Your SlideShare is downloading. ×

TEST DIAGNOSTIK

7,147
views

Published on

Published in: Education

0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
7,147
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
280
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. TES DIAGNOSTIK
  • 2. FUNGSI KARAK-TERISTIK POSISI LANGKAH PENGERTIAN PELAKSANAAN TES DIAGNOSTIK
  • 3.
      • Tes yang digunakan untuk mengetahui kelemahan-kelemahan siswa sehingga hasil tersebut dapat digunakan sebagai dasar untuk memberikan tindak lanjut berupa perlakuan yang tepat dan sesuai dengan kelemahan/masalah yang dimiliki siswa.
    PENGERTIAN TES DIAGNOSTIK
  • 4. GURU DOKTER DIAGNOSIS TERAPI TES DIAGNOS TIK T INDAK LANJUT ANALOGI DOKTER DAN GURU
  • 5. Fungsi Tes Diagnostik
    • mengidentifikasi masalah
    • atau kesulitan yang dialami siswa
    • merencanakan tindak lanjut
    • berupa upaya-upaya pemecahan
    • sesuai masalah atau kesulitan
    • yang telah teridentifikasi
  • 6. KARAKTERISTIK TES DIAGNOSTIK
    • D irancang untuk mendeteksi kesulitan belajar siswa, karena itu format dan respons yang dijaring harus memiliki fungsi diagnostik
    • D ikembangkan berdasar analisis terhadap sumber-sumber kesalahan atau kesulitan
  • 7. KARAKTERISTIK TES DIAGNOSTIK
    • M enggunakan soal-soal bentuk supply response sehingga mampu menangkap informasi secara lengkap
      • Bila mengunakan bentuk selected response harus disertakan penjelasan mengapa memilih jawaban tertentu sehingga dapat meminimalisir jawaban tebakan, dan dapat ditentukan “penyakit” dan cara “mengobatinya”
    • D isertai rancangan tindak lanjut (pengobatan) sesuai dengan kesulitan (penyakit) yang teridentifikasi.
  • 8. POSISI TES DIAGNOSTIK TES FORMATIF Untuk memantau kemajuan belajar Apakah siswa mencapai hasil belajar yang diharapkan? Melanjutkan pembelajaran ke kompetensi dasar berikutnya TES DIAGNOSTIK TIPE B MEMBERIKAN UMPAN BALIK TES DIAGNOSTIK TIPE A Tindak lanjut Memberikan remedial secara individu maupun kelompok TIDAK YA
  • 9. LANGKAH-LANGKAH PENGEMBANGAN TES DIAGNOSTIK
    • Mengidentifikasi kompetensi dasar yang belum tercapai ketuntasannya.
    • Menentukan kemungkinan sumber masalah
    • Menentukan bentuk dan jumlah soal yang sesuai
    • Menyusun kisi-kisi soal
    • Menulis soal
    • Mereviu soal
    • Menyusun kriteria penilaian
  • 10. Pelaksanaan Tes Diagnostik 1 2 3
    • Tes Diagnostik 1
    • Dilakukan u ntuk mengetahui apakah siswa telah mempunyai pengetahuan prasyarat .
    • Tes Diagnostik 2
    • Dilakukan saat siswa s udah mulai masuk pada materi pelajaran tertentu. Dilakukan untuk mengetahui bagian mana dari kegiatan pembelajaran yang menimbulkan masalah bagi siswa
    • Tes Diagnostik 3
    • Dilakukan saat siswa akan mengakhiri pelajaran tetapi masih tersedia waktu untuk memberikan perlakuan atau remidial seandainya ditemukan permasalahan atau kesulitan-kesulitan belajar .
  • 11. CONTOH KISI-KISI TES DIAGNOSTIK Pilihan Ganda Disajikan dua benda dengan massa berbeda dijatuhkan dari ketinggian yang sama, siswa dapat membandingkan waktu yang dibutuhkan kedua benda tersebut untuk sampai di tanah Terjadi miskonsepsi karena pengaruh in tuisi Gerak jatuh bebas Menganalisis data percobaan gerak lurus beraturan dan gerak lurus berubah beraturan serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari 1. Bentuk & No. Soal Indikator Soal Kemungkinan Sumber Masalah Materi Kompetensi Dasar No
  • 12. CONTOH SOAL TES DIAGNOSTIK
    • Soal
    • Dua buah benda A dan B dan C memiliki massa berbeda, benda A lebih berat dibandingkan benda B. B lebih berat dari pada C Bila ke tiga benda tersebut dijatuhkan secara bersamaan dari ketinggian yang sama, maka:
      • a. benda A jatuh lebih dulu
      • b. benda B jatuh lebih dulu
      • c. benda C jatuh lebih dulu
      • d. benda A , B dan C jatuh secara bersamaan
      • Alasan memilih jawaban di atas:
    • ___________ ____________________________________ _______________________________________________ _______________________________________________
  • 13. INTERPRETASI
    • Ketidakmampuan menjawab soal ini dengan benar umumnya karena pemahaman siswa tentang gerak jatuh dipengaruhi oleh intuisi. Secara intuitif, semakin berat suatu benda semakin cepat mencapai tanah, sehingga siswa yang pemahamannya belum kokoh akan memilih option a) benda A jatuh lebih dulu. Padahal secara empiris dan analitis, untuk gerak jatuh bebas berlaku formula
    • Dari formula ini terlihat bahwa waktu jatuh ( t ) hanya dipengaruhi oleh ketinggian ( h ) dan percepatan gravitasi ( g ), tidak dipengaruhi oleh massa atau berat. Siswa yang tidak dapat menjawab soal ini berarti mengalami miskonsepsi.
  • 14. TINDAK LANJUT
    • Pengalaman empirik menunjukkan bahwa miskonsepsi seperti pada soal di atas tidak efektif bila diatasi hanya melalui pemberian informasi atau penjelasan.
    • Karena itu, ada dua hal yang bisa dilakukan:
    • Siswa yang mengalami miskonsepsi diajak melakukan pengamatan secara langsung melalui kegiatan eksperimen , misalnya menggunakan kelereng dan uang logam .
    • Dilatihkan soal-soal pemecahan masalah yang menerapkan persamaan .
    • Pelatihan lebih ditekankan pada pemahaman fisis bahwa waktu jatuh ( t ) hanya dipengaruhi oleh ketinggian ( h ) dan percepatan gravitasi ( g ).
  • 15.
    • Selesai