Your SlideShare is downloading. ×
Imunisasi dewasa monika-Rubella-Rumah Ramah Rubella
Imunisasi dewasa monika-Rubella-Rumah Ramah Rubella
Imunisasi dewasa monika-Rubella-Rumah Ramah Rubella
Imunisasi dewasa monika-Rubella-Rumah Ramah Rubella
Imunisasi dewasa monika-Rubella-Rumah Ramah Rubella
Imunisasi dewasa monika-Rubella-Rumah Ramah Rubella
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Imunisasi dewasa monika-Rubella-Rumah Ramah Rubella

244

Published on

Published in: Healthcare
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
244
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
8
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. 1 Berencana Menikah & Memiliki Anak? Lengkapi Imunisasi Dewasanya by F.B.Monika Beberapa waktu lalu saya sudah mengeluarkan tulisan : Cek Kesehatan Sebelum Menikah / Sudah Menikah & Berencana Memiliki Anak = Sangat Penting http://pranikah.org/pranikah/cek-kesehatan-sebelum-menikah/ Poin terakhir dalam daftar Cek kesehatan sebelum menikah (Pre-Marital Screening) / memiliki anak (Pre-Conception Screening) adalah melengkapi Imunisasi dewasa. Banyak yang berpendapat bahwa Imunisasi hanya penting untuk bayi dan anak-anak saja, padahal Vaksin dewasa dapat melindungi Ibu, calon bayi dan anggota keluarga lainnya. Imunisasi adalah suatu upaya & proses untuk menimbulkan kekebalan / imunitas terhadap penyakit. Imunisasi ada 2 macam yaitu Imunisasi pasif dan Imunisasi aktif. Imunisasi pasif didapatkan ketika seseorang diberikan antibodi yang berasal dari luar tubuh . Walau Imunisasi pasif dapat memberikan perlindungan / proteksi saat itu, tapi efek Imunisasi pasif ini hanya temporer atau tidak berlangsung lama/dalam jangka waktu yang panjang. Beberapa contoh Imunisasi pasif misalnya penyuntikan Imunoglobulin (misalnya Anti Hepatitis B , Anti hepatitis A, rabies) , pemberian ASI. Imunisasi aktif didapatkan ketika tubuh mendapatkan paparan dari organisme suatu penyakit sehingga sistem kekebalan tubuh memproduksi antibodi untuk penyakit tersebut, sifatnya jangka panjang bahkan bisa seumur hidup. Paparan terhadap organisme suatu penyakit dapat terjadi melalui infeksi penyakit sebenarnya (hasilnya natural immunity) atau melalui dimasukannya organisme penyakit yang sudah dimatikan / dilemahkan melalui Vaksinasi (hasilnya vaccine-induced immunity). Tentu saja suatu pemikiran yang beresiko jika menunggu untuk sakit dulu agar mendapatkan kekebalan alami, karena resikonya selain Ibu yang hamil dapat menderita penyakit berat juga
  • 2. 2 janin yang dikandungnya terkena dampaknya (kelahiran prematur, kecacatan hingga meninggal dunia). Istilah Vaksinasi itu sendiri sering disebut dengan Imunisasi. Jadi sudah jelas bahwa Imunisasi (Vaksinasi) adalah salah satu upaya mencegah infeksi yang efektif dan efisien. Hal yang sangat ideal bila pasangan yang ingin menikah sudah melengkapi Vaksinasi dewasanya karena beberapa vaksin seperti Vaksin MMR (untuk mencegah penyakit Measles/Campak, Mumps/Gondongan dan Rubella / Campak Jerman) sebaiknya diberikan paling tidak 1 bulan sebelum kehamilan. Selain itu Vaksin hidup tidak dapat diberikan saat Ibu sudah hamil. Vaksin Inactivated / mati kecuali vaksin HPV (Human Papilloma Virus)/kanker leher rahim (cervix) dapat diberikan saat Ibu hamil. Silahkan lihat gambar Jadwal Imunisasi Dewasa Rekomendasi PAPDI 2013 ini : Beberapa puluh tahun lalu pencatatan / bukti Imunisasi tidaklah seperti sekarang, sehingga untuk mengetahui apakah calon Ayah dan calon Ibu sudah diImunisasi lebih sulit. Yang pertama tentu tanyakan pada orang tua Imunisasi apa saja yang diterima saat kecil, penyakit-penyakit apa saja yang pernah diderita dll. Bila sama sekali tidak ada informasi akurat mengenai riwayat vaksin sejak bayi maka bisa saja melakukan Tes Laboratorium (Serology Test). Contohnya tes Anti HBs untuk mengetahui kekebalan dari penyakit Hepatitis B. Semua vaksin yang direkomendasikan pada prinsipnya penting untuk dilengkapi sebelum berencana menikah dan atau memiliki anak. Dalam skala prioritas vaksin-vaksin yang sangat
  • 3. 3 penting karena berhubungan dengan kehamilan dan keselamatan-kesehatan janin adalah : Vaksin MMR, Vaksin Varicela, Vaksin Hepatitis B, Vaksin Influenza, Vaksin TDaP (Tetanus, Dipteri, Pertusis). Akan saya jelaskan di bawah karena penting untuk mengetahui jenisnya vaksin hidup / mati. 1. Vaksin MMR a. Melindungi dari penyakit : Measles / Campak, Mumps / Gondongan & Rubella / Campak jerman. - Apabila Ibu yang sedang hamil menderita campak, resikonya bisa terjadi keguguran, stillbirth (kematian janin saat usia kehamilan 20 minggu atau lebih), atau kelahiran premature (< 37 minggu). - Sementara Ibu hamil yang terinfeksi mumps / gondongan di trimester pertama kehamilan maka bisa beresiko keguguran. - Mengenai Rubella, pastinya sudah sering dibahas di Rumah Ramah Rubella (RRR) dan menjadi alasan berdirinya Komunitas RRR .Saya kutip penjelasan seorang ahli vaksin dari Indonesia : dr. Dirga Sakti Rambe, M.Sc-VPCD - (Anggota Satgas Imunisasi Dewasa PAPDI) : “Infeksi virus Rubella yang bermanifestasi sebagai Sindroma Rubella Kongenital (SRK). Gejala SRK berupa ketulian, kelainan sistem penglihatan, dan kelainan jantung kongenital. SRK terjadi bila ibu mengalami infeksi Rubella pertama kali saat trimester pertama kehamilan. Umumnya SRK tidak terjadi bila infeksi Rubella terjadi pada trimester ketiga kehamilan, atau 26-40 minggu setelah pembuahan.” b. Jenis vaksin : Vaksin hidup (tidak boleh diberikan saat hamil) c. Dosis : Upayakan 2 x pemberian, selang/interval 28 hari dari dosis pertama. Jadi pemberian dosis pertama dilakukan paling tidak 2 bulan sebelum hamil.
  • 4. 4 2. Vaksin Varicela (cacar air) a. Melindungi dari penyakit : Cacar air (chicken pox / varicella). Wanita hamil yang menderita cacar air sangat beresiko mengalami komplikasi serius. 10-20% wanita hamil yang menderita cacar air dapat mengalami pneumonia dengan kemungkinan kematian hingga 40 %. Jika wanita hamil menderita cacar air di trimester satu atau awal trimester 2 kehamilannya, ada kemungkinan _0,4-2%) bayi yang dikandung dilahirkan dengan menderita Congenital Varicella Syndrome (CVS). Bayi2 ini dapat lahir dengan berat badan lahir rendah (BBLR), kulit terdapat jaringan parut/scarring serta masalah pada tangan, kaki , otak serta mata. Jika bayi lahir saat Ibunya menderita cacar air sejak 5 hari hingga 2 hari setelah melahirkan maka bayi beresiko menderita cacar air juga tidak lama setelah lahir, dengan kemungkinan kematian hingga 30%. b. Jenis vaksin : Vaksin hidup (tidak boleh diberikan saat hamil) c. Dosis : Sama seperti vaksin MMR, Upayakan 2 x pemberian, selang/interval 28 hari dari dosis pertama. Jadi pemberian dosis pertama dilakukan paling tidak 2 bulan sebelum hamil. 3. Vaksin Influenza - Inactivated a. Melindungi dari penyakit : Influenza/Flu (bukan batuk pilek/common cold/selesma). Di Indonesia penyakit batuk pilek yang disebut common cold sering salah disebut dengan Flu/Influenza (bahkan saya ingat dulu ada obat-obat batuk pilek disebut obat Flu). Padahal Flu dan Common cold/selesma adalah penyakit yang berbeda dengan virus penyebab yang berbeda. Penyakit Influenza umumnya terjadi di negara 4 musim, yaitu ketika Winter/musim salju. Oleh karena itu Vaksin influenza wajib jika tinggal di negara 4 musim. Hingga saat ini Vaksin common cold belum ada. Bila ingin mempelajari lebih lanjut perbedaan Influenza/Flu vs Common cold silahkan baca 2 sumber berikut : http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/common- cold/basics/definition/con-20019062 http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/flu/basics/definition/con-20035101
  • 5. 5 Flu yang menyerang wanita hamil gejalanya lebih berat dibanding wanita yang tidak hamil. Wanita hamil lebih rentan menderita Flu berat karena saat hamil terjadi perubahan sistem kekebalan, hati dan paru-paru. Sementara wanita hamil yang menderita Flu, bayi yang dikandungnya dapat terlahir prematur serta berat badan lahir rendah (BBLR). b. Jenis vaksin : Inactivated / mati Orang dengan alergi berat terhadap telur disarankan tidak mendapatkan vaksinasi ini , sementara yang alergi sedang (misal hanya timbul hives/urticaria atau awamnya disebut kaligata/biduran) dapat menerima vaksin Flu dengan beberapa pertimbangan tambahan. c. Dosis : 1x setiap tahun Bila tinggal di negara 4 musim maka Vaksin Flu diberikan sebelum masuk Winter, jadi mid Fall itu sekitar bulan Oktober. Bila hamil maka Vaksin Flu dapat diberikan di usia kehamilan berapa saja. 4. Vaksin TDaP (Tetanus, Dipteri, Pertusis) Sejak Oktober 2012, Advisory Committee on Immunization Practices (ACIP) merekomendasikan vaksin TDaP setiap kehamilan tanpa memperhatikan apakah sebelumnya sudah menerima vaksin TDaP/belum. Untuk memaksimalkan respon antibodi maternal dan pentransferan kekebalan pasif ke bayi (sampai bayi terlindungi dengan menerima vaksin DPT / DTaP setelah lahir) maka waktu yang optimal pemberian vaksin Tdap adalah saat kehamilan berusia 27 hingga 36 weeks. Rekomendasi ini juga didukung American College of Obstetricians & Gynecologists (ACOG). a. Melindungi dari penyakit : Tetanus, Dipteri, Pertusis. b. Jenis vaksin : Toxoid-Inactivated (mati) c. Dosis : Setiap kehamilan / bila tidak hamil mengikuti rekomendasi PAPDI (bulan ke-0, 1 dan 7-13), selanjutnya booster/diulang setiap 10 tahun. 5. Vaksin Hepatitis B a. Melindungi dari penyakit : Hepatitis B
  • 6. 6 Secara global infeksi virus Hepatitis B adalah penyebab utama kanker hati & sirosis hati/pengerasan hati (pergantian jaringan hati normal dengan jaringan parut yg merusak sel hati sehingga hati tidak bisa berfungsi dengan normal). Afrika serta Asia tenggara adalah daerah2 endemis tinggi Hepatitis B. Menurut DirJen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kemenkes RI, Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama SpP(K), MARS, DTM&H, DTCE, berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar Tahun 2007, prevalensi Hepatitis B sebesar 9,4%. Ini berarti 1 dari 10 penduduk Indonesia pernah terinfeksi Hepatitis B. Bila dikonversikan dengan jumlah penduduk Indonesia maka jumlah penderita Hepatitis B di negeri ini mencapai 23 juta orang. Salah satu cara penularan utama Hepatitis B pada bayi baru lahir adalah terinfeksi saat persalinan dari Ibu penderita Hepatitis B (Perinatal HBV transmission). Bayi yang terinfeksi HBV sekitar 90% beresiko menderita infeksi HBV kronis, dan ketika sudah kronis, 25% nya beresiko meninggal dini karena sirosis/kanker hati. b. Jenis vaksin : Inactivated / mati c. Dosis : Bila mengikuti jadwal rekomendasi PAPDI idealnya mendapat 3x vaksin bulan ke 0, 1 dan 6. Semoga semakin terbayang betapa pentingnya melengkapi vaksinasi dewasa. Semoga bermanfaat dan mohon bila ada kesalahan dalam penafsiran sumber2 di bawah tolong beritahu agar saya koreksi  Saya akan upload juga dalam bentul file. Sumber : www.cdc.gov http://www.who.int/csr/disease/hepatitis/whocdscsrlyo20022/en/index4.html http://www.nhs.uk/chq/pages/1105.aspx?categoryid=54&subcategoryid=137 http://www.depkes.go.id/index.php?vw=2&id=2271

×