• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Entrepreneurship 8 13
 

Entrepreneurship 8 13

on

  • 1,149 views

Entrepreneurship

Entrepreneurship

Statistics

Views

Total Views
1,149
Views on SlideShare
1,149
Embed Views
0

Actions

Likes
1
Downloads
119
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment
  • DIKTAT KULIAH PERENCANAAN DAN KELAYAKAN BISNIS MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Modul Manajemen Strategi Muhammad Zen, MA
  • Modul Manajemen Strategi Muhammad Zen, MA
  • Modul Manajemen Strategi Muhammad Zen, MA
  • Modul Manajemen Strategi Muhammad Zen, MA
  • Modul Manajemen Strategi Muhammad Zen, MA
  • Modul Manajemen Strategi Muhammad Zen, MA
  • Modul Manajemen Strategi Muhammad Zen, MA
  • Modul Manajemen Strategi Muhammad Zen, MA
  • Modul Manajemen Strategi Muhammad Zen, MA
  • Modul Manajemen Strategi Muhammad Zen, MA
  • Modul Manajemen Strategi Muhammad Zen, MA
  • Modul Manajemen Strategi Muhammad Zen, MA
  • Modul Manajemen Strategi Muhammad Zen, MA
  • Modul Manajemen Strategi Muhammad Zen, MA
  • Modul Manajemen Strategi Muhammad Zen, MA
  • Modul Manajemen Strategi Muhammad Zen, MA
  • Modul Manajemen Strategi Muhammad Zen, MA
  • Modul Manajemen Strategi Muhammad Zen, MA
  • Muhammad Zen 04/01/12 Seminar Ekonomi Islam, LDK UIN JAKARTA - FOSSEI
  • Games Memutuskan karet gelang
  • DIKTAT KULIAH BISNIS & WIRAUSAHA 04/01/12 MUAMALAT/FSH UIN JAKARTA
  • 1
  • 4
  • 13
  • 14
  • 19
  • 29
  • DIKTAT KULIAH BISNIS & WIRAUSAHA 04/01/12 MUAMALAT/FSH UIN JAKARTA
  • DIKTAT KULIAH BISNIS & WIRAUSAHA 04/01/12 MUAMALAT/FSH UIN JAKARTA
  • Muhammad Zen 04/01/12 Seminar Ekonomi Islam, LDK UIN JAKARTA - FOSSEI

Entrepreneurship 8 13 Entrepreneurship 8 13 Presentation Transcript

  • ENTREPRENEURSHIP OLEH: MUHAMMAD ZEN, S.AG, LC, MAMODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • DAFTAR ISI1. Mengembangkan semangat wirausaha/menumbuhkan minat2. Meningkatkan produktivitas usaha melalui motivasi3. Wiraswasta dan Wirausaha (Entrepreneur)4. Model wirausaha5. Strategi Pengusaha Sukses6. Peranan Imajinasi dan Intuisi Dalam Entrepreneur7. Peluang Bisnis Keluarga dalam Jaringan Usaha8. Kepemimpinan dalam Bisnis9. Marketing Syariah10. Business Plan & Pembuatan Proposal11. Success and Failed Story Entrepreneurship12. Entrepreneurship dari segi etika bisnis dan etika agama13. Bentuk usaha MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • BAB VIIIKEPEMIMPINAN DALAM BISNIS  KEPEMIMPINAN ADALAH PROSES MENGARAHKAN PERILAKU ORANG LAIN KE ARAH PENCAPAIAN TUJUAN TERTENTU DALAM SEBUAH BISNIS/WIRAUSAHA.  WIRAUSAHAWAN YANG BERHASIL MERUPAKAN PEMIMPIN YANG BERHASIL, BAIK MEMIMPIN BEBERAPA ATAU BERATUS2 KARYAWAN.  WIRAUSAHAWAN ADALAH INDIVIDU2 YANG MENGEMBANGKAN GAYA KEPEMIMPINAN MEREKA SENDIRI.MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • PEMIMPIN ADALAH Pikirannya berisi solusi dan bukan masalahMODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Pemimpin Seorang pemimpin adalah seseorang yang secara luar biasa mampu menggerakkan orang lain untuk melangkah.  Mereka bisa mengajak orang lain keluar dari zone kenyamanan dan bergerak menuju tujuan mereka.  Mereka mampu membangkitkan gairah, antusiasme, dan tindakan dari para pengikut. Apakah Anda dikenal sebagai seseorang yang mampu menggerakkan orang lain?  Apakah Anda membuat perubahan?MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • KODOK REBUSMODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • BELAJARLAH DARI “SEMUT”1. Saling Menghormati2. Tolong Menolong3. Pekerja keras4. Tidak cepat putus asa5. Percaya diri6. Tidak punya musuh7. Egaliter8. Low profileMuhammad Zen, MA Modul Manajemen Strategi FSH 7MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Jenis dan gaya kepemimpinanGaya Kepemimpinan Otoriter / Authoritarian Adalah gaya pemimpin yang memusatkan segala keputusan dan kebijakan yang diambil dari dirinya sendiri secara penuh. Segala pembagian tugas dan tanggung jawab dipegang oleh si pemimpin yang otoriter tersebut, sedangkan para bawahan hanya melaksanakan tugas yang telah diberikanGaya Kepemimpinan Demokratis / Democratic Gaya kepemimpinan demokratis adalah gaya pemimpin yang memberikan wewenang secara luas kepada para bawahan. Setiap ada permasalahan selalu mengikutsertakan bawahan sebagai suatu tim yang utuhGaya Kepemimpinan Bebas / Laissez Faire Pemimpin jenis ini hanya terlibat dalam kuantitas yang kecil di mana para bawahannya yang secara aktif menentukan tujuan dan penyelesaian masalah yang dihadapi. Anda bisa menilai bagaimana kualitas manajemen yang ini. MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Peran Seorang ManajerSetidaknya ada tiga peran utama yang akan dilakukan oleh seorang manajer, yaitu : Pemelihara Sumber Pengambil Hubungan Komunikasi Keputusan- Penanggung - Penyedia - Pencetus inovasi jawab kelompok informasi - Penanganan- Penggerak - Penyalur gangguan kegiatan bawahan informasi - Negosiator ulung- Penghubung - Penyampai penuntas kedalam dan informasi masalah/pengamb keluar kedalam dan il keputusan keluar MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • KEPEMIMPINAN adalah suatu kegiatan mempengaruhi perilaku orang banyak agar mau bekerjasama untuk mencapai sesuatu tujuan tertentu. PERAN PEMIMPIN WIRAUSAHA 1. Berkomunikasi. 2. Memusatkan perhatian pada pelanggan. 3. Membudayakan mutu. 4. Mengadakan inovasi. 5. Menampung aspirasi pelanggan. 6. Menetapkan struktur lembaga, tanggung-jawab dan wewenang. 7. Mengoreksi kebijaksanaan. 8. Mengatasi kendala. 9. Mengembangkan tim-tim kecil. 10. Mengembangkan mekanisme pemantauan dan evaluasi keberhasilan. 11. Mengadakan kaderisasi. 12. Memberdayakan anggota (Empowerment) 13. Memotivasi anggota.MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • JENIS KEPEMIMPINAN :• Formal Leader - pemimpin formal, yang diperoleh karena jabatan resmi dan biasanya dijalankan atas dasar aturan baku.• Informal Leader - pemimpin yang tidak formal, dapat saja karena unsur keagamaan maupun kebudayaan. MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Bacalah baik - baik Anda sedang mengendarai bis, bis itu lalu berhenti di Halte A dan naiklah sebanyak 3 orang penumpang dimana sebelumnya sdh ada 5 orang penumpang di dalamnya, lalu berhenti lg di halte B di halte ini naik juga 7 orang dan turun 10 orang penumpang, kemudian di halte C sang kondektur turun dan membeli minuman, secara bersamaan naik juga 2 orang dan turun 3 orang penumpang di halte itu lalu bis itu berhenti di Muhammad Zen, MAMODUL ENTREPRENEURSHIP terminal MA MUHAMMAD ZEN, X. Modul Manajemen Strategi FSH 12 STEI SEBI
  • Pertanyaan 1. Berapakah jumlah penumpang yang turun di terminal ? 3. Siapakah nama sopir bis itu dan berapakah umurnya ? 5. Dimana alamat sopir itu ?Muhammad Zen, MA Modul Manajemen Strategi FSH 13MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • KASUS PT. Aqua Golden Mississippi• Dalam semua aktivitas bisnisnya, Tirto Utomo mengingatkan para karyawannya bahwa 60% yang mereka jual adalah service. Oleh karena itu permasahan yang adalah bagaimana strategi yang harus dilakukan untuk meningkatkan servis yang telah diberikan kepada konsumen.• Diperlukan waktu selama 20 tahun bagi Tirto Utomo untuk membangun perusahaan menjadi pesaing kelas dunia, sedangkan saat ini banyak sekali bermunculan produk-produk air kemasan dalam botol yang menjadi kompetitor AQUA. Untuk itu, PT. Aqua Golden Mississippi harus memikirkan pula bagaimana cara agar bisnisnya tetap bertahan.MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • KOMPETISI• Ades, Oasis, Air Sosro telah secara agresif menantang kepemimpinan Aqua dari pasar dispenser air untuk kantor yang amat menguntungkan di Jakarta.• Induk perusahaan Air Sosro mengontrol pasar teh botol di Indonesia dengan menjual satu juta botol setiap hari dengan membonceng ketenaran merek Teh Botol Sosro, serta memberikan harga 20% lebih murah dibanding Aqua.• Bonaqua, suatu produk dari Coca Cola yang dihargai sama dengan Aqua,merupakan nama merek internasional yang memiliki sistem distribusi di Indonesia.• ABC Pure diproduksi oleh PT.ABC Central Food, suatu distributor besar dari konsentrat minuman ringan tradisional di Indonesia.MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • MENCIPTAKAN KEPEMIMPINAN… perusahaan-perusahaan yang hebat, berhasil karena perusahaan-perusahaan tersebut memiliki pemimpin-pemimpin yang baik yang bisa menumbuh kembangkan pemimpin- pemimpin baru pada semua tingkatan dalam organisasi MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • LEADER P E M IM P IN K H A L IF A HR E S P O N S IB IL IT Y TA N G G U N G J A WA B AMANAH MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Manajemen VS Kepemimpinan MANAJEMEN KEPEMIMPINAN (Melakukan dengan benar) (Melakukan hal yang benar) •Administrasi •Inovasi •Perawatan •Pengembangan •Sistem/ Struktur •Orang •Jangka pendek •Jangka panjang •Bagaimana? •Apa/ Mengapa? •Kepatuhan •Komitmen •Pengendalian •PemberdayaanMODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • P E M IM P IN , B U K A N M A N A J E R !! MANAJ ER P E M IM P IN 1. Tunduk pada konteks. 1. Menguasai konteks. 2. Mengurus / Mengelola 2. Memperbarui organisasi. organisasi. 3. Salinan / Turunan. 3. Asli. 4. Mengembangkan organisasi. 4. Memelihara organisasi. 5. Fokus pada sistem dan struktur. 5. Fokus pada orang. 6. Menyandarkan diri pada 6. Didasari oleh rasa percaya diri. struktur.MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • PERBEDAAN ANTARA PEMIMPIN DAN KEPALA PEMIMPIN KEPALA * Dipilih * Ditunjuk, diangkat * Kepercayaan kelompok * Kekuasaan atasan * Pencetus ide, koordinator * Penguasa * Tanggung-jawab terhadap * Tanggung-jawab terhadap atasan dan kelompok. atasan. * Berasal dari kelompok * Bisa bukan berasal dari kelompok * Punya kelebihan * Belum tentu punya kele- bihanMODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • 6 Ciri & Watak Wirausahawan Geoffry G Meredith (1996:5-6)No Ciri-Ciri Watak Keyakinan, ketidak ketergantungan dan optimis1 Percaya Diri Kebutuhan untuk berprestasi. Berorientasi laba, ketekunan dan ketabahan, tekad kerja keras,2 Berorientasi pada tugas dan hasil mempunyai dorongan kuat, energic dan inisiatif Kemapuan untuk mengambil resiko yang wajar dan3 Pengambilan Resiko suka tantangan Perilaku sebagai pemimpin, bergaul dengan orang lain, menanggapi saran dan kritik4 Kepemimpinan5 Keorisinilan Inovatif dan kreatif serta fleksibel6 Berorientasi ke masa depan Pandangan kedepan, perspektif MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Menurut W. Edwards Deming P E M I M P I N seharusnya : 1. Memahami dan mengutarakan pada orang-orangnya makna sesuatu sistem : menjelaskan tujuan-tujuan sistem, dan pentingnya kerja kelompok untuk mencapai tujuan. 2. Membantu orang-orang memandang diri mereka sendiri sebagai komponen-komponen dalam suatu sistem: untuk membangun kerjasamake arah optimasi usaha-usaha untuk mencapai tujuan.MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • 3. Mengerti bahwa orang-orang berbeda satu dengan lainnya : berusaha menciptakan minat, tantangan, dan kegembiraan bagi setiap orang dalam pekerjaan. Berusaha mengoptimasikan latar belakang keluarga, pendidikan, pengalaman, keterampilan, harapan, dan kemampuan setiap orang. Bukan meranking orang-orang, melainkan mengakui adanya perbedaan-perbedaan, dan berusaha menempatkan setiap orang pada posisi siap berkembang. 4. Adalah pengarah (coach) dan penasihat, bukan hakim. Mendorong orang yang dipimpin untuk selalu mencari perbaikan prestasi, bukan mencari-cari kesalahan dan menghukumnya. 5. Belajar tanpa henti. Mendorong orang-orang agar belajar. Lembagakan sistem pendidikan dan pelatihan untuk selalu meningkatkan kemampuan kerja orang-orang. Mendorong adanya pendidikan berkelanjutan.MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • 6. Memahami sistem yang stabil. Ia mengetahui bahwa kiner-ja setiap orang yang bisa mempelajari sesuatu ketrampilan akan sampai pada suatu keadaan stabil, dan pelajaran-pelajaran lebih lanjut tidak akan meningkatkan kinerjanya. Dalam keadaan stabil, jika orang tersebut diberi tahu mengenai suatu kekeliruan, perhatiannya akan terbelokkan ke arah lain. 7. Ia mempunyai tiga sumber kekuatan : otoritas jabatan; pengetahuan; dan kepriba- dian, daya persuasi, serta ketaktisan. Para pemimpin sering mengembangkan dan mengguna-kan yang kedua dan yang ketiga, tapi jarang me-ngandalkan yang pertama. Namun demikian dia me-ngemban kewajiban menggunakan otoritas jabatan untuk mengubah proses -- peralatan, bahan-bahan, metode-metode -- untuk mewujudkan peningkatan.MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI ( W. Edwards Deming ) SEBI
  • 8. Mempelajari/menilai hasil-hasil kinerja dengan tujuan meningkatkan kinerjanya sebagai pengelola orang-orang. Apakah dirinya berhasil mengelola orang hingga orang-orang itu mampu bekerja dengan sungguh-sungguh dan hasil yang baik. 9. Berusaha menemukan siapa, kalau ada, di dalam sistem yang membutuhkan bantuan khusus. Adanya individu-individu yang menghadapi hambatan sehingga gagal da-lam melaksanakan tugasnya. Bantuan khusus mungkin dalam bentuk pengaturan kerja yang baru. 10. Menciptakan kepercayaan. Ia menciptakan lingkungan yang mendorong kebebasan dan inovasi. ( W. Edwards Deming )MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • 11.Tidak mengharapkan kesempurnaan. Tak ada orang yang sempurna, tetapi semua harus bisa menyadari kekurangannya dan mau berusaha memperbaiki diri. 12. Mendengarkan dan belajar tanpa menjatuh- kan palu hakim pada orang yang ia dengar- kan. Belajar mendengarkan bawahan untuk diana-lisa dan dikoreksi, tanpa marah-marah dan menghu-kumnya. 13. Melakukan percakapan informal, spontan, santai dengan setiap orang setidak-tidaknya sekali setahun, bukan untuk menghakimi, melainkan hanya untuk mendengarkannya. Tujuannya adalah untuk mengembangkan pema-haman mengenai orang-orangnya, tujuan-tujuan mereka, harapan- harapan serta kekhawatiran-kekhawatiran mereka.MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • 14. Ia memahami keuntungan-keuntungan kerja sama dan kerugian-kerugian dari persaingan antara orang-orang dan antara kelompok-kelompok. Dorong orang- orang untuk berkerjasama, saling bantu dan tolong- menolong, serta hindari adanya persaingan yang tak perlu. 27 ( W. Edwards Deming, )MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • SYARAT-SYARAT PEMIMPIN 1. Memiliki visi. 2. Kemampuan kerja keras. 3. Tekun dan tabah 4. Disiplin. 5. Memiliki sikap kepelayanan : – Care (Kepedulian) – Courtesy (Sopan, Berbudi) – Concern (Kepedulian) – Friendliness (Sikap bersahabat) – Helpfulness (Sedia membantu) 28MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • SIFAT-SIFAT IDEAL PEMIMPIN H  Imtaq Sabar Jujur  Bertanggung-jawab Disiplin Berani  Terampil Cerdas Tegas  Terbuka Toleran Adil  Obyektif Sederhana Sehat  Memiliki rasa humor  Ing ngarso sung tulodo, ing madya asung karso, tut wuri handayani.MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • PEMIMPIN PERLU MEMILIKI WAWAS AN VISI (VISION) * Pandangan jauh ke depan, angan-angan * Impian, idaman, cita-cita. • Misalnya :  Melaksanakan tugas dengan standar kinerja tinggi.  Membersihkan unsur-unsur KKN di daerah.  Mencerdaskan kehidupan bangsa.  Membangun DSM yang mampu bersaing dan bersanding dengan bangsa lain.  Menjadi teladan bagi daerah lain.  Membangun masyarakat daerah yang sejah-tera.MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • MISI (MISSION) x Terkait dengan visi. x Membedakan lembaga yang satu dari yang lain. x Pelaksanaan tugas jangka panjang. x Dapat fleksibel. x Penyelenggaraan pendidikan, penelitian dan PPM. x Peningkatan mutu dan memusatkan perhatian pada pelanggan. NILAI-NILAI (VALUES) * Prinsip-prinsip untuk mencapai visi dan misi. * Integritas ilmiah dan moral. * Pemerataan kesempatan. * Peningkatan mutu secara berkesinambungan.MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • TUJUAN (GOAL) • Apa yang ingin dicapai dibawah kepemimpinannya. • Tujuan yang dapat diraih sesuai dengan kemampuan. * Realistis sesuai sikon. • Dapat diukur dan dinilai. • Sesuai dengan keinginan masyarakat luas.MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • KEPEMIMPINAN YANG BAIK Pemimpin yang baik memiliki lima kebiasaan dan sepuluh tekad. KEBIASAAN TEKAD 1. Menantang adanya Proses 1. Mencari kesempatan 2. Mencoba dan Ambil Risiko. 2. Berbagi visi dengan orang 3. Berfikir Jauh kedepan lain 4. Mengajak orang lain 3. Memberdayakan orang lain 5. Lakukan Kerjasama untuk bertindak 6. Memperkuat orang lain 4. Membuat Model 7. Memberi contoh 8. Meraih kemenangan kecil 5. Memberi semangat 9. Mengakui Sumbangan Anggota / Orang lain 10. Rayakan Keberhasilan 33MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Bersama itu Indah-KepeimimpinanMuhammad Zen, MA Modul Manajemen Strategi FSH 34MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Bila anda sedang berada di negara 4 musim,kadang anda melihat Angsa terbang berombongan, pergi ke daerah yang lebih hangat, menghindari musim dingin…Perhatikan, mereka terbang dalam formasi “V” Mungkin anda kepingin tahu kenapa…….. Muhammad Zen, MA Modul Manajemen Strategi FSH 35MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Dengan terbang dalam formasi “ V “, efisiensi seluruh ”Grup” akan naik sebesar 71 %, dibandingkan dengan terbang sendiri sendiri.Muhammad Zen, MA Modul Manajemen Strategi FSH 36MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Pelajaran 1: Bekerja secara Team, bergerak ke arah tujuan yang sama, membuat kita mencapai tujuan lebih cepat dan lebih ringan.Muhammad Zen, MA Modul Manajemen Strategi FSH 37MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Ketika salah satu Angsa meninggalkan formasi. Apa yang terjadi ………?..Muhammad Zen, MA Modul Manajemen Strategi FSH 38MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Dia mengalami daya tahan udara yang besar, dan kesulitan terbang sendiri………....Muhammad Zen, MA Modul Manajemen Strategi FSH 39MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Akhirnya dia dengan cepat kembali ke” formasi “ untuk berbagi efek terbang dalam formasi ..Muhammad Zen, MA Modul Manajemen Strategi FSH 40MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Pelajaran ke 2: Selalu kompak di dalam team yang bergerak ke satu tujuan, akan membutuhkan lebih sedikit energi. Akan lebih mudah dan lebih menyenangkan untuk mencapai tujuan. Setiap anggota akan merasa berkewajiban untuk menolong sesama.Muhammad Zen, MA Modul Manajemen Strategi FSH 41MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Ketika team leader kelelahan ………... Apa yang terjadi ……………..?Muhammad Zen, MA Modul Manajemen Strategi FSH 42MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • ... Dia berpindah ke ujung formasi “V”, sementara itu Angsa lain akan mengambil tempatnya.Muhammad Zen, MA Modul Manajemen Strategi FSH 43MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Pelajaran 3: Berbagi kepeminpinan, harus didasari saling hormat dan percaya diantara anggota di setiap saat. Saling bebagi tugas atau masalah yang paling berat Pusatkan kemampuan, dan bakat team untuk memecahkan masalah. 44Muhammad Zen, MA Modul Manajemen Strategi FSHMODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Angsa terbang dalam formasi “V” sambil ber “kotek“ hal ini akan memberi semangat terbang ‘Team leader” Juga dengan cara demikian mereka terbang dengan kecepatan yang sama……...Muhammad Zen, MA Modul Manajemen Strategi FSH 45MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Pelajaran 4: Bila mana ada semangat dan “penyemangat, kecepatan penyelesain pekerjaan lebih besar. Keberadaan “ semangat “akan selalu memotivasi, menolong dan menguatkan… Akan menghasikan kwalitas yang terbaik.Muhammad Zen, MA Modul Manajemen Strategi FSH 46MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Ketika salah satu Angsa sakit atau kelelahan…………Muhammad Zen, MA Modul Manajemen Strategi FSH 47MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Dia akan tertinggal dan keluar dari formasi…….. Apa yang terjadi ……….?Muhammad Zen, MA Modul Manajemen Strategi FSH 48MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Beberapa Angsa akan keluar juga dari formasi, dan membentuk formasi baru untuk menolong dan mengawal dia….sampai. dia sehat dan kembali masuk ke formasi atau terus dengan formasi tsb atau jatuh dan meninggal.Muhammad Zen, MA Modul Manajemen Strategi FSH 49MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Pelajaran 5: Tinggalah berdampingan dengan yang lain apapun perbedaan kita. Lebih lebih pada waktu kesulitan dan tantangan yang besar...Muhammad Zen, MA Modul Manajemen Strategi FSH 50MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Jika kita kompak dan saling mendukung…... Jika kita menjiwai kerja sama yang baik.. Melupakan perbedaan masing masing maka kita akan selalu dapat mengatasi tantangan. Jika kita selami arti dari persahabatan.. Dan kita selalu bersedia untuk berbagi………..... HIDUP AKAN LEBIH BERARTI DAN KITA AKAN MELEWATI WAKTU MENDATANG DENGANMuhammad Zen, MA Modul Manajemen StrategiKEBAHAGIAAN. .. FSH 51MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Thank you!For further discussion, please contactMuhammad Zen, MA+6221 88954080 (Home)08129563750 zen_mhd@yahoo.co.id Krisis Global Muhammad Zen 52 MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Visi x Potensi x Peluang x Motivasi x Misi x Strategi x Gerak = SuksesVisi Potensi Peluang Motivasi Misi Strategi GerakKuat berdaya teraih luarbiasa hebat unggul terbaik Insya Allah SuksesVisi Potensi Peluang Motivasi Misi Strategi Gerak Bingung SuksesVisi Potensi Peluang Motivasi Misi Strategi Gerak Frustasi Sukses Visi Potensi Peluang Motivasi Misi Strategi Gerak Kalah SuksesVisi Potensi Peluang Motivasi Misi Strategi Gerak Loyo SuksesVisi Tanpa Potensi Peluang Motivasi Misi Strategi Gerak Sukses maknaVisi Tak Potensi Peluang Motivasi Misi Strategi Gerak Sukses OptimalVisi Potensi Peluang Motivasi Misi Strategi MimpiMODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • B A B IX PE MA S A RA NMODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • MARKETING PLAN• PRODUCT• PRICE• PLACE• PROMOTION MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • MARKETING PLAN MEMUAT• ANALISA SITUASI• TUJUAN PEMASARAN• STRATEGI INTI• JADWAL PELAKSANAAN• ANGGARAN PEMASARAN• KONTROL MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • MARKETING• PROFESI MARKETING• SENI : KEPANDAIAN DALAM MENJUAL• MENGUASAI PRODUK• KEADAAN PEMBELI• METODE MENJUAL : TELEMARKETING, MLM, DIRECT POS MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • PEMASARAN KONVENSIONAL  Menurut Karl Case “Pemasaran merupakan suatu kegiatan penyaluran barang atau jasa dari tangan produsen ke tangan konsumen melalui strategi bauran pemasaran (marketing mix) yang terdiri dari empat p (product, price,place and promotion) ”.  Menurut Philip Kotler: “Sebuah proses sosial dan manajerial dimana individu- individu dan kelompok-kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan melalui penciptaan, penawaran, dan pertukaran produk atau value dari pihak lain yang bersandar pada NWD (need, want and demand)”.MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • B. PENGERTIAN PEMASARAN SYARIAH Pemasaran syariah adalah cara pemasaran yang dibenarkan oleh Islam, sebab sepanjang seluruh proses pemasaran baik dari proses penciptaan, penawaran maupun harga dan distribusinya terpelihara dari ketentuan terlarang oleh syariah. (Hermawan & Syakir) Muhammad Syafii Antonio mendefinisikan pemasaran syariah adalah sebagai alat fundamental yang direncanakan untuk mencapai tujuan perusahan dengan mengembangkan keunggulan bersaing yang berkesinambungan melalui pasar yang dimasuki dan program pemasaran yang digunakan untuk mencapai pasar sasaran tersebut yang harus bertumpu pada empat prinsip dasar; ketuhanan (rabbaniyah), menjunjung tinggi akhlak mulia (akhlaqiyaah), mewaspadai keadaan pasar yang selalu berubah (waqi’ah), dan selalu memartabatkan manusia dan terpola syarat berbingkai syariah dengan inovasi, efisiensi, servis dan responsibility. MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Lanj… M. Zen dalam Tesis “Pemasaran Syariah” menjelaskan pemasaran syariah merupakan kumpulan petunjuk dan kebijakan yang digunakan secara efektif untuk mencocokan program pemasaran (produk, harga, promosi dan distribusi) dengan peluang pasar, keunggulan kompetitif agar tercapai sasaran usaha dengan berbasis syariah yaitu merubah posisi dari apa adanya (dassein) kepada apa yang seharusnya (dassolen). Jadi, terdapat dua landasan dasar dalam pemasaran syariah, yang pertama adalah pemasaran ini harus dilandasi oleh semangat ibadah kepada Tuhan Yang Maha Pencipta. Dan yang kedua berusaha semaksimal mungkin bertujuan untuk kesejahteraan bersama, (win-win solution) bukan kepentingan golongan apalagi kepentingan sendiri. MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • SYARIAH MARKETING• RABBANIYAH (KETUHANAN)• AKHLAQIYYAH (AKHLAQ MULIA)• WAQI’AH (KEADAAN PASAR)• AL-INSYANIYYAH (MARTABAT MANUSIA) MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • PERBEDAAN PENJUALAN (SELLING) & PEMASARAN (MARKETTING) PENJUALAN PEMASARAN TITIK BERAT PADA PRODUK TITIK BERAT PADA KEBUTUHAN PELANGGAN PERUSAHAAN PERTAMA-TAMA PERUSAHAAN PERTAMA-TAMA MENENTUKAN MEMBUAT PRODUK KEMUDIAN KEBUTUHAN PARA PELANGGAN UNTUK BERUPAYA MENJUALNYA MEMPRODUKSI BARANG/JASA YANG DAPAT MEMUASKAN KEBUTUHAN MEREKA PIHAK MANAJEMEN BERORIENTASI PIHAK MANAJEMEN BERORIENTASI PADA PADA VOLUME PENJUALAN LABA PERENCANAAN DIORIENTASIKAN PADA PERENCANAAN DIORIENTASIKAN PADA HASIL-HASIL JANGKA PENDEK JANGKA PANJANG, SEHUBUNGAN DENGAN BERHUBUNGAN DENGAN PRODUK/JASA PRODUK-PRODUK BARU, PASAR DAN PASAR MENDATANG DAN PERTUMBUHAN MASA DEPANMODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • ALUR SIRKULASI OUTPUT MARKETS DAN INPUT MARKET SUMBER: Karl Case, Principles of Economics, © 2004 Prentice Hall Business Publishing, P.5MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • TRIK MARKETING  “SIDIQ, TABLIGH, AMANAH & FATHONAH” LANDASAN KESUKSESAN RASUL  STEPHEN R. COVEY DALAM BUKUNYA , “ THE EIGHT HABIT” MENJELASKAN ADA 8 CARA AGAR USAHA SUKSES  GOLEKO JENENG DISI, JENANG BURI  ANY FIRST WE MAKE HABIT AND THE LAST HABIT MAKE YOUMODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • MARKETTING BERBASIS THE 8TH HABIT • BE PROACTIVE • BEGIN WITH THE END IN MIND • PUT FIRST THINGS FIRST • THINK WIN-WIN • FIRST TO UNDERSTAND THAN TO BE UNDERSTOOD • SINERGIZE • SHARPEN THE SAW • FIND YOUR VOICE AND INSPIRE OTHERS TO FIND THEIRMODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • MARKETING MODEL PE KEPUASAN OP Customer LE Karyawan Lembaga LEADERSHIP OR BRAND GA IMAGE NI VISI, SA VALUE MISI SI ST R K E MA KEMASAN PRODUK RA TE TING GI TARGET – PROSES SERVICE SEGMENTASI- POSITIONINGMODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • ASPEK LAIN MARKETING:• Kita harus mempunyai nilai tambah• Harus dikomunikasikan• Kepada orang yang tepat• Dalam Jumlah banyak• Dengan cara cepat; PROMOSI, SARANA, WAKTU DAN TEMPAT MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • GETHOK TULAR (WORD OF MOUTH): • Salah satu bentuk promosi yang dibantu konsumen karena 3M: (MUTU, MURAH DAN MENGESANKAN)MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • PENILAIAN PERUSAHAAN (TERMASUK PRAKTEK PEMASARAN) SESUAI SYARIAH ATAU TIDAK? Dewan Syariah Nasional (DSN) menjelaskan: • Perusahaan atau lembaga tidak menjalankan usaha perjudian dan permainan yang tergolong judi, atau perdagangan yang dilarang. • Perusahaan atau lembaga bukanlah lembaga yang menerapkan riba. • Usaha yang dilakukan perusahaan atau lembaga bukanlah memproduksi, mendistribusikan dan memperdagangkan makanan dan minuman yang haram. • Perusahaan atau lembaga tidak menjalankan usaha memproduksi, mendistribusikan, menyediakan barang/jasa yang merusak moral dan bersifat mudlaratMODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Produk Harga Rancangan Daftar harga 4 P Marketting Mix Diskon Sifat-sifat (product, price, place and Potongan promotion) periode Keragaman pembayaran produk Syarat kredit Mutu Nama merk Pasar Kemasan Sasaran Ukuran BEBAS Pelayanan NILAI Distribusi Jaminan Saluran Keuntungan Cakupan Jenis Lokasi Promosi Sediaan Periklanan Transportasi Penjualan perorangan Saluran penjualan Hubungan masyarakatMODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Produk Harga Rancangan Daftar harga 4 P Marketting Mix (product, Sifat-sifat Diskon price, place and promotion) Potongan BERBASIS SYARIAH periode Keragaman pembayaran produk Syarat kredit Mutu NORMA AGAMA Nama merk 1. TIDAK MAGRIB Kemasan 2. TIDAK IHTIKAR Ukuran 3. HALA L & TOYYIB Pelayanan PASAR DAN Distribusi Jaminan SASARAN Saluran Keuntungan Cakupan Jenis Lokasi Promosi Sediaan Periklanan Transportasi Penjualan perorangan Saluran penjualan Hubungan masyarakatMODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • SYARIAH DALAM VARIABEL MARKETING MIX Berkualitas sesuai Kompetitif dengan yang dijanjikan PRODUK HARGA - Daftar harga - Tampilan - Jangka waktu kredit - Keanekaragaman - Potongan harga - kualitas -Pilihan dan - Kemasan diskontonya - Merk - Fleksibilitas - Pelayanan - DISTRIBUSI PROMOSI - Jenis saluran / perantara - Bauran Promosi: Iklan, - Lokasi toko / distributor media, waktu, personnal - Gudang selling ; pelatihan, - Transportasi dan logistik motivasi, alokasi, - Tingkat pelayanan promosi penjualan , publikasi Tidak Zalim terhadap pesaing Cara Islami: hindari Lain promosi porno, bohong Syariah dalam variabel bauran pemasaranMODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • MARKETING BERBASIS SYARIAH• TAUHID & BROTHER• WORK & PRODUKTIVITY• OWNERSHIP• NORMA AGAMA (CONSUMTION)• COOPERATION 1. TIDAK MAGRIB• DISTRIBUTIVE JUSTICE 2. TIDAK IHTIKAR(Chowdhury) 3. HALAL & TOYYIB MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • ISLAMIC BUSINESS VALUE Kesetaraan/kemitraan (Partnership) Universalitas (Universality) Keadilan (Justice) BUSINESS Transparansi (Transparency)MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • ISLAM MEMANDU MARKETING Al-Quran As-Sunnah Qiyas Ijma’ Ijtihad Asumsi Pelarangan Riba & Upah Profit and Loss Komoditi Sharing System Halal dan Thayyib Muamalat Pembaruan Iman QalbuMODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • PRINSIP-PRINSIP BAGI MARKETER SYARIAH : – MEMILIKI KEPRIBADIAN SPIRITUAL (TAKWA) – BERPERILAKU BAIK DAN SIMPATIK (SHIDQ) – BERLAKU ADIL DALAM BISNIS (AL-‘ADL) – BERSIKAP MELAYANI DAN RENDAH HATI (KHIDMAH) – MENEPATI JANJI DAN TIDAK CURANG – JUJUR DAN TERPERCAYA (AL-AMANAH) – TIDAK SUKA BERBURUK SANGKA (SU’UZH-ZHAN) – TIDAK SUKA MENJELEKKAN-JELEKKAN (GHIBAH) – TIDAK MELAKUKAN SOGOK (RISYWAH)MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • ADA APA DENGAN PRINSIP SYARIAH? • LEBIH MANUSIAWI • LEBIH BERKAH DAN TENANG DUNIA AKHIRAT • TIDAK ADA KECURANGAN/MENZHOLIMI • TIDAK MENIMBUN/MONOPOLI • BEBAS RIBA (RIBA=JUAL-BELI?) – QS. Al-Baqarah [2]:275 .‫قَُوْا ِ ّ َا الْ َيْ ُ ِثْ ُ ال ّ َوا‬ ‫ا ل إنم ب ع م ل رب‬ Artinya: “…Mereka berkata: Sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba .” (QS. Al-Baqarah [2]:275 – QS. Al-Baqarah [2]:275 .‫ََ َ ّ ا ُ الْ َيْ َ َ َ ّ َ ال ّ َوا‬ ‫وأحل ل ب ع وحرم رب‬ Artinya: “…padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.” (QS. Al-Baqarah [2]:275MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • DIFERENSIASI No. Prinsip Syariah Prinsip Konvensional NIKAH ? FREE SEXMODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • DIFERENSIASI MK & MS No. Prinsip MARKETING konvensional MARKETING Syariah 1 Konsep Pemasaran hanya terbatas pada Lebih dari itu pemasaran disini pengertian "studi untuk menjual" diartikan sebagai sebuah disiplin atau pembuatan strategi dalam bisnis strategis yang mengarahkan produk, harga, distribusi, atau proses penciptaan, penawaran, dan promosi. perubahan Values dari inisiator kepada stakeholders-nya 2 Prinsip Ingin menciptakan, merebut hati Tidak beda, dan menggunakan konsumen agar mengkonsumsi prinsip kehalalan (halal & toyyib) produk yang ditawarkan. Bebas dan keadilan prinsip kehalalan dan keadilan 3 Value Bebas tidak dikenal Value added Value added (sepanjang seluruh (yang kaya semakin kaya dengan proses pemasaran baik dari proses sistem kapitalisnya) penciptaan, penawaran maupun harga dan distribusinya terpelihara dari ketentuan terlarang oleh syariah) 4 Sumber Hukum Bersumber dari pikiran manusia Bersumber dari wahyu Ilahi. Sumber dan kebudayaan. Berdasarkan hukum dalam syariah Islam adalah hukum positif, hukum alami, dan Al-Quran, Sunnah atau kebiasaan contoh sebelumnya. rasul, ljma, Fatwa Sahabat, Qiyas, lstlhsan, ‘urf’ tradisi dan Mashalih MursalahMODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • PERBEDAAN Lanj…5 "Maghrib" (Maisir, Tidak selaras dengan syariah Islam Bersih dari adanya praktek Gharar, Maisir Gharar, dan Riba) karena adanya Maisir, Gharar, dan dan Riba Riba, hal yang diharamkan dalam muamalah.6 Investasi Bebas melakukan investasi dalam Dapat melakukan investasi sesuai batas-batas ketentuan perundang- ketentuan perundangan dengan, undangan, dan tidak terbatasi pada sepanjang tidak bertentangan dengan halal dan haramnya obyek atau sistem prinsip-prinsip syariah Islam. Bebas dari investasi yang digunakan. riba dan tempat-tempat investasi yang terlarang.7 Sistem Akutansi Menganut konsep akuntansi accru-al Menganut konsep akuntansi cash basis, basis, yaitu proses akuntansi yang mengakui apa yang benar-benar telah mengakui terjadinya. peristiwa atau ada, sedangkan accrual basis dianggap keadaan nonkas. Dan mengakui bertentangan dengan syariah karena pendapatan, peningkatan aset, mengakui adanya pendapatan harta. expenses, liabilities dalam jumlah beban atau utang yang akan terjadi di tertentu yang baru akan diterima dalam masa yang akan datang. Sementara waktu yang akan datang. apakah itu benar-benar dapat terjadi hanya Allah yang tahu8 Keuntungan Profit Oriented Profit & Falah Oriented; ( Profit ) bagi hasil (mudharabah) dan mengeluarkan zakat.9 KERJA Praktek marketing bebas nilai Praktek promosi menghindari promosi MARKETING MIX porno dan bohong, distribusi tidak zalim terhadap pesaing lain, menetapkan harga kompetitif, produk diberikan berkualitas sesuai yang dijanjikan dan tidak ihtikar. MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Thank you!For further discussion, please contactMuhammad Zen, MA+6221 88954080 (Home)08129563750 zen_mhd@yahoo.co.id Krisis Global Muhammad Zen 82 MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • BAB X BUSINESS PLANMODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • APAKAH BUSINESS PLAN ? • Busines Plan • adalah dokumen tertulis yang disiapkan oleh wirausahawan yang mengambarkan semua unsur yang relevan baik internal maupun ekternal untuk memulai kapan waktu usaha yang isinya merupakan perencanaan terpadu menyangkut pemasaran permodalan dan manufakktur (produksi pabrik ) dll • BP ADALAH DOKUMEN YANG MENYATAKAN DAYA TARIK DAN HARAPAN SEBUAH BISNIS.MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Dasar-dasar (ISI) Business Plan Suatu BP sebaiknya memuat hal-hal berikut:  Lembar judul ( + Ringkasan Eksekutif)  Peluang (+ dan tawaran )  Produk/jasa yang diberikan / direncanakan (+ Latar belakang organisasi)  Analisa kondisi /Pasar ( internal dan eksternal)  Formulasi strategi (rencana pemasaran, organisasi, produksi)  Analisis finansial dan Analisa Resiko (+ Rencana Tindak , Action Plan)  Lampiran : Terminologi, Data Pendukung dsbMODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • KOMPONEN BISNIS PLAN• ASPEK PASAR DAN PEMASARAN• ASPEK TEKNIK DAN TEKNOLOGI• ASPEK MANAJEMEN• ASPEK SUMBER DAYA MANUSIA• ASPEK FINANCIAL• ASPEK EKONOMI, SOSIAL, DAN POLITIK• ASPEK YURIDIS• ASPEK LINGKUNGAN HIDUP• LAMPIRKAN DOKUME2 YANG DIANGGAP PERLU MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Competitor Analysis berapa pesaing yang ada? Apa kekuatan dan kelemahan mereka? Apa yang mendorong kompetisi? Apa yang menjadi andalan mereka ? 87MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • POSISI BISNIS PLAN• TUJUAN DAN SASARAN PERUSAHAAN DAPAT DITETAPKAN MELALUI PERENCANAAN. DG BERTUMBUHNYA PERSH ANDA SEMAKIN BERTAMBAH BESAR AKAN KEBUTUHAN PERENCANAAN MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • SWOT Analysis mengelompokkan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap bisnis menjadi : Faktor internal : Strength & Weaknesses (Kekuatan dan Kelemahan) Faktor Eksternal : Opportunities & Threats (Peluang dan Tantangan)MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Analisa Keunggulan Bersaing Elemen-elemen keunggulan bersaing potensi keunggulan bersaing : keahlian, teknologi, sumber daya dll posisi keunggulan bersaing : kapan, dimana dan bagaimana kita bersaing kinerja yang dihasilkan : kepuasan, loyalitas, market share, keuntunganMODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Hal yang harus dihindari dalam menyusun BP: • tujuan dan sasaran tidak realistis • kegagalan untuk mengantisipasi masalah yang mungkin timbul • tidak adanya komitmen dari para pelaku/pembuat keputusan • tidak adanya ‘market niche’MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • RENCANA S PECIFIC M EASURABLE A TTAINABLE R ELEVANT T IMELY 5W+1H Why What Who When Where HowMODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • KERANGKA USAHA1. Nama Perusahaan ( Jelas, ada hubungan dengan prodak/perusahaan ).2. Lokasi Perusahaan Lokasi Perkantoran Lokasi Perusahaan3. Komoditi yang akan diusahakan. Yang perlu diperhatikan Permintaan konsumen Kebutuhan tersembunyi masyarakat Kurangnya kompetiter Keyakinan mampu bersaing4. Konsumen yang dituju ( lingkungan terdekat/lingkungan jauh ?)5. Pasar yang dimasuki Pemimpin pasar ( Pengendali harga pasar) Penantang Pasar ( Dibawah pemimpin pasar ingin unggul) Pengikut pasar ( pelanggan lama dan baru ) Perelung pasar ( Menjadi pemimpin pasar kecil )6. Partner Artinya persekutuan dua orang/lebih untuk menjalankan perusahaan. Jeneral partner Limited partner MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • KERSANGKA USAHA7. Personil yang dipercaya.8. Menyiapkan modal Modal Nihil Modal sedikit Menjalin hubungan baik dengan bank ( Perlu hati-hati dan pertimbangan )9. Peralatan yang perlu dipersiapkan Prestise Iklan Ekonomis10.Penyebaran promosi Personal selling Memnbuat daya tarik Informasi masyarakat Poster Reklame, Spanduk, Slide Papan nama perusahaan MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • HASIL BISNIS PLAN DIMANFAATKAN OLEH : INVESTOR KREDITOR MANAJEMEN PERUSAHAAN PEMERINTAH MASYARAKATMODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • A p a it u P r o p o s a l ? ? • Proposal adalah surat atau dokumen yang memuat usulan, saran, permintaan dan penawaran kepada pihak tertentu; » Investor » Kreditur » Donor » Sponsor » Dan lainnya MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Bagaimana Proposal Bisnis ? • PROPOSAL BISNIS Adalah pemaparan secara lengkap suatu rencana usaha (bisnis) untuk meyakinkan semua pihak yang terkait agar berkontribusi dalam bisnis tersebut. PROPOSAL PIHAK-PIHAK PELUANG BISNIS  INVESTOR  PERTANIAN TERKAIT  KREDITUR SECTOR  PETERNAKAN  PENGELOLA  PERDAGANGAN  DONATUR  PERIKANAN  PASAR  INDUSTRI  SUPLIER  JASA  DAN LAIN2  DAN LAIN2 BISNISMODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • STAGING PROPOSAL BISNIS TUJUAN TARGET EVALUASI FEED BACK GATHERING INFORMATION EKSEKUSI KERJA SAMA PROPOSAL BISNIS NEGOISASI PRESENTASIMODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • SYARAT PROPOSAL BISNIS • Detail dan Jelas • Ringkas • Tepat • Sistematis • Kesatu-paduan • Saling Berkaitan (Coherency) • Self ExplanatoryMODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • OUT LINE PROPOSAL BISNIS 1. Pendahuluan (Preface) 2. Daftar Isi (Content List) 3. Resume (Summary) 4. Latar Belakang; – Company Profile – Curriculum Vitae (Perorangan) 5. Aspek Pemasaran (Marketing Aspect) 6. Aspek Produksi (Production Aspect) 7. Aspek Personalia (Personnel Aspect)MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • OUT LINE PROPOSAL BISNIS 1. Aspek Pelaksanaan Bisnis (Implementation) 2. Aspek Keuangan (Financial Aspect) 3. Aspek Dampak Sosial & Lingkungan 4. Kesimpulan & Rekomedasi 5. LampiranMODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • 1. Pendahuluan / Kata Pengantar • Uraian singkat proposal, yang biasanya memuat ; – Latar Belakang Proposal – Tujuan dan Nama Bisnis – Letak Bisnis – Pelaksana Bisnis – Nilai total investasi, dll. • Penanggung jawab dan kesediaan untuk memberi informasi tambahan yang belum termuat di proposal • Harapan yang didasarkan pada uraian singkat propsalMODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • 2. Daftar Isi Hal • KATA PENGANTAR / PENDAHULUAN i • DAFTAR ISI ii • RESUME 1 2 • LATAR BELAKANG USAHA / CF / CV 3 • ASPEK PEMASARAN 5 • ASPEK PRODUKSI 7 • ASPEK PERSONALIA 9 • 11 ASPEK KEUANGAN 13 • ASPEK ANALISA KEUANGAN 16 • ASPEK ANALISA RISIKO 18 • KESIMPULAN DAN REKOMENDASI 19 • LAMPIRAN2 20MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • 3. Resume (Garis Besar Proposal) • Nama & Tempat (lokasi) bisnis • Legalitas rencana bisnis (BH, SIUP,TDP, dll.) • Management / Pengelola • Berbagai aspek dijelaskan secara singkat dan penekanan pada keunggulan bisnis tersebut • Financial Prospect, khususnya; IRR, NPV, dan tingkat pengembalian, Profit (ROE & ROA), dll. • Kesimpulan & RekomendasiMODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • 4. Latar Belakang (CP, CV) • Identitas Perusahaan • Bidang Usaha • Perijinan Usaha • Data dan Alamat Perusahaan • Pengelola PerusahaanMODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • 5. Aspek Pemasaran • Permintaan pasar / potensi • Pembeli dan harga jual • Kualitas produksiMODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • 6. Aspek Produksi • Ketersediaan bahan baku • Proses produksi – Kapasitas produksi – 3 K (Kualitas, Kontiniutas, Kuantitas) – Penyimpanan dll. • Packaging • DistributionMODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • 7. Aspek Personalia • Ketersediaan SDM (Kompetensi, Skill) • Alokasi, Pengelolaan & Pengembangan SDM • Reward & Punishment, dll.MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • 8.Aspek Pelaksanaan Bisnis • Jadwal Pelaksanaan • Siapa ?, Kapan ?, di Mana ? • Lokasi bisnis • Akses ke lokasi • Lingkungan, dll.MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • 9. Aspek Keuangan • Modal & Pinjaman Dana • Total Investasi – Break Down Total Investasi – Financial Time Schedule • Analisis Keuangan – Profitabilitas – Cash Flow – Present Worth & Payback Period, IRR – Sensitivitas, dll.MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • 10. Aspek Dampak Sosial & Lingkungan • Dampak sosial • Dampak lingkunganMODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • 11. Kesimpulan & Rekomendasi • Kesimpulan Hasil Analisa • Rekomendasi ( Feasible or No )MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • 12. Lampiran • Copy BH, SIUP, TDP, dll. • Data-data pendukung • Kertas kerja analisis keuangan • Photo-photo bisnis (kalau ada) • Dan lain yang dianggap perlu LAMPIRAN - LAMPIRANMODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • PENUTUPMODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • PEMASARANMODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Manajemen & Strategi UsahaAkan Menjawab Pertanyaan:2. Bagaimana formulasi perencanaan usaha?3. Bagaimana teknik & strategi pemasaran yg dilakukan oleh pelaku4. Bagaimana teknik pengembangan usaha untuk perusahaan yang5. Bagaimana strategi usaha dilakukan dalam praktek bisnis ? 116MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Business Plan• Blue Print tertulis, yg berisi;• misi usaha,• usulan usaha,• operasional usaha,• rincian strategi,• dan peluang yg mungkin diraih. 117MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Perencanaan Usaha (Zimmerer) 1. Ringkasan pelaksanaan 2. Profil usaha 3. Strategi usaha 4. Produk & jasa 5. Strategi pemasaran 6. Analisis pesaing 7. Ringkasan karyawan & pemilik 8. Rencana operasional 9. Data finansial 10. Proposal pinjaman 11. Jadwal oprasional 118MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Pengelolaan KeuanganBagaimana mengelola:2. Aspek sumber dana3. Aspek rencana & penggunaan dana4. Aspek pengawasan dana 119MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Flow of Finance Management SUMBER DANA RENCANA DANA PENGGUNAAN DANA Aktiva Lancar1. Equity Capital • Kas (modal/investasi- Jangka Pendek • Surat Berharga sendiri) • Piutang • Persediaan5. Debt Capital (pinjaman) Aktiva Tetap8. Venture Capital • Tanah (perusahaan - Jangka Panjang • Gedung penyedia – • Pabrik investasi). • Peralatan PENGAWASAN & PENGENDALIAN 120 MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Pemasaran• Kegiatan (terintegrasi) meneliti kebutuhan• & keinginan  konsumen,• menghasilkan barang/jasa,• menentukan harga,• mempromosikan dan• mendistribusikan barang/jasa. 121MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Perencanaan Pemasaran• Penentuan kebutuhan & keinginan konsumen,• Memilih special target market,• Menempatkan strategi pemasaran dlm persaingan,• Pemilihan strategi pemasaran. 122MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Kebutuhan & Keinginan Konsumen Melakukan market research: 2. Apa yg dibutuhan konsumen, 3. berapa jumlahnya, 4. bagaimana kualitasnya, 5. siapa yg membutuhkannya, 6. kapan dibutuhkan Kiat Pemasaran 123MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Special Target MarketMemilih jenis pasar sasaran khusus:2. Individual market3. Niche market4. Segmentation market 124MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Menempatkan Strategi• Customer orientation,• Total quality management,• Convinience,• Innovation,• Speed  Time Compression Management,• Pelayanan & kepuasan pelanggan. 125MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • 6 MARKET DRIVEN Customer Service & Customer Orientation Satisfaction Product & Services Targeted MarketQuality Segments Speed Convinience Inovation 126MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Pemilihan Strategi Pemasaran• Memilih pilihan strategi atas dasar:• Paduan dari kinerja wirausaha,• dengan hasil pengujian market research. 127MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Marketing Mix 1. PROBE = market research & Dev’ 2. PRODUK 3. PLACE 4. PRICE 5. PROMOTION 128MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Kiat Pemasaran: Bagi usaha baru1. Survey mencari peluang pasar2. Menentukan tempat yg tepat3. Menentukan barang yg dibutuhkan4. Menentukan target apa yg hendak dicapai. 129MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Economic of ScalePerluasan usaha/peningkatan output, dilakukandgn menambah :•skala PRODUKSI•TENAGA KERJA•TEKNOLOGI•SISTIM DISTRIBUSI•TEMPAT USAHA•Contoh ? 130MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Tujuan:• Efisiensi dengan perluasan usaha• atau peningkatan output• Hingga mencapai titik yang paling efisien 131MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Linear Flow Chart Perluasan Usaha Economic of Scale Diseconomic of Scale choice No Go Go Ahead Go Economic of Scope 132MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Economic of Scopedilakukan dgn DIVERSIFIKASI :• Menambah jenis USAHA baru.• Menambah jenis PRODUK/JASA baru.• Aplikasi teknologi yang berbeda.• Contoh ??? 133MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Tujuan:• Efisiensi;• Joint total production cost dalam 2 atau lebih jenis produk secara bersama-sama,• lebih kecil daripada penjumlahan biaya produksi,• dari masing-masing produk apabila diproduksi secara terpisah. 134MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Linear Flow Chart Perluasan Cakupan Usaha Economic of Scope Diseconomic of Scope choice No Go Go Ahead Go ? Separation or create new SBU 135MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Inovasi & Strategi Usaha• Inovasi adalah;• penciptaan sumber-sumber (resources),• dalam bentuk penemuan,• kegunaan sesuatu,• dari alam. 136MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Proses Inovasi MenciptakanWirausaha Proses Inovasi nilai Barang & Jasa Sebagai alat pemberdayaan resources 137MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Mata Rantai Kreativitas Pengetahuan Guna pengenalan Mengkombinasikan Cara baru resources Kedalam Dan proses Suatu inovasi Pengembangan Yang digunakan Pengetahuan Di pasar Secara sistimatis 138MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Manajemen Kewirausahaan Menyangkut semua kekuatan perusahaan, yang menjamin bahwa usahanya betul- betul eksis. Didukung dengan empat syarat kompetensinya: 139MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • 4 Kompetensi1. Fokuskan pada pasar, bukan teknologi.2. Buat ramalan pendanaan, agar cash- flow baik.3. Bangun team manajemen4. Beri peran tertentu, khusus bagi wirausaha penemu. 140MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Manajemen KWU vs. Strategi KWULingkungan Internal: Lingkungan Eksternal: Manajemen  Strategi kewirausahaan kewirausahaan menyangkut keputusan- menyangkut keputusan taktis. kesesuaian:  Kemampuan internal  Dan aktivitas perusahaan dengan lingkungan eksternal 141MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Aplikasi Strategi UsahaPilihan salah satu strategi:2. Berada pertama di pasar dgn produk & jasa baru.3. Positioning produk & jasa baru pada relung pasar yang tidak terlayani.4. Fokus barang & jasa pada relung kecil tetapi bisa bertahan.5. Merubah karateristik produk, pasar atau industri. 142MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Strategi BersaingMODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Marketing Mix; 5P 1. PROBE = market research & Dev’ 2. PRODUK 3. PLACE 4. PRICE 5. PROMOTION 144MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Manajemen Stratejik (Mintzberg) 1. Plan 2. Patern;  intended & realized strategy 3. Position 4. Perspective;  grand vision 5. Play;  taktik 145MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Keunggulan Bersaing (Porter)1. Persaingan merupakan inti keberhasilan & kegagalan.2. Keunggulan bersaing berkembang dari nilai yg mampu diciptakan oleh perusahaan bagi pelanggan & pembeli3. Terdapat dua macam dasar keunggulan bersaing • Low cost • differentiation 146MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Keunggulan Bersaing (Porter)1. Kedua jenis dasar keunggulan bersaing menghasilkan tiga strategi: • Low cost • Differentiation • Focus2. Strategi biaya rendah;  Mengandalkan biaya yg relatif rendah dlm menghasilkan barang & jasa. 147MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Keunggulan Bersaing (Porter)1. Differentiation;  Kemampuan untuk menghasilkan barang & jasa unik dan memiliki nilai lebih dlm bentuk kualitas, sifat-sifat khusus, serta pelayanan lainnya.2. Focus Strategy;  Fokus biaya = mengusahakan keunggulan biaya dalam segmen sasarannya.  Fokus diferensiasi = mengusahakan diferensiasi dalam segment sasarannya. 148MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Generic Strategy KEUNGGULAN BERSAING Biaya Rendah Diferensiasi SCOPE BERSAING Target 1. Kepemimpinan Luas 2. Diferensiasi dlm biaya Target Sempit 3. Fokus Biaya 4. Fokus Diferensiasi 149MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Resiko Strategi Generik Biaya Rendah Diferensiasi FokusPesaing meniru Pesaing meniru Strategi fokus ditiruTeknologi berubah Basis diferensiasi Segmen sasaran kurang penting menjadi tidak bagi pembeli menarikKeunggulan biaya Diferensiasi tidak Struktur rusak,tidak bertahan berlaku lama Permintaan tidaklama muncul 150MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • The New 7-S’s (D’Aveni) Critical Factor The New 7-S’s1. Vision of • Envisioning disruption that create Superior Stakeholder Disruption Satisfaction. • Using Strategic Soothsaying as a means of seeing & creating opportunities for disruption.1. General • Building the capability for speed into the organization so Capabilities for the disruption are executed better. executing • Creating the capability to surprise opponent so that the disruption disruption are executed more powerfull.1. Product/market • Selecting actions that shift the rules uesed by competitor Tactic Used to in their dynamic strategy interactions. Deliver the • Using signal to influence future dynamic trategic Disruption interaction. • Executing simultanous & sequential strategic thrusts as a mean of molding the flow of the dynamic strategic interaction that will occur. 151 MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Ide-Ide Bisnis Temporer• Contoh kasus dari video Prahalad• Makanan & minuman (terima order diawal)• Jasa laundry• Jasa cuci kendaraan• Printing & office supplies• Penitipan balita• Jasa penataan dokumen/arsip 152MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • HASIL BISNIS PLAN DIMANFAATKAN OLEH : INVESTOR KREDITOR MANAJEMEN PERUSAHAAN PEMERINTAH MASYARAKATMODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Dr (HC) Ir Ciputra• Ada yang melihat namun tidak berpikir.• Ada yang berpikir namun tidak mengerti.• Ada yangmengerti namun tidak berkesan.• Adayang berkesan namun tidak beraksi.• Ada yang beraksi namun tidak berentrepreneur.• Ada yang berentrepreneur namun tidak berhasil.• Entrepreneur sejati gagal 10 kali, namun bangkit 11 kali. ( Jawa Pos, Minggu, 1 Maret 2009).MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • BAB XI• Success and Failed Story EntrepreneurshipMODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • KUNCI KEBERHASILAN USAHA (Riset : P.D. Riyanti 2002 & Cunningham 1996)1. Sifat-sifat Kepribadian (49%);2. Kemampuan berhubungan dengan pelanggan (17%);3. Kemampuan memahami lingkungan bisnis (15%);4. Kemampuan mengembangkan dan memanfaatkan kemajuan tehnologi (8%);5. Tingkat Pendidikan, pengalaman & usia (11%). Kunci 1-4 = SIFAT WIRAUSAHAMODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • 17 Sebab Kegagalan Perusahaan (Nitisemito 1980)1. Kurang ulet dan lekas putus asa 10. Pelayanan kurang baik 11. Banyak piutang ragu-ragu2. Kurang tekun dan kurang teliti 12. Banyak pemborosan dan3. Kurang inisiatif dan kurang kreatif penyelewengan4. Tidak jujur & tidak tepati janji 13. Kekeliruan menghitung5. Kekeliruan dalam memilih lapangan harga pokok usaha 14. Menyamakan perusahaan6. Memulai usaha langsung secara dengan badan sosial besar-besaran 15. Tidak ada pemisah antara7. Memulai usaha tanpa pengalaman harta pribadi dan harta perusahaan dengan modal pinjaman 16. Kemacetan keuangan sering8. Mengambil kredit tanpa terjadi pertimbangan masak-masak 17. Kurang pengawasan atau9. Kurang dapat menyesuaikan kurang pengendalian dengan selera konsumen MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • PENYEBAB KEGAGALAN USAHA ( Marbun 1996)1. Tanpa pengalaman dibidangnya 9%2. Tanpa pengalaman manajemen ……. 18%3. Pengalaman berusaha tidak memadai … 20%4. Tidak cakap/tidak memiliki kemampuan mengelola perusahaan kecil (tidak ulet, tidak pintar, tidak telaten) 45%5. Lalai ……………………………… 3%6. Penggelapan ………………………… 2%7. Bencana ……………………………… 1%8. lain-lain ……………………………… 2% _____ 100%MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • SUCCESSMODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • ORANG GAGAL (THOMAS EDISON) KEBANYAKAN ORANG GAGAL ADALAH ORANG YANG TIDAK MENYADARI BETAPA DEKATNYA MEREKA KE TITIK SUKSES SAAT MEREKA MEMUTUSKAN UNTUK MENYERAH 160MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Memaknai Kegagalan• kita mengenal pepatah “Kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda”. Terkadang saat merasakan kegagalan kita enggan rasanya untuk mendengar pepatah itu. MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • GAGAL DAN SUKSESKEGAGALAN:• SEBAB TERANGISME (TERANG AJA DIA SUKSES)• MALAS DAN NON PERENCANAAN• TIDAK FOKUS BANYAK TARGETJALAN KEBERHASILAN:• ADA YANG MELALUI JALAN BECEK• ADA YANG MELALUI JALAN RUSAK• ADA YANG JALAN LURUS/BAIK (KUALITAS PERJALANAN ADALAH JALAN KEBERHASILAN)MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • √ KOMPETENSI (SDM) √ TEKNOLOGI √ MODAL FISIK & DANA √ KINERJA FINANSIAL GAGAL ? Bangkrut ?MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • SEMANGAT JUANG SEMANGAT PANTANG MENYERAH TIDAK PUTUS ASA SUKSES SEMANGAT KERJASAMA BERKELANJUTAN CITA CITA YANG KUAT DAN BERNILAI LUHURMODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • MAU SUKSES & KAYA??? TERUSLAH BELAJAR & OPEN MINDED • BELAJARLAH DENGAN ORANG-ORANG SUKSES • BELAJARLAH DENGAN LEMBAGA-LEMBAGA YANG SUKSES • BELAJAR DARI PENGALAMAN • BELAJAR MELALUI PROSES • BELAJAR TIDAK LANGSUNG MELALUI; KASET, BUKU, INTERNET DSB.MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • VARIAN SUKSES • SUKSES FISIK • SUKSES EMOSIONAL • SUKSES INTELEKTUAL • SUKSES SOSIAL • SUKSES FINANSIAL • SUKSES MENTAL/MORAL • SUKSES NILAIMODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • KISAH SUKSES DAN GAGAL Orang sukses pasti AKAN melewati adanya kegagalan. Dari kisah hidup mereka, pemikiran inovatif serta petualangan fantastis mereka sebenarnya dapat menjadi sumber inspirasi hidup kita.MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • SUKSES VISI / CITA-CITA (+ DO’A) + ACTION 168MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • SUKSES ORGANISASI SUKSES AKUNTABILITAS KOMPETENSI KOMPETISI RENSTRA 169MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • KEGAGALAN VISI / CITA-CITA (+ DO’A) tanpa ACTION Atau ACTION tanpa VISI / CITI-CITA (+DO’A) 170MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • BISNIS SUKSES MAMPU MEMBACA PELUANG-PELUANG USAHA• BANYAK PERUSAHAAN MENAWARKAN PRODUK YANG BAIK. NAMUN PRODUK TADI HANYA SEDIKIT YANG TERJUAL. FAKTOR YANG ADA KAITANNYA DENGAN MENILAI PELUANG PASAR MELIPUTI RISET PASAR, PENGUMPULAN DATA DAN MEMILIH LOKASI BISNIS MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Dari perkembangan 100 Buchari Alma UKM,50% gagal dalam wkt KEUNGGULAN 2 th dari lamanya berdiri, SEORANG dan pada th ke 5 tinggal WIRAUSAHA 30% SUKSES Penyebab terbesar adalah: DIBANDINGKAN 7. Tidak efektif dlm DENGAN YANG memimpin GAGAL ATAU 8. Tidak bisa menjalin BANGKRUT kerjasama YAITU TERLETAK 9. Kurang menguasai PADA DINAMIKA TI/Komunikasi DAN EFEKTIFITAS KEPEMIMPINANMODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Rasulullah SAWRahasia sukses Rosulullah sebagai seorang usahawan adalahkarena kejujuran dan keadilan dalam mengadakan hubungandagang dengan para pelanggannya, selain itu beliau jugamerupakan orang yang cerdas, memiliki kesetiaan dalammemegang janji, rajin dan penuh dedikatif pada usahanya.Atau yang sering kita kenal dengan STAF ( Sidiq, Tablik,Amanah, dan Fatonah )MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Abdurrahman bin AufBeliau merupakan seorang pedagang muslim yang sukses dalam perdagangannya, sholih dalam amalnya, serta beruntung dunia akhirat. Sebab-sebab kesuksesan beliau adalah :2. Sungguh-sungguh dalam berusaha3. Memiliki kemampuan berkreasi dan berinovasi4. Menjaga waktu dan memanfaatkannya dengan sebaik mungkin5. Memilih sahabat6. Kemampuan mempengaruhi orang lain7. Dia seorang laki laki sholih yang senantiasa percaya diri dan menjaga kesuciannya, amanah, dan rasa takutnya pada Allah8. Ilmu pengetahuan dan pemahamannya MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Siti KhodijahRahasia sukses Siti Khodija adalah :2. Keimanan yang kokoh dan spiritual yang tinggi3. Mentalitas wirausaha4. Punya modal dan pandai mengolahnya5. Punya kemampuan merekrut karyawannya dan menjalin mitra bisnis6. Suka berderma7. Berani mengambil keputusan dan pandai membaca peluang8. Pandai membaca pasar dan terget pasar9. Stabilitas keamanan kota mekah dan letaknya yang strategis untuk iklim usaha MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Hisyam SyahidRahasia sukses Hisyam Syahid adalah :2. Kedekatan dengan orang tua dan keluarga3. Memiliki kemauan kuat dan lerja keras dalam berbisnis4. Selalu menjaga kebersihan hati dan jiwa5. Memiliki prinsip bahwa kesuksesan itu tidak hanya di nikmati oleh diri sendiri tetapi kesuksesan itu sejauh mana orang-orang di sekitar kita dapat merasakan manfaat dari apa yang kita usahakan MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Wan Muhammad HasyimKunci sukses Wan muhammad hasyim adalah :2. Tidak hanya mengurusi bisnis yang kita miliki tetapi yang lebih penting adalah memperbaikinya3. Harus tahu bagaimana seluk beluk bisnis yang di geluti4. Harus memiliki mimpi yang kuat5. Tidak memiliki mental ingin cepat kaya MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • KISAH GAGAL DAN SUKSES1. UST. LIHANMODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Lihan, Ustadz pUn Bisa Jadi pegUsaha B(e)riLianMODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Biodata Nama : Lihan TTL : Lianganggang, 9 Juli 1974 Pekerjaan : Wiraswasta (Owner PT Tri Abadi Mandiri) Alamat : Cindai Alus RT 2 RW 1 Martapura Isteri : Jumrahi Adawiyah Anak : Nor Raudhi Zahria, Arini Mayan Fa’Ani Orang Tua : H Bahrie (Alm) - Siti Aisyah Riwayat Pendidikan : - SDN Jaho Kerten Solo (1986) - Mtsn Kelayan Banjarmasin (1990) - Ponpes Darul Hijrah (1995)MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Selayang Pandang Di benak sebagian orang masih tertanam kuat satu persepsi, bahwa dunia ustadz itu hanya berputar-putar di sekitar masjid, mushola, dan mimbar, dengan mengaji, dzikir, memutar tasbih, dan ceramah sebagai aktivitas yang selalu menemaninya setiap hari. Dengan persepsi ini, tidak sedikit orang yang kemudian menduga (bahkan berkeyakinan?) bahwa seorang ustadz tidak becus menjalankan usaha, apalagi sampai menggapai keberhasilan.MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Sukses dalam menekuni dunia usaha itu ternyata bukan semata milik orang-orang berpendidikan, orang-orang yang dibesarkan dengan kakayaan dan kecukupan modal, ataupun orang-orang yang memiliki dukungan dan networking yang luas, tapi milik siapa saja yang memiliki niat yang kuat dan kemauan yang keras untuk menggapai kesuksesan. Tidak terkecuali seorang ustad.MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • LIHAN• Pria kelahiran Liangganggang, Kalimantan Selatan, 9 Juli 1974. Besar dalam keluarga yang sangat terbatas secara ekonomi.• Ayahnya, Bahri sehari-hari bekerja sebagai penambang intan tradisional.• Ibunya, mengandalkan penghasilan lewat pekerjaan serabutan. Ia baru dapat uang setelah selesai mengayam bakul yang hasilnya dijual ke pasar.• Ketika berumur dua tahun Lihan kecil bersama keluarganya merantau ke Kerten, Solo Jawa Tengah. Di sana ayah Lihan bejualan kayu. Di tempat perantauan kehidupan Lihan menjadi lebih baik dari sebelumnya.MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Tahun 1986 saat lulus SD, cobaan kembali datang. Ayahnya terkena stroke yang berlangsung dua tahun. Sejak saat itu bukan keuntungan yang didapat melainkan kerugian yang setiap hari dijumpai. Hutang pun kian menumpuk hingga Rp 11 juta. Beban hidup terasa semakin menggunung ketika sang ayah akhirnya dipanggil Sang Kuasa. Bersama ibunya Lihan akhirnya memutuskan untuk pulang kampung, setelah susah payah menyelesaikan tanggungan hutang dan membawa duka mendalam ditinggal bapak.MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Awal bisnis Bisnis pertama kali yang dijalankan Lihan adalah menjalani profesi sebagai makelar kendaraan. Cuma karena terlalu jujur, maka jarang dapat untung. Keuntungan di dapat kalau ada pembeli yang ngasih uang tambahan. Kalau orangnya pelit, ya nggak dapat apa-apa.MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Selanjutnya... Dari profesi serabutan itulah akhirnya mempertemukan dirinya dengan seorang pengusaha berlian dari Jakarta yang juga pejabat terkenal. Lihan diberi tugas sebagai penghubung dengan para penambang dan pengusaha berlian di daerah sekitar Banjar. Selama dua tahun menjalani pekerjaan tersebut tak terasa telah berhasil mengumpulkan pendapatan Rp 500.000.000 (Lima ratus Juta).MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • selanjutnya... Merasa belum mampu mengelola uang sebanyak itu, Lihan mempercayakan kepada bosnya yang dianggap mempunyai banyak pengalaman supaya memutar uangnya. Dengan harapan akan mendapat pembagian keuntungan yang lebih banyak.MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Tapi boro-boro hasil melipat yang didapatkan, tetapi kerugian yang didapatkan. Karena bos yang telah dipercaya terkena kasus korupsi dan kabur ke luar negeri, uang Rp 500 juta pun ikut raib.MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • selanjutnya... Dan bulan itu memang apes untuk Lihan, mobil andalan yang selama ini disewakan juga raib digondol maling. Rentetan peristiwa itu membuat perekonomian menjadi ambruk secara tiba-tiba. Hal itu memaksa dirinya kembali ke habitat semula sebagai pengajar di pesantren dan jadi “tukang hutang” untuk menutupi kebutuhannya.MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Senyum Lihan Tak mau lama-lama tenggelam dalam keterpurukan. Lihan lantas mengaktifkan kembali jaringan pengusaha berlian yang selama ini dikenalnya untuk minta pinjaman modal guna menjalankan bisnis barang mewah yang sebelumnya ditekuni. Tak butuh waktu lama, keuntungan pun mulai diraih dengan jumlah yang tidak sedikit.MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Tahun 2005 Lihan mengibarkan bendera PT. Tri Abadi Mandiri, yang kelak menjelma sebagi induk (holding) perusahaan yang bergerak diberbagai bidang. Dari sana perusahaannya beranak pinak. Kini Lihan telah memiliki banyak perusahaan antara lain PT. Ira Visual Multimedia, PT. Lima Maha Karya, PT. Alhamdulillah, PT. Smart Karya Utama.MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • bergerak di beberapa bidang seperti digital printing, TV Kabel, suplaier kabel, Production House, budi daya rumput laut sampai penyewaan helikopter, dari percetakan sampai importir mesin cetak, warnet cafe, perdagangan Intan, Konsultan, wedding organizer, franchise restoran hingga toko permata.MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • HASIL LIHAN...?MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Dengan penghasilan kotor 14 milyar/bulan dari semua usaha yang di gelutinya, sebagai bentuk penghargaannya atas keberhasilan Lihan dalam berbisnis. Lihan menyisakan minimal 2 milyar perbulan untuk di bagikan ke anak yatim, fakir miskin dan pondok pesantren yang ada disekitar Kalimantan SelatanMODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • intan pUtri MaLUMODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Tokoh ini tiba-tiba menjadi buah bibir di Indonesia, khususnya di Kalimantan Selatan, karena telah membeli sebuah intan seberat 40 gram ( terbesar di abad ini setelah intan Trisakti yang dit ) dengan harga 3 milyar.MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Putri Malu Intan tersebut baru ditemukan oleh para pendulang intan di pendulangan Sungai Kupang, Antaraku, Pengaron, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, pada hari Selasa, 1 Januari 2008, pukul 17.00. Intan yang ditaksir sekitar 200 karat yang ditemukan di lahan milik H. Israniansyah itu dibeli Lihan 22 hari kemudian dan diberi nama Putri Malu. Sejak itulah nama Lihan identik dengan Intan Putri Malu.MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Lihan.... Beberapa bulan yang lalu Ustadz yang baru berusia 34 tahun ini datang ke Jakarta, kali ini adalah dalam rangka menindaklanjuti pengambil alihan jalur penerbangan Merpati Airline ke Kalimantan. Ia ingin menyelamatkan ribuan karyawan yang akan di-PHK karena penutupan jalur penerbangan tersebut.MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • “Lihan menyetor Rp. 28,6 miliar untuk investasi ini. Sampai-sampai Wapres JK ingin tahu siapa Ust. Lihan. Pasalnya jarang sekali ada investor pribadi yang berani menggelontorkan dana sebesar itu saat ini”.“Nantinya di badan pesawat akan ada tulisan Lihan Air”.MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Sang Ustadz tidak pernah melupakan shadaqoh. Inilah rahasia utama yang menjadikan bisnisnya terus jaya dan berkembang dari waktu ke waktu. Prinsip berbagi dengan orang lain itu tidak hanya dilakukan saat usahanya mendulang keuntungan besar, tapi juga dilakukan pada saat usahanya dalam posisi rugi.MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Success Story EntrepreunershipMODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Kisah sukses Purdi E. Candra (Lembaga Bimbingan Tes Primagama)MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Kisah sukses lembaga yang didirikan 10 Maret 1982 di kota pelajar Yogyakarta oleh H. Purdie E. Candra ini merupakan sebuah perjalanan panjang. Pria kelahiran Lampung, 9 September 1959 ini meninggalkan kuliah di UGM dan IKIP Karangmalang. Dengan modal Rp 300.000, dia mendirikan lembaga bimbingan tes Primagama. Sebuah bisnis potensial yang kala itu tak banyak dilirik orang. Ia sukses membuat Primagama beromzet lebih dari Rp 70 miliar per tahun, dengan 300 lebih cabang di hampir seluruh propinsi di Indonesia. Hal ini menjadikan Primagama sebagai Lembaga Bimbingan Belajar (LBB) terbesar di Indonesia.MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • • Purdi membangun Entrepreneur University (EU). Di lembaga ini, ia memberikan bimbingan serta pencerahan sehingga diharapkan akan lahir kecerdasan entrepreneur, kecerdasan emosional dan spiritual, pada akhirnya berani mengambil keputusan untuk membuka usaha.” Karena maju mundurnya sebuah negara, tergantung dari banyaknya Pengusaha yang ada.” Katanya.MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • RAHASIA AAGYM KAYA; SUKSES DAKWAH & BISNIS TAUHID IKHLAS TIDAK MEMINTA-MINTA BERMIMPI BESAR SUJUD, TAUBAT, & IKHTIAR BAHASA SEDERHANA TIDAK MENYALAHKAN PIHAK LAIN MEMFOKUSKAN PADA PERBAIKAN DIRI SENDIRI TEKNOLOGI CANGGIH ORIENTASI SOLUSI BUKAN MASALAH MANAJEMEN QALBUMODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • MODEL BISNIS ABWS • Melalui Franchise (PROFIT AND LOSS SHARING) • Poligami Award; Jus Poligami, Jus Sakinah, dan Kangkung Cah Poligami) • Budaya Organisasi Islam (Kultum sebelum kerja, wajib jilbab karyawati) • Manajer spiritual Islam (Prof. Dr. Sahrin Harahap, MA) • Zakat Usaha dan Memiliki Sarana IbadahMODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Kisah sukses KFCMODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Inilah kisah sukses dari kegigihan Kolonel Sanders, pendiri waralaba ayam goreng terkenal KFC. Dia memulai kesuksesan ini di usia 66 tahun. Pensiunan angkatan darat Amerika ini tidak memiliki uang sepeser pun kecuali dari tunjangan hari tuanya, yang semakin menipis. Namun dia memiliki keahlian dalam memasak dan menawarkan resep masakannya ke lebih dari 1.000 restoran di negaranya. Kolonel Harland Sanders adalah pelopor Kentucky Fried Chicken atau KFC yang telah tumbuh menjadi salah satu yang terbesar dalam industri waralaba makanan siap saji di dunia.MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • • Di usia 6 tahun, ayahnya meninggal dan ibunya sudah tidak mampu bekerja lagi sehingga Harland muda harus menjaga adik laki-lakinya yang baru berumur 3 tahun. Dengan kondisi ini ia harus memasak untuk keluarganya. Di masa ini dia sudah mulai menunjukkan kebolehannya.MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • • Selama hampir 9 tahun ia menggunakan resep yang dibuatnya dengan teknik dasar memasak hingga saat ini. Citra Sander semakin baik. Gubernur Ruby Laffoon memberi penghargaan Kentucky Colonel pada tahun 1935 atas kontribusinya bagi negara bagian Cuisine. Dan pada tahun 1939, keberadaannya pertama kali terdaftar di Duncan Hines “Adventures in Good Eating.”MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Kisah sukses Bob SadinoMODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Bob Sadino adalah salah satu sosok pengusaha sukses yang memulai usahanya benar-benar dari bawah dan bukan berasal dari keluarga wirausaha. Bob berwirausaha karena “kepepet”, selepas SMA tahun 1953, ia bekerja di Unilever kemudian masuk ke Fakultas Hukum UI karena terbawa oleh teman-temannya selama beberapa bulan. Kemudian dia bekerja pada McLain and Watson Coy, sejak 1958 selama 9 tahun berkelana di Amsterdam dan Hamburg.MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • • Setelah menikah, Bob dan istri memutuskan menetap di Indonesia dan memulai tahap ketidaknyamanan untuk hidup miskin, padahal waktu itu istrinya bergaji besar. Hal ini karena ia berprinsip bahwa dalam keluarga, laki-laki adalah pemimpin, dan ia pun bertekad untuk tidak jadi pegawai dan berada di bawah perintah orang sejak saat itu ia pun bekerja apa saja mulai dari sopir taksi hingga mobilnya tertubruk dan hancur, kemudian kuli bangunan dengan upah Rp 100 per hari.MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • • Suatu hari seorang temannya mengajaknya untuk memelihara ayam sejak saat itulah ia mulai berwirausaha. Pada awalnya sebagai peternak ayam, Bob menjual telor beberapa kilogram per hari bersama istrinya. Dalam satu setengah tahun, dia sudah banyak relasi karena menjaga kualitas dagangan,dengan kemampuannya berbahasa asing, ia berhasil mendapatkan pelanggan orang-orang asing yang banyak tinggal di kawasan Kemang, tempat tinggal Bob ketika itu.MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Bob sadar kalo dia adalah pemberi service dan berkewajiban memberi pelayanan yang baik, sejak saat itulah dia mengalami titik balik dalam sikap hidupnya dari seorang feodal menjadi servant, yang ia anggap sebagai modal kekuatan yang luar biasa yang pernah ia miliki. Usaha Bob pun berkembang menjadi supermarket, kemudian dia pun juga menjual garam, merica, sehingga menjadi makanan. Om Bob pun akhirnya merambah ke agribisnis khususnya holtikultura, mengelola kebun-kebun yang banyak berisi sayur mayur konsumsi orang-orang Jepang dan Eropa dia juga menjalin kerjasama dengan para petani di beberapa daerah untuk memenuhi.MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Failed Story EntrepreneurshipMODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Kisah kegagalan Hengky Eko Sriyantono Nama ini kurang akrab, Cak Eko yang hidup dalam kemapanan dan kelimpahan materi. Melainkan sosok pemuda sederhana dengan gaya hidup pas-pasan. Ia pertama kali mengenal bisnis dalam kondisi kepepet. Selepas kuliah Cak Eko mencoba bisnis jual beli handphone seken.MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • • Setelah itu, satu persatu usaha yang coba dirintisnya pun ternyata gagal. Mulai dari menjajal bisnis MLM, usaha di bidang pertanian yakni tawaran bertanam jahe gajah, bisnis tas dan dompet hingga bisnis busana muslim yang ketika itu sedang tren. Tuhan rupanya masih belum memberi jalan.• Kapok? Ternyata tidak. Awal tahun 2003 ia sempat membuka bisnis catering yang juga akhirnya gagal.MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • • Keberuntungan justru Cak Eko dapatkan saat ia mencoba usaha bakso. Pada awalnya pihak keluarga tidak setuju. Karena jaman dulu berjualan bakso identik dengan mendorong gerobak dan itu yang membuat mereka malu. “Tapi saya merasa yakin, kali ini bakal berhasil,” kenangnya. Terbukti, kini ia sukses mengusung brand Bakso Malang Kota “Cak Eko” yang merambah di 28 kota dengan memiliki 106 gerai. Sebanyak 103 cabang dikelola dengan sistem waralaba. .MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • • Berkali-kali mencoba, berkali-kali pula gagal. Itulah yang terjadi pada pengusaha seperti Cak Eko. Jika gagal satu dua kali, mungkin tidak terlalu memukul mental si pengusaha. Tapi kalau sampai puluhan kali, jelas luar biasa. Jika bukan tidak memiliki mental wirausaha tahan banting bisa dipastikan sudah menyerah kalah sejak lama. Karena kegagalan tidak hanya berpengaruh pada sisi psikologis saja melainkan finansial. Kerugian beruntun yang dialami akan menguras kondisi keuangan yang pada akhirnya sampai ke tahap bangkrutMODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Kisah kegagalan Matsushita• Bicara kegagalan, rasanya kita perlu bercermin pada sosok pebisnis dunia asal negara Sakura, Matsushita Konosuke. Matsushita, ketika itu memilih keluar dari pekerjaannya meski memiliki posisi dan fasilitas yang tergolong mapan. Ia mencoba membuka perusahaan sendiri. Dengan dibantu dua rekannya Hayashi dan Morita serta adik ipar Toshio, Matsushita mencoba mengembangkan pabrik fitting lampu pada Juni 1917. Tapi apa yang terjadi? Ketika ia menawarkan fitting tersebut ke pengecer harga yang diperoleh tidak terlalu bagus. Untuk 1000 buah fitting hanya dihargai tidaklebih dari 10 yen. Belum lagi karena faktor perusahaan Masushita yang masih tergolong baru, membuat mereka ragu untuk bekerja sama.MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • • Modal hampir habis, tapi bisnisnya belum juga menunjukkan titik terang. Tiba-tiba seorang pegawai dari perusahaan listrik mendatanginya minta dibuatkan tatakan kipas angin dari adonan hitam yang biasa iagunakan sebagai bahan pembuat fitting. Matsushita pun menyanggupi.MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • • Sebagai uji coba, Masushita diminta membuat sekitar 1000 buah selama setahun. Jika produknya sesuai standar ia berkesempatan memperoleh order antara 20 ribu hingga 30 ribu buah. Berbeda dengan fitting lampu, biaya produksi untuk tatakan kipas angin jauh lebih murah karena tidak memakai bahan logam. Dari pesanan 1000 tatakan ia memperoleh bayaran 160 yen. Separuhnya, 80 yen diakui sebagai keuntungannya. Tidak disangka pesanan tatakan kipas angin mengalir tanpa henti. Omzet yang diraih pun terus membesar. Hingga kemudian Matsushita beroleh julukan sebagai Raja Elektrik JepangMODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • "Hanya orang yang berani gagal total, akan meraih keberhasilan total." John F KennedyMODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • KESIMPULAN Dari beberapa contoh para pemebisnis sukses di atas dapat kita simpulkan bahwa sorang wirausahawan yang sukses :• Harus mewarisi sifat Nabi SAW yaitu Sidiq, Tablig, Amana, Fathonah.• Senantiasa dekat dengan Allah dan memohon keridhoan orang tua dan keluarga• Senantiasa berinfaq sebagai wujud rasa syukur.• Harus memiliki pengetahuan dalam bisnis yang di jalani.• Fokus dan tekun dalam menjalankan usaha.• Dan untuk menghindari kegagalan, maka kita harus terhindar dari beberapa penyebab gagalnya usaha sperti di atas. MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Thank you!For further discussion, please contactMuhammad Zen, MA+6221 88954080 (Home)08129563750 zen_mhd@yahoo.co.id Krisis Global Muhammad Zen 226 MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • BAB XII• Entrepreneurship dari segi etika bisnis dan etika agamaMODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • ETIKA BISNIS KONVENSIONAL DAN ETIKA BISNIS ISLAM ETIKA = berasal dari bahasa Yunani Kuno, ethos dalam bentuk tunggal dan mempunyai banyak arti seperti tempat tinggal yang biasa; padang rumput, kandang, kebiasaan, adat, akhlak, watak perasaan, sikap, cara berfikir. Sedangkan dalam bentuk jamak (ta etha) artinya adalah: adat kebiasaan. Etika adalah moral. Dalam konteks Islam, istilah penunjuk etika/moral ini digunakan untuk mendeskripsikan konsep-konsep kebaikan (Khayr), pengabdian (Birr), keadilan (Qist), keseimbangan dan keadilan (‘Adl), kebenaran (Haqq), amal ma’ruf (Ma’ruf),ketakwaan (Taqwa).MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • BISNIS• Kata bisnis dalam Al-Qur’an biasanya yang digunakan al-tijarah, al-bai, tadayantum, dan isytara. Tetapi yang seringkali digunakan yaitu al-tijarah dan dalam bahasa arab tijaraha, berawal dari kata dasar t-j-r, tajara, tajran wa tijarata, yang bermakna berdagang atau berniaga. At-tijaratun walmutjar yaitu perdagangan, perniagaan (menurut kamus al- munawwir).MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • ETIKA BISNIS• Etika bisnis adalah norma-norma atau kaidah etik yang dianut oleh bisnis, baik sebagai institusi atau organisasi, maupun dalam interaksi bisnisnya dengan “stake holders”nya.• Etika bisnis dalam Islam pada hakikatnya merupakan usaha manusia untuk mencari keridhaan Allah swt. Bisnis tidak bertujuan jangka pendek, individual dan semata-mata keuntungan yang berdasarkan kalkulasi matematika, tetapi bertujuan jangka pendek sekaligus jangka panjang, yaitu tanggung jawab pribadi dan sosial dihadap masyarakat, Negara dan Allah swt.MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Muslim adalah Pengusaha• Hadits – 19 dari 20 pintu rizqi itu untuk pedagang – 9 dari 10 orang yang dijamin masuk surga adalah pedagang• Sirah Rasul: – RasulluLlah s.a.w. adalah pedagang – Pembangunan kota Madinah – Ustman, penggerak ekonomi MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • CONTOH HADITS• “Pedagang yang jujur dan dapat dipercaya termasuk dalam golongan para nabi, orang- yang benar-benar tulus dan para syuhada.”(HR. Tirmidzi, Darimi dan Daraquthni).• “Allah memberikan rahmat-Nya kepada orang yang bersikap baik ketika menjual, dan membuat suatu pernyataan.” (HR. Bukhari)MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • PENDEKATAN DAN CORAK BISNIS KONVENSIONAL DAN BISNIS ISLAM • PENDEKATAN – Menghindari moral, budaya, dan agama – Berdasarkan moral, budaya, dan agama • CORAK BISNIS: – Kapitalisme/Sosialisme • Materialistik Hedonistik • Antroposentris • Positivistik Sekularistik – Islam • Falah • Teosentrisme • Normatif dan positivistik 233MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • ADA APA DENGAN BISNIS SYARIAH? • LEBIH MANUSIAWI • LEBIH BERKAH DAN TENANG DUNIA AKHIRAT • TIDAK ADA KECURANGAN/MENZHOLIMI • TIDAK MENIMBUN/MONOPOLI • BEBAS RIBA (RIBA=JUAL-BELI?) – QS. Al-Baqarah [2]:275 .‫قَُوْا ِ ّ َا الْ َيْ ُ ِثْ ُ ال ّ َوا‬ ‫ا ل إنم ب ع م ل رب‬ Artinya: “…Mereka berkata: Sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba .” (QS. Al-Baqarah [2]:275 – QS. Al-Baqarah [2]:275 .‫ََ َ ّ ا ُ الْ َيْ َ َ َ ّ َ ال ّ َوا‬ ‫وأحل ل ب ع وحرم رب‬ Artinya: “…padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.” (QS. Al-Baqarah [2]:275MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Perbedaan Bisnis Konvensional dan Bisnis IslamNo. Issues Islam Konvensional1. Sumber Al Qur’an Daya Fikir Manusia2. Motif Ibadah Rasional Materialism3. Paradigma Shariah* Pasar*4. Pondasi Dasar Muslim* Manusia Ekonomi*5. Landasan Filosofi Falah* Utilitarian Individualism*6. Harta Pokok Kehidupan Asset7. Investasi Bagi Hasil Bunga8. Distribusi Kekayaan Zakat, Infak, Shadaqah, Pajak dan Tunjangan Hibah/Hadiah, Wakaf & Warisan9. Konsumsi – Produksi Mashlahah, Kebutuhan & Kewajiban Ego & Rasional10. Mekanisme Pasar Bebas & Dalam Pengawasan Bebas11. Pengawas Pasar Al Hisbah Negara12. Fungsi Negara Penjamin Kebutuhan Minimal & Penentu Kebijakan melalui Pendidikan – Pembinaan Departemen2 melalui Baitul Mal13. Bangunan Ekonomi Bercorak Perekonomian Riil Dikotomi Sektoral yang sejajar Ekonomi Riil dan Moneter MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • DIFERENSIASI No. Bisnis Syariah Bisnis Konvensional 1 Berinvestasi pada usaha Bebas nilai yg halal 2 Atas dasar bagi hasil Sistem bunga 3 Besarannya berubah- Besarannya tetap ubah 4 Profit dan Falah oriented Profit oriented 5 Pola hubungan kemitraan Hubungan debitur- kreditur 6 Ada Dewan Pengawas Tidak ada lembaga Syariah sejenisMODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • PARADIGMA BISNIS ISLAM FALAH Kesejahteraan Dunia & Akhirat TUJUAN SISTEM Keadilan Keseimbangan Kemaslahatan (adalah) (tawazun) (maslahah) Menghindari: • Riil-Financial NILAI DASAR •Iman/takwa • Riba •Risk – return SISTEM = PILAR • Gharar •Bisnis – Sosial •Regenerasi (Keturunan) • Maysir •Material-Spiritual •Jiwa • Dzalim •Individu – Kolektif •Harta • Haram •Pemanfaatan - Pelastarian •akal KHILAFAH + NUBUWWAH + UKHUWAH SYARIAH + AKHLAK FILSAFAT SISTEM = FONDASI7/4/2007 TAUHID/AQIDAHMODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • ISLAMIC BUSINESS VALUE Kesetaraan/kemitraan (Partnership) Universalitas (Universality) Keadilan (Justice) BUSINESS Transparansi (Transparency)MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • ETIKA BISNIS ISLAM• TAUHID & BROTHER• WORK & PRODUKTIVITY• OWNERSHIP• NORMA AGAMA (CONSUMTION)• COOPERATION 1. TIDAK MAGRIB• DISTRIBUTIVE JUSTICE 2. TIDAK IHTIKAR(Chowdhury) 3. HALA L & TOYYIB MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • DIFERENSIASI ETIKA BISNIS No. Prinsip Syariah Prinsip Konvensional NIKAH ? FREE SEXMODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Kaidah Ibadah Kaidah Muamalat• Semua DILARANG • Semua BOLEH, kecuali yang kecuali yang dibolehkan dilarang MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • ISLAM MEMANDU BISNIS Al-Quran As-Sunnah Qiyas Ijma’ Ijtihad Asumsi Pelarangan Riba & Upah Profit and Loss Komoditi Sharing System Halal dan Thayyib Muamalat Pembaruan Iman QalbuMODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • PERBEDAAN PENJUALAN (SELLING) & PEMASARAN (MARKETTING) PENJUALAN PEMASARAN TITIK BERAT PADA PRODUK TITIK BERAT PADA KEBUTUHAN PELANGGAN PERUSAHAAN PERTAMA-TAMA PERUSAHAAN PERTAMA-TAMA MENENTUKAN MEMBUAT PRODUK KEMUDIAN KEBUTUHAN PARA PELANGGAN UNTUK BERUPAYA MENJUALNYA MEMPRODUKSI BARANG/JASA YANG DAPAT MEMUASKAN KEBUTUHAN MEREKA PIHAK MANAJEMEN BERORIENTASI PIHAK MANAJEMEN BERORIENTASI PADA PADA VOLUME PENJUALAN LABA PERENCANAAN DIORIENTASIKAN PADA PERENCANAAN DIORIENTASIKAN PADA HASIL-HASIL JANGKA PENDEK JANGKA PANJANG, SEHUBUNGAN DENGAN BERHUBUNGAN DENGAN PRODUK/JASA PRODUK-PRODUK BARU, PASAR MENDATANG DAN PASAR DAN PERTUMBUHAN MASA DEPANMODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Produk Harga Rancangan Daftar harga 4 P Marketting Mix (product, Sifat-sifat Diskon price, place and promotion) Potongan BERBASIS SYARIAH periode Keragaman pembayaran produk Syarat kredit Mutu NORMA AGAMA Nama merk 1. TIDAK MAGRIB Kemasan 2. TIDAK IHTIKAR Ukuran 3. HALA L & TOYYIB Pelayanan Distribusi Jaminan Saluran Keuntungan Cakupan Jenis Lokasi Promosi Sediaan Periklanan Transportasi Penjualan perorangan Saluran penjualan Hubungan masyarakatMODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • BISNIS BERBASIS THE 8TH HABIT • BE PROACTIVE • BEGIN WITH THE END IN MIND • PUT FIRST THINGS FIRST • THINK WIN-WIN • FIRST TO UNDERSTAND THAN TO BE UNDERSTOOD • SINERGIZE • SHARPEN THE SAW • FIND YOUR VOICE AND INSPIRE OTHERS TO FIND THEIRMODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Modal Awal Memulai Bisnis: Mental• Cita-Cita – Cita-cita kemarin adalah kenyataan hari ini – Cita-cita hari ini adalah kenyataan esok hari• Independen: – Kultur, : Taiwan, Cina• Sabar: – Pengusaha berhasil rata-rata gagal 5 kali – Yang kita lihat 1 keberhasilan, padalah ada 99 ketidakberhasilan• Berani Malu, Tidak Gengsian• Risk Taker – Hubungan positif risiko dan porsi pendapatanMODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Apakah Perlu Modal DALAM BISNIS? • Philosophically: Could be No • In Reality: ABSOLUTELY YES!!!MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • KELEMAHAN BERWIRUSH• PENDAPATAN TDK PASTI & RISK• BEKERJA KERAS & WKT/JAM KERJA PANJANG• KUALITAS HIDUP MSH RENDAH S/D USAHANYA BERHASIL--- SBB HRS BERHEMAT• TANGGUNG JAWAB SANGAT BESAR, BANYAK KEPUTUSAN YANG HARUS DIBUAT WALAU KURANG MENGUASAI PERSOALAN MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • KEUNTUNGAN BERWIR• PELUANG U MENCAPAI TUJUAN YANG DIKEHENDAKI• PELUANG U MENDEMONSTRASIKAN POTENSI SESEORANG SECARA PENUH• PELUANG U MEMPEROLEH MANFAAT & KEUNT. SECR. MAKSIMAL• PELUANG U MEMBANTU MASY DG USAHA KONKRIT MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Thank you!For further discussion, please contactMuhammad Zen, MA+6221 88954080 (Home)08129563750 zen_mhd@yahoo.co.id Krisis Global Muhammad Zen 250 MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • BAB XIII Bentuk usaha (Perseorangan, CV, PT, Koperasi dsb)MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Ringkasan Komparatif : Tiga Bentuk Bisnis Bentuk Tanggung Kontuniatas Manajemen Investasi Bisnis JawabUsaha Pribadi, Tidak Pribadi, Tidak Terbatas PribadiPerseorangan Terbatas Berakhir dengan Kematian atau Keputusan Pemilik Pribadi, Tidak Berakhir dengan Kematian Tidak Terbatas atau Tergantung Pribadi, padaPersekutuan Terbatas atau Keputusan dari Sekutu dari Perjanjian Persekutuan Sekutu Lain Dibawah Kontrol Dewan Modal yang Seperti yang Dicantumkan PembelianKorporasi Direksi, yang dipilih oleh Para Diinvestasikan dalam Anggaran Dasar, Saham Pemegang Saham Abadi, atau Dalam Jangka Waktu TertentuMODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • BENTUK USAHA• A. Bentuk Usaha Informal yaitu bentuk usaha yang dilakukan oleh perseorangan yang tidak membutuhkan badan hukum, biasa disebut dengan usaha mikro. Contoh usaha ini adalah para penjual makanan kecil di tepi jalan, warung-warung makan kecil, warung bakso dan lain-lain. Tidak jarang usaha-usaha besar dan formal bermula dari usaha informal (mikro) yang kemudian tumbuh menjadi korporat.• B. Bentuk Usaha Formal yaitu usaha yang dilakukan oleh perseorangan atau gabungan orang yang mempunyai badan hukum tertentu, bentuk usaha bisa berskala kecil atau berskala besar, lokal atau multi nasional. Ciri utama dari bentuk usaha ini adalah sudah ada pembagian tugas dan wewenang. MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Definisi UMKM Sumber Definisi Skala Usaha & Unsur Kemenkop & UMKM BPS Kemenkeu Bank Indonesia Definisi SK Kemenkeu UU 20/2008 PBI 7/39/PBI/2005 40/KMK.06/2003MIKRO Jumlah tenaga kerja 1–4 Aset bersih < Rp 50 juta < Rp 50 juta < Rp 100 juta Omset tahunan < Rp 300 juta < Rp 300 juta < Rp 100 juta < Rp 100 juta Plafond pinjaman < Rp 50 jutaKECIL Jumlah tenaga kerja 5 – 19 Aset bersih Rp 50 juta – Rp 500 juta Rp 50 juta – Rp 500 juta < Rp 200 juta Rp 100 juta – Rp 200 juta Omset tahunan Rp 300 juta – Rp 2.5 miliar Rp 300 juta – Rp 2.5 miliar Rp 100 juta – Rp 1 miliar Rp 100 juta – Rp 1 miliar Plafond pinjaman Rp 50 juta – Rp 500 jutaMENENGAH Jumlah tenaga kerja 20 – 99 Aset bersih Rp 500 juta – Rp 10 miliar Rp 500 juta – Rp 10 miliar Rp 200 juta – Rp 10 miliar Omset tahunan Rp 2.5 miliar – Rp 50 miliar Rp 2.5 miliar – Rp 50 miliar > Rp 1 miliar Plafond pinjaman > Rp 500 jutaMODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • KRITERIA UMKM (Pendapatan-Tenaga Kerja)• USAHA MIKRO : <=100 JUTA (---)• USAHA KECIL : <= 200 JUTA (5-9 orang)• USAHA MENENGAH : > 200 JUTA -10 M (20-99 orang)• USAHA BESAR : > 10 MILYAR (=> 100 orang)MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Bentuk Usaha1. Badan usaha Perorangan• Pemilik : satu orang• Keunggulan : – Pemilik bebas mengatur usaha – Keuntungan menjadi milik pribadi – Rahasia perusahaan terjamin – Keputusan cepat diambil• Kelemahan : – Modal terbatas – Kelangsungan perusahaan tergantung pemilik – Resiko ditanggung pemilik MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • KRITERIA UMKM (Pendapatan-Tenaga Kerja)• USAHA MIKRO : <=100 JUTA (---)• USAHA KECIL : <= 200 JUTA (5-9 orang)• USAHA MENENGAH : > 200 JUTA -10 M (20-99 orang)• USAHA BESAR : > 10 MILYAR (=> 100 orang)MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Lanj…2. Firma• Pemilik : Minimal dua orang• Keunggulan : – Kelangsungan firma terjamin – Ada pembagian kerja – Modal lebih besar dibanding badan perseorangan – Resiko ditanggung bersama• Kelemahan : – Satu rugi yang lain juga rugi – Bisa muncul konflik pribadi yang berdampak buruk bagi kelangsungan usaha MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Firma• Menurut pasal 16 KUHD: Firma adalah tiap-tiap persekutuan perdata yang didirikan untuk menjalankan perusahaan dengan nama bersama.MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Lanj …3. CV (Persekutuan Komendeter)• Pemilik : Ada anggota aktif dan anggota pasif• Keunggulan : – Mudah dibentuk – Modal lebih banyak karena pemilik relatif banyak – Mudah memperoleh kredit dari Bank – Pengelolaan relatif lebih baik• Kelemahan : – Ada anggota yang tanggung jawabnya terbatas, ada yang tidak terbatas – Usaha bisa terganggu dari persero diam – Modal persero diam sulit ditarik MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Comanditaire Vennootschap (CV)• Menurut Pasal 19 KUHD: suatu perseroan untuk menjalankan suatu perusahaan yang dibentuk antara satu orang atau beberapa orang persero yang secara tanggung menanggung bertanggung jawab untuk seluruhnya pada satu pihak, dan satu orang atau lebih ebagai pelepas uang pada pihak yang lain.MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Macam-Macam CV Dalam kepustakaan. Dikenal ada 3 (tiga) macam CV, yaitu:• CV dengan diam-diam• CV dengan terang-terangan• CV dengan saham-sahamMODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Lanj …4. PT (Perseroan Terbatas)• Pemilik : Pemilik saham• Keunggulan : – Mudah mengumpulkan modal melalui penjualan saham – Persero bisa mengalihkan modal ke orang lain – Tanggung jawab pemilik terbatas saham yang dimiliki – Efisien – Perusahaan lebih terjamin• Kelemahan : – Modal yang dibutuhkan besar – Waktu pendirian lama – Biaya organisasi besar – Dibutuhkan kepemimpinan yang besar untuk memimpin perusahaan – Rahasia kurang terjamin. MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Perseroan Terbatas (PT)Menurut UU No.1 thn 1995 : PT adalah badan hukum yang didirikan berdasarkan perjanjian, melakukan kegiatan usaha dengan modal dasar yang seluruh terbagi dalam saham, dan memenuhi persyaratan yang di tetapkan dalam UU serta peraturan pelaksanaannya.MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Syarat Pendirian PT1. Nama lengkap, TTL, Pekerjaan, Tempat Tinggal, dan kewarganegaraan pendiri.2. Susunan nama lengkap, TTL, pekerjaan, tempat tinggal, dan kewarganegaraan anggota direksi dan komiaris yang pertama kali diangkat.3. Nama pemegang saham yang telah mengambil bagian saham, rincian jumlah saham, nilai nominal atau nilai yang diperjanjikan dari saham yang telah ditempatkan dan disetor saat pendirian.MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Lanj …5. Koperasi• Pemilik : Anggota• Keunggulan : – Mengutamakan kesejahteraan anggota – Usaha dijalankan anggota – Setiap anggota memiliki hak dan kewajiban yang sama – Pengelolaan demokratis dan terbuka – Keuntungan dibagi pada seluruh anggota• Kelemahan : – Biasa mendapatkan proteksi dari pemerintah sehingga sulit bersaing di pasar bebas – Keuntungan tidak cepat menjadi besar. MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Koperasi• Menurut undang-undang perkoperasian koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi, sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaanMODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Fungsi dan Peran Koperasi• Menurut UU koperasi:2. membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan keejahteraan ekonomi dan sosialnya.3. Berperan secara aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat.4. Memperoleh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional dengan koperasi sebagai soko gurunya.5. Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi.MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • PETA LKMS LEMB AG A KEUANG AN M IK R O Bank Non Bank BPR (2.427) Formal Non Formal BRI Unit Desa (3.694) KSP (1.097) BMT (3.038) BKD (5.345) USP Kop. (35.218) LSM LDKP (2.272) KSM Arisan Usaha Produktif UMKM  37,8 Juta Usaha Mikro & Kecil (99,9%)Sumber PINBUK  0,052 Juta Usaha Menengah (0,09%) MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Sumber PINBUK Jml BMT Jml BMT Jml BMT Jml BMT Jml BMT No Propinsi Berasset Berasset Berasset Berasset Berasset Total >Rp. 1 Milyar Rp. 500 Jt - 1Milyar Rp. 250 – 500Jt Rp. 50 – 250Jt < Rp. 50 Jt 1 Aceh 2 7 23 37 7 76 2 Sumatera Utara 1 8 53 87 7 156 3 Sumatera Barat 1 5 17 28 9 60 4 Riau 2 5 20 23 15 65 5 Jambi 1 1 2 5 3 12 6 Bengkulu - 1 10 5 4 20 7 Sumatera Selatan 1 3 14 38 9 65 8 Lampung 1 1 14 19 7 42 9 Jakarta 5 36 53 55 16 165 10 Jawa Barat 7 23 290 293 24 637 11 Jawa Tengah 15 9 215 225 49 513 12 Yogyakarta 3 10 29 14 9 65 13 Jawa Timur 5 32 271 230 62 600 14 Bali 1 6 4 3 1 15 15 Kalimantan Barat - 1 5 7 2 15 16 Kalimantan Tengah - 1 4 3 2 10 17 Kalimantan Timur 2 9 7 4 2 24 18 Kalimantan Selatan 3 4 5 4 1 17 19 Sulawesi Utara - 1 21 31 9 62 20 Sulawesi Tengah 2 1 4 2 2 11 21 Sulawesi Tenggara - 1 11 7 4 23 22 Sulawesi Selatan 10 51 71 83 29 244 23 Nusa Tenggara Barat 1 4 41 39 8 93 24 Nusa Tengg. Timur - 1 2 4 1 8 25 Maluku - - 10 7 4 21 26 Papua - 2 6 7 3 18 Jumlah 63 223 1.202 1.260 289 3.037 MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • UKM (Usaha Kecil dan Menengah)• Adalah suatu unit usaha yang berinteraksi dengan berbagai unsur seperti : regulasi, modal (dana), organisasi, SDM, pembeli, pemasar, investor, supplier, dan jenis-jenis transaksi yang akan dilakukan UKM.• Transaksi umum yang dilakukan adalah selalu berdampak kepada adanya : – Benefit (manfaat), – Risiko (kerugian), dan – Profit (keuntungan)MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • PEDAGANG KAKI LIMA (PKL)• PKL: pedagang2 golongan ekonomi lemah yg berjualan aneka barang kebutuhan sehari2 dng modal relatif kecil, baik berjualan di di tempat yg terlarang ataupun tidak (tepi jalan, depan toko, trotoar, dll).• PKL sangat populer di Indonesia.MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Ciri-ciri PKL1. Kegiatan usaha tdk teorganisir dng baik.2. Tidak memiliki surat ijin usaha (SIU) namun ditarik retribusi.3. Berlokasi di pusat keramaian masyarakat (tepi jalan protokol, depan toko, trotoar, bahu jalan samping pasar, dll).MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Potensi PKL• PKL tidak dpt/sulit dihapus (tak terpisahkan dari unsur & eksistensi budaya masyarakat Indonesia).• Bila dikeloa deng baik dpt menjadi ciri (masterpiece) kota dng mengedepankan karakteristik & nilai2 kearifan setempat shg dpt menjadi simbol estetika & obyek pariwisata kota.MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Wisata Kaki LimaContoh Pariwisata Kaki Lima:• Malioboro, Yogyakarta.• Pasar Klewer, Solo.• Cihampelas, Cibaduyut, Kepatihan Bandung.• Pasar Ular, Pasar Poncol, Taman Puring Jakarta.• Aneka jajanan, Kuta-Bali, dll.MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • FRANCHISING (Waralaba) Dipelopori oleh perusahaan2 Amerika yg memberi hak kpd partnernya utk menjual/ mendistribusikan produk2nya di negara tertentu, spt: Mc Donald, Kentucky, dsb.MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Pengertian• Waralaba: pelimpahan dari pabrikan atau distributor produk dan/atau jasa yg diberikan kpd agen2 lokal (retailer) dng membayar royalti dng jumlah tertentu (Hisrich Petrs, 1995).• Waralaba: sebuah peluang bisnis di mana pemilik, produsen atau distributor sbg franchisor dari barang dan/atau jasa, merk tertentu memberi hak kpd franchisee utk menjadi agen lokal & sbg imbalannya franchisor menerima royalti yg telah ditetapkan (Robert T Justis, tanpa tahun atau dalam Alma, Buchari, 2007).MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • • Orang yg memberikan waralaba dsbt franchisor & orang yg menerima waralaba dsbt franchisee.• Setelah kontrak perjanjian (MoU) ditandatangani, maka terbuka peluang bagi franchisee utk mengelola bisnis baru & mempunyai kesempatan untuk merasakan sukses spt franchisor.MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Garis Besar Isi Kontrak• Nama komoditas & usaha.• Rencana pemasaran.• Mekanisme usaha (dokumen, tempat, komoditas, tenaga kerja, pajak, dll).• Distribusi keuntungan & kerugian.• Batas waktu kerjasama.• Pengembangan usaha.• Aspek hukum, dll.MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Komoditas Waralaba1. Barang dan/atau jasa yg memiliki citra unggul & telah memiliki pangsa pasar luas.2. Formula, disain paten.3. Nama/merk dagang.4. Konsultan manajemen keuangan, pengawasan, pendidikan, pelatihan, kursus.5. Promosi pembelian dan advertising.6. Kantor pusat pelayanan, dll.MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Keuntungan Waralaba• Komoditas yg ditawarkan telah diterima kalayak umum/global.• Tdk perlu biaya lagi untuk promosi kredibilitas perusahaan induknya.• Penyiapan SDM franchisee terjamin.• Kelengkapan modal mencakup fasilitas perlengkapan, tata letak, kontrol persedian produk.• Pengetahuan tentang pasar yg tinggi.• Pengawasan kualitas layanan, produk & perlindungan hukum kpd franchisee.MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Contoh Waralaba SukseInternasional:• Mc Donald• KFC, dll.Nasional:• Kursus Primagama.• Kursus Jarimatika Indonesia.• Mie Langgara.• Wong Solo.• Ayam Goreng Suharti.• Mie Langgara.• Mie Gadjah Mada.MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • CARA MEMULAI USAHA:• Franchise yaitu dengan menggunakan merk sebuah perusahaan dan membayar royalti kepada perusahaan pemilik, contohnya Alfamart, Indomaret, KFC, Mc Donald. Keuntungannya kita tidak harus memulai usaha dari awal karena biasanya sudah mempunyai nama di masyarakat, selain itu tidak perlu menyediakan sistem dan pelatihan kepada pegawai karena semuanya sudah ada standar yang harus digunakan dari pemilik franchise. Kelemahannya karena sudah punya nama diperlukan dana yang besar,contoh untuk Alfamart diperlukan modal Rp 500 juta.• Buying Store yaitu dengan membeli sebuah perusahaan lama yang sudah beroperasi tetapi biasanya usahanya sudah mulai menurun bahkan kadang menuju kebangkrutan, contohnya sekolah Dompet Dhuafa Republika di Parung asalnya dari membeli sekolah milik Paramadina Grup yang sudah mulai mengalami kebangkrutan. Keuntungannnya sudah tersedia lokasi sendiri,kita tidak perlu menyewa tempat,serta hanya perlu untuk merubah nama. Kelemahannya Biaya yang dikeluarkan juga cukup besar untuk memulai usaha baru.• Begin From Zero yaitu kita benar-benar memulai usaha dari awal, dimana segala sesuatunya dimulai dari nol seperti tempat usaha,jenis usaha,sistem,sampai kepada rekruitmen,pelatihan dan pembayaran kepada pegawai. Keuntungannya biaya yang dikeluarkan tidak perlu besar, bahkan kita bisa memulai usaha seorang diri pada awalnya karena masih usaha kecil. Kelemahannya karena mulai dari nol (belum punya nama) untung atau tidaknya usaha bergantung dari diri kita sendiri yag mengelolanya. MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI
  • Thank you!For further discussion, please contactMuhammad Zen, MA+6221 88954080 (Home)08129563750 zen_mhd@yahoo.co.id Krisis Global Muhammad Zen 284 MODUL ENTREPRENEURSHIP MUHAMMAD ZEN, MA STEI SEBI