i
USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI INOVASI KEPITING
SOKA SEBAGAI ALTERNATIF MAKANAN KH...
ii
iii
DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL.................................................................................... i
HALAMA...
iv
BAB 4. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN PROGRAM
4.1. Biaya ......................................................................
v
DAFTAR TABEL
Tabel 1.Mata Pencaharian Masyarakat Sasaran ........................................5
Tabel 2. Anggaran Bia...
vi
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1. Perekat Plastik Mini ....................................................................... 22...
1
RINGKASAN
Indonesia merupakan negeri yang kaya akan sumber daya alam,
baik flora maupun fauna. Banyak diantara flora dan...
2
BAB 1. PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG MASALAH
Indonesia merupakan negeri yang kaya akan sumber daya alam, baik
flora mau...
3
Pada umumnya kepiting hanya dijadikan makanan sebagai
pendamping nasi dan masyarakat hanya memanfaatkan dagingnya
sehing...
4
mengoptimalisasi potensi sumber daya lokal dengan memberikan salah
satu produk inovasi untuk peningkatan kesejahteraan m...
5
Tabel 1.Mata Pencaharian Masyarakat Sasaran
Pekerjaan Jumlah
Petani 452
Nelayan 128
Peternak/petambak 150
Polisi 8
Pegaw...
6
masyarakat hanya dapat mendistribusikan ke beberapa kota besar di
Indonesia. Tetapi masyarakat belum mengetahui, jika ma...
7
disamping usaha budidaya yang selama ini dilakukan oleh
masyarakat desa Mojo. Sosialisasi bertujuan untuk menjelaskan
ba...
8
peristiwa molting karena cangkang kepiting yang
terlambat diangkat setelah molting akan mengeras kembali
b. Tahap Prakte...
9
Tahap evaluasi bertujuan untuk mengetahui seberapa
banyak hasil yang diperoleh dari 1kg kepiting soka yang dijadikan
cri...
10
4.2. Jadwal Kegiatan Program
Tabel 3. Jadwal kegiatan PKM-M
Kegiatan
Bulan 1 Bulan 2 Bulan 3 Bulan 4 Bulan
5
Penyimpana...
11
:GramediaPustakaUtafgv
12
13
14
15
16
Lampiran 2. Justifikasi Anggran Kegiatan
1. Peralatan penunjang
No. Material Kuantitas Harga
persatuan
Jumlah biaya
1. ...
17
2. Bahan habis pakai
No Material Kuantit
as
Harga Per
Satuan
Jumlah Biaya
1. Kepiting soka 25 kg Rp 50.000 Rp 750.000
2...
18
3. Perjalanan
No. Material Justifikasi
Pemakaian
Kuantitas Harga
per
Satuan
(Rp)
Jumlah
1. Transportasi
beli bahan
biay...
19
Lampiran 3. Susunan organisasi Tim Kegiatan dan Pembagian tugas
No Nama / NIM Progam Studi Bidang Ilmu Uraian Tugas
1. ...
20
21
22
Lampiran 6. Gambaran Teknologi yang akan Diterapkembangkan.
Teknologi yang akan diterapkan adalah perekat plastik mini ...
23
Lampiran 7. Denah Detail Lokasi Mitra Kerja
Gambar 2. Denah lokasi desa Mojo ulujami, Pemalang
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Pkm-M nugget kepiting soka

1,307

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
1,307
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
1
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "Pkm-M nugget kepiting soka"

  1. 1. i USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI INOVASI KEPITING SOKA SEBAGAI ALTERNATIF MAKANAN KHAS PEMALANG BIDANG KEGIATAN: PKM PENGABDIAN MASYARAKAT Diusulkan oleh : Arininda Rima Kurnia (25010113120171 / 2013) Citra Erlinda BR Munthe (25010113120172 / 2013) Juli Arminta Sari Kartika (25010113120174 / 2013) Sukma Dewi Novianti (25010113130229 / 2013) Dewi Mustikawati (25010112130146 / 2012) UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2013
  2. 2. ii
  3. 3. iii DAFTAR ISI HALAMAN SAMPUL.................................................................................... i HALAMAN PENGESAHAN.......................................................................... ii DAFTAR ISI.................................................................................................... iii DAFTAR TABEL ........................................................................................... v DAFTAR GAMBAR ....................................................................................... vi RINGKASAN .................................................................................................. 1 BAB I PENDAHULUAN................................................................................ 2 1.1. Latar Belakang Masalah ..................................................................... 2 1.2. Rumusan Masalah............................................................................... 3 1.3. Tujuan Penulisan................................................................................. 3 1.4. Tujuan Program ................................................................................. 3 1.5. Keluaran Program ............................................................................... 4 1.6. Kegunaan Program.............................................................................. 4 BAB II GAMBARAN UMUM MASYARAKAT SASARAN....................... 4 2.1. Mata Pencaharian Masyarakat Sasaran.............................................. 4 2.2 Kondisi Masyarakat Sasaran............................................................... 5 2.3. Uraian Permasalahan Masyarakat Sasaran ........................................ 5 2.4. Gambaran Umum Sosialisasi yang Ditawarkan................................. 6 BAB 3. METODE PELAKSANAAN PROGRAM ........................................ 6 3.1. Tempat Pelaksanaan........................................................................... 6 3.2. Prosedur Pelaksanaan Program Pelaksanaan ..................................... 6 3.2.1 Tahap Sosialisasi....................................................................... 6 3.2.2 Tahap Praktek dan Pendampingan............................................ 7 3.2.3 Tahap Evaluasi dan Pengenalan Mitra...................................... 9
  4. 4. iv BAB 4. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN PROGRAM 4.1. Biaya .................................................................................................. 9 4.2 Jadwal Kegiatan Program ................................................................... 9 DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................... 10 LAMPIRAN Lampiran 1. Biodata Ketua dan Anggota......................................................... 11 Lampiran 2. Justifikasi Anggaran Kegiatan..................................................... 16 Lampiran 3. Susunan organisasi Tim Kegiatan dan Pembagian tugas ............ 19 Lampiran 4. Surat Keterangan Ketua............................................................... 20 Lampiran 5. Surat pernyataan Kesediaan Mitra............................................... 21 Lampiran 6. Gambaran Teknologi yang akan Diterapkembangkan ................ 22 Lampiran 7. Denah Detail Lokasi Mitra Kerja ................................................ 23
  5. 5. v DAFTAR TABEL Tabel 1.Mata Pencaharian Masyarakat Sasaran ........................................5 Tabel 2. Anggaran Biaya ................................................................................. 9 Tabel 3. Jadwal Kegiatan Program .................................................................. 10
  6. 6. vi DAFTAR GAMBAR Gambar 1. Perekat Plastik Mini ....................................................................... 22 Gambar 2. Denah lokasi .................................................................................. 23
  7. 7. 1 RINGKASAN Indonesia merupakan negeri yang kaya akan sumber daya alam, baik flora maupun fauna. Banyak diantara flora dan fauna tersebut yang dapat dikonsumsi oleh manusia, salah satu diantaranya adalah kepiting. Pada masa sekarang kepiting merupakan komoditi yang banyak dicari orang karena kelezatan rasanya. Terdapat berbagai macam spesies kepiting yang ada di dunia ini. Ada yang berdiam di lingkungan air tawar, dan laut. Adapun jenis yang berpotensi besar untuk dibudidayakan menjadi kepiting soka adalah kepiting bakau. Harga pasaran kepiting soka ditingkat konsumenuntuk saat ini berkisar antara Rp 45.000–Rp 65.000/kg. Mahalnya kepiting soka disebabkan cangkang kepiting yang lunak sehingga memudahkan penggemar menyantapnya. Kepiting soka adalah nama lain dari kepiting cangkang lunak. Lunaknya cangkang ini disebabkan kepiting baru melewati tahap ganti kulit (molting). Jadi cangkang kepiting yang keras ditanggalkan dan muncul cangkang baru yang masih lunak. Cangkang baru yang lunak ini juga akan mengeras beberapa saat setelah terjadi molting sehingga dapat dimakan mulai dari cangkang sampai dagingnya dan mempunya kandungan gizi yang lebih tinggi dari jenis kepiting rajungan. Kepiting soka banyak di budidayakan di Desa Mojo Kecamatan Ulujami Kabupaten Pemalang Tujuan dari PKM-M ini adalah meningkatkan kreatifitas ibu–ibu sekitar dalam hal mengolah hasil budidaya dan yang paling terpenting dapat meningkatkan pendapatan sehingga tercipta masyarakat yang sejahtera. PKM ini juga diharapkan menjadi alternatif makanan khas Pemalang yang dapat diterima oleh semua kalangan masyarakat khususnya masyarakat Pemalang.
  8. 8. 2 BAB 1. PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG MASALAH Indonesia merupakan negeri yang kaya akan sumber daya alam, baik flora maupun fauna. Banyak diantara flora dan fauna tersebut yang dapat dikonsumsi oleh manusia, salah satu diantaranya adalah kepiting. Pada masa sekarang kepiting merupakan komoditi yang banyak dicari orang karena kelezatan rasanya. Kepiting merupakan binatang anggota crustaseaberkaki sepuluh dari bangsa (infraordo) Brachyura, yang dikenal mempunyai "ekor" yang sangat pendek atau yang perutnya (abdomen) sama sekali tersembunyi di bawah dada (thorax). Tubuh kepiting dilindungi oleh kerangka luar yang sangat keras, tersusun darikitin, dan dipersenjatai dengan sepasang capit. Kepiting terdapat di semua samudera dunia. Ada pula kepiting air tawar,bakau dan laut. Salah satu jenis kepiting yang sekarang mulai banyak dibudidayakan adalah kepiting soka. Terdapat berbagai macam spesies kepiting yang ada di dunia ini. Ada yang berdiam di lingkungan air tawar, dan laut. Adapun jenis yang berpotensi besar untuk dibudidayakan mejadi kepiting soka adalah kepiting bakau. Harga pasaran kepiting soka ditingkat konsumenuntuk saat ini berkisar antara Rp 45.000–Rp 65.000/kg. Mahalnya kepiting soka disebabkan cangkang kepiting yang lunak sehingga memudahkan penggemar menyantapnya. Kepiting soka adalah nama lain dari kepiting cangkang lunak. Lunaknya cangkang ini disebabkan kepiting baru melewati tahap ganti kulit (molting). Jadi cangkang kepiting yang keras ditanggalkan dan muncul cangkang baru yang masih lunak. Cangkang baru yang lunak ini juga akan mengeras beberapa saat setelah terjadi moltingsehingga dapat dimakan mulai dari cangkang sampai dagingnya dan mempunya kandungan gizi yang lebih tinggi dari jenis kepiting rajungan. Kepiting soka banyak di budidayakan di Desa Mojo Kecamatan Ulujami Kabupaten Pemalang. Tetapi yang disayangkan dari masyarakat Mdesa mojo belum memaksimalkan hasil dari budidaya kepiting soka.
  9. 9. 3 Pada umumnya kepiting hanya dijadikan makanan sebagai pendamping nasi dan masyarakat hanya memanfaatkan dagingnya sehingga membuang bagian cangkang. Padahal kepiting soka dapat dibuat variasi makanan baru sebagai oleh – oleh khas daerah pemalang. Inoasi baru variasi kepiting soka sebagai oleh-oleh memungkinkan dibukanya home industri atau bahkan bisa menjadi usaha industri yang besar nantinya. Kegiatan industri ini dapat melibatkan dan mengajak ibu – ibu di sekitar desa mojo yang kesehariannya hanya mengurus rumah tangga. Dengan kegiatan home industri ini dapat meningkatkan kreatifitas ibu–ibu sekitar dalam hal mengolah hasil budidaya dan yang paling terpenting dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa Mojo. 1.2 RUMUSAN MASALAH a. Bagaimana potensi budidaya kepiting soka di desa Mojo Kecamatan Ulujami ? b. Bagaimana keadaan sosial ekonomi warga di sekitar lokasi budidaya ? c. Bagaimana cara mengolah kepiting soka agar menjadi makanan variasi baru yang dapat meningkatkan penghasilan masyarakat desa Mojo ? 1.3 TUJUAN PENULISAN 1. Mengetahui potensi budidaya kepiting soka di desa Mojo Kecamatan Ulujami,Pemalang. 2. Menelaah lebih detail bagaimana keadaan sosial ekonomi warga di sekitar lokasi budidaya kepiting soka. 3. Menjelaskan cara mengolah kepiting soka agar menjadi makanan variasi baru yang dapat meningkatkan penghasilan masyarakat desa Mojo serta dapat menjadi salah satu makanan khas daerah setempat. 1.4 TUJUAN PROGRAM Karya ilmiah ini diharapkan dapat menjadi sebuah pengaplikasian ilmu yang kami sajikan sebagai referensi dan tambahan informasi mengenai potensi yang dimiliki oleh desa Mojo serta bagaimana
  10. 10. 4 mengoptimalisasi potensi sumber daya lokal dengan memberikan salah satu produk inovasi untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat desa Mojo,Pemalang. 1.5 KELUARAN PROGRAM Pada program ini diharapkan masyarakat desa Mojo memiliki ketrampilan dalam membuat inovasi makanan dari kepiting soka dan terbentuknya usaha kecil menengah (UKM) serta diharapkan dapat menjadi oleh-oleh khas Pemalang.. 1.6 KEGUNAAN PROGRAM 1. Masyarakat desa Mojo memiliki keterampilan membuat inovasi makanan dari kepiting soka. 2. Meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar desa Mojo dengan inovasi makanan ini. 3. Produk makanan ini dapat diketahui oleh masyarakat luas dan menjadi makanan khas Pemalang. BAB 2. GAMBARAN UMUM MASYARAKAT SASARAN 2.1 Mata Pencaharian Masyarakat Sasaran Desa Mojo terletak di perbatasa antara Pemalang dan Pekalongandengan luas daerah sekitar 2.670ha.Desa Mojo terkenal dengan desa pembudidaya kepiting soka,pembudidayaan dilakukan dengan membuat tambak karena letak desa yang dekat dengan pantai sehingga membuat warga tidak sulit untuk mengembangkan usaha ini. Penduduk desa Mojo adalah 2.294 jiwa yang tersebar dalam 5 RW. Dari keseluruhan penduduk yang termasuk dalam kelompok usia produktif, sekitar 1.019 orang yang memiliki mata pencaharian dengan rincian seperti pada Tabel 1.
  11. 11. 5 Tabel 1.Mata Pencaharian Masyarakat Sasaran Pekerjaan Jumlah Petani 452 Nelayan 128 Peternak/petambak 150 Polisi 8 Pegawai Swasta 30 Buruh 216 TNI 3 PNS 32 Jumlah 1.019 2.2 Kondisi Masyarakat Sasaran Mayoritas penduduk desa Mojo bekerja sebagai petani dan peternak/petambak sedangkan mata pencaharian kaum wanita bekerja sebagai buruh tani,buruh cuci dan sebagian besar lainnya adalah sebagai ibu rumah tangga.Keadaan ini membuat kondisi masyarakat disini belum tergolong sejahtera karena pendapatan yang dihasilkan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pendidikan dan makan sehari-hari. Untuk itu perlu adanya kreatifitas untuk mengolah hasil potensi budidaya kepiting soka yang telah dikembangkan,salah satunya dengan kegiatan yang dapat meningkatkan daya jual yaitu dengam membuat crispy soka aneka rasa yang dapat menjadi sumber pendapatan bagi ibu-ibu yang tidak bekerjaataupun meningkatkan pendapatan bagi ibu-ibu yang bekerja. 2.3 Uraian Permasalahan Masyarakat Sasaran Mayoritas mata pencaharian penduduk desa Mojo sebagai petani danpeternak/petambak. Pada dasarnya masyarakat desa Mojo sudah mempunyai inovasi–inovasi dengan mengembangkan kepiting hijau bakau yang kemudian di kembangkan menjadi kepiting soka pada saat ini. Namun, hanya sampai disitu saja pengembangan dari kepiting sehingga
  12. 12. 6 masyarakat hanya dapat mendistribusikan ke beberapa kota besar di Indonesia. Tetapi masyarakat belum mengetahui, jika masyarakat dapat mengembangkan lebih maksimal dari pengolahan kepiting soka dapat meningkatkan pendapatan desa Mojo. 2.4 Gambaran Umum Sosialisasi yang Ditawarkan Pengalihan perubahan fungsi kepiting soka yang hanya di budidayakan menjadi potensi untuk di kembang lagi secara maksimal dengan memproduksi menjadi oleh–oleh khas dari desa Mojo merupakan inti dari program ini. Program pengabdian masyarakat ini, menitik beratkan bagaimana cara meningkatkan pengembangan dari kepiting soka lebih maksimal serta memperkenalkan kepada masyarakat luas tentang hasil produksinya. Sosialisasi yang akan dilaksanakan dalam program ini adalah bagaimana memanajemen suatu UKM dalam melaksanakan fungsi sebagai penggerak ekonomi rakyat. BAB 3. METODE PELAKSANAAN PROGRAM 3.1. Tempat Pelaksanaan Program-program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di desa Mojo dengan melibatkan ibu-ibuwarga desa Mojo Kecamatan Ulujami Kabupaten Pemalang. 3.2. Prosedur Pelaksanaan Program Pelaksanaan Program program pelaksanaan dibagi menjadi tiga bagian yaitu : 3.2.1. Tahap sosialisasi Tahap ini merupakan bagian untuk mensosialisasikan kepadamasyarakat sasaran untuk menjadikan makanan inovasi baru dari kepiting soka. Pada tahap ini juga dijelaskan bahwa inovasi makanan ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat
  13. 13. 7 disamping usaha budidaya yang selama ini dilakukan oleh masyarakat desa Mojo. Sosialisasi bertujuan untuk menjelaskan bahwa pembuatan inovasi makanan ini tidak harus memiliki bakat khusus karena proses pembuatan yang tergolong mudah dan tidak sulit mendapatkan bahan-bahan yang dibutuhkan dalam proses pembuatan. 3.2.2. Tahap praktek dan Pendampingan Pada tahap praktek dan pendampingan merupakan tahap terpenting dari program ini. Tahap ini akan dilakukan pembuatan crispy soka aneka rasa dengan mekanisme sebagai berikut: A. Tempat Pelaksanaan Program Program pengabdian kepada masyarakat produksi “crispy soka aneka rasa” dilaksanakan di desa mojo kecamatan Ulujami Kabupaten Pemalang dengan melibatkan ibu-ibu dilingkungan sekitar. B. Prosedure Pelaksanaan Program Pelaksanaan program dibagi menjadi tiga bagian : a. Tahap perkembangan budidaya kepiting soka a) Persiapan Budidaya Persiapan budidaya yaitu meliputi persiapan pemilihan lokasi dan persiapan keranjang dan keramba penggemukan. Lokasi budidaya kepiting soka bisa dilakukan di perairan alami maupun tambak. b) Proses Budidaya Proses budidaya kepiting soka yaitu meliputi pengadaandan penyeleksian bibit, proses molting dan pemeliharaan induk dan proses panen. c) Panendanpascapanen Setelah masa pemeliharaan selama 15-20 hari, kepiting harus dikontrol untuk menghindari terlewatnya
  14. 14. 8 peristiwa molting karena cangkang kepiting yang terlambat diangkat setelah molting akan mengeras kembali b. Tahap Praktek pembuatan produk 1. Mempersiapkan kepiting soka Pada pembuatan produk “crispy soka aneka rasa” dibutuhkan kepiting soka yang segar yang diambil dari salah satu pembudidaya kepiting soka. Kemudian kepiting soka dicuci sampai bersih. Setelah bersih kepiting soka dipotong kecil-kecil kemudian kepiting ditiriskan agar kandungan air nya berkurang Kemudian dilakukan proses pemasakan, melumuri kepiting soka dengan tepung dan digoreng sehingga menjadi crispy soka. 2. Proses pemberian rasa Setelah proses penggorengan kepiting soka kemudian di beri rasa untuk menambah daya tarik kepada masyarakat. Pemberian rasa yang dapat ditambahkan seperti pemberian rasa balado, rasa pedas manis, dan rasa original. c. Tahap Pengenalan produk kepada masyarakat Sebagai wujud untuk memaksimalkan hasil budidaya kepiting soka maka produksi crispy soka aneka rasa dilakukan pengenalan kepada masyarakat. Hal ini bertujuan untuk mengetahui seberapa minat dan penilaian masyarakat tentang produk baru yang nantinya diharapakan dapat menjadi suatu makanan yang khas berupa oleh-oleh dari daerah Pemalang sehingga secara tidak langsung dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar. 3.2.3. Tahap Evaluasi dan Pengenalan Mitra.
  15. 15. 9 Tahap evaluasi bertujuan untuk mengetahui seberapa banyak hasil yang diperoleh dari 1kg kepiting soka yang dijadikan crispi soka dan berapa keuntungan yang didapat. Selanjutnya pada tahap pendampingan dilakukan pendirian usaha kecil menengah (UKM) sebagai langkah untuk menghimpun ibu-ibu yang tertarik dengan program ini. Kemudian crispy soka aneka rasa ini diperkenalkan terhadap masyarakat Ulujami dan didistribusikan ke pusat oleh-oleh dan rumah makan yang ada di Pemalang. Dengan adanya inovasi makanan dari kepiting soka ini diharapkan dapat menarik minat konsumen untuk membeli dan menjadi alternatif oleh-oleh khas daerah Pemalang yang telah terbentuk dari program pengabdian masyarakat ini. BAB 4. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN PROGRAM 4.1. Biaya Tabel 2. Anggran Biaya No Jenis Pengeluaran Biaya (Rp) 1. Peralatan Penunjang 3.806.000 2. Bahan Habis Pakai 5.250.000 3. Perjalanan 1.900.000 4. Lain-lain 800.000 Total 11.749.000
  16. 16. 10 4.2. Jadwal Kegiatan Program Tabel 3. Jadwal kegiatan PKM-M Kegiatan Bulan 1 Bulan 2 Bulan 3 Bulan 4 Bulan 5 PenyimpananProduserKegiatan SosialisasiRencanaKegiatan PelatihandanPendampingan PelaksanaanKegiatan AnalisisKeberhasilan Program Penyusunan Program DAFTAR PUSTAKA Hikmat, Harry. 2001. StrategiPemberdayaanMasyarakat. Bandung :Humaniora Utama Press Khordi, M Gufron. 1997. BudidayaKepitingSokadanIkanBandeng. Semarang :Dahara Prize. Nurdin Muhammad danRochim Armando. 2011. KepitingSokadanKepitingTelur.Jakarta :NiagaSwadaya
  17. 17. 11 :GramediaPustakaUtafgv
  18. 18. 12
  19. 19. 13
  20. 20. 14
  21. 21. 15
  22. 22. 16 Lampiran 2. Justifikasi Anggran Kegiatan 1. Peralatan penunjang No. Material Kuantitas Harga persatuan Jumlah biaya 1. Kompor Gas 1 Rp 500.000 Rp 500.000 2. Sewa Tempat 5 bulan Rp 400.000 Rp 2.000.000 3. Tabung Gas 12kg 1 Rp 500.000 Rp 500.000 4. Wajan anti lengket 2 Rp 150.000 Rp 300.000 5. Susuk 2 Rp 30.000 Rp 60.000 6. Serbet 4 Rp 7.000 Rp 28.000 7. Pisau 3 Rp 10.000 Rp 30.000 8. Gunting 1 Rp. 7.000 Rp 7.000 9. Streples 2 Rp 15.000 Rp 30.000 10. Saringan 2 Rp10.000 Rp 20.000 11. Ayakan 1 Rp. 15.000 Rp 15.000 12. Baskom 4 Rp. 25.000 Rp 100.000 13. Ember 2 Rp 45.000 Rp 90.000 14. Galon 1 Rp 50.000 Rp 50.000 15. Telenana 2 Rp 15.000 Rp 30.000 16. Penjepit makanan 2 Rp 15.000 Rp 30.000 17. Mangkuk 2 Rp 8.000 Rp 16.000 18. Piring 2 Rp 8.000 Rp 16.000 Sub Total Rp 3.806.000
  23. 23. 17 2. Bahan habis pakai No Material Kuantit as Harga Per Satuan Jumlah Biaya 1. Kepiting soka 25 kg Rp 50.000 Rp 750.000 2. Jeruk lemon 5 kg Rp 10.000 Rp 50.000 3. Tepung terigu 20 kg Rp 30.000 Rp 600.000 4. Garam 80 bngks Rp 2000 Rp 160.000 5. Tepung meizena 20 kotak Rp 10.000 Rp 200.000 6. Minyak Goreng 30 liter Rp 15.000 Rp 450.000 7. Air galon 10 galon Rp 15.000 Rp 150.000 8. Rempah-rempah - Bawang putih - Bawang merah 10 kg 10 kg Rp 15.000 Rp 25.000 Rp 200.000 Rp 250.000 9. BumbuBalado 20 bngks Rp 10.000 Rp 200.000 10. Bumbu pedasmanis 20 bngks Rp 10.000 Rp 200.000 11. Gas elpiji 12Kg 7 Rp 85.000 Rp 595.000 12. Plastik sedang 50 bungkus Rp 8.000 Rp 400.000 13. Isi setreples 15 Rp 5.000 Rp 75.000 14. Label produk 300 Rp 1000 Rp 300.000 15 Tinta Printer 5 packs Rp 50.000 Rp 250.000 16. Kertas HVS 2 rim Rp 40.000 Rp 80.000 17. Telur 20 kg Rp 15.000 Rp. 300.000 18. Sarung tangan plastik 20 Rp 2.000 Rp 40.000 Sub total Rp 5.250.000
  24. 24. 18 3. Perjalanan No. Material Justifikasi Pemakaian Kuantitas Harga per Satuan (Rp) Jumlah 1. Transportasi beli bahan biaya perjalan belanja di toko kelontong 5 30.000 150.000 2. Transport beli bahan di pasar tradisional Biaya perjalanan belanja ke Pasar Ulu jami 5 50.000 250.000 3. Transportasi Menuju tempat mitra kerja di desa mojo Pemalang 4 orang X 5 kali pp 1.500.000 Sub total (Rp) 1.900.000 4. Lain-lain No Material Justifikasi Pemakaian Kuantitas Harga per Satuan (Rp) Jumlah 1. Sosialisasi masyarakat Sewa tempat sosialisai 1 Rp 250.000 Rp 250.000 2 Penjilidan dan penggandaan, dll. 3 Rp 100.000 Rp 300.000 3. Snack untuk warga 30 Rp 5.000 Rp. 150.000 4. Dokumentasi dan cuci cetak Rp. 100.000 Sub total (Rp) Rp 800.000 TOTAL 11.749.000
  25. 25. 19 Lampiran 3. Susunan organisasi Tim Kegiatan dan Pembagian tugas No Nama / NIM Progam Studi Bidang Ilmu Uraian Tugas 1. Arininda Rima Kurnia (25010113130171) Kesehatan Masyarakat Kesehatan Masyarakat Ketua, Koordinir 2. Sukma Dewi Novianti (25010113130229) Kesehatan Masyarakat Kesehatan Masyarakat Administrasi 3. Juli Arminta Sari K (25010113120174) Kesehatan Masyarakat Kesehatan Masyarakat Dokumentasi 4. Citra Erlinda BR (25010113120172) Kesehatan Masyarakat Kesehatan Masyarakat Humas 5. Dewi Mustikawati (25010112030146) Kesehatan Masyarakat Kesehatan Masyarakat Perlengkapan
  26. 26. 20
  27. 27. 21
  28. 28. 22 Lampiran 6. Gambaran Teknologi yang akan Diterapkembangkan. Teknologi yang akan diterapkan adalah perekat plastik mini yang harganya ekonomis. Mudah dibawa karena mini, dan harganya mudah dijangkau. Gambar 1. Perekat Plastik Mini
  29. 29. 23 Lampiran 7. Denah Detail Lokasi Mitra Kerja Gambar 2. Denah lokasi desa Mojo ulujami, Pemalang

×