Kelompok 5 Kerajaan Mataram Islam (Sejarah kelas II SMA/MA ~ Kerajaan Islam di Indonesia)
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Like this? Share it with your network

Share

Kelompok 5 Kerajaan Mataram Islam (Sejarah kelas II SMA/MA ~ Kerajaan Islam di Indonesia)

on

  • 9,959 views

II IPA 3 of MAN Model B. Aceh Group Project Documentary,.,

II IPA 3 of MAN Model B. Aceh Group Project Documentary,.,
hope u enjoy it guys,.,. :)
thanks

Statistics

Views

Total Views
9,959
Views on SlideShare
9,957
Embed Views
2

Actions

Likes
7
Downloads
404
Comments
2

1 Embed 2

https://twitter.com 2

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Kelompok 5 Kerajaan Mataram Islam (Sejarah kelas II SMA/MA ~ Kerajaan Islam di Indonesia) Presentation Transcript

  • 1. Foto: Pintu masuk menuju komplek makam raja-raja Mataram
  • 2. Kerajaan Mataram adalah kerajaan Islam di Jawa yang didirikan oleh Sutawijaya, keturunan dari Ki Ageng Pemanahan yang mendapat hadiah sebidang tanah dari raja Pajang, Sultan Hadiwijaya (Jaka Tingkir). Kerajaan Mataram Islam berdiri sekitar tahun 1586 . Kerajaan ini bermula dari sebuah daerah kadipaten yang berada di bawah kekuasaan Kerajaan Pajang.
  • 3. Raja pertama Kerajaan Mataram Islam adalah Sutawijaya. Sutawijaya memerintah dari tahun 1586– 1601. Ia bergelar Panembahan Senopati ing Alogo Sayidin Panotogomo. Pada tanggal 13 Februari 1755, Mataram pecah menjadi dua kerajaan. Pembagian ini didasarkan pada isi Perjanjian Giyanti. Kedua kerajaan tersebut adalah Kesultanan Yogyakarta (Ngayogyakarta Hadiningrat) dengan pusatnya di Yogyakarta. Kesultanan Yogyakarta diperintah oleh Mangkubumi dengan gelar Hamengku Buwono I.
  • 4. Kesuhunan Surakarta dengan pusatnya di Surakarta. Kesuhunan Surakarta diperintah oleh Susuhunan Pakubuwono III. Perkembangan berikutnya, Kesuhunan Surakarta pecah menjadi dua, yaitu Kesuhunan dan Mangkunegaran. Pembagian ini didasarkan pada Perjanjian Salatiga pada tahun 1757 antara Mas Said dan Mataram. Kasultanan Yogyakarta akhirnya juga terbagi atas Kasultanan dan Paku Alaman.
  • 5. Daerah Kekuasaan Kerajaan Mataram Islam
  • 6. Sistem pemerintahan yang dianut Kerajaan mataram islam adalah sistem Dewa-Raja. Artinya pusat kekuasaan tertinggi dan mutlak ada pada diri sultan. Seorang sultan atau raja sering digambarkan memiliki sifat keramat, yang kebijaksanaannya terpacar dari kejernihan air muka dan kewibawannya yang tiada tara. Raja menampakkan diri pada rakyat sekali seminggu di alunalun istana. Selain sultan, pejabat penting lainnya adalah kaum priayi yang merupakan penghubung antara raja dan rakyat. Selain itu ada pula panglima perang yang bergelar Kusumadayu, serta perwira rendahan atau Yudanegara. Pejabat lainnya adalah Sasranegara, pejabat administrasi.
  • 7. Ke me p a Ra b e Se Ng d i Ag Da me J a Ba r a n c d a de r g no a b k e un e r n c wa t a j a a n Ma t a r a m I s l a m a p a i p u n c a k k e j a y a a n n y a ma s a p e me r i n t a h a n n Ma s R a n g s a n g y a n g e l a r Su l t a n Ag u n g pa t i i ng Al b o g o d u r r a c h ma n a t a u l e b i h n a l s e b a g a i Sul t a n g (1613-1645). a h k e k u a s a a n n y a a k u p Pu l a u (k e c u a l i B a n t e n d a n v i a ),
  • 8. Sumber-sumber berita : Seni dan Tradisi : Sastra Ghending karya Sultan Agung Babad Tanah Jawi Serat Centini Kerajinan perak (Kotagede)
  • 9. Bangunan-bangunan, Benda Pusaka dan lainnya Segara Wana dan Syuh Brata (Meriam) Masjid Agung Negara Gerbang Makam kota gede Masjid makam Kota Gede Rumah Kalang Makam raja-raja Mataram di Imogiri
  • 10. Kemunduran Mataram Islam berawal saat kekalahan Sultan Agung merebut Batavia dan menguasai seluruh Jawa dari Belanda. Setelah kekalahan itu, kehidupan ekonomi rakyat tidak terurus karena sebagian rakyat dikerahkan untuk berperang.
  • 11. PENYUSUN: M. IQBAL RIZKI MAUDY RAHMATIKA LUTHFI MAULANA XI-IPA-3