Your SlideShare is downloading. ×
0
Kerajaan Tidore
Pengertian: Nama tidore merupakan gabungan dari dua
rangkaian kata, yaitu bahasa Arab dialek Irak; anta th...
Sejak awal berdiri hingga raja keempat belum bisa dipastikan letaknya, setelah itu
tejdi beberapa kali pemindahan pusat ke...
Kerajaan tidore dikenal penghasil rempahrempah, sehingga banyak didatangi oleh bangsabangsa eropa. Dalam kehidupan sehari-...
KEHIDUPAN SOSIAL BUDAYA
Adat: kuatnya relasi antara tidore dengan islam terlihat dalam adat

mereka yaitu Adat ge mauri Sy...
Upacara adat: Masyarakat Tidore melakukan berbagai upacara adat untuk
menjaga keharmonisan dengan alam, contohnya seperti ...
Sultan Nuku adalah pemimpin yang cerdik, berani, ulet, dan waspada.
Beberapa usaha yang dilakukan oleh sultan Nuku adalah ...
KEDATANGAN PORTUGIS, SPANYOL, DAN BELANDA KE MALUKU
Pada abad ke 16 M, orang Portugis dan Spanyol datang ke Maluku –termas...
PENINGGALAN-PENINGGALAN KERAJAAN
TIDORE

Gambar Benteng Tore di Tidore
Kelompok 9 Kerajaan Tidore (Sejarah kelas II SMA/MA ~ Kerajaan Islam di Indonesia)
Kelompok 9 Kerajaan Tidore (Sejarah kelas II SMA/MA ~ Kerajaan Islam di Indonesia)
Kelompok 9 Kerajaan Tidore (Sejarah kelas II SMA/MA ~ Kerajaan Islam di Indonesia)
Kelompok 9 Kerajaan Tidore (Sejarah kelas II SMA/MA ~ Kerajaan Islam di Indonesia)
Kelompok 9 Kerajaan Tidore (Sejarah kelas II SMA/MA ~ Kerajaan Islam di Indonesia)
Kelompok 9 Kerajaan Tidore (Sejarah kelas II SMA/MA ~ Kerajaan Islam di Indonesia)
Kelompok 9 Kerajaan Tidore (Sejarah kelas II SMA/MA ~ Kerajaan Islam di Indonesia)
Kelompok 9 Kerajaan Tidore (Sejarah kelas II SMA/MA ~ Kerajaan Islam di Indonesia)
Kelompok 9 Kerajaan Tidore (Sejarah kelas II SMA/MA ~ Kerajaan Islam di Indonesia)
Kelompok 9 Kerajaan Tidore (Sejarah kelas II SMA/MA ~ Kerajaan Islam di Indonesia)
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Kelompok 9 Kerajaan Tidore (Sejarah kelas II SMA/MA ~ Kerajaan Islam di Indonesia)

16,192

Published on

II IPA 3 of MAN Model B. Aceh Group Project Documentary,.,
hope u enjoy it guys,.,. :)
thanks

Published in: Education
0 Comments
6 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
16,192
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
656
Comments
0
Likes
6
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "Kelompok 9 Kerajaan Tidore (Sejarah kelas II SMA/MA ~ Kerajaan Islam di Indonesia)"

  1. 1. Kerajaan Tidore Pengertian: Nama tidore merupakan gabungan dari dua rangkaian kata, yaitu bahasa Arab dialek Irak; anta thadore yang artinya “kamu datang” dan bahasa Tidore; to ado re yang artinya “aku telah sampai”. Nama tersebut menggantikan nama yang awalnya Kie Duko. Letak: di sebelah selatan Kerajaan Ternate. Tahun berdiri: sekitar abad ke-13, sedangkan menurut catatan Kesultanan Tidore, kerajaan ini berdiri sejak Jou Kolano Sahjati naik tahta pada 12 Rabiul Awal 502 H (1108 M). Namun sumber tersebut tidak menjelaskan secara jelas tentang letak ibukota dari kerajaan ternate. Sedangkan tahun kerajaan ini memeluk agama islam yaitu pada tahun1471(menurut catatan portugis) yang dibawa oleh Ciriliyah, Raja Tidore yang kesebelas. Ciriliyah atau Sultan Jamaluddin bersedia masuk Islam berkat dakwah Syekh Mansur dari Arab.
  2. 2. Sejak awal berdiri hingga raja keempat belum bisa dipastikan letaknya, setelah itu tejdi beberapa kali pemindahan pusat kerajaan, diantaranya adalah: Pada masa Jou Kolano Bunga Mabunga Balibung, diperkirakan pusat kerajaan terletak di Balibunga yang hingga kini masih diperdebatkan letaknya.,dimana ada yang mengatakan berada di utara Tidore dan ada pula yang mengatakan berada di pedalaman Tidore selatan. Pada masa pemerintahan sultan Ciriliyati, yaitu pada tahun 1495 M pusat kerajaan berada di Gam Tina. Pada masa pemerintahan sultan Mansur, yaitu pada tahun 1525 M ia memindahkan pusat kerajaan dengan mendirikan perkampungan baru di Rum Tidore Utara yang berdekatan dengan Ternate dan diapit oleh Tanjung Mafugogo dan pulau Maitara. Dengan keadaan laut yang indah dan tenang, lokasi ibukota baru ini cepat berkembang dan menjadi pelabuhan yang ramai. Pada masa Sultan Mole Majimo (Alauddin Syah), yaitu pada tahun 1600 M ibukota dipindahkan ke Toloa di selatan Tidore. Perpindahan terakhir yaitu pada masa Sultan Saifudin (Jou Kota), ibukota dipindahkan ke Limao Timore.
  3. 3. Kerajaan tidore dikenal penghasil rempahrempah, sehingga banyak didatangi oleh bangsabangsa eropa. Dalam kehidupan sehari-hari masyarakatnnya banyak menggunakan hukum islam, contohnya seperti mengangkat sumpah dibawah kitab suci al-qur’an.
  4. 4. KEHIDUPAN SOSIAL BUDAYA Adat: kuatnya relasi antara tidore dengan islam terlihat dalam adat mereka yaitu Adat ge mauri Syara, Syara mauri Kitabullah (Adat bersendi Syara, Syara bersendi Kitabullah). Adat ge mauri Syara, Syara mauri Kitabullah (Adat bersendi Syara, Syara bersendi Kitabullah) Sistem yang berhubungan dengan garis kekerabatan: masyarakat Tidore menganut sistem matrilineal, namun terjadi perubahan ke arah patrilineal seiring dengan menguatnya pengaruh islam di Tidore. Perkawinan yang ideal: Perkawinan antara saudara sepupu (kufu). Setelah pernikahan, setiap pasangan bebas memilih tempat tinggal, apakah di lingkungan kerabat suami atau istri.
  5. 5. Upacara adat: Masyarakat Tidore melakukan berbagai upacara adat untuk menjaga keharmonisan dengan alam, contohnya seperti upacara Legu Gam Adat Negeri, Adat Legu Dou, Lufu kie daera se Toloku (mengitari wilayah diiringi pembacaan do’a selamat), dan sebagainya. Bahasa yang digunakan: adalah bahasa Tidore yang tergolong dalam rumpun non-Autronesia. Sastra: masyarakat tidore mengembangkan sastra lisan dan sastra tulisan.  Sastra Lisan, seperti dola bololo (semacam peribahasa atau pantun kilat), dalil tifa (ungkapan filosofis yang diiringi alat tifa atau gendang), dan sebagainya.  Sastra Tulisan, dapat dilihat dari peninggalan manuskrip-manuskrip kesultanan tidore.
  6. 6. Sultan Nuku adalah pemimpin yang cerdik, berani, ulet, dan waspada. Beberapa usaha yang dilakukan oleh sultan Nuku adalah sebagai berikut: Menyatukan Ternate dan Tidore untuk bersama-sama melawan Belanda yang dibantu Inggris. Belanda kalah serta terusir dari Tidore dan Ternate. Sementara itu, Inggris tidak mendapat apa-apa kecuali hubungan dagang biasa. Memperluas wilayah kekuasaan, meliputi Pulau Seram, Makean Halmahera, Pulau Raja Ampat, Kai, dan Papua. Menata sistem pemerintahan dengan baik, sehingga pemerintahan dapat berjalan dengan baik dan rakyatnya sejahtera. Berjuang untuk mengusir Belanda dari seluruh kepulauan Maluku, termasuk Ternate, Bacan dan Jailolo. Perjuangan tersebut membuahkan hasil dengan menyerahnya Belanda pada Sultan Nuku pada 21 Juni 1801 M. Dengan itu, Ternate, Tidore, Bacan dan Jailolo kembali merdeka dari kekuasaan asing.
  7. 7. KEDATANGAN PORTUGIS, SPANYOL, DAN BELANDA KE MALUKU Pada abad ke 16 M, orang Portugis dan Spanyol datang ke Maluku –termasuk Tidore– untuk mencari rempah-rempah, momonopoli perdagangan kemudian menguasai dan menjajah negeri kepulauan tersebut. Dalam usaha untuk mempertahankan diri, telah terjadi beberapa kali pertempuran antara kerajaaan-kerajaan di Kepulauan Maluku melawan kolonial Portugis dan Spanyol. Terkadang, Tidore, Ternate, Bacan dan Jailolo bersekutu sehingga kolonial Eropa tersebut mengalami kesulitan untuk menaklukkan Tidore dan kerajaan lainnya. Sepeninggal Portugis, datang Belanda ke Tidore dengan tujuan yang sama: memonopoli dan menguasai Tidore demi keuntungan Belanda sendiri. Dalam sejarah perjuangan di Tidore, sultan yang dikenal paling gigih dan sukses melawan Belanda adalah Sultan Nuku (1738-1805 M). Selama bertahun-tahun, ia berjuang untuk mengusir Belanda dari seluruh kepulauan Maluku, termasuk Ternate, Bacan dan Jailolo. Perjuangan tersebut membuahkan hasil dengan menyerahnya Belanda pada Sultan Nuku pada 21 Juni 1801 M.
  8. 8. PENINGGALAN-PENINGGALAN KERAJAAN TIDORE Gambar Benteng Tore di Tidore
  1. A particular slide catching your eye?

    Clipping is a handy way to collect important slides you want to go back to later.

×