KATA PENGANTARPelaksanaan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem PendidikanNasional, Peraturan Pemerintah Republ...
DAFTAR ISIKATA PENGANTAR.............................................................................................iiiDA...
Belajar Untuk Masa Depanku                                              BAB I                                          PEN...
Belajar Untuk Masa Depanku                                        BAB II                               PENILAIAN HASIL BEL...
Belajar Untuk Masa Depanku          agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi, dan          gender.     4....
Belajar Untuk Masa DepankuD.          Mekanisme Penilaian oleh Pendidik            Penilaian hasil belajar oleh pendidik d...
Belajar Untuk Masa Depanku                                        BAB III                                KONSEP TES DIAGNO...
Belajar Untuk Masa DepankuB.   Fungsi Tes Diagnostik     Tes diagnostik memiliki dua fungsi utama, yaitu:     1. mengident...
Belajar Untuk Masa Depanku                                            TES FORMATIF                                     Unt...
Belajar Untuk Masa Depanku     kegiatan remidi. Uraian tersebut bila disajikan dalam skema, akan     tampak seperti di ata...
Belajar Untuk Masa Depanku                                  BAB IV                        PENGEMBANGAN TES DIAGNOSTIKBerba...
Belajar Untuk Masa Depanku     samping itu, harus diperhatikan hakikat IPA yang memiliki dimensi     sikap, proses, dan pr...
Belajar Untuk Masa DepankuG.          Menyusun Kriteria Penilaian            Jawaban atau respon yang diberikan oleh siswa...
Belajar Untuk Masa Depanku                                BAB V                  TEKNIK PELAKSANAAN TES DIAGNOSTIKA.      ...
Belajar Untuk Masa Depanku     lebih konkrit, misalnya: Siapa yang perlu menjalani tes diagnostik? Di     mana bisa dilaku...
Belajar Untuk Masa Depanku                 maka guru bisa meminta tolong pada pihak lain untuk ikut                 memoni...
Belajar Untuk Masa Depanku                                       BAB VI                            ANALISIS DAN TINDAK LAN...
Belajar Untuk Masa Depanku         A          = terjadi miskonsepsi         B          = kesalahan mengubah satuan        ...
Belajar Untuk Masa DepankuB.          Menindaklanjuti Hasil Tes Diagnostik            Kegiatan guru menindaklanjuti hasil ...
Belajar Untuk Masa Depanku         menurut penelitian tersebut, sumber miskonsepsi bukan hanya         dari siswa, melaink...
Belajar Untuk Masa Depanku                                                 BAB VII                                        ...
Belajar Untuk Masa Depanku                                          LAMPIRAN                                              ...
Belajar Untuk Masa DepankuLAMPIRANContoh Kisi-kisi dan Butir-Butir Soal Tes DiagnostikA.          Ilmu Pengetahuan Alam   ...
Belajar Untuk Masa Depanku                                        Kemungkinan            Kompetensi                       ...
Belajar Untuk Masa Depanku2.          Sebuah mobil bergerak maju sejauh 10 meter dalam waktu 1            sekon, kemudian ...
Belajar Untuk Masa Depanku       Tulislah perbedaan      antara   proses    pertumbuhan         dan       perkembangan?Con...
Belajar Untuk Masa DepankuSoal nomor 2 (uraian/esai)Sebuah mobil bergerak maju sejauh 10 meter dalam waktu 1 sekon,kemudia...
Belajar Untuk Masa DepankuTindak lanjutKesalahan yang terjadi karena tidak dimilikinya kemampuan linguisticknowledge, sche...
Belajar Untuk Masa Depanku   Pedoman Penskoran                                                                            ...
Belajar Untuk Masa Depanku     B.   Matematika              KISI-KISI PENULISAN SOAL TES DIAGNOSTIK     Jenis Sekolah     ...
Belajar Untuk Masa DepankuContoh Butir Soal Tes Diagnostik    Sebagai contoh, berdasarkan kisi-kisi pada langkah keempat  ...
Belajar Untuk Masa Depanku     C.     Bahasa Inggris            Kisi-kisi Soal Tes Diagnostik                 Kelas       ...
Belajar Untuk Masa Depanku                                                                                                ...
Belajar Untuk Masa Depanku                                                                                              Be...
Belajar Untuk Masa Depanku                                   a.      Nice to meet you.                                   b...
Belajar Untuk Masa Depanku        Setiap kalimat yang dibaca benar skor 1. Jawaban yang        diharapkan membaca dengan b...
14 materi
14 materi
14 materi
14 materi
14 materi
14 materi
14 materi
14 materi
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

14 materi

3,896 views

Published on

Pedoman Penilaian Diagnostik

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
3,896
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
62
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

14 materi

  1. 1. KATA PENGANTARPelaksanaan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem PendidikanNasional, Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 47 Tahun 2008 tentangWajib Belajar, Instruksi Presiden nomor 5 tahun 2006 tentang Gerakan NasionalPercepatan Penuntasan Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun danPemberantasan Buta Aksara merupakan indikasi yang sangat nyata upayaPemerintah Indonesia dalam peningkatan mutu sumberdaya manusia agar mampubersaing dalam era keterbukaan dan globalisasi.Di lingkungan Direktorat Pembinaan SMP Ditjen Mandikdasmen, KementerianPendidikan Nasional, diantara dampak realisasi dari peraturan-peraturanperundangan tersebut dapat diukur dari Angka Partisipasi Kasar (APK)SMP/MTs/Sederajat pada akhir tahun 2009 mencapai 98,11%. Angka ini melebihitarget yang diharapkan dapat dicapai akhir tahun 2008, yaitu 95.0%. Dengan telahtercapainya target APK di atas, maka orientasi pembinaan pendidikan pada jenjangSMP lebih ditekankan pada peningkatan mutu pendidikan.Dalam rangka peningkatan mutu tersebut, Direktorat Pembinaan SMP telahmenyusun berbagai kebijakan dan strategi yang kemudian dijabarkan dalam bentukprogram dan kegiatan yang dilaksanakan secara terpadu dan terkoordinasi. Dengankebijakan dan program tersebut, diharapkan misi 5 K Kementerian PendidikanNasional terkait dengan Ketersediaan, Keterjangkauan, Kualitas, Kesetaraan danKepastian juga diharapkan dapat terpenuhi.Agar program dan/atau kegiatan tersebut dapat mencapai target yang telahditetapkan, sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang ada, Direktorat PembinaanSMP menerbitkan berbagai Buku Panduan Pelaksanaan untuk masing-masingprogram dan/atau kegiatan, baik yang pengelolaannya di tingkat pusat, provinsi,kabupaten/kota, maupun yang dilaksanakan langsung oleh sekolah.Dengan buku panduan ini diharapkan pihak-pihak terkait dengan penyelenggaraanprogram di semua tingkatan dapat memahami dan melaksanakan dengan amanah,efektif dan efisien seluruh proses kegiatan mulai dari penyiapan rencana,pelaksanaan, sampai dengan monitoring, evaluasi dan pelaporannya.Akhirnya, kami mengharapkan agar semua pihak terkait mempelajari denganseksama dan menjadikannya sebagai pedoman serta acuan dalam pelaksanaanseluruh program atau kegiatan pembangunan pendidikan pada jenjang SekolahMenengah Pertama tahun anggaran 2010. Jakarta, Januari 2010 Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Pertama, Didik Suhardi, SH., M.Si NIP. 196312031983031004 iii
  2. 2. DAFTAR ISIKATA PENGANTAR.............................................................................................iiiDAFTAR ISI ........................................................................................................... vBAB I PENDAHULUAN ........................................................................................ 1 A. Rasional...................................................................................................... 1 B. Tujuan Penyusunan Pedoman .................................................................... 1BAB II PENILAIAN HASIL BELAJAR................................................................. 3 A. Penilaian oleh Pendidik .............................................................................. 3 B. Prinsip-Prinsip Penilaian ............................................................................ 3 C. Teknik dan Instrumen Penilaian................................................................. 4 D. Mekanisme Penilaian oleh Pendidik .......................................................... 5 E. Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) ......................................................... 5BAB III KONSEP TES DIAGNOSTIK.................................................................. 7 A. Pengertian Tes Diagnostik.......................................................................... 7 B. Fungsi Tes Diagnostik................................................................................ 8 C. Posisi Tes Diagnostik ................................................................................. 8 D. Sasaran Tes Diagnostik ............................................................................ 10BAB IV PENGEMBANGAN TES DIAGNOSTIK.............................................. 11 A. Mengidentifikasi Kompetensi Dasar yang Bermasalah............................ 11 B. Menentukan Kemungkinan Sumber Masalah........................................... 11 C. Menentukan Bentuk dan Jumlah Soal yang Sesuai .................................. 12 D. Menyusun Kisi-Kisi Soal ......................................................................... 12 E. Menulis Soal............................................................................................. 12 F. Mengkaji Soal .......................................................................................... 12 G. Menyusun Kriteria Penilaian.................................................................... 13BAB V TEKNIK PELAKSANAAN TES DIAGNOSTIK .................................... 15 A. Waktu Pelaksanaan Tes Diagnostik ......................................................... 15 B. Mekanisme Pelaksanaan Tes Diagnostik ................................................. 15BAB VI ANALISIS DAN TINDAK LANJUT...................................................... 19 A. Penskoran dan Interpretasi Tes Diagnostik .............................................. 19 B. Menindaklanjuti Hasil Tes Diagnostik ..................................................... 21BAB VII PENUTUP .............................................................................................. 23LAMPIRAN Contoh Kisi-kisi dan Butir-Butir Soal Tes Diagnostik ..................... 27 v
  3. 3. Belajar Untuk Masa Depanku BAB I PENDAHULUANA. Rasional Pembelajaran yang efektif adalah pembelajaran yang dapat mengkondisikan siswa mencapai kemajuan secara maksimal sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. Seorang guru yang baik selalu berusaha menciptakan pembelajaran yang efektif, menarik, sesuai kebutuhan dan karakteristik siswa. Pada kenyataannya tidak semua siswa dapat mencapai kemajuan secara maksimal dalam proses belajarnya. Siswa sering menghadapi kesulitan atau masalah dan membutuhkan bantuan serta dukungan dari lingkungan sekitarnya untuk menyelesaikan kesulitan atau masalah tersebut. Agar dapat membantu siswa secara tepat perlu diketahui terlebih dahulu apakah kesulitan atau masalah yang dihadapi siswa tersebut, baru kemudian dianalisis dan dirumuskan pemecahannya. Untuk keperluan ini diperlukan tes diagnostik. Dalam konteks pendidikan, istilah tes diagnostik mengacu kepada kegiatan guru mencari dan menemukan akar masalah kesulitan belajar yang dialami siswa. Dalam konteks belajar tuntas (mastery learning) masalah kesulitan belajar siswa terutama ditekankan pada penyebab kesulitan belajar yang bersifat individual. Walaupun demikian dimungkinkan pula adanya kesimpulan tentang akar masalah yang bersifat kelompok.B. Tujuan Penyusunan Pedoman Melalui buku pedoman penilaian diagnostik ini diharapkan pembaca terutama para guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) dapat memperoleh pemahaman yang memadai mengenai apa yang dimaksud penilaian diagnostik, mengapa diperlukan, bagaimana mengembangkan dan mengimplementasikan, serta memanfaatkan hasilnya sesuai mata pelajaran di sekolah. Pada akhirnya, diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran sehingga dicapai hasil belajar siswa secara optimal. 1QEC24711 - Panduan Pelaksanaan Penilaian Diagnostik SMP
  4. 4. Belajar Untuk Masa Depanku BAB II PENILAIAN HASIL BELAJARA. Penilaian oleh Pendidik Pasal 63 ayat 1 Peraturan Pemerintah No. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan menyatakan bahwa penilaian pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas penilaian hasil belajar oleh pendidik, penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan, dan penilaian hasil belajar oleh Pemerintah. Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan dilaksanakan dalam bentuk ujian sekolah. Penilaian hasil belajar oleh pemerintah dilakukan melalui ujian nasional. Penilaian oleh pendidik dilaksanakan secara berkesinambungan untuk memantau proses, kemajuan, dan perbaikan hasil dalam bentuk ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, dan ulangan kenaikan kelas. Penilaian oleh pendidik pada dasarnya digunakan untuk menilai pencapaian kompetensi siswa, dasar memperbaiki proses pembelajaran, dan bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar siswa. Berdasarkan ketentuan pada Permen Diknas Nomor 20 tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan, pendidik melaporkan hasil penilaian mata pelajaran pada setiap akhir semester kepada pimpinan satuan pendidikan dalam bentuk satu nilai prestasi belajar siswa disertai deskripsi singkat sebagai cerminan kompetensi utuh. Penilaian oleh masing-masing pendidik tersebut secara keseluruhan selanjutnya dilaporkan kepada orang tua/wali siswa dalam bentuk rapor.B. Prinsip-Prinsip Penilaian Penilaian hasil belajar siswa pada jenjang pendidikan dasar dan menengah, termasuk untuk SMP didasarkan pada prinsip-prinsip berikut ini. 1. Sahih, berarti penilaian didasarkan pada data yang mencerminkan kemampuan yang diukur. 2. Objektif, berarti penilaian didasarkan pada prosedur dan kriteria yang jelas, tidak dipengaruhi subjektivitas penilai. 3. Adil, berarti penilaian tidak menguntungkan atau merugikan siswa karena berkebutuhan khusus serta perbedaan latar belakang 3QEC24711 - Panduan Pelaksanaan Penilaian Diagnostik SMP
  5. 5. Belajar Untuk Masa Depanku agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi, dan gender. 4. Terpadu, berarti penilaian oleh pendidik merupakan salah satu komponen yang tak terpisahkan dari kegiatan pembelajaran. 5. Terbuka, berarti prosedur penilaian, kriteria penilaian, dan dasar pengambilan keputusan dapat diketahui oleh pihak yang berkepentingan. 6. Menyeluruh dan berkesinambungan, berarti penilaian oleh pendidik mencakup semua aspek kompetensi dengan menggunakan berbagai teknik penilaian yang sesuai, untuk memantau perkembangan kemampuan siswa. 7. Sistematis, berarti penilaian dilakukan secara berencana dan bertahap dengan mengikuti langkah-langkah baku. 8. Beracuan kriteria, berarti penilaian didasarkan pada ukuran pencapaian kompetensi yang ditetapkan. 9. Akuntabel, berarti penilaian dapat dipertanggungjawabkan, baik dari segi teknik, prosedur, maupun hasilnya.C. Teknik dan Instrumen Penilaian 1. Penilaian hasil belajar oleh pendidik menggunakan berbagai teknik penilaian berupa tes, observasi, penugasan perseorangan atau kelompok, dan bentuk lain yang sesuai dengan karakteristik kompetensi dan tingkat perkembangan siswa. 2. Teknik tes berupa tes tertulis, tes lisan, dan tes praktik atau tes kinerja. 3. Teknik observasi atau pengamatan dilakukan selama pembelajaran berlangsung dan/atau di luar kegiatan pembelajaran. 4. Teknik penugasan baik perseorangan maupun kelompok dapat berbentuk tugas rumah dan/atau proyek. 5. Instrumen penilaian hasil belajar yang digunakan pendidik memenuhi persyaratan (a) substansi, adalah merepresentasikan kompetensi yang dinilai, (b) konstruksi, adalah memenuhi persyaratan teknis sesuai dengan bentuk instrumen yang digunakan, dan (c) bahasa, adalah menggunakan bahasa yang baik dan benar serta komunikatif sesuai dengan taraf perkembangan siswa.4 Direktorat PSMP - QEC24711
  6. 6. Belajar Untuk Masa DepankuD. Mekanisme Penilaian oleh Pendidik Penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan secara berkesinambungan, bertujuan untuk memantau proses dan kemajuan belajar siswa serta untuk meningkatkan efektivitas kegiatan pembelajaran. Penilaian tersebut meliputi kegiatan sebagai berikut. 1. Menginformasikan silabus mata pelajaran yang di dalamnya memuat rancangan dan kriteria penilaian pada awal semester. 2. Mengembangkan indikator pencapaian kompetensi dasar (KD) dan memilih teknik penilaian yang sesuai pada saat menyusun silabus mata pelajaran. 3. Mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaian yang dipilih. 4. Melaksanakan tes, pengamatan, penugasan, dan/atau bentuk lain yang diperlukan. 5. Mengolah hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar siswa. 6. Mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan siswa disertai balikan/komentar yang mendidik. 7. Memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran. 8. Melaporkan hasil penilaian mata pelajaran pada setiap akhir semester kepada pimpinan satuan pendidikan dalam bentuk SATU NILAI PRESTASI BELAJAR siswa disertai deskripsi singkat sebagai cerminan kompetensi utuh. 9. Melaporkan hasil penilaian akhlak kepada guru Pendidikan Agama dan hasil penilaian kepribadian kepada guru Pendidikan Kewarganegaraan sebagai informasi untuk menentukan nilai akhlak dan kepribadian siswa pada akhir semester dengan kategori sangat baik, baik, atau kurang baik.E. Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) Kriteria ketuntasan minimal (KKM) adalah kriteria ketuntasan belajar yang ditentukan oleh satuan pendidikan. KKM setiap mata pelajaran ditetapkan oleh masing-masing sekolah dengan memperhatikan karakteristik siswa, karakteristik mata pelajaran, dan kondisi satuan pendidikan melalui rapat dewan pendidik. Namun demikian, seyogyanya KKM tidak lebih rendah dibandingkan dengan batas kelulusan minimal pada ujian nasional. 5QEC24711 - Panduan Pelaksanaan Penilaian Diagnostik SMP
  7. 7. Belajar Untuk Masa Depanku BAB III KONSEP TES DIAGNOSTIKA. Pengertian Tes Diagnostik Dalam terminologi, istilah tes dapat diartikan sebagai serangkaian pertanyaan atau latihan atau alat lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan, intelegensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu. Istilah diagnostik dapat diuraikan dari asal katanya yaitu diagnosis yang berarti mengidentifikasi penyakit dari gejala-gejala yang ditimbulkannya. Seperti halnya kerja seorang dokter, sebelum menentukan penyakit dan obat yang tepat untuk menyembuhkannya, seorang dokter akan mengadakan pemeriksaan secara teliti, misalnya: memeriksa denyut nadi, suara napas, refleks lutut, refleks pupil mata, urine, darah, dan sebagainya. Pemeriksaan awal seperti ini disebut mendiagnosa. Sedangkan mengobati disebut terapi. Demikian juga seorang guru terhadap siswanya. Sebelum dapat memberikan bantuan dengan tepat, guru harus mengadakan tes untuk mengadakan diagnosis. Bila dianalogikan antara kerja seorang dokter dan seorang guru, maka akan terlihat seperti bagan di bawah. DOKTER GURU DIAGNOSIS TES DIAGNOSTIK TERAPI TINDAK LANJUT Berdasar bagan di atas dapat disimpulkan bahwa tes diagnostik adalah tes yang digunakan untuk mengetahui kelemahan-kelemahan siswa sehingga hasil tersebut dapat digunakan sebagai dasar untuk memberikan tindak lanjut berupa perlakuan yang tepat sesuai dengan kelemahan yang dimiliki oleh siswa. 7QEC24711 - Panduan Pelaksanaan Penilaian Diagnostik SMP
  8. 8. Belajar Untuk Masa DepankuB. Fungsi Tes Diagnostik Tes diagnostik memiliki dua fungsi utama, yaitu: 1. mengidentifikasi masalah atau kesulitan yang dialami siswa 2. merencanakan tindak lanjut berupa upaya-upaya pemecahan sesuai masalah atau kesulitan yang telah teridentifikasiC. Posisi Tes Diagnostik Dalam menuntaskan sebuah kompetensi dasar, guru dihadapkan pada sebuah pertanyaan yang harus dijawab, yaitu: Pertama: Manakah tugas-tugas belajar siswa yang telah dicapai dengan memuaskan? Tugas-tugas belajar manakah yang masih memerlukan bantuan? Kedua: Siswa manakah yang mengalami permasalahan dalam belajarnya, dan memerlukan remedial? Tes yang digunakan untuk memantau kemajuan siswa biasa disebut tes formatif. Tes ini disusun untuk mengukur ketuntasan belajar siswa dalam satu unit kecil, misalnya satu kompetensi atau satu materi/ pokok bahasan tertentu. Apabila dari hasil tes ada siswa yang belum tuntas dalam belajarnya, maka guru akan memberikan remidi, bisa dalam bentuk individual maupun kelompok.8 Direktorat PSMP - QEC24711
  9. 9. Belajar Untuk Masa Depanku TES FORMATIF Untuk memantau kemajuan belajar Apakah siswa mencapai hasil belajar yang diharapkan? TIDAK YA Memberikan remediasi Memberikan umpan balik secara individu maupun untuk menguatkan belajar kelompok TES DIAGNOSTIK Melanjutkan pembelajaran Untuk mengkaji kesulitan- ke kompetensi dasar kesulitan belajar yang selalu berikutnya. muncul Agar remidi yang dilakukan tepat sasaran maka disusun satu tes yang dapat digunakan untuk mendiagnosis kemungkinan-kemungkinan sumber masalah. Tes ini yang kemudian disebut sebagai Tes Diagnostik. Dari remidi inilah diharapkan masalah siswa dapat teratasi sehingga diperoleh ketuntasan belajar. Di samping itu guru juga bisa mengadakan Tes Diagnostik untuk memperkirakan kemungkinan- kemungkinan ketidaktuntasan sebuah KD secara lebih dini. Kemudian, dari hasil analisis tes ini dilakukan tindak lanjut berupa 9QEC24711 - Panduan Pelaksanaan Penilaian Diagnostik SMP
  10. 10. Belajar Untuk Masa Depanku kegiatan remidi. Uraian tersebut bila disajikan dalam skema, akan tampak seperti di atas. Apabila siswa telah berhasil menuntaskan beberapa KD dalam satu semester, maka ada sebuah tes yang digunakan untuk menentukan performa akhir siswa. Tes ini disebut sebagai Tes Sumatif, yang disusun lebih komprehensif melibatkan tes kognitif maupun performa. Hasil tes ini lebih diutamakan untuk menentukan posisi siswa (grading).D. Sasaran Tes Diagnostik Sasaran tes diagnostik adalah siswa yang mengalami kesulitan belajar untuk mencapai KD dalam mata pelajaran-mata pelajaran yang ada pada kurikulum (KTSP). Sasarannya bisa siswa secara individual maupun siswa-siswa dalam suatu kelas yang mengalami kesulitan belajar. Sebagai contoh, dalam mata pelajaran bahasa Indonesia, sasaran tes diagnostik adalah siswa yang mengalami kesulitan dalam mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis; baik kemampuan berbahasa maupun bersastra. Contoh dalam mata pelajaran TIK, sasaran tes diagnostik adalah siswa yang mengalami kesulitan dalam menggunakan program aplikasi pengolah kata (MS Word), manajemen file, dan berbagai hal terkait dengan komputer. Contoh dalam mata pelajaran Matematika, sasaran tes diagnostik adalah siswa yang mengalami kesulitan dalam Sistem Persamaan Linier Dua Variabel, dan materi terkait lainnya.10 Direktorat PSMP - QEC24711
  11. 11. Belajar Untuk Masa Depanku BAB IV PENGEMBANGAN TES DIAGNOSTIKBerbagai cara atau pendekatan dapat digunakan untuk mengembangkan tesdiagnostik. Karena kurikulum yang diterapkan sekolah sekarang adalahkurikulum berbasis kompetensi, maka tes diagnostik yang dikembangkanguru akan menjadi lebih efektif bila difokuskan untuk mendeteksi danmenggali tindakan-tindakan ”penyembuhan” pada kompetensi-kompetensidasar yang ber”penyakit”.Di bawah ini diuraikan secara garis besar langkah-langkah pengembangantes diagnostik berangkat dari kompetensi dasar yang bermasalah.A. Mengidentifikasi Kompetensi Dasar yang Bermasalah Sebagaimana telah diuraikan pada bagian sebelumnya bahwa tes diagnostik dilakukan untuk mendiagnosis kesulitan atau masalah belajar yang dialami oleh siswa. Dalam KTSP yang berbasis kompetensi kesulitan belajar tersebut mengacu pada kesulitan untuk mencapai kompetensi dasar, karena itu sebelum menyusun tes diagnostik harus diidentifikasi terlebih dahulu kompetensi dasar- kompetensi dasar manakah yang bermasalah. Guru yang telah berpengalaman dan selalu mencermati kegiatan belajar mengajarnya tentu dapat melakukan kegiatan di atas dengan mudah. Untuk mengetahui tercapainya suatu kompetensi dasar dapat dilihat dari munculnya sejumlah indikator, karena itu bila suatu kompetensi dasar tidak tercapai, perlu didiagnosis indikator-indikator mana saja yang tidak mampu dimunculkan. Mungkin saja masalah hanya terjadi pada indikator-indikator tertentu, maka pada indikator-indikator itulah disusun tes diagnostik yang sesuai.B. Menentukan Kemungkinan Sumber Masalah Setelah kompetensi dasar atau indikator yang bermasalah teridentifikasi, mulai ditemukan (dilokalisasi) kemungkinan sumber masalahnya. Sebagai contoh; dalam pembelajaran IPA terdapat tiga sumber utama yang sering menimbulkan masalah, yaitu: a) tidak terpenuhinya kemampuan prasyarat; b) terjadinya miskonsepsi; dan c) rendahnya kemampuan memecahkan masalah (problem solving). Di 11QEC24711 - Panduan Pelaksanaan Penilaian Diagnostik SMP
  12. 12. Belajar Untuk Masa Depanku samping itu, harus diperhatikan hakikat IPA yang memiliki dimensi sikap, proses, dan produk. Sumber masalah bisa terjadi pada masing- masing dimensi tersebut.C. Menentukan Bentuk dan Jumlah Soal yang Sesuai Sebagaimana kegiatan seorang dokter dalam mendiagnosis suatu penyakit, ketika seorang guru ingin menemukan “penyakit“ (baca: masalah) yang dialami siswanya, maka perlu dipilih alat diagnosis yang tepat berupa butir-butir tes diagnostik yang sesuai. Butir tes tersebut dapat berupa tes pilihan, esai (uraian), maupun kinerja (performa) sesuai dengan sumber masalah yang diduga dan pada dimensi mana masalah tersebut terjadi.D. Menyusun Kisi-Kisi Soal Sebagaimana ketika mengembangkan jenis tes yang lain, sebelum menulis butir soal dalam tes diagnostik harus disusun terlebih dahulu kisi-kisinya. Kisi-kisi tersebut setidaknya memuat: a) kompetensi dasar beserta indikator yang diduga bermasalah; b) materi pokok yang terkait; c) dugaan sumber masalah; d) bentuk dan jumlah soal; dan e) indikator soal.E. Menulis Soal Setelah kisi-kisi soal/tersusun kemudian ditulis butir-butir soal. Soal tes diagnostik memiliki karakteristik yang berbeda dengan butir soal tes yang lain. Jawaban atau respons yang diberikan oleh siswa harus memberikan informasi yang cukup untuk menduga masalah atau kesulitan yang dialaminya (memiliki fungsi diagnosis). Untuk soal berbentuk pilihan ganda, agar analisis respons bebas dari faktor tebakan (guessing), salah satu caranya adalah siswa diminta menyertakan alasan atau penjelasan ketika memilih option (alternatif jawaban) tertentu.F. Mengkaji Soal Butir soal yang baik harus memenuhi validitas isi. Karena itu bila soal yang telah ditulis oleh guru tidak memungkinkan untuk divalidasi oleh seorang pakar, soal tersebut dapat dikaji ulang oleh guru-guru bidang studi sejenis dalam MGMP atau setidaknya oleh guru-guru bidang studi sejenis dalam satu sekolah.12 Direktorat PSMP - QEC24711
  13. 13. Belajar Untuk Masa DepankuG. Menyusun Kriteria Penilaian Jawaban atau respon yang diberikan oleh siswa terhadap soal tes diagnostik bisa bervariasi, karena itu untuk memberikan penilaian yang adil dan interpretasi diagnosis yang akurat harus disusun suatu kriteria penilaian, apalagi bila tes yang sama dilakukan oleh guru yang berbeda atau dilakukan oleh lebih dari satu orang guru. Kriteria penilaian memuat rentang skor yang menggambarkan pada rentang berapa saja siswa didiagnosis sebagai mastery yaitu sudah menguasai kompetensi dasar atau belum mastery yaitu belum menguasai kompetensi dasar tertentu. Di samping itu, bisa berupa rambu-rambu bahwa dengan jumlah type error tertentu siswa yang bersangkutan dinyatakan ber”penyakit” sehingga harus diberikan perlakuan yang sesuai. Sebagai gambaran untuk memperjelas pengembangan tes diagnostik, dalam pedoman ini dilengkapi dengan beberapa contoh kisi-kisi soal dan buti-butir soal tes diagnostik untuk beberapa mata pelajaran. Secara lengkap, contoh tersebut dapat dilihat pada lampiran. 13QEC24711 - Panduan Pelaksanaan Penilaian Diagnostik SMP
  14. 14. Belajar Untuk Masa Depanku BAB V TEKNIK PELAKSANAAN TES DIAGNOSTIKA. Waktu Pelaksanaan Tes Diagnostik Berdasarkan tujuannya, untuk mengetahui jenis kelemahan-kelemahan siswa, guru dapat melakukan tes diagnostik beberapa kali pada beberapa waktu. Apabila disusun sebuah diagram tentang kapan sebuah tes diagnostik dilakukan, maka akan terlihat sebagai berikut: 1 2 3 Tes Diagnostik 1 Tes diagnostik 1 dilakukan untuk mengetahui apakah siswa telah mempunyai pengetahuan prasyarat untuk masuk pada materi pelajaran. Tes Diagnostik 2 Tek diagnostik 2 dilakukan terhadap siswa yang sudah mulai masuk pada materi pelajaran tertentu. Tidak semua siswa dapat mengikuti kegiatan pembelajaran dengan baik, tanpa merasakan adanya masalah. Guru yang bijaksana, sesuai keperluan harus memberikan tes diagnostik untuk mengetahui bagian mana dari kegiatan pembelajaran yang menimbulkan masalah bagi siswa. Guru juga harus dapat mengidentifikasi sebab-sebab terjadinya masalah tersebut. Hasil identifikasi digunakan sebagai dasar untuk memberikan bantuan yang diperlukan oleh siswa. Tes Diagnostik 3 Tes diagnostik 3 dilakukan pada waktu siswa akan mengakhiri pelajaran tetapi sebelum diadakan ulangan atau ujian akhir sehingga masih tersedia waktu untuk memberikan tindakan atau remidial seandainya ditemukan permasalahan atau kesulitan-kesulitan belajar.B. Mekanisme Pelaksanaan Tes Diagnostik Pertanyaan tentang ”bagaimana mekanisme pelaksanaan tes diagnostik” bisa dijabarkan menjadi beberapa pertanyaan lain yang 15QEC24711 - Panduan Pelaksanaan Penilaian Diagnostik SMP
  15. 15. Belajar Untuk Masa Depanku lebih konkrit, misalnya: Siapa yang perlu menjalani tes diagnostik? Di mana bisa dilakukan, di kelas, di laboratorium, atau bisakah di luar kelas. Berapa lama idealnya sebuah tes diagnostik dilakukan? 1. Siswa yang Perlu Menjalani Tes Diagnostik Siswa yang perlu didiagnosis, bergantung pada macam permasalahan yang menyebabkan ketidaktuntasan KD. Berdasarkan masalah tersebut guru bisa menentukan apakah tes diberikan pada semua siswa atau khusus pada siswa yang diduga mempunyai masalah saja. Tetapi berdasar hasilnya, hanya yang bermasalah saja yang mendapat tindak lanjut. Tindak lanjut berupa remidiasi bisa dilakukan pada: a. individu, apabila permasalahan hanya dialami oleh beberapa orang siswa saja, b. kelompok siswa, apabila beberapa kelompok siswa mengalami kesulitan belajar. 2. Tempat Tes Diagnostik Dilakukan Tempat di mana tes diagnostik bisa dilakukan erat kaitannya dengan karakteristik materi tes diagnostik. Misalkan tes performa keterampilan menggunakan mikroskop, dilakukan di laboratorium dengan alasan keamanan, keselamatan kerja, daya dukung pencahayaan dan sebagainya. Tidak tepat apabila tes diagnostik dilakukan di kelas yang gelap, atau di lapangan terbuka. Bisakah dilakukan di luar kelas? Tentu bisa, tergantung fokus atau penekanan materi tes diagnostik. Guru bisa melakukan tes diagnostik performa bila tujuannya untuk mengetahui kemampuan siswa dalam membedakan biji monokotil dan dikotil, atau kemampuan siswa dalam mengelompokkan tanaman berdasarkan bentuk pertulangan daun, atau kemampuan siswa dalam mengoperasikan program komputer aplikasi pengolah kata. 3. Pihak yang Melaksanakan Tes Diagnostik Tes diagnostik bisa dilaksanakan oleh guru mata pelajaran, wali kelas, atau orang tua siswa di rumah. Namun yang terpenting bahwa penyusun/ perancang tes adalah guru mata pelajaran yang bersangkutan yang tahu persis bagaimana menyusun tes diagnostik. Bila tes diagnostik ini menyangkut aspek afektif siswa,16 Direktorat PSMP - QEC24711
  16. 16. Belajar Untuk Masa Depanku maka guru bisa meminta tolong pada pihak lain untuk ikut memonitor tingkah laku siswa terkait dengan aspek afektif yang diteskan. Misalnya masalah berupa rendahnya motivasi siswa terhadap mata pelajaran, maka wali kelas, atau orang tua di rumah dapat diminta untuk mengisi cek lis, angket tentang aspek afekfif siswa yang berkaitan dengan motivasi siswa terhadap mata pelajaran. 4. Lama Tes Diagnostik Dilakukan Kita bisa menganalogikan kembali kegiatan dokter dalam mendiagnosis penyakit pasien. Dokter akan berusaha melakukan diagnosis secara cepat, tepat, dan berhasil guna dengan mendapatkan gambaran akurat tentang penyakit yang diderita oleh pasien tersebut. Proses ini bervariasi waktunya bergantung dengan jenis dan tingkat keparahan penyakit yang didiagnosis. Demikian juga pelaksanaan tes diagnostik oleh guru, waktu tes diagnostik sangat bergantung dari jenis masalah yang muncul atau diduga muncul. 17QEC24711 - Panduan Pelaksanaan Penilaian Diagnostik SMP
  17. 17. Belajar Untuk Masa Depanku BAB VI ANALISIS DAN TINDAK LANJUTPada bagian sebelumnya telah dikembangkan sejumlah butir soal untuk tesdiagnostik dan bagaimana tes tersebut dilaksanakan. Setelah tes tersebutdirespons oleh siswa, kegiatan penting berikutnya adalah bagaimanamenganalisis respons siswa tersebut secara cermat dan akurat sehinggadapat digunakan secara efektif untuk memberikan tindak lanjut.Di bawah ini akan diuraikan secara ringkas cara menganalisis hasil tes(meliputi penskoran (scoring) dan interpretasi), kemudian melakukan tindaklanjut berdasar hasil analisis tersebut.A. Penskoran dan Interpretasi Tes Diagnostik Kegiatan penskoran diperlukan karena sesuatu yang diukur dengan tes diagnostik merupakan besaran non fisis yang tidak dapat diukur secara langsung sebagaimana kita mengukur panjang kayu menggunakan mistar. Penskoran tes diagnostik secara prinsip tidak berbeda dengan penskoran pada tes-tes yang lain, tetapi membutuhkan penelusuran dan interpretasi respons yang lebih cermat karena harus menemukan fungsi diagnostiknya. Di bawah ini diuraikan beberapa hal yang harus diperhatikan ketika melakukan penskoran dan interpretasi hasil tes diagnostik. 1. Selain memberikan hasil kuantitatif berupa skor tertinggi bila responsnya lengkap dan skor terendah bila responsnya paling minim, kegiatan penskoran juga harus mampu merekam type error yang ada dalam respons siswa. Siswa dengan skor sama, misalnya sama-sama 0 (berarti responsnya salah) belum tentu memiliki type error yang sama juga, karena itu mengidentifikasi penyebab terjadinya kesalahan jauh lebih bermakna dibandingkan dengan menentukan berapa jumlah kesalahannya atau berapa skor total yang dicapainya. Hasil identifikasi type error menjadi dasar interpretasi yang akurat. 2. Untuk memudahkan identifikasi dan analisis terhadap berbagai type error yang terjadi, setiap type error dapat diberi kode yang spesifik, sesuai selera guru asalkan konsisten, misalnya: 19QEC24711 - Panduan Pelaksanaan Penilaian Diagnostik SMP
  18. 18. Belajar Untuk Masa Depanku A = terjadi miskonsepsi B = kesalahan mengubah satuan C = kesalahan menggunakan formula D = kesalahan perhitungan dan seterusnya. 3. Bila tes diagnostik dibangun oleh sejumlah butir soal perlu ditentukan batas pencapaian (passing score) untuk menentukan bahwa seorang siswa itu dinyatakan “sakit” (bermasalah). Juga perlu ditentukan batas toleransi untuk jumlah dan jenis type error yang boleh terjadi. Batas pencapaian ini dapat ditentukan sendiri oleh guru berdasar pengalamannya atau berdiskusi dengan guru- guru bidang studi sejenis. Namun karena tes diagnostik bukan dimaksudkan untuk pengukuran prestasi belajar melainkan sebagai dasar untuk memberikan bantuan, maka lebih aman jika menggunakan batas pencapaian tinggi, misalnya di atas 80%. 4. Penskoran terhadap butir soal pemecahan masalah (problem solving) hendaknya mampu merekam setiap kemampuan yang dibutuhkan untuk memecahkan masalah tersebut. Sebagai contoh untuk IPA, meliputi: • kemampuan menerjemahkan masalah ke dalam bahasa sains (linguistic knowledge); • kemampuan mengidentifikasi skema penyelesaian masalah (schematic knowledge); • kemampuan mengidentifikasi tahapan-tahapan penyelesaian masalah (strategy knowledge); dan • kemampuan melakukan tahapan-tahapan penyelesaian masalah (algorithmic knowledge). Masing-masing komponen kemampuan di atas mendapat skor sesuai kompleksitas cakupannya dan dapat berbeda antara soal satu dengan lainnya. 5. Tes diagnostik menggunakan acuan kriteria (criterion- referenced), karena hasil tes diagnostik yang dicapai oleh seorang siswa tidak digunakan untuk membandingkan siswa tersebut dengan kelompoknya melainkan terhadap kriteria tertentu sehingga ia dapat diklasifikasikan “sakit dan membutuhkan terapi” ataukah “sehat” sehingga dapat mengikuti kegiatan pembelajaran berikutnya.20 Direktorat PSMP - QEC24711
  19. 19. Belajar Untuk Masa DepankuB. Menindaklanjuti Hasil Tes Diagnostik Kegiatan guru menindaklanjuti hasil tes diagnostik siswanya, analog dengan kegiatan pengobatan oleh dokter kepada pasiennya setelah dilakukan serangkaian diagnosis. Tindak lanjut tersebut berupa perlakuan-perlakuan yang sesuai dengan permasalahan atau kesulitan yang dihadapi siswa. Ibarat pemberian obat, dosisnya tidak boleh terlalu rendah atau terlalu tinggi, apalagi sampai salah memberikan obat. Karena hal yang demikian justru akan memperberat atau menimbulkan masalah baru bagi siswa. Kesembuhan pasien di rumah sakit tidak hanya ditentukan oleh jenis dan dosis obat yang diberikan oleh dokter, tetapi dipengaruhi juga oleh pribadi pasien, sikap dokter, lingkungan rumah sakit, perhatian keluarga dan lain-lain. Demikian juga kegiatan tindak lanjut untuk menyelesaikan permasalahan siswa, tidak hanya tertuju kepada siswa itu sendiri, melainkan juga kepada semua pihak yang terkait dengan kegiatan pembelajaran dan berkontribusi menimbulkan permasalahan siswa, misalnya profesionalitas guru, lingkungan sekolah, masyarakat, dan keluarga. Bahkan menyelesaikan permasalahan belajar siswa terkadang bisa menjadi lebih rumit dibandingkan mengobati suatu penyakit, karena keunikan dan kompleksitas faktor-faktor yang mempengaruhinya. Di bawah ini diuraikan beberapa hal yang perlu diperhatikan agar dapat menindaklanjuti hasil tes diagnostik dengan baik. 1. Kegiatan tindak lanjut dilakukan betul-betul berdasarkan hasil analisis tes diagnostik secara cermat. Tindak lanjut tidak selalu berupa kegiatan remidial di kelas, tetapi dapat juga berupa tugas rumah, observasi lingkungan, kegiatan tutor sebaya, dan lain-lain sesuai masalah atau kesulitan yang dihadapi siswa. 2. Mengatasi permasalahan yang disebabkan oleh miskonsepsi membutuhkan kesabaran, keuletan, dan kecerdasan guru. Penelitian Berg (1991) menunjukkan bahwa miskonsepsi sulit diatasi walaupun menggunakan pengamatan secara langsung, apalagi bila hanya melalui informasi atau penjelasan. Bahkan 21QEC24711 - Panduan Pelaksanaan Penilaian Diagnostik SMP
  20. 20. Belajar Untuk Masa Depanku menurut penelitian tersebut, sumber miskonsepsi bukan hanya dari siswa, melainkan juga dari guru. 3. Kegiatan tindak lanjut diberikan secara bertahap dan berkelanjutan. Tes diagnostik pada hakikatnya merupakan bagian dari tes formatif, maka pelaksanaannya juga perlu diatur sehingga tidak tumpang tindih (overlapping) dan tidak memberatkan siswa maupun guru. 4. Perlu dirancang program sekolah yang mendukung dan memberikan kemudahan bagi guru untuk mengadministrasi, melaporkan, dan menindaklanjuti hasil tes diagnostik, misalnya penyediaan sarana dan tenaga teknis khusus, pemberian insentif atau penghargaan, dan program-program lain yang mendukung profesionalitas guru, misalnya lokakarya, workshop, dan penelitian yang mengangkat hasil-hasil tes diagnostik. Selain untuk evaluasi di sekolah, bila memungkinkan hasil analisis tes diagnostik juga dikirimkan atau dilaporkan kepada orang tua siswa, sehingga secara bersama-sama dapat membantu siswa dalam memecahkan masalahnya. Contoh analisis dan menindaklanjuti hasil tes diagnostik dapat dilihat pada lampiran.22 Direktorat PSMP - QEC24711
  21. 21. Belajar Untuk Masa Depanku BAB VII PENUTUP Penilaian diagnostik merupakan salah suatu penilaian yang sangat penting untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran. Keragaman potensi dan kecepatan belajar siswa menuntut pelayanan pembelajaran yang optimal dari guru. Guru yang baik akan berusaha untuk dapat memenuhi kebutuhan belajar setiap siswa. Bahkan, para siswa yang sangat lemah sekalipun perlu dibimbing secara seksama. Melalui pedoman ini diharapkan para guru dapat menguasai penilaian diagnostik, baik pada tataran konsep maupun teknis pelaksanaan dan pemanfaatannya. Guru yang baik tidak akan pernah berhenti belajar guna meningkatkan kompetensi dan performansinya. Semoga, para guru diberi kemudahan dalam memahami pedoman ini dan menerapkannya untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran. Pada akhirnya, siswa yang lemah potensi akademiknya atau yang mengalami kesulitan dalam memahami materi pelajaran dapat terbantu secara berarti dalam menguasai materi pelajaran. Sehingga, upaya peningkatan mutu pendidikan yang berkeadilan dapat tercapai. 23QEC24711 - Panduan Pelaksanaan Penilaian Diagnostik SMP
  22. 22. Belajar Untuk Masa Depanku LAMPIRAN 25QEC24711 - Panduan Pelaksanaan Penilaian Diagnostik SMP
  23. 23. Belajar Untuk Masa DepankuLAMPIRANContoh Kisi-kisi dan Butir-Butir Soal Tes DiagnostikA. Ilmu Pengetahuan Alam Kemungkinan Kompetensi Bentuk & No Materi Sumber Indikator Soal Dasar No. Soal Masalah Disajikan dua benda dengan massa berbeda dijatuhkan dari Terjadi ketinggian yang Gerak miskonsepsi sama, siswa dapat Pilihan jatuh karena membandingkan Ganda bebas pengaruh waktu yang (1) intuisi dibutuhkan kedua benda tersebut Menganalisis untuk sampai di data tanah percobaan Disajikan data gerak lurus sebuah benda beraturan dan yang bergerak gerak lurus maju sampai jarak berubah dan waktu 1 beraturan tertentu, kemudian serta Tidak dapat Uraian Kelajuan mundur pada jarak penerapannya membedakan bebas- dan dan waktu yang dalam kelajuan dan objektif kecepatan sama, siswa dapat kehidupan kecepatan (2) menghitung sehari-hari kelajuan dan kecepatan rata- rata benda tersebut Tidak dapat Disediakan membuat dan potongan pita Gerak membaca ketik (ticker timer) lurus grafik yang masih utuh, berubah Performa siswa dapat beraturan (3) Tidak dapat menentukan menentukan percepatan gerak besaran gerak berdasar grafik 27QEC24711 - Panduan Pelaksanaan Penilaian Diagnostik SMP
  24. 24. Belajar Untuk Masa Depanku Kemungkinan Kompetensi Bentuk & No Materi Sumber Indikator Soal Dasar No. Soal Masalah darai suatu yang dibentuk grafik oleh pite ketik tersebut Mengklasifik Disajikan asikan beberapa hewan , makhluk Terjadi Ciri ciri siswa dapat hidup miskonsepsi Uraian makhlu menentukan 2 berdasarkan dalam singkat k hidup manakah yang ciri-ciri yang memahami (4) termasuk anggota dimiliki konsep amfibi kelompok hewan amfibi Diberikan gambaran tentang Menganalisis proses yang terjadi pentingnya pada sebuah biji Tidak dapat pertumbuhan Ciri-ciri jagung. Siswa membedakan Uraian dan perkemba dapat menentukan antara bebas-non 3 perkembanga ngan dan ciri-ciri pertumbuhan objektif n pada pertumbu pertumbuhan dan dan (5) makhluk han perkembangan perkembangan hidup sehingga dapat membedakan antar kedua proses tersebut.Contoh Butir Soal Tes Diagnostik1. Dua buah benda A dan B memiliki massa berbeda, benda A lebih berat dibandingkan benda B. Bila kedua benda tersebut dijatuhkan secara bersamaan dari ketinggian yang sama, maka: a. benda A jatuh lebih dulu b. benda B jatuh lebih dulu c. benda A dan B jatuh secara bersamaan Alasan memilih jawaban di atas: _________________________________________28 Direktorat PSMP - QEC24711
  25. 25. Belajar Untuk Masa Depanku2. Sebuah mobil bergerak maju sejauh 10 meter dalam waktu 1 sekon, kemudian bergerak mundur sejauh 10 meter dalam waktu yang sama. a). Tuliskan semua besaran yang diketahui dan ditanyakan b). Hitunglah kelajuan dan kecepatan rata-rata mobil selama geraknya (maju dan mundur). Nyatakan dalam satuan km/jam.3. Menentukan percepatan gerak suatu benda berdasarkan grafik yang dibentuk oleh pita ketik Alat dan bahan : - Pita ketik utuh (memiliki sekitar 26 noktah) 1 buah - Kertas milimeter blok 1 lembar - Gunting 1 buah - Lem secukupnyaLangkah kerja : a). Buat rangkaian tertutup dengan menghubungkan kabel dengan baterai dan lampu. b). Rangkaikan amperemeter pada rangkaian untuk mengukur besar kuat arus listrik yang mengalir dalam rangkaian. Lakukan beberapa kali pengukuran, catat hasilnya dalam tabel. c). Lepaskan amperemeter, kemudian rangkaikan voltmeter untuk mengukur beda potensial listrik pada lampu. Lakukan beberapa kali pengukuran, catat hasilnya dalam tabel.4. Perhatikan nama-nama hewan di bawah ini: 1. anjing laut 2. kepiting 3. katak hijau Di antara ketiga hewan di atas, yang termasuk anggota kelompok Amfibia adalah _______________________________________ Alasan memilih jawaban di atas: ____________________________________________________ __________________________________________5. Aji menanam sebuah biji jagung. Biji tadi bertunas, dan lama kelamaan menjadi besar. Tiga bulan kemudian tanaman tersebut mulai berbunga, dan akhirnya menghasilkan buah. Tanaman Aji telah mengalami proses pertumbuhan maupun perkembangan. 29QEC24711 - Panduan Pelaksanaan Penilaian Diagnostik SMP
  26. 26. Belajar Untuk Masa Depanku Tulislah perbedaan antara proses pertumbuhan dan perkembangan?Contoh Analisis dan Menindaklanjuti Hasil Tes DiagnostikSoal nomor 1 (Pilihan Ganda)Dua buah benda A dan B memiliki massa berbeda, benda A lebih beratdibandingkan benda B. Bila kedua benda tersebut dijatuhkan secarabersamaan dari ketinggian yang sama, maka: a. benda A jatuh lebih dulu b. benda B jatuh lebih dulu c. benda A dan B jatuh secara bersamaan Alasan memilih jawaban di atas: _____________________________________________Pedoman PenskoranJawaban yang benar dari soal di atas adalah option c) benda A dan B jatuhsecara bersamaan. Bila siswa memilih jawaban tersebut diberi skor 1 bilamemilih jawaban yang lain mendapat skor 0.InterpretasiKetidakmampuan menjawab soal ini dengan benar umumnya karenapemahaman siswa tentang gerak jatuh dipengaruhi oleh intuisi. Secaraintuitif, semakin berat suatu benda semakin cepat mencapai tanah,sehingga siswa yang pemahamannya belum kokoh akan memilih option a)benda A jatuh lebih dulu. Padahal secara empiris dan analitis, untuk gerakjatuh bebas dipenuhi formula h = 1 gt 2 . Dari formula ini terlihat bahwa 2waktu jatuh (t) hanya dipengaruhi oleh ketinggian (h) dan percepatangravitasi (g), tidak dipengaruhi oleh massa atau berat.Tindak lanjutPengalaman empirik menunjukkan bahwa miskonsepsi seperti pada soal diatas tidak efektif bila diatasi hanya melalui pemberian informasi ataupenjelasan. Lebih efektif bila siswa yang mengalami miskonsepsi diajakmelakukan pengamatan secara langsung melalui kegiatan eksperimen.30 Direktorat PSMP - QEC24711
  27. 27. Belajar Untuk Masa DepankuSoal nomor 2 (uraian/esai)Sebuah mobil bergerak maju sejauh 10 meter dalam waktu 1 sekon,kemudian bergerak mundur sejauh 10 meter dalam waktu yang sama. a). Tuliskan semua besaran yang diketahui dan ditanyakan b). Hitunglah kelajuan dan kecepatan rata-rata mobil selama geraknya (maju dan mundur). Nyatakan dalam satuan km/jam. Pedoman PenskoranPada contoh penskoran di bawah ini setiap langkah dalam menyelesaikanmasalah diberi skor 1, tanpa diberikan pembobotan yang berbeda. Kunci Jawaban Skor Langkah Diketahui : jarak tempuh maju = 10 m................................... 1 1 jarak tempuh mundur = 10 m............................... 1 2 waktu tempuh maju = 1 sekon ........................... 1 3 waktu tempuh mundur = 1 sekon ....................... 1 4 Ditanyakan : - kelajuan rata-rata ........................................... 1 5 - kecepatan rata-rata ........................................ 1 6 Jawaban : Jarak yang ditempuh mobil = 10 m + 10 m = 20 m ................. 1 7 Kelajuan = jarak / waktu ......................................................... 1 8 = 20 m / 2 s ............................................................ 1 9 = 10 m/s ................................................................. 1 10 = 36 km/jam ............................................................ 1 11 Perpindahan = 0 , karena mobil kembali ke posisi semula Dengan jarak yang sama ......................... 1 12 Kecepatan = perpindahan/waktu ............................................ 1 13 = 0 m / 2 s ............................................................. 1 14 = 0 ......................................................................... 1 15 Skor maksimum 15InterpretasiLangkah 1-6 membutuhkan linguistic knowledge, langkah 7-8 dan 12-13membutuhkan schematic knowledge, langkah 8-11 dan 13-15membutuhkan algorithmic knowledge, dan kemampuan strategyknowledge terdapat dalam langkah 7-15. Bila terjadi kesalahan padalangkah 11, berarti siswa tidak dapat mengubah satuan dengan benar. Bilamenjawab kecepatan sama dengan kelajuan berarti siswa mengalamimiskonsepsi yang menganggap bahwa kecepatan dan kelajuan merupakanbesaran yang sama. 31QEC24711 - Panduan Pelaksanaan Penilaian Diagnostik SMP
  28. 28. Belajar Untuk Masa DepankuTindak lanjutKesalahan yang terjadi karena tidak dimilikinya kemampuan linguisticknowledge, schematic knowledge, algorithmic knowledge, dan strategyknowledge ditindak lanjuti dengan pemberian latihan yang sejenis.Demikian Tindak lanjut yang sama juga diberikan untuk kesalahan padalangkah 11, yakni siswa tidak dapat mengubah satuan dengan benar.Karena tindak lanjut ini merupakan pelatihan tentang pengetahuanprosedural maka model pembelajaran yang tepat digunakan oleh guruadalah direct instruction (pengajaran langsung). Sedangkan untukmiskonsepsi tentang kecepatan dan kelajuan diatasi dengan meminta siswauntuk membaca konsep besaran vektor dan skalar kemudian diaplikasikanuntuk gerak dengan lintasan tidak lurus.Soal Nomor 3 (Performa)Mengukur beda potensial dan kuat arus dalam suatu rangkaianAlat dan bahan : - Baterai 1 buah - Lampu pijar 1 buah - Kabel dan penjepit secukupnya - Voltmeter 1 buah - Amperemeter 1 buahLangkah kerja :a). Buat rangkaian tertutup dengan menghubungkan kabel dengan baterai dan lampu.b). Rangkaikan amperemeter pada rangkaian untuk mengukur besar kuat arus listrik yang mengalir dalam rangkaian. Lakukan beberapa kali pengukuran, catat hasilnya dalam tabel. c). Lepaskan amperemeter, kemudian rangkaikan voltmeter untuk mengukur beda potensial listrik pada lampu. Lakukan beberapa kali pengukuran, catat hasilnya dalam tabel.32 Direktorat PSMP - QEC24711
  29. 29. Belajar Untuk Masa Depanku Pedoman Penskoran Nilai = Jumlah Jumlahskor Aspek Yang Dinilai Skor Skormaks xbobotKegiatan No Skor 0 1 2 3Persiapan 1. Kelengkapan alat-alat dan(bobot 10) bahanPelaksanaan 2. Membuat rangkaian kabel,(bobot 70) lampu dan baterai 3. Posisi amperemeter pada rangkaian benar 4. Melakukan pengukuran dengan kuat arus dengan benar 5. Posisi voltmeter pada rangkaian benar 6. Melakukan pengukuran beda potensial dengan benarHasil 7. Mengisi tabel pengukuran(bobot 20) arus dan beda potensial 8. Melaporkan hasil akhir pengukuran Jumlah Nilai Penskoran dilakukan dengan memberi tanda ceklis (√) pada kolom skor, kemudian dijumlahkan dan dihitung nilainya menggunakan formula di atas. Kriteria Penskoran: 3= baik 2= cukup 1= kurang 0= jika tidak mengerjakan Interpretasi Pada tes performa penentuan kelemahan didasarkan pada perolehan skor untuk setiap aspek yang dinilai. Jika pada aspek tertentu mendapat skor rendah, berarti perlu dilatihkan keterampilan-keterampilan tertentu yang mendukung. 33 QEC24711 - Panduan Pelaksanaan Penilaian Diagnostik SMP
  30. 30. Belajar Untuk Masa Depanku B. Matematika KISI-KISI PENULISAN SOAL TES DIAGNOSTIK Jenis Sekolah : SMP Mata Pelajaran : MATEMATIKA Kurikulum : KTSP Bahan Kelas : IX Semester 1 Jumlah Soal :5 Kemungkinan Kompetensi Bentuk/JNo Topik Sumber Materi Indikator Soal Dasar ml soal Kesulitan1. Memecahka Volume Pengetahuan Lingkaran Siswa dapat Uraian/5 n masalah kerucut prasyarat menentukan luas yang lingkaran berkaitan Pecahan Siswa dapat dengan menentukan hasil tabung, operasi hitung kerucut dan pecahan bola. Teorema Siswa dapat Pythagoras menentukan panjang salah satu sisi segitiga siku- siku dengan menggunakan teorema Pythagoras Daya Pandang Gambar Siswa dapat ruang kerucut menggambar kerucut dalam berbagai posisi Pemahaman Volume Siswa dapat konsep dan kerucut menjelaskan prinsip volume kerucut Penguasaan skill Volume Siswa dapat kerucut menentukan volume kerucut bila diketahui luas alas dan tinggi kerucut. Penalaran dan Volume Siswa dapat Komunikasi kerucut menjelaskan rumus volume kerucut Pemecahan Volume Siswa dapat Masalah kerucut menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan volume kerucut 34 Direktorat PSMP - QEC24711
  31. 31. Belajar Untuk Masa DepankuContoh Butir Soal Tes Diagnostik Sebagai contoh, berdasarkan kisi-kisi pada langkah keempat terdahulu, maka dapat dibuat soal sebagai berikut: 1) Gambarlah kerucut yang alasnya nampak langsung (tanpa halangan), Soal tersebut di atas untuk mengetahui kemampuan siswa dalam memandang ruang suatu kerucut. 2) Suatu kerucut dengan tinggi 21 cm dan luas lingkaran alas 314 cm2 (π = 3,14), Tentukan: a. Jari-jari lingkaran alas kerucut b. Volume kerucut Soal (1) digunakan untuk mengetahui pemahaman siswa tentang pengetahuan prasyarat, yaitu kemampuan siswa untuk menentukan jari-jari lingkaran alas kerucut. Soal (2) digunakan untuk mengetahui penguasaan skill siswa ketika siswa menggunakan algoritma dalam menghitung volume kerucut soal (2) dapat juga digunakan untuk melihat penguasaan prasyarat tentang operasi perkalian pada pecahan ketika siswa menghitung volume kerucut. 3) Suatu kerucut volumenya adalah 1200 cm3, coba jelaskan apa arti dari 1200 cm3! Soal di atas digunakan untuk mengetahui pemahaman siswa tentang konsep volume 1 4) Telah kalian ketahui bahwa volume kerucut (V) adalah V = 3 π r2 t dengan r adalah jari-jari lingkaran alas dan t adalah tinggi kerucut. Coba jelaskan mengapa demikian! Soal di atas digunakan untuk mengetahui pemahaman prinsip tentang volume kerucut yang difahami siswa . 5) Sebuah bak berbentuk balok berukuran 70 cm x 30 cm x 50 cm, di dalamnya terdapat kerucut pejal (padat) dengan alas berjari-jari 28 cm, dan panjang garis pelukisnya 35 cm. Jika bak tersebut diisi air sampai penuh, berapakah volume air yang ada dalam kotak? 35QEC24711 - Panduan Pelaksanaan Penilaian Diagnostik SMP
  32. 32. Belajar Untuk Masa Depanku C. Bahasa Inggris Kisi-kisi Soal Tes Diagnostik Kelas : VII Semester : 1 Bentuk/ Kompetensi Sumber IndikatorNo Keterampilan Materi Jumlah Dasar Masalah Soal Soal1. Mendengarkan 1.1 Merespon Dialog Siswa kurang Siswa dapat Pilihan makna dalam Transaksional mampu menentukan Ganda percakapan dan Interper- membedakan ungkapan 5 butir transaksional (to sonal tentang suara ungkapan yang benar soal get things done) menyapa dalam bahasa dalam dan orang yang Inggris. percakapan interpersonal belum dike- tran- (bersosiali-sasi) nal saksional (to yang meng- get things gunakan ragam done) yang bahasa lisan me-libatkan sangat sederhana tindak tutur secara akurat, menyapa lancar, dan ber- orang yang terima untuk belum berinterak-si dikenal. dengan lingkungan ter- dekat yang melibatkan tindak tutur: menyapa orang yang belum /sudah dikenal, memper- kenalkan diri sendiri/orang lain, dan memerintah atau melarang.2. Berbicara Mengungkapkan Percakapan Siswa kurang Siswa dapat Lisan / 5 makna dalam transaksional memahami kosa me-minta butir percakapan dan kata yang informasi transak-sional interpersonal digunakan dengan (to get things yang meng- done) dan melibatkan gunakan interpersonal tindak tutur ungkap-an (berso-sialisasi) meminta yang benar dengan meng- meminta dan gunakan ragam memberi 36 Direktorat PSMP - QEC24711
  33. 33. Belajar Untuk Masa Depanku Bentuk/ Kompetensi Sumber IndikatorNo Keterampilan Materi Jumlah Dasar Masalah Soal Soal bahasa lisan informasi sangat seder- hana secara akurat, lancar, dan ber-terima untuk ber- interaksi dengan lingkungan ter- dekat yang melibatkan tindak tutur: meminta dan memberi informasi, meng-ucapkan terima kasih, me-minta maaf, dan meng- ungkapkan kesantunan3. Membaca Membaca Pengumuman Siswa kurang Diberi Membaca nyaring bermak- singkat memahami kosa sebuah teks nyaring na kata, frasa, kata, intonasi pengumuman (lisan) dan kalimat dan pendek, Satu teks dengan ucapan, tekanan/stressing siswa dapat dengan tekanan dan membaca skor 5 intonasi yang teks tersebut berterima yang dengan berkaitan nyaring dengan ling- dengan ucap- kungan terdekat an, tekanan, intonasi yang benar.4. Menulis Mengungkapkan Teks Siswa kurang Siswa dapat 1 teks makna gagasan fungsional menguasai menuliskan dengan dalam teks tulis pendek daftar makna kata, daftar skor 5 fungsional belanja ejaan, huruf belanja bila pendek besar dan tanda seseorang (misalnya pesan baca akan tertulis, daftar berbelanja ke belanja, kartu pasar ucapan selamat, swalayan. pengumuman) sangat sederhana dengan menggunakan 37 QEC24711 - Panduan Pelaksanaan Penilaian Diagnostik SMP
  34. 34. Belajar Untuk Masa Depanku Bentuk/ Kompetensi Sumber IndikatorNo Keterampilan Materi Jumlah Dasar Masalah Soal Soal ragam bahasa tulis secara akurat, lancar dan berterima untuk berinteraksi dengan lingkungan terdekat Butir Soal 1. Mendengarkan Anda akan mendengarkan ungkapan-ungkapan dalam bahasa Inggris, pilihlah ungkapan yang ada di dalam lembar kerja Anda yang sesuai dengan ungkapan yang Anda dengar. a. Murid mendengar : “How do you do?” Murid membaca : a. How are you? b. How old are you? c. What do you do? d. How do you do? b. Murid mendengar : “May I know your name?” Murid membaca : a. What’s your name? b. Who are you? c. What are you? d. May I know your name? c. Murid mendengar : “Nice to see you.” Murid membaca : a. It is nice. b. Nice to see you. c. This ice is for you. d. This is nice. d. Murid mendengar : “Glad to meet you.” Murid membaca : 38 Direktorat PSMP - QEC24711
  35. 35. Belajar Untuk Masa Depanku a. Nice to meet you. b. Happy to see you. c. It’s nice to meet you. d. How about you? e. Murid mendengar : “Where are you from?” Murid membaca : a. How are you ma’am? b. What is your uniform? c. Where do you come from? d. Where are they from? 2. Berbicara Guru memberikan catatan kecil kepada masing-masing siswa dalam bahasa Inggris yang berisi situasi yang mewarnai ungkapan yang akan diucapkan oleh siswa. Contoh: What will you say if you want to ask where your English book is. Ungkapan yang diucapkan siswa seharusnya adalah: “Where is my English book, ma’am/sir? Aspek Penilaian: intonasi, tekanan, penggunaan kosa kata, tata bahasa, dan kelancaran. Nilai maksimal adalah 5. 3. Membaca Read aloud the text. Announcement Dear students, You are all supposed to bring a piece of English advertisement next Monday. We will use your advertisement for our discussion in our English class. Thanks. Mrs. Sudarsono. 39QEC24711 - Panduan Pelaksanaan Penilaian Diagnostik SMP
  36. 36. Belajar Untuk Masa Depanku Setiap kalimat yang dibaca benar skor 1. Jawaban yang diharapkan membaca dengan benar kalimat–kalimat di dalam teks berbentuk pengumuman pendek yang terdiri dari 2 kalimat. Jadi total skor adalah 2. Tes ini tujuannya untuk mengetes keterampilan reseptif. 4. Menulis Write down 10 shopping list that you want to buy in the supermarket. Penilaian : Siswa menulis satu kata dinilai 1 Nilai maksimal 10 untuk daftar belanja yang ditulis.40 Direktorat PSMP - QEC24711

×