Mempersiapkan akreditasi

19,393
-1

Published on

Mempersiapkan Akreditasi

Published in: Education
4 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total Views
19,393
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
630
Comments
4
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Mempersiapkan akreditasi

  1. 1. KATA PENGANTARPelaksanaan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem PendidikanNasional, Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 47 Tahun 2008 tentangWajib Belajar, Instruksi Presiden nomor 5 tahun 2006 tentang Gerakan NasionalPercepatan Penuntasan Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun danPemberantasan Buta Aksara merupakan indikasi yang sangat nyata upayaPemerintah Indonesia dalam peningkatan mutu sumberdaya manusia agar mampubersaing dalam era keterbukaan dan globalisasi.Di lingkungan Direktorat Pembinaan SMP Ditjen Mandikdasmen, KementerianPendidikan Nasional, diantara dampak realisasi dari peraturan-peraturanperundangan tersebut dapat diukur dari Angka Partisipasi Kasar (APK)SMP/MTs/Sederajat pada akhir tahun 2009 mencapai 98,11%. Angka ini melebihitarget yang diharapkan dapat dicapai akhir tahun 2008, yaitu 95.0%. Dengan telahtercapainya target APK di atas, maka orientasi pembinaan pendidikan pada jenjangSMP lebih ditekankan pada peningkatan mutu pendidikan.Dalam rangka peningkatan mutu tersebut, Direktorat Pembinaan SMP telahmenyusun berbagai kebijakan dan strategi yang kemudian dijabarkan dalam bentukprogram dan kegiatan yang dilaksanakan secara terpadu dan terkoordinasi. Dengankebijakan dan program tersebut, diharapkan misi 5 K Kementerian PendidikanNasional terkait dengan Ketersediaan, Keterjangkauan, Kualitas, Kesetaraan danKepastian juga diharapkan dapat terpenuhi.Agar program dan/atau kegiatan tersebut dapat mencapai target yang telahditetapkan, sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang ada, Direktorat PembinaanSMP menerbitkan berbagai Buku Panduan Pelaksanaan untuk masing-masingprogram dan/atau kegiatan, baik yang pengelolaannya di tingkat pusat, provinsi,kabupaten/kota, maupun yang dilaksanakan langsung oleh sekolah.Dengan buku panduan ini diharapkan pihak-pihak terkait dengan penyelenggaraanprogram di semua tingkatan dapat memahami dan melaksanakan dengan amanah,efektif dan efisien seluruh proses kegiatan mulai dari penyiapan rencana,pelaksanaan, sampai dengan monitoring, evaluasi dan pelaporannya.Akhirnya, kami mengharapkan agar semua pihak terkait mempelajari denganseksama dan menjadikannya sebagai pedoman serta acuan dalam pelaksanaanseluruh program atau kegiatan pembangunan pendidikan pada jenjang SekolahMenengah Pertama tahun anggaran 2010. Jakarta, Januari 2010 Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Pertama, Didik Suhardi, SH., M.Si NIP. 196312031983031004 iii
  2. 2. DAFTAR ISIKATA PENGANTAR........................................................................................................... iiiDAFTAR ISI ..........................................................................................................................vBAB I PENDAHULUAN .......................................................................................................1 A. Latar Belakang.........................................................................................................1 B. Tujuan Penyusunan Panduan...................................................................................2 C. Sasaran ....................................................................................................................2BAB II PEMAHAMAN SEKOLAH TERHADAP KONSEP DANPELAKSANAAN AKREDITASI...........................................................................................3 A. Pengertian................................................................................................................3 B. Tujuan......................................................................................................................4 C. Manfaat....................................................................................................................4 D. Fungsi Akreditasi Sekolah.......................................................................................5 E. Lembaga Pelaksana Akreditasi................................................................................5 F. Komponen Utama....................................................................................................6 G. Persyaratan Sekolah yang Diakreditasi.................................................................6BAB III PERSIAPAN SEKOLAH UNTUK AKREDITASI .................................................7 A. Pemantapan Rencana Kerja/Kegiatan dan Anggaran Sekolah dan Komponen Akreditasi..............................................................................................7 B. Pembentukan/Pemantapan Tim Penjamin Mutu Sekolah ...................................18 C. Pengembangan Sistem Informasi Manajemen .......................................................19 D. Pra-Evaluasi diri untuk mengetahui kesiapan sekolah......................................21 E. Pengembangan dan Pemantapan Komponen Sekolah ...........................................22 F. Evaluasi Diri dan Penyiapan Aplikasi Akreditasi..................................................23BAB IV STRATEGI SEKOLAH DALAM PELAKSANAAN AKREDITASI.................25 A. Penyiapan Warga Sekolah .....................................................................................25 B. Penyiapan Dokumen dan Komponen Akreditasi ...................................................25 C. Pendampingan dan Penjelasan selama Visitasi......................................................27 D. Klarifikasi Temuan ................................................................................................29BAB V HASIL AKREDITASI DAN TINDAK LANJUT...................................................31 A. Hasil ......................................................................................................................31 B. Tindak Lanjut ........................................................................................................31BAB VI PENUTUP...............................................................................................................33 v
  3. 3. Belajar Untuk Masa Depanku BAB I PENDAHULUANA. Latar Belakang Sebagai upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan di Sekolah Menengah Pertama (SMP), Direktorat Pembinaan SMP telah melakukan berbagai program pengembangan, antara lain program yang terkait dengan kesiswaan, kurikulum, pembelajaran, penilaian, manajemen, ketenagaan, sarana dan prasarana sekolah. Melalui program-program tersebut diharapkan setiap sekolah dapat menyelenggarakan kegiatan atau proses pendidikan secara sistematis dan mencapai hasil yang bermutu seperti yang diharapkan. Agar mutu pendidikan itu sesuai dengan yang seharusnya dan yang diharapkan oleh masyarakat, maka perlu ada standar yang dijadikan acuan (benchmark). Setiap sekolah secara bertahap dikembangkan untuk menuju kepada pencapaian standar yang dijadikan acuan tersebut. Acuan ini seharusnya bersifat nasional, baik dilihat dari aspek masukan, proses, maupun lulusannya. Apabila suatu sekolah, misalnya, telah mampu mencapai standar mutu yang bersifat nasional, diharapkan sekolah tersebut secara bertahap mampu mencapai mutu yang kompetitif secara internasional. Dengan demikian, acuan mutu pendidikan nasional pada dasarnya merupakan acuan minimal yang harus dicapai oleh setiap sekolah. Berangkat dari pemikiran tersebut dan untuk dapat membandingkan serta memetakan mutu dari setiap sekolah pada jenjang Sekolah Menengah Pertama, perlu dilakukan akreditasi bagi setiap sekolah tersebut. Proses akreditasi ini dilakukan secara berkala dan terbuka dengan tujuan membantu dan memberdayakan satuan pendidikan agar mampu mengembangkan sumberdayanya dalam mencapai tujuan pendidikan nasional. Dengan menggunakan instrumen akreditasi yang komprehensif dan dikembangkan berdasarkan standar mutu yang ditetapkan, diharapkan profil mutu sekolah dapat dipetakan untuk kepentingan peningkatan mutu sekolah oleh berbagai pihak yang berkepentingan. Setiap sekolah diharapkan dapat mempersiapkan diri dengan baik untuk menghadapi akreditasi agar dapat memperoleh hasil optimal. Berkaitan dengan hal tersebut dipandang perlu untuk mengembangkan buku panduan yang dapat digunakan sekolah untuk mempersiapkan diri menghadapi akreditasi.QEC24711 - Panduan Pelaksanaan untuk Sekolah dalam Mempersiapkan Akreditasi 1
  4. 4. Belajar Untuk Masa DepankuB. Tujuan Penyusunan Panduan Melalui buku panduan ini diharapkan para pembaca, terutama pimpinan sekolah dan para guru dapat memperoleh pemahaman secara memadai mengenai akreditasi sekolah dan bagaimana mempersiapkan sekolah untuk menghadapi akreditasi, sehingga diperoleh hasil yang optimal.C. Sasaran Sasaran buku panduan ini adalah warga sekolah, terutama pimpinan dan para guru serta komite sekolah. Mereka diharapkan dapat mencermati buku pedoman ini dan menggunakannya sebagai salah satu acuan guna mempersiapkan sekolah untuk akreditasi sesuai tugas dan tanggungjawab masing-masing.2 Direktorat PSMP - QEC24711
  5. 5. Belajar Untuk Masa Depanku BAB II PEMAHAMAN SEKOLAH TERHADAP KONSEP DAN PELAKSANAAN AKREDITASILangkah awal bagi sekolah untuk menyiapkan diri menghadapi akreditasiadalah memahami secara seksama tentang apa yang dimaksud akreditasi,apa tujuan dan fungsinya, siapa yang akan melakukan akreditasi, dankomponen apa saja yang akan dinilai dalam akreditasi, serta persyaratan apasaja yang harus dipenuhi sekolah untuk dapat diakreditasi. Sekolah, dalamhal ini pimpinan dan para guru serta komite sekolah diharapkan menguasaitentang akreditasi.Setiap warga sekolah diharapkan memahami tentang peran dan fungsinyasehingga secara sinergis dapat berkontribusi kepada sekolah, baik selamadalam persiapan maupun pelaksanaan akreditasi. Dengan demikian, hasilakreditasi dapat dicapai secara optimal seperti yang diharapkan. Untukmencapai hal ini sekolah sebaiknya melakukan sosialisasi tentang akreditasikepada warga sekolah dan komite. Hal ini dapat dilakukan melalui: rapat,workshop, pemberian dokumen tentang akreditasi, dan lain-lainnya yangmemungkinkan warga sekolah dapat memahami akreditasi dengan baik danmemotivasi untuk berkontribusi optimal sesuai peran dan fungsinya.Berikut ini disajikan uraian singkat tentang pengertian, tujuan, manfaat,fungsi, lembaga pelaksana, komponen-komponen utama, dan persyaratanyang harus dipenuhi sekolah untuk dapat diakreditasi.A. Pengertian Akreditasi sekolah adalah proses penilaian secara komprehensif terhadap kelayakan dan kinerja satuan dan/atau program pendidikan, yang dilakukan sebagai bentuk akuntabilitas publik. Di dalam proses akreditasi, sebuah sekolah dievaluasi dalam kaitannya dengan arah dan tujuannya, serta didasarkan kepada keseluruhan kondisi sekolah sebagai sebuah institusi belajar. Walaupun beragam perbedaan dimungkinkan terjadi antar sekolah, tetapi sekolah dievaluasi berdasarkan mutu tertentu. Standar diharapkan dapat mendorong dan menciptakan suasana kondusif bagi pertumbuhan pendidikan dan memberikan arahan untuk evaluasi diri yang berkelanjutan, serta menyediakan perangsang untuk terus berusaha mencapai mutu yang diharapkan. Akreditasi merupakan alat regulasi (self-regulation) agar sekolah mengenal kekuatan dan kelemahan serta melakukan upaya yang terus-QEC24711 - Panduan Pelaksanaan untuk Sekolah dalam Mempersiapkan Akreditasi 3
  6. 6. Belajar Untuk Masa Depanku menerus untuk meningkatkan kekuatan dan memperbaiki kelemahannya. Dalam hal ini akreditasi memiliki makna proses pendidikan. Di samping itu, akreditasi juga merupakan penilaian hasil dalam bentuk sertifikasi formal terhadap kondisi suatu sekolah yang telah memenuhi standar layanan tertentu yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Dengan demikian dapat dikatakan, bahwa proses akreditasi dalam makna proses adalah penilaian dan pengembangan mutu suatu sekolah secara berkelanjutan. Akreditasi dalam makna hasil menyatakan pengakuan, bahwa suatu sekolah telah memenuhi standar kelayakan pendidikan yang telah ditentukan.B. Tujuan Akreditasi dilaksanakan dalam rangka: 1. Memberi informasi bahwa sekolah atau sebuah program dalam suatu sekolah telah atau belum memenuhi standar kelayakan dan kinerja yang telah ditentukan. 2. Membantu sekolah melakukan evaluasi diri dan menentukan kebijakan sendiri dalam upaya peningkatan mutu. 3. Membimbing calon peserta didik, orang tua, dan masyarakat untuk mengidentifikasi sekolah bermutu yang dapat memenuhi kebutuhan individual terhadap pendidikan termasuk mengidentifikasi sekolah memiliki prestasi dalam suatu bidang tertentu yang mendapat pengakuan masyarakat. 4. Membantu sekolah dalam menentukan dan mempermudah kepindahan peserta didik dari satu sekolah ke sekolah lain, pertukaran guru, dan kerjasama yang saling menguntungkan. 5. Membantu mengidentifikasi sekolah dan program dalam rangka pemberian bantuan pemerintah, investasi dana swasta, donator atau bantuan lainnya.C. Manfaat Untuk sekolah sebagai institusi, hasil akreditasi memiliki makna yang penting, karena ia dapat digunakan sebagai: 1. Acuan dalam upaya peningkatan mutu sekolah dan rencana pengembangan sekolah. 2. Umpan balik untuk usaha pemberdayaan dan pengembangan kinerja warga sekolah dalam rangka menerapkan visi, misi, tujuan, sasaran, strategi dan program sekolah.4 Direktorat PSMP - QEC24711
  7. 7. Belajar Untuk Masa Depanku 3. Pendorong motivasi untuk sekolah agar terus meningkatkan mutu sekolahnya secara bertahap, terencana, dan kompetitif di tingkat kabupaten/kota, provinsi, nasional bahkan regional dan internasional. 4. Informasi bagi sekolah sebagai masyarakat belajar untuk meningkatkan dukungan dari pemerintah, masyarakat, maupun sektor swasta dalam hal profesionalisme, moral, tenaga dan dana.D. Fungsi Akreditasi Sekolah Dengan menggunakan instrumen yang komprehensif dan dikembangkan berdasarkan pada standar mutu yang ditetapkan, hasil akrediatasi diharapkan dapat memetakan secara utuh profil sekolah. Proses akreditasi sekolah berfungsi untuk: 1. Pengetahuan, yakni sebagai informasi bagi semua pihak tentang kelayakan dan kinerja sekolah dilihat dari berbagai unsur yang terkait, mengacu pada standar yang ditetapkan beserta indikator- indikatornya. 2. Akuntabilitas, yakni sebagai bentuk pertanggungjawaban sekolah kepada publik, apakah layanan yang dilaksanakan dan diberikan oleh sekolah telah memenuhi harapan atau keinginan masyarakat. 3. Pembinaan dan pengembangan, yakni sebagai dasar bagi sekolah, pemerintah, dan masyarakat dalam upaya peningkatan mutu sekolah.E. Lembaga Pelaksana Akreditasi Lembaga atau badan akreditasi Sekolah/Madrasah yang ada di tingkat kabupaten/kota berwenang untuk melakukan akreditasi terhadap SMP. Secara umum, badan tersebut mempunyai fungsi untuk: 1. melaksanakan sosialisasi kebijakan tentang akreditasi TK, SD, dan SMP. 2. melaksanakan akreditasi TK, SD, dan SMP. 3. menetapkan peringkat akreditasi, penerbitan sertifikat, dan publikasi hasil akreditasi TK, SD, dan SMP. 4. melaporkan hasil akreditasi sekolah tingkat Kabupaten/Kota. 5. Membangun basis data akreditasi untuk TK, SD, dan SMP.QEC24711 - Panduan Pelaksanaan untuk Sekolah dalam Mempersiapkan Akreditasi 5
  8. 8. Belajar Untuk Masa DepankuF. Komponen Utama Akreditasi dilakukan melalui tindakan membandingkan kondisi sekolah dalam kenyataan dengan kriteria (standar) yang telah ditetapkan. Mengingat sekolah sebagai sistem yang tersusun dari komponen- komponen yang saling terkait untuk mencapai tujuan sekolah, maka standar yang dimaksud harus disusun berdasarkan komponen- komponen sekolah. Komponen-komponen sekolah yang menjadi bahan penilaian dalam akreditasi meliputi delapan Standar Nasional Pendidikan, yaitu: 1. Standar Isi; 2. Standar Proses; 3. Standar Kompetensi Lulusan; 4. Standar Tenaga Kependidikan; 5. Standar Sarana dan Prasarana; 6. Standar Pengelolaan; 7. Standar Pembiayaan;dan 8. Standar Penilaian Pendidikan. Setiap standar tersebut terdiri atas beberapa komponen, dan lebih lanjut dijabarkan kedalam berbagai aspek dan indikator. Selanjutnya indikator-indikator yang dikembangkan tersebut dijadikan acuan dalam pengembangan instrumen akreditasi dan penilaian yang digunakan dalam proses akreditasi sekolah.G. Persyaratan Sekolah yang Diakreditasi Berdasarkan SK Mendiknas No.87/U/2002, sekolah yang akan diakreditasi harus memiliki persyaratan sebagai berikut: 1. Memiliki surat keputusan kelembagaan unit pelaksana teknis (UPT) sekolah 2. Memiliki siswa pada semua tingkatan kelas 3. Memiliki sarana dan prasarana pendidikan 4. Memiliki tenaga kependidikan 5. Melaksanakan kurikulum nasional 6. Telah menamatkan peserta didik.6 Direktorat PSMP - QEC24711
  9. 9. Belajar Untuk Masa Depanku BAB III PERSIAPAN SEKOLAH UNTUK AKREDITASISekolah harus mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk menghadapiakreditasi. Setiap komponen yang akan menjadi fokus penilaian harusdikembangkan sedemikian rupa sehingga pada saat akreditasi dilakukantelah mencapai pada suatu kondisi atau mutu sesuai tataran yang ditentukan(benchmark). Tentu saja hal ini tidak dapat dicapai secara mendadak,melainkan melalui proses pengembangan yang relatif lama.Terdapat beberapa langkah yang sebaiknya dilakukan sekolah untukpersiapan akreditasi. Mengingat keragaman kondisi dan prestasi sekolahyang saat ini telah dicapai, maka langkah-langkah yang akan dibahas jugabersifat alternatif. Demikian juga, langkah-langkah tersebut tidak harusberurutan dalam implementasinya di sekolah.Beberapa langkah yang perlu dilakukan oleh sekolah dalam persiapanakreditasi adalah sebagai berikut:1. Pemantapan rencana kerja/kegiatan dan anggaran sekolah dan komponen akreditasi,2. Pembentukan/pemantapan tim penjamin mutu sekolah,3. Pengembangan sistem informasi manajemen,4. Pra-evaluasi diri untuk mengetahui kesiapan sekolah,5. Pengembangan dan pemantapan komponen sekolah,6. Evaluasi diri dan penyiapan aplikasi akreditasi.A. Pemantapan Rencana Kerja/Kegiatan dan Anggaran Sekolah dan Komponen Akreditasi 1. Rencana Kerja/Kegiatan dan Anggaran Pengembangan Sekolah Di dalam akreditasi sekolah, terdapat delapan komponen utama sekolah yang secara cermat akan dikaji dan dinilai. Tentu saja sekolah berharap agar kedelapan komponen utama tersebut dalam keadaan yang terbaik sehingga dapat memperoleh nilai akreditasi maksimal, bila mungkin memperoleh nilai akreditasi A. Hal ini tidak mungkin diperoleh dalam waktu yang singkat dan mendadak. Diperlukan waktu dan proses yang cukup panjang untukQEC24711 - Panduan Pelaksanaan untuk Sekolah dalam Mempersiapkan Akreditasi 7
  10. 10. Belajar Untuk Masa Depanku menyiapkan komponen-komponen sekolah tersebut dalam kondisi terbaik. Sebagaimana yang telah dikembangkan selama ini, dalam mengelola sekolah melalui manajemen berbasis sekolah (MBS), sekolah setiap tahun melakukan perencanaan sekolah yang kemudian difomulasikan dalam bentuk Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS). Perencanaan sekolah adalah suatu proses untuk menentukan tindakan masa depan sekolah yang tepat, melalui urutan pilihan, dengan memperhitungkan sumberdaya yang tersedia. RKAS adalah dokumen tentang gambaran kegiatan sekolah di masa depan untuk mencapai perubahan/tujuan sekolah yang telah ditetapkan. RKAS disusun dengan tujuan untuk: a. menjamin agar perubahan/tujuan sekolah yang telah ditetapkan dapat dicapai dengan tingkat kepastian yang tinggi dan resiko yang kecil; b. mendukung koordinasi antar pelaku sekolah; c. menjamin terciptanya integrasi, sinkronisasi, dan sinergi baik antar pelaku sekolah, antar sekolah dan dinas pendidikan kabupaten/kota, dan antar waktu; d. menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan pengawasan; e. mengoptimalkan partisipasi warga sekolah dan masyarakat; dan f. menjamin tercapainya penggunaan sumber-daya secara efisien, efektif, berkeadilan dan berkelanjutan. Secara garis besar, isi RKAS antara lain: Visi (dengan indikator- indikator), misi, dan tujuan; Program-program strategis (untuk mencapai tujuan, misi, visi); Strategi pelaksanaan; Output yang diharapkan (apa, kapan, dan dibuat tahapan per tahunnya); Rencana biaya (alokasi dana); Rencana pemantauan dan evaluasi. 2. Komponen Akreditasi Beberapa program yang seharusnya dikembangkan oleh sekolah berkaitan dengan persiapan akreditasi setidaknya mencakup delapan komponen sesuai standar nasional pendidikan. Delapan komponen utama sebagaimana dijabarkan di atas perlu dikembangkan oleh sekolah secara berkelanjutan. Isi RKAS8 Direktorat PSMP - QEC24711
  11. 11. Belajar Untuk Masa Depanku setidaknya mencakup komponen-komponen tersebut, terutama yang kondisi atau mutunya belum sesuai dengan acuan yang ditentukan. Garis besar komponen yang dinilai dalam akreditasi antara lain meliputi sebagai berikut:a. Standar Isi 1. Sekolah melaksanakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). 2. Sekolah mengembangkan kurikulum bersama-sama pihak terkait berpedoman pada panduan penyusunan kurikulum yang dibuat oleh BSNP. 3. Sekolah mengembangkan kurikulum melalui mekanisme penyusunan KTSP. 4. Sekolah melaksanakan kurikulum dalam bentuk pengajaran berdasarkan prinsip pelaksanaan kurikulum. 5. Sekolah memiliki kurikulum muatan lokal yang penyusunannya melibatkan beberapa pihak. 6. Sekolah memiliki program pengembangan diri dalam bentuk kegiatan layanan konseling dan kegiatan ekstrakurikuler. 7. Sekolah memiliki dokumen Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) untuk setiap mata pelajaran. 8. Sekolah menerapkan kegiatan pembelajaran sesuai dengan ketentuan beban belajar yang tertuang pada lampiran Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006. 9. Guru pelajaran memberikan penugasan terstruktur kepada siswa. 10. Guru pelajaran merancang tugas mandiri tidak terstruktur untuk mencapai kompetensi tertentu 11. Pengembangan KTSP telah disahkan oleh Dinas Pendidikan yang bersangkutan atau Kanwil Depag/Kandepag. 12. Dalam mengembangkan KTSP, guru menyusun Silabus sendiri. 13. Dalam mengembangkan KTSP, guru menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).QEC24711 - Panduan Pelaksanaan untuk Sekolah dalam Mempersiapkan Akreditasi 9
  12. 12. Belajar Untuk Masa Depanku 14. Sekolah menetapkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) untuk setiap mata pelajaran. 15. Sekolah menjadwalkan awal tahun pelajaran, minggu efektif, pembelajaran efektif, dan hari libur pada kalender pendidikan yang dimiliki.b. Standar Proses 16. Sekolah mengembangkan silabus secara mandiri atau cara lainnya berdasarkan standar isi, standar kompetensi lulusan, dan panduan penyusunan KTSP. 17. Setiap mata pelajaran memiliki RPP yang dijabarkan dari silabus. 18. Dokumen RPP disusun oleh guru berdasarkan prinsip keterkaitan dan keterpaduan antara SK, KD, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi, penilaian dan sumber bahan. 19. Sekolah melaksanakan proses pembelajaran dengan memenuhi persyaratan yang ditentukan yaitu rombongan belajar maksimal 32 siswa dan beban kerja minimal guru 24 jam tatap muka per mingggu. 20. Proses pembelajaran di Sekolah dilaksanakan sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran. 21. Sekolah melakukan penilaian hasil belajar untuk memperbaiki proses pembelajaran. 22. Pemantauan proses pembelajaran dilakukan oleh kepala sekolah/ madrasah mencakup tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, dan tahap penilaian hasil pembelajaran. 23 Supervisi proses pembelajaran dilakukan oleh kepala Sekolah dengan cara pemberian contoh, diskusi, pelatihan, dan konsultasi. 24. Evaluasi proses pembelajaran dilakukan oleh kepala Sekolah. 25. Kepala Sekolah melaporkan pengawasan proses pembelajaran kepada pemangku kepentingan. 26. Kepala Sekolah melakukan tindak lanjut terhadap hasil pengawasan proses pembelajaran.10 Direktorat PSMP - QEC24711
  13. 13. Belajar Untuk Masa Depankuc. Standar Kompetensi Lulusan 27. Siswa memperoleh pengalaman belajar untuk menunjukkan kemampuan berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif dalam pengambilan keputusan. 28. Siswa memperoleh pengalaman belajar yang dapat menganalisis gejala alam dan sosial. 29. Siswa memperoleh pengalaman belajar melalui program pembiasaan untuk mencari informasi/pengetahuan lebih lanjut dari berbagai sumber belajar. 30. Siswa memperoleh pengalaman belajar yang mampu memanfaatkan lingkungan secara produktif dan bertanggung jawab. 31. Siswa memperoleh pengalaman mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya. 32. Siswa memperoleh pengalaman belajar melalui jenis kegiatan pada kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. 33. Siswa memperoleh pengalaman belajar untuk menumbuhkan dan mengembangkan sikap percaya diri dan bertanggung jawab. 34. Siswa memperoleh pengalaman belajar untuk berpartisipasi dalam penegakan aturan-aturan sosial. 35. Siswa memperoleh pengalaman belajar yang mampu menumbuhkan sikap kompetitif dan sportif untuk mendapatkan hasil yang terbaik 36. Siswa memperoleh pengalaman belajar yang dapat melibatkan partisipasi siswa dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara secara demokratis dalam wadah NKRI. 37. Siswa memperoleh pengalaman belajar untuk membentuk karakter siswa, menumbuhkan rasa sportivitas, dan kebersihan lingkungan. 38. Siswa memperoleh pengalaman belajar melalui kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia yang bersifat afektif. 39. Siswa memperoleh pengalaman belajar untuk menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras, dan golongan sosial ekonomi dalam lingkup global.QEC24711 - Panduan Pelaksanaan untuk Sekolah dalam Mempersiapkan Akreditasi 11
  14. 14. Belajar Untuk Masa Depanku 40. Siswa memperoleh pengalaman belajar dalam pembentukan akhlak mulia melalui pembiasaan dan pengamalan. 41. Siswa memperoleh pengalaman belajar melalui program pembiasaan untuk menghargai perbedaan pendapat dan berempati terhadap orang lain. 42. Siswa memperoleh pengalaman dalam menghasilkan karya kreatif baik individual maupun kelompok. 43. Siswa memperoleh keterampilan membaca dan menulis naskah secara sistematis dan estetis. 44. Siswa memperoleh pengalaman ketrampilan menyimak, membaca, menulis, dan berbicara baik dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris.d. Standar Pendidik Dan Tenaga Kependidikan 47. Guru memiliki kualifikasi akademik minimum diploma empat (D-IV) atau sarjana (S1). 48. Guru pelajaran mengajar sesuai dengan latar belakang pendidikannya. 49. Guru sehat jasmani dan rohani untuk menjalankan tugas mengajar. 50. Guru merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran. 51. Guru memiliki integritas kepribadian dan bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial, serta peraturan dan ketentuan yang berlaku. 52. Guru berkomunikasi secara efektif dan santun dengan sesama guru, tenaga kependidikan, dan orangtua siswa. 53. Guru menguasai materi pelajaran yang diampu serta mengembangkannya dengan metode ilmiah. 54. Kepala Sekolah memiliki kualifikasi akademik minimum sarjana (S1) atau diploma empat (D-IV). 55. Kepala Sekolah berstatus sebagai guru, memiliki sertifikat pendidik, dan Surat Keputusan (SK) sebagai kepala Sekolah. 56 Kepala Sekolah memiliki pengalaman mengajar sekurang-kurangnya 5 tahun.12 Direktorat PSMP - QEC24711
  15. 15. Belajar Untuk Masa Depanku 57. Kepala Sekolah memiliki kemampuan manajerial yang ditunjukkan dengan keberhasilan mengelola siswa. 58. Kepala Sekolah memiliki kemampuan kewirausahaan yang ditunjukkan adanya kegiatan kewirausahaan sebagai sumber belajar siswa diantaranya: koperasi siswa, peternakan/perikanan, pertanian/ perkebunan, kantin sekolah, unit produksi dan lain-lain. 59. Kepala Sekolah melakukan supervisi dan monitoring. 60. Kepala Tenaga Administrasi memiliki kualifikasi akademik minimal D-III. 61. Masa kerja minimal pada waktu diangkat menjadi Kepala Tenaga Administrasi 4 (empat) tahun. 62. Tenaga Administrasi memiliki kualifikasi akademik minimal Pendidikan Menengah atau yang sederajat. 63. Tenaga Administrasi memiliki latar belakang pendidikan yang sesuai dengan bidang tugasnya. 64. Kepala Perpustakaan memiliki kualifikasi akademik minimal D-IV atau S1 dari jalur pendidikan atau minimal (D-II) Ilmu Perpustakaan dan Informasi. 65. Masa kerja minimal pada waktu diangkat menjadi Kepala Perpustakaan 3 (tiga) tahun dari jalur pendidik dan 4 (empat) tahun dari jalur tenaga kependidikan. 66. Tenaga perpustakaan memiliki kesesuaian latar belakang pendidikan dengan tugasnya sebagai tenaga perpustakaan. 67. Kepala Laboratorium memiliki kualifikasi akademik minimal D-IV atau S1 dari jalur guru atau minimal (D-III) dari jalur laboran/teknisi. 68. Masa kerja minimal pada waktu diangkat menjadi Kepala Laboratorium 3 (tiga) tahun dari jalur guru, 5 (lima) tahun atau lebih dari jalur laboran/ teknisi 69. Kepala laboratorium minimal memiliki latar belakang pendidikan sesuai dengan tugasnya. 70. Teknisi laboratorium memiliki kualifikasi akademik minimal D-II yang relevan dengan peralatan laboratorium. 71. Laboran memiliki kualifikasi akademik minimal D-I 72. Sekolah memiliki tenaga layanan khususQEC24711 - Panduan Pelaksanaan untuk Sekolah dalam Mempersiapkan Akreditasi 13
  16. 16. Belajar Untuk Masa Depankue. Standar Sarana dan Prasarana 73. Lahan Sekolah memenuhi ketentuan luas minimal. 74. Lahan Sekolah berada di lokasi yang aman, terhindar dari potensi bahaya yang mengancam kesehatan dan keselamatan jiwa, serta memiliki akses untuk penyelamatan dalam keadaan darurat. 75. Lahan Sekolah berada di lokasi yang nyaman, terhindar dari gangguan pencemaran air, kebisingan, dan pencemaran udara serta memiliki sarana untuk meningkatkan kenyamanan. 76. Sekolah berada di lokasi yang sesuai dengan peruntukannya, memiliki status hak atas tanah dan ijin pemanfaatan dari pemegang hak atas tanah. 77. Lantai Sekolah memenuhi ketentuan luas minimal. 78. Bangunan Sekolah memiliki struktur yang stabil dan kokoh serta dilengkapi dengan sistem pencegahan bahaya kebakaran dan petir 79. Bangunan Sekolah memiliki sanitasi sebagai persyaratan kesehatan. 80. Bangunan Sekolah memiliki ventilasi udara dan pencahayaan yang memadai. 81. Bangunan Sekolah memiliki instalasi listrik dengan daya minimum 1300 Watt. 82. Sekolah memiliki izin mendirikan bangunan dan izin penggunaan bangunan sesuai dengan peruntukannya. 83. Sekolah melakukan pemeliharaan terhadap bangunan secara berkala. 84. Sekolah memiliki prasarana yang lengkap. 85. Sekolah memiliki ruang kelas dengan jumlah, ukuran, dan sarana sesuai ketentuan. 86. Sekolah memiliki ruang perpustakaan dengan luas dan sarana sesuai ketentuan. 87. Sekolah memiliki ruang laboratorium IPA yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar dengan luas dan sarana sesuai ketentuan. 88. Sekolah memiliki ruang pimpinan dengan luas dan sarana sesuai ketentuan. 89. Sekolah memiliki ruang guru dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.14 Direktorat PSMP - QEC24711
  17. 17. Belajar Untuk Masa Depanku 90. Sekolah memiliki ruang tata usaha dengan luas dan sarana sesuai ketentuan. 91. Sekolah memiliki tempat beribadah bagi warga sekolah/ madrasah dengan luas dan perlengkapan sesuai ketentuan. 92. Sekolah memiliki ruang konseling dengan luas dan sarana sesuai ketentuan. 93. Sekolah memiliki ruang UKS/M dengan dengan luas dan sarana sesuai ketentuan. 94. Sekolah memiliki ruang organisasi kesiswaan dengan luas dan sarana sesuai ketentuan. 95. Sekolah memiliki jamban dengan jumlah, ukuran, dan sarana sesuai ketentuan. 96. Sekolah memiliki gudang dengan luas dan sarana sesuai ketentuan. 97. Sekolah memiliki ruang sirkulasi dengan luas dan kualitas sesuai ketentuan. 98. Sekolah memiliki tempat bermain/berolahraga dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.f. Standar Pengelolaan 99. Sekolah telah merumuskan dan menetapkan visi lembaga. 100. Sekolah telah merumuskan dan menetapkan misi lembaga yang sesuai dengan perkembangan jaman dan tuntutan masyarakat. 101. Sekolah telah merumuskan dan menetapkan tujuan lembaga. 102. Sekolah memiliki rencana kerja jangka menengah (empat tahunan) dan rencana kerja tahunan. 103 Sekolah memiliki pedoman yang mengatur berbagai aspek pengelolaan secara tertulis yang mudah dipahami oleh pihak-pihak terkait. 104. Sekolah memiliki struktur organisasi dengan kejelasan uraian tugas. 105. Sekolah melaksanakan kegiatan sesuai dengan rencana kerja tahunan. 106. Sekolah melaksanakan kegiatan kesiswaan.QEC24711 - Panduan Pelaksanaan untuk Sekolah dalam Mempersiapkan Akreditasi 15
  18. 18. Belajar Untuk Masa Depanku 107. Sekolah melaksanakan kegiatan pengembangan kurikulum dan pembelajaran. 108. Sekolah melaksanakan pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan. 109. Sekolah mengelola sarana dan prasarana pembelajaran. 110. Sekolah mengelola pembiayaan pendidikan. 111. Sekolah menciptakan suasana, iklim, dan lingkungan pembelajaran yang kondusif. 112. Sekolah melibatkan masyarakat pendukung dan membangun kemitraan dengan lembaga lain yang relevan dalam pengelolaan pendidikan. 113. Sekolah memiliki program pengawasan yang disosialisasikan kepada pendidik dan tenaga kependidikan. 114. Sekolah melaksanakan kegiatan evaluasi diri. 115. Sekolah melaksanakan evaluasi kinerja pendidik dan tenaga kependidikan. 116. Sekolah mempersiapkan bahan-bahan yang diperlukan untuk akreditasi. 117. Sekolah memiliki struktur kepemimpinan sesuai standar pendidik dan tenaga kependidikan. 118. Sekolah memiliki sistem informasi manajemen untuk mendukung administrasi pendidikan.g. Standar Pembiayaan 119. Sekolah menyusun RAPBS dengan melibatkan stakeholders sekolah 120. Sekolah memiliki catatan tahunan berupa dokumen nilai aset sarana dan prasarana secara menyeluruh. 121. Sekolah membelanjakan biaya untuk pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan berdasarkan Rencana Kerja dan Anggaran Sekolah (RKA-S/M atau RAPBS). 122. Sekolah mengalokasikan biaya untuk menunjang pelaksanaan kegiatan pembelajaran.16 Direktorat PSMP - QEC24711
  19. 19. Belajar Untuk Masa Depanku 123. Sekolah mengalokasikan dana untuk kegiatan kesiswaan. 124. Sekolah mengalokasikan biaya kegiatan rapat 125. Sekolah mengalokasikan biaya penggandaan soal-soal ulangan/ujian 126. Sekolah mengalokasikan anggaran untuk mendukung kegiatan operasional tidak langsung. 127. Sekolah memiliki pedoman pengelolaan keuangan sebagai dasar dalam penyusunan RKA-S/M. 128. Sekolah memiliki pembukuan biaya operasional. 129. Sekolah membuat laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan dan menyampaikannya kepada pemerintah atau yayasan.h. Standar Penilaian Pendidikan 130. Guru menginformasikan rancangan dan kriteria penilaian yang ada dalam silabus mata pelajaran kepada siswa pada awal semester. 131. Silabus mata pelajaran dilengkapi dengan indikator pencapaian kompetensi dasar (KD) dan teknik penilaian. 132. Guru mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaian. 133. Guru menggunakan teknik penilaian berupa tes, pengamatan, penugasan, dan atau bentuk lain dalam menilai siswa. 134. Guru mengolah hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar siswa. 135. Guru mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan siswa disertai balikan/komentar yang mendidik. 136. Guru memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran. 137. Guru melaporkan hasil penilaian mata pelajaran pada setiap akhir semester kepada kepala Sekolah dalam bentuk laporan prestasi belajar siswa. 138. Guru melaporkan hasil penilaian akhlak siswa kepada guru Pendidikan Agama dan hasil penilaian kepribadian siswa kepada guru PendidikanQEC24711 - Panduan Pelaksanaan untuk Sekolah dalam Mempersiapkan Akreditasi 17
  20. 20. Belajar Untuk Masa Depanku Kewarganegaraan sebagai informasi untuk menentukan nilai akhir semester. 139. Sekolah menentukan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) setiap mata pelajaran melalui rapat dewan guru 140. Sekolah mengkoordinasikan evaluasi tengah semester dan evaluasi akhir semester. 141. Sekolah menentukan kriteria kenaikan kelas atau kriteria program pembelajaran (beban Sistem Kredit Semester/SKS) melalui rapat. 142. Sekolah menentukan nilai akhir kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kewarganegaraan dan kepribadian, iptek, estetika, serta jasmani, olahraga, dan kesehatan. 143. Sekolah menyelenggarakan ujian Sekolah dan menentukan nilai kelulusan siswa sesuai dengan kriteria yang berlaku. 144. Sekolah melaporkan hasil penilaian setiap akhir semester kepada orang tua/wali siswa dalam bentuk buku laporan hasil belajar siswa. 145. Sekolah melaporkan pencapaian hasil belajar tingkat satuan pendidikan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. 146. Sekolah menentukan kelulusan siswa melalui rapat dewan guru sesuai kriteria kelulusan. 147. Sekolah menerbitkan dan menyerahkan Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN) setiap siswa yang mengikuti Ujian Nasional (UN). 148. Sekolah menerbitkan dan menyerahkan ijazah kepada setiap siswa yang telah lulus sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan. 149. Sekolah menggunakan hasil Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional SD/MI/ atau hasil ujian Paket A sebagai salah satu penentu penerimaan siswa baruB. Pembentukan/Pemantapan Tim Penjamin Mutu Sekolah Untuk menyelenggarakan kegiatan-kegiatan sekolah, baik yang bersifat rutin maupun pengembangan, sekolah hendaknya mengacu pada RKAS yang telah disusun. Memang tidak tertutup kemungkinan untuk melakukan perubahan-perubahan terhadap rencana tersebut, sejauh untuk penyempurnaan. Agar apa yang dilakukan sekolah selaras dengan18 Direktorat PSMP - QEC24711
  21. 21. Belajar Untuk Masa Depanku RKAS dan menuju kearah peningkatan pencapaian hasil, maka diperlukan pemantauan, pendampingan dan pengarahan. Untuk merealisasikan hal tersebut, salah satu alternatifnya dilakukan melalui pembentukan tim penjamin mutu. Tim tersebut terdiri atas unsur guru, wakil kepala sekolah dan anggota komite sekolah. Jika memungkinkan ada unsur ahli dari luar sekolah (misalnya dari perguruan tinggi). Tim penjamin mutu bertugas antara lain; membantu sekolah dalam merancang RKAS, memantau dan mengarahkan serta memberi masukan-masukan dalam melaksanakan program-program sekolah. Tim penjamin mutu membantu sekolah dalam pencapaian mutu penyelenggaraan sekolah dan hasil-hasil yang semestinya dicapai, termasuk keberhasilan akreditasi sekolah. Berkaitan dengan akreditasi sekolah, tim penjamin mutu harus mencermati delapan komponen utama sekolah yang menjadi fokus akreditasi dan rincian indikatornya. Setiap indikator harus dapat diketahui sejauhmana kondisinya dan bagaimana perkembangannya, serta apakah sudah sesuai dengan yang dipersyaratkan dalam akreditasi.C. Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Sebagai upaya untuk menjamin mutu pendidikan nasional, pemerintah menentukan kebijakan nasional dan standar nasional pendidikan. Pada Pasal 35 (1) Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional disebutkan, bahwa standar nasional pendidikan terdiri atas standar isi, proses, kompetensi lulusan, tenaga kependidikan, sarana prasarana, pengelolaan, pembiayaan dan penilaian penidikan yang harus ditingkatkan secara berencana dan berkala. Penyelenggaraan pendidikan di sekolah, termasuk di Sekolah Menengah Pertama (SMP) diharapkan dapat memenuhi kedelapan standar nasional tersebut. Salah satu standar yang sangat besar pengaruhnya terhadap mutu pendidikan adalah standar pengelolaan. Pengembangan standar pengelolaan pada jenjang Pendidikan Dasar Menengah, termasuk pada SMP, dilakukan melalui penerapan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) yang ditunjukkan dengan kemandirian, kemitraan, partisipasi, keterbukaan, dan akuntabilitas. Standar pengelolaan terkait dengan pemanfaatan sumber daya sekolah secara efisien untuk dapat mencapai tujuan sekolah secara optimal. Hal tersebut terkait erat dengan pengelolaan berbagai data sekolah, seperti: Kesiswaan, Ketenagaan, Sarana-Prasarana, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP),QEC24711 - Panduan Pelaksanaan untuk Sekolah dalam Mempersiapkan Akreditasi 19
  22. 22. Belajar Untuk Masa Depanku Pembelajaran, Penilaian, Kelulusan, dan Keuangan serta data terkait lainnya. Penyediaan dan pengolahan data secara lengkap, sistematis dan akurat merupakan syarat mutlak untuk dapat melakukan pengelolaan sekolah dengan MBS secara memadai. Selama ini aktivitas manajemen sekolah yang antara lain dalam menyediakan, mengelola, dan menyampaikan berbagai informasi yang berkaitan tentang sekolah dilakukan secara konvensional. Cara tersebut membutuhkan tenaga, waktu, dan biaya yang tinggi serta kurang efektif karena kesulitan dalam pencarian dan penyampaian data. Selain itu, penyimpanan arsip untuk jangka waktu yang lama mengalami banyak kesulitan, di antaranya tidak tahan lama karena dalam bentuk kertas, membutuhkan ruang yang luas untuk penyimpanan, sukar dalam pembaharuan, dan lain-lain. Pengembangan perangkat lunak teknologi informasi yang menangani manajemen informasi sekolah merupakan alternatif solusi permasalahan di atas. Oleh karena itu, setiap sekolah diharapkan dapat mengembangkan Sistem Informasi Manajemen (SIM). SIM sekolah adalah suatu sistem informasi berbasis komputer yang dirancang khusus untuk mengelola informasi sekolah, yang dapat diakses secara cepat dan akurat. SIM mencakup berbagai informasi sekolah, antara lain: Kesiswaan, Ketenagaan, Sarana-Prasarana, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, Pembelajaran, Penilaian, Keuangan, Kelulusan & Alumni, serta informasi terkait lainnya. Melalui sistem informasi ini dapat mempermudah dalam melakukan proses pemantauan dan pengendalian setiap aktivitas sekolah. Hal ini sangat bermanfaat dalam pengambilan keputusan atau kebijakan strategis sekolah. Di samping itu, melalui SIM berbasis komputer, sekolah dapat mengkomunikasikan berbagai potensi dan keunggulannya secara lebih luas kepada masyarakat, orang tua siswa, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan stakeholders lainnya. Tujuan dan manfaat SIM Sekolah 1. Menyediakan informasi secara akurat, cepat, tepat, dan murah. 2. Meningkatkan mutu pelayanan kepada siswa dan orang tua/wali serta stakeholders lainnya dengan mengedepankan teknologi informasi. 3. Menjaring berbagai informasi sehingga tercipta interaksi yang erat antar warga sekolah, antara sekolah dengan komite sekolah, orang tua/wali, dan stakeholders lainnya 4. Membentuk image positif sekolah yang kuat dimasyarakat luas.20 Direktorat PSMP - QEC24711
  23. 23. Belajar Untuk Masa Depanku Apabila saat ini belum memiliki SIM yang memadai, sekolah seyogyanya segera mengembangkannya.D. Pra-Evaluasi diri untuk mengetahui kesiapan sekolah 1. Pengertian Pada dasarnya, pra-evaluasi diri sangat terkait dengan kegiatan M&E sekolah. Secara khusus, pra-evaluasi diri perlu dilaksanakan sebelum kegiatan akreditasi dilakukan. Evaluasi merupakan suatu proses sistematis dalam mengumpulkan, menganalisis, dan menginterpretasikan informasi yang umumnya diperoleh melalui pengukuran, untuk mengetahui tingkat keberhasilan dan efisiensi suatu program pendidikan atau kinerja sekolah. Evaluasi cenderung bersifat kualitatif, dilaksanakan untuk menguji objek atau kegiatan dengan kriteria tertentu untuk keperluan pembuatan keputusan. Evaluasi diri merupakan suatu upaya sistematis untuk menghimpun, mengolah dan menyusun informasi sebagai aspek kegiatan akademis profesional untuk dapat menyimpulkan kinerja dari suatu lembaga pendidikan atau sekolah. Melalui evaluasi diri akan diperoleh umpan balik guna meningkatkan kinerja sehingga kualitas sekolah akan terus menjadi lebih baik. Pada dasarnya, evaluasi diri dapat juga dianggap sebagai suatu analisis tentang kekuatan, kelemahan, peluang, serta ancaman atau SWOT analysis (strength, weakness, opportunity, threat). Evaluasi diri merupakan langkah awal proses akreditasi, yaitu evaluasi eksternal, dapat berupa validasi sejawat yang sifatnya voluntary, tetapi dapat juga berupa akreditasi mandataris. 2. Tujuan Pra-evaluasi diri bertujuan untuk menilai berbagai kelemahan dan hambatan yang dihadapi sekolah dalam mencapai tingkat perkembangannya untuk dipakai sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan strategi pengembangan selanjutnya. Pra-evaluasi diri merupakan upaya pengenalan diri dan kesadaran diri. Melalui kegiatan ini, sekolah akan mengetahui secara pasti mengenai keadaan sekolah yang sebenarnya, baik kelemahan maupun keunggulannya. Setelah mengenali kondisi sekolahnya, maka akan timbul kesadarannya untuk terus melakukan berbagai pembenahan ke arah peningkatan mutu secara berkelanjutan.QEC24711 - Panduan Pelaksanaan untuk Sekolah dalam Mempersiapkan Akreditasi 21
  24. 24. Belajar Untuk Masa Depanku 3. Komponen dan Indikator Pra-evaluasi Diri Pra-evaluasi diri dilakukan untuk mengetahui kondisi semua aspek sekolah secara komprehensif. Hasilnya disusun ke dalam laporan yang umumnya disebut sebagai Profil Lembaga atau Profil Sekolah. Komponen dan indikator yang digunakan untuk pra- evaluasi diri sekolah sama dengan komponen dan indikator yang akan dinilai dalam akreditasi. Pada tahap ini setiap sekolah yang berencana mengajukan akreditasi sebaiknya lebih dahulu melakukan pra-evaluasi diri dan menyusun suatu laporan mengenai keadaan sekolah, kegiatan operasional yang menunjang tujuan sekolah. Hal-hal yang dituliskan dalam laporan hendaknya akurat, apa adanya dan objektif. Mengingat sifatnya yang spesifik dan berisi keadaan lembaga, maka buku laporan ini disebut “Profil Lembaga”. Hasil pra-evaluasi diri perlu diinformasikan kepada semua warga sekolah. Komponen sekolah yang masih kurang baik perlu segera dibenahi dan disempurnakan. Pembenahan hendaknya dilakukan secara sistematis, dilakukan melalui pembagian tugas. Misalnya, wakil kepala sekolah bidang kurikulum membenahi masalah kurikulum, pembenahan bidang kesiswaan diserahkan kepada guru yang terbiasa menangani hal tersebut, dan seterusnya.E. Pengembangan dan Pemantapan Komponen Sekolah Setiap sekolah hendaknya memiliki target atau benchmark tentang keadaan setiap komponen dan indikator yang akan dikreditasi. Rincian target komponen tersebut harus tersusun secara jelas, terukur dan didokumentasikan secara sistematis. Hasil pra-evaluasi diri yang mencakup komponen-komponen tersebut kemudian dibandingkan dengan target yang telah ditetapkan. Kemudian dibuat semacam matrik untuk mengetahui indikator mana yang telah sesuai target dan mana yang belum. Apabila masih terdapat banyak komponen atau indikator yang kondisinya di bawah target, maka perlu dikaji lebih lanjut tentang faktor-faktor penyebabnya. Hal ini perlu ditindaklanjuti dengan menyusun program-program sekolah untuk memperbaiki indikator tersebut. Perlu juga dicermati, program apa yang perlu dikembangkan, siapa penanggungjawabnya, di mana dilaksanakan, dan berapa lama tujuan program dapat dicapai. Apabila masih banyak komponen dan22 Direktorat PSMP - QEC24711
  25. 25. Belajar Untuk Masa Depanku indikator yang belum memenuhi harapan, maka sebaiknya rencana akreditasi ditunda lebih dahulu. Hasil pra-evaluasi diri yang menyangkut berbagai komponen dan indikator yang masih kurang hendaknya dikomunikasikan ke warga sekolah, terutama ke pihak- pihak yang terkait langsung dengan komponen tersebut. Sekolah dapat melakukan evaluasi diri untuk mengajukan aplikasi akreditasi sekolah jika pembenahan terhadap komponen atau indikator tersebut selesai dilakukan dan hasilnya sesuai dengan yang diharapkan.F. Evaluasi Diri dan Penyiapan Aplikasi Akreditasi Evaluasi diri secara menyeluruh perlu dilakukan lagi setelah program- program pembenahan dilaksanakan sesuai rancangan dan hasilnya telah mencapai target. Evaluasi ini tidak terbatas pada program-program pembenahan saja, melainkan semua komponen sekolah yang menjadi target akreditasi. Tim penjamin mutu secara profesional dan jujur harus dapat tegas melakukan evaluasi dan menyampaikan hasilnya ke sekolah. Instrumen dan mekanisme evaluasi diri menggunakan pedoman yang dikeluarkan Basda atau Lembaga Pelaksana Akreditasi Kab/Kota. Hasil evaluasi diri hendaknya tidak hanya berupa dokumen instrumen dan format penilaianya saja, tetapi juga semua dokumen yang menjadi dasar dan mendukung penilaian tiap-tiap komponen tersebut. Dokumen pendukung perlu disiapkan, baik dalam bentuk hard copy maupun soft copynya. Jika sekolah telah memiliki SIM yang berbasis komputer, maka hendaknya ada satu folder sendiri untuk tempat pengelolaan file akreditasi. Hal ini akan memudahkan dalam mengakses dan memperbarui informasi atau dokumen. Aplikasi untuk akreditasi ke Basda atau Lembaga Pelaksana Akreditasi Kabupaten/Kota perlu disampaikan sesuai mekanisme yang telah ditentukan.QEC24711 - Panduan Pelaksanaan untuk Sekolah dalam Mempersiapkan Akreditasi 23
  26. 26. Belajar Untuk Masa Depanku BAB IV STRATEGI SEKOLAH DALAM PELAKSANAAN AKREDITASIA. Penyiapan Warga Sekolah Sesuai dengan prinsip keterbukaan dalam MBS, kondisi sekolah yang diperoleh melalui evaluasi diri sebaiknya diinformasikan ke seluruh warga sekolah. Demikian juga, setelah hasil evaluasi diri dianggap memenuhi syarat sehingga sekolah mengajukan aplikasi akreditasi ke Basda atau Lembaga Pelaksana Akreditasi Kabupaten/Kota, maka langkah berikutnya adalah menyiapkan warga sekolah. Warga sekolah, meliputi pimpinan, para guru, karyawan, siswa dan komite sekolah perlu diberi penjelasan tentang aplikasi akreditasi dan kemungkinan akan dilakukan visitasi oleh asesor dari Basda atau Lembaga Pelaksana Akreditasi Kabuapten/Kota. Warga sekolah perlu dijelaskan tentang kondisi setiap komponen dan indikator hasil evaluasi diri, serta apa yang perlu mereka lakukan pada saat pelaksanaan visitasi. Diharapkan warga sekolah dapat melaksanakan tugas sebagaimana mestinya dan bila diperlukan siap untuk memberikan penjelasan kepada asesor sesuai hasil evaluasi diri. Perlu dilakukan pembagian tugas secara jelas kepada warga sekolah mengenai pelaksanaan visitasi.B. Penyiapan Dokumen dan Komponen Akreditasi Salah satu hal esensial selama visitasi adalah kelengkapan dokumen yang terkait dengan delapan komponen utama yang akan dinilai dalam akreditasi. Sekolah perlu menyiapkan dokumen secara lengkap, sebaiknya dalam bentuk hard copy maupun soft copy. Apabila SIM sekolah sudah dikembangkan dengan baik, maka perlu disusun file tersendiri untuk akreditasi. Upayakan file tersebut disusun dengan tampilan yang sangat baik. Beberapa dokumen yang perlu disiapkan antara lain: 1. Pelaksanaan Kurikulum a. Kepmendiknas No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional b. Permendiknas No 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional PendidikanQEC24711 - Panduan Pelaksanaan untuk Sekolah dalam Mempersiapkan Akreditasi 25
  27. 27. Belajar Untuk Masa Depanku c. Permendiknas No 22, 23 dan 24 Tahun 2006 tentang SI, SKL, dan Pelaksanaannya d. Permendiknas No 20 tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan e. KTSP sekolah atau Kurikulum yang berlaku 1) Perangkat Silabus, RPP, bahan ajar, media 2) Kalender Pendidikan dan Jadwal pembelajaran 2. Proses Pembelajaran a. Jadwal pembelajaran dan presensi pembelajaran b. Buku-buku dan bahan ajar yang digunakan sebagai referensi c. Media dan alat bantu pembelajaran d. Hasil-hasil penelitian tindakan kelas e. Laporan praktikum dan tugas-tugas siswa f. Laporan Hasil Penilaian 3. Penilaian a. Rancangan penilaian hasil belajar b. Instrumen/soal-soal penilaian c. Dokumen nilai dari sistem penilaian kelas d. Prestasi akademik dan non-akademik 4. Manajemen Sekolah a. Permendiknas No 19 tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan oleh Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah b. Rencana pengembangan kompetensi tenaga kependidikan c. Rencana Kerja dan Anggaran Sekolah d. Peraturan dan tata tertib sekolah e. Jadwal dan pelaksanaan rapat sekolah f. Program supervisi internal g. Arsip surat masuk dan keluar h. Buku penghubung, catatan kasus dan sejenisnya i. Daftar inventaris sarana dan prasarana sekolah j. Buku administrasi keuangan dan ketenagaan k. Akta pendirian/kelembagaan26 Direktorat PSMP - QEC24711
  28. 28. Belajar Untuk Masa Depanku l. Bagan atau struktur organisasi m. Peraturan tentang efektivitas pembelajaran n. Kerjasama dengan lembaga lain 5. Sarana dan Prasarana a. Daftar inventaris sarana dan prasarana b. Peta sekolah c. Daftar bahan dan alat setiap lab atau ruang praktik d. Daftar buku perpustakaan 6. Ketenagaan a. Daftar guru dan karyawan b. Dokumen pengangkatan staf (guru dan karyawan) c. Daftar beban tugas guru dan karyawan d. Daftar Latar belakang pendidikan guru dan karyawan 7. Pembiayaan dan pendanaan a. RKAS b. Laporan keuangan c. Bukti-bukti pembayaran d. Rekening sekolah e.C. Pendampingan dan Penjelasan selama Visitasi Visitasi adalah kunjungan ke sekolah yang dilakukan oleh tim Asesor yang diberi tugas oleh Badan Akreditasi Sekolah. Mereka melaksanakan klarifikasi, verifikasi dan validasi terhadap data dan informasi yang telah disampaikan oleh sekolah melalui pengisian instrumen evaluasi diri. Dengan menggunakan instrumen visitasi, tim Asesor (yang terdiri dari beberapa orang) melakukan kunjungan ke sekolah. Kegiatan-kegiatan tersebut dapat dilaksanakan melalui pengamatan lapangan, wawancara dengan warga sekolah, verifikasi atau pencermatan ulang berbagai data pendukung, serta pendalaman hal-hal khusus yang berkaitan dengan komponen dan aspek akreditasi. Visitasi ini dilakukan untuk meningkatkan kecermatan, keabsahan, serta kesesuaian antara fakta dengan data yang diperoleh melalui pengisian instrumen evaluasi diri. Di samping itu, dengan visitasi ini diharapkan dapat diperoleh data danQEC24711 - Panduan Pelaksanaan untuk Sekolah dalam Mempersiapkan Akreditasi 27
  29. 29. Belajar Untuk Masa Depanku informasi tambahan mengenai keadaan yang sesungguhnya dari sekolah yang diakreditasi. Asesor akan melakukan visitasi ke sekolah yang akan diakreditasi. Asesor akan datang ke sekolah menemui kepala sekolah dan warga sekolah dan menyampaikan tujuan dari visitasi, melakukan klarifikasi, verifikasi dan validasi atau cek ulang terhadap data dan informasi kuantitatif maupun kualitatif yang terjaring melalui instrumen evaluasi diri. Kegiatan klarifikasi, verifikasi dan validasi tersebut dilakukan dengan cara membandingkan data dan informasi yang diperoleh melalui instrumen evaluasi diri dengan kondisi nyata sekolah melalui pengamatan lapangan, observasi kelas, wawancara dengan warga sekolah, dan pencermatan ulang data pendukung. Tim asesor juga dimungkinkan untuk melakukan pencarian data dan informasi tambahan yang esensial tentang sekolah, termasuk pendalaman hal-hal khusus untuk memperkuat hasil klarifikasi, verifikasi dan validasi yang dilakukannya. Selain itu, asesor juga harus memberikan catatan verikasi pada lembar format instrumen visitasi untuk setiap komponen dan aspek. Dengan demikian, hasil visitasi akan menjadi masukan yang akurat dan valid bagi Basda atau Lembaga Pelaksana Akreditasi Kabupaten/Kota untuk menetapkan peringkat akreditasi sekolah. Berkaitan dengan hal tersebut, beberapa hal yang perlu dilakukan sekolah selama visitasi, antara lain: 1. Selama visitasi, setiap warga sekolah hadir sesuai jam belajar/kerja di sekolah, meskipun pada saat itu tidak ada tugas mengajar (bagi guru) 2. Setiap warga sekolah tetap melakukan aktivitas sesuai tugas masing-masing 3. Tim penjamin mutu hadir lebih awal dan mempersiapkan dokumen-dokumen dan perangkat kelengkapan untuk akreditasi 4. Pihak pimpinan dan tim penjamin mutu, sesuai kesepakatan jadwal kegiatan akreditasi, menyampaikan secara ringkas dan komprehensif tentang kondisi sekolah dan berbagai hal terkait dengan hasil evaluasi diri 5. Setiap pertanyaan dari tim asesor hendaknya dijawab dengan tuntas dan jujur sesuai apa adanya28 Direktorat PSMP - QEC24711
  30. 30. Belajar Untuk Masa DepankuD. Klarifikasi Temuan Setelah melakukan verifikasi, validasi terhadap data dan informasi yang terjaring dan instrumen evaluasi diri, serta pencarian dan pendalaman terhadap data dan informasi tambahan, tim asesor melakukan pertemuan dengan warga sekolah. Pertemuan ini dimaksudkan untuk mengklarifikasi berbagai temuan penting atau ketidaksesuaian yang sangat signifikan antara fakta lapangan dengan data dan informasi yang terjaring dalam instrumen evaluasi diri. Pada tahap klarifikasi temuan ini, sekolah memiliki hak jawab untuk mengklarifikasi berbagai temuan tersebut. Klarifikasi dimaksudkan untuk menyampaikan secara umum gambaran yang diperoleh asesor untuk setiap komponen dan aspek untuk dijadikan bahan perbaikan bagi sekolah di masa mendatang. Klarifikasi ini bukan merupakan langkah kompromi antara tim asesor dengan sekolah untuk memperoleh peringkat akreditasi secara tidak benar. Hasil temuan dan rekomendasi dari pelaksanaan akreditasi sangat bermanfaat bagi sekolah. Sekolah perlu mencermati setiap temuan dan mempertimbangkan rekomendasi yang diberikan tim akreditasi. Dalam hal ini, perlu diadakan semacam rapat khusus untuk membahas temuan tersebut.QEC24711 - Panduan Pelaksanaan untuk Sekolah dalam Mempersiapkan Akreditasi 29
  31. 31. Belajar Untuk Masa Depanku BAB V HASIL AKREDITASI DAN TINDAK LANJUTA. Hasil Setelah menyelesaikan visitasi ke sekolah, tim asesor memberikan penilaian disertai berita acara visitasi. Hasil penilaian oleh tim asesor juga disertai saran-saran untuk pengembangan dan peningkatan kinerja sekolah. Hasil visitasi oleh tim asesor diserahkan ke lembaga/badan yang menangani akreditasi Sekolah di Kabupaten/Kota untuk diolah. Lembaga tersebut sesuai dengan kewenangannya melakukan sidang pleno untuk menetapkan hasil akhir akreditasi. Selanjutnya, lembaga tersebut menerbitkan hasil akreditasi berupa sertifikat akreditasi dan laporan hasil akreditasi untuk sekolah. Hasil akreditasi sekolah dinyatakan dalam peringkat akreditasi sekolah. Peringkat tersebut terdiri atas tiga klasifikasi berdasarkan skor keseluruhan komponen yang diperoleh, yaitu: A (Amat Baik); B (Baik); C (Cukup). Bagi sekolah yang hasil akreditasinya kurang dari C (Cukup), dinyatakan tidak terakreditasi.B. Tindak Lanjut Setelah menerima hasil akreditasi dan saran-sarannya, sekolah perlu mencermati dan melakukan refleksi terhadap hasil akreditasi dan saran- sarannya. Apabila memperoleh akreditasi A (Amat Baik) atau B (Baik), sekolah patut bersyukur meskipun harus tetap mencermati hasil penilaian dan saran pada setiap komponen. Seringkali, mempertahankan hasil yang sudah dicapai merupakan hal yang lebih sulit dibanding upaya untuk meraihnya. Pada komponen-komponen yang masih belum optimal hasilnya, sekolah perlu mengkaji apa penyebabnya dan bagaimana strategi untuk mengoptimalkan. Hal ini kemudian dikembangkan menjadi salah satu program pada RKAS tahun atau periode berikutnya. Hasil C (Cukup) pada dasarnya belum menunjukkan kinerja sekolah yang memuaskan. Apalagi kalau hasilnya tidak terakreditasi. Beberapa atau bahkan pada setiap komponen masih terdapat indikator-indikator yang kondisi/mutunya kurang baik. Sekolah, termasuk tim penjamin mutu perlu melakukan pengkajian secara sistematis. Komponen apa saja yang kurang baik dan apa penyebabnya serta upaya apa yang perluQEC24711 - Panduan Pelaksanaan untuk Sekolah dalam Mempersiapkan Akreditasi 31
  32. 32. Belajar Untuk Masa Depanku dilakukan untuk memperbaikinya. Hasil ini juga perlu disampaikan ke seluruh warga sekolah agar menjadi bahan untuk instropeksi. Namun demikian, sekolah tidak perlu putus asa. Sekolah diberi kesempatan dua tahun untuk meningkatkan kinerjanya, kemudian bisa mengajukan akreditasi lagi ke lembaga/badan yang menangani akreditasi sekolah/madarasah di tingkat Kabupaten/Kota.32 Direktorat PSMP - QEC24711
  33. 33. Belajar Untuk Masa Depanku BAB VI PENUTUPAkreditasi merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan mutu sekolah.Setiap sekolah secara bertahap diharapkan dapat berkembang menujukepada pencapaian mutu berstandar nasional, dan bahkan ke bertarafinternasional. Melalui akreditasi, yang didahului dengan evaluasi diri,sekolah dapat mengetahui kelemahan dan keunggulan setiap komponenyang ada di sekolahnya. Selanjutnya, sekolah dapat membenahikelemahan-kelemahan yang ada dan meningkatkan prestasi yangdicapainya.Melalui pedoman ini diharapkan para pimpinan sekolah dan warga sekolahlainnya dapat menguasai tentang akreditasi, dan menyiapkan diri dengansebaik-baiknya sesuai tugas dan fungsinya, serta secara sinergismenyiapkan sekolah untuk menghadapi akreditasi sehingga diperoleh hasilyang optimal.QEC24711 - Panduan Pelaksanaan untuk Sekolah dalam Mempersiapkan Akreditasi 33

×