Your SlideShare is downloading. ×
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Bulletin FASILITATOR Edisi I Th. 2009

5,847

Published on

Published in: Education
1 Comment
1 Like
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total Views
5,847
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
472
Comments
1
Likes
1
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. w w w .d itp tk sd .g o. id
  • 2. Fasilitator PENGANTAR REDAKSI WAHANA INFORMASI DAN Pembaca yang terhormat, KOMUNIKASI PENDIDIKAN TAMAN KANAK-KANAK DAN Pendidikan harus mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan SEKOLAH DASAR teknologi. Guru harus mengantisipasi perubahan tersebut. Direktur Pelindung Pembinaan TK dan SD menekankan pentingnya pendidik mengikuti Prof. Suyanto, Ph.D. perkembangan teknologi dengan selalu meningkatkan wawasan dan profesionalisme. Pengarah Tahun 2009 Indonesia kembali menggelar pesta demokrasi. Dr. Bambang Indriyanto Perkembangan kehdupan demokrasi saat ini merupakan salah satu Drs. Mudjito AK, M.Si. produk dari pendidikan demokrasi di kelas. Dalam edisi ini disajikan pembahasan tentang pendidikan demokrasi yang terjadi di sekolah Pembina Drs. Utju Sumarsana, M.Si. dasar. Drs. Husaini Wardi, M.Pd. Perpustakaan yang merupakan pusat sumber belajar Dewi Asih Heriyani, SH, MH belum sepenuhnya diberdayakan. Paradigma bahwa perpustakaan Dra. Anti Wirage, M.Pd. hanyalah pelengkap dan tempat menyimpan koleksi buku perlu dirubah. Perpustakaan haruslah diberdayakan dan dijadikan sebagai Pemimpin Redaksi: pusat sumber belajar dari pencarian informasi bagi warga sekolah. Drs. Didik Prangbakat Pemberdayaan perpustakaan sekolah disajikan secara menarik untuk Pernaskahan: dibaca. id Pada bagian lain juga disajikan pentingnya dongeng yang o. Dr. Dewi Utama Faizah memberdayakan serta pentingya seorang pendidik selalu dekat dan .g Drs. Ngadirin, M.Ed. hangat terhadap siswa. Sebuah pengantar tentang pendidikan inklusif sd Staf Redaksi: menjadi sajian menarik dalam rangka mendukung program pendidikan tk Sumanto, S.Pd. untuk semua (education for all). itp Sutapa, S.Pd. Informasi tentang dana alokasi khusus (DAK), bantuan .d Dra. Lilik Sutiyah operasional sekolah (BOS) serta rintisan penerapan sistem manajemen w Drs. Gunawan Apriliono mutu di TK dan SD disajikan dalam Info & Kebijakan. Pada bagian Forum w Drs. Abdul Mukti, M.Ed. w Sugiyanto, M.Pd. Lomba dan Olimpiade disajikan berbagai informasi tentang sayembara, Lanny Anggraini, S.Pd. lomba, dan olimpiade tahun 2009. Siti Bastiah, BA Dalam English 4U kali ini disajikan pengalaman dan laporan seorang siswa SD dalam mengikuti program homestay ke Melbourne. Disain/Lay-out Pembahasan sepintas tentang Disk Operating System (DOS) and Yudi Yuliadi, S.Pd. Windows menambah khasanah dan wawasan teknologi informasi dan Cahyono komunikasi. Percetakan & Pendistribusian: M. Kasman AG Selamat membaca. M. Aris Syaifuddin, ST Jakarta, 31 Maret 2009 Alamat Redaksi: Direktorat Pembinaan TK&SD Redaksi Depdiknas Gedung E Lantai 18 Jl. Jend. Sudirman, Senayan Jakarta 10270 Telp. (021) 5725641, 5725642 Fax. (021) 5725637, 5725989 http://www.ditptksd.go.id E-mail: Kami menerima tulisan, artikel, pengalaman, penelitian tindakan kelas, redaksi.fasilitator@yahoo.com gagasan, dan opini yang berkaitan dengan taman kanak-kanak dan sekolah dasar.
  • 3. DAFTAR ISI Message from the Director: DAFTAR ISI Pendidik di Era Teknologi Informasi dan Komunikasi (Teachers in the Era of Information Communication Technology) (4) Potret Pendidikan Kita Pendidikan Demokrasi di Sekolah Dasar (6) Gagasan & Inovasi (10) Pemberdayaan Perpustakaan Sekolah (15) Kita Butuh Dongeng yang Memberdayakan (18) Menjadi Pendidik yang Hangat Artikel Anda Tantangan Pendidik di Era Global (22) Pendidikan Inklusif. Sebuah Pengantar (28) Info & Kebijakan (34) Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Pendidikan Tahun 2009 id (36) Bantuan Operasional Sekolah (BOS) SD o. (41) Beasiswa Siswa Miskin untuk SD .g (43) Bantuan ISO 9001:2008 untuk TK dan SD sd tk Forum Lomba & Olimpiade itp Olimpiade Sains Nasional (OSN) Tahun 2009 (44) .d International Mathematics & Science Olympiade (IMSO) 2009(45) w Indonesian Science Festival (ISF) for Primary School 2009 (48) w w Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) II SD Tahun 2009 (50) 3rd ASEAN Primary School Sports Olympiade (APSSO) 2009 (52) Festival Kompetensi & Kreativitas SD Tahun 2009 (54) Festival Lomba & Seni Siswa Nasional (FLS2N) SD Tahun 2009 (56) Festival Lomba & Seni Siswa Nasional (FLS2N) TK Tahun 2009 (58) Lomba Gugus SD Tahun 2009 (60) Lomba Gugus TK Tahun 2009 (61) Lomba Perpustakaan SD Tahun 2009 (62) Sayembara Penulisan Naskah Bacaan Siswa SD Kelas Rendah Tahun 2009 (63) Soal Matematika Olimpiade Sains Nasional Tahun 2006 (65) Kunci Jawaban Fasilitator Edisi IV Tahun 2009 (67) English 4U (67) Today’s Joke Tokoh & Profile My Journey in Joining Homestay Program 2007 at Lloyd Primary School Melbourne, Australia (68) Wawasan Teknologi Informasi & Komunikasi Disk Operation System & Windows (71)
  • 4. MESSAGE FROM THE DIRECTOR PENDIDIK DI ERA TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (Teachers in the Era of Information Communication and Technology) P endidikan merupakan usaha sadar dan Education shall constitute an aware and terencana untuk mewujudkan suasana belajar systematic endeavor to enable learning agar potensi peserta didik berkembang optimal. environment optimize student’s potentials. Pendidikan bertujuan untuk mengembangkan id Education is aimed to develop the learners’ o. potensi peserta didik agar menjadi manusia yang potentials so that they become persons imbued .g beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha with human values who are faithful and pious sd Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, to one and only God; who possess morals and tk kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang noble character; who are healthy, knowledgeable, itp demokratis serta bertanggung jawab. competent, creative, independent; and as citizens, .d are democratic and responsible. We wish to w Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi w sangat cepat. Teknologi komputer, contohnya, Science and technology have developed at w telah berkembang demikian hebat, dan amazing speed. Computer technology, for merevolusi cara kita berkomunikasi seperti dalam example, has undergone breakthrough, which mengungkapkan gagasan, mencari teman, revolutionizes the way to communicate such as mencari informasi, berbelanja, mengisi formulir expressing ideas, seeking friends, searching for isian sekolah, dan memajang profil diri. Informasi information, shopping, filling out school forms, and dapat diperoleh dengan cepat dengan dukungan displaying own profile. Recently, it is very easy teknologi informasi. Semua itu mempengaruhi and fast to get information through communication paradigma pendidikan. technology development. All of this achievement directly influences education paradigm. Sesuai dengan perkembangan tersebut, Depdiknas memiliki visi untuk terwujudnya sistem Challenging the above advancement, the Ministry pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan of National Education puts forth a vision which berwibawa untuk memberdayakan warga negara holds that education system as a strong social agar menjadi manusia yang berkualitas dan institution to empower all of the citizens to mampu menjawab perubahan dunia. Visi tersebut become informed people and high quality human ditempuh melalui berbagai kebijakan dan program, resources so that they can proactively respond dengan bertumpu pada empat pilar, yaitu olah the changing world. This vision will be realized hati (kecerdasan spiritual), olah rasa (kecerdasan through various policies and programs, building on BULLETIN FASILITATOR EDISI 1-2009
  • 5. emosional dan sosial), olah pikir (kecerdasan four pillars, i.e. spiritual intelligence, emotional and intelektual), dan olahraga (kecerdasan kinestetis social intelligence, intellectual intelligence, and atau gerak fisik). kinesthetic intelligence. Dalam lingkup sekolah, ujung dari seluruh Within the scope of a school, the realization of all kebijakan dan program lebih banyak terletak of the policies and programs lies in the hands of di tangan guru. Di tangan gurulah upaya teachers. It is the teachers that directly do the job langsung mengoptimalkan potensi dan bakat to optimize students’ potentials and talents, and anak didik. Guru harus dapat “menangkap” dan attune learning processes in line with prevailing “membumikan” seluruh teori dan kebijakan. Guru vision and paradigm. It is the teachers that should diharapkan dapat (i) memperhatikan keragaman “catch” and “down-to-earth” all education theories individu, (ii) mendorong partisipasi aktif, (iii) and policies into the classroom environment. mengembangkan budaya baca dan tulis, (iv) Teachers are expected to (i) cater to diversity of memberikan umpan balik dan tindak lanjut the students, (ii) encourage active participation pembelajaran, serta (v) memanfaatkan teknologi of the students, (iii) develop reading and writing informasi dan komunikasi. habits in themselves and in the students, (iv) provide feedback, and (v) utilize information and Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, pada communication technologies. peringatan Hari Guru ke-11 dan Hari Aksara Internasional ke-39, 2 Desember 2004, telah President Susilo Bambang Yudhoyono, on the id mencanangkan bahwa Guru adalah profesi yang o. commemoration of 11th Teacher’s Day and 39th mulia, luhur, dan patut diberi penghormatan dan .g International Literacy Day 2 December 2004 penghargaan tinggi seperti juga profesi lain. sd decreed that Teacher is a Profession. This is a Lewat legislasi dan regulasi serta berbagai tk formal assertion that teacher constitutes a noble program, Pemerintah telah berupaya agar citra, itp and dignified and that teacher should be rewarded mutu, dan kesejahteraan guru meningkat. Kini accordingly. This assertion confirms teacher being .d giliran guru “menangkap” dan “memainkan bola” w equal to other professions. yang telah dilempar oleh Pemerintah. w By ways of legislations, policies and other Mari bangkit guruku!! w programs, the Government has undertaken to hold teacher’s image, quality, and welfare proportionately improved. Now it is the teacher’s turn “to catch” and “to play the ball” thrown by the Government. Teaches, let’s move!! Drs.Mudjito AK, M.Si. Director of Kindergarten and Primary School Development BULLETIN FASILITATOR EDISI 1-2009
  • 6. POTRET PENDIDIKAN DI SD PENDIDIKAN DEMOKRASI DI SEKOLAH DASAR Evranita, S.P. PENDAHULUAN Sekolah sebagai lembaga pendidikan haruslah Kehidupan demokrasi saat ini merupakan cermin dapat menyelenggarakan pembelajaran yang dari pendidikan demokrasi di dalam kelas. Apa tanggap akan perubahan dan perkembangan. yang dilatihkan di sekolah menjadi kebiasaan dan Pembelajaran tidak hanya sebatas belajar budaya yang tumbuh dalam kehidupan sehari- kognitif, tetapi harus pula memperhatikan aspek hari. Pendidikan demokrasi merupakan salah psikomotorik dan afektif. Belajar adalah proses satu amanat dari Sistem Pendidikan Nasional, yang berlangsung dalam waktu lama melalui id yaitu bahwa pendidikan diselenggarakan latihan maupun pengalaman yang membawa o. secara demokratis dan berkeadilan serta perubahan diri dan perubahan cara mereaksi .g tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi terhadap suatu perangsang tertentu. Terjadinya sd hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai beberapa peristiwa dalam kehidupan sehari- tk cultural, dan kemajemukan bangsa. Pendidikan hari seperti adu argumentasi yang tidak sehat, itp diselenggarakan dengan memberi keteladanan, pemaksaan kehendak, sikap acuh tak acuh, serta .d membangun kemauan, dan mengembangkan tidak siap dengan kekalahan dalam percaturan w kretivitas peserta didik dalam proses politik boleh jadi merupakan hasil pendidikan yang w pembelajaran. dialami sebelumnya. w Budaya angkat tangan untuk menjawab, bertanya, usul, komentar dan minta ijin baru berbicara setelah ditunjuk guru merupakan perlu dibiasakan untuk membiasakan tertib dan demokrasi. BULLETIN FASILITATOR EDISI 1-2009
  • 7. dinamis, mengubah bentuk pemerintahan Lalu bagaimana membangun prinsip demokrasi yang menuntut kebebasan berfikir dari warga dalam pendidikan? Sehingga hal ini tidaklah hanya negaranya. Kesempatan perubahan sosial dipelajari dengan memberikan materi tetapi lebih dan politik yang positif berada di tangan warga diejawantahkan dalam berprilaku dan bersikap. negara. Pemerintah tidak boleh melihat sistem Pendidikan demokrasi di sekolah dasar perlu pendidikan sabagai sarana indoktrinasi, melainkan dikembalikan untuk membudayakan sikap saling mengusahakan sumber daya bagi pendidikan menghormati dan menghargai orang lain, serta sama seperti mereka memperjuangkan kebutuhan siap menjadi pemimpin sekaligus siap menjadi dasar warga negaranya. orang yang dipimpin. Tujuan dari pendidikan demokrasi adalah untuk PESTA DEMOKRASI SEBAGAI menghasilkan warga negara yang independen, berfikir kritis, serta sangat memahami konsep- PEMBELAJARAN konsep dan praktek-praktek demokrasi. Pada tanggal 9 April 2009, Indonesia telah Kesempatan bagi perubahan social dan politik melaksanakan pemilu legislative. Ada fenomena yang positif berada di tangan warga Negara. yang menarik dalam pemilu kali ini. Media masa memberitakan hal-hal yang berkaitan dengan Terdapat hubungan langsung antara nilai-nilai pelaksanaan pemilu baik positif maupun negatif. pendidikan dan demokrasi: dalam masyarakat Sebelum pelaksanaan pemilu, pemberitaan demokratis, konten dan praktek pendidikan marak dimana-mana seakan semua menyambut mendukung kebiasaan (habits) pemerintahan pelaksanaan pesta demokrasi ini dengan gegap yang demokratis. Proses transmisi pendidikan ini id gempita. o. merupakan hal yang penting dalam demokrasi Secara sadar atau tidak sadar, ini memberikan .g karena demokrasi yang efektif bersifat dinamis pendidikan demokrasi bagi masyarakat termasuk sd dan terus berubah yang menghendaki kebebasan siswa di sekolah dasar. Pertanyaannya, apakah berfikir oleh warga negaranya. Kesempatan tk pendidikan demokrasi itu dapat ditangkap dengan itp perubahan sosial dan politik yang positif berada benar bagi anak kita khususnya di tingkat dasar? di tangan warga Negara. Pemerintah tidak .d Dalam hal ini tugas guru adalah menjadi fasilitator boleh memandang sistem pendidikan sebagai w bagi tumbuhkembangnya sikap demokrasi, w sarana untuk menindoktrinasi para siswa, keteladanan, sikap saling menghargai di antara w namun berusaha mengerahkan sumber daya peserta didik. Guru harus mampu membelajarkan untuk pendidikan, sama seperti usahanya untuk siswa untuk learning to live together, di samping memenuhi kebutuhan dasar warga negaranya. learning to know, learning to do, dan learning to Tujuan dari pendidikan demokrasi adalah be. menghasilkan warga Negara yang bebas, kritis, dan sangat memahami konsep dan praktek PENDIDIKAN DAN demokrasi. Seperti yang dikemukakan oleh DEMOKRASI Chester E. Finn Jr., seorang staf senior dari Pendidikan merupakan suatu komponen Hoover Institution yang pernah mengatakan: penting dalam setiap masyarakat, khususnya “People may be born with an appetite for personal dalam masyarakat demokratis. Terdapat freedom, but they are not born with knowledge hubungan langsung antara pendidikan dan about the social and political arrangements that nilai-nilai demokrasi. Dalam masyarakat make freedom possible over time for themselves demokratis konten dan praktek pendidikan and their children. ...Such things must be mendukung kebiasaan suatu pemerintahan acquired. They must be learned.” (Seseorang yang demokratis. Proses transmisi pendidikan mungkin telah dilahirkan dengan kebebasan ini merupakan hal yang sangat penting dalam pribadi, namun ia tidak dilahirkan dengan demokrasi karena demokrasi yang efektif bersifat pengetahuan mengenai penataan sosial dan politik yang memungkinkan kebebasan tersebut BULLETIN FASILITATOR EDISI 1-2009
  • 8. dapat dipertahankan selamanya bagi dirinya antara mereka, hubungan dengan pihak lain, sendiri dan anak-cucunya. Hal tersebut harus dengan komunitas lain dan dunia. dimiliki. Ia harus dipelajari). Belajar mengenai • Memberi inspirasi para individu untuk memilih demokrasi dimulai dalam sekolah; berlanjut nilai-nilai personal, sosial, moral dan spiritual sepanjang kehidupannya sebagai warga negara. yang positif bagi dirinya sendiri dan sadar terhadap cara untuk mengembangkan dan Demokrasi memberikan janji sekaligus tantangan. memperdalam nilai-nilai tersebut sebagai Ia menjanjikan bahwa umat manusia yang bagian dari komunitas internasional. bebas dan bekerjasama dapat mengatur diri • Mendukung sekolah dalam meningkatkan etos mereka sendiri sedemikian rupa sehingga dapat dan metode kerja dalam rangka membantu memenuhi aspirasi mereka terhadap kebebasan para peserta didik meraih harga diri (self- pribadi, kesempatan ekonomi, serta keadilan esteem) mereka dan menerima tanggung sosial. Ia memiliki tantangan karena keberhasilan jawab yang lebih besar terhadap perilaku dari demokrasi berada dipundak warganegaranya mereka. sendiri bukan pihak lain. Nilai universal yang dapat membangun demokrasi adalah toleransi dan bekerjasama. Dalam bertoleransi terdapat filosofi: menerima diri sendiri dan orang lain (accepting myself and others), menyadari kita semua berbeda id (knowing we are all different), o. memahami dan berpikiran-terbuka .g (being understanding and open- sd minded). tk itp Begitu pun dalam bekerjasama terdapat filosofi: saling tolong- .d menolong (helping one another), w w bekerja secara bersama-sama dengan w sabar (working together with patience), usaha bersama untuk mencapai tujuan (collective effort to reach a goal). PENDIDIKAN BERBASIS NILAI Kegiatan belajar dan mengajar tentang nilai dapat Pendikan berbasis nilai bukanlah subjek baru dilakukan dengan langkah: 1) penjelasan guru yang perlu dipadukan ke dalam kurikulum, tentang nilai, 2) Anak-anak merefleksikan nilai dan melainkan ia merupakan suatu filosofi pendidikan, menghubungkannya ke dalam kebidupan sehari- suatu pendekatan dalam proses pembelajaran hari , dan 3) dengan anak-anak menggunakan yang melandasi cara suatu sekolah dalam nilai-nilai sebagai panduan dalam bertingkah-laku. membentuk ethos pada peserta didik dan komunitas sekolah. Dalam prosesnya, contoh pengalaman belajar yang dapat menghidupkan kegiatan toleransi Tujuan pendidikan berbasis nilai (values-based dan kerjasama adalah: berdiskusi, bermain education) adalah : peran, bernyanyi, berdeklamasi, menceritakan, • Membantu komunitas sekolah memikirkan dan mengamati, tanya jawab, menghitung, membaca, merefleksikan nilai-nilai universal yang positif mengidentifikasi (meneliti dan mencatat), dan mewujudkannya dalam hubungan di demonstrasi, karya wisata, wawancara, menyimak, menonton, membuat, dan sebagainya. BULLETIN FASILITATOR EDISI 1-2009
  • 9. PAKEM DAN PENANAMAN Dalam kerja kelompok, maka komposisi pengurus kelompok perlu diputar atau digilir sehingga DEMOKRASI DI KELAS setiap anak berkesempatan untuk memimpin dan Menurut Permendiknas No. 41 tahun 2007 tentang dipimpin. Hal ini akan menumbuhkan sikap saling standar proses dalam pelaksanaan kegiatan menghargai dan sekaligus memahami posisi inti pembelajaran melalui proses: eksplorasi, masing-masing. elaborasi, dan konfirmasi. Pembelajaran yang aktif, kreatif dan menyenangkan (PAKEM) Contoh praktis dalam penanaman demokrasi bukan bentuk tempat duduk yang berkelompok, di kelas misalnnya dalam pemilihan ketua tetapi kegiatan yang dikerjakan anak harus kelas. Sikap untuk bertanggung jawab perlu menantang siswa untuk mengembangkan ditumbuhkan dalam mengemukakan pendapat, berbagai kompetensi seperti berpikir kreatif, mengambil keputusan, bermusyawarah, dan mengungkapkan pikiran, dan memecahkan menghargai pendapat orang lain. Menerima masalah baik secara berkelompok maupun perbedaan pendapat serta siap “menang” maupun mandiri. “kalah” dalam berargumentasi maupun dalam mencapai sesuatu perlu dibiasakan. Apa pun PAKEM menuntut guru untuk kreatif dan putusan bersama di dalam kelas harus dipatuhi inovatif sehingga pembelajaran tidak menjadi oleh kelas. Siapa pun yang sudah disepakati monoton dan membosankan. Sikap toleransi sebagai ketua kelas harus dipercaya untuk dan bekerjasama dalam pembelajaran dapat memimpin kelas. membangun demokrasi dan belajar “demokrasi” sendiri. Metode pembelajaran perlu memberikan Contoh lain adalah aturan untuk mengangkat id variasi untuk menyelesaikan masalah secara o. tangan sebelum berbicara apabila ingin usul, bersama dan menghargai pendapat orang lain. .g menjawab pertanyaan, menyanggah, atau sd mengemukakan pendapat. Kebiasaan menjawab Tata tertib kelas biasanya dibuat oleh kepala secara koor dan bersama-sama merupakan tk sekolah atau guru untuk siswa. Hal ini secara itp kebiasaaan yang kurang demokratis. Siswa tidak langsung mendukung terjadinya peraturan boleh berbicara atau bersuara hanya setelah .d dibuat dan ditujukan untuk pihak atau orang lain. diberi kesempatan atau ditunjuk oleh guru perlu w Pembuatan peraturan kelas oleh siswa berikut w dibiasakan. Mendengarkan serta memberi sangsinya secara bersama-sama merupakan w kesempatan kepada orang yang sedang salah satu strategi penanaman demokrasi. Hal berbicara sampai selesai merupakan bagian ini merubah paradigma bahwa peraturan dibuat dari menghargai orang lain. Melalui strategi ini sendiri untuk dirinya sendiri. Jika ada yang maka sikap untuk menahan diri, mendengarkan melanggar peraturan kelas maka dirinya sendiri pendapat orang lain, serta berbicara hanya yang akan menjalani sangsi yang telah disepakati. setelah diberi ijin dapat menumbuhkan sikap Setiap anak perlu diberi kesempatan demokratis dalam kehidupan. berpengalaman sebagai ketua, sekretaris, pelapor, dan anggota dalam setiap kegiatan di kelas akan menumbuhkan nilai-nilai demokratis. DAFTAR PUSTAKA Undang-Undang Dasar 1945, 2006. Sekretariat Jenderal dan Kepaniteraan Mahkamah Konstirusi RI. Jakarta. Undang-Undang RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 2003. Fokus Media. Bandung. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 41 tahun 2007 tentang Standar Proses. 2007. BSNP. Jakarta Hawkes, Neil. 2001. Being a School of Excellence Values Based Education. Oxford Shire County Council Education Service. Democracy in Brief. Bureau of International Information Programs U.S. Department of State. BULLETIN FASILITATOR EDISI 1-2009
  • 10. GAGASAN INOVASI PEMBERDAYAAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH Oleh: Anita P. Perpustakaan sekolah bukanlah sekedar pelengkap dan tempat menyimpan koleksi buku dan alat peraga, tetapi lebih dari itu. Perpustakaan merupakan sumber belajar dan sumber informasi yang jauh lebih banyak di banding informasi di kelas. Diperlukan upaya pemberdayaan perpustakaan agar perpustakaan menjadi sumber inspirasi dan pusat pencarian informasi serta pengetahuan bagi guru dan siswa. sarana edukatif, informatif, riset, dan rekreatif. id Namun kenyataan perhatian pemerintah o. dan masyarakat terhadap .g perpustakaan sekolah sd masih sangat rendah. Hal tk ini ditunjukkan dengan itp kondisi bahwa sebagian .d besar sekolah belum w memiliki perpustakaan. w w Beberapa sekolah yang memiliki perpustakaan juga belum berfungsi sebagaimana seharusnya yang antara Perpustakaan merupakan ”surga” bagi pemburu ilmu dan informasi. Budaya baca dapat lain disebabkan oleh ditumbuhkan melalui pengkondisian. kurangnya suasana nyaman akibat kurangnya koleksi serta fasilitas perpustakaan, pengelolaan perpustakaan yang kurang profesional, serta PENDAHULUAN kurangnya pemanfaatan perpustakaan oleh guru Perpustakaan merupakan tempat ideal untuk dalam proses belajar mengajar. Sebuah seminar mencari informasi yang sangat diperlukan dalam tentang pengembangan perpustakaan sebagai dunia informasi yang berkembang dengan cepat. sumber belajar yang diselenggarakan oleh Perpustakaan seharusnya menjadi tempat Badan Penelitian dan Pengembangan Depdiknas atau sarana untuk membantu menggairahkan telah menghasilkan rekomendasi perlunya semangat belajar, menumbuhkan minat baca, dan mengadakan perpustakaan di setiap sekolah, mendorong membiasakan siswa belajar secara pemberdayaan sarana dan prasarana pendidikan, mandiri, karena perpustakaan berfungsi sebagai perlunya pustakawan di sekolah, perlunya 10 BULLETIN FASILITATOR EDISI 1-2009
  • 11. guru dan siswa memanfaatkan perpustakaan sikap dan perilaku siswa, guru, masyarakat, dan sebagai sumber belajar, dan perlunya koordinasi semua orang terhadap perpustakaan. Tanpa antara perpustakaan baik perpustakaan sekolah adanya perubahan sikap maka akan sulit bagi dengan perpustakaan nasional, perpustakaan tumbuh dan kembangnya perpustakaan sekolah wilayah, perpustakaan umum, perpustakaan sebagai sumber pengetahuan. Pembahasan keliling, perpustakaan kecamatan, perpustakaan kali ini lebih difokuskan kepada pemberdayaan perguruan tinggi, dan perpustakaan khusus/ perpustakaan sekolah sebagai bagian tak instansi. terpisahkan dari proses belajar mengajar. Dari rekomendasi tersebut belum ada yang KEMAMPUAN LITERASI secara langsung menuntut adanya perubahan perilaku siswa, guru, dan masyarakat terhadap INFORMASI BAGI SETIAP perpustakaan sekolah. Secara konsep sebagian ORANG besar orang setuju bahwa perpustakaan Literasi informasi (information literacy) adalah penting dalam mendukung proses adalah kemampuan untuk mengetahui bila belajar mengajar serta dalam menumbuhkan suatu informasi dibutuhkan, yang mencakup minat baca. Namun kemampuan untuk bagaimana untuk mampu mengidentifikasi, memulainya adalah menempatkan, mengevaluasi, sesuatu yang masih dan menggunakan informasi perlu dicari, terutama secara efektif yang diperlukan menyangkut hal-hal id untuk masalah yang dihadapi o. yang bersifat praktis (National Forum on Information .g dan operasional. Literacy, 2004). Kemampuan sd Guru pasti setuju ini di Indonesia secara khusus bahwa perpustakaan belum ada kurikulumnya, tk itp sangat diperlukan padahal setiap orang dalam membina memerlukan kemampuan .d generasi muda, namun berapa orang guru yang literasi informasi yang perlu ditanamkan dan w w telah menggunakan perpustakaan sebagai dilatihkan sejak dini. Di tingkat sekolah dasar w tumpuan dalam memberikan bimbingan belajar. kemampuan literasi informasi tidak kalah Menteri Pendidikan Nasional baru-baru ini dalam pentingnya dengan kemampuan dasar baca-tulis- kesempatan menerima koleksi perpustakaan hitung. Siswa yang memiliki kemampuan literasi dari British Council ke Perpustakaan Depdiknas informasi akan tahu bagaimana menggunakan mengatakan bahwa selama ini pendidikan lebih sumber daya yang tersedia baik di mana diidentikkan dengan bersekolah yang berupa pun termasuk di perpustakaan. Mereka akan kegiatan rutin bertemu guru dan melaksanakan memahami tujuan, kekuatan, perbedaan, dan perintah guru. Siswa hanya mempelajari dan persamaan dari setiap penyedia informasi dan membaca hal-hal yang dicatat di kelas. Jarang digunakan untuk saling melengkapi. Seorang sekali siswa diberi pekerjaan rumah yang siswa yang memiliki kemampuan literasi informasi memerlukan referensi dan mengharuskan akan mampu menggunakan informasi secara siswa ke perpustakaan untuk mengerjakannya efektif mulai dari pendefinisian suatu topik atau (Depdiknas, 2004). masalah serta mengevaluasi informasi yang diperoleh. Selama perpustakaan sekolah hanya merupakan pelengkap bagi keberadaan sekolah, maka Asosiasi Perpustakaan Sekolah Amerika selama itu pula perpustakaan sulit untuk mengemukakan pentingnya kemampuan literasi diberdayakan. Hal mendasar yang perlu dilakukan informasi bagi siswa. Siswa yang memiliki untuk memulainya adalah adanya perubahan kemampuan literasi informasi mampu mengakses BULLETIN FASILITATOR EDISI 1-2009 11
  • 12. informasi secara efisien dan efektif, mengevaluasi informasi secara kritis dan berkompeten, serta menggunakan informasi secara akurat dan kreatif. Siswa yang memiliki literasi informasi memiliki kemampuan belajar mandiri sehingga mampu mencari informasi yang sesuai untuk dirinya, menghargai literatur dan segala bentuk informasi, serta selalu mencari cara yang tepat dalam mencari informasi. Mereka juga memiliki tanggung jawab sosial, karena menghargai setiap informasi yang berkembang di masyarakat, berperan serta dalam kelompok pemberi dan pencari informasi. Literasi informasi terkait erat dengan keberadaan perpustakaan berikut perangkatnya (American Association of School Librarians, 2004). PERUBAHAN PARADIGMA PERPUSTAKAAN SEKOLAH Paradigma atau cara pandang Pemerintah dan masyarakat terhadap keberadaan perpustakaan di sekolah perlu dilakukan perubahan agar dapat Pergi ke Perpustakaan adalah Wajib id menumbuhkan minat baca di kalangan siswa o. dan guru. Beberapa ide perubahan paradigma .g Pemanfaatan perpustakaan sekolah sangat yang mungkin dapat dipertimbangkan untuk sd tergantung dari kegiatan dan proses belajar yang memberdayaan perpustakaan dalam rangka tk diterapkan oleh guru. Guru yang tidak pernah meningkatkan budaya dan minat baca antara lain itp memberi tugas bagi siswa yang mengharuskan sebagai berikut. siswa mencari informasi di perpustakaan, akan .d w sulit menumbuhkan budaya dan minat baca siswa. Perpustakaan Sebagai Kebutuhan Utama w Untuk itu perlu diciptakan suatu kegiatan siswa Sekolah w yang mengkondisikan siswa mencari berbagai referensi termasuk ke perpustakaan sekolah Perpustakaan sekolah selama ini dipandang untuk mengerjakannya. Selain itu kunjungan sebagai pelengkap dari keberadaan sekolah. ke perpustakaan bagi siswa bukan dilakukan Karena hanya bersifat sebagai pelengkap maka bila diperlukan, tetapi perlu dirubah menjadi perpustakaan sekolah akan dianggap penting wajib. Sistem pendidikan di Australia dan Inggris setelah yang lain terpenuhi. Pandangan ini menerapkan kunjungan siswa ke perpustakaan menyebabkan sebagian besar sekolah, terutama sekolah minimal 1 (satu) kali seminggu secara sekolah dasar, tidak memiliki perpustakaan. terencana. Rencana pemanfaatan perpustakaan Pandangan tersebut perlu dirubah yaitu bahwa dilakukan oleh Pustakawan bekerjasama dengan perpustakaan sebagai pelengkap sekolah guru. Dengan demikian diperlukan suatu program menjadi kebutuhan utama sekolah. Hal ini untuk pengintegrasian perpustakaan ke dalam proses mendukung bahwa ilmu dan pengetahuan yang belajar mengajar. dipelajari siswa tidak hanya tergantung pada guru di kelas, tetapi juga dapat diperoleh di Perpustakaan merupakan Pusat Informasi perpustakaan yang jangkauannya jauh lebih luas, baik diperoleh secara mandiri maupun secara Keberadaan perpustakaan di sekolah pada terstruktur sebagai bagian dari kegiatan belajar saat ini kurang diperhitungkan yang mungkin mengajar. 12 BULLETIN FASILITATOR EDISI 1-2009
  • 13. disebabkan oleh sikap Keterbatasan fasilitas perpustakaan sekolah bahwa perpustakaan belum dirasakan di sebagian besar sekolah, bahkan menjadi prioritas. Padahal untuk tingkat sekolah dasar perpustakaan pun pada era informasi dan banyak yang tidak memiliki. Upaya penambahan teknologi ini perpustakaan fasilitas perpustakaan pada umumnya dilakukan sekolah merupakan pusat dengan menunggu bantuan dari pihak lain, informasi bagi siswa. baik pemerintah maupun masyarakat. Padahal Pembelajaran yang berpusat kita tahu bahwa upaya seperti itu akan selalu dan hanya mengandalkan berhadapan dengan waktu dan tidak sedikit yang guru bersifat terbatas, tidak berhasil untuk memperolehnya. Untuk itu karena guru tidak mungkin diperlukan cara lain yang lebih operasional seperti mengetahui dan menguasai meminta bantuan kepada setiap orang tua siswa segala-galanya. Perubahan yang telah lulus untuk menyumbang buku bacaan, paradigma bahwa baik baru maupun bekas. Selain itu bekerjasama perpustakaan menjadi dengan lembaga, institusi, atau wirausaha pusat informasi perlu di sekitar sekolah untuk menambah koleksi disosialisasikan, karena perpustakaan perlu dirintis. informasi yang tersedia jelas jah lebih lengkap dan akurat Perubahan Cara Kerja dibanding kalau hanya memperoleh informasi dari guru di kelas. Keberhasilan proses belajar mengajar siswa sangat ditentukan oleh guru di kelas. Cara id o. Perpustakaan adalah Tempat Yang Nyaman kerja guru secara individu yang pada umumnya .g diterapkan kurang mendukung terlaksananya sd Kondisi perpustakaan sekolah pada umumnya proses belajar mengajar yang optimal. Cara kerja hanya sekedar ada dan bahkan terkesan kumuh. dengan pola tim (teamwork) akan membantu tk itp Hal ini diperparah dengan koleksi buku yang proses belajar mengajar lebih bermutu, baik ada kebanyakan hanyalah buku pelajaran yang untuk guru maupun siswa. Hal ini sesuai dengan .d sudah tidak dipakai di kelas, sementara setiap pepatah bahwa dua kepala lebih baik dari w w siswa pada umumnya memiliki buku pelajaran satu kepala, karena dapat saling memberi dan w sendiri. Otomatis buku-buku pelajaran yang ada melengkapi. Kerjasama tersebut tidak hanya di perpustakaan tidak akan tersentuh baik oleh dilakukan antar guru, tetapi juga antara guru dan guru maupun siswa. Di beberapa sekolah dasar pustakawan serta kepala sekolah. di Australia, Inggris, dan Jepang, perpustakaan sekolah merupakan tempat yang nyaman baik Saat ini di beberapa negara seperti Kanada, untuk istirahat maupun belajar. Bahkan beberapa Srilanka, Inggris, dan Australia dikenal Guru- sekolah memiliki fasilitas perpustakaan yang Pustakawan. Artinya pustakawan adalah juga jauh lebih nyaman dibanding kondisi kelas. Hal seorang guru dengan tanggung jawab utama ini membuat suasana perpustakaan tidak pernah melatihkan kemampuan informasi literasi. Sebagai sepi dari anak pada jam-jam istirahat. contoh di Australia dan Inggris, setiap kelas di Sekolah Dasar memiliki 1 (satu) jam pelajaran BEBERAPA STRATEGI UNTUK untuk mengunjungi perpustakaan. Di situ yang bertanggung jawab adalah pustakawan, sehingga MENINGKATKAN MINAT dia memiliki program tahunan, program semester, BACA SISWA bulanan, dan persiapan harian sebagaimana yang dimiliki oleh guru. Informasi literasi di kedua Pembenahan Fasilitas dan Koleksi negara tersebut merupakan bagian dari kurikulum Perpustakaan nasional. BULLETIN FASILITATOR EDISI 1-2009 13
  • 14. Pemberdayaan Pustakawan hari sebelum pelajaran dimulai. Memberikan tugas baca kepada siswa dan kemudian diminta untuk Cara kerja perpustakaan pada umumnya membuat abstrak/sinopsis dari buku yang telah menunggu siswa untuk mengunjunginya. Cara ini dibaca juga merupakan salah satu cara untuk perlu dipertimbangkan kembali karena tidak efektif membuat siswa membaca. untuk menumbuhkan minat baca siswa. Pihak perpustakaan harus secara proaktif mengundang PENUTUP siswa untuk mengunjungi perpustakaan dengan Negara-negara maju seperti Jepang dan Australia berbagai program yang menarik, seperti budaya baca masyarakat cukup tinggi. Orang membaca dongeng oleh pustakawan, memberikan Jepang lebih banyak menghabiskan waktunya informasi tentang buku-buku yang baru, membuat untuk membaca atau tidur ketika dalam perjalanan acara-acara lomba menulis atau meringkas buku, di kereta api atau bus. Bahkan di taman-taman dan sebagainya. Dengan demikian perpustakaan banyak dijumpai orang tua dan muda membaca tidak hanya menunggu siswa datang, tetapi buku. Perpustakaan keluarga sepertinya sudah menjemput mereka untuk ke perpustakaan. menjadi bagian dari kehidupan bagi keluarga di Jepang. Malaysia telah mencanangkan Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan bahwa tahun 2020 sebagai salah satu negara antara lain mengadakan acara mengenal maju. Kebijakan Pemerintah Malaysia untuk perpustakaan; Bekerja sama dengan para guru meningkatkan kualitas sumber daya manusia untuk mengadakan kegiatan promosi minat baca, salah satunya dilakukan melalui peningkatan seperti membentuk kelompok pecinta buku, budaya dan minat baca, untuk mencintai lomba minat baca, dsb.; Menjalin kerja sama pengetahuan, mencintai perubahan, mencintai id o. antarperpus-takaan sekolah, kerja sama dengan inovasi, bersifat reflektif, kreatif, dan proaktif. Saat .g penerbit, organisasi-organisasi sosial dan agama, ini produksi buku di Malaysia meningkat dari tahun sd serta pemerintah daerah untuk menyumbang ke tahun padahal beberapa dekade yang lalu koleksi perpustakaan; Menerbitkan majalah mereka belajar dari kita. tk itp sekolah dan mendistribusikan kepada para siswa untuk dibaca; Menyelenggarakan program inovasi Apa yang harus kita lakukan? Perubahan akan .d tentang pemanfaatan perpustakaan di sekolah; terjadi bila setiap orang memulai dari dirinya w w Menyelenggarakan jam cerita (story telling) sendiri. Berpikir kreatif merupakan salah satu w kepada para siswa secara periodik. alat untuk mengatasinya. Dr. Yew Kam Keong mengemukakan delapan cara mengaktifkan daya Pemberdayaan Siswa kreatif yaitu bagaimana kita melihat, mendengar, merasakan, membau, mengecap, mengerjakan Pemberdayaan siswa dalam upaya meningkatkan tugas, mengkhayal, dan menghasilkan sukses. minat baca dapat dilakukan antara lain dengan Usaha untuk lebih memanfaatkan perpustakaan menerapkan target membaca bagi setiap siswa sebagai pusat sumber belajar bagi warga sekolah dan memilih siswa yang membaca buku terbanyak dapat dilakukan dengan menggali kreativitas dan dapat menceritakan isinya. Program “sarapan dan ide sederhana, misalnya dengan penugasan pagi” dengan wajib baca bagi semua warga setiap siswa membaca minimal 1 judul buku sekolah termasuk guru dan siswa. Program wajib per bulan. Jika ide sederhana ini dilakukan baca ini diterapkan oleh setiap sekolah di Australia maka akan segera terasa bahwa koleksi buku di Barat yang dilaksanakan selama 10 menit setiap perpustakaan perlu ditambah jumlahnya. REFERENSI: American Association of School Librarians. 2004. Information Power: Building Partnerships for Learning. Online at http://www.infolit.org/definitions/ 9standards.htm Depdiknas Website. 2004. Online at http://www.depdiknas.go.id National Forum on Information Literacy. 2004. Online at http://www.infolit.org/definitions/ index.html Yew Kam Keong, Ph.D.2003. You Are Creative. Malaysia 1 BULLETIN FASILITATOR EDISI 1-2009
  • 15. GAGASAN INOVASI Kita Butuh id Dongeng yang o. .g sd Memberdayakan tk itp .d w w WeES Ibnoe Sayy – Pendiri Rumah Dongeng w Hampir setiap malam sebelum tidur anak-anak berkumpul duduk di atas tikar yang digelar di sudut ruang keluarga, sabar si pendongeng mendengarkan pertanyaan kemudian menjawab dengan arif. Pendengar pun semakin hari kian tambah akrab dengan si mendengarkan dongeng yang disampaikan pendongeng. Diskusi tentang isi dongeng kadang ibu, ayah, nenek atau kakek. Kadang-kadang berlanjut di esok hari. Pendongeng tersenyum paman atau tamu yang sedang menginap yang saat melihat pendengarnya mengangguk-angguk mendongeng. Dengan antusias anak-anak mendengar jawaban yang dia sampaikan. itu mengikuti setiap kisah yang disampaikan. Begitulah nilai-nilai yang dibungkus dengan Kadang ada yang tertidur sebelum cerita usai dan dongeng masuk dengan lembut dan tertanam kuat dongeng berlanjut dalam mimpi. dalam sanubari pendengarnya. Disela-sela atau setelah selesai mendongeng Ternyata selain menghangatkan hubungan batin, kadang pendengar ada yang bertanya tentang dampak dari kegiatan mendongeng yang lain dongeng yang disampaikan atau hubungannya yakni membuat anak tumbuh keberanian serta dengan realita kehidupan yang dihadapi. Dengan kemampuannya berkomunikasi dapat dilihat pada esok hari saat istirahat di halaman sekolah, salah BULLETIN FASILITATOR EDISI 1-2009 1
  • 16. lepas dari kepungan yang menghimpit untuk mengembara ke dunia imajinasi. Mendongeng adalah kebebasan sesaat untuk mencari dan menemukan impian-impiannya sendiri, berbeda dari realitas yang menjajah dan membatasi. Kemerdekaan berimajinasi dan berekspresi masih sangat dibutuhkan, apalagi bagi anak-anak serta remaja. Era global, dimana berbagai temuan teknologi yang niatnya dirancang untuk lebih memudahkan upaya mendorong tumbuhnya sikap kreatif serta kearifan, berkembang sangat pesat, termasuk “mendongeng” melalui media elektronik. Apa yang terjadi? Sajian media elektronik dan optik telah menyumbat potensi anak-anak dan remaja dalam bermimpi serta berimajinasi untuk menemukan dunianya sendiri. Dongeng–dongeng bisnis yang disajikan media elektronik dan optik hanya mencari keuntungan material dan menghambat, bahkan memangkas kemudian menggiring potensi imajinasi anak dan remaja kita ke arah id o. kepentingan bisnis dan mengabaikan nilai-nilai .g kemanusiaan serta nilai-nilai moral. sd Pelibatan anak dalam mendongeng merupakan cara praktis untuk menanamkan nilai-nilai kehidupan. Mereka anak-anak dan remaja kita akhirnya tk itp satu anak yang malamnya mendengar dongeng cenderung hidup menurut isi dongeng bisnis industrialis yang kapitalis dan hedonis. Potensi .d terlihat sedang mendongengkan kembali kisah daya imajinasi dan daya kreativitasnya yang w yang didengar semalam. w subyektif terpendam, terkubur kemudian w Teman-temannya asyik mendengarkan, bahkan dijadikan lahan stimulasi atau rangsangan bisnis beberapa guru di sekolah kadang meminta si komunikasi elektronik dan optik yang menggiring anak untuk mendongeng di depan kelas. Dalam dan membentuknya demi kepentingan pasar. pergaulanpun anak-anak saling menghormati, Dunia dongeng yang sesungguhnya kian hilang saling menolong, saling mengingatkan. Hari-hari dan diganti dongeng-dongeng buatan para pemilik dilalui dengan indah. modal serta industri kapitalis yang hedonis. Peristiwa diatas terjadi empat puluh tahun yang lalu. Sekarang masih adakah orangtua yang mau Dunia anak adalah dunia imajinasi, adalah saat menyempatkan diri mendongeng untuk anak atau paling tepat untuk mengembangkan Imajinasi agar cucunya? selanjutnya mendorong tumbuhnya potensi kreatif. Mendongeng adalah salah satu media paling Sebetulnya masyarakat dalam kondisi terkepung efektif untuk proses tersebut. Sayang, orangtua realita kehidupan yang semakin sarat dengan maupun guru di sekolah kini tidak lagi melakukan kecemasan, keresahan dan kesenjangan. kegiatan mendongeng. Metode pendidikan paling Hadirnya kegiatan mendongeng ibarat taman tua di dunia serta media komunikasi efektif untuk dengan telaga bening menyejukkan di tengah transformasi nilai. “Mendongeng” media multi gersangnya zaman yang kian meranggas. fungsi itu kini lenyap entah kemana. Setiap hari Mendongeng adalah kesempatan sesaat bahkan setiap saat lewat berbagai media terutama televisi, anak-anak kita dijejali dongeng-dongeng 1 BULLETIN FASILITATOR EDISI 1-2009
  • 17. id o. .g sd yang memperdayakan. Dongeng-dongeng hasil tk sendiri. Satu sisi mereka harus mewarisi impian itp industri kapitalis dengan muatan kekerasan, para pendiri negara ini, di sisi lain mereka kekejaman bahkan birahi yang tanpa malu-malu dihadapkan pada impian-impian promotif yang .d diumbar. siap pakai. Bahkan saat ini sebagian orangtua w w ikut mendorong agar anak-anaknya terjun ke arus w Dongeng sejati yang memberdayakan, yang dunia yang siap pakai, meski harus mengkhianati hilang dan tercecer oleh media elektronik dan nilai luhur. Karena memperjuangkan terwujudnya optik adalah juga suatu ‘pemiskinan jiwa generasi “mimpi’ sendiri yang sarat dengan nilai-nilai ideal muda’. Kita yakin sebetulnya generasi muda memang berat. Masih mungkinkan anak-anak kita kaya akan potensi imajinasi dan kreativitas. kita mewujudkan “mimpi” murni berangkat dari Namun realita kehidupan telah dibentuk oleh imajinasi serta gagasan mereka sendiri ? promosi dongeng-dongeng industri yang memperdayakan penikmatnya, yang hanya Jika kita sepakat ‘Mendongeng’ bisa menjadi mementingkan pasar. Dengan rencana rapi media ‘pemberdayaan’ karena mendongeng secara serentak dan intens menyerang generasi adalah metode komunikasi efektif dan “multi muda kita. Akibatnya mayoritas anak juga fungsi” terutama untuk mengembangkan potensi remaja kita kehilangan ruang dan kesempatan imajinasi yang bakal mendorong munculnya daya dalam mengungkapkan serta mengembangkan kreatif, maka mendongeng yang hanya mungkin kreativitasnya sendiri. Mereka semakin tergiring, dilakukan jika disertai hati, sangat dibutuhkan di terpojok dalam dunia realitas yang kejam dan era kapan pun. getir. Dongeng-dongeng produk Industri kapitalis juga merangsang dan membujuk mereka Jangan biarkan anak-anak kita melahap dongeng- meninggalkan kesempatan mengembangkan dongeng yang “memperdayakan”. serta mewujudkan impian ciptaan mereka BULLETIN FASILITATOR EDISI 1-2009 1
  • 18. ARTIKEL ANDA id Perhatian secara individu dapat o. .g meningkatkan rasa percaya diri anak sd dalam belajar. tk itp .d w PENDIDIK w w MENJADI YANG HANGAT Dewi Utama Faizah PENDAHULUAN Mendidik anak menjadi manusia yang Anak-anak usia TK terkadang menunjukkan berkualitas sebagaimana yang tertuang dalam emosi yang kurang stabil, seperti marah dan tujuan pendidikan nasional, bukanlah pekerjaan agresif, atau individu yang kurang bertanggung yang mudah. Oleh karena anak merupakan jawab, sehingga letupan emosi sering membuat individu yang unik. Guru bagi anak-anak usia repot para guru di sekolah. Kondisi itu semakin TK merupakan wakil dari orang tua yang setiap berat tatkala guru kurang melihatkan reaksi untuk saat melakukan interaksi dengan mereka selama memberikan pertolongan, dan menganggap berada di sekolah tugas sebagai guru hanya sebatas mengajar mereka saja. Guru kurang menyadari bahwa sikap 1 BULLETIN FASILITATOR EDISI 1-2009
  • 19. menyerang (hostility) yang terjadi pada seorang BERSIKAP HANGAT murid dapat dicontoh oleh teman-temannya yang Anak-anak yang berada dalam kondisi seperti di lain dan terekam sebagai bagian dari proses atas membutuhkan kehangatan. Guru-guru yang pembelajaran. berada di sekolah dapat menggantikan peran orang tuanya di rumah melalui berbagai sikap Semakin tinggi tingkat konflik yang terjadi di positif untuk mengembalikan rasa percaya pada dalam kelas seperti bakupukul, menjambak, diri anak. Sentuhan dan belaian yang bersahabat mencubit, dan menendang, maka semakin banyak dan penuh kasih sayang dari gurunya akan anak lainnya belajar tentang rasa marah dan membuat merasa nyaman dan percaya bahwa permusuhan kepada sesama teman mereka. masih ada orang lain yang memperhatikannya. Tentunya ini akan mempersulit tugas guru dalam mengelola kelasnya. Untuk itu, guru-guru yang diserahkan tanggung jawab untuk mendidik anak di TK diharapkan Anak-anak yang bermasalah di sekolah umumnya dapat menjadi guru-guru yang hangat penuh datang dari keluarga yang menolak anaknya, kelembutan. Bertuturlah dengan santun dengan bukan hanya secara fisik, namun dalam perilaku kata-kata yang menyentuh. Belailah kepala bercakap/verbal seperti ucapan yang negatif, mereka dan ungkapkan perasaan anda sebagai memaki, sadis, dan kasar. Menurut Rohner guru yang penuh kasih sayang. (1986) ada tiga pola pengasuhan orangtua yang “menolak” anaknya, yaitu (1) marah/agresif, (2) Ungkapkan juga pujian dan perasaan bangga mengabaikan, dan (3) penolakan yang hanya jika mereka melakukan sesuatu kebajikan, atau dapat dirasakan anak. id berhasil dalam kegiatan belajar. Dengan cinta o. dan kehangatan gurunya, maka anak Anda akan .g Anak yang sering dimarahi orang tuanya belajar menjadi individu yang dapat mencintai dan sd merupakan bagian dari bentuk penolakan dalam orang-orang disekitarnya. Anak pun akan belajar bentuk hukuman pisik, maupun verbal. Sementara tk mengontrol emosinya dihadapan orang lain. itp mengabaikan merupakan sikap orang tua yang tidak memberikan perhatian pada anak atau .d ketiadaan kontak pisik dan psikis dengan anaknya. BAGAIMANA MENCINTAI w ANAK? w Yang terakhir anak yang merasakan dirinya ditolak w orang tuanya akan menimbulkan perasaan tidak “Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan dicintai, dihargai dan dikasihi. Kondisi ini menurut persahabatan, maka ia belajar menemukan cinta Coleman (1986) akan semakin parah jika di dalam kehidupan....” sekolah guru mengabaikan si anak, sehingga sederet risiko terkait dengan faktor emosi siap mencengkeram anak, yaitu rasa takut, kurang percaya diri, selalu was-was, iri hati, selalu mencari perhatian, marah, bersikap menyerang dan merasa kesepian. Anak-anak yang dibesarkan dalam kondisi ini akan tumbuh dewasa dengan beragam kesulitan dan berpandangan negatif terhadap dunia di luardirinya. Rasa percaya dirinya terhadap orang lain juga meluntur (mistrust). Kegiatan belajar mengajar tidak hanya dilakukan dengan duduk di kursi saja, tetapi sesekali duduk di lantai dapat mengurangi kejenuhan dan menambah keakraban. BULLETIN FASILITATOR EDISI 1-2009 1
  • 20. Cinta adalah bagaimana seseorang memberikan Berikut ada beberapa TIPS membantu guru- perhatian untuk seseorang. Perilaku berikutnya guru membantu anak didiknya dapat bertumbuh adalah ingin selalu dekat dan ingin selalu kembang sebagai individu yang berakhlak mulia. berbagi dengan orang yang dicintai. Cinta • Letakkan tugas dan kewajiban sebagai adalah kekuatan daya tarik dengan perasaan “pendidik” sebagai agenda utama. Mengajar khusus yang mengisi lubuk hati manusia yang sebagai guru memang tugas anda. Akan tetapi terdalam. Guru yang mencintai anak didiknya jauh lebih penting lagi dapat menjadi teladan akan mendapat reaksi dicintai dan dikasihi anak sebagai pendidik sejati. Mengelola kelas didiknya. Karena mencintai berarti: dengan baik bukan hal mudah tetapi dapat • Memperlakukan anak penuh kebaikan dilakukan dengan melalui rencana-rencana sebagaimana anda sebagai guru juga senang sederhana yang bertumpu pada kebajikan. diperlakukan • Memberi sentuhan, belaian dengan kasih • Melakukan evaluasi diri melalui jurnal. Guru sayang, akan menimbulkan kesan yang berarti menuliskan bagaimana menjalani kegiatan sehingga anak didik anda mengenali rasa harian dan mingguan bersama anak-anak cinta itu. di kelasnya melalui refleksi catatan-catatan • Memberikan perhatian dan dukungan pada kecil. Catatan kecil yang bermakna ini disebut keinginan, cita-cita dan harapan anak didik sebagai “Jurnal”. Kegiatan ini akan sangat Anda. membantu guru melakukan perbaikan diri • Mampu berbagi perasaan, ide dan pendapat, menjadi guru yang profesional. serta menghormati perasaan dan ide tersebut. • Mengucapkan kata-kata positif dengan penuh • Jadikan diri Anda “teladan”. Anak belajar id o. kelembutan yang membahagiakan anak didik melalui contoh yang dapat ia lihat, ia rasakan, .g Anda. dan kelak tersimpan dalam pikirannya. Menjadi sd • Memahami kekurangan dan menerima anak teladan bagi anak didik Anda merupakan apa adanya. kegiatan terbaik yang mesti Anda lakukan tk itp • Selalu memberikan maaf pada anak didik selamanya. anda saat ia melakukan kesalahan. .d • Menanamkan akhlak mulia pada anak didik w w “BAGAIMANA tidak dapat dilakukan melalui kata-kata w semata. la membutuhkan praktik-praktik MEMPERHATIKAN ANAK secara berkesinambungan dalam kehidupan DIDIK ANDA?” sehari-hari. Perhatian adalah bentuk dari penghargaan terhadap perasaan orang lain. Memperhatikan • Jadilah mata, jadilah telinga. Anda mesti terus anak didik anda berarti anda telah: berlatih mengasah tajam naluri anda sebagai • Memikirkan dampak dari perbuatan yang telah pendidik. Anak didik bagaikan “sponges Bob” dilakukan terhadap mereka yang kering yang amat cepat menyerap air. • Mempedulikan perasaan mereka Sebagai guru gunakan mata dan telinga anda • Memberikan perhatian pada apa yang disukai untuk terus senantiasa mendampingi anak dan yang tidak disukai mereka didik Anda agar dapat memberikan pelayanan • Melakukan sesuatu yang membuat mereka pendidikan seoptimal mungkin. bahagia • Menyesuaikan diri terhadap kebutuhan mereka • Gunakan bahasa yang lembut dan santun. sebagai anak Anak didik anda akan sukar mengembangkan • Menjadikan kebutuhan anak didik anda sama pedoman moral baik jika kepada mereka tidak pentingnya dengan kebutuhan anda sebagai diperdengarkan bahasa yang jelas, lugas, orang dewasa. santun, dan bermakna. Selalu terangkan kepada mereka mana moral baik, dan mana 20 BULLETIN FASILITATOR EDISI 1-2009
  • 21. moral buruk saat dibacakan cerita, atau Kehidupan di sekolah adalah “sekarung” melihat kondisi nyata sehari-hari. kesenangan, kesedihan, kesuksesan dan kegagalan. Bisa tidaknya anak didik Anda • Menghukum dengan kasih sayang. Anak-anak menjalani kehidupan di sekolah merupakan mesti tahu apa guna hukuman jika mereka perjuangan Anda mendampingi mereka melanggar aturan yang telah disepakati sebagai gurunya. Ajak mereka bercakap- bersama. Hukuman yang mendidik masih cakap saat istirahat, atau berdiskusi di dibutuhkan. Anak-anak ditunjukkan untuk lapangan atau memberi waktu setelah pulang dapat menyadari bahwa hukuman merupakan sekolah bagi anak yang ingin curhat. bentuk dari risiko dari perbuatan yang ia lakukan, dan juga bagian dari bentuk kasih • Melibatkan orang tua dalam program sekolah. sayang guru mendidiknya menjadi anak yang Orang tua di rumah hendaknya juga dilibatkan berakhlak mulia. dalam memberikan pelayanan pendidikan akhlak yang diberikan di sekolah. Rumah • Belajar mendengar aktif. Cobalah hentikan adalah tempat anak berlabuh setelah ia pulang cara-cara berkomunikasi yang menggurui. dari sekolah. Maka tugas guru menyampaikan Mendengar dengan hati merupakan salah satu apa yang telah dilakukan di sekolah kepada berkomunikasi efektif dan produktif. Anak- orang tua juga mesti dilakukan dan dijaga anak didik Anda akan merasa sangat dihargai keberlangsungannya sehingga terbentuk karena segala perasaannya perilaku konsisten dan kompeten pada diri ditampung guru. Selalu anak. berikan waktu Anda buat id o. semua anak didik yang Selamat berpraktik menjadi guru yang .g Anda cintai. hangat dan bermanfaat sd • Terlibat dengan tk itp kehidupan mereka sebagai anak. .d w w w BULLETIN FASILITATOR EDISI 1-2009 21
  • 22. ARTIKEL ANDA TANTANGAN PENDIDIK DI ERA GLOBAL BUDIARTO menumbuhkembangkan kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan bagi diri, masyarakat, bangsa dan negara. Pencapaian tujuan mulia ini tidaklah mudah, sehingga diperlukan kerja keras dan komitmen semua pihak dalam penyelenggaraan pendidikan. Pada kenyataannya rendahnya mutu pendidikan masih menjadi permasalahan id dari masa ke masa. Untuk itu penyelenggaraan o. pendidikan haruslah ditangani secara serius .g dan benar-benar dijadikan tumpuan dalam sd membangun generasi penerus bangsa. Hal ini tk telah menjadi perhatian dan perbincangan dalam itp PENDAHULUAN setiap kesempatan, namun apa sebenarnya yang .d Pendidikan merupakan salah satu prioritas telah dilakukan adalah pertanyaan yang tidak w serta merta memperoleh jawaban. w pembangunan bangsa. Hal ini terbukti bahwa w negara-negara sangat memperhatikan pendidikan. Kebanggaan kita terhadap kekayaan sumber Dalam teori total quality management, daya alam sudah waktunya kita renungkan upaya peningkatan mutu pendidikan harus kembali, mengingat kekayaan tersebut belum memperhatikan semua komponen pendidikan mampu membawa kita menjadi negara maju. secara menyeluruh. Prinsip Total Quality Hal itu terjadi karena kekayaan sumber daya Management (TQM) menuntut adanya pendekatan alam kita tidak diimbangi dengan ketersediaan dari berbagai sisi, yaitu siswa, tenaga pendidik, sumber daya manusia yang berkualitas. Walaupun sarana prasarana, kurikulum, stakeholder kemerdekaan sudah kita peroleh lebih dari (pengambil kebijakan), dan masyarakat termasuk setengah abad yang lalu, tetapi indeks sumber lembaga pengguna hasil pendidikan dan lembaga daya manusia kita masih berada di urutan bawah. pendidikan yang lebih tinggi. Tenaga pendidik merupakan salah satu komponen pendidikan yang Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 vital, karena apapun kebijakan yang dikeluarkan tentang Sistem Pendidikan Nasional oleh Pemerintah selalu bermuara pada proses telah mengamanatkan bahwa pendidikan belajar mengajar yang diselenggarakan oleh merupakan usaha sadar dan terencana untuk guru. Setiap perubahan atau perkembangan yang mewujudkan suasana belajar bagi peserta terjadi di suatu negara selalu terkait erat dengan didik dalam mengembangkan potensi dirinya. apa yang terjadi di dalam kelas, karena di sanalah Pendidikan harus menjadi wahana untuk pusat pembentukan watak dan kepribadian 22 BULLETIN FASILITATOR EDISI 1-2009
  • 23. bangsa. Dengan kata lain guru merupakan kunci mengantisipasi perkembangan dunia. utama dalam penyelenggaraan pendidikan. Perubahan dan perkembangan tersebut Dengan strategisnya posisi guru dalam berdampak pada dunia pendidikan dengan segala pendidikan, maka setiap upaya peningkatan mutu aspeknya termasuk kurikulum, manajemen pendidikan harus selalu mengaitkan dengan pendidikan, tenaga kependidikan, strategi dan upaya peningkatan kualitas guru. Perbaikan metodologi pendidikan. Salah satu akibat penting kurikulum yang dilakukan secara periodik belum dalam dunia pendidikan adalah masuknya nilai sepenuhnya berpengaruh langsung terhadap dan budaya asing melalui berbagai program dan peningkatan mutu pendidikan. Bagaimana pun teknologi. Jelas hal ini dapat mempengaruhi jiwa baik dan terstrukturnya kurikulum akan selalu dan patriot bangsa. Dengan kata lain pendidikan kembali kepada praktek pembelajaran di dalam di Indonesia harus mampu mencerdaskan kelas. Perhatian terhadap kualitas guru harus kehidupan bangsa, sebagai sarana pemersatu merupakan salah satu fokus dalam pembangunan bangsa, dan melaksanakan 4 pilar pendidikan pendidikan. Guru yang berkualitas adalah guru learning to know, learning to do, learning to be, yang memiliki kualifikasi dan kompetensi sebagai and learning to live together. tenaga pendidik. Guru yang profesional akan dengan sendirinya tahu apa yang harus dikerjakan Peran tenaga pendidik juga dituntut berubah dari di kelas untuk memperbaiki mutu pembelajaran. pemberi atau penstransfer ilmu pengetahuan Guru yang profesional akan siap menghadapi menjadi fasilitator, dan konseling. Paradigma berbagai tuntutan dan tantangan jaman. Guru bahwa guru merupakan satu-satunya sumber yang profesional akan selalu berusaha selalu pengetahuan bagi peserta didik sudah tidak id o. menambah khasanah pengetahuan dan sesuai lagi. Bisa jadi wawasan anak jauh lebih .g keterampilan untuk mengikuti perkembangan maju daripada guru terutama tentang informasi sd ilmu pengetahuan. Dengan kata lain guru yang karena penggunaan teknologi canggih sering lebih profesional akan mampu dan siap menghadapi dulu digunakan anak. Untuk itu tenaga pendidik tk itp perubahan dan perkembangan keadaan. harus mampu membimbing dan memfasilitasi anak untuk belajar bagaimana belajar (learn how .d PENDIDIKAN DI ABAD ILMU to learn). w w PENGETAHUAN w Learning to know adalah prinsip bahwa belajar Saat ini kita hidup di abad di mana perkembangan untuk mengetahui atau memahami. Dengan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) prinsip ini pembelajaran harus mengkondisikan berjalan begitu cepat. Ketidaksiapan kita dalam agar siswa aktif dan menciptakan suasana menghadapi perkembangan ini dapat berdampak keingintahuan terhadap sesuatu yang baru. pada ketertinggalan bangsa. Beberapa Pembelajaran hendaknya menciptakan sikap perubahan yang terjadi pada era IPTEK antara “penasaran” (curiousity) pada siswa, sehingga lain masyarakat akan cenderung bergeser dari siswa selalu ingin belajar lebih jauh. masyarakat industri ke masyarakat informasi. Hal ini mulai terlihat dengan pemanfaatan Learning to do merupakan prinsip belajar untuk dunia informasi melalui media internet yang mengerjakan. Belajar bukanlah hanya untuk meniadakan batas negara. Penggunaan teknologi sekedar mengetahui, tetapi mampu berbuat. juga berubah dari teknologi yang dipaksakan ke Prinsip ini memadukan antara belajar teori dan teknologi tingkat tinggi. Penggunaan teknologi praktek agar seimbang. komunikasi saat ini sudah menjadi bagian dari kehidupan. Perekonomian bergerak dari Learning to be adalah prinsip belajar untuk perekonomian nasional ke global sehingga dunia menjadi dirinya sendiri. Prinsip ini mengarahkan akan terasa semakin sempit. Kondisi ini menuntut siswa untuk selalu mengejar dalam mencapai adanya perubahan paradigma pendidikan untuk sesuatu dan tidak putus asa. Setiap siswa BULLETIN FASILITATOR EDISI 1-2009 23
  • 24. memiliki potensi masing-masing dan berbeda belum memadai hingga pernah terjadi para guru antara satu dengan yang lain. Pembinaan dan berdemonstrasi menuntut kenaikan gaji. Kondisi pemberian pandangan untuk bekerja dapat rendahnya kesejahteraan guru bukanlah terjadi memunculkan semangat perjuangan dalam secara serta merta tetapi merupakan sebuah mencapai sesuatu untuk menjadi dirinya sesuai rangkaian yang panjang. Kondisi ini memang perlu dengan potensi yang ada. Dengan prinsip ini mendapat perhatian bersama. siswa memiliki cita-cita dan berpandangan jauh ke depan. Di sisi lain profesionalisme guru saat ini juga dipertanyakan. Posisi guru yang strategis dalam Learning to live together adalah prinsip belajar membangun bangsa, tapi di sisi lain muncul citra untuk hidup bersama. Siswa merupakan bagian bahwa kualitas guru sangat memperihatinkan. dari suatu sistem, komunitas, dan masyarakat. Bahkan seringkali terjadi guru yang merasa Siswa merupakan bagian dari komunitas sekolah, bahwa siswa belajar bersama guru dan siswa lain. Suasana kebersamaan dan saling menghargai perlu diciptakan antar warga sekolah. Siswa merupakan bagian dari masyarakat sehingga sekolah merupakan tempat bagi siswa untuk mempersiapkan diri untuk id o. hidup bermasyarakat. Dengan .g kata lain pembelajaran harus sd mengkondisikan siswa sebagai bagian dari suatu sistem belajar tk itp mengajar dan hidup bersama. .d Perubahan paradigma tentang w w guru tidak hanya pada tenaga w yang sudah aktif sebagai pendidik, tetapi mulai dari pendidikan pra-guru, in-service, maupun on- rendah diri di hadapan sekelompok orang dengan service. Redefinisi terhadap profesi dan peran profesi lain. Hal ini mungkin disebabkan oleh guru perlu dipertimbangkan dalam proses kurangnya percaya diri guru dan kurangnya pembelajaran. Meskipun pendidikan harus kesadaran bahwa gurulah yang dapat menentukan dapat merawat, mengasuh, menyayangi dan bentuk dan nasib bangsa ini. Profesi guru yang membimbing perkembangan anak, tuntutan baru saat ini sudah tidak lagi menjadi kebanggaan di abad teknologi tidak boleh disepelekan. Dalam minimal dapat mengakibatkan dua hal. Pertama, hal ini pengembangan profesi guru merupakan semakin banyak orang miskin lahir batin suatu hal yang sangat penting dalam menghadapi memasuki dunia guru karena terkait dengan asal perkembangan dunia. usul dan siapa yang memilih untuk menjadi guru. Anak-anak dari keluarga mampu akan mengejar KONDISI GURU SAAT INI jabatan atau profesi lain mengingat profesi Berbicara tentang guru di Indonesia tidak pernah guru kurang menjanjikan dari segi ekonomi. lepas dari masalah rendahnya gaji yang diterima. Akibatnya calon guru akan lebih banyak berasal Jumlah guru di Indonesia yang mencapai lebih dari keluarga dengan status ekonomi kurang dari 1,7 juta orang merupakan jumlah yang tidak menguntungkan. Walaupun status ekonomi sedikit dengan tingkat kesejahteraan mereka yang tidak langsung berkaitan dengan kecerdasan 2 BULLETIN FASILITATOR EDISI 1-2009
  • 25. anak, tetapi kesempatan dan fasilitas yang TUNTUTAN SEORANG GURU dimiliki sebuah keluarga akan mempengaruhi Dalam Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 perkembangan kecerdasan anak. tentang Sistem Pendidikan Nasional disebutkan bahwa tenaga kependidikan khususnya pendidik Akibat kedua adalah semakin banyak orang atau guru merupakan tenaga profesional yang yang memiliki kecerdasan tinggi yang tidak bertugas merencanakan dan melaksanakan berminat dan tidak bercita-cita menjadi guru. proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, Saat ini sulit mencari anak-anak di lingkungan melakukan pembimbingan dan pelatihan. Tugas perkotaan yang bercita-cita menjadi guru. Anak- guru tidaklah ringan karena harus melaksanakan anak berkemampuan intelektual tinggi akan proses pembelajaran anak bangsa. Karena lebih tertarik untuk menjadi dokter, insinyur, beratnya tugas tersebut tersebut maka dalam dan profesi lain daripada menjadi guru. Hal undang-undang disebutkan bahwa mereka ini sangat dimungkinkan memiliki hak untuk memperoleh penghasilan dan karena lingkungan keluarga jaminan kesejahteraan sosial yang pantas dan mereka tidak terlalu selalu memadai, penghargaan yang sesuai, pembinaan mempedulikan pembelajaran karier, perlindungan hukum dalam melaksanakan dan persekolahan. tugas, berhak atas hasil kekayaan intelektual, Kebanyakan orangtua akan dan hak untuk memperoleh kesempatan lebih bangga bila anak- menggunakan sarana, prasarana, dan fasilitas anaknya mampu menjawab pendidikan utnuk menunjang pelaksananaan soal-soal ujian dan mencapai tugas. nilai yang tinggi walaupun id o. dicapai dengan memberikan Sebagai penyeimbang dari haknya maka guru .g pelajaran tambahan atau less atau pendidik berkewajiban untuk menciptakan sd di luar sekolah. Membelikan suasana pendidikan yang bermakna, handphone dan play station tk menyenangkan, kreatif, dinamis, dan dialogis; itp dirasa lebih mudah dibanding mempunyai komitmen secara profesional untuk membelikan buku bacaan .d meningkatkan mutu pendidikan; dan memberi bagi anaknya. Selama hal w teladan dan menjaga nama baik lembaga, profesi, w itu terjadi maka kepedulian dan kedudukan sesuai dengan kepercayaan yang w terhadap dunia pendidikan diberikan kepadanya. dan persekolahan akan tersingkirkan yang berakibat semakin jauhnya Mengingat salah satu fungsi guru adalah profesi guru dari idola anak. pemersatu bangsa, juga diatur dalam undang- undang bahwa guru dapat bekerja lintas daerah. Dengan kata lain profesi guru saat ini bukanlah Pengangkatan, penempatan, dan penyebaran sesuatu yang menjadi kebanggaan bagi pendidik dan tenaga kependidikan diatur oleh penyandangnya, terutama bagi mereka yang lembaga yang mengangkatnya berdasarkan menjadi guru karena tidak mendapat pekerjaan kebutuhan satuan pendidikan formal. Untuk itu lain. Guru bukan lagi menjadi pilihan utama pemerintah baik pusat maupun daerah wajib dan profesi yang diidamkan, tetapi profesi guru memfasilitasi satuan pendidikan dengan pendidik lebih banyak dipandang sebagai pekerjaan. dan tenaga kependidikan yang diperlukan untuk Sepanjang guru setiap pagi ke sekolah, menjamin terselenggaranya pendidikan yang mengajar, dan kembali ke rumah, sudah dianggap bermutu. melaksanakan tugas atau pekerjaan. Padahal profesi guru menuntut lebih dari sekedar kegiatan Beberapa syarat yang diperlukan bagi seseorang rutin persekolahan, tetapi berkaitan dengan yang patut memperoleh kepercayaan sebagai menyiapkan masa depan generasi bangsa. guru untuk mengajar dan mendidik anak BULLETIN FASILITATOR EDISI 1-2009 2
  • 26. bangsa termasuk, amanah pada tugas, memiliki interpersonal yang kuat, berpandangan hidup dewasa, berpengarai keteladanan, serta memiliki hasrat untuk terus berkembang. Sifat-sifat kepribadian tersebut sangat diperlukan dalam mendukung tugas mempersiapkan generasi penerus. Seseorang yang memiliki sifat-sifat tersebut akan berpotensi untuk menjadi guru yang baik atau guru yang efektif. Guru yang efektif akan memiliki beberapa kelebihan antara lain 1) komitmen terhadap tugas, 2) menguasai kurikulum, 3) memahami perkembangan anak, 4) menguasai materi/ bahan pembelajaran, 5) menguasai metodologi pembelajaran, serta 6) menguasai sistem evaluasi. Komitmen terhadap tugas akan sangat mendukung terhadap kualitas proses belajar mengajar. Tanpa adanya komitmen maka bisa jadi proses pembelajaran akan belajar seadanya tanpa berusaha untuk memperbaiki dan meningkatkan UPAYA PENINGKATAN kinerjanya untuk lebih baik. PROFESIONALISME GURU SD id o. Berbagai upaya untuk meningkatkan .g Penguasaan kurikulum terkait dengan arah profesionalisme guru telah dilakukan pemerintah sd pendidikan yang telah ditetapkan. Guru yang antara lain menggunakan sistem pembinaan efektif akan melihat kurikulum sebagai acuan tk profesional melalui gugus sekolah. Pembentukan itp dalam melaksanakan tugas. Memahami gugus sekolah merupakan upaya untuk maju perkembangan anak terkait dengan penggunaan bersama dalam meningkatkan mutu pendidikan .d bahasa dan kesesuaian dengan usia anak. w melalui kelompok kerja guru (KKG), kelompok w kerja kepala sekolah (KKPS) dan kelompok kerja w Menguasai materi atau bahan pembelajaran pengawas sekolah (KKPS). Dengan semangat merupakan syarat lain yang harus dimiliki maju bersama maka mereka akan saling memberi seorang guru. Kesalahan informasi yang dan saling mengisi dalam meningkatkan kinerja diterima anak tidak mudah untuk diluruskan sebagai pendidik. kembali. Karakteristik untuk selalu meningkatkan kemampuan dan wawasan adalah keharusan Penerapan manajemen berbasis sekolah (MBS) karena belajar bukan hanya tugas siswa tetapi dan manajemen berbasis masyarakat merupakan juga guru. salah strategi peningkatan kualitas manajemen sekolah. Kebijakan ini meletakkan sekolah Guru perlu memiliki metodologi yang bervariasi. sebagai subyek pendidikan bukan sebagai Guru yang statis dan monoton dalam obyek, serta memberikan kewenangan dan melaksanakan kegiatan belajar mengajar akan otonomi yang lebih tinggi. Pembentukan Komite mengakibatkan kejenuhan anak dalam belajar. Sekolah merupakan salah satu upaya dalam Sistem evaluasi yang diterapkan guru harus meningkatkan partisipasi masyarakat. Masyarakat mampu menjangkau pertanyaan tentang apa yang dapat secara aktif membantu sekolah, misalnya telah dipelajari, dikuasai, dan dialami anak selama melalui program rehabilitasi gedung yang belajar. Dengan demikian guru harus memiliki dilaksanakan oleh komite sekolah. Dari sisi tenaga kemampuan dan wawasan yang luas tentang pendidik, MBS merupakan suatu upaya untuk sistem evaluasi pendidikan. 2 BULLETIN FASILITATOR EDISI 1-2009
  • 27. mengembalikan posisi guru pada profesinya yaitu MBS merupakan upaya untuk mengembalikan di kelas. posisi sekolah sebagai pusat dan subyek pembangunan. MBS menempatkan guru sebagai Berbagai bentuk pendidikan dan pelatihan bagi “penguasa” kelas dan bukan sebagai pelaksana guru yang selama ini dilakukan harus tetap yang hanya bekerja berdasarkan perintah atasan. dilaksanakan dan ditingkatkan, baik dalam negeri Guru adalah profesi bukan pekerjaan sehingga maupun luar negeri. Pengembangan jaringan guru bukan hanya sekedar orang yang bisa pendidikan dan kerja sama baik antar sekolah mengajar, tetapi bisa mendidik, membimbing, maupun antar negara untuk memberi kesempatan dan panutan bagi peserta didik. Rendahnya kepada guru dalam meningkatkan kemampuan kualitas guru tidak terjadi dengan tiba-tiba tetapi dan wawasan. Penelitian tindakan kelas lebih disebabkan karena sistem yang berjalan, (classroom action research) juga perlu dikenalkan sehingga perbaikan tidak dapat dilakukan dengan kepada guru untuk memperbaiki kualitas parsial tetapi harus melihat sistem secara pembelajaran secara terus menerus. keseluruhan. PENUTUP Pembaharuan di bidang pendidikan selalu menandai dinamika dunia pendidikan. Kebijakan yang baru harus disesuaikan dengan situasi, kondisi dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pembangunan pendidikan id o. tidak bisa dilepaskan dari perhatian .g terhadap tenaga pendidik, karena semua sd kebijakan bermuara di dalam kelas. Guru merupakan jabatan fungsional tk itp yang menuntut profesionalisme tinggi. Rendahnya kesejahteraan guru .d sudah seharusnya menjadi perhatian w w pemerintah sebagai bagian dari upaya w peningkatan mutu pendidikan. Penerapan REFERENSI Besterfield, Dale H., 2003, Total Quality Management, 3rd ed., New Jersey: Prentice Hall Departemen Pendidikan Nasional. 2001. Menuju Pendidikan Dasar Bermutu dan Merata. Laporan Komisi Nasional Pendidikan. Jakarta: Depdiknas Douglas et al. Education for Human Rights. An International Perspective. UNESCO: International Bureau of Education. Frank W. Banghart Albert Trull, JR. 1973. Educational Planning. London: The Macmillan Company Frederik Harbinson dan Charles A. Myers. Manpower and Education.1965. London: McGraw-Hill Book Company Martin Carnoy Henry M. Levin. 1976. The Limit of Educational Reform. New York: David McKay Company, Inc. Saiful Anam. 2006. Pergulatan Mengejar Ketertinggalan. Solo: Wajatri Soedijarto. 2003. Pendidikan Nasional sebagai Proses Transformasi Budaya. Jakarta: Balai Pustaka Soedijarto. 2005. Sebuah Renungan tentang “Mewujudkan Sains dan Teknologi Masyarakat Menuju Prestasi Internasional”, makalah disajikan dalam sarasehan nasional diselenggarakan oleh Universitas Jayabaya, 30 April 2005. Suyanto Djihad Hisyam (2000). Refleksi dan Reformasi. Pendidikan di Indonesia Memasuki Milenium III. Yogyakarta: Adicita Karya Nusa Tony Bush Les Bell. The Principles and Practice of Educational Management ( 2002). London: Paul Chapman Publishing UNDP, BPS, Bappenas. 2004c. National Human Development Report 2004. The Economics of Democracy. Financing Human Development in Indonesia. Jakarta: BPS-Statistics Indonesia, Bappenas, BPS BULLETIN FASILITATOR EDISI 1-2009 2
  • 28. ARTIKEL ANDA PENDIDIKAN INKLUSIF Ahsan Romadlon, M.Pd. Sebuah Pengantar dari deklarasi pendidikan untuk semua ini adalah menjamin hak semua orang untuk memperoleh pendidikan tanpa memandang perbedaan-perbedaan individual. Deklarasi ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa di banyak negara, masih banyak orang yang id belum mendapat akses pendidikan, o. terutama kelompok yang .g terpinggirkan seperti penyandang sd cacat (disabled) dan etnik minoritas. tk itp Indonesia juga menghadapi tantangan yang sama, dimana .d w anak-anak yang kurang beruntung w atau anak-anak yang terpinggirkan w belum mendapat kesempatan LATAR BELAKANG memperoleh pendidikan. Berdasarkan data Susenas tahun 2003, penyandang cacat di Salah satu implementasi sistem pendidikan Indonesia adalah 0,7% dari jumlah penduduk nasional untuk meratakan kesempatan dan mutu Indonesia, dan Jumlah penyandang cacat usia pendidikan adalah program wajib belajar. Artinya sekolah (5 – 18 th) adalah 21,42% dari seluruh pemerintah mewajibkan warga negara Indonesia penyandang cacat. Pada tahun 2000 jumlah yang berusia 6 tahun untuk mulai menempuh penduduk di Jawa Timur sejumlah 34.465.998 pendidikan dasar. Pendidikan dasar yang jiwa. Berdasarkan data dasi Susenas, maka dapat diwajibkan adalah sembilan tahun. Dengan kata diperkirakan bahwa jumlah penyandang cacat di lain, pemerintah bertanggung jawab menyediakan Jawa Timur pada tahun 2000 sekitar 241.261. Dari layanan pendidikan dasar yang dapat diakses jumlah tersebut diperkirakan anak penyandang oleh semua anak usia sekolah. cacat usia sekolah (5-18 th) sebesar 21,42% atau sekitar 51.678 anak. Bila dianalisis lebih Gagasan pendidikan untuk semua anak lanjut, data dari Depdiknas menunjukkan bahwa merupakan isu pendidikan internasional. Pada pada tahun pelajaran 2000/2001 di Jawa Timur tahun 1990 di Jomiten Thailand diselenggarakan siswa penyandang cacat yang bersekolah di SLB konferensi internasional, dan melahirkan deklarasi berjumlah 7.679. Sementara itu estimasi jumlah pendidikan untuk semua (education for all). Inti 2 BULLETIN FASILITATOR EDISI 1-2009
  • 29. penyandang cacat usia sekolah (5-18 tahun) di anak-anak penyandang cacat di daerah pedesaan Jawa Timur pada tahun 2000 adalah 51.678. tidak bisa menjangkau. Dengan adanya sekolah Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa baru inklusif anak-anak penyandang cacat atau anak- sekitar 15% dari jumlah penyandang cacat usia anak berkebutuhan khusus pada umumnya sekolah di Jawa Timur yang bersekolah di SLB. dapat memperoleh akses pendidikan di sekolah Sisanya yang 85% atau sekitar 43.999 belum terdekat. Dalam konteks inilah pendidikan inklusif bersekolah. dipandang sebagai strategi untuk menuntaskan wajib belajar sembilan tahun. Besarnya jumlah anak penyandang cacat yang belum bersekolah merupakan proyeksi besarnya Sementara ini pendidikan bagi anak-anak tantangan usaha mensukseskan pendidikan penyandang cacat di Indonesia kebanyakan dasar sembilan tahun. Jumlah ini belum termasuk masih diselenggarakan dalam bentuk sekolah anak-anak yang kurang beruntung karena faktor khusus (SLB). Penyelenggaraan pendidikan geografis, misalnya anak-anak dari suku terasing. secara terpisah (segregation) tidak dapat lagi Anak-anak yang kurang beruntung karena kondisi diterima oleh masyarakat internasional. Alasan utama yang mengemuka adalah persamaan hak untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas, dengan kata lain menolak adanya diskriminasi dalam sistem pendidikan. Penyatuan layanan pendidikan bagi anak-anak penyandang cacat pada khususnya dan anak-anak kurang beruntung lainnya dalam satu sistem id o. pendidikan di sekolah umum (reguler) disebut .g juga dengan inklusi. Dalam pendidikan sd inklusi tidak dibedakan lagi antara sekolah khusus dan sekolah reguler, yang ada tk itp adalah satu sekolah untuk semua anak. .d LANDASAN w w PENDIDIKAN INKUSIF w Pendidikan inklusif telah menjadi perhatian masyarakat dunia. Beberapa pertemuan internasional mendasari pergerakan menuju pendidikan yang sosial dan ekonomi, misalnya anak-anak jalanan. berkualitas bagi semua anak melalui Dan anak-anak yang kurang beruntung lainnya pendidikan yang inklusif. Landasan hukum dan misalnya anak-anak di daerah konflik dan anak- landasan konseptual yang menjadi landasan anak korban bencana alam. gerakan menuju pendidikan inklusif, termasuk di Indonesia, diantaranya adalah: (1) Deklarasi Hak Secara teknis, dalam konteks Indonesia, Asasi Manusia, 1948, (2) Konvensi Hak Anak, pendidikan inklusif dapat menjadi strategi 1989, (3) Konferensi Dunia tentang Pendidikan penuntasan wajib belajar sembilan tahun, untuk Semua, 1990, (4) Persamaan Kesempatan khususnya bagi anak-anak penyandang cacat. bagi Orang Berkelainan, 1993, (5) Pernyataan Sebagaimana telah diuraikan di atas bahwa Salamanca tentang Pendidikan Inklusif, 1994, sekitar 85% anak penyandang cacat di Jawa (6) Komitmen Dakar mengenai Pendidikan untuk Timur belum bersekolah. Hal ini diantaranya Semua, 2000, (7) Deklarasi Bandung tahun 2004 disebabkan oleh terbatasnya jumlah SLB, dan dengan komitmen “Indonesia menuju Pendidikan pada umumnya SLB terletak di kota sehingga Inklusif”. BULLETIN FASILITATOR EDISI 1-2009 2
  • 30. khususnya perempuan, anak-anak dengan kondisi yang memprihatinkan dan yang merupakan etnis minoritas harus bisa memperoleh dan menempuh pendidikan dasar yang berkualitas secara cuma-cuma. • Program keahlian dan bersifat tepat akan dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan pembelajaran bagi anak- anak dan orang dewasa. • Pada tahun 2015 diharapkan akan ada peningkatan sekitar 15% untuk tingkat baca tulis orang dewasa, khususnya wanita, dan akses yang menunjang keseimbangan akan pendidikan yang berlanjut untuk semua orang dewasa. • Menghilangkan isu gender dalam pendidikan dasar dan menengah pada tahun 2005 dan mencapai Pernyataan Salamanca keseimbangan gender dalam pendidikan pada Beberapa hal yang menjadi penekanan dalam tahun 2015. Hal ini akan fokus pada akses pernyataan Salamanca (Skjorten, 2003). yang seimbang dan menyeluruh untuk wanita id • Hak semua anak, termasuk mereka o. dalam pendidikan dasar yang berkualitas. yang berkebutuhan khusus temporer dan .g • Memberbaiki kualitas pendidikan dalam semua permanent untuk memperoleh penyesuaian sd aspek pendidikan dasar sehingga hasilnya pendidikan agar dapat mengikuti sekolah. bisa dinikmati semua pihak, terutama dalam tk • Hak semua anak untuk bersekolah di itp baca tulis, menghitung dan keterampilan siap komunitas rumahnya dalam kelas-kelas pakai. (Fasli Djalal, dalam Budiyanto, 2006). .d inklusif. w • Hak semua anak untuk ikut serta dalam w Deklarasi Bandung tahun 200 ”Indonesia pendidikan yang berpusat pada anak yang w Menuju Pendidikan Inklusif”. memenuhi kebutuhan individual. • Menjamin setiap anak berkelainan dan anak • Pengayaan dan manfaat bagi mereka berkebutuhan khusus lainnya mendapatkan semua yang terlibat akan diperoleh melalui kesamaan akses dalam segala aspek pelaksanaan pendidikan inklusif. kehidupan, baik dalam bidang pendidikan, • Hak semua anak untuk ikut serta dalam kesehatan, sosial, kesejahteraan, keamanan pendidikan berkualitas yang bermakna bagi maupun bidang lainnya, sehingga menjadi setiap individu. generasi penerus yang handal. • Keyakinan bahwa pendidikan inklusif akan • Menjamin setiap anak berkelainan dan anak mengarah pada sebuah masyarakat inklusif berkebutuhan khusus lainnya, sebagai individu dan pada akhirnya pada keefektifan biaya. yang bermartabat, untuk mendapatkan perlakuan yang manusiawi, pendidikan Komitmen Dakar tahun 2000. yang bermutu, dan sesuai dengan potensi Beberapa hal penting yang dihasilkan dalam dan tuntutan masyarakat, tanpa perlakuan Komitmen Dakar antara lain. diskriminatif yang merugikan eksistensi • Meningkatkan dan memperluas pendidikan kehidupannya baik secara fisik, psikologis, anak-anak secara menyeluruh, terutama bagi ekonomis, sosiologis, hukum, politis maupun anak-anak yang kurang beruntung. kultural. • Semua anak-anak pada tahun 2015 • Menyelenggarakan dan mengembangkan 30 BULLETIN FASILITATOR EDISI 1-2009
  • 31. pengelolaan pendidikan inklusif yang ditunjang penunjukan sekolah uji coba inklusi dengan kerjasama yang sinergis dan produktif diantara bantuan pendanaan dari UNESCO. para stakeholders, terutama pemerintah, institusi pendidikan, institusi terkait, Di antara ketiganya, segregasi, integrasi dan dunia usaha dan industri, orang tua serta inklusi, mempunyai perbedaan yang mendasar masyarakat. ditinjau dari segi filosofi, teori, metodologi • Menciptakan lingkungan yang mendukung pembelajaran, dan dampak sosiologisnya. bagi pemenuhan anak berkelainan dan Seringkali kebanyakan orang kurang dapat melihat anak berkebutuhan khusus lainnya, perbedaan antara konsep integrasi dengan inklusi. sehingga memungkinkan mereka dapat mengembangkan keunikan potensinya secara Integrasi optimal. • Menjamin kebebasan anak berkelainan dan Terdapat bermacam-macam model integrasi. anak berkebutuhan khusus lainnya untuk Model-model ini beragam dari pertemuan yang berinteraksi baik secara reaktif maupun sesekali dan jarang hingga menjadi anggota proaktif dengan siapapun, kapanpun, dan di penuh dari sebuah kelas reguler. Contoh model- lingkungan manapun, dengan meminimalkan model integrasi tersebut diantaranya sebagai hambatan. berikut. • Mempromosikan dan mensosialisasikan Integrasi hanya fisik dimana siswa penyandang layanan pendidikan inklusif melalui media cacat: (1) berada satu kompleks yang terdiri dari masa, forum ilmiah, pendidikan dan pelatihan, dua bangunan sekolah dengan aktivitas yang dan lainnya secara berkesinambungan. terpisah dan tidak mempunyai waktu istirahat id o. • Menyusun Rencana Aksi (Action Plan) yang sama; (2) mempunyai waktu istirahat yang .g dan pendanaannya untuk pemenuhan bersamaan, saling bertemu satu sama lain sd aksesibilatas fisik dan non fisik, layanan tetapi tidak ada kegiatan bersama; (3) siswa pendidikan yang berkualitas, kesehatan, tk itp rekreasi, kesejahteraan bagi semua anak berkelainan dan anak berkebutuhan khusus .d lainnya (Bandung 11 Agustus 2004). w w w SEGREGASI, INTEGRASI, INKLUSI Di Indonesia layanan pendidikan bagi anak penyandang cacat, atau dikenal dengan istilah Pendidikan Luar Biasa (PLB), mempunyai sejarah yang cukup panjang. Awalnya menggunakan pendekatan yang segregatif, artinya anak penyandang cacat ditempatkan di sekolah yang terpisah dengan anak normal. Layanan ini sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda, terutama untuk anak tunanetra dengan didirikannya SLB- penyandang cacat ditempatkan di kelas reguler A di Bandung. Layanan model terpisah seperti tanpa perhatian ekstra terhadap kebutuhan ini berkembang sampai sekarang, sehingga ada akademis dan sosialnya. lembaga SLB/SDLB dan ada lembaga sekolah reguler. Pada tahun 80-an dikembangkan Partisipasi sistematis atau sporadis bagi siswa program pendidikan integrasi bagi anak cacat penyandang cacat tertentu hanya untuk mata terutama bagi anak tunanetra. Tahun 2003-2004 pelajaran tertentu di kelas reguler biasanya dalam muncul program inklusi, tepatnya diawali dengan kegiatan kesenian, kebudayaan dan keterampilan BULLETIN FASILITATOR EDISI 1-2009 31
  • 32. atau olah raga. lingkungan dan aktivitas yang berkaitan dengan Partisipasi anak penyandang cacat secara penuh semua orang, serta mempertimbangkan dalam kelas reguler tetapi harus meninggalkan kebutuhan semua orang. Bukan lagi anak kelas untuk mendapat pelatihan khusus di ruang penyandang cacat yang harus menyesuaikan dan khusus sehingga ketinggalan pada sebagian agar cocok dengan setting yang ada. Untuk ini kegiatan kelas. Dalam konteks ini anak-anak diperlukan fleksibilitas, kreativitas dan sensitivitas. penyandang cacat biasanya dianggap sebagai Beberapa ciri yang nampak dalam kelas yang ”tamu”, atau warga kelas nomor dua. inklusif di antaranya adalah: • Semua anak adalah anggota yang sama Pada prinsipnya, dalam model integrasi anak dalam suatu kelas penyandang cacat harus menyesuaikan • Berinteraksi dan berkomunikasi satu sama lain diri dengan ketentuan sistem dan aktivitas • Saling bertenggang rasa satu sama lain kelas reguler. Dalam keadaan demikian anak • Menerima kenyataan bahwa sebagian penyandang cacat sering dianggap sebagai anak mempunyai kebutuhan yang berbeda anak spesial dan kadang-kadang aneh. Anak dari mayoritas dan kadang-kadang akan penyandang cacat merasa sekedar diberi melakukan hal yang berbeda izin untuk berada di kelas tanpa hak penuh • Cenderung bekerjasama dari pada bersaing sebagai anggota kelas. Anak-anak di kelas akan • Semua anak mempunyai rasa bermitra melakukan segala sesuatu untuk menyenangkan • Jika anak-anak tertentu karena berbagai pihak mayoritas. alasan mempunyai suatu kebutuhan untuk menerima perhatian berkala di luar kelas, Inklusi setiap orang akan memandang hal ini sebagai id o. Dalam lingkungan masyarakat yang inklusif, suatu hal yang alami. .g kita siap mengubah dan menyesuaikan sistem, sd tk itp PERBEDAAN ANTARA PENDIDIKAN INTEGRASI DAN PENDIDIKAN INKLUSIF .d ANTARA LAIN DAPAT DILIHAT DALAM TABEL BERIKUT. w w w No Pendidikan Integrasi Pendidikan Inklusif 1. Anak penyandang cacat sebelum masuk di Anak penyandang cacat diterima di sekolah sekolah reguler dipersiapkan dulu di SLB, reguler sejak TK atau kelas satu SD. sehingga di kelas tinggi biasanya baru masuk di sekolah reguler. 2. Anak penyandang cacat dapat diterima di sekolah Tanpa ada persyaratan (kemampuan) reguler apabila dianggap mampu menyesuaikan untuk masuk sekolah inklusif, kurikulum diri dengan kurikulum sekolah reguler. disesuaikan dengan kebutuhan siswa. 3. Anak penyandang cacat dianggap sebagai tamu Anak penyandang cacat secara alami di kelas reguler. merupakan anggota dari kelas tersebut 4. Anak penyandang cacat biasanya belajar di kelas Anak penyandang cacat belajar bersama khusus. di kelas reguler dengan pembelajaran yang disesuaikan 5. Asesmen dan evaluasi diorientasikan pada Asesmen dan evaluasi diorientasikan secara tuntutan kurikulum reguler. individual. 6. Seringkali mengabaikan aksesibilitas. Aksesibilitas menjadi bagian penting yang dipertimbangkan. 32 BULLETIN FASILITATOR EDISI 1-2009
  • 33. MANFAAT PENDIDIKAN alamiah. • Munculnya budaya saling menghargai dan INKLUSIF menghormati antar siswa. Dalam pernyataan Salamanca (1994) disebutkan • Menurunkan terjadinya stigma dan labeling bahwa, setiap individu memiliki hak untuk kepada semua anak, khususnya pada anak mendapatkan pendidikan di lingkungan keluarga, penyandang cacat. sekolah, dan masyarakat dimana ia berada • Timbulnya budaya kooperatif dan kolaboratif tanpa memperhatikan berbagai kesulitan dan pada siswa sehingga memungkinkan adanya perbedaan yang mereka miliki. Pada bagian saling bantu antara satu dan yang lain. lain dinyatakan pula bahwa sekolah dengan orientasi inklusif adalah sebuah langkah efektif Bagi Guru untuk menghilangkan terjadinya sikap-sikap • Lebih tertantang untuk mengembangkan yang diskriminatif, membangun masyarakat yang berbagai metode pembelajaran. inklusif, menciptakan masyarakat yang terbuka, • Bertambahnya kemampuan dan pengetahuan dan mampu mencapai pendidikan untuk semua. guru tentang keberagaman siswa termasuk keunikan, karakteristik, dan sekaligus Pelaksanaan pendidikan inklusif akan mampu kebutuhannya. mendorong terjadinya perubahan sikap lebih • Terjalinnya komunikasi dan kerjasama dalam positif dari peserta didik terhadap adanya kemitraan antara guru (guru sekolah reguler, perbedaan melalui pendidikan yang dilakukan dan guru pembimbing khusus) dan dengan secara bersama dan pada akhirnya akan mampu ahli bidang lain membentuk sebuah kelompok masyarakat yang • Menumbuhkembangkan sikap emphatik guru id tidak diskriminatif dan akomodatif terhadap semua o. terhadap siswa, termasuk siswa penyandang orang. .g cacat. sd Beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari Bagi Otoritas Pendidikan tk pelaksanaan pendidikan inklusif antara lain: itp • memberikan kontribusi yang sangat besar bagi program wajib belajar pendidikan dasar, .d Bagi Siswa • memberikan peluang terjadinya pemerataan w w pendidikan bagi semua kelompok masyarakat, • Sejak dini siswa memiliki pemahaman w • menggunakan biaya yang relatif lebih efisien, yang baik terhadap adanya perbedaan dan • mengakomodasi kebutuhan masyarakat dan keberagaman. • meningkatkan kualitas layanan pendidikan, • Munculnya sikap empathik pada siswa secara DAFTAR PUSTAKA Budiyanto. (2006). Pendidikan Inklusif Berbasis Budaya Lokal. Disertasi. PPS UPI. Tidak diterbitkan. Hermawan, B. (2003). Konsep Pendidikan Untuk Semua. Makalah. Tidak diterbitkan. Johnsen, H. B., Skjorten, M. D., (2003). Pendidikan Kebutuhan Khusus Sebuah Pengantar. PPS UPI: Bandung Santoso, T. (2006). Pendidikan Inklusif di Jawa Timur. Makalah. Tidak diterbitkan. UNESCO. (1994). Pernyataan Salamanca dan Kerangka Aksi dalam Pendidikan Kebutuhan Khusus: Jakarta UNESCO. (2001). Open File on Inclusive Education.. UNESCO. Paris. France. BULLETIN FASILITATOR EDISI 1-2009 33
  • 34. INFO KEBIJAKAN DANA ALOKASI KHUSUS BIDANG PENDIDIKAN TAHUN 2009 tata kelola pendidikan yang transparan, profesional, dan akuntabel; peningkatan pelibatan masyarakat dalam kegiatan pendidikan; serta menggerakkan roda perekonomian masyarakat melalui aktivitas perbaikan infrastruktur pendidikan. ARAH KEBIJAKAN DAK Rehabilitasi sekolah melalui partisipasi masyarakat BIDANG PENDIDIKAN TAHUN terbukti menghasilkan konstruksi yang lebih baik terutama dari segi kuantitas. 2009 1. Sasaran sekolah DAK bidang pendidikan id tahun 2009 meliputi SD/SDLB baik negeri o. PENDAHULUAN maupun swasta. .g Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Pendidikan 2. Penetapan kegiatan per sekolah dilakukan sd Tahun Anggaran 2009 diatur dalam Peraturan berdasarkan kondisi dan kebutuhan. tk Menteri Pendidikan Nasional No. 3 Tahun 2009. Sedangkan harga satuannya dihitung itp DAK adalah dana yang bersumber dari Anggaran berdasarkan Indek Kemahalan Konstruksi .d Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang (IKK) Kabupaten/Kota setempat. w dialokasikan kepada daerah tertentu dengan 3. DAK Pendidikan dilaksanakan secara w tujuan untuk membantu pendanaan kegiatan swakelola dengan melibatkan partisipasi w khusus yang merupakan bagian dari program komite sekolah dan masyarakat sekitar prioritas nasional dan merupakan urusan daerah. sebagai bagian dari penerapan manajemen berbasis sekolah (MBS). DAK bidang pendidikan dialokasikan untuk 4. DAK Pendidikan dipakai untuk penuntasan menunjang pelaksanaan Wajib Belajar Pendidikan rehabilitasi/rekonstruksi ruang kelas rusak, Dasar 9 tahun yang bermutu. Kegiatannya penggantian meubelair, sumber dan sanitasi diarahkan untuk rehabilitasi ruang kelas dan air bersih termasuk kamar mandi dan WC, pembangunan ruang perpustakaan sekolah dasar pembangunan ruang perpustakaan, dan beserta perangkat meubelairnya. pembangunan ruang UKS. 5. Untuk mencapai target penuntasan Alokasi DAK bidang pendidikan untuk tahun rehabilitasi gedung sekolah, Kabupaten/Kota anggaran 2009 ditetapkan sebesar Rp. penerima DAK diwajibkan menyediakan dana 9.334.882.000.000,- (sembilan triliun tiga ratus pendamping dengan besaran sesuai dengan tiga puluh empat milyar delapan ratus delapan kesepakatan bersama antara Mendiknas, puluh dua juta rupiah). Gubernur dan Bupati/Walikota 6. Sekolah-sekolah yang rusak dan lokasinya Manfaat DAK Bidang Pendidikan antara lain untuk berdekatan dengan jumlah murid kurang dari perbaikan prasarana belajar di SD; peningkatan 50 agar dilakukan penggabungan (regrouping) 3 BULLETIN FASILITATOR EDISI 1-2009
  • 35. KOMPONEN PEMBIAYAAN DAK BIDANG PENDIDIKAN 1. Satuan biaya untuk setiap komponen pada poin B, ditetapkan sebagai berikut: SATUAN BIAYA NO. KOMPONEN KEGIATAN SATUAN (IKK= 1) 1 Rehabilitasi ruang kelas dan pengadaan/ Kelas Rp. 70.000.000,- perbaikan meubelairnya 2 Rehabilitasi/Pengadaan sumber dan sanitasi Sekolah Rp. 20.000.000,- air bersih serta kamar mandi dan WC. 3 Pembangunan ruang perpustakaan (56m2) Sekolah Rp. 105.000.000,- berikut meubelairnya 4 Pembangunan ruang UKS berikut Sekolah Rp. 24.000.000,- meubelairnya minimal 12 m2. Keterangan: Satuan biaya untuk setiap komponen dikalikan dengan IKK Kab/Kota. 2. Alokasi dana per sekolah dapat diatur oleh kondisi serta keperluan sekolah; (3) jumlah daerah sesuai kondisi sekolah, dengan satuan dana yang tersedia dari APBN dan APBD. biaya per sekolah dikalikan IKK daerah b. Menetapkan sekolah-sekolah target masing-masing. dengan mempertimbangkan sisa target 3. Penggunaan DAK bidang Pendidikan Tahun sekolah yang ada. id c. Menetapkan alokasi dan menu kegiatan o. 2009 harus menggunakan skala prioritas per sekolah sesuai dengan kondisi dan .g dengan urutan sebagai berikut: sd a. Penuntasan rehabilitasi ruang kelas rusak. kebutuhan sekolah. b. Pengadaan/rehabilitasi sumber dan 5. Kriteria sekolah penerima DAK: tk a. Memiliki jumlah murid yang memadai itp sanitasi air bersih serta kamar mandi dan WC. sehingga terhindar dari regrouping. .d c. Pembangunan/rehabilitasi ruang b. Diprioritaskan untuk sekolah yang berlokasi w w perpustakaan SD/SDLB dan meubelairnya. di daerah miskin, terpencil, tertinggal dan w d. Pembangunan ruang Usaha Kesehatan terbelakang. Sekolah (UKS) sekolah dasar (minimal 12 c. Tahun anggaran 2009 tidak menerima m2). dana bantuan sejenis baik dari pusat 4. Mekanisme pengalokasian DAK ke sekolah maupun daerah. oleh Pemerintah Daerah: 6. DAK bidang pendidikan tidak boleh digunakan a. Pemetaan kondisi setiap SD/SDLB untuk: administrasi kegiatan, penyiapan di Kab/Kota dan menetapkan jumlah kegiatan fisik, penelitian, pelatihan, dan sasaran dengan mempertimbangkan: (1) perjalanan pegawai daerah. Pembiayaan penuntasan ruang kelas rusak sebagai kegiatan-kegiatan ini harus didanai melalui prioritas utama; (2) perbaikan sanitasi APBD. atau rehabilitasi ruang lain sesuai sengan INFORMASI DAN LAYANAN PENGADUAN: • Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah u.p. Direktur Pembinaan TK SD, Gedung E Depdiknas Lt. 1, Jl. Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta 1020 Tlp. (021) 2 1, Fax: (021) 2 3 E-mail: dak@ditptksd.go.id • Direktur Agama dan Pendidikan Bappenas, Jl. Taman Surapati, Jakarta Pusat, Tlp. (021) 30, Fax: (021) 3202 • Inspektur Jenderal, Depdiknas, Gedung B Depdiknas Lantai , Jl. Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta 1020 Telp. (021) 310, Fax (021) 3113 • Kepala Dinas Pendidikan Provinsi atau Kabupaten/Kota setempat. BULLETIN FASILITATOR EDISI 1-2009 3
  • 36. (BOS) INFO KEBIJAKAN BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH PENDIDIKAN UNTUK GRATIS DALAM RANGKA WAJIB BELAJAR 9 TAHUN YANG BERMUTU wajib belajar. Program ini terbukti mampu mempercepat pencapaian program wajar 9 tahun. Alokasi dana BOS ditingkatkan secara bertahap untuk menuju ke arah penyelenggaraan pendidikan dasar gratis. Kebijakan BOS juga dibarengi dengan kebijakan buku murah antara lain melalui penyelenggaraan buku elektronik sekolah. idKomitmen pemerintah pusat untuk o. mengelenggarakan pendidikan dasar .g gratis harus diikuti oleh pemerintah daerah sd dan masyarakat peran dan tanggung tk jawab masing-masing sebagaimana diatur itp dalam Peraturan Pemerintah Nomor 48 .d Tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan. PENDAHULUAN w w Dalam UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem w Pendidikan Nasional disebutkan bahwa setiap TUJUAN warga negara yang berusia 7-15 tahun wajib Secara umum program BOS bertujuan untuk mengikuti pendidikan dasar; Pemerintah dan meringankan beban masyarakat terhadap pemerintah daerah menjamin terselenggaranya pembiayaan pendidikan dalam rangka wajib wajib belajar minimal pada jenjang pendidikan belajar 9 tahun yang bermutu. dasar tanpa memungut biaya. Selain itu juga disebutkan bahwa wajib belajar merupakan Secara khusus program BOS bertujuan untuk: tanggung jawab negara dan masyarakat. 1. Menggratiskan seluruh siswa miskin di tingkat Konsekuensinya adalah bahwa pemerintah dan pendidikan dasar dari beban biaya operasional pemerintah daerah wajib memberikan layanan sekolah, baik di sekolah negeri maupun pendidikan dasar (SD dan SMP) serta satuan sekolah swasta. pendidikan lain yang sederajat. 2. Menggratiskan seluruh siswa SD negeri dan SMP negeri terhadap biaya operasional Program Bantuan Operasional Sekolah sekolah, kecuali pada rintisan sekolah bertaraf (BOS) yang dimulai sejak bulan Juli 2005 internasional (RSBI) dan sekolah bertaraf adalah program pemerintah untuk penyediaan internasional (SBI). pendanaan biaya nonpersonalia bagi satuan 3. Meringankan beban biaya operasional sekolah pendidikan dasar sebagai pelaksana program bagi siswa di sekolah swasta. 3 BULLETIN FASILITATOR EDISI 1-2009
  • 37. id o. .g sd tk itp .d w w w SASARAN PROGRAM DAN Indonesia. Program Kejar Paket A dan Paket B BESAR BANTUAN tidak termasuk sasaran dari program BOS ini. Sasaran program BOS adalah semua sekolah SD Besar biaya satuan BOS yang diterima oleh dan SMP, termasuk Sekolah Menengah Terbuka sekolah termasuk untuk BOS Buku, dihitung (SMPT) dan Tempat Kegiatan Belajar Mandiri berdasarkan jumlah siswa dengan ketentuan: (TKBM) yang diselenggarakan oleh masyarakat, • SD/SDLB di kota : Rp 400.000,-/siswa/tahun baik negeri maupun swasta di seluruh provinsi di BULLETIN FASILITATOR EDISI 1-2009 3
  • 38. • SD/SDLB di kabupaten : Rp 397.000,-/ Manajemen BOS Sekolah, Dewan Guru dan siswa/tahun Komite Sekolah, dan harus didaftar sebagai • SMP/SMPLB/SMPT di kota : Rp 575.000,- salah satu sumber penerimaan dalam RKAS/ /siswa/tahun RAPBS, di samping dana yang diperoleh dari • SMP/SMPLB/SMPT di kabupaten : Pemda atau sumber lain yang sah. Rp 570.000,-/siswa/tahun 2. Sekolah wajib menggunakan sebagian dana BOS untuk membeli buku teks pelajaran yang WAKTU PENYALURAN BOS hak ciptanya telah dibeli oleh pemerintah. BOS tahun anggaran 2009 diberikan untuk 12 3. Pembiayaan penerimaan siswa baru bulan yang mencakup Semester 2 tahun pelajaran seperti pendaftaran, penggandaan formulir, 2008/2009 dan semester 1 tahun pelajaran administrasi pendaftaran, dan pendaftaran 2009/2010. Penyaluran dana dilakukan setiap ulang, serta kegiatan lain yang berkaitan periode 3 bulan: Januari-Maret, April-Juni, Juli- langsung dengan kegiatan tersebut. September dan Oktober-Desember. 4. Pembelian buku referensi untuk dikoleksi di perpustakaan. SEKOLAH PENERIMA BOS 5. Pembiayaan kegiatan pembelajaran 1. Semua sekolah SD/SDLB/SMP/ remedial, pembelajaran pengayaan, SMPLB/SMPT negeri berhak dan wajib olahraga, kesenian, karya ilmiah menerima dana BOS. remaja, pramuka, palang merah 2. Semua sekolah swasta yang memiliki remaja dan sejenisnya (misalnya ijin operasional tetapi tidak dikembangkan honor mengajar di luar jam pelajaran, menjadi bertaraf internasional atau id transportasi dan akomodasi o. berbasis keunggulan lokal wajib siswa/guru dalam rangka .g menerima dana BOS. mengikuti lomba). sd 3. Sekolah yang menolak BOS harus 6. Pembiayaan memperoleh persetujuan orang tua siswa penyelenggaraan ulangan tk itp melalui komite sekolah, tetap menjamin harian, ulangan umum, ujian kelangsungan pendidikan siswa miskin di sekolah dan laporan hasil .d sekolah tersebut, dan dilarang memungut belajar siswa. w w biaya dari peserta didik, orang tua atau wali 7. Pembelian bahan w peserta didik. habis pakai seperti 4. Seluruh sekolah yang menerima BOS buku tulis, kapur harus mengikuti pedoman BOS yang telah tulis, pensil, spidol, ditetapkan oleh pemerintah. kertas, bahan 5. Sekolah negeri kategori RSBI dan SBI praktikum, buku diperbolehkan memungut dana dari orang induk siswa, tua siswa yang mampu dengan persetujuan buku inventaris, Komite Sekolah di bawah kendali dan langganan pengawasan pemerintah daerah. koran/majalah 6. Sekolah negeri yang sebagian kelasnya sudah pendidikan, menerapkan sistem sekolah bertaraf RSBI minuman dan atau SBI tetap diperbolehkan memungut makanan ringan dana dari orang tua siswa yang mampu untuk kebutuhan dengan persetujuan Komite Sekolah, serta sehari-hari di sekolah. menggratiskan siswa miskin. 8. Pembiayaan pemasangan dan PENGGUNAAN BOS atau langganan 1. Penggunaan dana BOS di sekolah harus daya dan jasa merupakan keputusan bersama antara Tim (listrik, air, 3 BULLETIN FASILITATOR EDISI 1-2009
  • 39. telepon) atau membeli genset bagi daerah LARANGAN PENGGUNAAN yang belum tersedia jaringan listrik. 9. Perawatan sekolah, yaitu pengecatan, BOS perbaikan atap bocor, perbaikan pintu dan 1. Disimpan dalam jangka waktu lama dengan jendela, perbaikan meubelair, perbaikan maksud dibungakan. sanitasi sekolah dan perawatan fasilitas 2. Dipinjamkan kepada pihak lain. sekolah lainnya. 3. Membiayai kegiatan yang tidak menjadi 10. Pembayaran honorarium bulanan guru dan prioritas sekolah dan memerlukan biaya besar, tenaga kependidikan honorer, termasuk honor misalnya studi banding, studi tour (karya tenaga honorer yang membantu administrasi wisata) dan sejenisnya. BOS. 4. Membayar bonus dan transportasi rutin untuk 11. Pengembangan profesi guru seperti pelatihan, guru. KKG/MGMP dan KKKS/MKKS. 5. Membeli pakaian/seragam bagi guru/siswa 12. Pemberian bantuan biaya transportasi bagi untuk kepentingan pribadi (bukan inventaris siswa miskin yang menghadapi masalah biaya sekolah). transport dari dan ke sekolah. Jika dinilai lebih 6. Digunakan untuk rehabilitasi sedang dan ekonomis, dapat juga untuk membeli alat berat. transportasi sederhana yang akan menjadi 7. Membangun gedung/ruangan baru. barang inventaris sekolah (misalnya sepeda, 8. Membeli bahan/peralatan yang tidak perahu penyeberangan, dll). mendukung proses pembelajaran. 13. Pembiayaan pengelolaan BOS seperti alat 9. Menanamkan saham. tulis kantor (ATK), penggandaan, surat 10. Membiayai kegiatan yang telah dibiayai id dari sumber dana pemerintah pusat atau o. menyurat, insentif bagi bendahara dalam pemerintah daerah secara penuh/secara .g rangka penyusunan laporan BOS dan biaya wajar, misalnya guru kontrak/guru bantu. sd transportasi dalam rangka mengambil dana BOS di Bank/PT Pos. tk PEDOMAN PENGADAAN itp 14. 13. Pembelian komputer desktop untuk kegiatan belajar siswa, maksimum 1 set untuk BUKU TEKS PELAJARAN .d SD dan 2 set untuk SMP. w Sekolah mempunyai kewajiban sebagai berikut: w 15. Bila seluruh komponen 1 s.d 13 di atas telah 1. Membeli buku teks pelajaran yang hak w terpenuhi pendanaannya dari BOS dan masih ciptanya telah dibeli oleh pemerintah/ terdapat sisa dana, maka sisa dana BOS Departemen Pendidikan Nasional dan yang tersebut dapat digunakan untuk membeli alat diprioritaskan untuk digunakan dalam kegiatan peraga, media pembelajaran, mesin ketik dan belajar mengajar di sekolah dan digunakan meubelair sekolah. sesingkat-singkatnya selama 5 (lima) tahun. 16. Penggunaan dana BOS untuk transportasi 2. Buku teks pelajaran yang dibeli harus buku dan uang lelah bagi guru PNS diperbolehkan baru (bukan buku bekas). hanya dalam rangka penyelenggaraan 3. Buku teks pelajaran digunakan sebagai acuan suatu kegiatan sekolah selain kewajiban wajib oleh pendidik dan peserta didik dalam jam mengajar. Besaran/satuan biaya untuk proses pembelajaran. transportasi dan uang lelah guru PNS yang 4. Buku teks pelajaran yang sudah dibeli bertugas di luar jam mengajar tersebut harus merupakan koleksi perpustakaan dan menjadi mengikuti batas kewajaran. Pemerintah barang inventaris sekolah, harus dipinjamkan daerah wajib mengeluarkan peraturan tentang secara cuma-cuma kepada siswa dan boleh penetapan batas kewajaran tersebut di daerah dibawa pulang. masing-masing dengan mempertimbangkan 3. Di akhir tahun pelajaran/semester, siswa faktor sosial ekonomi, faktor geografis dan harus mengembalikan buku teks pelajaran faktor lainnya. yang dipinjam agar dapat dipakai oleh adik BULLETIN FASILITATOR EDISI 1-2009 3
  • 40. SMPLB), buku yang dibeli/digandakan dapat kelasnya. disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan 4. Dilarang memungut biaya kepada orang tua siswa, dengan tetap memperhatikan mutu siswa dalam rangka pembelian dan perawatan buku. buku teks pelajaran yang sudah dibiayai oleh 8. Jika sebagian buku telah tersedia di sekolah, dana BOS. maka sekolah harus membeli kekurangannya dan dapat membeli buku untuk mengganti PENGGUNAAN DANA yang telah rusak. Dana BOS Buku dan dana BOS Reguler/Tunai pada tahun 2009 menjadi satu kesatuan, sehingga BUKU YANG HAK CIPTANYA pembelian buku oleh sekolah dapat dilakukan sekaligus atau bertahap, dengan catatan sebelum DIMILIKI OLEH PEMERINTAH tahun ajaran baru semua buku yang harus dibeli Buku yang hak ciptanya dimiliki oleh pemerintah telah tersedia untuk seluruh siswa. Ketentuan adalah buku yang hak ciptanya telah dibeli oleh dalam penggunaan dana harus memperhatikan pemerintah sesuai dengan Peraturan Mendiknas hal-hal sebagai berikut: Nomor 2 Tahun 2008 Pasal 3 Ayat 4 yang 1. Buku yang dibeli/digandakan adalah buku teks menyebutkan bahwa Departemen, Departemen pelajaran yang hak ciptanya telah dibeli oleh yang menangani urusan agama, dan/atau pemerintah pemerintah daerah dapat membeli hak cipta buku 2. Pemilihan dan penetapan judul buku dari pemiliknya untuk memfasilitasi penyediaan teks pelajaran harus mengikuti Peraturan buku bagi pendidik, tenaga kependidikan, dan Mendiknas No. 2 Tahun 2008 Tentang Buku. peserta didik dengan harga yang terjangkau. 3. Buku yang dibeli/digandakan harus mencakup Buku-buku SD yang sampai saat ini hak ciptanya id o. satu siswa satu buku. telah dibeli oleh pemerintah adalah: .g 4. Pemilihan buku yang dibeli/digandakan 1. Seluruh buku yang tertera dalam lampiran I-III sd didasarkan pada hasil rapat pendidik di Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 46 Tahun 2007 (IPA, Matematika dan Bahasa tk tingkat satuan pendidikan dari buku-buku teks itp pelajaran yang hak ciptanya telah dibeli oleh Indonesia). 2. Seluruh buku yang tertera dalam lampiran .d pemerintah. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor w 5. Jenis buku yang dibeli/digandakan untuk w sekolah setingkat SD adalah buku pelajaran 34 Tahun 2008 (PKn, IPA, IPS, Matematika, w Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) untuk kelas Bahasa Indonesia). 4, 5 dan 6 dan Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) untuk kelas 1 s.d 6. 6. Jenis buku yang dibeli/digandakan untuk sekolah setingkat SMP adalah Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) kelas 7 s.d 9 dan Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) kelas 7 s.d 9. 7. Khusus untuk sekolah luar biasa (SDLB/ PENGADUAN MASYARAKAT Apabila masyarakat menemukan masalah atau hal-hal yang perlu diklarifikasi dapat melakukannya melalui: 1. Pengaduan BOS SD: Telp. 021-5725632, 5725641 Fax. 021-5725635, Website: www.ditptksd.go.id Email: bos@ditptksd.go.id 2. Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota setempat 0 BULLETIN FASILITATOR EDISI 1-2009
  • 41. Beasiswa INFO KEBIJAKAN Siswa Miskin Jenjang SD id o. .g sd tk itp .d w w w PENDAHULUAN angka tersebut. Melalui program ini diharapkan Pendidikan merupakan hak dan kewajiban setiap dapat meningkatkan layanan pendidikan yang warga negara dan pemerintah wajib menjamin bermutu. tersedianya penyelenggaraan pendidikan khususnya pendidikan dasar yang bermutu. TUJUAN SASARAN Besarnya angka putus sekolah pada jenjang SD Pemberian beasiswa siswa SD dari keluarga yang hampir mencapai 850.000 anak merupakan kurang mampu ini bertujuan untuk membantu salah satu masalah yang harus ditangani untuk mereka dalam menyelesaikan pendidikan SD. menyukseskan program wajib belajar pendidikan Sasaran penerima beasiswa ini meningkat lebih dasar. Program pemberian beasiswa khususnya dari 3 kali lipat yaitu dari 56.794 anak pada tahun bagi anak dari keluarga ekonomi lemah 2008 menjadi 1.796.800 anak pada tahun 2009. merupakan salah satu upaya untuk mengurangi Total beasiswa siswa miskin jenjang SD yang BULLETIN FASILITATOR EDISI 1-2009 1
  • 42. dialokasikan pada tahun 2009 adalah sebesar Kepala Sekolah), serta d) memiliki kepribadian Rp646,8 Milyar. terpuji. Besarnya beasiswa ini akan diberikan untuk 3. Pendataan siswa calon penerima beasiswa setiap anak SD yang berhak menerima adalah dimulai dari usulan kepala sekolah (dalam Rp360.000,- per siswa per tahun. Dana beasiswa bentuk surat keputusan) ke kabupaten/kota, akan yang diberikan dalam satu tahap dalam rekapitulasi dan usulan dari kabupaten/kota ke setahun dan anak yang sama dapat menerima provinsi, dan rekapitulasi dari provinsi ke pusat beasiswa pada tahun berikutnya apabila masih (Direktorat Pembinaan TK dan SD). memenuhi syarat dan program masih tersedia. 4. Direktorat Pembinaan TK dan SD akan menerbitkan surat keputusan calon penerima PEMANFAATAN BEASISWA beasiswa bagi siswa miskin jenjang SD Dana yang diterima siswa dapat digunakan untuk berdasarkan usulan dari provinsi. mendukung keperluan belajar seperti membeli 5. Pencairan dana beasiswa dapat dilakukan buku, alat olahraga, seni budaya, dan alat di Kantor Pos yang ditunjuk setelah ada keterampilan, serta transport ke sekolah. pemberitahuan dari Kantor Pos ke Dinas Mekanisme Pemberian Beasiswa Pendidikan kabupaten/Kota dan diteruskan ke 1. Kuota penerima beasiswa akan ditentukan sekolah. secara berjenjang dari pusat ke provinsi, 6. Beasiswa dapat diambil sendiri oleh siswa provinsi ke kabupaten/kota, dan dari yang bersangkutan (dengan membawa copy kabupaten/kota ke sekolah. rapor dan SK Kepala Sekolah), secara kolektif 2. Calon penerima beasiswa diusulkan oleh oleh sekolah (dengan disertai surat kuasa). kepala sekolah dengan persyaratan: a) 7. Jangka waktu penerimaan beasiswa siswa id o. berstatus siswa SD kelas I s.d. V pada tahun miskin adalah selama 1 (satu) tahun anggaran .g pelajaran 2008/2009, b) tingkat kehadiran 2009. sd minimal 75%, c) berasal dari keluarga kurang mampu secara ekonomi (surat keterangan dari tk itp .d w INFORMASI LAYANAN PENGADUAN: w w • Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota setempat • Direktur Pembinaan TK SD, u.p. Subdit Kegiatan Kesiswaan, Ditjen Manajemen Dikdasmen, Depdiknas, Gedung E Lt. 17, Jl. Jend. Sudirman, Senayan, Jakarta 10270 Telp. (021) 5725641, 5725638 Fax. (021) 5725637, 5725644 Website: www.ditptksd.go.id Email: beasiswamiskin@yahoo.com 2 BULLETIN FASILITATOR EDISI 1-2009
  • 43. INFO KEBIJAKAN BANTUAN ISO 9001:2008 UNTUK TK DAN SD 2. Optimalisasi fungsi sistem administrasi yang PENDAHULUAN lengkap termasuk pembagian tugas, tanggung Pembangunan pendidikan dasar dan menengah jawab, dan wewenang setiap personil di TK secara nasional mencakup tiga aspek, yaitu (1) dan SD; pemerataan dan perluasan akses, (2) peningkatan 3. Optimalisasi sistem pengendalian program mutu, serta (3) penguatan tata kelola. Peningkatan oleh warga sekolah dan komite sekolah kualitas manajemen sekolah dalam rangka dalam pelaksanaan program tahunan, jangka mewujudkan manajemen yang transparan, menengah, maupun jangka panjang yang akuntabel, serta pencitraan publik. ditetapkan; id Salah satu bentuk pengakuan dan pencitraan 4. Standarisasi berbagai kebijakan dan prosedur o. publik dibuktikan dengan sertifikasi internasional kerja di TK dan SD. .g seperti penerapan ISO. ISO 9001:2008 5. Sertifikasi SMM ISO 9001:2008 sebagai sd merupakan standar internasional dalam bentuk bentuk pengakuan pelaksanaan sistem tk persyaratan-persyaratan dalam penerapan sistem manajemen mutu bagi TK dan SD. itp manajemen mutu (SMM) pada suatu organisasi. .d Keberhasilan Direktorat Pembinaan TK dan SD SASARAN w dalam meraih sertifikat ISO 9001:2000 menjadi • Sasaran bantuan pelaksanaan SMM ISO w pertimbangan untuk membantu TK dan SD w 9001:2008 Tahun 2009 adalah 3 (tiga) TK khususnya TK Negeri Pembina dan Rintisan Negeri Pembina dan 18 (delapan belas) Sekolah Dasar Bertaraf Internasional (RSDBI) Rintisan Sekolah Dasar Bertaraf Internasional agar dapat menerapkan sistem manajemen mutu (RSDBI). melalui pemberian bantuan (subsidi) penerapan ISO 9001: 2008. PERSYARATAN TK DAN SD TUJUAN PENERIMA BANTUAN Kegiatan pemberian bantuan SMM ISO 9001:2008 1. TK Negeri Pembina atau RSDBI yang secara umum adalah untuk menerapkan sistem ditetapkan oleh Dirjen Mandikdasmen Tahun manajemen mutu pada beberapa TK dan SD 2007 melalui sertifikasi internasional yang ditandai 2. Lulus verifikasi yang dilakukan oleh Tim dari dengan sertifikat SMM ISO 9001:2008. Direktorat Pembinaan TK dan SD Secara khusus pemberian bantuan ISO 3. Bersedia melaksanakan program bantuan 9001:2008 bertujuan untuk: SMM ISO 9001:2008 sesuai dengan pedoman 1. Meningkatkan kinerja TK dan SD dalam yang berlaku. memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kemajuan dan peningkatan mutu pendidikan nasional; BULLETIN FASILITATOR EDISI 1-2009 3
  • 44. FORUM LOMBA OLIMPIADE OLIMPIADE SAINS NASIONAL SD/MI (OSN) TAHUN 2009 Jakarta, 3 - 9 Agustus 2009 “Cerdas, terampil, kreatif dan kompetitif untuk meraih prestasi yang terbaik” O limpiade Sains Nasional (OSN) yang ketua, 3 orang peserta IPA, 3 orang peserta dirintis sejak tahun 2003 merupakan Matematika, 1 orang pendamping IPA, dan 1 wadah bagi siswa untuk bereksplorasi, orang pendamping Matematika. berkreasi, berpikir kritis serta sebagai ajang Disediakan penghargaan 5 medali emas, 10 prestasi dalam suasana kompetitif dan sportif. medali perak, 15 medali perunggu, hadiah dan Kegiatan OSN juga sebagai upaya penjaringan sertifikat untuk masing-masing mata pelajaran. calon peserta 6th International Mathematics and Kegiatan ini dimulai dari tingkat kecamatan, Science Olympiad (IMSO) tahun 2009. kabupaten, dan provinsi sampai ke tingkat id nasional dengan skema sebagai berikut. o. Materi olimpiade disusun dengan mengacu .g pada kurikulum Matematika dan IPA SD/MI yang sd berlaku dan bersumber pada buku-buku pelajaran, Juara tk Olimpiade Internasional buku-buku penunjang dan bahan lain itp 6th International Mathematics yang relevan. Materi olimpiade untuk and Science Olympiad (IMSO) .d Matematika mencakup bilangan, November 2009 w aljabar, geometri, pengukuran, dan w statistika dasar. Sedangkan materi Juara w Olimpiade Nasional IPA mencakup makhluk hidup dan proses kehidupan, sifat dan Olimpiade Tingkat Nasional kegunaan benda, energi dan Agustus 2009 perubahannya, bumi dan tata surya. Bentuk soal olimpiade adalah tes teori PesertaTerbaik (pilihan ganda dan isian singkat/ Tingkat Provinsi uraian) dan praktik (percobaan Seleksi Tingkat Provinsi untuk IPA dan eksplorasi untuk Mei/juni 2009 Matematika). PesertaTerbaik Tingkat Kabupaten/Kota Setiap provinsi berhak mengirimkan 1 (satu) Seleksi Tingkat Kabupaten/Kota tim provinsi dengan April/Mei 2009 9 orang anggota untuk mengikuti OSN PesertaTerbaik Tingkat Kecamatan Tingkat Nasional. Seleksi Tingkat Kecamatan Anggota setiap tim Maret/April 2009 terdiri atas: 1 orang BULLETIN FASILITATOR EDISI 1-2009
  • 45. FORUM LOMBA OLIMPIADE The 6th INTERNATIONAL MATHEMATICS SCIENCE OLYMPIAD FOR PRIMARY SCHOOL (IMSO) 2009 Yogyakarta, 8th – 14th November 2009 “Smart, Skilled, and Creative In a Joyful Competition for Excellence” 2. To motivate the elementary school students in RATIONALE developing their intellectual capacity and skills It has been generally acknowledged in Mathematics and Science that education determines the . quality of human resources. TYPES OF PROBLEMS id Elementary schools, as a part of o. AND TEST REGULATIONS .g basic education, provide children 1. IMSO 2009 is an individual competition. sd with skills of reading, writing, arithmetic, and basic science. The problems consist of 2 parts for each tk subject: a) Theoretical and exploration itp A program which could stimulate creativity, develop critical and problems for Mathematics; and b) theoretical .d analytical thinking is important and experimental problems for Science. w 2. The problems are constructed based on w to be provided to children at the w primary school level as they are Mathematics and Science elementary in th “golden period of education”. school curriculums, reference books, and other relevant sources, which cover To implement this program, Ministry of intellectual, reasoning, and creativity. National Education of the Republic of Indonesia is 3. Syllabus for Math Competition: arithmetic organizing the 6thInternationa l Mathematics and (rational numbers and its operation), geometry Science Olympia (IMSO) at primary school level. (geometric figures and measurement, Participation in The 6th IMSO 2009 is by invitation. symmetry, reflection and rotation, congruency), statistics introduction (data representation, OBJECTIVES mean, median, and modus). The general objectives of the Olympiad are to 4. Syllabus for Science Competition: science skill improve the competencies of the elementary and methodology, general health (nutrition, school students in Mathematics and Scince and common disease and how to prevent it); foster friendly relationships between primary general environmental issue (deforestation, school students. managing natural resources, pollution; water and carbon cycle, etc.); basic ecology The specific objectives of this Olympiad are: (habitat, interaction, food chain and food 1. To develop elementary school students’ talent web, population, ecosystem, life cycle etc.); and interest in Mathematics and Science. physiology (photosynthesis and respiration); BULLETIN FASILITATOR EDISI 1-2009
  • 46. the current technology development (such as DEADLINE OF REGRISTATION GMO, biotech, biofuel, satellite, etc); human anatomy and function, organism clasification, Registration should be before 31st July 2009 to: common or endangered species; mechanics (motion of objects, static fluid, gas), solar Mr. Mudjito (Chairperson) system (including the earth planet), electric The 6th International Mathematics Science and magnetic, matter and its transformation, Olympiad for Primary School 2009 thermal properties, light, force, and energy. Directorate of Kindergarten and Primary 5. Participating countries are welcome to send 2 Development sets of proposed problems for each subject to Building E 17th Floor, Ministry of National the organizing committee. Five (5) problems Education, Jl. Jenderal Sudirman Senayan – Jakarta 10270 INDONESIA Phone (+62-21) for theoretical questions and five (5) problems 5725635 Fax. (+62-21) 5725635 for exploratory and/or experimental questions. Email: hoes_wardi@yahoo.com, gusmayadi@ Proposed problems must be e-mailed before yahoo.com, elvira_2345@yahoo.com 31st August 2009. 6. Instructions and problems will be in English. Theoretical questions must also be answered MEDALS AND TROPHIES in English; however the contestants are 1. Approximately two-thirds of the contestants allowed to use an English dictionary. will be awarded gold, silver, bronze medals. 7. Contestants are not allowed to bring books, Each participant will receive a certificate of id scientific dictionary, calculators, and other participation. o. electronic devices except English dictionary to 2. Trophies will be awarded to contestants with .g the competition hall. the highest score for each part of the problem sd and the overall score of both partsof the tk CONTESTANTS AND problem. itp OFFICIALS .d 1. Contestants. The contestants should be from EXPENSES w grade V, VI or level F students, and less than w w 13 years-old by 8th November 2009. 1. Each participating country is responsible for 2. Each country is entitled to send 12 students, their traveling expenses to and from Jakarta, 6 students for each subject. Each country is Indonesia. permitted to have more than 12 contestants 2. The organizers of the IMSO 2009 will provide in their delegation; however, the organizing free hotel accommodation including meals committee will not bear their accommodations and local transportation within the duraton and meals expenses during the Olympiad. of the contest schedule for 1 team leader, 2 3. Officials. The officials from each country tutors/trainers, and 12 student contestants. Participants arriving before or departing after should be able to communicate in English. the official schedule are responsible for their They consist of one (1) team leader, one (1) own expenses and accommodation. math’s tutor/trainer, and one (1) science’s 3. Other expenses, such as local transports tutor/trainer. The tutors/trainers will from the participants’ home to the airport, participate in the problems selection, test procurement of passport and visa, as well as result correction, moderation, and winners airport tax will be borne by the participants. determination. 4. Each additional contestant, official, and accompanying person will be charged US$ 650 for the expenses in point (2) above. BULLETIN FASILITATOR EDISI 1-2009
  • 47. SCHEDULE ACTIVITY ACTIVITIES DATE CONTESTANTS/STUDENTS TUTORS 8-11-2009 Arrival at Jogjakarta airport Arrival at Jakarta airport Transfer to Hotel and Registration Transfer to Hotel and Registration Technical meeting 9-11-2009 Opening Ceremony IMSO 2009 Opening Ceremony IMSO 2009 Tours Problems Selections and Editing 10-11-009 Theoretical Examination I and II Marking Schemes – theoretical exams Tours Presentation and discussion on Math Exploration/Science Experiments Problems Theoretical Examination paper returned 11-11-2009 Science Experiments Tour Explorations with Math Marking Schemes – Explorations with Tours Math/Science Experiments Explorations/Experiments paper returned 12-11-2009 Tours Moderation id 13-11-2009 Announcement of winners and closing ceremony of IMSO 2009 o. Farewell Dinner and Culture Party .g 14-11-2009 Departure sd tk itp ■ INFORMATION OF MATHEMATICS OLYMPIADE IN FOREIGN COUNTRIES .d • 3rd International Young Inventors Projects Olympiad (IYIPO), Tbilisi-Georgia, 14-16 Mei 2009 w • 10th International World Youth Mathematics Intercity Competition (IWYMIC), Durban, Afrika w Selatan, 5-10 Juli 2009 w • 13th Po Leung Kuk Primary Mathematics World Contest (PMWC) - Grade 9, HongKong, 13-15 Juli 2009 • 3rd Wizards at Mathematics International Competition (WIZMIC) – Grade 9, Lucknow, India, 27- 30 Oktober 2009 • Elementary Mathematics International Contest (EMIC) – Usia 13 th, Philippine, 26 November – 2 Desember 2009 • Asian Inter-cities Teenagers Math Olympiad (AITMO) – Grade 9, Philippine, 26 November – 2 Desember 2009 BULLETIN FASILITATOR EDISI 1-2009
  • 48. FORUM LOMBA OLIMPIADE INDONESIAN SCIENCE FESTIVAL SEKOLAH DASAR TAHUN 2009 “Science is fun” FESTIVAL SAINS INDONESIA UNTUK GURU SD/MI PENDAHULUAN ○ ○ Metode yang digunakan Evaluasi proses pembelajaran Festival Sains Indonesia untuk Guru SD/MI ○ Kesimpulan dan penutup merupakan wadah kreativitas dan inovasi bagi ○ Lampiran-lampiran guru untuk berkarya dalam pembelajaran IPA dan - Data penulis matematika yang menyenangkan. - Foto/gambar alat peraga id - Satuan Kegiatan Pembelajaran o. TEMA - Lembar Evaluasi Siswa .g sd • Inovasi Pembelajaran IPA SD tk • Matematika yang Menyenangkan MEKANISME SELEKSI itp • Banyaknya peserta setiap propinsi tidak .d PERSYARATAN dibatasi w • Tiga puluh (30) karya yang lolos seleksi akan • Peserta adalah guru SD/MI baik negeri w mengikuti babak final di Jakarta pada tanggal w maupun swasta. 13-18 Agustus 2009. • Peserta wajib melampirkan fotocopy SK • Sesi dalam babak final berupa presentasi dan Pengangkatan Guru atau Surat Keterangan demonstrasi hasil karya. Mengajar dari Kepala Sekolah. • Kejuaraan yang diambil adalah 3 pemenang • Setiap peerta wajib melampirkan nama, • Keputusan Dewan juri bersifat mutlak dan alamat, dan nomor telpon sekolah. tidak dapat diganggu gugat. • Setiap peserta hanya dapat mengirimkan 1 • Kriteria penilaian mencakup: keaslian (satu) buah hasil karya. karya, kreativitas, metode penulisan, teknik • Hasil karya paling lambat diterima tanggal 15 pembelajaran, presentasi dan demonstrasi. Juni 2009 (stempel pos). SISTIMATIKA PENULISAN • Karya tulis diketik pada kertas ukuran A4 dengan huruf Times New Roman ukuran 12 point 1,5 spasi. • Jumlah halaman 5 s.d. 10 halaman di luar daftar isi dan lampiran. • Penulisan terdiri dari bagian-bagian berikut: ○ Pendahuluan BULLETIN FASILITATOR EDISI 1-2009
  • 49. FESTIVAL SAINS INDONESIA UNTUK SISWA SD/MI PENDAHULUAN - Data penulis Festival Sains Indonesia untuk Siswa SD/MI - Foto/Gambar Alat Ciptaan merupakan wadah kreativitas dan inovasi bagi siswa SD/MI untuk berkarya dan berkreasi dalam mata pelajaran IPA dan matematika. MEKANISME SELEKSI • Lomba secara terbuka untuk semua siswa SD/MI, baik swasta maupun negeri. TEMA • Jumlah peserta setiap propinsi tidak dibatasi. • Alat IPA Kreasiku • Dalam seleksi awal akan dipilih 30 (tiga puluh) • Matematika dalam Permainanku terbaik. • Peserta yang lolos seleksi awal akan PERSYARATAN mengikuti babak final di Jakarta pada tanggal • Peserta adalah Tim yang terdiri dari 2 (dua) 13-18 Agustus 2009. siswa SD/MI Negeri/Swasta dan berasal dari • Sesi dalam babak final terdiri atas presentasi sekolah yang sama. dan demonstrasi hasil karya. • Peserta wajib melampirkan surat keterangan • Kejuaraan yang diambil adalah 3 pemenang dari kepala sekolah. • Keputusan Dewan juri bersifat mutlak dan • Setiap peserta wajib melampirkan nama, tidak dapat diganggu gugat. id alamat, dan nomor telpon sekolah. • Kriteria penilaian mencakup: keaslian o. • Setiap peserta hanya dapat mengirimkan 1 karya, kreativitas, metode penulisan, teknik .g (satu) buah hasil karya yang relevan dengan pembelajaran, presentasi dan demonstrasi. sd mata pelajaran IPA atau matematika dan tk belum pernah dilombakan. itp • Hasil karya diterima Panitia paling lambat .d tanggal 15 Jui 2009 (stempel pos). w • Karya tulis diketik pada kertas ukuran A4 w dengan huruf Times New Roman ukuran 12 w point spasi 1,5. • Jumlah halaman 3 s.d. 10 halaman di luar daftar isi dan lampiran. • Penulisan terdiri dari bagian-bagian berikut: • Pendahuluan • Metode yang digunakan • Cara kerja alat dan konsep IPA/ Matematika • Fungsi dan kegunaan alat • Kesimpulan dan penutup • Lampiran-lampiran ALAMAT PANITIA PANITIA INDONESIAN SCIENCE FESTIVAL Direktorat Pembinaan Taman Kanak-kanak dan Sekolah Dasar Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Gedung E Depdiknas Lt. 17, Jln. Jenderal Sudirman, Senayan Jakarta 10270 Telp. (021) 572-5641, 572-5635 BULLETIN FASILITATOR EDISI 1-2009
  • 50. FORUM LOMBA OLIMPIADE OLIMPIADE OLAHRAGA SISWA NASIONAL II SEKOLAH DASAR TAHUN 2009 Gelanggang Olahraga Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, 13–20 Juni 2009 menumbuhkembangkan sportivitas, kompetitif, rasa percaya diri, rasa tanggung jawab, cinta tanah air, serta nasionalisme. Kegiatan ini dilaksanakan secara berjenjang mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten/kota, provinsi sampai ke tingkat nasional. Jenis olahraga yang dilombakan mencakup: id 1. Atletik (Kids ’ Athletics): o. a. Kanga’s Escape (Sprint/ Gawang), .g b. Frog Jump (Loncat Katak), sd c. Turbo Throwing (Lempar Turbo) tk d. Formula 1 (Lari, Rintangan, Slalom) itp 2. Senam .d a. Senam Artistik Putra (kejuaraan per-alat: w lantai, meja lompat, dan bangku jamur/ w kuda pelana, serta kejuaraan serba bisa) w b. Senam Artistik Putri (kejuaraan per-alat: meja lompat, balok keseimbangan, dan lantai, serta kejuaraan serba bisa) P embinaan dan pengembangan olahraga SD secara intensif telah dilaksanakan oleh Direktorat Pembinaan TK dan SD sejak tahun c. Senam Ritmik Putri (kejuaraan per-alat: free hand, tali, dan gada, serta kejuaraan serba bisa) anggaran 1997/1998 melalui pembentukan klub olahraga SD. Sampai dengan tahun 2007 telah 3. Renang dibentuk 1.998 klub olahraga SD di seluruh a. 50 m gaya bebas putra/putri Indonesia. Olimpiade Olahraga Siswa Nasional b. 100 m gaya bebas putra/putri (O2SN) II untuk jenjang SD merupakan salah satu c. 50 m gaya punggung putra/putri strategi untuk menyediakan ajang prestasi dan d. 50 m gaya dada putra/putri menumbuhkan kecintaan terhadap olahraga sejak e. 100 m gaya dada putra/putri dini. f. 50 m gaya kupu-kupu putra/putri O2SN bertujuan untuk mengembangkan 4. Tenismeja (tunggal putra dan tunggal putri) dan membina bakat, minat, prestasi, dan 5. Bulutangkis (tunggal putra dan tunggal putri) kecintaan siswa di bidang olahraga serta 6. Voli Mini (beregu putri) 0 BULLETIN FASILITATOR EDISI 1-2009
  • 51. 7. Sepak Takraw Mini (inter regu, double event, b. Catur Cepat (Perorangan putra, putri, dan dan hoop mini) beregu putra) 8. Pencak Silat (perorangan putra dan 13. Karate (perorangan putra dan perorangan perorangan putri) putri) 9. Sepakbola Mini (beregu putra: 7 Inti + 3 cadangan) Kejuaraan terdiri atas kejuaraan nomor, kejuaraan 10. Bridge Mini (pasangan campuran: putra-putri) cabang, kejuaraan fair play, dan kejuaraan umum. 11. Tenis (tunggal putra, tunggal putri, dan ganda Dalam O2SN II tersedia penghargaan berupa campuran) medali emas, perak, perunggu, tabanas, piala, 12. Catur dan piagam penghargaan sesuai dengan jenis a. Catur Standar (Perorangan putra, putri, kejuaraan. Surat keterangan sebagai peserta dan beregu putra) O2SN II akan diberikan kepada setiap peserta. KEGIATAN O2SN II TAHUN 2009 AKAN DIIKUTI OLEH 1.452 ORANG DARI 33 PROVINSI. SETIAP PROVINSI BERHAK MENGIRIMKAN 44 ORANG PESERTA YANG TERDIRI ATAS: Peserta No Jenis/Cabang Olahraga Putra Putri Jumlah 1 Atletik 2 id 2 4 o. 2 Senam 1 2 3 .g 3 Renang 1 1 2 sd 4 Tenis Meja 1 1 2 tk 5 Bulutangkis 1 1 2 itp 6 Voli Mini Putri - 5 5 .d 7 Sepak Takraw Mini Putra 4 - 4 w 8 Pencak Silat 1 1 2 w w 9 Sepak Bola Mini Putra 10 - 10 10 Bridge Mini 1 1 2 11 Tenis 1 1 2 12 Catur 3 1 4 13 Karate 1 1 2 Jumlah 2 1 BULLETIN FASILITATOR EDISI 1-2009 1
  • 52. FORUM LOMBA OLIMPIADE THE 3rd ASEAN PRIMARY SCHOOL SPORT OLYMPIAD (THE 3rd APSSO) 2009 Istora Senayan Jakarta, November 2009 id o. .g sd tk itp .d w w w Tenggara, APSSO yang dimulai tahun 2007 juga merupakan salah satu dimaksudkan upaya konsisten pembinaan dan pengembangan sebagai ajang olahraga di Sekolah Dasar. APSSO merupakan promosi potensi sebuah ajang kompetisi olahraga bagi siswa pariwisata Indonesia dan negara-negara ASEAN. Sekolah Dasar tingkat ASEAN. Kegiatan ini sesuai dengan seruan Dr. Susilo Bambang Cabang olahraga yang dilombakan dalam APSSO Yudoyono, Presiden Republik Indonesia dalam tahun 2009 mencakup: menumbuhkembangkan generasi unggul yang 1. Atletik, meliputi nomor: Kanga’s Escape, Frog cerdas, kuat, memiliki jiwa sportif, bersahabat dan Jump, Turbo Throwing, dan Formula 1 (Lari, saling menghormati dalam persaingan yang sehat. Rintangan,Slalom) APSSO diselenggarakan oleh Depdiknas 2. Sepakbola, dengan jumlah pemain 7 orang bekerjasama dengan PB PASI, PB PSSI, PB. putra + 3 cadangan PERCASI, PB PBSI dan PB. PTMSI. Kegiatan 3. Catur, meliputi catur tunggal putra (3 orang) ini selain bertujuan untuk meningkatkan motivasi, dan putri (1 orang) minat, bakat, kecintaan serta memupuk bibit 4. Bulutangkis, meliputi tunggal putra/putri dan unggul bidang olah raga di kawasan Asia ganda putra/putri 2 BULLETIN FASILITATOR EDISI 1-2009
  • 53. 5. Tenis Meja, meliputi tunggal putra/putri dan bersangkutan. Indonesia sebagai penyelenggara ganda putra/putri berhak mengikutkan 1 (satu) tim tambahan. Penghargaan yang disediakan dalam APSSO Biaya akomodasi, konsumsi, dan transport 2009 terdiri atas medali emas, perak, perunggu, lokal Tim Resmi ditanggung oleh Pemerintah dan sertifikat. Indonesia, sedangkan transportasi dari dan ke negara peserta menjadi tanggung jawab negara APSSO 2009 akan diikuti oleh 11 negara yang bersangkutan dengan perkiraan US$60 anggota ASEAN: Brunei Darussalam, Cambodia, per orang/hari untuk peserta, US$75 per orang/ indonesia, Laos, Malaysia, myanmar, Philippina, hari untuk pelatih/pendamping/official, serta Singapore, Thailand, Vietnam, dan Timor Leste. transportasi pulang-pergi. Setiap negara dapat mengirim Tim Resmi dan Tim Peserta APSSO 2009 adalah tahun pelajaran Mandiri. Tim Resmi setiap negara terdiri atas 36 2009/2010 masih berstatus sebagai siswa SD dan orang yang terdiri atas 1 orang ketua, 26 orang peserta, dan 9 orang pelatih. Sedangkan Tim Mandiri sepenuhnya dibiayai oleh negara yang Batas akhir pendaftaran tanggal 31 Agustus 2009 kepada Direktorat Pembinaan TK dan SD, Ditjen Mandikdasmen, Depdiknas Gedung E Lt 17, Jl. Jenderal Sudirman, Senayan Jakarta 10270 Telp. (62 21) 5725644, 5725641 Fax. (62 21) 5725644 Email: faisal_apsso@yahoo.com atau haikal_apsso@yahoo.com Moble: +62 816 1963 161, +62 818 780 705 id o. .g Dalam tubuh yang sehat sd terletak jiwa yang sehat tk itp .d w w w BULLETIN FASILITATOR EDISI 1-2009 3
  • 54. FORUM LOMBA OLIMPIADE FESTIVAL KOMPETENSI KREATIVITAS SD TAHUN 2009 Melalui Festival Kompetensi dan Kreativitas Siswa Sekolah Dasar Tingkat Nasional Kita Perkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa untuk Membangun Manusia Indonesia yang Cerdas, Kreatif, Berbudaya, dan Berdaya Saing PENDAHULUAN TEMPAT WAKTU Pembinaan minat, bakat, dan kreativitas peserta Yogyakarta, 31 Mei – 5 Juni 2009 didik merupakan salah satu amanat dalam pembangunan pendidikan yang dapat dilakukan JENIS LOMBA DALAM melalui berbagai kegiatan termasuk festival kompetensi dan kreativitas bagi siswa SD. FESTIVAL id 1. Menyanyi Tunggal/Solo Kegiatan ini merupakan wahana pengembangan o. • Lagu Wajib: Bunda (ciptaan Melly budaya berkreasi, berinovasi, berprestasi dan .g Goeslow) Tanah Airku (ciptaan Ibu Sud) berkompetisi secara sehat. sd • Lagu Pilihan: 2 (dua) lagu daerah tk • Iringan lagu wajib: piano (Piano Pianis Melalui kegiatan ini diharapkan dapat mendorong itp disediakan Panitia). kreativitas dan minat belajar serta mendukung .d • Iringan lagu pilihan (lagu daerah) dapat pengembangan potensi siswa. Dalam kegiatan ini w berupa kaset/CD minus one atau diiringi siswa dapat menunjukkan kemampuannya dalam w langsung dengan durasi maksimal 7 menit w berkreasi, berinovasi, serta berkompetisi melalui (biaya pengiring ditanggung sendiri). unjuk kerja dan karya. 2. Kerajinan Tangan • Membuat model rumah adat • Ukuran: panjang 60 cm, lebar 40 cm, tingginya disesuaikan • Alat dan bahan: peserta bawa sendiri dan bahan berbentuk bahan dasar yang diperoleh dari lingkungan sekitar, seperti bambu, kayu, rotan, daun-daunan, pelepah, kulit, dll. • Setiap peserta harus membawa hasil karya lomba tingkat provinsi. 3. Kreativitas Mengarang Cerpen • Mengarang dalam bahasa Indonesia • Tema karangan: akhlak mulia dan cinta tanah air. BULLETIN FASILITATOR EDISI 1-2009
  • 55. KETENTUAN PESERTA FESTIVAL 1. Semua karya yang sudah diserahkan ke 1. Siswa SD (Negeri/Swasta) yang pada tahun panitia tingkat nasional menjadi dokumen ajaran 2009/2010 masih berstatus sebagai Direktorat Pembinaan TK dan SD. peserta didik SD. 2. Apabila dikemudian hari diketahui bahwa 2. Juara I festival sejenis tingkat provinsi tahun suatu karya yang telah ditetapkan sebagai 2009 (berdasarkan Surat Keputusan Kepala juara ternyata bukan merupakan karya asli Dinas Pendidikan Provinsi). peserta, Direktorat Pembinaan TK dan SD 3. Masing-masing jenis lomba/festival diikuti oleh berhak membatalkan kejuaraan. 1 (satu) orang wakil provinsi. 3. Pada saat pelaksaan lomba, siswa memakai seragam sekolah, kecuali untuk lomba PENGHARGAAN kerajinan tangan dibolehkan memakai kaos Piagam, piala, dan medali bagi Juara I, II, III, dan seragam sekolah. harapan I, II, III untuk semua jenis lomba.. 4. Peraturan yang belum tercantum dalam selebaran ini akan dituangkan secara rinci pada panduan festival. id o. .g INFORMASI: sd tk Dinas Pendidikan Provinsi atau Kabupaten/Kota setempat itp .d atau w w w Subdit Pembelajaran, Direktorat Pembinaan TK SD, Ditjen Mandikdasmen, Depdiknas Gedung E Depdiknas Lt. 18, Jl. Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta 10270 Telp. (021) 5725641, 5725989 Fax. (021) 5725637, 5725989 Website: www.ditptksd.go.id Email: info@ditptksd.go.id BULLETIN FASILITATOR EDISI 1-2009
  • 56. FORUM LOMBA OLIMPIADE FESTIVAL LOMBA SENI SISWA NASIONAL (FLS2N) SD ”Melalui lomba cipta puisi, lukis, dan cipta lagu kita tingkatkan kreativitas siswa dan kita tumbuhkan rasa cinta terhadap tanah air.” PENDAHULUAN Peraturan Mendiknas No. 39 Tahun 2008 tentang Pembinaan Kesiswaan bahwa pengembangan Dalam Rencana Program Jangka Menengah potensi siswa mencakup iman dan takwa kepada Nasional yang diamanatkan melalui Peraturan Tuhan Yang Maha Esa, akhlak mulia, sehat, Presiden Nomor 7 Tahun 2005, disebutkan berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi bahwa kegiatan pokok yang dilaksanakan warganegara yang demokratis serta bertanggung sesuai program wajib belajar 9 tahun antara id jawab lain adalah pembinaan minat, bakat, dan o. kreativitas peserta didik. Hal itu dipertegas dalam .g Festival Lomba Seni Siswa (FLS2N) sd merupakan salah satu upaya pengembangan tk potensi siswa. Kegiatan ini sebagai wahana bagi itp siswa untuk berkreasi, berinovasi, berprestasi .d dan berkompetisi secara sehat dengan w mengedepankan semangat sportivitas. Budaya ini w perlu dikembangkan sebagai salah satu strategi w pembinaan peningkatan kualitas peserta didik dengan cara melaksanakan festival, mulai dari tingkat daerah hingga tingkat nasional. JENIS LOMBA 1. Lomba Cipta Puisi Judul puisi akan ditetapkan pada saat pelaksanaan lomba oleh panitia lomba tingkat nasional. Aspek penilaian mencakup daya ungkap, spontanitas, originalitas, serta sistematika penulisan. 2. Lomba Lukis Judul lukisan akan ditentukan panitia di tempat penyelenggaraan. Bahan lukisan terdiri atas kertas gambar ukuran 60cmX60cm, pastel/ crayon, pensil warna dan spidol. Aspek penilaian lomba lukis meliputi daya ungkap, BULLETIN FASILITATOR EDISI 1-2009
  • 57. estetika (harmonisasi bentuk dan kombinasi paling lambat 30 Juni 2009 (stempel pos) ke: warna), serta kerapian. Direktur Pembinaan TK dan SD 3. Lomba Cipta Lagu u.p. Kasubdit Kegiatan Kesiswaan Judul lagu bebas ditentukan oleh peserta Gedung E Lt. 17 Depdiknas. Jl. Jend. Sudirman, sesuai dengan tema lomba. Aspek yang dinilai Senayan, Jakarta 10270 mencakup syair lagu, notasi, originalitas, serta Telp. 572-5641, 572-5643 Fax. 572-5635, 572- kesesuaian dengan tema. Lagu dikirimkan 5637 dalam bentuk CD/kaset dengan atau tanpa e-mail: dikdas@cbn.net.id iringan disertai dengan lirik lagu dan notasi (angka atau balok). PENGHARGAAN Disediakan piala, piagam, dan hadiah pembinaan WAKTU TEMPAT bagi Juara I, II, III, Harapan I, II, dan III untuk FLS2N Tingkat Nasional Tahun 2009 akan setiap jenis lomba. diselenggarakan di Jakarta pada bulan Agustus 2009. LAIN-LAIN 1. Hak cipta pada pencipta, sedangkan hak PESERTA penggandaan/reproduksi pada Depdiknas Siswa SD dan MI yang pada tahun pelajaran selama 3 tahun terhitung sejak karya diterima 2009/2010 masih berstatus sebagai siswa sekolah panitia. dasar/madrasah ibtidaiyah. Setiap provinsi 2. Apabila dikemudian hari diketahui bahwa id mengirimkan 4 (empat) karya terbaik ke tingkat karya tersebut bukan karya sendiri, Depdiknas o. nasional untuk cipta puisi, lukis, dan cipta lagu berhak membatalkan kejuaraan. .g sd tk itp .d Pengembangan potensi anak seutuhnya w w termasuk pembinaan terhadap minat dan w bakat di bidang seni. BULLETIN FASILITATOR EDISI 1-2009
  • 58. FORUM LOMBA OLIMPIADE FESTIVAL LOMBA SENI SISWA NASIONAL (FLS2N) TK ”Melalui festival lomba dan seni siswa tingkat nasional kita kembangkan potensi, kreativitas dan rasa cinta tanah air.” PENDAHULUAN Pengembangan seluruh potensi peserta didik Disediakan piala, piagam dan hadiah pembinaan yang merupakan salah satu tujuan pendidikan bagi pemenang lomba. Lomba Gugus TK Tingkat dalam rangka mewujudkan warga negara yang Nasional dilakukan dalam 3 tahap: tahap I Lomba beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Gugus TK Tingkat Propinsi bulan Mei 2009, Tahap Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, II dilaksanakan di 12 provinsi hasil seleksi tahap I kreatif, mandiri, demokratis dan bertanggung pada pertengahan bulan Mei 2009, dan Tahap III id jawab. Festival Lomba Seni Siswa (FLS2N) (final) dengan mengundang 6 (enam) besar pada o. Taman Kanak-Kanak dilaksanakan sebagai tanggal 1 – 5 Juni 2009 di Yogyakarta. .g wahana berkreasi, berinovasi, berprestasi sd dan berkompetisi secara sehat dalam rangka Informasi lebih lanjut: Subdit Kegiatan tk pengembangan potensi anak didik. Kesiswaan Direktorat Pembinaan TK SD, itp Gedung E Lantai 1, Jl. Jend. Sudirman, .d FLS2N TK akan dilaksanakan di Yogyakarta Senayan, Jakarta Telp/Fax. (021) 23 w pada tanggal 1 – 5 Juni 2009. Dalam kegiatan ini w terdapat 4 (empat) jenis lomba: 1) lomba gugus w TK, 2) lomba cipta lagu bagi pengelola TK, 3) lomba melukis bagi anak TK, dan 4) lomba menyanyi tunggal/solo bagi anak TK. LOMBA GUGUS TK Lomba Gugus TK Tingkat Nasional diikuti oleh gugus TK terbaik tingkat provinsi tahun 2008 yang belum pernah diikutsertakan dalam kegiatan yang sama di tingkat nasional, atau gugus TK terbaik Tahun 2009 tingkat provinsi, atau gugus TK Tahun 2008 yang belum pernah menjadi juara I, II, III, Harapan I, II, dan III tingkat nasional. Komponen lomba meliputi manajemen gugus dan TK, pengelolaan KBM, manajemen sarana prasarana, partisipasi masyarakat, prestasi dan program unggulan gugus. BULLETIN FASILITATOR EDISI 1-2009
  • 59. LOMBA CIPTA LAGU TK ungkap, estetika (keharmonisan antara bentuk Lomba ini diperuntukkan bagi pengelola TK/RA dan warna), spontanitas dan originalitas karya. seluruh Indonesia yang masih aktif. Tema lagu dapat dipilih salah satu: ketuhanan, negeriku, alam Setiap provinsi berhak mengirimkan 3 (tiga) semesta, kasih sayang, atau keluargaku. lukisan terbaik (tanpa peringkat) ke tingkat Persyaratan lagu: nasional paling lambat tanggal 1 Mei 2009 1. mencakup ciptaan sendiri dan asli (disertai (stempel pos). Tim nasional akan memilih 1 (satu) surat pernyataan dan disyahkan oleh atasan dari ketiga lukisan untuk mengikuti peragaan dan langsung) wawancara tingkat nasional. 2. belum pernah dipublikasikan dan diikutkan dalam berbagai lomba Disediakan piala, piagam, dan hadiah pembinaan 3. berbahasa Indonesia kepada Juara I, II, III, Harapan I, II, dan III. 4. lirik lagu dalam 2 bait dan sesuai dengan Semua hasil karya lomba tingkat nasional jiwa anak TK, diketik dan disertai not notasi menjadi milik Depdiknas, hak cipta pada yang (angka/balok) pencipta karya yang bersangkutan, sedangkan 5. melodi dalam 1 oktaf dan mudah dinyanyikan hak penggandaan/reproduksi hasil lomba berada anak, pada Depdiknas untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun 6. direkam dalam CD/kaset dengan atau tanpa (2009-2011). iringan musik 7. setiap peserta hanya diperbolehkan LOMBA MENYANYI mengirimkan satu karya lagu. TUNGGAL/SOLO id Lomba ini diperuntukkan bagi pengelola TK/ o. Penilaian terdiri atas 2 tahap: Tahap I akan RA seluruh Indonesia yang masih aktif. Setiap .g ditetapkan 12 karya nominasi, Tahap II untuk provinsi berhak mengirimkan 1 (satu) orang sd menentukan 6 besar sebagai juara. peserta terbaik ke tingkat nasional. tk itp Hak cipta pada pencipta lagu, sedangkan hak Setiap akan menyanyikan lagu wajib (Aku Anak .d penggandaan/reproduksi untuk 12 karya terbaik Indonesia, ciptaan AT Mahmud) dan 1 (satu) w ada pada Depdiknas selama 3 (tiga) tahun sejak lagu pilihan dengan iringan musik keyboard w karya diterima panitia. yang disediakan oleh panitia. Judul lagu pilihan: w Ambilkan Bulan (Ciptaan AT Mahmud), Kupu- LOMBA LUKIS ANAK TK kupu Yang Lucu (ciptaan Ibu Sud), Lagu Gembira Lomba lukis ini diikuti oleh anak Taman Kanak- (ciptaan Ibu Sud), Naik Delman (ciptaan Pak kanak (TK) dan Raudhatul Athfal (RA) tahun Kasur), Peramah dan Sopan (ciptaan Pak Dul), pelajaran 2008/2009 di seluruh Indonesia yang atau Ibu Pertiwi (ciptaan NN). belum pernah menjadi juara I, II, dan III lomba yang sama di tingkat nasional. Penilaian meliputi aspek materi (kualitas vokal), teknik vokal, dan penampilan. Disediakan piala, Bahan dan alat melukis disediakan sendiri oleh piagam, dan hadiah pembinaan pembinaan bagi 6 peserta seperti: pastel/krayon, pensil warna, pemenang (Juara I, II, III, Harapan I, II, III). spidol, cat air, atau kombinasi dari bahan-bahan tersebut, sedangkan kertas gambar ukuran Informasi FLS2N TK: 60X60cm disediakan panitia. Direktur Pembinaan TK dan SD u.p. Kasubdit Kegiatan Kesiswaan, Tema lukisan dapat memilih salah satu dari: Gedung E Lt. 1 Depdiknas. keluargaku, sekolahku, alam sekitar, hewan Jl. Jend. Sudirman, Senayan, peliharaanku, perayaan hari-hari besar, dan Jakarta 1020 Telp/Fax. 23 transportasi. Aspek penilaian mencakup daya BULLETIN FASILITATOR EDISI 1-2009
  • 60. FORUM LOMBA OLIMPIADE LOMBA GUGUS SD TAHUN 2009 gugus yang akan ditentukan oleh Tim Penilai. PENDAHULUAN Berbagai upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan telah dilakukan mengingat pendidikan RUANG LINGKUP MATERI merupakan investasi bagi kehidupan bangsa. LOMBA Jumlah sekolah dasar secara nasional yang Ruang lingkup secara substantif lomba gugus SD mencapai lebih dari seratus tujuh puluh mencakup pengelolaan gugus yang mencakup sekolah memerlukan strategi pembinaan aspek manajemen gugus, manajamen sekolah, dan pengembangan yang tepat karena tidak manajemen sarana prasarana, manajemen memungkinkan pembinaan dilakukan per sekolah kegiatan belajar mengajar, dan manajemen secara individu. Pembentukan gugus sekolah partisipasi masyarakat. yang dimulai sejak tahun 1993 merupakan strategi pembinaan sekolah dasar yang PENGHARGAAN id dikembangkan untuk menjawab kondisi tersebut. Disediakan hadiah pembinaan dengan total o. Semangat maju bersama dalam gugus sekolah hadiah Rp 140.000.000,- berikut piala dan piagam .g ditumbuhkembangkan untuk meningkatkan mutu penghargaan untuk pemenang lomba. sd pendidikan dalam kebersamaan. tk Dalam rangka lebih memberikan semangat JADWAL DAN TAHAP itp kepada perkembangan dan kualitas gugus PENILAIAN .d sekolah, diselenggarakan lomba gugus SD yang w diselenggarakan mulai dari tingkat kabupaten, Penilaian Lomba Gugus SD Tingkat Nasional w provinsi dan nasional. Melalui kegiatan ini dilaksanakan dalam 3 (tiga) tahap: w diharapkan kualitas pengelolaan gugus dan 1. Tahap I adalah kegiatan verifikasi ke SD semangat maju bersama dapat dipelihara di juara I tingkat propinsi di 33 propinsi pada antara anggota gugus. bulan April-Mei 2009 untuk memperoleh 10 (sepuluh) nominator. TUJUAN 2. Tahap II adalah kegiatan verifikasi 10 (sepuluh) Lomba gugus sekolah bertujuan untuk nominator untuk menetapkan 6 (enam) besar meningkatkan kualitas pengelolaan gugus SD pada bulan Mei 2009. dari berbagi aspek dalam rangka mencerdaskan 3. Tahap III (final) dilaksanakan di Jakarta kehidupan bangsa yang memiliki kepribadian dan dengan mengundang 6 (enam) besar untuk akhlak yang mulia. menentukan Juara I, II, III, dan Harapan I, II, III pada bulan Juni 2009. PESERTA LOMBA Kegiatan lomba gugus SD diselenggarakan mulai dari tingkat kabupaten, provinsi dan nasional. Peserta lomba gugus SD tingkat nasional adalah juara I tingkat provinsi tahun sebelumnya yang sekaligus mewakili provinsi. Penilaian gugus akan mencakup SD Inti dan 2 (dua) SD Imbas anggota Semangat maju bersama harus tumbuh 0 BULLETIN FASILITATOR EDISI 1-2009 di antara anggota gugus sekolah.
  • 61. FORUM LOMBA OLIMPIADE LOMBA GUGUS TK TAHUN 2009 PENDAHULUAN 2008 yang belum pernah menjadi juara I, II, III, Pengembangan dan pembinaan TK merupakan Harapan I, II, dan III tingkat nasional. salah satu program Direktorat Pembinaan TK dan SD. Semangat untuk maju bersama melalui RUANG LINGKUP MATERI pengembangan gugus TK juga menjadi salah satu strategi yang dikembangkan untuk meningkatkan LOMBA Ruang lingkup secara substantif lomba gugus kualitas pendidikan TK. Dalam rangka TK mencakup berbagai aspek manajemen meningkatkan kualitas pengelolaan TK diperlukan termasuk manajemen gugus dan TK, pengelolaan suatu upaya yang strategis untuk memacu KBM, manajemen sarana prasarana, partisipasi gugus-gugus TK berkembang dan berkreasi. masyarakat, prestasi dan program unggulan Salah satu kegiatan untuk mewadahinya adalah gugus. dilaksanakannya lomba gugus TK baik tingkat id provinsi maupun nasional. Melalui kegiatan PENGHARGAAN o. ini diharapkan semangat untuk maju dalam .g Disediakan piala, piagam dan hadiah pembinaan kebersamaan dapat terpelihara dalam rangka sd bagi pemenang lomba. menyiapkan generasi bangsa yang kreatif, cakap, tk mandiri dan bertanggung jawab. itp JADWAL DAN TAHAP TUJUAN .d PENILAIAN w Lomba gugus TK bertujuan untuk meningkatkan Penilaian Lomba Gugus TK Tingkat Nasional w kualitas pengelolaan gugus TK khususnya dari sisi w dilaksanakan dalam 3 (tiga) tahap: pengelolaan gugus serta pengelolaan TK secara 1. Tahap I adalah Lomba Gugus TK di 33 individu. propinsi pada bulan Mei 2009. 2. Tahap II dilaksanakan di 12 provinsi hasil PESERTA LOMBA seleksi tahap I pada pertengahan bulan Mei Peserta lomba Gugus TK Tingkat Nasional adalah 2009. gugus TK terbaik tingkat provinsi tahun 2008 yang 3. Tahap III (final) adalah mengundang 6 (enam) belum pernah diikutsertakan dalam kegiatan yang besar untuk menentukan Juara I, II, III, dan sama di tingkat nasional, atau gugus TK terbaik Harapan I, II, III pada tanggal 1 – 5 Juni 2009 Tahun 2009 tingkat provinsi, atau gugus TK Tahun di Yogyakarta. INFORMASI Subdit Kegiatan Kesiswaan Direktorat Pembinaan TK SD, Gedung E Lantai 17, Jl. Jend. Sudirman, Senayan, Jakarta Telp/Fax. (021) 5725638 BULLETIN FASILITATOR EDISI 1-2009 1
  • 62. FORUM LOMBA OLIMPIADE LOMBA PERPUSTAKAAN SD TAHUN 2009 khusus lomba adalah manajemen perpustakaan yang mencakup administrasi, pengelolaan PENDAHULUAN perpustakaan termasuk sarana, koleksi, Perpustakaan tidak dapat dipisahkan dari dunia layanan, keanggotaan, kerjasama dan promosi pendidikan. Perpustakaan sekolah merupakan perpustakaan sekolah. tempat ideal bagi anak untuk menggali dan mencari informasi dan pengetahuan dalam HADIAH kegiatan belajar mengajar. Perpustakaan Disediakan hadiah pembinaan dengan total merupakan tempat dan sarana bagi siswa untuk hadiah Rp 105.000.000,- dilengkapi dengan piala berburu ilmu dan informasi secara mandiri, dan paiagam penghargaan bagi para pemenang. sekaligus sebagai sarana edukatif, informatif, riset, dan rekreatif. TAHAP PENILAIAN Tahap penilaian Lomba Perpustakaan SD Tingkat Lomba perpustakaan SD merupakan salah satu Nasional dilaksanakan dalam tiga tahap: id upaya untuk meningkatkan kualitas pengelolaan 1. Tahap I adalah verifikasi ke SD Juara I Tingkat o. perpustakaan sekolah. Melalui kegiatan ini Propinsi di 33 provinsi pada bulan April- .g diharapkan muncul berbagai inovasi tentang Mei 2009 untuk memperoleh 10 (sepuluh) sd pengelolaan perpustakaan yang profesional serta nominator. tk meningkatkan minat dan budaya baca di kalangan 2. Tahap II adalah verifikasi 10 (sepuluh) itp sekolah khususnya peserta didik. nominator untuk menetapkan 6 (enam) besar .d pada bulan Mei 2009. w TUJUAN 3. Tahap III (final) dilaksanakan di Jakarta w dengan mengundang 6 (enam) besar untuk w Lomba perpustakaan dielenggaraan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas menetapkan Juara I, II, III, dan Juara Harapan pengelolaan perpustakaan SD dalam rangka I, II, III pada bulan Juni 2009. meningkatkan minat dan budaya baca khususnya bagi peserta didik dan warga sekolah. PESERTA LOMBA Peserta Lomba Perpustakaan SD Tingkat Nasional Tahun 2009 adalah Juara I Lomba Perpustakaan SD Tingkat Provinsi Tahun 2008. MATERI LOMBA Ruang lingkup materi lomba perpustakaan secara umum mencakup manajemen sarana prasarana dan manajemen sumber daya manusia. Sedangkan materi Perpustakaan bukan tempat menyimpan buku, tetapi harus diberdayakan menjadi pusat sumber belajar bagi warga sekolah. 2 BULLETIN FASILITATOR EDISI 1-2009
  • 63. FORUM LOMBA OLIMPIADE SAYEMBARA PENULISAN NASKAH BACAAN SD KELAS RENDAH TAHUN 2009 “Melalui sayembara penulisan naskah bacaan kita tingkatkan budaya gemar membaca dan menulis peserta didik SD kelas rendah.” PENDAHULUAN Salah satu kegiatan pokok dalam pembangunan PENGHARGAAN pendidikan adalah pembinaan minat, bakat, dan • 10 naskah terbaik I, hadiah @Rp20.000.000,- kreativitas peserta didik. Sayembara penulisan • 10 naksah terbaik II, hadiah @Rp15.000.000,- naskah buku bacaan siswa SD kelas rendah • 10 naskah terbaik III, hadiah @Rp10.000.000,- selain bertujuan membina budaya baca dan tulis di kalangan peserta didik, juga dimaksudkan PERSYARATAN NASKAH untuk menyediakan bacaan berkualitas bagi anak. 1. Isi naskah sesuai dengan tingkat dan taraf id perkembangan siswa SD kelas I, II, dan III; o. Dengan tersedianya buku bacaan yang menarik 2. Isi naskah bersifat edukatif serta, tidak .g dan berkualitas diharapkan dapat meningkatkan bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila, sd minat dan budaya baca khususnya di kalangan peserta didik. UUD 1945, ketentuan dan peraturan tk perundangan yang berlaku, serta tidak itp Kegiatan sayembara penulisan naskah buku menimbulkan masalah SARA; .d bacaan SD kelas rendah juga merupakan wahana 3. Naskah bacaan harus disertai ilustrasi atau w gambar, dan merupakan bagian yang tak w bagi semua orang pihak, baik pendidik, tenaga terpisahkan dari naskah (ilustrasi/gambar w kependidikan, penulis, maupun masyarakat yang peduli pendidikan untuk berkarya, boleh dibantu orang lain dengan menyebutkan berkreasi, berimajinasi, dan berpartisipasi dalam nama ilustratornya). Khusus naskah untuk meningkatkan kualitas pendidikan. kelas I dan II berupa cerita bergambar; 4. Naskah merupakan karya asli dan dapat PESERTA dipertanggungjawabkan (baik isi naskah Sayembara ini terbuka untuk umum baik guru, maupun gambar), bukan saduran, tidak dosen, siswa/mahasiswa, tenaga kependidikan, bersambung, dan tidak dalam bentuk berseri; maupun masyarakat luas 5. Naskah belum pernah diikutsertakan pada sayembara yang sama atau menjadi TEMA NASKAH pemenang pada sayembara mana pun, dan Naskah dapat berupa fiksi atau non fiksi. Tema belum pernah diterbitkan (dilampirkan surat dan materi naskah dikaitkan dengan mata pernyataan penulis). pelajaran termauk muatan lokal di Sekolah Dasar. 6. Naskah yang berbentuk biografi harus Naskah nonfiksi dapat berbentuk eksposisi memenuhi persyaratan: tokoh yang ditulis (pemaparan ilmiah populer) atau narasi (penulisan adalah warga negara Indonesia yang biografi dan sejarah), serta tokoh, kegiatan, waktu, berprestasi atau berjasa dalam perjuangan dan tempat yang dipaparkan sepenuhnya bersifat dan pembangunan bangsa; didukung dengan faktual. metode pengumpulan data yang tepat dan BULLETIN FASILITATOR EDISI 1-2009 3
  • 64. akurat; serta melampirkan ijin dari tokoh yang ditulis atau ahli warisnya. PENGIRIMAN NASKAH 7. Ketentuan yang belum tercantum dalam Naskah diantar langsung atau dikirim ke Panitia selebaran ini dituangkan dalam buku Panduan paling lambat tanggal 31 Juli 2009 (stempel Teknis Sayembara Penulisan Naskah Bacaan pos). Penulis naskah yang lolos praseleksi, akan SD Kelas Rendah Tahun 2009. mengikuti seleksi berikutnya pada Oktober 2009. ALAMAT PENGIRIMAN NASKAH INFORMASI: Panitia Sayembara Penulisan Naskah Bacaan SD Kelas Rendah Tahun 2009, Subdit Pembelajaran, Direktorat Pembinaan TK dan SD, Ditjen Mandikdasmen Depdiknas, Gedung E Lantai 18, Jl. Jend. Sudirman - Senayan, Jakarta 10270 Telp. (021) 5725641, 5725989 Fax. (021) 5725637, 5725989 Website: www.ditptksd.go.id Email: info@ditptksd.go.id id o. .g sd tk itp .d w w w BULLETIN FASILITATOR EDISI 1-2009
  • 65. FORUM LOMBA OLIMPIADE SOAL MATEMATIKA OLIMPIADE SAINS NASIONAL TAHUN 2006 1. Sebuah benda dibuat dari tiga bahan 5. Fajar ingin mengarsir 0,725 bagian dari daerah berbeda yaitu P, Q, dan R. Jika perbandingan persegipanjang ABCD di bawah ini. Paling banyaknya bahan antara P terhadap Q adalah sedikit berapa petak kecil yang harus diarsir 6 : 8 dan perbandingan banyaknya bahan Fajar? antara Q terhadap R adalah 7 : 3, tentukan D C perbandingan banyaknya bahan antara P terhadap R. 2. Berapa besar sudut CAD? C id ° o. 43° 29 B .g A sd tk ° 6. Sebuah truk memuat 300 kotak barang yang itp 48 masing-masing memiliki berat 1kg dan 2kg. .d A D B Jika total berat seluruh barang tersebut 530kg, w berapa banyak kotak yang beratnya 1kg? w w 3. Dicky sat on a chair in a room. There were a 7. Lola wrote three-digit whole numbers using clock behind him and a mirror in front of him. only digit 1 and 2. One number she wrote was On the mirror, he saw the reflection of the 222. How many numbers at most could she clock as shown in the figure. What was the write? time at that moment? 8. Sederhanakan pecahan berikut? 11-12+ 13-14+ ....-24+ 25 -26 + 2 7 = 18 -17+ 16 -....-13+ 1 2-11 9. Pada gambar di bawah, ketiga sisi segitiga adalah garis tengah setengah-lingkaran. Hitunglah luas daerah yang diarsir. (Ambil π = 4. Pada trapesium siku-siku ABCD, AB sejajar 3, 14). DC, dan besar sudut B = 90o. Berapa luas trapesium ABCD jika diketahui besar sudut A = 45o,AB = 16cm, dan DC = 10cm? cm 30 40 cm 5 0 cm BULLETIN FASILITATOR EDISI 1-2009
  • 66. 1. Sebuah benda dibuat dari tiga bahan yaitu putih, pink, hitam, dan kuning. Ia tidak berbeda yaitu P, Q, dan R. Jika perbandingan tahu jumlah mutiara yang dimilikinya. Yang banyaknya bahan antara P terhadap Q adalah diingatnya adalah: 6 : 8 dan perbandingan banyaknya bahan a. ada 12 mutiara putih antara Q terhadap R adalah 7 : 3, tentukan b. banyaknya mutiara pink adalah dua kali perbandingan banyaknya bahan antara P banyaknya mutiara kuning. terhadap R. c. banyaknya mutiara hitam adalah empat kurangnya dari banyaknya mutiara pink. 2. Berapa besar sudut CAD? d. jika banyaknya mutiara hitam bertambah dua, maka banyaknya mutiara hitam sama 3. Dicky sat on a chair in a room. There were a dengan banyaknya mutiara putih. clock behind him and a mirror in front of him. Berapa banyak mutiara kuning yang dimiliki Ranti? On the mirror, he saw the reflection of the clock as shown in the figure. What was the 11. Bilangan 279 akan dinyatakan sebagai time at that moment? penjumlahan dua bilangan, A dan B. Jika A dibagi 4 dan B dibagi 7 maka jumlahnya 4. Pada trapesium siku-siku ABCD, AB sejajar menjadi 57. Berapa selisih A dan B? DC, dan besar sudut B = 90o. Berapa luas trapesium ABCD jika diketahui besar sudut A 12. Nani drew two large squares that are = 45o,AB = 16cm, dan DC = 10cm? overlapping as shown below. The area of a 5. Fajar ingin mengarsir 0,725 bagian dari daerah small square is 1 unit. What is the area of the persegipanjang ABCD di bawah ini. Paling figure that Nani drew? id o. sedikit berapa petak kecil yang harus diarsir 13. Seekor semut ingin pindah dari sebuah titik .g Fajar? sudut suatu kubus satuan ke titik sudut lainnya sd 6. Sebuah truk memuat 300 kotak barang yang melalui rusuk-rusuk kubus tersebut. Ia tidak ingin melalui satu pun titik sudut kubus lebih tk itp dari sekali. Berapakah jarak terjauh yang dapat ditempuhnya? .d w w 14. Amir akan mendisain bendera dengan 59 w bintang merah pada dasar kuning. Ketentuan yang harus ia patuhi adalah: masing-masing memiliki berat 1kg dan 2kg. a. Banyaknya bintang pada baris bernomor Jika total berat seluruh barang tersebut 530kg, ganjil (baris ke-1, ke-3, dan seterusnya) berapa banyak kotak yang beratnya 1kg? adalah sama. b. Banyaknya bintang pada baris bernomor 7. Lola wrote three-digit whole numbers using genap adalah sama. only digit 1 and 2. One number she wrote was c. Banyaknya bintang pada setiap baris 222. How many numbers at most could she bernomor ganjil adalah satu lebihnya atau write? satu kurangnya dari banyaknya bintang pada baris bernomor genap. 8. Sederhanakan pecahan berikut? d. Banyaknya baris adalah tujuh. Berapa banyak bintang pada baris keempat? 9. Pada gambar di bawah, ketiga sisi segitiga adalah garis tengah setengah-lingkaran. 15. A Boeing 747 needs 14.25 liters of avtur to Hitunglah luas daerah yang diarsir. (Ambil π = travel 1 km. The aircraft flew around the world 3, 14). at a height of 10 km. If the earth’s diameter is 12, 700 km, about how many liters of avtur did 10. Ada empat warna mutiara yang dimiliki Ranti, the aircraft need to go one round? BULLETIN FASILITATOR EDISI 1-2009
  • 67. ENGLISH 4U TODAY’S JOKE: SCHOOL Early in the morning, a mother went in to wake up her son. “Wake up, son. It’s time to go to school!” “But why, Mom? I don’t want to go.” “Give me two reasons why you don’t want to go.” id o. “Well, the students hate me for one, and the teachers hate me, too!” .g “Oh, that’s no reason not to go to school. Come on now and get sd ready.” tk itp “Give me two reasons why I should go to school.” .d “Well, first, you are 50 years old. And second, you are the w headmaster!” w w KUNCI JAWABAN FASILITATOR EDISI IV TAHUN 2008 JAWABAN PO LEUNG KUK 11TH PMWC HONGKONG 2007 1. 1:2 6. 112 11. 6 2. 775X33 7. 34 12. 381654729 3. 52 8. 28 13. 1440 4. 23 9. 89 14. 692346 5. 20 10. 64 15. 38.88 JAWABAN SOAL IPA TEORI II OSN 2006 1. e 6. c 11. b 15. 1. e 2. c 7. d 12. c 2. f 3. a 8. d 13. b, c, d, atau f 3. c 4. b 9. c 14. b atau c 4. d 5. b 10. d 5. a 6. b BULLETIN FASILITATOR EDISI 1-2009
  • 68. TOKOH PROFIL MY JOURNEY IN JOINING THE MENTENG 02 PRIMARY SCHOOL’S HOMESTAY PROGRAM 2007 AT LLOYD PRIMARY SCHOOL, MELBOURNE, AUSTRALIA (BY ARISCHA AUDIANA, SISWA KELAS 6 SD MENTENG 02, JAKARTA) O n Saturday, November 10th 2007, I went to Soekarno Hatta Airport to go home In the afternoon, Stephanie asks me to join her stay at Melbourne, Australia. But, when swimming at Aquatic Melbourne Sport Center I was in the car, I remember about my passport. (AMSAC). But before we go to AMSAC, I go for Then when I was near the airport, I remember a walk to the park with Catherine, Stephanie, and that I forgot to bring the passport. So, I have to go Zucchini (Stephanie’s dog). For about 3:00 o’clock id in the afternoon, we go to AMSAC to swim. In o. back home to take the passport. AMSAC, I and Stephanie play the slide, chasing, .g and go to the wave pool. We play sd About 5 o’clock, I arrived at the airport and I directly met my there for 3 hours. So we are very tk tired. We directly, took a bath after itp friends. Because it was raining hard, we all have to go inside swimming. Because I was very tired, .d the airport. We wait until it was I sleep before dinner. w w 6 o’clock then we directly go w to the plane. When I was in On the second day in Melbourne, the plane, I sit next to Odit, my I wake up at 7:30. Then, I have cousin. It was very boring on breakfast with Stephanie and the plane because there was Catherine. After that I took a nothing to do. So I was just shower for about 10 minutes, and I playing PSP with Odit. directly go to school with Stephanie About 9:30, we arrived at and Catherine by car. It was only Ngurah-Rai Airport. It was 5 minutes to school by car. The just transit. The plane was name of the school is Lloyd School. boarding at 11:30 pm. This time I finally met my other friends from I sit next to shinta and Odit. Menteng and the teachers from Because there was no place Menteng. to pray, so we pray in the plane when we was going to Melbourne. It was 5 hours to Melbourne We go back to the class at 11:00 o’clock. Then we from Denpasar. Finally, at 10:00 o’clock in the read a book in the class with the other friends. In morning we arrived at Melbourne. My host parent the afternoon, we go to Chadstone the popular Catherine and Andrew also Stephanie the kid mall in Melbourne. We go to Chadstone for about pick me up at the airport. Catherine, Andrew, and 4 o’clock in the afternoon. We go there because Stephanie house is where do I live there. Catherine wants to buy pillow for Andrew. Then BULLETIN FASILITATOR EDISI 1-2009
  • 69. Lloyd Primary School children gave warm welcome to the students from Menteng 02 Primary School Jakarta on the homestay program in 2007. Stephanie accompany me to buy t-shirt shop. Not id inside of the class before the bell. Before I went o. long after that we go to Target to buy a computer in to the class to study, I play with Stephanie and .g disc to play at Stephanie’s house. Shinta. After school, we walk home not by car. sd And it is only 10 minutes walking from school to tk About 6 o’clock, we went back home. Because Stephanie’s house. At home, we just hear the itp Catherine wants to cook for our dinner. When music see music videos on the computer. No long .d Catherine is cooking, we play neopets game on after that dinner was ready. And this evening we w the computer. It was fun playing computer with ate spaghetti bolognaise. Not only that, we also w Stephanie. Around 7 o’clock, dinner was ready. ate french vegetables. The spaghetti was nice, but w And the menu was chicken with honey and soy I don’t really like the French vegetables. Because sauce. It was delicious. After that we ate the it taste like too much vinegar. 30 minutes after desserts. The desserts was vanilla ice cream with I have dinner, I directly go to the bath about 15 some strawberries on it. minutes long. Then, I and Stephanie brush our teeth. After we brush our teeth, we directly say The third day in Melbourne was Tuesday. And I good night to every body in the house and go to wake up at 6:30 in the morning. I directly go to sleep. the kitchen to have breakfast. This time we ate cereals with milk and a glass of orange juice. And The fourth day in Melbourne was Wednesday. then we ate banana, mangoes, and melon for the This day was different than yesterday. Because fruit. Until we are all full of foods, we got to the this morning we are not directly go to school, but bath room to take a bath. After taking a bath, I Stephanie is having her swimming course. So, I brush my teeth and comb my hair. Then, we put have to wait Stephanie to swim. At the swimming our shoes and go to school. pool, while I was waiting Stephanie I met Nadya. Because Nadya’s friend, Meddi was having her When we arrived at school, we directly put our swimming course at the same place too. So, I bag in front of the class because the class is was just walking around with Nadya there. The still locked. We are not allowed to put our bags swimming course was finish until 8:30 so, we are BULLETIN FASILITATOR EDISI 1-2009
  • 70. not late. When I arrived at school I met Safira, while. And we are not too happy because the and directly go to the cass to hang our bag. teachers don’t let us to go to the souvenir shop This morning we did not meet our teachers from because there was no time to buy. But lucky me, Menteng, because they tell us yesterday that they Stephanie run and buy a seal doll for me. And will come when we are having recess. then, we directly go back to school and go home. Stephanie’s moms tell me that this day Stephanie When recess, Nadya tell me, Naura, and Shinta to is having her tennis course today. So, we just take go to Shallot Thai Restaurant at 6 pm. Because, the racket and go to the tennis course. Nadya is going to celebrate her birthday. Because today is Nadya’s birthday, so I give her a present. The next day was Friday. This is the last day I The present was a Mickey t-shirt. Nadya was very went to Lloyd School. And at 3 o’clock there will happy, because Mickey was her favorite. be farewell party. We perform a traditional dance for the kids and teachers at Lloyd School. The There was nothing special about this day at traditional dance that we perform is a bit wrong. school, because it was boring at class. I and Because the music was a bit not right. After we Safira just read a book together. After school, I perform the traditional dance, the headmaster of and stephanie took a rest. And about 5 o’clock, Lloyd School gives us certificate. Then we sing I took a bath for about 10 minutes long. Then together and say goodbye. We all cry, because it directly walk to Shallot Thai Restaurant. When was very sad to miss people like them. we arrived at Shallot, we didn’t see Nadya yet. So, we just have to wait until they come. Finally, On Saturday, I and Stephanie’s family went they arrived at 7 o’clock. And we directly order the to Weribee Zoo. Weribee Zoo is only African id o. food. I, Nadya and Shinta ate chicken satay and animals. It was a sunny day today. So, we bring .g calamari. our hats and cold drinks. First, we ride a bus sd to see all animals around the zoo. I took many On the next day, we are not going to study at pictures of the animals at that zoo. Some was cute tk itp school, but we are going to the city with the but some was not. Menteng friends and teachers. We have to go very .d early this morning. On Sunday we all went back home to Jakarta. w w w First we walk to the tram station. And ride the tram to the city. It was not taking for a long time to the city. And after we ride the tram, we ride the boat in the Yarra River. The river was clean without any trash in the river. Not long after that, we have picnic lunch. I ate noodle for lunch and some mangoes. After we finish our lunch, we directly walk to the Melbourne Aquarium. It was a bit boring in there, because we only see fishes. And some of the places in there is a bit smelly and makes me want to throw up. Then after we finish walking around, we take a rest for a Joining daily classes at the host school are one of the activities in the homestay program. 0 BULLETIN FASILITATOR EDISI 1-2009
  • 71. WAWASAN IPTEK DISK OPERATING SYSTEM WINDOWS DISK Operating System (DOS) atau perintahnya menggunakan kata khusus seperti lazim dengan sebutan “MS- dir untuk melihat isi suatu folder atau directory. DOS” merupakan piranti lunak (software) buatan DOS berkembang sampai beberapa versi. Media Microsoft yang digunakan antara 1980 – 1990. penyimpanan saat DOS masih digunakan adalah DOS berfungsi sebagai program sistem operasi floppy disk 5½“ dengan kapasitas 600 KB – 1.2 (operating system) komputer yang menjembatani MB, dan floppy 3½” dengan kapasitas 1.4 MB. software lain seperti Wordstar, Lotus, dan dbase. DOS dikembangkan dengan modus teks sehingga Seiring dengan perkembangan teknologi, Microsoft Windows atau Windows menggantikan fungsi DOS sebagai operating system dengan modus grafis. Windows berkembang terus mulai dari Windows 3.0, Windows 3.1, Windows 98, Windows 2000, Windows Millenium, id Windows XP, Windows Vista, dan saat ini sudah o. dikenalkan Windows 7. Windows menyediakan .g fungsi DOS sebagai salah satu Accessories. sd Ketik CMD di kotak run pada start di windows tk untuk menjalankan DOS dalam Windows. itp Pengoperasian Windows dibarengi dengan .d penggunaan mouse. (Lili Asmara) w w w BULLETIN FASILITATOR EDISI 1-2009 1
  • 72. w w w .d itp tk sd .g o. id

×