Your SlideShare is downloading. ×
Khulafaur rasyidin
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×

Introducing the official SlideShare app

Stunning, full-screen experience for iPhone and Android

Text the download link to your phone

Standard text messaging rates apply

Khulafaur rasyidin

3,856
views

Published on


0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
3,856
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
70
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. Khulafaur RasyidinDari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebasLangsung ke: navigasi, cariKhulafaur Rasyidin (bahasa Arab: ‫ )ال خ ل فاء ال را شدون‬atau Khalifah Ar-Rasyidin adalahempat orang khalifah (pemimpin) pertama agama Islam, yang dipercaya oleh umat Islam sebagaipenerus kepemimpinan Nabi Muhammad setelah ia wafat. Empat orang tersebut adalah parasahabat dekat Muhammad yang tercatat paling dekat dan paling dikenal dalam membela ajaranyang dibawanya di saat masa kerasulan Muhammad. Keempat khalifah tersebut dipilih bukanberdasarkan keturunannya, melainkan berdasarkan konsensus bersama umat Islam[1]Sistem pemilihan terhadap masing-masing khalifah tersebut berbeda-beda, hal tersebut terjadikarena para sahabat menganggap tidak ada rujukan yang jelas yang ditinggalkan oleh NabiMuhammad tentang bagaimana suksesi kepemimpinan Islam akan berlangsung. Namunpenganut paham Syiah meyakini bahwa Muhammad dengan jelas menunjuk Ali bin Abi Thalib,khalifah ke-4 bahwa Muhammad menginginkan keturunannyalah yang akan meneruskankepemimpinannya atas umat Islam, mereka merujuk kepada salah satu Hadits GhadirKhum[rujukan?].Secara resmi istilah Khulafaur Rasyidin merujuk pada empat orang khalifah pertama Islam,namun sebagian ulama menganggap bahwa Khulafaur Rasyidin atau khalifah yang memperolehpetunjuk tidak terbatas pada keempat orang tersebut di atas, tetapi dapat mencakup pula parakhalifah setelahnya yang kehidupannya benar-benar sesuai dengan petunjuk al-Quran danSunnah Nabi. Salah seorang yang oleh kesepakatan banyak ulama dapat diberi gelar khulafaurrasyidin adalah Umar bin Abdul-Aziz, khalifah Bani Umayyah ke-8[rujukan?].Daftar isi 1 Abu Bakar 2 Umar bin Khattab 3 Utsman bin Affan
  • 2. 4 Ali bin Abi Thalib 5 Setelah Khulafaur Rasyidin 6 Catatan kakiAbu Bakar Artikel utama untuk bagian ini adalah: Abu Bakar Ash-ShiddiqAbu Bakar ash-Shiddiq (573 - 634 M, menjadi khalifah 632 - 634 M) lahir dengan nama AbdusSyams, "Abu bakar" adalah gelar yang diberikan masyarakat muslim kepadanya. Nama aslinyaadalah !Abdullah bin Abi Kuhafah". Ia mendapat gelar "as-Shiddiq! setelah masuk islam. Namasebelum muslim adalah "Abdul Kabah". Ibunya bernama "Salma Ummul Khair", yaitu anakpaman "Abu Quhafah". Abu Bakar adalah khalifah pertama Islam setelah kematian Muhammad.Ia adalah salah seorang petinggi Mekkah dari suku Quraisy. Setelah memeluk Islam namanyadiganti oleh Muhammad menjadi Abu Bakar. Ia digelari Ash- Shiddiq yang berarti yangterpercaya setelah ia menjadi orang pertama yang mengakui peristiwa Isra Miraj.Ia juga adalah orang yang ditunjuk oleh Muhammmad untuk menemaninya hijrah ke Yatsrib. Iadicatat sebagai salah satu Sahabat Muhammad yang paling setia dan terdepan melindungi parapemeluk Islam bahkan terhadap sukunya sendiri.Ketika Muhammad sakit keras, Abu Bakar adalah orang yang ditunjuk olehnya untukmenggantikannya menjadi Imam dalam Salat. Hal ini menurut sebagian besar ulama merupakanpetunjuk dari Nabi Muhammad agar Abu Bakar diangkat menjadi penerus kepemimpinan Islam,sedangkan sebagian kecil kaum Muslim saat itu, yang kemudian membentuk aliansi politikSyiah, lebih merujuk kepada Ali bin Abi Thalib karena ia merupakan keluarga Nabi. Setelahsekian lama perdebatan akhirnya melalui keputusan bersama umat islam saat itu, Abu Bakardiangkat sebagai pemimpin pertama umat islam setelah wafatnya Muhammad. Abu Bakarmemimpin selama dua tahun dari tahun 632 sejak kematian Muhammad hingga tahun 634 M.Selama dua tahun masa kepemimpinan Abu Bakar, masyarakat Arab di bawah Islam mengalamikemajuan pesat dalam bidang sosial, budaya dan penegakan hukum. Selama masakepemimpinannya pula, Abu bakar berhasil memperluas daerah kekuasaan islam ke Persia,sebagian Jazirah Arab hingga menaklukkan sebagian daerah kekaisaran Bizantium. Abu Bakarmeninggal saat berusia 61 tahun pada tahun 634 M akibat sakit yang dialaminya.Abu Bakar menjadi khalifah hanya dua tahun. Pada tahun 634 M ia meninggal dunia. Masasesingkat itu habis untuk menyelesaikan persoalan dalam negeri terutama tantangan yangdisebabkan oleh suku-suku bangsa Arab yang tidak mau tunduk lagi kepada pemerintah Madinahsepeninggal Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wasallam. Mereka menganggap bahwa perjanjianyang dibuat dengan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wasallam, dengan sendirinya batalsetelah Nabi Shallallahu ‘Alaihi wasallam wafat. Karena itu mereka menentang Abu Bakar.Karena sikap keras kepala dan penentangan mereka yang dapat membahayakan agama danpemerintahan, Abu Bakar menyelesaikan persoalan ini dengan apa yang disebut Perang Riddah
  • 3. (perang melawan kemurtadan). Khalid ibn Al-Walid adalah panglima yang banyak berjasa dalamPerang Riddah ini.Nampaknya, kekuasaan yang dijalankan pada masa Khalifah Abu Bakar, sebagaimana padamasa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wasallam, bersifat sentral; kekuasaan legislatif, eksekutifdan yudikatif terpusat di tangan khalifah. Selain menjalankan roda pemerintahan, Khalifah jugamelaksanakan hukum yang telah ditetapkan dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah. Meskipundemikian, seperti juga Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wasallam, Abu Bakar selalumengajak sahabat-sahabat besarnya bermusyawarah.Setelah menyelesaikan urusan perang dalam negeri, barulah Abu Bakar mengirim kekuatan keluar Arabia. Khalid ibn Walid dikirim ke Iraq dan dapat menguasai wilayah al-Hirah di tahun634 M. Ke Syria dikirim ekspedisi di bawah pimpinan empat panglima yaitu Abu Ubaidah ibnulJarrah, Amr ibnul Ash, Yazid ibn Abi Sufyan dan Syurahbil. Sebelumnya pasukan dipimpinoleh Usamah ibn Zaid yang masih berusia 18 tahun. Untuk memperkuat tentara ini, Khalid ibnWalid diperintahkan meninggalkan Irak, dan melalui gurun pasir yang jarang dijalani, ia sampaike Syria.Umar bin Khattab Artikel utama untuk bagian ini adalah: Umar bin KhattabUmar bin Khattab (586-590 - 644 M, menjadi khalifah 634 - 644 M) adalah khalifah ke-2dalam sejarah Islam. pengangkatan umar bukan berdasarkan konsensus tetapi berdasarkan suratwasiat yang ditinggalkan oleh Abu Bakar. Hal ini tidak menimbulkan pertentangan berarti dikalangan umat islam saat itu karena umat Muslim sangat mengenal Umar sebagai orang yangpaling dekat dan paling setia membela ajaran Islam. Hanya segelintir kaum, yang kelak menjadigolongan Syiah, yang tetap berpendapat bahwa seharusnya Ali yang menjadi khalifah. Umarmemerintah selama sepuluh tahun dari tahun 634 hingga 644.Ketika Abu Bakar sakit dan merasa ajalnya sudah dekat, ia bermusyawarah dengan para pemukasahabat, kemudian mengangkat Umar bin Khatthab sebagai penggantinya dengan maksud untukmencegah kemungkinan terjadinya perselisihan dan perpecahan di kalangan umat Islam.Kebijaksanaan Abu Bakar tersebut ternyata diterima masyarakat yang segera secara beramai-ramai membaiat Umar. Umar menyebut dirinya Khalifah Rasulillah (pengganti dari Rasulullah).Ia juga memperkenalkan istilah Amir al-Muminin (petinggi orang-orang yang beriman).Di zaman Umar gelombang ekspansi (perluasan daerah kekuasaan) pertama terjadi; ibu kotaSyria, Damaskus, jatuh tahun 635 M dan setahun kemudian, setelah tentara Bizantium kalah dipertempuran Yarmuk, seluruh daerah Syria jatuh ke bawah kekuasaan Islam. Dengan memakaiSyria sebagai basis, ekspansi diteruskan ke Mesir di bawah pimpinan Amr ibn Ash dan ke Irakdi bawah pimpinan Saad ibn Abi Waqqash. Iskandariah (Alexandria, sekarang Istanbul), ibukota Mesir, ditaklukkan tahun 641 M. Dengan demikian, Mesir jatuh ke bawah kekuasaan Islam.Al-Qadisiyah, sebuah kota dekat Hirah di Iraq, jatuh pada tahun 637 M. Dari sana serangandilanjutkan ke ibu kota Persia, al-Madain yang jatuh pada tahun itu juga. Pada tahun 641 M,Moshul dapat dikuasai. Dengan demikian, pada masa kepemimpinan Umar Radhiallahu ‘anhu,
  • 4. wilayah kekuasaan Islam sudah meliputi Jazirah Arabia, Palestina, Syria, sebagian besar wilayahPersia, dan Mesir.Karena perluasan daerah terjadi dengan cepat, Umar segera mengatur administrasi negara denganmencontoh administrasi yang sudah berkembang terutama di Persia. Administrasi pemerintahandiatur menjadi delapan wilayah propinsi: Makkah, Madinah, Syria, Jazirah Basrah, Kufah,Palestina, dan Mesir. Beberapa departemen yang dipandang perlu didirikan. Pada masanya mulaidiatur dan ditertibkan sistem pembayaran gaji dan pajak tanah. Pengadilan didirikan dalamrangka memisahkan lembaga yudikatif dengan lembaga eksekutif. Untuk menjaga keamanan danketertiban, jawatan kepolisian dibentuk. Demikian pula jawatan pekerjaan umum. Umar jugamendirikan Bait al-Mal, menempa mata uang, dan membuat tahun hijiah.Umar memerintah selama sepuluh tahun (13-23 H/634-644 M). Masa jabatannya berakhirdengan kematian. Dia dibunuh oleh seorang Zoroastrianis, budak Fanatik dari Persia bernamaAbu Luluah. Untuk menentukan penggantinya, Umar tidak menempuh jalan yang dilakukanAbu Bakar. Dia menunjuk enam orang sahabat dan meminta kepada mereka untuk memilih salahseorang di antaranya menjadi khalifah. Enam orang tersebut adalah Usman, Ali, Thalhah, Zubair,Saad ibn Abi Waqqash, Abdurrahman ibn Auf. Setelah Umar wafat, tim ini bermusyawarah danberhasil menunjuk Utsman sebagai khalifah, melalui proses yang agak ketat dengan Ali ibn AbiThalib.Utsman bin Affan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Utsman bin AffanUtsman bin Affan dilahirkan pada tahun 573 M pada sebuah keluarga dari suku Quraisy baniUmayah. Nenek moyangnya bersatu dengan nasab Nabi Muhammad saw. pada generasi ke-5.Sebelum masuk islam ia dipanggil degan sebutan Abu Amr. Ia begelar Dzunnurain, karenamenikahi dua putri Nabi saw. (menjadi khalifah 644-655 M) adalah khalifah ke-3 dalam sejarahIslam. Umar bin Khattab tidak dapat memutuskan bagaimana cara terbaik menentukan khalifahpenggantinya. Segera setelah peristiwa penikaman dirinya oleh Fairuz, seorang majusi persia,Umar mempertimbangkan untuk tidak memilih pengganti sebagaimana dilakukan Rasulullah.Namun Umar juga berpikir untuk meninggalkan wasiat seperti dilakukan Abu Bakar. Sebagaijalan keluar, Umar menunjuk enam orang Sahabat sebagai Dewan Formatur yang bertugasmemilih Khalifah baru. Keenam Orang itu adalah Abdurrahman bin Auf, Saad bin Abi Waqash,Thalhah bin Ubaidillah, Zubair bin Awwam, Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib.Di masa pemerintahan Utsman, Armenia, Tunisia, Cyprus, Rhodes, dan bagian yang tersisa dariPersia, Transoxania, dan Tabaristan berhasil direbut. Ekspansi Islam pertama berhenti sampai disini.Pemerintahan Usman berlangsung selama 12 tahun, pada paruh terakhir masa kekhalifahannyamuncul perasaan tidak puas dan kecewa di kalangan umat Islam terhadapnya. KepemimpinanUtsman memang sangat berbeda dengan kepemimpinan Umar. Ini karena fitnah dan hasutan dariAbdullah bin Saba’ Al-Yamani salah seorang yahudi yang berpura-pura masuk islam. Ibnu Saba’ini gemar berpindah-pindah dari suatu tempat ke tempat lainnya untuk menyebarkan fitnah
  • 5. kepada kaum muslimin yang baru masa keislamannya. Akhirnya pada tahun 35 H/1655 M,Utsman dibunuh oleh kaum pemberontak yang terdiri dari orang-orang yang berhasil dihasutoleh Abdullah bin Saba’ itu.Salah satu faktor yang menyebabkan banyak rakyat berburuk sangka terhadap kepemimpinanUtsman adalah kebijaksanaannya mengangkat keluarga dalam kedudukan tinggi. Yangterpenting di antaranya adalah Marwan ibn Hakam Rahimahullah. Dialah pada dasarnya yangdianggap oleh orang-orang tersebut yang menjalankan pemerintahan, sedangkan Utsman hanyamenyandang gelar Khalifah. Setelah banyak anggota keluarganya yang duduk dalam jabatan-jabatan penting, Usman laksana boneka di hadapan kerabatnya itu. Dia tidak dapat berbuatbanyak dan terlalu lemah terhadap keluarganya. Dia juga tidak tegas terhadap kesalahanbawahan. Harta kekayaan negara, oleh kerabatnya dibagi-bagikan tanpa terkontrol oleh Utsmansendiri. Itu semua akibat fitnah yang ditebarkan oleh Abdullah bin Saba’, meskipun Utsmantercatat paling berjasa membangun bendungan untuk menjaga arus banjir yang besar danmengatur pembagian air ke kota-kota. Dia juga membangun jalan-jalan, jembatan-jembatan,masjid-masjid dan memperluas masjid Nabi di Madinah.Ali bin Abi Thalib Artikel utama untuk bagian ini adalah: Ali bin Abi ThalibPara pemberontak terus mengepung rumah Utsman. Ali memerintahkan ketiga puteranya, Hasan,Husain dan Muhammad bin Ali al-Hanafiyah mengawal Utsman dan mencegah parapemberontak memasuki rumah. Namun kekuatan yang sangat besar dari pemberontak akhirnyaberhasil menerobos masuk dan membunuh Khalifah Utsman.Setelah Utsman wafat, masyarakat beramai-ramai membaiat Ali ibn Abi Thalib sebagai khalifah.Ali memerintah hanya enam tahun. Selama masa pemerintahannya, ia menghadapi berbagaipergolakan. Tidak ada masa sedikit pun dalam pemerintahannya yang dapat dikatakan stabil.Setelah menduduki jabatan khalifah, Ali menon-aktifkan para gubernur yang diangkat olehUtsman. Dia yakin bahwa pemberontakan-pemberontakan terjadi karena keteledoran mereka.Dia juga menarik kembali tanah yang dihadiahkan Utsmankepada penduduk denganmenyerahkan hasil pendapatannya kepada negara, dan memakai kembali sistem distribusi pajaktahunan di antara orang-orang Islam sebagaimana pernah diterapkan Umar.Tidak lama setelah itu, Ali ibn Abi Thalib menghadapi pemberontakan Thalhah, Zubair danAisyah. Alasan mereka, Ali tidak mau menghukum para pembunuh Utsman, dan merekamenuntut bela terhadap darah Utsman yang telah ditumpahkan secara zhalim. Ali sebenarnyaingin sekali menghindari perang. Dia mengirim surat kepada Thalhah dan Zubair agar keduanyamau berunding untuk menyelesaikan perkara itu secara damai. Namun ajakan tersebut ditolak.Akhirnya, pertempuran yang dahsyat pun berkobar. Perang ini dikenal dengan nama PerangJamal (Unta), karena Aisyah dalam pertempuran itu menunggang unta, dan berhasilmengalahkan lawannya. Zubair dan Thalhah terbunuh, sedangkan Aisyah ditawan dan dikirimkembali ke Madinah.
  • 6. Bersamaan dengan itu, kebijaksanaan-kebijaksanaan Ali juga mengakibatkan timbulnyaperlawanan dari para gubernur di Damaskus, Muawiyah, yang didukung oleh sejumlah bekaspejabat tinggi yang merasa kehilangan kedudukan dan kejayaan. Setelah berhasil memadamkanpemberontakan Zubair, Thalhah dan Aisyah, Ali bergerak dari Kufah menuju Damaskus dengansejumlah besar tentara. Pasukannya bertemu dengan pasukan Muawiyah di Shiffin. Pertempuranterjadi di sini yang dikenal dengan nama Perang Shiffin. Perang ini diakhiri dengan tahkim(arbitrase), tapi tahkim ternyata tidak menyelesaikan masalah, bahkan menyebabkan timbulnyagolongan ketiga, kaum Khawarij, orang-orang yang keluar dari barisan Ali. Akibatnya, di ujungmasa pemerintahan Ali bin Abi Thalib umat Islam terpecah menjadi tiga kekuatan politik, yaituMuawiyah, Syiah (pengikut Abdullah bin Saba’ al-yahudu) yang menyusup pada barisan tentaraAli, dan al-Khawarij (orang-orang yang keluar dari barisan Ali). Keadaan ini tidakmenguntungkan Ali. Munculnya kelompok Khawarij menyebabkan tentaranya semakin lemah,sementara posisi Muawiyah semakin kuat. Pada tanggal 20 ramadhan 40 H (660 M), Aliterbunuh oleh salah seorang anggota Khawarij yaitu Abdullah bin Muljam.Setelah Khulafaur RasyidinKedudukan sebagai khalifah kemudian dijabat oleh purta Ali yaitu Hasan selama beberapa bulan.Namun, karena Hasan menginginkan perdamaian dan menghindari pertumpahan darah, makaHasan menyerahkan jabaran kekhalifahan kepada Muawiyah bin Abu Sufyan. Dan akhirnyapenyerahan kekuasaan ini dapat mempersatukan umat Islam kembali dalam satu kepemimpinanpolitik, di bawah Muawiyah bin Abi Sufyan. Di sisi lain, penyerahan itu juga menyebabkanMuawiyah menjadi penguasa absolut dalam Islam. Tahun 41 H (661 M), tahun persatuan itu,dikenal dalam sejarah sebagai tahun jamaah (am jamaah)! Dengan demikian berakhirlah masayang disebut dengan masa Khulafaur Rasyidin, dan dimulailah kekuasaan Bani Umayyah dalamsejarah politik Islam.Ketika itu wilayah kekuasaan Islam sangat luas. Ekspansi ke negeri-negeri yang sangat jauh daripusat kekuasaannya dalam waktu tidak lebih dari setengah abad, merupakan kemenanganmenakjubkan dari suatu bangsa yang sebelumnya tidak pernah mempunyai pengalaman politikyang memadai. Faktor-faktor yang menyebabkan ekspansi itu demikian cepat antara lain adalah: 1. Islam, disamping merupakan ajaran yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan, juga agama yang mementingkan soal pembentukan masyarakat. 2. Dalam dada para sahabat, tertanam keyakinan tebal tentang kewajiban menyerukan ajaran-ajaran Islam (dakwah) ke seluruh penjuru dunia. Semangat dakwah tersebut membentuk satu kesatuan yang padu dalam diri umat Islam. 3. Bizantium dan Persia, dua kekuatan yang menguasai Timur Tengah pada waktu itu, mulai memasuki masa kemunduran dan kelemahan, baik karena sering terjadi peperangan antara keduanya maupun karena persoalan-persoalan dalam negeri masing-masing. 4. Pertentangan aliran agama di wilayah Bizantium mengakibatkan hilangnya kemerdekaan beragama bagi rakyat. Rakyat tidak senang karena pihak kerajaan memaksakan aliran yang dianutnya. Mereka juga tidak senang karena pajak yang tinggi untuk biaya peperangan melawan Persia. 5. Islam datang ke daerah-daerah yang dimasukinya dengan sikap simpatik dan toleran, tidak memaksa rakyat untuk mengubah agamanya untuk masuk Islam.
  • 7. 6. Bangsa Sami di Syria dan Palestina dan bangsa Hami di Mesir memandang bangsa Arab lebih dekat kepada mereka daripada bangsa Eropa, Bizantium, yang memerintah mereka. 7. Mesir, Syria dan Irak adalah daerah-daerah yang kaya. Kekayaan itu membantu penguasa Islam untuk membiayai ekspansi ke daerah yang lebih jauh.Mulai dari masa Abu Bakar sampai kepada Ali dinamakan periode Khilafah Rasyidah. Parakhalifahnya disebut al-Khulafa al-Rasyidun, (khalifah-khalifah yang mendapat petunjuk). Cirimasa ini adalah para khalifah betul-betul menurut teladan Nabi. Setelah periode ini,pemerintahan Islam berbentuk kerajaan. Kekuasaan diwariskan secara turun temurun. Selain itu,seorang khalifah pada masa khilafah Rasyidah, tidak pernah bertindak sendiri ketika negaramenghadapi kesulitan; Mereka selalu bermusyawarah dengan pembesar-pembesar yang lain.Sedangkan para penguasa sesudahnya sering bertindak otoriter.