Buku 7  panduan pemberian dana batuan untuk biaya operasional smp terbuka
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Like this? Share it with your network

Share

Buku 7 panduan pemberian dana batuan untuk biaya operasional smp terbuka

  • 2,112 views
Uploaded on

Buku 7 Panduan Pemberian Dana Batuan Untuk Biaya Operasional SMP Terbuka

Buku 7 Panduan Pemberian Dana Batuan Untuk Biaya Operasional SMP Terbuka

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
No Downloads

Views

Total Views
2,112
On Slideshare
2,112
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
55
Comments
0
Likes
1

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. PANDUAN PELAKSANAANPENYELENGGARAAN SMP TERBUKA Buku 7 : Panduan Pemberian Dana BatuanUntuk Biaya Operasional SMP Terbuka KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT JENDERAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama Tahun 2010
  • 2. Belajar Untuk Masa Depanku KATA PENGANTARPelaksanaan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional,Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 47 Tahun 2008 tentang Wajib Belajar,Instruksi Presiden nomor 5 tahun 2006 tentang Gerakan Nasional Percepatan PenuntasanWajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun dan Pemberantasan Buta Aksaramerupakan indikasi yang sangat nyata upaya Pemerintah Indonesia dalam peningkatanmutu sumberdaya manusia agar mampu bersaing dalam era keterbukaan dan globalisasi.Di lingkungan Direktorat Pembinaan SMP Ditjen Mandikdasmen, KementerianPendidikan Nasional, diantara dampak realisasi dari peraturan-peraturan perundangantersebut dapat diukur dari Angka Partisipasi Kasar (APK) SMP/MTs/Sederajat pada akhirtahun 2009 mencapai 98,11%. Angka ini melebihi target yang diharapkan dapat dicapaiakhir tahun 2008, yaitu 95.0%. Dengan telah tercapainya target APK di atas, makaorientasi pembinaan pendidikan pada jenjang SMP lebih ditekankan pada peningkatanmutu pendidikan.Dalam rangka peningkatan mutu tersebut, Direktorat Pembinaan SMP telah menyusunberbagai kebijakan dan strategi yang kemudian dijabarkan dalam bentuk program dankegiatan yang dilaksanakan secara terpadu dan terkoordinasi. Dengan kebijakan danprogram tersebut, diharapkan misi 5 K Kementerian Pendidikan Nasional terkait denganKetersediaan, Keterjangkauan, Kualitas, Kesetaraan dan Kepastian juga diharapkan dapatterpenuhi.Agar program dan/atau kegiatan tersebut dapat mencapai target yang telah ditetapkan,sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang ada, Direktorat Pembinaan SMP menerbitkanberbagai Buku Panduan Pelaksanaan untuk masing-masing program dan/atau kegiatan,baik yang pengelolaannya di tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota, maupun yangdilaksanakan langsung oleh sekolah.Dengan buku panduan ini diharapkan pihak-pihak terkait dengan penyelenggaraanprogram di semua tingkatan dapat memahami dan melaksanakan dengan amanah, efektifdan efisien seluruh proses kegiatan mulai dari penyiapan rencana, pelaksanaan, sampaidengan monitoring, evaluasi dan pelaporannya.Akhirnya, kami mengharapkan agar semua pihak terkait mempelajari dengan seksama danmenjadikannya sebagai pedoman serta acuan dalam pelaksanaan seluruh program ataukegiatan pembangunan pendidikan pada jenjang Sekolah Menengah Pertama tahunanggaran 2010. Jakarta, Januari 2010 Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Pertama, Didik Suhardi, SH., M.Si NIP. 196312031983031004 i
  • 3. Belajar Untuk Masa Depanku DAFTAR ISIKATA PENGANTAR ................................................................................................................ iDAFTAR ISI............................................................................................................................. iiiBAB I PENDAHULUAN .......................................................................................................... 1 A. Latar belakang................................................................................................................ 1 B. Tujuan ............................................................................................................................ 1 C. Sasaran ........................................................................................................................... 2BAB II PANDUAN PENGGUNAAN ALOKASI DANA UNTUK PENGADAANBAHAN DAN ATK................................................................................................................... 3 A. Sebagai penunjang penyelenggaraan pendidikan........................................................... 3 B. Proses pengadaan bahan dan ATK................................................................................. 3 C. Hal-hal yang yerlu diperhatikan dalam pengadaan bahan dan ATK ............................. 4BAB III PELAPORAN .............................................................................................................. 7 A. Jenis laporan menurut substansi..................................................................................... 7 B. Jenis laporan menurut waktu penyampaian ................................................................... 7 C. Pengiriman Laporan ....................................................................................................... 7 D. Isi laporan....................................................................................................................... 7 E. Sanksi. ............................................................................................................................ 8BAB VIII PENUTUP................................................................................................................. 9 iii
  • 4. Belajar Untuk Masa Depanku BAB I PENDAHULUANA. Latar belakang. SMP Terbuka sebagai salah satu pola wajib belajar, sampai saat ini masih merupakan salah satu pendidikan alternatif yang diharapkan untuk mampu menampung tamatan SD/MI, yang karena menghadapi berbagai kendala, seperti kondisi sosial ekonomi yang lemah, letak geografis yang sulit, kelangkaan transportasi dan keterbatasan waktu karena harus membantu orang tua bekerja atau terpaksa mencari nafkan sendiri, sehingga mereka tidak mungkin mengikuti pendidikan secara reguler di SMP terdekat, meskipun lokasinya relatif tidak jauh dari tempat tinggal mereka. Suatu sekolah, termasuk SMP Terbuka dapat terselenggaral bila tersedia siswa, tenaga kependidikan, sarana belajar, serta biaya operasional. Sejak tahun 2000 setelah diberlakukannya Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah yang telah diperbaharui dengan Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004, sebenarnya tanggungjawab pengelolaan SMP telah diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten / Kota. Berdasarkan Undang-undang tersebut biaya operasional SMP termasuk SMP Terbuka dengan sendirinya menjadi tanggungjawab Pemerintah Daerah untuk menyediakannya melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. Namun demikian, mengingat sistem pembelajaran di SMP Terbuka sebagai sekolah alternatif sebagian dilaksanakan melalui sistem belajar jarak jauh, sesuai dengan Undang-undang Nomor 25 tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah yang telah diperbaharui dengan Undang- undang Nomor 33 Tahun 2004, maka ada tanggungjawab Pusat untuk turut berusaha menyediakan biaya bagi SMP Terbuka sebagai tambahan untuk melengkapi biaya yang telah disediakan oleh Pemerintah Daerah. Dalam usaha memperlancar sampainya dana bantuan tambahan ke sekolah, dan menghindari adanya hambatan yang tidak diinginkan, maka tambahan biaya operasional tersebut dilakukan dengan sistem “block-grant” yang dikirimkan secara langsung ke sekolah. melalui rekening rutin sekolah.B. Tujuan 1. Tujuan umum Panduan ini disusun dengan tujuan agar kepala sekolah dan wakil kepala sekolah bersama jajarannya mampu mengelola dan memanfaatkan dana bantuan “block- grant” untuk tambahan biaya operasional ini untuk menunjang kelancaran proses pembelajaran di SMP Terbuka dengan sebaik-baiknya. 2. Tujuan khusus Setelah mempelajari isi panduan ini kepala sekolah bersama wakil kepala sekolah dan guru bina serta guru pamong diharapkan mampu menghitung kebutuhan bahan dan alat tulis kantor (ATK) antara lain untuk menunjang proses belajar mengajar, penyelenggaraan ulangan, membuat daftar hadir, mengisi nomor induk siswa, mengisi daftar kesulitan belajar siswa di TKB, buku rapor dan perangakat pembelajaran TIK. QEC24711 - Panduan Pelaksanaan Penyelenggaraan SMPT 1
  • 5. Belajar Untuk Masa DepankuC. Sasaran Sasaran pemberian dana bantuan “Block-grant” untuk tambahan biaya operasional ini adalah semua SMP Terbuka yang masih operasional.2 Direktorat Pembinaan SMP - QEC24711
  • 6. Belajar Untuk Masa Depanku BAB II PANDUAN PENGGUNAAN ALOKASI DANA UNTUK PENGADAAN BAHAN DAN ATKBesarnya alokasi dana untuk pengadaan bahan dan ATK didasarkan pada jumlah seluruhsiswa masing-masing SMP Terbuka yang bersangkutan, termasuk siswa di TKB Mandiri.Untuk setiap siswa diperhitungkan sebesar @ Rp. 150.000,= per siswa, per tahun.Dana untuk pengadaan bahan dan ATK dimaksudkan sebagai sarana penunjang untukmemenuhi keperluan penyelenggaraan administrasi sekolah, menunjang kebutuhan prosesbelajar mengajar (PBM), untuk kepentingan penilaian, dan menunjang kegiatan supervisi.Keperluan ATK per siswa, per bulan dialokasikan sebesar Rp. 5.000,=. Sisa kelebihannya,dapat digunakan untuk membeli perangkat TIK seperti CD pembelajaran, Radio KasetPerekam (Radio Cassette Recorder) dan perangkat Komputer, LCD dan sebagainya secarabertahap, yang pada saatnya nanti akan sangat membantu siswa dalam pembelajarandengan menggunakan TIK.A. Sebagai penunjang penyelenggaraan pendidikan 1. Bahan penunjang untuk keperluan administrasi dapat berupa alat tulis kantor / bahan keperluan pelaksanaan administrasi: buku induk, kartu siswa, daftar hadir, struktur organisasi, pembagian tugas, program kerja, pemetaan SMP Terbuka, pembuatan cohort siswa, buku rapor, format daftar kesulitan belajar siswa. 2. Sebagai penunjang kebutuhan proses belajar mengajar antara lain untuk penyusunan program perbaikan, pengadaan bahan untuk praktik, pembuatan transparansi, alat peraga dan yang sejenis, daftar kemajuan belajar siswa serta foto- copy bahan ajar (modul) bila modul yang dimiliki oleh sekolah kurang. 3. Bahan penunjang untuk kepentingan penilaian adalah berupa biaya untuk menggandakan naskah soal, analisis hasil penilaan, dan “legger”. 4. Sebagai penunjang kebutuhan kegiatan supervisi antara lain penyusunan instrumen dan penggandaannya. 5. Sebagai penunjang kebutuhan perangkat TIK berupa perangkat keras (hard ware) yang akan membantu pembelajaran siswa SMP Terbuka dalam rangka peningkatan mutu pendidikan mereka serta membantu dalam pengadministrasian .B. Proses pengadaan bahan dan ATK Proses pengadaan bahan dan ATK harus mengacu pada KEPPRES tentang Pengadaan Barang dan Jasa yang masih berlaku, dan memperhatikan mana yang dapat dilaksanakan dengan melalui pengadaan langsung / swakelola, mana yang boleh melalui penunjukan langsung, mana yang perlu dilaksanakan melalui pengadaan langsung. Mengingat, bahwa dana bahan dan ATK pada umumnya kecil, maka biasanya proses pengadaan bahan dan ATK dilaksanakan melalui pengadaan langsung Pengadaan bahan dan ATK sebaiknya dilakukan secara triwulanan, sesuai ketentuan yang berlaku. Tetapi kalau diinginkan untuk membeli sekaligus secara keseluruhan, perlu diperhatikan benar prediksi harga. Kalau diperkirakan akan naik, sebaiknya QEC24711 - Panduan Pelaksanaan Penyelenggaraan SMPT 3
  • 7. Belajar Untuk Masa Depanku segera dibeli. Namun kalau cairnya dana hanya triwulanan, tak memungkinkan untuk membeli sekaligus. Biasanya proses pengadaan langsung dengan jumlah dana yang relatif kecil adalah sebagai berikut: 1. Sekolah melalui Tim Pengadaan melakukan Pemesanan bahan dan ATK kepada rekanan yang memenuhi kriteria (termasuk memiliki NPWP), dengan menyebutkan jenis barang, spesifikasinya, jumlah-nya, jangka waktu penyerahan barang , dan cara pembayarannya. 2. Rekanan mengajukan penawaran harga lengkap dengan spesifikasi-nya. 3. Tim Pengadaan melakukan pemeriksaan berkas penawaran. 4. (Bila diperlukan) Tim Pengadaan melakukan negosiasi harga dengan rekanan yang memenuhi kriteria “best-buy”untuk mendapat-kan barang yang terbaik dengan harga wajar yang termurah. 5. Sekolah menerbitkan SPK. 6. Rekanan menyerahkan barang dengan berita acara hasil pemeriksaan dan serah terima barang. 7. Sekolah melakukan pembayaran, setelah rekanan menyampaikan faktur, kuitansi dan berita acara serah terima barang, Pembayaran dilakukan oleh bendaharawan sekolah, dan transaksi ini dibukukan secara benar ke dalam Buku Kas Umum (BKU). 8. Penyimpanan barang oleh bendaharawan barang 9. Memasukkan barang ke dalam “stock” bahan habis pakai 10. Laporan petugas penyimpan barang tentang posisi “stock” barang saat ini. Faktur, Kuitansi, dan Buku Kas Umum (BKU) Tabelaris, sudah cukup dikenal.C. Hal-hal yang yerlu diperhatikan dalam pengadaan bahan dan ATK 1. Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah jangan disibukkan dengan kegiatan pengadaan bahan dan ATK seperti ini. Perhatian Kepala Sekolah / Wakil Kepala Sekolah hendaknya terfokus pada kegiatan teknis edukatif. 2. Untuk memproses kegiatan pengadaan bahan dan ATK, serahkan tugas kepada Tim Pengadaan untuk melakukannya. Kepala Sekolah / Wakil Kepala Sekolah cukup memberikan arahan agar proses dapat berjalan benar. 3. Setiap 3 bulan sekali, petugas penyimpan barang menyampaikan laporan posisi barang habis pakai, sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan perlu tidaknya pengadaan yang baru. 4. Petugas penyimpan barang setiap kali ada yang minta bahan dan ATK harus dengan persetujuan Kepala Sekolah / Wakil Kepala Sekolah, dengan menyebutkan keperluan penggunaanya. Petugas penyimpan barang harus membukukan barang yang diminta, dan yang meminta juga harus menandatangani permintaan barang.4 Direktorat Pembinaan SMP - QEC24711
  • 8. Belajar Untuk Masa Depanku Dalam buku itu minimal tercantum nomor urut barang, jenis barang, jumlah barang yang diminta, kemudian tanda tangan dari kedua belah pihak. Petugas penyimpan barang kemudian mencatat sisa stock yang masih ada.5. Perlu diingat, pada pengadaan bahan dan ATK dengan jumlah tertentu, dapat dikenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPn). Belilah bahan dan ATK demi kemajuan belajar siswa!QEC24711 - Panduan Pelaksanaan Penyelenggaraan SMPT 5
  • 9. Belajar Untuk Masa Depanku BAB III PELAPORANA. Jenis laporan menurut substansi. 1. Laporan Kegiatan, yaitu laporan yang berkaitan dengan aktivitas yang dilakukan sebagai hasil kegiatan dari penyediaan dana. 2. Laporan keuangan, yaitu laporan yang berkaitan dengan penggunaan dana sebagai pertanggungjawaban atas kebena-ran pemanfaatan alokasi dana.B. Jenis laporan menurut waktu penyampaian 1. Laporan Bulanan 2. Laporan Triwulanan 3. Laporan Tengah Tahunan 4. Laporan TahunanC. Pengiriman Laporan 1. Laporan ditujukan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten / Kota, tembusan kepada Dinas Pendidikan Provinsi (Provinsi) dan kepada Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Partama (Pusat). 2. Pengiriman laporan bulanan, selambat-lambatnya tanggal 10 bulan berikutnya harus sudah dikirim. Misalnya untuk bulan Januari, sudah dikirim paling lambat tanggal 10 Februari 3. Pengiriman Laporan Triwulanan a. Laporan Triwulan I tahun anggaran ybs. paling lambat dikirim pada tanggal 10 April. b. Laporan Triwulan II tahun anggaran ybs. paling lambat dikirim tanggal 10 Juli. c. Laporan Triwulan III tahun anggaran ybs. paling lambat dikirim tanggal 10 Oktober d. Laporan Triwulan IV tahun anggaran ybs. paling lambat tanggal 10 Januari tahun berikutnya. Laporan Triwulan IV perlu dipercepat penyampaiannya, karena akan segera digunakan sebagai masukan untuk menyusun laporan tahunan 4. Laporan Tengah Tahunan tahun anggaran ybs. paling lambat dikirim tanggal 10 Juli. 5. Laporan Tahunan dikirim paling lambat tanggal 10 Juli bersamaan dengan penyampaian Laporan Triwulan IV.D. Isi laporan. 1. Laporan kegiatan. Isi laporan kegiatan secara garis besar hendaknya mencakup: a. Tanggal melaksanakan kegiatan b. Tujuan dalam melaksanakan kegiatan c. Sasaran dalam melaksanakan kegiatan d. Hasil yang dicapai dalam melaksanakan kegiatan QEC24711 - Panduan Pelaksanaan Penyelenggaraan SMPT 7
  • 10. Belajar Untuk Masa Depanku e. Hambatan yang dihadapi dalam melaksanakan kegiatan 2. Laporan keuangan. Isi laporan keuangan secara garis besar hendaknya mencakup: a. Tanggal pemberian uang b. Jumlah biaya yang dikeluarkan c. Pertanggungjawaban dari penerima biaya d. Jumlah dan persentase penyerapan dana e. Hambatan yang dihadapi dalam pengelolaan keuangan.E. Sanksi. 1. Jika berdasarkan hasil pemantauan dari berbagai pihak terhadap sekolah penerima dana bantuan “block-grant” untuk tambahan biaya operasional SMP Terbuka ternyata, bahwa penggunaannya tidak sesuai dengan Panduan ini, maka pihak kepala sekolah wajib menyetor kembali dana bantuan tersebut sebesar jumlah yang diterima ke KPPN selambat-lambatnya 30 hari setelah hasil pemantauan dan evaluasi disepakati. 2. Proses penyelesaian ini sesuai dengan prosedur audit yang berlaku dan pengelola program pada tingkat di mana terjadi penyimpangan harus bertanggung jawab sesuai dengan proporsinya. 3. Pribadi atau kelompok yang melakukan penyalahgunaan / penyimpangan akan mempertanggungjawabkan perbuatan-nya sesuai dengan hukum dan peraturan yang berlaku.8 Direktorat Pembinaan SMP - QEC24711
  • 11. Belajar Untuk Masa Depanku BAB VIII PENUTUPDengan diterimanya dana bantuan “block-grant” untuk tambahan biaya operasional SMPTerbuka mudah-mudahan lapangan dapat terbantu sedikit dalam mengatasi masalahketerbatasan dana operasional yang telah disediakan oleh Pemerintah Kabupaten / Kotamasing-masing.Meskipun dana bantuan ini secara relatif tidak banyak jumlahnya, namun DirektoratPembinaan Sekolah Menengah Pertama tetap menghimbau agar pemanfaatannya dapatdiarahkan pada usaha-usaha untuk peningkatan kegiatan pembelajaran dan pembinaan,sehingga pada gilirannya mampu menunjang peningkatan mutu pendidikan pada SMPTerbuka.Dengan diterbitkannya buku panduan ini diharapkan sekali lagi, kiranya setiap Kepala danWakil Kepala SMP Terbuka dengan dibantu jajarannya sesuai tugas dan fungsi masing-masing dapat menjabarkan penggunaan dana bantuan ini untuk keperluan pembayaranhonorarium bagi tenaga kependidikan, pengadaan bahan dan ATK, serta biaya transportsesuai alokasi masing-masing dengan prinsip keterbukaan, akuntabel, dan memenuhi rasakeadilan, termasuk di dalamnya program penyampaian laporan pertanggung-jawabannya. QEC24711 - Panduan Pelaksanaan Penyelenggaraan SMPT 9
  • 12. Belajar Untuk Masa DepankuQEC24711 - Panduan Pelaksanaan Penyelenggaraan SMPT 11