Panduan pelaksanaan pembelajaran matematika dan ipa dlm bahasa inggris di rintisan smpn bi
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Like this? Share it with your network

Share

Panduan pelaksanaan pembelajaran matematika dan ipa dlm bahasa inggris di rintisan smpn bi

on

  • 1,760 views

Panduan Pelaksanaan Pembelajaran Matematika dan IPA dlm Bahasa Inggris di rintisan SMPN BI

Panduan Pelaksanaan Pembelajaran Matematika dan IPA dlm Bahasa Inggris di rintisan SMPN BI

Statistics

Views

Total Views
1,760
Views on SlideShare
1,760
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
39
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Adobe PDF

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Panduan pelaksanaan pembelajaran matematika dan ipa dlm bahasa inggris di rintisan smpn bi Document Transcript

  • 1. KATA PENGANTARDalam upaya peningkatan mutu sumberdaya manusia Indonesia agar mampu bersaing dalam eraPelaksanaan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional,Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 47 Tahun 2008 tentang Wajib Belajar,Instruksi Presiden nomor 5 tahun 2006 tentang Gerakan Nasional Percepatan PenuntasanWajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun dan Pemberantasan Buta Aksaramerupakan indikasi yang sangat nyata upaya Pemerintah Indonesia dalam peningkatan mutusumberdaya manusia agar mampu bersaing dalam era keterbukaan dan globalisasi.Di lingkungan Direktorat Pembinaan SMP Ditjen Mandikdasmen, Kementerian PendidikanNasional, diantara dampak realisasi dari peraturan-peraturan perundangan tersebut dapatdiukur dari Angka Partisipasi Kasar (APK) SMP/MTs/Sederajat pada akhir tahun 2009mencapai 98,11%. Angka ini melebihi target yang diharapkan dapat dicapai akhir tahun2008, yaitu 95.0%. Dengan telah tercapainya target APK di atas, maka orientasi pembinaanpendidikan pada jenjang SMP lebih ditekankan pada peningkatan mutu pendidikan.Dalam rangka peningkatan mutu tersebut, Direktorat Pembinaan SMP telah menyusunberbagai kebijakan dan strategi yang kemudian dijabarkan dalam bentuk program dankegiatan yang dilaksanakan secara terpadu dan terkoordinasi. Dengan kebijakan danprogram tersebut, diharapkan misi 5 K Kementerian Pendidikan Nasional terkait denganKetersediaan, Keterjangkauan, Kualitas, Kesetaraan dan Kepastian juga diharapkan dapatterpenuhi.Agar program dan/atau kegiatan tersebut dapat mencapai target yang telah ditetapkan, sesuaidengan prosedur dan ketentuan yang ada, Direktorat Pembinaan SMP menerbitkan berbagaiBuku Panduan Pelaksanaan untuk masing-masing program dan/atau kegiatan, baik yangpengelolaannya di tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota, maupun yang dilaksanakanlangsung oleh sekolah.Dengan buku panduan ini diharapkan pihak-pihak terkait dengan penyelenggaraan programdi semua tingkatan dapat memahami dan melaksanakan dengan amanah, efektif dan efisienseluruh proses kegiatan mulai dari penyiapan rencana, pelaksanaan, sampai denganmonitoring, evaluasi dan pelaporannya.Akhirnya, kami mengharapkan agar semua pihak terkait mempelajari dengan seksama danmenjadikannya sebagai pedoman serta acuan dalam pelaksanaan seluruh program ataukegiatan pembangunan pendidikan pada jenjang Sekolah Menengah Pertama tahun anggaran2010. Jakarta, Januari 2010 Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Pertama, Didik Suhardi, SH., M.Si NIP. 196312031983031004 iii
  • 2. DAFTAR ISIKATA PENGANTAR ................................................................................. iiiDAFTAR ISI ................................................................................................ vBAB I PENDAHULUAN............................................................................. 1 A. Latar Belakang ............................................................................... 1 B. Tujuan............................................................................................. 3BAB II KONSEP PEMBELAJARAN MATEMATIKA DAN IPA DALAM BAHASA INGGRIS DI RINTISAN SMP BERTARAF INTERNASIONAL ........................................................................... 5 A. Pengertian....................................................................................... 5 B. Tujuan............................................................................................. 5 C. Komponen Pokok Pengembangan Pembelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dalam Bahasa Inggris.............................. 6 D. Fokus Pengembangan pada Sekolah Penyelenggara Pembelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dalam Bahasa Inggris . 10 E. Model-Model Pembelajaran MIPA dalam Bahasa Inggris........... 15BAB III PERSIAPAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA DAN IPA DALAM BAHASA INGGRIS ........................................................ 18 A. Guru Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam ........................... 19 B. Guru Bahasa Inggris ..................................................................... 20 C. Siswa ............................................................................................ 21 D. Program Pendukung ..................................................................... 21 E. Perangkat dan Media Pembelajaran ............................................. 22 F. Sarana dan Prasarana.................................................................... 23 G. Kepala Sekolah............................................................................. 24 H. Komite Sekolah ............................................................................ 25 I. Penyiapan dan Pembekalan Guru ................................................. 25BAB IV PERAN DAN TANGGUNG JAWAB INSTANSI ...................... 37 A. Peran dan Tanggung Jawab Instansi............................................. 37 B. Kerjasama dengan Pihak-pihak Lain ............................................ 40BAB V PENJAMINAN DAN PENJAGAAN KUALITAS ....................... 43BAB VI PENUTUP.................................................................................... 47 v
  • 3. Belajar Untuk Masa Depanku BAB I PENDAHULUANA. Latar Belakang Era globalisasi telah memunculkan persaingan yang sangat ketat antar bangsa. Bangsa yang memiliki kemampuan bersaing akan memperoleh keuntungan dan sebaliknya bangsa yang tidak memiliki kemampuan bersaing akan menuai kerugian. Kemampuan bersaing sangat ditentukan oleh kekuatan faktor daya saing. Di antara banyak faktor daya saing, tiga yang utama adalah manajemen, teknologi, dan sumberdaya manusia. Manajemen yang tangguh akan mampu meningkatkan efisiensi biaya dan efektivitas hasil. Keunggulan teknologi (konstruksi, manufaktur, transportasi, komunikasi, bio, dan energi) akan mampu meningkatkan nilai tambah dan diversifikasi produk. Keunggulan teknologi hanya akan dapat dicapai melalui kepemilikan sumberdaya manusia yang kuat dalam penguasaan ilmu- ilmu yang mendasari teknologi, yaitu matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (fisika, kimia, biologi), dan bahasa global yaitu bahasa Inggris. Sedang keunggulan sumberdaya manusia akan menentukan kemenangan bersaing antar bangsa. Keunggulan faktor daya saing sumberdaya manusia merupakan kunci karena sumberdaya manusia merupakan satu-satunya sumberdaya aktif sedangkan sumberdaya lainnya pasif. Sumberdaya manusia yang memiliki keunggulan dalam matematika, Ilmu Pengetahuan Alam beserta terapannya yaitu teknologi, dan bahasa Inggris akan mampu bersaing secara sehat dalam percaturan global. Pentingnya pembelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dalam bahasa Inggris setidaknya didorong oleh dua hal. Pertama, Indonesia harus mampu mengembangkan sumberdaya manusia tangguh dalam jumlah besar dan dalam waktu singkat. Upaya tersebut perlu dilakukan karena sumberdaya manusia merupakan faktor daya saing yang paling menentukan terutama sumber daya manusia yang menguasai teknologi dan ilmu-ilmu yang mendasarinya yaitu matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Sementara itu, teknologi dan ilmu-ilmu yang mendasarinya berkembang dengan pesat sehingga memerlukan sumberdaya manusia yang terampil (cepat, cekat, dan tepat) dalam learning and relearning. 1QEC24711 - Panduan Pelaksanaan Pembelajaran MIPA dalam Bahasa Inggris di RSBI
  • 4. Belajar Untuk Masa Depanku Kedua, Indonesia harus serius mengembangkan sumberdaya manusianya agar mampu berkomunikasi secara global menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa internasional. Sementara itu sebagian besar ilmu seperti misalnya matematika, fisika, biologi, kimia dan teknologi (komunikasi, manufaktur, konstruksi, transportasi, bio, dan energi) disebarluaskan dalam bahasa Inggris. Mengingat bacaan ilmu umumnya berbahasa inggris, maka dalam memperoleh ilmu secara mudah dan cepat dari bangsa-bangsa yang lebih maju diperlukan generasi muda Indonesia yang tangguh berbahasa Inggris. Dengan kemampuan bahasa Inggris yang memadai, generasi muda akan mudah mengakses dan memperoleh informasi/ilmu yang baru dari negara- negara maju. Selain untuk mengakses ilmu, bahasa Inggris juga merupakan bahasa komunikasi antar bangsa. Dalam rangka meningkatkan kualitas dan daya saing bangsa Indonesia dalam menyongsong era globalisasi, pemerintah telah melakukan berbagai upaya. Salah satu upaya tersebut adalah pengembangan pembelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) dalam bahasa Inggris (bilingual) di SMP sejak tahun pelajaran 2004/2005. Sebagai langkah awal, pembelajaran MIPA dalam bahasa Inggris diimplementasikan secara terbatas pada sekolah-sekolah yang dianggap cukup siap. Pada tahun 2004/2005, sekolah-sekolah yang dipandang cukup siap adalah SMP-SMP Koalisi Nasional dan Regional di setiap provinsi di seluruh Indonesia (31 SMP) yang telah ditetapkan pada tahun 2002 sebagai tindak lanjut kesepakatan menteri-menteri pendidikan negara-negara anggota SEAMEO di Chiang Mai tanggal 11 Maret 2002 tentang perlunya dilakukan (a) peningkatan mutu pendidikan (Quality), dan (b) persamaan perlakuan (Equity). Hingga tahun 2006/2007, penyelenggaraan pembelajaran MIPA dalam bahasa Inggris dengan pembinaan dan dukungan langsung dari Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama (Dit. PSMP) telah dilakukan pada 34 SMP di seluruh Indonesia, satu SMP pada setiap provinsi, kecuali DKI Jakarta dua SMP. Selain itu, terdapat lebih dari 40 SMP yang tersebar di berbagai kabupaten/kota di seluruh Indonesia baik negeri maupun swasta secara mandiri dengan atau tanpa dukungan finansial dan/atau pembinaan dari pemerintah daerah. SMP yang menyelenggarakan pembelajaran MIPA dalam bahasa Inggris secara mandiri tersebut memperoleh dukungan dan pembinaan dari Dit. PSMP meskipun secara terbatas berupa master bahan pembelajaran beserta perangkatnya dalam bentuk hard copy dan copy file dan bantuan konsultasi.2 Direktorat PSMP - QEC24711
  • 5. Belajar Untuk Masa Depanku Upaya lainnya yang dilaksanakan oleh pemerintah adalah penyelenggaraan rintisan SMP bertaraf internasional di setiap kabupaten/kota di seluruh Indonesia secara bertahap. Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003 pasal 50 ayat 3 yang mengamanatkan diselenggarakannya sekurang-kurangnya satu satuan pendidikan bertaraf internasional pada semua jenjang pendidikan di setiap kabupaten/kota oleh pemerintah dan/atau pemerintah daerah. Pada tahun 2007 pemerintah melalui Direktorat Pembinaan SMP telah menetapkan 100 Rintisan SMP Bertaraf Internasional (Negeri) dan dua SMP Swasta, sedangkan untuk tahun 2008 telah ditetapkan 100 SMP Negeri dan dua SMP Swasta. Pada tahun 2009 telah ditetapkan sekitar 100 rintisan SMP bertaraf internasional. Pada tahun 2010 ditargetkan akan ditetapkan 50 rintisan SMP bertaraf internasional baru. Di antara ciri-ciri utama SMP bertaraf internasional adalah diselenggarakannya proses pembelajaran yang berkualitas dan dihasilkannya lulusan yang memiliki daya saing internasional. Sehubungan dengan hal tersebut, untuk menyelenggarakan pembelajaran yang berkualitas dan lulusan yang memiliki daya saing internasional, rintisan SMP bertaraf internasional diharapkan dapat menyelenggarakan pembelajaran dalam bahasa Inggris, terutama untuk mata pelajaran MIPA. Pada saat ini 300 rintisan SMP bertaraf internasional telah melaksanakan pembelajaran MIPA dalam bahasa Inggris. Pada tahun 2010 sekitar 50 rintisan SMP bertaraf internasional yang akan ditetapkan dan akan mulai melaksanakan pembelajaran MIPA dalam bahasa Inggris. Melalui pembelajaran dalam bahasa Inggris, diharapkan lulusannya memiliki kemahiran berbahasa Inggris dan penguasaan kompetensi bidang studi yang tinggi. Harapan ke depan, pelaksanaan program ini tidak hanya terbatas pada sekolah-sekolah bertaraf internasional tetapi juga pada sekolah-sekolah lainnya yang sumberdaya pendidikannya sudah siap untuk melaksanakan program ini.B. Tujuan Panduan ini disusun dengan tujuan berikut ini: 1. Membantu berbagai pihak untuk memahami, mensosialisasikan, melaksanakan dan mengembangkan pembelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dalam bahasa Inggris. 2. Membantu sekolah melaksanakan pembelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dalam bahasa Inggris dalam mengelola 3QEC24711 - Panduan Pelaksanaan Pembelajaran MIPA dalam Bahasa Inggris di RSBI
  • 6. Belajar Untuk Masa Depanku sekolahnya sehingga menjadi contoh bagi sekolah-sekolah di sekitarnya, baik sekolah rintisan SBI, sekolah koalisi, maupun sekolah SSN dan yang lain. 3. Membantu jajaran birokrasi pada tingkat pusat, provinsi, dan kabupaten/kota dalam memfasilitasi sekolah yang menyelenggarakan pembelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dalam bahasa Inggris agar program pembelajaran MIPA berbahasa Inggris berjalan dengan baik.4 Direktorat PSMP - QEC24711
  • 7. Belajar Untuk Masa Depanku BAB II KONSEP PEMBELAJARAN MATEMATIKA DAN IPA DALAM BAHASA INGGRIS DI RINTISAN SMP BERTARAF INTERNASIONALA. Pengertian Pembelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dalam bahasa Inggris adalah pembelajaran yang bahan ajar, proses pembelajaran, dan penilaiannya menggunakan bahasa Inggris. Namun demikian, dalam pelaksanaannya, bahasa Indonesia boleh digunakan pada saat terjadi kesulitan proses pembelajaran yang diakibatkan oleh kurang dipahaminya konsep/pesan ketika disampaikan dalam bahasa Inggris. Oleh karena itu, pembelajaran ini dikenal dengan pembelajaran dengan bahasa pengantar bilingual. Cakupan isi pembelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dalam bahasa Inggris ini meliputi Standar Isi (SI) berdasarkan Permen Diknas 22 tahun 2006 yang diperkaya dengan muatan-muatan kurikulum pendidikan pada negara-negara anggota OECD (Organization for Economic Cooperation and Development ) dan/atau negara maju lainnya yang memiliki keunggulan dalam bidang pendidikan. Selain itu, proses pembelajaran menerapkan pendekatan kontekstual dan mengembangkan karakter unggul.B. Tujuan Pembelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dalam bahasa Inggris bertujuan untuk: 1. Menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi yang tinggi dalam Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam sesuai dengan perkembangan ilmu-ilmu tersebut. 2. Menghasilkan lulusan yang memiliki kemahiran berbahasa Inggris yang tinggi. 3. Meningkatkan penguasaan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dalam bahasa Inggris sesuai dengan perkembangan internasional. 4. Meningkatkan kemampuan daya saing secara internasional tentang Ilmu Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam sebagai ilmu dasar 5QEC24711 - Panduan Pelaksanaan Pembelajaran MIPA dalam Bahasa Inggris di RSBI
  • 8. Belajar Untuk Masa Depanku bagi perkembangan teknologi (manufaktur, komunikasi, transportasi, konstruksi, bio, dan energi). 5. Menempatkan Indonesia dalam posisi perkembangan internasional terdepan di bidang Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam, informasi, dan teknologi.C. Komponen Pokok Pengembangan Pembelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dalam Bahasa Inggris Penting untuk di jelaskan tentang kategori sekolah apa saja yang layak /harus melaksanakan kegiatan ini, misalnya sekolah-sekolah rintisan SBI (bersifat wajib), SSN (sesuai kemampuan sekolah), dan sebagainya. Pada dasarnya, pembelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dalam Bahasa Inggris menggunakan pendekatan sistem sehingga sekolah dipandang sebagai sebuah sistem. Sekolah sebagai sistem tersusun dari komponen-komponen baku yang saling terkait untuk mencapai tujuan dengan mempertimbangkan konteks, input, proses, output, dan outcome. 1. Konteks Konteks adalah unsur eksternal dari sekolah yang berpengaruh terhadap penyelenggaraan pendidikan dan karenanya harus diinternasilasikan ke sekolah. Sekolah yang mampu menginternalisasikan konteks ke dalam dirinya akan membuat sekolah sebagai bagian dari konteks dan bukannya mengisolasi darinya. Konteks meliputi kemajuan Iptek, nilai dan harapan masyarakat, dukungan pemerintah serta Dinas Pendidikan baik Provinsi maupun Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, tuntutan globalisasi dan otonomi, tuntutan pengembangan diri, dan sebagainya. 2. Input Input adalah segala hal yang diperlukan untuk berlangsungnya proses. Input yang dimaksud meliputi harapan sekolah (visi, misi, tujuan), kurikulum, ketenagaan, peserta didik, sarana dan prasarana, dana, peraturan perundang-undangan termasuk regulasi sekolah, struktur organisasi yang disertai deskripsi tugas dan fungsi, dan sistem administrasi.6 Direktorat PSMP - QEC24711
  • 9. Belajar Untuk Masa Depanku 3. Proses Proses adalah kejadian berubahnya input menjadi out put. Sesuatu yang diperlukan untuk berlangsungnya proses disebut input dan hasil dari suatu proses disebut output. Dalam pendidikan berskala mikro (sekolah), proses yang dimaksud meliputi proses belajar mengajar, manajemen sekolah, dan kepemimpinan sekolah. 4. Output Output merupakan kinerja sekolah. Kinerja sekolah adalah prestasi sekolah yang dihasilkan dari proses pendidikan di sekolah. Kinerja sekolah dapat diukur dari kualitas, efektivitas, produktivitas, efisiensi, dan inovasi dari sekolah. Khusus yang berkaitan dengan kualitas dapat dijelaskan bahwa output sekolah dikatakan berkualitas tinggi jika prestasi sekolah, khususnya prestasi belajar peserta didik, menunjukkan pencapaian yang tinggi. Prestasi dapat dibedakan menjadi prestasi akademik (ulangan umum, UN, UAS, lomba karya ilmiah, dan lomba-lomba akademik lainnya) dan prestasi non-akademik (IMTAQ, karakter/kepribadian, keolahragaan, keseniaan, keterampilan vokasional, kepramukaan, dsb.). 5. Outcomes Outcome adalah dampak tamatan setelah kurun waktu agak lama. Outcome pendidikan meliputi kesempatan melanjutkan sekolah, kesempatan kerja, pengembangan diri, dan pengembangan sosial dan ekonomi masyarakat. Untuk mengetahui outcome, sekolah harus melakukan studi penelusuran tamatan. Kerangka sekolah sebagai sistem dapat dilihat pada Tabel 1 dan Diagram 1 berikut. Jika sekolah ingin melakukan analisis sekolah, yaitu analisis SWOT (strength, weakness, opportunity, and threat), maka dimulai dari outcome dan berakhir pada konteks. Jika sekolah ingin melakukan langkah-langkah pemecahan persoalan atau penyiapan sekolah, arahnya terbalik, yaitu dimulai dari konteks dan berakhir pada outcomes. Cara berpikir demikian adalah cara berpikir berurutan dengan menggunakan kerangka pikir sistem. 7QEC24711 - Panduan Pelaksanaan Pembelajaran MIPA dalam Bahasa Inggris di RSBI
  • 10. Belajar Untuk Masa Depanku Tabel 1. Komponen-komponen Sekolah sebagai sistem Komponen Sub-Komponen Konteks 1. Tuntutan pengembangan diri dan peluang tamatan 2. Dukungan pemerintah dan masyarakat 3. Kebijakan pemerintahan 4. Landasan hukum 5. Kemajuan Iptek 6. Nilai dan harapan masyarakat 7. Tuntutan otonomi 8. Tuntutan globalisasi Input 1. Visi, misi, tujuan 2. Kurikulum 3. Ketenagaan 4. Peserta didik 5. Sarana dan Prasarana 6. Pembiayaan 7. Regulasi sekolah 8. Organisasi 9. Administrasi 10. Peran serta masyarakat 11. Budaya sekolah Proses 1. Proses Belajar Mengajar 2. Manajemen 3. Kepemimpinan Output 1. Prestasi akademik 2. Prestasi non-akademik 3. Angka mengulang 4. Angka putus sekolah 5. Pencapaian KKM 6. Jumlah Lulusan Outcome 1. Kesempatan pendidikan 2. Kesempatan kerja (ekonomi) 3. Pengembangan diri (kepribadian) 4. Aspek sosial8 Direktorat PSMP - QEC24711
  • 11. Belajar Untuk Masa Depanku Kualitas dan Inovasi Konteks Input Proses Output Outcome Produktivitas Efektifitas Efisiensi Internal Efisiensi Eksternal Diagram 1. Sekolah sebagai sistem Kualitas adalah gambaran dan karakteristik menyeluruh dari barang atau jasa, yang menunjukkan kemampuannya dalam memuaskan kebutuhan yang ditentukan atau yang tersirat. Dalam konteks pendidikan, kualitas yang dimaksud adalah kualitas output sekolah baik akademik maupun non akademik. Mutu output sekolah dipengaruhi oleh tingkat kesiapan input dan proses belajar mengajar. Produktivitas adalah perbandingan antara output sekolah dibanding input sekolah. Baik input maupun output sekolah diukur secara kuantitatif. Kuantitas input sekolah, misalnya jumlah guru, modal sekolah, bahan, dan energi. Kuantitas output sekolah misalnya jumlah siswa yang lulus sekolah tiap tahunnya. Contoh produktivitas, misalnya, jika tahun ini di suatu sekolah lebih banyak meluluskan siswanya daripada tahun lalu dengan input yang sama (jumlah guru, fasilitas, dsb.), maka dapat dikatakan bahwa tahun ini sekolah tersebut lebih produktif daripada tahun sebelumnya. Efektivitas adalah ukuran yang menyatakan sejauh mana tujuan (kualitas, kuantitas dan waktu) telah dicapai. Dalam bentuk persamaan, efektivitas sama dengan hasil nyata dibagi hasil yang diharapkan. Misalnya, Nilai Ujian Nasional (NUN) idealnya berjumlah 30, namun NUN yang diperoleh siswa hanya 18, maka efektivitasnya adalah 18:30 = 60%. 9QEC24711 - Panduan Pelaksanaan Pembelajaran MIPA dalam Bahasa Inggris di RSBI
  • 12. Belajar Untuk Masa Depanku Efisiensi dapat diklasifikasikan menjadi dua yaitu efisiensi internal dan efisiensi eksternal. Efisiensi internal menunjuk kepada hubungan antara output sekolah (pencapaian prestasi belajar) dan input (sumber daya) yang digunakan untuk memproses/menghasilkan output sekolah. Efisiensi internal sekolah biasanya diukur dengan biaya-efektivitas. Efisiensi eksternal adalah hubungan antara biaya yang digunakan untuk menghasilkan tamatan dan keuntungan kumulatif (individual, sosial, ekonomi, dan non-ekonomi) yang didapat setelah kurun waktu yang panjang di luar sekolah. Analisis biaya manfaat merupakan alat utama untuk mengukur efisiensi eksternal. Pendekatan sistem harus digunakan sebagai pemandu bagi sekolah- sekolah yang mengembangkan pembelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dalam bahasa Inggris. Oleh karena itu, warga sekolah harus memahami benar bahwa sekolah adalah sebagai sistem yang memiliki komponen-komponen sekolah yang utuh dan benar. Utuh dalam arti bahwa komponen-komponen sekolah harus lengkap diperhatikan/diintegrasikan untuk menyelenggarakan pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dalam bahasa Inggris. Benar dalam arti bahwa komponen-komponen sekolah diletakkan pada tempatnya sesuai dengan hirarki tingkat kepentingannya.D. Fokus Pengembangan pada Sekolah Penyelenggara Pembelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dalam Bahasa Inggris Untuk mencapai tujuan pembelajaran MIPA dalam bahasa Inggris, sekolah perlu memfokuskan kegiatannya pada aspek-aspek berikut. 1. Pengembangan Materi Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dalam Bahasa Inggris Materi Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dalam bahasa Inggris perlu dikembangkan oleh sekolah sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan kondisi yang ada di sekolah dengan memperhatikan perkembangan internasional. Oleh karena itu, sekolah yang melaksanakan program ini disarankan untuk membangun jaringan baik secara nasional maupun internasional dalam kerangka untuk memutakhirkan materi-materi yang dimaksud. Misalnya, melakukan kerjasama dengan fakultas MIPA di perguruan tinggi terdekat sebagai salah satu upaya untuk memperoleh informasi/sumber terkini tentang literatur/buku teks MIPA. Hal yang sama dapat ditempuh dengan melakukan10 Direktorat PSMP - QEC24711
  • 13. Belajar Untuk Masa Depanku kerjasama dengan jurusan bahasa Inggris, dan lembaga kursus bahasa inggris yang berkompeten untuk peningkatan kemampuan berbahasa Inggris. Perolehan sumber-sumber belajar yang terkini dapat dengan mudah diakses melalui internet. Oleh karena itu, adanya jaringan internet di sekolah merupakan fasilitas yang memegang peranan penting dalam pencapaian keberhasilan pengembangan pembelajaran MIPA di sekolah tersebut. Selain itu, penyediaan referensi/textbook berbahasa Inggris akan sangat mendukung dan membantu baik bagi guru dan siswa dalam memahami terminologi matematika dan IPA dalam bahasa Inggris, yang biasanya tidak dengan mudah dapat dijembatani oleh guru/dosen/nara sumber yang berlatar belakang bidang bahasa Inggris. 2. Pengembangan Media Pembelajaran Mengingat pembelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dalam bahasa Inggris adalah hal baru dan memiliki taraf kesulitan yang relatif lebih tinggi dibandingkan dengan pembelajaran reguler yang menggunakan medium bahasa Indonesia, maka diperlukan media pembelajaran yang dapat memudahkan peserta didik untuk memahami materi pembelajaran, terutama konsep yang abstrak. Media pembelajaran yang dimaksud dapat menggunakan alat peraga yang lebih aktual, konkret, dan nyata, selain menggunakan multimedia elektronika yang sarat animasinya, bahkan jika memungkinkan menghadirkan benda aslinya jika benda yang dimaksud dengan mudah dapat ditemukan dan memungkinkan untuk digunakan sebagai media pembelajaran di kelas. 3. Peningkatan Kompetensi Guru Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dalam Bahasa Inggris Guru-guru Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam yang membina program ini harus ditingkatkan kemampuan berbahasa Inggrisnya secara intensif dan terus menerus mengingat mereka umumnya belum disiapkan untuk mengajarkan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dalam bahasa Inggris. Kursus-kursus, tutorial dari guru bahasa Inggris pada sekolah yang sama atau dari lembaga-lembaga pendidikan lainnya, pembiasaan berbahasa Inggris setiap hari di sekolah, English area, pengadaan buku-buku Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dalam bahasa Inggris, dan 11QEC24711 - Panduan Pelaksanaan Pembelajaran MIPA dalam Bahasa Inggris di RSBI
  • 14. Belajar Untuk Masa Depanku cara-cara lain yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan guru dapat diupayakan dalam kerangka untuk mendukung peningkatan kemampuan guru dalam berbahasa Inggris. Idealnya, kemampuan berbahasa Inggris guru MIPA dengan nilai TOEFL minimal 500, merupakan hal yang dipersyaratkan agar pembelajaran dalam bahasa Inggris dapat mencapai hasil yang diharapkan. Selain itu, penguasaan guru MIPA dalam terminologi MIPA dalam bahasa Inggris sangat diperlukan. Oleh karena itu kursus-kursus English for Mathematics and Science sangat diperlukan dalam mewujudkan tujuan tersebut. 4. Peningkatan Kemampuan Guru MIPA dan guru Bahasa Inggris dalam Menggunakan dan Memanfaatkan Teknologi Informasi Kemampuan ini sangat diperlukan dalam mengembangan media presentasi sederhana maupun tingkat lanjut dalam bentuk animasi. Selain itu, keterampilan dalam mengakses internet juga diperlukan. Dengan demikian, diharapkan materi ajar dan media pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik di sekolah pelaksana program akan dapat dikembangkan dengan mudah. Selain itu memudahkan peserta didik dalam memahami materi pembelajaran. 5. Peningkatan pengetahuan Guru Bahasa Inggris dalam Terminologi MIPA dalam Bahasa Inggris Pemahaman siswa tentang terminologi MIPA dalam bahasa Inggris siswa memegang peranan penting dalam menentukan keberhasilan program. Oleh karena itu perlu adanya suatu program tambahan untuk memantapkan hal tersebut. Salah satu yang dapat ditempuh adalah dengan memperkenalkan terminologi MIPA yang akan diajarkan melalui mata pelajaran bahasa Inggris. Namun demikian, hal ini bisa dilaksanakan jika guru-guru bahasa Inggris memiliki kemampuan yang memadai dalam terminologi MIPA dalam bahasa Inggris. Oleh karena itu, guru bahasa Inggris perlu mempelajari terminologi MIPA dalam bahasa Inggris. Pengetahuan terminologi MIPA dalam bahasa Inggris tersebut tidak hanya diperlukan ketika guru bahasa Inggris mengajar, tetapi juga ketika yang bersangkutan mendampingi guru MIPA mempersiapkan, mengajar, dan mengevaluasi pembelajaran melalui team teaching.12 Direktorat PSMP - QEC24711
  • 15. Belajar Untuk Masa Depanku 6. Pembiasaan Berbahasa Inggris di Sekolah Para siswa dan guru Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dalam bahasa Inggris agar dibiasakan berkomunikasi dalam bahasa Inggris setiap hari di sekolah, baik secara lisan maupun tertulis. Selain itu, misalnya kewajiban berbahasa inggris pada hari yang sudah ditentukan (English Day) minimal satu hari dalam satu minggu, dengan dipantau oleh guru. Termasuk mengadakan berbagai jenis kompetisi dalam bahasa Inggris minimal satu kali dalam satu semester. Hal lainnya yang dapat dilakukan adalah pemberian tugas kepada siswa berupa projek tertentu dalam mata pelajaran MIPA secara berkelompok, dan di akhir semester siswa melakukan presentasi hasil projeknya sebagai sarana lomba untuk menentukan pemenangnya (semacam lomba Karya Ilmiah Remaja/KIR dalam bahasa Inggris). Adanya program English Camp yang dilakukan secara reguler, misalnya sekali dalam satu semester, yang mewajibkan digunakannya bahasa Inggris sebagai medium komunikasi selama kegiatan juga akan membantu peningkatan pembiasaan berbahasa Inggris. Cara lain yang dapat dilakukan adalah mengundang nara sumber dalam bidang MIPA yang memiliki kemampuan yang bagus dalam berbahasa Inggris sebagai guest lecturer di sekolah. Apabila hal ini dilakukan secara reguler dan dikelola sendiri oleh siswa yang mengikuti program ini, kegiatan ini menjadi lebih ”bermakna” bagi siswa. Kebiasaan-kebiasaan ini akan membangun karakter mereka dalam berbahasa Inggris, selain juga akan menciptakan suasana akademik dan sosial sekolah yang mendukung pengembangan program sehingga tujuan pembelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dalam bahasa Inggris akan dapat berjalan dengan lebih baik. Adanya tes TOEFL atau tes kemahiran bahasa Inggris lainnya secara reguler untuk seluruh warga sekolah, terutama bagi mereka yang terlibat langsung dalam implementasi program di sekolah akan mendorong iklim yang kondusif untuk mengembangkan kemampuan bahasa Inggris warga sekolah dalam mengimplementasikan program di sekolah. 7. In-house Training (IHT) Merupakan bentuk pendampingan secara reguler oleh tenaga yang kompeten di bidangnya terhadap guru yang melaksanakan program 13QEC24711 - Panduan Pelaksanaan Pembelajaran MIPA dalam Bahasa Inggris di RSBI
  • 16. Belajar Untuk Masa Depanku pembelajaran MIPA dalam bahasa Inggris. Berdasarkan pengalaman sebelumnya pendampingan secara reguler ini, sangat membantu guru dalam mengatasi masalah mereka sehari-hari dalam melaksanakan pembelajaran MIPA dalam bahasa Inggris mulai dari tahap persiapan hingga pembelajaran di kelas. Pendamping yang kompeten adalah mereka yang mengusai tidak hanya substansi matematika dan IPA tetapi juga mampu berkomunikasi dalam bahasa Inggris dengan baik termasuk berkompeten dalam pengembangan bahan ajar, media pembelajaran, penerapan berbagai pendekatan/metode/strategi pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik konsep/topik yang akan diajarkan dan prinsip-prinsip pembelajaran yang efektif, efisien, menyenangkan, inovatif, dan mendidik. Selain itu, selama proses pendampingan, penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) sangat disarankan untuk dilakukan. Dengan demikian, upaya untuk mendapatkan strategi pembelajaran MIPA dalam bahasa Inggris yang lebih baik dan sesuai dengan karakteristik peserta didik di sekolah dan topik/konsep yang akan diajarkan akan dapat ditemukan. 8. Forum Guru MIPA dan Guru Bahasa Inggris Forum ini diharapkan merupakan wahana yang dapat digunakan untuk berbagi pengalaman antar guru dalam mengatasi berbagai kendala dan kesulitan selama mengimplementasikan program ini di sekolah. Disamping itu, sebagai wahana bagi mereka untuk saling mengisi dan menguatkan kemampuan mereka dalam mengimplementasikan pembelajaran. Termasuk dalam program ini, misalnya optimalisasi MGMP Guru MIPA bilingual di sekolah maupun antar sekolah di rayon atau daerah tertentu. 9. Penerapan MBS dan Kepemimpinan Sekolah secara Konsisten Pembelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dalam bahasa Inggris akan berjalan dengan lancar apabila didukung oleh manajemen dan kepemimpinan sekolah yang tangguh. Model manajemen berbasis sekolah dan kepemimpinan transformatif perlu dilaksanakan secara konsisten karena model-model tersebut telah teruji ketangguhannya.14 Direktorat PSMP - QEC24711
  • 17. Belajar Untuk Masa DepankuE. Model-Model Pembelajaran MIPA dalam Bahasa Inggris Implementasi pembelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dalam bahasa Inggris harus menghindari dihasilkannya lulusan dengan bahasa Inggris kelas VIII karena jeleknya tatabahasa dan ucapan. Perlu diperhatikan beberapa hal agar program pembelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dalam bahasa Inggris dapat diimplementasikan dengan tingkat pencapaian yang tinggi dalam kompetensi bidang studi maupun kompetensi dalam bahasa Inggris. Tingkat pencapaian kompetensi yang tinggi dalam bahasa Inggris ditandai dengan keterampilan berbahasa Inggris yang lancar dan akurat, baik dari segi tatabahasa maupun ucapan. Program semacam ini disebut program imersi (immersion program). Di beberapa negara yang telah mengimplementasikan program semacam ini (misalnya Canada, Australia, Hongaria, Finlandia, dan Hongkong) dengan guru yang kompetensi dalam bahasa target (inggris) sangat tinggi (bahkan dengan penutur asli) dan sarana pendukung yang memadai pada umumnya melaporkan hasil bahwa: 1. Capaian kompetensi dalam bidang studi di kelas tersebut sebanding dengan kelas reguler. 2. Penguasaan yang tinggi dan seimbang dalam bahasa target (bahasa yang hendak dikuasai bahasa inggris) dan bidang studi biasanya sulit dicapai secara bersamaan. Artinya, pencapaian yang tinggi dalam satu aspek cenderung dibarengi oleh pencapaian yang agak rendah dalam aspek lainnya. Apabila pencapaian kompetensi dalam bahasa target tinggi, pencapaian kompetensi dalam bidang studi tidak setinggi pencapaiannya dalam bahasa target atau sebaliknya. 3. Penguasaan bahasa lulusan/siswa dalam bahasa target jauh lebih tinggi dibandingkan dengan lulusan/siswa yang mengikuti kelas reguler, tetapi tidak sepadan dengan kemampuan penutur asli karena diwarnai oleh sejumlah kesalahan tatabahasa dan ucapan. Agar pencapaian kompetensi dalam bidang studi dan bahasa Inggris tinggi dan seimbang, perlu upaya pengembangan program-program pendukung antara lain: 1. Penciptaan suasana akademik dan sosial yang mendukung 2. Penyelenggaraan Bridging Course bahasa Inggris 15QEC24711 - Panduan Pelaksanaan Pembelajaran MIPA dalam Bahasa Inggris di RSBI
  • 18. Belajar Untuk Masa Depanku 3. Penyediaan Self-Access Learning Centre 4. Pelaksanaan kegiatan-kegiatan yang mendorong atau memfasilitasi penggunaan bahasa Inggris di sekolah secara efektif Selain itu perlu dikembangkan model pembelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dalam bahasa Inggris yang sesuai dengan ciri dan karakter sekolah. Berikut ini diuraikan beberapa contoh model pembelajaran dimaksud. Model pembelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam yang baik adalah model yang memfasilitasi pencapaian kompetensi yang tinggi dalam bidang studi dan dalam bahasa Inggris (subject matter and language) dan keduanya diberi perhatian secara proporsional. Focus on language sangat penting untuk menghindarkan siswa dari fosilisasi, yaitu pemerolehan bahasa yang tidak sesuai dengan kaidah bahasa Inggris sebagaimana digunakan oleh penutur asli bahasa Inggris. Berikut adalah contoh model penyelenggaraan pembelajaran. 1. Terpisah (parallel): perkembangan bahasa siswa difasilitasi melalui kegiatan penunjang di luar pembelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dalam Bahasa Inggris yang diikuti siswa di sekolah. a. Siswa menerima pelajaran tambahan berupa English for Mathematics and Science yang dilakukan oleh guru bahasa Inggris dan/atau guru MIPA. Materi pelajaran tambahan ini didasarkan pada kebutuhan dan urutan penyajian tema-tema pelajaran yang ada pada pembelajaran MIPA dalam bahasa Inggris. Idealnya sebelum siswa mempelajari pokok bahasan tertentu, siswa sudah diperkenalkan dengan bahasa (kosa kata, tata bahasa, ekspresi, dsb.) yang akan dipergunakan dalam mempelajari pokok bahasan tersebut. b. Model ini cocok bagi sekolah yang guru MIPA-nya memiliki pengetahuan kebahasaan yang terbatas dan team-teaching antara guru bahasa Inggris dan guru MIPA tidak dapat berjalan dengan baik. c. Dalam model ini pembelajaran MIPA dalam bahasa Inggris berlangsung dengan tahapan-tahapan pembelajaran seperti pada pembelajaran MIPA pada umumnya. d. Model ini agak mahal dan memerlukan waktu cukup banyak tetapi efektif dalam pencapaian tujuan (peningkatan kemahiran berbahasa Inggris).16 Direktorat PSMP - QEC24711
  • 19. Belajar Untuk Masa Depanku 2. Terpadu (integrated): perkembangan bahasa siswa difasilitasi secara terpadu dalam pembelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dalam bahasa Inggris. Artinya, siswa menerima materi English for Mathematics and Science bersamaan ketika mereka menerima pelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dalam bahasa Inggris. Model ini cocok/sesuai untuk guru MIPA dengan pengetahuan kebahasaan tinggi. Diagram 2 berikut ini menggambarkan apa yang dilakukan oleh guru dan siswa pada setiap tahapan ketika mereka mengikuti pembelajaran. Secara umum, pembelajaran terbagi menjadi tiga tahap utama, yaitu tahap persiapan (preparation), tahap pembelajaran (the lesson), dan tahap penguatan/pengayaan (reinforcement/ enrichment). . 17QEC24711 - Panduan Pelaksanaan Pembelajaran MIPA dalam Bahasa Inggris di RSBI
  • 20. Belajar Untuk Masa Depanku The Lesson Starter: Teacher: introduces new topic, learning objectives, key language points (written and spoken), discusses answers to key questions Students: understand the topic, learning objectives, and key language points (listen, read/say, write), and present answers to key questions Lesson Proper: Teacher: creates friendly classroom, assists students to understand learning materials, task instructions, and complete tasks, provides content and language support and feedback Students: understand materials, perform tasks, present work (oral and written) Conclusion: Teacher: provides the conclusion of the lesson and language feedback (e.g. error correction), gives homework/enrichment tasks, gives tasks for the next lesson Students: write the conclusion down, correct errors, display revised work Preparation Reinforcement/enrichment Teacher: identifies key language Teacher: provides points (words, phrases, terms, reinforcement and enrichment tasks (homework, mini project, grammar, expressions), etc.), gives content and formulates key questions, language feedback prepares lesson plan and media, rehearses the instruction Students: do further tasks, Students: read learning present work, give one another materials, understand language content and language feedback points, answer key questionsDiagram 2. Tahapan pembelajaran pada model pembelajaran MIPA dengan pola terpadu (integrated18 Direktorat PSMP - QEC24711
  • 21. Belajar Untuk Masa Depanku BAB IIIPERSIAPAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA DAN IPA DALAM BAHASA INGGRISPada dasarnya pelaksana pembelajaran MIPA dalam bahasa Inggris adalah RSBI.Beberapa hal perlu disiapkan sebelum program pembelajaran Matematika dan IlmuPengetahuan Alam dalam bahasa Inggris diterapkan di sekolah agar tujuanpembelajaran dapat dicapai sesuai dengan yang diharapkan.A. Guru Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Sekolah yang akan melaksanakan program ini harus memiliki guru yang mampu dan sanggup menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pengajar Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dalam bahasa Inggris. Oleh karena itu perlu dilakukan seleksi terhadap guru-guru yang ada di sekolah tersebut untuk mengetahui tingkat kesiapan mereka dalam mengajarkan Matematika atau Ilmu Pengetahuan Alam dalam bahasa Inggris. Beberapa kriteria minimal yang seharusnya dimiliki oleh mereka di antaranya adalah sebagai berikut: 1. Berlatar belakang pendidikan Matematika atau Ilmu Pengetahuan Alam (Biologi atau Fisika), minimal Sarjana (strata 1) 2. Usia maksimum 45. Apabila sekolah kekurangan guru atau sekolah tidak memiliki guru dengan usia di bawah 46 tahun, sekolah dapat menunjuk guru yang usia maksimalnya 50 tahun dan/atau merekrut guru baru yang memenuhi persyaratan. 3. Memiliki kemampuan berbahasa Inggris yang cukup bagus dengan nilai TOEFL minimal 500 atau yang setara. Sekolah bersama Komite Sekolah bertanggung jawab terhadap penyiapan guru untuk mencapai kemampuan berbahasa Inggris tersebut. Direktorat Pembinaan SMP menyediakan instrumen yang dapat digunakan untuk menyeleksi guru MIPA untuk mengetahui kemampuan guru dalam berbahasa Inggris. 4. Memahami kurikulum yang berlaku seperti tuntutan dalam Permen Diknas No. 22, 23, 24 tahun 2006 dan 6 tahun 2007 tentang Standar Isi (SI), Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dan Implementasi SI dan SKL beserta strategi, metode pembelajaran dan sistem penilaian yang mendukung keterlaksanaan Kurikulum tersebut di sekolah. Misalnya pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning). Termasuk juga Kurikulum lainnya (misalnya Kurikulum yang mengarah ke Kurikulum internasional), jika di sekolah mengembangkan Kurikulum plus. Kurikulum plus merupakan adaptasi dari Kurikulum nasional dan Kurikulum lainnya yang mendukung pengembangan program pembelajaran MIPA dalam bahasa Inggris di Sekolah tersebut. 19QEC24711 - Panduan Pelaksanaan Pembelajaran MIPA dalam Bahasa Inggris di RSBI
  • 22. Belajar Untuk Masa Depanku 5. Memahami konsep dasar pembelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dalam bahasa Inggris. 6. Memiliki komitmen yang tinggi untuk melaksanakan program ini. 7. Tidak akan dimutasi setidak-tidaknya dalam tiga tahun ke depan.B. Guru Bahasa Inggris Guru bahasa Inggris perlu dilibatkan dalam pembinaan program pembelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dalam bahasa Inggris agar dapat mendukung dan membantu memecahkan kesulitan-kesulitan yang dialami oleh guru MIPA dalam menjalankan program. Sekolah dapat melakukan seleksi terhadap guru bahasa Inggris di sekolah tersebut dengan kriteria minimal sebagai berikut: 1. Berlatar belakang Sarjana (strata 1) pendidikan bahasa Inggris. 2. Usia maksimum berusia 45 tahun. 3. Memiliki kemampuan berbahasa Inggris yang cukup bagus dengan nilai TOEFL minimal 550 atau yang setara. 4. Memiliki kemampuan untuk dapat berkolaborasi dalam bentuk team teaching dengan guru Matematika dan guru Ilmu Pengetahuan Alam yang menjalankan program. 5. Memiliki penguasaan yang bagus dalam terminologi matematika dan IPA dalam bahasa Inggris. 6. Memahami konsep dasar pembelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dalam bahasa Inggris. 7. Memahami kurikulum yang berlaku seperti tuntutan dalam Permen Diknas No. 22, 23, 24 tahun 2006 dan No. 6 tahun 2007 tentang Standar Isi (SI), Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dan Implementasi SI dan SKL beserta strategi, metode pembelajaran dan sistem penilaian yang mendukung keterlaksanaan Kurikulum tersebut di sekolah. Misalnya pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning). Termasuk juga Kurikulum lainnya (misalnya Kurikulum yang mengarah ke Kurikulum internasional), jika di sekolah mengembangkan Kurikulum plus yang merupakan adaptasi dari Kurikulum nasional dan Kurikulum lainnya yang mendukung pengembangan program pembelajaran MIPA dalam bahasa Inggris di Sekolah tersebut. 8. Memiliki komitmen yang tinggi untuk melaksanakan program ini. 9. Tidak akan mutasi setidak-tidaknya dalam tiga tahun ke depan.20 Direktorat PSMP - QEC24711
  • 23. Belajar Untuk Masa DepankuC. Siswa Siswa peserta pembelajaran MIPA dalam bahasa Inggris pada dasarnya adalah siswa-siswa RSBI yang memiliki kemampuan yang tinggi. Di antara persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi adalah bahwa siswa: 1. memiliki bekal awal kemampuan berbahasa Inggris yang memadai 2. memiliki kemampuan dalam mata pelajaran Matematika dan IPA di atas rata-rataD. Program Pendukung Perlu diselenggarakan program-program tambahan yang menunjang atmosfer yang mendukung dan mendorong siswa untuk dapat secara terus-menerus mempraktekkan bahasa Inggris selama mereka berada di lingkungan sekolah. Termasuk jika siswa mengalami kesulitan dalam pencapaian target yang sudah ditetapkan. Beberapa program tambahan yang mungkin dapat dilakukan di sekolah sebagai upaya untuk mendorong peningkatan kemampuan siswa dalam berbahasa Inggris adalah: a. English Day di sekolah, seperti: 1). Wajib berbahasa inggris pada hari yang sudah ditentukan minimal satu kali dalam 1 minggu, dengan dipantau oleh guru. 2). Mengadakan kompetisi dalam berbagai hal dalam bahasa Inggris minimal 1 kali dalam 1 semester. 3). Belajar terminologi matematika dan IPA dalam bahasa Inggris. b. Ikut serta dalam berbagai lomba keterampilan berbahasa Inggris yang diselenggarakan oleh lembaga lain. c. Melakukan pertukaran pelajar antar sekolah yang melaksanakan program pembelajaran MIPA dalam bahasa Inggris di Indonesia atau di negara SEAMEO/ASEAN, atau negara-negara anggota OECD, dan negara lainnya. d. Pertemuan rutin tahunan untuk perwakilan siswa-siswa antar sekolah yang sudah/sedang melaksanakan program pembelajaran MIPA dalam bahasa Inggris, e. Pemberian tugas ke siswa berupa projek tertentu dalam mata pelajaran MIPA secara berkelompok, dan di akhir semester siswa melakukan presentasi hasil projeknya sebagai sarana lomba untuk menentukan pemenangnya (KIR dalam bahasa Inggris), f. Tersedianya native speaker dalam jangka waktu tertentu di sekolah atau secara reguler mendatangkan guest lecturer dalam bidang matematika atau IPA. 21QEC24711 - Panduan Pelaksanaan Pembelajaran MIPA dalam Bahasa Inggris di RSBI
  • 24. Belajar Untuk Masa Depanku g. Kegiatan semacam English Camp, yaitu kegiatan di luar sekolah yang dilakukan dengan mewajibkan siswa menggunakan medium pengantar bahasa Inggris. Dalam kegiatan ini, siswa dapat melakukan segala kegiatan yang mendukung pembelajaran matematika atau IPA yang dapat dimantapkan di luar lingkungan sekolah.E. Perangkat dan Media Pembelajaran Sejak program pembelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dalam bahasa Inggris diimplementasikan secara terbatas pada sekolah Koalisi nasional di Indonesia, serangkaian upaya persiapan telah dilakukan oleh Direktorat Pembinaan SMP, Departemen Pendidikan Nasional. Salah satu hasilnya adalah terwujudnya perangkat pembelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam untuk siswa SMP dalam bahasa Inggris dan Kamus Ilmu Pengetahuan Alam dan Kamus Matematika. Selain itu juga dilengkapi dengan beberapa software pembelajaran matematika dan software pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam sebagai penunjang dalam pembelajaran tersebut. Model pembelajaran Matematika dalam bahasa Inggris dan model pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dalam bahasa Inggris dalam bentuk VCD juga sudah disiapkan sebagai upaya untuk memberikan contoh kepada guru bagaimana mengajarkan kedua bidang studi tersebut dalam bahasa Inggris untuk siswa SMP. Perangkat tersebut dapat digunakan sebagai alternatif yang dapat dipakai sebagai salah satu acuan dalam mengajarkan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dalam bahasa Inggris di sekolah. Sekolah dapat menggunakan dan mengusahakan ketersediaan sumber-sumber lainnya yang ada, asalkan masih dalam cakupan kerangka materi seperti yang dituntut dalam Kurikulum yang berlaku di sekolah tersebut dan mendukung keterlaksanaan program di sekolah. Misalnya, tersedianya buku-buku teks dalam bahasa Inggris untuk mata pelajaran Matematika, Biologi, Kimia, dan Fisika. Demikian juga halnya dengan tersedianya teaching kit MIPA dalam bahasa Inggris, VCD/multimedia interaktif pembelajaran MIPA dalam bahasa Inggris, charta-charta dalam bahasa Inggris, dsb. Secara rinci perangkat pembelajaran yang sudah dikembangkan oleh Direktorat Pembinaan SMP meliputi perangkat berikut. 1. Perangkat dengan acuan”Kurikulum 2004”, untuk kelas VII, VIII dan IX: a. Student Book (Buku Siswa) b. Key to Student Book (Kunci Buku Siswa) c. Evaluation Sheet (Lembar Evaluasi) d. Key to Evaluation Sheet (Kunci Lembar Evaluasi) e. Student Worksheet (Lembar Kerja Siswa)22 Direktorat PSMP - QEC24711
  • 25. Belajar Untuk Masa Depanku f. Key to Student Worksheet (Kunci Lembar Kerja Siswa) g. Lesson Plan (Rencana Pembelajaran) h. Dictionary kelas VII, VIII, IX (Kamus) i. Model Pembelajaran Matematika dalam bahasa Inggris (VCD) j. Model Pembelajaran IPA dalam bahasa Inggris (VCD) k. Software pembelajaran Matematika dan IPA dalam bahasa Inggris kelas VII 2. Perangkat dengan acuan Standar Isi 2006 untuk kelas VII, VIII dan IX: a. Student Book (Buku Siswa) b. Lesson Plan (Rencana Pembelajaran) 3. Perangkat pembelajaran dengan acuan standar isi Rintisan SMP bertaraf internasional untuk kelas VII, VIII dan IX: a. Student Book (Buku Siswa) b. Lesson Plan (Rencana Pembelajaran) Selain itu telah dikembangkan serangkaian perangkat pembelajaran pendukung pembelajaran MIPA dalam bahasa Inggris, diantaranya berupa: 1. Kamus Matematika dan IPA untuk Kelas VII, VIII, dan IX 2. Materi Pelatihan MIPA Bahasa Inggris Kelas VII, VIII, dan IX untuk guru MIPA 3. Materi Pelatihan MIPA Bahasa Inggris Kelas VII, VIII dan IX untuk guru bahasa Inggris 4. Materi Pelatihan MIPA Bahasa Inggris Kelas VII, VIII dan IX untuk siswa pengikut program 5. Multimedia pembelajaran interaktif untuk materi-materi esensial MIPA kelas VII, VIII, dan IX. Sekolah yang mengimplementasikan pembelajaran MIPA dalam bahasa Inggris dapat memperoleh materi-materi tersebut dengan mengajukan permohonan kepada Direktorat Pembinaan SMP. Sekolah akan dikirimi satu set master dalam bentuk soft copy. Sekolah dapat menggandakan untuk penggunaan dikalangan sendiri sesuai dengan kebutuhan.F. Sarana dan Prasarana Agar implementasi pembelajaran MIPA dalam bahasa Inggris berjalan dengan baik, sekolah perlu memiliki sarana dan prasarana yang memadai. Suasana ruang kelas dan laboratorium MIPA hendaknya dibuat kondusif bagi pembelajaran sehingga dapat mendorong dan mendukung siswa untuk belajar dengan menyenangkan, kreatif, aktif, dan efektif. Kalau memungkinkan, ruang 23QEC24711 - Panduan Pelaksanaan Pembelajaran MIPA dalam Bahasa Inggris di RSBI
  • 26. Belajar Untuk Masa Depanku kelas dan/atau laboratorium MIPA yang ada dirancang tersendiri sehingga tidak menimbulkan kesan kaku bagi mobilitas siswa dan guru. Susunan meja kursi yang ada di dalamnya tidak selalu harus mengikuti aturan baku yang selama ini ada, yaitu susunan yang menempatkan guru sebagai pusat. Selain itu penempatan papan tempat menempelkan karya-karya siswa di ruangan tersebut juga sangat dianjurkan. Pada prinsipnya, sebaiknya suasana kelas diupayakan dalam kondisi yang benar-benar menyenangkan bagi siswa untuk mengikuti pembelajaran. Selain itu, hal penting lainnya yang sebaiknya ada di kelas yang digunakan untuk mengimplementasikan program ini diantaranya adalah: 1. Tersedianya perpustakaan mini yang menyediakan segala buku-buku teks/referensi dalam bahasa Inggris dan perangkat pembelajaran pendukung lainnya; 2. Tersedianya perangkat multimedia yang digunakan untuk mendukung implementasi program, misalnya laptop, LCD, screen, TV, VCD player, tape recorder, dsb. 3. Akses internet yang mudah akan sangat mendukung keterlaksanaan program ini dengan baik, mengingat mudahnya pencarian sumber-sumber belajar. Dengan demikian diharapkan tersedia sumber-sumber belajar yang dapat mengikuti perkembangan matematika dan IPA secara global. Termasuk diantaranya adalah mudahnya akses internet bagi guru dan siswa baik di perpustakaan maupun di beberapa tempat tertentu di sekolah tersebut. 4. Perpustakaan pusat di sekolah yang menyediakan berbagai buku-buku pendukung, cerita, majalah berbahasa Inggris yang sesuai untuk tingkatan anak usia SMP. Hal yang memberikan peranan penting lainnya adalah ketersediaan laboratorium bahasa dan laboratorium komputer yang memadai sesuai dengan kebutuhan sekolah termasuk dengan laboran yang berkompeten dalam bidangnya (laboran laboratorium IPA, laboran laboratorium bahasa, dan laboran laboratorium komputer). Kompetensi laboran ini dapat ditunjukkan dengan dimilikinya ijazah atau sertifikat. Selain itu, di sekolah juga dituntut menyediakan sarana dan prasarana untuk terciptanya lingkungan sosial dan akademis yang mendukung terlaksananya program di sekolah tersebut.G. Kepala Sekolah Kepala sekolah yang tangguh sangat menentukan keberhasilan implementasi program. Artinya kepala sekolah yang mengetahui dengan benar bagaimana konsep manajemen berbasis sekolah (MBS) dapat diterapkan di sekolah. Kepala sekolah harus memahami visi dan misi sekolah, sehingga arah dan24 Direktorat PSMP - QEC24711
  • 27. Belajar Untuk Masa Depanku target pengembangan sekolah juga jelas. Termasuk di dalamnya adalah bagaimana pemenuhan 8 (delapan) komponen standar sesuai dengan PP 19/2005 dapat dicapai. Terkait dengan implementasi program pembelajaran MIPA, sekolah harus jelas menentukan target-target yang harus dicapai setiap tahunnya dari semua komponen yang menentukan terhadap suksesnya implementasi program ini di sekolah. Misalnya, target kemampuan siswa berbahasa Inggris, target kemampuan siswa dalam substansi matematika atau IPA, target kemampuan guru MIPA berbahasa Inggris, target pengembangan sumber belajar di sekolah, target pengembangan materi/strategi/metode pembelajaran MIPA dalam bahasa Inggris yang digunakan, target sistem penilaian yang digunakan, dsb. Selain itu, perlu dibentuk semacam divisi khusus yang diketuai oleh seorang koordinator yang membanu kepala sekolah dan bertanggung jawab terhadap pelaksanaan program pembelajaran MIPA dalam bahasa Inggris. Koordinator ini bertanggung jawab sepenuhnya dan di bawah garis koordinasi kepala sekolah.H. Komite Sekolah Agar program yang diimplementasikan di sekolah berhasil dengan baik, diperlukan dukungan secara nyata dan terus menerus dari komite sekolah pada setiap tahapan implementasi pembelajaran MIPA dalam bahasa Inggris. Dukungan nyata tersebut antara lain dapat meliputi: 1. penyiapan siswa, guru, dan ketersediaan perangkat pembelajaran yang diperlukan di sekolah; 2. mendukung terciptanya lingkungan sosial dan akademis untuk pengembangan pembelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dalam bahasa Inggris.I. Penyiapan dan Pembekalan Guru Hasil pemantauan lapangan selama ini menunjukkan bahwa perlu dilakukan penyiapan guru sebagai tenaga pengajar yang akan diberi tanggungjawab mengajarkan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dalam bahasa Inggris. Hal ini disebabkan oleh kenyataan bahwa (a) kemampuan bahasa Inggris guru kurang menggembirakan, (b) berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris tidak sama dengan mengajarkan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam menggunakan bahasa Inggris, (c) perangkat yang telah dikembangkan belum disosialisasikan kepada guru; (d) kosakata dan istilah pengetahuan alam dan matematika dalam bahasa Inggris harus dikenal oleh guru dengan baik; (e) perangkat pembelajaran yang dikembangkan merupakan salah satu alternatif 25QEC24711 - Panduan Pelaksanaan Pembelajaran MIPA dalam Bahasa Inggris di RSBI
  • 28. Belajar Untuk Masa Depanku sebagai acuan, guru masih harus mengembangkan sendiri perangkat yang operasional sesuai dengan kondisi sekolah setempat; (f) guru masih perlu dibekali dengan kemampuan mengembangkan media pembelajaran seperti presentasi, animasi, termasuk menggunakan komputer untuk keperluan pembelajaran. Dengan demikian, masih dirasa perlu usaha-usaha untuk memperkenalkan perangkat yang telah dikembangkan oleh Direktorat Pembinaan SMP termasuk perangkat-perangkat lainnya yang dapat digunakan sebagai sumber alternatif kepada guru, melatih mereka menggunakan dan berkomunikasi dalam bahasa Inggris, serta melatih mereka untuk menyiapkan dan mengembangkan media presentasi sederhana dan memanfaatkan berbagai teknologi di dalam pembelajaran. Atas dasar itu maka perlu melakukan pembekalan kepada guru guna meningkatkan kompetensi mereka sebelum mereka melaksanakan program ini di sekolah. Direktorat Pembinaan SMP bersama-sama dengan Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota serta sekolah dan Komite Sekolah dapat bekerjasama dalam upaya pembekalan terhadap guru Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Materi utama dalam pembekalan ini meliputi: (1) bahasa Inggris, (2) pengembangan perangkat pembelajaran MIPA dalam bahasa Inggris, (3) evaluasi, (4) penggunaan multimedia dan pengembangannya, serta team teaching. Pembekalan/penyiapan tersebut dapat dikemas dalam dua bentuk yang berbeda, yaitu workshop terpusat atau in-house training. Berikut ini diuraikan secara rinci masing-masing bentuk pembekalan/penyiapan tersebut. 1. Pelatihan Terpusat Pelatihan terpusat adalah pelatihan yang dilakukan secara klasikal dan berlangsung secara terpusat di suatu tempat tertentu. Kegiatan ini seharusnya dilakukan sebelum sekolah melakukan program Pembelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dalam Bahasa Inggris. Dalam kegiatan ini yang menjadi fokus adalah guru MIPA. Namun demikian guru bahasa Inggris juga dilibatkan mengingat fungsi guru bahasa Inggris di sekolah pelaksana program sebagai kolaborator dengan guru MIPA sebagai team teaching. Selain itu, guru bahasa Inggris ini berfungi sebagai sumber terdekat untuk bertanya ketika guru-guru MIPA mengalami kesulitan dalam bahasa Inggris. Oleh karena itu materi yang ditekankan selama pelatihan untuk guru bahasa Inggris meliputi: a. pembelajaran Matematika dan IPA dalam bahasa Inggris, b. pengenalan dan pengembangan perangkat pembelajaran Matematika dan IPA dalam bahasa Inggris, c. English for Mathematics and Science teachers,26 Direktorat PSMP - QEC24711
  • 29. Belajar Untuk Masa Depanku d. model-model team-teaching sebagai upaya menciptakan team- teaching yang solid antara guru MIPA dan guru bahasa Inggris, dan e. pengembangan Action Plan di sekolah. Satu hal yang penting untuk dilakukan adalah melakukan kunjungan ke sekolah model yang sudah menjalankan program ini. Kunjungan ini akan memberikan tambahan wawasan dan wacana orientasi bagaimana program pembelajaran Matematika dan IPA dalam bahasa Inggris sebaiknya diimplementasikan di sekolah. Materi pelatihan atau pembekalan bagi guru Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam meliputi: a. Bahasa Inggris, meliputi grammar, speaking dan vocabulary (terutama kosakata untuk math dan science - termasuk pronunciation). Di samping dilaksanakan secara terpisah, ketiga materi tersebut disampaikan secara terintegrasi dengan pembuatan perangkat pembelajaran, pengembangan multimedia pembelajaran, micro- teaching, dan refleksi. b. Kiat-kiat belajar bahasa Inggris secara mandiri, meliputi hakekat belajar bahasa Inggris secara mandiri dan bagaimana mempertahankan kemampuan bahasa Inggris. c. Pengembangan Perangkat Pembelajaran MIPA dalam bahasa Inggris. Terbagi atas 2 (dua) kegiatan pokok, yaitu persiapan micro-teaching dan pelaksanaan micro-teaching. Dalam persiapan micro-teaching, peserta akan mengembangkan dan mengoperasionalkan perangkat pembelajaran yang dilengkapi dengan media presentasi dalam bahasa Inggris untuk keperluan micro-teaching. Sedangkan dalam pelaksanaan micro-teaching, peserta akan melakukan micro-teaching yang dilakukan dalam kelompok @ 20 orang. Penampilan ini diikuti dengan refleksi besama-sama antara pengamat dengan peserta dilanjutkan dengan diskusi. Untuk keperluan ini dilakukan perekaman penampilan peserta saat melakukan micro-teaching dengan menggunakan Handycam. d. Teknologi Informasi dan Pengembangan Media Presentasi Sederhana. Diawali dengan pengantar secara umum yang melandasi pengembangan media presentasi sederhana. Pendalaman dilakukan secara terintegrasi ketika peserta melakukan persiapan micro-teaching atau dalam menyelesaikan tugas-tugas tambahan atau ketika membuat bahan presentasi untuk keperluan micro-teaching dengan menggunakan media sederhana seperti power point. Bahan dan Perangkat pembelajaran yang dihasilkan dalam pelatihan merupakan materi untuk kelas VII atau kelas VIII atau kelas IX tergantung pada tahun ke berapa pelatihan tersebut dilaksanakan. 27QEC24711 - Panduan Pelaksanaan Pembelajaran MIPA dalam Bahasa Inggris di RSBI
  • 30. Belajar Untuk Masa Depanku e. Persiapan implementasi program di sekolah (pengembangan action plan). Memberikan arahan secara teknis operasional kepada peserta bagaimana melaksanakan program ini di sekolah. 2. In-house Training Yang dimaksud dengan in-house training adalah pelatihan yang pelaksanaannya bertempat di sekolah tempat di mana guru-guru melaksanakan program Pembelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dalam bahasa Inggris. Program ini dilakukan dengan melakukan kerja sama dengan nara sumber dari Perguruan Tinggi terdekat dari sekolah pelaksana program atau orang yang berkompeten dalam bidangnya, yang selanjutnya disebut sebagai pendamping. Secara periodik pendamping tersebut melakukan kunjungan ke sekolah untuk melakukan pengarahan dan pendampingan terhadap segala aktivitas guru dan sekolah terkait dengan pelaksanaan program. Frekuensi pendampingan diatur sesuai dengan kebutuhan sekolah. Dengan kegiatan ini diharapkan masalah/kendala/hambatan terkait pelaksanaan program di sekolah dapat diatasi secara langsung. Pembekalan atau penyiapan guru dengan pola in-house training berlangsung bersamaan dengan pelaksanaan program ini di sekolah, tidak seperti pelatihan terpusat yang dilakukan sebelum program ini dijalankan. Namun demikian pelatihan terpusat yang sifatnya di awal program perlu dilakukan sebagai pembekalan awal guru, sebelum dilakukan pola in- house training. a. Tujuan in-house training Memberikan pengarahan dan pendampingan secara langsung kepada para guru pelaksana program pembelajaran MIPA dalam bahasa Inggris, yaitu membantu guru/sekolah dalam hal: 1). Mempersiapkan, mengembangkan, dan mengoperasionalkan rencana pembelajaran, bahan ajar, media pembelajaran, dan materi-materi lainnya yang terkait dengan pembelajaran Matematika atau IPA dalam Bahasa Inggris. 2). Menggunakan dan mengembangkan media yang sesuai dalam pembelajaran Matematika atau IPA dalam Bahasa Inggris sekaligus mengoptimalkan multimedia yang sudah ada sebelumnya. 3). Mengatasi kesulitan/hambatan secara langsung tentang substansi pembelajaran (Fisika, Biologi, Matematika), bahasa Inggris, dan substansi dalam bidang Informasi dan Teknologi. 4). Meningkatkan kemahiran berbahasa Inggris guru. 5). Mengembangkan perangkat evaluasi pencapaian belajar siswa.28 Direktorat PSMP - QEC24711
  • 31. Belajar Untuk Masa Depanku 6). Merancang pengembangan pembelajaran MIPA dalam bahasa Inggris di sekolah. b. Kualifikasi pendamping Pendamping in-house training adalah dosen-dosen dari perguruan tinggi yang terdekat dengan sekolah, atau guru/instruktur bidang studi dengan kualifikasi sebagai berikut: 1). Menguasai substansi Matematika atau IPA (Biologi atau Fisika), termasuk mampu memberikan contoh bagaimana mengajar Matematika atau IPA dalam bahasa Inggris; 2). Mampu berkomunikasi secara aktif dan pasif dalam bahasa Inggris. Diutamakan bagi mereka yang pernah menamatkan kuliah di negara dengan pengantar bahasa Inggris. 3). Menguasai Teknologi Informasi dan Multimedia. c. Target Target dari pelaksanaan in-house training adalah sebagai berikut: 1). Umum Program pembelajaran MIPA dalam bahasa Înggris berjalan dengan baik dengan indikasi penguasaan substansi dan bahasa Inggris secara baik. 2). Khusus a). Bagi guru Matematika dan IPA 1. Meningkatkan kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dalam bahasa Inggris yang diindikasikan oleh kemampuan guru dalam: • Mempersiapkan, mengembangkan dan mengoperasionalkan lesson plan dan perangkat pembelajaran yang ada, disesuaikan dengan kondisi siswa dan sekolah. Jika diperlukan, dilengkapi dengan skenario pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM), dengan tujuan mempermudah guru dalam melaksanakan KBM. • mengelola dan menciptakan KBM yang menyenangkan bagi siswa (joyful learning), aktif, kreatif, dan efektif • melakukan evaluasi pembelajaran dengan benar • berkomunikasi dalam bahasa Inggris 29QEC24711 - Panduan Pelaksanaan Pembelajaran MIPA dalam Bahasa Inggris di RSBI
  • 32. Belajar Untuk Masa Depanku • menggunakan dan mengembangkan multimedia sederhana dalam pembelajaran 2. Meningkatkan rasa percaya diri guru dalam mengajarkan Matematika atau Ilmu Pengetahuan Alam dalam bahasa Inggris b). Bagi guru bahasa Inggris Meningkatnya keterlibatan guru bahasa Inggris dalam membantu pelaksanaan program ini di sekolah. Hal ini dapat dilihat dari keterlibatan guru bahasa Inggris dalam team teaching. c). Bagi siswa 1. Meningkatkan kemampuan siswa dalam Matematika dan IPA dalam bahasa Inggris. Hal ini dapat dilihat dari meningkatnya nilai ketuntasan belajar siswa. 2. Meningkatnya keterampilan berbahasa Inggris siswa. d). Bagi sekolah dan warga sekolah pada umumnya 1. Tersusunnya rencana pengembangan pembelajaran MIPA dalam bahasa Inggris. 2. Terciptanya suasana akademik dan sosial sekolah yang mendukung pengembangan pembelajaran MIPA dalam bahasa Inggris. 3. Meningkatnya bentuk-bentuk dukungan secara nyata dari warga sekolah (Kepala Sekolah, Komite Sekolah, Guru, Siswa) terhadap pelaksanaan program. d. Lingkup pengarahan dan pendampingan Lingkup pengarahan dan pendampingan yang diberikan kepada para guru MIPA dan bahasa Inggris meliputi: 1). Membantu penyiapan, pengembangan dan pengoperasionalan lesson plan dan perangkat pembelajaran yang ada, disesuaikan dengan kondisi siswa dan sekolah. Jika diperlukan lengkap dengan skenario dalam pelaksanaan KBM. Bantuan yang diberikan hendaknya diupayakan lebih ke arah prakmatis bagaimana sebaiknya mengajarkan matematika dan IPA dalam bahasa Inggris, bukan ke arah teoritisnya. 2). Memodelkan pembelajaran Matematika atau IPA dalam bahasa Inggris. Pendamping memberi model di depan kelas dalam mengajar Matematika atau Ilmu Pengetahuan Alam dalam bahasa Inggris. Oleh karena itu, pendamping harus mampu memberikan30 Direktorat PSMP - QEC24711
  • 33. Belajar Untuk Masa Depanku contoh kepada para guru dalam mengajar Matematika atau IPA dalam bahasa Inggris. 3). Memberi umpan balik. Pendamping memberi balikan yang bersifat positif dan membangun kepada para guru Matematika dan IPA sehubungan dengan penampilannya dalam mengajar. 4). Membantu mengatasi kesulitan substansi bidang studi (Matematika atau IPA). 5). Membantu meningkatkan kompetensi guru dalam berbahasa Inggris, terutama bahasa Inggris untuk Matematika dan Ilmu Pengetahu Alam yang meliputi pengetahuan kosa kata, tata bahasa, dan fonologi dan keterampilan membaca, menulis, mendengarkan, dan menyimak. 6). Membantu meningkatkan kemampuan guru dalam mengoperasionalkan, dan mengoptimalkan multimedia yang sudah ada di sekolah. Termasuk di dalamnya mengembangkan multimedia sederhana seperti misalnya dengan program Power Point dan mencari informasi/bahan pengayaan terkait melalui internet. 7). Mengoptimalkan peran guru bahasa Inggris sebagai team-teaching yang efektif dan efisien bagi guru-guru MIPA pelaksana program. Perlu diatur bersama dengan pihak sekolah, agar jadwal mengajar guru bahasa Inggris tidak bersamaan dengan jadwal mengajar guru MIPA. Jika memungkinkan, jadwal mengajar guru MIPA dilakukan pada hari yang sama dengan jam tatap muka dilaksanakan di waktu yang berbeda. 8). Membimbing guru-guru pelaksana program agar mampu melaksanakan kegiatan Penelitian Tindakan Kelas (Action Research) berdasarkan msalah yang dihadapi di kelas mereka, dengan cara melakukan kegiatan tersebut bersama-sama dengan guru. 9). Membantu sekolah dalam mengarahkan pelaksanaan program di sekolah, termasuk di dalamnya rencana pengembangan ke depan program bilingual di sekolah. e. Prinsip-prinsip pendampingan Selama kegiatan in-house training berlangsung, pendamping perlu memperhatikan prinsip-prinsip dalam pendampingan, diantaranya yaitu tutoring, assisting, guiding, dan mentoring. f. Mekanisme pelaksanaan Secara umum, dapat dilakukan dengan memperhatikan beberapa hal. 31QEC24711 - Panduan Pelaksanaan Pembelajaran MIPA dalam Bahasa Inggris di RSBI
  • 34. Belajar Untuk Masa Depanku 1). Ketiga pendamping mata pelajaran bersama-sama dengan pihak sekolah mengatur jadwal kunjungan pendampingan ke sekolah yang bersangkutan yang disesuaikan dengan jadwal tiap mata pelajaran tersebut di sekolah yang bersangkutan. 2). Masing-masing pendamping berkewajiban mempelajari profil pembelajaran MIPA dalam bahasa Inggris di sekolah untuk memahami kelebihan dan kelemahan para guru di sekolah tersebut. Bersama-sama dengan guru bidang studi (Matematika, Fisika atau Biologi), masing-masing pendamping melakukan diskusi untuk melakukan kesepakatan tentang hal-hal yang perlu dilakukan selama program pendampingan berlangsung. Selama pendampingan berlangsung, pendamping harus tetap mengacu dan memperhatikan, ruang lingkup pendampingan. Intensitas pendampingan yang dilakukan ke sekolah, berangsur-angsur akan berkurang tergantung pada tingkat kesiapan sekolah. Diharapkan, dengan waktu pada akhirnya komposisi pendampingan antara pendamping dan sekolah dapat digambarkan sebagai berikut: Pe nd h am pi ola ng Sek Intensitas Pe nd lah am ko pi Se ng Waktu 3). Pendamping bersama dengan guru menetapkan tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan. Tujuan tersebut sebaiknya diupayakan secara bertahap; misalnya tahap 3 bulan pertama dan tahap 3 bulan kedua. Pada tahap 3 bulan pertama tujuan kegiatan pendampingan sebaiknya difokuskan untuk membenahi hal-hal yang bersifat mendasar; misalnya bagaimana mengoperasionalkan lesson plan berdasarkan perangkat yang ada. Pada tahap 3 bulan kedua tujuan kegiatan pendampingan sebaiknya difokuskan untuk membenahi hal-hal yang bersifat pengembangan; misalnya bagaimana mengembangkan bahan ajar dan multimedia terkait. 4). Selama pelaksanaan program, pendamping dan para guru diharuskan mengisi jurnal kegiatan untuk memonitor setiap32 Direktorat PSMP - QEC24711
  • 35. Belajar Untuk Masa Depanku kegiatan pada setiap kunjungan yang dilakukan agar diketahui kemajuan dari setiap guru selama program ini berlangsung. Pada jurnal tersebut berisi aktivitas yang dilakukan termasuk di dalamnya kendala yang dihadapi dan bagaimana upaya mengatasinya. 5). Pendamping bersama-sama dengan masing-masing guru yang dibina berkewajiban membuat suatu portofolio berkenaan dengan segala produk yang sudah dihasilkan selama kegiatan in-house training yang dilaksanakan di sekolah. 6). Pada pertengahan dan akhir pelaksanaan program, masing-masing pendamping bidang studi menyusun laporan berupa kemajuan dari masing-masing guru termasuk di dalamnya bagaimana program tersebut berjalan di sekolah yang mereka bina, demikian juga halnya dengan kemajuan hasil belajar siswa juga perlu dipantau. Oleh karena itu, hasil belajar siswa untuk semester 1 dan semester 2 perlu dilaporkan. g. Pemilihan model pembelajaran Pada Bab II diuraikan beberapa bentuk model pembelajaran yang dapat digunakan. Berikut ini diuraikan salah satu contoh bentuk model pembelajaran yang dikaitkan dengan pola pendampingan pada program in-house training dengan frekuensi pendampingan dua kali dalam satu minggu. Selanjutnya, frekuensi pendampingan ini disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan sekolah. Untuk itu mekanisme yang dijalankan di sekolah juga mengikuti frekuensi pola pendampingan tersebut. Seandainya frekuensi pendampingan sebanyak 2 (dua) kali dalam satu minggu, maka pelaksanaan in-house training secara umum dibagi menjadi dua siklus setiap minggunya. Siklus pertama, merupakan persiapan pembelajaran dan tahap kedua merupakan tahap pengamatan dan diskusi, dengan uraian rinci sebagai berikut: 1). Siklus persiapan pembelajaran Dilakukan dalam bentuk Workshop bertempat di sekolah, yang dilakukan oleh tim pendamping dari perguruan tinggi bersama- sama dengan guru MIPA dan guru bahasa Inggris di sekolah tersebut. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan selama tahap ini minimal meliputi: a). Mendiskusikan masalah-masalah yang mungkin dihadapi pada pembelajaran sebelumnya (A) b). Menyiapkan, mengembangkan dan mengoperasionalkan lesson plan dan perangkat pembelajaran yang ada disesuaikan 33QEC24711 - Panduan Pelaksanaan Pembelajaran MIPA dalam Bahasa Inggris di RSBI
  • 36. Belajar Untuk Masa Depanku dengan kondisi siswa dan sekolah, sehingga menjadi skenario yang dapat dengan mudah diimplementasikan oleh guru di kelas. Pada tahap awal, kemungkinan skenario ini termasuk hal-hal yang perlu diucapkan oleh guru selama menjalankan KBM (sesuai dengan kebutuhan). Pada siklus ini diintegrasikan juga pemilihan, pengembangan dan pengoptimalan media pembelajaran penunjang, termasuk juga pemilihan strategi dan metode pembelajaran (B). Disarankan dalam kegiatan ini, pendamping lebih mengutamakan hal-hal yang prakmatis bagaimana mengajarkan topik tertentu dalam bahasa Inggris, bukan suatu hal yang teoritis. c). Mencoba alat-alat yang krusial dan kompleks, termasuk di dalamnya media pembelajaran lainnya, dan menyamakan konsep/istilah yang akan diajarkan (Terkait dengan buku siswa, LKS, Kamus) (C) d). Simulasi/micro-teaching secara garis besar. Pada awal kegiatan in-house training, pendamping bertindak sebagai model untuk mensimulasikan tahap 2 dan 3 dalam bentuk PBM di kelas di depan guru-guru, meskipun tidak harus dalam satu siklus pembelajaran secara penuh. Pada tahap selanjutnya, guru yang tampil secara bergiliran setiap minggu. Proporsi penggunaan waktu pada tahap ini tergantung pada kesiapan guru (D). e). Diskusi dan refleksi hasil penampilan (E). f). Jika ternyata dalam pertemuan ini tidak ada masalah atau tidak perlu mengujicobakan peralatan, maka alokasi waktu dapat digunakan untuk melakukan langkah 2), 4) dan 5) yang merupakan kegiatan wajib dalam setiap pertemuan. 2). Siklus pengamatan dan diskusi a). Pendamping melakukan pengamatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru sesuai dengan jadwal pelajaran guru MIPA. Dalam pengamatan ini digunakan lembar observasi. Kemudian dilakukan diskusi dan refleksi setelah satu siklus pembelajaran selesai tentang hal-hal yang perlu diperbaiki. b). Pada awal kegiatan in-house training, tidak menutup kemungkinan pendampinglah yang bertindak sebagai model untuk mengajar kelas MIPA dalam bahasa Inggris, jika guru MIPA merasa belum siap. Selama kegiatan pemodelan tersebut, guru MIPA bertindak sebagai pengamat, dan pada setiap akhir kegiatan pemodelan dilakukan diskusi dan refleksi. Pemodelan ini akan berangsur-angsur dikurangi tergantung tingkat kesiapan dari guru MIPA sampai akhirnya34 Direktorat PSMP - QEC24711
  • 37. Belajar Untuk Masa Depanku guru MIPA merasa mampu dan memiliki rasa percaya diri untuk mengajarkan MIPA dalam bahasa Inggris sesuai yang diharapkan. c). Untuk pertemuan antara pendamping dan sekolah yang hanya berlangsung selama sekali dalam satu minggu, maka skenario pelaksanaan di sekolah ditentukan secara bersama-sama antara pendamping dan guru bidang studi, dengan memperhatikan bahwa konsep pendampingan yang diberikan kepada guru hendaknya meliputi tahapan-tahapan yang sudah ditentukan seperti jika pendampingan dilakukan sebanyak dua kali seminggu. d). Secara skematis, tahapan tersebut dapat digambarkan pada Diagram sebagai berikut: A A B B KBM & C Pengamatan C Di Kelas D D E E Tahap Persiapan Tahap Pengamatan Tahap Persiapan & Diskusi Gambar 3. Mekanisme pelaksanaan in-house training di sekolah. A: mendiskusikan masalah dari pembelajaran sebelumnya; B: Menyiapkan, mengembangkan dan mengoperasionalkan lesson plan dan perangkat pembelajaran yang sudah ada; C: Mencoba alat-alat krusial dan kompleks, termasuk di dalamnya media pembelajaran lainnya, dan menyamakan konsep/istilah; D: Simulasi/micro-teaching; E: Diskusi dan refleksi hasil. 35QEC24711 - Panduan Pelaksanaan Pembelajaran MIPA dalam Bahasa Inggris di RSBI
  • 38. Belajar Untuk Masa Depanku BAB IV PERAN DAN TANGGUNG JAWAB INSTANSIA. Peran dan Tanggung Jawab Instansi Agar tujuan program pembelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dalam bahasa Inggris dapat dicapai diperlukan peran serta dari pihak-pihak terkait sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing. Berikut ini diuraikan peran serta masing-masing pihak secara singkat. 1. Direktorat Pembinaan SMP Secara umum, tugas dan tanggung jawab Pemerintah Pusat c.q. Direktorat Pembinaan SMP, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, antara lain berperan serta dalam: a. Penyusunan perangkat pembelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dalam bahasa Inggris sesuai dengan kurikulum yang berlaku. b. Pengembangan media pembelajaran sebagai dukungan terhadap guru. c. Dukungan fasilitas lainnya secara terbatas. d. Penyusunan panduan pengembangan pembelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dalam bahasa Inggris. e. Melakukan bimbingan teknis pembelajaran. f. Melakukan supervisi klinis, termasuk melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan program. 2. Dinas Pendidikan Provinsi Pada dasarnya Dinas Pendidikan Provinsi berperan serta dalam mengkoordinir kegiatan-kegiatan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota yang terkait dengan rintisan pengembangan pembelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dalam bahasa Inggris, misalnya dalam hal: a. Membantu, mendukung, dan menjembatani kerjasama dengan dinas pendidikan terkait untuk ketersediaan bahan ajar dan perangkat pembelajaran yang diperlukan sekolah. b. Pengembangan media pembelajaran sebagai dukungan terhadap guru. c. Dukungan pengadaan dan pemeliharaan sarana/prasarana pembelajaran. d. Melakukan supervisi klinis, termasuk melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan program. 37QEC24711 - Panduan Pelaksanaan Pembelajaran MIPA dalam Bahasa Inggris di RSBI
  • 39. Belajar Untuk Masa Depanku 3. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota Pada dasarnya Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota berperan aktif dalam pengembangan pembelajaran MIPA dalam bahasa Inggris antara lain membantu dan mendukung pemenuhan guru dan sarana dan prasarana dan menjembatani kerjasama dengan dinas/instansi terkait agar terselenggara pembelajaran dalam bahasa Inggris dengan baik. 4. Sekolah Sekolah merupakan unit utama yang menyelenggarakan program pembelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dalam bahasa Inggris. Agar pelaksanaannnya dapat dilakukan secara efektif dan efisien, maka sekolah bersama-sama dengan Komite Sekolah menyusun Rencana Kerja Sekolah (RKS) terkait dengan program yang dimaksud, melaksanakan proses belajar mengajar secara efektif dan efisien, melakukan monitoring dan evaluasi, membuat laporan kemajuan, untuk digunakan dalam memperbaiki keterlaksanaan program pada tahun berikutnya. Peran kepala sekolah dalam manajemen dan kepemimpinannya sangat diperlukan untuk mendukung kesuksesan pembelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dalam bahasa Inggris. Sekolah juga membuat laporan terhadap jalannya program di sekolah kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, Dinas Pendidikan Provinsi dan Direktorat Pembinaan SMP. Laporan ini diperlukan untuk penentuan pembinaan selanjutnya. 5. Guru Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Guru yang mengajar Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dalam bahasa Inggris melaksanakan penyiapan, pelaksanaan, dan penilaian proses belajar mengajar yang dilakukan secara efektif dan efisien. Guru- guru tersebut diharapkan selalu menjadi pembelajar yang cepat karena rintisan program yang dimaksud merupakan sesuatu yang baru. Inovasi- inovasi pembelajaran harus dilakukan agar dapat mempermudah para siswa dalam memahami materi pembelajaran dalam bahasa Inggris. Selain itu, diharapkan guru-guru tersebut juga dapat melakukan penelitian tindakan kelas berdasarkan permasalahan yang dihadapi atau muncul ke kelas. Harapannya ke depan, proses pembelajaran MIPA dalam bahasa Inggris di sekolah tersebut akan bertambah baik dan sesuai dengan tujuan yang diharapkan karena model pembelajaran dalam proses belajar mengajar yang diterapkan di sekolah tersebut berakar dari hasil pengembangan para guru di sekolah tersebut yang tentunya sesuai dengan kebutuhan dan kondisi peserta didik. Termasuk dalam hal ini yang perlu diperhatikan adalah penyempurnaan/perbaikan perangkat pembelajaran yang ada yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi pembelajaran di sekolah tersebut.38 Direktorat PSMP - QEC24711
  • 40. Belajar Untuk Masa Depanku Satu hal lain yang penting adalah terekamnya semua kegiatan pembelajaran di kelas dalam bentuk jurnal pembelajaran. Setiap pembelajaran yang dilakukan dicatat meliputi kendala yang dihadapi serta bagaimana mengatasi kendala tersebut termasuk merekam beberapa komponen yang sudah mengalami kemajuan. Hal ini perlu sekali dilakukan sebagai upaya untuk perbaikan ke depan. Selain itu pengamatan yang dilakukan oleh teman sejawat ketika proses belajar mengajar berlangsung juga perlu dilakukan. Hal-hal yang terjadi selama pembelajaran tersebut direkam dalam lembar observasi, yang diikuti dengan refleksi/diskusi terhadap apa yang telah diamati. Tidak kalah penting adalah upaya-upaya guru MIPA untuk meningkatkan kemampuan/keterampilan mereka dalam berbahasa Inggris karena hal ini merupakan komponen utama yang menjadi penghalang kemajuan guru dalam meingkatkan proses belajar mengajar MIPA dalam bahasa Inggris secara efektif dan efisien. Guru-guru Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (Fisika atau Biologi), dan guru bahasa Inggris yang menjalankan program ini dengan baik, seharusnya mendapatkan ”penghargaan” dari sekolah dan/atau dinas terkait. Penghargaan antara lain dalam bentuk pemberian insentif secara layak. Sekolah seharusnya mengatur secara jelas untuk keperluan tersebut. Satu hal yang perlu mendapatkan perhatian adalah jika di kemudian hari setelah berjalannya program ini ternyata terdapat siswa yang merasa tidak mampu untuk mengikuti program ini dan mengajukan untuk mengundurkan diri, apabila alasannya kuat, pengunduran diri tersebut dapat dikabulkan. Atau misalnya, setelah siswa mengikuti program ternyata hasil evaluasi selama dua semester menunjukkan bahwa siswa tersebut dikategorikan tidak mampu dilihat dari indikator nilai ketuntasan siswa selama dua semester tersebut, maka siswa tersebut dimungkinkan untuk pindah ke kelas reguler, yaitu kelas yang menggunakan medium bahasa Indonesia. Pada prinsipnya program ini tidak dapat dipaksakan bagi siswa yang belum/tidak siap untuk mengikuti program. Bagi siswa yang berhasil mengikuti program ini selama tiga tahun dengan indikator mencapai ketuntasan seperti yang sudah ditetapkan, maka siswa- siswa tersebut berhak menerima semacam penghargaan dari sekolah dalam bentuk sertifikat yang menerangkan bahwa siswa tersebut sudah berhasil mengikuti program ini dengan predikat tertentu sesuai dengan tingkat pencapaian siswa. 6. Guru Bahasa Inggris Mengingat latar belakang pendidikan guru-guru yang mengajar Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dalam bahasa Inggris, berasal dari latar belakang pendidikan yang tidak disiapkan untuk mengajarkan 39QEC24711 - Panduan Pelaksanaan Pembelajaran MIPA dalam Bahasa Inggris di RSBI
  • 41. Belajar Untuk Masa Depanku Matematika atau IPA dalam bahasa Inggris, maka diperlukan bantuan dari guru-guru bahasa Inggris di sekolahnya. Peran serta guru bahasa Inggris ini dapat sebagai tutor, guru pendamping, atau nara sumber dalam hal materi yang berkaitan dengan bahasa Inggris bagi guru-guru Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Untuk keperluan tersebut, sekolah perlu memperhatikan jadwal mengajar dan beban mengajar guru-guru MIPA dan guru bahasa Inggris. Jadwal mengajar antara guru MIPA dan guru bahasa Inggris seharusnya diatur sehingga memungkinkan dijalankannya team teaching. Ketika guru bahasa Inggris menjalankan fungsi tersebut maka waktu yang digunakan untuk itu juga harus dihitung sebagai beban mengajar.B. Kerjasama dengan Pihak-pihak Lain Ke depan, kerjasama dengan universitas perlu dibina dalam upaya menyediakan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan pelaksanaan program ini. Seperti diketahui, guru-guru Matematika dan Guru IPA (Fisika atau Biologi) yang membina program ini di sekolah memiliki latar belakang pendidikan MIPA yang tidak disiapkan untuk mengajarkan kedua mata pelajaran tersebut dalam bahasa Inggris. Kalaupun mereka menerima mata pelajaran bahasa Inggris pada saat kuliah, itu hanya 2 (dua) SKS, yang tentunya belum cukup untuk kompetensi yang dituntut agar dapat mengajarkan Matematika atau IPA dalam bahasa Inggris. Ke depan perlu dukungan dari semua universitas pencetak guru MIPA agar juga mempertimbangkan bahwa lapangan membutuhkan lulusan tidak hanya yang berkompeten mengajarkan Matematika atau IPA, tetapi juga yang berkompeten mengajarkan kedua mata pelajaran tersebut dalam bahasa Inggris. Selain itu, kerjasama dengan universitas atau lembaga-lembaga pendidikan lainnya juga perlu dibina dalam rangka pelaksanaan tes TOEFL yang dapat dilakukan secara reguler setiap tahunnya sehingga akan memacu seluruh warga sekolah yang terlibat langsung dalam implementasi program ini untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam berbahasa Inggris. Kerjasama dan dukungan dari pihak Pusat Penilaian Pendidikan (PUSPENDIK) dan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) juga diperlukan, misalnya dalam penyiapan naskah soal mata pelajaran Matematika dan IPA dalam bahasa Inggris untuk ujian berskala nasional termasuk bentuk pengakuan terhadap keberadaan program ini. Dukungan dari Pusat Kurikulum juga diperlukan. Terkait dengan penggalangan dukungan/partisipasi dari semua pihak yang terkait dengan implementasi program pembelajaran MIPA dalam bahasa Inggris ini, maka sekolah perlu mengembangkan semacam profil sekolah40 Direktorat PSMP - QEC24711
  • 42. Belajar Untuk Masa Depanku dalam bentuk leaflet atau bahkan dalam bentuk website sebagai upaya sosialisasi terhadap program yang sedang dilaksanakan di sekolah lengkap dengan segala bentuk target yang sudah dicapai dan akan dicapai untuk waktu tertentu yang sudah ditetapkan. 41QEC24711 - Panduan Pelaksanaan Pembelajaran MIPA dalam Bahasa Inggris di RSBI
  • 43. Belajar Untuk Masa Depanku BAB V PENJAMINAN DAN PENJAGAAN KUALITASSebagai salah satu wujud pembinaan, Direktorat Pembinaan SMP dan DinasPendidikan Provinsi melakukan monitoring dan evaluasi bagi sekolah yangmelaksanakan program ini. Mengingat pembelajaran matematika dan IPA dalambahasa Inggris merupakan hal yang baru, tidak menutup kemungkinan dalampelaksanaannya muncul masalah/kendala/hambatan terkait dengan implementasiprogram di sekolah. Oleh karena itu pelaksanaan pembelajaran Matematika danIlmu Pengetahuan Alam dalam bahasa Inggris harus dipantau prosesnya, dievaluasihasilnya, dan dibuat laporannya untuk mengetahui kemajuan termasuk hambatan-hambatan yang dijumpai. Hasil pemantauan dan evaluasi dapat digunakan sebagaibahan penyempurnaan di masa yang akan datang.Monitoring dan evaluasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatanpengelolaan pendidikan, termasuk pengelolaan pendidikan pada tingkat sekolah.Hal itu didasari oleh pemikiran bahwa melalui kegiatan monitoring dan evaluasiakan dapat dilihat dan diukur perkembangan dan kemajuan pendidikan yang telahdilaksanakan oleh sekolah dalam periode tertentu. Oleh karena itu, pelaksanaanprogram ini perlu diikuti dengan kegiatan ME secara berkelanjutan, agar dapatdilihat proses pengelolaan sekolah dan sekaligus mengetahui apakah target yangditetapkan dapat dicapai atau tidak. Apabila diketahui adanya penyimpangan, makasegera akan dapat dilakukan perbaikan untuk selalu mengacu kepada rencana yangtelah dirumuskan sebelumnya.Pemantauan hendaknya juga sebagai supervisi klinis untuk memberikanbimbingan/bantuan bahkan arahan secara langsung terhadap pemecahanmasalah/kendala/hambatan yang timbul atau dihadapi pada tahap pelaksanaanprogram. Dengan supervisi ini, target yang diinginkan dalam pelaksanaan programdiharapkan dapat dilaksanakan dengan baik dan lancar, sesuai dengan tujuan yangtelah ditetapkan.Kegiatan supervisi klinis ini dilaksanakan dalam bentuk workshop bertempat disekolah yang bersangkutan dengan melibatkan warga sekolah dan Dinas terkait,yaitu Pengawas dari dinas pendidikan kabupaten/kota, Komite Sekolah, KepalaSekolah, guru dan siswa yang terlibat dalam program. Diskusi dan pemecahanmasalah dalam kegiatan supervisi ini, dapat dilakukan secara kelompok, pleno,maupun individu tergantung dari kebutuhan dan masalah yang muncul.Beberapa hal yang perlu diperhatikan sebagai prinsip-prinsip dalam menjalankansupervisi, yaitu:1. Bimbingan kepada pelaksana program pembelajaran matematika dan IPA dalam bahasa Inggris bersifat bantuan, bukan perintah atau instruksi. 43QEC24711 - Panduan Pelaksanaan Pembelajaran MIPA dalam Bahasa Inggris di RSBI
  • 44. Belajar Untuk Masa Depanku2. Hubungan supervisor dengan pelaksana program pembelajaran matematika dan IPA dalam bahasa Inggris bersifat kolegial dan interaktif.3. Supervisi bersifat demokratik; kedua belah pihak mengemukakan pendapat secara bebas, tetapi keduanya berkewajiban mengkaji pendapat pihak lain untuk mencapai kesepakatan.4. Supervisi berlangsung dalam suasana intim dan terbuka.5. Dalam pelaksaan supervisi, masing-masing pihak harus mengutamakan tugas dan tanggung jawabnya.6. Balikan diberikan dengan segera dan objektif.7. Balikan harus bermanfaat untuk peningkatan pelaksanaan program pembelajaran matematika dan IPA dalam bahasa Inggris.Supervisor yang menjalankan supervisi klinis harus memiliki kriteria sebagaiberikut:1. Memahami konsep dan penerapan supervisi;2. Memahami konsep dan penerapan program pembelajaran MIPA dalam bahasa Inggris;3. Dapat membantu menemukan dan memecahkan masalah pembelajaran MIPA dalam bahasa Inggris;4. Dapat memberikan arahan dan bimbingan kepada yang disupervisi.Dalam kegiatan supervisi klinis ini, aspek-aspek yang perlu mendapat penekananadalah:1. Guru MIPA, mencakup: a. latar belakang akademik, b. kemampuan substansi bidang MIPA, c. kemampuan berbahasa Inggris, d. kemampuan mengajar MIPA dalam bahasa Inggris, termasuk di dalamnya tahapan-tahapan yang ditempuh dalam langkah-langkah pembelajaran, e. kemampuan dalam menggunakan multimedia pendukung, f. tingkat kesulitan materi yang diberikan oleh guru, g. upaya meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris terutama terkait dengan English for Maths and Science teachers, h. tanggapan terhadap pembelajaran MIPA dalam bahasa Inggris, i. kendala/hambatan/masalah yang dihadapi.44 Direktorat PSMP - QEC24711
  • 45. Belajar Untuk Masa Depanku2. Guru Bahasa Inggris, mencakup: a. peran guru bahasa Inggris sebagai anggota Team Teaching dalam pembelajaran MIPA dalam bahasa Inggris, b. kemampuan membimbing kolega untuk meningkatkan English for Math and Science, c. kemampuan untuk meningkatkan keterampilan dalam bahasa Inggris guru MIPA, d. tanggapan terhadap pembelajaran MIPA berbahasa Inggris, e. kendala/hambatan/masalah yang dihadapi.3. Siswa, mencakup: a. kemampuan substansi bidang MIPA, b. kemampuan berbahasa Inggris, c. memotivasi siswa mengikuti program MIPA berbahasa Inggris, d. interaksi siswa-guru dalam pembelajaran, e. kemampuan siswa memahami penjelasan/instrusksi/perintah yang diberikan guru dalam bahasa Inggris, f. upaya yang ditempuh siswa untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris, g. tanggapan siswa terhadap pembelajaran MIPA berbahasa Inggris, h. kendala/hambatan/masalah yang dihadapi.4. Kepala Sekolah, meliputi: a. manajemen sekolah terkait dengan pelaksanaan program MIPA dalam bahasa Inggris, b. dukungan yang diberikan sekolah, c. upaya meningkatkan kemampuan guru dan siswa dalam berbahasa Inggris, d. tanggapan terhadap pembelajaran MIPA berbahasa Inggris, e. kendala/hambatan/masalah yang dihadapi.5. Komite Sekolah atau orang tua siswa, meliputi: a. dukungan dan peran serta yang diberikan, b. tanggapan terhadap pembelajaran MIPA berbahasa Inggris. 45QEC24711 - Panduan Pelaksanaan Pembelajaran MIPA dalam Bahasa Inggris di RSBI
  • 46. Belajar Untuk Masa Depanku BAB VI PENUTUPPembelajaran dalam bahasa Inggris (juga disebut program imersi bahasa Inggris),sudah mulai dikembangkan di Indonesia pada tahun pelajaran 2004/2005. Hasilsementara berdasarkan hasil ujicoba setelah siswa mengikuti program pada tahunketiga menunjukkan bahwa pencapaian siswa dalam bahasa Inggris dan bidangstudi menggembirakan. Selain itu, sambutan masyarakat terhadap program inisangat positif. Namun demikian perlu diakui bahwa masih ada banyak kendalayang harus segera diatasi, terutama terbatasnya kemampuan guru dalam berbahasaInggris. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah perlunya dilakukan berbagai upayayang efektif dan efisien agar program ini menghasilkan lulusan dengan bahasaInggris yang baik.Partisipasi dan kerjasama dari berbagai pihak, terutama dengan perguruan tinggidalam berbagai bentuk dan aspek, untuk mengembangkan program ini sangatdiperlukan. Perguruan tinggi perlu menghasilkan lulusan yang sesuai dengankebutuhan pengembangan program ini. Sebagaimana disebutkan di depan, padasaat ini guru-guru Matematika dan Guru IPA (Fisika atau Biologi) yang membinaprogram ini di sekolah memiliki latar belakang pendidikan MIPA yang tidakdisiapkan untuk mengajarkan kedua mata pelajaran tersebut dalam bahasa Inggris.Kalaupun mereka menerima mata pelajaran bahasa Inggris pada saat kuliah, ituhanya dua SKS, yang tidak cukup untuk memenuhi kompetensi yang dituntut agardapat mengajarkan Matematika atau IPA dalam bahasa Inggris. Dengan demikianperlu dukungan dari semua universitas pencetak guru MIPA agar mempersiapkanlulusan yang tidak hanya berkompeten mengajarkan Matematika atau IPA, tetapijuga yang berkompeten mengajarkan kedua mata pelajaran tersebut dalam bahasaInggris. 47QEC24711 - Panduan Pelaksanaan Pembelajaran MIPA dalam Bahasa Inggris di RSBI