• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Managemen dan pemeliharaan aset sekolah
 

Managemen dan pemeliharaan aset sekolah

on

  • 10,993 views

Managemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah

Managemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah

Statistics

Views

Total Views
10,993
Views on SlideShare
10,990
Embed Views
3

Actions

Likes
4
Downloads
1,967
Comments
0

2 Embeds 3

http://www.slashdocs.com 2
http://www.docshut.com 1

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Adobe PDF

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Managemen dan pemeliharaan aset sekolah Managemen dan pemeliharaan aset sekolah Document Transcript

    • PEMELIHARAAN ASET SEKOLAH PANDUAN MANAJEMEN Lampiran 8 Referensi Kata Pengantar Peningkatan mutu pendidikan dasar merupakan salah satu kebutuhan yang tidak Australian Code of Practice for the Safe Removal of Asbestos 2nd Edition [NOHSC: dapat ditunda-tunda lagi, mengingat keberhasilan pembangunan suatu bangsa di- 2002 (2005)]. tentukan oleh keberadaan sumber daya manusia yang berkualitas. Australian Code of Practice for the Management and Control of Asbestos in Work- Pemerintah Indonesia telah berkomitmen untuk menuntaskan program wajib belajar places [NOHSC: 2018 (2005)] sembilan tahun yang bermutu pada tahun 2009 bagi seluruh anak Indonesia. Untuk mencapai tujuan tersebut Departemen pendidikan nasional dalam hal ini Direktorat Keputusan Direktur Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan, No. Pembinaan Sekolah Menengah Pertama, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidi- KEP.104/DJPPK/IX, 2006: Petunjuk teknis pemakaian bahan yang mengandung as- kan Dasar dan Menengah, telah menyusun berbagai kebijakan dan strategi dalam bes di tempat kerja. mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan dasar yang bermutu. Salah satu prioritas dalam upaya ini adalah pembangunan sa- Permendagri Nomor 17 Tahun 2007 Pasal 4 ayat 2 tentang pengelolaan barang rana dan prasarana sekolah SMP. daerah. Implementasi kebijakan ini mendapat dukungan dari pemerintah Australia melalui Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 74 Tahun 2001 tentang pengelo- Australia-Indonesia Basic Education Program (AIBEP) laan bahan berbahaya dan beracun. Sarana dan prasarana sekolah yang telah dibangun perlu dikelola oleh sekolah dan Permendiknas Nomor 21 Tahun 2007: tentang pemeliharaan aset sekolah. masyarakat agar dapat berfungsi dengan baik selama umur yang direncanakan, aman bagi para warga sekolah, dan tidak berpotensi menimbulkan kerugian materiil Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor: Per-03/MEN/Tahun 1985 Tentang Kesela- yang besar. matan dan Kesehatan Kerja Pemakai Asbes Buku panduan ini disusun untuk dijadikan panduan praktis dalam mengelola dan Perawatan Preventif Sarana Dan Prasarana Pendidikan, 1999, DEPDIKNAS memelihara aset sekolah, termasuk mengelola asbes jika dalam bangunan seko- lah tersebut ada yang menggunakan bahan dari asbes. Kendati panduan ini diter- Pedoman Manajemen Aset Sekolah tahun 2009, Direktorat Jenderal Manajemen bitkan oleh Departemen Pendidikan Nasional dan Departemen Agama melalui mela- Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional. lui program AIBEP 2006-2009, panduan ini dapat dipergunakan diseluruh sekolah Pedoman Pemeliharaan Gedung Sekolah, 2008, DEPDIKNAS dilingkungan Depdiknas dan Depag seluruh Indonesia. Buku ini bukan merupakan aturan baku, sehingga didalam pelaksanaannya pihak sekolah dimungkinkan untuk Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Na- menambah dan mengurangi dari buku panduan ”Manajemen dan Pemeliharaan Aset sional Pendidikan. Sekolah” ini bila dianggap perlu. Serial Rumah no. 35, Solusi Rumah Anda, Robertus Panuang dkk., November 2007 Jakarta, 2009 Rancangan sistem standarisasi dan perhitungan biyaya pemeliharaan bangunan Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Pertama sekolah, 2000, Aenudin. Didik Suhardi, SH. M.Si. NIP 196312031983031009108 Panduan Manajemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah Panduan Manajemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah x
    • Daftar Inspeksi Dan Monitoring Nama Sekolah: ............................................................................ Kondisi Bahan Asbes Tanggal Pelaksana Ruang Kelas Kantor Kantor Ruang Catatan Perpus Kantin Lab WC 1 2 3 4 5 6 Guru Kep. Sek BP Lampiran 7 B= Baik J=Jelek N= NormalPanduan Manajemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah107
    • PEMELIHARAAN ASET SEKOLAH PANDUAN MANAJEMEN Lampiran 6 Daftar Pelatihan Yang Telah Diberikan Tentang Pengelolaan Bahan Asbes Daftar Isi Nama Sekolah: ............................................................................ Jenis Pelatihan Tanggal Peserta Pelatih Bahan Pelatihan Catatan R T KATA PENGANTAR x DAFTAR ISI xi BAB I. PENDAHULUAN 1 1.1 Latar belakang 1 1.2 Tujuan manajemen aset sekolah 2 1.3 Ruang lingkup 2 BAB II. MANAJEMEN ASET SEKOLAH 3 2.1 Definisi 3 2.2 Hal-hal yang perlu dilakukan dalam mengelola aset sekolah 4 BAB III. PEMELIHARAAN BANGUNAN 11 3.1 Kategori pemeliharaan 12 3.2 Tim pelaksana kegiatan 12 3.3 Pemeliharaan komponen bangunan 16 BAB IV. MANAJEMEN ASBES DI SEKOLAH 58 4.1 Prinsip umum 59 4.2 Nilai ambang batas serat asbes di udara 59 4.3 Bahan asbes ada dimana saja? 59 R= Rutin T= Tak terencana 4.4 Bagaimana mengelola bahan asbes/mungkin mengandung asbes? 59 4.5 Kajian kondisi bahan asbes 61 4.6 Tugas dan tanggungjawab didalam mengelola bahan asbes 61106 Panduan Manajemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah Panduan Manajemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah xxx xi
    • 4.7 Pakaian pelindung 62 4.8 Pembongkaran bahan asbes 63 Lampiran 5 4.9 Pemeliharaan rutin 65 T= Tak terencana 4.10 Pekerjaan ringan yang diperbolehkan 66 4.11 Pengawasan pelaksanaan 69 R= Rutin Catatan 4.12 Training 70 BAB V. PEMELIHARAAN ASET NON BANGUNAN 72 5.1 Pemeliharaan alat peraga sekolah 72 5.2 Pemeliharaan bahan pustaka 76 5.3 Pemeliharaan perabot sekolah 79 Pelaksana LAMPIRAN 1. Frekuensi pemeliharaan setiap komponen bangunan 86 2. Daftar perlengkapan/alat-alat 87 T 3. Tata tertib sekolah 90 R Kegiatan pemeliharaan bahan asbes yang telah dilaksanakan Nama Sekolah: ............................................................................ 4. Analisa biaya pemeliharaan 92 5. Daftar kegiatan pemeliharaan bahan asbes 105 Kegiatan 6. Daftar pelatihan yang telah diberikan tentang bahan asbes 106 7. Daftar inspeksi dan monitoring kegiatan pemeliharaan bahan asbes 107 8. Referensi 108 Bagian Tanggal Lokasixii Panduan Manajemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah Panduan Manajemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah 105
    • PENDAHULUAN REKAPITULASI NAMA SEKOLAH : SMPN.................................................. PEKERJAAN : PEMELIHARAAN................................. DESA : .............................................................. BAB 1. Pendahuluan KECAMATAN : .............................................................. KABUPATEN : .............................................................. TAHUN ANGGARAN : .............................................................. PEMELIHARAAN BANGUNAN SEKOLAH 1.1 Latar Belakang Sarana dan Prasarana Pendidikan merupakan salah satu dari delapan Standar Pen- didikan Nasional *) sebagai penunjang untuk menjamin lancarnya penyelenggaraan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah. Oleh karena itu sarana-prasarana se- bagai aset sekolah harus dikelola dan dipelihara dengan baik agar selalu siap pada saat akan dipergunakan. Landasan hukum pengelolaan sarana-prasarana pendidikan ini adalah Undang- Undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, bab IX tentang Standar Nasional Pendidikan, dan Bab XII tentang Sarana dan Prasarana Pendi- dikan. Ditindaklanjuti dalam Peraturan Pemerintah (PP) no. 24 tahun 2007 beser- ta lampirannya, tentang Standar Sarana dan Prasarana Pendidikan, seperti yang ditetapkan oleh Badan Standarisasi Nasional Pendidikan (BSNP). Peraturan Menteri Dalam Negeri no. 17 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah, yang mengatur tentang pengadaan, pemanfaatan, pengelolaan dan peng- hapusan. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 74 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun, dan Keputusan Direktur Jenderal Pem- binaan Pengawasan Ketenagakerjaan no. Kep.104/DJPPK/IX, tahun 2006, tentang Pemakaian Bahan yang Mengandung Asbes, sebagai pedoman pengelolaan asbes di sekolah. Pemerintah Republik Indonesia telah mengeluarkan kebijakan baru dalam pelaksan- aan program pembangunan dan rehabilitasi sekolah dengan konsep pemberdayaan masyarakat yang melibatkan partisipasi warga sekolah dan masyarakat. Dengan pendekatan ini masyarakat mempunyai rasa kepemilikan dan kepedulian yang tinggi terhadap sekolah/madrasah di wilayahnya. Agar pengelolaan aset yang berupa sarana-prasarana sekolah ini dapat berjalan baik, pemerintah dalam hal ini Departemen Pendidikan Nasional dan Departemen Agama memberikan panduan manajemen dan pemeliharaan aset sekolah/madrasah kepada pengelola sekolah/madrasah. Misi dari diberikannya panduan ini kepada sekolah/madrasah adalah agar sekolah/ madrasah tersebut dapat mewujudkan: (1) terkelolanya aset yang dimilikinya seko- ( )104 Panduan Manajemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah Panduan Manajemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah 1
    • lah/madrasah dengan baik, (2) terpeliharanya bangunan sekolah/madrasah dengan baik, dan (3) terkelolanya komponen bangunan yang mengandung asbes di sekolah/ madrasah dengan aman. Dengan tercapainya misi ini diharapkan kegiatan balajar mengajar dan kegiatan kependidikan lainnya di sekolah/madrasah dapat berjalan dengan baik dan aman. *) Ketentuan dalam BSNP yang ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah no.24 th 2007 1.2 Tujuan Manajemen Aset Sekolah a. Menjamin pengembangan kapasitas yang berkelanjutan dari pengurus seko- lah di dalam mengembangkan atau mengoptimalkan pemanfaatan aset sekolah melalui pengelolaan dan pemeliharaan yang benar; b. Menjamin kesiapan operasional sarana-prasarana pendidikan dalam mendukung kelancaran proses pembelajaran di sekolah; c. Menjamin keselamatan dan kenyamanan semua orang terutama para peserta didik yang menggunakan aset sekolah tersebut. Termasuk didalamnya aman terhadap bahaya yang dapat ditimbulkan oleh bahan yang mengandung asbes; dan d. Mengoptimalkan usia pakai aset sekolah, mengingat pemeliharaan dan pengelo- laan yang baik lebih murah daripada perbaikan. 1.3 Ruang Lingkup Panduan ini terdiri dari 4 (empat) bagian, yaitu: Manajemen aset sekolah, Pemeli- haraan bangunan, Manajemen asbes di sekolah, dan Pemeliharaan aset non ban- gunan Manajemen aset sekolah, memuat tentang definisi, dan hal-hal yang perlu dilakukan untuk mengelola aset. Pemeliharaan bangunan, memuat tentang: definisi pemeliharaan, kategori pemeli- haraan, tim pelaksana kegiatan , dan pemeliharaan komponen bangunan. Manajemen asbes di sekolah, memuat tentang: nilai ambang batas serat asbes di udara, tipikal lokasi bahan asbes pada bangunan, sistem manajemen asbes di seko- lah, tindakan yang harus diambil untuk mencegah bahaya asbes di sekolah, analisa kondisi asbes, pakaian pelindung, pembongkaran bahan asbes, dan pemeliharaan bahan asbes. Pemeliharaan aset non bangunan meliputi: pemeliharaan alat peraga, bahan pus- taka, dan perabot.2 Panduan Manajemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah Panduan Manajemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah 103
    • BAB 2. Manajemen Aset t 2.1 Definisi Aset adalah barang, yang dalam pengertian hukum disebut benda, yang terdiri dari benda tidak bergerak dan benda bergerak, baik yang berwujud (tangible) maupun yang tidak berwujud (Intangible), yang tercakup dalam aktiva/kekayaan atau harta kekayaan dari suatu instansi, organisasi, badan usaha atau individu perorangan. Manajemen artinya adalah pengelolaan, dan ini berasal dari kata kerja to manage yang artinya mengurus, mengatur, melaksanakan, memperlakukan, dan mengelola. Aset Sekolah terdiri dari dua jenis: a. Aset Tidak Bergerak (prasarana) yang terdiri dari lahan, bangunan, ruang-ruang, dan insta- lasi daya dan jasa yang wajib dimiliki oleh setiap sekolah/madrasah. b. Aset Bergerak (sarana) terdiri dari perabot, per- alatan pendidikan, media pendidikan, buku dan sumber belajar lainnya, teknologi informasi dan komunikasi, serta perlengkapan lain yang wajib dimiliki oleh setiap sekolah/madrasah. Manajemen aset sekolah adalah sistem pengelolaan sarana dan prasarana sekolah yang terdiri atas: a. Penatausahaan/Inventarisasi; b. Pemanfaatan; c. Pemeliharaan; d. Pembiayaan; dan e. Monitoring dan Evaluasi Pihak yang melaksanakan adalah tim yang terdiri dari personil sekolah dan perwakilan masyarakat Personil Sekolah terdiri dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, pegawai tata usaha dan siswa sekolah/madrasah. Perwakilan masyarakat terdiri dari perwakilan pengurus komite sekolah/ Madrasah.102 Panduan Manajemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah Panduan Manajemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah 3
    • 2.2 Hal-hal yang perlu dilaksanakan didalam mengelola aset sekolah: 2.2.1 Inventarisasi aset Inventarisasi aset sekolah/madrasah penting karena digunakan sebagai dasar pe- rencanaan kebutuhan, pemeliharaan, dan pengembangan sekolah periode 5 tahu- nan dan rencana operasional serta pemeliharaan sekolah periode 1 tahunan Pihak yang melaksanakan adalah tim yang terdiri dari personil sekolah dan perwa- kilan masyarakat Data yang dikumpulkan melalui kegiatan inventarisasi aset sekolah ini antara lain: 1. Data umum sekolah 2. Data aset sekolah Terdiri dari: Ijin Mendirikan Bangunan Meliputi barang–barang/aset yang dimili- (IMB), sertifikat lahan, As Built Draw- ki sekolah sebagai obyek pemeliharaan, ing /gambar purna laksana, spesifikasi seperti: bangunan, perabot, kendaraan, teknis komponen bangunan, dan manu- buku, alat olah raga, alat musik, alat al pemeliharaan, sebagai penuntun keg- peraga, dsb. dilengkapi dengan jenis, iatan pengelolaan dan pemeliharaan. jumlah, spesifikasi, dan tingkat kerusa- kan dari setiap barang/aset.Data umum sekolah kecuali IMB dansertifikat tanah disimpan oleh kepalasekolah. IMB dan sertifikat tanah ta-nah disimpan oleh Dinas PendidikanKabupaten/Kota Contoh daftar inventaris bangunan dan lahan sekolah No. Deskripsi. Penjelasan Luas 1 Bentuk Lahan Segi Empat 6.000 m2 2 Status lahan Hak Pakai/Hak Guna Bangunan/dll 3 IMB Ada 4 Komponen bangunan sekolah a. Ruang kelas 6 ruang 81 x 6 m2 b. Ruang administrasi 1 ruang 163 m2 c. WC siswa 4 buah 21 m2 d. dll 5 Gambar As Built Ada4 Panduan Manajemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah Panduan Manajemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah 101
    • Contoh daftar inventaris sarana sekolah No. Deskripsi Jumlah Keterangan 1 Meja guru 10 buah 8 2 6.000 m2 2 Meja siswa 200 buah 190 10 Yang rusak sedang diperbaiki 3 Kursi siswa 200 buah 195 5 Yang rusak sedang diperbaiki 4 Kursi guru 10 buah 10 10 Semua dalam kondisi baik 5 Buku a. Buku pelajaran IPA terpadu 120 buah 100 20 Bagian cover buku yang rusak b. Majalah 40 buah 10 30 akan disampul kembali 6 Dll. Semua aset sekolah harus diinventarisir dan disimpan/dirawat dengan baik 2.2.2 Pemanfaatan aset Agar sarana-prasarana sekolah yang dibangun dapat memberikan pelayanan dalam menunjang kegiatan sekolah sesuai dengan harapan dalam Permendiknas RI no 21 th 2007, tentang standar sarana dan prasarana sekolah, maka semua aset sekolah harus digunakan sesuai dengan fungsinya. Sekolah harus menanamkan rasa kepedulian kepada seluruh warga sekolah tentang tanggungjawabnya terhadap pengelolaan dan pemeliharaan aset sekolah. Tindakan yang dapat diambil untuk menanamkan rasa kepedulian ini antara lain: a. Tata tertib sekolah yang berhubungan dengan penggunaan sarana dan prasa- rana dibuat dan dipasang di sekolah. b. Pemasangan poster-poster untuk mengingatkan penghuni sekolah tentang pen- tingnya pengelolaan dan perawatan. Misalnya berbunyi: - Kebersihan pangkal kesehatan; - Jagalah Kebersihan; - Buanglah sampah pada tempatnya; - Siramlah toilet hingga bersih setelah digunakan; - Gunakan air secukupnya; - Dan lain-lain.100 Panduan Manajemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah Panduan Manajemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah 5
    • Siramlah toilet setelah digunakan Gunakan meja sesuai dengan fungsinya Sekolah Peraturan 2.2.3 Pemeliharaan aset Pemeliharaan adalah usaha yang dilakukan untuk mempertahankan /menjaga kondi- si aset agar tetap berfungsi melalui tatacara penggunaan yang benar serta perbaikan ringan terhadap bagian aset yang rusak. Melalui perencanaan pemeliharaan, dapat ditentukan: a. Sasaran dan tujuan pemeliharaan; b. Isi program; c. Aset yang harus dipelihara; d. Organisasi pelaksana program; e. Waktu pemeliharaan;6 Panduan Manajemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah Panduan Manajemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah 99
    • f. Tata cara atau metode pemeliharaan yang digunakan; g. Pelaksana pemeliharaan; h. Biaya yang diperlukan; dan I. Monitoring pelaksanaan program pemeliharaan Pelaksanaan kegiatan pemeliharaan dibagi menjadi dua bagian: a. Pemeliharaan Bangunan sekolah b. Pemeliharaan Sarana sekolah (non-bangunan) Langkah-langkah pemeliharaan bangunan serta sarana sekolah dapat dilihat pada Bab 3, 4, dan 5 dari buku panduan ini. Pemeliharaan dinding sekolah Pemeliharaan perabot sekolah 2.2.4 Perencanaan kebutuhan dan penganggaran Rencana anggaran biaya adalah menghitung seluruh biaya yang dibutuhkan untuk pelaksanaan program pengelolaan aset sekolah antara lain: a. Anggaran pemeliharaan rutin (pembelian sapu, kain pel, karbol, kemoceng, dll); b. Perbaikan ringan untuk sarana dan prasarana sekolah; c. Inventarisasi aset sekolah; d. Biaya operasional tim pengelola aset sekolah; dan e. Penggantian sarana yang rusak (seperti: lampu, kaca, jendela, pintu, dll)98 Panduan Manajemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah Panduan Manajemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah 7
    • Tahapan penyusunan anggaran antara lain: a. Membuat daftar kebutuhan untuk mengelola aset sekolah; (misalnya PBB, Biaya Pemeliharaan, Operasional Sekolah, dll) b. Melakukan survei harga dan antisipasi perubahan harga; dan c. Menghitung estimasi total kebutuhan biaya pengelolaan aset sekolah. Rapat penyusunan anggaran biaya pengelola aset sekolah Rapat ini diikuti oleh komite sekolah dan tim pelaksana. 2.2.5 Monitoring dan evaluasi Tujuan monitoring dan evaluasi adalah untuk mengetahui proses pelaksanaan kegi- atan pengelolaan aset sekolah sesuai dengan yang telah direncanakan dan mem- berikan umpan balik. Monitoring ini dilaksanakan secara rutin. Pihak yang melakukan kegiatan monitoring ini adalah pimpinan sekolah. Kegiatan yang perlu dimonitor dan dievaluasi antara lain: a. Kesesuaian antara perencanaan dan pelaksanaan; b. Partisipasi/kontribusi masyarakat; c. Keuangan dan administrasi yang meliputi penggunaan dana serta tatacara pelaporan; dan d. Kinerja dari tim pelaksana8 Panduan Manajemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah Panduan Manajemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah 97
    • ANALISA BIAYA PEMELIHARAAN BANGUNAN 2.2.6 Peran dan Tugas Sumber : Aenudin. (2001) Komponen Tugas Kepala Sekolah 1) Melakukan perencanaan kegiatan dan rancangan pembiayaan untuk pengelolaan aset sekolah; 2) Menyusun kebijakan dan aturan/tata-tertib pelaks- naan pendidikan di sekolah yang mendukung pen- ingkatan kualitas pengelolaan dan pemeliharaan aset sekolah; 3) Membentuk tim/panitia pengelola aset; 4) Memimpin pelaksanaan kegiatan pengelolaan; 5) Mengawasi pelaksanaan dan mengevaluasi keber- hasilan pelaksanaan; dan 6) Mindaklanjuti hasil kegiatan pembangunan, pemeli- haraan & perawatan sarana-prasarana. Komite Sekolah/ 1) Memberikan usulan kepada kepala sekolah dalam Madrasah perencanaan kegiatan dan rancangan pembiayaan untuk pengelolaan aset sekolah; 2) Menyetujui pembentukan dan kerja tim pengelo- laan aset sekolah; 3) Mengawasi pelaksanaan kegiatan pengelolaan aset sekolah; 4) Menjalin kerjasama dg masyarakat dalam hal pen- gumpulan dana untuk pengelolaan aset sekolah termasuk pemeliharaannya; dan 5) Menilai keberhasilan pelaksanaan. Guru 1) Memberikan usulan kepada tim sekolah dalam perencanaan kegiatan dan rancangan pembiayaan untuk pengelolaan aset sekolah; 2) Mendukung kerja tim pengelola aset sekolah; 3) Turut mengawasi pelaksanaan kegiatan; dan 4) Menjalin kerjasama dg orang tua siswa dalam hal pengelolaan aset sekolah.96 Panduan Manajemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah Panduan Manajemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah 9
    • Komponen Tugas Jenis-Jenis Kegiatan Perbaikan Tata Usaha 1) Menyusun daftar inventarisasi Aset; 2) Memberikan usulan kepada kepala sekolah dan komite sekolah dalam hal perencanaan dan pe- nyusunan rancangan anggaran untuk pengelo- laan aset sekolah; 3) Bekerjasama dengan tim sekolah dan melaksa- naan kegiatan pengelolaan aset; 4) Melaksanakan inspeksi dan penilaian pelaksanaan; dan Plitur 5) Memberikan laporan pelaksanaan kepada kepala sekolah. Osis 1) Membantu pelaksanaan pengelolaan aset seko- lah; 2) Membantu memelihara aset sekolah; dan 3) Menggunakan aset sekolah sesuai dengan fungsi- nya. keran10 Panduan Manajemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah Panduan Manajemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah 95
    • BANGUNAN PEMELIHARAAN Contoh tabel Rekapitulasi Biaya Pemeliharaan Bangunan Sekolah NAMA SEKOLAH : SMPN .................................. PEKERJAAN : PEMELIHARAAN ............... 3. Pemeliharaan DESA : KECAMATAN : KABUPATEN : Bangunan TAHUN ANGGARAN : PEMELIHARAAN BANGUNAN SEKOLAH VOLUME total Harga Harga total Pemeliharaan bangunan adalah usaha mempertahankan umur pakai bangunan dan NO ITEM PEKERJAAN Pekerjaan Satuan Harga Satuan x volum fungsi, melalui tindakan/kegiatan perawatan yang benar. 1 Perbaikan dinding retak 10 m2 Rp. 100.000 Rp. 1.000.000 2 Lingkup Pemeliharaan Bangunan Sekolah 3 4 Ruang lingkup pemeliharaan bangunan sekolah meliputi semua komponen bangu- 5 nan fisik yang terdiri atas semua komponen bangunan gedung seperti ilustrasi di 6 7 bawah ini: 8 9 Instalasi Listrik 10 11 12 13 14 Atap 15 16 17 18 19 Tembok 20 Total Rp. 1.000.000 Terbilang : Satu Juta Rupiah Kolom & Balok Pintu & Jendela Sanitasi Lantai Termasuk komponen eksterior bangunan meliputi halaman, tempat upacara, tiang bendera, tanaman, jalan setapak, pagar, drainase, dll.94 Panduan Manajemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah Panduan Manajemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah 11
    • 3.1 Kategori Pemeliharaan Contoh tabel analisa harga satuan Pemeliharaan dibagi atas dua kategori, yaitu pemeliharaan terencana (planned Kode Analisa : 1-1 maintenance) dan pemeliharaan tak-terencana/insidental. Pekerjaan : Perbaikan dinding retak (membobok dan menambal kembali) No Uraian Volume Satuan Harga Satuan (Rp) 3.1.1 Pemeliharaan terencana A BAHAN 1 Pasir pasang m3 ............... Pemeliharaan terencana adalah pemeliharaan yang diatur untuk mengantisipasi 2 Semen zak ............... perubahan/penurunan kualitas yang terjadi pada bangunan diwaktu yang akan B ALAT datang. Pemeliharaan terencana terdiri: 1 Alat bantu Ls ............... - Sendok spesi a. Pemeliharaan rutin, yang harus dilakukan secara rutin - Cangkul dalam kurun waktu yang singkat, misalnya setiap hari - Ember, dll (harian), seminggu sekali (mingguan). (misalnya: mem- C UPAH bersihkan lantai setiap hari, menguras bak mandi se- 1 Mandor HOK ............... minggu sekali, dll) 2 Kepala tukang HOK ............... 3 Tukang HOK ............... b. Pemeliharaan berkala, yang harus dilakukan secara 4 Pekerja HOK ............... berkala dalam kurun waktu yang agak pajang, misal- A+B+C Biaya Langsung nya sebulan sekali (bulanan), setahun sekali (tahunan), D Biaya Tak Terduga dll. 10% atau beberapa tahun sekali. (misalnya: pengecatan A+B+C+D Harga Satuan ulang, memberi pelumas pada pintu, dll) Sebelum mendapatkan biaya total pemeliharaan bangunan perlu dicari harga satuan 3.1.2 Pemeliharaan tak terencana/insidental pemeliharaan seperti yang tampak pada tabel diatas. Pemeliharaan yang tidak terencana merupakan tindakan perbaikan akibat dari adanya Setelah harga satuan didapat baru dimasukan kedalam tabel rekapitulasi biaya pe- kejadian atau kerusakan yang tiba - tiba dan tidak/belum diprediksi sebelumnya. meliharaan. Contoh: 3.2 Tim Pelaksana Kegiatan Pemeliharaan Misalnya disekolah ada tembok yang retak sebesar 10 m2. Pertama perlu dicari Pada dasarnya pemeliharaan sekolah adalah kewajiban harga satuan untuk biaya perbaikan dinding retak untuk area 1m2 dengan meng- bagi semua warga sekolah. Didalam pelaksanaannya gunakan daftar analisa biaya pemeliharaan. perlu dibentuk tim pelaksana kegiatan pemeliharaan Setelah harga satuan diperoleh baru dimasukan kedalam tabel rekapitulasi harga yang secara khusus bertanggung jawab atas pemeliharaan pada tabel berikut. pelaksanaan kegiatan pemeliharaan tersebut. Tugas dan tanggungjawab tim tersebut adalah: a. Menginventarisasi jenis dan komponen bangunan yang akan dipelihara; b. Membuat rencana pemeliharaan; c. Menyusun rencana anggaran biaya yang diperlukan; d. Melaksanakan pemeliharaan sesuai dengan yang direncanakan; dan e. Membuat laporan pelaksanaan pemeliharaan, sebagai wujud pertanggung- jawaban tim.12 Panduan Manajemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah Panduan Manajemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah 93
    • Lampiran 4 Analisa Biaya Pemeliharaan Hal-hal yang mempengaruhi biaya pemeliharaan antara lain: 1) Umur Bangunan; semakin tua usia bangunan semakin besar biaya pemeliharaan- nya; a-b. Membuat intervensi & perenca- c. Menyusun rencana anggaran 2) Kualitas Bangunan; semakin buruk kualitas bangunan semakin sering biaya per- naan pemeliharaan baikan dikeluarkan; 3) Volume/Luas Bangunan, semakn besar bangunan dan semakin kompleks sara- nanya semakin banyak biaya pemeliharaan pertahun; 4) Intensitas Kegiatan; kesibukan yang terjadi dalam bagunanan berpengaruh terh- adap besarnya biaya pemeliharaan; 5) Faktor Iklim/cuaca; tingkat kerusakan pada bangunan tergantung pada iklim/ cuaca sehingga setiap daerah bisa berbeda; d. Mempertanggungjawabkan pelak- d. Melaksanakan kegiatan pemeli- 6) Debu, kotoran, dan polusi udara; sanaan haraan 7) Faktor Biologis; kerusakan komponen bangunan akan menentukan besarnya biaya pemeliharaan; dan 8) Air laut, dan angin laut. 3.2.1 Inventarisasi dan Perencanaan Pemeliharaan Bangunan Sebelum menyusun perencanaan pemeliharaan dilakukan survei untuk Cara Menganalisa Biaya Pemeliharaan mengidentifikasi jenis dan jumlah komponen bangunan yang perlu dipelihara, dan 1) Estimasi biaya pemeliharaan didasarkan pada volume pekerjaan dan harga mengklasifikasikan menurut frekuensi, teknik dan membuat strategi pemeliharaan satuan pekerjaan. yang akan dilaksanakan. 2) Volume pekerjaan, ditentukan oleh 8 faktor di atas tadi. Tim pemeliharaan bangunan sebaiknya menyiapkan dokumen sekolah yang terkait dengan komponen bangunan yang akan dipelihara, antara lain: 3) Harga satuan, adalah harga bahan, alat dan upah tenaga. a. As built drawing (gambar purna laksana), yang menggambarkan kondisi bangu- nan sesuai dengan kenyataan yang dibangun. b. Spesifikasi teknik bahan yang digunakan dan pedoman teknik pelaksanaan pekerjaan. 3.2.2 Rencana pemeliharaan untuk jangka waktu satu tahun anggaran, Meliputi: a. Jenis komponen bangunan yang akan dipelihara; b. Volume setiap komponen;92 Panduan Manajemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah Panduan Manajemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah 13
    • c. Waktu pelaksanaan pemeliharaan (harian, mingguan,bulanan, tahunan); 10) Supaya atap bangunan sekolah tidak cepat mengalami kerusakan atau kebo- d. Perkiraan biaya yang diperlukan untuk kurun waktu satu tahun; dan coran, sebaiknya tidak melempari atap bangunan dengan benda apapun. Aktifi- e. Pelaksana yang dipercaya untuk mengerjakan (kerja bakti warga sekolah, komite tas yang mempunyai resiko kerusakan terhadap atap, sebaiknya dijauhkan dari sekolah, warga sekitar, karyawan sekolah, tukang atau ahli dari luar sekolah, gedung sekolah. dsb). 11) Apabila memerlukan pengait pada dinding, mintalah pertolongan tukang untuk memasang lapisan kayu, dan sekruplah pengait pada bagian kayu ini. Memaku Contoh daftar identifikasi permasalahan pada bangunan sekolah: dinding dapat menyebabkan keretakan pada dinding tersebut. Lingkup Tindakan 12) Apabila terdapat permasalahan pada bangunan dan fasilitasnya, segera lapor- NO Komponen Bangunan Masalah/kasus kan kepada tim pemeliharaan gedung atau kepada kepala sekolah. Pemeliharaan Perbaikan Penggantian 13) Apabila ada bagian bangunan yang dicurigai/terbuat dari bahan asbes maka 1 Atap Seng bocor bagian bangunan tersebut harus dipelihara sesuai dengan petunjuk pengelolaan 2 Lantai Kotor bahan asbes di sekolah pada bab 4 buku panduan ini. 3 Bola lampu Mati Contoh Rencana Kegiatan Pemeliharaan Bangunan Sekolah Frekuensi Pekerjaan Sumber Pembiayaan NO Komponen Kegiatan Pelak Kete Bangunan sana Hr Mg Bln 5 Insi- rang Th Rutin Komsek BOS Th dental an Perbaikan dinding Dinding retak Plesteran Cat ulang Lantai Pembersihan rutin Ganti ubin yang pecah Atap Perbaikan atap bocor Perbaikan talang Kusen Plitur Ganti kaca pecah ................ ................14 Panduan Manajemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah Panduan Manajemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah 91
    • Lampiran 3 3.2.3 Menyusun Rencana Anggaran Biaya Pemeliharaan Rencana pemeliharaan bangunan merupakan bagian dari Rencana Kegiatan Anggaran Sekolah (RKAS), oleh karena itu anggaran biaya pemeliharaan bangunan Tata tertib Sekolah juga bagian dari Rencana Anggaran dan Pendapatan dan Belanja Sekolah (RAPBS). Berikut ini adalah tata tertib pengguna gedung sekolah yang harus dimengerti dan Besarnya biaya pemeliharaan dipengaruhi oleh strategi pemeliharaan, umur dipatuhi. Tim pemeliharaan sekolah dapat menambahkan peraturan baru bila diper- bangunan, kualitas bangunan, volume/luas bangunan, intensitas kegiatan pada lukan. Tata tertib ini membantu menjaga sekolah tetap bersih dan terpelihara dengan bangunan, faktor iklim/cuaca; dan faktor biologis baik. Biaya pemeliharaan terdiri dari dua komponen utama yaitu komponen upah tenaga 1) Jaga kebersihan dan kerapihan ruangan. kerja dan biaya untuk membeli bahan dan peralatan pedukung. 2) Bersihkanlah alas kaki sebelum memasuki ruangan. 3.2.4 Monitoring dan Evaluasi 3) Buanglah sampah pada tempatnya untuk kemudian dikumpulkan dan dibakar. Dengan menjaga kebersihan dan kerapihan ruangan secara disiplin maka akan 1. Kepala sekolah dan 2. Tim pelaksana 3. Rekomendasi hasil tercipta kondisi belajar yang sehat, aman dan nyaman. pengurus sekolah perlu kegiatan pemeliharaan evaluasi terhadap melakukan monitoring bangunan sekolah pelaksanaan 4) Peliharalah kebersihan dinding, perlengkapan, serta perabotan sekolah. Din– terhadap pelaksanaan harus membuat laporan pemeliharaan ini ding, perlengkapan serta perabotan yang bersih, enak dipandang sehingga mem- pemeliharaan, dan pertanggung jawaban dapat digunakan berikan citra yang baik kepada sekolah dan masyarakat. Salurkan kreatifitas baik melakukan evaluasi. kepada kepala sekolah sebagai masukan atau berupa tulisan maupun gambar pada selembar kertas, kemudian pajang pada Evaluasi difokuskan atas pelaksanaan pertimbangan dalam papan mading (majalah dinding) yang terbuat dari kayu. Kayu untuk papan mad- kepada efektivitas dan kegiatan pemeliharaan penyusunan program ing ini tidak harus menggunakan material yang baru. Papan lama sisa renovasi efisiensi kinerja tim yang telah dilaksanakan. pemeliharaan di masa pintu atau dinding bangunan bisa digunakan untuk menjadi papan mading ini. pelaksana. Selanjutnya kepala yang akan datang. 5) Supaya dinding tidak cepat kotor, sebaiknya dinding gedung sekolah tidak digu- sekolah harus nakan untuk bersandar. Perabotan atau barang apapun sebaiknya juga dijaga melaporkan kepada jaraknya supaya tidak menempel dengan dinding sekolah baik diluar maupun komite sekolah, pada didalam bangunan, karena hal ini dapat menimbulkan kelembaban pada dinding akhir tahun anggaran. bangunan. 6) Jaga keamanan sekolah dengan baik. Matikan lampu setelah kegiatan sekolah berakhir untuk menghindari pemborosan energi. Tutup dan kunci pintu dengan baik. 7) Apabila air ledeng pada WC atau toilet sedang tidak tersedia, gunakanlah air dari sumur atau persediaan air bersih lainnya untuk memenuhi kebutuhan sanitasi. 8) Untuk menghindari penyumbatan, sebaiknya tidak membuang apapun pada klo- set dan saluran pembuangan air kotor. 9) Tutuplah selalu keran air dengan benar sampai tidak menetes untuk menghindari pemborosan air bersih. Membuka-menutup keran air sebaiknya tidak dengan kasar, untuk menghindari kerusakan pada keran air.90 Panduan Manajemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah Panduan Manajemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah 15
    • 3.3 Pemeliharaan Komponen Bangunan Sekolah Didalam memelihara bangunan sekolah perlu secara terus menerus ditanamkan kepedulian kepada seluruh warga sekolah tentang tanggung jawabnya terhadap pemeliharaan bangunan sekolah, adanya sistem penanganan pemeliharaan bangunan sekolah, dan tersedianya bahan dan peralatan sederhana untuk mendukung pelaksanaan pemeliharaan oleh pihak sekolah. Pemeliharaan komponen bangunan meliputi pemeliharaan rutin menerus, berkala, insidental, dan perbaikan ringan terhadap komponen bangunan sekolah adalah sebagai berikut: Gunting rumput Selang air Tangga 3.3.1 Atap Bagian atap bangunan terdiri dari tiga bagian utama yaitu: kerangka atap, penutup atap, dan plafon/langit-langit. 3.3.1.1 Rangka Atap Kayu Sebelum bangunan gedung baru digunakan, perlu dilakukan pemeriksaan terhadap kondisi rangka atap. Pemeriksaan selanjutnya dapat dilakukan secara berkala setiap setahun sekali. Tujuan dari pemeriksaan adalah untuk melihat Pel Sapu Sikat kemungkinan ada bagian struktur atap yang berubah bentuk, baut-baut pengikat mungkin ada yang kendor atau begel ada yang bergeser dari tempat yang seharusnya karena terjadinya proses penyusutan. Pemeliharaan Rutin Baut–baut yang kendor segera dikencangkan kembali dan begel yang lepas atau bergeser segera dibetulkan kembali. Waktu pemeriksaan dan pembetulan: Sekitar tiga sampai enam bulan sejak bangunan selesai dibangun, tepatnya setelah musim kemarau jika kayu Kuas cat Cangkul mengalami proses penyusutan. Roller cat Bahan, alat, dan perlengkapan: tangga, kunci inggris, baut cadangan, senter (baterai).16 Panduan Manajemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah Panduan Manajemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah 89
    • 3.3.1.2 Penutup Atap Penutup atap sering terkena gangguan dari luar seperti angin, hujan, atau kejatuhan benda keras seperti lemparan batu, bola, dsb. Disamping itu, secara berkala perlu dilakukan pemeriksaan bila ada pepohonan yang dahan, ranting dan daunnya bersandar atau menumpang di atas atap karena: a. Akan mengganggu aliran air saat hujan; b. Saat ada angin pohon akan bergerak menekan dan menggesek bidang atap da- pat mengakibatkan penutup atap menjadi retak, pecah, atau bergeser sehingga Selotip PTFL Gergaji kayu Prasiku kayu mengakibatkan bocor saat terjadi hujan; c. Sering terjadi daun terselip di sela–sela genting atau seng dan akan dialiri air saat terjadi hujan; dan d. Pohon juga sering ditempati semut atau serangga, jika ada bagian yang menem- pel bangunan akan digunakan untuk rambatan serangga ke bangunan. Oleh karena itu, penutup atap perlu diamati secara rutin terhadap kemungkinan adanya kerusakan, sampah, atau terjadi perubahan yang menyebakan kebocoran. Apabila ditemukan adanya kerusakan, harus segera dilakukan perbaikan agar tidak mengakibatkan kerusakan yang lebih parah dan menjalar ke bagian bangunan lainya. Bilah perata Tang Kemoceng Pembersihan rutin perlu dilakukan secara berkala pada talang setiap menjelang musim hujan atau setiap kelihatan ada kotoran yang diduga dapat menganggu aliran air hujan. Waktu Pembersihan Rutin: sebulan sekali. Alat, bahan dan perlengkapan: tangga, papan kayu, sapu lidi, pengki (serokan). Saat membersihkan penutup atap (genteng, seng atau bahan lainnya), jangan sampai kaki menginjak langsung di atasnya. Jika terpaksa harus menginjak, gunakan papan tebal 2 cm, lebar minimum 20 cm dan panjang sekitar 2 m untuk alas pijakkan. Hal ini agar genteng, Sapu lidi Kape Serokan sampah seng maupun talang tidak rusak.88 Panduan Manajemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah Panduan Manajemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah 17
    • 3.3.1.2.1. Penutup Atap Genteng Masalah yang sering terjadi: Lampiran 2 a. Terdapat kotoran sampah daun kering, baik yang jatuh dari pohon di sekitarnya maupun Daftar perlengkapan dan alat-alat pemeliharaan gedung sekolah yang terbawa angin; b. Genteng retak/pecah akibat benturan benda keras atau kerusakan pada rangka atap; c. Posisi genteng bergeser atau lepas/jatuh (terutama bagian tepi), karena adanya gesekan, getaran atau dorongan angin; d. Pemasangan tidak rapi karena bentuk genteng tidak seragam (sempurna) akibat penyusutan saat proses pengeringan dan pembakaran; dan e. Pemasangan genteng bubungan (nok) sering bocor karena pemasangan kurang sempurna, bisa disebabkan oleh perubahan bentuk pada balok nok atau papan ruiter yang mengalami penyusutan sehingga spesi pada pasangan genteng re- Kereta dorong Sekop Ember tak dan bocor saat hujan. Kemungkinan lainnya adalah adanya retak rambut pada spesi akibat penyusutan yang cepat karena terkena panas langsung saat pemasangannya. Solusinya: A. Perawatan berkala 1) Bersihkan secara berkala kotoran baik 2) Periksa atap genteng secara berkala di atas genteng maupun talang minimal sehingga jika ada yang bergeser, jatuh setiap menjelang musim hujan. Pada atau pecah dapat segera diketahui. saat membersihkan tidak menginjak Pemeriksaan dapat dilakukan dengan langsung pada genteng maupun talang, melihat dari loteng (ruang antara langit- Palu sakar & palu besar Linggis Cetokan semen dapat dilakukan dengan cara membuka langit dengan genteng), untuk melihat genteng beberapa buah yang posisinya apakah terdapat lubang dengan melihat pada usuk/kasau sehingga kaki bisa cahaya dari luar yang menembus sela- menginjak langsung pada usuk/kasau sela genteng. tersebut. Waktu: enam bulan sekali. Alat, bahan dan perlengkapan: tangga, sapu lidi, serokan Perata plesteran Meteran Obeng listrik & obeng biasa18 Panduan Manajemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah Panduan Manajemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah 87
    • LAMPIRAN Lampiran 1 B. Perbaikan ringan Segera lakukan perbaikan atau penggantian jika diketahui ada yang rusak dengan cara: Rangkuman Frekuensi Pemeliharaan Bangunan Sekolah a. Ganti genteng yang pecah atau retak. b. Perbaiki dan tempatkan kembali genteng yang bergeser posisinya. Frekuensi Pemeliharaan Komponen Bangunan Setiap saat c. Genteng yang bentuknya tidak sempurna sebaiknya diganti agar pasangan bisa Harian Mingguan Bulanan Tahunan diperlukan rapi dan tidak mengakibatkan bocor. 1. Atap a. Kerangka atap v v Waktu: tiga bulan sekali atau saat diketahui ada indikasi kerusakan. b. Penutup atap v v c. Pembersihan talang v v Alat, bahan dan perlengkapan: tangga, genting cadangan. 2. Plafon v v 3. Dinding Genteng bubungan yang bocor harus diperbaiki dengan membongkar bagian yang a. Pembersihan v b. Pengecatan v (3-4 th) bocor dan sekitarnya. Sebelum dipasang kembali spesinya dilapisi terlebih dahulu 4. Pintu - Jendela v dengan lembaran plastik supaya kalau terjadi retak pada spesinya rembesan air a. Pembersihan v dapat tertahan oleh plastik dan mengalir ke genteng di bawahnya. Campuran spesi b. Pelumasan/pembetulan v v sebaiknya ditambahkan dengan bahan kedap air (water proofing). c. Pengecatan v (3-4 th) 5. Lantai v v Waktu: insidental saat diketahui ada kerusakan. 6. Instalasi air & Sanitasi v v v (WATSAN) Alat, bahan dan perlengkapan: tangga, papan kayu ukuran 2cm x 20cm panjang 7. Instalasi listrik v v 2 m, minimum 2 lembar, Peralatan tukang batu (palu, betel, cetok/sendok spesi, 8. Halaman (Eksterior) rooskam, bilah perata,sekop, ember), genteng dan bubungan cadangan, plastik a. Pembersihan sampah v v v lembaran, semen, pasir, air, karung penutup b. Pembersihan selokan v c. Pemotongan tumbuhan v v d. Pemeliharaan taman v v 3.3.1.2.2 Penutup atap seng gelombang Masalah yang sering terjadi: a. Baut atau paku penahan longgar dan tidak dileng- kapi dengan cincin karet (rubber sealer), sehingga mudah bocor; b. Bentuk lembaran tertekuk karena terkena benturan atau terinjak sehingga aliran air tidak lancar; Tanpa cincin karet c. Lembaran tertekuk terutama di bagian tepi, karena paku penahannya lepas dan lembaran terdorong angin; d. Seng bubungan bergeser karena pakunya lepas, mengakibatkan ada bagian bubungan yang tidak tertutup dan bocor; Dengan cincin karet 86 Panduan Manajemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah Panduan Manajemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah 19
    • e. Adanya lubang paku yang gagal terpasang atau salah memaku; dan 5.3.4 Pemeliharaan Perabot Dengan Bahan dasar particle board f. Lembaran atap berkarat Karakteristik bahan: Particle board tersusun dari serbuk kayu dicampur dengan per- ekat/lem dan dipres/cetak sehingga menjadi lembaran. Bagian luar dipapisi dengan Solusinya: lembaran formika atau PVC (plastik) yang tahan terhadap air. Perekat/lem yang di- A. Perawatan berkala gunakan umumnya tidak tahan terhadap air atau lembab. Periksa atap seng gelombang secara berkala, bila ada yang bergeser, pakunya lepas, Masalah yang sering timbul: atau kerusakan lain. Pemeriksaan dapat dilakukan dengan melihat dari loteng (ruang - Perabot kotor oleh debu atau kotoran lain; antara langit-langit dengan seng), untuk melihat apakah terdapat lubang dengan - Sepatu alas kakinya lepas/rusak; melihat cahaya dari luar yang menembus lubang/sela-sela seng. - Aksesoris kendor/lepas; Waktu: tiga bulan sekali atau saat diketahui ada indikasi kerusakan. - Melentur/melendut akibat beban; dan Alat, perlengkapan: tangga, dan baterei. - Rusak karena particle board terurai. B. Perbaikan ringan: 1) Beri silikon sealer atau flinkote untuk menutup kelonggaran di sekeliling baut/ Solusi: paku supaya tidak terjadi bocor. A. Pemeliharaan rutin/menerus 2) Jika tidak mengganggu lembaran yang berlekuk dibiarkan saja jangan ditekuk 1) Gunakan perabot sesuai dengan fungsinya, misalnya tidak duduk di atas meja, balik karena akan terjadi sobek. Tetapi kalau lekukkannya sudah mengakibatkan tidak menggunakan meja untuk panggung, dsb.; aliran air tidak lancar sebaiknya lembaran tersebut diganti. 2) Bersihkan permukaan setiap hari dengan 3) Jika ditemukan ada paku atau sekrup pengikat yang lepas atau kendor segera sulak (kemoceng), dan jika ada kotoran yang dilakukan perbaikan, untuk menghindari bocor saat terjadi hujan dan paku atau melekat bersihkan dengan kain basah dan di- sekrup harus dilengkai dengan ring karet. lap lagi dengan kain lap sampai kering; 4) Jika atap yang diganti berupa seng (metal berlapis galvanis) maka bahan peng- 3) Hindarkan dari sinar matahari langsung ganti tersebut sebelum dicat terlebih dulu dilapisi dengan meni besi (red-oxide) dan air; kemudian dilapisi dengan cat tahan cuaca (weather shield). 4) Jangan menaruh benda panas di atas pera- 5) Dalam melakukan perbaikan jangan sampai menginjak langsung ke bidang atap. bot; Jika terpaksa harus menginjak, gunakan papan yang agak panjang (± 2m) seba- gai alas injakan kaki. 5) Jika menggeser almari atau meja seba- iknya isi/beban dikosongkan terlebih dulu supaya ringan, kemudian diangkat 6) Jika ditemukan ada bekas lobang paku yang gagal terpasang, maka lubang (tidak diseret). tersebut harus ditutup menggunakan flinkote yang dilakukan dengan cara: - laburkan flinkote pada retakan atau lubang; 6) Jangan menempatkan perabot di tempat yang lem- - lapisi dengan kain; dan bab; - laburkan flinkote kembali di atasnya hingga rata. 7) Tidak membebani perabot yang melebihi batas 7) Jika ada yang berkarat, bersihkan bagian yang berkarat tersebut dengan meng- kekuatannya, karena bahan ini mudah melentur; gunakan sikat kawat dan diamplas dengan amplas halus. Setelah bersih lakukan dan prosedur seperti pada no.4. Apabila karat sudah parah (bila disikat sudah sangat 8) Pastikan bahwa kaki meja, kursi, atau almari yang tipis dan berlubang) maka sebaiknya lembaran tersebut diganti dengan lembaran menumpu ke lantai harus dilengkapi dengan sepatu yang baru. dari plastic atau karet agar terhindar dari lembab atau air dari lantai.20 Panduan Manajemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah Panduan Manajemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah 85
    • - Cat kusam atau terkelupas; Waktu: enam bulan sekali. - Sepatu alas kakinya lepas/rusak; dan Alat, bahan dan perlengkapan: tangga, palu besi, catut/tang, papan 2cm x 20cm panjang 2m, seng baru, paku/sekrup seng, flinkote, cat tahan cuaca, meni besi, - Berkarat silikon sealer, ring karet, sikat kawat, amplas halus. Solusi: 3.3.2 Plafon/Langit-Langit A. Pemeliharaan rutin/menerus Kursi plastik yang rusak Masalah yang sering timbul: 1) Gunakan perabot sesuai dengan fungsinya, misalnya tidak duduk di atas meja, 1) Plafon kotor oleh debu atau sarang laba-laba; tidak menggunakan meja untuk panggung, dsb; 2) Terdapat noda, kusam dan jamur akibat terkena air 2) Bersihkan permukaan setiap hari dengan sulak (kemoceng), dan jika ada kotoran dari atap yang bocor; yang melekat bersihkan dengan kain basah; 3) Plafon rusak, mengelupas, berlubang; dan 3) Hindarkan dari sinar matahari langsung; 4) Kalau ada bahan lain yang digunakan selain tripleks, 4) Jangan menaruh benda panas di atas perabot; lihat Bab 4 tentang Manajemen Asbes di sekolah. 5) Jika menggeser almari atau meja sebaiknya isi/beban dikosongkan terlebih dulu supaya ringan, kemudian diangkat (tidak diseret); dan Solusinya: 6) Dijaga jangan sampai sobek atau patah akibat salah penggunaan atau pembe- A. Pemeliharaan rutin/menerus banan yang melebihi kapasitas, karena sulit atau bahkan tidak bisa diperbaiki. 1) Bersihkan plafon dengan menggunakan sapu bertangkai panjang. Jika menggu- Waktu: setiap hari nakan tangga perhatikan agar kaki tangga atau steger harus diberi alas kain atau Alat, perlengkapan dan bahan: kain lap, sulak (kemoceng) kertas yang digulung-gulung agar tumpuan tangga tidak merusak lantai/keramik akibat dari beban yang terpusat. B. Pemeliharaan berkala 2) Hindarkan penempatan benda-benda yang membebani plafon, karena dapat Lakukan pemeriksaan secara berkala, bila ada tanda-tanda kerusakan atau akan mengakibatkan plafon melengkung, pecah atau pakunya terlepas. terjadi kerusakan seperti aksesoris lepas, buka/tutup pintu/laci tidak lancar, sepatu Waktu: seminggu sekali. alas kaki rusak/hilang, dsb.). Alat, dan perlengkapan: sapu bertangkai panjang dan tangga. Waktu: tiga bulan sekali. Alat, perlengkapan dan bahan: lembar pencatatan. B. Pemeliharaan berkala 1) Periksa secara berkala, bila ada tanda-tanda bekas tetesan air dari atap bo- C. Perbaikan ringan cor, atau ada tanda-tanda kerusakan berupa penurunan kerangka, paku lepas, Segera lakukan perbaikan jika ada bagian-bagian lepas, kendor, atau rusak, agar lapisan tripleks mengelupas, dsb. tidak semakin parah. Tetapi jika rusaknya sudah parah dan tidak efisien dilakukan 2) Lakukan pengecatan ulang (setiap 3 tahun atau 4 tahun sekali) atau bila war- perbaikan, sebaiknya disingkirkan saja dan ganti dengan yang baru. nanya sudah terlihat kusam dan disarankan menggunakan cat warna putih agar Waktu: setiap saat ada kerusakan. ruangan menjadi terang, karena bisa berfungsi sebagai reflektor cahaya. Alat, perlengkapan dan bahan: tang, obeng, aksesoris pengganti. Waktu: tiga bulan sekali atau saat ada indikasi kerusakan, dan pengecatan ulang setiap 3-4 tahun sekali. Alat: tangga, kuas/roller, dan cat.84 Panduan Manajemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah Panduan Manajemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah 21
    • C. Perbaikan ringan 8) Tidak membebani perabot yang melebihi batas kekuatannya, karena kalau ter- jadi perubahan bentuk (bengkok, lendut, patah) akan sulit untuk dikembalikan 1) Paku yang lepas harus segera dipaku kembali agar kerusakan tidak menjadi lebih seperti semula; parah; 9) Jauhkan bahan-bahan yang menyebabkan korosi dari perabot agar tidak berka- 2) Jika ada penutup plafon yang rusak seperti tripleks lapisannya terkelupas atau rat; dan ada yang berlobang atau sobek segera lakukan penggantian khusus untuk lem- baran yang rusak tersebut, dan dicat seperti bagian yang lain; dan 10) Pastikan bahwa kaki meja, kursi, atau almari yang menumpu ke lantai harus dilengkapi dengan sepatu dari plastic atau karet agar tidak menimbulkan luka 3) Plafon yang terdapat noda jamur sebaiknya dilapisi dengan cat kayu sebelum gores pada lantai. dicat dengan cat plafon. Waktu: setiap hari. Alat, perlengkapan dan bahan: kain lap, sulak (kemoceng). B. Pemeliharaan berkala Lakukan pemeriksaan secara berkala, bila ada tanda-tanda kerusakan atau akan terjadi kerusakan berupa tumbuhnya karat, buka/tutup pintu/laci tidak lancar, sam- Identifikasi Bagian yang rusak Plafon yang rusak Dicat kembali bungan akan lepas, cat mengelupas, sepatu alas kaki rusak/hilang, dsb. bagian plafon dilepaskan diganti Waktu: tiga bulan sekali. yang rusak Alat, perlengkapan dan bahan: lembar pencatatan. Waktu: setiap saat ada kerusakan. Alat, bahan dan perlengkapan: palu, gergaji, tangga, kuas/rol cat, amplas, paku C. Perbaikan ringan tripleks, lembaran tripleks, plamur tembok, dan cat. 1) Jika ada cat yang tekelupas segera lakukan pengecatan ulang sebelum terlan- jur berkarat. Sebelum pengecatan ulang, terlebih dahulu harus diamplas sampai 3.3.3 Dinding bersih, baru dimeni dengan meni besi dan dicat; Masalah yang sering timbul: 2) Lakukan perbaikan jika ada bagian-bagian lepas, kendor, atau rusak, agar tidak semakin parah. Tetapi jika rusaknya sudah parah dan tidak efisien dilakukan per- baikan, sebaiknya disingkirkan saja dan ganti dengan yang baru. Waktu: setiap saat ada kerusakan. Alat, perlengkapan dan bahan: kuas, kape, obeng, amplas, meni, cat, sepatu/alas kaki (karet/plastik). 5.3.3 Pemeliharaan Perabot berbahan Plastik Karakteristik bahan ini bervariasi, tetap umumnya bersifat elastis, ringan, tidak tahan api, dan mudah sobek. Bahan jenis ini kalau sudah rusak sulit/tidak bisa diperbaiki. Masalah yang sering timbul: Tembok kotor Tembok retak Tembok lembab - Perabot kotor oleh debu atau kotoran lain; - Tergores oleh benda tajam sehingga pelapis luarnya rusak;22 Panduan Manajemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah Panduan Manajemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah 83
    • 3) Perbaikan terhadap yang lapuk dapat dilakukan dengan mengganti bagian yang rusak/lapuk tersebut. Tetapi jika kerusakan terlalu parah dan tidak efisien dilaku- kan perbaikan, sebaiknya disingkirkan saja. Waktu: setiap saat ada kerusakan. Alat, perlengkapan dan bahan: alat tukang kayu, kape, kuas, paku/sekrup peng- ganti, kunci L, bahan cat/pelitur, amplas. 5.3.2 Pemeliharaan Perabot dari bahan logam Karakteristik logam: Pada umumnya logam mempunyai kekuatan cukup tinggi, tetapi tidak tahan terhadap asam dan bahan penyebab korosi yang akan mengakibatkan logam berkarat. Retak rambut Plester tembok rapuh Cat tembok warnanya kusam Masalah yang sering timbul: dan tak merata - Perabot kotor oleh debu atau kotoran lain; Solusinya: - Tergores oleh benda tajam sehingga pelapis luarnya rusak; A. Pemeliharaan rutin - Cat kusam atau terkelupas; 1) Bersihkan permukaan dinding dari debu atau kotoran lain- nya secara rutin (seminggu sekali) sebelum debu /kotoran - Sepatu alas kakinya lepas/rusak; dan terlanjur melekat. Gunakan kemoceng untuk membersih- - Berkarat kan debu kering, tetapi kalau sudah terlanjur melekat guna- kan kain basah (lembab) supaya kotoran mudah lepas. Solusi: A. Pemeliharaan rutin/menerus 2) Penempatan perabot atau benda lain sebaiknya tidak menempel 1) Bersihkan permukaan setiap hari dengan sulak (kemo- rapat pada dinding agar dinding masih bisa dibersihkan dan udara ceng), dan seminggu sekali dibersihkan dengan lap ba- bisa leluasa beredar dan mencegah dinding menjadi lembab sah; hingga mudah terkelupas. 2) Hindarkan dari sinar matahari langsung dan air hujan; 3) Jangan menaruh benda panas di atas perabot; 3) Hindari dinding dari benturan benda keras agar permukaan 4) Jika menggeser almari atau meja sebaiknya isinya dikosongkan terlebih dulu su- tidak terluka atau cacat. paya ringan, kemudian diangkat (tidak diseret) dan dipindahkan ketempat yang dikehendaki; 4) Hindari tembok dari benda penyebab korosif seperti garam, 5) Gunakan perabot sesuai dengan fungsinya, misalnya tidak duduk di atas meja, pupuk, dan bahan kimia lain. tidak menggunakan meja untuk panggung, dsb; 6) Hindarkan dari asam dan segera bersihkan jika terlanjur terkena, karena akan Waktu: harian, mingguan dan saat kelihatan ada kotoran menempel. mudah korosi; Alat dan perlengkapan: kemoceng, tangga, sapu bertangkai. 7) Jika ada bagian yang basah segera dikeringkan dengan menggunakan kain lap untuk menghindari tumbuhnya karat;82 Panduan Manajemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah Panduan Manajemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah 23
    • B. Pemeliharaan berkala 6) Untuk menghindari serangan rayap dapat dilakukan dengan cara tidak menempatkan perabot di tempat 1) Lakukan pengamatan (kontrol) setiap tiga lembab, dan sering dipindah (digeser) posisinya; dan bulan sekali, jika ada perubahan seperti re- tak, mengelupas atau tanda-tanda kerusa- 7) Tidak menggores permukaan perabot dengan benda kan lainnya. tajam agar lapisan pelindungnya tidak rusak dan per- mukaan tetap halus dan rata. Waktu: setiap hari. 2) Lakukan pengecatan ulang sekurang kurangnya 3 ta hun sekali dengan cat tembok untuk memberi perlin- Alat, perlengkapan dan bahan: kemoceng, kain lap, pembersih kaca (bila ada pe- dungan sekaligus memberi keindahan. rabot yang menggunakan kaca), B. Pemeliharaan berkala Waktu: tiga bulan untuk pengamatan kerusakan, dan tiga tahun untuk pengecatan Periksa secara berkala, bila ada tanda-tanda kerusakan atau akan terjadi kerusakan ulang. berupa sekrup kendor, sambungan akan lepas, cat mengelupas, dsb.). Alat, bahan dan perlengkapan: kuas/rol cat, skrap (kape), tangga, amplas,dempul Waktu: tiga bulan sekali. tembok, plamur, dan cat tembok. Alat, perlengkapan dan bahan: - C. Perbaikan ringan 1) Dinding yang retak menembus pasangan bata/batakonya, perlu ada pengama- C. Perbaikan ringan tan terhadap retak yang terjadi, apakah terus bertambah lebar atau tidak. Jika retak Lakukan pelapisan/finishing ulang (pelitur, cat, melamin, vernis, dsb.) apabila sudah terus bertambah lebar perlu dikonsultasikan dengan ahli bangunan, karena kemung- terkelupas atau kusam, misalnya setiap tiga atau empat tahun sekali, dengan cara: kinan ada perubahan pada pondasi. Langkah-langkah perbaikan seperti ilustrasi berikut: 1) Diamplas seluruh permukaan yang akan dicat/pelitur hingga rata dan halus; 2) Jika ada yang berlubang, tutup lubang tersebut dengan dempul; 3) Jika meggunakan cat, sebelum dicat lapisi dulu dengan plamur, diamplas, baru dicat; 4) Jika menggunakan pelitur, sebelum melakukan pemelituran terlebih dahulu lapisi permukaan dengan oker seperti memplamur, diamplas sampai halus dan rata. Pengamatan terhadap retak Perlebar retak tersebut Siram terlebih dahulu den- Lanjutkan dengan pemelituran dengan menggunakan yang terjadi dengan dibobok agar bisa gan air sampai jenuh diisi dengan spesi. kain oval yang halus dicelupkan dalam pelitur dan di- oleskan ke permukaan kayu dengan arah memutar; 1) Kencangkan setiap saat bila ada sekrup atau paku perangkai yang kendor; 2) Khususnya perabot yang sambungannya meng- gunakan sistem knock-down jika sekrup sambun- gan kendor/terlihat sambungan renggang segera Jaga agar plesteran tetap Aci dengan pasta semen Isi bobokan dengan spesi 1 PC : 3 Ps basah/lembab selama pros- agar halus dan rata dengan hingga penuh dan rata permukaan- kencangkan, dengan menggunakan kunci L; dan es pengeringan (±2 minggu). bagian yang lain/lama nya. Bila perlu beri perkuatan dengan Setelah tembok kering baru besi beton Ø 6 mm setiap jarak 40 cm dilakukan pengecatan. arah tegak lurus terhadap arah retakan tersebut ditanam dalam plesteran.24 Panduan Manajemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah Panduan Manajemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah 81
    • Bahan Dasar Perabot yang banyak kita jumpai di sekolah antara lain: Waktu: setiap saat ada kerusakan. 1) Perabot dengan bahan dasar kayu; Alat, bahan dan perlengkapan: peralatan tukang batu (palu, betel, cetok spesi, rooskam, bilah perata (blebes), skop, ember), Peralatan tukang cat 2) Perabot dengan bahan dasar logam; (amplas, skrap/kape, kuas/rol cat), Bahan: semen, pasir, air, besi tulangan Ø 3) Perabot dengan bahan dasar plastik/fiber; dan 6mm (bila perlu), plamur, cat tembok, steger (dari bambu), dan paku. 4) Perabot dengan bahan dasar particle board. 2) Tembok lembab; Jika penyebabnya karena terjadi resapan air dari tanah bawah Berikut diuraikan cara pemeliharaan perabot sekolah berdasarkan bahan dasarnya pondasi, penanggulangannya dengan cara membuat lapisan kedap air pada pa- sebagai berikut: sangan tembok sekitar 20 cm diatas muka lantai. Caranya adalah sebagai berikut: a. Bongkar tembok bagian bawah mulai rata muka lantai setinggi 25 cm bagian 5.3.1 Pemeliharaan perabot dengan bahan dasar kayu tepi dan 70 cm bagian tengah (melengkung), secara bertahap dan setiap tahap Karakteristik kayu, tampilan menarik, kualitasnya sangat bervariasi sesuai jenis kay- kurang lebih 100 cm; unya, tetapi pada umumnya tidak tahan terhadap cuaca, tidak tahan terhadap ben- b. Pasang tembok kembali setinggi 20 cm dengan campuran spesi kedap air (1 pc turan keras, mudah terbakar, mudah dimakan rayap. : 2 Pasir); Masalah yang sering timbul: c. Lanjutkan pasangan diatasnya dengan pasangan tembok biasa sampai lubang- - Perabot kotor oleh debu atau kotoran lain; nya tertutup kembali; - Tergores oleh benda tajam atau terkuka oleh benturan benda keras; d. Lanjutkan tahap-tahap berikutnya pada seluruh bagian tembok yang lembab se- suai dengan tahapan diatas; - Cat kusam atau terkelupas; e. Setelah semua bagian yang dibongkar terpasang kembali, lanjutkan dengan - Sambungan kendor/lepas; dan memplesternya dengan campuran kedap air trasram dan diaci; dan - Rusak, lapuk atau dimakan rayap f. Setelah kering baru diplamur, diamplas, lalu dicat dengan cat yang sewarna den- gan bagian tembok lainnya. Solusi: A. Pemeliharaan rutin/menerus 1) Gunakan perabot sesuai dengan fungsinya, misalnya tidak duduk di atas meja, tidak menggunakan meja untuk panggung, dsb.; 2) Bersihkan permukaan setiap hari dengan sulak (kemoceng), dan seminggu sekali dibersihkan de- 1. Bongkar tembok bagian bawah 2. Pasang tembok kembali set- ngan lap basah; inggi 20 cm dengan campuran spesi kedap air 3)Hindarkan dari sinar matahari langsung dan air hujan; perabot; 4) Jangan menaruh benda panas di atas perabot; dan 5) Jika menggeser almari atau meja sebaiknya isinya dikosongkan terlebih dulu supaya ringan, kemu- dian diangkat (tidak diseret) dan dipindahkan ke tempat yang dikehendaki; 4. Lanjutkan perbaikan hingga tidak ada 3. Lanjutkan pasangan diatasnya dengan lagi bagian yang lembab. Setelah kering pasangan tembok biasa sampai lubang- baru diplamur, diamplas, lalu dicat kembali nya tertutup80 Panduan Manajemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah Panduan Manajemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah 25
    • Jika langkah diatas sulit untuk dilaksanakan maka langkah alternatif lain yang 4) Menjilid buku-buku lama yang rusak atau menjilid buku baru yang diperkirakan dapat dilakukan adalah sebagai berikut: akan cepat rusak karena kurang kuat jilidannya; dan a. Bongkar plester tembok yang lembab; 5) Melaminasi (laminating) agar dokumen tidak cepat rusak. b. Plester kembali dengan spesi 1 PC : 2 pasir (kedap air) dan diaci; dan d. Membasmi kutu buku c. Setelah plesteran kering kemudian diplamur, diamplas dan dicat. 1) Kerusakan terbesar pada buku terutama disebabkan karena kutu buku (silvelfish, Jika lembabnya tembok karena ada penyebab lain maka penyebab tersebut booklice). harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum dilakukan perbaikan terhadap 2) Binatang kecil ini dapat dibasmi melalui tindakan pengobatan antara lain dengan plesteran. fumigasi yakni pengasapan dengan uap dan gas beracun (gas innert). Waktu: setiap saat ada kerusakan 3) Caranya: Alat, bahan dan perlengkapan: peralatan tukang batu (palu, betel, cetok Bahan pustaka dimasukkan ke kantong plastik, kedua ujungnya diikat, lalu dialiri gas spesi, rooskam, blebes, skop, ember), Perlatan tukang cat (amplas, skrap/ nitrogen sampai menggelembung. Salah satu ujungnya diberi saluran untuk menge- kape, kuas/rol cat), Bahan: semen portlan, pasir, air, plamur, cat tembok. luarkan gas oksigen, sehingga hanya tinggal gas nitrogennya saja. Jika dalam kan- tong tadi sudah tak ada gas oksigennya lagi berarti binatang di dalamnya akan mati. 3) Plesteran mengelupas mungkin disebabkan karena pemplesteran dilakukan saat Obat napthalline ball juga bisa digunakan dengan menempatkan disela-sela buku. tembok dalam keadaan kering/tanpa dibasahi terlebih dahulu, atau spesi plesternya jelek (pasir banyak mengandung lumpur atau semennya terlalu sedikit) langkah- langkah perbaikannya antara lain: e. Pencegahan terhadap serangan rayap Langkah-langkah pengamanan bahan pustaka terhadap rayap: 1) Diadakan fumigasi setiap enam bulan sekali dengan bahan fumigan Carbon tetra chlorid (C C14); 2) Penempatan rak buku tidak menempel pada dinding; 3) Usahakan alamari perpustakan tidak lembab;Bongkar plester tersebut Sebelum diplester bersi- Plester kembali dengan 4) Pada rak buku perlu diberi kapur barus; Jaga kelembaban plesterandan lakukan pemelester- hkan permukaan tembok campuran sama dengan baru tersebut dengan selaluan ulang dengan cam- tersebut bila ada kotoran, plesteran bagian yang 5) Penerangan / iluminasi cahaya ruang perpustakan cukup baik; membasahi permukaannyapuran 1 pc: 2. dan basahi terlebih da- lain dan di aci. selama ± 2 minggu, set- hulu permukaan tembok 6) Penyimpanan buku didalam gudang selalu dibungkus plastik bening; elah kering baru diamplas, sampai jenuh. diplamur dan dicat 7) Kebersihan lantai ruang perpustakaan harus selalu diperhatikan; Waktu: setiap saat ada kerusakan. 8) Lantai gedung perpustakaan sebaiknya diberi obat anti rayap; dan Alat, bahan dan perlengkapan: peralatan tukang batu (palu, betel, cetok spesi, 9) Ruang perpustakaan diperlukan ventilasi yang baik. rooskam, blebes,skop, ember), perlatan tukang cat (amplas, skrap/cap, kuas/rol cat). Bahan: semen portlan, pasir, air, plamur, cat tembok. 5.3 Pemeliharaan perabot sekolah Perabot sekolah yang dimaksud disini adalah furniture dan perlengkapan sekolah lainnya, diantaranya: meja-kursi , almari simpan, almari catalog, papan tulis, papan statistik, papan absen, papan pengumuman, rak buku, rak tas/barang, lemari kardek, kotak PPPK, dipan periksa, kotak sampah, tungku & tiang bendera untuk ruang, fill- ing cabinet, credenza, penggantung koran, dsb.26 Panduan Manajemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah Panduan Manajemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah 79
    • 5) Mengatur sirkulasi udara dengan baik, misalnya membuat ventilator, mamasang exhaust fan, alat pendingin, dsb; 6) Menyimpan bahan renik/mikro dalam kotak polyster (jangan dari bahan logam). 7) Menghindarkan buku dari bahan kimia asam kuat/basa; 8) Mengurangi gas pembentuk asam kuat dengan mengatur sirkulasi udara yang Amplas permukaan tem- Basahi dengan air seluruh per- Dicat kembali baik; bok sampai catnya hilang mukaan yang akan diperbaiki. Untuk tembok dalam, permu- 9) Jangan makan, minum dan merokok di ruangan; kaan diplamur dengan plamur 10) Jangan menggunakan perekat yang mengandung bahan amylum; tembok yang encer lalu diulang dengan plamur kental hingga 11) Mengatur suhu udara tidak terlalu tinggi, (jika ada pengatur suhu); semua pori-pori retakan penuh. Untuk dinding luar gunakan 12) Mengatur kelembaban udara antara 40 - 45% untuk kertas dan antara 20 - 30% plamur yang terbuat dari se- men putih dicampur dengan untuk film (jika ada pengatur suhu); lem. Setelah kering diamplas 13) Mengatur suhu ruangan antara 20 - 24º C untuk buku dan antara 6 - 12ºC untuk dan diplamur dengan plamur tembok. film (jika ada pengatur suhu); 4) Retak rambut pada plesteran, untuk memperbaikinya karena retak yang sangat 14) Menjaga ruangan agar tidak gelap dengan memasang penerangan yang cukup; lembut ini sulit untuk dimasuki pasta semen. Perbaikan yang bisa dilakukan adalah: dan Waktu: setiap saat ada kerusakan. 15) Ciptakan lingkungan yang sehat dan jangan meninggalkan sisa makanan dalam ruang pustaka. Alat, bahan dan perlengkapan: perlatan tukang cat (amplas, skrap/kape, kuas/rol cat), rooskam, cetok, ember. Bahan meliputi: semen portlan, air, pla- b. Membasmi unsur perusak bahan pustaka mur, cat tembok, dan Perlengkapan: steger (dari bambu). 1) Melakukan pengobatan melalui fumigasi untuk mematikan serangga dan 5) Plester tembok rapuh cendawan/jamur. Perbaikan yang bisa dilakukan adalah: 2) Melakukan deasidifikasi untuk menghilangkan, menetralkan, atau melindungi kertas dari pengaruh asam. a. Bongkar bagian yang rapuh sampai pada bagian yang tidak rapuh hingga bersih; c. Mengawetkan bahan pustaka b. Kalau yang rapuh sampai bagian batanya, bongkar dan ganti pasangan bata 1) Memutihkan kertas untuk menghilangkan noda pada kertas akibat faktor fisis, yang rapuh tersebut; kimia dan biota, dengan menggunakan Chloramin-T, Sodium Chlorida-Chlorin, c. Basahi permukaan bekas bongkaran sampai jenuh; Potassium permanganat, Hypochlorit dan Hidrogen peroksida (H2O2); d. Pada bagian yang akan diplester, disiram terlebih dahulu dengan air semen; 2) Menghilangkan noda khusus seperti cat, bisa digunakan campuran alkohol dan dan benzena, piridin diikuti air dan terpentin. Noda lemak/minyak dengan alkohol, gasolin benzena, piridin; e. Plester dengan spesi campuran 1 PC : 3 pasir dan diaci. 3) Menghilangkan asam dengan menggunakan larutan bersifat basa, misalnya kal- Waktu: setiap saat ada kerusakan. sium hidroksida, kalsium karbonat dsb; Alat, bahan dan perlengkapan: peralatan tukang batu (palu, betel, cetok/ sendok spesi, rooskam, papan perata, skop, ember), Peralatan tukang cat (amplas, skrap/kape, kuas/rol cat), Bahan: semen ,pasir, batu bata/batako, air, plamur, cat tembok, dan Perlengkapan: steger (dari bambu), paku.78 Panduan Manajemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah Panduan Manajemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah 27
    • 6) Cat kusam/rusak 2. Bahan non cetakan: Mungkin disebabkan karena pengecatan dilakukan saat tembok belum kering Bahan non cetakan misalnya microfiche, microfilm, slides, transparances, filmstrips, betul, sehingga cat ditembus oleh air akibat penguapan. Langkah-langkah soundfilm, photo, audio-video cassettes, diskets, CD, LD, VCD, DVD, CD-ROM, dan perbaikan yang bisa diambil: sebagainya. Bahan-bahan tadi perlu ditempatkan di tempat yang khusus. 3. Bahan pembelajaran (instructional materials) Bahan pembelajaran (instructional materials) seperti peta, bola dunia, atlas, poster, model, panel board, transparansi, bahan hasil penggandaan, dan sebagainya. Ba- han-bahan seperti itu perlu ditempatkan dan ditangani secara benar. Tembok diamplas sampai Plamur dengan plamur tembok (bila per- Dicat hingga merata 5.2.2 Metode Pemeliharaan Bahan Pustaka bersih dari cat lamanya mukaan tembok tidak rata) dan diamplas hingga halus Perawatan bahan pustaka adalah segala usaha untuk menyelamatkan bahan pus- Waktu: setiap saat ada kerusakan. taka, baik dalam bentuk asli maupun alih bentuknya dan informasi yang ada di da- lamnya dari unsur-unsur yang merusak, agar bahan pustaka tadi dapat tahan lama. Alat, bahan dan perlengkapan: peralatan tukang cat (amplas, skrap/ kape, kuas/rol cat), Bahan: air, plamur, cat tembok, dan perlengkapan: steger (dari 1. Faktor Penyebab kerusakan bambu), paku. Ada tiga faktor penyebab kerusakan bahan pustaka, meliputi: 3.3.4 Pintu dan jendela a. Faktor fisik, seperti aus akibat gesekan karena sering dipakai, kena debu/kotoran, terkena sinar matahari langsung; Masalah yang sering timbul: b. Faktor kimia, karena oksidasi, gas, reaksi kimia; dan a. Kotor oleh debu atau kotoran lain; c. Faktor biologis, karena cendawan atau serangga seperti silverfish, book lice, b. Daun pintu mengalami penurunan/renggang sehingga lidah kunci tidak tepat book worm atau bubuk buku, rayap, kecoa, tikus, dan manusia lewat sisa ma- masuk ke dalam lubang kuncinya; kanan. c. Engsel pintu berderit; 2. Tindakan Pemeliharaan bahan pustaka. d. Kaca jendela pecah; Pemeliharaan bahan pustaka mencakup 3 hal, meliputi: e. Kayu dimakan rayap; - Mencegah kerusakan; f. Kunci sulit dibuka; dan - Membasmi hama perusak; dan g. Cat mengelupas atau kusam. - Mengawetkan. Solusi: a. Mencegah kerusakan meliputi: A. Pemeliharaan rutin/menerus 1) Memperlakukan buku dengan hati-hati dan benar; 1) Bersihkan secara rutin seluruh permukaan kusen maupun daun pintu dan jendela dari segala kotoran, 2) Menjilid kembali/ulang buku-buku baru yang sekiranya mudah rusak; dengan menggunakan kain lap yang lembab. Lakukan 3) Menjaga kebersihan, menghindari kotoran, debu, dan minyak; ini setiap seminggu sekali, atau saat kelihatan ada ko- toran yang menempel. 4) Menjauhkan buku dari sinar matahari langsung karena mengandung sinar ultra violet;28 Panduan Manajemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah Panduan Manajemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah 77
    • 5.1.6 Administrasi Alat Peraga 2) Semprotkan cairan pembersih kaca untuk membersihkan kaca pintu/ jendela, kemudian dilap sampai bersih dan kering kembali. Lakukan secara rutin seminggu 1) Administrasi alat peraga merupakan proses pencatatan bagian dari inventarisasi sekali. sarana dan prasarana, yang bertujuan untuk mengetahui keadaan peralatan dan bahan dengan cepat dan tepat, baik secara kuantitas maupun kualitas; Waktu: seminggu sekali atau setiap saat ada yang kotor. 2) Inventarisasi yang berhubungan dengan kuantitas merupakan pertanggungjawa- Alat, bahan dan perlengkapan: kain lap, tangga, cairan pembersih kaca. ban kepemilikan, sedangkan inventarisasi kualitas merupakan pertanggungjawa- ban pemakaian dan perawatan; dan B. Pemeliharaan berkala 3) Secara sederhana berikut diberikan contoh pencatatan peralatan dengan meng- Lakukan secara berkala setiap 3 bulan sekali atau ketika kelihatan ada yang tidak gunakan buku inventaris dan contoh Kartu Perawatan alat, seperti tabel berikut: normal. Contoh: Buku inventarisasi alat peraga 1) Engsel diberi pelumas agar tidak berderit, ringan dan tidak berkarat. Kencang- No Nama Merk/ Asal/ Tahun Jumlah Kete- kan sekrupnya jika kelihatan kendor; No Produsen Katalog Alat/bahan Tipe Tahun Penggunaan Baik Rusak rangan 2) Grendel dan kait angin diberi pelumas agar mudah penggunaannya dan tidak berkarat; 3) Slot diberi pelumas (vaselin); dan 4) Kencangkan baut pada engsel pintu/ jendela yang longgar. Waktu: tiga bulan sekali atau setiap saat ada 5.2 Pemeliharaan bahan pustaka yang kasus. Alat, bahan dan perlengkapan: kain lap, obeng, 5.2.1 Jenis Bahan Pustaka tangga, cairan pembersih kaca, oli pelumas, dan Bahan pustaka dpat dikelompokkan dalam tiga jenis: vaselin. Bahan cetakan (print material) Bahan non cetak (non print material) C. Perbaikan ringan Bahan pengajaran (instructional material) 1) Daun pintu yang mengalami penurunan, diatasi dengan: 1. Bahan cetakan: a. Buka daun pintu, ukur besarnya penurunan. Bahan pustaka yang tergolong dalam jenis bahan cetakan antara lain: buku, majalah, surat kabar, brosur/ leaflets dsb. Pemeliharaan terhadap jenis bahan cetakan ini ada- b. Kencangkan sekrup-sekrup engsel atau tambah lah sebagai berikut; engsel baru jika penurunannya besar. a. Majalah nomor lepas ditempatkan di rak majalah. Setelah lengkap nomornya, Waktu: setiap saat ada kerusakan. lalu dijilid secara berurutan agar mudah dalam penyimpanan dan pencariannya Alat, bahan dan perlengkapan: obeng, palu, skrup engsel, dan engsel pintu/jendela saat diperlukan; (bila perlu). b. Brosur dan bahan berumur pendek (file of ephemeras) lainnya ditempatkan di 2) Kaca jendela pecah vertical file; dan Waktu: setiap saat ada yang pecah. c. Buku ditempatkan di rak buku dalam posisi tegak dengan tingkat kepadatan 55- 65% per papan rak. Jika jilidannya kurang kuat perlu dijilid ulang dulu atau di Alat, bahan dan perlengkapan: obeng, catut, paku, amplas, dempul, plamur kayu, leminasi) cairan pembersih kaca, cat/politur kayu, steger kayu.76 Panduan Manajemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah Panduan Manajemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah 29
    • 5) Alat yang sensitip terhadap pengaruh cuaca harus ditempatkan di tempat yang terlindung dari pegaruh cuaca tersebut; 6) Pastikan setiap selesai dipergunakan semua peralatan harus kembali lengkap dan ditempatkan dalam tempat semula; 7) Peralatan yang terbuat dari logam, hindarkan jangan sampai terkena asam kar- ena akan terjadi korosi; dan 8) Peralatan yang kotor saat digunakan dan dicuci, maka sebelum disimpan harus1) Buka bingkai jendela yang pecah 4) Pasang kaca yang baru dengan 5) Pasang kembali nat jendela dikeringkan terlebih dulu dengan dilap dengan kain atau ditiriskan sampai kering,2) Buka nat jendela ukuran sama dengan kaca yang 6) Dicat/vernis kembali3) Bersihkan dari pecahan kaca yang lama sebelum dimasukkan dalam tempat penyimpanan. tertinggal 5.1.5 Pemeliharaan Mikroskop Mikroskop perlu dipelihara secara khusus, karena ada 3) Kayu kusen dan jendela dimakan rayap, diatasi dengan: sistem optik yang memiliki tingkat presisi tinggi dan sa- a. Bersihkan permukaan kayu hingga terlihat bagian- ngat rumit. bagian yang rusak oleh rayap; Beberapa hal yang perlu diperhatikan: b. Potong kayu yang terkena rayap; 1) Mikroskop disimpan dalam keadaan tertutup plastik c. Oleskan cairan anti rayap disekeliling sambungan, dan dimasukkan ke dalam kotaknya; dapat juga menggunakan minyak tanah; 2) Disimpan dalam tempat yang kering. Jika perlu al- d. Tutup kembali bagian kayu yang rusak oleh rayap mari diberi lampu 5 watt (lebih baik warna merah) tersebut, dengan cara melapisi/menambal dengan dan diberi silica-gel. Lembab dapat menyebabkan kayu sesuai bentuk semula; dan lensa menjamur; e. Dicat/politur kembali. 3) Jangan menyentuh atau memegang permukaan lensa dengan jari. Tapak jari Waktu: saat ada yang dimakan rayap. yang membekas pada lensa sulit dibersihkan dan apabila dapat dibersihkan se- ringkali lapisan tipis pelindung lensa (coated) akan ikut terkikis dan hilang; Alat, bahan dan perlengkapan: gergaji, pahat, ketam, skrap/kape, cairan anti rayap atau minyak tanah, kuas, dan cat/politur. 4) Pengoperasian bagian-bagian mikroskop selalu dilakukan dengan hati-hati agar bagian-bagian mekaniknya tidak rusak karena kesalahan operasi; 4) Kunci yang sulit dibuka dapat diatasi dengan: 5) Jangan membongkar bagian-bagian mikroskop. Pembongkaran dan perbaikan Untuk kunci tanpa selinder hanya dapat dijamin apabila dilakukan oleh pabriknya atau tenaga ahli yang telah berpengalaman; a. Buka mekanis kunci; 6) Mikroskop jangan sampai jatuh atau kena benturan keras benda lain, karena hal b. Buka rumah kunci dan periksa apakah ada bagian ini dapat mengurangi atau mengganggu presisi sistem optiknya; karat/patah; 7) Membersihkan secara teratur permukaan lensa okuler dan obyektif dari kotoran c. Jika berkarat maka di amplas, lalu diberi pelumas; (debu, air dan minyak). Gunakan bahan pelarut xylol atau alkohol absolut dengan dan tissue khusus untuk membersihkan lensa; dan d. Apabila kuncinya patah maka harus diganti. 8) Periksa mur, baut, bola lampu, cermin dan perlengkapan lainnya secara peri- odik.30 Panduan Manajemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah Panduan Manajemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah 75
    • 1) Hindarkan dan bersihkan dari debu dan kotoran lain sebelum dimasukkan dalam almari penyimpanan; Untuk kunci dengan silinder 2) Hindarkan terkena sinar matahari langsung, kecuali memang sesuai dengan a. Buka mekanis kunci; penggunaannya; b. Periksa apakah macet pada mekanis atau silinder; dan 3) Simpan dalam keadaan bersih dan di tempat yang mudah dijangkau (misalnya di almari atau rak penyimpan) saat sedang tidak dipergunakan; c. Beri pelumas bila yang macet mekanisnya. Bila yang rusak silindernya ganti dengan silinder yang baru. 4) Alat yang sensitip terhadap pengaruh cuaca harus disimpan di tempat yang khusus, terhindar dari pengaruh cuaca; Waktu: saat ada yang rusak. 5) Peralatan yang di dalam kotak atau kopor berisi kit percobaan dapat disimpan Alat, bahan dan perlengkapan: obeng, tang, pelumas, vaselin, silinder kunci. dalam almari atau rak; 6) Pastikan setiap selesai dipergunakan semua peralatan harus kembali lengkap dan disimpan dalam tempat semula; 7) Peralatan yang terbuat dari logam hindarkan jangan sampai terkena asam ka- rena akan terjadi korosi; dan 8) Peralatan yang kotor saat digunakan dan dicuci, maka sebelum disimpan harus dikeringkan terlebih dulu dengan kain lap atau diangin-anginkan sampai kering, Buka Rumah Kunci Beri Pelumas Pada Beri Pelumas Pada sebelum dimasukkan dalam tempat penyimpanan. Silinder Kunci Rumah Kunci 5.1.4 Alat Peraga IPS Terpadu 5) Pintu dan Jendela lapuk dapat diatasi dengan: Alat peraga IPS terpadu umumnya berdimensi kecil kar- ena fungsi alat ini adalah untuk demonstrasi di kelas, sehingga mudah dibawa ke kelas saat akan diperguna- kan. Alat ini ada yang berbahan dasar kertas, plastik maupun logam. Oleh karena itu pemeliharaan yang di- lakukan harus sesuai dengan karakteristik bahan dasar tersebut, disamping perhatian terhadap fungsi. Pemeli- haraan yang dapat dilakukan antara lain: 1) Peralatan harus dijaga dari debu dan kotoran lain sebelum dimasukkan dalam almari penyimpanan; Buang permukaan Bagian yang rusak Dempul bagian yang Finishing kembali kayu yang rusak oleh dibingkai (untuk mal rusak hingga sama dengan cat/politur 2) Hindarkan terkena sinar matahari langsung, kecuali memang sesuai dengan rayap. batas daerah yang akan dengan bagian lainnya penggunaannya; didempul) 3) Simpan dalam keadaan bersih dan di tempat yang mudah dijangkau (misalnya di Waktu: setiap saat ada yang rusak. almari atau rak penyimpan) saat sedang tidak dipergunakan; Alat, bahan dan perlengkapan: gergaji, pahat , ketam, kuas, obeng, tang, skrap/ 4) Peralatan yang berupa foto, gambar, poster atau peta, dapat langsung ditempel kape, dempul, plamur, dan cat kayu. atau digantung di dinding sekolah, tetapi harus sering dibersihkan dari debu yang menempel dengan menggunakan kemoceng/sulak;74 Panduan Manajemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah Panduan Manajemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah 31
    • 6) Cat kayu mengelupas atau kusam 5) Alat yang tidak bisa dimasukkan dalam almari/rak (seperti: lembing, matras, Lakukan pengecatan ulang secara berkala dengan cara: dsb.), tempatkan pada tempat yang aman, tidak lembab, teratur dan tidak meng- gangu aktivitas lain. Lebih bagus jika ada gudang khusus untuk alat–alat olah a. Amplas cat yang lama hingga cat yang mengelupas bersih; raga tersebut. b. Plamur dengan plamur kayu hingga merata; 5.1.2 Alat Musik/Kesenian c. Setelah kering diamplas lagi dengan amplas halus (ukuran 0) sampai permu kaan halus; dan Seperti halnya alat olahraga, peralatan musik atau kes- enian ini juga bervariasi. Umumnya alat musik yang di- d. Lakukan pengecatan ulang hingga rata. beli untuk menunjang Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Waktu: setiap tiga tahun sekali atau setiap saat ada yang rusak. antara lain: suling, harmonika, gitar, dan alat musik tra- disional daerah. Pemeliharaan yang dapat dilakukan Alat, bahan dan perlengkapan: amplas, dempul, skrap/kape, plamur, cat kayu. antara lain: 3.3.5 Lantai Keramik 1) Simpan dalam almari/rak penyimpan saat tidak sedang digunakan; Masalah yang sering timbul: 2) Pisahkan dengan alat pembelajaran yang lain (selain alat kesenian); a. Lantai kotor dan bernoda; 3) Hindarkan dan bersihkan dari debu dan kotoran lain, baik saat pemakaian mau- b. Keramik pecah/retak; pun penyimpanan; c. Keramik melengkung naik (popping); dan d. Keramik lepas. 4) Hindarkan terkena panas langsung dan lembab kecuali sesuai dengan peng- gunaannya; Solusi: 5) Peralatan yang ada kotak/pelindungnya, pastikan telah dimasukkan dalam kotak A. Pemeliharaan rutin/menerus pelindung dengan benar sebelum dimasukkan dalam almari penyimpanan; 1) Menjaga agar lantai selalu bersih dari debu atau kotoran 6) Atur penempatan dalam almari penyimpan agar tidak saling tindih untuk menghin- lainnya dan dijaga agar selalu kering dengan cara disapu dari terjadinya kerusakan dalam penyimpanan, serta disusun agar mudah dan dipel secara rutin (setiap hari) dan/ atau segera se- pengambilan dan penyimpanan kembali; dan telah terlihat kotor atau basah. 7) Perbaikan atau penyetelan kembali harus dilakukan oleh orang yang berkom- 2) Noda pada lantai yang sulit dibersihkan dapat dibersih- peten. kan dengan asam clorida (HCl) 32 % (dapat dibeli di toko kimia). Kalau kesulitan memperoleh HCl, dapat meng- 5.1.3 Alat Peraga IPA Terpadu gunakan belimbing wuluh (belimbing sayur). Daging be- Alat peraga untuk mendukung KBM IPA umumnya limbing digosokan ke permukaan lantai yang kena noda, berdimensi kecil yang mudah dibawa ke kelas saat diamkan 10 menit agar kadar asamnya bekerja, kemu- akan dipergunakan, karena fungsi alat ini adalah untuk dian gosok dengan sikat sampai nodanya terangkat, lalu demonstrasi di kelas. Sesuai dengan bidang ilmunya bersihkan dengan air biasa dan dipel hingga kering. alat ini terdiri dari dua kelompok, yakni IPA Biologi dan IPA Fisika. Peralatan pe- 3) Hindari terjadinya goresan pada permukaan lantai, misal- raga IPA ini sebagian besar dalam bentuk Kit yang tersusun dalam kotak, sehingga nya saat memindahkan mebel atau benda lain dengan cara cukup aman dan mudah penyimpanannya. Sedangkan alat peraga IPA Biologi ada diangkat (tidak diseret), kecuali jika kakinya dilengkapi dengan yang dalam bentuk Kit, ada pula yang lepas tanpa kotak. Pemeliharaan yang dapat roda. dilakukan antara lain:32 Panduan Manajemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah Panduan Manajemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah 73
    • EMELIHARA ASET NON 4) Meja, kursi, steger/tangga, atau barang lainnya yang kakinya dari besi, pastikan bahwa kaki meja /kursi tersebut dipasang sepatu plastik atau karet, agar tidak menimbulkan goresan pada saat digeser. 5) Hindari terjadinya beban titik yang melebihi batas kemampuan agar lantai tidak BAB 5. Pemelihara Aset pecah. Waktu: setiap hari atau setiap terlihat kotor. Alat, bahan dan perlengkapan: sapu ijuk, HCl (32%), kain pel, air sabun (bila lantai Non Bangunan bernoda). B. Pemeliharaan berkala Lakukan pengamatan/kontrol terhadap lantai barangkali ada gejala akan terjadi 5.1 Pemeliharaan alat peraga sekolah kerusakan ( bulanan) dengan cara mengetuk permukaan lantai dimana bagian yang Alat peraga memiliki karakteristik maupun spesifikasi berbunyi nyaring berarti spesi dibawah lantai kurang padat. tertentu, oleh karena itu dalam penyimpanannya se- baiknya dikelompokkan berdasarkan karakteristik alat C. Perbaikan ringan tersebut, kecuali ada keterbatasan lain. Jika lantai keramik ada yang pecah, lepas atau popping, maka perbaikannya adalah sebagai berikut: 1) Lepas keramik yang pecah dengan hati-hati, lebih baik gunakan mesin potong keramik hingga lapisan spesi dibawahnya ikut terpotong, agar keramik sekitarnya tidakANGUNAN ikut pecah. 2) Jika tidak ada alat pemotong, hancurkan keramik yang pecah mulai dari tengah kemudian semakin ketepi (ja- A 5.1.1 Alat olah raga ngan dimulai dari nat) dan jangan sampai memecahkan Alat olah raga dimensinya sangat bervariasi. Beberapa lapisan bawahnya, karena akan berakibat keramik seki- jenis bisa disimpan dalam almari, tetapi beberapa jenis tarnya ikut pecah. yang lain ukurannya cukup besar sehingga tidak bisa di- 3) Permukaan dasar lantai dikasarkan sekaligus agak simpan dalam almari. Peralatan olah raga ini umumnya diperdalam, dengan pelan dan hati-hati agar lapisan kotor bila selesai digunakan. tidak pecah. 1) Simpan dalam almari atau rak penyimpan saat tidak digunakan; 4) Siram dengan air semen merata seluruh permukaan. 2) Bersihkan dari debu yang menempel dangan lap sebelum dimasukkan ke dalam 5) Pastikan keramik yang akan dipasang sudah direndam tempat penyimpanan; hingga jenuh dan ditiriskan. 3) Tempatkan dalam almari dengan teratur agar tidak saling tindih untuk memudah- 6) Permukaan keramik bagian bawah diolesi tipis de- kan dalam pengambilan dan menempatkan kembali, serta terhindar dari keru- ngan pasta semen. sakan; 7) Tuangkan spesi di lantai dasar yang akan dipasangi 4) Pisahkan alat tersebut dengan alat pembelajaran lainnya (selain alat olah raga); keramik dengan merata. dan 72 Panduan Manajemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah Panduan Manajemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah 33
    • 8) Pasang keramik hingga semua terletak dengan sem- Bahan pelatihan bahaya asbes antara lain: purna dan tekan hingga melekat dengan baik. a. Informasi tentang lokasi bahan asbes disekolah (Lihat gambar As Built jika ada) 9) Jika sudah cukup kering, isi naat dengan bubur se- b. Informasi bahaya bahan asbes bagi kesehatan. men hingga penuh. Bahan asbes berbahaya bagi kesehatan manusia karena bersifat karsinogenik/dapat 10) Permukaan keramik dilap bersih dengan kain lap atau menimbulkan kangker. Bahaya ini terjadi karena terhirupnya serat asbes yang me- serbuk gergaji, segera sebelum semen kering. Jika layang di udara sewaktu bernafas. semen terlanjur mengeras dipermukaan keramik, hi- langkan dengan bahan kimia (HCl kadar 32%) yang dapat dibeli di apotek. Waktu: insidental saat ada lantai keramik yang rusak. Alat, bahan dan perlengkapan: Palu, betel, mesin potong keramik, meteran, air, se- men, pasir, waterpass pendek, sendok spesi, kuas, kain lap atau serbuk gergaji. 3.3.6 Instalasi air dan Sanitasi (Water and sanitation = WATSAN) Instalasi Air dan Sanitasi meliputi: a. persediaan air bersih dengan segenap bak penampung dan instalasinya. b. pembuangan air kotor dari KM/WC, bak cuci, dll dengan segenap komponen dan instalasinya. Komponen WATSAN antara lain: - Kamar mandi dan WC - Septictank dan peresapan Oleh karena itu semua penghuni sekolah harus mematuhi petunjuk pengelolaan ba- han asbes sekolah seperti yang tercantum pada buku panduan ini agar dapat terhin- - Washtafel dar dari bahaya yang dapat ditimbulkan oleh bahan asbes. - Bak cuci dapur c. Informasi tentang petunjuk pengelolaan bahan asbes. - Pipa instalasi penyaluran air dan pembuangan 4.12.2 Pelatihan cara kerja yang aman dengan bahan asbes 3.3.6.1 Kamar Mandi Pelatihan ini ditujukan kepada para pekerja/kontraktor yang akan berhubungan lang- Permasalahan yang sering timbul antara lain: sung dengan bahan asbes sewaktu bekerja (misalnya:pembongkaran bahan asbes, pengeboran, dll). Lihat Buku Panduan Manajemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah a. Bak mandi kotor oleh endapan air/lumut; bab 4.7, 4.8, dan 4.9. b. Air dalam bak mandi menjadi sarang nyamuk; c. Bak mandi yang terbuat dari pasangan tembok sering bocor; Pemakaian semua jenis bahan bangunan yang mengandung asbes d. Closet kotor berkerak; sebaiknya dihindari mengingat bahaya yang dapat ditimbulkan pada e. Closet tersumbat, aliran air gelontor tidak lancar; kesehatan warga sekolah. f. Saluran penguras tidak tertutup dengan sempurna atau bocor; dan Bagi sekolah yang terlanjur menggunakan material yang mengandung asbes harus melaksanakan pengelolaan bahan asbes sesuai panduan g. Floordrain/Saluran pembuangan air buntu. ini.34 Panduan Manajemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah Panduan Manajemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah 71
    • Solusi: Kondisi Bahan Asbes A. Pemeliharaan rutin/menerus Tgl Pelaksana Ruang Kelas Notes Perpus Kantor Dll a. Menguras bak mandi secara periodik minimal tiga hari sekali, dengan air sabun dan sikat. 9/6/09 Pak Tri B B B N B Tidak Ada Tindakan b. Setelah selesai menguras pastikan bahwa saluran penguras bak mandi telah tertutup kembali dengan sempurna. 9/7/09 Pak Yusup B B B N J Asbes yang rusak perlu c. Membersihkan lantai, dinding KM/WC dan closet setiap hari dengan air sabun dibuang dan sikat hingga bersih. d. Lakukan penghematan, gunakan air secukupnya, B= Baik J= Jelek sebelum meninggalkan kamar mandi pastikan bahwa N= Normal kran air dalam keadaan tertutup. e. Biasakan jika membuka kran dan air tidak mengalir, Inspeksi dan monitoring kondisi bahan asbes harus dilakukan oleh tim pemeliharaan tutup kembali kran tersebut sebelum meninggalkannya. sekolah setiap bulan dan setiap saat ada bahan asbes yang rusak atau terganggu Maksudnya jika sewaktu-waktu air mengalir, airnya tidak oleh kegiatan sekolah. terbuang percuma. 4.12.Training f. Bersihkan floor drain dengan cara membuka tutup- Semua penghuni sekolah harus mendapatkan informasi/ pelatihan tentang bahaya nya, mengambil kotorannya dan menutupnya kem- asbes bagi kesehatan dan langkah-langkah yang bisa diambil untuk mencegah ba- bali. Kotoran yang sering tertinggal pada floordrain haya asbes. berupa pasir, rambut atau serat kain, diambil dan dimasukkan ember untuk dibuang keluar. Jangan 4.12.1 Pelatihan tentang bahaya bahan asbes bagi kesehatan membuang kotoran dari floor drain ke dalam lobang/ pipa floor drain tersebut, karena dapat mengakibat- kan tersumbatnya pipa pembuang tersebut. Pelak- Kenapa semua penghuni sekolah harus sana perlu memahami dulu cara membuka dan mendapatkan informasi/ pelatihan tentang menutup floordrain, agar tidak melakukan kesalahan bahaya bahan asbes? yang dapat berakibat floor drain menjadi buntu kar- ena tertutup mangkoknya, atau justru mangkoknya dilepas karena dianggap menghalangi aliran air. Aki- batnya air penahan dalam floordrain tidak berfungsi dan menimbulkan bau tidak sedap. Karena: Sekolah harus menjamin kesela- g. Sediakan tempat sampah dalam KM/WC dan beri matan dan kesehatan semua penghuninya pengumuman agar tidak membuang sampah ke da- dari bahaya asbes. lam closet. h. Toilet harus di siram hingga bersih setelah diguna- kan.70 Panduan Manajemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah Panduan Manajemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah 35
    • i. Kamar mandi yang berlumut dan berkerak karena ja- 4.11. Pengawasan pelaksanaan rang dibersihkan akan menjadi sulit dibersihkan de- Sekolah harus menyimpan segala dokumentasi tentang kegiatan yang berhubungan ngan air sabun. Cara mengatasinya: dengan pengelolaan bahan asbes yang telah dilaksanakan di sekolah. Dokumen- - Taburkan bubuk kaporit secara merata seluruh per- dokumen yang harus disimpan antara lain: mukaan. a. Gambar As Built yang menunjukan lokasi bahan asbes pada bangunan; - Biarkan selama kurang lebih ½ jam, tak lama akan b. Dokumen surat ijin kerja/daftar kegiatan pemeliharaan asbes untuk tukang/kon- muncul buih-buih berarti kerak dan lumut sudah traktor (lampiran 5); terangkat. c. Daftar periksa (Cek List) tentang pelatihan yang telah diberikan pada penghuni - Segera siram dengan air sampai kaporitnya bersih. sekolah atau pekerja dan daftar kegiatan pemeliharaan yang telah dilakukan - Gosok lagi menggunakan air sabun dan dibilas (lampiran 6); sampai semua kotoran bersih. d. Daftar inspeksi dan monitoring (lampiran 7); dan j. Closet yang berkerak sulit dibersihkan dengan air sabun. Cara membersihkan: e. Kalau tersedia, dokumen laporan hasil pemeriksaan kadar serat bahan asbes - Siramkan cuka dapur pada bagian yang berkerak; diudara. - Biarkan selama sekitar satu jam; Contoh “Daftar Kegiatan Pemeliharaan” - Gosok dengan sikat sampai keraknya terangkat; dan Tgl Lokasi Bagian Kegiatan R T Pelaksana Catatan - Bilas dengan air hingga bersih. 9/9/09 Perpustakaan Plafon Pengecatan V Tim Pemeliharaan Lihat 5.8 Waktu: tiga hari sekali Alat, bahan dan perlengkapan: sikat, ember, air cuka, bubuk kaporit, dan sabun. B. Pemeliharaan Berkala Lakukan pengamatan/kontrol secara berkala (bulanan) terhadap bak mandi, closet dan komponen lain dalam KM/WC tersebut barangkali ada kerusakan atau gejala kerusakan atau fungsi yang tidak lancar. R= Rutin T= Tak Terencana C. Perbaikan ringan Contoh “Daftar Pelatihan” Bak mandi pasangan tembok sering bocor atau rembes, diatasi dengan langkah (li- Jenis Pelatihan hat gambar disamping): Tgl Peserta Pelatihan Bahan Pelatihan Catatan 1) Keramik dan plesteran bak di bongkar; R T 2) Diplester ulang dengan lapisan trasraam (semen:pasir = 1:2); 9/6/09 Siswa baru V Kep. Sek Asbestos Awarness Lihat 4.12 3) Dilapisi water proofing untuk membuat kedap air; Tim Cara kerja yang aman Lihat 4.8; 4.9 9/11/09 Tukang V 4) Diuji kebocorannya dengan cara bak di isi dengan air selama 24 jam, pastikan Pemeliharaan dengan bantuan asbes dan 4.10 bahwa air tidak berkurang; dan 5) Setelah dipastikan tidak bocor lagi, lanjutkan dengan pemasangan keramik. R= Rutin T= Tak Terencana36 Panduan Manajemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah Panduan Manajemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah 69
    • Pelaksanaan pengeboran plafon a. Tandai Bagian yang akan dibor; b. Bor bagian bawah cangkir plastik; c. Isi bagian dalam cangkir dengan gel rambut; d. Pasang mata bor melalui lubang pada cangkir dan pastikan mata bor lebih pan- jang dari tinggi cangkir; e. Pastikan pinggiran luar cangkir menutup permukaan plafon dengan erat sewaktu dibor; (1) (2) (3) f. Bor Plafon; g. Keluarkan mata bor dari cangkir; h. Singkirkan cangkir dari plafon; i. Gunakan kain lap basah untuk membersihkan plafon dan alat bor; j. Buang kain lap yang telah dipakai pada kantong sampah asbes; dan k. Lubang bor di cat lagi dengan bahan kedap air atau dilapisi dengan sealer. (4) (5) WC mampat tidak lancar: biasanya disebabkan oleh adanya barang yang menyum- bat atau septic tank penuh. Apabila saluran tersumbat maka benda yang menyumbat harus dihilangkan, dengan cara seperti gambar berikut: Isi bagian dalam cangkir Pasang mata bor melalui Tandai bagian yang akan Dibor dengan gel rambut lubang pada cangkir dibor Kalau tidak bisa Pembersihan a. Setelah pekerjaan selesai para pekerja harus membersihkan diri/mandi; b. Plastik sampah asbes harus diikat rapat dan Benda penghalang dipaksa ke- Benda penghalang harus diberi label tanda bahaya asbes; dan luar dengan cara diberi tekanan. dikeluarkan c. Sampah asbes harus di kubur di lubang yang Waktu: saat terjadi kerusakan. aman dari gangguan dengan tebal minimum timbunan 25 cm. Alat, bahan dan perlengkapan: auger / flexible wire, pompa toilet, dan ember. Kantong sampah asbes68 Panduan Manajemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah Panduan Manajemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah 37
    • 3.3.6.2 Septictank dan Peresapan Pelaksanaan pengeboran dinding Permasalahan yang sering timbul: bak penampung a. Bagian yang akan di bor harus ditempel dengan selotip/plester yang kuat pada tinja penuh, sehingga air dari closet tidak bisa men- bagian dalam dan luarnya untuk mencegah ada bagian yang retak; galir atau mengalir tetapi tidak lacar, atau Peresapan b. Lapisi bagian yang akan di bor dengan krim cukur atau gel rambut yang banyak jenuh, resapan ke tanah sekitar tidak ancar. pada bagian dalam dan luar yang akan dibor; Solusi: c. Bor melalui bagian yang telah diberi gel rambut; Pemeliharaan rutin/menerus d. Gunakan lap basah untuk melap dinding yang dibor dan alat bor yang telah se- lesai digunakan; 1) Jaga agar pipa – pipa saluran masuk maupun keluar aman dari gangguan. Pipa pelepas udara (vent) juga dijaga agar tidak rusak dan dapat berfungsi dengan e. Buang kain lap yang telah digunakan pada kantong sampah asbes karena telah baik; terkontaminasi serat asbes; dan 2) Hindari masuknya zat beracun yang dapat mematikan bakteri penghancur ko- f. Bagian yang dibor harus di cat dengan cat waterproof atau dilapisi dengan seal- toran, dan menyebabkan proses penghancuran tinja tidak berjalan sempurna; er. 3) Pastikan bahwa pipa udara (vent) tidak tersumbat; dan 4) Jangan memasukkan kapas, kertas, atau benda lain yang tidak bisa hancur lang- sung oleh air ke dalam WC, karena akan membuat bak septictank cepat penuh. Bila terhenti dalam pipa benda tersebut akan kering dan akan menyebabkan pipa tersumbat. Pemeliharaan berkala 1) Lakukan pengamatan/kontrol secara berkala (bulanan) terhadap kemungkinan (a) (b) (c) adanya gangguan fungsi atau gejala kerusakan dengan menuang air ke closet Selotip pada bagian dalam dan Lapisi bagian yang akan dibor Bor melalui bagian yang telah dan mengamati kelancaran alirannya; luar dengan krim cukur/gel diberi krim cukur/gel 2) Kontrol pipa vent tidak rusak dan lubangnya tidak tertutup; dan 3) Secara periodik dikuras untuk membuang lumpurnya agar ruang kerja bakteri penghancur tinja tidak terganggu. Pada kondisi normal periode pengurasan ± 10 tahun, atau saat ada gejala aliran dari WC terasa tersendat. Atau (d) (e) (f) Dibersihkan Buang perlengkapan yang Lapisi lubang dengan lapisan terkena asbes pelindung Panggil penyedot septictank Masukan kapur aktif ke dalam septictank lalu ko- toran dikeluarkan secara manual38 Panduan Manajemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah Panduan Manajemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah 67
    • 4.10. Pekerjaan ringan yang diperbolehkan Peresapan yang tidak lancar, buka tutupnya, keluarkan airnya dan bersihkan din- ding dalam dari kotoran yang melapisinya. Kotoran ini melekat dan menutup pori-pori Pada prinsipnya, semua bahan yang mengandung asbes yang telah terpasang yang dinding sehingga airnya sulit meresap ke tanah sekitarnya. dalam kondisi baik/normal, dibiarkan ditempat dan tidak diganggu. Kegiatan/peker- jaan ringan pada bahan ini diperbolehkan selama bahan tersebut berada dalam kon- Waktu: pengontrolan dilakukan bulanan, dan pengurasan dilakukan setiap sepuluh disi baik/normal. Pekerjaan ringan tersebut adalah pengeboran untuk pemasangan tahun sekali atau saat kondisi tidak normal. instalasi listrik dan dilaksanakan sesuai dengan cara berikut ini. Alat, bahan dan perlengkapan: mobil penyedot septictank, atau skop, kapur aktif. Persiapan pengeboran 3.3.6.3 Wastafel (tempat cuci tangan) a. Sebelum kegiatan yang akan mengganggu asbes dilakukan, wilayah kerja harus Permasalahan yang sering timbul antara lain: ditutup dan hanya pekerja yang boleh ada di lokasi; 1) Wastafel kotor b. Pekerjaan hanya boleh dilakukan setelah waktu belajar mengajar selesai; 2) Saluran pembuang pada wastafel tersumbat c. Peralatan Pelindung yang di berikan oleh pihak sekolah harus dikenakan. Se- perti: helm, masker, ponco, sarung tangan, dan sepatu boot karet; dan Solusi: d. Pekerja diberikan training mengenai bahaya asbes dan cara kerja yang aman. A. Pemeliharaan rutin/menerus Peralatan Langkah langkah pemeliharaan wastafel adalah sebagai berikut: a. Peralatan bor manual atau yang bertenaga batere dengan kecepatan rendah; 1) Bersihkan wastafel dan segala asesorisnya setiap hari, baik di bagian dalam maupun bagian luarnya dengan menggunakan kain atau busa dan air sabun. Bila b. Gel rambut atau krim cukur; perlu gunakan sikat plastik untuk mengangkat kotoran. c. Kain lap, ember, semprotan, dan kantong plastik; 2) Bagian bawah wastafel ada bagian yang disebut siphon yang berfungsi untuk pe- d. Tanda Peringatan dan selotip yang kuat; dan nahan bau. Bentuk siphon ada yang berbentuk botol, ada yang berupa pipa ber- bentuk huruf S (leher angsa). Keduanya dilengkapi dengan bagian yang mudah e. Cup plastik yang kuat (untuk pengeboran bagian plafon). dibuka untuk membersihkan kotoran yang mengendap di dalamnya. Pembersi- han sebaiknya dilaksanakan sebulan sekali, atau kurang tergantung frekuensi penggunaan maupun jenis kotoran yang masuk kedalamnya. Caranya: a. letakkan ember di bawah siphon saat membuka, agar air buangnya tidak mengotori atau membasahi lantai dan tertampung ke ember; b. buka bagian botol atau lubang pengurasnya; c. bersihkan segala kotoran yang ada di dalamnya; dan d. pasang kembali botol atau penutup lubang pengurasnya. (1 & 2) (3 & 4)66 Panduan Manajemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah Panduan Manajemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah 39
    • Waktu: pembersihan setiap hari, sedangkan siphon dibersihkan setiap sebulan 4.9. Pemeliharaan rutin sekali atau setiap aliran kurang lancar. A. Pengecatan Alat, bahan dan perlengkapan: kain lap/busa, sikat, air sabun, ember. Tatacara B. Pemeliharaan berkala a. Gunakan kuas, jangan gunakan pompa bertekanan tinggi untuk mengecat; Lakukan pengamatan/kontrol secara berkala (bulanan) terhadap bak mandi, closet b. Ketika menggunakan roller, gunakan secara perlahan untuk menghindari abrasi dan komponen lain dalam KM/WC tersebut barangkali ada kerusakan atau gejala atau kerusakan lainnya. kerusakan. Pembersihan C. Perbaikan ringan 1) Gunakan kain lap basah untuk membersihkan peralatan; Wastafel yang tersumbat (buntu) 2) Gunakan kain lap basah untuk mengepel wilayah kerja; 1) Masukan 2 sendok makan soda api ke dalam wastafel yang dipenuhi air; 3) Segala peralatan yang digunakan harus di kumpulkan ke kantung sampah as- 2) Biarkan selama 25-30 menit; dan bes; 3) Jika belum berhasil gunakan cara dibawah ini. 4) Kantung sampah asbes harus dilap dengan kain lap basah sebelum dikeluarkan a. Bongkar/lepas pipa pembuang di bawah; dari lokasi kerja; b. Bersihkan kotoran yang menyumbat; dan 5) Setelah pekerjaan selesai para pekerja harus membersihkan diri/mandi; c. Setelah bersih pasang kembali dengan menggunakan treat tape/seal tape 6) Sampah asbes harus dibuang pada saat pekerjaan diakhir hari kerja; dan pada sambungannya 7) Sampah Asbes harus di kubur di lubang dengan tinggi minimum timbunan 25 Waktu: Saat ada kerusakan. cm. Alat, bahan dan perlengkapan: kain lap/busa, sikat, soda api, dan ember 3.3.6.2 Bak cuci dapur (Sink) Permasalahan yang sering timbul antara lain: a. Bak cuci kotor dan berkerak; b. Saluran pembuang buntu/tidak lancar Solusi: Pemeliharaan rutin, pemeliharaan berkala, dan perbaikan ringan A. Pemeliharaan rutin/menerus Bak cuci dapur biasanya tidak dilengkapi dengan siphon, karena kotoran sisa ma- kanan cukup banyak. Sebagai penggantinya lubang pembuang bak cuci dilengkapi dengan tutup karet. Saat tidak sedang digunakan lubang pembuang ditutup sehingga tidak ada bau tak sedap yang keluar dari lubang pembuang tersebut. Pemeliharaan yang dilakukan: 1) Bersihkan bak cuci setiap selesai digunakan, atau minimal sehari sekali untuk bak cuci yang penggunaannya tidak terlalu sering.40 Panduan Manajemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah Panduan Manajemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah 65
    • 3 2) Kotoran berupa kerak berwarna putih sisa-sisa mencuci perkakas dapur terka- dang sulit dihilangkan. Cara membersihkannya: - larutkan 2 sendok makan soda kue dengan perasan air jeruk nipis ½ gelas; - siramkan pada sink dan diamkan beberapa menit; dan - gosok dengan busa sampai bersih, lalu dibilas dengan air sabun dan keringkan. Waktu: dibersihkan setiap hari. Alat, bahan dan perlengkapan: kain lap/busa, sikat, soda kue, jeruk nipis, dan air sabun. Tatacara Pembongkaran Bahan Asbes B. Pemeliharaan berkala Lakukan pengamatan/kontrol secara berkala (bulanan) terhadap bak cuci barangkali ada kerusakan atau gejala kerusakan. Waktu: dibersihkan setiap hari. 2 Alat, bahan dan perlengkapan: kain lap/busa, sikat, soda kue, jeruk nipis, dan air sabun. C. Perbaikan ringan Jika saluran pembuang dari bak cuci (sink) tersumbat akibat lemak sisa pencucian 4, 5, dan 6 yang terakumulasi di saluran sink, cara mengatasinya: 1) Masukkan garam dan bikarbonat soda ke dalam mulut pipa saluran yang mam pat; 2) Siram dengan air panas yang mendidih. Alternatif lain jika belum bisa lancar, saluran/pipa pembuang bersihkan dengan menggunakan auger atau flexible wire untuk mengambil atau menghancurkan ko- toran yang ada dalam pipa. Waktu: Saat ada kerusakan. 1 Alat, bahan dan perlengkapan: kain lap/busa, sikat, garam, bikarbonat soda, air mendidih, ember, dan auger atau flexible wire. 3.3.6.5 Pipa instalasi air Permasalahan yang sering timbul: Pipa bocor karena pecah atau lepas penyambungannya. Dinding lembab akibat pipa yang bocor64 Panduan Manajemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah Panduan Manajemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah 41
    • Solusi: 4.8 Pembongkaran bahan asbes A. Pemeliharaan rutin/menerus Setiap kegiatan yang berhubungan dengan pembongkaran atau ber- potensi merusak bahan yang mengandung asbes harus dilaporkan 1) Tandai jalur pemipaan instalasi air, terutama yang pada dinas tenaga kerja setempat untuk mendapatkan bantuan serta berada di dalam tanah di luar bangunan, agar tidak petunjuk teknis. terkena gangguan yang dapat merusak. 2) Jaga agar tidak ada aktivitas atau tindakan yang Berikut ini adalah langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan oleh pihak seko- merusak pipa tersebut seperti anak bermain, erosi lah untuk menjaga keselamatan penghuni sekolah dari bahaya asbes. tanah, dll. Persiapan B. Pemeliharaan berkala a. Sebelum kegiatan yang akan mengganggu asbes dilakukan,wilayah kerja harus Lakukan pengamatan/kontrol secara berkala (bulanan) terhadap instalasi (pemi- ditutup dan hanya pekerja yang boleh ada di lokasi; paan) air dengan menelusuri jalur lintasannya, barangkali ada kerusakan atau gejala b. Pekerjaan hanya boleh dilakukan setelah waktu belajar mengajar selesai; kerusakan. Jika jalur lintasan tersebut tidak diketahui, dapat melacaknya dengan melihat pada as built drawing. Kebocoran pipa dapat dideteksi melalui adanya tanah c. Pekerja harus menggunakan alat-alat kerja dan pelindung yang diberikan oleh atau tembok yang basah (sementara bagian lain tidak basah) pada lintasan pipa pihak sekolah. seperti: helm, masker, ponco, sarung tangan, sepatu boot karet, tersebut. Bisa juga ditandai dengan kran yang tidak mengalir saat dibuka padahal obeng, kain lap, ember, semprotan, dan lembaran plastik; tangki penampung air terisi penuh. d. Lantai kerja dan dinding dilapisi plastik; dan C. Perbaikan ringan e. Pekerja diberikan informasi mengenai bahaya asbes dan cara bekerja yang aman dengan bahan asbes. Langkah-langkah perbaikan: Pelaksanaan 1) Asbes harus di basahi sebelum di bongkar. Lembaran asbes harus dibasahi de- ngan menggunakan kain lap basah. Kain lapnya tidak boleh dibilas lagi, yang boleh adalah mengelap dengan bagian kain lap yang belum tersentuh asbes; 2) Lembaran asbes harus di bongkar dengan baik sehingga tidak ada yang pecah/ rusak; 3) Sampah asbes harus dimasukan kedalam plastik yang telah diberi tanda peri- ngatan dan dibuang saat pembongkaran selesai;1) Cari lokasi sumber kebocoran 3) Jika pipa tertanam da- 4) Ganti atau tambal pipa 5) Dinding diplester dan 4) Setelah pekerjaan pembongkaran selesai para pekerja harus mandi;2) Stop penyaluran air dengan lam dinding tembok, buka yang bocor setelah kering dicatmenutup stop kran. plesteran dinding tembok kembali 5) Semua alat kerja dan pelindung harus di kembalikan kepada sekolah untuk di- tersebut dengan betel/ simpan dan hanya boleh digunakan untuk kegiatan pembongkaran/perawatan pahat tembok. bahan asbes; dan 6) Sampah Asbes harus di kubur di lubang dan ditimbun dengan ketebalan timbu- nan minimum 25 cm42 Panduan Manajemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah Panduan Manajemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah 63
    • Melaporkan kepada Dinas Ketenagakerjaan bila ada Bila ada pipa yang bocor harus segera diganti, namun secara darurat harus diatasi kegiatan pembongkaran bahan asbes di sekolah dan dulu agar penyaluran air tidak terganggu. Langkahnya seperti gambar berikut: meminta petunjuk teknis pelaksanaan. Sekolah harus menyediakan perlengkapan pelindung- bagi para pekerja yang akan melakukan kegiatan yang berhubungan dengan bahan asbes. Komite Sekolah Gunakan klem dan skrup Gunakan tape listrik harus menyiapkan anggaran untuk pengelolaan bahan asbes di sekolah. Semua pihak baik guru, murid, staf, dan penghuni sekolah lainnya harus mematuhipedoman manajemen Gunakan klem Gunakan dempul plastik asbes di sekolah, termasuk didalamnya tidak merusak atau mengganggu bahan asbes yang telah terpasang Waktu: saat ada kerusakan. di sekolah Alat, bahan dan perlengkapan: Untuk pipa PVC dan tertanam dalam tembok: palu, betel, gergaji besi, treat tape, 4.7. Pakaian Pelindung pipa cadangan, kuas, amplas, lem pipa. Untuk pipa galvanis, sebaiknya dikerjakan oleh tukang pipa, mengingat peralatan Kacamata pelindung yang diperlukan cukup banyak mungkin tidak tersedia di sekolah. Peralatan tersebut Masker pelindung adalah: pemotong pipa, pembuat ulir pipa, klem penjepit pipa, kunci pipa. Bahan yang diperlukan; pipa dan shock penyambung pipa, barel union, treat tape (seal tape/ isolasi pipa), oli pelumas. 3.3.6.6 Keran air Sarung tangan Permasalahan yang sering timbul antara lain: Pakaian pelindung wajib dike- nakan oleh setiap pekerja yang a) Keran kotor dan berkarat/kerak di bagian luar se- Ponco akan merawat atau membongkar hingga akan merusak lapisan ausnya; bagian bangunan yang mengan- b) Keran mampat, air tidak lancar saat dibuka, bisa ter- dung bahan asbes. jadi karena adanya karat atau kerak di bagian da- Sepatu boot lamnya; dan c) Keran bocor/tidak rapat saat ditutup, biasanya terjadi Kotak peralatan karena ring karet (washer)nya sudah aus atau karet sudah tidak lentur lagi (mengeras).62 Panduan Manajemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah Panduan Manajemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah 43
    • Solusi: 4.5. Kajian kondisi bahan asbes A. Pemeliharaan rutin/menerus Sekolah yang menggunakan bahan yang mungkin mengandung asbes (misalnya bahan plafon yang bukan terbuat dari tripleks) harus mengkaji kondisi dari bahan Bersihkan keran dengan air sabun dan busa atau kain lap, bila perlu bisa dengan tersebut setiap bulan atau pada saat bahan tersebut terganggu/rusak. Kemudian sikat. perlu diambil tindakan sesuai dengan hasil kajian tersebut. Waktu: setiap hari. Alat, bahan dan perlengkapan: kain lap/busa, sikar, air sabun. Kondisi Description Management Action B. Pemeliharaan berkala Bahan asbes terbungkus/tertutup rapi, tidak - Dipelihara (lihat 4.9) Lakukan pengamatan/kontrol secara berkala (bulanan) terhadap keran dengan men- pecah, dan tidak dapat di jangkau siswa/ter- Baik - Pekerjaan ringan coba membuka dan menutup barangkali ada ketidak lancaran atau gejala kerusa- ganggu oleh aktifitas sekolah. diperbolehkan (lihat kan. Sulit dijangkau dan dalam kondisi baik/tidak 4.10) Normal Waktu: setiap dua bulan sekali. pecah/tidak rapuh. Alat, bahan dan perlengkapan: - Dapat dijangkau oleh siswa akibat kegiatan Dibuang (Lihat. 4.8) Buruk disekolah dan permukaannya sudah rusak C. Perbaikan ringan . atau pecah. Bila keran (dari logam) mampat diduga terdapat karat atau kerak di dalam, bersihkan dengan cara: 4.6. Tugas dan tanggungjawab didalam pengelolaan bahan asbes 1) lepaskan keran dari tempatnya; Pimpinan Sekolah harus bertanggung jawab untuk 2) rebus air yang dicampur dengan cuka; melakukan pengelolaan atas bahan asbes yang terda- 3) rendam keran dalam air tersebut sekitar 15 menit; dan pat disekolah untuk menjaga kesehatan dan keselama- tan semua staf, murid sekolah, dan pekerja dari debu 4) bersihkan kerak dengan sikat pada bagian luar, sedangkan pada bagian dalam asbes. yang tidak terjangkau dengan sikat, putar-putar keran dengan membuka dan menutup seperti waktu menggunakan dengan berulang ulang sampai lancar. Bila keran bocor, langkah-langkah penyelesaiannya: Memberikan penyuluhan kepada para murid, guru, dan staf tentang bahaya asbes serta tatacara pengelolaan 1) Stop penyaluran air dengan menutup stop kran; bahan yang mengandung asbes 2) Buka sekrup untuk melihat karetnya (bagian yang sering rusak karena peng- gunaan); Pimpinan sekolah harus menugaskan tim pemeliharaan- 3) Ganti ring karet (washer) bila tidak bisa maka di ganti dengan keran yang baru; bangunan sekolah untuk melaksanakan pengelolaan dan bahan yang mengandung asbes. 4) Apabila diganti keran baru waktu memasang perlu diberi seal tape (treat tape) pada ulir keran ke pipa sambungannya. Waktu: saat ada kerusakan. Alat, bahan dan perlengkapan: kunci pipa atau kunci inggris, sikat, panci air, drei/ obeng, keran pengganti (bila perlu), treat tape, dan cuka.44 Panduan Manajemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah Panduan Manajemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah 61
    • 3.3.6.7 Bak penampung (tangki penampung air) Tidak Apakah ada bahan yang mengandung Permasalahan yang sering timbul antara lain: asbes di sekolah? 1) Bak penampung kotor, karena ada endapan lumpur dari air permukaan kotor oleh debu; Ya Pastikan dengan 2) Bocor pada sambungan pipa outlet; dan Cek gambit As Built dan lakukan mengecek Gam- inspeksi untuk mengetahui lokasi 3) Kerangka baja penyangga tangki berkarat. bar As Built bahan tersebut Solusi: A. Pemeliharaan rutin/menerus Verifikasi apakah Tidak Apakah ada bahan panel yang dipakai Ya ada bahan asbes? 1) Tangki air atau bak penampung perlu secara periodik (misalnya seminggu sekali) selain tripleks? dibersihkan. Tidak 2) Langkah-langkah pemeliharaan sebagai berikut: Tidak Ada bahan yang - Bersihkan lumpur endapan maupun lumut pada bak penampung (tangki) Ya Asumsikan ada bahan menagndung asbes (tidak perlu diambil asbes bagian dalam hingga bersih. tindakan) - Selesai pembersihan bagian dalam sekaligus lanjutkan pembersihan tangki Evaluasi kondisi bahan dan komponen lainnya di bagian luar. yang mengandung asbes Waktu: seminggu sekali. Alat, bahan dan perlengkapan: sikat dan air sabun. Apakah dapat meng- B. Pemeliharaan berkala ganggu kesehatan? Lakukan pemeriksaan secara berkala (tiga bulan sekali) Tidak untuk memastikan bahwa: Laporkan pada dinas Ketenagakerjaan 1) Lubang vent bekerja dengan baik; Ya 2) Pelampung penutup keran berfungsi dengan baik; Diberi tanda peringatan dan Tentukan cara pengelo- Pembuangan 3) Lubang peluap tidak tersumbat; (5) dipelihara (4.9 & laan (4.8) 4) Keran penguras bekerja dengan baik; 4.10) 5) Konstruksi kerangka baja: dibersihkan karatnya dengan sikat baja dan dicat ulang setiap 3 tahun sekali; dan Di evaluasi secara berkala 6) Bila penyangga terbuat dari beton perhatikan apak- ah ada retak besar yang berbahaya. Diagram pengelolaan bahan asbes di sekolah Perawatan konstruksi kerangka baja60 Panduan Manajemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah Panduan Manajemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah 45
    • C. Perbaikan ringan 4.2. Nilai ambang batas serat asbes di udara Bila ada pipa yang bocor harus segera diganti, namun secara darurat harus diatasi Konsentrasi debu asbes di udara lingkungan kerja tidak boleh melebihi ambang ba- dulu agar penyaluran air tidak terganggu. Langkahnya seperti gambar yang telah tas yang ditetapkan oleh pemerintah indonesia yaitu 2 serat per mililiter udara. diuraikan pada perbaikan pipa di atas. Kajian mengenai keberadaan bahan asbes pada material bangunan dan kadar kon- sentrasi debu asbes diudara dapat dilakukan oleh Kantor Pusat Hiperkes-Depnaker, 3.3.7 Instalasi Listrik Jl. A. Yani No. 69-70 Jakarta Pusat. Permasalahan yang sering timbul antara lain: a) Bola lampu mati, mungkin karena masa pakainya habis, atau gangguan lain; 4.3. Bahan asbes bisa ada dimana saja? b) Sekering putus, kemungkinan ada arus pendek; c) Saklar dan stop kontak terlepas dari dudukannya (longgar terhadap dinding); d) Stop kontak rusak; dan e) Aliran arus terputus, sehingga lampu, stop kontak dan saklar tidak berfungsi. Penutup Atap Solusi: A. Pemeliharaan rutin/menerus 1) As built drawing selalu tersedia di kantor sekolah, sebagai panduan bila akan melacak jaringan instalasi listriknya; Plafon 2) Bersihkan lampu termasuk kap atau armaturnya dari kotoran (debu) setiap hari dengan menggunakan kemoceng/sulak atau kain. Jangan membersihkan bola Dinding lampu saat lampu menyala bila tergoyang filamen akan cepat putus/mati; 3) Segera diganti apabila ada lampu yang mati akibat putusnya filamen; 4) Hindari mematikan dan menghidupkan lampu yang Mengingat banyaknya produk asbes serta sulitnya mengidentifikasi keberadaan ba- tidak perlu. Kestabilan tegangan pada instalasi lis- han asbes pada material bahan bangunan, maka semua produk bahan bangunan trik akan menjaga keawetan lampu; berbentuk panel yang bukan terbuat dari triplex harus dianggap sebagai bahan yang mengandung asbes. 5) Pastikan lampu selalu dimatikan setelah selesai di- gunakan (setelah pulang sekolah); dan 6) Simpan catatan meteran dan pantau tagihan lis- 4.4. Bagaimana cara mengelola bahan asbes/mungkin mengandung trik setiap bulan. Hal itu dilakukan untuk mencari asbes? besarnya variasi konsumsi daya pemakaian untuk Tujuan dari pengelolaan bahan yang mengandung asbes di sekolah adalah untuk mengambil tindakan yang diperlukan. menjaga kesehatan dan keselamatan semua penghuni sekolah dari bahaya yang dapat ditimbulkan dari menghirup serat asbes yang terdapat di udara. Pengelolaan bahan asbes dapat dilakukan oleh pihak sekolah dengan mengikuti dia- gram berikut ini:46 Panduan Manajemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah Panduan Manajemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah 59
    • MANAJEMEN ASBES DI BAB 4. Manajemen Asbes di Sekolah As-built drawing selalu tersedia Waktu: seminggu sekali. Pastikan bahwa stop kontak dan lampu berfungsi dengan baik Simpan catatan meteran dan pantau tagihan listrik Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 74 Tahun 2001: se- Alat, bahan dan perlengkapan: tangga, kemoceng/sulak, dan kain lap. mua bahan asbes kecuali Asbes Putih (Chrysotile) telah dilarang penggunaannya di Indonesia. Asbes putih termasuk dalam kategori bahan beracun dan berbahaya yang B. Pemeliharaan berkala masih dapat digunakan di Indonesia. Lakukan pengecekan secara berkala setiap bulan; hal-hal yang perlu diperhatikan Penggunaan bahan yang mengandung Chrysotile harus mengikuti Keputusan Direktur antara lain: Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan, No. KEP.104/DJPPK/IX,2006: 1) Pastikan tidak ada kabel terbuka yang terpasang; Petunjuk teknis pemakaian bahan yang mengandung asbes ditempat kerja. 2) Pastikan semua pemasangan stop-kontak di dinding, dipasang dengan sempur- 4.1. Prinsip umum na dan aman; Kalau ada,Gambar As 3) Pastikan tidak ada kebocoran air pada daerah lampu atau pada stop-kontak lis- Built harus dikaji sebelum trik; Semua orang pada lokasiSEKOLAH dimana terdapat bahan yang kegiatan pemeliharaan/ 4) Cek apakah starter pada lampu TL (neon) masih berfungsi (belum mati); mengandung /mungkin men- perbaikan dilaksanakan. 5) Periksa dan ganti bola lampu yang terbakar/ putus setiap ada yang mati; dan gandung asbes harus menda- patkan informasi yang cukup 6) Periksa saklar/stop-kontak, apakah masih dalam kondisi baik? Ganti saklar/ Kalau tidak terganggu mengenai dampak bahan stop-kontak yang rusak dengan segera, untuk mencegah kerusakan lainnya dan dan tertutup. Bahan asbes pada kesehatan dan mencegah kemungkinan terjadi kebakaran akibat arus pendek. asbes tidak terlalu ber- cara pencegahannya seperti bahaya bagi kesehatan, Instalasi listrik yang materialnya berupa kabel dan material lainnya akan menjadi yang terdapat pada buku pan- sehingga bahan asbes aus sejalan dengan perjalanan waktu. Oleh karena itu instalasi listrik perlu diuji dan duan ini. yang sudah terlanjur diperiksa oleh tenaga ahli kelistrikan minimal 5 tahun sekali. terpasang sebaiknya dibiarkan ditempat. Tindakan pencegah- an harus diambil untuk Perlu dilakukan pemberian tanda pada mencegah debu asbes bahan asbes yang kondisinya buruk. berterbangan di udara. (lihat 4.5). Lokasi bahan asbes/mungkin mengandung asbes harus ditunjukan pada Gambar As Built. Lampu yang sudah rusak Cara Penggantian Bola Lampu 58 Panduan Manajemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah Panduan Manajemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah 47
    • Waktu: pengontrolan sebulan sekali, dan tes instalasi setiap lima tahun sekali. 3.3.8.8 Peresapan air hujan Alat, bahan dan perlengkapan: tangga, obeng, dan obeng listrik (tes pen). Apabila air tanah cukup dalam sebaiknya air hujan tidak semuanya langsung dibuang ke selokan dan keluar halaman, tetapi diresapkan ke dalam tanah di halaman seko- C. Perbaikan ringan lah. Ini dimaksudkan untuk menjaga kesetabilan air tanah. Lebih-lebih jika sumber air sekolah tersebut berasal dari sumur. Pekerjaan instalasi listrik merupakan pekerjaan yang memerlukan keahlian. Per- baikan instalasi ini juga perlu dilakukan oleh orang yang berkompeten, mengingat Permasalahan yang sering timbul antara lain: bila terjadi kesalahan bisa berbahaya. Perbaikan yang bisa dilakukan oleh warga a. Saluran peresapan tersumbat oleh sampah atau kotoran padat lainnya pada sa- sekolah atau tim pemeliharaan bangunan sekolah adalah: ringan peresapan; 1) Mengganti bola lampu maupun TL bila ada yang putus; b. Sumur peresapan penuh dengan lumpur yang terbawa oleh air hujan, sehingga 2) Mengganti sekering bila putus dengan sekring baru yang ukurannya sama. Ja- tidak dapat menampung air lagi; dan ngan sekali-kali mengganti sekering dengan kabel yang lebih besar dari yang c. Saringan penahan sampah cepat rusak, karena terbuat dari logam sehingga mu- sehatrusnya (sekering lama); dah berkarat. 3) Perbaikan stop kontak meliputi: a) putusnya per pada kontak-kontak saklar, b) mur/baut pada stop kontak dan sakelar tidak terpasang dengan sempurna, Solusi c) saklar pecah akibat benturan benda mekanis. Jika stop kontak sudah tidak A. Pemeliharaan rutin/menerus bisa diperbaiki lagi sebaiknya diganti dengan yang baru; dan Jaga agar saluran tidak tersumbat dengan cara membersihkan sampah atau kotoran 4) Memperbaiki fitting lampu bila sekrup tidak terpasang dengan baik atau kabel padat lainnya yang berpotensi menyumbat saluran, baik di saluran terbuka yang lepas, atau fitting pecah/rusak. Bila tidak bisa diperbaiki segera diganti dengan menuju peresapan maupun di inletnya/saringan. yang baru. Waktu: setiap hari saat musim hujan. Untuk komponen lain seperti penggantian kabel, pengecekan jaringan, penambahan Alat, bahan: sapu lidi, serokan dan sekop. titik lampu baru, penggantian box sekering, dsb. harus dilakukan oleh orang yang ahli. Ini dimaksudkan untuk menghindari kesalahan yang bisa mengakibatkan arus B. Pemeliharaan berkala pendek yang dapat menimbulkan percikan api. Setiap musim kemarau lumpur yang ada di dalam peresapan harus diangkat sampai Waktu: setiap saat ada kerusakan. bersih, dengan cara angkat tutup peresapan dan bersihkan kotoran dan lumpur yang Alat, bahan dan perlengkapan: tangga, lampu cadangan, starter, sekering, tang ada di dalam peresapan tersebut. Setelah bersih ditutup kembali. kabel, obeng, obeng listrik (tes pen), saklar, stop kontak, fitting dan isolasi. Waktu: setiap musim kemarau (setelah musim hujan dan sebelum musim hujan beri- Jika hal-hal tersebut diatas tidak dipatuhi maka akan menimbulkan bahaya keba- kutnya. karan. Sehubungan dengan hal itu sekolah dianjurkan agar memiliki alat pemadam Alat, bahan: Sekop, cangkul, sendok spesi dan gerobak dorong. kebakaran. C. Perbaikan ringan 3.3.8 Pemeliharaan Halaman Sekolah Jika saringan penahan sampah rusak segera diganti dengan yang baru. Pekerjaan pemeliharaan halaman sekolah diantaranya: Waktu: setiap terjadi kerusakan. a. Tanaman pohon dan taman; Alat, bahan: palu, tang dan saringan pengganti. b. Pintu gerbang dan pagar keliling bangunan; c. Tempat pembuangan sampah;48 Panduan Manajemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah Panduan Manajemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah 57
    • c. Dinding tepi lantai di sekeliling sumur ditumbuhi lumut; d. Drainase air hujan; d. Pompa air tidak berfungsi dengan baik; e. Jalan setapak; e. Saluran ke tangki penampung bocor; dan f. Rabat beton sekitar gedung; f. tangki penampung kotor g. Sumur dan pompa; dan (khusus mengenai pipa saluran air dan tangki penampungan air telah dibahas pada h. Utilitas (instalasi listrik, air kotor, septictank dan resapan). bagian Instalasi Air dan Sanitasi). 3.3.8.1 Tanaman pohon dan taman Solusi Permasalahan yang sering timbul antara lain: A. Pemeliharaan rutin/menerus a. Pohon terlalu tinggi, dahan dan rantingnya mengenai bangunan atau kabel di Bersihkan lantai sekitar sumur dari berbagai jenis kotoran sekitarnya; Waktu: setiap hari atau setiap saat terlihat ada kotoran. b. Daun kering yang jatuh mengotori halaman, drainase, dan atap/talang; Alat: sapu lidi, serokan, skop, ember. d. Taman (tanaman hias) tumbuh tidak teratur; e. Rumput halaman sebagai “ground cover” mati, sehingga tanah menjadi terbuka; B. Pemeliharaan berkala dan 1) Kontrol dinding sumur dan penutup mungkin terjadi retak, pompa bila ada keru- f. Letak pohon yang kurang memberi manfaat, misalnya kurang dapat melindungi sakan atau gejala kerusakan. Bila pompa air menggunakan jenis pompa tangan, bangunan dari panas matahari, kurang rindang,dsb. tuas pemompa dan engselnya secara berkala diberi pelumas. Semua besi yang terlihat dilindungi dengan cat supaya tidak mudah berkarat; 2) Jika sekolah menggunakan pompa listrik, periksalah secara berkala dengan memperhatikan suara pompa saat sedang dihidupkan. Jika suaranya terasa kasar dibandingkan dengan sebelumnya atau ada masalah yang berhubungan dengan kinerja pompa tersebut, sebaiknya minta bantuan ahlinya untuk diper- baiki; dan 3) Bersihkan dinding sumur dari lumut dan tumbuhan lain. Waktu: sebulan sekali Alat, bahan: skrap/kape, serokan, sikat. C. Perbaikan ringan ket. a: tinggi maksimal pohon sejajar dengan tinggi atap gedung, radius akar maksimal = radius daun terluar Jika ada kerusakan dinding sumur atau lantai disekelilingnya, segera diperbaiki agar kerusakan tidak semakin parahyang dapat mengakibatkan sumur menjadi terce- Solusi mar. A. Pemeliharaan rutin/menerus Jika pompa air mengalami kerusakan sebaiknya diperbaiki oleh tenaga ahli yang 1) Bersihkan sampah daun yang jatuh secara rutin setiap hari. berpengalaman. 2) Siram tanaman/taman bila tidak sedang musim hujan. Waktu: segera saat diketahui ada kerusakan. 3) Tanam pohon pada tempat yang tepat agar dapat menjadi pelindung bangunan Alat, bahan: peralatan tukang batu, semen, dan pasir.56 Panduan Manajemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah Panduan Manajemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah 49
    • dari sinar matahari langsung dan angin kencang. Penanaman pohon juga ditem- Waktu: saat terjadi kerusakan patkan pada bagian halaman yang perlu perindang dan tidak mengganggu aktifitas Alat, bahan: peralatan tukang batu, semen , pasir, kerikil, alat pencabut rumput, dan belajar (termasuk olah raga). air. Waktu: penyiraman setiap hari, dan penyiangan dan pemupukan sebulan sekali/ 3.3.8.6 Rabat beton sekitar gedung sesuai dengan kebutuhan. Permasalahan yang sering timbul antara lain: Alat, bahan dan perlengkapan: selang air, cangkul, gunting rumput, pupuk, masker, sarung tangan. a. Retak atau pecah oleh penyusutan; b. Amblas karena penurunan tanah dasarnya; dan B. Pemeliharaan berkala c. Lapisan permukaan semen mengelupas 1) Periksa pepohonan baik akar maupun dahannya apakah ada yang mengenai bangunan atau kabel; A. Pemeliharaan berkala 2) Pangkas dahan/ranting pohon yang mengganggu bangunan/kabel secara berka- Periksa secara berkala bila ada kerusakan atau tanda-tanda kerusakan, segera la tiga bulan sekali; diperbaiki sebelum kerusakannya menjadi semakin meluas. 3) Jika ada akar pohon yang diduga akan merusak bangunan (pondasi, jalan seta- pak, rabat keliling, dinding penahan tanah (talud), maupun saluran drainase), B. Perbaikan ringan segera potong pohon tersebut dan ganti dengan pohon yang akarnya tidak bera- 1) Kerusakan pada rabat beton, sebelum dibongkar terlebih dahulu harus ditemu- kar tunggang, jika masih memungkinkan potong akar pohon yang mengganggu; kan penyebabnya dan dihilangkan. Jika ada akar tumbuhan yang merusak rabat dan tersebut harus dipotong dan dibuang; 4) Lakukan pemangkasan secara bekala dengan menggunakan gunting rumput. 2) Bongkar bagian yang rusak, ratakan lagi tanah dasarnya dan padatkan serta Halaman yang tidak tertutup oleh tanaman ditanami rumput agar tidak mudah diberi urugan pasir; dan erosi. 3) Cor kembali dengan beton yang kualitasnya sama dengan bagian yang lain. Waktu: tiga bulan sekali. Waktu: segera setelah terjadi kerusakan. Alat, bahan dan perlengkapan: cangkul, gunting rumput, gergaji, parang, selang Alat, bahan: peralatan tukang batu, semen, pasir, kerikil, dan air. air, bibit tanaman/rumput, pupuk tanaman. 3.3.8.7 Sumur dan Pompa Air 3.3.8.2 Pemeliharaan Pintu Gerbang dan Pagar Sekolah yang menggunakan sumur sebagai sumber air Permasalahan yang sering timbul antara lain: harus dijaga agar terhindar dari pencemaran. Sebaik- a. Pagar kotor berlumut atau berkarat karena sering nya sumur tersebut berdinding beton dan ditutup su- kena air atau udara lembab; paya tidak kemasukan kotoran yang dapat mencemari. b. Engsel/roda pintu gerbang tidak lancar karena karat; Jarak antara sumber air dari tanah dan resapan septik- tank minimal 10m. c. Cat mengelupas karena pengaruh cuaca; Permasalahan yang sering timbul antara lain: d. Pagar /pintu gerbang rusak karena pemakaian atau karena hal lain; a. Lantai halaman sekeliling sumur terdapat genangan air; e. Roda atau engsel pintu gerbang rusak karena pe- makaian; dan b. Lantai sumur kotor oleh sampah dan lumpur/pasir; f. Pagar dirambati tumbuhan jalar.50 Panduan Manajemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah Panduan Manajemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah 55
    • Jika penyebabnya tanah dibawah saluran yang amblas, maka terlebih dahulu Solusi harus diurug dengan pasir dan dipadatkan. Sedangkan jika rusaknya disebabkan A. Pemeliharaan rutin/menerus oleh erosi tanah samping, maka harus dilakukan pengurugan dengan tanah dan tanah tersebut ditanami dengan rumput agar tahan terhadap erosi. Bila perlu Bersihkan pagar dari tumbuhan menjalar dan kotoran yang menempel secara rutin diberi penahan tanah dari kayu, bambu atau pasangan batu bata. seminggu sekali. b. Setelah penyebab kerusakan selesai diatasi baru dibangun kembali seperti ben- Waktu: seminggu sekali atau saat terlihat kotor. tuk semula. Alat, bahan dan perlengkapan: parang, sikat, dan air. Waktu: setiap saat ada kerusakan. B. Pemeliharaan berkala Alat, bahan dan perlengkapan: peralatan tukang batu, cangkul, parang, gerobag dorong, sekop, dsb. 1) Bersihkan lumut setiap enam bulan sekali terutama setelah musim hujan; 2) Engsel atau roda pintu gerbang secara berkala diberi pelumas supaya licin; dan 3.3.8.5 Jalan setapak/selasar penghubung 3) Pagar dicat ulang setiap tiga tahun sekali dengan menggunakan cat yang sesuai Permasalahan yang sering timbul antara lain: dengan jenis bahan pagar tersebut. Kalau pagar dari tembok, gunakan plamur a. Terjadi retak / pecah akibat beban atau penurunan dan cat tembok, sedangkan pagar dari besi gunakan cat dan meni besi. Sebelum tanah dasar; di cat, pagar diamplas terlebih dahulu sampai bersih dan dicat saat pagar dalam keadaan kering. b. Rusak karena terangkat oleh akar pohon; dan Waktu: enam bulan sekali, khusus pengecatan bisa tiga tahun sekali. c. Tumbuhnya rumput liar (pada jalan setapak yang ter- buat dari con-block) Alat, bahan dan perlengkapan: skrap/cap, amplas, kuas, cat, oli pelumas, dempul, dan plamur. Solusi: C. Perbaikan ringan A. Pemeliharaan berkala a. Pagar yang rusak segera diperbaiki dikembalikan sesuai dengan bentuk semu- Periksa secara berkala bila ada kerusakan dan segera diperbaiki sebelum keru- la; sakannya menjadi semakin meluas. b. Roda atau engsel pintu rusak juga segera dibetulkan agar pintu dapat berfungsi B. Perbaikan ringan seperti semula; dan 1) Jika jalan setapak terbuat dari rabat beton, sebelum dibongkar terlebih dahulu c. Apabila tenaga sekolah tidak mampu melakukan sendiri sebaiknya mengundang harus ditemukan penyebabnya dan dihilangkan. Jika ada akar tumbuhan yang orang yang mampu mengingat peralatannya belum tentu dimiliki oleh sekolah. merusak jalan tersebut harus dipotong dan dibuang. Waktu: insidental saat terjadi kerusakan. - Bongkar bagian yang rusak dan ratakan lagi tanah dasarnya dan padatkan serta diberi urugan pasir. Alat, bahan dan perlengkapan: peralatan milik tukang atau bengkel. - Cor kembali dengan beton sekualitas bagian yang lain. 3.3.8.3 Tempat Pembuangan Sampah 2) Bila terbuat dari paving blok, bongkar dengan hati-hati agar tidak pecah. Setelah Permasalahan yang sering timbul antara lain: tanah dasar dipadatkan dan diurug pasir, pasang kembali rata dengan bagian yang lain. a. Bak sampah rusak karena sering digunakan untuk membakar sampah. Seharus- nya sampah tidak dibakar dalam bak sampah, tetapi dibuatkan tempat khusus Bersihkan rumput liar yang tumbuh di sela-sela paving block seperti drum yang dindingnya diberi lubang udara.54 Panduan Manajemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah Panduan Manajemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah 51
    • b. Pintu dan/atau tutup bak sampah yang terbuat dari logam mudah berkarat dan Waktu: setiap saat ada kerusakan. cepat rusak Alat, bahan dan perlengkapan: peralatan tukang batu, tukang cat dan tukang besi/ las, pasir, semen, bata/batako, cat, meni. Solusi: A. Pemeliharaan rutin/menerus 3.3.8.4 Drainase air hujan 1) Sampah harus dibersihkan setiap hari dari bak pe- Permasalahan yang sering timbul antara lain: nampung sementara di sekolah, untuk dibuang ke a. Terdapat sampah daun dari tanaman/tumbuhan tempat pembuangan akhir; sekitarnya; 2) Jangan membakar sampah dalam bak penampung; b. Terjadi endapan lumpur khususnya saat musim hu- dan jan; 3) Seminggu sekali bak sampah disemprot dengan air c. Terjadi retak akibat erosi atau pemadatan tanah sampai bersih. disekelilingnya; Waktu: Setiap hari. d. Rusak karena terangkat oleh akar pohon; Alat, bahan dan perlengkapan: gerobak dorong, sapu lidi, serokan, dan selang e. Retak karena ada penurunan tanah dasarnya; dan air. f. Cek kemiringan saluran agar tidak ada genangan air. B. Pemeliharaan berkala Solusi 1) Lakukan pengecekan pada bak sampah setiap sebulan sekali apakah ada bagian yang rusak atau tanda-tanda akan rusak; A. Pemeliharaan rutin/menerus 2) Pintu dan/atau penutup bak sampah jika menggunakan logam harus dicat seta- Bersihkan saluran terbuka dari sampah, endapan lumpur atau kotoran lainnya. Gu- hun sekali dengan cat besi. Sebelum dicat bersihkan dulu karatnya dengan am- nakan sapu lidi dan serokan untuk membersihkan sampah daun kering. Sedangkan plas hingga bersih; dan sampah endapan lumpur dan sejenisnya dapat diangkat dengan menggunakan ce- tok/sekop. 3) Dinding bak sampah yang terbuat dari pasangan tembok atau beton sebaiknya dicat setiap tiga tahun sekali dengan cat kayu(cat minyak) agar pori-porinya ter- Waktu: setiap hari. tutup rapat dan permukaan tembok menjadi licin. Alat: sapu lidi, serokan, dan sekop. Waktu: pengecekan setiap bulan, pengecatan bahan logam satu tahun sekali dan pengecatan tembok bak sampah tiga tahun sekali. B. Pemeliharaan berkala Alat, bahan dan perlengkapan: skrap/kape, amplas, kuas, cat, dempul, dan pla- Periksa setiap tiga bulan sekali keadaan saluran apakah ada kerusakan atau gejala mur. kerusakan. Jika ditemukan kerusakan segera lakukan perbaikan. Waktu: tiga bulan sekali. C. Perbaikan ringan Alat, bahan dan perlengkapan: alat pencatat. 1) Dinding bak sampah yang rusak (misalnya plester mengelupas, tembok retak, dsb.) segera diperbaiki sesuai dengan bentuk semula; C. Perbaikan ringan 2) Engsel pintu dan/atau penutup segera diganti bila rusak; dan a. Jika saluran retak atau pecah, sebaiknya dicari penyebab retaknya saluran terse- 3) Demikian juga pintu dan/atau penutupnya bila rusak/keropos segera diperbaiki but. Sebelum memperbaiki harus dihilangkan terlebih dahulu penyebab kerusa- kembali. kan. Jika penyebabnya akar pohon, maka akar pohon tersebut harus dipotong.52 Panduan Manajemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah Panduan Manajemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah 53