• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Gigitan serangga dan binatang berbisa
 

Gigitan serangga dan binatang berbisa

on

  • 20,234 views

 

Statistics

Views

Total Views
20,234
Views on SlideShare
19,888
Embed Views
346

Actions

Likes
3
Downloads
470
Comments
0

3 Embeds 346

http://nerssyamsi.blogspot.com 336
https://www.facebook.com 9
http://nerssyamsi.blogspot.sg 1

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Gigitan serangga dan binatang berbisa Gigitan serangga dan binatang berbisa Presentation Transcript

    • Insect Bites adalah gigitan atau serangan serangga.Gigitan serangga seringkali menyebabkanbengkak, kemerahan, rasa sakit (senut-senut), dangatal-gatal. Reaksi tersebut boleh dibilang biasa,bahkan gigitan serangga ada yang berakhir dalambeberapa jam sampai berhari-hari. Bayi dan anak-anak labih rentan terkena gigitan seranggadibanding orang dewasa.Insect bites adalah gigitan yang diakibatkan karenaserangga yang menyengat atau menggigitseseorang.
    • a. Reaksi alergi berat (anaphylaxis). Reaksi ini tergolong tidak biasa, namun dapat mengancam kahidupan dan membutuhkan pertolongan darurat. Tanda-tanda atau gejalanya adalah: • Terkejut (shock). Dimana ini bisa terjadi bila sistem peredaran darah tidak mendapatkan masukan darah yang cukup untuk organ-organ penting (vital) • Batuk, desahan, sesak nafas, merasa sakit di dalam mulut atau kerongkongan/tenggorokan • Bengkak di bibir, lidah, telinga, kelopak mata, telapak tangan, tapak kaki, dan selaput lendir (angioedema) • Pusing dan kacau • Mual, diare, dan nyeri pada perut • Rasa gatal dengan bintik-bintik merah dan bengkak Gejala tersebut dapat diikuti dengan gejala lain dari beberapa reaksi.
    • b. Reaksi racun oleh gigitan atau serangan tunggal dari serangga. Serangga atau laba-laba yang menyebabkan hal tersebut misalnya: • Laba-laba janda (widow) yang berwarna hitam • Laba-laba pertapa (recluse) yang berwarna coklat • Laba-laba gembel (hobo) • Kalajengkingc. Reaksi racun dari serangan lebah, tawon, atau semut api. • Seekor lebah dengan alat penyengatnya di belakang lalu mati setelah menyengat. Lebah madu afrika, yang dinamakan lebah-lebah pembunuh, mereka lebih agresif dari pada lebah madu kebanyakan dan sering menyerang bersama-sama dengan jumlah yang banyak • Tawon, penyengat dan si jaket kuning (yellow jackets), dapat menyengat berkali-kali. Si jaket kuning dapat menyebabkan sangat banyak reaksi alergi • Serangan semut api kepada seseorang dengan gigitan dari rahangnya, kemudian memutar kepalanya dan menyengat dari perutnya dengan alur memutar dan berkali-kali
    • d. Reaksi kulit yang lebar pada bagian gigitan atau serangan.e. Infeksi kulit pada bagian gigitan atau serangan.f. Penyakit serum (darah), sebuah reaksi pada pengobatan (antiserum) digunakan untuk mengobati gigitan atau serangan serangga. Penyakit serum menyebabkan rasa gatal dengan bintik-bintik merah dan bengkak serta diiringi gejala flu tujuh sampai empat belas hari setelah penggunaan anti serum.g. Infeksi virus. Infeksi nyamuk dapat menyebarkan virus West Nile kepada seseorang, menyebabkan inflamasi pada otak (encephalitis).h. Infeksi parasit. Infeksi nyamuk dapat menyebabkan menyebarnya malaria.
    • Impetigo
    • Gigitan binatang berbisa adalah gigitan atau serangan yang di akibatkanoleh gigitan hewan berbisa seperti ular, laba-laba, kalajengking, dll.Korban gigitan ular adalah pasien yang digigit ular atau diduga digigitular.Ular yang berbisa memiliki ciri- ciri : a. Bentuk kepala segiempat panjang b. Gigi taring kecil c. Bekas gigitan: luka halus berbentuk lengkunganSedangkan ciri-ciri ular tidak berbisa seperti : a. Bentuk kepala segitiga b. Dua gigi taring besar di rahang atas c. Bekas gigitan: dua luka gigitan utama akibat gigi taring
    • Bisa ular mengandung toksin dan enzim yang berasal dari air liur. Bisatersebut bersifat: a. Neurotoksin: berakibat pada saraf perifer atau sentral. Berakibat fatal karena paralise otot-otot lurik. Manifestasi klinis: kelumpuhan otot pernafasan, kardiovaskuler yang terganggu, derajat kesadaran menurun sampai dengan koma. b. Haemotoksin: bersifat hemolitik dengan zat antara fosfolipase dan enzim lainnya atau menyebabkan koagulasi dengan mengaktifkan protrombin. Perdarahan itu sendiri sebagai akibat lisisnya sel darah merah karena toksin. Manifestasi klinis: luka bekas gigitan yang terus berdarah, haematom pada tiap suntikan IM, hematuria, hemoptisis, hematemesis, gagal ginjal. c. Myotoksin: mengakibatkan rhabdomiolisis yang sering berhubungan dengan mhaemotoksin. Myoglobulinuria yang menyebabkan kerusakan ginjal dan hiperkalemia akibat kerusakan sel- sel otot. d. Kardiotoksin: merusak serat-serat otot jantung yang menimbulkan kerusakan otot jantung. e. Cytotoksin: dengan melepaskan histamin dan zat vasoaktifamin lainnya berakibat terganggunya kardiovaskuler. f. Cytolitik: zat ini yang aktif menyebabkan peradangan dan nekrose di jaringan pada tempat patukan g. Enzim-enzim: termasuk hyaluronidase sebagai zat aktif pada penyebaran bisa.
    • PENYEBAB GIGITAN SERANGGA DAN BINATANG BERBISASerangga dan binatang berbisa tidak akan menyerang kecuali kalau merekadigusar atau diganggu. Kebanyakan gigitan dan sengatan digunakan untukpertahanan. Gigitan serangga untuk melindungi sarang mereka.Sebuah gigitan atau sengatan dapat menyuntikkan bisa(racun) yang tersusundari protein dan substansi lain yang mungkin memicu reaksi alergi kepadapenderita. Gigitan serangga juga mengakibatkan kemerahan dan bengkak dilokasi yang tersengat.Lebah, tawon, penyengat, si jaket kuning, dan semut api adalah anggotakeluarga Hymenoptera. Gigitan atau sengatan dari mereka dapatmenyebabkan reaksi yang cukup serius pada orang yang alergi terhadapmereka. Kematian yang diakibatkan oleh serangga 3-4 kali lebih sering daripada kematian yang diakibatkan oleh gigitan ular. Lebah, tawon dan semutapi berbeda-beda dalam menyengat.Ketika lebah menyengat, dia melepaskan seluruh alat sengatnya dan sebenarnya ia matiketika proses itu terjadi. Seekor tawon dapat menyengat berkali-kali karena tawon tidakmelepaskan seluruh alat sengatnya setelah ia menyengat.Semut api menyengatkan bisanya dengan menggunakan rahangnya dan memutar tubuhnya.Mereka dapat menyengat bisa berkali-kali.
    • GejalaGejala dari gigitan serangga bermacam-macamdan tergantung dari berbagai macam faktor yangmempengaruhi. Kebanyakan gigitan seranggamenyebabakan kemerahan, bengkak, nyeri, dangatal-gatal di sekitar area yang terkena gigitanatau sengatan serangga tersebut. Kulit yangterkena gigitan bisa rusak dan terinfeksi jikadaerah yang terkena gigitan tersebut terluka. Jikaluka tersebut tidak dirawat, maka akanmengakibatkan peradangan akut.
    • Gejala dan tanda gigitan ular berbisa dapatdibagi ke dalam beberapa kategori mayor :• Efek lokal : digigit oleh beberapa ular viper atau beberapa kobra (Naja spp) menimbulkan rasa sakit dan perlunakan di daerah gigitan. Luka dapat membengkak hebat dan dapat berdarah dan melepuh. Beberapa bisa ular kobra juga dapat mematikan jaringan sekitar sisi gigitan luka.• Perdarahan : Gigitan oleh famili viperidae atau beberapa elapid Australia dapat menyebabkan perdarahan organ internal seperti otak atau organ-organ abdomen. Korban dapat berdarah dari luka gigitan atau berdarah spontan dari mulut atau luka yang lama. Perdarahan yang tak terkontrol dapat menyebabkan syok atau bahkan kematian.
    • • Efek sistem saraf : bisa ular elapid dan ular laut dapat berefek langsung pada sistem saraf. Bisa ular kobra dan mamba dapat beraksi terutama secara cepat menghentikan otot-otot pernafasan, berakibat kematian sebelum mendapat perawatan. Awalnya, korban dapat menderita masalah visual, kesulitan bicara dan bernafas, dan kesemutan.• Kematian otot : bisa dari Russell’s viper (Daboia russelli), ular laut, dan beberapa elapid Australia dapat secara langsung menyebabkan kematian otot di beberapa area tubuh. Debris dari sel otot yang mati dapat menyumbat ginjal, yang mencoba menyaring protein. Hal ini dapat menyebabkan gagal ginjal.• Mata : semburan bisa ular kobra dan ringhal dapat secara tepat mengenai mata korban, menghasilkan sakit dan kerusakan, bahkan kebutaan sementara pada mata.
    • 1 23 4
    • 5 6 7
    • Atau
    • 1. Penatalaksanaan Gigitan SeranggaDan Binatang Berbisa Penatalaksanaan pada gigitan serangga Rasa gatal dengan bintik-bintik merah dan bengkak adalah gejala yang paling sering ditemui. Paling sering ini diobati di rumah dengan antihistamin. Jika terjadi infeksi, sangat penting menjaga area gigitan supaya tidak meluas.
    • Sedang orang yang tidak mempunyai riwayattergigit serangga juga harus ke bagian gawatdarurat jika: a. Mendesah b. Sesak nafas c. Dada sesak atau sakit d. Tenggorokan sakit atau susah berbicara e. Pingsan atau lemah f. Infeksi
    • Pengobatan gigitan serangga pribadi dirumahPengobatan tergantung pada jenis reaksi yang terjadi.Jika hanya kemerahan dan nyeri pada bagian yangdigigit, cukup menggunakan es sebagai pengobatan.Bersihkan area yang terkena gigitan dengan sabun dan airuntuk menghilangkan partikel yang terkontaminasi olehserangga (seperti nyamuk). Partikel-partikel dapatmengkontaminasi lebih lanjut jika luka tidak dibersihkan.Pengobatan dapat juga menggunakan antihistamin sepertidiphenhidramin (Benadryl) dalam bentuk krim/salep ataupil. Losion Calamine juga bisa membantu mengurangigatal-gatal.
    • 2. Penatalaksanaan pada gigitanbinatang berbisaPenatalaksanaan tergantung derajat keparahanenvenomasi; dibagi menjadi perawatan dilapangan dan manajemen di rumah sakita. Perawatan di Lapangan Seperti kasus-kasus emergensi lainnya, tujuan utama adalah untuk mempertahankan pasien sampai mereka tiba di instalasi gawat darurat. Sering penatalaksanaan dengan autentisitas yang kurang lebih memperburuk daripada memperbaiki keadaan, termasuk membuat insisi pada luka gigitan, menghisap dengan mulut, pemasangan turniket, kompres dengan es, atau kejutan listrik. Perawatan di lapangan yang tepat harus sesuai dengan prinsip dasar emergency life support. Tenangkan pasien untuk menghindari hysteria selama implementasi ABC (Airway, Breathing, Circulation).
    • Pertolongan Pertama :1) Cegah gigitan sekunder atau adanya korban kedua.2) Buat korban tetap tenang3) Jika terdapat alat penghisap4) Buka semua cincin atau benda lain yang menjepit / ketat5) Monitor tanda-tanda vital korban6) Jika daerah yang tergigit mulai membengkak dan berubah warna7) Segera dapatkan pertolongan medis.8) Jika berada di wilayah yang terpencil dimana transportasi ke instalasi gawat darurat akan lama, pasang bidai pada ekstremitas yang tergigit.9) Jika dipastikan digigit oleh elapid yang berbahaya dan tidak terdapat efek mayor dari luka lokal, dapat dipasang pembalut dengan teknik imobilisasi dengan tekanan.
    • b. Manajemen di Rumah SakitPerawatan definitif meliputi pengecekan kembaliABC dan mengevaluasi pasien atas tanda-tandasyok (seperti takipneu, takikardi, kulit kering danpucat, perubahan status mental, hipotensi).
    • Penderajatan envenomasi membedakan kebutuhan akanantivenin pada korban gigitan ular-ular viper. Derajatdibagi dalam ringan, sedang, atau berat.a. Envenomasi ringan ditandai dengan rasa sakit lokal, edema, tidak ada tanda-tanda toksisitas sistemik, dan hasil laboratorium yang normal.b. Envenomasi sedang ditandai dengan rasa sakit lokal yang hebat; edema lebih dari 12 inci di sekitar luka; dan toksisitas sistemik termasuk nausea, vomitus dan penyimpangan pada hasil laboratorium (misalnya penurunan jumlah hematokrit atau trombosit).
    • c. Envenomasi berat ditandai dengan ptekie, ekimosis, sputum bercampur darah, hipotensi, hipoperfusi, disfungsi renal, perubahan pada protrombin time dan tromboplastin time parsial teraktivasi, dan hasil-hasil abnormal dari tes- tes lain yang menunjukkan koagulopati konsumtif. Penderajatan envenomasi merupakan proses yang dinamis. Dalam beberapa jam, sindrom ringan awal dapat berkembang menjadi sedang bahkan reaksi yang berat. Beri antivenin pada korban gigitan ular koral sebagai standar perawatan jika korban datang dalam 12 jam setelah gigitan, tanpa melihat adanya tanda-tanda lokal atau sistemik. Neurotoksisitas dapat muncul tanpa tanda-tanda sebelumnya dan berkembang menjadi gagal nafas. Bersihkan luka dan cari pecahan taring ular atau kotoran lain. Suntikan tetanus diperlukan jika korban belum pernah mendapatkannya dalam kurun waktu 5 tahun terakhir. Beberapa luka memerlukan antibiotik untuk mencegah infek