Belajar Untuk Masa Depanku   PANDUAN PELAKSANAANPENYELENGGARAAN SMP TERBUKA             Buku 3 :       Panduan Operasional...
Belajar Untuk Masa Depanku                              KATA PENGANTARPelaksanaan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentan...
Belajar Untuk Masa Depanku                                                        DAFTAR ISIKATA PENGANTAR...................
Belajar Untuk Masa Depanku                                                  BAB I                                         ...
Belajar Untuk Masa Depanku     Program radio dan kaset audio memang sengaja dirancang untuk menunjang pelajaran     yang d...
Belajar Untuk Masa Depanku                                     BAB II                       PANDUAN PELAKSANAAN BAGI GURU ...
Belajar Untuk Masa Depanku        i. Membuat perkiraan untuk mengantisipasi berbagai kesulitan yang dialami oleh          ...
Belajar Untuk Masa DepankuC. Peran Guru Bina Menjelang Tahun Pelajaran Baru           1. Menghadiri Rapat Persiapan       ...
Belajar Untuk Masa Depanku        bukti pendaftaran yang telah dijelaskan sebelumnya pada Bab II tentang Panduan        Pe...
Belajar Untuk Masa Depanku               sama kepala sekolah dan wakil kepala sekolah. Dalam kesempatan ini mereka        ...
Belajar Untuk Masa Depanku        dan alokasi waktu untuk masing-masing mata pelajaran per minggu adalah sebagai        be...
Belajar Untuk Masa Depanku                                    10.50 - 11.45                                    07.00 - 07....
Belajar Untuk Masa DepankuContoh 2 : Format               JADWAL TATAP MUKA (Sore hari)                             SMP   ...
Belajar Untuk Masa Depanku                                                             Kelas       No      Hari         Wa...
Belajar Untuk Masa Depanku             Semester 1 = 18 Minggu x 4 hari x 3 jam pelajaran = 216 jam pelajaran             S...
Belajar Untuk Masa Depanku                  dilaksanakan oleh guru pamong serta hasilnya diserahkan kepada guru bina      ...
Belajar Untuk Masa Depanku     5. Program Supervisi ke TKB        Supervisi ke TKB mempunyai dua tujuan : Pertama untuk me...
Belajar Untuk Masa Depanku                   mengirim daftar kesulitan belajar, jadwal tatap muka, supervisi ke TKB, tes  ...
Belajar Untuk Masa Depanku              Pada setiap kolom yang sesuai diisi dengan tanda cek (√). Misalnya, untuk         ...
Belajar Untuk Masa Depanku                                                                                   Minggu ke    ...
Belajar Untuk Masa Depanku                                                                                  Minggu ke     ...
Belajar Untuk Masa Depanku                   Sebelum sampai pada program semester untuk setiap mata pelajaran, ada        ...
Belajar Untuk Masa Depanku        ruang lingkupnya cukup luas, misalnya Bahasa Indonesia. Bentuk jadwal tatap        muka ...
Belajar Untuk Masa Depanku                        yang mereka hadapi yang belum dapat terpecahkan selama mereka belajar   ...
Belajar Untuk Masa Depanku             3) Guru Bina berkesempatan melaksanakan bimbingan belajar                 Memotivas...
Belajar Untuk Masa Depanku                   4) Memberi Kesempatan Siswa Menggunakan Fasilitas di Sekolah Induk           ...
Belajar Untuk Masa Depanku        d. Waktu dan Pembagian Jam Pelajaran           Belajar melalui tatap muka berlangsung se...
Belajar Untuk Masa Depanku               Menyusun perangkat soal               Menyusun cara penilaian dan skoring        ...
Belajar Untuk Masa Depanku     5. Memasukkan nilai dalam daftar nilai                                                  DAF...
Belajar Untuk Masa Depanku               dapat dilakukan sekaligus program perbaikan, sehingga dapat membantu             ...
Panduan penyelenggaraan pelaksanaan smp terbuka
Panduan penyelenggaraan pelaksanaan smp terbuka
Panduan penyelenggaraan pelaksanaan smp terbuka
Panduan penyelenggaraan pelaksanaan smp terbuka
Panduan penyelenggaraan pelaksanaan smp terbuka
Panduan penyelenggaraan pelaksanaan smp terbuka
Panduan penyelenggaraan pelaksanaan smp terbuka
Panduan penyelenggaraan pelaksanaan smp terbuka
Panduan penyelenggaraan pelaksanaan smp terbuka
Panduan penyelenggaraan pelaksanaan smp terbuka
Panduan penyelenggaraan pelaksanaan smp terbuka
Panduan penyelenggaraan pelaksanaan smp terbuka
Panduan penyelenggaraan pelaksanaan smp terbuka
Panduan penyelenggaraan pelaksanaan smp terbuka
Panduan penyelenggaraan pelaksanaan smp terbuka
Panduan penyelenggaraan pelaksanaan smp terbuka
Panduan penyelenggaraan pelaksanaan smp terbuka
Panduan penyelenggaraan pelaksanaan smp terbuka
Panduan penyelenggaraan pelaksanaan smp terbuka
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Panduan penyelenggaraan pelaksanaan smp terbuka

6,468

Published on

Panduan Penyelenggaraan Pelaksanaan SMP Terbuka Bk 3

Published in: Education
0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
6,468
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
294
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "Panduan penyelenggaraan pelaksanaan smp terbuka"

  1. 1. Belajar Untuk Masa Depanku PANDUAN PELAKSANAANPENYELENGGARAAN SMP TERBUKA Buku 3 : Panduan Operasional Bagi Guru Bina dan Guru Pamong SMP Terbuka KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONALDIREKTORAT JENDERAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama Tahun 2010
  2. 2. Belajar Untuk Masa Depanku KATA PENGANTARPelaksanaan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional,Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 47 Tahun 2008 tentang Wajib Belajar,Instruksi Presiden nomor 5 tahun 2006 tentang Gerakan Nasional Percepatan PenuntasanWajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun dan Pemberantasan Buta Aksaramerupakan indikasi yang sangat nyata upaya Pemerintah Indonesia dalam peningkatanmutu sumberdaya manusia agar mampu bersaing dalam era keterbukaan dan globalisasi.Di lingkungan Direktorat Pembinaan SMP Ditjen Mandikdasmen, KementerianPendidikan Nasional, diantara dampak realisasi dari peraturan-peraturan perundangantersebut dapat diukur dari Angka Partisipasi Kasar (APK) SMP/MTs/Sederajat pada akhirtahun 2009 mencapai 98,11%. Angka ini melebihi target yang diharapkan dapat dicapaiakhir tahun 2008, yaitu 95.0%. Dengan telah tercapainya target APK di atas, makaorientasi pembinaan pendidikan pada jenjang SMP lebih ditekankan pada peningkatanmutu pendidikan.Dalam rangka peningkatan mutu tersebut, Direktorat Pembinaan SMP telah menyusunberbagai kebijakan dan strategi yang kemudian dijabarkan dalam bentuk program dankegiatan yang dilaksanakan secara terpadu dan terkoordinasi. Dengan kebijakan danprogram tersebut, diharapkan misi 5 K Kementerian Pendidikan Nasional terkait denganKetersediaan, Keterjangkauan, Kualitas, Kesetaraan dan Kepastian juga diharapkan dapatterpenuhi.Agar program dan/atau kegiatan tersebut dapat mencapai target yang telah ditetapkan,sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang ada, Direktorat Pembinaan SMP menerbitkanberbagai Buku Panduan Pelaksanaan untuk masing-masing program dan/atau kegiatan,baik yang pengelolaannya di tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota, maupun yangdilaksanakan langsung oleh sekolah.Dengan buku panduan ini diharapkan pihak-pihak terkait dengan penyelenggaraanprogram di semua tingkatan dapat memahami dan melaksanakan dengan amanah, efektifdan efisien seluruh proses kegiatan mulai dari penyiapan rencana, pelaksanaan, sampaidengan monitoring, evaluasi dan pelaporannya.Akhirnya, kami mengharapkan agar semua pihak terkait mempelajari dengan seksama danmenjadikannya sebagai pedoman serta acuan dalam pelaksanaan seluruh program ataukegiatan pembangunan pendidikan pada jenjang Sekolah Menengah Pertama tahunanggaran 2010. Jakarta, Januari 2010 Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Pertama, Didik Suhardi, SH., M.Si NIP. 196312031983031004 i
  3. 3. Belajar Untuk Masa Depanku DAFTAR ISIKATA PENGANTAR................................................................................................................. iDAFTAR ISI............................................................................................................................. iiiBAB I PENDAHULUAN .......................................................................................................... 1 A. Latar Belakang. .............................................................................................................. 1 B. Tujuan. ........................................................................................................................... 2 C. Hasil Yang Diharapkan .................................................................................................. 2BAB II PANDUAN PELAKSANAAN BAGI GURU BINA .................................................... 3 A. Pendahuluan. .................................................................................................................. 3 B. Peran Guru Bina Secara Umum ..................................................................................... 4 C. Peran Guru Bina Menjelang Tahun Pelajaran Baru....................................................... 5 D. Peran Guru Bina Dalam Perencanaan Program ............................................................. 6 E. Peran Guru Bina Dalam Kegiatan Tatap Muka ........................................................... 19 F. Peran Guru Bina dalam Penilaian. ............................................................................... 24 G. Peran Guru Bina Dalam Supervisi Ke TKB ................................................................ 26 H. Komitmen Guru Bina................................................................................................... 27BAB III PANDUAN PELAKSANAAN BAGI GURU PAMONG ......................................... 29 A. Pengantar...................................................................................................................... 29 B. Peran Guru Pamong Dalam Kegiatan Persiapan.......................................................... 29 C. Peran Guru Pamong dalam Kegiatan Belajar Mengajar di TKB. ................................ 33 D. Peran Guru Pamong dalam Membantu Administrasi di TKB ..................................... 35 E. Peran Guru Pamong Dalam Kegiatan Yang Lain. ....................................................... 36 F. Komitmen Guru Pamong. .............................................................................................. 41 iii
  4. 4. Belajar Untuk Masa Depanku BAB I PENDAHULUANA. Latar Belakang. Sekolah Menengah Pertama (SMP) Terbuka merupakan salah satu satuan pendidikan alternatif yang berfungsi untuk menampung tamatan Sekolah Dasar (SD), Madrasah Ibditaiyah (MI) dan setara yang mengalami berbagai kendala kesulitan. Kendala dan kesulitan tersebut antara lain disebabkan oleh kondisi letak geografis, daerah terpencil, sosial ekonomi yang lemah, kesulitan transportasi, atau terbatasnya waktu karena harus membantu orang tua bekerja, atau bekerja sendiri mencari nafkah untuk mencukupi keperluan hidupnya, sehingga tidak memungkinkan mereka untuk belajar di SMP regular, meskipun lokasinya tidak jauh dari tempat tinggal mereka. SMP Terbuka dalam penyelenggaraannya bergabung atau menginduk ke SMP Negeri (selanjutnya disebut Sekolah Induk) dan mempunyai ciri khas jika dibandingkan dengan SMP Reguler. Ciri khas yang membedakan dengan SMP Reguler yang menjadi sekolah induknya adalah yang berkaitan dengan cara belajar. Jika siswa di Sekolah Induk belajarnya menggunakan satu cara yaitu belajar secara tatap muka setiap hari dengan guru, maka siswa SMP Terbuka belajarnya menggunakan dua cara, yaitu belajar mandiri di TKB dengan menggunakan modul di bawah asuhan Guru Pamong dan belajar tatap muka dengan Guru Bina di Sekolah Induk. SMP Terbuka yang dirancang khusus untuk melayani para siswa usia 13 – 15 tahun dan maksimal 18 tahun yang tidak dapat mengikuti pelajaran pada SMP Reguler setempat. SMP Terbuka mulai dirintis penyelenggaraannya pada tahun pelajaran 1979/1980 di 5 lokasi. Setelah diadakan evaluasi pada saat menamatkan untuk pertama kalinya dan dianggap layak untuk disebarluaskan sebagai suatu pendidikan alternatif pada jenjang SMP, SMP Terbuka masih tetap ”exist” sampai sekarang. Kurikulum yang digunakan pada SMP Terbuka sama dengan kurikulum yang digunakan pada SMP Reguler. Oleh karena itu lulusan SMP Terbuka juga sama dengan lulusan SMP Reguler. Meskipun kurikulumnya sama, tetapi program-program pembelajaran pada SMP Terbuka dirancang sedemikian rupa sehingga sesedikit mungkin melibatkan bantuan dari para guru, karena yang lebih dipentingkankan pada SMP Terbuka adalah sikap kemandirian siswa. Cara belajar di SMP Terbuka, siswa harus belajar secara mandiri dengan menggunakan modul baik di rumah atau di tempat lain yang lebih nyaman. Dalam setiap minggu, para siswa SMP Terbuka belajar secara teratur selama 6 hari, yaitu melaksanakan belajar mandiri dan kelompok di Tempat Kegiatan Belajar (TKB) selama 4 atau 5 hari dan 2 atau 1 hari belajar secara klasikal melalui tatap muka baik di Sekolah Induk maupun di TKB dengan sistem guru kunjung. Para siswa SMP Terbuka wajib datang ke TKB selama 4 atau 5 hari dalam seminggu dan setiap hari mereka belajar selama 3 atau 4 jam. Di TKB siswa-siswa dibantu oleh Guru Pamong. Selama di TKB siswa-siswa belajar secara mandiri atau kelompok dengan menggunakan modul. Bila mengalami kesulitan dalam memahami sendiri isi modul siswa dapat membicarakannya dengan teman atau menanyakan kepada Guru Pamong. Bila temannya atau Guru Pamong tidak dapat membantu, maka masalah itu dicacat oleh Guru Pamong pada Lembar Kesulitan Belajar Siswa dan disampaikan kepada Guru Bina untuk dibahas pada waktu kegiatan tatap muka. Di TKB siswa juga belajar dengan cara mendengarkan siaran radio atau memutar program kaset audio.QEC24711 - Panduan Pelaksanaan Penyelenggaraan SMPT 1
  5. 5. Belajar Untuk Masa Depanku Program radio dan kaset audio memang sengaja dirancang untuk menunjang pelajaran yang disajikan dengan modul. Belajar secara tatap muka pada umumnya dilaksanakan bersama-sama dengan Guru Bina di SMP Induk selama 2 atau 1 hari dalam seminggu @ 6 jam pelajaran setiap hari. Melalui belajar tatap muka ini masalah-masalah yang belum dapat dipecahkan selama di TKB dibahas bersama-sama dengan Guru Bina. Dalam kegiatan tatap muka ini Guru Bina dapat memanfaatkannya untuk membahas bagian-bagian yang dianggap sulit oleh siswa jika dipelajari secara mandiri. Di samping itu Guru Bina dapat juga menggunakan waktu tersebut untuk melakukan penilaian kemajuan belajar siswa. Dalam kegiatan tatap muka para siswa dihimpun dalam beberapa kelas paralel seperti layaknya sekolah biasa. Selama kegiatan tatap muka para siswa berkesempatan belajar dengan memanfaatkan fasilitas yang tersedia di SMP Induk, seperti Ruang Laboratorium IPA untuk melakukan percobaan-percobaan, Ruang Perpustakaan untuk memperoleh bahan pengayaan, Ruang Audio untuk melihat film bingkai suara, program video, dsb. Melalui kegiatan tatap muka ini para siswa dapat mengenal guru-guru di SMP Induk dan teman-teman sekelas dari TKB lain dan juga teman-teman dari SMP Induk. Hal ini dapat mengurangi rasa keterasingan selama belajar di TKB. Oleh karena pengelolaannya memerlukan penanganan secara khusus sesuai karakteristik yang dimiliki oleh SMP Terbuka, maka diperlukan adanya panduan pelaksanaan yang wajib difahami oleh semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan SMP Terbuka.B. Tujuan. Panduan pelaksanaan penyelenggaraan SMP Terbuka ini disusun dengan tujuan agar semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan SMP Terbuka dapat memahami seluk beluk SMP Terbuka, mulai dari para Pengelola langsung di sekolah, yaitu Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, Guru Bina, Guru Pamong, Guru Pembimbing, Tenaga Administrasi, Komite Sekolah, dan Masyarakat setempat, para Pengelola Pendidikan di lapangan, yaitu para Pengawas Pendidikan, para Pembina Pendidikan baik di tingkat Kabupaten / Kota, di tingkat Provinsi beserta Pemerintah Daerahnya, maupun para Pengelola di tingkat Pusat, yaitu Direktorat Pembinaan SMP, Pusat Teknologi Komunikasi dan Informasi beserta pihak terkait lainnya.C. Hasil Yang Diharapkan Setelah mempelajari dengan saksama panduan ini diharapkan masing-masing pihak terkait tersebut dapat melaksanakan masing-masing tugas pokok, fungsi dan tanggung- jawabnya dengan sebaik-baiknya.2 Direktorat Pembinaan SMP - QEC24711
  6. 6. Belajar Untuk Masa Depanku BAB II PANDUAN PELAKSANAAN BAGI GURU BINAA. Pendahuluan. 1. Pengantar. Setelah mengikuti orientasi, pelatihan, workshop dan kegiatan lainnya yang berkaitan dengan pengelolaan SMP Terbuka, diharapkan Guru Bina mampu berperan secara aktif dalam pengelolaan dan pelaksanaan SMP Terbuka. Untuk menyegarkan kembali pemahaman mengenai tugas dan fungsi Guru Bina, Buku Panduan ini akan memberikan gambaran secara khusus tentang tugas dan fungsi Guru Bina, sebagai upaya untuk memantapkan kerja Guru Bina dalam melaksanakan : a. Pengelolaan belajar melalui tatap muka; b. Proses belajar melalui tatap muka; c. Peran Guru Bina pada kegiatan belajar melalui tatap muka; dan d. Peran Guru Bina dalam menunjang kegiatan belajar mandiri dan kelompok di TKB 2. Pengertian a. Guru Bina adalah guru yang mempunyai keahlian mata pelajaran tertentu b. Guru Bina diutamakan guru tetap dari SMP Induk c. Guru Bina adalah guru dari Sekolah Induk yang menguasai mata pelajaran tertentu dan telah mempunyai pengalaman mengajar d. Guru Bina, diambil dari guru tetap Sekolah Induk dan diutamakan yang tugas mengajarnya belum melebihi 18 jam pelajaran per minggu. 3. Tujuan dan Fungsi Tujuan penyusunan Panduan Pelaksanaan Bagi Guru Bina ini adalah agar para Guru Bina pada khususnya, dan para Pengelola SMP Terbuka pada umumnya dapat : a. Menyusun Program Tahunan dan Program Semester; b. Menyusun Jadwal Tatap Muka, Jadwal Belajar Mandiri atau Kelompok dan Jadwal Supervisi Guru Bina ke TKB; c. Mengelola dan melaksanakan kegiatan tatap muka; d. Melaksanakan penilaian; e. Melaksanakan supervisi ke TKB dan MOS; f. Merekap daftar materi sulit dari siswa di TKB dan membahas pada kegiatan tatap muka; g. Membantu Kepala Sekolah dalam Penerimaan Siswa Baru dan Masa Orientasi Siswa; h. Membantu Kepala Sekolah dalam menyiapkan sarana penunjang dan distribusinya; danQEC24711 - Panduan Pelaksanaan Penyelenggaraan SMPT 3
  7. 7. Belajar Untuk Masa Depanku i. Membuat perkiraan untuk mengantisipasi berbagai kesulitan yang dialami oleh para siswa di TKB, sesuai latar belakang mata pelajarannya. Adapun fungsinya adalah sebagai wahana untuk menyamakan persepsi dan pandangan tentang tugas dan fungsi Guru Bina. Hal-hal yang belum tercantum dalam petunjuk pelaksanaan ini dapat dikembangkan dan diperkaya oleh daerah sepanjang tidak bertentangan dengan karakteristik dan konsepsi SMP Terbuka. 4. Sasaran Agar pengelolaan dan pembinaan SMP Terbuka dapat berjalan secara optimal, maka petunjuk ini diharapkan dapat dipelajari oleh: a. Guru Bina SMP Terbuka b. Para pengelola SMP Terbuka c. Para pembina pendidikan pada tingkat Kantor Dinas Pendidikan Provinsi (Kepala Sub Dinas SMP, para Kepala Seksi di lingkungan Dinas Pendidikan dan para Pengawas) serta para pembina pendidikan pada tingkat Dinas Pendidikan Kabupaten / Kota . d. Widyaiswara di Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP)B. Peran Guru Bina Secara Umum Guru Bina dalam pengelolaan SMP Terbuka memiliki peran yang strategis. Dari Guru Bina dapat ditunjuk sebagai Wakil Kepala Sekolah atau sebagai Wali Kelas. Peran Guru Bina adalah membimbing, memecahkan kesulitan siswa yang berasal dari TKB maupun kesulitan yang diajukan pada saat tatap muka atau kegiatan belajar yang tidak dapat dilaksanakan di TKB, melaksanakan penilaian, melaksanakan supervisi dan pembinaan. Menjelang tahun pelajaran baru, Guru bina membantu melakukan penyuluhan dan publikasi serta mendaftar calon siswa baru dan pelaksanaan masa orientasi siswa (MOS) Di bidang administrasi pendidikan, Guru Bina turut bertanggung jawab dalam penyusunan program tahunan, program semester, jadwal belajar di TKB, penyusunan jadwal kegiatan tatap muka, penyusunan program penilaian, penyusunan program supervisi, rencana pemanfaatan dan distribusi media belajar, membahas materi esensial dan sulit yang dialami oleh siswa guna menunjang pelaksanaan tatap muka. Dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran siswa, Gguru Bina bertanggung jawab untuk melaksanakan tatap muka 1 – 2 kali seminggu untuk setiap rombongan belajar, sesuai dengan jadwal yang berlaku di SMP Terbuka dimaksud. Dengan sasaran mengatasi materi pelajaran yang belum difahami atau belum dikuasai pada waktu siswa belajar di TKB, atau kegiatan belajar yang tidak dapat dilakukan di TKB misalnya praktikum IPA, praktikum Keterampilan, Olah raga, dsb. Pada pelaksanaan penilaian, Guru Bina sebagai penanggung jawabnya, baik dalam pelaksanaan Tes Akhir Modul (TAM), Tes Akhir Unit (TAU) dan Tes Akhir Semester (TAS). Guru Bina bertanggung jawab dalam penyusunan kisi-kisi dan butir soal Tes Akhir Unit dan Tes Akhir Semester, serta mengolah hasil tes tersebut menjadi nilai rapor dan memasukkan ke dalam daftar nilai / legger. Guru Bina juga membantu pelaksanaan Ujian Akhir Sekolah (UAS) dan Ujian Nasional (UN) siswa SMP Terbuka.4 Direktorat Pembinaan SMP - QEC24711
  8. 8. Belajar Untuk Masa DepankuC. Peran Guru Bina Menjelang Tahun Pelajaran Baru 1. Menghadiri Rapat Persiapan Menjelang tahun pelajaran baru biasanya kepala sekolah mengadakan rapat persiapan untuk membicarakan rencana penerimaan siswa baru (PSB). Hal-hal yang dibicarakan dalam rapat persiapan menjelang tahun pelajaran baru itu, antara lain: a. Berapa jumlah calon yang akan diterima b. Bagaimana prosedur penerimaan dan syarat-syaratnya c. Bagaimana teknik pelaksanaan penyuluhan dan publikasi SMP Terbuka, Lomba Motivasi Belajar Mandiri (LOMOJARI), dst. d. Bagaimana menyusun pemenuhan kebutuhan media belajar, khususnya modul sebagai sumber belajar utama. 2. Membantu Melakukan Penyuluhan dan Publikasi Penyuluhan dan publikasi dilakukan dengan cara menyebarkan leaflet atau brosur media cetak, harian, tabloid. Tetapi dapat juga melakukan pertemuan langsung di keluarga, pertemuan tertentu di kelurahan, di kantor RW, di pertemuan warga, di surau, di masjid, di gereja, di pura dan tempat ibadah lain (tanpa mengganggu kegiatan ritual). Materi penyuluhan adalah informasi tentang SMP Terbuka yang mencakup prosedur penerimaan siswa baru dan cara belajarnya. Sasaran penyuluhan adalah : a. Siswa kelas VI Sekolah Dasar / Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI) atau yang sederajat; b. Tamatan Sekolah Dasar yang belum melanjutkan ke SMP yang berusia antara 13 – 15 tahun dan belum melebih 18 tahun; c. Anak putus sekolah (drop out) SMP / MTs dan masih dalam usia SMP; d. Kepala Sekolah Dasar / Madrasah Ibtidiyah dan sederajat; e. Orang tua siswa Sekolah Dasar / Madrasah Ibtidiyah kelas VI; f. Masyarakat umum; dan g. Kepala Desa /Lurah / Tokoh-tokoh Masyarakat. Mengingat sasaran yang bervariasi ini, maka perlu ada pembagian tugas yang jelas antara Guru Bina yang satu dengan yang lain dikaitkan dengan wilayah sasaran penyuluhan dan publikasi. Petugas penyuluhan sebaiknya dibekali dengan leaflet atau brosur dan sekaligus formulir pendaftaran. 3. Membantu Melakukan Pendaftaran Calon Siswa Baru Pada prinsipnya prosedur penerimaan peserta didik baru (PPDB) untuk SMP Terbuka dibuat semudah mungkin. Dalam melaksanakan PSB dapat memanfaatkan potensi yang ada di sekolah dan di masyarakat. PSB dapat dibantu oleh Guru Bina, Guru Pamong, Kepala SD/MI, Kepala Desa / Lurah, atau langsung melalui Sekolah Induk. Guru Bina dapat menerima pendaftaran di Sekolah Induk atau di tempat tinggalnya, atau mendatangi SD / MI atau tempat tinggal calon siswa dengan menggunakan model formulir daftar isian calon siswa SMP Terbuka dan formulirQEC24711 - Panduan Pelaksanaan Penyelenggaraan SMPT 5
  9. 9. Belajar Untuk Masa Depanku bukti pendaftaran yang telah dijelaskan sebelumnya pada Bab II tentang Panduan Pelaksanaan Bagi Pengelola SMP Terbuka bagian A. Setelah mendaftar, dan memberikan bukti pendaftaran calon siswa, kemudian Guru Bina menyerahkan tanda pendaftaran dan isian itu kepada Panitia Penerimaan Siswa Baru. 4. Membantu Memantapkan Lokasi TKB dan Pembagian Rombongan Belajar Tatap Muka Bila pengumuman hasil PSB dan pendaftaran ulang (daftar kembali) telah dilakukan, berdasarkan pengelompokan tempat domisili/asal siswa dapat ditetapkan lokasi TKB. Bila TKB telah ada (karena SMP Terbuka sudah ada sejak lama), maka TKB mengikuti TKB yang sudah ada. Atas dasar daftar siswa baru per TKB, dapat disusun pembagian rombongan belajar tatap muka (klasikal) dimana tiap rombongan belajar sebaiknya terwakili dari masing-masing TKB. Setelah pembagian rombongan belajar baik kelas VII, kelas VIII, dan kelas IX, kemudian Guru Bina membantu Kepala Sekolah menyusun walikelasnya. Dengan demikian ada 3 hal yang perlu dilakukan : a. Menentukan TKB dan Guru Pamongnya b. Menentukan Guru Bina untuk setiap mata pelajaran c. Menentukan Wali Kelas untukse tiap rombongan belajar tatap muka / klasikal.D. Peran Guru Bina Dalam Perencanaan Program Program semester dan program tahunan disusun terutama berdasarkan pada jumlah dan jenis modul yang dipelajari, ditunjang program radio, program kaset dan berdasarkan kalender pendidikan tahun pelajaran yang sedang berjalan serta penyesuaian dengan kondisi sekolah. 1. Program Semester dan Program Tahunan Program semester dan program tahunan harus disusun, hal ini penting untuk kelancaran proses pembelajaran. Sebaiknya program ini disusun pada waktu yang tepat yaitu pada saat liburan semester atau libur akhir tahun, sehingga pada awal tahun pelajaran atau awal semester berikutnya sudah siap digunakan. Program tahunan disusun oleh kepala sekolah bersama-sama wakil kepala sekolah dan guru bina. Kegiatan yang disepakati antara lain pertemuan koordinasi pengelola SMP Terbuka pemasyarakatan SMP Terbuka, persiapan bahan belajar penerimaan siswa baru, masa orientasi siswa bagi siswa baru, orientasi belajar siswa baru, kegiatan belajar dan pelaksanaan ulangan semester. Berdasarkan program tahunan tersebut, perlu dijabarkan ke dalam program semester yang bersifat khusus. Program semester secara umum inilah yang dijadikan acuan bagi guru bina dalam menyusun program semester per mata pelajaran. Program tahunan secara garis besar berisi seluruh kegiatan baik di Sekolah Indukmaupun di TKB atau di tempat lain yang akan dilakukan selama satu tahun. Program semester yang bersifat umum disusun oleh guru bina bersama-6 Direktorat Pembinaan SMP - QEC24711
  10. 10. Belajar Untuk Masa Depanku sama kepala sekolah dan wakil kepala sekolah. Dalam kesempatan ini mereka menyepakati kegiatan yang dapat dilakukan bersama, seperti menetapkan jadwal tatap muka, ulangan umum, supervisi ke TKB dan sebagainya. Berdasarkan program semester yang bersifat umum tersebut, secara individu setiap guru bina (sebagai guru mata pelajaran) berkewajiban menyusun program semester sesuai dengan mata pelajaran yang menjadi tanggung jawabnya. Program semester berisi seluruh kegiatan baik di TKB maupun di sekolah induk atau di tempat lain yang akan dilakukan selama satu semester. Beberapa kegiatan yang dimaksud yang penting antara lain belajar dengan modul, belajar dengan program radio, kaset, tatap muka, tes akhir unit, tes akhir Semester, ujian akhir (khusus kelas IX) dan supervisi guru bina ke TKB. 2. Program Tatap Muka Program tatap muka adalah bagian dari program semester. Bentuknya berupa matriks kegiatan tatap muka di Sekolah Induk atau di tempat lain, setiap minggu selama satu semester. Program tatap muka dapat diisi dengan memecahkan kesulitan belajar, tes akhir unit (TAU), tes akhir semester (TAS), ujian akhir, praktikum, pemberdayaan perpustakaan dan kegiatan lain yang tidak dapat dilaksanakan di TKB. Tujuannya adalah untuk memberikan pedoman kepada Guru Bina dalam melaksanakan tugas sesuai mata pelajaran yang diajarkannya. Alokasi waktu tatap muka sebaiknya dua hari dalam seminggu atau sebanyak 2 x 6 jam = 12 jam atau disesuaikan dengan situasi kondisi masing-masing wilayah. Alokasi waktu tersebut dibagi untuk semua mata pelajaran. Dalam hal ini frekuensi tatap muka untuk setiap mata pelajaran tidak sama, tetapi bergantung kepada tingkat kesulitannya. Misalnya mata pelajaran Matematika dan Bahasa Inggris merupakan mata pelajaran yang dianggap banyak memerlukan latihan dan harus mendapat porsi alokasi waktu yang lebih banyak. Sebelum menyusun jadwal tatap muka, perlu ditetapkan terlebih dahulu berapa jam tatap muka untuk setiap mata pelajaran selama satu semester. Jumlah jam pelajaran secara keseluruhan bergantung kepada pola yang dipakai. Contohnya: a. Untuk Pola 4 : 2, maka jumlah waktu seluruhnya adalah: Untuk semseter gazal = 6 jam x 2 hari x 18 minggu efektif = 216 jam pelajaran Untuk semesetr genap = 6 jam x 2 hari x 16 minggu efektif = 192 jam pelajaran Khusus untuk semester genap kelas IX = 6 jam x 2 hari x 12 minggu sefektif = 144 jam pelajaran b. Untuk Pola 5 : 1, maka jumlah waktu seluruhnya adalah: Untuk semseter gazal = 6 jam x 1 hari x 18 minggu efektif = 108 jam pelajaran Untuk semesetr genap = 6 jam x 1 hari x 16 minggu efektif = 96 jam pelajaran Khusus untuk semester genap kelas IX = 6 jam x 1 hari x 12 minggu sefektif = 72 jam pelajaran Berdasarkan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yang telah dikembangkan menjadi Kurikulum Tingkat satuan Pendidikan (KTSP), maka struktur programQEC24711 - Panduan Pelaksanaan Penyelenggaraan SMPT 7
  11. 11. Belajar Untuk Masa Depanku dan alokasi waktu untuk masing-masing mata pelajaran per minggu adalah sebagai berikut: 1. Pendidikan Agama = 2 jam 2. Pendidikan Kewarganegaraan = 2 jam 3. Bahasa Indonesia = 6 jam 4. Bahasa Inggris = 6 jam 5. Matematika = 8 jam 6. IPA – Biologi = 5 jam IPA – Fisika = 3 jam 7. IPS – Geografi = 2 jam IPS – Sejarah = 2 jam IPS – Ekonomi = 2 jam 8. Seni Budaya = 2 jam 9. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan = 2 jam 10. Keterampilan / TIK = 6 jam 11. Muatan Lokal 12. Pengembangan Diri Jumlah = 48 jam 1 (satu) jam pelajaran = 40 menit Berdasarkan alokasi waktu tersebut, dapat disusun jadwal kegiatan tatap muka. Jadwal yang telah disusun disesuaikan dengan jumlah kelas paralel yang ada di setiap lokasi SMP Terbuka di wilayah masing-masing. Perlu diingat bahwa untuk menetapkan alokasi waktu maupun jadwal ini perlu disepakati bersama oleh Guru Bina, Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah. Contoh 1 : Format JADWAL TATAP MUKA (Pagi hari) SMP : ................................................. Semester : ................................................. Bulan : ………………………………. Kelas Minggu ke Hari Waktu VII VIII IX 07.00 - 07.45 A B C A B C A B C 07.45 - 08.30 08.30 - 09.15 Jumat 09.15 - 09.30 Istirahat 09.30 - 10.10 10.10 - 10.50 10.50 - 11.45 I 07.00 - 07.45 07.45 - 08.30 08.30 - 09.15 Sabtu 09.15 - 09.30 Istirahat 09.30 - 10.10 10.10 - 10.50 10.50 - 11.45 II Jumat 07.00 - 07.45 07.45 - 08.30 08.30 - 09.15 09.15 - 09.30 Istirahat 09.30 - 10.10 10.10 - 10.508 Direktorat Pembinaan SMP - QEC24711
  12. 12. Belajar Untuk Masa Depanku 10.50 - 11.45 07.00 - 07.45 07.45 - 08.30 08.30 - 09.15 Sabtu 09.15 - 09.30 Istirahat 09.30 - 10.10 10.10 - 10.50 10.50 - 11.45 07.00 - 07.45 07.45 - 08.30 08.30 - 09.15 Jumat 09.15 - 09.30 Istirahat 09.30 - 10.10 10.10 - 10.50 10.50 - 11.45 III 07.00 - 07.45 07.45 - 08.30 08.30 - 09.15 Sabtu 09.15 - 09.30 Istirahat 09.30 - 10.10 10.10 - 10.50 10.50 - 11.45 07.00 - 07.45 07.45 - 08.30 08.30 - 09.15 Jumat 09.15 - 09.30 Istirahat 09.30 - 10.10 10.10 - 10.50 10.50 - 11.45 IV 07.00 - 07.45 07.45 - 08.30 08.30 - 09.15 Sabtu 09.15 - 09.30 Istirahat 09.30 - 10.10 10.10 - 10.50 10.50 - 11.45QEC24711 - Panduan Pelaksanaan Penyelenggaraan SMPT 9
  13. 13. Belajar Untuk Masa DepankuContoh 2 : Format JADWAL TATAP MUKA (Sore hari) SMP : ................................................. Semester : ................................................. Bulan : ………………………………. Kelas No Hari Waktu Ket. VII VIII IX 13.30-14.00 Bhs. Inggris Pend. Agama Matematika 13.30-14.10 14.00-14.30 Bhs. Inggris Pend. Agama Matematika 14.10-14.50 14.30-15.00 Matematika Bhs. Inggris Pend. Agama Senin 14.50-15.30 1 15.00-15.15 Istirahat Istirahat Istirahat Istirahat 15.45-15.45 Matematika Bhs. Inggris Pend, Agama 15.40-16.20 15.45-16.15 Pend. Agama Matematika Bhs. Inggris 16.20-17.00 16.45-16.45 Pend. Agama Matematika Bhs. Inggris 17.00-17.40 - Program audio 13.30-14.00 Bhs. Bhs. Daerah IPA Fisika visual 14.00-14.30 Indonesia Bhs. Daerah IPA Fisika (mendengarkan 14.30-15.00 Bhs. IPA Fisika Bhs. kaset, OHP, 15.00-15.15 Indonesia Istirahat Indonesia Kamis Slide) 2 15.45-15.45 Bhs. Daerah IPA Fisika Istirahat diserahkan 15.45-16.15 Istirahat Bhs. Indonesia Bhs. masing-masing 16.45-16.45 Bhs. Daerah Bhs. Indonesia Indonesia bidang studi IPA Fisika Bhs. Daerah IPA Fisika Bhs. Daerah - Pelajaran Bhs. Daerah menurut daerah masing- 13.30-14.00 Bhs. Inggris IPS Geografi Matematika masing 14.00-14.30 Bhs. Inggris IPS Geografi Matematika 14.30-15.00 Matematika Bhs. Inggris IPS Geografi - Jam tatap mu- Senin 3 15.00-15.15 Istirahat Istirahat Istirahat ka disesuaikan 15.45-15.45 Matematika Bhs. Inggris IPS Geografi dengan masing- 15.45-16.15 IPS Geografi Matematika Bhs. Inggris masing daerah 16.45-16.45 IPS Geografi Matematika Bhs. Inggris -Untuk kelas paralel dapat 13.30-14.00 Bhs. PKn IPA Fisika dikembangkan 14.00-14.30 Indonesia PKn IPA Fisika sendiri sesuai 14.30-15.00 Bhs. IPA Fisika Bhs kondisi masing- Kamis 15.00-15.15 Indonesia Istirahat Indonesia masing 4 15.45-15.45 PKn IPA Fisika Istirahat 15.45-16.15 Istirahat Bhs. Indonesia Bhs. -Tipe yang digu- 16.45-16.45 PKn Bhs. Indonesia Indonesia nakan bisa 5 : 1 IPA Fisika PKn tergantung IPA Fisika PKn karakteristik daerah masing- 13.30-14.00 Matematika IPS Ekonomi Mulok masing 14.00-14.30 Matematika IPS Ekonomi Mulok 14.30-15.00 IPS Ekonomi Mulok Matematika -Muatan lokal Senin 5 15.00-15.15 Istirahat Istirahat Istirahat dengan fersi 2 15.45-15.45 IPS Ekonomi Mulok Matematika jam pelajaran 15.45-16.15 Mulok Matematika IPS Ekonomi diserahkan 16.45-16.45 Mulok Matematika IPS Ekonomi masing-masing sekolah 13.30-14.00 Bhs. Penjaskes IPA Biologi 14.00-14.30 Indonesia Pendjaskes IPA Biologi 14.30-15.00 Bhs. IPA Biologi Bhs. Kamis 15.00-15.15 Indonesia Istirahat Indonesia 6 15.45-15.45 Penjaskes IPA Biologi Istirahat 15.45-16.15 Istirahat Bhs. Indonesia Bhs. 16.45-16.45 Penjaskes Bhs. Indonesia Indonesia IPA Biologi Penjaskes IPA Biologi Penjaskes10 Direktorat Pembinaan SMP - QEC24711
  14. 14. Belajar Untuk Masa Depanku Kelas No Hari Waktu Ket. VII VIII IX 13.30-14.00 Bhs. Inggris IPS Sejarah Matematika 14.00-14.30 Bhs. Inggris IPS Sejarah Matematika 14.30-15.00 Matematika Bhs. Inggris IPS Sejarah Senin 7 15.00-15.15 Istirahat Istirahat Istirahat 15.45-15.45 Matematika Bhs. Inggris IPS Sejarah 15.45-16.15 IPS Sejarah Matematika Bhs. Inggris 16.45-16.45 IPS Sejarah Matematika Bhs. Inggris 13.30-14.00 KTR / TIK Kesenian IPA Biologi 14.00-14.30 KTR / TIK Kesenian IPA Biologi 14.30-15.00 Kesenia IPA Biologi KTR / TIK Kamis 8 15.00-15.15 Istirahat Istirahat Istirahat 15.45-15.45 Kesenian IPA Biologi KTR / TIK 15.45-16.15 IPA Biologi KTR /TIK Kesenian 16.45-16.45 IPA Biologi KTR / TIK Kesenian 3. Program Belajar di TKB Belajar di TKB merupakan kegiatan belajar mandiri atau kelompok, dengan modul sebagai bahan belajar utama. Sesuai dengan mata pelajarannya, ada 10 macam modul yang harus dipelajari oleh siswa di TKB, yaitu : 1. Pendidikan Agama 2. Pendidikan Kewarganegaraan 3. Bahasa Indonesia 4. Bahasa Inggris 5. Matematika 6. IPA – Biologi IPA – Fisika 7. IPS – Geografi IPS – Sejarah IPS – Ekonomi 8. Seni Budaya 9. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan 10. Keterampilan / TIK Muatan Lokal . Pengembangan Diri Kegiatan untuk mata pelajaran yang dianggap sukar ditunjang dengan program kaset dan program radio. Mengingat banyaknya mata pelajaran dan terbatasnya waktu yang tersedia, maka perlu disusun program yang jelas dan dibuatkan jadwalnya. Jadwal tersebut dapat dilaksanakan pada waktu pagi dan siang, sesuai dengan kesepakatan antara guru pamong dan siswa. Jumlah hari belajar di TKB yang menggunakan Pola 4 : 1 adalah 4 (empat) hari dalam seminggu. Bagi TKB yang menggunakan Pola 5 : 1 adalah 5 (lima) hari dalam seminggu. Rinciannya adalah sebagai berikut: a. Pola 4 : 2 (4 hari kegiatan belajar di TKB selama 3 jam pelajaran, 2 hari kegiatan belajar tatap muka di Sekolah Induk) jumlah jam pelajaran belajar mandiri di TKB adalah :QEC24711 - Panduan Pelaksanaan Penyelenggaraan SMPT 11
  15. 15. Belajar Untuk Masa Depanku Semester 1 = 18 Minggu x 4 hari x 3 jam pelajaran = 216 jam pelajaran Semester 2 = 16 Minggu x 4 hari x 3 jam pelajaran = 192 jam pelajaran Khusus Semester 2 kelas IX = 14 Minggu x 4 hari x 3 jam pelajaran = 168 jam pelajaran. b. Pola 4 : 2 (4 hari kegiatan belajar di TKB selama 4 jam pelajaran, 2 hari kegiatan belajar tatap muka di Sekolah Induk) jumlah jam pelajaran belajar mandiri di TKB adalah : Semester 1 = 18 Minggu x 4 hari x 4 jam pelajaran = 288 jam pelajaran Semester 2 = 16 Minggu x 4 hari x 4 jam pelajaran = 256 jam pelajaran Khusus Semester 2 kelas IX = 14 Minggu x 4 hari x 4 jam pelajaran = 224 jam pelajaran c. Pola 5 : 1 (5 hari kegiatan belajar di TKB selama 3 jam pelajaran, 1 hari kegiatan belajar tatap muka di Sekolah Induk) jumlah jam pelajaran belajar mandiri di TKB adalah : Semester 1 = 18 Minggu x 5 hari x 3 jam pelajaran = 270 jam pelajaran Semester 2 = 16 Minggu x 5 hari x 3 jam pelajaran = 240 jam pelajaran Khusus Semester 2 kelas III = 14 Minggu x 5 hari x 3 jam pelajaran = 210 jam pelajaran d. Pola 5 : 1 5 hari kegiatan belajar di TKB selama 4 jam pelajaran, 1 hari kegiatan belajar tatap muka di Sekolah Induk) jumlah jam pelajaran belajar mandiri di TKB adalah : Semester 1 = 18 Minggu x 5 hari x 4 jam pelajaran = 360 jam pelajaran Semester 2 = 16 Minggu x 5 hari x 4 jam pelajaran = 320 jam pelajaran Khusus Semester 2 kelas III = 14 Minggu x 5 hari x 4 jam pelajaran = 280 jam pelajaran Hal yang perlu diperhatikan sesuai proporsional kurikulum adalah, bahwa setiap mata pelajaran mendapat porsi yang berbeda berdasarkan dengan tingkat kepentingan dan kesulitan mata pelajaran tersebut. Mata pelajaran yang memerlukan banyak latihan seperti Matematika, Bahasa Inggris, atau Ilmu Pengetahuan Alam diberi jatah waktu yang lebih banyak. 4. Program Penilaian Penilaian di SMP Terbuka meliputi Tes Akhir Modul, Tes Akhir Unit, Tes Akhir Semester, dan Ujian Akhir. a. Tes Akhir Modul (TAM) Tes Akhir Modul yaitu tes yang diberikan kepada setiap siswa bila telah selesai mempelajari satu modul mata pelajaran. Gunanya untuk mengetahui kemampuan siswa memahami isi modul. Banyaknya tes akhir modul setiap mata pelajaran tergantung dari jumlah modul mata pelajaran dalam satu Semester. Misalnya untuk mata pelajaran Geografi kelas VIII Semester pertama ada 4 modul kegiatan siswa, maka siswa akan mendapatkan 4 kali tes akhir modul. Dalam pelaksanaannya, tes akhir modul tidak diberikan secara individual, tetapi dilaksanakan secara bersama-sama di TKB atau di sekolah induk. Tes Akhir Modul berfungsi sebagai ulangan harian. Soal tes ini sudah tersedia sesuai dengan modul yang telah dipelajari oleh siswa. Tes12 Direktorat Pembinaan SMP - QEC24711
  16. 16. Belajar Untuk Masa Depanku dilaksanakan oleh guru pamong serta hasilnya diserahkan kepada guru bina sebagai wacana untuk penilaian hasil belajar selanjutnya. b. Tes Akhir Unit (TAU) Modul-modul yang masih dalam satu bahasan dapat dikelompokkan menjadi satu unit. Setiap unit terdiri atas dua modul atau lebih. Apabila siswa telah selesai mempelajari satu unit diberikan tes akhir unit. Tes akhir unit juga berfungsi sebagai ulangan harian. Frekuensi tes akhir unit tergantung kepada banyaknya unit dalam satu Semester. Soal tes akhir unit disusun oleh guru bina. Tes diberikan oleh guru bini dan dapat dimintakan bantuan kepada guru pamong, kemudian diperiksa dan dinilai oleh guru pamong. Hasil penilaian juga menjadi wacana dalam penilaian selanjutnya. c. Tes Akhir Semester (TAS). Pada akhir Semester, siswa diberikan Tes Akhir Semester (TAS) yang bahannya mencakup seluruh isi modul yang dipelajari selama satu semester. Bahan Tes Akhir Semester ini bersifat kumulatif, artinya tes akhir Semester pertama bahannya diambil dari materi modul Semester Pertama. Untuk tes akhir Semester Kedua bahannya mencakup materi modul Semester Pertama dan Semester kedua. Tes akhir Semester Ketiga bahannya diambil dari materi modul Semester pertama, Semester kedua dan Semester ketiga. Demikian seterusnya sampai Semester Keenam. Cakupan Materi Semester No. Ket 1 2 3 4 5 6 1. Tes Akhir Semester 1 √ - - - - - 2. Tes Akhir Semester 2 √ √ - - - - 3. Tes Akhir Semester 3 √ √ √ 4. Tes Akhir Semester 4 √ √ √ √ 5. Tes Akhir Semester 5 √ √ √ √ √ 6. Tes Akhir Semester 6 √ √ √ √ √ √ d. Tes Akhir Semester disusun oleh Guru Bina : a. Tes akhir semester biasanya dilaksanakan secara serentak atau bersamaan waktunya dengan SMP Reguler, dengan soal standar daerah. Soal untuk msing-masing mata pelajaran non UN disusun oleh Guru Bina mata pelajaran yang bersangkutan dengan aturan seperti soal mata pelajaran yang diUNkan. b. Tugas guru bina memeriksa hasil Tes Akhir Semesdter yang telah dikerjakan oleh siswa dengan memadukannya dengan nilai-nilai yang terdahulu (TAM + TAU) untuk diolah menjadi nilai raport. c. Tes ini dilaksanakan sekali pada akhir Semester d. Ujian Akhir melalui UAS / UN di Sekolah Induk Pelaksanaan ujian akhir sekolah (UAS) dan ujian nasional (UN) biasanya dilaksanakan bersamaan dengan SMP Reguler, bertempat di SMP Induk.QEC24711 - Panduan Pelaksanaan Penyelenggaraan SMPT 13
  17. 17. Belajar Untuk Masa Depanku 5. Program Supervisi ke TKB Supervisi ke TKB mempunyai dua tujuan : Pertama untuk membantu guru pamong dalam menjalankan tugasnya di TKB, dan yang kedua untuk membantu siswa memecahkan kesulitan belajar mandiri. Secara berkala (sesuai dengan jadwal), guru-guru bina melakukan supervisi ini diatur oleh kepala sekolah, disesuaikan dengan kebutuhan dan sasaran penunjangnya. Contoh: JADWAL KUNJUNGAN SUPERVISI KE TKB SMP TERBUKA PEDESAAN SEMESTER 1 TAHUN 2008/2009 Minggu Ke No Personal 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 Guru Bina PKn. A B C D 2 Guru Bina Bhs. Indo. B C D A D C B A 3 Guru Bina Bhs. Inggris C B B A D C B A C D B A 4 Guru Bina Matematika A B C D A B C D A B C D 5 Guru Bina IPA Fisika A B C D A B 6 Guru Bina IPA Biologi A B C D A B 7 Guru Bina IPS B D A C B D A C D A B C 8 Guru Bina Mulok D C B A B D 9 Guru Bina Seni Budaya D 10 Guru Agama B C A B D C 11 Kepala Sekolah C A D B C A 12 Wk. Kep. Sekolah C D A B D C Keterangan : - ABCD = Nama TKB - Setiap minggu dilaksanakan empat kali pertemuan - Guru Bina datangnya sesuai dengan jadwal pelajaran yang bersangkutan 6. Kalender Pendidikan Program semester disusun berdasarkan kalender pendidikan yang berlaku secara Regional dan telah disesuaikan dengan kondisi wilayah/propinsi. Dengan kalender pendidikan, kita dapat mengetahui kegiatan dalam satu Semester atau satu tahun. Di samping itu dapat diketahui pula kapan hari libur nasional, libur khusus daerah, awal tahun pelajaran baru, libur semester dan libur akhir tahun pelajaran, pembagian rapor, ujian akhir dan kegiatan penting lainnya. 7. Langkah-langkah Penyusunan Program Semester dan Tatap Muka a. Identifikasi Proses Belajar Mengajar Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui kegiatan apa saja yang akan dilakukan selama satu Semester, berapa kali frekuensinya, berapa lama waktu yang diperlukan, dan kapan akan dilaksanakan. Kegiatan yang akan Anda lakukan selama satu semester mulai dari pembagian modul, mempelajari modul, melaksanakan program radio, program kaset,14 Direktorat Pembinaan SMP - QEC24711
  18. 18. Belajar Untuk Masa Depanku mengirim daftar kesulitan belajar, jadwal tatap muka, supervisi ke TKB, tes akhir Semester, ujian akhir, pembagian rapor dan sebagainya. Berdasarkan kesepakatan mengenai waktunya, frekuensinya dan tempatnya, seluruh kegiatan tersebut disusun dalam satu matriks program b. Identifikasi Hari Belajar Efektif Berdasarkan kalender pendidikan yang berlaku di setiap wilayah dapat diketahui jumlah hari belajar efektif dalam setiap semester. Jumlah hari belajar efektif pada semester pertama adalah 18 minggu, untuk semester kedua adalah 16 minggu. Bertolak dari jumlah modul untuk setiap mata pelajaran, maka setiap guru bina dapat menetapkan kapan dan berapa lama belajar di TKB, frekuensi tatap muka, tes akhir modul, tes akhir unit, tes akhir semester, dan pembinaan ke TKB. Sebagai ilustrasi dengan mengidentifikasi jumlah modul Geografi per semester, per tingkat kelas, dapat disusun per rekapitulasi jumlah tatap muka, tes akhir modul, tes akhir unit, tes akhir semester dan kegiatan tatap muka berdasarkan jumlah minggu efektif per semester. Contoh: Rekapitulasi Program Pengajaran Geografi Kelas VIII Jmlah Tes Jmlah Tes Jmlah Tes Jumah Jumah Jumah Jumlah Kelas Semester Akhir Akhir Akhir Tatap Minggu Modul Unit Modul Semester Unit Muka Efektif 1 VII 2 1 4 2 4 2 2 6 18 VIII 2 5 2 5 2 2 7 16 1 IX 2 Pada contoh di atas, diketahui bahwa pada semester pertama kelas VIII terdapat 18 minggu efektif untuk kegiatan belajar mengajar. Pada semester tersebut ada 4 (empat) modul Geografi yang harus dipelajari oleh siswa. Begitu pula untuk semester kedua ada 16 minggu efektif dan jumlah modul yang harus dipelajari ada 5 buah. Selanjutnya, apabila alokasi waktu yang tersedia kita bagi untuk kegiatan yang pokok, yaitu belajar dengan modul, media radio, media kaset, tes akhir modul, tes akhir unit, tes akhir semester dan tatap muka di sekolah induk, maka dapat dibuat gambaran seperti pada matriks. c. Penyusunan Program Semester Secara Umum Berdasarkan rincian kegiatan setiap mata pelajaran, maka komponen demi komponen kita masukkan ke dalam format program semester secara umum seperti pada contoh berikut. Untuk mengisi format itu, sebelumnya perlu ada kesepakatan mengenai pelaksanaan kegiatan tertentu yang perlu pengaturan, seperti kegiatan belajar tatap muka, kunjungan ke TKB dan sebagainya. Contoh-contoh yang diberikan hanya sampai pada minggu ke 12 untuk semester genap pada kelas terakhir. Untuk semester gazal Kelas VII, VIII, dan IX dan semester genap untuk kelas VII dan VIII dapat dikembangkan sendiri oleh Guru BinaQEC24711 - Panduan Pelaksanaan Penyelenggaraan SMPT 15
  19. 19. Belajar Untuk Masa Depanku Pada setiap kolom yang sesuai diisi dengan tanda cek (√). Misalnya, untuk mata pelajaran Geografi, pada minggu keberapa dilakukan belajar dengan modul, kapan tatap muka, kapan tes akhir modul dan seterusnya. Guru Bina perlu membentuk kelompok yang mewakili setiap guru mata pelajaran untuk mengisi format program semester secara umum. Untuk itu perlu disepakati dulu sebelum mengisi format tersebut. Kemudian hasil kesepakatan itu dituangkan ke dalam matriks. Contoh: Format PROGRAM SEMESTER SECARA UMUM SMP TERBUKA : ……………………. Kelas : ……………………. Semester : ……………………. Minggu ke No Jenis Kegiatan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 Belajar dengan modul a. Pendidikan Agama b. PKn c. Bahasa Indonesia d. Bahasa Inggris Matematika e. IPA - Fisika IPA - Biologi f. IPS - Sejarah IPS - Geografi IPS - Ekonomi h.. Seni Budaya i. Penjasorkes j. Keterampilan / TIK Muatan Lokal Pengembangan Diri 2 Belajar dengan radio a. Pendidikan Agama b. PKn c. Bahasa Indonesia d. Bahasa Inggris Matematika e. IPA - Fisika IPA - Biologi f. IPS - Sejarah IPS - Geografi IPS - Ekonomi h.. Seni Budaya i. Penjasorkes j. Keterampilan / TIK Muatan Lokal Pengembangan Diri 3 Belajar dengan kaset a. Pendidikan Agama b. PKn c. Bahasa Indonesia d. Bahasa Inggris Matematika e. IPA - Fisika IPA - Biologi f. IPS - Sejarah IPS - Geografi IPS - Ekonomi h.. Seni Budaya i. Penjasorkes j. Keterampilan / TIK16 Direktorat Pembinaan SMP - QEC24711
  20. 20. Belajar Untuk Masa Depanku Minggu ke No Jenis Kegiatan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Muatan Lokal Pengembangan Diri 4 Belajar dengan Slide a. Pendidikan Agama b. PKn c. Bahasa Indonesia d. Bahasa Inggris Matematika e. IPA - Fisika IPA - Biologi f. IPS - Sejarah IPS - Geografi IPS - Ekonomi h.. Seni Budaya i. Penjasorkes j. Keterampilan / TIK Muatan Lokal Pengembangan Diri 5. Penyerahan Daftar Kesulitan Belajar Siswa a. Pendidikan Agama b. PKn c. Bahasa Indonesia d. Bahasa Inggris Matematika e. IPA - Fisika IPA - Biologi f. IPS - Sejarah IPS - Geografi IPS - Ekonomi h.. Seni Budaya i. Penjasorkes j. Keterampilan / TIK Muatan Lokal Pengembangan Diri 6 Kegiatan Tatap muka a. Pendidikan Agama b. PKn c. Bahasa Indonesia d. Bahasa Inggris Matematika e. IPA - Fisika IPA - Biologi f. IPS - Sejarah IPS - Geografi IPS - Ekonomi h.. Seni Budaya i. Penjasorkes j. Keterampilan / TIK Muatan Lokal Pengembangan Diri 7 Tes Akhir Modul a. Pendidikan Agama b. PKn c. Bahasa Indonesia d. Bahasa Inggris Matematika e. IPA - Fisika IPA - Biologi f. IPS - Sejarah IPS - Geografi IPS - Ekonomi h.. Seni Budaya i. Penjasorkes j. Keterampilan / TIK Muatan Lokal Pengembangan Diri a. Pendidikan Agama 8 Tes Akhir Unit a. Pendidikan AgamaQEC24711 - Panduan Pelaksanaan Penyelenggaraan SMPT 17
  21. 21. Belajar Untuk Masa Depanku Minggu ke No Jenis Kegiatan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 b. PKn c. Bahasa Indonesia d. Bahasa Inggris Matematika e. IPA - Fisika IPA - Biologi f. IPS - Sejarah IPS - Geografi IPS - Ekonomi h.. Seni Budaya i. Penjasorkes j. Keterampilan / TIK Muatan Lokal Pengembangan Diri 9 Tes Akhir Semester a. Pendidikan Agama b. PKn c. Bahasa Indonesia d. Bahasa Inggris Matematika e. IPA - Fisika IPA - Biologi f. IPS - Sejarah IPS - Geografi IPS - Ekonomi h.. Seni Budaya i. Penjasorkes j. Keterampilan / TIK Muatan Lokal Pengembangan Diri 10. Supervisi per TKB a. Gpa PKn b. Gpa Bahasa Indonesia c. Gpa Bahasa Inggris d. Gpa Matematika e. Gpa IPA f. Gpa IPS g. Kepala Sekolah h. Wk. Kep. Sekolah i. Guru Pamong Selanjutnya, berdasarkan program semester yang bersifat umum, setiap Guru Bina menyusun program semester sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkan. Contoh: FORMAT FREKUENSI BELAJAR GEOGRAFI UNTUK SETIAP MODUL KELAS II Alokasi Frekuensi Belajar Semester Nomor Modul Keterangan Waktu TKB Tatap Muka 1. 11.1.1.01 11.1.1.02 11.1.2.03 11.1.2.04 2. 11.2.1.05 11.2.1.06 11.2.1.07 11.2.2.08 11.2.2.0918 Direktorat Pembinaan SMP - QEC24711
  22. 22. Belajar Untuk Masa Depanku Sebelum sampai pada program semester untuk setiap mata pelajaran, ada baiknya diketahui terlebih dahulu mengenai format kegiatan belajar untuk setiap modul. Dengan format ini dimaksudkan untuk merinci frekuensi (jumlah) kegiatan yang akan dilakukan sehubungan dengan suatu modul. Berdasarkan format alokasi waktu kegiatan belajar Geografi tersebut buatlah format serupa sesuai dengan mata pelajaran yang Anda ajarkan. Isilah kolom- kolomnya dengan mengacu kepada jumlah modul yang harus dipelajari per semester. Selesaikan sehingga semua kolom terisi. Bila sudah, Anda beralih pada pengisian format program semester untuk mata pelajaran Geografi.Cantoh: Model Program Semester Mata Pelajaran Geografi Kelas / Semester : II / 1 (satu) Minggu ke No Jenis Kegiatan / Tatap muka 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1. Membagikan Modul X 2. Membagikan format kesulitan belajar X 3. Mempelajari modul pertama X 4. Belajar dengan program kaset X 5. Mempelajari modul pertama (lanjutan) X 6. Mengirimkan daftar kesulitan belajar X 7. Tatap Muka X 8. Tes Akhir Modul X 9. Mempelajari Modul Kedua X 10. Supervisi ke TKB X 11. Belajar dengan program kaset X 12. Mempelajari Modul Kedua (lanjutan) X 13. Mengirimkan daftar kesulitan belajar X 14. Tatap muka X 15. Tes Akhir Modul X 16. Mempelajari Modul Ketiga X 17. Mempelajari Modul Ketiga (lanjutan) X 18. Belajar dengan program radio X 19. Supervisi ke TKB X 20. Tes Akhir Modul X 21. Mempelajari Modul keempat X 22. Dst.E. Peran Guru Bina Dalam Kegiatan Tatap Muka 1. Menyusun Jadwal Tatap Muka Menyusun jadwal tatap muka dilakukan bersama dengan guru bina yang lain, dan dikoordinir oleh kepala sekolah. Karena kegiatan tatap muka per minggu hanya 2 kali @ 6 jam pelajaran, berarti tiap minggu hanya 12 jam pelajaran. Ini berarti tidak semua mata pelajaran dengan dilakukan tatap muka perminggu. Ini berarti selama satu minggu hanya mampu dilakukan tatap muka maksimal 12 jam pelajaran atau 6 mata pelajaran. Frekuensi tatap muka yang mendapat alokasi waktu lebih banyak adalah mata pelajaran yang dinilai sulit (Bahasa Inggris, IPA, Matematika) atau materi yangQEC24711 - Panduan Pelaksanaan Penyelenggaraan SMPT 19
  23. 23. Belajar Untuk Masa Depanku ruang lingkupnya cukup luas, misalnya Bahasa Indonesia. Bentuk jadwal tatap muka sudah kita bahas pada Bab IV. 2. Merekap Daftar Materi Sulit dari TKB dan Menentukan Materi Sulit Pengertian materi sulit adalah ditinjau dari masukan siswa selama belajar mandiri di TKB, dari pengalaman guru bina sendiri. dan dari buku pendalaman materi esensial. Dari daftar kesulitan yang disampaikan oleh guru pamong (dari pertanyaan siswa SMP Terbuka di TKB). Dari pengalaman guru bina selama mengajar di Sekolah Induk baik melalui analisis materi pelajaran (AMP), melalui penjabaran materi, maupun melalui hasil ulangan harian di SMP. Dari daftar buku pendalaman materi esensial sulit dan daftar materi sulit dari TKB inilah menjadi acuan dalam kegiatan tatap muka, di samping kegiatan lain yang tidak bisa dilakukan di TKB (misalnya praktikum IPA). 3. Menyiapkan Sarana Penunjang untuk Kegiatan Tatap Muka Kegiatan tatap muka di SMP Terbuka pelaksanaannya mirip dengan kegiatan belajar mengajar pada siswa SMP Induk. Tiap rombongan belajar ada sekitar 40 siswa: kegiatan dilakukan secara klasikal dan didukung dengan sumber belajar (modul buku paket atau lembar kegiatan siswa), alat praktik atau alat peraga.Pendekatan yang digunakan adalah cara belajar siswa aktif dengan menggunakan metode yang sesuai (tanya jawab / diskusi / eksperimen / penugasan / demonstrasi / ceramah / pemecahan masalah). 4. Pelaksanaan Pembelajaran siswa melalui Tatap Muka a. Pengertian Belajar mandiri bukanlah pekerjaan yang mudah, terutama bagi para remaja yang masih duduk di bangku SMP. Karena itu pada waktu-waktu tertentu siswa SMP Terbuka perlu bertatap muka dengan guru mata pelajaran dari SMP Induknya, yang disebut guru bina. Pertemuan semacam ini hanya dapat diselenggarakan selama 6 s.d. 12 jam pelajaran dalam seminggu atau 1 s.d. 2 hari per minggu. Kegiatan pembelajaran siswa yang dilaksanakan selama dalam pertemuan ini disebut belajar melalui tatap muka. Ada tiga kegiatan pokok yang perlu dilakukan selama kegiatan tatap muka. Pertama, guru menjelaskan bagian-bagian pelajaran yang penting supaya siswa menjadi lebih mudah dalam mempelajari modul secara mandiri. Kedua, guru menjawab pertanyaan dan membicarakan kesulitan-kesulitan yang belum dapat dipecahkan oleh siswa sendiri waktu belajar mandiri/kelompok. Ketiga, siswa melakukan kegiatan belajar yang tidak mungkin dilakukan di TKB, misalnya praktikum di laboratorium atau tugas yang berhubungan dengan perpustakaan. b. Tujuan Belajar melalui Tatap Muka 1) Memberi kesempatan siswa bertanya dan berdiskusi Hal yang penting dalam kegiatan tatap muka adalah memberi kesempatan kepada siswa untuk menanyakan dan mendiskusikan persoalan-persoalan20 Direktorat Pembinaan SMP - QEC24711
  24. 24. Belajar Untuk Masa Depanku yang mereka hadapi yang belum dapat terpecahkan selama mereka belajar mandiri/kelompok. Sungguhpun bahan belajar untuk siswa SMP Terbuka sudah disusun secara sederhana supaya mudah dipelajari siswa sendiri, siswa tentu masih menghadapi berbagai kesulitan. Kesulitan ini mungkin timbul dalam memahami bahasa dan istilah yang digunakan, dalam memahami konsep- konsep, maupun dalam menerapkan prinsip-prinsip dan rumus-rumus, dalam perhitungan dan praktik. Sambil membaca siswa menelaah kalimat- kalimat, pengertian-pengertian yang kurang dipahaminya kemudian mencatatnya pada buku kesulitan belajar. Sebagian dari kesulitan itu mungkin telah dapat mereka pecahkan melalui diskusi dengan teman se TKB dan guru pamong atau melalui program kaset dan radio. Sebagian lagi tidak dapat mereka pecahkan sendiri dan perlu segera mendapatkan bantuan pemecahan. Apabila tidak segera dibantu memecahkan persoalan itu, siswa akan tertunda dalam menyelesaikan modulnya. Kesulitan atau pertanyaan siswa sebaiknya diajukan langsung pada saat tatap muka di sekolah induk, atau dapat juga disampaikan sebelumnya. Kalau pertanyaan itu disampaikan sebelum pelaksanaan tatap muka, sehingga guru bina mempunyai waktu yang cukup untuk membuat persiapan yang lebih baik dalam menjawab pertanyaan tersebut. Dengan demikian waktu yang tersedia untuk tatap muka dapat digunakan dengan lebih efisien dan efektif. Apabila ada siswa yang belum sempat menyampaikan kesulitan dimaksud melalui format kesulitan di TKB, siswa tersebut dapat menyampaikan (mengajukan) kesulitannya pada saat tatap muka. Namun demikian bila jarak antara TKB dan sekolah induk cukup jauh, akan sulit pula bagi guru pamong untuk menyampaikan daftar pertanyaan atau daftar kesulitan itu kepada guru bina. Dalam keadaan seperti ini akan lebih mudah bagi siswa untuk membawa pertanyaan itu dan menanyakan langsung kepada guru bina saat guru bina berkunjung ke TKB atau pada saat tatap muka di sekolah induk. Proses ini akan berjalan lancar bila siswa dibiasakan menyiapkan pertanyaan lebih dahulu sebelum kegiatan belajar melalui tatap muka berlangsung. 2) Memberi Kesempatan Siswa untuk Bertukar Pengalaman Pada kegiatan tatap muka siswa akan memperoleh kesempatan untuk bertukar pengalaman dengan teman sekelas mereka yang berasal dari TKB lain. Pada umumnya siswa yang belajar secara mandiri seringkali merasa terasing, tidak mendapatkan perhatian, kesepian, dan lekas putus asa. Kalau menjumpai bahan belajar yang isinya sulit dipahami, mereka cenderung menyalahkan diri sendiri dan beranggapan bahwa dirinya kurang pandai. Padahal hal tersebut tidak selalu benar. Pada kenyataannya ada kemungkinan bukan siswanya yang bodoh, melainkan isi pelajarannya yang sulit atau penyajiannya yang kurang baik. Kesadaran ini akan timbul apabila siswa bertukar pengalaman dengan teman dari TKB lain.QEC24711 - Panduan Pelaksanaan Penyelenggaraan SMPT 21
  25. 25. Belajar Untuk Masa Depanku 3) Guru Bina berkesempatan melaksanakan bimbingan belajar Memotivasi Siswa Dalam Belajar setiap kali tatap muka menjadi kewajiban guru bina atau guru pamong untuk memotivasi siswa dalam belajar mandiri. Dalam kegiatan tatap muka, guru bina memiliki kesempatan untuk melaksanakan bimbingan belajar kepada siswa. Guru yang menguasai mata pelajaran yang menjadi bidang keahliannya dan telah mempunyai pengalaman mengajar, tentu mengetahui bagian-bagian yang sulit dipelajari oleh siswa sendiri. Guru tersebut mengetahui bahwa apabila konsepnya, prinsipnya, atau hukum-hukumnya telah dipahami siswa, bagian yang sulit itu kemungkinan besar tidak sulit lagi untuk dipelajari oleh siswa sendiri. Belajar melalui tatap muka dapat dimanfaatkan juga oleh guru bina untuk menjelaskan bagian-bagian pelajaran penting yang menjadi kunci persoalan itu supaya siswa menjadi lebih mudah dalam belajar mandiri. Belajar melalui tatap muka dapat dimanfaatkan oleh guru bina untuk memberikan contoh-contoh dalam mengerjakan soal atau mengerjakan tugas-tugas. Dengan contoh-contoh itu selanjutnya siswa diharapkan akan dapat menyelesaikan soal-soal atau tugas-tugas lain yang sejenis. Misalnya soal-soal yang tidak bisa dikerjakan oleh siswa pada tes akhir modul atau tes akhir unit. Pada kesempatan tatap muka, siswa dapat diberi kesempatan pemantapan penguasaan materi pelajaran menjelang Tes Akhir Semester dengan membahas soal-soal dari Buku Kumpulan Soal Tes Akhir Semester. Pemantapan penguasaan materi pelajaran menjelang ujian akhir dengan membahas soal dari buku pengayaan mata pelajaran untuk SMP meliputi buku I (soal-soal) dan buku II (kunci jawaban soal) Belajar tatap muka itu dapat dimanfaatkan oleh guru bina untuk memberi dorongan dan membesarkan hati siswa. Dalam tatap muka, guru bina dapat memberitahukan secara langsung apakah jawaban atau pekerjaan siswa itu benar atau salah, tepat atau kurang tepat, bagus atau kurang bagus dan sebagainya. Karena itu guru bina dapat secara langsung memberikan pujian kepada siswa yang mengerjakan tugas dengan baik. Dapat memberikan dorongan kepada siswa yang belum berhasil agar lebih tekun. Pada dasarnya siswa pendidikan jarak jauh seperti SMP Terbuka itu mudah merasa kecil hati dan kurang percaya diri sendiri. Karena itu selama belajar melalui tatap muka ini, guru bina seyogyanya bersikap hati-hati dalam memberikan tanggapan terhadap jawaban atau pekerjaan siswa. Lebih baik mengatakan "belum betul" dari pada mengatakan "salah", lebih baik mengatakan "masih kurang berusaha" daripada mengatakan "malas" dan sebagainya.22 Direktorat Pembinaan SMP - QEC24711
  26. 26. Belajar Untuk Masa Depanku 4) Memberi Kesempatan Siswa Menggunakan Fasilitas di Sekolah Induk Untuk memperjelas materi pelajaran tertentu perlu ditunjang dengan fasilitas lain yang terdapat di sekolah induk. Dalam kegiatan tatap muka siswa memperoleh kesempatan untuk belajar dengan menggunakan fasilitas yang tidak ada di TKB, seperti alat olahraga, laboratorium, perpustakaan yang lengkap, untuk belajar keterampilan dan sebagainya. Karena itu dalam belajar melalui tatap muka di sekolah induk, siswa dapat belajar dengan menggunakan fasilitas dan perlengkapan tersebut dalam bimbingan guru bina. 5) Guru Berkesempatan Menilai Kemajuan Belajar Siswa Pada sistem SMP Terbuka yang bertanggung jawab menilai kemajuan belajar siswa adalah guru bina. Pada saat siswa belajar di TKB sulit bagi guru bina untuk menilai kemajuan belajar mereka, sebab TKB itu tersebar tempatnya. Sedangkan guru bina setiap hari bertugas mengajar di sekolah induk. Karena itu belajar tatap muka ini merupakan kesempatan yang baik bagi guru bina untuk melaksanakan tugasnya menilai kemajuan belajar siswa. c. Pelaksanaan Belajar Melalui Tatap Muka Pelaksanaan belajar melalui tatap muka siswa SMP Terbuka dari berbagai TKB berkumpul untuk belajar bersama. Misalkan. Dalam kegiatan tatap muka para siswa yang setingkat dari beberapa TKB dihimpun dalam beberapa TKB kelas paralel seperti layaknya sekolah biasa. Kriteria untuk menjadi Sekolah Induk: 1) terdapat ruang kelas yang cukup jumlah; 2) Ruang kelas cukup luas untuk menyajikan program media elektronik seperti kaset audio, kaset video, film bingkai suara dan televisi; 3) Di Sekolah Induk terdapat berbagai fasilitas seperti perpustakaan, laboratorium, ruang dan fasilitas kesenian, ruang dan fasilitas untuk belajar keterampilan, dsb.. Namun demikian perlu disadari bahwa lokasi SMP Terbuka (Sekolah Induk) tidak sama kondisinya. Bagi beberapa SMP Terbuka yang hubungan antara TKB dan Sekolah Induk tidak sulit dicapai, siswa tidak kesulitan untuk membayar transportasi dari rumah ke Sekolah Induk. Sehingga belajar melalui tatap muka dapat dilaksanakan di Sekolah Iinduk tanpa hambatan. Sebaliknya ada beberapa SMP Terbuka (Sekolah Induk) yang mempunyai sejumlah siswa yang tempat tinggalnya jauh dari Sekolah Induknya. Dan kendaraan umum pun kadang-kadang sulit dicari, sehingga siswa merasa berat untuk membayar biaya transportasi dari rumahnya ke Sekolah Induk. Untuk SMP Terbuka yang kondisinya seperti itu, belajar melalui tatap muka seyogyanya di tempat yang lokasinya tidak jauh dari tempat tinggal siswa (sistem guru kunjung). Dalam hal seperti itu siswa mengalami sedikit kerugian, karena tidak dapat belajar menggunakan fasilitas yang ada di Sekolah Induk.QEC24711 - Panduan Pelaksanaan Penyelenggaraan SMPT 23
  27. 27. Belajar Untuk Masa Depanku d. Waktu dan Pembagian Jam Pelajaran Belajar melalui tatap muka berlangsung selama 12 jam pelajaran dalam seminggu. Jadi kegiatan tatap muka dilaksanakan selama 48 jam pelajaran dalam sebulan atau 4 minggu. Waktu jam pelajaran sebulan itu harus cukup untuk belajar melalui tatap muka bagi 10 mata pelajaran. Karena mata pelajaran di SMP Terbuka tidak sama alokasi waktunya, maka pembagian jumlah jam pelajaran untuk tiap mata pelajaran itu ditentukan sesuai proporsional kurikulum yang berlaku. Mata pelajaran yang memerlukan waktu lebih banyak untuk dipelajari oleh siswa seperti Matematika, Fisika dan Bahasa Inggris dapat diberi porsi yang agak banyak pula. Sebaiknya mata pelajaran yang tidak di UNkan seperti Seni Budaya, Ketrampilan, Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (Penjasorkes) jam tatap mukanya juga disesuaikan secara proporsional.F. Peran Guru Bina dalam Penilaian. Pelaksanaan penilaian pada SMP Terbuka untuk masing-masing mata pelajaran menjadi tanggung jawab guru bina yang bersangkutan. Penilaian ini mencakup tes akhir modul (TAM) tes akhir unit (TAU) dan tes akhir semester (TES AKHIR SEMESTER) atau ulangan umum dan uji coba EBTA/UN. 1. Melaksanakan Tes Akhir Modul Tes Akhir Modul dilakukan setelah siswa berhasil menyelesaikan suatu modul tertentu. Perkembangan siswa dalam menyelesaikan modul dicatat oleh guru pamong, dan dilaporkan kepada guru bina. Guru bina setelah mendapat laporan ini segera melakukan tes akhir modul. Dalam menyelenggarakan tes akhir modul, guru bina dapat meminta bantuan kepada guru pamong, dengan memberikan perangkat soalnya. Soal tes akhir modul disusun dan disimpan oleh guru bina mata pelajaran yang bersangkutan, dan sifatnya rahasia. Bila telah selesai digunakan, soal ditarik kembali dan diamankan / disimpan lagi. Dari hasil tes akhir modul dapat diketahui siswa yang telah tuntas (minimal nilainya 7,5) dari hasil mengerjakan tugas-tugas akhir kegiatan belajar. Waktu tes maksimal 1 jam pelajaran. Bentuk soal diutamakan esai. Hasil tes akhir modul dianalisis sebagai analisis ulangan harian oleh Guru Bina untuk keperluan program perbaikan bagi anak yang belum tuntas. 2. Melaksanakan tes akhir unit Tes akhir unit dilakukan setelah selesainya beberapa modul yang tergabung dalam satu unit. Pada SMP Reguler tes ini disebut sebagai ulangan harian. Tugas Guru Bina dalam pelaksanaan tes akhir unit adalah : Menyusun kisi-kisi tes Menyusun butir soal tes24 Direktorat Pembinaan SMP - QEC24711
  28. 28. Belajar Untuk Masa Depanku Menyusun perangkat soal Menyusun cara penilaian dan skoring Melaksanakan tes Memeriksa hasil Memasukkan dalam buku daftar nilai Menganalisis hasil tes Waktu yang diperlukan untuk tes akhir unit berkisar 1 s.d. 2 jam pelajaran. Setiap satu semester tes akhir unit dilakukan berkisar 2 s.d. 4 kali, tergantung dari jumlah unitnya. Bentuk soal, campuran antara tes objektif dan esai. 3. Melaksanakan tes akhir semester atau ulangan umum semester Tes ini dilakukan pada akhir semester. Materinya adalah materi semester yang telah dipelajari dalam kelas yang sama. Cakupan Materi Semester No. Ket 1 2 3 4 5 6 1. Tes Akhir Semester 1 √ - - - - - 2. Tes Akhir Semester 2 √ √ - - - - 3. Tes Akhir Semester 3 √ √ √ 4. Tes Akhir Semester 4 √ √ √ √ 5. Tes Akhir Semester 5 √ √ √ √ √ 6. Tes Akhir Semester 6 √ √ √ √ √ √ Tugas Guru Bina adalah : Menyusun kisi-kisi TES AKHIR SEMESTER Menyusun butir soal TES AKHIR SEMESTER Menyusun perangkat soal TES AKHIR SEMESTER Menyusun cara penilaian Melaksanakan tes TES AKHIR SEMESTER Memeriksa hasil TES AKHIR SEMESTER Memasukkan dalam daftar nilai dan mengolah dengan nilai TAM, TAU menjadi nilai rapor. TES AKHIR SEMESTER mungkin pula soal-soalnya dari soal-soal yang disusun oleh musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) sekolah reguler. Waktu yang diperlukan untuk tes sekitar 2 jam pelajaran. Bentuk soal pada umumnya bentuk tes objektif. 4. Pengolahan nilai rapor Setiap guru bina setiap mata pelajaran harus dapat mengolah nilai TAM, TAU dan TES AKHIR SEMESTER menjadi nilai rapor dengan perhitungan sebgai berikut. P+2Q R = nilai rapor R = P = rata-rata nilai harian 3 M = rata-rata TAM M+2U U = rata-rata TAU P = 3 Q = nilai Tes Akhir SemesterQEC24711 - Panduan Pelaksanaan Penyelenggaraan SMPT 25
  29. 29. Belajar Untuk Masa Depanku 5. Memasukkan nilai dalam daftar nilai DAFTAR NILAI Mata Pelajaran : …………………………. Kelas : …………………………. Semester : …………………………. SMP Terbuka : …………………………. Alamat : …………………………. Nilai Tes Akhir Modul Tes Akhir Unit d Rata rata Tes Akhir Nilai Rata- Rat- No. Nama s d Ula ngan Semester Rapor 1 2 3 rata 1 2 3 rata t st Harian (P) (Q) (R) nilai (M) Nilai (U) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 6. Menyerahkan daftar nilai kepada wali kelas Guru bina menyerahkan hasil penilaian (nilai rapor) kepada wali kelas untuk digabungkan dengan nilai-nilai mata pelajaran yang lain guna pengisian nilai rapor dan kenaikan kelas.G. Peran Guru Bina Dalam Supervisi Ke TKB Pada waktu siswa SMP Terbuka belajar di TKB dibimbing oleh Guru Pamong. Guru Pamong tidak mungkin untuk melakukan pembinaan mata pelajaran yang bermacam- macam jenisnya tersebut. Yang berhak membina adalah Guru Bina sesuai dengan pelajaran yang dipegangnya. Pembinaan oleh Guru Bina dapat dilakukan melalui tatap muka atau kunjungan supervisi ke TKB. Penjelasan mengenai pembinaan melalui tatap muka telah dijelaskan pada uraian terdahulu. Berikut akan dibicarakan mengenai apa yang dapat dilakukan oleh Guru Bina melalui kegiastan supervisi. 1. Menyusun Program Supervisi Dengan memperhatikan jadwal kegiatan belajar di TKB dan jadwal tatap muka, Guru Bina dapat merancang program supervisi. Dalam program supervisi ini, harus jelas apa yang akan dilakukan, apa sasarannya, kapan dilaksanakan dan ke TKB mana yang akan dikunjungi, serta bagaimana caranya. Program supervisi dilakukan per semester. Frekwensi supervisi lebih banyak untuk mata pelajaran yang memerlukan waktu relatif banyak yaitu Bahasa Inggris, Matematika dan Fisika. Sasaran supervisi oleh Guru Bina lebih dititikberatkan pada segi teknis edukatif. 2. Menyusun Instrumen Supervisi Instrumen yang disusun dapat berbentuk kuesioner, daftar isian, pedoman wawancara, observasi, maupun tes pengukuran daya serap. Melalui supervisi ini26 Direktorat Pembinaan SMP - QEC24711
  30. 30. Belajar Untuk Masa Depanku dapat dilakukan sekaligus program perbaikan, sehingga dapat membantu meringankan program pembelajarn tatap muka. Program perbaikan diutamakan agar siswa mampu menguasai materi pelajaran. Sedangkan bagi Guru Pamong dapat diketahui seberapa jauh Guru Ppamong dapat melakukan tugas dan kewajibannya. 3. Melaksanakan Supervisi Pelaksanaan supervisi ke TKB harus terkoordinasi antara Guru Bina. Dalam melaksanakan kegiatan supervisi Guru Bbina harus : a. memiliki program b. memiliki instrumen untuk digunakan c. jadwal kegiatan supervisi d. pedoman analisisnya e. cara pelaporan 4. Memanfaatkan hasil supervisi Data dan informasi yang diperoleh dari hasil supervisi diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai: a. Materi yang belum dikuasai oleh siswa b. Kapan harus dilakukan tes akhir modul c. Cara Guru Pamong dalam membimbing apakah sudah tepat d. Kegiatan apa saja yang belum dilaksanakan, sehingga dapat dilakukan di Sekolah Induk. Berdasarkan masukan tersebut, dapat dilakukan langkah-langkah pembinaannya.H. Komitmen Guru Bina. Pada akhir Workshop Peningkatan Kemampuan Guru Bina tanggal 1 – 6 September 2003 di Yogyakarta, para Guru Bina mencetuskan suatu komitmen untuk meningkatkan mutu SMP Terbuka, dengan cara melaksanakan kegiatan nyata sebagai berikut: 1. melaksanakan orientasi belajar mandiri pada awal semesetr 1 2. membangkitkan motivasi belajar siswa 3. menggunakan materi esensial sebagai acuan program perbaikan 4. melakukan program perbaikan secara intensif pada tatap muka 5. membina ke tkb secara teratur 6. mendalami isi modul dg baik 7. mengintensifkan kehadiran siswa 8. cukup memadai memberikan tugas-tugas dan pekerja an rumah 9. membangkitkan dukungan masyarakat 10. meminta kepada orangtua siswa turut mengawasi kegiatan belajar siswaQEC24711 - Panduan Pelaksanaan Penyelenggaraan SMPT 27

×