w
 w
  w
    .d
      itp
         tk
            sd
              .g
                o.
                  id
Fasilitator                                   PENGANTAR REDAKSI
 WAHANA INFORMASI DAN           Pembaca yang terhormat,
 K...
DAFTAR ISI Message from the Director:
                                                                     DAFTAR ISI
    ...
MESSAGE FROM THE DIRECTOR




                                        PENDIDIK DI ERA
                                    ...
emosional dan sosial), olah pikir (kecerdasan
                                                     four pillars, i.e. spir...
POTRET PENDIDIKAN DI SD


                                   PENDIDIKAN
                                   DEMOKRASI DI
  ...
dinamis, mengubah bentuk pemerintahan
Lalu bagaimana membangun prinsip demokrasi             yang menuntut kebebasan berfi...
dapat dipertahankan selamanya bagi dirinya                  antara mereka, hubungan dengan pihak lain,
    sendiri dan ana...
PAKEM DAN PENANAMAN                                          Dalam kerja kelompok, maka komposisi pengurus
               ...
GAGASAN 
             INOVASI                                 PEMBERDAYAAN
                                               ...
guru dan siswa memanfaatkan perpustakaan           sikap dan perilaku siswa, guru, masyarakat, dan
sebagai sumber belajar,...
informasi secara efisien dan efektif, mengevaluasi
     informasi secara kritis dan berkompeten, serta
     menggunakan in...
disebabkan oleh sikap            Keterbatasan fasilitas perpustakaan sekolah
                   bahwa perpustakaan belum  ...
Pemberdayaan Pustakawan                                         hari sebelum pelajaran dimulai. Memberikan tugas
         ...
GAGASAN  INOVASI




 Kita Butuh                                                  id

 Dongeng yang
                      ...
lepas dari kepungan yang menghimpit untuk
                                                                           menge...
id
                                                        o.
                                                      .g
   ...
ARTIKEL ANDA




                                                            id
Perhatian secara individu dapat
          ...
menyerang (hostility) yang terjadi pada seorang            BERSIKAP HANGAT
murid dapat dicontoh oleh teman-temannya yang  ...
Cinta adalah bagaimana seseorang memberikan         Berikut ada beberapa TIPS membantu guru-
     perhatian untuk seseoran...
moral buruk saat dibacakan cerita, atau             Kehidupan di sekolah adalah “sekarung”
    melihat kondisi nyata sehar...
ARTIKEL ANDA

                             TANTANGAN
                             PENDIDIK DI                             ...
bangsa. Dengan kata lain guru merupakan kunci       mengantisipasi perkembangan dunia.
utama dalam penyelenggaraan pendidi...
memiliki potensi masing-masing dan berbeda           belum memadai hingga pernah terjadi para guru
     antara satu dengan...
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009

6,152 views

Published on

Published in: Education
1 Comment
1 Like
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
6,152
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
6
Actions
Shares
0
Downloads
472
Comments
1
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009

  1. 1. w w w .d itp tk sd .g o. id
  2. 2. Fasilitator PENGANTAR REDAKSI WAHANA INFORMASI DAN Pembaca yang terhormat, KOMUNIKASI PENDIDIKAN TAMAN KANAK-KANAK DAN Pendidikan harus mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan SEKOLAH DASAR teknologi. Guru harus mengantisipasi perubahan tersebut. Direktur Pelindung Pembinaan TK dan SD menekankan pentingnya pendidik mengikuti Prof. Suyanto, Ph.D. perkembangan teknologi dengan selalu meningkatkan wawasan dan profesionalisme. Pengarah Tahun 2009 Indonesia kembali menggelar pesta demokrasi. Dr. Bambang Indriyanto Perkembangan kehdupan demokrasi saat ini merupakan salah satu Drs. Mudjito AK, M.Si. produk dari pendidikan demokrasi di kelas. Dalam edisi ini disajikan pembahasan tentang pendidikan demokrasi yang terjadi di sekolah Pembina Drs. Utju Sumarsana, M.Si. dasar. Drs. Husaini Wardi, M.Pd. Perpustakaan yang merupakan pusat sumber belajar Dewi Asih Heriyani, SH, MH belum sepenuhnya diberdayakan. Paradigma bahwa perpustakaan Dra. Anti Wirage, M.Pd. hanyalah pelengkap dan tempat menyimpan koleksi buku perlu dirubah. Perpustakaan haruslah diberdayakan dan dijadikan sebagai Pemimpin Redaksi: pusat sumber belajar dari pencarian informasi bagi warga sekolah. Drs. Didik Prangbakat Pemberdayaan perpustakaan sekolah disajikan secara menarik untuk Pernaskahan: dibaca. id Pada bagian lain juga disajikan pentingnya dongeng yang o. Dr. Dewi Utama Faizah memberdayakan serta pentingya seorang pendidik selalu dekat dan .g Drs. Ngadirin, M.Ed. hangat terhadap siswa. Sebuah pengantar tentang pendidikan inklusif sd Staf Redaksi: menjadi sajian menarik dalam rangka mendukung program pendidikan tk Sumanto, S.Pd. untuk semua (education for all). itp Sutapa, S.Pd. Informasi tentang dana alokasi khusus (DAK), bantuan .d Dra. Lilik Sutiyah operasional sekolah (BOS) serta rintisan penerapan sistem manajemen w Drs. Gunawan Apriliono mutu di TK dan SD disajikan dalam Info & Kebijakan. Pada bagian Forum w Drs. Abdul Mukti, M.Ed. w Sugiyanto, M.Pd. Lomba dan Olimpiade disajikan berbagai informasi tentang sayembara, Lanny Anggraini, S.Pd. lomba, dan olimpiade tahun 2009. Siti Bastiah, BA Dalam English 4U kali ini disajikan pengalaman dan laporan seorang siswa SD dalam mengikuti program homestay ke Melbourne. Disain/Lay-out Pembahasan sepintas tentang Disk Operating System (DOS) and Yudi Yuliadi, S.Pd. Windows menambah khasanah dan wawasan teknologi informasi dan Cahyono komunikasi. Percetakan & Pendistribusian: M. Kasman AG Selamat membaca. M. Aris Syaifuddin, ST Jakarta, 31 Maret 2009 Alamat Redaksi: Direktorat Pembinaan TK&SD Redaksi Depdiknas Gedung E Lantai 18 Jl. Jend. Sudirman, Senayan Jakarta 10270 Telp. (021) 5725641, 5725642 Fax. (021) 5725637, 5725989 http://www.ditptksd.go.id E-mail: Kami menerima tulisan, artikel, pengalaman, penelitian tindakan kelas, redaksi.fasilitator@yahoo.com gagasan, dan opini yang berkaitan dengan taman kanak-kanak dan sekolah dasar.
  3. 3. DAFTAR ISI Message from the Director: DAFTAR ISI Pendidik di Era Teknologi Informasi dan Komunikasi (Teachers in the Era of Information Communication Technology) (4) Potret Pendidikan Kita Pendidikan Demokrasi di Sekolah Dasar (6) Gagasan & Inovasi (10) Pemberdayaan Perpustakaan Sekolah (15) Kita Butuh Dongeng yang Memberdayakan (18) Menjadi Pendidik yang Hangat Artikel Anda Tantangan Pendidik di Era Global (22) Pendidikan Inklusif. Sebuah Pengantar (28) Info & Kebijakan (34) Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Pendidikan Tahun 2009 id (36) Bantuan Operasional Sekolah (BOS) SD o. (41) Beasiswa Siswa Miskin untuk SD .g (43) Bantuan ISO 9001:2008 untuk TK dan SD sd tk Forum Lomba & Olimpiade itp Olimpiade Sains Nasional (OSN) Tahun 2009 (44) .d International Mathematics & Science Olympiade (IMSO) 2009(45) w Indonesian Science Festival (ISF) for Primary School 2009 (48) w w Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) II SD Tahun 2009 (50) 3rd ASEAN Primary School Sports Olympiade (APSSO) 2009 (52) Festival Kompetensi & Kreativitas SD Tahun 2009 (54) Festival Lomba & Seni Siswa Nasional (FLS2N) SD Tahun 2009 (56) Festival Lomba & Seni Siswa Nasional (FLS2N) TK Tahun 2009 (58) Lomba Gugus SD Tahun 2009 (60) Lomba Gugus TK Tahun 2009 (61) Lomba Perpustakaan SD Tahun 2009 (62) Sayembara Penulisan Naskah Bacaan Siswa SD Kelas Rendah Tahun 2009 (63) Soal Matematika Olimpiade Sains Nasional Tahun 2006 (65) Kunci Jawaban Fasilitator Edisi IV Tahun 2009 (67) English 4U (67) Today’s Joke Tokoh & Profile My Journey in Joining Homestay Program 2007 at Lloyd Primary School Melbourne, Australia (68) Wawasan Teknologi Informasi & Komunikasi Disk Operation System & Windows (71)
  4. 4. MESSAGE FROM THE DIRECTOR PENDIDIK DI ERA TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (Teachers in the Era of Information Communication and Technology) P endidikan merupakan usaha sadar dan Education shall constitute an aware and terencana untuk mewujudkan suasana belajar systematic endeavor to enable learning agar potensi peserta didik berkembang optimal. environment optimize student’s potentials. Pendidikan bertujuan untuk mengembangkan id Education is aimed to develop the learners’ o. potensi peserta didik agar menjadi manusia yang potentials so that they become persons imbued .g beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha with human values who are faithful and pious sd Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, to one and only God; who possess morals and tk kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang noble character; who are healthy, knowledgeable, itp demokratis serta bertanggung jawab. competent, creative, independent; and as citizens, .d are democratic and responsible. We wish to w Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi w sangat cepat. Teknologi komputer, contohnya, Science and technology have developed at w telah berkembang demikian hebat, dan amazing speed. Computer technology, for merevolusi cara kita berkomunikasi seperti dalam example, has undergone breakthrough, which mengungkapkan gagasan, mencari teman, revolutionizes the way to communicate such as mencari informasi, berbelanja, mengisi formulir expressing ideas, seeking friends, searching for isian sekolah, dan memajang profil diri. Informasi information, shopping, filling out school forms, and dapat diperoleh dengan cepat dengan dukungan displaying own profile. Recently, it is very easy teknologi informasi. Semua itu mempengaruhi and fast to get information through communication paradigma pendidikan. technology development. All of this achievement directly influences education paradigm. Sesuai dengan perkembangan tersebut, Depdiknas memiliki visi untuk terwujudnya sistem Challenging the above advancement, the Ministry pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan of National Education puts forth a vision which berwibawa untuk memberdayakan warga negara holds that education system as a strong social agar menjadi manusia yang berkualitas dan institution to empower all of the citizens to mampu menjawab perubahan dunia. Visi tersebut become informed people and high quality human ditempuh melalui berbagai kebijakan dan program, resources so that they can proactively respond dengan bertumpu pada empat pilar, yaitu olah the changing world. This vision will be realized hati (kecerdasan spiritual), olah rasa (kecerdasan through various policies and programs, building on BULLETIN FASILITATOR EDISI 1-2009
  5. 5. emosional dan sosial), olah pikir (kecerdasan four pillars, i.e. spiritual intelligence, emotional and intelektual), dan olahraga (kecerdasan kinestetis social intelligence, intellectual intelligence, and atau gerak fisik). kinesthetic intelligence. Dalam lingkup sekolah, ujung dari seluruh Within the scope of a school, the realization of all kebijakan dan program lebih banyak terletak of the policies and programs lies in the hands of di tangan guru. Di tangan gurulah upaya teachers. It is the teachers that directly do the job langsung mengoptimalkan potensi dan bakat to optimize students’ potentials and talents, and anak didik. Guru harus dapat “menangkap” dan attune learning processes in line with prevailing “membumikan” seluruh teori dan kebijakan. Guru vision and paradigm. It is the teachers that should diharapkan dapat (i) memperhatikan keragaman “catch” and “down-to-earth” all education theories individu, (ii) mendorong partisipasi aktif, (iii) and policies into the classroom environment. mengembangkan budaya baca dan tulis, (iv) Teachers are expected to (i) cater to diversity of memberikan umpan balik dan tindak lanjut the students, (ii) encourage active participation pembelajaran, serta (v) memanfaatkan teknologi of the students, (iii) develop reading and writing informasi dan komunikasi. habits in themselves and in the students, (iv) provide feedback, and (v) utilize information and Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, pada communication technologies. peringatan Hari Guru ke-11 dan Hari Aksara Internasional ke-39, 2 Desember 2004, telah President Susilo Bambang Yudhoyono, on the id mencanangkan bahwa Guru adalah profesi yang o. commemoration of 11th Teacher’s Day and 39th mulia, luhur, dan patut diberi penghormatan dan .g International Literacy Day 2 December 2004 penghargaan tinggi seperti juga profesi lain. sd decreed that Teacher is a Profession. This is a Lewat legislasi dan regulasi serta berbagai tk formal assertion that teacher constitutes a noble program, Pemerintah telah berupaya agar citra, itp and dignified and that teacher should be rewarded mutu, dan kesejahteraan guru meningkat. Kini accordingly. This assertion confirms teacher being .d giliran guru “menangkap” dan “memainkan bola” w equal to other professions. yang telah dilempar oleh Pemerintah. w By ways of legislations, policies and other Mari bangkit guruku!! w programs, the Government has undertaken to hold teacher’s image, quality, and welfare proportionately improved. Now it is the teacher’s turn “to catch” and “to play the ball” thrown by the Government. Teaches, let’s move!! Drs.Mudjito AK, M.Si. Director of Kindergarten and Primary School Development BULLETIN FASILITATOR EDISI 1-2009
  6. 6. POTRET PENDIDIKAN DI SD PENDIDIKAN DEMOKRASI DI SEKOLAH DASAR Evranita, S.P. PENDAHULUAN Sekolah sebagai lembaga pendidikan haruslah Kehidupan demokrasi saat ini merupakan cermin dapat menyelenggarakan pembelajaran yang dari pendidikan demokrasi di dalam kelas. Apa tanggap akan perubahan dan perkembangan. yang dilatihkan di sekolah menjadi kebiasaan dan Pembelajaran tidak hanya sebatas belajar budaya yang tumbuh dalam kehidupan sehari- kognitif, tetapi harus pula memperhatikan aspek hari. Pendidikan demokrasi merupakan salah psikomotorik dan afektif. Belajar adalah proses satu amanat dari Sistem Pendidikan Nasional, yang berlangsung dalam waktu lama melalui id yaitu bahwa pendidikan diselenggarakan latihan maupun pengalaman yang membawa o. secara demokratis dan berkeadilan serta perubahan diri dan perubahan cara mereaksi .g tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi terhadap suatu perangsang tertentu. Terjadinya sd hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai beberapa peristiwa dalam kehidupan sehari- tk cultural, dan kemajemukan bangsa. Pendidikan hari seperti adu argumentasi yang tidak sehat, itp diselenggarakan dengan memberi keteladanan, pemaksaan kehendak, sikap acuh tak acuh, serta .d membangun kemauan, dan mengembangkan tidak siap dengan kekalahan dalam percaturan w kretivitas peserta didik dalam proses politik boleh jadi merupakan hasil pendidikan yang w pembelajaran. dialami sebelumnya. w Budaya angkat tangan untuk menjawab, bertanya, usul, komentar dan minta ijin baru berbicara setelah ditunjuk guru merupakan perlu dibiasakan untuk membiasakan tertib dan demokrasi. BULLETIN FASILITATOR EDISI 1-2009
  7. 7. dinamis, mengubah bentuk pemerintahan Lalu bagaimana membangun prinsip demokrasi yang menuntut kebebasan berfikir dari warga dalam pendidikan? Sehingga hal ini tidaklah hanya negaranya. Kesempatan perubahan sosial dipelajari dengan memberikan materi tetapi lebih dan politik yang positif berada di tangan warga diejawantahkan dalam berprilaku dan bersikap. negara. Pemerintah tidak boleh melihat sistem Pendidikan demokrasi di sekolah dasar perlu pendidikan sabagai sarana indoktrinasi, melainkan dikembalikan untuk membudayakan sikap saling mengusahakan sumber daya bagi pendidikan menghormati dan menghargai orang lain, serta sama seperti mereka memperjuangkan kebutuhan siap menjadi pemimpin sekaligus siap menjadi dasar warga negaranya. orang yang dipimpin. Tujuan dari pendidikan demokrasi adalah untuk PESTA DEMOKRASI SEBAGAI menghasilkan warga negara yang independen, berfikir kritis, serta sangat memahami konsep- PEMBELAJARAN konsep dan praktek-praktek demokrasi. Pada tanggal 9 April 2009, Indonesia telah Kesempatan bagi perubahan social dan politik melaksanakan pemilu legislative. Ada fenomena yang positif berada di tangan warga Negara. yang menarik dalam pemilu kali ini. Media masa memberitakan hal-hal yang berkaitan dengan Terdapat hubungan langsung antara nilai-nilai pelaksanaan pemilu baik positif maupun negatif. pendidikan dan demokrasi: dalam masyarakat Sebelum pelaksanaan pemilu, pemberitaan demokratis, konten dan praktek pendidikan marak dimana-mana seakan semua menyambut mendukung kebiasaan (habits) pemerintahan pelaksanaan pesta demokrasi ini dengan gegap yang demokratis. Proses transmisi pendidikan ini id gempita. o. merupakan hal yang penting dalam demokrasi Secara sadar atau tidak sadar, ini memberikan .g karena demokrasi yang efektif bersifat dinamis pendidikan demokrasi bagi masyarakat termasuk sd dan terus berubah yang menghendaki kebebasan siswa di sekolah dasar. Pertanyaannya, apakah berfikir oleh warga negaranya. Kesempatan tk pendidikan demokrasi itu dapat ditangkap dengan itp perubahan sosial dan politik yang positif berada benar bagi anak kita khususnya di tingkat dasar? di tangan warga Negara. Pemerintah tidak .d Dalam hal ini tugas guru adalah menjadi fasilitator boleh memandang sistem pendidikan sebagai w bagi tumbuhkembangnya sikap demokrasi, w sarana untuk menindoktrinasi para siswa, keteladanan, sikap saling menghargai di antara w namun berusaha mengerahkan sumber daya peserta didik. Guru harus mampu membelajarkan untuk pendidikan, sama seperti usahanya untuk siswa untuk learning to live together, di samping memenuhi kebutuhan dasar warga negaranya. learning to know, learning to do, dan learning to Tujuan dari pendidikan demokrasi adalah be. menghasilkan warga Negara yang bebas, kritis, dan sangat memahami konsep dan praktek PENDIDIKAN DAN demokrasi. Seperti yang dikemukakan oleh DEMOKRASI Chester E. Finn Jr., seorang staf senior dari Pendidikan merupakan suatu komponen Hoover Institution yang pernah mengatakan: penting dalam setiap masyarakat, khususnya “People may be born with an appetite for personal dalam masyarakat demokratis. Terdapat freedom, but they are not born with knowledge hubungan langsung antara pendidikan dan about the social and political arrangements that nilai-nilai demokrasi. Dalam masyarakat make freedom possible over time for themselves demokratis konten dan praktek pendidikan and their children. ...Such things must be mendukung kebiasaan suatu pemerintahan acquired. They must be learned.” (Seseorang yang demokratis. Proses transmisi pendidikan mungkin telah dilahirkan dengan kebebasan ini merupakan hal yang sangat penting dalam pribadi, namun ia tidak dilahirkan dengan demokrasi karena demokrasi yang efektif bersifat pengetahuan mengenai penataan sosial dan politik yang memungkinkan kebebasan tersebut BULLETIN FASILITATOR EDISI 1-2009
  8. 8. dapat dipertahankan selamanya bagi dirinya antara mereka, hubungan dengan pihak lain, sendiri dan anak-cucunya. Hal tersebut harus dengan komunitas lain dan dunia. dimiliki. Ia harus dipelajari). Belajar mengenai • Memberi inspirasi para individu untuk memilih demokrasi dimulai dalam sekolah; berlanjut nilai-nilai personal, sosial, moral dan spiritual sepanjang kehidupannya sebagai warga negara. yang positif bagi dirinya sendiri dan sadar terhadap cara untuk mengembangkan dan Demokrasi memberikan janji sekaligus tantangan. memperdalam nilai-nilai tersebut sebagai Ia menjanjikan bahwa umat manusia yang bagian dari komunitas internasional. bebas dan bekerjasama dapat mengatur diri • Mendukung sekolah dalam meningkatkan etos mereka sendiri sedemikian rupa sehingga dapat dan metode kerja dalam rangka membantu memenuhi aspirasi mereka terhadap kebebasan para peserta didik meraih harga diri (self- pribadi, kesempatan ekonomi, serta keadilan esteem) mereka dan menerima tanggung sosial. Ia memiliki tantangan karena keberhasilan jawab yang lebih besar terhadap perilaku dari demokrasi berada dipundak warganegaranya mereka. sendiri bukan pihak lain. Nilai universal yang dapat membangun demokrasi adalah toleransi dan bekerjasama. Dalam bertoleransi terdapat filosofi: menerima diri sendiri dan orang lain (accepting myself and others), menyadari kita semua berbeda id (knowing we are all different), o. memahami dan berpikiran-terbuka .g (being understanding and open- sd minded). tk itp Begitu pun dalam bekerjasama terdapat filosofi: saling tolong- .d menolong (helping one another), w w bekerja secara bersama-sama dengan w sabar (working together with patience), usaha bersama untuk mencapai tujuan (collective effort to reach a goal). PENDIDIKAN BERBASIS NILAI Kegiatan belajar dan mengajar tentang nilai dapat Pendikan berbasis nilai bukanlah subjek baru dilakukan dengan langkah: 1) penjelasan guru yang perlu dipadukan ke dalam kurikulum, tentang nilai, 2) Anak-anak merefleksikan nilai dan melainkan ia merupakan suatu filosofi pendidikan, menghubungkannya ke dalam kebidupan sehari- suatu pendekatan dalam proses pembelajaran hari , dan 3) dengan anak-anak menggunakan yang melandasi cara suatu sekolah dalam nilai-nilai sebagai panduan dalam bertingkah-laku. membentuk ethos pada peserta didik dan komunitas sekolah. Dalam prosesnya, contoh pengalaman belajar yang dapat menghidupkan kegiatan toleransi Tujuan pendidikan berbasis nilai (values-based dan kerjasama adalah: berdiskusi, bermain education) adalah : peran, bernyanyi, berdeklamasi, menceritakan, • Membantu komunitas sekolah memikirkan dan mengamati, tanya jawab, menghitung, membaca, merefleksikan nilai-nilai universal yang positif mengidentifikasi (meneliti dan mencatat), dan mewujudkannya dalam hubungan di demonstrasi, karya wisata, wawancara, menyimak, menonton, membuat, dan sebagainya. BULLETIN FASILITATOR EDISI 1-2009
  9. 9. PAKEM DAN PENANAMAN Dalam kerja kelompok, maka komposisi pengurus kelompok perlu diputar atau digilir sehingga DEMOKRASI DI KELAS setiap anak berkesempatan untuk memimpin dan Menurut Permendiknas No. 41 tahun 2007 tentang dipimpin. Hal ini akan menumbuhkan sikap saling standar proses dalam pelaksanaan kegiatan menghargai dan sekaligus memahami posisi inti pembelajaran melalui proses: eksplorasi, masing-masing. elaborasi, dan konfirmasi. Pembelajaran yang aktif, kreatif dan menyenangkan (PAKEM) Contoh praktis dalam penanaman demokrasi bukan bentuk tempat duduk yang berkelompok, di kelas misalnnya dalam pemilihan ketua tetapi kegiatan yang dikerjakan anak harus kelas. Sikap untuk bertanggung jawab perlu menantang siswa untuk mengembangkan ditumbuhkan dalam mengemukakan pendapat, berbagai kompetensi seperti berpikir kreatif, mengambil keputusan, bermusyawarah, dan mengungkapkan pikiran, dan memecahkan menghargai pendapat orang lain. Menerima masalah baik secara berkelompok maupun perbedaan pendapat serta siap “menang” maupun mandiri. “kalah” dalam berargumentasi maupun dalam mencapai sesuatu perlu dibiasakan. Apa pun PAKEM menuntut guru untuk kreatif dan putusan bersama di dalam kelas harus dipatuhi inovatif sehingga pembelajaran tidak menjadi oleh kelas. Siapa pun yang sudah disepakati monoton dan membosankan. Sikap toleransi sebagai ketua kelas harus dipercaya untuk dan bekerjasama dalam pembelajaran dapat memimpin kelas. membangun demokrasi dan belajar “demokrasi” sendiri. Metode pembelajaran perlu memberikan Contoh lain adalah aturan untuk mengangkat id variasi untuk menyelesaikan masalah secara o. tangan sebelum berbicara apabila ingin usul, bersama dan menghargai pendapat orang lain. .g menjawab pertanyaan, menyanggah, atau sd mengemukakan pendapat. Kebiasaan menjawab Tata tertib kelas biasanya dibuat oleh kepala secara koor dan bersama-sama merupakan tk sekolah atau guru untuk siswa. Hal ini secara itp kebiasaaan yang kurang demokratis. Siswa tidak langsung mendukung terjadinya peraturan boleh berbicara atau bersuara hanya setelah .d dibuat dan ditujukan untuk pihak atau orang lain. diberi kesempatan atau ditunjuk oleh guru perlu w Pembuatan peraturan kelas oleh siswa berikut w dibiasakan. Mendengarkan serta memberi sangsinya secara bersama-sama merupakan w kesempatan kepada orang yang sedang salah satu strategi penanaman demokrasi. Hal berbicara sampai selesai merupakan bagian ini merubah paradigma bahwa peraturan dibuat dari menghargai orang lain. Melalui strategi ini sendiri untuk dirinya sendiri. Jika ada yang maka sikap untuk menahan diri, mendengarkan melanggar peraturan kelas maka dirinya sendiri pendapat orang lain, serta berbicara hanya yang akan menjalani sangsi yang telah disepakati. setelah diberi ijin dapat menumbuhkan sikap Setiap anak perlu diberi kesempatan demokratis dalam kehidupan. berpengalaman sebagai ketua, sekretaris, pelapor, dan anggota dalam setiap kegiatan di kelas akan menumbuhkan nilai-nilai demokratis. DAFTAR PUSTAKA Undang-Undang Dasar 1945, 2006. Sekretariat Jenderal dan Kepaniteraan Mahkamah Konstirusi RI. Jakarta. Undang-Undang RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 2003. Fokus Media. Bandung. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 41 tahun 2007 tentang Standar Proses. 2007. BSNP. Jakarta Hawkes, Neil. 2001. Being a School of Excellence Values Based Education. Oxford Shire County Council Education Service. Democracy in Brief. Bureau of International Information Programs U.S. Department of State. BULLETIN FASILITATOR EDISI 1-2009
  10. 10. GAGASAN INOVASI PEMBERDAYAAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH Oleh: Anita P. Perpustakaan sekolah bukanlah sekedar pelengkap dan tempat menyimpan koleksi buku dan alat peraga, tetapi lebih dari itu. Perpustakaan merupakan sumber belajar dan sumber informasi yang jauh lebih banyak di banding informasi di kelas. Diperlukan upaya pemberdayaan perpustakaan agar perpustakaan menjadi sumber inspirasi dan pusat pencarian informasi serta pengetahuan bagi guru dan siswa. sarana edukatif, informatif, riset, dan rekreatif. id Namun kenyataan perhatian pemerintah o. dan masyarakat terhadap .g perpustakaan sekolah sd masih sangat rendah. Hal tk ini ditunjukkan dengan itp kondisi bahwa sebagian .d besar sekolah belum w memiliki perpustakaan. w w Beberapa sekolah yang memiliki perpustakaan juga belum berfungsi sebagaimana seharusnya yang antara Perpustakaan merupakan ”surga” bagi pemburu ilmu dan informasi. Budaya baca dapat lain disebabkan oleh ditumbuhkan melalui pengkondisian. kurangnya suasana nyaman akibat kurangnya koleksi serta fasilitas perpustakaan, pengelolaan perpustakaan yang kurang profesional, serta PENDAHULUAN kurangnya pemanfaatan perpustakaan oleh guru Perpustakaan merupakan tempat ideal untuk dalam proses belajar mengajar. Sebuah seminar mencari informasi yang sangat diperlukan dalam tentang pengembangan perpustakaan sebagai dunia informasi yang berkembang dengan cepat. sumber belajar yang diselenggarakan oleh Perpustakaan seharusnya menjadi tempat Badan Penelitian dan Pengembangan Depdiknas atau sarana untuk membantu menggairahkan telah menghasilkan rekomendasi perlunya semangat belajar, menumbuhkan minat baca, dan mengadakan perpustakaan di setiap sekolah, mendorong membiasakan siswa belajar secara pemberdayaan sarana dan prasarana pendidikan, mandiri, karena perpustakaan berfungsi sebagai perlunya pustakawan di sekolah, perlunya 10 BULLETIN FASILITATOR EDISI 1-2009
  11. 11. guru dan siswa memanfaatkan perpustakaan sikap dan perilaku siswa, guru, masyarakat, dan sebagai sumber belajar, dan perlunya koordinasi semua orang terhadap perpustakaan. Tanpa antara perpustakaan baik perpustakaan sekolah adanya perubahan sikap maka akan sulit bagi dengan perpustakaan nasional, perpustakaan tumbuh dan kembangnya perpustakaan sekolah wilayah, perpustakaan umum, perpustakaan sebagai sumber pengetahuan. Pembahasan keliling, perpustakaan kecamatan, perpustakaan kali ini lebih difokuskan kepada pemberdayaan perguruan tinggi, dan perpustakaan khusus/ perpustakaan sekolah sebagai bagian tak instansi. terpisahkan dari proses belajar mengajar. Dari rekomendasi tersebut belum ada yang KEMAMPUAN LITERASI secara langsung menuntut adanya perubahan perilaku siswa, guru, dan masyarakat terhadap INFORMASI BAGI SETIAP perpustakaan sekolah. Secara konsep sebagian ORANG besar orang setuju bahwa perpustakaan Literasi informasi (information literacy) adalah penting dalam mendukung proses adalah kemampuan untuk mengetahui bila belajar mengajar serta dalam menumbuhkan suatu informasi dibutuhkan, yang mencakup minat baca. Namun kemampuan untuk bagaimana untuk mampu mengidentifikasi, memulainya adalah menempatkan, mengevaluasi, sesuatu yang masih dan menggunakan informasi perlu dicari, terutama secara efektif yang diperlukan menyangkut hal-hal id untuk masalah yang dihadapi o. yang bersifat praktis (National Forum on Information .g dan operasional. Literacy, 2004). Kemampuan sd Guru pasti setuju ini di Indonesia secara khusus bahwa perpustakaan belum ada kurikulumnya, tk itp sangat diperlukan padahal setiap orang dalam membina memerlukan kemampuan .d generasi muda, namun berapa orang guru yang literasi informasi yang perlu ditanamkan dan w w telah menggunakan perpustakaan sebagai dilatihkan sejak dini. Di tingkat sekolah dasar w tumpuan dalam memberikan bimbingan belajar. kemampuan literasi informasi tidak kalah Menteri Pendidikan Nasional baru-baru ini dalam pentingnya dengan kemampuan dasar baca-tulis- kesempatan menerima koleksi perpustakaan hitung. Siswa yang memiliki kemampuan literasi dari British Council ke Perpustakaan Depdiknas informasi akan tahu bagaimana menggunakan mengatakan bahwa selama ini pendidikan lebih sumber daya yang tersedia baik di mana diidentikkan dengan bersekolah yang berupa pun termasuk di perpustakaan. Mereka akan kegiatan rutin bertemu guru dan melaksanakan memahami tujuan, kekuatan, perbedaan, dan perintah guru. Siswa hanya mempelajari dan persamaan dari setiap penyedia informasi dan membaca hal-hal yang dicatat di kelas. Jarang digunakan untuk saling melengkapi. Seorang sekali siswa diberi pekerjaan rumah yang siswa yang memiliki kemampuan literasi informasi memerlukan referensi dan mengharuskan akan mampu menggunakan informasi secara siswa ke perpustakaan untuk mengerjakannya efektif mulai dari pendefinisian suatu topik atau (Depdiknas, 2004). masalah serta mengevaluasi informasi yang diperoleh. Selama perpustakaan sekolah hanya merupakan pelengkap bagi keberadaan sekolah, maka Asosiasi Perpustakaan Sekolah Amerika selama itu pula perpustakaan sulit untuk mengemukakan pentingnya kemampuan literasi diberdayakan. Hal mendasar yang perlu dilakukan informasi bagi siswa. Siswa yang memiliki untuk memulainya adalah adanya perubahan kemampuan literasi informasi mampu mengakses BULLETIN FASILITATOR EDISI 1-2009 11
  12. 12. informasi secara efisien dan efektif, mengevaluasi informasi secara kritis dan berkompeten, serta menggunakan informasi secara akurat dan kreatif. Siswa yang memiliki literasi informasi memiliki kemampuan belajar mandiri sehingga mampu mencari informasi yang sesuai untuk dirinya, menghargai literatur dan segala bentuk informasi, serta selalu mencari cara yang tepat dalam mencari informasi. Mereka juga memiliki tanggung jawab sosial, karena menghargai setiap informasi yang berkembang di masyarakat, berperan serta dalam kelompok pemberi dan pencari informasi. Literasi informasi terkait erat dengan keberadaan perpustakaan berikut perangkatnya (American Association of School Librarians, 2004). PERUBAHAN PARADIGMA PERPUSTAKAAN SEKOLAH Paradigma atau cara pandang Pemerintah dan masyarakat terhadap keberadaan perpustakaan di sekolah perlu dilakukan perubahan agar dapat Pergi ke Perpustakaan adalah Wajib id menumbuhkan minat baca di kalangan siswa o. dan guru. Beberapa ide perubahan paradigma .g Pemanfaatan perpustakaan sekolah sangat yang mungkin dapat dipertimbangkan untuk sd tergantung dari kegiatan dan proses belajar yang memberdayaan perpustakaan dalam rangka tk diterapkan oleh guru. Guru yang tidak pernah meningkatkan budaya dan minat baca antara lain itp memberi tugas bagi siswa yang mengharuskan sebagai berikut. siswa mencari informasi di perpustakaan, akan .d w sulit menumbuhkan budaya dan minat baca siswa. Perpustakaan Sebagai Kebutuhan Utama w Untuk itu perlu diciptakan suatu kegiatan siswa Sekolah w yang mengkondisikan siswa mencari berbagai referensi termasuk ke perpustakaan sekolah Perpustakaan sekolah selama ini dipandang untuk mengerjakannya. Selain itu kunjungan sebagai pelengkap dari keberadaan sekolah. ke perpustakaan bagi siswa bukan dilakukan Karena hanya bersifat sebagai pelengkap maka bila diperlukan, tetapi perlu dirubah menjadi perpustakaan sekolah akan dianggap penting wajib. Sistem pendidikan di Australia dan Inggris setelah yang lain terpenuhi. Pandangan ini menerapkan kunjungan siswa ke perpustakaan menyebabkan sebagian besar sekolah, terutama sekolah minimal 1 (satu) kali seminggu secara sekolah dasar, tidak memiliki perpustakaan. terencana. Rencana pemanfaatan perpustakaan Pandangan tersebut perlu dirubah yaitu bahwa dilakukan oleh Pustakawan bekerjasama dengan perpustakaan sebagai pelengkap sekolah guru. Dengan demikian diperlukan suatu program menjadi kebutuhan utama sekolah. Hal ini untuk pengintegrasian perpustakaan ke dalam proses mendukung bahwa ilmu dan pengetahuan yang belajar mengajar. dipelajari siswa tidak hanya tergantung pada guru di kelas, tetapi juga dapat diperoleh di Perpustakaan merupakan Pusat Informasi perpustakaan yang jangkauannya jauh lebih luas, baik diperoleh secara mandiri maupun secara Keberadaan perpustakaan di sekolah pada terstruktur sebagai bagian dari kegiatan belajar saat ini kurang diperhitungkan yang mungkin mengajar. 12 BULLETIN FASILITATOR EDISI 1-2009
  13. 13. disebabkan oleh sikap Keterbatasan fasilitas perpustakaan sekolah bahwa perpustakaan belum dirasakan di sebagian besar sekolah, bahkan menjadi prioritas. Padahal untuk tingkat sekolah dasar perpustakaan pun pada era informasi dan banyak yang tidak memiliki. Upaya penambahan teknologi ini perpustakaan fasilitas perpustakaan pada umumnya dilakukan sekolah merupakan pusat dengan menunggu bantuan dari pihak lain, informasi bagi siswa. baik pemerintah maupun masyarakat. Padahal Pembelajaran yang berpusat kita tahu bahwa upaya seperti itu akan selalu dan hanya mengandalkan berhadapan dengan waktu dan tidak sedikit yang guru bersifat terbatas, tidak berhasil untuk memperolehnya. Untuk itu karena guru tidak mungkin diperlukan cara lain yang lebih operasional seperti mengetahui dan menguasai meminta bantuan kepada setiap orang tua siswa segala-galanya. Perubahan yang telah lulus untuk menyumbang buku bacaan, paradigma bahwa baik baru maupun bekas. Selain itu bekerjasama perpustakaan menjadi dengan lembaga, institusi, atau wirausaha pusat informasi perlu di sekitar sekolah untuk menambah koleksi disosialisasikan, karena perpustakaan perlu dirintis. informasi yang tersedia jelas jah lebih lengkap dan akurat Perubahan Cara Kerja dibanding kalau hanya memperoleh informasi dari guru di kelas. Keberhasilan proses belajar mengajar siswa sangat ditentukan oleh guru di kelas. Cara id o. Perpustakaan adalah Tempat Yang Nyaman kerja guru secara individu yang pada umumnya .g diterapkan kurang mendukung terlaksananya sd Kondisi perpustakaan sekolah pada umumnya proses belajar mengajar yang optimal. Cara kerja hanya sekedar ada dan bahkan terkesan kumuh. dengan pola tim (teamwork) akan membantu tk itp Hal ini diperparah dengan koleksi buku yang proses belajar mengajar lebih bermutu, baik ada kebanyakan hanyalah buku pelajaran yang untuk guru maupun siswa. Hal ini sesuai dengan .d sudah tidak dipakai di kelas, sementara setiap pepatah bahwa dua kepala lebih baik dari w w siswa pada umumnya memiliki buku pelajaran satu kepala, karena dapat saling memberi dan w sendiri. Otomatis buku-buku pelajaran yang ada melengkapi. Kerjasama tersebut tidak hanya di perpustakaan tidak akan tersentuh baik oleh dilakukan antar guru, tetapi juga antara guru dan guru maupun siswa. Di beberapa sekolah dasar pustakawan serta kepala sekolah. di Australia, Inggris, dan Jepang, perpustakaan sekolah merupakan tempat yang nyaman baik Saat ini di beberapa negara seperti Kanada, untuk istirahat maupun belajar. Bahkan beberapa Srilanka, Inggris, dan Australia dikenal Guru- sekolah memiliki fasilitas perpustakaan yang Pustakawan. Artinya pustakawan adalah juga jauh lebih nyaman dibanding kondisi kelas. Hal seorang guru dengan tanggung jawab utama ini membuat suasana perpustakaan tidak pernah melatihkan kemampuan informasi literasi. Sebagai sepi dari anak pada jam-jam istirahat. contoh di Australia dan Inggris, setiap kelas di Sekolah Dasar memiliki 1 (satu) jam pelajaran BEBERAPA STRATEGI UNTUK untuk mengunjungi perpustakaan. Di situ yang bertanggung jawab adalah pustakawan, sehingga MENINGKATKAN MINAT dia memiliki program tahunan, program semester, BACA SISWA bulanan, dan persiapan harian sebagaimana yang dimiliki oleh guru. Informasi literasi di kedua Pembenahan Fasilitas dan Koleksi negara tersebut merupakan bagian dari kurikulum Perpustakaan nasional. BULLETIN FASILITATOR EDISI 1-2009 13
  14. 14. Pemberdayaan Pustakawan hari sebelum pelajaran dimulai. Memberikan tugas baca kepada siswa dan kemudian diminta untuk Cara kerja perpustakaan pada umumnya membuat abstrak/sinopsis dari buku yang telah menunggu siswa untuk mengunjunginya. Cara ini dibaca juga merupakan salah satu cara untuk perlu dipertimbangkan kembali karena tidak efektif membuat siswa membaca. untuk menumbuhkan minat baca siswa. Pihak perpustakaan harus secara proaktif mengundang PENUTUP siswa untuk mengunjungi perpustakaan dengan Negara-negara maju seperti Jepang dan Australia berbagai program yang menarik, seperti budaya baca masyarakat cukup tinggi. Orang membaca dongeng oleh pustakawan, memberikan Jepang lebih banyak menghabiskan waktunya informasi tentang buku-buku yang baru, membuat untuk membaca atau tidur ketika dalam perjalanan acara-acara lomba menulis atau meringkas buku, di kereta api atau bus. Bahkan di taman-taman dan sebagainya. Dengan demikian perpustakaan banyak dijumpai orang tua dan muda membaca tidak hanya menunggu siswa datang, tetapi buku. Perpustakaan keluarga sepertinya sudah menjemput mereka untuk ke perpustakaan. menjadi bagian dari kehidupan bagi keluarga di Jepang. Malaysia telah mencanangkan Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan bahwa tahun 2020 sebagai salah satu negara antara lain mengadakan acara mengenal maju. Kebijakan Pemerintah Malaysia untuk perpustakaan; Bekerja sama dengan para guru meningkatkan kualitas sumber daya manusia untuk mengadakan kegiatan promosi minat baca, salah satunya dilakukan melalui peningkatan seperti membentuk kelompok pecinta buku, budaya dan minat baca, untuk mencintai lomba minat baca, dsb.; Menjalin kerja sama pengetahuan, mencintai perubahan, mencintai id o. antarperpus-takaan sekolah, kerja sama dengan inovasi, bersifat reflektif, kreatif, dan proaktif. Saat .g penerbit, organisasi-organisasi sosial dan agama, ini produksi buku di Malaysia meningkat dari tahun sd serta pemerintah daerah untuk menyumbang ke tahun padahal beberapa dekade yang lalu koleksi perpustakaan; Menerbitkan majalah mereka belajar dari kita. tk itp sekolah dan mendistribusikan kepada para siswa untuk dibaca; Menyelenggarakan program inovasi Apa yang harus kita lakukan? Perubahan akan .d tentang pemanfaatan perpustakaan di sekolah; terjadi bila setiap orang memulai dari dirinya w w Menyelenggarakan jam cerita (story telling) sendiri. Berpikir kreatif merupakan salah satu w kepada para siswa secara periodik. alat untuk mengatasinya. Dr. Yew Kam Keong mengemukakan delapan cara mengaktifkan daya Pemberdayaan Siswa kreatif yaitu bagaimana kita melihat, mendengar, merasakan, membau, mengecap, mengerjakan Pemberdayaan siswa dalam upaya meningkatkan tugas, mengkhayal, dan menghasilkan sukses. minat baca dapat dilakukan antara lain dengan Usaha untuk lebih memanfaatkan perpustakaan menerapkan target membaca bagi setiap siswa sebagai pusat sumber belajar bagi warga sekolah dan memilih siswa yang membaca buku terbanyak dapat dilakukan dengan menggali kreativitas dan dapat menceritakan isinya. Program “sarapan dan ide sederhana, misalnya dengan penugasan pagi” dengan wajib baca bagi semua warga setiap siswa membaca minimal 1 judul buku sekolah termasuk guru dan siswa. Program wajib per bulan. Jika ide sederhana ini dilakukan baca ini diterapkan oleh setiap sekolah di Australia maka akan segera terasa bahwa koleksi buku di Barat yang dilaksanakan selama 10 menit setiap perpustakaan perlu ditambah jumlahnya. REFERENSI: American Association of School Librarians. 2004. Information Power: Building Partnerships for Learning. Online at http://www.infolit.org/definitions/ 9standards.htm Depdiknas Website. 2004. Online at http://www.depdiknas.go.id National Forum on Information Literacy. 2004. Online at http://www.infolit.org/definitions/ index.html Yew Kam Keong, Ph.D.2003. You Are Creative. Malaysia 1 BULLETIN FASILITATOR EDISI 1-2009
  15. 15. GAGASAN INOVASI Kita Butuh id Dongeng yang o. .g sd Memberdayakan tk itp .d w w WeES Ibnoe Sayy – Pendiri Rumah Dongeng w Hampir setiap malam sebelum tidur anak-anak berkumpul duduk di atas tikar yang digelar di sudut ruang keluarga, sabar si pendongeng mendengarkan pertanyaan kemudian menjawab dengan arif. Pendengar pun semakin hari kian tambah akrab dengan si mendengarkan dongeng yang disampaikan pendongeng. Diskusi tentang isi dongeng kadang ibu, ayah, nenek atau kakek. Kadang-kadang berlanjut di esok hari. Pendongeng tersenyum paman atau tamu yang sedang menginap yang saat melihat pendengarnya mengangguk-angguk mendongeng. Dengan antusias anak-anak mendengar jawaban yang dia sampaikan. itu mengikuti setiap kisah yang disampaikan. Begitulah nilai-nilai yang dibungkus dengan Kadang ada yang tertidur sebelum cerita usai dan dongeng masuk dengan lembut dan tertanam kuat dongeng berlanjut dalam mimpi. dalam sanubari pendengarnya. Disela-sela atau setelah selesai mendongeng Ternyata selain menghangatkan hubungan batin, kadang pendengar ada yang bertanya tentang dampak dari kegiatan mendongeng yang lain dongeng yang disampaikan atau hubungannya yakni membuat anak tumbuh keberanian serta dengan realita kehidupan yang dihadapi. Dengan kemampuannya berkomunikasi dapat dilihat pada esok hari saat istirahat di halaman sekolah, salah BULLETIN FASILITATOR EDISI 1-2009 1
  16. 16. lepas dari kepungan yang menghimpit untuk mengembara ke dunia imajinasi. Mendongeng adalah kebebasan sesaat untuk mencari dan menemukan impian-impiannya sendiri, berbeda dari realitas yang menjajah dan membatasi. Kemerdekaan berimajinasi dan berekspresi masih sangat dibutuhkan, apalagi bagi anak-anak serta remaja. Era global, dimana berbagai temuan teknologi yang niatnya dirancang untuk lebih memudahkan upaya mendorong tumbuhnya sikap kreatif serta kearifan, berkembang sangat pesat, termasuk “mendongeng” melalui media elektronik. Apa yang terjadi? Sajian media elektronik dan optik telah menyumbat potensi anak-anak dan remaja dalam bermimpi serta berimajinasi untuk menemukan dunianya sendiri. Dongeng–dongeng bisnis yang disajikan media elektronik dan optik hanya mencari keuntungan material dan menghambat, bahkan memangkas kemudian menggiring potensi imajinasi anak dan remaja kita ke arah id o. kepentingan bisnis dan mengabaikan nilai-nilai .g kemanusiaan serta nilai-nilai moral. sd Pelibatan anak dalam mendongeng merupakan cara praktis untuk menanamkan nilai-nilai kehidupan. Mereka anak-anak dan remaja kita akhirnya tk itp satu anak yang malamnya mendengar dongeng cenderung hidup menurut isi dongeng bisnis industrialis yang kapitalis dan hedonis. Potensi .d terlihat sedang mendongengkan kembali kisah daya imajinasi dan daya kreativitasnya yang w yang didengar semalam. w subyektif terpendam, terkubur kemudian w Teman-temannya asyik mendengarkan, bahkan dijadikan lahan stimulasi atau rangsangan bisnis beberapa guru di sekolah kadang meminta si komunikasi elektronik dan optik yang menggiring anak untuk mendongeng di depan kelas. Dalam dan membentuknya demi kepentingan pasar. pergaulanpun anak-anak saling menghormati, Dunia dongeng yang sesungguhnya kian hilang saling menolong, saling mengingatkan. Hari-hari dan diganti dongeng-dongeng buatan para pemilik dilalui dengan indah. modal serta industri kapitalis yang hedonis. Peristiwa diatas terjadi empat puluh tahun yang lalu. Sekarang masih adakah orangtua yang mau Dunia anak adalah dunia imajinasi, adalah saat menyempatkan diri mendongeng untuk anak atau paling tepat untuk mengembangkan Imajinasi agar cucunya? selanjutnya mendorong tumbuhnya potensi kreatif. Mendongeng adalah salah satu media paling Sebetulnya masyarakat dalam kondisi terkepung efektif untuk proses tersebut. Sayang, orangtua realita kehidupan yang semakin sarat dengan maupun guru di sekolah kini tidak lagi melakukan kecemasan, keresahan dan kesenjangan. kegiatan mendongeng. Metode pendidikan paling Hadirnya kegiatan mendongeng ibarat taman tua di dunia serta media komunikasi efektif untuk dengan telaga bening menyejukkan di tengah transformasi nilai. “Mendongeng” media multi gersangnya zaman yang kian meranggas. fungsi itu kini lenyap entah kemana. Setiap hari Mendongeng adalah kesempatan sesaat bahkan setiap saat lewat berbagai media terutama televisi, anak-anak kita dijejali dongeng-dongeng 1 BULLETIN FASILITATOR EDISI 1-2009
  17. 17. id o. .g sd yang memperdayakan. Dongeng-dongeng hasil tk sendiri. Satu sisi mereka harus mewarisi impian itp industri kapitalis dengan muatan kekerasan, para pendiri negara ini, di sisi lain mereka kekejaman bahkan birahi yang tanpa malu-malu dihadapkan pada impian-impian promotif yang .d diumbar. siap pakai. Bahkan saat ini sebagian orangtua w w ikut mendorong agar anak-anaknya terjun ke arus w Dongeng sejati yang memberdayakan, yang dunia yang siap pakai, meski harus mengkhianati hilang dan tercecer oleh media elektronik dan nilai luhur. Karena memperjuangkan terwujudnya optik adalah juga suatu ‘pemiskinan jiwa generasi “mimpi’ sendiri yang sarat dengan nilai-nilai ideal muda’. Kita yakin sebetulnya generasi muda memang berat. Masih mungkinkan anak-anak kita kaya akan potensi imajinasi dan kreativitas. kita mewujudkan “mimpi” murni berangkat dari Namun realita kehidupan telah dibentuk oleh imajinasi serta gagasan mereka sendiri ? promosi dongeng-dongeng industri yang memperdayakan penikmatnya, yang hanya Jika kita sepakat ‘Mendongeng’ bisa menjadi mementingkan pasar. Dengan rencana rapi media ‘pemberdayaan’ karena mendongeng secara serentak dan intens menyerang generasi adalah metode komunikasi efektif dan “multi muda kita. Akibatnya mayoritas anak juga fungsi” terutama untuk mengembangkan potensi remaja kita kehilangan ruang dan kesempatan imajinasi yang bakal mendorong munculnya daya dalam mengungkapkan serta mengembangkan kreatif, maka mendongeng yang hanya mungkin kreativitasnya sendiri. Mereka semakin tergiring, dilakukan jika disertai hati, sangat dibutuhkan di terpojok dalam dunia realitas yang kejam dan era kapan pun. getir. Dongeng-dongeng produk Industri kapitalis juga merangsang dan membujuk mereka Jangan biarkan anak-anak kita melahap dongeng- meninggalkan kesempatan mengembangkan dongeng yang “memperdayakan”. serta mewujudkan impian ciptaan mereka BULLETIN FASILITATOR EDISI 1-2009 1
  18. 18. ARTIKEL ANDA id Perhatian secara individu dapat o. .g meningkatkan rasa percaya diri anak sd dalam belajar. tk itp .d w PENDIDIK w w MENJADI YANG HANGAT Dewi Utama Faizah PENDAHULUAN Mendidik anak menjadi manusia yang Anak-anak usia TK terkadang menunjukkan berkualitas sebagaimana yang tertuang dalam emosi yang kurang stabil, seperti marah dan tujuan pendidikan nasional, bukanlah pekerjaan agresif, atau individu yang kurang bertanggung yang mudah. Oleh karena anak merupakan jawab, sehingga letupan emosi sering membuat individu yang unik. Guru bagi anak-anak usia repot para guru di sekolah. Kondisi itu semakin TK merupakan wakil dari orang tua yang setiap berat tatkala guru kurang melihatkan reaksi untuk saat melakukan interaksi dengan mereka selama memberikan pertolongan, dan menganggap berada di sekolah tugas sebagai guru hanya sebatas mengajar mereka saja. Guru kurang menyadari bahwa sikap 1 BULLETIN FASILITATOR EDISI 1-2009
  19. 19. menyerang (hostility) yang terjadi pada seorang BERSIKAP HANGAT murid dapat dicontoh oleh teman-temannya yang Anak-anak yang berada dalam kondisi seperti di lain dan terekam sebagai bagian dari proses atas membutuhkan kehangatan. Guru-guru yang pembelajaran. berada di sekolah dapat menggantikan peran orang tuanya di rumah melalui berbagai sikap Semakin tinggi tingkat konflik yang terjadi di positif untuk mengembalikan rasa percaya pada dalam kelas seperti bakupukul, menjambak, diri anak. Sentuhan dan belaian yang bersahabat mencubit, dan menendang, maka semakin banyak dan penuh kasih sayang dari gurunya akan anak lainnya belajar tentang rasa marah dan membuat merasa nyaman dan percaya bahwa permusuhan kepada sesama teman mereka. masih ada orang lain yang memperhatikannya. Tentunya ini akan mempersulit tugas guru dalam mengelola kelasnya. Untuk itu, guru-guru yang diserahkan tanggung jawab untuk mendidik anak di TK diharapkan Anak-anak yang bermasalah di sekolah umumnya dapat menjadi guru-guru yang hangat penuh datang dari keluarga yang menolak anaknya, kelembutan. Bertuturlah dengan santun dengan bukan hanya secara fisik, namun dalam perilaku kata-kata yang menyentuh. Belailah kepala bercakap/verbal seperti ucapan yang negatif, mereka dan ungkapkan perasaan anda sebagai memaki, sadis, dan kasar. Menurut Rohner guru yang penuh kasih sayang. (1986) ada tiga pola pengasuhan orangtua yang “menolak” anaknya, yaitu (1) marah/agresif, (2) Ungkapkan juga pujian dan perasaan bangga mengabaikan, dan (3) penolakan yang hanya jika mereka melakukan sesuatu kebajikan, atau dapat dirasakan anak. id berhasil dalam kegiatan belajar. Dengan cinta o. dan kehangatan gurunya, maka anak Anda akan .g Anak yang sering dimarahi orang tuanya belajar menjadi individu yang dapat mencintai dan sd merupakan bagian dari bentuk penolakan dalam orang-orang disekitarnya. Anak pun akan belajar bentuk hukuman pisik, maupun verbal. Sementara tk mengontrol emosinya dihadapan orang lain. itp mengabaikan merupakan sikap orang tua yang tidak memberikan perhatian pada anak atau .d ketiadaan kontak pisik dan psikis dengan anaknya. BAGAIMANA MENCINTAI w ANAK? w Yang terakhir anak yang merasakan dirinya ditolak w orang tuanya akan menimbulkan perasaan tidak “Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan dicintai, dihargai dan dikasihi. Kondisi ini menurut persahabatan, maka ia belajar menemukan cinta Coleman (1986) akan semakin parah jika di dalam kehidupan....” sekolah guru mengabaikan si anak, sehingga sederet risiko terkait dengan faktor emosi siap mencengkeram anak, yaitu rasa takut, kurang percaya diri, selalu was-was, iri hati, selalu mencari perhatian, marah, bersikap menyerang dan merasa kesepian. Anak-anak yang dibesarkan dalam kondisi ini akan tumbuh dewasa dengan beragam kesulitan dan berpandangan negatif terhadap dunia di luardirinya. Rasa percaya dirinya terhadap orang lain juga meluntur (mistrust). Kegiatan belajar mengajar tidak hanya dilakukan dengan duduk di kursi saja, tetapi sesekali duduk di lantai dapat mengurangi kejenuhan dan menambah keakraban. BULLETIN FASILITATOR EDISI 1-2009 1
  20. 20. Cinta adalah bagaimana seseorang memberikan Berikut ada beberapa TIPS membantu guru- perhatian untuk seseorang. Perilaku berikutnya guru membantu anak didiknya dapat bertumbuh adalah ingin selalu dekat dan ingin selalu kembang sebagai individu yang berakhlak mulia. berbagi dengan orang yang dicintai. Cinta • Letakkan tugas dan kewajiban sebagai adalah kekuatan daya tarik dengan perasaan “pendidik” sebagai agenda utama. Mengajar khusus yang mengisi lubuk hati manusia yang sebagai guru memang tugas anda. Akan tetapi terdalam. Guru yang mencintai anak didiknya jauh lebih penting lagi dapat menjadi teladan akan mendapat reaksi dicintai dan dikasihi anak sebagai pendidik sejati. Mengelola kelas didiknya. Karena mencintai berarti: dengan baik bukan hal mudah tetapi dapat • Memperlakukan anak penuh kebaikan dilakukan dengan melalui rencana-rencana sebagaimana anda sebagai guru juga senang sederhana yang bertumpu pada kebajikan. diperlakukan • Memberi sentuhan, belaian dengan kasih • Melakukan evaluasi diri melalui jurnal. Guru sayang, akan menimbulkan kesan yang berarti menuliskan bagaimana menjalani kegiatan sehingga anak didik anda mengenali rasa harian dan mingguan bersama anak-anak cinta itu. di kelasnya melalui refleksi catatan-catatan • Memberikan perhatian dan dukungan pada kecil. Catatan kecil yang bermakna ini disebut keinginan, cita-cita dan harapan anak didik sebagai “Jurnal”. Kegiatan ini akan sangat Anda. membantu guru melakukan perbaikan diri • Mampu berbagi perasaan, ide dan pendapat, menjadi guru yang profesional. serta menghormati perasaan dan ide tersebut. • Mengucapkan kata-kata positif dengan penuh • Jadikan diri Anda “teladan”. Anak belajar id o. kelembutan yang membahagiakan anak didik melalui contoh yang dapat ia lihat, ia rasakan, .g Anda. dan kelak tersimpan dalam pikirannya. Menjadi sd • Memahami kekurangan dan menerima anak teladan bagi anak didik Anda merupakan apa adanya. kegiatan terbaik yang mesti Anda lakukan tk itp • Selalu memberikan maaf pada anak didik selamanya. anda saat ia melakukan kesalahan. .d • Menanamkan akhlak mulia pada anak didik w w “BAGAIMANA tidak dapat dilakukan melalui kata-kata w semata. la membutuhkan praktik-praktik MEMPERHATIKAN ANAK secara berkesinambungan dalam kehidupan DIDIK ANDA?” sehari-hari. Perhatian adalah bentuk dari penghargaan terhadap perasaan orang lain. Memperhatikan • Jadilah mata, jadilah telinga. Anda mesti terus anak didik anda berarti anda telah: berlatih mengasah tajam naluri anda sebagai • Memikirkan dampak dari perbuatan yang telah pendidik. Anak didik bagaikan “sponges Bob” dilakukan terhadap mereka yang kering yang amat cepat menyerap air. • Mempedulikan perasaan mereka Sebagai guru gunakan mata dan telinga anda • Memberikan perhatian pada apa yang disukai untuk terus senantiasa mendampingi anak dan yang tidak disukai mereka didik Anda agar dapat memberikan pelayanan • Melakukan sesuatu yang membuat mereka pendidikan seoptimal mungkin. bahagia • Menyesuaikan diri terhadap kebutuhan mereka • Gunakan bahasa yang lembut dan santun. sebagai anak Anak didik anda akan sukar mengembangkan • Menjadikan kebutuhan anak didik anda sama pedoman moral baik jika kepada mereka tidak pentingnya dengan kebutuhan anda sebagai diperdengarkan bahasa yang jelas, lugas, orang dewasa. santun, dan bermakna. Selalu terangkan kepada mereka mana moral baik, dan mana 20 BULLETIN FASILITATOR EDISI 1-2009
  21. 21. moral buruk saat dibacakan cerita, atau Kehidupan di sekolah adalah “sekarung” melihat kondisi nyata sehari-hari. kesenangan, kesedihan, kesuksesan dan kegagalan. Bisa tidaknya anak didik Anda • Menghukum dengan kasih sayang. Anak-anak menjalani kehidupan di sekolah merupakan mesti tahu apa guna hukuman jika mereka perjuangan Anda mendampingi mereka melanggar aturan yang telah disepakati sebagai gurunya. Ajak mereka bercakap- bersama. Hukuman yang mendidik masih cakap saat istirahat, atau berdiskusi di dibutuhkan. Anak-anak ditunjukkan untuk lapangan atau memberi waktu setelah pulang dapat menyadari bahwa hukuman merupakan sekolah bagi anak yang ingin curhat. bentuk dari risiko dari perbuatan yang ia lakukan, dan juga bagian dari bentuk kasih • Melibatkan orang tua dalam program sekolah. sayang guru mendidiknya menjadi anak yang Orang tua di rumah hendaknya juga dilibatkan berakhlak mulia. dalam memberikan pelayanan pendidikan akhlak yang diberikan di sekolah. Rumah • Belajar mendengar aktif. Cobalah hentikan adalah tempat anak berlabuh setelah ia pulang cara-cara berkomunikasi yang menggurui. dari sekolah. Maka tugas guru menyampaikan Mendengar dengan hati merupakan salah satu apa yang telah dilakukan di sekolah kepada berkomunikasi efektif dan produktif. Anak- orang tua juga mesti dilakukan dan dijaga anak didik Anda akan merasa sangat dihargai keberlangsungannya sehingga terbentuk karena segala perasaannya perilaku konsisten dan kompeten pada diri ditampung guru. Selalu anak. berikan waktu Anda buat id o. semua anak didik yang Selamat berpraktik menjadi guru yang .g Anda cintai. hangat dan bermanfaat sd • Terlibat dengan tk itp kehidupan mereka sebagai anak. .d w w w BULLETIN FASILITATOR EDISI 1-2009 21
  22. 22. ARTIKEL ANDA TANTANGAN PENDIDIK DI ERA GLOBAL BUDIARTO menumbuhkembangkan kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan bagi diri, masyarakat, bangsa dan negara. Pencapaian tujuan mulia ini tidaklah mudah, sehingga diperlukan kerja keras dan komitmen semua pihak dalam penyelenggaraan pendidikan. Pada kenyataannya rendahnya mutu pendidikan masih menjadi permasalahan id dari masa ke masa. Untuk itu penyelenggaraan o. pendidikan haruslah ditangani secara serius .g dan benar-benar dijadikan tumpuan dalam sd membangun generasi penerus bangsa. Hal ini tk telah menjadi perhatian dan perbincangan dalam itp PENDAHULUAN setiap kesempatan, namun apa sebenarnya yang .d Pendidikan merupakan salah satu prioritas telah dilakukan adalah pertanyaan yang tidak w serta merta memperoleh jawaban. w pembangunan bangsa. Hal ini terbukti bahwa w negara-negara sangat memperhatikan pendidikan. Kebanggaan kita terhadap kekayaan sumber Dalam teori total quality management, daya alam sudah waktunya kita renungkan upaya peningkatan mutu pendidikan harus kembali, mengingat kekayaan tersebut belum memperhatikan semua komponen pendidikan mampu membawa kita menjadi negara maju. secara menyeluruh. Prinsip Total Quality Hal itu terjadi karena kekayaan sumber daya Management (TQM) menuntut adanya pendekatan alam kita tidak diimbangi dengan ketersediaan dari berbagai sisi, yaitu siswa, tenaga pendidik, sumber daya manusia yang berkualitas. Walaupun sarana prasarana, kurikulum, stakeholder kemerdekaan sudah kita peroleh lebih dari (pengambil kebijakan), dan masyarakat termasuk setengah abad yang lalu, tetapi indeks sumber lembaga pengguna hasil pendidikan dan lembaga daya manusia kita masih berada di urutan bawah. pendidikan yang lebih tinggi. Tenaga pendidik merupakan salah satu komponen pendidikan yang Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 vital, karena apapun kebijakan yang dikeluarkan tentang Sistem Pendidikan Nasional oleh Pemerintah selalu bermuara pada proses telah mengamanatkan bahwa pendidikan belajar mengajar yang diselenggarakan oleh merupakan usaha sadar dan terencana untuk guru. Setiap perubahan atau perkembangan yang mewujudkan suasana belajar bagi peserta terjadi di suatu negara selalu terkait erat dengan didik dalam mengembangkan potensi dirinya. apa yang terjadi di dalam kelas, karena di sanalah Pendidikan harus menjadi wahana untuk pusat pembentukan watak dan kepribadian 22 BULLETIN FASILITATOR EDISI 1-2009
  23. 23. bangsa. Dengan kata lain guru merupakan kunci mengantisipasi perkembangan dunia. utama dalam penyelenggaraan pendidikan. Perubahan dan perkembangan tersebut Dengan strategisnya posisi guru dalam berdampak pada dunia pendidikan dengan segala pendidikan, maka setiap upaya peningkatan mutu aspeknya termasuk kurikulum, manajemen pendidikan harus selalu mengaitkan dengan pendidikan, tenaga kependidikan, strategi dan upaya peningkatan kualitas guru. Perbaikan metodologi pendidikan. Salah satu akibat penting kurikulum yang dilakukan secara periodik belum dalam dunia pendidikan adalah masuknya nilai sepenuhnya berpengaruh langsung terhadap dan budaya asing melalui berbagai program dan peningkatan mutu pendidikan. Bagaimana pun teknologi. Jelas hal ini dapat mempengaruhi jiwa baik dan terstrukturnya kurikulum akan selalu dan patriot bangsa. Dengan kata lain pendidikan kembali kepada praktek pembelajaran di dalam di Indonesia harus mampu mencerdaskan kelas. Perhatian terhadap kualitas guru harus kehidupan bangsa, sebagai sarana pemersatu merupakan salah satu fokus dalam pembangunan bangsa, dan melaksanakan 4 pilar pendidikan pendidikan. Guru yang berkualitas adalah guru learning to know, learning to do, learning to be, yang memiliki kualifikasi dan kompetensi sebagai and learning to live together. tenaga pendidik. Guru yang profesional akan dengan sendirinya tahu apa yang harus dikerjakan Peran tenaga pendidik juga dituntut berubah dari di kelas untuk memperbaiki mutu pembelajaran. pemberi atau penstransfer ilmu pengetahuan Guru yang profesional akan siap menghadapi menjadi fasilitator, dan konseling. Paradigma berbagai tuntutan dan tantangan jaman. Guru bahwa guru merupakan satu-satunya sumber yang profesional akan selalu berusaha selalu pengetahuan bagi peserta didik sudah tidak id o. menambah khasanah pengetahuan dan sesuai lagi. Bisa jadi wawasan anak jauh lebih .g keterampilan untuk mengikuti perkembangan maju daripada guru terutama tentang informasi sd ilmu pengetahuan. Dengan kata lain guru yang karena penggunaan teknologi canggih sering lebih profesional akan mampu dan siap menghadapi dulu digunakan anak. Untuk itu tenaga pendidik tk itp perubahan dan perkembangan keadaan. harus mampu membimbing dan memfasilitasi anak untuk belajar bagaimana belajar (learn how .d PENDIDIKAN DI ABAD ILMU to learn). w w PENGETAHUAN w Learning to know adalah prinsip bahwa belajar Saat ini kita hidup di abad di mana perkembangan untuk mengetahui atau memahami. Dengan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) prinsip ini pembelajaran harus mengkondisikan berjalan begitu cepat. Ketidaksiapan kita dalam agar siswa aktif dan menciptakan suasana menghadapi perkembangan ini dapat berdampak keingintahuan terhadap sesuatu yang baru. pada ketertinggalan bangsa. Beberapa Pembelajaran hendaknya menciptakan sikap perubahan yang terjadi pada era IPTEK antara “penasaran” (curiousity) pada siswa, sehingga lain masyarakat akan cenderung bergeser dari siswa selalu ingin belajar lebih jauh. masyarakat industri ke masyarakat informasi. Hal ini mulai terlihat dengan pemanfaatan Learning to do merupakan prinsip belajar untuk dunia informasi melalui media internet yang mengerjakan. Belajar bukanlah hanya untuk meniadakan batas negara. Penggunaan teknologi sekedar mengetahui, tetapi mampu berbuat. juga berubah dari teknologi yang dipaksakan ke Prinsip ini memadukan antara belajar teori dan teknologi tingkat tinggi. Penggunaan teknologi praktek agar seimbang. komunikasi saat ini sudah menjadi bagian dari kehidupan. Perekonomian bergerak dari Learning to be adalah prinsip belajar untuk perekonomian nasional ke global sehingga dunia menjadi dirinya sendiri. Prinsip ini mengarahkan akan terasa semakin sempit. Kondisi ini menuntut siswa untuk selalu mengejar dalam mencapai adanya perubahan paradigma pendidikan untuk sesuatu dan tidak putus asa. Setiap siswa BULLETIN FASILITATOR EDISI 1-2009 23
  24. 24. memiliki potensi masing-masing dan berbeda belum memadai hingga pernah terjadi para guru antara satu dengan yang lain. Pembinaan dan berdemonstrasi menuntut kenaikan gaji. Kondisi pemberian pandangan untuk bekerja dapat rendahnya kesejahteraan guru bukanlah terjadi memunculkan semangat perjuangan dalam secara serta merta tetapi merupakan sebuah mencapai sesuatu untuk menjadi dirinya sesuai rangkaian yang panjang. Kondisi ini memang perlu dengan potensi yang ada. Dengan prinsip ini mendapat perhatian bersama. siswa memiliki cita-cita dan berpandangan jauh ke depan. Di sisi lain profesionalisme guru saat ini juga dipertanyakan. Posisi guru yang strategis dalam Learning to live together adalah prinsip belajar membangun bangsa, tapi di sisi lain muncul citra untuk hidup bersama. Siswa merupakan bagian bahwa kualitas guru sangat memperihatinkan. dari suatu sistem, komunitas, dan masyarakat. Bahkan seringkali terjadi guru yang merasa Siswa merupakan bagian dari komunitas sekolah, bahwa siswa belajar bersama guru dan siswa lain. Suasana kebersamaan dan saling menghargai perlu diciptakan antar warga sekolah. Siswa merupakan bagian dari masyarakat sehingga sekolah merupakan tempat bagi siswa untuk mempersiapkan diri untuk id o. hidup bermasyarakat. Dengan .g kata lain pembelajaran harus sd mengkondisikan siswa sebagai bagian dari suatu sistem belajar tk itp mengajar dan hidup bersama. .d Perubahan paradigma tentang w w guru tidak hanya pada tenaga w yang sudah aktif sebagai pendidik, tetapi mulai dari pendidikan pra-guru, in-service, maupun on- rendah diri di hadapan sekelompok orang dengan service. Redefinisi terhadap profesi dan peran profesi lain. Hal ini mungkin disebabkan oleh guru perlu dipertimbangkan dalam proses kurangnya percaya diri guru dan kurangnya pembelajaran. Meskipun pendidikan harus kesadaran bahwa gurulah yang dapat menentukan dapat merawat, mengasuh, menyayangi dan bentuk dan nasib bangsa ini. Profesi guru yang membimbing perkembangan anak, tuntutan baru saat ini sudah tidak lagi menjadi kebanggaan di abad teknologi tidak boleh disepelekan. Dalam minimal dapat mengakibatkan dua hal. Pertama, hal ini pengembangan profesi guru merupakan semakin banyak orang miskin lahir batin suatu hal yang sangat penting dalam menghadapi memasuki dunia guru karena terkait dengan asal perkembangan dunia. usul dan siapa yang memilih untuk menjadi guru. Anak-anak dari keluarga mampu akan mengejar KONDISI GURU SAAT INI jabatan atau profesi lain mengingat profesi Berbicara tentang guru di Indonesia tidak pernah guru kurang menjanjikan dari segi ekonomi. lepas dari masalah rendahnya gaji yang diterima. Akibatnya calon guru akan lebih banyak berasal Jumlah guru di Indonesia yang mencapai lebih dari keluarga dengan status ekonomi kurang dari 1,7 juta orang merupakan jumlah yang tidak menguntungkan. Walaupun status ekonomi sedikit dengan tingkat kesejahteraan mereka yang tidak langsung berkaitan dengan kecerdasan 2 BULLETIN FASILITATOR EDISI 1-2009

×