Your SlideShare is downloading. ×
Soal soal dan pembahasan struktur atom,materi dll
Soal soal dan pembahasan struktur atom,materi dll
Soal soal dan pembahasan struktur atom,materi dll
Soal soal dan pembahasan struktur atom,materi dll
Soal soal dan pembahasan struktur atom,materi dll
Soal soal dan pembahasan struktur atom,materi dll
Soal soal dan pembahasan struktur atom,materi dll
Soal soal dan pembahasan struktur atom,materi dll
Soal soal dan pembahasan struktur atom,materi dll
Soal soal dan pembahasan struktur atom,materi dll
Soal soal dan pembahasan struktur atom,materi dll
Soal soal dan pembahasan struktur atom,materi dll
Soal soal dan pembahasan struktur atom,materi dll
Soal soal dan pembahasan struktur atom,materi dll
Soal soal dan pembahasan struktur atom,materi dll
Soal soal dan pembahasan struktur atom,materi dll
Soal soal dan pembahasan struktur atom,materi dll
Soal soal dan pembahasan struktur atom,materi dll
Soal soal dan pembahasan struktur atom,materi dll
Soal soal dan pembahasan struktur atom,materi dll
Soal soal dan pembahasan struktur atom,materi dll
Soal soal dan pembahasan struktur atom,materi dll
Soal soal dan pembahasan struktur atom,materi dll
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Soal soal dan pembahasan struktur atom,materi dll

6,407

Published on

Materi dan Contoh Soal

Materi dan Contoh Soal

Published in: Education
0 Comments
6 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
6,407
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
398
Comments
0
Likes
6
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. Materi Pembelajaran :SOAL STRUKTUR ATOM DAN SISTEM PERIODIK UNSURREVIEW STRUKTUR ATOM DAN SPU KELAS X1. Suatu unsur terdiri atas bagian terkecil yang tidak dapat dibagi-bagi lagi, dinamakan atom.Partikel dasar penyusun atom ada 3, yaitu proton, netron, dan elektron. Massa dan muatandari ketiga partikel ini berturut-turut adalah ....a. 1, +1; 1, 0; 0, -1b. 1, -1; 1, +1; 0, +1c. 1, 0; 0, 1; 0, -1d. 0, +1; 1, 0; 0, -1e. 0, -1, 1, 0; 1, -12. Suatu unsur X memiliki nomor atom 17 dan nomor massa 35, jumlah proton, netron, danelektronnya berturut-turut adalah ....a. 17, 17, 18b. 17, 18, 17
  • 2. c. 17, 18, 18d. 18, 17, 17e. 18, 17, 183. Menurut Niels Bohr, elektron mengelilingi inti pada tingkat-tingkat energi tertentu.Pernyataan yang sesuai dengan teori atom ini adalah ....a. elektron paling dekat dengan inti memiliki tingkat energi terendahb. makin tinggi tingkat energi suatu elektron, jaraknya terhadap inti makin dekatc. elektron makin sulit lepas, jika kulit valensinya jauh dari inti atomd. jumlah elektron maksimum pada setiap kulit adalah n2e. n = 1 sebagai kulit K, merupakan tingkat energi tertinggi4. Menurut Niels Bohr, konfigurasi elektron unsur-unsur A-17 dan B-19 adalah ....a. (2,8,7) dan (2,8,9)b. (2,8,2,5) dan (2,8,8,1)c. (2,8,7) dan (2,8,8,1)d. (2,2,8,5) dan (2,8,7)e. (2,8,7) dan (2,9,8)5. Secara umum, unsur-unsur dapat dikelompokkan menjadi logam dan non logam.Konfigurasi elektron atom dapat membedakan antara atom logam dan non logam. Konfigurasielektron logam dan non logam berturut-turut adalah ....a. (2,1) dan (2,8,1)b. (2,8,1) dan (2,8,2)c. (2,8,2) dan (2,8,7)d. (2,8,7) DAN (2,8,8)e. (2,1) dan (2,8,1)6. Sistem periodik modern disusun berdasarkan kenaikan nomor atom, yang menunjukkankenaikan jumlah proton. Karena suatu atom itu netral, maka jumlah elektron = jumlah proton.Sehingga dapat dikatakan bahwa ....a. dalam satu perioda dari kiri ke kanan jumlah proton berkurangb. dalam satu perioda dari kiri ke kanan jumlah netron tetapc. dalam golongan dari atas ke bawah jumlah elektron bertambah
  • 3. d. dalam satu golongan dari atas ke bawah nomor massa tetape. adanya kenaikan nomor atom mengakibatkan penurunan jumlah proton7. Pernyataan berikut yang benar mengenai sistem periodik modern adalah ....a. bentuknya memanjang karena golongan A dan B digabungkanb. terdapat 7 perioda yang masing-masing berisi unsur-unsur yang sifatnya samac. unsur-unsur yang jumlah elektron valensinya sama terdapat dalam golongan yang samad. golongan A adalah golongan utama, sedang golongan B merupakan non logame. menurut IUPAC terdapat 8 golongan A dan 8 golongan B dengan jumlah unsur 16.8. Suatu unsur tergolong logam, terdapat pada perioda ke tiga dalam sistem periodik.Kemungkinan untuk itu adalah ....a. jumlah kulitnya 2b. elektron valensinya 3c. konfigurasi elektronnya (3,3)d. nomor atomnya 11e. nomor massanya = 229. Unsur X dengan nomor atom 19 dalam sistem periodik terletak pada ....a. perioda 2 golongan VIIAb. perioda 3 golongan IIIAc. perioda 3 golongan VIIIBd. perioda 4 golongan IAe. perioda 4 golongan IB10. Unsur-unsur dengan nomor atom 11, 12, 13 berturut-turut ....a. jari-jarinya makin kecilb. elektron valensinya berkurangc. energi ionisasinya berkurangd. sifat kelogamannya bertambahe. makin mudah melepaskan elektron
  • 4. SOAL REAKSI SENYAWA KARBON1. Perhatikan persamaan reaksi berikut :(i) CH4 + Cl2 (UV) --> CHCl3 + HCl(iI) CH2 = CH-CH3 + HBr --> CH3-CHBr-CH3(iiI) CH3 - CH2Cl + KOH (alkohol) --> CH2 = CH2 + KCl +H2OKetiga reaksi di atas berturut-turut adalah ....a. adisi, eliminasi, oksidasib. substitusi, adisi, eliminasic. eliminasi, oksidasi, substitusid. substitusi, oksidasi, reduksie. esterifikasi, adisi, reduksi2. Jika etena diadisi dengan Br2 akan menghasilkan ....a. bromo etenab. dibromo etenac. dibromo etanad. 1,1-dibromo etanae. 1,2-dibromo etana3. Suatu senyawa hidrokarbon tak jenuh mempunyai 4 atom C dan sebuah ikatan rangkap. Jikasenyawa itu direaksikan dengan Cl2, menghasilkan 1,2-dikloro butana, maka senyawa alkenaitu adalah ....a. n-butenab. 1-butenac. 2-butenad. cis 2-butenae. 2-metil propena4. Adisi HBr pada 1-butena menghasilkan senyawa dengan rumus struktur ....a. CH3CHBrCH2CH3b. CH2Br(CH2)2CH3c. CH2BrCHBrCH2CH3d. CHBr2(CH2)2CH3e. CH3CBr2CH2CH35. Suatu senyawa hidrokarbon tak jenuh, X memiliki sebuah ikatan kovalen ganda. Pada adisisenyawa ini dengan Cl2 memerlukan 2 mol Cl2 untuk setiap mol senyawa tersebut. Padareaksi ini tidak ada zat yang tersisa dan juga tidak ada hasil samping. Kemungkinan besarsenyawa X adalah ....a. alkanab. alkenac. alkadienad. alkunae. sikloalkena6. Ketika CH3CH2CH2OH direaksikan dengan PCl3, maka kemungkinan hasil reaksinya adalah....a. propanol primerb propanol skunderc. 2-propanold. 1-kloro propanae. 2-kloro propana7. Untuk membedakan alkohol dari eter, kedua bahan masing-masing direaksikan dengan zatX. Ternyata tabung yang berisi alkohol membentuk gas yang tidak berwarna dan tidak berbau.Sedang tabung yang berisi eter, setelah ditunggu beberapa saat, tidak terjadi perubahan.Dapat disimpulkan bahwa zat X adalah ....a. suatu logamb. suatu non logam
  • 5. c. natrium atau magnesiumd. suatu larutan asame. larutan garam8. Ketela pohon jika diragikan akan menjadi makanan yang terkenal dengan nama tape(bahasa Jawa). Jika tape ini dibiarkan, lama-lama rasanya menjadi masam. Pernyataan yangsesuai dengan kejadian di atas adalah ....a. perubahan di atas merupakan proses fermentasib. tape mengalami oksidasi menjadi asam asetatc. proses itu menunjukkan banyaknya kadar alkohol dalam taped. CH3COOH yang terdapat dalam tape berubah menjadi alkohole. Zat tepung dari ketela pohon semuanya berubah menjadi glukosa9. Seseorang memeriksakan air kencingnya untuk mengetahui apakah dia terkena diabet(kencing manis). Untuk menguji adanya gula dalam air kencing tersebut digunakan larutanFehling A dan B. Ternyata terjadi endapan merah bata. Endapan ini menunjukkan adanyagugus … dalam gula.a. -O-b. -OHc. -CHOd. -CO-e. -COO-10. Pereaksi Tollens dapat digunakan untuk mengenal suatu bahan yang mengandungsenyawa aldehid. Jika pereaksi ini dicampurkan ke bahan tersebut, kemudian dipanaskanperlahan-lahan, maka terbentuk suatu zat yang berkilau. Zat ini terkenal dengan sebutan ....a. cermin perakb. oksida perakc. garam perakd. perak beramoniake. tabung berwarna keperakan11. Suatu senyawa karbon dengan rumus molekul C2H6O dapat bereaksi dengan logam natrium dan juga dengan PCl3. Berdasarkan hal ini, senyawa karbon tersebut mengandung gugus fungsi ....a. – OHb. – O –c. – CO –d. – COHe. – CO2 –12. Suatu senyawa X jika dioksidasi menghasilkan aseton. Kemungkinan terbesar senyawa Xadalah ….a. asetilenb. propanol primerc. asetaldehid
  • 6. d. propanol skundere. asam asetat13. Suatu senyawa X dioksidasi dengan KMnO4 suasana asam, menghasilkan suatu senyawaasam Y yang dapat bereaksi dengan NaOH membentuk senyawa garam Z. Kemungkinansenyawa-senyawa X, Y, Z berturut-turut adalah ....a. kloro etana, asam asetat, natrium asetatb. etanol, asam asetat, natrium asetatc. etanol, asam etanoat, garam natriumd. 1-propanol, asam propanoat, natrium asetate. 2-propanol, asam propanoat, natrium propanoat14. Suatu senyawa karbon dengan rumus molekul C3H8O. Bila direaksikan dengan asametanoat menghasilkan senyawa beraroma buah pir yang memiliki gugus fungsi ....a. – OH anb. – O –c. – CO –d. – COHe. – CO2 –15. Jika asam asetat direaksikan dengan alkohol yang memiliki 3 atom C, maka hasil reaksinyaadalah ....a. metil asetatb. etil asetatc. propil etanoatd. etil propanoate. propil propanoat
  • 7. SOAL HUKUM DASAR KIMIAREVIEW HUKUM DASAR KIMIA1. Hukum dasar kimia terdiri atas 3 (tiga) hukum tentang massa dan 2 (dua) hukum tentangvolum gas serta jumlah molekul. Lavoisier, dalam hukum kekekalan massa, menyatakanbahwa dalam suatu reaksi kimia, massa zat-zat hasil reaksi sama dengan massa zat-zat yangbereaksi. Jika 10 gram kapur, CaCO3 dibakar di udara, massanya menjadi 5,6 gram. Kejadianini disebabkan oleh ....a. pada waktu kapur dibakar, menyerap gas CO2 dari udarab. CO2 berwujud gas, sehingga tidak memenuhi hukum Lavoisierc. semua reaksi pembakaran tidak mengikuti hukum Lavoisierd. massa zat hasil reaksi lebih kecil, karena ada massa yang hilange. m CaCO3(s) 10g = m CaO(s) 5,6g + m CO2(g) 4,4g2. Apabila serbuk besi dan serbuk belerang dicampur, ternyata besi masih dapat ditarikmagnet. Namun pada waktu campuran itu dipanaskan, tampak ada bara yang menjalarsehingga terjadi zat baru berwarna hitam, yaitu besi sulfida. Jika 5,6 gram besi dicampurdengan 4 gram belerang, terdapat sisa belerang dan zat yang terbentuk massanya 8,8 gram.Alasan bahwa belerang tidak bereaksi semua adalah ....a. serbuk belerang lebih ringanb. belerang sukar bereaksic. belerang dan besi sama-sama padatd. berapapun massa besi, selalu bereaksi semuae. m Fe : m S yang membentuk besi sulfida selalu tetap3. Ketika 6,5 gram seng dimasukkan ke dalam ruang berisi gas oksigen murni yang berlebihan,terbentuk 8,1 gram seng oksida. Pernyataan yang sesuai dengan kejadian ini adalah ....a. massa oksigen yang bereaksi = massa seng oksida - massa sengb. reaksi di atas memenuhi hukum Proust namun tidak mengikuti hukum Lavoisierc. massa sebelum reaksi 6,5 g, sedang massa sesudah reaksi 8,1 gd. oksigen berwujud gas, massanya tidak dapat diukure. massa zat sesudah reaksi = 8,1 gram4. Sekelompok siswa melakukan percobaan hukum perbandingan tetap. Mereka mereaksikantembaga dan belerang dengan massa yang sama. Dari data percobaan, mereka menyimpulkanbahwa ....a. massa Cu : massa S berubah-ubah, karena m Cu diubah, m S juga berubahb. m Cu : m S = 2 : 1, karena sisa massa S = setengah massa mula-mula
  • 8. c. terbentuk zat berwarna hitam kekuningan, berarti semua zat habis bereaksid. massa hasil reaksi = massa tembaga + massa belerang yang dicampurkane. reaksi di atas memenuhi hukum perbandingan tetap, walaupun massa zat sebelum dansesudah reaksi tidak sama5. Karbon dan oksigen dapat membentuk dua macam senyawa, yaitu CO dan CO2. Menuruthukum kelipatan perbandingan dari Dalton, maka dinyatakan bahwa ...a. massa karbon dan massa oksigen dalam kedua senyawa berbedab. massa karbon sama, massa oksigen dalam CO = 2 x massa oksigen dalam CO2c. perbandingan massa karbon dan oksigen dalam kedua senyawa tetapd. jika massa karbon sama, massa oksigen dalam CO dan CO2 berbanding sebagai bilanganbulat dan sederhanae. massa gas CO dan gas CO2 sebanding dengan volumnya6. Dua senyawa NO dan NO2, massa NO = 30 g dan massa NO2 = 46 g. Jika massa N dalamkedus senyawa 14 g, maka dapat disimpulkan bahwa ....a. massa oksigen dalam NO sama dengan massa oksigen dalam NO2b. massa oksigen dalam NO = 2 x massa oksigen dalam NO2c. massa oksigen dalam NO : massa oksigen dalam NO2 = 1 : 2d. massa oksigen dalam NO dan NO2 selalu dapat berubahe. massa nitrogen dalam NO dan NO2 selalu tetap7. Seorang kimiawan melakukan percobaan dengan membakar gas hidrogen dengan gas klordalam volum yang sama pada temperatur tertentu. Beliau membuat pernyataan yang mengacupada hukum perbandingan volum dari Gay Lussac. Pernyataan yang sesuai dengan hukumGay Lussac adalah ....a. perbandingan volum gas yang terlibat dalam reaksi = perbandingan massab. volum gas pereaksi dan volum gas produk berbanding sebagai bilangan bulat dansederhana, jika diukur pada P dan T yang samac. V gas hidrogen : V gas klor : V gas hidrogen klorida = 2 : 2 : 1d. volum gas klor yang bereaksi = 2 x volum gas hidrogene. reaksi di atas tidak memenuhi hukum perbandingan volum, karena kedua gas habisbereaksi8. Jika 100 cm3 H2(g) dicampur dengan 200 cm3 I2(g) pada (T, P) tertentu, maka data yangdapat diperoleh adalah ....a. terbentuk 300 cm3 HI(g)
  • 9. b. terdapat sisa I2(g) sebanyak 100 cm3 (P, T)c. H2(g) yang bereaksi = 50 cm3 (P, T)d. kedua gas habis bereaksie. setelah reaksi terdapat 200 cm3 gas (P, T)9. Suatu senyawa hidrokarbon CH4xHy(g) sebanyak 2 dm3 (P, T) terbakar sempurna dengan 5dm3 gas oksigen dan membentuk 4 dm3 gad CO2. Rumus kimia CxHy adalah ....a. CH4b. C2H2c. C2H4d. C2H6e. C3H610. Sejumlah gas N2 dicampur dengan gas H2 membentuk gas NH3 pada T dan P tertentu, Jikavolum kedua gas yang dicampur sama, maka gas NH3 yang terbentuk sebesar 2 x 1020molekul. Ini berarti bahwa ....a. V setelah reaksi = N2 : V H2 : V NH3 = 1 : 1 : 2b. N2(g) dan H2(g) masing-masing mengandung 1020 molekulc. V N2 : V H2 yang bereaksi = 1 : 2d. jumlah gas yang dicampur sebelum reaksi = 6 x 1020 molekule. jumlah gas setelah reaksi = 3 x 1020 molekulSOAL STRUKTUR ATOM KELAS XSOAL PILIHAN GANDASTRUKTUR ATOM KELASX1.Belerang dengan notasi S, berarti dalam atom unsur tersebut terdapat ….a.16 proton, 14 elektron dan 14 netronb.14 proton, 16 elektron dan 30 netronc.30 proton, 30 elektron dan 16 netrond.16 proton, 16 elektron dan 14 netrone.16 proton, 16 elektron dan 30 netron2.Suatu unsur X; jika membentuk ion X3+, maka terdapat ....a.76 elektron di sekitar intib.76 proton di dalam intic.79 elektron di sekitar intid.79 netron di dalam intie.82 proton di dalam inti
  • 10. 3.Perhatikan atom-atom berikut: 8P15; 7Q15; 6R14; dan 7S14. Atom yang merupakan isotop adalah ….a.P dan Qb.R dan Sc.P dan Rd.Q dan Se.A dan D4.Unsur 17A mempunyai kulit elektron sebanyak ….a.1b.2c.3d.4e.55.Ion X2+ mempunyai konfigurasi elektron 2, 8, 8. Nomor atom X adalah ….a.16b.18c.19d.20e.226.Ion X-2 mempunyai konfigurasi elektron 2, 8, 8. Nomor atom X adalah ….a.16b.17c.18d.20e.227.Jika atom X mempunyai elektron valensi 7 pada kulit N, maka nomer atom X adalah ….a.25b.27c.32d.35e.388.Suatu atom A dengan konfigurasi elektron 2, 8, 8, 2, maka ….a.nomer atom A = 10b.massa atom A = 20c.ion A2+ mempunyai 20 elektrond.nomer atom dan nomer massa A = 20e.nomer atom A = 209.Suatu atom mempunyai tiga kulit elektron dan lima elektron valensi serta mempunyai 16 netron, maka nomoratom dan nomor massa unsur tersebut adalah ….a.15 dan 16b.13 dan 31c.15 dan 31d.31 dan 13e.16 dan 1510.Konfigurasi elektron berikut yang tidak dijumpai pada suatu atom adalah ….a.2e, 8e, 5e d. 2e, 8e, 8eb.2e, 8e, 6e e. 2e, 8e, 9ec.2e, 8e, 7e11.Atom Al memiliki 13 elektron, kofigurasi elektron ion Al3+ adalah ….a.2e, 8e d.2e, 8e, 3eb.2e, 8e, 1e e.2e, 8e, 6ec.2e, 8e, 2e
  • 11. 12.Unsur boron yang terdapat di alam terdiri atas dua jenis isotop dengan kelimpahan isotop I = 20% dan isotopII = 80%. Massa atom relatif yang memungkinkan adalah ….a. 10,0b. 10,2c. 10,5d. 10,8e. 11,0Struktur Atom...Struktur LewisDari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebasLangsung ke: navigasi, cariContoh model titik Lewis yang menggambarkan ikatan kimia anatara karbon C, hidrogen H, danoksigen O. Penggambaran titik lewis adalah salah satu dari usaha awal kimiawan dalammenjelaskan ikatan kimia dan masih digunakan secara luas sampai sekarang. Struktur Lewis adalah diagram yang menunjukkan ikatan-ikatan antar atom dalamsuatu molekul. Struktur Lewis digunakan untuk menggambarkan ikatan kovalen dan ikatankovalen koordinat. Struktur Lewis dikembangkan oleh Gilbert N. Lewis.
  • 12. Ikatan kimia Ikatan kimia adalah sebuah proses fisika yang bertanggung jawab dalam interaksigaya tarik menarik antara dua atom atau molekul yang menyebabkan suatu senyawa diatomikatau poliatomik menjadi stabil. Penjelasan mengenai gaya tarik menarik ini sangatlah rumitdan dijelaskan oleh elektrodinamika kuantum. Dalam prakteknya, para kimiawan biasanyabergantung pada teori kuantum atau penjelasan kualitatif yang kurang kaku (namun lebihmudah untuk dijelaskan) dalam menjelaskan ikatan kimia. Secara umum, ikatan kimia yangkuat diasosiasikan dengan transfer elektron antara dua atom yang berpartisipasi. Ikatan kimiamenjaga molekul-molekul, kristal, dan gas-gas diatomik untuk tetap bersama. Selain ituikatan kimia juga menentukan struktur suatu zat. Kekuatan ikatan-ikatan kimia sangatlah bervariasi. Pada umumnya, ikatan kovalendan ikatan ion dianggap sebagai ikatan "kuat", sedangkan ikatan hidrogen dan ikatan van derWaals dianggap sebagai ikatan "lemah". Hal yang perlu diperhatikan adalah bahwa ikatan"lemah" yang paling kuat dapat lebih kuat daripada ikatan "kuat" yang paling lemah.Tinjauan Dalam gambaran yang paling sederhana dari ikatan non-polar atau ikatan kovalen,satu atau lebih elektron, biasanya berpasangan, ditarik menuju sebuah wilayah diantara duainti atom. Gaya ini dapat mengatasi gaya tolak menolak antara dua inti atom yang positif,sehingga atraksi ini menjaga kedua atom untuk tetap bersama, walaupun keduanya masihakan tetap bergetar dalam keadaan kesetimbangan. Ringkasnya, ikatan kovalen melibatkanelektron-elektron yang dikongsi dan dua atau lebih inti atom yang bermuatan positif secarabersamaan menarik elektron-elektron bermuatan negatif yang dikongsi. Dalam gambaran ikatan ion yang disederhanakan, inti atom yang bermuatan positifsecara dominan melebihi muatan positif inti atom lainnya, sehingga secara efektifmenyebabkan satu atom mentransfer elektronnya ke atom yang lain. Hal ini menyebabkansatu atom bermuatan positif dan yang lainnya bermuatan negatif secara keseluruhan. Ikatanini dihasilkan dari atraksi elektrostatik di antara atom-atom dan atom-atom tersebut menjadiion-ion yang bermuatan. Semua bentuk ikatan dapat dijelaskan dengan teori kuantum, namun dalamprakteknya, kaidah-kaidah yang disederhanakan mengijinkan para kimiawan untukmemprediksikan kekuatan, arah, dan polaritas sebuah ikatan. Kaidah oktet (Bahasa Inggris:octet rule) dan teori VSEPR adalah dua contoh kaidah yang disederhanakan tersebut. Adapula teori-teori yang lebih canggih, yaitu teori ikatan valens yang meliputi hibridisasi orbitaldan resonans, dan metode orbital molekul kombinasi linear orbital atom (Bahasa Inggris:Linear combination of atomic orbitals molecular orbital method) yang meliputi teori medanligan. Elektrostatika digunakan untuk menjelaskan polaritas ikatan dan efek-efeknya terhadapzat-zat kimia.
  • 13. Sejarah Spekulasi awal dari sifat-sifat ikatan kimia yang berawal dari abad ke-12mengganggap spesi kimia tertentu disatukan oleh sejenis afinitas kimia. Pada tahun 1704,Isaac Newton menggarisbesarkan teori ikatan atomnya pada "Query 31" buku Opticksnyadengan mengatakan atom-atom disatukan satu sama lain oleh "gaya" tertentu. Pada tahun 1819, setelah penemuan tumpukan volta, Jöns Jakob Berzeliusmengembangkan sebuah teori kombinasi kimia yang menekankan sifat-sifatelektrogenativitas dan elektropositif dari atom-atom yang bergabung. Pada pertengahan abadke-19 Edward Frankland, F.A. Kekule, A.S. Couper, A.M. Butlerov, dan Hermann Kolbe,beranjak pada teori radikal, mengembangkan teori valensi yang pada awalnya disebut"kekuatan penggabung". Teori ini mengatakan sebuah senyawa tergabung berdasarkan atraksikutub positif dan kutub negatif. Pada tahun 1916, kimiawan Gilbert N. Lewismengembangkan konsep ikatan elektron berpasangan. Konsep ini mengatakan dua atomdapat berkongsi satu sampai enam elektron, membentuk ikatan elektron tunggal, ikatantunggal, ikatan rangkap dua, atau ikatan rangkap tiga.Dalam kata-kata Lewis sendiri:“ ” An electron may form a part of the shell of two different atoms and cannot be said to belong to either one exclusively. Pada tahun yang sama, Walther Kossel juga mengajukan sebuah teori yang miripdengan teori Lewis, namun model teorinya mengasumsikan transfer elektron yang penuhantara atom-atom. Teori ini merupakan model ikatan polar. Baik Lewis dan Kosselmembangun model ikatan mereka berdasarkan kaidah Abegg (1904). Pada tahun 1927, untuk pertama kalinya penjelasan matematika kuantum yang penuhatas ikatan kimia yang sederhana berhasil diturunkan oleh fisikawan Denmark OyvindBurrau.[1] Hasil kerja ini menunjukkan bahwa pendekatan kuantum terhadap ikatan kimiadapat secara mendasar dan kuantitatif tepat. Namun metode ini tidak mampu dikembangkanlebih jauh untuk menjelaskan molekul yang memiliki lebih dari satu elektron. Pendekatanyang lebih praktis namun kurang kuantitatif dikembangkan pada tahun yang sama olehWalter Heitler and Fritz London. Metode Heitler-London menjadi dasar dari teori ikatanvalensi. Pada tahun 1929, metode orbital molekul kombinasi linear orbital atom (Bahasa
  • 14. Inggris: linear combination of atomic orbitals molecular orbital method), disingkat LCAO,diperkenalkan oleh Sir John Lennard-Jones yang bertujuan menurunkan struktur elektronikdari molekul F2 (fluorin) dan O2 (oksigen) berdasarkan prinsip-prinsip dasar kuantum. Teoriorbital molekul ini mewakilkan ikatan kovalen sebagai orbital yang dibentuk oleh orbital-orbital atom mekanika kuantum Schrödinger yang telah dihipotesiskan untuk atomberelektron tunggal. Persamaan ikatan elektron pada multielektron tidak dapat diselesaikansecara analitik, namun dapat dilakukan pendekatan yang memberikan hasil dan prediksi yangsecara kualitatif cukup baik. Kebanyakan perhitungan kuantitatif pada kimia kuantummodern menggunakan baik teori ikatan valensi maupun teori orbital molekul sebagai titikawal, walaupun pendekatan ketiga, teori fungsional rapatan (Bahasa Inggris: densityfunctional theory), mulai mendapatkan perhatian yang lebih akhir-akhir ini. Pada tahun 1935, H. H. James dan A. S. Coolidge melakukan perhitungan padamolekul dihidrogen.Berbeda dengan perhitungan-perhitungan sebelumnya yang hanyamenggunakan fungsi-fungsi jarak antara elektron dengan inti atom, mereka jugamenggunakan fungsi yang secara eksplisit memperhitungkan jarak antara dua elektron.[2]Dengan 13 parameter yang dapat diatur, mereka mendapatkan hasil yang sangat mendekatihasil yang didapatkan secara eksperimen dalam hal energi disosiasi. Perluasan selanjutnyamenggunakan 54 parameter dan memberikan hasil yang sangat sesuai denganhasileksperimen. Perhitungan ini meyakinkan komunitas sains bahwa teori kuantum dapatmemberikan hasil yang sesuai dengan hasil eksperimen. Namun pendekatan ini tidak dapatmemberikan gambaran fisik seperti yang terdapat pada teori ikatan valensi dan teori orbitalmolekul. Selain itu, ia juga sangat sulit diperluas untuk perhitungan molekul-molekul yanglebih besar.Teori ikatan valensi Pada tahun 1927, teori ikatan valensi dikembangkan atas dasar argumen bahwasebuah ikatan kimia terbentuk ketika dua valensi elektron bekerja dan menjaga dua inti atombersama oleh karena efek penurunan energi sistem. Pada tahun 1931, beranjak dari teori ini,kimawan Linus Pauling mempublikasikan jurnal ilmiah yang dianggap sebagai jurnal palingpenting dalam sejarah kimia: "On the Nature of the Chemical Bond". Dalam jurnal ini,berdasarkan hasil kerja Lewis dan teori valensi ikatan Heitler dan London, dia mewakilkanenam aturan pada ikatan elektron berpasangan: 1. Ikatan elektron berpasangan terbentuk melalui interaksi elektron tak-berpasangan pada masing-masing atom. 2. Spin-spin elektron haruslah saling berlawanan. 3. Seketika dipasangkan, dua elektron tidak bisa berpartisipasi lagi pada ikatan lainnya. 4. Pertukaran elektron pada ikatan hanya melibatkan satu persamaan gelombang untuk setiap atom. 5. Elektron-elektron yang tersedia pada aras energi yang paling rendah akan membentuk ikatan-ikatan yang paling kuat. 6. Dari dua orbital pada sebuah atom, salah satu yang dapat bertumpang tindih paling banyaklah yang akan membentuk ikatan paling kuat, dan ikatan ini akan cenderung berada pada arah orbital yang terkonsentrasi.
  • 15. Buku teks tahun 1939 Pauling: On the Nature of Chemical Bond menjadi apa yangbanyak orang sebut sebagai "kitab suci" kimia modern. Buku ini membantu kimiawaneksperimental untuk memahami dampak teori kuantum pada kimia. Namun, edisi 1959selanjutnya gagal untuk mengalamatkan masalah yang lebih mudah dimengerti menggunakanteori orbital molekul. Dampak dari teori valensi ini berkurang sekitar tahun 1960-an dan1970-an ketika popularitas teori orbital molekul meningkat dan diimplementasikan padabeberapa progam komputer yang besar. Sejak tahun 1980-an, masalah implementasi teoriikatan valensi yang lebih sulit pada program-program komputer telah hampir dipecahkan danteori ini beranjak bangkit kembali.Teori orbital molekul Teori orbital molekul (Bahasa Inggris: Molecular orbital tehory), disingkat MO, menggunakankombinasi linear orbital-orbital atom untuk membentuk orbital-orbital molekul yang menrangkumiseluruh molekul. Semuanya ini seringkali dibagi menjadi orbital ikat, orbital antiikat, dan orbitalbukan-ikatan. Orbital molekul hanyalah sebuah orbital Schrödinger yang melibatkan beberapa intiatom. Jika orbital ini merupakan tipe orbital yang elektron-elektronnya memiliki kebolehjadian lebihtinggi berada di antara dua inti daripada di lokasi lainnya, maka orbital ini adalah orbital ikat danakan cenderung menjaga kedua inti bersama. Jika elektron-elektron cenderung berada di orbitalmolekul yang berada di lokasi lainnya, maka orbital ini adalah orbital antiikat dan akan melemahkanikatan. Elektron-elektron yang berada pada orbital bukan-ikatan cenderung berada pada orbital yangpaling dalam (hampir sama dengan orbital atom), dan diasosiasikan secara keseluruhan pada satuinti. Elektron-elektron ini tidak menguatkan maupun melemahkan kekuatan ikatan.Perbandingan antara teori ikatan valensi dan teori orbitalmolekul Pada beberapa bidang, teori ikatan valensi lebih baik daripada teori orbital molekul.Ketika diaplikasikan pada molekul berelektron dua, H2, teori ikatan valensi, bahkan denganpendekatan Heitler-London yang paling sederhana, memberikan pendekatan energi ikatanyang lebih dekat dan representasi yang lebih akurat pada tingkah laku elektron ketika ikatankimia terbentuk dan terputus. Sebaliknya, teori orbital molekul memprediksikan bahwamolekul hidrogen akan berdisosiasi menjadi superposisi linear dari hidrogen atom dan ionhidrogen positif dan negatif. Prediksi ini tidak sesuai dengan gambaran fisik. Hal ini secarasebagian menjelaskan mengapa kurva energi total terhadap jarak antar atom pada metodeikatan valensi berada di atas kurva yang menggunakan metode orbital molekul. Situasi initerjadi pada semua molekul diatomik homonuklir dan tampak dengan jelas pada F2 ketikaenergi minimum pada kurva yang menggunakan teori orbital molekul masih lebih tinggi darienergi dua atom F.Konsep hibridisasi sangatlah berguna dan variabilitas pada ikatan di kebanyakan senyawaorganik sangatlah rendah, menyebabkan teori ini masih menjadi bagian yang tak terpisahkandari kimia organik. Namun, hasil kerja Friedrich Hund, Robert Mulliken, dan GerhardHerzberg menunjukkan bahwa teori orbital molekul memberikan deskripsi yang lebih tepatpada spektrokopi, ionisasi, dan sifat-sifat magnetik molekul. Kekurangan teori ikatan valensi
  • 16. menjadi lebih jelas pada molekul yang berhipervalensi (contohnya PF5) ketika molekul inidijelaskan tanpa menggunakan orbital-orbital d yang sangat krusial dalam hibridisasi ikatanyang diajukan oleh Pauling. Logam kompleks dan senyawa yang kurang elektron (sepertidiborana) dijelaskan dengan sangat baik oleh teori orbital molekul, walaupun penjelasan yangmenggunakan teori ikatan valensi juga telah dibuat.Pada tahun 1930, dua metode ini saling bersaing sampai disadari bahwa keduanya hanyalahmerupakan pendekatan pada teori yang lebih baik. Jika kita mengambil struktur ikatanvalensi yang sederhana dan menggabungkan semua struktur kovalen dan ion yangdimungkinkan pada sekelompok orbital atom, kita mendapatkan apa yang disebut sebagaifungsi gelombang interaksi konfigurasi penuh. Jika kita mengambil deskripsi orbital molekulsederhana pada keadaan dasar dan mengkombinasikan fungsi tersebut dengan fungsi-fungsiyang mendeskripsikan keseluruhan kemungkinan keadaan tereksitasi yang menggunakanorbital tak terisi dari sekelompok orbital atom yang sama, kita juga mendapatkan fungsigelombang interaksi konfigurasi penuh. Terlihatlah bahwa pendekatan orbital molekul yangsederhana terlalu menitikberatkan pada struktur ion, sedangkan pendekatan teori valensiikatan yang sederhana terlalu sedikit menitikberatkan pada struktur ion. Dapat kita katakanbahwa pendekatan orbital molekul terlalu ter-delokalisasi, sedangkan pendekatan ikatanvalensi terlalu ter-lokalisasi.Sekarang kedua pendekatan tersebut dianggap sebagai saling memenuhi, masing-masingmemberikan pandangannya sendiri terhadap masalah-masalah pada ikatan kimia. Perhitunganmodern pada kimia kuantum biasanya dimulai dari (namun pada akhirnya menjauh)pendekatan orbital molekul daripada pendekatan ikatan valensi. Ini bukanlah karenapendekatan orbital molekul lebih akurat dari pendekatan teori ikatan valensi, melainkankarena pendekatan orbital molekul lebih memudahkan untuk diubah menjadi perhitungannumeris. Namun program-progam ikatan valensi yang lebih baik juga tersedia.Ikatan dalam rumus kimiaBentuk atom-atom dan molekul-molekul yang 3 dimensi sangatlah menyulitkan dalammenggunakan teknik tunggal yang mengindikasikan orbital-orbital dan ikatan-ikatan. Padarumus molekul, ikatan kimia (orbital yang berikatan) diindikasikan menggunakan beberapametode yang bebeda tergantung pada tipe diskusi. Kadang-kadang kesemuaannya dihiraukan.Sebagai contoh, pada kimia organik, kimiawan biasanya hanya peduli pada gugus fungsimolekul. Oleh karena itu, rumus molekul etanol dapat ditulis secara konformasi, 3-dimensi,2-dimensi penuh (tanpa indikasi arah ikatan 3-dimensi), 2-dimensi yang disingkat (CH3–CH2–OH), memisahkan gugus fungsi dari bagian molekul lainnnya (C2H5OH), atau hanyadengan konstituen atomnya saja (C2H6O). Kadangkala, bahkan kelopak valensi elektron non-ikatan (dengan pendekatan arah yang digambarkan secara 2-dimensi) juga ditandai. Beberapakimiawan juga menandai orbital-orbital atom, sebagai contoh anion etena−4 yangdihipotesiskan (/C=C/ −4) mengindikasikan kemungkinan pembentukan ikatan.Ikatan kuat kimia Panjang ikat dalam pm dan energi ikat dalam kJ/mol. Panjang ikat dapat dikonversikan menjadi Å dengan pembagian dengan 100 (1 Å = 100 pm).
  • 17. Data diambil dari [1]. Panjang Energi Ikatan (pm) (kJ/mol) H — Hidrogen H–H 74 436 H–C 109 413 H–N 101 391 H–O 96 366 H–F 92 568 H–Cl 127 432 H–Br 141 366 C — Karbon C–H 109 413 C–C 154 348 C=C 134 614 C≡C 120 839 C–N 147 308 C–O 143 360 C–F 135 488 C–Cl 177 330 C–Br 194 288 C–I 214 216 C–S 182 272 N — Nitrogen
  • 18. N–H 101 391N–C 147 308N–N 145 170N≡N 110 945 O — OksigenO–H 96 366O–C 143 360O–O 148 145O=O 121 498 F, Cl, Br, I — HalogenF–H 92 568F–F 142 158F–C 135 488Cl–H 127 432Cl–C 177 330Cl–Cl 199 243Br–H 141 366Br–C 194 288Br–Br 228 193I–H 161 298 I–C 214 216 I–I 267 151 S — BelerangC–S 182 272
  • 19. Ikatan-ikatan berikut adalah ikatan intramolekul yang mengikat atom-atom bersama menjadimolekul. Dalam pandangan yang sederhana dan terlokalisasikan, jumlah elektron yangberpartisipasi dalam suatu ikatan biasanya merupakan perkalian dari dua, empat, atau enam.Jumlah yang berangka genap umumnya dijumpai karena elektron akan memiliki keadaanenergi yang lebih rendah jika berpasangan. Teori-teori ikatan yang lebih canggihmenunjukkan bahwa kekuatan ikatan tidaklah selalu berupa angka bulat dan tergantung padadistribusi elektron pada setiap atom yang terlibat dalam sebuah ikatan. Sebagai contohnya,karbon-karbon dalam senyawa benzena dihubungkan satu sama lain oleh ikatan 1.5 dan duaatom dalam nitrogen monoksida NO dihubungkan oleh ikatan 2,5. Keberadaan ikatanrangkap empat juga diketahui dengan baik. Jenis-jenis ikatan kuat bergantung pada perbedaanelektronegativitas dan distribusi orbital elektron yang tertarik pada suatu atom yang terlibatdalam ikatan. Semakin besar perbedaan elektronegativitasnya, semakin besar elektron-elektron tersebut tertarik pada atom yang berikat dan semakin bersifat ion pula ikatantersebut. Semakin kecil perbedaan elektronegativitasnya, semakin bersifat kovalen ikatantersebut.Ikatan kovalenIkatan kovalen adalah ikatan yang umumnya sering dijumpai, yaitu ikatan yang perbedaanelektronegativitas (negatif dan positif) di antara atom-atom yang berikat sangatlah kecil atauhampir tidak ada. Ikatan-ikatan yang terdapat pada kebanyakan senyawa organik dapatdikatakan sebagai ikatan kovalen. Lihat pula ikatan sigma dan ikatan pi untuk penjelasanLCAO terhadap jenis ikatan ini.Ikatan polar kovalenIkatan polar kovalen merupakan ikatan yang sifat-sifatnya berada di antara ikatan kovalendan ikatan ion.Ikatan ion Ikatan ion merupakan sejenis interaksi elektrostatik antara dua atom yang memilikiperbedaan elektronegativitas yang besar. Tidaklah terdapat nilai-nilai yang pasti yangmembedakan ikatan ion dan ikatan kovalen, namun perbedaan elektronegativitas yang lebihbesar dari 2,0 bisanya disebut ikatan ion, sedangkan perbedaan yang lebih kecil dari 1,5biasanya disebut ikatan kovalen.[3] Ikatan ion menghasilkan ion-ion positif dan negatif yangberpisah. Muatan-muatan ion ini umumnya berkisar antara -3 e sampai dengan +3e.Ikatan kovalen koordinatIkatan kovalen koordinat, kadangkala disebut sebagai ikatan datif, adalah sejenis ikatankovalen yang keseluruhan elektron-elektron ikatannya hanya berasal dari salah satu atom,penderma pasangan elektron, ataupun basa Lewis. Konsep ini mulai ditinggalkan oleh parakimiawan seiring dengan berkembangnya teori orbital molekul. Contoh ikatan kovalenkoordinat terjadi pada nitron dan ammonia borana. Susunan ikatan ini berbeda dengan ikatanion pada perbedaan elektronegativitasnya yang kecil, sehingga menghasilkan ikatan yangkovalen. Ikatan ini biasanya ditandai dengan tanda panah. Ujung panah ini menunjuk padaakseptor elektron atau asam Lewis dan ekor panah menunjuk pada penderma elektron ataubasa Lewis
  • 20. Ikatan pisangIkatan pisang adalah sejenis ikatan yang terdapat pada molekul-molekul yang mengalamiterikan ataupun yang mendapat rintangan sterik, sehingga orbital-orbital ikatan tersebutdipaksa membentuk struktur ikatan yang mirip dengan pisang. Ikatan pisang biasanya lebihrentan mengalami reaksi daripada ikatan-ikatan normal lainnya.Ikatan 3c-2e dan 3c-4eDalam ikatan tiga-pusat dua-elektron, tiga atom saling berbagi dua elektron. Ikatan sejenis initerjadi pada senyawa yang kekurangan elektron seperti pada diborana. Setiap ikatanmengandung sepasang elektron yang menghubungkan atom boron satu sama lainnya dalambentuk pisang dengan sebuah proton (inti atom hidrogen) di tengah-tengah ikatan, danberbagi elektron dengan kedua atom boron. Terdapat pula Ikatan tiga-pusat empat-elektronyang menjelaskan ikatan pada molekul hipervalen.Ikatan tiga elektron dan satu elektron Ikatan-ikatan dengan satu atau tiga elektron dapat ditemukan pada spesi radikal yangmemiliki jumlah elektron gasal (ganjil). Contoh paling sederhana dari ikatan satu elektrondapat ditemukan pada kation molekul hidrogen H2+. Ikatan satu elektron seringkali memilikienergi ikat yang setengah kali dari ikatan dua elektron, sehingga ikatan ini disebut pula"ikatan setengah". Namun terdapat pengecualian pada kasus dilitium. Ikatan dilitium satuelektron, Li2+, lebih kuat dari ikatan dilitium dua elektron Li2. Pengecualian ini dapatdijelaskan dengan hibridisasi dan efek kelopak dalam. [4] Contoh sederhana dari ikatan tiga elektron dapat ditemukan pada kation dimer helium, +He2 , dan dapat pula dianggap sebagai "ikatan setengah" karena menurut teori orbitalmolekul, elektron ke-tiganya merupakan orbital antiikat yang melemahkan ikatan duaelektron lainnya sebesar setengah. Molekul oksigen juga dapat dianggap memiliki dua ikatantiga elektron dan satu ikatan dua elektron yang menjelaskan sifat paramagnetiknya.[5] Molekul-molekul dengan ikatan elektron gasal biasanya sangat reaktif. Ikatan jenis inibiasanya hanya stabil pada atom-atom yang memiliki elektronegativitas yang sama.[5]Ikatan aromatik Pada kebanyakan kasus, lokasi elektron tidak dapat ditandai dengan menggunakangaris (menandai dua elektron) ataupun titik (menandai elektron tungga). Ikatan aromatik yangterjadi pada molekul yang berbentuk cincin datar menunjukkan stabilitas yang lebih. Pada benzena, 18 elektron ikatan mengikat 6 atom karbon bersama membentukstruktur cincin datar. "Orde" ikatan antara dua atom dapat dikatakan sebagai (18/6)/2=1,5 danseluruh ikatan pada benzena tersebut adalah identik. Ikatan-ikatan ini dapat pula ditulissebagai ikatan tunggal dan rangkap yang berselingan, namun hal ini kuranglah tepatmengingat ikatan rangkap dan ikatan tunggal memiliki kekuatan ikatan yang berbeda dantidak identik.
  • 21. Ikatan logam Pada ikatan logam, elektron-elektron ikatan terdelokalisasi pada kekisi (lattice) atom.Berbeda dengan senyawa organik, lokasi elektron yang berikat dan muatannya adalah statik.Oleh karena delokalisai yang menyebabkan elektron-elektron dapat bergerak bebas, senyawaini memiliki sifat-sifat mirip logam dalam hal konduktivitas, duktilitas, dan kekerasan.Ikatan antarmolekul Terdapat empat jenis dasar ikatan yang dapat terbentuk antara dua atau lebih molekul,ion, ataupun atom. Gaya antarmolekul menyebabkan molekul saling menarik atau menolaksatu sama lainnya. Seringkali hal ini menentukan sifat-sifat fisik sebuah zat (seperti pada titikleleh).Dipol permanen ke dipol permanen Perbedaan elektronegativitas yang bersar antara dua atom yang berikatan dengan kuatmenyebabkan terbentuknya dipol (dwikutub). Dipol-dipol ini akan saling tarik-menarikataupun tolak-menolak.Ikatan hidrogenIkatan hidrogen bisa dikatakan sebagai dipol permanen yang sangat kuat seperti yangdijelaskan di atas. Namun, pada ikatan hidrogen, proton hidrogen berada sangat dekat denganatom penderma elektron dan mirip dengan ikatan tiga-pusat dua-elektron seperti padadiborana. Ikatan hidrogen menjelaskan titik didih zat cair yang relatif tinggi seperti air,ammonia, dan hidrogen fluorida jika dibandingkan dengan senyawa-senyawa yang lebihberat lainnya pada kolom tabel periodik yang sama.Dipol seketika ke dipol terimbas (van der Waals) Dipol seketika ke dipol terimbas, atau gaya van der Waals, adalah ikatan yang palinglemah, namun sering dijumpai di antara semua zat-zat kimia. Misalnya atom helium, padasatu titik waktu, awan elektronnya akan terlihat tidak seimbang dengan salah satu muatannegatif berada di sisi tertentu. Hal ini disebut sebagai dipol seketika (dwikutub seketika).Dipol ini dapat menarik maupun menolak elektron-elektron helium lainnya, danmenyebabkan dipol lainnya. Kedua atom akan seketika saling menarik sebelum muatannyadiseimbangkan kembali untuk kemudian berpisah.Interaksi kation-piInteraksi kation-pi terjadi di antara muatan negatif yang terlokalisasi dari elektron-elektronpada orbital π dengan muatan positif.
  • 22. Elektron pada ikatan kimia Banyak senyawa-senyawa sederhana yang melibatkan ikatan-ikatan kovalen.Molekul-molekul ini memiliki struktur yang dapat diprediksi dengan menggunakan teoriikatan valensi, dan sifat-sfiat atom yang terlibat dapat dipahami menggunakan konsepbilangan oksidasi. Senyawa lain yang mempunyai struktur ion dapat dipahami denganmenggunakan teori-teori fisika klasik. Pada kasus ikatan ion, elektron pada umumnya terlokalisasi pada atom tertentu, danelektron-elektron todal bergerak bebas di antara atom-atom. Setiap atom ditandai denganmuatan listrik keseluruhan untuk membantu pemahaman kita atas konsep distribusi orbitalmolekul. Gaya antara atom-atom secara garis besar dikarakterisasikan dengan potensialelektrostatik kontinum (malaran) isotropik. Sebaliknya pada ikatan kovalen, rapatan elektron pada sebuah ikatan tidak ditandaipada atom individual, namun terdelokalisasikan pada MO di antara atom-atom. Teorikombinasi linear orbital yang diterima secara umum membantu menjelaskan struktur orbitaldan energi-energinya berdasarkan orbtial-orbital dari atom-atom molekul. Tidak sepertiikatan ion, ikatan kovalen bisa memiliki sifat-sifat anisotropik, dan masing-masing memilikinama-nama tersendiri seperti ikatan sigma dan ikatan pi. Atom-atom juga dapat membentuk ikatan-ikatan yang memiliki sifat-sifat antaraikatan ion dan kovalen. Hal ini bisa terjadi karena definisi didasari pada delokalisasi elektron.Elektron-elektron dapat secara parsial terdelokalisasi di antara atom-atom. Ikatan sejenis inibiasanya disebut sebagai ikatan polar kovalen. Lihat pula elektronegativitas. Oleh akrena itu, elektron-elektron pada orbital molekul dapat dikatakan menjaditerlokalisasi pada atom-atom tertentu atau terdelokalisasi di antara dua atau lebih atom. Jenisikatan antara dua tom ditentukan dari seberapa besara rapatan elektron tersebut terlokalisasiataupun terdelokalisasi pada ikatan antar atom.

×