Kajian psikologi dalam bidang olahraga
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Kajian psikologi dalam bidang olahraga

on

  • 10,255 views

 

Statistics

Views

Total Views
10,255
Views on SlideShare
10,255
Embed Views
0

Actions

Likes
3
Downloads
145
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Kajian psikologi dalam bidang olahraga Kajian psikologi dalam bidang olahraga Presentation Transcript

  • Oleh : Nailiamani (10961007003)
  •  Psikologi diartikan sebagai suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari semua aspek tingkah laku manusia (kognitif, psikomotor dan afektif). Olahraga dipandang sebagai perilaku gerak manusia yang bersifat universal (Husdarta, 2010). Olahraga sebagai perilaku gerak manusia adalah media untuk mengekspresiakn “body and mind” secara harmonis (Osterhoudt dalam Husdarta, 2010). Untuk itu olahraga adalah bentuk aktivitas perilaku, yang tentunya tak terlepas dari kajian psikologi yang mempelajari perilaku.
  •  Pada prinsipnya psikologi dalam olahraga dimanfaatkan untuk meningkatkan prestasi atlet, untuk memperkuat kerja sama antaratlet dalam olahraga beregu, untuk memperkuat kerja sama antara pelatih, atlet dan officials, dan sebagainya (Sarwono, 1999). Khususnya psikologi sosial dalam olahraga bukan hanya dimanfaatkan untuk para atlet, pelatih, dan officials, melainkan juga untuk mempelajari perilaku penonton, bagaimana pengaruh penonton terhadap prestasi pemain, dan lain-lain (Brawley & Martin dalam Sarwono, 1999).
  •  Nama Coleman Robert Griffith tidak mungkin diabaikan dari hasanah wacana Psikologi Olahraga dia dianggap sebagai “Father Of Sport Psychology” yang telah mendirikaan Laboratorium Psikologi Olahraga yang pertama di Universitas Illinois pada tahun 1925 (Husdarta, 2010). Pada tahun yang sama, di Eropa sebenarnya juga berdiri sebuah laboratorium Psikologi Olahraga yang didirikan oleh A.Z Puni di Institute of Physical Culture in Leningrad. Namun Laboratorium Psikologi Olahraga pertama di dunia sebenarnya didirikan tahun 1920 oleh Carl Diem di Deutsce Sporthochschule di Berlin, Jerman (anekanews.com)
  •  Setelahperiode tersebut psikologi olahraga mengalami kemandekan. Baru pada tahun 1960-an psikologi olahraga kembali mulai berkembang. Perkembangan ini ditandai dengan banyaknya lembaga-lembaga pendidikan membuka konsentrasi pengajaran pada Psikologi Olahraga. Puncaknya adalah pembentukan International Society of Sport Psychology (ISSP) oleh para ilmuan dari penjuru Eropa. Kongres internasional pertama diadakan pada tahun yang sama di Roma, Italia.
  •  Pada tahun 1966, sekelompok psikolog olahraga berkumpul di Chicago untuk membicarakan pembentukan semacam ikatan psikologi olahraga. Mereka kemudian dikenal dengan nama North American Society of Sport Psychology and Physical Activity (NASPSPA). Kini Psikologi Olahraga sudah mengalami perkembangan yang sangat pesat. Kongres International Society of Sport Psychology Conference Di Yunani tahun 2000 telah dihadiri lebih dari 700 peserta yang berasal dari 70 negara. American Psychological Association pun telah memasukkan psikologi olahraga dalam divisi mandiri yakni divisi 47. (anekanews.com)
  •  Psikologi olahraga terkait dengan bidang kajian, seperti (Husdarta, 2010): Psi. Perkembangan  pembahasan mengenai bakat yang berhubungan dengan struktur morfologis-anatomis atlet, karakterologis atlet dan interaksi antar bakat/ pembawaan dengan lingkungan (nature vs. nurture).
  •  Psikologi belajar  optimalisasi proses belajar mengajar atau pelatihan guna mengoptimalisasi potensi atlet atau peserta didik. Psikologi kepribadian  sebagian besar hasil studi menyimpulkan bahwa terdapat hubungan antara kepribadian dengan beberapa aspek performa olahraga. Psikologi sosial  aspek-aspek yang perlu mendapat perhatian serius antara lain pembinaan kelompok, interaksi sosial, kerjasama, kompetisi, kepemimpinan dll. Psikometri  penciptaan instrumen yang useable untuk digunakan dalam penilaian terhadap suatu gejala psikis secara lebih cermat dan objektif.
  •  Perkembangan psikologi olahraga ditandai oleh upaya yang cukup banyak dalam mengkaji gejala dalam situasi olahraga yang perlu dikaji oleh para ahli psikologi olahraga, di antaranya adalah motivasi berolahraga, belajar gerak, kematangan emosi, kebosanan, stress, kecemasan, frustasi, dan sebagainya (Husdarta, 2010).
  • 1. Pendekatan Individu  manusia dalam berolahraga sering menunjukkan tingkah laku khusus yang berbeda dengan yang lainnya dengan yang tidak berolahraga.2. Pendekatan Sosiologik  interaksi dalam kegiatan olahraga akan menimbulkan konflik-konflik atau gejala psikologis tertentu.3. Pendekatan Interaktif  sifat, sikap, dan persepsi individu dalam kelompok akan sangat berpengaruh terhadap sikap kelompok.4. Pendekatan Multy dimensional & pend. Sistem  aktivitas olahraga seringkali berhubungan dengan aspek sosial budaya, aspek ekonomi, aspek politik dll.
  •  Secara umum manfaat psikologi olahraga dapat dikemukakan sbg berikut (Husdarta, 2010): A. Menjelaskan dan memahami gejala-gejala psikologik (tingkah laku dan pengalaman) yang terjadi dalam praktik olahraga B. Meramalkan sejumlah probalitas yang dapat terjadi dalam olahraga sehingga siap menghadapi hal-hal yang mungkin terjadi C. Mengontrol atau mengendalikan gejala-gejala perilaku yang dapat menjurus kepada hal-hal yang dapat mengganggu perkembangan subjek.
  •  Sebagai praktisi  dimana profesi psikolog bisa dijadikan penasehat misalnya, yang kedudukannya bisa sejajar atau dibawah pelatih. Perbedaannya yaitu pada ruang lingkup, pelatih mengarahkan entang teknik dan metode, sedang psikolog difungsikan untuk mengembangkan kerja sama tim, serta mengoptimalkan perilaku berolahraga dari aspek psikologi.
  •  Sebagai Ilmuwan  dimana para ahli psikologi mengadakan penelitian- penelitian kajian psikologi dalam olahraga untuk dapat memahami, memprediksi sehingga dapat dijadikan referensi atau acuan treatment untuk mengoptimalisasikan aktivitas berolahraga.
  •  Melakukan Penelitian Melakukan Pelatihan Mengadakan Pembinaan Mental Melakukan Pengembangan Melakukan Konseling Mengadakan tes (psikotes) Melakukan pelatihan khusus
  •  4 dimensi yang mempengaruhi prestasi berolahraga, yaitu:1. Kesegaran/kebugaran Jasmani  tubuh yang bugar akan mempengaruhi semangat pelaku olahraga.2. Keterampilan, bakat dan minat  melakukan sesuatu dengan adanya keterampilan, bakat dan minat pada hal yang dilakukan akan mempengaruhi kreatifitas dan motivasi pelaku.3. Fisik  Fisik bisa mempengaruhi dan menjadi penunjuang seseorang dalam berolahraga.4. Psikologis  karakteristik pembawaan dapat mempengaruhi bagaimana seseorang berperilaku, termasuk dalam berolahraga.
  •  Beberapa pendekatan teori motivasi yang diduga memiliki implikasi dalam proses pelatijan atau pembelajaran pendidikan jasmani dan olahraga, antara lain (Husdarta, 2010) :1. Teori Hedonisme  teori yang beranjak dari pandangan klasik bahwa pada hakikatnya manusia akan memilih aktivitas yang menyebabkan merasa gembira dan senang.
  • 2. Teori naluri  teori yang menghubungkan perilaku manusia dengan berbagai naluri.3. Teori Kebudayaan  teori yang menghubungkan tingkah laku manusia berdasarkan pola-pola kebudayaan tempat ia berada.4. Teori berprestasi  teori yang mendorong individu untuk berpacu dengan ukuran keunggulan.5. Teori kebutuhan  teori yang menggagas bahwa tingkah laku manusia pada hakikatnya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan.
  •  Secara umum dari penelusuran terhadap beberapa pandangan: Krech & Ballachay, kamlesh dalam Husdarta (2010) dapat dirangkumkan bahwa motivasi berolahraga dipengaruhi oleh faktor intern dan ekstern. Faktor intern  pembawaan atlet, tingkat pendidikan, pengalaman masa lalu, cita-cita dan harapannya. Faktor ekstern  fasilitas yang tersedia, sarana dan prasarana, metode latihan, program latihan, lingkungan atau iklim pembinaan.
  •  Kepribadian dan olahraga  ada perbedaan dimensi kepribadian antara atlet dan non- atlet. Studi oleh Schurr, Ashley dkk dalam Husdarta (2010) menunjukkan bahwa para atlet yang terlibat dalam aktivitas olahraga baik olahraga individual maupun beregu cenderung memperlihatkan kepribadian bebas bertanggung jawab (mandiri), lebih objektif, lebih kompetitif, lebih terbuka dari pada non-atlet.
  •  Dalam studi Ogilvie & T.Tutko tahun 1967 dalam Husdarta (2010) tentang pola-pola kepribadian pada atlet top dan atlet biasa, menunjukkan bahwa atlet-atlet top sebagai profil yang memiliki dan sangat membutuhkan progres menunjukkan kemampuan lebih dalam mengatasi tekanan kompetisi, memiliki daya tahan psikis yang lebih besar, dan memiliki rasa percaya diri yang lebih tinggi dibandingkan dengan atlet-atlet biasa.
  •  Penelitianoleh Hollander, Mayers & Unes dalam Sarwono (1999)  latihan yang berlebihan (overtraining) memberi dampak negatif baik pada atlet maupun pada pelatih : bosan, lelah, motivasi dan kegembiraan menurun, stres, sasaran prestasi tidak tercapai, dan terjadi peningkatan kemungkinan kecelakaan. Latihan yang berlebihan ini dapat diatasi dengan merumuskan tujuan, sistem reward, dan pengaturan jadwal yang tepat.
  •  Olahraga memunculkan perilaku, dan ilmu yang mempelajari perilaku di sebut dengan psikologi. Maka dari itu olahraga merupakan satu bidang yang tidak terlepas dari kajian psikologi. Berbagai aspek psikologi berpengaruh dalam perilaku berolahraga, maka dri itu kajian psikologi olahraga itu sendiri bermanfaat untuk dapat mencapai optimalisasi dalam berolahraga, baik dari individu itu sendiri, peregu, dari pelatih, efek penonton dan hal lain sebagainya.
  •  Husdarta. 2010. Psikologi Olahraga. Alfabeta: bandung Sarwono, Sarlito Wirawan. 1999. Psikologi Sosial: Psikologi Kelompok dan Psikologi Terapan. Balai Pustaka: Jakarta. http://www.anekanews.com/2011/01/sejara h-singkat-psikologi-olahraga.html