Your SlideShare is downloading. ×
Evolusi Mammalia
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×

Saving this for later?

Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime - even offline.

Text the download link to your phone

Standard text messaging rates apply

Evolusi Mammalia

1,727
views

Published on

selengkapnya.... http://belajar-di-rumah.blogspot.com

selengkapnya.... http://belajar-di-rumah.blogspot.com

Published in: Education

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
1,727
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. 5. MAMMALIAMammalia pertama timbul pada akhir periode Trias dari moyangnya yaitu TERAPSIDAMammalia pertama tersebut merupakan hewan kecil yang sangat aktif dengan makanan berupa insektaKehidupan yang aktif tersebut berhubungan dengan kemampuannya untuk memelihara suhu badan yang tetap (Homoiotherm), hal tsb berkaitan dengan perkembangan jantung yang beruang 4 dan pemisahan sempurna dari peredaran darah oksigen dan sistemikKonservasi panas tubuh dimungkinkan dengan perkembangan rambut
  • 2. Mammalia yang paling awal bertelur seperti moyangnya yaitu reptil, anaknya setelah menetas diberi makanan dengan susu yang disekresikan oleh kelenjar-kelenjar dalam kulit induknya.Evolusi mammalia yang paling awal berlangsung mulai beberapa jalur yang berbeda. Dari kelompok tsb hanya tiga yang sampai sekarang masih hidup, yaitu:1. monotremata, mammalia bertelur (Subklas Prototheria), dengan contoh Platypus2. Marsupialia, mammalia berkantung (Metatheria)3. Mammalia berplasenta (Subklas Eutheria)
  • 3. Platipus berparuh bebek: separuh burung, separuh reptil, separuhmamalia - dan genome untuk membuktikannya.Para peneliti menemukan bahwa gen2 yang mendukung pengeramantelur - fitur reptil - begitupula laktasi - ciri semua mamalia. Menariknya, platipus tidak memiliki puting susu, sehingga bayinyamenghisap langsung dari kulit abdominal.
  • 4. Fosil makhluk kecil yang ditemukan di timur laut Cina telah membantu para ilmuwan mengetahui kapan mamalia terpecah menjadi dua kelompok berbeda: mamalia berplasenta dengan anak yang berkembang dalam perut ibunya, dan marsupial yang membesarkan anak-anaknya dalam kantong.Kedua kelompok itulah yang saat ini meliputi 99 persen mamalia yang ada di dunia.
  • 5. Mengenai kapan mereka berpisah, fosil yang ditemukan di atas menunjukkan waktu sekitar 125 juta tahun lalu. Artinya percabangan dari satu jenis mamalia menjadi dua jenis yang berbeda juga diperkirakan dimulai pada masa tersebut.Adapun hewan purba yang baru ditemukan dinamai Sinodelphys szalayi.Ia adalah marsupial --artinya binatang dengan kantong-- paling awal yang diketahui.Menurut Zhe-Xi Luo, peneliti dari Carnegie Museum of Natural History, Pittsburgh, ukuran Sinodelphys hanya sebesar tupai, dengan panjang sekitar 6 inci dan berat satu ons.
  • 6. Tulang belulang hewan itu ditemukan sekitar tahun 2000, di sebuah wilayah dimana para peneliti sebelumnya menemukan Eomaia.Yang terakhir ini adalah sebuah fosil yang diyakini merupakan salah satu jenis mamalia berplasenta pertama yang pernah ada. Dalam laporan yang dimuat di journal Science edisi Jumat (12/12), disebutkan Eomaia berasal dari tahun yang sama dengan Sinodelphys.
  • 7. Sinodelphys szalayi adalah hewan malam yang aktif selepassenja
  • 8. Para ilmuwan WASHINGTON menemukan fosil seekor spesies mamalia purba baru seukuran bajing yang hidup sezaman dengan dinosaurus. Tubuhnya yang unik juga menunjukkan bukti evolusi mamalia, khususnya proses pembentukan tulang telinga bagian tengah.Mamalia purba yang diberi nama Yanoconodon, diambil dari nama Gunung Yan di Provinsi Hebei, China bagian utara, hidup di periode Cretaceous sekitar 125 juta tahun lalu.
  • 9. Tubuhnya sangat aneh dibandingkan mamalia pada umumnya karena memiliki tubuh yang panjang serta kaki yang pendek dan besar. Dengan tubuh berbulu lebat, panjang tubuh 12,5 centimeter, dan berat 30 gram, ia diperkirakan makan serangga dan nokturnal atau aktif di malam hari.
  • 10. "Secara umum, ia memiliki tubuh seperti seekor salamander namun mamalia," ujar peneliti utamanya Zhe- Xi Luo dari Museum Sejarah Nasional Carnegie di Pittsburgh, Pennsylvania, AS, seperti dilaporkan dalam jurnal Nature, Rabu (14/3). Ia hidup di habitat yang subur dekat danau air tawar bersama bunga purba dan spesies lainnya. Habitatanya juga dihuni dinosaurus-dinosaurus yang mungkin menjadikan Yanoconodon sebagai mangsa yang empuk.
  • 11. Rahang bawahNamun, yang membuatnya sangat bernilai adalah telinganya. Menurut Luo, Yanoconodon memiliki struktur telinga peralihan dalam evolusi mamalia. Struktur telinga bagian dalamnya masih menempel pada tulang rahang bagian bawah yang disebut tulang rawan Meckel. Para ilmuwan telah lama memprediksi bahwa tulang telinga bagian dalam mamalia berasal dari tulang rahang reptil sebelum kedua kelompok terpisah kekerabatannya.Mamalia diperkirakan telah muncul sejak 220 juta tahun lalu tak begitu lama sejak dinosaurus ada. Namun, kapan keduanya benar-benar terpisah belum diketahui.
  • 12. Yanoconodon mungkin mewakili mamalia peralihan ini. Tulang telinga bagian dalam Yanoconodon jelas mirip mamalia modern, namun tetap terhubung dengan rahang bawah yang tidak ditemui pada mamalia modern jenis apapun.Yanoconodon jelas memiliki tulang-tulang yang disebut tulang martil (malleus), tulang landasan (incus), dan tulang sanggurdi (stapes).Tulang-tulang tersebut menghantarkan getaran ke membran tympanic di gendang telinga sehingga mamalia dapat mendengar. Mamalia memiliki kemampuan mendengar yang baik karena memiliki tiga rangkaian tulang di dalam telingan bagian dalam ini.
  • 13. Fosil Yanoconodon
  • 14. Selama kira-kira 70 juta tahun dalam era Mesozoikum mammalia berplasenta hanya diwakili oleh satu ordo, tetapi pada akhir epok kedua, Eosin dari Era Cenozoikum mammalia telah beradiasi menjadi 14 ordo yang berbeda, yaitu:1. Insectivora: cerucut, tikus mondok2. Pemakan semut bersisik3. Edentata:armadilo4. Chiroptera: kelelawar5. Rodensia: bajing, tikus, mecit,berang-berang6. Lagomorpha: kelinci, terwelu
  • 15. 7. Carnivora: singa laut, kucing, anjing,walrus,hyena8. Ungulata berkaki ganjil:zebra,kuda,badak9. Ungulata berkaki genap: unta, rusa besar, jerapah, bison, domba, kuda nil10. Cetacea:paus, lumba-lumba11. Sirenia: dugong12. Proboscidae: gajah13. Aardvarks14. Primata:lemur,monyet dunia baru, monyet dunia lama, kera besar, manusiaApa yang menyebabkan mereka tidak penting pada periode lama, namun kemudian meledak hingga menjadi terkemuka?
  • 16. Syarat pertama untuk species adalah tekanan seleksi yang santai, hal ini baru dicapai oleh mamalia pada waktu reptil yang berkuasa telah punah.Dengan lenyapnya sebagian besar reptilia, berbagai macam habitat tersedia untuk dihuni oleh mamalia.Ungulata menggantikan dinosaurus herbivoraKarnivora memangsa merekaSetasea dan beberapa karnivora menggantikan Plesiosaurus di lautan.Bahkan nenek moyang kelelawar menemukan habitat baru dengan bantuan gema yang menentukan lokasi, mereka memangsa insekta yang terbang malamKemampuan mereka dan kurangnya saingan di daerah ini menyebabkan mereka hanya kalah dengan rodensia dalam jumlah speciesnya.