• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Tajwid 3
 

Tajwid 3

on

  • 2,016 views

 

Statistics

Views

Total Views
2,016
Views on SlideShare
2,016
Embed Views
0

Actions

Likes
1
Downloads
79
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Tajwid 3 Tajwid 3 Presentation Transcript

    • TAJWID 3QALQALAH DAN WAQAF Disampaikan dalam Pra Penataran Muballigh Tahun 1430 H/2009 M.Oleh:MUSBAHAERI, S.Pd.IKamad MA As’adiyah No. 1 Atapange.
    • QALQALAHArti: Goncangan atau pantulansuara dengan tiba-tiba sehinggaterdengar getaran.Huruf Qalqalah:  -  -  - -  (   )
    • Pembagian Qalqalah   : Bila salah satu huruf qalqalah itu berharakat sukun asli dalam kata-kata bahasa Arab. Bacaannya: berguncang dan berbunyi membalik Contoh: surah al-Ashr, al-fil, al-tin, al- nashr, al-lail, dll.
    • Sambungan   : bila salah satu huruf qalqalah berharakat sukun karena wakaf (tanda berhenti). Bacaannya: lebih jelas dan lebih berkumandang. Contoh: al-Falaq, al-Ikhlas, al-lahab.
    • WAQAFWaqaf adalah berhenti sejenakatau putus bunyi suara danberganti nafas. Tempatnya diakhir kata.Ada 6 (enam) keadaan hurufakhir kata ketika hendakdiwakafkan.
    • Keadaan 1Yang Berakhiran huruf sukun Cara membaca: harus dibunyikan mati dengan terang menurut bacaan yg semestinya, apakah qalqalah atau bukan Contoh:    al-kautsar, 
    • Keadaan 2 Yang berakhiran huruf berharakat fathah, dammah, dammatain, kasrah dan kasratain. Membacanya: harus disukunkan lebih dahulu kemudian dibaca mati yg terang menurut bacaan masing-masing huruf. Contoh:     .      .
    • Keadaan 3 Yg berakhiran Ta marbutah Dibaca seperti ha Contoh:            
    • Keadaan 4 Yg berakhiran dengan huruf yg didahului huruf mati dan setelah mematikan huruf akhir maka terdapatlah dua huruf mati Membacanya: dibunyikan sepenuhnya dengan menyuarakan setengah huruf yg terakhir dengan suara pendek.          
    • Keadaan 5 Yg berakhiran huruf yg didahulukan huruf mad atau mad lein. Membacanya: mematikan huru terakhir dan dibaca panjang seperti mad aridl lissukun.         
    • Keadaan 6 Yang berakhiran huru berharakat fathatain Membacanya dengan membunyikan menjadi fathah yg dibaca panjang 2 harakat dan berubah menjadi mad iwad            
    • Tanda-tanda waqaf  : lazim, harus berhenti  : mutlak, lebih baik berhenti  : jaiz, boleh berhenti boleh tidak  : mujauwaz, lebih baik disambung  : murakhas, kebebasan berhenti krn panjangnya ayat  : mustakhab, sebaiknya berhenti  : washal, larangan, kecuali di akhir kalimat.
    •  : mustakhabwaslah, baikdisambung.’. . ‘. : mu’anaqam, boleh berhentipada salah satu tanda : sima’i, tempat waqaf nabi : tanda u/ menerangkan hukumwakafnya, seperti hukum wakafsebelumnya.
    •  : berhenti sejenak tanpa nafas : ruku’, pembagian berhenti setiap haribagi penghafal (2 tahun tamat)