research design was adapted from Borg and Gall’s researchand development models. The interactive media has been validated by a Science Lecturer ofEducational Technology Department, a Lecturer of Educational Technology Department, twoElementary School teachers, and has been tried out on ten Fifth Graders of Elementary SchoolFive Jatimulyo Malang. Overall average result of the feasibility test is equal to 92.49% whichis supported by the results of students’s learning from 37,31% to be 75,6%. Based on that data,verify the interactive science CD media is feasible and ready to be implemented.Keywords: Developing, Interactive Science Compact Disc Media, Human Blood CirculatorySystem Material, Fifth Grader.Tuntutan global dari adanya tren teknologi dalam dunia pendidikan, seakan membawaparadigma baru untuk terus melakukan inovasi. Saat ini sudah bukan zamannya lagi gurumemberikan pengajaran secara konvensional (teacher centered) dengan hanya menggunakanmetode ceramah dan hafalan tanpa memanfaatkan media pembelajaran. Namun seharusnyaditerapkan pembelajaran yang berorientasi pada siswa (student centered) sehingga kebutuhansiswa untuk mengembangkan kreativitas dan mengeksplorasi minat bakatnya dapat terpenuhi.Salah satu faktor yang memiliki peran penting dalam kegiatan belajar mengajar adalah mediapembelajaran. Hubungan komunikasi antara guru dengan siswa akan lebih baik dan efisienjika menggunakan media. Seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi(IPTEK), perkembangan media pembelajaran juga telah meningkat pesat yang ditandai
  • 2. 2 | A r t i k e l S k r i p s i8/5/13dengan munculnya komputer dalam dunia pendidikan. Hal ini dapat dimanfaatkan oleh paraguru untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis teknologi sehingga pembelajaranmenjadi menyenangkan dan dapat melibatkan siswa secara aktif dalam penggunaannya,bahkan segala informasi mudah diakses kapanpun dan dimanapun siswa berada.Salah satu media pembelajaran berbasis teknologi komputer adalah multimediainteraktif yang dapat diproduksi dalam bentuk Compact Disc (CD). Pembelajaran denganmemanfaatkan komputer memungkinkan siswa untuk menumbuhkan kemandirian dalambelajar. Menurut Rusman dkk (2011:63) karakteristik terpenting dalam kelompok mediainteraktif adalah keterlibatan siswa secara aktif dan mandiri. Siswa tidak hanyamemperhatikan media atau objek saja, tapi juga dituntut untuk berinteraksi secara langsungselama mengikuti pembelajaran. Bahkan siswa juga dapat membawa media interaktifkemanapun ia pergi karena sifatnya yang fleksibel dan bentuknya yang minimalis, yaitu CD.Ilmu pengetahuan alam (IPA) merupakan salah satu mata pelajaran pokok padatingkat satuan pendidikan Sekolah Dasar (SD). Ruang lingkup mata pelajaran IPA meliputiaspek makhluk hidup dan proses kehidupan, benda/materi, energi dan perubahannya, sertabumi dan alam semesta (KTSP, 2006: 485). Dalam aspek makhluk hidup dan proseskehidupan, terdapat materi tentang sistem peredaran darah manusia untuk kelas V SD. Materiini sifatnya berproses karena siswa harus mampu memahami mekanisme proses peredarandarah yang terjadi di dalam tubuh manusia.Informasi awal yang diperoleh dari kegiatan observasi selama pelaksanaan kegiatanPraktik Pengalaman Lapangan (PPL) yaitu pada tanggal 6 Agustus - 27 Oktober 2012 di SDNJatimulyo 5 Kota Malang adalah belum digunakannya media yang bersifat interaktif dalampembelajaran IPA di kelas V. Dalam praktiknya, siswa hanya mengamati media gambarjantung secara klasikal. Fakta lain yang ditemukan adalah 28 siswa kelas V SDN Jatimulyo 5Malang mampu mengoperasikan komputer secara sederhana, seperti menyalakan danmematikan komputer, mengolah data dalam microsoft word, memasukkan CD ke dalam CD-Room, dan mengoperasikan isi CD tersebut. Jumlah komputer yang dimiliki SD tersebutsebanyak 15 unit yang penggunaannya terbatas pada pelajaran TIK.Peneliti juga melakukan wawancara kepada guru kelas V SDN Jatimulyo 5 Malangpada hari Jumat 14 Desember 2012. Guru kelas V mengaku mengalami kesulitan dalammengajarkan materi sistem peredaran darah manusia kepada siswanya. Materi ini dianggapsulit karena penyajian materi menggunakan bahasa ilmiah, seperti arteri pulmonalis, dankonsep-konsepnya tergolong masih abstrak untuk siswa usia SD. Selain itu, guru juga belummenemukan media pembelajaran yang dapat mengkonkretkan konsep materi ini, khususnyatentang proses peredaran darah manusia. Media yang dimaksud oleh guru adalah sejenis videopembelajaran seperti video organ pencernaan dan pernafasan manusia. Guru juga memberikansaran agar dapat dikembangkan suatu media yang bersifat interaktif dan layak digunakandalam pembelajaran IPA.Lebih lanjut lagi, dari hasil penyebaran angket kepada 28 siswa kelas V SDNJatimulyo 5 Malang yang dilakukan pada tanggal 9 januari 2013, diperoleh data bahwa 17
  • 3. 3 | A r t i k e l S k r i p s i8/5/13(61%) siswa menyatakan tidak tertarik dengan materi sistem peredaran darah manusia, 8(29%) siswa menyatakan biasa saja atau kurang tertarik, dan 3 (10%) siswa menyatakantertarik dengan materi tersebut. Alasan dari siswa yang menyatakan kurang tertarik dan tidaktertarik adalah karena materinya yang sulit dipelajari dan dibayangkan, banyak materi yangharus dihafal dengan menggunakan bahasa ilmiah atau bahasa sulit, serta pembelajaran yangmembosankan. Para siswa juga menyatakan bahwa penggunaan media interaktif yang dapatdioperasikan sendiri akan menarik minat belajarnya.Selama kegiatan prapengembangan, juga dilakukan pencarian literatur tentangpenelitian pengembangan terdahulu yang dilaksanakan selama bulan Desember 2012 hinggaJanuari 2013. Menurut hasil pencarian, ditemukan jurnal penelitian dengan judul “ProfilMedia Pembelajaran Interaktif Berbasis Komputer pada Materi Sistem Peredaran darahManusia” oleh Taufiqoh dkk (2012: 1). Penelitian yang dilakukan oleh Taufiqoh dkk tersebut,diperuntukkan bagi siswa kelas XI SMAN 1 Cerme Gresik dengan hasil layak. Selain itu, jugaditemukan dua skripsi tentang pengembangan media yaitu penelitian yang dilakukan Yuliana(2012: i) dengan judul “Pengembangan Media Pembelajaran CD Interaktif pada MataPelajaran IPA Materi Posisi Bulan di Kelas IV SDN Madyopuro 2 Kota Malang”, danpenelitian yang dilakukan Vuryanti (2012:i) dengan judul “Pengembangan Media InteraktifPermainan Kartu Berjenjang untuk Pembelajaran Membaca Aksara Jawa Siswa Kelas VIIISMP”. Kedua penelitian tersebut dinyatakan layak oleh dosen dan guru serta efektif bagisiswa. Perbedaan penelitian ini dengan penelitian terdahulu adalah pada materi pelajaran,subjek penelitian, dan tahap penelitiannya.Berdasarkan data hasil observasi, wawancara, dan penyebaran angket yang dilakukansejak 6 Agustus 2012 hingga 9 Januari 2013, serta hasil studi literatur selama bulan Desember2012 hingga Januari 2013, maka ditawarkan sebuah alternatif pemecahan masalah denganmengembangkan media CD interaktif IPA materi sistem peredaran darah manusia. Media inibersifat audio visual dan dapat digunakan secara mandiri oleh siswa atau secara klasikal olehguru. Menurut American Institute for Research (dalam Taufiqoh dkk, 2012:1) pembelajaranSains dengan memanfaatkan komputer dapat mengilustrasikan konsep-konsep abstrak danmenginterpretasi objek mikroskopis. Alternatif pemecahan masalah ini semakin diperkuatoleh pernyataan Darmawan (2011:36) tentang keefektifan media interaktif untuk mengajarkanmateri yang sifatnya aplikatif, berproses, sulit terjangkau, berbahaya apabila langsungdiperanaktifkan, dan memiliki tingkat keakurasian tinggi. Misalnya, proses terjadinya hujandan proses peredaran darah pada tubuh manusia yang dapat dibuat dengan teknologianimasi. Teori tersebut semakin memperjelas bahwa materi sistem peredaran darah manusiayang sifatnya berproses memang cocok dikemas dalam bentuk media interaktif.Pengembangan media CD interaktif ini juga didasarkan pada pendapat Piaget tentangtahap-tahap perkembangan siswa sekolah dasar yang masih berada pada tahap operasionalkonkret (usia 7-11 tahun). Siswa pada tahap ini dapat membentuk konsep, melihat hubungan,dan memecahkan masalah, tetapi hanya sejauh mereka melibatkan objek dan situasi yangtelah dikenal (dalam Slavin, 2008:51). Lebih lanjut lagi jika ditilik dari penelitian yangdilakukan oleh Taufiqoh dkk, bahwa siswa SMA yang sudah mampu berpikir abstrak saja
  • 4. 4 | A r t i k e l S k r i p s i8/5/13masih membutuhkan media pembelajaran yang bersifat interaktif, apalagi siswa SD yangmasih berada pada tahap operasional konkret. Kenyataan ini semakin memperkuat tujuan danlatar belakang dalam melakukan penelitian pengembangan media CD Interaktif IPA materisistem peredaran darah untuk siswa kelas V SD.Tujuan penelitian pengembangan ini adalah menghasilkan produk berupa media CDinteraktif IPA materi sistem peredaran darah manusia untuk siswa kelas V SD yang layakmenurut (1) ahli materi IPA, (2) ahli media, (3) ahli lapangan atau guru SD, dan (4) siswaatau audiens.Produk pengembangan yang dihasilkan berupa paket media CD interaktif IPA materisistem peredaran darah manusia untuk siswa kelas V SD. Media ini dikemas dalam bentukCD interaktif dengan kapasitas penyimpanan data sebesar 700 MB atau dalam bentuk soft fileyang dapat digunakan secara bebas dan praktis. Dalam pembuatannya, media ini dirancangdengan menggunakan software atau perangkat lunak Adobe Flash CS3 Professional. MediaCD interaktif dalam pengoperasiannya memerlukan bantuan seperangkat komputer ataulaptop yang mampu menghasilkan tampilan gambar (visual) dan suara (audio). Menu yangterdapat di dalam media antara lain kompetensi, aktivitas belajar siswa, materi, simulasi,latihan soal yang dapat digunakan siswa untuk mengukur tingkat pemahamannya terhadapmateri ajar, dan penutup yang berisi ucapan terima kasih serta identitas pengembang. MediaCD interaktif ini dapat digunakan dalam pembelajaran klasikal dengan menggunakan alatbantu LCD Projector dan dapat pula digunakan dalam pembelajaran individual denganbantuan komputer atau laptop untuk masing-masing siswa.METODEPenelitian ini menggunakan jenis penelitian pengembangan yang menurutSukmadinata (2009:164) didefinisikan sebagai suatu proses atau langkah-langkah untukmengembangkan produk baru atau menyempurnakan produk yang telah ada, yang dapatdipertanggung jawabkan kelayakannya. Model pengembangan yang digunakan dalampenelitian ini adalah model prosedural yaitu model deskriptif yang menggambarkan alur ataulangkah-langkah yang harus dilakukan untuk menghasilkan suatu produk tertentu (Setyosari,2012:222).Prosedur dalam penelitian pengembangan ini mengadaptasi dari model penelitianpengembangan Borg dan Gall (dalam Sukmadinata, 2009:169-170) yang telah dimodifikasisesuai dengan kebutuhan penelitian. Hal ini didasarkan pada pendapat Ardhana (2009:9)bahwa “setiap pengembang tentu saja dapat memilih dan menentukan langkah-langkah yangpaling tepat bagi dirinya berdasarkan kondisi khusus yang dihadapinya dalam prosespengembangan”. Dikarenakan keterbatasan waktu, tenaga, dan biaya, maka pengembanganmedia CD interaktif hanya dilakukan hingga tahap uji coba kelompok kecil. Langkahprosedural itu sebagai berikut: (1) penelitian dan pengumpulan informasi awal, (2)perencanaan dan pengembangan draf produk, (3) validasi tim ahli, (4) revisi draf produk
  • 5. 5 | A r t i k e l S k r i p s i8/5/13yang telah divalidasi tim ahli, (5) Uji coba kelompok kecil (siswa), (6) revisi produk, (7)produk jadi.Uji coba produk dimaksudkan untuk mengumpulkan data yang dapat digunakansebagai dasar untuk menetapkan tingkat keefektifan, efisiensi, dan daya tarik dari produkyang dihasilkan (PPKI, 2010:47). Desain uji coba penelitian pengembangan ini dilakukanmelalui dua tahap, pertama pada subjek validasi ahli yang terdiri dari ahli materi, ahli media,dan ahli lapangan atau guru, lalu yang kedua pada subjek uji coba siswa. Hasil dari validasiahli digunakan untuk mengetahui kelayakan materi, tampilan, dan keterterapan media. Jika isimateri dan tampilan pada media pembelajaran dinyatakan belum layak, maka harusdilaksanakan revisi produk sesuai dengan masukan dari ahli materi, ahli media, dan ahlilapangan. Selanjutnya, media yang telah direvisi ini nantinya akan diuji cobakan kepadasiswa untuk mengetahui kelayakan dan validasi secara mikro.Subjek uji coba dalam penelitian pengembangan ini meliputi ahli materi, ahli media,ahli lapangan/pengguna, dan siswa. Ahli materi dalam media CD interakti IPA ini adalah 1orang dosen IPA pada prodi S1 PGSD Universitas Negeri Malang. Ahli medianya yaitu 1orang dosen jurusan teknologi pendidikan (TEP) Universitas Negeri Malang. Ahli lapanganterdiri dari 2 orang guru SDN Jatimulyo 5 Malang yaitu guru wali kelas V dan guru matapelajaran Teknologi, Informasi, dan Komunikasi (TIK). Sedangkan untuk uji coba kelompokkecil terdiri dari 10 orang siswa kelas V SDN Jatimulyo 5 Malang yang pemilihannyadilakukan secara purposive sampling dan didasarkan pada ketentuan yang dikemukakan olehSadiman (2010:177-178) bahwa pada evaluasi kelompok kecil, media perlu dicobakan pada10-20 orang siswa yang dapat mewakili populasi target. Sebab, jika kurang dari 10 maka datayang diperoleh kurang dapat menggambarkan populasi target. Sebaliknya, jika lebih dari 20maka data yang diperoleh kurang bermanfaat untuk dianalisis dalam evaluasi kelompok kecil.Jenis data dalam penelitian pengembangan ini berupa data kualitatif dan datakuantitatif. Data kualitatif yaitu data verbal diperoleh dari tanggapan ahli materi, ahli media,dan ahli lapangan (guru). Bentuk data kualitatif ini berupa catatan, komentar, saran, kritik,atau usulan. Sedangkan data kuantitatif yaitu data numerik diperoleh dari hasil penyekoranangket atau kuesioner yang telah diisi oleh ahli materi, ahli media, ahli lapangan (guru), dansiswa. Adapun data yang diperoleh terkait aspek dalam instrumen hasil validasi tim ahlimeliputi aspek, (1) kesesuaian dengan kurikulum; (2) sistematika penyajian; (3) efektifitasfungsi media; (4) kejelasan atau keterbacaan; dan (5) tampilan. Sedangkan data yangdiperoleh dari hasil uji coba kelompok kecil terdiri dari dua data yaitu data angket uji cobayang digunakan untuk melihat kelayakan media dan data hasil belajar siswa yang diambildengan menggunakan pre-test post-test. Kriteria yang terdapat pada angket uji coba siswameliputi (1) efektifitas fungsi media; (2) kejelasan atau keterbacaan; dan (3) tampilan.Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket dan tes(pre-test dan post-test). Bentuk instrumen yang digunakan adalah checklist dengan skalapengukuran berupa rating scale.
  • 6. 6 | A r t i k e l S k r i p s i8/5/13Data hasil uji coba dianalisis dengan menggunakan teknik analisis data kualitatif dankuantitatif. Data verbal yang diperoleh dari hasil penelitian harus direduksi terlebih dahulusebelum dianalisis secara kualitatif. Sedangkan data yang diperoleh dari angket dan tes hasilbelajar dianalisis secara kuantitatif dengan menggunakan rumus perhitungan nilai rata-ratadan rumus statistik deskriptif persentase.Jika data telah diolah dengan menggunakan rumus tersebut, maka hasil perhitungandicocokkan dengan kriteria kelayakan media sebagai berikut.Table 1 Kriteria Kelayakan Media PembelajaranKategori Persentase Kualifikasi Tindak Lanjut4 75,01% - 100,00% Sangat Layak Implementasi3 50,01% - 75,00% Cukup layak Revisi Sebagian2 25,01% - 50,00% Kurang layak Revisi Total1 00,00% - 25,00% Tidak layak Revisi Total(Sumber: Modifikasi Akbar & Sriwiyana, 2011:207)Produk media CD interaktif IPA materi sistem peredaran darah manusia untuk siswakelas V SD yang dikembangkan ini, dikatakan berhasil dan dapat dimanfaatkan sebagai mediapembelajaran apabila mencapai kriteria sangat layak dengan rentang skala persentase 75,01%- 100,00%. Penggunaan media CD interaktif IPA materi sistem peredaran darah manusiadikatakan efektif terhadap hasil belajar siswa apabila nilai rata-rata post-test seluruh siswalebih tinggi dibandingkan dengan nilai rata-rata pre-testnya.HASILProduk pengembangan yang dihasilkan dalam penelitian ini adalah berupa media CDinteraktif IPA yang dirancang khusus untuk materi sistem peredaran darah manusia dan dapatdigunakan oleh guru maupun siswa kelas V SD. Uji media CD interaktif IPA dilakukanmelalui empat tahap, yakni validasi ahli materi IPA, validasi ahli media, validasi ahlilapangan yaitu guru SD, uji coba kelompok kecil yang terdiri dari 10 siswa. Berikut penyajiandan analisis data temuan dari masing-masing tahap uji.Data Hasil Validasi Ahli Materi IPAData hasil validasi ahli materi diperoleh dari dosen IPA prodi PGSD yaitu Dra.SriEstu Winahyu, M.Pd.yang dilakukan pada tanggal 22 Maret 2013 di kampus II KSDPSawojajar. Dalam uji media yang melibatkan ahli materi ini, terdapat 5 aspek yang divalidasiyaitu, (a) kesesuaian dengan kurikulum diperoleh rata-rata sebesar 88%; (b) sistematikapenyajian memperoleh rata-rata sebesar 88%; (c) efektifitas fungsi media memperoleh rata-rata sebesar 91%; (d) kejelasan atau keterbacaan media memperoleh rata-rata sebesar 92%;dan (e) tampilan media memperoleh rata-rata sebesar 100%. Dari kelima aspek yang telahdivalidasi oleh ahli materi IPA, diperoleh rata-rata secara keseluruhan sebesar 91%. Sehinggadapat disimpulkan bahwa media CD interaktif IPA materi sistem peredaran darah manusiauntuk siswa kelas V SD tergolong sangat layak dengan tindak lanjut dapatdiimplementasikan.
  • 7. 7 | A r t i k e l S k r i p s i8/5/13Meskipun secara perhitungan, media tergolong sangat layak dan dapatdiimplementasikan, namun sesuai saran ahli materi masih terdapat beberapa bagian media CDinteraktif yang harus direvisi. Pertama. Pada bagian indikator sebaiknya ditambah menjadi 3butir agar kompetensi dasar yang tercantum dalam KTSP (2006:495) ciri-cirinya dapattergambarkan secara umum. Kedua, pada bagian tujuan pembelajaran sebaiknya jenjangkesukarannya disusun ulang menggunakan kata kerja operasional dan disesuaikan dengankebutuhan siswa. Hal ini sesuai dengan pendapat Hamalik (2007:76) bahwa yang menjadikunci dalam menentukan tujuan pembelajaran adalah kebutuhan siswa, mata pelajaran danguru itu sendiri. Ketiga, pada menu latihan soal sebaiknya soal menjodohkan yang tidak dapatdijalankan diganti dengan soal pilihan ganda sehingga lebih memudahkan siswa dalamberlatih karena jenis soal dan bobotnya seragam. Keempat, pada menu simulasi peredarandarah besar sebaiknya tempo jalannya animasi darah lebih diperlambat lagi agar lebih mudahdiamati oleh pengguna. Hal ini sesuai dengan pendapat Waryanto (2008:7) tentang salah satukelebihan media CD interaktif yaitu dapat menjelaskan konsep sulit yang salah satunya adalahproses peredaran darah.Data Hasil Validasi Ahli Media PembelajaranData hasil validasi ahli media diperoleh dari dosen jurusan TEP yaitu HenryPraherdhiono, S.Si., M.Pd., yang dilakukan pada tanggal 22 Maret 2013 di gedung E2Universitas Negeri Malang. Dalam uji media yang melibatkan ahli media ini, ada 5 aspekyang menjadi fokus penilaian yaitu, (a) kesesuaian dengan kurikulum memperoleh rata-ratasebesar 91,67%; (b) sistematika penyajian memperoleh rata-rata sebesar 100%; (c) efektifitasfungsi media memperoleh rata-rata sebesar 96,88%; (d) kejelasan atau keterbacaan mediamemperoleh rata-rata sebesar 97,22%; dan (e) tampilan media memperoleh rata-rata sebesar100%. Dari kelima aspek yang telah divalidasi oleh ahli materi IPA, diperoleh rata-rata secarakeseluruhan sebesar 97,15%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa media CD interaktif IPAmateri sistem peredaran darah manusia untuk siswa kelas V SD tergolong sangat layakdengan tindak lanjut dapat diimplementasikan.Meskipun secara perhitungan, media tergolong sangat layak, namun menurut saranahli media masih terdapat beberapa bagian media CD interaktif yang harus direvisi. Pertama.Pada buku petunjuk sebaiknya dicantumkan juga kompetensi belajar yang akan dicapai siswa,spesifikasi media, serta kegiatan guru dan siswa selama penggunaan media CD interaktif. Halini sejalan dengan pendapat Hubbard (dalam Rusman dkk, 2011:61) tentang kriteriakeefektifan media yaitu keringkasan dan kegunaan. Sebuah media CD interaktif, harusdilengkapi dengan buku petunjuk pemanfaatan sehingga memudahkan pengguna dalammengoperasikan media. Kedua, pada bagian video peredaran darah dan detak jantungsebaiknya dicantumkan sumber tempat men-download. Hal ini dilakukan sebagai wujudapresiasi kita terhadap karya orang lain.Data Hasil Validasi Ahli LapanganData hasil validasi ahli lapangan atau pengguna diperoleh dari 2 orang guru SDNJatimulyo 5 Malang yaitu Misgiarti, S.Pd. dan Ifa Tri Setiawati, S.Pd., yang dilakukan pada
  • 8. 8 | A r t i k e l S k r i p s i8/5/13tanggal 25 Maret 2013 di ruang guru SDN Jatimulyo 5 Malang. Dalam uji media yangmelibatkan ahli lapangan atau guru ini, terdapat 5 aspek yang menjadi fokus penilaian yaitu,(a) kesesuaian dengan kurikulum memperoleh rata-rata sebesar 93,75%; (b) sistematikapenyajian memperoleh rata-rata sebesar 84,38%; (c) efektifitas fungsi media memperolehrata-rata sebesar 92,19%; (d) kejelasan atau keterbacaan media memperoleh rata-rata sebesar87,5%; dan (e) tampilan media memperoleh rata-rata sebesar 91,67%. Dari kelima aspek yangtelah divalidasi oleh ahli materi IPA, diperoleh persentase rata-rata secara keseluruhan sebesar89,90%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa media CD interaktif IPA materi sistem peredarandarah manusia untuk siswa kelas V SD tergolong sangat layak dengan tindak lanjut dapatdiimplementasikan.Meskipun secara perhitungan, media tergolong sangat layak, namun menurut saranahli lapangan masih terdapat bagian media CD interaktif yang harus direvisi, yaitu bagiansimulasi. Pada bagian ini, gambar yang menjadi icon dalam tiap menu sebaiknya dibedakan,sehingga tidak menimbulkan kesalahan persepsi bagi siswa yang menganggap menu tersebutsama semua, padahal kenyataannya berbeda. Hal ini sejalan dengan salah satu fungsi mediapembelajaran yang dikemukakan Sadiman dkk (2010:18) yaitu memberikan keseragamanpersepsi dan pengalaman belajar.Data Hasil Uji Coba Kelompok Kecil (Siswa)Setelah media selesai divalidasi dan direvisi, selanjutnya adalah uji coba kelompokkecil yang dilaksanakan pada tanggal 28 Maret 2013 di Laboratorium Komputer SDNJatimulyo 5 Malang. Sampel uji coba yang diambil sebanyak 10 siswa kelas V denganperbandingan: 3 siswa berkemampuan tinggi, 4 siswa berkemampuan sedang, dan 3 siswaberkemampuan rendah. Rincian dari masing-masing siswa: golongan kemampuan tinggi yaituBelgis Beliana Putri, Naufal Maeldy Farras, dan Moch. Fardhan Abihi; golongankemampuan sedang yaitu Ilham Muzaki, Safira Dwi Mayangsari, Aisyah Nur Rahma Dina,dan Soni Revanda; sedangkan golongan kemampuan rendah adalah Aisyah Nur Rahma Dini,Febi Agustina, dan Nesya Salsabillah.Dalam uji coba media interaktif yang melibatkan kelompok kecil, terdapat 3 aspekyang menjadi fokus penilaian yaitu, (a) efektifitas fungsi media memperoleh rata-rata sebesar90,42%; (b) kejelasan atau keterbacaan media memperoleh rata-rata sebesar 90,31%; dan (c)tampilan media memperoleh rata-rata sebesar 95%. Dari ketiga aspek yang telah diujikankepada kelompok kecil, diperoleh persentase rata-rata secara keseluruhan sebesar 91,91%.Sehingga dapat disimpulkan bahwa media CD interaktif IPA materi sistem peredaran darahmanusia untuk siswa kelas V SD tergolong sangat layak dengan tindak lanjut dapatdiimplementasikan.Kelayakan nilai guna produk media ini, semakin diperkuat dengan hasil pre-test danpost-test siswa dalam kelompok kecil. Perolehan nilai terendah ketika pre-test adalah 22,sedangkan nilai tertinggi adalah 57. Jika hasil ini dibandingkan dengan hasil post-test, makaselisih nilai keduanya akan terlihat cukup signifikan. Perolehan nilai terendah ketika post-testadalah 60, sedangkan nilai tertinggi adalah 93. Persentase kelayakan pada post-test seluruh
  • 9. 9 | A r t i k e l S k r i p s i8/5/13siswa mencapai 75,6%. Hal ini semakin membuktikan bahwa produk media sangatlah layakdan berpengaruh positif dalam meningkatkan hasil belajar siswa.Selanjutnya, dilihat dari komentar para siswa mengenai media CD interaktif IPA,mayoritas siswa merasa terbantu dan tertarik untuk belajar IPA khususnya materi sistemperedaran darah manusia. Hal ini sesuai dengan salah satu prinsip media yang dikemukanoleh Sanjaya (2009:173) yaitu media harus sesuai dengan karakteristik siswa denganmemperhatikan minat, kebutuhan, dan kondisi siswa. Selain itu, para siswa juga menyatakanbahwa media CD interaktif IPA ini mudah dioperasikan. Hal ini sesuai dengan pendapatThorn (dalam Rusman dkk, 2011:61) tentang kriteria penilaian media CD interaktif yang baikadalah pada segi kemudahan navigasinya.KAJIAN PRODUKBerdasarkan hasil analisis data uji kelayakan media CD interaktif kepada validator ahlidan kelompok kecil, diperoleh persentase uji kelayakan media CD interaktif secarakeseluruhan yang dipaparkan dalam tabel 2 berikut.Tabel 2 Persentase Uji Kelayakan Secara KeseluruhanNo Uji Kelayakan Persentase Kualifikasi Tindak Lanjut1 Ahli materi 91% Sangat Layak Implementasi2 Ahli media 97,15% Sangat Layak Implementasi3 Ahli lapangan (guru) 89,90 Sangat Layak Implementasi4 Siswa (kelompok kecil) 91,91% Sangat Layak ImplementasiRata-rata ( ) 92,49% Sangat Layak ImplementasiHasil analisis data pada tabel 2 menunjukkan bahwa rata-rata kelayakan media CDinteraktif IPA materi sistem peredaran darah manusia mencapai skor sebesar 92,49%.Perolehan skor rata-rata yang mencapai persentase cukup tinggi ini menunjukkan bahwaproduk media CD interaktif IPA yang dikembangkan tergolong dalam kualifikasi sangat layakdan dapat diimplementasikan.Pengembangan media ini didasarkan pada teori perkembangan kognitif oleh Piaget.Menurut Piaget (dalam Slavin, 2008:51), siswa sekolah dasar yang rentangan usianya 7-11tahun masih berada pada tahap operasional konkret. Dalam tahap ini, siswa dapat membentukkonsep, melihat hubungan sebab-akibat, dan memecahkan masalah, namun hanya sebatasobjek dan situasi yang telah dikenalnya. Selain itu, pembelajaran pada siswa yang masihberada dalam tahap operasional konret ini, akan lebih efektif jika dilakukan denganmenggunakan media yang dapat mengkonkretkan benda-benda atau konsep yang bersifatabstrak, contohnya materi sistem peredaran darah manusia.Media CD interaktif IPA dirancang dengan memperhatikan karakteristik matapelajaran IPA dan tuntutan perkembangan teknologi. Untuk mempelajari IPA, siswadiharapkan dapat terlibat secara langsung dan berperan aktif di dalam kegiatan belajarmengajar sehingga tercipta pembelajaran bermakna tanpa meninggalkan aspek perkembanganIPTEK. Selanjutnya, perkembangan teknologi juga menuntut siswa agar mampu belajarsecara mandiri. Hal ini didukung dengan hasil penelitian American Institute for Research
  • 10. 10 | A r t i k e l S k r i p s i8/5/13dalam (Taufiqoh dkk, 2012:1) yang menyatakan bahwa pembelajaran Sains denganmemanfaatkan komputer dapat mengilustrasikan konsep-konsep abstrak dan menginterpretasiobjek mikroskopis. Berlandaskan teori dan hasil penelitian tersebut, maka media CD interaktifIPA materi sistem peredaran darah manusia yang telah dikembangkan ini telah memenuhituntutan mata pelajaran IPA dan perkembangan teknologi. hal ini dibuktikan denganpengintegrasian materi sistem peredaran darah yang prosesnya sulit dijangkau atau diamatisecara langsung ke dalam sebuah media berbasis teknologi bersifat praktis dalam bentuk CDinteraktif.Dalam penyajiannya, media CD interaktif menggunakan model tutorial yang menuntutsiswa untuk mengaplikasikan ide dan pengetahuannya ke dalam kegiatan belajar (Rusmandkk, 2011:69). Model ini dapat bertindak layaknya tutor yang memberi pengarahan kepadapengguna media tentang hal-hal yang harus dilakukan. Hal ini sesuai dengan sajian dalammedia CD interaktif IPA materi sistem peredaran darah manusia, tepatnya pada bagianopening terdapat suara narator yang bertindak sebagai pemberi petunjuk kepada penggunaterkait pemanfaatan media CD interaktif. Selain itu, di dalam menu aktivitas belajar danlatihan soal, juga terdapat pertanyaan yang jawabannya dapat langsung direview olehpengguna. Hal ini bertujuan untuk memudahkan pengguna dalam mengoreksi jawabannyasehingga mereka mendapat kepastian jawaban yang benar.Media CD interaktif IPA dalam penyusunannya juga memperhatikan aspekkeefektifan fungsi media dengan berlandaskan hasil penelitian Raharjo (dalam Rusman dkk,2011:65) tentang keefektifan pembelajaran menggunakan media. Dinyatakan bahwaseseorang hanya dapat mengingat 20% dari pesan yang didengarnya, namun dapat mengingat50% dari pesan yang dilihat dan didengarnya. Dalam hal ini, media CD interaktif tidak hanyamelibatkan indera penglihatan dan pendengaran saja, namun siswa juga berinteraksi secaralangsung dengan media. Pembuatan media CD interaktif IPA menggunakan berbagai softwareyaitu Microsoft Office word 2010, Adobe Photoshop CS3, dan Adobe Flash CS3 Profesional.Urutan penyajian dalam media CD interaktif terdiri dari menu: kompetensi, aktivitas belajar,materi, simulasi, latihan soal, dan penutup.SIMPULAN DAN SARANMedia CD interaktif IPA materi sistem peredaran darah manusia adalah produk dalampenelitian ini. Hasil uji media menunjukkan bahwa produk media ini tergolong sangat layakdan dapat diimplementasikan. Media CD Interaktif IPA yang telah dikembangkan dapatmeningkatkan kemandirian, antusiasme, dan keingintahuan siswa untuk mempelajari materisistem peredaran darah manusia. Maka dari itu, disarankan kepada guru untukmenggunakannya dalam pembelajaran sehingga diharapkan dapat tercetak generasi penerusbangsa yang kompeten, handal, dan melek teknologi. Selain itu juga disarankan kepada parapeneliti lain untuk dapat mengembangkan media CD interaktif IPA pada materi atau kelasyang berbeda, agar media pembelajaran berbasis teknologi dapat lebih diperkaya lagisehingga membangkitkan motivasi siswa untuk belajar.
  • 11. 11 | A r t i k e l S k r i p s i8/5/13DAFTAR RUJUKANAkbar, S & Sriwiyana, H. 2011. Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran IPS. Malang:Cipta Media.Ardhana, W. 2002. Konsep Penelitian Pengembangan dalam Bidang Pendidikan danPembelajaran. Makalah disajikan dalam Lokakarya Nasional Angkatan II MetodologiPenelitian dan Pengembangan Bidang Pendidikan dan Pembelajaran, Jurusan IlmuKeolahragaan FIK UM, Batu, 22-24 Maret 2002.Darmawan, D. 2011. Teknologi Pembelajaran (K. Adriyani, Ed.). Bandung: PT RemajaRosdakarya.Hamalik, O. 2007. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: PT Bumi Aksara.Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. 2006. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.Rusman,. Kurniawan, D,. & Riyana, C. 2011. Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasidan Komunikasi: Mengembangkan Profesionalitas Guru. Jakarta: Rajawali Press.Sadiman, Arief S., Rahardjo, R., Haryono, A., & Rahardjito. 2010. Media Pendidikan:Pengertian, Pengembangan, dan Pemanfaatannya. Jakarta: Pustekom Dikbud dan PTRaja Grafindo Persada.Sanjaya, W. 2009. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta:Kencana Prenada Media Group.Setyosari, P. 2012. Metode Penelitian Pendidikan dan Pengembangan. Jakarta: KencanaPrenada Media Group.Slavin, Robert E. 2006. Psikologi Pendidikan: Teori dan Praktik Edisi Kedelapan (Jilid 1).Terjemahan Samosir, Marianto. 2008. Jakarta: PT Indeks.Sukmadinata, Nana S. 2009. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: PT RemajaRosdakarya.Taufiqoh, Prima L,. Raharjo,. & Indana S. 2012. Profil Media Pembelajaran InteraktifBerbasis Komputer pada Materi Sistem Peredaran Darah Manusia. BioEdu. 1 (2).(Online), (http://ejournal.unesa.ac.id/jurnal/bioedu/artikel/437/profil-media-pembelajaran-interaktif-berbasis-komputer-pada-materi-sistem-peredaran-darah-manusia), diakses 29 Januari 2013.Tim Penyusun Universitas Negeri Malang. 2010. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah EdisiKelima. Malang: UM Pres.Waryanto, Nur H. 2008. Multimedia Interaktif dalam Pembelajaran. Makalah disajikan padakegiatan Diklat Guru SMK Muhammadiyah 3 Klaten, Jurusan Pendidikan MatematikaFMIPA UNY, Yogyakarta, 15 dan 21 Mei 2008. Dalam Staff UNY, (Online),(http://staff.uny.ac.id/), diakses 29 Januari 2013.Yuliana. 2012. Pengembangan Media Pembelajaran CD Interaktif pada Mata Pelajaran IPAMateri Posisi Bulan di Kelas IV SDN Madyopuro 2 Kota Malang. Skripsi tidakditerbitkan. Malang: Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang.Vuryanti, D. 2012. Pengembangan Media Interaktif Permainan Kartu Berjenjang untukPembelajaran Membaca Aksara Jawa Siswa Kelas VIII SMP. Skripsi tidak diterbitkan.Malang: Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang.

×