Firewall

338 views
234 views

Published on

Pembobolan Firewall Bank

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
338
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
6
Actions
Shares
0
Downloads
1
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Firewall

  1. 1. Cracker to e-commerce Cracker adalah sebutan untuk mereka yang masuk ke sistem orang lain dan cracker lebih bersifat destruktif, biasanya di jaringan komputer, mem-bypass password atau lisensi program komputer, secara sengaja melawan keamanan komputer, men-deface (merubah halaman muka web) milik orang lain bahkan hingga men-delete data orang lain, mencuri data.
  2. 2. E-commerce adalah kegiatan komersial dengan penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui sistem elektronik seperti internet atau televisi, www, atau jaringan komputer lainnya. E-commerce dapat melibatkan transfer dana elektronik, pertukaran data elektronik, sistem manajemen inventori otomatis, dan sistem pengumpulan data otomatis.
  3. 3. BAGAIMANA SESEORANG MENG-CRACK INFORMASI DI INTERNET BANKING SEHINGGA CRACKER MENDAPATKAN DATA PIN DAN SALDO REKENING KORBAN ? 1. Teknik Session Hijacking Dengan session hijacking, cracker menempatkan sistem monitoring/spying terhadap pengetikan yang dilakukan pengguna pada PC yang digunakan oleh pengguna (user) untuk mengunjungi situs internet banking. Untuk mengatasi masalah ini pengguna sebaiknya menggunakan komputer yang benar-benar terjamin dan tidak digunakan oleh sembarang orang, misalnya komputer di rumah, kantor, dsb.
  4. 4. 2. TEKNIK PACKET SNIFFING PADA TEKNIK INI CRACKER MELAKUKAN MONITORING ATAU PENANGKAPAN TERHADAP PAKET DATA YANG DITRANSMISIKAN DARI KOMPUTER USER KE WEB SERVER INTERNET BANKING PADA JARINGAN INTERNET. CRACKER YANG MELAKUKAN TEKNIK INI TERKENAL JUGA DENGAN ISTILAH MITM (MAN IN THE MIDDLE). UNTUK MENGATASI MASALAH INI PERLU DILAKUKAN ENKRIPSI/PENYANDIAN PAKET DATA PADA KOMPUTER CLIENT SEBELUM DIKIRIMKAN MELALUI MEDIA INTERNET KE WEB SERVER.
  5. 5. 3. TEKNIK DNS SPOOFING PADA TEKNIK INI CRACKER BERUSAHA MEMBUAT PENGGUNA MENGUNJUNGI SITUS INTERNET BANKING YANG SALAH SEHINGGA MEMBERIKAN INFORMASI RAHASIA KEPADA PIHAK YANG TIDAK BERHAK. UNTUK MELAKUKAN TEHNIK INI CRACKER UMUMNYA MEMBUAT SITUS INTERNET BANKING YANG MIRIP NAMANYA DENGAN NAMA SERVER E -COMMERCE ASLI. MISALNYA WWW.KLIKBCA.COM MERUPAKAN SITUS YANG ASLI, MAKA HACKER AKAN MEMBUAT SITUS BERNAMA WWW.KLIK_BCA.COM, WWW.KLIKBCA.ORG, WWW.KLIKBCA.COM, DENGAN DEMIKIAN KETIKA PENGGUNA MEMBUKA ALAMAT YANG SALAH, IA AKAN TETAP MENDUGA IA MENGUNJUNGSI SITUS KLIKBCA YANG BENAR. UNTUK MENGATASI MASALAH TERSEBUT DAPAT DIPECAHKAN DENGAN MELENGKAPI DIGITAL CERTIFICATES PADA SITUS ASLI. DENGAN DEMIKIAN MESKIPUN CRACKER DAPAT MEMBUAT NAMA YANG SAMA NAMUN TIDAK BISA MELAKUKAN PEMALSUAN DIGITAL CERTIFICATE. PENGGUNA ATAU PENGUNJUNG SITUS DAPAT MENGETAHUI BAHWA SITUS ITU ASLI ATAU TIDAK DENGAN MELIHAT ADA TIDAKNYA CERTIFICATE PADA SITUS TERSEBUT MENGGUNAKAN BROWSER MEREKA. DISAMPING ITU WEBSERVER ECOMMERCE HARUS DILENGKAPI DENGAN FIREWALL YANG AKAN MENYARING PAKET-PAKET DATA YANG MASUK SEHINGGA TERHINDAR DARI SERANGAN DENIAL OF SERVICE (DOS).
  6. 6. 4. TEKNIK WEBSITE DEFACING PADA TEKNIK INI CRACKER MELAKUKAN SERANGAN PADA SITUS ASLI MISALKAN WWW.KLIKBCA.COM KEMUDIAN MENGGANTI ISI HALAMAN PADA SERVER TERSEBUT DENGAN MILIKNYA. DENGAN DEMIKIAN PENGUNJUNG AKAN MENGUNJUNGI ALAMAT DAN SERVER YANG BENAR NAMUN HALAMAN YANG DIBUAT CRACKER. UNTUK MENGATASI MASALAH DI ATAS SERVER ECOMMERCE PERLU DIKONFIGURASI DENGAN BAIK AGAR TIDAK MEMILIKI SECURITY HOLE DAN HARUS DILENGKAPI FIREWALL YANG AKAN MENYARING PAKET DATA YANG DAPAT MASUK KE SITUS TERSEBUT. PERHATIKAN GAMBAR BERIKUT TENTANG WEBSITE DEFACING. TEKNIK WEBSITE DEFACING DALAM WAWANCARANYA DI METRO TV HARI MINGGU KEMARIN, PAKAR KEAMANAN INTERMET MENGATAKAN BAHWA KEAMANAN INFORMASI SITUS INTERNET BANKING DI INDONESIA MASIH PADA TAHAP PRINSIP AVAILABILITY. INILAH YANG MEMBUAT NASABAH MASIH SANGAT RAWAN MENJADI KORBAN CRACKER
  7. 7. DIA MENJELASKAN, UMUMNYA NASABAH BANK MENGGUNAKAN TANGGAL LAHIR SEBAGAI NOMOR PIN ATAU PASSWORD ID DI LAYANAN INTERNET BANKING BANK TERSEBUT. SEHINGGA PELAKU DAPAT DENGAN MUDAH MENGGASAK UANG NASABAH, KETIKA PIN YANG DIMASUKAN COCOK DENGAN MILIK NASABAH. “DIUPAYAKAN DATA RAHASIA NASABAH BANK JANGAN MENGGUNAKAN DATA YANG DIKETAHUI ORANG LAIN, SEPERTI TANGGAL LAHIR,” IMBUHNYA. DITANYA NAMA BANK SWASTA YANG DIRUGIKAN DALAM KASUS INI, WINSTON ENGGAN MEMBEBERKAN NAMA BANK TERSEBUT. DIA HANYA MENGATAKAN HANYA 1 BANK SAJA YANG DIRUGIKAN DALAM KASUS INI. LEBIH LANJUT DIA MENGATAKAN, KASUS INI TERJADI PADA 25 JANUARI 2009 SAMPAI AGUSTUS 2009, DI KAWASAN JAKARTA SELATAN. DALAM KASUS POLISI TELAH MENETAPKAN SEORANG TERSANGKA DAN MELAKUKAN PENAHANAN, TERHADAP PRIA BERINISIAL EYN, USIA SEKITAR 30 TAHUN. SEDANGKAN SEORANG TERSANGKA LAINNYA BERINISIAL HH MASIH DALAM PENCARIAN. “EYN PROFESINYA JOBLESS (PENGANGGURAN), SEBELUMNYA DIA BEKERJA SEBAGAI KARYAWAN SWASTA,” PAPARNYA. DIA MENGATAKAN, EYN BERLATAR PENDIDIKAN S1 PERGURUAN TINGGI DI JAKARTA, DAN TIDAK MEMILIKI RIWAYAT BEKERJA PADA PERUSAHAAN PERBANKAN.
  8. 8. UNTUK MENCEGAH AGAR TIDAK TERJADI LAGI KASUS PEMBOBOLAN BANK, SETIDAKNYA ADA TIGA HAL YANG BISA DILAKUKAN: JANGAN GUNAKAN DATA DIRI SEBAGAI PASSWORD, KARENA AKAN MEMUDAHKAN ORANG UNTUK MENEBAK DAN MENGAKSES REKENING ANDA. BUAT PASSWORD SECARA ACAK. TEKNOLOGI SEKARANG INI, SUDAH ADA ALAT YANG BERNAMA KEY GENERATOR YANG BERGUNA UNTUK MENG-GENERATE SEBUAH ANGKA YANG BERGUNA UNTUK MELAKUKAN SEGALA TRANSAKSI SEPERTI TRANSFER, DAN PEMBAYARAN VIA INTERNET BANKING. CONTOH SEPERTI DI BANK BCA DENGAN NAMA KEYBCA. SELALU RAHASIAKAN PASSWORD ANDA DARI SIAPAPUN. DAN SELALU BERHATI-HATI SETIAP MELAKUKAN TRANSAKSI.

×