Supervisi akademik
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Supervisi akademik

on

  • 15,109 views

 

Statistics

Views

Total Views
15,109
Views on SlideShare
15,095
Embed Views
14

Actions

Likes
2
Downloads
597
Comments
7

1 Embed 14

http://uptdisdikporagdmangu.wordpress.com 14

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel

15 of 7 Post a comment

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
  • Terimakasih Bapak atas materinya sangat membantu
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
  • terima kasih, klu ada contoh hasil supervisi lengkap untuk referensi saya
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
  • Terima kasih pak, sangat membantu sekali buat saya
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
  • Terima kasih Bapak atas materinya, sangat membantu, jaya pendidikan Indonesia
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
  • terimonggenaseh beh,,,,,sangat bermanfaat. tlg kopiannyalah?
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Supervisi akademik Supervisi akademik Presentation Transcript

  • SUPERVISI AKADEMIK Oleh : N.A. Suprawoto, dkk.
  • Apa yang Anda tahu tentang Supervisi Akademik ?
  • Pengertian :
    • Supervisi akademik adalah serangkaian kegiatan membantu guru mengembangkan kemampuannya mengelola proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran ( Daresh, 1989, Glickman, et al; 2007 ).
    • Dengan demikian, esensi supervisi akademik itu sama sekali bukan menilai kinerja guru dalam mengelola proses pembelajaran, melainkan membantu guru mengembangkan kemampuan profesionalismenya .
  • Tujuan Supervisi Akademik
    • membantu guru mengembangkan kompetensinya,
    • mengembangkan kurikulum,
    • mengembangkan kelompok kerja guru, dan membimbing penelitian tindakan kelas (PTK) ( Glickman, 2007, Sergiovanni, 1987 ).
  • Tujuan Supervisi Akademik TUJUAN SUPERVISI AKADEMIK Pengembangan Profesionalisme Pengawasan Mutu Penumbuhan Motivasi
  • Prinsip-prinsip Supervisi Akademik
    • Praktis , artinya mudah dikerjakan sesuai kondisi sekolah.
    • Sistematis , artinya dikembangan sesuai perencanaan program supervisi yang matang dan tujuan pembelajaran.
    • Objektif , artinya masukan sesuai aspek-aspek instrumen.
    • Realistis , artinya berdasarkan kenyataan .
  • Lanjutan.....
    • Antisipatif , artinya mampu menghadapi masalah-masalah yang mungkin akan terjadi.
    • Konstruktif , artinya mengembangkan kreativitas dan inovasi guru dalam mengembangkan proses pembelajaran.
    • Kooperatif , artinya ada kerja sama yang baik antara supervisor dan guru dalam mengembangkan pembelajaran.
  • Lanjutan.....
    • Kekeluargaan , artinya mempertimbangkan saling asah, asih, dan asuh dalam mengembangkan pembelajaran.
    • Demokratis , artinya supervisor tidak boleh mendominasi pelaksanaan supervisi akademik.
    • Aktif , artinya guru dan supervisor harus aktif berpartisipasi.
  • Lanjutan....
    • Humanis , artinya mampu menciptakan hubungan kemanusiaan yang harmonis, terbuka, jujur, ajeg, sabar, antusias, dan diselingi humor
    • Berkesinambungan (supervisi akademik dilakukan secara teratur dan berkelanjutan)
    • Terpadu , artinya menyatu dengan dengan program pendidikan.
    • Komprehensif , artinya memenuhi ketiga tujuan supervisi akademik di atas ( Dodd, 1972 ).
  • Pengalaman terbaik...... (best practice)
    • Adakah diantara Anda memiliki pengalaman menarik dalam melaksanakan Supervisi Akademik?
    • Jika belum...apa yang akan Anda lakukan untuk melakukan Supervisi Akademik?
    • Mengapa Anda belum melakukan?
  • Sasaran Supervisi Akademik
    • Sasaran utama supervisi akademik adalah kemampuan guru dalam merencanakan kegiatan pembelajaran, melaksanakan kegiatan pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, memanfaatkan hasil penilaian untuk peningkatan layanan pembelajaran, menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan, memanfaatkan sumber belajar yang tersedia, dan mengembangkan interaksi pembelajaran (strategi, metode, teknik) yang tepat.
  • Model-model Supervisi Akademik
    • Model supervisi akademik langsung :
      • pra-observasi, observasi, dan post-observasi
    • Model supervisi akademik tidak langsung:
      • Tes dadakan
      • Diskusi kasus
      • Metode angket
    • Model supervisi akademik kontemporer :
    • Supervisi Klinis
  • Teknik-teknik Supervisi Akademik
    • Teknik Individual
    • a. kunjungan kelas,
    • b. observasi kelas,
    • c. pertemuan individual,
    • d. kunjungan antarkelas,
    • e. menilai diri sendiri.
    • 2. Teknik Kelompok
  • Melaksanakan kunjungan kelas
    • dengan atau tanpa pemberitahuan terlebih dahulu tergantung sifat tujuan dan masalahnya,
    • atas permintaan guru bersangkutan,
    • sudah memiliki instrumen atau catatan-catatan,
    • tujuan kunjungan harus jelas.
  • Tahapan kunjungan kelas
    • Tahap persiapan . Pada tahap ini, supervisor merencanakan waktu, sasaran, dan cara mengobservasi selama kunjungan kelas.
    • Tahap pengamatan selama kunjungan . Pada tahap ini, supervisor mengamati jalannya proses pembelajaran berlangsung.
    • Tahap akhir kunjungan . Pada tahap ini, supervisor bersama guru mengadakan perjanjian untuk membicarakan hasil-hasil observasi.
    • Tahapan terakhir adalah tahap tindak lanjut .
  • Kriteria kunjungan kelas
    • memiliki tujuan-tujuan tertentu;
    • mengungkapkan aspek-aspek yang dapat memperbaiki kemampuan guru;
    • menggunakan instrumen observasi untuk mendapatkan data yang obyektif;
    • terjadi interaksi antara pembina dan yang dibina sehingga menimbulkan sikap saling pengertian;
    • tidak menganggu proses pembelajaran;
    • diikuti dengan program tindak lanjut.
  • Observasi Kelas
    • Observasi kelas adalah mengamati proses pembelajaran secara teliti di kelas. Tujuannya adalah untuk memperoleh data obyektif aspekaspek situasi pembelajaran, kesulitan-kesulitan guru dalam usaha memperbaiki proses pembelajaran.
  • Aspek-aspek yang diobservasi di dalam kelas
    • usaha-usaha dan aktivitas guru-siswa dalam proses pembelajaran,
    • cara menggunakan media pengajaran,
    • variasi metode,
    • ketepatan penggunaan media dengan materi,
    • ketepatan penggunaan metode dengan materi,
    • reaksi siswa dalam proses belajar mengajar.
  • Pertemuan Individual
    • memberikan kemungkinan pertumbuhan jabatan guru melalui pemecahan kesulitan yang dihadapi;
    • mengembangkan hal mengajar yang lebih baik;
    • memperbaiki segala kelemahan dan kekurangan pada diri guru;
    • menghilangkan atau menghindari segala prasangka buruk.
  • Jenis-jenis pertemuan individual
    • classroom-conference , yaitu percakapan individual yang dilaksanakan di dalam kelas ketika murid-murid sedang meninggalkan kelas (istirahat).
    • office-conference, yaitu percakapan individual yang dilaksanakan di ruang kepala sekolah atau ruang guru, di mana sudah dilengkapi dengan alat-alat bantu yang dapat digunakan untuk memberikan penjelasan pada guru.
  • Lanjutan......
    • causal-conference , yaitu percakapan individual yang bersifat informal, yang dilaksanakan secara kebetulan bertemu dengan guru
    • observational visitation, yaitu percakapan individual yang dilaksanakan setelah supervisor melakukan kunjungan kelas atau observasi kelas.
  • Pelaksanaan pertemuan individual
    • Supervisor harus berusaha mengembangkan segi-segi positif guru, dan mendorong guru mengatasi kesulitan-kesulitannya, memberikan pengarahan, dan melakukan kesepakatan terhadap hal-hal yang masihmeragukan.
  • Kunjungan antarkelas
    • Kunjungan antar kelas adalah guru yang satu berkunjung ke kelas yang lain di sekolah itu sendiri. Tujuannya adalah untuk berbagi pengalaman dalam pembelajaran.
  • Cara melaksanakan kunjungan antarkelas
    • harus direncanakan;
    • guru-guru yang akan dikunjungi harus diseleksi;
    • tentukan guru-guru yang akan mengunjungi;
    • sediakan segala fasilitas yang diperlukan;
    • supervisor hendaknya mengikuti acara ini dengan pengamatan yang cermat;
  • Lanjutan.....
    • adakah tindak lanjut setelah kunjungan antar kelas selesai, misalnya dalam bentuk percakapan pribadi, penegasan, dan pemberian tugas-tugas tertentu;
    • segera aplikasikan ke sekolah atau ke kelas guru bersangkutan, dengan menyesuaikan pada situasi dan kondisi yang dihadapi;
    • adakan perjanjian-perjanjian untuk mengadakan kunjungan antarkelas berikutnya.
  • Menilai diri sendiri
    • Bagaimana menurut Anda agar guru mampu menilai dirinya sendiri?
    • Faktor utama apa yang berperan dalam menilai diri sendiri?
    • Cobalah kita rumuskan format penilaian diri sendiri yang berhubungan dengan kemampuan mengelola pembelajaran!
  • Komponen2 Penilaian Diri Sendiri
    • Kemampuan menyusun RPP yang baik dan aplikatif.
    • Kemampuan melaksanakan pembelajaran yang kreatif, efektif dan menyenangkan.
    • Kemampuan melaksanakan penilaian dan menganalisis hasil penilaian.
    • Kemampuan merencanakan dan melaksanakan remedial dan pengayaan.
  • Supervisi kelompok
    • Adalah cara melaksanakan program supervisi yang ditujukan pada dua orang atau lebih. Guru-guru yang diduga, sesuai dengan analisis kebutuhan, memiliki masalah atau kebutuhan atau kelemahan-kelemahan yang sama dikelompokkan atau dikumpulkan menjadi satu/bersama-sama. Kemudian kepada mereka diberikan layanan supervisi sesuai dengan permasalahan atau kebutuhan yang mereka hadapi. (Gwynn;1961).
  • 13 Teknik Supervisi Kelompok
    • kepanitiaan-kepanitiaan,
    • kerja kelompok,
    • laboratorium dan kurikulum,
    • membaca terpimpin,
    • demonstrasi pembelajaran,
    • darmawisata,
    • kuliah/studi,
    • diskusi panel,
    • perpustakaan,
    • organisasi profesional,
    • buletin supervisi,
    • pertemuan guru,
    • lokakarya atau konferensi kelompok
  • Supervisi Klinis
    • Supervisi klinis adalah pembinaan kinerja guru dalam mengelola proses pembelajaran (Sullivan & Glanz, 2005).
    • Menurut Sergiovanni (1987) ada dua tujuan supervisi klinis: pengembangan profesional dan motivasi kerja guru.
  • Pelaksanaan supervisi klinis
    • Menurut Sullivan & Glanz (2005), ada empat langkah yaitu:
      • perencanaan pertemuan,
      • observasi,
      • pertemuan berikutnya,
      • refleksi kolaborasi .
  • Pertemuan Awal
    • Langkah-langkah perencanaan pertemuan meliputi:
    • memutuskan fokus observasi (pendekatan umum, informasi langsung, kolaboratif, atau langsung diri sendiri),
    • menetapkan metode dan formulir observasi,
    • mengatur waktu observasi dan pertemuan berikutnya (menetapkan fokus dan waktu).
  • Langkah-langkah observasi pada supervisi klinis
    • Memilih/menentukan alat observasi,
    • melaksanakan observasi,
    • memverifikasi hasil observasi dengan guru pada pertemuan berikutnya,
    • menganalisis data hasil verifikasi dan menginterpretasi,
    • memilih pendekatan interpersonal setelah pertemuan berikutnya.
  • Langkah2 Refleksi Kolaborasi
    • Menemukan nilai – nilai apa?
    • Apa yang kurang bernilai?
    • Apakah sasaran telah tercapai?
    • Masihkah bisa ditingkatkan lagi?
  • Beda Supervisi tradisional dengan Supervisi klinis ditinjau dari pendekatannya Supervisi Tradisional (Preskriptif) Supervisi Klinis (Kolaboratif) Supervisor bertindak sebagai inspektur yang harus mengamankan peraturan yang berlaku. Supervisor bertindak sebagai mitra atau rekan kerja guru. Supervisor menganggap dirinya sebagai seorang ahli dan memiliki rasa super jika dibanding dengan guru yang disupervisi. Supervisor dan guru yang disupervisi mempunyai derajat keahlian yang sama. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan preskriptif (membandingkan apa yang diobservasi dengan apa yang dijadikan model). Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan inkuiri (mencoba menemukan dan memahami apa yang dilakukan guru)
  • Lanjutan.... Supervisi Tradisional (Preskriptif) Supervisi Klinis (Kolaboratif) Supervisor lebih berkuasa dari guru yang disupervisi dalam kegiatan diskusi sebelum dan sesudah observasi Diskusi dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari pengamatan proses pembelajaran yang dilaksanakan. Diskusi bersifat terbuka dan objektif. Supervisi bertujuan untuk menjamin agar metode yang ditetapkan diterapkan secara benar Supervisi bertujuan untuk membantu mengembangkan profesionalitas guru melalui kegiatan-kegiatan reflektif.
  • P erbedaan antara supervisi non-klinis dengan supervisi klinis sebagai berikut (La Sulo, 1988:9). Aspek Supervisi non-klinis Supervisi Klinis Prakarsa dan tanggung jawab Terutama oleh supervisor Diutamakan oleh guru Hubungan supervisor denganguru Realisasi atasan dengan bawahan Realisasi kolegial yang sederajat dan interaktif Sifat supervisi Cenderung direktif atau otokratif Bantuan yang demokratis Sasaran supervisi Samar-samar atau sesuai keinginan supervisor Diajukan oleh guru sesuai dengan kebutuhannya, dikaji bersama menjadi kontrak
  • Lanjutan..... Aspek Supervisi non-klinis Supervisi Klinis Ruang lingkupsupervisi Umum dan luas Terbatas sesuai kontrak Tujuan supervisi Cenderung evaluatif Bimbingan yang analitis dan deskriptif Peran supervisor dalam pertemuan Banyak memberi tahu dan mengarahkan Banyak bertanya untuk analisis diri Balikan Atas kesimpulan supervisor Dengan analisis dan interprestasi bersama berdasarkan data observasi sesuai kontrak.
  • Tiga pesan terakhir
  •